I'ruab 4i*t ,L;t if i;) tempat terbit pada
$,i;;;lt .i;| Kata ini dibaca rafa' bisa musim dingin dan musim panas, dan tempat
terbenam pada musim dingin dan musim
jadi karena ia adalah badal dari dhamir yang
panas. 4i.-;t c.,") Allah SWT membiarkan
terdapat pada fi'il, {;r-} atau sebagai khabar
kedua lautan mengalir. Seperti perkataan,
dari mubtada' yang dibuang yakni Huwa
marajtu ad-Daabbata fil marh4 yakni aku
Rabbul masyriqaini.
membiarkan binatang ternak mencari makan
{i;lr; iit d""aan 6,*} dari salah satunya, di padang rumput tempat menggembala. Dua
mutiara
keluar mutiara marjan. Karena lautan di sini maksudnya adalah laut tawar
dan marjan tidak keluar dari air tawa[ tetapi dan laut asin. {u;d} keduanya bertemu dan
dari air asin (laut). Lalu kata yang menjadi berdampingan di hilir tanpa ada pemisah yang
mudhaaf, yaitu ahadi dibuang lalu posisinya terlihat mata di antara keduanya.
digantikan oleh mudhaaf ilaihi, yaitu himaa, {a;r} batas pemisah yang itu merupakan
salah satu bentuk kuasa Allah SWT. {lr";+ ';}
sehingga menjadi, minhumaa.lni seperti ayat salah satunya tidak menerjang yang lain
hingga membuat keduanya bercampur. 6H)
31 surah az-Zukhrufl 4g ,f"' i ):t J-b,
fiiitt+ dari salah satunya, yaitu yang asin,
yakni min ihdal qaryataini, lalu kata ihdaa
keluar butiran mutiara kecil yang tercipta dan
yang merup akan mu dhaal dibuang.
terbentuk di dalam cangkang kerang. (3;lr;)
(r#(rr f' e otAt 1lli lj;) huruf kal
dan marjan, yaitu butiran mutiara berukuran
berkedudul<an i'raob nashab sebagai haal dari
besal atau manik-manik batu mulia berwarna
dhamir yang terdapat pada kata {-rr.-J.jr}.
merah.
Balaaghah
(t'F'F bahtera, kapal. Bentuk jamak dari,
1,;J; ,;u:jr ;Ly .{,f ,n c,t ,.i*jr ;E;p
jaariyah. (-r-:,llr) yang dibuat dan diproduksi,
(rdj,t Di antara kedua ayat ini terdapat al-
atau yang tinggi layarnya. {e#{ry laksana
Itiuqaabalah. (r#{K f' e otAt 1ft;j;y oi
gunung-gunung karena ukurannya yang besar
sini terdap at iasybiih mursal muimal, yakni dan tinggi. Bentuk jamak dari'alam yang ber-
laksana gunung-gunung dalam hal ukurannya arti gunung yang tinggi dan panjang.
yang besar dan kukuh di atas sesuatu.
Persesuaian Ayat
Mufrudaat Lu$hawlyyah
Allah telah menyebutkan nikmat-nikmat
{i*.jr ;u} Allah SWT telah menciptakan pokok yang diberikan kepada umat manusia,
dan penciptaan alam besar berupa langit
moyang manusia, yaitu Adam a.s. {;*L .tp
dan bumi. Dalam ayat ini Allah SWT ingin
dari tanah yang kering yang mengeluarkan
menjelaskan sebagian hal dari nikmat-nikmat
suara ketika diketuk. (t#t} seperti tembikar, tersebut, yaitu asal usul penciptaan manusia
dan jin yang mewakili alam kecil. fuga tentang
yaitu tanah liat yang dimasak hingga menjadi
tempat terbit dan tempat terbenamnya
keras.
matahari, serta kontrol dan kekuasaan-Nya
{J*Jr ;t;y dan Allah SWT menciptakan atas keduanya dan atas lautan beserta apa
moyang jin, yaitu iblis. (6;u: ;rp dari lidah yang ada di dalamnya seperti mutiara dan
atau nyala api yang murni danpa mengandung marjan serta kapal-kapal yang besar yang
asap. (rti ,.) kata ini posisinya menjelaskan berjalan di atas permukaan lautan laksana
kata min maarizin. Kata maarij asalnya adalah
sesuatu yang bergetar dan bergoyang-goyang.
gunung-gunung yang besar dan menjulang b iA;cV. )v'or;ta*i,r,,,
tinggi. Semua itu merupakan salah satu bukti '
.€f: !,'' *t2u4at,
petunjuk keesaan dan kekuasaan Allah SWT. ^?">,:lt
Tafstr dan Penlelasan o/t , d ,/- ', t / .' c
"Dia menciptakan manusia dari tanah "Malaikat diciptakan dari cahaya, jin di'
kering seperti tembikar." (ar-Rahmaan: 14) ciptakan dari nyala api, dan Adam diciptakan dari
Allah SWT menciptakan saripati manusia apa yang telah dijelaskan kepada kalian."
dari tanah liat kering yang mengeluarkan suara
"Maka nikmat Tuhanmu yang manakah I
ketika diketuh menyerupai tembika6, yaitu yang kamu dustakan?" (ar-Rahmaan: 16)
1
tanah liat yang dimasak dengan api (dibakar). Wahai manusia dan jin, nikmat Allah
r
Penyerupaan ini untuk menunjukkan sebuah manakah yang kalian dustakan dan ingkari i
pengertian tentang kesolidan, kohesi, dan
dari semua nikmat-nikmat tersebut yang
keterpaduan bagian-bagian tubuh manusia.
Al-Qur'an memiliki banyak bentuk ung- sudah nyata dan terasa?
kapan yang beragam dalam menjelaskan asal- "Tuhan (yang memelihara) dua timur dan
usul penciptaan manusia sesuai dengan ting-
katan dan urutan-urutan proses penciptaan. Tuhan (yang memelihara) dua barat." (ar'
Yaitu, $:t'j ,tb dari tanah, 4:|; f q) dari Rahmaan:17)
tanah lumpur yang berubah. Atau, {*;l g j1}
dari tanah liatyang lengket di tangan. {l*t-;;y Allah SWT adalah Rabb tempat terbitnya
yakni tanah liat kering. Ini mengisyaratkan matahari pada musim panas dan musim
bahwa Adam a.s diciptakan pertama-tama dari dingin. Rabb tempat terbenamnya matahari
pada musim panas dan musim dingin. Dengan
tanah, kemudian tanah itu berubah menjadi keduanya, terbentuklah empat musim, kondisi
tanah liat, kemudian berubah menjadi tanah cuaca atau iklim yang berbeda-beda mulai
liat berwarna hitam yang bau, kemudian tanah
liat yang lengket, kemudian berubah menjadi dari dingin, panas, dan sedang, serta berbagai
manfaat besar lainnya bagi manusia.
tanah liat yang kering dan keras seperti
Adapun ayat 40 surah al-Ma'aarii, "Maka
tembikar. Sehingga, Adam a.s diciptakan dari Aku bersumpah demi Tuhan yang mengatur
semua bahan ini. tempat-tempqt terbit dan terbenamnya (mata'
hari, bulan, dan bintang)," tempat terbit dan
"Dan Dia menciptakan iin dari nyala api terbenam disebutkan dalam bentuk jamak,
tanpa asap." (ar-Rahmaan: 15) hal ini dalam konteks perbedaan titik-titik
Allah SWT menciptakan jin dari lidah yang menjadi tempat terbit dan terbenamnya
matahari pada setiap harinya. Pada setiap saat
nyala api. Itu adalah al-Maarij yang berupa matahari terbenam pada suatu titik dan terbit
nyala api yang membumbung ke atas yang pada titik lain yang berlawanan.
memiliki nyala atau lidah api yang menyala- Sedangkan ayat 9 surah al-Muzzammil,
nyala, saling berkobar, dan saling bercampur
warnanya seperti kuning, merah, hijau, dan "(Dialah) Tuhan timur dan barat, tidak ada
yang lainnya. tuhan selain Dia, maka jadikanlah Dia sebagai
pelindung." yang disebutkan dalam bentuk
Imam Ahmad dan Muslim meriwayatkan mufrad atau tunggal, yang dimaksudkan ada'
dari Aisyah r.a., ia berkata, Rasulullah saw. Iah isim jenis (generic atau common noun).
bersabda,
' lilB,4*i,* ,s1l,3l"'-**I?31 ...,.,.,,,,, .....,.,.,,.,,, *u+f ,
httll*-':*Y"'tr'!.lP.Jl
-....,",",.,",
Karena perbedaan tempat-tempat terbit Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas
dan terbenam pada gilirannya mengandung yang tidak tembus." (al-Furqaan: 53)
banyak kemaslahatan bagi makhluk termasuk
jin dan manusia, Allah SWT berfirman, "Maka nikmat Tuhanmu yang manakah
yang kamu dustakqn?" (ar-Rahmaan: 21)
"Makq nikmat Tuhanmu yang manakah
yang komu dustakan?" (ar-Rahmaan: 16) Nikmat dan manfaat manakah yang kalian
Nikmat Allah SWT manakah yang kalian dustakan dan ingkari wahai manusia dan
dustakan dan ingkari? jin? Air yang tawar untuk kebutuhan minum,
Ketika matahari terbit dari garis lintang irigasi, dan minuman bagi binatang. Sedangkan
tropik utara pada bumi bagian utara, di
sana sedang musim panas, sedangkan pada yang asin untuk mensterilkan kumpulan air
bagian bumi bagian selatan sedang musim dari kuman dan bakteri, memperbaiki lapisan
dingin. Sebaliknya, ketika matahari terbit udara, serta menghasilkan mutiara dan mar-
dari garis lintang tropik selatan pada bumi
bagian selatan, di sana sedang musim panas, jan. Hal ini sebagaimana firman Allah SWT
sedangkan bagian utara sedang musim dingin. dalam ayat berikutnya,
Seandainya matahari terbit dan terbenam "Dari keduanya keluar mutiara dan mar'
jan." (ar-Rahmaan:22)
hanya statis pada satu pola, niscaya musim-
musim yang ada dan aktivitas pertanian akan Allah SWT mengeluarkan dari salah satu-
menjadi kacau dan tidak berjalan pada musim nya yaitu lautan yang asin, mutiara dan marjan.
panas dan musim dingin.
"Meke nikmat Tuhanmu yang manakah
Setelah menerangkan nikmat-nikmat
yang kamu dustakan?" (ar-Rahmaan: 23)
Allah SWT di daratan, Allah SWT menjelaskan
nikmat-nikmat-Nya di lautan, Nikmat Allah SWT manakah yang
kalian dustakan dan ingkari wahai jin dan
"Dia membiarkan dua laut mengalir yang
manusia? Pada semua itu terkandung ayat,
(kemudian) keduanya bertemu, di antara
tanda, dan bukti yang tiada seorang pun bisa
keduanya ada batas yang tidak dilampaui oleh mendustakan, mengingkari, menolak, dan
masing - masing. " (ar-Rahmaan : L9'2O)
menyangkalnya.
Allah SWT membiarkan dua lautan, yaitu
asin dan tawa4 mengalir dan bertemu, yang "Milik-Nyalah kapal-kapal yang berlayar
menurut penglihatan kasat mata tidak ada di loutan bagaikan gunung-gunung." (ar'
pemisah di antara keduanya. Namun sejatinya, Rahmaan:24)
di antara keduanya terdapat batas pemisah Allah SWT Yang telah menciptakan dan
yang memisahkan di antara keduanya, se- mengilhamkan pembuatan dan perakitan
hingga salah satunya tidak menerobos ke bahtera atau kapal-kapal yang berlayar di
bagian yang lainnya dan bercampur. Keduanya lautan dengan layar-layarnya yang terbentang
selalu tetap terpisah. Hal ini sebagaimana tinggi di udara, laksana gunung-gunung yang
tinggi besar. Kapal-kapal menjadi alat trans-
firman Allah SWT dalam ayat lain,
portasi dan alat angkut berbagai macam
"Dan Dialah yang membiarkan dua laut
mengalir (berdampingan); yang ini tawar dan barang, bahan makanan, dan peralatan dari
segar dan yang lain sangat asin lagi pahit; dan satu negeri ke negeri yang lain, dari suatu
belahan bumi ke belahan bumi yang lain.
Bahkan ada kapal tanker pengangkut minyak
bumi yang memiliki kapasitas beban muatan
-..-t
tlf'*tt-*u"'ll"'?'n ,*!!rt,6Ti*b,ili",, """n"'*"n'""n I
\****-*
I
hingga lima ratus ribu ton. Di samping itu juga 1. Sesungguhnya asal-usul penciptaan ma-
ada kapal pengangkut pesawat terbang, kapal I
perang penghancu4 serta kapal selam nuklir nusia adalah dari debu, kemudian ber-
yang begitu luar biasa. I
proses menjadi tanah, kemudian lumpur
Seandainya Allah berkehendak lain, nis- hitam, kemudian tanah liat yang lengket, I
caya bisa saja Allah SWT menjadikan lautan Makanan manusia juga asal-usulnya dari I
statis dan diam, dan niscaya kapal-kapal tidak tanah dan air. Kemudian manusia pada
bisa mengapung di atas permukaan air. I
akhirnya akan kembali lagi ke tanah yang l
Kata {-ri$r} bisa bermakna yang tinggi, menjadi asal-usul bahan penciptaannya.
Kemudian ia keluar dari tanah lagi pada I
atau yang dibuat dan dirakit. Ini menunjukkan
ukuran kapal yang besar karena diserupakan hari ba'ts. i
dengan gunung meskipun kata al-Munsya'aat I
2. Sesungguhnya asal-usul bahan penciptaan
bisa digunakan untuk menyebutkan kapal I
jin adalah dari lidah api atau dari nyala I
yang besar dan kapal yang berukuran kecil.
api yang berkobar kuat yang bercampur I
Di sini hanya disebutkan, "Milik-Nyalah warnanya, ada yang berwarna merah,
kapal-kapa1." padahal kepunyaan Allah SWT I
juga Iangit dan bumi dengan segala apa yang kuning, dan hijau.
i
ada pada keduanya. Itu karena harta dan nyawa 3. Allah SWT adalah Rabb tempat terbit dan I
tempat terbenam. Rabb dua tempat terbit i
manusia berada di genggaman kuasa Allah dan dua tempat terbenam dilihat dalam
konteks musim panas dan musim dingin. I
SWT. Tiada seorang pun yang bisa mengontrol Rabb tempat-tempat terbit dan tempat- t
dan menjamin keselamatan kapal. I
tempat terbenam dilihat dari konteks
"Maka nikmat Tuhanmu yang manakah terbit dan terbenamnya matahari dalam I
yang kamu dustakan?" (ar-Rahmaan: 25) setiap hari.
Nikmat Allah SWT manakah yang kalian 4. Di lautan dan samudera yang besar; Allah
dustakan, ingkari, dan sangkal wahai manusia SWT mengalirkan dua lautan (kumpulan
dan jin? Nikmat-nikmat yang begitu beragam
telah diciptakan untuk kalian. Apakah kalian air dalam jumlah sangat besar), yaitu
masih bisa mengingkari dan menyangkal lautan asin dan lautan tawar. Allah SWT
pembuatan kapal-kapal raksasa yang begitu membuat sebuah pembatas di antara
besar ukurannya, atau cara dan operasional
pelayarannya di lautan, atau perannya dalam keduanya yang membuat keduanya tidak
mempersingkat jarak tempuh dan dalam bisa bercampur. Itu adalah sebuah ayat
dan tanda besar atas kekuasaan dan
menghubungkan di antara bagian-bagian
keagungan Allah SWT.
dari penjuru bumi ini yang saling berjauhan,
serta mengangkut berbagai perniagaan dan 5. Allah SWT mengeluarkan mutiara dan
hasil-hasil industrinya untuk dimanfaatkan di
marjan dari lautan asin untuk manusia dan
negeri-negeri lainnya.
untuk kemanfaatan mereka. Sebagaimana
Flqih Kehidupan atau Hukum-Hukum
Allah SWT mengeluarkan biji-bijian,
Ayat-ayat di atas menjelaskan sejumlah
tanaman dan dedaunan yang harum nan
hal sebagai berikut.
segar dari tanah.
Di sini digunakan kata (u&) (dari
keduanya) dengan menggunakan bentuk
dhamir tatsniyah [dua), padahal mutiara
dan marjan adalah dihasilkan dari lautan
asin, bukan lautan tawar. Karena orang 6. Pada hakikatnya, tiada seorang pun yang
Arab biasa menyebutkan dua jenis hal,
kemudian menginformasikan salah satu- menguasai dan mengontrol kaPal di
nya saja, seperti firman-Nya,
lautan selain Allah SWT. Tiada seorang
"Wahai golongan iin dan manusia! pun yang menguasai, mengontrol dan
Bukankah sudah datang kePadamu menjamin keselamatan dan kelancaran
rasul-rasul dari kalanganmu sendiri" (al' perjalanannya secara penuh. Dari itu,
An'aam:130) Allah SWT mengungkit-ungkit nikmat-
Dengan menggunakan kata minkum Nya kepada manusia berupa dijadikannya
dari fkalangan kalian sendiri), padahal kapal dapat berlayar di lautan. Ketika
para rasul hanya berasal dari kalangan
manusia, tidak ada yang berasal dari kapal berlayar di tengah lautan, semua
kalangan bangsa jin. Hal ini sebagaimana
yang dikatakan oleh al-Kalbi dan yang isinya dan nyawa para penumpang
lainnya. seluruhnya berada dalam genggaman
kuasa Allah SWI seperti yang terjadi
Sementara itu, az-Zaiiaj menjelaskan, pada pesawat terbang ketika mulai
Allah SWT menyebutkan kedua-duanya,
lalu iika ada yang keluar dari salah satu- terbang melayang di atas ketinggian.
nya, itu sama artinya ia telah keluar dari
keduanya. Ini seperti firman-NYa, Kapal-kapal di lautan Iaksana
"Tidakkah kamu memerhatikan bagai gunung-gunung yang besar tinggi
mana Allah telah menciptakan tuiuh langit
menjulang yang ada di daratan. Pesawat
berlapis-lapis? Dan di sana Dia men-
terbang di angkasa laksana seperti
ciptakan bulan yang bercahaya dan men-
jadikan matahari sebagai pelita (yang ce- burung-burung dan meteor. Sebagaimana
merlang)?" (Nuuh: 15-16)
sudah diketahui bersama bahwa pesawat
Di sini digunakan kata fiihinna fpada
tujuh langit), padahal rembulan berada terbang di udara sebagaimana kapal-
kapal di lautan, mengangkut beban
di langit dunia. Akan tetapi, Allah SWT
menyebutkan tujuh langit secara global, ratusan ton.
karena apa yang ada pada salah satu langit 7. Setiap selesai menyebutkan suatu nik-
seakan-akan ada pada tuiuh langit secara mat, diikuti dengan kalimat, "Maka nik-
mat Tuhanmu yang manakah yang ka'
keseluruhan.
Sementara itu, Abu Ali al-Farisi men- mu dustakan?" lni bertujuan untuk me-
jelaskan sebagaimana yang sudah pernah ngukuhkan dan menegaskan nikmat-nik-
disinggung di atas bahwa bentuk kalimat
mat yang beragam dan banyak sekali,
ini merupakan salah satu bentuk kalimat
sekaligus mengecam dan mencerca atas
yang di dalamnya ada mudhaaf yang
sikap yang mendustakan, menyangkal,
dibuang yakni min ahadihimaa. Seperti
dan tidak mengakui nikmat-nikmat
ayat Sl surah az-Zukhrufl *;at i ,P;Y.
tersebut. Hal ini sebagaimana yang sudah
4g
pernah dikemukakan di bagian terdahulu.
Secara garis besar, hal yang disebut-
kan di sini dan sebelumnya adalah bisa di-
katakan seperti berikut, apakah ada yang
bisa mengingkari dan menyangkal awal
penciptaan manusia dan jin, kekuasaan,
kontrol dan otoritas mutlak Allah SWT
atas timur dan barat, tempat terbit dan
TAFSIRAT-MUNIR JILID 14
tempat terbenam, matahari dan rem- BalaaShah
bulan, tumbuhan jenis rumput [tidak
memiliki batang yang besar dan keras) (ix', ;i "*lF Oi sini terdapat maiaz
dan tumbuhan jenis pohon [tanaman
yang memiliki batang yang keras dan mursel, yakni DzatTuhanmu Yang Suci, dengan
besar), tanaman dan biji-bijian, sungai- menyebutkan sebagian (wajah) namun yang
sungai dan lautan, mutiara dan marjan, dimaksudkan adalah keseluruhan [dzat).
penciptaan bahan-bahan material kapal, Mufradaat Lughawlyyah
memberikan bimbingan dan ilham flri:," A;r| setiap apa yang ada di bumi
untuk membuat dan merakit kapal serta berupa manusia, hewan, segala yang wujud
cara menjalankannya di lautan dengan dan segala yang diciptakan. Di sini digunakan
menggunakan berbagai sarana yang tidak kata {;r} sebagai petuniuk untuk makhluk
ada seorang pun mampu menciptakan, yang berakal, namun yang dimaksudkan
adalah keseluruhan makhluk. Atau yang
menyatukan, mengurutkan, dan dimaksudkan adalah ats-Tsaqalaini, yaitu
menjadikannya memiliki efek selain
manusia dan jin. Dhamir yang terdapat pada
daripada Allah SWT meskipun secara
kata fiihaa menurut pendapat yang shahih
zahir manusia yang membuatnya, namun
adalah kembali kepada bumi.
pembuatan yang ia lakukan itu tiada
{cri} binasa, rusak, fana. {erl; i;t T.t\ dan
lain adalah berdasarkan ilham, taufik, tetap kekal Dzat Tuhanmu. {r,fj'i ,t>,*jr ,iy
petunjuk, tuntunan, dan bimbingan dari Yang memiliki keagungan dan kemurahan
Allah SWT. yang bersifat umum dengan nikmat-nikmat-
KEFANAAN NIKMAT.NIKMAT DAN ALAM Nya yang Dia karuniakan kepada orang-orang
SELURUHNYA SERTA KEABADIAN DAN
KEKEKALAN ALLAH SWT Mukmin. (yqk r:i; .ii ,!Li). maka nikmat
Surah ar-Rahmaan Ayat 26 - 30 Tuhanmu yang manakah yang kalian dustakan
ylt WtiJ4)/),-rL-rz.J\/r.4d,1lJ1 ,K dari nikmat-nikmat yang telah disebutkan
e\D &O sebelumnya serta dari informasi tentang
kefanaan yang diikuti dengan penjelasan
a-:n'kry *KW-S\gr1e.iY$g
tentang kehidupan yang kekal dan abadi.
-*\gv 'ia'a jfi-JL'E$v*jat
* ;4;$,,\\e,' J orr;L.tr ?- lu"b semua yang ada di
;.{#g;3
langit dan bumi senantiasa memohon kepada-
"Semul yang ada di bumi itu akan binasa,
Nya, baik secara terus terang dengan bahasa
tetapi wajah Tuhanmu yang memiliki kebesaran
dan kemuliaan tetap kekal. Maka nikmat Tuhanmu verbal maupun dengan bahasa ekspresi
yang manakah yang kamu dustakan? Apa yang di
atau bahasa tubuh. Semua apa yang mereka
langit dan di bumi selalu meminta kepada-Nya.
butuhkan berupa kondisi dan eksistensi
Setiap waktu Dia dalam kesibukan. Maka nikmat
Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?" idiri, serta kebahagiaan dan rezeki. rr. ,FY
(ar-Rahmaan: 26-30) (:L C Setiap saat Allah SWT berada halam
suatu urusan, seperti menciptakan sesuatu,
merealisasikan berbagai hal berdasarkan
apa yang telah tertetapkan dalam qadha'-
Nya sejak azali, berupa menghidupkan dan
mematikan, memuliakan dan menghinakan,
menjadikan kaya dan menjadikan miskin,
d-****\, TAFSIRAL-MUNIRfILID 14
memperkenankan doa orang yang berdoa 'lfyo to i r>t;J' , t' ,'
dan memberi orang yang meminta dan Iain
s t,Dl
sebagainya.
"l angan samp ai kalian meninggalkan kalimat,
'ya Dzal jalaali wal ikraam' (yakni dalam doa
Persesualan Ayat kalian);'
Setelah menyebut berbagai nikmat ber- Pada suatu ketika, Rasulullah saw. lewat
agama, nikmat-nikmat duniawi dan nikmat- dekat seorang laki-laki yang sedang shalat dan
nikmat ukhrawi, Allah SWT memaparkan membaca doa, Yaa Dzal ialaali wal ikraami.
tanda-tanda bukti yang terdapat pada jiwa dan
Lalu Rasulullah saw. bersabda, "Doamu benar'
penjuru alam yang membuktikan kekuasaan benar diperkenankan."
Dalam sebuah doa ma'tsuur disebutkan,
dan keesaan Allah SWT selanjutnya di sini
i Allah SWT menginformasikan berita kefanaan /O
,;)\r1 otr3t Ai Ealam seluruhnya, menjelaskan bahwa seluruh
{" t" ,i-# U ("
nikmat-nikmat duniawi dan segala eksistensi lr;, .,.ii V1 .J1 I ,frf'lti JYiJt ti
e'lk i; k ae n *i; ,L.#
semuanya adalah fana dan tidak ada yang .J,.U?I;. ;.* -r,-ii ' *? ,."i
Y; c;*
kekal kecuali hanya Dzat Allah SWT. Jl u^^;l
Tafslr dan Penlelasan
"Semue yang ada di bumi itu qkan binasa, "woh,oi orol vorrg'tvtaholridup Kekal lagi
tetapi wajah Tuhanmu yang memiliki kebesaran
dan kemuliaqn tetap kekal." (ar'Rahmaan:,26' terus-menerus mengurusi makhluk-Nya, wahai
Dzat Pencipta langit dan bumi, wahai Dzat Yang
27) memiliki keagungan dan kemurahan, tiada llah
Semua apa yang ada di bumi mulai melainkan hanya Engkau, dengan rahmat-Mu
kami memohon pertolongan, perbaikilah semua
dari manusia hingga semua makhluk hidup perkara dan urusan kami, dan janganlah Engkau
yang ada, begitu pula para penduduk langit
kecuali makhluk yang dikehendaki oleh Allah pasrahkan kami kepada diri kami sendiri dan
S\MT, seluruhnya akan binasa, fana, dan mati'
Kehidupan mereka semua akan berakhir. jangan pula kepada satu orang pun dari makhluk-
Mu sekejap pun (yakni janganlah Engkau mem-
Tiada yang kekal kecuali hanya Dzat Allah SWT
biarkan kami sekejap Pun)."
Yang memiliki keagungan dan kebesaran, Yang Di antara ayat yang memiliki makna yang
memiliki kemurahan dan karunia yang Dia
peruntukkan untuk memuliakan para hamba- serupa adalah,
Nya yang mukhlish [memurnikan agama, "segala sesuatu pasti binasa, kecuali Allah.
Segala keputusan meniadi wewenang-Nya, dan
ibadah dan penyembahan hanya untuk-Nya)'
hanya kepada-Nya kamu dikembalikan." (al-
Sifat ini, yaitu al-Jalaal dan al-lkraam
adalah salah satu sifat-sifat agung Allah Qashash:88)
SWT, dan nikmat yang paling agung adalah Ibnu Katsir menjelaskan dalam ayat ini,
datangnya waktu pembalasan dan ganjaran Allah SWT menyifati Dzat-Nya dengan sifat
setelah kefanaan itu. Rasulullah saw. dalam "Dzul jalaali wal ikraami." Yakni, hanya Dia-
sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Tirmidzi Iah Yang layak dan pantas untuk diagungkan'
Dia tidak didurhakai dan Dia-lah Yang layak
dari Anas r.a., bersabda,
--!
143l:ll+ky-Y-T'* I"'' (il;;b.trti,,,,,,, ,,,,,,,,,.,,.,*it,E .* t"I:-*'n'""n 1
\-_*-__*
l
dan pantas ditaati. Dia tidak boleh didurhakai. Seluruh penduduk langit dan bumi selalu
Allah SWT berfirman, memohon kepada Allah SWT segala apa yang I
mereka butuhkan. Penduduk langit memohon i
"Dan bersabarlah engkau (Muhammad) kepada-Nya maghfirah, namun mereka tidak
bersama orang yang menyeru Tuhannya pada meminta kepada-Nya rezeki. Sedangkan pen- l
pogi dan senja hari dengan menghorap ke- i
ri dhaan- Nya." (al-Kahfi: 28) duduk bumi meminta kepada-Nya kedua- l
"Sesungguhnya kami memberi makanan duanya (maghfirah dan rezeki). Para malaikat I
kepadamu hanyalah karena mengharapkan
keridhaan Allah." (al-Insaan: 9) juga memintakan maghfirah dan rezeki i
untuk penduduk bumi. Penduduk langit I
Abdullah bin Abbas r.a. mengatakan, !
dan penduduk bumi, sama sekali tidak bisa
kalimat Dzul jalaali wal lkraami maknanya lepas dari-Nya dan pasti membutuhkan-Nya. I
adalah Dzul 'azhamati wal kibriyoa'i, yaitu Segala sesuatu butuh kepada apa yang sesuai i
Yang memiliki keagungan, kebesaran, dan dengannya. Tumbuhan butuh kepada sesuatu I
yang bisa mempertahankan esksistensinya.
kemuliaan.sa Manusia butuh kepada komponen-komponen !
kehidupan materi dan nonmateri. Binatang
"Maka nikmat Tuhanmu yang manakah butuh kepada unsur dan elemen-elemen yang jI
yang kamu dustakan?" (ar-Rahmaan: 28) menjaga kelangsungan hidupnya. I
I
Nikmat Allah yang manakah yang kalian Ini adalah informasi tentang kemaha-
dustakan, sangkal, dan ingkari wahai manusia i
dan jin? Manusia dan semua makhlukseluruhnya kayaan Allah SWT [tiada butuh suatu apa pun)
sama-sama akan mati dan rusak kemudian dari selain-Nya, dan butuhnya semua makhluk
mereka beralih ke alam akhirat. Kemudian kepada-Nya setiap saat dan waktu. Mereka
Allah SWT D zul jalaali wal ikraami menjalankan selalu meminta kepada-Nya baik dengan
sidang peradilan untuk memberikan putusan
di antara mereka dengan hukum dan putusan- bahasa sikap dan keadaan maupun dengan
Nya yang adil. Kefanaan adalah jalan menuju
kepada kekekalan dan kehidupan abadi. Dalam bahasa verbal. Allah SWT setiap saat selalu ber-
kefanaan terdapat nikmat yang setara dalam ada dalam urusan. Di antara urusan-Nya ada-
lah menghidupkan dan mematikan, memberi
bentuk kematian, nikmat silih bergantinya rezeki, menjadikan kaya dan miskin, memulia-
generasi, nikmat keadilan yang mutlak dan kan dan menghinakan, memberi sakit dan mem-
absolut, nikmat berpindah dari alam fana beri kesembuhan, memberi dan tidak mem-
menuju ke alam abadi, yaitu alam ganjaran beri, mengampuni dan menghukum, dan masih
dan pahala yang memiliki banyak kenikmatan
dan kesenangan materi dan nonmateri yang banyak lagi yang lainnya yang tak terhingga.
lengkap. Bagaimana bisa kamu mengingkari
Ibnu |arir; Thabrani, dan Ibnu Asakir me-
nikmat-nikmat yang agung ini? riwayatkan dari Abdullah bin Munib al-Azdi,
'Apa yang di langit dan di bumi selalu ia berkata, "Rasulullah saw. membaca ayat
meminta kepada-Nya. Setiap waktu Dia dalam ini, {cli €. r /.;<y Latu kami bertanya,'Hai
ke sibukan." (ar-Rahma an': 29)
Rasulullah, apakah urusan itu?' Beliau berkata,
'Dia mengampuni suatu dosa, menghilangkan
kesempitan, dan kesulitan, meninggikan suatu
kaum dan merendahkan kaumyang lain."'
54 Tafsir lbnu Katsir, 4/273. "Maka nikmat Tfuhanmu yang monakah
yang kamu dustakan?" (ar-Rahmaan: 30)
TAFSTR Ar-MUNIR JILID 14
Nikmat Allah SWT Yang manakah Yang ei') ,\3.'f t'i't ,'ii qlti *U ,
kalian dustakan? Keragaman urusan-Nya da- .r*i\ ;*-',t,e";
Iam mengatur para hamba-Nya adalah sebuah
"Di antara urusan-Nya adalah meng-
nikmat yang tidak mungkin untuk dibantah,
disangkal, dan diingkari, dan terlalu sulit bagi ampuni dosa, melapangkan kesempitan, me-
siapa pun untuk mendustakan, menyangkal,
ninggikan suatu kaum dan merendahkan
dan mengingkarinya.
kaum yanglain."
Flqlh Kehldupan atau Hukum-Hukum 3. Tidak ada celah sedikit pun untuk men-
Ayat-ayat di atas memberikan sejumlah dustakan, menyangkal, dan mengingkari
pengertian sebagai berikut. sedikit pun dari nikmat-nikmat Allah
i 7. Kefanaan adalah sebuah keniscayaan dan SWT seperti nikmat persamaan di antara
semua makhluk bahwa mereka semua
hal yang pasti untuk seluruh makhluk
di langit dan bumi Pada hari Kiamat, sama-sama fana dan akan mati, nikmat
berpindah ke alam ganjaran dan pahala,
dan kekekalan Allah SWT Yang memilik
kemuliaan dan kekuasaan, keagungan dan nikmat diperkenankannya doa mereka,
kebesaran, ketersucian dari setiap hal yang disediakannya kebaikan dan rezeki serta
tidak pantas bagi-Nya berupa kesyirikan pemberian maghfirah kepada mereka di
dan yang lainnya, serta kemurahan dan dunia dan akhirat.
karunia kepada para hamba-Nya yang
mukhlish (memurnikan agama dan ibadah BALASAN DAN PAHALA DI AKHIRAT ATAS
hanya untukAllah SWT). AMAL.AMAL YANG PERNAH DIPERBUAT
Abdullah bin Abbas r.a. menjelaskan,
tatkala turun ayat, {.:ri \i:t; u'1r} malaikat Surah ar-Rahmaan Ayat 31- 36
berkata, "Penduduk bumi binasa." Lalu
ffii:#K{'I\gtiffi';A$fi'e
turunlah ayat, {G: il u6 ;?ji} malaikat
g4,:gt Uf'ru ot iil;:,t 9t elV,4t
pun yakin dan sadar bahwa mereka juga
ffi ;gia *Y-oidV'riit6,tj*v eF\
fana dan akan binasa.
\futV" K*'Pt"W *.GK# fi\,;ri
2. Penduduk langit dan bumi mereka {.#$S\e+ffiloY*xAt:
semua memohon segala apa yang mereka
butuhkan. Penduduk langit memohon
maghfirah, sedangkan pendudukbumi me-
mohon maghfirah dan rezeki. Allah SWT
setiap saat berada dalam suatu urusan
atau perkara, dan di antara urusan-Nya "Kami akan memberi perhatian sepenuhnya
adalah menghidupkan dan mematikan,
kepadamu wahai (golongan) manusia dan jin!
memuliakan dan menghinakan, memberi
rezeki dan yang lainnya. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang
kamu dustakan? Wahai golongan jin dan manusia!
Bukhari dalam tarikhnya, Ibnu Majah
dan Ibnu Hibban meriwayatkan dari Abu lika kamu sangguP menembus (melintasi) penjuru
langit dan bumi, maka tembuslah. Kamu tidak
Darda'r.a. dari Rasulullah saw., menyang- akan mamPu menembusnya kecuali dengan
kut ayat, (:L e ; ;;.',fY beliau bersabda, kekuatan (dari Allah). Maka nikmat Tuhanmu
yang manakah yang kamu dustakan? Kepada urusan). Akan tetapi, Allah SWT tiada sedikit
kamu (jin dan manusia), akan dikirim nyala api pun tersibukkan oleh suatu urusan hingga
meninggalkan suatu urusan yang lain. Akan
dan cairan tembaga (panas) sehingga kamu tidak tetapi, ungkapan ini hanyalah sebagai bentuk
dapat menyelamatkan diri (darinya). Maka nikmat perumpaan dan ilustrasi semata.
Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?"
(ar-Rahmaan: 31-36) (yu..i! 'r'i*r6iiq;)$tki aottaiupiter)iGntiaih'r;{ir,r.Ju.liriy!.&di:tsitnt1i\
Qlraa'aat adalah perintah yang bersifat melemahkan (at-
Ta'jiiz, menyatakan bahwa mereka lemah dan
(L'nY' tidak mampu melakukannya).
d';a ini adalah bacaan Hamzah dan al- Mufradaat LuEhawWah
Kisa'i, 4€ L';;ty Kami akan mencurahkan dan
(,j,y'"i,r.il, t+lf: mendedikasikan segenap perhatian Kami
1o>uirr iii; ini adalah bacaan Ibnu Amir. untuk menghisab dan membalas kalian pada
hari Kiamat. Atau, Kami benar-benar akan
{irp}:
mendatangi kalian. Di sini terkandung makna
lirr;y Ini adalah bacaan Ibnu Katsir. ancaman. (r>tAr tfiiy wahai manusia dan jin.
(vH:f,: {,rfi ,:iy yita memang kalian mampu
<urri> ini adalah bacaan Ibnu Katsir dan
untuk keluar menembus melalui sisi-sisi langit
Abu Amr. dan bumi untuk melarikan diri dari Allah SWT
dan menghindar dari qadha'-Nya. Kata (tGiF
l'raab
adalah bentuk jamak dari, al-Quthr.$riiy
4:,4 ;u J.Ci ,(, ,] Ltp rii; .p;y t<ata
{;';j1} dibaca rafa', karena di'athafl<an ke- silahkan saja kalian coba lakukan jika mampu.
pada kata (irr}. Ada versi qiraa'aat yang Ini adalah perintah yang bersifat melemahkan
dan menegaskan ketidakmam puan (at-Ta'j iiz).
membaca jarr, wa nuhaasin. Namun tidak
43t:u i) kalian tidak kuasa dan tidak mampu
boleh jika di"athaJkan kepada kata (,d jF untuk menembus dan melintasinya. {lt-: {l}
Karena, syuwaazh (nyala) tidak bisa muncul kecuali dengan kekuatan dan kekuasaan.
dari an-Nuhaas yang di sini bermakna ad- {i,rr} lidah atau nyala api yang murni
tanpa mengandung asap. (;Cry dan asap
Dukhaan [asap). Tetapi versi qiraa'aat ini tanpa nyala api. (l.,',s x| maka kalian tidak
dilihat dalam konteks adanya kata yang disifati
yang dibuang, yakni syuwaazhun min naarin akan bisa menghindar dari adzab tersebut dan
wa syai'un min nuhaasia lalu kata yang disifati tidak akan bisa menghalaunya. Tetapi, kalian
dibuang, yaitu syai'un, lalu hurufTarr min juga semua digiring menuju ke al-Mahsyar.
dibuang. Persesualan Ayat
Balaaghah Setelah menerangkan sejumlah nikmat
Allah SWT kepada manusia seperti nikmat
(u>rilr.ji ?< L'fiYdi sini terdapat isti'aarah diajari ilmu, nikmat diciptakan, nikmat pen-
ciptaan langit dan bumi berikut segala apa
ta mtsiiliyy ah, yaitu p roses hisab yang dilakukan yang ada pada keduanya, serta informasi
terhadap para makhluk dan balasan terhadap
mereka pada hari Kiamat diserupakan dengan
keadaan at-tafarrugh lil amri fmencurahkan
segenap perhatian sepenuhnya kepada suatu
F
TArsrRAr-MuNrR )rLrD 14
tentang kefanaan itu semua pada hari Kiamat, manusia dan jin? Di antara bentuknikmatAllah
SWT adalah Dia berlaku adil kepada makhluk
selanjutnya di sini Allah SWT ingin meng- dengan memberi pahala kepada orang-orang
baik dan menghukum orang-orangiahat. Tiada
informasikan pembalasan dan hisab pada hari seorang pun yang dizalimi sedikit pun.
Kiamat. Setiap orang akan dibalas atas apa
Kemudian, Allah SWT menegaskan bahwa
yang telah ia kerjakan, diganjar pahala atas tidak akan ada yang bisa melepaskan diri dari
pembalasan tersebut,
amal saleh yang telah ia persembahkan, tidak
ada tempat untuk kabur dan menghindar dari "Wahai golongan jin dan manusia! Jika
hukuman dan tidak pula bisa mengelak darinya.
kamu sanggup menembus (melintasi) peniuru
Tafslr dan Penlelasan Iangit dan bumi, maka tembuslah. Kamu tidak
akan mampu menembusnya kecuali dengan
"Kami akan me mb e ri p e rhatian s ep enuhny a kekuatan (dari Allah)." (ar-Rahmaan: 33)
kepadamu wahai (golongan) manusia dan iin!" Wahai manusia dan jin, jika memang
(ar-Rahmaan:31) kalian mampu untuk keluar menerobos dari
sisi-sisi langit dan bumi untuk lari melepaskan
Kami akan mencurahkan segenap per-
hatian kami untuk menghisab dan membalas diri dari qadha' dan qadar Allah SWT dari
kalian atas amal-amal kalian wahai umat kuasa dan kekuasaan-Nya, silahkan kalian
manusia dan jin. Manusia dan jin disebut ats- coba lakukan hal itu dan selamatkan diri
Tsaqalaini karena mereka adalah beban (afs- kalian. Kamu sekalian tidak sanggup untuk
Tsiql) yang ada di atas bumi, baik ketika hidup menerobos dan melarikan diri dari putusan
maupun setelah mati. dan kekuasaan-Nya kecuali dengan kekuatan
Ayat ini merupakan sebuah ungkapan dan kekuasaan, sementara kalian tiada
ancaman keras dari Allah SWT kepada para sedikit pun memiliki kekuatan dan tidak pula
hamba karena perlu diketahui bahwa Allah kemampuan untuk melakukan hal itu. Oleh
SWT tiada disibukkan oleh sebuah aktivitas karena itu, sekali-kali tidak akan mungkin bagi
dari aktivitas yang lain. kalian untuk melarikan diri.
Dalam sebuah hadits shahih terdapat Kata al-Ma'syar berarti golongan yang
besar. Yang lebih tepat bahwa al-Ma'syar
tafsir yang menjelaskan maksud dari kata afs-
Tsaqalaini sebagaimana yang disebutkan di adalah bilangan yang sempurna dan banyak
atas y a sm a' uh u kull u sy a i' in ill a a ats'Ts a q a I a ini
yang tidak ada lagi bilangan setelahnya
[suara teriakannya itu didengar oleh setiap
sesuatu kecuali manusia dan jin). Dalam kecuali dengan menambahkan suatu bilangan
sebuah riwayat disebutkan secara spesifik dan yang ada dengan bilangan yang lain, yaitu
dengan mengulang bilangan satuan (seperti
eksplisit, illal insi wal iinni (kecuali manusia sepuluh misalnya, dalam bahasa Arab setelah
sepuluh tidak ada bilangan lagi kecuali dengan
dan jin).
Dalam hadits ash-Shuur disebutkan ats- menambahkan bilangan lain).
Di antara ayat yang serupa dengan ayat ini
Tsaqalaani, al-lnsu wal iinnu. Yang maknanya
ats-Tsaqalaani adalah manusia dan jin adalah
"Maka nikmat Tuhanmu yang manakah 'Adapun orang-orang yang berbuat ke-
yang kamu dustakan?" (ar-Rahmaan: 32) jahatan (akan mendapat) balasan keiahatan
Nikmat Allah SWT yang manakah Yang y ang setimp al dan me reka dis elubung i ke hina an.
kalian dustakan, sangkal dan ingkari wahai
Tidak ada bagi mereka seorang pelindung pun tatsniyah [dua), untuk menjelaskan bahwa
dari (adzab) Allah, seakan-akan wajoh mereka
pengiriman api dan nuhaas kepada golongan
ditutupi dengan kepingan-kepingan malam manusia dan jin kedua-duanya, bukan kepada
salah satunya dan bukan pula kepada seluruh
yang gelap gulita. Mereka itulah penghuni ne-
raka, mereka kekal di dalamnya." (Yuunus: 27) manusia dan jin. Begitu juga dengan peng-
gunaan kata{orni >riy dalam bentuk tatsniyah,
"Maka nikmat Tuhanmu yang manakah
yang kamu dustakan?" (ar-Rahmaan: 34) yakni kalian wahai manusia dan jin tidak bisa
saling menolong antara sebagian kepada
Nikmat Allah SWT yang manakah yang
kalian dustakan, sangkal, dan ingkari wahai sebagian yang lain.
manusia dan jin? Oleh karenanya, redaksi
"Maka nikmat Tuhanmu yang manakah
peringatan dan teguran didahulukan sehingga yang kamu dustakan?" (ar-Rahmaan: 36)
bisa semakin memotivasi orang baik dan mem-
Nikmat Allah manakah yang kalian dusta-
buat orang yang jahat menjadi takut. Allah kan wahai manusia dan jin? Teguran termasuk
SWT kuasa menghukum semuanya, sehingga
tiada seorang pun yang bisa melepaskan diri. bentuk ungkapan kelembutan dan kasih
Sebagaimana Allah SWT juga memberikan
pengampunan, meskipun Dia Mahakuasa atas sayang. Pembeda antara orang yang taat dan
segala sesuatu termasuk untuk membalas dan orang yang membangkang dengan memberi
menghukum. Itu adalah sebuah nikmat yang pahala orang yang taat dan menghukum orang
yang durhaka dan membangkang juga ter-
lain. masuk salah satu bentuk nikmat Allah SWT.
Dalam ayat di atas, digunakan kalimat, Flqlh Kehldupan atau Hukum-Hukum
{.-u,- } dalam bentuk jamak, untuk menegas-
Ayat-ayat di atas menjelaskan sejumlah
kan kelemahan dan ketiadasanggupan me-
reka serta untuk menegaskan keagungan ke- hal sebagai berikut.
kuasaan Allah SWT. 1. Hisab dan balasan atas amal-amal ma-
"Kepada kamu [jin dan manusia), akan nusia pada hari Kiamat adalah sebuah
dikirim nyala api dan cairan tembaga (panas) keniscayaan dan akan ada langkah nyata
sehingga kamu tidak dapat menyelamatkan
diri (darinyaJ." (ar-Rahmaan: 35) untuk dilakukan pembalasan atau per-
Seandainya kalian wahai manusia dan hitungan amal. Ini adalah sebuah ancaman
jin keluar melarikan diri, dikirimkan kepada dan peringatan keras dari Allah SWT ke-
kalian kobaran api atau nyala api yang murni
tanpa mengandung asap, serta asap beserta pada para hamba-Nya supaya mereka
apinya, atau dituangkan di atas kepala kalian
tembaga yang dicairkan, sekali-kali kalian benar-benar takut dan waspada terhadap
tiada akan mampu untuk menghindar dari
hari perhitungan amal (hisab) dan hari
adzab Allah SWT.
pembalasan.
|adi, kata ('iC;F dalam ayat ini bisa
2. Hisab atau perhitungan amal merupakan
bermakna asap tanpa kobaran nyala api, atau
tembaga cair yang dituangkan ke atas kepala. sebuah dalil yang jelas dan nyata bahwa
pembebanan syari'at juga berlaku ter-
Di sini digunakan kata {tii;} dalam bentuk
hadap bangsa jin dan manusia. Bangsa
jin juga berstatus sebagai mukallaf (yang
mendapat kewajiban), perintah dan
larangan syara' juga berlaku untuk me-
reka dan mereka juga mendapat pahala
dan hukuman sama seperti manusia. fin
yang Mukmin sama seperti manusia yang 5. Bagaimana bisa bagi seorang manusia
Mukmin, dan jin yang kafir sama seperti
dan jin mengingkari, mendustakan, dan
manusia yang kafir. Dalam aspek ini, tidak
menyangkal sesuatu dari nikmat-nikmat
ada perbedaan sedikit pun antara kita ini? Sesungguhnya hisab adalah haq dan
balasan adalah haq. Masing-masing dari
bangsa manusia dengan mereka. hisab dan balasan bertujuan untuk me-
menuhi hak yang utuh dan menegakkan
3. Tidakadatempatuntukmelarikandiridan
keadilan yang mutlak dan total. Peringatan,
mengelak dari pembalasan dan hisab atas
amal-amal manusia dan jin. Mereka sama teguran, dan ancaman bisa mencegah dan
sekali tidak bisa lari melepaskan diri dari
menghalangi dari sikap menantang dan
adzab kecuali dengan sebuah kekuasaan durhaka, bisa menciptakan ketundukan
dari Allah SWT yang bisa melindungi penuh, pengakuan, dan pengikraran atas
keagungan kekuasaan dan kuasa Allah
mereka. Jika tidah tidak ada seorang pun
SWT.
dan suatu apa pun yang bisa memberikan
jaminan perlindungan bagi mereka.
Kenapa dalam ayat 33, kata ii-n,t:Ytang TERPECAHNYA LANGIT DAN KEADAAN PARA
tF PENDOSA PADA HARI KIAMAT
disebutkan lebih dahulu, ,jTJ
(r-i', hal itu karena dalam konteks me-
nembus dan melintasi peniuru-penjuru Surah ar-Rahmaan Ayat 37 '45
langit dan bumi, bangsa jin adalah yang
lebih layak dan pantas jika seandainya
mampu. Adapun dalam konteks membuat +U@asxs'i;1,rK {Atn:6r Er
sesuatu seperti Al-Qur'an, dalam hal ini
tri}iy-$"&f,i* $i {#w )l\
bangsa manusia adalah yang lebih layak qi-ffi*:r*(4X\+u e EV
--lt*
dan pantas jika seandainya memang
mampu. Oleh karena itu, dalam konteks
ini, manusia disebutkan lebih dulu seperti
yang tercantum dalam aYat, 5\ sE m ;' ti,tv e$\Yfi W.6iA\
"Katakanlah,'Sesungguhnya iika ma- w& 'o3L.i\A,cK"/l;;a$\W{#lKt
nusia dan jin berkumpul untuk membuat
(&10,) 'q'#W$uqwUr*'&W.:;,$*,
yang serupa (dengan) Al'Qur' an ini, mereka
QeP
tidak akan dapat membuat yqng serupa
"Maka apabila langit telah terbelah dan
dengannya, sekalipun mereka saling mem-
menjadi merah mawar seperti (kilauan) minyak.
bantu satu samq lain,"'(al'Israa': 88)
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang
4. Seandainya kalian keluar menerobos
kamu dustakan? Maka pada hari itu manusia dan
lewat suatu sisi langit atau bumi, langsung
dikirimkan kepada kalian kobaran api dan jin tidak ditanya tentang dosanya. Maka nikmat
asap atau tembaga cair yang dituangkan di
atas kepala kalian. Kalian langsungterkena Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
adzab yang menghalangi dari usaha untuk
Orang-orang yang berdosa itu diketahui dengan
kabur dan menerobos keluar. Sebagian tanda-tandanya, lalu direnggut ubun-ubun dan
kalian tidak bisa menolong sebagian yang
lain wahai jin dan manusia. kakinya. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah
yang kamu dustakan? Inilah neraka Jahannam
yang didustakan oleh orang-orang yang berdosa.
Mereka berkeliling di sana dan di antara air yang
TAFSTR Ar-MuNrR IrrrD 14
mendidih. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah 4i; i; ali'"" iA.; d"irs{bini tidak adanya
yang kamu dustakan? " (ar-Rahmaan : 37 -45) adalah pada
pertanyaan tentang dosa
saat pertama kali mereka keluar dari kubur
l'raab dan digiring ke al-Mahsyar. Adapun ayat 92
(,rri{r; *t}u, i;$\ jaarr majruur, (rry'l!} surah al-Hija 4:*i #iv; c:t?y dan ayat-ayat
berkedudukan i'raab rafa' sebagai naa'ibul lain yang memiliki makna serupa, itu adalah
faa'il. Pada fi'il, {;-f} tidak terdapat dhamir dalam konteks ketika proses hisab di aI-
yang kembali kepada kata $;t|)ir! akan te-
Mahsyar.
tapi menurut ulama nahwu Bashrah, dhamir-
{gr;"*}tanda-tanda mereka. (6rriij tj qt}t',$
nya adalah muqaddar (dikira-kirakan, di-
ini adalah bentuk jamak dari an-Naashiyah
asumsikan), yakni fa yu'khadzu minhum
atau, fa yu'khadzu bi nawaashiihim wa yang berarti bagian depan atas kepala, ubun-
ubun. Sedangkan al-Aqdaam adalah bentuk
aqdaamihim. Sedangkan menurut pendapat jamak dari, qadamkaki.
ulama nahwu Kufah, alif lam yang terdapat (ji .r Gi \4,i IttU-b mereka senantiasa
pada kata an-Nawaashii dan al-Aqdaam bolak-balik dan mondar-mandir antara api
neraka yang membakar mereka dan air yang
adalah yang menggantikan posisi dhamir, sangat panas yang diberikan kepada mereka
seperti ayat, jannaatu Adnin mufattahatan
lahum al-Abwaab, yakni abwaabuhaa. luga ketika mereka berteriak-teriak minta tolong
seperti perkataan, Zaidun, ommaa al-Maalu
karena panasnya api yang membakar mereka.
fa katsiirun, yakni maaluhuu. Sedangkan jika
Persesuaian Ayat
berdasarkan pendapat ulama nahwu Bashrah,
Ayat-ayat ini adalah sebuah untaian lain
asumsinya adalah mufattahatan lahum al- yang berkaitan dengan keadaan akhirat dan
balasannya. Setelah Allah SWT menjelaskan
Abwaab minhaa, Zaidun ammoq al-Maalu fa kengerian hisab dan keniscayaannya serta
ketidakmungkinan untuk menghindar atau
katsiirun lahuu. lari darinya, Allah SWT menjelaskan terjadi-
Balaaghah nya perubahan alam dan kekacauan sistem-
nya, langit menjadi retak-retak dan mencair
{;u;it< i;'ri aK *iJt ,:Li.,r r;p} terdapat
seperti minyak, orang-orang pendosa ter-
"r
tasybiih baliigh karena wajhusy syabah (titik identifikasi dari yang lainnya dengan sejumlah
persamaan) dan adaatut tasybiih (huruf atau tanda-tanda khusus sehingga ketika itu tidak
perlu lagi untuk menanyai mereka. Kemu-
article tasybiih) dibuang, yakni kal wardati dian selanjutnya mereka dibawa ke neraka
fil humrati [seperti mawar dalam warna fahannam dengan cara diseret dan dilempar-
kan ke dalam neraka dengan dipegangi ubun-
merahnya).
ubun dan kaki mereka. Di dalam neraka,
Mufradaat Lufhawlyyah
mereka bolak-balik antara api neraka yang
(+'F retak-retah pecah-pecah. (;;;;F membakar mereka dan air mendidih yang
seperti mawar yang merah. (,:r;irs! mencair sangat panas, seraya dikatakan kepada me-
seperti minyak atau seperti kulit yang ber- reka sebagai bentuk kecaman dan cercaan,
warna merah, berbeda dengan bentuk dan "lnilah fahannam yang dulunya kalian men-
dustakannya dan tidak memercayainya."
kondisinya saat ini. fawaban untuk kata (rl1y
di sini dibuang, yakni fa maa o'zhamal haulu
[betapa dahsyatnya kengerian yang terjadi).
TArsrR Ar-MuNrR )rLrD 14
Tafsir dan Penielasan melakukan kejelekan. Mana lagi nikmat Allah
SWT yang masih kalian dustakan dan ingkari?
Allah SWT mengiringi kalimat {y,ry. *}
"Maka pada hari itu manusia dan jin tidak
fyakni pada saat nyala api dan timah cair
dikirimkan kepada kalian. Ketika itu kalian ditanya tentang dosonya." (ar-Rahmaan: 39)
tidak bisa saling menolong) yang terdapat
Pada hari saat Iangit retak-retah pecah,
pada ayat sebelumnya dengan kalimatfa idzaa dan terbelah, tidak ada satu pun dari manusia
insyaqqat as-Samaa'u wa dzaabat. Ketika langit dan jin yang ditanyai tentang dosanya. Mereka
pecah-pecah dan meleleh, bumi, udara, dan semua sudah dapat dikenali dan diidentifikasi
langit semuanya berubah menjadi api, ketika dengan tanda-tanda khusus mereka ketika
itu bagaimana kalian bisa saling menolong?
keluar dari kubur. fuga karena Allah SWT telah
"Maka apabila langit telah terbelah dan
menjadi merah mawar seperti (kilauan) mencatat dan mendokumentasikan semua
minyak." (ar-Rahmaan: 37)
amal perbuatan.
Ketika hari Kiamat tiba, langit menjadi Menyangkut ayat ini, Mujahid berkomen-
pecah dan hancur berubah seperti mawar
tar malaikat tidak bertanya manakah orang-
merah dan meleleh seperti minyak, atau ber-
warna seperti kulit yang memerah. Maksud- orang pendosa. Mereka dapat dikenali melalui
ciri dan tanda-tanda khusus mereka.
nya adalah bahwa langit meleleh seperti
Ini sama seperti firman Allah,
melelehnya minyak dan berwarna-warni
"Inilah hari, saat mereka tidak dapat ber-
seperti warna-warninya bahan celupan, ter-
kadang merah, kuning, biru, atau hijau. Itu bicara, dan tidak diizinkan kepada mereka
adalah disebabkan begitu dahsyatnya kejadian mengemukakan alasan agar mereka dimaaf-
yang ada, yaitu kengerian pada hari Kiamat. kan." (al-Mursalaat: 3 5-36)
Di antara ayat lain yang serupa adalah, Kemudian setelah itu, mereka akan di-
tanyai dan dimintai pertanggung jawaban
'Apabila langit terbelah." (al-Insyiqaaq: 1) pada episode lain, yaitu pada hari saat para
'Apabila langit pecah." (al-Infithaar: 1) makhluk ditanyai tentang segala amal per-
buatan mereka di lokasi pelaksanaan proses
"Dan terbelahlah langit, karena pada hari hisab, sebagaimana firman Allah SWT dalam
itu langit menjadi repuh." (al-Haaqqah: 16)
ayat,
"Dan (ingatlah) pada hari (ketika) langit
pecah mengeluarkan kabut putih dan para "Make demi Tuhanmu, Kami pasti akan
malaikat diturunkan (secara) bergelombang. menanyai mereka semuq, tentang apq yang
(al-Furqaan:25) telah mereka kerjakan dahulu." (al-Hiir: 92'
e3)
"Maka nikmat Tuhanmu yang manakah
yang kamu dustakanT" (ar-Rahmaan: 38) "Tahanlah mereka (di tempat perhentian),
sesungguhnya mereka akan ditanya." (ash-
Nikmat Allah SWT yang manakah yang Shaaffaat:24)
kalian dustakan, sangkal, dan ingkari wahai
"Maka nikmat Tuhanmu yang manakah
manusia dan jin? yang kamu dustakan?" (ar-Rahmaan: 40)
Informasi tentang hal itu memunculkan Mana lagi nikmat Allah SWT yang kalian
rasa takut yang mencekam yang bisa men- dustakan dan ingkari dari apa yang dikarunia-
kan Allah SWT kepada para hamba-Nya yang
cegah orang yang mendengarnya urung untuk
Mukmin pada hari ini dan dari teguran dan saksikan dan lihat sendiri yang dulunya kalian
peringatan yang telah disampaikan ini supaya mendustakan, mengingkari dan tidak me-
manusia meninggalkan dosa-dosa dan kembali mercayai keberadaannya. Lihatlah neraka
kepada kesadaran dan kelurusan mereka. fahannam itu sekarang ada di depan mata
kalian dan bisa kalian lihat secara langsung
Kemudian, Allah SWT menjelaskan sebab
kenapa mereka tidak ditanyai, dengan mata kalian."
"Orang-orang yang berdosa itu diketahui Di dalam neraka, mereka diadzab dengan
dengan tanda-tandanya, lalu direnggut ubun- dua bentuk adzab, yaitu dibakar dengan api
ubun dan kakinya." (ar-Rahmaan: 41)
neraka dan diberi minum dengan air yang
Orang-orang kafir dan para pendosa pada
saat keluar dari kubur, mereka dapat dikenali mendidih yang sangat panas yang efeknya
dan diidentifikasi melalui ciri dan tanda-tanda seperti timah meleleh yang dicairkan meng-
mereka, yaitu muka hitam, mata biru, dan
tampak sekali mereka diliputi oleh kesedihan, hancurkan seluruh isi perut, seperti firman
kegalauan, dan kedukaan. Lalu kaki-kaki me-
reka diikatkan ke ubun-ubun mereka dan di- Allah SWT dalam ayat,
lemparkan oleh malaikat ke dalam neraka.
Kata an-Nawaashii adalah bentuk jamak dari "Ketika belenggu dan rantai dipasang di
an-Naashiyah yang berarti rambut bagian leher mereka, seraya mereka diseret, ke dalam
depan atas kepala. air yang sangat panas, kemudian mereka
Di sini digunakany''il4i;Jub dalam bentuk dib akar d al am api." (al-Mu' minz 7 t-7 2)
mufrad (tunggal), padahal kata (ir,,-!r} "Maka bagi orang kafir akan dibuatkan pa- .l
adalah bentuk jamak. Itu karena f it [lt'ib kaian-pakaian dari api (neraka) untuk mereka.
Ke atas kepala mereka akan disiramkan air
berkaitan dengan kata {rr-tflu} seperti per- yang mendidih. Dengan (air mendidih) itu akan
dihqncurluluhkan apq yang ada dalam perut
kataan, Dzahaba bi Zaidin. dan kulit mereka. Dan (adzab) untuk mereka
"Maka nikmat Tuhanmu yang manakah cambuk-cambuk dari besi." (al-Haii= l9-Zl)
yang kamu dustakan?" (ar-Rahmaan= 42)
"Maka nikmat Tuhanmu yang manakah I
Nikmat manakah yang kalian dustakan yang kamu dustakan?" (ar-Rahmaan: 45)
dan ingkari? Kalian benar-benar telah diberi {
teguran dan peringatan lebih dulu. Kalian juga
telah diberitahu nasib dan kesudahan yang Setelah adanya penjelasan, peringatan, i
dan pemberitahuan lebih dulu nikmat mana
menanti di alam akhirat. lagi yang masih kalian dustakan dan ingkari? I
I
"Inilah neraka Jahannam yang didustakan Fiqih Kehidupan atau Hukum-Hukum I
oleh orang-orang yang berdosa. Mereka ber-
Ayat-ayat di atas menjelaskan sejumlah i
keliling di sana dan di antaro air yang men- r
didih." far-Rahma an: 43 -44) hal sebagai berikut.
l
Di sini ada kata yang disembunyikan, L. Sesungguhnya pecahnya langit terjadi i
yakni ketika itu dikatakan kepada orang- sesaat setelah pelepasan kobaran nyala I
orang kafir sebagai kecaman dan cercaan, api. Ketika langit terbelah dan pecah- I
"lni neraka fahannam yang sekarang kalian pecah, ia akan berwarna merah mawar
dan meleleh seperti minyak laksana kulit
yang berwarna merah murni. fadi, penye-
rupaan dengan minyak bukanlah dalam
hal warna tetapi dalam hal meleleh. Se-
srt"ttar'nalmaan lttltr(t#h\-"-"-:-:Z*l--S*_h1_,vrS, JFirt" TAFSIRAL-MUNIRIILIDI4
dangkan penyerupaan dengan mawar Menghukum para pembangkang, pen-
adalah dalam warnanya. durhaka, dan pendosa serta memberi
nikmat dan kesenangan kepada orang-
2. Sesungguhnya Kiamat mempunyai be-
orang yang bertakwa, adalah termasuk
berapa episode dan babak karena pan-
jangnya hari tersebut. Manusia dan jin bagian dari karunia, rahmat, keadilan, belas
ditanya pada suatu episode dan mereka kasih, kelembutan, dan kesantunan Allah
tidak ditanya pada episode yang lain. Me-
reka tidak ditanya pada episode saat me- SWT kepada makhluk-Nya. Peringatan
reka keluar dari kubur dan pada episode yang telah Allah SWT sampaikan kepada
mereka tentang adzab dan hukuman-Nya
ketika mereka sudah berada di neraka.
adalah termasuk hal yang bisa mengekang
Sedangkan pertanyaan dan tuntutan per-
dan mencegah mereka dari kesyirikan,
tanggungjawaban adalah terjadi pada
kemaksiatan, dan yang lainnya.
episode proses hisab sebelum masuk ke
MACAM.MACAM NIKMAT ALLAH SWT YANG
surga atau neraka. DIBERIKAN KEPADA ORANG.ORANG YANG
BERTAKWA DI AKHIRAT
Berdasarkan pendapat yang masyhuq,
yang dimaksudkan dari pertanyaan di sini ' ;f-
bukanlah pertanyaan seperti, "Siapakah
yang berdosa di antara kalian?" ., , : ,G*tirAffiH,SuftBA
3. Orang-orang kafir dan para pendosa di- Surah ar-Rahmaan Ayat 46 - 61
bedakan dari orang-orang Mukmin me-
e's6?
lalui sejumlah ciri dan tanda khusus
jbr,,HtqtE;:;t"a6!u,e,
yang jelas, yaitu mereka bermuka hitam
SeE||;;$LDC.W;.'{tCK;
muram, mata biru, dan tampak sekali '*Kfu5\-#E@*;Y**A*fiY
mereka diliputi oleh kesedihan, ke-
galauan, dan kemuraman sebagaimana $+,.; ilv&6'tiitu
#W'dri;Vr it r o.Gj\ rYr+ b W,;-.
yang sudah pernah disinggung. Malaikat
memegangi ubun-ubun dan kaki mereka, *K*r$\sq
lalu melempar mereka ke dalam neraka. "Dan bagi siapa yang takut akan saat
menghadap Tuhannya ada dua surga. Maka
4. Dikatakan kepada mereka dengan nada
kecaman, cercaan, cemoohan, penghinaan,
dan peremehan, "lni adalah api neraka
yang telah diberitakan kepada kalian, lalu
kalian mendustakan dan mengingkarinya."
Mereka diadzab dengan dua bentuk adzab,
yaitu terkadang di dalam air yang men-
didih dan super panas dan terkadang di
dalam api neraka.
5. Setiap kali selesai menyebutkan suatu
nikmat, Allah SWT mengungkit-ngungkit
nikmat-Nya kepada para hamba-Nya
dengan kalimat, "Mqke nikmat Tuhqnmu
yang manakahyang kamu dustakan?"
*TsrRll-My),:*Irrlp,l4 ...,,,, ..,. _....., **{t{\d*-;*5_2**l/bf.}iti,, .......,,, ._,., -..,.,," s:i:1,,"'-R_"},,::"n
nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu $3;Sti -;Qt il:Vb Kalimat ini ber-
dustakan? kedua surga itu mempunyai aneka kedudukan i'raab nashab sebagai haal dari
pepohonan dan buah-buahan. Maka nikmat
kata (?P, c,rts\ perkiraannya, fiihinna
Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
Di dalam kedua surga itu ada dua buah mata air qaashiraatuth tharfi musybihaatul Yaaquuta
yang memancar. Maka nikmat Tuhannru yang
manakah yang kamu dustakan? Di dalam kedua wal marjaana.
surga itu terdapat aneka buah-buahan yang Balaaghah
berpasang-pasangan. Maka nikmat Tuhanmu yang {/rj t-1y di antara kedua kata ini
manakah yangkamu dustakan? Mereka bersandar
terdapat jinoas naaqish atau iinaas isytiqaaq,
di atas permadani yang bagian dalamnya dari karena ada sebagian harakat dan hurufnya
sutra tebal. Dan buah-buahan di kedua surga itu yang berbeda.
dapat (dipetik) dari dekat. Maka nikmat Tuhanmu
{yrJ -tVs :4y Di sini terdapat al-Iiiaaz
yang manakah yang kamu dustakan? Di dalam
surga itu ada bidadari-bidadari yang membatasi (peringkasan kata-kata) dengan membuang
pandangan, yang tidak pernah disentuh oleh
manusia mauPun jin sebelumnya. Maka nikmat kata yang disifati, yaitu nisaa'un. Yakni,
nisaa'un qasharna abshaarahunna 'alaa
Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
azwaajihinna [bidadari-bidadari yang mem-
Seakan-akan mereka itu permata yaqut dan batasi pandangannya hanya kepada suami
mereka).
marjan. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah
yang kamu dustakan? Tidak ada balasan untuk Mufradaat LuEhawffiah
kebaikan selain kebaikan (Pula). Maka nikmat
Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?" yan(g;rr-a*s"a:;tFakduatnnyabaigtui otrearnwguYjuandgdtaalkaumt
(ar-Rahmaan: 46-61)
sikap menjauhi kemaksiatan dan mengikuti
l'raab amal-amal ketaatan. Kata al-Khauf asalnya
adalah bermakna, mengantisipasi, dan mem-
{:di 6r;!} kata (fr;!} adalah bentuk perkirakan kemungkinan terjadinya sesuatu
tatsniyah kata dzaatu yang asalnya adalah yang tidak diinginkan di waktu yang akan
dzawyatu, lalu harakat ya' dipindah ke huruf
sebelumnya sehingga berubah menjadi mati, datang. Lawan katanya adalah al-Amnu (aman).
lalu diganti alrl sehingga menjadi dzawaatu.
Hanya saja, jika dalam bentuk mufrad, huruf {.;, at } saat dirinya berdiri di hadapan Tuhan-
wqwunya dibuang sehingga menjadi dzaatu nya untuk menjalani proses hisab. Sehingga
untuk membedakan dari bentuk jamaknya,
ia pun tidak melakukan kemaksiatan kepada-
yaitu dzawaatu. Kembalinya huruf wawu Nya, yakni, takut terhadap sebuah masa ketika
para hamba menjalani proses hisab. Atau takut
terhadap pengawasan Allah SWT terhadap
ketika dalam bentuk tatsniyah menunjukkan tingkah laku dan segenap keadaannya.
bahwa huruf wqwu tersebut adalah huruf asli
dari kata ini. (yrllih bagi orang itu ada dua surga, yaitu
surga ruhani dan surga jasmani. {irr,it} dahan-
4;; *;$r) kata {;#} dibaca nashab dahan. Bentuk jamak dari fanan seperti kata
thalal. Atau macam-macam pepohonan dan
sebagai haal darikata man yang terdapat pada buah-buahan, bentuk jamak darifann (warna-
kalimat 4:6 .;, iw ,tt|fi| Atau kata yang warni, keragaman).(yUf )*ryY di dalamnya
menjadi 'aamil untuk haal ini adalah dibuang, ada dua mata air yang mengalir di mana pun
yakniyatano'amuuna.
TAFSIRAL-MUNIR JILID
mereka berada, apakah di bagian atas atau di batu mutiara berukuran kecil. Kenapa yang
bagian bawah. Ada keterangan mengatakan disebutkan di sini adalah batu mutiara yang
dua mata air di sini maksudnya adalah mata berukuran kecil, karena batu mutiara kecil
lebih putih dan lebih cemerlang daripada
air Tasniim dan mata air Salsabiil.
mutiara yang berukuran besar. i1 i,r:;jr ,t; bb
ft'r.f ,iVY di dalamnYa ada sePasang,
4ir,.jrtidak ada balasan bagi kebaikan dalam
atau dua macam, dari setiap buah-buahan,
amal kecuali kebaikan dalam pahala, yaitu
yaitu basah dan kering. (4;F Bentuk jamak
surga.
dari firaasy, alas untuk tidur dan beristirahat.
Sebab Turunnya Ayat (46)
(qG) Bentuk jamak dari bithaanah yang
Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari lbnu
artinya adalah bahan yang lembut dan halus
yang digunakan untuk melapisi bagian dalam Syaudzab, ia berkata, "Ayat ini turun me-
alas tidur. 4:;:lrr) terbuat dari sutera brokat. nyangkut diri Abu Bakar ash-Shiddiq r.a.J'
Sedangkan lapisan bagian luarnya terbuat Ibnu Abi Hatim dan Abusy Syaikh bin
dari sutera lembut. {;r} buah-buahan. (.:ti} Hayyan dalam kitab, Al-Azhamah meriwayat-
kan dari Atha', "Bahwasanya pada suatu hari,
rendah sehingga mudah dipetik oleh orang Abu Bakar ash-Shiddiq r.a. membicarakan hari
yang berdiri, orang yang duduk, dan orang Kiamat, timbangan, surga, dan neraka. Lalu
ia berkata, Aku ingin andai saja aku hanyalah
yang sedang bersandar.
salah satu dari rerumputan hijau ini, seekor
("j{} di dalam dua surga itu beserta isinya hewan mendatangiku dan memakanku, dan
aku ingin andai saja aku tidak diciptakan.' Lalu
mulai dari alas, tempat duduh istana, kama[ turunlah ayat ini."
bidadari-bidadari dan lain sebagainya. Atau di
dalam berbagai bentuk nikmat-nikmat yang Persesualan Ayat
banyak tersebut mulai dari dua surga, dua Setelah menjelaskan apa yang diterima
mata aix, buah-buahan, alas tempat duduk dan oleh orang-orang jahat, yaitu orang-orang
istirahat. {y,lJ c,tVs$ perempuan-perempuan muysrik, orang-orang kafir; para pendosa dan
pendurhaka, berupa berbagai macam adzab
yang membatasi pandangannya hanya kepada akhirat, Allah SWT menjelaskan apa yang Dia
suami mereka baik dari bangsa manusia siapkan untuk orang-orang Mukmin yang
dan jin. Mereka tidak memandang kepada bertakwa yang takut kepada-Nya di semua
selain suami mereka. Mereka adalah para keadaan, baik di kala sepi dan sendirian
bidadari atau kaum perempuan dunia [kaum
perempuan biasa, bukan dari jenis bidadari).! maupun dikala ramai, berupa macam-macam
kenikmatan moril dan materil di dalam surga,
4:#. i mereka belum pernah disentuh atau seperti istana-istana, taman-taman yang indah
yang penuh dengan tanaman dan pepohonan,
disetubuhi sama sekali. Di sini terkandung kebun-kebun yang hijau, sungai-sungai yang
dalil bahwa bangsa iin juga melakukan per- mengalir; buah-buahan yang beragam, alas-
setubuhan. 4i; i; H ;D oleh seorang ma- alas yang terbuat dari sutera, perempuan-
nusia pun tidak pula oleh seorang jin. perempuan yang indah, cantik, elok, dan putih
bersih laksanayaqut dan mutiara, oleh karena
{orr-Lr;l[iy para perempuan itu parasnya
laksana yaqut (batu merah delima) dalam
kejernihannya atau dalam hal warna wajah
mereka yang merah merona seperti batu
merah delima. {,ltilrr} dan laksana marjan
dalam hal paras kulitnya yang putih bersih.
Marjan adalah batu manik-manik merah atau
apa yang telah mereka persembahkan berupa Yang shahih sebagaimana yang dikatakan
amal-amal saleh.
oleh Abdullah bin Abbas r.a. dan yang lain-
Intinya adalah bahwasanya ketika Allah
SWT menjelaskan keadaan penduduk neraka, nya adalah bahwa ayat ini bersifat umum
itu diikuti dengan pemaparan tentang apa untuk manusia dan jin. Oleh karena itu, ayat
yang Dia persiapkan untuk orang-orang yang ini merupakan dalil paling jelas yang me-
berbakti dan patuh. nunjukkan bahwa bangsa jin yang beriman
Tafslr dan Penlelasan dan bertalaara juga masuk surga.
"Dan bagi siapa yang takut akan saat Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasa'i, dan
menghadap Tuhannya ada dua surga, Maka
nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu Ibnu Majah meriwayatkan dari Abu Musa al-
dustakan?" (ar-Rahma an= 46-47)
Asy'ari r.a., ia berkata,
Barangsiapa yang takut kepada Allah
r+.): o d.,.td-, b :ot,ro,+ o..i 0.o.1, t,
SWT dan senantiasa melakukan muraaqabah
d./ i)l CStFI dU+
(menyadari bahwa Allah SWT senantiasa *U|*;,ry.i,*,i*
i t rqt,;, 6i q$}ct^aa 11, @
mengawasinya), sehingga ia pun merasa takut ,yi o
terhadap sebuah episode saat para hamba -'
,,,(-.t
menghadap Allah SWT untuk menjalani ,* )rr'll er; ;lttii Ji
proses hisab. Ia senantiasa memikirkan dan lnre
mempertimbangkan segala sesuatu karena ia "Surga-surga Firdaus ada empat macam
sadar bahwa Allah SWT senantiasa mengawasi surga. Dua surga terbuat dari emas berikut semua
segala kondisi, tingkah laku, perbuatan, dan perhiasan, wadah dan segala apa yang ada di
ucapannya. Bagi orang yang seperti ini ada dalamnya juga terbuat dari emas. Dua surga
terbuat dari perak berikut semua perhiasan,
dua surga, yaitu surga ruhani atau moril dan
jasmani atau materil. Adapun surga ruhani wadah dan segala apa yang ada di dalamnya juga
adalah ridha Allah SIvlIX,
terbuat dari perak. Tidak ada penghalang antara
"Dqn keridhaan Allah lebih besar." (at-
Taubah:72) para penghuni surga di surga Adn untuk melihat
Adapun surga jasmani adalah kesenangan- Tuhan mereka kecuali selendang kebesaran dan
kesenangan materil seperti kesenangan dunia
keagungan-Nyd'
dan yang jauh lebih tinggi dari itu. Semua itu
adalah oleh sebab amal-amal salehnya. Nikmat Ibnu farir dan Nasa'i meriwayatkan dari
Allah SWT yang manakah yang kalian dustakan
wahai manusia dan jin? Sesungguhnya kenik- Abu Darda'r.a.,
matan dan kesenangan surgawi tiada ban-
dingannya, ditambah lagi dengan keabadi-
an dan kekekalan di dalamnya. Bahkan sama
sekali tidak menutup kemungkinan bagi Allah
SWT untuk memberikan dua surga atau surga-
surga yang banyak tidak hanya dua.
"Bahwasanya, hai Rasulullah saw. pada suatu at-Tasniim dan yang satunya lagi disebut as-
Salsabiil. Nikmat Allah SWT mana lagi yang
hari membaca ayat ini, {od* i; itt; it; P.ty
bisa didustakan? Semua itu adalah sebuah
Lalu aku berkata, 'Meskipun ia pernah berzina
dan mencuri Hai Rasulullah?' Lalu beliau tidak hakikat dan kenyataan yang pasti dan tidak
menj aw ab ap a - aP a, t et ap i h any a kemb ali me ny itir terbantahkan serta sebuah nikmat yang agung.
ayat tersebua (9e i; ;u i\; F.iY Lalu aku "Di dalam kedua surgq itu terdapat aneka
berkata,'Meskipun ia pernah berzina dan mencuri buah-buahan yang berpasang-pasangan. Maka
Hai Rasulullah?' Lalu beliau tidak menjawab apa-
apa, tetapi hanya kembali menyitir ayat tersebut, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu
dustakanT" (ar-Rahmaan: 5 2 - 5 3)
4:A .iiiw i\; /.:Y Lalu akuberkata,'Meskipun
Di dalam kedua surga itu terdapat sepasang
ia pernah berzina dan mencuri Hai Rasulullah?' dan dua macam dari setiap jenis buah-buahan
Lalu beliau berkata, 'Ya, meskipun Abu Darda' yang sama-sama nikmat dan lezat, yaitu basah
dan kering. Namun meskipun begitu, keduanya
tidak menyukainya."'
tidak ada bedanya dalam hal kualitas dan
Kemudian, selaniutnya Allah SWT men- kelezatan. Keduanya sama-sama lezat dan
jelaskan dan menggambarkan kedua surga
nikmat, beda dengan buah dunia. Bahkan di
tersebut, dalamnya terdapat apa yang pernah dirasakan
dan apa yang jauh lebih baik dari apa yang
"Kedua surga itu mempunyai aneka pernah dirasakan di dunia. Di dalamnya juga
terdapat apa yang belum pernah terlihat mata,
pepohonan dan buah-buahan. Maka nikmat terdengar telinga, dan tidak pernah terbesit
dalam benak, hati, dan pikiran manusia.
Tlthanmu yang manakah y ang kamu dustakan?"
(ar-Rahmaant 4S-49) Nikmat manakah dari nikmat-nikmat ini
yang kalian dustakan wahai manusia dan jin?
Kedua surga itu mempunyai dahan- Abdullah bin Abbas r.a. menielaskan apa yang
ada di akhirat tidak ada di dunia kecuali hanya
dahan dan ranting-ranting yang segar nan namanya. Dengan kata lain, apa yang ada di
indah dipenuhi dengan macam-macam buah akhirat sama sekali tidak sama dengan apa
yang matang dan berkualitas baik. Atau yang ada di dunia kecuali hanya kesamaan
memiliki bermacam-macam pepohonan dan nama. Artinya, antara apa yang ada di akhirat
buah-buahan. Nikmat Allah SWT yang mana
lagi yang kalian dustakan wahai manusia dan apa yang ada di dunia hanya memiliki
dan jin? Karena keindahan dan nikmat ini kesamaan nama, namun di antara keduanya
pastilah termasuk salah satu hal yang sangat
didambakan oleh orang-orang yang berakal terdapat perbedaan yang sangat besar dan
dan menjadi ambisi mereka. jauh.
"Di dalam kedua surga itu ada dua buah Setelah menjelaskan kenikmatan berupa
mata airyang memancar. Maka nikmatTuhan- makanan, Allah SWT menjelaskan nikmat lain
berupa alas tempat duduk dan bersantai,
mu yang manakah yang kamu dustakan?" (ar'
"Mereka bersandar di atas permadani yang
Rahmaan:50-51) bagian dalamnya dari sutra tebal. Dan buah-
buahan di kedua surga itu dapat (dipetik) dari
Pada masing-masing dari kedua surga dekat. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah
yang kamu dustakan?" (ar'Rahmaan: 54'55)
itu terdapat mata air yang mengalir dan me-
nyirami pepohonan dan dahan-dahan tersebut
sehingga menghasilkan buah dari berbagai
macam buah. Hasan al-Bashri menjelaskan
salah satu dari kedua mata air itu disebut
Sesungguhnya para penghuni surga ber- diingkari? Kemudian, Allah SWT menielaskan
baring, bersandal dan duduk-duduk santai gambaran para bidadari dan kaum perempuan
di atas alas-alas yang bagian dalamnya berisi
surga,
Iapisan sutera brokat. Abdullah bin Mas'ud
r.a. dan Abu Hurairah r.a. menjelaskan itu "Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari
baru lapisan dalamnya, lalu bagaimana jika
seandainya kalian melihat lapisan bagian y ang memb atasi p andang an, y ang tidak p ernah
luarnya? Ditanyakan kepada Sa'id bin Jubaif,
"Bagian dalamnya berisi lapisan dari sutera disentuh oleh manusia maupun iin sebelumnya.
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang
brokat, lalu apa lapisan bagian luarnya?" Lalu kamu dustaken?" (ar-Rahmaan: 56'57)
ia berkata, "ltu adalah bagian dari apa yang Di sana terdapat perempuan-perempuan .l
difirmankan Allah SWT dalam aYat, di dalam dua surga tersebut beserta apa
"Maka tidak seorang pun mengetahui yang ada di dalamnya berupa sungai-sungai,
mata air-mata ai4 alas-alas tempat untuk
apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu berbaring dan bersandar dan yang lainnya,
(bermacam-macem nikmat) yang menyenang-
kan hati sebagai balasan terhadap apa yang atau di dalam nikmat-nikmat yang banyak
mereka kerjakan." (as'Saidah: 17)
dan beragam itu berupa dua surga, dua mata
Abdullah bin Abbas r.a. menjelaskan di
aiL buah-buahan, alas-alas tempat untuk
sini kenapa yang digambarkan kepada kalian
berbaring dan bersantai, atau di dalam surga-
hanyalah lapisan bagian dalamnya, hal itu surga itu. Penyebutan dua surga tersebut juga
supaya hati kalian mendapatkan hidayah de- menunjukkan segala apa yang ada di dalamnya'
ngan mengetahuinya. Adapun lapisan bagian
luarnya, hanya Allah SWT Yang mengetahuinya. f uga, karena kedua surga itu mencakup banyak
Lapisan bagian dalamnya saja seindah itu,
lalu bagaimana dengan bagian luarnya, tentu lokasi, tempat-tempat duduk, dan tempat-
hanya Allah SWT Yang mengetahuinya.
tempat bersantai serta bersenang-senang'
Buah-buahan kedua surga itu menjuntai
Mereka adalah perempuan-perempuan
kepada mereka dengan sangat dekat sehingga yang pandangannya hanya terbatas pada
mereka sangat mudah memetiknya kapan suami mereka. Mereka tidak memandang
pun dan ketika mereka berada dalam keadaan kepada selain suami mereka. Para perem-
puan itu belum pernah disentuh, digauli, dan
bagaimana pun, baik ketika dalam keadaan
berbaring, duduk maupun berdiri. Hal ini disetubuhi oleh seorang manusia dan seorang
sebagaimana firman Allah SWT dalam ayat lain, jin pun sebelum para suami mereka, karena
"Buah-buahannya dekat." (al-Haaqqah: 23) mereka diciptakan di surga. Nikmat manakah
yang masih kalian dustakan dan ingkari wahai
"Dan naungan (pepohonan)nya dekat di
manusia dan jin?
atas mereka dan dimudahkan semudah-mudah'
Kata ath-Thamtsu berarti al-lfiidhaadh
nya untukmemetik (buah)nya." (al'Insaan: 14)
(menyetubuhi pertama kali, pecah perawan)'
Tidak sukar untuk dipetih tetapi dahan
buah-buahan itu menjuntai ke arah mereka Kemudian, Allah SWT mendeskripsikan dan
dengan sedekat-dekatnya. Manakah di antara
nikmat-nikmat ini yang masih didustakan dan melukiskan para perempuan tersebut,
"seakan-akan mereka itu permata yaqut
dan marjan. Maka nikmatTuhanmuyang mana'
kah yang kamu dustakanT" (at'Rahmaan: 58'
se)
Perempuan-perempuan itu sangat bersih
berkilau laksana yaqut dan putih bersih
trrrn "u""nr""n ,a,rr,,r.
laksana mutiara. Nikmat manakah yang masih Al-Baghawi, al-Baihaqi, Ibnu Abi Hatim
kalian dustakan dan ingkari? dan Ibnu Murdawaih meriwayatkan dari Anas
Mujahid, al-Hasan, Ibnu Zaid dan yang bin Malik r.a., ia berkata, "Rasulullah saw
membaca ayat ini, {iu-jnj1 .:u:'jr ir; .p} dan
lainnya menjelaskan perempuan-perempuan
itu jernih sejernihyaqut, putih bersih seputih bersabda, 'Tahukah kalian apayang dikatakan
marjan. Berarti mereka memaknai marjan di Tuhan kalian?; Para sahabat berkata, Allah
SWT dan Rasul-Nya adalah yang lebih tahuJ
sini sebagai batu mutiara. Beliau berkata, Allah SWT berfirman, 'Tidak
ada balasan bagi orang yang Aku beri nikmat
Bukhari dan Muslim dalam Shahihnya me- ketauhidan melainkan sttrg a."'
riwayatkan dari Abu Hurairah r.a., bahwasanya Apayangdisebutkan di sini adalah nikmat-
Rasulullah saw bersabda, nikmat agung yang tidak bisa disetarakan
t ' ,il-, jlal) dengan amal apa pun karena semua nikmat
.'-i, 013,,a Pl ,u1a'jt e,'Vr; ,, , J-,'ri , agung sejatinya adalah semata-mata murni
karunia dan kemurahan Tuhan, maka dari itu
.'r:*:-',d;t t'f \?i *c W Ctt ,A
Allah SWT mengiringinya dengan ayat,
I 9)
"Mqka nikmat Tuhanmu yang manakah
€. yang kamu dustakan?" (ar-Rahmaan: 61)
yt &;.j Flqlh Kehldupan atau Hukum-Hukum
u). 9*;. )u;, tVft 1A.,;t:at
,f.ut :\ri ,ttgr:" Dari ayat-ayat di atas dapat diambil
Jt.o';i i ,.1 eu1
sejumlah kesimpulan sebagai berikut.
"sesungguhnya golongan yang pertama kali
1. Bagi setiap orang yang takut terhadap
masuk surga adalah laksana bulan purnama,
sedangkan golongan berikutnya adalah laksana saat dirinya menghadap Tuhannya untuk
menjalani proses hisab sehingga ia pun
bintang yang paling terang sinarnya di langit. meninggalkan kemaksiatan atau orang
yang takut dan sadar akan pengawasan
Masing-masing dari mereka memiliki dua istri Allah SWT atas dirinya, baginya ada dua
yang sumsum tulang betisnya bisa terlihat dari
balik dagingnya. Dan di dalam surga tidak ada surga.
seorang pun yang tidak beristri." Al-Mahdawi dan Ats-Tsa'labi men-
Kemudian, Allah SWT menjelaskan sebab jelaskan dari Abdullah bin Abbas r.a' dari
pahala tersebut, Rasulullah saw., bahwasanya beliau ber-
sabda, Al-Jannataani (dua surga) maksud'
"Tidak ada balasan untuk kebaikan selain nya adalah dua taman dan kebun Yang
kebaikan (pula). Maka nikmat Tuhanmu yang terdapat dalam hamparan luasnya surga.
manakah yang kamu dustakan?" (ar'Rahmaan: Tiap-tiap taman luasnya adalah seluas
60-61) perjalanan seratus tahun. Di bagian tengah
setiap taman terdapat sebuah rumah dari
Balasan bagi orang yang berbuat amal nur. Tidak ada suatu apa pun dari taman-
baik ketika di dunia tidak lain adalah kebaikan
untuknya di akhirat. Kedua surga yang telah taman itu melainkan dipenuhi dengan
dijelaskan diperuntukkan bagi ahli iman dan
amal saleh, sebagaimana firman Allah SWT semburat keindahan. Tanahnya subur dan
p ep ohonanny a b erdiri kukuh."
dalam ayat lain,
"Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada
pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya
(kenikmatan melihat Allah)." (Yuunus: 26)
2. Kedua surga itu memiliki bermacam- jasmani, hati, dan pikiran tidak memiliki
macam buah-buahan, dahan-dahan dan beban apa-apa, merasakan kenyamanan,
kesenangan, dan kebahagiaan yang luar
pepohonan. Pada tiap-tiap surga itu ter-
biasa.
dapat mata air yang mengalirkan air
4. Di dalam surga-surga beserta bermacam-
sangat sega4, jernih, dan bersih. Salah
satunya adalah mata air at-Tasniim dan macam kenikmatan yang ada padanya,
yang satunya lagi adalah mata air as- terdapat juga perempuan-perempuan
Salsabiil, sebagaimana yang sudah pernah yang pandangan mereka hanya terbatas
disinggung di atas mengutip pernyataan pada suami mereka dan tidak memandang
kepada yang lain, serta masih perawan
al-Hasan. belum pernah disentuh dan disetubuhi
oleh siapa pun sebelum suami mereka.
Di masing-masing surga juga terdapat
5. Ayat Tidak pernah disentuh oleh manusia
sepasang atau dua macam dari segala
jenis buah-buahan yang masing-masing maupun jin sebelumnya, terdapat dalil
sama enak dan lezatnya. Abdullah bin
Abbas r.a. menjelaskan, tidak ada suatu yang menunjukkan bahwa bangsa jin juga
melakukan persetubuhan, masuk surga
jenis buah pun di dunia,-baikyang manis
maupun yang pahit-melainkan terdapat dan di dalam surga mereka juga men-
di surga, sampai buah hanzhalah (citrullus
dapatkan jin-jin perempuan. Di sini juga
colocynthis) sekalipun, hanya saja di surga
terkandung dalil yang menunj ukkan bahwa
semuanya manis.
tidak menutup kemungkinan barangkali
Buah-buahan surga sangat rendah
dan sangat mudah untuk dipetik oleh perempuan dari bangsa manusia bisa
setiap orang, beda dengan buah-buahan
disetubuhi oleh jin laki-laki. Ath-Thamtsu
kebun di dunia. artinya adalah persetubuhan atau jimak.
3. Para penghuni surga berbaring, duduh fuga bahwa bidadari bebas dari aib seperti
itu dan bersih. Dhamrah menjelaskan para
dan bersandar santai di atas alas atau
jin yang Mukmin juga mendapatkan istri
permadani yang lapisan bagian dalam- dari bidadari. Perempuan dari bangsa
nya terbuat dari sutera brokat. fika bagian manusia untuk laki-laki dari bangsa
bawahnya yang bersentuhan langsung manusia, dan perempuan dari bangsa jin
dengan tanah saja seperti itu, lalu bagai- untuk laki-laki dari bangsa jin.
6. Di antara gambaran perempuan-perem-
mana jadinya dengan lapisan luarnya atau puan surga tersebut adalah bersih dan
lapisan bagian atasnya? Hal ini sebagai- jernih laksana yaqut dan putih mulus
mana yang dikatakan oleh Abdullah bin laksana marjan.
Mas'ud r.a. dan Abu Hurairah r.a.. Ini pada
gilirannya menunjukkan sebuah puncak Tirmidzi meriwayatkan dari Abdullah
kemewahan surga serta para penghuni-
nya yang begitu diliputi oleh pahala dan bin Mas'ud r.a. dari Rasulullah saw., beliau
kenikmatan yang agung. bersabda,
Setiap orang memiliki banyak alas dan ePq ,sA Ft #i:*. :n ii'At 'ot
permadani, bukan hanya memiliki satu
alas atau permadani. Kondisi bersandaran 9.
santai pada gilirannya memberikan sebuah
4,-f.1..2,Pt ./ ,si
pengertian tentang kondisi kesehatan ,l^l,l ,tii aW.tt
"Sesungguhnya seorang perempuan dari
kaum perempuan surga, warna putih kedua
r
::T,:"T:IT:"'-..
betisnya bisa terlihat dari balik tuiuh puluh pun memanjatkan puji syukuq, itu adalah
pakaian perhiasan sampai-sampai sumsum
sebuah kenikmatan lebih atas setiap
tulangny a b i s a terlihat."
bentuk kenikmatan yang lain.
Allah SWT berfirman, oiqt ';:Vb
Kedua, hamba di akhirat adalah Pe-
{itssrt Yaqut adalah sebuah batu mulia
ngontrol dan pengendali keadaan nikmat
yang sangat bersih dan iernih. Marjan akhirat, sehingga ia bisa memilih, meng-
atu1, dan menginginkan apa saja yang di-
adalah mutiara yang berukuran kecil' inginkannya, sebagaimana firman Allah
7. Dalam ayat-ayat di atas, nikmat-nikmat SWT dalam ayat,
yang ada disebutkan berdasarkan sebuah "Di surga itu mereka memPeroleh
urutan yang sangat bagus. Pertama, buah-buahan dan memperoleh apa saia
yang mereka inginkan." fYaasiin: 57)
Allah SWT menyebutkan tempat, yaitu
Ketiga, setiap apa yang dibayangkan
surga. Kemudian, menjelaskan gambaran
dan digambarkan oleh seseorang dari
taman-taman dan kebun-kebun yang ada macam-macam kebaikan llahi, itu masih
di dalamnya, yaitu {l':f re}, {,rr:ii Ur;1} tetap tidak akan bisa mendekati gambaran
dan bentuk kebaikan Ilahi yang sebenarnya
Kemudian, menyebutkan makanan, yaitu
seperti yang dijanjikan-Nya. Pemberian
{yS ,Y :y ry.y Kemudian, menyebutkan Dzat Yang Mahadermawan dan Pemurah
tidak terbatas, tidak bisa dideskripsikan'
tempat bersantai dan bersitirahat setelah Apa yang diberikan oleh Allah SWT jauh
melebihi apa yang diharapkan dan di-
makan, yaitu permadani-permadani. Ke-
ekspektasikan oleh hamba. Itu semua
mudian, menyebutkan apa Yang ada di
tempat istirahat yang beralaskan per- sesuai dengan kebaikan, kedermawanan,
madani, yaitu para bidadari. dan kemurahan-Nya.
B. Setiap selesai menyebutkan suatu nik-
mat, Allah SWT mengiringinya dengan ke-
caman dan cercaan terhadap orang yang
mendustakan dan mengingkari nikmat
tersebut, termasuk di antaranya nikmat-
nikmat yang meniadi bandingan atau ba-
lasan amal, dan nikmat-nikmat yang di- , , .:,, , -T2- ,,, , ,
berikan semata-mata sebagai karunia dan PET{JEI.CIIEAIT DAH GAMBABAf{ IAIIT
kemurahan Tuhan bukan karena sebagai TENTAI.{G SURGA
bandingan atau balasan amal.
9. Nikmat-nikmat tersebut rata-rata adalah Surah ar-Rahmaan Ayat 62-78
sebagai balasan atau pahala amal saleh
di dunia. Apa lagi balasan yang pantas
bagi orang yang berbuat baik ketika di ,)l.rE
dunia kalau bukan kebaikan untuknya di f ie$
akhirat? ffi'3w"y3
Ayat (biuca'hjrpl1engoecrtjiran^yran,lghjemlaesn. gan- WSu"p.W
dung tiga
bg-
Pertama, tidak ada Pembebanan (ke-
wajiban) baik orang-orang awam [biasa)
atau orang-orang khusus di akhirat. Ada-
14hFSIRAL-MUNIRIILID ,r,,*,Gf*Iilb,u,r* su'"t'"''n't'""n
\----------,f
'y.G(z v$\gV@iEAAL)i& mereka) dibuang untuk meringankan bacaan,
karena keberadaannya telah ditunjukkan oleh
WiX\{\iffiM*;fri,frv"#Iffi konteks kalimat yang ada.
ffi'uGq]trs**;SV1#W,r*S {Lt:- Lr}j+} Kata {-,,*} asalnya adalah
dengan tasydid khayyiraat hanya saja kata ini
f,*t oi a;,;\'d; i.G WJ -8\ {q diringankan bacaannya dengan membuang
tasydidnya, seperti kata syaid, hain, dan mait,
ffi:-6u Ada versi qiraa'aat yang membaca kata ini
menurut aslinya, yaitu dengan tasydid.
"Dan selain dari dua surga itu ada dua surga 4-i, *;s<lp Kata {;1|i1} dibaca nashab
sebagai haal. Kata (:;;) artinya adalah al-
lagi. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang
Wasaa'id [bantal). Kata ini bisa sebagai rsim
kamu dustakan?, kedua surga itu (kelihatan)
jamak, seperti kata qaum, rahth. Dari itu, kata
hijau tua warnanya. Maka nikmat Tuhanmu
yang manakah yang kamu dustakan? Di dalam ini disifati dengan bentuk kata jamak, yaitu
keduanya (surga itu) ada dua buah mata air yang {#F merupakan bentuk jamak dari akhdhar.
memancar. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah Seperti perkataan qaumun kiraam, rahthun
yang kamu dustakan? Di dalam kedua surga itu ada li'aam dengan sifat yang berbentuk jamak,
buah-buahan, kurma, dan delima. Maka nikmat kiraam danli'aam.
Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
Atau kata ini adalah bentuk jamak dari,
Di dalam surga-surga itu ada bidadari-bidadari
rafrafatun (dengan ta' pembeda antara
yang baik-baik dan jelita. Maka nikmat Tuhanmu
yang manakah yang kamu dustakan? Bidadari- bentuk jamak dan bentuk tunggalnya). Begitu
bidadari yang dipelihara di dalam kemah-kemah.
juga kata q}X;y merupakan bentuk jamak
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang
dari'abqarwah. Kata'abqariy adalah bentuk
kamu dustakan? Mereka sebelumnya tidak pernah nisbah kepada 'abqar yaitu nama sebuah
disentuh oleh manusia maupun oleh jin. Maka tempat yang menghasilkan kain yang bermotif
nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu indah. Bentuk jamaknya adalah 'abaaqir.
dustakan? Mereka bersandar pada bantal-bantal Barangsiapa yang membaca 'abaaqiriy dalam
yang hijau dan permadani-permadani yang indah.
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yangkamu bentuk nisbah, itu tidak betul karena itu
dustakan? Mahasuci namA Tuhanmu Pemilik
Keagungan dan Kemuliaar." (ar-Rahmaan: 62-7 8) adalah bentuk jamak dan bentuk jamak tidak
bisa dinisbahkan. Menisbahkan kepada jamak
mengharuskan untuk mengembalikannya ke-
pada bentuk mufrad atau tunggalnya. fika
Qlrca'aat memang ada dasarnya dari dalil sima'i, boleh
(Jr;jrsi): menisbahkannya dengan tetap memperta-
Ibnu Amir membaca <J>rjr ;iy. hankan bentuk katanya seperti apa adanya,
seperti, ma'aafiriy, anmaariy. Dan belum
pernah diketahui ada sebuah tempat secara
l'raab spesifik yang bernama' ab aaqir.
{\..rr; qri;rj} Asalnya adalah berbunyi wa (r,fr,; l#, o: t; ?\ Jij6) Ada versi
lahum min duunihimaa jannataani [dan bagi qiraa'aat yang membaca rafa' Dzul jalaali de-
mereka ada dua surga lain selain dua surga
ngan menjadikannya sebagai sifat untuk kata
tersebut). Lalu kata lahum (untuk mereka, bagi rsmu. Sedangkan versi qiraa'aat lain membaca
ThrsIRAt-MuNlR JILID 14
j arr kata ini Dzil jalaali dengan menjadikannya dari rerumputan dan tumbuhan. Sedangkan
sebagai sifat untuk t<ata (jU;), l<alau al-Khabaa' berarti tenda atau kemah
yang bahannya terbuat dari bulu atau rambut
Mufradaat Lu$hawlyyah binatang. Tenda atau kemah surga mirip
dengan semacam bilik khusus dalam rumah
{;tt* uatl' in!} selain dari dua surga yang
yang menjadi tempat khusus bagi perempuan.
telah disebutkan dan dijanjikan bagi orang- Tenda atau kemah surga yang menjadi tempat
orang yang takut dan orang-orang yang men-
bidadari tersebut terbuat dari mutiara. ilF
dapatkan derajat yang dekat di sisi Tuhan,
4:#. mereka belum pernah diperawani atau
ada dua surga lagi yang kedudukannya lebih
disetubuhi.
rendah dari kedua surga sebelumnya' {ou:6i}
$:i;Y bantal-bantal' Bentuk jamak dari,
yang sangat hijau sekali karena mendapatkan
rafrafah. 4:5tt\ permadani yang sangat
pengairan dan perawatan yang memadahi,
mewah, memiliki motif dan corak yang sangat
sehingga karena begitu hijaunya seakan-
indah dan istimewa. (cI; ?t !'qb Mahasuci
akan hampir tampak kehitam-hitaman. Kata
Allah SWT. (r'ij,; f#, s:F Yang memiliki
ad-Dahmah secara etimologi artinya adalah
,u)hitam. (ot keagungan dan kebesaran, atau Yang memiliki
yang memancarkan air. i<ti L:a;)
keagungan dan kesucian dari segala apa
43c,i ,W; di sini kata {.p} (buah kurma) dan
yang tidak layak dan tidak pantas bagi-Nya,
(iorh (buah delima) disebutkan secara khusus atau Yang memiliki keagungan, kemurahan,
dan di'athafl<an kepada kata {i;<6} [buah- anugerah, dan karunia atas para hamba-Nya.
buahan) meskipun keduanya juga termasuk Persesualan Ayat
Dalam ayat-ayat sebelumnya, Allah SWT
buah-buahan, dengan maksud untuk me-
telah menjelaskan beberapa gambaran dan
negaskan keutamaan kedua jenis buah-buahan spesifikasi surga yang menjadi pahala bagi
orang-orang yang bertakwa dan takut kepada-
tersebut. Karena buah kurma adalah buah
Nya. Di sini, Allah SWT melanjutkan pemaparan
sekaligus makanan, sedangkan buah delima beberapa gambaran dan spesifikasi lain dari
surga. Dalam hal ini, Allah SWT menjelaskan
adalah buah sekaligus obat, sebagaimana hal bahwa pahala orang-orang yang takut adalah
dua surga, ditambah lagi dengan pahala lain
ini dinyatakan oleh Baidhawi. yang serupa, yakni dua surga yang lain.
{3t; Ltf +t} ai dalam kedua surga Tafslr dan Penlelasan
itu beserta apa yang ada pada keduanya, "Dan selain dari dua surga itu ada dua
atau di dalam taman-taman surga, terdapat surga lagi. Maka nikmat Tuhanmu yang mand-
kah yang kamu dustakan?, kedua surga itu
perempuan-perempuan yang baik akhlak dan (kelihatan) hijau tua warnanyq. Maka nikmat
Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?"
perilakunya, serta elok paras dan wajahnya. (ar-Rahmaant 62-65)
Kata {Jrf} dibaca dengan huruf ya' tanpa Di sana terdapat dua surga yang lain bagi
tasydid, seperti kata hainuuna lainuuna yang orang-orang yang takut. Atau, di sana ada
terdapat dalam sebuah sabda Rasulullah saw
pada sebuah hadits.
{lr} Bentuk jamak dari hauraa' yang
berarti putih bersih dan bermata jeli (warna
hitam dan warna putih bola matanya sangat
kontras). {r+1' e Lt;#b yang dipingit da-
lam bilik. Kata al-Khiyaam adalah bentuk
jamak dari al-Khaimah yang berarti tenda
atau kemah bertiang empat dan beratapkan
dua surga yang lain lagi, yang tingkatan dan "Di dalam keduanya (surga itu) ada dua
buah mata air yang memancar. Maka nikmat
keutamaannya di bawah dua surga sebelumnya,
Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?"
kedua surga tersebut diperuntukkan bagi (ar-Rahmaan:66-67)
orang-orang yang derajat dan tingkatannya di Di dalam dua surga itu terdapat dua buah
bawah derajat dan tingkatan para peraih dua mata air yang memancarkan air yang segar
dan jernih secara melimpah. Di sana ada dua
surga sebelumnya. buah mata air yang mengali4, sedangkan di sini
ada dua mata air yang memancar. Mengalir
Sebelumnya telah disebutkan sebuah memiliki makna lebih kuat dari memancar. Al-
Barra' Ibnul Azib r.a. menjelaskan dua buah
hadits yang menjelaskan ada dua surga yang mata air yang mengalir lebih baik dari dua
terbuat dari emas beserta segala perlengkapan buah mata air yang memancar.
yang ada di dalamnya, dan dua surga yang ter- Nikmat Allah SWT manakah yang kalian
buat dari perak serta segala perabot dan per- dustakan wahai manusia dan jin?
lengkapan yang ada di dalamnya. Dua surga "Di dalam kedua surga itu ada buah-
yang pertama adalah untuk orang-orang yang buahan, kurma, dan delima. Maka nikmat
masuk ke dalam kategori al-Muqarrabuun. Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?"
Sedangkan dua surga yang terakhir adalah
untuk orang-orang yang masuk ke dalam (ar-Rahmaan: 68-69)
kategori Ashhaabaul yamiin (golongan kanan). Di dalam kedua surga itu terdapat
Di dalam dua surga yang pertama, ter- buah-buahan yang banyak, beragam dan
dapat pepohonan, buah-buahan dan lain se- bermacam-macam, di antaranya adalah buah
kurma dan buah delima. Penyebutan buah
bagainya. Begitu pula halnya dengan dua surga
ini, sangat hijau, sampai-sampai tampak ber- kurma dan buah delima secara khusus di sini
warna agak kehitam-hitaman menurut pan- bukanlah termasuk bentuk dari peng'athafan
kata yang bersifat khusus kepada kata yang
dangan mata, karena warna hijaunya yang bersifat umum seperti yang disebutkan oleh
Bukhari dan yang lainnya. Akan tetapi lebih
sangat hijau sekali, karena mendapatkan disebabkan kedua buah tersebut memiliki
pengairan dan perawatan yang melimpah dan nilai kebaikan lebih dan memiliki banyak
memadahi. manfaat dibandingkan dengan buah-buahan
yang lain. |uga karena kedua buah tersebut
Abdullah bin Abbas r.a., Abu Ayyub al- memiliki keutamaan atas buah-buahan yang
Anshari r,a. serta para sahabat lainnya dan lain karena keduanya merupakan buah yang
senantiasa ada, menjadi sumber makanan
tabi'in, menafsirkan ayat, {0ri6i} dengan dan obat, sekaligus bisa ditemukan di musim
gugur dan musim dingin.
mengatakan bahwa maksudnya adalah ke-
dua surga itu tampak berwarna hijau. Hal ini Di ayat sebelumnya [ayat 52), Allah SWT
diriwayatkan dalam sebuah hadits yang ber-
sumber dari Abu Ayyub r.a. dan diriwayatkan telah berfirman, (otij; 'g" ,y e9h (ni dalam
oleh Thabrani dan Ibnu Murdawaih.
kedua surga itu terdapat aneka buah-buahan
Nikmat Allah SWT manakah yang kalian yang berpasang-pasangan) di sini, Allah SWT
dustakan wahai manusia dan jin? Kedua berfirman, {(i'CJ; y-' q" VY tidak diragukan
surga itu sangat indah, menyenangkan, sega4
subur; dan sangat hijau. Akan tetapi tingkatan
dan keutamaannya di bawah kedua surga
sebelumnya. Di sana ada dua surga yang
memiliki dahan-dahan, pepohonan dan buah-
buahan. Sedangkan di sini ada dua surga yang
hijau.
TAFSTRAT-MUNrR )IIID 14
lagi bahwa yang pertama memiliki makna Perempuan-perempuan yang bagus akh-
lebih umum dan lebih banyak dalam hal )enis laknya dan ayu jelita wajahnya adalah bida-
dari-bidadari yang sangat putih bersih, ber-
dan keragamannya, daripada kata (iiru ':e.i)
mata jeli, dipingit di dalam kemah-kemah
yang berbentuk rsim nakirah dalam konteks
surga yang terbuat dari mutiara yang cekung,
kalimat positif yang itu tidak memberikan tidak hilir mudik di jalanan.
pengertian umum. Perempuan-perempuan yang terdapat di
Nikmat Allah SWT manakah yang kalian dua surga sebelumnya digambarkan sebagai,
dustakan wahai manusia dan jin? Nikmat- {:,1r, L; .,,CY (membatasi pandangannya hanya
kepada suami mereka). Mereka itu lebih tinggi
nikmat ini sudah semestinya untuk men- kedudukannya dari perempuan yang disebut-
dapatkan puji syukur dan apresiasi. kan dalam ayat ini, {r+l C Jt;#b (dipingit
"Di dalam surga'surga itu ada bidadari- dalam kemah-kemah surga). Sudah tidak di-
bidadari yang baik-baik dan ielita. Maka ragukan lagi bahwa perempuan yang dirinya
nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu sendirilah yang membatasi pandangannya
tentu lebih utama dari perempuan yang di-
l)dustakanT" (ar-Rahma anz 7 O'7 batasi, meskipun semuanya sama-sama pe-
rempuan yang dipingit. Orang Arab memuji
Di dalam kedua surga itu terdapat pe- dan lebih memilih perempuan-perempuan
pingitan yang selalu berada di dalam rumah,
rempuan-perempuan yang baik akhlaknya dan
karena mereka lebih terjaga.
elok parasnya, atau yang memiliki keutamaan,
baik, berakhlak mulia, berparas elok, dan Nikmat Allah SWT manakah dari nikmat-
berwajah ayu ielita. nikmat ini dan yang lainnya yang kalian
Kata khayyiraat adalah bentuk jamak dari
dustakan wahai manusia dan jin?
khayyirah yang berarti perempuan salehah,
"Mereka sebelumnya tidak pernah disentuh
berakhlak baih berwajah ayu, dan cantik
jelita. Ini adalah pendapat jumhur dengan oleh manusia maupun oleh iin, Maka nikmat
berdasarkan pada hadits yang diriwayatkan Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?"
oleh al-Hasan dari Ummu Salamah r.a., ia (ar-Rahmaan=74-75)
berkata, 'Aku berkata, kepada Rasulullah,
Perempuan-perempuan itu sebelumnya
"Hai Rasulullah, jelaskanlah kepadaku tentang
tidak pernah disentuh dan disetubuhi oleh
ayat, (iu1 LtF 4.b Beliau bersabda, 'baik seorang manusia dan tidak pula seorang jin
akhlaknya, ayu ielita woiahnya."' Dalam
pun. Mereka diperuntukkan sepenuhnya bagi
sebuah hadits lain disebutkan, bahwasanya orang-orang yang bertakwa dan takut kepada
para bidadari bersenandung, "kami adalah Tuhan mereka. Nikmat Allah SWT manakah
perempuan-perempuan yang b agus akhlaknya dari nikmat-nikmat ini dan yang lainnya
dan ayu jelita wajahnya, kami diciptakan untuk
yang kalian dustakan wahai manusia dan
suami-suami yang mulia."
jin? Perempuan-perempuan yang terdapat
Sementara itu, Qatadah menjelaskan
pada dua surga sebelumnya diberi tambahan
maksudnya adalah kebaikan-kebaikan yang
spesifikasi, yaitu "seakan'akan mereka itu
banyak dan bagus di dalam surga.
permata yaqut dan marian."
"Bidadari-bidadari yang dipelihara di
"Mereka bersandar pada bantal'bantal
dalam kemah-kemah. Maka nikmat Tuhanmu yang hijau dan permadani-permadani yang
yang manakah yang kamu dustakan?" (ar'
Rahmaan:72-73)
ThFSTRAL-MUNrRJrUD 14
indah. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah Tuhanmu" untuk mengisyaratkan keabadian
yang kamu dustakan?" (ar-Rahma anz 7 6-7 7) penduduk surga seraya mereka senantiasa
berdzikir menyebut Nama Allah SWT dan
Para penghuni surga tersebut, di dalam
merasakan dzikir itu sebagai sesuatu yang
surga mereka bersandaran dan duduk santai di
atas bantal-bantal yang hijau dan permadani- nikmat.
permadani yang memiliki corak dan motif Flqlh Kehldupan atau Hukum-Hukum
yang sangat indah, mewah, sempurna dan
berkualitas tinggi. NikmatAllah SWT manakah Ayat-ayat di atas menjelaskan sejumlah
yang kalian dustakan wahai manusia dan jin? hal sebagai berikut.
Allah SWT menggambarkan sarana pra- 1. Di sana ada empat surga yang memiliki
sarana dua surga sebelumnya dengan gam-
baran dan spesisfikasi yang lebih tinggi dan sejumlah tempat yang beragam yang
lebih baik dari gambaran dan spesifikasi yang diperuntukkan bagi orang yang takut
ada di sini. Karena di sana, Allah SWT berfirman,
pada saat ia menghadap Allah SWT untuk
"Mereka bersandar di atas permadani yang
menjalani proses hisab. Dua surga untuk
bagian dalamnya dari sutra tebal." Penjelasan golongan al-Muqarrabuun dan dua surga
tentang spesifikasi-spesifikasi yang ada di sana
ditutup dengan ayat, "Tidak ada balasan untuk lagi untuk golongan kanan yang tingkatan
kebaikan selain kebaikan (pula)J'Di sana, para dan keutamaannya berada di bawah dua
penghuninya disebut dengan label ihsan yang surga yang pertama. Hal ini sebagaimana
merupakan tingkatan ibadah tertinggi.
yang dikatakan oleh Ibnu Zaid.
"Mahasuci nama Tuhanmu Pemilik Ke-
agungan dan Kemuliaan." (ar-Rahmaan: 78) Ibnu furaij menjelaskan itu adalah
empat surga. Dua di antaranya untuk
Mahasuci Allah SWT Yang memiliki ke-
golongan As-Saabiquun Al-Muqarrabuun,
muliaan, keagungan, karunia, anugerah,
di antara spesifikasi dari surga tersebut
dan kemurahan atas apa yang Dia berikan adalah "Di dalam kedua surga itu terdapat
kepada para hambanya yang mukhlis. Allah
SWT adalah Dzat Yang sudah semestinya di- aneka buah-buahan yang berpasang-
agungkan dan tidak boleh didurhakai, Dzat pasangen." "Di dalam kedua surga itu
Yang sudah semestinya dimuliakan, disembah
dan dipuja, Dzat Yang sudah semestinya ada dua buah mata air yang memancar."
disyukuri dan tidak boleh dikufuri, Dzat Yang Sedangkan yang dua lagi untuk golongan
sudah semestinya selalu diingat dan disebut, kanan, gambaran surganya adalah "Di
serta tidak boleh dilupakan. dalam kedua surga itu ada buah-buahan,
kurma, dan delima." "Di dalam keduanya
Di bagian terdahulu, setelah menjelaskan (surga itu) ada dua buah mata air yang
nikmat-nikmat dunia, Allah SWT mengiringi-
memencar,"
nya dengan ayat, "tetapi wajah Tuhanmu
Di atas kami telah menyebutkan
yang memiliki kebesaran dan kemuliaan tetap
kekal." untuk mengisyaratkan kefanaan segala sebuah hadits yang diriwayatkan oleh
yang ada di alam dunia ini. Setelah penjelasan Abu Musa a.s. dari Rasulullah saw. yang
tentang nikmat-nikmat akhirat, Allah SWT menjelaskan tentang dua surga yang
mengiringinya dengan ayat, "Mahasuci nama terbuat dari emas berikut apa yang ada di
dalamnya dan dua surga yang terbuat dari
perak berikut apa yang ada di dalamnya.
2. Ketika menggambarkan dua surga untuk
masing-masing golongan, Allah SWT
mengisyaratkan perbedaan di antara ke-
duanya. Perbedaan-perbedaan tersebut "Peliharalah semua shalat itu dan
adalah seperti berikut. shalat Wusthaa. Dan laksanakanlqh
Pertama, untuk dua surga Yang.Per- (shalat) karena Allah dengan khusyuk."
tama, Allah SWT telah berfirman, {,lt il 6r;!y (al-Baqarah: 238)
yakni yang memiliki bermacam-macam
buah-buahan. Sedangkan untuk dua sur- "Barangsiapa meniadi musuh Allah,
ga yang terakhir; Allah SWT berfirman,
malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya,
(or;ri) yakni yang tampak sangat hijau Jibril, dan Mikail" (al-Baqarah: 98)
karena mendapatkan pengairan yang Berdasarkan pendapat yang pertama
sangat mencukupi dan memadahi. yang mengatakan bahwa kurma dan
Kedua, untuk dua surga yang Pertama, delima bukanlah termasuk buah-buahan,
Allah SWT menyebutkan dalam firman- imam Abu Hanifah berpendapat, barang-
siapa yang bersumpah untuk tidak makan
Nya, {9[ry 9* 4y [di dalamnya terdapat
buah-buahan, lalu ia memakan delima
dua buah mata air yang mengalir). Se-
atau kurma, ia tidak dianggap melanggar
dangkan untuk dua surga yang terakhir; sumpahnya. Sementara rekan imam Abu
Allah SWT berfirman, 4:66 )* VY Hanifah dan jumhur tidak sependapat
yakni di dalamnya terdapat dua buah mata dengan pendapat imam Abu Hanifah.
air yang memancar. Akan tetapi keduanya Keempat, untuk dua surga Yang Per-
tama, Allah SWT berfirman, "Di dqlam
tidak sama dengan dua mata air Yang
surga itu ada bidadqrtbidodari yang
mengalir karena memancar tingkatannya
membatasi pandangan " Sedangkan untuk
di bawah mengalir. dua surga yang terakhir; Allah SWT ber-
Ketiga, untuk dua surga Yang Per- firman, "Di dalam surga-surgq itu ado
tama, Allah SWT menyebutkan dalam
bidadari-bidadari yang baik-baik dan ie-
firman-Nya,4.:;i: f., i ,1ry:Y dengan lita." "Bidadari-bidadari yang dipelihara
menggunakan kalimat yang bersifat di dalam kemah-kemah." Perempuan yang
dengan sendirinya membatasi pandang-
umum, Sedangkan untuk dua surga yang
annya (qaashiraatuth tharfl adalah lebih
terakhir; Allah SWT berfirman, qi Uy
[i,C:t ,W;bukan tf.i ,y ;,4 dari setiap ienis utama dari perempuan yang dibatasi bu-
kan membatasi sendiri (maqshuuraatun),
buah-buahan. sebagaimana hal ini sudah pernah dijelas-
Ada sebagian ulama mengatakan de- kan di atas.
lima dan kurma bukanlah termasuk jenis
Untuk para perempuan Yang ada di
buah-buahan karena sesuatu tidak bisa dalam dua surga yang pertama, ada tam-
di'athaJkan kepada dirinya sendiri, tetapi bahan spesifikasi, yaitu "Seakan'akan me-
mestinya di'athaJkan kepada yang lain. Ini reka itu permatayaqut dan mzrian."
adalah yang zahir dari ayat yang ada. Ada hal yang perlu diperhatikan di
sini bahwa ketika menyebutkan bidadari,
Sementara itu, jumhur ulama me- baik untuk dua surga yang pertama mau-
pun untuk dua surga yang terakhin di-
ngatakan bahwa kurma dan delima adalah gunakan dhamir jamak mu'ennats, (rf.lh.
Sedangkan ketika menyebutkan sarana
termasuk buah-buahan. Di sini, kurma
dan delima disebutkan secara tersendiri
karena suatu kelebihan dan keutamaan
yang dimiliki oleh keduanya yang tidak
ditemukan pada buah yang lain. Ini seperti
ayat,
ThFSTR AL-MUNrR )rLrD 14
prasarana surga yang lain, digunakan dunia, "dan berilah ia seorang istri peng- l
gantiyang lebih baik dari istrinya."
bentuk dha mir tatsniyah (dua), yaitu {t:1.1} i
Sementara itu, ada pendapat lain me- I
Rahasia di balik perbedaan penggunaan ngatakan bahwa perempuan biasa adalah i
I
kata ini adalah sebagai isyarat bahwa lebih utama tuiuh puluh ribu kali lipat
I
setiap bidadari memiliki tempat tinggal daripada bidadari. Hal ini berdasarkan
tersendiri dan khusus yang berjauhan
sebuah hadits yang diriwayatkan secara
dengan tempat tinggal bidadari yang lain,
marfuu'.ss
longgar dan luas yang sesuai dan pas. Kon-
Yang masyhur adalah bahwa bidadari
disi seperti ini tentunya lebih bisa mem-
berikan kenyamanan bagi seorang laki- bukanlah berasal dari kaum perempuan
dunia, tetapi bidadari diciptakan di surga.
laki ketika memiliki banyak pasangan. Allah SWT berfirman dalam ayat di atas,
Dengan begitu, di sana ada banyak tempat "yang tidak pernah disentuh oleh manusia
maupun jin sebelumnya," sementara mayo-
bersantai dan bersenang-senang, dan
ritas perempuan dunia adalah sudah
setiap tempat tersebut membentuk se-
buah surga atau taman tersendiri yang pernah disentuh dan disetubuhi.
di dalamnya ada seorang bidadari. Dari
itu, penggunaan dhamir jamak tersebut Kelima, untuk dua surga yang pertama,
sepertinya mengisyaratkan hal tersebut, Allah SWT berfirman, "Mereka bersandar
yaitu tempat-tempat bersantai yang ba- di atas permadani yang bagian dalamnya
nyak yang masing-masing membentuk se- dari sutra tebal." Sedangkan untuk dua
buah surga atau taman tersendiri sehingga surga yang terakhir; Allah SWT berfirman,
digunakanlah dhamir jamak. Dengan kata
"Mereka bersandar pada bantal-bantal
lain, dhamir iamak tersebut adalah kata yang hijau dan permadani-permadani
ganti untuk tempat-tempat tersebut. yang indah." fika diperhatikan, gambaran
yang pertama terasa lebih tinggi dan
Adapun sumber mata air dan buah-
memunculkan nuansa lebih mewah.
buahan, tidak membutuhkan tempat-tem-
3. Dalam surah ini, Allah SWT mengulangi
pat tersendiri seperti itu sehingga dari
itu cukup hanya dengan menggunakan lagi ayat, "Maka nikmat Tuhanmu yang
dhamir tatsniyah, fiihimaa yang dhamir manakah yang kamu dustakan?" seba-
nyak tiga puluh satu kali. Delapan di
kembali kepada kata dua surga (kata ganti
antaranya adalah setelah penyebutan ke-
untuk dua surga). ajaiban-keajaiban ciptaan-Nya serta asal-
Selanjutnya muncul sebuah perta- usul penciptaan dan akhir kesudahan.
nyaan, apakah bidadari lebih baik dan
lebih cantik daripada perempuan biasa Kemudian tujuh di antaranya adalah
ataukah sebaliknya? Dalam hal ini ada setelah penyebutan neraka dan kengerian-
kengeriannya, sesuai dengan jumlah pintu
pendapat yang mengatakan bahwa bida- fahannam, yaitu tujuh. Kemudian delapan
dari adalah lebih utama dan lebih cantik lagi di antaranya adalah disebutkan
daripada perempuan biasa. Hal ini ber- dalam konteks gambaran surga dan para
penduduknya, sesuai dengan jumlah pintu
dasarkan sejumlah gambaran, kriteria,
55 Tafsir Al-Qurthubi, 17 /L87 dan berikutnya.
dan spesifikasi bidadari yang disebutkan
dalam Al-Qur'an dan as-Sunnah, Iuga
berdasarkan sabda Rasulullah saw. dalam
doa beliau untuk orang yang meninggal
surga, yaitu delapan. Kemudian, delapan ThrsrRAL-MUNrR JrLrD 14
lagi setelah penyebutan gambaran tentang adalah dari karunia dan rahmat-Nya bah-
wa di antara bentuk keadilan-Nya adalah
surga lain yang tingkatannya di bawah mengadzab para pendurhaka dan mem-
beri pahala orang-orang yang taat.
surga yang pertama. Barangsiapa yang
Allah SWT membuka surah ini dengan
mengimani dan meyakini delapan yang salah satu Nama-Nya, yaltu Ar-Rahmaan.
Lalu Dia menjelaskan penciptaan manusia
pertama serta menjalankan hal-hal yang dan jin, penciptaan langit, bumi, dan yang
lainnya bahwa Dia setiap saat berada da-
menjadi tuntutan dan konsekuensinya, ia lam suatu urusan, serta menjelaskan peng-
aturan-Nya terhadap mereka. Kemudian,
berhak mendapatkan delapan yang kedua
di akhir surah, Allah SWT berfirman,
dan delapan yang ketiga dari Allah SWT (r.tiitrf#'o: !:.; P\ rr;() yakni nama-Nya
serta dipelihara oleh-Nya dari tujuh yang yang diiadikan pembukaan surah ini, yaitu
Ar-Rahmaan. Sepertinya Allah SWT ingin
lain (neraka dan kengerian-kengeriannya). memberitahukan kepada para hamba-Nya
4. Allah SWT menyucikan Dzat-Nya dari se- bahwa semua itu keluar dan ada untuk
gala apayangtidakpantas bagi keagungan- kalian adalah karena rahmat-Ku. Di antara
Nya dan menutup surah ini dengan ayat rahmat-Ku adalah menciptakan kalian
semua dan Aku menciptakan untuk kalian
yang menyatakan hal tersebut. langit, bumi, makhluk-makhluk yang lain,
surga dan neraka. Semua itu adalah karena
Berdasarkan pendapat yang masyhur;
namaAr-Rahmaan, yakni semua itu adalah
kata Ism {ismul jalaalah) dalam kalimat
(J; karena rahmat-Nya.
,*' !i,;ry kata yang ditambah-
kan
dengan m"da"kl"slu, d untuk menyucikan
dan pengagungan, seperti penyebutan
l<ata Waih pada kalimat {;(; ;i &.1Y
Semua ini untuk memberitahukan kepada
para hamba bahwa semua nikmat Yang
disebutkan tidak lain dan tidak bukan
SURAHAL-WAAqAH
MAKKIYYAH, SEMBILAN PULUH ENAM AYAT
Penamaan Surah nuansa rahmat, sedangkan surah ini
untuk menciptakan nuansa ketakutan
Surah ini dinamakan dengan surah al- yang memiliki kesamaan seperti surah
Waaqi'ah karena dibuka dengan ayat c-t ilb al-Qamar.
{i;rjr yakni apabila terjadi hari Kiamat yang 3. Dalam surah ar-Rahmaan, Allah SWT men-
pasti akan terjadi. Surah al-Waaqi'ah termasuk jelaskan pecah dan terbelahnya langit,
surah Makkiyyah berdasarkan pada pendapat
sedangkan dalam surah ini Allah SWT
yang shahih.
menjelaskan terguncangnya bumi. Karena
Persesualan Surah lnl dengan Surah
Sebelumnya kedua surah ini memiliki pertalian, kore-
Korelasi dan relevansi surah ini dengan lasi, dan kesamaan tema, sehingga kedua-
nya seolah-olah seperti satu surah. Akan
surah sebelumnya bisa dilihat dari beberapa
sisi berikut ini. tetapi, dengan urutan pembicaraan yang
L. Setiap surah sama-sama berisikan pen- terbalik. Apa yang diletakkan di bagian be-
jelasan tentang gambaran hari Kiamat, lakang dalam surah ar-Rahmaan, diletak-
kan di bagian depan dalam surah ini, dan
surga, dan neraka. sebaliknya, apa yang diletakkan di bagian
Z. Dalam surah ar-Rahmaan, Allah SWT depan dalam surah ar-Rahmaan, diletak-
kan di bagian belakang dalam surah ini.
menjelaskan kondisi para pendosa dan
kondisi orang-orang yang bertakwa di Surah ar-Rahmaan dibuka dengan me-
akhirat, menjelaskan gambaran adzab
para pendosa di neraka, serta gambaran nyebutkan Al-Qur'an, kemudian matahari
kenikmatan dan kesenangan yang di-
peroleh orang-orang yang bertakwa di dan rembulan, kemudian tetumbuhan,
dalam surga. Di dalam surah al-Waaqi'ah, kemudian asal-usul penciptaan manusia
Allah SWT juga menjelaskan kondisi hari dan jin, kemudian gambaran tentang hari
Kiamat, kengerian-kengeriannya, dan ter- Kiamat, kemudian gambaran neraka, ke-
kelompokkannya manusia menjadi tiga
golongan, yaitu golongan kanan, golongan mudian gambaran surga. Sementara surah
kiri, dan golongan As-Saabiquun. Surah ini diawali dengan gambaran tentang
ar-Rahmaan adalah untuk menciptakan
hari Kiamat dan kengeriannya, kemudian
gambaran surga, gambaran neraka, pen-
ciptaan manusia, tetumbuhan, ai4 api,
bintang-bintang yang tidak disebutkan
\*-rz
dalam surah ar-Rahmaan dan sebaliknya Surah ini ditutup dengan penjelasan ten-
dalam surah ini tidak disebutkan matahari tang nasib dan akibat yang diterima oleh
dan rembulan yang keduanya disebut- ketiga golongan tersebut berikut balasan
kan dalam surah ar-Rahmaan, Al-Qur'an. yang mereka dapatkan. Pertam4 golongan
Posisi surah ini seperti sebagai bandingan orang-orang Al-Muqarrabuun, berbakti dan
untuk surah sebelumnya. terdepan dalam meraih kebaikan-kebaikan
surga. Kedua, golongan kanan yang beruntung
Kandungan Surah dan bahagia. Ketiga, golongan kiri yang sesat,
Surah ini diawali dengan pembicaraan sengsara, dan celaka.luga penjelasan bahwa
tentang guncangan hebat yang menimpa balasan tersebut adalah sesuatu yang bena4,
bumi dan hancurnya gunung-gunung ketika pasti, dan sebuah keniscayaan yang tidak di-
datangnya Kiamat. Kemudian, mengklasifi- ragukan lagi.
kasikan manusia ketika proses hisab menjadi Semua itu tentunya menghendaki sebuah
tiga golongan, golongan kanan, kiri, dan pengakuan atas wujud Sang Khaliq, me-
golongan As-Saabiquun, berikut nasib dan nyucikan-Nya dari setiap hal yang tidak layak
tempat akhir setiap golongan dan apa yang dan tidak pantas bagi-Nya berupa syirik dan
telah disiapkan oleh Allah SWT untuk mereka lain sebagainya. fuga, kecaman dan cercaan
I terhadap orang-orang yang mendustakan atas
berupa balasan yang adil pada hari Kiamat.
Surah ini juga menjelaskan bahwa manusia sikap mereka yang ingkar terhadap wujud
terdahulu dan yang akan datang, semuanya Allah SWT dan keesaan-Nya.
akan berkumpul pada hari itu, hari Kiamat.
Kemudian, dilanjutkan dengan pemaparan Keutamaan Surah
bukti-bukti atas wujud Allah SWT Sang Pen-
Terdapat sejumlah hadits tentang ke-
cipta, keesaan-Nya serta kesempurnaan dan utamaan surah ini. Di antaranya adalah sebagai
totalitas kuasa-Nya, ba'ts, nusyuur dan hisab. berikut.
Bukti-bukti itu seperti penciptaan manusia, L. Hadits yang diriwayatkan oleh al-Hafizh
penumbuhan tumbuh-tumbuhan, penurunan Abu Ya'la dan lbnu Asakir dari Abdullah
air; dan memberi kekuatan efek membakar bin Mas'ud r.a., bahwasanya Rasulullah
pada api. saw bersabda,
Kemudian, Allah SWT bersumpah dengan t/ zz A J o, i.
tempat-tempat bintang untuk menegaskan JJ lJ'p l,):1
+; I ,g tit')t i',',)&vi, z .
kebenaran tentang penurunan Al-Qur'an dari \ r,*llj v ..J
Rabb sekalian alam bahwa Al-Qur'an berada z-
di dalam sebuah kitab yang terpelihara yang
tidak disentuh kecuali oleh Al-Muthahharuun o'
(orang-orang yang disucikan), mengecam .t-il
keras sikap meragukan, dan menciptakan ke- "Barangsiapa membaca surah al-
raguan terhadap keabsahan, kevalidan, ke-
otentikan dan kebenaran Al-Qur'an. Waaqi'ah setiap malam, maka dirinya tidak
akan mengalami kefakiran dan kekurangan."
Kemudian, Allah SWT beralih kepada tema
yang berkaitan tentang berbagai kesulitan dan 2. Ibnu Murdawaih meriwayatkan dari Anas
kondisi berat ketika menjemput ajal.
r.a. dari Rasulullah saw, beliau bersabda,
e*, ,Gji;lu ,dti'r'; z;:tltiir:,
'5;iti
-.-r!
TerstnAr-MuNtnlIuo 14 ,r,*n' l4fi*08,r,,., surahal'waaql'ah
"Surah al-Waaqi'ah adalah surah beliau bersabda, Aku telah dibuat beruban
oleh surah Huud, surah al-Waaqi'ah, surah
'kekayaan' (memberi rasa cukup), maka baca- al-Mursalaat, surah Amma yatasaa' aluuna,
lah surah al-Waaqi'ah dan ajarkanlah kepada
anak-anak kalian." dan surah idzasy syamsu kuwwirat."'
Ad-Dailami meriwayatkan dari Anas At-Tirmidzi mengatakan ini adalah
r.a. dalam bentuk riwayat marfuui hadits hasan ghariib.
t W? ,ytit ;i- €;a, tW s' Ats-Tsa'labi dan Ibnu Asakir dalam catatan
Oru
biografi Abdullah bin Mas'ud r.a. me-
Lsll riwayatkan dari Abu Zhabyah, ia berkata,
'Ajarilah kaum perempuan kalian surah 'Abdullah bin Mas'ud r.a. mengalami
al-Waaqi'ah, karena surah al-Waaqi'ah ada- sakit keras yang akhirnya berujung
lah surah'kekayaan' (memberi rasa cukup)."
pada kematiannya. Lalu suatu ketika
Utsman bin Affan r.a. menjenguknya,
3. Imam Ahmad meriwayatkan dari fabir bin dan berkata, "Apa yang anda keluhkan?"
Samurah r.a., ia berkata,
Abdullah bin Mas'ud r.a. berkata, "Dosa-
# l;,J.J\P ot')At ,ja| Bg lr
dosaku." Lalu Utsman bin Affan r.a.
;,s berkata, lagi, "Lalu, apa yang anda hasrati
3n 4'r,i"At;t-U CtEJc b dan inginkan?" Abdullah bin Mas'ud r.a.
,€r,i,; b ,-i ';i'; uG ,;]j,j. berkata, "Rahmat Tuhanku." Utsman bin
b \^'r{i aaqr lat * ifi o,<',
Affan r.a. kembali berkata, "Perlukah
aku panggilkan tabib?" Abdullah bin
Mas'ud r.a. menjawab, "Tabib (Yang
.)fl\ memberi kesembuhan, yaitu Allah SWT) .1 I
i
"Rasulullah saw. melaksanakan shalat telah memberiku sakit." Utsman bin
dalam bentuk seperti shalat yangbiasa kalian Affan r.a. kembali berkata, "Perlukah l
lalcsanakan hari ini. Akan tetapi beliau me- aku bawakan 'athaa' (harta dari kas
ringankan shalat beliau. Shalat beliau lebih negara sebagai jatah untuk rakyat)?" I
ringan dari shalat kalian. Dalam shalat Abdullah bin Mas'ud r.a. menjawab,'Aku I
Shubuh, beliau membaca surah al-Waaqihh tidak membutuhkannya." Utsman bin I
dan surah-surah yang seperti itu." Affan r.a. berkata, "ltu nanti bisa untuk
anak-anak perempuanmu sepeninggal I
dirimu." Abdullah bin Mas'ud r.a. berkata,
4. At-Tirmidzi meriwayatkan dari Abdullah
'Apakah anda menkhawatirkan anak-
bin Abbas r.a., ia berkata,
anak perempuanku akan jatuh miskin?
1* ;i js
- o/ Sesungguhnya aku telah memerintahkan
c,.:-l,-i -ti
anak-anak perempuanku untuk membaca
surah al-Waaqi'ah setiap malam. Aku I
mendengar Rasulullah saw. bersabda,
(-r'f 3Ar rltfi ,{oS;t*" V
' B ar ang siap a memb a ca surah a I-Wa a qi' ah
'Abu Bakar ash-Shiddiq r.a. berkata,
'Hai Rasulullah, anda telah beruban.' Lalu setiap malam, maka ia tidak akan meng- I
alami kefakiran dan kemiskinan."'
I
I
I
TERJADINYA KIAMAT DAN KLASIFIKASI kata (i;ir<) di sini bermakna kaadzibun, seperti
MANUSIA
kata al-Aaqibah dan al-Aafiyah. Atau' aamilnya
Surah al-Waaql'ah Ayat 1- 12
adalahfi'il yang diasumsikan, yakni udzkur.
We'k;K w).d 0 "'a;1r 6'r$\
Jq:t {::$o rgJ F;tt 1$\ CILaS {t,l .a;} kata ini berkedudukan sebagai
?XvgtrtA'gt'V"a4OtE
khabar untuk mubtada'yang dibuang, yakni
a*vffi ril 4g\-u|i7.*\j-!t\' 0
fa hiya khaafidhatun raafi'atun. Kalimat ini
L;t*t+;;itig*t
berposisi menjadi jawab untuk kata {rl1}. Ada
O#'"*",tffi3Efi\a$ versi qiraa'aat yang membaca nashab kata
"Ap abila terj adi hari Kiamat, terj adiny a tidak ini, khaafidhatan raafi' atan, dengan menjadi-
dapat didustakan (disangkal) (Kejadian itu) me- kannya sebagai haal dari kata (i;;rjry yakni
rendahkan (satu golongan) dan meninggikan
(golongan y ang lain). Ap ab ila b umi diguncangkan waqa' atil waaqi'atu fii haalatil khafdhi war raf i,
sedahsyat-dahsyatnya, dan gunung-gunung di- fterjadinya Kiamat pada saat ia sedang dalam
hancurluluhkan sehancur-hancurny a, maka j adi -
keadaan merendahkan dan meninggikan).
lah ia debu yang beterbangan, dan kamu menjadi
(r;; ;;{r ?) ity Kalimat ini berposisi
tiga golongan, yaitu golongan kanan, alangkah
mulianya golongan kanan itu, dan golongan kiri sebagai badat dari kalimat$*a5st ?:t;ty.
alangkah sengsaranya golongan kiri itu, dan orang-
orang yang paling dahulu (beriman), merekalah (ft, -t;-ii v y4t **ty ada yang
yang paling dahulu (masuk surga), mereka itulah
orang yang dekat (kepada Allah), berada dalam mengatakan bahwa kalimat ini berkedudukan
surga kenikmatan." (al-Waqi'ah: I - I 2) sebagai jawab untuk kata {r!1}. Xata .+r^}(}
I'raab 4I;jr adalah mubtada'. Kata $v$ mubtada'
kedua, sedangkan khabarnya adalah i*;iy
{iaqt -i1 r11} kata (r!1} berkedudukan (t',. Kalimat yang terdiri dari mubtada'dan
nashab. Sedangkan 'aamil yang menashab- khabar ini menjadi khabar untuk mubtada'
yang pertama, yaitu $a13t )t;Jti) sedangkan
kannya bisa jadi ia adalah fi'il {*ry karena
'aa'id atau raabithnya dibuang, yakni maa hum.
kata (r!1) mengandung makna syarat sehingga
fliil,j,*s)i t; ,Git o;;ir\ i'raab kalimat
fi'il yang jatuh setelahnya bisa berpengaruh
ini sama dengan i'raab kalimat sebelumnya.
terhadapnya. Atau 'aamilnya adalah i-l rlry
(*; ,r;{r yakni wuquu'ul waaqi'ah waqta raiiil Istifhaam atau pertanyaan pada kedua
ardhi (terjadinya Kiamat adalah pada waktu kalimat ini (ayat B dan 9) adalah istifhaam
bumi diguncangkan sedahsyat-dahsyatnya), yang mengandung makna at-Ta'ajjub dan af-
Atau 'aamilnya adalah 4r;1C 4y). #F yakni Ta'zhiim fpertanyaan yang bernada takjub dan
kejadian Kiamat bukanlah kebohongan. |adi, apa yang ditanyakan itu adalah sesuatu yang
besar).
{;4ur t),trry [ri4' r-r,i;iy tata (irir:^lry
yang pertama adalah mubtada', sedang-
kan yang kedua menjadi sifat. Kata {tuj;i}
mubtada' kedua, dan kata (ii*l'F adalah
khabarnya. Namun versi i'raab yang lebih
tepat adalah kata (ilr:ry yang pertama men-
jadi mubtada', sedangkan yang kedua menjadi
khabar. Sedangkan kalimat 43i{t !6iiy
adalah permulaan kalimat baru yang bersifat
menjelaskan.
=-l
I
Balaa$hah aduk makanan sawiiq. (',:iF debu. (d:,1$ yang I
41;t1t -7ru1| di antara kedua kata ini, yaitu beterbangan. I
I
(:-rh dan (i;rjr) terdapat jinaas isytiqaaq. q#;y dan kalian pada hari Kiamat.
(tt', y;b Di antara kedua kata ini terdapat i
(ax *r;;iy terbagi menjadi tiga kelompok atau
ath-Thibaaq.
golongan. Setiap ada sesuatu yang disebutkan
P engisnadan perbuatan, al-Khafdhu [me-
rendahkan) dan ar-Raf'u [meninggikan) ke- di samping kelompok lain disebut zauj, dan
pada hari Kiamat adalah bentuk majaz 'aqli,
karena pada hakikatnya yang merendahkan setiap dua hal yang berpasangan laki-laki dan
dan meninggikan adalah Allah SWT. Ini seperti perempuan disebut zauj. {.*:;t *t*}t} maka
perkataan nahaaruhu shaa'imun [siangnya si golongan kanan, yaitu golongan yang menerima
fulan berpuasa).
buku catatan amalnya dengan tangan yang
{-,';:,,} (iilj} Di antara kedua kata ini
sebelah kanan. {z#r -t;Li t;] ini adalah kalimat
juga terdap at ath-Thibaaq.
istifhaam atau pertanyaan yang bertujuan untuk
Mufradaat Lughawlyyah
menunjukkan betapa besar dan agungnya per-
$i;tSr .i1r;y) apabila Kiamat terjadi. Hari
Kiamat disebut al-Waaqi'ah [yang terjadi), kara mereka dengan masuk surga. Mereka
karena Kiamat adalah sesuatu yang pasti
adalah para pemilik kedudukan yang luhur.
terjadi. {t:" V}. JJ} tiada kebohongan
{1il, **iiy golongan kiri yang mene-
tentang terjadinya Kiamat. Atau tiada yang
rima buku catatan amalnya dengan meng-
bisa berbohong tentang terjadinya Kiamat.
gunakan tangan kiri mereka. {Ii-j' oc;i cy
Dalam arti, ketika Kiamat terjadi, tiada yang kalimat pertanyaan ini bertujuan untuk
bisa menyangkal dan memungkirinya seperti menunjukkan pengertian betapa rendahnya
posisi mereka dengan masuk neraka. Mereka
ketika masih di dunia. adalah para pemilik kedudukan yang hina.
4y,: y;b hari Kiamat itu merendahkan (iirrr;y orang-orang yang terdepan dan
suatu kaum dengan masuk neraka, dan terdahulu sampai kepada kebaikan di dunia.
meninggikan kaum yang lain dengan masuk Mereka itu adalah para nabi. 4jl,u:lr) kata
surga. Ini mengukuhkan betapa hari Kiamat ini posisinya memperkuat kata sebelumnya
adalah sesuatu yang besar dan serius karena untuk menunjukkan betapa agungnya posisi
kejadian-kejadian besar dan serius memang dan kedudukan mereka. Mereka adalah orang-
orang yang paling cepat dan paling terdepan
bisa membedakan dan mengklasifikasikan di
mencapai keimanan dan ketaatan tanpa ber-
antara manusia.
lamban-lamban sedikit pun.
c;,(r-,.'''ot ,"r!rt -. bumi diguncang-
{r,r, ?d; g,o}'ii, cl-1;iy meret<a itu adalah
r;1| apabila
orang-orang yang didekatkan derajat mereka
kan sedahsyat-dahsyatnya hingga menyebab-
dan ditinggikan kedudukan mereka dalam
kan bangunan dan gunung-gunung runtuh
surga. Mereka adalah orang-orang yang me-
dan hancur luluh lantak. (ul"; ir:*jr .-:.i;F dan miliki kedudukan spesial serta kemuliaan dan
gunung-gunung dihancurkan hingga menjadi kehormatan istimewa di sisi Tuhan.
seperti makanan sawiiq (makanan yang Tafslr dan Penlelasan
terbuat dari tepung gandum yang diencerkan) 'Apabila terjadi hari Kiamat, terjadinya
tidak dapat didustakan (disangkal)." (al.
yang diaduk-aduk. Dikatakan, bassa Fulaanun Waaqi'ah:1-2)
as-Sawiiqa yang berarti si fulan mengaduk-
d--N. TAFSIRAL-MUNIRJILID 14
Apabila terjadi Kiamat, tiada suatu apa 'Apabila bumi diguncangkan sedahsyat-
pun yang bisa menghalau dan menolak ke- dahsy atny a. " (al-Waaqi'ah: 4)
datangannya, dan pasti harus terjadi. Ketika
Kiamat terjadi, tiada pengingkaran sama se- Apabila bumi diguncangkan sedahsyat-
kali, tiada lagi yang bisa berbohong tentang dahsyatnya, sehingga bumi pun berguncang
kejadiannya, tiada lagi yang bisa memungkiri-
sangat dahsyat, hingga menyebabkan segala
nya seperti ketika masih berada di dunia. apa yang ada di atasnya runtuh dan hancur' Ini
Al-Waaqi'ah adalah salah satu nama hari sama seperti firman Allah SWT,
Kiamat, seperti al-Aazifah, al-Haaqqah dan 'Apabila bumi diguncangkan dengan gun'
cqngan yang dahsyat." (az-Zalzalah= L)
yang lainnya. Hari Kiamat disebut al-Waaqi'ah
"Wahai manusia! Bertakwalah kepada
[kejadian, fakta) karena hari Kiamat adalah Tuhanmu, sungguh, guncangan (hari) Kiamat
sesuatu yang nyata dan pasti adanya. Hal ini itu adalah suatu (keiadian) yang sangat besar."
(al-Haii:1)
sebagaimana yang disebutkan dalam ayat lain,
"Dan gunung-gunung dihancurluluhkan
"Mqke pada hari itu teriadilah hari sehan cur-h anc u rny e." (al-Waaqi'ah : 5)
Kiamat." (al-Haaqqah: 15) Gunung-gunung dihancurkan dan diluluh-
lantakkan sehingga menjadi seperti yang di-
Kalimat {(iij ;"ir} mengisyaratkan sebuah firmankan oleh Allah SWT,
pengertian bahwa terjadinya hari Kiamat ber- "Onggokan pasir yang dicurahkan" (al'
Muzzammil:14)
langsung secara sekaligus.
"Makq jadilah ia debu yang beterbzngan."
"(Kejadian itu) merendahkan (satu (al-Waaqi'ah:6)
golongan) dan meninggikan (golongqn yang Gunung-gunung pun menjadi debu yang
Iain)." (al-Waaqi'ah: 3) berserakan dan beterbangan seperti abu yang
beterbangan dari api, atau yang diterbangkan
Hari Kiamat akan merendahkan kaum- dan ditebarkan oleh angin.
kaum yang dulu ketika di dunia mereka adalah Ayat ini seperti ayat-ayat lainnya yang
orang-orang yang berkedudukan tinggi. Hari
Kiamat merendahkan mereka dengan cara semakna yang menunjukkan gunung-gunung
yang hilang dari tempatnya pada hari Kiamat
menjadikan mereka di dalam neraka. Mereka
dan menjadi seperti laksana bulu yang
adalah orang-orang kafir dan orang-orang
fasik. Hari Kiamat juga meninggikan dan dihambur-hamburkan karena gunung-gunung
itu dihancurleburkan oleh Tuhan.
mengangkat kaum-kaum yang dulu ketika di
dunia mereka adalah orang-orang yang ter- "Dan kamu meniadi tiga golongan"' (al-
marginalkan. Hari Kiamat meninggikan me- Waaqi'ah:7)
reka dengan menjadikan mereka di dalam Kamu sekalian pada hari Kiamat terbagi
surga. Mereka adalah para kaum beriman' Hal menjadi tiga golongan. Pertama, golongan ka-
nan merupakan para penghuni surga. Kedua,
itu karena kejadian-kejadian besar biasanya
golongan kiri merupakan para penghuni
memang menyebabkan terjadinya perubahan-
perubahan drastis pada tatanan masyarakat, neraka. Ketiga golongan as'Saabiquun yang
perubahan-perubahan pada norma, standa4
dan ukuran yang berlaku, serta mengubah
keadaan yang ada, mengangkat pihak yang
sebelumnya berada di bawah dan merendah-
kan pihak yang sebelumnya berada di atas.
TA-FSTR,AL-MUNrR IrtID 14 . tr+l -1'***-*\ surah al-waaq!'ah
terdepan di hadapan Allah SWT memiliki ke- Imam Ahmad meriwayatkan dari Mu'adz
dudukan yang dekat di sisi-Nya yaitu para bin |abal r.a.,
rasul, para nabi, orang-orang shiddiiq, dan )-r;i(+t' ./(;iF .i;, ,1 t . ois ;..i.!ot
,. ni
para syuhada'.
)u Bg irr
Kemudian, selanjutnya Allah SWT men-
ii|w, :t3 e :y":4,C(rtitiiri'*et ;e;ib:y,
jelaskan tentang ketiga golongan tersebut, l'
C.(i i ) r,at
Pertoma,
"Yaitu golongan kanan, alangkah mulianya "Bahwasanya Rasulullah saw. membaca ayat
golongan kanan iru." (al-Waaqi'ah: 8) tentang golongan kanan dan golongan kiri, lalu
Golongan kanan menerima buku catatan beliau menggenggamkan kedua tangan beliau lalu
amal mereka dengan tangan kanan dan me- bersabda,'Ini untuk surga dan aku tidak peduli,
reka dibawa menuju ke surga. Betapa baik dan ini untuk neraka dan aku tidakpedulii"
keadaan dan sifat mereka. Alangkah sempurna
dan lengkap kebahagiaan mereka!! Ketiga,
Ayat'Alangkah mulianya golongan kanan "Dan orang-orang yang paling dahulu
(beriman), merekalah yang paling dahulu
itu" mengandung makna yang memberikan (masuk surga), mereka itulah orang yang
dekat (kepada Allah), berada dalam surga
sebuah pengertian betapa besar dan agung
perkara dan urusan mereka. kenikmatan " (al-Waaqi'ah: 10-12)
Huruf/a' pada kata [y;t *t;;t;$ berfungsi Orang-orang yang terdepan dari setiap
untuk menunjukkan pengertian bahwa kalimat umat dalam keimanan, ketaatan, jihad, tobat,
ini posisinya menjelaskan lebih lanjut tentang
ketiga golongan yang disebutkan sebelumnya. dan amal-amal kebajikan. Mereka adalah
Di sini, diawali dengan golongan kanan ke-
mudian dilanjutkan dengan golongan kiri, para nabi, para rasul, syuhada', orang-orang
dengan tujuan untuk menggugah ketertarikan shiddiiq, dan para hakim yang adil. Mereka
pada pahala (at-Targhiib) dan memunculkan adalah orang-orang yang terdahulu dan ter-
depan dalam menggapai rahmat Allah S\MI,
perasaan takut pada hukuman (at-Tarhiib),
setelah sebelumnya dimunculkan suasana limpahan pahala-Nya, dalam menggapai ke-
mencekam dan perasaan takut kepada al- hormatan, dan kemuliaan yang agung dari-
Waaqi'ah [Kiamat). Nya, serta menetap di taman-taman surga
Kedua, yang penuh kenikmatan dan kesenangan se-
"Dan golongan kiri alangkah sengsaranya lama-lamanya.
golongan kiri itu." (al-Waaqi'ah: 9)
Di sini digunakan kata tunjuk jauh, yaitu
Golongan kiri menerima buku catatan
{iul;ip, untuk memberikan pengertian luhur-
amal mereka dengan tangan kiri dan mereka
nya derajat dan tingginya kedudukan mereka.
digiring menuju ke neraka. Betapa buruknya
keadaan dan kondisi mereka. Alangkah besar Imam Ahmad meriwayatkan dari Aisyah r.a.
kesengsaraan, malapetaka, dan kepiluan me-
dari Rasulullah saw., beliau bersabda,
reka!
i i;z c/
,L)
l)l
"aVnttV:)tii',& d\i:4ttt bt)iri
l;;r';nr ,rjv
yyql
t;<;r ,;;k,iru: r;1j ,;ra 6;.tt $;i
gunung luluh lantak hingga menjadi debu
yang beterbangan dan hilang dari tempat-
"Tahukah kalian siapakah orang-orang nya semula.
4.yang terdahulu dan terdepan dalam menggapai Pada hari Kiamat, umat manusia terbagi
naungan Allah SWT pada hari Kiamat? Para menjadi tiga golongan, yaitu golongan
sahabat berkata, Allah SWT dan Rasul-Nya kanan, golongan kiri, dan golongan as-
adalah yang lebih tahu.' Beliau bersabda, 'Yaitu Saabiquun.
orang-orang yang apabila diberi hak maka mereka Golongan kanan, mereka adalah
menerima dan mengapresiasianya, apabila di- orang-orang yang dibawa ke kanan me-
mintai hak maka mereka memberikannya, dan
mereka memberikan Putusan untuk orang lain nuju ke surga dan mereka menerima
sebagaimana jika mereka memberikan putusan
buku catatan amal dengan tangan kanan
untuk diri sendiri."'
mereka.
Golongan kiri, mereka adalah orang-
J orang yang dibawa ke kiri menuiu ke
Flqth Kehldupan atau Hukum'Hukum neraka dan mereka menerima buku
Ayat-ayat di atas menjelaskan sejumlah catatan amal mereka dengan tangan kiri
hal sebagai berikut. mereka.
1. Terjadinya Kiamat adalah sesuatu yang Golongan as-Saabiquuna, mereka
pasti tanpa diragukan lagi. Tiada satu adalah para nabi, para rasul, para mujahid,
orang pun yang bisa mendustakan, meng- dan para hakim yang adil, yang terdepan
ingkari, dan menyangkalnya ketika terjadi dalam keimanan, ketaatan, jihad, tobat,
dan memberikan putusan hukum dengan
seperti ketika masih di dunia. Tiada se-
orang pun yang kuasa untuk menolak dan haq, bena4 dan adil. Mereka adalah orang-
menghalaunya. orang yang didekatkan kedudukannya di
sisi Allah SWT.
2. Hari Kiamat meninggikan dan mengang-
kat beberapa kaum ke surga. Mereka ada- Pengklasifikasian makhluk pada hari
lah para kekasih Allah SWT. Hari Kiamat Kiamat menjadi tiga golongan, menjadi
juga merendahkan beberapa kaum yang bukti kuatnya rahmat Allah. Di sini Allah
SWT tidak menjadikan golongan keempat,
lain ke dalam neraka. Mereka adalah pa- yaitu orang-orang yang paling terbelakang
ra musuh Allah SWT. Kejadian-kejadian dari golongan kiri karena besarnya mur-
besar biasanya memang mengakibat- ka atas mereka, sebagai bandingan dari
kan teriadinya perubahan sosial dalam
golongan terdepan yang didekatkan ke-
struktur dan bentuk tatanan masyarakat. pada-Nya. Pembagian ini seperti ayat,
Terdapat kaum yang berubah meniadi
mulia dan tinggi dan terdapat pula kaum "Di antara mereka adayang menzalimi
diri sendiri, ada yang pertengahan dan ada
lain yang berubah menjadi hina dan (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan
dengan izin Allah." fFaathir: 33)
rendah.
Di sini Allah SWT tidak menyebutkan
3. Ketika Kiamat teriadi, bumi diguncangkan golongan keempat, yaitu golongan yang
tertinggal dan terbelakang dari semuanya'
dengan hebat. Semua orang dan segala
sesuatu yang ada di atasnya seperti
bangunan-bangunan, istana-istana, dan
gunung-gunung dihancurkan. Gunung-
TAFSTRAT.-MUNTR IrrrD 14 1. 6;i. i:> ini adalah qiraa'aat Ashim, l
BERBAGAI MACAM KESENANGAN DAN Hamzah dan al-Kisa'i.
KEN IKMATAN YANG DIPEROIEH GOLONGAN
AS.SAABIQUUN 2. <oli it> ini adalah qiraa'aat imam yang
Surah ahWaaql'ah Ayat 13 - 26 lain.
)F:YffifuFJvdW@'-$ivre$ 4l*',*ib:
(4Jl*- q*iJ Hamzah dan al-Kisa'i membaca <;* ti).
uY'ac.v"6b\@'ss{tiJrYr'-ry l'raab
f*.fd-V$',il$,.tsV'ifi^i,-*ffi #r; ',,6!.,i;'; ,; ,i ,as\t;1 pi,a;$ti'{iy
f ib 3*r' ffi'-;fi'\Yi- *,ilJ ffi'W- 4:4"; q'' t<^ti'4*p Uisa sebagai mubtada'
*ffi 'b*:;tifu,,x*W'#Jti3rtS(g,i( yang diakhirkan, sedangkan khabarnya adalah
ffi rf Ef Ea {r O'rAi * $vz:t;<i," fi,.*t .>G ;) Atau bisa jadi sebagai khabar I
untuk mubtada'yang dibuang, yakni hum
"Segolongan besar dari orang-orang yang i
tsullatun. Kalimat (rri, i J;r1Y di'athaJkan
terdahulu, dan segolongan kecil dari orang-orang ;
yangkemudian. Mereka berada di atas dipan yang
bertatahkan emas dan permata, seraya bertelekan kepada kalimat, 44iit i(ii;y5. ;x!atdaan{i{o+.Jt3.y}
di atasnya berhadap-hadapan. Mereka dikelilingi
oleh anak-anak muda yang tetap muda, dengan adalah khabar kedua. Kata
membawa gelas, cerek dan minuman yang diambil
menjadi haal dari dhamir yang ada pada kata
dari air yang mengalir mereka tidak pening
karenanya dan tidak pula mabuk, dan buah- 4','; *y. A ,r'i ,:rrSit liu' fu:ii ,:,e. );)y
buahan dari apa yang mereka pilih, dan daging 1t):;-,"G\J
burung dari apa yang mereka inginkan. Dan ada Kata (lrl} dibaca rafa' dengan asumsi, wa
bidadaribidadari bermata jeli, laksana mutiara
lahum huurun. Kata ini merupakan bentuk
y ang t er s imp an b aik. S eb agai b al a s an atas ap a y ang
jamak dari ahwar dan hauraa'. Ada versi
telah mereka kerjakan. Mereka tidak mendengar
di dalamnya perkataan yang sia-sia dan tidak pula qiraa'aat yang membaca nashab, wa huuran
perkataan yang menimbulkan dosa, akan tetapi
mereka m endengar ucap an s alam." (al-Waaqi'ah: dengan asumsi wa yu'thauna huuran Ada
t3-26) pula versi qiraa'aat yang membaca jarr, wa
Qhaa'aat huurin dengan meng'athafkannya kepada kata
{.rii;}, sebelumnya, yaitu {attli 7tfL.b.
Kata {ar} adalah bentuk jamak dari a'yan
As-Susi dan Hamzah ketika waqaf mem-
dan 'ainaa'. Secara kias, semestinya bentuk
baca qurG 9.
jamaknya adalah mengikuti wazan, fu'lun
(,ri ll) dibaca:
denganfa' fi'il dibaca dhammah, namun di sini
dibaca kasrah karena 'ainfi'ilnya berupa huruf
ya'. Kata (;,Fh bisa sebagai mashdar (maf'uul
muthlaq) yang berfungsi memperkuat kalimat
sebelumnya, atau bisa juga sebagai maf'uul li
ajlihi.
(ui>r- r;>r- ,,: .il} kata (>{-;} dibaca nashab
sebagai mustatsnaa dalam istitsnaa' munqathi'
atau dibaca nashab dengan fi'il, yasma'uuna,
Kata {r;}r} dibaca nashab sebagai maf'uul
bihi untuk kata al-Qaul atau sebagai maf'uul
muthlaq, yakni yatadaa'auna fiihaa, wa
TAFSTR AL-MUN tR IItID I 4
sallamakallaahu salaaman atau sebagai sifat Banyaknya jumlah kedua golongan tidak
untuk t<ata (>r+).
lantas menafikan salah satunya lebih banyak
Balaaf.hah
dari yang lain. Dengan kata lain, kedua
(r--i'F {d;{ } di antara kedua kata ini
golongan jumlahnya sama-sama banyak, tetapi
terdapat ath-Thibaaq.
salah satunya lebih banYak.
(yr3' iit $t?'r );rY dalam kalimat ini
$"p;y yang dirajut dengan kuat, kukuh,
terdapat tasybiih mursal muimal yang dibuang
dan rapi, atau yang bertahtakan emas dan
w aj hu sy sy ab ah -ny a ftitik p e rs e rup aan), yakni batu mulia. (irrirp anak-anak. Bentuk jamak
ka amtsaalil lu'Iu'il maknuun fii bayaadhihi wa
shafaa'ihi [laksana mutiara dalam hal putih dari w al a d un. ( j.,.1i*1y yan g se lamanya m ereka
bersih). tetap seperti itu, yaitu tetap muda dan tidak
pernah mengalami penuaan seperti yang
{u)r., rj)\; r":.iI,€ij it,ivi;:j;'i} di sini
dialami oleh anak-anak di dunia' (:'f!F
terdapat ta'kiidul madhi bi maa yusybihudz
dzammaa [memperkuat pujian dengan se- wadah atau gelas yang tidak memiliki gagang
suatu yang menyerupai celaan) karena salam pegangan dan tidak pula tangkai mulut'
bukanlah termasuk bentuk al-Laghwu dan at-
Ta'tsiim, kemudian Allah SWT memuii mereka Bentuk jamak dari kuub. {e..,n\1$ wadah yang
dengan perbuatan menebarkan salam. memiliki gagang pegangan dan tangkai mulut
Mufradaat Lu$hawffiah (cerek). Bentuk jamak dari ibriiq, {"rki} gelas
4iiiy lamaah atau sekumpulan orang yang
untuk minum khamr. {# r} dari khamr yang
berjumlah banyak atau sedikit. {ol!!t ;r} dari
umat-umat (kaum) yang terdahulu. ;.l .pi;) mengalir dari sumber mata air khamr yang
4r-r\, dan sedikit dari umat Nabi Muhammad tidak pernah habis.
saw. Hal ini tidak bertentangan dengan sabda
Rasulullah saw, ".Sesungguhnya umatku ium' 4\;L'r ;U- i) mereka tidak mengalami rasa
lahnya melebihi umat-umat yang lain.'66 Bisa
saja orang-orang as'saabiquun dari kalangan pening karenanya seperti yang ditimbulkan
umat-umat terdahulu lebih banyak daripada
oleh khamr dunia. {irl 'i;} dan tidak pula
orang-orang as-Saabiquun dari kalangan
mereka mengalami kehilangan kesadaran akal
umat ini dan pengikut umat ini lebih banyak
karena mabuk, beda dengan khamr dunia. Ada
daripada pengikut umat-umat terdahulu' Hal
versi qiraa'aat yang membaca yunzafuuna
ini tidak bertentangan dengan firman Allah dan ada pula yang membaca yunzifuuna dati
nuzifa asy-Syaaribu wa anzafa, (mabuk dan
SWT tentang golongan kanan, kehilangan kesadaran akal). Orang yang
"segolongan besar dari orang-orang yang mabuk disebut naziif dan manzuuf' 43tF-dY
terdahulu dan segolongan besar pula dari dari apa yang mereka pilih.
orang yang kemudian." (al-Waaqi'ah 13-14) (*t mereka juga memPeroleh
bidadari-b"idhaYdari yang bermata ieli, yaitu
56 Tafsir Al-Alusi,27 /134.
warna hitam dan putih matanya indah nan
elok. Kata (lr) adalah bentuk jamak dari
ahwar dan hauraa) yang berarti perempuan
yang warna hitam dan putih matanya sangat
kontras. Sedangkan kata (;*) adalah bentuk
jamak dari a'yan dan 'ainaa) yang berarti
matanya besa6 lebat indah, nan elok.
(uFl,F yang tersimpan dan terpelihara
atau tertutup yang belum pernah disentuh
TArsrR AL'MuNrR JrrrD 14
oleh tangan. Maksudnya adalah mutiara yang pun menurunkan ayat 39 dan 40,41{r ; iiiy
(i.-i, t fri" Lalu Rasulullah saw. memanggil
terpelihara dari hal-hal yang bisa merusak
kejernihan dan kebersihannya. triG a. "t;$ Umar bin Khaththab r.a. dan berkata, 'Wahai
(j-,,ij Semua yang didapatkan oleh mereka Uman sungguh Allah SWT telah menurunkan
itu adalah sebagai balasan atas amal-amal
ayat menyangkut perkataan kamu itu, yaitu
mereka. 4W. :tr:::- i) di dalam surga mereka
tidak mendengar {rl} perkataan yang buruk, ayat, $a1\t :r"{ii ";'r$t ;"',j}y.'talu llmar berkata,
'Kami ridha dan puas dengan Tuhan kami dan
kotoc jorok, dan hina. (qU'rj} dan tidak pula
sesuatu yang menyebabkan dosa. r-1>k ry .il) keimanan kepada Nabi kami."'
{r.1>,r"; akan tetapi perkataan "salam, salam." Kesimpulannya adalah kedua riwayat di
Yakni, mereka mengucapkan sallamakallaahu atas statusnya masykuuk fiihi (diragukan).
salaaman. Pengulangan kata salaaman di sini Persesuaian Ayat
untuk memberikan pengertian bahwa ucapan Setelah menerangkan golongan manusia
yang ketiga pada hari Kiamat, yaitu golongan
salam bertebaran di antara mereka dengan as-Saabiquua Allah SWT menjelaskan ragam
begitu semarak. kenikmatan dan kesenangan yang mereka
peroleh seperti alas tempat duduh para pe-
Sebab Turunnya Ayat (13 dan 39) layan, makanan, minuman, bidadari, per-
kataan-perkataan steril dari sifat kotor; hina,
Imam Ahmad, Ibnul Mundzir; dan lbnu Abi
Hatim meriwayatkan dengan sanad yang di dan dosa, serta ucapan salam di antara mereka.
dalamnya terdapat perawi yang tidak dikenal
dari Abu Hurairah r.a., ia berkata,
(r-{, iif}E,rti43ci;',A/a#t y,",1ilji'r$' Tafslr dan Penlelasan
(,rr{' :t"t
43it; "Segolongan besar dari orang-orang yang
terdahulu, dan segolongan kecil dari orang-
"Tatkalaturun ayat li dan U,A)A.iit;'iiy orang yqng kemudian." (al-Waaqi'ah: 13-14)
(r-v' g.makahal itu sangat mengganggu pikiran
Sesungguhnya golongan as-Saabiquun
kaum Muslimin. Lalu turunlah ayat dan 40, j,;iY yang didekatkan kepada Allah SWT. Mereka
adalah golongan yang banyak yang tidak
{i-{' i"il,6;$'." terbatas jumlahnya dari kalangan umat-umat
terdahulu mulai sejak Nabi Adam a.s. hingga
Ibnu Asakir dalam Taariikh Dimasyq me-
Nabi Muhammad saw. dan sedikitdari umatini.
riwayatkan dengan sanad fiihi nazharun (ada Golongan as-Saabiquun yang berasal dari umat
catatan) melalui jalur Urwah bin Ruwaim ini disebut sedikit dibandingkan dengan yang
berasal dari umat-umat terdahulu meskipun
dari fabir bin Abdillah r.a., ia berkata, Tatkala sebenarnya jumlah mereka juga banyak. Itu
turun surah al-Waaqi'ah dan di dalamnya karena banyaknya jumlah para nabi pada
umat-umat terdahulu dan banyaknya orang
terdapat ayat, {a1\, i ,ryi 43$t ' '{i\ maka
yang memenuhi seruan dan dakwah para nabi
Umar bin Khaththab r.a. menangis dan berkata, tersebut.
'Hai Rasulullah, kami beriman kepada Anda,
Dalil bahwa yang dimaksud dengan ayat,
membenarkan dan memercayai anda, namun
(r-i' i ,yiy adalah dari umat Nabi
meskipun begitu, orang yang selamat dari
Muhammad saw adalah hadits yang diriwayat-
kalangan kami hanya sedikit.'Lalu Allah SWT
TAFSIRAL-MUNIR JILID 14
kan oleh Bukhari, Muslim, Ahmad, dan Nasa'i dibandingkan dengan jumlah umat-umat yang
dari Abu Hurairah r.a., bahwasanya Rasulullah lain. Golongan as-Saabiquun yang berasal dari
saw. bersabda, umat-umat terdahulu adalah lebih banyak
daripada yang berasal dari umat ini dan para
a o*tJJt or7'lt pengikut umat kita lebih banyak dari para
pengikut umat-umat terdahulu. Banyaknya
ut-At i'{, oJ iumlah golongan as-saabiquun yang berasal
' dari umat-umat terdahulu tidak lain adalah
\J' karena jumlah para nabi mereka memang
"Kita adalah umat yang terakhir dan yang banyak. Oleh karena itu, tidaklah masalah jika
terdepan pada hari Kiamat." jumlah golongan as-Saabiquun yang berasal
dari umat ini kalah banyak dari yang berasal
Hal ini iuga mungkin bisa diperkuat dari umat-umat terdahulu yang hal itu karena
dengan hadits yang diriwayatkan oleh imam memang digabungkan dan diakumulasikan
Ahmad, Abu Muhammad bin Abi Hatim, dengan jumlah para nabi terdahulu's7
Kemudian, Allah SWT mendeskripsikan
Ibnul Mundzic dan Ibnu Murdawaih dari Abu
Hurairah r.a., ia berkata, "Tatkala turun ayat keadaan dan kondisi golongan as-Saabiquun
13 dan 14, {4.r\t b ,Yt ,,'1i$t b lt\ maka hal al-Muqarrabuun,
itu membuat para sahabat merasa gundah. "Mereka berqda di atas dipan-dipan yang
bertahtakan emas dan permata, mereka ber-
Lalu turunlah ayat 39 dan 40, s'ii, a'tit oliiy
(rr{' Lalu Rasulullah saw. bersabda,'sungguh sandar di atasnyq berhadap-hadapan." (al'
aku sangatberharap kalian adalah seperempat Waaqi'ah:15-16)
penduduk surga, sepertiga penduduk surga'
Mereka berada dalam surga dalam ke-
bahkan kalian adalah separuh penduduk
adaan berada di atas tahta dan singgasana-
surga dan kalian berbagi dengan mereka pada singgasana yang dirajut dari benang-benang
separuh yang lain."' emas berlapiskan mutia ra,y q.qut, dan zabari ad,
Adapun golongan kanan sebagaimana bersandaran di atasnya sambil berhadap-
yang akan dijelaskan di bagian selanjutnya dan hadapan bukan saling memunggungi. Mereka
berada dalam suasana penuh kelapangan,
mereka adalah para penghuni surga, golongan kebahagiaan, keceriaan, kesenangan, suka
cita, dan keakraban, tiada pernah merasakan
kanan yang berasal dari umat ini jumlahnya bosan, jenuh dan jemu, tidak pernah berselisih,
bertengkar dan saling benci. Mereka juga se-
banyak. Golongan kanan adalah setiap orang nantiasa dilayani, sebagaimana yang dijelas-
kan dalam ayat selanjutnYa,
yangberiman kepadaAllah SWT dan Rasul-Nya
"Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda
serta beramal saleh. Golongan kanan adalah yang tetap muda." (al-Waaqi'ah: 17)
tsullatun (segolongan besar) dari orang-orang Mereka senantiasa dikelilingi oleh para
yang terdahulu dan sekelompok yang lain dari pemuda atau anak-anak atau para pelayan
orang-orang yang kemudian. Oleh karena itu,
tidak menutup kemungkinan golongan kanan 57 Tafsir Al-AIusi,27 /134.
yang berasal dari umat ini adalah lebih banyak
dari golongan kanan yang berasal dari umat-
umat yang lain. Sehingga jumlah yang sedikit
dari golongan as-saabiquun yang berasal dari
umatini ditambah dengan banyaknya golongan
kanan yang berasal dari umat ini. Akumulasi-
nya bisa membentuk separuh penghuni surga,
sebagaimana keterangan dalam hadits di atas.
Intinya adalah sesungguhnya jumlah
total keseluruhan umat ini adalah banyak
untuk melayani mereka. Para pelayan itu lembut dan lebih cepat untuk ditelan, lebih
dijadikan dalam bentuk wujud yang tetap, mudah dicerna, lebih sehat, dan sekaligus
tidak pernah berubah menjadi tua. Tidak memiliki fungsi yang kuat dalam membang-
menutup kemungkinan, para pelayan itu kitkan nafsu dan selera makan.
seperti halnya al-Huurul fin (bidadari) yang
"Dan ada bidadari-bidadari yang bermata
merupakan makhluk yang diciptakan di surga indah, laksana mutiara yang tersimpan baik."
untuk melaksanakan tugas melayani tersebut. (al-Waaqi'ah=22-23)
"Dengan membawa gelas, cerek, dan sloki Mereka juga memperoleh bidadari-bida-
(piala) berisi minuman yqng diambil dari air dari yang putih bersih, bermata jeli, dan elok.
yang mengalir, mereka tidak pening karenanya
dan tidak pula mabuk." (al-Waaqi'ah: 18-19) Bidadari-bidadari itu sangat cantik, berkulit
putih bersih dan jernih laksana mutiara
Para pelayan itu senantiasa berkeliling di yang tersimpan dan masih perawan yang
antara mereka sambil membawa al-Akwaab,
belum pernah tersentuh oleh tangan. Hal ini
yaitu gelas-gelas yang bulat polos tanpa gagang sebagaimana yang dijelaskan dalam ayat lain,
pegangan dan tanpa tangkai mulut, ceret, "seakan-akan mereka adalah telur yang
dan gelas-gelas khamr yang penuh dengan tersimpan dengan baik." (ash-Shaaffaat: 49)
minuman khamr surga yang mengalir dari
Huruf kaf pada kata (.tr.:ii) berfungsi se-
sumber-sumber mata air khamr, bukan khamr
yang dibuat dari perasan buah seperti khamr bagai al-Mubaalaghah atau intensifikasi mak-
dunia. Minuman khamr itu bersih, murni, dan na penyerupaan.
sega4 kepala mereka tidak mengalami pusing
karena meminumnya dan tidak pula membuat "sebagai balasan atas apq yang mereka
ke rj aka n," (al-Waaqi' ah= 2 4)
mereka mabuk.
Semua yang mereka peroleh itu adalah
Abdullah bin Abbas r.a. mengatakan, pada
khamr terdapat empat karakteristih yaitu sebagai balasan atas amal-amal mereka.
mabuk pusing, muntah, dan air kencing. Lalu
"Di sena mereka tidak mendengar per-
Allah SWT menjelaskan dan menegaskan cakapan yang sia-sia maupun yang me-
nimbulkan dosa, tetapi mereka mendengar
bahwa khamr surga steril dari semua itu. ucap qn s alem." (al-Waaqi' ahz 25 -26)
"Dan buah-buahan qpo pun yang mereka Di dalam surga, mereka tiada mendengar
pilih, dan daging burung apa pun yang mereka
perkataan yang sia-sia dan kosong, atau
l)i n g inka n." (al-Waaqi' ahz 2O -2 perkataan yang jele( kotor, hina, dan tidak
pantas. Iuga, tidak mendengar perkataan
Para pelayan itu juga berkeliling sambil
membawa jamuan dari buah-buahan yang yang keji dan buruk berupa umpatan, cacian
mereka [golongan as-Saabiquun) pilih dan atau perkataan dosa. Akan tetapi, mereka
sukai, serta beragam daging burung yang mendengar sebaik-baik perkataan salam atau
ucapan tahiyat salam yang paling mulia di
mereka idamkan dan hasrati. Karena daging antara sesama mereka, sebagaimana firman
Allah SWT dalam ayat,
burung adalah lebih baik dan lebih lezat
"Ucapan penghormatan mereka dalam
daripada jenis daging yang lain. (surga) itu ialqh salaam," (Ibraahiim: 23)
Di sini, buah-buahan didahulukan pe-
nyebutannya atas daging. Hikmahnya adalah
karena karaktersitik buah-buahan yang lebih
f;ffiurfir*-,.,,,....,:ror,"r-ry"rqr'"r,.,, -....,,., ..,.,, .,.,, J*TSI\At-Y"YI-r1.lIL-1.?11
..,, -..,.. ...,..,, ..,..,,, ...,,.,,.*,r1,.
Maksudnya adalah kenikmatan dan ke- terkemudian. Sementaru penaskhan pada
senangan itu sama sekali tidak disertai dengan ayat-ayat berita, yakni pada pengertian-
hal-hal yang menyulitkan sebagaimana yang nya secara mutlak adalah tidak boleh ber-
terjadi pada kenikmatan dunia. Tetapi, ke- dasarkan pendapat yang ariah. f ika Allah
nikmatan itu steril dari hal-hal yang mengeruh- SWT menginformasikan atau memberita-
kan, kesedihan, kegundahan, perkataan yang kan mereka bahwa mereka adalah sedikit,
tidak boleh diberitakan tentang mereka
sia-sia, kotoL dan buruk.
Hikmah diakhirkannya penyebutan hal bahwa mereka adalah banYak'
ini setelah kalimat yang menjelaskan bahwa Hasan al-Bahsri menjelaskan orang-
orang as'saabiquun yang berasal dari
nikmat-nikmat itu adalah sebagai balasan umat-umatterdahulu lebih banyak dari as-
Saabiquun yang berasal dari umat ini. Dari
atas amal-amal mereka, padahal hal ini juga
termasuk bagian dari nikmat yang agung, itu, Allah SWT berfirman, {;er{\ u Urrb.
adalah hal ini termasuk bentuk nikmat yang
Sedangkan tentang golongan kanan, yaitu
paling sempurna. Kenikmatan ini diiadi- selain golongan as-Saabiquun, Allah SWT
kan sebagai bentuk tambahan dan peng- berfirman (ayat 39 dan 40), '{ii ;.iit ,"{iy
istimewaan. Karena kenikmatan ini adalah {r-{, ;r (segolongan besar dari orang-
kenikmatan yang bersifat sosial yang meng- orang yang terdahulu dan segolongan
gambarkan begitu harmonis dan kondusifnya
kehidupan sosial mereka dalam surga. Hal besar pula dari orang-orang Yang
itu setelah sebelumnya disebutkan nikmat- kemudian). Dari itu juga, Rasulullah saw.
nikmat individu. bersabda sebagaimana yang sudah pernah
disinggung di atas, "sungguh aku berharap
Flqlh Kehldupan atau Hukum-Hukum umqtku adalah separuh penghuni surgo'
Kemudian beliau membaca ayat 39 dan 40
Ayat-ayat di atas menjelaskan sejumlah
surah al-Waaqi'ah."
hal sebagai berikut.
2. Dalam surga, golongan as-Saabiquun
1. Sesungguhnya golongan as'Saabiquun
memperoleh beragam nikmat dalam
al-Muqarrabuun terdiri dari sekelompok hal tempat duduk, makanan, minuman,
besar dari umat-umat terdahulu dan se-
kelompok kecil dari orang yang beriman pasangan hidup, dan perkataan. Tempat
kepada Nabi Muhammad saw. Karena
duduk mereka adalah singgasana-singga-
jumlah para nabi terdahulu memang ba-
sana yang dirajut dengan bahan-bahan
nyak sehingga as'Saabiquun atau orang- yang terbuat dari emas serta berhiaskan
orang yang terdahulu dan terdepan dalam mutiara dan yaqut. Mereka dilayani oleh
para pelayan muda yang tidak pernah
keimanan yang berasal dari umat ter-
mati, tidak mengalami penuaan, dan tidak
dahulu jumlahnya banyak melebihi jumlah
As-saabiquun yang berasal dari umat kita' berubah.
Yang shahih adalah bahwa aYat ini Perangkat minumannya adalah wadah
yang bersih berkilau yang tidak memiliki
(r-i, i Et 4$t' iilY aaatatr muhkamah gagang pegangan dan tangkai mulut (gelas
dan tidak dinaskh. Karena ayat ini adalah bulat polos), wadah yang memiliki gagang
pegangan dan tangkai mulut (ceret), serta
ayat berita. Iuga, karena hal itu adalah
gelas-gelas yang berisikan air atau khamr.
menyangkut dua golongan yang berbeda,
yaitu umat-umat terdahulu dan umat yang
Yang dimaksudkan di sini, adalah khamr BERBAGAI MACAM NIKMAT YANG
DIPEROLEH GOLONGAN KANAN
yang mengalir dari sumber-sumber
Surah aFWaaql'ah Ayal2? - 4O
mata air khamr. Mereka tidak mengalami
pening kepala karena minumnya. Khamr dys$.'#)4"a \:58
surga tersebut sangat lezat dan sama
sekali tidak menimbulkan sesuatu yang drsffi|#YJ ,l ,)tl
tidak nyaman. Berbeda dengan minuman
khamr dunia. Mereka juga tidak mabuk .tt4t
karenanya. @wJ,i:8 g'iz* *s'#y, I @'';i,{
Makanan mereka adalah makanan 'ugw \<1"*w duihl ',ri!'#6 -\ir
yang lezat dan nikmat dari daging burung. 'ut'^$sW o<,-lt*t'e'ii 6Vfr '61r,,*t'l-
Mereka bebas memilih buah-buahan apa osreYr
saja yang mereka inginkan dan hasrati
"Dan golongan kanan, alangkah mulianya
karena begitu banyak dan melimpah. Me-
reka memiliki pasangan bidadari-bidadari golongan kanan itu. (Mereka) berada di antara
yang luar biasa cantiknya, bermata jeli nan pohon bidara yang tidak berduri, dan pohon
elok, warna putih dan hitam bola matanya pisang yang bersusun-susun (buahnya), dan
naungan yang terbentang luas, dan air yang
sangat kontras. Para bidadari itu laksana
mutiara yang sangat putih bersih, jernih mengalir terus-menerus, dan buah-buahan yang
dan bersinar. Bentuk tubuhnya sangat banyak, yang tidak berhenti berbuah dan tidak
indah dan proporsional dari semua sisi. terlarang mengambilnya, dan kasur-kasur yang
Perkataan mereka adalah sebaik- tebal lagi empuk. Kami menciptakan mereka.
baik perkataan, steril dari segala bentuk
perkataan batil, sia-sia, dusta, kotor, (bidadaribidadari itu) secara langsung lalu Kami
jelek dan hina, steril dari setiap bentuk jadikan mereka perawan-perAwan, yang penuh
perkataan yang menyebabkan terjatuh
ke dalam dosa. Mereka tidak mendengar cinta (dan) sebaya umurnya, untuk golongan
kanan, segolongan besar dari orang-orang yang
kata-kata umpatan, cacian dan kata-kata terdahulu, dan segolongan besar pula dari orang
yang menjatuhkan ke dalam dosa. Akan
y ang kemudi an." (al-Waaqi'ah: 27 - 40)
tetapi yang ada adalah mereka saling
mengucapkan ucapan tahiyat salam di Qlraa'aat
antara sesama mereka. {(i}:
3. Allah SWT melimpahi mereka dengan Hamzah dan Khalaf membaca <(r>.
banyak kenikmatan yang agung sebagai l'raab
balasan yang baik atas amal-amal saleh (" u^; g ri6i.:^;i ft\ dham ir, hun n a di sini kembali
mereka serta atas apa yang telah mereka
persembahkan di dunia berupa perbuatan- kepada kata {1r} yang disebutkan pada
perbuatan dan perkataan-perkataan yang pembicaraan sebelumnya tentang kenikmatan
yang diperoleh golongan as-Saabiquun. Atau
baik.
kembali kepada kata (*ir .)*iy atau kepada
Kalimat $:tk,;'t L,l,,F menunjukkan kata 6\'t-,'j, ali'b' .
bahwa amal tersebut adalah amal mereka
dan amal ituleriadi dengan perbuatan
mereka. i
ThFSTRAL-MUNTR JrLID 14
Sementara itu,lbnul Anbari lebih memilih Balaa$hah
dhamir ter sebuttidak kembali kepada kata yang 4, .t**i c ,1t *G*ii| Penyebutan kata
telah disebutkan sebelumnya berdasarkan ini secara berulang dalam bentuk istifhaam,
kebiasaan orang Arab jika maknanya telah memiliki maksud untuk memberikan kesan
maklum dan sudah dipahami, seperti pada yang agung dan besar.
ayat 26 surah ar-Rahmaan, yaitu ,11; } fY Penggunaan kalimat 4,4t l*i;p setelah
(ov Dhamir ha pada ayat ini adalah kata ganti sebelumnya makna yang sama disebutkan
untuk at-Ardh (bumi), meskipun kata ini tidak dengan kalimat (1:::l' **t;y meruPakan
disebutkan sebelumnya. fuga seperti pada ayat bentuk variasi dalam mengungkapkan makna
yang sama dengan kalimat yang berbeda. Hal
l surah al-Qadr, {;fi' p ;tdii i1\. Dhamirha
yang sama juga terjadi pada kalimat, **iy
yang terdapat pada kala anzalnaahu adalah (IU, dan (.tu.lr -s;iy.
kata ganti untuk Al-Qur'an, meskipun kata Al- 4':'::,ty; :P *i:p )y eY Di antara
Qur'an tidak disebutkan sebelumnya, karena ayat-ayat ini terdapht as-Sai'yang indah dan
ayat ini memang ayat pertama yang menjadi
alami tanpa dibuat-buat dan dipaksakan, atau
permulaan surah. Iuga seperti pada ayat apa yang disebut kesamaan pada akhiran kata'
32 surah Shaad, {y$i -U t-b Pada fi'il, Hal ini membuat perkataan yang ada semakin
tawaarot terdapat dhamir yang tersembunyi berkesan dan semakin indah.
yang menjadi kata ganti untuk matahari, Mufradaat LuEhawWah
meskipun tidak ada kata matahari yang {:l C} Pohon nabk atau bidara, Yaitu
disebutkan sebelumnya. Demikian pula halnya pohon yang ciri khasnya adalah memiliki
dengan dhamir, hunna yang terdapat pada daun, dahan, dan ranting yang banyak, hanya
ayat di sini, yaitu bahwa dhamir ini adalah saja berduri. (:oF yang tidak berduri,
kata ganti untuk kata al-Huur dalam kisah yang terpotong durinya. Dari l<ata khudida
ini, meskipun dalam konteks kisah ini kata syaukuhu, (dipotong dan dibersihkan durinya).
tersebut tidak disebutkan sebelumnya. Hal itu {d!;} pohon pisang. (:*} yang bersusun-
karena maknanya sudah diketahui' sisun buahnya, tidak memiliki tangkai yang
4 *4t or;.;'i,r;t;i ii,t'.,tt;i r;,\i;,;\ kata (rlr<ii} terlihat, tetapi buahnya tersusun dalam
bentuk tandan yang rapi dan indah. {;r*:p
merupakan bentuk jamak dari bikr. fata ((r)
yang senantiasa ada dan tidak pernah hilang,
adalah bentuk jamak dari 'aruub karena serta terbentang luas tanpa pernah menyusut
wazan, fa'uul dijamakkan dengan/u'ul seperti dan , tidak pula mengalami keterpautan.
kata rosuul yang bentuk jamaknya adalah (*F:^:| yang senantiasa mengalir tanpa putus
rusu/. Boleh juga dibaca 'urban dengan 'ain serta senantiasa tercurahkan untuk mereka.
dibaca dhammah dan huruf ra'dibaca mati. 4{q't't;Y dan buah-buahan yang banyak
Kata {(r;i} merupakan bentuk jamak dari jenis,iagim, dan kuantitasnya. 4*F iy tiaaa
at-Tirb. Dikatakan hiya tirbuhu wa lidatuhu wa pernah putus dan berkurang sedikit pun'
qirnuhu, yakni 'alaa sinnihi [seusia, sebaya). 4f;, i;) aan tidak pula terhalang sedikit
Kata {ir yr-}!} bisa menjadi shillah pun untuk dipetik. Buah-buahan itu boleh
untuk kalimat sebelumnya. Atau menjadi dan bebas dipetik serta mudah untuk diambil.
$.qi;b bentuk jamak dari firaasy fkasur yang
khabaruntuk kalimat {,!;{r, iii}.
4"1;{' ,n iii} kalimat ini menjadi khabar
untuk mubtada'yang dibuang, yakni hum
ts ull atun minal aww al i i n a.
menjadi alas tempat duduk), seperti kata surui baran nikmat yang mereka peroleh, Allah SWT
menerangkan kondisi golongan kanan, men-
yang merupakan bentuk jamak dari siraai. jelaskan berbagai gambaran nikmat-nikmat
yang mereka peroleh seperti buah-buahan,
{yj'"V yang tinggi dan tersusun rapi pada
naungan, ai4, alas, dan para bidadari yang
singgasana,
cantik jelita, senantiasa perawan, dan sebaya.
iulll(.r:;1 "t.i.; u",1| sesungguhnya Kami men-
Tafslr dan Penlelasan
ciptakan bidadari-bidadari itu dengan pen-
"Dan golongon kanan, alangkah mulianya
ciptaan yang baru dan secara langsung tanpa
g olong an kanan itu." (al-Waaqi' ah: 27)
melalui proses kelahiran. (tlt(it} perawan.
Setiap kali para bidadari itu didatangi oleh Kalimat ini'athaf kepada kalimat oAtttty
suaminya, ia mendapati mereka dalam ke-
(jri,nr. Mereka adalah golongan kanan yang
adaan perawan. {(r} bentuk jamak dari
sangat berbakti. Mereka menerima buku ca-
'erttub. Ada versi qiraa'aat yang membaca tatan amal mereka dengan tangan kanan. Ke-
'urban. Yakni, para bidadari itu sangat men-
cintai dan senantiasa merindukan suaminya. dudukan mereka di bawah kedudukan go-
{(r;i} sebaya. Bentuk jamak dari at-Tirb.
longan as-Saabiquun al-Muqarrabuun. Oleh
Sebab Turunnya
karena itu, derajat dan tingkatan mereka
Ayat(27)
Sa'id bin Manshur dalam Sunannya dan dalam nikmat yang diperoleh berada di bawah
al-Baihaqi dalam al-Ba'ts meriwayatkan dari derajat golongan as-Saabiquun. Karena ke-
imanan, keikhlasan, dan amal mereka ketika
Atha' dan Mujahid, mereka berdua men- di dunia masih kalah kuat dan kalah banyak
jelaskan, tatkala penduduk Tha'if meminta
sebuah lembah dan di lembah itu terdapat dari gol o ng an a s -S a ab i quun. Kar ena itu, pohon-
madu, permintaan mereka itu pun dikabulkan. pohon, buah-buahan, dan kenikmatan yang
Lembah tersebut merupakan sebuah lembah diberikan kepada mereka tidak selevel dengan
yang mengagumkan. Lalu mereka mendengar
apa yang diperoleh oleh golongan as-Saabqiuun.
orang-orang berkata, "Di dalam surga ter-
Namun sekalipun demikian, mereka ber-
dapat demikian dan demikian." Lalu mereka
pun berkata, 'Andai saja kami di surga men- ada di derajat yang luhur dan kedudukan
dapatkan seperti lembah ini. Lalu Allah SWT
pun menurunkan ayat ini." yang tinggi. Dari itu, ungkapan dalam memuji
mereka menggunakan bentuk ungkapan se-
(Ayat 29) perti yang bisa dilihat dalam ayat ini, yaitu
Al-Baihaqi meriwayatkan melalui jalur bentuk ungkapan yang mengandung semangat
al- Mubaalaghah atau intensifikasi pujian, se-
lain dari Mujahid, ia berkata, "Mereka kagum perti perkataan Fulaan maa Fulaan?
dan tertarik kepada Lembah Wajj-sebuah
lembah yang subur di Tha'if-keteduhannya, Makna ayatini adalah dan adapun golongan
pohon-pohon pisangnya, dan pohon bidaranya. kanan yangberbahagia dan beruntung tahukah
Lalu Allah SWT pun menurunkan ayat 27-30:' kamu apakah mereka itu, bagaimana keadaan
mereka, dan bagaimana nasib mereka?
Persesualan Ayat
Setelah menerangkan keadaan dan kondisi Ini adalah ungkapan yang menarik per-
golongan as-Saobiquun serta berbagai gam- hatian dan menggugah rasa penasaran untuk
mengetahui keadaan dan nasib mereka. Oleh
karena itu, selanjutnya disebutkan penjelasan
lebih lanjut tentang apa yang sebelumnya