ayat ini menafikan jika Nabi Muhammad saw. Adapun Sidratul Muntaha, kita meng-
pernah melihat Allah SWT, Hal ini diperkuat
imaninya sebagaimana yang disebutkan dalam
oleh ayat, Al-Qur'an, tanpa menentukan tempatnya, ciri-
"Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan ciri, dan spesifikasinya kecuali berdasarkan
mata, sedang Dia dapat melihat segala peng' keterangan yang terdapat dalam hadits
lihatan itu dan Dialah Yang Mahahalus, Maha- shahih. Imam Ahmad, Muslim, dan Tirmidzi
teliti." (al-An'aam: 103)
meriwayatkan dari Abdullah bin Mas'ud r.a., ia
berkata,
"Dan tidaklah patut bagi seorang manusia etw6J 'c,' J-Jl+,' lt )-r, q;\t/ e)
bahwa Allah akan berbicara kepadanya kecuali
dengan perantaraan wahyu atau dari belakang l),
tabir atau dengan mengutus utusan (malaikat)
lalu diwahyukan kepadanya dengan izin-Nya 64-qt ,r.J,Jt,tlJ;lt €,F ,4-itr
apa yang Dia kehendaki. Sungguh, Dia Maha- t'
ting g i, M ahabij aksana." (asy'Syuuraa: 5 1) q4ic\, ,tiL ,uo)\t q:)C;
"b$5
1i,4
UtiS',4?
Ada sebagian kalangan yang mengatakan "Ketika Rasulullah saw. diisra'kan, maka
bahwa dhamiir-dhamiir yang terdapat pada beliau dibawa sampai ke Sidratul Muntaha yang
kata {;;(;}, (it<;}, (J*;}, {r;!}, dan juga {ii;}, terletak di langit ketujuh. Sidratul Muntaha
adalah kembali kepada Allah SWT. Hal ini adalah terminal ujung setiap sesuatu yang dibawa
didukung oleh sebuah hadits yang diriwayat- naik dari bumi,lalu dari Sidratul Muntaha baru
kan oleh Bukhari dari Anas r.a., "kemudian diambil lagi. Sidratul Muntaha juga menjadi
Malaikat Jibril a.s. membawa naik Nabi terminal ujung setiap sesuatu yang dibawa turun
Muhammad saw. ke atas lagi hingga sampai ke dari atas Sidratul Muntaha, lalu dari Sidratul
Muntaha baru diambil lagi, al-Hadits."
Sidratul Muntaha, dan AbJabbar Rabbul'lzzah Dalam riwayat imam Muslim dalam
mendekat hingga beriarak sekitar seukuran Shahihnya disebutkan,
panjang antara dua uiung busur atau lebih
.yr.gtr_Ate e-,
dekat lagi dari itu. Lalu Dia pun mewahyukan
kepada beliau apa yang Dia wahyukan, yaitu "Dan Sidartul Muntaha terletak di langit
shalat lima puluh waktu, al-Hadiits," keenam."
Namun pendapat Yang kuat adalah Dalam riwayat Muslim lainnya dari Anas
r.a. disebutkan,
pendapat yang pertama, berdasarkan hadits
yang diriwayatkan oleh imam Muslim dari Abu
Dzarr r.a.,
);tc. u. :Jui gi{ lt ,S;, iU fi {ji, c , )o , lc .1.
La calJl .ilar jtrT ,P
.t'rl *i, ,,.iu; t,l3.i qii w,, rri
sa3 Ji, G.r
'-To*;k o; OrOo*o naik ke Sidratul uuntaha
"Bahwasanya ia bertanya kepada Rasulullah
saw.,'Ya Rasulullah, apakah anda melihat Allah di langit ketujuh, buahnya seperti guci Hajar dan
SWT?' Beliau menjawab, Aku melihat cahAyA,"'28
daunnya seperti telinga gajah."
28 Tafsir Al-Alusi,27152 dan berikutnya. Kata an-Nabq dalam hadits di atas artinya
adalah buah pohon sidr, bentuk tunggalnya
adalah nabqah. Kata ini juga dibaca dengan saw. terhadap Malaikat |ibril a.s. dalam wujud
huruf ba' dikasrah, nabiq, dan ini adalah yang aslinya dan penglihatan beliau terhadap
lebih fasih. Adapun bacaan, an-Nabq dengan berbagai fenomena kerajaan Allah SWT adalah
huruf ba' dibaca sukun adalah dialek orang penglihatan dengan mata kepala, bukan tipuan
Mesir. pandangan atau ilusi. Ini memperkuat bahwa
aktivitas Mi'raj adalah dengan ruh dan iasad
Tirmidzi meriwayatkan dari Asma' binti
Abu Bakar r.a., ia berkata, 'Aku mendengar sekaligus.
Rasulullah saw. bersabda ketika ditanyakan Nabi Muhammad saw. pada malam Mi'raj
kepada beliau tentang Sidratul Muntaha, melihat sebagian dari ayat-ayat Tuhan yang
ji ,* iU U j;t''Jt c t'\t\'ry agung yang tidak bisa digambarkan dan
iilr J;', tz -' dilukiskan, yaitu wujud asli Malaikat fibril
Q ,?st) ,' W"
itrn:.o -a uu t<lY; a.s. dan berbagai keajaiban-keajaiban alam
malakuut.lni seperti yang disebutkan dalam
,4/
surah Al-lsraa',
'Jl;:t r^;
"Orang yang naik kendaraan UrrloUn ai "supaya Kami perlihatkan kepadanya l
sebagian dari tanda-tanda kebesaran KamL"
bawah satu dahan dari pohon Sidratul Muntaha I
(al-Israa': 1)
selama seratus tahun, atau satu dahannya bisa
Tanpa menentukan secara spesifik sesuatu
digunakan berteduh oleh seratus orang yang naik
yang dilihat. Hal itu untuk memberikan
kendaraan (perawi ragu). Di Sidratul Muntaha
pengertian bahwa apa yang dilihat adalah
terdapat faraasy (ngengat, kupu-kupu kecil yang
sesuatu yang agung, luar biasa, dan memiliki
biasa berkeliaran di sekitar lampu) emas. Buah
Sidratul Muntaha laksana guci."
signifikansi.
"(Muhammad melihat Jibril) Ketika Bukhari dan yang lainnya meriwayatkan
Sidratul Muntaha diliputi oleh sesuatu yang dari Abdullah bin Mas'ud r.a. menyangkut ayat
meliputiny a." (an-Naim: 16) ini,
Sidratul Muntaha diliputi oleh makhluk- *'Fi.,\^-1)t'ii Gi; "i1
makhluk yang tiada bisa digambarkan, di-
jelaskan, dan dihitung yang menunjukkan "Beliau melihat seperti kain tipis menutupi
keagungan dan kebesaran Allah SWT. ufuk langit."2e
Menurut pendapatkebanyakan ulama, ben- Diriwayatkan dari Ibnu Zaid, bahwasanya
tuk ungkapan ayat ini memberikan kesan dan Rasulullah saw melihat Malaikat |ibril a.s.
nuansa bahwa apa yang melingkupi Sidratul
dalam wujud aslinya.
Muntaha adalah luar biasa dan banyak sekali.
Flqlh Kehldupan atau Hukum-Hukum
"Penglihatannya (Muhammad) tidak me-
nyimpang dari yang dilihatnya itu dan tidak Ayat-ayat di atas menunjukkan sejumlah
(pula) melampauinya. Sungguh, dia telah me-
hal sebagai berikut.
lihat sebagian tanda-tanda (kebesaran) Tuhan-
1. Allah SWT bebas bersumpah dengan apa
nyayang paling besar." (an-Naim: 17'LB)
saja yang dikehendaki oleh-Nya untuk
Penglihatan Nabi Muhammad saw. tidak
berpaling dari apa yang dilihatnya dan tidak 29 Hal yang sama iuga dikatakan oleh Abdullah Ibnu Abbas
pula melampauinya. Penglihatan Rasulullah
r.4,,
'IAFSTRAL-MUNTR JrrID 14
mempertegas apa saia yang dikehendaki- 3. Al-Qur'an bukanlah perkataan Rasulullah
Nya kapan pun sesuai dengan kehendaki- saw, tetapi wahyu yang bersumber dari
Nya. Allah SWT bersumpah dengan bin- Allah SWT.
tang-bintang (berarti alif lam pada kata 4. "Tidak lain (Al-Qur'an itu) adalah wahyu
an-Najm adalah alif lam yang memberi- y a ng diw ahy ukan." (an-Nai m:4)
kan makna jenis atau umum), atau dengan Ayat ini dijadikan sebagai landasan
bintang Tsuraltya fberarti alif lam pada dalil oleh pihak yang berpendapat bahwa
kata an-Najm adalah alif lam yang mem- Rasulullah saw. tidak boleh melakukan
berikan pengertian bahwa kata yang diberi ijtihad menyangkut berbagai kasus dan
alif lam tersebut adalah sesuatu yang kejadian. Ini adalah pandangan yang keliru
sudah maklum dan diketahui bersama). karena yang dimaksudkan dengan ayat ini
Orang Arab menyebut bintang Tsurayya adalah ingin menegaskan bahwaAl-Qur'an
dengan sebutan an-Naim (sebuah bintang) adalah wahyu dari Allah SWT, sementara
Al-Qur'an sendiri memerintahkan beliau
meskipun dari segi jumlahnya adalah
banyak. Allah SWT bersumpah dengan untuk berijtihad.
bintang-bintang ketika mulai terbenam Rasulullah saw. melakukan ijtihad
karena ketika itulah bintang bisa diguna-
dalam berbagai pertempuran menyangkut
kan untuk membantu menunjukkan arah' apa yang memang tidak diharamkan oleh
Adapun jika masih berada di tengah-tengah Allah SWT. Pada Perang Tabuk, Rasulullah
langit, itu berarti masih jauh dari bumi dan saw pernah mengizinkan sebagian orang
tidak bisa dijadikan sebagai penunjuk arah munafik untuk tidak ikut pergi berperang.
ketika seseorangberjalan pada malam hari. Lalu Allah SWT menegur beliau seperti
Ketika bintang sudah mulai tenggelam, yang tertera dalam firman Allah,
ketika itu bisa dideteksi dan diketahui arah 'Allah memaafkanmu (Muhammad).
Mengapa engkau memberi izin kepada
barat, timuc selatan, dan utara. mereka (untuk tidak pergi berperang)."
2. Al-Muqsam 'alaihi [sesuatu yang ingin (at-Taubah:43)
dipertegas dengan sumpahJ adalah ke-
saksian untuk Nabi Muhammad saw.
bahwa beliau adalah orang yang lurus 5. Wahyu dari Allah SWT yang diturunkan
mengikuti yang haq, bukan orang yang ke hati Nabi Muhammad saw. adalah
tersesat. Perbedaan antara kata dhalla melalui perantara Malaikat fibril a.s.. Hal
dan ghawaa adalah yang pertama ber- ini berdasarkan ayat,
arti berjalan tanpa petunjuk arah dan "Yeng diajarkan kepadanya oleh
pengetahuan. Sedangkan yang kedua
$ibril) yang kuot." (an-Naim:5)
berarti sudah tahu mana yang bena6
namun berpaling darinya dan beralih Karena yang dimaksudkan dengan
kepada selain yang benar. fadi, adh' kata syadiidul quwaa menurut pendapat
Dhalaal lawan katanya adalah al-Hudaa, ulama tafsir adalah Malaikat |ibril a.s.,
sedangkan al-Ghayy lawan katanya adalah kecuali al-Hasan yang berpendapat bahwa
ar-Rusyd. Allah SWT menyucikan Rasul- yang dimaksudkan dengan kata tersebut
Nya dan syari'at beliau dari sesuatu yang adalah Allah SWT.
menyerupai orang-orang sesat seperti Di sini, Allah SWT menggambarkan
umat Yahudi dan Nasrani. dan mendeskripsikan Malaikat fibril a.s.
--t
sebagai malaikat yang memiliki potensi a.s. dalam wujud aslinya dan ayat-ayat
Allah SWT lainnya yang menakjubkan.
luar biasa baik dalam ilmu maupun Apa yang beliau alami itu adalah melihat
praktek, kecerdasan akal, kearifan, dan dalam arti yang sesungguhnya dengan
kebijaksanaan. penglihatan mata. Ada yang mengatakan
6. Nabi Muhammad saw. melihat Malaikat bahwa beliau melihat dengan mata hati.
Jibril a.s. dalam wujud aslinya sebanyak
dua kali. Pertama, terjadi di ufuk langit 9. Allah SWT mengingkari dan mengecam
ketika Malaikat fibril a.s. berdiri me- ' sikap kaum kafir Quraisy yang tidak me-
nampakkan diri dalam wujud aslinya di mercayai, menolah dan meragukan apa
ufuk timur yang tinggi hingga ufuk timur
yang diinformasikan oleh Nabi Muhammad
langit tertutupi oleh sosoknya yang sangat
saw. pada malam Mi'rai. Dalam hal ini,
besar. Kemudian setelah itu, ia mulai Allah SWT berfirman, "Bagaimana bisa
mendekat ke bumi dan turun membawa kalian membantah Nabi Muhammad saw.,
wahyu kepada Nabi Muhammad saw.
menyangkal, dan meragukan terhadap
Ini adalah kali pertama beliau melihat
Malaikat fibril a.s. ketika posisi beliau beliau, padahal beliau melihat apa yang
di bumi. Waktu itu, jarak antara Nabi beliau lihat dengan'ainul yaqin (melihat
Muhammad saw. dan Malaikat fibril a.s. dengan mata kepala sendiri sehingga
menimbulkan keyakinan yang kuat dan
sangat dekat seukuran panjang dua busur
pasti)?"
atau lebih dekat dari itu.
10. Nabi Muhammad saw. melihat Malaikat
7. Allah SWT benar-benar mewahyukan ke-
fibril a.s. dalam wujud aslinya pada kali
pada hamba dan Rasul-Nya; Muhammad
kedua di Sidratul Muntaha (pohon nabh
saw. apa yang Dia wahyukan. Di sini,
terletak di langit keenam atau langit
sesuatu yang diwahyukan tidak dijelas-
ketujuh, yang tidak bisa digambarkan
kan secara spesifik, sebagai bentuk peng- dan dilukiskan). Di Sidaratul Muntaha
agungan kepada posisi wahyu. Atau terdapat surga AI-Ma'wa yang menjadi
maksudnya adalah Allah SWT mewahyukan tempat tinggal arwah malaikat, syuhada,
kepada hamba-Nya, yaitu Malaikat fibril dan orang-orang yang bertakwa. Sidratul
a.s. apa yang dia wahyukan kepada Nabi
Muntaha merupakan batas uiung penge-
Muhammad saw.. Atau, Malaikat fibril a.s.
mewahyukan kepada Nabi Muhammad tahuan para nabi sehingga pengetahuan
saw. apa yang diwahyukan dan difirmankan mereka hanya mentok sampai di sana
oleh Allah SWT kepadanya. Bagaimana pun dan mereka sama sekali tidak memiliki
pengetahuan tentang apa yang ada di
juga, yang pasti adalah bahwa sumber asal
balik Sidratul Muntaha, sebagaimana yang
wahyu adalah Allah SWT Malaikat f ibril a.s.
sebagai perantara, dan Nabi Muhammad dikatakan oleh Abdullah bin Abbas r.a..
saw. adalah pihak yang diberi wahyu. Kata Abdullah bin Mas'ud r.a. dalam
al-Wahyu secara etimologi artinya me-
keterangan yang disebutkan oleh al-
nyampaikan sesuatu dengan cepat.
Mahdawi, berkata, "Rasulullah saw. ber-
B. Hati Nabi Muhammad saw. tidak men- sabda, 'Aku melihat Jibril a.s. di ufuk yang
dustakan apa yang beliau lihat pada paling tinggi. Ia memiliki enam ratus sayap.
malam Mi'rai berupa sosok Malaikat fibril Dari bulu-bulu sayapnya itu bertetesan
mutiara dan yaqut."
:rAFSrR AL-MUNTR JrLrD 14
Dalam ayat di atas, sesuatu yang *yu|&6#'ts;$tqqgfi @@
melingkupi Sidratul Muntaha disebutkan @g;:M;t\t't(iigit)4'"e
secara indefinitif tanpa dijelaskan secara
"Maka apaknh patut kamu (orang-orang
spesifik, dengan maksud untuk mem- musyrik) menganggap berhala) Al-Lata dan
berikan pengertian bahwa itu adalah hal Al-'Uzza, dan Manat, yang ketiga yang paling
yang luar biasa dan agun& seperti nur- kemudian (sebagai anak perempuan Allah).
nur Allah SWT, malaikat-malaikat-Nya,
Apakah (pantas) untuk kamu yang laki-laki dan
dan berbagai makhluk lainnya yang me- untuk-Nya yang PeremPuan? Yang demikian itu
tentulah suatu pembagian yang tidak adil. ltu
nunjukkan keagungan Allah SWT. tidak lain hanyalah nama-nama yang kamu dan
nenek moyangmu mengada-adakannya; Allah
11. Penglihatan Nabi Muhammad saw. tidak
tidak menurunkan suatu keterangan aPa Pun
berpaling ke kanan dan ke kiri dari apa
untuk (menyembah)nya. Mereka hanya mengikuti
yang beliau lihat secara langsung dengan dugaan, dan apa yang diingini oleh keinginannya.
mata kepala beliau dengan yakin, dan Padahal sungguh, telah datang petunjuk dari Tuhan
tidak pula melampaui batas mengenai apa merela. Atau apakah manusia akan mendapat
segala yang dicita-citakannya? (Tidak!) Maka milik
yang dilihatnya. Allah-lah kehidupan akhirat dan kehidupan dunia.
12. Nabi Muhammad saw. sungguh benar- Dan betapa banyak malaikat di langit, syafaat
benar telah melihat sebagian dari ayat-
ayat Tuhannya yang terbesar. Ar-Razi (pertolongan) mereka sedikit pun tidak berguna
menanggapi pendapat yang mengatakan kecuali apabila Allah telah mengizinkan (dan
bahwa yang dimaksudkan dengan melihat hanya) bagi siapa yang Dia kehendaki dan Dia
sebagian ayat-ayat Tuhannya yang ter-
besar di sini adalah melihat Malaikat f ibril r idhai l' (an-Naim: 19 -26)
a.s. dalam wujud aslinya, dengan berkata,
Qlraa'aat
"pendapat yang kuat adalah bukan seperti
{;cj}:
pendapat yang mereka katakan."
Ibnu Katsir membaca (;,v).
IARANGAN MEMPERSEKUTUKAN ALIAH
SWT DAN PENEGASAN BAHWA BERHALA. 4"ryb,
BERHALA ITU TIADA BERGUNA SAMA
SEKALI Ibnu Katsir membaca @ji>.
Surah an-Nalm Ayat 19 - 26 {a"drij-'} dibaca:
ittcrc;Vr'rlrtr\ir$fi,llAVAtfsri' 1. gs#t $.'t>ini adalah qiraa'aat Abu Amr.
2. 1,sit $.'r> ini adalah qiraa'aat Hamzah dan
\l!a itc &"1"r6aue ,{,<lt,is $tt
al-Kisa'i.
fk;',P irAA 35 v:'t'i;\3 4' fui\
3. ,ut4t 6') ini adalah qiraa'aat imam yang
ei{+nt3W\6ow<}\tr\6*a\
lain.
iljJra>irritd,ii rgti,$,.i@bfit4j
l'rcab
g,siti ;J:t Siiiy Kara {,s}iri .,>irr} ber-
kedudukan sebagai maf'uuul bihi yang per-
tama. Sedangkan maf'uul bihi yang kedua
adalah {airlri'ntAV.
-
tll*1'-Muli-lllllPli **r{.{6r;;b.i}r;* - .. " ..- '"1*3"TTllT
\___-__*_-..r
4" A *:'!l rq}, Kata (a;;| asalnya adalah adalah berhala milik pendudukTsaqif di Tha'if,
dhuuzaa mengikuti wazan, fu'laa,lalu diubah atau milik Quraisy di Nakhlah. Disebut al-
menjadi, fi'laa sehingga menjadi, dhiizaa. Laata, karena berbentuk patung seorang laki-
Kenapa asalnya adalah mengikuti wazan, laki yang konon dulu biasa membuat makanan
fu'laa, karena wazan, fi'laa bukan termasuk sawiq yang ia campur (dari kata latta yaluttu)
bentuk wazan untuk sifat, sedangkan fu'laa dengan minyak samin dan disuguhkan kepada
termasuk bentuk wazan untuk sifat seperti, orang yang sedang berhaji.
hublaa. Di antara kalimat yang serupa dengan Berhala al:Uzza adalah berhala milik
4"t4b, adalah misyyatun hiikaa. penduduk Gh'athafan. Asalnya adalah sebuah
4\z #"" f v -r;u:t c. * u, €tb, pohon di perut pohon kurma. Pada kejadian
Kata kam di sini adalah kam khabariyyah Fathu Mekah, Rasulullah saw. mengutus Khalid
berkedudukan i'raab rafa' sebagai mubtada', bin Walid r.a. untuk menebang pohon tersebut.
Lalu ia pun mulai menebang pohon tersebut
sedangkan khabarnya adalah 4#*t # {}. sambil berkata, "Hai Uzza, aku benar-benar
Di sini, dhamiir untuk kam disebutkan dalam kafir terhadapmu, dan sekali-kali aku tidak
bentuk jama[ yaitu yang terdapat pada kata
$&uy, karena mempertimbangkan sisi mak- menyucikanmu. Sesungguhnya aku melihat
na yang dimaksudkan, karena yang dimaksud- Allah SWT telah menghinakanmu."
kan memang jama[ meskipun redaksinya ber- Sedangkan Manaah adalah berhala ber-
bentuk tunggal, (*F bentuk batu milik penduduk Hudzail dan
{,t{ ,1} Asalnya adalah yasyaa'u syafaa- Khuza'ah. Kala itu, darah binatang-binatang
'atahu. Lalu kata yang menjadi mudhaaf yang kurban dialirkan di dekatnya.
berbentuk mashdar, yaitu syafaa'at, dibuang, {.r;{' Er!r} Kedua kata ini merupakan
sehingga berubah menjadi, yasyaa'uhu. Lalu
sifat untuk menguatkan celaan yang ada. Kata
dhamiir yang kembali kepada kata mqn
al-Ukhraa maksudnya adalah yang paling
dibuang sehingga akhirnya menjadi,yo syaa'u.
belakang, rendah, dan hina tingkatannya,
Seperti yang terdapat di surah al-Araafl Allah
Balaa$hah SWT berfirman,
4u-: ^-.r!1cri, ,*r{r 'i, Sat,Slfy ini adalah "Berkatalah orang yang (masuk) be-
istifhaam taubikhi atau pertanyaan yang lakangan (kepada) orang yang (masuk) ter-
mengandung maksud kecaman, cercaan dan lebih dahulu." fal-Araaft 38)
celaan, yang disertai penghinaan terhadap
Orang-orang rendahan dan hina di antara
akal mereka. mereka berkata, kepada orang-orang yang
mulia dari mereka.
,.i:, ;';tt '& ,o;\t ABt iu, ,sft, -.itt S-1iiy
4"r: -:h pembagian yang zalim dan
("r!t di antara ayat-ayat ini terdapat as-Saj'
tidak adil. Dari kata dhaaza yadhiizu dhaizan
yang indah yang memberikan pengaruh dan
)yang artinya adalah menganiaya dan zalim.
kesan kuat pada pendengaran. (4 j1 berhala-berhala tersebut.(ti ,*" ,c:,i i1\
(Jr{'; iTit *\di sini terdapat afh -Thibaaq.
Mufradaat Lughawlyyah tidak lain hanyalah nama dan sebutan-sebutan
yang kalian ciptakan dan karang sendiri. Mak-
(ittr,,s?tt.,jur) Ketiga kata ini merupakan sudnya adalah sesungguhnya penyematan
nama berhala-berhala orang Arab fahiliyyah nama dan sebutan ilah-ilah terhadap berhala-
yang mereka sembah dan puja-puia. Al-Laata berhala tersebut tidak lain hanya semata-mata
penamaan tanpa makna dan substansi. Di memberikan syafaat. $.o.'i-: ,o- 4Y kepada
dalamnya sama sekali tidak ada sedikit pun hamba-hamba-Nya yang Dia kehendaki, yang
makna, substansi, dan esensi ketuhanan. Dia ridha kepadanya serta menilainya Iayak
dan pantas untuk mendapatkan syafaat ter-
e{:u"L r.,e.' nr ,Jrl U} Allah SWT sama sebut. Allah SWT berfirman,
sekali tidak menurunkan suatu hujjah dan
"Dan mereka tidak memberi syafaat me-
dalil pun tentang penyembahan terhadap lainkan kepada orang yang diridhai (Allah)."
(al-Anbiyaa': 28)
berhala-berhala tersebut. (rp' 'if 'r;;i.
"Tidak ada yang dapat memberi syafaat di
"lF sisi-Nyo tanpa izin-Nya." (al-Baqarah: 255)
dalam penyembahan kepada berhala-berhala
Persesuaian Ayat
itu, mereka tidak lain hanya semata-mata
Setelah mengukuhkan risalah dan ke-
mengikuti sangkaan belaka yang tidak ber- benaran kenabian, Allah SWT menjelaskan
apa yang semestinya menjadi langkah per-
landaskan pada suatu dalil pun. fuga, tidak tama yang dilakukan oleh Rasulullah saw.,
lain hanya semata-mata mengikuti asumsi
yaitu tauhid, melarang kemusyrikan, serta me-
dan ilusi bahwa apa yang mereka lakukan negaskan bahwa berhala-berhala sama sekali
tidak akan berguna dalam usaha memberikan
itu adalah benar. Karena yang dimaksudkan
syafaat di sisi Allah SWT. Hal ini diungkapkan
dengan zhann di sini adalah ilusi, prasangka, dengan gaya bahasa yang bernuansa peng-
ingkaran, kecaman, celaan, penghinaan, dan
dan asumsi keliru (tawahhum). pelecehan terhadap akal yang tunduk kepada
selain Sang Khaliq Yang memberi rezeki,
{J.i$ ,si 6:Y dan memPerturutkan aPa
yang menyembah bebatuan, pepohonan atau
yang diinginkan oleh nafsu mereka, yang mana
logam-logam yang merupakan benda mati
setan menipu mereka, seolah-olah berhala- yang tidak akan bisa mendatangkan manfaat
dan tidak pula kemudharatan.
berhala itu bisa memberikan syafaat kepada
Tafsir dan Penlelasan
mereka di sisi Allah SWT. $cit rj"; e"G -ul'ty
Allah SWT mengecam dan menghujat
padahal sungguh benar-benar telah datang
keras orang-orang musyrik atas sikap mereka
kepada mereka bukti petunjuk yang pasti dan yang menyembah berhala, sekutu, dan patung-
tak terbantahkan dari Tuhan mereka, yaitu patung, serta membuatkan rumah-rumah
Rasulullah saw dan al-Kitab. Namun mereka untuknya menyaingi Ka'bah yang dibangun
oleh Khal iilur Rahma an Ibrahim a.s.,
justru meninggalkan dan mengabaikannya.
"Maka apakah patut kamu (orang-orang
4.,F t;,lu:.,;i,: |iy, kata am di sini adalah am musyrik) menganggap (berhala) Al-Lata dan
munqathi'ah, sedangkan homzahnya adalah Al-'Uzza, dan Manat, yang ketiga yong paling
kemudian (sebagai anak perempuan Allah)."
untuk makna pengingkaran. Makna ayat ini (an-Naim: L9-2O)
adalah apakah setiap orang dari mereka
mendapatkan apa yang diharapkannya, yaitu
berhala-berhala akan memberikan syafaat
kepada mereka? Ia tidak bisa mendapatkan
setiap apa yang ia harapkan. Yang dimaksud-
kan dari ayat ini adalah penegasan bahwa
harapan mereka untuk mendapatkan syafaat
dari ilah-ilah palsu tersebut tidak akan terjadi,
tidak akan terwujud, dan sama sekali tidak
akan bisa mereka peroleh.
(* ; {i} beraPa banYak malaikat'
&r* # i)flv;- syafaat mereka tiada berguna
ilisama sekali. (ar oi y q {1} kecuali sesudah
Allah SWT mengizinkan kepada mereka untuk
-.I
Apakah kalian memandang kepada al- orang Quraisy mengagungkan dan memuja-
mujanya, sebagaimana perkataan Abu Sufyan
Laata, al:Uzza, dan Manaah? Al-Laata adalah pada Perang Uhud "Kami memiliki al-'Uzza,
berhala penduduk Tsaqif. Al-'Uzza adalah
sementara kalian tidak."
sebuah pohon penduduk Gh'athafan yang
terletak antara Mekah dan Tha'if. Orang- Lalu Rasulullah saw. berkata, kepada para
orang Quraisy mengagungkannya. Manaah sahabat, "Katakanlah, Allah SWT adalah Maula
adalah sebuah patung batu milik penduduk
(Pelindung, Penolong) kami, sementara kalian
Hudzail dan Khuza'ah, serta Aus dan Khazraj,
tidak memiliki pelindung."'
terletak antara Mekah dan Madinah. Monaah
adalah arca ketiga yang paling belakang dan Manaah terletak di al-Musyallal yang
rendah posisinya. Itu semua hanyalah batu- berada di daerah Qadid, sebuah daerah yang
terletak antara Mekah dan Madinah. Pada
batu mati atau pohon yang ditumbuhkan, lalu masa fahiliyyah, suku Khuza'ah, Aus, dan
bagaimana bisa kalian mempersekutukannya Khazraj mengagungkan dan memuja-mujanya'
dengan Allah SIvl/I, padahal itu semua adalah Mereka juga menjadikannya sebagai tempat
buatan kalian atau sesuatu yang diciptakan
yang tiada bisa menciptakan? Sementara Allah ihram ketika mau melaksanakan haji ke
SWT Yang kalian mengetahui keagungan-Nya Ka'bah. Mereka juga menjadikannya sebagai
di alam semesta ini, bukankah Dia Yang paling
tempat untuk memotong hewan kurban.
layak dan paling pantas untuk disembah? Di jazirah Arab dan yang lainnya, masih
Ini adalah sebuah kecaman keras, celaan, terdapat berhala-berhala yang lain, selain
dan cercaan karena meletakkan sesuatu ketiga berhala yang disebutkan dalam ayat di
tidak pada tempatnya. Tsaqif dan kaum
atas. Mereka mengagungkannya sebagaimana
yang mengikuti mereka sangat membangga- mereka mengagungkan Ka'bah. Ketiga berhala
banggakan al-Laata yang merupakan sebuah disebutkan secara khusus karena ketiganya
batu berwarna putih yang dipahat. Al-Laata lebih masyhur dibandingkan yang lainnya.
dibuatkan semacam rumah di Tha'if, diberi Setelah menjelaskan kedunguan akal me-
reka dengan menyembah berhala, Allah SWT
kain penutup dan memiliki sejumlah orang mengecam dan mencerca mereka atas bentuk
yang merawat, menjaga, dan memeliharanya.
Di sekitarnya ada semacam pelataran yang lain dari perbuatan syirik yaitu menjadikan
diagungkan oleh penduduk Tha'if. Al-Laqta
aslinya adalah patung seorang laki-laki yang malaikat sebagai anak perempuan Allah SWT,
konon biasa membuat makanan sawiq dan
'Apakah (pantas) untuk kamu yang laki-
mencampurnya (dari kata latta yaluttu) laki dan untuk-Nya yang perempuan? Yang
demikian itu tentulah suatu pembagian yang
dengan minyak samin untuk disuguhkan ke- tidak adil." (an-Naim: 2l-22)
pada jamaah haji pada masa fahiliyyah. Lalu
ketika meninggal dunia, orang-orang me- Apakah kalian menetapkan anak untuk
nyakralkan kuburannya, lalu menyembah, dan
Allah SWT kemudian kalian menetapkan
memuja-mujanya. bahwa anak itu berjenis kelamin perempuan,
Al-llzza adalah sebuah pohon di Nakhlah, sementara kalian sendiri memilih anak laki-
sebuah daerah yang terletak antara Mekah
laki untuk kalian? fika kalian melakukan
dan Tha'ifi milik penduduk Gh'athafan. ^41- pembagian di antara sesama kalian dengan
Ilzza dibuatkan semacam rumah dan diberi
kain penutup. Pada masa fahiliyyah, orang- pembagian yang semacam itu, tentulah itu
merupakan sebuah pembagian yang tidak
benar dan zalim. Lalu bagaimana bisa-bisanya
TAFSTRAL-MUNrR rttID 14
kalian melakukan pembagian dengan Tuhan Kemudian, Allah SWT menjelaskan hal
kalian dengan bentuk pembagian seperti itu,
padahal jika pembagian seperti itu teriadi di yang melatarbelakangi penyembahan kepada
berhala-berhala itu,
antara sesama makhluh tentunya itu adalah
"Mereka hanya mengikuti dugaan, dan
sebuah pembagian yang zalim dan tidak tepat. apa yang diingini oleh keinginannya. Padahal
Di antara ayat yang memiliki makna sungguh, telah datang petuniuk dari Tuhan
serupa adalah firman Allah SWI, mereka." (an-Naim:23)
'Ataukah (pantas) untuk Dia anak-anak Dalam menyebut berhala-berhala itu se-
perempuan sedangkan untuk kamu anak'anak bagai ilah, mereka tidak lain hanya mengikuti
I aki -l aki?" fath-Thuur: 3 9) sangkaan, asumsi semata yang sama sekali
Kemudian, Allah SWT mengingkari apa tidak bisa digunakan untuk mendapatkan
yang mereka buat dan karang sendiri berupa
kebenaran. Mereka tidak lain hanya mengikuti
kebohongan, kepalsuan, dan kekafiran dengan hawa nafsu mereka tanpa mau menoleh dan
menyembah berhala dan menyebut berhala itu melihat kepada kebenaran yang semestinya
diikuti. Padahal, telah datang kepada mereka
sebagai ilah. keterangan yang jelas, nyata, dan gamblang
"ltu tidak lain hanyalah nama-nama dari Allah SWT bahwa berhala-berhala itu
sama sekali bukanlah ilah. Keterangan yang
yang kamu dan nenek moyangmu mengada' jelas, nyata, dan gamblang tersebut adalah
Al-Qur'an yang merupakan hujjah dan dalil
adakannya, Allah tidak menurunkan suatu dari sisi Allah SWT melalui lisan Rasul-Nya
keterangan apa pun untuk (menyembah)nyai' yang Dia utus kepada mereka. Namun, mereka
(an-Naim:23) justru berpaling darinya, tidak mau mengikuti
apa yang beliau bawa kepada mereka, dan
Penyebutan berhala-berhala sebagai ilah tidak mau tunduk kepadanya.
ftuhan), padahal berhala-berhala itu tidak bisa
melihat dan mendenga4, tidak bisa berpikir Kemudian, Allah SWT menjelaskan bahwa
dan memahami, tidak bisa mendatangkan perkara ini tidak cukup sekadar harapan-
kemudharatan dan tidak pula manfaat. Itu
tidak lain semata-mata hanyalah nama dan harapan dan angan-angan. Berhala-berhala itu
sebutan-sebutan yang kalian buat sendiri sama sekali tidak berguna bagi mereka dalam
memberikan syafaat di sisi Allah SWT maupun
tanpa memiliki makna. Kalian dan para leluhur dalam hal yang lainnya,
kalianlah yang mengarang dan membuat-buat
'Atau apakah manusiq akan mendaPat
hal itu. Generasi yang berikutnya bertaklid segala yang dicita-citakannya? fTidak!) Maka
milik Allah-lah kehidupan akhirat dan ke'
kepada generasi yang terdahulu, anak-anak hidupan dunia." (an-Naim: 24-25)
mengikuti para bapak. Sementara Allah SWT
tiada menurunkan suatu hujjah dan dalil Apakah memangnya manusia pasti bisa
pun yang bisa kalian jadikan landasan dan mendapatkan apa yang diharapkan dan di-
inginkannya? Tidak setiap orang yang meng-
pegangan bahwa berhala-berhala itu adalah
harapkan suatu kebaikan bisa mendapat-
ilah. kannya. Mereka sekali-kali tiada akan bisa
Dalam ayat lain, Allah SWT berfirman,
mendapatkan apa yang mereka harapkan dari
'Apa yang kamu sembah selain Dia,
hanyalah nama-nama yang kamu buat'buat,
baik oleh kamu sendiri maupun oleh nenek
moy ang mu." (Yuusuf: 40)
TAFSTR AL-MUNIR JITID 14 -I
i
1
i
I
I
berhala-berhala itu untuk bisa memberikan yang memang diizinkan oleh Allah SWT untuk jI
memberi syafaat kepadanya. Malaikat saja i
manfaat dan syafaat bagi mereka' Otoritas dan seperti itu, lalu apa jadinya dengan berhala-
i
kekuasaan dunia dan akhirat serta kontrol, berhala yang merupakan benda mati yang I
pengaturan, dan pengelolaannya adalah ke-
punyaan Allah SWT. Berhala-berhala itu tidak tidak memiliki akal dan pikiran itu? I
sedikit pun yang sejajar dengan Allah dalam
Malaikat tidak akan memberikan syafaat I
memegang urusan dunia dan tidak pula i
kecuali sesudah ada izin untuk memberi I
akhirat.3o syafaat. Itu pun hanya kepada orang yang
"(Pahala dari Allah) itu bukanlah angan- memang Allah SWT kehendaki untuk memberi
syafaat kepadanya karena ia adalah termasuk
anganmu dan bukan (pula) angan-angqn Ahli
ahli tauhid. Adapun orang-orang musyrik,
Kitab. Barangsiapa mengeriakan keiahatan, mereka sama sekali tidak memiliki bagian
niscaya akan dibalas sesuai dengan keiahatan sedikit pun di dalamnYa'
itu, dan dia tidak akan mendapqtkan pelindung
Ibnu Katsir menjelaskan jika bagi para
dan penolong selain Allah." (an-Nisaa'z t23) malaikat muqarcabuun saja seperti itu, lalu
bagaimana kalian bisa mengharapkan sya-
Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah faat dari berhala-berhala dan andaad (hal-
hal yang dijadikan sebagai sekutu dan tan-
r.a., ia berkata, Rasulullah saw. bersabda, dingan-tandingan Allah SWT) wahai orang-
orang bodoh? Padahal Allah SWT tidak men-
fG qii syari'atkan penyembahan kepada berhala-
fy ,;4,i'iY$ i,:i r-\ii berhala dan andaad tersebut dan tidak pula
mengizinkannya. Bahkan Allah SWT benar-
'yt,4.4r
benar telah melarang secara tegas dan total
'Apabila salah seorang dari kalian berharap, tindakan penyembahan kepada berhala-ber-
hala dan andaad tersebut lewat lisan semua
maka hendaklah ia memerhatikan betul apa rasul-Nya, dan menurunkan semua kitab-Nya
yang ia harapkan, karena ia tidak tahu apa yang dengan membawa larangan tersebut.3l
dituliskan untuknya dari harapannya itd' Ini adalah sebuah kecaman dan cercaan
Kemudian, Allah SWT menjelaskan pro' terhadap para penyembah malaikat dan ber-
sedur diterimanya syafaat, hala.
"Dan betapa banyak malaikat di langit, Flqlh Kehldupan atau Hukum-Hukum
syafaat (pertolongan) merekq sedikit pun
tidak berguna kecuali apabila Allah telah Ayat-ayat di atas menerangkan sejumlah
mengizinkan (dan hanya) bagi siapa yang Dia hal sebagai berikut.
kehendaki dan Dia ridhai." (an-Naim:26)
7. Allah SWT membantah dan menyanggah
Betapa banyaknya malaikat yang mulia di
langit, meskipun mereka banyak ibadahnya orang-orang musyrik atas tindakan me-
dan memiliki kemuliaan di sisi Allah SWT reka menYembah sesuatu Yang tidak
berakal. Karena berhala-berhala yang
namun mereka tidak bisa memberi syafaat mereka sembah itu seperti Laata, 'Uzza,
kepada seorang pun kecuali kepada orang
30 Ayat fa liltaahil aakhiratu wal uulaa berfungsi untuk me- 3t Tafsir lbnu Ka*ir, 4 /255.
negaskan ketololan, kedunguan, dan kebodohan mereka
serta sikap mereka yang hanya mengikuti dugaan, per-
sangkaan dan asumsi belaka.
dan Manaah, tidak bisa mendengar tentang hal itu. Dalam hal ini, kalian tidak
dan tidak pula melihat, tidak bisa men- lain hanya mengikuti dugaan, terkaan,
datangkan kemanfaatan dan tidak asumsi, dan hawa nafsu semata. Padahal
pula kemudharatan, lalu bagaimana
telah datang kepada kalian keterangan
bisa hal seperti itu disembah? Padahal yang cukup dari Rasulullah saw. bahwa
perlu diketahui bahwa ibadah dan
penyembahan dalam pandangan dan berhala-berhala itu bukanlah ilah.
perspektif orang-orang musyrik adalah Dengan begitu, berarti mereka
untuk sesuatu yang bisa memberikan
manfaat, sementara berhala-berhala itu lebih memilih untuk melakukan sesuatu
tidak bisa memberikan kemanfaatan berdasarkan dugaan dan sangkaan,
sedikit pun. Apakah kalian telah melihat padahal mereka mampu untuk melakukan
berhala-berhala itu dengan penglihatan amal berdasarkan sesuatu yang pasti dan
yang sebenar-benarnya? fika memang
kalian benar-benar telah melihat dan yakin yang dibawa oleh wahyu.
memerhatikannya, niscaya kalian pasti
4. Faktanya adalah bahwa orang-orang
tahu dan yakin dengan seyakin-yakinnya musyrik dalam menyembah berhala-
bahwa berhala-berhala itu sama sekali berhala itu tidak lain hanya mendapatkan
tidak Iayak sebagai sekutu. Sementara
kalian benar-benar telah mengetahui angan-angan kosong dan haraPan-
keagungan dan kebesaran Allah SWT,
harapan manis yang hanya didasarkan
Dia-lah satu-satunya Yang paling berhak pada ilusi yang semu. Karena berhala-
berhala itu tidak akan bisa memberikan
untuk disembah. syafaat kepada mereka seperti yang
mereka impikan. Mereka mengharapkan
2. Allah SWT juga menghujat dan menge-
syafaat dari sesuatu yang sama sekali
cam keras orang-orang musyrik atas per- tidak akan bisa memberikan syafaat.
nyataan mereka bahwa malaikat adalah Karena sesungguhnya semua kekuasaan,
otoritas, dan kontrol di dunia dan akhirat
anak perempuan Allah SWT, dan berhala-
adalah kepunyaan Allah SWT semata'
berhala adalah anak perempuan Allah
Allah-lah Yang memberi dan tidak
SWT. Allah SWT menyatakan kePada
mereka bahwa tidak masuk akal me- memberi siapa saja yang dikehendaki-
netapkan anak perempuan untuk Allah Nya, dan bukan menurut angan-angan
SWT sementara mereka memilih anak
laki-laki. Itu adalah sebuah pembagian dan harapan seseorang.
yang tidak adil, tidak obyektif, dan tidak 5. Allah SWT mengecam keras dan men-
cerca orang yang menyembah malaikat
benar.
dan berhala, mengira bahwa itu bisa
3, Berhala-berhala itu tidak lain hanya se- mendekatkan dirinya kePada Allah
batas nama-nama yang kalian karang SWT. Allah SWT pun memberitahukan
bahwa para malaikat sekalipun tidak
dan buat sendiri dan kalian sebut sebagai
bisa memberikan syafaat kecuali kepada
ilah. Dalam hal ini, kalian benar-benar
hanya bertaklid kepada bapak-bapak orang yang Allah SWT izinkan untuk
kalian. Allah SWT sama sekali tidak memberikan syafaat kepada. Padahal
menurunkan suatu huijah dan dalil pun
malaikat adalah makhluk yang ibadahnya
berkualitas dan memiliki kemuliaan di
sisi Allah SWT.
KECAMAN DAN CERCAAN TERHADAP Mufradaat Lu$hawlyyah
ORANG.ORANG MUSYRIK KARENA MEREKA
MENYEBUT MALAIKAT SEBAGAI ANAK {{fi, 'r;:ly mereka menyebut dan
PEREMPUAN AL1AH SWT menamai tiap-tiap malaikat (,,l;!, ti) dengan
Surah an-Nafm Ayat27 -30 penamaan dan sebutan perempuan, yaitu
-;,{ir*r-K51ti,*4;-*\t};i.i3jr5r dengan mengatakan bahwa para malaikat
,#",1'#ti,g1'$ti\{r*"b\E*u$4rrj@ adalah anak perempuan Allah SWT.
fuv.+ t &-;yj "J e,klv WW g e 4e i : & 6tY mereka sama sekali tidak
|$:Lyibt'&$$-di'Wt?'ltr*r$# memiliki pengetahuan sedikit pun yang
ffi.rl3er )Aft\#v'i*A*t j berlandaskan pada sebuah dalil yang bersifat
yakin dan pasti tentang perkataan mereka
"Sesungguhnya orang-orang yang tidak
tersebut.
beriman kepada kehidupan akhirat, sungguh
mereka menamakan para malaikat dengan nama (",s, 'il |rf- o\b dalam hal tersebut, mereka
perempuan. Dan mereka tidak mempunyai ilmu
tidak lain, hanya mengikuti prasangkaan se-
tentang itu. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti
mata. {ti* Jlt,a,*-o',,ulro5} dan sesungguhnya
dugaan, dan sesungguhnya dugaan itu tidak dugaan dan sangkaan sama sekali tidak
berfaedah sedikit pun terhadap kebenaran. Maka berguna dalam mencar i aI- H a q,hakikat sesuatu
tinggalkanlah (Muhammad) orang y ang b erp aling
dari peringatan Kami, dan dia hanya mengingini yang sebenarnya. Karena al-Haq, tidak bisa
kehidupan dunia. Itulah kadar ilmu mereka. ditangkap dan diketahui melainkan dengan
Sungguh, Tuhanmu, Dia lebih mengetahui siapa ilmu, yakni berupa pengetahuan yang bersifat
yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia pula yang
yakin dan pasti. Sementara zhann atau dugaan
lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk."
(an-Najm:27-30) sama sekali tidak diperhitungkan dalam bi-
dang pengetahuan yang hakiki atau hal-hal
l'raab
aksiomatik. Dugaan hanya diperhitungkan
;(.s*^r &i *, f ,r ,p 4{;i /y fata dalam hal-hal yang bersifat aplikatif dan
sarana-sarana yang bisa digunakan untuk
{pl} di sini dapat berlaku sesuai bentuk
j; ;mencapai kepada hal-hal aplikatif.
aslinya sebagai isim tafdhiiL Yakni, Allah-lah (uJir t+jr il tj. p, if : :; :; ,rrtb
Yang paling tahu dari siapa pun tentang kedua
tipe orang tersebut. Atau bisa juga bermakna, maka berpalinglah kamu wahai Muhammad
Aalim (mengetahui).
dari orang yang berpaling dari Al-Qur'an dan
BalaaEhah
dari peringatan Kami, serta tenggelam dalam
Terdapat ath-Thibaaq antara t<ata 4p)
kehidupan dunia. {di, .r W 4tY mencari
dan (a*^t).
dunia dan perkari dunia adalah ujung
pengetahuan mereka, tidak lebih dari itu.
Karena mereka lebih mengutamakan, lebih
memilih dan lebih memprioritaskan dunia
daripada akhirat. Ayat ini adalah kalimat
sisipan yang bertujuan untuk menegaskan
bahwa pikiran dan perhatian mereka hanya
terbatas dan tertuju pada dunia semata.
4,Y i Pt r e;; i1) ini adalah Penielasan
tentang alasan perintah untuk berpaling dari
mereka. Sesungguhnya Allah SWT mengetahui
srr"h:-"-x"t. - - -_ --,r*{,, ,i;;l ,i}ti.r* -. .- }lslRAt-Mu):,*rlt"-1?}4
siapa yang merespon dan memenuhi seruan mereka menamakan para malaikat dengan
beriman, dan siapa yang tidak. Oleh karena nqma perempuan " (an'Naim: 27)
itu, kamu tidak perlu terlalu memaksakan Sesungguhnya orang-orang musyrik yang
diri dan membebani dirimu dalam mengajak kafir yang tidak membenarkan, tidak memer-
cayai, dan tidak mengimani adanya kehidupan
mereka. Tugas dan kewajiban kamu hanyalah
menyampaikan dan kamu benar-benar telah akhirat, hisab dan hukuman. Mereka ber-
melaksanakannya. Allah SWT mengetahui anggapan bahwa malaikat adalah perempuan'
Mereka menganggap bahwa malaikat adalah
kedua golongan tersebut, golongan yang me- anak perempuan Allah SWT. Sungguh Allah
respon dan memenuhi seruan, serta golongan SWT Mahaluhur dan Mahasuci dari apa yang
yang tidak merespon dan tidak memenuhi se-
ruan, lalu Allah SWT akan membalas keduanya. mereka katakan.
Maksud mereka menyebut setiap malaikat
Persesualan Ayat
Setelah mengecam dan mencerca orang- sebagai perempuan adalah karena jika mereka
mengatakan semua malaikat adalah anak pe-
orang musyrik atas tindakan mereka me-
nyembah berhala dan patung, menjelaskan rempuan, itu berarti mereka mengatakan se-
bahwa penyembahan kepada berhala-ber- tiap malaikat adalah anak perempuan. Dalam
ayat lain, Allah SWT berfirman,
hala itu sama sekali tidak berguna apa-
"Dqn mereka meniadikan malaikat'ma-
apa dalam masalah syafaat maupun yang
lainnya, Allah SWT kembali mengecam dan laikat hamba-hamba (Allah) Yang Maha
menghujat mereka atas pernyataan mereka
Pengasih itu sebagai ienis perempuan. Apakah
yang menyatakan bahwa malaikat adalah anak mereka menyaksikan penciptaan (malaikat-
perempuan Allah SWT. Di sini, Allah SWT juga malaikat itu)? Kelak akan dituliskan kesaksian
menegaskan bahwa itu adalah sebuah klaim mereka dan akan dimintakan pertanggung-
dan pernyataan yang tidak bersandarkan jawaban." (az-Zukhruft 19)
kepada suatu dalil yang dapat diterima, akal
mereka terlalu pendek dan dangkal, mereka "Dan mereka tidak memPunYai ilmu
tidak memiliki perhatian melainkan hanya
tentqng itu." fan-Naim:28)
kepada dunia, dan Allah SWT akan membalas
mereka atas pandangan, asumsi, dan ideologi- Mereka sama sekali tidak memiliki pe-
ideologi mereka yang rusak dan batil tersebut. ngetahuan yang benar sedikit pun dan tidak
pula dalil dan bukti tentang kebenaran apa
Tafslr dan Penlelasan
yang mereka katakan itu. Mereka sama sekali
Allah SWT mengecam dan menolak tidak pernah mengenal malaikat, tidak pula
keras tindakan orang-orang musyrik yang pernah menyaksikan malaikat, dan tidak
menyebut para malaikat dengan nama dan pernah pula mendapatkan informasi dari
sebutan sebagai perempuan, dan mengecam
pernyataan mereka bahwa malaikat adalah seseorang yang dapat diterima informasinya'
Mereka mengatakan hal itu tidak lain karena
anak perempuan Allah SWI, kebodohan, kesesatan, kelancangan, kedus-
taan, kepalsuan, sifat mengada-ngada, dan ke-
"sesungguhnyq orang'orang yang tidak kafiran yang sangat parah.
beriman kepada kehidupan akhirat, sungguh
"Mereka tidak lain hanyolah mengikuti
dugaan, dan sesungguhnya dugaan itu tidak
-
hFSrRAr-MuNrRfrLrD 14 ,rr,*, \-,,,,,,
berfaedah sedikit pun terhadap kebenaran." Dalam ayat lain, Allah SWT berfirman,
(an-Naim:28)
'Apakah kamu lebih menyenangi kehidupan
Dalam sikap dan tindakan tersebut, di dunia," (at-Taubah: 38)
mereka tidak lain hanya mengikuti ilusi dan "ltulah kadar ilmu mereka." (an-Naim:30)
sangkaan atau dugaan yang sama sekali tidak
mengandung nilai kebenaran dan kevalidan Sesungguhnya perkara dunia dan mencari
sedikit pun. Prasangka dan dugaan seperti itu dunia adalah batas ujung terjauh pengetahuan
sama sekali tidak berguna apa-apa dan sama yang mereka capai. Mereka pun sama sekali
sekali tidak bisa menggantikan posisi yang haq tidak mau melirik kepada yang lainnya dari
(kebenaran, hakikat).
perkara agama dan akhirat.
Dalam sebuah hadits shahih disebutkan Imam Ahmad meriwayatkan dari Ummul
bahwasanya Rasulullah saw. bersabda,
Mukminin Aisyah r.a., ia berkata, Rasulullah
?yt Jnt j4t:'y jb)ti €(l
saw bersabda,
"Hindarilaah prasangka, karena prasangka
adalah s eb ohong-b ohongnya p erkataAn." ; ;\e'r ,'; iu .i lc, ,{ ,ti i jr; q;lrr
{ Ji;i A&"
"Maka tinggalkanlah (Muhammad) orang "Dunia adalah rumah tempat orang yang
tidak memilik rumah, dan harta orang yang tiada
yang berpaling dari peringatan Kami, dan memiliki harta, dan di dalamnya terkumpul orang
yang tidak berakal."
dia hanya mengingini kehidupan dunia." (an-
Naim:29)
Berpalinglah wahai Rasul dari orang yang Dalam sebuah doa ma'tsuur disebutkan,
berpaling dari Al-Qur'an atau peringatan Allah
SWI, orang yang dibenaknya hanya terpikir t* *i;\:5i,6j'rr ;;j { -*r'
masalah dunia, dan tidak memiliki perhatian
melainkan hanya pada perkara dunia tanpa "Ya Allah, janganlah Engkau jadikan dunia
sebagai tujuan dan perhatian terbesar kami dan
mau melihat dan memerhatikan perkara jangan pula Engkau jadikan dunia sebagai ujung
akhirat. terj auh p engetahuan kami."
Maksudnya adalah wahai Rasul, kamu ti- Sebab adanya perintah untuk berpaling
dak perlu berdebat dengan mereka dan tidak
usah memedulikan mereka. Kamu telah me- dari mereka adalah,
nyampaikan apa yang kamu diperintahkan
"Sungguh, Tuhanmu, Dia lebih mengetahui
untuk menyampaikannya, sementara tugas dan siapayang tersesat dari jalan-Nya dan Dia pula
kewajibanmu tidak Iain hanya menyampaikan. yang lebih mengetahui siapa yang mendapat
petunjuk." (an-Naim: 30)
Ayat dan dia hanya mengingini kehidupan
dunia. Mengisyaratkan tentang sikap mereka Berpalinglah kamu wahai Muhammad
yang mengingkari adanya hasyr (hari Kiamat, saw. dari mereka, karena Allah-lah Pencipta
hari dibangkitkan, dan dikumpulkan pada hari semua makhluk, dan Dia Mengetahui siapa
Kiamat), sebagaimana perkataan mereka yang yang tersesat dari jalan-Nya; yaitu dari jalan
disebutkan dalam ayat, kebenaran dan petunjuk, dan siapa yang
"Hidup hanyalah di dunia inr." (al-An'aam: mendapat petunjuk kepada agama yang haq,
2e)
,. 1T,.i_,t,, ,
dan Dia akan membalas masing'masing atau saw. dan tidak pula mereka temukan da-
lam suatu kitab. Akan tetapi, mereka ha-
setiap orang atas amalnYa.
nya mengikuti sangkaan dan asumsi
Ayat ini mengandung penghibur hati
bahwa malaikat adalah perempuan. Se-
bagi Nabi Muhammad saw. agar beliau tidak sungguhnya sangkaan atau dugaan yang
tidak berlandaskan pada asas pengeta-
perlu memaksakan diri dan membebani huan yang benar dan valid adalah sama
diri dalam mewuiudkan sesuatu yang sekali tidak berguna dalam usaha untuk
mendapatkan kebenaran yang hakiki.
tidak bisa diharapkan akan terwujud, yaitu
mengharapkan keimanan orang-orang yang 4. fika memang seperti itu adanya watah
keras kepala, angkuh yang yakin dan puas
dengan sangkaan dan dugaan, bukan dengan tipikal, dan sikap orang-orang kafir
pengetahuan yang pasti dan yakin, serta
konsisten pada kebatilan bukan pada yang yang membangkang dan angkuh, Yang
haq. Karena di antara akhlak dan sikap Nabi di benaknya hanya ada dunia dan tidak
memiliki perhatian kecuali hanya pada
Muhammad saw. adalah semangat dan ambisi dunia semata, kamu tidak usah berdebat
beliau supaya orang-orang tersebut mau dengan mereka. Kamu benar-benar telah
beriman. Begitu juga ayat ini mengandung
menyampaikan risalah dan telah me-
ancaman bagi orang-orang kafir dan janji bagi
laksanakan apa yang menjadi tugas dan
orang-orang Mukmin.
kewajibanmu.
Flqlh Kehldupan atau Hukum'Hukum
Ar-Razi mengatakan-dan apa Yang
Ayat-ayat di atas menjelaskan sejumlah ia katakan adalah sangat tepat-bahwa
kebanyakan ulama tafsir menyatakan bah-
hal sebagai berikut. wa setiap ayat dalam Al-Qur'an yang ber-
bunyi " Maka tinggalkanlah (Muhammad) "
1. Allah SWT menyifati orang-orang kafir; dihapus (diganti) dengan ayat perang ada-
lah pendapat yang keliru, karena sebenar-
yaitu mereka yang mengatakan bahwa nya perintah berpaling sesuai dan sejalan
malaikat adalah anak perempuan Allah dengan ayat perang, lalu bagaimana bisa
dan berhala-berhala adalah anak-anak perintah berpaling dihapus dengan ayat
perempuan Allah SWT. Mereka itulah perang? Penjelasannya adalah karena
orang-orang yang kafir dan tidak percaya
Rasulullah saw diperintahkan untuk
kepada adanyaba'ts dan hosyratau akhirat
mengajak dengan hikmah dan nasihat
sesuai dengan sebenarnya, sebagaimana
yang baik. Lalu ketika mereka menentang,
yang disampaikan oleh Para rasul.
membantah, dan menanggapinya dengan
2. Allah SWT mencerca dan mengecam keras
kebatilan-kebatilan, dikatakan kepada
orang-orang musyrik yang berkeyakinan
bahwa malaikat adalah perempuan dan beliau
anak perempuan Allah SWT. "Dan berdebatlah dengan mereka
3. Dalam memandang dan menilai malaikat dengan cara yang baik." (an-Nahl: 125)
seperti itu, sejatinya mereka sama sekali Ketika cara itu tidak berguna, Allah
tidak memiliki pengetahuan yang benar
SWT pun berkata, kePada beliau, "maka
dan valid. Mereka tidak menyaksikan berpalinglah kamu dari mereka." Kamu
tidak perlu menghadapi mereka dengan
langsung ketika Allah SWT menciptakan
para malaikat. Apa yang mereka katakan
juga tidak mereka dengar dari Rasulullah
dalil dan bukti, karena sesungguhnya BALASAN BAGI ORANG.ORANG YANG
BERBUAT JELEK DAN ORANG.ORANG YANG
mereka hanya mengikuti prasangka dan BERBUAT BAIK SERTA KRITERIA DAN CIRI.
dugaan, dan mereka tidak mau meng- CIRI ORANG.ORANG YANG BERBUAT BAIK
ikuti yang haq. Hadapi dan balaslah Surah an-Nalm Ayat 31- 32
sikap mereka itu dengan berpaling dari
bda1$\-"rAlrr'lte1so-IltJ1N
melakukan perdebatan dengan mereka.
Kamu tidak perlu lagi menghadapi mereka ';;*4ti$OL:/!gtsJw.;u$+q
dengan perdebatan. Hal ini tentunya 7b,,t*)tl.lr,5 ,q3 fu4r *y,F:AyiYr
bisa dilakukan jika memang di sana ada .N(\)nAJl-.i"ii,\J,(6Drt^),e8g., SK'rtt*At{1"#?"'bsGA*{W'{tYlKfrikf(tuiiE".ta;E}lA.-a'4\
perlawanan dan pertentangan. Lalu bagai- m'.froi
mana itu bisa dihapus?32
"Dan milik Allah-lah apa yang ada di langit
5. Watak sikap, karakte[ dan tipikal orang- dan apa yang ada di bumi. (Dengan demikian) Dia
orang kafir rata-rata adalah hanya me- akan memberi balasan kepada orang-orang yang
berbuat jahat sesuai dengan apa yang telah mereka
miliki perhatian kepada dunia semata, kerjakan dan Dia akan memberi balasan kepada
tidak tahu dan tidak mau tahu dengan orang-orang yangberbuat baik dengan pahala yang
lebih baik (surga). (Yaitu) mereka yang menjauhi
urusan agama dan akhirat. Karena me-
reka adalah orang-orang materialis se- dosa-dosa besar dan perbuatan keji, kecuali
bagaimana yang bisa kita saksikan hari
ini. kesalahan-kesalahan kecil. Sungguh, Tuhanmu
Mahaluas ampunan-Nya. Dia mengetahui tentang
Dari itu, Allah SWT menginformasikan kamu, sejak Dia menjadikan kamu dari tanah
lalu ketika kamu masih janin dalam perut ibumu.
tentang mereka bahwa mencari dunia Maka janganlah kamu menganggap dirimu suci.
Dia mengetahui tentang orang yang bertakwa."
adalah batas ujung akal dan pengetahuan (an-Najm:31-32)
mereka karena mereka lebih mengutama-
Qlrua'aat
kan dunia atas akhirat Allah SWT ber-
firman, d;i' ';rb dibaca:/
\\- .t '"
"Sesungguhnya mereka (orang
kafir) itu mencintai kehidupan (dunia) Hamzah, al-Kisa'i dan Khalaf membaca
dan meninggalkan hari yang berat (hari ,4',r;
akhirat) di b elakang ny a." (al-lnsaant 27 )
{itti,io;+} dibaca:
Ayat-ayat di atas ditutup dengan ancaman
dan ultimatum. Karena Allah SWT lebih 1. Hamzah membaca secara washal orl!.1
tahu siapa orang-orang yang tersesat, ('.!W,!
dan lebih tahu siapa orang-orang yang
2. Al-Kisa'i secara washal membaca, ,!t
memperoleh petunjuk. Oleh karena itu,
(iEti'!'
tidak perlu menyulitkan diri, dan Allah
SWT akan membalas masing-masing
sesuai dengan amal perbuatannya yang
baik dan yang buruk.
32 Tafsir Ar-Razi,28/3ll
.-,"t.".T-r-"."*,.
l'ruab keras. (-1, 'il) Istitsnaa'atau pengecualian ini
4GF..A$t e.63 .>tit:lt CY nih Huruf lam adalah istitsnaa' munqathi: Yakni, akan tetapi
dosa-dosa kecil ketika pelakunya menjauhi
padafi'il (u#F bisa sebagai lam kay, sehingga dosa-dosa besan dosa-dosa kecil itu diampuni,
asumsinya adalah wa istaqarra lillaahi maa fis seperti melihat hal-hal yang diharamkan dan
samaawaati wa maa fil ardhi li yaiziyal ladziina sentuhan.
asaa'uu bi maa 'amiluu. Atau lam tersebut
$,+tt '-t1 J,,i1) sesungguhnya Tuhan-
adalah lam qasam.
mu Mahaluas ampunan-Nya, banyak meng-
kedu(d,cu,kr'an7.lG'rata$b rn.as"h1a,b)seKbaatgaai(b.raid,a) l ber-
ampuni dosa-dosa dan Maha Menerima tobat
dati
hamba-hamba-Nya dari dosa-dosa tersebut.
kata {;iir} yang terdapat pada kalimat atau Allah SWT mengampuni dosa apa saja yang
ayat (*;"ir, 5Ii u;tt Gnty.(-.1''il} ini adalah dikehendaki-Nya, baik dosa kecil maupun
istitsnaa' munqathii Kata (;irr| artinya adalah dosa besar.
dosa-dosa kecil. Al-Baidhawi menjelaskan barangkali pe-
nyebutan ayat ini setelah ayat ancaman siksa
BalaaSlhah bagi orang-orang yang berbuat jelek dan janii
pahala bagi orang-orang yang berbuat baik
Di {#t 5L;i uir qir ,tk *.uisi q4.b adalah supaya orang yang melakukan dosa
besar tidak putus asa dari rahmat-Nya dan
antara kedua kalimat ini terd"a.!pt at al-
tidak berasumsi bahwa memberi hukuman
Muqaabalah. Di sini juga terdapat al'lthnaab
adalah sebuah keharusan bagi-Nya.
(memperpanjang kata-kata karena ada tujuan
4t $;,1) Allah SWT lebih mengetahui
atau fungsi), yaitu mengulang penyebutan
tentang keadaan dan hal ihwal kalian' !1)
kata 1ffr;.
{a;{, i it i ketika Allah SWT menciptakan
Mufradaat Lurlhawffiah )moyang kalian, yaitu Adam a.s. dari tanah.
{Eti,i :h e+i p\;11 dan ketika Allah SWr
4,;'.,$t i (1 ,.>tlvit €. 6 !.tY Allah SWT membentuk kalian di dalam rahim' Kata
adalah Pencipta, Pemilik, dan Pengatur segala ajinnah adalah bentuk jamak dari,,;onifn, yaitu
bayi yang masih berada dalam kandungan
apa yang ada di langit dan segala apa yang ada ibunya. Disebut janin, karena ia tertutupi [al-
i}di bumi. {,rr:" dengan hukuman perbuatan Ijtinaan).
ielek yang mereka keriakan seperti syirik dan {idi tr{'; Jiy maka janganlah kalian
yang lainnya. {",:!J9 4?;i ,-it Gp.)b orang- memuji diri kalian sendiri sebagai orang
orang yang berbuat baik dengan tauhid dan yang beramal dan berkelakuan baik dan
ketaatan, Allah SWT membalas mereka dengan banyak sekali kebaikannya. fanganlah kalian
pahala yang terbaik, Yaitu surga. memuji diri kalian sendiri dengan perasaan
ujub. Adapun jika sikap itu sebagai bentuk
(ii, 'i.GY dosa-dosa Yang besar dan
pengakuan atas nikmat yang Allah berikan,
serius hukumannya, yaitu setiap perbuatan
dosa yang Allah SWT mengancam pelakunya maka itu adalah baik. (ir *.ei!lp Allah SWT
dengan adzab yang keras, seperti syirik dan
adalah Maha Mengetahui Yang mengetahui
durhaka kepada orang tua. 4;:titi\dosa-dosa siapa orang yang bertakwa dan yang tidak
besar yang sangat keji dan buruh yaitu dosa
bertakwa sebelum penciptaan.
besar yang Allah SWT menghukum pelakunya
dengan hadd, seperti pembunuhan dengan
sengaia, zina, qadzf (tuduhan), dan minuman
-!
tlrsrner-UuNlnrruo ta ,rr,*,
Sebab Turunnya (Ayat 32) balasan kepada orqng-orang yang berbuat baik
Al-Wahidi, ath-Thabrani, Ibnul Mundzir, dengan pahala yang lebih baik (surga)i"' (an-
Naim:31)
dan Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari
Tsabit Ibnul Harits al-Anshari, ia berkata, Sesungguhnya Allah SWT adalah Pemilik
"Dulu, orang Yahudi ketika ada seorang anak langit dan bumi, Dia Mahakaya tidak butuh
kecil dari mereka meninggal dunia, mereka kepada selain-Nya. Dia adalah Hakim Yang
mengatakan, 'la adalah shiddiiq.' Lalu hal memberikan putusan kepada makhluk-Nya
itu sampai ke telinga Rasulullah saw., lalu
dengan adil. Allah SWT menciptakan makhluk
beliau pun bersabda, 'Orang-orang Yahudi itu
bohong. Tiada suatu jiwa pun yang diciptakan dengan haq dan akibat atau kesudahan urusan
Allah SWT dalam perut ibunya melainkan
makhluk yang Dia tetapkan yang di dalamnya
Dia tahu bahwa ia adalah orang yang celaka
ada orang yang baik dan orang yang jelek.
dan sengsara atau orang yang bahagia dan
Dia membalas masing-masing atas amalnya,
beruntung"'. Lalu Allah SWT pun menurunkan
sesuai dengan pengetahuan-Nya yang meliputi
tayat ini 4,r:$',i itLi it &i';y.
segala sesuatu. Dia membalas orang yang
berbuat baik atas amal baiknya dan membalas
orang yang berbuat jelek atas perbuatan
Persesualan Ayat jeleknya. fika amal yang ada adalah baih baik
pula balasannya. fika amal yang ada adalah
Setelah Allah SWT menegaskan bahwa buruk, buruk pula balasannya. Berdasarkan
Dia Maha Mengetahui segala apa yang ada di penafsiran ini, berarti huruf lam yang terdapat
langit dan bumi, Membalas para hamba-Nya
dengan keadilan-Nya, Mengganjar orang yang *ypada fi' il 4u adalah lam al - Aaqib ah.
berbuat baik dengan surga dan Menghukum
orang yang berbuat jelek dengan neraka, Allah Ibnul fauzi dalam tafsirnya mengatakan
SWT menjelaskan bahwa Dia Berkuasa atas ayat ini menginformasikan tentang kuasa
semua itu. Dia adalah Pemilik langit dan bumi,
segala yang ada di dalamnya berada di bawah Allah SWT dan luasnya kerajaan-Nya. Kalimat,
kontrol-Nya, Dia melakukan apa saja yang
dikehendaki-Nya terhadap keduanya dan Dia $"r'.,$t eii otlvJ:lt et; nt\ merupakan kalimat
Membalas sesuai dengan pengetahuan-Nya
yang meliputi segala sesuatu. sisipan antara ayat sebelumnya dengan ayat
Selanjutnya, Allah SWT memaparkan ciri yang berbunyi {rir; q.trisi ,.i, oflh, karena
dan kriteria orang-orang yang berbuat baih
menginformasikan bahwa Dia Maha Pemurah jika Allah SWT lebih tahu tentang siapa yang
dan Mahaluas pengampunan-Nya kepada siapa berbuat jelek dan siapa yang berbuat baih Dia
saja yang dikehendaki-Nya dari para hamba-Nya.
membalas masing-masing dengan apa yang
memang berhak dan pantas didapatkannya
dan tidak ada yang berkuasa untuk membalas
kedua golongan tersebut kecuali yang Maha-
luas Kekuasaannya.
Kemudian, Allah SWT menjelaskan kri-
teria dan sifat-sifat orang-orang bertakwa
Tafslr dan PenJelasan yang berbuat baik,
"Dan milikAllah-lah apayqng ada di langit 33 Al-Wahidi mengatakan bahwa huruf lam pada fi'il liyajzia
dan apa yang ada di bumi. (Dengan demikian)
Dia akan memberi balasan kepada orang-orang adalah lam al-Aaqibah atau ash-Shairuurah (berfungsi
yang berbuat jahat sesuai dengan qpa yang
telah mereka kerjakan dan Dia akan memberi memberikan pengertian akib,at), seperti dalam ayat 8 surah
al-Qashash, 4{';, tin & oF} yakni mereka memungut
Musa a.s dan akibatnya adalah ia menjadi musuh mereka
dan menjadi sumber kesedihan bagi mereka).
"(Yaitu) mereka yang meniauhi dosa-dosa mu dan akan Kami masukkan kamu ke tempat
besar dan perbuatan keii, kecuali kesalahan- yang mulia (surga)i' (an-Nisaa': 31)
kesalahan kecil." (an-Naim: 32)
Dalam Shahih Bukhari dan Muslim di-
Sesungguhnya orang-orang yang berbuat sebutkan sebuah hadits dari Ali bin Abi Thalib
r.a. yang mendefinisikan dosa besar dengan
baik yaitu mereka yang menjauhi dosa-dosa tujuh hal,
besar seperti syirik, membunuh, dan memakan
harta anak yatim, serta menjauhi perbuatan- :.-e:it ;(*3' 1 tr:;l
;,' iT" 1t
perbuatan keji seperti zina. Dosa besar adalah iii 4t y;,,'ltl}Jt-l,t-jo,.ai,'r,.'i6, AiJ"u';rlJtr
setiap dosa yang Allah SWT mengancamnya
dengan neraka. Sedangkan perbuatan keji atau i-\ ,*), ;; e;t, ,€,')u JEii
al-Fawaahisy adalah dosa-dosa besar yang
teramat buruk dan keji secara akal dan syara', .?t*i' :aF\,>uc3t
yang diancam dengan hukuman hadd. Akan
tetapi, yang terjadi dari mereka hanyalah dosa- "lauhilah tujuh hal yang membinasakan (dosa
dosa kecil dan amal-amal yang tidak pantas besar), yaitu mempersekutukan Allah SWT sihir
membunuh jiwa yang diharamkan Allah SWT
dan hina seperti pandangan yang diharamkan
kecuali dengan alasan yang dibenarkan, memakan
dan ciuman. riba, memakan harta anak yatim, lari dari medan
Imam Ahmad, Bukhari, dan Muslim dalam pertempuran, dan melakukan qadzf (tuduhan
berbuat zina) terhadap peremPuan baik-baik,
Shahihnya meriwayatkan dari Abu Hurairah ghaafilaah (tidak pernah terbesit dalam benak
melakukan perbuatan yang dituduhkan itu), dan
r.a. dari Rasulullah saw., beliau bersabda,
Mukminah."
ik &6a-,'ri .u'1t 1;l i.t G'at'oy
,F 4torAt u;j u; ,ilG.7 .i lll!
t-, . , C, oP't.)7,,,u+,-:it, t.: ,r,d"l.)1tr.(c'ib. ljt Al-Hafizh azh-Zhahabi dalam kitabnya
OJ.a- Lt^., yang berjudul Al-Kqbaa'ir menyebutkan dosa
besar sampai tujuh puluh. Ath-Thabrani me-
';.k.ri et
riwayatkan dari Abdullah bin Abbas r.?,
"sesungguhnya Atlah SWT telah *rnrtopkon
atas anak Adam bagiannya dari zina dan itu "Bahwasanya adq seorang laki-laki berkata,
pasti menimpanya tidak bisa tidak. Maka, zina
mata adalah memandang, zina lisan adalah kepadanya, "Dose besar ada tujuh." Lalu
ucapan, sementara nafsu mengharap-harapkan
Abdullah bin Abbas r.a. berkata, "Doso-dosQ
dan berhasrat, dan selanjutnya yang menentukan besar lebih dekat kepada angka tuiuh ratus
adalah kemaluan." daripada ke angka tujuh. Hanya saia, tidak ada
dosa besar selama disertai istighfar (bertobat
fika mereka melakukan dosa kecil, maka
mereka bersegera untuk bertobat dan tidak memohon ampun), dan tidak ada Yang
lagi kembali melakukannya. Di antara ayat namanya dosa kecil selama disertai adanya al-
I shraar (terus- menerus melakukan)."
yang memiliki semangat serupa adalah,
Kemudian, Allah SWT membuka pintu
"Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di harapan dan menghapus pintu putus asa dan
antara dosa-dosa yang dilarang mengeriakan-
nya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahan- pesimisme,
"Sungguh, Tuhanmu Mahaluas ampunan'
Nya." (an-Naim: 32)
*tt'*ot-*'*'*1"'o " ,,,tlt, !{Gi-b,}fi* t""n"**"|'
Sesungguhnya rahmat Allah SWT meliputi "Maka janganlah kamu menganggap dirt
segala sesuatu, maghfirah, dan ampunan-Nya
meliputi dosa-dosa semuanya bagi orang yang mu suci. Dia mengetahui tentang orang yang
bertobat darinya, sebagaimana firman Allah bertalaru." (an-Naim: 32)
SWT dalam ayat lain,
Oleh karena itu, janganlah kalian memuii
"Katakanlah, 'Wahai hamba-hamba-Ku diri kalian sendiri dan menyatakan bahwa diri
yang melampaui batas terhadap diri mereka kalian bersih dari noda dan dosa-dosa. fangan-
sendiri!Janganlah kamu berputus asa dari rah- lah kalian memuji diri kalian sendiri karena
mat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni ada perasaan ujub atau riya. fanganlah kalian
dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang
Maha Pengampun, Maha Penyayang."' (az- mengaku-ngaku bersih dari kemaksiatan-ke-
Zumar:53)
maksiatan. Paniatkanlah puji kepadaAllah SWT
Kemudian, Allah SWT mempertegas kem- atas amal ketaatan, dan hindarilah perbuatan
bali pengetahuan-Nya tentang segala sesuatu maksiat. Karena Allah-lah Yang Maha Me-
semuanya tanpa terkecuali, ngetahui tentang siapa yang waspada meme-
lihara diri dari kemaksiatan-kemaksiatan.
"Dia mengetahui tentang kamu, sejak Dia
menjadikan kamu dari tanah lalu ketika kamu Di antara ayat yang memiliki makna se-
rupa adalah,firman Allah SWT,
masih janin dalam perut ibumu." (an'Naim:
32) "Tidakkah engkau memerhatikan orang-
orang yang menganggap dirinya suci (orang
Sesungguhnya Allah SWT Maha Melihat Yahudi dan Nasrani)? Sebenarnya Allah me-
kamu sekalian, Maha Mengetahui segala hal nyucikan siapayang Dia kehendaki dan mereka
ihwal, keadaan, perbuatan, dan perkataan tidak dizalimi sedikit pun." (an-Nisaa': 49)
kalian yang akan muncul dari kalian, ketika
Dia memulai penciptaan kalian dengan men- Imam Muslim meriwayatkan dalam
ciptakan bapak kalian; Adam dari tanah dan
Shahihnya dari Muhammad bin Amr bin Atha',
mengeluarkan keturunannya dari sulbinya, ia berkata,
dan ketika Dia membentukkalian sebagai janin a q:aiJ- e,4,i:"'. c,avii'; e:4;
dalam rahim ibu-ibu kalian, merawat, menjaga,
i;;jui,;vr 6 r i Wir,li;3t
menumbuh kembangkan, dan membentuk
j$t#irja,&6i,f\i;f ,\di'.a)6#'lot ^: .:a 'a,'r t- .to1 a ,i .t ,4€ ir
kalian dalam fase-fase yang berbeda.
Aku memberi nama putriku dengan nama
fanin adalah bayi selama masih berada Barrah. Lalu Zainab binti Abi Salamah r.a. ber-
kata kepadaku, 'Sesungguhnya Rasulullah saw.
dalam kandungan. Tujuan penyebutan
melarang memberi nama dengan nama tersebut.
kalimat, dalam perut ibumu adalah untuk Sebelumnya aku juga diberi nama Barrah, lalu
Rasulullah saw. bersabda,'langanlah kalian meng-
menggaris-bawahi dan mempertegas anggap diri kalian suci, sesungguhnya Allah SWT
kesempurnaan dan totalitas pengetahuan dan paling tahu tentang siapa di antara kalian yang
kuasa llahi. Karena rahim ibu sangatlah gelap,
merup akan orang b aik.' Lalu orang- orang b ertanya,
sehingga Dzat Yang mengetahui tentang 'Lalu, dengan nama apa kami memberinya nama?'
keadaan dan hal ihwal janin di dalamnya, Beliau bersabda,'Berilah ia nama Zainabi"
tentu apa yang tampak jelas dari perilaku
para hamba tidak ada yang tersembunyi bagi-
Nya.
,rrrn"n-*"J, ,rttt,, i-fJilB,irlir, hrr,*Ar-Mu*,.f,.,o 14
Imam Ahmad meriwayatkan dari Abdur- Flqlh Kehldupan atau Hukum-Hukum
rahman bin Abi Bakrah dari ayahnya, ia ber-
Dari ayat-ayat di atas bisa dipahami
kata,
sejumlah hal sebagai berikut.
br J-, Jtil ,W dt y i':, l*; t-
or< ti1 ,\'rta +G s; ei; i*t ,W 1. Segala apa yang ada di langit dan di bumi
,::;i ,W dr\L7 \ +w €'t1 €ki
adalah kepunyaan dan ciptaan Allah
!1q lt * i:i t; ,1$ ari ,6)o
SWT. Ini adalah dalil petunjuk atas kuasa
*iri'J-;i;, :t s o1 ,r'si $t ,r;i ;*i Ilahi dan keluasan kekuasaan llahi. Ini
et berkaitan dengan kalimat, "Dan milik
Allah-lah qpa yang ada di langit dan apa
'Ada seorang laki-laki memuji seorang laki'
yang ada di bumi."
laki lain di dekat Rasulullah saw., lalu beliau
2. Sesungguhnya Tuhanmu adalah Yang
berkata, kepadanya berulang-ulang, 'Celaka
kamu, kamu telah memotong leher temanmu. paling tahu tentang siapa yang tersesat
Apabila salah seorang dari kalian mesti memuji
saud arany a, maka hen daklah ia b erkata,' Menurut dari jalan-Nya dan Dia adalah Yang
perkiraan dan dugaanku, si fulan adalah begini
dan begini, nalnun Allah-lah Yang lebih tahu paling tahu tentang siapa yang mendapat
tentang dirinya yang sebenarnya, dan aku tidak
petunjuk, lalu Dia membalas masing-
menganggaP suci siapa pun,' jika memang ia
masing dengan apa yang memang berhak
mengetahuinya."'
dan pantas didapatkannya.
Imam Ahmad, Muslim, dan Abu Dawud
meriwayatkan dari Hammam lbnul Harits, ia fika huruf lam yang terdapat pada
berkata, kata Ii yajziya adalah lam al-Aaqibah,
,y, € * ;:" ,rj,; ,)L ,)*; ;c makna ayat ini adalah kepunyaan Allah-
y:,,ar)t g -**'-ir i S;iri;^Jr
lah segala apa yang ada di langit dan
oi';plr^:tt t1 t;Y&$ 1' ,S;, uli ,JA:
segala apa yang ada di bumi. Akibat dari
.ot.)t C;3 ,r yu
penciptaan makhluk adalah adanya orang
'Ada seorang laki-laki datang menemui
yang berbuat baik dan orang yang berbuat
(Jtsman bin Afan r.a., lalu ia memuji-muii
jelek di antara mereka. Orang yang berbuat
IJtsman bin Affan r.a.. Lalu tiba-tiba Al-Miqdad
Ibnul Aswad melemparkan segenggam debu ke baik, baginya pahala atau kesudahan yang
wajah laki-laki tersebut, dan berkata, 'Rasulullah
saw. menyuruh kami ketika bertemu dengan orang baik yaitu surga. Sedangkan orang yang
yang suka memuji-muji supaya melemparkan berbuat jelek, baginya ada kesudahan
debu ke muk*nya."' yang jelek yaitu neraka.
3. Sesungguhnya sifat dan ciri-ciri orang-
orang yang berbuat baik adalah mereka
tidak melakukan dosa-dosa besal se-
perti syirik yang merupakan dosa yang
terbesar dan dosa-dosa besar lainnya
seperti yang telah disebutkan di atas,
yaitu setiap dosa yang diancam oleh Allah
SWT dengan neraka. Mereka juga men-
iauhi fawaahisy, yaitu dosa-dosa besar
yang sangat buruk dan keji, seperti zina
misalnya. Dosa-dosa fawaahisy adalah
setiap perbuatan dosa yang diancam
dengan hukuman hadd.,
TAFSTRAL-MUNrR )rLrD 14
Akan tetapi al-Lamam, sebagaimana berkonsekuensi hukuman hadd zina di
yang disebutkan oleh al-Qurthubi, dosa-
dosa kecil yang tidak ada yang selamat dunia dan hukuman di akhiratadalah pada
kemaluan. Adapun selain pada kemaluan,
darinya, kecuali orangyang memang dijaga tetap ada porsi bagian dari dosa untuknya.
dan dipelihara oleh Allah SWT. Urusannya 4. Sesungguhnya Allah SWT adalah Mahaluas
adalah mudah, ringan, dan terampuni. ampunan-Nya atas dosa-dosa kecil dan
Di dalamnya, Allah SWT menerima tobat dosa-dosa besar bagi orang yang mau
bertobat dari dosanya dan beristighfar
hamba yang mau bertobat dan sadar. memohon ampunan. Adapun orang-
orang yang tidak tersentuh ampunan-
Abdullah bin Mas'ud r.a., Abu Sa'id Nya, mereka adalah orang-orang yang
al-Khudri r.a., Hudzaifah r.a., dan Masruq tetap terus-menerus melakukan kejelekan
menjelaskan, sesungguhnya al-Lamam dan mati tanpa tobat sebelumnya. Hal ini
adalah perbuatan selain persetubuhan berdasarkan firman Allah SWT
berupa ciuman,lirikan dan kedipan, serta
"S e sung g uhny a Allah ti dak akan m eng -
pandangan dan sentuhan.
ampuni (dosa) karena mempersekutukan-
Dalam Shahih Bukhari dan Muslim
Nya (syirik), dan Diq mengampuni apa
diriwayatkan dari Abdullah bin Abbas r.a., (dosa) yang selain (syirik) itu bagi siapa
yang Dia kehendaki. Barangsiapa mem-
ia berkata, persekutukan Allah, maka sungguh, dia
telah berbuat dosa yang besqr." (an-
i;y ;i iuqdrl ei W q1:Y Nisaa':48)
Cty&'^o,k i;t ;_t cK at St,W
,it;;o..'.' .i .ru,, !:'rii ,eyt 3, 5. Allah SWT menegaskan kepada para
?.oJt u hamba-Nya bahwa Dia Maha Mengetahui
segala keadaan, tingkah laku, perkataan,
'v*t dan perbuatan mereka. Allah SWT men-
'Aku tidak melihat sesuatu yang lebih jelaskan bahwa Dia lebih tahu tentang
dekat dengan mal<sud al-Lamam dari
apa yang dikatakan oleh Abu Hurairah mereka daripada diri mereka sendiri
dari Rasulullah saw., beliau bersabda, 'Se-
sungguhnya Allah SWT telah menetapkan ketika Allah menciptakan moyang me-
atas anak Adam bagiannya dari zina dan itu
pasti menimpanya tidak bisa tidak. Maka, reka; Adam dari tanah dan ketika mereka
zina mata adalah memandang, zina lisan
terbentuk dalam perut ibu-ibu mereka
adalah ucapan, sementara nafsu mengharap- sebagai janin yang proses pembentukan
dan pertumbuhan mereka membutuh-
harapkan dan berhasrat, dan selanjutnya kan nutrisi yang bahan utama pem-
yang menjadi penentu adalah kemAluAn."' bentukannya adalah tanah dan air. Oleh
Kami sengaja menyebutkan kembali karena itu, setiap orang asalnya adalah
hadits ini dengan versi redaksi seperti di dari tanah, lalu tanah berubah menjadi
atas, karena redaksi tersebut lebih jelas. nutrisi makanan, kemudian nutrisi ma-
Maksudnya adalah bahwa perbuatan keji kanan berubah menjadi nuthfah. Di sini
yang serius dan zina yang sempurna dan
nyata dalam arti yang sesungguhnya yang juga terkandung penegasan bahwa Allah
SWT mengetahui tentang siapa yang ter-
sesat.
6. Allah SWT melarang manusia menganggap @',flVV^E'6]'6){\K$IV
diri sendiri suci dan memuji-muji diri "Maka tidakkah engkau melihat orang yang
sendiri. Tidak menganggap diri sendiri berpaling (dari Al-Qurbn)? dan dia memberikan
suci, tidak merasa diri sendiri sebagai sedikit (dari apa yang dijanjikan) lalu menahan
sisanya. Apakah dia mempunyai ilmu tentang yang
orang yang baik dan bersih, tidak memuji- gaib sehingga dia dapat melihat-(nya)? Ataukah be-
lum diberitakan (kepadanya) apa yang ada dalam
muji diri sendiri, lebih bisa meniamin
lembaran-lembaran (Ktab Suci yang diturunkan
dirinya agar teriauhkan dari sikap riya
kepada) Musa? Dan (lembaran-lembaran) lbrahim
dan lebih dekat kepada kekhusyuan.luga,
yang sehlu menyempurnakan janji? (yait) bahwa
karena Allah SWT mengetahui siapa orang
seseorang yang berdosa tidak akan memikul dosa
yang memurnikan amalnya dan takut oranglnin, dan bahwa manusia hanya memperoleh
apa yang telah diusahakannya, dan sesungguhnya
kepada hukuman Allah SWT. Abdullah bin usahanya itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya),
kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan
Abbas r.a. mengatakan"Tidak ada seorang balasan yang paling semPurna, dan sesungguhnya
kep ada Tuhanmulah ke sudah anny a (segah s esuatu),
pun dari umat ini yang aku anggap suci dan sesungguhnya Dialah yang menjadikan orang
tertawa dan menangis, dan sesungguhnya Dial"ah
kecuali Rasulullah saw." yang mematikan dan menghidupkan, dan sesung'
guhnya Dialah yang menciptakan pasangan laki-laki
KECAMAN DAN CERCAAN TERHADAP dan perempuan, dari mani, apabila dipancarkan,
SEBAGIAN ORANG MUSYRIK YANG dan sesungguhnya Dialah yang menetapkan pen-
MENJADT I(ELOMPOK ORANG KAYA KARENA ciptaan yanglain (kebangkitan setelah mati), dan se-
BERPALING DARI MENGIKUTI KEBENARAN sungguhnya Dialah yang memberikan kekayaan dan
SERTA MENGINGATKAN APA YANG kecukupan. dan sesungguhnya Dialah Tuhan (yang
TERDAPAT DALAM SHUHUF IBRAHIM memiliki) bintang Syi'ra, dan sesungguhnya Dialnh
DAN NABI MUSA A.S. yang telah membinasakan kaum Ad dahulu kala,
dan kaum Ts amud, ti dak seorang pun y ang ditinggal'
Surah an-Nalm Ayat 33 - 54 kan-Nya (hidup), dan Quga) kaum Nuh sebelum itu.
Sungguh, mereka adalah orang-orang yang paling
Jj(i(/lt1igz-Jt\i' @ oK3fi ,bv@ {r "6;nl:\i\'di6 zalim dan paling durhaka. Dan prahara angin telah
meruntuhkan (negeri kaum Luth), lalu menimbuni
tA?,#'#'og16t"do a-fr#vv
negeri itu (sebagai adzab) dengan (puing-puing)
d,!r1!l,.,@9,1,f;J1 i):4, ?$4)v q$*)\d 'Jl t1
yang menimpanya." (an-Najm: 33'54)
I qp "do-,;6,-rXi''eaPa\;ts
Qlraa'aat
iiggZz;;iiti"it,,it;;tt"i"if@ii@::Fts 16 {rr ra>u.;d
4;(i3ry dibaca:
zl ,'iz irflr 6.y U 5r O t3',1 \'rAilA Ibnu Katsir dan Abu <Amr membaca 1;L!r;'
-lleil, 4;;'ry dibaca:
'611iv E'VVZ{ i;dvffi,*vaPt 1. (r:J11 ini adalah qiraa'aat Ashim dan
[email protected]'lr #u@ a{r fit;;;i1t Hamzah.
6f O lliy,p\ fu'^i\l@lj;u r ;:uit t +i; 2. <\'i:> ini adalah qiraa'aat imam yang lain'
BUO |[j,1\,$tG'(iu\W 'd$\t'i
w:Jwrly\tt\?fi\u"edi$w'[t-\l
=-!
l'ruab adalah maa) tidak bisa berpengaruh terhadap
kata yang terdapat sebelum perangkat an-
gsi i 4' &;ti) redua maf'uul bihi
nafu tersebut.
untuk/t'il {ai} dibuan g,yaknifa huwa yaraahu
haadhiran. (k ;,ii) Kata am di sini adakalanya (.rii *P,ib Kata (lsuP'ih dibaca
adalah sebagai am munqqthi'ah yang ber- nashab sebagai maf'uul bihi untuk/r'il {.sii}.
makna kombinasi antara, bal dan hamzah
4.*c6'.IF Kalimat(",J r-:p asalnya berbunyi,
istifhaam. Atau sebagai am muttashilaah maa ghasysyaahu iyyaahaa. Lalu kedua
sebagai pembanding hamzah yang terdapat maf'uul bihinya dibuang, yaitu kata ganti dari
{u} yaitu hu dan kata ganti dari {i<;;;irl} yaitu
pada kalimat { - :ir C i4y.
4i,1, )i iiy tatimat {li.ii} berkedudukan iyyaahaa.
i'raab jarr sebagai badal dari kata {u} yang Balaathah
terdapat pada kalimat 4.a:* ,t !y Atau ber- 4.* t; 6*i;F Di sini sesuatu yang di-
kedudukan i'raab rafa' dengan mengasumsi- sebutkan dalam bentuk mubhaam (samar),
yaitu dengan menggunakan kata maa untuk
kan mubtada' yang dibuang, yakni dzaalika an
memberikan makna atau nuansa bahwa
laa taziru. Asalnya adalah annahuu laa taziru. sesuatu itu sangat besa[ sangat dahsyat dan
Begitu juga dengan kalimat {yd} Jt Ji;} sangat mengerikan.
asalnya adalah wa annahuu laisa lil insaani. Antara kalimat 4+i; ;uiy, 45i; rr*ii) aan
<;i t,;;y terdapat ath-Th ib a aq.
Dengan begitu, berarti 4;i$ ai sini adalah an
Di antara kata {oii; ;iiy ;uga terdapat
mukhaffafah (anna yang dibaca tanpa tasydid).
jinaas naaqish, karena ada sebagian hurufnya
$a). ,iV\ Naa'ibul faa'il untuk fi'il {c).$
yang berbeda.
adalah dhamiir mustatir yang terdapat di
dalamnya. Sedangkan jika berdasarkan versi Mufradaat Lughawlyyah
qiraa'aat yang membaca, yoroa dalam bentuk 4j;;y Uerpaling dari mengikuti yang haq
dan meneguhkannya. $.u;,;Jr\ dan memberi
fi'il mabnii mo'lultm, asumsi asalnya berbunyi, sedikit dari harta. {.rJtl;} dan memutus pem-
saufa yaraahu, lalu dhamiir ha dibuang berian dengan tidak melanjutkannya. Dikata-
kan, hafara fa akdaa, yang berarti ia menggali
seperti perkataan, inna Zaidan dharabtu, yakni
tanah, lalu galiannya membentur bagian
dharabtuhu.
tanah yang keras seperti batu misalnya yang
(jy{r ,rlr ;';* e} dhamiir hayang terdapat
pada kata {;'r*} adalah berkedudul<an I'raab membuatnya tidak bisa lagi melanjutkan
nashab sebagai maf'uul bihi. Sedangkan
dan menyempurnakan penggaliannya hingga
kalimat (ji\ir ,rlr| dibaca nashab sebagai
maf'uul muthlaq. {#i' ,:.t; Jt iil} Kalimat ini selesai.
di"athalkan kepada kalimat (;; 'ii}. Begitu
{,si. i $t & iti} apakah memangnya
juga kalimat-kalimat setelahnya mulai dari
ia memiliki pengetahuan tentang yang gaib,
ayat (,r<;i, cJi'; liil) sampai (jy{r rlu esi:ity
sehingga ia bisa mengetahui bahwa orang lain
semuanya di'athafkankepada kalimat (;;'iiy.
akan menggantikan dirinya untuk menang-
(;i*,lj) Kata [tr::'r\ dinashabkan oleh gung adzab akhirat. Ia adalah al-Walid bin
fi'il yang tersembunyi yang keberadaannya
ditunjukkan oleh kata (jiuJ| yakni wa ahlaka Mughirah atau yang lainnya sebagaimana yang
Tsamuudan, fa maa abqaa. Kata ini tidak boleh akan dijelaskan nanti. Kalimat 4ilt tui) ber-
dinashabkan oleh fi'il (ei\ karena kata yang
jatuh setelah perangkat an-nafyu (di sini
TAFSIRAL-MUNlR JILID 14
kedudukan sebagai maf'uul bihi kedua untuk pasangan. (.- ,!l * eY dari mani ketika
fi'il, ra'aita yang bermakna akhbirnii, coba
beritahukan kepadaku. terpancar dan dituangkan di dalam rahim. Kata
{6 i ii} ataukah belum diberitakan tumnaa maksudnya adalah ditumpahkan dan
kepadanya {;r, #y lembaran-lembaran
dituangkan ke dalam rahim. (.sF!r ;ti3rp proses
Taurat. Di sini shuhuf Nabi Musa a.s. di-
penciptaan yang lain untuk dibangkitkan
sebutkan lebih dahulu karena shuhuf Nabi
setelah proses penciptaan yang pertama,
Musa a.s. adalah yang lebih dekat periodenya, yaitu dengan cara mengembalikan ruh ke
lebih masyhur dan lebih banyak. (e.tit;b dalam jasad pada saat ba'ts (dibangkitkan dan
dan shuhuf Nabi lbrahim a.s., yaitu seiumlah dihidupkan kembali pada hari Kiamat).
syari'at yang diturunkan kepadanya. {j; ,Jjr} q;,6 A ; ii1y Dialah Yang memberi
yang menyempurnakan dan menunaikan apa harta kepada siapa saja yang dikehendaki-
yang diperintahkan kepadanya. Ini seperti Nya dan menjadikan miskin bagi siapa saja
firman Allah SWT, yang dikehendaki-Nya. 4"rA,l; iii;b Dialah
"Dan (ingatlah), ketika lbrahim diuii Rabb (Pemilik) bintang asy-Syi'raa [Sirius),
Tuhannya dengan beberapa kalimat, lalu dia
yaitu bintang yang bersinar terang di belakang
, melaksanakannya dengan sempurna." (al-
Orion, dan dikenal juga dengan nama AI-
Baqarah: 124)
Abuur. Bintang asy-Syi'raa adalah bintang
(*;i ,):i;,,; )i iiy tiaaa seorang pun yang
memikul dosa orang lain. r- 'il y*I ,A ritb yang disembah oleh sekelompok orang Arab
("; dan seorang manusia tiada memperoleh
pada masa fahiliyyah. (jy{r rir jriii ii;y oia
melainkan apa yang telah ia usahakan berupa
kebaikan. Ia tiada memperoleh apa pun dari membinasakan bangsa yang terdahulu, yaitu
kebaikan yang dilakukan oleh orang lain. bangsa Ad kaum Nabi Hud a.s.. Mereka adalah
{ai. ur A ,ii;Y aan apa yang telah keturunan Ad bin Iram bin Auf bin Sam
diusahakannya akan terlihat di akhirat, bin Nuh. Sedangkan bangsa Ad yang akhir
dan dilihat oleh penduduk akhirat sebagai adalah keturunan bangsa Ad yang pertama.
Mereka adalah bangsa Tsamud kaum Nabi
penghormatan dan pemuliaan bagi orangyang
Saleh a.s. sebagaimana yang dikatakan oleh al-
berbuat baik dan sebagai hinaan bagi orang
Mubarrid. $.ai t:.;r3j) Bangsa Tsamud adalah
yang berbuat j elek. (ji(r'rt'jr it:;:.'nykemudian
kaum Nabi Saleh a.s., maka Allah SWT tidak
seorang manusia diberi balasan atas usahanya menyisakan seorang pun dari mereka tetap
hidup. Kata Tsamuud tanpa tanwin adalah
dengan balasan yang paling sesuai dan nama kabilah, dan kata ini di'athafkan kepada
sempurna. {"#":lr} tempat kembali dan ujung kata Ad. fika dibaca dengan tanwin, itu adalah
akhir pada hari Kiamat setelah kematian.
nama bapak. <p ; .; iity dan kaum Nabi
;{,-'r. ..J.il ., ;utit.'b dan Allah SWT Yang men-
Nuh a.s. sebelum Ad ian Tsamud, Kami telah
jadikan siapa saja yang dikehendaki-Nya
b4injiais;askeasnunmgegruehknayasekmauuamnyNa.a'b*i1N#uh",a<.s.#iltFu
bisa tertawa dan bahagia. {,Frr} dan Ia Yang
lebih zalim dan lebih durhaka daripada Ad
membuat bisa menangis dan sedih bagi siapa
dan Tsamud. Karena di samping mereka tidak
;saja yang dikehendaki-Nya. {LYt i[] dan
Dia lah Yang mematikan di dunia. (6ti) dan mau beriman kepada Nabi Nuh a.s., padahal
menghidupkan untuk dibangkitkan. ;r- lltl}
ia telah berdalaarah di tengah-tengah mereka
l\Yrn' 'tJS- , Dia menciptakan dua jenis berpasang- selama 995 tahun, mereka juga mengganggu
dan menyakitinya. [d;pt1b negeri kaum
=-!
*b.,i+r* ........,.,..,,.,,,,,.,,., ._._. "_""-i1,3n,"-*",'
*,**l+r"{ffi-oklll*.1*-,Iy*,* r,r,?-11_..._....,.
....,.,.,,.,,,,,,,,,,,,.,,
\___**
Nabi Luth a.s.. Disebut al-Mu'tafikah karena As-Suddi menjelaskan ayat ini turun
negeri tersebut terbalik (ttafaka) beserta menyangkut al-Ash bin Wa'il as-Sahmi. Ia
para penghuninya. Di antara kata yang me- adalah orang yang terkadang setuiu dan
miliki akar kata yang sama adalah al-lfk sepakat dengan Nabi Muhammad saw. dalam
(berita bohong, palsu) karena berita tersebut beberapa hal.
memutar balikkan fakta. (.riiy ettan SWf Muhammad bin Ka'b al-Qurazhi men-
menghempaskannya ke bumi dalam keadaan jelaskan ayat ini turun menyangkut Abu fahal
terbalik setelah sebelumnya diangkat ke atas, bin Hisyam. Ia berkata, "Demi Allah, sungguh
dengan memerintahkan Malaikat fibril a.s. Muhammad tidak memerintahkan melainkan
untuk melakukan hal tersebut {"- u 6dJ} akhlak yang mulia." Itu adalah ayat, ).i j;\b
lalu Allah SWT pun menghujani dan menutupi 4s'sii.
negeri itu dengan apa yang bisa digunakan Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari
untuk menghujani dan menutupinya. Di sini Ikrimah, bahwasanya pada suatu waktu,
sesuatu yang digunakan untuk menutupi Rasulullah saw pergi dalam sebuah misi
disebutkan dalam bentuk indefinitif dan tidak militer. Lalu datanglah seorang laki-laki yang
dijelaskan secara spesifik dengan maksud ingin naik hewan kendaraan, namun ia tidak
memberikan makna bahwa apa yang menimpa mendapati hewan tunggangan yang bisa ia
mereka itu sangat mengerikan dan masif. gunakan. Lalu ia bertemu dengan seorang
kawan, lalu berkata, kepadanya, "Berilah aku
Sebab Turunnya sesuatu." Lalu si kawan berkata, 'Aku akan
(Ayat 33-41) berikan untaku ini kepadamu, namun dengan I
1
Mujahid dan Ibnu Zaid dalam keterangan syarat kamu mau memikul dan mengambil
yang diriwayatkan oleh al-Wahidi dan Ibnu
fari4, menjelaskan bahwa ayat-ayat tersebut alih dosa-dosaku." Lalu ia menjawab, "Baiklah,
turun menyangkut diri al-Walid bin Mughirah.
aku setuju." Lalu Allah SWT pun menurunkan .l
Waktu itu, ia telah mengikuti Rasulullah
firman-Nya ,451 ,$it .;iiiy
saw di atas agama beliau. Lalu ada sebagian (Ayat43)
orang musyrik mencela dan mencibirnya Al-Wahidi meriwayatkan dari Aisyah r.a.,
dan berkata, "Kenapa kamu meninggalkan
ia berkata, "Pada suatu ketika, Rasulullah
agama para leluhur dan mengatakan bahwa saw. melewati sekelompok orang yang
mereka adalah sesat?" Lalu al-Walid bin sedang tertawa-tawa. Lalu beliau bersabda,
Mughirah berkata, 'Aku takut kepada adzab 'seandainya kalian mengetahui apa yang aku
Allah SWTI' Lalu orang tersebut mengatakan ketahui, niscaya kalian akan banyak menangis
kepada al-Walid bin Mughirah bahwa jika ia dan sedikit tertawa."' Lalu Malaikat fibril a.s.
mau memberinya sejumlah harta dan mau turun kepada beliau membawa wahyu, "dan
kembali musyrik lagi, dirinya menjamin sesungguhnya Dialah yang menjadikan orang
bersedia untuk memikul dan mengambil alih tertawa dan menangts" Lalu beliau kembali
adzab Allah SWT untuk dirinya. Lalu al-Walid menemui orang-orang itu dan berkata, "Baru
bin Mughirah pun memberinya sebagian dari saja aku berjalan empat puluh langkah, lalu
harta yang disepakati, kemudian ia tidak lagi tiba-tiba Malaikat fibril a.s. mendatangiku
memberikan sisanya. Lalu Allah SWT pun
dan berkata "Temuilah orang-orang itu dan
menurunkan ayat ini. katakan kepada mereka, 'Sesungguhnya Allah
ThFSTRAL-MUNTRJ[rD 14
SWT berfirm an,'dan sesungguhnya Dialahyang Tahukah kamu dan apakah kamu telah
menjadikan orang tertawa dan menangis."' dikabari tentang perkara orang yang berpaling
dari kebaikan, berpaling dari mengikuti yang
Persesualan Ayat haq, dan memberi sedikit harta kemudian
Setelah Allah SWT menegaskan keluasan tidak lagi mau memberi, hanya supaya dosa
ilmu dan kuasa-Nya untuk menjatuhkan dan kesalahannya diambil alih dan dipikul
pembalasan pada hari Kiamat kepada orang- oleh orang lain. Sebagaimana yang dikatakan
orang yang berbuat jelek dan orang-orang yang oleh Abdullah bin Abbas r.a. "la taat sebentar
berbuat baik, serta menjelaskan kebodohan
orang-orang musyrik dalam menyembah ber- kemudian tidak lagi." Apakah memangnya
hala, Allah SWT menjelaskan berita tentang
buruknya sikap dan tindakan salah seorang orang kafir yang lebih memilih kekafiran dan
tertentu dari mereka, dalam bentuk ungkapan
yang menggugah rasa heran, kecaman, dan meninggalkan keimanan memiliki penge-
cercaan. Orang tersebut berpaling dari ke- tahuan tentang sesuatu yang gaib baginya
imanan dan enggan masuk Islam, sekalipun berupa urusan adzab, sehingga ia pun tahu
ia telah mendengar apa yang diturunkan. Ia
mengira bahwa orang lain bisa mengambil bahwa kawannya itu memang benar-benar
alih dan memikul dosa-dosanya. Padahal akan memikul dosa-dosanya pada hari Kiamat?
seluruh syari'at yang ada seperti syari'at Perkaranya tidaklah seperti yang ia kira dan
duga. Ini seperti firman Allah SWT
Nabi Ibrahim a.s. dan syari'at Nabi Musa a.s.
"Kerena dia (dahulu) tidak mau mem-
mengukuhkan prinsip pertanggungjawaban benarkan (Al-Qur'an dan Rasul) dan tidak
mau melaksanakan shalat, tetapi iustru dia
pribadi atau personal. Seseorang yang berdosa mendustakan (Rasul) dan berpaling (dari
tidak memikul dosa dan kesalahan orang lain.
Setiap manusia tidak memperoleh melainkan kebenaran)." (al-Qiyaamah: 3 1-32)
kebaikan yang ia usahakan.
Kemudian, Allah SWT mengingatkannya
Tafslr dan Penlelasan
Allah SWT mencela, mencerca, dan me- tentang apa yang menjadi kesepakatan semua
ngecam setiap orang yang berpaling dari syari'at bahwa pertanggungjawaban adalah
bersifat pribadi dan personal,
ketaatan kepada-Nya,
'Ataukah belum diberitakan (kepadanya)
"Maka tidakkah engkau melihat orang
yang berpaling (dari Al-Qur'an)Ta dan dia apa yang oda dalam lembaran-lembaran
memberikan sedikit (dari apa yang diianiikan)
lalu menahan sisanya. Apakoh dia mempunyai (Kitab Suci yang diturunkan kepada) Musa?
ilmu tentang yang gaib sehingga dia dapat
melihat- (nyal 7" (an-Naim: 3 3 -3 5) Dan (lembaran-lembaran) lbrahim yang selalu
meny empurnakan j anji7" (an-Naim : 3 6-37)
34 Kalimat a fara'aita makna yang dimaksudkan adalah
Ataukah memangnya belum dikabarkan
akhbirnii, (coba beritahukan kepadaku). Sedangkan kepada dirinya tentang apa yang terdapat
maf'uul bihinya yang pertama adalah alladzii, dan maf'uul dalam Taurat dan shuhuf Nabi Ibrahim a.s.
bihtnya yang kedua adalah kalimat istifhaam, a 'indahuu
yang melaksanakan dan menyempurnakan
'ilmul gaibi. apa yang diperintahkan kepadanya secara
lengkap, utuh, dan penuh serta menunaikan
risalah secara optimal, sebagaimana yang
dijelaskan dalam firman Allah SWT,
"Dan (ingatlah), ketika lbrahim diuii
Tuhannya dengan beberapa kalimat, lalu dia
-.-l
TAFSTRAL-MUNrRJ[rD 14
melaksanakannya dengan sempurna. Dia Seseorang tidak akan dituntut pertang'
(Allah) berfirman, 'Sesungguhnya Aku men' gungjawaban atas dosa orang lain. Karena
jadikan engkau sebagai pemimpin bagi seluruh setiap orang yang melakukan suatu kejahatan
manu sia."' (al-Baqarah: 124) berupa kekafiran atau perbuatan dosa apa
pun, hanya dirinyalah yang menanggung dan
Oleh karena itu, Nabi Ibrahim a.s. me-
memikulnya. Tidak ada seorang pun yang
laksanakan seluruh perintah, meninggalkan mengambil alih dan menggantikan dirinya
semua larangan, dan menyampaikan risalah dalam memikul dosanya tersebut. Ini adalah
secara sempurna, utuh, dan optimal. Dari itu, prinsip pertanggungjawaban personal atau
Nabi Ibrahim a.s. berhak ditahbiskan sebagai individu, atau seseorang tidak dituntut per'
imam bagi umat manusia yang dijadikan tanggungjawaban dan dihukum karena dosa
panutan dalam segenap hal ihwal, tingkah,
perkataan, dan perbuatannya. dan kesalahan orang lain. Hal ini sebagaimana
dijelaskan dalam berbagai ayat yang lain, di
Di sini yang disebutkan hanya shuhuf antaranya adalah
Nabi Musa a.s. dan Nabi Ibrahim a.s., karena "Dan jika seseorang yang dibebani berat
orang-orang musyrik mengklaim bahwa dosanya memanggil (orang lain) untuk
mereka berada di atas ajaran lbrahim a.s.,
memikul bebannya itu tidak akan dipikulkan
sementara kaum Ahli Kitab berpegang kepada
sedikit pun, meskipun (yang dipanggilnya itu)
Taurat. Kenapa di sini shuhuf Nabi Musa a.s. kaum kerabatnya." (Faathir: 18)
disebutkan lebih dahulu yang tidak sesuai
Kedua,
dengan urutan periode? Karena periode Nabi
Musa a.s. adalah setelah periode Nabi Ibrahim "Dan bahwa manusia hanya memperoleh
a.s., juga berbeda dengan apa yang disebutkan apa yang telah diusahakannya." (an'Naim:39)
dalam surah al-Alaa,
Seorang manusia tidak akan mendapatkan
"sesungguhnya ini terdapat dalam kitab- apa-apa melainkan ganjaran usahanya dan
kitab yang dahulu, (yaitu) kitab-kitab lbrahim balasan amal perbuatannya. Karena itu, ia
den Muso." (al-Alaa: 18-19)
tidak berhak mendapatkan ganjaran atas suatu
Alasannya adalah karena periode shuhuf amal yang tidak ia keriakan. Prinsip ini, yaitu
Nabi Ibrahim a.s. sudah sangat jauh dan lama.
Di samping itu, nilai-nilai dan tuntunan yang seseorang tidak diberi pahala atau ganiaran
terdapat dalam shuhuf Nabi lbrahim a.s. bagi
kecuali atas amalnya sendiri. Ajaran terdahulu
mereka tidaklah semasyhur shuhuf Nabi
juga mengajarkan prisnsip seperti ini. Se-
Musa a.s. yang lebih dekat periodenya, lebih bagaimana seseorang tiada akan memikul
masyhur; dan lebih banyak.
pertanggungjawaban atau dosa dan kesalahan
Kemudian, Allah SWT menjelaskan apa orang lain, begitu pula ia tidak mendapatkan
yang tertetapkan dalam shuhuf Musa a.s. dan ganjaran dan balasan kecuali atas apa yang ia
shuhuflbrahim a.s.. kerjakan dan usahakan untuk dirinya.
Pertama, Yang dimaksudkan dari ayat ini adalah
penjelasan pahala amal-amal saleh dan
"(Yaitu) bahwa seseorqng yang berdosa
tidak akan memikul dosa orang lain." (an' ganjaran setiap bentuk amal. Amal baik diberi
Naim:38) pahala dan amal buruk diberi hukuman. Dalam
ayat ini digunakan bentuk fi'il maadhi, yaitu
r
I
I Sesungguhnya amal-amalnya (yang su-
4.;; Y i1) untuk semakin menambah motivasi dah dikerjakan adalah terpelihara dan akan ia
agar beramal saleh.
Dari ayat ini, imam asy-Syafi'i mengambil dapati dalam timbangannya tanpa ada sedikit
sebuah kesimpulan bahwa bacaan Al-Qur'an pun yang hilang. Amal-amalnya itu akan diper-
yang pahalanya dihadiahkan kepada orang lihatkan kepadanya dan kepada para penduduk
yang telah meninggal dunia adalah tidak bisa
mahsyar pada hari Kiamat. Hal itu sebagai
sampai kepadanya. Karena bacaan Al-Qur'an pemuliaan dan penghormatan kepada orang
bukan dari amal dan usahanya. Namun, yang baih dan celaan dan hinaan bagi orang-orang
mu'tamad dalam keempat madzhab adalah yang teledor dan lalai. Allah SWT berfirman,
pahala bacaan AI-Qur'an itu bisa sampai "Dan katakanlah, 'Bekerjalah kamu, maka
kepada orang yang meninggal dunia, karena Allah akan melihat pekerjaanmu, begitu iuga
itu merupakan hibah dan doa dengan Al- Rasul-Nya dan orang-orang Mukmin, dan
Qur'an yang mengandung banyak rahmat kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang
ketika membacanya. Di dalam as-Sunnah Mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu
diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah
an-Nabawiyyah ditegaskan bahwa doa dan kamu kerjakan."' (at:Iaubah: 105)
sedekah untuk orang yang meninggal dunia
Allah SWT mengabarkan dan memper-
dapat sampai kepadanya, dan ini sudah lihatkan kepadamu tentang apa yang kamu
kerjakan dan membalas kamu atas apa yang
menjadi sebuah tyma'. kamu kerjakan itu dengan balasan yang paling
sempurna dan utuh. Iika baih baik pula ba-
Imam Muslim dalam Shahihnya, Bukhari lasannya. fika buruk, buruk pula balasannya.
dalam Al-Adab dan para penulis kitab as-
Sunan kecuali Ibnu Majah meriwayatkan dari
Abu Hurairah r.a., bahwasanya Rasulullah saw.
bersabda,
o ,. ,o , ot,o o
l.:!
Y! a.b.;;'
:..r)\i;l;ii J'dli)l;',',iu,v,i,tl.le. Keempat,
"Kemudian akan diberi balasan kepadanya
'
ji;'i--.fr J ,;. ,u-tC dengan balasan yang paling sempurna." (an-
- rLJ. G o t t - \- , , Naim:41)
.,.- z,
Kemudian, usahanya itu diberi balasan dan
'Apabifa manusia mati, *1o*o (pahala)
ia diganjar atas usahanya itu dengan balasan
amalnya terputus kecuali dari tiga hal: sedekah
dan ganjaran yang utuh tanpa terkurangi sedikit
jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau anak saleh pun. Satu amal usaha jelek dibalas sesuai dan
sepadan dengan keburukannya, sedangkan
yang mendoakan (kedua orang tuanya)." satu amal kebaikan balasannya adalah sepuluh
kali sampai tujuh ratus kali lipatnya.
Al-Qurthubi menjelaskan banyak hadits
yang menunjukkan pendapat ini bahwa pahala
amal saleh dari orang lain bisa sampai kepada
seorang Mukmin.3s
Ketiga, Kelima,
"Dan sesungguhnya kepada Tuhanmulah
"Dan sesungguhnya usahanya itu kelak
kesudahannya (segala sesuatu).'86 (an'Naim:
akan diperlihatkan (kepadanya)." (an-Naim: 42)
40)
36 Kata anna di sini bisa memiliki kemungkinan/athah, anna
35 TofsirAl-Qurthubi, 17 /L14.
dan kasrah, inna.
-
TAFSIRAT-MUNIR IILID
Sesungguhnya tempat kembali dan ujung dan bukti kuasa Ilahi. Dua sifat ini disebutkan i
secara khusus di sini, karena keduanya adalah i
kesudahan pada hari Kiamat adalah kepada dua hal yang tidak bisa dijelaskan sebab
i
Allah SWI, bukan kepada yang lain. Lalu Allah terjadinya. Tidak ada seorang pun yang mampu
SWT membalas para makhluk atas amal-amal ),t
mereka, baik yang kecil maupun yang besar. mengungkap ciri khas tertawa dan menangis
pada manusia, yang mana keduanya tidak :l
Ini merupakan bentuk ancaman dan
ditemukan pada binatang. {
intimidasi bagi orang yang berbuat jelek,
sekaligus dorongan, stimulasi, dan motivasi Ketujuh, I
bagi orang yang berbuat baih yang menuntut
untuk melakukan perenungan bahwa semua "Dan sesungguhnya Dialah yang memati- II
kan dan meng hidupkan." (an-N aim: 44)
hamba pasti kembali kepada Allah SWT pada I
hari akhir dan pasti menerima balasan atas Allah SWT menciptakan kematian dan I
amal-amal mereka. Hal ini sebagaimana yang I
dijelaskan dalam sejumlah ayat lain, seperti kehidupan, sebagaimana firman-Nya,
firman Allah SWT
"Yang menciptakan mati dan hidup, untuk
"Maka Mahasuci (Allah) yang di tangan- menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih
baik amalnya. Dan Dia Mahaperkasa, Maha
Nya kekuasaan atas segala sesuatu dan kepada-
Pengampun " (al-Mulk 2)
Nya kamu dikembalikan." (Yaasiin: 83)
Allah SWT berkuasa untuk mematikan,
Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Amrbin
Maimun al-Awdi, ia berkata, "Mu'adz bin fabal menghidupkan, dan membangkitkan kembali.
r.a. berdiri di antara kami,lalu berkata,'Wahai
Bani Aud, sesungguhnya aku adalah utusan Kedelapan,
Rasulullah saw. kepada kalian. Kamu sekalian
tahu bahwa tempat kembali adalah kepada "Dan sesungguhnya Dialah yang mencip-
Allah SWT, entah ke surga atau ke neraka."' takan pasangan laki-laki dan perempuan, dari
mani, apabila dipancarkan." (an-Naiml. 45-46)
Keenam,
Allah-lah Yang menciptakan duh jenis
"Dan sesungguhnya Dialah yang men-
jadikan orang tertawa dan menangis." (an- berpasang-pasangan, baik dari manusia mau'
Naim:43) pun binatang, dari air mani yang sedikit yang
ditumpahkan dan dituangkan ke dalam rahim.
Allah SWT membuat tertawa siapa saja Kemudian,Allah SWT meniupkan ruh ke dalam
yang dikehendaki-Nya di dunia dengan men-
jadikannya sebagai orang yang bahagia dan nuthfab hingga berubah bentuk menjadi
senang, dan membuatmenangis siapa sajayang
dikehendaki-Nya dengan menjadikannya sedih. manusia atau hewan. Ini adalah sebagian dari
Allah SWT menciptakan untuk para hamba- hal-hal yang bersifat saling berlawanan yang
Nya tertawa dan menangis, bahagia dan sedih terjadi pada nuthfah, karena sebagiannya ada
serta sebab-sebabnya, dan itu adalah dua hal yang tercipta sebagai laki-laki atau jantan, dan
yang berbeda. Allah SWT menciptakan apa sebagiannya lagi ada yang tercipta sebagai
yang bisa membuat bahagia dan senang berupa perempuan atau betina.
amal-amal saleh, serta apa yang membuat
sedih berupa amal-amal jelek. Ini adalah dalil Kesembilan,
"Dan sesungguhnya Dialah yang menetap-
kan penciptaan yang lain (kebangkitan setelah
mati)." (an-Naim:47)
?
suratran-rdm ,r,,*r. d-]I-hr,a,.* T'trstnAr-MuNtRlltto 14
Allah SWT mengembalikan ruh ke jasad beri Rasulullah saw. julukan lbnu Abi Kabsyah,
pada saat ba'ts. Sebagaimana Allah SWT
menciptakan manusia di saat pertama kali ia karena menyerupakan beliau dengan Abu
diciptakan, Dia juga Kuasa untuk mengulang Kabsyah. Sebab beliau menyelesihi agama
dan mengembalikan penciptaan itu lagi, yaitu mereka sebagaimana yang dilakukan oleh
penciptaan yang kedua pada hari Kiamat. Ini
mengisyaratkan adanya hasyr (pengumpulan Abu Kabsyah. Abu Kabsyah adalah salah satu
makhluk pada hari Kiamat).
leluhur Rasulullah saw. dari jalur ibunda
Kesepuluh, beliau. Abu Suffan, pada keiadian Fathu
"Dan sesungguhnya Dialah Yang mem- M akkah, ketika menyaksikan gelombang kaum
berikan kekayaan dan kecukupan." (an-Naim:
48) Muslimin berjalan melewatinya, ia berkata,
"Sungguh, benar-benar telah berkembang
Allah-lah Yang menjadikan kaya atau menjadi besar urusan lbnu Abi Kabsyah."
miskin bagi siapa saja yang dikehendaki
Orang-orang musyrik Quraisy berkata,'Apa ini
oleh-Nya dari para hamba-Nya sesuai dengan yang kita dapatkan dari Ibnu Abi Kabsyah!!"
hikmah dan kemaslahatan para makhluk. Kedua Belas,
Menjadikan kaya, miskin, memberi harta atau "Dan sesungguhnya Dialah yang telah
tidah semuanya berada di tangan Allah SWI, membinasakan kaum Ad dahulu kala." (an'
kekuasaan, kontrol, dan otoritas-Nya' Naim:50)
Kesebelas, Allah SWT telah membinasakan kaum
Nabi Hud a.s.. Mereka adalah bangsa Ad
"Dan sesungguhnya Dialah Tuhan (yang
memiliki) bintang Syi'ra." (an-Naim:49) kuno, merupakan bangsa yang pertama kali
Allah SWT adalah Rabb [Sang Pemilik) dibinasakan pascaperiode Nabi Nuh a.s..
bintang yang bersinar terang yang muncul di
belakang Orion dan sangat panas, yaitu bintang Mereka adalah Ad bin lram bin Sam bin Nuh,
sebagaimana firman Allah SWT dalam ayat,
Sirius, dan dikenal juga dengan nama mirzam
"Tidakkah engkau (Muhammad) me-
al-lauzaa' atau al-Abuur. Ini adalah bintang merhatikan bagaimana Tuhanmu berbuat
terhadap (kaum) Ad?, (yaitu) penduduk
yang dulu disembah oleh Khuza'ah dan Hamir' Iram (ibukota kaum Ad) yang mempunyai
Bintang asy-Syi'raa ada dua, yaitu asy-Syi'raa bangunan-bangunan yang tinggi, yang belum
al-Yamaaniyyah (Sirius, Dog Star) dan asy- pernah dibangun (suatu kota) seperti itu, di
Syi'raa asy-Syaamiyyah fProcyon)' Makna yang neg eri-negeri lain." fal'Fair: 6-8)
kuat, sebagaimana yang dikatakan oleh ar-
Razi bahwa yang dimaksudkan di sini adalah Mereka termasuk manusia yang paling
kuat, keka[ dan paling membangkang kepada
asy-Syi'raa al-Yamaaniyyah. Bintang inilah Allah SWT dan rasul-Nya, lalu Allah SWT pun
membinasakan mereka. Sebagaimana firman-
yang dulu mereka sembah. Karena itu, bintang
inilah yang disebutkan secara khusus di sini' Ny",
Orang yang pertama kali memperkenal- "sedangkan kaum Ad, mereka telah
kan penyembahan kepada bintang ini adalah
dibinasakqn dengan angin topan yang sangat
Abu Kabsyah, salah seorang tokoh terkemuka
masyarakat Arab. Dulu, orang Quraisy mem- dingin, AIIah menimpakan angin itu kepada
mereka selama tuiuh malam delapan hari
terus- m en erus. " (al-Haaqqah: 6- 7)
TAFSIRAL-MUNIR,ILID 14
Al-Mubarrid mengatakan, adapun Ad Adapun kenapa mereka lebih durhaka,
yang lain adalah bangsa Tsamud kaum Nabi disebabkan mereka telah mendengar ajakan,
seruan, nasihat dan pelajaran dalam jangka
Saleh a.s..
waktu yang sangat lama. Namun mereka tetap
Ketiga Belas, saja durhaka kepada Allah SWT dengan me-
lakukan berbagai pembangkangan dan kemak-
"Dan kaum Tsamud, tidak seorang pun siatan, padahal Nabi Nuh a.s. telah berdala,vah
y a ng d iti ngg al ka n - Ny a (hi dup)." (an-Nai m : 5 1) kepada mereka dalam kurun waktu yang sangat
panjang. Tetapi mereka tetap saja bersikukuh di
Allah SWT membinasakan Tsamud se- atas kekafiran, kesombongan, dan keangkuhan
bagaimana Dia membinasakan Ad. Allah dengan seangkuh-angkuhnya, hal tersebut
SWT menghancurkan dan meluluh lantakkan akhirnya memaksa Nabi Nuh a.s. melaknat dan
mereka, menghukum mereka atas dosa-dosa mendoakan tidak baik terhadap mereka seperti
yang difirmankan oleh Allah SWT
mereka. Allah SWT pun tiada menyisakan
"Dan Nuh berkata,'Ya Tuhanku, janganlah
seorang pun dari mereka semua, sebagaimana Engkau biarkan seorang pun di antara orang-
firman-Nya dalam ayat,
orang kafir itu tinggal di atas bumi,"'(Nuuh:
"Maka adakah kamu melihqt seorang pun 26)
yang masih tersisa di antara mereka?" (al- Kelima Belas,
Haaqqah:8) "Dan prahara angin telah meruntuhkan
(negeri kaum Luth), lalu menimbuni negeri itu
Keempat Belas, (sebagai adzab) dengan (puing-puing) yang
menimpanya." (an-Naim: 53-54)
"Dan (juga) kaum Nuh sebelum itu. Sung-
guh, mereka adalah orang-orang yang paling Allah SWT menghempaskan dan mem-
zalim dan paling durhaka." (an-Naim: 52) balikkan negeri kaum Luth dengan men-
jadikan bagian atasnya berada di bawah dan
Kami telah membinasakan kaum Nabi Nuh
bagian bawahnya berada di atas. Malaikat
a.s. sebelum Ad dan Tsamud. Sesungguhnya |ibril yang mengangkat negeri mereka, lalu
mereka itu lebih zalim,lebih durhaka, lebih
menghempaskannya ke bawah dalam posisi
membangkang, dan melampaui batas daripada
Ad dan Tsamud dan umat-umat yang datang terbalik seperti itu. Kemudian Allah SWT
setelah mereka. Karena mereka adalah orang- menghujani mereka dengan batu dari tanah
yang terbakar dengan bertubi-tubi. Maka, Allah
orang yang pertama kali mencontohkan, SWT pun menutupi negeri mereka dengan
apa yang Dia tutupkan terhadapnya berupa
mempelopori, dan memprakarsai kezaliman
bebatuan dan adzab dengan keragaman ben-
dan kedurhakaan. Orang yang memulai dan tuknya, sebagaimana firman-Nya,
memprakarsai tentunya ia adalah lebih zalim. "Dan Kami hujani mereka (dengan hujan
batu), maka betapa buruk hujan yang menimpa
L6{ ', . o. Dtot),,.-rortt o,1*, d:,l251t4,1irn-t u ya. c/ orang-orang yang telah diberi peringatan itu."
.!r.e (asy-Syu'araa': 173)
U U
"Barangsiapa yang pertama kali mencontoh-
kan, mempelopori dan memprakarsai suatu ke-
jelekan, maka ia memikul dosa kejelekan itu dan
ia juga ikut mendapat dosa disebabkan ada orang-
orang yang mencontoh dan melakukAnnya."3T
37 Ini adalah hadits shahih yang diriwayatkan oleh Muslim
dari Abu Umar dan farir Ibnu Abdillah.
Negeri mereka itu disebut al-Mu'tafikah, ia sama sekali tidakmemiliki pengetahuan
karena negeri mereka itu terbalik (itafakat) sedikit pun tentang yang gaib. Dari itu,
bersama-sama mereka sehingga bagian atas Allah SWT mengecam dan menyanggahnya
berada di bawah dan bagian bawah berada di
dengan menyatakan, apakah memangnya
atas.
ia memiliki pengetahuan tentang yang
Dalam ayat ini, digunakan bentuk ung-
gaib berupa perkara adzab?
kapan al-lbhaam (vague), yakni apa yang di-
3. Allah SWT mengingatkan tentang apa
tutupkan dan ditimpakan terhadap negeri
mereka itu disebutkan dengan menggunakan yang tercantum dalam shuhuf lbrahim a.s'
kata yang indefinitif dan tidak dispesifikkan, dan Musa a.s. berupa sepuluh prinsip,
yaitu dengan menggunakan kata mao. Hal
Pertama, pertanggungiawaban Pri-
ini untuk memberikan pengertian betapa badi dan personal, atau seseorang tidak
dimintai pertanggungjawaban atas dosa
mengerikan dan luar biasa dahsyatnya apa dan kesalahan orang lain, yaitu prinsip
yang menutupi negeri mereka tersebut, se- "seseorang yang berdosq tidak memikul
kaligus memberikan pengertian apa yang
dosa orang lain."
menimpa mereka itu bersifat masif dan
Kedua, tiap-tiap manusia hanya men-
merata menimpa mereka semua. Qatadah dapatkan pahala berdasarkan amal yang
menielaskan, di negeri Luth terdapat 16000 dipersembahkannya, dan tidak ada pahala
jiwa. Lalu lembah yang mereka tempati itu melainkan dengan amal dan niat yang
menyemburkan api, minyak bumi, dan aspal
baik.
seperti mulut tungku. Ketiga, amal perbuatan memiliki jejak
Flqth Kehldupan atau Hukum-Hukum yang tidak akan hilang, terekam, dan ter-
pelihara, serta tidak ada sedikit pun yang
Ayat-ayat di atas menielaskan seiumlah hilang, baik itu amal baik maupun amal
jelek.
hal sebagai berikut.
Keempat, setiap manusia diberi ba-
L. Allah SWT menyebutkan perbuatan buruk
lasan atas amal dan usahanya dengan ba-
salah seorang dari orang-orang musyrik lasan yang penuh dan utuh. Satu keielekan
secara khusus dan spesifik, supaya bisa
menjadi pelajaran dan nasihat sekaligus dibalas sepadan dan sama, sedangkan
untuk menegaskan betapa buruk nista, satu kebaikan dibalas sepuluh kali lipat
dan hina perbuatannya itu. Perbuatannya
tersebut adalah melakukan sebuah ke- sampai tuiuh ratus kali liPatnYa.
sepakatan di dunia dengan orang lain Kelima,sesungguhnya tempat kembali
semua makhluk adalah kepada Allah SWT
yang bersedia mengambil alih dan me- lalu Dia menghukum orang yang jahat dan
mikul dosa-dosanya pada hari Kiamat mengganjar orang yang baik.
kelak dengan ketentuan ia memberinya
Keenam, Allah SWT menciPtakan
sejumlah harta. Namun, baru sedikit yang
tawa dan tangis, bahagia dan sedih. Se-
ia serahkan, ia sudah tidak mau mem- sungguhnya Allah SWT mengkhususkan
tawa dan tangis hanya untuk manusia. Di
berikan sisanya. antara semua makhluk hidup, tidak ada
yang tertawa dan menangis kecuali hanya
2. Sesungguhnya titik kelemahan mendasar
manusia.
orang tersebut, di samping kedangkalan
dan kenaifan akalnya yang primitif adalah
t4TerstnAr-MuNtnlIrtn ,r,,*,. f,iltBr,i ,,,,, s""h'n'il"|' -
Ketujuh, sesungguhnya Allah SWT Ketiga, Allah SWT juga membinasakan i
menciptakan kematian dan kehidupan
Tsamud; kaum Nabi Saleh a.s., dengan suara
disertai sebab-sebabnya. yang mengguntur yang sangat dahsyat karena
kedurhakaan dan pembangkangan mereka.
Kedelapan, Allah SWT menciptakan
dua jenis yang berlawanan, yaitu laki-laki Keempat, Allah SWT juga telah mem-
dan perempuan, jantan dan betina dari
bahan yang sama yaitu nuthfah. binasakan kaum Nabi Nuh a.s. sebelum Ad dan
Tsamud. Mereka itu lebih zalim,lebih durhaka,
Kesembilan, Allah SWT Mahakuasa dan lebih membangkang karena mereka tetap
tidak mau beriman padahal Nabi Nuh a.s. telah
mengembalikan ruh ke jasad untuk berdalowah kepada mereka dalam kurun waktu
yang sangat panjang. Bahkan, sampai-sampai
dibangkitkan kembali (ba'ts), dan ini seseorang di antara mereka mengajak anaknya
adalah yang disebut al- Hasyr. untuk melihat Nabi Nuh a.s. dan berkata
Kesepuluh, Allah SWT menciptakan kepada anaknya itu,'Anakku, berhati-hati dan
perbedaan-perbedaan di antara manusia waspadalah kamu terhadap orang itu, karena
dalam masalah rezeki. Dia-lah yang men- ia adalah seorang pendusta. Dulu, kakekmu
jadikan kaya atau miskin bagi siapa saja juga mengajakku untuk melihat orang itu dan
berkata kepadaku dengan perkataan yang
yang Dia kehendaki. sama seperti yang aku katakan kepadamu."
Sehingga yang tua mati dalam keadaan tetap
Lima prinsip terakhir menunjukkan kuasa
Allah SWT. Dia pertegas dengan menjelaskan kafir dan yang kecil tumbuh dengan memegang
wasiat bapaknya seperti itu.
lima contoh berikut ini yang membuktikan
Kelima, Allah SWT juga menghancurkan
kuasa-Nya.
dan meluluhlantakkan negeri kaum Luth
Pertama, Allah SWT adalah Rabb asy-
Syi'raa fbintang Sirius), yaitu bintang yang a.s. berikut para penduduknya dengan cara
bersinar terang yang muncul setelah Orion dijungkirbalikkan, bagian atas berada di
dalam temperatur yang sangat panas. bawah dan bagian bawah berada di atas, serta
menghujaninya dengan bebatuan. Allah SWT
Bintang asy-Syi'raa ada dua. Pertama, al- berfirman,
Abuur (sirion) yang terdapat di Orion. Kedua,
"Maka Kami jungkirbalikkan (negeri itu)
asy-Syi'raa al-Ghumaishaa' (ProcyonJ yang dan Kami hujani mereka dengan batu dari
tanah yang keras." (al-Hiir: 74)
terdapat di adz-Dziraa'. Orang Arab ber-
MEMETIK NASIHAT DAN PELA'ARAN DARI
asumsi bahwa kedua bintang asy-Syi'raa ter- AL.QUR.AN DAN RISALAH RASULULLAH
sebut adalah dua saudara perempuan bintang SAW. SERTA PERINGATAN TERHADAP
Suhail (Canopus). Kenapa di sini disebutkan KENGERIAN.KENGERIAN HARI KIAMAT
bahwa Allah SWT adalah Rabb bintang asy-
Surah an-Najm Ayat 55 - 62
Syi'raa, padahal Dia iuga Rabb bintang-
bintang yang lainnya? Itu karena dulu ada .Ii{'#r U55t:J, 6\.2 arts\€\i
sebagian masyarakat Arab menyembah
bintang asy-Syi'raa, Mereka adalah suku dari
Bani Hamir dan Khuza'ah.
Kedua, Allah SWT membinasakan kaum
Ad yang durhaka, membangkang, memiliki
fisik yang kuat, dan semena-mena, dengan
angin badai yang bergemuruh super dahsyat.
T e( A$,u-sA@ il;Vrg ii. ,3f+ i; i'i;;; ,o;j ,9 r; #iY
*s'oK;;Ss0,'3#uiAtliJi,J; 43t!6 Di antara ayat-ayat ini terdapat as-Sai',
bwxv@cArvSvg<;;u,r yaitu yang memiliki akhiran yang senada,
l@'wv
4,r-rut, .1, rrr.L:ti) Di sini terdapat 'athful
"Maka terhadap nikmat Tuhanmu yang ffiana- 'aemm 'alal khaashsh, yakni meng'athafkan
kata yang bersifat umum, yaitu ibadah dan
kah yang masih kamu ragukan? Ini (Muhammad)
sahh seorang pemberi peringatan di antara para penyembahan, kepada kata yang bersifat lebih
p emb er i p er in gat an y an g t el ah t e r dahulu. Yang dekat khusus, yaitu sujud karena sujud masuk ke
(hari Kiamat) telah makin mendekat. Tidak ada
yang akan dapat mengungkapkan (terjadinya hari dalam cakupan ibadah dan penyembahan.
itu) selain Allah. Maka apakah kamu merasa heran
terhadap pemberitaan ini? dan kamu tertawakan Mufradaat Lu$hawlyyah
dan tidak menangis, sedang kamu lengah (darinya).
{"{l} nikmat-nikmat. Ini adalah bentuk
Maka bersujudlah kepada Allah dan sembahlah
jamak dari, al-alaa, al-Ilaa, al-llyu dan a/-
(Dia) i (an-Najm: 55-62)
Alyu. {,si6} meragu-ragukan. Makna ayat ini
I'raab
adalah nikmat Tuhanmu yang membuktikan
("it i' irr| .r dlp Uuruf ha pada kata keesaan dan kuasa-Nya yang manakah yang
("t") bisa berfungsi sebagai al-Mubaalaghah engkau ragukan wahai manusia? Khithaab atau
(intensifikasi), seperti kata 'allaamah dan perkatan ayat ini ditujukan kepada manusia
nassaabah. Atau kata ini bisa bermakna al-
sehingga bersifat umum, dan ini adalah
Kasyf, seperti kata khaa'inah yang bermakna
khiyaanah. permulaan kalimat baru. Seakan-akan dikata-
kan di sini wahai pendengaq, nikmat manakah
$:,r;f ?.-tat tj-;ii! aaa versi qiraa'aat yang kamu ragukan dan kamu sangkal?
yang membaca dengan mengidghamkan huruf {Jr{' .,lt } )y r;y al-qur'an adalah
tsa' ke dalam huruf ta', karena keduanya peringatan dari jenis peringatan-peringatan
yang terdahulu. Atau, Rasul ini adalah salah
memiliki kedekatan makhrai, dan keduanya satu pemberi peringatan di antara para pem-
adalah sama-sama mahmuus yang termasuk
huruf yang keluar dari pucuk lidah. Huruf rsa' beri peringatan yang terdahulu. Ia adalah salah
diidghamkan ke dalam huruf ta' karena huruf
ta' memiliki suara lebih dibandingkan huruf satu rasul dari rasul-rasul sebelumnya yang
tsa', sementara kaidah mengatakan bahwa diutus kepada kalian sebagaimana para rasul
huruf yang suaranya kurang, ia diidghamkan
ke dalam huruf yang memiliki suara lebih. sebelumnya diutus kepada kaum mereka.
Balaaghah (ii;{r *i;i} telah dekat waktu Kiamat,
(i,<; .i; S|;ty pada ayat ini terdapat seperti ayat pertama dari surah al-Qamac
ath-thiboq. 4[1{r i;i} terdapatiin as isytiqaaq.
"Soat (hari Kiamat) semakin dekat." (al'
Qamar:1)
(.1r< i' o:! ,r 4;jy tiaaa yang berkuasa
menampakkan hari Kiamat ketika terjadi
kecuali Allah SWT. Dengan kata lain, tidak ada
yang bisa memunculkannya kecuali hanya
Allah SWT, seperti firman Allah SWT,
"Tidak ada (seorang pun) yang daPat
menjelaskan waktu terjadinya selain Dia." (al'
Araaf: 187)
ThFSIRAL-MUNIR IILID 14
Karena tiada yang mengetahui hari Kiamat yang ragu, tidak percaya, menyangkal, dan
selain Allah SWT, membantah secara batil. Kemudian, Allah SWT
mengingatkan peringatan dari Al-Qur'an dan
Kata {iat<y maksudnya adalah tiada satu Rasulullah saw..
individu yang bisa mengungkap dan menjelas-
kan waktu terjadinya Kiamat, karena Kiamat Setelah selesai memaparkan tauhid dan
adalah termasuk salah satu hal yang disem- risalah, surah ini ditutup dengan ayatyang me-
bunyikan (gaib). Dengan begitu berarti huruf negaskan dekatnya hasyr (hari dibangkitkan
ta' pada kata ini adalah ta' ta'niits karena kata kembali dan dikumpulkan, hari Kiamat) "Yang
yang disifati yang dibuang adalah berbentuk dekat (hari Kiamat) telah makin mendekat,"
m u' a nn ats yaitu n afsun [di ri, p erso n, individu). |uga, dengan ayat yang memperingatkan dan
mewanti-wanti terhadap sikap ingka4, tidak
43;;L t.4t 6ji$ mata apakah terhadap percaya dan mendustakan Al-Qur'an, sikap
teledor terhadap apa yang terkandung di
Al-Qur'an ini, kalian merasa heran, karena dalamnya, lalai, dan berpaling dari nasihat,
ingka4 tidak percaya, dan mendustakan?
41,5.;1y dan kalian tertawa dengan nada hukum, dan pelajaran-pelaiaran yang ter-
kandung di dalamnya. Iuga dengan ayat yang
menghina dan mengolok-olok. (ir(; ii) sedang menyeru untuk tunduk secara total kepada
kalian tidak menangis sedih atas kelalaian Allah SWT dan menyembah hanya kepada-Nya
kalian, dan kalian tidak pula menangis ketika semata tiada sekutu bagi-Nya dengan penuh
mendengar janji dan ancaman Allah SWT. ketekunan dan keikhlashan.
(it:a6,!ii;) sedang kalian adalah orang-orang Tafslr dan Penfelasan
yang bermain-main, lalai, dan berpaling dari "Maka terhadap nikmat Tuhanmu yang
apa yang dituntut dan dikehendaki dari kalian. manakah yang masih kamu ragukan?" (an'
Naim:55)
{i r.,"1;:6} maka bersujudlah kalian kepada
Terhadap nikmat Tuhan kamu yang mana-
Allah SWT Yang telah menciptakan kalian. fika kah kamu menyangkal dan meragu-ragukannya
memang kalian mengakui ubuudiyyah kepada wahai manusia yang suka mendustakan dan
Allah SWT maka tunduk patuhlah kalian tidak percaya? Ini sama seperti firman Allah
kepada-Nya. {rr;Cr;} dan sembahlah Dia, bukan SWT,
ilah-ilah palsu seperti berhala-berhala itu, dan
tegakkanlah fungsi-fungsi ibadah. "Maka nikmat Tuhanmu yang manakah
yang kamu dustakan?" (ar-Rahmaan: 13)
Persesualan Ayat
Ini adalah permulaan perkataan dan per-
Setelah Allah SWT memaparkan nikmat-
nikmat-Nya kepada manusia berupa nikmat kataan ini bersifat umum dituiukan kepada
penciptaan dan kekayaan, kemudian men-
jelaskan sejumlah contoh dan bukti tentang setiap manusia. Yang dimaksudkan dengan
kekuasaan-Nya dengan membinasakan orang nikmat-nikmat di sini adalah nikmat-nikmat
yang kafir dan ingkar terhadap nikmat-nikmat yang telah disebutkan sebelumnya berupa
tersebut bahwa menghidupkan dan mematikan nikmat diciptakan, dijadikan kaya, nikmat
adalah di tangan-Nya, Allah SWT mengecam penciptaan langit, dan bumi berikut segala
manusia atas sikapnya yang ingkar dan tidak apa yang ada pada keduanya berupa beragam
mengakui nikmat-nikmat-Nya. Sikap itu bisa nikmat yang diciptakan untuk manusia.
menyebabkan dirinya tertimpa hal yang sama
seperti yang menimpa kepada orang-orang
"lni (Muhammad) salah seorang pemberi "Yang dekat (hari Kiamat) telah makin
peringatan di antara para pemberi peringatan mendekat." (an-Naim: 57)
yang telah terdahulu." (an-Naim: 56)
Telah dekat saat itu (yakni hari Kiamat)
Al-Qur'an atau Rasul Muhammad saw.
adalah salah satu pemberi peringatan dari yang disebutkan dalam firman Allah SWI,
para pemberi peringatan yang terdahulu
sebelumnya. Al-Qur'an adalah pemberi per- "Saat (hari Kiamat) semakin dekat," (al'
ingatan sama seperti kitab-kitab samawi ter- Qamar:1)
dahulu lainnya. Nabi Muhammad saw. adalah
Rasul yang diutus kepada kamu sekalian sama 'Apabila terjadi hari Kiamat." (al-
seperti rasul-rasul terdahulu sebelum beliau.
Beliau pun memberi peringatan kepada kalian Waaqi'ah:1)
sebagaimana para rasul terdahulu memberi
peringatan kepada kaum dan umat-umat me- "Telah semakin dekat kepada manusia
reka. Allah SWT berfirman, perhitungan amal mereka." (al-Anbiyaa': 1)
"Katakanlah (Muhammad), Aku bukanlah "Dan tahukah kamu, bolehiadi hari Kiamat
itu sudah dekat?" (asy-Syuuraat 17)
Rasul yang pertamq di antara rasul-rasul."' (al'
Di sini terdapat peringatan bahwa ter-
Ahqaaft 9)
jadinya hari Kiamat semakin bertambah dekat
"Dia tidak lain hanyalah seorang pemberi
peringatan bagi kamu sebelum (menghadapi) dari hari ke hari. Hari Kiamat itu hampir-
adzab yang keras." (Saba': 46)
hampir terjadi. Ayat ini mengisyaratkan hari
Dalam sebuah hadits yang shahih di- Kiamat untuk mengukuhkan tiga pokok se-
cara urut. Pertama, Allah SWT dan keesaan-
sebutkan, Nya, dalam ayat, "Maka terhadap nikmat
Tuhanmu yang manakah yang masih kamu
'oU,Jr 'rr!\ ui €),J rogukanT" Kedua, Rasul dan risalah dalam
"sesungguhnya aku adalah pemberi per- ayat, "ini (Muhammad) salah seorang pemberi
ingat an al : Ury aan ( tergop oh -gop oh, y ang dip asti - peringatani' Ketiga, al-Hasyr dan hari Kiamat,
dalam ayat, "Yang dekat (hari Kiamat) telah
kan keb enaran dan kej ujuranny a)."38 makin mendekat."
Pemberi peringatan yang menyaksikan Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan
sebuah ancaman besar dengan mata kepala
sendiri, sehingga ia tergesa-gesa sampai tidak oleh imam Ahmad dari Sahl bin Sa'd di-
sempat mengenakan baju apa pun supaya bisa sebutkan, bahwasanya Rasulullah saw. ber-
segera memperingatkan kaumnya, sehingga sabda,
ia pun tergopoh-gopoh mendatangi kaumnya
dalam keadaan 'uryaan [telanjang) dan ter- ^;;i ; ,tii ,;tis yu,:,t ,pi *
gesa-gesa. i,$i; e 4') 6":il
38 Rasulullah saw menyerupakan diri beliau dengan al- "Gambaran antara masa Pengutusanku dan
kedatangan hari Kiamat adalah seperti ini (beliau
'Uryaan. Ibnus Sikkit menuturkan, al-'Uryaan adalah
seorang laki-laki dari Khats'am yang diserang oleh Auf merenggangkan antara jari telunjuk dan jari
Ibnu Amir pada kejadian Dzul Khilshah, lalu Auf Ibnu Amir
tengah)."
memotong tangan laki-laki tersebut dan tangan isterinya.
(An-Nihaayah karya Ibnul Atsir, 3 /225). Imam Ahmad, Bukhari, dan Muslim juga
meriwayatkan dari Sahl bin Sa'd r.a., ia berkata,
Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda,
-.!
:Qt ,*ii5*u, (li'.S'-, .o Vr. l)ni., ,o, "Maka apakah kamu merasa heran ter'
hadap pemberitaan ini? dan kamu tertawakan
.Gt/tCa-o -t,,-/t)
dan tidak menangis, sedang kamu lengah
'Aku diutus, sedang hari Kiamat adalah begini
(darinya)." (an-Naim: 59-61)
(sambil menggambarkannya dengan j ari telunjuk
dan jari tengah beliau)." Bagaimana bisa kalian merasa heran
dan tidak percaya terhadap kebenaran dan
"Tidak ada yang akan dapat meng-
kevalidan Al-Qur'an, tertawa mencemooh Al-
ungkapkan (terjadinya hari itu) selain Allah."
(an-Naim:58) Qur'an serta mengolok-olok dan mencibir
Tidak ada satu orang pun secara mutlak ayat-ayatnya, padahal Al-Qur'an sama sekali
yang bisa mengungkapkan, memperlihatkan
dan memberitahukan kedatangan hari Kiamat, tidak memiliki celah sedikit pun untuk di-
melainkan hanya Allah SWT. Hari Kiamat dustakan, dihina, dan diolok-olok? Pada waktu
adalah salah satu hal gaib yang paling di- yang sama, kalian tidak menangis dan tidak
sembunyikan. Oleh karena itu, bersiap-siap-
lah dan persiapkanlah diri kalian sebelum merasa takut seperti yang dilakukan oleh
kedatangannya yang secara tiba-tiba, sedang orang-orang yang yakin, sedang kalian adalah
kalian tidak menyadarinya. Sebagaimana fir- orang-orang yang lalai, abai, dan berpaling
man Allah SVW,
dari Al-Qur'an, atau sombong, angkuh, dan
"sesungguhnya hanya di srsi Allah ilmu
tidak sudi terhadap Al-Qur'an.
tentang hari Kiamat" (Luqmaan: 34) Ini adalah kalimat istifhaam (pertanyaan)
"Tidak ada (seorang pun) yang dapat yang mengandung maksud kecaman dan celaan
menjelaskan waktu terjadinya selain Dia." (al' (istifhaam taubiikhi, atau kecaman dan cercaan
Araaf: 187) yang diungkapkan dengan nada pertanyaan).
Maksudnya adalah tidak ada satu orang "Maka bersujudlah kepada Allah dan sem'
pun yang berkuasa menyingkirkan dan meng- bahlah (Dia)." (an-Naim: 62)
halau kedatangan hari Kiamat ketika Kiamat
meliputi seluruh makhluk dengan huru hara Bersujudlah dan tunduklah kalian wahai
dan kengerian-kengeriannya, melainkan ha-
orang-orang Mukmin kepada Allah SWT
nya Allah SWT.
sebagai ungkapan rasa syukur atas hidayah-
Namun yang lebih tepat, maksud ayat Nya. Beribadahlah kamu sekalian kepada-
Nya dengan penuh ketulusan dan keikhlasan.
ini adalah tiada yang bisa menunda atau Murnikanlah ibadah kalian hanya untuk'Nya
memajukan waktu kedatangan hari Kiamat dan esakanlah Dia. Karena sesungguhnya Allah
kecuali Allah SWT. Hal ini sebagaimana yang SWT memang berhak atas semua itu dari kalian.
dituturkan oleh al-Qurthubi. Ada keterangan yang menyebutkan bahwa
Kemudian, Allah SWT mengecam dan Rasulullah saw. melakukan sujud tilawah
mencerca orang-orang musyrik dan orang-
orang yang seperti mereka karena meng- ketika membaca ayat ini, lalu kaum Muslimin
dan orang-orang kafir pun ikut bersujud ber-
ingkari, mendustakan, dan tidak memercayai sama beliau.
Al-Qur'an, Bukhari meriwayatkan dari Abdullah bin
Abbas r.a., ia berkata,
'o;Jl'l
"Rasulullah saw. melakukan sujud tilawah kemudian Dia menuju ke langit, lalu Dia
dalam surah an-Najm, lalu kaum Muslimin, menyempurnakannya menj adi tujuh langit.
orang-orang musyrik, jin, dan manusia pun ikut Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuzttt."
sujud bersama beliaul' (al-Baqaratu29)
Imam Ahmad dan Nasa'i meriwayatkan Sesungguhnya Al-Qur'an adalah pemberi
peringatan dengan peringatan yang sama
dari |a'far bin Muththalib bin Abi Wada'ah dari seperti yang disampaikan oleh kitab-kitab
samawi terdahulu sebelumnya. Begitu
ayahnya, ia berkata, pula halnya dengan Nabi Muhammad saw.,
beliau adalah pemberi peringatan dengan
tii'r;-i,-iJr i;i k #8 ir ,:;;ij yang haq sama seperti peringatan yang
,-, \. J. disampaikan oleh para nabi terdahulu
'#i'oi ui ,q1t,,ilj ,i+ A'r;ri sebelum beliau. ]ika manusia mau me-
.j x ov, -,1$t' y;'*i ,.r";:: - matuhinya, niscaya mereka beruntung
:,rit;iq*ige dan selamat. Hal ini juga sesuai dengan
"Ketika di Mekah, norut ttol, saw. membaca apa yang terdapat dalam shuhuf Ibrahim,
surah an-Najm,lalu beliau pun melakukan sujud shuhulMusa, dan para nabi yang lainnya.
tihwah dan orang-orang yang berada di sekitar
beliau pun ikut sujud, nlmun aku mengangkat 3. Sungguh Kiamat benar-benar telah dekat,
kepalaku dan aku tidak mau ikut sujud. Waktu
itu, al-Muththalib belum masuk Islam. Kemudian "Yang dekat (hari Kiamat) telah makin
setelah itu, al- Muththalib tidak mendengar seorang mendekat." Yang dimaksud dengan kata
pun membaca surah an-Najm melainkan ia (al- al-Aazifah dalam ayat ini adalah hari
Muththalib) pasti melakukan sujud tilawah." Kiamat. Disebut al-Aazifah karena hari
Kiamat dekat kepada manusia, supaya
Flqlh Kehldupan atau Hukum-Hukum mereka bersiap-siap untuk menyambut
kedatangannya. Karena setiap sesuatu
Dari ayat-ayat di atas bisa diambil se-
yang akan datang adalah dekat.
jumlah kesimpulan sebagai berikut. Tiada satu orang pun yang bisa me-
1. Allah SWT mengecam keras setiap orang nunda atau memajukan hari Kiamat selain
yang mendustakan dan kufur di setiap za- Allah SWT.
man atas sikapnya yang meragukan, me-
4. Allah SWT mengecam dan mencerca orang-
nyangkal, membantah, dan tidak meng- orang musyrik atas sikap mereka yang me-
rasa heran dan tidak percaya terhadap Al-
akui nikmat-nikmat Allah SWT yang begitu
melimpah. Padahal Al-Qur'an menjelaskan Qur'an, tertawa mengejek, mencibir; dan
sebagian darinya, seperti nikmat dicipta- mengolok-olok ayat-ayat Al-Qur'an, tidak
kan, rezeki, diiadikan berkecukupan, ke- menangis takut terhadap ancaman, lalai,
sehatan serta ditundukkan dan disedia- abai, dan berpaling dari Kitabullah.
kannya alam semesta ini semuanya untuk Ada sebuah riwayat menyebutkan bah-
kepentingan, dan kemaslahatan manusia'
wa setelah turunnya ayat ini, Rasulullah
Sebagaimana dalam firman-Nya, saw tidak pernah terlihat tertawa, kecuali
"Dialah (Allah) yang menciPtakan hanya tersenyum saja.
segala apa yang ada di bumi untukmu
Abu Hurairah r.a. dalam keterangan
yang disebutkan oleh al-Qurthubi, ber-
rerstnAr-MuNInltuo 14 ,r,r*,. flDJb.*,,., sunhen'I{alm
kata, "Ketika turun ayat ini, +r^jr rii iiiy Bani Adam kecuali tangisan. Karena se- I
sungguhnya Allah SWT benar-benar me-
4:tt:# maka orang-orang ash-Shuffah I
madamkan lautan dari api fahannam
mengucapkan kalimat istirjaa','lnnaa
Iillaahi wa innaa ilaihi raaji'uunq'kemu- dengan satu tetes air mata."'
dian mereka mengangis hingga air mata
mereka mengalir deras di pipi mereka. 5. Allah SWT memerintahkan untuk ber-
Ketika Rasulullah saw. mendengar suara sujud kepada-Nya dan tunduk kepada
keagungan dan kebesaran-Nya sebagai
tangisan mereka, beliau pun ikut me- bentuk syukur atas hidayah, juga me-
merintahkan untuk beribadah dengan
nangis. Lalu kami pun ikut menangis ka-
penuh dedikasi.
rena tangisan beliau. Lalu Rasulullah saw.
Abdullah bin Mas'ud r.a. mengatakan
bersabda, 'Tidak masuk neraka orang bahwa yang dimaksudkan dengan ayat
yqng menangis karena takut kepada ('rr!,; i, rr.ii:ti) adalah sujud tilawah. Ini
Allah SWT dan tidak masuk surga orang iuga pendapat yang diambil oleh imam
yang terus-menerus bertahan di atas ke-
maksiatan dan kedurhakaan terhadap- Abu Hanifah dan imam asy-Syafi'i.
Nya. Dan seandainya kalian tidak melaku-
Pada awal surah dan pada tafsir ayat
kan perbuatan dosa, niscaya Allah SWT ini telah disebutkan dari hadits Abdullah
melenyapkan kalian dan mengganti kalian bin Abbas r.a. bahwasanya Rasulullah saw.
dengan kaum yang berbuat dosa, lalu melakukan sujud tilawah pada ayat ini dan
AIIah SWT mengampuni dan merahmati orang-orang musyrik juga ikut bersujud
mereka, sesungguhnya Allah SWT Maha
bersama beliau.
Pengampun lagi Maha Penyayang."'
Sementara itu, Abdullah bin Umar r.a.
Abu Hazim berkata, "Pada suatu mengatakan bahwa yang dimaksudkan
ketika, Malaikat fibril a.s. turun menemui
Rasulullah saw. yang saat itu di dekat adalah sujud fardhu dalam shalat. Artinya,
Abdullah bin Umar r.a. tidak melihat ayat
beliau ada seorang laki-laki sedang me- ini sebagai ayat sujud tilawah yang sangat
nangis. Lalu Malaikat fibril a.s. bertanya ditekankan dan dianjurkan. Ini adalah
kepada beliau, 'Siapakah orang ini?'
pendapat yang diambil oleh imam Malik,
Beliau menjawab,'la adalah si Fulan.'Lalu Al-Qurthubi mengatakan pendapat yang
Malaikat f ibril a.s, berkata, 'Sesungguhnya pertama adalah yang lebih shahih.
kami menimbang semua amal-amal
TAFSTRAL-MUNIR JITID 14
!: ,' ,,, ,., ,,,"'
.:) '';,':n:',,,;:: i
t""
I
SURAHAL-Qd}AAR
MAKKIYYAH, LIMA PULUH LIMA AYAT
Penamaan Surah i;:yrO,o/l-,,,- tSV it Ar 'oi
Surah ini dinamakan dengan surah al- .;.liU ,or-l W
Qamar; karena surah ini dibuka dengan ayat ,iy'pl
yang berisi informasi tentang terbelahnya
rembulan sebagai mukjizat Nabi Muhammad "Bahwasanya kaum kafir Mekah me-
minta kepada Rasulullah saw. agar beliau
saw. memperlihatkan suatu ayat (mukjizat) ke-
pada mereka. Lalu Rasulullah saw. Pun
Persesualan Surah lnldengan Surah
Sebelumnya memperlihatkan kepada mereka terbelahnya
Persesuaian dan relevansi surah ini rembulan menjadi dua bagian."
dengan surah sebelumnya (surah an-Najm) 2. Keserasian penamaan dan keselarasan
bisa terlihat dari tiga sisi berikut ini.
pola urutan karena adanya kesesuaian dan
1. Kesesuaian antara penutup surah se- kedekatan antara bintang dan rembulan,
belumnya dengan pembukaan surah al- seperti yang teriadi pada urutan surah
Qamar, yaitu informasi seputar dekatnya
waktu Kiamat. Dalam penutup surah an- asy-Syams, surah al-Lail, surah adh-Dhuha,
Najm di atas, Allah SWT berfirman, dan penyebutan surah al-Fair sebelumnya.
"Yang dekat (hari Kiamat) telah makin Surah al-Qamar menjelaskan lebih jauh
mendekat." (an-Naim: 57) lagi kondisi umat-umat yang dalam surah
Sedangkan dalam pembukaan surah sebelumnya telah disinggung tentang
al-Qamar ini, Allah SWT berfirman,
pembinasaan mereka oleh sebab sikap
"Saat (hari Kiamat) semakin dekat."
(al-Qamar:1) mereka mendustakan para rasul mereka,
Hanya saja, dalam surah ini, Allah "Dan sesungguhnya Dialah yang telah
membinasakan kaum Ad dahulu kala, dan
SWT menjelaskan sebuah dalil dan bukti kaum Tsamud, tidak seorang pun yang
tentang dekatnya waktu tersebut, yaitu
terbelahnya rembulan. ditinggalkan-Nya (hidup), dan (iuga)
Dalam Shahih Bukhari dan Shahih kaum Nuh sebelum itu. Sungguh, mereka
adalah orang-orang yang paling zalim dan
Muslim diriwayatkan dari Anas r.a., paling durhaka. Dan prahara angin telah
meruntuhkan (negeri kaum Luth)." (an-
Naim:50-53)
-.1
Aspek atau sisi persesuaian dan Kemudian, surah ini memperingatkan i
relevansi ini mirip dengan sisi persesuaian dan mengancam kaum kafir Mekah dengan i
adzab yang serupa dan dengan adzab yang i
dan relevansi antara surah al-An'aam pernah ditimpakan kepada umat-umat ter-
dahulu, seperti kaum Nabi Nuh a.s., bangsa I
dengan surah al-Araaf, antara surah al- Ad, bangsa Tsamud, kaum Nabi Luth a.s.,
Furqaan dengan surah asy-Syu'araa', dan j
antara surah Yaasiin dengan surah ash- dan kaum Fir'aun, sebagai balasan atas sikap
mereka yang mendustakan, mengingkari, dan
Shaaffaat. tidak percaya kepada para rasul. Surah ini me-
maparkan masing-masing kisah secara ter-
Kandungan Surah
sendiri dan masing-masing diikuti dengan
Tema surah ini adalah seperti lazimnya
sebuah ungkapan yang menakutkan dan me-
surah-surah Makkiyyah lainnya, yaitu untuk munculkan rasa takjub, /aitu
mengukuhkan pokok-pokok aqidah Isla- "Maka betapa dahsyatnya adzab-Ku dan
miyyah, berawal dari penurunan Al-Qur'an p ering atan - Ku ! " (al-Qamar: 16)
dengan wahyu dan ancaman terhadap orang- Dan ungkapan ini diikuti dengan kalimat,
orang yang mendustakan dan tidak memer-
"Dan sungguh, telah Kami mudahkan Al-
cayai ayat-ayatnya, dan berujung dengan Qur'an untuk peringatan, maka adakah orang
pembalasan yang pasti pada hari Kiamat, yang mau mengambil pelajaran?" (al-Qamar:
berbagai pemandangan adzab orang-orang t7)
kafir; serta keragaman pahala, pemuliaan, dan
penghormatan bagi orang-orang yang ber- Kemudian, surah ini mengecam dan
takwa.
mencerca kaum musyrik Quraisy atas sikap
Pertama, surah al-Qamar menginfor- lalai dan abai mereka terhadap peringatan dan
masikan dekatnya waktu Kiamat dan bukti
ancaman-ancaman tersebut. Surah ini juga
petunjuk hal itu, yaitu terbelahnya rembulan
yang merupakan salah satu mukjizat kubra memperingatkan mereka dengan sebuah nasib
Nabi Muhammad saw., sikap orang-orang buruk yang serupa dengan nasib buruk yang
musyrik terhadap mukjizat tersebut, dan menimpa kaum dan bangsa tersebut, yaitu
bagaimana mereka menyebutnya sebagai sihir
yang dibuat-buat, kelalaian, dan sikap abai terbunuh dan kalah di dunia, adzab akhirat
mereka terhadap berbagai peringatan dan te-
guran yang tercantum dalam Al-Qur'an. yang lebih keras dan pahit ditambah dengan
kehinaan dan kenistaan dalam bentuk mereka
Dilanjutkan dengan perintah kepada
diseret menuju ke neraka, sedang mereka
Rasulullah saw. untuk berpaling dari mereka,
berada dalam kesesatan dan neraka.
memperingatkan mereka bahwa mereka
akan digiring dan dikeluarkan dari dalam Surah ini ditutup dengan penjelasan ten-
tang fenomena keseimbangan dalam pencip-
kubur dalam keadaan hina dan dengan cepat taan segala sesuatu, begitu cepatnya perintah
laksana belalang yang beterbangan. Hal ini di- dan kehendak Allah SWT berlaku efektif dan
ungkapkan dengan gaya bahasa dan ungkapan terlaksana seolah-olah seperti hanya sekejap
yang menggetarkan emosi, membangkitkan
ketakutan dan kekhawatiran serta memenuhi mata, perlunya memetik pelajaran dan contoh
jiwa dengan ketakutan, kekhawatiran, dan ke-
kalutan terhadap hiruk pikuk dan kengerian- dari kebinasaan orang-orang yang durhaka
kengerian hari Kiamat.
dan melampaui batas, terdokumentasikannya
seluruh amal-amal manusia dalam buku-
Srr"tt "t{"r"t ,a*r,r,
buku catatan yang terpelihara dan terjaga, *i fi'H,iiA,>tl*.J t t*33o+ 6
serta berita gembira bagi orang-orang yang nt17
bertakwa dengan memperoleh surga dan ,;i/JttrA6JtMffi'3iiti14 ,{/D
kemuliaan di sisi Tuhan mereka Yang Maha @fr*rL.il
Berkuasa lagi Mahakuasa. "Saat (hari Kamat) semakin dekat, bulan pun
terbelah. Dan jika mereka (orang-orang musyrikin)
Kesimpulannya bahwa surah al-Qamar melihat suatu tanda (mukjizat), mereka berpaling
dan berkata, '(Ini adalah) sihir yang terus-menerusl
penuh dengan janji dan ancaman, nasihat
dan pelajaran dari berita-berita para umat Dan mereka mendustakan (Muhammad) dan
terdahulu, mengancam orang-orang kafir mengikuti keinginannya, padahal setiap urusan te-
dengan hukuman yang serupa seperti yang lah ada ketetapannya. Dan sungguh, telah datang
ditimpakan kepada umat-umatterdahulu, serta kepada mereka beberapa kisah yang di dalamnya
dimuliakannya orang-orang yang bertakwa di
terdapat ancatnan (terhadap kekafiran), (itulah)
dalam surga dengan segala kenikmatannya.
suatu hikmah yang sempurna, tetapi peringatan-per-
Keutamaan Surah ingatan itu tidakberguna (bagi mereka), makn ber-
Dalam surah Qaaftelah disebutkan sebuah palinglnh engkau (Muhammad) dari mereka pada
hadits dari Waqid al-Laitsi yang diriwayatkan hari (ketika) Penyeru (malaikat) mengajak (mereka)
oleh imam Ahmad, Muslim, Tirmidzi, Nasa'i, kepada sesuatu yang tidak menyenangkan (hari
Abu Dawud, dan Ibnu Majah, bahwasanya pembalasan), pandangan mereka tertunduh ketika
Rasulullah saw. membaca surah Qaaf dan
iqtarabatis saa'atu (surah al-Qamar) dalam mereka keluar dari kuburan, seakan-akan merekn
belnlnng yang beterbangan, dengan patuh merekn
shalat Idul Adha dan Idul Fitri. Rasulullah saw segera datang kepada penyeru itu. Orang- orang kafir
juga kerap membacakan kedua surah tersebut berkata,'lni adalah hari yang sulir."' (al-Qamar: l-8)
dalam berbagai momen-momen besar seperti
shalat fum'at dan hari raya. Itu karena kedua Qlraa'aat
surah tersebut banyak berisi janji dan ancaman,
awal penciptaan dan pengulangannya, tauhid, {F} AiUaca,
penegasan kenabian, dan berbagai topik-topik
Ibnu Katsir membaca 1li;.
agung dan krusial lainnya.
(tiJF dibaca:
TERBELAHNYA REMBULAN DAN SIKAP
ORANG.ORANG MUSYRIK TERHADAPNYA l. luii; ini adalah bacaan Nafi', Ibnu Katsin
Ibnu Amir dan Ashim.
2. 1ri;uy ini adalah bacaan imam yang lain.
Surah al-Qamar Ayat 1- 8 l'raab
,tllre'2't, V-frt:vi-"biffiFttiitv't;AtilY 1.,*'i w L:| kata muzdajar aslinya adalah
w eY3{'L\-t;ilvY.K_, ffi'5r1" muztajar mengikuti wazan, mufta'al dari akar
,2.7
Q'?.':i* uffril'ui&riiw kata az-Zajr. Di sini kenapa huruf ta' diganti
4^>9 dengan hurufdal karena hurufta' adalah huruf
mahmuusah, sementara huruf zai adalah huruf
Jr i:rr 6 e@'Yjffi ',$r #\1'"^$(, majhuurah, digantilah huruf ta' dengan huruf
dal karena huruf dal d,an huruf zai sama-sama
huruf majhuurah.
Kata muzdajar ini bisa sebagai isim Balaaghah
mashdar atau sebagai rsim makaan. Kata {U} 4lrJtrg!) Di antara kedua kata ini terdapat
jinaas' isytiqaaq (memiliki akar kata yang
bisa sebagai isim maushuul atau isim nakirah
sama).
l}maushuufah. Sedangkan jaar majruur {,f$r
Mufradaat Lughawlyyah
berto'alluq dengan kata yang dibuang yang
{Lrrr ,r.itb telah dekat hari Kiamat.
berkedudukan sebagai haal dari kata maa, (*t *t:l dan telah pernah terbelah rem-
: o ii-pyang didahulukan penyebutannya. bulan. Bukahri dan Muslim meriwayatkan
bahwasanya kaum kafir meminta kepada
4)'1t '4g t<ata 4ii-p uisa
Rasulullah saw. sebuah ayat (mukjizat), lalu
sebagai badal yang dibaca rafa'dari kata {u} terbelahlah rembulan menjadi dua bagian di
atas Bukit Abu Qubais dan Bukit Qu'aiqa'an.
yang terdapat pada ayat sebelumnya, yaitu
4tjj. "t:h dan jika mereka orang-orang
$r'r + u) yang mana kata (u) memiliki i'raab
kafir Quraisy itu melihat, {lr} mukjizat Nabi
rafa' karena menjadi faa'il untuk fi'il, jaa'a.
Muhammad saw. yang membuktikan kenabian
Atau bisa sebagai khabar dari mubtada'yang
beliau. {}i1 rtiiildan mereka berkata, "ltu
dibuang yakni hiya hikmatun baalighatun.
adalah sihir yang sangat kuat atau sihir yang
Kata maa pada kalimat (13r ,ii ui) bisa terus-menerus dan tiada henti-hentinya." fadi
kata mustamirr di sini mungkin dari akar kata
sebagai maa istifhaamiyyah [kata tanya) al-Mirrah yang berarti kuat. Atau bermakna
dalam konteks istifhaam inkaariy (peng- kontinu dan terus-menerus tiada hentinya.
ingkaran yang diungkapkan dengan bahasa {r}r;} dan mereka mendustakan, mengingkari
pertanyaan), berkedudukan i'raab nashab, dan tidak memercayai Nabi Muhammad saw.
sedangkan yang menashabkannya adalah {e,,;^irrijrj} dan mereka mengikuti hawa nafsu
fi'il, 4.,fh Yakni, ayya syai'in tughnin nuzur mereka, yaitu apa yang dijadikan tampak
indah dan baik di mata mereka oleh setan
[namun, apalah gunanya peringatan-per-
ingatan itu bagi mereka?). Atau kata maa ter- berupa berbagai bisikan-bisikan dan menolak
kebenaran yang sudah benar-benar nyata.
sebut adalah maa naafiyah (negatif article)
{ry ii f;) a"n tiap-tiap urusan berupa
dengan mengasumsikan pembuangan
maf'uul bihi untuk fi'il, 4.fh Yakni, fa maa kebaikan atau keburukan pasti berakhir pada
tughnin nuzuru syai'an (peringatan-per- sebuah ujung berupa kehinaan dan kenistaan
ingatan itu tiada berguna apa-apa bagi atau kemenangan dan kejayaan di dunia,
kesengsaraan atau kebahagiaan di akhirat.
mereka).
Dengan kata lain, setiap sesuatu pasti akan
Hurufya' pa dafi'il,tughnii danyad'uu (pada berakhir pada suatu ujung yang akan meniadi
terminal akhirnya. Ada versi qiraa'aat yang
ayat setelahnya) secara penulisan dibuang membaca mustaqarr. Yang maknanya adalah
dzuu istiqraar (yangmemiliki sifat permanen),
karena mengikuti khathth (tulisan) mushhaf. atau memiliki masa di mana ia meniadi tetap
dan permanen, atau memiliki tempat yang
Sebab khathth mushhaf menuliskannya ber- permanen. |adi, kata ini bisa sebagai mashdar,
dasarkan konteks washal bukan waqaf.
4i :e it 7'"'s' L" i;ykata {iri} dinashabkan
oleh kata yang disebutkan dalam ayat
berikutnya, yaitu 4:, ;';-y.
(i;u;;i rli| kata (tl!-) dibaca nashab
sebagai haal dari dhamir yang terdapat pada
kata (,lil;) yang terdapat pada kalimat, jf)
(,:p Begitu juga dengan kata {":+#} yaitu
sebagai haal d,ari dhamiryang sama.
zharf zamaan (kata keterangan waktu) atau datang secara bergelombang dan tersebar
zharf makaan (kata keterangan tempat). di berbagai tempat. {u19#} datang dengan
{,f{rp berita-berita para umat terdahulu segera dan cepat, dengan menjulurkan leher
beserta adzab atau pembinasaan yang me- dan tunduk. 4:* ii.t;h ini adalah hari yang
I nimpa mereka disebabkan mereka mendusta- sulit dan sangat berat bagi orang-orang kafia
kan, mengingkari, dan tidak memercayai sebagaimana dijelaskan dalam ayat lain,
para rasul. 4;tly sesuatu yang bisa men- "Maka itulah hari yang serba sulit,
bagi orang-orang kafir tidak mudah. (al-
cegah dan menghalau mereka. Dikatakan,
zajartuhu wa izdajartuhu yang berarti, aku Muddatstsir: 9-10)
melarangnya dengan keras dan kuat, atau
aku menghalanginya lalu ia pun tidak jadi
melakukan. Sebab Turunnya (Ayat 1-2)
yang(1qsa"mt)paisepbaudaah hikmah yang sempurna Bukhari, Muslim, dan Hakim meriwayat-
puncak tertinggi dari kan-dan redaksi yang akan disebutkan ada-
lah milik Hakim-dari Abdullah bin Mas'ud
kesempurnaan tanpa ada sedikit pun cacat
r.a., ia berkata,
dan celah kekurangan. (j3r f 6Y maka
Ctu* & ,&. ,e ti;L'#r qii
tiada berguna orang-orang yang memberi ,Lt;t,iit\ a'i,Sr y*, :tiw.W
peringat tersebut bagi orang-orang kafir
tersebut. Atau tiada berguna hal-hal yang
diperingatkan kepada mereka itu. Atau tiada
berguna peringatan-peringatan itu bagi
mereka. f adi, kata {#,p di sini bisa bermakna Aku melihat rembulan terbelah menjadi
nadziir yang berarti orang yang memberi dua bagian di Mekah sebelum keluarnya Nabi
peringatan. Atau, al-Umuur al'Mundzarah
lahum yakni hal-hal yang diperingatkan Muhammad saw. (dari Mekah ke Madinah). Lalu
kepada mereka. Atau mashdar bermakna, al' orang-orang berkata, 'Rembulan telah disihir.' Lalu
lndzaar, peringatan. turunlah ayat ini."
4# J'i;Y maka berpalinglah kamu wahai Tirmidzi meriwayatkan dari Anas r.a., ia
Muhammad dari mereka itu. Kamu tidak usah berkata,
meladeni perdebatan mereka karena kamu
tahu bahwa peringatan tidak bermanfaat dan ct K Ji'J-uu ,^:-l w
J;1
tidak berguna lagi bagi mereka. (1rJlr L";;.b
pada hari di mana Malaikat Israfil a.s. menJre-
rmukeanng.e4rikFan'edJat)n kepada sesuatu yang sangat
mencekam, bagi manusia
hal ini terasa aneh, karena belum pernah 'Penduduk Mekah meminta kepada Nabi
Muhammad saw. suatu ayat (mukjizat). Lalu
mengetahui hal yang seperti itu. {U-u} ter- rembulan pun terbelah menjadi dua bagian. Lalu
tunduk hina. Bentuk iamak dati, khaasyi'un
yang berarati dzaliil, tertunduk hina. turunlah ayat 1-2 surah al-Qamar."
{or-r-{r} kubur. Bentuk jamak dari, iada*. Muhammad bin fariq, Abu Dawud Ath-
Thayalisi dan Baihaqi meriwayatkan dari
4)-d';r;$[i] seolah-olah mereka itu bagaikan
belalang yang beterbangan tersebar di mana-
mana, yakni dalam jumlah yang begitu banyak, Abdullah bin Mas'ud r.a., ia berkata,
:fAFsrR Ar.-MUNIR JILrD 14
cl i' +; j;,,l.ei
y,^11 (w ). ,o )' BE ,:ur 'oi
9yt c*4rrr
itigtjie ,€'fr ,'t- J* \lWto O, O1 t j-L
,:'o:* *,i i., 7.-,r,;,3:.i ,y-
'it ,^i! r,,.7yu .ll
u ,#1ii ,rl-tr
ij:v ,u1i, C/ o
,.ii 6 iJt
/o
,'7;lt *ti ,b': i 6Y! Wcf/t
.d\/9-,-",.o^t ; lt.-cr,-r-J-ac)l(Jr,,,o
ot: ,"to^;-;.tlU,t| ?*:,.i;lt,t*y,i o/ c. ,cv. ,.. ,'c i'
-\...r -e)
ot'- ts-t .f4 OO a 61 6i ,: 6P.
UI Yl d*3t (b
"Rembulan pernah terbelah pada masa "Bahwasanya Rasulullah saw. menyampaikan
Rasulullah saw. Lalu kaum Quraisy berkata, 'Ini khutbah kepada p ara sahab at, sementara matahari
adalah permainan sihir bin Abi Kabsyah (Nabi hampir tenggelam kurang sedikit lagi. Lalu beliau
bersabda, 'Demi Dzat Yang jiwaku berada dalam
Muhammad saw.), ia telah menyihir kalian. Maka genggaman-Nya, sungguh gambaran ukuran usia
dari itu, coba tanyakan kepada orang-orang yang dunia yang tersisa dari usianya yang telah berlalu
sedang bepergian.' Lalu mereka pun menanyakan tidak lain adalah seperti sisa hari kalian ini dari
kepada para musafir dan para musafir menjawab, yang telah berlalu, sementara sekarang krta fidak
melihat matahari melainkan tinggal sedikit dan
'Ya, kami juga melihat rembulan terbelah.' Lalu hampir tenggelam."'
Allah SWT pun menurunkan ayat 1-2 surah al-
Qamar."
Tafslr dan Penlelasan Hadits di atas dikuatkan oleh hadits yang
diriwayatkan oleh imam Ahmad, Bukhari, dan
Allah SWT menginformasikan dekatnya Muslim dari Sahl bin Sa'd r.a., ia berkata, Aku
hari Kiamat dan berakhirnya dunia,
mendengar Rasulullah saw. bersabda,
"Saat (hari Kiamat) semakin dekat," (al-
&:-4/rrol*JaUtt 'rvi') ti(.-'z;;ti ui
Qamar:1) ;
,S;\l
Waktu kedatangan hari Kiamat dan
Aku diutus sedang waktu kedatangan
berakhirnya dunia sudah mendekat. Yakni, hari Kiamat adalah tinggal seperti ini (beliau
hari Kiamat sudah meniadi dekat jika dilihat
dari perbandingan antara masa yang tersisa mengapitkan jari telunjuk dan jari tengah)."
setelah kenabian Nabi Muhammad saw. Ada yang mengatakan bahwa maksud Il
dengan masa yang telah berlalu. Allah SWT ayat ini adalah kepastian dan keniscayaan tI
berfirman,
terjadinya hari Kiamat. Kemudian, Allah SWT I
"Ketetapan Allah pasti datang, maka menginformasikan terbelahnya rembulan se-
janganlah kamu meminta agar dipercepat bagai sebuah mukjizat bagi Nabi Muhammad I
(datang)nya." (an-Nahl: 1) saw.,
"Telah semakin dekat kepada manusia "Bulan pun terbelah." (al-Qamar: 1)
perhitungan amal mereka, sedang mereka
dalam keadaan lalai (dengan dunia), berpaling Rembulan benar-benar pernah terbelah
(dari akhiratJ." (al-Anbiyaa': 1) sebagai mukjizat Nabi Muhammad saw. dan
sekaligus sebagai ayat atau tanda yang nyata
Abu Bakar al-Bazzar meriwayatkan dari dekatnya Kiamat dan bahwa terjadinya hari
Anas r,a,,
:fAFsrR AI-MUNIR JI LID 14
Kiamat adalah hal yang sangat mungkin. Ibnu Kemudian, Allah SWT menginformasikan
Katsir mengatakan bahwa kejadian tersebut tentang sikap orang-orang kafir; bagaimana
mereka tetap begitu keras kepala dan angkuh
adalah benar-benar berlangsung pada
zaman Rasulullah saw. sebagaimana hal ini di hadapan mukjizat tersebut,
ditegaskan dalam sejumlah hadits mutawatir "Dan jika mereka (orang-orang musyrikin)
dengan san ad-sanadyang shahih. Hal ini sudah melihat suatu tanda (mukjizat), mereka ber'
menjadi sesuatu yang disepakati di antara para
ulama bahwa itu adalah salah satu mukiizat paling dan berkata, '(lni adalah) sihir yang
yang luar biasa.3e Kedatangan hari Kiamat terus - me nerus. "' (al-Qamar: 2)
sudah dekat meskipun telah lebih dari empat fika orang-orang musyrik melihat sebuah
belas abad berlalu, atas dasar pertimbangan
bahwa setiap sesuatu yang akan datang adalah tanda kenabian dan bukti kebenaran Nabi
dekat.
Muhammad saw., mereka berpaling tidak mau
Ahmad, Bukhari, Muslim, dan yang lainnya
meriwayatkan dari Anas r.a., membenarkan, tidak mau memercayai dan
tidak mau mengimaninya. Mereka juga men-
*,,';.t ii W it i-, tii *'J;i '01
.t:Ii.it7 trii ;; ,&';:t $rrr; dustakan dan mengingkarinya seraya berkata,
"Bahwasanya penduduk Mekah meminta "ltu adalah sihir yang sangat kuat melebihi
kep ada Rasulullah s aw. agar b eliau memp erlih atkan sihir-sihir yang lainnya." |adi, kata mustamirr
kepada mereka sebuah ayat (mukjizat). Lalubeliau
di sini diambil dari perkataan orang Arab,
pun memperlihatkan kepada mereka rembulan
terbelah menjadi dua bagian hingga mereka istamarra asy-Syai'u yang artinya, sesuatu itu
melihat Bukit Hira' berada di antara keduanya." kuat, kukuh, dan solid. Ada yang mengatakan
Bukhari dan Muslim juga meriwayatkan kata musfamirr di sini maksudnya adalah
dari Abdullah bin Mas'ud r.a., ia berkata, kontinu dan terus-menerus tidak henti-
';';.,f7&B l' l;t y J; ';nt fit hentinya,
,BE ir l;, Jt- ,it:,'n,t ,Ft oi Ini adalah sanggahan terhadap orang-
)s#t orang musyrik yang meminta diperlihatkan
suatu ayat (mukjizat). Ulama tafsir mengatakan
"Rembulan terbelah menjadi dua pada masa
Rasulullah saw. Satu belahan berada di atas bukit tatkala rembulan terbelah, orang-orang
dan satu belahan lagi berada di bawahnya, Lalu musyrik langsung berkomenta4 "Muhammad
telah, menyihir kami." Lalu Allah SWT pun
Rasulullah saw. bersabda,'Saksikanlah."'
berfirman, "Dan jika mereka (orang-orang
Ada yang mengatakan bahwa maksud ayat
musyrikin) melihat suatu tanda (mukiizat)."
ini adalah untuk menginformasikan bahwa
dan yang dimaksudkan dengan ayat di sini
rembulan akan terbelah. adalah terbelahnya rembulan. Kemudian,
39 Tafsir lbnu Kabir,4/261. Allah SWT mempertegas bentuk sikap mereka
itu dengan ayat,
"Dan mereka mendustakan (Muhammad)
dan mengikuti keinginqnnya, padahal setiap
urusan telah ada ketetapannya." (al-Qamar: 3)
fika kebenaran datang kepada mereka,
mereka mendustakan, mengingkari, menolah
dan tidak memercayainya. Mereka justru
hanya memperturutkan dan mengikuti hawa
_-l
TAFSTRAL-MUNTR JrrrD 14 I
nafsu, penilaian, opini, dan pandangan me- I
reka bahwa Muhammad adalah seorang I
penyihir atau seorang dukun. Itu disebabkan 1
kebodohan, kedunguan, dan kedangkalan akal I
mereka.
mereka. Berita-berita tersebut sejatinya sudah I
Kemudian, Allah SWT mengancam mereka i
dan menginformasikan kepada mereka bahwa cukup untuk mencegah mereka dari kejelekan,
sudah cukup sebagai teguran, pelaiaran, dan I
setiap sesuatu akan berakhir pada sebuah nasihat bagi mereka untuk menjauhi apa yang I
ujung yang menyerupai sesuatu tersebut. I
selama ini mereka teguhi berupa kemusyrikan, !
Kebaikan menetap pada orang-orang baik dan paganisme, kedurhakaan, pembangkangan, i
keburukan menetap pada orang-orang buruk.
pendustaan, dan kekafiran. i
fadi, kalimat 4:* fi ,yiy adalah per- l
Berita-berita itu digambarkan oleh Allah I
mulaan kalimat baru untuk menolak sikap I
orang-orang kafir yang mendustakan, dengan SWT sebagai berikut,
menielaskan bahwa sikap dan perbuatan i
mereka sama sekali tidak ada gunanya bagi "(ltulah) suatu hikmah yang sempurna,
mereka. Setiap perkara pasti memiliki ujung I
akhir; dan perkara Nabi Muhammad saw. tetapi peringatan-peringatan itu tidak berguna i
akan berujung kepada sebuah ujung di mana (bagi mereka)." (al-Qamar: 5) I
terbukti secara nyata bahwa beliau adalah
Sesungguhnya berita-berita tersebut I
pihak yang haq dan benarl sedangkan mereka tercantum dalam Al-Qur'an, beserta yang
berada di pihak kebatilan. I
terkandung di dalamnya berupa pelajaran,
Di sini terkandung makna untuk meng- !
hibur hati Rasulullah saw. serta berita gembira nasihat, dan petunjuk adalah suatu hikmah
bagi beliau bahwa kemenangan pasti akan I
yang sangat agung dan mencapai tingkat I
menyertai dan memihak beliau di dunia tertinggi kesempurnaan tanpa ada sedikit
pun celah kekurangan dan cacat. Namun, 1
bahwa beliau dan para pengikut beliau akan para pemberi peringatan atau peringatan-
mendapatkan derajat yang luhur dan surga di
akhirat. peringatan yang ada tiada berguna sama sekali
bagi orang-orang yang membangkang, keras
Kemudian, Allah SWT mengecam dan
kepala, dan angkuh. Pembangkangan, sikap
mencela mereka atas sikap mereka yang tetap keras kepala, kepongahan, dan keangkuhan
memalingkan mereka dari kebenaran. Ber-
teguh dan bersikukuh di atas kekafiran dan
dasarkan penafsiran ini, berarti kata maa
kesesatan mereka. Allah SWT berfirman,
dalam ayat ini adalah maa naafiyah.
"Dan sungguh, telah datang kepada mereka Bisa juga l<ata maa tersebut adalah maa
beberapa kisah yang di dalamnya terdapat istifhaamiyyah yang mengandung maksud
ancaman (terhadap kekafiran)." (al-Qamar: 4) pengingkaran {istifhaam inkaariy). Sehingga
maknanya adalah namun apa gunanya para
Sungguh benar-benar telah datang kepada
pemberi peringatan atau peringatan-per-
kaum kafir Mekah dan orang-orang seperti
mereka mengenai berita-berita dalam Al- ingatan tersebut bagi orang-orang kafir yang
melampaui batas? Karena kamu wahai Nabi
Qur'an tentang umat-umat yang mendustakan telah melaksanakan apa yang menjadi tugas
dan kewajiban kamu berupa penyampaian
dan kafir kepada para rasulnya beserta informasi tentang kenabian disertai dengan
hukuman dan pembalasan yang menimpa ayat (mukjizat) yang luar biasa. fuga, kamu
telah memperingatkan mereka dengan hal
ihwal dan keadaan para umat terdahulu,
namun semua itu tiada berguna sam sekali
bagi mereka.
TAFSTRAL-MUNrR rrLrD 14
Di antara ayat Yang memiliki makna penuh sesak dan berjalan cepat menuju tempat
hisab memenuhi seruan malaikat tersebut.
serupa adalah firman Allah SWT,
"Tidaklah bermanfaat tanda-tanda (ke' Mereka laksana koloni-koloni belalang yang
besaran Allah) dan rasul-rasul yang memberi
perirtgatan bagi orang yang tidak beriman." bertebaran. Ini seperti firman Allah SWT
dalam ayat,
(Yuunus:101) "Pada hari itu manusia seperti laron yang
Kemudian, Allah SWT memerintahkan b eterb ang an." (al-Qaari'ah: 4)
"Dengen patuh mereka segera datang
kepada Nabi-Nya agar tidak perlu lagi berdebat
dengan mereka setelah itu, kepada penyeru itu. Orang-orang kafir berkata,
"Maka berpalinglah engkau (Muhammad) 'lni adalah hariyang sulit."'(al-Qamar: 8)
dari mereka pada hari (ketika) penyeru Mereka bergegas dengan cepat menuju ke
(malaikat) mengajak (mereka) kepada sesuatu penyeru itu, yaitu Malaikat Israfil a.s., tanpa
yang tidak menyenangkan (hari pembalasan)." berlambat-lambat. Orang-orang kafir itu me-
I (al-Qamar:6) ngatakan ini adalah hari yang sangat sulit,
Wahai Muhammad, berpalinglah kamu berat dan sangat mencekam bagi orang-orang
dari mereka. Kamu tidak perlu terlalu mem- kafir. Akan tetapi tidak demikian halnya bagi
bebani diri untuk mengaiak dan menyeru me- orang-orang Mukmin.
reka ketika peringatan sudah tidak bisa lagi
Di antara ayat yang memiliki makna
memberikan efekterhadap mereka dan mereka
sudah tidak mempan lagi terhadap peringatan serupa adalah firman Allah SWT,
tersebut. Tunggu saja mereka dan ingatlah "Maka itulah hari yang serba sulit,
bagi orang-orang kafir tidak mudah." (al'
hari itu di mana Malaikat Israfil a.s. menyeru Muddatstsir: 9-10)
kepada sesuatu yang sangat mengerikan yang Secara implisit, ini menunjukkan ada
diri mereka seolah-olah tidak memercayainya sebuah pengertian bahwa hari itu adalah hari
yang mudah dan ringan bagi orang-orang
karena begitu dahsyatnya sesuatu itu dan
Mukmin.
mereka belum pernah sama sekali mengetahui
hal yang seperti itu. Itu adalah suasana hari
perhitungan amal atau hisab yang sangat me- Flqlh Kehldupan atau Hukum-Hukum
ngerikan dan mencekam, beserta berbagai Ayat-ayat di atas menunjukkan sejumlah
kepayahan dan kengerian yang berlangsung di hal sebagai berikut.
dalamnya.
1. Telah dekatnya waktu kedatangan hari
"Pandangan mereka tertunduk, ketika me'
reka keluar dari kuburan, seakan-akan mereka Kiamat karena setiap sesuatu yang akan
belalang yang beterbangan." (al-Qam ar= 7) datang adalah dekat. Telah berlalunya
puluhan abad seiak turunnya ayat ini
Hari di mana orang-orang kafir pada hari dan ayat-ayat yang serupa tidak ada apa-
apanya jika dilihat dari usia dunia yang
itu mata mereka tertunduk lesu dan hina.
diperkirakan lima miliar tahun.
Mereka keluar dari kuburan mereka dalam
2. Kejadian terbelahnya rembulan pada
keadaan tertunduk hina seperti itu dalam
jumlah yang banyak sekali dengan penuh masa Rasulullah saw. sebagai sebuah
hirukpikuh bertebaran di mana-mana dengan mukjizat beliau, Al-Qurthubi menielaskan
-.-t
telah tertetapkan berdasarkan riwayat bahwa ayat yang ada bukanlah sebuah l
para perawi aahaad yang adil (kredibel) i
nash.
bahwa rembulan terbelah dan kejadian itu
berlangsung di Mekah. Ini sesuai dengan 3. Ayat, "Dan jika mereka (orang-orang
zahir ayat. Namun, hal itu tidak mesti musyrikin) melihat suatu tanda (mukiizat),
semua orang melihat dan menyaksikan. mereka berpaling." Menuniukkan bahwa
Itu adalah ayat malam (kejadian yang orang-orang musyrik melihat dan me-
terjadi pada malam hari). Kejadian itu nyaksikan kejadian terbelahnya rembulan.
adalah karena doa Nabi Muhammad saw Abdullah bin Abbas r.a. menjelaskan
kepada Allah SWT ketika orang-orang kafir
menantang beliau untuk memperlihatkan orang-orang musyrik bersama-sama me-
nemui Rasulullah saw., lalu berkata, ke'
suatu mukjizat.ao pada beliau, "fika kamu memang benal
Ar-Razi menjelaskan, adapun para coba belahlah rembulan menjadi dua, satu
sejarahwan, mereka tidak menyinggung-
nyinggung kejadian tersebut. Karena belahan berada di atas bukit Abu Qubais
umumnya sejarah digunakan oleh seorang dan satu belahan lagi berada di atas
ahli perbintangan. Ketika kejadian tersebut
Qu'aiqa'an." Lalu Rasulullah saw. berkata,
terjadi, mereka mengatakan itu bagaikan kepada mereka, "fika aku melakukannya,
fenomena gerhana rembulan dan mun-
culnya sesuatu di angkasa dalam bentuk apakah kalian mau beriman?" Mereka
seperti setengah lingkaran bulan di suatu
belahan bumi yang lain. Oleh karena itu, menjawab, "Ya." Waktu itu bertepatan
mereka tidak menyinggung kejadian ter-
sebut dalam catatan sejarah mereka. dengan bulan purnama. Lalu Rasulullah
saw. pun memohon kepada Allah SWT
Namun Al-Qur'an adalah dalil dan bukti ter- agar memberi beliau apa yang dikatakan
kuat yang menetapkan kejadian tersebut. oleh orang-orang musyrik itu. Lalu bulan
Kemungkinan terjadinya kejadian tersebut
adalah sesuatu yang sudah tidak diragukan pun terbelah menjadi dua belahan, sedang
lagi. Kejadian tersebut diinformasikan oleh
orang yang jujur dan terpercaya, harus di- Rasulullah saw. memanggil-manggil
yakini bahwa itu adalah memang nyata, riil,
orang-orang musyrik, "Hai fulan, hai fulan
dan benar-benar terjadi.al
saksikanlah, saksikanlah."
Orang-orang yang mengatakan bahwa
riwayat-riwayat yang menyebutkan ter- Keterangan ini dikuatkan oleh hadits
belahnya rembulan adalah riwayat-ri- Abdullah bin Mas'ud r.a. di atas yang telah
wayat aahaad yang tidak mutawati[ disebutkan pada pembahasan sebab dan
berpandangan bahwa orang yang meng- latar belakang turunnya ayat.
ingkari hal tersebut adalah tidak menjadi
kafir; karena riwayat-riwayat yang ada 4. Orang-orang musyrik tidak menemukan
adalah tidak mutawatir; di tambah pula cara dan jalan untuk mendustakan
40 Tafsir Al-Qurthubi, 17 /126. dan mengingkari mukjizat terbelahnya
4l Tafsir Ar-Razi,Z9/28. rembulan tersebut melainkan dengan
menyebutnya sebagai sebuah sihir yang
sangat kuat, atau rentetan sihir yang tidak
henti-hentinya, atau sihir yang berlalu.
5. Orang-orang musyrik benar-benar men-
dustakan, mengingkari, dan tidak me-
mercayai Nabi mereka. Mereka hanya
mengikuti kesesatan-kesesatan, kemauan-
kemauan mereka sendiri dan pandangan'
pandangan mereka yang batil bahwa