mereka. Ketika mereka menyeberangi ash- karena kesabaranmu.' Maka alangkah nikmat'
ny a temp at kesud ahan itu." (ar-Ra' d: 23 -24)
Shiraath, di antara mereka ada yang cahayanya
seukuran gunung, ada yang seukuran pohon Kesimpulannya adalah bahwa iman dan
kurma, dan ada yang seukuran orang berdiri. infak menjadi sebab tiga hal. Pertama, ke'
Sedangkan yang paling kecil dan rendah ukuran selamatan pada hari hisab. Kedua, mendapat-
cahayanya adalah orangyang cahayanya hanya kan berita gembira dari para malaikat dengan
ada di ibu jarinya saja, sesekali bersinar dan masuk surga. Ketiga, keabadian di dalam
sesekali padam,68 surga. Ayat ini menunjukkan bahwa orang-
Qatadah berkata, "Telah diielaskan kepada
orang Mukmin tidak mengalami hiruk pikuk
kami, bahwasanya Rasulullah saw bersabda, dan kengerian-kengerian pada hari Kiamat.
"Di antara orang-orang Mukmin, ada orang
yang sinar cahayanya menyinari mulai dari Karena Allah SWT menjelaskan bahwa seperti
Madinah sampai'and Abyan dan Shan'a', dan itulah [yakni apa yang dijelaskan dalam ayat)
ada yang kurang dari itu, bahkan di antara
keadaan dan gambaran mereka pada hari
orang-orang Mukmin adayang sinar cahayanya
hanya menyinari tempatkedua kakinya saia." Kiamat, tanpa adanya suatu keterangan yang
"Pada hari ini ada berita gembira untukmu, membatasinya.
(yaitu) surga-surga yang mengalir di bawahnya
Flqlh Kehldupan atau Hukum-Hukum
sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya.
Dari ayat-ayat di atas, dapat diambil
Demikian itulah kemenanganyang agung." (al'
sejumlah kesimpulan sebagai berikut.
Hadiid:12)
1. Kewaiiban beriman kepada Allah SWT
Dikatakan kepada mereka oleh para
dan Rasul-Nya, yakni membenarkan
malaikat, "Berita gembira bagi kalian dengan
bahwa Allah SWT adalah Maha Esa
surga-surga yang mengalir dari bawahnya
tiada sekutu bagi-Nya dan bahwasanya
sungai-sungai sedang kalian tinggal di da- Muhammad saw adalah Rasul-Nya. Hal ini
tentu menuntut untuk sepenuhnya men-
lamnya selama-lamanya. Hal itu sebagai pe-
muliaan, penghormatan dan balasan yang dedikasikan diri dalam ketaatan kepada
setimpal dan sesuai untuk amal-amal saleh
Allah SWT.
yang pernah kalian kerjakan."
2. Kewajiban berinfak di jalan Allah SWT, dan
Cahaya dan berita gembira itu adalah
yang dimaksudkan dengan berinfak di sini
keberuntungan yang agung tidak ada ban- adalah zakat waiib. Ada pandangan lain
dingannya, seakan-akan tidak ada keber- menyebutkan bahwa yang dimaksudkan
adalah selain zakat, yaitu berinfak untuk
untungan selain itu dan selain itu keber- amal-amal ketaatan dan kebaikan. Hal ini
untungan tersebut seakan-akan tidak diper- berarti perintah untuk tidak tergila-gila
hitungkan dan tidak dianggap. Di antara ayat dengan dunia dan menginfakkannya di
yang memiliki semangat serupa adalah,
jalan Allah SWT,
"Sedang para malaikat masuk ke tempat-
3. Ayat {y 'ri;cJ 61, q} fdari harta
tempat mereka dari semua pintu, (sambil
yang Dia telah menjadikan kamu se-
mengucapkan), 'selamat sejahtera atasmu bagai penguasanya [amanahJ. menun-
68 HR Ibnu Abi Hatim dan Ibnu farir. jukkan bahwa kepemilikan sejati adalah
kepunyaan Allah SWT bahwa sesung-
guhnya hamba tidak memiliki hak pada
hartanya melainkan hanya sebatas peng- mereka, tiada Tuhan bagi mereka selain
gunaan dalam bentuk yang diridhai Allah Dia. Di antara pakta perjanjian manusia
SWT, lalu Dia pun akan memberinya yang lain adalah apa yang telah Allah SWT
pahala atas hal itu dengan surga. anugerahkan kepada mereka berupa akal
pikiran, serta apa yang telah Dia paparkan
Barangsiapa menginfakkan sebagian berupa berbagai bentuk dalil, bukti, dan
hartanya untuk kepentingan hak-hak hujjah yang mengajak untuk mengikuti
Rasulullah saw. fika kalian semua wahai
Allah SWT dan ia melakukannya dengan manusia mengimani, memercayai dan
meyakini hujjah-hujjah, bukti, dan dalil-
perasaan ringan, senang, tanpa terbebani, dalil yang pasti dan meyakinkan tersebut,
bersegera dan bergegaslah kalian semua
dan penuh antusias sebagaimana ia merasa untuk beriman.
ringan dan senang membelanjakan dan 6. Allah SWT menguatkan dan mendukung
mempergunakan harta orang lain ketika Nabi-Nya dengan hal-hal yang bisa mem-
buktikan kebenaran beliau dan dengan
orang lain itu mengizinkan dan mem- apa-apa yang bisa menjamin keberhasilan
dakwah beliau dengan Al-Qur'an dan
perbolehkan dirinya melakukan hal itu,
baginya ada pahala yang melimpah dan berbagai bentuk mukjizat, sehingga
ganjaran yang agung. setelah itu manusia tidak bisa mengelak
Ini menunjukkan bahwa harta pada untuk tidak beriman. Karena ayat-ayat Al-
Qur'an yang jelas dan nyata mengeluarkan
hakikatnya bukanlah harta milik manusia,
mereka tidak lain hanya sebagai wakil dan mengentaskan dari kegelapan-
dan penerima mandat. Oleh karena itu,
hendaklah seorang Mukmin memanfaat- kegelapan syirik dan kafir menuju kepada
kan sebaik-baiknya kesempatan yang ia
miliki pada harta yang ada dengan me- cahaya keimanan. Dan sesungguhnya Allah
negakkan kebenaran sebelum harta dan
kesempatan itu hilang dari tangannya dan SWT Maha Penyantun, Maha Penyayang,
beralih ke tangan orang setelahnya. dan Maha Belas Kasih kepada para
4. Orang-orang Mukmin yang mengerjakan hamba-Nya yang terbukti dalam bentuk
penurunan kitab-kitab, mengutus rasul-
amal-amal saleh dan berinfak di jalan rasul serta mengeliminasi segenap bentuk
Allah SWT, bagi mereka ada ganjaran yang penghalang, penghambat, alasan, dan dalih
besa4 yaitu surga.
yang bisa menghalangi dari keimanan.
5. Allah SWT mengecam dan mencerca sikap
7. Allah SWT juga mengecam dan mencerca
orang yang tidak mau beriman. Karena apa
sikap tidak mau berinfak di jalan Allah
alasan ia untuk tidak beriman, sementara
segala bentuk penghalang, alasan, dan SWT dan berinfak untuk hal-hal yang bisa
dalih benar-benar sudah disingkirkan mendekatkan diri kepada-Nya. Manusia
dan dihilangkan? Padahal Rasulullah saw. semuanya pasti akan mati meninggalkan
senantiasa mengajak dan menyeru untuk semua harta benda dan kekayaan mereka,
beriman kepada Allah SWT dengan dalil
dan semua harta benda itu kembali
dan bukti yang benar dan meyakinkan.
fuga, Allah SWT telah mengambil per- kepada Allah SWT seperti kembalinya
janjian pertama atas manusia ketika harta pusaka (warisan) kepada orang
mereka masih berada dalam sulbi Adam yang berhak mendapatkannya.
bahwasanya Allah SWT adalah Rabb
Demikianlah, ayat-ayat yang ada me- memiliki keutamaan dan keteguhan tekad
merintahkan untuk beriman dan ber- diutamakan. Allah SWT berfirman, .g;; iF
infah kemudian dilanjutkan dengan fiiut *' ,f :z:;i A €. Mereka lebih iinggi
ayat yang memperkuat dan memper- derajatnya daripada orang-orang yang
menginfakkan (hartanya) dan berperang
tegas keharusan untuk beriman dan di-
wajibkannya berinfak. Ini adalah sebuah setelah itu.)."
alur pembicaraan yang bagus dan Al-Kalbi menjelaskan sebagaimana
indah. Di dalamnya, pembicaraan ter- yang sudah pernah disinggung di atas
sebut diawali dengan sebuah perintah bahwa ayat tersebut turun menyangkut
yang memberikan pengertian bahwa itu diri Abu Bakar ash-Shiddiq r.a.. Di sini
adalah wajib, kemudian beralih kepada
pernyataan yang bersifat hardikan atau terkandung dalil yang jelas tentang
penguat dan penegas serta ancaman atas keutamaan yang diberikan kepada Abu
Bakar ash-Shiddiq r.a., karena ia adalah
sikap teledor dan lalai.
orang yang pertama kali masuk Islam.
B. Besar kecilnya pahala berinfak disesuai- Abdullah bin Mas'ud r.a. menjelaskan,
"Orang yang pertama kali mengikrarkan
kan dengan berat ringannya atau besar
kecilnya urgensi dan tingkat kebutuhan Islam secara terbuka dengan pedangnya
kepada infak tersebut. Semakin besar dan
urgen kebutuhan kepada infak disebabkan adalah Rasulullah saw. dan Abu Bakar ash-
berbagai krisis serta situasi dan kondisi Shiddiq r.a.." fuga karena Abu Bakar ash-
sulit, semakin besar pula pahalanya. Oleh Shiddiq r.a. adalah orang yang pertama
karena itu, Allah SWT menyatakan bahwa
tidak sama antara orang yang berinfak kali berinfak kepada Nabi Muhammad
sebelum Fathu Mekah dan berPerang saw..
melawan musuh, dengan orang yang ber- Posisi di depan dan di belakang adalah
infak setelah Fathu Mekah dan ikut ber- dalam hukum-hukum dunia dan agama.
perang, seperti firman Allah SWX, Aisyah r.a. berkata, "Rasulullah saw. me-
merintahkan kami untuk menempatkan
"Tidaklah sqma para penghuni neraka orang-orang pada posisi yang semestinya,
dengan para penghttni surgz." (al-Hasyr: dan posisi yang paling agung tingkatannya
adalah posisi shalat." Rasulullah saw. ber-
20) sabda dalam sakit beliau sebagaimana
yang diriwayatkan oleh Bukhari, Muslim,
Karena periode sebelum Fathu Mekah, Tirmidzi, dan Ibnu Majah dari Aisyah r.a.,
"suruhlah Abu Bakar supaya mengimami
kondisi ekonomi masih serba kekurangan,
shalat."
kebutuhkan kepada infak sangat tinggi
dan kaum Muslimin masih sangat sedikit. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh
Setelah periode Fathu Mekah, kondisi
perekonomian sudah lebih meningkat, imam Ahmad dari Anas r.a., Rasulullah
kebutuhan kepada infak mulai menurun
dan jumlah kaum Muslimin sudah jauh saw bersabda,
lebih banyak. y\ :4.&ii i"t ii"
Asyhab meriwayatkan dari Malik ia "Orang yang menjadi imam shalat
berkata, "Sudah semestinya orang yang pada suatu kaum adalah orang yang paling
mengerti Al-Qur'an."
Dalam hadits yang diriwayatkan oleh dan tidak menghormati orang yang sudah
al-fama'ah dari Malik bin al-Huwairits, tua,"
Rasulullah saw. bersabda, Dalam hadits yang diriwayatkan oleh
Imam Ahmad, Tirmidzi, dan al-Hakim dari
G,itt*ii Abdullah bin Amr r.a. disebutkan,
"Hendaklah yang menjadi imam kamu i" if3 u'* t'; p i q A
berdua adalah yang paling tua di antara .u "^{
kamu berdua." "Bukan termasuk bagian dari kami, orang
Imam Malik menjelaskan bahwa faktor yang tidak menyayangi orang yang masih
usia memiliki hak (pengaruh). Faktor usia kecil serta tidak tahu dan tidak menghargai
ini juga diperhitungkan dan dipertim- kemuliaan dan kehormatan orang yang sudah
tua."
bangkan oleh imam asy-Syafi'i dan Imam
Abu Hanifah. Namun faktor keilmuan ada- Dalam sebuah versi riwayat lain imam
lah tetap yang lebih berhak untuk diper- Ahmad dan al-Hakim dari Ubadah bin ash-
hitungkan dan dipertimbangkan karena Shamit r.a. disebutkan,
jika faktor ilmu dan faktor usia berkumpul
pada dua orang pilihan, yang diunggulkan ,r'o*fit,u'xs Heaq,A
adalah faktor keilmuan.
..;AEqqi-ro._:
Hal-hal yang menyangkut aspek hu-
"Bukan termasukbagian dari kami, oiang
kum-hukum dunia, itu juga mengikuti yang tidak memuliakan orang yang tua, tidak
menyayangi orang yang masih kecil, serta
hukum-hukum agama. Barangsiapa dida-
hulukan dalam aspek agama, maka ia juga tidak menghargai dan tidak mengapresiasi
didahulukan dalam aspek dunia.
hak orang yang b erilmu."
Dalam sebuah hadits yang kuat yang
diriwayatkan oleh Tirmidzi dari Anas r.a. 9. Allah SWT menjanjikan surga dengan per-
disebutkan,
bedaan kepada masing-masing dari dua
.a9;d lc ,t ,/t golongan tersebut, golongan yang ter-
dahulu dan terdepan, dan golongan yang
J:9 a-r 5.r
,J menyusul kemudian.
10. Dalam ayat-ayat ini, sekali lagi Al-Qur'an
"Seorang pemuda tidak memuliakan dan
menghormati orang yang tua karena usianya memerintahkan dan memotivasi untuk
kecuali Allah SWT akan menciptakan untuk- berinfak di jalan Allah SWT menegaskan
nya seseorang yang menghormati dan me- bahwa pahala sedekah yang dilakukan ka-
rena mengharap pahalanya dengan penuh
muliakannya ketika ia mencapai usia tua." ketulusan dan keikhlasan dari dalam hati
tanpa dicemari dengan tindakan meng-
Tirmidzi juga meriwayatkan dari ungkit-ungkig menyebut-nyebut, dan me-
nyakiti adalah akan dilipatgandakan mu-
Anas r.a., lai antara tujuh sampai tujuh ratus hingga
u'6 i;'te'ry fJPUYde,o,oio.ro .17
"Bukan termasuk bagian dari kami orang
yang tidak menyayangi orang yang masih kecil
pelipatgandaan dalam jumlah yang dike- "{ll-*\,urK*'VL-t$tatrsks
hendaki Allah SWT sesuai dengan keadaan g^fqi :J4)r?*,1\,'u-'+. l-j
dan individu yang bersangkutan. Orang "Pada hari orang-orang munafik laki-laki
yang berinfak mendapatkan balasan yang
baik dan anugerah yang besa4, yaitu surga dan perempuan berkata, kepada orang-orang yang
b er iman,' Tunggulah kami! Kami ingin mengambil
pada hari Kiamat, cahayamu.' (Kepada mereka) dikatakan,'Kembali-
11. Sesungguhnya ganiaran yang melimpah lah kamu ke belakang dan carilah sendiri cahaya
dan balasan yang baik itu adalah untuk (untukmu).' Lalu di antara mereka dipasang
orang-orang Mukmin dan Mukminah dinding (pemisah) yang berpintu. Di sebelah
yang bersedekah di jalan Allah SWT. Ke-
dalam ada rahmat dan di luarnya hanya ada
imanan dan amal saleh mereka menjadi
sebab keselamatan dan keberhasilan me- adzab. Orang-orang munafik memanggil orang-
orang Mukmin,'Bukankah kami dahulu bersama
reka melewati ash-Shiraath (jembatan kamu?' Mereka menjawab, '-Benar, tetapi kamu
mencelakakan dirimu sendiri, dan kamu hanya
penyeberangan pada hari Kiamat). Ketika menunggu, meragukan (janji Allah) dan ditipu
menyeberangi ash-shiraath, mereka di- oleh angan-angan kosong sampai datang ketetapan
sertai oleh cahaya yang terang di hadapan Allah; dan penipu (setan) datang memperdaya
mereka sementara buku catatan amal me-
kamu tentang Allah. Maka pada hari ini tidak
reka berada di tangan kanan mereka. Para akan diterima tebusan dari kamu maupun dari
malaikat menyampaikan berita gembira orang-orang kafir. Tempat kamu di neraka. ltulah
kepada mereka dengan masuk surga se- tempat berlindungmu, dan itulah seburuk-buruk
dang mereka kekal di dalamnya selama- tempat kembali.'" (al-Hadiid: f 3-I5)
lamanya. Mereka tidak ikut mengalami
Qirca'aat
kengerian-kengerian hiruk pikuk pada
{(r,t-r}:
hari Kiamat, dan mereka masuksurga, dan
Hamzah membaca <(tl.l>.
itulah keberhasilan dan keberuntungan
{Jt}'
terbesar,
Al-Kisa'i membaca dengan mengisymaam-
KEADAAN ORANG.ORANG MUI{AFIK PADA
HARI KIAMAT kan harakat kasrah pada huruf qaf dengan
Surah al-Hadlld Ayat 13 - 15 harakat dhammah. Sementara imam yang lain
membaca dengan harakat kasrah murni'
"e,#$b\tjtiyl,illvttis1i,A
{;; {} dibaca:
',trteir\*:*v'"t[fi Ws\'Ja"tri L. (i-!'i) ini adalah qiraa'aat Ibnu Amir'
ta'' 2. (i*i i) ini adalah qiraa'aat as-Susi, dan
a,t ht&t'i*)t *,uu
it,<.7, Hamzah ketika waqaf.
*r;lld 4,sr;i;):
*11^'ifi*tr66Q'&$"6aU As-Susi dan Hamzah ketika waqaf mem-
5\E ',$,ttWffivl$,ii{cit baca 1!t1ury.
tr- {;3.5 iau @ 3iAt i'U"gf., A ("tr}'
Warsy, as-Susi, dan Hamzah ketika waqaf
membaca tA).
TAFSIRAL-MUNIR IILID 14 .d'---------\ Surah at-Hadttd
l'raab 4€i e rr,") supaya kami bisa memperolah
(i,i:cir ii ;;.b kata {i!} adatah zharf, pencahayaan dengan cahaya kalian. Dari kata
sedangkan 'aamilnya adalah 4#t ':it i u.;b
Atau sebagai badal dari kata (iji} yang al-lqtibaas yang berarti thalabul iqtibaas, yak-
pertama. ni meminta sesuluh dari api. Dan yang dimak-
4€r,, rrtjr) kata fu€;,t'ry di sini adalah sudkan di sini adalah supaya kami bisa meng-
rsim untuk kata (rrt;r| bukan zharf untukkata ambil dan mendapatkan suluh, pencahayaan,
tersebut. f adi, kata ini bukanlah zharf ataul<ata dan penerangan. {Jr} dikatakan kepada me-
keterangan tempat untuk kata ruyuu'(kembali)
karena tidak begitu ada faedahnya, sebab kata reka, sebagai bentuk ejekan, pencemoohan,
rujuu'(kembali) itu sendiri sebenarnya sudah
dan olok-olokan terhadap mereka. 4€,tr;r;rr)
memuat arti kata tersebut karena kembali kembalilah kalian ke dunia. 4r;j rr'.:iti) lalu
memang mempunyai makna ke belakang
cari saja sendiri cahaya yang lain, ke mana saja
bukan ke depan.
terserah kalian sendiri, karena tidak ada jalan
(tf * **YHuruf iarrba'di sini adalah
bagi kalian untuk meraih ini. Ini adalah ejekan
zaa'idah, dan kata suur berkedudukan rala)
dan cemoohan terhadap mereka sekaligus
{{ikarena men iadi naa' ibul faa'il. i g11r !t*y menjadikan mereka kecewa dan frustasi.
Kata-kata ini bisa jadi perkataan orang-orang
kata (,5i1) adakalanya merupakan mashdar Mukmin atau malaikat kepada orang-orang
yang diidhaafahkan kepada maf'uul bihi, dan munafik tersebut.
maknanya adalah taliikum wa tamassukum. 4lr-, * ;FY lalu dibuatlah di antara
Atau maknanya adalah aula bikum, namun ada mereka dinding atau sekat pemisah antara
sebagian ulama yang menolak versi ini dengan
alasan bahwa tidak diketahui ada kata maulaa orang-orang Mukmin dan orang-orang
bermakna aula.
munafik. Ada keterangan menyebutkan bahwa
Balaaghah
dinding atau sekat pemisah itu adalah suur aI-
(.lr;ir g. ,t itl, '^::')t y'^Lti Jv.Y di antara A'raaf (seperti yang disebutkan dalam surah
Al-Araaf ayat46).{;U liy dinding itu memiliki
kedua kalimat ini terdapat al-Muqaabalah.
pintu yang orang-orang Mukmin masuk ke
(iuir *.,t i tGi :i;')t y lJl(.,r1-. t,r:b dalam
dalamnya. 4L:1, y *fY bagian dalam dinding
susunan kalimat ini terdapat as-Saj'yang kuat atau pintu itu dari arah atau sisi di mana
dan indah tanpa dipaksakan dan dibuat-buat.
orang-orang Mukmin berada, terdapat rahmat,
fuli; ,g )At 6ri1y Kalimat ini merupakan gaya
karena sisi tersebut adalah sisi dinding yang
bahasa ejekan, yakni tidak ada pelindung dan
penolong bagi kalian kecuali neraka fahannam. menghadap ke surga, {;}tt;} dan bagian
Mufradaat Lughawlyyah luarnya, yaitu sisi dinding di mana orang-
{ur!r} tunggulah kami, atau perhatikanlah orang munafik berada, terdapat adzab karena
dan lihatlah kami. Karena orang-orangMukmin sisi ini adalah sisi dinding yang menghadap
tersebut pergi menuju ke surga dengan sangat
cepat laksana kilat. Ada versi qiraa'aat yang ke neraka, 4*. ,tb dari sisi dinding itu yang
membaca anzhiruunao yakni pelan-pelanlah
jangan tinggalkan kami, atau tunggulah kami. menghadap ke neraka.
4?< k ;rt #r:S.y orang-orang munafik
itu memanggil-manggil orang-orang Mukmin
seraya berkata, "Bukankah kami dulu berada
di atas agama kalian dan di atas ketaatan?"
Yakni, secara lahiriah. (,*F iya betul, dulu
kalian memang bersama-sama kami. S:<;y
{i(ji p,i akan tetapi kalian telah menyeret paling pas bagi mereka. Hal ini menunjukkan
bahwa pada hari itu tidak ada yang selamat
diri kalian sendiri ke dalam ketepedayaan kecuali orang yang beriman kepada Allah
SWT dan Rasul-Nya dengan keimanan yang
dan fitnah dengan kemunafikan serta kalian sebenarnya dan sungguh-sungguh, menger-
jakan apa yang diperintahkan Allah SWT
membinasakan diri kalian sendiri dengan
kepadanya dan meninggalkan apa yang Allah
kemaksiatan dan kedurhakan. {.*.ii} dan
SWT larang baginya.
kalian selalu mengharap-harap dan menunggu-
Tafsir dan Penielasan
nunggu kebinasaan menimpa orang-orang "Pada hari orang-orang munafik laki'laki
Mukmin. {Flrr} dan kalian meragukan agama dan perempuan berkata kepada orang-orang
yang beriman,'Tunggulah kami! Kami ingin
Islam dan menyangsikan perkara ba'ts. mengambil cahayamu."' (al-Hadiid:13)
(iu{r ,*fty dan kalian tepedaya, terbuai, Pada hari itu, yaitu hari Kiamat, orang-
orang munafik laki-laki dan perempuan ber-
dan tertipu oleh angan-angan, ambisi, hasrat,
kata kepada orang-orang Mukmin yang cahaya
dan harapan-harapan semu seperti panjangnya
mereka bersinar menerangi di hadapan
usia dan harapan akan kemerosotan Islam.
mereka dan sisi kanan mereka, "Wahai orang-
;i,; i)(iirr hingga datanglah ketetapan Allah orang Mukmin yang selamat, tunggulah kami
supaya kami bisa memperoleh pencahayaan
SWT, yaitu kematian. dan penerangan dengan cahaya kalian serta
bisa keluar dari kegelapan yang teramat pekat
{jrl'} setan. $L.t'\ fidaa' atau tebusan,
ini dan dari adzab yang sangat memilukan
yaitu hartayangdiserahkan untukmemelihara,
yang telah menanti."
menghindarkan dan menyelamatkan diri dari
kebinasaan. (JGr ,fr;Lp tempat tinggal yang Ada sejumlah ulama menjelaskan, ma-
menjadi tempat kalian berlindung adalah
nusia semuanya pada hari Kiamat berada
neraka. {.r'i; g} neraka itu adalah yang se-
dalam berbagai macam kegelapan. Kemudian,
nantiasa mendampingi kalian, atau yang lebih
Allah SWT memberi orang-orang Mukmin
utama dan pantas bagi kalian.(lt fi;) aan
cahaya-cahaya, sedang orang-orang munafik
neraka adalah seburuk-buruk tempat kembali.
meminta cahaya tersebut dari orang-orang
Persesualan Ayat Mukmin seraya berkata, ((r,r-'F (lihatlah
Setelah menerangkan dan melukiskan kami, atau tunggulah kami). fika orang-orang
keadaan orang-orang Mukmin yang ber- Mukmin yang memiliki cahaya yang bersinar
yang menerangi jalan di hadapan mereka itu
infak pada hari Kiamat bahwa cahaya mereka
bersinar di hadapan mereka dan di sisi kanan melihat ke arah orang-orang munafik ter-
mereka untuk menuntun dan membimbing
sebut, orang-orang munafik itu bisa ikut men-
mereka menuju ke surga, karena itu adalah
dapatkan penerangan dan cahaya dengan
tanda dan indikasi keselamatan, selanjutnya
kilauan sinar cahaya tersebut.
di sini Allah SWT menerangkan dan meng-
Lalu, orang-orang munafik itu pun men-
gambarkan keadaan orang-orang munafik
pada hari itu bahwa mereka mencoba untuk dapatkan jawaban yang sangat mengecewakan
meminta bantuan dan pertolongan orang- dan menghancurkan harapan mereka,
orang Mukmin, namun mereka mendapatkan
jawaban yang sangat mengecewakan dan
menghancurkan asa. Tiada harapan bagi
mereka untuk selamat bahwa neraka adalah
tempat berlindung mereka dan tempat yang
TAFSTRAL-MUNIRJ[rD 14
"(Kepada mereka) dikatakan,'Kembalilah ketetapan Allah; dan penipu (setan) datang
kamu ke belakang dan carilah sendiri cahaya memperdaya kamu tentang Allah."' (al-Hadiid:
(untukmu)."' (al-Hadiid: 1 3)
t4)
Para malaikat atau orang-orang Mukmin
berkata kepada orang-orang munafik tersebut, Orang-orang munafik memanggil orang-
"Pergilah, kembalilah kalian ke dunia, lalu orang Mukmin seraya berkata kepada mereka,
carilah sendiri cahaya dengan cara yang sama "Bukankah kami dulu bersama-sama kalian
seperti yang kami gunakan untuk mencari dan di dunia, kami ikut mengerjakan amal-amal
memperoleh cahaya ini berupa keimanan dan yang sama seperti yang kalian kerjakan,
amal-amal saleh." kami ikut bersama kalian menghadiri shalat
fum'at, kami shalat berjamaah bersama-sama
Kata-kata ini mengandung sindiran kalian di masjid-masjid, kami ikut wuquf ber-
sama-sama kalian di Arafah, kami ikut ber-
yang bernada ejekan terhadap mereka serta
cemoohan terhadap permintaan mereka itu, sama-sama kalian dalam berbagai kancah per-
sebagaimana mereka dulu ketika di dunia tempuran jihad, kami menunaikan berbagai
kewajiban yang lain bersama kalian dan kami
mengolok-olok dan mengejek orang-orang
mengerjakan amal-amal Islam semuanya?"
Mukmin ketika mereka berkata, "Kami ber-
iman," padahal mereka sejatinya tidak beriman. Lalu, orang-orang Mukmin menjawab
mereka seraya berkata, "Ya betul, secara
Kemudian, Allah SWT membuat keputusan
lahiriah kalian dulu memang bersama kami.
final yang mengakhiri adegan dan dialog Akan tetapi, kalian memperdaya dan menipu
tersebut, diri kalian sendiri dengan kemunafikan dan
kekafiran yang tersembunyi. Kalian mem-
"Lalu di antara mereka dipasang dinding binasakan diri kalian sendiri dengan berbagai
(pemisah) yang berpintu. Di sebelah dalam ada kesenangan, kemaksiatan-kemaksiatan, ke-
durhakaan dan syahwat, serta menunda ber-
rahmat dan di luarnya hanya ada adzab." (al- tobat. Kalian selalu mengharap, mengamati,
Hadiid:13) dan menunggu perputaran roda zaman agar
membawa kesialan dan malapetaka menimpa
Lalu dibuatlah sekat pemisah antara
orang-orang Mukmin, menimpa kebenaran dan
orang-orang Mukmin dan orang-orang muna- ahli kebenaran. Kalian selalu saja meragukan
fik. Sisi bagian dalam sekat tersebut, yaitu sisi perkara agama dan ba'ts setelah kematian,
sekat di mana orang-orang Mukmin berada, tidak membenarkan dan tidak memercayai
di dalamnya terdapat rahmat, yaitu nikmat-
apa yang dibawa oleh Al-Qur'an serta tidak
nikmat surga. Sedangkan sisi bagian luarnya, pula beriman dan meyakini berbagai bentuk
yaitu sisi sekat di mana orang-orang munafik mukjizat yang nyata,
berada, dari situ terdapat adzab fahannam.
Kalian juga tertipu dan terbuai oleh angan-
Kemudian, Allah SWT kembali menye- angan semu dan palsu, sekiranya kalian ber-
butkan keadaan orang-orang munafik dan kata, "Kami akan diampuni." Kalian tepedaya
dan terbuai oleh dunia, khayalan-khayalan,
teriakan-teriakan mereka meminta tolong,
mimpi-mimpi dan angan-angan panjang,
"Orang-orang munafik memanggil orang-
orang Mukmin, 'Bukankah kami dahulu ber- hingga kematian mendatangi kalian. Kalian
sama kamu?' Mereka menjawab,'Benar, tetapi juga diperdaya, dikelabuhi, dan ditipu oleh
kamu mencelakakan dirimu sendiri, dan kamu
hanya menunggu, meragukan (janji Allah) dan
ditipu oleh angan-angan kosong sampai datang
setan hingga ia berkata, kepada kalian, "Tidak mereka bisa berjalan bersama dan bisa
usah khawatir, sesungguhnya Allah Maha ikut mendapatkan pencahayaan dengan
Pengampun lagi Maha Penyayang, Dia tidak
cahaya orang-orang Mukmin.
akan meng adzab kalian."
Abu Umamah menjelaskan, pada hari
"Mekq pada hari ini tidak akan diterima itu, orang Mukmin diberi cahaya, semen-
tebusan dari kamu maupun dari orang-orang tara orang munafik dan orang kafir dibiar-
kafir. Tempat kamu di neraka, Itulah tempat
berlindungmu, dan itulah seburuk'buruk tem- kan tanpa cahaya.
pat kembalr." (al-Hadiid: 15)
2. Malaikat atau orang-orang Mukmin ber-
Pada hari ini, tidak akan diterima suatu kata kepada orang-orang munafik, "Kem-
tebusan pun dari kalian yang ingin kalian
gunakan untukmenebus diri kalian dari neraka balilah kalian ke tempat di mana kami
atau adzab, wahai orang-orang munafik! sebelumnya mengambil cahaya dari tem-
pat itu, lalu carilah sendiri di sana cahaya
Sebagaimana firman Allah SWT dalam ayat, untuk kalian. Kalian tidak akan bisa ikut
mengambil dan mendapatkan sebagian
"Tidak seorang pun dapat menggantikan
(membela) orang lain sedikit pun, tebusan ti- dari cahaya kami."
dak diterima, bantuan tidak berguna baginya,
dan mereka tidak akan ditolong." (al-Baqarah: 3. Tatkala orang-orang munafik itu kem-
123)
bali dan dalam keadaan sendirian dalam
Tidak pula akan diterima suatu tebusan
pun dari orang-orang yang kafir kepada Allah mencari cahaya, ketika itu diadakanlah
SWT lahir dan batin. Tempat tinggal yang sekat pemisah antara surga dan neraka.
menjadi tempat berlindung kalian adalah Pada sisi bagian dalam sekat itu, yaitu sisi
neraka, dan neraka itu adalah tempat yang
di mana orang-orang Mukmin berada, di
paling pas dan paling layak bagi kalian daripada dalamnya terdapat rahmat. Sedangkan
semua tempat yang lain, dan seburuk-buruk pada sisi bagian luarnya, yaitu sisi sekat
tempat kembali yang menjadi tempat kembali
kalian adalah neraka itu. di mana orang-orang munafik berada, ter-
Flqlh Kehldupan atau Hukum-Hukum dapat adzab.
Ayat-ayat di atas menuniukkan sejumlah 4. Orang-orang munafik memanggil-manggil
hal sebagai berikut. orang-orang Mukmin seraya berkata
1. Orang-orang munafik [yaitu orang-orang kepada mereka, "Bukankah dulu ketika di
dunia, kami bersama-sama kalian, kami
yang pura-pura menampakkan Islam di shalat sebagaimana kalian shalat, kami
dunia, namun mereka seiatinya menyim-
pan dan menyembunyikan kekafiran) me- ikut berjihad seperti kalian dan kami
minta pertolongan kepada orang-orang
Mukmin yang selamat dari adzab, seraya mengerjakan seperti apa yang kalian
meminta kepada orang-orang Mukmin itu
agar mau menunggu mereka atau mem- kerjakan?"
perlambat dan menunda jalannya supaya
Lalu orang-orang Mukmin menjawab,
"Ya betul, kalian sebelumnya memang
secara lahiriah bersama-sama kami. Akan
tetapi, kalian mempergunakan dan mem-
peruntukkan diri kalian sendiri untuk
fitnah. Kalian membinasakan diri kalian
sendiri dengan kemunafikan, kemaksiatan,
kedurhakaan, syahwat, dan kesenangan-
kesenangan. Kalian menanti-nanti dan
14TAFSIRAI--MUNIRIIIID !sil{)dl;;*bd.Hr+ surahal-Hadlld
\__*/
mengharap-harap kematian menimpa b-;L 34 *'l,i;v,"wwjA\
Nabi Muhammad saw., menunggu-nunggu i"<fiirlt -,aJJ $3iu r' cJr ffi
dan mengharap-harap kemalangan dan
malapetaka menimpa orang-orang Muk- k;i'^bx,,Av
\iK fra"Amin. Kalian tertipu, terbuai, dan tepedaya
elv'ir*ts
oleh kebatilan-kebatilan hingga kematian ffiHt+A:Ajiia)!-,\ifr
mendatangi kalian. Setan pun menipu dan
memperdaya kalian berkenaan dengan "Belum tibakah waktunya bagi orang-orang
Allah SWT, misalnya dengan mengatakan yang beriman, untuk secara khusyuk mengingat
kepada kalian bahwa Allah SWT Maha Allah dan mematuhi kebenaran yang telah di-
Penyayang dan Pengampun kepada kalian w ahyukan (kep ada mereka) dan j anganlah mereka
dan Dia tidak akan mengadzab kalian." (b erl aku) s ep er ti o r ang- o r ang y ang t elah mener ima
5. Allah SWT .menjadikan mereka putus kitab sebelum itu, kemudian mereka melalui masa
asa, frustrasi, dan tiada lagi memiliki yang panjang sehingga hati mereka menjadi
harapan untuk selamat. Allah SWT juga keras. Dan banyak di antara mereka menjadi
menginformasikan kepada mereka bahwa orang-orang fasik. Ketahuilah bahwa Allah yang
menghidupkan bumi setelah matinya (kering).
pada hari Kiamat tidak akan diterima Sungguh, telah Kami jelaskan kepadamu tanda-
suatu tebusan apapun dari mereka yang tanda (kebesaran Kami) agar kamu mengerti.
ingin mereka bayarkan untuk menebus Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik
diri mereka dari adzab. Tempat menetap
laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan
dan tempat tinggal mereka adalah neraka.
Neraka itu adalah tempat yang paling pas kepada Allah dengan pinjaman yang baik, akan
dan paling layak bagi mereka dari semua dilipatgandakan (balasannya) bagi mereka; dan
tempat yang lain, dan neraka itu adalah mereka akan mendapat pahala yang mulia. Dan
seburuk-buruk tempat kembali. orang-orang yang beriman kepada Allah dan
rasul-rasul-Nya, mereka itu orang-orang yang
tulus hati (pecinta kebenaran) dan salcsi-saksi
di sisi Tuhan mereka. Mereka berhak mendapat
TAKUT KEPADAALLAH SWT, BALASAN pahala dan cahaya. Tetapi orang-orang yang kafir
ORANG.ORANG YANG BERSEDEXAH DAN dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu
ORANG-ORANG MUKMIN, SERTA BALASAN p enghuni p enghuni ne r AkA." (al-Hadiid: f 6- I 9)
ORANG.ORANG KAFIR
Surah al-Hadiid Ayat 16 - 19 Qlraa'aat
'u'[i'6i{\gA"ini6*';tf*t:b2;\1,fi .5 (9uf :
Warsy, as-Susi, dan Hamzah ketika waqaf
membaca 1,-,[;.
\E,3i"uH)t$l\-Fjatl$*iet {ji} diuaca:
t. <i;,1ini adalah qiraa'aat Nafi'dan Hafsh.
ffi6r+ &!,9'W#!clt* 2. <irl ini adalah qiraa'aatimam yang lain.
/ 'r",1- ,,.:\
\ il tW; -s. -i$t,?-
t.)Ur-rJlJ j:"i' 4Jlrp:
"s
s-I W at'i\W\ Ibnu Katsir membaca gslr*lt 1 a.r;!5.
tjtjv +, oaV -e_*A\il ffi <rALl'fiA {;r*.}: Ibnu Katsir dan Ibnu Amir mem-
baca 1)i,.:i-1.
ThFSIRAT-MUNIR JILID
l'raab mereka pada lanjutan ayat, yaitu, W i,i;Y
4*i; Lu i(r kemudian berlalu atas mereka
(at ,t Ji 6'tY kata (u) di sini adalah isim
waktu yang panjang antara mereka dan para
maushuul bermakna alladzii, berkedudukan nabi mereka, lalu hati mereka pun menjadi
i'raab iarr karena'athaf kepada kata {i, fl} keras, tidak mau tunduk dan tidak bisa merasa
tersentuh oleh nasihat, petunjuk tuntunan,
Bisa juga kata {u} ini ad alah maa mashdariyyah
sehingga asumsinya adalah li dzikrillaahi wa nasihat dan bimbingan Allah SWT {ir-,6}
keluar dari batasan-batasan dan rel agama
tanziilil haqi. (t1S-. {;} t<ata ini di'athafkan
mereka, melanggar perintah dan larangan.
kepada kata {g:*;}. ('-r;'F perkataan ini dituiukan kepada orang-
orang Mukmin yang disebutkan dalam ayat
4u wj-nt 4*ilykata 4trzlirp adakalanya
sebelumnya. 4A.; ;. ,7.,$t ,*- i, ,iiy uatrwa
di"athalkan kepada shilahnya alif dan lam
sesungguhnya Allah SWT menghidupkan
yang terdapat pada kata {-6liitt s;.L!$ bumi dengan air dan tumbuhan setelah se-
dengan asumsi innal ladziina tashaddaquu wa belumnya kering dan gersang. Demikian pula
aqradhuu. Atau bisa jadi kalimat {nr rr-ji;y Allah SWT melakukan hal yang sama ter-
ini adalah kalimat sisipan antara rsimnya {i1} hadap hati kalian, menghidupkan hati kalian
dan khabarnya, yaitu 4& u;ti.y Keberadaan dan mengembalikan hati kalian kepada ke-
kalimatsisipan ini adalah boleh karena kalimat khusyukan dan ketundukan. Ini adalah ilustrasi
sisipan ini memperkuat makna yang pertama, atau perumpamaan yang menghidupkan hati
yang keras dengan dzikir; peringatan, petunjuk
yaitu bersedekah.
dan membaca Al-Qur'an.
4{S;i iir +"rGlrr,} kata ($., y ,r4L':\
(:Ui' 6 ,g ih kami benar-benar telah
adalah mubtada',sedangkan khabarnyaadalah
menerangkan kepada kalian ayat-ayat yang
kalimat {p;i#}.
menunjukkan dan membuktikan kuasa Kami
Balaaghah
dengan penjelasan ini dan yang lainnya.
4w.;; *.,$t d.ii,r ii rr5;r) dalam kalimat
ini terdapat isti'aarah tamtsiiliyyah. Yakni, Ayat-ayat di sini maksudnya adalah hujjah-
hujjah. (r,l1;;<lr} agar kalian memerhatikan,
meminjam makna kalimat menghidupkan
mencermati, mentadabburi, dan merenungkan.
bumi dengan tumbuhan untuk makna, meng-
hidupkan hati yang keras membatu dengan Al- $-u;^I.JJti o4t-Ltt i1p sesungguhnya orang-
orang lelaki dan perempuan yang bersedekah
Qur'an dan membaca Al-Qur'an.
dengan harta mereka kepada orang-orang
Mufrudaat Lufhawlyyah yang membutuhkan. Kata ini berasal dari at-
Tashadduq yang huruf ta'nya diidghamkanke
qyL .jip belumkah tiba waktunya. Di-
dalam hurufshad.
katakan anaa al-Amru anyan wa onaa'an wa
inaa'qn, yakni jaa'a anaahu, (telah tiba atau Ada versi qiraa'aatyang membaca dengan
datang waktunyaJ. (j; oih khusyu' dengan huruf shad tanpa tasydid al-Mushaddiqiina
penuh khidmat dan takut. {i {l} kepada
wal mushaddiqaati, dari kata at-Tashdiiq yang
nasihat, petunjuk, dan bimbingan Allah SWT
artinya adalah membenarkan, memercayai dan
4aAt ,t ii ",tb dan kepada kebenaran yang
telah turun, yaitu Al-Qur'an. (;ry' rri.,i| umat mengimani.4it pJiy Dhamir wawujamak di
Yahudi dan Nashrani. Maksudnya adalah sini, meskipun itu adalah dhamir untuk laki-
larangan menyerupai Ahli Kitab dalam apa laki, dhamir tersebut di sini kembali kepada
yang diielaskan oleh Allah SWT tentang
TATSIRAI-MUNIRIIIIp 14 r,,l{) d-;;;*kri.t.il sulahar-Had[d
laki-laki dan perempuan sekaligus sebagai kekekalan dalam neraka adalah terkhusus
bagi orang-orang kafia sekiranya susunan
bentuk at-Taghliib. 4U OiY sedekah yang
kalimat di sini memberikan sebuah kesan
disertai keikhlasan dan ketulusan semata-
mata karena hanya mengharap ridha Allah pengertian yang khusus, dan kata shuhbah
SWT tanpa tercemari oleh sikap mengungkit- (akar kata ashhaab) menunjukkan pengertian
ungkit, menyakiti, dan tidak pula oleh ke- al-Mulaazamah [senantiasa melekat).
inginan memperolah balasan atau imbalan
Sebab Turunnya Ayat (16)
dari orang yang butuh yang disedekahi. e";-y
Ibnu Abi Syaibah meriwayatkan dalam
4,,:i eUan SWT melipatgandakan pahala amal
mereka itu. Ada versi qiroa'aatyangmembaca Mushannafnya dari Abdul Aziz bin Abi
dengan huruf hin dibaca tasydid, yudha'afu. Rawwad bahwa tampak pada diri para sahabat
Rasulullah saw. sikap bercanda-canda dan
4|i ;i#;h arn bagi mereka ada pahala yang tertawa, lalu turunlah ayat ini.
baih rezeki, dan anugerah yang melimpah Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari
$dan luar biasa. $ora"2t iatiy mereka itulah Muqatil bin Hayyan, ia berkata,"Para sahabat
Rasulullah saw. mulai masuk ke dalam sikap
orang-orang yang benar-benar percaya dan agak bergurau dan bercanda, agak menurun
beriman. Yakni, mereka itu di sisi Allah SWT kekhusyu'an dan kekhidmatan mereka, lalu
memiliki posisi seperti posisi ash-Shiddiquun, turunlah ayat ini."
yaitu orang-orang yang sangat intensif dalam
kebenaran dan keimanan hingga hal itu men- Ibnu Abi Hatim juga meriwayatkan dari as-
jadi karakter mereka. Suddi dari al-Qasim, ia berkata, "Para sahabat
Rasulullah saw. mengalami kejenuhan, lalu
4e., y,,{.i'i} orang-orang yang terbunuh mereka berkata, "Ya Rasullah, berceritalah
kepada kami." Lalu Allah SWT menurunkan
di jalan Allah SWT, bentuk jamak dari syahiid.
Orang yang mati syahid disebut syahid karena ayat 3 dari surah Yuusuf Gi A; Ji Fy
para malaikat memberikan kesaksian untuk 41t kemudian mereka kembali mengalami
mereka dengan surga. Atau, yang dimaksudkan kejenuhan, lalu berkata, "Ya Rasullah, ber-
ceritalah kepada kami." Lalu Allah SWT pun
adalah para saksi yang memberikan kesaksian
untuk Allah SWT atau untuk mereka sendiri, menurunkan ayat ini.
atau atas para umat pada hari Kiamat. Para Ibnul Mubarak meriwayatkan dalam az-
Zuhd dari al-Amasy, ia berkata, "Ketika para
saksi itu adalah para nabi, berdasarkan ayat,
sahabat datang ke Madinah, lalu mereka men-
"Den bagaimanakah (keadaan orang
kafir nanti), jika Kami mendatangkan seorang jalani kehidupan di sana dengan kehidupan
saksi fRasul) dari setiap umat dan Kami men- yang lebih sejahtera dan makmu4, setelah se-
datangkan engkau (Muhammad) sebagai saksi belumnya mereka mengalami kehidupan yang
atas mereka." (an-Nisaa': 41) serba susah, seakan-akan sepertinya mereka
tampak mengalami penurunan semangat dan
fltr4 iit1b orang-orang yang kafiq, meng- kualitas kekhusyukan dan kekhidmatan, lalu
turunlah ayat ini. Hal senada juga diriwayatkan
ingkari, dan menyapgkal wuiud dan keesaan
Allah SWT. (tiu1 r"-i.?r) serta mendustakan, dari Abdullah bin Mas'ud r.a., ia berkata,
mengingkari, dan tidak memercayai ayat-ayat
Kami yang menunjukkan dan membuktikan "Waktu antara keislaman kami dan turunnya
ayat ini yang berisikan teguran kepada kami
keesaan Kami. (,*:^.1 a4i d;jiy mereka itu
adalah para penghuni neraka. Al-Baidhawi
menielaskan, di sini terkandung dalil bahwa
:tArsrR AI"-MUNrR ITLID 14
adalah empat tahun."6e Abdullah bin Abbas penuh khidmat, mendengarkan perintah-
r,a. mengatakan, "Sesungguhnya Allah SWT
perintah-Nya, taat kepada-Nya dan meniauhi
menegur kami'pada awal tiga belas tahun."
larangan-larangannya?
Persesualan Ayat
Setelah menerangkan keadaan orang- Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari
orang Mukmin dan keadaan orang-orang Abdullah bin Abbas r.a., ia berkata,'Allah SWT
munafik pada hari Kiamat, selaniutnya Allah
mendapati hati orang-orang Mukmin mulai
SWT mengiringinya dengan seruan kepada lesu, mengendur sensitifitasnya, dan kurang
acuh. Kemudian, Allah SWT pun menegur
orang-orang Mukmin yang mulai kendur mereka pada awal tahun ketiga belas dari
serta mengalami penurunan semangat dan
tekad, untuk kembali menyemarakkan hati turunnya Al-Qur'an dengan menurunkan ayat
dengan rasa takut dan menghidupkan kembali ini." Pendapat ini adalah yang lebih shahih
sensitifitas hati dengan mendengarkan dibanding yang lainnya, karena surah al-
Hadiid ini adalah surah Madaniyyah.
nasihat-nasihat, petunjuk, bimbingan, dan
Kemudian, Allah SWT melarang mereka
tuntunan Al-Qur'an.
Di sini, Allah SWT juga memperingatkan jangan sampai kondisi mereka menjadi seperti
dan mewanti-wanti mereka agar jangan sam- kondisi kaum Ahli Kitab,
pai menjadi seperti Ahli Kitab yang hati me-
reka berubah meniadi keras karena panjang- "Dan janganlah mereka (berlaku) seperti
nya waktu yang telah berlalu antara masa me-
reka dengan masa para nabi mereka, sehingga orang-orang yang telah menerima kitab
mereka pun mengabaikan perintah-perintah
agama dan larangan-larangannya. Kemudian, sebelum itu, kemudian mereka melalui masa
yang panjang sehingga hati mereka meniadi
Allah SWT menjelaskan perbedaan antara keras. Dan banyak di antara mereka menjadi
balasan orang-orang yang bersedekah dan orang -orang fasik." (al-Hadiid: 16)
beriman dengan balasan orang-orang kafir. fanganlah orang-orang Mukmin itu sampai
Tafslr dan Penlelasan seperti orang-orang yang diberi al-Kitab
sebelum mereka, yaitu Ahli Kitab (Yahudi
"Belum tibakah waktunya bagi orang-
orang yang beriman, untuk secara khusyuk dan Nashrani) yang telah diberi Taurat dan
mengingat Allah dan mematuhi kebenaran Injil sebelum turunnya Al-Qur'an, ketika telah
yang telah diwahyukan (kepada mereka)." (al' berlalu periode mereka dan periode para nabi
Hadiid:16) mereka. Lalu hati mereka pun menjadi keras,
hingga mereka tidak lagi bisa menghayati dan
Belumkah tiba waktunya bagi hati orang- merasa tersentuh oleh nasihat, peringatan,
orang Mukmin untuk menjadi lentu4, sensitive, janii, dan ancaman. Mereka pun mengubah-
ubah dan mendistorsi Kitabullah yang ada
dan tersentuh ketika mendengar nasihat, pada mereka, menukarnya dengan sesuatu
peringatan, dan pengajaran dari Allah SWT yang sedikit dan remeh, melemparnya begitu
serta ketika mendengar firman-firman-Nya saia ke belakang lebih mengikuti pendapat-
pendapat yang paradoks, berbeda-beda dan
dibacakan, lalu hati itu menghayatinya, tunduk kontradiktif serta perkataan-perkataan yang
bohong. Mereka bertaklid begitu saja kepada
69 HR Muslim, an-Nasa'i, Ibnu Maiah dan al-Bazzar. para ulama dan pendeta mereka tanpa me-
merhatikan dalil. Banyak di antara mereka
menjadi orang-orang fasik yang keluar dari
\
batasan-batasan Allah SWI menyimpang dari Kemudian, Allah SWT menjelaskan pahala
jalan-jalan yang telah digariskan oleh-Nya,
melanggar perintah-perintah dan larangan- bagi mereka laki-laki dan perempuan yang
larangan-Nya, Sehingga amal-amal perbuatan bersedekah kepada orang-orang yang mem-
mereka menjadi batil dan hati mereka menjadi
rusak. Hal ini sebagaimana firman Allah SWT butuhkan,
dalam ayat, "Sesungguhnya orang-orang yang ber-
"(Tetapi) karena mereka melanggar janji- sedekah baik laki-loki maupun perempuan dan
nya, maka Kami melaknat mereka, dan Kami meminjamkan kepada Allah dengan pinjaman
jadikan hati mereka keras membatu. Mereka yang baik, akan dilipatgandakan (balasannya)
suka mengubah firman (Allah) dari tempatnya,
bagi mereka; dan mereka akan mendapat
dan mereka (sengaja) melupakan sebagian pe- pahala yang mulia." (al-Hadiid: 18)
san yang telah diperingatkan kepada mereka."
Sesungguhnya laki-laki dan perempuan
(al-Maa'idah: 13)
yang bersedekah dengan harta mereka kepada
Oleh karena itu, Allah SWT melarang
orang-orang Mukmin jangan sampai me- orang-orang yang membutuhkan, kepada
nyerupai kaum Ahli Kitab. fakir miskin dan kaum yang lemah ekonomi-
Kemudian, Allah SWT membuat sebuah nya, dengan niat yang tulus karena semata-
mata hanya menginginkan ridha Allah SWT
perumpamaan yang menggambarkan tentang
tanpa sedikit pun menginginkan imbalan
pengaruh dan efek nasihat dan bacaan Al-
dan balasan dari orang yang mereka beri dan
Qur'an, tidak pula ucapan terima kasih, maka Allah
SWT membalas satu kebaikan mereka dengan
"Ketahuilah bahwa Allah yang meng- sepuluh kali lipatnya dan melipatgandakannya
hidupkan bumi setelah matinya (kering).
hingga tujuh ratus dan lebih banyak lagi
Sungguh, telah Kami jelaskan kepadamu tanda-
tanda (kebesaran Kami) agar kamu mengerti." dari itu. Di atas semua itu, mereka juga akan
[al-Hadiid:17) memperoleh pahala yang melimpah dan bai(
Sebagaimana Allah SWT menghidupkan tempat kembali yang indah, menyenangkan,
bumi dengan tumbuhan dan air hujan setelah
sebelumnya kering dan gersang demikian dan mewah.
pula Dia Kuasa untuk membuat hati menjadi
lentur dan sensitif setelah sebelumnya hati Selanjutnya, Allah SWT mendeskripsikan
balasan orang-orang Mukmin dan balasan
itu keras membatu, serta menunjuki dan orang-orang kafia
membimbing orang-orang yang kebingungan "Dan orang-orqng yang beriman kepada
setelah sebelumnya tersesat, dengan dalil- Allah dan rasul-rasul-Nya, mereka itu orang-
dalil Al-Qur'an. orang yang tulus hati (pecinta kebenaran) dan
saksi-saksi di sisi Tuhan mereka. Mereka berhak
Kami benar-benar telah menerangkan mendapat pahala dan cahaya." (al-Hadiid: 19)
kepada kalian ayat-ayat dan hujjah-hujjah,
Sesungguhnya orang-orang yang meng-
supaya kalian merenunginya, memahami, dan ikrarkan keesaan Allah SWI, membenarkan,
menghayati nasihat-nasihat yang terkandung dan memercayai rasul-rasul-Nya, mereka me-
nempati posisi shiddiiquun Mujahid menjelas-
di dalamnya, serta mengamalkan dan meng- kan, setiap orang yang beriman kepada Allah
implementasikannya. SWT dan rasul-rasul-Nya, maka ia adalah
seorang shiddiiq. Orang-orang yang syahid
fJ;T,,,ilir** . ,",-.s*::',,::-x.:1111,,,, .....,.,,, ....,.,.,,, ...,,,,,, .,.,,, ,,u,*,,
. " .",,"," -"J*T:,I"At-M""l1lll1".1i
di jalan Allah SWT demi untuk meluhurkan Orang-orang yang mengingkari wujud
kalimat dan agama-Nya, mengibarkan panji-
panji kebenaran dan kelompok kebenaran, Allah SWI, tidak mengakui keesaan-Nya, men-
dustakan ayat-ayat dan dalil-dalil-Nya yang
mereka memperoleh pahala yang agung di sisi menunjukkan uluuhiyyah yang haq dan ke-
Tuhan mereka serta memperoleh cahaya yang benaran rasul-rasul-Nya, mereka itulah para
dijanjikan yang menerangi di hadapan mereka
penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya
dan sisi kanan mereka. selama-lamanya. Ini adalah keterangan ten-
tang keadaan orang-orang yang celaka dan
Ini mengisyaratkan tentang dua dari
sengsara setelah sebelumnya disebutkan ke-
empat golongan orang-orang Mukmin, yaitu terangan tentang keadaan orang-orang yang
golongan para nabi, golongan shiddiquun, beruntung dan bahagia.
golongan syuhada', dan golongan orang-orang Flqih Kehidupan atau Hukum-Hukum
saleh, yang disebutkan dalam firman Allah, Dari ayat-ayat di atas dapat digali sejumlah
kesimpulan sebagai berikut.
"Dan barangsiapa menaati Allah dan Rasul
L. Sesungguhnya takut kepada Allah SWT
(Muhammad), maka mereka itu akan bersama'
serta tunduk kepada perintah-perintah-
sama dengan orang yang diberikan nikmat
oleh Allah, (yaitu) para nabi, para pecinta Nya dan hukum-hukum-Nya adalah salah
kebenaran, orang'orang yang mati syahid dan satu sifat orang beriman. Sedangkan ber-
orang -orang saleh." fan-Nisaa': 69) paling dari ayat-ayat Allah S\MI, nasihat-
Termasuk kategori syuhada' adalah se- nasihat-Nya, tuntunan, dan syari'at-sya-
perti apa yang dijelaskan dalam sebuah hadits ri'at-Nya adalah salah satu ciri orang-
yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, bahwa- orang fasik, yaitu orang-orang Yahudi dan
Nasrani yang mengganti, mengubah, me-
sanya Rasulullah saw bersabda, mutarbalikkan firman Allah SWT mem-
perturutkan pendapat dan hawa nafsu
,/ t- z c ."rr. mereka, meninggalkan agama yang haq,
-r"+:Jt serta hati mereka keras dan tidak ter-
W g fi(': i)*t ,c o u
J..:ilJt :telu sentuh oleh peringatan dan nasihat Allah
Ji .,roilor s z, to:t ^1 ;-1z-4r -t ra! :J'.,,ut (dlr SWT.
,,igJ Ci\ Ini adalah sebuah larangan yang jelas,
.nr.{-. t ,i." t, , t .t-.2. o tegas, dan eksplisit bagi orang-orang
C t;h:Jtj,-r=d i Jb+Jt Jr,-t'4-r Mukmin agar jangan menyerupai sikap
dan keadaan kaum Ahli Kitab yang telah
"sioplkoh orang yang kalian kategoriln memutus hubungan yang hakiki antara
sebagai syahid di antara kalian?" Mereka men- mereka dan petunjuk Allah SWT yang
termuat dalam Taurat dan Injil yang di-
jawab, 'Orang yang terbunuh di jalan Allah turunkan Allah SWT dan yang tidak ber-
tentangan dengan apa yang diturunkan
SWTI Lalu Rasulullah saw. berkata, 'lika begitu, dalam Al-Qur'an. Seandainya kedua kitab
tersebut masih seperti apa adanya dan
maka berarti syuhada umatku adalah sedikit. Se'
sungguhnya orang yang mati di jalan Allah SWT tidak mengalami kepunahan, pastilah
adalah syahid, orang yang meninggal dunia karena
sakit padaperutnya adalah syahid, dan orangyang
meninggal dunia karena tha'un adalah sy ahid."'
Mereka itu adalah para syuhada' akhirat
yang akan memperoleh pahala khusus.
"Tetapi orqng-orang yang kafir dan men'
dustakan ayat-ayat Kami, mereko itu penghuni'
penghuni neraka." (al'Hadiid: 19)
:rAFslRAL-MuNrRJrLrp 14 .!il l*****--\ surahal-Hadild
terlihat dengan nyata kesesuaian dan rasul dan mukjizat-mukjizat, mereka itu
adalah para penghuni neraka yang kekal
kesamaan yang sempurna antara kedua dan diadzab di dalamnya. Tidak ada gan-
jaran bagi mereka dan tidak pula cahaya,
kitab tersebut dengan Al-Qur'an pada tetapi yang ada hanyalah adzab yang kekal
dan kegelapan yang abadi, karena mereka
aspek pokok-pokok agama, aqidah, dan telah mengombinasikan antara kekafiran
pokok-pokok syari'at. dan sikap yang mendustai ayat-ayat.
2. Sesungguhnya mendengarkan nasihat- GAMBARAN TENTANG KEADAAN DUNIA DAN
nasihat Allah SWT dan ayat-ayat-Nya bisa MOTIVASI AGAR BERAMAL UNTUK AKHIRAT
menghidupkan hati yang mati, meluluh-
kan jiwa yang keras membatu, sebagai- Surah al-Hadlid Ayat20 -27,
mana Allah SWT menghidupkan dan me-
lenturkan bumi yang kering, tandus dan ''jlcsra;s'ft elqastiiA(3rb
gersangdengan air hujan serta menjadikan
di dalamnya subur dan berkembang dan G;Sj$igtrultr-3#3"a
tumbuh dengan kehidupan yang baik. 'sef{ * Wrfi U- *'i(; s'cjst
3. Sesungguhnya orang-orang yang meng- wt'oh-rt )i,t';',g3'X.A $:s xlit aj
infakkan sebagian dari harta mereka, me-
nyedekahkan sebagian dari harta mereka "tEJYt"4ffi;,At g;$"6t\t;4\
5ic;vXB
kepada fakir miskin dan kaum lemah,
U *"$. n'\l,5t 13t{W+U Wr <j;\.
dengan penuh keikhlasan karena semata-
mata hanya mengharap ridha Allah SWT 61;-9ltr J Sltjti,v:x16
pahala amal-amal mereka dilipatgandakan
"Ketahuilah b ahw a sesungguhny a kehi dup an
dan mereka memperoleh surga.
dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang
4. Orang-orang yang beriman kepada Allah
melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah
SWT dan rasul-rasul-Nya, mereka itu
antara kamu serta berbangga-banggaan tentang
adalah orang-orang shiddiiq yang sangat banyaknya harta dan anak, laksana hujan yang
tanam-tanamannya mengagumkan para petani,
teguh keimanannya dan sempurna ke- kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu
benarannya, karena tidak ada perkataan lihat w arnanya kuning kemu di an menj adi hancur.
yang lebih benar dari tauhid dan peng-
akuan terhadap risalah dan kerasulan Dan di akhirat (nanti) ada adzab yang keras
para rasul. Orang-orang shiddiiq ke-
dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya.
dudukan mereka adalah setelah para nabi.
Para syuhada' kedudukan mereka adalah Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah
setelah orang-orang shiddiiq. Orang- kesenangan yang menipu. Berlomba-lombalah
orang saleh kedudukan mereka adalah kamu kepada (mendapatkan) ampunan dari
setelah syuhada'. Mereka semuanya mem- Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit
perolah ganjaran yang agung di sisi Tuhan dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang
mereka, dan mereka adalah orang-orang
yang selamat pada hari hisab dan orang-
orang yang kekal dalam surga yang penuh
kenikmatan dan kesenangan.
5. Orang-orang yang kafir kepada Allah SWT
dan rasul-rasul-Nya, mendustakan para
beriman kepada Allah dan rasul-rasul-Nya. ltulah (:i ,Wb sesungguhnYa dunia Yang
karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang
dikehendaki-Nya. Dan Allah mempunyai karunia telah membuat kalian kagum serta dalam hal
y ang b es ar." (al-Hadiid: 20-21)
kefanaan dan kesirnaannya adalah seumpama
l'ruab
hujan. {i( .,At ;;iy yang mengagumkan para
4* kY Huruf kaf di sini berkedudukan
rafa' karena bisa sebagai sifat untuk kata petani tanam-tanamannya yang tumbuh dari
45*. ie:b Atau bisa sebagai khabar kedua air hujan. €4 ilh kemudian tanam-tanaman
(i+r). itu layu dan kering setelah sebelumnya hijau
$,r'.,iti ,t7at ;1r W';y kata $*F\ iaarr dan segar.
majruur berkedudukan rafa' karena menjadi {utui} hancur karena kering. ztit A:Y
(#i)khabar dari mubtada',yaitu {t.t:, )ti dan di akhirat ada adzab yang keras
Sedangkan
bagi orang yang lebih memprioritaskan, lebih
jumlahatau susunan kalimat ini berkedudukan
memilih dan lebih menyukai dunia daripada
jarr karena menjadi sifat untuk kata {41;;y.
akhirat. 43tny nt ,) i';;;'t$ dan ada maghfirah
Balaaghah
dari Allah SWT dan keridhaan-Nya bagi orang
4t';:; t'i d';';,, .sfit -#i * ,y.sy dalam
yang lebih menyukai akhirat daripada dunia.
kalimat ini terdapat tasybiih tamtsiiliy karena
wajhusy syabahnya (titik persamaannyal di- Ini menggugah perasaan untuk anti-teng-
ambil dari beberapa hal. gelam dalam buaian dunia, serta stimulasi
4:* il r-i.r) dalam kalimat ini terdapat untuk menggugah rangsangan dan semangat
iistilah majaz mursal, dengan 'alaaqah mu' beramal untuk akhirat. Lo ! (ir itiir u;)
sabbabiyyah (menyebutkan akibat, namun (rllr kesenangan dan bersenang-senang di
yang dimaksudkan adalah sebab). Yakni, i/aa dunia tidak lain hanyalah kesenangan dan
sababi maghfiratin, (kepada sesuatu yang kenikmatan tipuan bagi penikmatdan penggila
menjadi sebab memperoleh maghfirah). dunia dan melupakan akhirat.
Mufradaat LuShawlyyah (rJ,.rI bersegera, berpacu dan bergegaslah
{5} sesuatu yang tiada mengandung kalian seperti bersegera dan berpacunya
faedah. {liri} sesuatu yang melalaikan ma-
orang-orang yang ikut dalam suatu kompetisi
nusia dari hal-hal yang penting dan berguna
dan perlombaan. (i(l ; ::+ l) menuju te-
baginya. 4L:ib penghiasan atau sesuatu yang
digunakan untuk berhias (perhiasan) seperti pada hal yang mendatangkan maghfirah dari
kedudukan dan jabatan tinggi, kendaraan yang
Tuhan kalian. $,r.,$t; or.1)t ;1< '$'; u;t$ dan
mewah, rumah yang megah dan pakaian yang
kepada hal-hal yang bisa membawa kepada
mewah. (';*tY saling menyombongkan dan
surga yang lebarnya adalah selebar langit dan
membanggakan diri dengan gelaq, kejayaan,
kehormatan, dan nasab. (iKil| saling bersaing, bumi. fika ukuran lebarnya adalah seperti itu,
bayangkan bagaimana dengan ukuran pan-
berkompetisi dan saling berbangga-banggaan
jangnya? 4*); i't, Gl i.y.;Liy oi sini ter-
dengan banyaknya harta dan anak.
kandung dalil bahwa surga adalah makhluk
bahwa iman semata sudah cukup untuk bisa
iberhak mendapatkan surga. y.i.it ,F 4tY
{,uri apa yang dijanjikan itu berupa surga dan
maghfirah adalah karunia Allah SWT yang Dia
bermurah hati mengkaruniakannya kepada
siapa yang Dia kehendaki dari para hamba-
Nya tanpa ada wajib dan harus, karena itu
*Iil*1l;SYIIllj-'i? 11 . .""- "+r 'd******\ surahahHadrrd
adalah karunia bukan kewajiban. .p.iir ,i nr;y "Dijadikan terasa indah dalam pandangan
manusia cinta terhadap apa yang diinginkan,
4,-g;jr dan Allah SWT Mahaluas karunia-Nya,
maka bukan merupakan hal yang terlalu jauh berupa perempuan-perempuan, anak-anak,
bagi-Nya untuk bermurah hati memberikan harta benda yang bertumpuk dalam bentuk
karunia dan anugerah seperti itu.
emas dan perok, kuda pilihan, hewan ternak
Persesualan Ayat dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup
Setelah menjelaskan kondisi dua golongan, di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali
yang baik." (Ali'Imraan: 14)
yaitu golongan orang-orang Mukmin dan
Ini menunjukkan sebuah pengertian
golongan orang-orang kafir di akhirat, di sini
Allah SWT mengiringinya dengan ayat yang bahwa dunia adalah remeh. Kemudian, Allah
menunjukkan peremehan urusan-urusan du-
niawi dan kesempurnaan keadaan akhirat. SWT menyerupakan dunia dalam hal cepat
Karena dunia adalah minim kemanfaatan dan sirna dan hilang di samping minim manfaat
cepat sirna, sementara kenikmatan akhirat dan guna, dengan tumbuh-tumbuhan yang
sempurna lagi kekal. Sudah tidak disangsikan ditumbuhkan oleh air hujan hingga tumbuh
lagi bahwa sesuatu yang lebih kekal tentu
besar dan dewasa, kemudian setelah itu hilang
lebih unggul dan utama daripada sesuatu yang dan sirna,
bersifat temporal dan sementara. Oleh karena
"Seperti hujan yang tanam-tanamannya
itu, Allah SWT menyambungnya dengan mengagumkan pqra petani, kemudian (ta-
dorongan dan rangsangan untuk bersemangat naman) itu menjadi kering dan kamu lihat
melakukan apa yang bisa membawa kepada
warnanya kuning kemudian menjadi hancur."
maghfirah Allah SWT dan ridha-Nya serta (al-Hadiid:20)
keberuntungan menggapai kenikmatan dan
Sesungguhnya dunia adalah seumpama
kesenangan yang abadi.
air hujan yang menumbuhkan tanam-tanaman
Tafsir dan PenJelasan
yang mengagumkan para petani, kemudian
"Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan
tanam-tanaman itu layu dan mengering se-
dunia itu hanyalah permainan dan senda
telah sebelumnya segar dan hijau, kemudian
gurauon, perhiasan dan saling berbangga di
antora kamu serta berlomba dalam kekayaan setelah kering, tanam-tanaman itu menjadi
dan anak keturunan." (al-Hadiid: 20)
remuk dan hancur diterpa embusan angin.
Ketahuilah wahai manusia semuanya bah-
wa sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah fata 4;riiir| di sini maksudnya adalah para
permainan semata, hiburan yang dinikmati
hanya sesaat saja kemudian langsung selesai petani karena mereka menutup benih dengan
dan hilang, perhiasan yang digunakan untuk tanah dari kata kafara yakfuru al-Badzra bi at-
berhias secara sementara saja, kebanggaan Turaab (menutup benih dengan tanah).
yang dibangga-banggakan oleh sebagian dari
Di antara ayat yang serupa adalah,
kalian terhadap sebagian yang lain dengan
"Sesungguhnya perumpamaan kehidupan
banyaknya harta dan anak. Hal ini sebagaimana duniawi itu hanya seperti air (hujan) yang Kami
firman Allah SWT dalam ayat, turunkan dari langit,lalu tumbuhlah tanaman-
tanaman bumi dengan subur (karena air itu),
di antaranya ada yang dimakan manusia dan
hewan ternak. Hingga apabila bumi itu telah
sempurna keindahannya, dan berhias, dan pe-
miliknya mengira bahwa mereka pasti me-
'' f 353-#.**"---*hi. ThFSIRAL-MUNIR,IIID 14
",t{'
nguasainya (memetik hasilnya), datanglah ke' tujuan untuk menjadikannya sebagai sarana
padanya adzab Kami pada waktu malam atau
siang,lalu Kami jadikan (tanaman)nya seperti -dan alat menggapai akhirat, dunia itu baginya
tanaman yang sudah disabit, seakan-akan be-
berubah menjadi kesenangan dan bekal yang
lum pernah tumbuh kemarin. Demikianlah mencukupi untuk menggapai apa yang jauh
Kami menjelaskan tanda-tanda (kekuasaan
lebih baik dari itu.
Kami) kepada orang yang berpikir." fYuunus:
24) Ibnu farir meriwayatkan sebuah kete-
Kemudian, Allah SWT memperingatkan rangan yang juga terdapat dalam sebuah ha-
dits shahih dari Abu Hurairah r.a., ia berkata,
terhadap perkara dunia dan merangsang
Rasulullah saw bersabda,
ketertarikan kepada kebaikan yang ada di
dunia ini untuk persiapan bekal akhirat, t,Vci t;'-tt ,1. pt € r- U;
"Dan di akhirat (nanti) ada adzab yang .4,ti' L* iLq;irr i6ir cifu yj;r
keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan' "sebuah temPat cemeti di surga (tempat
Nya. Dan kehidupan dunia tidak lain hanyalah
kesenangan yang palsu." (al-Hadiid: 20) terendah dan paling kecil dalam surga) adalah
Dalam kehidupan akhirat yang akan lebih baik dari dunia seisinya. Bacalah ayat,
datang hanya ada dua hal, adakalanya adzab 'Kehidupan dunia tidak lain hanyalah kesenangan
yang keras bagi para musuh Allah SWT, dan
yang menipu."'
adakalanya maghfirah dan keridhaan dari
Allah SWT bagi para kekasih-Nya dan orang- Tambahan bagian akhir hadits di atas
orang yang taat kepada-Nya. Kehidupan dunia hanya terdapat dalam riwayat bin farir saja.
tidak lain hanyalah semata-mata kesenangan
yang dinikmati, dan tipuan belaka bagi orang Bukhari dan Ahmad meriwayatkan dari
yang tepedaya dan terbuai oleh dunia serta
tidak beramal untuk akhiratnya, hingga dunia Abdullah bin Mas'ud r., ia berkata, "Rasulullah
itu akhirnya membuat dirinya kagum dan saw. bersabda,
terpesona serta memiliki keyakinan bahwa )\1ti ,# I'V :z €fi ;1 -vt i;jt
tidak ada negeri kehidupan selain dunia ini dan etb
tidak ada tempat kembali setelah kehidupan
dunia ini. Padahal dunia adalah sangat remeh, "sungguh surga lebih dekat kepada ,oUf,
kecil, dan sedikit dibandingkan dengan negeri seorang dari kalian daripada tali sendalnya, dan
akhirat. neraka juga seperti itu pula."
Sa'id bin fubair menjelaskan, dunia adalah Ini menunjukkan kebaikan dan keburukan
kesenangan tipuan ketika dunia itu melalaikan
anda dari mencari akhirat. Adapun jika dunia sama-sama dekat kepada manusia.
bisa mendorong anda untuk mencari ridha
Allah SWT dan pertemuan dengan-Nya, dunia Ketika menjelaskan apa yang ada di
itu menjadi sebaik-baikkesenangan dan sebaik- akhirat berupa maghfirah, Allah SWT pun
baik media dan sarana. Ini menunjukkan bah-
wa barangsiapa yang mencari dunia dengan memerintahkan supaya saling berkompetisi
untuk meraihnya. Artinya, sesungguhnya Allah
SWT mendorong dan memotivasi untuk ber-
segera kepada kebaikan-kebaikan, berkom-
petisi meraih maghfirah dan surga, dengan
mengerjakan amal-amal ketaatan dan me-
ninggalkan hal-hal yang diharamkan, yang itu
-**llll.f* M'"'l,[*P.,1.1. *n***{f,,,,,,,,,.,.,...."..\-r, 3s+*b.l,r*,* ..,......,..,....-.....- ,,,,,,,.,,.,,.,...,.,.,...... "].'"n """111*
bisa menghapus dosa-dosa dan kesalahan- :p-;t, *ijr ,-7;rnu, ,lrrlu; r;'ar $i
kesalahan serta menghasilkan pahala dan t:s 'ok:rjri s!rr! 6j
:)v,*t'-j.ir
derajat,
"Berlomba-lombalah kamu untuk menda- ,3";l \i r;";;"i }; t:s oj4i
patkan ampunan dari Tuhanmu dan surga yang i;,;Ji ie ,q oi :'4,
luasnya seluas langit dan bumi,yang disediakan il
bagi orang-orang yang beriman kepada Allah ,€y'Bs, & t;i'.J..;ie'Jstilli-Yo- i €ri1
dan rasul-rasul-Nya." fal-Hadiid: 2 1)
(, J:" U U.il .(,1 'o& y,
Bersegeralah kalian sebagaimana orang-
orang mengikuti perlombaan yang sedang ,f ;;lti*; ot)4t 3# ,{*
berpacu, dengan ama-amal saleh, menuju
a"n; :lW -rii .tu ,c-/,,,\;t I zz U;
kepada hal-hal yang bisa mendatangkan
maghfirah bagi kalian dari Tuhan kalian. ti>A,
Bersegeralah kalian kepada pertobatan yang tri,tr ,rl;t t; Stlit ;;i utr;1'* tS*
bisa menghapus dosa-dosa dan kemaksiatan, :i i' J;t ,t!tJ", +iFcr 1. I o.
't \' Jln t'o
dan kepada hal-hal yang bisa membawa "
'BE
kepada surga yang lebarnya seperti lebarnya (iq",,
langit dan bumi. fika itu adalah ukuran lebar
surga, bisakah kamu membayangkan berapa "Bahwasanya orang-orang fakir dari kaum
ukuran panjangnya?
Muhajirin datang menghadap kepada Rasulullah
Itu adalah surga yang dipersiapkan dan saw. dan berkata, 'Wahai Rasulullah, orang-orang
diciptakan untuk orang-orang yang beriman kaya pergi dengan memperoleh derajat yang
kepada Allah SWT dan rasul-rasul-Nya, me- tinggi dan kenikmatan surga yang abadi.' Lalu
Rasulullah saw. bertanya, 'Apa maksudnya itu?'
ngerjakan apa-apa yang diwajibkan Allah SWT Mereka menjawab, 'Mereka shalat sama seperti
atas mereka dan menjauhi larangan-larangan- kami, mereka puasa sama seperti kami, sementara
mereka bisa bersedekah sedangkan kami tidak
Nya.
bisa, mereka bisa memerdekakan budak sedangkan
Selanjutnya, Allah SWT menjelaskan bah-
kami tidak bisa.' Lalu Rasulullah saw. berkata,
wa maghfirah dan surga itu adalah karunia 'Maukah kalian aku ajari sesuatu yang membuat
kalian bisa menyusul orang yang mendahului
dan rahmat dari-Nya, bukan kewajiban dan kalian dan membuat kalian bisa mendahului dan
mengungguli orang yang datang setelah kalian,
keharusan bagi-Nya,
dan tidak ada seseorangyangbisalebih utama dari
"ltulah karunia Allah, yang diberikan ke- kalian kecuali orang yang mengerjakan seperti apa
pada siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah mem- yang kalian kerjakan?' Mereka menjawab, 'Ya,
punyai karunia yang besqr." (al-Hadiid: 21) kami b er s e dia Wahai Rasulullah.' Lalu Rasulullah
Sesungguhnya balasan yang dijanjikan saw. bersabda,'Bacalah tasbih, takbir dan tahmid
sebanyak tiga puluh tiga kali setiap habis shalat.'
itu, yaitu surga dan maghfirah, adalah semata-
Kemudian setelah itu, mereka kembali lagi dan
mata karunia dan rahmat dari Allah, bukan berkata,'Wahai Rasulullah, saudara-saudara
kami yangkaya mendengar tentang apa yangkami
sebagai sebuah kewajiban bagi-Nya. kerjakan itu, lalu mereka pun mengerjakan hal
Dalam sebuah hadits shahih disebutkan,
i;'r.-3) cdil i- :tjv u.-.*(Jll e. t'?r oi
ol
yang sama: Lalu Rasulullah saw. bersabda dengan TATSIRAL-MUNIR IILID
menyitir ayat, $irf. oa ita1i- J5 A.tY (itu adalah dan tumbuh sumbur dengan banyaknya
air hujan. Kemudian, tidak lama setelah
karunia Allah SWT, diberikan-Nya kepada siapa
yang Dia kehendaki)."' itu berubah menjadi layu, kering, dan
Flqlh Kehldupan atau Hukum-Hukum remuk seakan-akan tidak pernah ada
sebelumnya. Penyerupaan dan peng-
L. Sesungguhnya maksud yang utama dan umpamaan yang sama juga disebutkan
pokok dari ayat ini adalah menegaskan dalam surah Yuunus,
akan hinanya dunia dan agungnya ke- "sesungguhnya perumpamaan kehi'
adaan akhirat. Oleh karena itu, Allah SWT
mendeskripsikan dunia dengan lima sifat dupan duniawi itu hanya seperti air (hu'
jan) yang Kami turunkan dari langit, lalu
atau spesifikasi. tumbuhlah tanaman-tanaman bumi de-
ngan subur (karena air itu), di antaranya
Pertoma, dunia adalah permainan, ini ada yang dimakan manusia dan hewan
adalah tipikal anak-anak yang suka sekali
bermain hingga capek dan menguras te- ternak. Hingga apabila bumi itu telah
naga mereka sedemikian rupa, kemudian sempurna keindahannya, dan berhias,
hal itu berakhir tanpa ada faedah dan te-
naga mereka terbuang sia-sia. dan pemiliknya mengira bahwa mereka
pasti menguasainya (memetik hasilnya),
Kedua, dunia adalah hiburan dan hura- datanglah kepadanya adzab Kami pada
waktu malam atau siang,lalu Kamiiadikan
hura belaka, ini adalah tipikal anak-anak (tan am an) ny a s e p e rti tq n aman y ang su d ah
muda, yang biasanya tidak menyisakan
disabit, seakan-akan belum pernah tumbuh
sesuatu melainkan penyesalan.
kemarin. Demikianlah Kami menielaskan
Ketiga, dunia adalah Perhiasan, ini tanda-tanda (kekuasaan Kami) kepada
adalah tipikal kaum perempuan, yang orang yqng berpikir." (Yuunus: 24)
tujuan utamanya adalah menutupi ke-
Dan surah al-Kahfl
kurangan. "Dan buatkanlah untuk mereka (ma-
Keempat, saling membangga-bangga- nusia) perumpqmaan kehidupan dunia
ini, ibarat air (hujan) yang Kami turunkan
kan diri dengan hal-hal yang fana, ada- dari langit, sehingga menyuburkan tum-
buh-tumbuhan di bumi, kemudian (tum-
kalanya dengan nasab, kemampuan dan
buh-tumbuhan) itu menjadi kering yang
potensi materil, kekuatan fisik memiliki
banyak pengikut dan bawahan, atau diterbangkan oleh angin. Dan Allah Maha'
kuasa atos segala sesuatu." (al'Kahf: 45)
dengan kedudukan dan jabatan, semua itu
adalah fana dan pasti akan sirna. Kemudian, Allah SWT menjelaskan
Kelima, dunia adalah tempat untuk gambaran akhirat. Manusia di akhirat
saling bersaing dalam banyaknya harta
entah ia akan menuju ke adzab yang keras
dan anak.
Kemudian, Allah SWT menYeruPakan dan kekal bagi para musuh Allah SWT
atau menuju kepada maghfirah dan ridha
dunia yang keindahannya bersifat cepat
lenyap, berakhir dan sirna, dengan ta- dari Allah SWT bagi para kekasih-Nya dan
naman yang membuat kagum orang- orang-orang yang taat kepada-Nya. Ini
orang yang melihatnya karena hijau, sega4 adalah seagung-agungnya derajat pahala.
-
TAFSTRAL-MUNrR JrrrD 14
Kemudian, untuk mempertegas hal- MUSIBAH YANG BERHUBUNGAN DENGAN
hal di atas, Allah SWT menutup ayat de- QADHA DAN qADAR, DAI{ KEBURUKAN
YANG DII.AKUKAN OLEH ORANG.ORANG
ngan pernyataan bahwa kehidupan dunia YANG KIKIR AKAN KEMBALI KEPADA DIRI
hanyalah semata-mata kesenangan yang MEREKA SENDIRI
menipu dan membuai orang-orang yang
begitu mementingkan dan mendewakan Surah al-Hadlld Ayat 22 - 24
dunia. Mereka adalah orang-orang kafir.
Adapun orang-orang Mukmin, dunia bagi * 4eln u*s,yi t o *t#'u 4V\ U
mereka adalah bekal yang mencukupi v"],-3A,A\S\'yHals'5'vy \&cwV"tai+i+$u:,.#6u
mereka untuk menghantar mereka sampai ffiWdCl'"JL$ft\v"p)\Q
ke surga. Jg As|pU d(tr <;*V <;j*i" <jJ\
2. fika demikian adanya tipikal dunia dan l;$t:iitii')tt{:Y
keadaan akhirat, sudah semestinya ma- "setiap bencana yorg *rni)pa di bumi dan
nusia harus beramal untuk akhirat. Oleh
yang menimpa dirimu sendiri, semuanya telah
karena itu, Allah SWT memerintahkan tertulis dalam Kitab sebelum Kami mewujud-
agar bergegas dan bersegera menger- kannya. Sungguh, yang demikian itu mudah bagi
Allah. Agar kamu tidak bersedih hati terhadap
jakan amal-amal saleh yang mendatang- apa yangluput dari kamu, dan tidak pula terlalu
kan maghfirah bagi mereka dari Tuhan
mereka, menempatkan mereka di taman- gembira terhadap apa yang diberikan-Nya
taman surgawi yang mengalir di bawah- kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap
nya sungai-sungai serta menempatkan orang yang sombong dan membanggakan diri,
y ait u o r an g- o r ang y ang kikir d an m e ny ur uh o r ang
mereka di surga yang luasnya seperti lain berbuat kikir. Barangsiapa berpaling (dan
perintah-perintah Allah), maka sesungguhnya
luas langit dan bumi seandainya ke- Allah, D i a M ah ak ay a, Mah a Te rp uj i." (tl-Hadiid:
22-24)
duanya digabungkan. Surga itu diciptakan
Qlraa'aat
dan disiapkan untuk orang-orang yang (F6T}:
membenarkan, memercayai, dan meng- Abu Amr membaca lrsuEl;.
imani wujud Allah SWT, keesaan-Nya dan {, ir.jlr.,.&:
rasul-rasul-Nya. Hamzah dan al-Kisa'i membaca (J4!).
Hal ini mengandung stimulasi yang {{+, 4t t;'it';$\:
menguatkan pengharapan, sekaligus me- Nafi' dan bin Amir membaca $ir nr ol)
ngandung dalil bahwa surga telah dicipta- 1i;jr.
kan dan sudah siap. Akan tetapi, surga
tidak bisa diraih dan dimasuki melainkan
dengan rahmat dan karunia Allah SWT.
Dia adalah Mahaluas lagi Maha melimpah
karunia-Nya. Yang dimaksudkan dengan
kalimat ini adalah menggarisbawahi ten-
tangagungnya keadaan surga. Karena Dzat
Yang memiliki karunia yang agung, ketika
Dia menganugerahkan suatu pemberian
yang karenanya Dia dipuji, pastilah pem-
berian dan anugerah itu adalah agung dan
besar.
,','r.t,,trsl'n.t-'i,
l'raab SWT Mahakaya, tiada butuh sedikit pun ke-
padanya dan kepada infaknya). Dhamir huwa
l*i #. :Y e il c. *Gi r:Y
if!dalam ayat ini 4/ nr adalah dhamir fashl.
{r;f/ ol.p y' kata berkedudukan
(;4,!.,i'C"}")bi'isea Mufrcdaat LuEhawfuah
sebagai i'raab iat sebagai sifat untuk kata
4#Y secara etimologi kata ini berarti
4#Y.Dilihat dari sisi bentuk redaksional
kata ini, yakni kaa'inatin fil ardhi. Atau bisa setiap sesuatu yang menimpa seseorang baik
berkedudukan sebagai i'raab rafa', sebagai itu berupa kebaikan atau keburukan. Sedang-
kan secara istilah atau penggunaan, kata ini
sifat untuk kata yang sama, yaitu mushiibatin hanya digunakan khusus untuk arti keburukan
namun dilihat dari sisi posisi atau kedudukan yang menimpa seseorang, {r}{r ;} di bumi
i'raabnya karena kedudukan i'raab kata mu- seperti kekeringan, paceklik dan serangan
shiibatin adalah rafa' meniadi faa'il, sedang- penyakit pada tanaman. {,fj,i ; i;} dan tidak
kan huruf jarr min di sini adalah zao'idah. pula pada diri kalian sendiri, seperti tubuh
sakit, kehilangan anak dan lain sebagainya.
Berdasarkan kedua versi i'raab ini, di dalam
{yY e'il} Lauh Mahfuzh. 4\;i'} ri E ;Ysebelum
kata fil ardhi yang berposisi sebagai sifat ter-
Kami menciptakannya.
kandung dhamir yang kembali kepada kata
(U i, * rtt i1| sesungguhnya penetapan
yang disifati, yaitu mushiibatin.
hal itu dalam Kitabullah adalah mudah karena
Ada versi i'raab yang ketiga, yaitu nashab Dia tidak sedikit pun perlu menghitung dan
tidak pula memerlukan waktu. {,Fij v;<} su-
atas dasar pertimbangan kata tersebut, yaitu paya kalian tidak bersedih hati dan berduka
fil ardhi berta'alluq dengan kata (.rt-i) atau cita. (,:3i \: ,*b lepas dari tangan kalian ke-
(q,-,F. I ika Uerdasarkan v ersi i' raab ini, maka di senangan dan kenikmatan-kenikmatan dunia'
dalam kata tersebut tidak terkandung dhamir. {.t[r l tr'i7'tY dan supaya kalian tidakterlalu
Kata (.rur g 'ilh berkedudukan i'raab bergembira dan bersuka cita hingga lupa diri
dan sombong. Akan tetapi yang mesti terjadi
nashab sebagai haal. Yakni illaa maktuuban. adalah bergembira dan suka cita syukur atas
nikmat yang telah Allah SWT berikan kepada
Dhamir ha'yangterdapat pada kalimat, {6ii} kalian. Karena barangsiapa yang mengetahui
dan menyadari bahwa semuanya telah di-
kembali kepada kata an-Nafs, atau al-Ardhi, takdirkan dan digariskan, semuanya akan
atalumushiibah. terasa ringan baginya. (+{ .irri) Allah SWT
(';t r{),n'il (r;i;y dibaca nashabdengan, tidak menyukai, maksudnya adalah Allah SWT
kaf bukan dengan an yang diasumsikan ke- akan memberi hukuman. {,tr,*, ;5} setiap
beradaannya setelah kata kar. Karena huruf orang yang lupa diri dan sombong dengan
Iam di sini adalah hurufTarr dan huruf lam ini
apa yang telah diberikan kepadanya. {r1-*;}
masuk kepada kata kai, sehingga kata kai ini
lagi membangga-banggakan diri terhadap
tidak bisa dijadikan sebagai hurufiarr karena
orang lain dengan harta yang dimilikinya atau
huruf jarr tidak bisa masuk kepada sesama
kedudukan dan kehormatan yang didapatnya'
hurufjarr.
4:'k rir! orang-orang yang bakhil dan
41'l* ,,jr) kata ini berkedudukan se-
kikir dengan tidak mau menunaikan apa
bagai badal dari kalimat 41* J,i,;,).5y atau
sebagai mubtada' yang khabarnya dibuang
yang keberadaannya telah ditunjukkan oleh
kalimat setelahnya, yaitu $!r ,;'ir U';'$ U;b
{+t!' Karena maknanya adalah wa man yu'rid
'anil infaaqi fa innallaaha Ghaniyyun 'anhu wa
'an infaaqihi (barangsiapa yang berpaling dan
enggan berinfak, maka sesungguhnya Allah
yang menjadi {k;e+wlaji'bua}nt mereka untuk me- tika nikmat datang. Kemudian, Allah SWT
nunaikannya uir,'ry dan menyu- menginformasikan bahwa Dia akan meng-
ruh orang-orang berbuat kiki6, menyuruh hukum orang-orang yang sombong, dan mem-
orang-orang untuk tidak usah menunaikan banggakan diri yang bersikap kikir dengan
tidak mau menunaikan apa yang menjadi
apa yang menjadi kewajiban mereka untuk
kewajiban mereka secara syara', bahkan me-
menunaikannya. Bagi mereka itu ada an- reka juga menyuruh dan mengajak orang lain
berbuat hal yang sama. Mereka sejatinya tidak
caman hukuman yang sangat keras. 4}; ;rb melakukan kejahatan melainkan terhadap diri
mereka sendiri.
barangsiapa yang berpaling atau enggan me-
Tafsir dan Penjelasan
{neun' aik'ran.tarp"a$yamngakmaesnejsaudnigkgeuwhanjiybaanAnlylaah.
"Setiap bencana yang menimpa di bumi
SWT Mahakaya [tiada butuh apa pun) dari
dan yang menimpa dirimu sendiri, semuqnya
selain-Nya. {++,} lagi Maha Terpuji, sikap telah tertulis dalam Kitab sebelum Kami me-
w uj udkannya." (al-Had iid= 22)
berpaling dari bersyukur kepada-Nya tiada
Tiada suatu musibah di dunia ini me-
akan sedikit pun merugikan-Nya dan tiada lainkan sudah tertulis di sisi Allah SWT.
sedikit pun mendatangkan mudharat bagi- Musibah yang terjadi adalah sesuai dengan
Nya. Begitu pula pendekatan diri kepada- qadha qadar; baik itu adalah musibah di
Nya dengan sesuatu dari nikmat-nikmat- bumi (tanah) seperti kekeringan, paceklik,
Nya juga tiada mendatangkan keuntungan kekurangan tumbuh-tumbuhan, rusaknya ta-
naman pertanian dan ladang fgagal panen),
dan kemanfaatan sedikit pun bagi-Nya. Di kekurangan hasil pertanian, merosotnya hasil
ladang melonjaknya harga-harga kebutuhan,
sini terkandung ancaman dan intimidasi, dan merebaknya kelaparan, maupun musibah
seperti penyakit, kemiskinan, sulitnya kondisi
sekaligus memberikan sebuah pengertian
ekonomi, kehidupan yang sulit, kehilangan
dan kesadaran bahwa perintah berinfak anak, ditegakkannya hukuman hadd, semua
itu telah tertulis dan tergariskan dalam Lauh
adalah untuk kemaslahatan, kepentingan, dan
M ahfuzh sebelum diciptakannya makhluk.
kebaikan orang yang berinfak itu sendiri.
Ary'\a.'tYd.".u;i; ;iLi;F yang paling baikdhamir
Persesuaian Ayat
ha'di sini adalah kembali kepada makhlukatau
Setelah Allah SWT menjelaskan bahwa makhluk hidup, berdasarkan redaksi kalimat
yang menunjukkan hal itu, sebagaimana yang
setiap apa yang ada di akhirat berupa dikatakan oleh Ibnu farir.
maghfirah dan surga adalah dari karunia, "Sungguh, yang demikian itu mudah bagi
Allah." (al-Hadiid: 22)
anugerah, dan rahmat-Nya, Allah SWT ingin
Sesungguhnya penetapan semua musibah
menerangkan bahwa setiap apa yang terjadi yang terjadi, telah ada dalam al-Kitab (Lauh
Mahfuzh) meskipun jumlahnya begitu banyak,
di dunia berupa berbagai musibah dan insiden
adalah terjadi dengan qadha dan qadar-Nya.
Hal ini bermaksud untuk menumbuhkan
dalam diri orang-orang Mukmin rasa ringan
dalam menghadapi musibah.
Kemudian, Allah SWT memperingatkan
dan mewanti-wanti untuk jangan bersikap
tenggelam dalam kesedihan dan duka cita
meratapi nikmat-nikmat dunia yang lepas
dari genggaman. fuga jangan sampai me-
nyombongkan dan membanggakan diri ke-
TAFSIRAL-MUNIR JILID 14
Allah mengetahui segala sesuatu sebelum se- kering dengan apa yang akan teriadi sampai
gala sesuatu itu ada, sangat mudah bagi Allah
SWT dan sama sekali tidak sulit, Karena Allah hqri Kiamat (yakni bahwa segala sesuatu telah
SWT Dialah Sang Khaliq Yang menciptakan
segala sesuatu, dan Dia adalah Yang paling tahu dituliskan dan digariskan)." Di sini, Rasulullah
tentang apa yang Dia ciptakan, Dia mengetahui
apa yang telah dan akan terjadi dan apa yang saw. tidak mengatakan, "sampQi selamQnya."
tidak teriadi, mengetahui apa yang telah dan
Imam Ahmad dan al-Hakim meriwayatkan
akan ada serta apa yang tidak ada. Dalam
dari Abu Hassan,
sebuah riwayat disebutkan, "BarQngsiapa me'
ngetahui dan memahami rahasia Allah SWT i;} t1i ir '{ui 'urG & r*; ,;;; i,1
LA"ol
pada qadar, maka terasa ringan baginya segala 19'n)1 *y,,si o,s W;r
musibah." Ayat ini diiadikan sebagai landasan eifut :dw^ , ..
. ,c , o a z- iatitj;l;t
dalil oleh para ulama bahwa Allah SWT
olTr sj"i1 ,5:lrt ,rt'-lrj
mengetahui segala sesuatu sebelum ia terjadi.
' '.o
Segala sesuatu, insiden, keiadian, dan mu-
sibah pada hakikatnya dinisbahkan kepada F14 etnr
ir &u<: .-
Allah SWT Yang menciptakan semuanya, '
z t , .'. u<; \; I
bukan kepada siapa pun dari manusia. Adapun
'JA c.\
apa yang dikatakan berupa at-Tasyaa'um :tJ*1 W n< t , ;K
atau ath-Thiyaarah [sesuatu yang dijadikan o t^|
sebagai pertanda buruk atau kesialan) pada iK J-,{i^tiJr J^i
perempuan, hewan kendaraan, dan rumah,
€\t q)'!t.€#;i;tf";' ,-1rt.tt'J, i/.'t'-,1Jr, ,J ;*. ipr' :t *1 ,'o;A
maka itu hanyalah menurut kebiasaan manusia, :
,t.t*i (y :Li'j
persepsi, asumsi, khayalan, dan ucapan mereka
u\t;t Ji[:Y €';t#i
belaka, bukan kenyataan yang sebenarnya.
Demikian pula dengan sihic al-Ain (suatu "Bahwasanya ada dua orang laki-laki
gangguan yang dialami seseorang karena
menemui Ai sy ah r. a., lalu b erkata,'S esungguhny a
pandangan mata) dan pembunuhan, semuanya
terjadi karena pengaruh dan efek Allah SWX, Abu Hurairah r.a. menceritakan bahwasanya
karena hanya Dia-lah Dzat Yang memiliki efek
dan Yang Maha berbuat Yang hakiki. Adapun Rasulullah saw. pernah bersabda,'Sesungguhnya
perbuatan manusia, maka itu hanya semata- ath-Thiyarah (pertanda sial) tidak lain adalah
mata sesuatu atau sebab secara lahiriah saja p ada p erempuan, binatang kendaraan, dan rumah.'
bukan secara hakiki, sehingga suatu keiadian
dinisbahkan kepada manusia hanya secara Lalu Aisyah r.a. berkata, 'Demi Dzat Yang telah
menurunkan Al-Qur'an kepada Abu Al-Qasim
zahirnya saja bukan secara hakikat. saw., sungguh bukan seperti itu beliau bersabda,
tetapi yang benar adalah beliau bersabda, 'Dulu,
Di sini, musibah disebutkan hanya dalam
orang- orang lahiliyyah mengatakan, b ahwasany a
konteks musibah yang terjadi pada bumi
[tanah) dan diri atau iiwa saja, karena musibah ath-Thiyarah adalah pada perempuan, binatang
yang terjadi memang hanya terbatas pada
kendaraan dan rumah.' Kemudian Aisyah .r.a.
keadaan dunia. Oleh karena itu, Rasulullah saw
dalam sebuah hadits bersabda, "Pena telah membaca ayat ini, '54;i; ni 1 ;;ttt ,f '/ i +wl;\
4:5 eiYsamPai akhir aYat)"
'Agar kamu tidak bersedih hati terhadap
qpa yang luput dari kamu, dan tidak pula
terlalu gembira terhadap apa yqng diberikan'
Nya kepadamu." (al-Hadiid: 23)
Kami mengabarkan dan menginformasi-
kan hal itu kepada kalian agar kalian tidak
bersedih dan berduka cita meratapi dan
menyesali kenikmatan dan kesenangan di bira, sedih, dan marah. Akan tetapi, larangan
dunia yang gagal kalian peroleh. fuga agar yang ada adalah ditujukan kepada hal-hal yang
kalian tidak terlalu bergembira hingga lupa melatarbelakangi kemarahan tersebut dan
diri dengan apa yang datang kepada kalian. kepada sebab-sebab, atau hal-hal yang tercela
yang muncul dari kegembiraan dan kesedihan,
Maka dari itu, janganlah kalian bersedih yaitu sikap tidak mengapresiasi nikmat, meng-
hati dan berduka cita meratapi dan menyesali
ufurinya, dan tidak mensyukurinya, marah
apa yang lepas dari tangan kalian, karena
dan jengkel terhadap qadha dan qadar serta
sesuatu yang sudah ditakdirkan dan digaris- mengeluh, menggerutu, dan tidak sabar atas
kan, maka pasti terjadi. Begitu juga, janganlah apa yang terjadi.
kalian terlalu bergembira dengan apa yang
datang kepada kalian atau dengan apa yang Oleh karena orang yang sombong, ber-
Allah SWT berikan kepada kalian. Yakni, mulut besa[ dan membanggakan diri mayo-
janganlah kalian menyombongkan dan mem- ritas dari mereka adalah bakhil karena ia tidak
banggakan diri terhadap oranglain dengan apa melihat orang lain memiliki hak atas dirinya
yang dikaruniakan Allah SWT kepada kalian, yang wajib ia tunaikan, selanjutnya Allah SWT
karena semua itu adalah dari qadar Allah SWT menjelaskan sifat bakhil pada diri orang yang
dan rezeki-Nya kepada kalian. Oleh karena itu, seperti itu,
dalam lanjutan ayat, Allah SWT berfirman,
"Yaitu orang-orang yang kikir dan me-
"Dan Allah tidak menyukai setiap orang
yang sombong dan membanggakan diri." (al- nyuruh orang lain berbuat kikir. Barangsiapa
Hadiid:23) berpaling (dari perintah-perintah Allah), maka
Sesungguhnya Allah SWT akan meng- sesungguhnya Allah, Dia Mahakaya, Maha
hukum setiap orang yang sombong dan mem- TerpujL" (al-Hadiid: 24)
banggakan diri terhadap orang lain dengan Sesungguhnya orang-orang yang me-
nyombongkan diri, merasa paling besar dari
harta atau kedudukannya. orang lain dan membangga-banggakan diri,
mereka itu adalah orang-orang yang biasa-
Dari sini dapat diketahui bahwa kesedihan nya kikir dan bakhil dengan harta kekayaan
yang tercela adalah kesedihan yang tidak mereka. Mereka pun enggan menunaikan hak
dibarengi dengan kesabaran serta kerelaan Allah SWT yang terdapat pada harta kekayaan
dan keridhaan dengan qadha dan qadar Allah
SWT. Sedangkan kegembiraan yang terlarang mereka itu, enggan memberikan bantuan
adalah bergembira hingga lupa diri yang kepada kaum fakir miskin dan kaum lemah.
Bahkan tidak hanya sebatas itu, mereka juga
mendorong seseorang melakukan perbuatan
melampaui batas dan melalaikannya dari rasa memerintahkan, mengajak dan memengaruhi
syukur. orang lain untuk bersikap seperti mereka,
Ikrimah menjelaskan, tiada seorang pun yaitu bakhil dan kikir dengan apa yang dimiliki.
melainkan ia merasakan salah satu dari dua Akan tetapi, barangsiapa yang berpaling dari
hal, yaitu bersedih atau bergembira. Akan te- berinfah dari perintah Allah SWT dan dari
tapi, jadikanlah kegembiraan itu dalam bentuk ketaatan kepada-Nya, sesungguhnya Allah
syukur dan kesedihan dalam bentuk sabar. SWT Mahakaya (tiada butuh apa pun) dari
dirinya,lagi Maha Terpuji di langit dan di bumi.
Larangan yang ada bukanlah larangan Sikapnya itu sekali-kali tidak akan sedikit pun
terhadap sesuatu yang menjadi bagian dari mendatangkan kemudharatan dan kerugian
tabiat dan sifat alamiah manusia seperti gem-
bagi Allah SWT dan sesungguhnya orang Kesedihan dan kegembiraan yang di-
bakhil tidak mendatangkan mudharat dan
kerugian melainkan terhadap dirinya sendiri, larang adalah kesedihan dan kegembiraan
seseorang yang melampaui batas hingga
sebagaimana perkataan Nabi Musa a.s. kepada melakukan hal-hal yang tidak boleh dilaku-
suatu kaum seperti yang tertera dalam ayat,
kan. Di atas telah disebutkan bahwasanya
"Jika kamu dan orang yang ada di bumi
kegembiraan dan kesenangan yang ter-
semuanya mengingkari (nikmat Allah), maka
sesungguhnya Allah Mahakaya, Maha Terpuiii' cela adalah kegembiraan yang menyebab-
(Ibraahiim: B)
kannya lupa diri, sombong, dan takabur
Flqlh Kehidupan atau Hukum-Hukum bahwa kesedihan yang terlarang adalah
Ayat-ayat di atas menunjukkan sejumlah kesedihan yang menyebabkan seseorang
hal seperti berikut, keluar dari bingkai kesabaran, kepasrahan
menerima ketetapan Allah SWT serta peng-
l. Segala apa yang ada dan terjadi di alam ini harapan pahala orang-orang yang sabar.
semuanya adalah dengan perintah Allah 3. Sesungguhnya Allah SWT sangat mem-
benci setiap orang yang takabur dengan
Sffi segala musibah sudah diketahuiAllah apa yang diberikan kepadanya dari hal
duniawi serta membanggakan diri kepada
SWT dan tertulis dalam Lauh Mahfuzh orang lain karenanya. Allah SWT tidak
sebelum diciptakan makhluk. Menulis, meridhai orang seperti itu dan akan meng-
menggariskan, dan mengetahui semua itu
hukumnya.
adalah sangat mudah bagi Allah SWT.
4. Sesungguhnya Allah SWT tidak menyukai
2. fika semua yang sudah tertulis dan di- orang-orang yang sombong, takabun dan
gariskan tidak bisa ditolak, hal ini tentu membangga-banggakan diri serta bakhil
dengan harta yang dimilikinya dengan
menumbuhkan pada diri manusia rasa tidak menunaikan apa yang telah di-
ringan menghadapi musibah, dan ke-
wajibkan Allah SWT atas mereka berupa
wajiban mereka tidak lain hanyalah me- berinfak di jalan-Nya dan bersedekah ke-
matuhi perintah. fanganlah mereka ber-
duka cita dan bersedih hati meratapi dan pada kaum fakir miskin, serta mereka
menyesali rezeki yang lepas dari geng-
gaman dan gagal mereka raih, dan jangan- menyuruh dan memengaruhi orang lain
lah pula mereka terlalu bergembira hingga untuk bersikap bakhil seperti mereka.
lupa diri dengan dunia yang diberikan 5. Barangsiapa yang berpaling dari berinfah
enggan melakukannya, berpaling dari
kepada mereka. ketaatan kepada Allah SWT dan dari ke-
imanan kepada qadha qadar-Nya, sesung-
Ikrimah meriwayatkan dari Abdullah guhnya Allah SWT Mahakaya [tiada butuh
bin Abbas t.a., "TiadQ seorang Pun me- apa pun) dari dirinya dan dari infaknya.
Allah SWT adalah Dzat Yang Mahakaya se-
lainkan ia pasti bersedih dan bahagia. cara mutlak Yang memberi rezeki kepada
semua hamba-Nya, lagi Maha Terpuji di
Akan tetapi, seorang Mukmin meniadikan langit dan bumi. Allah SWT tiada sedikit
musibahnya sebagai kesabaran, dan keber-
untung anny a s eb ag ai sY ukur.'a o pun butuh kepada seorang Pun dari
70 HR al-Hakim dan yang lainnya. Riwayat ini dimasukkan ke makhluk-Nya, sebagaimana firman-Nya
dalam kategori riwayat shahih oleh al-Hakim. dalam ayat,
14SFsrRAL-MUNIRIILID ,r*,*,dlilf-b,u,.., suratrat-xaauo
\*___-
"Wahai manusia! Kamulah yang me- (fiF'
merlukan Allah, dan Allah Dialah Yang
Mahakaya (tidak membutuhkan sesuatu), As-Susi, dan Hamzah ketika waqaf mem-
Maha Terpujii' (Faathir: 15)
baca 1,i[y.
Sikap berpaling dari rasa syukur ke- l'raab
pada Allah SWT tidak akan sedikit pun
mendatangkan bahaya dan kerugian bagi- n(iy iL y. t ul;i;y xatimat (,ir- Ju yY
Nya. Demikian pula sebaliknya, perbuatan adalah jumlah atau susunan kalimat yang
terdiri dari mubtada', yaitu (J.UF a"n khabar,
mendekatkan diri kepada-Nya dengan yaitu {."r} Kalimat ini berkedudukan i'raab
sesuatu dari nikmat-nikmat-Nya tidak pu- nashab sebagai haal darikata {!;jr}
(fr",. {$:t i'4. u nr i]!1} kata {/{J}
la akan mendatangkan keuntungan dan
di' ath aJkan kepa da kata (,.6r ;.i1). Xata (lt;;F
manfaat bagi-Nya.
{i;I}di'athaJkankepada dha mir ha' pada kata
TUJUAN DARI PENGUTUSAN RASUL-RASUL
yakni wa yanshuru rusulahu, seperti ayat B
-at-
surah al-Hasyr; 4{i;; nt gi.lb.Kata ini tidak
: r$;{sBnJsr,M r n$ piu bisa dinash abkan dengany''i/ (;I,) karena hal
$|STEITI FHfIf, EN I}ITA}IAI{ itu akan menjadikannya pemisah antara shilah
Surah al-Hadlld Ayat 25 dengan maushuul, yakni antara kata yan-
2,)g.t/- ,-i-i- vitgj shuruhu dan kata bil gaibi dan itu tidak boleh.
Wa!9 Kata {.-+.ru} berkedudukan sebagai haal
5U *_,4gruiiiv 't1\;e6tfHi,WV dari dhomir ha'yangterdapat pada kata (l';-b
yakni Ghaa'iban 'anhum fid dunyaa [sedang,
'^$b'#AJ i},t'Mj,-L(A AW tq^)
Allah SWT tidak mereka lihat).
w"*rbiA\3\''q
Balaalhah
"Sungguh, Kami telah mengutus rasul-rasul
Kami dengan bukti-bukti yang nyata dan Kami flt:'.J-)t:;li\di antara kedua kata ini terdapat
jinaas naaqish karena adanya perbedaan pada
turunkan bersama mereka kitab dan neraca
bentuk dan sebagian hurufnya.
(keadilan) agar manusia dapat berlaku adil. Dan
Kami menciptakan besi yang mempunyai kekuatan Mufradaat Lughawlyyah
hebat danbanyakmanfaatbagi manusia, dan agar
Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)- flaA 6;)i r;I) sungguh Kami benar-benar
Nya dan rasul-rasul-Nya walaupun (Allah) tidak telah mengutus para nabi kepada umat-
dilihatny a. S esungguhny a Allah Mahakuat, Maha- umat. (:u!th dengan membawa berbagai
p erkasa." (al-Hadiid: 25) hujjah, bukti dan mukjizat yang nyata. (;9,F
Qlraa'aat Yang dimaksudkan dengan al-Kitab di sini
(tu'1 .tl,;f : adal ah j enis (c o mm o n n o u n), yakn i, kitab - kitab
Abu Amr membaca 1d:jy. syari'at. (jr!r;y keadilan. (++$ kebenaran,
keadilan.
(+lr, Ui;i;y aan Kami telah menciptakan
besi dan mengeluarkannya dari tambang-
tambang. {Laa }U +} pada besi itu terdapat
TAFSIRAL.MUNIR ]ILID
kekuatan yang hebat yang bisa digunakan Adapun titik korelasi dan relevansi antara
untuk membuat berbagai peralatan peran& al-Kitab, neraca (keadilan), dan besi dalam
industri alat-alat berat, bangunan-bangunan ayat ini, para ulama dalam hal ini menjelaskan
besa[ dan lain sebagainya. Kata {,i,li} di sini
memiliki arti, al- Quwwah (kekuatan). tujuh versi titik korelasi dan relevansi. Di
(q9 eGiF dan berbagai manfaat dan antaranya yang paling kuat adalah bahwa
agama memiliki dua aspek, aspek aqidah
kegunaan bagi manusia, dengan menjadikan
besi sebagai bahan industri pembuatan ber- dan aspek muamalat, atau aspek pokok dan
aspek cabang. Aspek aqidah atau aspek pokok
bagai hal yang berguna bagi manusia. 4"ir ,:t+1;F tidak bisa terwujud melainkan dengan kitab
dan supaya Allah SWT mengetahui dengan samawi, terlebih jika itu adalah berbentuk
pengetahuan menyaksikan, kemunculan dan
keterjadian dalam ranah nyata dan realita. mu'jiz. Sedangkan aspek muamalah atau aspek
cabang, tidakbisa berjalan dengan baih teratur,
4o^::; ;';- ;.) siapa yang menolong agama- dan tertata secara sistematis melainkan de-
ngan neraca, yakni keadilan. Di sini harus ada
Nya dan menolong rasul-rasul-Nya dengan
menggunakan senjata dan alat-alat perang penopang yang melindungi dan menjamin
yang terbuat dari besi dan yang lainnya eksistensi dan berlakunya sistem dan tatanan
untuk berjihad menghadapi orang-orang syari'at. Penopang tersebut adalah besi untuk
kafir yang memusuhi. (.;$ sedang mereka mendidik dan mendisiplinkan orang yang
tidak melihat Allah SWT di dunia. Abdullah meninggalkan dua pilar utama atau dua jalan
bin Abbas r.a. berkata, "Mereka menolong tersebut, yaitu aqidah dan sistem muamalah
fagama)-Nya sedang mereka tidak melihat- [pokok dan cabang).71
Nya." (,i1 ar ,i1) sesungguhnya Allah SWT Ini mengisyaratkan bahwa al-Kitab me-
Mahakuat untuk membinasakan siapa yang representasikan kekuasaan fasyrif ' [legislatif),
keadilan merepresentasikan kekuasaan per-
Dia kehendaki. {ir} lagi Mahadigdaya dan adilan [judikatif), sedangkan penurunan besi
merepresentasikan kekuasaan eksekutif.
Perkasa, tidak butuh sedikit pun kepada per-
tolongan hamba-hamba-Nya. Allah SWT me- Tafsir dan Penjelasan
merintahkan mereka berjihad adalah demi
untuk kepentingan dan kebaikan mereka sen- "Sungguh, Kqmi telah mengutus rasul-rasul
diri, serta mereka dapat memperoleh pahala Kami dengan bukti-bukti yang nyata dan Kami
yang setimpal. turunkan bersama mereka kitab dan nerqca
fkeadilan) agar manusia dapat berlaku adil."
Persesuaian Ayat (al-Hadiid:25)
Setelah menerangkan kondisi dunia Sungguh, Kami benar-benar telah meng-
utus malaikat kepada para nabi dengan mem-
dan akhirat, Allah SWT ingin menerangkan bawa wahyu, dan mengutus para nabi kepada
tujuan dari pengutusan rasul-rasul yang di-
perkuat dengan berbagai bentuk mukjizat, umat-umat mereka untuk menyampaikan
dalil, bukti, dan hujjah-hujjah yang kuat, pasti
dan tak terbantahkan. Allah juga ingin me- wahyu, dengan berbagai bentuk mukjizatyang
nunjukkan tentang elemen dan komponen- nyata, syari'at-syari'at yang jelas, dalil, bukti,
komponen risalah dan syari'at Ilahi untuk
7l Tafsir Ar-Razi,29 /240 danberikutnya, Gharaa'ib Al-Qur'an,
menata dan mengelola kehidupan masyarakat,
karya An-Naisaburi,27 /101 dan berikutnya.
mengukuhkan agamaAllah SWT membela dan
menolong rasul-rasul-Nya.
dan hujjah-hujjah yang kuat tak terbantahkan. keretaapian, perkapalan, pesawat terbang,
Bersama para nabi itu, Kami juga menurunkan mobil dan lain sebagainya.
al-Kitab, yakni jenis al-Kitab yang mencakup
Kata al-Hadiid (besi) mengisyaratkan ke-
setiap kitab samawi, seperti Taurat, Zabtr, kuatan pengekang dan pengontrol untuk men-
Injil, dan Al-Qur'an. Kami juga menurunkan jamin perealisasian hukum-hukum syari'at di
antara kaum Muslimin dan orang-orang yang
bersama mereka neraca, yakni keadilan hukum.
hidup berdampingan bersama mereka da-
Kami memerintahkan para nabi itu untuk lam sebuah negara. fuga, untuk berjihad me-
menegakkan keadilan, supaya umat manusia lawan pihak-pihak musuh yang melakukan pe-
mengikuti apa yang diperintahkan kepada
mereka berupa kebenaran dan keadilan, dan langgaran dan penyerangan terhadap kesucian
supaya kehidupan mereka berjalan dengan
berlandaskan pada kebenaran dan keadilan. dan kehormatan agama dan negeri-negeri
Sehingga mereka pun berinteraksi di antara
sesama mereka dengan adil dalam segenap Islam, serta berupaya merintangi dan meng-
urusan mereka, baik urusan keagamaan halang-halangi tersebarnya Islam di dunia.
maupun urusan keduniawian. Mereka ada- Oleh karena itu, Rasulullah saw tinggal
lah para penjaga dan pengawal untuk men- di Mekah selama tiga belas tahun terhitung
jamin perealisasian dan pengimplementasian sejak resmi diangkat sebagai Rasul. Selama
hukum-hukum, menghormati dan menjunjung
tinggi syari'at serta mengikuti para rasul. kurun waktu tersebut beliau menerima wahyu
"Dan Kami menciptakan besi yang mem- surah-surah Makkiyyah untuk memperbaiki
punyai kekuatan hebat dan banyak manfaat
bagi manusfa." (al-Hadiid: 25) dan meluruskan aqidah dan moral, mendebat
Kami ciptakan besi bersama bahan-bahan orang-orang musyrik, memaparkan prinsip
tambang dan logam. Kami ajari manusia cara tauhid, dan pengukuhan kenabian dengan
membuatnya. Kami juga menjadikan besi itu
sebagai cambuk pengontrol bagi orang yang berbagai mukjizat yang luar biasa.
menolak kebenaran serta bersikap'inaad atau
angkuh dan keras kepala menolak kebenaran Kemudian, ketika hujjah telah ditegakkan
setelah tegaknya hujjah atas dirinya.
atas orang-orang yang menentang, Allah
Pada besi terdapat kekuatan pencegah,
pengOntrol dan pengekang, serta berbagai SWT pun mensyari'atkan hijrah serta meng-
manfaat dan kegunaan bagi manusia. Mereka izinkan perang untuk mempertahankan ke-
mempergunakan besi untuk berbagai keper-
Iuan dalam hidup mereka, seperti untuk per- berlangsungan aqidah, kehormatan, dan harga
alatan makan, peralatan, instalasi dan per-
lengkapan rumah, untuk mendirikan bangunan diri kaum Muslimin, serta untuk menjamin
dan gedung-gedung, sarana, fasilitas dan dan memastikan nilai-nilai ajaran Al-Qur'an
benar-benar dijunjung tinggi. Imam Ahmad
infrastruktur kehidupan perekonomian, alat- dan Abu Dawud meriwayatkan dari Abdullah
alat pertanian, alat-alat industri untuk tujuan
damai dan perang, baik industri alat ringan bin Umar r.a., ia berkata, "Rasulullah saw.
maupun industri alat berat, persenjataan, per-
bersabda,
{o o; ,{elt ,} ;$u a;..Ir ,5i', '.c!
o/ /.or, o'z oot. to,
'e&dl "fi e/{fi ;-;i
*:ri)t {:lar ', l' c,
.e*trU ,* ,Fs "f)-r)l;
r€-tlo'- .o2, c2/,i
4 ,rto)c ,ti
'Aku diutus dengan pedang pada masa
kedatangan Kamat sudah dekat, hingga Allah
SWT semata disembah tiada sekutu bagi-Nya,
TAFSTRAT-MUNIR JITID 14
rezekiku dijadikan di bawah bayangan tombakku, yang mampu mengontrol dan mengancam
kehinaan serta posisi subordinat ditetapkan atas
orang yang menentangku, dan barangsiapa yang setiap pihak yang berani merendahkan prin-
menyerup ai suatu kaum, maka ia termasuk bagian sip-prinsip syari'at tersebut, menistakan ke-
dari mereka." suciannya, berupaya menyingkirkannya, atau
menghalang-halangi dan menghambat langkah
"Dan agar Allah mengetahui siapa yang perjalanan dakwah Islam di dalam dan di luar.
menolong (agama)-Nya dan rasul-rasul-Nya
walaupun (Allah) tidak dilihatnya. Sesung- Asas syari'at tersebut adalah berbagai
guhnya Allah Mahakuat, Mahaperkasa." (al-
Hadiid:25) mukjizat yang nyata dan aturan-aturan
Allah SWT berbuat demikian tidak lain syari'at yang jelas dan termuat dalam kitab-
adalah supaya Dia menyaksikan keberadaan kitab samawi serta yang dimuat, dirumuskan
orang yang membela agama-Nya serta me- dan diformulasikan oleh penutup kitab-kitab
nolong dan membela rasul-rasul-Nya dengan samawi, yaitu Al-Qur'anul Karim yang merupa-
penuh keikhlasan, ketulusan, kesungguhan, kan konstitusi kehidupan umat manusia.
dan niat yang baik dengan menggunakan besi
sebagai perlengkapan jihad dan melawan para Manhaj hukum dan pemerintahan dalam
musuh. Sesungguhnya Allah SWT Mahakuat,
Mahakuasa, Mahaperkasa dan Digdaya, Maha syari'at Allah SWT adalah komitmen pada
Mengalahkan lagi Mahamenang. Allah SWT kebenaran dan keadilan dalam muamalah.
kuasa menolak sikap melampaui batas dan Karena dengan keadilan, langit dan bumi
bisa tegak yaitu yang diungkapkan dengan
agresi orang-orang zalim serta menolong rasul-
kata-kata (jr'tjr) (neraca) sebagaimana yang
rasul-Nya dan orang-orang Mukmin tanpa
sedikit pun membutuhkan bantuan mereka. ditunjukkan pula oleh firman Allah SWT,
Allah SWT memerintahkan mereka berjihad
"Dan langit telah ditinggikan-Nya dan Dia
adalah demi kepentingan dan kebaikan mereka ciptakan keseimbangan, agar kamu iangan me-
sendiri, supaya mereka memperoleh pahala rusak keseimbangan itu, dan tegakkanlah ke'
jihad, mewujudkan kemuliaan, kekuatan, ke- seimbangan itu dengan adil danianganlah kamu
jayaan, dan wibawa sehingga disegani semua mengurangi keseimbong an itu." (ar-Rahmaan:
orang. Karena menjaga nilai-nilai dan prinsip- 7-e)
prinsip senantiasa memerlukan para penjaga
dan pengawal yang kuat, tegas, berwibawa, Besi adalah simbol kekuatan pengontrol
dan memiliki sense of honor. untuk menjamin dan memastikan hukum dan
aturan dijunjung tinggi di negeri Islam. Besi
Flqth Kehldupan atau Hukum-Hukum juga untuk mendisiplinkan dan memberikan
Ayat ini merupakan konstitusi masyarakat hukuman terhadap pihak-pihak yang me-
Islam dan sistem pemerintahan dalam Islam. langga6, melampaui batas, dan melawan
Masyarakat Islam adalah masyarakat yang
berpedoman pada syari'at Allah, berlandaskan syari'at Allah SWT dan agama-Nya, serta me-
pada manhaj kebenaran, keadilan dan per- langgar kehormatan kaum Muslimin dan ke-
samaan, dalam naungan kekuatan yang mam- hormatan negeri-negeri Islam. Dalam kitab al-
Firdaus diriwayatkan dari Abdullah bin Umar
pu melindungi prinsip-prinsip syari'at dan r.a. dari Umar bin Khaththab r.a. bahwasanya
Rasulullah saw. bersabda,
,r)it :s;JL,t:31 ,4 '&i i;1ir it
{rt1'*t$tj )J:ti +*A
"Sesungguhnya Allah SWT menurunkan ta3?,6^\e}tbi.rlti-pr;Au
empat keberkahan dari langit ke bumi, yaitu besi, k'frAruW\pjrf*u Wr'6
apL air, dan garam."
$3"1WaaliryiSr -:/>Ht t1\. ,),.
Pada besi terdapat banyak manfaat bagi
manusia dalam berbagai aspek kehidupan W:*it-r{i\1+*;iwdv
mereka dan memenuhi berbagai kebutuhan .rai
W WxvlEt :#i *.i:fr IB
mereka, baik itu kebutuhan yang berkaitan
dengan tempat tinggal, industri, pabrik, ti rd A; Sira$,,t +;t t;t -;ai6l @
bangunan, gedung, persenjataan, alat-alat per- siiv:xii *Zi t\ L -JA';j6 ilt$
tanian, sarana dan prasarana angkutan dan
.*r
transportasi, baik darat, lau! maupun udara.
Allah SWT menurunkan besi dan men- @;Lxr$tr
ciptakannya untuk manusia, supaya Dia me- "Dan sungguh, Kami telah mengutus Nuh
nyaksikan siapa yang menolong dan membela dan Ibrahim dan Kami berikan kenabian dan
kitab (wahyu) kepada keturunan keduanya, di
syari'at-Nya, agama-Nya, dan rasul-rasul- antara mereka ada yang menerima petunjuk dan
Nya, sedang mereka tidak melihat-Nya. Se- banyak di antara mereka yang fasik. Kemudian
Kami susulkan rasul-rasul Kami mengikuti jejak
sungguhnya Allah SWT Mahakuat atas segala mereka dan Kami susulkan (pula) 'Isa putra
urusan, Mahaperkasa, Digdaya dan Maha Me- Maryam; Dan Kami berikan Injil kepadanya dan
ngalahkan tanpa bisa dilawan. Pertolongan Kami jadikan rasA santun dan kasih sayang dalam
dan pembelaan yang benar adalah per- hati orang-orang yang mengikutinya. Mereka
tolongan dan pembelaan yang dilakukan
mengada-adakan rahbaniyyah, padahal Kami
dengan penuh keikhlasan, kesungguhan, dan
tidak mewajibkannya kepada mereka (yang Kami
ketulusan dalam hati, dan ini adalah yang
wajibkan hanyahh) mencari keridhaan Allah,
dimaksud dengan tata (olr.,p dalam ayat di
tetapi tidak mereka pelihara dengan semestinya.
atas.
Maka kepada orang-orang yang beriman di antara
"' n*eruirrl wnnrEi-sYnm lt oArnm
mereka Kami berikan pahalanya, dan banyak
' pnnstp olx t{uEuHGii'n$rAFA tSLAffi di antara mereka yang fasik. Wahai orang-orang
yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan
DEI{GAN AGAMA.AGAIUA SEEELT'MITYA berimanlah kepada Rasul-Nya (Muhammad),
Surah al-Hadlld Ayat 26 - 29 niscaya Allah memberikan rahmat-Nya kepadamu
qe uicr.s')_.+jv ci6i :3s dua bagian, dan menj adikan cahaya untukmu yang
'sLi\#;#4 &l,V;j$Wj: dengan cahaya itu kamu dapat berjalan serta Dia
6st)];p$eci'$ <--rAHP\ ,t,. mengampunikamu. Dan Allah Maha Pengampun,
fu,3 t31?r | -E\, t*ts f" r o:.t Maha Penyayang, agar Ahli Kitab mengetahui
W*\qW4'r;'3A1;$.3tcJ\;,'tr bahwa sedikit pun mereka tidak akan mendapat
karunia Allah (jika mereka tidak beriman kepada
Muhammad), dan bahwa karunia itu ada di
tangan Allah, Dia memberikannya kepada siapa
yang Dia kehendaki. Dan Allah mempunyai
karunia yang besAr." (al-Hadiid: 26-29)
TAFSTRAT-MUNTR ]rLID 14
Qlraa'aat adalah kembali kepada Nabi Muhammad saw.
{:litr}: dan kaum Mukminin).
Nafi' memb aca 6"rly.
Mufradaat LuEhawfuah
(9!F'Abu Amr membaca (*t).
([L]' 4a4t, eirAt ua;.:r! i.I[;.'t\ Kami jadikan
As-Susi, dan Hamzah ketika waqaf mem- kenabian dan empat kitab samawi pada
baca 1{itr1. keturunan Nabi Nuh a.s. dan Nabi Ibrahim a.s.,
yaitu Taurat, Zabur,lnjil, dan Al-Furqaan (Al-
{'n1}'
Warsy membaca 1>r;1;. Qur'an). {# .-j} maka di antara keturunan
I'raab itu, atau di antara umat para nabi-nabi diutus
kepada mereka, ada yang menerima petunjuk.
flit lt*.; ,4t il * 613 t; 6;rn\ *VLiy Kata
4iiC;;) dinashabkan dengan fi'il muqaddar 43*6 g .tY dan banyak di antara mereka
(yang diasumsikan keberadaannya), yakni adalah orang-orang fasik yang keluar dari
ibtada'uu rahbaaniyy atan ibtada'uuhaa. Kata
jalan yang lurus.
{,9'} berkedudukan sebagai mustatsnaa
4eft * rF i,h kemudian Kami iringi di
dengan mustatsnaa minhu yang tidak sejenis.
Atau bisa juga sebagai badal dari dhamir, belakang mereka. Dikatakan, qaffaa atsarahu,
ha' yang berkedudukan i'raab nashab yang aw qaffaa'alaa atsarihi, yang berarti atba'ahuu
terdapat pada kalimat {ti5}. [mengikuti dan mengiringi di belakangnya).
{yql, ,l;i e >up t<ata {fi} dengan huruf
(ii} Kitab yang Allah SWT turunkan ke-
Iam dibaca kasrah menurut qiraa'aat yang
masyhur. Ada versi qiraa'aat yang membaca- padi nabi Isa a.s. 4iii;) kelemahlembutan,
nya fathah. Ini adalah dialek sebagian orang
yaitu menghadapi, menolak, dan menghalau
Arab, keburukan dengan lemah lembut dan santun.
Kata laadi sini adakalanya adal ah zaa' idah, 4t:;t\ menarik dan mendatangkan kebaikan
dan ini adalah pendapatyang kuat. Atau bukan
zaa'idah dan makna kalimat ini adalah "supaya dan ikatan kasih sayang dengan yang terbaik.
orang-orang Ahli Kitab tidak mengetahui dan
tidak menyadari bahwa kalian diberi hal-hal {8C;;} Kerahiban atau monascitisme (cara
tersebut, yaitu diberi rahmat, maghfirah dan hidup biarawan) adalah memfokuskan diri
untuk beribadah dengan mengisolasi dan
cahaya, supaya terlihat dengan ielas kebodohan
Ahli Kitab, dan bahwa apa yang Allah SWT mengurung diri dari manusia, hidup me-
berikan kepada kalian dari karunianya, mereka
nyendiri dengan membangun biara-biara di
tiada kuasa untuk menghilangkannya dan gunung-gunung dan yang lainnya, menghin-
dari nikmatnya makanan, minuman, dan per-
mengubahnya." Dengan kata lain, "supaya Ahli nikahan (tidakberistri atau bersuami). (L;rl*ir)
Kitab jangan sampai memiliki keyakinan bahwa mereka membuat-buat dan mengada-adakan
Nabi Muhammad saw. dan orang-orang yang kerahiban itu, padahal kerahiban itu tidak ada
beriman kepada beliau tidak bisa memperoleh
sebagian dari karunia Allah SWT" (sehingga dalam ajaran agama mereka.
berdasarkan tafsir ini, berarti dhamir wqwu
4* 6.*? u:p padahal Kami sama sekali
jamak yang terdapat pada kalimat (rrj$F
tidak mewajibkan atau tidak memerintahkan
kerahiban itu kepada mereka. 4!t1,4,9, 'il}
Istitsnaa' di sini adalah istitsnaa' munqathi',
yakni akan tetapi sebenarnya mereka sen-
dirilah yang membuat-buat dan mengada-
adakan kerahiban itu dengan maksud mencari
TAFSIRAL-MUNIR IILID 14
keridhaan Allah SWT. {Vc: :; 6i; r:r) an. Mereka tidak memperoleh sesuatu dari
kerahiban itu tidak dipelihara, tidak dijalan- apa yang telah disebutkan itu yang merupakan
kan, dan tidak dipatuhi dengan semestinya bagian dari karunia Allah SIvlIT. Mereka tidak
oleh semuanya, banyak di antara mereka yang bisa meraihnya dan bahwa mereka tidak bisa
meninggalkan kerahiban itu, kafir terhadap pula menguasai karunia-Nya yang teragung,
agama nabi Isa a.s.dan mengikuti agama raja yaitu kenabian hingga mereka bisa seenaknya
mereka. {rjt uit riri} Xami memberi orang- dan semaunya sendiri memberikannya kepada
orang yang beriman kepada nabi Isa a.s. i+i)siapa yang mereka kehendaki. 4,*- Allah
dengan keimanan yang shahih dan benar serta SWT memberikan karunia-Nya itu kepada
menjaga dan menjunjung tinggi hak-haknya. siapa yang Dia kehendaki.
{r:i} dari para pengikut nabi Isa a.s. {i*-,;} Sebab dan Turunnya Ayat
keluar dari jalan yang benar. Ayat (28)
$r;t u.it ,-:j Uy wahai orang-oran g. yang Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari
beriman kepada rasul-rasul terdahulu. {nr rlr}
Muqatil, ia berkata, "Tatkala turun ayat 54 dari
bertalnaralah kalian kepada Allah SWT me-
surah al-Qashash yang berbunyi, oii airifr
nyangkut apa yang Dia larang bagi kalian. 4t:* a,i';;J.;i lMereka itu diberi pahala dua
{9-; t)ity dan berimanlah kalian kepada kali (karena beriman kepada Taurat dan Al-
(rik|Rasul-Nya, yaitu Nabi Muhammad saw..
Qur'an) disebabkan kesabaran mereka) orang-
dua bagian, dua porsi. Kata al-Kifl berarti
orang Mukmin yang berasal dari kalangan
al-Hadzdz wa an-Nashiib (bagian, porsi). p Ahli Kitab membanggakan diri terhadap para
4y-'", e dari rahmat-Nya, karena keimanan sahabat Nabi Muhammad saw, dan berkata,
t;kalian kepada para 'Kami memperoleh dua pahala, sementara
E "t;*J;F
dan Dia menjadikan kalian hanya satu.' Lalu hal itu pun sangat
nabi. 4:r3r* cahaya yang
mengganggu pikiran para sahabat, Allah SWT
untuk kalian
pun menurunkan ayatZ9 surah al-Hadiid. Allah
kalian gunakan untuk berjalan menyeberangi SWT pun memberi para sahabat dua pahala
ash-Shirath, cahaya itu merupakan asas ke- sama seperti pahala orang-orang Mukmin
selamatan. Cahaya ini adalah yang disebutkan yang berasal dari kalangan Ahli Kitab, bahkan
dalam ayatL? di atas, 4i3; ,#-y. Allah SWT memberi mereka tambahan, yaitu
48 {Jy dan Allah SWT mengampuni cahaya.
kekafiran, kedurhakaan, dan kemaksiatan-
kemaksiatan yang pernah kalian perbuat.
(y4' ,J;i {t >r1} supaya orang-orang Ahli
Kitab mengetahui. fadi, kata laa di sini adalah
zaa'idah. Hal ini diperkuat oleh beberapa versi Ayat(29)
qira a' a atyangada, yaitu liy a' I a ma, I i ka iy a' I ama, Ibnu farir meriwayatkan dari Qatadah, ia
berkata, "Telah sampai kepada kami bahwa
li an ya'lama yang semuanya adalah memiliki
ketika turun ayat, $;r:k €IF maka orang-
arti agar orang-orang Ahli Kitab mengetahui.
orang Ahli Kitab iri kepada kaum Muslimin
Ahli Kitab di sini maksudnya adalah umat
atas hal itu, lalu Allah SWT pun menurunkan
Yahudi dan para pemiliki kitab Taurat yang ayat29!'
tidak beriman kepada Nabi Muhammad saw. Ibnul Mundzir meriwayatkan dari Mujahid,
ia berkata, "Kaum Yahudi berkata,'Tidak lama
$"t'.,*.{iy tata {.ii} asalnya adalah an laa, dan lagi, akan keluar seorang nabi yang berasal
kata an di sini asalnya adalah annayangdibaca
ringan atau tanpa tasydid sehingga menjadi
dari kami, lalu ia menegakkan hukuman kami, bukan yang lain bahwa kami adalah
potong tangan dan kaki.' Lalu ketika ternyata orang-orang terkasih Allah bahwa kami adalah
nabi yang ditunggu-tunggu kemunculannya bangsa terpilih."
itu berasal dari bangsa Arab, kaum Yahudi itu
pun kafir. Kemudian, Allah SWT menurunkan Tafslr dan Penletasan
ayat?9 ini. Yang dimaksudkan dengan al-Fadhl "Don sungguh, Kami telah mengutus Nuh
atau karunia dalam ayat ini adalah kenabian."
dan lbrahim dan Kami berikan kenabian dan
Persesualan Ayat kitab (wahyu) kepada keturunan keduanya."
(al-Hadiid:26)
Setelah menerangkan bahwa Allah
Sungguh Kami benar-benar telah meng-
SWT mengutus rasul-rasul dengan berbagai utus Nuh a.s., bapak kedua umat manusia,
ayat, bukti, hujjah, dan mukjizat yang nyata, kepada kaumnya, dan juga mengutus Ibrahim
a.s. Khaliilur Rahmaan, moyang para nabi
serta memerintahkan untuk menolong dan dan moyang bangsa Arab kepada kaum yang
lain. fuga, Kami telah menjadikan risalah dan
mendukung para rasul, selanjutnya di sini kenabian pada keturunan mereka berdua.
Semua nabi berasal dari keturunan Nabi Nuh
Allah SWT menerangkan tentang kesatuan a.s. dan Nabi Ibrahim a.s.. Allah SWT tidak
kenabian, baik secara garis silsilah maupun mengutus seorang rasul dan tidak pula seorang
substansinya, pada keturunan Nabi Nuh a,s. nabi setelah Nabi Nuh a.s. dan Nabi Ibrahim a.s.
dan Nabi Ibrahim a.s.. Kesatuan kenabian ini melainkan pasti berasal dari keturunan mereka
menghendaki kesatuan dan kesamaan pada berdua. Demikian pula, Kami menjadikan
pokok-pokok syari'at dan kesatuan al-Kitab, kitab-kitab samawi diturunkan pada keturunan
yakni kitab-kitab samawi yang berjumlah mereka berdua. Allah SWT tidak menurunkan
empat. Tidak ada seorang pun yang datang suatu kitab dan tidak pula mewahyukan suatu
dengan membawa risalah kenabian setelah wahyu melainkan kepada orang yang berasal
dari keturunan mereka berdua.
Nabi Nuh a.s. dan Nabi Ibrahim a.s., melainkan
ia pasti berasal dari keturunan Nabi Nuh a.s. "Di antara mereka ada yang menerima
dan Nabi Ibrahim a.s. serta memiliki manhaj petunjuk dan banyak di antara mereka yang
yang sama dengan manhaj mereka berdua. fasik." (al-Hadiid: 26)
Itu adalah nikmat yang menjadi sebuah Keturunan tersebut terbagi menjadi dua
kehormatan dan kemuliaan bagi Nabi Nuh a.s. golongan. Di antara mereka ada golongan yang
dan Nabi Ibrahim a.s. dari Allah SWT.
menerima petunjuk kepada kebenaran dan
Kemudian, Allah SWT menegaskan bahwa jalan yang lurus, dan banyak di antara mereka
ganjaran dan pahala adalah bersifat sama bagi yang menyimpang dari batasan-batasan yang
setiap orang yang beriman kepada para rasul telah digariskan oleh Allah SWT dan keluar
terdahulu dan menyempurnakan keimanannya dari bingkai ketaatan kepada-Nya. Itu sudah
dengan beriman kepada penutup para rasul, menjadi sunnatullah bagi semua para nabi,
yakni bahwa ada sebagian yang beriman
yaitu Nabi Muhammad saw.. Iuga bahwa kepada mereka dan ada sebagian ada yang
kafir dan membangkang.
kenabian adalah sebuah karunia dan rahmat
dari Allah SWT tidak hanya terkhusus bagi
suatu kaum tertentu karena Allah SWT lebih
mengetahui di mana Dia hendak meletakkan
dan menempatkan tugas kerasulan. Sama
sekali tidak benar pernyataan kaum Yahudi,
"sesungguhnya kerasulan hanya khusus bagi
TAFSIRAL-MUNIR JITID 14
Ini menjadi dalil yang menunjukkan bah- Kemudian, Allah SWT menjelaskan be-
wa penyimpangan dari jalan kebenaran se-
benarnya terjadi setelah manusia mengetahui- berapa sifat para pengikut nabi Isa a.s.,
nya dan menggapainya serta setelah tegaknya
hujjah atas mereka [setelah ada keterangan, "Dan Kami jadikan rasa santun dan kasih
dalil, dan bukti-bukti yang mencukupi, sehing- sayang dalam hati orang-orang yang meng-
ga siapa pun sudah tidak bisa berdalih dan ikutinya. Mereka mengada-adakan rahba-
ntyyah, padahal Kami tidak mewajibkannya
mengelak). kepada mereka (yang Kami wajibkan hanyalah)
mencari keridhaan Allah, tetapi tidak mereka
"Kemudian Kami susulkan rasul-rasul Kami pelihara dengan semestinya." (al-Hadiid: 27)
mengikuti jejak mereka." (al-Hadii dz 27) Dan Kami jadikan dalam hati para peng-
ikut nabi Isa a.s., al-Hawariltyuun dan para pen-
Kemudian, Kami mengutus rasul-rasul dukungnya, kelembutan karakte[ dan belas
kasih kepada makhluk berbeda dengan kaum
setelah mereka secara berurutan, rasul demi
Yahudi yang kasar. Mereka mengada-adakan dan
rasul yang datang secara berurutan dan membuat-buat sendiri rahbaaniyyah (cara hi-
silih berganti sampai periode nabi Isa a.s.. dup beragama ala pendeta), padahal Allah SWT
Kemudian, di sini nabi Isa a.s. disebutkan tidak mensyari'atkannya untuk mereka dan ti-
dak pula memerintahkannya kepada mereka.
secara khusus, karena nabi Isa a.s. memang Tetapi, mereka menjalankan rahbaaniyyah itu
sangat terkenal pada masa penurunan Al- dengan sikap al-6huluw [berlebih-lebihan) da-
lam ibadah, menyiksa, dan memperberat diri
Qur'an. Oleh karena itu di sini Allah SWT sendiri dengan meninggalkan makanan dan
minuman serta tidak menikah, mengisolasi diri
menyebutkannya secara khusus seperti dalam dari orang lain, dan memfokuskan diri untuk
lanjutan ayat berikut ini, beribadah dalam gua-gua dan biara-biara yang
terpencil, serta mengenakan pakaian yang ka-
"Dan Kami susulkan (pula) 'lsa putra sa4, dengan maksud untuk mendekatkan diri
Maryam; Dan Kami berikan Injil kepadenya." kepadaAllah SWT.
(al-Hadiid:27)
Mereka mengada-adakan dan membuat-
Kami mengiringi di belakang rangkain buat sendiri cara hidup beragama itu dengan
maksud untuk menggapai ridha Allah SWT.
para rasul itu dengan nabi Isa a.s. dan Kami Namun, mereka tidak memeliharanya sebagai-
mana mestinya, tidak menjalankannya dengan
memberinya Kitab Injil. Kitab Injil adalah semestinya dan tidak menjunjung tinggi prin-
sip-prinsipnya, tetapi justru mereka menyia-
Kitab yang diwahyukan Allah SWT kepada nyiakannya, mengabaikannya dan bahkan ba-
nabi Isa a.s., memuat pokok-pokok syari'atnya, nyak di antara mereka yang menyalahguna-
menyempurnakan dan melengkapi kandungan
kannya untuk kerusakan.
kitab Taurat, menjelaskan hakikat syari'at
dan hikmahnya, serta memberi keringanan Hal ini, sebagaimana yang dikatakan oleh
sebagian hukum-hukumnya yang keras yang Ibnu Katsic ini adalah sebuah celaan dan
sebelumnya diberlakukan untuk memperberat
Bani Israil disebabkan kezaliman mereka dan cercaan terhadap mereka dari dua sisi,
perbuatan keji mereka, sebagaimana firman
Allah SWT dalam ayat,
"Kareno kezqliman orang-orang Yahudi,
Kami haramkan bagi mereka makanan yang
baik-baik yong (dahulu) pernah dihalalkan."
(an-Nisaa': 160)
TAFSTRAL-MUNTR IIIID 14
Pertama, membuat-buat bid'ah dalam di sana, dan mereka itulah yang disebutkan
agama Allah SWT, mengada-adakan dalam Allah SWT dalam ayat (6/"ujt *.6r:Yl'
agama-Nya sesuatu yang tidak diperintahkan "Maka kepada orang'orang yang beriman
dan gariskan oleh Allah. di antara mereka Kami berikan pahalanya,
dan banyak di antara mereka yang fasik" (al'
Kedua, mereka tidak menjalankan se-
Hadiid:27)
bagaimana mestinya apa yang mereka komit-
menkan sendiri menurut persangkaan dan Kami berikan kepada orang-orang Muk-
asumsi mereka bahwa itu adalah sebuah amal
min yang beriman dengan keimanan yang
yang bisa mendekatkan diri mereka kepada bena[ pahala mereka yang memang berhak
Allah S\MI, mereka membuat-buat sendiri
mereka dapatkan karena keimanan mereka.
rahbaaniyyah tersebut, namun justru mereka Banyak di antara orang-orang yang menjalani
kehidupan biarawan atau kerahiban itu adalah
tidak menialankannya sebagaimana mestinya. fasih keluar dari batasan-batasan Allah S\AII,
Ibnu Abi Hatim meriwaYatkan dari menyimpang dari bingkai ketaatan kepada-
Nya, memakan harta orang lain dengan cara
Abdullah bin Mas'ud r.a., iaberkata, "Rasulullah
yang batil, dan perilaku mereka menyimpang.
saw. berkata, kepadaku, 'Wahai bin Mas'ud.'
Al-Hafizh Abu Ya'la meriwayatkan dari
Saya menjawab, 'lya Wahai Rasulullah.' Beliau Anas bin Malik r.a., bahwasanya Rasulullah
berkata, 'Tahukah kamu bahwa Bani Israil saw. pernah bersabda,
terpecah belah meniadi tuiuh puluh dua 'o\) ,;;it tw ,#i.;; tr"'G 't
q,*']t'r,3i,#i ;' rr!'i e;
golongan. Tidak ada yang selamat dari mereka
itu kecuali hanya tiga golongan. Golongan per- uyt r *Crib ,riiri et$r €#(.6
tama, hidup di tengah-tengah para raja dan .*,o/ o-fot1t'' \,^18 6
penguasa yang tiran setelah masa Isa putra
"langanlah kalian memperberat diri kalian
Maryam. Lalu mereka berdakwah mengajak
kepada agama Allah SWT dan agama Isa putra sendiri, maka ketika itu diri kalian akan diperberat
Maryam, lalu mereka berjuang melawan para
dan kalian akan kesulitan sendiri, karena sesung-
penguasa tiran itu, lalu mereka terbunuh. guhnya ada kaum yang memPerberat diri mereka
Mereka pun saba4, tabah, dan selamat. Kemu- sendiri,lalu akhirnya Allah SWT pun memperberat
dian, muncul golongan kedua yang tidak me-
mereka. Lihatlah sisa-sisa mereka itu di biara-
miliki kekuatan untuk berperang dan me- biara, $;<tr; t;(5 tt 6tLat $t1;y\)'
lakukan perjuangan fisik. Mereka hidup di
Imam Ahmad meriwayatkan dari Anas
antara para raia dan penguasa yang tiran, lalu bin Malik r.a., bahwasanya Rasulullah saw.
mereka berdalnryah mengajak kepada agama bersabda,
Allah SWT dan agama Isa putra Maryam. Lalu
mereka dibunuh, dimutilasi dengan gergaji dan €"qt l!' :f- c 'o *t$;; ca*!^_,r tl uKJ
dibakar dengan api. Mereka pun saba4 tabah,
t>.
dan selamatlah mereka. Kemudian, muncul
golongan ketiga yang tidak memiliki kekuatan rc,.,e, ,!t ,_[*
untuk melakukan perang dan perjuangan fisik
serta tidak memiliki daya untuk menegakkan ',hs
kebenaran dan keadilan, lalu mereka 72 HR Ibnu farir dengan bentuk redaksi yang lain
akhirnya lebih memilih untuk hidup ter-
pencil mengasingkan diri di gunung-gunung,
beribadah dan menjalani kehidupan pendeta
la -.* * **Tllllf--*Y-T'"r"'o
\-r', ,,,,,,,,,,,,,,,,,..,.,..,..,,*r{,{,{f,Jnlb*$rfl**- -- -* - - s""l*'"."d
"Setiap nabi memiliki kerahbaaniyyahan, dan terdahulu sebelum beliau. fanji ini memuattiga
kerahbaaniyyahan umat ini adalah jihad di jalan hal. Pertam4 pelipatgandaan pahala. Kedua,
Allah SWT]'
memberi mereka cahaya ketika menyeberangi
Kemudian, Allah SWT menjelaskan pahala
orang-orang yang beriman kepada nabi Isa a.s. ash-Shiraatagar selamat. Ketig a, ampunan atas
dan Nabi Muhammad saw,
dosa-dosa dan perbuatan-perbuatan buruk.
"Wahai orang-orang yang beriman! Ber-
takwalah kepada Allah dan berimanlah ke- Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari
pada Rasul-Nya (Muhammad), niscaya Allah
memberikan rahmat-Nya kepadamu dua ba- Abu Musa al-Asy'ari r.a., ia berkata, Rasulullah
gian, dan menjadikan cahaya untukmu yang
dengan cahaya itu kamu dapat berjalan serta saw, bersabda,
Dia mengampuni kamu. Dan Allah Maha Peng- :qt fi A,y,,;7 j;i:'i'i"t r
ampun, Maha Penyayang." (al-Hadiid: 28)
6",1ik3Li ,otli * ,*dri ,*,,y1
Wahai orang-orang Mukmin dari Ahli .p:; ,it;1 i ,4r, ;, l,* a' F
,W, .S"S,,S- \+.'.t"ui t -: ck.,l,,;Ui. . - .;' ,,,; c.;:nl7
Kitab yang membenarkan, memercayai, dan g,
beriman kepada Allah SWT dan keesaan-Nya J.;b ca:rl
serta kepada Rasul-Nya Muhammad saw.,
takutlah kalian kepada Allah SWT dengan o6irt
meninggalkan apa yang Dia larang bagi kalian
dan menunaikan apa yang Dia perintahkan 'Ada tiga kategori orang yang diberi pahala
sebanyak dua kali. Pertama, seseorang dari Ahli
kepada kalian. Berimanlah kalian kepada Rasul- Kitab yang beriman kepada nabinya dan beriman
Nya Muhammad saw, niscaya Allah SWT akan kepadaku, maka baginya dua pahala. Kedua,
seorang budak yang menunaikan hak Allah SWT
memberi kalian dua bagian dari rahmat-Nya, dan hak majikannya, maka baginya dua pahala.
oleh karena keimanan kalian kepada Rasul- Ketiga, seorang majikan yang memiliki budak
Nya Muhammad saw. setelah keimanan kalian perempuan,lalu ia asuh, rawat dan didik dengan
kepada rasul-rasul terdahulu sebelum beliau. bail<" kemudian memerdekakannya dan menikahi-
fuga, Allah SWT memberi kalian tambahan di nya, maka baginya dua pahala."
samping itu, yaitu Dia menjadikan untuk kalian
cahaya yang dengannya kalian bisa berjalan Kemudian, Allah SWT menyanggah dan
menyeberangi ash -Sh i ra ath, menggunakannya mementahkan persangkaan orang-orang Ya-
sebagai penerang yang menunjukkan arah hudi yang mengklaim bahwa kenabian hanya
khusus dari kalangan internal mereka,
bagi kalian di akhirat, serta petunjuk yang
'Agar Ahli Kitab mengetahui bahwa sedikit
dengannya kalian bisa terselamatkan dari ke-
pun mereka tidqk akan mendapat karunia
butaan dan kebodohan di dunia. Allah SWT
Allah fiika mereka tidak beriman kepada
juga akan mengampuni dosa-dosa kalian yang Muhammad), dan bahwa karunia itu ada di
telah lalu, dan Allah SWT Maha Pengampun
lagi Maha Penyayang. tangan Allah, Dia memberikannya kepada siapa
Ini merupakan sebuah janji bagi orang- yang Dia kehendaki. Dan Allah mempunyai
karunia yang besar.73 " (al-Hadiid: 29)
orang Mukmin yang beriman kepada Rasulullah
saw. setelah beriman kepada semua para nabi 7 3 Yakni li ya'lama sebagaimana yang sudah pernah dijelaskan
di atas. Abdullah bin Mas'ud r.a dan yang lainnya membaca,
li kai ya'lama. lbnu farir menuturkan, "Karena orang Arab
biasa menjadikan kata laa sebagai shilah tambahan yang
\---r?::":n,'_11*111,,, _........"..,,,,," .......,.".,.",., ."-*****,/G-*,*-3if73 i TAFSIRAL-MUNIRJIIID 14
Bertakwalah kalian kepada Allah SWT Fiqlh Kehldupan atau Hukum-Hukum
dan berimanlah, niscaya Allah SWT memberi Ayat-ayat ini menjelaskan dan mengurai-
kalian tiga hal tersebut di atas, supaya orang- kan apa yang sebelumnya disebutkan secara
orang dari Ahli Kitab yang tidak bertakwa dan global dalam ayat-ayat sebelumnya berupa
tidak beriman, tahu dan sadar bahwa mereka pengutusan para rasul dengan membawa
kitab suci. Ayat-ayat ini menuniukkan hal-hal
sekali-kali tiada kuasa menolak apa yang
sebagai berikut.
diberikan oleh Allah SWT dan Rasul-Nya dan
tidak pula kuasa memberikan sesuatu yang t. Allah SWT menginformasikan bahwa Dia
tidak dikehendaki oleh-Nya. Karena mereka
tidak mampu untuk memperoleh sesuatu dari mengutus Nabi Nuh a.s. dan Nabi Ibrahim
a.s. serta menjadikan kenabian pada ke-
karunia Allah SWT yang Dia anugerahkan turunan mereka berdua. Allah SWT men-
kepada orang yang beriman kepada Nabi jadikan sebagian keturunan mereka ber-
Muhammad saw., dan mereka iuga tidak dua sebagai para nabi serta mewahyu-
kan kepada mereka kitab-kitab yang di-
mampu untuk mencegah dan menolak karunia turunkan dari langit, yaitu Taurat, Injil,
tersebut yang dianugerahkan kepada orang- Zabur, dan al - Furqaan (Al-Qur'an).
orang yang berhak mendapatkannya, seperti
2. Sebagian keturunan itu beriman, meng-
karunia kenabian, risalah, kerasulan, dan
yang lainnya. fuga bahwa karunia termasuk ikuti jejak langkah Nabi Ibrahim a.s. dan
Nabi Nuh a.s. serta menerima petunjuk.
di antaranya adalah kenabian, ilmu, dan
Banyak di antara mereka yang kafir; fasik,
ketakwaan adalah sepenuhnya berada di
keluar dari bingkai ketaatan kepada Allah
tangan Allah SWT, Dia memberikannya kepada
SWT.
siapa yang dikehendaki-Nya, sebagaimana Dia
memberi Nabi Muhammad saw, para sahabat 3. Allah SWT mengiringi di belakang ke-
beliau dan umat beliau bagian terbanyak dari
agama Islam. Allah SWT Mahaluas karunia- turunan itu dengan sejumlah rasul yang
Nya, Maha memberi pemberian dan kebaikan banyak jumlahnya, seperti Nabi Musa
kepada siapa saja yang Dia kehendaki dari a.s., nabi Ilyas a.s., nabi Dawud a.s., nabi
para hamba-Nya. Sulaiman a.s., Nabi Yunus a.s. dan yang
Kesimpulannya adalah bahwa keimanan lainnya. Iuga, dengan nabi Isa putra
Ahli Kitab kepada Taurat dan Injil serta kepada
Nabi Musa a.s. dan nabi Isa a.s. belumlah cukup Maryam, ia berasal dari keturunan Nabi
Ibrahim a.s. dari jalur ibunya, dan Allah
dan tiada gunanya selama mereka belum SWT memberinya Injil, yaitu kitab suci
beriman kepada Nabi Muhammad saw sang
yang diturunkan kepadanya.
pemungkas para nabi dan rasul.
4. Allah SWT menjadikan dan menanamkan
berfungsi memperkuat dalam setiap perkataan yang
semangat kelemahlembutan, kesantunan,
di bagian awal atau bagian akhirnya memuat makna
dan cinta kasih dalam hati orang-orang
pengingkaran dalam bentuk yang tidak eksplisit, seperti yang mengikuti nabi Isa a.s., yaitu al-
ayat 12 surat al-Nraaf, maa mana'aka an laa tasiuda (Allah Hawariyyuun dan para pengikut mereka.
berfirman, 'Apakah yang menghalangimu untuk bersuiud
kepada Adam di waktu Aku menyuruhmu?" Meniawab iblis, Mereka pun saling menyayangi dan
"Saya lebih baik daripadanya, Engkau ciptakan saya dari
api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah.'). fuga seperti mengasihi antara sebagian kepada se-
ayat 109 surat al-Anham, wa maa yusy'irukum annahaa bagian yang lain. Ar-Ra'fah artinya adalah
idzaa jaa'at laa yu'minuuna. fuga seperti ayat 95 surat
al-Anbiyaa', wa haraamun 'alaa qaryatin ahlaknaahaa kelemahlembutan, kesantunan. Sedang-
annahum laa yarji'uuna.
kan ar-Rahmah artinya adalah rasa kasih
sayang.
Ini mengisyaratkan bahwa dalam bagaimana yang difirmankan Allah SWT
Injil, mereka diperintahkan untuk menge- dalam ayat,
depankan semangat cinta damai, lemah "Wahai orang-orang yang beriman!
lembut, dan menghindari tindakan me- Sesungguhnya banyak dari orang-orang
nyakiti orang lain. Allah SWT pun ber- alim dan rahib-rahib mereka benar-benar
kenan menjadikan hati mereka lembut memakan harta orang dengan jalan yang
dan sensitif karenanya. Beda dengan batil, dan (mereka) menghalang-halangi
(manusia) dari jalan AIIah." (at-Taubah:
kaum Yahudi yang berhati keras, meng- 34)
ubah perkataan (firman Allah SWT) dari
tempatnya, melakukan distorsi, mani- Yang dimaksudkan dari rahb aaniyy ah
pulasi, dan reduksi terhadapnya. sebagaimana yang disebutkan oleh ar-
Razi dan yang lainnya adalah mereka
Muqatil menjelaskan yang dimaksud- hidup menyendiri dan terpencil di bukit-
kan dari kata-kata ar-Ra'fah dan ar- bukit untuk menyelamatkan diri dari
Rahmah di sini adalah bahwa mereka
fitnah dalam agama, memfokuskan diri
saling mengasihi dan menyayangi antara sepenuhnya untuk beribadah, serta me-
maksa diri melakukan hal-hal yang me-
satu dengan yang lain, sebagaimana Allah
lebihi dari ibadah-ibadah yang wajib
SWT menggambarkan para sahabat Nabi bagi mereka, seperti menyendiri dan
Muhammad saw. dengan sifat yang sama berkhalwat, mengenakan pakaian yang
kasa4 menjauhi perempuan, beribadah di
di ayat 29 surah al-Fath, {;ji;6j}. lubang-lubang, dan gua:gua.
Ahlus Sunnah menjadikan ayat &;;F Diceritakan dari Abdullah bin Abbas
r.?., bahwasanya pada periode fatrah
4u;;; ii, ifiir ,i, oi,4 sebagai landasan fmasa transisi atau interval) antara nabi
Isa a.s. dan nabi Muhammad saw., para
dalil bahwa perbuatan hamba adalah raja melakukan pengubahan dan distorsi
terhadap kitab Taurat dan Injil, lalu ada
makhluk ciptaan Allah SWT sedangkan
bagi si hamba hanyalah al-Kasb. Karena kaum yang mengembara di muka bumi
di sini, Allah SWT menetapkan bahwa hal- dan mengenakan baju dari bulu.
hal tersebut adalah sesuatu yang dijadikan 6. Orang-orang yang beriman dari para
oleh Allah SWT dan menyatakan bahwa
pengikut nabi Isa a.s. dan orang-orang ge-
mereka mengada-adakan kerahb aaniyy a - nerasi pertama yang mempelopori dan
han tersebut. menciptakan kerahbaan$ryahan dan men-
jalankannya sebagaimana mestinya, Allah
5. Para pengikut nabi Isa a.s. mengada-ada- SWT memberi mereka pahala yang ber-
kan dan membuat-buat sendiri cara ber- hak mereka dapatkan. Namun banyak dari
agama. Allah SWT tidak mewajibkannya
atas mereka dan tidak pula memerintah- generasi akhir mereka setelah itu adalah
orang-orang fasik yang keluar dan me-
kannya kepada mereka. Akan tetapi,
mereka membuat-buat dan mengada- nyimpang dari batasan-batasan yang telah
digariskan Allah SWT keluar dari bingkai
adakan kerahbaaniyyahan itu dengan
ketaatan kepada-Nya, kafir terhadap apa
maksud untuk mencari ridha Allah S\MT,
namun mereka tidak menjalankannya
sebagaimana mestinya dan dengan se-
benar-benarnya, tetapi mereka justru me-
nyalah gunakannya untuk memperoleh
kedudukan dan kepemimpinan serta me-
makan harta orang lain secara batil, se-
ThrsrRAr-MuNrR IITID 14
yang dibawa oleh nabi Isa a.s. dan Nabi Musa Qur'an) disebabkan kesabaran mereka."
(al-Qashash:54)
a.s.. Kemudian, ketika Allah SWT mengutus
Allah SWT juga akan memberi mereka
Nabi Muhammad saw.-dan yang tersisa
dari mereka tinggal sedikit-mereka yang cahaya, yakni keterangan, hidayah, pe-
tunjuk, dan tuntunan kepada kebenaran
masih tersisa itu pun berdatangan dari
di dunia, serta sinar penerangan yang
gua-gua, biara-biara dan tempat-tempat
berkhalwat mereka, lalu mereka beriman bisa mereka pergunakan untuk berjalan
menyeberangi Ash-Shiraath pada hari
kepada Nabi Muhammad saw.. Kiamat menuiu ke surga. Allah SWT iuga
mengampuni dosa-dosa dan perbuatan-
7. Ayat (ur,rlt +6iib menunjukkan bahwa perbuatan jelek mereka. Ini adalah ianji
dari Allah SWT yang pasti akan meniadi
setiap muhdatsah [hal baru yang diada- kenyataan, yaitu menggandakan pahala,
adakan) adalah disebut bid'ah. Bagi se-
seorang yang mengada-adakan suatu hal memberi cahaya, dan mengampuni dosa-
kebaikan, hendaknya ia konsisten men-
jalankannya, tidak mengabaikannya dan dosa.
tidak meninggalkannya beralih kepada
g. Dalam ayat (;rd >r!) Allah SWT membantah
hal yang bertentangan dengannya. Ketika
dan mementahkan asumsi dan dugaan
ia mengabaikannya dan beralih kepada Bani Israil yang mengklaim bahwa wahyu
dan risalah khusus untuk mereka saja
sesuatu yang bertentangan dengan hal itu, bahwa al-Kitab dan syari'at tidak lain
maka ia masuk ke dalam cakupan ayat ini. hanya untuk mereka bahwa Allah SWT
mengkhususkan dan mengistimewakan
Dalam ayat ini iuga terkandung mereka dengan keutamaan yang agung itu
dalil bahwa ber'uzlah (menyendiri) di di antara semua makhluk.
biara-biara dan rumah-rumah adalah
dianjurkan ketika zaman sudah rusak, Inti bantahan tersebut adalah bahwa
teman-teman dan saudara-saudara sudah kenabian sama sekali bukanlah terkhusus
berubah dalam arti negatif.
hanya bagi mereka. Mereka sekali-kali
B. Allah SWT memerintahkan secara ielas, tidak memiliki kekuasaan untuk mem-
tegas dan eksplisit kepada orang-orang
batasi dan mengkhususkan karunia Allah
Mukmin Ahli Kitab [orang-orang yang
SWT hanya untuk kaum tertentu. Me-
beriman kepada Nabi Musa a.s. dan nabi reka sekali-kali tidak bisa membatasi ke-
Isa a.s.) untuk bertakwa kepada Allah SWT
nabian dan kerasulan hanya pada kaum
dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya tertentu, sesungguhnya karunia adalah
dengan mengikuti perintah-perintah-Nya
dan menj auhi larangan-larangan-Nya, serta mutlak berada di tangan Allah SWT. Dia
beriman kepada Rasul-Nya, yaitu Nabi memberikannya kepada siapa saja yang
Muhammad saw., lika mereka melakukan Dia kehendaki dari para hamba-Nya dan
sama sekali tidak ada yang bisa protes dan
semua itu, mereka memperoleh dua pahala
atas keimanan mereka kepada Nabi Musa menentang-Nya dalam hal ini.
a.s. dan nabi Isa a.s. serta keimanan mereka Pengertian ini adalah berdasarkan
kepada Nabi Muhammad saw.. Ini seperti pendapat yang masyhur bagi kebanyakan
firman Allah SWT dalam ayat, ulama tafsir bahwa kata {'i} yang terdapat
"Mereka itu diberi pahala dua kali pada kalimat, {iiii fiy aaatah shilaah
(karena beriman kepada Taurat dan Al'
zaa'idah yang berfungsi memperkuat dan SWT bagi kaum-kaum tertentu, dan supaya
mereka meyakini bahwa sesungguhnya
mempertegas. Yakni, supaya orang-orang
Ahli Kitab tahu dan sadar bahwa mereka karunia mutlak berada di tangan Allah
sama sekali tidak bisa mengontrol dan SItllIL Berdasarkan pendapat dan tafsir ini,
menguasai karunia Allah SWT hingga
di sini ada kata tambahan yang disem-
mereka bisa semaunya sendiri memberi-
bunyikan, yaitu wal ya'taqiduu, yakni wal
kannya kepada siapa yang mereka kehen- ya'taqiduu annal fadhla bi yadillaahi [dan
supaya mereka meyakini bahwa sesung-
daki dan tidak memberikannya kepada guhnya karunia mutlak berada di tangan
Allah SWT). Adapun pendapat dan tafsir
siapa yang mereka kehendaki.
yang pertama, di dalamnya perlu ada pem-
Sedangkan menurut pendapat Abu
Muslim al-Ashfahani dan sejumlah ulama buangan suatu kata yang sudah ada. Sudah
yang lain yang mengatakan bahwa kata ('j) maklum bahwa al-ldhmaar (menyem-
bunyikan) adalah lebih utama dan lebih
terseb ut b ukanlah z a a' i d ah atau tambahan,
pengertian yang bisa diambil dari ayat ini baik daripa da al-Hadzf (membuang).7s
adalah supaya orang-orangAhli Kitab tidak
10. Ayat {l' I S*it ',tii$ menunjukkan bahwa
memiliki suatu pandangan, pemahaman,
dan pengertian bahwa Nabi Muhammad karunia Ilahi mutlak berada dalam
saw. dan orang-orang Mukmin tidak bisa
memperoleh sesuatu dari karunia Allah kekuasaan dan genggaman Allah SWT.
SWT. Ketika mereka tidak memiliki pe- Dia menganugerahkannya kepada siapa
mahaman dan pengertian seperti itu, maka saja yang dikehendaki-Nya karena Dia
berarti mereka memiliki pandangan dan
pemahaman yang sebaliknya, yaitu bahwa Mahakuasa lagi Maha Berkehendak bebas
Nabi Muhammad saw dan orang-orang
Mukmin bisa memperoleh sesuatu dari secara mutlak, Dia berbuat apa saja yang
karunia Allah SWTTa dan supaya mereka
tahu dan mengerti bahwa sesungguhnya Dia kehendaki.
karunia mutlak berada di tangan Allah Ayat (;4r 4, ,:; ar;) menunjukkan
SWT. Dengan demikian makna ayat ini bahwa karunia dan kebaikan Allah SWT
adalah Kami melakukan demikian supaya pastilah agung. Yang dimaksud disini
orang-orang Ahli Kitab tidak memiliki adalah mengagungkan posisi Nabi
keyakinan bahwa mereka kuasa untuk Muhammad saw., baik dari sisi kenabian,
membatasi karunia dan kebaikan Allah syari'at, dan kitab beliau, serta meme-
rintahkan orang-orang Ahli Kitab agar
bersegera untuk beriman kepada risalah
beliau sebagai penutup syari'at-syari'at
Ilahiah.
I 1r*,Li&)r-/
Y)
74 Karena menafikan penafian (negatif+negatif) adalah 75 Tafsir Ar-Razi, 29 /247 -248.
positif, seperti pekataan, laa tushaddiq Fulaanan annahu
maa qaala kadzaa (kamu iangan percaya kepada si Polan
kalau dia mengaku bahwa dia tidak mengatakan begini
dan begini), yakni bahwa dia sebenarnya mengatakan
perkataan itu.
TAFSTR Ar-MuNrR JrrrD 14
SURAH AL-MUIAADITAH
MADANIYYAH, DUA PULUH DUA AYAT
Status Madanlyyahnya yang masuk ke dalam bumi dan apa yang
Surah al-Mujaadilah adalah surah Mada- keluar dari bumi, segala apa yang turun
dari langit dan apa yang naik ke langi!
niyyah berdasarkan pendapat yang shahih. dan Dia senantiasa bersama makhluk-Nya
Diriwayatkan dari al-Kalbi bahwasanya ia di manapun mereka berada.
mengatakan surah ini semuanya turun di Sedangkan pada bagian depan surah
Madinah kecuali ayat yang berbunyi, i.,( uh
al-Mujaadilah ini disebutkan ayat yang
(r*rt; i it ^>; ur*;n karena ayat ini turun di
menunjukkan tentang hal itu, yaitu men-
Mekah.
dengar perkataan si perempuan yang
Diriwayatkan dari Atha' bahwa sepuluh
mengadu kepada Allah SWT. Oleh ka-
ayatpertama dari surah ini adalah Madaniyyah, rena itu, Aisyah r.a., ketika turun ayat
sedangkan sisanya adalah Makkiyyah. ini, berkata, 'Mahasuci Dzat Yang Pen-
dengaran-Nya meliputi segala suara.
Penamaan Surah
Waktu itu, aku berada di sudut rumah dan
Surah ini dinamakan surah al-Mujaadilah, aku tidak mengetahui apa yang dikatakan
oleh si perempuan tersebut."76
karena surah ini dibuka dengan ayat'c; ib
(Vi. e ii'* ui' ji lttt (Sungguh, Allah telah 2. Surah al-Hadiid ditutup dengan ayat
mendengar ucqpan perempuqn yang meng- yang menerangkan karunia Allah SWT,
ajukan gugatan kepadamu (Muhammad) ten- sementara surah al-Mujaadilah ini di-
tang suaminya). Perempuan tersebut adalah
Khaulah, istri Aus lbnu Shamit. buka dengan ayat yang mengisyaratkan
beberapa karunia Allah.
Persesualan Surah lnl Dengan Surah 3. Dalam surah al-Mujaadilah pada ayat
Sebelumnya yang ketujuh, Allah SWT berfirman ,:Iy
Korelasi dan relevansi surah ini dengan [f'r$t , vi etjt lJt e v l*--it iti j. Ayat ini
surah sebelumnya (surah al-Hadiid) bisa
menguraikan lebih lanjut keterangan
terlihat dari tiga aspek sebagai berikut.
global yang disebutkan dalam surah al-
1. Pada bagian depan surah al-Hadiid di-
76 HR Sa'id lbnu Manshur dan al-Bukhari dalam bentuk
sebutkan sifat-sifatAllah SWT yang agung,
mu'allaq, Abd Ibnu Humaid, an-Nasa'i, Ibnu Majah, Ibnul
di antaranya adalah azh-Zhaahi[ al- Mundzir; Ibnu Murdawaih, dan al-Baihaqi dalam Sunonnya
dengan redaksi al-Hamdulillaahi, al-Hadiits.
Baathin, Yang Maha Mengetahui segala apa
14rrrsrnAr-MuNrnlrrro *r,,.,dilJffilh..r,i,. sr,"h"t'Mrl""dll.h
\-*_____
Hadiid ayat emPat,! n,i € " ;.i €6'$b dengan mengeluarkan kafarat zhihaar yang
disebutkan dalam ayat-ayat pertama surah
lt : 1.,:
{;at 'lr'L-'. ini, yaitu memerdekakan budak. fika tidak
Kandungan Surah mampu berpuasa dua bulan berturut-turut.
Tema surah ini sebagaimana surah-surah f ika tidak mampu maka memberi makan enam
Madaniyyah lainnya adalah menjelaskan puluh orang miskin [ayat satu sampai empat).
Hal ini diikuti dengan ayat yang menegaskan
hukum-hukum syari'at. Surah ini memuat
hinanya orang-orang yang memusuhi dan
keterangan tentang hukum zhihaar dan
menentang Allah SWT dan Rasul-Nya. Amal-
kafaratnya, hukum at-Tanaajii (berbisik-bisik, amal perbuatan mereka dan Allah SWT me-
berbicara secara tertutup), adab dan etika
majelis, memberi sedekah terlebih dahulu se- nyaksikan mereka semua.
belum melakukan pembicaraan khusus dan
Kemudian, surah ini menjelaskan adab
konsultasi pribadi dengan Rasulullah saw.,
hukum orang-orang munafik, balasan me- dan etika berbisik-bisik di majelis, yakni
reka, sikap mereka yang mendustakan, men- pembicaraan tertutup dan rahasia di antara
deskripsikan mereka sebagai partisan dan dua orang atau lebih di depan orang lain.
golongannya setan, sebagai orang-orang yang Berbisik-bisik adalah haram jika itu adalah
menjalin hubungan kasih sayang, persaha- untuk berbuat dosa dan permusuhan, se-
batan karib dengan musuh-musuh Allah SWT bagaimana yang dilakukan oleh orang-orang
Yahudi dan orang-orang munafik. Surah ini
Ayat-ayat dalam surah ini semuanya juga menegaskan bahwa sesungguhnya Allah
memiliki sebuah keistimewaan dan ciri khas SWT mengetahui rahasia pembicaraan yang
bahwa setiap ayatdalam surah ini pasti memuat berlangsung di antara dua orang atau lebih.
lafzhul jalaalah, Allah, untuk menanamkan dan
fuga menguak kedok kebusukan orang-orang
menumbuhkan dalam jiwa perasaan takut,
Yahudi dan tipu daya mereka ketika mereka
segan, dan penuh khidmat kepada Allah SWT
mengucapkan tahiyat salam kepada Rasulullah
serta tidak berani melanggar hukum-hukum-
saw. dengan tahiyat salam yang diplesetkan
Nya.
seakan-akan tampak seperti ucapan salam,
Surah ini diawali dengan penjelasan bah- namun sejatinya itu adalah ucapan yang jelek,
wa Allah SWT mendengar perkataan seorang
busuh dan cacian, yaitu ucapan mereka,
perempuan, yaitu Khaulah binti Tsa'labah
As-Saam 'alaika ya Muhamma4 "Kematian
yang mengajukan gugatan keberatan kepada
Rasulullah saw. menyangkut nasib dirinya dari atas kamu wahai Muhammad" (ayat ketujuh
suaminya, yaitu Aus Ibnu Shamit yang me-
lakukan zhihaar terhadap dirinya dengan ber- sampai sepuluh).
kata kepada dirinya, "Kamu haram atas diriku
seperti punggung ibuku." Hukum zhihaar pada Kemudian, surah ini melanjutkan pem-
masa fahiliyyah adalah si istri haram bagi bicaraannya dengan penjelasan tentang adab
si suami selamanya. Kemudian, Allah SWT
dan etika memberi kelapangan, ruang dan
mengganti dan mengubah hukum tersebut tempat di majelis dan permintaan untuk me-
dengan menjadikan hukum zhihaar hanya-
Iah menjadikan si istri haram bagi suami se- ninggalkan majelis. Surah ini juga meng-
cara temporal yang keharaman itu bisa hilang
apresiasi orang-orang Mukmin yang mematuhi
perintah-perintah Allah SWT dan perintah-
perintah Rasul-Nya, serta memuji secara khusus
orang-orang Mukmin yang berilmu. f uga, meng-
haruskan untuk memberikan sedekah terlebih
dahulu ketika ingin berbicara secara khusus
TArsrRAr-MuNrR IrLrD 14
dan pribadi dengan Rasulullah saw. Namun, ZHIHAAR DAN KAFARATNYA
kemudian hukum ini dihapus guna memberikan
keringanan kepada orang-orang Mukmin dan Surah al-Mulaadllah Ayat 1- 4
mempermudah mereka untuk bertemu dengan
rJl',{F's V$ e. (i re'dt'U A'€
Nabi mereka, dan menggantinya dengan
%'&;'.i,\ 6l'tUiV t4 iv "$\
menyibukkan diri dengan shalat, menunaikan
';$t -"$ V, ;";yj U tbu'bjAy" lr"$
zakat serta menaati Allah SWT dan Rasul-Nya
Ny,-4a l'trfu frv*i's,'j-' *, i'y
(ayat sebelas sampai tiga belas).
<;"iv W jtc !4 -ttsy,W )ihtit
Kemudian,surah ini memaparkan sejumlah
skandal dan kebusukan orang-orang munafik l,s.::;;st';vg'orA*;eya'n:6#
yang menjalin loyalitas dan persahabatan -'tfJ' G,'iv u+,-o$'$', Cua'|',# l;
dengan orang-orang Yahudi, membocorkan *i,y "u ;ir"gi if6 ?6 4- i m
rahasia-rahasia kaum Mukminin kepada me-
reka, bersumpah dengan sumpah palsu, me- 'rtt"W;"'ifu "&$'fr 'W ";\
nentang Allah SWT dan Rasul-Nya, serta me- 1CYE
langgar perintah Allah SWT dan Rasul-Nya. ')t'tlsiLlx;ttfis iVW
Mereka pun menjadi orang-orang yang terhina
dan kalah sedangkan orang-orang Mukmin ffiH:{*ft"
menjadi orang-orang yang mulia, berjaya, dan
menang (ayat empat belas sampai dua puluh "Sungguh, AUah telah mendengar ucaPan
perempuan yang mengajukan gugatan kepadamu
satu).
(Muhammad) tentang suaminy a, dan mengadukan
Surah al-Mujaadilah ini ditutup dengan (halnya) kepada Allah, dan Allah mendengar Per-
cakapan antara kamu berdua. Sesungguhnya Allah
ayat yang berisi perintah kepada orang-orang Maha Mendengar, Maha Melihat. Orang-orang di
Mukmin agar menjauhi para pengkhianatyang antara kamu yang menzihar istrinya, (menganggap
menjalin loyalitas dengan musuh-musuh umat
sekalipun mereka adalah orang terdekat. Para istrinya sebagai ibunya, padahal) istri mereka
pengkhianat yang bersikap munafih hipokrit, itu buknnkah ibunya. Ibu-ibu mereka hanyalah
perempuan yang melahirkannya. Dan sesunguh-
dan inkonsisten untuk melemahkan eksistensi
umat dan mencerai beraikan persatuan umat. nya mereka benar-benar telah mengucapkan
Adapun umat yang solid dan dipenuhi dengan
suatu perkataan yang mungkar dan dusta. Dan se-
semangat, mereka saling mencintai dan sungguhny a Allah Maha Pemaaf, Maha P engamPun.
Dan mereka yang menzihar istrinya, kemudian
menyayangi. Itulah umat yang beriman yang menarik kembali apa yang telah mereka ucapkan,
benar dan para penghuni surga. Mereka kekal maka (mereka diwajibkan) memerdekakan seorang
di dalamnya selama-lamanya. budak sebelum kedua suami istri itu bercampur.
Demikianlah yang diajarkan kepadamu, dan
Pembedaan dan pemberian garis pemisah
yang jelas dan tegas antara dua sikap atau Allah Mahateliti aPa yang kamu keriakan. Maka
barangsiapa tidak dapat (memerdekakan hamba
posisi, yaitu posisi keimanan dan posisi ke-
kafiran dan kemunafikan memberikan sebuah
penegasan bahwa kecintaan haruslah karena
Allah SWX, kebencian haruslah karena Allah
SWT dan sesungguhnya kesempurnaan iman
menuntut sikap memusuhi para musuh Allah
SWT (ayat dua puluh dua).
TAFSIRAL-MUNIR)IIID 14 tri, 1-*\ surahat-Mula.dlah
sahaya), maka (dia wajib) berpuasa dua bulan mashdar yang dibuang. Asumsinya adalah wa
innahum layaquuluuna qaulan mungkaran wa
b erturut- turut seb elum keduanya b ercampur. Tetapi qaulan zuuran.
barangsiapa tidak mampu, maka (wajib) memberi
{,lt i tr:,;. pY Jaarr majruur (r:} ber-
makan enam puluh orang miskin. Demikianlah
agar kamu beriman kepada Allnh dan Rasul-Nya. kedudukan i'raab nashab berta'alluq dengan
Itulah hukum-hukum Allah, dan bagi orang-orang
fi'il (rJ;.b. Kata maa di sini adalah maa
yang mengingkarinya akan mendapat adzab yang
sangat pedih." (al-Mujaadilah: f -4) mashdariyyah, yakni ya'uuduuna li qaulihim,
dan mashdar ini bermakna isim maf'uul,
Qlrua'aat
maquul. Seperti perkataan haadzats tsaubu
{tttrt.h dibaca:
nasjul Yaman, yakni mansuujuhu. Makna
L. <3t'|*t-.> ini adalah qiraa'aat Nafi', Ibnu kalimat ini adalah ya'uuduuna lil imsaaki aI-
Katsir dan Abu Amr. Maquuli fiihi azh-Zhihaar wa laa yuthalliqu az-
2. <ctttbt ini adalah qiraa'aat Ashim. Zauj.
3. <StAk>ini adaah qiraa'aatimam yang lain.
4!t lr. ;lu,-t ot:;.'i e* q ut-nrI; ,.!,tb
l'nab
kata {;irry menjadi mubtada'.Katafa tahriiru
(# ii) para ulama nahwu mengatakan
raqabatin menjadi mubtada' kedua, sedangkan
bahwa kata {-ri} yang masuk kepada y''il
khabarnya dibuang, yakni fa 'alaihim tahriiru
maadhin, maka di dalamnya terkandung raqabatin. Jumlah ismiyyah yang terdiri dari
makna at-Tawaqqu' (kemungkinan). Kalimat mubtada' dan khabar ini menjadi khabar
qad fa'ala hanya ditujukan kepada orang yang
untuk mubtada' yang pertama.
menunggu-nunggu ,perbuatan itu atau me-
Balaafhah
nanyakann ya. {gAi } c e* i t o tqti:. u',:ty
kata {"i} menjadi mubtada', sedangkan 4f ih kata sami'a [mendengar) di
khabarnya adalah 4eai.7 uF atau kalimat sini adalah majaz tentang makna diterima,
diperkenankan, dan dikabulkan, sedangkan
ini menjadi indikasi yang menunjukkan
'alaaqahnya adalah sababiyyah [menyebutkan
khabarnya yang dibuang, yakni alladziina
sebab, namun yang dimaksudkan adalah
yuzhaahiruuna min nisaa'ihim mukhthi'uuna,
lasna ummahaatihim. akibatnya).
Kata (Uy di sini adalah maa Hijaaziyyah {,#^,+'.1"i ut U._v"ri ."} u} di sini terdapat al-
yang beramal seperti kata laisa. Kata, (#F
Ithnaab [memperpanjang kata-kata karena
menjadi isimnya,sedangkan khabarnya adalah suatu maksud dan tujuan) dengan menyebut-
(folq-iy yang dibaca nashab menurut dialek kan kata ummahaat, dengan tujuan untuk
orang Hijaz. Ada versi qiraa' aat yangmembaca
semakin mempertegas dan memperjelas.
refo', ummahaatuhum berdasarkan dialek
{ir-.i} (4} (1,-} ("r} fut} ini adalah
Bani Tamim. Di sini,f t/ {irftr} bermuta'addi
dengan huruf jarr {}\ karena mengandung bentuk-bentuk kata mubaalag hah.
makna at-Tab' iid (menj auhkan). Mufradaat Lughawlyyah
6';rl;i )p' ,i ''k :,jA ilib kata {r6:p (il' i:- s) Allah SWT benar-benar mem-
dan {r;rj;} dibaca nashab menjadi sifat untuk perkenankan dan menerima, seperti pada
kalimat at-Tasmiii sami'a Allaahu li man
hamiddahu, yakni aiaabahu. C u:C ;t i'i1y
{t+:i; pert<ataan seorang perempuan yang
TATSTRAL-MUNIR JILID 14
berbicara, mengajukan keberatan dan ber- adalah seperti punggung ibuku," yakni dalam
debat denganmu wahai Nabi menyangkut per- hal keharaman. Kerabat mahram lainnya
kara dirinya dan perkara suaminya yang men'
dalam hal ini adalah juga sama seperti ibu.
zhihaar dirinya.
Ini adalah sebuah bentuk talak yang
Perempuan itu adalah Khaulah binti
paling keras dan berat pada masa |ahiliyyah.
Tsa'labah bin Malik al-Khazrajiyyah, istri Aus Zhihaar adalah suami menyerupakan istri atau
Ibnu Shamit saudara laki-laki Ubadah Ibnush salah satu anggota tubuhnya dengan salah
Shamit r.a.. satu mahram suami, baik dari jalur nasab,
Aus Ibnu Shamit menzhihaar istrinya itu persusuan atau mushaaharah, dengan maksud
dengan berkata, "Kamu haram atas diriku
pengharaman.
seperti punggung ibuku." Lalu Khaulah
fata (j;y memberikan sebuah penger-
binti Tsa'labah meminta fatwa kepada
tian untuk mengecam, mencela dan mencerca
Nabi Muhammad saw., lalu beliau berkata kebiasaan mereka dalam melakukan zhihaar
kepadanya, "Dirimu haram atas suamimu."
karena zhihaar adalah salah satu bentuk
fawaban beliau ini masih terpengaruh dengan
hukum adatyangberlaku pada masa fahiliyyah sumpah fahiliyyah.
kala itu. Karena zhihaar bagi masyarakat Arab
(."i; ,# 'il ;1:,$i ilb ibu-ibu mereka
fahiliyyah merupakan sebab yang menjadikan
tidak lain adalah perempuan-perempuan
si istri yang di-zhihaar meniadi haram atas
suami selamanya. Khaulah berkata, "la tidak yang melahirkan mereka. Mereka, tidak bisa
menalakku." Nabi Muhammad saw. berkata, diserupakan dengan kerabat mahram dalam
"Dirimu haram atas suamimu." Khaulah pun hal keharaman kecuali orang yang memang
merasa sedih karena waktu itu anak-anaknya disamakan oleh Allah SWT dengan kerabat
masih kecil. Ia pun mengadu kepada Allah
mahram dalam hal keharaman dinikahi seperti
SWT lalu turunlah empat ayat ini.
ibu persusuan dan para istri Rasulullah saw.
{i,Jl .#3Y dan dia pun mengungkapkan
{tit i ''5} :,;A #[] dan sesungguhnya
pengaduannya, kesedihan dan kegundahannya
dengan zhihaar itu, mereka benar-benar me-
kepadaAllah SWT dengan meyakinibahwaAllah ngatakan perkataan mungkar yang dikecam
SWT mendengar perbincangannya dengan dan ditolak oleh syara'. Kemungkaran adalah
Rasulullah saw., mendengar pengaduannya sesuatu yang dinilai buruk oleh syara', akal
serta menghilangkan kesulitan dan kesusahan dan tabiat. $(ri;b dan perkataan dusta karena
seorang istri tidak bisa diserupakan dengan
yang dialaminya. {u<;16 A4.ar;} dan Allah
ibu. $\-jL--..;-i,j ^tr ily) dan sesungguhnya Allah
SWT mendengar perdebatan kamu berdua. Di
SWT Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun.
sini digunakan bentuk kalimat orang kedua
Allah SWT memaafkan suami yangberzhihaar
sebagai bentuk at-Taghliib. 44 y nr i1)
dan mengampuninya jika ia bertobat dan
sesungguhnya Allah SWT Maha Mendengar
semua perkataan lagi Maha Melihat segala menunaikan kafarat. Sebagaimana pula, Allah
keadaan. Ini menunjukkan pengukuhan dan
penetapan sifat mendengar dan melihat bagi SWT Maha Pengampun bagi setiap orang yang
berdosa dan bermaksiat jika ia mau bertobat
Allah SWT.
dan sadar.
4t 3tVtia rjr) orang-orang yang men-
zhihaar istrinya di antara kalian, seperti mem{'blai ta!lka"nt|,i.m'eibngkeamnuuldiriandamnermekeancinagbuint
dengan berkata kepada istrinya, "Kamu bagiku kembali niat dan maksud pengharaman ter-
sebut. Hal itu menurut imam asy-Syafi'i adalah
dengan mempertahankan [merujuk) istrinya
TATSTRAL-MUNlR IrLrD 14 libido yang berlebihan. ((<; ',f i6iy\ wajib
yangdizhihaar dalam rentang waktu yang me- baginya untuk memberi makan enam puluh
mungkinkan bagi suami untuk menalaknya. orang miskin, tiap-tiap satu orang miskin se-
banyak satumudd dari bahan makanan pokok
Sedangkan menurut imam Abu Hanifah adalah daerah setempat menurut ulama Syafi'iyyah,
dengan menghalalkan dirinya untuk ber- yaitu satu sepertiga rfthl. Menurut ulama
senang-senang dengan istrinya, meskipun Hanafiyyah, tiap-tiap satu orang miskin se-
itu hanya dengan pandangan syahwat dan banyak setengah shaa' burr atau satu shaa'
birahi. Sedangkan menurut imam Malik
kurma atau sya'iir. Hal itu ditunaikan sebelum
adalah dengan berazam untuk menyetubuhi.
Sedangkan menurut Hasan al-Bashri dan keduanya bersetubuh. Kalimat ini (sebelum
imam Ahmad adalah dengan menyetubuhi.
keduanya bersetubuh) tidak disebutkan dalam
4y,;4b maka wajib atas dirinya, atau maka konteks pembayaran kafarat dengan memberi
makan enam puluh orang miskin karena sudah
yang wajib adalah memerdekakan budah disebutkan pada konteks pembayaran kafarat
dengan memerdekaan budak dan puasa se-
boleh budak laki-laki atau perempuan. hingga tidak perlu lagi disebutkan kembali di
sini.
Huruf fa' di sini adalah fa' sababiyyah
(4F keterangan tersebut atau pem-
yang menunjukkan pengertian berulangnya
beritahuan dan pengajaran tentang hukum-
kewajiban memerdekakan budak dengan ber- hukum dan peringanan kafarat tersebut. rr-i1)
(l;rt.:ur, hal itu diberlakukan dan ditetapkan
ulangnya zhihqar. Budak yang dimerdekakan supaya kalian membenarkan dan beriman
kepada Allah SWT dan Rasul-Nya dalam me-
menurut jumhur ulama selain Hanafiyyah
nerima syari'at-syari'at-Nya dan menolak
adalah disyaratkan harus budakyang Mukmin,
dikiaskan dengan kafarat pembunuhan yang hukum-hukum adat fahiliyyah. 4nr irs url;)
dilakukan secara tidak disengaja. (t,1*; ol .F;y dan itu adalah hukum-hukum syari'at Allah
sebelum salah satu dari keduanya bersenang- SWT yang telah digariskan dan yang tidak boleh
senang dengan yang lain [berhubungan dilanggar. 4U Iti; :r.tgt| dan bagi orang.
badan), karena redaksinya umum. Di sini ter- orang kafir yang tidak mau menerima hukum-
kandung dalil keharaman bersenang-senang hukum tersebut ada adzab yang menyakitkan,
pedih dan memilukan, sebagaimana firman
atau bersetubuh sebelum membayar kafarat. Allah SWT dalam ayat,
{! j i,-} barangsiapa yang tidak me- "Barangsiapa mengingkari (kewajiban),
maka ketahuilah bahwa AIIah Mahakaya (tidak
miliki atau mendapatkan budak atau tidak
memerlukan sesuatu) dari seluruh alam." (Ali
memiliki biaya untuk memerdekakan budak. 'Imraan:97)
(*u; oi E ,t fd ;.:*" iVb yang wajib Sebab Turunnya Ayat
adalah berpuasa dua bulan secara berturut- Hakim meriwayatkan dari Aisyah r.a., ia
turut sebelum keduanya bersenang-senang. berkata, "Mahasuci dan Mahaagung Dzat Yang
Apabila ia berbuka tanpa ada uzu[ ia harus
mengulang kembali dari awal. Namun jika Pendengaran-Nya meliputi segala sesuatu,
ia berbuka karena adanya suatu uzul dalam
hal ini terdapat perbedaan pendapat. fika ia sungguh waktu itu aku mendengar suara
menyetubuhinya pada malam hari, menurut
ulama Syafi'iyyah itu tidak merusak puasa
yang telah dilakukan sebelumnya. Berbeda
dengan pendapat imam Abu Hanifah dan
imam Malik. {1{ i, ;,.i} barangsiapa tidak
mampu berpuasa karena faktor lanjut usia,
sakit yang permanen, atau memiliki birahi dan