The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by masjiddarussalam18, 2022-08-26 07:07:22

Tafsir Al-Munîr Jilid 14

Tafsir Al-Munîr Jilid 14

srr"rt"ut-tttuu, *rr,*, f-TI*h,S,,,., hFSIRI-MUNIR)IIID 14

tada4',*s.e4dan'g;'t;-rn,k:kjyhaKbaatran,ywaaialudnalaahda(la4h.r(m19uFb- (!V ,t; 'rF i ii tr';s r;,r"l,rh ini adalah

Kata wailun boleh dijadikan sebagai mub- bentuk ungkapan yang mengandung nada

tada' meskipun berbentuk isim nakirah, ka- penghinaan dan cercaan. Terdapat "thibaaq

rena perkataan ini mengandung makna doa, salb" antara kalimat 4tt,fib dan (r1'l i ;i)

seperti kata salaamun'alaikum. Huruf/a' pada dan terdapat as-Saj'yang indah pada ayat.

tata 4,piy adalah fa' iawab untuk kalimat 42W i\i1!r;| dan beberapa ayatberikutnya'

sebelumnya. Karena perkataan yang ada di sini fuga ayat (i'.i,, t ; ."g,i -tJ, -tn'ty\.

mengandung makna syarat, yakni idzaa kaanal Mufndaat Lu$hawlyyah

amru kadzaalika, fa wailun (iika memang 4r+ri} ath-Thuur adalah sebuah bukit

seperti itu perkaranya, kecelakaan besarlah yang memiliki pepohonan yang menjadi lokasi
pada hari itu bagi orang-orang yang men-
Nabi Musa a.s. berkomunikasi langsung dengan
dustakan). Kata {i}} pada kalimat 43ii. it"Y
berkedudukan sebagaibadal dari kata {y;}. Allah SWT dan lokasi pengutusan nabi Isa a.s..

4or,r .i pi ii r; ,*;i) kata (r.ri) ber- Adapun bukit yang tidak memiliki pepohonan,
maka tidak bisa disebut thuun tetapi jabal.
kedudukan sebagai mubtada', sedangkan
Ath-Thuur terletak di Gurun Sinai di
khabarnya adalah kata sihrun. Di sini, khabar
wilayah Madyan, yang dikenal dengan nama
didahulukan, karena khabar tersebutlah yang
Thurisinin atau Thursina. Kata ath-Thuur
menjadi objek atau sasaran pengingkaran,
dalam bahasa Suryaniyah (Syria, Syriac) ber-
cercaan dan kecaman. Kata am di sini adalah
afti al-Jabal (gunung, bukit).
am munqathi'ah bukan muttashilaah. Karena
q1fu iq+ dan demi kitab yang ditulis
kalimat setelahnya adalah berbentuk iumlah
dengan huruf-huruf yang diurutkan dalam
ismiyyah yang sempurna. fika setelahnya
bentuk yang sistematis . As-Sathr artinya menata
bukan berbentuk jumlah (susunan kalimat)
yang sempurna, am tersebut adalah am dan mengurutkan huruf-huruf yang ditulis.
muttashilaah. Am munqathi'ah adalah ber-
Yang dimaksud dengan kitab yangditulis adalah
makna bal dan hamzah istifhaam. Sedangkan
kitab-kitab samawi yang ditulis oleh Allah
am muttashilah bermakna, qi. fadi makna ayat
SWT dalam al-Lauh al-Mahfuzh seperti Taurat,
ini adalah a fasihrun haadzaa, bal antum laa
alwaah (lembaran-lembaran berisi wahyu)
tubshiruuna.
Nabi Musa a.s., Zabu[ Injil, dan Al-Qur'an.
{1F*f l;Y kata ini berkedudukan sebagai
4..,.:- a,I, q\ ar-Riqq adalah kulit tipis
mubtada', sedangkan khabarnya dibuang,
yang dijadikan sebagai kertas tulis. Di sini
yakni "sawaa'un 'alaikum al-Jaza'u wash
kata ini dipinjam untuk mengungkapkan
shabru."
makna kertas yang menjadi tempat tulisan
BalaaShah kitab. Kata al-Mansyuur artinya adalah yang

4t; i., *:j y.t', "c:tt )r!i!! terdapa tj inaas dibuka dan dibentangkan. Penggunaan kedua

isytiqaaq.{r; pJty istifhaam atau pertanyaan kata ini dalam bentuk isim nakirah adalah

di sini adalah pertanyaan yang mengandung mengandung makna pengagungan sekaligus

makna celaan, cercaan dan kecaman. Atau memberikan isyarat bahwa kitab dan riqq
tersebut adalah beda dari apa yang selama ini
dengan kata lain, celaan dan kecaman yang
sudah lazim dikenal di kalangan orang-orang.
diungkapkan dengan nada pertanyaan.
4.1r;,:tt +,;y dan demi Ka'bah yang

makmur dan semarak oleh para jamaah haji,

%il]..iru,,TL'"1"*,1'-IYII.1[1lP,1a*.- -......-......,..,.,,,,,,,,, *.+r,f,, -."......."...,,,,,,, -... "..,..,,,,,,,, .".1'*.?*,*"'

orang-orang yang berkuniung dan orang- 4itri- mereka didorong dengan sangat

orang yang tinggal di sekitarnya. {7;St 9*rri} keras dan kasar. {i;r< A,;; 6ir 16r .-i.} lalu

dan demi atap yang ditinggikan, yaitu langit. dikatakan kepada mereka, "lni adalah neraka

{rri;jr ,ir;} dan demi lautan yang penuh yang dulu kalian selalu mendustakan dan

dengan aiX, yaitu samudera. Atau lautan yang tidak memercayainya." {u }ji} apakah
dinyalakan dan dipanaskan yang penuh de-
adzab yang kalian lihat ini adalah sihir?
ngan api, firman Allah SWT surah at-Takwiir,
Sebagaimana dulu kalian mengatakan wahyu
"Dan apabila lautan dipanaskan." (at-
Talrwiir:6) adalah sihir. (i3!i '; pi ii) ataukah kalian

Dari kata sajjara an-Naara yang berarti juga tidak melihat adzab ini, sebagaimana
menyalakan api. Diriwayatkan bahwa Allah
dulu ketika di dunia kalian tidak melihat
SWT pada hari Kiamat mengubah lautan
dan memerhatikan apa yang menunjukkan
meniadi api yang digunakan untuk menyalakan
adanya adzab ini. Ini adalah bahasa kecamaan,
neraka fahannam.
cercaan, dan ejekan.
4}tl ,,f; e\i ,i1) sesungguhnya adzab
{,;j$'} masuklah kamu ke dalam neraka
Tuhanmu benar-benar terjadi dan menimpa
orang-orang yang berhak dan pantas men- itu dan rasakanlah berbagai penderitaan dan

dapatkannya. (g'; .f i1 u) tiada seorang pun kepedihann ya. 4 i'4 i i 4 *u\masuklah kalian

dan suatu apa pun yang bisa menolak adzab ke dalamnya dengan fbaik) dalam keadaan

tersebut, atau menghalau dan menjauhkannya sabar dan tabah atau tidak sabar dan mengeluh

dari orang-orang yang berhak dan pantas terserah yang kalian kehendaki, karena kalian

mendapatkannya. Yang dimaksudkan dengan tidakakan bisa menghindar darinya. (ji; "r;y

sumpah-sumpah tersebut-yang digunakan kedua-duanya, yaitu kondisi sabar dan tabah
untuk menegaskan terjadinya adzab hari
Kiamat-adalah semua menunjukkan kesem- atau kondisi tidak sabar dan mengeluh, adalah
purnaan dan totalitas kuasa Allah SWT dan
sama saja bagi kalian, karena sekalipun kalian
hikmah-Nya, kebenaran berita, dan informasi-
informasi-Nya, serta catatan amal-amal per- sabar dan tabah, namun itu sama sekali

buatan para hamba secara akurat untuk tetap tidak akan ada gunanya bagi kalian.

selaniutnya dilakukan pembalasan. $illar,t;fkegsam"a:,a'tn:#du*at)haKlatleimrsaetbiunti menjelaskan
bagi mereka.
{jl} bergejolak, berguncang dan ber-
Karena pembalasan adalah harus dan pasti
getar dahsyat di tempatnya. 4t;; ',Scst ,*tY
terjadi, sabar atau tidak adalah sama saja,
dan gunung-gunung berjalan dan bergeser
dari permukaan bumi, lalu berubah menjadi yaitu sama-sama tidak ada gunanya.
seperti debu yang beterbangan. Semua itu
Tafslr dan Penlelasan
berlangsung pada hari Kiamat saat adzab
Allah SWT bersumpah dengan beberapa
tersebut terjadi. makhluk ciptaan-Nya yang menunjukkan dan

(,q. ritt,u?. ii...'.,,y.;;lb ketika semua itu terjadi, membuktikan kesempurnaan dan totalitas

kecelakaan dan malapetaka yang besar bagi kuasa-Nya dalam menimpakan adzab terhadap
orang-orang kafir, yakni kerasnya adzab. para musuh-Nya tanpa ada seorang pun dan
suatu apa pun yang bisa menolah menghalau
4q, eb dalam kebatilan. (;j^ri} mereka dan menjauhkannya dari mereka.
selalu sibuk dengan kekafiran mereka. )
"Demi gunung (Sinai), dan demi Kitabyang

ditulis, pada lembaran yang terbuka." (ath'
Thuur:1-3)

Allah SWT bersumpah dengan bukit nyala pada hari Kiamat, sebagaimana firman
Allah SWT dalam surah at-Takwiic
Thursina yang memiliki banyak pepohonan,
sebagai bentuk pemuliaan dan penghormatan "Dan apabila lautan dipanaskan" (at-
kepadanya. Karena Bukit Thursina meniadi Takwiir:6)
lokasi bersejarah dari sebuah kejadian agun&
yaitu Allah SWT berkomunikasi secara lang' Ada sebuah keterangan menyebutkan

sung kepada Nabi Musa a.s., dan menurunkan bahwa pada hari Kiamat, lautan dinyalakan

kepadanya kitab Taurat yang ditulis dengan sehingga berubah menjadi lautan api.
huruf-huruf yang tersusun secara sistematis
dalam kulit tipis yang dibentangkan. Dulu, Sebagaimana yang sudah diketahui bersama
sebelum ditemukannya kertas, penulisan
kebanyakan dilakukan dengan menggunakan bahwa minyak bumi ada yang dikeluarkan
kulit.
dari dasar lautan (pengeboran lepas pantai)
Ayat {.,:t*J iYtb mencakup kitab-kitab
dan juga di dasar lautan yang terdapat banyak
yang diturunkan yang tertulis dan dibacakan
gunung berapi.
kepada manusia secara keras, seperti
Di sini, as-Saqful marfuu' (langit yang
Taurat, Zabur,lniil, dan Al-Qur'an. Ada yang
mengatakan, yang dimaksudkan dengan kitab ditinggikan) dipasangkan dengan Al-Baitul

di sini adalah al-Lauh al-Mahfuzh. Ma'mur supaya diketahui kemuliaan Ka'bah,

Di sini, kitab dipasangkan dengan ath-Thur, tempat-tempat yang menjadi syiaq, lambang,
karena kitab tersebut diturunkan kepada Nabi
dan simbol-simbol Islam, serta keagungan
)Musa a.s. ketika ia berada di Ath-Thur. Kata
(7ri mengisyaratkan makna jelas dan terang. posisi dan kemuliaan Nabi Muhammad saw.

"Demi Baitul Ma'mur (Ka'bah), demi atap yang bermunajat kepada Tuhan beliau di
yang ditinggikan (langit), demi lautan yang
Ka'bah seraya berucap,
penuh gelombang." (ath{huur: 4-6)
;t't.1. 6ostari' :? etq;i;;
Demi Ka'bah al-Musyarrafah yang mak- A; d;qis eifu;
mur dan ramai oleh para iamaah haji, para ;tl
pengunjung, dan orang-orang yang tinggal di
sekitarnya, mereka itu pergi ke Ka'bah untuk "Salam sejahtera bagi kami dan bagi hamba-
beribadah, berdoa, dan memohon berkah.
fuga, demi langit yang tinggi, posisinya seperti hamba Allah SWT yang saleh. Ya Allah, hamba
atap bagi bumi, berikut apa yang ada di
langit berupa matahari-matahari, rembulan- tiada kuasa menghinggakan pujian kepada Engkau

rembulan, bintang-bintang, planet-planet (hamba tiada kuasa memuji-Mu sebagaimana
mestinya), Engkau adalah sebagaimana pujian
dan berbagai alam yang tidak ada yang bisa Engkau kepada Diri Engkau."
menghitungnya kecuali Allah S\MT.
Sebagaimana Nabi Yunus a.s. bermunajat
|uga, demi lautan yang penuh dengan air;
yang tertahan sehingga tidak menenggelamkan kepada Tuhannya ketika di lautan seraya

kawasan daratan, yang dinyalakan apinya berucap,
seperti tungku yang dipanaskan dengan api
yang menyemburatkan api yang menyala- "Tidak ada tuhan selain Engkau, Mahasuci
Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang
yang zalim." (al-Anbiyaa': 87)

Di sini, kata kitab disebutkan dalam

bentuk isim nakirah (indefinit), wa kitaabin
sementara yang lainnya disebutkan dalam
bentuk isim makrifat (definit), dengan maksud
untuk mengagungkan Kitab tersebut sekaligus

karena Kitab tersebut memang sudah terkenal Sesungguhnya adzab tersebut pasti terjadi
pada hari saat langit berguncang, bergejolak,
dan tersoho4 sampai-sampai tidak butuh dan bergetar dengan dahsyat, gunung-gunung
bergerak dan bergeser dari tempatnya seperti
untuk dira nrlkan (didefinitifkan, didefinisikan bergeraknya awan dan berubah menjadi debu
dan diidentifikasikan). Adapun hal-hal yang yang beterbangan dan dihancurleburkan se'
lainnya, maka perlu untuk dita'riilkan.
hancur-hancurnya,
Kemudian Allah SWT menjelaskan hal
yang menjadi jawab untuk sumpah-sumpah Hikmah di balik guncangnya langit dan

tersebut, bergeraknya gunung-gunung adalah sebagai

"Sungguh, adzab Tuhanmu pasti teriadi, penegasan bahwa tidak ada yang namanya
tidak sesuatu pun yang dapat menolaknya." kembali lagi ke dunia, karena dunia telah
(ath-Thuur=7-8)
hancur digantikan oleh alam akhirat. Karena
Ini adalah kalimat-yang dalam disiplin bumi, gunung-gunung, langit, dan bintang-
ilmu bahasa Arab-disebut al-Muqsam'alqihi bintang, semuanya adalah untuk pemakmuran
atau jawabnya qasam [kalimat yang ingin
diperkuat dan dipertegas dengan sumpah). dan pelestarian dunia serta supaya bisa
Allah SWT bersumpah dengan sejumlah
dimanfaatkan oleh umat manusia. |ika sudah
makhluk ciptaan yang agung tersebut untuk tidak ada harapan untuk kembali ke dunia,
maka dunia sudah tidak ada gunanya lagi.
menguatkan dan mempertegas bahwa se-
sungguhnya adzab akhirat pasti terjadi dan Kemudian, Allah SWT menjelaskan orang
yang tertimpa adzab pada hari Kiamat,
menimpa orang yang berhak dan pantas men-
dapatkannya dari kalangan orang-orang kafir "Maka celakalah pada hari itu bagi orang-
orang yang mendustakan. Orang-orang yang
dan para pembangkang yang mendustakan bermain-main dalam kebatilan (perbuatan
para rasul. Tiada seorang pun dan tiada suatu do s a)." (ath-Thuur z 1L-12)

apa pun yang bisa menolak adzab tersebut dan Kata wail adalah kata yang diucapkan
menghalaunya dari para penghuni neraka. untuk orang yang binasa, celaka dan sial.
Yakni, kecelakaan dan kesengsaraan besar
Kata {Airi} mengandung isyarat makna
pada hari itu bagi mereka yang mendustakan
yang keras. Di sini juga digunakan kata-kata para rasul, berupa adzab, pembalasan dan

$i:1 ot;y (adzab Tuhanmu), supaya Nabi hukuman Allah SWT terhadap mereka.

Muhammad saw dan setiap orang Mukmin Barangsiapa yang tidak mendustakan, ia tidak
merasa tenteram, nyaman, dan damai ketika diadzab dengan adzab yang abadi, dalam arti
mendengar kata Rabb. Karena kata Allah
jika pun ia diadzab karena suatu dosa, itu
memberikan kesan atau nuansa makna
hanya sementara.
keagungan, haibah, kewibawaan, rasa takut, Orang-orang yang mendustakan ketika di
dan segan. Sedangkan kata Rabb memberikan
kesan dan nuansa makna kelembutan. dunia selalu berada dalam keragu-raguan, ke-
bimbangan dan tenggelam dalam kebatilan.
Kemudian, Allah SWT menerangkan be- Mereka itu tidak ingat kepada hisab dan tidak
berapa hal yang menyertai terjadinya adzab
pada hari Kiamat, takut kepada hukuman. Mereka menjadikan

"Pada hari (ketika) langit berguncang agama sebagai bahan ejekan, senda gurau, dan
permainan, mendiskreditkan Nabi Muhammad
sekeras-kerasnya, dan gunung berialan (ber-
pindah- pindah)." (ath:Ihuur: 9-10) saw dengan mendustakan, tidak memercayai,

mengolok-olok, mengejek, dan mencemooh para rasul adalah penyihir dan kitab-kitab yang
diturunkan adalah sihir? Tidak, sebenarnya
beliau.
itu adalah haq dan nyata. Akan tetapi kalian
Penggunaan huruf fa' pada tata {.pi} adalah orang-orang yang buta terhadapnya
sebagaimana dulu kalian adalah orang-orang
karena adanya korelasi makna, yaitu pe-
yang buta terhadap kebenaran ketika di dunia.
negasan keselamatan orang-orang yang ber- Yakni, apa yang terlihat itu adalah nyata, tiada
iman. Adapun orang-orang yang melakukan
perbuatan dosa besa[ mereka diadzab, namun keraguan terhadapnya dan tiada kebutaan
tidak selamanya. fika mereka masuk neraka, pada penglihatan karena apa yang kalian lihat

maka tidak kekal di dalamnya selamanya dan saksikan itu adalah haq dan nyata adanya.

karena mereka tidak mendustakan para rasul. Ketigo,
Cara yang digunakan dalam melemparkan
"Masuklah ke dalamnya (rasakanlah panas
orang-orang yang mendustakan ke dalam apinya); baik kamu bersabar atau tidak, sama
saja bagimu; sesungguhnya kamu hanya diberi
neraka adalah balasan atas apa yang telah kamu kerjakan."
(ath-Thuur: 16)
"Pada hari (ketika) itu mereka didorong
fika kalian tidak akan bisa mengingkari
ke neraka Jahannam dengan sekuat-kuatnya."
dan menyangkal neraka fahannam yang
(ath-Thuur:13) kalian lihat dan saksikan itu, serta kalian

Pada hari saat mereka didorong dan telah membuktikan bahwa itu bukanlah sihir
dan tidak ada disfungsi atau gangguan pada
diseret menuju ke neraka dengan keras dan
kasar. Kepada mereka dikatakan dengan nada penglihatan kalian, sekarang masuklah kalian
semua ke dalamnya dan rasakanlah panasnya
cercaan dan kecaman, dan adzabnya yangkeras dan memilukan.

Pertama, Kemudian, sama saja bagi kalian, apa-
kah kalian sabar ataukah tidak sabar dan
"(Dikatakan kepada mereka), 'lnilah mengeluh, itu tidak ada bedanya bagi kalian,
karena tidak ada suatu apa pun yang berguna
neraka yang dahulu kamu mendustakannya."' bagi kalian. Silahkan kalian melakukan apa
fath-Thuur: 14)
saja yang kalian inginkan, apakah kalian sabar
Malaikat zabaniyah berkata kepada me- atau tidah terserah, karena tidak ada bedanya
reka dengan nada mencerca dan mengecam, bagi kalian antara sabar atau tidak.Keduanya
"Neraka yang kalian saksikan inilah neraka
yang dulunya kalian selalu mendustakannya sama-sama tidak ada gunanya sama sekali
dan tidak memercayainya." bagi kalian. Sesungguhnya baik buruknya
pembalasan adalah sesuai dengan baik
Mendustakan dan tidak memercayai
buruknya amal perbuatan. Adzab pasti terjadi,
neraka berarti mendustakan dan tidak me-
sikap sabar atau tidak adalah sama saja.
mercayai para rasul yang menginformasikan
neraka melalui jalur wahyu. Apakah kalian sabar terhadap adzab neraka
atau tidah tetap saja kalian tiada akan bisa
Kedua,
mengelak dan menyelamatkan diri darinya.
"Maka opakah ini sihir? Ataukah kamu
tidak melihat?" (ath:fhuur: 15) Allah SWT tiada menganiaya seorang pun,

Apakah yang kalian lihat dan saksikan
adalah sihir sebagaimana komentar yang

pernah kalian nyatakan ketika di dunia bahwa

tetapi Allah SWT membalas semua manusia "Salam sejahtera bagi kami dan bagi
sesuai dengan amal perbuatannya. hamba-hamba Allah SWT yang saleh. Ya
Allnh, hamba tiada kuasa menghinggakan
Flqlh Kehldupan atau Hukum-Hukum pujian kepada Engkau (hamba tiada kuasa
memuji-Mu sebagaimana mestinya), Engkau
Ayat-ayat di atas menunjukkan seiumlah adalnh sebagaimana pujian Engkau kepada
Diri Engkau."
hal sebagai berikut.
Sedangkan lautan pernah menjadi
L. Allah SWT bersumpah dengan lima hal, tempat Nabi Yunus a.s. bermunaiat dan

yaitu Ath-Thur dan kitab-kitab yang di- berdoa kepada Tuhan,
turunkan, al-Bait al-Ma'mur, atap yang
ditinggikan (langit) dan lautan al-Masiuur "Tidak ada tuhan selain Engkau,
(yang penuh air atau yang dinyalakan).
Sumpah dengan hal-hal tersebut adalah Mahasuci Engkau. Sungguh, aku termasuk
sebagai bentuk pemuliaan dan peng-
orang-orang yang zalim." (al'Anbiyaa':
hormatan kepada hal-hal tersebut. 87)
Hikmah di balikpemilihan tiga tempat
Tempat-tempat tersebut pun meniadi
tersebut, yaitu ath-Thur, al-Baitul Ma'mur
dan lautan adalah karena ketiganya pernah tempat-tempat yang mulia oleh karena
menjadi lokasi yang digunakan oleh tiga
nabi untuk berkhalwat dan bermunajat kejadian-kejadian agung. Kemudian, Allah

kepada Tuhan serta menghindar dari SWT pun bersumpah dengan'temPat-

makhluk. tempat tersebut.
Ath-Thur meniadi lokasi Nabi Musa
Allah SWT memasangkan Kitab
a.s. bermunajat kepada Tuhan, Allah SWT
berfirman, dengan ath-Thur, karena Allah SWT ber-
komunikasi langsung dengan Nabi Musa
'Apakah Engkau akan membinasakan
a.s. ketika ia berada di ath-Thur dan
kami karena perbuatan orang-orang
menurunkan kitab Taurat kepadanya.l3
yang kurang berakal di antara kami? Itu Iuga, menurunkan kitab-kitab samawi

hanyalah cobaan dari-Mu, Engkau sesatkan lainnya untuk meniadi hidayah dan

dengan cobaan itu siapa yang Engkau cahaya.
kehendaki dan Engkau beri petuniuk
kepada siapayang Engkau kehendaki." (al' Al-Muqsam 'alaihila adalah terjadinya
adzab pada hari yang telah diianjikan
Araaf: 155) secara pasti tanpa ada sedikit Pun
keraguan, serta tidak ada seorang pun
"Ya Tuhanku, tampakkanlah (diri-Mu)
kepadaku agar aku dapat melihat Engkau." yang bisa menolak dan menghalau adzab
(al-Araaf:143)
tersebut dari orang-orang yang diadzab
Al-Baitul Ma'mur (Ka'bah), menjadi
lokasi Nabi Muhammad saw. bermunaiat yang mendustakan para rasul.

kepada Tuhan seraya berucap, 3. Adzab tersebut menimpa orang-orang

;*€+i,,\ c-^;.t-At lt :V,* : W yang mendustakan pada hari Kiamat.
,+1 e ql v? ,;1 ,tt-*;\3
Hari saat langit berguncang dan bergetar
dahsyat berikut segala apa yang ada di

13 Tafsir Ar-Razi, 28 / 239 -240.
L4 Sesuatu yang ingin dipertegas dengan sumpah.

'IArsrR AL-MUNrR IrLrD 14

dalamnya, gunung-gunung bergerak dan ada bedanya bagi kalian dan sama
sekali tidak ada gunanya bagi kalian.
bergeser dari tempatnya serta hancur
Sesungguhnya balasan sesuai dengan
lebur sehingga menyebabkan bumi luluh amal perbuatan. Dalam sebuah ayat,
lantak, sebagai pemberitahuan bahwa Allah SWT menginformasikan bahwa
mereka berkata,
tidak ada lagi ialan kembali ke dunia.
"Sama saja bagi kita, apakah kita
4. Al-Wail, yaitu kalimat adzab atau nama
sebuah lembah di neraka fahannam. mengeluh atau bersabar. Kito tidak
mempunyqi tempat untuk melarikan
Kata ini biasa dikatakan kepada orang diri." (lbraahiim: 21)
yang celaka. Yakni, kecelakaan dan
BALASAN ORANG.ORANG YANG BERTAKWA
kesengsaraan besar bagi tiap-tiap orang DAN NIKMAT.NIKMATALTAH SWT KEPADA
MEREKA PADA HARI KIAMAT
yang mendustakan para rasul, yang selalu
Surah ath-Thuur Ayaltl -28
tenggelam dalam kebatilan, yaitu sikap
i;U|;{sf i;r*-*'#tit,
mereka yang selalu mendiskreditkan Nabi
*;;iiifi;lVfi O i";LrA:y" fitoi
Muhammad saw. dengan mendustakan
's'5,i,;le'rt*re,'"ot*
beliau.
*Avg-,;JvO* ih;U:.*
5. Para penghuni neraka didorong ke dalam 'f# "i#-us i*ii 4fu ,v5 #!;

neraka dengan keras dan kasar pada '6p,;*sdvffil6cKwYi*u
hari Kiamat. Ulama tafsir menjelaskan
bahwa para malaikat penjaga neraka 6Lv*j'$qffi 6;J-w pr|
membelenggu tangan, leher, dan kaki
&5w Y,v,r@ @ i$ *sqt 3{*
para penghuni neraka, menyeret mereka
6.eW,pv@T;K33#r A
menuju ke neraka, menjengkangkang dan
ri@ i;e#c\i\AJIK 6166 @:A#!
menjungkalkan mereka ke dalamnya.
[*1"€L(y@"-Pt$.fr v,*:iq;A
6. Ketika mereka sudah berada di dekat
'#)t$i'iybx
neraka, para malaikat penjaga neraka
mencerca, mengecam, dan mencemooh "Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa
berada dalam surga dan kenikmatan, mereka
mereka seraya berkata,
bersuka ria dengan apa yang diberikan Tuhan
1) Inilah neraka yang dulunya ketika di

dunia kalian selalu mendustakannya.

2) Apakah yang kalian lihat sekarang
dengan mata kalian adalah sihir?

Sebagaimana komentar yang pernah

kalian nyatakan mengenai wahyu
bahwa wahyu adalah sihir, Tetapi

sebenarnya kalian ketika di dunia

tidak melihat, tidak memerhatikan,

dan tidak memahami.

3) Rasakanlah panasnya api neraka

fahannam dengan masukke dalamnya.

Baik apakah di dalamnya kalian bisa
sabar ataukah mengeluh dan tidak
saba[ itu sama saja bagi kalian, tidak

-t

kepada mereka; dan Tuhan memelihara mereka (;ii;.j; € I.iF,
dari adzab neraka. (Dikatakan kepada mereka), G\t ni q ts ';) ini adalah qiraa'aat lbnu

'Makan dan minumlah dengan rasa nikmat Katsir; dan Abu Amr.
sebagai balasan dari aPa yang telah kamu
kerjakan.' Mereka bersandar di atas dipan-dipan (i1:r;i;):

yang tersusun dan Kami berikan kepada mereka ,lt l1';1ini qiraa'aat Nafi' dan al-Kisa'i.
pasangan bidadari yang bermata indah. Dan
orang-orang yang beriman, beserta anak cucu l'ruab

mereka yang mengikuti mereka dalam keimanan, {p,,i a 4.iy Kata maa adalah maa
y\
Kami pertemukan mereka dengan anak cucu m a sh d ariyy ah. flwj' r lVt t Kata {t!.;} dibaca
t
mereka (di dalam surga), dan Kami tidak
nashabsebagai haal darikata ganti 4rji) atau
mengurangi sedikit pun pahala amal (kebajikan)
mereka. Setiap orang terikat dengan aPa yaflg kata ganti dari (rj7r;) Huruf ba' pada kata {r.}

dikerjakannya. Dan Kami berikan kepada mereka adalah ba' sababiyyah, yakni disebabkan oleh

tambahan berupa buah-buahan dan daging amal perbuatan kalian. {q#} kata ini ber-
kedudukan sebagai haal dari dhamir yang ter-
dari segala jenis yang mereka ingini. (Di dalam
surga itu) mereka saling mengulurkan gelas yang sembunyi pada kata {:g}.
isinya tidak (menimbulkan) ucapan yang tidak , .ut-i.jJ..t-. trtl .,...:,.,'.t t;-1 u.t.r1,,t.j,fr

berfaedah ataupun perbuatan dosa. Dan di sekitar fr,, S:r;
;#t:t.t..,! isim
mereka ada anak-anak muda yang berkeliling
untuk (melayani) merekA, seakan-akan mereka $#-:rt
9r-c.,9
itu mutiara yangtersimpan. Dan sebagian mereka maushuul, (ri';F berkedudukan I'raab rafa'
berhadap-hadapan satu sama lain saling bertegur
sebagai mubtada', sedangkan khabarnya
sapa. Mereka berkata, 'sesungguhnya kami
1adalah {;#":,'; t';.ttY.
dahulu, sewaktu berada di tengah-tengah keluarga
kami merasa takut (akan diadzab). Maka Allah 4:,F it'jt $[iy Xatimat ini berkedudukan

memb erikan karunia kep ada kami dan memelihara I'raab nashab sebagai haal. {6}t'St ,i' iy\kata
(1i1! dengan huruf hamzah dibaca kasrah,
kami dari adzab neraka. Sesungguhnya kami
karena jatuh pada permulaan kalimat. fika
menyembah-Nya sej ak dahulu. Dialah Yang Maha
Melimp ahkan Keb aikan, Maha P enyay ang."' (ath- dibaca fat-hah, annahuu maka dengan meng-

Thuur: 17-28) asumsikan pembuangan huruf iarr, yakni li

annahu.

Qlraa'aat Balaa$hah

4:'F:. it'i pky ai sini terdapat tasybiih

mursal mujmal, karena waihusy syabah-nya

dibuang.

{5.:,1 ;iti,1} dib aca : Mufrudaat Lughawffiah

L. 1gs-:rl;;i,r'+t't; ini adalah qiraa'aat Abu Amr. (et:e e 4t i1) sesungguhnYa orang-
2. 1$t-:r" Sxit't1ini adalah qiraa'aatbin Amir.
3. <$.:i p;it't1ini adalah qiraa'aatimamyang orang yang melaksanakan perintah-perintah

lain. Ilahi dan menjauhkan diri dari larangan-

(,u.. r .t..,ll larangan syari'at, mereka itu berada dalam

r<+.,'f: taman-taman surgawi yang hiiau dan elok.
(i Ct1::\ ini adalah qiraa'aat Nafi', Abu
Amx, dan bin Amir Di bawahnya mengalir sumber-sumber mata

{eeji}, air dan sungai-sungai. Mereka diliputi oleh

<,,"u!; ini adalah qiraa'aat lbnu Katsir. nikmat-nikmat yang banyak dan melimpah

='r-"tt:T-' ""..,. Bisa juga kata ini dijadikan sebagai mub-
rada) sedan gkan khabarnya adalah(fu (kji}.
dari Allah SWT. (i#; Sfi A ;oasu) sedang mereka
{1u*r4.;'l;'#tY ini adalah kalimat sisipan
menikmati, bersenang-senang dan bergembira yang berfungsi menjelaskan alasan. Kata

dengan pemberian Tuhan mereka kepada dzurriyyah (keturunan) bisa digunakan untuk
mereka. Ada versi qiraa'aat yang membaca,
fakihiina yang maknanya adalah sedang satu dan banyak, Kami jadikan keturunan
mereka merasa senang dan gembira.
mereka mengikuti mereka dalam keimanan.
{*+ -t; fi, dan Tuhan mereka melind'5u6n;;gyi
Dzurriyyah atau keturunan mencakup ke-
din memelihara mereka dari adzab neraka. turunan yang masih anak-anak dan yang
Kalimat ini di'athaJkan kepada kalimat (I,,1 , sudah dewasa. Kata {:Gr!} berkedudukan

yakni mereka senang dan bergembira dengan sebagai haal dari dhamir yang terdapat
pada kata wat taba'athum. Kata iimaan di
pemberian Tuhan mereka kepada mereka, dan
sini disebutkan dalam bentuk isim nakirah
dengan pemeliharaan Tuhan mereka kepada
dengan maksud untuk mengagungkan, atau
diri mereka dari neraka.
untuk memberikan isyarat bahwa mengikuti
4V ti;ti,jiy aiUtakan kepada mereka,
jejak dalam keimanan itu cukup untuk
"Makan dan minumlah kalian dengan enak,
atau makan dan minumlah makanan dan mengumpulkan dan menyatukan mereka.

minuman yang enak, lezat, dan nikmat. {#.:r:t it riiiy fami kumpulkan keturunan
Yaitu makanan dan minuman yang tidak mereka kepada mereka di surga atau di

menyebabkan hal-hal negatif, sama sekali tidak derajat yang sama. Meskipun tingkat amalan
memiliki efek samping, mudah dicerna dan
dikonsumsi serta tidak perlu bersusah payah keturunan mereka masih berada di bawah
untuk mendapatkannya, tidak menyebabkan
penyakit, kesulitan, kekenyangan, dan salah tingkat amalan mereka. Hal itu sebagai bentuk

cerna. {:rtrt # q oleh sebab amal kalian. pemberiaan kemuliaan kepada mereka dengan
4i"* ri) dipan-dipan yang tersambung
mempersatukan keturunan mereka dengan
berderet, dan tersusun rapi hingga membentuk
mereka. bin fari4, Ibnul Mundzic Hakim, dan
satu deretan. {:ry )p, .,,#ri\ dan Kami pa- al-Baihaqi meriwayatkan dari Abdullah bin
Abbas r.a. dalam bentuk riwayat marfuu',
sangkan mereka dengan bidadari-bidadari
bahwasanya Rasulullah saw. bersabda,
yang bermata indah. Kalimat ini di'athaJkan
i'i$s
kepada {:G}. Kata huur adalah bentuk o1j ,,";i; ,t ,.;,;t i'-r',i !r' nr i1

jamak dari, hauraa'yang berarti perempuan l.t
yang berkulit putih bersih. Kata al-'Iin adalah o
bentuk jamak dari, 'ainaa'yang berarti perem-
puan yang bermata lebar; jeli, dan indah. Kalau * f'i,r)l oJ'o
'A ,"* i,:.i)i
l<atahawarul'ain berarti hitamnya bola mata.
"sesungguhnya Allah SWT mengangkat
(t;t ,itt\ kata ini di'athafkan kePada,
keturunan seorang Mukmin naik ke derajatnya,
huur. Yakni, Kami pasangkan mereka dengan meskipun derajat keturunannya itu sebenarnya di
bawah derajatnya, suPaya ia merasa bergembira
para istri dan teman-teman yang Mukmin, karena bisa berkumpul dengan mereka.'Kemudian
beliau membacakan ayat ini."'
seperti dalam firman Allah SWI,
(ed t;F dan Kami tiada mengurangi
"llfiereka merasa bersaudara, duduk ber-
hadap-hadapan di atas dipan-dipan," (al-Hiir: sedikit pun dari pahala mereka disebabkan

47) *penyatuan tersebut. 4:" ,i JY Karunia

dan kemurahan Allah SWT kepada mereka

semakin bertambah disebabkan amal yang mereka untuk melayani mereka menyediakan
telah dilakukan oleh keturunan mereka. Ini
minuman khamr tersebut dan yang lainnya.
sesuai dengan kesempurnaan kelembutan dan
4i;"<, 'i,'j $iiy para pelayan itu sangat elok,
kemurahan Allah SWT
putih bersih, dan lembut seolah-olah laksana
4iit S L,gftly tiap-tiap orang terikat
mutiara yang tersimpan dalam kerang.
dengan apa yang diperbuatnya di sisi Allah
SWT berupa amal baik atau amal buruk. Rasulullah saw. dalam sebuah hadits yang
Ia dihukum atas amal jelek dan diganjar
diriwayatkan oleh Ibnu fari4, Abdurrazzaq dan
atas amal baik. Amal saleh melepaskan dan Ibnul Mundzir dari Qatadah, bersabda, "Demi
Dzat Yang jiwaku berada dalam genggaman-
menyelamatkannya dari adzab, sedangkan
Nya, sesungguhnya kelebihan orang yang
amal buruk menyebabkan dirinya diadzab. dilayani atas orang yang melayani adalah

(y'ffi;y dan Kami menyuplai mereka dari seperti kelebihan bulan pada malam purnama

waktu ke waktu. 41,ri;" tl,p dengan segala atas bintang-bintang yang lain,"

macam kenikmatan yang mereka inginkan, $l,te "b; e # ,Biiy mereka saling
sekalipun mereka tidak memintanya secara
bertanya antara satu kepada yang lainnya
terus terang.
tentang keadaan, kondisi dan amal-amalnya
{w.oy';*,-y di dalam surga mereka bersuka
cita, bermain-main danbercanda ria, dan saling sebagai bentuk ungkapan dan ekspresi penuh

berbagi di antara mereka. ((iih khamr. Kata kesenangan dan keceriaan atas nikmat ter-

ka's adalah gelas khamr selama di dalamnya sebut. 4:#$i C;lr? d1 j6y mereka berkata,
berisikan khamr. Adapun jika kosong, maka
"Sesungguhnya kami dulu ketika di dunia
tidak disebut ka's. Di sini, khamr disebutkan
adalah orang-orang yang takut kepada adzab
dengan kata ka's yang merupakan wadahnya.
Allah SWT" Perkataan ini mengisyaratkan
Oleh karena i:otdhamiryang digunakan adalah
kepada sebab atau alasan bisa masuk surga.
berbentuk dhamir mu' annats, yaitufiihaa yang
i]{ql; .r' Allah S\,VT berbuat baik kepada
terdapat pada {;i; t; U i iy. t<hamr ya4g
kami dengan memberi ampunan dan rahmat.
mereka minum itu tidak menyebabkan mereka
(t-r, itn unrr| dan Allah SWI memelihara
meracau mengeluarkan kata-kata yang tidak
berguna (kata-kata yang tidak mengandung kami dari adzab api neraka yang menembus
suatu kebaikan) dan tidak pula melakukan ke dalam pori-pori seperti angin panas yang
suatu perbuatan dosa berupa perkataan kotor
dan yang lainnya yang menyebabkan murka menusuk. Ada versi qiraa'aat yang membaca

Allah SWT. Hal itu beda dengan apa yang lazim dengan huruf qalditasydid, wa waqqaanaa.

dialami oleh orang yang meminum khamr di Mereka juga mengisyaratkan kepada
dunia. Ini seperti ayat yang difirmankan oleh
faktor lain yang menyebabkan mereka bisa
Allah SWT
sampai ke surga dengan berkata, seperti yang
"Tidak ada di dalamnya (unsur) yang me-
mabukkan dan mereka tidak mabuk karena- tertera dalam ayat berikutnya ini. ,y ,t G ilb
r1ya. " (ash-Shaaffaat 47)
{ir".ii sesungguhnya kami dahulu ketika di
43or. W ri.Jy mereka memiliki para
dunia menyembah kepada-Nya sebagai orang-
pelayan yang dikhususkan untuk mereka. Para
orang yang mengesakan-Nya, atau memohon
pelayan tersebut selalu berkeliling di sekitar
kepada-Nya perlindungan. {,.i}r i' ;i it} se-

sungguhnya Allah SWT Dia-lah Yang Maha
berbuat baik dan Mahabenar janji-Nya, lagi

Maha Penyayang dan melimpah rahmat-Nya.

Kata (lig) dengan huruf hamzah dibaca kasrah,

TAFSIRAT-MUNIR IILID 14

karena menjadi permulaan kalimat baru (rsti'- bentuk menyusulkan dan mempersatukan
naaf), meskipun secara makna kata ini posisi- antara leluhur yang beriman dengan ke-
nya adalah menjelaskan faktor atau alasan. turunan mereka yang beriman di kelas dan
Ada versi qiraa'aat yang membaca, annahuu
derajat yang tinggi di dalam surga.
dengan hamzah dibacafathah. Allah SWT juga menyingkirkan dari para

Persesualan Ayat penghuni surga perasaan risau, kejenuhan, dan
kesepian, menggantinya dengan kesenangan
Setelah memaparkan kepastian terjadi-
nya ba'ts dan adzab terhadap orang-orang dan keceriaan yang tiada putus. Mereka
kafir secara pasti, beserta berbagai kepiluan, bersuka cita, bercanda, dan bermain-main
dengan bersulang khamr, bersenda gurau
kesengsaraan, dan kehinaan yang mereka
dengan sebaik-baik perkataan, berbincang-
alami, selaniutnya di sini Allah SWT men- bincang tentang keadaan dan kondisi dunia
dan membandingkannya dengan keadaan dan
jelaskan keadaan orang Mukmin dan balasan- kondisi akhirat, dan lain sebagainya.
nya yang istimewa. Dengan kata lain, setelah
menjelaskan keadaan orang kafic Allah SWT Tafslr dan penlelasan
menerangkan keadaan orang Mukmin dan
"sesungguhnya orang-orang yang ber-
apa yang ia dapatkan di akhirat, kemudian
tal<wa berada dqlam surga dan kenikmatan,
menielaskan pahala setelah penjelasan ten- mereka bersuka ria dengan apa yang diberikan
Tuhan kepada mereka; dan Tuhan memelihara
tang hukuman. Hal ini sebagai perbandingan mereka dari adzab neraka." (ath-Thuur: 17-
18)
dan sesuai dengan kebiasaan Al-Qur'an, yaitu
Sesungguhnya orang-orang yan g bertakwa
jika menyebutkan suatu hal, diikuti dengan
kepada Tuhan mereka ketika di dunia
penyebutan hal lainyangmenj adi perbandingan
dengan cara mematuhi perintah-perintah-
atau lawannya, serta mengombinasikan Nya dan meniauhi larangan-larangan-Nya,

antara targhiib fmenggugah ketertarikan, sti- mereka berada dalam taman-taman surgawi
mulasi) dan tarhiib fmenggugah rasa takut,
yang indah dan elok. Di dalamnya, mereka
ancaman). Semua itu agar supaya manusia bersenang-senang dengan kenikmatan dan
mau merenungkan nasib akhir dan ujung kesenangan abadi. Hal ini bertolak belakang
kesudahan, lalu ia pun tertarik dan ingin dengan kondisi orang-orang kafir. Mereka
berada dalam adzab dan pembalasan yang
mendapatkan rahmat, serta takut terhadap
memilukan.
hukuman dan adzab. Orang-orang yang bertakwa bersenang-

Di antara hal yang menjadikan unsur senang menikmati kenikmatan-kenikmatan
surga dengan penuh keceriaan, kelezatan,
targhiib semakin kuat adalah Allah SWT me-
nyatakan nikmat tidak hanya terbatas untuk dan kebahagiaan. Mereka bersuka cita dengan
orang yang berhak mendapatkannya saja, kenikmatan-kenikmatan yang diberikan Allah
tetapi nikmat itu juga Dia limpahkan kepada SWT kepada mereka berupa berbagai macam
para keturunan dan anak cucunya. Allah SWT
kesenangan makanan, minuman, pakaian,
tidak hanya menyebutkan berbagai macam
tempat tinggal, kendaraan, alas, pasangan, dan
kenikmatan dan kesenangan jiwa semata
yang lainnya.
seperti pakaian, tempat tinggal, makanan,
minuman, dan pasangan di surga, tetapi Allah
SWT memberikan karunia, kemuliaan, dan

penghormatan lebih besar dari itu dalam

_ -*rerstner-uuNtnltrtp-1-1 ,,,****dfiil*,b"n,,.*,.... ........,...,,..,.,,,,.,,,,,,,,,,,, ....lTl?l."1ll-Ilyl.
\_ir

Allah SWT juga memelihara mereka Di antara ayat yang memiliki makna

dari adzab neraka, menyelamatkan mereka serupa adalah
dari kobaran api neraka. Ini adalah sebuah
"(kepada mereka dikatakan), 'Makan dan
kenikmatan tersendiri, di samping nikmat minumlah dengan nikmot karena amal yang
masuk surga yang di dalamnya terdapat telah kamu kerjakan pada hari-hari yang telah
kesenangan yang mata ini tidak pernah
I elu."' (al-Haaqqah: 24)
melihatnya, tidak pernah terdengar oleh
Ar-Rabi' bin Khaitsam adalah orang yang
telinga dan tiada pernah terbesit dalam benak, rajin shalat sepanjang malam, lalu dikatakan
kepadanya, "Wahai ar-Rabi', anda terlalu
hati, dan pikiran manusia. menyiksa diri." Lalu ia pun menjawab, "Tidah
tetapi aku justru menginginkan kenyamanan
Kalimat (ei oG ,JF memberikan
dan kesenangannya."
pengertian bahwa mereka bersenang-senang
Kemudian, Allah SWT menjelaskan ben-
dalam surga dalam bentuk yang nyata, riil, tuk-bentuk nikmat dan kesenangan lainnya
bagi orang-orang yang bertakwa tersebut,
dan sebenar-benarnya, bukan hanya seperti
"Mereka bersandar di atas dipan-dipan
penjaga taman.
yang tersy;un dan Kami berikan kepada mereka
Kata (*gt,;F memberikan pengertian pasangan bidadari yang bermata indah." (ath-

bahwa kesenangan itu adalah juga dalam jiwa Thuur:20)

dan hati. Karena terkadang ada kesenangan
yang hanya pada lahiriah saja, sementara
jiwa dan hati tetap risau dan tidak tenteram,

seperti yang dialami oleh kebanyakan orang-

orang kaya di dunia. Sedang mereka duduk bersandar di atas
dipan-dipan yang berderet tersusun rapi
Para malaikat ar-Ridhwaan [para malaikat
penjaga surga) berkata, kepada mereka di membentuk satu barisan. Ini menggambarkan

surga, kenyamanan, ketenangan, kedamaian, dan ke-

"(Dikatakan kepada mereka),'Makan dan tenteraman tanpa ada beban pikiran apa pun.

minumlah dengan rasa nikmat sebagai balasan Begitu juga, Kami pasangkan setiap dari
mereka dengan pasangan-pasangan hidup
dari apa yang telah kamu kerjakan."' (ath- yang saleh, cantih dan elok dari perempuan
Thuur: 19) surga. Yaitu para bidadari yang bermata jeli,
eloh berbinaL warna putih, dan warna hitam
Para malaikat penjaga surga memberikan
bola matanya sangat kontras, yaitu sangat
ucapan selamat kepada mereka seraya putih dan sangat hitam. Kata al-Huur dan al-
berkata, "Makanlah kalian dari makanan- '/in adalah bentuk jamak untuk mudzakkar
makanan yang baik dan lezat. Minumlah dan mu'annats, yaitu ahwan hauraa', a'yan,
kalian dari minuman yang lezat, jernih, dan
'qineq'.
baik. Kalian tidak mengalami kesulitan untuk
mendapatkan, mengonsumsi, dan mencerna Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari al-
Haitsam bin Malik ath-Tha'i, bahwasanya ia
makanan dan minuman tersebut [ini adalah
mendengar Rasulullah saw. bersabda,
makna kata hqnii). Semua itu disebabkan
iW" 6,? F:l itr;"'tE*At :;;4,ylt ot
amal-amal saleh yang kalian persembahkan ,ro. o e.i, at ,A").,t4, i.l.'l, ,l ., ,rl
ketika di dunia. Kalian mendapatkan nikmat , t,., o"J-Ui. ,Y',j. e
ini oleh sebab hal itu (amal-amal saleh) sebagai .a:*o '>-12 r,d*:

karunia, kemurahan, dan kebaikan.

TAFSTRAL-MUNrR JrrrD 14

"sesungguhnya seseorang duduk bersandaran semua itu merupakan pembuktian atas apa
selama kurun waktu empat puluh tahun, tanpa yang telah dijanjikan oleh Tuhan kepada
bergeser dari tempat sandarannya dan tidak pula
mereka ketika di dunia, bukan sebuah al-Mann
merasa jemu dan jenuh. Tersediakan untuknya (pemberian). Karena pengertian dari al-mann

ap a y ang diingin i j iw any a dan ap a y ang dip andang [pemberian) adalah ketika di dunia dengan

sedap oleh matanya." hidayah kepada keimanan dan taufik kepada
amal saleh, sebagaimana firman Allah SWT
Ada hal menarik yang perlu diperhatikan
dalam ayat,
di sini, dalam ayat-ayat di atas, Allah SWT
menjelaskan empat bentuk kesenangan "Sebenarnya Allah yang melimpahkan

dan kenikmatan secara urut. Pertama Allah nikmat kepadamu dengan menunjukkan kamu
SWT menyebutkan tempat tinggal, yaitu kep ada keim an an." (al-Huiura aE 17)
taman-taman surga. Kemudian menyebutkan
Kata {irl-.JJ,} memberikan isyarat bahwa
makanan dan minuman. Kemudian alas
tempat duduk dan bersandar. Kemudian masing-masing memiliki deretan dipan

pasangan hidup. Pada konteks masing-masing yang khusus untuknya. Kalimat {e,*l;;}

dari keempat nikmat tersebut, Allah SWT menunjukkan bahwa yang memasangkan
menyebutkan sesuatu yang menunjukkan dan mengawinkan dengan sebuah amanah
adalah Allah SWT sendiri bahwa manfaat
kesempurnaan nikmat. Pada konteks tempat pengawinan tersebut adalah untuk mereka
bersenang-senang, yaitu taman-taman surga,
Allah SWT menyebutkan kata 4ars-ti) yang bahwa pasangan tersebut bukan pasangan
memberikan pengertian kesenangan dan
biasa tetapi pasangan yang telah diberi sifat
kebahagiaan yang sempurna dan murni
oleh Allah sebagai pasangan yang baih dan Ia
tanpa ada sedikit pun hal yang mengeruhkan
dan mengurangi kualitasnya. Karena tempat memilih pasangan yang terbaik di antara yang

bersenang-senang terkadang terkeruhkan baik, yaitu bidadari yang bermata indah nan

oleh berbagai hal yang menyebabkan aktivitas elok.ls

bersenang-senang menjadi terganggu dan Ada hal yang perlu diperhatikan juga di
sini, yaitu perbedaan antara balasan orang-
tidak lengkap.
orang kafir dan balasan orang-orang yang
Pada konteks makanan dan minuman,
bertakwa. Dalam konteks balasan orang-orang
Allah SWT menyebutkan kata {t;,} sebagai
kafir, Allah SWT berfirman dalam ayat 16 di
isyaratbahwa makanan dan minuman tersebut
(ij.iatas, ;'t:;: u;y\ "sesungguhnya kamu
bebas dari hal-hal yang bisa menimbulkan "thanya diberi ba"lasan atas apa yang telah kamu
dampak negatif seperti yang terdapat pada
kerjakan." (ath-Thuur: 16) Sedangkan dalam
makanan dan minuman di dunia, seperti salah
konteks balasan orang-orang yang bertakwa,
cerna, penyakit, tersedah dan persediaan yang
Allah SWT berfirman, "(oti:J # ty sebagai
habis.
balasan dari apa yang telah kamu kerjakan."
Pada konteks alas dan tempat duduh
Allah SWT menyebutkan kata {o*<!l} yang (ath-Thuur: 19)
memberikan pengertian kondisi santai dan
tenteram yang sempurna tanpa ada sedikit fadi, balasan orang-orang kafir terbatas
pun beban pikiran yang mengganggu. Kalimat, hanya atas apa yang pernah mereka kerja-

{irr* # *,} memberikan pengertian bahwa kan, tidak lebih. Hal ini ditunjukkan oleh

15 Tafsir Ar-Razi, 28/249.

--t

'rAFSrR AI-MUN rR JrLrD 14

penggunaan kata (!h y"ng berfungsi untuk mencapai tingkatan amal orang tua mereka.
Hal itu supaya orang tua merasa gembira dan
al-Hashr [pembatasan). Yakni, kalian wahai senang dengan berkumpulnya anak cucunya
dengan dirinya di tingkatan dan derajat yang
orang-orang kafir tidak dibalas kecuali
sama,
hanya atas apa yang pernah kalian perbuat.
"Dan orang-orang yang beriman, beserta
Adapun orang-orang Mukmin, Allah SWT anak cucu mereka yang mengikuti mereka
melipatgandakan pahala amal mereka dan dalam keimanan, Kami pertemukan mereka
masih memberi mereka tambahan lagi dari dengan anak cucu mereka (di dalam surga)."
(ath-Thuur:21)
karunia-Nya. Sedangkan orang-orang kafir
hanya dibalas sesuai dengan perbuatan Sesungguhnya orang-orang Mukmin yang
anak cucunya mengikuti jejak langkah mereka
mereka. Kata (,X* u) dalam konteks balasan dalam keimanan, atau oleh sebab keimanan
orang-orang kafir, mengisyaratkan inten- yang agung dan tinggi dari para orang tua,
sifikasi dalam timpalan. Sedangkan dalam Allah SWT menyusulkan anak cucu itu kepada
para orang tua mereka sebagai karunia dan
konteks orang-orang Mukmin, digunakan kata kemurahan dari-Nya.

<# ty yang mengisyaratkan seakan-akan Maksudnya, Allah SWT mengangkat anak
cucu seorang Mukmin, sehingga orang tua dan
hal itu adalah sesuatu yang pasti, tetap dan anak cucunya bisa berkumpul dan bertemu
kontinu disebabkan amal saleh yang mereka dalam satu kedudukan dan derajat, meskipun
tingkatan amal anak cucu itu masih di bawah
kerjakan. tingkatan amal orang tua mereka. Itu supaya
Begitu juga dalam konteks orang-orang orang tua merasa gembira dan senang. Namun

kafir, Allah SWT menyebutkan kata-kata sekali lagi itu dengan syarat, mereka semua
aI-Jazaa' (balasan), yaitu tujzauna yang
adalah orang-orang yang beriman.
memberikan kesan makna terputus. Karena Secara prioritas, jika ternyata kedudukan

jika ada seseorang berbuat baik kepada anak yang lebih tinggi dari kedudukan orang
seseorang, Ialu ia memberi imbalan balik tuanya, Allah SWT tentunya juga mengangkat
orang tua ke kedudukan anaknya yang lebih
kepadanya, ketika itu orang yang berbuat baik
tersebut tentunya sudah tidak mengharapkan tinggi. |adi, pihak yang kurang amalnya,
imbalan lagi karena sudah diberi. Sedangkan
dalam konteks orang-orang Mukmin, tidak diangkat naik ke kedudukan pihak yang lebih
sempurna amalnya, baik apakah yang kurang
disebutkan kata-kata al-Jazaa', hal itu me- amalnya adalah anak dan yang sempurna
amalnya adalah orang tua, atau sebaliknya, hal
nunjukkan pengertian terus-menerus tanpa
itu tanpa mengurangi sedikit pun amal dan
terputus.l6
Kemudian, selanjutnya Allah SWT meng- kedudukan pihak yang lebih tinggi.

informasikan tambahan karunia, kemurahan, Abdullah bin Abbas r.a. berkata, "Se'

santunan, dan kebaikan dari-Nya kepada sungguhnya Allah SWT benar-benar meng'
angkat keturunan orang Mukmin ke tingkatan
orang-orang yang beriman. Yaitu mengum- dan derajatnya, meskipun tingkatan amal
pulkan para keturunan yang beriman kepada keturunannya masih di bawah tingkatan amal

orang tua mereka yang beriman, menaik-

kan mereka ke tingkatan orang tua mereka
sehingga mereka bisa berkumpul dan bersatu

dengan orang tua mereka di derajatyang sama,

meskipun sebenarnya amal mereka tidak

15 Tafsir Ar-Razi, 28/249.

dirinya, supaya ia merasa gembira, tenteram, Itu adalah karunia Allah SWT kepada anak
dan senang." Kemudian Abdullah bin Abbas r.a. berkat amal orang tua dan karunia-Nya kepada
orang tua berkat doa anak.
membaca ayat ini.17
Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu
Penggunaan kata iimaan dalam bentuk
Hurairah r.?., ia berkata, Rasulullah saw.
isim nakirah adalah untuk memberikan
bersabda,
pengertian bahwa keimanan istimewa yang
mempunyai kedudukan yang agung. Bisa € d.6t p,,;.,it e'{ .p: V ar it
juga yang dimaksudkan adalah keimanan
anak cucu yang mempunyai kedudukan yang ; i,itni.a r:f I Jr , t. ,tintzi aAt

rendah, Seakan-akan dikatakan di sini, "dan ii tat.,4u,

anak cucu mereka yang mengikuti mereka "sesungguhnya Allah SWT benar-benar
dengan sebuah keimanan yang sebenarnya
keimanannya belum bisa menjadikannya layak mengangkat derajat seorang hamba yang saleh di
untuk mendapatkan derajat yang sama dengan dalam surga. Lalu iaberkata,'Ya Rabb, bagaimana
derajat orang tua, Kami menyusulkan anak hamba bisa meraih derajat ini?' Lalu Allah SWT
cucu itu kepada mereka dan mengangkatnya berfirman, 'Karena doa anakmu untukmu yang
ke derajat mereka."18 me moh o nkan amp un an untukmu."'

Al-Hafizh ath-Thabrani meriwayatkan dari Hadits ini memiliki syaahid [hadits yang
Abdullah bin Abbas r.a. dari Rasulullah saw.,
beliau bersabda, memperkuat) dalam Shahih Muslim dari Abu

*rt ^;ti r ;;;Ju'.ujt ,YTt rt1 Hurairah r.a. dari Rasulullah saw.,
,'j'rr; ,',1;'.,; t'* t it,36 ,:l'r;
q,au ,4 ,Ji C A; -$ ;', t:. i fu- ,i

&3:t #'; 6t ;irr\,qV,;' i;t :d.rX
. :\*\. *; 'M, itr :;t .>v ti1
a,Vr (;G-u
;r
"Apabila seseorang masuk surga, maka
-f+ c,.v tS1. ,i ,'.ot i ,i c\1V zai't,*
ia menanyakan tentang kedua orang tuanya,
a -ll cq i:r- & :l ,. z
istrinya, dan anaknya. Lalu dikatakan kepadanya, /z>

'Mereka tidak mencapai derajat yang sama ,,,
dengan derajatmul Lalu ia berkata, 'Ya Rabb,
sesungguhnya hamba beramal untuk diri hamba .4J

dan untuk mereka.' Lalu diinstruksikan suPaya "Jika anak Adam meninggal dunia, maka
mereka disusulkan kepadanya. Dan Abdullah bin
Abbas r.a. pun membaca ayat ini," terp utuslah amalny a kecuali dari tiga hal. Pert ama,

17 HR lbnu |arir dan Ibnu Abi Hatim. Keterangan ini iuga sedekah jariyah. Kedua, ilmu yang bermanfaat.

diriwayatkan oleh al-Bazzar dari Abdullah Ibnu Abbas r.a. Ketiga, anak saleh yang mendoakannya."
dalam bentuk riwayat marfuu'.luga oleh ats-Tsauri dari
Abdullah Ibnu Abbas r.a. dalam bentuk mauquuf "Dan Kami tidak mengurangi sedikit pun
18 Al-Kasysyaaf,3 /173. pahala amal (kebajikan) mereka." (ath-Thuur:
21)

Kami tiada mengurangi sedikit pun dari
pahala amal mereka karena berkumpulnya
anak cucu mereka kepada mereka tersebut.
Dengan kata lain, penyusulan tersebut sama
sekali tidak mengurangi pahala amal mereka
sedikit pun.

"Setiap orang terikat dengan opa yang
dikerj akannyo." (ath-Thuur: 2 1)

Setiap orang pada hari Kiamat terikat dan ucapan yang tidak berfaedah ataupun per'
tergadaikan dengan amalnya sendiri. Tiada buatan dosa." (ath-Thuur: 23)
seorang pun yang memikul dosa orang lain,
Di dalam surga mereka saling bersulang
baik orang tua maupun anak. Sebagaimana dengan gelas-gelas berisikan khamr surga.
barang yang digadaikan tidak bisa diambil Mereka bermain-main dan bercanda ria saling
kembali selama hutang yang ada belum mengedarkan gelas-gelas khamr dengan penuh
suka cita di antara mereka. Sedang minuman
dilunasi. |ika amal itu adalah amal saleh, khamr surga sama sekali tidak menyebabkan
amalnya bisa melepaskan, menebus, dan peminumnya mengeluarkan kata-kata kosong
yang tiada gunanya dan tidak pula kata-kata
menyelamatkan dirinya karena Allah SWT kotor, dan dosa. Sebagaimana kata-kata kotor
yang keluar dari para peminum khamr di
menerimanya. Namun jika amal itu adalah
dunia.
amal jelek, amal itu membinasakannya.
Banyak ayat lain yang memiliki kandungan Ibnu Qutaibah mengatakan khamr surga

serupa dengan ayat ini, di antaranya adalah tidak menyebabkan akal mereka hilang

"setiap orang bertanggung iawab' atas kesadaran hingga menyebabkan mereka ber-
apa yang telah dilakukannya, kecuali golongan
kanan." (al-Muddatstsir: 3B-39) kata-kata kotor; sebagaimana khamr dunia.
Khamr surga juga tidak menyebabkan mereka
Tiap-tiap diri tergadaikan dengan amal- melakukan hal-hal yang tidak baik.

nya dan hanya orang-orang yang masuk ke Dalam ayat-ayat lain, Allah SWT meng-
dalam golongan kananlah yang bisa melepas- gambarkan khamr akhirat yang bagus penam-
pilannya, baih enah dan lezat rasanya,
kan dan menebus diri mereka dengan amal
"(Warnanya) putih bersih, sedap rasanya
baik mereka. bagi orang-orang yang minum. Tidak ada
Kemudian, Allah SWT menyebutkan ber-
di dalamnya (unsur) yang memabukkan
bagai macam nikmat yang diberikan kepada
orang-orang yang bertakwa, dan mereka tidak mabuk karenanya." (ash-
Shaaffaat 46-47)
Pertama,
"Dan Kami berikan kepada mereka tam- "Mereka tidak pening karenanya dan tidak
pula mabuk." (al-Waaqi'ah: 19)
bahan berupa buah-buahan dan daging dari
segala jenis yang mereka ingin," (ath-Thuur: Ketiga,
22)
"Dan di sekitar mereka ada anak-anak
Di samping kenikmatan dan kesenangan
tersebut, Kami juga masih memberi tambahan muda yang berkeliling untuk (melayani) me'
kenikmatan lagi kepada mereka. Kenikmatan reka, seakan-akan mereka itu mutiarayang ter-
simpan." (ath-Thuur: 24)
berupa buah-buahan yang beragam dan
Mereka dilayani oleh para pelayan yang
daging yang bermacam-macam dari setiap apa
yang diinginkan, dirasa enak dan lezat, serta selalu berkeliling di sekitar mereka sambil
disenangi oleh mereka. membawa gelas berisikan khamc buah-

Kedua, buahan, makanan, dan yang lainnya. Para

"(Di dalam surga itu) mereka saling meng' pelayan itu sangatlah elok dan bersih bercahaya
ulurkqn gelas yang isinya tidak (menimbulkan) seakan-akan mereka adalah laksana mutiara

yang tersimpan dan tersembunyi di dalam "Mereke berkata, 'Sesungguhnya kami

kulit kerang dan belum pernah tersentuh oleh dahulu, sewaktu berada di tengah-tengah
tangan.
keluarga kami merasa takut (akan diadzab).
Di antara ayat yang memiliki makna Maka Allah memberikan karunia kepada kami
dan memelihara kami dari adzab neraka."'
serupa adalah firman Allah SWT (ath-Thuurt26-27)

"Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda Mereka menjawab seraya berkata, "Se-
yang tetap muda, dengan membawa gelas,
cerek dan sloki (piala) berisi minuman yang sungguhnya kami dahulu ketika di dunia
diambil dari air yang mengalin mereka tidak
pening karenanya dan tidak pula mabuk." (al- adalah orang-orang yang takut kepada adzab
Waaqi'ah: 17-19) dan hukuman Allah SWT. Allah SWT pun
bermurah hati kepada kami dengan memberi
Ibnu farir dan Ibnu Mundzir meriwayat-
kan dari Qatadah, ia berkata, "Telah sampai ampunan dan rahmat kepada kami serta
kepadaku sebuah riwayat yang menyebut-
kan, 'Bahwa ditanyakan kepada Rasulullah memberi kami taufik kepada amal saleh, dan
saw,,'Wahai Rasulullah, jika si pelayan adalah memelihara kami dari adzab neraka yang kami
takutil' Samuum adalah sengatan hawa panas
laksana mutiara,lalu bagaimana dengan orang
yang dilayani?' Lalu Rasulullah saw. bersabda, fahannam.
'Demi Dzat Yang jiwaku berada dalam geng-
gaman-Nya, sesungguhnya kelebihan dan "Sesungguhnya kami menyembah-Nya

perbedaan antara yang dilayani dan yang sejak dahulu. Dialah Yang Maha Melimpahkan
Kebaikan, Maha Penyayang." (ath-Thuur: 28)
melayani adalah seperti kelebihan rembulan
pada malam purnama atas segenap bintang- Mereka juga berkata, "Sesungguhnya
bintang."'
ketika di dunia, kami mengesakan Allah
Hal serupa juga diriwayatkan dari Al-
SWT dan beribadah kepada-Nya semata.
Hasan.
Kami memohon kepada-Nya agar berkenan
Keempat, melimpahkan ampunan dan rahmat kepada
"Dan sebagian mereka berhadap-hadapan kami. Lalu, Allah SWT pun memperkenankan
doa dan permohonan kami. Sesungguhnya
satu sama lain saling bertegur sapa." (ath- Allah SWT Maha Penyantun, Maha Pemurah,
Thuur:25) Maha Penyayang lagi Maha Pemberi karunia

Mereka di dalam surga saling berbincang- kepada hamba-hamba-Nya."
bincang di antara mereka dan saling bertanya
tentang amal-amal, kondisi, dan keadaan me- Flqlh Kehldupan atau Hukum-Hukum
reka ketika di dunia, apa yang pernah mereka
Ayat-ayat di atas menjelaskan sejumlah
alami ketika di dunia berupa berbagai ke-
hal sebagai berikut.
susahan, ketakutan, kecemasan, dan kesulitan.
t. Sesungguhnya ganjaran orang-orangyang
Selanjutnya, Allah SWT menyebutkan
bertakwa adalah masuk surga, bersenang-
jawaban-jawaban mereka yang mengisyarat- senang menikmati beragam kenikmatan
kan tentang faktor dan sebab mereka bisa
sampai ke surga. yang ada. Mereka adalah orang-orang
yang memiliki kesenangan yang banyak,

berbahagia, dan bergembira, bersuka cita
dan bercanda ria, serta selamat dari adzab

neraka.

-t

'tArsrRAL-MUNrR JlrrD 14

Dikatakan kepada mereka, "Makan sebagaimana kasih sayang orang tua
dan minumlah kalian dengan enak." Kata
kepada anak di dunia adalah sangat
hanii' artinya makanan dan minuman
besa4 begitu pula halnya di akhirat. Oleh
yang enak,lezat, mudah didapatkan tanpa
karena itu, Allah SWT menyenangkan
bersusah payah, mudah dikonsumsi,
mudah dicerna, dan tidak memiliki efek hati para hamba-Nya dengan cara tidak
memisahkan mereka dari anak-anak me-
negatif apa pun. Sedang mereka duduk reka, tetapi sebaliknya, menyatukan me-

santai bersandaran di atas dipan-dipan reka kembali.2o

yang tertata rapi membentuk satu barisan. 3. Tiap-tiap orang tergadaikan dan terikat
dengan apa yang pernah dikerjakannya.
Mereka bebas memilih sesuka hati mereka Zamakhsyari menjelaskan ayat ini
bidadari-bidadari yang cantik dan elok bersifat umum mencakup setiap orang.
putih bersih dan bermata indah.
Jadi, tiap-tiap orang tergadaikan di sisi
2. Allah SWT menyusulkan anak cucu-baik
Allah SWT dengan perbuatannya. fika ia
yang masih kecil maupun yang sudah melakukan perbuatan baih ia bisa me-
besar;-kepada orang tua mereka, dan nebus dirinya. Namun jika tidak dirinya

menyusulkan para orang tua kepada anak tetap terikat dan ia tidakbisa menebusnya.
cucu mereka, di satu tempat, derajat, dan
4. Sebagai tambahan dan karunia dari Allah
tingkatan yang sama di dalam surga. Hal
SWT Allah SWT selalu menyuplai orang-
itu sebagai pemberian kemuliaan, karunia, orang Mukmin dengan beragam buah-

dan kemurahan dari Allah SWT supaya buahan dan daging yang bermacam-
hati para orang tua senang, bahagia, dan macam sesuai dengan yang mereka
inginkan, di luar apa yang telah mereka
gembira karena bisa bersatu dengan anak-
dapatkan. Mereka saling bersulang dan
anak mereka. Penyatuan itu sama sekali
tidak lantas menyebabkan pahala para mengedarkan ka's, yaitu gelas khamr
orang tua atau anak-anaknya tersebut dan setiap wadah yang penuh dengan
berkurang sedikit pun. Semua itu dengan
minuman dan yang lainnya. Mereka itu
syarat mereka disatukan oleh keimanan, adalah orang Mukmin, istri-istrinya, dan
atau dengan kata lain mereka sama-sama
para pelayannya di surga.
. beriman.
Mereka memiliki pelayan-pelayan
Zamakhsyari menjelaskan dengan
begitu berarti Allah SWT memberi me- yang senantiasa berkeliling di antara
reka kombinasi antara beragam kenik-
matan, yaitu kebahagiaan mereka sen- mereka sambil membawa buah-buahan,
diri, dipasangkan dengan para bidadari,
beramah tamah dengan sesama saudara nampan, makanan, dan minuman, se-
yang beriman dengan penuh keakraban,
dan berkumpul kembali dengan anak- bagaimana firman Allah S\MI,

anak mereka.le "Kepada mereka diedarkan piring-

Ar-Razi menyangkut ayat {ii.:,! ;"i:;itty piring dan gelas-gelas dari emas." (az'
Zukhruf:71)
menjelaskan bahwa ayat ini menunjukkan
"Kepada mereka diedarkan gelas
(yang berisi air) dari mata air (surga)i'
(ash-Shaaffaat: 45)

19 Al-Kasysyaaf,3 /t73. 20 Tafsir Ar-Razi,28/250.

Para pelayan, karena begitu indah, Maha Penyantun, Maha Pemurah, Maha-
elok, dan putih bersih laksana mutiara lembut, Mahabenar janji-Nya, lagi Maha
yang tersimpan dan terjaga di dalam kulit
kerang, sebagaimana firman Allah SWT Penyayang.

"Mereka dikelilingi oleh anak-anak TETAP KONSISTEN DAIAM MENGINGATKAN
DAN MENASIHATI MESKI BANYAK
muda yang tetap muda." (al-Waaqi'ah: 17) RINTANGAN, TIPU DAYA, INTRIK, DAN

Diriwayatkan dari Aisyah r.a., bah- KONSPIRASI YANG DILANCARKAN

wasanya Rasulullah saw. bersabda, Surah ath-Thuur Ayat29 -34

ueat q:G- u'n;:. yit S;i oil l:1 Hi"tE * *6,q3 -;-a,'d\ \5

.,!#u,i4k 5it*,yi '.bEW.j.Sffi;;a\Aif frfr kt1:btr!,iA

"sesungguhnya penghuni surga yang {f\l#"+r\frr1flW'6t-aQ

paling rendah kedudukannya, jika ia $Wffi,tfi;*s.W1,iW,{@W6iii
"a*Seb\-$rqg
memanggil salah seorang pembantunya,
"Maka peringatkanlah, karena dengan nikmat
maka ada seribu pembantu yang semuanya Tuhanmu engkau (Muhammad) bukanlah seorang
menj awab,' Labbaika, labbaika."'21 tukang tenung dan bukan pula orang gila. Bahkan
mereka berkata, 'Dia adalah seorang penyair yang
5. Para penduduk surga saling berkumpul
kami tunggu-tunggu kecelakaan menimpanya.'
dan berbincang-bincang tentang apa
Katakanlah (Muhammad),'Tunggulah! Sesung-
yang mereka alami ketika di dunia
guhnya aku pun termasuk orang yang sedang
berupa kesusahan, kesulitan, ketakutan,
dan kekhawatiran terhadap nasib dan ffienunggu bersama kamu.' Apakah mereka di-
perintah oleh pikiran-pikiran mereka untuk meng-
kesudahan, memanjatkan puii syukur ucapkan (tuduhan:tuduhan) ini ataukah mereka
kaum yang melampaui batas? Ataukah mereka
kepada Allah swt atas dihilangkannya
berkata, 'Dia (Muhammad) mereka-rekanyai
ketakutan itu dari mereka, atas surga dan
maghfirah yang diberikan-Nya kepada Tidak! Merekalah yang tidak beriman. Maka

mereka, atas pemberian taufik dan cobalah mereka membuat yang semisal dengannya
hidayah serta keselamatan dari adzab
(Al-Qurhn) jika mereka orang-orang yang benar."
api neraka |ahannam; api as-Samuum. As-
Samuum adalah sengatan hawa panas api. (ath-Thuurz 29-34)
Para penghuni surga mendapatkan pahala
amal-amal yang pernah mereka kerjakan Qlraa'aat

di dunia. Karena ketika di dunia, mereka {:-}'
menyembah kepada Allah SWT semata, Kata ini ditulis dengan menggunakan

mengesakan-Nya, dan berdoa kepada-Nya huruf ta) namun Ibnu Katsic Abu Amr dan al-
Kisa'i ketika waqafmembaca dengan huruf ha.
agar Dia berkenan memberi ampunan

kepada mereka atas keteledoran mereka.

Mereka pun melihat buah hasil semua
itu di akhirat. Sesungguhnya Allah SWT

2L Tafsir Al-Alusi,27 /34,

TAFSTRAT-MUNTR JrrrD 14

l'raab Mufradaat LuShawlyyah

4\,;t.Ji.; {.; Y,r.<.b/ kata d\1,".t<.b/ adalah khabar- (fi} tetaplah kamu senantiasa selalu
nya moa. Sedangkan kata {or;} di'athafkan
mengingatkan dan menasihati. fangan kamu
kepada khabar tersebut.
pedulikan perkataan dan ucapan mereka.
42" :';;.|iy rata am di sini adalah am
fanganlah kamu sampai mundur disebabkan
munqathi'ah yang bermakna, bal d,an hamzah tuduhan-tuduhan palsu dan batil, seperti tu-

istifhaam. Begitu juga dengan am yang duhan bahwa kamu adalah tukang tenung dan

terdapat pada permulaan ayat-ayat y \g tukang ramal atau orang gila. (jrl; -;L iri 6Y
lainnya, yaitu mulai pada ayat ii-:)\-l iirt; ilF
ii} Semuanya karena alhamdulillah berkat nikmat Tuhanmu
{u;. sampai ayat (i, p Il .-,
adalah am munqathi'ah yang bermakna kepadamu, engkau bukanlah seorang tukang

bal dan hamzah istifhaam. Yaitu terdapat {*8}tenung dan bukan pula orang yang gila.

pada lima belas tempat. Kata bal di sini orang yang menginformasikan tentang masa
lalu dengan berdasarkan dugaan atau sang-
berfungsi untuk menunjukkan makna yang
kaan. Sedangkan, (il?l) adalah orang yang
dikenal dengan istilah al-Idhraab al-lntiqaali menginformasikan dan meramalkan masa

(beralih dari satu topik ke topik yang lain). depan dengan bantuan jin.

Sedangkan hamzah istifhaamnya adalah {#/} }<ami menanti. (oel *lr} perputaran

hamzah istifhaam yang mengandung makna roda kehidupan yang membinasakan seperti

pengingkaran, kecaman, celaan, dan cercaan. yang terjadi pada yang lainnya. Dengan kata

Sehingga maksudnya adalah tidak semestinya lain, maknanya adalah biarkan saja dia,

terjadi atau tidak terjadi. nanti dia juga akan binasa dan mati sendiri
seperti yang lainnya. ar-Raib asalnya adalah
Balaaghah
bermakna asy-Syakk (keragu-raguan), dan di
(rr-.r' ;;F isti'aarah tashriihiyyah. Yakni,
sini digunakan untuk menyebutkan makna
kata raib yang berarti asy-Syakk (keraguan,
kebimbangan) dipinjam untuk mengungkap- ke j adian - kej ad ian. Kata aI - M anuu n b er arti a d -
kan makna perputaran roda kehidupan yang
membawa perubahan-perubahan kejadian Dahr (masa, waktu). Masa atau waktu disebut
masa, dengan menyerupakan perubahan
kejadian-kejadian masa dengan keraguan al-Manuun karena masa atau waktu memutus
ajal, sesuai dengan makna kata al-Manuun
dalam hal keduanya sama-sama identik
yang berasal dari akar kata al-Mann yang
dengan makna tidak stabil, berubah-ubah, berarti memutus. Ada yang mengatakan, al-
tidak konstan dan tidak tetap pada satu
Manuun artinya kematian.
keadaan.
4tt*;b silahkan kalian menanti-nanti ke-
{r(1 #v;i ift ;1y ini adalah gaya bahasa
binasaanku atau kehancuranku. i & ;yY
sindiran tajam untuk mengejek akal mereka
dan mencemooh mereka. Kalimat ini, pikiran- 44;At karena sesungguhnya aku juga me-

pikiran mereka yang memerintahkan mereka nanti-nanti kebinasaan kalian sebagaimana
untuk mengucapkan perkataan seperti itu, kalian menanti-nanti kebinasaanku. Mereka
adalah majaz atau metafora bahwa pikiran pun diadzab dengan kekalahan pada keiadian

merekalah yang membawa mereka pada Perang Badar.

perkataan seperti itu. {#r:i} akal pikiran mereka. Bentuk jamak

dari kata al-Hilmyang berarti akal. (,*iF untut

mengucapkan perkataan-perkataan yang kon-

tradiktif tersebut. Karena pada satu walrtu

mereka mengatakan bahwa Nabi Muhammad bicarakan persoalan Nabi Muhammad saw.,
saw. adalah tukangtenung dan dukun,lalu pada maka ada seseorang yang memberikan usulan
dan berkata, "Kita ikat dan penjarakan saja
waktu yang lain mereka mengatakan beliau Muhammad, kemudian tunggu sampai ia
tertimpa malapetaka dan binasa, sebagaimana
adalah orang gila dan terkadang mengatakan
para penyair sebelumnya binasa semisal
beliau adalah penyair. Semua itu adalah per- Zuhaic an-Nabighah dan al-Aasya. Karena
kataan-perkataan yang kontradiktif. Tukang
Muhammad tidak lain adalah seperti salah satu
tenung dan dukun adalah orang yang memiliki dari mereka." Lalu Allah SWT pun menurunkan
ayat ini.
kecerdasan dan pengamatan yang cermat,
Persesualan Ayat
sementara orang gila adalah orang yang tidak
memiliki akal. Seorang penyair adalah orang Setelah Allah SWT bersumpah untuk
yang memiliki keahlian merangkai kata-kata menegaskan kepastian terjadinya adzab,
memaparkan keadaan dan kondisi orang-
yang sistematis dan tersusun indah sedemikian orang yang diadzab dan orang-orang yang
selamat, selanjutnya di sini Allah SWT meng-
rupa yang bersumber dari daya khayal dan
instruksikan kepada Nabi-Nya agar tetap se-
imaiinasi, sementara hal itu tidak mungkin nantiasa terus memberikan peringatan se-
dilakukan oleh orang yang gila. 4:"AL;; p;iy bagai ancaman bagi orang kafir; menyampai-
kan berita gembira kepada orang Mukmin,
tetapi sebenarnya mereka adalah kaum yang serta menyeru, dan mengajak kepada Allah
melewati batas dalam keangkuhan dan pem- SWT dengan menyebarkan risalah-Nya.

bangkangan. Kemudian Allah SWT menyangkal dan

(fa'ur);.|iy Uatrtan apakah mereka me- menampik apa yang dituduhkan oleh orang-
orang kafir kepada diri beliau seperti tuduhan
ngatakan bahwa Muhammad sendiri adalah sebagai dukun, tukang tenung, dan orang gila,
yang membuat-buat, mereka-reka dan me- atas dasar pertimbangan bahwa keduanya
adalah jalan untuk menginformasikan tentang
ngarang-ngarang Al-Qur'an. 43ii i ;y se- beberapa hal gaib dan tidak tampak, dengan

benarnya mereka adalah orang-orang kafir mengandalkan bantuan jin. Syaibah bin
dan tidak percaya. Mereka pun melontarkan
Rabi'ah adalah salah satu di antara sekian
tuduhan-tuduhan seperti itu disebabkan ke-
banyak orang yang menuduh Nabi Muhammad
kafiran dan keangkuhan mereka. saw. sebagai dukun. Sedangkan Uqbah bin Abi
Mu'aith adalah salah satu orangyang menuduh
4,t:6$c oy,t& ?*,;Wycoba saja mereka beliau orang gila yang kesurupan jin.

mendatangkan perkataan yang semisal Al- Kemudian, Allah SWT menjelaskan kontra-

Qur'an, jika mereka memang orang-orang diksi, kekacauan, dan kerancuan tuduhan-

yang benar menurut persangkaan dan asumsi tuduhan tersebut. Kemudian, Allah SWX, me-
merintahkan kepada Nabi Muhammad saw.
mereka. Karena di antara mereka banyak agar mengancam, mengintimidasi, dan meng-
ultimatum mereka sama seperti yang mereka
terdapat orang-orang ahli bahasa.

Ini adalah sanggahan untuk mementah-

kan perkataan-perkataan mereka dengan me-
nantang mereka supaya mendatangkan per-

kataan yang semisal Al-Qur'an.

Sebab Turunnya Ayat (3O)

Ibnu farir dan bin Ishaq meriwayatkan
dari Abdullah bin Abbas r.a., bahwasanya
orang-orang Quraisy tatkala mereka ber-

kumpul di Darun Nadwah untuk mem-

lakukan terhadap beliau. Kemudian, Allah karena sesungguhnya apa yang kamu ucapkan
SWT menantang mereka untuk mendatangkan
semisal Al-Qur'an atau semisal satu surah adalah wahyu yang Allah SWT perintahkan
terpendek dari Al-Qur'an, sedang di tengah-
tengah mereka banyak terdapat para pakar kepadamu untuk menyampaikannya. Al-

bahasa dan sastra. Sebenarnya mereka adalah Majnuun, adalah orang yang kesurupan iin me'
nurut pengertian yang lazim bagi orang Arab.
orang-orang yang keterlaluan, melampaui
Di antara orang yang mengatakan bahwa
batas, ingka4 kafir, dan tidak beriman kepada
Nabi Muhammad saw. seorang kaahin adalah
wahyu sehingga mereka pun mengatakan Syaibah bin Rabi'ah, sebagaimana yang sudah
perkataan-perkataan seperti itu berdasarkan pernah disinggung. Sedangkan di antara orang
yang mengatakan beliau mainuun [orang yang
hawa nafsu mereka. kesurupan jin) adalah Uqbah bin Abu Mu'aith.

Tafslr dan Penjelasan Kamu Muhammad tidak perlu meme-
dulikan semua perkataan dan tuduhan itu'
"Maka peringatkanlah, karena dengan Semua itu adalah perkataan yang batil dan
nikmat Tuhanmu engkau (Muhammad) bukan-
lah seorang tukang tenung dan bukan pula kontradiktif. Seorang kaahin dalam menjalan-
orang gila." (ath-Thuur: 29)
kan perdukunannya, ia membutuhkan ke'
fika selama masih ada kaum yang takut
cerdasan dan pengamatan yang cermat dan
kepada Allah SWT dan takut kepada adzab-Nya jeli, sedangkan orang mainuun adalah orang
sebagaimana yang disebutkan dalam ayat-ayat
yang tertutup kesadaran akalnya. Padahal ka-
di atas, wajib bagi kamu wahai Muhammad mu adalah sosok yang dikenal sangat cerdas
untuk melaksanakan apa yang diperintahkan akalnya sehingga dengan begitu, kamu bukan-
kepadamu, yaitu memberi peringatan. Oleh lahkaahin dan bukan pulamainuun.
karena itu, tetaplah kamu senantiasa terus
Selanjutnya Allah SWT mengecam dan
konsisten dalam mengingatkan manusia, me- menyangkal perkataan mereka yang lain
menyangkut diri Rasulullah saw.,
nyampaikan teguran, dan nasihat kepada
"Bahkan mereka berkata, "Dia adalah
mereka. Kamu jangan sampai dibuatkendur dan seorang penyair yang kami tunggu'tunggu
patah semangat oleh perkataan dan tuduhan kecelakaan menimpanya." (ath'Thuur: 30)

mereka kepada kamu bahwa kamu adalah Bahkan mereka juga mengatakan,
tukang tenung, peramal, dukun atau orang
gila. Karena alhamdulillah berkat anugerah "Muhammad adalah seorang penyair. Kami
Allah SWT kepadamu, kamu bukanlah dukun, menanti-nanti keiadian atau peristiwa yang

tukang tenung, peramal, dan bukan pula orang bisa menimbulkan malapetaka kepadanya
sehingga ia pun mati dengan sendirinya se-
gila atau orang yang kesurupan jin seperti
bagaimana para penyair lainnya juga mati atau
yang dituduhkan oleh orang-orang bodoh dari
kalangan kafir Quraisy itu. ia hancur binasa sebagaimana orang-orang

AbKaahin adalah orang yang memper- sebelum dirinya binasa, Lalu kami pun bisa
daya dengan memberikan kesan seakan-akan bernafas lega karena bisa terbebas lepas dari
dirinya dan perkaranya, dan apa yang ia bawa
ia mengetahui hal gaib tanpa wahyu dan
pun berakhir."
menginformasikan masa lalu melalui infor-
Kemudian, Allah SWT mengancam dan
masi-informasi tersembunyi. Apa yang kamu mengintimidasi mereka, serta menyindir dan
sampaikan Muhammad bukanlah perdukunan
mengejek mereka,

"Katakanlah (Muhammad),'Tunggulah! Se- Ataukah mereka itu adalah orang-orang
sungguhnya alat pun termasuk orang yang se- yang melampaui batas dan keterlaluan da-
dang menunggu bersame kamu."' (athlThuur: lam pembangkangan, keangkuhan, dan ke-
31)
sesatannya dari kebenaran. Mereka tepedaya,
Wahai Rasul, katakan kepada mereka, terbuai, dan mengatakan sesuatu yang sama
"Silahkan kalian tunggu kematianku atau ke- sekali tidak memiliki landasan dalil naqli dan
hancuranku karena sesungguhnya aku ber- tidak pula dalil 'aqli. Berdasarkan hal ini, kata
sama kalian juga termasuk orang-orang yang am di sini adalah ammuttashilah, sebagaimana
yang disebutkan oleh ar-Razi.
menunggu akhir kesudahan perkara dan
menunggu ketetapan Allah SWT terhadap Sementara itu, ar-Razizz dan lainnya me-

kalian. Kalian akan tahu siapakah yang pada nyebutkan bahwa kata am di kedua tempat
akhirnya mendapatkan kemenangan dan akhir
kesudahan yang baik di dunia dan akhirat. Aku di sini adalah am munqathf'ah. Yakni, bahkan
yakin akan pertolongan Allah SWT."
apakah mereka diperintahkan oleh akal
'Apakah mereka diperintah oleh pikiran- mereka untuk mengucapkan perkataan itu,
pikiran mereka untuk mengucapkan (tuduhan-
bahkan apakah mereka adalah orang-orang
tuduhan) ini ataukah mereka kaum yang
yang melampaui batas dan keterlaluan?
melampaui batas?" (ath-Thuur: 32)
Maksudnya adalah tetapi akal mereka me-
Apakah memangnya ada aiaran yang merintahkan mereka mengucapkan perka-
diturunkan kepada mereka yang menjadi taan-perkataan batil tersebut yang sebenar-
dasar untuk melontarkan perkataan-per- nya dalam hati mereka tahu bahwa itu adalah
kataan seperti itu, ataukah akal mereka me-
merintahkan mereka untuk mengucapkan dusta dan palsu, sedang mereka adalah orang-
orang yang melampaui batas, tersesat, keras
perkataan yang rancu dan kontradiktif tersebut?
kepala, dan angkuh.
Yaitu berupa tuduhan bahwa Al-Qur'an adalah
sihi4, perdukunan atau sya ir; serta perkataan 'Ataukah mereka berkata, 'Dia

mereka tentang diri Rasulullah saw. bahwa (Muhammad) mereka-rekanyai Tidak! M ereka-

beliau adalah kaahin (dukun) dan penyai4, lah yang tidak beriman." fath{huur: 33)

sementara pada waktu yang sama mereka juga Apakah mereka mengatakan bahwa Nabi

mengatakan bahwa beliau adalah majnuun Muhammad saw adalah kaahin? Bahkan
(orang yang kesurupan setan atau jin), Padahal
apakah mereka mengatakan bahwa beliau
penyair bukanlah dukun dan bukan pula orang adalah penyair? Bahkan apakah mereka me-
majnuun. Penyair adalah orang yang berbicara ngatakan bahwa beliau mengarang-ngarang
dan membuat-buat sendiri Al-Qur'an?
dengan hikmah, dukun adalah orang yang
membicarakan khurafat, sedangkan majnuun Kemudian, Allah SWT menyangkal dan
membantah mereka dengan menyatakan
adalah orang yang kehilangan kesadaran akal.
bahwa kekafiran mereka, sikap mereka yang
Kala itu, para pembesar Quraisy disebut
sebagai orang-orang yang pandai, arif, dan 22 Abu Hayyan dalam kitab Al-Bahrul Muhiith menuturkan
memiliki akal yang pintar. Lalu Allah SWT pun
menyindi4, mencemooh, dan mengejek akal bahwa yang shahih adalah kata am di sini diasumsikan
pikiran mereka yang tidak bisa membedakan
antara yang haq dan yang batil. bermakna kata bal dan hamzah istifhaam (om munqathi'ah).

Pada pembahasan i'rab di atas telah disebutkan bahwa
semua kata am dalam ayat-ayat ini adalah munqathi'ah
yang memiliki makna kata bal dan hamzah istifhaam. lni
adalah pendapat Ibnul Anbari dan para ulama nahwu

lainnya.

-l

fliilb*r*,rn.rmsrne,r-r',tuN.rn)nl-o.r1...,,,, ...,, ..,.,., . .,r**,, - ...,,, ---,..,, . ..-.,,, --..,.., --... -....,.s-'-'*1t}1111

tidak beriman kepada Allah SWT serta tidak L. Allah SWT memerintahkan Nabi
membenarkan dan tidak memercayai apa yang
dibawa oleh Rasul-Nya itulah yang mendorong Muhammad saw agar tetaP konsisten
dalam mengingatkan, memperingatkan,
mereka mengatakan perkataan-perkataan menegu[ dan menasihati kaum beliau
yang rancu dan kontradiktif seperti itu serta dengan Al-Qur'an, tanpa memedulikan

tuduhan-tuduhan palsu dan dusta' tuduhan, fitnah, dan pendiskreditan

Kemudian, Allah SWT menYangkal dan orang-orang kafir Quraisy. Beliau bukan-
membantah mereka dengan sangkalan lain
lah kaahin, bukan PenYai4, dan bukan
yang berisikan tantangan kepada mereka,
pula mainuun. Beliau adalah benar-benar
"Maka cobalah mereka membuat Yang seorang Nabi dan Rasul. Beliau dikenal di
antara kaum beliau sendiri sebagai sosok
semisal dengannya (Al-Qur'an) iika mereka
yang memiliki akal yang sangat cerdas,
orang-orang yang benar'"za (ath-Thuur: 34)
arif, dan bijak.
fika memang Perkataan mereka itu,
2. Orang-orang kafir yang keras kepala dan
yaitu bahwa Muhammad saw. membuat-buat angkuh menanti-nanti nasib buruk, mala-
dan mengarang-ngarang sendiri Al-Qur'an, petaka atau kehancuran dan kebinasaan
adalah bena4 coba saia mereka mendatangkan
sesuatu yang serupa dengan Al-Qur'an dalam menimpa Nabi Muhammad saw. suPaya
hal struktur kalimatnya, keindahan retorika, mereka bisa bernafas lega dan terbebas
dan gaya bahasanya. Al-Qur'an berbahasa dari beliau dan agama yang dibawa beliau.
Arab, sementara mereka adalah orang-orang Namun yang terjadi adalah justru sebalik-
yang dikenal sebagai para pakar kefasihan, ahli nya, Allah SWT meniadikan mereka se-
retorika, dan ahli dalam semua bentuk gaya bagai pihak yang binasa dan celaka dalam
bahasa, baik itu berupa syair maupun prosa.
Perang Badar dan Yang lainnYa.
Sebenarnya, seandainya mereka semua
bersatu dan bersinergi dengan semua pen- Adh-Dhahhak menjelaskan mereka
Bani Abdid Da4, menuduh beliau sebagai
duduk bumi dari bangsa jin dan manusia penyair. Mereka mengatakan, "Sebentar

untuk mencoba membuat sesuatu yang serupa lagi Muhammad akan binasa sebagaimana
Al-Qur'an, niscaya mereka tiada akan mampu para penyair sebelumnya binasa' Sebagai-
mana bapaknya mati muda, barangkali ia
membuat sesuatu yang serupa Al-Qur'an, juga akan mati muda sama seperti bapak-

tidak pula yang serupa dengan sepuluh surah nya!'
dari Al-Qur'an, bahkan tidak pula yang serupa
dengan satu surah saja dari Al-Qur'an. 3. Ketika mereka masih hidup, Al-Qur'an
melontarkan sejumlah kecaman, cercaan,
Flqlh Kehldupan atau Hukum-Hukum hujatan, dan celaan terhadap mereka
dengan gaya bahasa sindiran dan eiekan.
Dari ayat-ayat di atas, dapat diambil
Pertama, mereka adalah orang-orang
sejumlah kesimpulan sebagai berikut' yang tidak memiliki akal yang waras dan
normal. Karena seandainya mereka me-
23 Huruf/a' pada kalimat/al ya'tuu adalah/a' yang dikenal mang memiliki akal yang waras dan nor-
mal, tentunya mereka bisa membedakan
dengan istilah fa' at'Ta'qiib. Yakni, iika memang seperti
antara yang haq dan Yang batil, bisa
itu adanya, semestinya mereka harus bisa mendatangkan
sesuatu yang semisal dengan apa yang dibawa oleh Nabi mengidentifikasikan antara mukjizat
Muhammad saw. untuk membuktikan kebenaran per-
kataan mereka dan mementahkan perkataan beliau. dan selain mukjizat. |uga, tentunya me-

TAFSIR AI.MUNIR JILID 14

reka tidak akan terjerumus ke dalam PEMBUKTIAN TENTANG WUJUD SANG

bentuk-bentuk pandangan yang kontra- KHALIq DAN KEESAAN.NYA BERDASARKAN
diksi dan rancu ketika mereka menyebut
Nabi Muhammad saw. dengan sejumlah BUKTI.BUKTI YANG TERDAPAT PADA DIRI

sebutan yang kontradiktif dan rancu. MAKHLUK DAN PENJURU ALAM

Mereka menyebut Nabi Muhammad Surah ath-Thuur Ayat 35 - 43

saw. seorang kaahin, penyai6, dan orang W?@'<ttgt\{,r*tuw"f
majnuun (gila, kesurupan setan atau jin).
Padahal kaahin dan penyair tidak mung- ,.Y i*ilo ?;s;$S 6vgP
I'*.i$4 fo { W',,sy*5t ? "{ qs
kin orang gila karena seorang kaahin
K,:;v[il@W,$, b,WiuS
dan penyair tentunya orang yang cerdik,
cerdas, kreatif, dan imajinatif. it Wtoi6 rfr ii i5 g ;iti ;t g'i;flt

Kedua, mereka adalah orang-orang 'i.iv?;t ;,frjit ffi?3K ;45 5#\ ilb
yang keterlaluan, melampaui batas, ang-
kuh, dan keras kepala tanpa akal pikiran. f6)'\W')'\ -r? A a W'W 5

Ketiga, persangkaan dan tuduhan me- ^\ ',r#$e
reka bahwa Nabi Muhammad saw. telah
berbohong menyangkut Al-Qur'an bahwa Atau apakah mereka tercipta tanpa asal-usul
ataukah mereka yang menciptakan (diri mereka
Al-Qur'an bukanlah wahyu dari Tuhan, sendiri)? Ataukah mereka telah menciptakan

tetapi ia membuat dan mengarang sendiri langit dan bumi? Sebenarnya mereka tidak

Al-Qur'an. meyakini (apa yang mereka katakan). Ataukah

Keempat, mereka adalah orang-orang di sisi mereka ada perbendaharaan Tuhanmu

yang tidak beriman kepada Allah SWT ataukah mereka yang berkuasa? Atau apakah
dan Rasul-Nya karena didorong oleh mereka mempunyai tangga (ke langit) untuk
sikap tidak percaya, ingka4 angkuh, dan mendengarkan (hal-hal yang gaib)? Maka
sombong. Padahal telah terbukti bagi hendaklah orang yang mendengarkan di antara
mereka akan kemukiizatan Al-Qur'an. mereka itu datang membawa keterangan yang
fika mereka tetap tidak percaya, silahkan nyata. Ataukah (pantas) untuk Dia anak-anak

mereka membuat sesuatu yang serupa Al- perempuan sedangkan untuk kamu anak-
Qur'an jika memang mereka benar bahwa
Muhammad membuat dan mengarang Al- anak laki-laki? Ataukah engkau (Muhammad)
meminta imbalan kepada mereka sehingga
Qur'an tersebut.
mereka dibebani dengan utang? Ataukah di sisi
fika Muhammad saw. adalah seorang
mereka mempunyai (pengetahuan) tentang yang
penyaiq, di antara kalian banyak para penyair gaib lalu mereka menuliskannya? Ataukah mereka
handal, fika Muhammad saw. adalah seorang hendak melakukan tipu daya? Tetapi orang-orang
kaahin, di antara kalian banyak terdapat para yang kafir itu, justru merekalah yang terkena tipu
kaahin yang pintar. Di tengah-tengah mereka daya. Ataukah mereka mempunyai tuhan selain
banyak ditemukan para orator ulung, para
penyair handal, dan para iuru hikayat yang Allah? Mahasuci Allah dari apa yang mereka
mumpuni, coba saja mereka mendatangkan
sesuatu serupa dengan yang dibawa oleh persekutukan." (ath-Thuur: 35-43)

Muhammad saw..

--t

*tt'*ot-"*'*ltt'o'* ,,llt, {ll*o-h.rH* t""n"**"'

Qlraa'aat Allah SWT, tentu mereka tidak akan berpaling
{o jt:,.At}lt
dari beribadah menyembah kepada-Nya.
Qunbul, Hafsh dan Khalaf membaca
1\ u'' '.e,-rlirb/ atau apakah memangnya mere-
dengan huruf sin, sementara imam yang lain
membaca dengan huruf shad. ka memiliki perbendaharaan-perbendaharaan

BalaaSlhah rezeki Tuhanmu hingga mereka bisa memberi-

4" At E ;-Clr ii liy D i s i n i terda p at al - I ltifa at, kan pangkatkenabian, memberikan rezeki, dan
yaitu beralih dari penggunaan bentuk kalimat
orang ketiga (ghaibah) ke bentuk kalimat yang lainnya, lalu mereka bisa memberikan-
nya kepada siapa saja dan dengan cara apa
orang kedua (khithaab). Hal ini bertujuan
saja yang mereka kehendaki? {:tt'\;lr } ;i\
supaya kecaman, cercaan, dan celaan terhadap
mereka semakin kuat. atau apakah mereka memangnya yang me-
nguasai segala sesuatu hingga mereka bisa
Mufradaat Lughawlyyah mengatur semuanya sekehendak mereka?

4:? f ,4 ,.il |i| aPakah memangnya Kata al-Mushaithir dari f il, saithara 'alaa

mereka diciptakan tanpa ada Sang Pencipta kadzaa yang berarti menguasai, mengatu4, dan

sehingga mereka tidak menyembah-Nya? mengontrol. Seperti wazan fi'il, baithara, dan

(ri6.jr S ii} ataukah memangnya mereka baiqara.

adalah yang menciptakan diri mereka sendiri? (p'1| tangga untuk naik ke langit. Kata as-
Adanya ciptaan tanpa ada yang menciptakan Sullam berarti setiap sesuatu yang digunakan
adalah sesuatu yang tidak masuk akal. Tidak untuk mencapai tempat-tempat yang tinggi.
masuk akal pula jika ada sesuatu yang asalnya
adalah tiada, lalu mampu menciptakan. Oleh (y ir:*-F yang di tangga itu mereka bisa

karena itu, harus ada Sang Pencipta Yang mendengarkan perkataan malaikat dan apa
menciptakan dan mengadakan, yaitu Allah yang diwahyukan kepada malaikat berupa
pengetahuan tentang hal gaib, hingga mereka
SWT Yang Maha Esa. Lalu mengapa mereka bisa mengetahui apa yang akan terjadi dan
menentang Nabi Muhammad saw. dengan
tidak mengesakan-Nya dan tidak beriman sangkaan mereka, jika memang mereka meng-
klaim seperti itu. (.*.- g,&ii} dengan sebuah
kepada Rasul-Nya dan Kitab-Nya? hujjah yang kuat dan nyata yang membuktikan

t A;4..r''$t :.'\ )t'-7Jl iib atau apakah me mang- kalau ia memang benar mendengarkan hal

nya mereka telah menciptakan langit dan tersebut (perkataan malaikat dan apa yang
bumi? Sementara mereka tidak akan mampu diwahyukan kepada malaikat berupa penge-
melakukan hal itu karena tiada yang kuasa
menciptakan langit dan bumi kecuali Allah tahuan tentang yang gaib).
SWT Yang Maha Pencipta lagi Mahakuasa.
Lalu mengapakah mereka tidak menyembah (-drij ii) apakahAllah SWT memiliki anak

kepada-NyaZ 43i_;. J ;;y tetapi sebenarnya perempuan menurut asumsi dan prasangkaan
mereka tidak meyakini-Nya. fika mereka
kalian. (;p' r<li} sedangkan untuk kalian
memang meyakini-Nya, tentu mereka pasti
adalah anak laki-laki? Ini merupakan bentuk
beriman kepada Nabi-Nya. Seandainya mereka
memang meyakini bahwa Sang Pencipta adalah ungkapan yang menegaskan betapa dungunya
pandangan mereka, sekaligus menyadarkan

mereka bahwa orangyang memiliki pandangan
seperti itu tentu tidak bisa dianggap sebagai
orang yang berakal, apalagi sampai bisa me-

ngetahui hal-hal gaib.

TArsrRAr-MuNrR IrLrD 14

{r}i d* fy atau apakah memangnya Persesualan Ayat

kamu Muhammad meminta upah kePada Setelah menyangkal dan mementahkan

mereka atas penyampaian risalah yang kamu asumsi orang-orang kafir Quraisy yang

Iakukan? 431* mcei m"itkuiyl sehingga mereka menuduh Nabi Muhammad saw. seorang
merasa harus beban tanggungan kaahin, atau penyai[ atau mainuun [orang
yang kesurupan setan atau jin), Allah SWT
yang seharusnya tidak mereka pikul. Dengan memaparkan sejumlah dalil dan bukti untuk

demikian mereka enggan untuk mengikuti menegaskan kebenaran beliau, mementahkan
sikap mereka yang mendustakan risalah beliau
kamu dan enggan masuk Islam supaya mereka dan mengingkari Sang Khaliq, membuktikan

tidak perlu memikul beban tanggungan untuk dan menegaskan tauhid dengan bukti pen-
ciptaan mereka serta penciptaan langit
membayar upah kepadamu. dan bumi. Perlu diketahui bahwa kepastian
tentang penciptaan yang pertama menjadi
4++r er: |i) atau apakah memangnya dalil dan bukti yang menunjukkan adanya

mereka memiliki pengetahuan tentang yang penciptaan yang kedua dan kemampuan-Nya
untuk melakukan hal itu, yaitu ba'ts dan hasyr.
gaib, {ijK |i} lalu mereka menuliskannya
Kemudian, Allah SWT menenangkan hati
dan menetapkan keputusan berdasarkan hal Nabi-Nya dengan menegaskan bahwa tipu
daya, makari konspirasi, dan rencana jahat
itu.
mereka tidak akan menimbulkan dampak
{r.'5 o9)- |i} ataukah mereka ingin me- negatif apa pun terhadap beliau. Dia pasti
lakukan tipu daya, persekongkolan, kon-
spirasi, dan rencana jahat. Tipu daya, menolong beliau dan memenangkan agama-
Nya walaupun orang-orang kafir membenci
konspirasi, dan rencana jahat yang mereka dan tidak menyukai.

bicarakan ketika berkumpul di Darun Nadwah. Tafslr dan Penjelasan

{i*f;tr !, ttF rir.ly maka orang-orang kafir, Ayat-ayat ini adalah untuk menegaskan

mereka itulah yang kalah, binasa dan ter- dan membuktikan rubuubiyyah dan pengesaan

kena tipu daya. Tipu daya dan niat jahat uluuhiyyah,
mereka justru akan kembali pada mereka
dan dampak buruknya berbalik arah me- 'Atau apakah mereka tercipta tanpa asal'
nimpa mereka sendiri, yaitu mereka ter- usul ataukah mereka yang menciptakan (diri
mereka sendiri)?" fath-Thuur: 35)
bunuh pada Perang Badar. Orang kafir di sini
Ini merupakan sanggahan terhadap sikap
memiliki dua kemungkinan makna, bisa ber- pengingkaran terhadap Sang Khaliq Yang Esa.
Apakah mereka ada dengan sendirinya tanpa
sifat umum mencakup semua orang kafir; ada yang menciptakan? Apakah mereka yang
menciptakan diri mereka sendiri? |ika kedua
atau bersifat khusus hanya orang-orang kafir
hal tersebut adalah bisa dipastikan tidak
Quraisy sehingga ini merupakan catatan yang
memublikasikan vonis kafir atas mereka. mungkin berdasarkan kesaksian akal, indra,
fakta, realita, dan berdasarkan pengakuan
{i, ;, Il .-, ii} atau apakah memangnya mereka sendiri, kesimpulannya adalah Allah

mereka memiliki tuhan selain Allah SWT yang

menolong mereka dan memelihara mereka

dari adzab-Nya? (irri *; nr i;*) Mahasuci

Allah SWT dari kemusyrikan mereka atau

dari apa yang mereka persekutukan dengan-

Nya dan dari orang-orang yang memper-

sekutukan. Kata Subhaanallaah adalah isim

'alam untuk at-Tasbiih.

\\-----.:/ I

SWT Yang menciptakan mereka setelah se- Bahkan apakah mereka juga mengatakan l
belumnya mereka bukanlah apa-apa.
bahwa mereka memiliki tangga menuju ke I
'Ataukah mereka telah menciptakan langit langit yang bisa mereka gunakan untuk naik
dan bumi? Sebenarnya mereka tidak meyakini menuju kepada malaikat yang ada di langit, i
(apayang mereka katakan)." (ath-Thuur: 35) lalu mendengarkan perkataan malaikat dan
apa yang diwahyukan kepada malaikat ter-
Apakah mereka yang telah menciptakan sebut serta mengetahui yang gaib? fika ada di
langit dan bumi beserta segala apa yang ada
pada keduanya berupa hal-hal yang ajaib, unik, antara mereka yang mendengarkan perkataan
mengagumkan serta sarana prasarana hidup malaikat, coba ia datangkan hujjah dan bukti
dan penghidupan? Faktanya, mereka tidak yang kuat dan nyata yang bisa membuktikan
mampu walau hanya sekadar mengklaim hal kebenaran sikap dan pandangan mereka, se-
tersebut. bagaimana Nabi Muhammad saw mendatang-
kan dalil dan bukti kebenaran beliau.
Sebenarnya, ketidakyakinan dan ketidak-
mantapan mereka terhadap perkataan mereka Faktanya, mereka tidak bisa melakukan
bahwa Allah SWT adalah Sang Khaliq, yang hal itu karena mereka tiada memiliki satu pun
menyebabkan mereka mendustakan, tidak dalil, bukti, dan hujjah atas apa yang mereka
percaya, tidak mau beriman, dan mengingkari
katakan.
risalah Nabi Muhammad saw.. Seandainya
mereka mantap dan meyakini betul bahwa Setelah menyanggah dan mementahkan
Allah SWT adalah Sang Khaliq, tentu mereka sikap mengingkari uluuhiyyah, Allah SWT
menyanggah dan mementahkan perkataan
tidak akan berpaling dari menyembah-Nya. orang yang menyatakan bahwa malaikat

'Ataukah di sisi mereka qda perbendahara- adalah anak perempuan Allah SIvlIT.
an Tuhanmu ataukah mereka yang berkuasa?"
(ath-Thuur:37) 'Ataukah (pantas) untuk Dia anak-anak

Apakah mereka mengetahui rahasia- perempuqn sedangkan untuk kamu anak-anak
rahasia Allah SWT seperti kenabian, rezeki, laki-laki?" fath-Thuur: 39)

dan yang lainnya, sehingga mereka bisa mem- Bahkan apakah kalian menetapkan anak
pergunakan rahasia-rahasia tersebut menurut perempuan untuk Allah SWT dan anak laki-
kehendak mereka? Apakah mereka yang me- laki untuk kalian? Ini adalah sebuah kecaman
dan ancaman yang sangat keras karena orang
nguasai para makhluk hingga mereka bisa yang memiliki pandangan seperti itu tidakbisa
mengatur dan mengontrol menurut kehendak dianggap sebagai orang yang berakal. Tentunya
sangat mungkin jika ia juga mengingkari ada-
mereka? Faktanya tidaklah seperti itu, te- nya ba'ts dan menolak tauhid.
tapi Allah SWT Yang Memiliki, Menguasai,
Mengatur; Mengontrol lagi Maha Pelaksana 'Ataukah engkau (Muhammad) meminta
imbalan kepada mereka sehingga mereka
terhadap apa yang dikehendaki-Nya. dibebani dengan utang?" fath-Thuur: 40)

'Atau apakah mereka mempunyai tangga Apakah Muhammad meminta upah dan
imbalan kepada mereka yang harus mereka
(ke langit) untuk mendengarkan (hal-hal serahkan kepadamu atas penyampaian risalah
yang dilaksanakan. Dengan begitu mereka
yang gaib)? Maka hendaklah orang yang merasa terbebani dengan beban yang berat
mendengarkan di antara mereka itu datang
membawa keterangan yang nyete." (ath-
Thuur:38)

,rr"n ",rmru rr [i{,G1-\ 1 13 .TATSIRAL-MUNIRJILID 14
\-_-____

sehingga membuat mereka tidak mau masuk fika kalian ingin melakukan tipu daya, maka4
Islam dan tidak mau memenuhi ajakanmu? dan niat jahat terhadap Rasulullah saw. untuk
Faktanya, kamu sama sekali tidak meminta
apa pun kepada mereka atas penyampaian mencelakakan dan membinasakan beliau,
risalah yang kamu lakukan. Kamu tidak pernah
meminta sesuatu sedikit pun yang membuat sesungguhnya orang-orang kafir itulah orang-
mereka merasa keberatan. Ini menunjukkan orang yang terkena makar dan tipu daya serta
bahwa beliau sama sekali tidak meminta suatu
imbalan apa pun. dibalas atas tipu daya, konspirasi, dan niat

'Ataukah di srsi mereka memPunYai jahat mereka.

(pengetahuan) tentang yang gaib lalu mereka Yang dimaksudkan dengan orang-orang
m e nuliskanny a? " (ath:Ihuur: 41)
kafir dalam ayat ini bisa bermakna orang-
Bahkan, apakah mereka juga mengklaim
orang kafir Quraisy, atau bisa juga bersifat
memiliki pengetahuan tentang yang gaib,
umum mencakup semua orang kafir termasuk
yaitu apa yang terdapat dalam Lauh Mahfuzh, mereka dan selain mereka.
lalu mereka pun menuliskan kepada manusia
apa yang mereka kehendaki dari pengetahuan Penggunaan kata kaidan dalam bentuk
yang gaib tersebut? Faktanya sama sekali
tidaklah seperti itu. Tiada seorang pun yang isim nakirah, mengisyaratkan sebuah pe-
mengetahui tentang yang gaib kecuali Allah ngertian tentang terjadinya adzab secara

SWT. tiba-tiba tanpa mereka sadari. Penyebutan

Qatadah menjelaskan, bahwa ketika me- kata {trV ,juy lorang-orang kafir) secara
reka mengatakan seperti yang tertera dalam
ayat natarabbashu bihii raibal m*nuuni, maka ekplisit, bukan dalam bentuk dhamir adalah
Allah SWT memfirmankan ayat ini, yaitu apa- untuk memberikan pengertian bahwa orang

kah memangnya mereka memiliki penge- kafir itulah yang terkena tipu daya karena

tahuan tentang yang gaib hingga mereka bisa kekafirannya bukan karena keinginan mereka
melakukan tipu daya dan makar.
mengetahui kapan Nabi Muhammad saw.
'Ataukah mereka mempunyai tuhan selain
meninggal dunia atau tentang apa yang akan
Allah? Mahasuci Allah dari apa yang mereka
beliau alami. p e rs ekutukan." (ath-Thuur: 43)

'Ataukah mereka hendak melakukan tipu Apakah mereka memiliki ilah selain Allah
daya? Tetapi orang-orang yang kafir itu, iustru SWT yang akan memelihara dan melindungi
mereka dari adzab Allah SWT? Mahasuci Allah
merekalah yang terkena tipu daya." (ath- SWT dari segala sekutu dan serupa, serta dari
Thuur:42) setiap apa yang mereka sembah selain-Nya.

fika memang kalian mengetahui yang Ini adalah sebuah kecaman dan cercaan
gaib, berarti kalian telah berdusta. f ika keras terhadap orang-orang musyrik atas
kalian menyangka bahwa kalian mampu
sikap mereka yang menyembah berhala dan
mengalahkan Nabi Muhammad saw., kalian
telah keliru. Karena sesungguhnya Allah SWT tandingan-tandingan di samping Allah SWT

memelihara beliau dari kalian, menolong dan Dia menyucikan Dzat-Nya Yang Mulia dari
apa yang mereka katakan, dari kebohongan-
beliau, dan memenangkan beliau atas kalian. kebohongan yang mereka buat-buat, dan dari
apa yang mereka persekutukan dengan-Nya.

Flqih Kehldupan atau Hukum-Hukum

Dari ayat-ayat di atas, dapat diambil

sejumlah pemahaman sebagai berikut.

1. Sesungguhnya bukti atas wujud Allah Lalu mengapa mereka tetap saja tidak
meyakini yang haq, sebagaimana firman
S\MT, keesaan-Nya dan kuasa-Nya untuk
melakukan hasyr (membangkitkan, meng- Allah SWT

hidupkan kembali, dan mengumpulkan "Dan sungguh, iika engkau
makhluk pada hari Kiamat) adalah pen-
ciptaan makhluk dan penciptaan segala (Muhammad) tanyakan kepada mereka,
'siapakah yang menciptakan langit dan
apa yang ada di alam ini. Yakni, penciptaan
bumi?' Tentu mereka akan meniawab,
manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan, Allah."' (Luqmaan:25)
langit, dan bumi dari ketiadaan tanpa ada
sebelumnya. Penciptaan menunjukkan Sikap orang-orang kafir yang menolak ke-
nabian Nabi Muhammad saw. diingkari
wujud Allah SWT. Ini adalah dalil dan
dan dikecam keras oleh Al-Qur'an de-
bukti teragung yang disebutkan oleh Al- ngan menyatakan, apakah mereka me-
Qur'an, sebagaimana firman Allah SWT miliki rahasia-rahasia rahmat Allah, pe-
ngetahuan tentang yang gaib dan rezeki
dalam ayat,
sehingga mereka bisa memilih siapa yang
"Meka apakah (Allah) Yang menciP-
tqkan sama dengan yang tidak dapat men' mereka inginkan untuk menerima ke-
ciptakan (sesuatu)? Mengapa kamu tidak
mengambil pelaiaranT" (an-Nahl: 17) nabian? Apakah mereka yang menguasai
dan mengontrol alam, hingga mereka bisa
Penciptaan yang bersifat monopoli
menuniukkan keesaan Sang Pencipta' Pa- mengatur dan mengelola urusan alam
da tiap-tiap sesuatu pasti terkandung ayat, sesuai dengan kehendak dan keinginan
tanda, dan bukti yang menunjukkan bah-
mereka?
wa Sang Pencipta adalah Esa dan Tunggal.
Al-Qur'an juga menyangkal dan meng-
Penciptaan yang pertama menunjuk- ingkari kemampuan mereka mengetahui
kan bahwa penciptaan untuk kali kedua
adalah sesuatu yang sangat mungkin, yaitu sesuatu yang gaib. Dalam hal ini, Al-Qur'an
bertanya dengan nada menyangkal dan
al-Hasyr pada hari Kiamat. fika orang- mengingkari, apakah mereka mengklaim
orang kafir sendiri mengakui bahwa di memiliki tangga ke langit dan sarana untuk
sana ada Sang Pencipta, lalu apakah ge- mendengarkan informasi-informasi langit
dan pengetahuan tentang yang gaib, se-
rangan yang menghalangi mereka untuk
mengikrarkan ibadah dan penyembahan bagaimana yang didapatkan oleh Nabi
hanya kepada-Nya, bukan kepada berhala-
berhala, juga apa yang menhalangi mereka Muhammad saw melalui jalur wahyu? fika
untuk mengakui bahwa Dia Kuasa untuk ya, hendaklah salah seorang dari mereka

melakukan ba'ts. yang mendengarkan informasi-informasi
Mereka sendiri mengakui bahwa tidak mendatangkan hujiah dan bukti yang nyata

masuk akal keberadaan mereka tanpa atas kebenaran klaimnya itu bahwa apa

Rabb Yang menciptakan dan menetapkan yang mereka tempuh dan lakukan adalah
takdir bagi mereka. Sebagaimana mereka
haq.
mengakui dan mengikrarkan ketika di'
Ini sebagai penyemPurna dalil dan
tanya siapa pencipta langit dan bumi bah- bukti sebelumnya untuk membuktikan
wa yang menciptakan adalah Allah S\MT.
kebenaran kenabian Nabi Muhammad saw.'

4. Al-Qur'an menegaskan betapa bodoh dan
pandirnya akal pikiran orang-orang kafir

Surah ath-fhuut TAFSIRAL-MUNIR JILID 14

Quraisy dan orang-orang yang seperti Badar dan Allah SWT pun akhirnya me-

mereka, mengecam, menghujat, dan men- menangkan agama Islam.

cerca mereka atas pernyataan mereka 7. Allah SWT kembali menegaskan tauhid
bahwa malaikat adalah anak perempuan
Allah SWT. Hal ini secara implisit meng- dan pelarangan syirik. Dalam hal ini, Allah
isyaratkan kepada larangan syirik. Apa- SWT mengecam dan mencerca mereka.
kah masuk akal anak perempuan untuk
Allah Srv\IT, sedangkan anak laki-laki untuk Apakah mereka mempunyai ilah selain
manusia? Orangyang memiliki akal seperti
Allah S\MX, yang bisa menciptakan, mem-
itu tidak aneh jika ia juga mengingkari dan beri rezeki, dan menolong? Mahasuci Allah
tidak memercayai adanya ba'ts.
SWT dari segala sekutu. Karena sekutu
5. Kemudian, Allah SWT mempertegas ke- adalah bukti kelemahan dan kekurangan,
benaran kenabian Nabi Muhammad saw.
sementara Ilah Yang Haq bercirikan sifat
dengan bukti bahwa beliau sama se- kuasa mutlak dan absolut yang mencakup
kali tidak meminta upah dan imbalan seluruh alam beserta segala makhlukyang
ada di dalamnya. Ketundukan, kepasrahan,
apa pun atas penyampaian risalah yang
beliau lakukan sehingga membuat mereka kepatuhan, ibadah, dan penYembahan
harus merasa memikul beban dan merasa
hanya layak ditujukan kepada-Nya semata
keberatan. bukan yang lain.

Kemudian, Allah SWT menambahkan Ini merupakan pernYataan Yang me-
bukti lain, yaitu mereka sama sekali tidak
memiliki pengetahuan tentang yang gaib, negaskan maksud utama dari ayat-ayat yang
sehingga mereka bisa menuliskan untuk
manusia apa yang mereka kehendaki dari ada. Dari itu, Allah SWT mengecam dan
pengetahuan tentang yang gaib tersebut.
mencerca mereka atas kemusyrikan mereka
6. Allah SWT menginformasikan bahwa Dia
adalah Pelindung Nabi-Nya; Muhammad dan menyucikan Dzat-Nya dari semua itu
saw. dari kejelekan, keburukan, tipu daya,
konspirasi, dan niat jahat musuh-musuh dengan firman-Nya,

beliau. fika mereka ingin melancarkan "Mahasuci Allah dari qpa yqng mereko

rencana jahat, maka4 tipu daYa, dan p e rs ekutukan. " (ath-Thuur: 43)

konspirasi terhadap beliau sebagaimana Mahasuci Allah SWT dari segala tindakan

yang mereka rencanakan di Darun mereka yang mempersekutukan Allah dan

Nadwah, sesungguhnya merekalah orang- dari orang-orang yang mempersekutukan.

orang yang kalah, terkena tipu daya, dan PENGABAIAN TERHADAP ORANG.ORANG
niat jahat yang mereka rencanakan akan KAFIR KARENA SIKAP PEMBANGKANGAN,
KERAS KEPALA, KESOMBONGAN, DAN
kembali kepada mereka sendiri. KEANGKUHAN MEREKA SEKALIPUN
TERHADAP HAL.HAL YANG BERSIFAT
"Rencana yang iahat itu hanYa .akan INDRAWI, KASAT MATA, DAN KONKRET
menimpa orqng yang merencanakannya
sendiri." (Faathir: 43) Surah ath-Thuur Ayat 44 - 49

Hal itu, di antaranya adalah dalam @i{rt4a*;4baxsavivi:'\J
{ fi@'i'l;$, *i a-itiU79\ iL fi:l;
bentuk kekalahan mereka pada Perang

'tjylv9?,ifAft'$Wi6;&"br, dibaca kasrah adalah mashdar untuk f il,

*v @ i;&1 #K,$ a) 6i$3e tfiv adbara yudbiru idbaaran, Yakni, wa sabbihhu

Ia @' rfi '6> 4: #,'AWU'riiV qs waqta idbaarin nujuumi. Lalu kata yang

WlAt:r;v4,9\ menjadi mudhaaf yaitu waqta dibuang dan
posisinya digantikan oleh kata yang menjadi
"Dan jika mereka melihat gumpalan-
mu dh aaf i laihi yaitu idb aar.
gumpalan awan berjatuhan dari langit, mereka
Ada versi qiraa'aatyang membaca dengan
berkata, 'Itu adalah awan yang bertumpuk- hamzah drfat-hah, adbaar sebagai bentuk

tumpuk.' Maka biarkanlah mereka hingga mereka jamak dari kata dubur dan kata ini dibaca
menemui hari (yang dijanjikan kepada) mereka,
nashab karena menjadi zharf zamaan.
pada hari itu mereka dibinasakan, (yaitu) pada
hari (ketika) tipu daya mereka tidak berguna Balaaghah
sedikit pun bagi mereka dan mereka tidak akan
ung{kraupran"u-plrre:n;gqand6aii.a;,nt:byianki nadiaslaehanbdeanintyuak
diberi pertolongan. Dan sesungguhnya bagi orang-
mereka melihat hal itu, niscaya mereka me-
orang yang zalim masih ada adzab selain itu.
ngatakan apa yang mereka katakan itu. {EiL}
Tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui. Dan
bersabarlah (Muhammad) menunggu ketetapan ini adalah bentuk majaz dengan makna
Tuhanmu, karena sesungguhnya engkau berada
penjagaan, perlindungan, dan pemeliharaan.
dalam pengawasan Kami, dan bertasbihlah
Mufrudaat Luthawlyyah
dengan memuji Tuhanmu ketika engkau bangun,
dan pada sebagian malam bertasbihlah kepada- {tlr} sebongkah, sepotong. Bentuk tung-
Nya dan (juga) pada waktu terbenamnya bintang- ;,:t;gal nya adalah ki sfatun. 4i S jrip
b int ang (p ada w aktu faj ar)." (ath-Thuur : M- 49) n is caya
r

mereka mengatakan, "ltu adalah awan yang

bertumpuk-tumpuk yang membawa hujan

kepada kami." Itu disebabkan mereka adalah

Qlrua'aat orang-orang yang sudah terlalu melampaui

4:'FA.b dibaca: batas, angkuh, keras kepala, sombong, dan

1. (tri;,2:-1ini adalah qiraa'aat Ibnu Amir dan membangkang. Mereka pun kemudian tetap

Ashim. tidak mau beriman.

2. (y;;.y ini adalah qiraa'aat imam yang Ayat ini sebagai tanggapan terhadap per-

lain. kataan mereka seperti yang tertera dalam ayat,

I'raab "Maka jatuhkanlah kepada kami gumpalan
dari langit, jika engkau termasuk orang-orang
(rur ,r3r I k tj. atlb kata {rur} dapat yang benar." (asy-Syu'araa': 187)

berkedudukan sebagai maf'uul bihi kedua, {iii} maka biarkanlah mereka dan

atau sebagai haal. 4r*; t;i':- i ,5;i) fata berpalinglah kamu dari mereka. &;. tti;J. ;;Y
(r*;h berkedudukan sebagai maf'uul bihi
{:t;J:. y qit hingga mereka menemui hari
untuky''i/ j{,i;ldip}.kata {i;} ini dibaca nashab
mereka yang pada hari itu mereka mati atau
(#
sebagai badal dari kata (ei;) bukan sebagai terbunuh.

zharf. {cr3,;Uiti} Kataidbaara dengan hamzah {-} i-i,5 W *-i 1;} hari di mana tiPu

daya dan rencana mereka sama sekali tiada

TAFSIRAL-MUNIR IILID 14

berguna sedikit pun bagi mereka dalam Di sini waktu malam disebutkan secara khusus

menolak dan menghalau adzab. 43ti-;; 'i;h dan penyebutannya pun didahulukan dari fi'il

dan tidak pula mereka ditolong dan dijauhkan yang ada karena ibadah pada malam hari iauh

dari adzab Allah SWT di akhirat. lebih berat dan jauh dari riya. {,r3r ;(![] dan

4t* u.*.i6| bagi orang-orang yang zalim bertasbihlah kamu pada saat terbenamnya
bintang-bintang, yakni ketika bintang-bintang
dengan kekafiran mereka. Yang dimaksudkan terbenam pada penghujung akhir malam.

di sini ada kemungkinan orang zalim secara Persesualan Ayat

umum atau orang zalim tertentu. fika adzab Setelah menyanggah dan mementahkan
yang ada adalah adzab kubur, yang dimak-
asumsi-asumsi batil kaum musyrikin me-
sudkan berarti orang zalim secara umum. fika
adzab yang ada adalah adzab pada Perang nyangkut masalah ba'ts, hasyr hari Kiamat,
masalah uluuhiyyah dan keesaaan, kenabian
Badar; yang dimaksudkan adalah orang-orang dan syirik, Ia juga membuktikan dan me-
negaskan hari Kiamat, tauhid, kebenaran, dan
zalim penduduk Mekah,{41iri (r;} ada adzab keabsahan kenabian Nabi Muhammad saw
selain adzab akhirat, yaitu adzab di dunia dan peniadaan syirik. Selanjutnya Allah SWT
sebelum kematian mereka, seperti adzab menjawab dan menanggapi sebagian usulan
dan permintaan mereka dengan nada me-
berupa bencana kelaparan, paceklik, dan ke- nantang dan mengejek untuk menimpakan
sebongkah langit kepada mereka sebagai
keringan selama tujuh tahun dan terbunuh pengadzaban terhadap mereka. Allah SWT
juga menjelaskan seberapa jauh keangkuhan
pada Perang Badar atau adzab kubur. mereka dalam mengingkari hal-hal indrawi

(At #. *ttb bersabarlah kamu dan konkret, terlebih lagi hal-hal yang bersifat

Muhammad dengan mengabaikan dan tidak rasional.

usah memedulikan mereka serta dengan Kemudian, Allah SWT memerintahkan

tetap menyampaikan risalah, kamu tidak usah Nabi-Nya untuk berpaling dari mereka,
saba[ dan tabah menghadapi berbagai
bersedih hati karena sikap pembangkangan,
gangguan, kejahatan, dan tipu daya mereka.
keangkuhan mereka, keberpalingan mereka, Sesungguhnya Allah SWT Yang menolong

dan bantahan mereka, sampai datangnya beliau, meniaga, dan memelihara beliau.

putusan dan ketetapan Tuhanmu. (r,#t, -uf,) Allah SWT juga menginformasikan
karena sesungguhnya kamu berada dalam
kepada beliau bahwa adzab pasti akan
pengawasan dan penglihatan Kami. Kami menimpa mereka di dunia ini sebelum di

mengawasimu, melihatmu, menjagamu, dan akhirat, menguatkan spirit beliau dengan ber-
memelihara kamu. Di sini digunakan bentuk pegang teguh kepada-Nya, taat kepada-Nya,
berdzikir kepada-Nya pagi dan sore, siang
jamak yaitu a'yun, dengan tujuan untuk
dan malam ketika bangun dariL tidu[ atau
menunjukkan pengertian banyaknya cara,
ketika berdiri dari majelis, atau setelah meng-
sarana, dan bentuk-bentuk penjagaan.
hilangnya bintang-bintang dan datangnya
6ut #,s!,!) bertasbihlah kamu disertai
waktu Shubuh.
dengan tahmid. Maka, bacalah, Subhaanallaahi

wa bi hamdihi. (i* .*y ketika kamu bangun

dari tidur, atau dari majelis kamu, atau berdiri

untuk shalat. Yakni, dari tempat mana saja

kamu berdiri.

{/'l.a;-;; -:i ,ty..,.1i,.;irr dan bertasbihlah

kamu kepada Tuhanmu dengan bacaan,

Subhaanallaah pada sebagian waktu malam.

Tafslr dan Penlelasan fika memang seperti itu watak, tipikal,

Allah SWT menginformasikan pembang- dan perilaku mereka, dan nyata sudah bahwa
kangan orang-orang musyrik, sikap keras mereka tidak berhenti dari kekafiran mereka.
kepala dan keangkuhan mereka, sekalipun
terhadap hal-hal yang bersifat indrawi, kasat Biarkan saja mereka wahai Muhammad. Kamu
mata dan konkret, tidak usah lagi memedulikan mereka hingga
mereka menemui hari yang dijanjikan kepada
"Dan jika mereka melihat gumpalan' mereka atau hingga datang hari pembalasan
atas amal-amal buruk mereka, yang pada hari
gumpalan awan berjatuhan dari langit, mereka itu terjadilah kebinasaan mereka yang cepat.
Hari kematian mereka atau hari terbunuhnya
berkata, 'ltu adalah awan yang bertumpuk-
mereka pada Perang Badar. Ini adalah yang
tumpuk"' (ath-Thuur: 44) zahir sebagaimana yang dikatakan oleh al-
Biqa'i. Mereka diadzab pada hari itu. Atau
fika sekalipun orang-orang musyrik
hari peniupan sangkakala yang pertama pada
melihat sebongkah api langit jatuh menuju
kepada mereka untuk mengadzab mereka, hari Kiamat karena suaranya menghantam
tentu mereka tetap tidak akan membenarkan
dan tidak akan memercayai, serta tetap tidak semua makhluk. Ini adalah pendapat jumhur

berhenti dari kekafiran mereka. Bahkan sebagaimana yang dituturkan oleh Abu

mereka akan berkata,'ltu hanyalah awan yang Hayyan.
bergumpal-gumpal yang membawa air hujan
kepada kami.' Itu adalah sebuah sikap keras "(Yaitu) Pada hari (ketika) tipu daya

kepala dan keangkuhan yang sudah di luar mereka tidak berguna sedikit pun bagi mereka
dan mereka tidak akan diberi pertolongan."
batas. Mereka mengingkari sesuatu yang kasat (ath-Thuur:46)
mata dan konkret. Di antara ayatyang memiliki
makna serupa adalah firman Allah S\MT, Hari itu adalah hari saat makaq, tipu .

"Dan kalau Kami bukakan kepada mereka daya, dan rencana iahat yang mereka lan-
carkan terhadap Rasulullah saw. ketika di
salah satu pintu langit, lalu mereka terus- dunia sama sekali tidak berguna sedikit pun
menerus naik ke atasnya, tentulah mereka bagi mereka. Pada hari itu, tiada seorang pun
yang akan menghalau adzab yang ditimpakan
berkata,'sesungguhnya pandangan kamilah kepada mereka dan tidak akan ada pula
yang dikaburkan, bahkan kami adalah orang seorang penolong pun yang akan menolong
yang terkena sihir."' (al-Hiir: 14-15)
mereka. Adzab tersebut pasti menimpa
Dalam kalimat, sahaabun markuum tidak
disebutkan kata tunjuk, haadzaa (ini) karena mereka.
apa yang dilihat sangat nyata sekali dan
sikap keras kepala serta keangkuhan mereka Kata al-Kaid artinya adalah suatu per-

memang sudah jelas. Di samping itu, kata buatan yang berdampak buruk bagi orang yang

yaquuluu dalam ayat ini juga mengisyaratkan terkena perbuatan itu, sekalipun perbuatan
secara tersirat tentang sikap keras kepala dan
itu adalah dinilai baik dilihat diri perspektif
keangkuhan yang ada.
orang yang melakukannya.
"Maka biarkanlah mereka hingga mereka
Ayat ini adalah untuk menyanggah apa
menemui hari (yang diianiikan kepada)
yang sebelumnya mereka yakini, yaitu tipu
mereka, pada hari itu mereka dibinasakan," daya, makarl dan rencana jahat yang mereka
lancarkan terhadap Rasulullah saw. adalah
(ath-Thuur:45)
sebaik-baik amalan mereka.

"Dan sesungguhnya bagi orang-orang Dalam sebuah hadits dijelaskan sikap
orang-orang kafir yang kembali lagi kepada
yang zalim masih ada adzab selain itu. Tetapi kekafiran mereka setelah adzab yang ada

kebanyakan mereka tidak mengetahui." (ath' dihilangkan.
Thuur:47)
iu 4t €k ,e;i 6, t;t 'trAt 31
Bagi orang-orang yang menzalimi diri i*3i gli ,;';L q. er;-\ :1t
sendiri dengan bersikap kafir, melakukan ke-
maksiatan dan kedurhakaan, melakukan tipu "sesungguhnya orang munafik ketika ia sakit
dan diberi kesembuhan, PerumPamaannya adalah
daya, makar dan rencana jahat terhadap Nabi
Muhammad saw. serta menyembah kepada seperti unta, ketika ditambatkan ia tidak tahu

berhala, ada adzab di dunia. Adzab di dunia untuk apa dan kenapa ia ditambatkan, dan ketika
berupa kekalahan pada Perang Bada4, atau dilepaskan ia tidak tahu untuk apa dan kenapa ia
berupa musibah-musibah lainnya seperti dilepaskan."
penyakit, bencana, musnahnya harta benda,
dan anak-anak, kekeringan, paceklik, dan "D an b e rsab arl ah (Muhamm a d) m enung g u

kelaparan selama tujuh tahun sebelum Perang ketetapan Tuhanmu, karena sesungguhnya
Badar yang terjadi pada tahun kedua Hijriyah.
engkau berada dalam pengawqsqn Kami, dan
Akan tetapi, kebanyakan mereka tidak me- bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu ketika
ngetahui apa yang akan menimpa mereka engkau bangun." (ath-Thuur: 48)

berupa adzab, balasan, dan bencana-bencana Maksudnya adalah sampai Allah SWT
yang ditimpakan Allah SWT kepada mereka. memberi putusan atau sampai datangnya

Hal itu mudah-mudahan bisa membuat me- ketetapan Allah SWT. Bersabarlah kamu wahai
Rasul atas gangguan orang-orang tersebut,
reka sadar dan meninggalkan kekafiran dan
pembangkangan mereka. Namun, mereka kamu tidak usah memedulikan mereka dan
tetap tidak mengetahui dan tidak menyadari biarkan saja mereka sampai mereka tertimpa
maksud dan tujuan dari penimpaan adzab ter-
sebut. Seandainya adzab tersebut dihilangkan adzab yang telah Kami janjikan kepada
dari mereka, niscaya mereka akan kembali lagi
kepada sikap dan perbuatan terburuk mereka. mereka. Sesungguhnya kamu berada dalam
penglihatan dan pengawasan Kami, berada
Yang dimaksud dengan aktsarahum (ke-
banyakan mereka) adalah mereka semua, ber- dalam peniagaan dan perlindungan Kami,
dasarkan kebiasaan orang Arab yang sering
mengungkapkan makna keseluruhan dengan dan berada di bawah pemeliharaan dan

kata kebanyakan. Atau maksudnya adalah pengawalan Kami.

mereka dalam kebanyakan keadaan mereka Allah SWT menjaga dan memelihara kamu
dari manusia. Bertasbihlah kamu menyucikan
tidak mengetahui dan tidak menyadarinya. Tuhanmu dari setiap hal yang tidak layak dan
Di antara ayat yang memiliki makna serupa
tidak pantas bagi-Nya karena nikmat-Nya
adalah firman Allah SWT,
yangtelah diberikan kepadamu, dengan tasbih
"Dan pasti Kami timpakan kepada mereka yang disertai dengan pujian, yaitu ketika kamu
sebagian siksa yang dekat (di dunia) sebelum berdiri dari tempat dudukmu, yakni dari setiap

adzab yang lebih besar (di akhirat); agar tempat duduk di mana kamu berada. Atau

mereka kemboli (ke jalan yang benar)." (as' ketika kamu berdiri untuk shalat sebagaimana
Saidah:21) yang dikatakan oleh adh-Dhahhak. Hal itu
dengan cara kamu membaca, Subhaanallaahi

-l

14TersrnAr-MuNrnrruo *r,,,*, flEilb.,*,.* surahath'rhuul

wa bi hamdihi atau, Subhaanaka Allaahumma mengambil air wudhu, kemudian shalat, maka

wa bi hamdika, atau shalatny a diter iml."'24
.itu
J\k', ,*Jt lrc !#) 4t .t;a,)
t'p 71,tj tL Sedangkan pendapat dan penafsiran yang

Imam Muslimmeriwayatkandalam Shahih- pertama yang mengatakan bahwa membaca

nya dari Umar bin Khaththab r.a., bahwasanya tasbih dan tahmid tersebut adalah ketika

ia membaca bacaan tersebut pada awal shalat. berdiri dari setiap majelis, dikuatkan oleh

Imam Ahmad, Tirmidzi, Nasa'i, Abu Dawud, hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud,
dan Ibnu Majah juga meriwayatkan dari Abu
Nasa'i, Hakim dalam al-Mustadrak, Ibnu
Sa'id r.a. dan yang lainnya dari Rasulullah saw.,
Murdawaih dan Ibnu Abi Syaibah dari Abu
bahwasanya beliau membaca bacaan tersebut.
Barzah al-Aslami, ia berkata,
Sementara itu, Abul fauza' mengatakan
maksudnya adalah ketika kamu bangun tidur ; :t' ;;A i ;ri ;r'1 t1t fu,W ir i ors

dari tempat tidurmu. Penafsiran ini juga :'i ei !r;1i *tsr;,4 :Jv u-ti;;lr

dipilih oleh lbnu farir. Penafsiran ini dikuatkan .tlt,-ti, t';f:i;i "ir iti
dengan hadits yang diriwayatkan oleh Imam
Ahmad, Bukhari dan para pemilik kitab as- "Rasulullah saw. pada akhir usia beliau
Sunan dari Ubadah Ibnush Shamit r.a. dari
(atau pada akhir majelis beliau), ketika hendak
Rasulullah saw., beliau bersabda,
berdiri dari tempat duduk, maka beliau rnembaca,
'l it-r"rr {t ^s1'l :Jw ,yt ,'ra u
p,F ,I.';ti;jr {t atlr{t{t b,; Mahasuci Engkau ya Allah dan dengan puii
it'i, .:,' yr ;ir "i; a l;jr; ot;g,, ,"rs
Engkau, hamba bersalcsi bahwasanya tiada Tuhan
1., ,Jv'i ,!u,il;;;'t, ,l; \'t ,'i melainkan Engkau, hamba memohon amPunan
ir 3v,{ .*,;r - Gt ? i6 )1 - C *t kepada-Mu dan hamba bertobat kepada-Mu."'

f';* a; ;; ? ,6'it "Dan pada sebagian malam bertasbihlah
kepada-Nya dan (juga) pada waktu terbenam-
"Barangsiapa terjaga dali tidurnya pada nya bintang-bintang (poda waktu faiar)." (ath-
malam hari, lalu ia membaca, Tiada Tuhan
Thuur:49)
melainkan Allah SWT semata tiada sekutu bagi'
Nya, kepunyaan-Nya lah segala kerajaan dan fika kamu bangun dari tidurmu, bertas-
untuk-Nya segala puji, dan Dia Mahakuasa atas bihlah kamu kepada Allah SWT berdzikirlah
segala sesuatu. Mahasuci Allah, segala puji hanya kepada-Nya, dan beribadahlah kamu kepada-
bagi Allah, tiada Tuhan melainkan Allah, dan Nya pada sebagian waktu malam, dan pada
Allah Mahabesar, tiada daya upaya dan kekuatan
melainkan atas izin Allah, kemudian ia berdoa, penghujung akhir malam ketika bintang-

'Ya Rabbi, ampunilaah hamba,' atau beliau bintang mulai tenggelam menghilang. Ber-
ibadah pada waktu tersebut lebih berat bagi
bersabda, 'kemudian ia berdoa, maka doanya itu jiwa dan lebih bisa terhindar dari riya.
diperkenankan. Lalu jika ia bertekad dan bergegas
Muqatil menjelaskan yakni shalat maghrib

dan isya. Ada pendapat yang mengatakan,

maksudnya adalah shalat dua rakaat fajar' Ar-

24 Fi'il ta'aarra ar-Rajulu minal lalili artinya adalah seseorang

terjaga dari tidurnya pada waktu malam disertai dengan

bersuara.

Razi menjelaskan bahwa pendapat yang kuat bahwa apa yang turun menuju kepada

adalah bahwa yang dimaksudkan dari kata mereka hanyalah awan yang bergumpal-

{ri3' ;Uit,} adalah waktu Shubuh saat bintang- gumpal yang membawa air hujan, bukan
halilintar adzab. Ini merupakan jawaban
bintang mulai tidak kelihatan dan menghilang dan tanggapan untuk pernyataan mereka

cahayanya oleh sinar matahari. fika begitu, seperti yang direkam dalam ayat,

maka kalimrt {ii;e} maknanya adalah pada "Maka jatuhkanlah kepada kami
waktu siang. Sedangkan kalimat {Jirr ,tb
gumpalan dari langit, jika engkau termasuk
maksudnya adalah waktu malam selain waktu orang-orang yang benar." (asy-Syu'araa':
187)
tidur. Di antara ayat yang memiliki makna
'Atau engkau jatuhkan langit ber-
serupa adalah firman Allah SWT, keping-keping atas kami, sebagaimana
engkau katakan, atau (sebelum) engkau
"Dan pada sebagian melam, lakukanlah
shalat tahajud (sebagai suqtu ibadah) tam- datangkan Allah dan para malaikat ber-
bahan bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu hadapan muka dengan kqmi." (al-Israa':
mengangkatmu ke tempat yang terpuji." (al- e2)
Israa': 79)
2. Allah SWT mengancam dan mengultima-
Hal ini sesuai dengan keterangan dalam
tum mereka dengan kebinasaan yang cepat,
sebuah hadits shahih,
serta memerintahkan Nabi Muhammad
:F'"1; ,Jw ,fl\i rpt e:ttb ,F saw supaya membiarkan, mengabaikan,
dan tidak usah memedulikan mereka,
L?;.:i 'ipi lv wp
hingga datangnya hari Perang Badar
"shalatliwawaktu sehari semalam. Lalu orang atau hari kematian mereka, atau hari
tersebut bertanya, Apakah ada yang lainnya?'
Rasulullah saw. menjawab, 'Tidak, kecuali jika peniupan sangkakala yang pertama pada
kamu ingin melakukan shalat suka rela (sunnah)."' hari Kiamat ketika datang kepada mereka

Flqlh Kehidupan atau Hukum-Hukum adzab yang membuat rambut kepala
Ayat-ayat di atas menunjukkan sejumlah
beruban dan akal hilang kesadaran karena
hal sebagai berikut.
kengeriannya yang begitu dahsyat.
L. Kebiasaan, perilaku, dan tipikal orang-
Kalimat {pf;} (maka, biarkanlah
orang kafir adalah keras kepala, mem-
bangkang angkuh, dan tidak percaya, mereka) maksudnya bukanlah meng-
abaikan mereka dengan tidak menyeru
sekalipun terhadap hal-hal yang bersifat dan mengajak mereka kepada Islam.
indrawi, kasat mata dan konkret. Sampai- Pendapat yang mengatakan bahwa ayat

sampai, jika mereka melihat dengan ini dihapus dengan ayat perang adalah

mata kepala mereka sendiri tanda-tanda pendapat yang lemah, sebagaimana yang
disebutkan oleh ar-Razi. Tetapi maksud
adzab yang turun kepada mereka dari
langit dalam bentuk seperti suluh api ayat ini adalah ancaman, ultimatum, dan

dan halilintac niscaya mereka tetap intimidasi.
tidak yakin dan tetap bersikukuh di
3. Pada hari itu, tiada berguna sedikitpun bagi
atas kekafiran mereka. Mereka mengira mereka perbuatan makar; rencana jahat

dan konspirasi yang mereka lancarkan

kepada Rasulullah saw. di dunia. Pada hari Nabi-Nya dan kepada setiaP orang

itu, mereka tidak menemukan seorang Mukmin untuk sabar dalam menjalankan

penolong pun yang akan menolong dan ketetapan-Nya untuk mengemban risalah-
menyelamatkan mereka dari Allah SWT
dan tidak pula seorang pun yang akan Nya. Allah SWT memberitahukan kepada
menghalau adzab Allah SWT dari mereka.
beliau bahwa beliau senantiasa berada
Kalimat {d { i-ii} secara implisit dalam penglihatan, penjagaan, dan pe-
ngawasan-Nya. Allah SWT melihat dan
mengandung pengertian yang mem-
bedakan antara hari orang-orang kafir mendengar setiap apa yang beliau ucapkan
dan orang-orang durhaka dengan hari
dan kerjakan. Allah SWT adalah Penjaga,
orang-orang Mukmin yang dijelaskan oleh
Pelindung, Pengawal, dan Pemelihara
Allah SWT
beliau.
"lnilah saat orang yang benar
6. Sesungguhnya antusiasme dan dedikasi
memperoleh manfaat dari kebenarannya
(al-Maa'idah: 119) dalam menjalankan ketaatan kepada Allah

4. Bagi orang-orang kafir ada dua adzab. SWT, berpegang teguh, dan bersandar se-

Pertama, adzab fahannam di akhirat, penuhnya kepada kekuatan dan kuasa'

dan ini adalah adzab yang paling besar; Nya, serta memasrahkan segala urusan
kepada-Nya, sangat efektif dalam me-
paling memilukan dan paling pahit karena nguatkan dan mengukuhkan jiwa manu-

ini adalah adzab yang kekal dan abadi. sia, meniupkan spirit kesungguhan, tekad,

Kedua, adzab di dunia sebelum ke- ketetapan hati, dan keberanian untuk me-
matian mereka. Ini adalah adzab yang
lebih ringan dari adzab akhirat, dalam nunaikan misi kehidupan.

bentuk berupa musibah-musibah dunia Dari itu, Allah SWT memerintahkan
seperti sakit, penderitaan, bencana, mala-
petaka, lenyapnya harta benda dan anak- kepada Nabi Muhammad saw. dan setiap
anah kelaparan, kesusahan, dan paceklik
selama tujuh tahun seperti yang memang orang Mukmin untuk bertasbih dan
pernah ditimpakan kepada penduduk bertahmid kepada-Nya di setiap waktu,
Mekah, terbunuh dalam berbagai per-
tempuran seperti pada Perang Badar kesempatan, dan di setiap akhir majelis,
yang pada waktu itu banyak pemuka dan
tokoh-tokoh Quraisy terbunuh. Akan menjalankan shalat, dan bertahaiud pada

tetapi, kebanyakan orang-orang kafir malam hari.
tidak mengetahui dan tidak menyadari
Di atas telah disinggung sejumlah
bahwa adzab pasti akan datang menimpa
ayat dan hadits yang memerintahkan,
mereka. Mereka juga tidak mengetahui
nasib dan akhir kesudahan yang akan mendorong, dan menganjurkan hal-hal

menimpa mereka di akhirat atau di dunia. tersebut. Di antaranya adalah hadits yang

5. Sabar dan tabah adalah kunci hilangnya diriwayatkan oleh Tirmidzi dari Abu
kesusahan berganti kebahagiaan. Dari
Hurairah r.a., ia berkata, Rasulullah saw.
itu, Allah SWT memerintahkan kepada
bersabda,

G#U#Jta;u*'Fo;V,.,..2 t!zr
,2: tc,

*i!,Y'ri ;itst ,l;r;'i :a)-*1 biA:ti

iAt + tii !)'pidi .ir 4'r ii

'r-lj: ^)",eitsvi7)$t

"Barangsiapa yang duduk di suatu :TAFSIR AL-MUN IR,ILID 14
majelis, lalu di majelis itu ia banyak
u: ;'rit: ,>t.,,-%t ,i., *ii i.:;jr
mengucaPkan kata-kata kosong dan kurang u';: ,:tJt l!ti,:: ,:t4t ei ;H

baik, lalu sebelum berdiri meninggalkan )gt,y'tA,i ,:i-llt i:'Sa,i ,3;,
3:,^1, ,3; 3#\ ,? iatt, ,'6;
majelis itu, ia membaca, 'Subhaanaka i*t **1 lr: ut:i u ptst ,6
,llti ,,>1,.2t1 $.i 11 q: a?;
Allaahumma wa bi hamdika, asyhadu an
,Lfl Y, ,;'i Y c*u**v
laa ilaaha illaa anta, astaghfiruka wa atuubu
ilaika,' (Mahasuci Engkau Ya Allah, hamba ,ti't ;t;lt e1 v, L"r;l v,

bertasbih dan bertahmid kepada Engkau, .,i$tli Aei,fpt
hamba bersaksi bahwasanya tiada Tuhan
"Rasulullah saw. apabila bertahajud pada
melainkan hanya Engkau, hamba memohon
tengah malam, maka beliau membaca, 'Ya
ampunan dan bertobat kepada-Mu), niscaya Allah, hanya untuk-Mu segala puji. Engkau
adalah Nur langit dan bumi berikut segala apa
diampuni untuknya apa yang ia lakukan dan yang ada pada keduanya. Hanya untuk-Mu
segala puji, Engkau adahh Dzat Yang mengatur
ucaPkan di majelis tersebut." dan mengurus langit dan bumi berikut segala
apa yang ada pada keduanya. Hanya untuk-
Tirmidzi mengatakan bahwa ini ada- Mu segala puji, Engkau adalah Rabb langit
dan bumi berikut segala apa yang ada pada
lah hadits hasan shahih ghariib. keduanya. Engkau adalah Yang Haq janji-Mu
adalah haq firman-Mu adalah haq pertemuan
Tirmidzi juga meriwayatkan dari dengan-Mu adalab haq, surga adalah haq

Abdullah bin Umar r.a., ia berkata, neraka adalah hoq, hari Kiamat adalah

tI)co ') K haq para nabi adalah haq dan Muhammad
-r--rir l,),.i,--Jr $*.1, r J r.1 adalah haq. Ya Allah, hanya kepada-Mu
r. $U
..J :J hamba berserah diri, hanya kepada-Mu
I: *t lr4A bt;C oi ,y
.'r*lt *rirr ;i p,1,; hamba bertawakal, hanya kepada-Mu hamba
beriman, hanya kepada-Mu hamba kembali
"Kami menghitung dalam satu majelis bertobat, hanya dengan dalil dan hujjah yang
Rasulullah saw. membaca bacaan berikut
ini sebelum berdiri dari majelis tersebut, 'Ya Engkau berikan hamba membantah dan
Rabbi, ampunilaah hamba dan terimalah berseteru (dengan musuh-musuh-Mu), dan
tobat hamba, sesungguhnya Engkau-lah Yang hanya kepada-Mu hamba bertahkim dan
memperkarakan. Maka, ampunilah apa yang
Maha Penerima tobat lagi Maha Pengampun."'
telah hamba perbuat dan apa yang akan hampa
Tirmidzi mengatakan bahwa hadits perbuat (atau apa yang hamba kerjakan dan
ini adalah hadits hasan shahih ghariib. apa yanghamba tinggalkan), apa yanghamba
lakukan secara sembunyi-sembunyi dan apa
Dalam sebuah hadits yang diriwa- yang hamba lakukan secara terang-terangan.
yatkan oleh Bukhari dan Muslim dari

Abdullah bin Abbas r.a. disebutkan,

l*;.t*sr ,)ft\3 r;t otr W at i-t'ui

); ei i.sJr ,u i.ilr, ,$il\ +,; b

.',,lir ,ru,LI'JJ va-/ v.y: ,A$\ ,>ti'*!.Jt

$') ,:4 u: u"'r$tj ot'j;-:)t # ei

Engkau adalah Yang mendahulukan dan bangun pada waktu malam, beliau mengusap
mengakhirkan, Engkau adalah Ilah hamba,
sisa-sisa tidur dari wajah beliau, kemudian
dan tiada llah selain Engkau."'
membaca sepuluh ayat terakhir dari surah Ali
Diriwayatkan juga dari Abdullah bin
'lmraan. Mulai dari ayat 190 c,tit:3t * g:,1\
Abbas r.a., bahwasanya apabila Rasulullah saw.
$.,r'r$t tsampai akhir surah.

SURAHAN-NAIM

MAKKIYYAH, EMPAT PULUH DUA AYAT

Penamaan Surah mengarang sendiri Al-Qur'an. Sementara

Surah ini dinamakan dengan surah an- surah an-Najm ini diawali dengan ayat

Najm karena Allah SWT membuka surah ini yang menyinggung hal tersebut sekaligus
dengan ayat yang berisikan sumpah dengan
an-N ajm (bintang). Alif dan lam yangterdapat bantahannya.

pada kata an-Najm dalam ayat ini adalah alif 3. Dalam surah ath-Thuur disebutkan ke-
terangan mengenai keturunan orang-
lam untuk memberikan makna jenis (umum) orang Mukmin yang beriman bahwa ke-
yakni, demi bintang-bintang di langit ketika turunan tersebut akan mengikuti orang
jatuh dan terbenam. Ketika berada di tengah tua mereka. Sementara dalam surah an-
langit, bintang tidak bisa digunakan sebagai Najm ini disinggung mengenai keturunan
penuniuk arah oleh orang yang berjalan di
tengah malam, karena tidak diketahui arah orang Yahudi,
barat, timuX, selatan, dan utara. Lalu jika
bintang sudah mulai condong ke ufuh arah- "Dia mengetahui tentang kamu, seiak
arah tersebutbaru bisa diketahui dan dideteksi'
Condong ke ufuk barat lebih penting karena Dia menjadikan kamu dari tanah lalu
orang yang melihatnya bisa menggunakannya ketika kamu masih janin dalam perut
untuk mendeteksi dan menentukan arah.
ibumu," (an-Naim: 32)
Persesualan Surah lnldengan Surah
Sebelumnya 4. Dalam surah ath-Thuuc menyangkut para
orang tua yang Mukmin, Allah SWT men-
Surah ini memiliki persesuaian, korelasi, jelaskan,

dan relevansi dengan surah sebelumnya [surah "Kemi pertemukan mereka dengan
ath-Thuur) dari empat sisi sebagai berikut. anak cucu mereka (di dalam surga)." (ath-
Thuur:21)
1. Surah ath-Thuur ditutup dengan kalimat
Kami tidak lantas mengurangi sedikit
$n$ iu.:1tfi. Sementara surah an-Najm ini pun hak dari para orang tua karena apa
dibuka dengan kalimat (f-';h. yang Kami berikan kepada anak-anak me-
reka itu meskipun anak-anak mereka ikut
2. Dalam surah ath-Thuur disebutkan mendapatkan manfaat dari amal mereka.

tuduhan orang-orang kafir bahwa Nabi Sementara itu, dalam surah an-Najm,
Allah SWT menjelaskan hal-hal yang ber-
Muhammad saw. yang membuat-buat dan
kaitan dengan orang-orang kafir atau

--l

anak-anak orang-orang kafir yang sudah Kemudian, dilanjutkan dengan pembi-
caraan tentang balasan dan ganjaran yang
dewasa, adil pada hari Kiamat. Orang yang berbuat
baik akan diganjar atas perbuatan baiknya,
"Dan bahwa manusia hanya mem- dan orang yang berbuat jelek akan dibalas
peroleh apa yang telah diusahakannya." atas perbuatan jeleknya. Lalu surah ini me-
(an-Naim:39) maparkan sifat dan ciri-ciri orang yang ber-
buat baik, serta melancarkan kritik dan ke-
Kandungan Surah caman keras terhadap sikap orang-orang
kafir yang berpaling dari Islam. Lalu surah ini
Topik surah ini, sebagaimana lazimnya
memberitahukan kepada manusia semuanya
tema-tema surah Makkiyyah lainnya, memiliki bahwa pertanggungjawaban adalah bersifat
personal individual, dalam arti setiap manusia
perhatian khusus pada masalah pokok- bertanggung jawab atas usaha dan amal per-
buatannya sendiri-sendiri. Seseorang tidak
pokok aqidah, yaitu menegaskan risalah dan
kebenaran Rasulullah saw. dalam menerima memikul dosa atau kesalahan orang lain,

Al-Qur'an berdasarkan wahyu dari Allah dan pernyataan seseorang yang menyatakan
kalau dirinya bersih dan suci adalah tidak
S\MI, tauhid, pembicaraan mengenai berhala- diterima.
berhala, dan penegasan bahwa berhala-berhala
Surah ini juga menjelaskan keluasan
itu tidak berguna sama sekali, perbincangan
tentang kuasa Allah SWT serta tentang ba'ts ilmu Allah SWT yang mencakup segala apa

dan nusyuur. yang ada di langit dan di bumi. Selain itu,

Surah an-Najm diawali dengan pem- juga menjelaskan sejumlah manifestasi kuasa

bicaraan yang menegaskan fenomena wahyu Allah SWT dalam rnenghidupkan dan memati-
kan, menjadikan kaya dan miskin, penciptaan
melalui perantaraan Malaikat fibril a.s., juga
pembicaraan tentang Mi'raj dan kedekatan manusia dari nuthfah, bq'ts, hasyr da nasyr
fmembangkitkan manusia dan menghidup-
Nabi Muhammad saw. kepada Tuhan beliau,
kannya kembali pada hari Kiamat).
keajaiban-keajaiban kerajaan Allah SWT
yang beliau lihat serta pembicaraan yang Surah ini juga mengancam dan meng-

menjelaskan bahwa Nabi Muhammad saw. ultimatum orang-orang musyrik yang meng-
melihat Malaikat fibril a.s. dalam bentuk dan ingkari keesaan Allah SWT, risalah, dan ba'ts,
dengan pembinasaan seperti dibinasakannya
wujudnya yang asli sebanyak dua kali. kaum-kaum yang lain yang lebih kuat, seperti
Ad, Tsamud, kaum Nabi Nuh a.s., dan kaum
Kemudian, surah ini mengecam, meng-
Nabi Luth a.s..
hujat, dan mencerca orang-orang musyrik atas
tindakan mereka menyembah arca dan berhala. Surah ini ditutup dengan ayat yang meng-
ungkapkan keheranan terhadap sikap orang-
Surah ini menyebut penyembahan terhadap orang musyrik yang mencemooh dan meng-
olok-olok Al-Qur'an serta berpaling darinya,
arca dan berhala sebagai penyembahan yang serta perintah kepada orang-orang Mukmin
batil terhadap ilah-ilah palsu dan semu. untuk beribadah dengan ibadah yang murni

Surah ini juga mengecam mereka atas tulus hanya untuk Allah SWT
sikap mereka yang menjadikan malaikat

sebagai makhluk berkelamin perempuan dan
menyebut malaikat sebagai anak perempuan
Allah S\ML Lalu surah ini menegaskan bahwa

malaikat tidak memiliki otoritas untuk

memberikan syafaat kecuali dengan izin Allah

SWT.

TAFSIR AL-MUNIR IILID 14

Keutamaan Surah x"$,* olFl-'a{r 3 or 0,!iL\& ?h

Ibnu Murdawaih meriwayatkan dari fu;lr tfrU ls |f;J6'tli i' s L,flr
0 331 SSjs:?6-b6eti; V,rfr
Abdullah bin Mas'ud r.a,, bahwasanya surah an-
Najm merupakan surah pertama yang dibaca .,5U U 'r5r,;; Jy-Eu

dengan suara keras dan terbuka oleh Rasulullah ibfrliA"t'4$';{i: w0,# v [, KlXa

saw.. Beliau membacanya di Haram, sementara 6ir\;;4i\@ 'carzc:* 0.i6tr-rU

orang-orang musyrik mendengarnya. A"uaBiii 6,* us AtUvWpS';

Bukhari, Muslim, Abu Dawud, dan Nasa'i @riJrg

meriwayatkan dari Abdullah bin Mas'ud r.a. "Demi bintang ketika terbenam, kawanmu
(Muhammad) tidak sesat dan tidak (pula) keliru,
juga, ia berkata, dan tidaklah yang diucapkannya itu (Al-Qur'an)
menurut keinginannya. Tidak lain (Al-Qur'an itu)
d..i,t;i; J'ri adalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).
yang diajarkan kepadanya oleh (Jibril) yang kuat,
ei,Ja,{l # u$t'x;i,BE i' i;;
yang ffiernPunyai keteguhan; maka (libril itu)
ke.t ''x ;;"ii ra,1.l', J' :.:-*.:r ,ot-, b Gi menampakkan diri dengan ruPa yang asli (rupa

,)b1. to U;r',Vs E yang bagus dan perkasa), sedang dia berada di
ufuk yang tinggi. Kemudian dia mendekat (pada
U
Muhammad), lalu bertambah dekat, sehingga
"Surah pertama yang di dalamnya diturunkan
jaraknya (sekitar) dua busur panah atau lebih
ayat saj dah adalah surah an-Najm. Lalu Rasulullah dekat (lagi), Lalu disampaikannya wahyu kepada
saw. pun bersujud dan orang-orang semuanya pun
juga ikut sujud, kecuali seoranglaki-laki yang aku hamba-Nya (Muhammad) apa yang telah

melihatnya mengambil segenggam tanah, lalu ia diwahyukan Allah. Hatinya tidak mendustakan
sujud di atasnya. Lalu setelah itu aku melihat laki- apa yang telah dilihatnya. Maka apakah kamu
laki itu terbunuh dalam keadaan kafir. Laki-laki (musyrikin Mekah) hendak membantahnya
itu adalah Umayyah bin Khalaf'
tentang apa yang dilihatnya itu? Dan sungguh, dia
Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa- (Muhammad) telah melihatnya (dalam ruPanya,
sanya Rasulullah saw. sujud, dan diikuti oleh yang asli) pada waktu yanglain, (yaitu) di Sidratul
orang-orang Mukmin, orang-orang musyrik,
jin, dan manusia, kecuali Abu Lahab. Ia hanya Muntaha, di dekatnya ada surga temPat tinggal,
mengambil segenggam tanah dan berkata, "lni
(Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratul
sudah cukup."
Muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya,
Ada kemungkinan bahwa Abu Lahab dan penglihatannya (Muhammad) tidak menyimpang
dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melam-
Umayyah bin Khalaf sama-sama melakukan
pauinya. Sungguh, dia telah melihat sebagian
hal tersebut.
tanda-tanda (kebesaran) Tuhannya yang paling
PENEGASAN TENTANG KENABIAN DAN
FENOMET{A WAHYU besar." (an-Najm: I - l8)

Surah an-Nalm Ayat 1- 18

6 O'6)iYr F*V'fruCI Li $Y Av

-l

TAFSTRAL-MUNrR IrrrD 14

Qlraa'aat nashab sebagai zharfkarena maknanya adalah
marratan ukhraa.
(l.tl.jJrl,L.r,l:iPl :
Balaaghah
Hamzah dan al-Kisa'i membaca <ir'.l;i>.
{,'ii r :* d}itw"a-h;uyYukDani )sindii,seabt-uMtkuaunhadaalbaimhi
l'taab
(sesuatu yang
{c} ftiy ;} kata (rl1y adalah zhorf untuk
fi'il uqsima (bersumpah) yang diasumsikan bentuk secara tidak spesifik dan indefinitif

keberadaannya. Yang dimaksud dengan ('!rF Ai [yaitu dengan menggunakan kata maa),

sini adalah waktu secara mutlak. dengan maksud untuk memberikan nuansa

4;;- ;t'ir / ir} susunan kalimat ini agung, sakral, dan luar biasa.

posisinya sebagai jawab untuk sebuah per- Hal yang sama juga terdapat pada ayat
tanyaan yang diasumsikan keberadaannya
yang muncul setelah kalimat $,sAt .r,l1j-6tY. (*r.;- r ;r'tt ,*.i1| fuga pada ayat 4.*" 6*iF.
$a$t r ,4. r'tb {,s* t;1c'J'i} Terdapat
4P{raii i, uiu;; ri} Huruf wawupada
jinaas antara kata {.slr} din {.sy} Yang
kata wa huwa adalah wawu haal, sehingga
kalimat yang jatuh setelahnya yang terdiri pertama bermakna, jatuh, tenggelam, atau
dari mubtada'dan khabar,yaitu huwa bil ufuqi
a'laa berkedudukan i'raab nashab sebagai terbenam). Sedangkan yang kedua bermakna

haal dari dhamiir yang terdapat pada fi'il hawa nafsu.
{.rr-6} Yakni, istawaa 'aaliyan dan dia adalah
4;;- :;i'ir * JrF Kalimat, (;;h di sini
Malaikat fibril a.s..
berfungsi untuk mengeliminasi makna maiaz
$"i, c 3r$t *'rs 6Y fi'it (;rt} jika dengan
kata wahyu, sekaligus untuk memperkuat
huruf dzal tanpa tasydid, kata {uy yang ada
pada kalim at, {,si, u} adalah berkedudukan adanya proses wahyu.
i'raab nashab dengan mengasumsikan pem-
Mufradaat Lu€hawWah
buangan huruf jarr (naz'ul khaafidh) yakni
(.;.t';F Yang dimaksud dengan an-Naim
maa kadzabal fu'aadu fii maa ra'aa. Kata
[bintang) di sini adalah jenis dari suatu bintang
maa bisa sebagai isim maushuul bermakna atau dengan kata lain makna umum bintang.
kata alladzii. Fi'il, ra'aa menjadi shilaahnya,
sedangkan 'aa'idnya dibuang yakni ra'aahu. Bisa juga yang dimaksudkan adalah bintang

Atau adakalanya sebagai moa mashdariyyah. Tsurayya fkartika, pleiades). Huruf wawu di
sini adalah wowu qasam.
Ada versi qiraa'aatyang membaca dengan
(.re r;1| apabila tenggelam dan terbenam.
dzal ditasydid.,kadzdzaba, f ika begitu, kata maa
4€*w ,y, u) Muhammad saw. tidak me-
berkedudul<an i'raab nashab sebagai maf'uul
bihi karena fi'ilnya sudah muta'addi secara lenceng dan tidak tersesat dari jalan hidayah
langsung tanpa membutuhkan perantaraan
yang lurus. 4"? rl) dan tidak pula terjatuh
hurufTarr.
ke dalam al-Ghayyu, yaitu kebodohan disertai
$,s;i 'ni it rni\ Kata 4i1!y dibaca nashab
dengan keyakinan yang rusak dan keliru, dan
berkedudukan sebagai haal yakni ra'aahu ini adalah bentuk jahl murakkab (kebodohan
naazilan nazlatan ukhraa. Sementara itu, al-
yang berlipat dan kompleks). Maksudnya
Farra' berpendapat bahwa kata ini dibaca adalah dan Muhammad saw. tidak pernah
memiliki keyakinan yang batil sama sekali.
Khithaab atau perkataan dalam ayat ini
ditujukan kepada kaum kafir Quraisy untuk

"'it' ."d--*1--"*\.. TAFSIRAL-MUNIRJITID 14

menyangkal dan menyanggah apa yang (;ity lalu Allah SWT pun mewahyukan.
(:* iD kepada hamba-Nya, yaitu Malaikat
mereka nisbahkan dan tuduhkan kepada Nabi

Muhammad saw.. fibril a.s.. {;;r u} apa yang diwahyukan oleh

{cit ;i ,4 v,}y Muhammad saw. tidak Malaikat )ibril a.s. kepada Nabi Muhammad

mengucapkan Al-Qur'an menurut hawa nafsu saw.. Di sini, sesuatu yang diwahyukan tidak

atau dengan kebatilan. 4.;;. ;; il / ir} et- disebutkan secara spesifik, dengan maksud

Qur'an atau apa yang diucapkannya tidak untuk memberikan kesan dan nuansa

lain adalah wahyu yang diturunkan oleh agung, mulia, dan sakral pada sesuatu yang
Allah SWT kepadanya. $uit n* kly yang diwahyukan. Atau maksud ayat ini adalah
I diajarkan kepadanya oleh seorang malaikat lalu Malaikat fibril a.s. mewahyukan kepada

yang memiliki kekuatan yang sangat besa[ Muhammad saw..

yaitu Malaikat fibril a.s..{:, ,iy yang memiliki $"it " ',r$t -.-'s t:| hati Nabi Muhammad
daya akal dan pikiran yang kuat dan cerdas. yang beliau lihat
saw. tidak mengingkari apa

(a;-[] maka Malaikatfibril a.s. menampakkan dengan penglihatan beliau berupa wujud

diri dalam wujud aslinya sebagaimana yang Malaikat fibril a.s.. $,si- c S; it'.,(ii$ maka

diciptakan oleh Allah SWT. apakah kalian membantah, menyangkal, men-

Nabi Muhammad saw. melihat Malaikat dustakan, dan tidak memercayai apa yang

fibril a.s. dalam wujud aslinya sebanyak dua dilihat oleh Nabi Muhammad saw. secara

kali, sekali di langit dan sekali di bumi tepatnya langsung dengan mata kepala beliau sendiri?

di Gua Hira'pada permulaan kenabian. Fi'il, tumaaruunahu dari akar kata al-Miraa'

4"r;{r 9,{9 iii} sedang Malaikat Iibril a.s. yang berarti perdebatan secara batil.

berada di bagian yang tinggi dari ufuk langit, 4";i'ni i\1$y dan Nabi Muhammad saw.

yaitu arah atau sisi yang paling tinggi dari benar-benar melihat Malaikat fibril a.s. dalam

horizon bagi orang yang melihat. Dhamiir wujud aslinya sekali lagi pada kesempatan

di sini kembalinya adalah kepada Malaikat yang lain. {"i;l :'y yh di Sidratul Muntaha,

fibril a.s.. ((; ;jF kemudian Malaikat fibril a.s. yaitu tempat tertinggi di langit yang menjadi
mendekatkepada Nabi Muhammad saw. {J"6} batas ujung pengetahuan dan amal aktivitas

hingga ia pun semakin turun mendekat kepada para makhluk. Tidak ada seorang makhluk pun

Nabi Muhammad saw. Ini mengilustrasikan yang mengetahui apa yang ada di belakangnya.

dan memvisualisasikan mi'rainya Malaikat Tempat ini diserupakan dengan as-Sidrahyang

fibril a.s. bersama Nabi Muhammad saw.. artinya adalah pohon nabk karena mereka

4";;i ;i ;"y ,)u iKip hingga jarak antara berkumpul di bawah teduhannya. '*; ;'-y

Malaikat JiLril a.s. dan Nabi Muhammad (.srijr di dekat Sidratul Muntaha terdapat

saw adalah seukuran jarak antara dua ujung surga al-Ma'wa, yaitu tempat tinggal arwah

busur panah atau lebih dekat dari itu. Yang orang-orang Mukmin yang bertakwa.
dimaksudkan di sini adalah menggambarkan
(.rr"- u tr'lt **" !g) ketika Sidratul Mun-

dan mengilustrasikan bahwa pertemuan an- tahaa diliputi oleh apa yang meliputinya. Di

tara Malaikat Jibril a.s. dan Nabi Muhammad sini apa yang meliputi Sidratul Muntaha tidak

saw benar-benar dekat dan mereka berdua disebutkan secara spesifik, untuk memberikan
berkomunikasi dari jarak yang sangat dekat
makna at-Ta'zhiim [pengagungan) dan at-

sehingga Nabi Muhammad saw benar-benar Taktsiir (melimpah) untuk apa yang meliputi-

bisa mendengarkan dengan baik dan jelas apa nya itu sampai tidak bisa digambarkan dan

yang diwahyukan kepada beliau. dihitung.

-t

1a flil*b.t+r *T"'*t'-*iLl*.ll*P -.......,,,,,..,,,, -........,.,.,.,,..,,,,, "1.11.1'13:I"r'
...-.......,...,.,.,.,.,,,.,,,,,,*+rrt,.

(at i,:t u) penglihatan Nabi Muhammad surah-surah sebelumnya, seperti dalam surah

saw. tidak berpaling dari apa yang beliau ash -Shaaffaat, surah adz-Dzaariyaat dan su rah

Iihat. {"+ ui} dan tidak pula melewati apa ath-Thuur; serta dalam surah an-Najm ini,

yang diperintahkan kepada beliau pada sumpah yang ada adalah dengan rsim bukan
malam itu. {.s;ir i.; -Ui u,ti, ^aysungguh pada
dengan huruf. Pada surah ash-Shaaffaat,
malam itu, malam Mi'raj Nabi Muhammad saw. Allah SWT bersumpah untuk mempertegas
benar-benar telah melihat dan menyaksikan
sebagian ayat-ayat Tuhan yang teragung dan wahdaaniyyah (keesaan Allah SWT), yaitu i1)
berbagai keajaiban-keajaiban malakuut yang
paling spektakuler; seperti melihat Malaikat [Ltl &1. Dalam surah adz-Dzaariyaat, Allah

fibril ketika ia menutupi ufuk langit dengan SWT bersumpah untuk mempertegas hasyr

enam ratus sayap yang dimilikinya. (pembangkitan dan pengumpulan makhluk)

Tafslr dan Penlelasan dan jazaa' (balasan), yaitu {,1,ui'i 3t;} a1y.

"Demi bintang ketika terbenam, kawanmu Pada surah ath-Thuun Allah SWT bersumpah

(Muhammad) tidak sesat dan tidak (pula) untuk mempertegas keabadian adzab setelah

keliru." (an-Naim: 1-2) terjadinya hari Kiamat, yaitu 1t 4i dt -t';'01\

Aku bersumpah demi bintang-bintang {i';.r.Sedangkan dalam surah an-Najm, Allah
ketika condong pada saat mau terbenam.
Dengan condong ke ufuk bintang-bintang SWT bersumpah untuk mempertegas kenabian

tersebut bisa digunakan sebagai alat bantu Nabi Muhammad saw. Sehingga dengan begitu,

untuk mengetahui dan mendeteksi arah, ada tiga ajaran pokok yang ditegaskan di sini,
sungguh Muhammad saw. tidak melenceng
yaitu keesaan, hasyr, dan kenabian.2s
dari jalan hidayah dan kebenaran, dan tidak
pula menjadi orang yang terjatuh ke dalam Perlu diperhatikan juga dalam Al-Qur'an
kesesatan dan ucapan yang batil.
bahwa qasam atau sumpah adalah untuk
Ada yang mengatakan bahwa yang
mempertegas keesaan dan kenabian berjum-
dimaksudkan dengan an-Najm di sini adalah lah relatif sedikit, jika dibandingkan dengan
bintang Tsurayya ketika tenggelam bersama
qasam untuk mempertegas masalah ba'rs. Se-
datangnya fajar. Ibnu Abi Hatim meriwayatkan
bagaimana yang disebutkan dalam Al-Qur'an,
dari asy-Sya'bi dan yang lainnya, ia berkata,
seperti dalam surah adz-Dzaariyaat, surah ath-
"Sang Khaliq bersumpah dengan apa saja yang
Thuur, surah al-Lail, surah asy-Syams, surah
dikehendaki-Nya dari ciptaan-Nya. Adapun al-Buruuj dan yang lainnya. Itu karena bukti,
makhluh ia tidak boleh bersumpah kecuali
petunjuk, dalil dan tanda-tanda keesaan Allah
dengan Sang Khaliq."
SWT sangatbanyakdan kesemuanya itu adalah
Ar-Razi membuat sebuah perbandingan
pada al-Muqsam bihi [sesuatu yang digunakan dalil-dalil'aqli, sebagaimana yang dinyatakan

untuk bersumpah) dan al-Muqsam 'alaihi dalam sebuah syai4,

[sesuatu yang ingin ditegaskan dengan sumpah) ,r::;
Lt7i?FeiJu>tJ-t4:. #
antara yang terdapat pada surah ini dengan 4jl .,Ie

yang terdapat pada surah-surah sebelumnya. Pada tiap-tiap sesuatu terdapat ayat yang
menunjukkan bahwa Dia adalah Esa.
Dalam hal ini, ia menielaskan bahwa dalam
Bukti dan dalil-dalil kenabian dan ke-
rasulan juga banyak, yaitu berbagai mukjizat
yang masyhur dan mutawatir. Adapun ba'ts,

25 Tafsir Ar-Razi,28/277.

TATSTRAL-MUNrR IrLrD 14

bukti dan dalil yang menunjukkan ba'ts me- Daya gravitasi di antara galaksi-galaksi lain
rupakan suatu hal yang mungkin adalah de-
ngan menggunakan akal (dalil-dalil 'aqli). saling bergesekan dengan gas serta berbagai
Sedangkan mengenai terjadinya ba'ts, tidak
tertetapkan melainkan dengan dalil-dalil material dan partikel dalam jumlah yang
naqli, yaitu Al-Qur'an dan hadits. Oleh sebab sangat banyak. Hal ini dikenal dengan istilah

itu, dalam Al-Qur'an Allah SWT memper- lubang hitam (black hole).Daya gravitasi yang
ada di tengah galaksi tersebut menjadi suluh
banyak penyebutan sumpah untuk menegas- yang menyala [quasar) yang sangat Iangka
kan terjadinya ba'ts supaya manusia meng- terjadi, yaitu pada kurun waktu ratusan juta
tahun. Suluh yang menyala (quasar) tersebut
imaninya. mirip seperti bintang, hanya saja energi radiasi
magnetikyang dipancarkannya lebih kuat dari
Di antara ayat yang memiliki makna
apa yang dipancarkan oleh bintang biasa. Suluh
serupa adalah firman Allah S\MI,
tersebut jaraknya dari bumi adalah sepuluh
"Lalu Aku bersumpah dengan tempat ber' ribu juta (sepuluh miliar) tahun cahaya.
edarnya bintang-bintang. Dan sesungguhnya
itu benar-benar sumpah yang besar sekiranya Di bagian terdahulu sudah pernah kami
kamu mengetahui, dan (ini) sesungguhnya Al' singgung bahwa dalam satu tahun, matahari
Qur'an yang sangat mulia, dalam Kitab yang berpindah-pindah atau beredar di antara dua
belas konstelasi, kemudian matahari berada di
te rp el ih a ra, ti d ak a d a y ang m e ny entu hny a s e I a i n setiap konstelasi tersebut dalam jangka waktu
sebulan, sehingga perputaran atau peredaran
hamba-hamba yang disucikan. Diturunkan dari
Tuhan seluruh alam." (al'Waaqi'ah: 75'80) matahari setiap tahun adalah selama dua belas
bulan [365 hari, 6 jam, 9 menit, dan 10 detik).
Hikmah di balik sumpah dengan bintang Tahun tersebut dikenal dengan tahun bintang
adalah bintang merupakan sebuah benda
yang begitu dahsyat, baik kecepatan, ukuran yang dimulai pada tanggal2T Maret. Rembulan
juga memiliki konstelasi yang dikenal dengan
maupun macamnya. Kecepatan cahaya
sebutan manzilah (tempat-tempat orbit)
bintang adalah 300.000 km/detik. Itu berarti dan setiap hari rembulan beredar dari satu
cahaya bintang mampu bergerak mengitari
bumi dalam sepertujuh detik sekali. Ukuran manzilah ke manzilah yang lain. Dalam
matahari adalah lebih besar 1.300.000 kali
ukuran bumi. Matahari hanyalah satu dari 30 satu bulan, rembulan beredar melewati 29
miliar matahari. Tata surya dengan sebelas manzilah atau 3 0 manzilah, dan manzilah yang
terakhir disebut mahaaq (waning of moon).
planetnya hanyalah bagian dari sebuah Allah SWT berfirman,

galaksi. Sementara galaksi memiliki sekitar "Dialah yang menjadikan matahari
30 miliar bintang yang di antaranya memiliki
ukuran lebih besar dari matahari. Galaksi bersinar dan bulan bercahaya, dan Dialah
biasanya berbentuk menyerupai piringan
cakram dengan ukuran diameter seratus ribu semua galaksi yang berhasil ditangkap sampai hari ini.
Laporan tersebut menjelaskan bahwa kedua galaksi
tahun cahaya.26 tersebut terletak 17 milyar tahun cahaya dari bumi. Kedua
galaksi tersebut terbentuk pascaledakan besar (big bang)
26 Tahun cahaya sama dengan enam iuta mil. Sebuah laporan yang disebutkan bahwa big bang tersebut adalah yang

kerja tahunan organisasi ilmu astronomi di kota Houston selaniutnya membentuk iagad raya ini. Sebagaimana
Texas menyebutkan bahwa para ilmuwan astronomi
Amerika Serikat berhasil meneropong dua buah galaksi yang disebutkan dalam laporan tersebut, kedua galaksi
yang lebih tua dan lebih jauh jaraknya dari bumi dari tersebut lebih lauh dan lebih kuno dari radiasi quasar

yang menyerupai bintang dan memancarkan radiasi

elektromagnetik yang sangat kuat.

-!

yang menetapkan tempat-tempat orbitnya, "Dan tidaklah yang diucapkannya itu (Al-
Qur'an) menurut keinginannya. Tidak lain (Al-
agar kamu mengetahui bilangan tahun, dan Qur'an itu) adalah wahyu yang diwahyukan
perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan (kep a dany a)." (an-Naim : 3 -4)

demikian itu melainkan dengan benar. Dia Muhammad saw. tidak mengucapkan

menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) sebuah perkataan berdasarkan nafsu dan

kepada orang-orong yang mengetahui." tendensi, beliau tidak mengucapkan Al-

(Yuunus:5) Qur'an menurut hawa nafsu beliau sendiri.
Namun, beliau mengucapkan wahyu dari
Di dalam surah lain, Allah SWT berfirman, Allah SWT yang diwahyukan kepada beliau,
dan menyampaikan secara utuh dan lengkap
"Sungguh, penciptaan langit dan bumi itu apa yang diperintahkan kepada beliau untuk
lebih besar daripada penciptaan manusia, akan
tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui." disampaikan tanpa ada penambahan dan

[al-Mu'min:57) pengurangan.

Ayatini menunjukkan bahwa kemukjizatan Imam Ahmad, Abu Dawud dan Ibnu Abi
Al-Qur'an dalam bidang astronomi lebih besar Syaibah meriwayatkan dari Abdullah bin Amr
r.a., ia berkata,
dari kemukjizatan Al-Qur'an dalam bidang
kedokteran dan manusia. Allah SWT telah *s-',it ,;rt;6:ig' *iot.;*at--.

memerintahkan kita untuk memerhatikan dan "Dulu, aku menulis dan mencatat setiap hal
mencermati ayat-ayat kauniyyah-Nya serta yang aku dengar dari Rasulullah saw. yang ingin
menguak fenomena-fenomena iagat raya.z? aku hafal. Lalu orang-orang Quraisy melarangku
dan berkata,'Kamu menulis setiap hal yangkamu
Karena keajaiban bintang yang begitu
besar; Allah SWT pun bersumpah dengan dengar dari Rasulullah saw., sementara beliau
bintang-bintang bahwa Muhammad saw
bukanlah orang yang tersesat, keliru, dan adalah juga manusia yangberbicara ketika marah
dan ketika senang.' Lalu aku pun berhenti dari
melenceng dari yang haq. Sebab kenapa beliau
adalah benac lurus, tidak tersesat, dan tidak melakukan hal itu, lalu aku menceritakan hal

keliru adalah seperti yang dijelaskan dalam tersebut kepada Rasulullah saw., dan beliau pun
lanjutan ayat berikutnya ini, bersabda, 'Tulislah, karena demi Dzat Yang jiwaku
berada dalam genggaman-Nya, sungguh tidak
27 Pada hari Rabu tanggal 12 April 1961 M, sebuah pesawat terlontar dari diriku kecuali yanghaq."'

luar angkasa pertama membawa awak pesawat manusia Al-Hafizh Abu Bakar ar- Razi meriwayatkan
dan berkeliling mengorbit mengitari planet bumi, dipimpin
oleh seorang kosmonot dari Uni Soviet bernama Yuri dari Abu Hurairah r.a. dari Rasulullah saw,
Gagarin. Pertanyaan pertama yang diajukan oleh para
wartawan Rusia kepada dirinya adalah 'Apakah anda beliau bersabda,
menemukan Tuhan?" Lalu ia pun menjawab dengan logika
ateisme mutlak yang sudah dikenal, yaitu bahwa ia tidak
menemukan Tuhan. Kemudian aktivitas luar angkasa yang
sama juga dilakukan oleh kosmonot dari Uni Soviet lainnya

bernama Titov dengan durasi waktu di angkasa lebih

lama dari yang dilakukan oleh Gagarin. Ketika kembali
ke bumi, ia ditanya, 'Apakah anda menemukan Tuhan?"
Ia pun meniawab, "Ya, sungguh aku benar-benar telah
melihat dan menyaksikan kebesaran dan keagungan Sang
Pencipta, kuasa-Nya yang luar biasa dalam mengontrol
dan mengelola hukum gravitasi antara bumi, bulan, dan
matahari."

o,. o Di antara ayat lain yang menggambarkan
tentang sosok Malaikat f ibril a.s. adalah,
fr g';iJJ-iY -up
,S$1 '.Jr.p :. o c "S esung g uhny a (AI - Qur' an) itu b enar-b en ar
ciul firman (Allah yang dibawa oleh) utusan yang
Jr mulia (J ibril), yong memiliki kekuatan, memiliki
kedudukan tinggi di sisi (Allah) yang memiliki
v, Arasy, yang di sana (di alam malaikat) ditaati
dan dipercaya. Dan temanmu (Muhammad)
'Apa yang aku informasikan kepada kalian
bahwa ituberasal dari sisi Allah SWT, maka itulah itu bukanlah orang gila. Dan sungguh, dia
yang tiada keraguan terhadaPnya."
(Muhammad) telah melihatnya (libril) di ufuk
Imam Ahmad juga meriwayatkan dari yang terang." (at-Takwiir: 19-23)
Abu Hurairah r.a. dari Rasulullah saw., beliau
"Kemudian dia mendekat (Pada
bersabda,
Muhammad), lalu bertambah dekat, sehingga
*ti.z)J,.a!,t :..,t.-.i.;l eX Ju .u6 i a )( ' jaraknya (sekitar) dua busur panah atau lebih
Y
)l Jii dekat (lagi). Lalu disampaikannya wahyu
';"nt-tj,ru',
U kepada hamba-Nya (Muhammad) apa yang
Jrir;- ,l Ui Y st:Jv slt telah diwahyukan Allah." (an'Naim: 8'10)

'Aku tidak mengucapkan melainkan yang Pertama-tama Malaikat fibril a.s. berdiri
menampakkan diri di ufuk yang paling tinggi'
haq. Ada sebagian sahabat berkata, kepada beliau, Selanjutnya ia mulai mendekat ke bumi dan
terus mendekat dan turun ke bumi hingga
'Tetapi anda juga bercanda dengan kami wahai
berjarak sangat dekat kepada Nabi Muhammad
Rasulullah?' Beliau kembali bersabda,'sesungguh- saw. sekitar seukuran panjang dua busur atau
nya aku tidak mengucapkan melainkan yanghaq."'
kurang dari itu. Lalu pada kesempatan itu,
Selanjutnya Allah SWT menginformasikan Malaikat fibril a.s. pun mewahyukan kepada
tentang "guru" Rasulullah saw., yaitu Malaikat
hamba Allah dan Rasul-Nya Muhammad saw.
fibril a.s., apa yang ia wahyukan kepada beliau dari Al-
Qur'an menyangkut berbagai urusan agama.
"Yeng diajarkan kepadanya oleh (Jibril)
Ada yang mengatakan maksudnya adalah
yang kuat, yang mempunyai keteguhan; maka Allah SWT mewahyukan kepada hamba-Nya
$ibril itu) menampakkan diri dengan rupayqng
asli (rupa yang bagus dan perkasa), sedang dia Muhammad saw. apa yang Dia wahyukan.
berada di ufukyang tinggi." (an'Naim: 5'7) Di sini terkandung pengertian pengagungan

Al-Qur'an itu diajarkan kepada Nabi posisi wahyu.

Muhammad saw. oleh Malaikat fibril a.s. Keiadian tersebut terjadi ketika Rasulullah
saw. berada di bumi, bukan pada malam Isra'
yang memiliki ilmu dan amal yang sangat Mi'raj. Oleh karena itu, dalam ayat berikutnya
kuat. Malaikat fibril a.s. memiliki fisik yang Allah SWT berfirman,

kuat, akal yang sangat cerdas, aril dan "Dqn sungguh, dia (Muhammad) telah
melihatnya (dalam rupanya, yang asli) pada
kebijaksanaan yang sangat tinggi. Malaikat
waktu yang lain, (yaitu) di Sidratul Muntaha."
fibril a.s. menampakkan diri dalam wujud (an-Naim: 13-14)

aslinya ketika Nabi Muhammad saw. ingin
melihat dia dalam wujud aslinya. Lalu Malaikat
fibril a.s. pun menampakkan diri kepadabeliau
di bagian yang tertinggi dari langit, yaitu ufuk
matahari, hingga ia menutupi ufuk tersebut,

ketika ia datang kepada Nabi Muhammad saw.
membawa wahyu untuk yang pertama kalinya'

TArsrR AL-MUNIR JrrrD 14

bin Ibnu |arir meriwayatkan dari Abdullah "Dan sungguh, dia (Muhammad) telah

Mas'ud r.a. menyangkutayat 'ti;i;6 isli} melihatnya (dalam rupanya, yang asli) pada
waktu yang lain, (yaitu) di Sidratul Muntaha,
4jliia berkata, Rasulullah saw. beisabda, di dekatnya ada surga tempat tinggal," (an-
Naim:13-15)
a/ *J ',Lo,.o> t o1.
.-t;L c.*(_ LJ'J. li;l Sungguh Nabi Muhammad saw. benar-
, ' Jr
benar melihat lagi Malaikat |ibril a.s. turun
Aku melihat Malaikat fii,ir a.s. memiliki
dalam wuiud aslinya, yaitu pada malam Isra'
enam ratus sayap."
di Sidratul Muntaha. Menurut pendapat
Kemudian, Allah SWT menjelaskan cara
para ulama dan inilah yang masyhur bahwa
Nabi Muhammad saw. melihat Malaikat fibril Sidratul Muntaha adalah sebuah pohon di
a.s. dalam wujud aslinya secara nyata, bukan langit ketujuh. Dalam sebuah hadits shahih
dijelaskan bahwa Sidratul Muntaha berada
khayalan, dan imajinasi,
di langit keenam. Sidratul Muntaha adalah
"Hatinya tidak mendustakan apa yang te-
batas uiung pengetahuan makhluk dan tidak
lah dilihatnya, Maka apakah kamu (musyrikin ada seorang makhluk pun yang mengetahui

Mekah) hendak membantahnya tentang apa apa yang ada di belakang Sidratul Muntaha.

yang dilihatnya itu?" (an-Naim: tl-LZ) Hanya sampai di Sidratul Muntaha itulah

Hati Nabi Muhammad saw tidak meng- pengetahuan mereka berujung. Di Sidratul

ingkari dan menyangkal apa yang beliau lihat Muntaha terdapat surga yang menjadi tempat
berupa bentuk dan wujud asli Malaikat fibril
a.s.. Hati beliau bena4 mata beliau pun tentu tinggal arwah orang-orang Mukmin.
lebih benar terhadap apa yang ia lihat. Lalu
Yang shahih juga sebagaimana yang sudah
bagaimana bisa kalian membantah, men-
dustakan, dan tidak memercayai apa yang pernah dipaparkan dalam surah al-lsraa'
bahwa aktivitas Mi'raj yang dilakukan oleh
beliau lihat dengan mata kepala beliau sendiri
Nabi Muhammad saw. adalah dengan jasad dan
dengan menyaksikannya secara langsung dan
ruh sekaligus, bukan hanya dengan ruh saja
konkret berupa wujud asli Malaikat fibril a.s. sebagaimana pendapat sebagian kalangan.

tersebut? fika hanya dengan ruh, tentunya aktivitas

Pendapat yang paling kuat adalah Mi'raj tidak merupakan sebuah mukjizat.

bahwa alif lam pada kata (irlr) adalah alif Dengan begitu, berarti Nabi Muhammad
saw. melihat Malaikat |ibril a.s. dalam wujud
lam yang dikenal dengan istilah alif lam lil aslinya sebanyak dua kali, yaitu satu kali di
'ahdi (alif lam yang berfungsi menjelaskan
bahwa kata yang diberi alif lam tersebut bumi dan satu kali di langit. Adapun selain itu,

adalah sesuatu yang sudah diketahui, yaitu beliau melihat Malaikat fibril a.s. dalam wujud
hati Nabi Muhammad saw.. Ketika melihat manusia karena dengan begitu hal itu lebih

Malaikat fibril a.s. dalam wujud aslinya, mudah dan lebih ringan bagi beliau sekaligus
terasa lebih akrab, nyaman, dan tidak terasa
hati Nabi Muhammad saw. tidak berbisik,
'Aku tidak mengenalmu," tetapi hati beliau asing.

membenarkan, yakin dan memercayai Berdasarkan hal ini, dhamiir ha yang

apa yang beliau lihat dan saksikan tanpa terdapat pada kata (ii;| [melihatnya) tidak
sedikit pun meragukannya dan tidak pula
mengatakan apa yang beliau lihat itu adalah kembali kepada Allah SWT tetapi kepada

iin atau setan. Malaikat fibril a.s.. Dengan begitu, berarti


Click to View FlipBook Version