'fAFSrR AL-MUNrR JrLrD 14
SURAH ATH-THALAAq
MADANIYYAH, DUA BELAS BELAS AYAT
Penamaan Surah totalitas ilmu-Nya. Sementara di bagian
Surah ini dinamakan dengan surah ath- akhir surah ath-Thalaaq, Allah SWT meng-
Thalaaq, karena di dalamnya termuat pen- isyaratkan kesempurnaan ilmu-Nya ten-
jelasan tentang hukum-hukum talak dan
tang kemaslahatan-kemaslahatan kaum
iddah, serta diawali dengan ayatiAL r!1*lrr;l"iqp
perempuan dan hukum-hukum yang khu-
4v"::'.:t .:."':i,JLt' ;-jlt. sus berhubungan dengan talak mereka.
Persesualan Surah lnl dengan Surah Seakan-akan Allah SWT memberikan
Sebelumnya
contoh kesempurnaan pengetahuan-Nya
Korelasi dan relevansi surah ini dengan yang disebutkan secara global dengan hal-
hal yang bersifat parsial dan perincian.
surah sebelumnya (at-Taghaabun) bisa ditinj au fadi, Allah SWT Maha Mengetahui segala
dari dua aspek berikut ini.
sesuatu, termasuk di antaranya hal-hal
1. Di bagian belakang surah at-Taghaabun,
tersebut.
Allah SWT berfirman, "Hai orang-orqng
l(andungan Surah
Mukmin, sesungguhnya di antara istri-
istrimu dan anak-anakmu ada yang Tema surah Madaniyyah yang satu ini
adalah menjelaskan hukum-hukum syari'at
menjadi musuh bagimu." (ayat 14) Ketika
permusuhan para istri terkadang mungkin yang mengatur dan menata hal ihwal keluarga
bisa memicu terjadinya talak, sementara
permusuhan anak-anak terkadang mung- dan rumah tangga ketika masih utuh dan
setelah terjadinya perpisahan antara suami
kin bisa memicu reaksi keras dan tidak
mau memberi nafkah kepada mereka, istri.
relevan jika hal itu diikuti dengan sebuah
surah yang di dalamnya termuat hukum- Surah ini mengawali pembicaraannya
hukum talak, memberi nafkah kepada
anak-anak dan kepada para istri yang tentang hukum-hukum talak sunni yang di
dalamnya istri yang dicerai bisa menghadapi
ditalak. iddah, hukum-hukum iddah dan perhitungan
waktunya disertai dengan ketakwaan kepada
2. Di bagian akhir surah at-Taghaabun, Allah
Allah SWT dan muraaqabah kepada-Nya
SWT mengisyaratkan dengan firman-Nya
dalam menginformasikan berakhirnya masa
{+' f6} tentang kesempurnaan dan
iddah. Setelah itu, surah ini memerintahkan
para suami untuk merujuk dengan cara yang
patut atau memutus dan melepas dengan cara yang tujuh, serta turunnya wahyu Allah SWT
yang baik. Surah ini juga sangat menekankan perintah-Nya, titah-Nya dan qadha-Nya antara
ketalowaan kepada Allah SWT dan bertawakal langit dan bumi.
kepada-Nya dalam bidang hubungan suami
istri dan yang lainnya. HUKUM.HUKUM TALAK DAN IDDAH SERTA
BUAH KEXAKWAAN DAN TAWAKAL
Kemudian, surah ini menerangkan hukum
iddah perempuan yang sudah tidak mengalami Surah ath-Thalaaq Ayat 1- 3
haid lagi karena faktor usia atau karena sakit,
serta iddah perempuan yang masih kecil yang \rr*Whi;1,#'f::;lt#th,gyt#rCirq
belum mengalami menstruasi. Masa iddah
keduanya adalah sama, yaitu tiga bulan. Lalu $s o{.i.,or'.f-,} *'K5 -At lfuV 1$t
diikuti dengan penjelasan tentang iddah pe-
rempuan yang sedang hamil, yaitu sampai me- WElt'ri:1L'dt; L1r6, "&'S -9 y l;;t-
lahirkan. pl Utl,*t'6 iL sg At',i- W fS
Penjelasan di atas menuntut adanya 'i)A <fi$f 0 lA -A-\'t;;.5ii'l't
keterangan tentang hukum nafkah dan tempat $34;V+i7;:li$55*ifrffiu
tinggal selama masa iddah, hukum memberi
upah atas penyusuan, menyesuaikan besar b).\')r't'rirst W Hi )i3,t;l
kecilnya nafkah dengan kondisi dan kemam-
puan ekonomi. Di sela-sela pembicaraan ini, d;*'6s+ \ ;Av i\t;3. <,( $ r,sr|-
disebutkan perintah bertala,va demi mencegah
dan mengeliminasi terjadinya perbuatan zalim fr38-.o1{,4'eWl'vgdt;i-;,l
dan melampaui batas. h'g+'i,;j,|1ri-J\.5lt^yii7t'*'*lg
Surah ini ditutup dengan peringatan frS,i,rdiA
untuk tidak melanggar hukum-hukum dan me- "Wahai Nabi! Apabila kamu menceraikan
lampaui batasan-batasan Allah SWT ancaman istri-istrimu maka hendaklah kamu ceraikan
dengan hukuman yang serupa dengan hukum- mereka pada waktu mereka dapat (menghadap)
iddahnya (yang wajar), dan hitunglah waktu
an-hukuman yang ditimpakan atas umat-
umat yang zalim yang melanggar perintah- iddah itu, serta bertakwalah kepada Allah
perintah Allah SWT penyebutan kembali
perintah bertakwa dan mengingatkan tugas Tuhanmu. Janganlah kamu keluarkan mereka
dan misi Rasulullah saw., yaitu membacakan dari rumahnya dan janganlah (diizinkan) keluar
ayat-ayat Allah SWT untuk mengeluarkan
kecuali jika mereka mengerjakan perbuatan
dan mengentaskan orang-orang Mukmin dari
kegelapan-kegelapan menuju kepada cahaya, keji yang jelas. Itulah hukum-hukum Allah, dan
serta penegasan tentang balasan keimanan barangsiapa melanggar hukum-hukum Allah,
maka sungguh, dia telah berbuat zalim teradap
dan amal saleh.
dirinya sendiri. Kamu tidak mengetahui barangkali
Kemudian, surah ini menjelaskan dalil
setelah itu Allah mengadakan suatu ketentuan
dan bukti yang kuat tak terbantahkan tentang
yang baru. Maka apabila mereka telah mendekati
kuasa Allah SWT yang sempurna, mutlak
dan komprehensif, serta ilmu-Nya yang luas
tentang penciptaan langit yang tujuh dan bumi
TAFSTRAL-MuNrR JrrrD 14
akhir iddahnya, maka rujuklah (kembali BalaaEhah
kepada) mereka dengan baik atau lepaskanlah $' 3rL ';i" it .i,r lri .:.r1l} ai sini
mereka dengan baik dan persaksikanlah dengan menggunakan fsim zhaahir di tempat yang
dua orang sakyang adil di antara kamu dan sebenarnya bisa menggunakan dhamir atau
hendaklah kamu tegakkan kesaksian itu karena kata ganti, yaitu lafzhul jalaalah, Allaah yang
Allah. Demikianlah pengajaran itu diberikan kedua. Hal ini bertujuan untuk menciptakan
bagi orang yang beriman kepada Allah dan hari nuansa dan suasana menakutkan (at-
akhirat. Barangsiapa bertakwa kepada Allah Tahwiil).
niscaya Dia akan membukakan jalan keluar (,,rri; ip Di sini terdapat al-Iltifaat, yaitu
baginya, dan Dia memberinya rezeki dari arah
beralih dari bentuk fi'il ghaa'ib [kata kerja
y ang t i dak di s angka- s angkany a. D an b arangsi ap a orang ketiga) laa yadrii, ke bentuk fi'il atau
kata kerja orang kedua (khithaab), {,,r; {}
bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan
mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya dengan tujuan supaya semakin ada perhatian
Allah melalcsanakan urus an-Ny a. Sungguh, Allah yang lebih besar.
telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu." 4\.',, :,'j*'. t;J,$ '"i -,';L. ":',iS-*:t/b di sini
(ath-Thalaaq: l-3) ",1
terdapat ath-Thibaaq.
Qlraa'aat Mufradaat Lughawlyyah
(#,P, (e 6j [] di sini yang dipanggil hanya Nabi
Warsy membaca 1"u.15. Muhammad saw., namun pesan perkataan ini
d:r-;.lib:
\e t,.J' / bersifat umum sehingga yang dimaksudkan
Warsy, Abu Amr, dan Hafsh membaca adalah umat beliau karena beliau adalah
dengan huruf ba'dibaca dhammah. Sedangkan imam bagi umat beliau sehingga memanggil
imam yang lain membacanya dengan huruf ba' beliau berarti sama saja dengan memanggil
dibaca kasrah. umat beliau. {,u3r &,tlh apabila kalian ingin
{f}, Ibnu Katsir membaca (41)' menalak istri-istri kalian. Ini seperti ayat 98
(:rieq) dibaca: surah an-Nahl, (r"alr l&tqluryu aiit -iis$y.
4:,:"s :"ijiL;b maka talaklah mereka
l. <:.;i bu>ini adalah qiraa'aat Hafsh. \e:_ .. v ' / dalam
2. 6';i [u> ini adalah qiraa'aat imam yang
keadaan mereka bisa menyambut masa iddah
lain.
mereka, yaitu menalak ketika istri dalam
l'raab keadaan suci sebelum dicampuri. (;*lr *;lY
4:ri eq ir i1) kata {du} tanpa tanwin dan hitunglah dengan teliti, cermat, dan
untuk meringankan bacaan, sedangkan kata saksama masa iddah dan sempurnakanlah
setelahnya dibaca jan sebagai mudhaaf sampai tiga quruu'.
ilaihi. (.i; a, t,;tl) dan taatilah perintah dan
Ada versi qiraa'aatyang membaca dengan larangan Allah SWT jangan sampai kalian
tanwin, baalighun amrahuu melihat pada memperpanjang iddah hingga berlarut-larut
asalnya karena isimfaa'il di sini, yaitubaalighu i|dan menimpakan bahaya terhadap mereka.
bermakna istiqbaal (waktu yang akan datang). 4;*A ,t,ro,*; jangan kalian keluarkan mereka
dari tempat tinggal mereka ketika terjadi
Sedangkan kata amrahuu dibaca nashab
talak hingga iddah mereka selesai. {#i 'i;F
sebagai maf'uul bihi.
dan tidak diperbolehkan bagi mereka keluar
TATSIRAL-MuNIRIrLrp 14 *i| l-\ surahath-Thataaq
dari tempat tinggal mereka itu selama masa rujuk atau pelepasan yang ada, untuk
iddah hingga masa iddah itu berakhir. menghindari dan mengeliminasi munculnya
4# f:UY kecuali oleh sebab mereka kecurigaan sekaligus mengeliminasi potensi
melakukan suatu perbuatan keji fyaitu zina) terjadinya perselisihan. Perintah dalam ayat
yang nyata yang mengharuskan hukuman
ini seperti perintah dalam ayat 282 surah
hadd. Atau melakukan tindakan lancang dan
al-Baqarah, (.,ir ;;6.!r t4it\ (r-,u ri1 ,iyir!.
kurang ajar terhadap suami atau keluarganya. wahai para saksi tunaikan dan berikanlah
Atau karena mereka keluar sebelum ber- kesaksian ketika dibutuhkan dengan tulus
akhirnya masa iddah. Ketika itu, mereka di- ikhlas semata-mata karena Allah SWT, tanpa
keluarkan untuk penegakan hukuman hadd ada tindakan-tindakan distorsi, baik demi
terhadap mereka atau untuk membebaskan untuk kepentingan pihak yang berperkara (a/-
diri dari sikap mereka yang lancang dan Masyhuud lahu) maupun untuk menimbulkan
kurang ajar; atau untuk menyatakan bahwa mudharat terhadapnya.
keluarnya mereka sebelum berakhirnya masa t-.:t
iddah adalah sebuah perbuatan keji. {.{!} {,.€r} semua yang disebutkan dalam
hal-hal yang telah disebutkan itu. (ir lriip
ayat ini. Atau maksudnya adalah memotivasi
adalah hukum-hukum dan syari'at-syari'at untuk mau menjadi saksi dan memberikan
Allah SWT. 4*" ;",ia| maka sungguh ia telah kesaksian. {r{r pir; !u, bi" aot< i:LJy ai sini
menzalimi dirinya sendiri membahayakan yang disebutkan secara khusus adalah orang
dan mencelakakan diri sendiri, karena telah Mukmin karena orang Mukminlah yang bisa
melakukan suatu hal yang mengakibatkan dan mau mengambil manfaat dari nasihat
dan pengajaran yang disampaikan. Dan yang
dirinya terkena hukuman. (+rr; {y seseorang, dimaksudkan di sini adalah mengingatkan-
atau kamu wahai Nabi, atau kamu wahai (uj;nya.kepad;Ja"Ai;l,l"a!hhS,W*" T;rn:hiscbaayraaDngiasipagpma pbeerr--
suami yang menalak, tidak tahu. ir^i n, ;;JF takwa
$';i .;ui .,-i barangkali mungkin eitatr swt
adakan untuknya jalan keluar dari berbagai
memperadakan suatu hal yang baru setelah
kesempitan dan kesulitan dunia dan akhirat.
talak tersebut, yaitu rasa penyesalan atas
Ini adalah kalimat sisipan yang berfungsi
talak yang dijatuhkan serta berhasrat dan
untuk mempertegas dan memperkuat hal
berkeinginan untuk kembali kepada istri yang sebelumnya, dengan memberi janji kepada
telah ditalak itu dengan cara rujuk atau akad orang-orang yang mau menjaga dan men-
nikah yang baru. junjung tinggi batasan-batasan dan hukum-
{i;ti,"t:-i -,'- t';-p- } maka apabila mereka telah {i *hukum Allah SWT. ;:y,S'i;. dan barang-
.|'li
mendekati akhir masa iddah mereka. #J-..JlbY siapa yang memasrahkan urusan-urusannya
4:t"-, maka rujuklah mereka dengan mem- kepada Allah SWT. (i,:; #F maka Allah SWT
pergauli secara baik. (.-,1i; ,rrri liy atau Yang akan memberikan kecukupan kepada-
lepaslah mereka dengan tetap menghormati nya. {yii 4U ir ,3r} sesungguhnya Allah SWT
Maha Pelaksana terhadap hukum-Nya,
haknya serta tidak menimpakan kemudha-
ratan terhadapnya dengan memanfaatkan ke- keputusan-Nya, kehendak-Nya, dan qadha-
sernpatan merujuk untuk menyakitinya seperti Nya kepada makhluk-Nya, Dia melakukan apa
merujuknya kembali kemudian menceraikan- yang dikehendaki-Nya dan merealisasikan
nya lagi dengan tujuan supaya istri terus berada apa yang diinginkan-Nya. (:r i< i' it ;F
dalam masa iddah hingga berlarut-larut.r.,i-ii]) sesungguhnya Allah SWT benar-benar telah
4€J J'n,sttdianjurkan untuk mempersaksikan menjadikan untuk tiap-tiap sesuatu berupa
kelapangan dan kesempitan, kemakmuran keadaan suci dari haidnya sebelum ia men-
dan kesusahan. (tl.ri! ukuran, kadar; atau batas campurinya. Itulah talak sesuai dengan
waktu.
iddahnya, sebagaimana yang diperintahkan
Sebab Turunnya
Allah SWT."
Ayat (1)
Ayat (2)
Ibnu Abi Hatim, Ibnu Iaric dan lbnu
Mundzir meriwayatkan dari Anas r.?., ia Hakim meriwayatkan dari fabir r.a., ia
berkata, "Rasulullah saw. menalak Hafshah berkata, "Ayat, 4d-';; I W nt ,*. 3!b turun
r.a., lalu ia pun mendatangi keluarganya. Lalu menyangkut seorang laki-laki dari Asyja'. Ia
adalah laki-laki miskin dan memiliki banyak
Allah SWT menurunkan ayat ini,iliii r!1 ,r;r qi-iU)
keluarga yang harus dinafkahi. Ia datang
1\e."/1"'-,.te ';rrrbt;u:!r. Lalu dikatakan kepada beliau, menemui Rasulullah saw dan memohon
, bantuan kepada beliau. Beliau berkata
'Rujuklah Hafshah karena sesungguhnya ia kepadanya, 'Bertaloaralah kamu kepada Allah
SWT dan bersabarlah.' Tidak lama setelah
adalah perempuan yang rajin berpuasa dan itu, datanglah salah seorang putranya dengan
membawa kambing. Sebelumnya, putranya itu
shalat dan ia adalah salah satu istrimu di ditawan oleh musuh. Ia pun datang menemui
Rasulullah saw. dan mengabarkan masalah
surga."'
kambing yang dibawanya tersebut. Beliau
Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi,
berkata, 'Makanlah.' Lalu turunlah ayat ini."
Nasa'i, dan Daruquthni meriwayatkan dari
Adz-Dzahabi mengatakan, ini adalah
Abdullah bin Umar r,?., "Bahwasanya ia
hadits mungkaS, dan hadits ini memiliki hadits
menceraikan istrinya, padahal waktu itu
syaahid.
istrinya sedang haid. Lalu hal itu dilaporkan
Ibnu Murdawaih dan al-Khathib me-
oleh Umar bin Khaththab r.a. kepada riwayatkan dari Abdullah bin Abbas r.a., ia
Rasulullah saw., Mendengar hal itu, Rasulullah berkata, "Auf bin Malik al-Asyja'i datang, lalu
berkata, 'Wahai Rasulullah, putraku ditawan
saw. pun marah, kemudian beliau berkata,'Dia oleh musuh dan ibunya merasa sangat ter-
pukul, maka apa yang Anda perintahkan
fAbdullah bin Umar r.a.) harus merujuknya, kepada saya?' Beliau berkata, Aku perintah-
kemudian mempertahankannya sampai ia kan kepadamu dan kepada istrimu untuk
fistrinya itu) suci dari haidnya, kemudian haid memperbanyak membaca, 'lee haula wq
lagi, lalu suci lagi. Kemudian, jika ia memang
laa quwwata illaa billaahi (hauqalah).' Istri
ingin menalak istrinya itu, hendaklah ia berkata, 'Betapa bagusnya apa yang Anda
perintahkan itu.' Mereka berdua pun mulai
menalaknya ketika istrinya dalam keadaan memperbanyak bacaan hauqalah tersebut.
suci sebelum ia campuri. Itulah iddah yang Singkat cerita, musuh yang menawan putranya
diperintahkan oleh Allah SWT."' tersebut lengah. Putranya pun memanfaatkan
Dalam redaksi imam Muslim disebutkan, hal itu untuk menggiring dan membawa lari
"Maka, itulah iddah yang Allah SWT me- kambing-kambing mereka, lalu ia bawa kepada
merintahkan jika menalak istri, hendaklah
!;ayahnya. Lalu turunlah ayat ini lj it C i:b
ditalak untuk iddah tersebut." 4(;;',
Dalam redaksi Daruquthni disebutkan,
"Hendaklah ia merujuk istrinya itu, kemudian
mempertahankannya hingga haid lagi selain
haid pertama yang di dalamnya ia menalak-
nya. Lalu jika memang ia ingin menalaknya,
hendaklah ia menalaknya ketika istri dalam
Tafsir dan Penjelasan talak bid'i.146 Ketiga, talak yang bukan talak
sunni dan bukan pula talak bidt.
"Wahai Nabi! Apabila kamu menceraikan
istri-istrimu maka hendaklah kamu ceraikan Adapun talak sunni atau talak sunnah
mereka pada waktu mereka dapat (meng-
hadapi) iddahnya (yang waj ar)." (ath-Thalaaq: adalah talak yang dijatuhkan pada masa suci
1) yang dalam masa suci itu istri belum pernah
Wahai Rasul dan orang-orang yang ber- disetubuhi atau di tengah-tengah kehamilan
iman kepada beliau, apabila kalian ber- yang telah jelas.
keinginan untuk menalak istri kalian, talaklah
Adapun talakbid'i atau talak bid'ah adalah
mereka dalam keadaan mereka bisa meng-
hadapi dan menyambut iddah mereka atau talak di tengah-tengah masa haid, atau di
sebelum waktu iddah mereka.
tengah-tengah masa suci yang di dalamnya istri
Maksudnya, perintah jika ingin menalak sudah pernah digauli karena dikhawatirkan
istri, harus dilakukan ketika istri dalam masa
suci yang selama masa suci itu belum pernah terjadi kehamilan. Talak ini adalah haram
dicampuri fdisetubuhi), serta larangan men-
jatuhkan talak ketika istri dalam masa haid. karena menimbulkan mudharat terhadap
Hal ini sebagaimana yang dijelaskan secara istri sebab ia harus menunggu lebih lama
eksplisit dalam sebuah hadits Abdullah bin Iagi untuk sampai pada masa akhir iddahnya.
Umar r.a. di atas. Sebab, sisa masa haid yang sedang dijalaninya
Di sini, panggilan yang ada ditujukan yang di dalamnya ia ditalak tidak dihitung
sebagai bagian dari iddah menurut ulama
kepada Nabi Muhammad saw., namun pesan
yang mengatakan bahwa al-Aqraa' maksudnya
atau sisi hukum yang ada bersifat umum adalah al-Athhaar (masa suci). Demikian juga
ditujukan kepada beliau dan umat beliau. Hal masa suci setelah haid yang di dalamnya ia
ini sebagai bentuk penghormatan kepada Nabi ditalak tersebut, juga tidak dihitung sebagai
Muhammad saw. sekaligus memperlihatkan
bagian dari iddah menurut ulama yang
keagungan kedudukan dan posisi beliau.
mengatakan bahwa yang dimaksud dengan al-
Ini seperti perkataan kepada pemimpin Aqraa'adalah al-Haaidhaat (masa haid), dan
mesti harus tiga kali haid yang utuh.
kaum atau panglima pasukan, "Wahai Fulan,
lakukanlah begini dan begini," sebagai bentuk Fuqaha menyamakan talak pada masa
pengakuan terhadap kedudukan dan posisinya
nifas dengan talak bid'i, dalam hal hukumnya,
di tengah kaumnya, juga untuk menyatakan yaitu sama-sama haram.
bahwa ia adalah pemimpin yang bertanggung As-Sunnah menyatakan secara eksplisit
jawab untuk mengarahkan dan membimbing
para bawahannya. bentuk dan gambaran talak bid'i yang
Ayat ini menjadi dalil tentang keharaman diharamkan di masa suci yang di dalamnya
menjatuhkan talak ketika istri dalam masa suami sudah pernah menyetubuhi istri. Karena
barangkali terjadi kehamilan dan suami pun
haid. Para ahli fiqih menjelaskan bahwa talak merasa menyesal atas talak yang dijatuhkan.
ada tiga macam.las Pertama,talak sunni. Kedua,
146 Disebut talak sunni atau talak sunnah karena sesuai
145 Tafsir lbnu Katsir, 4 /37 8. dengan aturan dan ketentuan Al-Qur'an dan As-Sunnah.
Disebut talak bid'i atau talak bid'ah karena melebihi tiga
quruu) karena ketika si istri ditalak pada saat ia dalam
masa haid, haidnya tidak dihitung sebagai salah satu dari
tiga quruu'sehingga iddah yang harus dijalaninya meniadi
lebih panjang.
Akan tetapi khulu'di masa haid dengan al-Qur'u adalah haid, berarti ia telah menalak
'iwadh [pengganti, kompensasi khulu) dari istrinya sebelum iddah, bukan dalam iddah,
pihak istri tidaklah haram menurut banyak dan itu semakin memperpanjang masa iddah
istri.
fuqaha. Kesediaannya untuk membayar
Sementara itu, ulama Hanafiyyah dan
'iwadh tersebut memberikan kesan bahwa ulama Hanabilah menakwilkan ayat ';Fuy
ia memang butuh untuk lepas dari suami, 4U4. adalah listiqbaali 'iddatihinna, [untuk
menghadapi dan menyambut iddah mereka)
serta memberikan kesan bahwa ia rela harus bukan fii'iddatihinna [dalam iddah mereka).
menunggu masa iddah yang lebih lama. Allah Karena mustahil jika talak yang merupakan
sebab iddah itu sendiri adalah terjadi dalam
SWT berfirman,
iddah. Sedangkan hal yang dihadapi yang akan
"Maka keduanya tidak berdosa atas
datang adalah haid bukan suci.
bayaran yang (harus) diberikan (oleh istri)
untuk menebus dirinya." (al-Baqarah: 229) Akan tetapi, yang ma'ruf adalah huruf lam
Rasulullah saw. mengizinkan Tsabit bin jika masuk kepada kata yang menunjukkan
Qais untuk melakukan khulu'atas sejumlah waktu, huruf Iam tersebut memberi faedah
harta ('iwadh), tanpa menanyakan lebih lanjut makna at-Ta'qiit [penentuan waktu) dan
pengkhususan untuk waktu tersebut. Makna
tentang keadaan istrinya.
ayat tersebut menjadi fa thalliquuhunna lil
Adapun talak yang bukan talak sunni dan
bukan pula talak bid'i adalah talak terhadap waqtilladzii yasyra'na fiihi fil 'iddati 'alal
istri yang masih kecil, istri yang sudah tidak
ittishaali bith thalaaqi, fmaka talaklah mereka
haid lagi serta istri yang belum pernah pada waktu itu mereka masuk ke dalam iddah,
dicampuri sama sekali. yang tersambung dengan talak).
Yang lebih utama berdasarkan kesepa- Kemudian, Allah SWT memerintahkan
untuk menghitung iddah dan waktunya
katan adalah talakyang dijatuhkan adalah satu
kali. Menurut imam Malih makruh hukumnya dengan saksama,
menjatuhkan talak tiga kali, baik dilakukan "Dan hitunglah waktu iddah itu." (ath-
secara terpisah maupun digabungkan sekali-
gus. Menurut ulama Hanafiyyah, makruh hu- Thalaaq: 1)
kumnya menjatuhkan talak lebih dari satu
dalam satu masa suci. Sedangkan menurut Perhatikan, hitung, dan ingat-ingatlah
imam asy-Syafi'i, boleh menjatuhkan talak tiga. dengan baik masa iddah, ketahuilah dengan
Imam asy-Syafi'i menjadikan ayat ;;titit\ saksama permulaan dan ujung akhirnya,
4U4 sebagai landasan dalil bahwa yang di- supaya iddah benar-benar sempurna, yaitu
tiga qur'u utuh dan penuh.
maksud dengan al-Aqraa' adalah al-Athhaar
Pesan perkataan ini ditujukan kepada
[masa suciJ. Huruf lam di sini adalah untuk
menunjukkan makna waktu. Yakni, talaklah para suami. Menghitung dan mengetahui
mereka pada waktu iddah mereka. Hal ini
diperkuat dengan hadits Abdullah bin Umar masa iddah dengan saksama adalah sebuah
r.a. di atas. Dalam hadits tersebut, Rasulullah keharusan untuk menjalankan hukum-hukum
saw. menjelaskan bahwa iddah yang Allah iddah selama masa iddah, berupa penentuan
SWT memerintahkan jika ingin menalak istri, hak merujuk bagi suami dan mempersaksikan
dilakukan pada masa suci yang jatuh setelah rujuk tersebut, hak nafkah istri dan hak tempat
tinggalnya, serta tidak boleh keluar bagi istri
masa haid. Seandainya yang dimaksud dengan
dari rumahnya sebelum masa iddahnya habis.
"Serta bertakwalah kepada Allah Tuhan- dan larangan keluar bagi mereka. Dengan
mu." (ath:fhalaaq: 1)
menyatakan keutuhan hak mereka atas tempat
Bertakwalah kalian kepada Allah SWT
Tuhan kalian. fanganlah kalian durhaka tinggal, seakan-akan rumah-rumah itu adalah
kepada-Nya pada apa yang Dia perintahkan milik mereka.
kepada kalian. fanganlah kalian menimpakan Yang shahih menurut ulama Hanafiyyah
adalah ketentuan perempuan yang menjalani
kemudharatan atas para istri dengan mem- masa iddah harus tetap tinggal di rumah, di
dalamnya juga ada hak syara' yang suami
perpanjang dan mengulur-ulur iddah mereka, tidak memiliki kewenangan apa pun untuk
menjadikan mereka melakukan penantian menggugurkannya. Ayat laa tukhrijuuhunna,
masa iddah lebih lama. pengertian literalnya menunj ukkan keharaman
mengeluarkan mereka, sedangan pengertian
"Janganlah kamu keluarkan mereka dari
rumahnya dan janganlah (diizinkan) keluar." tersiratnya menunj ukkan keharaman memberi
(ath-Thalaaq: 1) izin mereka untuk keluar karena mengizinkan
|anganlah kalian mengeluarkan para sesuatu yang diharamkan adalah haram.
istri yang ditalak dari rumah mereka selama Pendapat ulama Syafi'iyyah menyebutkan
masa iddah. Karena setiap perempuan yang
menjalani masa iddah, memiliki hak tempat bahwa ketentuan istri yang menjalani masa
iddah harus tetap di rumah adalah murni hak
tinggal yang harus dipenuhi oleh suami selama suami istri. |ika mereka berdua bersepakat
istri itu menjalani iddah dari suami tersebut. pindah, itu boleh, karena hak yang ada
Karena itu, suami tidak boleh mengeluarkan
istri yang sedang menjalani masa iddah, dan adalah hak mereka berdua. Ini adalah yang
istri juga tidak boleh keluar dari rumahnya. dipraktikkan dan diterapkan pada masa
Para istri yang sedang menjalani masa iddah, sekarang ketika terjadi talak sehingga kita
tidak boleh keluar dari rumah selama mereka tidak melihat ada seorang istri yang ditalak
masih tetap tinggal di rumah yang didiami
masih dalam masa iddah, kecuali karena suatu
hal yang mendesak dan darurat, demi untuk mereka berdua.
menghormati dan menjaga hak suami. fika "Kecuali jika mereka mengerjakan per-
istri yang sedang menjalani masa iddah pergi
keluar tanpa ada hal darurat dan mendesah buatan keji yang jelas." (ath-Thalaaq: 1)
baik pada malam hari maupun siang hari, itu
fanganlah kalian mengeluarkan mereka
adalah haram. dari rumah mereka kecuali apabila mereka
melakukan perbuatan keji zina, atau apabila
Di sini terkandung dalil yang menun- mereka berbuat nusyuuz, atau mereka ber-
perilaku lancang, mulutnya kasax, dan jelell
jukkan kewajiban tempat tinggal (as-Suknaa) kurang ajar terhadap orang yang tinggal ber-
bagi para istri yang ditalak atau yang sedang sama mereka di rumah tersebut dari keluarga
menjalani masa iddah selama mereka berada suami, mulut, dan perilakunya mengganggu
dalam masa iddah. Di sini, rumah diidhaafah- dan menyakiti keluarga suami yang tinggal
kan kepada mereka, 4U; ,y [dari rumah- di rumah tersebut. Ketika itu, boleh
rumah mereka), padahal rumah-rumah itu mengeluarkan mereka dari tempat tinggal
sebenarnya adalah milik para suami mereka.
Hal ini dengan maksud untuk memperkuat dan tersebut karena kelancangan, kekurangajaran,
dan buruknya perilaku mereka.
mempertegas larangan mengeluarkan mereka
TAFSIR AL-MUNIR JILID 14
"ltulah hukum-hukum Allah, dan barang- kesadaran dan akal warasnya, merasakan
siapa melanggqr hukum-hukum Allah, maka pahitnya kehampaan rumah tanpa seorang
sungguh, dia telah berbuat zalim terhadap perempuan pendamping hidup, atau beratnya
diriny a s endiri." (ath-Thalaaq: 1) untuk berpikir menikah dengan perempuan
lain. Suami teringat dan terkenang kebaikan-
Hukum-hukum yang telah dijelaskan oleh kebaikan istri, menerima dan tidak lagi me-
Allah SWT kepada para hamba-Nya adalah mikirkan sisi-sisi kekurangannya. Hal ini
batasan-batasan Allah SWT yang telah digaris- sebagaimana sabda Rasulullah saw. dalam
kan-Nya untuk mereka. Tidak boleh mereka sebuah hadits yang diriwayatkan oleh imam
melampauinya dan melanggarnya. Barang- Muslim dari Abu Hurairah r.a., "Janganlah
siapa melampaui dan melanggar batasan-
seorang Mukmin membenci seorong Mukminah,
batasan tersebut, sungguh ia benar-benar
jika ia tidak menyukai salah satu perilakunya,
telah menjerumuskan dirinya ke dalam per-
buatan zalim, membahayakan, merugikan, dan ia menyukai sisi perilakunya yang lain."
mencelakakan dirinya sendiri, serta menyeret-
nya ke jalur kebinasaan. Selain itu, kemungkinan siapa tahu istri
tersebut ternyata hamil. Hadits di atas me-
Selanjutnya, Allah SWT menielaskan
nguatkan ayat,
alasan pengharaman melampaui batasan-
"Jika kamu tidak menyukai mereka, (maka
batasan Allah SWT bersabarlah) karena boleh jadi kamu tidak me-
nyukai sesuqtu, padahal Allah menjadikan ke-
"Kamu tidak mengetahui barangkali baikan yang banyak padenye." (an-Nisaa': 19)
setelah itu Allah mengadakan suatu ketentuan Selanjutnya, Allah SWT menerangkan
yang baru." (ath-Thalaaq: 1) hukum ketika istri sudah mendekati masa
Kamu tidak tahu wahai suami yang akhir iddah,
menalak, sesungguhnya Kami mengharuskan "Maka apabila mereka telah mendekati
istri yang ditalak untuk tetap tinggal di rumah akhir iddahnya, maka rujuklah (kembali ke'
suami selama masa iddah, karena siapa tahu pada) mereka dengan baik atau lepaskanlah
mereka deng an baik." (ath-Thala aq: 2)
ketika istri itu tetap tinggal di rumahnya,
Apabila merekatelahmendekati masaakhir
barangkali Allah SWT menyatukan kembali iddah, dengan kata lain masa iddahnya sudah
hampir berakhir; namun belum benar-benar
di antara hati keduanya sehingga keduanya berakhir; kalian wahai para suami memiliki
dua pilihan . Pertama, mempertahankan secara
pun akhirnya bisa kembali bersatu dengan patut, yaitu dengan cara merujuk kembali istri
cara suami merujuknya. Dengan demikian,
hal itu menjadi lebih mudah dan ringan. fadi, yang ditalak dan kembali mempertahankan
jalinan pernikahan yang ada, disertai dengan
yang dimaksudkan dengan ayat ini adalah mempergaulinya secara baik. Kedua, melepas
secara patut, yakni membiarkan para istri
terjadinya rujuk. yang ditalak hingga berakhirnya masa iddah,
disertai dengan tetap memenuhi hak-hak
Ini adalah yang rata-rata memang teriadi mereka, tidak menimpakan kemudharatan ter-
karena biasanya kasus talak terjadi akibat hadap mereka, tidak mencerca mereka, tidak
luapan emosi dan amarah yang memuncak tak
terkendali, atau hanya merupakan kejengkelan
dan kegeraman lahiriah semata. Kemudian,
faktor-faktor pemicu pertengkaran dan
cekcok pun mulai menghilang. Emosi mulai
mereda. Suami mulai kembali mendapatkan
F€1119ffi'IAFSIRAL-MUNIRJrLrp 1.4.....-."...-- +{1"19.#*6-6l.;:,h64. 4 iS " ., surahath-Thalaaq
mengatai-ngatai mereka secara kasar; dan adalah adanya ijma tentang tidak wajibnya
tidak mencaci maki mereka. Mereka dicerai- mempersaksikan ketika menjatuhkan talah
kan dan dilepas dengan cara yang baik, halus
dan lembut. begitu pula ketika mempertahankan dan
Adapun mempertahankan dan merujuk merujuk kembali.
kembali dengan maksud untuk menyakiti dan
menimpakan kemudharatan, atau melepas Ayat {i ;;a-*t t4iry menjadi dalil yang
dan menceraikan disertai dengan perlakuan
yang menyakiti dan tidak memenuhi hak istri, menunjukkan kewajiban menunaikan dan
itu tidak boleh sama sekali bagi siapa pun.
memberikan kesaksian di hadapan qadhi
Selanjutnya, Allah SWT memerintahkan
untuk mempersaksikan rujuk atau pelepasan atau hakim menyangkut semua bentuk hak.
Kata, asy-Syahaadah di sini adalah rsim jenis
tersebut,
(common noun).
"Dan persaksikanlah dengan dua orang
saksi yong adil di antara kamu dan hendaklah Allah SWT memerintahkan untuk me-
nunaikan dan memberikan kesaksian guna
kamu tegakkan kesaksian itu karena Allah." mengungkapkan kebenaran, tidak boleh ber-
sikap malas dan menghindar karena tidak
(ath-Thalaaq:2) ingin bersusah payah dan capek-capek pergi
Persaksikanlah rujuk tersebut ketika ke mahkamah atau pengadilan dan menunggu
kalian memang merujuk kembali mereka para hakim karena alasan tidak ingin pe-
atau pelepasan tersebut jika kalian memang
kerjaannya terganggu atau waktunya tersita
melepaskan mereka. Hal itu untuk meng- dan terbuang.
eliminasi terjadinya perselisihan serta meng- "Demikianlah pengajaran itu diberikan
eliminasi faktor-faktor pencetus terjadinya
perseteruan, pengingkaran dan penyangkalan. bagi orang yang beriman kepada Allah dan hari
a kh i ra t." (ath -Thala aq= 2)
Tunaikanlah kesaksian wahai para saksi
Apa yang telah disebutkan itu yang Kami
dan berikanlah kesaksian itu secara tulus perintahkan kepada kalian berupa memper-
saksikan rujuk atau furqah, menegakkan dan
murni semata-mata hanya karena Allah SWT memberikan kesaksian secara tulus ikhlas
dan dalam rangka mendekatkan diri kepada- semata-mata murni hanya karena Allah SWT
menjatuhkan talak sesuai dengan aturan dan
Nya untuk mengungkapkan kebenaran, ketentuan Al-Qur'an dan as-Sunnah, meng-
tanpa ada tendensi, bias, berat sebelah, dan hitung iddah secara baik bena[ dan cer-
pemihakan kepada salah satu pihak. mat, tidak mengeluarkan istri yang ditalak
Mempersaksikan rujuk dan furqah atau mengizinkannya keluar dari rumah, se-
sungguhnya semua perintah dan aturan itu
(pelepasan, penceraian) ini adalah bersifat tidak lain adalah dijalankan oleh orang yang
sunnah. fadi perintah mempersaksikan dalam beriman kepada Allah SWT dan hari kemudian
ayat ini adalah perintah yang bersifat sunnah
dan anjuran menurut para imam madzhab serta takut kepada hukuman Allah SWT di
empat dalam qaul jadiid dari imam asy-Syafi'i.
negeri akhirat.
Perintah di sini seperti perintah dalam ayat
282 surah al-Baqarah (5or r;r trrtlb.Dalilyang Di sini yang disebutkan secara khusus
menunjukkan bahwa perintah dalam ayat ini
adalah orang Mukmin karena orang Mukmin-
bukanlah perintah yang bersifat wajib, tetapi lah yang mau mengambil manfaat dari semua
perintah yang bersifat sunnah dan anjuran
pengajaran tersebut dan melaksanakannya,
bukan yang lain.
Selanjutnya, Allah SWT menegaskan Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari
dengan kalimat sisipan tentang kewajiban Abdullah bin Mas'ud r.a., bahwasanya ia ber-
menghormati dan menjunjung tinggi hukum-
hukum tersebut serta berkomitmen kepada kata, "Sesungguhnya ayatyang paling kompre-
hensif dalam Al-Qur'an adalah [ayat 90 dari
batasan-batasan AIIah SWT,
surah an-Nahl) (yc!'i, l,;:u )u.ir i1). Dan se-
"Barangsiapa bertakwa kepada Allah
niscaya Dia akan membukakan jalan keluar sungguhnya ayat yang paling besar dalam hal
baginya, dan Dia memberinya rezeki dari
arah yang tidak disangka-sangkanya." (ath- jalan keluar adalah ayatqC;; i1;;; nr 4;iY."
Thalaaq:2-3) "D an b arang siap a b ertaw akal kep a d a All ah,
Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)
nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urus-
SWI pada apa yang Dia perintahkan, me- an-Nya. Sungguh, Allah telah mengadakan ke-
tentuan bagi setiap sesuatu." (ath-Thalaaq: 3)
ninggalkan apa yang Dia larang, menjunjung
Barangsiapa yang percaya kepada Allah
tinggi dan tidak melanggar batasan-batasan- SWT menyangkut apa yang dialaminya serta
Nya yang telah Dia gariskan bagi para hamba- memasrahkan urusannya kepada-Nya setelah
Nya, niscaya Allah SWT memberikan untuknya melakukan ikhtiar dan usaha optimal se-
bagaimana mestinya, termasuk di antaranya
jalan keluar atau pintu penyelamat dari per-
adalah berusaha dan bekerja untuk mencari
soalan yang dihadapinya, serta memberinya rezeki, niscaya Allah SWT menjamin untuk
rezeki dari arah yang tidak pernah terbesit menyelesaikan apa yang menjadi beban
di benaknya, tidak pernah ia prediksikan dan pikirannya dalam segala urusannya. Allah SWT
tidak pernah ia sangka-sangka. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu,
Mahakaya dan tiada butuh sedikit pun kepada
Ini menjadi dalil yang menunjukkan
suatu apa pun.
bahwa takwa adalah jalan keselamatan dari
Sesungguhnya, Allah SWT pasti sampai
berbagai kebuntuan, situasi kritis, kesempitan,
kepada apa yang Dia inginkan, tiada suatu apa
kesulitan, himpitan, kesusahan, dan kesedihan pun yang diinginkan-Nya yang luput dari-Nya
dan berada di luar kuasa-Nya. Allah SWT benar-
duniawi dan ukhrawi serta ketika mati. Ke-
benar telah menetapkan ukuran dan kadar
tala;vaan juga menjadi sebab yang mendatang- bagi segala sesuatu sebelum segala sesuatu
itu ada serta telah menetapkan untuk segala
kan rezeki yang baik, halal, dan luas yang tiada sesuatu waktu dan masanya. Allah SWT telah
menetapkan batas waktu bagi kesempitan
disangka-sangka dan diprediksikan. dan kesulitan serta bagi kesenangan dan
kemakmuran yang masing-masing pasti akan
Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu
berujung kepadanya.
Dzarr r.a., ia berkata,
'i' fika rezeki dan yang lainnya adalah dengan
* :f ;eWi;tA'bd, :rc takdir Allah SWT dan tidak akan terjadi kecuali
to "p,^ sesuai dengan pengetahuan-Nya, orang yang
berakal sudah semestinya menerima sepenuh-
iy' U Lj ll/r.tro.J/ nya qadha' qada5, sebagaimana firman Allah
;j ;;( :Ju 7. z , c . ti
SWT dalam ayat,
RL>r*, 4J
#arr6i;at< ,at "oi S 'r: ti
"Rasulullah saw. membacakan kepadaku ayat
ini, {c'};'i 5X-'it ,;J- u jY hingga selesai. Kemudian
beliau berkata, 'Wahai ,4bu Dzarn seandainya
manusia semuanya mengambil dan mengamalkan
ayat ini, niscaya itu mencukupi mereka."'
"Dan segala sesuatu ada ukuran di sisi- V,. yrtl ,r9 ,y Cii, aU ;i;t r*;1
Nya." (ar-Ra'd: 8) . u-tt'rq;,;;,ti.;
Ini adalah dalil yang menunjukkan ke- "Siapa seorang PeremPuan yang meminta
talakkepada suaminya tanpa ada alasan yang
harusan bertawakal kepada Allah SWT dan sangat mendesak, maka Allah SWT haramkan
memasrahkan urusan kepada-Nya, disertai atas dirinya bau surga."
dengan penjelasan sebab dan hikmah. 2. Talakyang dilakukan haruslah pada waktu
Flqlh Kehldupan atau Hukum-Hukum istri bisa menghadapi dan menyambut
Ayat-ayat di atas menunjukkan sejumlah
iddah, berdasarkan ayat {U4rj!ui!. fusa,
hukum seperti berikut.
berdasarkan hadits yang diriwayatkan
L. Talak adalah sesuatu yang boleh dan oleh Abu Dawud dari Asma' binti Yazid
Ibnu Sakan al-Anshariyyah, "Bahwasanya
legal dalam Islam, dengan ketentuan
harus menjunjung tinggi dan mematuhi ia (Asma' binti Yazid lbnu Sakan Al-
ketentuan-ketentuan, aturan-aturan, etika, Anshariyyah) ditalak pada masa Rasulullah
dan norma-norma syara'. Meskipun talak
adalah hal yang boleh dan mubah serta saw., danwaktu itu belum ada hukumyang
berada di tangan suami, namun ia mesti menetapkon iddah bagi istri yang ditalak.
menjauhinya dan tidak melakukannya Lalu ketika Asma' ditalak, Allah SWT pun
kecuali ketika adanya suatu hal yang menurunkan ayat yang menetapkan iddah
mencapai tingkatan darurat atau hajat, karena talak. Maka, ia adalah perempuan
harus dilakukan secara terpisah dan pertama yang ayat iddah karena talak
tidak boleh lebih dari satu talak sekaligus,
serta dilakukan ketika suasana hati dan d itu ru n ka n m e ny a ng ku t di riny a."
pikiran dalam keadaan normal. Hal ini
berdasarkan hadits yang diriwayatkan 3. Barangsiapa menalak istrinya pada masa
oleh Abu Dawud dari Muharib bin Ditsar;
suci yang ia belum menyetubuhinya pada
bahwasanya Rasulullah saw, bersabda,
masa suci tersebut, talaknya berlaku
#i.qJht :y gt Qi ,rr Fi Y
efektif dan telah sesuai dengan aturan Al-
Allah SWT tidak menghalalkan sesuatu
yanglebih Dia benci daripada talak." Qur'an dan as-Sunnah. fika ia menalaknya
Ats-Tsa'labi meriwayatkan dari ketika haid, talaknya berlaku efektif,
Abdullah bin Umar r.&., ia berkata, namun telah menyalahi aturan Al-Qur'an
"Rasulullah saw. bersabda, dan as-Sunnah. Hal ini berdasarkan
.iii'i.:t +r Jl ,*j' Fi b'ot hadits Abdullah bin Umar r.a. di atas.
"srrungguhlyoTi on oru pert<ara naut Iuga berdasarkan perkataan Abdullah
yangpaling dibenci Allah SWT adalah talak." bin Mas'ud r.a. dalam keterangan yang
diriwayatkan oleh Daruquthni, "Talak
Abu Dawud dan Tirmidzi meriwayat-
kan dari Tsauban, bahwasanya Rasulullah Sunnah adalah suami menalak istrinya
saw. bersabda, pada masa suci dengan satu kali talak."
Ulama Malikiyyah mengatakan, talak
sunnah adalah talak yang memenuhi
tujuh syarat, yaitu suami menalak istri
dengan satu kali talah istri termasuk
perempuan yang masih mengalami haid,
TAFSTRAT--MUNrR J[rD 14
istri dalam keadaan suci, suami belum talak adalah dua kali, dalam arti sekali
menyetubuhinya pada masa suci tersebut, sekali, bukan sekaligus.
tidak didahului oleh talak yang diiatuhkan
Talak yang tidak sesuai dengan
ketika haid, tidak diikuti oleh talak yang
dijatuhkan pada masa suci setelahnya, aturan as-Sunnah tetap iatuh dan suami
serta tidak ada'iwadh. Syarat-syarat ini berdosa. Hal ini berdasarkan keterangan
yang diriwayatkan dari Rasulullah saw,
disimpulkan dari hadits Abdullah bin
bahwasanya ada seorang suami menalak
Umar r.a. di atas.
istrinya tiga kali sekaligus di hadapan
Imam Abu Hanifah mengatakan, talak
sunnah adalah suami menalak istrinya Rasulullah saw.. Beliau berkata kepadanya,
dalam masa suci satu kali talak. 'Apakah kalian bermain-main dengan
Asy-Syafi'i mengatakan, talak sunnah Kitabullah, sedang aku masih berada di
adalah suami menalak istrinya dalam tengah-tengah kalian?"
masa suci secara khusus, seandainya ia
menalaklangsungtiga dalam masa suci, itu Pendapat yang kuat menurut ulama
bukanlah bid'ah, berdasarkan zahir ayat
Syafi'iyyah adalah makruh hukumnya
4qi,4 ';fuy,Zhahir ayat ini bersifat
menalak baa'in secara sekaligus terhadap
umum untuk setiap talah baik apakah itu
adalah satu kali, dua kali maupun lebih' istri yang telah disetubuhi.
Dalam ayat ini, yang dipertimbangkan oleh 4. Al-furjani menjelaskan, huruf lam yang
Allah SWT hanyalah waktu, bukan iumlah. terdapat pada kalimat li 'iddatihinna
Demikian pula dengan hadits Abdullah bin adalah bermakna fl, seperti pada ayat 2
Umar r.a. di atas. Di dalamnya Rasulullah
surah al-Ha syr ,+rAt S;i 3,rt';r ,-it v'j,i+},*F
saw. mengajarkan kepadanya tentang
4;At )':\. e)u.) e yakni fii awwalit hasyri.
waktu untuk talak, bukan jumlahnya. fadi, kalimat (;tu)maksudnya adalah
Ibnul Arabi mengatakan, argumentasi di waktu yang bisa dan layak untuk iddah
atas kurang jeli dalam melihat hadits mereka. Ijma menyatakan bahwa talak
shahih yang ada. Karena di dalamnya, pada masa haid adalah terlarang, pada
Rasulullah saw bersabda, "Perintahkan masa suci diizinkan. Ini menunjukkan
kepadanya untuk meruiuknya." Redaksi
ini memberikan pengertian yang meng- bahwa yang dimaksud dengan al-Qur'u
eliminasi adanya kemungkinan inter-
adalah ath-Thuhr (suci).
pretasi talak sebanyak tiga kali. Rasulullah
5. Ayat (i""Jr t;;i'ry.lni adalah untuk istri
saw. memerintahkannya untuk merujuk,
sehingga tentu itu bukanlah talak tiga. yang sudah disetubuhi yang menjalani
masa iddah dengan patokan al-Qur'u.
Dalam sebuah hadits disebutkan,
Karena sebelumnya disebutkan, :7fub
"Bagaimana jika ia menalaknya sebanyak
tiga kali?" Beliau berkata, "lstrimu itu 4U4 Sebab istri yang belum pernah di-
haram bagimu dan meniadi baa'in dengan
setubuhi, tidak ada iddah baginya, ber-
maksiat."
dasarkan ayat,
Allah SWT juga berfirman dalam ayat
"Wahai orang-orang yang beriman!
229 surah al-Baqarah ("f; JGr! yakni
Apabila kamu menikahi perempuan-pe'
rempuan mukmin, kemudian kamu cerai-
kan mereka sebelum kamu mencampuri'
nya maka tidak ada masa iddah atas
mereka yang perlu kamu perhitungkan."
(al-Ahzaab:49)
rott'*At-M'*'*1"'o 14 ,r.,,{,dtTli**b,rH* t""n"n*"'"'o
\----__-
Suami bisa merujuk kembali istri fatwa menyangkut iddah dan menetapkan
sebelum masa iddahnya habis, jika talak
putusan-putusan yang berlaku karena
yang ada baru talak satu atau dua. fika
setelah lewat masa iddahnya, posisi suami adanya iddah.
sama seperti laki-laki asing lainnya. fika B. Suami tidak boleh mengeluarkan istri
talak yang ada sudah merupakan talak
yang sedang menjalani masa iddah dari
yang ketiga, perempuan tidak halal lagi rumahnya selama istri masih dalam masa
iddah. Demikian pula, istri itu tidak boleh
bagi mantan suaminya kecuali setelah istri
keluar meninggalkan rumah tersebut
menikah lagi. sebagai bentuk untuk memenuhi hak
suami, kecuali karena suatu hal darurat
6. Ayat {;ilr tr3i-r\ maknanya adalah hitung yang jelas. fika ia kelua[ ia berdosa dan
dan ingat-ingatlah dengan baik waktu iddah yang ada tidak terputus, tetapi tetap
di mana talak dijatuhkan, hingga ketika berlanjut. Dalam masalah ini, istri yang
ditalak raj'i dan istri yang tertalak baa'in
istri sudah melalui tiga qur'u seperti yang (mabtuutah, ditalak tiga) adalah sama.
disebutkan dalam ayat 228 surah Al- Hal ini bertujuan untuk melindungi benih
Baqarah, "Den pere istri yang diceraikan suami, untuk mengeliminasi terjadinya
(wajib) menahan diri mereka (menunggu) percampuran nasab.
tiga kali qurui" lstri sudah halal bagi suami Pendapat para ulama menyangkut
jika memang ada ruju( atau halal untuk keluarnya perempuan yang sedang men-
jalani iddah adalah seperti berikut,
menikah lagi jika memang tidak ada rujuk.
Imam Malik dan imam Ahmad
Ini menunjukkan bahwa iddah atau
mengatakan, sesungguhnya mu'taddah
qur'u adalah masa suci bukan masa
(perempuan yang sedang menjalani masa
haid, dan ini adalah pendapat ulama
iddah) boleh keluar seperti biasanya pada
Malikiyyah dan ulama Syafi'iyyah. Hal ini
siang hari untuk berbagai keperluannya,
dikuatkan dan ditafsiri oleh qiraa'oat Nabi ia hanya wajib tetap tinggal di rumahnya
pada malam hari, baik apakah ia adalah
Muhammad saw. dan qiraa'aat Abdullah raj'ryyah fmasih bisa dirujuk kembali)
bin Mas'ud r.a.,fa thalliquuhunna li qubuuli maupun baa'inah. Hal ini berdasarkan
hadits yang diriwayatkan oleh imam
'iddatihinna. Karena qubuulusy syai'i Muslim dari fabir bin Abdillah r.a., ia
adalah sebagian dari sesuatu baik secara berkata,
bahasa maupun secara hakikat, berbeda * &)t;;i:Jtgut{W"#:it31Uo;tt'rU6C* G31&y:
dengan istiqbaalusy syai'i, itu adalah hal ii e'5 :,i .rty a"*
lain, bukan bagian dari sesuatu. .6rn F
7. Yang shahih adalah mukhaathab atau "Khaalah-ku (saudara perempuan ibu,
pihak yang dimaksudkan dari perintah bibi dari jalur ibu) ditalak, lalu ia ingin
dalam ayat (;.r.jr t;;i'r\ adalah para suami.
Dhamir-dhamir yang ada semuanya adalah
sama yang kembali kepada para suami,
atau dengan kata lain, kata ganti untuk
para suami, yaitu kalimat fltr;itb, ($ji}
(ter*i ib/
dan Akan tetapi para istri juga
\v. j
masuk ke dalam cakupan perintah ini,
disamakan dengan para suami, Demikian
pula, hakim butuh untuk menghitung
iddah untuk keperluan memberikan
mernAnen kurmanya. Lalu ada seorang laki- Abdullah bin Abbas r.a. dan yang
laki melarangnya pergi keluar. Lalu ia pun lainnya mengatakan, al-Faahisyah di
datang menemui Rasulullah saw. untuk sini maksudnya adalah setiap perbuatan
menanyakan hal itu, lalu beliau bersabda,
"Boleh, silakan kamu memanen kurmamu, maksiat seperti zina, mencuri, kurang ajaq
siapa tahu kamu nantinya bisa bersedekah
dan lancang terhadap keluarga.
atau b erb uat keb aj ikan."
Imam asy-Syafi'i sebagaimana yang
Imam asy-Syafi'i berpendapat bahwa
sudah pernah disinggung di atas, memper-
mu'taddah secara mutlah baik apakah
ia adalah raj'ryyah (masih bisa dirujuk), bolehkan untuk mengadakan kesepakatan
mabtuutah (sudah tidak bisa dirujuk, di antara suami dan istri bahwa istri boleh
talak tiga), atau yang ditinggal mati
suaminya, tidak boleh keluar dari rumah menggugurkan haknya memperoleh tem-
iddah, baik pada malam hari maupun
pat tinggal (as-Suknaa) selama masa
siang hari, kecuali karena adanya uzur. Hal
ini berdasarkan ayat di atas, iddah.
"Janganlah kamu keluarkan mereka 10. Hukum-hukum yang telah dijelaskan
dari rumahnya dan janganlah (diizinkan)
adalah hukum-hukum Allah SWT yang
keluar kecuali jika mereka mengerjakan telah Dia gariskan bagi para hamba-
Nya. Karena itu, tidak boleh dilanggar.
perbuatan kejiyang jelas." (ath-Thalaaq: 1)
Barangsiapa melanggarnya, sungguh ia
Sementara itu, imam Abu Hanifah
berpendapat bahwa perempuan yang benar-benar telah menzalimi dirinya
ditalak, selama masa iddah tidak boleh sendiri dan menjerumuskannya ke jurang
kelual baik pada malam hari maupun
kebinasaan. Barangkali mungkin akan
siang hari, baik apakah ia adalah raj'tyyah terjadi suatu hal menyangkut istri yang
ditalah lalu suami merasa menyesal dan
maupun mabtuutah. Hal ini berdasarkan
ayat di atas. Sementara perempuan yang berkeinginan untuk meruj uk.
menjalani masa iddah karena ditinggal
Seluruh ulama tafsir berkata berkaitan
mati suaminya, ia boleh keluar pada siang
hari untuk berbagai keperluannya karena dengan ayatyangberbunyi (e,uj,l t tr:t,ir.ni
ia memang butuh untuk mencari nafkah.
Namun, ia tidak boleh keluar pada malam rli u; -r:p bahwa yang dimaksud dengan
hari karena tidak perlu. kata {t;f} di sini adalah keinginan untuk
merujuk kembali. Ayat ini mengandung
9. Mu'taddah tidak boleh dikeluarkan dari pengertian agar jika melakukan talah
rumahnya selama masa iddah kecuali hendaklah hanya satu talak, jangan talak
karena adanya perbuatan keji yang di-
perbuatnya, seperti untuk menegakkan tiga. Apabila ia menjatuhkan talak tiga,
hukuman hadd atas dirinya karena me- justru akan merugikan diri sendiri ketika
ia menyesali perceraian yang ada dan
lakukan perbuatan zina misalnya, atau ia berkeinginan untuk merujuk kembali.
bermulut jahat, kurang ajax, dan lancang Namun ia sudah tidak mendapati jalan
terhadap keluarga suami, serta melakukan
perbuatan nusyuuz. untuk melakukan rujuk tersebut.
LL, Ketika mu'taddah sudah mendekati masa
akhiriddahnya, maka suami harus memilih
satu dari dua pilihan. Pertama, memper-
tahankan istri dengan cara yang bai(
yakni dengan merujuknya kembali dengan
baik tanpa di belakangnya ada motif atau
14TersrnAr-MuNrn)ruo ,r,,*, {iilb,*,,* sunhath-rhalaaq
tendensi ingin menimpakan kemudharat- hanya dengan ciuman atau sentuhan
an atas istri dan memperpanjang iddah- dengan birahi, atau memandang kepada
nya. Kedua, melepaskan istri dengan baik,
yakni membiarkan istri tanpa merujuknya kemaluan, atau berduaan dan berbincang-
kembali hingga berakhir masa iddahnya, bincang dengannya. Karena semua itu
sehingga ketika itu istri pun bebas dan
tidak masuk ke dalam cakupan makna
memiliki dirinya sendiri. al-Wath'u (menyetubuhi), sementara a/-
Wath'u-lah yang merupakan tindakan
Ayat {,}ki ;;d'ty\ menjadi dalil yang
yang menjadi bukti petunjuk yang
menunjukkan bahwa pengakuan yang di-
menunjukkan dengan jelas pengertian
terima adalah pengakuan istri menyang-
kut berakhirnya masa iddah, ketika ia merujukkembali.
mengklaim dan mengaku bahwa iddahnya 13. fika ada suami mengaku dan mengklaim
setelah berakhirnya iddah bahwa ia telah
sudah berakhir. merujuk kembali istrinya ketika masih
12. Mempersaksikan talak dan rujuk adalah dalam masa iddah, apabila istri mem-
sunnah dan sangat dianiurkan menurut
madzhab empat. Hal itu demi mengelimi- benarkannya, itu boleh. Namun iika istri
nasi terjadinya perselisihan dan saling menyangkal, istri harus bersumpah. fika
sangkal menyangkal, menghilangkan po- suami mendatangkan bayyinah [saksi)
tensi munculnya kecurigaan terhadap ru- bahwa ia telah merujuk istri ketika masih
juk yang dilakukan, serta menutup celah dalam masa iddah sementara istri tidak
yang bisa dimanfaatkan untuk mengklaim mengetahuinya, maka ketidaktahuan istri
masih adanya jalinan suami istri atau per-
itu tidak berpengaruh sehingga ia ditetap-
nikahan dengan maksud supaya bisa men-
kan sebagai istrinya.
dapatkan warisan ketika salah satunya
fika istri itu sudah menikah lagi,
meninggal dunia.
namun suaminya yang kedua itu belum
Ruiuk menurut ulama Hanafiyyah
sudah bisa terjadi dengan perkataan sampai menyetubuhinya, kemudian suami
seperti, Raaja'tuki (aku merujuk kamu
kembali), atau dengan tindakan seperti yang pertama mengajukan bayyinah bah-
ciuman, sentuhan dan rabaan dengan wa dirinya sebenarnya telah merujuk istri
syahwat atau birahi, serta memandang
tersebut, dalam hal ini imam Malik me-
kepada kemaluan. miliki dua versi riwayat. Pertama, bahwa
Sementara itu, rujuk menurut imam suami yang pertama adalah yang lebih
asy-Syafi'i adalah dengan perkataan.
Sedangkan menurut ulama Malikiyyah, berhak terhadap perempuan. Kedua,
rujuk bisa dilakukan dengan perkataan,
suami kedua yang lebih berhak terhadap-
perbuatan, atau niat. nya. Namun jika suami yang kedua me-
Adapun menurut ulama Hanabilah mang telah menyetubuhinya, tidak ada
jalan bagi suami yang pertama untuk
dan al-Awza'i, rujuk bisa dilakukan
mendapatkannya kembali.
dengan perkataan eksplisit dan dengan
menyetubuhi baik apakah diniati rujuk 14. Mempersaksikan tersebut adalah dengan
maupun tidak. Ruiuk tidak bisa terjadi para saksi laki-laki Muslim, tidak boleh
dengan sakperempuan. Perempuan tidak
bisa menjadi saksi pada selain kasus atau
perkara harta. Kesaksian yang ada harus-
lah dalam rangka mendekatkan diri ke-
pada Allah SWT dalam menegakkan, me- Sesungguhnya Allah SWT pasti sampai
kepada setiap hal yang diinginkan-Nya,
nunaikan, dan memberikan kesaksian
Mahakuasa atas segala yang dikehendaki-
dengan benar dan jujur apa adanya ketika Nya, menetapkan titah-Nya pada semua
kesaksian itu memang dibutuhkan tanpa
mengubah-ubah, mengganti, memanipu- manusia dan semua ketetapannya
lasi, dan memutarbalikkan fakta yang ada.
15. Sesungguhnya orang Mukminlah yang pada mereka pasti berlaku, baik yang
ridha, menerima, dan mau menjalankan bertawakal kepada-Nya maupun yang
hukum-hukum tersebut serta mengambil tidak bertawakal kepada-Nya. Allah SWT
manfaat dari nasihat-nasihat dan peng-
ajaran-pengajaran. Adapun selain orang telah menetapkan untuk tiap-tiap sesuatu
Mukmin, ia tidak mau memanfaatkannya,
waktu dan periodenya, seperti kondisi
tidak mau menerima, dan tidak mau sulit dan kondisi makmur. Dengan kata
menjalankannya. lain, segala sesuatu sudah ada waktunya
16. Setiap orang yang bertalora kepada Allah
masing-masing.
SWT dalam menerapkan dan mengimple-
mentasikan hukum-hukum syari'at dalam Tawakal sama sekali tidak berarti
masalah talak, iddah, penyaksian dan mengabaikan ikhtiac usaha optimal
yang lainnya, niscaya Allah SWT men-
jadikan untuknya jalan keluar dari setiap dan upaya maksimal. Rasulullah saw.
kesusahan, kesulitan, himpitan, dan ke-
dalam sebuah hadits yang diriwayatkan
sempitan, serta memberinya pahala yang oleh Tirmidzi dari Anas r.a., bersabda,
baik dan memberkahi apa yang Dia beri- "Tambatkan dan ikatlah untamu itu, dan
kan kepadanya. bertawakallah."
Imam Ahmad, Nasa'i, dan lbnu Majah Allah SWT berfirman,
meriwayatkan dari Tsauban,
'Apabila shalat telah dilaksanakan,
4 yi!ii \') o:lt'r'-ir *-ir ,11
maka bertebaranlah kamu di bumi; carilah
4'7'it \je +i" ic'nt Y! i-ujl karunia Allah." (al-fumu'ah: 10)
"Sesungguhnya seorang hamba benar- "Maka jelajahilah di segala penjurunya
benar terhalang rezekinya disebabkan oleh dan makanlah sebagian dqri rezeki-Nya."
dosa yang diperbuatnya, tidak ada yang bisa
menolak qadar selain doa, dan tidak ada yang (al-Mulk 15)
bisa menambahi umur selain kebajikan."
Ar-Rabi' bin Khaitsam berkata, "Se-
17. Setiap orang yang bertawakal kepada sungguhnya Allah SWT telah menetap-
Allah SWT dan memasrahkan urusannya
kan bahwa barangsiapa yang bertawakal
kepada-Nya, niscaya Allah SWT menjamin
kepada-Nya, niscaya Dia akan mencu-
untuk menyelesaikan dan menanggung kupinya, barangsiapa yang beriman ke-
apa yang menjadi beban pikirannya
pada-Nya, niscaya Dia membimbing dan
di dunia dan akhirat serta mencukupi menunjukinya, barangsiapa yang "mem-
berikan pinjaman hutang" kepada-Nya,
segala keperluannya di dunia dan akhirat.
niscaya Dia membalasnya, barangsiapa
yang percaya dan bersandar kepada-
Nya, niscaya Dia menyelamatkannya, dan
barangsiapa berdoa kepada-Nya, niscaya
Dia memperkenankan doanya. Konfirmasi
tentang kebenaran semua itu ada dalam
Kitabullah, yaitu,
\*_____-"2
"Dan barangsiapa beriman kepada '"t{{ur{r Ltt"# l',1- v W 1*
Allah, niscaya Allah akan memberi petunjuk
ke p a da h atiny a." (at-Taghaabun: 1 1) y4,qz\ "u rt, fz*t & ts'<;;r'#"ij,
"Dan barang siapa bertawakal kepada p.rnt#E:'#lW\ A5A\
Allah, niscaya Allah akan mencukupkan
(ke p erlu an) ny a." (athlhalaaq: 3) ffit;,J6;gr_,6;4u
Jika kamu meminjamkan kepada "Perempuan-Perempuan yang tidak haid
Allah dengan pinjaman yang baik, niscaya lagi (menopause) di antara istri-istrimu jika
Dia melipatgandakan (balasan) untukmu."
(at-Taghaabun: 17) kamu ragu-ragu (tentang masa iddahnya) maka
iddahnya adalah tiga bulan; dan begitu (pula)
"Barang siapa berp eg ang teg uh kep ad a Perempuan-peremPuan yang tidak haid. Sedang-
kan perempuan-perempuan yang hamil, waktu
(agama) Allah, maka sungguh, dia diberi
iddah mereka itu sampai mereka melahirkan
petunjuk kepada jalan yang lurus." (Ali
'Imraan:101) kandungannya. Dan barangsiapa bertakwa ke-
pada Allah, niscaya Dia menjadikan kemudahan
"Dan apabila hamba-hamba-Ku ber-
tanya kepadamu (Muhammad) tentong baginya dalam urusannya. ltulah perintah Allah
Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku
kabulkan permohonan orang yang berdoa yang diturunkan-Nya kepadamu; barangsiapa
apabila dia berdoa kepada-Ku." (al- bertakwa kepada Allah, niscaya Allah akan meng-
hap u s ke s alah an -ke s alah anny a d an akan m elip at -
gandakan pahala baginya." (ath-Thalaaq: 4-5)
Baqarah: 186)
Rasulullah saw. bersabda, l'raab
e ,S;l u6t 6gi b'fi ri :;i ; X iy #,: :l Fi.* -t J+.-tt , ,r:. ;.*';y
(;4 i is Di
..1) t ;*6 sini terdapat pembuangan
"Barangsiapa yang ingin menjadi orang
kalimat yang menjadi khabar, asumsinya
yang paling kuat, maka hendaklah ia ber-
adalah wallaa'ii lam yahidhna fa'iddatuhunna
t aw akal kep a da Allah SW T " I a7 tsalaatsatu asyhurin, lalu khabar ini dibuang
I DDAH NYA PER EM PUAN YAA.'SAT' fiANG karena keberadaannya telah ditunjukkan oleh
SUDAH TIDAK MENGALAMT MENSTRUAST,
MENOPAUSE) DAN PEREMPUAN YANG khabar sebelumnya. Ini seperti perkataan,
MASIH KECIL
Zaidun abuuhu munthaliqun wa Amru4 yakni
Surah ath-Thalaaq Ayat 4 - 5
wa Amrun abuuhu munthaliqun.
"ii14 fr$ 4Kkitt 'uA;]-v
.4i, f-.*. ui rii;i ;,;{, -i;i;y Kalimat }
t47 Tafsir Ar-Razi, 30 / 34. (.tr-lr -ijij berkedudukan sebagai mubtada'.
Bentuk tunggal {-i;i;y adalah dzaatu.Kalimat
{;xti} adalah mubtada' kedua, sedangkan
khabarnya adalah 4#:; ;a oib.Jumlah atau
kalimat yang terdiri dari mubtada' dan khabar
ini berkedudukan sebagai khabar untuk
mubtada' yang pertama.
Boleh juga kata (.ilkth menjadi badal
isytimaal dari, (-{1i} sedangkan kalimat ,ri}
\_--l menghapus kesalahan-kesalahan. {r;l I iJ":j;}
(fr-.menjadi khabar untuk mubtada', yaitu ) dan melipatgandakan pahala baginya.
{Jr:-!r-i;l;.
BalaaShah Sebab Turunnya Ayat
4t;. il ;i,;F di sini terdapat al-liiaaz Ibnu Iarin Ishaq bin Rahawaih, Hakim, dan
Baihaqi meriwayatkan dari Ubay bin Ka'b r.a.,
(peringkasan kata-kata) dengan membuang
sebagian kalimat, yaitu membuang khabar. ia berkata, "Ketika turun ayat yang terdapat
dalam surah al-Baqarah tentang iddah pe-
Yakni, fa 'iddatuhunna tsalaatsatu asyhurin
rempuan, mereka berkata, 'Masih ada iddah
aidhan.
perempuan yang belum disebutkan, yaitu
Mufradaat Lughawlyyah
iddah para perempuan yang masih kecil [yang
4r*lt yiang"-s:u. d,ajhi,;tFidadk alangipemreenmgpaulaamn-i
belum mengalami masa haid), iddah para
perempuan perempuan tua yang sudah tidak lagi meng-
alami haid (menopause), dan iddah para
haid karena faktor usia lanjut (menopause). perempuan hamil."'Lalu turunlah ayat ini.
{A; 99 jika kalian ragu-ragu tentang iddah Muqatil meriwayatkan dalam tafsirnya,
bahwasanya ketika disebutkan alat c,Gihliri)
mereka, yakni jika kalian tidak mengetahuinya.
4#\ ai.i., maka Khallad Ibnu Nu'man ber-
4:4. ? ;.*ti) dan perempuan-perempuan yang
kata, "Wahai Rasulullah, maka bagaimana
belum mengalami masa haid, yaitu perempuan
dengan iddah perempuan yang belum meng-
yang masih kecil, iddah mereka adalah tiga
alami masa haid, iddah perempuan yang
bulan juga. Ini adalah iddah mereka untuk sudah tidak lagi mengalami haid dan iddah
perempuan yang hamil?" Lalu turunlah ayat
selain sebab ditinggal mati suami. Adapun jika
$tt- r, ,ra*rt ,i.t;i';F yakni para perem-
sebabnya adalah mereka ditinggal mati suami,
purn yrng sudah tidak lagi mengalami haid
iddah mereka adalah empat bulan sepuluh [menopause). Ada keterangan menyebutkan
hari sebagaimana yang dijelaskan dalam surah bahwa Mu'adz bin fabal bertanya tentang
al-Baqarah ayat234. iddah perempuan yang sudah tua yang sudah
tidak lagi mengalami haid, lalu turunlah ayat
4;ki li;{, -i;i;y para perempuan hamil ini.
yang ditalak atau ditinggal mati suami, batas Persesualan Ayat
akhir iddah mereka, {.il:; l;;" oib sampai Setelah Allah SWT memerintahkan bahwa
mereka melahirkan kandungan mereka. Ini jika para suami menalak istrinya, hendaklah
itu dilakukan pada masa yang bisa menjadi
adalah hukum yang bersifat umum mencakup masa iddahnya (istri bisa langsung menjalani
masa iddahnya), serta menjelaskan talak dan
semua perempuan hamil yang ditalak maupun rujuk menyangkut perempuan yang masih
yang ditinggal mati suami. 4,*. :fi; i pF mengalami haid, selanjutnya di sini Allah SWT
menerangkan kadar ukuran iddah perempuan
niscaya Allah SWT memudahkan urusannya,
tua yang sudah tidak lagi mengalami haid
memberinya taufik kepada kebaikan, serta [menopause) dan perempuan yang masih
meringankan, melancarkan, dan memudahkan
urusan-urusannya di dunia dan dan akhirat.
{cu!} hukum-hukum yang telah disebut-
kan itu, termasuk di antaranya adalah hukum
iddah. (i, ii} adalah hukum Allah SWT. A'/<.Y
(r(- niscayaAllah SWT menghapus kesalahan-
kesalahannya. Karena kebaikan-kebaikan akan
kecil yang belum mengalami masa haid, suami menurut pendapat jumhur ulama, Hal
yaitu iddahnya adalah tiga bulan, serta iddah ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan
perempuan yang sedang hamil yaitu sampai
melahirkan kandungannya. Keterangan ini oleh imam Ahmad, Bukhari, Muslim, Tirmidzi,
Nasa'i, Abu Dawud, dan Ibnu Majah dari al-
untuk menyempurnakan dan melengkapi
Miswar bin Makhramah, "B ahwasanya Sub ai' ah
keterangan yang disebutkan dalam surah al-
Baqarah, yaitu iddahnya para perempuan yang binti al-Harits al-Aslamiyyah ditinggal mati
masih aktif haid dan iddahnya perempuan suaminya (yaitu Sa'd bin Khaulah), sementara
yang ditinggal mati suami. waktu itu ia sedang hamil, kemudian hanya
berselang beberapa malamtas dari kematian
Tafslr dan Penlelasan suaminya, ia pun melahirkan kandungannya,
Ketika ia sudah sembuh dari nifasnya, maka
"Perempuan-perempuan yang tidak haid
lagi (menopause) di antara istri-istrimu jika ada laki-laki yang meminang dirinya. Lalu ia
kamu ragu-ragu (tentang masa iddahnya)
maka iddahnya adalah tiga bulan; dan begitu pun meminta izin kepada Rasulullah saw. untuk
menikah, lalu beliau pun mengizinkan dirinya
(pul a) p eremp u an- p erempuan y ang tidak h ai d."
(ath-Thalaaq:4) untuk menikah,lalu ia pun menikah."
Sesungguhnya iddah para perempuan Dalam versi redaksi riwayat yang lain
disebutkan, "Behwesanya Abu Sanabil bin
yang sudah menopause, yaitu para perempuan
yang sudah tidak lagi mengalami haid karena Ba'kak masuk menemuinya, lalu ia berkata
faktor usia lanjut dengan mencapai usia lima
kepadanya, Aku melihatmu berdandan,
puluh lima atau enam puluh tahun adalah
tiga bulan, sebagai ganti tiga quruu' bagi barangkali apakah kamu memangnya ingin
perempuan yang masih mengalami haid menikah? Sungguh demi Allah, kamu belum
sebagaimana yang dijelaskan oleh ayat 228 boleh menikah, hingga kamu melalui empat
surah al-Baqarah, jika kalian memang masih bulan sepuluh hari terlebih dahulu.' Subai'ah
berkata,'Ketika Abu Sanabil berkata seperti
ragu-ragu dan belum mengetahui bagaimana
itu kepadaku, maka pada sore hari aku pun
iddah mereka. Demikian pula dengan
lantas bergegas pergi menemui Rasulullah saw
perempuan-perempuan yang masih kecil yang
belum mencapai usia haid, iddah mereka juga dan menanyakan hal itu kepada beliau. Lalu
tiga bulan sama seperti iddah para perempuan beliau pun memberiku fatwa bahwa aku telah
yang sudah menopause.
halal ketika aku melahirkan kandunganku, dan
"Sedangkan perempuan-perempuan yang
hamil, waktu iddah mereka itu sampai mereka beliau pun memberiku izin untuk menikoh jika
me I ahirka n ka n du ng anny a." (ath:Ihalaaq: 4)
memang aku berkeing inan."
Sedangkan iddah para perempuan
yang hamil adalah sampai ia melahirkan Abu Dawud, Nasa'i, dan lbnu Majah
kandungannya. Dengan kata lain, iddah
meriwayatkan dari Abdullah bin Mas'ud
mereka berakhir dengan terjadinya kelahiran
kandungannya, sekalipun kelahiran itu terjadi r.a., bahwasanya ia berkata, "Sungguh aku
sesaat setelah talak atau setelah meninggalnya
berani memastikan harus dengan melakukan
mubaahalah bahwa ayat yang terdapat dalam
surah an-Nisaa' yang pendek (maksudnya
adalah surah ath-Thalaaq), {lu-{r -iri;y turun
setelah ayat yang terdapat dalam surah al-
Baqarah [yaitu ayat 234) yang menyebutkan
148 Dalam sebuah versi riwayat disebutkan angka spesifik,
yaitu dua puluh tiga hari.
masa iddah empat bulan sepuluh hari bagi belum berakhir, itu berarti mengabaikan
perempuan yang ditinggal mati suaminya."
pengertian penentuan waktu yang terdapat
[Maksudnya adalah bahwa perempuan hamil
yang ditinggal mati suaminya iddahnya adalah dalam ayatflt';i iii;1i'"-ii tAi.b
sampai ia melahirkan kandungannya, bukan "Dan barangsiapa bertal<wa kepada Allah,
empat bulan sepuluh hari). niscaya Dia menjadikan kemudahan baginya
dalam untsannya." (ath-Thalaaq: 4)
Sementara itu, Ali bin Abi Thalib r.a. dan
Abdullah bin Abbas r.a. mengatakan bahwa Barangsiapa yang takut kepada Allah SWT
iddah perempuan hamil yang ditinggal mati dan takut kepada hukuman-Nya sehingga ia
suaminya adalah masa yang lebih lama apakah
pun melaksanakan apa yang diperintahkan
kelahiran ataukah empat bulan sepuluh
hari, sebagai pengakomodiran antara ayat olehAllah SWT dan menjauhi apayangdilarang
ini dan ayat yang terdapat dalam surah al-
Baqarah. Maksudnya, jika yang lebih lama oleh-Nya, niscaya Allah SWT memudahkan
dan melancarkan urusannya semua di dunia
adalah masa terjadinya kelahiran, dalam arti
setelah empat bulan sepuluh hari perempuan dan akhirat.
yang bersangkutan belum juga melahirkan, Ini merupakan sebuah penegasan tentang
masa iddahnya adalah sampai ia melahirkan.
Sedangkan jika yang lebih lama adalah masa keutamaan takwa di dunia dan akhirat.
empat bulan sepuluh hari, dalam artian ia
sudah melahirkan sebelum berlalunya empat "ltulah perintah Allah yang diturunkan-
bulan sepuluh hari dari kematian suami, Nya kepadamu; barangsiapa bertal<uta kepada
Allah, niscaya Allah akan menghapus kesalahan-
iddahnya adalah menggunakan patokan empat kesalahannya dan akan melipatgandakan pa-
hala baginyo." (ath-Thalaaq: 5)
bulan sepuluh hari.
Seluruh hukum tersebut yang menyang-
Pendapat ini pada kenyataannya adalah kut masalah talak, iddah, dan as-Suknaa (hak
tempat tinggal bagi perempuan yang men-
bentuk pengakomodiran dan pengompromian jalani iddah) adalah perintah Allah SWT yang
Dia perintahkan kepada para hamba-Nya dan
di antara dua periode, yaitu periode melahir-
yang Dia turunkan kepada mereka dalam
kan dan periode empatbulan sepuluh hari. Pen-
Qur'an-Nya.
dapat tersebut bukan bentuk pengakomodiran
dan pengompromian di antara dua nash, dan Barangsiapa takut kepada Allah SWT
dengan menunaikan kewajiban-kewajiban
tidak pula bentuk pengamalan keumuman ma-
yang ditetapkan-Nya dan menjauhi kemak-
sing-masing dari dua nash tersebut. Apabila siatan-kemaksiatan terhadap-Nya, niscaya
kita menetapkan bahwa iddah perempuan Allah SWT menghapus dosa-dosa dan ke-
hamil yang sudah melahirkan kandungannya
sebelum berlalunya empat bulan sepuluh salahan-kesalahannya dari lembaran-lem-
hari belum berakhir, itu berarti mengabaikan
pengertian penentuan batas waktu yang ada baran catatan amal perbuatannya serta tidak
dalam ayat (jii; #.'ri *i.lc{r -iri;y Begitu menghukumnya dan tidak menuntut per-
juga sebaliknya, apabila kita menetapkan tanggungjawaban terhadapnya atas dosa dan
kesalahannya itu, sebagaimana yang Dia janji-
bahwa iddah perempuan hamil yang telah kan dalam firman-Nya,
melalui masa empatbulan sepuluh hari, namun "Perb uatan - p erbu atan b aik itu m eng ha pu s
kesalahan-kesalahan." (Huud: 114)
ia belum melahirkan kandungannya adalah
fl65TB"Fri.,, ,TLt,l*-*:$Y"'*1"'' 1i*--..-...--....,..,.,,"..,,,..,,.,,*r.tt,{,,, *-..........,.,,.,.,.,,.,,,1,T131"tn-*"'""'
,,,.,,..,..,,,.
Di samping itu, Allah SWT juga melipat- nurut ulama Malikiyyah dan Hanabilah
gandakan balasan kebaikan-kebaikannya dan adalah satu tahun setelah terputusnya
memberinya pahala yang melimpah atas amal-
haid, dengan menunggu selama sembilan
nya.
bulan yang merupakan masa lama ke-
Di sini, perintah bertakwa disebutkan
secara berulang untuk mempertegas dan hamilan, kemudian ia menjalani iddah
selama tiga bulan sehingga menjadi
memperkuat perintah bertakwa tersebut serta
mempertegas bahwa ketakmraan merupakan genap setahun. Setelah itu ia baru halal.
Sedangkan menurut ulama Hanafiyyah
pilar keselamatan dan kebahagiaan di dunia
dan ulama Syafi'iyyah, ia harus tetap
dan akhirat.
menunggu sampai mengalami haid
Fiqlh Kehldupan atau Hukum-Hukum lagi atau hingga ia sampai kepada usia
Ayat-ayat di atas menunjukkan sejumlah
menopause, kemudian setelah itu ia men-
hal sebagai berikut. jalani iddah selama tiga bulan.
1. Iddah perempuan yang sudah menopause Barangsiapa yang mengalami ke-
terlambatan haid karena sakit, ia juga
karena faktor lanjut usia dan iddah
menjalani iddah selama sembilan bulan
perempuan yang masih kecil yang belum kemudian ditambah tiga bulan menurut
mengalami masa haid adalah tiga bulan,
imam Malik. Adapun orang yang haidnya
sebagai bandingan tiga quruu' bagi
terputus disebabkan menyusui, iddahnya
perempuan yang masih aktif datang bulan menurut ulama Malikiyyah berakhir de-
(mengalami haid).
ngan berlalunya masa satu tahun setelah
Usia menopause menurut perhitung-
an dan estimasi ulama Hanabilah adalah berakhirnya masa menyusui yaitu dua
tahun. Apabila ia tiba-tiba melihat darah
lima puluh tahun. Sedangkan menurut haid meskipun di hari terakhir dari masa
estimasi dan perhitungan ulama Hana- satu tahun itu, ia menunggu hingga haid
fiyyah adalah lima puluh lima tahun.
Sementara menurut ulama Syafi'iyyah yang ketiga.
adalah enam puluh dua tahun. Adapun
menurut ulama Malikiyyah adalah tujuh Adapun perempuan yang haidnya
puluh tahun. tidak ielas karena mengalami istihadhah
atau terus-menerus mengeluarkan darah
Seandainya ada perempuan meng- dalam jangka waktu yang lama, iddah-
alami keterlambatan datang bulan atau nya menurut ulama Malikiyyah adalah
haid bukan karena sakit dan bukan pula
karerra menyusui, ia menunggu selama satu tahun penuh. Yaitu menunggu
satu tahun yang tidak ada haid di dalamnya, sembilan bulan sebagai istibraa' untuk
yaitu sembilan bulan kemudian tiga bulan.
Demikian pula dengan perempuan yang mengeliminasi keraguan karena sembilan
ragu-ragu tentang iddahnya, ia tidak boleh
menikah hingga ia benar-benar terbebas bulan adalah masa lama kehamilan rata-
dari keraguannya itu. Ia juga tidak keluar
dari masa iddahnya kecuali dengan hilang- rata, ditambah tiga bulan iddah, kemudian
nya keraguan tersebut dan iddahnya me-
setelah itu ia baru halal.
Sedangkan yang difatwakan me-
nurut ulama Hanafiyyah adalah iddah
perempuan tersebut berakhir dengan
tujuh bulan. Hal itu dengan perincian
satu kali masa sucinya diestimasikan dua
bulan sehingga tiga masa sucinya [tiga
quruu'nya) adalah enam bulan, sedangkan TAFSTR AL-MUNTR JrrrD 14
tiga masa haid diestimasikan dengan satu 4. Sesungguhnya semua hukum yang telah
bulan sebagai bentuk kehati-hatian. disebutkan adalah perintah Allah SWT
Dia turunkan perintah itu kepada manusia
Sedangkan ulama Syafi'iyyah dan
Hanabilah berpendapat bahwa iddah dan menjelaskannya kepada mereka.
perempuan yang mengalami istihadhah
AS-SUKNAA (HAK TEMPAT TTNGGAL)
yanglupa waktu haidnya, serta perempuan DAN NAFKAH BAGI PEREMPUAN YANG
yang baru mengalami masa haid adalah MENJALANI IDDAH SERTA UPAH MENYUSUI
sama seperti iddah perempuan meno- Surah ath-Thalaaq Ayat 6 - 7
pause, yaitu tiga bulan. Karena Rasulullah
saw. memerintahkan Hamnah binti fahsy "6{G,'ls{*'i *'v; uffii
untuk menetapkan enam atau tujuh hari
EWIi6\r,he$J{ avWW
tiap bulannya sebagai masa haidnya.
WV""&:A,;$s K'*a'og'"A;-'6e
2. Iddah perempuan hamil adalah berakhir
dengan melahirkan kandungannya, baik ffiut
apakah ia adalah perempuan yang men-
jalani iddah karena ditalakmaupun karena "Tempatkanlah mereka (para istri) di mana
ditinggal mati suami. Menurut ulama kamu bertempat tinggal menurut kemampuanmu
Malikiyyah, ia sudah halal apabila telah dan janganlah kamu menyusahkan mereka untuk
melahirkan berbentuk'alaqah (gumpalan menyempitkan (hati) mereka. Dan jika mereka
(istriistri yang sudah ditalak) itu sedang hamil,
darah) atau mudhghah [gumpalan daging).
maka berikanlah kepada mereka nafkahnya sam-
Sementara itu, imam Abu Hanifah dan
imam asy-Syafi'i mengatakan, ia belum pai mereka melahirkan kandungannya, kemu-
dian jika mereka menyusukan (anak-anak)mu
halal kecuali dengan melahirkan anak.
maka berikanlah imbalannya kepada mereka; dan
3. Barangsiapa bertalnara kepada Allah SWT
musyawarahkanlah di antara kamu (segala se-
dalam menjauhi kemaksiatan, niscaya
Allah SWT mempermudah untuknya da- suatu) dengan baih dan jika kamu menemui ke-
sulitan, maka perempuan hin boleh menyusukan
lam memberinya taufik kepada ketaatan.
(anak itu) untuknya. Hendaklah orang yang mem-
Adh-Dhahhak mengatakan, barang- punyai keluasan memberi nafkah menurut kemam-
siapa bertakwa kepada Allah SWT me- puannya, dan orang yang terbatas rezekinya, hen-
nyangkut talak sunnah, niscaya Allah SWT daklah memberi naJkah dari harta yang diberikan
Allah kepadanya. Allah tidak memb eb ani seseorang
menjadikan untuknya kemudahan urusan melainkan (sesuai) dengan apa yang diberikan
dalam melakukan rujuk, Allah kepadanya. Allah kelak akan memberikan
kelapangan setelah kesempitan." (ath-Thalaaq: 5-7)
Kemudian, Allah SWT kembali me-
nyebutkan perintah bertakwa dan me-
nyatakan bahwa barangsiapa menja-
lankan ketaatan kepada Allah SWI, nis-
caya Dia menghapus dosa-dosa dan ke-
salahan-kesalahannya dari satu shalat ke
shalat yang lain dan dari satu fum'at ke
|um'at yang lain, serta melipatgandakan
pahalanya di akhirat.
L{:l}.*:*uN'n , {ffilF\o,uIItiP.,11,.,.,.,,
,, ,,
-. -.. ..-. ........,*ru**, *, ......,......,.,, . ,-.........,, ,.,,,., ...".1i.13T,,3ih'ft"'?3;q.
Qlraa'aat kalian dengan mereka sebelumnya setelah
berakhirnya ikatan dan jalinan perkawinan
4tr'.,ir|ll:
antara kalian dengan mereka. (i' /t #i()
Warsy, as-Susi, dan Hamzah secara waqaf
maka berilah mereka upah atas penyusuan
membaca <t:jti>.
tersebut. 4ir*. ,sA tt4iiy dan hendaklah
l'raab
kalian saling menyuruh dan meminta dengan
(tL.{.];iY Kalimat ini merupakan jawaban
dari sebuah pertanyaan, yakni kaifa natta- baih lembut, dan dilanda oleh spirit positif
qillaaha fiihinna? (bagaimana cara kami ber-
takwa kepada Allah SWT menyangkut para dalam hal penyusuan dan upah, demi menjaga
istri yang ditalak itu?).
kemaslahatan ibu, anak dan kondisi ayah.
$t1-i ,F Kalimat ini berkedudukan
sebagai 'athaf bayaan untuk kalimat U ay Ayah tidakboleh kikir dan terlalu perhitungan,
4€J atau sebagai badal darinya dengan
dan pada waktu yang sama ia tidak boleh
mengulang kembali penyebutan huruf yarr dipersulit, dipersempit dan diperberat. F
dan mengasumsikan mudhaaf, yakni amkinati
(i;e o[ dan jika terjadi ketidaksepahaman
so'atikum, laa maa duunahaa (di tempat
di antara kalian dalam penyusuan, sebagian
tinggal yang setara dengan level kemampuan kalian mempersempit sebagian yang lain da-
ekonomi kalian, bukan di bawahnya). lam hal upah, kalian mendapati kesulitan dan
M uf r a d a at Al-Lu$h aw lya h perselisihan, sehingga ayah tidak mau mem-
(#i-(]iy tempatkanlah para istri yang )berikan upah dan ibu tidak mau menyusui.
4"')l i q"i; boteh jika ada perempuan lain
ditalak yang sedang menjalani masa iddah.
yang akan menyusui anah dan ibu tidak boleh
(.,( j;;.tF di sebagian rumah tempattinggal
dipaksa untuk menyusui. Di sini tersirat makna
kalian dan setara dengan level tempat tinggal
teguran kepada ibu atas sikap mempersulit
kalian. {ir+i J} dari kemampuan yang
dan memperberat.
kalian miliki dan berada dalam jangkauan
kemampuan dan kesanggupan kalian. 'ir} 4* ; !" ti 4y hendaklah orang yang
$""t'.tG dan janganlah kalian mempersempit memiliki kondisi ekonomi lapang memberi
mereka dalam nafkah dan tempat tinggal yang nafkah secara layak kepada istri Vang ditalak
kalian berikan untuk mereka. 4i* t#.Y dan perempuan yang menyusui sesuai dengan
supaya kalian membuat mereka susah dan Itaraf kemampuan ekonomi yang dimilikinya.
tidak nyaman dalam bertempat tinggal serta n4\ i'-)j.,- ^);'r.j dan barangsiapa yang disempit-
kekurangan nafkah sehingga membuat mereka kan rezekinya, yaitu orang yang memiliki
tidak betah dan ingin keluar serta membuat
mereka ingin menebus diri mereka dari kalian. kesulitan ekonomi, hendaklah ia memberi
(if,; Gr. ,j;y hingga mereka melahirkan nafkah sesuai dengan kadar kesanggupannya.
kandungannya fbersalin) sehingga ketika (irr idi a :i+Y hendaklah ia memberi nafkah
itu mereka sudah keluar dari iddah mereka.
dari apa yang diberikan Allah SWT kepada
4E :*,i Jf) maka jika mereka menyusui
dirinya sesuai dengan kadarnya. it*ii ir ,<'iy
anak-anak kalian hasil dari pernikahan
(6(i u Allah SWT tidak membebani seseorang
melainkan sesuai dengan kadar ukuran
banyak sedikitnya rezeki yang Dia berikan
kepadanya. Di sini tersirat pengertian yang
menghibur dan menenteramkan hati orang
yang baru mengalami kesulitan ekonomi, Allah
SWT pun menjanjikan kelapangan kepadanya
seperti yang disebutkan dalam lanjutan ayat
berikut ini, (r! ;i ,;')i,t"';#F Allah SWT akan Kata al-Wujdu maknanya adalah al-
mengganti kesulitan dan kesempitan dengan Ghinaa wal maqdurah [kekayaan dan tingkat
kemampuan ekonomi).
kemudahan dan kelapangan, cepat atau
Ini adalah penjelasan tentang apa yang
lambat, sekarang atau nanti.
harus diperoleh oleh para perempuan yang
Persesualan Ayat ditalak berupa hak tempat tinggal yang layak
Setelah menerangkan iddah perempuan sesuai dengan kondisi ekonomi suami karena
menopause, iddah perempuan yang masih tempat tinggal adalah salah satu bentuk nafkah
kecil dan iddah perempuan yang hamil, yang wajib dipenuhi oleh suami. Apabila ada
selanjutnya di sini Allah SWT menerangkan seorang suami menalak istrinya, suami wajib
apa yang harus diperoleh oleh perempuan menyediakan tempat tinggal baginya hingga
yang sedang menjalani masa iddah berupa hak masa iddahnya berakhi4 tanpa melakukan
nafkah dan tempat tinggal (as-Suknaa) sesuai tindakan-tindakan yang menyusahkannya me-
dengan tingkat kemampuan. nyangkut tempat tinggal dan nafkah. Dalam
arti harus menyediakan tempat tinggal dan
Kemudian, Allah SWT menjelaskan apa nafkah yang layak sesuai dengan tingkat
yang harus diperoleh oleh perempuan yang
ditalak yang menyusui anaknya dari suami kemampuan ekonomi suami.
yang menalaknya, yaitu upah menyusui. "Jika mereka (istri-istri yang sudah ditalak)
Ibu adalah pihak yang paling utama untuk itu sedang hamil, maka berikanlah kepada
menyusui apabila ia setuju dengan upah mitsl mereka nafkahnya sampai mereka melahirkan
(standar). fika ibu tidak mau menyusui, anak
disusui oleh perempuan lain. kandung anny a." (athlf halaaq : 6)
Tafslr dan Penlelasan Apabila istri yang ditalak sedang hamil,
suami wajib memberinya nafkah sampai ia
"Tempatkanlah mereka (para istri) di melahirkan kandungannya. Tidak ada per-
selisihan di antara ulama tentang kewajiban
mana kamu bertempqt tinggal menurut ke- nafkah dan tempat tinggal bagi istri yang
mampuanmu dqn janganlah kamu menyusah-
kan mereka untuk menyempitkan (hati) me- ditalak yang sedang hamil.
reka." (ath-Thalaaq: 6)
Ulama Hanafiyyah mengeneralisasi hu-
Tempatkanlah dan sediakanlah tempat
tinggal bagi para istri yang ditalak dengan kum ini dengan mengatakan bahwa nafkah
tempat tinggal yang serupa dengan tempat
tinggal kalian sesuai dengan kondisi kalian dan tempat tinggal wajib dipenuhi bagi se-
dan sesuai dengan tingkat kemampuan dan
kesanggupan kalian, meskipun itu di sebuah tiap istri yang ditalak meskipun ia adalah
bilik dari bilik-bilik rumah yang kalian tempati.
mabtuutah (talak yang sudah tidak ada rujuk
fanganlah kalian menimpakan kemudha-
ratan terhadap mereka dalam hal nafkah dan lagi di dalamnya, talak baa'in), sekalipun ia
tempat tinggal, sehingga kalian membuat me-
reka tidak nyaman dan terpaksa keluar me- tidak sedang dalam kondisi hamil. Hal ini ber-
ninggalkan tempat tinggalnya atau melepas
hak nafkahnya. dasarkan ayat di atas, (j*I ti;t u;"t!'G ii\
dan tidak memberi nafkah adalah termasuk
kemudharatan yang paling besar. Hal ini ber-
dasarkan hadits yang diriwayatkan dari Umar
r.a., bahwasanya ia berkata," Aku mendengar
Rasulullah saw. bersabda menyangkut perem-
puan mabtuutah, "la berhak mendapatkan
nafkah dan tempat tinggal." Karena hal itu
h.tr*A.-Mr",*lraro 14 ,r!f ,i,
adalah sebagai imbalan istri harus tetap "Kemudian jika mereka menyusukan
tinggal di rumahnya selama masa iddah (a/- (anak-anak)mu maka berikanlah imbalannya
Ihtibaas). Dalam hal ini perempuan yang hamil kepada mereka; dan musyawarahkanlah di
antarq kamu (segala sesuatu) dengan baik."
maupun tidak adalah sama. Akan tetapi imam (ath-Thalaaq:6)
Ahmad mengatakan bahwa hadits tersebut
Apabila setelah itu para istri yang kalian
tidak shahih dari Umar r.a..
talak menyusui anak-anak kalian yang mereka
Sementara itu, imam Malik dan imam asy-
lahirkan, berilah mereka upah menyusui
Syafi'i berpendapat bahwa istri yang ditalak jika mereka setuju dengan ujrah mitsl [upah
tiga hanya berhak mendapatkan tempat standar). Saling memerintah, menyuruh, me-
minta, dan bermusyawarahlah kalian wahai
tinggal, namun ia tidak memiliki hak men- para suami dan istriyangterjadi perceraian dan
talak di antara kalian, dengan baik, patut, dan
dapatkan nafkah kecuali jika ia dalam keadaan benar menyangkut segala sesuatu yang ber-
kaitan dengan anak dengan dilatarbelakangi
hamil. Karena ayat ini, (.F y';rirs ,r1;)adalah oleh semangat menjaga kemaslahatan anak
untuk perempuan yang ditalak baa'in yang kondisi kesehatan, dan penghidupannya,
sedang hamil, buktinya perempuan yang di-
talak raj'i berhak mendapatkan nafkah, baik tanpa menimpakan mudharat, tanpa saling
apakah ia sedang hamil maupun tidak. Dari memberatkan dan mempersulit, sebagaimana
itu, mereka mengatakan, ayat ini adalah dalil firman Allah SWT dalam ayat,
yang menunjukkan bahwa hak memperoleh
"Janganlah seorang ibu menderita karena
nafkah hanya bagi perempuan yang menjalani anaknya dan jangan pula seorang ayah (men-
derita) karena anaknya." (al-Baqarah: 233)
iddah talak baa'in yang dalam keadaan hamil.
Hadits-hadits yang ada menguatkan pendapat "Dan kewajiban ayah menanggung nafkah
dan pakaian mereka dengan cara yang patut."
ini. (al-Baqarah: 233)
Pendapat imam Ahmad, Ishaq, dan Abu Ayat ini menjadi dalil yang menunjukkan
Tsaur adalah bahwa perempuan yang ditalak bahwa biaya upah menyusui bagi anak-anak
tiga tidak memiliki hak nafkah dan tempat
tinggal. Hal ini didasarkan pada hadits yang adalah menjadi kewajiban dan tanggung jawab
diriwayatkan oleh imam Muslim dan imam para suami, sedangkan hak perawatan adalah
Ahmad dari hadits Fathimah binti Qais yang menjadi tanggung jawab para istri.
ditalak tiga oleh suaminya. Rasulullah saw.
berkata kepadanya, "Tidak ada nafkah dan "Dan jika kamu menemui kesulitan, maka
tempat tinggal bagi kamu." Daruquthni men- perempuan lain boleh menyusukan (anak itu)
jelaskan dari al-Aswad bin Yazid, ia berkata,
"Ketika sampai kepada Umar r.a. perkataan untuknya." (ath-Thalaaq: 6)
Fathimah binti Qais, Umar r.a. berkata, "Kami
tidak meluluskan perkataan seorang perem- f ika kalian bersikap saling tidak sepaham,
puan menyangkut kaum Muslimin." Umar berselisih, tidak memiliki titik temu, tidak mau
r.a. pun menetapkan hak nafkah dan tempat saling memaklumi, dan tidak bisa mencapai
kata sepakat menyangkut penyusuan, saling
tinggal bagi perempuan yang ditalak tiga. Akan
mempersulit, bapak tidak setuju dengan
tetapi, Daruquthni mengatakan,'As-Sunnah
jumlah upah yang diminta dan diinginkan
sudah pasti berada di tangan Fathimah."
Selanjutnya, Allah SWT memerintahkan
untuk membayarkan upah atas penyusuan,
ThrsrRAL-MUNTR ]rLrD 14
oleh ibu, sementara ibu tidak mau menyusui Selanjutnya, Allah SWT menjanjikan
kecuali dengan upah yang diinginkannya,
anugerah dan karunia,
bapak mengupah perempuan lain untuk
'Allah kelak akqn memberikan kelapangan
menyusui anak. setelah kesempitan " (ath-Thalaaq: 7)
Di sini tersirat teguran terhadap ibu yang
Allah SWT akan menjadikan keluasan,
bersikap terlalu keras dalam menuntut dan kelapangan, dan kecukupan setelah kesem-
tidak mau bersikap toleran dengan ayah. Hal pitan dan kekurangan. Ini adalah janji dari
Allah SWT, dan janji-Nya pasti haq, bena4,
itu adalah jika memang anak mau disusui dan pasti ditepati. Ini merupakan berita gem-
oleh perempuan lain. Jika tidak, wajib bagi ibu bira tentang kelonggaran, kelapangan dan ke-
untuk menyusui. mudahan setelah kesempitan dan kesulitan,
sebagaimana firman Allah SWT dalam ayat,
Selanjutnya, Allah SWT menerangkan
"Maka sesungguhnya bersama kesulitan
kadar ukuran dan besar kecilnya nafkah, ada kemudahan, sesungguhnya bersama ke-
sulitan ada kemudahan." (al'Insyiraah: 5'6)
"Hendaklah orang yang mempunyai ke-
Iuasan memberi nafkah menurut kemam- Flqih Kehldupan atau Hukum-Hukum
puannya, dan orang yang terbatas rezekinya,
hendaklah memberi naftah dari harta yang Ayat-ayat di atas menunjukkan sejumlah
diberikan Allah kepadanye." (ath-Thalaaq: 7) hukum sebagai berikut.
Hendaklah bapak atau wali anak memberi L. Tempat tinggal yang Iayak menurut
nafkah kepada anak menurut kemampuan,
kekuatan, dan kesanggupannya. Barangsiapa kemampuan, sesuai dengan kondisi
yang miskin atau disempitkan rezekinya, perekonomian suami adalah hak bagi
hendaklah ia memberi nafkah dari rezeki setiap istri yang ditalak yang harus
yang diberikan Allah SWT kepada-Nya sesuai dipenuhi oleh suami.
dengan kadar ukuran kemampuannya, tidak
lebih dari itu. Hal ini sebagaimana firman Allah Ulama berijma bahwa Perempuan
SWT dalam ayat, yang ditalak rai'i fyakni yang masih
'Allah tidak membebani seseorang boleh dirujuk setelah satu talak atau dua
melainkan sesuai dengan kesanggupanny*." talak) memiliki hak memperoleh tempat
(al-Baqarah: 286)
tinggal (as-Suknaa) dan nafkah. Adapun
Sedangkan di sini, Allah SWT berfirman,
hak as-.Suknaa adalah berdasarkan ayat di
'Allah tidak membebani seseorang
atas, {;,"ifiiy aan ayat, fu.t ,t ",oi tb
melainkan (sesuai) dengan apa yang diberikan 4;'; !1 AdaPun hak nafkah, meskiPun
Allah kepadanya." (ath'Thala aqz 7)
ia tidak dalam keadaan hamil, adalah
Allah SWT tidak membebani seseorang
karena perempuan raj'tyyah [istri yang
melainkan sesuai dengan rezeki yang ditalak roj'{) statusnya adalah masih
Dia berikan kepadanya. Allah SWT tidak
seperti istri dalam hak al'Ihtibaas (tetap
membebani orang miskin untuk menafkahi
berada di rumah) dan otoritas suami atas
istri dan keluarganya seperti orang kaya
dirinya masih berlaku. Ijma ini mem-
melebihi batas kemampuan dan kesanggupan
batasi pengertian konotasi ayat 5 o\ty
kondisi ekonominya. tr*u;:;
{\eJ:-t Z -{ri. Ulama juga sepakat
bahwa perempuan yang ditalak baa'in
yang sedang dalam keadaan hamil juga Kedua bahwa perempuan mabtuutah
memiliki hak untuk memperoleh tempat
tidak memiliki hak as-Suknaa dan tidak
tinggal dan nafkah, berdasarkan ayat )
(#*idan ayat, 4:*'4b,ts:n'i S itrh. pula nafkah. Ini adalah pendapatAbdullah
bin Abbas r.a. dan rekan-rekannya, |abir
Adapun perempuan yang ditalak baa'in
yang sedang tidak hamil atau perempuan bin Abdillah r.a., Fathimah binti Qais,
yang ditalak tiga, para ulama berbeda
pendapat menyangkut hak memperoleh sebagian Tabi'in, Ishaq, Dawud, dan
tempat tinggal dan nafkah. Dalam hal ini
terdapat tiga versi pendapat yang sudah Ahmad. Pendapat ini didasarkan pada
pernah disinggung di atas yang ringkasnya hadits yang diriwayatkan oleh imam
adalah seperti berikut. Muslim dan yang lainnya dari Fathimah
binti Qais ketika ia ditalak oleh suaminya
Pertama, ia memiliki hak memperoleh Amr bin Hafsh dengan talak penghabisan,
lalu Rasulullah saw tidak menetapkan
os-Suknaa (tempat tinggal) dan nafkah. Ini untuknya hak nafkah dan tidak pula as-
adalah pendapat Umar bin Khaththab r.a., Suknaa.
Abdullah bin Mas'ud r.a. dan banyak dari
fuqaha sahabat dan tabi'in serta madzhab Ketiga, perempuan yang ditalak
ulama Hanafiyyah dan ats-Tsauri. Pendapat
baa'in kubraa memiliki hak memperoleh
ini didasarkan pada ayat, $i$i|. eyat
as-Suknaa saja, namun ia tidak memiliki
ini memerintahkan untuk memberi as-
hak nafkah. Ini adalah pendapat imam
Suknaa kepada setiap istri yang ditalak.
Malik dan imam asy-Syafi'i. Adapun ke-
Iuga karena nafkah adalah sebagai
napa ia mendapatkan hak as-Suknaa ada-
imbalan al-lhtibaas untuk kepentingan lah berdasarkan ayat, q;JfJ,;f). Adapun
hak suami, baik apakah ia dalam keadaan kenapa ia tidak memiliki hak nafkah, ber-
hamil maupun tidak. Sedangkan ayat ) (;i: ;..'dasarkan ayat, u,i ir* tt*U..p .ryri S :tllb
$:in'4i F :iri;r i1i memiliki tujuan
rtiin i'ivr-r.",ir., ,n*|"urt-
untuk menghindari munculnya asumsi kan as-Suknaa, itu disebutkan dalam
dan persepsi keliru bahwa tidak ada hak bentuk mutlak untuk setiap perempuan
yang ditalak. Namun ketika Allah SWT
nafkah bagi perempuan yang ditalak
menyebutkan nafkah, disebutkan dengan
yang sedang hamil, yang asumsi atau
adanya syarat kehamilan. Pengertian
persepsi keliru itu berpotensi muncul
konotasi dari ayat 4,p; -iri ,r j1.1) me-
disebabkan lamanya masa kehamilan.
Umar bin Khaththab r.a. pernah berkata, nunjukkan bahwa perempuan yang di-
"Kami tidak akan meninggalkan Kitab
talak baa'in yang tidak sedang dalam
Tuhan kami dan Sunnah Nabi kami,
keadaan hamil tidak memiliki hak nafkah.
karena perkataan seorang perempuan.
Kami tidak tahu, apakah ia tidak tahu Al-fashshash menanggapi hadits
ataukah lupa." Yang dimaksudkan oleh Fathimah binti Qais tersebut dengan me-
Umar bin Khaththab r.a. adalah perkataan ngatakan bahwa muncul sikap penolakan
Fathimah binti Qais ketika ia ditalak tiga dari ulama salaf terhadap perawi hadits
oleh suaminya, "Rasulullah saw tidak tersebut, sementara di antara syarat di-
terimanya riwayat aahaad adalah steril
menjadikan untukku hak as-.Suknaa dan dari sikap penolakan ulama salaf ter-
tidak pula nafkah." hadapnya. Sementara hadits tersebut
diingkari dan ditolak oleh Umar bin
Khaththab r.a,. Ia berkata, "Kami tidak akan
meninggalkan Kitabullah dan Sunnah Nabi motif ingin menimpakan kemudharatan
kami karena perkataan seorang perem- dan kesengsaraan terhadap perempuan,
yaitu seperti suami menalaknya, lalu
puan. Kami tidak tahu, apakah ia masih
ketika masa iddahnya tinggal dua hari, ia
mengingatnya dengan baik ataukah sudah pun merujuknya, kemudian setelah itu ia
lupa. Perempuan yang ditalak baa'intetap
memiliki hak as-Suknaa dan nafkah." Allah menalaknya lagi (sehingga menjadikan
SWT berfirman, perempuan terus-terusan menjalani iddah
"Janganlah kamu keluarkan mereka yang sangat lama dan berlarut-larut).
dari rumahnya dan ianganlah (diizinkan)
3. Tidak ada perselisihan lagi di antara ulama
keluar kecuali jika mereka mengeriakan
bahwa perempuan yang ditalak dalam
perbuatan keji yang ielas." (ath-Thalaaq:
keadaan hamil, ia berhak memperoleh as-
L)t+o
Suknaa dan nafkah, sampai ia melahirkan
Kemudian al-fashshash mencoba
untuk mengompromikan antara hadits kandungannya, baik apakah talak itu
Fathimah binti Qais-dengan asumsi adalah talak tiga maupun talak kurang
hadits tersebut memang shahih-dengan dari tiga.
ayat tersebut. Ia mengatakan kami me-
Adapun perempuan hamil yang
miliki sebuah penjelasan yang bisa di-
ditinggal mati suaminya, ada sejumlah
terima menyangkut hadits tersebut yang sahabat seperti Ali bin Abi Thalib r.a.,
bisa sejalan dengan pendapat kami. Yaitu Abdullah bin Umar r.a. dan Abdullah bin
telah dirawayatkan bahwa Fathimah Mas'ud r.a., serta sejumlah Tabi'in seperti
binti Qais memiliki mulut yang lancang
an-Nakha'i, asy-Sya'bi dan Hammad,
dan kurang ajar terhadap mertuanya dan
berpendapat bahwa ia diberi nafkah dari
kerabat suaminya, lalu ia pun disuruh
untuk pindah. Perpindahan dirinya total harta peninggalan suami sampai ia
disebabkan oleh faktor yang berasal melahirkan kandungannya. Sementara
dari dirinya sendiri. Hal itu menjadikan
status dirinya sePerti Perempuan itu, Abdullah bin Abbas r.a., az'Zubair
yang melakukan nusyuuz, sehingga r.a., imam Malih imam asy-Syafi'i dan
hak nafkah dan as-.Suknaa dirinya pun imam Abu Hanifah berpendapat bahwa
ia diberi nafkah hanya dari porsi bagian
gugur semuanya. Illat yang menjadi warisannya. Daruquthni meriwayatkan
sebab pengguguran hak nafkah adalah dengan isnad shahih dari Rasulullah saw.,
juga menjadi illat yang menjadi sebab
bahwasanya beliau bersabda, "Perempuan
pengguguran hak as -Suknaa.lso
hamil yang ditinggal mati suaminya tidak
2. Diharamkan menimpakan kemudharatan
memiliki haknafkah."
dan kesengsaraan terhadap perempuan
yang ditalak menyangkut tempat tinggal 4. fika istri yang ditalak menyusui anaknya,
suami [bapak anak) harus memberinya
dan nafkah, sebagaimana haram pula hu- upah atau imbalan menyusui. Menurut
kumnya merujuk dengan dilatarbelakangi
imam Malik dan imam asy-Syafi'i, seorang
| 49 Ahka amul Qur' aan, karya al-f ashshash, 3 /46 1.
150 lbid,3/462. suami tidak boleh mempekerjakan
istrinya untuk menyusui anak seperti ia
mempekerjakan perempuan asing untuk
menyusui. Menurut imam Abu Hanifah,
tidak boleh mempekerjakan sang istri
yang ditalak untuk menyusui anak jika
14'TAFSTRAL-MUNTR IrLID lr,r!. -c(***Iu suTah 8th-rhataeq
anak itu adalah anak mereka berdua 7. fika terjadi sikap saling mempersulit dan
memperberat, berselisih, tidak sepaham,
selama sang istri belum menjadi baa'in. tidak saling memaklumi, tidak memiliki
Apabila sang ibu rela dan setuju titik temu, dan tidak ada kata sepakat
untuk menyusui anak dengan ujrah mitsl menyangkut imbalan menyusui, bapak
(upah standar), sang ibu adalah yang menolak untuk memberi ujrah mitsl
paling berhak untuk itu karena sang ibu kepada ibu, atau ibu menolak untuk
sendirilah yang memiliki perasaan kasih menyusui atau meminta imbalan yang
sayang yang lebih besar. Dirinya sendiri
yang lebih utama untuk merawat dan terlalu tinggi, bapak tidak boleh memaksa
menyusui anak daripada siapa pun. Ketika ibu untuk menyusui, tetapi hendaklah
itu, bapak tidak boleh menyusukan anak
bapak mempekerjakan perempuan lain
kepada perempuan lain.
untuk menyusui.
5. Ayat fir< ;*;i i!| juga menunjukkan
Ayat {,:;rri jyj} juga menunjukkan
bahwa nafkah anak menjadi tanggung bahwa apabila ibu menuntut imbalan
jawab dan kewajiban sang bapak karena
lebih tinggi dari ujrah mitsl, bapak boleh
jika upah menyusui adalah menjadi
mempekerjakan perempuan lain untuk
tanggung jawab dan kewajiban bapak, menyusui yang setuju dan menerima
terlebih lagi dengan nafkah anak juga
tentunya menjadi tanggung jawab dan untuk diberi ujrah mitsl. Hal itu jika kalau
anak mau disusui oleh perempuan lain
kewajiban dirinya. dan ia tidak mengalami dampak negatif
Dari itu, ulama berijma atas hal ini karena susu perempuan lain. fika ternyata
menyangkut anak yang masih kecil yang anak tersebut tidak mau disusui oleh
tidak memiliki harta. Dalam hal ini, anak perempuan lain, atau ia mengalami hal
yang sudah baligh yang belum mampu
negatif karena susu perempuan lain, ibu
memenuhi nafkah dirinya sendiri juga
dipaksa untuk menyusui anak dengan
disamakan dengan anak yang masih kecil.
ujrah mitsl.
Hal ini berdasarkan hadits Hindun binti
'Utbah yang diriwayatkan oleh Bukhari, |ika bapak dan ibu berselisih me-
Muslim, Abu Dawud, Nasa'i, dan Ibnu
Majah dari Aisyah r.a., 'Ambillah dengan nyangkutupah atau imbalan menyusui dan
pqtut sesuai dengan kodaryang mencukupi menuntut ujrah mitsl, sementara bapak
bagi dirimu dan anakmu." menolak dan menghendaki ibu menyusui
6. Para suami istri haruslah saling ber- anak secara cuma-cuma, ibu adalah yang
musyawarah, saling menyuruh, dan saling lebih dimenangkan dengan ujrah mitsl
meminta di antara mereka dengan cara apabila bapak memang tidak menemukan
yang baik dan patut menyangkut masalah perempuan lain yang mau menyusui
penyusuan, imbalan menyusui, dan yang secara cuma-cuma. Apabila bapak meng-
lainnya. Sikap yang baik dari ibu yang usulkan ibu menyusui anak dengan uyrah
ditalak adalah menyusui anak mereka
mitsl, sementara ibu menolah bapak
berdua secara suka rela dan senang hati
adalah yang dimenangkan. Apabila bapak
tanpa imbalan. Sedangkan sikap yang baik
kesulitan dan tidak memiliki kemampuan
dari bapak adalah memenuhi imbalan
ekonomi untuk memberi imbalan, ibu
menyusui bagi ibu.
dipaksa untuk menyusui anak.
B. Seorang suami berkewajiban menafkahi
istri dan anaknya yang masih kecil
sesuai dengan tingkat kesanggpuan dan pasti dan spesifik untuk mengeliminasi
kemampuan ekonominya. |ika ia orang terjadinya perselisihan.
kaya, ia memberi nafkah sesuai dengan
level nafkah orang-orang kaya. fika ia Sedangkan dalil pendapat ulama
orang miskin, ia memberi nafkah sesuai Malikiyyah yang menyatakan bahwa kadar
dengan level nafkah orang-orang miskin. ukuran nafkah diestimasikan dengan
berdasarkan keadaan kedua suami istri
Besar kecilnya nafkah diestimasikan sekaligus menurut kelumrahan dan
menurut kondisi orang yang menafkahi
kelaziman yang berlaku adalah
dan kebutuhan orang yang dinafkahi
"Den kewajiban ayah menqnggung
dengan berdasarkan ijtihad sesuai dengan nafkah dan pokaian mereka dengan cara
kelumrahan, kewajaran, dan kelaziman yang patut." (al-Baqarah: 233)
yang ada, menurut ulama Malikiyyah. fuga, sabda Rasulullah saw. kepada
Sementara itu, imam asy-Syafi'i Hindun istri Abu Suffan seperti yang
mengatakan, estimasi kadar ukuran nafkah diriwayatkan dalam Shahih Bukhari dan
Muslim,
adalah ditetapkan dalam bentukyangpasti
dan spesifik. Tidak ada pintu ijtihad bagi .gs{u i,lJ'r'r,!"*Y e-
hakim atau mufti di dalamnya. Estimasi 'Ambillah secara patut seukuran yang
penentuan kadar ukuran nafkah adalah bisa mencukupi bagi kamu dan anAkmu."
hanya didasarkan pada kondisi ekonomi Dalam Shahih Muslim diriwayatkan
suami semata, tanpa mempertimbangkan bahwasanya dalam khutbah wada',
keadaan dan tingkat kecukupan istri. Rasulullah saw. bersabda, "Bertalo,valah
fika suami termasuk orang kaya, nafkah kamu sekalian menyangkut kaum perem-
yang wajib ia berikan adalah dua mudd. puan. Karena sesungguhnyo kalian meng-
fika suami termasuk orang menengah, ambil mereka dengan amanah Allah SWT
satu mudd setengah. fika suami adalah dan kalian menghalalkan kemaluan me-
reka dengan kalimat Allah SWT. Mereka
termasuk orang miskin, satu mudd. Hal berhak mendapatkan nafkah dan pakaian
secara patutyang wajib kalian tunaikan."
4bini berdasarkan ayat yang berbunyi ti
4* r. y lusa ayat 236 surah al-Baqarah Dalam kedua hadits di atas, masalah
yang berbunyi (;j.ri At *; i',i c"At J'b.
nafkah dikembalikan kepada kadar
Dalam ayat ini, yang diperhitungkan
kecukupan. Di dalam hadits Hindun,
adalah kondisi ekonomi suami, bukan
Rasulullah saw. tidak berkata kepada
kondisi istri. fuga, karena batas kecukupan
ibu, "Kadar ukuran kecukupanmu tidak
istri adalah bersifat indefinitil tidak diperhitungkan bahwa yang berhak kamu
dapatkan adalah sesuatu yang ditentukan
bisa diketahui dan diidentifikasi secara
definitif, baik oleh hakim maupun yang ukurannya."
lain sehingga jika itu juga diperhitungkan,
akan terjadi perselisihan. Karena suami 9. Ayat (y.* b y- t!}-t| merupakan dasar
mengklaim bahwa istri menuntut lebih tentang nafkah anak yang menjadi
dari batas kecukupannya, sementara istri tanggung jawab dan kewajiban bapa(
menyangka bahwa apa yang ia minta itu bukan tanggung jawab dan kewajiban
adalah sesuai dengan kadar kecukupan
dirinya. Karena itu, besar kecilnya nafkah
harus ditentukan dengan ukuran yang
TerstnAr-MuNtnltrto 14 ,.*rn, {-Th,*,.., suranattl-lraraaq
ibu. Hal ini berbeda dengan pendapat dan menjadikan kelapangan setelah
Muhammad Ibnul Mawwaz yang me- kesempitan, sebagaimana firman-Nya
ngatakan bahwa nafkah anak adalah dalam ayat,
menjadi tanggung jawab dan kewajiban "Dan jika (orang berutang itu) dalam
kesulitan, maka berilah tenggang waktu
kedua orangtua sesuai dengan kadar sampai dia memperoleh kelapangan." (al-
Baqarah:280)
ukuran waris. Dalam Shahih Bukhari
Ini adalah pendapat ulama Hanafiyyah
diriwayatkan dari Rasulullah saw., beliau
bersabda, "lstrimu berkata kepadamu, dan sebuah versi riwayat dari imam
'Nafkahilah aku, jika tidak, ceraikan aku.' Ahmad.
Budakmu berkata kepadamu,' N afkahi aku Pendapat yang mengatakan ikatan
perkawinan drfaskh [diputus) karena ke-
dan pekerjakanlah aku.' Anakmu berkata tidakmampuan suami memberi nafkah,
adalah pendapat imam Malih salah satu
kepadamu, 'Nafkahi aku, kepada siapa pendapat yang lebih kuat dari dua qaul
imam asy-Syafi'i, serta riwayat yang lain
kamu memasrahkan diriku."'
dari imam Ahmad. Hal ini didasarkan pada
10. Ayat {6(i "me.in}urn*jui kik,ran.rbKahi}waaodraalanhg riwayat Daruquthni dan Baihaqi tentang
dalil
yang seorang suami yang tidak memiliki
miskin tidak dibebani dengan beban apa-apa untuk ia nafkahkan kepada
yang sama seperti yang dibebankan
istrinya, "Keduanya dipisahkan," luga,
kepada orang kaya bahwa beban yang karena pem/askhan ikatan perkawinan
dipikulkan kepada orang miskin tidak diberlakukan karena alasan impotensi,
sama dengan beban dipikulkan kepada untuk menghilangkan kemudharatan.
orang kaya. fuga menunjukkan bahwa Sementara kemudharatan yang dialami
tidak boleh ada faskh (pembatalan dan
pemutusan ikatan perkawinan) karena oleh seorang istri karena ketiadaan
alasan ketidakmampuan memberi nafkah nafkah adalah lebih besar daripada
kepada istri. Karena ayat ini secara kemudharatan yang dialaminya karena
suami impoten. Karena itu, pem/askhan
tersirat mengandung pengertian tidak
ikatan perkawinan karena alasan ketidak-
ada penaklifan atau pembebanan untuk
mampuan memberi nafkah lebih utama
memberi nafkah ketika tidak mampu. dan lebih kuat alasannya daripada faskh
Karena itu, tidak boleh memaksa seorang karena alasan impotensi.
suami yang tidak mampu memberi nafkah AYat {.i,r -r( l} juga menunjukkan
untuk menceraikan istrinya karena alasan bahwa hendaknya seseorang memer-
nafkah. Hal itu berarti mengharuskan hatikan dan mempertimbangkan keadaan
untuk pisah karena sesuatu yang tidak dirinya dalam memberi nafkah dan
wajib atas dirinya. dalam bersedekah. Dalam sebuah hadits
Begitu juga ayat, ).) .':; .lr ,Wb disebutkan, "Sesungguhnya seorang Muk-
(';; menunjukkan bahwa suami istri min mengambil adab yang baik dari Allah
SWT ketika Allah SWT baru melapang-
tidak dipisah dan diputus ikatan per- kan rezekinya, maka ia pun melapangkan
kawinan di antara keduanya hanya karena
ketidakmampuan suami untuk memberi
nafkah. Kesulitan dan kesempitan masih
ada harapan berganti dengan kelapangan
dan kemudahan. Allah SWT akan men-
jadikan kecukupan setelah berkekurangan
tur"n ",n-tn",""q ,r il,t,
(naftah dan sedekahnya), dan ketika wahai orang-orang yang mempunyai akal! (Yartu)
orang-orang yang beriman. Sungguh, Allah telah
Allah SWT baru mempersempit rezekinya,
menurunkan peringatan kepadamu, (dengan
maka ia pun mempersempit (nafkah dan mengutus) seorang Rasul yang membacakan
sedekahnya)." lsl ayat-ayat Allah kepadamu yang menerangkan
ANCAMAN BAGI ORANG.ORANG YANG (bermacam-macam hukum), agar Dia me-
MENENTANG, JANJI BAGI ORANG.ORANG
YANG PATUH, DAN MENGINGATKAN T(UASA ngeluarkan orang-orang yang beriman dan me-
ALIAH SWT
ngerjakan kebajikan, dari kegelapan kepada
Surah ath-Thalaaq Ayat 8 - 12
cahaya. Dan barangsiapa beriman kepada Allah
(&(i +WW; A & e'Sj "&'*Ju,
dan mengerjakan kebajikan, niscaya Dia akan
\iAI.v&\:{,Q\3\6'r;.A\:4Olt; memasukkannya ke dalam surga-surga yang
gittr4g1:kA*;t'raffi t-V\bsl,6 mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka
0 K Kly xt'ti i *t ii\.-{i-.l dI a' kekal di dalamnya selama-lamanya. Sungguh,
W -*lt A Xri,\ .rl'W Wi*ii Allah memberikan rezeki yang baik kepadanya.
Allah yang menciptakan tujuh langit dan dari
i\;#. "A lltJl ;its''e ")#\ $fr (penciptaan) bumi juga serupa. Perintah Allah
iiy lY$ (y l,r'";t'?:+ Mqi,l4S berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwa
Allah Mahakuasa atas segala sesuatu, dan ilmu
eY'€ &E{r ti S 16! "i ttri;Afi?t:Q Allah benar-benar meliputi segala sesuatu." (ath-
Thalaaq:8-12)
'itt6tgi\A"f*j*tJ$t'r{r,y-,st-d,
Qlraa'aat
m'uu,a $La*''ltiv'9$ r,t :P v S,,''r.ti5'-.lt0l
"Dan betapa banyak (penduduk) negeri yang Ibnu Katsir membaca GGt.
mendurhakai perintah Tuhan mereka dan rasul-
rasul-Nya, maka Kami buat perhitungan terhadap {'F},
penduduk negeri itu dengan perhitungan yang Nafi'dan Ibnu Dzaloaran membaca 1rj.iy.
ketat, dan Kami adzab mereka dengan adzab {:#},
yang mengerikan (di akhirat). Sehingga mereka
Nafi', Ibnu Katsir dan Abu Amr membaca
merasakan akibat yang buruk dari perbuatannya,
dan akibat perbuatan mereka itu adalah kerugian <i#>(,.9,|+.,f\:
yang besar. Allah menyediakan adzab yang keras
bagi mereka, maka bertakwalah kepada Allah Nafi'dan lbnu Amir membaca 1Li,;.
LSl Tafsir al-Alusi, 28 / 140. l'raab
{r;r ,ir *u$' ;;i (} kalimat (rrli ,ir}
menjadi na't atau bayaan untuk al-Munaadaa,
yaitu {.rQ!' J;rU}.
{i;; d'S;.i*l n, iti;b kata (i;;} di sini
dibaca nashab dengan salah satu dari lima
kemungkinan. Pertama, sebagai maf'uul bihi
untuk kata (ry;p dengan menjadikan kata ini
sebagai mashdar, yakni an udzkur Rasuulan,
seperti kata yatiiman dalam surah al-Balad
ThFSIRAL-MUNIR IILID
y4a:tiiim';aqn.. '* e: /. ei'+r ;iF yakni an ath'im (.,ir Jt 1:ti.:' , ?e6' gki 6t elt t,.\
maf'uul bihi untuk
Kedua, sebagai dalam kalimat ini terdapat isti'aarah, yakni
fi'il yang diasumsikan keberadaannya, yakni meminjam kata (-tjta.lrp (kegelapan-kegelap-
wa arsala Rasuulan. Ketiga, atau dengan meng- an) untuk pengertian kekafiran dan kesesatan,
asumsikan fi'il a'nii, yakni a'nii Rasuulan. serta meminjam kata, (rir) untuk pengertian
Keempat, sebagai badal dari kata (r5;) dan petunjuk, hidayah, dan keimanan.
kata {irl;} bermakna, risaalah, sehingga ini Mufradaat Lufhawlyyah
adalah badalul kull minal kull. Kelima, sebagai
bentuk kalimat al- Ig hraa' (exhortation), yakni [i.i"; j"Gi\ banyak penduduk negeri-
ittqbi'uu Rasuulan. negeri. Kata, (;Jk;! terdiri dari hurufyarrkaf
(:#F kata ini sebagai haal.'1,-;r, air ir) yang masuk kepada kata, a14/un, bermakna,
$:t:c: kalimat ini terdiri dari mubtada', yaitu kam. $6., ;,ti ?,. .-;Y yang durhaka dan ber-
*{ar} dan khabarnya. yaitu .$c,tjt::" A. ,sitb paling, atau pongah, sombong, angkuh, dan
44 *.,$t iri} kata (i[}y dibaca nashab,
bisa sebagai maf'uul bihi untuk fi'il yang tidak mau mematuhi perintah Tuhan mereka.
diasumsikan keberadaannya, yakni wa minal {,+l (r: L;(:;Ui} Kami menghisab mereka
ardhi khalaqa mitslahunna, bukan sebagai dengan hisab yang keras, dengan memeriksa,
maf'uul bihi untuk fLil, (d-Y sebelumnya, menyelidiki, mengusut, dan mencecar mereka
supaya tidak terjadi adanya pemisahan antara secara mendalam dan teliti tanpa ada sedikit
huruf wawu 'athaf dan kata yang di'athafkan, pun yang dilewati.
yaitu (,iiildengan jaarr majruur, yaitu ,ry) Hisab ini terjadi di akhirat, tetapi di
(.rr!r. Atau kata ini dibaca rafa' dengan zharf,
sini diungkapkan dengan menggunakan
atau sebagai mubtada', atau sebagai khabar
bentuk kata kerja yang telah lalu Ui'il
dengan ada perbedaan pendapatdi dalamnya.|
maadhi), meskipun itu belum terjadi, untuk
{rl5 Huruf lam disini bisa berta'alluq dengan memberikan pengertian yang menegaskan
fi'il 4J ;ibatau dengan fi'il 4.1-y.
bahwa hal itu adalah sesuatu yang pasti terjadi
Balaaghah tidak mungkin tidak.
4\.\-'; ;;ii;Y aatam kalimat ini terdapat 45 e* "lc.i;iy dan Kami mengadzab
majaz mursal, yakni ahli qaryaff4 dengan mereka dengan adzab yang besa4, yaitu adzab
'alaaqah mahalliyyah, yakni menyebutkan neraka. flG;i i(r -iri| maka mereka pun
merasakan akibat buruk pembangkangan,
tempat, namun yang dimaksudkan adalah kepongahan, keangkuhan, kekafiran dan ke-
sesuatu yang menempati tempat tersebut. durhakaan mereka. {tr-- s)'i bt; utly akibat
$;;i Sr:.,,ril,; d'T ttnGtki :r tV 6';rr-i} perbuatan mereka itu adalah kerugian
di sini, ancaman yang ada disebutkan secara dan kebinasaan, yaitu kerugian yang sama
sekali tidak ada keuntungan sedikit pun di
berulang untuk meneror serta menciptakan dalamnya.
nuansa menakutkan dan mencekam. (r!i' (r-r;;: i, ;ip di sini, Allah SWT meng-
""r;+,:tF".t4v'*o.t:sf;if-i;,{t,i:i;*l;j;F*:b(,li,,(rt-.!i.!; ;'3= ;F ulang kembali ancaman yang ada untuk mem-
r; .irr di
(r! pertegas. (yqr\j' ;;i Uy wahai orang-orang yang
akal. {ryi i<:rl n, SWT
antara akhiran ayat-ayat ini terdapat as-Saj' memiliki i;i ;} Allah
(sajak) yang indah, alami, tidak dibuat-buat, benar-benar telah menurunkan Al-Qur'an ke-
dan tidak dipaksakan. pada kalian.
{.i;;} dan Allah SWT juga telah mengutus perintah-Nya serta mendustakan rasul-
Rasul-Nya, Muhammad saw. j;it;t uit tjl\ rasul-Nya dengan hukuman yang serupa
{:!6' untuk mengeluarkan orang-orang dengan hukuman yang menimpa umat-umat
yang beriman dan beramal saleh, yaitu orang- terdahulu yang kafiq, ingkar dan mendustakan
orang yang beriman setelah diturunkannya Al- para rasul mereka. Kemudian, hal itu diikuti
dengan ayat yang mengingatkan keagungan
Qur'an dan kedatangan Nabi Muhammad saw.
kuasa Allah SWT dan ilmu-Nya yang meliputi
4itat:6,rb dari kekafiran dan kesesatan
segala sesuatu. Hal ini bertujuan memotivasi
menuju kepada keimanan dan petunjuk.
untuk senantiasa komitmen kepada perintah-
6Gl I 'nt ;,:;i .ii) sungguh Allah SWT
perintah-Nya serta mengamalkan syari'at
memberinya rezeki yang baih yaitu rezeki dan hukum-hukum-Nya. fadi, ayat-ayat ini
surga yang kenikmatan-kenikmatannya tiada merupakan peringatan dan wanti-wanti agar
jangan berani melanggar perintah setelah
akan pernah terputus. adanya penj elasan hukum-hukum.
Di sini tersirat pengertian yang meng- Tafslr dan Penjelasan
gugah kekaguman terhadap pahala yang di- Allah SWT mengancam setiap orang yang
karuniakan kepada mereka sekaligus penger- menentang dan melanggar perintah-Nya,
tian betapa agungnya pahala tersebut. ;rj| mendustakan rasul-rasul-Nya, meniti selain
44 q''it dan Allah SWT juga menciptakan
apa yang Dia syari'atkan dan gariskan, serta
bumi seperti itu pula dalam hal bilangannya, menginformasikan apa yang telah menimpa
umat-umat terdahulu disebabkan oleh sikap
yakni tujuh bumi.[Li:i ;$t l;;.b qadha, aturan dan tindakan-tindakan seperti itu,
!dan ketentuan Allah SWT berlaku padanya. "Dan betapa banyak (penduduk) negeri
{rf;l Huruf lam disini berta'alluq dengan kata yang mendurhakai perintah Tuhan mereka dan
rasul-rasul-Nya, maka Kami buat perhitungan
yang disembunyikan yang mencakup masing-
terhadap penduduk negeri itu dengan per-
masing dari penciptaan langit dan bumi, serta
hitungan yang ketat, dan Kami adzab mereka
berlakunya qadha, aturan dan ketentuan Allah dengan adzab yang mengerikan (di akhirat)."
(ath-Thalaaq:8)
SWT di alam ini. Karena masing-masing dari
Banyak dari penduduk negeri-negeri yang
kedua hal tersebut menunjukkan dan mem-
durhaka terhadap perintah Allah SWT dan
buktikan akan kesempurnaan dan totalitas rasul-rasul-Nya, berpaling, pongah, angkuh,
membangkang, dan tidak mau untuk me-
kuasa Allah SWT dan ilmu-Nya. |adi, kalimat matuhi perintah Allah SWT dan tidak sudi
ini menjadi alasan kedua hal tersebut. Yakni, untuk mengikuti rasul-rasul-Nya. Maka, Allah
SWT menghisab mereka atas amal-amal me-
supaya kalian mengetahui bahwa sesungguh- reka yang pernah mereka kerjakan ketika di
nya Allah SWT Mahakuasa atas segala sesuatu dunia, mengadzab mereka dengan adzab yang
dan bahwa sesungguhnya ilmu Allah SWT luar biasa besar dan mengerikan di akhirat,
meliputi segala sesuatu. dan juga di dunia dengan kelaparan, paceklik,
peperangan, dan longsor.
Persesualan Ayat
Setelah menerangkan hukum-hukum
talah iddah, hak nafkah dan as-Suknaa bagi
perempuan yang sedang menjalani masa
iddah, serta larangan melanggar batasan-
batasan, hukum-hukum, dan aturan-aturan
Allah SWT, di sini Allah SWT memperingatkan
dan mengancam setiap orang yang menentang
Di sini, digunakan bentuk kalimat yang "Bertakwalah kepada Allah wahai orang-
telah lalu (fi'il maadhi) {r;r::'';p 4uCi;;p untuk orang yang mempunyai akal!" (ath-Thalaaq:
mengungkapkan makna kalimat mustaqbal 10)
(yang akan datang) di akhirat, dengan maksud Karena itu, takutlah kalian kepada
untuk memberikan pengertian bahwa ancaman
Allah SWT adalah sesuatu yang nyata, sebuah hukuman Allah SWT wahai orang-orang yang
keniscayaan dan pasti terjadi, Ini seperti ayat memiliki akal yang waras, normal dan cerdas
serta pemahaman yang lurus, janganlah kalian
1 surah an-Nahl 4nt;i ;iy,juga seperti ayat 68 sampai seperti mereka, supaya kalian tidak
surah aaZumar (r.At CUtb, jug seperti ayat mengalami seperti apa yang mereka alami.
44 surah al-Araaf {76r -r*;i .. st -s)i uiirb, Selanjutnya, Allah SWT menjelaskan ke-
pada mereka tentang apa yang bisa senantiasa
dan masih banyak lagi yang lainnya. mengingatkan mereka,
Selanjutnya, Allah SWT menginformasikan "Aaitu) orang-orang yang beriman.
sebab musabab adzab tersebut,
Sungguh, Allah telah menurunkan peringatan
"Sehingga mereka merasakan akibat yang kepadamu, (dengan mengutus) seorang Rasul
buruk dari perbuatannya, dan akibat perbuatan yang membacakan ayat-ayat Allah kepadamu
mereka itu adalah kerugian yang besar." (ath-
Thalaaq:9) yang menerangkan (bermacqm-macam hu-
kum), agar Dia mengeluarkan orang-orang
Mereka pun menerima kerasnya akibat
yang beriman dan mengerjakan kebajikan, dari
buruk perbuatan mereka dan hukuman kegelapan kepada cahaya." (ath-Thalaaq: 10-
11)
kekafiran mereka. Nasib akhir mereka dan
Bertakwalah kalian kepada Allah SWT
akibat perbuatan mereka adalah kebinasaan wahai orang-orang yang memiliki akal dari
dan pembalasan di dunia, serta adzab di umatiniyangberiman dan percaya kepadaAllah
SWT dan rasul-rasul-Nya, tunduk berserah
akhirat. Mereka pun merugi (menyengsarakan
diri kepada Allah SWT, serta mengikuti Rasul
dan membinasakan) terhadap diri mereka
mereka, Nabi Muhammad saw., Sungguh, Allah
sendiri, kehilangan harta kekayaan mereka SWT benar-benar telah menurunkan kepada
dan keluarga mereka. kalian pengajaran yang permanen, yaitu Al-
Qur'an, serta telah mengutus kepada kalian
Kemudian, Allah SWT mempertegas
seorang Rasul dengan membawa Al-Qur'an.
ancaman tersebut,
Rasul adalah cermin nyata dari Al-Qur'an.
'Allah menyediakan adzab yang keras bagi Beliaulah yang menyampaikan wahyu Allah
mereka." (ath-Thalaaq: 10)
SWT kepada kalian serta membacakan
Allah SWT menyiapkan untuk mereka
kepada kalian firman dan ayat-ayat Allah
adzab yang sangat keras, sangat menyakitkan, SWT yang jelas, terang, dan nyata yang di
dan sangat memilukan disebabkan kekafiran
mereka, keberpalingan mereka, kepongahan dalamnya dijelaskan kepada manusia tentang
mereka, keangkuhan mereka, dan pembang- berbagai hukum yang mereka butuhkan. Itu
kangan mereka. Adzab tersebut adalah adzab supaya dengan ayat-ayat dan Rasul Allah SWT
neraka.
mengeluarkan orang-orang yang beriman
Selanjutnya, Allah SWT menjelaskan
kepada-Nya dan kepada rasul-rasul-Nya serta
ibrah dari peringatan dan ancaman tersebut, mengerjakan amal-amal saleh, mengeluarkan
yaitu memotivasi dan menstimulasi kaum
Mukminin untuk bertalnrra,
:IAFSIRAL-MUNIR IILID 14
mereka dari kegelapan-kegelapan kesesatan wahyu Allah SWT turun dari langit yang
menuju kepada nur dan cahaya hidayah, dari
kegelapan kekafiran menuiu kepada nur tujuh menuju ke bumi yang tuiuh. Allah SWT
berfirman,
keimanan.
"Yang menciptakan tujuh langit berlapis-
Selanjutnya, Allah SWT memuliakan lapis." (al-Mulk 3)
mereka serta menstimulasi mereka dengan Dalam Shahih Bukhari dan Muslim di-
menerangkan balasan keimanan dan amal
riwayatkan,
saleh,
|rytieb'i*n'i'if t*A
"Dan barangsiapa beriman kepada Allah
dan mengerjakan kebajikan, niscaya Dia akan "Barangsiapa mengambil sejengkal tanah
memasukkannya ke dalam surga-surga yang
mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka secara zalim, maka itu akan dikalungkan ke
kekal di dalamnya selama-lamanya. Sungguh,
Allah memberikan rezeki y ang b aik kepadanya." lehernya dari tujuh bumi."
(ath-Thalaaq: 11)
Dalam Shahih Bukhari disebutkan dengan
Barangsiapa yang percaya dan beriman redaksi,
kepada Allah SWT serta senantiasa menger-
jakan amal-amal saleh sehingga dengan begitu "Barangsiapa mengambil sedikit tanah
ia mengombinasikan antara keimanan dan tanpa haknya, maka kelak pada hari Kiamat ia
ditenggelamkan ke dalam tuiuh bumi."
pengamalan apa yang diwajibkan Allah SWT
atas dirinya, niscaya Allah SWT memasukkan- Dalam Shahih Bukhari dan yang lainnya
nya ke dalam taman-taman surga yang dari
bawah istana-istana dan pepohonannya me- juga diriwayatkan,
ngalir sungai-sungai, sedang mereka kekal
,-3',', o.1 (,', (J',Jt cl'r1)t J., ,litlt
berada di dalamnya selama-lamanya. Allah ' JJ J
..'l!,i
SWT iuga benar-benar melapangkan untuknya lJ
rezekinya di surga.
*icrqrit
Selanjutnya, Allah SWT mengingatkan
dan menyadarkan para hamba-Nya akan "Ya Allah Rabb tujuh langit berikut apa yang
keagungan kuasa-Nya dan keluasan ilmu-Nya ada di bawahnya dan Rabb tujuh bumi berikut
yang meliputi segala sesuatu,
apa yang dimuatnyai
Pertama,
Abdullah bin Mas'ud r.a. meriwayatkan
'Allah yang menciptakan tuiuh langit dan
dari (penciptaan) bumi juga serupa. Perintah bahwasanya Rasulullah saw. bersabda,
Allah berlaku padanya." (ath-Thalaaq: 12)
. .)i, €.oa*',o,u,,), ,.;V,rir:,,tLflAV
Sesungguhnya Allah SWT Dia-lah Yang u:-. -, L. J
qryP'
telah memperadakan dan menciptakan langit
yang tujuh dan bumi yang tujuh pula seperti ri* r:*r"Langit r rr r ::rrf r r:f
halnya langit yang juga tujuh. Titah, qadha,
ketetapan, ketentuan, hukum, aturan, dan ada padanya dan segala apa yang ada di antaranya
dibandingkan al-Kursi tidak lain hanya seperti
bulatan kecil yang tergeletak di hamparan tanah
yang sangat luas."
Qatadah mengatakan, di setiap bumi
dari bumi Allah SWT dan di setiap langit dari
langit-langit-Nya terdapat suatu makhluk dari mereka dengan hisab yang keras serta
makhluk-Nya, suatu titah dari titah-Nya dan mengadzab mereka dengan adzab yang
suatu ketetapan dari ketetapan-Nya.
sangat besar dan mengerikan.
Kedua,
Maka, mereka pun merasakan dam-
'Agar kamu mengetahui bahwa Allah pak dan akibat kekafiran mereka. Akibat
perkara mereka adalah kebinasaan dan
Mahakuasa atas segala sesuaAL dan ilmu Allah
kerugian di dunia dengan mengalami
benar-benor meliputi segala sesuafu." (ath-
Thalaaq: 12) hal-hal seperti tersebut, serta di akhirat
Allah SWT berbuat demikian, menciptakan dengan fahannam.
langit dan bumi serta menurunkan qadha, Allah SWT menjelaskan bentuk dan
ketetapan, dan titah-Nya di langit dan bumi, macam kerugian, yaitu kerugian berupa
supaya kalian mengetahui dan menyadari
adzab |ahannam di akhirat.
kesempurnaan dan totalitas kuasa-Nya,
2. Allah SWT memerintahkan untuk ber-
keluasan ilmu-Nya yang meliputi segala
takwa dan memelihara diri dari sikap
sesuatu, tiada sesuatu pun dari langit dan bumi
apa pun itu yang berada di luar pengetahuan- kafir terhadap-Nya dan terhadap Rasul-
Nya. Perintah ini dijadikan sebagai pesan
Nya. Karena itu, waspadalah kalian semua, yang ditujukan untuk orang-orang yang
jangan sekali-kali kalian berani melanggar memiliki akal yang waras dan cerdas,
dan durhaka, dan petiklah pelajaran dari
nasib umat-umat terdahulu. Sesungguhnya untuk orang-orang Mukmin yang beriman
Allah SWT Maha Mengetahui seluruh amal
perbuatan kalian semuanya, dan Dia akan kepada Allah SWT dan rasul-rasul-Nya
yang Allah SWT menurunkan Al-Qur'an
membalas kalian atas semua amal perbuatan kepada mereka dan mengutus kepada
kalian.
mereka Rasul-Nya Muhammad saw. yang
Flqlh Kehldupan atau Hukum-Hukum membacakan kepada mereka ayat-ayat
yang jelas dan terang yang menjelaskan
Ayat-ayat di atas menjelaskan sejumlah
berbagai hukum dan syari'at yang mereka
hal sebagai berikut.
butuhkan.
1. Allah SWT memperingatkan dan me-
Talora adalah takut kepada Allah SWT
wanti-wanti jangan sampai melanggar
dan menentang perintah-perintah-Nya, dan menjalankan ketaatan kepada-Nya
melalui pemaparan tentang sikap dur-
haka suatu kaum dan adzab yang me- serta menjauhi kemaksiatan-kemaksiatan
nimpa mereka. Banyak dari penduduk
terhadap-Nya. Tujuan yang luhur dari
negeri-negeri zalim yang durhaka kepada ketakwaan, keimanan, dan amal saleh
perintah Allah SWT dan rasul-rasul-Nya,
adalah keluar dari kekafiran dan kesesatan
Allah SWT membalas mereka dengan menuju kepada petunjuk dan cahaya.
adzab di dunia dengan kelaparan, paceklih 3. Dalil dan bukti petunjuk kesempurnaan
pedang, ditenggelamkan ke dalam bumi dan totalitas kuasa Allah SWT adalah
dan segenap bencana-bencana lainnya. Di Dia kuasa untuk melakukan ba'ts dan
akhirat Allah SWT juga akan menghisab
hisab serta menciptakan langit dan bumi.
Sedangkan dalil dan bukti petunjuk
keluasan ilmu Allah SWT yang meliputi
segala sesuatu adalah pengetahuan-
Nya tentang segala hal penduduk langit
dan penduduk bumi, pengaturan alam ada celah pemisah antara lapisan satu
semesta, penurunan dan pemberlakuan
titah kepada mereka, menjalankan ke- dengan lapisan yang lain. Hal ini juga
tetapan, ketentuan, hukum, dan wahyu
berdasarkan sejumlah hadits shahih yang
menyangkut segala urusan mereka,
telah disinggung di atas, seperti hadits
tiada suatu apa pun yang berada di luar
yang diriwayatkan oleh imam Ahmad,
pengetahuan dan kuasa-Nya.
Bukhari, dan Muslim dari Aisyah r.a. dan
Allah SWT Dialah Yang Mahakuasa Sa'id bin Zaid,
untuk membalas seluruh makhluk- cozbc^ti3o( ?."oi',, ")\tbr**;
Nya. Tiada yang mengetahui benda- .'u",bti
benda langit, tidak pula hukum, aturan,
"Barangsiapa merampas sejengkal tanah
ketetapan, dan ketentuan-ketentuan ter-
sebut dan tidak pula cara pengefektifan, secara zalim, maka kelak pada hari Kiamat
Allah SWT akan mengalungkannya ke leher-
perealisasian dan pemberlakuannya pada nya dari tujuh bumi."
semua makhluk kecuali hanya Dzat Yang Ada pendapat lain mengatakan
Maha Mengetahui segala yang gaib. bahwa itu adalah bumi yang satu bahwa
Tidak diperselisihkan lagi bahwa perserupaan dan persamaan yang disebut-
langit memang ada tujuh tingkat, kan dalam ayat tersebut bukanlah pada
aspek jumlah atau bilangan, tetapi pada
sebagiannya berada di atas sebagian yang aspek penciptaannya secara sempurna,
lain, sebagaimana dijelaskan oleh hadits teratu[ dan kukuh.
tentang isra' mi'raj dan yang lainnya. Pendapat yang pertama adalah yang
lebih shahih dan lebih kuat, sebagaimana
Namun, menyangkut bumi, ulama masih yang dikatakan oleh al-Qurthubi dan para
berbeda pendapat. fumhur mengatakan
bahwa bumi ada tujuh lapis, sebagiannya ulama tafsir besar lainnya, baik klasik
maupun kontemporer. Riwayat-riwayat
berada di atas sebagian yang lain, dan
yang ada menunjukkan hal itu seperti
mungkin itu adalah lapisan-lapisan bumi.
yang diriwayatkan dalam Sunan Tirmidzi,
Hal ini berdasarkan ayat ftifi ,r'rit Et\ Sunan Nasa'i dan yang lainnya.
yakni dan bumi seperti itu pula, yaitu
tujuh bumi. Akan tetapi ketujuh bumi itu
berbentuk tumpukan lapisan, sebagiannya
berada di atas sebagian yang lain tanpa
"@,
,,Tutt\ll:*,Y)'*,"'?..1"1,..,.,,, ...........,.,.,.....**r*,, 4Iz+*Br,lrr+r,..,, "........,..,.,,,,,, ..-.....,,,,,,,," . "?"'"13l,3iln"iT
SURAHAT-TAHRIIM
MADANIYYAH, DUA BELAS BETAS AYAT
Penamaan Surah yang dihalalkan oleh Allah SWT menjadi
haram, yaitu talak, serta mengakhiri per-
Surah ini dinamakan dengan surah at-
selisihan sebagian kaum perempuan.
Tahriim karena surah ini diawali dengan ayat Sedangkan surah at-Tahriim memuat
yang berisikan teguran halus kepada Nabi pembicaraan tentang tindakan meng-
Muhammad saw. karena beliau mengharamkan haramkan apa yang dihalalkan Allah SWT
fsesuatu atas diri beliau, yaitu ayat #' #j U) dari bentuk lain, yaitu sumpah iilaa',
mengakhiri perselisihan para istri Nabi
|ft.{'nt S;i Y
Muhammad saw. serta tentang hukum-
Persesualan Surah lnl dengan Surah hukum yang khusus berkaitan dengan
Sebelumnya mereka sebagai bentuk pemuliaan kepada
mereka. Dari itu, surah ini ditutup dengan
Persesuaian surah ini dengan surah menyebutkan dua perempuan surga, yaitu
sebelumnya [ath-Thalaaq) bisa terlihat dari Asiyah istri Fir'aun dan Maryam binti
tiga sisi seperti berikut.
'lmran.
1. Kedua surah tersebut sama-sama
Kandungan Surah
dibuka dengan perkataan kepada Nabi
Muhammad saw, (*3rqlj u). Surah Madaniyyah yang satu ini memuat
beberapa hukum syari'at yang khusus ber-
2. Kedua surah sama-sama memuatsejumlah kaitan dengan para Ummul Mukminin (para
istri Nabi Muhammad saw.), supaya bisa men-
hukum yang berkaitan khusus dengan jadi contoh yang diikuti bagi segenap umat.
kaum perempuan. Surah ath-Thalaaq
menjelaskan hukum-hukum talak iddah, Surah ini mengawali pembicaraannya de-
ngan teguran halus kepada Nabi Muhammad
hak-hak perempuan yang menjalani saw. atas langkah beliau yang mengharam-
iddah dan mempergauli dengan baik. Se- kan atas diri beliau sendiri sesuatu yang
dangkan surah at-Tahriim berisikan pem-
bicaraan tentang sikap sebagian istri Nabi mubah, yaitu madu sebagaimana yang di-
Muhammad saw., bagaimana beliau mem- jelaskan dalam sebuah hadits shahih. Beliau
pergauli mereka dengan baik,lembut, dan
melakukan hal itu dengan maksud untuk
tulus.
3. Surah ath-Thalaaq memuat pembicaraan
tentang tindakan yang membuat sesuatu
menyenangkan sebagian istri-istri beliau, BEBERAPA HAL IHWAL PARA ISTR! NABI
{tt tr,1i ;w,i & C'it S;i y il C #r #i u}. MUHAMMAD sAw
Selanjutnya, surah ini mengarahkan teguran
kepada sebagian istri Nabi Muhammad saw. Surah at-Tahrllm Ayat 1- 5
karena mereka membocorkan sebuah rahasia '+si,3$7 6#atrF uii l#\6s
Nabi Muhammad saw. yang beliau sampaikan ttt'v'Kv\ ll xt ;: fr";t '4 3ft
^v ^v
kepada istri beliau, Hafshah r.a. Hafshah r.a. *6. $/t Ft A
membocorkan rahasia itu kepada Aisyah r.a. Utit Ft1l, Q "9i
sehingga menyebabkan Nabi Muhammad '^*. * aV wVS
saw. murka dan ingin menceraikan istri-istri qF it :*v *s5
beliau. Allah SWT pun mengancam mereka
dengan memberi beliau para istri pengganti ,{; $tr:t'!Yit a,zlvsAvtr'w',&ftiv
yang lebih baik dari mereka, 4!;t ;i i1;) dan 3Y-,'(?.$,# in t'tJyt*31 Q ftt pt
4:,tJ" itt 'i, ,*b.Peringatan dan penyadaran "se;-A\U(6h:=;li';it:'og*W
ini relevan jika diikuti dengan perintah untuk
memelihara anggota keluarga beriman dari
neraka serta menggugah rasa takut kepada
balasan siksa. fuga, perintah untuk bertobat
8 1* i,-' iLlt\3dengan tobat nashuuh, berjihad melawan para
s\ ?4i,* -g!'
musuh kafir dan munafik tanpa disibukkan d;t*3,fsUc$)\'i;l""liPis
oleh hal ihwal rumah tangga dan keluarga. @Y,*v#gt roVef*\|
Surah ini ditutup dengan memberikan " Wah ai Nab i ! Me n gap a e n gkau m e n gh ar amkan
apa yang dihalalkan Allah bagimu? Engkau ingin
dua contoh besac salah satunya contoh orang-
meny enangkan hati istri-istrimu? D an Allah Maha
orang kafir dan yang kedua adalah contoh
orang-orang Mukmin. Yang pertama adalah Pengampun, Maha Penyayang. Sungguh, Allah
contoh perempuan yang kafir yang menjadi telah mewajibkan kepadamu membebaskan diri
istri dari laki-laki yang Mukmin dan saleh, dari sumpahmu; dan Allah adalah pelindungmu
yaitu istri Nabi Nuh a.s. dan istri Nabi Luth dan Dia Maha Mengetahui, Mahabijaksana. Dan
a.s.. Yang kedua adalah contoh perempuan ingatlah ketika secara rahasia Nabi membicarakan
suatu peristiwa kepada salah seorang istrinya
Mukminah yang menjadi istri dari laki-laki
kafir dan jahat, serta contoh perempuan (Hafsah). Lalu dia menceritakan peristiwa itu
(kepada Aisyah) dan Allah memberitahukan
merdeka yang bertakw ayangb atuul (perawan
peristiwa itu kepadanya (Nabi), lalu (Nabi)
dan tidak menikah karena memfokuskan diri
memberitahukan (kepada Hafsah) sebagian dan
untuk mengabdi kepada Tuhan) yang tidak
menyembunyikan sebagian yang lain. Maka ketika
menjadi istri dari siapa pun. Hal ini untuk
mengingatkan dan menyadarkan manusia dia (Nabi) memberitahukan pembicaraan itu
tentang keharusan bersandar kepada diri kepadanya (Hafsah), dia bertanya, 'Siapa yang
sendiri tanpa mengandalkan orang lain telah memberitahukan hal ini kepadamu?' Nabi
menjawab,'Yang memberitahukan kepadaku
bahwa di akhirat seseorang tidak bisa adalah Allah Yang Maha Mengetahui, Mahateliti.'
Iika kamu berdua bertobat kepada Allah, maka
menjadi juru selamat bagi orang lain serta
tidak bergunanya nasab ketika buruk amal sungguh, hati kamu berdua telah condong (untuk
perbuatannya.
menerima kebenaran); dan jika kamu berdua fa'iilbisa untuk satu dan jamak, seperti pada
s aling b antu- memb antu meny us ahkan Nabi, maka ayat delapan puluh surah Yuusuf {U ,r:ti}.
sungguh, Allah menjadi pelindungnya dan (juga)
Terkadang penggunaan bentuk kata tunggal
Iibril dan orang-orang mukmin yang baih dan sudah mewakili jamak, seperti pada ayatenam
selain itu malaikat - malaikat adalah p enolongny a. puluh tujuh surah al-Mu'min, (v+ i#* P).
[iJ* ,i *tt)i t* ,riy t<alimat ini menjadi
Jika dia (Nabi) menceraikan kamu, boleh jadi
Tuhan akan memberi ganti kepadanya dengan jawabnya syarat, sedangkan kalimat, {ij::i ,li}
istri-istri yang lebih baik dari kamu, PeremPuan- menjadi khabar untuky'fl, {,#}.
perempuan yang patuh, yang beriman, yang taat,
yang bertobat, yang beribadah, yang berpuasa, Balaaghah
yang janda, dan yangperawan." (at-Thhriim: I-5)
{.fi u i#} di sini terdapat ath-Thibaaq,
Qlrua'aat yaitu antara kata {iij} dan {.pi}. Begitu juga
antara kata {.-,i} dan {;l} serta antara kata
{#'}'
(:6F dan {rjsri}.
Nafi'membaca 1,,,,!r;.
{4itJ'(..F,} {;5;rr,*!'} {rrj 1.,,"} {;4} se-
4'ilY
mua kata ini mengikuti shiighah mubaalaghah.
Al-Kisa'i membaca 1;7;.
(,;GF dibaca: $nr 4r,rZ,:1) di sini ada peralihan dari ben-
1. 1rlrJaf ini adalah qiraa'aat Ashim, Hamzah, tuk kalimat orang ketiga {gaibah) ke bentuk
kalimat orang kedua (khithaab), sebagai ben-
al-Kisa'i dan Khalaf. tuk mubaalaghah atau pengintensifikasian te-
2. 1rlrtriy ini adalah qiraa'aat imam yang lain. guran yang ada.
(iid) Nrri'dan Abu Amr membaca 1li'(1. (4-j,; e,lt AwJ,ybl|di sini disebutkan
l'raab kata yang berbentuk umum, yaitu al-
$+,t)i -wi ,*y ini adalah jumtah Malaa'ikatu setelah kata yang berbentuk
lebih khusus dan spesifih yaitu Jibriil yang
fi'liyyah berkedudukan nashab sebagai haal
merupakan salah satu malaikat. Hal ini sebagai
dari dh amir yang terdap at padafi' il {iii}. bentuk perhatian khusus pada kedudukan
{,r<l e ny di sini digunakan bentuk
Rasulullah saw. dan pertolongan kepada
kata jamak al-Quluub bukan menggunakan
bentuk kata tatsniyah qalbaakumaq karena beliau.
setiap sesuatu yang di tubuh hanya ada satu,
Mufradaat Lu€hawWah
maka tatsniyahnya adalah dengan mengguna-
(r-u;,r;i i t'; Cy mengapa kamu melarang
kan bentuk jamak. Al-Qalbu di tubuh hanya
dirimu dari sesuatu yang halal, yaitu bermadu.
ada satu. Namun seandainya tetap digunakan
bentuk tatsniyahnya atau bentuk mufradnya, $+tii Lv, ,#y dengan pengharaman dan
itu boleh-boleh saja, seperti seandainya di- pelarangan atas diri sendiri itu, kamu ingin
katakan qalbaakumaa, atau qalbukumaa. menyenangkan dan mengambil hati para istri-
(;.i; ; i ;p) kata {r^} di sini adalah mu. (i;1 '.,i )i";bAllah SWT Maha Pengampun
dhamir fashl. 4W A.t U. e.Jcttt\ di sini
lagi Maha Penyayang. Allah SWT mengampuni
digunakan kata {!+u} dalam bentuk mufrad
atau tunggal, bukan dalam bentuk jamak langkah pengharaman yang kamu lakukan
itu karena sesungguhnya tidak boleh meng-
zhuharaa'karena kata yang mengikuti wazan, haramkan sesuatu yang dihalalkan oleh Allah
SWT, dan Dia juga Maha Penyayangkepadamu,
sekiranya Dia tidak menghukum kamu atas 4y";i f )t C' ;i ';t1b dan ingatlah
langkahmu itu. Dia hanya menegur kamu demi ketika Nabi Muhammad saw. menyampaikan
menjaga dan memelihara kemathumanmu. secara rahasia kepada Hafshah, berdasarkan
(i((r a 5J it ..i ji) Allah SWT telah keterangan yang mayshur. (ur-) suatu pem-
mensyari'atkan bagi kalian pelepasan diri bicaraan, yaitu pengharaman madu atas diri
dari sumpah dengan cara membayar kafarat
sumpah sebagaimana yang disebutkan da- beliau yang sebelumnya beliau meminumnya
lam surah al-Maa'idah ayat delapan puluh
bersama Zainab binti fahsy, serta tentang
sembilan,
peralihan tampuk kekhilafahan setelah beliau
'AIIah tidak menghukum kamu disebabkan
kepada Abu Bakar ash-Shiddiq r.a. dan Umar
sumpah-sumpahmu yang tidak disengaia
bin Khaththab r.a.. 4:, -t uli) maka tatkala
(untuk bersumpah), tetapi Dia menghukum
Hafshah memberitahukan rahasia itu kepada
kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu
sengaja, maka kafaratnya (denda pelanggaran Aisyah r.a., karena ia mengira bahwa hal itu
sumpah) ialah memberi makan sepuluh orang
miskin, yaitu dari makanan yang biasa kamu tidakapa-apa.(+ itl'^tity dan Allah SWT pun
berikan kepada keluargamu, atau memberi memberitahukan kepada Nabi Muhammad
mereka pakaian atau memerdekakan seorang saw. tentang apa yang disampaikan dan
hamba sahaya. Barangsiapa tidak mampu dibocorkan oleh Hafshah r.a. kepada Aisyah
m elakukanny a, maka (kafaratny a) b erpua salah r.a. tersebut. 4,f m"e"m,rbseir,itaiahju; kua?nbkempaadkaa
tiga hari. Itulah kafarat sumpah-sumpahmu Rasulullah saw.
apabila kamu bersumpah. Dan iagalah Hafshah r.a. sebagian dari apa yang telah ia
sumpahmu. Demikianlah Allah menerangkan lakukan sedangkan sebagian yang lain tidak
hukum-hukum-Nya kepadamu agar kamu beliau beritahukan. {4, !1lr} DzatYang Maha
bersyukur (kepada-NyaJ." (al-Maa'idah: 89) Mengetahui segala sesuatu secara lengkap
Muqatil mengatakan waktu itu Nabi dan sempurna, tiada suatu apa pun yang
Muhammad saw. membayar kafarat tersebut tersembunyi dari-Nya dan berada di luar
dengan memerdekakan budak. Hasan menga- pengetahuan-Nya.
takan beliau tidak membayar kafarat karena {i' ,ll \1.; rty jika kamu berdua, yakni
beliau telah diampuni. Hafshah r.a. dan Aisyah r.a., bertobat kepada
Hal ini dijadikan sebagai landasan dalil Allah SWT fawab untuk syarat di sini dibuang,
yakni tuqbal [pertobatanmu diterima dan di-
oleh ulama yang mengatakan bahwa peng-
perkenankan).(';<j+ e CY karena sungguh
haraman sesuatu atas diri sendiri adalah
hati kamu berdua telah condong dari hak
bentuk sumpah, ditambah dengan adanya
Nabi Muhammad saw. yang semestinya kamu
kemungkinan bahwawaktu itu Rasulullah saw
berdua penuhi, yaitu memuliakan, meng-
menggunakan kata-kata sumpah, sebagaimana
agungkan, dan menghormati beliau, dengan
ada keterangan yang menyebutkan seperti
cara mencintai apa yang beliau cintai dan
itu. (,$jr 4t ity dan Allah SWT Maha
membenci apa yang beliau benci. ti,$ 4j\
Mengetahui tentang apa yang baik dan
{tf" dan jika kamu berdua saling membantu
maslahat bagi kalian, lagi Mahabijaksana dan
Sempurna dalam perbuatan-perbuatan dan dan bersinergi untuk menyakiti drl me-
ngecewakan Nabi Muhammad saw. ,i,l ily
hukum-hukum-Nya. (li'; '; maka sesungguhnya Allah SWT Dia-
lah Wali, Pelindung Pembela, dan Penolong
beliau. 44-'lt A6ty dan iuga segenap orang-
orang Mukmin yang saleh, seperti Abu Bakar seorang perempuan dalam waktu yang sama.
ash-Shiddiq r.a. dan Umar bin Khaththab Dari itu kedua kata ini disebutkan dalam
r.a.. Mereka juga adalah orang-orang yang bentuk 'athaf. Seandainya tidak digunakan
wawu 'athaf di sini, tentu maknanya menjadi
menolong, membela, dan melindungi beliau.
rancu. Penyebutan dua predikat ini disebabkan
{ry A.t ;.'*'iltry dan di samping itu pula,
memang para istri Rasulullah saw. ada yang
para malaikat juga menjadi para penolong dan
beliau nikahi ketika masih gadis dan ada pula
pelindung beliau. yang beliau nikahi ketika telah janda.
kalim4la3t.Ji'nt i t:t'ri |i. oi '5.a1 tt i; o-"b Pesan Sebab Turunnya Ayat
Ayat (1-2)
merupakan bentuk at-Taghliib,
Ulama menyebutkan sejumlah riwayat
yaitu berbentuk umum, tetapi yang dimaksud-
menyangkut sebab dan latar belakang
kan tidaklah semuanya. fika Nabi Muhammad
saw. menceraikan istri-istri beliau, barangkali turunnya kedua ayat ini. Di antara riwayat-
riwayat tersebut, yang shahih sebagaimana
Tuhan beliau memberi beliau istri-istri peng-
disebutkan oleh Ibnu Katsir dan yang lainnya
ganti yang lebih baik dari mereka. Fi'il (I{}
adalah bahwa kedua ayat ini turun dengan
dengan dal tanpa tasydid. Ada versi qiraa'aat
dilatarbelakangi oleh sikap Rasulullah saw.
yang membaca dengan tasydid,yub addilohu.
yang mengharamkan madu atas diri beliau
{:t|:.1} yang mengikrarkan Islam, tun- sendiri. Hal ini sebagaimana yang dikatakan
duk, patuh, dan berserah diri kepada Allah
oleh Bukhari tentang ayat ini.
SWT. (-r-i) yrng beriman dengan sungguh-
Bukhari dan Muslim dalam Shahihnya
sungguh dan tulus. {:q6} yang taat. {:!6}
meriwayatkan dari Aisyah r.a., bahwasanya ia
yang bertobat dari dosa-dosa. (.rt!ti) yang berkata, "Rasulullah saw, menyukai kue yang
manis-manis dan madu. Apabila beliau selesai
beribadah kepada Allah SWT, dan patuh ke- dari shalat Ashac beliau menemui para istri
beliau. Suatu ketika, beliau berada bersama
pada perintah Rasulullah saw 4tqr) yang Zainab binti fahsy r.a. dalam waktu yang cukup
berpuasa. Orang yang berpuasa disebut saa'ih lama, lalu beliau minum madu di rumahnya.
Lalu aku dan Hafshah bersekongkol bahwa
(yang berjalan-jalan, berkelana), karena ia ber- siapa di antara kami berdua yang didatangi
jalan di siang hari tanpa bekal. Atau maksud- Rasulullah saw., maka iaberkata kepada beliau,
'Saya mencium bau maghaafiirls2 dari Anda.
nya adalah yang berhijrah. (ris:;i; 7t}) yang Apakah Anda habis mengonsum si mag haafiir?'
Lalu beliau menjawab,'Tidah tetapi aku tadi
terdiri dari janda dan perawan.
habis minum madu di rumah Zainab binti
Di sini, pendeskripsian mereka diawali
|ahsyl Aku tidak akan mengulanginya lagi, aku
dengan predikat Islam, yaitu tunduk dan sumpah, dan tolong jangan kamu beritahukan
hal itu kepada siapa pun."
berserah diri. Kemudian dengan predikat
iman, yaitu percaya dan membenarkan. L52 Maghafiir adalah tumbuhan yang memiliki bau tidak
sedap, yaitu getah manis berbau tidak sedap yang berasal
Kemudian dengan predikat qunuut, yaitu dari pohon 'urfuth di Hiiaz.
patuh dengan penuh suka rela. Kemudian
dengan predikat tobat, yaitu mencabut diri
dari berbuat dosa. Kemudian dengan predikat
ibadah, yaitu bersenang-senang menikmati
munajat kepada Allah SWT. Kemudian dengan
predikat as-Siyaahah yang merupakan kata
kinayah atau metonimi dari puasa. Adapun
predikat janda dan perawan, kedua predikat
ini tentu tidak bisa disandang sekaligus oleh
Surah at-Tahrllm TATSTRAL-MUNIR JILID 14
Ath-Thabrani meriwayatkan dengan sa- menghibahkan dirinya kepada Rasulullah
nad shahih dari Abdullah bin Abbas r.a., ia saw.), itu adalah dhail baik dari aspek sanad
berkata, "suatu ketika, Rasulullah saw. minum maupun maknanya. Adapun kedhaifan sanad-
madu di rumah Saudah r.a.. Setelah itu beliau nya adalah karena terdiri dari para perawi yang
pergi mengunjungi Aisyah r.a.. Aisyah r,a. pun tidak adil. Adapun kedhaifan atau kelemahan
dari aspek maknanya adalah karena tidak bisa
berkata kepada beliau, Aku mencium bau dikatakan bahwa sikap Rasulullah saw. yang
tidak sedap dari Anda.' Kemudian beliau pergi tidak mau menerima keinginan perempuan
mengunjungi Hafshah r.a., ia pun mengatakan yang menghibahkan dirinya kepada beliau
hal yang sama kepada beliau. Beliau berkata, tersebut merupakan bentuk pengharaman,
tetapi itu merupakan bentuk penolakan, dan
'Menurutku bau itu adalah mungkin karena secara syara', orang yang diberi hibah berhak
minuman yang tadi aku minum di rumah dan boleh menolak hibah yang ada. Adapun
riwayat yang menyebutkan bahwa Rasulullah
Saudah. Sungguh demi Allah, aku tidak akan saw. mengharamkan Mariyah al-Qibthiyyah
bagi diri beliau, sebagaimana yang disebutkan
meminumnya lagi."' Lalu turunlah ayat, {j-i t}
{rI i' .1-i tt'tti C;t. oleh Daruquthni dari Umar r.a.. Meskipun
Berbagai riwayat dalam sirah menye- itu memungkinkan untuk diterima dari
butkan bahwasanya Rasulullah saw. meng-
haramkan madu atas diri beliau sendiri di segi maknanya, riwayat tersebut tidak ter-
hadapan Hafshah r.a.. Lalu Hafshah r.a. mem- dokumentasikan dalam sebuah hadits shahih
beritahukan hal itu kepada Aisyah r.a., padahal
sebelumnya Rasulullah saw. telah berpesan dan tidak pula diriwayatkan oleh seorang
kepadanya untuk merahasiakan hal tersebut.
Sebagaimana beliau iuga memintanya untuk perawi adil.1s3
merahasiakan sebuah pembicaraan yang Ayat (5)
beliau sampaikan secara rahasia kepada diri- Bukhari meriwayatkan dari Anas r.a., ia
nya dan kepada Aisyah r.a., yaitu bahwa ayah berkata, "Umar bin Khaththab r.a. berkata,
Hafshah r.a. (yaitu Umar bin Khaththab r.a.) 'Para istri Rasulullah saw. bersekongkol
dan ayah Aisyah r.a. (yaitu Abu Bakar ash-
Shiddiq r.a.) akan meniadi khalifah setelah untuk cemburu kepada beliau. Aku berkata,
'Siapa tahu, ketika beliau menceraikan kalian,
beliau. barangkali Tuhan beliau memberi beliau istri-
istri pengganti yang lebih baik dari kalian."'
Ibnul Arabi mengatakan yang shahih Lalu turunlah ayat ini.
adalah pengharaman tersebut adalah me-
Bukhari juga meriwayatkan dari Anas
nyangkut madu bahwa beliau sebelumnya me- r.a. dari Umar bin Khaththab r.a., ia berkata,
minum madu di rumah Zainab r.a.. Aisyah r.a. "Telah sampai kepada kami dari sebagian
dan Hafshah r.a. pun bersekongkol untuk me- Ummul Mukminin tentang kesusahan yang
nyusahkan Rasulullah saw. menyangkut madu
itu, dan terjadilah apa yang teriadi. Beliau pun dialami Rasulullah saw dan sikap merekayang
menyakiti dan membuat beliau jengkel. Lalu
bersumpah tidak akan meminumnya lagi, dan aku pun menemui mereka satu persatu untuk
beliau merahasiakan hal itu, dan turunlah ayat menasihatinya dan melarangnya melakukan
ini menyangkut semuanya. lS3 Ahkaamul Qur'aan, 4 / L833-L834.
Ibnul Arabi kembali mengatakan, adapun
riwayat yang menyebutkan bahwa ayat ini
turun menyangkut perempuan al'Mauhuubah
(seorang perempuan yang memasrahkan dan
hal-hal yang menyakiti Rasulullah saw., dan seperti itu adalah mubah bagi selain beliau.
aku berkata, 'fika kalian menolak dan tetap Hal ini sebagai bentuk pengagungan kepada
bersikap seperti ini, maka Allah SWT akan posisi, status, dan kedudukan beliau yang
memberi beliau istri-istri pengganti yang lebih mulia. fuga sekaligus menyiratkan sebuah
baik dari kalian,' hingga aku pun menemui pengertian bahwa sikap tarkul aulaa (me-
Zainab r.a.. Lalu ia berkata, 'Wahai putra al- ninggalkan sesuatu yang lebih utama) bagi
Khaththab, tiadakah pada diri Rasulullah beliau hukumnya adalah seperti dosa, meski-
saw, sesuatu yang bisa menasihati para istri pun pada kenyataannya hal itu bukanlah dosa.
beliau, hingga kamu sampai harus menasihati Yang dimaksud dengan at-Tahriim atau
mereka.' Aku pun menahan diri." Lalu Allah pengharaman di sini adalah berpantangan dan
SWT pun menurunkan ayat lima surah at-
menahan diri dari mengonsumsi madu atau
Tahriim. dari bersenang-senang dengan sebagian istri
Tafslr dan Penjelasan beliau, bukannya meyakini keharaman hal
"Wahai Nabi! Mengapa engkau meng- tersebut setelah dihalalkan Allah SWT karena
haramkan apa yang dihalalkan Allah bagimuT mengharamkan sesuatu yang halal adalah
Engkau ingin menyenangkan hati istri-istrimuT kafir. Al-Qurthubi mengatakan, yang shahih
DanAllah Maha Pengampun, Maha Penyayangi' adalah bahwa ini merupakan teguran karena
(at-Tahriim: 1)
meninggalkan sesuatu yang lebih utama bahwa
Wahai Nabi, mengapa kamu melarang
dirimu dari sebagian apa yang telah diper- Rasulullah saw. tidak pernah melakukan suatu
bolehkanAllah SWT untukmu, dengan maksud
kamu ingin menyenangkan dan mengambil perbuatan dosa baik kecil maupun besar.
hati istri-istrimu. Allah SWT Maha Pengampun
terhadap keteledoran darimu berupa sikap Imam Abu Hanifah melihat, sikap meng-
mengharamkan apa yang dihalalkan Allah SWT haramkan sesuatu yang halal (menahan diri
dari sesuatu yang halal, membuat pantangan
bagimu serta terhadap kealpaan-kealpaan
untuk diri sendiri terhadap sesuatu yang halal)
yang telah lalu. Allah SWT juga Maha Penya-
yang kepadamu. Dia tidak menghukum kamu adalah sebagai bentuk sumpah dalam setiap
atas dosa yang telah kamu tobati serta tidak
menuntut pertanggungjawabanmu atas dosa hal, sesuai dengan niatnya. fika seseorang
tersebut. mengharamkan suatu makanan, berarti ia
bersumpah untuk tidak memakannya. |ika
Ini merupakan bentuk teguran halus de- ia mengharamkan suatu pakaian, minuman
ngan nuansa penuh keramahan, seperti ayat, atau sesuatu yang mubah, itu memiliki posisi
'Allah memaafkanmu (Muhammad). Me- seperti sumpah. fika ia mengharamkan
ngapa engkau memberi izin kepada mereka
(untuk tidak pergi berperang)." (at-Taubah: seorang istrinya, berarti ia telah melakukan
43)
sumpah iilaa' (bersumpah untuk tidak
Di sini, sikap Rasulullah saw. yang mem-
buat pantangan dan menahan diri dari sesuatu menyetubuhi istri) terhadapnya jika memang
ia tidak memiliki niat dan maksud tertentu.
yang halal disebut dosa, sementara sikap
Namun jika itu ia niatkan atau maksudkan
zhihaar, itu menjadi zhihaar. fika ia niatkan
talak, itu menjadi talak baa'in, fika ia niatkan
jumlah talak tertentu, seperti dua atau tiga, itu
berlaku sesuai dengan niatnya.
Sementara itu, imam asy-Syafi'i tidak
melihat hal itu sebagai sumpah, tetapi sebagai
sebab membayar kafarat menyangkut istri
r
h
saja. fika ia niati talak, yang terjadi adalah segala firman-Nya, perbuatan-Nya dan dalam
r talak ra7'i. Apabila ada seseorang bersumpah mengatur urusan-urusan kalian.
untuk tidak makan suatu makanan, lalu ia
I Sebab penuturan ayat tentang tahliil
melanggarnya, berarti ia telah melanggar atau tahillah sumpah ini [menjadikan halal
t sumpah dan ia harus membayar kafarat. sumpah yang diucapkan, melepaskan diri dari
I "Sungguh, Allah telah mewajibkan ke- sumpah yang diucapkan dengan membayar
l kafarat) adalah bahwa tahriim (membuat ko-
f
padamu membebaskan diri dari sumpahmu; mitmen untuk berpantangan terhadap se-
i suatu) yang dilakukan oleh Rasulullah saw.
dan Allah adalah pelindungmu dan Dia Maha
I
Meng etahui, M ahabij aksana." (at:fahriim: 2)
tersebut zahirnya dibarengi dengan sumpah,
Allah SWT telah mensyari'atkan untuk berdasarkan ayat {EuJi + ;"'it ;i i$secara
kalian penghalalan sumpah kalian (melepaskan zahir ayat ini menunjukkan bahwa di sana
diri dari sumpah yang diucapkan, mengakhiri ada sumpah yang membutuhkan tahillah.
sumpah) dengan membayar kafarat yang telah Hal ini dikuatkan oleh sebagian riwayat yang
ada. Ayat ini memiliki persesuaian, korelasi,
ditetapkan dalam surah al-Maa'idah ayat dan relevansi dengan ayat sebelumnya atas
delapan puluh sembilan, yaitu,
"Tetapi Dia menghukum kamu disebabkan dasar pertimbangan bahwa pengharaman
sumpah-sumpah yang kamu sengaja, maka perempuan [membuat komitmen untuk tidak
kafaratnya (denda pelanggaran sumpah) ialah menggauli istri) atau pengharaman madu
memberi makan sepuluh orang miskin, yaitu [membuat komitmen untuk berpantangan
dari makananyang biasakamu berikan kepada terhadap madu) adalah bentuk sumpah, dan
itu adalah bentuk sumpah iilaa'terhadap istri
keluargamu, atau memberi mereka pakaian
atau memerdekakan seorang hamba sahaya. yang bersangkutan.
Barangsiapa tidak mampu melakukannya, Selanjutnya di sini muncul sebuah per-
maka (kafaratnya) berpuasalah tiga hari.
Itulah kafarat sumpah-sumpahmu apabila tanyaan, yaitu apakah waktu itu Rasulullah saw.
kamu bersumpah." (al-Maa'idah: 89) membayar kafarat untuk sumpah beliau itu?
Allah SWT telah menjelaskan semua Dalam hal ini, ulama berbeda pendapat. Hasan
itu. Tidak ada satu orang pun yang boleh
al-Bashri mengatakan, Rasulullah saw tidak
mengharamkan apa yang dihalalkan Allah membayar kafarat sumpah tersebut karena
SWT. Penghalalan dan pengharaman adalah beliau adalah sosok yang telah terampuni
dosanya yang lalu dan yang akan datang.Apa
yang termuat dalam ayat ini tidak lain hanya
mutlak otoritas Allah SWT. fika ada seseorang untuk mengajari kaum Mukminin. Pandangan
yang melakukan sesuatu dari hal itu [meng- ini perlu ditinjau kembali karena hukum-
haramkan sesuatu atas diri sendiri, mem- hukum syara' adalah bersifat umum dan tidak
buat komitmen untuk berpantangan terhadap ada dalil yang menunjukkan pembatasan
sesuatu), itu tidak berlaku dan tidak mengikat keumuman hukum yang dijelaskan di sini. Dari
itu, Muqatil mengatakan bahwa Rasulullah saw.
bagi dirinya. Allah SWT adalah Dzat Yang
menguasai urusan-urusan kalian dan Penolong waktu itu memerdekakan budak menyangkut
kalian terhadap musuh. Allah SWT Maha pengharaman Mariyah al-Qibthiyyah atas diri
Mengetahui tentang apa yang mengandung beliau. Dikutip dari imam Malik dalam, al-
kemaslahatan, kebaikan, keselamatan, dan Mudawwanah bahwa Rasulullah saw waktu
kebahagiaan kalian, lagi Mahabijaksana dalam itu membayar kafarat.
TAFSIRAT-MUNIR JITID 14
Adapun menyangkut masalah seorang pengharaman madu atau Mariyah (membuat
suami mengharamkan istrinya bagi dirinya, komitmen untuk berpantangan terhadap madu
seperti ia berkata kepada istri, "Kamu adalah atau terhadap Mariyah), atau pembicaraan
haram bagiku," atau, "Yang halal adalah haram bahwa ayah Hafshah r.a. (yaitu Umar bin
bagiku" tanpa mengecualikan apa pun dalam
Khaththab r.a.) dan ayah Aisyah r.a. (yaitu Abu
pernyataannya itu, dalam hal ini terdapat Bakar ash-Shiddiq r.a.) akan menjadi khalifah
sepeninggal beliau nantinya.
lima belas versi pendapat sebagaimana yang
Ketika rahasia itu dibocorkan oleh
disebutkan oleh Ibnul Arabi. Di antaranya
Hafshah r.a. kepada orang lain, dan Allah SWT
adalah apa yang telah kami sebutkan di atas, pun memberitahukan kepada Rasulullah saw.
yaitu bahwa imam Abu Hanifah mengatakan tentang apa yang telah dilakukan Hafshah r.a.
jika orang tersebut memiliki niat dan maksud tersebut, yaitu membocorkan rahasia beliau
kepada orang lain, Rasulullah saw. pun meng-
talak atau zhihaar, pernyataannya sesuai ungkapkan kepada Hafshah r.a. sebagian ra-
dengan niat dan maksudnya. fika ia tidak hasia yang ia bocorkan, sedangkan sebagian
memiliki suatu niat dan maksud tertentu, yang lain tidak beliau ungkapkan kepadanya.
Meskipun beliau mengetahui semua rahasia
pernyataannya adalah berlaku sebagai sumpah
yang dibocorkan oleh Hafshah r.a. karena
sehingga berarti ia telah melakukan sumpah
iilaa' terhadap istrinya. diberitahu oleh Allah SWT beliau tidak meng-
ungkapkan kepada Hafshah r.a. semua yang
Sementara itu, imam asy-Syafi'i dan beliau ketahui itu, tetapi beliau hanya meng-
imam Malik berpendapat bahwa hal itu
ungkapkan sebagiannya saja kepadanya.
bukanlah merupakan sumpah. Akan tetapi,
jika ia memiliki niat dan maksud talak dari "Maka ketika dia (Nabi) memberitahukan
pembicaraan itu kepadanya (Hafsah), dia ber-
pernyataannya itu, pernyataannya berlaku tanya, 'Siapa yang telah memberitahukan hal
sebagai talak raj'i. Imam Malik berpendapat ini kepadamuT' Nabi menjawab, 'Yang mem-
bahwa pernyataannya adalah talak baa'in
yang karenanya jatuhlah tiga talak. Abu Bakar beritahukan kepadaku adalah Allah Yang Maha
Meng etahui, M ahateliti."' (at-Tahriim: 3)
ash-Shiddiq r.a., Aisyah r.a. dan al-Awza'i
Ketika Rasulullah saw. mengungkapkan
mengatakan bahwa itu adalah bentuk sumpah kepada Hafshah r.a. tentang apa yang telah ia
bocorkan dari pembicaraan rahasia itu, ia pun
yang harus dikafarati. berkata kepada beliau, "Bagaimana Anda bisa
tahu, siapakah yang telah memberitahukan hal
Selanjutnya, Allah SWT menuturkan dalil itu kepada Anda?" Beliau pun berkata, "Telah
diberitahukan kepadaku oleh Allah SWT Yang
dan bukti petunjuk tentang keluasan ilmu-Nya tiada suatu apa pun yang tersembunyi dari-
Nya. Dia Maha Mengetahui segala rahasia,
yang meliputi segala sesuatu, Maha Mengetahui segala apa yang ada di langit
"Dan ingatlah ketika secara rahasia Nabi dan bumi."
membicarakan suatu peristiwa kepada salah
Selanjutnya Allah SWT memberikan
seorang istrinya (Hafsah). Lalu dia men- pengarahan kepada kedua istri Rasulullah
ceritakan peristiwa itu (kepada Aisyah) dan saw. itu, yaitu Hafshah r.a. dan Aisyah r.a. untuk
Allah memberitahukan peristiwa itu kepadanya
(Nabi), lalu (Nabi) memberitahukan (kepada
Hafsah) sebagian dan menyembunyikan se-
b agian yang lain." (at:Iahriim: 3)
Ingatlah ketika Nabi Muhammad saw.
menyampaikan suatu pembicaraan secara
rahasia kepada istri beliau, Hafshah r.a., yaitu
bertobat, serta melayangkan teguran kepada ayat tersebut adalah Aisyah r.a. dan Hafshah
mereka berdua, r.a,,"'
"Jika kamu berdua bertobat kepada Allah, "Dan jika kamu berdua saling bantu-
maka sung g uh, hati kamu b erdua telah condong membantu menyusahkan Nabi, maka sungguh,
(untuk menerima kebenaran)." (at-Tahriim: 4) Allah menjadi pelindungnya dan (juga) Jibril
dan orang-orang mukminyang baik; dan selain
|ika kamu berdua bertobat kepada Allah
SWT lalu kamu berdua menutupi dan me- itu malaikat-malaikat adalah penolongnya."
nyembunyikan rahasia itu, menyukai apa (at-Tahriim:4)
yang disukai oleh Rasulullah saw. dan mem- fika kamu berdua bantu-membantu untuk
benci apa yang dibenci oleh beliau, niscaya
menyakiti Rasulullah saw karena didorong
tobat kamu berdua itu diterima dan diper-
kenankan. Itu adalah tentu lebih baik bagi oleh motif rasa cemburu dan keinginan
kamu berdua. Sungguh hati kamu berdua telah membocorkan rahasia beliau, sesungguhnya
Allah SWT menjamin untuk menolong beliau,
condong menjauh dari kebenaran dan ke- demikian pula halnya dengan Malaikat fibril
a.s. dan orang-orangsaleh dari kaum Mukminin
baikan, yaitu memuliakan dan mengagungkan seperti Abu Bakar ash-Shiddiq r.a. dan Umar
Rasulullah saw. serta menjaga, menghormati, bin Khaththab r.a.. Di samping pertolongan
Allah SWT serta pertolongan Malaikat fibril
dan menjunjung tinggi rahasia beliau.
a.s. dan orang-orang Mukmin yang saleh itu,
Pesan atau khithaab perkataan ini di- para malaikat juga menjadi para penolong,
tujukan kepada Hafshah r.a. dan Aisyah r.a.. Hal pembela, penjaga dan pengawal beliau. Kalimat
ini berdasarkan apa yang diriwayatkan oleh {41 fr} mengandung makna pengagungan
imam Ahmad dalam musnadnya dari Abdullah kepada malaikat, serta dukungan, bantuan,
pertolongan, dan pembelaan mereka kepada
bin Abbas r.a., bahwasanya ia berkata,'Aku terus
Rasulullah saw
memendam keinginan kuat untuk bertanya
kepada Umar bin Khaththab r.a. tentang dua Kita tidak pernah melihat pertolongan,
istri Rasulullah saw, yang dimaksudkan dalam perlindungan, dan dukungan Rabbani yang
oyot, 4t1* U; n it Sy trZ 'ity\ hingga ketika seperti ini kepada salah seorang nabi, rasul, dan
Umar bin Khaththab r.a. pergi haji dan aku segenap manusia. Hanya Rasulullah saw, satu-
pun pergi haji juga bersamanya, meka ketika satunya manusia yang mendapatkan semua
sampai di suatu jalan, Umar bin Khaththab
itu. Hal ini sebagai bentuk mubaalaghah atau
r.a. keluar dari jalan dan pergi ke suatu intensifikasi dalam menegaskan keagungan
tempat untuk buang air besan dan aku pun posisi dan kedudukan Nabi Muhammad saw.,
menemaninya sambil membawakan kantong keterbebasan beliau dari tipu daya kaum
air untuknya. Kemudian, setelah selesai, Umar perempuan, serta membuyarkan segenap
bin Khaththab r.a. datang menghampiriku,lalu
aku pun menuangkan air ke kedua tangannya angan-angan kaum musyrikin dan munafikin
untuk melakukan berbagai upaya tipu daya,
untuk berwudhu. Lalu aku pun bertanya rekayasa, konspirasi, dan gangguan guna me-
nyakiti dan mencelakai beliau.
kepadanya, 'Wahai Amirul Mukminin, siapakah
Selanjutnya, Allah SWT memperingatkan
dua istri Rasulullah saw, yang dimaksudkan dan mewanti-wanti Hafshah r.a. dan Aisyah r.a.
berikut segenap para istri yang lain,
dalam ayat, $r:K$ L* n it Jtqi i1\ Lalu lJmar
bin Khaththab r.a.berkata, Aku heran sekaligus
kagum kepadamu wahai lbnu Abbas. Kedua
rstri Rasulullah saw. yang dimaksudkan dalam
TAFSIRAL-MUNIR JILID 14 Surah at-Tahrllm
"Jika dia (Nabi) menceraikan kamu, boleh sifat dan kriteria terakhit yaitu janda dan
jadi Tuhan akan memberi ganti kepadanya gadis. Dari itu, kedua kata ini disebutkan
dengan istri-istri yang lebih baik dari kamu, dengan menggunakan huruf 'athaf wawu,
perempuan-perempuan yang patuh, yang untuk memberikan pengertian bahwa kedua
beriman, yang taot, yang bertobat, yang sifat dan predikat tersebut adalah dua kriteria
yang bertentangan dan tidak mungkin ber-
beribadah, yang berpuasq, yang janda, dan
yang perowan.DTs4 (at-Tahriim: 5) kumpul pada diri satu orang, karena 'athaf
Allah SWT mempunyai kuasa yang agung, menghendaki bahwa dua hal itu adalah
total, mutlak, dan absolut. fika memang benar-
benar terjadi talak dari beliau terhadap kalian, berbeda.
Allah SWT kuasa untuk memberi beliau para
Ayat ini mengandung ancaman sangat
istri pengganti yang lebih baik dari kalian,
yang senantiasa melaksanakan kewajiban- keras atas sikap dan upaya-upaya menyakiti
kewajiban Islam, sempurna keimanannya ke- Rasulullah saw. karena tidak ada sesuatu
yang lebih berat dan keras bagi seorang istri
pada Allah SWT malaikat-Nya, kitab-kitab- daripada talak dan keinginan hati si suami
Nya, dan rasul-rasul-Nya, senantiasa taat ke- untuk menikah dengan perempuan lain.
pada Allah SWT dan Rasul-Nya, senantiasa
bertobat dari dosa-dosa dan kesalahan, se- Sungguh itu merupakan sebuah pukulan
nantiasa rajin dan tekun beribadah kepada
Allah SWT dengan penuh kekhidmatan dan keras bagi seorang perempuan, bencana yang
menyayat hati, sangat menyedihkan, membuat
ketundukan kepada-Nya, senantiasa rajin ber- hati dan pikiran selalu gelisah, tidak bisa tidun
puasa, sebagiannya berstatus janda dan se-
meremukkan perasaan dan menghancurkan
bagiannya berstatus masih gadis perawan. kebahagiaan jiwa dalam kehidupan.
Tsayyib adalah perempuan yang telah Dalam ayat ini juga terkandung janji
menikah, kemudian ditalak oleh suaminya
atau ditinggal mati oleh suaminya. Sedangkan dari Allah SWT kepada Nabi-Nya saw. untuk
al-Bikr adalah gadis perawan. Al-Kalbi me- menikahkan beliau dengan perempuan yang
ngatakan yang dimaksudkan dengan janda beliau inginkan di dunia menurut suatu versi
adalah seperti Asiyah, istri Fir'aun, sedangkan pendapat atau di akhirat menurut versi pen-
yang dimaksudkan dengan gadis perawan dapat yang lain. Namun yang lebih utama
adalah seperti Maryam binti'lmran. Pandangan adalah menggabungkan dan mengombinasi-
ini disimpulkan dari hadits-hadits yang dhaif
dan dilandaskan pada persepsi bahwa janji kan di antara keduanya, yaitu di dunia dan
memberi ganti ini adalah di akhirat saja.
akhirat.
|ika dilihat dengan saksama, semua sifat,
kriteria, dan predikat tersebut mungkin bisa Fiqih Kehldupan atau Hukum-Hukum
berkumpul pada diri satu orang kecuali dua Ayat-ayat di atas menunjukkan sejumlah
hal sebagai berikut.
1.54 Kata 'asaa yang terdapat dalam Al-Qur'an memiliki makna
bahwa apa yang disebutkan setelahnya pasti teriadi dan 1. Allah SWT menegur Nabi-Nya,
menjadi kenyataan, kecuali kata 'asaa dalam ayat ini. Ada
Muhammad saw. atas langkah beliau
pandangan lain mengatakan bahwa kata ini yang ada membuat pantangan dan menahan diri
dari mengonsumsi sesuatu yang dihalal-
dalam ayat ini juga memiliki makna seperti itu, akan tetapi kan oleh Allah SWT. Tidak seyogianya
digantungkan kepada syarat adanya talak. seseorang mengharamkan dirinya me-
ngonsumsi atau melakukan sesuatu yang
mubah,