tff) Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili
W
ffi;?.tr ng
H
A
L-TMAFUSINR ^I."R.
ASIDAH O SYAIII' ^il I O [!I{\TI\I
riyi?t(Adz. Dz
ff " h ri i m )
\
ffi E
tA*yfi\\
I d)t''14';L;li
TAFSIR .A
AL.MUNIR
AOIDAH . SYARI'AH . MANHAJ I
s
(Adz-Dzaariyaat - At-Tahriim)
Juz27 &28
, 1*r{r-t1lr--r. .' ri/.';{i;AYKUt*Xl- P-1.:i[tfTggVf.Sx d".fqiSwffi
,;e Tafsir Al-Munir adalah hasil karya tafsir terbaik yang pernah dimiliki umat lslam di era
modern ini. Buku ini sangat laris di Timur Tengah dan negara-negara )azirah Arab. Karya ini
hadir sebagai rujukan utama di setiap kajian tafsir di setiap majelis ilmu. Secara bobot dan
kualitas, buku ini jelas memenuhi hal tersebut.
Dalam karya fenomenal Prof. Dr. Wahbah Zuhaili ini, Anda akan mendapatkan
pembahasan-pembahasan penting dalam mengkaji Al-Qur'an, meliputi hal-hal berikut.
. Metode penyusunan tafsir ini, berdasar pada metode taf sir bilma'tsur dan tafsir bir-
ro'yi. -
Ada penjelasan kandungan ayat secara terperinci dan menyeluruh.
Dijelaskan sebab turunny a ayal (asbabun nuzul ayat).
Di setiap pembahasan ayat, diperincikan penjelasan dari seeggii qirao'oat, i'raab,
. balaaghoh , dan muf radaat lughowiyyah.
Tafsiriniberpedoman pada kitab-kitab induktafsirdengan berbagaimonhainya.
. Tafsir ini menghapus riwayat-riwayat lsrailiyat.
Sebuah literatur tafsir AI-Qur'an yang harus Anda miliki karena sangat lengkap dan
bagus. Buku inimerupakan jilid ke-r4 darir5 jilid yang kamiterbitkan.
# tahir di Dair'Athiyah, Damaskus, pada tahun 1932. Pada tahun
1956, betiau berhasil menyelesaikan pendidikan tingginya di Universitas At-Azhar
Fakuktas Syari'ah. Betiau memperoleh getar magister pada tahun 1959 pada bidang
Ht Syariah lstam dari Universitas At-Azhar Kairo dan memperoteh getar doktor pada
tahun 1959 pada bidang Syari'ah lstam dari Universitas A[-Azhar Kairo. Tahun 1963,
betiau mengajar di Universitas Damaskus. Di sana, beliau mendatami itmu fiqih serta
Ushut Fiqih dan mengajarkannya di Fakuttas Syari'ah. Betiau juga kerap mengisi
seminar dan acara televisi di Damaskus, Emirat Arab, Kuwait, dan Arab Saudi. Ayah
betiau adatah seorang hafizh Qur'an dan mencintai As-sunnah.
lgirEMA rsBN 978-602-2s0-108-4
TNSANT
illIJltxxiltlilffilil
Daftar Isi
Daftar Isi ................ v
Pengantar Penerbit xi
Pengantar Cetakan Terbaru xiii
Kata Pengantar ........... xv
Sejumlah Pengetahuan Penting yang Berkaitan dengan Al-Qur'an 1
1
A. Definisi Al-Qur'an, Cara Turunnya, dan Cara Pengumpulannya 2
2
Nama-nama AI-Qur'an 5
5
Cara Turunnya Al-Qur'an .,...,....,.,.,.,
6
AI-Qur'an Makkiy dan Madaniy.......,....,......, 6
9
Faedah Mengetahui Asbaabun Nu2uu1......,.. 7L
12
yang Pertama dan yang Terakhir Turun dari AI-Qur'an,.,.,.,.^......, 17
20
Pengumpulan Al-Qur'an ........,.,.,......, 21
B. Cara Penulisan Al-Qur'an dan Rasm Utsmani................
C, Ahruf Sab'ah dan Qiraa'at Sab'ah...
D. AI-Qur'an Adalah Kalam Allah dan Dalil-dalil Kemukjizatannya..........
E. Kearaban AI-Qur'an dan Penerjemahannya ke Bahasa Lain...,.,....,...
F. Huruf-Huruf yang Terdapat di Awal Sejumlah Surah (Huruuf Muqaththa'ah)
G. Tasybiih,lsti'aarah, Majaaz, dan Kinaayah dalam AI-Qur'an
IUZ DUA PULUH TUJUH 29
SURAH ADZ-DZAARIYAAT 31
Sumpah untuk Menegaskan Terjadinya Ba'ts....,.... 32
Balasan Orang-Orang yang Bertakwa serta Spesifikasi dan Ciri-Ciri Mereka,...,.,...,,, 39
Kisah Tamu Nabi Ibrahim dan Tugas Mereka dalam Membinasakan Kaum
Kisah Beberapa Nabi Lainnya Beserta Kaum Mereka..,.... 63
Penegasan dan Pembuktian Tentang Keesaan Allah SWT dan Keagungan 73
Pengancaman 0rang-Orang Musyrik dengan Adzab karena Sikap Mendustakan
Kepada Rasulullah saw. .....,....,.,
SURAH ATH-THUUR .................
Terjadinya Hari Kiamat dan Penegasan Adzab Pada Hari yang diianjikan.................. 84
Balasan Orang-Orang yang Bertakwa dan Nikmat-Nikmat Allah SWT Kepada 9L
Mereka Pada Hari Kiamat
Tetap Konsisten dalam Mengingatkan dan Menasihati Meski Banyak Rintangan, 103
Tipu Daya, Intrik, dan Konspirasi yang Dilancarkan
Pembuktian Tentang Wujud Sang Khaliq dan Keesaan-Nya Berdasarkan 109
Bukti-Bukti yang Terdapat Pada Diri Makhluk dan Penjuru Alam
Pengabaian Terhadap Orang-Orang Kafir karena Sikap Pembangkangan,
Keras Kepala, Kesombongan, dan Keangkuhan Mereka Sekalipun Terhadap Hal-Hal 115
yang Bersifat Indrawi, Kasat Mata, dan Konkret
SURAH AN.NAJM L25
Penegasan Tentang Kenabian dan Fenomena Wahyu 127
Larangan Mempersekutukan Allah SWT dan Penegasan Bahwa Berhala-Berhala
Itu Tiada Berguna Sama Sekali,.................... 1-39
Kecaman dan Cercaan Terhadap Orang-Orang Musyrik karena Mereka 1,46
Menyebut Malaikat Sebagai Anak Perempuan Allah SWT ............
Balasan Bagi Orang-Orang yang Berbuat |elek dan Orang-Orang yang Berbuat 150
Baik serta Kriteria dan Ciri-Ciri Orang-Orang yang Berbuat Baik .............
Kecaman dan Cercaan Terhadap Sebagian Orang Musyrik yang Menjadi
Kelompok 0rang Kaya karena Berpaling dari Mengikuti Kebenaran serta
Mengingatkan Apa yang Terdapat dalam Shuhuflbrahim dan Nabi Nlusa A.S. .................. 757
Memetik Nasihat dan Pelajaran dari Al-Qur'an dan Risalah Rasulullah saw serta
Peringatan Terhadap Kengerian-Kengerian Hari Kiamat.......,,...,.....,. 168
SURAH AL.QAMAR t7s
Terbelahnya Rembulan dan Sikap Orang-Orang Musyrik Terhadapnya..,..,.........,....... L77
Pemaparan Kembali Kisah-Kisah Para Umat Terdahulu yang Mendustakan 186
Para Rasul Secara Lebih Detail 1"86
-1- Kisah Kaum Nabi Nuh A.S, ..............
-2- Kisah Bangsa Ad Kaum Nabi Hud A.S. ..........,... L93
-3- Kisah Bangsa Tsamud; Kaum Nabi Saleh A,S. .....,.,.,.,.. L97
-4- Kisah Kaum Nabi Luth A.S, ..........,... 204
-5- Kisah Keluarga Fir'aun 209
Kecaman dan Cercaan Terhadap Orang-Orang Musyrik dari Kalangan Kaum Kafir
Quraisy serta Penjelasan Tentang Balasan Bagi Orang-Orang yang Durhaka dan Orang-
SURAH AR-RAHMAAN ................ 224
Nikmat-Nikmat Duniawi dan Ukhrawi yang Teragung 227
-l- NikmatAl-Qur'an dan Nikmat-NikmatAlam Semesta............,,.. 227
-2- Penjelasan Tentang Kondisi Beberapa Nikmat...,... 234
Kefanaan Nikmat-Nikmat dan AIam Seluruhnya serta Keabadian dan
Balasan dan Pahala di Akhirat atas Amal-Amal yang Pernah diperbuat... 243
Terpecahnya Langit dan Keadaan Para Pendosa Pada Hari Kiamat...,.... 247
Macam-Macam Nikmat Allah SWT yang Diberikan Kepada Orang-Orang yang
-1- Gambaran Surga 251
-2- Penjelasan dan Gambaran Lain Tentang Surga 259
SURAH AL-WAAQIAH . 268
Terjadinya Kiamat dan Klasifikasi Manusia 271,
Berbagai Macam Kesenangan dan Kenikmatan yang Diperoleh 276
2BZ
Golongan As-9aabiquun................. 287
Berbagai Macam Nikmat yang Diperoleh Golongan Kanan
Beragam Macam Adzab yang Diperoleh Golongan Kiri di Akhirat 294
Bukti-Bukti Uluuhiyyah, Pembuktian dan Penegasan Kuasa Allah untuk 304
Melakukan Ba'ts dan Pembalasan
Pembuktian Kenabian, Kebenaran Al-Qur'an, dan Kecaman Terhadap
Orang-Orang Musyrik atas Ideologi dan Keyakinan Mereka
SURAH AL.HADIID 318
Bertasbih Kepada Allah SWT di Setiap Saat dan Sebab-Sebabnya.,...,.,..., 379
Beberapa Bentuk Pembebanan Agama Berupa Perintah Beriman Kepada Allah 326
dan Rasul-Nya serta Berinfak.....
Keadaan Orang-Orang Munafik Pada Hari Kiamat 339
Takut Kepada Allah SWI Balasan Orang-Orang yang Bersedekah dan 344
0rang-Orang Mukmin, serta Balasan Orang-Orang Kafir..
Gambaran Tentang Keadaan Dunia dan Motivasi Agar Beramal untuk Akhirat......". 350
Musibah yang Berhubungan dengan Qadha dan Qadaq, dan Keburukan yang
Dilakukan Oleh Orang-Orang yang Kikir Akan Kembali Kepada diri Mereka Sendiri.,.,.. 356
Tujuan dari Pengutusan Rasul-Rasu1............ 362
-1- Konstitusi Masyarakat Islam dan Sistem Pemerintahan,,.,......,...,.. .. 362
-2- Kesatuan Syari'at-Syari'at dalam Prinsip dan Hubungan Antara Islam
dengan Agama-Agama Sebe1umnya............... 366
JUZ DUA PULUH DELAPAN 377
379
SURAH AI-MUJAADITAH 381
398
Zhihaar dan Kafaratnya,,,.,.,...,,,..
Ancaman Bagi Orang-Orang yang Menentang Allah SWT dan Rasul-Nya.. 4LZ
Hukuman Bagi 0rang-Orang yang Melakukan Pembicaraan Rahasia untuk 41.9
Melakukan Kejelekan serta Adab dan Etika Melakukan Pembicaraan Rahasia dalam
425
Adab dan Etika Menghadiri Majelis dalam Is1am...........
437
Bersedekah Sebelum Melakukan Pembicaraan Empat Mata dan Berkonsultasi
Secara Pribadi dengan Rasulullah saw...............
Keadaan dan Kondisi Orang-Orang Munafik yang Menjalin Persahabatan dan
Loyalitas dengan Selain Kaum Mukminin...,.,........,,,.,.....
Balasan Orang-Orang yang Menentang Allah SWT dan Rasul-Nya,
Janji Pertolongan dan Kemenangan Bagi Kaum Mukminin serta Pengharaman
Menjalin Persahabatan Musuh...
SURAH AI-HASYR 438
Pengusiran Kaum Yahudi Bani 441
457
Persekongkolan Antara Orang-Orang Munafik dan Yahudi serta Balasan
468
Penntah untuk Bertakwa dan Beramal untuk Akhirat....... 476
Kedudukan AI-Qur'an dan Keagun gan Dzatyang Menurunkannya yang 4Bt
Mempunyai Asma'ul Husna..,..,,,.,
SURAH AL-MUMTAHANAH 489
Larangan Ber-Muwaalaah dengan Kaum Kafir,,.,.,...,.. 490
Meneladani Nabi Ibrahim A.S. dan Orang-Orang yang Beriman Bersamanya.....,.,..., 498
Hubungan Kaum Muslimin dengan Non-Muslim 508
Hukum Tentang Kaum Perempuan yang Berhijrah dari Daarul Kufri
fWilayah yang Berada di Bawah Kekuasaan dan Otoritas Kaum Kafir) Menuju
Pembaiatan Nabi Muhammad saw, Kepada Para Perempuan yang Berhijrah 524
[Baiat Kaum Perempuan) . ,.
SURAH ASH-SHAFF................. 531
Seruan untuk Berperang di Jalan Allah dalam Satu Barisan..^..,,...,......... 532
Mengingatkan Kepada Kisah Nabi Musa A.S. dan Nabi Isa A.S. dengan Bani Israil .. 538
Perniagaan yang Menguntungkan 546
SURAH AL.JUMU'AH 554
Sifat-Sifat Spesifik Nabi Muhammad saw. Bagi Bangsa Arab dan Seluruh
Keadaan Kaum Yahudi Menyangkut Taurat dan Mengharapkan Kematian... 560
566
Kewajiban Shalat Jum'at dan diperbolehkannya Beraktivitas Setelah
Menunaikan Shalat Jum'at
SURAH AL.MUNAAFIQUUN 587
Sifat, Ciri-Ciri, dan Tipikal Orang Munafik yang Paling Buruk dalam Penilaian
Bukti-Bukti Kebohongan dan Kemunafikan Orang-Orang Munafik................... 595
Memperingatkan dan Mewanti-Wanti Kaum Mukminin Agar Menjauhi Akhlak
dan Perilaku Orang-Orang Munafik serta Perintah Kepada Mereka untuk Berinfak
SURAH AT.TAGHAABUN .......... 647
Bukti-Bukti Kekuasaan Allah SWT 609
Keingkaran Orang-Orang Musyrik Terhadap Uluuhiyyah, Kenabian, dan Ba'ts......... 61,3
Tuntutan untuk Beriman dan Peringatan Terhadap Kengerian-Kengerian
617
QadarSegala Sesuatu Sesuai dengan Qadha dan 623
626
Peringatan Agar Waspada Terhadap Fitnah Pasangan Hidup, Anak, dan Harta,
serta Perintah Bertakwa dan 8erinfak.,...,.........,
SURAH ATH-THALAAQ ...,...... 635
Hukum-Hukum Talak dan Iddah serta Buah Ketakwaan dan TawakaI...,............,.,....... 636
Iddahnya Perempuan Yaa'isah (yang Sudah Tidak Mengalami Menstruasi, 652
Menopause) dan Perempuan yang Masih Kecil........,....
As-Suknaa (Hak Tempat Tinggal) dan Nafkah Bagi Perempuan yang Menjalani 657
Iddah serta Upah Menyusui...
Ancaman Bagi Orang-Orang yang Menentang, fanji Bagi Orang-Orang yang Patuh,
dan Mengingatkan Kuasa Allah SWT. 667
SURAH AT.TAHRIIM .............. 674
saw,Beberapa Hal Ihwal Para Istri Nabi Muhammad 675
Memelihara diri dari Neraka, Tobat yang Nashuuh, dan Berjihad Melawan 697
Beberapa Contoh Perempuan Mukminah dan Perempuan Kafir.,.
t,$iir
PENGAI{TAR
PTNERBIT
Alhamdulillah, puji syukur ke hadirat Tafsir al-Munir ini mengkaji ayat-ayat Al-
Qur'an secara komprehensif, lengkaP, dan
Allah 'Azza wa falla, dengan anugerah-Nya mencakup berbagai aspek yang dibutuhkan
oleh pembaca. Penjelasan dan penetapan
kita dapat merasakan nikmat iman dan Islam.
Shalawat serta salam semoga terus tercurah hukum-hukumnya disimpulkan dari ayat-
kepada utusan-Nya untuk seluruh makhluh
Muhammad saw., sebagai suri tauladan yang ayat Al-Qur'an dengan makna yang lebih luas,
baik bagi orang yang mengharap rahmat Allah dengan disertai sebab-sebab turunnya ayat,
dan kedatangan hari Kiamat. balaaghah [retorika), I' raab (sintaksis), serta
aspek kebahasaan. Kitab ini iuga menafsirkan
Sebagai satu-satunya mukiizat abadi di serta menjelaskan kandungan setiap surah
antara mukiizat lainnya, tidak mengherankan secara global dengan menggabungkan dua
metode, yaitu bil ma'tsur (riwayat dari hadits
apabila Al-Qur'an sampai sekarang
Nabi dan perkataan salafussaleh) dan bil
menjadi sumber kajian bagi para ulama ma'qul (secara akal) yang sejalan dengan
untuk mendapatkan sari-sari hikmah yang
kaidah yang telah diakui.
terkandung di dalamnya. Sejak turun pertama
kali, Al-Qur'an sudah mengajak kepada para Buku yang disusun dari juz 27 dan iuz
pembacanya agar senantiasa memfungsikan
28 Al-Qur'an ini merupakan jilid keempat
akal, mengasah otah dan memerangi
belas dari lima belas jilid yang kami terbitkan.
kebodohan. Semoga dengan kehadiran buku ini kita dapat
melihat samudra ilmu Allah yang begitu luas
Berangkat dari hal ini maka Prof. Dr. serta mendapat setetes ilmu yang diridhai
oleh-Nya. Dengan demikian, terlimpahlah
Wahbah az-Zuhaili -ulama besar sekaligus taufik dan hidayah Allah kepada kita. Amiin.
ilmuwan asal Syiria- dengan penuh keisti-
qamahan di jalan Allah SWT menyusun kitab Billahit taufiq wal hidayah
Wallaahu a'Iamu bis showab.
ini. Alhamdulillah, beliau menghasilkan sebuah
Penerbit
kitab yang memudahkan pembaca untuk
menafsirkan Al-Qur'an sesuai dengan aturan
dan tuntunan syari'at.
PTNcAxTAR
Crrnrntl TERBARU
Tuhanku, aku memuji-Mu sepenuh langit, koreksi dan penyesuaian yang diperlukan
sepenuh bumi, dan sepenuh apa yang Engkau
kehendaki setelahnya. Pujian yang sepadan mengingat data yang amat banyak di dalamnya.
dengan limpahan karunia-Mu dan setara de-
ngan kucuran kemurahan-Mu. Mahasuci Eng- Berkat karunia Allah Yang Mahaagung,
kau! Tak sanggup aku memuji-Mu sebagaimana saya yakin kaum Muslimin di seluruh penjuru
dunia menerima buku tafsir ini dengan baik.
mestinya. Engkau terpuji sebagaimana Eng- Buktinya, saya mendapati buku ini dikoleksi
kau memuji diri-Mu sendiri. Dan aku berdoa
semoga shalawat dan salam dilimpahkan ke di berbagai negara, baik Arab maupun negara-
hadirat Nabi saw., yang menerjemahkan kan- negara lainnya. Bahkan ia pun telah diterje-
dungan makna Al-Qur'an dan risalah Islam ke mahkan ke dalam bahasa Turki, dan kini se-
dalam realita praktis. Beliau menciptakan umat
dari ketiadaan, mendefinisikan keistimewaan dang diterjemahkan ke dalam bahasa Malaysia
agama dan karakteristik syari'atnya, mengga- [beberapa juz telah dicetak dalam bahasa ini).
Saya juga menerima banyak surat dan tele-
riskan untuk umat ini cakrawala masa depan pon dari berbagai tempat yang penuh dengan
ungkapan kekaguman serta doa semoga saya
yang jauh hingga hari Kiamat agar umat mem- mendapat balasan yang paling baik. Jazaa-
kallahu khairal-j azaa'.
pertahankan eksistensinya dan melindungi
Sebab-sebabnya jelas bagi setiap orang
dirinya sehingga tidak tersesat, mencai4, atau yang membandingkan tafsir ini dengan tafsir-
menyimpang dari petunjuk Ilahi yang lurus. tafsir yang sudah muncul sebelumnya, baik
Selanjutnya... yang lama [yang lengkap, menengah, maupun
ringkas) ataupun yang baru yang memiliki ber-
Ini adalah cetakan terbaru Tafsir al-Munir,
yang merupakan cetakan kedua yang dilaksa- bagai macam metode. Tafsir ini komprehen-
nakan oleh Darul-Fikr, Damaskus, dan mengan- sif, lengkap, mencakup semua aspek yang di-
dung banyak tambahan dan revisi, termasuk
butuhkan oleh pembaca, seperti bahasa, i'raab,
penambahan qiraa'aat mutawatir yang balaaghah, sejarah, wejangan, penetapan hu-
kum, dan pendalaman pengetahuan tentang
dengannya turun wahyu Ilahi sebagai nikmat hukum agama, dengan cara yang berimbang
terbesar bagi seluruh umat manusia dan bagi
kaum Muslimin secara khusus. Cetakan ini dalam membeberkan penjelasan dan tidak
terhitung sebagai yang ketujuh seiring berulang
kalinya buku tafsir ini dicetah dan dalam setiap menyimpang dari topik utama.
cetakannya kami memberi perhatian kepada
Dalam cetakan ini, saya menegaskan me-
tode saya dalam tafsir: mengompromikan
'rArSIRAI-MUNIRIILID 15 il,il ,-('------Et- P.nsrrt rcot k ntorb.ru
antara ma'tsur dan ma'qul; yangma'tsur adalah Kalimat pertama menerangkan tugas Nabi
riwayat dari hadits Nabi dan perkataan para
salafu sh - s aleh, sedang ya ng ma' qul adalah yan g saw. untuk menielaskan, menalfltrilkan, dan
seialan dengan kaidah-kaidah yang telah di-
akui, yang terpenting di antaranya ada tiga: mengaplikasikan secara nyata dalam lingkung-
an madrasah nabawi dan pembentukan pola
1. Penielasan nabawi yang shahih dan pere- kehidupan umat Islam. Sementara itu, kalimat
kedua menjelaskan j angkauan interaksi dengan
nungan secara mendalam tentang makna Kitabullah, dengan perenungan manusia ten'
kosakata Al-Qur'an, kalimat, konteks ayat,
sebab-sebab turunnya ayat dan pendapat tang penjelasan nabawi ini secara benar dan
para mujtahid, ahli tafsir dan ahli hadits
kawakan, serta para ulama yang tsiqah. dalam, serta dengan mengemukakan pendapat
2. Memerhatikan wadah Al-Qur'an yang me- yang bijak yang muncul dari kedalaman pe-
nguasaan akan ilmu-ilmu keislaman serta
nampung ayat-ayat Kitabullah yang muk- pemahaman berbagai gaya bahasa Arab, dan
jizat hingga Kiamat, yakni bahasa Arab, mengungkapkan-sebatas iitihad yang dapat
dalam gaya bahasa tertinggi dan susun-
an yang terindah, yang menjadikan Al- dicapai-maksud Allah Ta'ala.
Qur'an istimewa dengan kemukiizatan
gaya bahasa, kemukjizatan ilmiah, hukum, Kandungan ayat yang mulia ini menguat-
kan sabda Nabi saw. yang diriwayatkan oleh
bahasa, dan lain-lain, di mana tidak ada Abu Dawud dan Tirmidzi dari al-Miqdam bin
kalam lain yang dapat menandingi gaya
bahasa dan metodenya. Bukti akan hal ini Ma'dikarib r.a.,
adalah firman Allah Ta'ala, ;;'db'r."6<jr 6 ,iri jlii
"Katakanlah,'Sesungguhny a jika manu- "Ketahuilah bahwa o*u aiUrrl kitab'(Al
sia dan jin berkumpul untuk membuat yang
serupa dengan Al-Qur'an ini, mereka tidak Qur'an) ini dan diberi pula yang sepertinya!'
akan dapat membuat yang seruPa dengannya, Artinya, beliau diberi Al-Qur'an sebagai
sekalipun mereka salingmembantu satu sama wahyu dari Allah Ta'ala dan diberi penielasan
yang seperti Al-Qur'an sehingga beliau dapat
lain.'' (d-Israa': 88) meluaskan atau menyempitkan cakupan sua'
tu ayat, menambahkan dan menetapkan hu-
3. Memilah berbagai pendapat dalam buku- kum yang tidak ada di dalam Al-Qur'an; dan
dalam hal kewajiban mengamalkannya dan
buku tafsir dengan berpedoman kepada menerimanya, status penjelasan Nabi ini sama
maqaashid syari'at yang mulia, yakni ra- dengan ayatAl-Qur'an. Hal ini dinyatakan oleh
al-Khaththabi dalam Ma'aalimus Sunan, De-
hasia-rahasia dan tujuan-tujuan yang ingin ngan kata lain, Sunnah Nabawi berdamping-
direalisasikan dan dibangun oleh syari'at. an dengan Al-Qur'an dan melayaninya, Saya
berdoa semoga Allah Ta'ala menambahkan
Metode yang saya tempuh ini, yaitu me-
ngompromikan antara ma'tsur dan ma'qul kemanfaatan tafsir ini dan menjadikannya
yang bena4, diungkapkan oleh firman Allah
dalam timbangan amal-amal saleh. Dan Allah
SWT, menerima amal orang-orang yang bertakwa.
"Dan Kami turunkan adz-dzikr (Al-Qur'an) Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili
kepadamu agar engkau menerangkan, kepada 12 Rabi'ul Awwal 1424H
manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka
dan agar mereka memikirkan" (an-Nahl:44)
x*rprng.,ttrr *r,*,. flr]?trL,,* h'SIR&-MUNIRIILID 14
I(A:[A PTNCAXTAR
Segala puji bagi Allah yang menurunkan segala disiplin ilmu, seperti seiarah, sastra,
filsafat, tafsir, fiqih, dan ilmu-ilmu keislaman
Al-Qur'an kepada Muhammad, Nabi yang buta
lainnya yang subur,
huruf dan dapat dipercaya. Shalawat dan sa-
lam semoga dilimpahkan ke atas Nabi dan Oleh karena itu, kita mesti mendekatkan
rasul paling mulia, yang diutus Allah Ta'ala lagi apa yang telah meniauh, mengakrabkan
kembali apa yang sudah menjadi asing, dan
sebagai rahmat bagi alam semesta. memperlengkapi individu Muslim dengan
bekal pengetahuan yang bersih dari unsur-
Tak satu pun kitab di dunia ini yang men- unsur asing (misalnya: isra'ilryat dalam tafsir),
dapat perhatian, seperti perhatian yang di- yang interaktif dengan kehidupan kontempo-
berikan kepada Al-Qur'anul Karim. Ratusan rer serta harmonis dengan kepuasan diri dan
buku telah ditulis tentangnya dan ia akan se-
nantiasa menjadi sumber kajian para ulama. prinsip-prinsip nalar. Hal ini menuntut kita
Dalam kitab ini, saya telah menyaring ber- untuk menyaring riwayat yang monqul dalam
bagai ilmu pengetahuan dan wawasan yang
bersumber dari mata air Al-Qur'an yang tak buku-buku tafsir kita. Hal itu disebabkan di
pernah kering, ilmu pengetahuan yang ber-
antara buku-buku tersebut-karena terpenga-
kaitan erat dengan kebutuhan-kebutuhan za- ruh oleh riwayat-riwayat isra'iliyat-ada yang
man dan tuntutan kecendekiaan. Di sini saya
memberi penielasan yang tak dimaksud
menggunakan diksi yang jelas dan seder-
hana, memakai analisis ilmiah yang kom- mengenai kemaksuman sebagian Nabi dan
berbenturan dengan sebagian teori ilmiah
prehensif, memfokuskan pada tujuan-tujuan yang telah diyakini kebenarannya setelah era
dari penurunan Al-Qur'an yang agun& serta
menggunakan metode yang jauh dari peman- penjelajahan ke ruang angkasa dan meluasnya
iangan yang bertele-tele dan peringkasan ruang lingkup penemuan-penemuan sains
yang hampir-hampir tidak dapat dipahami modern. Dan perlu diingat bahwa dakwah
apa pun darinya oleh generasi yang telah jauh Al-Qur'an terpusat pada ajakan untuk
dari bahasa Arab yang memiliki keindahan memfungsikan akal pikiran, mengasah otak,
gaya bahasa dan kedalaman struktur yang mengeksploitasi bakat untuk kebaikan, dan
luar biasa. Seolah-olah mereka-walaupun me- memerangi kebodohan dan keterbelakangan.
ngen)ram studi yang spesifik di universitas- Tujuan utama saya dalam menyusun kitab
telah menjadi terasing dari referensi-referen- tafsir ini adalah menciptakan ikatan ilmiah yang
si orisinal dan kekayaan ilmu leluhur dalam erat antara seorang Muslim dengan Kitabullah
Azzawafalla. Al-Qur'an yang mulia merupakan
*b.t+rt,,
1a *i ,TTll*.f"**.Y**JI"o . . . -....."........,....."."....Ti11,.'*f?.T*"1
\*__*-*/* . -. -.....,.....",",,,,,.,.,***rr,6 .,.,,,.,.,,,,,,
konstitusi kehidupan umat manusia secara syahwat, dari penindasan materi yang
mematikan perasaan manusiawi yang
umum dan khusus, bagi seluruh manusia dan
luhur.
bagi kaum Muslimin secara khusus. Oleh sebab
- Dialah Al-Qur'an yang menyeru kepada
itu, saya tidak hanya menerangkan hukum-
syari'at keadilan, kebenaran, dan kasih
hukum fiqih bagi berbagai permasalahan yang sayang bagi seluruh umat manusia; me-
ada dalam makna yang sempit yang dikenal nyeru kepada manhaj yang lurus bagi
kehidupan, pemikiran, persepsi, dan peri-
di kalangan para ahli fiqih. Saya bermaksud
Iaku; dan mengajak kepada cara pandang
menjelaskan hukum-hukum yang disimpulkan
dari ayat-ayat Al-Qur'an dengan makna yang yang komprehensif mengenai alam se-
lebih luas, yang lebih dalam daripada sekadar mesta, yang menjelaskan hubungan ma-
nusia dengan Allah Ta'ala dan dengan
pemahaman umum, yang meliputi aqidah
dan akhlah manhaj dan perilaku, konstitusi alam dan kehidupan.
umum, dan faedah-faedah yang terpetik dari
Ia adalah seruan yang berlandaskan ilmu
ayat Al-Qur'an baik secara gamblang (eksplisit)
pengetahuan yang benar dan eksperimen,
maupun secara tersirat (implisit), baik da- akal pikiran yang matang yang tidak menjadi
lam struktur sosial bagi setiap komunitas
masyarakat maju dan berkembang maupun lesu meskipun otak dioperasikan secara mak-
dalam kehidupan pribadi bagi setiap manusia simal, dan perenungan alam ini flangit, bumi,
(tentang kesehatannya, pekerjaannya, ilmunya, darat, laut, dan angkasa). Ia juga merupakan
seruan kepada kekuatan, prestise, kemulia-
cita- citanya, aspirasi nya, deritanya, serta dunia
?tr, kepercayaan, dan kebanggaan dengan
dan akhiratnya), yang mana hal ini selaras- syari'at Allah, serta kemandirian, di samping
dalam kredibilitas dan keyakinan-dengan
menarik manfaat dari ilmu pengetahuan umat '
firman Allah Ta'ala, lain. Sebab ilmu bukan monopoli satu bangsa
tertentu. Ia adalah anugerah bagi umat manu-
"Wahai orang-orang yang beriman, sia secara umum; sebagaimana pemerdekaan
manusia dan manifestasi nilai humanismenya
penuhilah seruqn Allah dqn Rasul apabila dia yang tinggi merupakan tujuan global Tuhan,
menyerumu kepada sesuatu yang memberi ke- jauh melampaui kepentingan para diktator dan
hidupan kepadamu, dan ketahuilah bahwa tiran yang berusaha merampas kemanusiaan
sesungguhnya Allah membatasi antara manusia manusia demi mempertahankan kepentingan
dan hatinya dan sesungguhnya kepada-Nyalah pribadi mereka dan superioritas mereka atas
kamu akan dikumpulkan." (aliAnfa al= 24)
kelompok lain dan dominasi mereka atas
- Adalah Allah SWT dan Rasulullah saw.
dalam ayat ini yang menyeru setiap sesama manusia.
manusia di alam ini kepada kehidupan Keyakinan akan orisinalitas seruan (dak-
yang merdeka dan mulia dalam segala wah) Al-Qur'an yang bajik kepada seluruh
manusia ini tidak akan terpengaruh oleh rin-
bentuk dan maknanya.
tangan-rintangan yang menghadang di depan-
- Adalah Islam yang menyeru kepada nya, atau sikap skeptis yang disebarkan se-
aqidah atau ideologi yang menghidup- putar kapabilitasnya dalam menghadapi
kan hati dan akal, membebaskannya dari
ilusi kebodohan dan mistik dari tekanan gelombang besar kebangkitan peradaban
fantasi dan mitos, membebaskan manusia
dari penghambaan kepada selain Allah,
dari ketundukan kepada hawa nafsu dan
lhta P.ngantal TAFSIRAL-MUNIR JITID 14
materialis; sebab dakwah ini bukan gerakan i'raab yang membantu menjelaskan banyak
ayat. Dan saya memandang tidak terlalu pen-
spiritual semata, bukan pula filsafat ilusif atau ting menyebutkan pendapat-pendapat para
teori belaka. Ia adalah dakwah realistis yang ahli tafsir. Saya hanya akan menyebutkan
rangkap: meliputi seruan untuk membangun pendapat yang paling benar sesuai dengan
alam, membangun dunia dan akhirat sekali- kedekatan kata dengan karakter bahasa Arab
gus, membentuk kolaborasi antara ruhani dan
materi, dan mewujudkan interaksi manusia dan konteks ayat.
dengan semua sumber kekayaan di alam ini, Semua yang saya tulis tidak dipengaruhi
yang disediakan Allah Ta'ala untuk manusia oleh tendensi tertentu, madzhab khusus, atau
semata, agar ia memakai dan memanfaatkan sisa-sisa keyakinan lama. Pemandu saya tidak
lain adalah kebenaran yang Al-Qur'anul Karim
untuk menciptakan penemuan baru dan ber- memberi petunjuk kepadanya, sesuai dengan
inovasi, serta memberi manfaatdan bereksplo-
rasi secara kontinu, sebagaimana firman Allah karakter bahasa Arab dan istilah-istilah
Ta'ala, syari'at, disertai dengan penjelasan akan
pendapat para ulama dan ahli tafsir secara
"Dia-lah AIIah, yang menciptakan segala
apa yang ada di bumi untukmu kemudian Dia jujuq, akurat, dan jauh dari fanatisme.
menuju ke langit, IaIu Dia menyempurnakan
menjaditujuhlangit. Dan Dia Maha Mengetahui Akan tetapi, kita sepatutnya tidak meng-
seg ala sesuatu." (al-Baqarah: 29) gunakan ayat-ayat Al-Qur'an untuk menguat-
Yang penting dalam penafsiran dan pen- kan suatu pendapat madzhab atau pandangan
jelasan adalah membantu individu Muslim kelompo[ atau gegabah dalam menakwil-
untuk merenungkan Al-Qur'an, yang diperin- kan ayat untuk mengukuhkan teori ilmiah
tahkan dalam firman Allah Ta'ala, kuno atau modern sebab Al-Qur'anul Karim
terlalu tinggi dan mulia tingkatnya daripada
"Kitab (Al-Qur'an) yang Kami turunkan pendapat-pendapat, madzhab-madzhab, dan
kepadamu penuh berkah agar mereka mengha- kelompok-kelompok itu. Ia pun bukanlah buku
yati ayat-ayatnya dan agar orqng-orang yang sains (ilmu pengetahuan alam), seperti ilmu
astronomi, ilmu ruang angkasa, kedokteran,
berakal sehat mendapat pelajaran." (Shaad: matematika, dan sejenisnya-meskipun di da-
2e) lamnya terdapat isyarat-isyarat kepada suatu
teori tertentu-. Ia adalah kitab hidayah/pe-
Kalau tujuan saya adalah menyusun se- tunjuk Ilahi, aturan syari'at agama, cahaya
buah tafsir Al-Qur'anul Karim yang menghu-
bungkan individu Muslim dan non-Muslim yang menunjukkan kepada aqidah yang benar;
dengan Kitabullah Ta'ala-penjelasan Tuhan
dan satu-satunya wahyu-Nya sekarang ini, manhaj hidup yang paling baih dan prinsip-
yang telah terbukti secara qath'i yang tiada tan- prinsip akhlak dan norma kemanusiaan yang
dingannya bahwa ia adalah firman Allah-maka
ia akan menjadi tafsir yang menggabungkan tertinggi. Allah Ta'ala berfirman,
antara ma'tsur dan ma'qul, dengan memakai
referensi dari tafsir-tafsir lama maupun baru "Sesungguhnya telah datang kepadamu ca-
yang terpercaya, juga dari buku-buku seputar haya dari Allah, dan Kitab yang menerangkan.
Al-Qur'anul Karim, baik mengenai sejarahnya,
penjelasan sebab-sebab turunnya ayat, atau Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-
orang yang mengikuti keridhaan-Nya ke jalan
keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah
mengeluarkan orang-orang itu dari gelap
TAFSTRAT-MuNrR JrLrD 14
gulita kepada cahaya dengan izin-Nya, dan Musa a.s., serta kisah Al-Qur'an di antara
menunjukkan mereka ke jalan yang lurus." (al- kitab-kitab samawi. Kemudian saya beralih ke
Maa'idah:15-16) pembahasan yang komprehensif ketika kisah
tersebut diulangi dengan diksi (usluub) dan
Metode atau kerangka pembahasan kitab tujuan yang berbeda. Namun, saya tidak akan
tafsir ini, saya dapat diringkas sebagai berikut:
menyebutkan suatu riwayat yang ma'tsur
1. Membagi ayat-ayat Al-Qur'an ke dalam dalam menjelaskan kisah tersebut kecuali
jika riwayat itu sesuai dengan hukum-hukum
satuan-satuan topik dengan judul-iudul
agama dan dapat diterima oleh sains dan nalar,
penjelas. Saya menguatkan ayat-ayat dengan hadits-
hadits shahih yang saya sebutkan sumbernya,
2. Menjelaskan kandungan setiap surah kecuali sebagian kecil di antaranya.
secara global. Patut diperhatikan, mayoritas hadits-
3. Menjelaskan aspek kebahasaan. hadits tentang fadhilah (keutamaan) surah-
4. Memaparkan sebab-sebab turunnya ayat surah Al-Qur'an adalah hadits palsu, yang
dikarang oleh orang-orang zindiq atau orang-
dalam riwayat yang paling shahih dan orang yang punya kepentingan, atau para
mengesampingkan riwayat yang lemah,
peminta-minta yang berdiri di pasar-pasar
serta menerangkan kisah-kisah para
dan masjid-masjid, atau orang-orang yang
Nabi dan peristiwa-peristiwa besar Islam,
seperti Perang Badar dan Uhud, dari buku- mengarang hadits palsu dengan maksud se-
buku sirah yang paling dapat dipercaya, bagai hisbahl-menurut pengakuan mereka.z
5. Tafsir dan penjelasan. Menurut perkiraan saya, kerangka pem-
6. Hukum-hukum yang dipetik dari ayat-
bahasan ini-insya Allah-memberi manfaat
ayat.
yangbesar. Karangan ini akan mudah dipahami,
7. Menjelaskan balaaghah [retorika) dan gampang dicerna, dapat dipercaya, dan men-
i'raab (sintaksis) banyak ayat agar hal jadi rujukan setiap peneliti dan pembaca, di
itu dapat membantu untuk menjelaskan zaman yang gencar dengan seruan dakwah
makna bagi siapa pun yang mengingin- kepada Islam di masjid-masjid dan lain-lain,
kannya, tetapi dalam hal ini saya meng- akan tetapi disertai dengan penyimpangan
hindari istilah-istilah yang menghambat dari jalan yang bena5, rancu, atau tidak me-
pemahaman tafsir bagi orang yang tidak
ingin memberi perhatian kepada aspek miliki akurasi ilmiah, baik dalam bidang
(balaaghah dan i'raab) tersebut.
tafsir; hadits, fatwa dan penjelasan hukum-
Sedapat mungkin saya mengutamakan hukum syari'at. Dalam situasi demikian, kitab
tafsir maudhuu'i (tematik), yaitu menyebut-
kan tafsir ayat-ayat Al-Qur'an yang berkenaan ini senantiasa menjadi referensi yang dapat
dengan suatu tema yang sama seperti iihad,
hudud, waris, hukum-hukum pernikahan, dipercaya bagi ulama maupun pelajar; untuk
riba, kham[ dan saya akan menjelaskan-pada mencegah penyesatan khalayak dan pemberi-
kesempatan pertama-segala sesuatu yang an fatwa tanpa landasan ilmu. Dengan begitu,
berhubungan dengan kisah Al-Qur'an, seperti
kisah para nabi: Adam a.s., Nuh a.s., Ibrahim Yaitu mereka yang membuat hadits-hadits palsu mengenai
a.s., dan lain-lain; kisah Fir'aun dengan Nabi targhiib dan tarhiib dengan maksud mendorong manusia
untuk beramal baik dan menjauhi perbuatan buruk. (Peni.)
Tafsir aI- Qurthub i (L / 7 B-7 9).
x"t"p"ng"nt"r ,,.,u, ,{lJab.,r,*,, hFSIRAL-MUNIRIILID 14
benar-benar akan tercapai tujuan Nabi saw an-Nasyr fil Qiraa'aatil Asyr; atau membahas
dari penyampaian Al-Qur'an dalam sabdanya,
sains dan teori-teori ilmu alam seperti Than-
\l u*'* thawi fauhari dalam bukunya al-Jawaahir Fii
Tafsiiril Qur' aanil Kariim.
"sampaikan dariku walaupun hanya satu
Saya berdoa semoga Allah memberi man-
ayat." 3 faat kepada kita dengan apa yang telah diajar-
kan-Nya kepada kita, dan mengajari kita apa
sebab Al-Qur'an adalah satu-satunya yang bermanfaat bagi kita, serta menambah
ilmu kepada kita. Saya juga berdoa semoga
mukjizat yang abadi di antara mukjizat-
Dia menjadikan kitab tafsir ini bermanfaat
mukjizat yang lain. bagi setiap Muslim dan Muslimah, dan
mengilhami kita semua kepada kebenaran,
Dengan skema pembahasan seperti
serta membimbing kita untuk mengamalkan
ini dalam menielaskan maksud dari ayat-
Kitabullah dalam segala bidang kehidupan, se-
ayat Kitabullah, baik per kosakata maupun bagai konstitusi, aqidah, manhaj, dan perilaku;
susunan kalimat, mudah-mudahan saya telah juga semoga Dia memberi kita petunjuk ke
jalan yang lurus, yaitu jalan Allah Yang me-
merealisasikan tujuan saya, yaitu menghu- nguasai seluruh yang ada di langit dan yang
bungkan individu Muslim dengan Al-Qur'an- ada di bumi. Sesungguhnya kepada Allah-lah
nya, dan semoga dengan begitu saya telah
melaksanakan tabligh fpenyampaian) yang kembalinya semua perkara.
wajib atas setiap Muslim kendati sudah ada
ensiklopedia-ensiklopedia atau buku-buku Dan hendaknya pemandu kita adalah
tafsir lama yang saya jadikan pegangan, dan
yang memiliki ciri masing-masing, entah ber- hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan
fokus kepada aqidah, kenabian, akhlah we- Muslim dari Amirul Mukminin, Utsman bin
iangan, dan penjelasan ayat-ayat Allah di
alam semesta, seperti yang dilakukan oleh Affan r.a. bahwa Rasulullah saw bersabda,
ar-Razi dalam at-Tafsiir al-Kabiir Abu Hatim
'I^t;, v*,tctot,il7tP, -U€,#
al-Andalusi dalam al-Bahrul Muhiith, al-Alusi
dalam Ruuhul Ma'aaniy, dan az-Zamakhsyari "Sebaik-baik kalian adalah orang yang
dalam abKasysyaaf. mempelaj ari Al- Qur' an dan meng aj arkanny a.'a
Atau berfokus kepada penjelasan kisah- Prof. Dr. Wahbah bin Mushthafa az-Zuhaili
kisah Al-Qur'an dan sejarah, seperti tafsir al-
Khazin dan al-Baghawi; atau berfokus pada 4 Saya tidak berani menyusun tafsir ini kecuali setelah saya
penjelasan hukum-hukum fiqih-dalam penger-
menulis dua buah kitab yang komprehensif dalam temanya
tian sempit-mengenai masalah-masalah masing-masing-atau dua buah ensiklopedia-, yang per-
tama adalah Ushuulul Fiqhil Islaamiy dalam dua iilid, dan
furul seperti al-Qurthubi, Ibnu Katsir, al- yang kedua adalah al-Fiqhul Islaamiy wa Adillatuhu yang
berisi pandangan berbagai madzhab dalam sebelas jilid;
fashshash, dan Ibnul Arabi; atau mementing-
kan masalah kebahasaan, seperti az-Zamakh- dan saya telah menjalani masa mengajar di perguruan
syari dan Abu Hayyan; atau mengutamakan
qiraa'aat, seperti an-Nasafi, Abu Hayyan, dan tinggi selama lebih dari tiga puluh tahun, serta saya telah
IbnuAnbari, serta Ibnu fazari dalam kitabnya berkecimpung dalam bidang hadits Nabi dalam bentuk
tahqiiq, takhriij, dan penjelasan artinya bersama pengarang
3 HR Ahmad, Bukhari, dan Tirmidzi dari Abdullah bin Amr lain untuk buk:u Tuhfatul Fuqahaa'karya as-Samarqandi
dan buku al-Mushthafaa Min Ahaadiitsil Mushthafaa yang
Ibnul Ash r.a.. berisi sekitar 1400 hadits; plus buku-buku dan tulisan-
tulisan yang beriumlah lebih dari tiga puluh buah.
sotumtrhFcntctahurnPcnUnSatQu/an ,.*r*, +f--.,3,r,,,, TmstnAr-MuNtn Jtrto 14
SEIUMTAH PENGETAHUAN
PENTINGYANG BERKAITAN
DENGANAT-QIR AN
A. DEFINISI AL.QUR'AN, CARA TURUNNYA, tidak boleh; juga untuk menjelaskan hukum-
hukum syari'at Ilahi yang berupa halal-haram,
DAN CARA PENGUMPULANNYA dan apa yang dapat dijadikan sebagai hujjah
Al-Qur'an yang agung,-yang sejalan de- dalam menyimpulkan hukum, serta apa
ngan kebijaksanaan Allah-tidak ada lagi di yang membuat orang yang mengingkarinya
menjadi kafir dan apa yang tidak membuat
dunia ini wahyu llahi selain dia setelah lenyap- pengingkarnya menjadi kafir. Oleh karena itu,
nya atau bercampurnya kitab-kitab samawi para ulama berkata tentang Al-Qur'an ini.
terdahulu dengan ilmu-ilmu lain yang dicipta-
kan manusia, adalah petunjuk hidayah, kons- Al-Qur'an adalah firman Allah yang mukji-
zatt, yangditurunkan kepada Nabi Muhammad
titusi hukum, sumber sistem aturan Tuhan saw. dalam bahasa Arab, yang tertulis dalam
mushaf, yang bacaannya terhitung sebagai
bagi kehidupan, jalan untuk mengetahui halal ibadahz, yang diriwayatkan secara mutawatir3,
dan haram, sumber hikmah, kebenaran, dan yang dimulai dengan surah al-Faatihah, dan
keadilan, sumber etika dan akhlak yang mesti diakhiri dengan surah an-Naas.
diterapkan untuk meluruskan perjalanan Berdasarkan definisi ini, terjemahan Al-
Qur'an tidak bisa disebut Al-Qur'an, melain-
manusia dan memperbaiki perilaku manusia. kan ia hanya tafsir; sebagaimana qiraa'atyang
Allah Ta'ala berfirman, syaadzdzah (yaitu yang tidak diriwayatkan
secara mutawatir, melainkan secara aahaad)
"...Tidak ada sesuatu pun yang Kami tidak dapat disebut Al-Qur'an, seperti qiraa'at
Iuputkan di dalam al-Kitab..." (al-An'aam: 38) I Artinya: manusia dan jin tidak mampu membuat rangkaian
Dia juga berfirman, seperti surah terpendek darinya.
2 Artinya, shalat tidak sah jika tidak membaca sesuatu dari-
",..Dan Kami turunkan kitab (Al-Qur' an)kepa-
damu untuk menjelaskan segala sesuatu sebagai nya; dan semata-mata membacanya merupakan ibadah
petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi yang mendatangkan pahala bagi seorang Muslim.
orang yang bercerah diri (Mudim)." (an-Nahk 89) Mutawatir artinya diriwayatkan oleh jumlah yang besar
dari iumlah yang besa5, yang biasanya tidak mungkin
Para ulama ushul fiqih telah mendefinisi- mereka bersekongkol untuk berdusta.
kannya, bukan karena manusia tidak menge-
nalnya, melainkan untuk menentukan apa
yang bacaannya terhitung sebagai ibadah, apa
yang boleh dibaca dalam shalat dan apa yang
Slll**l-MrlllI_.1o la ....-.,.,.,,.,., - .-..,..,,o*i #---**-*hr- sotumlshPona.tahuanPcntlngAlQu/.n
Ibnu Mas'ud tentang fai'atul iilaa'a: fa in Dia dinamakan al-Mushaf, dari kata ash-
hafa yangberarti mengumpulkan shuh u/[lem-
fa a' uu-fiihinna-fa innallaaha g hafuurun rahim
(al-Baqarah= 226); iuga qiraa'atnya tentang baran-lembaran) di dalamnya, dan shuhuf
nafkah anak: wa 'alal waaritsi-dzir rahimil adalah bentuk jamak dari kata ash-shahiifah,
yaitu selembar kulit atau kertas yang ditulisi
muharrami-mitslu dzaalik (al'Baqarah: sesuatu. Konon, setelah mengumpulkan Al-
233), serta qiraa'atnya tentang kafarat Qur'an, Abu Bakar ash-Shiddiq bermusyawa-
sumpah orang yang tidak mampu: fa man rah dengan orang-orang tentang namanya, lalu
lam yajid fa shiyaamu tsalaatsati ayyaamin-
ia menamainya al-Mushaf.
mutata ab i' aa f-(al-Maa'idah: 89). Dia dinamakan an-Nuur (cahaya) karena
NAMA.NAMA AL.QUR.AN dia menyingkap berbagai hakikat dan mene-
rangkan hal-hal yang samar (soal hukum
Al-Qur'an mempunyai sejumlah nama, halal-haram serta tentang hal-hal gaib yang
tidak dapat dipahami nalar) dengan penjelas-
antara lain: Al-Qur'an, al-Kitab, al-Mushaf, an- an yang absolut dan keterangan yang ielas.
NuuI dan al-Furqaan.s Allah Ta'ala berfirman,
Ia dinamakan Al-Qur'an karena dialah "Hai manusia, sesungguhnya telah sampai
wahyu yang dibaca. Sementara itu, Abu
kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu
'Ubaidah berkata dinamakan Al-Qur'an karena
ia mengumpulkan dan menggabungkan surah- (Muhammad dengan mukiizatnya) dan telah
surah. Allah Ta'ala berfirman, Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang
benderang (Al-Qur' an)." (an'Nisa a' : 17 4)
@"dls'c;Wi'v
Dan dinamakan al-Furqaan karena ia
"sesungguhnya Kami yang akan mengumpul'
membedakan antara yang benar dan yang sa-
kannya (di dadamu) dan membacakannya." (al- lah, antara iman dan kekafiran, antara kebaik-
Qiyaamah: f7) an dan keiahatan. Allah Ta'ala berfirman,
Maksud qur'aanahu dalam ayat ini ada- "Mahasuci Allah yang telah menurunkan
lah qiraa'afahu (pembacaannya)-dan sudah Furqaan (Al-Qur'an) kepada hamba-Nya
diketahui bahwa Al-Qur'an diturunkan secara (Muhammad), agar dia meniadi pemberi
bertahap sedikit demi sedikit, dan setelah peringatan kepada seluruh alam. (iin dan
sebagiannya dikumpulkan dengan sebagian
yang lain, ia dinamakan Al-Qur'an. manusia)" (al-Furqaan: 1)
Dia dinamakan al-Kitab, yang berasal CARA TURUNNYA AL.QUR. AN
dari kata al-katb yang berarti pengumpulan
karena dia mengumpulkan fberisi) berbagai Al-Qur'an tidak turun semua sekaligus
seperti turunnya Taurat kepada Musa a's.
macam kisah, ayat, hukum, dan berita dalam dan Injil kepada Isa a.s. agar pundak para
metode yang khas. mukallaf tidak berat terbebani dengan hukum'
hukumnya. Ia turun kepada Nabi yang mulia-
Iilaa'artinya bersumpah untuk tidak menyetubuhi istri. shallalla ahu' alaihi wa sallam-sebagai wahyu
Dan kalimat/aa'ar rajulu ilaa imra'atlhi artinya: lelaki itu
kembali menggauli istrinya setelah dia pernah bersumpah yang dibawa oleh Malaikat fibril a.s. secara
untuk tidak menggaulinya.
Tafsir Ghoroo'ibul Qur'aan wa Raghaa'ibul Furqaan karya berangsur-angsu6, yakni secara terpisah'pisah
al-Allamah an-Nazhzham [Nazhzhamud Din al'Hasan bin sesuai dengan tuntutan kondisi, peristiwa, dan
Muhammad an-Naisaburi) yang dicetak di pinggir ?a/sir
ath-Thabari {L / 25), Tafsir ar-Razi (2 / L$.
keadaan, atau sebagai respons atas kejadian ngenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang
dan momentum atau pertanyaan. hak danyang batil)." (al-Baqarah: 185)
Yang termasuk jenis pertama, misalnya Dia berfirman pula,
firman Allah Ta'ala, "S e sung g uhny a Kami menurunkanny a p ada
suatu malamyang diberkahi dan sesungguhnya
"Dan janganlah kamu menikahi perem-
puan-perempuan musyrik, sebelum mereka Kami-lah yang memberi peringatan." (ad-
l)b erim an." (al- Baqarahz 22 Dukhaan:3)
Ayat ini turun berkenaan dengan Martsad Dia juga berfirman,
al-Ghanawi yang diutus oleh Nabi saw. ke
Mekah untuk membawa pergi kaum Muslimin "S e sung g uhny a Kami tel ah me nurunkanny a
(Al-Qur'an) padamalam qedan" (al-Qadr: 1)
yang tertindas dari sana, namun seorang
Al-Qur'an terus-menerus turun selama 23
perempuan musyrik yang bernama Anaq-
yang kaya raya dan cantik jelita-ingin kawin tahun, baik di Mekah, di Madinah, di jalan antara
dengannya kemudian Martsad setuju asalkan kedua kota itu, atau di tempat-tempat lain.
Nabi saw. juga setuju. Tatkala ia bertanya Turunnya kadang satu surah lengkap,
kepada beliau, turunlah ayat ini dan bersamaan seperti surah al-Faatihah, al-Muddatstsi4 dan
dengannya turun pula ayat, al-An'aam. Kadang yang turun hanya sepuluh
ayat, seperti kisah al-ifki (gosip) dalam surah
"Dan janganlah kamu menikahkan orang- an-NuuI, dan awal surah al-Mu'minuun. Ka-
orang musyrik (dengan perempuan-perempuan
dang pula hanya turun lima ayat, dan ini
Mukmin) sebelum mereka beriman." [at- banyak. Akan tetapi terkadang yang turun
Baqanh:221)
hanya sebagian dari suatu ayat, seperti kalimat,
Yang termasuk jenis kedua, misalnya
"Yang tidak mempunyai uzur" (an-Nisaa':
"Dan mereka bertanya kepadamu (Muham- es)
mad) tentang anak yatim." (al-Baq arahz 22O)
yang turun setelah firman-Nya,
"Mereka bertanya kepadamu tentang haid."
"Tidaklah sqma antara Mukminyang duduk
(al-Baqarah=222) (yang tidak ikut berperangJ " (an-Nisaa': 95).
"Dan mereka minta fatwa kepadamu Misalnya lagi firman Allah Ta'ala,
(Muhammad) tentang p€r€tfipuanr." (an-
"Dan jika kamu khawatir menjadi miskin
Nisaa':127) (karena orqng kafir tidak datang) maka Allah
nanti akan memberimu kekayaan kepadamu
"Mereka menanyakan kepadamu tentang dari karunia-Nya, jika Dia menghendaki. Se-
(pembagian) harta rampasan perang." (al- sungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha-
Anfaal: 1) bij aks ana." (at-Taubah: 2 8)
Turunnya Al-Qur'an dimulai pada bulan Yang turun setelah,
Ramadhan di malam kemuliaan [Lailatul "Hai orang-orang yang beriman, sesung-
Qadr). Allah Ta'ala berfirman, guhnya orang-orong yang musyrik itu najis (ko-
"(Beberapa hariyang ditentukan itu ialah) tor hati), maka janganlah mereka mendekati
bulan Ramadhan, bulanyang di dalamnya ditu- Masj idilharam sesudah tahun fnl." fat-Taubah:
runkan (p ermulaan) Al - Qur' an seb ag ai p etunj uk 28)
bagi manusia dan penjelasan-penjelasan me-
14ThFSTRAL-MuNrR)rLrp rrilt). 4*;*b(rll$ soJumlah PonSot huan PontlngAl'Qut'an
Diturunkannya Al-Qur'an secara berang- telah menerima Islam, turunlah hukum halal
sur-angsur-sejalan dengan manhaj Tuhan dan haram. Sekiranya yang pertama-tama
yang telah menentukan cara penurunan de- turun adalah 'Jangan minum khamrli niscaya
mikian-mengandung banyak hikmah. Allah mereka akan berkata, 'Kami selamanya tidak
Ta'ala berfirman, akan meninggalkan khamr!' Dan sekiranya
yang pertama turun adalah 'Jangan berzinali
"Dan Al-Qur'an itu (Kami turunkan) ber-
niscaya mereka berkata, 'Kami tidak akan
angsur-angsur agar kamu (Muhammad) mem-
bacakannya kepada manusia perlahan'lahan meninggalkan zina!"'6
dan Kami menurunkannya bagian demi bagian."
(al-Israa': 106) Hikmah yang lain adalah menghubungkan
Di antara hikmah-hikmah tersebut adalah aktivitas jamaah dengan wahyu Ilahi sebab
meneguhkan dan menguatkan hati Nabi saw keberlanjutan turunnya wahyu kepada Nabi
agar beliau menghafal dan menguasainya se- saw. membantu beliau untuk bersabar dan
bab beliau adalah seorang yang buta hurul tabah, menanggung derita dan kesulitan serta
berbagai macam gangguan yang beliau hadapi
tidak dapat membaca dan menulis. Allah Ta'ala
berfirman, dari kaum musyrikin. Ia juga merupakan
"Den orang-orang kafir berkata, 'Mengapa sarana untuk mengukuhkan aqidah di dalam
jiwa orang-orang yang telah memeluk Islam.
Al-Qur'an itu tidak diturunkan sekaligur?' fika wahyu turun untuk memecahkan suatu
problem, berarti terbukti kebenaran dakwah
Demikianlah, agar Kami memperteguh hatimu Nabi saw.; dan kalau Nabi saw. tidak memberi
(Muhammad) dengannya dan kami membaca- jawaban atas suatu masalah lalu datang wah-
yu kepada beliau, kaum Mukminin pasti kian
kannya secara tartil (berangsur'qngsun per- yakin akan kebenaran iman, semakin percaya
lahan dan benar."' (al-Furqaan: 32) kepada kemurnian aqidah dan keamanan ialan
yang mereka tempuh, serta bertambah pula
Hikmah yang lain adalah menyesuaikan keyakinan mereka terhadap tujuan dan ianii
dengan tuntutan tahapan dalam penetapan yang diberikan Allah kepada mereka: menang
hukum, serta mendidik masyarakat dan me-
mindahkannya secara bertahap dari suatu atas musuh atau kaum musyrikin di dunia,
keadaan ke keadaan yang lebih baik daripada atau masuk surga dan meraih keridhaan
sebelumnya, dan juga melimpahkan rahmat
Ilahi kepada umat manusia. Dahulu, di masa Tuhan serta penyiksaan kaum kafir di neraka
fahiliyyah, mereka hidup dalam kebebasan
mutlak. Kalau Al-Qur'an diturunkan semuanya fahannam.
secara sekaligus, tentu mereka akan merasa
berat menjalani aturan-aturan hukum baru 6 Dalam al-Kasysyaaf (U 185-186), az-Zamakhsyari menye'
itu sehingga mereka tidak akan melaksana-
kan perintah-perintah dan larangan-larangan butkan sebab-sebab pemilahan dan pemotongan Al-
tersebut. Qur'an meniadi surah-surah, di antaranya: (1) penielasan
yang bervariasi mengenai sesuatu akan lebih baik, lebih
Bukhari meriwayatkan bahwa Aisyah indah, dan lebih menawan daripada kalau dia hanya satu
r.a. berkata, "Yang pertama-tama turun dari penjelasan, (2) merangsang vitalitas dan memotivasi untuk
Al-Qur'an adalah suatu surah dari jenis al- mempelaiari dan menggali ilmu dari Al-Qur'an, berbeda
mufashshal, di dalamnya disebutkan tentang seandainya kitab suci ini turun secara sekaligus, (3) orang
surga dan neraka, hingga tatkala manusia yang menghafal akan merasa bangga dengan satu penggal-
an tersendiri dari AlQur'an setelah ia menghafalnya,
dan (4J perincian mengenai berbagai adegan peristiwa
merupakan faktor penguat makna, menegaskan maksud
yang dikehendaki dan menarik perhatian.
AI.QUR'AN MAKKIY DAN MADANIY bangunan masyarakat Islam di Madinah,
Wahyu Al-Qur'an memiliki dua corak yang pengaturan urusan politik dan pemerintahan,
membuatnya terbagi menjadi dua macam:
makkiy dan madaniy; dan dengan begitu su- pemantapan kaidah permusyawaratan
rah-surah Al-Qur'an terbagi pula menjadi dan keadilan dalam memutuskan hukum,
surah Makkiyyah dan surah Madaniyyah. penataan hubungan antara kaum Muslimin
Makkiy adalah yang turun selama tiga be-
dengan penganut agama lain di dalam
las tahun sebelum hijrah-hijrah Nabi saw. dari
Mekah ke Madinah-, baik ia turun di Mekah, di maupun luar kota Madinah, baik pada waktu
Tha'il atau di tempat lainnya, misalnya surah damai maupun pada waktu perang, dengan
Qaaf, Huud, dan Yuusuf. Adapun Madaniy
adalah yang turun selama sepuluh tahun se- mensyari'atkan jihad karena ada alasan-
telah hijrah, baik ia turun di Madinah, dalam
alasan yang memperkenankannya [seperti
perjalanan dan peperangan, ataupun di
gangguan, agresi, dan pengusiranJ, kemudian
Mekah pada waktu beliau menaklukkannya
('aamul fathi), seperti surah al-Baqarah dan meletakkan aturan-aturan perjanjian guna
surah Aali'lmraan. menstabilkan keamanan dan memantapkan
Kebanyakan syari'at Makkiy berkenaan pilar-pilar perdamaian. Hal itu menuntut
dengan perbaikan aqidah dan akhlak, kecaman ayat-ayat Madaniyyah berbentuk panjang
dan tenang, memiliki dimensi-dimensi dan
terhadap kesyirikan dan keberhalaan, pena-
naman aqidah tauhid, pembersihan bekas- tujuan-tujuan yang abadi dan tidak tempore6,
bekas kebodohan (seperti, pembunuhan, zina,
dan penguburan anak perempuan hidup-hi- yang dituntut oleh faktor-faktor kestabilan
dup), penanaman etika dan akhlak Islam [se-
perti keadilan, menepati janji, berbuat baik dan ketenangan demi membangun negara di
atas fondasi dan pilar yang paling kuat dan
bekerja sama dalam kebaikan dan ketakwaan
dan tidak bekerja sama dalam dosa dan per- kukuh.
musuhan, serta melakukan kebajikan dan me-
ninggalkan kemungkaran), pemfungsian akal FAEDAH MENGEIAHU! ASBAABUN NUZUUL
dan pikiran, pemberantasan fantasi taklid Mengetahui sebab-sebab turunnya ayat
buta, pemerdekaan manusia, dan penarikan sesuai dengan peristiwa dan momentum
pelajaran dari kisah-kisah para Nabi dalam mengandung banyak faedah dan urgensi
menghadapi kaum mereka. Hal itu menuntut yang sangat besar dalam menafsirkan Al-
ayat-ayat Makkiy berbentuk pendek-pendek,
penuh dengan intimidasi, teguran, dan an- Qur'an dan memahaminya secara benar. ^As-
caman, membangkitkan rasa takut, dan me- baabun nuzuul mengandung indikasi-indi-
kasi yang menjelaskan tujuan hukum, me-
ngobarkan makna keagungan Tuhan. nerangkan sebab pensyari'atan, menyingkap
rahasia-rahasia di baliknya, serta membantu
Adapun syari'at Madaniy pada umumnya
berisi tentang penetapan aturan-aturan dan memahami Al-Qur'an secara akurat dan
hukum-hukum terperinci mengenai ibadah,
transaksi sipil, dan hukuman, serta prasya- komprehensif, kendati pun yang menjadi pa-
tokan utama adalah keumuman kata dan bu-
rat kehidupan baru dalam menegakkan kan kekhususan sebab. Di dunia perundang-
undangan zaman sekarang, kita melihat apa
yang disebut dengan memorandum penjelas
undang-undang, yang mana di dalamnya di-
jelaskan sebab-sebab dan tujuan-tujuan pe-
nerbitan undang-undang tersebut. Hal itu
diperkuat lagi dengan fakta bahwa setiap
aturan tetap berada dalam level teoritis dan Peristiwa itu terjadi sembilan hari sebe-
tidak memuaskan banyak manusia selama lum wafatnya Nabi saw. setelah beliau usai
menunaikan haji Wada'. Hal itu diriwayatkan
ia tidak sejalan dengan tuntutan-tuntutan
realita atau terkait dengan kehidupan banyak perawi dari Ibnu Abbas r.a..
Adapun riwayat yang disebutkan dari
praksis.
as-Suddi bahwa yang terakhir turun adalah
Semua itu menunjukkan bahwa syari'at
Al-Qur'an tidaklah mengawang di atas level firman Allah Ta'ala,
peristiwa, atau dengan kata lain ia bukan
"Pada hari ini telah Kusempurnakan
syari'at utopis fidealis) yang tidak mungkin
direalisasikan. Syari'at Al-Qur'an relevan bagi untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan
setiap zaman, interaktif dengan realita. Ia
mendiagnosa obat yang efektif bagi setiap pe- kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai
nyakit kronis masyarakat serta abnormalitas
dan penyimpangan individu. Islam itu jadi agama bagimu" (al-Maa'idah: 3)
YANG PERTAMA DAN YANG TERAKHIR tidak dapat diterima sebab ayat ini turun-
TURUN DARI AL.QUR'AN dengan kesepakatan para ulama-pada hari
Arafah sewaktu haji Wada'sebelum turunnya
Yang pertama kali turun dari Al-Qur'anul
Kariim adalah firman Allah Ta'ala dalam surah surah an-Nashr dan ayat 281 surah al-Baqarah
al-Alaq, di atas.
"Bacalah dengan (menyebut) nqma Tuhan- PENGUMPULAN AL.QUR.AN
mu Yang menciptakan. Dia telah menciptakan
Urutan ayat-ayat dan surah-surah Al-
manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Qur'anul Kariim (yang turun sesuai dengan
Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. Yang
mengajar (manusia) dengan pena. Dia meng- peristiwa dan momentum, kadang turun satu
ajar kepada manusia apayang tidqk diketahui-
nya." (alrAlaq: 1-5) surah lengkap atau kadang beberapa ayat atau
sebagian dari satu ayat saja, sebagaimana telah
Peristiwa itu terjadi pada hari Senin tang- kita ketahui) tidaklah seperti urutan yang kita
gal \7 Ramadhan tahun ke-41 dari kelahiran lihat pada mushaf-mushaf sekarang maupun
Nabi saw., di Gua Hira' ketika wahyu mulai lampau (yang mana urutan ini bersifat fau-
qiifiy, ditetapkan oleh Rasulullah saw. sendiri).
turun dengan perantaraan Malaikat fibril a.s. Al-Qur'an mengalami pengumpulan/kompi-
yang tepercaya. lasi sebanyak tiga kali.
Adapun ayat Al-Qur'an yang terakhir Kompllasl Pertama dl Masa Nabl saw.
turun-menurut pendapat terkuat-adalah fir-
Kompilasi pertama terjadi pada masa
man Allah Ta'ala,
Nabi saw. dengan hafalan beliau yang kuat dan
"Dan takutlah pada hari (ketika) kamu mantap seperti pahatan di batu di dalam dada
semua dikembalikan kepada Allah. Kemudian beliau, sebagai bukti kebenaran janji Allah
masing -masing diri diberi balasan yang sempurna Ta'ala,
sesuai dengan apayang telah dikerjakannya, dan
mereka tidak dizalimr." (al-Baqarah: 281) "Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk
(membaca) AI-Qur'an karena hendak cepat-
cepat (menguasai)nya. Sesungguhnya atas
tanggungan Kamilah mengumpulkannya (di
dadamu) dan (membuatmu pandai) memba' Di antara kaum Anshar dia menyebut
canya. Apabila Kami telah selesai membaca-
kannya maka ikutilah bacaannya itu. Kemudian, antara lain 'Ubadah ibn Shamit, Mu'adz Abu
Halimah, Mujammi'bin fariyah, Fadhalah bin
sesungguhnya atas tanggungan Kamilah 'Ubaid, dan Maslamah bin Mukhallad.
penjelasannya." (al-Qiyaamah: 16'19) Para penghafal yang paling terkenal di
antaranya: 'Utsman, Ali, Ubaiy bin Ka'b, Abu
Nabi saw. membacakan hafalannya ke- Darda', Mu'adz bin fabal, Zaid bin Tsabit,lbnu
Mas'ud, dan Abu Musa al-Asy'ari.
pada fibril a.s. satu kali setiap bulan Rama-
dhan; dan beliau membacakan hafalannya Kompllasl Kedua pada Masa Abu Bakar
sebanyak dua kali di bulan Ramadhan Al-Qur'an belum dikumpulkan dalam satu
mushaf pada masa Rasulullah saw. sebab ada
terakhir sebelum wafat. Selanjutnya Rasu- kemungkinan akan turun wahyu baru selama
lullah saw. membacakannya kepada para Nabi saw. masih hidup. Akan tetapi waktu itu
semua ayatAl-Qur'an ditulis di lembaran ker-
sahabat seperti pembacaan-pembacaan tas, tulang hewan, batu, dan pelepah kurma.
yang beliau lakukan di depan fibril, lalu para Kemudian, banyak penghafal Al-Qur'an
sahabat menulisnya seperti yang mereka yang gugur dalam Perang Yamamah yang
terjadi pada masa pemerintahan Abu Bakan
dengar dari beliau. Para penulis wahyu
sebagaimana diriwayatkan oleh Bukhari
berjumlah dua puluh lima orang. Menurut
penelitian, mereka sebetulnya berjumlah dalam Fadhaa'ilul Qur'aan dalam juz keenam,
sekitar enam puluh orang; yang paling sehingga Umar mengusulkan agar Al-Qur'an
terkenal adalah keempat khalifah, Ubay bin dikompilasikan/dikumpulkan, dan Abu Bakar
Ka'b, Zaid bin Tsabit, Mu'awiyah bin Abi menyetujuinya, serta beliau memerintahkan
Sufyan, saudaranya: Yaziid, Mughirah bin
Syu'bah, Zubair bin Awwam, dan Khalid bin Zaid bin Tsabit untuk melaksanakan tugas
Walid. Al-Qur'an juga dihafal oleh beberapa ini. Kata Abu Bakar kepada Zaid, "Engkau
seorang pemuda cerdas yang tidak kami
orang sahabat di luar kepala karena ter-
curigai. Dahulu engkau pun menuliskan
dorong cinta mereka kepadanya dan berkat
kekuatan ingatan dan memori mereka yang wahyu untuk Rasulullah saw.. Maka, carilah
dan kumpulkan ayat-ayat Al-Qur'an (yang
terkenal sebagai kelebihan mereka. Sampai- tersebar di mana-mana itu)." Zaid kemudian
sampai dalam perang memberantas kaum melaksanakan perintah tersebut. Ia bercerita
murtad, telah gugur tujuh puluh orang peng- "Maka aku pun mulai mencari ayat-ayat Al-
hafal Al-Qur'an. Abu 'Ubaid, dalam kitab aI- Qur'an, kukumpulkan dari pelepah kurma
Qiraa'aat, menyebutkan sebagian dari para dan lempengan batu serta hafalan orang-
penghafal Al-Qur'an. Di antara kaum muha- orang. Dan aku menemukan akhir surah at-
Taubah-yakni dalam bentuk tertulis-pada
jirin dia menyebut antara lain keempat Khuzaimah al-Anshari, yang tidak kutemukan
pada selain dia, yaitu ayat
Khulafa'ur Rasyidin, Thalhah bin'Ubaidillah,
Sa'd bin Abi Waqqash, Abdullah bin Mas'ud, "Sungguh telah datang kepadamu seorang
Hudzaifah bin Yaman, Salim bin Ma'qil (maula
Abu Hudzaifah), Abu Hurairah, Abdullah bin Rasu/ dari kaummu sendiri" (at-Taubah= 128)
Sa'ib, keempat Abdullah (lbnu Umar, Ibnu
Abbas, Ibnu Amr, dan lbnu Zubair), Aisyah,
Hafshah, dan Ummu Salamah.
TATSTRAT-MUNTRIILID 14 il,'| l-*"*,.-"\ S.lumlahP.rgrtlhuanPentlngAl{ut'.n
Hingga penghabisan surah Baraa'ah. mushaf ini (sebagaimana ia tuturkan dalam
Lembaran-lembaran yang terkumpul itu
bukunya Fadhaa'ilul Qur'aan di bagian akhir
berada di tangan Abu Bakar hingga ia
tafsirnya), tetapi kemudian ia hangus dalam ke-
meninggal dunia, lalu dipegang Umar hingga
ia wafat, selanjutnya dipegang oleh Hafshah bakaran besar yang menimpa Masjid Umawiy
binti Umar."7
pada tahun 1310 H. Sebelum ia terbaka4, para
Dari sini jelas bahwa cara pengumpulan
Al-Qur'an berpedoman pada dua hal: [1) yang ulama besar Damaskus kontemporer pun te-
tertulis dalam lembaran kertas, tulang dan
sejenisny4 dan (2) hafalan para sahabat yang lah melihatnya.
hafal Al-Qur'an di luar kepala. Pengumpulan Sebab musabab pengumpulan ini ter-
pada masa Abu Bakar terbatas pada pe-
ngumpulan Al-Qur'an di dalam lembaran-lem- ungkap dari riwayat yang disampaikan oleh
baran khusus, setelah sebelumnya terpisah- Imam Bukhari kepada kita dalam Fadhaa'ilul
pisah dalam berbagai lembaran. Zaid tidak Qur'aan, dalam juz keenam, dari Anas bin
cukup hanya berpedoman kepada hafalannya Malik r.a. bahwa Hudzaifah bin Yaman datang
menghadap Utsman seraya menceritakan
sendiri, ia juga berpedoman kepada hafalan para
sahabat yang lain, yang iumlahnya banyak dan bahwa ketika ia sedang mengikuti peperang-
an bersama orang-orang Syam dan orang-
memenuhi syarat mutawatif, yakni keyakinan
yang diperoleh dari periwayatan jumlah yang orang Irak untuk menaklukkan Armenia dan
banyak yang menurut kebiasaan tidak mungkin
Azerbaijan. Ia terkejut dengan perbedaan
mereka bersekongkol untuk berdusta.
mereka dalam membaca Al-Qur'an.
Kompllasl Ketlga pada Masa Utsman,
dengan Menulls Selumlah Mushaf dengan Hudzaifah berkata kepada Utsman, "Wahai
Khath yang Sama Amirul Mukminin, selamatkanlah umat ini
sebelum mereka berselisih mengenai Al-
Peran Utsman bin Affan r.a. terbatas pada Qur'an seperti perselisihan kaum Yahudi
penulisan enam naskah mushaf yang me-
miliki satu harf (cara baca), yang kemudian ia dan Nasrani!" Maka Utsman mengirim
sebarkan ke beberapa kota Islam. Tiga buah
di antaranya ia kirimkan ke Kufah, Damaskus, pesan kepada Hafshah, "Kirimkan lembaran-
dan Basrah. Yang dua lagi ia kirimkan ke lembaran catatan Al-Qur'an kepada kami
karena kami akan menyalinnya ke dalam
Mekah dan Bahrain, atau ke Mesir dan fazirah, mushaf. Nanti kami kembalikan lembaran-
dan ia menyisakan satu mushaf untuk diri- lembaran itu kepadamu." Setelah Hafshah
nya di Madinah. Ia menginstruksikan agar mengirimkannya, Utsman memerintahkan
Zaid bin Tsabit, Abdullah bin Zubain Sa'id
mushaf-mushaf lain yang berbeda, yang ada
di Irak dan Syam, dibakar. Mushaf Syam dulu bin Ash, dan Abdurrahman bin Harits
tersimpan di Masjid Raya Damasl<tts, al-Jaami'
bin Hisyam untuk menyalinnya ke dalam
al-Umawiy, tepatnya di sudut sebelah timur
maqshuurah.s Ibnu Katsir pernah melihat beberapa mushaf. Utsman berpesan kepada
ketiga orang Quraisy dalam kelompok itu,
"Kalau kalian berbeda pendapat dengan
Zaid bin Tsabit mengenai suatu ayat, tulislah
dengan dialek Quraisy karena Al-Qur'an tu-
run dengan dialek mereka." Mereka lantas
melaksanakannya. Setelah mereka menyalin
7 Shahih Bukhari (6/3L4-3tS). dalam masiid dan dikhususkan untuk tempat shalatnya
I Maqshuurah adalah sebuah ruangan yang dibangun di khalifah serta tamu-tamunya. (Penj.)
-[ArsrRAr-MUNIR JILID 14
isi lembaran-lembaran itu ke dalam sejumlah surah-surah j uga tau qifiy-menurut pendapat
mushaf, Utsman mengembalikan lembaran
tersebut kepada Hafshah. Setelah itu, ia me- yang kuat. Adapun dalil pengurutan ayat
ngirimkan sebuah mushaf hasil salinan itu ke adalah ucapan Utsman bin Ash r.a., "Ketika
setiap penjuru, dan ia memerintahkan untuk
membakare semua tulisan Al-Qur'an yang aku sedang duduk bersama Rasulullah saw.,
terdapat dalam sahifah atau mushaf selain tiba-tiba beliau mengangkat dan meluruskan
mushaf yang ia salin.lo
pandangan matanya, selanjutnya beliau
Maka jadilah Mushaf Utsmani sebagai pe-
doman dalam pencetakan dan penyebarluas- bersabda,
an mushaf-mushaf yang ada sekarang di du-
nia. Setelah sebelumnya (hingga era Utsman) i g ';l,$ ti, :i'ui ii g;tt ,,jr qd
kaum Muslimin membaca Al-Qur'an dengan
berbagai qiraa'atyang berbeda-beda, Utsman c;;6.$oyb Jtau y(-arir) 1At :y
menyatukan mereka kepada satu mushaf {j;'r'
dan satu cara baca serta menjadikan mushaf 'libril baru saja mendatangiku; ia meme-
tersebut sebagai imam. Oleh karena itulah,
mushaf tersebut dinisbahkan kepadanya dan rintahkan aku meletakkan ayat ini di tempat ini
dari surah ini: Sesungguhnya Allah menyuruh
ia sendiri dijuluki sebagai Jaami'ul Qur'aan
(kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, mem-
(pengumpul Al-Qur'an). beri kepada kaum kerabaf."'(an-Nahl 90)
Kesimpulan: Pengumpulan Al-Qur'an Adapun dalil tentang pengurutan surah-
pada masa Abu Bakar adalah pengumpulan surah adalah bahwa sebagian sahabat yang
dalam satu naskah yang terpercaya, sedangkan hafal Al-Qur'an di luar kepala, misalnya
pengumpulan Al-Qur'an pada masa Utsman Ibnu Mas'ud, hadir dalam mudaarasah [pe-
adalah penyalinan dari sahifah-sahifah yang
nyimakan) Al-Qur'an yang berlangsung antara
dipegang Hafshah ke dalam enam mushaf
dengan satu cara baca. Cara baca ini sesuai fibril a.s, dan Nabi saw., dan mereka bersaksi
bahwa mudaarasah tersebut sesuai dengan
dengan tujuh huruf (tujuh cara baca) yang Al- urutan yang dikenal dalam surah dan ayat
Qur'an turun dengannya.
sekarang ini.
Untuk membaca rasm (tulisan) mushaf
ada dua cara: sesuai dengan rasm itu secara Ada tiga syarat agar suatu ayat, kata, atau
hakiki (nyata) dan sesuai dengannya secara
taqdiiriy (kira-kira). qiraa'ah dapat disebut Al-Qur'an, yaitu: [1)
sesuai dengan rasm'utsmani walaupun hanya
Tidak ada perbedaan pendapat di antara
para ulama bahwa pengurutan ayat-ayat ber- secara kira-kira, [2) sesuai dengan kaidah-
sifat tauqifiy (berdasarkan petunjuk lang- kaidah nahwu fgramatika) Arab walaupun
sung dari Nabi saw.), sebagaimana urutan hanya menurut satu segi, dan [3) diriwayatkan
secara mutawatir oleh sejumlah orang dari
9 Dalam naskah al-Ainiy "merobek". Ia berkata, ini adalah sejumlah orang dari Nabi saw. [inilah yang
riwayat kebanyakan ulama. dikenal dengan keshahihan sanad).
10 Shahih Bukhari (6 / 315-3 16).
B. CARA PENULTSAN AL-QUR'AN DAN
RASM UTSMANI
Rasm adalah cara menulis kata dengan
huruf-huruf ejaannya dengan memperhi-
-tAFsrR AI-MUNIR f ILID 14
tungkan permulaan dan pemberhentian dan lbnu Khaldun bahwa mushaf boleh
saia ditulis dengan cara penulisan (rasm
padanya.ll imlaa) yang dikenal khalayak sebab ti-
dak ada nash yang menetapkan rasm ter-
Mushaf adalah mushaf Utsmani (Mushaf tentu, dan apa yang terdapat dalam rasm
Imam) yang diperintahkan penulisannya oleh (misalnya penambahan atau penghapus-
Utsman r.a. dan disepakati oleh para sahabat
an) bukanlah tauqiif (petuniuk) yang
r.a..72
diwahyukan oleh Allah kepada rasul'Nya.
Rasm Utsmani adalah cara penulisan Seandainya demikian, tentu kami telah
keenam mushaf pada zaman Utsman r.a.. mengimaninya dan berusaha mengikuti-
nya. Namun, kalau mushaf ditulis dengan
Rasm inilah yang beredar dan berlaku setelah metode imlaa' modern, ini memungkinkan
untuk dibaca dan dihafal dengan benar.
dimulainya pencetakan Al-Qur'an di al-Bun-
Komisi Fatwa di al-Azhar dan ulama-
duqiyyahl3 pada tahun 1530 M, dan cetakan
berikutnya yang merupakan cetakan Islam ulama Mesir yang lainls memandang bahwa
lebih baik mengikuti cara penulisan mushaf
tulen di St. Petersburg, Rusia, pada tahun yang ma'tsur, demi kehati-hatian agar Al-
Qur'an tetap seperti aslinya dalam bacaan
7787 M, kemudian di Astanah (lstanbul) pada maupun penulisannya, dan demi memelihara
tahun lB77 M. cara penulisannya dalam era-era Islam yang
Ada dua pendapat di kalangan para lampau (yang mana tak ada riwayat dari
satu pun imam ahli iitihad bahwa mereka
ulama tentang cara penulisan Al-Qur'an (atau
ingin mengubah eiaan mushaf dari penulisan
imlaa):ra rasmnya terdahulu), sefta untuk mengetahui
qiraa'at yang dapat diterima dan yang tidak.
L. Pendapat mayoritas ulama, di antaranya Oleh karena itu, dalam masalah ini tidakdibuka
bab istihsaan yang mengakibatkan Al-Qur'an
Imam Malik dan Imam Ahmad bahwa Al-
mengalami pengubahan dan penggantian,
Qur'an wajib ditulis seperti penulisan
atau dipermainkan, atau diperlakukan ayat-
rasm Utsmani dalam Mushaf Imam, haram ayatnya sesuka hati dalam hal penulisan. Akan
menulisnya dengan tulisan yang berbeda tetapi, tidak ada salahnya, menurut pendapat
dari khath (tulisan) Utsman dalam segala mayoritas ulama, menulis Al-Qur'an dengan
bentuknya dalam penulisan mushaf, sebab cara imla'modern dalam proses belaiar me-
ngaja4, atau ketika berdalil dengan satu ayat
rasm ini menunjukkan kepada qiraa'at atau lebih dalam sebagian buku karangan
modern, atau dalam buku-buku Departemen
yang beraneka ragam dalam satu kata. Pendidikan, atau pada waktu menayangkan-
nya di layar televisi.
2. Pendapat sebagian ulama, yaitu Abu Bakar
15 Mafalah ar-Risaalah (no. 216 tahun 1937) dan Maialah ol-
al-Baqillaniy, Izzuddin bin Abdussalam,
Muqtathal(edisi Juli tahun 1933).
IL Yang dimaksud dengan "permulaan dan pemberhentian"
adalah memulai dan mengakhiri bacaan. Seialan dengan
definisi ini, huruf hamzah washl ditulis karena ia dibaca pada
saat permulaan, sedangkan bentuk tanwin dihapus karena ia
tidak dibaca pada saat berhenti di akhir kata. (Peni.)
L2 As-Sajastaaniy, al- M ashaahif, hal. 50.
13 Ini namanya dalam bahasa Arab, nama Latin-nya adalah
Venice. Dalam at-Ta'riif bil A'laamil Waaridah Fil Bidaayah
w an N ihaayah disebutkan:'lAl-Bunduqiyyah [Venizia)adalah
sebuah kota pelabuhan di ltalia, terletak di pantai utara laut
Adriatik.... Di zaman dahulu penduduknya punya hubungan
dagang yang erat dengan negara-negara Timur Dekat,
khususnya keraiaan Mamalik di Mesir dan SyamJ' (Penj.)
t4 Talkhiishul Fawaa'id karya Ibnul Qashsh (hal. 56-57), al-
Itqaan karya as-Suyuthi (2/t66), al-Burhaan fii 'Uluumil
Qur' aan karya az-Zarkasyi (l / 37 9, 387), dan Muqaddimah
Ibnu Khaldun (hal a19).
TAFSIRAL-MUNIR IILID 14
C. AHRUFSAB'AH DAN QIRAA.ATSAB'AH bentuknya (tulisannya) dalam mushaf
Umar bin Khaththab r.a. meriwayatkan dan tidak mengubah maknanya, atau me-
bahwa Rasulullah saw pernah bersabda, ngubah maknanya, contohnya /a -tala qqaa
aadamu dibaca aadama.
*i * *L'# i si;;u ili or;tt t;'oy
2. Perbedaan dalam huruf-hurufi mungkin
"Sesungguhnya Al-Qur' an diturunkan dalam disertai dengan perubahan makna (se-
tujuh huruJ maka bacalah Al-Qur'an dengan perti ya'lamuuna dan ta'lamuuna), atau
bacaan yang mudah bagimu."l6 hanya perubahan bentuk tanpa disertai
perubahan makna, seperti ash-shiraath
Tujuh huruf artinya tujuh cara baca, yaitu
dan as-siraath.
tujuh bahasa dan dialek di antara bahasa-
3. Perbedaan wazan isim-isim dalam bentuk
bahasa dan dialek-dialek bangsa Arab. Al-
Qur'an boleh dibaca dengan masing-masing tunggal, dua, jamak mudzakkan dan
bahasa itu. Ini tidak berarti bahwa setiap mu' annats, contohnya amaanaatihim dan
amaanatihim.
kata dari Al-Qur'an dibaca dengan tujuh cara
4. Perbedaan dengan penggantian suatu
baca, melainkan bahwa ia [Al-Qur'an) tidak kata dengan kata lain yang kemungkinan
besar keduanya adalah sinonim, seperti
keluar dari ketujuh cara tersebut. fadi, kalau kal-'ihnil manfuusy atau kash-shuufil man-
tidak dengan dialek Quraisy (yang merupa- fuusy. Kadang pula dengan penggantian
kan bagian terbanyak), ia dibaca dengan dia- suatu huruf dengan huruf lain, seperti
lek suku lain (sebab dialek suku ini lebih nunsyizuhaa dan nunsyiruhaa.
fasih). Dialek-dialek itu, yang dahulu masyhur 5. Perbedaan dengan pendahuluan dan
pengakhiran, seperti fa-yaqtuluuna wo
dan pengucapannya enak, antara lain dialek
Quraisy, Hudzail, Tamim, al-Azd, Rabi'ah, yuqtaluuna dibaca fa-yuqtaluuna wa yaq-
Hawazin, dan Sa'd bin Bakr. Inilah pendapat tuluuna.
yang paling masyhur dan kuat. 6. Perbedaan dengan penambahan dan pe-
Menurut pendapat lainnya, yang dimak- ngurangan, seperti wa maa khalaqadz-
sud dengan tujuh huruf adalah cara-cara qi- dzakara wal-untsaa dibaca wadz-dzakara
raa'at (bacaan Al-Qur'an). Sebuah kata da-
wal-untsaa.
lam Al-Qur'an, betapa pun bervariasi cara pe-
7. Perbedaan dialek dalam hal fat-hah dan
ngucapannya dan beraneka ragam bacaannya, imaalah, tarqiiq dan tafkhiim, hamz dan
tashiil, peng-kasrah-an huruf-huruf mu-
perbedaan di dalamnya tidak keluar dari tujuh dhaara'ah, qalb (pengubahan) sebagian
segi berikut:17 hurul isybaa' miim mudzakkar, dan isy-
7. Perbedaan dalam i'raab suatu kata atau maam sebagian harakat, contohnya wa
dalam harakat binaa'nya, tetapi perbeda- hal ataaka hadiitsu Muusaa dan balaa
an itu tidak melenyapkan kata itu dari qaadiriina'alaa an nusawwiya banaanahu
L6 HR famaah: Bukhari, Muslim, Malik dalam al-Muwaththa', dibaca dengan imaalah: atee, Muusee, dan
Tirmidzi, Abu Dawud, dan Nasa'i. Lihat faami'ul Ushuul balee. Contoh lainnya khabiiran bashiiran
(3/31). dibaca dengan tarqiiq pada kedua huruf
ra'-nya; ash-shalaah dan ath-thalaaq di-
L7 Tafsir al-Qurthubi {l / 42-47), Tafsir ath-Thabari (l / 23-24),
Ta'wiil Musykilil Qur'aan karya lbnu Qutaibah (hal. 28-29J, baca dengan tafthiim pada kedua huruf
Taariikh al-Fiqhil Islaamiykarya as-Saais (hal. 20-21), dan
Mabaahits Fii'Uluumil Qur'aan karya Dr. Shubhi Saleh (hal.
101-116).
lam-nya. Misalnya lagi qad aflaha dibaca hanya sedikit yang bisa menulis. Kemudian
kondisi darurat tersebut lenyap dan hukum
dengan menghapus huruf hamzah dan ahruf sab'ah tersebut terhapus sehingga Al-
Qur'an kembali dibaca dengan satu harl Al-
memindahkan harakatnya dari awal kata Qur'an hanya ditulis dengan satu harlsemen'
kedua ke akhir kata pertama, dan cara ini
dikenal dengan istilah tashiilul hamzah. jak zaman Utsman, yang mana penulisan
Contoh yang lain liqaumin yi'lamuun, huruf-huruf di dalamnya kadang berbeda-
nahnu ni'lamu, wa tisvraddu wujuuhun, dan beda, dan itu adalah hay'(dialek) Quraisyyang
alam i'had dengan meng-kasrah-kan huruf- Al-Qur'an turun dengannya. Hal ini dijelaskan
oleh ath-Thahawi, Ibnu Abdil Barr; Ibnu Haiac
huruf mudhaqra'ah dalam semua f il-fi'il dan lain-lain.1e
ini. Contoh lainhattaa hiin dibaca 'attaa'iin D. AI.QUR.AN ADAIAH KALAM ALLAH DAN
oleh suku Hudzail, yakni dengan mengganti
huruf ha' menjadi huruf 'ain. Contoh lain DALI L.DALI L KEM U KJIZATAN NYA
'alaihimuu daa'iratus sau' dengan meng-
Al-Qur'anul Azhiim-baik suara bacaan
isybaa'-l<an huruf mim dalam dhamiir
yang terdengar maupun tulisan yang tercantum
jamak mudzakkar Contoh lain wa ghiidhal- dalam mushaf-adalah kalam Allah Yang Azali,
maa' u dengan meng-isybaa lkan dhammah Mahaagung, dan Mahatahu; tak ada sedikit pun
huruf ghain bersama kasrah. dari Al-Qur'an yang merupakan kalam makh-
Kesimpulan: Ahruf sab'ah (tuiuh hu- luh tidak fibril, tidak Muhammad, tidak pula
ruf) adalah tujuh dialek yang tercakup da-
lam bahasa suku Mudhar1,8 dalam suku- yang lain; manusia hanya membacanya dengan
suku Arab, dan ia bukan qiraa'at sab' atau suara mereka.20 Allah Ta'ala berfirman,
qiraa'at 'qsyr yang mutawatir dan masyhur.
"Dan sesungguhnya AI-Qur'an ini benar-,
Qiraa'at-qiraa'af ini, yang merebak pada masa benar diturunkan oleh Tuhan seluruh alam,
Tabi'in lalu semakin terkenal pada abad 4 H yang dibawa turun oleh Ar-Ruh AI-Amin Aibriu,
setelah munculnya sebuah buku mengenai ke dalam hatimu (Muhammad) agar engkau
qiraa'at karya Ibnu Mujahid (seorang imam
ahli qiraa'af), bertumpu pada pangkal yang termasuk orang yqng memberi peringatan,
berbeda dengan yang berkaitan dengan ahruf dengan bahasa Arab yang ielas." (asy'
sab' ah, tetapi qiraa' at- qiraa' at ini bercabang S5ru'araa': 192-t95)
dari satu harf di antara ahruf sab'ah. Hal ini
Dia juga berfirman,
diterangkan oleh al-Qurthubi.
"Katakanlah, 'Ruhul Qudus (Jibril) me'
Selanjutnya pembicaraan mengenai ahruf nurunkan Al-Qur'an itu dari Tuhanmu dengan
sab'ah menjadi bernuansa historis. Dahulu, benan untuk meneguhkan (hati) orang-orang
ahruf sab'ah dimaksudkan sebagai kelapang- yang telah beriman, dan meniadi petuniuk
an, ditujukan agar manusia-pada suatu masa serta kabar gembira bagi orang-orang yang
yang khusus-mudah membacanya karena da- berserah diri (kepada Allah)." (an-Nahl: 102)
rurat sebab mereka tidak dapat menghafal
Al-Qur'an kalau tidak dengan dialek mereka L9 Tafsir al-Qurthubi G/42-43), Fathul Baari (9/2a-25), dan
sendiri, sebab mereka dahulu buta hurul Syarah Muslim karya Nawawi (6/100).
Fataawaa Ibnu Taimiyah (12 I LL7 -161, L7 t).
1B Mudhar adalah induk suku-suku tersebut. [Penj.)
TAFSTRAL-MUNrR )rlrD 14
Dalil bahwa Al-Qur'an merupakan kalam "Bahkan mereka meng atakan,'Muhammad
Allah adalah ketidakmampuan manusia dan telah membuat-buat Al-Qur' an itu.' Katakanlah,
'(Kalau demikian), datangkanlah sepuluh surah
jin untuk membuat seperti surah terpendek
darinya. Inilah yang dimaksud dengan ke- semisal dengannya (Al-Qur'an) yang dibuat-
mukjizatan Al-Qur'an, yaitu ketidakmampu- buat dan ajaklah siapa saja di antara kamu
an manusia untuk membuat yang sepertinya, yang sanggup selain Allah, jika kamu orang-
dalam segi balaaghah, tasyrii dan berita-berita orang yang benar. Jika mereka tidak memenuhi
gaibnya. Allah Ta'ala, untuk memanas-manasi tantanganmu, maka (katakanlah),'ketahuilah
bangsa Arab (yang dikenal sebagai pakar ke-
indahan bahasa dan jago balaaghah) dan se- bahwa Al-Qur'an itu diturunkan dengan ilmu
bagai tantangan agar mereka membuat yang
Allah, dan bahwa tidak ada Tuhan selain Dia,
seperti Al-Qur'an (dalam hal susunannya,
maka maukah kamu berserah diri (masuk
makna-maknanya, dan keindahannya yang me-
Islam)?"' (Huud: L3-14)
mukau dan tak tertandingi) walaupun hanya
seperti satu surah darinya, telah berfirman, Selanjutnya Allah SWT menegaskan hal ini
dengan tantangan untuk membuat satu surah
"Dan jika kamu meragukan Al-Qur'an yang menyamai Al-Qur'an setelah mereka ti-
dak mampu membuat yang seperti Al-Qur'an
yang Kami turunkan kepada hamba Kami atau yang seperti sepuluh surah darinya. Allah
(Muhammad), buatlah sotu surah semisal Ta'ala berfirman,
dengannya dan ajaklah penolong-penolongmu 'Apakah pantas mereka mengatakan dia
selain Allah, jiko kamu orang-orang yang benar.
Maka jika kamu tidak mampu membuatnya dan (Muhammad) yang telah membuat-buatnya?
(pasti) tidak akan mampu membuat(nya), maka
takutlah kamu akan api neraka yang bahan Katakanlah, 'Buatlqh sebuah surah yang semi-
bakarnya manusia dan batu, yang disediakan salnya dengan surah (Al-Qur'an) dan ajaklah
b ag i orang - orang kafir." (al-Baqarahz 23 -24) siapa saja dianara kamu orang yang mampu
Berulang kali ayat-ayat Al-Qur'an, dalam (membuatnya) selain Allah, jika kamu orang
berbagai momentum, menantang orang-orang yang benar."' (Yuunus: 38)
Arab yang menentang dakwah Islam dan Ath:Thabari menuliszl Sesungguhnya Allah
tidak beriman kepada Al-Qur'an serta tidak
mengakui kenabian Muhammad saw. agar Ta'ala, dengan kitab yang diturunkan-Nya,
mengumpulkan untuk Nabi kita Muhammad
menandingi Al-Qur'an. Allah Ta'ala berfirman, saw. dan untuk umat beliau makna-makna
"Katakanlah,'Sesungguhnya jika manusia yang tidak Dia kumpulkan dalam sebuah kitab
dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa
yang diturunkan-Nya kepada seorang pun
dengan Al-Qur'an ini, mereka tidak akan dapat Nabi sebelum beliau, tidak pula untuk suatu
membuat yang serupa dengan dia, sekalipun umat sebelum mereka. Hal itu karena setiap
mereka saling membantu satu sama lain."' (al-
Israa':88) kitab yang diturunkan oleh Allah Azza wa lalla
Kalau mereka tidak mampu membuat kepada salah seorang Nabi sebelum beliau hanya
yang sebanding dengannya, silakan mereka diturunkan-Nya dengan sebagian dari makna-
membuat sepuluh surah saja yang sepertinya. makna yang kesemuanya dikandung oleh kitab-
Allah SWT berfirman, Nya yang diturunkan-Nya kepada Nabi kita
Muhammad saw, misalnya, Taurat hanya berisi
wejangan-wejangan dan perincian, Zabur hanya
2l Tafsir ath-Thabari (l/65-66).
mengandung pemujaan dan pengagungan, Nabi Muhammad saw., serta penetapan
serta Injil hanya berisi weiangan-wejangan syari'at/hukum yang solid dan komprehensif
dan peringatan. Tak satu pun dari kitab-kitab bagi semua aspek kehidupan masyarakat
itu mengandung mu$izat yang menjadi bukti dan individu. Di sini saya akan menyebutkan
kebenaran Nabi sang penerima kitab tersebut. secara ringkas segi-segi kemukjizatan Al-
Kitab yang diturunkan kepada Nabi kita Qur'an, yang berjumlah sepuluh, sebagaimana
disebutkan oleh al-Qurthubi:22
Muhammad saw mengandung itu semua,
L. Komposisi yang indah yang berbeda de-
dan lebih dari itu mengandung banyak sekali
makna-makna yang tidak terdapat dalam ngan susunan yang dikenal dalam bahasa
kitab-kitab selainnya. Di antara makna-makna Arab dan bahasa lainnya, sebab kom-
posisinya sama sekali bukan tergolong
tersebut yang paling mulia yang melebihkan
komposisi puisi.
kirab kita atas kitab-kitab IAn adalah kom-
posisi (tata susun)nya yang mengagumkan, 2. Diksi yang berbeda dengan seluruh diksi
deskripsinya yang luar biasa dan susunan- orang Arab.
nya yang menakjubkan yang membuat 3. Kefasihan yang tak mungkin dilakukan
para orator tidak mampu menyusun satu
oleh makhluk. Perhatikan contohnya da-
surah yang sepertinya. Para ahli balaaghah
lam surah ini:
tidak sanggup mendeskripsikan bentuk
sebagiannya. Para penyair bingung tentang "Qaaf. Demi Al-Qur'an yang sangat mulia."
susunannya. Otak para cendekiawan tidak fuga dalam firman Allah SIvlIT,
dapat membuat yang sepertinya sehingga
mereka tidak dapat berbuat lain daripada "Padahal bumi seluruhnya dalam
menyerah dan mengakui bahwa ia berasal g engg aman- Nya p ada hari kiamat..."
dari Allah Yang Maha Esa lagi Mahakuasa. Di hingga akhir surah az-Zumar.
samping mengandung makna-makna di atas, Begitu pula dalam firman-Nya,
Al-Qur'an juga berisi hal-hal lain, seperti "Dan janganlah sekali-kali kamu
targhiib dan tarhiib, perintah dan larangan, (Muhammad) mengira bahwa Allah lalai
kisah-kisah, perdebatan, perumpamaan-
dari apa yang diperbuat oleh orang-orang
perumpamaan, serta makna-makna lain yang yang zalim...."
tidak terkumpul dalam satu pun kitab yang
diturunkan ke bumi dari langit. hingga akhir surah lbrahim.
Aspek-aspek kemukjizatan Al-Qur'an 4. Pemakaian bahasa Arab dengan cara
banyak, di antaranya ada yang khusus bagi
bangsa Arab, yang meliputi keindahan tata yang tidak dapat dilakukan seorang Arab
bahasa Al-Qur'an dan kefasihan kata-kata sendirian sehingga semua orang Arab
dan susunannya, baik dalam pemilihan kata
maupun kalimat dan untaian antarkalimat, sepakat bahwa pemakaian tersebut tepat
dalam hal peletakan kata atau huruf di
tempat yang semestinya.
Ada pula aspek kemukjizatan yang meliputi
bangsa Arab dan manusia berakal lainnya, 22 Tafsir al-Qurthubi (L/73-75). Lihat pula Dalaa'ilul I'jaaz
seperti pemberitaan tentang hal-hal gaib di
masa depan dan tentang masa lampau sejak Fii'llmil Ma'aanii karya Imam Abdul Qahir al-furjani (hal.
zaman Nabi Adam a.s. sampai kebangkitan 294-295), I'jaazul Qur'aan karya al-Baqillani (hal. 33-47),
l'jaazul Qur'aan karya ar-Rafi'i (hal. 238-290), dan Tafsir
al- M anaar {1 / 198-2 15).
S"Jurl"ttp"ni"t"hu"nP"ntngAl-Qr,'"n Dan ayat-ayat lain yang sejenis.
r.,r,rr-, 7. Pemberitaan tentang hal-hal gaib di masa
Pemberitaan tentang hal-hal yang telah depan yang tidak dapat diketahui, kecuali
terjadi seiak permulaan adanya dunia melalui wahyu dan manusia tidak dapat
hingga waktu turunnya Al-Qur'an kepada mengetahui berita-berita seperti ini, mi-
Nabi saw., misalnya, berita tentang kisah- salnya, janji yang diberikan Allah Ta'ala
kisah para Nabi bersama umat mereka, kepada Nabi-Nya'alaihis-salaam bahwa
peristiwa-peristiwa silam, dan penutur-
agamanya akan mengungguli agama-
an tentang kejadian-kejadian yang di- agama lain, yaitu janji yang tercantum
tanyakan oleh Ahli Kitab sebagai bentuk
tantangan mereka kepada Al-Qur'an, dalam firman-Nya,
seperti kisah Ashabul Kahfi, kisah anta- "Dialah yang telah mengutus Rasul-
ra Musa a.s. dengan Khidir a.s., dan kisah Nya dengan petunjuk (Al-Qur'an) dan
Dzulqarnain. Dan ketika Nabi saw.-yang agama yang benar untuk diunggulkan
meskipun buta huruf dan hidup di tengah
umat yang buta huruf dan tidak memiliki atas segala agama, walaupun orang'orang
pengetahuan tentang hal-hal itu-mem- musyrik tidak menyukqi." (at-Taubah: 33)
beritahukan kepada mereka apa yang su-
Allah kemudian menepati janji-Nya ini.
dah mereka ketahui dari isi kitab-kitab
Contoh yang lain, firman-Nya,
lampau, mereka akhirnya mendapatkan
bukti kejuiuran beliau. "Katakanl ah ke p a da o rqng - orang y ong
Penepatan janji, yang dapat disaksikan kafir, 'Kamu pasti akan dikalahkan dan
secara nyata, dalam segala hal yang di- digiring ke dalam neraka Jahannam. Dan
janjikan Allah SWI Hal itu terbagi menjadi itulah seburuk-burukny a temp at ting g al."'
(Aali'Imraanz 12)
dua. Pertuma, berita-berita-Nya yang mut-
lak, misalnya, janji-Nya bahwa Dia akan Misalnya lagi firman Allah Ta'ala,
menolong rasul-Nya dan mengusir orang-
"sesungg uhnya Allah akan membukti -
orang yang mengusir beliau dari negeri kan kepada Rasul-Nya, tentang kebenaran
kelahirannya. Kedua, janji yang tergantung mimpinya dengan sebenarnya (yaitu)
kepada suatu syara! misalnya, firman Allah, bahwa sesungguhnyq kamu pasti akan
memasuki Masjidilharam, insya Allah
"D an b arang siap a y ang b ertaw akal ke -
pada Allah niscaya Allah akan mencukup- dalam keadaan aman." (al-Fath: 27)
kan (keperluan) ny a." (ath-Thalaaq: 3)
fuga firman-Nya,
"Dan barangsiapa yang beriman kepa-
da Allah niscaya Dia akan memberi petuniuk 'Alif Laam Miim. Telah dikalahkan
kepada hatinya." (at-Taghaabun: 1 1) bangsa Romawi. Di negeri yang terdekat
dan mereka sesudah dikalahkan itu akan
"Barangsiapa bertalwva kepada Allah menang, dalam beberapa tahun lagi." (ar'
niscaya Dia akan membukakan jalan ke- Ruum:1-4)
luar baginya." (ath-Thalaaq: 2)
Semua ini adalah berita tentang hal-
"Jika ada dua puluh orang yang sabar
hal gaib yang hanya diketahui oleh Tuhan
di antaramu, niscaya mereka akan dapat semesta alam atau oleh makhluk yang
mengalahkan dua ratus orang musuh." (al- diberitahu oleh Tuhan semesta alam.
Anfaal:65)
, ,,,***{il*ffi...1,rl*lllll,*1 M""'*J'11.?.11 ,,,,,,,,,,,,, - .- "l"JLT.li}..1,3TF"",13,nY"'"""'"s.n1*-1'jil
\_____
Zaman tidak mampu membatalkan satu kode etik dan moral, kaidah-kaidah per-
pun dari semua itu, baik dalam pencipta- undangan politik, sipil, dan sosial yang
an maupun dalam pemberitaan keadaan relevan untuk setiap zaman dan tempat.
umat-umat, ataupun dalam penetapan
syari'at yang ideal bagi semua umat, 9. Hikmah-hikmah luar biasa yang menu-
ataupun juga dalam penjelasan berbagai
rut kebiasaan tidak mungkin-dilihat dari
persoalan ilmiah dan historis, seperti ayat, banyaknya dan kemuliaannya-ditelurkan
oleh seorang manusia.
"Dan Kami telah meniupkan ongin 10. Keserasian secara lahir dan batin dalam
untuk mengawinkan." (al-Hiirz 22) semua isi Al-Qur'an, tanpa adanya kon-
tradiksi. Allah Ta'ala berfirman,
"Bahwasanya langit dan bumi itu ke-
"Kalett kiranya Al-Qur'an itu bukan
duanya dahulu menyotu." (aFAnbiyaa: 30)
dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat
"Dan segala sesuatu Kami ciptakan pertentongan yang banyak di dalamnya."
(an-Nisaa':82)
berp asang -peseng an." (adz-Dzaariyaat:
Dari penjelasan aspek-aspek kemukjizat-
4e)
an Al-Qur'an ini terlihat bahwa aspek-aspek
|uga ayat yang menyatakan bahwa bumi
itu bulat, tersebut mencakup usluub [diksi) dan makna.
Karakteristik diksi ada empat:
"Dia memasukkan malam atas siang Pertoma, pola dan susunan yang luar biasa
dan memasukkan siang atas malam." (az-
Zumar:5) indah, serta timbangan yang menakjubkan
At-Takwiir artinya menutupi/mem- yang berbeda dari seluruh bentuk kalam
bungkus suatu objek yang berbentuk bu- bangsa Arab, baik puisi, prosa, atau orasi.
lat. Begitu pula ayat tentang perbedaan Kedua,keindahan kata yang amat memukau,
mathla' -mathla' (tempat terbitnya) mata-
hari dalam ayat, keluwesan format, dan keelokan ekspresi.
Ketiga, keharmonisan dan kerapian nada
"Den motahari berjalan di tempat per-
edarannya. Demikianlah ketetapan (Allah) dalam rangkaian huruf-huruf, susunannya,
formatnya, dan inspirasi-inspirasinya sehing-
Yang Mahaperkasa, Maha Mengetahui. ga ia layak untuk menjadi seruan kepada se-
luruh manusia dari berbagai level intelektual
Dan telah kami tetapkan tempat peredaran dan pengetahuan; ditambah lagi dengan ke-
bagi bulan, sehingga mengejar bulan dan
malam pun tidak dapat mendahului siang. mudahan menghafalnya bagi yang ingin. Allah
Masing-masing beredar pada garis edernye." Ta'ala berfirman,
fYaasiin:38-40) "Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan
Al- Qur' an untuk p ering atan, moka a d a ka h o ra ng
B. Pengetahuan yang dikandung oleh Al- yang meng ambil pelaj aran?" (al-Qamar: 17)
Qur'an, yang merupakan penopang hidup Keempat, keserasian kata dan makna, ke-
seluruh manusia, yang mana pengetahu- fasihan kata dan kematangan makna, kese-
larasan antara ungkapan dengan maksud, ke-
an ini meliputi ilmu tentang halal dan ringkasan, dan kehematan tanpa kelebihan apa
pun, dan penanaman banyak makna dengan
haram serta hukum-hukum lainnya. Dia
mencakup ilmu-ilmu ketuhanan, pokok-
pokok aqidah dan hukum-hukum ibadah,
s"rurtat' peng"tat r"n p"nttngru-qrr'", *,,u, (f,17bl,,*,, hFsIRlt-tulll f lll? 11
\_________;z
ilustrasi-ilustrasi konkret yang hampir-hampir lihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut
dapat Anda tangkap dengan pancaindra dan kepada Allah. Dan perumpomaan-perumpamaon
Anda dapat berinteraksi dengannya, walaupun
ia diulang-ulang dengan cara yang atraktif dan itu Kami buat untuk manusia supoya mereka
unik.
berpikir." (al-Hasyr: 2 1)
Adapun karakteristik makna ada empat
Al-Qur'anul Kariim akan senantiasa me-
juga: nampilkan mukiizat di setiap zaman. Dia, se-
bagaimana dikatakan oleh ar-Rafi'i,z3 adalah
Pertama, kecocokan dengan akal, logika, kitab setiap zaman. Di setiap masa ada saja
ilmu, dan emosi.
dalil dari masa tersebut tentang kemuk-
Kedua, kekuatan persuasif, daya tarik
terhadap jiwa, dan realisasi tujuan dengan jizatannya. Dia mengandung mukjizat dalam
sejarahnya (berbeda dengan kitab-kitab lain),
cara yang tegas dan tandas. mengandung mukjizat dalam efeknya terha-
dap manusia, serta mengandung mukjizat
Ketiga, kredibilitas dan kecocokan dengan dalam fakta-faktanya. Ini adalah aspek-aspek
peristiwa-peristiwa sejarah, realita nyata, dan umum yang tidak bertentangan dengan fitrah
kebersihannya-walaupun ia begitu panjang- manusia sama sekali, Oleh karena itu, aspek-
aspek tersebut akan selalu ada selama fitrah
dari kontradiksi dan pertentangan, berbeda masih ada.
dengan seluruh ucapan kalam manusia. E. KEARABAN AL.QUR'AN DAN
Keempat, kecocokan makna-makna Al-
PENERJEMAHANNYA KE BAHASA LAIN
Qur'an dengan penemuan-penemuan ilmiah
dan teori-teori yang sudah terbukti. Karakter- Al-Qur'an seluruhnya berbahasa Arab.2a
karakter ini terkandung dalam tiga ayat Tak satu pun kata di dalamnya yang bukan
bahasa Arab murni atau bahasa Arab yang
mengenai deskripsi Al-Qur'an, yaitu firman berasal dari kata asing yang diarabkan dan
sesuai dengan aturan-aturan dan standar-
Allah Ta'ala,
standar bahasa Arab. Sebagian orang meng-
'Alif laam raa, (inilah) suatu kitab yang anggap Al-Qur'an tidak murni berbahasa Arab
sebab ia mengandung sejumlah kata yang ber-
ayat-ayatnya disusun dengan rapi kemudian di- asal dari bahasa asing (bukan bahasa Arab),
jelaskan secara terperinci, yang diturunkan dari seperti kata sundus dan istabraq. Sebagian
sisi (Allah) Yang Mahabijaksana Mahateliti." orang Arab mengingkari adanya kata-kata
fHuud:1) qaswarah, kubbaaran, dan'ujaab. Suatu ketika
seorang yang tua renta menghadap Rasulullah
"Se sung g uhny a orang - o rang y ang meng ing - saw.. Beliau berkata kepadanya, "Berdirilah!"
Lalu beliau melanjutkan, "Duduklah!" Beliau
kari Al-Qur'an ketika Al-Qur'an itu disampaikan mengulangi perintah tersebut beberapa kali,
kepada mereka, (mereka itu pasti akan celaka),
maka orang tua tersebut berkata, 'Apakah
dan sesungguhnya AI-Qur'an itu adalah kitab kamu menghina aku, hai anak qaswarah;
yang mulia, Yang tidak didatangi kebatilan
baik dari depan maupun dari belakangnya
(pada masa lalu dan yang akan datang), yang
diturunkan dari Rabb Yang Mahabijaksana,
Maha Terpujr." (Fushshilat= 4l-42)
"Sekiranya Kami turunkan Al-Qur'an ini 23 I'jaazul Qur'aan (hal. 173, 175).
kepada sebuah gunung, pasti kamu akan me- 24 Tafsir ath-Thabari (l/25).
'tAFsrR AL-MUNIR IItID 14 Sclumlah Pcn8ot hu.n PcntlngAlQur'an
padahal aku adalah lelaki kubbaaran? Hal ini sumber dari bahasa mereka sendiri, sesuai
sungguh 'ujaab!" Orang-orang lalu bertanya, dengan huruf-huruf mereka dan makhraj-
'Apakah kata-kata tersebut ada dalam bahasa makhraj serta sifat-sifat huruf-huruf tersebut
Arab?" Dia menjawab, "Ya." dalam bahasa Arab. Contohnya kata-kata yang
murtajal dan wazan-wazan yang dibuat untuk
Imam Syafi'i rahimahullah adalah orang kata-kata tersebut, walaupun sebenarnya me-
pertama yang-dengan lidahnya yang fasih dan rupakan tiruan-dalam nadanya-dari bahasa-
argumennya yang kuat-membantah anggapan bahasa lain.2s
semacam ini. Beliau menjelaskan, tidak ada
satu kata pun dalam Kitabullah yang bukan Banyak ayat Al-Qur'an yang menyatakan
bahasa Arab. Beliau bantah argumen-argumen bahwa Al-Qur'an seluruhnya (secara total
mereka yang berpendapat demikian, yang dan detail) berbahasa Arab dan turun dengan
terpenting di antaranya dua argumen ini: bahasa Arab bahasa kaumnya Nabi Muhammad
saw, misalnya, firman Allah Ta'ala:
Pertama, di dalam Al-Qur'an terdapat se-
jumlah kata yang tidak dikenal oleh sebagian 'Alifi laam, raa. lni adalah ayat'ayat
bangsa Arab. Kitab (AI-Qur'an) yang ielas. Sesungguhnya
Kami menurunkannya berupa Al-Qur'an de'
Kedua, di dalam Al-Qur'an terdapat kata- ngan berbahasa Arab, agar kamu mengerti."
(Yuusuf: 1-2)
kata yang diucapkan oleh bangsa selain Arab.
Imam Syafi'i membantah argumen per- "Dan sesungguhnya AI-Qur'an ini benar'
benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam.
tama bahwa ketidaktahuan sebagian orang
Arab tentang sebagian Al-Qur'an tidak mem- Dia dibawa turun oleh Ar-Ruh Al-Amin (Jibril),
buktikan bahwa sebagian Al-Qur'an berbahasa
asing, melainkan membuktikan ketidaktahu- ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu
an mereka akan sebagian bahasa mereka sen- menjadi salah seorang di antara orang-orang
diri. Tak seorang pun yang dapat mengklaim yang memberi peringatan, Dengan bahasa
dirinya menguasai seluruh kata dalam bahasa Arab yang jelas." (asy-Syu'araa': 192'l9S)
Arab sebab bahasa Arab adalah bahasa yang
paling banyak madzhabnya, paling kaya kosa- "Dan demikianlah, Kami telah menurunkan
katanya, dan tidak ada seorang manusia pun Al-Qur'an itu sebagai peraturan (yang benar)
selain Nabi yang menguasai seluruhnya. dalam bahasa Arab." (ar-Ra'd: 37)
Beliau membantah argumen kedua "Demikianlah Kami wahyukan kepadamu
Al-Qur'an dalam bahasa Arab, supaya kamu
bahwa sebagian orang asing telah mempela- memberi peringatan kepada Penduduk ibu kota
jari sebagian kosakata bahasa Arab, lalu kata- (Mekah) dan penduduk (negeri-negeri) sekeli'
kata tersebut masuk ke dalam bahasa mereka lingnya." (asy-Syuuraa: 7)
dan ada kemungkinan bahasa orang asing
tersebut kebetulan agak sama dengan bahasa "Haa Miim. Demi Kitab (AI-Qur'an) yang
jelas. Kami menjadikan Al-Qur'an dalam bahasa
Arab. Mungkin pula sebagian kata bahasa Arab agar kamu mengerti." (az-Zukhruf: 1'3)
Arab berasal dari bahasa asing, akan tetapi
25 Ar-Risoalah karya Imam Syaf i (hal. 41-50, paragraf 133'
jumlah yang amat sedikit ini-yang berasal dari
bahasa non-Arab-telah merasuk ke komunitas 170). Lihat pula al-Mustashfaa karya al-Ghazali (1/68), dan
bangsa Arab zaman dulu, lalu mereka meng- Raudhatun Naazhir (l / 184).
arabkannya, menyesuaikannya dengan karak-
ter bahasa mereka, dan membuatnya ber-
r*tg*b,,i*i",*
.. , -*s"l"t"L*::*.T::::it'"e*9':i:.L-.***. Jl{lll}**:*Y",,T.1,*.rILID la
,,,,,1 ,,,,,,
"(Yaitu) AI-Qur'an dalam bahasa Arab yang Penerlemahan AFQur'an
tidak ada kebengkokan (di dalamnya) supaya
Hukumnya haram dan tidak sah, menurut
m e r e ka b e r ta l<w a." (az-Zumar z 28) pandangan syari'at, penerjemahan nazhm (su-
Berdasarkan status kearaban Al-Qur'an ini, sunan) Al-Qur'anul Kariim sebab hal itu ti-
Imam Syafi'i menetapkan sebuah hukum yang
sangat penting. Beliau mengatakan, Karena dak mungkin dilakukan karena karakter ba-
itu, setiap Muslim harus mempelajari bahasa hasa Arab-yang AI-Qur'an turun dengannya-
berbeda dengan bahasa-bahasa lain. Di dalam
Arab sebisa mungkin agar ia dapat bersaksi bahasa Arab terdap at maj aaz, isti' aarah, kinaa-
bahwa tiada Tuhan selain Allah dan bahwa yah, tasybiih, dan bentuk-bentuk artistik lainnya
Muhammad adalah hamba dan pesuruh-Nya, yang tak mungkin dituangkan dengan kata-
membaca Kitabullah, dan mengucapkan zikir
yang diwajibkan atas dirinya, seperti takbir, katanya ke dalam wadah bahasa lain. Seandainya
tasbih, tasyahud, dan lain-lain. hal itu dilakukan, niscaya rusaklah maknanya
Status kearaban Al-Qur'an mengandung
pincanglah susunannya, terjadi keanehan-
dua keuntungan besar bagi bangsa Arab, yaitu
keanehan dalam pemahaman makna-makna
Pertama, mempelajari Al-Qur'an dan me- dan hukum-hukum, hilang kesucian Al-Qur'an,
ngucapkannya sesuai dengan kaidah-kaidah- lenyap keagungan dan keindahannya, sirna
nya akan memfasihkan ucapan, memperbaiki balaaghah dan kefasihannya yang merupakan
faktor kemukj izatan nya.
ujaran, dan membantu memahami bahasa
Namun, menurut syari'at, boleh mener-
Arab. Tidak ada sesuatu pun yang setara de- jemahkan makna-makna Al-Qur'an atau me-
ngan Al-Qur'an dalam hal upaya untuk mem- nafsirkannya, dengan syarat bahwa ia tidak
fasihkan perkataan, tatkala orang sudah ter- disebut Al-Qur'an itu sendiri. Terjemahan Al-
Qur'an bukan Al-Qur'an, betapa pun akurat-
biasa dengan berbagai lahjaat 'aammiyyah nya terjemahan tersebut. Terjemahan tidak
boleh dijadikan pegangan dalam menyimpul-
[bahasa percakapan sehari-hari). kan hukum-hukum syar'i, sebab pemaham-
Kedua, Al-Qur'an punya kontribusi paling an maksud dari suatu ayat mungkin saja sa-
besar dalam pemeliharaan bahasa Arab, se- lah dan penerjemahannya ke bahasa lain
lama empat belas abad silam, di mana sepan-
jang masa itu terdapat saat-saat kelemahan, juga mungkin salah. Dengan adanya dua ke-
keterbelakangan, dan hegemoni kaum impe- mungkinan ini,26 kita tidak boleh bertumpu
kepada terjemahan.
rialis Eropa atas negara-negara Arab. Bah-
kan Al-Qur'an adalah faktor utama yang Shalat tidak sah dengan membaca ter-
menyatukan bangsa Arab dan merupakan jemahan2T dan membaca terjemahan tidak
stimulator kuat yang membantu bangkitnya dinilai sebagai ibadah sebab Al-Qur'an me-
rupakan nama bagi komposisi dan makna.
perlawanan bangsa Arab menentang peram- Komposisi adalah ungkapan-ungkapan Al-
pas tanah air dan penjajah yang dibenci; Inilah yang teriadi sekarang. Al-Qur'an telah diteriemahkan
ke dalam sekitar lima puluh bahasa. Semuanya merupa-
yang mana hal itu mengembalikan shahwah kan teriemahan yang kurang, atau cacat, dan tidak dapat
dipercaya. Alangkah baiknya seandainya teriemahan-
islamiyah ke tanah air bangsa Arab dan
terjemahan itu dihasilkan oleh para ulama Islam yang
Islam serta mengikat kaum Muslimin dengan
ikatan iman dan emosi yang kuat, terutama tepercaya.
Tafs i r a r- Ra azi (l / 209).
pada masa penderitaan dan peperangan
menentang kaum penjajah.
TAFSTRAL-MUNIR JrLrD 14
Qur'an dalam mushaf, sedang makna adalah Ada pula satu surah yang dibuka dengan
apa yang ditunjukkan oleh ungkapan-ungkap- lima huruf, yaitu surah Maryam yang dibuka
an tersebut. Dan hukum-hukum syari'at dengan kaaf haa yaa 'ain shaad. fadi, total
yang dipetik dari Al-Qur'an tidak diketahui, fawaatih (pembuka) Al-Qur'an berjumlah 29
kecuali dengan mengetahui komposisi dan buah, terbagi ke dalam tiga belas bentuh dan
huruf-hurufnya berjumlah empat belas buah,
maknanya. separuh dari huruf-huruf hija'iyah.28
F. HURUF.HURUFYANGTERDAPATDI Para ahli tafsir berbeda pendapat tentang
AWAL SEJUMLAH SURAH (HURUUF maksud dari huruf-huruf pembuka surah.2e
Sekelompok berkata Itu adalah rahasia Allah
MUQATHTHA'AHI dalam Al-Qur'an, dan Allah memiliki rahasia
Allah SWT mengawali sebagian surah dalam setiap kitab, yang merupakan sebagian
Makkiyyah dan surah Madaniyyah di dalam
dari hal-hal yang hanya diketahui oleh-Nya.
Al-Qur'an dengan beberapa huruf ejaan atau fadi, ia tergolong mutasyaabih yang kita imani
huruuf muqaththa'ah [huruf-huruf yang ter- bahwa ia berasal dari Allah, tanpa menalnaril-
potong). Ada yang simpel yang tersusun dari kan dan tanpa menyelidiki alasannya. Akan te-
satu huruf, yang terdapat dalam tiga surah:
Shaad, Qaaf, dan al-Qalam. Surah yang perta- tapi, ia dipahami oleh Nabi saw..
ma dibuka dengan huruf shaad, yang kedua Sebagian lagi berkata, pasti ada makna luar
diawali dengan huruf qaaf, sedang yang ketiga
dibuka dengan huruf nuun. biasa dibalik penyebutannya. Tampaknya, itu
mengisyaratkan kepada argumen atas orang-
Ada pula pembuka sepuluh surah orang Arab, setelah Al-Qur'an menantang me-
reka untuk membuat yang sepertinya (dan
yang terdiri dari dua huruf; tujuh surah perlu diingat bahwa Al-Qur'an tersusun dari
di antaranya sama persis dan disebut a/- huruf-huruf yang sama dengan huruf-huruf
hawaamiim sebab ketujuh surah itu dimulai
yang mereka pakai dalam percakapan mereka).
dengan dua huruf: haa miim, yaitu surah al-
Mu'min, Fushshilat, asy-Syuuraa, az-Zukhruf, fadi, seolah-olah Al-Qur'an berkata ke-
pada mereka, mengapa kalian tidak mampu
ad-Dukhaan, al-faatsiyah, dan al-Ahqaaf. Sisa membuat yang sepertinya atau yang seperti
satu surah darinya? Padahal ia adalah kalam
dari sepuluh surah tersebut adalah surah berbahasa Arab, tersusun dari huruf-huruf
hija'iyah yang diucapkan oleh setiap orang
Thaahaa, Thaasiin, dan Yaasiin. Arab, baik yang buta huruf maupun yang ter-
Ada juga pembuka tiga belas surah yang
pelajaq, dan mereka pun pakar-pakar kefasih-
tersusun dari tiga huruf. Enam di antaranya
diawali dengan alif laam miim, yaitu surah al- an dan ahli-ahli balaaghah, serta mereka
Baqarah, Aali'lmraan, al-Ankabuut, ar-Ruum,
bertumpu kepada huruf-huruf ini dalam
Luqman, dan as-Sajdah. Lima di antaranya
dengan alif laam raa, yaitu surah Yuunus, kalam mereka: prosa, puisi, orasi, dan tulisan.
Mereka pun menulis dengan huruf-huruf ini.
Huud, Yuusul Ibraahim, dan al-Hijr. Dan dua Kendati pun demikian, mereka tidak sanggup
di antaranya diawali dengan thaa siim miim, menandingi Al-Qur'an yang diturunkan kepa-
yaitu surah asy-Syu'araa' dan al-Qashash.
28 Mabaahits Fii'Uluumil Qur'aan karya Dr. Shubhi ash-Saleh,
Ada pula dua surah yang dibuka dengan hal.234-235.
empat huruf, yaitu surah al-Araaf yang dibuka
dengan alif laammiim shaad dan surah ar-Ra'd 29 Tafs i r al - Qu rth u b i (L / LS 4 - 155).
yang dibuka dengan alif laam miim raa.
r sotumtatrpengetahuanpentlnglt{ulan ,r,,*, flrfr,r,.,,, TAFSIRAL-MUNIR)ILID 14
da Muhammad saw.. Terbuktilah bagi mereka sesuatu atau beberapa hal dengan hal yang
bahwa ia adalah kalam Allah, bukan kalam lain dalam satu atau beberapa sifat dengan
manusia. Oleh karena itu, ia wajib diimani, menggunakan huruf kaaf dan sejenisnya),
dan huruf-huruf hija'iyah pembuka sejum- secara eksplisit atau implisit; pemakaian
tIt lah surah menjadi celaan bagi mereka dan isti'aarah, yaitu tasybiih baliigh yang salah
pembuktian ketidakmampuan mereka untuk satu tharifnya dihapus , dan'ilaaqahnya selalu
{
i membuat yang sepertinya. musyaabahah.3o
i Akan tetapi, tatkala mereka tidak sanggup Tasybiih amat banyak dalam Al-Qur'an,
menandingi Al-Qur'an, mereka tetap enggan baik-ditilik dari sisi wajhusy-syibhi [segi ke-
dan menolak untuk beriman kepadanya. De- serupaan)-yang mufrad maupun yang mu'
rakkab. Contoh tasybiih mufrad atau ghairut
ngan sikap masa bodoh, dungu, dangkal, dan tamtsiil, yaitu yang wajhusy-syfbhinya tidak
lugu, mereka berkata tentang Muhammad diambil dari kumpulan yang lebih dari satu,
"Tukang sihir", "Penyair", "Orang gila", dan melainkan diambil dari tunggal, seperti ka-
tentang Al-Qur'an "Dongeng orang-orang limat Zaid adalah singa, di mana waihusy-syi'
terdahulu". Semua itu merupakan tanda ke- bhinya diambil dari tunggal, yaitu bahwa Zaid
pailitan, indikasi kelemahan dan ketiadaan
menyerupai singa [dalam hal keberanian)
argumen, bentuk perlawanan dan penolakan,
adalah firman Allah Ta'ala,
serta tanda keingkaran orang-orang yang
mempertahankan tradisi-tradisi kuno dan "Sesungguhnya perumpamaan (pencipta'
kepercayaan-kepercayaan berhala warisan an) Isa di sisi Allah adalah seperti (penciptaan)
leluhur. Adam, Allah menciptakan Adam dari tanah,
Pendapat yang kedua adalah pendapat kemudian Dia berkata kepadanya 'ladilahi
mayoritas ahli tafsir dan para peneliti di ka- maka jadilah dia." (Aali 'Imraan: 59)
Iangan ulama, Itulah pendapat yang logis Contoh tasybiih murakkab atau tasybiihut
yang mengajak agar telinga dibuka untuk ta mtsiil (yaitu yang w aj hu sy - sy ib hinya d iambil
mendengarkan Al-Qur'an sehingga orang
dari kumpulan, atau-menurut definisi as-
akan mengakui bahwa ia adalah kalam Allah
Suyuthi dalam al-Itqaan-ia adalah taqtbiih
Ta'ala. yang wajhusy -syibhinya diambil dari beberapa
hal yang sebagiannya digabungkan dengan se-
G. TASYBIIH, BTTAARAH, MAJAAZ,DAN bagian yang lain) adalah firman Allah Ta'ala,
KINAAYAH DALAM AL.QU R. AN "Perumpamaan orang-orang yang diberi
Al-Qur'anul Kariim, yang turun dalam tugas membawa Tauratkemudian mereka tidak
bahasa orang-orang Arab, tidak keluar dari
membawanya (tidak mengamalkan) adalah
karakter bahasa Arab dalam pemakaian kata.
Adakalanya secara haqiiqah, yaitu pemakaian seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang
tebal." (al-f umu'ah: 5)
kata dalam makna aslinya; dengan cara Penyerupaan ini murakkab, terdiri dari
majaaz, yaitu pemakaian kata dalam suatu
makna lain yang bukan makna asli kata itu beberapa kondisi keledai, yaitu tidak dapat
karena adanya suatu 'alaaqah (hubungan) memperoleh manfaat yang maksimal dari
antara makna asli dan makna lain tersebuU 30 Mabaahi* Fii 'Uluumil Qur'aan karya Dr. Shubhi ash-Saleh
penggunaan tasybiih [yaitu penyerupaan (haI.322-333J.
kitab-kitab itu di samping menanggung ke- "Dan demi Shubuh apabila faiarnya mulai
menying sing." (at-Takwiir: 18)
letihan dalam membawanya. Contoh lainnya
adalah firman Allah Ta'ala, Kata tanaffasa [keluarnya nafas sedikit
demi sedikit) dipakai-sebagai isti'aarah-un'
"sesungguhnya perumpamaan kehidupan
duniawi itu adalah seperti air (huian) yang Kami tuk mengungkapkan keluarnya cahaya dari
turunkan dari langit, lalu tumbuhlah dengan arah timur pada waktu fajar muncul baru
suburnya-karena air itu-tanam-tanaman bumi,
di antoranya ada yang dimakan manusia dan sedikit. Contoh lainnya adalah firman Allah
binatang ternak. Hingga apabila bumi itu telah
sempurna keindahannya, dan memakai (pula) Ta'ala,
perhiasannya, dan pemilik-pemiliknya mengira
bahwa mereka pasti menguasainya, tiba-tiba "Sesungguhnya orang-orang yang me'
makan harta anak yatim secara zalim se'
datanglah kepadanya adzab Kami di waktu
benarnya mereka itu menelan api dalam perut-
malam atau siang, lalu Kami iadikan (tanam- nya." (an-Nisaa': 10)
tanamannya) laksana tanam-tanaman yang su-
dah disabit, seakan-akan belum pernah tumbuh Harta anak-anak yatim diumpamakan
kemerin." (Yuunus: 24)
dengan api karena ada kesamaan antara ke-
Dalam ayat ini ada sepuluh kalimat, dan duanya: memakan harta tersebut menyakitkan
tarkiib [penyusunan) berlaku pada totalnya, sebagaimana api pun menyakitkan. Contoh
sehingga jika salah satu saja di antaranya gu- yang lain adalah firman Allah Ta'ala,
gur maka tasybiih tersebut akan rusak, sebab "(lni adalah) Kitab yang Kami turunkan
yang dikehendaki adalah penyerupaan du-
nia-dalam hal kecepatan sirnanya, kehabisan kepadamu (Muhammad) supaya kamu menge'
kenikmatannya, dan ketepedayaan manusia luarkan manusia dari keg elapan kepada cahaya
dengannya-dengan air yang turun dari langit
terang benderang." (Ibraahiim: 1)
lalu menumbuhkan beragam rumput/ta-
Artinya, supaya kamu mengeluarkan
naman dan menghiasi permukaan bumi de- manusia dari kebodohan dan kesesatan ke
ngan keindahannya, sama seperti pengantin
agama yang lurus, aqidah yang benax, dan ilmu
perempuan apabila telah mengenakan serta akhlak. Kebodohan dan kesesatan serta
busana yang mewah; hingga apabila permusuhan diserupakan dengan kegelapan
para pemilik tanam-tanaman itu hendak karena ada kesamaannya: manusia tidak bisa
mendapat petunjuk ke jalan yang terang jika
memetiknya dan mereka menyangka bahwa
ia berada dalam kebodohan dan kegelapan.
tanaman tersebut selamat dari hama, tiba-
tiba datanglah bencana dari Allah secara Agama yang lurus diserupakan dengan cahaya
karena ada kesamaannya: manusia akan men-
mengejutkan, sehingga seolah-olah tanaman
itu tidak pernah ada kemarin. dapat petuniuk ke jalan yang terang jika ia
Adapun isti'aarah, yang tergolong majaaz berada di dalam keduanya.
lughawiy-yakni dalam satu kata, tidak seperti Sedangkan tentang majaaz, sebagian ula-
majaaz'aqliy-,juga banyak.31 Misalnya, firman
ma mengingkari keberadaannya di dalam Al-
Allah Ta'ala, Qur'an. Mereka antara lain madzhab Zhahiri,
sebagian ulama madzhab Syafi'i [seperti Abu
31 Ta'wiilu Musykilil-Qur'aan karya Ibnu Qutaibah (hal. 102- Hamid al-lsfirayini dan Ibnu Qashsh), se-
bagian ulama madzhab Maliki [seperti Ibnu
103). Khuwaizmandad al-BashriJ, dan lbnu Taimi-
yah. Alasan mereka, majaaz adalah "saudara
dusta" dan Al-Qur'an tidak mengandung ke- nempelan badan-sebagai pakaian bagi mere-
dustaan. Alasan lainnya, pembicara tidak ka berdua. Dia berfirman:
mempergun akan maj a aa kecuali iika haqiiqah "Mereka adalah pakaian bagimu, dan
(makna asli suatu kata) telah menjadi sem- kamu pun adalah pakaian bagi mereka." (al-
Baqarah:187)
pit baginya sehingga terpaksa dia memakai
isti'aarah, dan hal seperti ini mustahil bagi Dia mengisyaratkan kepada jimak dengan
Allah. fadi, dinding tidak berkehendak dalam firman-Nya,
firman-Nya, "Hendak roboh" (al'Kahf: 77) dan
negeri tidak ditanya dalam firman-Nya, "Dan 'Atau kamu telah menyentuh perempuan."
tanyalah negeri" (Yuusuf: 82)." (an-Nisaa':43)
Akan tetapi, orang-orang yang telah me- dan firman-Nya,
resapi keindahan diksi Al-Qur'an berpenda-
pat bahwa alasan di atas tidak benar. Menurut "Dihalalkan bagi kamu pada malam hari
mereka, seandainya tidak ada maiaaz dalam bulan puasa bercampur dengan istrtistri kamu'"
Al-Qur'an, niscaya hilanglah separuh dari ke- (al-Baqarah: 187)
indahannya. Contohnya firman Allah Ta'ala,
Dan Dia mengisyaratkan tentang kesucian
"Dan janganlah kamu iadikan tanganmu jiwa dan kebersihan diri dengan firman-Nya,
terbelenggu pada lehermu dan ianganlah "Dan pakaianmu bersihkanlah." (al'Mud-
datstsir:4)
kamu terlalu mengulurkannya karena itu kamu
Ta'riidh, yaitu menyebutkan kata dan
menjadi tercela dan menyesal" (al-Israa't29)
memakainya dalam makna aslinya, seraya
Konteks menunjukkan bahwa makna memaksudkannya sebagai sindiran kepada
hakiki/asli tidak dikehendaki dan bahwa ayat sesuatu yang bukan maknanya, baik secara
haqiiqah maupun maiaaz,juga dipakai dalam
ini melarang berlaku mubazir maupun kikir.
Al-Qur'an. Contohnya:
Adapun kinaayah, yaitu kata yang di-
pakai untuk menyatakan tentang sesuatu "Dan mereka berkata: 'Janganlah kamu be'
yang menjadi konsekuensi dari makna kata rangkat (pergi berperang) dalam panas terik
itu, juga banyak diiumpai dalam Al-Qur'an, ini.' Katakanlah: Api neraka Jahannam itu lebih
s ang at pan as (ny a)."' (at-Taubah: 8 1)
sebab ia termasuk metode yang paling indah
dalam menyatakan simbol dan isyarat. Allah Yang dimaksud di sini bukan lahiriah
kalam, yaitu lebih panasnya api neraka
Ta'ala mengisyaratkan tujuan dari hubung-
an perkawinan-yaitu untuk mendapat ketu- fahannam ketimbang panasnya dunia, tetapi
runan-dengan kata al-har* (ladang) dalam tujuan sebenarnya adalah menyindir orang-
orang ini yang tidak ikut pergi berperang dan
firman-Nya,
beralasan dengan cuaca yang terik bahwa
" Istri-istrimu adalah (seperti) tanah tempat
kamu bercocok tanam, maka datangilah tanah mereka akan masuk neraka dan merasakan
tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saia
panasnya yang tidak terkira. Contoh yang
kamu kehen daki." (al-Baqarah: 223) lain adalah firman-Nya yang menceritakan
Allah menyebut hubungan antara suami perkataan Nabi Ibrahim,
istri-yang mengandung percampuran dan pe-
32 lbid., hal.99.
TArsrnAr-MuNrn Iruo 14 *,,*dll*B*,u,.., selumlah Pengetahuan Pentlng Al{u/an
\_---__*
"lbrahim menjawab:'Sebenarnya patung [setan) adalah bentuk tunggal dari kata
yang besar itulah yang melakukannya."' (al- syayaathiin Setan disebut demikian ka-
Anbiyaa':63) rena ia jauh dari kebenaran dan selalu
durhaka. Ar-rajiim artinya yang dijauh-
Beliau menisbahkan perbuatan tersebut
kepada patung terbesar yang dijadikan Tuhan kan dari kebaikan, dihinakan, dan yang
sebab mereka mengetahui-jika mereka mem-
pergunakan akal mereka-ketidakmampuan dikenai kutukan dan cacian.
patung itu untuk melakukan perbuatan ter- 2. Allah SWT memerintahkan kita ber-rsti-
sebut, dan Tuhan tidak mungkin tidak mampu. 'adzah ketika memulai membaca Al-
Qur'an. Dia berfirman,
Suplemen 'Apabila kamu membaca Al-Qur'an hen-
daklah kamu meminta perlindungan kepada
. Al-Qur'an terdiri atas tiga puluh juz. Allah dari setanyqng terkutuk." (an-Nahl: 98)
. Surah-surah Al-Qur'an berjumlah 174
Yakni: Apabila kamu hendak membaca Al-
surah.
Qur'an, bacalah isti'adzah.
o Ayat-ayatnya berjumlah 6236 menurut Dia juga berfirman,
ulama Kufah, atau 6666 menurut selain "Tolaklah perbuatan buruk mereka
mereka. Ia terdiri atas hal-hal berikut. dengan yang lebih baik. Kami lebih me-
ngetahui apa yang mereka sifatkan. Dan
- Perintah: 1000 katakanlah: 'Ya Tuhanku aku berlindung
- Larangan: 1000
- fanii: 1000 kepada Engkau dari bisikan-bisikan setan.
- Ancaman: 1000 Dan aku berlindung (pula) kepada Engkau,
- Kisah dan berita: 1000
- Ibrah dan perumpamaan: 1000 ya Tuhanku, dari kedatangan mereka
- Halal dan haram: 500
- Doa: 100 kep adaku."' (al-Mu'minuun: 96-98)
- Naasikh dan mansuukh: 66
Ini mengisyaratkan bahwa Al-Qur'an
lstl'adzah: A'uudzu blllaahl mlnasy-
menjadikan penolakan perbuatan buruk
syalthaanlr-ratllm dengan perbuatan baik sebagai cara untuk
mengatasi setan dari jenis manusia dan
1. Bermakna Aku berlindung kepada Allah menjadikan isti'adzah sebagai cara untuk
mengatasi setan dari jenis jin.
yang Mahaagung dari kejahatan setan
Sebagai aplikasi perintah ini, di dalam
yang terkutuk dan tercela agar dia tidak Sunnah Nabi saw, terdapat riwayat dari
menyesatkanku atau merusak diriku da- Abu Sa'id al-Khudri bahwa apabila me-
mulai shalat, Nabi saw membaca doa
iftitah lalu berucap,
lam urusan agama atau dunia, atau meng- €.)t iwjilt 4 #t6*rr !,u,'sr"i
halangiku melakukan perbuatan yang ,f ,yO/ o..o,
diperintahkan kepadaku atau mendo- o
rongku melakukan perbuatan yang ter- e.Lu r A*;n)
larang bagiku, sesungguhnya hanya Tuhan "Aku berlindung kepada Allah Yang
semesta alam saja yang dapat mengha-
Maha Mendengarlagi Maha Mengetahui dari
langi dan mencegahnya. Kata syaithaan
*{?1,1"3T-s,3F,h,""P""tTF_lj*::ilT. ,*tt.l. .ar--ll-*\. . ., ThFSIRAL-MUNIRIIIID 14
godaan setan yang terkutuk, dari dorongan- Basmalah: Blsmlllaahl rrah maa nl r-rahllm
nya, tiupannya, dan semburAnnyA." 33
L. Bermakna Aku memulai dengan menye-
Ibnu Mundzir berkata, "lbnu Mas'ud
meriwayatkan bahwa sebelum membaca but nama Allah, mengingat-Nya, dan me-
Al-Qur'an, Nabi saw. biasanya berucap
A'uudzu bil-laahi minasy-syaithaanir-ra- nyucikan-Nya sebelum melakukan apa pun,
sambil memohon pertolongan kepada-Nya
iiim (Aku berlindung kepada Allah dari dalam segala urusanku, sebab Dialah Tuhan
yang disembah dengan bena4 Yang luas
godaan setan yang terkutuk)."
Mengenai bacaan ta'awwudz, kalimat rahmat-Nya, Yang rahmat-Nya meliputi
segala sesuatu Dialah yang memberi segala
inilah yang dipegang oleh jumhur ulama kenikmatan, baikyang besar maupun yang
sebab kalimat inilah yang terdapat di kecil Dialah yang senantiasa memberikan
dalam Kitabullah. karunia, rahmat, dan kemurahan.
3. Hukum membaca isti'adzah, menurut 2. Hikmah Allah Ta'ala memulai surah al-
jumhur ulama, adalah mandub [sunnah) Faatihah dan semua surah dalam Al-
dalam setiap kali membaca Al-Qur'an di
luar shalat. Qur'an (kecuali surah at-Taubah) dengan
Adapun di dalam shalat, madzhab Ma- basmalah untuk mengingatkan bahwa
liki berpendapat bahwa makruh membaca
ta'awwudz dan basmalah sebelum al- yang ada di dalam setiap surah itu adalah
Faatihah dan surah, kecuali dalam shalat kebenaran dan janji yang benar bagi umat
qiyamul-lail ftarawih) di bulan Ramadhan. manusia-Allah SWT menepati semua janji
Dalilnya adalah hadits Anas "Nabi saw., dan belas kasih yang terkandung di dalam
Abu Bakar; dan Umar dulu memulai shalat surah itu; juga untuk mengimbau kaum
dengan bacaan al-hamdu lil-laahi rabbil- Mukminin agar mereka memulai semua
'aalamiin!'3a perbuatan dengan basmalah supaya men-
dapat pertolongan dan bantuan Allah, ser-
Madzhab Hanafi mengatakan Bacaan
ta' awwu dz dilakukan dalam rakaat pertama ta supaya berbeda dengan orang-orang
saja. Sedangkan madzhab Syafi'i dan Ham-
yang tidak beriman yang memulai perbuat-
bali berpendapat bahwa disunnahkan an mereka dengan menyebut nama tuhan-
tuhan atau pemimpin-pemimpin mereka.
membaca ta'awwudz secara samar pada
awal setiap rakaat sebelum membaca al- Sebagian ulama berkata Sesungguhnya
bismillaahir-rahmaanir-rahiim mencakup
Faatihah. seluruh isi syari'at sebab kalimat ini me-
nunjukkan kepada zatdan sifat.3s
4. Para ulama berijma bahwa ta'awwudz
3. Apakah ia merupakan ayat dari surah yang
bukan bagian dari Al-Qur'an, juga bukan
termasuk ayat di dalamnya. bersangkutan?
33 HR Ahmad dan Tirmidzi. Lihat Nai/u/ Authaar (2/196- Para ulama berbeda pendapat apakah
basmalah termasuk ayat dari surah al-
Le7). Faatihah dan surah-surah lain atau bukan.
Mutafaq alaih.
35 Adapun hadits:
Ui o.s'".sti,*,y-ig.; ,x,:; ,)i'i
"Setiap perkara-penting yang tiaot, ii^*Ui arngonfir if
laahir-rahmaanir-rahiim adalah terputus."
adalah hadits yang lemah. Ia diriwayatkan oleh Abdul
Qadir ar-Rahawi dalam al-Arba'iin dari Abu Hurairah.
14TAFsTRAL-MuNrRJrrrp r il{tr d*;;"*N.bl}r. sclumleh hnSct huan PontlngAl{ur'rn
Di sini ada tiga pendapat. Madzhab Maliki hari, tatkala Rasulullah saw. sedang berada
dan Hanafi berpendapat bahwa basmalah bersama kami, beliau tertidur sekejap lalu
bukan ayat dari surah al-Faatihah maupun mengangkat kepalanya sembari tersenyum.
surah-surah lainnya, kecuali surah an-Naml Kami pun bertanya, "Mengapa Anda tertawa,
di bagian tengahnya. Dalilnya adalah hadits wahai Rasulullah?" Beliau bersabda, "Banl
Anas r.a., ia berkata, 'Aku dulu menunaikan saja diturunkan sebuah surah kepadalru," Lalu
shalat bersama Rasulullah saw., Abu beliau membaca,
Bakar, Umal serta Utsman, dan tak pernah "Bismillaahir-rahmaanir-rahiim (Dengan
kudengar salah satu dari merel<a membaca menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi
bismil-laahir-rahmaanir-rahiim.'86 Artinya, Maha Penyayang). Sesungguhnya Kami telah
penduduk Madinah dulu tidak membaca memberikan kepadamu nikmat yang banyak.
Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan
basmalah dalam shalat mereka di Masjid
b erkorb anlah. Sesung g uhny a orang - orang y ang
Nabawi. Hanya saja madzhab Hanafi berkata,
membenci kamu dialah yang terputus"(al'
'Orang yang shalat sendirian hendaknya
membaca bismillaahir-rahmaanir-rahiim Kautsar: 1-3)
ketika mulai membaca al-Faatihah, dalam
setiap rakaat, dengan suara samar.' fadi, ia Adapun madzhab Syafi'i dan Hambali ber-
termasuk Al-Qur'an, tetapi bukan bagian kata "Basmalah adalah ayat dari al-Faatihah,
dari surah, melainkan berfungsi sebagai harus dibaca dalam shalat. Hanya saja madzhab
pemisah antara tiap surah. Sementara itu Hambali, seperti madzhab Hanafi, berkata: Ia
madzhab Maliki berkata, "Basmalah tidak dibaca dengan suara sama6 tidakdengan suara
boleh dibaca dalam shalat wajib, baik yang keras." Sedangkan madzhab Syafi'i berkata, "la
bacaannya keras maupun yang bacaannya dibaca dengan suara samar dalam shalat yang
samaf,, baik dalam surah al-Faatihah mau-
pun surah-surah lainnya; tetapi ia boleh bacaannya samar dan dibaca dengan suara
dibaca dalam shalat sunnah." Al-Qurthubi
berkata "Yang benar di antara pendapat- keras dalam shalat yang bacaannya keras; dan
pendapat ini adalah pendapat Malik sebab ia pun dibaca dengan suara keras dalam selain
Al-Qur'an tidak dapat ditetapkan dengan
hadits aahaad; cara menetapkan Al-Qur'an surah al-Faatihah."
hanyalah dengan hadits mutawatir yang
tidak diperdebatkan oleh para ulama."37 Dalil mereka bahwa ia merupakan ayat
Namun, pernyataan ini kurang tepat sebab
mutawatir-nya setiap ayat bukanlah suatu dalam surah al-Faatihah adalah hadits yang
keharusan. diriwayatkan oleh Daraquthni dari Abu
Abdullah bin Mubarak berpendapat bah- Hurairah bahwa Nabi saw. pernah bersabda,
wa basmalah adalah ayat dari setiap surah,
dengan dalil hadits yang diriwayatkan oleh ,:r'3, :;Y;2o clo-,
r;1
Muslim dari Anas, ia berkata, "Pada suatu * i,*))tAr *;e
&b ,iqt $ ,9t4t (i *y,4' 4s'
36 Diriwayatkan oleh Muslim dan Ahmad.
37 Tafsir a I - Qurthub i (l / 93). t;t:.\ r;i g)tfst:tri c,'rliJl
"Apabila kalian membaca al-hamdu lillaahi
rabbil-halamiin (yakni surah al-Faatihah), baca-
lah bismillaahir-rahrnaanir-rahiim. Surah al-
Faatihah adalah ummul-qur'an, ummul-kitab,
dan sab'ul-matsaani; dan bismillaahir-rahmaanir-
rahiim adalah salah satu ayatnya."
Sanad hadits ini shahih.
TATSTRAL-MUNrRJ[rD 14
Dalil madzhab Syafi'i bahwa ia dibaca Keutamaan Basmalah
Ali karramal-laahu wajhahu pernah ber-
dengan suara keras adalah hadits yang di-
riwayatkan oleh lbnu Abbas r.a. bahwa Nabi kata tentang bacaan bismillaah bahwa ia da-
saw. dulu membaca bismil-laahir-rahmaanir- pat menyembuhkan segala penyakit dan da-
rahiim dengan suara keras.38 Alasan lainnya, pat meningkatkan efek obat. Bacaan ar-rah-
karena basmalah ini dibaca sebagai salah satu maan akan memberi pertolongan kepada
ayat Al-Qur'an-dengan dalil bahwa ia dibaca setiap orang yang beriman kepada-Nya, dan
sesudah ta'awwudz-, maka cara membacanya
adalah dengan suara keras, sama seperti ayat- ini adalah nama yang tidak boleh dipakai
ayat al-Faatihah yang lain.
oleh selain Allah, Adapun ar-rahiim memberi
Mengenai apakah basmalah terhitung pertolongan bagi setiap orang yang bertobat,
beriman, dan beramal saleh.
sebagai ayat dalam surah-surah lain, perkata-
Catatan: Nash Al-Qur'an saya cantumkan
an Imam Syafi'i tidak menentu; pernah be- sesuai dengan rasm (cara penulisan) mushaf
liau berkata bahwa basmalah adalah ayat
dalam setiap surah, tetapi pernah pula beliau Utsmani. Contohnya: 11gtb dan (1r!) yang
berkata bahwa ia terhitung ayat dalam surah
al-Faatihah saja. Pendapat yang paling benar mana di akhirnya ada alif. Misalnya lagi
adalah basmalah merupakan ayat dalam se-
tiap surah, sama seperti dalam al-Faatihah, <a5fulrl dan {fiCj>. Sedangkan menurut kaidah
imla'modern, dalam dua kata pertama tidak
dengan dalil bahwa para sahabat dahulu ditulis alif, sedangkan dua kata terakhir ditulis
begini: 1i>or; dan 1.s1y. Adapun dalam bagi-
sepakat menulisnya di awal setiap surah ke- an penjelasan atau penafsiran, Eryr merg-
cuali surah at-Taubah, dan kita tahu bahwa ikuti kaidah-kaidah imla'yangbar& Seya fuga
di dalam mushaf mereka tidak mencantum-
kan tulisan apa pun yang bukan bagian dari tidak meng-i'raab sebagian ketl yary sud$
Al-Qur'an. Namun, meski ada perbedaan pen-
diketahui, misalnya dalam surrh al.Mursrleet
dapat seperti di atas, umat Islam sepakat bah-
ayat !6 dan 17: (;4i, W'l ln)ir 99;[iy, sa-
wa basmalah merupakan ayat dalam surah
ya tidak meng-i'raab kalimat nutbi'uhum yang
an-Naml, juga sepakat bahwa basmalah boleh
merupakan fi'il mudhaari' marfui sebab ia
ditulis pada permulaan buku-buku ilmu pe-
ngetahuan dan surah-surah. fika buku itu adalah kalaam musta'naf (kalimat pembuka),
adalah buku kumpulan syai4, asy-Sya'bi dan bukan kalimat yangmajzuum seperti nuhlik.
az-Zuhri melarang menulis basmalah di awal- Harapan, Doa, dan Tufuan
nya, sedangkan Sa'id bin fubair dan mayo- Segala puji bagi Allah. Shalawat dan sa-
ritas ulama generasi muta'akhkhirifn mem- lam semoga tercurah kepada Rasulullah, ke-
bolehkannya.3e luarga, para sahabat, serta semua orang yang
mengikuti beliau.
Bismil-laah (,1' r.") ditulis tanpa alif sesudah huruf ba
YaAllah, jadikanlah semua halyangtelah ku
karena kalimat ini sangat sering dipakai, berbeda dengan pelajari-baikyang masih ku ingat maupun yang
sudah kulupa-dan yang ku ajarkan sepanjang
firman Allah Ta'ala iqra' bismi rabbika (-ti, r', f ), Vang hidupku, yang ku tulis atau ku susun menjadi
buku,ao yang merupakan limpahan karunia-Mu,
mana huruf alif-nya tidak dihapus sebab kaliniat ini jarang
dipakai. 40 Antara lain 20 buah kaiian (unttkal-Mausuu'atul-Fiqhfuah
Tafsir al - Qurthu b i (l / 97 ).
di Kuwait, untuk Mu'assasah Aalul Baic di Yordania, untuk
diM uj amma'ul-Fiqhil- Islaamiy Jeddah-Ma usuu' atul- Fi-
rAFS:1.*::*UNIRI:::.?.,1.1,,, .--.-.,.,,,,, ,..u{, d;},i}ti*,.-......,.,.,, ,, s"l"::,l,:,:'F"t"T::.1::'l'"sl'*:1*
goresan pena yang kupakai menulis, kilatan zaman yang tidak memungkinkan bagiku un-
tuk melakukan jihad, seperti yang dilakukan
ide, buah karya akal, keletihan jiwa siang salafus saleh-semoga Allah meridhai mereka.
malam, cahaya bashirah (mata hati) dan mata Ya Allah, balaslah amalku ini dengan pahala
kepala, pendengaran telinga, dan kepahaman yang berlimpah dan manfaat yang didambakan
selama aku masih hidup dan sesudah aku mati
hati sebagai simpanan pahala bagiku di sisi- serta hingga hari pembeberan amal di hadapan-
Mu, yang mana amal itu kulakukan dengan Mu. Ya Allah, beratkanlah timbangan amalku
ikhlas karena-Mu, dan demi meninggikan dengan amal ini, dan berilah aku keselamatan
kalimat-Mu, menyebarkan agama-Mu, dan dengan karunia dan kasih-Mu pada hari Kiamat,
memudahkan ilmu pengetahuan bagi mereka
yang ingin belajar sesuai dengan metode hari ketika seseorang tidak dapat menolong
modern. Ya Allah, jauhkanlah aku dari segala orang lain dan urusan pada waktu itu berada di
sesuatu yang menodai amalku: riya', sum'ah
tangan Allah. Kabulkanlah doaku, wahai Tuhan
[mencari reputasi), atau syuhrah (mengejar yang Maha Pemurah. Dan segala puji bagi Allah
Tuhan semesta alam.
popularitas). Ya Allah, aku mengharapkan
Prof. Dr, Wahbah Musthafa az-Zuhailiy
pahala yang luas dari sisi-Mu, maka terimalah
amalku yang sedikit ini di dalam ganjaran-Mu
yang banyak, sesungguhnya aku hidup pada
qhi-, dan untuk al-Mausuu' a tul- Arabiyyatus'Suuriyyah),
tiga buah ensiklopedi: Ushuulul-Fiqhil-lslaamiy (dua iilid),
al-Fiqhul-Islaamiy wa Adillatuhu (10 iilid), dan tafsir ini
yang difokuskan pada fiqih kehidupan yang luas di dalam
al-Qur'anul Karim. Selain itu beliau juga telah menyusun
beberapa kitab lain.
SURAH ADZ-D ZAV{RIYA\AT
MAKKIYYAH, EMPAT PULUH AYAT
Penamaan Surah 2. Dalam surah (o) disinggung secara global
Surah ini dinamakan dengan surah adz- pembinasaan umat-umat yang mendusta-
Dzaariyaat karena diawali dengan kalimat kan, seperti, kaum Nabi Nuh a.s., bangsa
Ad dan Tsamud, kaum Nabi Luth a.s. dan
qasam (sumpah), adz-Dzaariyaat berarti angin kaum Nabi Syu'aib a.s., serta kaum Tubba'.
Kemudian hal itu dibicarakan secara lebih
yang menerbangkan debu dan yang lain-
nya, serta menebarkannya dari satu tempat detail dalam surah ini dalam ayat-ayat
ke tempat yang lain. Sumpah dengan adz-
Dzaariyaat memberikan pengertian suatu yang membicarakan kisah Nabi Ibrahim
hal yang serius dan ia termasuk salah satu a.s., Nabi Luth a.s., Nabi Musa a.s., Nabi
pasukan Allah SWT. Hud a.s., Nabi Saleh a.s., dan Nabi Nuh a.s,.
Persesualan Surah lnl dengan Surah Kandungan Surah
Sebelumnya
Topik surah ini-sebagaimana surah-
Persesuaian dan relevansi surah ini de-
surah Makkiyyah lainnya-adalah menegaskan
ngan surah sebelumnya (surah Qaaf) bisa ter-
lihat dari dua sisi seperti berikut. dan mengukuhkan pokok-pokok aqidah dan
l. Surah (o) ditutup dengan ba'ts [hari keimanan, berupa tauhid, kerasulan, kenabian
kebangkitan), balasan, surga dan neraka, dan ba'ts, sekaligus menafikan hal'hal yang
Allah SWT berfirman, bertentangan dengan tauhid, berupa syirih
sikap mendustakan dan mendustakan kena-
"(Yaitu) pada hari bumi terbelah-
bian, serta mengingkari kehidupan akhirat.
belah menampakkan mereka (lalu mereka
keluar) dengan cepat. Yang demikian itu Surah ini diawali dengan sejumlah ke-
adalah pengumpulan yang mudah bagi ajaiban-keajaiban alam yang menjadi bukti
Kami," [Qaaft 44) tentang adanya ba'ts dan teriadinya hari akhir.
Sementara itu, surah adz-Dzaariyaat Hal itu diutarakan dalam bentuk sumpah
dibuka dengan kalimat sumpah dengan
angin, awan, kapal dan malaikat sebagai dengan empat fenomena alam sebagai pe-
penegasan bahwa apa yang diianjikan negasan bahwa ba'ts pasti akan terjadi. Ke-
kepada manusia adalah pasti benar ada-
nya, balasan itu pasti terjadi. empat fenomena alam tersebut adalah angin
yang menggerakkan dan menerbangkan,
awan mendung yang membawa hujan,
kapal-kapal yang berlayar dengan mudah di
lautan dan sungai-sungai besa[ serta para
TAFSTRAT-MUNTR JrLrD 14
malaikat yang bertugas membagi-bagikan Hal itu diikuti dengan sebuah pembicaraan
dan mendistribusikan pemberian Ilahi dan
untuk menumbuhkan kesadaran zuhud ter-
mengurus urusan makhluk. hadap dunia, berlari kembali menuju kepada
Kemudian, surah ini menerangkan peri- Allah SWT untuk meninggalkan dan menjauhi
laku dan keadaan kaum kafir Mekah dan berbagai mara bahaya dunia. fuga, pembicaraan
tentang larangan berbuat syirik (menyekutukan
kaum lainnya yang mendustakan dan tidak
Allah SVVT), informasi tentang bagaimana
memercayai Al-Qur'an dan kehidupan akhirat,
para rasul selalu didustakan, perintah kepada
beserta adzab yang sangat keras yang mereka
Rasulullah saw. agar berpaling dari kaum
peroleh di dalam neraka fahannam. Sebagai
beliau, serta menyampaikan peringatan kepada
perbandingannya, surah ini juga memaparkan orang yang mau menerimanya, agar peringatan
perilaku dan keadaan orang-orang Mukmin
itu bermanfaat dan berguna baginya, serta
yang bertalorya berikut taman-taman surga
dan kesenangan-kesenangan yang disiapkan mengingatkan orang yang memang mau di-
untuk mereka di akhirat. Semua ini bertujuan ingatkan, yaitu orang-orang Mukmin.
agar orang yang berakal bisa memahami
dan menangkap perbedaan di antara kedua Surah ini ditutup dengan pembicaraan
golongan tersebut. fuga sekaligus mengom-
binasikan antara tarhiib (intimidasi, menum- mengenai maksud dan tujuan dari penciptaan
buhkan rasa takut) dan targhiib (motivasi,
jin dan manusia, yaitu agar mengenal Allah
stimulasi) agar menjadi pelajaran, penyadaran, SWT dan beribadah kepada-Nya semata,
nasihat, dan ibrah. serta tulus ikhlas memurnikan agama hanya
untuk-Nya. fuga pembicaraan yang menginfor-
Untuk mempertegas tujuan tersebut, masikan jaminan rezeki bagi setiap makhluh
surah ini menyinggung bukti-bukti petunjuk
ancaman bagi kaum kafir dan orang-orang
kuasa Ilahi dan keesaan-Nya yang ada di bumi, musyrik yang menzalimi diri sendiri dengan
adzab yang sangat keras kelak pada hari
langit, jiwa, dan pada keterjaminan rezeki Kiamat, dan ancaman adzab di dunia yang
para hamba. fuga, berita-berita para umat
terdahulu yang hancur binasa disebabkan menimpa orang-orang seperti mereka karena
pendustaan mereka kepada para rasulnya. mendustakan agama dari kaum terdahulu.
Mereka adalah kaum Nabi Ibrahim a.s., kaum SUMPAH UNTUK MENEGASKAN
Nabi Luth a.s., kaum Nabi Musa a.s., bangsa TERJADINYA BA'TS
Ad, dan bangsa Tsamud, serta kaum Nabi Nuh Surah adz-Dzaatlyaat Ayat L - L4
a.s.. Pembicaraan kisah para rasul beserta para 'lA iliso ,ir +Jr O'tiit s-rrE
kaumnya tersebut merupakan penghibur hati
r.d,5E0 'fud'ttr81ye'rl#tu
bagi Rasulullah saw. atas berbagai gangguan,
intimidasi, dan teror yang beliau alami yang Wtt",5 #re o(Xi\e\itrPvAW
dilancarkan oleh kaum beliau. ai-"3\Q 'i,i*r/t;y36 fu u t;i i{;3:A
Kemudian, surah ini kembali mengingat- ,$t * ii;.$'lJ' ii a e:'o*rrfi".#.t1 ilb
kan berbagai fenomena alam, seperti pem-
bangunan langit, penghamparan bumi, dan ffi '4t*1r*.{{e$r;ifa6lt@'by;r-
penciptaan makhluk yang berpasang-pa-
sangan untuk menjamin kelestarian dan ke-
berlangsungan eksistensi spesies manusia dan
makhluk hidup lainnya.
"Demi (angtn) yang menerbangkan debu. ini adalah bentuk mubtada' dan khabar. i2t\
dan awan yang mengandung (hujan). Dan
{;';';. Slt i,5 Xata (i_I} rcauaukan i'roabnya
(kapal-kapal) yang berlayar dengan mudah. Dan
(malaikat-malaikat) yang membagi-bagi urusan. adalah rafa' sebagai badal dari kata (ii;h yang
Sungguh, aPa yang dijanjikan kepadamu pasti be-
nar. dan sungguh, (hari) pembalasan pasti terjadi. pertama. Hanya saja kata ini dimabnikan
D emi langit y ang memPuny ai j alan-j alan. Sungguh, karena diidhaafahkan kepada kata yang ber-
bentuk gha iru mutamakkin.
kamu benar-benar dalam keadaan berbeda-beda
pendapat. Dipalingkan darinya (Al-Qur'an dan Balaaghah
Rasul) orang yang dipalingkan. Terkutuklah orang- {;tr*t}tt.By eenggunaan kata 4.ryy ai sini
orang yang banyak berdusta. (yaitu) orang-orang
yang terbenam dalam kebodohan dan kelalaian. di dalamnya terdapat apa yang dikenal dengan
mereka bertanya,'Kap ankah hari pembalasan itu?' istilah isti'aarah taba'iyyah. Yaitu meminjam
(Hari pembalasan itu ialah) pada hari (ketika) kata al-qatlu untuk mengungkapkan makna
doa yang tidak baik terhadap mereka berupa
mereka diadzab di dalam api neraka. (Dikatakan laknat. Orang yang dilaknat, serupa dengan
kepada mereka),'Rasakanlah adzabmu ini. Inilah orang yang dibunuh dalam karena sama-sama
adzab yang dahulu kamu minta agar disegerakan."' binasa.
(adz-Dzuriyaat 1-14)
l'taab Mufradaat Lufhawlyyah
{tj'r; es-.,::rt} Huruf wawu yang terdapat {-Urr.1Jr]} angin yang menerbangkan debu
pada kata wadz dzaariyaati adalah wawu
dan yang lainnya. (:r:*j[] awan mendung
qasam (sumpah). Sedangkan kata adz-
yang membawa hujan. (1jr) berat. {-r;Jd6}
Dzaariyaat berkedudukan sebagai sifat untuk
kapal-kapal yang berjalan dan berlayar di
kata yang dibuang, yakni wa Rabbir riyaahi
atas permukaan air. (1;F dengan mudah atau
adz-Dzaariyaati (Demi Rabb angin yang dengan pelayaran yang mudah. (Ui -u:tiUy
menerbangkan). para malaikat yang mengatur urusan para
hamba, hujan, rezeki, dan yang lainnya. u1!
Adapun kalimat yang berkedudukan 43tLi sesungguhnya janji atas ba'ts dan yang
sebagai jawab untuk qasam adalah kalimat lainnya, {J:*i} adalah sebuah janji yang pasti
(Jtbi *\y. benar. 4;ir 31;) dan sesungguhnya pembalasan
$i1 ->-t;.:i) kata (rjr! menjadi maf'uul setelah proses hisab, (&,rt} pasti terjadi, tidak
bihi untuk kata al-Haamilaat. mungkin tidak. Di sini, Allah SWT menjadikan
41;. :\:.,t;.llti| kata (1l) menjadi sifat kuasa-Nya atas hal-hal tersebut sebagai bukti
untuk mashdar yang dibuang, yakni jaryan untuk menegaskan kekuasaan-Nya untuk
yusran. Lalu mashdar tersebut, yakni jaryan
merealisasikan ba'ts yang dijanjikan.
dibuang, dan posisinya digantikan oleh kata
{c.crjr -r! :;;l6y dan demi langit yang
yang menjadi sifat darinya, yaituyusran.
memiliki jalan-jalan. Kata al-Hubuk adalah
Atau kata ini merupakan mashdar bentuk jamak dari kata al-Habiikah yang
artinya, ath-Thariiq [jalan). falan di sini bisa
yang menempati posisi sebagai haal, yakni
jadi maksudnya adalah jalan yang dilalui
muyassaratan. (,i,*j ci;j a$ kata maa di oleh benda-benda langit dalam aktivitas
sini bisa jadi sebagai maa mashdariyyah atau pergerakannya di angkasa. Bisa juga bermakna
maa maushuulah. Kalimat ini posisinya adalah sebagai jalan yang berhubungan dengan akal
sebagai jawab untuk qasamdi atas.4,riri; j6)
TlrsrnAr-MuNrnlrrto 14 ,r r,*,
pikiran yang bisa digunakan untuk mencapai mencemooh, mengejek, menghina, dan me-
berbagai ilmu pengetahuan. lecehkan. {ri, i" otii} kapankah kiranya hari
44t; $ e sKt| sesungguhnya kalian pembalasan itu akan datang?! jawaban dari
pertanyaan tersebut yaitu ia akan datang.
wahai penduduk Mekah, benar-benar berada {r,..+} mereka dibakar. Dikatakan, fatantu
dalam pandangan yang kontradiktif, inkon- adz-Dzahab yang berarti, aku membakar
dan melelehkan emas untuk menguji dan
sisten, kacau, rancu dan berubah-ubah, dalam mengetahui tingkat kemurniannya dan se-
menilai Al-Qur'an dan Nabi Muhammad saw.. berapa banyak campurannya. Lalu, kata ini di-
Pada suatu waktu, kalian mengatakan bahwa gunakan untuk makna membakar dan meng-
Al-Qur'an adalah sihir dan Nabi Muhammad
saw adalah penyihir. Pada waktu yang lain, adzab.
kalian mengatakan bahwa Al-Qur'an adalah
{iq ';;i} dikatakan kepada mereka,
syair dan Nabi Muhammad saw. adalah penyair. t|j^URasakanlah siksaan bagi kalian ini. {;J*,fjr rL
Pada waktu yang lain lagi, kalian mengatakan It Siksaan ini yang dahulu selalu kalian
bahwa Al-Qur'an adalah perdukunan dan minta dengan nada mencemooh, meledeh dan
Nabi Muhammad saw. adalah dukun. Selain
mengolok-olok agar segera didatangkan di
itu terkadang kalian mengatakan bahwa
dunia.
Allah adalah Pencipta langit dan bumi, namun
Tafslr dan Penlelasan
pada waktu yang sama kalian melakukan
tindakan yang bertentangan dan bertolak Dalam bagian akhir surah Qaaf, Allah SWT
belakang dengan pernyataan kalian, yaitu menielaskan bahwa orang-orang musyrik tetap
keras kepala dan kukuh mengingkari adanya
dengan menyembah berhala-berhala sebagai
yaumul hasyr, sekalipun telah dipaparkan
sekutu bagi Allah SWT. Adapun yang berkaitan kepada mereka bukti-bukti yang nyata, kuat,
dan tidak terbantahkan. Oleh karenanya,
dengan ba'ts dan hari Kiamat, pada suatu
waktu kalian mengatakan bahwa tidak ada setelah itu tidak ada lagi yang harus dilakukan
selain mempertegas dakwah dengan sumpah.
ba'ts, namun pada waktu yang sama kalian
mengatakan bahwa berhala-berhala adalah Oleh karena itu, surah ini diawali dengan
pemberi syafaat kalian di sisi Allah SWT pada
sumpah.
hari Kiamat kelak.
"Demi (angin) yang menerbangkan debu,
{,+.i"i_;,,.U ,,*.i,.,b, orang yang dipalingkan dari dan awan yang mengandung (hujan), dan
(kapal-kapal) yang berlayar dengan mudah,
Rasulullah saw., atau dari Al-Qur'an, atau dari dan (malaikat-malaikat) yang membagi-bagi
urusan, sungguh, apa yang dijanjikan kepadamu
iman, ia adalah orang yang telah dipalingkan pasti benar, dan sungguh, (hari) pembalasan
dari hidayah sesuai dengan ilmu Allah SWT. p asti terj a di." (adz-Dzaariyaat: 1 -6)
Tidak ada yang lebih menyakitkan dari se- Di sini, Allah SWT bersumpah dengan
seorang yang telah dipalingkan dari hidayah sejumlah fenomena-fenomena alam yang
bergerak untuk mempertegas adanya ba'ts
Allah SWT. dan hasyr. Ba'ts dan hasyr adalah kondisi
{o r-t }.tt4ry tertat<natlah orang-orang yang pengumpulan manusia, kondisi yang tidak
suka berdusta dari kalangan mereka yang tenan& dan pemisahan di antara mereka
memiliki pandangan kontradiktif. 4:p ,lF
berada dalam kebodohan yang mengungkung
mereka. {;;u} lalai dari apa yang di-
perintahkan kepada mereka. $eY mereka
bertanya kepada Rasulullah saw. dengan
pertanyaan yang bernada mengolok-olok,