TAFSTRAL-MUNlR JrrrD 14
terbelahnya rembulan hanyalah fenomena tiada berguna bagi mereka. Berdasarkan
hal ini, kata maa yang terdapat pada ayat,
gerhana rembulan belaka.
$nt i; ri) adalah maa naafiyah.
6. Allah SWT mengancam mereka dengan
menegaskan bahwa setiap urusan pada Bisa juga itu adalah mao istifhaa'
akhirnya adalah pasti bersifat menetap
dan terikat pada setiap orang yang me- mi;ryah yang mengandung maksud celaan,
lakukannya. Kebaikan bersifat menetap
kecaman, dan cercaan. Dengan demikian
dan terikat pada para pelakunya di surga, maknanya adalah apa gunanya para pem-
dan kejelekan juga bersifat menetap dan beri peringatan atau peringatan-peringatan
terikat pada para pelakunya di neraka. itu bagi mereka, sedang mereka adalah
Setiap urusan pasti berakhir pada
orang-orang yang berpaling darinya?
suatu batas ujung bahwa urusan Nabi
Muhammad saw. akan berujung pada Kata an-Nuzur di sini bisa bermakna
al-lndzaar (peringatan-peringatan) atau
suatu batas yang diketahui hakikat urusan bentuk jamak dari nadziir [pemberi per-
tersebut. Demikian pula halnya dengan ingatan).
urusan mereka yang menetap dan ber-
10. fika memang seperti itu adanya sikap
sikukuh di atas kebatilan dan kehinaan. orang-orang kafir, berpalinglah kamu
7. Orang yang telah memberi peringatan wahai Muhammad dari mereka. Kamu
sudah tidak bisa disalahkan lagi. Telah tidak perlu lagi meladeni mereka dalam
datang kepada orang-orang kafir berita-
berita para umat terdahulu yang se- perbantahan dan perdebatan. Kamu tidak
perlu bertanya tentang mereka dan hal
benarnya itu sudah cukup untuk me-
ihwal mereka. Ingatlah hari saat sang
nyadarkan dan mencegah mereka dari penyeru, yaitu Malaikat Israfil a.s. me-
kekafiran seandainya mereka mau me-
nerimanya. Rasulullah saw. juga telah nyeru kepada sesuatu yang sangat me-
menginformasikan kepada mereka ten-
ngerikan dan seolah-olah diri mereka
tang sudah semakin mendekatnya waktu tidak memercayainya karena begitu
Kiamat, membeberkan dalil dan bukti dahsyat kengerian-kengeriannya, yaitu
situasi hisab dan hari Kiamat.
yang membuktikan kebenaran beliau, me- 11. Pada hari Kiamat, orang-orang kafir ke-
luar dari kuburan mereka dalam keadaan
nasihati mereka dengan memaparkan hal tertunduk lesu, berdatangan secara ber-
dan keadaan para umat terdahulu serta gelombang banyak sekali penuh dengan
hiruk pikuk. Mereka laksana koloni-koloni
kengerian-kengerian akhirat.
belalang yang bertebaran di setiap tempat.
B. Berita-berita yang terdapat dalam Al- Dalam ayat lain, Allah SWT berfirman,
Qur'an atau Al-Qur'an itu sendiri adalah
suatu hikmah yang agung dan mencapai "Pada hari itu manusia seperti laron
puncak tertinggi kesempurnaan dari yang beterbangen." (al'Qaari'ah: 4)
segala aspeknya. Al-Qurthubi mengatakan ayat 4 surah
9. fika orang-orang kafir tetap mendusta- al-Qaari'ah dan ayat 7 surah al-Qamar
kan, tidak memercayai, mengingkari, me-
nentang, membangkang, keras kepala, adalah dua gambaran untuk dua waktu
pongah, angkuh, dan tetap bersikukuh
di atas kekafiran mereka, para pemberi atau momen yang berbeda.
peringatan atau peringatan-peringatan itu
Ayat 4 surah al-Qaari'ah menggam-
barkan waktu keluar dari kubur. Mereka
TATSIRAL.MUNIR IITID 14
keluar dari kubur dalam keadaan kaget "sebelum merekA, kaum Nuh juga tehh I
diliputi kebingungan dan kekalutan tidak
tentu arah dan tidak tahu ke mana arah mendustakan (rasul), maka mereka mendustakan I
tujuan yang harus mereka tuju, sehingga hamba Kami (Nuh) dan mengatakan,'Dia orang
suasananya pun penuh dengan hirukpikuk 1
gila!' Lalu diusirnya dengan ancaman. Malu dia
dan kacau balau. Ketika itu, mereka laksana I
(Nuh) mengadu kepada Tuhannya,'Sesungguhnya
serangga-serangga kecil yang beterbangan aku telah dikalahkan, maka tolonghh (aku)lKami I
bukakan pintu-pintu langit dengan (menurunkan)
ke sana ke mari tidak tentu arah. air yang tercurah, dan l{ami jadikan bumi me- i
nyemburkan mata-mata air makabertemuhh (air- i
Sedangkan ayat 7 surah al-Qamar air) itu sehingga (meluap menimbulkan) keadaan
(bencana) yangtelah ditetapkan. Dan Kami angkut )
menggambarkan keadaan mereka ketika dia (Nuh) ke atas (lapal) yang terbuat dari papan
dan pasah yang berlayar dengan pemeliharaan I
mendengar sang penyeru, lalu mereka (pengawasan) Kami sebagai balasan bagi orang yang
telah diingkari (kaumnya). Dan sungguh, kapal itu I
pun mulai berjalan menuju ke arah sang telah Kami j adikan seb agai tanda (pehj aran). Maka I
I
penyeru tersebut. Ketika itu, mereka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?
adalah laksana belalang yang bertebaran Maka betapa dahsyatnya adzab-Ku dan peringatan-
karena belalang memiliki arah yang dituju.
Ku! Dan sungguh, telahKami mudahkanAl-Qurhn
Mereka ketika itu, berialan dengan untuk peringatan, rnaka adakah orang yang mau
cepat-cepat dan tergesa-gesa seraya me- mengambil pelajaran?" (al-Qamar: 9-U)
ngatakan bahwa sesungguhnya hari Kia-
mat adalah hari yang sangat berat dan
sulit karena beratnya beban mereka alami.
PEMAPARAN KEMBALI KISAH.KISAH PARA Qhaa'aat
UMAT TERDAHULU YANG MENDUSTAKAN
PARA RASUL SECARA LEBIH DETAIL {r:l.ii} dibaca:
Surah aFQamar Ayat 9 - 17 lt.-iiy ini adalah bacaan lbnu Amir.
J:";)\\I;E9'63 $?trKd ' .t77 ,) i// ('i''"F'
)ArwEAt+6L# ?5'4C12.,.)l 4i;; ini adalah bacaan Ibnu Katsir; Ibnu
"6 rgVit
Dzakwan, Hamzah, dan al-Kisa'i.
"iA-efi\'6EW ad\Wg"#e,
4iriir):
ub;k?@WdtqleiJis$3i
lirjry Ibnu Katsirdan Hamzah membacanya
@fiirsaf:-U54ssg5'b?ilit, secara waqaf.
6t|it6\(fr.^*g ji; o:Gi,( l'taab
f;tup air {d,*i js' i"nrida}daylaanhgjednimisak(csoumdkmaonndennougna)n.
Seandainya tidak seperti itu, tentu redaksi
yang ada berbunyi, al-Maa'aani (dua air), yaitu
air yang diturunkan dari langit dan air yang
dipancarkan dari bumi.
Kata maa'un aslinya adalah mawahun,
karena bentuk jamak taksiirnya adalah
amwaahun, sedangkan bentuk toshghiirnya
[diminutif) adalah muwaihun. Karena tashg hiir 4-''1rt1i:tt *iil;ty Ini adalah ungkapan
danjamak taksifrmengembalikan kata kepada kinayah tentang bahtera yang terbuat dan
bentuk asalnya. Lalu huruf wawunya diganti tersusun dari papan kayu dan paku.
alif karena wawu tersebut hidup sementara Mufradaat Lu$hawffiah
huruf sebelumnya dibaca fat-hah,lalu huruf (;rt) Mendustakan, mengingkari dan
tidak memercayai para rasul. (il$) sebelum
ha diganti hamzah sehingga menjadi maa'un. kaummu Muhammad, Quraisy. (c; iIF kaum
(!t;) kata jazaa'an dinashabkan oleh Nabi Nuh a.s.. Di sini, digunakari bentuk /i'il
fi'il yang diasumsikan keberadaannya yakni mu'annats, kadzdzabat karena mempertim-
bangkan aspek makna kata qaum bukan dari
ughriquu intishaaran atau ughriquu'iqaaban.
sisi redaksinya.
4{.- e.g,y tata muddakir asalnya adalah
4U+ r;i<F maka mereka mendustakan
mudztakir mengikuti wazan,mufra'il dari akar hamba Kami, yaitu Nabi Nuh a.s.. Ini adalah
kalimat uraian lebih laniut setelah kalimat
l<ata adz-Dzikr. Lalu karena huruf dzal ad'alah
yang berbentuk global. (i")tib ditegu4, di-
huruf majhuurah, sementara huruf ta' adalah larang, dan dicegah dari menyampaikan
huruf mahmuusah, orang Arab mengganti risalah, dengan berbagai bentuk gangguan
seperti cacian, umpatan, cibiran, hujatan, dan
huruffa' dengan sebuah hurufyang serumpun
yang lainnya.
makhrajnya dengan huruf ta' namun sifat-
nya sama dengan huruf dzal, yaitu huruf )b4'e; J;;ej;ylalu Nabi Nuh a.s. pun
majhuurah dan huruf tersebut adalah huruf mengadu kepada Tuhannya, "Bahwasanya aku
dal sehingga menjadi mudzdakir. Lalu huruf ini telah dikalahkan oleh kaumku. Maka dari
dzal diidghamkan ke dalam huruf dal karena itu, balaslah mereka." Hal ini terjadi ketika Nabi
Nuh a.s, sudah merasa putus asa dan tidak lagi
kemiripannya sehingga menjadi muddakir.
Bisa juga huruf dal diidghamkan ke dalam melihat adanya harapan mereka mau beriman.
huruf dzal sehingga menjadi mudzdzakir dan Ada keterangan yang menyebutkan bahwa
ada salah seorang dari mereka bertemu Nabi
ini adalah salah satu versi bacaan.
Nuh a.s., lalu orang itu mencekik Nabi Nuh
{ri, *t:;'oG -rSrY kata (-+r} bisa sebagai
khabarnya {irr} jika memang kaana di sini a.s. hingga ia terjatuh pingsan tidak sadarkan
diri. Lalu ketika sudah tersadax, ia pun ber-
adalah kaana naaqishah. doa, "Ya Allah, ampunilah kaumku, karena se-
Kata nuzur bisa bermakna al-lndzaar sungguhnya mereka tidak tahu."
[peringatan) atau bentuk jamak dari an- (fY YalF tertumPah dengan deras
sekali. (Gri; g\t i';rt! dan Kami buat bumi
Nadziir fpemberi peringatan) seperti kata
raghiif yangbentuk jamaknya adalah rughuf. seluruhnya seakan-akan berubah menjadi
{;n}Bisa juga kata di sini berkedudukan sumber-sumber mata air. Asalnya adalah
berbunyi, 'fajjarnaa 'uyuunal ardhi (Kami
sebagai haal, sedangkan {ir<} adalah kaana
memancarkan sumber-sumber mata air bumi).
taammah yang tidak membutuhkan khabar, Lalu bentuk redaksinya diubah dengan tujuan
sedangkan kata (u,r;y menjadi/aa'ilnya. untuk memberikan makna al-Mubaalaghah
Balaa$hah [intensifikasi).
4i "a ,t:-;lt -tri (5) Di sini terdapat
isti'aarah tamtsiiliyyah. Yaitu, curahan air
hujan dari awan diserupakan dengan aliran
sungai-sungai karenanya pintu-pintu langit
terbuka.
-]
(,rjr ji6p lalu air yang tertumpah ruah ((;:i) dan sungguh Kami benar-benar I
telah memudahkan Al-Qur'an. {f4} sebagai
dari langit dan air yang menyemburat dari I
bahan pelajaran, renungan, dan nasihat ,4f."1\
bumi pun bertemu. {;l I ii *y untuk suatu maka adakah kiranya orang yang mengambil
urusan atau hal yang telah ditetapkan pada pelajaran dan nasihat-nasihatnya?
waktu azali, yaitu kebinasaan mereka dengan
Persesualan Ayat
cara tenggelam.
Setelah Allah SWT menyebutkan secara
(,fu;F dan Kami angkut Nuh a.s.. global berita-berita tentang umat-umat ter'
4.'': rt1i :tt eY dan Kami angkut Nuh a.s. ke dahulu yang mendustakan para rasulnya
atas liahtera yang terbuat dari papan kayu dengan tujuan supaya bisa meniadi teguran dan
peringatan, Allah SWT kembali menyebutkan
dan paku. Maksudnya adalah bahwa bahtera sebagian berita-berita tersebut secara lebih
tersebut sangat kuat dan kukuh. Kata dusur detail. Di sini, akan disebutkan empat kisah,
adalah bentuk jamak dari, disaar seperti kata yaitu kisah kaum Nuh a.s., bangsa Ad, bangsa
kutub merupakan bentuk iamak dari kitaab.\
Tsamud, dan kaum Luth a.s., dengan dua
4*\sf bahtera itu berlayar di bawah peng'
tujuan. Pertama, menjelaskan bahwa keadaan
lihatan, pengawasan, pemeliharaan, peng- dan kondisi Rasulullah saw. tidak jauh berbeda
awalan dan penjagaan Kami. {"';*} mereka itu
dengan keadaan dan kondisi para rasul ter'
4fditenggelamkan sebagai hukuman. :,G ,SY dahulu dengan kaumnya. Kedua, sebagai an'
caman dan intimidasi terhadap orang'orang
demi orang yang diingkari, yaitu Nabi Nuh a.s.. musyrik dari penduduk Mekah dan yang lain-
Maksudnya adalah mereka itu ditenggelamkan nya atas sikap mereka yang mendustakan dan
tidak memercayai Rasul mereka.
sebagai hukuman terhadap mereka yang telah
Tafslr dan Penfelasan
ingkar dan kafir terhadap Nabi Nuh a.s..
"sebelum mereka, kaum Nuh iuga telah
Ada versi bacaan yang membaca dalam
mendustakan (rasul), maka mereka mendusta'
bentuk mab nii ma'luum, yakni kafara. Sehingga kan hamba Kami (Nuh) dan mengatakan,'Dia
maknanya adalah sebagai balasan bagi orang- orang gila!' Lalu diusirnya dengan ancaman."
(al-Qamar:9)
orang yang kafir.
Sebelum kaummu Muhammad, kaum
(66, j;y aan sungguh Kami benar-
Nabi Nuh a.s. telah mendustakannya. Mereka
benar membiarkan bahtera itu atau tindakan mendustakan dan tidak memercayai hamba
itu. {{1} untuk menjadi sebuah ayat, tanda, Kami; Nuh a.s.. Mereka menuduhnya gila,
dan bukti bagi orang yang mau menjadikannya mereka menghardik, melarang, menghalang-
sebagai bahan perenungan dan pelajaran. halangi, mengintimidasi, menero4 dan
[f.f c ;i) maka adakah kiranYa orang mengancamnya agar jangan menyampaikan
dalnryah, dengan menggunakan berbagai
yang mau mengambil pelajaran, nasihat, dan macam bentuk gangguan, cacian, intimidasi,
dan teroX, seraya berkata, seperti yang tertera
hikmah? {rli, *.t; tG -r$y betapa dahsyatnya dalam firman Allah SWX,
adzab-Ku dan betapa kerasnya peringatan-
peringatan-Ku kepada mereka tentang ada-
nya adzab sebelum adzab itu datang. Ini
adalah kalimat pertanyaan yang mengandung
makna kedahsyatan, ancaman, dan sekaligus
pengukuhan untuk membuat orang-orang
mengakui bahwa terjadinya adzab Allah SWT
yangmenimpa orang-orangyang mendustakan
Nabi Nuh memang sudah pada tempatnya.
TArsrRAr-MUNIR )ItID
"M ereka berkata,'Wahai N uh! Sungguh, iika "Lalu Kami bukakan pintu-pintu langit
engkau tidak (mau) berhenti, niscaya engkau dengan (menurunkan) air yang tercurQh."a2
termasuk orang yang diraiam (dilempari batu (al-Qamar: 11)
sampai mati)."' (asy-Syu'araa' : 1 16)
Kami pun menumpahkan air yang me-
Fungsi penyebutkan kalimat, "Maka
limpah ruah lagi deras kepada mereka. Ayat
mereka mendustakan hamba Kami (Nuh),"
setelah kalimat, "Sebelum mereka, kaum Nuh ini sebagai ungkapan maiaz tentang begitu
juga telah mendustakan (rasul)," untuk men- banyaknya air yang tertumpah dari langit
jelaskan sesuatu yang umum, yaitu men-
dustakan para rasul semuanya, lalu diikuti dengan begitu deras. Seperti perkataan hujan
dengan penjelasan yang lebih khusus dan
spesifi[ yaitu mendustakan Nabi Nuh a.s.. yang deras dan lebat, iarat mayaaziibus
Maksudnya adalah mereka mendustakan para samaa'i wa futihat abwaabul qurab (talang-
rasul semuanya, maka dari itu mereka men- talang langit mengalir dan pintu-pintu lapisan
air dibuka).
dustakan Nabi Nuh a.s..
"Dan Kami jadikan bumi menyemburkan
Penggunaan kata hamba Kami adalah matq-mata air, maka bertemulah (air-air) itu
sebagai bentuk penghormatan dan pemuliaan sehingga (meluap menimbulkan) keadaan (ben-
kepada Nabi Nuh a.s., sekaligus untuk mem- cana) yang telah ditetapkani'(al'Qamar: 12)
berikan catatan bahwa Nabi Nuh a.s. pada waktu
Kami jadikan bumi semuanya menjadi
itu telah mewujudkan dan merealisasikan sumber mata air yang terpancar deras. Lalu,
maksud dan tujuan dari penciptaan manusia. bertemulah air langit dan air bumi untuk suatu
Pada masa itu di muka bumi tidak ada yang urusan yang telah ditetapkan atas mereka
menyembah Allah SWT selain Nabi Nuh a.s., sejak azali karena apa yang telah diketahui
oleh Allah SWT dari tingkah laku mereka. Ini
mereka pun mendustakannya. adalah dalil yang menunjukkan hukuman dan
"Maka dia (Nuh) mengadu kepada Tuhan' pembalasan terhadap mereka.
nya,'sesungguhnya aku telah dikalqhkan, maka
tolonglah (aku).'" (al-Qamar: 10) Kemudian, Allah SWT menjelaskan bagai-
mana Nabi Nuh a.s. diselamatkan,
Lalu Nabi Nuh a.s. pun mengadu kepada
"Dan Kami angkut dia (Nuh) ke atas
Allah SWT seraya berdoa, "Sesungguhnya
(kapal) yang terbuat dari papan dan pasak."
hamba adalah orang yang lemah dan tiada (al-Qamar:13)
memiliki daya untukmelawan dan menghadapi
Kami angkut Nabi Nuh a.s. di atas bahtera
orang-orang itu. Oleh karena itu, ya Allah yang terbuat dari papan-papan kayu dan paku.
tolong dan menangkanlah agama-Mu, balaslah Kata (ar;fi ..r;| berarti papan kayu. Sedangkn
mereka untuk hamba dengan hukuman dari
kata (r;) berarti paku yang digunakan untuk
sisi-Mu."
merekatkan papan-papan tersebut. Kalimat
Nabi Nuh a,s. memohon Pertolongan
dan kemenangan atas mereka, setelah ia yang ringkas ini merupakan bagian dari
mengetahui secara pasti kedurhakaan, sikap bentuk kefasihan dan keindahan bahasa.
keras kepala, pembangkangan, keangkuhan,
42 Huruf ba' pada kata bi maa'in adalah huruf ba' yang
dan kekukuhan mereka di atas kesesatan.
berfungsi menuniukkan makna alat, seperti perkataan,
Kemudian, Allah SWT pun memperkenankan fatahtu al-Baaba bil miftaahi (aku membuka pintu dengan
doa Nabi Nuh a.s. itu seraya berfirman, kunci), yaftahu Allaahu laka bi khairin (semoga Allah swt.
membukakan untukmu dengan kebaikanJ.
=-t
Di antara padanan ayat ini adalah Qatadah menjelaskan Allah SWT mem-
biarkan bahtera Nabi Nuh a.s. tetap ada
"Maka Kami selamatkan Nuh dan orang-
orang yong berada di kapal itu." (al-Ankabuut: hingga ditemukan dan diketahui oleh generasi
1s) pertama umat ini.
"Yang berlayar dengan pemeliharaan Apa yang dikatakan oleh Qatadah ter-
(pengawasan) Kami sebagai balasan bagi sebut ditanggapi oleh Ibnu Katsir seperti
orong yang telah diingkari (kaumnya)." [al- berikut, makna yang kuat adalah bahwa yang
Qamar:14)
dimaksudkan di sini adalah jenis bahtera (bah-
Bahtera itu berjalan dan berlayar di bawah
pengawasan, pemeliharaan, pengawalan, dan tera secara umum), bukan spesifik bahtera
penjagaan dari Kami, sebagai balasan terhadap Nabi Nuh a.s.. Seperti firman Allah SWT,a3
mereka atas kekafiran mereka kepada Allah
SWT sekaligus sebagai kemenangan untuk Nabi "Dqn suatu tanda (kebesaran Allah) bagi
Nuh a.s.. Nabi Nuh a.s. adalah sebuah anugerah mereka adalah bahwa Kami angkut keturunan
dari Allah SWT dan mendustakannya adalah mereka dalam kapal yang penuh muatan, dan
Kami ciptakan (juga) untuk mereka (angkutan
sebuah sikap mengingkari nikmat tersebut,
tidak mengakuinya, dan tidak mensyukurinya. lain) seperti apa yang mereka kendarai?"
Ini sebagai dalil yang menunjukkan (Yaasiin:41-42)
bahwa melakukan usaha yang optimal untuk "Sesungguhnya ketika air naik (sampai
mewujudkan hasil adalah suatu hal yang ke gunung), Kami membawa (nenek moyang)
menjadi keniscayaan. Hal itu membutuhkan
pertolongan, perlindungan, dan penjagaan kamu ke dalam kapal, agar Kami jadikan
(peristiwa itu) sebagai peringatan bagi kamu
dari Allah SIvlIT.
dan agar diperhatikan oleh telinga yang mau
Kemudian, Allah SWT menjelaskan Dia mendeng ar." (al-Haaqqah: 1 1- 12)
membiarkan bahtera itu tetap ada supaya Oleh karena itu, di sini Allah SWT
bisa menjadi bahan pelajaran, nasihat, dan berfirman, "maka, adakah orang yang mau
perenungan bagi orang-orang yang datang
mengambil pelajaran?"
setelah mereka,
"Maka betapa dahsyatnya adzab-Ku dan
"Dan sungguh, kapal itu telah Kami jadikan p ering atan-Kul" (al-Qamar: 16)
sebagoi tanda (pelajaran). Maka adakah orang
yang mau mengambil pelajaran?" (al-Qamar: Lihat dan perhatikanlah oleh kalian, bagai-
1s) mana adzab-Ku terhadap orang yang kafir ter-
hadap-Ku, mendustakan rasul-rasul-Ku dan
Sungguh Kami benar-benar membiarkan tiada mau mengambil pelajaran dari apa yang
bahtera itu tetap ada supaya hal itu bisa menjadi dibawa oleh para pemberi peringatan yangAku
nasihat, bahan pelajaran, dan perenungan bagi utus. Lihatlah bagaimana Aku menolong dan
orang-orang yang mengambil pelajaran, Atau, memenangkan para rasul-Ku dan membalas
sungguh Kami jadikan tindakan yang Kami musuh-musuh mereka. Dan lihatlah bagaimana
peringatan-peringatan- Ku itu?
perbuat terhadap mereka itu sebagai bahan
Istifhaam atau pertanyaan dalam ayat
pelajaran dan nasihat. Adakah orangyang mau
ini adalah pertanyaan kecaman, cercaan,
mengambil pelajaran dan nasihat dari ayat
intimidasi, dan menciptakan nuansa rasa
tersebut?
43 Tafsir lbnu Katsir, 4/264.
takut. Di sini kata 'adzaab disebutkan dalam agar dengan itu engkau dapat memberi kabar
bentuk tunggal, sementara kata an-Nuzur gembira kepada orang-orang yang bertakwa,
disebutkan dalam bentuk jamak untuk meng- dan agar engkau dapat memberi peringatan
isyaratkan kepada sebuah pengertian bahwa kepada kaum yang membangkang." (Maryam:
rahmat Allah SWT mengalahkan murka-Nya. e7)
Pemberian peringatan adalah sebuah bentuk
belas kasihan dan rahmat. Abdullah bin Abbas r.a. mengatakan,
"Dan sungguh, telah Kami mudahkan Al' "Seandainya bukan karena Allah SWT Yang
Qur'an untuk peringatan, maka adakah orang telah memudahkan Al-Qur'an bagi lisan
yang mau mengambil pelajaran?" (al'Qamar: manusia, niscaya tidak ada seorang pun
L7)
makhlukyang mampu membaca dan berbicara
Sungguh Kami benar-benar telah men- dengan firman Allah SWTI'
jadikan Al-Qur'an mudah untuk dihafal, me-
mudahkan lafazhnya untuk diucapkan dan Hikmah di balik pengulang-ulangan
memudahkan maknanya untuk dipahami ayat, "Dan sungguh, telah Kami mudahkan Al-
bagi orang yang menginginkannya. Itu semua Qur'an," adalah untuk selalu mengingatkan
supaya manusia bisa senantiasa ingat, sada[
mempelajari, dan mengambil pelajaran dari agar mau mengambil pelajaran nasihat, mem-
Al-Qur'an. Adakah orangyang mau mengambil
pelajari, dan mengetahui bagaimana umat-
nasihat dari nasihat-nasihat Al-Qur'an umat terdahulu diadzab, supaya bisa memetik
pelajaran dari keadaan dan nasib mereka.
serta mengambil pelajaran dari pelaiaran-
Begitu juga dengan pengulang-ulangan
pelajarannya? ayat, "Maka nikmat Tuhanmu yang manakah
yang kamu dustakan?' dalam surah ar-
Yang lebih tepat lagi bahwa maksud ayat
Rahmaan, dan penyebutan banyak sekali ayat
ini adalah Kami mudahkan Al-Qur'an untuk atau tanda-tanda kekuasaan Allah SWT dalam
pelajaran, perenungan, dan nasihat karena
isinya yang penuh dengan nasihat-nasihat surah al-Mursalaat, supaya semua itu benar-
serta keterangan-keterangan yang sangat benar selalu tergambar dengan jelas dalam
hati dan pikiran serta selalu diingat di setiap
jelas, meyakinkan, mencukupi dengan lengkap
waktu dan kesempatan.
dan komplet.
Begitu juga dengan kisah-kisah dalam
Ayat ini mengandung aniuran dan ayat ini, berapa banyak diulang-ulang pe-
dorongan untuk mempelajari Al-Qur'an, selalu nyebutannya dalam Al-Qur'an dengan berbagai
membacanya dan bersegera untuk mem- bentuk ungkapan yang beragam, terkadang
pelajarinya, sebagaimana firman Allah SWT disebutkan secara ringkas, detail dan panjang.
Karena pengulang-ulangan dapat menjadikan
dalam ayat,
apa yang diulang-ulang benar-benar ter-
"Kitab (Al-Qur'an) yang Kami turunkan tancap kuat dalam jiwa dan mengingatkan
kepadamu penuh berkah agar mereka kembali orang yang lupa agar tersadar bahwa
setiap tempat dari Al-Qur'an yang disebutkan
menghayati ayat-ayatnya dan agar orang- kembali mengandung suatu faedah lebih yang
tidak ditemukan dan diketahui di tempat yang
orang yang berakal sehat mendapat pelaj aran."
(Shaad:29) lain.aa
"Maka sungguh, telah Kami mudahkan (Al' 44 Gharaa'ibul Qur'aan, karya an-Naisaburi,27 /52.
Qur'an) itu dengan bahasamu (Muhammad),
t\--------
Flqlh Kehldupan atau Hukum-Hukum untuk melakukan dakwah kepada me-
Ayat-ayat di atas menjelaskan sejumlah reka, ia pun mengadu dan berdoa kepada
hal sebagai berikut. Tuhannya, "Sesungguhnya aku telah di-
kalahkan, maka tolonglah (aku)." Yakni,
L. Nabi Nuh a.s. pada masa itu dan pada awal
mereka telah mengalahkanku dengan sikap
dakwahnya adalah satu-satunya manusia pembangkangan mereka, maka tolonglah
yang beribadah menyembah kepada Allah hamba dan menangkanlah hamba.
SWT dan kaumnya adalah umat pertama
yang mendustakan para rasul. Oleh ka- 4. Allah SWT pun memperkenankan doa Nabi
rena itu, Allah SWT memberikan sebuah
kehormatan dan pemuliaan kepada Nabi Nuh a.s. dan menginstruksikan kepadanya
Nuh a.s. dengan kalimat, {(i;} (hamba supaya membuat bahtera. Kemudian,
Allah SWT pun menenggelamkan mereka
Kami). menggandeng kata 'abd (hamba) dengan banjir maha dahsyat yang ter-
bentuk dari kombinasi antara air hujan
kepada Allah SWT adalah sebuah bentuk
pemuliaan dan penghormatan dari-Nya. yang sangat lebat dan ditumpahkan
dari awan dengan air yang memancar
Pemilihan kata 'abd di sini lebih kuat
dari dalam bumi. Kedua air itu pun
dalam menunjukkan kebenaran Nabi Nuh
bertemu, yaitu air dari langit dan air dari
a.s. dan buruknya sikap mereka yang men- dalam bumi, untuk suatu hal yang telah
dustakan daripada jika menggunakan kata ditetapkan dan diputuskan olehAllah SWT
sejak azali karena Allah SWT mengetahui
rasuulanaa (rasul KamiJ.
sikap mereka yang mendustakan.
2. Mereka menyebut Nabi Nuh a.s. sebagai
5. Allah SWT pun menyelamatkan Nabi Nuh
orang majnun (orang yang gila) karena a.s. beserta orang-orang yang beriman
mereka melihat Nabi Nuh a.s. menda- bersamanya dengan mengangkut mereka
tangkan ayat-ayat untuk membuktikan
kebenarannya, yang mereka tidak akan di atas bahtera yang dibuat dari papan
mampu menandinginya dan tidak akan kayu dan direkatkan dengan paku, di
bawah pengawasan, pengawalan, dan
mampu mendatangkan hal serupa.
penjagaan Allah SWT.
Allah SWT menginformasikan Nabi
Nuh a.s. dengan kalimat, "Lalu diusirnyo Allah SWT menjadikan semua itu
dengan encamen." yang menunjukkan
bahwa mereka berupaya sekuat tenaga sebagai ganjaran dan pahala bagi Nabi
mencegah dan menghalang-halangi Nabi
Nuh a.s. dari menyampaikan dakwahnya, Nuh a.s. atas kesabaran dan ketabahannya
dengan mencaci-maki, mencibir; menginti- menghadapi berbagai bentuk gangguan
kaumnya yang ingkar dan kafir kepada
midasi, menerof,, dan mengancamnya de- risalahnya, sekaligus sebagai hukuman
ngan pembunuhan pada dirinya. Atau bisa terhadap orang-orang kafir atas kekafiran
juga kalimat ini adalah menceritakan per-
kataan mereka, yakni mereka berkata, "Nuh mereka terhadap Allah SWT.
adalah orang majnun yang diganggu oleh 6. Allah SWT menjadikan tindakan itu atau
jin." Ar-Razi menjelaskan bahwa versi tafsir bahtera tersebut sebagai bahan pelajaran
yang pertama adalah yang lebih shahih.
dan perenungan. Adakah orangyang meng-
3. Tatkala mereka berupaya mencegah dan
ambil pelajaran, perenungan, dan takut?
menghalang-halangi Nabi Nuh a.s. me-
nyampaikan dakwah sehingga kesulitan Qatadah menjelaskan bahwa Allah
SWT membiarkan bahtera itu tetap awet
dan terdapat di Baqirda agar bisa men-
jadi pelajaran, ayat, dan bukti, sehingga iise;'sl(J{affi#y 36
bisa dilihat oleh generasi pertama umat
ini. Berapa banyak bahtera yang dibuat "Kaum Ad pun telah mendustakan. Maka
setelah bahtera Nabi Nuh a.s., namun
b etap a dahsy atny a adzab -Ku dan p eringat an- Ku !
semuanya rusak dan musnah. Sesungguhnya Kami telah mengembuskan angin
yang sangat kencang kepada mereka pada hari
7. Kisah Nabi Nuh a.s. dengan kaumnya ini di- nah as y ang terus- menerus. y ang membuat manusia
bergelimpangan, mereka bagaikan pohon-pohon
kisahkan oleh Allah SWT dengan dua hal. kurma yang tumbang dengan akar-akarnya. Maka
b etap a dah sy atny a adzab -Ku dan p eringatan -Ku!
Pertama, lihat dan perhatikanlah Dan sungguh, telah Kami mudahkan Al-Qurhn
untuk peringatan, maka adakah orang yang mau
bagaimana adzab dan peringatan ter- mengambil pelaj aran? " (al-Qamar: 19 -22)
sebut? Ini sebagai peringatan bagi semua
l'raab
manusia.
4t;'; Qry kata 4t,";Y asalnya adalah
Kedua, sungguh, Allah SWT benar- shirrar. Lalu karena ada tiga huruf ra'
benar telah memudahkan Al-Qur'an untuk berkumpul, orang Arab mengganti ra' yang
dijadikan pelajaran dan nasihat, atau kedua dengan huruf shad, sehingga menjadi,
untuk diingat dan dihafal, serta membuat sharshar, Seperti kata raqraqa asalnya adalah
raqqaqa,lalu karena di sini ada tiga huruf qaf
orang yang ingin menghafalnya diberi berkumpul, huruf qaf yang kedua diganti ra',
kemudahan untuk menghafalnya. untuk menghindari beratnya pengucapan.
f j#i} di sini
Sa'id bin |ubair berkata, "Di antara 4.f kata (#F vr"e
kitab-kitab Allah SWT tidak ada yang sifat untuk kata
dibaca dengan cara dihafal seluruhnya menjadi (.1-) disebutkan
kecuali hanya Al-Qur'an." dalam bentuk mudzakkar, karena kata {.1-}
Ini menunjukkan bahwa Allah SWT mem- memang bisa diposisikan sebagai mudzakkar
berikan fasilitas dan kemudahan kepada umat
ini untuk menghafal dan menjaga kitab-Nya dan mu'annafs. Dari itu, dalam ayat lain, yaitu
supaya mereka mempelajari, merenungi, dan
memahami isinya. Adakah pembaca yang mau ayat7 surah al-Haaqqah ,4!16 lX'l*t$ kata ini
membacanya? Adakah orang yang mengambil
pelajaran dan nasihat darinya? diposisikan sebagai mu'ennqts, sehingga kata
Ayat ini disebutkan secara berulang-ulang yang menjadi sifatnya berbentuk mu'annats
dalam surah ini supaya benar-benar diperhati-
kan dan dipahami betul-betul, sebagaimana juga. Kaidahnya adalah setiap kata dari lsim
yang sudah pernah disinggung di atas.
jins (common noun) antara bentuk tunggal dan
jamaknya dibedakan dengan ta' marbuuthah,
u*m* n*nffi r*p Wtt, titilsl ltus &$, seperti nakhl, sy aj a r dansidr b oleh diposisikan
sebagai mudzakkar dan mu'annats.
Surah al-Qamar Ayat LB - 22
4'rji;\4rx -\itffi 3( J{:t',6 4K Balaaghah
)Er[f m15#,*;;-a.fr-#G-;He 4\ir.;,1 i,W -j;i #VY di sini terdapat tasybiih
mursal mujmal yang wajhusy syabahnya ftitik
persamaannya) tidak disebutkan.
rnJt'"el-u'"-tll":"r+- - -- ,**,n,, ,'i,,,i .*,,rt' ' " 'tuill"'"T3Ti'
Mufradaat Lu$hawlyYah maksud kecaman, cercaan, intimidasi, dan
(!6 ;it} bangsa Ad mendustakan nabi ancaman.
mereka, yaitu Nabi Hud a.s., mereka pun Adapun dalam kisah bangsa Tsamud,
kalimat tersebut hanya disebutkan sekali
mengintimidasi, meneroI dan menyiksa- dan tuiuannya adalah sama seperti maksud
nya. {r3ii *ti ots ;fii} maka lihat dan per- dan tujuan kalimat yang disebutkan pertama
pada kisah bangsa Ad, yaitu untuk menarik
hatikanlah bagaimana adzab-Ku dan bagai- perhatian supaya memerhatikan apa yang
mana sebelum adzab-Ku turun, Aku telah
disampaikan. Hal ini bermaksud untuk al-
memperingatkan mereka tentang adzab ter-
Ikhtishaar (peringkasan kata-kata).
sebut. Atau, bagaimana Aku jadikan adzab
Sedangkan dalam kisah Nabi Nuh a.s',
yang Aku timpakan kepada mereka itu sebagai
kalimat ini hanya disebutkan sekali dan
peringatan bagi orang-orang yang datang
tujuannya adalah sama seperti maksud dan
setelah mereka. tujuan dari kalimat yang disebutkan kedua
kalinya pada kisah bangsa Ad di atas, yaitu
4t;'; *r) angin yang bergemuruh sangat sebagai kecaman, cercaan, intimidasi, dan
4fkeras, kencang, dan sangat dingin'
f;- Cb ancaman, dan ini dimaksudkan untuk al-
hari yang sial dan penuh dengan kemalangan.
Ikhtishaar (meringkas kata-kata). I
4';:Y yang kesialan dan kemalangannya ber-
Mungkin iuga, kalimat ini disebutkan I
sifat kontinu hingga membinasakan mereka. I
sebanyak dua kali dalam kisah bangsa Ad,
(,i"6, fi yang mencabut orang-orang dari I
karena sikap angkuh dan kedurhakaan me-
tempat mereka, lalu menghempaskan dan reka yang sangat keterlaluan. fuga karena ke-
sombongan dan kepongahan mereka yang
membanting mereka hingga jatuh. 3 i #VY sangat keterlaluan yang dituniukkan oleh
perkataan mereka seperti tertulis dalam ayat
4l P seakan-akan mereka laksana pangkal
15 surah Fushshilat, "siapakah yang lebih
batang pohon kurma yang tercabut dari lubang
i+ (;hebat kekuatannYa dari kami?".
tempat ia tertancap. Mereka diserupakan
4{a e P oiit *iiiY t<ata {r::l
dengan pohon kurma karena mereka memiliki
postur tubuh yang tinggi. Kata al-Munqa'ir maknanya adalah mutta'izh yaitu orang yang
berarti yang tercerabut dari pangkal akarnya' mengambil pelajaran dan nasihat. Makna
firi, *tt'rG -r51b kalimat ini diulang lagi ayat ini sebagaimana yang sudah pernah
disebutkan di atas adalah sungguh Kami
dengan tujuan untuk memunculkan nuansa
benar-benar telah memudahkan Al-Qur'an
pencekaman. Atau kalimat ini disebutkan untuk menjadi bahan pelajaran, perenungan,
sebanyak dua kali dalam kisah bangsa Ad di dan nasihat karena isinya yang penuh dengan
sini, karena kalimat yang disebutkan pertama
nasihat-nasihat serta keterangan-keterangan
adalah bertuiuan untuk menarik perhatian dan yang sangat jelas, meyakinkan, mencukupi,
konsentrasi supaya memerhatikan penielasan lengkap, dan komplet. Ada yang mengatakan,
yang disampaikan. Ini seperti seorang guru maksudnya adalah dimudahkan untuk dihafal.
yang ingin menjelaskan suatu tema per-
masalahan yang sedang dibahas kepada Namun versi tafsir yang pertama adalah yang
seorang murid yang belum tahu, kemudian lebih sesuai dan relevan dengan konteks yang
ada. Meskipun memang ada keterangan yang
guru berkata kepadanya, "Bagaimanakah menyebutkan bahwa tiada suatu apa pun dari
masalah yang dijabarkan oleh pakar ini?"
dengan tujuan supaya murid memerhatikan
betul jawaban dan penjelasan yang akan di-
sampaikan oleh guru tersebut' Sedangkan
kalimat yang kedua adalah mengandung
kitab-kitab Allah SWT yang dihafal secara baik-baik wahai kamu sekalian kaum kafir
Quraisy dan yang lainnya, bagaimana adzab-
penuh kecuali hanya Al-Qur'an saja.
Ku terhadap mereka dan peringatan-Ku
Persesualan Ayat
kepada mereka.
Setelah menyebutkan sikap kaum Nabi Nuh
a.s. yang mendustakan, dan kisah inilah yang Kalimat, Maka betapa dahsyatnya adzab-
pertama disebutkan karena sikap mereka yang
mendustakan adalah yang paling keterlaluan, Ku dan peringatan-Ku! di sini adalah untuk
menarik perhatian supaya memerhatikan
hal ini terlihat dari sikap mereka yang tetap
dan mendengarkan baik-baik apa yang akan
kukuh dalam mendustakan, padahal Nabi Nuh disebutkan.
a.s. telah berdalowah kepada mereka dalam
kurun waktu yang sangat panjang, mendekati "sesung g uhnya Kami teloh meng embuskan
seribu tahun. Selanjutnya, di sini Allah SWT angin yong sangat kencang kepada mereka
melanjutkannya dengan kisah kaum Nabi pada hari nahas yang terus-menents." +s (al-
Hud a.s., bangsa Ad. Hal ini bertujuan untuk
mempertegas nasihat pelajaran, dan teguran Qamar:19)
yang ada. fuga sekaligus untuk menyatakan
kepada orang-orang musyrik Mekah yang Sesungguhnya Kami mengirimkan mereka
angin yang sangat dingin, sangat kencang, dan
mendustakan dan orang-orang seperti mereka
bahwa kesudahan dan nasib akhir orang-orang bergemuruh dahsyat pada hari kemalangan
mereka. Kemalangannya terus berlangsung
yang mendustakan adalah kebinasaan dan
kehancuran, tanpa pandang bulu dan tanpa hingga membinasakan dan meluluhlantakkan
ada perbedaan di antara kaum-kaum yang ada. mereka. Di dalamnya, adzab mereka di dunia
Di sini kenapa disebutkan bangsa Ad tersambung dengan adzab akhirat.
bukan kaum Nabi Hud a.s. seperti dalam Adapun hari itu adalah sebagai sebuah
kisah sebelumnya yang menggunakan kata
kaum Nabi Nuh a.s.? Pendefinisian sesuatu hari. Tidak boleh disebut dan disifati dengan
dengan menggunakan rsim makrifat berupa hari nahas atau hari sial (hari yang membawa
kesialan) karena semua hari dan malam adalah
isim 'alam Qtroper name) adalah lebih utama sama. Menjadikan suatu angka dan bilangan
dan lebih kuat daripada pendefinisian dengan tertentu seperti angka tiga belas, misalnya,
menggunakan isim makrifat berupa peng- sebagai angka sial atau angka pembawa
idhaafahan kepada i sim' al am. kesialan adalah tidak benar dan tidak boleh
Tafslr dan Penlelasan secara syari'at dan agama.
"Kaum Ad pun telah mendustakan. Maka
Di antara ayat yang memiliki makna
betapa dahsyatnya adzab-Ku dan peringatan'
Kul" (al-Qamar: 18) serupa adalah firman Allah SWT
Sebagaimana perbuatan kaum Nabi Nuh "Meke Kami tiupkan angin yang sangat
a.s. dalam mendustakan rasul mereka, bangsa bergemuruh kepada mereka dalam beberapa
Ad kaumnya Nabi Hud a.s. juga melakukan hari yang nahas" (Fushshilau 16)
perbuatan yang sama, yaitu mendustakan 'Allah menimpakan angin itu kepada
rasul mereka. Lihat, perhatikan, dan dengarlah mereka selama tujuh malam delapan hari
te ru s - menerus." (al-Haaqqah: 7)
45 lni adalah kalimat isti'naafiyyah (permulaan kalimat baru)
untuk menielaskan lebih laniut apa yang telah disebutkan
sebelumnya secara global pada kalimat, "fa kaifa kaana
'adzaabii wa nuzur.'
14TAFSTRAT_M,NrRI.Lrp $ll{,GJi-;;th,hll.t surahar{emal
\--
"Yang membuat manusia bergelimpangan, "Maka betapa dahsyatnya adzab-Ku dan
mereka bagaikan pohon-pohon kurma yang tum- p e ring atan - Ku ! " (al-Qamar: 2 1)
bang dengan akar-akarnya." (al-Qamar: 20)
Lihat dan perhatikanlah baik-baik bagai-
Sesungguhnya angin yang sangat dingin, mana balasan, hukuman dan peringatan-Ku.
Kemudian, Allah SWT kembali menegaskan
kencang, dan bergemuruh dahsyat itu men-
cabut mereka dari bumi seperti tercabutnya mudahnya untuk mengetahui semua itu
pohon kurma dari pangkalnya. Mujahid men- dengan Al-Qur'an,
jelaskan, angin tersebut mencabut mereka dari
tanah, lalu menghempaskan dan membanting "Dan sungguh, telah Kami mudahkan Al'
mereka dengan kepala di bawah hingga leher Qur'an untuk peringatan, maka adakah orang
mereka remuk dan kepala mereka terpisah yang mau mengambil pelajaran?" (al'Qamar:
dari jasad mereka. Maknanya adalah mereka 22)
jatuh terhempas bergelimpangan di tanah dan
mati. Mereka adalah bangsa yang memiliki Sungguh Kami benar-benar telah me-
postur tubuh tinggi dan besar sehingga mereka mudahkan Al-Qur'an sebagai fasilitas untuk
menjadi mayat-mayat yang bergelimpangan mendapatkan pelajaran dan nasihat karena
dengan sosok yang tinggi dan besar. Mereka apa yang Kami paparkan di dalamnya berupa
laksana batang pohon kurma yang tumbang
nasihat-nasihat yang lengkap, jelas, dan me-
tanpa bagian ujung atasnya. Kata {,.ii} berarti yakinkan, serta janji dan ancaman yang Kami
yang tercerabut dari pangkalnya. Kondisi
jelaskan di dalamnya. Adakah orang yang
mereka yang memiliki postur tubuh tinggi dan
besar dihempaskan oleh angin tersebut hingga mengambil nasihat dan pelajaran?
Ada versi tafsir yang mengatakan bahwa
jatuh bergelimpangan diserupakan dengan
batang pohon kurma yang tumbang dengan maksudnya adalah sungguh Kami benar'
benar telah menjadikan Al-Qur'an mudah
bagian ujung atasnya terpenggal dan terpisah
untuk diingat dan dihafal, serta memudahkan
dari batangnya.
untuk menghafalnya bagi orang yang ingin
Ayat ini mengisyaratkan bahwa efek
menghafalnya. Adakah orang yang ingin meng-
angin tersebut mengakibatkan kepala mereka
terpisah dari jasadnya sehingga mereka men- hafalnya supaya ia dibantu dan dimudahkan
untuk menghafalnya?46
jadi jasad-jasad tanpa kepala. Ayat ini juga
Flqih Kehidupan atau Hukum-Hukum
mengisyaratkan bahwa pada saat itu, mereka
berupaya melawan arus angin tersebut agar Ayat-ayat di atas menjelaskan sejumlah
tidak terhempas dan terbang terbawa angin.
hal sebagai berikut.
Sebagaimana pula, ayat ini mengisyaratkan
L. Bangsa Ad, yaitu kaum Nabi Hud a.s,
jasad-jasad mereka menjadi kering oleh angin
yang menghempaskan mereka dan angin yang mendustakan rasul mereka; Nabi Hud
sangat dingin, sehingga menjadikan mereka a.s., maka mereka pun berhah layak, dan
seakan-akan seperti kayu kering.
pantas mendapatkan hukuman. Oleh ka-
Kemudian, Allah SWT kembali menye- rena itu, Allah SWT langsung mengiringi-
butkan kalimat yang memunculkan nuansa nya dengan kalimat yang memunculkan
betapa sangat mengerikan dan menakutkan suasana penakutkan, pencekaman, dan
adzab yang ada, kengerian, "Maka betapa dahsyatnya
adzab - Ku dan p ering atan- Ku ! "
46 Al-Kasysyaaf,3/L84.
Dalam surah ini, kata (:iF Pada batang pohon kurma yang tercerabut
enam tempat disebutkan dengan huruf dan tumbang dari pangkalnya. Kata al-
ya'nya dibuang dalam semua mushhaf' A'jaaz adalah bentuk iamak dari, Aiuz
Sementara imam Ya'qub membaca kata yang berarti bagian belakang. Bangsa Ad
ini dengan menyertakan huruf Ya', wa disebut sebagai bangsa yang memiliki
nuzurii baik ketika waqaf maupun washal. postur tubuh tinggi. Mereka diserupakan
t Sementara imam Warsy membaca dengan dengan pohon kurma yang tumbang.
menyertakan hurufya' ketika washal saia. 4. Akibatnya, nasib akhir dan kesudahan
bangsa Ad adalah sangat jelek dan
2. Hukuman dan adzab mereka adalah berupa
buruk yang bersifat massal dan merata.
angin badai yang sangat dingin, kencang dan
bergemuruh dahsya! pada hariyang nahas, Hal itu menuntut untuk dipikirkan dan
sial, dan malang bagi mereka. Abdullah bin
Abbas r.a. mengatakan kejadiannya adalah direnungkan bagaimana adzab dan per-
ingatan-peringatan Allah SWT. Sedang-
pada hari Rabu terakhir dari bulan yang kan cara dan jalan untuk memahami dan
mengetahui hal itu adalah mudah karena
ada. Mereka semua binasa, baik anak-anak Al-Qur'an dengan segenap nasihat, ibrah,
dan pelajaran-pelajaran yang terkandung
maupun orang dewasa. di dalamnya adalah mudah untuk dijadikan
Maksudnya adalah bahwa itu adalah sebagai bahan pelajaran, perenungan, dan
hari yanginahas, kesialan, dan kemalangan nasihat. Adakah orang yang mengambil
bagi orang-orang yang durhaka dan berbuat
kerusakan, sebagaimana hari-hari nahas nasihat dan pelajaran?
yang disebutkan dalam Al-Qur'an adalah
kenahasan, kesialan, dan kemalangan bagi
orang-orang kafir dari bangsa Ad, bukan -3-
bagi nabi mereka dan orang-orang yang KISAH BAI{G8A TSAMUD; XAUM TTABT
beriman kepadanya di antara mereka. SALEH A.s.
3. Allah SWT menggambarkan bahwa angin Surah a!-Qamar Ayal23 -32
badai tersebut mencebut dan menerbang-
kan mereka dari tempat-tempat mereka'
Y4t,,yg I;:^)66m dKAda keterangan yang menyebutkan angin
jA1"it
badai tersebut mencabut mereka seperti
tercabutnya batang pohon kurma dari ,S.W:"er* !lt'ff:;mfa,r6'J.61-ril
pangkalnya. Muiahid sebagaimana yang e(K$E'oA4@,ia0(K';
sudah pernah disebutkan mengatakan,
angin badai tersebut mencabut dan me- "ly;v Au3'6 A'a#6trLi$
nerbangkan tubuh-tubuh mereka, lalu
menghempaskan dan membantingnYa
kembali dengan posisi kepala lebih dulu,
, sehingga leher mereka pun remuk dan
kepala mereka terpisah dari jasadnya. ffi (i:;,\
M\ ;i{ igy';q'dLAngin badai tersebut mencabut
$K
orang-orang tersebut hingga menjadikan ffi{fr ""lPSx.itl\v;1'3Y.'
mereka seakan-akan laksana pangkal
"KAum Tsamud pun telah mendustakan $)r;it i4 r;t(y kata {ri+r} berke- :
j
peringatan itu. Maka mereka berkata,'Bagaimana dudukan nashab, karena menjadi khabarnya l
kita akan mengikuti seorang manusia (biasa) di l
antara kita? Sungguh, kalau begrtu kita benar-benar kaana. Kata (*;;jry dengan huruf zha' i
telah sesat dan gila. Apakah wahyu itu diturunkan 'l
dibaca kasrah dan ini adalah versi qiraa'aat I
kepadanya di antara kita? Pastihh dia (Saleh) yang masyhu4, artinya adalah orang yang i
memiliki kandang. Ada versi qiraa'aat yang j
seorangyang sangat pendusta (dan) sombong.' Kelak membaca dengan huruf zha' dibaca fat-hah, I
mereka akan mengetahui siapa yang sebenarnya
sangat pendusta (dan) sombong itu. Sesungguhnya al - Muhtazh ar yang berarti kandang. I
Kami akan mengirimkan unta betina sebagai Balaaghah I
cobaan bagi mereka, maka tunggulah mereka I
dan bersabarlah (Saleh). Dan beritahukanlah 6Vi Jtk !l.p) kata {lury dan {ii} adatah I
kepada mereka bahwa air itu dibagi di antara I
merekn (dengan unta betina itu); setiap orang bentuk shiighot mubaalaghah mengikuti I
berhak mendapat giliran minum. Maka mereka !
memanggil kawannya, lalu dia menangkap (unta wazan, fa"aal dan fa'il. Artinya adalah sangat !
itu) dan memotongnya. Maka betapa dahsyatnya I
dusta dan sangat sombong. )
adzab-Ku dan peringatan-Ku! Kami kirimkan atas
mereka satu suara yang keras mengguntur, maka $*:tt e6 ';KF Ini adalah tasybiih I
jadilah mereka seperti batang-batang kering yang
lapuk. Dan sungguh; telah Kami mudahkan Al- mursal mujmal.
Qurbn untukperingatan, maka adakah orangyang
mau mengambil pelaj arani" (al-Qamar z 23-32) Mufradaat Lughawlyyah
Qlraa'aat {il :; g.ir} bangsa Tsamud men-
ttit1r *f:tlt,-. t dustakan para rasul, atau peringatan-pe-
Ibnu Amir dan Hamzah membaca p|,i;'1.
ringatan, teguran, dan nasihat-nasihat. Kata
l'raab nuzur adalah bentuk jamak dari, nadziir yang
bermakna, rn undzir (pemberi peringatan), Atau
f/f,'. ,y,i g r{ty kata (,,","tF dibaca
kata ini bermakna al-lndzaar [peringatan),
nashab sebagai maf'uul bihi untuk fi'il yang
karena mereka mendustakan, menolah dan
diasumsikan keberadaannya, keberadaannya tidak memercayai peringatan-peringatan nabi
mereka; Saleh a.s.. Mendustakan Nabi Saleh
ditunjukkan oleh ftil 44y yakni a nattabi'u a.s. berarti sama artinya dengan mendustakan
semua rasul karena semua rasul membawa
basyaran minnaa waahidan. prinsip dan pokok agama yang sama.
4i 4 ittt p; rI1) kata (tii) adakalanya {fi ,;j} apakah kami harus mengikuti
sebagai maf'uul li ajlihi, atau sebagai maf'uul seorang manusia biasa dari jenis kami atau
dari kalangan kami, yang ia tidak memiliki
muthloq. 4F;b kata ini asalnya adalah
kelebihan apa-apa atas kami? {,r:,i} yang ia
ishtabir mengikuti wazan, ifia'il dari akar kata
adalah seorang diri tanpa memiliki pengikut
ash-Shabr. Hanya saja, orang Arab mengganti dan massa. Istifhaam atau pertanyaan di
sini adalah pertanyaan yang mengandung
huruf fa'nya dengan huruf yang memiliki makna an-Nafy [negatif, penafian). fadi,
sifat yang sama dengan huruf shad yaitu sifat maksud perkataan mereka adalah bagaimana
al-lthbaaq, dan huruf itu adalah huruf tha', kami mengikutinya, sementara kami adalah
sehingga menjadi, ishthabir. golongan yang besax, sedang ia hanyalah
salah seorang biasa dari kami, bukan seorang
fl:;98*i{**s,':.1',,"rc:T:1 -.*., ....,.,,, ..,..., --..,,,, ,**rt,. ...-..,,,,.,, -..,.,,,,,, . }lsl*r-Mull*'ll"o.},3
penguasa dan bukan pula seorangraia? Yakni, berani tanpa pikir panjang untuk membunuh
kami tidak akan mau mengikutinYa. unta itu tanpa memedulikan apa yang ia
q;t I ri1 r.i1| sesungguhnya jika kami perbuat. Kata at-Ta'aathii berarti melakukan
mengikutinya, sungguh berarti kami berada sesuatu dengan memaksakan diri. {,,-} tatu
)dalam kekeliruan dan jauh dari kebenaran, ia pun menghantam kaki-kaki unta betina itu
(i; aan berada dalam kondisi tidak waras.
dengan pedang dan membunuhnya, sebagai
Di antara contoh penggunaan kata ini adalah
realisasi keinginan mereka.
naaqatun mas'uuratun "unta gila."
{,i', s.(-'G rKY lihat dan perhatikanlah
4$ c * i'n'4ii) apakah wahYu itu bagaimana adzab-Ku, dan peringatan-Ku
diberikan kepadanya, sementara di antara kepada mereka tentang ancaman adzab
kami ada orang yang lebih berhak untuk itu sebelum datangnya adzab itu. Maksudnya
daripada dirinya? $ets *;) sebenarnya ia adalah bahwa adzab tersebut memang sudah
adalah orang yang sangat dusta, pembual, dan pantas dan pada tempatnya. i.9Ji rL'.'i dD
pembohong besar yang dalam pengakuannya, $i'a6 ?a sesungguhnya Kami menimpakan
ia adalah orang yang diberi wahyu, (!,1) kepada mereka sebuah suara menggunturyang
lagi sombong yang kesombongannya itu teramat keras, yaitu suara teriakan dan pekikan
mendorong dirinya ingin menjadi orang yang Malaikat fibril a.s.. Kalimat ini menjelaskan
tentang bentuk adzab yang diisyaratkan
lebih tinggi dari kami dengan mengklaim
pada kalimat sebelumnya. {p"Jr n7< }'*y
sebagai orang yang diberi wahYu.
jadilah mereka laksana rerumputan, dahan,
$i 3 t:t;;\kelak pada saat turunnya adzab dan ranting-ranting pohon yang kering yang
dikumpulkan oleh pemilik kandang untuk
kepada mereka, atau pada hari Kiamat, mereka
binatang ternaknya pada musim dingin.
akan mengetahui, {i{' *,sll' ;n} siapakah
Ada versi qiraa'aat yang membaca, al'
sebenarnya orang yang sangat dusta, pembual, Muhtazhar dengan zha' dibaca fat-hah, yakni
pembohong besa4 dan sombong, apakah Saleh laksana dahan, ranting, dan rerumputan
a.s. ataukah mereka. Siapakah sebenarnya yang kering yang ada di kandang.
kesombongannya mendorong dirinya untuk $i:.tt ot$t t?;- 'r'ry sungguh Kami benar-
bersikap angkuh dan tidak sudi menerima benar telah menjadikan Al-Qur'an mudah
yang haq dan lebih memilih yang batil. untuk menjadi bahan pelaiaran dan nasihat.
{n:dt p; dy} sesungguhnya Kami akan (ff c Jty maka adakah orang Yang
mengeluarkan dan mengirimkan seekor mengambil pelajaran dan nasihat?
unta betinr. $J ii) sebagai cobaan untuk Persesualan Ayat
menguji mereka. $iryf6) maka tunggu dan Ini adalah kisah atau contoh ketiga dari
lihatlah wahai Saleh apa yang akan mereka sikap mendustakan para rasul oleh umat-umat
perbuat. 4*t;b dan bersabarlah kamu dalam terdahulu. Karena kebiasaan dan madzhab
mereka adalah mengingkari, mendustakan,
menghadapi gangguan mereka. dan tidak memercayai para rasul. Mereka
pun mendustakan, mengingkari, dan tidak
{ili q} dibagi antara mereka dengan memercayai Nabi Nuh a.s., Nabi Hud a.s. dan
Nabi Saleh a.s., menolak dan tidak memercayai
unta betina tersebut secara bergiliran, sehari
untuk mereka dan sehari untuk unta betina'
$iX i7 ,yY setiap iatah giliran minum di-
hadiri oleh pihak yang punya giliran. {&t-}
kawan mereka, yaitu Qidar bin Salif, Uhaimir
yakni orang yang berkulit kemerahan dari
kaum Tsamud. (,*6F lalu ia pun bersikap
--t
TAFSIRAT-MUNIR IITID 14
wahyu yang diterima oleh para rasul dari Kemudian, Allah SWT menerangkan se-
Tuhan mereka. Setiap orangyang mendustakan jumlah perwujudan dan pendustaan yang
seorang rasul, sama artinya ia mendustakan mereka lakukan.
seluruh rasul karena semua rasul membawa
prinsip dan pokok-pokok ajaran agama dan Pertamo,
"Maka mereka berkata, 'Bagaimana kita
aqidah yang sama.
akan mengikuti seorang manusia (biasa) di
Mukjizat Nabi Saleh a.s. kala itu adalah antora kita? Sungguh, kalau begitu kita benar-
seekor unta betina yang unik. Unta betina benar telah sesat dan gila."'(al-Qamar: 24)
tersebut meminum seluruh air dari sebuah
Mereka berkata, di antara sesama mereka,
sungai kecil dalam sehari dan menghasilkan "Bagaimana kami mengikuti seorang manusia
susu yang melimpah cukup untuk seluruh
anggota kabilah, bahkan lebih. Lalu mereka dari jenis kami sendiri, sedang ia adalah
pun membunuh unta tersebut sehingga Allah
SWT menghukum mereka dengan adzab seorang diri, tanpa'memiliki pengikut dan
tidak pula ada orang yang mengikuti apa
shaihoh, yaitu pekikan Malaikat Jibril a.s. yang ia dakwahkan. Sungguh kami benar-
benar merugi jika kami mematuhi seorang
hingga mengakibatkan mereka semua binasa yang ia hanyalah salah satu dari kami. |ika
tanpa ada yang tersisa.
kami mengikutinya, berarti kami benar-benar
Tafslr dan Penlelasan berada dalam kekeliruan yang nyata, jauh
"Koum Tsamud pun telah mendustakan dari kebenaran. Kami berarti orang-orang
pering atan itu." (al-Qamar:2 3) yang sudah gila dan tidak waras, atau kami
akan tertimpa malapetaka, kemalangan, dan
Kabilah atau suku Tsamud, yaitu kaum
Nabi Saleh a.s. juga mendustakan para rasul kesusahan."
yang mulia, yaitu Nabi Saleh a.s.. Barangsiapa
yang mendustakan seorang nabi, artinya ia Kedua,
juga mendustakan semua nabi karena semua
nabi dan rasul membawa misi dakwah yang 'Apakah wahyu itu diturunkan kepadanya
sama, berupa ajaran-ajaran pokok syari'at di antara kita? Pastilah dia (Saleh) seorang
yang sangat pendusta (dan) sombong." (al-
agama, seperti mengesakan Allah SWT
(tauhid), menyembah hanya kepada-Nya Qamar:25)
semata, beriman kepada malaikat, kitab-kitab- "Bagaimana bisa di antara kami semua,
Nya, dan rasul-rasul-Nya serta kepada hari justru ia adalah orang yang dipilih untuk
akhir.
menerima wahyu dan kenabian, sementara di
Ada hal yang perlu diperhatikan bahwa antara kami ada orang yang lebih berhak, lebih
dalam kisah kaum Nuh a.s. dan kisah bangsa layak, dan lebih pantas untuk itu. Sebenarnya
ia adalah orang yang sudah sangat keterlaluan
Ad, hanya disebutkan kata {."it} tanpa ada
bohongnya dalam klaim berupa turunnya
tambahan kata {rhr} sementara dalam kisah wahyu llahi kepadanya, seorang pembual,
ini, yaitu kisah bangsa Tsamud dan kisah kaum dan orang yang sangat sombong dan pongah
Nabi Luth a.s. terdapat tambahan kata (r3u) yang kesombongannya mendorong dirinya
maksudnya adalah sama tidak ada bedanya, ingin merasa lebih unggul atas kami dengan
karena kebiasaan dan tipikal mereka adalah
mengklaim mendapatkan wahyu."
mendustakan.
Kemudian, Allah SWT melancarkan per- "Den beritahukanlah kepada mereka
I ingatan dan ancaman keras kepada mereka, bahwa air itu dibagi di antara mereka (dengan
"Kelak mereka akan mengetahui siapa yang unta betina itu); setiap orang berhak mendapat
sebenarnya sangat pendusta (dan) sombong giliran minum." (al-Qamar: 28)
itu." (al-Qamar: 26) Beritahukan kepada mereka bahwa air
Kelak tidak lama lagi pada waktu turunnya sumur atau air sungai kecil itu dibagi di antara
adzab terhadap mereka di dunia, atau kelak mereka dan unta betina tersebut dengan cara
pada hari Kiamat, mereka akan mengetahui giliran, satu hari untuk unta betina tersebut
dan satu hari untuk mereka. Setiap jatah air
dan akan terungkap kepada mereka siapakah dihadiri oleh pihak yang mendapatkan jatah
sebenarnya pihak yang pendusta dan mem- giliran untuk mengambil air. Satu hari air itu
buat-buat kebohongan, serta yang paling diperuntukkan bagi unta betina tersebut,
dan satu hari yang lain diperuntukkan bagi
besar keburukannya, apakah Saleh a.s. dalam mereka. Atau, setiap jatah giliran air harus
dihadiri, satu hari untuk unta betina itu dan
menyampaikan risalah Tuhannya ataukah
satu hari untuk mereka.
mereka dalam mendustakan Nabi Saleh a.s.?
Maksudnya adalah bahwa merekalah orang- Mujahid menjelaskan bahwa kaum
Tsamud mendatangi air tersebut pada hari
orang yang sangat pendusta, pembohong,
yang menjadi jatah giliran mereka. Pada hari
sombong, dan angkuh.
yang menjadi jatah giliran unta betina tersebut
Kemudian, Allah SWT berfirman kepada
Nabi Saleh a.s., menggambarkan kejahatan mereka juga datang untuk memerah susunya.
mereka, Mujahid juga menjelaskan jika unta
"sesungguhnya Kami akan mengirimkan
unta betina sebagai cobaan bagi mereka, maka betina tersebut tidak datang, maka mereka
tunggulah mereka dan bersabarlah (Saleh)." mendatangi air tersebut. fika unta betina
(al-Qamar:27) itu datang, mereka datang untuk memerah
Sesungguhnya Kami akan mengeluarkan susunya. Di antara ayat yang memiliki makna
seekor unta betina 'usyaraa'(yang hamil tua)
serupa adalah,
yang besar dari sebuah batu, seperti yang "Dia (Saleh) menjawab, 'lni seekor unta
betina, yang berhak mendapatkan (giliran)
mereka minta, supaya itu menjadi hujjah minum, dan kamu juga berhak mendapatkan
minum pada hari yang ditentukan."' (asy-
Allah SWT atas mereka dalam mengonfirmasi
kebenaran Nabi Saleh a.s. menyangkut apa
yang ia sampaikan kepada mereka. Sekaligus Syu'araa': 155)
supaya menjadi ujian dan cobaan bagi "Maka mereka memanggil kawannya, lalu
mereka untuk menguji apa yang akan mereka dia menangkap (unta itu) dan memotongnya."
(al-Qamar:29)
perbuat. Tunggu, lihat, dan perhatikanlah
bagaimana sikap mereka dan apa yang akan
mereka perbuat. Bersabarlah kamu terhadap Akan tetapi orang-orang Tsamud merasa
mereka dan terhadap berbagai gangguan bosan dan jenuh dengan pembagian tersebut.
yang mereka lancarkan kepadamu. Karena Karena didorong oleh kekafiran dan sikap
sesungguhnya kesudahan yang baik serta membangkang, mereka pun dengan serta-
kemenangan adalah pasti untuk kamu di merta ingin keluar dari kondisi tersebut
dunia dan akhirat. dan melanggar aturan yang ada. Mereka pun
TAFSIRAL-MUNIR IILID 14 Surah a},Qamar
memanggil Qudar bin Salif untuk meminta seperti batang-batang kering yang lapuk." (al' I
bantuan dirinya. Ia adalah orang yang paling Qamar:31) I
sengsara, kasar, berperangai buruk, lancang,
dan paling berani melakukan apa saia. Mereka Sesungguhnya Kami menimpakan atas i
pun memprovokasi dirinya untuk membunuh
unta betina tersebut. Ia pun akhirnya dengan mereka suara pekikan Malaikat fibril a.s.. i
Malaikat fibril a.s. pun memekikkan suara
begitu lancang memberanikan diri untuk me- I
lakukan sebuah tindakan yang serius dan terhadap mereka sehingga membuat mereka j
mengambil sejumlah langkah untuk me- semua binasa tanpa ada yang tersisa. Mereka
lakukan pembunuhan terhadap unta betina i
semua mati dan kering seperti mati dan i
tersebut. Lalu ia pun menyabet kaki-kaki unta
betina tersebut dengan pedangnya, meng- keringnya tanaman. Mereka meniadi seperti i
hantam Luthut kaki belakangnya, kemudian rerumputan kering atau dahan dan ranting
pohon yang kering yang dikumpulkan oleh i
menyembelihnya. pemilik kandang di dalam kandangnya setelah
iatuh dan diinjak-injak kambing. 1
"Maka betapa dahsyatnya adzab-Ku dan i
p e ring atan- Ku ! " (al-Qamar: 3 0) Kataal-Hasyiim berarti pohon yang kering
yang mulai pecah-pecah, ranting, dan dahan- l
Lalu Kami pun menghukum mereka. Lihat i
dan perhatikanlah bagaimana hukuman-Ku dahannya mulai patah berguguran. Kata i
terhadap mereka atas kekafiran mereka ter- al-Muhtazhir berarti orang yang membuat
hadap Kami dan sikap mereka yang men-
dustakan rasul Kami yang mengancam dan kandang untuk meniaga kambing ternaknya
dari hewan pemangsa. Waihusy syabah atau
memperingatkan mereka terhadap adzab titik persamaannya di sini adalah bahwa dahan,
ranting, dan rerumputan yang dikumpulkan
Kami.
di kandang semakin lama akan layu dan
Ada yang perlu diperhatikan di sini. Dalam
kering bersamaan dengan berjalannya waktu,
kisah bangsa Tsamud, ayat ini disebutkan serta diinjak-iniak oleh binatang ternak yang
ada, sehingga menjadi remuk. Kebinasaan
sebelum ayat yang menjelaskan bentuk adzab mereka dengan cara mati bergelimpangan dan
yang ditimpakan, dengan tujuan untuk menarik bertumpuk-tumpuk, seperti kayu kering yang
perhatian supaya memerhatikan baik-baik patah di jalanan.
penjelasan yang akan disebutkan. Sedangkan
"Dan sungguh; telah Kami mudahkan Al-
dalam kisah kaum Nabi Nuh a.s., ayat ini di- Qur'an untuk peringatan, maka adakah orang
yang mau mengambil pelaiaran?" (al-Qamar:
sebutkan setelah ayat yang menjelaskan ben- 32)
tuk adzab yang ditimpakan, dengan tujuan Sungguh, Kami benar-benar memudahkan
Al-Qur'an untuk menjadi bahan pelajaran dan
untuk memberikan makna betapa besar dan
nasihat, bahan untuk memetik hikmah dari
mengerikannya adzab tersebut. Sedang- kejadian-kejadian yang ada. Adakah orang
kan dalam kisah bangsa Ad, ayat ini disebut-
kan sebanyak dua kali, yaitu sebelum dan yang mengambil pelajaran dan nasihat?
setelah ayat yang menjelaskan bentuk adzab Flqlh Kehldupan atau Hukum-Hukum
yang ditimpakan, dengan maksud untuk Dari ayat-ayat di atas bisa diambil se-
mengombinasikan antara kedua maksud dan jumlah kesimpulan sebagai berikut.
tuiuan tersebut.
"Kami kirimkan atas mereka satu suara
yang keras mengguntun maka jadilah merekq
L, Bangsa Tsamud seperti yang lainnya juga TAFSTRAL-MUNrR IITID 14
mendustakan para rasul dan nabi mereka, Atau kalimat ini adalah bentuk
mendustakan dan tidak memercayai ayat- ancaman akan adanya adzab pada hari
Kiamat. Akan tampak kepada mereka
ayat yang dibawa oleh sang nabi tersebut.
siapakah yang pendusta, pembohong,
Mereka mengingkari dan tidak percaya
pembual dan sombong apakah Saleh a.s.
jika ada seorang manusia yang merupakan
ataukah mereka?
salah satu dari mereka dan ia adalah
seorang diri tanpa memiliki pengikut, 4. Allah SWT mengeluarkan seekor unta
betina besar dari sebuah batu besar
diangkat sebagai nabi, Mereka berasumsi
seperti yang mereka minta. Diterangkan
bahwa jika mereka mengikuti orang bahwa Nabi Saleh a.s. shalat dua rakaat
tersebut, berarti mereka berada dalam dan memanjatkan doa, lalu tiba-tiba
kekeliruan fatal dan jauh dari kebenaran, batu besar yang mereka tentukan tiba-
tiba mulai retak dan muncullah seekor
sudah gila dan tidak waras serta akan
unta betina besar 'usyaraa' (sebutan
mengalami kesialan dan kesusahan. untuk unta yang hamil hingga pasca-
2. Mereka bertanya-tanya dengan nada melahirkan) dari batu tersebut. Itu
ingkar dan penolakan, "Bagaimana bisa
di antara bangsa Tsamud, justru ia (Saleh adalah sebuah cobaan dan ujian untuk
a.s.) yang dipilih sebagai nabi dan rasul menguji mereka.
untuk mengemban risalah, padahal di
antara mereka ada orang yang lebih Kalimat, 4;rlt tt-iri1) maknanya adalah
Kami akan mengirimkan seekor unta
banyak hartanya dan lebih baik keadaan- betina. Keberadaan unta tersebut sebagai
nya? Sebenarnya ia adalah pembual, ujian dan cobaan adalah disebabkan ber-
pembohong besar dan terlalu mengada- bagai keanehannya.
ada menyangkut apa yang ia klaim ter-
5. Allah SWT memerintahkan tiga hal kepada
sebut. Ia tidak lain hanyalah orang yang
Nabi Saleh a.s.. Pertama, menunggu dan
sombong, ingin menonjolkan diri dan melihat apa yang akan mereka perbuat.
ingin lebih tinggi dari yang lain tanpa Kedua, sabar dan tabah menghadapi
berbagai gangguan mereka. Ketiga,
kelayakan dan kompetensi."
memberitahukan kepada mereka bahwa
3. Allah SWT mengancam mereka bahwa
air yang ada dibagi antara masyarakat
mereka akan tertimpa adzab di dunia
dan adzab di akhirat. Kalimat, "Kelak Tsamud dan unta betina tersebut dengan
cara giliran, sehari untuk si unta betina
mereka akan mengetahui" adalah dalam tersebut dan sehari untuk mereka.
konteks waktu yang dekat, sebagaimana Abdullah bin Abbas r.a. menjelaskan
perkataan yang biasa diucapkan orang pada hari giliran mereka, unta betina
menyangkut akhir dari sesuatuinna ma'al tersebut tidak meminum air tersebut sama
yaumi ghadan (sesungguhnya bersama
sekali dan ia menyuplai mereka dengan
hari ini, masih ada hari esok). Pengucapan air susunya sehingga mereka pun hidup
kalimat ini adalah diasumsikan dalam dalam kesenangan dan kemakmuran.
Sedangkan pada hari gilirannya, unta
konteks saat mereka berkata, "Pastilah
dia (Saleh) seorang yang sangat pendusta betina itu meminum air yang ada
(dan) sombong." Seakan-akan Allah SWT semuanya tanpa menyisakan sedikit pun
untuk mereka. Maksudnya adalah pada
memfirmankan ayat ini ketika mereka
mengatakan perkataan tersebut.
hari giliran unta betina tersebut untuk B. Orang yang mau merenun& ia akan ---l
minum, mereka bebas memerah susunya melihat nasib yang menimpa orang-orang I
tersebut berupa adzab dan kebinasaan l
sekehendak mereka. sehingga mereka menjadi contoh, ibrah
dan pelajaran bagi sejarah. I
6. Namun, lama kelamaan mereka merasa
9. Mudah bagi setiap orang untuk me- i
bosan dan jenuh dengan pembagian mahami hakikat ini dari Al-Qur'an yang
I
tersebut sehingga akhirnya mereka pun menginformasikan malapetaka yang me- I
milukan tersebut. Al-Qur'an adalah se- I
memprovokasi kawan mereka bernama buah kitab yang mudah untuk dipelajari I
dan dipahami. Dengan Al-Qur'an, Allah i
Qudar bin Salif untuk membunuh unta SWT memudahkan untuk memahami dan
memetik nasihat dan pelajaran, Allah SWT I
tersebut. Lalu ia pun akhirnya membunuh menjadikan Al-Qur'an sebagai fasilitas
untuk mendapatkan nasihat dan memetik I
unta tersebut dengan cara memanahnya, pelajaran. Adakah orang yang mengambil
nasihat dan pelajaran? Pengulang kalimat I
menghantam kaki-kakinya dengan pe- ini adalah untuk mengingatkan dan mem- I
I
dang, kemudian menyembelihnya. pertegas.
i
7. Allah SWT pun menghukum mereka I
I
sebagai balasan atas sikap mereka
I
yang mendustakan dan kafir terhadap
I
rasul mereka; Nabi Saleh a.s., serta atas I
I
I
1
I
I
l
I
j
,l
1
tindakan yang mereka lakukan terhadap
unta betina tersebut. Allah SWT pun
menimpakan kepada mereka satu kali
pekikan dari Malaikat fibril a.s.. Ketika .
mendengar suara pekikan itu, dengan
,, rl' l.{, luil * r ;'
l
serta-merta mereka pun mati dan binasa KqAH N ll LUrH A"S1 I
semuanya tanpa ada yang tersisa satu i
orang pun, seakan-akan mereka laksana Surah al-Qamar Ayat 33 - 4O 't l
rerumputan, dahan dan ranting-ranting 7yu
kering yang dikumpulkan oleh pemilik
kandang. aq*
Abdullah bin Abbas r.a. menjelaskan .,.\-,lDz
al-Muhtazhir adalah seseorang yang jis"o:r"6js"{6\Wr#"&',i,sY
membuat kandang pengaman untuk kam- OyrG 6Ai ffi"W i$e -# ;## "isJ
W'** "u,fr $. 4vl/i\Wrw@')'3
bing ternaknya dengan menggunakan te-
"Kaum Luth pun telah mendustakan peringatan
tumbuhan dan duri. Tumbuhan dan duri-
duri kering itu yang jatuh dan diinjak oleh itu. Sesungguhnya Kami kirimkan kepada mereka
badai yang membawa batu-batu (yang menimpa
kambing, itu disebut al-Hasyiim. mereka), kecuali keluarga Luth. Kami selamatkan
mereka sebelum fajar menyingsing sebagai nikmat
Disebutkan dari Abdullah bin Abbas
dari Kami. Demikianlah Kami memberi bantuan ke-
r.a. juga bahwa maksudnya adalah mereka p ada orang- orang yang bersyukur. Dan sungguh, dia
seakan-akan seperti rerumputan yang di-
makan oleh kambing, atau seperti tulang
belulang iyl amnagaldahpiuyka.nKg adtiagu(n"a6kahn adalah
dalam
bentukf
konteks kondisi atau keadaan yang sedang
terjadi.
TATSIRAL-MUNIR IILID 14
(Luth) telah memperingatlan merekn akan hukum- (i:;) sebagai nikmat. ('ft i ttn. ,tkb
an Kami, tetapi merela mendustakan peringatan-
Ku. Dan sungguh, mereka telnh membujuknya (agar seperti itulah Kami membalas orang yang
menyerahkan) tamunya (kep ada mereka), lalu Kami
butaknn mata mereka, maka rasakanlah adzab- mensyukuri nikmat-nikmat Kami, sedang ia
Ku dan peringatan-Ku! Dan sungguh, pada esok adalah orang yang beriman kepada Kami dan
harinya mereka benar-benar ditimpa adzab yang
Rasul Kami yang taat.
tetap. Maka rasakanlah adzab-Ku dan peringatan-
Ku! Dan sungguh, telah Kami mudahknn Al'Qurhn (e;ii uii) sungguh Nabi Luth a.s. benar-
untuk peringatan, maka adakah orang yang mau benar telah memperingatkan mereka. ((GF
mengambil pelaj aran?" (al-Qamar: 33-N) terhadap hukuman dan pembalasan Kami
l'raab dengan adzab. {r&u. trti,\ mereka pun justru
4e y l*. ,ir, i6 ,;,1r 'it| rata {}j ;,Y meragukan, menyangsikan, tidak memercayai,
{-i}dibaca nashab sebagai mustatsnaa. Kata dan mendustakan peringatan-peringatan ter-
berkedudukan nashab karena berta'alluq sebut.
denganfifl, (e(ii} di sini kata saharin dibaca 4* G itl"rt t;:t\ dan sungguh mereka
dengan tanwin karena yang dimaksudkan benar-benar bermaksud ingin melakukan per-
adalah pada waktu sahar dari waktu- buatan nista dan asusila dengan paratamu Nabi
waktu sahar (waktu menjelang terbit fajar). Luth a.s., yang sebenarnya tidak lain mereka
Seandainya yang dimaksudkan adalah waktu adalah para malaikat.{u!iiJ;l ""'":fib maka Kami
sahar secara spesifih tentunya kata yang pun membuat mata mereka meniadi buta. Atau
digunakan adalah berbentuk isim ghairu
melenyapkan mata mereka sehingga mereka
munsharif (tanpa tanwin). Kata (r3p dibaca
tidak memiliki mata sama sekali dan terhapus
nashab sebagai maf'uul Ii ailihi.
secara keseluruhan dari wajah. {.,ii *t'; t;tiy
Mufradaat Lu$hawffiah
maka Kami pun berfirman kepada mereka
{:3t} para rasul dan peringatan-per-
lewat lisan malaikat, "Rasakanlah adzab-Ku
ingatan yang disampaikan lewat lisan mereka. dan buah dari peringatan dan ancaman-Ku
Mendustakan seorang nabi itu artinya sama itu."
saja dengan mendustakan seluruh nabi,
karena semua nabi membawa pokok-pokok (;fi} pada awal permulaan trari. irl}
ajaran syari'at yang sama, sebagaimana yang 4W adzab yang menetap pada mereka
sudah pernah disinggung,{qt} angin badai hingga mereka binasa. Atau adzab yang terus
yang melempari mereka dengan bebatuan al- tersambung dengan adzab akhirat.
Hashbaa', yaitu bebatuan seukuran kurang 4fi o. J- i'r. aiit c; ^i ,ti, *tt t;ri\
{lidari satu genggaman tangan. i, i1} kecuali al-Baidhawi menjelaskan pengulang-ulangan
keluarga Luth a.s. termasuk kedua putrinya. kalimat ini dalam setiap kisah adalah untuk
4*Y pada waktu sahar dari waktu-waktu memberikan isyarat bahwa mendustakan
sahar dari suatu hari tanpa spesifik. Waktu setiap rasul mengakibatkan turunnya adzab.
sahar adalah seperenam terakhir malam men-
j elang terbitnya fajar. Dalam mendengarkan setiap kisah menuntut
untuk memetik pelajaran dan nasihat. fuga
untuk menarik perhatian dan menggugah
kesadaran, agar mereka tidak dikalahkan oleh
sikap lalai, lupa, dan abai. Seperti itu pulalah
pengulangan ayat seperti, (yUk t:sJ; ,it |ti]g
dan juga ayat yang berbunyi (e.l(lt1 nr. .l.r\
dan lain sebagainya.
-..-!
Dalam kisah ini tidak ada kalimat, ;5r| kerikil dan bebatuan, hingga membuat mereka
binasa dan hancur kecuali Nabi Luth a.s. dan
(*tn otr seperti pada ketiga kisah sebelumnya, orang-orang yang beriman dan mengikutinya.
Kami menyelamatkan mereka dari kebinasaan
disebabkan pengulangan sebanyak tiga kali dan kehancuran tersebut pada suatu akhir
adalah sudah cukup dan suatu penegasan malam, atau pada suatu bagian dari malam
sudah bisa tercapai dengan pengulangan
yaitu seperenam terakhir malam (waktu
sebanyak tiga kali.
sahar).Mereka selamat dari apa yang menimpa
Persesualan Ayat kaum mereka.
Ini adalah kisah keempat, yaitu kisah kaum
Waktu itu, tidak ada satu orang pun dari
Nabi Luth a.s.. Allah SWT menjelaskan kisah ini kaum Nabi Luth a.s. yang beriman kepadanya,
untuk menjelaskan sebab, yaitu mendustakan bahkan tidak pula istrinya. Istrinya juga ikut
para rasul dan melakukan perbuatan keji, nista, tertimpa apa yang menimpa kaumnya. Sedang
dan asusila, serta menjelaskan hukuman yang
keras, yaitu dihancurkan dan dibinasakan. Hal Nabi Luth a.s. beserta anak-anak perem-
itu supaya manusia bisa memetik pelajaran, puannya telah lebih dulu keluar meninggalkan
mengetahui, memahami, dan menyadari mereka dan selamat tanpa terkena suatu
bahwa tiada suatu kebinasaan melaikan bencana apa pun.
setelah didahului dengan peringatan akan Sebab keselamatan mereka adalah syukur
adzab melalui lisan seorang rasul, kemudian mereka atas nikmat Allah SWT berfirman,
rasul dan peringatan yang ia sampaikan itu
didustakan dan tidak dipercayai. "sebagai nikmat dari Kami. Demikianlah
Kami memberi bantuan kepada orang-orang
Tafslr dan Penlelasan yang bersyukltr." (al-Qamar: 35)
"Kaum Luth pun telah mendustakan Kami benar-benar menyelamatkan mereka
sebagai sebuah nikmat dan penghormatan dari
peringatan itu." (al-Qamar: 33) Kami kepada mereka. Sebagaimana mereka
Ini adalah keadaan dan hal ihwal kaum beramal dengan baik, Kami pun membalas
yang lain, yaitu kaum Nabi Luth a.s.. Mereka orang yang mensyukuri nikmat Kami dan
mendustakan rasul mereka, menentang, men- tidak kufur terhadapnya dengan cara beriman
dan menaati perintah Kami serta menjauhi
dustakan, dan tidak memercayai ayat-ayat larangan Kami.
yang ia gunakan untuk memperingatkan me- Kemudian, Allah SWT menjelaskan ke-
reka. Mereka tetap melakukan perbuatan keji,
nista, dan asusila. Kemudian, Allah SWT men- adilan-Nya dalam menghukum, yaitu hukuman
jelaskan bentuk adzab dan pembinasaan yang
ditimpakan kepada mereka, itu datang setelah sebelumnya didahului de-
"Sesungguhnya Kami kirimkan kepada ngan peringatan dan teguran keras,
mereka badai yang membawa batu-batu (yang "Dan sungguh, dia (Luth) telah mem-
menimpa mereka), kecuali keluarga Luth. Kami peringatkan mereka akan hukuman Kami,
selamatkan mereka sebelum fajar menyingsing,"
(al-Qamar:34) tetapi mereka mendustakan peringatan-Ku."
(al-Qamar:36)
Sesungguhnya Kami mengirimkan kepada
mereka angin yang melempari mereka dengan Sungguh, nabi mereka benar-benar telah
memperingatkan mereka terhadap pem-
balasan Allah SWT terhadap mereka, yaitu
surarrarcamar ,,,,,r, {il-b',r,*,, TAFSIRAT-MUNIR]IIID 14
adzab-Nya yang sangat keras dan hukuman- mengeluarkan kata-kata ancaman kepada
Nya yang berat sebelum itu menimpa mereka,
Nabi Luth a.s. sampai pagi.
jika memang mereka tidak mau beriman. Kami berfirman kepada mereka melalui
Namun, mereka sama sekali tidak mau me-
lisan para malaikat, "Rasakanlah pedihnya
medulikan dan tidak mau mendengarkan per- adzab-Ku dan akibat peringatan-peringatan'
ingatan tersebut. Mereka justru meragukan-
nya, mendustakan, dan tidak memercayainya. Ku."
Kemudian, Allah SWT menielaskan ke- Kemudian, Allah SWT menjelaskan bentuk
adzab yang menimpa mereka semua secara
jahatan mereka yang lain selain kekafiran dan massal dan tenggat yang sudah habis,
sikap mendustakan, "Dan sungguh, pada esok harinya mereka
benar-benar ditimpa adzab yong tetap." (al-
"Dan sungguh, mereka telah membuiuknya
Qamar:38)
(agar menyerahkan) tamunya (kepada me'
reka),lalu Kami butakan mata mereka, maka Sungguh, benar-benar telah datang
rasakanlah adzab-Ku dan peringatan-Ku!" (al' kepada mereka pada suatu pagi, adzab yang
telah ditetapkan kepada mereka, menimpa
Qamar:37) mereka tanpa ada yang lepas, sebagaimana
firman Allah SWT dalam ayat,
Sungguh, mereka meminta kepada Nabi
Luth a.s. agar membiarkan mereka bisa me- "Sesungguhnya saat terjadinya siksaan
lakukan apa yang memang menjadi perilaku
dan kebiasaan mereka, yaitu perbuatan keji, bagi mereka itu pada waktu Shubuh." (Huud:
nista, dan asusila, dengan para tamunya itu, 81)
yaitu para malaikat yang datang dalam wujud
Kalimat, 414; ltry maksudnya adalah
para pemuda yang ganteng dan menawan.
adzab yang pasti tanpa bisa terelakkan atau
Waktu itu, istri Nabi Luth a.s.-ia adalah adzab yang menetap pada mereka hingga
seorang perempuan tua yang berkelakuan
buruk-memberitahukan kepada kaumnya mereka semua musnah.
tentang para tamu Nabi Luth a.s.. Lalu
mereka pun segera berdatangan ke rumah Kemudian, Allah SWT menerangkan
Nabi Luth a.s. dari setiap tempat. Melihat
hal itu, Nabi Luth a.s, pun langsung menutup pelajaran yang bisa dipetik dan menceritakan
pintu rumahnya. Lalu mereka berusaha men- apa yang dikatakan kepada mereka,
dobrak pintu rumahnya pada malam hari,
"Maka rasakanlah adzab-Ku dan per-
sementara Nabi Luth a.s. berusaha mencegah,
menghalang-halangi, dan membujuk mereka ing atan- Kul" (al-Qamar: 3 9)
agar tidak mengganggu para tamunya, serta
menyadarkan mereka agar lebih baik mereka Rasakanlah balasan perbuatan-perbuatan
mendatangi istri-istri mereka. kalian dan implikasi peringatan yang sebelum-
nya telah disampaikan kepada kalian.
Ketika perselisihan yang terjadi semakin
sengit, sementara mereka tetap memaksa "Dan sungguh, telah Kami mudahkan Ab
masuh Allah SWT pun menghilangkan peng- Qur'an untuk peringatan, maka adakah orang
lihatan mereka sehingga mereka tidak bisa yang mau mengambil pelajaran?" (al-Qamar:
melihat apa-apa. Lalu mereka pun berlalu 40)
pergi sambil meraba-raba pada tembok seraya
Sungguh Kami benar-benar telah me-
mudahkan ayat-ayat Al-Qur'an untuk menjadi
bahan pelajaran, nasihat, dan perenungan.
h.fl-\s-Mr*r*lrrrola ,, ,,,rri{r{,,
Adakah orang yang memetik pelajaran dan Sungguh, Nabi Luth a.s. benar-benar telah
mengambil nasihat.
memperingatkan kaumnya terhadap hu-
Kalimat yang disebutkan di bagian akhir
masing-masing dari keempat kisah yang ada kuman Tuhan mereka dan pembalasan-
bertujuan untuk mempertegas, mengingatkan, Nya terhadap mereka dengan adzab di
menyadarkan, dan sebagai teguran, sebagai-
dunia dan adzab di akhirat. Namun, mereka
mana yang sudah pernah disinggung.
justru meragukan dan menyangsikan
Flqlh Kehldupan atau Hukum-Hukum I
peringatan yang disampaikannya serta
Ayat-ayat di atas menunjukkan sejumlah
tidak memercayainya. Ini memberikan
hal sebagai berikut.
pengertian bahwa Nabi Luth a.s. tidak
L. Tatkala kaum Nabi Luth a.s. mendustakan bisa dipersalahkan dan bahwa ia telah
melaksanakan apa yang menjadi tugas
nabi mereka; Nabi Luth a.s., Allah SWT pun
dan kewajibannya.
mengirimkan kepada mereka angin yang
melempari mereka dengan batu kerikil. 4. Kekafiran mereka dibarengi dengan
Tidak ada hukuman tanpa kejahatan, dan sebuah kejahatan besar lainnya, yaitu
melakukan perbuatan keji, nista, dan
tidak ada adzab kecuali sebelumnya telah
asusila (hubungan sesama jenis).
ada peringatan.
Bahkan mereka memaksa Nabi Luth a.s.
2. Allah SWT mengevakuasi dan menye-
agar membiarkan mereka melakukan
lamatkan nabi-Nya; Luth a.s. beserta
perbuatan keji dan asusila dengan
orang yang mengikutinya di atas agama-
nya, yaitu hanya kedua putrinya. Evakuasi para tamunya yang sebenarnya tidak
lain adalah para malaikat yang datang
penyelamatan itu adalah pada waktu
sahar di akhir malam, sebagai nikmat kepadanya dalam wujud seperti tamu.
dari Allah SWT kepada Nabi Luth a.s. dan 5. Ketika mereka terus berupaya memaksa
kedua putrinya. Seperti balasan itulah, untuk mengganggu para tamu tersebut
Allah SWT membalas setiap orang yang yang sebenarnya adalah malaikat, dan
beriman dan taat kepada-Nya. Evakuasi ingin memaksa masuk ke dalam rumah
penyelamatan itu adalah sebagai karunia Nabi Luth a.s., Allah SWT pun meng-
dan nikmat dari Allah S\Mf,, sebagaimana hilangkan kemampuan penglihatan me-
reka, meskipun mata mereka tampak
pembinasaan tersebut adalah sebuah normal, sehingga mereka pun tidak bisa
keadilan. melihat para tamu yang merupakan
Di sini terkandung sebuah faedah, malaikat tersebut. Ada keterangan me-
yaitu pengertian yang menunjukkan pa- nyebutkan bahwa Malaikat fibril a.s. me-
mukul mereka dengan sayapnya, hingga
hala di akhirat, sebagaimana terwujudnya
keselamatan ketika di dunia. Maksudnya, mereka pun menjadi buta.
sebagaimana Kami telah memberi nikmat Adh-Dhahhak menjelaskan Allah SWT
kepada mereka, Kami juga akan memberi
menghilangkan penglihatan mereka se-
nikmat kepada mereka pada hari hisab hingga mereka tidak bisa melihat para
malaikat yang datang dalam wujud tamu
atau perhitungan amal. tersebut. Mereka pun berkata, "Sungguh,
sebelumnya kami benar-benar melihat
3. Tidak ada hukuman melainkan setelah para tamu itu masuk rumah, lalu ke mana
didahului dengan peringatan dan teguran. gerangan mereka pergi?" Lalu mereka pun
berlalu pergi dan tidak bisa melihat para pelajaran, perenungan, dan nasihat. Akan
tamu tersebut. tetapi sayang, betapa banyak nasihat
6. Allah SWT berfirman kepada mereka me- dan pelajaran, namun betapa minimnya
usaha memetik pelajaran dan nasihat.
lalui lisan malaikat, "Rasakanlah adzab-Ku Allah SWT mengulang-ulang penjelasan
ini yang sebelumnya telah diperingatkan ini dengan tujuan untuk mengingatkan,
kepada kalian oleh Luth a.s.," Yang di-
menyadarkan, dan mempertegas.
maksudkan dengan merasakan adzab ada-
Surah al-Qamar Ayal47-- 42
lah balasan perbuatan dan akibatnya.
Yb,$! gK W"AtCi;lt&ri:
7. Sungguh, pada waktu Shubuh mereka
*{^l$*/r.f21 , .1*";1'',loe}\r.-?\z'u't(
didatangi oleh adzab yang permanen,
"Dan sungguh, peringatan telah datangkepada
massal, dan merata yang menetap pada keluarga Fir'aun. Mereka mendustakan mukjizat-
mereka hingga adzab akhirat. mukjizat Kami semuanya, maka Kami adzab
mereka dengan adzab dari Yang Mahaperkasa,
Fungsi penyebutan kata {iJ,} yang
Mahakua s a." (al-Qamar z 4l - 42)
bermakna pada esok harinya adalah
memperjelas terjadinya adzab tersebut Mufradaat Lu$hawlyyah
pada awal permulaan hari. Kata at- 4Sii,ltbkaum Fir'aun bersamanya. Di sini
Tashbiih (shabbaha) memiliki pengertian
agak lebih luas, yaitu mulai awal Shubuh yang disebutkan hanya kaum Fir'aun tanpa
sampai waktu setelah hari agak terang. menyebutkan Fir'aun sendiri karena sudah
Lalu jika ditambahkan kata 4i5ly itu lazim diketahui bahwa ia adalah pemimpin
memperjelas bahwa hal tersebut terjadi mereka, dan secara prioritas ia tentunya juga
masuk ke dalam cakupan. (13r) peringatan-
pada awal permulaan Shubuh. peringatan yang disampaikan lewat Nabi Musa
a.s. dan Nabi Harun a.s., namun mereka tidak
B. Untuk mempertegas dan memperkuat, mau beriman.
Allah SWT mengulang perkataan malaikat {6t yc*._ t;-sy mereka mendustakan
kepada mereka, "Rasakanlah adzab yang dan tidak memercayai ayat-ayat [mukjizat)
semuanya yang berjumlah sembilan yang
menimpa kalian ini berupa pembutaan diberikan kepada Nabi Musa a.s., {,5d.LLy
penglihatanJ' fadi yang dimaksudkan
maka Kami pun menghukum mereka dengan
adalah adzab selain adzab yang digunakan
adzab.4l;,l- lfr-i) dengan penghukuman dari
untuk membinasakan mereka. Adzab
Yang Mahaperkasa Yang tiada terkalahkan,
yang ditimpakan kepada mereka adalah
lagi Mahakuasa Yang tiada suatu apa pun yang
sebanyak dua kali. Pertama, adzab yang berada di luar kuasa-Nya.
khusus ditimpakan kepada orang-orang
yang ikut berusaha untuk mengganggu
para tamu Nabi Luth a.s., yaitu adzab
berupa pembutaan penglihatan. Kedua,
adzab yang bersifat umum, merata, dan
massal yang membinasakan mereka
semua,
9. Sesungguhnya maksud dan tujuan dari
pemaparan kisah-kisah adalah untuk
dijadikan bahan pelajaran, perenungan,
dan nasihat. Allah SWT telah memudah-
kan Al-Qur'an untuk menjadi bahan
=-t
Tafslr dan Penfelasan dari Yang Mahakuat dan pasti menang dalam
Ini adalah kisah kelima yang disebutkan pembalasan-Nya, Mahakuasa untuk mem-
secara ringkas. Dalam kisah ini, Allah SWT
hendak menginformasikan sikap Fir'aun dan binasakan mereka dan Mahakuasa atas segala
sesuatu tanpa ada suatu apa pun yang berada
kaumnya yang mendustakan para rasul,
di luar kuasa-Nya. Allah SWT membinasakan
"Dan sungguh, peringatan telah datang
kepada keluarga Fir'aun." (al-Qamar: 41) dan membasmi mereka semua tanpa ada yang
tersisa, serta menghukum mereka disebabkan
Sungguh benar-benar telah datang kepada
Fir'aun dan kaumnya, peringatan-peringatan sikap mereka yang mendustakan dan kafir
dan berita-berita gembira melalui Nabi Musa
a.s. dan Nabi Harun a.s., yaitu peringatan dan terhadap-Nya.
ancaman adzab jika mereka kafir dan berita FIqlh Kehldupan atau Hukum-Hukum
gembira memperoleh surga jika mereka Ini adalah informasi singkat tentang
beriman. Fir'aun dan kaumnya, yaitu bangsa Qibthi.
Informasi ini berisi kejahatan dan hukuman-
Perbedaan antara kata al-Aal dan al-Qaum nya. Allah SWT telah mengutus Nabi Musa
adalah kalau al-Qaum lebih umum dan lebih a.s. dan Nabi Harun a.s. kepada mereka
dengan membawa sejumlah peringatan
luas cakupannya daripada al-Aal. Al-Qaum dan ancaman serta berita gembira. Mereka
adalah orang-orang yang urusan mereka
diatur oleh pemimpin mereka dan mereka pun mendustakan dan tidak memercayai
melaksanakan perintahnya (rakyat secara semua ayat-ayat atau mukjizat-mukjizat
umum). Sedangkan al-Aal adalah orang- yang menunjukkan pengesaan Allah SWT
orang yang kebaikan dan keburukan mereka
kembali kepada pemimpin atau yang kebaikan dan kenabian para nabi. Ayat atau mukjizat
dan keburukan si pemimpin kembali kepada tersebut berjumlah sembilan, yaitu tongkat,
mereka (rakyat yang menjadi orang dekat
pemimpin dan berada di sekelilingnya serta tangan, masa-masa pacekli( ath-Thamsah
memiliki andil dan peranan signifikan bagi si
pemimpin). [dimusnahkannya harta kekayaan mereka),
banjic belalang, kutu, katah dan darah. Allah
"Mereka mendustakan mukjizat-mukjizat SWT pun menghukum mereka oleh karena
Kami semuanya, maka Kami adzab mereka kekafiran mereka kepada Tuhan mereka dan
dengan adzab dari Yang Mahaperkasa, Maha- sikap mereka yang mendustakan para rasul-
kuesq." (al-Qamar:42)
Nya. Hukuman itu sangat keras, karena berasal
Sesungguhnya Kami menguatkan Nabi dari Tuhan Yang Mahakuat tanpa terkalahkan
dalam pembalasan-Nya, lagi Mahakuasa atas
Musa a,s. dan Nabi Harun a.s. dengan sejumlah apa yang dikehendaki-Nya.
mukjizat yang agung dan mukjizat lainnya Perlu diketahui bahwa kelima kisah yang
yang beragam, di antaranya adalah sembilan disebutkan dalam surah ini, yaitu kisah kaum
mukjizat seperti tongkat dan tangan. Namun,
mereka mendustakan dan tidak memercayai Nuh a.s., kisah bangsa Ad, kisah bangsa Tsamud,
mukjizat dan ayat-ayat itu semuanya. Allah kisah kaum Luth a.s, dan kisah keluarga
Fir'aun, memiliki titik temu pada aspek sebab
SWT pun menghukum mereka dengan adzab
atau kejahatan dan pada aspek balasan atau
yang sangat keras sebagai penghukuman
hukuman. Aspek sebab atau kejahatannya
adalah hampir bisa dikatakan sama, yaitu
kafir kepada Allah SWT dan mendustakan
I para rasul, ditambah dengan beberapa mengatakan, "Kami ini golongan yangbersatu yang
bentuk kemaksiatan dan kedurhakaan lain. pasti menang." Golongan itu pasti akan dikalahkan
Sedangkan hukumannya, meskipun berbeda, dan mereka akan mundur ke belakang. Bahkan hari
I antara baniir, angin badai yang sangat dingin Kiamat itulah hari y ang dij anj ikan kep ada mereka
dan hari Kamat itu lebih dahsyat dan lebih pahit.
I dan bergemuruh hebat, pekikan Malaikat
t
fibril a.s., angin yang melempari dengan batu, Sungguh, orang-orang yang berdosa berada dalam
dan ditenggelamkan, hasil dan dampaknya kesesatan (di dunia) dan akanberada dalam neraka
(di akhirat). Pada hari mereka diseret ke neraka
adalah sama, yaitu pembasmian secara total
pada wajahnya. (Dikatakan kepada mereka),
dan massal tanpa ada yang tersisa. Semua
"Rasakanlah sentuhan api neraka." Sungguh, Kami
itu menjadi pelajaran, ibrah dan nasihat bagi menciptakan segala sesuatu menurut ukuran. Dan
kaum kafir Quraisy dan orang-orang yang perintah Kami hanyalah (dengan) satu perkataan
seperti mereka. seperti kejapan mata. Dan sungguh, telah Kami
binasakan orang yang seruPa dengan kamu
KECAMAN DAN CERCAAN TERHADAP (kekafirannya). Maka adakah orang yang mau
ORANG.ORANG MUSYRIK DARI KALANGAN mengambil pelajaran? Dan segala sesuatu yang
KAUM I(AFIR QURAISY SERTA PENJELASAN telah mereka perbuat tercatat dalam buku-buku
TENTANG BALASAN BAG! ORANG.ORANG catatan. Dan segala (sesuatu) yang kecil maupun
yang besar (semuanya) tertulis. Sungguh, orang-
YANG DURHAKA DAN ORANG.ORANG YANG orang yangbertakwa berada di taman-taman dan
BERTAKWA
sungai-sungai, di tempat yang disenangi; di sisi
Tuhan Yang Mahakuasa. (al-Qamar: 43-55)
Surah aFQamar Ayat 43 - 55
i, w ilt a-1';7 tri't#)'n'# fi6u\ l'raab
e'i.st oj;: &t ru W j;fr F |ni, 4',"- € lt 3i;|iy tata (;J) adalah
mubtada',sedangkan khabarnyaadalah (cjh.
U;
Kata {;,-} adalah khabar untuk mubtada'
+1*AtiYffi 5vbit;E"tv"iL;iz6t$
yang dibuang, yakni amrunaq atau,iam'unaa.
\3i, ;dfr ;y ryr,,t- iF\p @'#,16 4,*iii; r? F rlt) Kata 4Yy aiUaca nashab
<ly-6'A:vi6.i4&re-"t2=(t@it# dengan mengasum sikanfi' il khalaqnaa. Bentuk
kalimat dan i'raab seperti ini menunjukkan
pengertian yang cakupannya bersifat umum
KVg-61aai@;AU,#{s*v dan penciptaan yang ada mencakup semua hal
W#1Aiu,SkW$1;it dan segala sesuatu.
#o:#t(,Y 3k,J:A jerl?3 Katakhalaqnaa di sini tidak bisa dijadikan
@itil#''ze,Vfi7t@YJ {";}sebagai sifat untuk kata karena sifat tidak
"Apakah orang-orang kafir di lingkunganmu bisa berfungsi terhadap kata yang terdapat
(kaum musyrikin) lebih baik dari mereka, ataukah sebelum maushuuf (kata yang disifati).
kamu telah mempunyai jaminan kebebasan (dari
adzab) dalam kitab-kitab terdahulu? Atau mereka Ada versi qiraa'aat yang membaca rafa'
kata kulla sehingga menjadi kullu sebagai
mubtada',sedangkan k habarnya adalah {;r,iL}.
Akan tetapi, jika berdasarkan i'raab seperti
ini, kata (y) tidat< bisa murni menunjukkan
makna umum secara total dan mutlak. fika Mufradaat Lu4hawBah I
berdasarkan i'raab ini, makna ayat ini adalah
$tj,fi) apakah kal.iap semua orang-orang
"sesungguhnya, setiap sesuatu adalah makhluk
ciptaan Kami sesuai dengan ukuran." Kalimat kafir wahai Quraisy. 45,i;i;h daripada orang-
atau pengertian ini masih memiliki celah orang itu yang telah disebutkan dalam kisah-
kisah di atas mulai dari kaum Nabi Nuh a.s'
kemungkinan di sana ada sesuatu yang bukan
makhluk ciptaan. Beda jika kata kull dibaca sampai kaum Fir'aun. {i'r!} fakta tertulis yang
nashab sebagaimana versi i'raab yang pertama berisikan jaminan keselamatan dari adzab
karena memiliki pengertian umum secara dan kekebalan terhadapnya. $.tllt eb dalam
mutlak dan total tanpa ada yang ketinggalan
kitab-kitab samawi. Bentuk iamak dari zabuur.
dan berada di luar cakupannya. Maksudnya adalah atau apakah memangnya
diturunkan dalam kitab-kiab samawi suatu
Kata {e} menjadi haal dari kata (.5}
keterangan yang menyatakan bahwa barang-
yakni muqaddaran.
siapa yang kafir di antara kalian, ia dijamin
Balaaghah
aman dari adzab? Kedua istifhaam atau
{irjl.irixij $.liy istifhaam atau pertanyaan pertanyaan ini adalah bermakna penafian.
ini adalah pertanyaan yang mengandung Masalahnya adalah tidak seperti yang kalian
makna pengingkaran dan penafian (istifhaam perkirakan dan asumsikan.
inkaarf). 4t;;. ii) ataukah orang-orang kafir
Quraisy itu mengatakan, (;-iJ l# ,""F t rrni
4';i't ;liLttti !*;Lttt ;.y Di sini terdapat
adalah kumpulan orang banyak yang menang
al-Ithnaab (memperpanjang kata-kata karena
suatu faedah) dengan mengulang penyebutan atas Muhammad. Pada Perang Badat Abu fahal
kata as-.Saa'ah dengan tujuan supaya makna berkata, "sesungguhnya kami adalah golongan
ancaman yang ada pada ayat tersebut semakin
besar yang pasti akan menang." Lalu turunlah
kuat.
ayat berikutnya, {i.ir 'o;';'t Pt ii:"} golongan
4.i, -c €.4t i1) dan )# e q4''otb
itu pasti akan dikalahkan dan melarikan diri.
4.i; Oi antara kedua ayat ini terdapat a/-
Mereka benar-benar terkalahkan pada Perang
Muqaabalah.
Badar dan Rasulullah saw pun berhasil meraih
4'F F rjriy tenggunaan kata massa di sini
kemenangan atas mereka.lni adalah salah satu
adalah bentuk majaz mursal tentang makna
al-Alam (rasa sakit dan pedih), sedangkan bukti kenabian beliau.
'alaa qah-nyaadalah saba biyy ah (menyebutkan
(iii Att 5.Y sebenarnya hari Kiamat
sebab, namun yang dimaksudkan adalah
akibatnya), karena menyentuh api neraka adalah waktunya untukadzab yang diancamkan
adalah sebab rasa sakit. dan dijanjikan kepada mereka. {Lr:r;} dan
4.gt t *b Oi antara kedua kata ini ath- adzab hari Kiamat. 4';lr i!l) jauh lebih besar,
Thibaaq. Pada bagian akhir ayat-ayat yang ada keras, memilukan, dan mengerikan daripada
terdapat os-Sa7' (keselarasan dan keharmonian
adzab dunia. Kataad-Daahiyah berarti sesuatu
suara) yang alami tanpa dibuat-buat dan yang sangat buruk dan mengerikan yang tidak
dipaksakan, serta menghasilkan nada suara ada jalan untuk menanganinya. Iuga, jauh lebih
pahit dan memilukan daripada adzab dunia.
dan keindahan lafazh yang sangat berkesan
4:44t il} sesungguhnya orang-orang
dan menyentuh. kafir dan orang-orang musyrik. q;J ,l)
berada dalam kesesatan, kekeliruan, dan iauh
dari yang haq. {ii} dan api yang menyala-
nyala di akhirat.
(i,!..:.i) diseret di atas wajah mereka. maqaa'id. Yakni, tempat-tempat di surga yang
4f ; rjriy dan dikatakan kepada mereka, steril dari hal-hal yang tidak berguna, hal-hal
"Rasakanlah panas dan sakitnya api neraka." kosong, dan perbuatan dosa. Beda dengan
Karena menyentuh dan terkena api menyebab- majelis dan tempat-tempat di dunia yang
kan rasa sakit. Saqar adalah salah satu nama jarang sekali bisa steril dari hal-hal seperti
neraka fahannam, kata ini berbentuk isim Y tyitu. {ri,;.: sedang mereka adalah orang-
ghairu munsharif. (7-.) ditat<dirkan menurut
orang yang memiliki kedudukan mulia di sisi
suatu kadar ukuran tertentu dan telah ter-
Allah SWT. Kata Maliik adalah bentuk shiighat
cantum dalam Lauh Mahfuzh sebelum terjadi
mubaalaghah yangberarti Yang Mahakuat dan
segala sesuatu.
Luas kekuasaan-Nya. Kata (r.uil) maknanya
(6ii| perkara Kami atau perintah Kami
adalah Yang Mahakuasa, tiada suatu apa pun
untuk mengadakan sesuatu yang Kami
kehendaki. 4i',-r; ir) tidak lain adalah hanya yang berada di luar kuasa-Nya dan Dia adalah
satu kalimat, yaitu kun [jadilah), maka
terjadilah. Atau hanya satu kali perbuatan, Allah SWT.
yaitu menciptakan tanpa ada sedikit pun
Kata 'inda [di sisi) bukanlah sisi yang
kesulitan. 41u, gb seperti sekejap mata
identik dengan tempat, tetapi itu adalah
dalam kemudahan dan kecepatannya.
isyarat tentang sebuah kedudukan yang tinggi
&Gqri} orang-orang yang seperti kalian
dalam kekafiran dari umat-umat terdahulu. dan luhur sebagai karunia dari Allah SWT.
(fj. u. JrF maka adakah orang Yang Sebab Turunnya
mengambil pelajaran dan sadar? Pertanyaan Ayat (45)
ini bermakna perintah, yakni, ingat, sada[ dan Ibnu farir meriwayatkan dari Abdullah bin
Abbas r.a., ia berkata, "Mereka berkata, pada
ambillah pelajaran. Perang Badar, 'Kami adalah golongan yang
pasti menang."'Lalu turunlah ayat ini.
(r-.! C) tercatat dan terdokumentasikan
Ayat(47)
dalam lembaran catatan atau buku catatan Imam Muslim dan Tirmidzi meriwayatkan
para malaikat al-Hafazhah (malaikat pencatat dari Abu Hurairah r.a., ia berkata,
amal). (Yry tergariskan atau tertulis di Lauh €W it Jyr:r*u- ,-i.J f ,:-;v
Di €.q#r i1) : ia'tr si:v,,Ar
Mahfuzh. (:( gF di taman-taman surgawi. $:s,i\A; rC F f;tb,!.i,tt4 3
{l;y arn sungai-sungai. Yang dimaksudkan
"Pada suatu ketika, orang-orang musyrik
dengan kata nahar di sini adalah nama jenis Quraky datang menemui Rasulullah saw. dan
(common noun) sehingga berarti sungai- mendebat beliau menyangkut persoalan qadar,
sungai. Ada versi qiraa'aat yang membaca, lalu Allah SWT menurunkan ayat ini."
nuhr dengan huruf nun dibaca dhammah dan Ibnu Hibban meriwayatkan dari Abu
hurufha'dibaca sukun, seperti kata asadyang Umamah al-Bahili, ia berkata, 'Aku bersaksi
bentuk jamaknya adalah usd. demi Allah, sungguh aku mendengar Rasulullah
(yY * ,t) di sebuah temPat Yang saw. bersabda, 'sesungguhnya ayat ini, 'innal
disenangi atau di sebuah tempat yang haq,
dalam arti steril dari hal-hal kosong tiada
guna dan perbuatan dosa, yang dimaksudkan
dengan kata ini juga adalah jenis. Ada versi
qiraa'aatyang membaca dalam bentuk jamah
mujrimiina fii dholaalin wa su'ur'hingga ayat dengan satu kalimat, kun. Surah ini ditutup
'inna kulla syai'in kholaqnaahu bi qodar.',turun dengan ayat yang menjelaskan pahala orang-
menyangkut aliran Qadariyah. "' a7 orang yang bertakwa dan berbakti.
Abu Bakar lbnul Harits menjelaskan dari Tafslr dan Penlelasan
Abu Zurarah al-Anshari, bahwasanya Rasulullah 'Apakah orang-orang kafir di ling-
saw. membaca ayat ini, "Sungguh, orang-orang
yang berdosa berada dalam kesesatan (di dunia) kunganmu (kaum musyrikin) lebih baik dari
dan akan berada dalam neraka (di akhirat)." mereka, ataukah kamu telah mempunyai
kemudian b eliau bersab da,'Ay a t ini diturunkan
jaminan kebebasan (dari adzab) dalam kitab-
menyangkut sejumlah orang dari generasi akhir kitab terdahulu?" (al-Qamar: 43)
umat ini yang mendustakan dan tidak percaya
kepada qadar Allah SWT: Wahai orang-orang musyrik Quraisy,
Persesualan Ayat apakah orang-orang kafir lebih baik dari orang-
Setelah memaparkan pembinasaan ter- orang yang telah disebutkan sebelumnya,
hadap beberapa umat terdahulu, yaitu kaum yaitu orang-orang yang dibinasakan oleh
Nabi Nuh a.s., kaum Nabi Hud a.s., kaum
sebab sikap mereka yang mendustakan para
Nabi Saleh a.s. dan kaum Nabi Luth a.s., rasul dan kekafiran mereka terhadap kitab-
disebabkan oleh sikap mereka mendustakan kitab samawi, atau apakah kalian memiliki
para rasul, Allah SWT melancarkan kecaman jaminan dari Allah SWT dalam kitab-kitab
yang diturunkan oleh-Nya bahwa kalian
dan cercaan terhadap penduduk Mekah mendapatkan kekebalan terhadap adzab
dengan menggunakan kalimat pertanyaan bahwa kalian tidak akan tertimpa adzab dan
yang bermakna pengingkaran dan penafian pembalasan?
(istifhaam inkaari). Hal itu untuk menegaskan
kepada mereka bahwa jika memang mereka Makna ayat ini adalah wahai penduduk
tetap saja bersikukuh di atas kekafiran mereka, kafir Mekah atau wahai segenap bangsa Arab,
adzab dan kehinaan yang menimpa orang- tidaklah lebih baik dari orang-orang kafir
orang kafir selain mereka juga akan menimpa terdahulu dari kalangan umat-umat yang
mereka. Apa yang berlaku terhadap sesuatu,
juga berlaku terhadap padanya. fuga bahwa telah dibinasakan disebabkan oleh kekafiran
mereka akan dikalahkan di dunia, sedangkan mereka. Kalian sama sekali tidaklah lebih
utama dari mereka hingga kalian bisa aman
di akhirat kelak mereka akan menemui
dari adzab yang menimpa mereka ketika
adzab yang jauh lebih keras, lebih pahit, lebih mereka mendustakan para rasul mereka.
mengerikan, dan lebih memilukan. Kalian sama sekali tidak memiliki jaminan
Kemudian, Allah SWT menerangkan salah kekebalan, kebebasan, dan keselamatan dari
satu bentuk atau macam adzab orang-orang adzab Allah SWT dalam kitab-kitab para nabi
mana pun.
musyrik di akhirat bahwa tiap-tiap sesuatu
Ini adalah sebuah ancaman, kecaman, dan
adalah makhluk ciptaan Allah SWT bahwa cercaan terhadap orang yang tetap bersikukuh
perintah-Nya sangat cepat terlaksana hanya
di atas kekafiran dari orang-orang musyrik
47 Qadariyyah adalah golongan yang memiliki paham bahwa
Arab. Yang dimaksudkan adalah sebagian
manusialah yang menciptakan perbuatan-perbuatan diri- orang Arab, bukan seluruhnya. Orang-orang
nya sendiri. kafir mereka tidaklah lebih baik dari orang-
orang terdahulu, yaitu kaum Nabi Nuh a.s.,
Surah al{amar rtAFsrR AL-MUNIR )IIID 14
kaum Nabi Hud a.s., kaum Nabi Saleh a.s. dan kami pasti akan menang terhadap Muhammad
kaum Nabi Luth a.s.. Mereka adalah sama saja dan kawan-kawannya." Lalu turunlah ayat ini.
seperti umat-umat terdahulu itu, atau bahkan
lebih buruk dari mereka. Bukhari dan Nasa'i meriwayatkan dari
'Atau mereka mengatakan, 'Kami ini Abdullah bin Abbas r.a.,
golongan yang bersatu yang pasti menang."'
:'so,''4"?' l'7-"'?n€l 't-'i^t i$ W itt li,'oi
(al-Qamar:44)
q ;tl ;*tst,l;-t, !'t4' t)3;i ;t, gt
Bahkan apakah mereka berkata, "Kami ; dI
* ;Ji A"nit ,;i qa'-i1 ud,tt lflt
adalah golongan yang besar dan banyak :Jw ,11:
J; gt t. AU
jumlahnya serta memiliki kekuatan yang besar,
dan kami pasti menang atas musuh-musuh ei {*F ,irt ,iJ
kami yang merupakan kelompok minoritas iW
dan tertindas." Mereka begitu yakin, percaya, \'iiu.J'i atr;
dan optimis bahwa mereka saling menolong ;, ,tr^:, i,
dan saling mendukung di antara sesama ;tlt',1. , }it 'o j;;.:;jr
mereka bahwa komunitas besar mereka bisa l' ;;i.*\/ ';i;J9
menghalau siapa pun yang ingin berbuat jahat
"Bahwasanya Rasulullah saw. pada Perang
kepada mereka.
Badar berdoa sedangbeliau berada di dalam tenda
Istifhaam atau pertanyaan ini adalah
beliau,'Ya Allah, hamba memohon janji-Mu. Ya
pertanyaan dengan makna pengingkaran Allah, jika Engkau berkehendak, maka setelah hari
ini Engkau tidak disembah di bumi selamanya.'
dan penafian. Di sini digunakan bentuk
kata tunggal, {,F} padahal dhamir, nahnu Lalu Ab u B akar a sh - Shiddi q r. a. m em egan g t angan
(kami) adalah dhamir jamak. Itu karena yang beliau dan berkata, 'Cukup Wahai Rasulullah,
dimaksudkan dengan kata iamii'adalah ienis,
anda t elah b er d o a den gan b egit u m en de s ak kep ada
yaitu bentuk redaksinya memang tunggal,
Allah SWT.' Lalu beliau pun meloncat keluar sambil
namun maknanya adalah jamak. mengenakan baju besi seraya membaca ayat ini."
Kemudian, Allah SWT menyanggah dan Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari
mementahkan pernyataan mereka, Ikrimah, ia berkata, "Tatkala turun ayat 45
"Golongan itu pasti akan dikalahkan dan surah al-Qama4, Umar bin Khaththab r.a.
mereka akan mundur ke belakang." (al-Qamar:
4s) berkata, 'Golongan manakah yang terkalahkan
Golongan kaum kafir Mekah atau kaum dan golongan manakah yang menang?' Umar
kafir Arab secara umum pasti akan tercerai
bin Khaththab r.a. kembali berkata, 'Pada
berai, terkalahkan, lari kocar-kaciI dan tercerai
Perang Badac aku melihat Rasulullah saw.
berai. Ini adalah salah satu bukti kenabian.
meloncat dengan mengenakan baju besi seraya
Pada Perang Badaq, Allah SWT benar-benar
menjadikan mereka kalah dan para tokohnya membaca ayat {,iir 'u)';.'t t;,ii;,} Ketika itu
pun terbunuh. aku pun mengetahui dan memahami ta'wil
Disebutkan dari Abu fahal, bahwasanya ayat tersebut."'
pada Perang Bada4 ia memacu kudanya dan
maiu ke depan barisan,lalu berkata, "Hari ini, Kemudian, Allah SWT menerangkan
bahwa masalahnya tidak hanya terbatas pada
kekalahan mereka, tetapi jauh lebih besar dari
itu. Hari Kiamat adalah waktu yang dijanjikan
kepada mereka dan kelak di akhirat mereka
ThFSTRAL-MUNrR IlrrD 14
akan menemui adzab yang jauh lebih keras berada dalam neraka (di akhirat)." (al-Qamar:
jika mereka masih tetap bersikukuh di atas 47)
kekafiran, Sesungguhnya orang-orang yang mem-
persekutukan Allah SW[, mendustakan para
"Bahkan hari Kiamat itulah hari yang
rasul-Nya, serta setiap orang kafir dan pembuat
dijanjikan kepada mereka dan hari Kiamat itu bid'ah yang kafir karena kebid'ahannya, terdiri
lebih dahsyat dan lebih pahit." (al-Qamart 46)
dari segenap sekte dan kelompok, mereka
Sebenarnya hari Kiamat adalah waktu
berada dalam kebingungan dan kesesatan tak
pengadzaban mereka. Adzab yang terjadi di tahu arah tujuan di dunia, jauh dari yang haq
dan jalan yang lurus, serta berada dalam api
dunia itu berupa terbunuh, tertawan, dan yang menyala-nyala di dalam neraka fahannam
pada hari Kiamat kelak.
kalah bukanlah keseluruhan adzab yang
Penggunaan kata al-Mujrimuuna untuk
dijanjikan kepada mereka. Itu baru salah satu menyebutkan orang-orang musyrik juga ter-
pembukaan dan permulaan adzab saja, dan dapat pada ayat 41 surah ar-Rahmaan yang
adzab hari Kiamat adalah jauh lebih besa[
lebih dahsyat, lebih pahit, lebih mengerikan, berbunyi, {pq t t) i,lt,:';:-y.
dan lebih memilukan dari adzab dunia, di Sebagian ulama tafsir berpandangan
samping adzab akhirat merupakan adzab yang bahwa ayat ini turun menyangkut golongan
bersifat abadi selamanya. Qadariyah. Al-Wahidi dalam tafsirnya me-
Ar-Razi menjelaskan ini adalah pendapat riwayatkan dengan sanadnya dari Abu
kebanyakan ulama tafsir. Makna yang tepat
adalah bahwa peringatan adzab hari Kiamat Hurairah r.a., ia berkata,
adalah bersifat umum bagi setiap orang yang
€W at Jyr3*q e:; -{-*-;t;
telah disebutkan terdahulu. Seakan-akan
Allah SWT berfirman, "Kami telah mem- :tb ,1, dt'u'tt itk"ir sli ,r"-;)t
binasakan orang-orang yang kafir sebelum
.4,G.;tA;
kamu dan mereka adalah orang-orang yang a,
tetap bersikukuh di atas kekafiran. Kaum "Pada suatu ketika, orang-orang musyrik
Quraisy datang menemui Rasulullah saw. dan
Nabi Muhammad saw tidaklah lebih baik mendebat beliau menyangkut persoalan qadaa
dari mereka. Mereka juga akan tertimpa hal lalu Allah SWT menurunkan ayat ini.'ae
yang sama seperti yang menimpa orang-
orang terdahulu jika mereka bersikap sama, Diriwayatkan dari Aisyah r.a. bahwasanya
Rasulullah saw. bersabda,
yaitu tetap bersikukuh di atas kekafiran.
'ira, r-:!' .ji ,-,.r-';)l
Sesungguhnya adzab dunia bukanlah ke-
seluruhan pembalasan karena pembalasan "sesungguhnya Urlurinyo um'at ini oaoUt
yang sebenarnya adalah dengan adzab yang Qadariyah.'50
menyakitkan, memilukan lagi selamanya."as
49 HR Muslim, at-Tirmidzi dan Ibnu Maiah.
Kemudian, Allah SWT menginformasikan 50 HR lbnu Maiah dari fabir r.a dengan redaksi,
aneka adzab yang ada di akhirat,
ir rtit o;'liJlrril{r..ri ;#'rl
"Sungguh, orqng-orang yang berdosa
'Sesungguhnya Majusinya ummat ini adalah orang-orang yang
berada dalam kesesatan (di dunia) dan akan
48 Tafsir Ar-Razi, 29 /68.
Mereka adalah orang-orang berdosa mendebat beliau menyangkut qadar karena ini
yang disebutkan oleh Allah SWT dalam ayat, memang pemahaman mereka.
"Sungguh, orang-orang yang berdosa berada
dalam kesesatan (di dunia) dan akan berada Adapun yang dimaksudkan dari hadits,
dalam neraka (di akhirat)." Mereka tersesat "Majusinya umat ini adalah Qadariyyah," me-
jauh dari kebenaran di dunia, dan tersesat reka adalah orang-orang Qadariyah pada masa
beliau. Mereka adalah orang-orang musyrik
berada di neraka pada hari akhir.
yang mengingkari kuasa Allah SWT atas
Ar-Razi menerangkan makna Qadariyyah kejadian-kejadian sehingga tidak mencakup
yang telah Rasulullah saw. jelaskan bahwa ayat golongan muktazilah. Penisbahan mereka
kepada umat ini adalah seperti penisbahan
ini turun menyangkut mereka. Dalam hal ini,
orang Majusi kepada umat terdahulu.5l
ar-Razi menjelaskan bahwa yang mengatakan
"Pada hari mereka diseret ke neraka
adanya penciptaan amal perbuatan semua
golongan, orang Qadariyah akan memusuhi- pada wajahnya. (Dikatakan kepada mereka),
nya. Orang fabariyah misalnya mengatakan, 'Rasakanlah sentuhan api neraka."' (al-Qamar:
Qadariyah adalah orang yang memiliki paham 48)
bahwa ketaatan dan kemaksiatan bukanlah
ciptaan Allah SWT bukan qadha-Nya dan Sesungguhnya orang-orang musyrik dan
kafir; mereka diadzab dalam neraka. Mereka
bukan pula qadar-Nya. Mereka disebut diseret di atas wajah mereka menuju ke neraka
sebagai bentuk penghinaan dan pelecehan
Qadariyah, karena mereka mengingkari ada- terhadap mereka, seraya dikatakan kepada
mereka sebuah kalimat kecaman, celaan, dan
nya qadar. Sementara itu, orang Muktazilah
mengatakan, orang Qadariyah adalah orang cercaan, "Rasakanlah panasnya api neraka,
fabariyah yang mengatakan ketika berbuat
rasa sakitnya dan penderitaan-penderitaannya
zina dan mencuri,'Allah SWT menakdirkanku. serta adzabnya yang keras."
Ia disebut orang Qadariyyah karena ia me- Kemudian, Allah swt. menerangkan bahwa
ngukuhkan adanya qadar. Sementara kedua setiap hal yang terjadi di alam ini, termasuk
di antaranya adalah perbuatan para hamba
golongan tersebut mengatakan terhadap
semuanya adalah makhluk ciptaan Allah S\MX,
orang Ahlus Sunnah yang mengakui bahwa
amal perbuatan makhluk adalah ciptaan Allah "Sungguh, Kami menciptakan segala se-
suatu menurut ukuran." (al-Qamar: 49)
SWT dan bukan makhluk itu sendiri yang
Sesungguhnya segala sesuatu dan setiap
menciptakan perbuatannya bahwa ia adalah perbuatan di alam ini atau dalam kehidupan ini
tanpa terkecuali apakah baik atau pun buruk,
orang Qadariyah. semuanya adalah makhluk ciptaan Allah SWT
Ar-Razi melanjutkan yang benar adalah yang ditakdirkan dan dikukuhkan sesuai
bahwa orang Qadariyah yang ayat ini turun dengan hikmah dan sesuai dengan apa yang
tertakdirkan dan tercatat dalam Lauh Mahfuzh,
menyangkut diri mereka. Mereka adalah orang
yang mengingkari qada4, mengingkari kuasa diketahui oleh Allah SWT dan tertetapkan
Allah SWT dan mengatakan bahwa kejadian- dalam ilmu-Nya yangazali sebelum semua itu
kejadian semuanya adalah terjadi oleh karena
51 Tafsir Ar-Razi, 29 /69-70.
bintang-bintang dan hubungan-hubungannya.
Hal ini ditunjukkan oleh hadits di atas yang
menyebutkan bahwa orang-orang musyrik
Quraisy datang menemui Rasulullah saw. dan
mendustakan qadar Allah SWT'
thtt'*At-M'*'*r"'o 14 ,r,,|.i, {2;*hF,}ti,, t""n"tQ"'"'
ada atau terjadi, Dia mengetahui keadaan dan Imam Ahmad, Tirmidzi dan Hakim me-
waktunya. Qadar maksudnya di sini adalah riwayatkan dari Abdullah bin Abbas r.Er.,
taqdir. bahwasanya Rasulullah saw. berkata kepada-
Di antara padanan ayat ini adalah,
DYfl,
"Dan Dia menciptakan segala sesuatu,
lalu menetapkan ukuran-ukurannya dengan ,tfu.;ur ialr ,:ry t*i e),iJiU
iii,lU cxC'. ot -
tep at," (al-Furqaan: 2) cl 'u,iir;,.trar
"Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Maha- ,&r Ji-:u r;1
tinggi, yang menciptakan, lalu menyempurna-
kan (penciptaan- Nya), yang menentukan kadar ; p6t;it i,i p;ri,1,., riy:
(masing-masing) dan memberi petunjuk." (al-
Alaa:1-3) iit rrA :e urX.,ii J; c-l:J*r
,I ,. ,.'- o/
Ahlus Sunnah menjadikan ayat ini sebagai
dalil tentang qadha' qadar Allah SWT yang -E
mendahului ciptaan-Nya, yaitu pengetahuan jf & ,J .5 ,;&Jb el.;
Allah SWT tentang segala sesuatu sebelum 1, tr;t-:/S. =t -
terwujud dan menuliskannya sebelum terjadi.
tat,{5 ui*,'itor';i:?!r'A,'
Imam Ahmad dan Muslim meriwayatkan
.jlAr *r,i>ti{r 4),t5;
dari Abdullah bin Umar La., ia berkata,
"Wahai pemuda, aku akan mengajarimu
"Rasulullah saw. bersabda, beberapa kalimat; perhatikanlah Allah SWI
.,fttF nlo o niscaya Dia akan memerhatikan dan memelihara
kamu. Perhatikanlah Allah SWT; maka niscaya
r-r,ur:? ,y kamu akan mendapati-Nya selalu melindungimu
"Tiap-tiap sesuatu adalah dengan qadar, dan selalu bersamamu. Iika kamu memohon,
hingga kelemahan dan ketangkasan." maka mohonlah kepada Allah, dan jika kamu me-
minta pertolongan, maka mintalah pertolongan
Dalam sebuah hadits shahih yang di- kepada Allah SWT Ketahuilah bahwa seandainya
suatu umat bersinergi untuk memberimu suatu ke-
riwayatkan oleh Ahmad dan Muslim dari Abu
Hurairah r.a disebutkan, manfaatan, maka sekali-kali mereka tidak akan bisa
,F Jo;i u*i iV ,';i {; ,.1,., ,y:t memberikan suatu kemanfaatan kepadamu melain-
e!, )t ,* ,4, ,t-si ti< bts J 'rt kan apa yang memang sudah ditulis dan digariskan
oleh Allah SWT untukmu. Dan seandainya mereka
:&' l* t; i i'y ;*;t; c, bersinergi untuk menimpakan suatu kemadharatan
terhadapmu, maka mereka sekali-kali tiada akan
"Minialah pertolongan kepada Allah dan bisa menimpakan suatu kemadharatan terhadap-
janganlah kamu bersikap lemah. Iika ada sesuatu mu mehinkan apa yang memang sudah Allah
menimpa kamu, maka janganlah kamu berkata,
SWT tuliskan dan gariskan atas dirimu. Pena telah
'Seandainya aku melakukan begini, tentulah begini
dan begini,' tetapi ucapkanlah, 'Itu sudah menjadi diangkat dan lemb aran -lemb ar an ker tas telah kering
qadar Allah dan apa yang dikehendaki-Nya maka (ini adalah kinayah tentangbahwa semuanya tehh
selesai dituliskan dan digariskanf'
Dia melakukannya.' Karena kata-kata, 'law'
Sudah diketahui bersama bahwa pe-
(seandainya) membuka perbuatan setan."
nulisan dan penggarisan qadha' qadar sama
sekali bukan berarti ada unsur paksaan atas
para hamba (jabr). Pengetahuan tentang se-
gala sesuatu sebelum terjadi sama sekali tidak
menunjukkan pengertian pemaksaan, te- terdahulu yang mendustakan para rasul.
I
tapi itu tidak lain hanya menunjukkan bahwa Adakah kiranya orang yang mengambil bahan
segala apa yang ada di alam ini adalah sudah perenungan dan pelaiaran dari kehinaan dan
diketahui Allah SWT sebelumnya. adzab yang ditetapkan dan ditimpakan Allah
Kemudian, Allah SWT menjelaskan bahwa SWT terhadap mereka? Adakah kiranya orang
kehendak-Nya dan qadar-Nya pada makhluk yang ingat, sadax, dan memetik pelajaran dan
pasti terlaksana dan berlaku efektif,
nasihat, menyadari bahwa itu adalah haq
"Dan perintah Kami hanyalah (dengan)
satu perkataan seperti kejapan mata." (al- sehingga ia pun takut terhadap hukuman yang
Qamar:50) pernah menimpa umat-umat terdahulu itu?
Hal ini sebagaimana firman Allah SWT
dalam ayat,
Sesungguhnya perintah Kami untuk men- "Dan diberi penghalang antara mereka
jadikan segala sesuatu menjadi ada adalah
hanya sekali dan sekejap saja tanpa butuh dengan apayang mereka inginkan sebagaimana
penegasan lagi. Apa yang Kami perintahkan
yang dilakukan terhadap orang-orang yang
dengan satu kalimat pasti langsung terjadi dan sepaham dengan mereka yang terdahulu."
(Saba':54)
ada seketika itu dalam sekejap mata, tanpa
sedikit pun tertunda. Kata lamhul bashar Hal itu diikuti dengan informasi bahwa
berarti keiapan mata. seluruh amal perbuatan mereka tercatat dan
Ini merupakan gambaran dan ilustrasi terdokumentasikan, dan bahwasanya Allah
supaya lebih mudah dipahami, begitu cepat- SWT senantiasa mengawasi mereka,
nya kehendak Allah SWT terlaksana dalam "Dan segala sesuatu yang telah mereka
mewujudkan sesuatu, yaitu seperti dalam kejap perbuat tercatat dalam buku-buku catatan.
saja atau lebih cepat dari itu, sebagaimana Dan segala (sesuatu) yang kecil maupun yang
firman Allah SWT b es ar (s emuany a) tertuli s." fal-Qamar: 52 - 5 3)
"Sesungguhnya urusan-Nya apabila Dia Sesungguhnya semua amal perbuatan
yang dilakukan oleh umat-umat, bangsa-
menghendaki sesuatu Dia hanya berkata,
bangsa, dan individu-individu berupa kebaikan
ke p a d a ny a,'J a dilah !' M aka j a dil ah s e su atu itu." atau keburukan, seluruhnya adalah tercatat
(Yaasiin:82) dan terdokumentasikan dalam Lauh Mahfuzh
dan dalam buku-buku catatan para malaikat
Kemudian, Allah SWT kembali meng- Hafazhah fpencatat amal). Tiada suatu apa
ingatkan kepada yang haq dan menggugah pun dari amal, ucapan, dan perbuatan makhluk
kesadaran untuk memetik pelajaran dari
melainkan semuanya tertulis dalam Lauh
kebinasaan umat-umat terdahulu,
Mahfuzh serta dalam buku-buku catatan dan
"Dan sungguh, telah Kami binasakan orang dokumen para malaikat pencatat amal tanpa
terkecuali baik yang kecil maupun yang besa[
yang serupa dengan kamu (kekafirannya). baik yang banyak maupun yang sedikit. Hal ini
Maka adakah orang yang mau mengambil sebagaimana firman Allah SWT
pelajaran?" (al-Qamar: 51) "Tidak ada suatu kata yang diucapkannya
Wahai kaum Quraisy, sungguh Kami melainkan ada di sisinya malaikat pengawas
benar-benar telah membinasakan orang- yang selalu siap (mencatat)." (Qaafz tB)
orang yang seperti kalian dan serupa dengan
kalian dalam hal kekafiran dari umat-umat
--!
/6-B.irrr , .mlll*.**,*Y"'*,'11P,.1,1.,,., .......,.,.,,,,,,,,,o*r,j ,
*".,..,,,, ""-..*.,.,,,, .**"""**,i""njT?TI
Imam Ahmad, Nasa'i, dan Ibnu Majah orang yang sengsara dan celaka. Mereka
meriwayatkan dari Aisyah r.a., bahwasanya
berada di neraka, diseret di dalamnya dengan
Rasulullah saw. berkata, kepadanya, penuh kehinaan, dikecam, dihujat, dan dicerca.
,1r c.r A 3V ,*rtrt ot';;J, ltl-l ,*G I Imam Ahmad, Muslim, dan Nasa'i me'
riwayatkan dari Abdullah bin Amr r.a., bahwa-
vtv'.n
sanya Rasulullah saw. bersabda,
gv
ii q,f),,.4,o'f- ()Y:,,t J-,..2t r>liatj,-j.jj.j' .
"Wahai Aisyah, jauhi dan waspadalah kamu
terhadap dosa-dosa kecil, karena dosa-dosa kecil e:,)* ul'',:4
tetap ada penuntutnya dan pencatatnya dari Allah
SWT: .,to.llr:,,,vs @o ,oti), 5o f\)_t
Kemudian, Allah SWT menjelaskan aneka "Orang-orang yang berlaku adiL mereka
berada di sisi Allah SWT, berada di atas mimbar-
macam balasan bagi orang-orang Mukmin
yang bertakwa, untuk memperbandingkan mimbar dari cahaya, berada di Kanan Tuhan Yang
dengan balasan bagi orang-orang kafia juga Maha Pengasih dan kedua tangan-Nya adalah
Kanan, mereka itu adalah orang-orang yang adil
membandingkan antara pahala dan hukuman, dalam putusannya, adil terhadap keluarganya, dan
adil dalam apa yang dikuasakan kepada mereka."
"Sungguh, orang-orang yang bertakwa
Flqlh Kehldupan atau Hukum-Hukum
berada di taman-taman dan sungai-sungai,
Ayat-ayat di atas menjelaskan sejumlah
di tempat yang disenang, di sisi Tuhan Yang
hal sebagai berikut.
IvI ahakuasa, " (al-Qamar: 54- 5 5)
L Setiap orang yang melakukan suatu
Sesungguhnya orang-orang yang bertalaara
kejahatan dan ia dihukum dengan hu-
berada dalam taman-taman yang subur nan kuman tertentu. Hukuman itu juga ber-
indah dan beragam, serta berada dalam hak dijatuhkan kepada orang-orang yang
sungai-sungai yang mengalirkan beragam sepertinya. Kaum kafir Arab atau Quraisy
minuman, seperti aiq, madu, susu, dan khamr tidaklah lebih baik dari orang-orang
yang tidak memabukkan. Mereka berada kafir terdahulu dari kalangan umat-umat
terdahulu yang dibinasakan oleh sebab
dalam surga, tempat kemuliaan, keridhaan kekafiran mereka. Mereka tidak memiliki
dan karunia Allah SWT. Mereka berada di kekebalan terhadap hukuman, kebebasan
dalam perkumpulan yang haq dan steril dari atau keselamatan dari hukuman dalam
laghw (perkataan-perkataan kosong, jorok kitab-kitab yang diturunkan kepada para
dan kotor) dan perbuatan dosa. Mereka berada
nabi.
dalam sebuah kedudukan dan kemuliaan yang
2. Orang-orang kafir Quraisy mengira bahwa
luhur di sisi Tuhan mereka Yang Mahakuasa
mereka adalah orang-orang yang bisa
atas segala apa yang dikehendaki-Nya, Yang menang atas kaum Mukminin karena
tiada suatu apa pun yang berada di luar kuasa- besarnya jumlah dan kekuatan mereka,
Nya. Karena Dia adalah Sang Penguasa Yang
Mahaagung, Sang Pencipta segala sesuatu sementara kaum Mukminin adalah
dan menakdirkannya, lagi Mahakuasa atas golongan minoritas dan lemah. Namun
apa yang dikehendaki-Nya berupa apa yang
mereka minta dan inginkan.
Keadaan tersebut bertolak belakang
dengan keadaan yang didapatkan oleh orang-
f&L*&*,,,::":1.:r*"::..,.,,,,, -- .........,.,,.... ...,.,,,, -.....,.,,,,, iltt{$,i "....,.,,,, -.". }:sI}At-MuNlll*P-11
mereka tidak sadar bahwa tolok ukur 3. Sesungguhnya pengadzaban terhadap
kekuatan manusia sama sekali tidak
berjalan di hadapan kuasa, hikmah, dan orang-orang kafir tidak hanya di dunia
taufik Ilahi, saja dengan cara terbunuh, tertawan,
kalah, dan hina, tetapi ada adzab lain
"Betapa banyak kelomPok kecil untuk mereka di akhirat yang itu lebih
keras dan lebih besar, lebih pahit, dan
mengalahkan kelompok besar dengan izin
Allah. Dan Allah beserta orang-orqng yang lebih memilukan,lebih lama dan kekal,
s ab ar." (al-Baqarah: 249) 4. Sesungguhnya orang-orang kafir dan
Oleh karena itu, di sini Allah SWT orang-orang musyrik berada dalam
berfirman, penyimpangan dari jalan kebenaran.
"Golongan itu pasti akan dikqlahkan Mereka terbakar di dalam neraka
dan mereka akan mundur ke belakang."
(al-Qamar:45) fahannam dan mereka diseret di atas
golongan kaum kafir Quraisy akan muka mereka ke dalam neraka sebagai
terkalahkan. Itu benar-benar terjadi pada penghinaan dan pelecehan.
Perang Badar dan yang lainnya. Ini sebagai
salah satu bukti kebenaran kenabian Nabi 5. Allah SWT adalah Pencipta segala sesuatu,
Muhammad saw.
Pencipta semua perbuatan-perbuatan
Abdullah bin Abbas r.a. menjelaskan
rentang waktu antara turunnya ayat ini para hamba tanpa ada pemaksaan ter-
dan kejadian Perang Badar adalah tujuh hadap mereka dalam melakukan per-
buatan-perbuatan tersebut. Akan tetapi
tahun. Berdasarkan hal ini, maka ayat
ini adalah ayat Makkiyyah bahwa surah mereka melakukan semua itu atas ke-
al-Qamar ini keseluruhannya adalah mauan sendiri,
Makkiyyah sebagaimana yang sudah "Padahal Allah-lah Yang menciptakan
kamu dan apa yang kamu perbuat itu."
pernah disebutkan di atas. (ash-Shaaffaat 96)
Bukhari meriwayatkan dari Ummul "sesungguhnya Kami menciptakan
Mukminin Aisyah r.a., ia berkata, segala sesuatu dengan ukuran." (al'
\ta €\ ,*,W fJ *c i;1 i1 Qamar:49)
;ii i;ttr: ity'a;rtt iF ,*ii
Allah SWT Mahakuasa, tetaPi Dia
'(tr,-ri1. tidak memaksa siapa pun atas apa yang
ia perbuat. Dia membiarkannya dengan
"Sungguh, ayat 46 surah al-Qamar
pilihan dan kebebasan.
diturunkan kepada Rasulullah saw. di Mekah,
Orang-orang musyrik adalah kaum
sedang waktu itu aku adalah masih seorang Qadariyah karena mereka menetapkan
bahwa selain Allah SWT seperti bintang-
gadi s b eli a y ang b ermain." bintang memiliki kuasa dan kemampuan
Di atas telah disebutkan hadits untuk mengadakan sesuatu.
Abdullah bin Abbas r.a. dan kisah Abu Ada sekte dari kaum Muslimin yang
Bakar ash-Shiddiq r.a. pada Perang Badar' disebut sebagai sekte Qadariyah. Mereka
memiliki paham bahwa Allah SWT tidak
memiliki kuasa atas penggerakan seorang
hamba dengan suatu gerakan atau tin-
14:tAFsrRAL-MuNrRrrrrp rril dl\m--_d_*.lirr sulahal{amar
dakan, seperti shalat atau perbuatan zina Tuhan menetapkan dan menggariskan i
misalnya. Tetapi, hamba sendiri yang men- dosa atas kita, lalu Dia mengadzab kita?"
ciptakan perbuatan-perbuatan dirinya. Lalu Rasulullah saw. berkata, "Kalian
adalah musuh-musuh Allah SWT pada
Al-Qurthubi menjelaskan hal yang
menjadi paham Ahlus Sunnah adalah hari Kiamat."sz
bahwasanya Allah SWT menakdirkan 6. Sesungguhnya terlaksananya perintah
segala sesuatu. Dalam arti, Allah SWT
Allah SWT pada makhluk-Nya sangat
telah mengetahui ukuran segala sesuatu,
keadaan, hal ihwal, dan waktu sebelum cepat lebih cepat dari kedipan mata. Itu
tidak lain hanya dengan satu kalimat saja,
mewujudkannya. Kemudian, Allah SWT
kun.
mewujudkan dan mengadakan apa yang
7. Allah SWT mengulang-ulang peringatan,
telah ada dalam pengetahuan-Nya bahwa ancaman, celaan, kecaman, dan cercaan-
Nya terhadap orang-orang musyrik. Allah
Dia mengadakannya sesuai dengan apa SWT mengingatkan mereka bahwa Dia
yang telah ada dalam pengetahuan-Nya. telah membinasakan umat-umat ter-
Tiada suatu apa pun yang terjadi di alam dahulu yang serupa dengan mereka, yaitu
sama-sama kafir. Adakah kiranya orang
ini, baik alam atas maupun alam bawah, yang ingat, sada4 dan memetik pelajaran?
B. Seluruh perbuatan umat-umat sebelum
melainkan muncul dari pengetahuan mereka dan perbuatan umat-umat setelah
mereka, berupa kebaikan dan keburukan,
Allah SWT kuasa, dan kehendak-Nya semuanya tercatat dan terdokumentasikan
bukan makhluk-Nya. Di dalamnya, makh- di Lauh Mahfuzh atau di buku-buku ca-
Iuk hanya sebatas memiliki semacam tatan malaikat pencatat amal. Setiap dosa,
baik kecil maupun besa[ tergariskan atas
iktisaab [usaha melakukan), penisbahan pelakunya sebelum ia melakukannya un-
tuk diberi pembalasan. Itu dicatat ketika ia
dan penyandaran bahwa semua itu melakukannya. Pembinasaan orang-orang
bisa mereka lakukan tidak lain adalah kafir di dunia dan adzab yang dipersiap-
karena fasilitas dan pemudahan dari kan untuk mereka di akhirat atas apa yang
Allah SWT kuasa, taufik dan ilham-Nya. telah mereka kerjakan, semuanya telah
Mahasuci Allah SWT, tiada Ilah selain ditetapkan, digariskan, dan tercatat atas
mereka. Apa yang dilakukan oleh selain
Dia, dan tiada pencipta selain Dia. Hal ini
sebagaimana yang dinyatakan oleh Al- mereka semuanya juga tercatat.
Qur'an dan as-Sunnah, bukannya seperti 9. Untuk membuat perbandingan, targhiib
paham golongan Qadariyah dan yang (stimulasi, dorongan dan motivasi) dan
tarhiib [ancaman supaya takut), setelah
lainnya yang mengatakan, "Bahwa amal- menjelaskan orang-orang kafix, Allah SWT
amal adalah terserah kita dan kita yang menggambarkan orang-orang Mukmin.
menciptakannya, sedangkan ajal berada
Orang-orang Mukmin yang bertakwa,
di tangan selain kita."
52 TafsirAl-Qurthubi,lT /L48.
Abu Dzar r.a. berkata, 'Ada delegasi
Najran datang menemui Rasulullah
saw., lalu mereka berkata, Amal-amal
perbuatan ditentukan dan diciptakan
oleh kita, sedangkan ajal berada di tangan
selain kita."' Lalu turunlah ayat 49 surah
al-Qamar, "Sungguh, Kami menciptakan
segala sesuatu menurut ukuren." Lalu
mereka berkata, "Wahai Muhammad,
mereka berada dalam taman-taman haq, yang steril dari hal-hal yang tidak
surga keabadian yang di bawah istana-
berguna dan dosa, yaitu surga.
istana mereka mengalir sungai-sungai ai4,
Kata'inda fdi sisi) sebagaimana yang
khamr, madu, dan susu. Mereka berada
dalam kemuliaan dan kedudukan yang sudah pernah disinggung di atas, bukanlah
luhur di sisi Tuhan mereka Yang Maha sisi yang identik dengan tempat, tapi
Berkuasa lagi Mahakuasa atas apa yang maksudnya adalah kedekatan, kedudukan
yang luhu4, kemuliaan, dan derajat yang
dikehendaki-Nya, di perkumpulan yang
tinggi.
I
I
I
I
I
I
SURAH AkRAHIv/trAvU{ I
l
MAKKIYYAH, TUJUH PULUH DELAPAN AYAT
I
I
I
I
j
Status Makkiyyahnya 'fangan, kami mengkhawatirkan keselamatan
Menurut pendapat Abdullah bin Mas'ud r.a. anda. Kami menginginkan seseorang yang
memiliki marga yang bisa melindunginya.'
dan Muqatil, surah ar-Rahmaan keseluruhan- Namun, Abdullah bin Mas'ud r.a. tetap ber-
nya adalah surah Madaniyyah. Dalam seba- sikeras untuk melakukan "misi" tersebut.
gian mushaf dicantumkan bahwa surah ar- Kemudian ia berdiri di dekat Al-Maqam, lalu
membaca,'Bismillaahir Rahmaanir Rahiim,
Rahmaan adalah surah Madaniyyah. Yang
lebih shahih sebagaimana yang dituturkan fict$t;.r; F)\y Kemudian Abdullah bin Mas'ud
oleh al-Qurthubi, Ibnu Katsir dan jumhur
r.a. terus membaca dengan suara yang keras
adalah bahwa surah ar-Rahmaan adalah surah dan lantang, sedang kaum Quraisy berada
Makkiyyah keseluruhannya. Ini adalah pen- di tempat-tempat berkumpul mereka. Lalu
dapat al-Hasan, Urwah Ibnuz Zubair,lkrimah, mereka mencermati dan memerhatikan, lalu
Atha' dan fabir. Abdullah bin Abbas r.a. me- berkata, 'Apa yang diucapkan oleh bin Ummi
(Abd itu?' Mereka berkata,'la sedang membaca
ngatakan, kecuali ayat yang berbunyi e A l*-y apa yang diklaim oleh Muhammad bahwa itu
(c'\ti :rj'--:'Lr. fumlah ayat surah ar-Rahmaan diturunkan kepadanya.' Kemudian mereka
pun mengeroyok dan memukuli Abdullah bin
adalah tujuh puluh delapan (78) ayat. Ada
sebagian pihak yang menghitungnya tujuh Mas'ud r.a. hingga mukanya luka dan lebam."
puluh enam (76) ayat. fuga dijelaskan dalam sebuah riwayat
Dalil yang menjadi sandaran jumhur dan
shahih, bahwasanya Rasulullah saw. melak-
pendapat yang lebih shahih tadi adalah apa
yang diriwayatkan oleh Urwah Ibnuz Zubain sanakan shalat Shubuh di Nakhlah, lalu beliau
membaca surah ar-Rahmaan. Waktu itu, ada
ia berkata, "Orang yang pertama kali membaca
sejumlah jin yang sedang lewat, lalu mereka
Al-Qur'an dengan suara keras di Mekah se-
pun beriman kepada beliau.
telah Nabi Muhammad saw adalah Abdullah
Tirmidzi meriwayatkan dari Jabir bin
bin Mas'ud r.a.. Ceritanya adalah waktu itu
Abdillah r.a., ia berkata,
para sahabat berkata, 'Kaum Quraisy belum
pernah mendengar Al-Qur'an dibaca dengan Wi'fr 2ei * w it Jy, a;
suara keras sama sekali. Siapakah yang mau
memperdengarkan AI-Qur'an kepada me- ,tfi ,G;\ Jl e'ji ;: i;1t irr-,
reka?' Lalu Abdullah bin Mas'ud r.a. berkata,
'Saya.' Lalu para sahabat yang lain berkata,
Surahar-Rahmaan rr,,l . .lfr1T}A. . - :IArSIRAI-MUNIRJITID 14
,l?,P4tti? e Surah ini juga memiliki nama lain, yaitu
Aruusul Qur'aan [pengantin Al-Qur'an) se-
qo lfo.1' .1 'rj6 4oq<i bagaimana yang disebutkan dalam sebuah
.t;,lt ,li keterangan yang diriwayatkan oleh Baihaqi
"Rasulullah saw. keluar menemui para sahabat, dariAli binAbi Thalib r.a. dalam sebuah riwayat
lalu beliau membacakan kepada mereka surah ar- yangmarfuul Rasulullah saw. bersabda, "Tiap-
tiap sesuatu memiliki pengantin, dan pengantin
Rahmaan dari awal sampai akhir. Lalu mereka
pun terdiam semuanya tanpa memberiknn respon AI- Qur' an adalah surah ar-Rahmaan."
apa-apa. Lalu beliau bersabda, Aku telah mem-
bacakan surah ar-Rahmaan ini kepada sejumlah Persesualan Surah lni Dengan Surah
Sebelumnya
jin pada malam pertemuanku dengan mereka.
Korelasi dan relevansi surah ini dengan
Tbrnyata mereka lebih baik responnya dari kalian. surah sebelumnya [surah al-Qamar) terlihat
Waktu itu, setiap aku sampai pada ayat, fa bi ayyi dari beberapa sisi seperti berikut.
aalaa'i Rabbikumaa tukadzdzibaani,' maka para jin 1. Surah ini secara keseluruhannya men-
itu merespon dengan berkata,'Tiada suatu apa pun jabarkan dan menjelaskan lebih detail
dari nikmat-nikmat-Mu Ya Tuhan kami yang kami
du st akan d an i ngkar i, s egala p uj i h any a untuk' Mtt." 5 3 bagian akhir surah sebelumnya [surah al-
Qamar). Dalam surah al-Qamat disebut-
Keterangan ini mengandung dalil yang kan penjelasan global tentang pahitnya
menunjukkan bahwa surah ar-Rahmaan hari Kiamat, kengerian-kengerian neraka
adalah surah Makkiyyah. dan adzab orang-orang yang berlaku
Penamaan Surah durhaka (mujrim, orang kafir dan orang
musyrik), pahala orang-orang yang ber-
Surah ini dinamai surah ar-Rahmaan, takwa, gambaran surga dan para peng-
karena surah ini dibuka dengan salah satu a/- huninya. Dalam surah ar-Rahmaan, semua
Asmaa'ul Husnoa, yaitu ar-Rahmaan. Kata ini
itu diuraikan secara lebih detail dengan
merupakan bentuk lsim mubaalaghah dari kata urutan yang sama seperti urutan yang
ar-Rahmah. Bahkan kata ini lebih kuat dari kata
ar-Rahiim. ar-Rahmaan maknanya adalah Yang terdapat pada keterangan globalnya dalam
mengaruniai nikmat-nikmat besar dan kepada
semua makhluk. Adapun ar-Rahim, maknanya surah al-Qamar, mulai dari gambaran
adalah Yang memberi nikmat-nikmat kecil dan
pemberian itu adalah pemberian yang khusus tentang hari Kiamat, neraka dan surga.
kepada kaum Mukminin.
2. Dalam surah sebelumnya, Allah SWT
Ath-Thabari menjelaskan ar-Rahmaan
menjelaskan berbagai macam bentuk
adalah Maha Belas Kasih kepada semua makh-
luk, sedangkan ar-Rahim adalah Maha Belas hukuman dan pembalasan yang me-
Kasih khusus kepada orang-orang Mukmin.
nimpa umat-umat terdahulu, yaitu kaum
53 At-Tirmidzi berkata, "lni adalah hadits.gftarilb." Nabi Nuh a.s, kaum Nabi Hud a.s, kaum
Nabi Saleh a.s, kaum Nabi Luth a.s dan
kaum Fir'aun. Sedangkan dalam surah
ar-Rahmaan, AIIah SWT menjelaskan
macam-macam bentuk nikmat keaga-
maan dan nikmat duniawi yang ter-
dapat pada diri dan di penjuru alam bagi
manusia semuanya.
-rAFSrR AL-MUNTR JrrrD 14 t
Surah sebelumnya diawali dengan ayat Pada bagian awal surah, Allah SWT berkali- 1
yang bernuansa kebesaran, keagungan, kali menyebut berbagai nikmat-Nya yang I
kewibawaan, otoritas dan kemahakuasa- !
an, yaitu terbelahnya rembulan. Sedang- agung, dan nikmat agung yang paling utama :
adalah nikmat agama dan wahyu, penurunan I
kan surah ini dibuka dengan ayat yang Al-Qur'an dan pengajarannya kepada para
hamba-Nya. Karena Al-Qur'an adalah nikmat I
bernuansa rahmat dan belas kasih, yaitu terbesax, puncak tertinggi dan menjadi tolok
penurunan Al-Qur'an. I
ukur kitab-kitab samawi.
3. Surah sebelumnya ditutup dengan kete- l
Kemudian, dilanjutkan dengan penielasan i
rangan tentang dua sifat Allah SWT yang
menunjukkan pengertian kewibawaan, tentang penciptaan manusia, supaya diketahui I
dan disadari bahwa manusia diciptakan tidak
otoritas, keagungan dan kebesaran,
lain adalah untuk agama serta mengambil
yaitu Al-Maliik AbMuqtadir, yakni Maha
Penguasa Yang Mahaagung kekuasaan- faedah dari wahyu dan Kitabullah. Kemudian
Nya dan Maha Berkuasa Yang Mahaagung Allah SWT menjelaskan apa yang menjadi
ciri khas manusia yang membedakannya dari
kemampuan-Nya. Sementara surah ar-
Rahmaan diawali dengan sifat lain yaitu makhluk hidup lainnya, yaitu al-Bayaan yang
maksudnya adalah kemampuan berbicara
ar-Rahmaan. fuga penjelasan tentang ber- dengan fasih yang bisa mengungkapkan apa
bagai bentuk manifestasi rahmat, karunia yang ada dalam hati dan pikiran.
dan nikmat-Nya atas manusia, dan yang
terdapat di alam seluruhnya, baik di langit Kemudian, Allah SWT menerangkan
maupun di bumi. seiumlah nikmat terbesar yang ada di
alam ini yang menjadi pangkal dan pokok
Allah SWT Mahaperkasa, Mahakuat,
Mahakuasa dan Mahakeras dalam kon- nikmat-nikmat lainnya, berupa matahari dan
rembulan, tumbuh-tumbuhan dan pepohonan,
teks orang-orang kafir dan para pen-
durhaka, namun sebaliknya Dia Maha langit yang eksistensinya terjaga berkat adanya
Pengasih, Maha Pemberi nikmat lagi
sebuah keseimbangan yang sangat cermat dan
Maha Pengampun bagi orang-orang yang akurat, bumi yang memiliki buah-buahan dan
berbakti dan saleh. pepohonan serta tanaman-tanaman yang ber-
Kandungan Surah bau harum dan segar. Ditambah dengan isyarat
tentang penciptaan alam lain nonmateril dan
Karakteristik surah ar-Rahmaan tidak tak tersentuh pancaindera, yaitu jin.
beda jauh dengan surah-surah Makkiyyah
lainnya yang bercirikan ayat-ayatnya yang Hal itu ditambah lagi dengan penyebutan
pendek, daya tekan serta nuansa penuh ke-
khidmatan yang sangat kuat. Temanya tidak tanda dan bukti akan kuasa-Nya yang luar biasa,
jauh dari masalah pokok-pokok aqidah, yaitu yaitu memisahkan antara laut yang asin dan
tauhid, tanda-tanda kuasa llaahi, kenabian yang tawa[ mengeluarkan mutiara dan marjan
dan wahyu, hari Kiamat beserta apa yang ada dari air yang asin, seperti mengeluarkan biji-
di dalamnya berupa surga, neraka, nikmat dan bijian dan bunga-bunga yang berbau harum
kesenangan, kengerian-kengerian, tragedi- dari tanah, serta menjalankan kapal-kapal di
tragedi dan berbagai macam kesulitan di permukaan lautan.
dalamnya. Kemudian, alam semesta yang indah
dan megah ini pun akan berakhit dan itu
adalah sesuatu yang pasti, dan tiada yang
kekal melainkan Tuhan Yang Mahahidup lagi
senantiasa terus-menerus mengurus makh- 'tAFsrRAr-MuNIR IILID
luk-Nya, Yang mempunyai kebesaran dan
Wbs S"tVffi SVll v**s
kemuliaan. Setelah itu, dimulailaah alam
m,r6itAth)V?,{lWm\5-,\.
Kiamat beserta apa yang berlangsung di da-
lamnya berupa kengerian-kengerian yang flt+r;ffiJ,,GJVqAt j,4V
sungguh sangat luar biasa, nasib dan akhir ke- "(Allah) Yang Maha Pengasih, Yang telah
sudahan para pendurhaka yang sangat sulit,
berat dan memilukan, serta dilemparkan ke mengajarkan Al-Qur'an. Dia menciptakan
dalam api neraka.
manusia, mengaj arny a p andai b erb icara. Matahari
Pemandangan yang sangat memilukan
dan bulan beredar menurut perhitungan, dan
itu berbanding terbalik dengan pemandangan tetumbuhan dan pepohonan, keduanya tunduk
(kepada-Nya). Dan langit telah ditinggikan-Nya
kenikmatan dan kesenangan di dalam surga
dan Dia ciptakan keseimbangan, agar kamu j angan
yang abadi bagi golongan yang beriman dan
golongan kanan yang takut dengan kedudukan merusak keseimbangan itu, dan tegakkanlah
Tuhannya. Di surga-surga itu terdapatberagam keseimbangan itu dengan adil dan janganlah
pepohonan, sumber mata air dan sungai- kamu mengurangi keseimbangan itu. Dan bumi
telah dibentangkan-Nya untuk makhluk(-Nya),
sungai, buah-buahan, alas dan permadani di dalamnya ada buah-buahan dan pohon kurma
yang terbuat dari sutera, dipan-dipan yang yang mempunyai kelopak mayang dan biji-bijian
yang berkulit dan bunga-bunga yang harum
indah, bidadari dan para pelayan yang elok, baunya. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah
serta kebaikan-kebaikan yang indah. yang kamu dustakan?" (ar-Rahmaan: l-13)
Semua itu menjadi selaras, di saat Qlraa'aat
surah ini ditutup dengan pengagungan dan 4jijir|:
Ibnu Katsir; dan Hamzah secara waqaf
pujian kepada Allah SWT atas apa yang telah
dikaruniakan-Nya kepada para hamba-Nya, membaca,lotfry.
"Mahasuci nama Tuhanmu Pemilik Keagungan
dan Kemuliaan." (ar-Rahmaan: 78) 4jr*,1,r -*st tiSrl):
1. 6tt;-:St, .;;,tt ti Cjr;y Ini adalah qiraa'aat
NIKMAT.NIKMAT DUNIAWI DAN UKHRAWI
YANG TERAGUNG Ibnu Amir.
, : : ',: 2. eq)ti ).at ,! Jjrl; Ini adalah qiraa'aat
ilII(MAT AL.QUR' AT{ DAil T{IKHAT+IIKMAT Hamzah, Al-Kisa'i dan Khalaf.
AIAM SEMESTA
3. 1ita1,', 4t ,i.i :.jr;; Ini adalah qiraa'aat
Surah ar-Rahmaan Ayat 1- 13
imam yang lain.
* A'5ta;ir'6, fr ''otit, iag i$l
l'raab
Avi$ve'g&Fv,#a6q)\
(u*18 Kata ini berkedudukan sebagai
$1 g'oV.$'&:6W {3v ffi giai
mubtada'. Sedangkan kalimat, 4irt'ir i;y aan
ta\<;i)\HvQ-;fiJ\jW
kalimat-kalimat setelahnya adalah khabar-
khabar dari mubtada'. Dalam kalimat-kalimat
ini tidak digunakan kata sambung ('athafl,
TAFStnAT-MuNInlrrrol4 ,r,, , fl-T\-r.* suratrar-nanmaan
karena memang hal itu dimaksudkan untuk fata (ir;Jlrj| jika dibaca rafa', maka dfuthaf-
menyebutkannya satu per satu. Ini seperti
perkataan, Zaidun aghnaaka ba'da faqrin, kan kepada kata {5r;} yang dibaca rafa'.lika
a'azzaka ba'da dzullin, katstsaraka ba'da
qillatin, fa'ala bika maa lam yaf'al ahadun bi dibaca nashab, juga di athalkan kepada kata
ahadin, fa maa tunkiru min ihsaanihii? (Zaid yang sama yang dibaca nashab berdasarkan
salah satu versi qiraa'aatyang ada. Namun ji-
telah membuatmu jadi berkecukupan setelah ka dibacaiorr,di'athafkan kepada kata 4 -,#ry.
sebelumnya kamu miskin, membuatmu jadi
Balaaghah
mulia setelah sebelumnya kamu hina, mem-
{ttAt i* ,ou;y 4i- ,ot';lt p; ,;;ttb Di antara
buatmu menjadi banyak harta setelah sebelum-
ayat-ayat ini terdapat as-Saj'u (keharmonian
nya kamu memiliki sedikit. Ia telah berbuat ter- nada suara di antara bagian-bagian akhirnya)
yang kuat, alami tanpa dibuat-buat dan
hadapmu dengan sesuatu yang belum pernah
dipaksakan.
dilakukan oleh siapa pun terhadap siapa pun.
v;;furuli ,"r$,rb dan (w, ,rJ^lr;F di antara
Kebaikannya yang manakah yang masih kamu
kedua kalimat ini terdapat al-Muqaabalah.
ingkari?)
Mufradaat LuEhawWah
(i€ ra\: .-:-rr) Kata (;i".:!.r,F ber-
{6-},} Dialah Allah SWT Yang memberi .! I
kedudukan sebagai mubtada'. fata (F-ri) berbagai nikmat duniawi dan ukhrawi
I
di' ath aJkan kepadanya. Sedangkan khab arny a yang agung. Ini adalah termasuk salah satu I
i
adalah bisa kata (yq+F atau dibuang yakni Al-Asmaa'ul Husnaa. {iiii ;r"} Nikmat Al-
i
yajriyaani bi husbaan. Qur'an disebutkan paling pertama karena l
nikmat agama yang paling pokok dan paling
(t-ir. ,t:.:)tt! kata (,rir]}. dinashabkan de- agung adalah memang nikmat Al-Qur'an, I
ngan mengasumsikanf il yangkeberadaannya diturunkannya Al-Qur'an dan diajarkannya Al- I
ditunjukkan oleh f il, (6"rF yakni wa rafa'as Qur'an. Al-Qur'an adalah asas agama, sumber I
pokok syara', wahyu teragun& kitab samawi
somaa'a. I
teragung, dan sekaligus sebagai tolok ukur
Ada versi qiraa'aat yang membaca l
rafa' kata ini sebagai mubtada', sedangkan kebenaran kitab-kitab samawi lainnya serta
khabarnya adalah (tiiir} Seperti perkataan,
sebagai pengonfirmasi kitab-kitab samawi
Zaidun laqiituhu, dan Amrun kallamtuhu.
lainnya. {irjr;u} Allah SWT menciptakan ras
(y,,!' e,;l; iiy Kata anyang terdapat pada
t<ata 4iiy bisa jadi ia adalah 'aamil naashib manusia. {ir;ir} kemampuan mengungkapkan
dengan mengasumsikan pembuangan huruf isi hati dan pikiran, serta memberikan
jarr, yakni, li allaa tathghau. Atau bisa jadi ia
pemahaman bagi orang lain tentang apa
sebagai an mufassirah bermakna ai, sehingga
yang ia pahami berupa penerimaan wahyu,
huruf laa di sini adalah laa naahiyah. Kata
pengetahuan atas kebenaran dan ilmu syari'at.
{,;u} berdasarkan versi i'raab yang pertama
(:4F beredar pada garis edar masing-
berarti dinashabkan oleh an. Sedangkan jika
masing menurut sebuah perhitungan yang
berdasarkan versi i'raab yang kedua, berarti
super cermat, akurat, dan sistematis. (,i,3t;)
dijazamkan oleh laa naahiyah. tumbuhan yang muncul dari dalam tanah
(ir^,)r; .*;st ,'i !it:b Kata {3r;} dibaca yang tidak memiliki batang yang keras seperti
tanaman gandum, tanaman sayuran semisal
rafa', di'athalkan kepada kata sebelumnya
yang dibaca rafa'. Ada versi qiraa'aat yang
membaca nashab kata ini dengan fi'il yang di-
asumsikan keberadaannya, yakni wa khalaqa.
F
suran ar-nanmaan ,r*r*r..--- - .Ur. * TAFSIRAI-MUNIR IIIID 14
mentimun. {;,;n';} pohon, yaitu tanaman yang miliki daun yang kering, yaitu semacam jerami
memiliki batang yang keras semisal pohon (yang biasanya digunakan untuk makanan
kurma, pohon buah-buahan dan pepohonan hmeewmainliktierbnaauk)h.a{riur-m,tln;}andaseugnatra. nua(mia'n);iy&a-qnFg
(y(k maka nikmat Tuhanmu yang manakah
lainnya, {y'-ri;} tunduk kepada Allah SWT
pada apa yang Dia kehendaki terhadap yang kamu dustakan wahai manusia dan jin?
lstifhaam atau pertanyaan ini adalah per-
keduanya secara alamiah atau naluriah,
tanyaan yang mengandung makna pengukuhan
sebagaimana seorang manusia mukallaf yang atau penegasan (istrll aam taqriiri).
tunduk secara suka rela dan atas kesadaran
Kalimat ini disebutkan dalam surah ini
sendiri.
sebanyak tiga puluh satu kali. Setiap kali Allah
(ti;; 'r;-:tr;) dan Allah SWT menciptakan SWT menerangkan sebuah nikmat, selanjutnya
diikuti dengan kecaman dan cercaan atas sikap
langit sebagai sesuatu yang tinggi tempat
mendustakan dan tidak mengakui nikmat
dan posisinya. {jr'jr |";;b aan Allah SWT
tersebut. Ini seperti perkataan seseorang
menetapkan keadilan, tatanan, sistem dan
keseimbangan pada semua hal-hal kosmik' yang meneguq, mengingatkan, dan mengkritisi
orang lain, "Bukankah aku telah berbuat baik
Rasulullah saw. bersabda, kepadamu dengan memberimu bantuan harta
sekian dan sekian, bukankah aku telah berbuat
eriL L6:;t tv J.;u
baik kepadamu dengan menyelamatkanmu
"Dengan keadilan,langit dan bumi tegak." dari begini dan begini?" fadi, pengulangan
(y,,r' C ';r.; iiy agar kalian tidak berlaku kalimat ini adalah disebabkan apa yang
curang dan zalim dalam urusan neraca dan ingin ditegaskan juga beragam dan berbeda.
Ungkapan seperti ini merupakan sesuatu yang
timbangan, tidak bersikap berlebih-lebihan sangat lazim dan banyak ditemukan dalam
bahasa Arab, seperti perkataan Muhalhal
serta melampaui batas. {9..1lt o)}t t;;l3\ ketika ia membuat syair ratapan untuk Kulaib,
ukurlah timbangan itu dengan adil, benax,
Tidak ada yang bisa menandingi aPa yang
dan pas. {ir'fr tt'} i;b dan janganlah kamu dilakukan Kulaib ketika orang-orang yang diberi
suaka dizalimi.
mengurangi timbangan. Di sini, perintah ber-
laku adil dan jujur dalam masalah timbangan Tidak ada yang bisa menandingi apa yang
diulang-ulang dengan maksud untuk meng- dilakukan Kulaib ketika pohon besar bergoyang'
intensifikasikan perintah yang ada dan mem- goyang keras karena tiupan angin dabuur (angin
perkuat dorongan untuk menggunakan dan yang berhembus dari b arat).
mengimplementasikannYa. Tidak ada yang bisa menandingi aPa yang
dilakukan Kulaib ketika gadis pingitan dikeluarkan
Ada versi qiraa'aat Yang membaca, dari tempat pingitannya.
takh su ru u, takhsi ruu, takh s a ruu. Tidak ada yang bisa menandingi apa yang
dilakukan Kulaib ketika urusan-urusan rahasia
4*\ vt t ."'r$t tb Allah SWT menenangkan, dipublikasikan.
menstabilkan dan menghamparkan bumi Tidak ada yang bisa menandingi apa yang
dilakukan Kulaib ketika datang sesuatu yang
untuk para makhluk-Nya, mulai dari manusia,
jin dan yang lainnya.({td k1 di bumi itu ter-
dapat beragam buah-buahan. {prr!t} Bentuk
jamak dari al-Kimmu yang artinya adalah ke-
lopak tempat mayang. {3,;} biji-bijian se-
misal gandum, jagung dan biji-bijian yang
menjadi bahan makanan. {9;rr ,i} yang me-
TAFSTRAT.-MUNIR IrrrD 14
ditakuti dari tsughuur (celah-celah perbatasan "Dia menciptakan manusia, mengajarnya
yang berpotensi menjadi pintu masuk musuh pandai berbicara." (ar-Rahmaan: 3-4)
untuk m elakukan p eny e r angan ). Allah SWT menciptakan jenis dan ras
Tidak ada yang bisa menandingi apa yang manusia serta mengajarinya kemampuan ber-
bicara dan mengungkapkan apa yang ada dalam
dilakukan Kulaib ketika suatu urusan besar hati dan pikirannya, supaya ia bisa berbicara,
berkomunikasi dan berinteraksi dengan yang
tertetapkan. lain sesama anggota masyarakatnya, sehingga
bisa tercipta kerja sama, keharmonisan dan
Tidak ada yang bisa menandingi apa yang keakraban. Dengan begitu, maka unsur-unsur
dilakukan Kulaib ketika hati orang yang memohon pengajaran sudah terpenuhi, yaitu kitab yang
p erlindungan merintih s edih.
diperankan oleh Al-Qur'an, guru pengajar
Ia juga membuat sejumlah kasidah lain
yang diperankan oleh Nabi Muhammad saw.,
dengan pola yang serupa.
murid yang belajar yang diperankan oleh
Tafslr dan Penfelasan manusia, dan cara atau metodenya yaitu aI
"(Allah) Yang Maha Pengasih, Yong telah
Bayaan [bahasa, kemampuan berbicara).
mengajarkan Al-Qur'an " (ar-Rahmaan: 1-2)
Kemudian, Allah SWT menjelaskan se-
Sesungguhnya Allah SWT Yang Mahaluas jumlah fenomena alam sebagai bidang atau
rahmat-Nya kepada makhluk-Nya di dunia dan
akhirat, telah menurunkan Al-Qur'an kepada lahan pembelajaran,
hamba-Nya; Muhammad saw. untuk mengajari
umatbeliau dan menjadikannya sebagai hujjah "Matahari dan bulan beredar menurut
atas seluruh manusia semuanya, memudahkan
bagi siapa yang Dia rahmati untuk menghafal p erhitung an." (ar-Rahmaan: 5)
dan memahaminya.
Sesungguhnya matahari yang bersinar
Ini merupakan jawaban dan tanggapan
menerangi siang dan rembulan yang menjadi
terhadap apa yang dikatakan oleh penduduk cahaya malam, keduanya beredar menurut
Mekah seperti yang direkam dalam firman
Allah SWT sebuah perhitungan yang cermat, akurat,
dan teruku4 melewati gugus-gugus bintang
"Sesungguhnya Al-Qur'an itu hanya dan tempat peredaran yang keduanya tidak
keluar dari garis dan tempat edar masing-
diajarkan oleh seorang manusia kepadanya masing tersebut. Dengan begitu, keduanya
(MuhammadJ." fan-Nahl: 103) bisa menjadi petunjuk perbedaan musim,
Ketika surah ini memaparkan nikmat- hitungan bulan dan tahun, musim-musim ber-
cocok tanam, menentukan batas waktu ber-
nikmat Allah SWT yang Dia berikan kepada
para hamba-Nya, Allah SWT mendahulukan bagai transaksi dan umur manusia. Kedua-
penjelasan tentang nikmat yang paling agung nya memberikan banyak sekali faedah dan
nilainya dan paling banyak manfaatnya, )raitu
nikmat diajarkannya Al-Qur'an kepada para manfaatbagi manusia, flora, dan fauna. Kedua-
hamba-Nya, Nikmat ini menjadi poros ke- nya datang silih berganti menurut sebuah
perhitungan dan sistem yang cermat, rapi,
bahagiaan dunia dan akhirat.
Kemudian Allah SWT menjelaskan sebuah tetap, konstan, dan stabil, sebagaimana firman
Allah SW'I,
nikmat lain, yaitu penciptaan manusia sebagai
sarana untuk memakmurkan alam ini, "Dia menyingsingkan pagi dan menjadikan
malam untuk beristirahat, dan (menjadikan)
s.,*:'*:L1n""n ..,,,,, -,-,,, ....,, ...,.',,, .,-..,,.*{t{ . %i?B.ili.*-...,..,,, -"""' ' " "}ttt}r-MY}l* I"-l'? la
matahari dan bulan untuk perhitungan. Itulah "Sungguh, Kami telah mengutus rasul-rasul
Kami dengan bukti-bukti yang nyata dan Kami
ketetapan AIIah Yang Mahaperkasa, Maha
M eng etahui." [al-An'aam: 96) turunkan bersama mereka kitab dan neraca
(keadilan) agar manusia dapat berlaku adil"'
Kemudian, Allah SWT menjelaskan be- (at-Hadiid:25)
berapa fenomena dunia bawah (bumi), Ini adalah sebuah larangan terhadap
"Dan tetumbuhan dan pepohonan, kedua- tindakan kezaliman dan kecurangan dalam
nya tunduk (kepada-NyaJ." (ar-Rahmaan: 6)
timbangan.
Sesungguhnya tumbuhan Yang tidak
memiliki batang yang keras (acaulose plant) Kemudian, Allah SWT mempertegas ke-
dan pepohonan yang memiliki batang yang harusan untuk berkomitmen pada keadilan
dan keseimbangan tersebut dalam ayat se-
keras, keduanya tunduk secara alamiah kepada
Allah SWT pada apa yang Dia kehendaki, seperti lanjutnya,
tunduknya orang-orang mukallaf (orang "Dqn tegakkanlah keseimbangan itu
yang punya kewajiban dan tanggung iawab) dengan adil dan ianganlah kamu mengurangi
yang bersujud atas kesadaran dan kemauan keseimbang an itu." (ar-Rahmaan: 9)
sendiri. Munculnya tumbuhan dan pepohonan
Ukurlah timbangan kalian dengan adil,
dari dalam bumi pada waktu tertentu dan pas, dan juju6, jangan kalian berbuat curang
dan jangan mengurang-nguranginya sedikit
untuk batas waktu tertentu, perannya sebagai pun. Timbanglah dengan bena4 jujur dan adil,
sumber makanan bagi manusia dan sebagai sebagaimana firman Allah SWT
sumber kesenangan karena bentuk, warna dan
ukurannya yang indah, serta rasa dan baunya "Dan timbanglah dengan timbangan yang
yang lezat dan harum, semua itu adalah bentuk b en ar." (asy-Syu'araa' : 1 82)
ketundukan kepada kuasa Allah SWT'
Pengulangan ini bertujuan untuk mem-
Kemudian, Allah SWT menggarisbawahi
fenomena sistem keseimbangan alam dan pertegas perintah untuk berlaku adil dan jujur.
perlunya sebuah keadilan dan keseimbangan Perlu diperhatikan bahwa pertama-tama Allah
SWT memerintahkan kita untuk bersikap adil
dalam berbagai kegiatan pertukaran, dan seimbang, kemudian melarang sikap me-
lampaui batas yang mana hal itu adalah me-
"Dan langit telah ditinggikan'Nya dan Dia lebihi batas dengan cara menambah sesuatu,
ciptakan keseimbangan, agar kamu iangan
merusak keseimbangan ftu." (ar'Rahmaan: kemudian yang kedua la melarang manusia
7-8) untuk bersikap curang karena hal itu me-
Allah SWT menjadikan letak dan posisi ngurangi batas yang ada dan merugikan yang
langit menjadi tinggi di atas bumi, menegak-
lain.
kan keseimbangan antara alam atas dan alam
Selanjutnya Allah SWT menyebutkan
bawah, serta menetapkan keadilan di bumi nikmat-Nya di bumi sebagai perbandingan
yang merupakan sesuatu yang diperintahkan. langit,
Hal itu supaya kalian tidak melanggar keadilan
"Dan bumi telah dibentangkan-Nya untuk
dan kejujuran pada alat timbangan ketika makhluk(- NyaJ," (ar'Rahmaan: 1 0)
melakukan pertukaran, sebagaimana firman Sebagaimana Allah SWT mengangkat
Allah SWT dalam ayat,
langit, Dia juga meletakkan bumi dan meng-
--l
i
TAFSIRAL-MUNIR IILID 14
hamparkannya supaya bisa digunakan, men- Sebagaimana yang sudah kita ketahui
stabilkan, dan mengukuhkannya dengan gu-
nung-gunung yang tertanam kuat agar makh- bersama, ayat ini diulang sebanyak tiga
luk hidup di atas permukaannya bisa tinggal
dengan stabil dan tenang. Makhluk hidup itu puluh satu kali dalam surah ar-Rahmaan dan
beragam jenis, ras, warna, dan bahasa yang disebutkan setelah penyebutan sekelompok
tersebar di segenap penjuru. nikmat tertentu, dan sekaligus menjadi pe-
misah di antara setiap dua kelompok nikmat.
Kemudian, Allah SWT memaparkan ber-
bagai fasilitas, sarana dan prasarana peng- Hal ini untuk mengingatkan dengan kuat
hidupan manusia di bumi,
tentang nikmat-nikmat yang ada, menjadikan
"Di dalamnya ada buah-buahan don pohon mereka mengakui nikmat-nikmat tersebut,
kurma yang mempunyai kelopak mayang, dan sekaligus untuk menggarisbawahi pentingnya
biji-bijian yang b erkulit dan bung a-bung a yang nikmat-nikmat tersebut. Fungsi dan kegunaan
nikmat-nikmat tersebut adalah untuk meng-
h arum b euny a." (ar-Rahma anz ll- 12) halau apa yang tidak diinginkan dan mewujud-
kan apa yang diinginkan.
Sesungguhnya di bumi terdapat berbagai
macam buah-buahan dan hasil bumi yang Kata {t:(irg. Tuhanmu, berfungsi untuk
beraneka ragam warna, rasa, dan baunya. |uga
terdapat pepohonan kurma yang memiliki menjelaskan dan menegaskan bahwa sumber
kelopak mayang yang selanjutnya berubah nikmat-nikmat tersebut adalah berasal dari
menjadi buah kurma. Terdapat juga biji-bijian
yang menjadi bahan makanan pokoh seperti Allah SWT Yang senantiasa menjaga, me-
gandum, jagung dan sejenisnya, biji-bijian
yang memiliki al-Ashf,yaitu dahan dan ranting melihara, dan merawat para hamba-Nya. Oleh
tanaman yang masih muda yang baru tumbuh karena itu, Allah-lah Yang layak untuk men-
atau jerami, dan setiap tanaman yang memiliki dapatkan pujian, ungkapan syukur, dan terima
daun yang berbau harum dan segar. kasih atas apa yang telah Dia berikan.
Di sini, kata faakihah disebutkan dalam Flqlh Kehldupan atau Hukum-Hukum
bentuk rsim nakirah, sedangkan kata an-
Nakhl disebutkan dalam bentuk isim makrifat, Ayat-ayat di atas menjelaskan sejumlah
karena buah-buahan bersifat musiman dan
hanya dimiliki oleh sebagian orang. Adapun hal seperti berikut.
buah kurma, ia sudah menjadi makanan pokok L. Dalam surah ar-Rahmaan, Allah SWT me-
yang dibutuhkan setiap waktu, selalu ada di
setiap saat, dan pada semua orang. nyebutkan nikmat-nikmat-Nya yang ter-
agung berupa nikmat-nikmat keagamaan,
"Maka nikmat Tuhanmu yang manakah nikmat-nikmat duniawi, dan ukhrawi.
yang kamu dustakan?" (ar-Rahmaan: 13)
Setiap kali selesai menyebutkan suatu
Nikmat manakah dari semua nikmat-
nikmat, selalu diikuti dengan ayat, "Maka
nikmat tersebut yang kalian dustakan, ingkari, nikmat Tuhanmu yang manakah yang
kamu dustakan?" untuk mengingatkan
dan tidak kalian akui wahai manusia dan nikmat tersebut, sekaligus untuk me-
jin? Perkataan atau pesan ayat ini ditujukan numbuhkan suasana dan nuansa takut,
segan, dan penuh khidmat, serta kecaman
kepada bangsa manusia dan jin. dan cercaan terhadap orang yang meng-
ingkari, tidak mengakui, dan tidak men-
syukuri nikmat-nikmat tersebut.
Diriwayatkan bahwa Qais bin Ashim
al-Minqari berkata kepada Rasulullah
saw., "Bacakanlah kepadaku sebagian 6. Nikmat ketujuh dan kedelapan, yaitu
dari apa yang diturunkan kepada anda." menjadikan langit sebagai sesuatu yang
Lalu Rasulullah saw pun membacakan
tinggi letak dan posisinya dari bumi,
kepadanya surah ar-Rahmaan." Lalu ia meletakkan keadilan yang diperintahkan
berkata, "Ulangi lagi." Lalu beliau pun Allah SWT di bumi, serta menegakkan
I mengulanginya hingga tiga kali. Lalu ia keseimbangan alam di langit dan bumi.
pun berkata, "sungguh demi Allah, apa 7. Nikmat kesembilan, diadakannya alat
yang Anda baca itu benar-benar sangat timbangan atau neraca untuk menegakkan
indah. Bagian bawahnya sangat subur dan keadilan dalam berbagai transaksi, agar
bagian atasnya berbuah. Itu benar-benar mencegah terjadinya perselisihan dan
bukanlah perkataan manusia, dan aku perseteruan, menjamin ketenteraman dan
bersaksi bahwasanya tiada Ilah melainkan ketenangan manusia, menciptakan sta-
Allah SWT dan bahwasanya Anda adalah bilitas dan suasana kondusif, serta men-
benar-benar Rasul Allah SWTI' jamin tetap terpeliharanya hubungan
2. Nikmat yang pertama, merupakan nikmat baik, cinta kasih, dan keharmonisan di
yang teragung dan tertinggi nilainya. Ini antara mereka.
berupa penurunan Al-Qur'an yang telah Oleh karena itu, Allah SWT melarang
mengubah kehidupan umat manusia dan sikap melampaui batas dan menambah-
akan selalu menjadi suara kebenaran yang nambahi dalam timbangan setelah ada
terang benderang hingga akhir zaman. perintah untuk menjaga keseimbangan
3. Nikmatkedua dan ketiga adalah penciptaan dan keadilan. Kemudian, Allah SWT
manusia untuk memakmurkan bumi, serta melarang sikap curang dan tidak jujua
mengajarinya al-Bayaan, yaitu kemam- yaitu mengurang-ngurangi timbangan dan
takaran, sebagaimana firman Allah SWT
puan berbicara dan memahami. Ini adalah dalam ayat,
kelebihan yang diberikan kepada manusia "Celakalah bagi orang-orang yang cu-
rang (dalam menakar dan menimbang)!
atas segenap makhluk hidup yang lain. (yaitu) orang-orang yang apabila mene-
rima takaran dari orang lain mereka minta
4. Nikmat keempat dan kelima, yaitu pen- dicukupkan, dan apabila mereka menakar
atau menimbang (untuk orang lain), me-
ciptaan matahari dan bulan yang beredar reka mengurangi." (al-Muthaffifiin: 1-3)
berdasarkan sebuah perhitungan yang
telah ditentukan, tetap, konstan, cermat,
dan akurat, melewati lokasi-lokasi per-
edaran tertentu yang keduanya tidak
akan keluar dan menyimpang darinya. Hal
inilah yang menjadikan kita bisa meng- "Dan janganlah kamu kurangi takaran
dan timbangan." (Huud: 84)
hitung masa, batas waktu, dan usia.
Menyangkut ayat ini, Qatadah men-
5. Nikmatkeenam, yaitu penciptaan tumbuh-
jelaskan wahai anakAdam, berlakulah adil
tumbuhan yang mencakup tanaman [tum-
buhan yang tidak memiliki batang yang
keras) dan pepohonan (tumbuhan yang kepada orang lain sebagaimana kamu ingin
memiliki batang yang keras dan besar), orang Iain juga berlaku adil kepadamu dan
serta menjadikannya tunduk pada ke-
berlakulah jujur sebagaimana kamu ingin
hendak Allah SWT dan disediakan untuk orang lain berlaku jujur kepadamu karena
kemanfaatan bagi segenap manusia. keadilan adalah kebaikan bagi manusia.
-t
i
I
B. Nikmat kesepuluh, diciptakannya bumi ,r,:i,',',,H''.fr'l't.[,f'ff*i;;*.'fiff' i.ir '': I
i] ' ;
dalam bentuk hamparan bagi manusia.
Surah ar-Rahmaan Ayat L4 - 25 I
9. Nikmat kesebelas, bumi yang berisi ke-
senangan hidup dan sumber-sumber ma- '#3 ffi,JH( S:€Ji in 5r1ij r'iu, I
kanan bagi manusia dan binatang, yaitu I
berupa aneka macam buah-buahan, di- iEudt t'V' {
tumbuhkannya pohon kurma yang men-
jadi sumber buah kurma, dikeluarkannya f**iyti O';tt;)r's.ri fip\ 5 O I
biji-bijian seperti gandum dan sejenisnya, '#r#;\-effi*K
al-Ashf, yaitu jerami, atau daunnya pohon l
dan tanaman, serta tanaman-tanaman iavSlr\wt?.@i#W$\ego
I
yang berbau harum. p.reil35t)17;ag,u'#Kt.X\+UO
I
10. Setelah memaparkan nikmat-nikmat ter- @'f#WX\ti\i@?xr(
sebut, selanjutnya Allah SWT berbicara I
"Dia menciptakan manusia dari tanah kering
kepada jin dan manusia, "Maka nikmat i
seperti tembikar, dan Dia menciptakan jin dari
Tuhanmu yang manakah yang kamu dusta- I
nyala api tanPa asaP. Maka nikmat Tuhanmu I
kan?" untuk mempertegas serta meng- yang manakah yang kamu dustakan? Tuhan
(yang memelihara) dua timur dan Tuhan (yang l
ingatkan nikmat tersebut. memelihara) dua barat. Maka nikmat Tuhanmu
Sebelumnya telah disebutkan hadits yang manakah yang kamu dustakan? Dia mem- I
biarkan dua laut mengalir yang (kemudian)
yang diriwayatkan oleh Tirmidzi dari fabir I
bin Abdillah r.a., ia berkata, keduanya bertemu, di antara keduanya ada batas I
yang tidak dilampaui oleh masing-masing. Maka 1
(\p; f'F, i'r; W it 'Jyi t$, ii nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu l
l
rG'fJ€trij6:JuFW* dustakan? Dari keduanya keluar mutiara dan
WLi.;u,f:r&;;it;s *i marjan. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah
t2 a t yang kamu dustakan? Milik-Nyalah kapal-kapal
yang berlayar di lautan bagaikan gunung-gunung.
:tjJu Maka nikmat Tuhanmu yang manakah y ang kamu
o\t'';ry, b Zf, )ito',..i ailr or; dust akan? " (ar- Rahmaan : I 4-25)
.i=ir ei ,+k c.;
"Rasulullah saw. membacakan kepada Qlraa'aat
kami surah ar-Rahmaan dari awal sampai (c,*F'
akhir. Kemudian beliau bersabda: mengapa Nafi'dan Abu Amr membaca 1f,;ii;.
aku melihat kalian diam semua? Sungguh {-rilr}:
jin ternyata mereka lebih baik resPonnya Hamzah membaca 1.lu,Ir;.
dari kalian. Waktu itu, setiap aku sampai
pada ayat, (fa bi ayyi aalaa'i Rabbikumaa
tukadzdzibaani,') maka para jin itu merespon
dengan berkata, 'Tiada suatu apa pun dari
nikmat-nikmat-Mu Ya Tuhan kami yang
kami dustakan. Maka segala puji hanya
untuk-Mu."'