The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by masjiddarussalam18, 2022-08-26 07:07:22

Tafsir Al-Munîr Jilid 14

Tafsir Al-Munîr Jilid 14

sehingga lebih sesuai dan relevan iika ba'ts, meskipun telah dipaparkan berbagai
macam bukti yang tak terbantahkan sebagai
dalam konteksnya disebutkan hal-hal yang
mengandung makna pergerakan. penegasan adanya ba'ts.

Oleh karena itu, Allah SWT bersumpah Hikmah di balik sumpah di sini dan
di berbagai surah lainnya adalah bahwa
dengan beberapa hal Pertamo angin yang
masyarakatArab padawaltu itu meyakini Nabi
menerbangkan dan menebarkan debu dan Muhammad saw. memang memiliki huiiah
setiap hal yang karakteristiknya adalah bisa (argumentasi) yang kuat dan selalu unggul
dalam debat dan pemaparan bukti. Karena
terhamburkan dan mengalahkan hukum
itu, Allah SWT bersumpah kepada mereka
gravitasi bumi. Kedua, awan mendung yang
dengan sesuatu yang luar biasa agar mereka
mengandung air dalam volume yang berat. mengetahui kebenaran beliau sekaligus mem-
perkuat hujjah beliau. Sebagaimana mereka
Ketiga, kapal-kapal yang berjalan dan berlayar jugameyakinibahwasumpahbohongdanpalsu
di atas permukaan air. Keempat, para malaikat
yang bertugas mendistribusikan rezeki dan akan mendatangkan bencana, malapetaka, dan
kerusakan. Mereka meyakini bahwa sumpah
hujan di antara para hamba. Setiap malaikat
palsu akan mendatangkan mara bahaya
memiliki tugas khusus. Malaikat fibril a.s.
misalnya adalah malaikat yang bertugas bagi orang yang bersumpah. Maka dari itu,
Allah SWT bersumpah kepada mereka untuk
membawa wahyu kepada para nabi. Malaikat membenarkan dalarah Rasulullah saw. serta
Mikail a.s. ditugaskan mendistribusikan rezeki menumbuhkan kepercayaan dan kredibilitas
penuh terhadap pribadi beliau. Sementara
dan rahmat. Malaikat Israfil a.s. bertugas
meniup sangkakala. Malaikat lzra'il a.s, ber- itu, mereka juga mengetahui bahwa Nabi
Muhammad saw. tidak pernah bersumpah
tugas mencabut nyawa. palsu dan tidak pernah tertimpa bencana

Allah SWT bersumpah dengan fenomena- setelah beliau mengucapkan berbagai macam
fenomena alam yang kasat mata dan yang sumpah. Bahkan sebaliknya, beliau semakin
tidak kasat mata. Hal ini memiliki efek sangat
menakjubkan untuk menegaskan bahwa apa bertambah mulia dan teguh. Hal ini sekali
yang dijaniikan oleh-Nya kepada manusia,-
lagi sebagai pembuktian bahwa beliau adalah
berupa haqyr dan ba'fs-adalah sungguh- orang yang benar dan jujur terhadap hal-hal

sungguh benar, bukan bohong bahwa pem- yang beliau ucapkan,
balasan berupa pahala dan siksa pasti terjadi,
Di samping itu, hal-hal yang digunakan
tidak mungkin tidak.
oleh Allah SWT dalam sumpah-Nya merupakan
Qasam atau sumpah ini bertuiuan untuk
bukti-bukti atas kesempurnaan kekuasaan-
mempertegas informasi yang disebutkan da- Nya untuk melakukan ba'ts dan hal-hal lain.

lam surah sebelumnya tentang hasyr(pengum- Dzat Yang Berkuasa dalam menciptakan hal-
pulan dan penghimpunan makhluk pada hari
hal tersebut dan mengaturnya sesuai dengan
Kiamat) dan bahwa itu adalah sangat mudah kehendak-Nya, sudah pasti berkuasa untuk
bagi-Nya, Allah SWT berfirman, melakukan ba'ts dan mengembalikan makhluk
untuk kali kedua pada hari Kiamat.
"Yang demikian itu adalah pengumpulan
yang mudahbagi Kami." (Qaaf:44) "Demi langit yang mempunyai ialan-ialan,
sungguh, kamu benar-benar dalam keadaan
Di sini terkandung isyarat tentang sikap
orang-orang musyrik Mekah dan orang-orang
seperti mereka yang ingkar terhadap ba'ts
serta tetap kukuh tidak memercayai adanya

, , f,Jo *h+ri., ,Till**:SYLI},L'P,,1,a,,,,,, ,,,,,, ,, ,,,, .,,*m,, t""110"-P3"3"'33i
. ............,......,.,...,..,.,,.,.,,,,,.,,.,,,,

berbeda-beda pendapat, dipalingkan darinya Sesungguhnya orang yang dipalingkan
(Al-Qur'an dan Rasul) orang yang dipalingkan."
(adz-Dzaariyaat 7-9) dari Al-Qur'an dan dari keimanan, tidak
lain adalah orang yang mendustakan dan
Demi langit yang memiliki keindahan, tidak memercayainya. Orang yang tertipu

keelokan, serta kesempurnaan bentuh akurasi dan terkelabuhi tidak lain adalah orang yang
dan presisi. Fi'il, habaka dan ihtabaka berarti kebingungan dan tenggelam oleh kebodohan
mengerjakan dan membuat sesuatu secara dan kedunguan. Karena pada dasarnya, apa
baik, optimal, sempurna, cermat, dan seksama.
yang mereka katakan adalah perkataan
Atau demi langit yang kuat dan kukuh, batil. Orang yang terpalingkan karena hal-
Allah SWT berfirman,
hal tersebut adalah orang yang benar-benar
"Demi langit yang mengandung hujan." dipalingkan dari keimanan kepada Rasulullah
fath-Thaariq: 11) saw.. Semua perkataan mereka adalah per-
kataan yang rancu dan kontradiktif karena
Atau demi langit yang memiliki jalan- seorang penyair; penyihi4, atau dukun tentulah
orang yang memiliki akal, kecerdasan, dan
jalan dan perlintasan-perlintasan yang sangat kecerdikan. Adapun orang gila, ia adalah orang
akurat dan tertata rapi sedemikian rupa, yaitu yang tidak memiliki akal sama sekali.
perlintasan-perlintasan benda-benda langit,
dan yang memiliki konstruksi bangunan yang "Terkutuklah orang-orang yang banyak
sangat kukuh, kuat, rapi, dan presisi, seperti berdusta, (yaitu) orang-orang yang terbenam
ayatL surah al-Buruuj, Allah SWT berfirman,
dalam kebodohan dan kelalaian." (adz-Dzaa-
"Demi langit yang mempunyai gugusan riyaat: 10-11)
bintang." (al-Buruui: 1)
Terlaknatlah dan sungguh hina orang-
Kesimpulannya adalah demi langit yang
memiliki konstruksi bangunan yang sangat orang yang gemar berdusta, yaitu orang-orang
kukuh, sempurna, indah, elok, dan memiliki
yang memiliki pandangan dan perkataan
jalan-jalan yang sangat rapi dan teratur
yang rancu, serta meragukan janji dan
sedemikian rupa, sesungguhnya kalian wahai
ancaman Allah SWT. Mereka adalah orang-
kaum kafir Quraisy sungguh benar-benar orang yang berada dalam kebodohan yang
berada dalam kerancuan, kontradiktil dan menenggelamkan mereka, tenggelam dalam
kekufuran dan keragu-raguan hingga lalai dari
inkonsistensi dalam perkataan dan pandangan apa yang diperintahkan kepada mereka dan

kalian mengenai Al-Qur'an dan Rasulullah dari apa yang akan mereka hadapi kelak.
saw.. Pandangan dan penilaian kalian itu
Asal kalimat ini adalah sebagai doa yang
sering berubah-ubah, rancu, dan kontradiktif. tidak baik (kutukan) atas mereka, yaitu doa
agar mereka binasa dan hancun seperti ayat
Terkadang kalian mengatakan bahwa Al- 17 surah Abasa, Allah SWT berfirman,
Qur'an adalah syair dan Rasulullah saw
"Celakalah manusia! Alangkah kufurnya
adalah seorang penyair. Atau Al-Qur'an adalah dia!" (Abasa:17)
sihir dan Rasulullah saw adalah tukang sihir.
Dengan kata lain, makna kalimat ini
Atau Al-Qur'an adalah perdukunan, mitos, secara tekstual atau harfiyah adalah men-
legenda, serta dongeng dan Rasulullah saw.
adalah seorang dukun. Bahkan kalian juga doakan semoga terbunuh, binasa, dan hancur.
mengatakan bahwa Rasulullah saw. adalah
Kemudian kata ini digunakan juga sebagai
orang gila.
pelaknatan dan pengutukan.

"Mereka bertanya, 'Kapankah hari pem' ai4 para malaikat yang membagi-bagikan
balasan itu?' (Hari pembalasan itu ialah) pada dan mendistribusikan hujan, rezeki para
hamba, dan urusan-urusan mereka.
hari (ketika) mereka diadzab di dalam api
Allah SWT bebas bersumpah dengan
n e r a ka." (ailz-D zaariyaat L2 - L3) apa saja, kapan saja, dan untuk apa saja

Wahai Muhammad, orang-orang musyrik sesuai dengan kehendak-Nya.
bertanya kepada kamu dengan nada yang Perlu diperhatikan juga bahwa semua
mendustakan, angkuh, dan mengejek, "Kapan
surah yang diawali tanpa huruf muqath'
kiranya hari pembalasan itu akan datang?" tha'ah,seperti surah ini, al-Muqsam'alaihi
[sesuatu yang ingin ditegaskan dengan
Katakanlah kepada mereka, "Sesungguhnya sumpah) adalah salah satu dari pokok-
hari pembalasan itu adalah hari orang-orang pokok aqidah, yaitu tauhid, kerasulan,
dan ba'ts. Surah ash-Shaaffaat misalnya,
kafir diadzab dan dibakar dalam neraka di dalam surah tersebut Allah SWT ber-
|ahannam. Dikatakan, fatantu adz-Dzahaba sumpah untuk mempertegas ketauhidan,

yang artinya adalah membakar logam emas "Sung g uh, Tuhanmu b enar- b enar Esa'i
untuk menguii dan mengetahui tingkat ke- (ash-Shaaffaat: 4)
murniannya.
Dalam surah an-Najm dan adh-
Para malaikat penjaga neraka akan Dhuhaa, Allah SWT bersumpah untuk

berkata kepada mereka, mempertegas kebenaran Rasulullah saw.,
Allah SWT berfirman,
" (Dikatakan kepada mereka),' Rasakanlah
adzabmu ini. Inilah adzab yang dahulu kamu "Kawenmtt (Muhammad) tidak sesat
dan tidak (pula) keliru." (an-Naim: 2)
minta agar disegerakan."' (adz-Dzaariyaat:
"Demi waktu dhuha (ketika matahari
t4) naik sepenggalah, dan demi malam apabila
telah sunyi, Tuhanmu tidak meninggalkan
Dikatakan kepada mereka, "Rasakanlah
adzab bagi kalian atau pembakaran bagi kalian. engkau (Muhammad) dan tidak (pula)
Adzab inilah yang dulunya kalian minta supaya
segera didatangkan dengan nada menantang membencimu." fadh-Dhuhaa: 1-3)
dan mengejek. Kalian mengira bahwa hal itu
tidak akan terjadi." Sedangkan dalam surah-surah lain-
nya, al-Muqsam 'alaihi adalah ba'ts dan
Flqlh Kehldupan atau Hukum-Hukum
pembalasan.
Ayat-ayat di atas menunjukkan sejumlah
Perlu diperhatikan juga Allah SWT
hal sebagai berikut.
bersumpah dengan kata berbentuk jamak
L. Penegasan bahwa hal-hal yang digunakan mu'annats saalimdalam lima surah. Dalam

sebagai perangkat sumpah tersebut ada- surah ash-shaffaat, sumpah dituiukan

lah sesuatu yang besar dan luar biasa. untuk mempertegas keesaan Allah SWT. Ia
bersumpah dengan hal-hal yang bersifat
Hal-hal itu adalah angin yang sangat
diam. Sedangkan dalam empat surah
kuat efeknya yang tidak tunduk kepada
hukum gravitasi, awan mendung yang lainnya, Allah SWT bersumpah dengan hal-
hal yang bergerak untuk mempertegas al-
mengandung air dengan volume yang Hasyr fpengumpulan makhluk pada hari

berat yang merupakan sebab turunnya
rezeki dan kebaikan, kapal-kapal yang
berlayar dan berialan di atas permukaan

Kiamat), yaitu (.rr.;6r;) {-(rriri} {:rr;r,;} Kiamat. Dan masih banyak lagi sikap dan
dan {.:(,tJt]} hal itu karena al-Hasyr
pandangan-pandangan mereka lainnya
identik dengan makna pengumpulan yang rancu dan kontradiktif.
dan pemisahan, sehingga lebih sesuai
dan relevan jika dalam konteksnya di- 4. Orang yang dipalingkan dari keimanan Al-

gunakan hal-hal yang bersifat bergerak, Qur'an dan Rasulullah saw. adalah orang
-yang dalam ilmu dan qadha'Allah SWT-
seperti keterangan yang sudah dijelaskan telah terpalingkan dari keimanan tersebut
karena Allah SWT mengetahui bahwa ia
sebelumnya. adalah orang yang sesat.
5. Terlaknatlah orang-orang yang banyak
2. Sesungguhnya al-Muqsam 'alaihi adalah berdusta, yaitu orang-orang yang memiliki
pandangan dan sikap yang bodoh dan
pasti benar adanya. Allah SWT men-
kontradiktif, yang meragukan janii dan
ianjikan hasyr, ba'ts, pembalasan, hisab, ancaman Allah SWT, yang mengatakan,
pahala, dan hukuman.
"Kami sekali-kali tidak akan dibangkitkan
3. Dipermulaansurahini,AllahSWTsekalilagi
dan dihidupkan kembali." Mereka juga
bersumpah dengan langit yang memiliki membuat kebohongan dan fitnah, me-
konstruksi bangunan yang kukuh, solid, lontarkan apa-apa yang tidak mereka
ketahui untuk mengelabui, membentuk
indah, elok dan sempurna, serta memiliki
jalan-jalan yang kuat, tertata sangat rapi, opini negatif, dan mendiskreditkan

tanpa cacat. Hal itu sekali lagi untuk dengan mengatakan bahwa Muhammad
saw. adalah gila, pendusta, penyihir; dan
mempertegas bahwa orang-orang musyrik penyair. Padahal mereka adalah orang-
orang yang tenggelam dalam kebodohan,
benar-benar berada dalam kerancuan
lalai dari apa yang diperintahkan kepada
dan kontradiksi dalam memandang Allah mereka. Ini adalah sebuah doa tidak baik

SWf,, Rasulullah saw., Al-Qur'an, ba'ts dan atas diri mereka (laknat dan kutukan).

haryr. Mereka menyatakan bahwa Allah Barangsiapa yang dilaknat oleh Allah SWT
ia sama saia seperti orang yang terbunuh
adalah Pencipta langit dan bumi, namun
dan binasa.
pada waktu yang bersamaan, mereka
6. Kaum musyrik Mekah dan lainnya adalah
iuga menyembah berhala dan arca-arca di orang-orang yang angkuh, keras kepala,
sampingAllah SWT. dan kukuh di atas kekafiran mereka. Hal itu

Menyangkut diri Rasulullah saw., membuat mereka bertanya dengan nada
mengolok-olok, mengeiek, meragukan,
mereka pada suatu waktu mengatakan
bahwa beliau adalah orang gila, namun angkuh, dan keras kepala, "Kapankah
kiranya hari hisab dan pembalasan itu
pada kesempatan yang lain, mereka
datang?!"
mengatakan bahwa beliau adalah penyihia
padahal seorang penyihir mestilah orang Lalu Allah SWT pun menanggapi

yang berakal. Sedangkan menyangkut "pertanyaan" mereka dengan menyatakan
ba'ts dan hasyr, mereka mengatakan
bahwa istilah hasyr tidak ada dan tidak bahwa hari itu adalah hari ketika me-
ada pula kehidupan setelah kematian,
namun pada waktu yang bersamaan, reka dibakar dalam api neraka fahannam.
mereka mengklaim bahwa berhala-

berhala yang mereka sembah dan puja-

puja adalah para pemberi syafaat kepada

mereka di sisi Allah SWT kelak pada hari

Kemudian Allah SWT mencela, meleceh- Qlraa'aat
kan, dan mencemooh mereka, sebagai-
mana para malaikat penjaga neraka juga d\.Jo- .11J;lb:
berkata kepada mereka, "Rasakanlah
1. ggjliniadalah qiraa'aatlbnu Katsir, Ibnu
adzab ini dan pembalasan atas sikap
Dzakwan, Hamzah dan al-Kisa'i.
kalian yang mendustakan. Inilah adzab
yang sebelumnya kalian tantang di dunia 2. g*tini adalah qiraa'aat imam yang lain.
{;,} eyat ini dibaca:
dengan nada mengejek, mencemooh, dan
tidak percaya agar segera didatangkan." L. qy,; ini adalah qiraa'aat Hamzah dan al-

BAIASAN ORANG.ORAI{G YANG BERTAKWA Kisa'i.
SERTA SPESIFIKASI DAN CIR!.CIRI MEREKA
2. <Jr,t ini adalah qiraa'aat imam sab'ahyang
Surah adz-Dzaarlyaat Ayat L5 -23
lain.
' *tAU Atr.t"-ro 'p#t o.',;.6t"ttY
l'raab
u,,6' 'ery$fffi ?,LAEL\56( {1y
j{.,:.r.t"y Kata ini menjadi haal dari dhamir
Ay;\& 0 st*14 1,?'iu; @ it#+"
yang terdapat pada khabarnya inna. )+ t;sb
,r0,af!1 ,x4?
43r:;i-r..pirrkata {>r"r,y Uisa sebagai sifat untuk
036,'oilA{;\'K6
mashdar yang dibuang, yakni yahja'uuna
'd'i'y,rr'lv[3\{;} hujuu'an qaliilan. Atau menjadi sifat untuk

"sesungguhnya orang-orang yang bertakwa zharf yang dibuang yakni kaanuu yahja'uuna
berada di dalam taman-taman (surga) dan mata
air, mereka mengambil aPa yang diberikan Tuhan waqtan qaliilan. Sementara kata {[] yang
kepada mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu terdapat pada kalimat {o;ii ri]' adalah
( di dunia) adalah orang- orang y ang b erbuat b aik;
mereka sedikit sekali tidur pada waktu malam; dan zaa'idah (tambahan). Atau bisa saia sebagai
pada akhir malam mereka memohon amPunan
(kepada Allah). Dan pada harta benda mereka maa mashdarlryah, sehingga ini adalah
ada hak untuk orang miskin yang meminta, dan
orang miskin yang tidak meminta. Dan di bumi mashdar mu'awwal berkedudukan sebagai
i'raab rafa' dan menjadi badal dari dhamtr
terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi
yang terdapat pada kata {r;r5} sedangkan
orang-orang yang yakin, dan (juga) pada dirimu
sendiri. Maka apakah kamu tidak memerhatikan? khabarnya adalah kata {r+} Sehingga
Dan di langit terdapat (sebab-sebab) rezekimu dan
apa yang dij anjikan kepadamu. Maka demi Tuhan asumsinya berbunyi, kaana hujuu'uhum minal
langit dan bumi, sungguh, apa yang dijanjikan
itu pasti terjadi seperti apa yang kamu ucapkan." laili qaliilan.
(tdz-D zaariyaat I 5-23)
As-Suyuthi menjelaskan bahwa f il,
{i,*ii} menjadi khabarnya kaana,sedangkan
kata {)4} adalah zharf [kata keterangan

waktu).

{#i et .qA Lt;t ;)$t 4i} kata {-ui}

adalah mubtada' mu'akhkhar, sedangkan kata

{;'r$t,,g!) adalah khabar muqaddam. Kata

{#r Ci} tidak boleh befta'alluq dengan
kalimat ini, {o;r* xiy, atas dasar asumsi,
a falaa tubshiruuna fii anfusikum. Karena

jika seandainya seperti itu, berarti sesuatu
yang masuk ke dalam cakupan istifhaam
(pertanyaan) yang mendahului huruf atau

perangkat istifhaam.

4 ]i4l St y,jt iy ;'.,$t *r:.tr .:;!) Kata (.p,) meng4g3urnl;aI.ka"n pt $ )+ 'r,t) Mereka hanya

menjadi haal dari dhomir yang terdapat pada sedikit dari waktu malamnya

kata (.r) Sedangkan kata {u} adalahzaa'idah. untuk tiduc sedangkan sebagian besarnya

Ada versi qiraa'aat yang membaca rafa'kata mereka gunakan untuk shalat dan beribadah.
ini dengan menjadikannya sebagai sifat untuk
Kata al-Huju' yang merupakan mashdar dari
kata (;;) karena kata {;r} di sini adalah rsim
nakirah. Meskipun kata ini diidhaafahkan fi'il,4b;;1.Y artinya adalah tidur. Kata al-Haj'ah
artinya adalah tidur yang ringan.
kepada isim makrifat, yaitu (Pif) tetap tidak
{ru;{r,;} Kata al-Ashaar adalah bentuk
bisa memberi efek kemakrifatan terhadapnya jamak dari as-Sahar yang artinya adalah
karena sisi-sisi keserupaan di antara dua hal
adalah banyak dan tidak terbatas. bagian ujung akhir malam beberapa saat

Balaaghah sebelum fajar. fio;;!;;-fi) Dan di waktu-waktu

4fi), ,utt ej) Oi sini terdap at majaz akhir malam, mereka beristighfar memohon

mursal, yaitu menyebutkan kata rezeki yang ampunan seraya berucap Allaahumma ighfir

merupakan akibat, namun yang dimaksudkan lanaa. Maksudnya adalah di samping mereka

adalah hujan yang merupakan sebab dari sedikit tidur malam dan banyak bertahajud,
mereka juga banyak beristighfar memohon
rezeki.
ampunan ketika masuk waktu sahar (ujung
4lA ;l ;)$tj ,t;Jt +,t\ oi sini khabar
akhir malam beberapa saat sebelum fajar),
dikuatkan dengan tiga perangkat penguat,
yaitu qasam, inna dan huruf lam. lni adalah 4i; ;,*tt;i ,li\ Di dalam harta mereka

bentuk ta'kiid inkaariy karena mukhaathab di terdapat porsi yang mereka komitmenkan
sini mengingkari dan tidak memercayai apa
yang dikuatkan dan ditegaskan tersebut. dan wajibkan atas diri mereka sendiri dalam

Mufradaat Lughawlyyah rangka mendekatkan diri kepada Allah SWT

{:e ,J} Taman-taman surga. (u',.tb dan sebagai bentuk rasa belas kasihan kepada

sumber-sumber mata air yang mengalir di orang lain. {+oiy Porsi tersebut mereka

dalam taman-taman tersebut. peruntukkan bagi orang miskin dan lemah.

{#;,S,;i 6 iyl! sedang mereka menerima (p1*l';) kepada orang yang terhalang dari

apa yang diberikan oleh Tuhan mereka mendapatkan harta. Maksudnya adalah orang

kepada mereka, rela, senang, dan puas dengan miskin yang menjaga diri dari meminta-minta
pemberian itu, yaitu berupa pahala. Maksudnya
hingga ia dikira orang yang berkecukupan,
adalah bahwa segala apa yang diberikan
kepada mereka oleh Tuhan mereka adalah sehingga ia pun tidak mendapatkan sedekah.

baik, menyenangkan, sangat memuaskan, dan {JUr ,";{r 4i} dan di bumi terdapat ayat-
diterima dengan penuh kebahagiaan.
ayat, tanda dan bukti-bukti kekuasaan dan
4,r.r* tli ,F t;G el Sesungguhnya
keesaan Allah SWT seperti gunung-gunung,
sebelum masuk surga, mereka dahulu ketika di
dunia adalah orang-orang yang mengerjakan lautan, pepohonan, tumbuh-tumbuhan, buah-
amal-amal baik secara optimal. Ini menjelaskan
sebab mereka berhak mendapatkan semua itu. buahan, bahan tambang, tanaman, manusia,

jin, hewan dan yang lainnya. (;*.,r-u) Uagi

orang-orang yang beriman kepada Allah S\MX,

mengesakan-Nya, dan meniti jalan yang dapat

menuju ke keridhaan Allah SWT.

{#,i ,4i} dan pada diri kalian berupa

konstruksi fisih anatomi dan hal-hal me-

nakjubkan lainnya, juga ada ayat-ayat, tanda,

dan bukti kekuasaan dan keesaan Allah SWT.

43r* rii) apakah kalian tidak memerhatikan untuk menyambung ikatan kekerabatan, untuk
semua itu dengan penglihatan orang yang menghormati tamu, untuk membantu orang

merenung dan mengambil pelajaran, yang lemah, atau untuk memberikan kecukupan

menjadikan semua itu sebagai dalil dan kepada orang miskin. Ibnul Arabi mengatakan,

bukti petunjuk, adanya Sang Pencipta dan surah ini adalah surah Makkiyyah, sementara
zakat diwajibkan pada periode Madinah.
kekuasaan-Nya.
Persesualan Ayat
4{ir., ,t:lt gi) dan di awan mendung Setelah mengisahkan keadaan dan ting-

terdapat sumber-sumber datangnya rezeki kah laku orang-orang yang gemar melakukan
pada kalian, yaitu hujan yang menjadi sebab dosa, yang celaka, yang sengsara, yang men-
tumbuhnya tanaman yang merupakan rezeki dustakan, yang tidak memercayai adanya ba'ts,
yang mengingkari kenabian Nabi Muhammad
dan sumber penghidupan. $ltn; r;i) dan apa
saw, dan menyembah tuhan lain di samping
yang dijaniikan kepada kalian berupa kebaikan
dan kejelekan, pahala, dan hukuman. Allah SWT selanjutnya di sini Allah SWT ingin
menjelaskan keadaan dan kondisi orang-orang
(;^: il} sesungguhnya apa yang dijanji- Mukmin yang bertalara, ciri-ciri mereka, dan
balasan bagi mereka di akhirat.
kan kepada kalian itu adalah benar dan pasti
Tafslr dan Penlelasan
adanya. {:'ry &l r ,jly kebenaran janji ter-
"Sesungguhnya orang-orang yang ber-
sebut sama seperti ucapan dan pembicaraan
kalian. Sebagaimana tidak diragukan lagi bah- talaru berada di dalam taman-toman (surga)
wa kalian berkata-kata, begitu pula tidak di- dan mata ain mereka mengambil apa yang
ragukan lagi bahwa semua yang dijanjikan dan diberikan Tuhan kepada mereka." (adz-
diancamkan kepada kalian pasti benar dan Dzaariyaat: 15-16)

nyata adanya. Sesungguhnya orang-orang yang ber-

Sebab Turunnya Ayat (19) talaara kepada Tuhan mereka dan menjauhi

Ibnu farir dan Ibnu Abi Hatim me- hal-hal yang bisa mengakibatkan mereka
terkena adzab Allah SWI, dengan konsisten
riwayatkan dari al-Hasan Ibnu Muhammad
menjalankan perintah-perintah-Nya dan men-
Ibnul Hanafiyyah, bahwasanya Rasulullah saw. jauhi larangan-larangan-Nya, mereka itu pada
mengirimkan satu kompi pasukan,lalu mereka hari Kiamat berada dalam taman-taman surga

pun berhasil memenangkan pertempuran yang di dalamnya terdapat sumber-sumber
dan mendapatkan ghanimah. Lalu setelah
mata air yang mengaliq, sedang mereka
itu, datanglah sekelompok orang yang tidak
mendapatkan bagian ghanimah. Lalu turunlah menerima setiap apa yang diberikan oleh

ayat ini. Allah kepada mereka dengan penuh keridhaan,
senan& dan gembira dengan pemberian dan
Ibnu Katsir menjelaskan secara sekilas, karunia-Nya.
berdasarkan kejadian ini, ayat ini adalah ayat
Madaniyyah. Namun sebenarnya tidaklah de- Hal ini bertolak belakang dengan apa yang
mikian, ayat ini adalah ayat Makkiyyah men- didapatkan oleh orang-orang yang celaka dan
sengsara, yaitu berupa adzab, hukuman, api
cakup ayat sesudahnya.l neraka, dan leher yang terbelenggu.

Abdullah lbnu Abbas r.a. menjelaskan, itu
adalah hak selain hak zakat yang digunakan

I Tafsir lbnu Katsir,4/235.

'IAFSTRAf,-MUNTR JltrD

Kata {;-r*t} sebagaimana yang disebut- Kemudian, Allah SWT menjelaskan lebih
lanjut bentuk-bentuk amal saleh yang mereka
kan oleh Zamakhsyari, maksudnya adalah kerjakan dengan penuh optimal,

mereka menerima dengan penuh kepuasan, "Merekq sedikit sekali tidur pada waktu
seperti ayat 104 surah at-Taubah, Allah SWT malam." (adz-Dzaariyaat 1 7)
berfirman,
Mereka hanya tidur sebentar dari waktu
"Dan menerima zakat(nyaJ." (at-Taubah: malam yang ada dan menggunakan seba-
104) gian besar waktu malamnya untuk shalat.

Yang maknanya adalah berkenan dengan Berdasarkan hal ini, kata {u} di sini adalah
menerima zakat. Ada yang mengatakan bahwa
zaa'idahdan ini adalah pendapatyang mayshur.
kata al-Akhdz (mashdar dari fi'il akhadza) di
Sedangkan kata (vryF adalah zharf (kata
sini maknanya adalah at-Tamalluk (mengambil
keterangan waktu). Bisa juga menjadikannya
untuk dimiliki). Dikatakan, bi kam akhadzta sebagai sifat untuk mashdar, yakni kaanuu
yahja'uuna hujuu'an qaliilan (mereka hanya
haadzaa (dengan harga berapa kamu membeli tidur dengan tidur yang sebentar).

barang ini?) sehingga, seakan-akan mereka Zamakhsyari menolak jika kata (u) ter-
itu membeli kenikmatan-kenikmatan surgawi
sebut dijadikan sebagai maa naafiyah yang
tersebut dengan iiwa dan harta mereka. diasumsikan seperti berikut, kaanuu qaliilan
minal laili laa yahja'uunahu. Dalam hal ini, ia
Namun bagaimana pun iuga, intinya
mengatakan bahwa tidak bisa jika {l:] tersebut
adalah bahwa l<ata al-Akhdz dalam konteks ini
mengisyaratkan kepada makna mereka me- adalah maa naafiyah. Karena kata yang jatuh
nerima pemberian-pemberian Tuhan dengan setelah maa naafiyah tidak berpengaruh ter-
penuh keridhaan, hal itu merupakan balasan hadap kata sebelumnya. Oleh karena itu, keliru
atas ibadah yang mereka lakukan dengan baik jika diucapkan, Zaaidan lam adhrib.z
dan ketaatan mereka yang optimal ketika di
dunia. Oleh karena itu, dalam lanjutan ayat "Dan pada akhir malam mereka memohon
ampunan (kep ada Allah)." (adz-Dzaariyaat 18)
tersebut, Allah SWT menjelaskan sebab-
Di penghujung akhir malam mereka ber-
sebabnya seperti berikut, istighfar memohon ampunan dengan berdoa,
"Ya Allah, ampunilah kami dan rahmatilah
"sesungguhnya mereka sebelum itu (di
kami."
dunia) adalah orang-orang yang berbuatbaik."
(adz-Dzaariyaat: 16) Di sini, Allah SWT menggambarkan dan
mendefinisikan mereka sebagai orang-orang
Semua itu disebabkan mereka ketika di yang menghidupkan sebagian besar waktu
malam dengan melaksanakan shalat tahajud,
dunia adalah orang-orang yang selalu berbuat Lalu ketika mereka mulai memasuki waktu
baik, mengerjakan amal-amal saleh dengan sahar,yaitu penghujung akhir malam sebelum
penuh optimal, senantiasa merasakan ke-
beradaan dan pengawasan Allah SWT dalam fajari mereka memanjatkan istighfar memohon
ampunan dan seolah-olah semalaman mereka
beribadah. Hal ini sebagaimana firman Allah berada dalam kemaksiatan.

SWT, 2 Al-Kasysyaaf,3/168.

"(Kepada mereka dikatakan),'Makan dan
minumlah dengan nikmat karena amal yang
telah kamu kerjakan pada hari-hari yang telah

l alu."' (al-Haaqqahz 24)

Ini adalah karalteristik dan sikap orang Setelah mendefinisikan mereka sebagai
mulia, yaitu mengeriakan berbagai macam
amalan-amalan mulia, kemudian ia tetap me- para hamba yang banyak mengerjakan shalat-
lihatnya masih sangat kurang dan terlalu se- yang merupakan ibadah fisik-selanjutnya,
dikit sehingga ia pun meminta maaf. Sedang- Allah SWT mendefinisikan mereka sebagai

kan karakteristik dan sikap orang jelek adalah orang-orang yang menunaikan ibadah harta,
sebaliknya, yaitu beramal sangat sedikit, namun
kemudian ia terus mengingatnya, mengungkit- "Dan pada harta benda mereko ada hak
untuk orang miskin yang meminta, dan orang
ngungkitnya, menganggapnya banyak dan besar. m i s ki n y a n g ti d a k m e m i n ta." (adz-Dzaar iy aat:,
1e)
Al-Hasan menjelaskan mereka meman-
jangkan shalat mereka hingga waktu sahar, Mereka menentukan sebagian dari harta
kemudian setelah memasuki waktu sahar,me-
reka lanjutkan dengan memanjatkan istighfar mereka untuk dialokasikan kepada fakir miskin
memohon ampunan.
dan kepada orang-orang yang membutuhkan
Dalam berbagai hadits shahih dan yang
lainnya diriwayatkan dari sejumlah sahabat bantuan sebagai bentuk derma dan berbuat
dari Rasulullah saw., bahwasanya beliau ber-
baik kepada sesama. Kata {ytJr} adalah orang
sabda, miskin yang meminta. Sedangkan {crl*l'}
adalah orang miskin yang menjaga diri
C g qeist et1,3r il*,f e.;;;
dari meminta-minta,sehingga orang-orang

mengira dirinya orang yang berkecukupan,

sehingga mereka tidak memberinya sedekah.

"rt'{;tr;r+y;u:,u.a',,r,r"i,,".n;.rG1tt,,bti'J;,c^Jsrtiri.jl+l,;'';j$,l,l{1tr};L-{t3';:i^qtr). Bukhari dan Muslim dalam Shahihnya
*- PA meriwayatkan dari Rasulullah saw., beliau

o' bersabda,

J^ itlicu! t i.,'>,j 6$a it'r$o \ / co

A ;$.:*.lt Jt

"setiap malam, Atlah SWT turun ki langit ;r;i5,:*ir ,oi'pr, i';,, ,i',tu,",a,,,

dunia pada sepertiga malam terakhir hlu berfir- rwip-it r^**)C *\t ru"tit;:t;'l uit
.4;
man, Adakah orang yang meminta sehingga Aku

memberinya. Adakah orang yang beristighfar me-

mohon ampunan sehingga Aku mengampuninya.

Adakah orang yang bertobat sehingga Aku mene- "sesungguhnya orang miskin bukanlah orang

rima tob atnya. Adakah orang yang berdoa sehingga yang berkeliling meminta-minta yang ia akan
berlalu pergi jika telah diberi sesuap dua suap
Aku perkenankan doanyai hingga terbit fajar."
makanan atau sebutir dua butir kurma. Tetapi
Menyangkut ayat 98 surah Yuusuf yang orang miskin adalah orang yang tidak meminta-
mengisahkan perkataan nabi Ya'qub a.s, minta kepada orang, tidak memiliki apa yang

kepada putra-putranya, Allah SWT berfirman, bisa menjadikannya cukup, dan tidak ada orang

'Aku akan memohonkan ampunan bagimu yang mengetahui kalau sejatinya ia adalah orang
kepada Tuhanku." fYuusuf: 98) miskin, makanya tidak ada yang memberinya

Banyak ulama tafsir menjelaskan bahwa sedekah."
nabi Ya'qub a.s. menundanya sampai waktu
Dalam redaksi lain yang diriwayatkan oleh
sahar. Ibnu farix, Ibnu Hibban, dan Ibnu Murdawaih

'IAFSTR AT.-MUN TR IItr D 1 4

dari Abu Hurairah r.a., disebutkan, ia berkata, "Dan orang-orang yang dalam hartanya
disiapkan bagian tertentu, bagi orang (miskin)
Rasulullah saw. bersabda,
yang meminta dan yang tidak meminta." (al'
,t?,1r, ,iAt ;:', qlt s$*st A
ti,'i*eit Ma'aarii:24-25)
,1it ,y ,E.orriilr;
1i*:'w *n,,A'iri Al-Haq aI-Ma'luum (bagian tertentu)
ct l-.. tl
adalah zakat yang kadar ukuran, jenis, dan
ra;i; aJ waktunya dijelaskan oleh syari'at. Adapun
selain zakat,tidaklah ma'luum (tidak tertentu),
t o / o
karena tidak dijelaskan kadar; jenis, dan
t,
'117'alt waktunya.3

"sesungguhnya orang miskin bukanlah orang Hal ini diperkuat dengan hadits yang

yang ia akan berlalu pergi jika telah diberi sesuaP diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a. dari
dua suap makanan atau sepotong dua potong
Rasulullah saw., beliau bersabda,
makanan. Lalu ditanyakan, 'Lalu, siapakah yang
^? Af'[ 4i * 4"is; -r:i t;t
disebut orang miskin?' Rasulullah saw. menjawab,
"lika kamu telah menunaikan zakat hartamu,
'Yaitu orang yang tidak memiliki apa yang bisa maka berarti kamu telah menunaikan apa yang
menjadikannya cukup, dan tempatnya tidak ke- menjadi kewajibanmu pada hartamu itu."
tahui, makanya tidak ada yang memberinya se-
Abu Sa'id al-Khudri r.a. meriwayatkan, ia
dekah. Itulah y ang disebut al- Mahruum."' berkata, Rasulullah saw. bersabda,

Orang yang meminta memiliki hak unhrk ,€it J;)t A* * 4c ats: C"l t;t
tt; +;.
diberi. Hal ini sebagaimana hadits yang di-
"lika kamu telah menunaikan zakat hortr*r,
riwayatkan oleh Ahmad dan Abu Dawud dari
maka berarti kamu telah menunaikan hak yang
Husain Ibnu Ali r.a., ia berkata, Rasulullah saw. menjadi kewajibanmu."

bersabda, Al-f ashshash menj elaskan riwayat-riwayat

&.q,, :, i-r^. Uo . U. q.^. ini dijadikan sebagai hujjah dan landasan

011 dalil oleh orang yang menakwilkan al-Haq al'
Ma'luum sebagai zakat dan tidak ada hak lain
"Bagi orang yang meminta ada hak, rrkolipu, yang meniadi kewajiban pemilik harta selain

ia datang dengan mengendarai kuda." zakat.4

Pendapat yang masyhur ialah yang di- Mundzir lbnu Sa'id menjelaskan hak ini
maksudnya adalah zakat waiib. Meskipun
maksud dengan hak dalam ayat ini adalah itu adalah shahih dan merupakan pendapat

kadar ukuran tertentu yang sesuai dengan Ahkaamul Qur'an, karya Al-Jashshash, 3/4L2, Ahkaamul
syari'at, yaitu zakat. Ini adalah pendapat yang Qur'an karya Ibnul Arabi, 4/L7L8, tafsir Ar-Ra2i,281205,
diambil oleh Ibnul Arabi, al-fashshash, ar- tafsir Al-Qurthubi, L7 /38.
Razi dan yang lainnya yang didasarkan pada Ahkaamul Qur'an, karya Al-Jashshash, 3/412.
perkataan Abdullah lbnu Abbas r.a. bahwa
zakat menghapus setiap bentuk sedekah.
Muhammad lbnu Sirin dan Qatadah men-
jelaskan bahwa yang dimaksud dengan hak di

sini adalah zakat wajib.

Al-Qurthubi menjelaskan pendapat yang
paling kuat menyangkut ayat ini bahwa yang
dimaksudkan adalah zal<at, berdasarkan fir-

man Allah SWT dalam ayat lain,

ThFSIR AL-MUNIR IILID 14

jumhur. Namun surah ini termasuk surah orang-orang yang menepati janji apabila berjanji,
dan orang yang sabar dalam kemelaratan, Pen-
Makkiyyah, sementara kewajiban zakat terjadi deritaan, dan pada masa PePerangan. Mereka
pada periode Madinah. Dan jika kata haq di itulah orang-orang yang benar, dan mereka itulah

sini ditafsirkan sebagai zakat, tidak lagi bisa orang- orang y ang b er takw a."'

dikategorikan sebagai sifatyang terpuji dan apa Dalam hadits ini, Rasulullah saw. mem-
bacakan ayat tersebut yang di dalamnya ada
yang dilakukan itu bukanlah sebuah kebaikan. kata zakat yang disebutkan setelah kalimat

Karena setiap Muslim adalah juga seperti itu, {+ * i(' i,;th "memberikan harta yang

yaitu menunaikan zakat hartanya karena hal dicintainya".s

itu adalah sebuah kewajiban. Maka dari itu, Kemudian, Allah SWT mempertegas ada-
nya hasyr dan memaparkan bukti-bukti yang
pendapat yang shahih adalah bahwa yang
ada di bumi yang menunjukkan kekuasaan-
dimaksud dari ayat ini adalah sedekah sunnah
Nya,
selain zal<at, yakni sedekah yang diberikan
"Dan di bumi terdapat tanda-tanda (ke-
sebagai bentuk kebaikan dan silaturahim
besqran Allah) bagi orang-orang yang yakin."
kepada sesama. Diriwayatkan dari Abdullah (adz-Dzaariyaat: 20)

Ibnu Umar r.a., bahwasanya ada seorang laki- Di bumi ada banyak fenomena alam

laki bertanya kepadanya tentang maksud dari yang menjadi bukti nyata dan jelas tentang
keagungan Sang Khaliq dan kuasa-Nya yang
kata haq tersebut. Lalu ia menjawab, "Zakat spektakuler; bagi orang-orang yang yakin

dan selain zakat semuanya adalah haq." Di sini, dan percaya kepada Allah SWT. Mereka itulah
orang-orang yang memang mengakui hal itu,
Abdullah Ibnu Umar r.a. memberikan jawaban merenungi dan mencermatinya, lalu meman-

dalam bentuk umum. faatkannya. Di antara fenomena-fenomena

Orang yang mengatakan bahwa ada tersebut, gunung-gunung, lembah-lembah,
gurun-baik itu kawasan-kawasan yang ger-
hak lain dalam harta yang harus ditunaikan sang dan tandus-, sungai-sungai, lautan, ke-

selain zakat, berlandaskan pada hadits yang anekaragaman spesies tumbuhan, hewan, dan

diriwayatkan oleh Asy-Sya'bi dari Fathimah manusia dengan keanekaragaman bahasa,
warna kulit, dan karaktersitik alamiah mereka
binti Qais r.a., ia berkata, seperti keinginan, kecenderungan, kekuatan,

#;;'ji"i Uit;rtJt ,?,.t Jt-Jt ei:ffi ar J;, kemampuan, potensi, perbedaan kemampuan
e4' ,E Li ;t ,Qy ,;* akal dan pemahaman serta anatomi dan kon-
struksi tubuh yang menakjubkan.
jit;.qYl &\;,i-, r
"Dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka
Aku bertanya kepada Rasulullah saw., apakah kamu tidak memerhatikan?" (adz-
Apakah di dalam harta ada hak lain selain Dzaariyaat:21)

zakat?' Lalu Rasulullah saw. membacakan ayat 5 Ahkaamul Qur'an, karya Al-fashshash, 3/412.
177 surah al-Baqarah, 'Kebajikan itu bukanlah
menghadapkan wajahmu ke arah timur dan

ke barat, tetapi kebajikan itu ialah (kebajikan)
orang yang beriman kepada Allah, hari akhir
malaikat-malaikat, kitab-kitab, dan nabi-nabi

dan memberikan harta yang dicintainya kepada

kerabat, anak yatim, orang-orang miskin, orang-

orang yang dalam perjalanan (musafir), peminta'

minta, dan untuk memerdekakan hamba sahaya,

y ang melaksanakan shalat dan menunaikan zakat,

*ttt*ot-*'"'*f"''" ,rr,l.l,(fl-[--bf,},i., - """n"0'''o"'''""'
\__------__i,

Pada diri kalian juga terdapat bukti- matahari, rembulan, bintang tempat terbit

bukti akan keesaan Allah SWT dan kebenaran dan tempat terbenam yang menjadi sebab

apa yang dibawa oleh para rasul. Apakah perbedaan musim yang perubahannya sesuai

kalian tidak memerhatikan, merenungkan, dan baik untuk bermacam-macam tumbuhan
dan mengambil pelajaran, lalu kalian bisa
menjadikan semua itu sebagai tanda bukti yang beragam yang diairi dengan air hujan
yang ditiup oleh angin, mendapatkan nutrisi

dan petunjuk yang membawa kalian bisa dengan bantuan sinar matahari, mendapatkan

mengenali Sang Khaliq Yang Maha Memberi kekuatan, pertumbuhan, dan kematangan

rezeki lagi Yang Maha Esa bahwa tiada Ilaah melalui bantuan sinar rembulan.

melainkan Dia semata. Karena diri kalian Kemudian, Allah SWT bersumpah dengan

tidaklah tercipta secara kebetulan dan tidak Dzat-Nya Yang Suci untuk mempertegas

pula secara alamiah tiba-tiba ada begitu saja. kebenaran adanya ba'ts danjaminan rezeki,
Akan tetapi diri kalian diciptakan oleh Allah
SWT Yang Mahakuasa atas segala sesuatu, "Makq demi Tuhan langit dan bumi,
Mahakuasa untuk melakukan ba'fs dan me-
ngembalikan kehidupan setelah mati. sungguh, apo yong dijanjikan itu pasti terjadi

Di dalam diri dan otak yang memiliki seperti apa yang kamu ucapkan." (azd-

jutaan sel, indra-indra yang dimiliki seperti Dzaariyaat:23)
indra pendengaran, penglihatan dan perasa,
Demi Rabb langitdan bumi, demi Rabb Yang
sirkulasi darah, sistem pernafasan, pencernaan
Mahamulia dan Mahaagung, sesungguhnya apa
dan pembuangan, semua itu adalah bukti-
yang Aku informasikan kepada kalian dalam
bukti yang meyakinkan bagi orang yang mau ayat-ayat ini, apa yang Aku janjikan kepada
memerhatikan dan memahami. Namun, tidak kalian berupa perkara hari Kiamat, ba'ts dan
ada yang memahami dengan benar kecuali pembalasan, sarana-prasarana, dan fasilitas-
orang-orang Mukmin yang bertakwa kepada fasilitas rezeki, jaminannya, semuanya itu
Allah SWT. Adapun selain orang Mukmin, adalah haq dan tidak perlu diperselisihkan
mereka melihat dan memandang semua itu lagi. Hal itu faktual dan kebenaran yang pasti
tidak lain hanyalah sebagai fenomena-feno-
mena alami material semata. adanya tanpa ada keraguan terhadapnya.
Oleh karena itu, janganlah kalian sekali-kali
Kemudian, Allah SWT menjelaskan pem- meragukannya, sebagaimana kalian tidak
berian jaminan-Nya terhadap rezeki semua
makhluh sedikitpun meragukan perkataan kalian ketika
kalian berkata-kata. Karena semua itu adalah
"Dan di langit terdapat (sebab-sebab) sama seperti perkataan kalian ketika kalian
berkata-kata kedua-duanya sama-sama nyata
rezekimu dan apa yang dijanjikan kepadamu." adanya. Sebagaimana kalian tidak meragukan
(adz-Dzaariyaat:22) sedikitpun perkataan kalian, maka begitu juga

Di Iangit terdapat ketetapan dan ke- dengan hal ini, Seperti ucapan, innahuu la

tentuan rezeki, di sana juga terdapat apa yang haqun ka maa annaka tatakallamu, wa tara wa
tasmq'u (Sungguh itu adalah benar dan nyata,
dijanjikan kepada kalian berupa kebaikan
sebagaimana kamu berbicara, melihat, dan

atau kejelekan, surga dan neraka, pahala dan mendengar).

siksa. Di langit itulah terdapat awan mendung Mu'adz r.a., jika ia membicarakan sesuatu,

yang mengandung air hujan, Di sana juga ia berkata kepada lawan bicaranya, "innq
terdapat sumber-sumber rezeki seperti
haadzaa la haqun ka maa annaka haa hunaa"

(sesungguhnya ini adalah nyata dan benar Kemudian ia berkata lagi, 'Apakah ada ayat
lainnya selain itu?" Lalu aku pun membaca
sebagaiamana keberadaanmu di sini). firman Allah SWT yang berbunyi, {"c-;lt J.,7

Ibnu Jarir, Ibnu Abi Hatim, dan Ibnu Abi 3rA €it r j:.'A iy g$tj\ Lalu ia pun berteriak

Adiy meriwayatkan dari Hasan al-Bashri, dan berkata, sebanyak tiga kali, "Subhanallah,
bahwasanya ia berkata, "Telah sampai ke- siapakah yang berani-beraninya telah mem-
buat Tuhan Yang Mahaagung murka hingga
padaku berita bahwa Rasulullah saw. ber-
sabda, AIIah SWT melaknat para kaum yang Dia harus bersumpah?! Mereka tidak mem-
Tuhan mereka bersumpah kepada mereka, benarkan dan memercayai firman-Nya hingga
kemudian mereka tidak membenarkan dan mereka membuat-Nya sampai harus ber-
sumpah?!" Nyawanya pun keluar meninggal-
tidak m em erc ay a iny a."'
kan raganya bersamaan dengan perkataannya
Al-Ashma'i bercerita, "Pada suatu ketika, itu."6

aku datang dari Bashrah. Lalu muncullah Dalam konteks yang sama, ada kisah yang

seorang laki-laki badui sambil naik hewan memiliki semangat serupa dengan kisah di
atas, yaitu kisah orang-orang Asy'ari tatkala
tunggangan mendatangiku dan bertanya, mereka mengutus seorang utusan untuk
menghadap Rasulullah saw. Lalu si utusan itu
"Siapa Anda?" Aku menjawab, 'Aku dari Bani
mendengar ayat 6 surah Huud, "Dan tidak ada
Ashmu'." Ia kembali bertanya, "Dari mana suatu binatang melata pun di bumi melainkan

Anda datang?" Aku menjawab, "Dari sebuah Allah-lah Yang memberi rezekinya." Lalu ia
pun lantas langsung kembali pulang tanpa
tempat yang di sana dibaca firman Tuhan berbicara apa pun kepada Rasulullah saw
seraya berucap, "Orang-orang Asy'ari tidaklah
Yang Maha Pengasih." Lalu ia berkata, "Coba
lebih hina di sisi Allah SWT dari binatang
bacakan kepadaku." Lalu aku pun membacakan
melata."
kepadanya alat.(o[rrirl] Lalu ketika sampai
Flqlh Kehldupan atau Hukum-Hukum
ayat (i)n; ;i &l ,.at C j) ia pun berkata, Ayat-ayat di atas menunjukkan sejumlah

"Cukup". Lalu ia pun menghampiri untanya hal sebagai berikut.

dan menyembelihnya, lalu ia bagi-bagikan 1. Sesungguhnya nasib akhir dan tempat me-

kepada orang-orang. Lalu ia pun mengambil netap orang-orang yang bertakwa adalah
pedang dan busurnya, lalu memecahkannya
di dalam taman-taman surgawi yang di
dan ia pun pergi.
dalamnya terdapat sumber-sumber mata
Al-Ashma'i melanjutkan ceritanya, "Ke- air yang mengalir; sedang mereka dengan
mudian pada suatu kesempatan, aku pergi penuh kepuasan, senang dan penuh ke-

menunaikan ibadah haji bersama-sama ridhaan menerima pemberian Tuhan

dengan ar-Rasyid. Lalu ketika aku sedang mereka berupa pahala dan beragam ke-
muliaan.
berthawaf, tiba-tiba ada suara memanggilku
dengan suara yang lirih dan lembut. Aku pun 6 Riwayat ini dilsnaadkan oleh Ats-Tsa'labi. Lihat, Gharaa'ibul
menoleh dan ternyata aku mendapati laki-
laki badui tersebut yang waktu itu kondisinya Qur'aa4 7 /L0-LL,Tafsir Al-Qurthubi, 17 /42.

kurus kering. Ia pun mengucapkan salam

kepadaku dan meminta kepadaku supaya aku
membacakan kepadanya surah yang sama.

Lalu ketika aku sampai pada ayat yang sama,

yaitu {ifri t; #)t:at C!} ia pun berteriak

dan berkata, "Sungguh kami benar-benar

telah mendapati apa yang dijanjikan kepada
kami oleh Tuhan kami dengan sebenarnya."

Ini berbanding terbalik dengan nasib menjadi segar setelah sebelumnya layu

orang-orang kafir yang berujung di neraka dan kering. Di antaranya lagi adalah

fahannam seperti yang dijelaskan dalam bahwa Allah SWT telah menetapkan dan
ayat-ayat sebelumnya.
menentukan sumber makanan di bumi
2. Dalam ayat-ayat ini, disebutkan sifat, bagi makhluk hidup. Di antaranya lagi
adalah perjalanan mereka di berbagai
kriteria, dan spesifikasi orang-orang
belahan bumi yang di dalamnya mereka
yang bertakwa. Secara global, mereka
adalah orang-orang yang mengerjakan bisa menyaksikan jejak-jejak dan bekas-
amal kebaikan secara optimal ketika di bekas kebinasaan yang menimpa umat-
umat yang mendustakan. Semua itu tidak
dunia. Di antara manifestasi dan per-
wujudannya seperti yang disebutkan bisa dimanfaatkan dan direnungkan

dalam ayat ini ada tiga. Pertama, mereka secara baik dan benar melainkan oleh

melaksanakan shalat tahajud di malam orang-orang yang percaya dan yakin, yaitu
orang-orang yang mengenal dan makrifat
hari setelah tidur malam sebentar. Kedua,
kepada Tuhan mereka, mengesakan-Nya,
mereka memanjatkan istighfar memohon
ampunan atas dosa-dosa mereka pada membenarkan, dan memercayai kenabian
waktu-waktu sahar (ujung akhir malam
Nabi mereka.
sesaat sebelum fajar). Ketiga, menunaikan
Pada diri manusia juga terdapat
hak-hak harta mereka berupa zakat wajib
banyak sekali ayat bagi orang-orang
dan sedekah sunnah sebagai bentuk der-
yang mau memerhatikan, merenungkan,
ma dan kebaikan kepada sesama. mengimani, dan meyakini. Seperti kon-

Di sini, kata harta diidhaafahkan atau struksi anatomi tubuh manusia yang
disandarkan kepada mereka, (&Jri:ilse- begitu menakjubkan, menyatunya ruh
dan jasad, akal pikiran, hati, berbagai
dangkan di beberapa ayat yang lain di- potensi diri, kemampuan, keinginan, dan
sandarkan kepada Allah SWT seperti
kemauan. Maka dari itu, Allah SWT meng-
pada firman-Nya 4nr ,3C;; u. r4i). Itu
karena ayat seperti ini adalah dalam gandengnya dengan kalimat 4ot'n; 'itty,
apakah kalian tidak melihat dan memer-
konteks dorongan dan perintah berinfak.
Adapun ayat yang ada dalam surah ini hatikan dengan penglihatan mata hati dan
adalah konteks dalam pujian atas apa
yang mereka kerjakan, yang sekaligus akal pikiran, supaya kalian mengetahui ke-

menunjukkan bahwa mereka sama sekali sempurnaan dan totalitas kekuasaan Allah

tidak perlu teguran atas sikap kikir yang SWT. Ini adalah sebuah isyarat adanya
mendorong seseorang tidak mau ber-
bukti kekuasaan Allah yang terdapat pada
sedekah. diri manusia, seperti ayat berikut,

3. Di antara tanda bukti kekuasaan Allah "Kqmi akan memperlihatkan kepada
mereka tanda-tanda (kebesaran) Kami
SWT untuk melakukan ba'ts dan nusyuur di segenap penjuru dan pada diri mereka
sendiri." (Fushshilat: 53)
adalah penciptaan bumi, langit, dan
Di langit terdapat sumber-sumber re-
makhluk hidup.
zeki seperti air hujan dan salju yang men-
Di bumi terdapat banyak sekali tanda jadi faktor tumbuhnya tumbuh-tumbuhan
dan hidupnya para makhluk. Di langit juga
yang menunjukkan kuasa-Nya yang spek-
takulet total, dan absolut. Di antaranya

adalah kembalinya tumbuh-tumbuhan

TArsrRAr-MuNrR f rLrD 14

terdapat ketetapan dan ketentuan apa- lebih rendah terlebih dahulu. Kemudian,
jika masih belum dipercaya juga, ia akan
apa yang dijanjikan kepada umat manusia beralih kepada sumpah dengan sesuatu
yang lebih tinggi.
berupa kebaikan dan kejelekan, surga dan
KISAH TAMU NABI IBRAHIM DAN TUGAS
neraka, pahala dan hukuman. MEREKA DALAM MEMBINASAKAN KAUM
NABI LUTH
Ketiga ayat dan tanda bukti itu di-
Surah adz-Dzaarlyaat Ayat 24 - 37
sebutkan dengan urutan yang indah dan
rapi. Pertama, disebutkan bumi sebagai **tk"'y "afuff\r;rA$6r\"J;
-;Ei+rr-lr{ffi 't'Krii'lslu?k$a
keterangan tempat. Kedua, manusia ber-
tugas melestarikan dan memakmurkan 51L\{i ir; Ay'*:S ffioi*, U,
bumi. Ketiga, rezeki yang menjadi faktor
#,t{{$'a*66"^4 ru Gi6
keberlangsungan eksistensi mereka.
Wu,{#}FO'frdt &v @*
4. Allah SWT mempertegas apa yang Dia
$'iy'* Xbif fiG w t*'s* diss
informasikan, yaitu ba'ts, apa yang Dia
ciptakan di langit berupa rezeki dan apa "ok;jttrl;),Kyrfiffi,@d*AittHit
yang Dia tetapkan dan tentukan berupa
* iA w'sr? 45 J\i,b3ll -$
sumber-sumber rezeki penghidupan bagi
6@
hewan dan manusia. Dalam hal ini, Allah
@ t*,A q3'& a# ffi ,Lu ii't(a
SWT mempertegas semua itu dengan
3,i,WV3"rW@";*At'eW('i,V;6
bersumpah bahwa semua itu adalah ke-
slU ei$:i:W uiiffi '6+:lir c- .#.
benaran yang pasti. Kemudian, Allah SWT
ffi'-flr;rur
mempertegasnya lagi dengan kalimat
4:t+1 #t v ,hb, hal itu adalah nyata dan "Sudahkah sampai kepadamu (Muhammad)

benar sebagaimana ucapan kalian yang cerita tamu lbrahim (malaikat-malaikat) yang
dimuliakan? (lngatlah) ketika mereka masuk
benar-benar ada. Dengan kata lain semua
ke tempatnya lalu mengucapkan, 'Salaman
itu adalah sebuah kebenaran yang dapat
dijangkau oleh indra, sebagaimana ma- (salam).' Ibrahim menjawab,'-Salamun (salam)'.
nusia bisa mengetahui ucapan dan per- (Mereka itu) orang-orang yang belum dikenalnya.
kataannya dengan pancaindra yang ia Maka diam-diam dia (Ibrahim) pergi menemui

miliki. Di sini, indra pengucap disebutkan keluarganya, kemudian dibawanya daging anak
sapi gemuk (yang dibakar), lalu dihidangkannya
secara khusus di antara indra-indra kepada mereka (tetapi mereka tidak mau makan).
Ibrahim berkata, 'Mengapa tidak kamu makan.'
yang lain, disebabkan indra-indra yang
lain di dalamnya masih terdapat potensi

kekaburan.

Ini adalah sumpah yang ketiga. Setelah

sebelumnya Allah SWT bersumpah de-
ngan fenomena-fenomena yang ada di

bumi, yaitu angin. Kemudian diikuti

dengan sumpah dengan langit, yaitu,

{ifir -r: :r3r;}. Kemudian selanjutnya

di sini, Allah SWT bersumpah dengan

Dzat-Nya Yang Luhur. Ini adalah sebuah

urutan yang baik dan apik. Pertama-tama

sumpah dimulai dengan sesuatu yang

Maka dia (Ibrahim) merasa takut terhadap 4:; e !i;t ,rtauy Jaarr mairuur di sini

mereka. Mereka berkata, 'langanlah kamu takut,' berta'alluq dengan kata yang dibuang, ber-
dan mereka memberi kabar gembira kepadanya kedudukan sebagai haal, yakni kaa'inatan.

dengan (kelahiran) seorang anak yang alim ("f j# liq| di sini kata {;f} tidak
(khaq). Kemudian istrinya datang memekik
diucapkan, 'aqiimatun, karena kata ini adalah
(tercengang) lalu menepuk wajahnya sendiri
seraya berkata, '(Aku ini) seorang Perempuan mengikuti wazon, fa'iil yang bermakna isim

tua yang mandul.' Mereka berkata, 'Demikianlah maf'uul, ma'qttum dan bentuk kata seperti ini
memang tidak diberi huruf ha. Seperti, 'ain
Tuhanmu berfirman. Sungguh, Dialah Yang kahiil, kaffun khadhiib lihyatun dahiin, yakni
'ain makhuul, (mata yang diberi celak), kaffun
Mahabij aksana, Maha Mengetahui.' Dia (Ibrahim) makhdhuubatun (telapak tangan yang diberi
berkata, Apakah urusanmu yang penting wahai khidhaab) lihyatun madhuunatun (jenggot
para utusan?' Mereka menjawab, 'Sesungguhnya
kami diutus kepada kaum yang berdosa (kaum yang diberi minyak). Bentuk kata ini tidak
Luth), agar kami menimpa mereka dengan batu-
batu dari tanah (yang keras), yang ditandai dari diberi huruf ha, dengan tujuan untuk mem-
bedakan antara, fa'iilatun yang bermakna
Tuhanmu untuk (membinasakan) orang-orang maf'uulatun [rsfm maf'uu[) dengan fa'iilatun
yang melampaui batas.' Lalu Kami keluarkan yang bermakna faa'ilaan (isim faa'il) seperti,
orang-orang yang beriman yang berada di syariifatun, zhariifutun lathiifatun. Kata'aqiim
dalamnya (negeri kaum Luth) itu. Maka Kami bermakna isim maf'uul, ma'quumatu& maka'
nya bentuk mu'annatsnya tidak beri huruf ha.
tidak mendapati di dalamnya (negeri itu), kecuali
sebuah rumah dari orang-orang Muslim (Luth), 44, te uG juyhuruf kalpada kata {+lt}
Dan Kami tinggalkan padanya (negeri itu) suatu
tanda bagi orang-orang yang takut kepada adzab berkedudukan sebagai sifat untuk mashdar
y ang p e dih." (rdz-Dzaariyaat: 24-37) yang dibuang yakni qaala Rabbuki qaulan

Qhaa'aat kadzaalika, yakni mitsla dzaalika.

(i>rF' Balaaghah

Hamzah dan Al-Kisa'i membaca (!;. 4:rSit Ct;t * .>.^; ls1i YY ini adalah

l'raab bentuk ungkapan at-Tasywiiq (menggugah rasa
keingintahuan) dan at-Tafthiim (memberikan
{i>r; i6 ct;}u;ykata {r:>u} dibaca nashab
sebagai maf'uul muthlaq, atau dinashabkan sinyal bahwa cerita tersebut adalah cerita

oleh ftl qaaluu. Kata {i>r} bisa sebagai yang sangat penting dan besar).

mubtada', sedangkan khabarnya dibuang, 4;;i)*b 43tF- iiy di dalam dua kalimat

yakni sa/aamun 'alaikum. Kata {i)l";} di sini ini terdapat al-Iij aaz (peringkasan kata-kata)
boleh dijadikan sebagai mubtada' sekali- dengan membuang sebagian kata. Yakni,
pun berbentuk nakirah, karena kata ini
mengandung makna doa. Atau bisa juga antum qaumun munkaruuna, wa anaa'ajuuzun
'aqiimun.
dijadikan sebagai khabar dari mubtada'yang
dibuang, yakni amrii salaamun 'alaikum.i'iy Mufradaat Lu$hawffiah

43tf- Ia berkedudukan sebagai khabar dari {ird }} khithaab atau perkataan ini

mubtada' yang dibuang, yakni antum qaumun dituiukan kepada Nabi Muhammad saw.

munkaruuna. {u4tit,* !;) cerita tentang para tamu Nabi

Ibrahim a.s.. Kata dhayf aslinya merupakan

'rArsrRAr-MuNrR )rrrD

mashdar,maka dari itu bentuktunggalnya bisa [istrinya). Atau, ia berbicara secara diam-diam

digunakan untuk satu atau banyak, seperti kepada keluarganya.
kata az-Zuun ash-Shaum. Mereka berjumlah
dua belas malaikat atau sembilan dan yang Zamakhsyari menjelaskan di antara adab
kesepuluhnya adalah Malaikat |ibril a.s.. Atau
tiga malaikat, yaitu fibril a.s., Mika'il a.s. dan dan etika orang yang sedang kedatangan tamu
Israfil a.s. Di sini, mereka disebut tamu karena
adalah ketika ia ingin menyuguhkan hidangan
mereka datang dalam wujud tamu.
kepada tamu, ia lakukan secara diam-diam
("ffl} yang dimuliakan. Mereka me- tanpa diketahui oleh tamu. Hal itu supaya

mang para hamba yang dimuliakan, sebagai- tamu tidak berusaha mencegahnya.
mana yang dijelaskan oleh Allah SWT dalam
4f- b,'ii;! kemudian Nabi Ibrahim a.s.
firmannya,
pun datang kembali sambil membawa daging
"sebenarnya mereka (para malaikat itu)
adalah hamba-hamba yang dimuliakan" (al- sapi yang gemuk dan banyak dagingnya. Ka-
Anbiyaa':26)
rena harta yang dipunyai Nabi Ibrahim a.s.
Atau karena Nabi lbrahim a.s. sendiri
berikut istrinya yang langsung melayani waktu itu sebagian besarnya binatang ter-
dan memuliakan mereka sebagai tamu serta
nak berupa sapi. Dalam surah Huud ayat 69
memberi mereka suguhan, bukan menyuruh
disebutkan yang artinya adalah daging sapi
orang lain.
panggang. 41t';.ib lalu Nabi Ibrahim a.s. me-
4* ,*; !1) ketika mereka masuk me-
nyuguhkannya kepada mereka. $:ttrk';i jfy
nemui Nabi lbrahim a.s.. Kata idz di sini
Nabi Ibrahim a.s. mempersilakan mereka
adalah zharf untuk, hadiitsu dhayl atau, dhayf
untuk menyantap suguhan itu, namun mereka
atau al-Mukramiina.4ufr rjr;y lalu mereka
tidak meresponnya. 4+ & ;;)by lalu mun-
mengucapkan perkataan ini, Salaaman. Atau
mereka mengucapkan, nusallimu 'alaikum cullah rasa takut dan khawatir dalam diri Nabi

salaaman. (irr i6F Nabi Ibrahim a.s. pun Ibrahim a.s. serta pikiran dan kecurigaan yang

menjawab, Salaamun 'alaikum. Di sini, Nabi bukan-bukan terhadap mereka ketika melihat

Ibrahim a.s. mengucapkan kata ini dalam mereka tidak berkenan menyantap suguhan

bentuk rafa' dengan menjadikannya sebagai tersebut, jangan-jangan mereka datang de-
mubtada', supaya memberikan pengertian
ngan niat jahat.
ats-Tsabaat [tetap, terus-menerus) sehingga
balasan salamnya lebih baik dari salam para (J# .i rju| mereka pun lantas berkata,

malaikat tersebut. 43tfu i!! kalian adalah kepadanya, 'Anda tidak perlu takut dan

orang-orang yang tidak dikenal. Nabi Ibrahim khawatir. Sesungguhnya kami ini adalah para
a.s. mengucapkan perkataan ini hanya dalam
utusan Allah SWTI'{# rvi it;;b dan mereka
hati. Atau ia ucapkan secara jelas kepada
pun menyampaikan'berita gembira kepada
mereka supaya mereka memperkenalkan diri
Nabi Ibrahim a.s. dengan kelahiran seorang
kepadanya.
anak yang memiliki ilmu banyak, yaitu Ishaq
seca{r9a id"iallm[r-dj]ialmaludaNnabsieImbrbauhniymi-sae.ms.bpuenrygii
sebagaimana yang disebutkan dalam surah
dari mereka untuk menemui keluarganya
Huud. 4i1';\ .$NY lalu datanglah istri Nabi
Ibrahim a.s., yaitu Sarah ketika mendengar

berita gembira yang disampaikan oleh mereka.

Waktu itu, ia duduk di salah satu sudut

rumah sambil memandangi mereka. $1; e.h
dengan kondisi yang histeris. {ri#! ..l-l,i} lalu

menampar mukanya sendiri dengan ujung-

ujung jarinya, sebagai ungkapan keheranan

dan rasa malu-malu, dengan memukulkan

tangannya ke dahinya. 4e :r# dtt')y dan ia hadap orang-orang yang kafir. Di sini, negeri

berkata, 'Aku adalah perempuan yang sudah kaum Nabi Luth a.s. disebutkan dengan
lanjut usia dan mandul yang belum pernah dhamir (bukan dengan nama yang jelas),

melahirkan seorang anak pun. Lalu bagaimana padahal sebelumnya, negerinya kaum Luth a.s.

bisa aku akan melahirkan seorang anak?" tmideamkadnigsesbuudtkaahn,didkiesteabhaubi.ka(ni.ik*e:bjerra-d; a#ann;y;Ya

Waktu itu, usianya sudah mencapai kecuali sebuah rumah dari kalangan Muslim.
Mereka adalah Nabi Luth a.s. sendiri, kedua
sembilan puluh sembilan tahun, sedangkan putrinya dan para pengikutnya, kecuali istrinya.
Mereka membenarkan dan memercayai de-
Nabi Ibrahim a.s. sudah berusia seratus atau ngan hati mereka serta mengamalkan ketaatan
dengan anggota tubuh mereka.
seratus dua puluh tahun.
Ada sebagian ulama yang menjadikan ayat
{4, i,; !\:s tiey mereka berkata, "seperti ini sebagai landasan dalil yang menyimpulkan
bahwa Islam dan iman adalah satu dan sama.
itulah apa yang ditetapkan Tuhanmu. Sesung-
Akan tetapi, hal ini-sebagaimana yang
guhnya kami hanya menyampaikan informasi
dikatakan oleh al-Baidhawi-adalah pendapat
itu kepadamu dari Tuhanmu." (,lylr,lf-rr * iil) yang lemah. Karena yang dimaksudkan dengan

sesungguhnya Tuhanmu adalah Yang Maha- ayat ini adalah mereka memiliki kombinasi

bijaksana dan mempunyai hikmah yang agung dua sifat tersebut, yaitu Mukmin dan Muslim,
dalam perbuatan-Nya lagi Maha Mengetahui dan itu tidak berarti bahwa pengertian kedua
sifat tersebut adalah sama.
tentang segala makhluk-Nya.
4U s;ib dan kami meninggalkan negeri
4t*;' ';i ;<:tr d j6F Nabi Ibrahim a's.
tersebut setelah pembinasaan orang-orang
berkata, kepada mereka, "Lalu, urusan dan kafir. {i,l} tanda yang menunjukkan kebinasaan

kepentingan apa yang ingin kalian sampaikan yang menimpa mereka. (A(, ;tnt o;t;;- u:X\
wahai para utusan?" Nabi Ibrahim a.s. me-
bagi orang-orang yang takut kepada adzab
nyampaikan hal ini kepada mereka ketika tahu
Allah SWT yang sangat menyakitkan dan me-
bahwa mereka adalah malaikat. Karena ia tahu milukan sehingga mereka pun tidak melakukan
perbuatan yang pernah dilakukan oleh orang-
bahwa mereka tidak turun secara bersama- orang kafir yang dibinasakan tersebut.

sama melainkan pasti karena ada suatu urusan Persesualan Ayat

besa[ oleh karenanya, ia pun menanyakannya. Setelah memaparkan sikap orang-orang
musyrik Mekah yang mengingkari dan tidak
$qi ri Ji tqi ti1 rjdY mereka pun memercayai adanya ba'ts dan nusyuur (hari
dihidupkannya kembali manusia). Selanjutnya,
menjawab, "Sesungguhnya kami diutus kepada di sini Allah SWT ingin menghibur hati Rasul-
Nya saw dengan menjelaskan bahwa para nabi
kaum yang kafir." Maksudnya adalah kaum Nabi yang lain juga mengalami hal serupa seperti
yang beliau alami, yaitu mendapatkan berbagai
Luth a.s.. 4* ;:;;:F tanah liat yang dimasak
macam gangguan, sikap pembangkangan
dan dibakar dengan api, yaitu as-Sijjiil, yaitu
tanah yang mengeras dan membatu,{L;::}
yang diberi tanda. Dari akar kata as-Saumah

yang artinya adalah al-Alaamah (tanda).

(q#F untuk orang-orang yang melampaui

batas dalam berbuat kemaksiatan, yaitu de-
ngan berhubungan dengan sesama jenis, di-

tambah lagi dengan kekufuran mereka.

44t, t q 'rG a G;tb dan kami

mengeluarkan orang-orang yang beriman yang

berada dalam negeri kaum Luth a.s. tersebut,
karena hendak dilakukan pembinasaan ter-

dan penolakan dari kaum mereka terhadap Lalu para malaikat itu pun masuk me-

dakwah mereka.- nemui Nabi Ibrahim a.s. dan mengucapkan
salam kepadanya dengan ucapan (uy;F Yakni,
Di sini, Allah SWT mengawalinya dengan nusallimu 'alaika salaaman (kami meng-
kisah Nabi Ibrahim a.s. setelah sebelumnya ucapkan salam sejahtera kepada anda). Lalu
juga sudah pernah disinggung dalam surah Nabi Ibrahim a.s. pun menjawab salam me-
Huud dan surah al-Hijr. Karena Nabi Ibrahim
reka itu dengan ucapan salam yang lebih
a.s. adalah syaikh para rasul dan karena
Nabi Muhammad saw. berada di atas sunnah baik dari ucapan salam mereka, yaitu dengan
Nabi Ibrahim a.s.. Di sini, juga terkandung menggunakan bentuk susunan kalimat yang
peringatan bagi kaum beliau dengan kisah mengandung makna tetap, permanen, dan
tamu yang datang menemui Nabi Ibrahim terus-menerus, Salaamun 'alaikum, Anda
semua adalah orang-orang yang asing bagi
a.s., menjelaskan hujan batu yang ditimpakan
saya dan belum pernah saya kenal sebelumnya,
kepada orang-orang yang berdosa yang jadi siapakah anda sekalian?"

menyesatkan, hal ini agar kaum kafir Quraisy Ada keterangan yang menyebutkan bahwa

dan orang-orang yang seperti mereka perkataan tersebut, (.r;5.: ilF hanya diucapkan

hingga akhir masa bisa memetik hikmah oleh Nabi Ibrahim a.s. dalam hati saja, tidak ia

dan pelajaran. Kemudian, Nabi lbrahim a.s. ucapkan secara terus terang kepada mereka.
bertanya kepada para tamu tersebut tentang Karena para malaikat tersebut, yaitu Malaikat
keperluan, urusan, dan sebab kedatangan
mereka. Lalu mereka pun memberitahukan fibril a.s., malaikat Mikail a.s. dan Malaikat

kepadanya bahwa mereka diutus untuk Israfil a.s., datang menemui Nabi Ibrahim a.s,

membinasakan kaum Nabi Luth a.s. dengan dalam wujud pemuda yang gagah, tampan dan
tanah keras membatu yang dibakar dengan api
yang telah diberi tanda bahwa tanah tersebut tampak sangat berwibawa.
memang dipersiapkan untuk kaum Nabi Luth.
Di sini, Allah SWT mengawali dengan
Tafslr dan Penfelasan
istifhaam taqriiriy (pertanyaan yang bersifat
"Su d ahkah samp ai kep a d amu (M uh amma d) konfirmatif dan penegasan) dengan tujuan
cerita tamu lbrahim (malaikat-malaikat) yang untuk memberikan pengertian at-Tafkhiim,
dimuliakan? (lngatlah) ketika mereka masuk dalam arti bahwa cerita yang ada adalah se-

ke tempatnya lalu mengucapkan, 'Salaman buah kisah yang besa4, bukan sembarang kisah.

(salam).' Ibrahim menj awab,'Salamun (salam).' Dan juga sekaligus untuk menarik perhatian
(Mereka itu) orang-orang yang belum dikenal- dan menggugah kesadaran, di samping untuk
ny a." (adz-Dzaariyaat 2 4 -25)
mengancam dan menasihati orang Arab, serta
Apakah telah sampai kepadamu wahai menghibur hati Rasulullah saw. atas apa yang
Muhammad berita tentang kisah Nabi Ibrahim
a.s. dan para tamunya; yaitu beberapa malaikat beliau alami dan hadapi dari kaum beliau.

yang dimuliakan di sisi Allah SWT. Para Di sini, para malaikat disebut sebagai

malaikat itu datang menemui Nabi Ibrahim a.s. tamu, sehingga Nabi Ibrahim a.s. menyambut
dalam wujud manusia. Di saat mereka sedang dan memuliakan mereka selayaknya tamu.
berada dalam perjalanan menuju kaum Nabi
Luth. Adh-Dhiyaafah [menyambut dan memuliakan

tamu) adalah sunnah. Imam Ahmad dan
sejumlah ulama berpendapat bahwa adh-
Dhiyaafah kepada tamu hukumnya adalah

wajib.

Para malaikat itu pun mengucaPkan Kata haniidz dalam surah Huud tersebut
salam dengan redaksi, {u};} [dalam bentuk
artinya adalah yang dipanggang di atas batu
dibaca nashab) yang merupakan bentuk doa.
yang dipanaskan.
Lalu Nabi Ibrahim a.s. membalas ucapan
Setelah Nabi Ibrahim a.s. menyuguhkan
salam mereka dengan memilih redaksi salam hidangan itu dan meletakkannya di hadapan
yang lebih baik dari redaksi salam mereka, mereka, ia pun dengan nada lembut dan penuh
sopan santun mempersilakan mereka untuk
yaitu {i>r} (dengan dibaca rafa). Karena menyantap hidangan tersebut "Mengapa tidak

bentuk rafa'maknanya lebih kuat dan lebih kamu makan."
konstan dari pada nashab, sebab bacaanrafa'
dalam konteks ini menunjukkan makna tetap Ayat ini menggambarkan adab dan etika
memuliakan tamu. Nabi Ibrahim a.s. tanpa
dan permanen. menawarkan mereka lebih dulu langsung
pergi sebentar dengan cepat untuk meng-
Makna yang kuat dan sesuai dengan diri ambil hidangan secara diam-diam tanpa di-

ii)Nabi Ibrahim a.s. adalah bahwa perkataan sadari oleh mereka. Karena Nabi Ibrahim a.s.
adalah orang yang sangat dermawan. Ia me-
4ttf-tidak ia ucapkan kepada mereka secara
nyuguhkan hidangan terbaik yang ia miliki,
langsung, tetapi itu hanya ucapan dalam yaitu daging sapi muda yang gemuk yang di-
panggang. Karena waktu itu, sebagian besar
hati saja, "Mereka ini adalah orang'orang
yang tidak aku kenal" Atau perkataan ini ia harta yang dimilikinya adalah memang berupa
binatang ternak. Ia pun langsung menyuguh-
sampaikan kepada orang-orang yang berada kan dan meletakkan hidangan itu di hadapan
bersama dirinya dari para pengikutnya, para mereka seraya mempersilakan mereka dengan
pembantunya dan orang-orang yang menjadi penuh kelembutan dan sopan santun untuk
teman duduknya. Karena mengucapkan per- menyantapnya, "silahkan makan." Namun para
tamu tersebut yang merupakan para malaikat
kataan seperti ini secara langsung kepada
tamu tentunya merupakan sebuah sikap tidak mau menyantap suguhan tersebut

yang kurang sopan dan bisa membuat tamu karena malaikat memang tidak makan dan

merasa agak kurang nyaman. tidak minum,

"Maka diam-diam dia (Ibrahim) pergi "Make dia (Ibrahim) merasa takut ter-

menemui keluarganya, kemudian dibawanya h a d a p m e reka." (adz-Dzaariyaak 2 8)

daging anak sapi gemuk (yang dibakar), Lalu ketika mereka tidak mau menyantap
Ialu dihidangkannya kepada mereka (tetapi suguhan tersebut, muncullah dalam hati Nabi
mereka tidak mau makan). lbrahim ber' Ibrahim a.s. rasa khawatir dan takut kepada
kata, 'Mengapa tidak kamu mokan."' (adz' mereka. Hal itu tentu sangat wajar dan siapa
Dzaariyaat= 26-27) pun akan merasakan perasaan yang sama ke-
tika ada tamu datang, lalu disuguhi makanan,
Lalu Nabi Ibrahim a.s. pun pergi menemui
istrinya dengan diam-diam dan cepat-cepat' namun menolak untuk mencicipinya. Sikap
seperti ini biasanya mengandung pikiran dan
Kemudian ia pun menghidangkan daging niat tidak baik yang tersembunyi. Makanya,
waktu itu Nabi Ibrahim a.s. memiliki pikiran
sapi bakar yang gemuk kepada mereka, se-
bagaimana yang dijelaskan dalam surah Huud, negatif terhadap mereka dan mengira bahwa

Allah SWT berfirman,

"Maka tidak lama kemudian lbrahim
menyuguhkan daging anak sapi yang di'

panggang." fHuud: 69)

TAFsrRAr.-MuNrR JILID 14

mereka datang karena suatu maksud yang "Kemudian istrinya datang memekik (ter-
tidakbaik. Hal ini sebagaimanayang digambar-
kan dalam surah Huud, cengang) lalu menepuk wajahnya sendiri

"Maka ketika dilihatnya tangan mereka seraya berkata,'(Aku ini) seorang perempuan
tidak menjamahnya, dia (lbrahim) mencurigai tu a y a ng m a n du 1."' (adz-Dzzriyaat= 29)
mereka, dan merasa takut kepada mereka."
(Huud:70) Lalu tatkala istri Nabi Ibrahim a.s., yaitu
Sarah, mendengar berita gembira yang di-
"Mereka berkata,'Janganlah kamu takut,' sampaikan para malaikat tersebut-waktu
dan mereka memberi kabar gembira kepadanya itu ia berada di salah satu sudut rumah dan
dengan (kelahiran) seorang anak yang alim
(I shaq)." (adz-Dzaariyaat 2 8) ia mendengar perkataan mereka-ia pun

Para malaikat yang bertamu kepada Nabi lantas datang sambil berteriak dan menepuk
Ibrahim a.s. itu pun berkata kepadanya,'Anda wajahnya dengan tangan, sebagaimana yang
biasa dilakukan oleh kaum perempuan ketika
tidak perlu takut, sesungguhnya kami ini mendengar atau melihat sesuatu yang meng-
herankan atau menakjubkan, seraya berucap,
adalah para malaikat utusan dari Allah SWT." "Bagaimana aku bisa hamil dan melahirkan

Hal ini sebagaimana yang dijelaskan dalam seorang anak, sementara aku adalah pe-

ayat lain, Allah SWT berfirman, rempuan yang sudah lanjut usia dan mandul
belum pernah melahirkan seorang anak pun,
"M ereka (malaikat) berkata,'J angan takut, bahkan ketika masih pada usia produktif." Hal
sesungguhnya kami diutus kepada kaum Luth."'
(Huud:70) ini sebagaimana yang diielaskan dalam ayat

Dan para malaikat itu juga menyampaikan lain, Allah SWT berfirman,

berita gembiraT kepada Nabi Ibrahim a.s. "Dia (istrinya) berkata, 'Sungguh ajaib,

tentang kelahiran seorang anak yang alim dan mungkinkah aku akan melahirkan anak pada-
banyak ilmunya setelah baligh. Ia adalah Ishaq
a.s., sebagaimana firman Allah SWT dalam hal aku sudah tua, dan suamiku ini sudah
ayat lain,
sangat tua? Ini benar-benar sesuatu yqng
"Maka Kami sampaikan kepadanya kabar
gembira tentang (kelahiran) lshaq dan setelah ajaib.'" (Huud: 72)
Ishaq (akan lahir) Ya'qub." (Huud: 71)
"Mereka berkata,'Demikiqnlah Tuhanmu
Berita ini berisikan dua hal yang berfirman. Sungguh, Dialah Yang Mahabijak-
sana, Maha Mengetahui."' (adz-Dzaariyaat:
menggembirakan. Pertama, anak tersebut 30)

adalah laki-laki. Kedua, anak tersebut akan Para malaikat itu berkata, "Memang
meniadi orang yang alim dan berilmu yang
merupakan sifat yang paling sempurna. seperti itulah, apa yang kami katakan dan
kami beritahukan kepadamu sesuai dengan
7 Dalam surah ash-Shaaffaatdisebutkan dengan redaksi, "wa apa yang difirmankan oleh Tuhanmu. Ole
karena itu, janganlah kamu meragukannya
basysyarnaahu," dan merasa heran terhadapnya. Karena kami
ini adalah para utusan Allah SWT dan Allah
"Dan Kami beri dia kabar gembira (melalui perantara SWT Mahakuasa atas segala sesuatu. Allah
SWT Mahabijaksana dalam semua firman dan
mteramlaaiskuakt)ordaenngg-oarnanfgteyloahngirasanl)ehI.s"h(aaqshs-eSohraaanfgfanaat blil2ya)ng
perbuatan-Nya, lagi Maha Mengetahui tentang
kemuliaan yang berhak kalian peroleh, dan

ThFSTR AL-MUNtR IrLrD 14

tentang segala apa yang ada di alam ini." Hal "semoga Allah SWT memberimu rezeki dan
ini sebagaimana yang dijelaskan dalam ayat
lain, Allah SWT berfirman, mengaruniai anda anak."

"Mereka (para malaikat) berkata,'Menga- Lalu para malaikat itu pun berkata, 'Apa
yang kami sampaikan ini bukanlah doa, tetapi
pa engkau merasa heran tentang ketetapan itu adalah firman Allah SWT yang mana kami
AIIah? (ltu qdalah) rahmat dan berkah Allah, diperintahkan untuk menyampaikannya ke-
dicurahkan kepada kamu, wahqi Ahlulbait! pada anda, dan demikianlah Tuhanmu mem-
Sesungguhnya AIIah Maha Terpuji, Maha
firmankannya."
Pengasih."'(Huud: 73)
kannKyeamduedniagnanpabrearkmataal,a(ik.a+t'it$u,mttey';akiinl}-
Perbincangan tersebut tidak hanya dengan
Sarah, tetapi juga dengan Nabi Ibrahim a.s., sesungguhnya Allah SWT Mahabijaksana lagi
sebagaimana yang disebutkan dalam surah al-
Hijr ayat 53-54, Maha Mengetahui.s

"(Mereka) berkata,'Janganlah engkau Perlu diperhatikan bahwa ada perbeda-
merasa takut, sesungguhnya kami memberi
kabar gembira kepadamu dengan (kelahiran an kalimat penutup antara ayat ini, yaitu,
seorang) anak laki-laki (yang akan menjadi)
orang yang pandai (lshaq).' Dia (lbrahim) ("!' dengan ayat yang terdapat dalam
berkata, 'Benarkah kamu memberi kabar surah"9H,uFud di atas, yaitu (i; i;y. Uat
itu disebabkan, dalam surah Huud, para
gembira kepadaku padahal usiaku telah lanjut,
Ialu (dengan cara) bagaimana kamu memberi malaikat ingin mengingatkan dan menggugah
kesadaran untuk mensyukuri nikmat-nikmat
(kab ar g embira) tersebut?"' (al-Hiir: 53 - 54) Allah SWT. Oleh karena itu, kalimat penutup

Namun, hal ini tidak disebutkan secara yang sesuai dengan konteks ini adalah 1i-;)
{1}; Xarena al-Hamiid maknanya adalah Dzat
eksplisit, karena sudah disebutkan dalam
surah al-Hijr. Sebagaimana dalam surah al- Yang berhak mendapatkan pujian dan syukur
Hijr ada beberapa hal yang tidak disebutkan disebabkan karunia dan anugerah-Nya kepada
karena sudah disebutkan dalam surah Huud kita. Sedangkan, Al-Majiid maknanya adalah
dan dalam surah ini. Dzat Yang berhak atas pujian, karena memang
Dialah yang berhak atas pujian dan karena
Di sini, disebutkan ada dua alasan yang keagungan Dzat-Nya.
melatar belakangi penilaian Sarah yang me-
mandang dirinya akan punya anak sebagai Adapun ayat dalam surah ini, konteksnya
sesuatu yang mustahil dan aneh, yaitu sudah
lanjut usia dan mandul. Seakan-akan di sini, adalah para malaikat .tersebut ingin meng-
Sarah berkata, 'Andai saja anda sekalian ingatkan kita kepada hikmah yang bersifat
mendoakan kami dengan doa yang wajar dan umum, yaitu berupa kelahiran anak ketika
memiliki peluang untuk dikabulkan." Hal ini sudah lanjut usia dan setelah selama ini
karena ia mengira bahwa apa yang mereka mandul. Hal itu menunjukkan tentang hikmah
katakan itu adalah dari diri mereka sendiri,
bukan dari Allah SWT, seperti doa-doa yang dan ilmu Allah S\AI[, karena Dia Mahabijaksana

hanya bersifat basa-basi yang biasa diucapkan dalam perbuatan-Nya dengan meletakkan
oleh tamu. Seperti perkataan seorang tamu,
segala urusan pada tempat dan proporsinya,
lagi Maha Mengetahui tentang segala perkara

makhluk-Nya.e

8 TafsirAr-Razi,28/2L5.
9 TafsirAr-Razi,28/215.

Setelah para malaikat tersebut me- yang baik. Tetapi, itu adalah adzab yang
nyampaikan berita gembira kepada Nabi
terarah dan sesuai sasaran, hanya ditimpakan
Ibrahim a.s. tentang kelahiran seorang anak, kepada orang-orang yang jahat.
maka selanjutnya Nabi Ibrahim a.s. bertanya
kepada mereka tentang urusan, keperluan dan "Lalu Kami keluarkan orang-orang yang

sebab kedatangan mereka, beriman yang berada di dalamnya (negeri

"Dia (lbrahim) berkata, Apakah urusanmu kaum Luth) itu. Maka Kami tidak mendapati

yang penting wahai para utusan?"' (adz- di dalamnya (negeri itu), kecuali sebuah

Dzaariyaat 31) rumah dari orang-orang Muslim (Luth)." (adz-
Dzaariyaat: 35-36)
Nabi Ibrahim a.s. bertanya kepada
Ketika Kami hendak membinasakan kaum
mereka, 'Apa urusan dan keperluan kalian Nabi Luth a.s., terlebih dahulu Kami keluarkan
yang sangat penting yang membawa kalian orang-orang yang beriman kepada Nabi Luth
a.s. dari negeri tersebut untuk menyelamatkan
datang ke sini? Cerita yang sangat menarik apa mereka agar tidak ikut terkena sasaran adzab.
di balik kedatangan kalian? Apa sebab di balik Waktu itu, Kami tidak mendapati rumah yang
pengutusan kalian dari sisi Allah SWT?" Lalu
para malaikat itu menjawab, dihuni oleh orang yang berserah diri kepada
Allah SWT, tunduk patuh kepada perintah-
"Mereka menjowab,'Sesungguhnya kami
diutus kepada kaumyang berdosa (kaum Luth), perintah-Nya dan menjauhi larangan-
agar kami menimpa mereka dengan batu-batu
larangan-Nya, kecuali hanya satu rumah saja.
dari tanah (yang keras), yang ditandai dari Rumah tersebut adalah rumah Nabi Luth Ibnu
Harun lbnu Tarih. Harun adalah saudara laki-
Tuhanmu untuk (membinasakan) orang - orang laki Nabi Ibrahim a.s.. Sehingga dengan begitu,
yang melampaui b atas."' (adz-Dzaariyaat: 3 2- berarti Nabi Luth a.s. adalah putra saudara
34) laki-laki (keponakan) Nabi Ibrahim a.s..

Para malaikat yang merupakan utusan Nabi Luth a.s. beriman kepada 'ammnya
pembawa adzab dan berita gembira itu ber- [pamannya, saudara laki-laki bapaknya) yang
kata, "Sesungguhnya kami diutus kepada kaum tidak lain adalah Nabi Ibrahim a.s. dan ikut
Nabi Luth a.s.. Mereka adalah orang-orang
yang berbuat kejahatan dengan berlaku kufur bersama-sama dengannya pergi ke Mesir.

dan melakukan perbuatan-perbuatan keji. Kemudian Nabi Luth a.s. dengan kesepakatan

Tujuannya adalah supaya kami menghujani berdua, berpisah dengan Nabi Ibrahim a.s. dan
mereka dengan tanah liatyang keras membatu pergi ke Sadom di tanah Yordania.
yang dimasak dengan api seperti batu bata
merah, yang telah diberi tanda khusus yang Para penghuni rumah yang beriman ada-
memang sudah dipersiapkan dari sisi Allah
SWT untuk membinasakan orang-orang yang lah Nabi Luth a.s. sendiri dan keluarganya,
tenggelam dalam kesesatan dan melampaui
kecuali istrinya. Sa'id Ibnu fubair mengatakan,
batas dalam berbuat kemaksiatan," mereka berjumlah tiga belas orang.
Kemudian, Allah SWT menginformasikan
Di antara ayat yang memiliki kandungan
bahwa sesungguhnya adzab tersebut bukanlah serupa adalah firman Allah SWT,
adzab yang serampangan dan membabi buta
menimpa siapa saja baik yang jahat maupun "lbrahim berkata, 'Sesungguhnya di kota
itu ada Luth.' Mereka (para malaikat) berkata,
'Kami lebih mengetahui siapa yang ada di

kota itu. Kami pasti akan menyelamatkan dia

dan pengikut-pengikutnya kecuali istrinya.

TAFSTRAL-MUNrR rrrrD 14

Dia termasuk orang-orang yang tertinggal f ldt: ;\t 1;ri #t t't *.;;t
(dib i n a s akan)."' (al:Ankabuut 3 2 )
.,;'t; Jv,';),;
Ayat ini dijadikan sebagai dalil oleh
"Bahwasanya Malaikat libril a.s. Uuroryo
golongan Muktazilah yang tidak membedakan
antara iman dan Islam. Karena dalam ayat ini, kepada Rasulullah saw., 'Wahai Muhammad,
mereka disebut dengan sebutan orang-orang
beritahu aku tentang apa itu Islam?' Lalu Rasulullah
Mukmin dan orang-orang Muslim. saw. bersabda, 'KAmu bersalcsi bahwasanya tiada

Ibnu Katsir menjelaskan pengambilan Ilahi melainkan Allah SWT dan Muhammad
adalah utusan Allah SWT menegakkan shalat,
kesimpulan seperti itu adalah lemah. Mereka
adalah orang-orang Mukmin dan Muslim, menunaikan zakat, Puasa Ramadhan dan berhaji
Dengan kata lain, mereka memiliki dua sifat ke Baitullah jika kamu mampu.' Malaikat Jibril a.s.
dan predikat sekaligus, yaitu Mukmin dan
Muslim. Menurut kami, setiap Mukmin adalah berkata, Anda benarl Kemudian Malaikat libril
pasti Muslim, namun orang Muslim belum
tentu Mukmin. Kebetulan dua predikat ini a.s. kembali berkata, 'Beri tahu aku tentang apa
dimiliki oleh mereka, makanya di sini mereka itu iman?' Lalu Rasulullah saw. bersabda, 'Kamu
disebut dengan dua predikat tersebut. beriman kepada Allah SWT, malaikat-malaikat-
Nya, kitab -kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir,
Di antara dalil yang menunjukkan adanya dan qadar yang baik dan yang buruk.' Malaikat
Iibril a.s. berkata, Anda benar.'
pembedaan antara iman dan Islam adalah ayat,
Kemudian Allah SWT menjelaskan ten-
"Orang-orang Arab Badui berkata, 'Kami
tang pelaiaran dan ibrah dari kisah kaum Nabi
telah beriman.' Katakanlah (kepada mereka),
Luth a.s,,
'Kamu belum beriman, tetopi katakanlah kami
"Dan Kami tinggalkan padanya (negeri
telah tunduk (Islam),' karena iman belum itu) suatu tanda bagi orang-orang yang takut
masuk ke dalam hatimu. Dan iika kamu taat kepada adzab yang pedih." (adz'Dzaariyaat:
kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia tidak akan 37)
mengurangi sedikit pun (pahala) amalmu.
Dan Kami tinggalkan di negeri itu
Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha
suatu tanda dan petunjuk bagi orang yang
Pe ny ay ang." (al-Huiuraat: 14) takut kepada adzab Allah S\MX, yaitu orang-

Di antaranya lagi adalah hadits yang orang Mukmin. Tanda itu adalah ieiak-jeiak
dari sisa-sisa adzab yang membinasakan
diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari dan memilukan. Karena itu adalah sebuah

Umar bin Khaththab r.a., fenomena dan kejadian yang sangat nyata,
real dan faktual yang Kami jadikan sebagai
;t;,ffi )nr Jy, iU ry.:^lr a'o-tr)t9ut,!'J.'...* :1 ibrah, pelajaran dan contoh dengan apa yang
rJl telah Kami timpakan kepada mereka berupa
adzab,hukuman dan batu as-Siiiiil (tanah yang
fj.li :J$ .rN:")r j--^>,;l to.) t:- :Jtii dibakar). Kami balik negeri mereka hingga
membuat bagian atas menjadi di bawah dan
Ja:r-c
bagian bawah menjadi di atas. Kami buat
,nr j;r't'r:';J i:i, \, y! 4J! Y d:li.-J.:F-:d-
negeri tempattinggal mereka berubah menjadi
.11 danau yang berbau busuk meniiiikkan, yaitu
danau Thab ariy ah (Tiberias).
rt ou;i;t;v'1t eiti>,2r 4:
,AL 'i6 ); qt ekr it ,*r
t*t Ai ii 'Ju 9G..{r ,;.fi ,i6 ?

Di antara ayat yang memiliki kandungan 3. Sunnah yang berlaku adalah orang yang
serupa adalah firman Allah SWT
datang kepada seseorang hendaknya
"Dan sungguh, tentang itu telah Kami memberikan tah$tyat (penghormatan)

tinggalkan suatu tanda yang nyata bagi orang- kepadanya, yaitu ucapan salam. Dalam ki-
sah di atas, para malaikat tersebut meng-
orang yang mengerti." (al-Ankabuut 35)
ucapkan salam kepada Nabi lbrahim a.s.,
Ini menunjukkan bahwa jika kejelekan, nusallimu 'alaika salaaman [kami meng-

kekafiran, dan kefasikan telah merajalela dan ucapkan tahiyat salam kepada anda dengan
mendominasi, yang terjadi selanjutnya adalah
kehancuran dan kebinasaan. sebenar-benarnya salam). Yang dimaksud-

Flqlh Kehidupan atau Hukum-Hukum kan dari salam adalah tahl4tat [salam
penghormatan) dan ini adalah pendapat
Ayat-ayat di atas menjelaskan sejumlah
yang kuat. Lalu Nabi Ibrahim a.s. menjawab
hal seperti berikut yang terkandung dalam
ucapan salam mereka dengan ucapan salam
dua kisah; yaitu kisah berita gembira tentang
kelahiran Ishaq a.s., dan kisah pembinasaan yang lebih baik dari salam yang mereka
kaum Nabi Luth a.s. Dari kisah yang pertama,
ucapkan, yait:.t Salaamun 'alaikum, yakni
bisa diambil sejumlah kesimpulan seperti
salam yang bersifat tetap, permanen, dan
berikut.
langgeng tidak hilang. Hal ini berdasarkan
1. Allah SWT menjelaskan kisah Nabi Ibrahim
firman Allah SWT dalam ayat,
a.s. dengan tujuan untuk menjelaskan
bahwa Dia dapat membinasakan orang "Dan apabilo kamu dihormati dengan
yang mendustakan ayat-ayat-Nya, se-
bagaimana yang Dia perbuat terhadap suatu fsalam) penghormatan, maka

kaum Nabi Luth a.s.. balaslah penghormatan itu dengan yang

2. Di atas, Allah SWT menyebut para malaikat lebih baik, atau balaslah (penghormatan

yang datang menemui Nabi lbrahim a.s. se- itu, yang sepadan) dengannya." (an-
bagai para tamu, padahal sebenarnya me-
Nisaa':86)
reka bukanlah tamu. Hal ini sebagai ben-
tuk pemuliaan dan penghormatan kepada 4. Nabi Ibrahim a.s. merasakan suatu
Nabi Ibrahim a.s., sesuai dengan dugaan
dan persepsinya, dengan cara Allah SWT keanehan dari para tamu yang datang,

membenarkan dugaan dan persepsinya itu. yang sebenarnya mereka adalah malaikat
Para malaikat tersebut juga termasuk ketika mereka mengucapkan salam yang

para hamba yang dimuliakan di sisi Allah merupakan simbol Islam. Karena ucapan

SWT dan juga di sisi Nabi Ibrahim a.s., salam waktu itu adalah sesuatu yang
karena ia sendiri bersama istrinya yang tidak lazim di kalangan kaumnya yang

langsung menyambut, memuliakan, meng- mayoritas kafir. Iuga, karena mereka
adalah orang-orang asing yang tidak
hormati, dan melayani mereka, segera
dikenal. Dan fuga, karena sikap, kondisi
menyuguhkan hidangan kepada mereka dan penampilan mereka sangat berbeda
dan memuliakan kedatangan mereka, se-
bagaimana yang dijelaskan dalam sejum- dengan orang-orang pada umumnya,
lah atsar (dalil).
ditambah lagi mereka tidak banyak bicara

dan lebih banyak diam saja.

5, Nabi Ibrahim a.s., ketika kedatangan para

tamu tersebut, ia pun dengan segera

bergegas memuliakan mereka. Karena
Nabi lbrahim a.s. memang sosok yang

terkenal sangat dermawan dan murah perlu takut." Mereka juga menyampaikan
hati. Iuga, karena memuliakan tamu kepada Nabi Ibrahim a.s. bahwa mereka
adalah bagian dari adab dan nilai-nilai sebenarnya adalah para malaikat utusan
Allah SWT. Mereka juga menyampaikan
etika agama.
berita gembira kepada Nabi Ibrahim
Nabi Ibrahim a.s. menyiapkan su-
a.s. tentang kelahiran seorang anak dari
guhan dan menyuguhkannya kepada me-
istrinya, Sarah.
reka dengan cara yang sangat sopan dan
7. Ketika istri Nabi Ibrahim a.s.; Sarah men-
penuh dengan sikap pemuliaan dan peng- dengar berita gembira tersebut, sontak
saja ia pun kaget, heran dan berteriah
hormatan. Disebutkan bahwa ketika Nabi seperti ekspresi yang biasa dilakukan
Ibrahim a.s. ingin menyiapkan hidangan oleh kaum perempuan pada umumnya.
|ika kaum perempuan mendengar suatu
untuk mereka, ia lakukan dengan cara
hal yang menyangkut diri mereka. Dan
diam-diam dan menyelinap supaya para
tamu tersebuttidak mengetahui dan tidak disaat mereka merasa malu atau heran,
menyadari sedikit pun bahwa ia sedang mereka biasanya akan berekspresi dengan

menyiapkan hidangan untuk mereka. berteriak.

Nabi Ibrahim a.s. pun memilih hi- Keheranan Sarah waktu itu terhadap

dangan yang terbaik, yaitu makanan yang berita gembira tersebut adalah karena dua
lezat berupa daging sapi bakar yang di- hal, yaitu sudah lanjut usia dan mandul.
panggang dengan batu yang dipanaskan.
B. Para malaikat itu pun menyampaikan
Lalu ia pun mempersilakan mereka untuk
menyantap hidangan tersebut, dengan kepada Sarah bahwa apa yang mereka
cara yang halus, sopan dan lembut, yaitu katakan dan sampaikan kepadanya itu
adalah firman Allah SWT dan ketetapan-
4:,r,* iiy, bukan menggunakan bentuk Nya. Karena itu, tidak boleh diragukan.
Rentang waktu antara penyampaian be-
kata perintah, kuluu fmakanlah), seraya rita gembira sampai kelahiran si anakyang
menampakkan ekspresi gembira jika dimaksudkan adalah berjarak satu tahun.
Sebelumnya, Sarah belum pernah memiliki
mereka berkenan memakannya, dan
anak. Kemudian ia pun memiliki anak
tidak senang iika mereka tidak berkenan
mencicipinya. Beda dengan sikap se- seperti yang disampaikan tersebut ketika
bagian orang kikir yang pura-pura meng- ia sudah berusia sembilan puluh sembilan

hidangkan makanan yang banyak kepada tahun, sementara suaminya; yaitu Nabi

tamunya, namun pada waktu yang sama ia Ibrahim a.s. sudah berusia sekitar seratus
tahun sampai seratus duapuluh tahun.
sangat berharap tamu tidak memakannya. Allah SWT Mahabijaksana dalam apa yang
diperbuat-Nya, lagi Maha Mengetahui ke-
6. Ketika para tamu itu tidak mau mencicipi maslahatan-kemaslahatan makhluk- Nya.

hidangan yang disuguhkan, muncullah Adapun kisah kedua, di dalamnyaterdapat
sejumlah hal sebagai berikut.
rasa khawatiq, was-was dan takut kepada
1. Nabi lbrahim a.s.; bapak para nabi,
mereka dalam diri Nabi lbrahim a.s..
memahami dan menyadari betul bahwa
Karena biasanya, orang yang datang
bertamu lalu menolak untuk mencicipi

hidangan yang disuguhkan, maka biasa-
nya ia menyimpan suatu niat tidak baik.

Melihat hal itu, maka para tamu itu pun

menenangkan hati Nabi Ibrahim a.s.

dengan berkata, kepadanya, 'Anda tidak

di balik kedatangan para malaikat secara kanAl-Mada'in dengan satu helai bulu dari
bersama-sama itu pasti ada sesuatu yang
sangat penting, serius, dan krusial. sayapnya. Hal itu untuk memperlihatkan
kuasa Allah SIvlII, keagungan-Nya, besar-
Setelah Nabi Ibrahim a.s. tahu dan
yakin bahwa orang-orang yang datang nya kekuasaan-Nya dan kuatnya pasukan-
kepadanya itu adalah malaikatyang diutus
untuk suatu urusan yang sangat penting Nya.
dan serius, ia pun bertanya kepada me-
reka, 'Apa keperluan, urusan dan cerita 4. Sudah menjadi sunnatullah untuk me-
anda sekalian wahai para malaikat yang
diutus selain menyampaikan berita gem- nyelamatkan orang-orang Mukmin ketika
hendak diturunkannya pembinasaan dan
bira tersebut?" penghancuran massal. Oleh karena itu,
ketika Allah SWT hendak membinasakan
Nabi Ibrahim a.s. mengetahui mereka kaum Nabi Luth a.s., Dia memerintahkan

adalah para utusan berdasarkan per- Nabi Luth a.s. untuk pergi mengungsi
kataan mereka seperti yang direkam
bersama-sama para anggota keluarganya
dalam ayat di atas, yang Mukmin kecuali istrinya. Supaya

"Demikianlah Tuhanmu berfirman." orang-orang yang Mukmin tidak ikut
(adz-Dzaariyaat 30)
tertimpa adzab pembinasaan. Inilah yang
Perkataan mereka ini menunjukkan dijelaskan dalam firman Allah,

bahwa mereka adalah para utusan yang "Sebab itu pergilah bersama keluarga-
mu." (Huud: 81)
diturunkan dari sisi Allah SWT karena
5. Ayat, "Lalu Kami keluarkan orang-orang
mereka menceritakan firman-Nya.
yang beriman yang berada di dalamnya
2. Para malaikat itu menjawab bahwa
(negeri kaum Luth) itu." menunjukkan dua
mereka diutus kepada kaum yang berbuat
dosa, yaitu kaum Nabi Luth a.s., untuk makna.

menghujani mereka dengan batu yang Pertama, menegaskan kekuasaan
dikenal sebagai batu adzab. Disebutkan Allah SWT dan kebebasan kehendak-
bahwa pada tiap-tiap batu sudah tertulis
nama orang yang akan dibinasakan Nya. Karena Allah SWT membedakan dan
memisahkan antara orang yang berbuat
dengan batu tersebut. dosa dan orang yang baik.

Dalam ayat di atas disebutkan kata Kedua, menegaskan bahwa orang
yang berbuat dosa dapat ikut memper-
4* ,b untuk memberikan Pengeftian
oleh berkah yang diberikan kepada orang
bahwa batu tersebut berasal dari tanah yang berbuat baik. Mereka yang berbuat
liat yang keras membatu, yaitu as-Siiiiil dosa bisa selamat dari adzab. Di dalam
(tanah liat keras membatu yang dibakar
suatu negeri, selama di dalamnya masih
dengan api). Iuga untuk membantah ditemukan orang Mukmin, negeri itu
tidak akan dibinasakan. Ketika Nabi Luth
munculnya asumsi keliru bahwa batu itu
dingin, karena ada sebagian orang yang a,s. dan keluarganyayang Mukmin sudah
menyebut es dengan batu (es batu).
keluar meninggalkan negeri tersebut,
3. Di sini, malaikat yang diutus beriumlah
adzab pun turun menimpa para penduduk
beberapa malaikat, padahal satu malaikat yang ada di dalamnya.lo
saia sebenarnya sudah mampu membalik-
10 Tafsir Ar-Razi,28/218.

6. Ayat, "Maka Kami tidak mendapati di sebagai Muslim) kecuali sebuah rumah
saja dari kalangan orangyang Muslim.'Hal
dalamnya (negeri itu), kecuali sebuah ini berarti bahwa di sana tidak ada orang
Mukmin selain mereka. Karena mereka
rumah dari orang-orang Muslim (Luth)i' adalah orang-orang Mukmin, dan orang
menunjukkan bahwa ketika kekafiran Mukmin pasti Muslim."
telah mendominasi, kefasikan pun telah
menyebar luas dan merajalela, ibadah 8. Sesungguhnya adzab yang menimpa kaum
orang-orang Mukmin sudah tidak bisa
memiliki efek untuk menghalau adzab. Nabi Luth a,s. atas kekafiran mereka dan
perbuatan keji berupa liwaath (hubungan
Adapun jika selama mayoritas ma- sesam jenis) yang mereka lakukan, benar-
syarakat masih meniti di atas jalan yang
benar mengandung ibrah, pelajaran, dan
lurus, dan hanya sedikit saja yang menjadi tanda bagi manusia pada masa itu dan pada
orang yang suka berdosa, mencuri, dan
masa-masa setelahnya. Hanya saja, orang-
berzina, adzab tidak turun. orang yang mau memanfaatkan pelajaran
dan ibrah hanyalah orang-orang yang takut
7. Orang-orang Mukmin dan Muslim dari
kepada Allah SWT dan hukuman-Nya. fadi,
keluarga Nabi Luth a.s. adalah sama, dalam orang yang memanfaatkan pelajaran dan
ibrah hanyalah orang yang takut.
arti mereka adalah Mukmin dan Muslim.
Adapun pada hakikatnya, ada perbedaan Makna ini juga diungkapkan dalam

antara iman dan Islam. Iman adalah me- ayat lain dengan ungkapan yang jauh lebih

mercayai dan membenarkan dengan hati. tegas dan gamblang,
Sedangkan Islam adalah ketundukan la-
"Dan sungguh, tentang itu telah
hiriah kepada hukum-hukum Allah SWT.
|adi, setiap Mukmin pasti Muslim, tetapi Kami tinggalkan suatu tanda yang nyata
tidaksetiap Muslim adalah Mukmin. Dalam
ayat yang pertama (ayat 35), Allah SWT bagi orang-orang yang mengerti." (al-
Ankabuut 35)
menyebut mereka dengan sebutan orang-
orang Mukmin, karena tidak ada seorang Dalam ayat ini, kata ayat (tanda)
Mukmin melainkan ia pasti Muslim.
disebutkan dengan diberi sifat, fuyyinah
Ar-Razi mendukung pendapat yang
membedakan antara iman dan Islam, de- [yang nyata). Di dalamnya juga digunakan
l<ata minhaa (daripadanya) bukan kata
ngan mengatakan seperti berikut.
fiihaa [di dalamnya), untuk memberikan
"Sebenarnya, sebutan Muslim bersifat makna at-Tab'iidh fsebagian). Seakan-
akan, di sini Allah SWT berfirman, min
lebih umum dari sebutan Mukmin. Meng-
gunakan kata yang bersifat lebih umum nafsihaa lalatm aayatan baaqiyatan (dan
sesungguhnya Kami benar-benar tinggal-
untuk menyebutkan makna kata yang
kan bagi negeri itu sendiri satu tanda yang
bersifat lebih khusus adalah sah-sah saja. nyata, tetap dan permanen bagi kalian).

fika ada seorang Mukmin disebut dengan Dalam ayat ini juga disebutkan bahwa

sebutan Muslim, itu sama sekali tidak yang memanfaatkan ayat, pelajaran, dan

menunjukkan bahwa pengertian keduanya tanda tersebut adalah orang yang berakal,

adalah sama. Seakan-akan di sini Allah dan orang yang berakal adalah lebih
SWT berfirman, 'Kami mengeluarkan umum dari orang yang takut. Sehingga,
ayat yang terdapat dalam surah Al-
orang-orang Mukmin, maka Kami tidak
mendapati rumah dari orang-orang yang
memiliki predikatyang lebih umum [yaitu

Ankabuut tersebut adalah lebih jelas dan @r;fi,)u6tj?r+tMu6l,3@b;i
lebih tegas. Karena maksud dan tuJuan
ayat dalam surah Al-Ankabuut tersebut "Dan pada Musa (terdapat tanda-tanda
adalah mengancam dan menakut-nakuti kekuasaan Allah) ketika Kami mengutusnya
suatu kaum. Sedangkan ayat yang terdapat
dalam surah ini, tujuannya adalah peng- kepada Fir'aun dengan membawa mukjizat yang
hibur dan penenteraman hati suatu kaum, nyata. Tetapi dia (Firhun) bersama bala tentaranya
berpaling dan berkata, 'Dia adalah seorang pesihir
Hal ini diperkuat dengan fakta bahwa atau orang gila.' Maka Kami siksa dia beserta bala
dalam surah al-Ankabuut, Allah SWT ber' tentaranya,lalu Kami lemparkan mereka ke dalam
firman dalam ayat 33.
laut, dalam keadaan tercela. Dan (juga) pada
"Sesungguhnya kami akan menye- (kisah kaum) Ad, ketika Kami kirimkan kepada
mereka angin yang membinasakan, (angin itu)
lamatkan kamu dan p eng ikut-p eng ikutmu,"
(al-Ankabuuh 33) tidak membiarkan suatu apa pun yang dilandanya,
bahkan dijadikannya seperti serbuk. Dan pada
tanpa menyebutkan penjelasan (kisah kaum) Tsamud, ketika dikatakan kepada

yang lebih lengkap tentang keselamatan rnereka, 'Bersenang-senanglah kamu sampai
orang-orang Muslim dan Mukmin secara waktu yang ditentukan.' Lalu mereka berlaku
keseluruhan. Sedangkan dalam surah adz- angkuh terhadap perintah Tuhannya, maka
D zaariy aat, Allah SWT berfi rman,
mereka disambar petir sedang mereka melihatnya.
"Lalu Kami keluarkan orang-orang Maka mereka tidak mampu bangun dan juga tidak
yang beriman (Mukmin) yang berada
di dalamnya (negeri kaum Luth itu. Dan mendapat pertolongan, dan sebelum itu (telah

Kami tidak mendapati di negeri itu, kecuali Kami binasakan) kaum Nuh. Sungguh, mereka
adalahkaumyangf asik."(adz-Dztariyattz3S-46)
sebuah rumah dari orang yang berserah
diri (Muslim)." (adz-Dzaariyaat: 3 5'36) Qlraa'aat

KISAH BEBERAPA NABI LAINT{YA BESERTA {,1}'
KAUM MEREKA Al-Kisa'i membaca dengan meng-

Surah adz-Dzaailyaat Ayat 38 - 46 isymaaml<an harakat kasrah pada huruf qal
dengan harakat dhammah. Sementara para
JliG4#s[^,'oi,j,Jyl\.51\e1,e3 imam yang lain membaca dengan harakat
kasrah murni.
AAi:rtti;:"i:J66,{;i,qiL;JUs#:,
{ilu:,:r}:
@"MYAt'&Jr,5i\26,b3cJfu 'A6t Al-Kisa'i membaca (u, llr).

i\::3w@7J) gtt;;3Y*,itrti'lp31iv {i}i}:
t. ei, ini adalah qiraa'aat Abu Amn
b,3 vwiAE,*VD';z0<-<L1?'6wA5JP'V;,e;@t;A1 t>)
Hamzah, al-Kisa'i dan Khalaf.
fi(63Nje Eu.tltrrtL./Z/:z' uf/&f9i<-,:'P"rr2al'ti.-,"pt'24<plI,tt
2. 1;i;y ini adalah qiraa'aat imam yang lain.

l'raab

{;&ji it oi 6i} kalimat ini di'ath alkan
kepada ayat, (Ls-i ;'r$t Atb wa fii Muusaa

aayaatun. 4U -;3b Kalimat ini berkedudukan

sebagai haal dari dhamir ha yang terdapat lalu jauh, dan Al-Qur'an tersucikan dari
pada kata akhadznaahu. $u"ri ;y. 'G *p_j\ wa
bentuk peng'athafan seperti itu. Yang lebih
fii Adin eayaatun." Begitu juga dengan ayat tepat adalah di'athalkan kepada kalimat
{iIJ{ l',3; ctbfuga ayat(6 };i'yberdasarkan
(tT tq G;i\ yang terdapat pada ayat 37.ladi
versi qiraa'aat yang mem6aca jarr, wa qaumi maknanya adalah wa ja'alnaa fii qishshati
Nuuhin. Adapun jika menurut versi qiraa'aat
yang membaca nashab, menjadi maf'uul bihi Muusaa aayatan (dan Kami jadikan dalam

untuk fi'il yang diasumsikan keberadaannya, kisah Musa suatu tanda).

yakni ahlaknaa qaumq Nuuhin, atau, udzkur (f y,[g] seraya membawa dan disertai

qquma Nuuhin. hujjah yang jelas, nyata, dan gamblang, yaitu
mukjizat-mukjizatnya, semisal tangan dan
BalaaShah
tongkat. 4$4;nb lalu Fir'aun pun berpaling
(fi i';y di sini terdapat isti'aarah,
dari keimanan. Ini seperti kalimat na'aa bi
yaitu meminjam kata ar-Rukn untuk meng-
ungkapkan makna, al-Junuud wa al-Jumuu' jaanibihi yang artinya adalah berpaling, men-
(bala tentara dan para pengikut). Karena
Fir'aun mendapatkan kekuatan dengan bala jauhkan diri.

tentara dan para pengikutnya serta bersandar Atau maksudnya adalah lalu ia berpaling
dan berpegangan kepada mereka sebagaimana
dari keimanan beserta bala tentara dan
ia bersandar dan berpegangan kepada tiang
atau pilar bangunan. para pengikutnya. Karena bala tentara dan
para pengikutnya bagaikan tiang atau pilar
4* i;Y di sini terdapat maiaz'aqli,yaitu bagi dirinya. Kata ar-Rukn asalnya adalah
berarti sesuatu yang dijadikan sandaran dan
menggunakan bentuk kata isim faa'il, yaitu,
penguat. Dan yang dimaksud di sini adalah
(iJ) untuk mengungkapkan makna kata lsim
bala tentara, kaki tangan, para pembantu dan
maf'uul, yaitu mulaamun. Yakni, wa huwa
para pengikutnya, seperti dalam ayat 80 surah
mu I a amun' a I a a thug hy a anihi.
Huud, Allah SWT berfirman,
{|;"j;J' a}'} di sini terdapat isti'aqrah
taba'iyyah pada kata {"!'}. Yaitu binasanya 'Atau aku dapat berlindung kepada

mereka dengan angin tersebut diserupakan keluarga yang kuat (tentu aku lakukan)."
dengan kemandulan kaum perempuan. Kemu- (Huud:80)
dian kata yang menjadi musyabbah bihi [yang
diserupai), yaitu al-'Uqm (kemandulan) di- $:'rX )i "a(, ,)ti;y aan Fir'aun berkata,
gunakan untuk mengungkapkan makna yang
menjadi musyabbah [yang diserupakan), yaitu tentang Nabi Musa a.s., "Musa adalah penyihir
kebinasaan. Lalu diambillah kata al-Aqifm dari atau orang gila." Seakan-akan Fir'aun me-
kata al-'Uqm dengan jalur isti'aarah.
nisbahkan hal-hal supranatural yang ada
Mufradaat Lughawlyyah kepada jin. Dengan kata lain bahwa hal-hal
supranatural yang diperlihatkan oleh Nabi
4;i. etb kalimat ini di'athalkan kepada Musa a.s. adalah karena bantuan jin. ($d.,':;)
(.lgt ;;!r ,.q!| yang terdapat pada ayat 20.
lalu Kami lemparkan mereka semua. {P' g}
Namun menurut Zamakhsyari dan Ibnu
ke dalam lautan. {# ,"r} sedang Fir'aun
'Athiyyah bahwa peng'athafan tersebut ter-
adalah orang yang melakukan perbuatan yang

karenanya ia dicela, dikecam, dan dihujat

berupa kekafiran, keangkuhan, mendustakan

para rasul serta mengklaim diri sebagai Tuhan.

{,t\, Y.t.'_,} dan dalam pembinasaan kaum

Ad terdap' at ayat, tanda, dan pelajaran.

TAFSIRAI-MUNIR JILID 14

{or:t Qtt W at;i !1} ketika Kami kirimkan $\e-,r:_rd rrjrr i:r;/b dan tidak pula mereka

angin al-Aqiim kepada mereka. Disebut al- terselamatkan dari adzab tersebut dan tidak

Aqiim karena angin tersebut membinasakan pula mendapatkan pertolongan dari Dzat

dan membasmi mereka. Atau karena angin Yang membinasakan mereka. 4c-j iitb a^"

tersebut tidak mengandung suatu kebaikan Kami binasakan kaum Nabi Nuh i.s.. fika kata

dan manfaat sedikit pun, tidak membawa hujan ini dibaca jarr, wa qaumi maka di'athaJkan
kepada kata (;r:: Cih yakni dan pada pem-
dan tidak pula menyerbukkan pepohonan,
binasaan kaum Nabi Nuh a.s. terdapat ayat,
yaitu angin barat, atau angin selatan, atau
tanda dan pelajar"n. {Ji .l} sebelum kaum-
angin an-Nakbaa'. {+ a-pia:?pu,nt',.,(n.irl;K} an*gin itu
';D kaum yang disebutkan itu. (ce-[] keluar dari
tidak melewati suatu
jalan ketaatan kepada Allah SWT melanggar
melainkan angin itu menjadikarinya seperti dan melampaui batasan-batasan yang telah
digariskan-Nya.
abu, atau seperti sesuatu yang lapuk dan
Persesualan Ayat
hancur seperti tulang, tumbuhan atau yang
Setelah menjelaskan pelajaran dan ibrah
lainnya. Kata ar-Ramiim berasal dari akar kata yang terdapat dalam kisah Nabi Ibrahim a.s.
dan Nabi Luth a.s., demi untuk menanamkan
ar-Ramm yang artinya adalah usang, lapuh keimanan kepada Kuasa Allah SWT, selanjut-
nya Allah SWT menyambungnya dengan me-
dan hancur.
maparkan kisah beberapa kaum lain yang
43* gtb dan pada pembinasaan kaum diadzab dengan adzab yang membinasakan

Tsamud terdapat suatu ayat, tanda, dan dan menghancurkan disebabkan sikap men-
dustakan mereka kepada para rasul. Kaum
{#pelajaran. J4 !1} tatkala dikatakan kepada tersebut adalah Fir'aun dan para pengikutnya,
bangsa Ad dan bangsa Tsamud, serta kaum
mereka pasca tindakan mereka menyembelih Nabi Nuh a.s..

unta. (,:r- ,F tt -b bersenang-senanglah ka- Adzab terhadap mereka itu menggambar-
kan nasib akhir dan kesudahan para pem-
lian sampai selesainya batas waktu atau ajal bangkang, orang-orang yang mendustakan

kalian. {o{t li e t,.b maka mereka pun ber- dan orang-orang kafir yang zalim. Semua
itu dengan maksud supaya manusia segera
sikap angkuh dan tidak mau melaksanakan kembali kepada kesadaran dan akal sehat

perintah Tuhan. 4;y6t#Jau|lalu mereka pun mereka, beriman kepada Allah SWT dan ba'ts,
berhenti dari sikap mendustakan Rasulullah
tertimpa adzab setelah tiga hari, sebagaimana saw., dari sikap kufur dan tidak memercayai
risalah beliau.
yang dijelaskan dalam ayat yang lain, Allah
Tafslr dan Penlelasan
SWI berfirman, "Dan poda Musa (terdapat tanda-tanda

"Bersuka rialah kamu semua di rumahmu kekuasaan Allah) ketika Kami mengutusnya
selama tiga hari." fHuud: 55) kepada Fir'aun dengan membawa mukjizat

Ash-Shaa'iqah adalah api yang turun yang

terjadi akibat gesekan-gesekan listrik [petif,
halilintar), yaitu halilintar yang menyambar

mereka.

43t,w- ei} sedang mereka melihat hali-

lintar tersebut karena halilintar tersebut men-
datangi mereka di siang hari dan terlihat ielas
oleh mata. (cg ;1 rtAfr:t c'P maka mereka pun
tidak mampir untuk bangkit ketika turunnya
adzab tersebut. Ini seperti ayat yang berbunyi,

"Sehingga mereka mati bergelimpangan di
rumahnya." (Huud: 67)

yang nyata. Tetapi dia (Fir'aun) bersama mereka ke lautan, sedang Fir'aun adalah orang
yang melakukan tindakan yang karenanya ia
bala tentaranya berpaling dan berkata, 'Dia dicela, yaitu kekafiran, angkuh, keras kepala,
adalah seorang pesihir atau orang gila."'(adz-
Dzaariyaat: 38-39) melampaui batas, dan mengaku-ngaku sebagai

Dan Kami tinggalkan pada kisah Nabi Musa tuhan.
a.s. suatu ayat, tanda, ibrah, dan pelajaran,
ketika Kami mengutusnya kepada raja yang Ini merupakan dalil lain tentang ke-

tiran dan angkuh; Fir'aun, sebagai pembawa agungan kuasa Ilahi untuk menghinakan
berita gembira dan pemberi peringatan de- manusia-manusia yang angkuh, tiran dan
ngan hujjah yang nyata dan gamblang, yaitu
berbagai macam mukjizat seperti tongkat semena-mena, sebagai balasan atas sikap
dan tangan disertai dengan berbagai mukjizat mereka yang keterlaluan, melampaui batas,

yang lainnya. sombong dan angkuh di muka bumi tanpa

Lalu, Fir'aun pun berpaling dan men- didasari landasan yang benar.
jauhkan diri dari ayat-ayat Kami dengan di-
dorong oleh sikap angkuh, sombong, keras Kemudian Allah menjelaskan kisah Ad,

kepala, dan penuh dengan ketidakpedulian. Ia "Dan (juga) pada (kisah kaum) Ad, ketika
membangga-banggakan banyaknya bala ten- Kami kirimkan kepada mereka angin yang
tara, para pengikut, kaki tangan, dan kekuatan membinasakan, (angin itu) tidak membiarkan
yang dimilikinya. Pada waktu yang sama ia suatu apa pun yang dilandanya, bahkan di'
jadikannya seperti serbuk." (adz-Dzaariyaat:
menghina, melecehkan, dan meremehkan
4t-42)
posisi Nabi Musa a.s. dengan mengatakan bah-
wa Musa adalah seorang penyihir atau orang Kami iuga tinggalkan suatu ayat, tanda,
ibrah, dan pelajaran dalam kisah Ad, ketika
gila. Hal itu disebabkan Fir'aun tidak mam- Kami kirimkan terhadap mereka angin badai
pu mencerna dan menjelaskan keaiaiban-ke- super dahsyat yang sangat dingin. Angin ter-

ajaiban yang dilihatnya dari Musa a.s. kecuali sebut tiada sedikit pun mengandung ke-
dengan menisbahkanya dan mengatakan bah-
wa itu adalah sihir atau gila, sebagaimana yang baikan dan tidak pula keberkahan, tidak me-
dijelaskan dalam ayatlain, Allah SWT berfirman, nyerbukkan tanaman dan tidak pula mem-

"Dia (Fir'aun) berkata,'Sungguh, Rasulmu bawa hujan. Tetapi, itu adalah angin pem-
yang diutus kepada kamu benar-benar orang
g ila."' (asy-Syu'araa' : 34) binasaan dan adzab. Tiada suatu apa pun yang

"Fir'aun berkata, 'Sesungguhnya rasul dilewati angin itu, baik itu berupa manusia,
kalian yang diutus kepada kamu sekalian binatang, maupun harta benda, melainkan
rb e n a r - b e n a o r a n g g iI a. "' (asy-Syu' araa' z 27 )
angin itu menjadikannya seperti sesuatu yang
"Moka Kami siksa dia beserta bala tentara- sudah sangat usang dan lapuk.
nya,lalu Kami lemparkan mereka ke dalam laut,
dalam keadaan tercela." (adz-Dzaariyaah 40) Kemudian, Allah SWT melanjutkan dengan
pembicaraan tentang kisah Tsamud,
Kami pun mengadzab Fir'aun beserta bala
"Dan pada (kisah kaum) Tsamud, ketika
tentaranya sebagai adzab dari Yang Maha- dikatakan kepada mereka,' Bersenang -senang'
lah kamu sampai waktu yang ditentukan."' Lalu
perkasa lagi Mahakuasa,lalu Kami lemparkan mereka berlaku angkuh terhadap perintah
Tuhannya, maka mereka disambar petir sedang
mereka melihatnya," (adz-Dzaariyaat: 43 -44)

Kami juga meninggalkan suatu ayat, ibrah

dan pelajaran pada kisah Tsamud, tatkala

Kami berkata, kepada mereka, "Hidup dan kaum Nabi Nuh a.s. memang lebih dulu dari
bersenang-senanglah kalian di dunia sampai
masa Fir'aun, Ad dan Tsamud. Kaum Nabi
batas waktu pembinasaan." Hal ini sebagai-
Nuh a.s. tersebut dibinasakan dengan banjir
mana firman Allah SWT bandang, disebabkan mereka adalah kaum
yang keluar dari jalan ketaatan kepada Allah
"Bersukarialah kamu semua di rumahmu
selama tiga hari, itu adalah ianii yang tidak SWI, melangga6, dan melampaui batasan-

dapat didustakan." (Huud: 65) batasan yang telah digariskan-Nya.

Mereka pun angkuh terhadap perintah Flqlh Kehldupan atau Hukum-Hukum

Allah SWT dan tidak sudi untuk mematuhinya. Ini adalah gambaran tentang ujung dan

Lalu turunlah shaa'iqah dari langit yang nasib akhir manusia-manusia yang melampaui
batas dan zalim, akhir dari manusia-manusia
menimpa mereka dan membinasakan mereka.
kafir yang mendustakan. Allah SWT meng-
Shaa'iqah adalah setiap adzab yang mem-
binasakan. Shaa'iqah turun menimpa mereka, informasikannya untuk meniadi nasihat, ibrah,
dan pelajaran. Ayat-ayat di atas mengingatkan
sedang mereka melihatnya dengan mata kepala tingkah, keadaan, dan kondisi empat kaum.

mereka di siang hari atau mereka sedang 1. Allah SWT mengutus Nabi Musa a.s. kepada

menanti kedatangan adzab yang diancamkan Fir'aun yangtiran, zalim, melampaui batas,
kepada mereka. Waktu itu, mereka menunggu dan sewenang-wenang, dengan didukung
adzab tersebut selama tiga hari. Lalu datanglah dengan bukti yang luar biasa, hujjah yang
adzab itu kepada mereka pada hari keempat, nyata dan pasti tanpa bisa terbantahkan
sebagai sebuah balasan yang setimpal untuk
berbagai dosa dan kemaksiatan yang mereka serta berbagai bentuk mukjizat seperti
perbuat. tongkat dan tangan. Kemudian, Fir'aun
justru berpaling dari keimanan beserta
"Maka mereka tidak mampu bangun dan
bala tentaranya, para kaki tangannya, dan
juga tidak mendapat pertolongan." (adz' para pengikutnya. Mereka mendustakan

Dzaariyaat 45) risalah dan kerasulan Nabi Musa a.s..

Mereka pun tidak mampu untuk bangkit Fir'aun menyebut Nabi Musa a.s. sebagai
dan melarikan diri dari situasi adzab tersebut
sehingga mereka pun mati binasa di rumah- seorang penyihir yang sihirnya itu men-
rumah mereka. Mereka tidak sanggup meng-
hindar dari adzab Allah SWT dan tidak pula dapat bantuan dari jin atau jin yang
mendapati seorang penolong pun yang dapat
menolong mereka dan menghalau adzab ter- mendekatinya. fin akan mendekati dan
sebut dari mereka.
mendatanginya jika ia tidak menginginkan
Kemudian, Allah SWT melanjutkan pem-
bicaraan dengan kisah kaum Nabi Nuh a.s., jin tersebut sehingga ia menjadi seperti
orang gila yang kesurupan jin. Penyihir
"Dan sebelum itu (telah Kami binasakan)
dan orang gila yang kesurupan sama-sama
kaum Nuh. Sungguh, mereka adalah kaumyang
fa s ik," (adz-Dzaariyaat 46) berhubungan dengan jin. Perbedaannya

Kami telah membinasakan kaum Nuh penyihir; mendatangi jin atas kemauan dan
dengan banjir bandang sebelum kaum-kaum keinginannya, sedangkan orang gila yang
kesurupan, maka jin yang mendatanginya
tersebut (kaum Ad, Tsamud, dll), karena masa tidak atas keinginan dan kemauannya.

Kesudahan dan nasib akhir mereka
adalah ditenggelamkan ke dalam lautan,
disebabkan kekafiran dan keberpalingan

14TAFsTRAL-MuNrRIrLrp rl*t! rf*;;Bf r*ll ri surah adz-Dzaarly.at

mereka dari keimanan, dan tindakan usang dan lapuk, sebagaimana firman

Fir'aun-melakukan tindakan yang ka- Allah SWT,

renanya ia dicela dan dikecam-yaitu "Yang menghancurkan segala sesuatu
mengaku-ngaku sebagai tuhan, me- dengan perintah Tlthannya." (al-Ahqaaf:

lampaui batas, arogan, angkuh, sombong, 2s)

dan keras kepala. 3. Allah SWT juga mengutus Nabi Saleh a.s.

2. Begitu juga, Allah SWT mengutus Nabi Hud kepada kabilah Tsamud yang telah diberi
limpahan kebaikan-kebaikan di dunia oleh
a.s. kepada kabilah Ad. Lalu mereka pun Allah SWT. Lalu Nabi Saleh a.s. menyeru
mereka untuk menyembah kepada Allah
mendustakannya, tidak memercayainya, SWT semata tiada sekutu bagi-Nya. Na-
sombong, angkuh, dan tidak sudi me-
mun, mereka melanggar dan menen-
nerima dalowahnya, serta tetap kukuh, dan tang perintah Allah SWf, angkuh, dan

konsisten menyembah berhala. Allah SWT tidak sudi untuk melaksanakan perintah-
Nya. Lalu mereka pun ditimpa shaa'iqah,
pun menghancurkan dan membinasakan sedang mereka melihatnya pada siang hari.
Shaa'iqah adalah setiap adzab yang mem-
mereka dengan adzab berupa angin badai binasakan, yaitu api (halilintar) dari langit,
atau suara halilintar yang keras. Sehingga
yang maha dahsyat, angin yang tiada mereka pun binasa, tiada mampu untuk
bangkitapalagi melarikan diri. Mereka juga
sedikit pun mengandung rahmat, ke- tidak mendapati seorang penolong pun
yang dapat menyelamatkan mereka dari
berkahan dan manfaat. Angin tersebut
adzab tersebut tatkala mereka dibinasakan.
adalah angin ad-Dabuur, sebagaimana
4. Sebelum kaum-kaum itu, Allah SWT te-
yang dikatakan oleh Muqatil seperti yang
lah mengutus Nabi Nuh a.s. kepada kaum-
disebutkan dalam sebuah hadits shahih, nya. Nabi Nuh a.s. memerintahkan mereka
supaya meninggalkan paganisme atau
to . !b 't Qu. J;F penyembahan kepada berhala, dan ber-

rirJt, JJt;l : alih kepada penyembahan kepada Allah

"exuaiuuiprtotongo, dengan olgin orlr- SWT Yang Maha Esa. Namun mereka me-
Shabaa (angin timur), dan Ad dibinasakan nolah membangkang dan tetap kukuh di
dengan ad-Dabuur (angin baratl'
atas kekafiran mereka. Lalu Allah SWT
Ada yang mengatakan angin tersebut pun membinasakan mereka dengan banjir
bandang yang sangat dahsyat, sebagai
adalah angin selatan. Ini berdasarkan balasan atas kekafiran, pembangkangan,

keterangan yang diriwayatkan oleh Ibnu dan sikap melampaui batas mereka,
Abi Dzi'b dari Al-Harits Ibnu Abdirrahman
dari Rasulullah saw beliau bersabda, Keragaman adzab yang digunakan
dalam membinasakan kaum-kaum ter-
q';il :p!,:r dahulu sekali lagi membuktikan bahwa
-,i.lr Allah SWT berkuasa untuk mengadzab
'Ar-Riih al-'Aqiim adalah angin selatan."
dan mewujudkan kefanaan dengan meng-
Sementara itu, Abdullah Ibnu Abbas
r.a. mengatakan angin itu adalah angin an-

Nakbaa'.

Dampak angin tersebut sungguh

dahsyat dan sangat mengerikan. Angin
tersebut tidak melewati suatu apa pun,

melainkan menjadikannya seperti sesuatu

yang kerin& atau seperti sesuatu yang

gunakan sesuatu yang ada di dalamnya 2. <6tik'tini adalah qiraa'aatimamyanglain.

di mana hal itu sejatinya merupakan l'ruab

komponen yang membantu kehidupan {j}ujr ;-_,} kata {;.1} adalah fi'il maadhi

atau unsur-unsur kehidupan. Komponen untuk al-Madhu [pujian). Kata {i4"rir} men-
tersebut berjumlah empat, yaitu tanah,
jadi faa'ilnya. Sedangkan kata yang dikhusus-
ai4 udara, dan api. Allah SWT mengadzab kan dengan al-Madh atau pujian adalah di-
buan g, yakni fani' m aI m a ahi d u u n a n a h n u." lalu
kaum Nabi Luth a.s. dengan tanah, meng- katanahnu dibuang.
adzab kaum Nabi Nuh a.s. dan Fir'aun
{,:i:r4\ ,A;,,9;;,eIr-ei.'/h Kata \,Y e 3v.n'/ j$berta'alluq
berikut para pengikutnya dengan air; dengan kata setelahnya, yaitu {dt}.

mengadzab Ad dengan udara, dan meng-

adzab Tsamud dengan api.

PENEGASAN DAN PEMBUKTIAN TENTAI{G Balaaghah
KEESAAN ALLAH SWT DAN KEAGUNGAN
KUASA.NYA C GAj ;r$t' ,orLr-t i, ,.\ r,( "rrr;F

Surah adz-Dzaarlyaat Ayat 47 - 5L {ie.r^r;ir Terdapat as-Saj'yang kuat, alami dan
tidak dibuat-buat, yang semakin menambah
2.1,/\ ?ti yyw.xpv indah ungkapan yang ada. Antara kata as-
Samaa' dengan al-Ardh terdapat apa yang
PWJ
dikenal dengan istilah thibaaq (kata yang
@Irifi
saling berlawanan maknanya).
W*s
Mufradaat Lughawlyyah
@Uh5ra#:a-\'A$\^\'e
{{t} dengan kekuatan, seperti kata al-
"Dan langit Kami bangun dengan kekuasaan Aad. {o1*rl} benar-benar berkuasa untuk
(Kami), dan Kami benar-benar meluaskannya.
Dan bumi telah Kami hamparkan; maka (Kami) menciptakan langit dan menciptakan yang

sebaik-baik yang menghamparkan. Dan segala lainnya. Dari akar l<ata al-Wus'yang bermakna

sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan agar ath-Thaaqah (kemampuan, kesanggupan).
kamu mengingat (kebesaran Allah). Maka segera- Kata al-Muusi' artinya adalah orang yang
lah kembali kepada (menaati) Allah. Sungguh,
aku seorang pemberi peringatan yang jelas dari mampu menafkahi. Dikatakan, aada ar-Rajulu
ya'iidu artinya adalah qawiya [kuat, mampu).
Allah untukmu. Dan janganlah kamu meng- Dikatakan, awsa'a ar-Rajulu artinya adalah ia
adalah orang yang memiliki kelapangan dan
adakan tuhan yanglain selain Allah. Sungguh, aku
seorang pemberi peringatan yang jelas dari Allah kekuatan.

iuntukmu (adz-D zaariyaat: 47 - 5l) {,;d;} Kami menghamparkannya seperti

Qlraa'aat firaasy [alas) supaya kalian bisa tegak dan
menetap dengan stabil di atasnya. Dikatakan,
{iifi;}: mahhada al-Firaasy artinya adalah meng-
1. <Stii>ini adalah qiraa'aatHafsh, Hamzah, hamparkan alas. Kata at-Tamhiid artinya
adalah meratakan, memperbaiki dan mem-
al-Kisa'i dan Khalaf.
persiapkan. {ipujr ;-ri} maka sebaik-baik yang
menghamparkan adalah Kami. 4:?,tr cri} dan
dari setiap jenis. {c,*i;} berpasang-pasangan,

laki-laki dan perempuan, jantan dan betina, dan bumi, malam dan siang, matahari dan
langit dan bumi, matahari dan rembulan,
dataran rendah dan perbukitan, musim panas rembulan, daratan dan lautan, mati dan hidup.
dan musim dingin, manis dan pahit, cahaya
Hasan Al-Bashri mengatakan tiap-tiap dua
dan kegelapan. $orii jijy rupry, kalian hal dari hal-hal tersebut adalah berpasangan,
sedang Allah SWT adalah Tunggal tidak ada
ingatdan sada4, lalu mengetahui bahwa jumlah
yang berbilang adalah salah satu ciri khas hal padanan bagi-Nya.
yang mungkin terjadi. Adapun Yang Wajib
secara intrinsik Yang Menciptakan pasangan- Tafslr dan Penlelasan
pasangan, maka Dia adalah Tunggal dan Esa,
"Dan langit Kami bangun dengan ke-
tiada menerima berbilang dan terbagi.
kuasaan (Kami), dan Kami benar-benar me-
(i, il ttlb maka larilah kamu dari I u a s ka n ny a." (adz-D zaariy aat: 47 )

hukuman Allah SWT menuju kepada pahala Sungguh Kami benar-benar telah mem-
dan keridhaan-Nya dengan cara mengikrarkan bangun langit dengan kekuatan dan keku-
tauhid, senantiasa konsisten pada ketaatan,
asaan, dan sesungguhnya Kami memiliki
dan menjauhi kemaksiatan. (LJ ;.* U A ;D kuasa dan kemampuan untuk menciptakan

sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan langit dan menciptakan yang lainnya. Karena
yang nyata bagi kalian terhadap adzab-Nya Kami kuasa, tiada suatu apa pun dari semua
yang dipersiapkan untuk orang yang berlaku itu yang berada di luar kuasa dan kemampuan
Kami dan Kami tiada sedikit pun mengalami
syirik atau berlaku durhaka. 4;1 dtit {rrr,lii 'ir}
kepayahan, kelelahan, dan kepenatan.
dan janganlah kalian mempersekutukan Allah Penggunaan kata al-Binaa' (banainaa) di

SWT.{"y 'ri U E;t} Kalimat ini disebutkan sini mengandung isyarat bahwa konstruksi

kembali dengan tujuan untuk mempertegas bangunan langit sangat kukuh dan solid. Kata

dan memperkuat. {ril} memperkuat pengertian tersebut, dan
diperkuat lagi dengan kalimat $:r*; itb.
Persesualan Ayat
"Dan bumi telah Kami hamparkan; maka
Setelah membuktikan dan menegaskan
tentang keniscayaan terjadinya ba'ts, hasyr, (Kami) sebaik-baik yang menghamperkQn."
dan hari Kiamat, selanjutnya Allah SWT me-
maparkan sejumlah dalil dan bukti tentang (adz-Dzaariyaat 48)

keesaan dan keagungan kuasa-Nya. Di antara Bumi Kami hamparkan dan bentangkan
laksana alas supaya bisa menjadi tempat yang
dalil dan bukti tersebut adalah penciptaan cocok untuk hidup dan menetap. Sebaik-baik
langit dengan konstruksi yang kukuh dan yang menghamparkan adalah Kami Yang
solid, penciptaan bumi yang dihamparkan telah menjadikan bumi sebagai alas bagi para
penghuninya, menjadikan bumi penuh de-
seperti alas supaya bisa ditempati, penciptaan ngan kebaikan-kebaikan yang melimpah dan
dua jenis yang berpasangan seperti laki-laki
dan perempuan atau iantan dan betina dari tersebar di seluruh bagiannya, baik di per-
setiap spesies makhluk hidup, dan dua hal mukaannya, di bagian perutnya, di daratan,

berlawanan yang berpasangan dari hal-hal lautan, dan udara.

yang lain semisal malam dan siang, gelap dan Di atas permukaan bumi, hiduPlah

terang dan lain sebagainya. manusia dan makhluk hidup. Di bagian perut

Hasan Al-Bashri menyebutkan beberapa bumi terkandung banyak sekali kekayaan
hal yang saling berpasangan, seperti langit

TAFSTRAL-MUNrR rrrrD 14

tambang yang padat maupun yang cair seperti mati dan hidup, baik dan jelek, sengsara dan
bahagia, surga dan neraka, bahkan ketentuan
minyak bumi. Di daratan bumi, terdapat
ini juga berlaku dalam dunia binatang dan
banyak sekali ragam tumbuhan, tanaman, dan tumbuhan. Allah SWT berfirman, 43ti" 6t;,h
pepohonan. Di lautan, terdapat banyak sekali
jenis dan spesies ikan, mutiara, dan berbagai Kami menciptakan semua itu seperti itu,

batu mulia lainnya. Di lautan, kapal-kapal supaya kalian tahu, senantiasa sadar dan ingat
bahwa Sang Pencipta adalah Esa dan Tunggal
bisa berlayar. Di udara, ada burung-burung,
udara, awan mendung yang penuh dengan air tiada sekutu bagi-Nya dan supaya kalian
menjadikan semua itu sebagai landasan dalil
hujan, menjadi tempat lalu lintas penerbangan
pesawat terbang dan yang lainnya. tentang tauhid.

Dalam konteks bumi, kata yang digunakan Kemudian, setelah menjelaskan bukti
adalah al-Farasy (farasynaa), bukan kata al-
Binaa', disebabkan bumi menjadi lokasi yang tauhid dan kuasa Ilahi, Allah SWT menjelaskan
identik dengan perubahan-perubahan, seperti
alas yang dihamparkan dan dilipat. dua hal yang menjadi konsekuensi adanya
dalil dan bukti kekuasaan-Nya, yaitu kembali
Kalimat {66} lebih kuat dalam me- ke pangkuan Allah SWT dan menjauhi ke-
musyrikan. Oleh karena itu, Allah berfirman
nunjukkan pengertian makna independensi
dan ketiadaan sesuatu yang menjadi sekutu dalam ayat berikutnya, untuk menjelaskan dua
dalam bertindak dan mengatur. hal tersebut,

Ayat ini mengisyaratkan bahwa peng- Pertama,

hamparan dan pembentangan bumi setelah "Maka segeralah kembali kepada (me-
penciptaan langit sama halnya membangun naati) Allah. Sungguh, aku seorang pemberi
rumah adalah sebelum membuat lantainya. peringatan yang jelas dari AIIah untukmu."
(adz-Dzaariyaau 50)
Hal ini merupakan sesuatu yang sudah di-
Segeralah kalian kembali dan berlindung
ketahui secara ilmiah, yaitu penghamparan kepada Allah SWT, bersandarlah kalian kepada-
Nya dalam seluruh urusan kalian, bertobatlah
bumi adalah setelah penciptaan langit. Ar-Razi
kalian dari dosa-dosa kalian, dan taatilah
menjelaskan dalam ayat ini terkandung dalil
yang menunjukkan bahwa penghamparan segala perintah-Nya, karena sesungguhnya
aku bagi kalian adalah pemberi peringatan
bumi adalah setelah penciptaan langit. Karena yang nyata terhadap adzab dan hukuman-Nya.
membangun rumah adalah biasanya memang
sebelum membuat lantainya.ll Ini adalah perintah untuk mendedikasikan

"Dan segala sesuatu Kami ciptakan ber' diri sepenuhnya hanya kepada Allah SWT dan
berpaling secara total dari selain-Nya.
pasang-pasangan agar kamu mengingat
Kalimat (gey memberikan suatu pe-
(kebesaran Allah)." (adz-Dzaariyaafi 49)
ngertian tentang cepatnya proses pem-
Kami menciptakan dua jenis atau dua
binasaan. Seakan-akan di sini dikatakan
macam yang berlawanan dari semua makhluk;
pembinasaan dan adzab adalah terlalu cepat
laki-laki dan perempuan, jantan dan betina, dan terlalu dekat untuk sikap lambat apalagi
manis dan pahit, langit dan bumi, malam menunda untuk kembali kepada Allah SWT.
dan siang, matahari dan rembulan, daratan Karena itu, bersegeralah sekarang juga untuk
dan lautan, terang dan gelap, iman dan kafic kembali kepada-Nya secepat mungkin, jangan

11 Tafsir Ar-Razi, 28/227.

-fAFsrRAL-MUNIR IILID 14

ada lagi sikap menunda-nunda sedikit pun. dan asam, langit dan bumi, matahari dan
Karena pembinasaan dan adzab terlalu cepat
dan tiada sedikit pun menolerir sikap pelan rembulan, malam dan siang, cahaya dan

apalagi menunda-nunda. kegelapan, terang dan gelap, dataran dan

Kedua, pegunungan, jin dan manusia, baik dan
buruk pagi dan sore, dan berbagai hal
"Dan janganlah kamu mengadakan tuhan
yang lain selain AIIah. Sungguh, aku seorang yang beragam rasa, bau, dan suaranya.

pemberi peringatan yang ielas dari Allah Semua itu merupakan dalil dan bukti
tentang kuasa Allah SWT dan Dzat Yang
untukmu." (adz-Dzaariyaat 5 1)
berkuasa atas semua itu sudah barang
f anganlah kalian mempersekutukan suatu
apa pun dengan Allah SWT. Karena sesung- tentu iuga Berkuasa untuk mengembalikan
guhnya Ilah Yang disembah dengan haq adalah dan membangkitkan. Ini adalah isyarat bah-
Ilah Yang mana sebuah ibadah tidak layak dan
wa segala sesuatu selain Allah SWI, adalah
tidak pantas dipersembahkan untuk selain-
tersusun dari bagian-bagian. Ini iuga men-
Nya. iadi dalil tentang perpindahan dari sesuatu

Kemudian, di sini kembali disebutkan yang rumit menuju mudah, dari sesuatu
yang mungkin menjadi sesuatu Yang
penegasan tentang tugas Nabi Muhammad pasti, dan dari yang diciptakan ke Yang
saw, yaitu memberi peringatan dengan per- Menciptakan. Karena Pencipta hal yang
berpasang-pasangan tentu adalah Tunggal
ingatan yang nyata.
karena iika tidaktunggal, tentunya menjadi
Flqlh Kehldupan atau Hukum-Hukum sesuatu yang mungkin, sehingga jika begitu

Ayat-ayat di atas menuniukkan sejumlah berarti itu adalah makhluk bukan Khaliq.
Oleh karena itu, di dalam sifat-Nya tidak
hal sebagai berikut. bisa diasumsikan gerak dan tidak pula
diam, tidak bisa diasumsikan terang dan
1. Pembuktian dan penegasan atas keesaan tidak pula gelap, tidak bisa diasumsikan
duduk dan tidak pula berdiri, tidak bisa
dan kuasa Allah SWT dengan sejumlah diasumsikan permulaan dan tidak pula
ujung akhir, karena tiada suatu apa pun
ayat dan bukti-bukti yang ada di jagat
raya. Bukti-bukti itu berupa penciptaan yang serupa dengan-Nya.

langit beserta segala benda angkasa yang 2. Sesungguhnya, ada dua hal mendasar yang

ada seperti planet, bintang, matahari, yang harus kita lakukan untuk Ilah Yang
Maha Esa dan Mahakuasa, yaitu kembali
rembulan, dan yang lainnya yang semua
kepada-Nya semata, bertobat kepada-Nya
itu menunjukkan bahwa llah Yang
dari semua dosa, berlari meninggalkan
menciptakan adalah Mahakuasa secara
mutlak total, dan absolut. Begitu juga kemaksiatan-kemaksiatan terhadap-Nya
penciptaan bumi yang dihamparkan dan
dibentangkan laksana alas berikut segala menuju kepada ketaatan kepada-Nya,
kebaikan dan kekayaan alam yangterdapat serta meniauhi syirik atau menyembah
di dalamnya, baik yang tampak maupun
yang tersembunyi. fuga penciptaan dua sesuatu yang lain di samPing-NYa.
jenis dan dua macam yang berlawanan
yang saling berpasangan, seperti laki-laki Sahl lbnu Abdillah menielaskan yakni
dan perempuan, jantan dan betina, manis
berlarilah kalian meninggalkan segala

sesuatu selain Allah SWT menuju kepada

Allah SWT.

'fArsrR Ar-MuNrR IrrrD 14

3. Sesungguhnya Nabi Muhammad saw. menghendaki agar mereka memberi makan ke-
pada-Ku. Sungguh Allah, Dialah pemberi rezeki
senantiasa memberi peringatan dengan yang memPunyai kekuatan lagi sangat kukuh.
peringatan yang nyata, baik ketika masih Maka sungguh, untuk orang-orang yang zalim ada

hidup maupun setelah meninggal dunia bagian (adzab) seperti bagian teman-teman mereka
( dahulu) ; maka j anganlah mereka meminta kep ada-
dengan keterangan dan sunnah yang Ku untuk menyegerakannya. Maka celakalah orang-
orang yang kafir pada hari yang telah dijanjikan
beliau tinggalkan. Beliau senantiasa mem-
kepada mereka (hari Kiamat)." (adz-Dzaariyaat:
peringatkan umat manusia terhadap
s2-60)
hukuman Allah SWT atas kekafiran dan

kemaksiatan.

PENGANCAMAN ORANG.ORANG MUSYRIK Qhaa'aat
DENGAN ADZAB KARENA SIKAP
MENDUSTAKAN KEPADA RASULULLAH SAW. 4&';b dibaca:

Surah adz-Dzaarlyaat Ayat 52 - 60 L. Gyi->ini adalah qiraa'aat Abu Amr.
2. 1,lfji; ini adalah qiraa'aat Khalaf, Hamzah
. 5 iy.\jE*yllsu 4g'u'a$1!'uaK
dan al-Kisa'i.
iirltj, )w\v pia.\wv\@i,t:4
3. {rg;) ini adalah qiraa'aat imam sab'ah
'i*t$t {!,*altflg fs@ &. a u;
lainnya.
eiJ f ssia.try A.lv ci'tdtr vs
l'raab
i$tlnr5l@p;#:S*JW,$.:;iA,
4);3; # ea.it;i64*Yhuruf kalPada
,$,i1.,1'iirr$$ff,,W'if$$.t5bg @ Mt'r,t-izti2)t?[._1I, kata {ulfy berkedudukan i'raab rafa',karena

\3iL'i;it rfi @ otr+*5"s 4+;5 menjadi khabar dari mubtada' yang dibuang,
yakni al-Amru kadzaalika.
LoaJ,er-!,-t.$7Ar,t4t,t2tP,
{o:':st ;7t -,iy kata ("t ,} iika dibaca rafa',
"Demikianlah setiap kali seorang rasul yang
sebagai sifat untuk kata dzuu, Ada versi
datang kepada orang-orang yang sebelum mereka, qiraa'aat yang membaca jarr, al-Matiini de-

mereka (kaumnya) pasti mengatakan, 'Dia itu ngan menjadikannya sebagai sifat untuk kata

pesihir atau orang gilai Apakah mereka saling ber- (;lr) Adapun tetap dalam bentuk mudzakkar,
pesan tentang aPa yang dikatakan itu. Sebenarnya
mereka adalah kaum yang melampaui batas. Maka maka itu disebabkan kata yang disifati, yaitu
abQuwwati adalah bentuk kata mu'annats
berpalinglah engkau dari mereka, dan engkau ghairu haqiiqiy. Iuga, karena wazan, fa'iil
bisa dijadikan sebagai sifat untuk mudzakkar
sama sekali tidak tercela. Dan tetaplah memberi dan mu'annats. Namun versi qiraa'aat yang
peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu
bermanfaat bagi orang-orang Mukmin. Aku tidak membaca rafa'adalahlebih masyhur dan lebih
menciptakan jin dan manusia melainkan agar me- kuat secara qiyas.
reka beribadah kepada-Ku. Aku tidak menghen-
daki rezeki sedikit pun dari mereka dan Aku tidak BalaaSlhah

4:#. ii;,ix.,i ;t i)i r. & *'i:i u) di sini

terdapat apa yang dikenal dengan istilah al-
Ithnaab (memperpanjang kata-kata karena

suatu maksud dan tujuan) dengan mengulang yang menyatukan mereka dalam perkataan
tersebut adalah sikap mereka melampaui
penyebutan t<ata {jrri} dengan maksud mem-
batas.
perkuat dan mengintensifikasi.
4p J;;b maka berPalinglah kamu dari
4;*r";i *;t j:.(;!h di sini terdapattasybiih
mereka dan dari mendebat mereka, setelah
mursal mujmal, karena kata yang meniadi sikap keras kepala, angkuh, pembangkangan,
wajhusy syabah (titik perserupaan) dibuang. dan kekukuhan di atas kekafiran yang mereka
Yakni, nashiiban minal' adza ab i mitsla na shiibi
perlihatkan itu. {p;- ;ri ui} maka kamu
aslaafihim al-Mukadzdzibiina fisy syiddati wal
alami (mendapatkan adzab yang keras dan tidaklah tercela atas sikap berpaling dari

menyakitkan seperti adzab yang diterima para mereka itu. Karena kamu telah menyampaikan

pendahulu mereka yang telah mendustakan). risalah kepada mereka dan telah mengerahkan

Mufrudaat Lu$hawWah segenap daya upaya dan kemampuan dalam

(qrt} perkaranya adalah seperti itu. mengingatkan dan memperingatkan.

Kata isyarat atau tunjuk ini adalah menunjuk {;tt| tetaplah kamu untuk senantiasa

kepada sikap mereka yang mendustakan terus mengingatkan dan menasihati dengan

Rasulullah saw. dan menyebut beliau Al-Qur'an. 44lt g uittt ,ip) karena se-

sebagai tukang sihir atau orang yang gila. sungguhnya proses mengingatkan bermanfaat
bagi orang yang memang keimanannya telah
4# e t!, i r,) Kalimat ini posisinya adalah
diketahui oleh Allah SWT. Karena hal itu
sebagai penjelas dari kata isyarat tadi. Yakni,
akan membuat dirinya semakin mengerti dan
sebagaimana mereka mendustakan kamu
memahami, serta akan semakin mempertaiam
Muhammad dengan mengatakan bahwa kamu
mata hatinya.
adalah tukang sihir atau orang gila, seperti itu
4:t4 {1} melainkan suPaYa Aku me-
pulalah sikap umat-umat terdahulu sebelum
merintahkan mereka untuk beribadah, meng-
mereka yang mendustakan para rasul mereka abdi, dan menyembah kepada-Ku dengan se-

dengan mengatakan hal yang sama. benarnya, bukannya karena Aku butuh kepada
mereka. Jika ada sebagian atau kebanyakan
4yrtntlb apakah mereka saling berpesan
tentang perkataan dari mereka berpaling atau lalai, merekalah
tersebut? Ini adalah sendiri yang memikul tanggung jawab per-

istifhaam atau pertanyaan yang mengandung buatannya itu.

makna peniadaan (menafikan) sebagai bentuk i41;1 e. *ti u) Aku tidak menghendaki

ekspresi atau ungkapan keheranan. Yakni, untuk menjadikan mereka sebagai sarana atau

seakan-akan orang-orang yang terdahulu dan alat bantu untuk menghasilkan rezeki dan
(cukup) penghidupan itu untuk diri mereka
orang-orang yang kemudian saling berpesan
sendiri atau untuk selain mereka. Maksudnya
tentang perkataan tersebut, hingga mereka adalah Allah SWT tidak menciptakan mereka
supaya mereka membantu untuk menghasil-
semua bisa mengucapkan perkataan yang kan rezeki dan penghidupan, baik rezeki dan
penghidupan untukdiri mereka maupun untuk
sama seperti itu.
selain mereka. Ini adalah pengertian yang
4:';'Li, F ih ini adalah bentukkalimatal- lebih utam a. 414" oi nri ciy dan tidak pula
supaya mereka memberi makan diri mereka
I dhraab (rectification), yakni bahwa sebenar- atau selain mereka. Maksud ayat ini adalah

nya yang membuat mereka satu (sama dalam

bersikap) bukan disebabkan saling berpesan

(berwasiat) di antara mereka karena masa

mereka yang terpaut iauh, namun sebenarnya

i7sI TAFSTRAL-MUNTR JILrD 14

menjelaskan hubungan Allah SWT dengan Nabi Muhammad saw. diperintahkan untuk
berpaling dari mereka. Lalu turunlah ayat
para hamba-Nya bukanlah seperti hubungan
44A''.-,. "i':tt'ot;;tty hati kami pun senang
para majikan dengan para budak mereka. Para
dan tenang."
majikan memiliki budak untuk dimanfaatkan
Ibnu farir meriwayatkan dari Qatadah,
dan digunakan dalam memenuhi kebutuhan- ia berkata, "Telah disebutkan kepada kami

kebutuhan mereka. Allah SWT adalah Maha bahwa tatkala turun ayat {i# ii} trat itu

Pemberi rezeki. membuat para sahabat gelisah dan sangat
gusar. Mereka memiliki dugaan bahwa wahyu
{ist;1t;.lr ig} sesungguhnya Allah SWT Dia telah terputus dan adzab benar-benar akan

lah Yang Maha Pemberi rezeki kepada semua datang. Lalu turunlah {c^-Fr & "i'itt'oi;tt\."

hamba-Nya. Di sini terkandung makna yang Persesualan Ayat
tersirat bahwa Allah SWT Mahakaya tiada
Setelah memaparkan bukti-bukti bq'ts dan
butuh sedikit pun kepada rezeki, {c,jr} Yang hasyr, keesaan dan keagungan kuasa Ilahi, serta
mengingatkan orang-orang musyrik tentang
Mahakukuh kekuatan-Nya.
pembinasaan umat-umat terdahulu yang
{'-u} orang-orang yang menganiaya
mendustakan dan kufu4, selanjutnyaAllah SWT
diri mereka sendiri dengan berlaku kafir dari menjelaskan setiap rasul mengalami hal yang
kalangan penduduk Mekah dan yang lainnya. sama, yaitu didustakan dan tidak dipercayai.
Seakan-akan sikap mendustakan dan kafir di
{(;!} bagian dari adzab. Kata dzanuub tengah-tengah umat-umat yang ada sepertinya
sudah menjadi sesuatu yang memang selalu
secara etimologi_ adalah timba besar yang
mereka wasiatkan dan rekomendasikan di
penuh air. {;r*i ,.;t }JY seperti adzab yang
antara sesama mereka.
menimpa umat-umat terdahulu yang binasa
Dengan kata lain, seakan-akan sepertinya
sebelum mereka. (y,5ij.+ >ti| maka dari itu, mereka memang sudah saling berpesan untuk

mereka tidak perlu meminta kepada-Ku mendustakan dan kufur sehingga mereka

untuk menyegerakan adzab tersebut jika Aku bisa memiliki sikap yang sama dan kompak.

menundanya sampai hari Kiamat. Namun sebenarnya, itu disebabkan mereka

Ini adalah jawaban untuk perkataan adalah orang-orangyang melampaui batas dan
melanggar batasan-batasan yang digariskan
mereka seperti yang terdapat dalam ayat, oleh Allah SWT. Karena itu, Nabi Muhammad

"Dan mereka berkata,'Kapan (datangnya) saw. diperintahkan untuk berpaling dari

ancaman itu jika kamu orang yang benar?"' mereka. Sebagaimana yang diketahui bahwa
mereka diciptakan untuk mengabdi dan ber-
fal-Mulk 25) ibadah kepada Allah SWT bukan untuk meng-
hasilkan penghidupan dan rezeki.
adzafbltyYan,g.$kerJa;sYbat g"ui inmaesraeakna,. celaka, dan
Kemudian, surah ini ditutup dengan ayat
uit ,yt- uY
yang mengancam orang-orang musyrik Mekah
(rtJ:[-i. pada hari yang dijanjikan kepada dengan adzab yang serupa dengan adzab
umat-umat terdahulu sebelum mereka. Dan
mereka, yaitu hari Kiamat.

Sebab Turunnya Ayat (54 dan 55)

Ibnu Mani', Ibnu Rahawaih dan al-

Haitsam Ibnu Kulaib dalam Musnad mereka,

meriwayatkan dari Ali Ibnu Abi Thalib r.a.,

ia berkata, "Tatkala turun ayat ii 6 &Z }n!
{r{ tiada seorang pun dari kami melainkan ia

meyakini akan datangnya kebinasaan. Karena

TAFSTRAL-MUNrR )ItID

adzab tersebut pasti menimpa mereka, tanpa batas dalam kekafiran. fadi yang menyatukan
ada keraguan lagi, tanpa bisa ditolah dicegah, mereka dan membuat mereka bisa memiliki
dan dihindari.
sikap yang sama adalah sifat melampaui
Tafslr dan Penlelasan
batas dalam kekafiran sehingga orang-orang
"Demikianlah setiap kali seorang rasul
yang datang kemudian bisa memiliki per'
yang datang kepada orong-orang yang kataan yang sama seperti perkataan orang'
orang terdahulu sebelum mereka. fadi, hal
sebelum mereka, mereka (kaumnya) pasti yang membuat mereka bisa memiliki sikap
mengatakan,'Dia itu pesihir atau orang gila.' dan perkataan yang sama seperti itu bukan
(adz-Dzaariyaat: 52)
karena mereka saling memberikan wasiat dan
Sebagaimana kaummu wahai Muhammad, pesan tentang sikap dan perkataan itu, tetapi
mendustakanmu dan menyebut kamu sebagai karena mereka sama-sama sebagai orang yang
melampaui batas dalam kekafiran.
penyihir atau orang gila, seperti itu pulalah
"Mqka berpalinglah engkau dari mereka,
apa yang diperbuat oleh umat-umat terdahulu dan engkau sama sekali tidak tercela." (adz'
yang mendustakan para rasul mereka. Karena Dzaariyaat:54)

hal itu memang sudah meniadi tipikal dan Berpalinglah kamu wahai Rasul dari
mereka, biarkan saja mereka, dan kamu
kebiasaan para umat sejak dulu kala. Bukan
hanya dirimu yang didustakan. tidak usah mendebat mereka. Karena

Ini merupakan penghibur hati Rasulullah sesungguhnya kamu telah melaksanakan apa
saw atas sikap kaum beliau yang berpaling,
serta memotivasi beliau supaya sabari tega4 yang diperintahkan Allah SWT kepadamu
dan telah menyampaikan risalah-Nya. fika
dan tabah dalam menghadapi berbagai engkau telah melaksanakan hal itu, engkau

gangguan dan rintangan. tidak dicela, sebab engkau telah menunaikan
apa yang menjadi tugas dan kewajibanmu.
'Apakah mereka saling berpesan tentang Tugas dan kewajiban seorang rasul tidak lain
apa yqng dikatakan itu. Sebenarnya mereka hanyalah menyampaikan. Sedangkan masalah
adalah kaum yang melampaui batas." (adz' hisab, melakukan perhitungan dan balasan, itu
Dzaariyaat:53)
adalah urusan Allah SWT.
Istifhaam atau pertanyaan ini mengandung
makna peniadaan, sebagai bentuk ungkapan "Dan tetaplah memberi peringatan, karena
keheranan dan pengingkaran terhadap tingkah sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi
orang-orang Mukmin." (adz-Dzaariyaat 55)
mereka. Maksudnya, seolah-olah mereka
Tetapi tetaplah kamu senantiasa meng-
semua memang sudah saling berpesan, saling ingatkan, menasihati, dan memberikan peng-
memberikan rekomendasi untuk mendustakan ajaran dengan Al-Qur'an kepada orang yang
dan kafir. beriman kepada Al-Qur'an. Karena meng-
ingatkan dan menasihati akan bermanfaatbagi
Yakni, apakah memang mereka saling mereka yang beriman. Atau sesungguhnya
berpesan dan saling merekomendasikan per- yang bisa memanfaatkan peringatan, pelaiaran
dan nasihat adalah hati yang beriman yang
kataan seperti itu?! Faktanya, mereka se- memang memiliki kesiapan, kemauan, dan

benarnya tidak saling berpesan dan saling me-
rekomendasikan perkataan seperti itu, karena

mereka berbeda masa. Hal itu disebabkan

mereka adalah orang-orang yang melampaui

_I 1.r'r.::,,r"T... mereka. Ayat ini adalah permulaan kalimat

kecenderungan untuk menerima hidayah. baru yang disebutkan untuk memperkuat dan
Kesimpulannya adalah berpaling dari se- mempertegas perintah untuk senantiasa ingat.
Karena penciptaan mereka untuk beribadah
golongan orang tertentu disebabkan mereka menghendaki untuk senantiasa ingat maksud
tidak memiliki sensitivitas dan kecenderungan dan tujuan tersebut, yaitu beribadah.
kepada hidayah, tidak lantas membuat kita
juga harus mengabaikan sebagian yang lain. Hikmah di balik penyebutan kata jin

Kemudian, Allah SWT menjelaskan lebih dulu di sini adalah bahwa ibadah yang
dilakukan oleh jin sifatnya tersembunyi dan
maksud dan tujuan pokok dari penciptaan tidak tampak sehingga tidak berpotensi di-
manusia dan jin, yaitu beribadah. Sementara kotori dengan unsur riya. Beda dengan ibadah
orang-orang musyrik justru mendustakan manusia yang terlihat sehingga berpotensi
Rasulullah saw. dan meninggalkan ibadah
unsur riya'.
kepada Sang Khaliq,
Kemudian, Allah SWT menjelaskan tentang
'Aku tidak menciptakan iin dan manusia luhurnya maksud dan tujuan penciptaan,

melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku." 'Aku tidak menghendaki rezeki sedikit pun
(adz-Dzaariyaafi 56) dari mereka dan Aku tidak menghendaki agar
mereka memberi makan kepada-Ku. Sungguh
Aku tidak menciptakan manusia dan jin Allah, Dialah pemberi rezeki yang mempunyai
melainkan untuk beribadah, mengabdi, dan kekuatan lag i sang at kukuh." (adz'Dzaatiyaat:
makrifat kepada-Ku, bukan karena Aku butuh s7-s8)
kepada mereka, Allah SWT berfirman,
Aku tidak menginginkan dari penciptaan
"Padahal mereka hanya disuruh menyem- mereka untuk menarik manfaat untuk-Ku dan
tidak pula untuk menghalau mudharat dari-
bah Tuhan Yang Maha Esa tidak ada tuhan Ku seperti apa yang biasanya diinginkan oleh
selain Dia. Mahasuci Dia dari apa yang mereka para majikan dari para budak mereka. Karena
persekutukan." (at-Taubah: 3 1) sesungguhnya Allah SWT adalah Dzat Yang
Mahakaya Yang senantiasa memberi, DzatYang
Terdapat sebuah riwayat yang berbunyi, Maha Pemberi rezeki Yang memberi rezeki
'Aku adalah hartamu yang tersembunyi, lalu kepada semua makhluk-Nya dan menegakkan
Aku ingin supaya Aku dikenal, maka Aku apa yang baik dan maslahat bagi mereka' Allah
pun menciptakan makhluh maka dengan-Ku SWT adalah Dzat Yang mempunyai kekuasaan

mereka mengenal Aku."12 dan kekuatan, Dzat Yang Mahakukuh ke-
kuatan-Nya. Allah SWT tidak menciptakan
Ibadah secara etimologi artinya tunduk mereka untuk suatu manfaat yang mereka

patuh dengan penuh rendah diri. Ahlus persembahkan kepada-Nya. Sehingga dari
itu, mereka haruslah melaksanakan apa yang
Sunnah mengatakan sesungguhnya ibadah menjadi maksud dan tujuan diciptakannya
adalah makrifat dan tulus ikhlas memurnikan mereka, yaitu beribadah.
ibadah. Sesungguhnya makrifat juga adalah
tujuan yang benar. Kata maa pada kalimat (+ri r;) adalah

Mujahid mengatakan maknanya adalah maa naafiy ah yangberfungsi untuk menafikan
melainkan supaya Aku memerintah mereka
untuk beribadah kepada-Ku dan melarang dalam konteks waktu sekarang. Sedangkan

12 Ibnu Taimiyyah mengatakan, ini bukanlah sabda Rasulullah

saw. dan riwayat ini tidak diketahui memiliki sanad, baik
sanad yang shahih maupun sanad yang dha'if'

TAFSTR Ar-MuNrR IrLrD 14

huruf nafy,Iaa adalah untuk menafikan dalam segalanya. Jika kamu tidak mendapatkan-Ku,
konteks waktu mendatang. Menafikan dalam
konteks masa sekarang di sini yaitu di dunia maka kamu tidak mendapatkan segalanya
dan kamu kehilangan segalanya, padahal
adalah lebih utama, Iebih tepat dan lebih
relevan daripada menafikan dalam konteks Aku adalah Yang paling kamu cintai daripada
segala sesuatu,"'
masa yang akan datang, yaitu akhirat.
Kemudian, Allah SWT mengancam dan
Kesimpulannya adalah Allah SWT men- mengintimidasi orang-orang musyrik Mekah
ciptakan para hamba supaya mereka meng-
hamba dan menyembah kepada-Nya semata dan orang-orang yang seperti mereka.
tiada sekutu bagi-Nya. Barangsiapa yang me-
naati-Nya, maka Dia mengganjarnya dengan "Maka sungguh, untuk orang-orang yang
ganjaran yang paling sempurna dan utuh. Se- zalim ada bagian (adzab) seperti bagian teman-
dangkan barangsiapa yang melakukan mak- temqn mereka (dahulu); maka janganlah me-
reka meminta kepada-Ku untuk menyegera-
siat, durhaka, dan membangkang kepada-Nya, kanny a." (adz-Dzaariyaat 5 9)

maka Dia akan mengadzabnya dengan se- Sesungguhnya untuk orang-orang yang
menzalimi diri mereka sendiri dengan berlaku
keras-kerasnya adzab. Allah SWT tiada butuh kafir; syirik, dan mendustakan Rasulullah
sedikit pun kepada mereka, tetapi merekalah saw, ada jatah adzab bagi mereka, seperti
jatah adzab orang-orang kafir dari umat-
yang butuh dan perlu kepada-Nya dalam umat terdahulu. Mereka tidak perlu meminta

segala keadaan dan tingkah mereka. kepada-Ku supaya menyegerakan adzab ter-
sebut kepada mereka. Karena bagian adzab
Imam Ahmad, Tirmidzi dan Ibnu Majah mereka pasti akan datang tanpa ada keraguan
lagi terhadapnya dan pasti akan tenpdi tidak
meriwayatkan dari Abu Hurairah r.?., ia
mungkin tidak. Hal ini sebagaimaoa firman
berkata, Rasulullah saw bersabda,
Allah SWT dalam ayat,
'l;!r;cl /o t
!',-Jv Y,i ,9.'.--'\ i "Ketetapan Allah pasti datang, moka
i'l ,1).t \ ,,iUt Ar i6 janganlah kamu meminta agar dipercepat
>i l* it,t;3; l>;
,!?'l' ,. o. iottsi- ,f, (datang)nya." (an-Nahl: 1)
li -i li
Ini adalah sebagai jawaban perkataan
Allah SWT berfirman, 'Wahai anak Adam,
mereka seperti yang tertera dalam ayat,
fokuslah kamu untuk beribadah kepada-Ku, maka
niscaya Aku penuhi dadamu dengan kecukupan "Dan mereka berkata,'Kapan (datangnya)

dan Aku tutupi kebutuhanmu. lika kamu tidak qncaman itu jika kamu orang yang benar?"'
melakukannya, maka niscaya Aku jadikan (al-Mulk 25)

dadamu penuh dengan kesibukan dan tidak Aku "Maka datangkanlah kepada kami adzab

tutupi kebutuhanmu."' yang engkau ancamkan, jika kamu termasuk

Dalam sebagian kitab Ilahi disebutkan, orang yang benar." (Huud: 32)
'Allah SWT berfirman,'Wahai anak Adam,
"Maka celakalah orang-orang yang kafir
Aku ciptakan kamu untuk beribadah kepada-Ku, pada hari yang telah dijanjikan kepada mereka
(hari Kiamat)." (adz-Dzaariyaah 60)
maka dari itu, janganlah kamu bermain-main.
Aku menjamin rezekimu, maka kamu tidak
perlu capek-capek dan bersusah payah, Carilah

Aku, niscaya kamu mendapatkan-Ku. Jika kamu

mendapatkan-Ku, maka kamu mendapatkan

Kebinasaan, celaka, kesialan, dan adzab beliau, yaitu menyampaikan risalah dan
yang keras bagi orang-orang kafir pada hari menunaikan amanat. Tetapi merekalah
Kiamat yang dijaniikan kepada mereka. Ada orang-orang yang dicela karena sikap
yang mengatakan maksudnya adalah hari mereka yang berpaling, angkuh, dan tidak

Perang Badar. sudi untuk beriman,

Flqlh Kehldupan atau Hukum-Hukum Ini juga merupakan penghibur hati

Ayat-ayat di atas menjelaskan sejumlah Rasulullah saw, dan menenteramkan

hal sebagai berikut. perasaan beliau. Karena Rasulullah saw.
adalah sosok yang berakhlak mulia dan
1. Sesungguhnya mendustakan dan tidak sangatsensitif sehingga hal itu menyebab-

memercayai rasul sudah menjadi ciri kan beliau masih merasa teledor dan
khas, tipikal, dan kebiasaan para umat kurang optimal dalam menyampaikan
terdahulu dan sekarang. Sebagaimana risalah sehingga beliau pun senantiasa
Nabi Muhammad saw. didustakan oleh
kaum beliau dan mereka mengatakan berupaya optimal dan terlalu memaksakan
bahwa beliau adalah penyihir atau
orang yang gila, seperti itu pulalah para diri dalam memberikan peringatan dan
umat terdahulu mendustakan rasul-
menyampaikan risalah.
rasul mereka dan mengatakan hal yang
sama. Seolah-olah mereka sepertinya 3. Akan tetapi, berpaling dan mengabaikan
memang sudah saling berpesan, saling kaum tidaklah bersifat mutlak. Oleh karena
itu, Rasulullah saw diperintahkan untuk
merekomendasikan dan bersekongkol tetap senantiasa terus mengingatkan dan

untuk mendustakan. Namun sebenarnya memperingatkan. Karena itu bermanfaat
tidaklah seperti itu, sebenarnya mereka bagi orang-orang yang beriman, yaitu
tidak saling memberikan wasiat, tetapi orang-orang yang telah diketahui oleh
yang menyatukan mereka dan meniadikan
mereka bisa memiliki langkah dan sikap Allah SWT bahwa mereka akan beriman.

yang sama seperti itu adalah sikap me- 4. Maksud dan tujuan dari pesan agar senan-

lampaui batas dalam kekafiran. tiasa mengingatkan dan memperingat-
Maksud dan tujuan dari informasi ini
kan adalah mengarahkan dan menuntun
adalah untuk menghibur hati Rasulullah
manusia untuk beribadah menyembah
saw atas apa yang beliau alami dari kaum
kepada Allah SWT mengesakan-Nya, tulus
beliau berupa sikap penentangan dak-
ikhlas memurnikan agama dan ibadah
wah, merintangi, dan menghalang-halangi hanya untuk-Nya. Karena Allah SWT
tidak menciptakan makhluk melainkan
beliau. untuk menghamba, mengabdi, dan ber-
ibadah. Karena maksud dari diciptakan-
2. Allah SWT memerintahkan Nabi-Nya nya manusia adalah untuk beribadah.

untuk mengabaikan kaum beliau dan tidak Sehingga mengingatkan hal itu adalah
perlu berdebat dengan mereka, sekaligus
menenteramkan hati beliau bahwa beliau sebuah keniscayaan dan harus dilakukan.
tidak dicela dan tidak pula termasuk orang
yang lalai. Karena sesungguhnya beliau fuga memberikan kesadaran bahwa segala
telah menunaikan tugas dan kewajiban sesuatu selain ibadah adalah bentuk me-
nyia-nyiakan dan membuang-buang wak-

tu. Manfaat ibadah adalah mengagungkan,
dan menjunjung tinggi perintah Allah SWT

serta belas kasih kepada makhluk-Nya.

rAFsrRlL.:f_yl.rIR IItIp_14.............. ,4*il8rqilin.......... ............. ---...:...:..:l 'doD3:j-rv-?I

.. _...........+r{lrt,,

Kemudian, tugas para nabi hanya jagaan, pengamanan, dan pengawalan,
terbatas pada dua hal, yaitu beribadah sebagaimana yang dilakukan oleh para
kepada Allah SWT dan membimbing
makhluk. Ada tuiuan ketiga dari pe- majikan terhadap para budaknya. Allah

nyebutan ayat ini yaitu menjelaskan SWT adalah Maha Pemberi rezeki Yang

buruknya tindakan orang-orang kafic memberi rezeki kepada selain-Nya, Dia
yaitu meninggalkan ibadah kepada Allah adalah Mahakuasa lagi Mahakuat Yang
SWT, padahal mereka diciptakan tidak tidak membutuhkan suatu apa pun selain-

lain adalah untuk beribadah. Nya untuk memperkuat diri.

Muj ahid dan yang lainnya mengatakan, /yKalimat (,3r;1r adalah menjelaskan

maksud 4lt4 iD adalah melainkan alasan mengapa Allah tidak menghendaki

untuk beribadah. Hal ini sebagaimana rezeki dari mereka. Kalimat, {;fr ,i}

yang dikatakan oleh ats-Tsa'labi, ini adalah menjelaskan alasan mengapa Allah tidak
sebuah penielasan yang bagus. Karena
menghendaki pekeriaan dari mereka. Ka-
seandainya Allah SWT tidak menciptakan rena orang yang menginginkan rezeki,
berarti ia adalah orang fakir yang butuh.
mereka, tentunya tidak diketahui akan
Barangsiapa yang menginginkan pe-
adanya Allah SWT dan keesaan-Nya. Dalil
kerjaan dari orang lain, atau dengan kata
takwil atau tafsir ini adalah ayat,
lain, menginginkan seseorang melakukan
"Dan jika engkau bertanya kepada
suatu pekerjaan untuknya, berarti ia
mereka, 'siapakah yang menciptakan me-
adalah orang yang lemah, tidak memiliki
rekai niscaya mereka menjawab, Allah."'
(az-Zukhrufi87) kekuatan dan kemampuan.

"Dan jika kamu tanyakan kepada 6. Sesungguhnya orang-orang yang men-
mereka, 'Siapakah yang menciptakan
zalimi diri mereka sendiri, yaitu orang-
Iangit dan bumi?' Pastilah mereka akan
menjawab,'Semuanya diciptakan oleh orang kafir Mekah dan orang-orang yang
Yang Mahaperkasa, Maha Mengetahui."'
(az-Zukhruf:9) seperti mereka, untuk mereka itu ada

Ini adalah ibadah dari mereka, namun bagian adzab seperti bagian adzab orang-

itu tidak akan bermanfaat dan berguna orang kafir dari umat-umat terdahulu.
Tidak perlu mereka meminta turunnya
sama sekali bagi mereka jika masih
adzab itu disegerakan karena adzab
dibarengi dengan syirik.
itu pasti akan menimpa mereka tidak
5. Penciptaan manusia untuk beribadah
mungkin tidak.
bukanlah karena ada suatu kebutuhan
Ini merupakan ancaman bagi orang-
dari Sang Khaliq karena Allah SWT orang kafir yang disebutkan oleh Allah
SWT sebagai orang-orang yang zalim.
Mahakaya dan tiada membutuhkan suatu Karena orang yang menempatkan dirinya
apa pun dari ibadah para hamba sedikit
di tempat penyembahan kepada selain
pun. Penciptaan mereka juga bukan
untuk dieksploitasi dan dimanfaatkan Allah S\AI[, berarti ia telah meletakkan
sesuatu tidak pada temPatnYa Yang
untuk melayani dalam menyediakan ma- semestinya sehingga dari itu ia disebut
kanan dan minuman, atau untuk pen-
zalim.

fika telah ditetapkan bahwa manusia
diciptakan untuk beribadah, orang-orang

TAFSTRAT-MUNrR )rrrD 14

yang zalim dengan menyembah selain yang besa4, adalah seakan-akan di sini

Allah SWI, untuk mereka ada kebinasaan Allah SWT berfirman, "Kami tuangkan
seperti kebinasaan orang-orang terdahulu. timba adzab dari atas kepala mereka
seperti timba adzab yang dituangkan di
Persesuaian dan relevansi penggunaan
kata dzanuub yang asalnya berarti timba atas kepala orang-orang terdahulu."

tffi,

SURAHATH-THUUR

MAKKIYYAH, EMPAT PULUH SEMBILAN AYAT

Penamaan Surah (surga) dan mata air." (adz-Dzaariyaatz
1s)
Surah ini dinamakan dengan surah
"Sesungguhnya orang'orang yang
ath-Thuur, karena surah ini dibuka dengan
bertalana berada dalam surga dan kenik'
sumpah Allah SWT dengan bukit ath-Thur yang matan." (ath-Thuur: 17)
memiliki banyak pepohonan. Bukit ath-Thur
adalah bukit yang menjadi tempat Allah SWT Di bagian penutup, masing-masing
berkomunikasi langsung dengan Nabi Musa
surah menjelaskan keadaan orang-orang
a.s. dan mengutus nabi Isa a.s.. Oleh karena itu, kafir;

bukit ini mendapatkan sebuah kemuliaan yang "M aka celakalah orang -orang yang kafir
agung di antara bukit-bukit yang lain. pada hari yang telah dijaniikan kepada me-
reka (hari Kiamat)." (adz-Dzaariyaat 60)
Persesualan Surah lnl dengan Surah 3.
Sebelumnya 'Ataukah mereka hendak melakukan
tipu daya? Tetapi orang-orang yang kafir
Orang yang mencermati surah ini akan
itu, justru merekalah yang terkena tipu
melihat persesuaian dan relevansi surah ini
dengan surah sebelumnya dari beberapa sisi dayai'(ath-Thuur: 42)

seperti berikut. Sama-sama berisikan sumpah dengan
tanda-tanda kekuasaan di alam semesta.
l. Kedua surah memiliki kesamaan tema, Dalam surah adz-Dzaariyaat, Allah SWT

karena kedua surah ini adalah Makkiyyah bersumpah dengan angin adz-Dzaariyaat

yang berisikan pembicaraan tentang (yang menerbangkan) yang baik dan

tauhid, ba'ts, kondisi akhirat, risalah ke- bermanfaat bagi kehidupan. Sedangkan
dalam surah ath-Thuur, Allah SWT ber'
nabian, serta menyangkal dan mementah- sumpah dengan sebuah bukit yang mem-
peroleh cahaya Ilahi sebagai tempat ter'
kan keyakinan dan ideologi-ideologi batil jadinya dua keiadian agung, yaitu Allah
SWT berkomunikasi langsung dengan
dan keliru dari orang-orang musyrik. Nabi Musa a.s. dan penurunan Taurat
kepadanya untuk kemaslahatan manusia
2. Kesamaan pembukaan dan penutup di
di kehidupan dunia dan akhirat.
antara kedua surah. Bagian depan setiap

surah sama-sama menjelaskan keadaan
dan kondisi orang-orangyang bertakwa di

akhirat.

"Sesungguhnya orang-orang yang
bertalotva beradq di dalam taman-taman

4. Kedua surah sama-sama berisikan ayat Hal itu diikuti dengan penjelasan yang

yang memerintahkan Nabi Muhammad menggambarkan kenikmatan dan kesenangan
saw. untuk berpaling dan mengabaikan orang-orang bertakwa yang menjadi penghuni

orang-orang kafir serta tetap terus surga, beserta keanekaragaman kesenangan

senantiasa mengingatkan orang-orang yang mereka nikmati, mulai dari pakaian,
Mukmin,
tempat tinggal, makanan, dan minuman, serta
"Maka berpalinglah engkau dari
memiliki pasangan berupa bidadari.
merekq." (adz-Dzaariyaat 54)
Kemudian, pembicaraan yang ada di-
"Dan tetaplah memberi peringatan'" lanjutkan dengan perintah kepada Nabi
(adz-Dzaariyaat: 55)
Muhammad saw. untuk tetap senantiasa selalu
"Maka peringatkanlah." (ath'Thuur: mengingatkan, menyampaikan risalah, mem-
2e) peringatkan orang-orang kafir, tidak usah me-
medulikan kebodohan orang-orang musyrik
"Meke biarkanlah mereka hingga dan kebohongan yang mereka buat-buat dan
mereka menemui hari (yang diianiikan
kepada) mereka." (ath'Thuur: 45) rekayasa terhadap diri beliau ketika mereka
menyebut beliau sebagai penyairi tukang
Kandungan Surah
tenun, orang gila, atau orang yang membuat-
Dalam surah sebelumnya, Allah SWT
buat kebohongan atas nama Allah SWT.
menutupnya dengan ayat yang menegaskan
kedatangan hari yang dijanjikan, dalam surah Kemudian, Allah SWT mengecam, h€-
ini Allah SWT mempertegas dan memperkuat
nyangkal, dan mementahkan opini dan
hal itu dengan ayat yang berisikan sumpah asumsi-asumsi batil mereka, menegaskan,
dengan beberapa hal. Pertama, sumpah
dengan ath-Thur, yaitu bukit yang sering dan membuktikan kebenaran risalah Nabi
Muhammad saw. dengan sejumlah dalil dan
disebutkan berulang-ulang dalam kisah Nabi bukti yang tidak terbantahkan. Lalu Allah
Musa a.s.. Kedua, al-Kitaab al-Masthuur [kitab SWT memaparkan dalil, hujjah, dan bukti-
bukti yang kuat tidak terbantahkan tentang
yang ditulis), yaitu kitab Taurat dan yang
semacamnya atau Al-Lauh Mahfuzh. Ketiga, uluuhiyyah yang haq dan esa. Lalu Allah SWT
mengecam keras orang-orang musyrik atas
al-Bait al-Ma'muur (rumah yang selalu ramai pernyataan mereka bahwa malaikat adalah
dan dimakmurkan), yaitu Ka'bah. Keempat, as-
Saqful marfuu'(atap yang ditinggikan), yaitu anak perempuan Allah SWT, mengecam,
langit. Kelima, al-Bahr al-Masiuur, yaitu laut mencerca, mencemooh, dan mengolok-olok
yang meluap penuh atau laut yang dinyalakan'
mereka atas sikap mereka yang keras kepala,
Ini adalah sumpah dengan ayat-ayat kosmik
atas (langit) dan bawah [bumi) untuk me- dan angkuh, sikap yang melampaui batas
negaskan bahwa adzab pasti datang tanpa hingga mengingkari hal-hal indrawi dan ter-

diragukan lagi. lihat dan bisa mereka saksikan.

Selanjutnya Allah SWT menggambarkan Surah ini ditutup dengan ayat yang me-
adzab neraka tempat orang-orang yang men-
dustakan dilemparkan ke dalamnya, berikut merintahkan kepada Rasulullah saw. untuk
mengabaikan dan membiarkan orang-orang
kehinaan dan kenistaan yang mereka alami.
kafir dalam kesesatan mereka sampai binasa,
bersaba4 tabah, dan tetap tegar dalam me-
nyampaikan risalah beliau, bertasbih dan ber-
tahmid siang malam. fuga informasi bahwa

sesungguhnya Allah SWT adalah Penjaga,

-t

rersrner-uuNrnlrrro ta ,rlto[, d-ii-]4lli.r

Pengawal, dan Pelindung beliau, serta infor- 'e,il;'uU6 V, m ufrqqt1j e\\:1i6l'-bil \ee55pp\
masi bahwa untuk orang-orangyang zalim ada
dua adzab bagi mereka, yaitu adzab di dunia &iffi wtgi,;,3fr'6ix* 36'#"
dan adzab di akhirat.
3f-y ,-?,t"0, iliilt U$L*;j.
Keutamaan Surah ath-Thuur
Bukhari dan yang lainnya meriwayatkan 6i$UiLdr :6r rii ffiU,iG rs Jt1giii

dari Ummu Salamah r.a., -'jji,r-i,\{f*:^Affi

g*Jl o/ ,p,,\i6;') CSt'"t-* rY;" WS 5 WV6&t O

r-;.> Wi,**,i:L6<ile

t -,rsil/ "Demi gunung (Sinai), dan demi Ktab yang
ditulis, pada lembaran yang terbuka, demi Baitul
$-t
Mt'mur (Ka'bah), demi atap yang ditinggikan
ia"Bahwasanya mendengar Rasulullah Qangit), demi lautan yang penuh gelombang

saw. shalat di samping Ka'bah dengan membaca, sungguh, adzab Tuhanmu pasti terj adi, tidak sesuatu

" Waththuuri w a Kitaabin Masthuurin." pun yang dapat menolaknya, pada hari (ketika)
langit berguncang sekeras-kerasnya, dan gunung
Diriwayatkan dari fubair bin Muth'im r.a.
ia berkata, 'Aku datang menemui Rasulullah berjalan (berpindah-pindah) Maka celakahh
saw. untuk mengadakan pembicaraan dengan
pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan.
beliau menyangkut sejumlah tawanan. Lalu Orang- orang y ang bermain-main dalam keb atilan
aku mendapati beliau sedang melaksanakan
shalat Shubuh dengan membaca surah ath- (perbuatan dosa), pada hari (ketika) itu mereka
didorong ke neraka lahannam dengan sekuat-
Thuur. Ketika beliau sampai pada ayat: kuatnya. (Dikatakan kepada mereka), 'lnilah

'sungguh, adzab Tuhanmu pasti terjadi, tidak neraka yang dahulu kamu mendustakannyd Maka
sesuatu pun yqng dapat menolaknya.' (ath-
apakah ini sihir? Ataukah kamu tidak melihat?
Thuur: 7-8) aku pun masuk Islam karena
takut turunnya adzab. Lalu tatkala beliau Masuklah ke dalnmnya (rasakanlah panas apinya);
sampai pada ayat 'Atau apakah mereka
baik kamu bersabar atau tidak, sama saja bagimu;
tercipta tanpa asal-usul ataukoh mereka yang sesungguhnya kamu hanya diberi balasan atas apa
yang telah kamu kerjakad' (arth-7,huur: l-16)
menciptakan (diri mereka sendiri)? Ataukah
mereka telah menciptakan langit dan bumi? l'raab

Sebenarnya mereka tidak meyakini (apa yang
mereka katakan).' (ath-Thuur: 35-36) hatiku

seakan-akan mau terbang."

TERJADINYA HARI KIAMAT DAN PENEGASAN perta4m:aFada1laqh twa"weultqibasaHmu, rsuefdawnagkwaun Yang
ADZAB PADA HARI YANG DIJANJIKAN yang

Surah ath-Thuur Ayat 1- 16 kedua adalah wawu "athaf. Adapun jawab dari

)fibsaf ifi,r43 e )$r iltqasqm adalah kalimat (Etl -t:[ '01\.
;fit',y,Cl ) i ;y Aamil untuk zharf, yauma
,?sffiw6v0ii3\ €Avffi
adalah kata 4Eriy bukan kata {gr;}, Atau
dengan kata lain, l<ata yauma di'sini yang

merupakan zharf berta'alluq dengan kata

waaqi'un bukan, daafi'in.


Click to View FlipBook Version