sut"l"l'H"tvt ,lltr{,.G,':4+,rg" s; TATSIRAL-MUNIRJILID 14
\--l
"Yang memiliki keraiaan langit dan bumi. Mahasuci Allah SWT dari apa yang orang-
Dan Allah Maha Menyaksikan segala sesuqtu." orang musyrik sematkan kepada-Nya, yaitu
(al-Buruui:9) sikap mereka yang mempersekutukan sesuatu
"Dan Allah meniadi Saksi atas apa yang dengan Allah SWT seperti istri, anah dan
mereka kerjakan." (Yuunus: 46)
sekutu.
"Maka apakah Tuhan yang meniaga setiqp
Kemudian Allah SWT berfirman,
jiwa terhadap apa yang diperbuatnyq (sama
"Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang
denganyang lain)?" (ar-Ra'd: 33)
Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Dia
Allah SWT adalah Yang Mahamenang memiliki nama-noma yang indah. Apa yang di
langit dan di bumi bertqsbih kepada-Nya. Dan
tanpa terkalahkan, Yang Maha menundukkan, Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabiiaksana."
menguasai, dan mengalahkan segala sesuatu, (al-Hasyr:24)
Yang mempunyai segala keagungan, Yang
Dialah Allah SWT Yang menakdirkan
Takabur (anti) terhadap setiap bentuk ke-
kurangan dan segala hal yang tidak pantas segala sesuatu menurut keinginan dan ke-
bagi-Nya. Sifat takabur dalam konteks sifat-
sifat Allah SWT adalah terpuji, sedangkan hendak-Nya, Yang menciptakan dan me-
wujudkan segala sesuatu. fadi, al-Khalqu
dalam konteks sifat-sifat makhluk adalah ter- adalah menakdirkan, sedangkan al-Bar'u
adalah merealisasikan apa yang telah Dia
cela. Rasulullah saw dalam sebuah hadits
takdirkan dan tetapkan ke ranah alam wujud
qudsi shahih bersabda, dan menjadi kenyataan. Tidak setiap orang
yang merencanakan sesuatu mampu untuk
c r!.ti 1 ;t,Stt:, q rli-iAt,,Y : Var i6
merealisasikan dan mengaktualisasikannya
i;nqt:t: *:u P
kecuali hanya Allah SWT.
Allah SWT berfirman, 'Keagungan adalah
pakaian-Ku dan kibriyaa' (takabur, sombong) Allah SWT adalah Yang menciptakan rupa
adalah ridha - Ku. Maka, b arangsiap a y ang merebut dan bentuk dalam berbagai bentuk, sifat,
salah satunya dari-Ku, maka Aku adzab ilia."'t03
spesifikasi dan kualifikasi yang Dia kehendaki,
sebagaimana firman-Nya dalam ayat,
"Mahasuci Allah y'ari apa yqng mereka "D)elam bentuk apa saja yang Dia kehen'
p e rs ekutukan." (al-Hasyr= 23) daki, Dia menyusun tubuhmu." (al-Infithaar:
8)
103 HR Muslim dari Abu Hurairah r.a. dan Abu Sa'id al-Khudri Allah SWT mempunyai Nama-Nama dan
r.a dengan redaksi, Sifat-Sifat Terbaik [Asma'ul Husna) yang
tiada seorang pun yang menyerupai-Nya pada
.;L r$ siL. r-yt, i. €)v- i; ,6.t':., itfjt, 'it,,:.)r)t Nama-Nama dan Sifat-Sifat tersebut karena
keagungan-Nya. Karena keagungan-Nya, Dia
"Keagungan adalah pakaian-Ku dan kibriya' adalah ridha-
Ku, maka barangsiapa merebut salah satunya dari-Ku, maka tersucikan dari segala bentuk kekurangan
sungguh aku adzab dia." dan pantas untuk disucikan. Segala apa yang
di langit dan bumi mengumandangkan tasbih
Dalam sebuah riwayat disebutkan,
menyucikan-Nya dengan bahasa keaadaan atau
i;"A".n-,1 ;',a,,A:.-s,,*- yt.i- €. *'.)'i.'.i':a ,+l;'lt'''u,-t.ii.- ;.tt, i9)$)r
bahasa verbal. Di antara hikmah-Nya adalah
e.,_6t Dia memerintahkan semua makhluk mukallaf
"Kibriya' adalah ridha-Ku dan keagungan adalah pakaian-Ku,
maka barangsiapa merebut salah satunya dari-Ku, maka aku
hancurkan dia kemudian aku lemparkan ke dalam nerakal'
lat'li*.*k*YIl.* f '11" .*.........--o rr{ , -aJgo-S.i+x -...,......,...,,.,,..,,, -........,..,..,,.*l"n "u*""{
di langit dan bumi agar bertasbih kepada-Nya .;St U- i: -*: ,^?,it J;; GGi
untuk keuntungan dan kepentingan mereka
*Suungguhnya Allah SWT memiliki sem-
sendiri, bukannya untuk keuntungan dan
bilan puluh sembilan Nama, seratus kurang satu.
kepentingan-Nya, sebagaimana firman-Nya Barangsiapa menghafalnya, memahami, dan
dalam ayat, menghayatinya, makl ia masuk surga. Sesungguh-
"Langit yang tujuh, bumi, dan semua yang , nya Allah SWT adalah witir (ganjil, maksudnya
qda di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan
adalah Esa) dan Dia menyukai witir (ganjil)i'
tidak ada sesuatu pun melainkan bertasbih
dengan memujiNya, tetapi kamu tidak me- Hadits serupa juga diriwayatkan oleh at-
ngerti tasbih mereka." (al-Israa': 44)
Tirmidzi dan Ibnu Majah dengan tambahan
Allah SWT Mahakuat, Mahamenang, Maha seperti berikut,
Menguasai, dan Maha Mengalahkan Yang blt !;lticrrir )t-,,A'a.
tiada suatu apa pun yang kuasa menandingi Yl 4Jl g;-tJt .irt ,,i
dan mengalahkan-Nya sedikit pun, Yang amat )W Tjsr u"fiJt ,y/\ iyf, Jtfrt
keras pembalasan-Nya terhadap musuh- ))@r '.,6t )'r;:lt utQt ,ltoJt ]f,j,:lt
musuh-Nya, lagi Mahabijaksana dan memiliki t o , .c
hikmah dalam pengaturan-Nya terhadap
makhluk, dalam syari'at-Nya dan dalam qadha'
qadar-Nya, serta dalam segala urusan yang f.;tr Ati,*:lr i;J, l,i' !.t1t -a:t^t
Dia tetapkan, karena Dia Mahakuasa lagi Maha )$e' p)).,urt ;5ir 4t 1r i;ir
Mengetahui secara mutlak, total, dan absolut. ;;;ir *.;t J+it a;i:t ,r<tt ;1t
lriSt i(.-;t et?t l*:r' q';t i(t
Dalam ayat ini, kata al-Khaaliq, (Yang
menakdirkan, merencanakan dan menetap-
kan) disebutkan lebih dulu dari kata al-Baari', kit :t it k )t At 4r e-gir )**rl
(Yang menciptakan, merealisasikan, dan
mengaktualisasikan apa yang telah ditakdir-
kan, direncanakan, dan ditetapkan) karena pe- -t;r ,o:jr u.t "i7*"t:rj.-:*t.A*t^A*j)rl
\rlt \tlr
nguatan kehendak adalah lebih dulu dari efek tri'
kuasa. Didahulukannya kata, AI-Baari' atas
l<ata al-Mushawwir, [Yang membentuk rupa >,tt t'rit f1pti.r,J:t)4; ),tzsr Ar
dan bentuk) adalah karena menciptakan zat
lebih dulu daripada menciptakan sifat. y/tt )trtt ?t C,At etr)t ,*qt ti;t
Di bagian terdahulu, telah disebutkan ttf\ti Jy;jr j iir t\)t1 ij')t lAt
penjelasan seputar Asma'ul Husna pada ayat
180 surah al-Araaf dan ayat 110 surah al- s.6t ivar.rjr u1t Ctbat iili'
Israa'.
Di sini, ada baiknya disebutkan sebuah i;trsPr i,ijt.rt )o t. ,rcc ,t'Qt );Jt
hadits yang diriwayatkan dalam Shahih -,J
'.,tt'Jre.,i't:Jr g-'
Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah r.a.,
dari Rasulullah saw., Flqlh Kehldupan atau Hukum-Hukum
',*)*.*:'lU )!C/ Ayat-ayat di atas menunjukkan sejumlah
,- o ,z
hal sebagai berikut.
cl-r-l_9 a;t, .,ul-lt
1. Allah SWT memotivasi, menstimulasi, Bersih dari segala bentuk kekurangan),
al-Mu'min [Yang Membenarkan dan
dan memerintahkan untuk merenungkan, Mengonfirmasi kebenaran para Rasul-
Nya dengan memperlihatkan mukjizat-
memerhatikan, dan menghayati peng-
ajaran dan nasihat-nasihat Al-Qur'an. mukjizat-Nya di tangan mereka, Yang
Allah SWT menegaskan bahwa tidak ada Membenarkan, Mengonfirmasi dan Me-
alasan untuk tidak melakukan tadabur menuhi apa yang Dia janjikan kepada
kaum Mukminin berupa pahala, dan apa
dan perenungan. Seandainya gunung- yang Dia ancamkan kepada orang-orang
kafir berupa hukuman dan adzab), al-
gunung diberi akal, kemudian Al-Qur'an Muhaimin [Yang Mengawasi dan Menjaga
ditujukan kepadanya, niscaya gunung- segala sesuatu), al-Aziiz (Yang Mahakuat,
gunung itu tunduk kepada nasihat dan Mahamenang dan Maha Mengalahkan), al-
Jabbaar (Yang Mahaagung) , al-Mutakabbir
pengajaran-pengajaran Al-Qur'an. Kalian (Yang Takabuq, Mahabesar; Maha Tinggi
dengan rubuubiyyah-Nya, sehingga tiada
melihat gunung-gunung itu meskipun suatu apa pun yang serupa dengan-Nya).
Al - Kibriy aa' (kesombongan, ketakaburan)
begitu keras, padat, dan solid, khusyuk dalam konteks sifat-sifatAllah SWT adalah
tunduk penuh khidmat serta merekah-
rekah dan terbelah-belah karena takut terpuji, sedangkan dalam konteks sifat-
kepada Allah SWT. Hal ini sebagaimana sifat makhluk adalah tercela.
yang dituturkan oleh al-Qurthubi. Allah SWT Mahasuci karena keagungan
2. Sesungguhnya contoh, perumpamaan, dan kebesaran-Nya, dari apa yang dipersekutu-
dan ilustrasi tersebut dibuat untuk ma- kan dengan-Nya oleh orang-orang musyri[ al-
nusia agar mereka memikirkan dan me-
renungkannya. Seandainya Al-Qur'an di- Khaaliq (Yang menakdirkan, menetapkan dan
turunkan kepada gunung sebagaimana
merencanakan), al-Baarf ' [Yang menciptakan
yang telah disebutkan sebelumnya, nis-
dan merancang), al-Mushawwir (Yang mem-
caya gunung itu khusyuk tunduk penuh
bentuk rupa dan bentuk dalam berbagai
khidmat kepada janji Al-Qur'an serta me- bentuk yang beragam dan berbeda-beda).
Allah SWT Yang mempunyai Nama-Nama
rekah-rekah dan terbelah-belah karena
dan Sifat-Sifat yang terbaik [Asma'ul Husna),
takut ancaman Al-Qur'an. segala apa yang di langit dan bumi bertasbih
menyucikan-Nya, dan Dia adalah al-Azizz dan
3. Allah SWT Maha Mengetahui segala al-Hakiim [Yang Mahasempurna, Total, Mutlak
dan Absolut Kuasa dan llmu-Nya).
sesuatu. Dia mengetahui segala sesuatu
Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a.,
yang tersembunyi dan yang tampak, apa
(t f Bg i, l;, eui' ti ;V ii
yang telah, sedang, dan akan terjadi, apa
t\;r_r ill; ,i1:-* (i ( 'Jw ,pi!r ;r,r
yang tidak diketahui, tidak dilihat, dan
tidak disaksikan oleh para hamba, dan e;|ilr q; LLb ,Witt 4'v ,p.st
apa yang bisa mereka ketahui, lihat dan
saksikan. Allah SWT mengetahui akhirat
dan dunia. Dia Mahaluas rahmat-Nya,Yang
mengaruniakan segala bentuk nikmat,
baik yang besar maupun yang kecil.
4. Allah SWT adalah Pemilik segala ke-
pemilikan, Pemilik segala kerajaan dan
kekuasaan, al-Qudduus [Yang Maha-
suci dari segala bentuk kekurangan
dan cacat), as-Salaam [Yang Selamat,
14TAFsTRAL-MuNrRIrrrp ir{++ mr.illin surah.l-l{.!yr
.,\aP-'r1t , )t,ttiril, 4,1-l,r ,,.i: Allah SWT menghilangkan kesedihan dan duka
i)Jrl-e larany a itu serta menggantiny a dengan kelap angan
dan kebahagiaan."
'Aku bertanya kepada kekasihku Abul Qasim
Rasulullah saw., tentang Nama Allah SWT yang Ad-Dailami meriwayatkan dari Abdullah
bin Abbas r.a. dalam bentuk riwayat marfuu',
teragung, lalu beliau bersabda, 'Wahai Abu
€ ilo-zcs-Ir qtd
Hurairah, perhatikanlah bagian akhir surah al- T ,J '--rl urt .l,'!t r*,r
2,
Hasyr dan perbanyaklah membacanya.' Lalu aku -*.l
mengulang kembali pertanyaanku itu, lalu beliau
pun memberikan jawaban yang sama. Lalu aku ;Ar
mengulang kembali lagi pertanyaanku itu, lalu "Nama Allah SWT yang teragung (al-Ismul
Azham) terdapat pada enam ayat dari bagian
beliau pun tetap memberikan jawaban yang sama."
akhir surah al-Hasyri'
fabir bin Zaid berkata, "Nama Allah SWT
yang teragung(aI-IsmuI A'zham) adalah Allahi
karena kedudukan ayat ini." Dalam riwayat Abdurrahman an- Naisaburi
Diriwayatkan dari Anas bin Malik r,a., dari al-Barra' r.a. dari Ali bin Abi Thalib r.a.
disebutkan bahwasanya Ali bin Abi Thalib
bahwasanya Rasulullah saw. bersabda, r.a. berkata kepadanya, "Wahai Barra', jika
,
i.)i y' ,fijt;:;i; ; kamu ingin berdoa kepada Allah SWT dengan
,u:,* ;\ .r;, t; {i it Nama-Nya yang teragung, bacalah dari awal
surah al-Hadiid sepuluh ayat dan akhir surah
.?G u) al-Hasyr. Kemudian ucapkanlah, 'Wahai Dzat
Yang seperti itu, dan tiada suatu apa pun yang
"Barangsiapa membaca surah al-Hasyr, maka
Allah SWT mengampuni dosanya yang terdahulu seperti itu selain Dia, hamba memohon kepada
dan yangkemudian."
Engkau begini dan begini.' Sungguh demi
Rasulullah saw. bersabda,
Allah, seandainya kamu mendoakan tidak baik
ir,,G' 3st $e Gi ,3;'tt'e t* **l c atas diriku dengan doa seperti itu, niscaya Dia
;rr .;\1 .ir <;xir ,!r ,rJi ,$l) membenamkanku [ke dalam bumi)."
4r. il.s-./ 'r,o
.l.z>r.i o,:'.J+r;.lf ,. Ad-Dailami meriwayatkan dari Ali bin
c4'-?J Abi Thalib r.a. dan Abdullah bin Mas'ud r.a.
"Tiada suatu kesedihan dan duka lara yang dalam bentuk riwayat marfulr', bahwasanya ia
menimpa seorang hamba, lalu ia berdoa dengan
doa ini (yakni dengan Asma'ulHusna), melainkan berkata menyangkut ayat {ui!i}} sampai akhir
surah, 'Ayat-ayat ini adalah bacaan ruqyah
untuk sakit kepala."
,: )
i iii'
SURAH AL-MUAATAHANAH
MADANIYYAH, TIGA BELAS AYAT
Penamaan Surah Sementara itu, surah al-Mumtahanah
Surah ini dinamakan dengan surah dibuka dengan larangan bagi kaum
al-Mumtahinah (dengan huruf ha' dibaca Mukminin menjadikan orang-orang kafir
sebagai teladan, supaya mereka tidak
kasrah) yang berarti al-Mukhtabirah, dengan menyerupai orang-orang munafik dalam
hal itu. Larangan ini disebutkan berulang-
mengidhaafahkan fi'il yang ada kepada ulang dalam surah ini, kemudian surah ini
juga ditutup dengan hal yang sama.
perempuan yang bersangkutan secara maiaz,
sebagaimana surah Baraa'ah fat-Taubah) juga 2. Surah al-Hasyr adalah menyangkut kaum
dinamai, al-Muba'tsirah dan al-Faadhihah kafir mu'aahad dari kalangan Ahli Kitab,
ketika surah ini menguak berbagai skandal sementara surah al-Mumtahanah me-
nyangkut kaum kafir mu'aahad dari ka'
dan aib orang-orang munafik. langan orang-orang musyrik. Karena su-
rah ini turun menyangkut perjanjian da-
Ada yang menyebut surah ini dengan
mai Hudaibiyah.
nama, abMumtahanah (dengan huruf ha'
dibaca fathah), dengan mengidhaafahkan fi'il Kedua surah ini (al-Hasyr dan al-Mumta-
hanah) memiliki titik persamaan, yaitu kedua-
yang ada secara hakikat kepada perempuan
yang surah ini turun menyangkut dirinya, yaitu nya sama-sama menjelaskan hubungan kaum
Ummu Kultsum binti'Uqbah bin Abi Mu'aith. Muslimin dengan non-Muslim.
Allah SWT berfirman dalam ayat sepuluh
Kandungan Surah
surah ini, (;+G-u p;i ::'t ';;;[] ia adalah istri
Tema surah ini seperti lumrahnya surah-
Abdurrahman bin Auf r.a. yang memberinya
surah Madaniyyah adalah menjelaskan hukum-
anak bernama Ibrahim bin Abdirrahman. hukum syari'at. Di sini, yang dijelaskan adalah
Persesualan Surah Inl dengan Surah hukum-hukum kaum kafir mu'aahad dari
Sebelumnya
kalangan orang-orang musyrik, orang-orang
Persesuaian surah ini dengan surah yang tidak memerangi kaum Mukminin, serta
tentang kaum perempuan Mukminah yang
sebelumnya (al-Hasyr) terlihat dari dua sisi berhijrah serta pengujian terhadap mereka.
sebagai berikut.
L. Dalam surah al-Hasyr disebutkan tentang
muwaalaah (loyalitas) di antara sesama
kaum Mukminin, kemudian tentang
muwaalaah orang-orang munafik dengan
orang-orang kafir dari kalangan Ahli Kitab.
Surah ini diawali dengan larangan ber- Hal itu diikuti dengan keterangan tentang
muwaalaah (menjalin loyalitas) dengan
orang-orang musyrik dan sebab-sebabnya, hukum baiat yang dilakukan oleh kaum
perempuan Mukminah kepada Rasulullah
yaitu menyakiti kaum Mukminin, sikap kaum
saw, syarat-syarat baiat dan butir-butirnya,
musyrik yang menentang Allah SWT dan serta prinsip-prinsip pokoknya dalam Islam
orang-orang yang beriman serta membuat dan di Daarul Islam.
mereka terpaksa berhijrah meninggalkan
Surah ini ditutup dengan penegasan
rumah-rumah dan kampung halaman.
larangan bermuwaaloah dengan para musuh
Kemudian, surah ini menjelaskan bahwa
kekerabatan atau pertemanan tidak berguna kaum Mukminin dari kalangan orang-orang
sama sekali pada hari Kiamat karena yang
berguna bagi manusia pada hari itu hanyalah musyrik dan orang-orang kafir; dalam rangka
menjaga dan memelihara kesatuan umat dan
keimanan dan amal saleh, "Kantm kerabatmu agama [ayat tiga belas).
dan anak-anakmu tidak akan bermanfaat I.ARAN GAN BER. M U WAAI.AA" D EN GAN
KAUM KAFIR
bagimu pada hari Kiamat." (ayat tiga).
Surah al-Mumtahanah Ayat 1- 3
Kemudian, hal itu dilanjutkan dengan
6j;S -ryfries ttii; W * W\-;;$tfu
penuturan contoh dengan kisah Nabi Ibrahim
a.s. dan orang-orang Mukmin yang bersama 'tiilt ;oA'4,, aTXwS'S: f,Au,4y
,a \',V,{r'K'o\ W iU W U {W
dengannya serta bagaimana mereka berlepas NVvf{t\,A(ttfr 'OFz'YS.vlW
diri dari kaum mereka yang musyrik, supaya €, \X;"'"# "ifr K, l1,i.'cis +;itA *t
orang Mukmin menjadikan moyang para nabi, '{lYV4r:fittritiKi{"fri6t6#Pr
yaitu Ibrahim Khaliilurrahmaan a.s. sebagai
Ks; frA' oi,Lk j trii 7A\"#v il$
panutan dan teladan yang baik, "Sungguh,
telah ada suri teladan yang baik bagimu q$V",frtrJd'*r)tft {,{l-*Krvi\
pada lbrahim dan orang-orang yang bersama
J!,Vl.O<ljzl.,''i)
d e ng anny a." (ay at e mpat).
"Wahai orang- orang yang beriman! langanlah
Kemudian, surah ini meletakkan sejumlah kamu me nj a dikan mu suh - Ku dan mu suhmu s eb agai
prinsip dan aturan dasar tentang hubungan
antara kaum Muslimin dengan non-Muslim teman-teman setia sehingga kamu sampaikan
dari kalangan Ahli Kitab dalam konteks damai
kep ada mereka (b erita-b erita Muhammad), karena
dan perang, menjalin hubungan baik dan rasa kasih sayang; padahal rnereka telah ingkar
kepada kebenaran yang disampaikan kepadamu.
permusuhan (ayat delapan dan sembilan). Mereka mengusir Rasul dan kamu sendiri karena
Setelah itu, pembicaraan beralih kepada kamu beriman kepada Allah, Tuhanmu. Iika
hukum tentang hubungan dengan orang-
orang musyrik dalam kaitannya dengan kaum
perempuan Mukminah, perlunya menguji
mereka ketika hijrah ke Daarul Islam, tidak
mengembalikan mereka kepada kaum kafir
di Daarul Kufri serta mengembalikan kepada
kaum kafir itu mahar-mahar yang pernah
mereka bayarkan kepada para istri mereka
yang telah beriman dan berhijrah itu (ayat
sepuluh dan setelahnya).
kamu benar-benar keluar untuk berjihad pada adaannya telah ditunjukkan oleh kalimat se-
jalan-Ku dan mencari keridhaan-Ku (janganlah
belumnya, yaitu {rri*i i} yakni fa laa tatta-
kamu berbuat demikian). Kamu memberitahukan
s ecara rahasia (b erita-b erita Muhammad) kep ada khidzuuhum awliyaa'a, (janganlah kalian men-
mereka, karena rasa kasih sayang, dan Aku lebih jadikan mereka sebagai teman setia).
mengetahui aPa yangkamu sembunyikan dan apa
yang kamu nyatakan. Dan barangsiapa di antara Kata (r!6) dan {;q'} dibaca nashab
kamu yang melakukannya, maka sungguh, dia
sebagai maf'uul li ajlihi. Atau sebagai mashdar
telah tersesat dari jalan yang lurus. Iika mereka
yang berkedudukan sebagai haal, yakni
menangkapmu, niscay a mereka b ertindak seb agai
mujaahidiina fii sabiilii, wa mubtaghiina li
musuh bagimu lalu melepaskan tangan dan mardhaatii. 4i3|t,.1ltlY kalimat ini adalah
lidahnya kepadamu untuk menyakiti dan mereka jumlah fi'liyyah berkedudukan nashab sebagai
ingin agar kamu (kembali) kafir. Kaum kerabatmu haal, yakni musirriina ilaihim bil mawaddati.
dan anak-anakrnu tidak akan bermanfaat bagimu Atau berkedudukan sebagai badal dari kalimat
pada hari Kiamat. Dia akan memisahkan antara
kamu. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu {irrr}. Huruf ba' pada kata {;!l!} adalah
kerj akan." (al-Mumtahanah: I -3)
zaa'iddah atau bisa juga bukan zaa'iddah.
Qlraa'aat
4e ,w yqt i';-Y kata (i;F adalah zharf,
{J+} dibaca:
sementara 'aamilnya bisa fi'il (fri;.ii) atau
1. <,t-i> iri adalah qiraa'aat Nafi', Ibnu Katsir (Jj{} Fi'it {J-{} dalam bentuk mabnii
dan Abu Amr. me'luum, yakniyafshilu Allaahu bainakum. Ada
versi qiraa'aat yang membaca dalam bentuk
2. 1, iil ini adalah qiraa'aatlbnu Amir. mabnii majhuul, yufshalu bainakum, sehingga
3. 1,-t*!l ini adalah qiraa'aat Ashim.
4. pi:!; ini adalah qiraa'aat imam yang lain. kata {isl+} menjadi naa'ibul faall, hanya saja
l'raab dibaca mabniifathah seperti ayat94 surah al-
{i:-! .dl i;ii} kalimat {i#} adalah An'aam, 4& *r.rii) yakni washlukum.
jumlah fi'Iiyyah berkedudukan nashab sebagai Balaaghah
haal dari dhamir wawu jamak yang terdapat
<;l#i *, l;i 6', i3$r, dt ir,-) ini adalah
pada kalimat (rr'L*i i) yakni laa tattakhidzuu
bentuk kalimat celaan dan teguran.
'aduwwii wa'aduwwakum awliyaa' a mulqiina.
{$;i} (i.5;i} di antara kedua kata ini
Begitu juga dengan kalimat [t)'g n:b sebagai
terdapat ath-Thibaaq.
haal dari dhamir wawu jamak tersebut.
Mufradaat LuEhawWah
#; # r\ &) !\ r;,s ti €i:; ii'S' r;;.y
4€ i;;,t'tL$ musuh Allah SWT maksudnYa
4.,* C r!q* kalimat ini adalah iumlah fi'liyyah adalah orang yang kafir kepada-Nya atau
berbuat syirik terhadap-Nya, tidak beriman
berkedudukan nashabsebagai haa I dari dhamir
kepada apa yang Dia turunkan dalam kitab-
wawu jamak yang terdapat pada fi'il $ttr<y.
kitab-Nya.
Kalimat 4ri! Ji) berkedudukan nashab
Musuh kaum Mukiminin maksudnya
sebagai maf'uul Ii ajlihi. Kata in pada kalimat
adalah orang yang mengkhianati mereka atau
4'"-'; e" ,D adalah huruf syarat, sedang-
mengganggu, mengancam, dan membahayakan
kan jawabnya adalah dibuang karena keber-
kemaslahatan-kemaslahatan mereka, atau me-
merangi mereka atau membantu, mendukung
dan menyokong untuk memerangi mereka,
,,3II.I*,*,::I{UNIRIILID-11 .. ,, o.[td:492*b).]ri,r.-".^.,^- **-*-*-, ::'"h"!-M'T!:1.::,:"h"
t{*--_--__/
seperti orang-orang kafir Mekah pada masa mereka sebagai teman setia. (.1- ui) maka
lampau, dan orang-orang materialis dan ateis sungguh ia benar-benar telah keliru jalan dan
yang tidak beriman kepada wujud Allah SWT tersesat dari jalan petunjuk, {,1"Jt 'rr-} kata
atau mengimani ketuhanan salah seorang os-Sawaa' aslinya adalah berarti al-Wasath
[bagian tengah), dan yang dimaksudkan
manusia dengan berbagai bentuk penakwilan di sini adalah jalan yang lurus, yaitu jalan
dan interpretasi batil pada masa sekarang. kebenaran.
{,o;i} sebagai teman-teman setia. Bentuk 4€ *;1) jika mereka menguasai kalian.
(.**i .ql ti*.;Y dan mereka menjulurkan
jamak dari waliy yang artinya adalah teman
tangan mereka kepada kalian dengan tindakan
atau sahabat setia yang kamu bersikap terbuka
kekerasan fisik seperti membunuh dan
dan menaruh kepercayaan kepadanya dengan
memukuli kalian. {.ttu,1|} mencaci maki
menceritakan rahasia anda kepadanya. iriip dan mengumpat kalian. {ir}( 7 tr;iry dan
4i3/t,,xlt kalian memberikan jalinan kasih
mereka sangat mengharapkan, menginginkan,
sayang kepada mereka. Yang dimaksudkan di dan berhasrat kalian menjadi kafir.
sini adalah memberitahukan kepada mereka {.C;;i g* Sy kaum kerabat kalian tiada
informasi dan berita-berita tentang gerak-
berguna sama sekali bagi kalian. {Fi'i1i{;} aan
;gerik Rasulullah saw. (e^:t €,t: aVF ;:y
tidak pula anak-anak kalian yang kalian rela
sedang mereka benar-benar telah kafi4, ingkar; menjalin muwaalaahatau persekutuan dengan
orang-orang musyrik demi untuk kepentingan
dan tidak percaya kepada kebenaran yang
datang kepada kalian, yaitu agama Islam dan kaum kerabat dan anak-anak kalian Vb
4t rAl-Qur'an. {n€1t i ;t -b mereka mengusir (,-li Allah SWT memisahkan di antara kalian
Rasulullah saw. dan kalian dari Mekah dengan disebabkan kengerian dan hiruk pikuk hari
cara melancarkan berbagai bentuk gangguan, Kiamat yang begitu dahsyat, sehingga kalian
tercerai-berai berlarian ke sana ke sini. Kata
tekanan-tekanan dan intimidasi terhadap yafshilu dalam bentuk mabnii ma'luum dengan
hurufshad tanpa tasydid atau dengan tasydid
kalian hingga membuat kalian tidak betah. yufashshilu.
{.(; }-}1r,., cilg oleh karena lantaran kalian Sebab Turunnya Ayat (1)
Bukhari, Muslim, dan para imam hadits
beriman kepada Allah SWT. Di sini digunakan
lainnya meriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib
bentuk kata kerja orang kedua (mukhaathab) r.a., ia berkata, "Rasulullah saw. mengutus sayo,
az-Zubair r.a. dan al-Miqdad lbnul Aswad r.a,.
disesuaikan dengan orang-orang yang menjadi Beliau berkata kepada kami,'Berangkatlah ka-
lian hingga kalian sampai di Raudhah Khakh,L0a
mukhaathab pada masa penurunan Al-Qur'an karena di sana ada seorang perempuan yang
waktu itu. Kalimat ini menjelaskan sebab sedang berkendara dalam sekedup. Perempuan
untuk kalimat (i;*F mereka mengusir itu membawa sepucuk surat. Ambillah surat
kalian disebabkan keimanan kalian kepada 104 Sebuah daerah yang terletak antara Mekah dan Madinah,
berjarak dua belas mil dari Madinah.
Allah SWT.
#4.eu; ,4'i ,+,; C,tU #;; ;,1| pergi
meninggalkan kampung halaman kalian dalam
rangka untuk berjihad di jalan Allah SWT serta
mencari ridha-Nya. {uiri;; #i *,{;iri;y aan
Aku lebih tahu daripada kalian tentang apa
yang kalian sembunyikan dan apa yang kalian
tampakkan. Kata maa di sini bisa sebagai rsim
maushuul atau sebagai maa mashdariyyah.
$a .l,+ ri! barangsiapa di antara kalian
yang melakukan hal itu, yaitu menjadikan
f4lfr-h,ir**, "i:::I "'*:.TI':::.T.,,,, ..,..,,,,,.,, ..,,,,, rt+ ,....,,.,,,,,,,,.
........,..,,,,, ....k"'o*-*'*'o ll-'iP
itu dari tangannya,lalu bawa kepadaku.' Lalu Dari sinilah, ayat dari surah al-Mum-
kami pun berangkat hingga kami sampai di
tahanah ini turun.
Raudhah Khakh. Di sana, kami pun mendapati
Penjelasan lebih lanjut tentang kisah ini
seorang perempuanyang sedang berkendara di
dan surat tersebut adalah maulaah [budak
dalam sekedup. Lalu kami berkata kepadanya, perempuan yang dimerdekakan) Abu Amr bin
Shaifi bin Hasyim bernama Saarrah datang
'serahkan kepada kami surat yang ada menemui Rasulullah saw. di Madinah, sedang
padamu,'Lalu ia berkata, Aku tidakmembawa waktu itu beliau bersiap-siap untukmelakukan
Fathu Mekah (penaklukan kota Mekah) pada
surat apa-apa.' Lalu kami berkata, 'Sungguh, tahun ke delapan Hijriyah. Saarrah pun meng-
serahkan surat itu kepada kami, ataukah utarakan keperluannya. Rasulullah saw
pun menganjurkan dan mendorong Bani al-
terpaksa kami harus menyuruhmu untuk Muththalib untuk berbuat baik dan mem-
membuka pakaianmu (untuk membuktikan
bahwa ia tidak menyembunyikan surat apa berikan bantuan kepada Saarrah. Hathib bin
pun di balik bajunya).' Lalu ia pun akhirnya Abi Balta'ah pun mendatangi Saarrah, mem-
berinya uang sebanyak sepuluh dinac mem-
mengeluarkan sepucuk surat dari balik ikatan berinya pakaian dan meminta dirinya supaya
rambutnya.' Lalu kami pun membawa surat
mau membawakan sepucuk surat yang ia
itu kepada Rasulullah saw.. Ternyata surqt tujukan kepada penduduk Mekah. Berikut ini
itu dikirim oleh Hathib bin Abi Balta'ah dan adalah isi surat tersebut, "Dari Hathib bin Abi
ditujukan kepada seiumlah orang musyrik di
Balta'ah kepada penduduk Mekah,'Ketahuilah
Mekah. Dalam surat itu, ia menyampaikan
oleh kamu sekalian bahwa Rasulullah saw
kepada mereka informasi tentang sebagian ingin menginvasi kalian. OIeh karena itu,
urusan Rasulullah saw' Lalu Rasulullah bersiap siagalah kalian."'
saw. berkata kepada Hathib, Apa ini yang Kemudian, Saarrah pun berangkat.
telah kamu lakukan wahai Hathib?' Lalu ia
Ketika itu, Malaikat Jibril a.s. pun turun
berkata,'Tolong janganlah anda terburu-buru
untuk memberitahukan hal tersebut kepada
menghakimi dan menyalahkan sayq Wahai Rasulullah saw.. Kemudian, Rasulullah saw
Rasulullah. Saya adalah orang yang bukan pun mengutus Ali bin Abi Thalib r.a., Ammar
berasal dari Quraisy asli, tetapi saya hanyalah r.a., Umar bin Khaththab r.a. dan beberapa
haliif (orang yang menialin persekutuan personil lainnya. Beliau berkata kepada me-
dan aliansi) dengan mereka. Orang'orang reka, "Berongkatlah kalian hingga sampai ke
yang bersama anda dari kaum Muhaiirin, Raudhah Khakh. Di sana ada seorang perem'
mereka memiliki kaum kerabat di Mekah puan yang sedong berkendara di dalam se'
kedup. Ia membawa sepucuk surat. Ambillah
yang bisa mereka gunakan untuk melindungi surat itu dari tangannya. Jika ia menolak,
keluarga dan harta benda mereka di Mekah,
bunuhlah dia."
sementara saya tidak nemiliki nasab dan
ikatan kekerabatan di tengah kaum Quraisy Mereka pun berangkat mengejar perem-
Mekah. Maka dari itu, saya ingin memiliki iasa puan tersebut dan menangkapnya. Ketika
bagi mereka yang karena iasa saya kepada ditanya tentang surat tersebut, ia menyang-
mereka itu, mereka mau meli4dungi kerabatku
kalnya dan bersumpah bahwa ia tidak mem-
di Mekah. Saya melakukan hal itu sama sekali bawa sepucuk surat pun. Ketika mereka ber-
bukan karena kafir dan tidak pula murtad dari maksud untuk kembali, Ali bin Abi Thalib r.a.
agama saya, juga tidak pula karena senang
dan setuju dengan kekafiron.' Lalu Rasulullah
saw. bersabda,'la telah berkata iuiur."'
TlrsrnAr-MuNrn Inro 14 ,r,,*r\d-"-6"/J-b ,r,,,., suratr at-trtumtatranatr
pun berkata, "Sungguh demi Allah, kita tidak Tafslr dan Penlelasan
akan berdusta dan Rasulullah saw. tidak "Wahai orang-orang yang beriman!
akan berdusta." Ali bin Abi Thalib r.a. pun
Janganlah kamu menjadikan musuh-Ku dan
menghunus pedangnya dan berkata kepada
perempuan tersebut, "Keluarkan surat itu, musuhmu sebagai teman-teman setia sehingga
atau letakkan kepalamu." Lalu perempuan itu kamu sampaikan kepada mereka (berita-berita
pun mengeluarkan sepucuk surat dari dalam
Muhammad), karena rasa kasih sayang." (al-
ikatan rambutnya. Mumtahanah:1)
Rasulullah saw. berkata kepada Hathib, Wahai orang-orang yang percaya dan
'Apa motif yang bisa sampai mendorongmu beriman kepada Allah SWT dan Rasul-Nya,
melakukan hal itu?" Hathib berkata, "Wahai janganlah kalian menjadikan musuh-Ku dan
Rasulullah, saya tidak lagi pernah kafir musuh kalianl0s sebagai para penolong, teladan,
semenjak saya masuk Islam, saya tidak pernah teman setia, sahabat karib, dan penyokong
menipu, mengelabui, dan mencurangi Anda bagi kalian yang kalian menyampaikan dan
membocorkan kepada mereka berita-berita
semenjak saya tulus kepada Anda, dan saya Rasulullah saw. dan kaum Mukminin karena
tidak pernah lagi mencintai mereka [kaum
jalinan kasih sayang antara kalian dan mereka.
kafir Quraisy Mekah) semenjak aku me-
Ayat ini menunjukkan tentang larangan
ninggalkan mereka. Akan tetapi, saya adalah
bermuwaalaah fmenjalin persekutuan) de-
orang asing di tengah kaum Quraisy, semen- ngan kaum kafir dalam bentuk apa pun.
tara kaum Muhajirin yang bersama Anda. Me- Banyak ayat yang memiliki makna serupa,
di antaranya adalah,
reka memiliki kaum kerabat di Mekah yang
akan melindungi keluarga dan harta benda "Wahai orang-orang yang beriman!
mereka. Saya mengkhawatirkan keselamatan Janganlah kamu menjadikan orang Yahudi
keluarga saya yang ada di Mekah. Karena itu,
saya ingin memiliki jasa kepada kaum kafir dan Nasrani sebagai teman setia(mu); mereka
Quraisy, sedang saya tahu bahwa Allah SWT satu sama lain saling melindungi. Barangsiapa
menurunkan hukuman-Nya atas mereka. di antara kamu yang menjadikan mereka
Saya sadar dan yakin betul bahwa suratku itu teman setia, maka sesungguhnya dia termasuk
sekali-kali tiada akan bisa menyelamatkan golongan mereka." (al-Maa'idah: 51)
mereka dari hukuman Allah SWT sedikit pun." "Janganlah orang-orang beriman men-
jadikan orang kafir sebagai pemimpin." (Ali
Rasulullah saw. pun memercayainya dan 'Imraan:28)
menerima alasannya. Umar bin Khaththab Ayatyang pertama di atas memuat sebuah
intimidasi dan ancaman keras.
r.a. berkata, "Wahai Rasulullah, biarkan saya
Sebab larangan di atas adalah
membunuh munafik ini." Rasulullah saw
"Padahal mereka telah ingkar kepada
pun berkata, "Wahai Umar; tahukah kamu,
barangkali Allah SWT meninjau para personil kebenaran yang disampaikan kepadamu.
yang ikut dalam Perang Badan lalu berfirman
kepada mereka, 'Berbuatlah sekehendak Mereka mengusir Rasul dan kamu sendiri
kalian, karena sungguh Aku telah mengampuni karena kamu beriman kepada Allah, Tuhanmu."
(al-Mumtahanah: 1)
kalian.' Mendengar hal itu, kedua mata Umar
I05 Kata al-Aduww (musuh) bisa untuk satu dan iamak.
bin Khaththab r.a. pun basah oleh air mata, dan
berkata, Allah SWT dan Rasul-Nya adalah yang
lebih tahu."'Turunlah surah ini.
"rr"n"ur"r',.,"n"n"n ,.,,,,r, 47G- ,$li,* h.t,*At-Mu"r*1,.rr 14
Sesungguhnya para musuh telah ingkar karena rasa kasih sayang, dan Aku lebih me-
dan kafir terhadap Allah SWT dan Rasul-Nya ngetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa
serta terhadap apa yang datang kepada kalian yang kamu nyatakan." (al'Mumtahanah: 1)
berupa Al-Qur'an dan hidayah llahiah. Orang-
orang kafir itu juga telah mengusir Rasulullah Kalian membocorkan kepada mereka
saw. dan kaum Mukminin dari Mekah karena
keimanan mereka kepada Allah SWT dan me- secara diam-diam berita-berita serta rencana-
reka memurnikan ibadah dan penyembahan
rencana Nabi Muhammad saw. dan kaum
mereka hanya untuk Allah SWT Hal ini se- Mukminin karena didorong oleh perasaan
bagaimana yang dijelaskan dalam ayat lain, kasih sayang. Kalian melakukan hal itu, sedang
Aku mengetahui segala rahasia, segala isi hati,
"(Yaitu) orang-orang yang diusir dari
kampung halamannya tanpa alasan yang segala yang tersembunyi dan segala yang
tampak. Aku lah Yang paling mengetahui
benar, hanya karena mereka berkata, 'Tuhan dari pada siapa pun tentang apa yang kalian
kami ialah Allah."'(al-Haii: 40)
sembunyikan dan apa yang kalian tampakkan.
"Dan mereka menyiksa orang-orang muk-
Ketiga,
min itu hanya karena (orang'orang mukmin
itu) beriman kepada Allah Yang Mahaperkasa, "Dan barangsiapa di antara kamu yang
Maha Terpujl" (al-Buruui: 8)
melakukannya, maka sungguh, dia telah tersesat
Kemudian, Allah SWT mendorong untuk
tidak sudi bermuwaalaah dengan kaum kafir, dari jalan yang lurus." (al-Mumtahanah: 1)
Pertama, Barangsiapa di antara kalian yang menjalin
muwaalaah dengan para musuh, sungguh ia
'Jika kamu benar'benar keluar untuk
benar-benar telah keliru jalur; telah keluar
berjihad pada jalan-Ku dan mencari keridhaan- dari jalan kebanaran, menyimpang dari jalan
lurus yang membawa menuju kepada surga
Ku (janganlah kamu berbuat demikian)." (al-
Mumtahanah:1) dan ridha Ilahi.
Selanjutnya, Allah SWT menjelaskan tiga
|anganlah kalian mengambil mereka
sebagai wali (pelindung, teman setia), jika hal lain yang menjadi sebab dan alasan untuk
tidak menjalin muwaalaah dengan para musuh
kalian memang pergi keluar dalam rangka musyrik dan kafir di Mekah dan lainnya,
berjihad di jalan-Ku dan mencari keridhaan-
Ku kepada kalian. fanganlah kalian menjalin "Jika mereka menangkapmu, niscaya me-
muwaalaah dengan musuh-musuh-Ku dan
musuh-musuh kalian, sedang mereka telah reka bertindak sebagai musuh bagimu lalu
melepaskan tangan dan lidahnya kepadamu
mengusir kalian dari kampung halaman, untuk menyakiti dan mereka ingin agar kamu
(kemb ali) kafir." (al'Mumtahanah: 2)
rumah-rumah dan harta benda kalian karena
ingin menyusahkan kalian dan benci kepada fika mereka bertemu kalian, mereka
agama kalian.
memperlihatkan kepada kalian apa yang
Kedua, ada dalam hati mereka berupa permusuhan
dan kebencian. Mereka memusuhi kalian,
"Kemu memberitahukan secara rahasia
(berita-berita Muhammad) kepada mereka, menjulurkan tangan mereka kepada kalian
dengan melakukan berbagai kekerasan fisik
dan pembunuhan terhadap kalian dengan
begitu enteng, melepaskan lidah-lidah mereka
dengan bebas untuk mengumpat dan mencaci kelak, Allah SWT memisahkan di antara
maki kalian. Mereka begitu menginginkan dan
kalian. Dia memasukkan orang-orang ahli taat
mengharapkan kemurtadan dan kekafiran
kepada-Nya ke dalam surga dan memasukkan
kalian terhadap Tuhan kalian serta kembalinya
kalian kepada kakafiran. Mereka pun begitu orang-orang ahli durhaka terhadap-Nya
berambisi melakukan segala cara dengan ke dalam neraka. Allah SWT Maha Melihat,
Menyaksikan dan Mengetahui segala amal
segenap daya dan upaya agar bagaimana kalian perbuatan kalian. Dia membalas kalian atas
semua amal perbuatan itu. Jika baih baik
tidak bisa menggapai suatu kebaikan pun. pula balasannya dan jika buruk, buruk pula
Permusuhan dan kebencian mereka kepada
kalian tidak hanya tersembunyi, tetapi juga balasannya.
secara terang-terangan. Bagaimana bisa kalian Maksudnya adalah kekerabatan tiada
bermanfaat dan berguna di sisi Allah SWT
menjalin muwaalaah dengan orang-orang jika Dia menginginkan untuk menimpakan
seperti itu, menjadikannya sebagai penolong,
kejelekan terhadap kalian. Kemanfaatan dan
pelindung dan teman setia?!
kegunaan kaum kerabattiada akan bisa sampai
Hal ini sebagaimana yang sudah pernah kepada kalian jika demi untuk menyenangkan
disinggung sebelumnya adalah sebagai do- dan memuaskan mereka kalian rela melakukan
rongan untuk memusuhi juga orang-orang suatu hal yang membuat Allah SWT murka.
yang memusuhi seperti itu. Barangsiapa bersikap setuju dan pro kepada
keluarganya dalam kekafiran untuk membuat
Kemudian, Allah SWT menjelaskan bahwa
ikatan agama dan iman adalah jauh lebih kuat, mereka senang, sungguh ia pasti merugi,
lebih utama, dan lebih berguna daripada ikatan
kecewa dan sia-sialah amal usahanya, dan
kekerabatan, teladan, aliansi, persekutuan,
kekerabatan atau kedekatannya dengan siapa
dan pertemanan,
pun tiada berguna baginya di sisi Allah SWT
"Koum kerabatmu dan anak-anakmu tidak sekalipun ia adalah orang yang dekat kepada
akan bermanfaat bagimu pada hari Kiamat.
Dia akan memisahkan antara kamu. Dan Allah seorang nabi,
Maha Melihat apa yang kamu kerjakan." (al-
Mumtahanah:3) 'Apabila sangkakala ditiup, maka tidak ada
lagi pertalian keluarga di antara mereka pada
Pada hari Kiamat kaum kerabat dan hari itu (hari Kiamat), dan tidak (pula) mereka
saling bertanya." (al-Mu'minuun: 101)
anak-anak kalian tiada berguna bagi kalian.
Demi kaum kerabat dan anak-anak kalian, "Pade hari itu manusia lari dari sau-
kalian sampai rela harus bermuwaalaah daranya, dan dari ibu dan bapaknya, dan dari
dengan orang-orang kafir seperti itu. Hal ini istri dan anak-anaknya. Setiap orang dari
sebagaimana yang terjadi pada kisah Hathib
bin Abi Balta'ah yang menjadi sebab dan latar mereka pada hari itu mempunyai urusan yang
belakang turunnya ayat. me ny ib ukkanny a." (Abasa: 3 4-37)
Tetapi, yang bermanfaat dan berguna bagi fika ikatan kasih sayang itu tidak karena
kalian adalah apa yang diperintahkan Allah Allah SWT ikatan kasih sayang tiada ber-
SWT kepada kalian berupa memusuhi kaum manfaat dan tiada berguna pada hari Kiamat
kafir seperti itu, tidak bermuwaalaah dengan karena pada hari itu setiap pertalian terputus.
mereka, serta memperkuat ikatan jalinan Bisa juga yang dimaksudkan dengan
kalimat fuf{ p;.Ydi sini adalah mengadili dan
keimanan dan persaudaraan agama. Di akhirat
memberikan putusan di antara mereka.
Imam Ahmad, Muslim, dan Abu Dawud TAFSIRAL-MUNIR )ILID 14
meriwayatkan dari Anas r.a., kafir dzimml, boleh membunuhnya karena
dengan tindakannya berarti ia telah me-
*4:Ju r*i ;i it Jyi (. :Jti J;' i,i langgar perjanjian yang ada.
e.)6t t6: ,s.i 3t,,Sw;G; ,t;ii rl), ,13t Sementara itu, jumhur ulama me-
"Bahwasanya ada seorang laki-laki berkata, ngatakan kafir mu'aahad tidak dianggap
telah melanggar perjanjian yang ada de-
'Wahai Rasulullah, di manakah ayahku?' Beliau ngan tindakan melakukan mata-mata.
menjawab, 'Di neraka.' Lalu ketika laki-laki itu Adapun kafir dzimml, ulama Hanabilah
mengatakan bahwa ia dinilai telah me-
beranjak pergi, beliau kembali memanggilnya lalu langgar perjanjian dengan membocor-
berkata,'sesungguhnya bapakku dan bapakmu di
kan rahasia-rahasia kita kepada ahlul
neraka."'
Harb yang musyrik [orang-orang musyrik
Flqlh Kehldupan atau Hukum-Hukum
yang memusuhi dan memerangi kita).
Dari ayat-ayat di atas bisa diambil se- Sedangkan ulama Syafi'iyyah mengata-
kan kafir dzimmi tidak dianggap telah
jumlah kesimpulan sebagai berikut. melanggar perjanjian dengan tindakan-
L. Diharamkannya menjalin muwaalaah nya melakukan mata-mata, kecuali jika se-
belumnya ada persyaratan dan ketentuan
dengan orang-orang kafir, menyokong,
dan mendukung mereka dalam bentuk bahwa ia dianggap telah melanggar per-
janjian jika melakukan mata-mata.
apa pun. Surah ini adalah dasar dan
Adapun orang Islam yang menjadi
landasan tentang larangan bermuwaqlaah mata-mata atau mata-mata, para tokoh
dengan orang-orang kafir sekalipun secara ulama Malikiyyah mengatakan ia dibunuh.
lahiriah saja sedangkan dalam hati tetap
tidak setuju terhadap keyakinan mereka' Sementara jumhur mengatakan ia tidak
2. Barangsiapa yang suka menelisik rahasia- dihukum bunuh, tetapi imam menjatuhkan
bentuk hukuman ta'zir (pengasingan) ter-
rahasia kaum Muslimin, memata-matai, hadap dirinya berdasarkan penilaian dan
dan membocorkan informasi-informasi kebijakannya seperti dengan dipukuli,
kepada pihak musuh, perbuatannya itu dipenjara dan lain sebagainya. Dalil kedua
tidak sampai menjadikannya kafir jika
tindakannya itu ia lakukan untuk suatu pandangan ini adalah kisah Hathib bin
tujuan duniawi, sementara aqidahnya Abi Balta'ah. Kelompok yang memiliki
tetap lurus dan benar. Hal itu seperti pandangan pertama mengatakan bahwa
tindakan yang dilakukan oleh Hathib waktu itu sebenarnya Rasulullah saw
bin Abi Balta'ah ketika ia melakukan hal mengesahkan dan meratifikasi keinginan
itu supaya ia bisa memiliki jasa kepada Umar bin Khaththab r.a. untuk mem-
musuh sehingga musuh mau melindungi bunuhnya, seandainya bukan karena ada-
keluarga dan harta bendanya, tanpa ia
memiliki niat murtad dari agama. nya suatu motif atau alasan penghalang,
yaitu Hathib adalah salah satu personil
3. Ulama berbeda pendapat seputar pem-
dalam Perang Badar.
bunuhan terhadap mata-mata. Dalam hal
ini, imam Malik dan al-Awza'i mengatakan Sementara itu, kelomPok Yang me-
jika pelakunya adalah kafir mu'aahad atau
miliki pendapat kedua mengatakan
bahwa waktu itu Rasulullah saw. tidak
membunuh Hathib karena ia adalah
seorang Muslim. Diriwayatkan dari Ali bin rangsiapa bermuwaalaah dengan kaum
Abi Thalib r.a., bahwasanya pernah ada kafix, membocorkan kepada mereka ra-
seorang mata-mata yang melakukan mata- hasia-rahasia kaum Muslimin, sungguh
mata untuk kaum musyrikin dihadapkan ia benar-benar telah keliru jalu4 tersesat,
kepada Rasulullah saw. Nama orang itu dan menyimpang dari jalan yang lurus.
adalah Furat bin Hayyan. Beliau meng- 6. Ayat {;!;r9 dl St,:b adalah mu'aatabah
instruksikan agar ia dibunuh. Lalu ia pun (teguran halus dan lembut) terhadap
berteriak, "Wahai kaum Anshax, apakah
aku akan dibunuh, sedang aku bersaksi Hathib bin Abi Balta'ah. Ini menuniukkan
bahwasanya tiada Tuhan selain Allah SWT keutamaan Hathib, kemuliaannya, ke-
tulusannya kepada Rasulullah saw. serta
dan bahwasanya Muhammad Rasul Allahl' kebenaran dan kesungguhan keimanan-
nya. Karena teguran tidak lain adalah dari
Rasulullah saw. pun menginstruksikan seseorang kepada orang yang dicintainya.
7. Hal yang berguna bagi seseorang pada
agar ia dilepaskan. Kemudian beliau ber- hari Kiamat adalah keimanan yang benar
dan amal saleh. Adapun keluarga dan
kata, "sesungguhnya di antara kalian anak atau kaum kerabat dan nasab, tiada
bisa memberikan manfaat apa-apa pada
ada orang yang aku percayakan dirinya hari Kiamat, jika yang dilakukan adalah
kepada imannya, termasuk di antaranya rela berbuat durhaka kepada Allah SWT
demi untuk kepentingan mereka. Allah
adalah Furat bin Hayyan." SWT Maha Melihat segala amal perbuatan
4. Ayat-ayat di atas menjelaskan lima para hamba-Nya dan akan membalas
sebab diharamkannya bermuwaalaah mereka atas semua amal perbuatan. fika
dengan orang-orang kafir. Pertama, ke- baik baik pula balasannya dan iika buruh
kafiran kepada Allah SWT dan Rasul- buruk pula balasannya.
Nya. Kedua, mengusir Rasulullah saw.
Allah SWT memisahkan atau mem-
dan kaum Mukminin dari kampung
berikan putusan hukum di antara para
halaman, rumah-rumah dan harta benda kerabat dan yang lainnya pada hari
Kiamat, lalu memasukkan orang-orang
mereka di Mekah. Ketiga, kebencian dan
permusuhan mereka terhadap kaum Mukmin ke dalam surga dan memasukkan
orang-orang kafir ke dalam neraka.
Mukminin. Keempat, mereka benar-benar
melakukan berbagai tindak pembunuhan, MENELADANI NAB! IBRAHIM A.S.
DAN ORANG.ORANG YANG BERIMAN
kekerasan fisik, menghujat, mencaci maki BERSAMANYA
dan mengumpat kaum Mukminin. Kelima, Surah al-Mumtahanah Ayat 4 - 7
hasrat, keinginan, dan ambisi mereka i\'r.1i'sjts'bj\?-tdzl6AF6( J'
yang begitu besar agar supaya bagaimana "itt3,u.tii*OlKutTi6;gA$6
kaum Mukminin kembali kafir terhadap
Nabi Muhammad saw..
5. Allah SWT memperingatkan dan me-
wanti-wanti agar jangan sekali-kali berani
melanggar larangan-Nya bermuwaalaah
dengan kaum kafix, dengan dua hal. Per-
tama, Allah SWT adalah Yang paling me-
ngetahui segala apa yang disembunyikan
hati dan apa yang dinyatakan oleh mulut
berupa pengikraran tauhid. Kedua, ba-
ThFSTRAL-MUNrR JrLrD 14
i**,:fAsa6ratft3W.r{'K6 yang pernah kamu musuhi di antara mereka. Allah
Mahakuasa. Dan Allah Maha Pengampun, Maha
-US-ert'{}fi**ye:ti7$f,.'TtiUrt;.i P eny ay an gl' (al-Mumtah anahz 4-7)
wt UVi;Ui ae$ t ;i' u it'u'ci ir6\ Qlraa'aat
\5{ S-ii-'ury- 67r * Gj A }"4 4r, {:;i} dibaca:
Kl,g ti' ;9t j_,Ft'alliyV:6*V 1. 1i;:iy ini adalah qiraa'aatAshim.
2. lipg ini adalah qiraa'aat imam yang lain.
i:';r\t &V,l,lj:;'of ,A1* iA *
l'raab
wFv*f,'i fj(
4e" rjf i1y kalimat ini berkedudukan
"Sungguh, telah ada suri teladan yang baik
bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang sebagai badal ba'd min kull di awal firman-Nya
bersama dengannya, ketika mereka berkata (j#F.
kepada kaumnya, 'sesungguhnya kami berlepas
diri dari kamu dan dari apa yang kamu sembah 4t ':;i riy|. Kata 4'i;;b adalah bentuk
selain Allah, kami mengingkari (kekafiran)mu kata syariif dan zhariif
dan telah nyata antara kami dan kamu ada jamak dari barii'seperti
permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya yang bentuk jamaknya adalah syurafaa' dan
sampai kamu beriman kepada Allah saja,'kecuali
zhurafaa'. Ada versi qiraa'aat yang membaca
perkataan Ibrahim kepada ayahnya, 'Sungguh,
biraa' yang juga merupakan bentuk jamak
aku akan memohonkafl amPunan bagimu, namun
daribarii' seperti syiraaf danzhiraaf. Ada pula
aku sama sekali tidak dapat menolak (silcsaan)
Allah terhadapmu.' (Ibrahim berkata),'Ya Tuhan versi qiraa'oat yang membaca dengan huruf
kami, hanya kepada Engkau kami bertawakal
dan hanya kepada Engkau kami bertobat dan b a' dibacafathah b ar aa' sebagai m a sh d ar yang
hanya kepada Engkaulah kami kembali, Ya Tuhan menunjukkan makna jamak yang redaksi-
kami, janganlah Engkau jadikan kami (sasaran)
nya bisa untuk satu dan jamak. 4CGt i; 'il}
fitnah bagi orang-orang kafir. Dan ampunilah
{i}}kata dibaca nashab sebagai mustatsnaa
kami, ya Tuhan kami. Sesungguhnya Engkau Yang dari kalimat fuC';t €!;;l;i E.^1rr ip yakni
Mahaperkasa, Mahabijaksana.' Sungguh, pada kaa'inatun fi sunnatihi wa aqwaalihi illaa
qaulahuu li abiihi, Ia'astaghfiranna laka.
mereka itu (Ibrahim dan umatnya) terdapat suri 4"\\ i?\r-bt oi it ,ay kalimat ini menjadi
teladan yang baik bagimu; (yaitu) bagi orang yang badal isytimaol dari dhamir mukhaathab,
mengharap (pahala) Allah dan (keselamatan pada)
hari kemudian, dan barangsiapa berpaling maka kum yang terdapat pada kata lakum, dengan
s e sun gguhny a Allah, D i al ah Yan g Mah akay a, M ah a
menyebutkan kembali hurufjarr I am yang ada.
Terpuji. Mudah-mudahan Allah menimbulkan
Balaafhah
kasih sayang di antara kamu dengan orang-orang
4',:t' iil; ai iilt G; W 6i) dalam
kalimat ini terdapat kata yang didahulukan
yang letak sebenarnya adalah di akhi4 yaitu
l<ata'alaika, ilaika, dan ilaika, dengan tujuan
untuk memberikan pengertian al-Hashr
[hanya). (1,-F (rl} (q+') {ffiir} ini
$,tr)
adalah bentuk-ben tuk shiighah mub aalag hah.
Mufradaat Lu$hawWah atas keteledoran kami berupa perbuatan
(:;iF keteladanan, contoh, panutan. dosa. {,1.5;.jt tlt| Mahakuat, Mahamenang
(Ctit gF pada perkataan dan perbuatan dan Maha Mengalahkan, Yang Ahli dalam
Nabi Ibrahim a.s.. 4;; ,it1y dan orang-orang mengatur ciptaan-Nya dengan baih benar dan
Mukmin yang bersamanya. $j;i e$ kami ber-
sempurna tanpa ada sedikit pun ada cacat dan
Iepas diri dari apa yang kalian perbuat, kami
kekeliruan.
tidak mau tahu dan tidak peduli dengan
4* i;i € 'uG,,;i) sungguh benar-benar
kalian dan perkara sesembahan-sesembahan
telah ada panutan dan teladan yang baik
{"i,r ,r.1! ": 3:"n dan dari apa yang
Allah SWT berupa ber-
sembah selain
tl}kalian. bagi kalian wahai orang-orang Mukmin umat
kalian Nabi Muhammad saw Kalimat ini menjadi
hala, arca, bintang-bintang dan yang lain- jawab untuk qasam yang diasumsikan keber-
nya. (taj) dan telah tampak jelas dan nyata. adaannya. Hal ini disebutkan kembali untuk
{irr-'.ir} permusuhan, lawan kata dari al-Ulfah semakin memperkuat dorongan, motivasi, dan
[kefamiliaran) dan ash-Shadaaqah (per- stimulasi untuk meneladani, mencontoh, dan
temanan). {"uj,j,;} kebencian. [y..'t- rttili;'i} meniru Nabi Ibrahim a.s.. lir; ar ;;. i,G 4y
kalimat ini adalah mustatsnaa (yang dikecuali- (rvr bagi orang yang mengharapkan pahala
kan) dari kata 4i;ip, poin yang satu ini tidak Allah SWT takut kepada hukuman dan takut
boleh kalian tiru dan ikuti dengan memohon-
terhadap kengerian-kengerian hari Kiamat.
kan ampunan untuk aokrauntgia-odraanmgekmafiilrik. i+kiua"s;ba l}{jrrKata ini menjadi badal dari kata
,- \
&,'-r .,.1r ," c! dan v
'/
\,?
{,:S}. Baidhawi mengatakan, ini menunjukkan
sedikit pun untuk menghalau adzab Allah SWT
bahwa tidak semestinya seorang Mukmin
atau mendatangkan pahala-Nya untukmu. tidak meneladani Nabi Ibrahim a.s. dan
Kata (:"- ,ZF adalah sebuah kinayah orang-orang yang beriman bersamanya, dan
bahwa Nabi Ibrahim a.s. tidak bisa berbuat sesungguhnya tindakan tidak mau meneladani
apa-apa untuk ayahnya selain hanya me- mereka mengindikasikan buruknya aqidah
mohonkan ampunan. Namun permohonan seseorang. Dari itu, kalimat ini diikuti dengan
ampunan oleh Nabi Ibrahim a.s. untukayahnya (+:r' 4t '; at LV Ji- i.!) dan barangsiapa
adalah sebelum ia tahu bahwa ayahnya berpaling dari meneladani Nabi Ibrahim a.s.
ternyata sebenarnya adalah musuh Allah SWT dan orang-orang beriman yang bersamanya,
sebagaimana hal ini disebutkan dalam surah serta bermuwaalaah dengan para musuh
at-Taubah. kafin sesungguhnya Allah SWT Dia-lah Yang
flcs-i A; (1) hanya kepada Engkaulah Mahakaya [tiada butuh apa pun) dari makhluk-
Nya sedikit pun, Maha Terpuji atas perbuatan-
kami memasrahkan urusan kami. (rJi 41;y
Nya dan Yang Memuji orang-orang yang ahli
dan hanya kepada Engkaulah kami kembali
dan bertobat. {.*,tt cUlfi} dan hanya kepada taat kepada-Nya, Ini adalah sebuah ancaman
Engkau-lah tempat kembali. bagi orang-orang kafir.
(ii| sasaran fitnah orang-orang kafir fu,/ "t ro','.;'r; .i. ,.r, tb dan orang-orang yang
u.rt
dalam bentuk Engkau menjadikan mereka kalian musuhi di antara mereka, yaitu para
menguasai kami, lalu mereka menimpakan
kerabat yang musyrik dan yang lainnya dari
fitnah terhadap kami dengan siksaan dan kaum kafir Mekah dan lainnya, serta yang
penindasan yang kami tidak sanggup menahan kalian berlepas diri dari mereka sebagai
penderitaannya. (6;irj) dan ampunilah kami bentuk ketaatan kepada Allah SWT. {;!r}
TAFSIR AL.MUNIR JILID 14
kasih sayang dan keharmonisan dengan cara dan ikatan kasih sayang di antara mereka
Allah SWT menunjuki mereka untuk beriman
dengan sesama kaum Mukminin yang lain,
sehingga mereka pun menjadi para wali, kembali mempergauli mereka, saling berbaux,
dan menjalin pernikahan dengan mereka'
teladan, teman setia, penolong, penyokong Rasulullah saw. sendiri menikahi Ummu
dan pelindung bagi kalian. Ini adalah sebuah Habibah binti Abu Sufyan bin Harb. Hal itu
janji dari Allah SWT yang memang akhirnya
akhirnya membuat Abu Suffan bersikap
benar-benar Dia realisasikan. Kebanyakan
melunak kepada mereka. Ketika berita per-
dari mereka akhirnya masuk Islam sehingga nikahan Nabi Muhammad saw dengan putri-
mereka dan kaum Mukminin Yang lain nya sampai kepadanya, ia berkata, "Dia adalah
suami yang mulia dan terhormrlr'106
menjadi satu kesatuan yang kukuh, saling
Persesuaian Ayat
menopang dan menguatkan. {ii i!ri} Allah Setelah melarang bermuwaalaah dengan
SWT Kuasa atas hal itu, dan Dia benar-benar para musuh kafi6, mengecam dan mengingkari
melaksanakannya setelah Fathu Mekah. ittt. orang yang bermuwaalaah dengan mereka
serta memerintahkan untuk memperkukuh ja-
{jr"" dan Allah SWT Maha Pengampun atas linan persaudaraan keimanan, Allah SWT me-
keteledoran yang pernah kalian perbuat dalam merintahkan untuk meneladani, mencontoh
menjalin muwaalaah dengan para musuh itu dan meniru Nabi Ibrahim a.s. dan orang-orang
yang beriman bersamanya dalam berlepas
seperti membocorkan informasi-informasi diri dari kaum kafir. Allah SWT menjelaskan
bahwa kebencian haruslah karena Allah SWT
kepada mereka dan yang lainnya, (r*:l} lagi meskipun orang yang bersangkutan adalah
saudara atau orangtua sendiri, mencontoh
Maha Penyayang kepada kalian karena Dia dan meneladani Nabi Ibrahim a.s. dan para
sahabatnya, hal mana mereka secara terang-
tidak menyegerakan hukuman terhadap terangan menampakkan permusuhan dan
kebencian terhadap kaum mereka yang kafi4,
kalian. serta menegaskan bahwa sebab kebencian
dan permusuhan tidak lain dan tidak bukan
Sebab Turunnya Ayat (7) adalah karena kekafiran mereka terhadap
Allah SWT. fika mereka beriman, permusuhan
Ulama tafsir menjelaskan Allah SWT secara otomatis langsung berubah menjadi
teladan, oposisi berubah menjadi koalisi,
berfirman kepada kaum Mukminin, "Sungguh friksi berubah menjadi aliansi dan kebencian
benar-benar telah ada suri teladan, contoh berubah menjadi kasih sayang.
dan panutan yang baik pada diri Nabi Ibrahim
Kemudian, Allah SWT mengecualikan
a.s. dan orang-orang yang bersamanya yaitu
para nabi dan orang-orang Mukmin, dalam sebuah hal dari Nabi lbrahim a.s. yang tidak
boleh ditiru, yaitu perkataan Nabi Ibrahim a.s,
hal memusuhi kaum kerabat mereka yang
106 Asbaabun Nuzuul,karya Al-Wahidi, hlm. 241'
musyrik." Ketika turun ayat ini, kaum Mukminin
pun memusuhi kaum kerabat mereka yang
musyrik karena Allah SWT memperlihatkan
permusuhan dan kebencian terhadap mereka
serta berlepas diri dari mereka. Allah SWT
tahu kesedihan dan kegundahan hati orang-
orang Mukmin karena hal itu. Allah SWT pun
menurunkan ayat tujuh ini. Kemudian, Allah
SWT pun benar-benar merealisasikannya
dalam bentuk banyak di antara kaum kafir
Mekah yang akhirnya masuk Islam sehingga
kembali terjalin persaudaraan, persahabatan
yang memohonkan ampunan untuk ayahnya mencontoh dan meniru Nabi Ibrahim a.s.
wahai Hathib sehingga kamu berlepas diri dari
yang kafir karena suatu janji yang telah keluargamu sebagaimana Nabi lbrahim a.s.
diikrarkannya kepada bapaknya itu sebelum berlepas diri dari bapaknya dan kaumnya?"
ia tahu kalau bapaknya ternyata sebenarnya "Dan telah nyata antara kami dan kamu
adalah musuh Allah S\MT. ada permusuhan dan kebencian buat selama-
lamanya sampai kamu beriman kepada Allah
Tafslr dan Penlelasan s aj a." (al-Mumtahanah : 4)
"Sungguh, telah ada suri teladan yang baik Ini adalah sikap kami terhadap kalian
bagimu pada lbrahim dan orang-orang yang
bersama dengannya, ketika mereka berkata selama kalian masih berada di atas kekafiran
kepada kaumnya,'Sesungguhnya kami berlepas kalian. Telah berlaku dengan nyata dan jelas
diri dari kamu dan dari apayang kamu sembah permusuhan, kebencian dan oposisi antara
s el a in All a h, ka m i m eng i ng kari (ke kafir a n) mu."'
(al-Mumtahanah: 4) kami dan kalian mulai sekarang, selama
kalian masih berada di atas kekafiran kalian.
Dalam ayat ini, Allah SWT berbicara Kami selamanya berlepas diri dari kalian dan
kepada orang-orang Mukmin yang sebelumnya membenci kalian hingga kalian menyatakan
keimanan kepada Allah SWT semata, meng-
telah Dia perintahkan untuk menjauhi para esakan-Nya serta hanya menyembah kepada-
musuh kafir serta berlepas diri dari mereka Nya semata tiada sekutu bagi-Nya, meninggal-
kan secara total kesyirikan yang sebelumnya
bahwa sungguh telah ada bagi kalian panutan, kalian teguhi, membuang jauh-jauh segala apa
teladan dan contoh yang baik lagi terpuji yang kalian sembah di samping Allah SWT
yang perlu kalian tiru pada diri Nabi Ibrahim
a.s. Khaliilurrahmaan moyang para nabi dan berupa berhala, arca dan sekutu-sekutu. fika
orang-orang yang beriman bersamanya, kalian melakukan semua itu, permusuhan
itu berubah menjadi muwaalaah, kebencian
tatkala mereka berkata kepada kaum mereka, berubah menjadi kasih sayang, dan friksi
"Sesungguhnya kami berlepas diri dari kalian berubah menjadi keharmonisan.
disebabkan kekafiran kalian terhadap Allah
Kemudian, Allah SWT mengecualikan
S\MX, serta dari setiap apa yang kalian sembah suatu hal yang tidak boleh ditiru dari Nabi
selain Allah SWT berupa berhala, arca, tan-
dingan dan sekutu. Sungguh kami benar-benar Ibrahim a.s.,
ingkar terhadap apa yang kalian imani berupa
berhala dan arca, atau terhadap agama kalian, "Kecuali perkataan lbrahim kepada
atau terhadap perbuatan-perbuatan kalian.
ayahnya, "Sungguh, aku akan memohonkan
Sesungguhnya berhala-berhala tiada mem- ampunqn bagimu, namun aku sama sekali tidak
dapat menolak (siksaan) AIIah terhadapmu."
berikan manfaat dan guna sedikit pun, karena (al-Mumtahanah: 4)
berhala-berhala itu adalah benda mati yang Sungguh benar-benar telah ada contoh
dan panutan yang baik bagi kalian pada
tiada bisa berpiki4 tidak bisa mendengaq, dan setiap perkataan Nabi Ibrahim a.s. kecuali
tidak pula melihat." perkataannya kepada bapaknya yang kafi4,
"Sungguh aku akan memohonkan ampunan
Maksudnya adalah memberikan pema- untuk kamu, dan aku sekali-kali tiada kuasa
haman dan penyadaran kepada orang yang
menjalin muwaalaah dengan orang-orang
kafi4, yaitu Hathib. Seakan-akan Allah SWT
berfirman, "Maka, tidakkah kamu meneladani,
Surah al-Mumtahtnah ThFSTRAL-MUNTR JITID 14
menghalau sedikit pun adzab Allah SWT ter- "(lbrahim berkata), 'Ya Tuhan kami,
hadap dirimu iika kamu mempersekutukan hanya kepada Engkau kami bertawakal dan
sesuatu dengan-Nya." Kalian jangan meniru hanya kepada Engkau kami bertobat dan
Nabi Ibrahim a.s. dalam hal yang satu ini, yaitu hanya kepada Engkaulah kami kembali."' (al'
memohonkan ampunan bagi orang-orang Mumtahanah:4)
musyrik. Sesungguhnya permohanan am'
Ya Rabb kami, hanya kePada Engkau-
punan oleh Nabi Ibrahim a.s. untuk bapaknya lah kami bersandar dalam segenap urusan,
adalah karena suatu janii yang pernah ia ikrar- hanya kepada Engkau-lah Kami pasrahkan
kan kepada bapaknya. Tatkala jelas bagi Nabi dan percayakan urusan-urusan kami, hanya
Ibrahim a.s. bahwa bapaknya adalah musuh kepada Engkau-lah kami bertobat dari setiap
Allah S\MI, Ibrahim a.s. pun berlepas diri dari dosa, dan hanya kepada Engkau-lah tempat
padanya. kembali di negeri akhirat.
Ini adalah sebagian dari doa Nabi Ibrahim
Kesimpulannya adalah kalian tidak boleh
meniru hal yang satu ini, yaitu memohonkan a.s. dan rekan-rekannya serta sebagian dari
ampunan untuk orang-orang musyrik. keteladan dan panutan yang perlu untuk ditiru,
diteladan, dan dicontoh. Di antara laniutan doa
Dahulu, ada sebagian orang Mukmin Nabi Ibrahim a.s. adalah,
yang mendoakan dan memohonkan ampunan "Ya Tuhan kami, iang anlah Engkau i adikan
untuk orang tua dan leluhur mereka. Dalam
kami (sasaran) fitnah bagi orang-orang kafir.
hal ini, mereka mengatakan bahwa Nabi
Dan ampunilah kami, ya Tuhan kami. Se'
Ibrahim a.s. dulu juga memohonkan ampunan
untuk bapaknya. Allah SWT pun menurunkan sungguhnya Engkau Yang Mahaperkasa, Maha'
bij aksana." (al-Mumtahanah: 5)
ayat,
Ya Rabb kami, janganlah Engkau jadikan
"Tidak pantas bagi Nabi dan orang-orang kami orang-orang yang terkena fitnah, siksaan,
yang beriman memohonkan ampunan (kepada dan penindasan di tangan orang-orang kafia
tutupilah dosa-dosa kami dari selain Engkau,
AIIah) bagi orang-orang musyril<, sekalipun maafkanlah dosa-dosa kami yang berkaitan
orang-orang itu kaum kerabat(nya), setelah dengan Engkau, karena sesungguhnya Eng-
kaulah Yang Mahakuat, Mahamenang dan
jelas bagi mereka bahwa orang-orang musyrik Maha Mengalahkan Yang tiada terkalahkan,
itu penghuni neraka Jahannam. Adapun per-
Yang barangsiapa berlindung kepada Engkau,
mohonan ampunan lbrahim (kepada Allah) ia tiada akan bisa terhinakan, Yang Memiliki
untuk bapaknya, tidak lain hanyalah karena hikmah yang agung dalam segala firman dan
suatu janji yang telah diikrarkannya kepada perbuatan Engkau, dalam syari'at dan aturan-
bapaknya. Maka ketika ielas bagi lbrahim Mu, dalam Kuasa-Mu, dalam pengaturan-Mu
bahwa bapaknya adalah musuh Allah, maka terhadap makhluk-Mu dan dalam melakukan
Ibrahim berlepas diri darinya. Sungguh, lbrahim apa yang mengandung kemaslahatan mereka,
itu seorang yang sangat lembut hatinya lagi
penyantun." (at-Taubah: 1 13-1 14) Ya Rabb kami, janganlah Engkau jadikan
mereka berkuasa atas kami sehingga mereka
Kemudian, Allah SWT menginformasikan akan memfitnah dan menindas kami. Ketika
bagaimana Nabi Ibrahim a.s. dan orang-orang mereka mampu menguasai kami, mereka akan
yang beriman bersamanya begitu teguh dalam
bersandar sepenuhnya kepada Allah SWT
ketika mereka memutus hubungan dengan
kaum mereka dan berlepas diri dari mereka,
r,*uuoor-ru*,*l,r,o *i!r{, OJilF,i {+.,
beranggapan dan memiliki persepsi bahwa hal sempurna, Yang Maha Terpuji dari makhluk-
itu tidak lain karena mereka adalah pihak yang Nya dalam segala firman dan perbuatan-Nya,
tiada Ilah selain Dia dan tiada Rabb selain Dia.
benar.
Kata al-Hamiid bisa bermakna al-Haamid
Mujahid mengatakan makna ayat ini (Yang memuji) makhluk-Nya dan senantiasa
adalah ya Rabb kami, janganlah Engkau mengapresiasi amal perbuatan mereka de-
ngan membalas amal yang sedikit dengan
menyiksa kami dengan tangan-tangan mereka
dan tidak pula dengan adzab dari sisi Engkau. pahala yang melimpah. Atau bisa bermakna a/-
Mahmuud (Yang Terpuji), yakni Yang berhak
fika itu terjadi, mereka tentu akan berkata, atas pujian dari makhluk-Nya atas nikmat-nik-
mat yang telah Dia karuniakan kepada mereka.
"Seandainya mereka adalah pihakyang berada
Di antara ayat yang memiliki makna se-
di atas kebenaran, tentu hal itu tidak akan rupa adalah firman Allah SWT,
menimpa mereka." "Jika kamu dan orang yang ada di bumi
semuanya mengingkari (nikmat Allah), maka
Kemudian, Allah SWT mempertegas pe-
rintah dan motivasi untuk meneladani, me- sesungguhnya Allah Mahakaya, Maha Terpuiii'
niru, dan mencontoh Nabi Ibrahim a.s. dan
(Ibraahiim:8)
orang-orang yang beriman bersamanya,
Kemudian, Allah SWT menginformasikan
"Sungguh, pada mereka itu (lbrahim dan urusan-urusan-Nya yang menakiubkan me-
umatnya) terdapat suri teladan yang baik nyangkut beralihnya orang-orang kafir men-
bagimu; (yaitu) bagi orang yang mengharap jadi orang-orang Mukmin,
(pahala) Allah dan (keselamatan pada) hari
kemudian, dan barangsiapa berpaling, maka "Mudah-mudahan Allah menimbulkan
sesungguhnya Allah, Dialah Yang Mahakaya,
Maha Terpujii' (al-Mumtahanah: 6) kasih sayang di antara kamu dengan
Sungguh pada diri Nabi lbrahim a.s. orang-orang yang pernah kamu musuhi di
antarq mereka. Allah Mahakuasa. Dan Allah
dan orang-orang yang beriman bersamanya Maha Pengampun, Maha Penyayang." (al'
Mumtahanah:7)
benar-benar terdapat suri teladan, contoh,
Barangkali musuh-musuh kalian itu
dan panutan yang baik. Keteladanan, contoh,
dan panutan tidak lain adalah bagi orang yang masuk Islam dan menjadi bagian dari orang-
orang yang seagama dengan kalian sehingga
mengharapkan dan "berambisi" terhadap permusuhan yang sebelumnya terbentuk ber-
ubah menjadi kasih sayang, kebencian menjadi
kebaikan dan pahala dari Allah SWT di dunia cinta kasih, friksi, perseteruan, dan konflikber-
ubah menjadi keharmonisan dan keakraban.
dan akhirat serta mengharapkan keselamatan Allah SWT Mahakuasa atas segala sesuatu,
dan kebahagiaan di akhirat. Ini adalah sebuah Maha Pengampun bagi orang yang melakukan
kesalahan, Maha Penyayang kepada mereka,
motivasi, provokasi, stimulasi, dan agitasi
Dia pun tidak mengadzab mereka setelah
untuk teguh beriman bagi setiap orang yang
adanya pertobatan, serta menerima mereka
beriman kepadaAllah SWT dan hari kemudian. untuk Dia masukkan ke dalam maghfirah dan
rahmat-Nya.
Barangsiapa berpaling dari apa yang
diperintahkan Allah SWI mengabaikannya,
menjalin muwaalaah dengan para musuh
Allah SWT mencintai dan pro kepada mereka,
sejatinya ia mendatangkan mudharat bagi
dirinya sendiri. Sesungguhnya Allah SWT
Dialah Yang Mahakaya [tiada butuh apa pun)
dari makhluk-Nya secara total, absolut, dan
TAFSIR AL-MUNIR IILID 14
Kata (y') bermakna mengharapkan ter- oleh Nabi Ibrahim a.s. untuk bapaknya
adalah karena suatu janji yang pernah ia
jadinya sesuatu yang disebutkan setelahnya. ikrarkan kepadanya.
2. Nabi lbrahim a.s. dan orang-orang yang
Akan tetapi, jika kata ini berasal dari Allah beriman bersamanya menyatakan secara
eksplisit sebab yang melatarbelakangi
SWT apa yang disebutkan setelahnya adalah sikap mereka berlepas diri dari kaum kafic
yaitu kekafiran kaum kafir itu terhadap
pasti terjadi. Allah SWT dan keimanan mereka kepada
Hal itu memang terbukti, Setelah Fathu berhala dan arca.
Mekah, kebanyakan orang Arab masuk Islam Permusuhan dan kebencian akan
dan keislaman mereka pun baik. Terbentuk tetap ada dalam hati antara orang-orang
Mukmin dengan selain mereka selama
jalinan kasih sayang dan keharmonisan yang orang-orang kafir masih tetap berada di
atas kekafirannya, hingga mereka men-
kuat antara mereka dengan orang-orang yang deklarasikan keimanan mereka kepada
Allah SWT semata tiada sekutu bagi-Nya.
lebih dulu masuk Islam sebelum mereka. Ketika itu, permusuhan yang ada berubah
menjadi persahabatan dan keharmonisan.
Mereka ikut aktif berjihad dan melaksanakan
3. Ayat {J i''Pi y,\. e,;tiiil} menunjukkan
amal-amal perbuatan yang bisa mendekatkan
pengutamaan Nabi kita Muhammad saw.
kepada Allah SWT. Rasulullah saw sendiri atas segenap para nabi lainnya. Ketika
Allah SWT memerintahkan kita untuk me-
menikahi Ummu Habibah binti Abi Suffan. neladani Nabi Muhammad saw., perintah
itu berbentuk mutlak dalam ayat,
Setelah masuk Islam pada kejadian Fathu
'Apa yang diberikan Rasul kepadomu
Mekah, Abu Su$ran pun meninggalkan sikap maka terimalah. Dan opa yang dilarang-
permusuhannya kepada Rasulullah saw.. nyq bagimu maka tinggalkanlah." (al-
Hasyr:7)
Ibnu Murdawaih meriwayatkan dari Abu
Ketika Allah SWT memerintahkan
Hurairah r.a., ia berkata, "Orang yang pertama
kita untuk meneladani Nabi Ibrahim a.s.,
kali memerangi kaum murtad dalam rangka Allah SWT mengecualikan sebagian per-
buatannya yang tidak boleh ditiru.
menegakkan agama Allah SWT adalah Abu 4. Allah SWT juga mengajarkan kepada kaum
Mukminin agar mengucapkan doa seperti
Suffan,bin Harb, dan menyangkut dirinyalah yang diucapkan Nabi lbrahim a.s. dan
6 y'}ayat {,.Sli orang-orang yang beriman bersamanya.
Ji turun." Yaitu doa yang tertera dalam ayat4 dan 5
di atas,
^:,r
"Ya Tuhan kami, hanya kepada Eng-
Flqlh Kehldupan atau Hukum-Hukum kau kami bertawakal dan hanya kepada
Ayat-ayat di atas menjelaskan sejumlah
hal sebagai berikut.
1. Allah SWT menjadikan Nabi Ibrahim a.s.
sebagai suri teladan, contoh, dan panutan
yang baik dan luhur bagi kaum Mukminin
dalam hal sikap berlepas diri dari kaum
kafir. Sudah menjadi keharusan bagi
setiap orang yang beriman kepada Allah
SWT dan Rasul-Nya untuk meniru, men-
contoh, dan meneladani Nabi Ibrahim a.s.
kecuali dalam satu hal, yaitu permohanan
ampunan olehnya untuk bapaknya. Me-
reka tidak boleh meniru Nabi Ibrahim a.s.
dalam hal yang satu ini, yaitu memohon-
kan ampunan untuk orang-orang musyrik.
Permohonan ampunan yang dilakukan
Engkau kami bertobat dan hanya kepada Allah SWT. Allah SWT pun menyebutkan
Engkaulah kami kembali, Ya Tuhan ka- bahwa barangsiapa berpaling dari Islam
mi, janganlah Engkau jadikan kami (sa-
saran) fitnah bagi orang-orang kafir. Dan serta tidak sudi untuk menerima na-
sihat dan pengajaran-pengajaran ini, se-
ampunilah kami, ya Tuhan kami. Sesung- sungguhnya ia tidak mendatangkan mu-
guhnya Engkau Yang Mahaperkasa, Maha- dharat melainkan terhadap dirinya sen-
b ij aksana." (al-Mumtahanah: 4- 5) diri dan tidak merugikan melaikan dirinya
sendiri. Sesungguhnya Allah SWT Maha-
Berlepas dirilah kalian dari orang- kaya ftiada butuh suatu apa pun) dari
makhluk-Nya. Allah SWT menyuruh me-
orang kafir, bertawakallah kalian kepada
reka menyembah kepada-Nya sama sekali
Allah SWT dan berdoalah, "Ya Rabb, kami
bukan karena Dia butuh kepada mereka.
bersandar sepenuhnya kepada-Mu, kami Allah SWT juga Maha Terpuji pada Dzat-
Nya dan sifat-sifat-Nya secara intrinsih
kembali kepada-Mu sebagai orang-orang serta Maha Terpuji (berhak atas pujian)
dari makhluk-Nya.
yang bertobat, dan hanya kepada-Mu
lah tempat kembali di akhirat. fangan- 6. Turunnya ayat-ayat ini menjadi sebab bagi
lah Engkau menjadikan musuh kami me- sikap kaum Muslimin dalam memusuhi
para kaum kerabat mereka yang musyrik.
nguasai kami sehingga hal itu membuat
Ketika hal itu membuat kaum Muslimin
mereka menyangka bahwa mereka ber-
sangat gundah, resah, dan gelisah,
ada di atas kebenaran dan bahwa me-
turunlah ayat tujuh sebagaimana yang
reka adalah pihak yang benar sehingga
mereka pun terkena fitnah dan tepedaya sudah pernah dijelaskan di atas,
dengan hal itu. Ampunilah dosa-dosa "Mudah-mudahan Allah menimbulkan
yang pernah kami perbuat, karena se- kasih sayqng di antara kamu dengan
sungguhnya Engkau-lah Yang Mahakuat, orang-orang yang pernah kamu musuhi
di antara mereka. Allah Mahakuasa. Dan
Mahamenang dan Maha Mengalahkan
Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang."
Yang tiada terkalahkan, lagi Yang Maha- (al-Mumtahanah: 7)
bijaksana dalam mengatur makhluk-Mu
dan mewujudkan kemaslahatan-kemas- Hal itu terjadi melalui masuk Islamnya
lahatan mereka." orang-orang kafir tersebut. Hal itu memang
benar-benar terjadi. Setelah Fathu Mekah,
5. Dalam ayat di atas, Allah SWT kembali banyak di antara kaum kafir Mekah masuk
mempertegas perintah dan memperkuat Islam, dan hubungan mereka dengan kaum
Muslimin pun mulai mencair dan normal
dorongan untuk meneladani, meniru, dan kembali, seperti Abu Sufyan bin Harb, al-
mencontoh Nabi lbrahim a.s. dan orang-
Harits bin Hisyam, Suhail bin Amr dan
orang yang bersamanya dari kalangan Hakim bin Hizam. Rasulullah saw. sendiri
para nabi dan kaum yang beriman, dalam menikahi Ummu Habibah binti Abu
hal berlepas diri, lepas tangan, cuci tangan Suffan, yang sebelumnya pernah menjadi
dan putus hubungan dari orang-orang istri Ubaidillah bin fahsy. Keduanya, yaitu
Ummu Habibah dan suaminya Ubaidillah
kafir.
Kemudian, Allah SWT memperingat-
kan dan mewanti-wanti agar jangan be-
rani-berani melanggar perintah, serta
mengancam orang-orang yang berpaling,
angkuh dan tidak sudi terhadap hukum
TAFSIRAL-MUNIR IILID 14
bin fahsy termasuk orang yang berhijrah ajaran-pengajaran-Nya. Allah SWT lah
ke tanah Habasyah. Suaminya akhir- Yang menyatukan dan mengharmoniskan
nya masuk Kristen dan meninggal dunia di antara hati setelah sebelumnya ter-
sebagai orang Kristen. Sementara Ummu
Habibah sendiri tetap teguh pada ke- jadi permusuhan, friksi, dan ketidak har-
imanannya. Rasulullah saw. mengutus monisan, sehingga berubah menjadi ber-
orang untuk menemui an-Najasyi untuk satu, saling menyayangi dan mengasihi.
meminang Ummu Habibah. Waktu itu,
an-Najasyi yang membayarkan maharnya Hal ini sebagaimana firman Allah SWT
kepada Ummu Habibah sebanyak empat
ketika mengingatkan kaum Anshar atas
nikmat-Nya yang Dia karuniakan kepada
mereka,
ratus dinar. "Dan ingatlah nikmat Allah kepadamu
Dalam sebuah hadits disebutkan, ketika kamu dahulu (masa jahiliah)
bermusuhan, lalu Allah mempersatukan
,*o: *.).?i cY t:'.; t# ui hatimu, sehingga dengan karunia-Nya
dr kamu menjadi bersaudara, sedangkan
(ketika itu) kamu berada di tepi jurang
,V Gy ,4 ,ei, Aacv, t3'ja
neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu
v **.6 Gi deri sana." (Ali'Imraan: 103)
or<, Li
"Cintailah orang yang kamu cintai Begitu juga sabda Rasulullah saw
sekadarnya saja jangan terlalu berlebihan, kepada mereka,
siapa tahu suatu hari nanti barangkali ia
ll.t .ir €t+ 'i;) €\i pl
b erub ah menj adi orang y ang kamu b enci. D an
#i,rr,. ,,r, i, 61ii G:;r
bencilah orang yang kamu benci sekadarnya
saja jangan terlalu berlebihan, siapa tahu "Tidakkah sebelumnya aku mendapati
kalian orang-orang yang tersesat, lalu Allah
suatu hari nanti barangkali ia berubah SWT menunjuki kalian dengan perantaraan
aku, dan kalian sebelumnya bercerai berai,
menj adi orang y ang kamu cintai." t07 lalu Allah SWT menyatukan kalian dengan
dari Ayat {;rt "i} adalah sebuah janji perantaraan aku?"
Allah Dia Mahakuasa untuk
SWT dan
membolak balikkan hati, mengubah ke-
adaan, serta menyediakan dan memudah-
kan sebab-sebab tercetusnya jalinan kasih Allah SWT berfirman,
sayang dan keharmonisan. Allah SWT "Dialah yang memberikan kekuatan
Maha Pengampun kepada para hamba- kepadamu dengan pertolongan-Nya dan
dengan (dukungan) orang-orang mukmin,
Nya lagi Maha Penyayang kepada mereka dan Dia (Allah) yang mempersatukan hati
mereka (orang yang beriman). Walaupun
jika mereka mau bertobat, berserah diri, kamu menginfakkan semua (kekayaan)
yang berada di bumi, niscaya kamu tidak
tunduk patuh dan kembali kepada agama- dapat mempersatukan hati mereka, tetapi
Allah telah mempersatukan hati mereka.
Nya, syari'at-Nya, nasihat dan peng-
Sungguh, Dia Mahaperkasa, Mahabijak-
107 HR at-Tirmidzi dan al-Baihaqi dalam Syu'abul limaan dari s an e." (al-Anfaal : 62 - 63)
Abu Hurairah r.a.. Juga diriwayatkan oleh ath-Thabrani dari
Abdullah Ibnu Amr r.a, ad-Daraquthni dalam Al-lfraad,
Ibnu Adi dan al-Baihaqi dalam Asy-Syu'ab dari Ali bin
Abi Thalib r.a, al-Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad dan al-
Baihaqi dari Ali bin Abi Thalib r.a dalam bentuk mauquuf.
Ini adalah hadits hasan.
HUBUNGAN KAUM MUSLIMIN DENGAN Balaa$hah
NON.MUSLIM
(l'F'i:, 6lF (ri' €€ *.d.n u1' ni',.rU* ip
Surah al-Mumtahanah Ayat 8 - 9
Di antara kedua kalimat ini terdapat thibaaq
i ls ;r.lt.z{*S I t-,ijrt A {-6.*
as-Salb.
tir*:iltyj;icyr:vAsifisu{*u
Mufradaat LuEhawWah
:y E;t a frJ*,:t;$ ;i A {4-G r ffi
(r!, n i;'.A p u"i,qa,,.r# {} Allah swT
"a'Flj 5 K"g\iyw\E{xru
tidak melarang kalian berbuat baik kepada
ffiirl-btfi'"'Jfr orang-orang kafir yang tidak memerangi ka-
'Allah tidak melarang kamu berbuat baik lian karena agama. Kalimat fi'eti of) berke-
dan berlaku adil terhadap orang-orang yang dudukan sebagai bodaldari {;,,ir}. 4-1+tit*-*ty
tidak memerangimu dalam urusan agama dan dan berbuat adil kepada mereka, memberikan
tidak mengusir kamu dari kampung halamanmu.
Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang putusan di antara mereka dengan adil. {o+*iir}
berlaku adil. Sesungguhnya Allah hanya melarang
kamu menjadikan mereka sebagai kawanmu orang-orang yang senantiasa berbuat adil.
orang-orang yang memerangi kamu dalam $59t;\ * ,r-ntltb dan mendukung untuk
urusan agama dan mengusir kamu dari kampung mengusir kalian, seperti kaum musyrikin
halamanmu dan membantu (orang lain) untuk Mekah. Sebagian mereka berupaya untuk
mengusirmu. Barangsiapa menjadikan mereka
sebagai kawan, mereka itulah orang yang zalim." mengusir kaum Mukminin dari Mekah,
(al-Mumtahanah: 8-9)
sementara sebagian yang lain membantu,
I'ruab mendukung, dan menyokong pihak-pihak
$;4t 'W, i,; oib kalimat $er'; ,iF yang mengusir tersebu t. fiii},ii) menjadikan
berkedudukanTarr seb agai badal isytimaal dari mereka sebagai para wali, yakni para
kalimat 4A*.e. ir il'F.Ada yang mengatakan penolong, pendukung dan teman setia bagi
kalimat ini berkedudukan nashqb sebagai kalian. {ilur ! 4ii i;. ;ty barangsiapa
maf'uul li ajlihi. yang menjadikan orang-orang kafir seperti
itu sebagai para wali, mereka itulah orang-
Fi'il {trL;i} di sini muta'addii dengan
orang yang sebenarnya menzalimi diri mereka
huruf jarr ilaa karena dilihat dan dipahami
dalam konteks makna fi'il tuhsinuu. Seakan- sendiri, disebabkan mereka meletakkan per-
akan dikatakan di sini fuhsinuu ilaihim, walian (loyalitas) tidak pada tempatnya.
4!i, .:i) kalimat ini berkedudukan Tarr Sebab Turunnya Ayat (8)
sebagai badal isytimaal dari kalimat il crl'F
Imam Ahmad, Bukhari, dan Muslim me-
$Ai.g- Ada yang mengatakan kalimat ini
riwayatkan dari Asma' binti Abi Bakar r.a., ia
berkedudul<an nashab sebagai maf 'uul li ai lihi.
berkata,
i;, i;, ,itt:,l ,&.nj.!. *c,.O:ifl,,tt,i c,'
z, ,5. err..! c..r-ri
t ,J)I',ffi ,irr ,tr;e
.t i,i ,uztr,.' - oz . ,l ,
S(f,pVl .r1 .ilt
ei {s jl:Ju
r. t ' t". ';
(ri' €.€tu,"t'"$';
surah ahMumtahanah TAFSTRAT-MUNrR IrLID 14
"Ibuku datang mengunjungiku pada masa Persesualan Ayat
perjanjian damai Quraisy dengan Rqsulullah saw., Setelah Allah SWT melarang kaum
sedang waktu itu ia adalah seorang Perempuan Muslimin menjalin muwaalaah dengan para
musyrik. Lalu aku pergi menemui Rasulullah saw. musuh kafit menstimulasi dan mendorong
dan bertanya kepada beliau, 'Wahai Rasulullah,
sesungguhnya ibuku datang dengan mengharap untukputus hubungan dengan mereka dengan
baktiku kepadanya, maka apakah aku boleh meniru, meneladani, dan mencontoh Nabi
Ibrahim a.s. dan orang-orang yang beriman
berbuat baik kepadanya?' Rasulullah saw. men-
jawab, 'Ya, berbuat baiklah kepada ibumu, sam- bersamanya, kemudian Allah SWT menghibur
dan meringankan beban kegelisahan kaum
butlah kedatangannya dan perlakukanlah ia Mukminin dengan menginformasikan kepada
dengan baikl Lalu turunlah ayat delapan surah
mereka bahwa Allah SWT Kuasa untuk
al-Mumtahanah."
mengubah keadaan orang-orang musyrik dari
kafir menjadi beriman, Allah SWT memberikan
rukhshah dan izin untuk berbuat baik kepada
orang-orang kafir yang tidak memerangi
kaum Mukminin, tidak mengusir mereka dari
kampung halaman dan rumah-rumah mereka,
serta tidak membantu dan mendukung pihak
lain untuk mengusir mereka.
{ri' e\YY.F -Fe" Tafslr dan Penfelasan
I 'Allah tidak melarang kamu berbuat baik
dan berlaku adil terhadap orang-orqng yang
"Qutailah binti Abdul Uzza datang
tidak memerangimu dalam urusan agama dan
mengunjungi putrinya Asma' binti Abi Bakar tidak mengusir kamu dari kampung halaman-
r.a. sambil membawa beberapa buah tangan mu. Sesungguhnya Allah mencintai orang-
(hadiah)-yaitu shinaab (makanan yang terbuat orang y ang berlaku adil." (al-Mumtahanah: 8)
dari biji sawi dan zabib), aqith (keju) dan samn Allah SWT tidak melarang kalian untuk
(mentega)-sedang waktu itu ia adalah seorang
bersikap baik kepada orang-orang kafir
peremPuan musyrik. Lalu Asma' r.a. pun
yang bersikap damai dengan kalian, tidak
menolak untuk menerima hadiah itu dan menolak memerangi kalian karena agama dan tidak
mengusir kalian dari kampung halaman dan
mempersilakannya masuk, hingga ia mengutus
seseorang untuk menemui Aisyah r.a. untuk rumah-rumah kalian, seperti kaum perempuan
meminta tolong kepadanya agar menanyakan hal dan orang-orang lemah di antara mereka.
tersebut kepada Rasulullah saw. Lalu Aisyah r.a. Allah SWT tidak melarang kalian berbuat
kebaikan kepada orang-orang kafir yang
pun menyampaikan hal itu kepada beliau, lalu
seperti itu, seperti menyambung kekerabatan,
beliau pun menyuruh Asma' r.a. agar menerima berbuat baik kepada tetangga, menjamu dan
menyambut kunjungan dengan baik. Allah
hadiah dari ibunya itu dan mempersilakannya SWT juga tidak melarang kalian untuk berbuat
masuk. Lalu Allah SWT pun menurunkan ayat 8 adil antara kalian dengan mereka dengan
surah al-Mumtahanah." menunaikan hak mereka, seperti memenuhi
IhFSIRAI-MUNIRIILID 14 rf ilt, %6. t,ilri.r s""h"l'Mutt"h'n"h
janji kepada mereka, menunaikan amanah, dan mengusir kaum Muslimin. Allah SWT
dan membayar harga barang yang dibeli secara melarang kalian menjadikan mereka sebagai
utuh tanpa dikurang-kurangi. Sesungguhnya wali [teladan, penolong, teman setia) bagi
Allah SWT mencintai orang-orang yang kalian, dan Allah SWT memerintahkan kalian
untuk memusuhi mereka.
senantiasa berbuat adil dan meridhai mereka,
serta membenci orang-orang yang berlaku Kemudian, Allah SWT mempertegas
zalim dan menghukum mereka.
ancaman terhadap orang yang menjalin
Yang dimaksudkan dengan ayat ini adalah
bahwasanya Allah SWT tidak melarang untuk muwaalaah dengan orang-orang kafir seperti
berbuat baik kepada kaum kafir yang menjalin
itu dan menjadikan mereka sebagai wali,
perjanjian damai dengan kaum Mukminin
untuk tidak memerangi kaum Mukminin dan dengan menyatakan bahwa barangsiapa yang
tidak membantu orang lain untuk memerangi menjadikan orang-orang kafir seperti itu
dan mencelakai kaum Mukminin. Allah SWT
juga sama sekali tidak melarang untuk mem- sebagai wali, membantu mereka dan bersikap
pro kepada mereka, orang-orang yang berbuat
perlakukan mereka dengan adil, seperti
seperti itu adalah orang-orang yang telah
Khuza'ah dan yang lainnya yang membuat per-
janjian dengan Rasulullah saw. bahwa mereka menzalimi dirinya sendiri. Mereka menjalin
tidak memerangi beliau dan kaum Mukminin. muwaalaah dengan orang yang seharusnya
dimusuhi disebabkan ia adalah musuh Allah
Kemudian, Allah SWT menjelaskan siapa- SWI Rasul-Nya dan kitab-Nya.
kah orang-orang kafir yang kaum Mukminin
Di antara ayat yang memiliki makna
dilarang menjalin hubungan baik dengan
serupa adalah firman Allah SWT
mereka,
"Wahai orang -orang yang beriman ! J ang an-
"S esung g uhny a All ah h any a melarang kamu lah kamu menjadikan orang Yahudi dan Nasrani
menjadikan mereka sebagai kawanmu orang-
sebagai teman setia(mu); mereka satu sama lain
orang yang memerangi kamu dalam urusan saling melindungi. Barangsiapa di antara kamu
agama dan mengusir kamu dari kampung yang menjadikan mereka teman setia, maka
sesungguhnya dia termasuk golongan mereka.
halamanmu dan membantu (orang lain) untuk Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada
mengusirmu. Barangsiapa menjadikan mereka orang-orang yang zalim." fal-Maa'idah: 51)
sebagai kawan, mereka itulah orqng yang Flqlh Kehldupan atau Hukum-Hukum
zalim." fal-Mumtahanah: 9) Kedua ayat di atas menerangkan bahwa
Sesungguhnya Allah SWT hanya melarang sikap orang-orang kafir terhadap kaum
kalian menjalin muwaalaah dengan orang-
orang kafir yang memusuhi kalian, yaitu para Muslimin ada dua, adakalanya sikap damai
dan adakalanya sikap memusuhi. Kedua ayat
tokoh kaum kafir Quraisy dan orang-orang
yang seperti mereka yang selalu memusuhi di atas menjelaskan dan mendeskripsikan
kaum Muslimin, serta yang membantu,
bentukhubungan kaum Muslimin dengan non-
menyokong, dan mendukung pihak-pihak Muslim dalam kerangka dua sikap tersebut,
yang memerangi kalian dan mengusir kalian. 1. Boleh berbuat baik dan menjalin hubungan
Mereka adalah segenap kaum kafir Mekahyang
memusuhi kaum Muslimin dan orang-orang baik dengan mereka serta berlaku adil
yang memihak mereka dalam memerangi kepada mereka, jika mereka memang
tidak memusuhi dan memerangi karena
agama atau dunia, tidak mengusir kaum
Mukminin dari kampung halaman dan Ada sebagian ulama yang menjadikan
rumah-rurnah mereka, serta tidak mem- ayat ini sebagai landasan dalil tentang ke-
bantu dan mendukung pihak lain untuk wajiban seorang anak yang Muslim untuk
menafkahi ayahnya yang kafir. Pandangan
mengusir kaum Mukminin. Sesungguhnya ini disanggah bahwa mengizinkan sesuatu
Allah SWT mencintai orang-orang yang atau tidak melarangnya tidak menunjuk-
senantiasa berlaku adil dan memerintah- kan bahwa sesuatu itu adalah wajib, tetapi
kan berbuat adil terhadap semua manusia. hanya menunjukkan bahwa sesuatu itu
Bersikap adil adalah wajib, baik terhadap diperbolehkan.
orang yang memerangi maupun orang
yang tidak memerangi. 2.. Tidak boleh mengambil wali, teladar, pe-
Mereka adalah orang-orang kafir nolong, teman setia, dan sahabat karib
dari orang-orang yang memerangi kaum
yang membuat perjanjian damai dengan Muslimin karena motif agama, mengusir
Rasulullah saw. untuk tidak memerangi kaum Muslimin dari kampung halaman
serta tidak membantu, tidak mendukung,
dan tidak pro kepada pihak lain yang me- dan rumah-rumah mereka, membantu dan
musuhi kaum Muslimin. Mereka adalah
Khuza'ah. Mereka membuat perjanjian mendukung pihak lain dalam mengusir
dengan Rasulullah saw. bahwa mereka kaum Muslimin. Mereka adalah orang-
tidak memerangi beliau dan tidak pula
mengusir beliau. Rasulullah saw. pun me- orang musyrik Mekah. Barangsiapa yang
merintahkan untuk berlaku baik kepada berbuat demikian, yaitu menjalin muwaa'
mereka dan mematuhi perianjian yang laah dengan orang-orang kafir seperti itu,
ada sampai masa perjanjian itu berakhir. menjadikan mereka sebagai wali (penolong
pelindung, teman setia). Orang-orang yang
Qatadah menjelaskan bahwa hal ini berbuat seperti itulah orang-orang yang
adalah pada periode awal Islam ketika
terjadi perjanjian damai dan tidak ada telah berbuat zalim yang berhak dan pantas
perintah untuk memerangi. Kemudian hal
ini dihapus oleh ayat, mendapatkan hukuman keras.
'Apabila telah habis bulan-bulan haram, Kesimpulannya adalah Allah SWT
maka perangilah orang-orang muqrrik di
mana saja kamu temui." (at-Taubah: 5) tidak melarang untuk berbuat baik kepada
kelompok yang pertama, tetapi Allah SWT
Sementara itu, kebanyakan ulama
hanya melarang menjalin muwaalaah dengan
tafsir menjelaskan bahwa ayat ini adalah kelompok kedua fmenjadikan mereka sebagai
muhkamah (tetap berlaku) dan tidak di- teladan, teman setia).
hapus, dengan bukti diperbolehkannya
HUKUM TENTANG KAUM PEREMPUAN YANG
Asma'r.a. berbakti, berbuatbaik dan mem- BERHTJRAH DARI DMRUL KUFRI (WIIAYAH
perlakukan dengan baik kepada ibunda- YAT{G BERADA DI BAWAH KEKUASAAN
nya, sebagaimana yang sudah disebutkan DAN OTORTTAS KAUM KAFIR) MENUJU KE
di atas.108 DMRUL ISLAM
L08 Tafsir Al-Qurthubi, LB / 59. Surah al-Mumtahanah Ayat 10 - 11
U$\,l,i*) ?f'& lty Y) -u:Jt q,s
TJ,:,:,*,+:;MUNrR IIttD 14* ** .-* - .............**{r{, {:;}}{r|"i,, *-*..... .......,...,...,.,,.,..,,.,,.,.,s:::} "::M:'t'h"n"h
fi *'-.g'i#e'bY -'i*\+,)L\ X\t"#i$u Qtraa.' a,at
<,44 i*s'AL;",ti :lxteip; l'#I., membacanva dengan: 4,s*1.
iSr:'ar':'iij*";\K*'&hsW v fl',?L.,,, ar-Kisa.i, dan Hamzah secara
u6er, )6\ 4",\K*a, *s'',;iA'"ii,4\ waqaf membaca ..'L1;'
' iir,HtJt Lviut6, Fl"ovffi&,,,*f^;r JJlil::*1L,1HHi::::
,ll,*irtfrv@ v'Ju #rgig;;\ <i3\Br3 i:;.y,^ltr khaaridh)' vakni rii an
-,$ffii;*.t +,*, r..*{f;ff*,I1TT::Jti} ::::;'iXT:
"Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kedudukan sebagai haal darikatahukmullaahi
peremPuan-PeremPuan mukmin datang berhijrah dengan adanya dhamir yang dibuang, yakni
kepadamu,makahendaklahkamuuji(keimanan) yahkumuhu Allaahu. Atau juga menjadikan
mereka.Allahlebihmengetahuitentangkeimanan abhukmu bermakna pengadil dengan men-
mereka; jika kamu telah mengetahui bahwa jadikannya sebagai isim mubaataghah.
mereka (benar-benar) beriman maka janganlah
kamu kembalikan mereka kepada orang-orang
kafir (suami-suami mereka). Mereka tidak halil Balaa$hah
bagiorang-orangkafiritudanorang-orangkafiritu [.1, ,1Vr;ti iy ini adalah kalimat sisipan
tidak halal bagi mereka. Dan berikanlah kepada (jumlah i'tiraadhiyyah) untuk mengisyaratkan
(suami)merekamaharyangtelahmerekaberikan. bahwa interaksi dengan orang lain adalah
Dan tidak ada dosa bagimu menikahi mereka berdasarkan pada keadaan lahiriah. Manusia
apabilakamubayarkankepadamerekamaharnya. hanya bisa mengetahui sisi lahiriah saja, se-
Dan janganlah kamu tetap berpegang pada tali -un,r., masalah sisi batin atau isi hati, itu
'{:;:,'H1'?,",!;;*;L*:';,:!^"tr:;:;T:;: i}yang telah kamu berikan; dan (jika suaminy:";r*p
kafir) biarkan mereka meminta kembali *oho,
{:d;:iislJtipi{lli]iun.umilsmkauanliBmaaAdt,,faiin'hdiiksteewrndraapliradit{ean,pgiaaijnya#insgtJil,daa#hlaaml-
yang telah mereka bayarkan (kepada mantan Aksuwattabdiil'
istrinya yang telah beriman). Demikianlah hukum
Allah yang ditetapkan-Nya di antara kamu.Dan Mufradaat Lughawlyyah
jikoAllah Maha Mengetahui, Mahabijaksana. Da.n
ada sesuatu (pengembalian mahar) yang belum qor'rVbberhijrah dari negeri kafir menuju
kamusetesaikandariistri-istrimuyanglarir;;;;; :,:-n:^:*"_,k^t:':]1mt,elmslaasmti'ka('npia;p[]a maka uiilah mereka
yang diucapkan oleh
orang-orang kafin lalu kamu dapat *rngoto't*o,
mereKa maKa oerrKan0n ldafi narru ramPasan)lisan mereka sesuai densan aDa van.s: a_da d..a:la,.m
kepada orang-orang yang istrinya lari rtu hati mereka berupa keimanan' 44\ rl;t 'irt)
sebanyak mahar yang telah mereka berikan. Dan Allah SWT Yang Maha Mengetahui hakikat
bertakwalahkamukepadaAllahyangkepada-Nya segala sesuatu yang sebenarnya, Maha Melihat
kamu beriman." (al-Mumtahanah: f 0-f f ) dan Mengetahui apa yang ada dalam hati.
TIAFSIR AL-MUNIR JITID 14
4:\n ';4Jf) ;ika kalian telah bisa dengan perempuan-perempuan yang kafir.
memastikan keimanan mereka dan kalian (-f)Kata adalah bentuk jamak dari 'ishmatun
sudah mendapatkan dugaan kuat berdasarkan yang maksudnya adalah akad nikah atau tali
sumpah serta dari tanda-tanda dan indikasi- perkawinan. Maksudnya adalah larangan
indikasi yang tampak. bagi kaum Mukminin menikahi para perem-
Rasulullah saw. meminta para perempuan puan yang musyrik, baik yang tetap pada
Mukminah yang berhijrah untuk bersumpah kemusyrikannya setelah suaminya masuk
bahwa mereka tidak pergi melainkan karena
Islam, maupun para perempuan yang murtad
motif Islam, bukan karena benci kepada suami
yang lari dan bergabung kepada kaum
mereka yang kafi6, dan tidak pula karena
tertarik dan jatuh cinta kepada laki-laki dari musyrikin.
kaum Muslimin. Kata (;rrnr) adalah bentuk jamak dari al-
Di sini, dugaan kuat disebut f/m (penge- Kaafirah. Ada versi qiraa'aat yang membaca
tahuan yang bersifat yakin dan pasti), untuk
mengisyaratkan bahwa dugaan yang kuat wa laa tumassikuu dengan huruf sin dibaca
adalah seperti flm [pengetahuan yang bersifat
yakin dan pasti) dalam hal sama-sama bersifat tasydid.
wajib dilakukan. {u..;;;i Y rjtr;) dan mintalah kalian ganti
(;6' ,il #b, >ii) maka iangan kalian atas mahar yang pernah kalian bayar kepada
mengembalikan mereka kepada suami-suami istri-istri kalian yang lari dan bergabung
mereka yang kafir. 4b i';4.i \3 i;r ; ly kepada kaum kafir ketika mereka murtad, dari
Pengulangan dalam kalimat ini bertujuan orang-orang kafir yang menikahinya. ti{.t\
untuk al-Muthabaqah (perbandingan) dan al- 4tr;;i t; dan hendaklah para suami yang kafir
meminta ganti atas mahar yang pernah mereka
Mubaalaghah (intensifikasi). (rriii u .iJ;) dan
bayarkan kepada istri-istri mereka yang
berilah para suami mereka yang kafir ganti
Muslimah dan berhijrah terebut. {i' 6- €r}
atas mahar yang pernah dibayarkan oleh para
semua yang disebutkan dalam ayat ini adalah
suami itu kepada mereka.
syari'at dan hukum Allah SWT. (,5i,1.(-,| eilah
4:r4 oi {:n a- n;y dan tidak ada dosa
SWT memberikan dan menetapkan putusan
atas kalian untuk menikahi mereka karena
4Ahukum di antara kalian. d.; a,rl) dan Allah
Islam telah memisahkan antara mereka dengan
SWT Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana,
para suami mereka yang kafir. 4:i;;i ,j,r:it sy\
Dia memberlakukan syari'at dan menerapkan
apabila kalian membayar mahar kepada
hukum sesuai dengan hikmah-Nya.
mereka. Di sini, disyaratkan untuk membayar
seor{atn,gii'd;alri'€is't;irii-ii1st;r"i 55uo1i} jika ada salah
mahar kepada mereka ketika menikahi kalian melarikan diri
mereka, untuk mengisyaratkan bahwa ganti dari kalian bergabung kepada orang-orang
yang diberikan kepada mantan para suami
mereka yang kafir atas mahar yang pernah kafir sebagai perempuan murtad. {,#r;} lalu
dibayarkannya tidak bisa mewakili mahar
wajib yang harus diberikan kepada seorang datanglah giliran kalian membayar mahar.
perempuan, sebagai bentuk penghormatan
kepada perempuan ketika menikah dengan Maksudnya adalah kalian memperoleh harta
laki-laki. $;trstt A,t# i;! aan janganlah rampasan perang karena kalian menang
kalian memegang akad atau tali perkawinan dalam perang. (riii u y ,*t;)i;i ,iJr rridy
maka berilah orang-orang yang istri mereka
pergi bergabung kepada kaum kafir itu, bagian
dari harta ghanimah yang ada sesuai dengan
besaran mahar yang pernah mereka bayarkan
kepada istri-istri mereka yang melarikan diri
Tlt'^r-Mu"1*.ll-t-1.P.,1i,.,,,.,.,,.,.,,,, ,*,rt*,, j*1, *bxili *, -.....,..,..,..,,.,.,,,,,.,,,,,,, *-*.?:::1:II:Ti1n"'"n
bergabung kepada kaum kafir tersebut, s_ebagai Ada keterangan menyebutkan bahwa yang
datang adalah Ummu Kultsum binti'Uqbah bin
ganti atas apa yang hilang dari mereka. ar rfrl) Abi Mu'aith. Ada pula yang mengatakan bahwa
4tii:,ei qit dan takutlah kalian kepada Allah ayat ini turun menyangkut Umaimah binti
SWT Yang hanya kepada-Nya kalian beriman, Bisyr istri Abu Hasaan ad-Dahdahah. Ada pula
karena keimanan kepada-Nya menghendaki yang mengatakan, ayat ini turun menyangkut
dan menuntut ketakwaan kepada-Nya. seorang perempuan bernama Sa'iddah yang
Sebab Turunnya waktu itu menjadi istri dari Shaifi bin ar-
Ayat (10) Rahib yang merupakan laki-laki musyrik dari
Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari penduduk Mekah. Sa'iddah datang pada saat
berlakunya masa genjatan senjata. Mereka
Al-Miswar dan Marwan Ibnul Hakam, "Bahwa-
sanya ketika Rasulullah saw mengadakan per- berkata, "Kembalikan ia kepada kami." Lalu
janjian damai dengan kaum kafir Quraisy pada
peristiwa Hudaibiyyah, ada sejumlah perem- turunlah ayat ini.
puan Mukminah datang kepada beliau. Lalu Ibnu Mani' meriwayatkan dari Abdullah
tsuarmunpalaih(1ata$t $,4it 4,fl*!|l$nit\. {;c ;tr;1 t ;-it a1 ty bin Abbas r.a., ia berkata, "Umar bin Khaththab
r.a. masuk Islam, lalu istrinya tetap kafir dan
Al-Wahidi meriwayatkan dari Abdullah
bin Abbas r.a., ia berkata, "Kaum musyrik tetap bersama kaum musyrikin. Lalu Allah
Mekah mengadakan perjanjian damai dengan SWT pun menurunkan ayat, 4, t5J n$
Rasulullah saw. pada kejadian Hudaibiyyah
bahwa jika ada orang dari penduduk Mekah [rtJl,t'
datang kepada beliau, beliau harus me- Ayat (11)
Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Hasan
ngembalikannya kepada mereka. fika ada
menyangkut ayat 45..;ti;i i;"'Eu isj) bahwa
salah seorang dari orang-orang yang bersama
ayat ini turun menyangkut Ummu al-Hakam
beliau datang ke Mekah dan ingin tinggal binti Abu Suffan. Ia murtad, lalu dinikahi
di sana, orang itu tetap dibiarkan bersama oleh seorang laki-laki Tsaqafi, dan tidak ada
mereka. Perjanjian yang ada pun ditulis dalam seorang perempuan dari Quraisy yang murtad
sebuah surat dan mereka pun menstempel kecuali hanya dia.
dan menyegelnya. Setelah perianjian itu Persesualan Ayat
selesai ditulis, datanglah Subai'ah binti Harits Setelah menjelaskan hukum-hukum me-
nyangkut hubungan antara kaum Muslimin
al-Aslamiyyah, sedang Rasulullah saw. masih dan non-Muslim ketika dalam kondisi damai,
Allah SWT menerangkan hukum mengembali-
di Hudaibiyyah. Suaminya yang merupakan kan para perempuan yang datang berhijrah
orang kafir pun datang, lalu berkata, 'Wahai dari negeri kafir menuju ke negeri Islam,
Muhammad, kembalikan kepadaku istriku
itu, karena sesungguhnya Anda telah meneri- menikahi mereka setelah adanya perianjian
ma persyaratan bahwa Anda harus mengem- damai Hudaibiyyah, menikahi perempuan-
balikan kepada kami orang kami yang datang perempuan musyrik, mengembalikan mahar
kepada Anda, dan lihatlah segel dan stempel para perempuan kepada suami-suami mereka,
surat perjanjian yang ada belum lagi kering.' memberi ganti kepada orang-orang Islam
dari harta ghanimah atas mahar yang pernah
Allah SWT pun menurunkan ayat ini."10e
L09 Asbaabun Nuzuul,karya Al-Wahidi, hlm. 241.
mereka bayarkan kepada istri-istri mereka serta memerintahkan untuk menguji para
perempuan itu. Para perempuan itu diminta
yang pergi bergabung ke negeri kaum kafin bersumpah demi Allah bahwa mereka tidak
serta konsisten memegang ketakwaan kepada pergi karena motif benci kepada suami, tidak
Allah SWT dalam semua itu. karena membenci suatu negeri dan tertarik
kepada negeri lain, dan tidak pula karena
Al-Qurthubi mengatakan ketika Allah SWT motif untuk mencari hal duniawi, tetapi hal
memerintahkan kaum Muslimin untuk tidak itu mereka lakukan tidak Iain karena motif
menjalin muwaalaah dengan orang-orang cinta kepada Allah SWT dan Rasul-Nya, serta
musyrik, hal itu menuntut kehijrahan kaum tertarik, berhasrat dan senang kepada agama-
Muslimin dari negeri kemusyrikan menuju
Nya. fika si perempuan yang bersangkutan
ke negeri Islam. Pernikahan adalah salah satu
bersumpah seperti itu, Rasulullah saw. mem-
sebab dan motif paling kuat yang memicu beri ganti kepada suaminya atas mahar dan
nafkah yang pernah diberikannya kepada
terjadinya jalinan muwaalaah. Oleh karena itu, istrinya itu, dan beliau tidak mengembalikan
Allah SWT selanjutnya menielaskan hukum-
hukum kehijrahan kaum perempuan. lagi atau memulangkan istri itu kepada
Tafslr dan Penfelasan suaminya tersebut.
"Wahai orang-orang yang beriman! Apabila 'AIIah lebih mengetahui tentang keimanan
perempuan-perempuan mukmin datang ber-
mereka; jika kamu telah mengetahui bahwa
hijrah kepadamu, maka hendaklah kamu uii
(keimanan) mereka." (al-Mumtahanah: 10) mereka (benar-benar) beriman maka iangan-
lah kamu kembalikan mereka kepada orqng-
Wahai orang-orang yang beriman kepada
Allah SWT dan Rasul-Nya, jika ada perempuan- orang kafir (suami-suami mereka)." (al'
perempuan yang beriman datang berhijrah
kepada kalian dari tengah-tengah kaum kafit Mumtahanah:10)
ujilah mereka supaya kalian bisa mengetahui
seberapa besar keinginan dan hasrat mereka Sesungguhnya melakukan p"ng,fi"n
kepada Islam. Tanyakan kepada mereka ten-
tang sebab dan motif kedatangan mereka. hanyalah sesuatu yang bersifat lahiriah dan
hanya merupakan aspek lahiriah semata. Ada-
Kalimat {ir-i6} adalah kalimat perintah pun hakikat sesungguhnya dan yang sebenar-
nya, tidak ada yang mengetahui keadan yang
yang bersifat wajib, atau bersifat sunnah dan sebenarnya dari para perempuan itu kecuali
anjuran. hanya Allah SWT.
Hal itu terjadi ketika Rasulullah saw. Allah SWT memerintahkan kalian untuk
melihat dan menilai aspek lahiriah, sementara
mengadakan perjanjian damai dengan kaum masalah batin, isi hati dan pikiran, itu menjadi
kafir Quraisy pada perjanjian Hudaibiyah. urusan Allah SWT
Perjanjian itu berisi ketentuan bahwa jika
fika kalian telah mendapatkan sebuah
ada orang Islam datang kepada beliau dari dugaan kuat bahwa para perempuan itu me-
Mekah, beliau harus mengembalikan lagi
mang para perempuan Mukminah berdasar-
dirinya kepada kaum kafir Quraisy. Lalu kan aspek lahiriahnya setelah dilakukannya
ketika ada sejumlah perempuan datang pengujian yang diperintahkan kepada kalian
berhijrah kepada beliau, Allah SWT menolak itu, maka janganlah kalian mengembalikan
dan memulangkan mereka kepada suami-
para perempuan itu dipulangkan dan
suami mereka yang musyrik dan kafir.
dikembalikan lagi kepada kaum musyrikin,
Di sini, zhann atau dugaan disebut ilmu Rasulullah saw. pun akhirnya melepas-
(pengetahuan yang bersifat yakin dan pasti)
adalah karena mengategorikannya sebagai kan Abul Ashshs dengan syarat ia harus me-
dugaan kuat dan hasil ijtihad, dan kias adalah
ngirimkan putri beliau Zainab r.a. kepada
memiliki posisi seperti ilmu [pengetahuan beliau. Abul Ashsh pun menyanggupinya
yang bersifat pasti dan yakin). dan benar-benar memenuhi janjinya.
Ibnu Katsir mengatakan di sini terkandung Ia mengirimkan Zainab r.a. kepada
petunjuk yang memberikan sebuah pengertian
Rasulullah saw. dengan ditemani oleh
bahwa keimanan memungkinkan untuk Zaid bin Haritsah r.a.. Zainab r.a. tinggal di
diketahui dan dideteksi secara yakin. Madinah pascakeiadian Badar pada tahun
Selanjutnya, Allah SWT mengiringi hal di kedua Hijriyah, sampai akhirnya suaminya
atas dengan sejumlah hukum lain yang masih
berkaitan dengan para perempuan seperti Abul Ashsh Ibnur Rabi' masuk Islam pada
tersebut. tahun kedelapan Hijriyah. Rasulullah
1, "Mereka tidak halal bagi orang-orang kafir saw. pun mengembalikan Zainab r.a. ke-
pada dirinya dengan berdasarkan pada
itu dan orang-orqng kafir itu tidak halal
bagi mereka." fal-Mumtahanah: 10) pernikahan yang pertama dan tanpa
Perempuan-perempuan Mukminah ada mahar baru lagi,110 sebagaimana hal
tidak halal bagi orang-orang kafir. Ke-
islaman seorang perempuan secara oto- ini diceritakan oleh imam Ahmad dari
matis mengharuskan ia putus dari suami- Abdullah bin Abbas r.x., "Bahwasanya
nya, tidak hanya sekadar berhijrah. Demi- Rasulullah saw. mengembalikan putri
kian pula, orang-orang kafir tidak halal
bagi kaum perempuan Mukminah. beliau Zainab r.a. kepada suaminya Abul
Ashsh lbnur Rabi' berdasarkan pernikahan
Ayat inilah yang mengharamkan pe- yang pertama yang sudah ada, juga tanpa
rempuan Muslimah menikah dengan laki-
laki kafir. Pada periode awal Islam, mula- saksi dan tanpa mahar. Kehijrahan Zainab
mula seorang laki-laki musyrik boleh me-
nikahi perempuan Mukminah. Dari itu,Abul r.a. terjadi enam tahun sebelum keislaman
Ashsh Ibnur Rabi' ketika masih musyrik
bisa menjadi suami dari putri Rasulullah s u aminy a Ab ul Ash sh."lrl
saw yang bernama Zainab r.a. yang seorang Ada sebagian ulama yang mengatakan,
setelah dua tahun.
Muslimah. Ketika Abul Ashsh ikut menjadi
Abd bin Humaid meriwayatkan dari
tawanan perang pada Perang Badar; Zainab Amr bin Syu'aib dari ayahnya dari kakek-
r.a. pun mengirimkan sebuah kalungnya DYX,
yang sebelumnya adalah milik ibunya, i, ,* i;iuztAt €.i
.d:.,,t": gX ;'t i,1
Khadijah r.a., untuk digunakan menebus
suaminya itu. Ketika melihat hal itu, hati *,-=il-,,*-' c-t2*,t *Y o ' .e'lt
Rasulullah saw pun merasa sangatterharu, "Bahwasanya i.asulullah saw. mengeffi-
iba, dan kasihan, dan beliau berkata kepada balikan putri beliau Zainab r.a. kepada Abul
kaum Muslimin, "fika kalian memang bisa
Ashshs lbnur Rabi' dengan mahar baru dan
melepaskan tawanan Zainab fmaksudnya
adalah suaminya, Abul Ashsh), lakukanlah." pernikahan baru."
1L0 Tafsir lbnu Kauir, 4 /35L.
1 1 1 Keterangan serupa juga diriwayatkan oleh Abu Dawud, at-
Tirmidzi dan Ibnu Majah.
surah ar-Mumtahan.h r,,ltlG#-*i *S-""l-l\ TAFSIRAL-MUNIRJILID 14
\__-*__-
Yazid bin Harun mengatakan hadits Tidak ada dosa atas kalian dan tidak
apa-apa bagi kalian wahai kaum Muk-
Abdullah bin Abbas r.a. lebih bagus minin untuk menikahi para perempuan
isnaad-nya, sementara praktik yang
Mukminah yang berhiirah itu apabila
berjalan adalah berdasarkan hadits Amr
bin Syu'aib. fumhur ulama memberikan kalian membayarkan kepada mereka ma-
jawaban tentang hadits Abdullah bin har mereka, juga dengan syarat iddah pe-
rempuan yang bersangkutan sudah habis,
Abbas r.a. itu dengan mengatakan bahwa
dinikahkan oleh walinya dan syarat-syarat
hal itu merupakan sebuah kejadian
lainnya.
kasuistik yang memiliki kemungkinan
bahwa waktu itu iddah Zainab r.a. dari 4. "Dan janganlah kamu tetap berpegang
Abul Ashsh belum habis. Karena pendapat pada tali (pernikahan) deng an perempuan-
perempuan kafir." (al-Mumtahanah: 10)
yang dipegang oleh kebanyakan ulama
adalah bahwa kapan iddah seorang istri Haram bagi kalian wahai kaum Muk-
Muslimah dari suaminya yang masih minin menikahi perempuan-perempuan
musyrik serta tetap bersama mereka
kafir habis, sementara suami belum juga
dalam ikatan tali pernikahan.
masuk Islam, ikatan perkawinan yang ada
Oleh karena itu, barangsiapa memiliki
menjadi terhapus dan batal.
seorang istri yang kafir dan musyrik, ia
2. "Dan berikanlah kepada (suami) mereka tidak lagi menjadi istri baginya karena
mahar yang telah mereka berikan." (al' terputusnya ikatan pernikahan yang ada
Mumtahanah:10) disebabkan perbedaan agama,
Bayarkanlah kembali kepada para Dulu, para lelaki kafir menikahi para
laki-laki musyrik yang menjadi suami- perempuan Muslimah, dan begitu juga
suami dari para perempuan Mukminah sebaliknya para lelaki Muslim menikahi
perempuan-perempuan musyrik. Kemu-
yang berhijrah itu mahar yang pernah
dian hal tersebut dihapus dengan ayat ini.
mereka bayarkan.
Ini menunjukkan pengharaman yang
Ini menunjukkan bahwa poin Per- tegas dan eksplisit perempuan-perem-
janjian damai Hudaibiyyah yang meng- puan musyrik bagi laki-laki Muslim.
haruskan bahwa jika ada orang Islam dari Hukum ini adalah khusus terhadap pe-
penduduk Mekah yang datang kePada rempuan musyrik, bukan perempuan
kaum Muslimin, ia harus dipulangkan kafir dari kalangan Ahli Kitab.
kembali kepada kaum kafir Mekah adalah Pernikahan yang ada secara otomatis
hanya terbatas pada kaum laki-laki saia, batal dan terputus (drfaskh) dengan sikap
tidak mencakup kaum perempuan. si istri yang tetap musyrik. Tidak ada
Imam asy-Syafi'i mengatakan, jika penghalang bagi si suami untuk menikahi
saudara perempuan istrinya yang tetap
yang menuntut dipulangkannya kembali
seorang perempuan Mukminah yang musyrik itu atau menikahi perempuan
berhijrah adalah kerabat suaminya bukan kelima jika ia memiliki istri empat yang
suaminya sendiri, permintaannya ditolak
salah satunya adalah yang tetap bertahan
tanpa ada kompensasi apa-apa. sebagai seorang perempuan musyrik itu.
3. "Dan tidak ada dosa bagimu menikahi me- Dalam sebuah hadits shahih sebagai-
mana yang sudah pernah disebutkan di
reka apabila kamu bayarkan kepada me-
reka maharnya." (al-Mumtahanah: 10)
TAFSTRAT-MUNIR IIIID 14 Maha Mengetahui, Mahabiiaksana." (al'
atas dari al-Miswar dan Marwan Ibnul Mumtahanah:10)
Hakam, disebutkan bahwasanya ketika
Apa yang disebutkan berupa mengem-
Rasulullah saw. mengadakan perianjian
balikan mahar dari kedua belah pihak, apa
damai dengan kaum kafir Quraisy pada yang disebutkan dalam perjanfian damai
kejadian Hudaibiyyah, ada sejumlah Hudaibiyyah dan pengecualian kaum
perempuan dari cakupan isi perjanjian
perempuan Mukminah datang kePada damai Hudaibiyyah, itu semua adalah
beliau. Lalu turunlah ayat t;y t;t ,-it $1 g\ hukum, syari'at dan aturan Allah SWT
4:tt,6 ,.>w3tt;r;; samPai aYat t'<'J i'r
yang ia berlakukan di antara makhluk-
4;tStt 4,. tJmar bin Khaththab r'a. pun
Nya. Hukum ini berkaitan dengan orang-
menceraikan dua istrinya. Salah satunya orang musyrik setelah perjanjian damai
akhirnya dinikahi oleh Mua'wiyah bin
Abi Suffan, sedangkan yang satunya lagi Hudaibiyyah, beda dengan orang-orang
dinikahi oleh Shafwan bin UmaYYah, musyrik yang tidak memiliki perjanjian
5. "Dan hendaklah kamu minta kembali damai dengan kaum Muslimin.
mahar yang telah kamu berikan; dan fiika Allah SWT Maha Mengetahui, tiada
suatu apa pun yang tersembunyi dari-
suaminya tetap kafir) biarkan mereka
Nya dan berada di luar pengetahuan-
meminta kembali mahar yang telah mereka
bayarkan (kepada mantan istrinya yang Nya, Maha Mengetahui tentang apa yang
telah berimanJ." (al-Mumtahanah: 10)
baik dan maslahat bagi para hamba-Nya,
Mintalah kembali mahar yang pernah lagi Mahabijaksana dan memiliki hikmah
kalian berikan kepada istri-istri kalian jika
yang agung dalam semua firman dan
istri-istri kalian itu murtad. Hendaklah
orang-orang kafir itu meminta kembali perbuatan-Nya, Dia tidak mensyari'atkan
mahar yang pernah mereka baYarkan kecuali apa yang sesuai dengan hikmah.
kepada istri-istri mereka yang pergi Ibnul Arabi mengatakan, Pengem-
balian mahar tersebut hanya berlaku
berhijrah kepada kaum Muslimin. khusus pada masa itu dan pada keiadian
Ulama tafsir menjelaskan jika ada tersebut saja, berdasarkan ijma umat.113
perempuan Muslimah murtad dan pergi 6. "Dan iika ada sesuatu (pengembalian
bergabung kepada kaum kafir yang me-
mahar) yang belum kamu selesaikan dari
miliki perianjian damai dengan kaum
istri-istrimu yang lari kepada orang'
Muslimin, dikatakan kepada kaum kafir
itu, "Kembalikan kepada kami mahar pe- orang kafia lalu kamu dapat mengalahkan
rempuan itu." lika ada seorang perem- mereka maka berikanlah (dari harta
puan pergi dari orang-orang kafir untuk
bergabung kepada kaum Muslimin dan rampasan) kepada orang-orang yang
masuk Islam, maka dikatakan kePada istrinya lari itu sebanyak mahar yang telah
kaum Muslimin, "Kembalikan mahar pe- mereka berikan. Dan bertal<vvalah kamu
rempuan itu kepada suaminyayangkafirr' 1 12
kepada Allah Yang kePada-NYa kamu
"Demikianlah hukum Allah Yang di' beriman." (al'Mumtahanah: 1 1)
tetapkan-Nya di antara kamu. Dan Allah
fika ada salah seorang istri kalian
lepas dari tangan kalian, melarikan diri
ll2 Ahkaam ul Qur' a an, karya Ibnul' Arabi, 4 / 17 7 6. 113 Ibid, Tafsir Al-Qurthubi, 18 / 68.
TAFSTRAL-MUNTR JrLID 14
dari kalian dan pergi bergabung kepada bergabung ke Daarul Kufri. fika hal itu adalah
kaum kafi4 seperti jika ada seorang pe- bisa dilakukan, itu adalah yang lebih utama.
rempuan Muslimah murtad dan kembali Namun jika tidak bisa, si suami diberi ganti
ke Daarul Kufri (wilayah kekuasaan dan yang diambilkan dari harta ghanimah yang
otoritas kaum kafir), meskipun mereka diperoleh dari tangan kaum kafir.
adalah kaum kafir Ahli Kitab, lalu kalian
memperoleh ghanimah dari kaum kafir Diceritakan dari az-Zuhri dan Masruq
Quraisy setelah kalian menang dalam bahwa di antara hukum dan aturan Allah
peperangan, gunakanlah sebagian harta SWT adalah jika ada seorang perempuan
fai' atau ghanimah untuk memberi ganti Muslimah bergabung kepada orang'orang
kafir dan menjadi bagian dari mereka, kaum
kepada para suami yang istri-istri mereka Muslimin meminta kepada kaum kafir agar
mengembalikan mahar perempuan tersebut
murtad dan pergi bergabung kePada kepada mereka. Begitu juga sebaliknya, jika
kaum kafir sesuai dengan apa Yang ada perempuan mereka yang masuk Islam
dan bergabung kepada kaum Muslimin, kaum
pernah mereka bayarkan kepada istri- kafir meminta kembali mahar perempuan dari
istri mereka apabila orang-orang musyrik kaum Muslimin, Kemudian, kaum Muslimin
tidak mau mengganti dan mengembalikan
mahar para istri tersebut. Hati-hati dan pun menerima dan menerapkan hukum
waspadalah kalian. fangan sampai kalian
melakukan suatu hal yang berkonsekuensi Allah Srv\II, sementara pihak kaum musyrikin
hukuman atas kalian, dan takutlah kalian menolaknya. Lalu Allah SWT menurunkan ayat
kepada Allah SWT dengan melaksanakan
hukum, aturan, dan syari'at-NYa. ini, {,5:rr1;{ y;7;Ki t17\.
Abdullah bin Abbas r.a. dan Yang Hasan dan Muqatil mengatakan ayat
ini turun menyangkut Ummu Hakim binti
lainnya mengatakan maksudnya adalah Abi Suffan. Ia murtad dan meninggalkan
jika ada seorang istri dari seorang laki-laki
Muhajirin pergi bergabung kepada kaum suaminya, Abbas bin Tamim al-Qurasyi. Tidak
kafic Rasulullah saw. menginstruksikan ada seorang perempuan yang murtad dari
agar suami diberi dari harta ghanimah selain Quraisy kecuali hanya dirinya. Namun
kemudian ia kembali ke dalam pelukan Islam.
sesuai dengan apa yang Pernah ia
Flqlh Kehldupan atau Hukum-Hukum
nafkahkan kepada istrinya, sebelum harta
ghanimah dibagi menjadi lima bagian'114 Ayat-ayat di atas menjelaskan sejumlah
Kalimat {iJi';r} maknanya adalah fa hal sebagai berikut.
ghanimtum (lalu kalian memperoleh
1. Keharusan untuk melakukan penguiian
harta ghanimah), atau fa zhafartum (lalu
kalian menang dalam peperangan dan terhadap para perempuan yang berhijrah
memperoleh harta ghanimah). Az-Zuhri meninggalkan negeri musyrik ke negeri
mengatakan suami diberi dari harta/ai'. Islam, untuk mengetahui seberapa iauh
kebenaran keimanan dan ketulusan ke-
Intinya adalah kaum kafir harus mengem-
islaman mereka.
balikan mahar perempuan yang kembali
Abdullah bin Abbas r.a. menjelaskan,
Ll4 Tafsir Al-Qurthubi, LB /7 0. pengujian itu dilakukan dengan cara pe-
rempuan yang bersangkutan diminta ber-
sumpah demi Allah bahwa dirinya tidak
ltAFSrR AL-MUNTR IITID
pergi karena motif benci kepada suami, an fmembatasi) keumuman dalil yang
tidak karena motif tidak suka tinggal di
suatu tempat dan ingin berpindah ke datang belakangan.
tempat lain, bukan karena motif ingin
mendapatkan hal duniawi dan bukan pula Ada sejumlah ulama yang berpan-
karena senang dan jatuh cinta kepada dangan bahwa cakupan umum yang ter-
salah seorang laki-laki dari kami, tetapi ia
pergi tidak lain hanya karena motif cinta dapat pada isi perjanjian Hudaibiyyah
kepada Allah SWT dan Rasul-Nya. |ika ia
bersumpah demi Allah SWT Yang tiada bukanlah melalui jalur wahyu, tetapi itu
Ilah selain Dia atas hal itu, Rasulullah adalah hasil ijtihad Rasulullah saw yang
saw. memberi ganti kepada suami dari beliau mendapatkan satu pahala atas
perempuan itu atas mahar yang pernah ia ijtihad itu. Ayat ini datang dengan isi yang
bayarkan kepadanya dan apa yang telah tidak menyetujui hasil ijtihad itu. Cakupan
ia nafkahkan kepadanya, dan beliau tidak umum yang terdapat dalam isi perjanjian
Hudaibiyah adalah "Barangsiapa datang
mengembalikan perempuan itu kepada kepada Muhammad dari kaum Quraisy
kaum kafir. Ini adalah maksud dari ayat, tanpaizinwalinya, maka Muhammadharus
"jika kamu telah mengetahui bahwa mengembalikan dan memulangkannya
mereka (benar-benar) beriman maka ja-
kembali."11s
nganlah kamu kembalikan mereka kepada
Ulama Hanafiyyah berpandangan
orang-orang kafir (suami-suami mereka). bahwa hukum ini dihapus menyangkut
Mereka tidak halal bagi orang-orang kafir
itu dan orang-orang kafir itu tidak halal kaum laki-laki dan perempuan. Seorang
bagi mereka." (al-Mumtahanah: 10) imam tidak boleh melakukan kesepakatan
damai dengan musuh yang berisikan ke-
2. Kebanyakan ulama mengatakan bahwa tentuan bahwa ia harus mengembalikan
ayat ini menghapus poin perjanjian kepada mereka orang yang datang kepada-
nya sebagai Muslim. Karena bermukimnya
Hudaibiyyah yang menyatakan bahwa jika
seorang Muslim di negeri kemusyrikan
ada seseorang dari kaum kafir Quraisy
adalah tidak boleh. Dalam hal ini, ulama
datang kepada Rasulullah saw. sebagai
Hanafiyyah berlandaskan pada hadits,
Muslim, beliau harus mengembalikan
dirinya kepada mereka. Poin ini dihapus ),li 9).2!1-uL; (uif 'r utut (i
sehingga hanya mencakup kaum laki- u),ti( 6;tj \ ,+'Fcl
laki, tidak mencakup kaum perempuan.
'Aku berlepas diri dari setiap Muslim
Ini adalah pendapat orang yang ber-
yang tinggal bersama orang tnusyrik di D aarul
pandangan bahwa as-Sunnah bisa dihapus
Harb. Ia tidak boleh tinggal berdekatan
dengan Al-Qur'an.
dengan orangmusyrikyang jika salah satunya
Sementara itu, ada sebagian ulama
yang berpandangan bahwa ayat ini turun 115 Teks isi perjaniian sebagaimana yang diriwayatkan oleh
sebagai penjelas untuk nash atau isi Bukhari dari Marwan dan al-Miswar berbunyi,
perjanjian yang ada bahwa isi perjanjian e"r} ..4l i',,iiy.ta, S; itG 'o1i dLi !V.i.i'ljt
itu hanya mencakup kaum laki-laki. Hanya
"Bahwa tidak ada orang dari kami yang datang kepada anda,
saja, hal ini berarti bentuk pen-takhshiish- meskipun orang itu seagama dengan anda, kecuali anda harus
mengembalikan dan memulangkannya kembali kepada kami,
al-Hadits."
Lihat, Nailul z4wthaar, 8 / 37.
menyalakan api, maka api itu terlihat oleh "Merekq tidak halal bagi orang-orqng
yang lain (yakni seorang Muslim harus tinggal kafir itu dan orang-orang kafir itu tidak
jauh dari tempqt tinggal orang lnusyrik, dan halal bagi mereka," (al-Mumtahanah: 10)
harus tinggal bersama kaum Muslimin di
w ilay ah kaum Muslimin." Dalam ayat ini, Allah SWT menjelaskan
Hadits ini menghapus pengembalian bahwa alasannya adalah ketidakhalalan
dan pemulangan kembali orang Islam
kepada orang-orang musyrik. Karena para perempuan Mukminah itu karena
Rasulullah saw telah menyatakan bahwa keislaman mereka, bukan karena per-
beliau berlepas diri dari orangyangtinggal
bersama mereka di Daarul Harb. bedaan negeri.
Sementara itu, imam Malik dan imam Imam Abu Hanifah dan imam Malik
asy-Syafi'i berpendapat bahwa hukum ini mengatakan, yang memisahkan di antara
tidak dihapus. Perjanjian damai dengan
isi dan ketentuan seperti itu adalah boleh. kedua suami istri tersebut adalah per-
Imam asy-Syafi'i mengatakan perjanjian
bedaan negeri fDaarul Islam dan Daarul
seperti ini tidak boleh dilakukan oleh
Kufri). Diceritakan dari Abdullah bin
siapa pun kecuali khalifah atau orang Abbas r.a. bahwa perbedaan negeri
yang ia tunjuk karena khalifahlah yang
memutus tali ikatan perkawinan.
mengatur dan mengelola semua keuangan Berdasarkan hal ini, jika ada seorang
dan aset negara. perempuan dari Daarul Harb pergi me-
3. Pengujian yang dilakukan itu adalah ninggalkan Daarul Harb tersebut sebagai
hanya pada aspek lahiriah karena yang seorang perempuan Muslimah, sementara
paling mengetahui hakikat sebenarnya
ia memiliki seorang suami yang masih
keimanan para perempuan itu hanyalah kafir yang tinggal di Daarul Harb, ter-
Allah SIvlIT, sehingga isi hati dan batin jadilah furqah di antara keduanya dan
yang sesungguhnya itu adalah menjadi
tidak ada iddah atas perempuan tersebut.
urusan Allah SWI, dan hanya Dia-lah Yang
Sementara Abu Yusuf dan Muhammad
mengetahui isi hati. mengatakan, terjadi furqah (terputusnya
fika telah diketahui, yakni jika telah ikatan perkawinan) di antara keduanya
didapatkan dugaan kuat tentang ke- dan tetap ada iddah atas si perempuan.
fika suami setelah itu masuk Islam, si pe-
imanan para perempuan yang berhijrah rempuan tersebut tidak halal baginya ke-
tidak boleh mengembalikan dan memu-
langkan mereka kembali ke negeri kaum cuali harus dengan akad pernikahan baru.
kafir. Allah SWT tidak menghalalkan pe-
rempuan Mukminah bagi laki-laki kafin Ini adalah pendapat Suffan ats-Tsauri.
tidak pula memperbolehkan seorang laki-
Sementara itu, imam Malik dan imam
laki Mukmin menikahi seorang perem-
asy-Syafi'i mengatakan, jika suami ter-
puan musyrik. Sebab terputusnya ikatan
perkawinan tersebut adalah keislaman sebut masuk Islam ketika perempuan ter-
sebut masih dalam masa iddah, yakni se-
perempuan tersebut, bukan hijrahnya. belum ia melalui masa haid sebanyak tiga
Karena Allah SWT berfirman, kali, perempuan itu masih tetap sebagai
istrinya, dan furqah tidak terjadi kecuali
jika iddah perempuan tersebut telah
habis. Jika iddahnya telah habis, ia tidak
halal bagi suami kecuali harus dengan
akad nikah baru.
hFSIRAL-MUNIRIIIID 14 il{l{ #-E;--}t,i}li* sur.hal-Mumtahmah
4. Kaum Muslimin wajib mengembalikan berasal dari kaum kafir yang memiliki per-
janjian dengan kaum Muslimin. Adapun
maharyang pernah dibayarkan oleh suami kaum kafir yang tidak memiliki perianjian
kafir yang istrinya masuk Islam tersebut. dengan kaum Muslimin, tidak ada yang
Ini adalah bagian dari bentuk memenuhi namanya kewajiban mengembalikan ma-
perjanjian supaya suami tidak kehilangan har kepada mereka.
dua hal sekaligus, yaitu istri dan harta. Berdasarkan hal ini, tidak ada peng-
5. Pengembalian mahar tersebut tidak di- halang untuk menerapkan hukum ini
dalam berbagai perjanjian yang ber-
lakukan kecuali jika suami yang kafir
itu menuntutnya. fika istri tersebut me- langsung antara kaum Muslimin dengan
ninggal dunia sebelum suaminya yang non-Muslim dalam kerangka situasi dan
kafir datang, kaum Muslimin tidak ber- kondisi yang sama seperti yang terjadi
kewajiban mengembalikan mahar karena pada masa lalu tersebut, fika kita me-
belum terjadi atau belum terpenuhinya
unsur penghalangan, yakni menghalangi lakukan perjanjian dengan mereka dengan
suami yang kafir itu dari istrinya tersebut ketentuan kita harus mengembalikan
karena istri keburu meninggal dunia se-
kepada mereka apa yang telah merqka
belum suami datang. nafkahkan kepada para istri mereka yang
masuk Islam dan bergabung menjadi
|ika mahar yang pernah dibayarkan bagian dari kita, itu harus dipenuhi.
oleh suami adalah berupa khamr atau
babi misalnya, kita kaum Muslimin tidak 7. Diperbolehkan bagi kaum Muslimin untuk
menikahi para perempuan yang berhijrah
berkewajiban mengembalikan atau meng-
ganti mahar tersebut, karena mahar yang dan masuk Islam itu apabila iddah me-
ada berupa sesuatu yang tidak memiliki reka telah habis, karena telah tertetapkan
pengharaman menikahi perempuan musy-
nilai. rik dan perempuan yang masih dalam masa
iddah. fika ada seorang perempuan masuk
Imam asy-Syafi'i menyangkut hukum Islam sebelum ia disetubuhi oleh suaminya
ini memiliki dua pendapat. Salah satunya yang kafi4, boleh langsung dinikahi, karena
tidak ada iddah atas dirinya.
adalah hukum ini dihapus. Pendapat
B. Ayat $;.trltt n,,rrSa i;) adalah dalil ten-
kedua mengatakan mahar yang ada di-
kembalikan kepada suami yang kafir tang diharamkannya menikahi perem-
jika ia menuntutnya dan hak menuntut puan-perempuan musyrik penyembah
pengembalian mahar hanya dimiliki oleh berhala (paganis). Ayat ini hanya khusus
suami, tidak dimiliki oleh siapa pun dari bagi para perempuan kafir dari selain
para wali. Ahli Kitab. Adapun para perempuan
6. Sesungguhnya pihak yang berposisi se- Ahli Kitab (para perempuan Yahudi dan
Kristen), boleh menikah dengan mereka,
bagai pihak yang dituntut untuk me-
berdasarkan ayat,
ngembalikan mahar kepada para suami
kafir yang para istri mereka masuk Islam "Dan (dihalalkan bagimu menikahi)
perempuan-perempuan yang menjaga ke-
tersebut adalah imam, dan itu diambilkan
hormatan di antara perempuan- perempuan
dari Baitul Mal (kas negara).
yang beriman dan perempuan-perempuan
Hukum ini, sebagaimana yang di-
katakan oleh Muqatil, hanya berlaku khu-
sus untuk masalah pengembalian mahar
para perempuan yang masuk Islam yang
yang menjaga kehormatan di antara orang- 9. |ika ada seorang perempuan Muslimah
murtad dan pergi bergabung kepada
orang yang diberi kitab sebelum kamu, kaum kafir yang memiliki perjanjian
apabila kamu membayar maskawin mereka damai dengan kaum Muslimin, kaum kafir
untuk menikahinya." (al-Maa'idah: 5)
itu bisa dituntut untuk mengembalikan
fika ada seorang paganis atau Majusi
masuk Islam, sementara istrinya tidak mahar perempuan itu. fika ada seorang
perempuan kafir datang berhijrah sebagai
mau masuk Islam, keduanya dipisah, dan seorang Muslimah, mahar yang pernah
diterimanya dikembalikan kepada kaum
ini adalah pendapat ulama Malikiyyah.
kafir. Hukum ini adalah berlaku khusus
Ada di antara mereka yang mengatakan,
hanya pada masa Rasulullah saw. pasca-
ditunggu sampai masa iddahnya berakhiq, perjanjian damai Hudaibiyyah.
dan ini adalah pendapat asy-Syafi'i dan 10. fika ada seorang perempuan murtad dan
pergi bergabung ke negeri kafir baik yang
Ahmad. Ulama Hanafiyyah mengatakan, memiliki perjanjian damai dengan kaum
jika ada seorang istri masuk Islam, suami- Muslimin maupun tidah namun kaum
nya ditawari untuk masuk Islam. fika kafir tersebut tidak mau mengembalikan
mahar perempuan itu, suami perempuan
mau masuk Islam, keduanya masih tetap
tersebut harus diberi ganti yang
sebagai suami istri. fika tidak mau masuk
diambilkan dari harta ghanimah perang.
Islam, keduanya dipisah.
Qatadah mengatakan hukum ini hanya
Perbedaan pendapat ini adalah dalam
khusus berlaku menyangkut kaum kafir
konteks istri yang telah disetubuhi. ]ika yang memiliki perjanjian damai dengan
kaum Muslimin, kemudian hukum ini
ia adalah istri yang belum disetubuhi, dihapus dalam surah at-Taubah. Ada
sejumlah orang mengatakan hukum ini
tidak diperselisihkan lagi bahwa ikatan juga tetap berlaku sekarang.
perkawinan di antara keduanya langsung 11. Allah SWT memperingatkan dan mewanti-
wanti agar jangan berani-berani melang-
terputus, karena tidak ada iddah atas gar hukum-hukum tersebut. Dalam hal ini,
Allah SWT berfirman dalam ayat 10,
istri yang belum disetubuhi. Ini juga
"Demikianlah hukum Allah yang
merupakan pendapat imam Malik dalam
ditetapkan-Nya di antara kamu. Dan Allah
kasus seorang perempuan yang murtad
Maha Mengetahui lagi Mahabij aksana."
sementara suaminya adalah Muslim,
Dan Allah SWT berfirman dalam ayat
bSeermdeanstaarrkaapnenadyaaptat4im4a{m"a=sy,-Stry<af$i'i n$.
IL,
dan
"Dan bertakwalah kepado Allah Yang
imam Ahmad adalah ditunggu sampai
kepada- Nya kamu beriman."
masa iddahnya habis.
Waspadalah kalian, jangan sampai kalian
|ika ada pasangan suami istri ber-
agama Kristen, lalu istri masuk Islam, melanggar apa yang diperintahkan kepada
pendapatimam Malik imam asy-Syafi'i dan kalian itu.
imamAhmad adalah ditunggu sampai masa
iddahnya habis. Demikian pula dengan
seorang suami paganis yang istrinya masuk
Islam, jika suami juga masuk Islam ketika
istri masih dalam masa iddahnya, ia tetap
menjadi istrinya. Ada di antara ulama yang
mengatakan ikatan pernikahan di antara
keduanya drfaskh.
*T?1,**t-M9*TL*.ll-tlP,14 .......,.,,,,,,, -.. " . ..,*,*n*l-ffiB..n,:.'......,.,.,,,, ... "..-....,.,.,,",, --........i:,:l "tt.1.T*T3:,'h
\*_____*-*-r,
PEMBAIATAN NABI MUHAMMAD SAW. j umlah fi'liyyah berkedudukan nashab sebagai
KEPADA PARA PEREMPUAN YANG haal dari dhamiryang terdapat paday''fl(c^;t)
BERHIJRAH (BAIAT KAUM PEREMPUAN}
Atau berkedudukan jarr sebagai sifat untuk
Surah al-Mumtahanah Ayat L2-L3
kata {ot4i}.
-P].*:J,-&i)i;)li5ittrr*rtY65t$Y,
4,rat *,,;;i :. 3(At ,4. GY kalimat ,,)
Ss'li;t['it r*'",ij* iA$ W i\ 4.,#t i#l berkedudukan nashab, karena
berta' alluq dengany''il (fih asumsinya adalah
ss<*5v (4$<5.q#,w.$y
ya'isuu min ba'tsi ashhaabil qubuuri,lalu kata
yang menjadi mudhaal dibuang, yaitu ba'ts,
lalu posisinya digantikan oleh mudhaaf ilaihi.
-ar fu ''.ir'6 irXrV -'#"{5 o,i}3 O**a" Balaaghah
uf\tri*W\ <;Jr\Asffi M Yj,G kalim43a*t, '"iki;.in""ayy+,a.ih;."..At,e.rn.t.-.t:aAn.,,g, q. Ui. .v1;F.r :in--i: a_ dalah
al-Laqiith [anak
:Ktit{ tAt-n6:iq*rgz
pungut).
ffi\int*tb
4rA, *r;;i i '1rdJ' t:lr-.!.t it\t i,r+ .r;F
"Wahai Nabi! Apabila perempuan-peremPuan
dalam kalimat ini terdapat tasybiih mursal
mukmin datang kepadamu untuk mengadakan
baiat (janji setia) bahwa mereka tidak akan mem' mujmal. Dalam ayat ini juga terdapat raddul
persekutukan sesuatu aPa Pun dengan Allah; tidak
akan mencuri, tidak akan berzina, tidak akan 'ajzi 'alash shadri karena surah ini ditutup
membunuh anak-anaknya, tidak akan berbuat
dusta yang mereka ada-adakan antara tangan dengan ayat yang memiliki muatan serupa
dan kaki mereka dan tidak akan mendurhakaimu seperti ayat yang menjadi permulaan surah.
dalam urusan yangbaik, maka terimalah janji setia
Dalam kalimat {)r;*t .a Lf} digunakan
mereka dan mohonkanlah ampunan untuk mereka
kepada Allah. Sungguh, Allah Maha PengamPun, bentuk kata zahir yang sebenarnya bisa
Maha Penyayang. Wahai orang-orang yang ber-
iman! langanlah kamu jadikan orang-orang yang menggunakan dhamir atau kata ganti, untuk
dimurkai Allah sebagai penolongmu, sungguh, me-
memberikan sebuah pengertian bahwa ke-
reka telah putus asa terhadap akhirat sebagaimana
kafiran telah membuat mereka putus asa.
orang-orang kafir yang telah berada dalam kubur
Mufradaat Lu$hawlyyah
juga berputus asal' (al-Mumtahanah: l2-l 3)
{",+(} al-Bai'ah atau baiat adalah akad
Qlraa'aat atau kesepakatan dan perjanjian untuk
(#'F' komitmen pada ketaatan (pengikraran janji
Nafi'membaca 1'fr;. setia dan taat). {r.";i)i ir" i;y aan mereka
l'ruab tidak akan mengubur hidup-hidup anak
4** :\ .i_ i;h kalimat (L.l.b adalah perempuan. {y*e} mengada-adakan dan
*.1,
merekayasa kebohongan dalam bentuk
pengakuan dusta bahwa anak yang ada adalah
anak dari suaminya. (L.i.Y yang mereka buat-
buat dan rekayasa. Mereka telah melakukan
kebohongan bahwa anakyang ada adalah anak
dari suaminya. {'-tt}; ;\ al-Ma'ruuf adalah
setiap hal yang dianjurkan oleh syari'at berupa
::::l'tsM:33,,T:,:,:h.........,.,.",., .-.....".,.,,,, *..,.ti , t-a'6\ ---^-----*J-sL\ r... ThrsrRAr--MuNrRJrLrD 14
hal-hal yang baih dan apa yang dilarang oleh berkata, "Rasulullah saw menguji para perem-
syari'at berupa hal-hal yang buruk.
puan Mukminah yang datang berhijrah kepada
Penambahan keterangan dengan kalimat
t;cb e I iau d en gan ayat, 44'4.,>w. ltt 4tt ;y. t*J s-]t..
fii ma'ruuf (dalam kebajikan), padahal
Maka, barangsiapa di antara para Mukminah
Rasulullah saw. tidak memerintahkan kecuali
kepada halyangbaik, hal ini untukmenegaskan yang mengikrarkan syarat yang disebutkan
bahwa tidak boleh mematuhi makhluk untuk
dalam ayat tersebut, maka Rasulullah saw.
bermaksiat kepada Sang Khaliq. (o&q} iit<a
berkata kepadanya, Aku telah melakukan
para perempuan itu melakukan baiat seperti
itu, terimalah baiat mereka itu. Tegaskanlah pembaiatan kepadamu.' Sungguh demi Allah,
kepada mereka jaminan pahala ketika mereka tangan beliau sama sekali tidak menyentuh
memenuhi hal-hal yang mereka komitmenkan
tangan seorang perempuan pun dalam pem-
dan ikrarkan itu. (arrt;i'],rj) dan mohonkanlah
baiatan, beliau tidak membaiat mereka me-
ampunan kepada Allah SWT untuk mereka.
lainkan hanya dengan perkataan, Aku telah
(ij# iu' + riy segenap kaum kafir,
melakukan pembaiatan kepadamu atas hal
atau bangsa Yahudi karena ada riwayat me-
nyebutkan bahwa ayat ini turun menyangkut itu."'
sebagian kaum Muslimin yang fakir yang me-
reka menjalin hubungan dengan kaum Yahudi Dalam Shahih Muslim diriwayatkan
agar mereka bisa memperolah sebagian dari
dari Aisyah r.a., ia berkata, "Para perempuan
hasil pertanian kaumYahudi itu. {:t\t,Zt4iY
Mukminah ketika mereka datang berhijrah
mereka benar-benar tidak memiliki harapan
sama sekali terhadap akhirat, disebabkan kepada Rasulullah saw., mereka diuji dengan
mereka kafir dan ingkar terhadap akhirat, atau
karena mereka mengetahui bahwa mereka ayat, ir: i/.1'oi * 4q owltt liti t;y#, 6j UF
4r!';" ni ir.ol4r Aisyah r'a' kembali berkata,
tidak memiliki bagian apa pun di akhirat 'barangsiapa di antara para perempuan
disebabkan sikap mereka yang menentang Mukminah itu yang mengikrarkan isi baiat
Rasulullah saw (r#r jGJi i '.,t"*t : .;. t:s\ yang tersebutkan dalam ayat itu, maka ber-
sebagaimana orang-orang kafir putus asa dan arti ia telah mengikrarkan ujian yang ada.
tidak memiliki harapan orang-orang mereka
fika mereka telah mengikrarkan isi baiat
yang telah mati akan dibangkitkan, yakni
tersebut, Rasulullah saw. pun berkata kepada
dikembalikan hidup lagi.
mereka, 'Silakan pergi, aku telah membaiat
Sebab Turunnya
kalian.'sungguh tangan Rasulullah saw. tidak
Ayat (12)
menyentuh sedikit pun tangan satu orang
Ayat ini turun pada kejadian Fathu Mekah perempuan pun, tetapi beliau membaiat
(penaklukan kota Mekah oleh Rasulullah mereka hanya dengan perkataan.' Aisyah
saw. dan kaum Muslimin). Ketika Rasulullah r.a. kembali berkata, 'Sungguh demi Allah,
saw. selesai dari pembaiatan kaum laki-laki,
beliau ganti melakukan pembaiatan dengan Rasulullah saw tidak memegang telapak
kaum perempuan. Bukhari meriwayatkan dari
Urwah Ibnu Zubaic bahwasanya Aisyah r.a. tangan satu orang perempuan pun, ketika
beliau mengambil baiat atas mereka, maka
beliau melakukannya dengan perkataan, 14ku
telah memb aiqt kalian.''
Diriwayatkan bahwasanya Rasulullah
saw membaiat para kaum perempuan, sedang
antara kedua tangan beliau dan tangan mereka
terdapat pemisah berupa kain, dan beliau
mengambil baiat atas mereka.
Imam Ahmad meriwayatkan dari melakukan pembaiatan atas kaum laki-laki,
Umaimah binti Ruqayyah at-Taimiyyah, ia beliau laniutkan dengan pembaiatan atas
berkata, 'Aku bersama sejumlah perempuan kaum perempuan, sedang waktu itu beliau
datang menghadap kepada Rasulullah saw.
untuk melakukan baiat kepada beliau. Beliau berada di atas Bukit Shafa sambil melakukan
pun mengambil baiat atas kami yang isi baiat baiat atas kaum perempuan, sementara Umar
bin Khaththab r.a. berada di bawah beliau yang
itu adalah seperti yang disebutkan dalam bertugas untuk meneruskan perkataan beliau
kepada kaum perempuan.
ayat dua belas surah al-Mumtahanah sampai
Tafslr dan Penfelasan
kalimat, wa laa ya'shiinaka fii ma'ruufin (dan
tidak mendurhakai kamu dalam hal yang "Wahai Nabi! Apabila perempuan-pe-
baik), lalu beliau berkata, 'Menurut batas rempuan mukmin datang kepadamu untuk
maksimal kemampuan dan kesanggupan
mengadakan baiat fianji setia) bahwa mereka
kalian.'Kami berkata, Allah SWT dan Rasul- tidak akan mempersekutukan sesuatu apa pun
Nya lebih penyayang kepada kami daripada dengan Allah, tidak akan mencuri, tidak akan
kami kepada diri kami sendiri.' Kami berkata,
'Wahai Rasulullah, apakah Anda tidak men- berzina, tidak akan membunuh anak-anaknya,
jabat tangan kami?' Beliau berkata, Aku tidak tidak akan berbuat dusta yang mereka ada-
berjabat tangan dengan para perempuan, te-
tapi pembaiatanku kepada perempuan ada- adakan antara tangan dan kaki mereka." (al'
lah hanya dengan perkataan, dan perkataanku
kepada satu orang perempuan, maka itu pulalah Mumtahanah:12)
perkataanku kepada seratus perempuan.''16
Wahai Nabi, jika datang kepadamu
Imam Ahmad dalam sebuah versi riwayat
perempuan-perempuan Mukminah yang
yang lain menambahkan, "dan beliau tidak
beriman kepada Allah SWT dan Rasul-Nya
menjabat tangan seorang perempuan pun dari
kami." untuk mengadakan baiat kepadamu dan
Ayat (13) mengikrarkan janji bahwa mereka akan kon-
sisten dan setia kepada Islam dan ketaatan,
Ibnul Mundzir meriwayatkan dari baiatlah mereka bahwa mereka tidak akan
Abdullah bin Abbas r.a., ia berkata, "Dulu, mempersekutukan suatu apa pun dengan
Abdullah bin Umar r.a. dan Zaid bin Harits r.a. Allah SWT berupa berhala, arca, batu, malaikat
pernah menjalin hubungan pertemanan yang atau manusia. |uga bahwa mereka tidak akan
erat dengan seorang laki-laki Yahudi, lalu Allah
SWT menurunkan ayat tiga belas surah al- mencuri sedikit pun dari harta orang lain,
Mumtahanah ini." tidak akan berzina [zina adalah pelanggaran
Persesualan Ayat terhadap kehormatan dan kesucian diri), tidak
Diriwayatkan bahwasanya pada kejadian akan membunuh anak-anak mereka, yakni
tidak mengubur hidup-hidup anak-anak pe-
Fathu Mekah, ketika Rasulullah saw. selesai rempuan sebagaimana yang dilakukan oleh
masyarakat fahiliyyah. fuga bahwa mereka
115 Juga diriwayatkan oleh at-Tirmidzi, an-Nasa'i, Ibnu Maiah, tidak akan mengada-adakan dan merekayasa
Ibnu Jarir, dan lbnu Abi Hatim. kebohongan dengan menisbahkan anak ke-
pada suami-suami mereka yang anak itu se-
benarnya bukanlah dari suami-suami mereka.
Dengan kata lain, memberikan pengakuan
palsu bahwa anak yang ada pada mereka
sur"rt"r-irrrt"L"n"r, ,,,,,*, 4;;Bt,lt{i.* hFSIRAL-MUNIRIILID 14
adalah anak dari suami-suami mereka. Al- terhadap Hamzah r.a. pada Perang Uhud-
Farra' mengatakan, dulu terkadang ada se-
orang perempuan memungut bayi, lalu ia berkata, 'sungguh demi Allah, kami tidak me-
berkata kepada suaminya, "lni adalah anakku
nyembah berhala. Sesungguhnya engkau telah
darimu." Tindakan seperti ini adalah termasuk
membaiat kami dengan sesuatu yang kami
tindakan mengada-adakan kebohongan.
tidak melihat engkau menggunakannya dalam
"Dan tidak akan mendurhakaimu dalam membaiat kaum laki-laki, engkau membaiat
urusan yang baik." (al-Mumtahanah: 12) kaum laki-laki hanya dengan komitmen ke-
Kata ma'ruul (kebajikan) adalah setiap pada Islam dan iihadJ Lalu Rasulullah saw me-
hal yang sejalan dengan ketaatan kepada Allah laniutkan kalimat pembaiatan,'dan juga kalian
SWI yakni setiap hal yang diperintahkan tidak akan mencuri.' Lalu Hindun berkata,'Se-
sungguhnya Abu Suffan adalah suami yang
atau dilarang oleh syari'at, seperti larangan
meraung-raung, merobek-robek baju, men- sangat kikir, dan aku mengambil dari hartanya
jambak-jambak rambut, merobek kerah baju,
menampar-nampar waiah, mengucapkan ka- secara diam-diam untuk kebutuhan makan
ta-kata celaka, berduaan dengan orang asing kami?'Abu Suffan berkata, Apa yang pernah
yang bukan mahram.
kamu ambil itu halal bagimu.' Rasulullah
"Maka terimalah janji setia mereka dan
saw. pun tertawa melihat adegan tersebut
mohonkanlah ampunan untuk mereka kepada dan beliau pun akhirnya mengenali identitas
Allah. Sungguh, Allah lvlaha Pengampun, Maha perempuan tersebut yang ternyata adalah
Pe ny ay ang." (al-Mumtahanah: 1 2) Hindun, dan beliau pun berkata kepadanya,
'Kamu Hindun?' Lalu ia pun berkata, Allah
Baiatlah mereka dan mohonkanlah
SWT memaafkan apa yang telah lalu."'
ampunan kepada Allah SWT untuk mereka
setelah prosesi baiat tersebut. Sesungguhnya Rasulullah saw. melanjutkan kalimat
Altatr swr Maha Pengampun terhadap dosa- baiat, "dan kalian tidak akan berzina." Hindun
eiosa para hamba-Nya, lagi Maha Penyayang berkata, "Dan apakah memangnya perempuan
merdeka berzina?" Beliau melanjutkan lagi,
kepada mereka. Dia pun tidak menyiksa
"dan kalian tidak akan membunuh anak-anak
mereka atas dosa-dosa yang pernah mereka kalian." Yakni, kalian tidak akan melakukan
perbuatsebelum Islam, serta memberi mereka al-Wa'd [mengubur hidup-hidup anak perem-
pahala yang besar dan melimpah jika mereka puan) dan tidak akan menggugurkan janin
memenuhi janji dan komitmen yang diikrar- dalam kandungan. Hindun berkata, "Kami
kan tersebut yang berlangsung pada kejadian
merawat dan mengasuhnya semasa kecil, se-
Fathu Mekah.
mentara engkau membunuh mereka ketika
Diriwayatkan bahwasanya ketika
sudah besar pada Perang Badar. Kalian
Rasulullah saw. berkata kepada mereka,'Aku dan mereka lebih tahu." Mendengar per-
kataan Hindun itu, Umar bin Khaththab r.a.
membaiat kalian bahwa kalian tidak akan
mempersekutukan suatu apa pun dengan pun tertawa sampai-sampai ia terbaring.
Allah S\MT|' maka Hindun binti'Utbah-yang
waktu itu mengenakan cadar karena takut Putra Hindun yang masih perjaka bernama
Rasulullah saw. akan mengenalinya karena ia Hanzhalah bin Abi Sufyan terbunuh pada
telah melakukan apa yang pernah ia lakukan
Perang Badar. Rasulullah saw. pun waktu itu
tersenyum mendengar celetukan Hindun ter-
sebut.
Rasulullah saw. melanjutkan kalimat
baiatnya, "dan kalian tidak akan berbuat
c;i r;G;.J
kebohongan dan dusta yang kalian buat-buat r,-..J,)v.JjJtrtr7..Jl 6'. r . t to.
dan rekayasa." Yaitu, menisbahkan seorang
anak kepada suami yang anak itu sebenarnya . Ui cr rJ>.Jl
bukan darinya. Hindun berkata, "Sungguh
demi Allah, sesungguhnya kebohongan adalah 'Yatu;4,
benar-benar sesuatu yang buruk, dan engkau
tidak memerintahkan kepada kami melainkan "Bukan bagian dari kami orang yang me-
sesuatu yang lurus dan akhlak yang mulia." nampar-nampar pipi, merobek kerah baju, dan
Rasulullah saw. melanjutkan, "dan kalian tidak
mengucapkan kat a-kata I ahiliyy ah."rrg
akan mendurhakaiku dalam hal kebajikan."
Hindun berkata, "Sungguh demi Allah, kami Diriwayatkan dari Urwah lbnu Zubair
duduk di majelis kami ini, tanpa ada sedikit dari Aisyah r.a., ia berkata, "Fathimah binti
pun pada diri kami suatu keinginan yang 'Utbah datang untuk melakukan baiat kepada
Rasulullah saw., lalu beliau pun membaiatnya
tersisa untuk durhaka kepada engkau dalam bahwa ia tidak akan mempersekutukan suatu
suatu hal." apa pun dengan Allah SWT, tidak akan mencuri,
Pengharaman zina adalah bersifat umum.
tidakakan berzina, dan seterusnya seperti yang
Rasulullah saw. bersabda,
disebutkan dalam ayat. Lalu ia meletakkan
,oQ; o>';prt gq,; otJ6 ,9\i ;tr,t1r
tangannya di atas kepala karena malu. Hal itu
e?t i."<'ri !u,; 3',;:"t pun membuat Rasulullah saw heran. Aisyah
r.a. berkata,'Wahai kamu, ikrarkanlah, karena
"Kedua tangan berzina, kedua mata ber- sungguh demi Allah, Rasulullah saw. tidak
zina, dan kedua kaki berzina, dan selanjutnya membaiat kami melainkan atas hal-hal itu.' Ia
kemaluanlah yang mengonfirmasi (menyetujui, pun berkata,'Baiklah kalau begitul Rasulullah
mewujudkan dan meluluskannya dengan benar- saw pun membaiatnya dengan apa yang di-
benar melakukan zina) atau menyangkalnya (tidak
sebutkan dalam ayat."
menyetujui dan tidak meluluskannya dengan tidak
melakukan zint)."rl7 Isi baiat yang dibacakan terhadap kaum
perempuan itu tidak hanya dalam baiat kaum
Rasulullah saw. juga mempertegas peng- perempuan saja, tetapi juga terdapat dalam
haraman meraung-raung, baiat kaum laki-laki juga.
117 HR Muslim dari Abu Hurairah r.a. dengan redaksi, Bukhari meriwayatkan dari Ubadah bin
.r.4 t 4is),i; ot4,:u ,ic: U.; 'lr;"- ,"1, Shamit r.a., ia berkata, "Kami berada bersama-
1,1 ;,
,,)q.i unti ,'p'iAt ;ii i:t;,t, ,1*:'tr c),Y; iitir, ,i^lr sama Rasulullah saw., lalu beliau berkata,
'Lakukanlah baiat (berikrarlah) kepadaku
,,F"i u;- '.atj ,u5t cj,(;: o\+j ;.tt;1t1 ,;iit si^u;, bahwa kalian tidak akan mempersekutukan
.i3J, g)t u;3,;:-, suatu apa pun dengan AIIah SWT tidak akan
berzina, tidak akan mencuri,' dan beliau pun
"Telah ditetapkan atas anak Adam porsinya dari perbuatan membacakan isi baiat seperti yang tercantum
zina yang pasti akan ia dapatkan. Kedua mata zinanya adalah dalam ayat 72 surah al-Mumtahanah. Beliau
melihat. Kedua telinga zinanya adalah mendengarkan. Lisan berkata, 'Barangsiapa di antara kalian yang
zinanya adalah berbicara. Kedua tangan berzina, dan zinanya memenuhi dan mematuhi semua itu, maka
adalah memegang. Kedua kaki berzina, dan zinanya adalah pahalanya menjadi tanggungan Allah SWT.
berjalan, Hati berhasrat dan menginginkan, dan hal itu akan
dikonfirmasi atau disangkal oleh kemaluan." B arang siap a melakukan sesuatu dari h al - hal itu,
Hadits ini juga diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim 118 HR Ahmad, al-Bukhari, Muslim, at-Tirmidzi, an-Nasa'i dan
dari Abdullah Ibnu Abbas r.a dengan redaksi lain. Ibnu Majah dari Abdullah Ibnu Mas'ud r.a.
lalu ia pun dijatuhi hukuman, maka hukuman kaum Yahudi, Nasrani dan segenap kaum kafir
yang telah ia jalani itu meniadi kafarat baginya.
Dan barangsiapa melakukan sesuatu dari hal' lainnya, yaitu orang-orang yang dimurkai dan
hal itu,lalu Allah SWT menutupinya, maka itu dilaknat oleh Allah SWT serta berhak untuk
terserah Allah SWT jika berkehendakmaka Dia
diusir dari rahmat-Nya. ]anganlah kalian
mengadzabnya, dan jika berkehendak maka
menjadikan mereka itu sebagai wali (teladan),
Dia mengampuninya."' penolong, teman setia, dan sahabat karib.
Mereka adalah orang-orang yang menurut
Muhammad bin Ishaq dan Ibnu Abi Hatim
hukum Allah SWT benar-benar telah putus asa,
meriwayatkan dari Ubadah bin Shamit r.a.,
ia berkata, 'Aku adalah termasuk salah satu tidak memiliki harapan sama sekali kepada
dari dua belas laki-laki yang ikut dalam baiat
pahala dan kenikmatan akhirat, Mereka
al-Aqabah al-'Ula. Kami pun melakukan bait
(mengucapkan ikrar) kepada Rasulullah saw. menjadi orang-orang yang tidak meyakini dan
seperti yang tercantum dalam baiat kaum
perempuan (ayat LZ surah al-Mumtahanah)- tidak memercayai akhirat disebabkan oleh
dan hal itu adalah sebelum diwajibkannya kekafiran, pembangkangan dan keangkuhan
mereka, meskipun telah terpaparkan banyak
perang-yaitu bahwa kami tidak akan mem- sekali dalil, bukti-bukti dan berbagai mukjizat
persekutukan suatu apa pun dengan Allah yang menegaskan keharusan beriman kepada
SWT, tidak akan mencuri, tidak akan berzina,
tidak akan membunuh anak-anak kami, tidak Allah SWT dan hari kemudian.
akan melakukan kebohongan yang kami buat- Keputusasaan serta hilangnya harapan
buat antara tangan dan kaki kami (tuduhan
dan pengakuan-pengakuan palsu dan dusta dan harapan mereka terhadap dibangkitkan-
menyangkut perbuatan zina, anak dan yang nya kembali orang-orang mereka yang telah
lainnya), dan tidak akan durhaka kepada mati karena mereka memiliki keyakinan
Rasulullah saw. dalam kebajikanJ' Rasulullah bahwa tidak ada yang namanya ba'ts atau ber-
saw berkata, "fika kalian memenuhi dan bangkitnya kembali manusia setelah mati.
mematuhi semua hal itu, surga adalah yang Abdullah bin Abbas r.a. mengatakan,
kalian peroleh." yang dimaksudkan adalah Hathib bin Abi
Balta'ah. Allah SWT berfirman, "fanganlah
Kemudian, Allah SWT mempertegas
kalian bermuwaalaah dengan kaum Yahudi
kembali larangan ber-muwaalaah dengan dan orang-orang musyrik, janganlah kalian
kaum kafir sebagaimana yang sudah pernah
menjadikan mereka sebagai teladan, penolong,
disebutkan pada permulaan surah, teman setia dan sahabat karib." Itu karena ada
"Wahai orang-orang yang beriman! sejumlah orang miskin dari kaum Muslimin
membocorkan kepada kaum Yahudi berita-
Janganlah kamu jadikan orqng-orang yang berita kaum Muslimin karena orang-orang
miskin itu butuh kepada kaum Yahudi, lalu
dimurkai Allah sebagai penolongmu, sungguh,
orang-orang miskin itu pun dilarang ber-
mereka telah putus asa terhadap akhirat
sebagaimana orang-orang kafir yang telah muwaalaah dengan mereka. Kaum Yahudi
berada dalam kubur juga berputus asa." (al- itu putus asa, tidak memiliki harapan kepada
akhirat. Yakni bahwa kaum Yahudi men-
Mumtahanah:13)
dustakan Nabi Muhammad saw., padahal
Wahai orang-orang yang beriman kepada
risalah Islam, janganlah kalian meniadikan mereka sebenarnya mengetahui bahwa beliau
memang benar-benar Rasul Allah SWT bahwa
mereka telah merusak akhirat mereka dengan
sikap mendustakan Nabi Muhammad saw.
Mereka pun putus asa dan tidak memiliki di setiap zaman dan keadaan. Oleh karena itu,
harapan apa pun terhadap akhirat sebagai- menggaris bawahi ketentuan yang berlaku
mana orang-orang kafir yang tidak beriman
tetap dan permanen adalah lebih krusial,
kepada adanya ba'fs (dihidupkannya kembali
lebih mendesah dan lebih signifikan. Hal-hal
makhluk) berputus asa dan tidak memiliki tersebut tidak hanya diikrarkan dalam baiat
harapan terhadap orang-orang mati mereka
untuk bisa kembali hidup. Sebab kenapa kaum perempuan, tetapi hal'hal tersebut
mereka putus asa dan tiada memiliki harapan
iuga diikrarkan dalam baiat yang dilakukan
apa pun terhadap akhirat adalah sikap mereka terhadap delegasiAnsharpada baiatal-Aqabah
al-Ula sehingga hukum tersebut bersifat umum
mendustakan dan menyangkal kebenaran bagi kaum laki-laki dan perempuan.
kenabian Nabi Muhammad saw. Ayat kedua (ayat tiga belas) mempertegas
Fiqih Kehidupan atau Hukum-Hukum pengharaman menjalin muwaalaah dengan
kaum kafir, membantu mereka dengan berita-
Ayat pertama [ayat dua belas) menuniuk-
kan tentang pengharaman perbuatan mem- berita kaum Muslimin, membocorkan rahasia
kepada mereka, mengambil mereka sebagai
persekutukan Allah SWI, pencurian, zina,
membunuh anak, yakni mengubur hidup- teman setia, sahabat karib dan teladan. Mereka
hidup anak perempuan yang terjadi pada masa tidak bisa dipercaya meniaga kemaslahatan-
fahiliyyah, menisbahkan anak-anak pungut kemaslahatan kaum Muslimin. Sebaliknya
kepada selain bapak-bapak mereka, serta mereka mengkhianati kaum Muslimin serta
durhaka dan membangkang terhadap syari'at memanfaatkannya dalam memerangi dan
Allah SWT. memusuhi kaum Muslimin. Mereka juga kaum
Dalam ayat tersebut disebutkan secara yang kafir dan ingkar terhadap akhirat, tidak
beriman kepada adanya ba'ts dan hisab, putus
jelas dan eksplisit rukun-rukun larangan
asa, kehilangan harapan dan tidak memiliki
dalam agama, yaitu ada enam, namun di sini harapan kepada pahala akhirat sebagaimana
tidak disebutkan rukun-rukun perintah yang orang-orang kafir yang masih hidup tidak
juga ada enam, yaitu syahadat, shalat, zakat, memiliki harapan dan harapan sedikit pun
puasa, haji dan mandi iinabat. Hal itu karena terhadap kembalinya orang-orang mati
larangan adalah bersifat permanen dan tetap
mereka ke dunia.
TAFSTRAT-MUNTR IrLrD 14
SURAH ASH-SFIAFF
MADANIYYAH, EMPAT BELAS AYAT
Penamaan Surah vasi, menstimulasi, dan mengobarkan
Surah ini dinamakan dengan surah ash- semangat untuk berjihad karena adanya
Shaff karena pada surah ini terdapat kata
serangan dan gangguan.
shaffan, yaitu firman Allah S\MI,
Surah ini juga sekaligus mengecam keras
#V t;; ^); €.l*y uit-ar ,i1| dan mencerca orang-orang yang tidak mau
ikut berperang serta menyerupakan mereka
KrYY o*// t t o. l,,os dengan Bani Israil yang durhaka dan mem-
bangkang kepada Nabi Musa a.s. ketika ia
Persesualan Surah lnl dengan Surah menyeru mereka untuk perang. Mereka juga
Sebelumnya durhaka dan membangkang kepada Nabi Isa
a.s. ketika ia memerintahkan mereka untuk
Persesuaian dan relevansi surah ini de- mengikutinya setelah ia mendatangkan ber-
bagai dalil, bukti, dan mukjizat, serta me-
ngan surah sebelumnya bisa dilihat dari dua merintahkan mereka untuk mengikuti Nabi
sisi sebagai berikut.
Muhammad saw yang telah ia sampaikan
L. Pada bagian depan surah sebelumnya (al-
berita gembira tentang kedatangan beliau.
Mumtahanah), di tengah dan di bagian
Kandungan Surah
penutupnya disebutkan larangan menjalin
Sesungguhnya poros dan tema sentral
muwaalaah dengan kaum kafir dengan
surah ini adalah peperangan dan jihad
mengesampingkan kaum Mukminin. Se-
melawan musuh, berkorban di jalan Allah
mentara itu, surah ash-Shaff ini meme-
SWT serta menerangkan pahala yang agung
rintahkan persatuan dan kesatuan umat bagi para mujahid. Semua itu adalah termasuk
serta berdiri dalam satu barisan dalam hukum-hukum syari'at yang memang menjadi
menghadapi para musuh. perhatian surah Madaniyyah.
2. Surah sebelumnya menjelaskan hukum- Surah ini diawali dengan bertasbih me-
hukum hubungan internasional antara nyucikan Allah SWT dan mengagungkan-Nya,
kaum Muslimin dengan non-Muslim,
baik dalam skala internal di dalam tubuh untuk menegaskan keagungan Dzat Yang
negara-negara Islam maupun dalam menurunkan surah ini sekaligus menegaskan
skala eksternal di luar negara-negara
Islam dalam koridor keadaan damai.
Sementara surah ash-Shaff ini memoti-
:IAFSIRAL-MUNIR)IIIp 14 tr'l -d*****"\ surahash€haff
krusialitas tuntunan dan penjelasan yang mempertegas hal tersebut dengan perintah
menolong dan membela agama Allah SWT
disebutkan di dalamnya berupa keharusan
seperti yang dilakukan oleh kaum Hawariyyun
menjaga dan memelihara persatuan dan
kesatuan umat Islam, berdiri satu barisan terhadap agama Nabi Isa a.s. [ayat 10 dan
setelahnya). Dengan seruan untuk menolong
dalam memerangi dan melawan para musuh,
dan membela agama Allah SWT, penutup surah
guna meninggikan menara kebenaran dan
meluhurkan kalimat Allah SWT. Kemudian ini serasi dan selaras dengan permulaannya.
dilanjutkan dengan kecaman dan cercaan
terhadap orang-orang yang tidak sama antara Keutamaan Surah
perkataan dan perbuatan mereka. Imam Ahmad meriwayatkan dari
Kemudian, surah ini memperingatkan dan Abdullah bin Salam, ia berkata, "Kami saling
mewanti-wanti jangan sampai berpecah belah,
durhaka, membangkang, dan menentang se- bertanya siapakah di antara kalian yang mau
perti tipikal Bani Israil yang durhaka dan pergi menemui Rasulullah saw. lalu bertanya
membangkang kepada perintah Nabi Musa a.s. kepada beliau tentang apa amal yang paling
ketika ia memerintahkan mereka untuk ber-
perang melawan kaum yang diktator. Sebagai- dicintai Allah SWT? Namun tidak ada satu
mana mereka juga durhaka dan membangkang
kepada Nabi Isa a.s. ketika ia memerintahkan orang pun di antara kami yang bersedia. Lalu
mereka untukmengikuti dirinya dan mengikuti
Rasulullah saw. mengutus seseorang untuk
Nabi Muhammad saw yang datang setelahnya.
Itu adalah berita gembira tentang kedatangan memanggil kami satu per satu, hingga beliau
beliau (ayat 5 dan 6). mengumpulkan kita semua. Beliau mem-
Berikutnya, surah ini membuat sebuah bacakan kepada kami surah ini, yakni surah
perumpamaan dan ilustrasi yang menggam- ash-Shaff semuanya."
barkan orang-orang musyrik seperti orang
yang ingin memadamkan cahaya Allah SWT Tirmidzi meriwayatkan dari Abdullah bin
dengan mulut-mulut mereka (ayat B).
Salam r.a. juga, ia berkata, "Pada suatu ketika,
Hal itu kemudian diiringi dengan berita
beberapa sahabat duduk-duduk, lalu kami sa-
gembira dan informasi tentang kemenangan
Islam dan dakwahnya, kejayaan dan keme- ling berbicara dan berkata, 'Seandainya kita
nangan Islam atas segenap agama-agama yang
lain karena Islam adalah agama petunjuk dan mengetahui apa amal yang paling dicintai Allah
kebenaran. SWT niscaya kita akan melaksanakannya.'
Kemudian, surah ini menggambarkan ske- Allah SWT pun menurunkan iayat, u4 t: ci-}
ma jalan petunjuk, serta menerangkan jalan
kebahagiaan kubra dan jalur keselamatan dari r'o j; S t;t u.it ti: s. p4;t, ,,y'l *s ..,$t ci j -t-.j'rt
adzab akhirat dengan memproklamasikan dan
.4:');i: i Abdullah bin Salam r.a .berkata,'Lalu
mendeklarasikan keimanan kepada Allah SWT
Rasulullah saw pun membacakannya kepada
dan Rasul-Nya, berjihad di jalan Allah SWT
dengan harta dan jiwa, serta menjelaskan kami."'
buah hasil jihad yaitu kemenangan di dunia
SERUAN UNTUK BERPERANG DI JALAN
dan pahala para mujahid di akhirat. Surah ini ALLAH DAI.AM SATU BARISAN
Surah ash-Shaff Ayat 1- 4
3e\fi's-'$ 6-rLr-r si;3\ a.V b'&
ludls)w\ $/r!
l\
:a"$-qr3.z)r--,rO
...1 r;,jfr A,6, ac* .{+ffi 1i1:n
-afa'g- 3tr{r; A:i\ E" -itiL fr atau dengan kata lain, kecaman dan cercaan
Q,g#jirs.v$a\%{#, yang diungkapkan dengan nada dan gaya
'Apa yang ada di langit dan apa yang ada di bahasa pertanyaan. Kata maa yang terdapat
bumi bertasbih kepada Allah; dan Dialah Yang
pada kata (;.:p adalah maa istifhaamiyyah
Mahap erkasa, Mahabij alcsana. Wahai orang-orang yang alifnya dibuang untuk meringankan
yangberiman! Mengapa kamu mengatakan sesuatu
yang tidak kamu kerjakan? (Itu) sangatlah dibenci pengucapan.
di sisi Allah jika kamu mengatakan apa-apa yang ti- {rrd { c ,i* y.ri li,' k. 'Xy penyebutan
kalimat ini setelah kalimat (t);I
dak kamu kerjakan. Sesungguhnya ,4llah mencintai i ; :'i;l ;ty
orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalnm ba-
risan yang teratur, merekn seakan-akan seperti suatu adalah bentuk al-lthnaab (memperpanjang
b angunan yang tersusun kukuh." (ash-Shaff: I -4)
kata-kata karena suatu maksud dan tujuan ter-
tentu) dengan mengulang kalimat yang sama,
dengan tujuan untuk menegaskan betapa bu-
ruknya perbuatan seperti itu. |uga, terdapat
l'raab ath-Thibaaqantara kata 4rjj;y dan {i-,r;}'
{;til fy kata (ul| dibaca nashab sebagai $,?;';if ;kY dalam kalimatini terdaPat
tamyiiz. Sedangkan faa'il untuk fi'il 4';y
dipahami berdasarkan tafsir, asumsinya tasybiih mursal mufashshal yang waihusy sya-
bahnya [titik perserupaannya) dibuang, yakni
dalam hal kekukuhan, kesolidan, dan kesatuan.
adalah kabural maqtu maqtan, seperti kalimat Mufradaat Lu€hawWah
44 -f|yang terdapatpada ayat 5 surah al- $ eF segala apa yang di langit dan segala
i t';4Kairfi, (uy'il 3ii.:'le'ii ;,'rY.
apa yang di bumi bertasbih menyucikan dan
Kalimat 4rjri riy berkedudukan rafa' se-
mengagungkan Allah SWT serta menunjukkan
bagai mubtadq', sedangkan kalimat 4"1 ';Y
dan membuktikan akan wuiud dan kuasa-Nya.
adalah sebagai khabar yang didahulukan, Huruf lam pada kata {;,_} adalah tambahan. Di
sini lebih dipilih penggunaan kata (up makhluk
asumsinya a dalah qaulukum maa laa td' aluuna yang tidak berakalbukan kata man [makhluk
berakal) karena mempertimbangkan kelom-
kabura maqtan. Atau berkedudukan rafa'
pokyang lebih banyak. (ifr j.l\ ,,)y dan Dia-
sebagai khabar dari mubtada' yang dibuang,
lah Yang Mahakuat, Mahamenang lagi Maha
yakni huwa an taquuluu maa laa taf'aluuna. Mengalahkan, lagi Mahabijaksana dalam per-
buatan-Nya, ciptaan-Nya dan dalam mengatur
Atau berkedudukan rafa' sebagai faa'il untuk
segala urusan makhluk-Nya.
f it [ry. 'L a; €.'r},.e.rjr f i,r i1}
(ii;.:rp kata (;! terdiri dari huruf 7ar
$.J;i'od r{v nashab sebagai mashdar
Iam dan maa istifhaamiyyah. Kebanyakan jika
kata (fu) dibaca ada maa istifhaamiyyah dimasuki huruf iarr,
yang berkedudukan sebagai haal. Kalimat alifnya dibuang, untuk meringankan peng-
ucapan karena keduanya sering digunakan
4,b;'; i( &VY berkedudukan nashab
dan menunjukkan sesuatu yang ditanyakan.
sebagai haal dari dhamir wawu jamak yang
Makna ayat ini, kenapa kalian mengatakan,
terdapat padafi'il (i46), yakni yuqaatiluuna
"kami telah mengerjakan" padahal sebenarnya
mu syb ih iin a b uny a an an m ar shuu sh a n.
kalian tidak mengerjakan. Maksudnya adalah
Balaa$hah
{i+- '; ,; :,i; p} ini adalah kalimat
istifhaam dengan nada kecaman dan cercaan,
TArsrR AL-MUNrR rrlrD 14
mengecam dan mencerca sikap inkonsistensi, mengikrarkan risalah Nabi-Nya. Ketika turun
tidak konsekuen dan bohong dalam meminta perintah jihad, ada beberapa orang Mukmin
jihad dan yang lainnya, padahal mereka kalah . yang tidak suka dan merasa berat. Allah SWT
pada Perang Uhud. pun menurunkan ayat ini."11e
{f} amat besar. {r"l} kebencian yang Hal ini diperkuat oleh perkataan Abdullah
sangat. (i: i' i1) sesungguhnya Allah SWT bin Rawahah, "Seandainya kita tahu apa amal
meridhai, memuliakan, dan menolong. {ti;} yang paling dicintai Allah SWT niscaya kami
akan menjalankannya." Lalu ketika turun pe-
sebagai orang-orang yang membentuk satu rintah jihad, mereka pun tidak menyukainya.
barisan, {J;rb yang kompak dan rapat Tafslr dan Penlelasan
'Apayang ada di langitdan apayang ada di
tanpa meninggalkan celah, atau yang kuat
dan solid. Kata ar-Rashsh berarti keterjalinan bumi bertasbih kepada Allah; dan Dialah Yang
antara bagian-bagian kontsruksi bangunan, Mahaperkasa, Mahabijqksana." fash-Shaff: 1)
mengukuhkan konstruksi bangunan, men-
Segala apa yang di langit dan segala apa
jadikannya solid dan kompak.
yang di bumi berupa makhluk yang ber-
Sebab Turunnya Ayat (1 dan 2)
akal maupun yang tidak berakal, semuanya
Tirmidzi, Hakim, dan ad-Darimi meri-
wayatkan dari Abdullah bin Salam r.a., ia ber- bertasbih menyucikan Allah Sffi mengagung-
kata, "Pada suatu ketika, kami beberapa sa-
kan-Nya dan memuja-Nya karena keagungan-
habat duduk-duduk lalu kami saling berbicara
Ny", kuasa-Nya, keesaan-Nya dan semua
dan berkata, 'Seandainya kita mengetahui sifat-sifat kesempurnaan-Nya. Allah SWT
apa amal yang paling dicintai Allah SWT nis- Dia-lah Yang Mahakuat, Mahamenang dan
caya kita akan melaksanakannya.' Lalu Allah Maha Mengalahkan atas semua hamba-Nya,
Yang tiada terkalahkan, Yang Mahabijaksana
SWT pun menurunkan ayat, or,3r.J u j r-) dalam semua perbuatan dan firman-Nya serta
i Y :'j; S t;t uir r#i r; ;5;i' rl' i, ;;$t ; c, dalam mengatur makhluk-Nya, urusan-urusan
4i!i; eUaullah bin Salam r.a .berkata ,'Lalu
mereka dan dalam menuntun dan mem-
Rasulullah saw. pun membacakannya kepada
bimbing mereka.
kami hingga akhir."' Hakim memasukkan Di sini terkandung petunjuk dan tuntunan
riwayat ini ke dalam kategori riwayat shahih. tentang anjuran bertasbih di setiap waktu
Hadits serupa juga diriwayatkan oleh lbnu dan kesempatan. Kemudian, Allah SWT mem-
bimbing dan menunjukkan makhluk-Nya ke-
|arir dari Abdullah bin Abbas r.a., ia berkata, pada akhlak dan amal mulia,
'Ada sejumlah kaum Mukminin sebelum
diwajibkannya jihad berkata, "Sungguh kami "Wahai orang-orang yang beriman! Me-
sangat berharap Allah SWT menunjukkan ngapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak
kepada kami amal yang paling dicintai- kamu kerjakan?" fash-Shatr: 2)
Nya, lalu kami menjalankannya." Allah SWT
Wahai orang-orang yang beriman kepada
mengabarkan kepada Nabi-Nya bahwa amal Allah SWT dan Rasul-Nya, mengapakah kalian
mengatakan suatu perkataan, namun per-
yang paling dicintai-Nya adalah keimanan
LL9 Tafsir lbnu Katsir, 4 /385.
kepada-Nya tanpa ada sedikit pun keraguan di
dalamnya, berjihad melawan para pihak yang
durhaka kepada-Nya yang ingkar dan tidak
mau beriman kepada-Nya, serta mengakui dan