The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by masjiddarussalam18, 2022-08-26 07:07:22

Tafsir Al-Munîr Jilid 14

Tafsir Al-Munîr Jilid 14

periode) yang telah lalu, ia tidak maka sungguh kamu telah mengucapkan
perkataan sia-sia dan batil.'136
tahu apa yang Allah SWT putuskan di
Imam menghadap ke arah jamaah
dalamnya, dan antara ajal yang masih
ketika naik ke atas mimbar meniru
tersisa, ia tidak tahu apa yang akan Rasulullah saw, sebagaimana kete-

diperbuat Allah SWT di dalamnya. rangan dalam sebuah hadits yang di-
riwayatkan dalam Sunan Abu Dawud
Maka, hendaklah seorang hamba dalam bentuk mursal, dalam Sunan

mengambil dari dirinya untuk dirinya, Ibnu Majah dalam bentuk muttashil,

dari dunianya untuk akhiratnya, dari dan oleh Abu Nu'aim al-Hafizh.

masa muda sebelum masa tua, dari k. |umhur berpendapat bahwa barang-
siapa masuk masjid, sementara imam
hidup sebelum mati. Demi Dzat Yang sedang khutbah, ia tetap shalat dua

j iwaku berada dalam g eng g aman- Nya, rakaat. Hal ini berdasarkan hadits

setelqh mati tidak ada lagi orang yang yang diriwayatkan oleh imam Muslim

dib eri ke semp atan untuk m emp e rb aiki dalam Shahihnya dari fabir r.a. dari

diri, dan setelah dunia tidak ada Rasulullah saw.,

tempatkecuali surga atau neraka. Aku tir

mengucapkan perkataanku ini dan ;3'i rfu1,"3i' !i?.lL'-t .
o.-,JJ -J l)- ,l r'
aku memohon maghfirah kepada Allah "
'Apabila salah seorang dari kalian
SWT untukku dan untukkalian.'\3s
datang pada hari lumlat, sementara imam
i. Wajib untuk diam ketika khutbah
sedang berkhutbah, maka hendaklah
disampaikan bagi orang yang men- ia shalat dua rakaat dan hendaklah ia

dengarnya. Yang sunnah adalah se- melakukanny a dengan singkat."

mua jamaah diam, baik yang bisa Sementara itu, menurut pen-

mendengar suara khutbah maupun dapat imam Malik dan Ibnu Syihab
az-Zluhri, orang tersebut tidak mela-
yang tidak bisa mendengar suara
kukan shalat dua rakat karena keluar-
khutbah, dan insya Allah keduanya nya imam (menuju ke mimbar) me-
mutus kesempatan untuk shalat dan
mendapatkan pahala yang sama. Ba-
perkataan imam [khutbahnya) me-
rangsiapa yang berbicara saat khut- mutus perkataan [maksudnya tidak

bah, sungguh ia telah melakukan boleh ada lagi jamaah yang berbicara).

hal yang sia-sia dan batil, namun L Makruh hukumnya tidur ketika imam

shalat Jum'atnya tidak menjadi rusak sedang berkhutbah. Diriwayatkan

karenanya. Diriwayatkan dari Abu dari Samurah bin fundub bahwasanya
Rasulullah saw. bersabda,
Hurairah r.a., bahwasanya Rasulullah

saw. bersabda,

4l ,+6. cJc-.At T'.tJ1J, t;.o',.;" c ^1 /ot t':l

..t't' 3J1 ,fu-i,;j';

'Apabila kamu berkata kep'ada
temAnmu, 'Diam' pada hari lumbt,
padahal imam sedang berkhutbah,

135 Hal senada iuga diriwayatkan dari Abdullah Ibnu Abbas r.a. 136 HR Ahmad, al-Bukhari, Muslim, an-Nasa'i, Abu Dawud dan
Lihat,lthaaful Anaam bi Khuthabi Rasuulil Islaam, hlm. 194. Ibnu Maiah.

* iti";4 ,ji.kAi i4,*u"t "Saat itu adalah terdapat pada

:,fr Jt+* antara duduknya imam hingga shalat

"Apabila salah seorang dari kalian selesai ditunaikan."

mengantuk, maka hendaklah ia pindah ke 15. Apa yang ada di sisi Allah SWT berupa
tempat duduk temannya dan hendaklah pahala shalat adalah lebih baik daripada
temannya itu pindah ke tempat duduknya nikmatnya al-Lahwu dan manfaat per-
(berganti tempat duduk dengan jamaah
yanglain)."t37 niagaan. Demikian pula, apa yang ada di
sisi Allah SWT berupa rezeki yang telah
m. Keutamaan hari fum'at, para imam
dibagi untuk manusia lebih baik dari
meriwayatkan dari Abu Hurairah r.a.,
apa yang diperoleh dengan al-Lahw dan
bahwasanya Rasulullah saw. menye- perniagaan.

but hari fum'at, lalu beliau bersabda, Allah SWT sebaik-baik pemberi re-
zeki karena Dia-lah Yang mengatu[ me-
'ii ,?-* # w,t'; \ i;t; * netapkan, menakan dan memudahkan
;6;i it G"i Jvu;,' iti ,!A rezeki, dan Dialah Yang berada di tangan-
Nya kekuasaan dan kepemilikan segala
.tik os, ',r^ti'. ir3-, t
- ,.-) sesuatu. Tidak boleh bagi seseorang meng-
J -,/
abaikan dan mengesampingkan ibadah
"Padahari lumht, terdapat saat yang kepada Allah SWT demi suatu hal. Apa
apabila seorang Muslim shalat memohon yang memang sudah menjadi jatahnya,
pasti akan datang kepadanya meskipun
kepada Allah SWT bertepatan dengan
saat itu, niscaya Allah SWT memper- dengan kelemahan dirinya. Apa yang men-
jadi jatah orang lain, ia tidak akan bisa me-
kenankan permohonannya. Rasulullah rebutnya meski dengan kekuatannya. fika

saw. memperagakan dengan tangan be- ia berusaha merebutnya, ia tidak akan
liau untuk menunjukkan bahwa saat itu
mendapatkan apa-apa selain hanya berlari
adalah sedikit dan sebentari'
mengejar di belakangnya. Seseorang
Dalam Shahih Muslim diriwa-
yatkan dari hadits Abu Musa r.a., ia mestinya memohon rezeki dari Tuhannya,
berkata, aku mendengar Rasulullah
mencari pertolongan dengan ketaatan
saw. bersabda, kepada-Nya untuk meraih apa yang ada

# s3i JtiY$t ;tx.31 e v di sisi-Nya berupa kebaikan dunia dan

.i'l'at akhirat.

['@(; 1,

137 Hadits ini iuga diriwayatkan oleh Abu Dawud dan at-

Tirmidzi dari Abdullah bin Umar r.a dengan redaksi,

:f :y i!;a ";it ei;;s;i ;iJ\4t'Apabila ':t
salah seorang dari kalian mengantuk, sedang ia
berada

dalam masjid, maka hendaklah ia pindah dari tempat duduknya

itu ke tempat yang lain."

sut"lt"t'r'tun""nq"n ,r,t*,(il6J-jb,i ,,., hFSIRAL-MUNIRIILID 14

\_______-/

SURAH AL-MUNAAFTQIUN

MADAN IYYAH, SEBELAS AYAT

Penamaan Surah untuk mengecam dan menghujat orang-orang

Surah ini dinamakan dengan surah al- munafik."

Munaafiquun karena surah ini diawali dengan Sebagaimana surah al-fumu'ah memuat
ayat yang memuat kata abMunaafiquun, di
samping juga karena surah ini menerangkan penjelasan tentang orang-orang yang
tentang tipikal dan sifat-sifat kaum munafik
serta berbagai sikap permusuhan mereka mendustakan pengutusan Nabi Muhammad
terhadap Nabi Muhammad saw. dan kaum saw. baik dalam hati maupun dalam lisan,
Mukminin.
yaitu kaum Yahudi. Sementara surah al-
Persesualan Surah lnl dengan Surah
Sebelumnya Munaafiquun menjelaskan orang-orang yang

Korelasi dan relevansi surah ini dengan mendustakan Nabi Muhammad saw dalam
surah sebelumnya fsurah al-]umu'ah) bisa
hati, bukan dalam lisan, mereka mengatakan
terlihat dengan membuat perbandingan antara beriman kepada beliau dalam lisan, namun
kaum Mukminin dengan orang-orang munafik. hati mereka mendustakan dan kafic mereka
Dalam surah al-fumu'ah disebutkan orang- itulah orang-orang munafik.
orang Mukmin, sedangkan dalam surah al-
Munaafiquun disebutkan lawan mereka, yaitu Kandungan Surah
orang-orang munafik. Ath-Thabrani dalam, "al-
Awsath" meriwayatkan dari Abu Hurairah r.a., Tema surah ini sebagaimana surah-

*rJlo1j-(-a,,r*:rtoJt, '-, t -, I t" J tlA' g *lt ltS surah Madaniyyah pada umumnya adalah

w, L'A ie' i1 -;',4ti' ; o"'; pembicaraan tentang hukum-hukum syari'at
.,ry.3t dan munculnya fenomena atau gejala kemuna-

"Bahwasanya Rasulullah saw. dalam shalat fikan di tengah masyarakat Madinah pasca-
Iumlat membaca surah al-lumubh untuk mem-
hijrah.
berikan motivasi dan stimulasi kepada kaum Surah al-Munaafiquun mengawali pem-

Mukminin, dan membaca surah al-Munaafiquun bicaraannya dengan memaparkan sifat-sifat
dan tipikal kaum munafik. Di antaranya yang
paling penting adalah berdusta dalam meng-

klaim dan mengaku beriman serta meng-

ucapkan sumpah-sumpah palsu dan bohong.
fuga menguak sikap mereka yang penakut,

pengecut, dan lemah, membuat konspirasi

terhadap Nabi Muhammad saw. dan kaum 'Apabila orang-orang munafik datang ke-
Mukminin, serta upaya menghalang-halangi padamu (Muhammad), mereka berkata, 'Kami

manusia dari agama Allah SWT. mengakui bahwa engkau adalah Rasul Allah.' Dan

Kemudian, surah ini memaparkan sikap Allah me nget ahui b ahw a engkau b enar -b enar Ra sul-

orang-orang munafik yang sangat menggelikan Nya; dan Allnh menyalcsikan bahwa orang-orang
dan memalukan, sok kuat, dan sok sombong, munafik itu benar-benar pendusta. Mereka men-
yaitu sikap mereka yang mengklaim sebagai jadikan sumpah-sumpah mereka sebagai perisai,
pihak yang memiliki dominasi dan kekuatan lalu mereka menghalang-halangi (manusia) dari
serta mengklaim bahwa sekembalinya dari jalan Allah. Sungguh, betapa buruknya aPa yang
telah mereka kerjakan. Yang demikian itu karena
Perang Bani al-Mushthalaq mereka akan sesungguhnya mereka telah beriman, kemudian
mengusir Nabi Muhammad saw. dan kaum menjadi kafir maka hati mereka dikunci, sehingga
mereka tidak dapat mengerti. Dan apabila engkau
Mukminin dari Madinah.
melihat mereka, tubuh mereka mengagumkanmu.
Surah ini ditutup dengan dorongan dan
motivasi kepada kaum Mukminin untuk Dan jika mereka berkata, engkau mendengarkan
tutur katanya. Mereka seakan-akan kayu yang
bersinergi, menjaga solidaritas, ketaatan, dan
ibadah kepada Allah SWT, serta menginfakkan tersandar. Mereka mengira bahwa setiap teriakan
ditujukan kepada mereka. Mereka itulah musuh
harta di jalan Allah SWT untuk menghadapi (yang sebenarnya), maka waspadalah terhadap

para musuh dari dalam dan dari lua4, sebelum mereka; semoga Allah membinasakan mereka.
Bagaimanakah mereka dapat dipalingkan (dari
berakhirnya ajal atau sebelum semuanya
kebenaran)?" (al-Munaafiquun: I -4)
terlambat karena ajal tidak bisa diundur dan

ditunda meski hanya sesaat.

stFAT, CtRt-CtRI, DAN TIP|KAL ORANG Qlraa'aat
MUNAFIK YANG PALING BURUK DALAM
PENILAIAN SYARA' (!-:tf :

Surah al-Munaafiquun Ayat 1- 4 Qunbul, Abu Amr dan al-Kisa'i membaca

",r O b:d ifr\r*{,\jE li*at i&$y (i;).

"ii$ iia;#t Lt #- *'v\t] ey,p- {r;j{} dibaca:
L. 6#) dan ini adalah qiraa'aat Nafi', Ibnu
u M f$'it,W'; y"6'^9, ;#q'f#\
YiLL'iW\#Uatffi3{4\ia Katsil, Abu Amc al-Kisa'i dan Khalaf.

;rt56E o 5j$;1 rtbjie'& 2. (;x-1 ini adalah qiraa'aat imam yang

fr;(\A?fifr'bvfu6W lain.

Ht'iW *a# ll'aYz\:{r,!L (rr(;JF Warsy, as-Susi, dan Hamzah secara

GKi":lIx;fie!"p:ttu w a qaf membaca p t<i t1.1.

l'raab

{jrirCjr !1"; r:1y kata yang menjadi 'aamil

terhadap (r!1| adalah fi'it, $!l;Y. Fi'il ini bisa

menjadi 'aamil terhadap (r;$ walaupun posisi-
nya adalah sebagai mudhaaf ilaihi, karena kata
(u1) mengandung makna syarat, sementara
kata yang beramal terhadap syarat adalah kata
setelahnya bukan kata sebelumnya.

TAFSTRAT-MUNTR JrLrD 14

4i'i;1 ili;-3* rjUy ai sini, ketiga kata (,i1| mengungkapkan makna berpura-pura menjadi

digunakan dengan hamzah dibaca kasrah, Muslim untuk bisa melindungi dan menjamin
karena lam ta'kiid berada pada kata yang
keselamatan jiwa dan harta. 4tt,s 'i r;l) di
menjadi khabarnya karena asumsi lam ini
antara kedua kata ini terdapat ath-Thibaaq.
adalah terletak di depan makanya lam ini
menta'Iiiq fi'il yang ada (secara tekstual atau {:-^3 +i- $kp aatam kalimat ini terdapat
redaksional, fi'il ini tidak mempunyai fungsi, tasybiih mursal mujmal. (ir $d) Ini adalah
namun secara substansi, fi'il yang ada tetap
mempunyai fungsi). (irr::, t)< s ,s\ kata (u) bentuk kalimat doa yang tidak baik terhadap
di sini bisa sebagai maa maushuulah ber-
kedudukan rafa' sebagai faa'il untuk/r'il {,r}. mereka [mengutuk), yakni mendoakan mereka
Sedangkan kalimat 43k- r;tr| adalah sebagai agar dilaknat dan dibinasakan.

shilah, sementara 'aa'idnya dibuang, yakni Mufradaat Lushawlyyah
ya'maluunah4 lalu Dhamir ha'dibuang untuk
{i/:clr .l,r* r;1y apabila orang-orang mu-
meringankan bacaan.
nafik menghadiri majelismu. Munafik di sini
Atau bisa juga sebagai maa mashdariyyah
adalah orang yang pura-pura menampakkan
berkedudukan rofa' juga sebagai faa'il untuk
/r'il (,6). Islam, namun menyembunyikan dan memen-

Ada pula yang mengatakan bahwa {u} dam kekafiran. (rjiiy mereka mengucapkan

tersebut adalah maa nakirah yang disifati, dengan lisan mereka yang berbeda dengan isi
berkedudukan nashab, sedangkan sifatnya
adalah kalimat, $i,tt:x- r,;rr! sedan gkan 'aa'id hati merekr.(i-ljh Syahaadah atau kesaksian

yang kembali kepada maushuuf dibuang. adalah penginformasian dari para saksi yang
bersumber dari pengetahuan yang yakin dan
(i'il J:i! dengan huruf syfn dibaca pasti. (J{.lj .,irrj) dan Allah SWT mengetahui.

dhammah sesuai dengan aslinya, atau sukun (ti'.,gt cr*cjr i1) sesungguhnya orang-orang
untuk meringankan bacaan (takhfitf), seperti munafik adalah para pendusta, karena
sejatinya mereka tidak meyakini dan tidak
kata asad dan asd.
memercayai risalah dan kerasulan sama sekali.
Balaaghah
Mereka adalah orang-orang yang berdusta
4i'i,s ;r;t*t '01-,;i i';F kalimat ini di- dalam apa yang mereka sembunyikan yang
berbeda dan bertolak belakang dengan apa
perkuat dengan qasam, inna, dan lam taukiid,
yang mereka ucapkan.
untuk semakin mempertegas dan memperkuat
(i3) sebagai tameng pelindung supaya
pernyataan yang ada, sekaligus mempertegas
tidak dibunuh, ditawan, dan diambil harta
bahwa mereka mengetahui hal itu. *f i8 ir;y
{ii;j ini ad,alahjumlah i'tiraadhiyyah (kati-rt bendanya. {i, ry ; ttbb maka dengan

sisipan) antara syarat dan jawabnya, untuk sumpah-sumpah yang mereka ucapkan itu,
mengantisipasi munculnya persepsi yang mereka menghalang-halangi dari jihad di jalan
keliru bahwa pengingkaran mereka kepada
Allah SWT. 43rv;. tlrs s ,s efit! sesungguhnya
Rasul adalah benar.
teramat sangat buruk apa yang telah mereka
4^U. ;;a.i rriir| dalam kalimat ini terdapat perbuat itu, berupa kemunafikan dan sikap
menghalangi dari jalan Allah SWT.
isti'aarah, yaitu meminjam kata junnah yang
(qr) buruknya amal-amal perbuatan
arti aslinya adalah perisai atau tameng, untuk mereka. (rI ,,*!h disebabkan oleh karena

mereka pura-pura beriman dengan lisan

mereka. 4,rF ly kemudian hati mereka

Tout'*ot-*"t*ltt'o'n ,r[t,(6f6*08r,ilr., - "u'"n"'"n""oo"n
\-_-*,

menjadi kafic ingka4, dan tidak percaya. Apabila orang-orang munafik datang

Artinya, mereka terus-menerus berada di kepadamu wahai Rasulullah saw dan

eatas kekafiran mereka. 4C,{ Uuiy tatu trati menghadiri majelismu, seperti Abdullah bin

mereka disegel dan dikunci mati sehingga Ubay dan rekan-rekannya, mereka pura-

mereka benar-benar mendalam dan kukuh di pura memperlihatkan Islam kepadamu dan
menyatakan, "Kami berikrar dan bersaksi
fi}dalam kekafiran. 4rrirr. { sehingga mereka
bahwa anda adalah benar-benar Rasul Allah,
pun tidak bisa mengerti dan memahami
hakikat keimanan serta tidak mengetahui dengan ikrar dan kesaksian dari lisan dan hati,"

kebenarannya. Allah SWT mengetahui bahwa perkaranya
adalah memang benar seperti yang mereka
kagu{m;#uka:.rlei n"a#myerefkisaikmmemerielikkai cmiriemfisbikuaytamnug ucapkan, bahwa kamu memang benar-benar

besac kekar; dan bagus. 4U7g'.];1Y maka kamu utusan Allah SWT kepada seluruh umat
tertarik untuk mendengar kefasihan, keindah- manusia. Allah SWT juga mengetahui dan

an, dan manisnya ucapan mereka. (J-=| Ben- bersaksi sesungguhnya orang-orang munafik

tuk jamak d ari khasybaa'yaitu kayu yangbagian adalah pendusta, pembohong dan hanya
berpura-pura belaka dalam pernyataan
dalamnya lapuk, rapuh, dan membusuk. (ir-:y
dan kesaksian yang mereka nyatakan, yaitu
*yang tersandar ke tembok. 4W ,y ',r*;.Y pengakuan mereka terhadap kerasulan Nabi

mereka mengira bahwa setiap suara teriakan Muhammad saw. yang kerasulan beliau adalah
memang haq dan benar adanya. Tetapi ikrar
adalah tertuju kepada mereka, disebabkan
mereka adalah para penakut dan pengecut, dan kesaksian mereka sejatinya adalah bohong,
palsu, dan pura-pura belaka. Pengakuan dan
dan senantiasa diliputi ketercekaman. (liir eF
ikrar mereka hanya di lisan, karena sejatinya
mereka semua adalah musuh. Kata al-Aduw dalam hati mereka sama sekali tidak meyakini
kebenaran dan keabsahan apa yang mereka
bisa digunakan untuk jamak dan tunggal. nyatakan, tidak adanya kesesuaian antara isi
hati mereka dengan apa yang diutarakan oleh
(1,r,{li6} Allah SWT melaknat mereka, mengusir lisan mereka. Dari itu,Allah SWT mendustakan
mereka dari rahmat-Nya dan membinasakan
mereka dan menegaskan bahwa mereka
mereka. 4:'&:ij) bagaimana mereka masih adalah para pembohong dalam kaitannya

bisa dipalingkan dari kebenaran dan keimanan dengan keyakinan mereka bahwa kesaksian
setelah tegaknya dalil dan bukti. dan ikrar mereka sejatinya bukanlah kesaksian

Tafsir dan Penjelasan yang sesungguhnya. Karena itu, mereka adalah
para pendusta karena menyebut ikrar mereka
Allah SWT menginformasikan orang-
sebagai kesaksian, padahal bukan karena
orang munafik bahwa mereka mengatakan
Islam ketika datang kepada Nabi Muhammad kesaksian mereka adalah bohong, pura-pura,
dan palsu belaka serta hanya ada di mulut.
saw., padahal mereka pada hakikatnya adalah
sebaliknya, Pernyataan mereka {l' i;l eu! {.I} di

'Apabila orang-orang munafik datang dalamnya mereka menggunakan redaksi pe-
kepadamu (Muhammad), mereka berkata,
'Kami mengakui bahwa engkau adalah Rasul nguat untuk mempertegas kesaksian me-
Allah.' Dan Allah mengetahui bahwa engkau
reka, dengan tujuan untuk memberikan kesan
benar-benar Rasul-Nya; dan Allah menyaksikan bahwa kesaksian mereka seolah-olah mun-

bahwa orang-orang munafik itu benar-benar cul dari lubuk hati mereka yang terdalam

pendw sta." (al-Munaafiquun: 1)

dan bahwa keyakinan mereka adalah benar- agar tidak diambil, agar hukum-hukum yang

benar tulus dan sungguh-sungguh. Kata {ii..:j} berlaku terhadap orang-orang kafir tidak

maknanya adalah kami mengetahui, meyakini diberlakukan terhadap mereka.

dan bersumpah. Hal itu menyebabkan orang yang tidak
mengetahui hakikat jati diri mereka yang
Kalimat 41;i Al U ir;) adalah kalimat sebenarnya, menjadi tepedaya dan ter-
tipu sehingga memiliki pandangan bahwa
sisipan yang menginformasikan bahwa Nabi
Muhammad saw. adalah utusan Allah SWT. mereka adalah orang-orang Islam. Orang-
orang yang tidak tahu hakikat dan jati diri
Kalimat sisipan ini merupakan konfirmasi orang-orang munafik pun meniru dan men-
contoh perbuatan-perbuatan mereka yang
dari Allah SWT terhadap isi pernyataan orang- buruk. Hal itu akhirnya menimbulkan banyak
orang munafik bahwa isi pernyataan mereka mudharat dan kerugian bagi banyak orang.
adalah benac yaitu bahwa Nabi Muhammad
Akhirnya menyebabkan orang lain enggan
saw. adalah memangbenar Rasul-Nya. Kalimat untuk beriman, berjihad, dan menjalankan
amal-amal ketaatan, disebabkan oleh ber-
sisipan ini bertujuan untuk mengantisipasi
munculnya asumsi dan persepsi keliru bagai sikap dan perbuatan buruk orang-orang

bahwa pengingkaran yang disebutkan dalam munafik yang justru membuat orang lain

kalimat setelahnya adalah tertuju kepada merasa skeptis, serta mencemarkan dan men-
isi pernyataan mereka yang "mengikrarkan"
diskreditkan kenabian Nabi Muhammad saw..
kenabian Muhammad saw.. Sesungguhnya, teramat buruk apa yang

fadi, yang didustakan dan dinyatakan telah mereka perbuat berupa kemunafikan,
kepalsuan, sikap menghalang-halangi orang
sebagai kebohongan dalam kalimat setelahnya, lain dari jalan Allah SWT, menjadikan orang

yaitu 4i;r<; q't,'ut"(+ i';h adalah ikrar dan lain memiliki penilaian negatif terhadap

pengakuan mereka serta klaim mereka bahwa Islam dan Nabi Muhammad saw., sehingga
kesaksian mereka yang mengakui kenabian menyebabkan orang-orang enggan dan tidak
tertarik kepada Islam.
dan kerasulan Nabi Muhammad saw. adalah
rnuncul dari lubuk hati yang terdalam. Ayat ini menunjukkan dua kejahatan besar

Selanj utnya, Allah SWT menginformasikan yang dilakukan oleh orang-orang munafik.

sikap orang-orang munafik tersebut yang Pertama, bersumpah dengan sumpah palsu.
memanfaatkan sumpah untuk mempertegas Kedua, ash-Shadd atau setiap bentuk tindakan
apa yang mereka ucapkan dan meyakinkan
orang-orang tentang kebenaran, ketulusan, yang menghalang-halangi orang lain untuk

dan kesungguhan ucapan mereka, masuk Islam dan berjihad di jalan Allah SWT.

"Mereka menjadikan sumpah-sumpah me- Kedua kejahatan mereka tersebut merupakan
reka sebagai perisai,lalu mereka menghalang-
sebagian hal yang pada gilirannya menjadi
halangi (manusia) dari jalan Allah. Sungguh,
betapa buruknya apa yang telah mereka keria- salah satu sebab kenapa perbuatan-perbuatan
kan." (al-Munaafiquun : 2 )
mereka disebut sangat buruk.
Sesungguhnya, orang-orang munafik
Selanjutnya, Allah SWT menginformasikan
menjadikan sumpah-sumpah palsu dan dusta sebab-sebab sikap dan perilaku mereka,
yang mereka ucapkan sebagai tameng untuk
"Yang demikian itu karena sesungguhnya
melindungi keselamatan nyawa mereka agar
mereka telah beriman, kemudian menjadi kafir,
tidak dibunuh, keselamatan diri mereka agar

tidak ditawan, dan keselamatan harta mereka

maka hati mereka dikunci, sehingga mereka berbicara. Seakan-akan mereka laksana kayu
tidak dapat mengerti." (al-Munaafiquun: 3) yangbagian dalamnya lapuk, membusuk, rapuh

Semua yang disebutkan tentang orang- dan kosong yang tersandar ke tembok. Mereka
orang munafih yaitu kebohongan, kepalsuan, sejatinya hanyalah seonggokan manusia yang
tidak bisa memahami dan mengetahui.
ash-Shadd (setiap bentuk tindakan dan
Abdullah bin Ubay tokoh utama kaum
perilaku yang menyebabkan orang enggan dan munafik merupakan sosok yang fasih
tidak tertarik untuk masuk Islam dan berjihad lidahnya, memiliki fisik yang proporsional,

di jalan Allah SVVT) dan buruknya amal tegap, dan tampan. Akan tetapi, ia dan rekan-
rekan munafiknya adalah orang-orang yang
perbuatan disebabkan orang-orang munafik tidak memiliki akal pikiran yang bisa berpiki4,

pura-pura beriman, sejatinya dalam hati karena mereka tidak memiliki pemahaman
yang bermanfaat dan ilmu pengetahuan yang
mereka adalah kafir. Hati mereka pun disegel
dan dikunci mati disebabkan oleh kekafiran tidak berguna. Mereka hanyalah fisik tanpa isi,
mereka. Hati mereka tidak bisa dimasuki oleh gambar tanpa arti.
keimanan, tidak bisa memperoleh dan tidak
mau menerima petunjuk kepada kebenaran, Kalimat 4&i; t;ttb maksudnya adalah

serta kebaikan tidak bisa masuk ke dalamnya. Abdullah bin Ubay, Mughits bin Qais, dan fadd
Akhirnya mereka pun tidak bisa memahami bin Qais. Mereka adalah orang-orang munafik

dan menangkap apa yang mengandung yang memiliki penampilan dan fisik yang
menarik. Bentuk fisik dan penampilan luar
kelurusan dan kebaikan mereka, tidak bisa
memahami dan menangkap dalil-dalil dan mereka membuat kamu kagum dan terpesona,
bukti-bukti petunjuk tentang kebenaran
karena elok dan menarik. Abdullah bin Ubay
Rasulullah saw dan risalah beliau. adalah sosok yang memiliki bentuk fisik yang

Selanjutnya, Allah SWT menerangkan ideal, proporsional, tampan, dan fasih.

seberapa jauh kondisi tepedaya dan tertipu "Merekq mengira bahwa setiap teriakan
oleh penampilan luar dan bentuk fisik orang- dinjukan kepada mereka. Mereka itulai musuh
orang munafih (yang sebenarnya), maka waspadalah terhadap
mereka; semogq Allah membinasakan mereka.
"Dan apabila engkau melihat mereka,
tubuh mereka mengagumkanmu. Dan jika Bagaimanakah mereka dapat dipalingkan
mereka berkata, engkau mendengarkan tutur
katanya. Mereka seakan-akan kayu yang (dari kebenaran)?" (al-Munaafiquun: 4)
ters en dar." (al-Munaafiquun: 4)
Meskipun orang-orang munafik adalah
Apabila kamu melihat mereka, penam- sosok-sosok yang memiliki penampilan dan
bentuk fisik yang ideal, tegap, gagah, dan
pilan luar dan bentuk fisik mereka yang menarik, mereka sejatinya sangat lemah dan

eloh menarik, gagah, dan sempurna bentuk- penakut. Mereka mengira bahwa setiap suara
nya membuat kamu kagum dan terpesona.
fika mereka berbicara, telinga seakan-akan manakala terjadi sesuatu hal atau setiap
tertarik untuk mendengarnya dan mengira teriakan yang mereka dengar; ditujukan
bahwa perkataan dan ucapan mereka adalah
kebenaran dan kejujuran, karena kefasihan kepada mereka, disebabkan kondisi mental
mereka yang pengecut. Hati mereka yang
lidah mereka, manisnya ucapan mereka,
kelancaran, dan ramahnya mulut mereka selalu dipenuhi rasa takut dan tercekam,

kejiwaan mereka yang kosong, dan mengalami
tekanan psikologis.

Mereka adalah para musuh yang utama. (mengorupsi sebelum dibag), mereka tidak

Oleh karena itu, hati-hati dan waspadalah mendatangi masjid melainkan dengan Perasaan
malas dan benci, mereka tidak mendatangi shalat
kalian terhadap mereka. fangan sampai kalian melainkan terlambat, mereka bersikap sombong,
angkuh, sok jumawa, dan pembual, sikap mereka
membocorkan sedikit pun rahasia-rahasia
kasar dan tidak familiar tidak ada orang yang
kalian kepada mereka karena mereka adalah senang untuk akrab dan dekat dengan mereka,
kalau malam mereka diam tidak bersuara dan
mata-mata para musuhmu dari kalangan
orang-orang kafir. Allah SWT melaknat tidak bergerak laksana kayu (maksudnya tertidur
begitu pulas dan tidak mau beribadah malam),
mereka, mengusir mereka dari rahmat-Nya dan kalau siang mereka gaduh sekali."

dan membinasakan mereka. Bagaimana Fiqlh Kehldupan atau Hukum-Hukum

mereka bisa terbelokkan dari kebenaran, ber- Ayat-ayat di atas menunjukkan sejumlah
paling dari kebenaran, cenderung dan pro ke-
hal sebagai berikut.
pada kekafiran, serta mengabaikan dan me-
ninggalkan petunjuk dan memilih kesesatan. 1. Sesungguhnyaimanadalahmembenarkan,

Di antara ayat yang memiliki makna se- mengakui, dan memercayai dengan hati.
Perkataan yang hakiki adalah perkataan
rupa adalah firman Allah SWT, hati. Barangsiapa mengucapkan sesuatu,
namun ia meyakini sebaliknya, ia adalah
"Mereka kikir terhadapmu. Apabila datang seorang pembohong. Orang-orang mu-

ketakutan (bahaya), kamu lihat mereka itu nafik adalah para pembohong karena

memandang kepadamu dengan mata yang mereka mengucapkan sesuatu yang ber-
beda dengan apa yang mereka yakini,
terbalik-balik seperti orang yang pingsan lisan mereka mengatakan apa yang tidak
diyakini oleh hati mereka.
karena akan mati, dan apabila ketakutan telah
Hal ini dipahami dari ayat pertama
hilang, mereka mencaci kamu dengan lidah yang berisi pengertian bahwa orang-
orang munafik mengatakan dengan
yang tajam, sedang mereka kikir untukberbuat lisan mereka bahwa mereka bersaksi,

kebaikan. Mereka itu tidak beriman, maka bersumpah, dan berikrar bahwa

Allah menghapus amalnya. Dan yang demikian Nabi Muhammad saw. adalah utusan
Allah SWX sebagai pengakuan kalau
itu mudah bagi Allah." (al-Ahzaab: 19) mereka beriman dan untuk menafikan
kemunafikan dari diri mereka. Namun
Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu dalam hal ini, mereka sama sekali tidak
Hurairah r.a., bahwasanya Rasulullah saw. menambahkan suatu kebenaran yang
baru karena Allah SWT tahu bahwa
bersabda,
Muhammad saw adalah memang Rasul-
l,;i i* Wt,C frA,w, i' t';; :w;,ry,a, "oi
\r, - o , i t, , ,irA-t : sYL; Nya seperti yang mereka nyatakan dengan

,6., $ i>rbr l,;i il ,t';; {t Lr;ir lisan mereka. Allah SWT bersaksi dan
mengetahui bahwa mereka dalam hati
t#,#t u;,'o ;'i i; :' Ai" i adalah para pembohong dan pendusta,
U).r(3u

"S e s un gguhny a o r an g- o r an g mu'n afik m e miliki
sejumlah tanda dan ciri-ciri pengenal identitas
dan jati diri mereka, yaitu ucapan tahiyat salam
mereka adalah laknat, makanan mereka adalah
merampas, ghanimah mereka adalah ghuluul

meskipun lisan mereka mengikrarkan palsu mereka, serta sikap ash-Shadd yang

kesaksian atas keislaman dan kebenaran mereka lakukan.

Nabi Muhammad saw serta bersumpah Allah SWT menegaskan bahwa ting-
kah dan keadaan mereka sama sekali ti-
dengan mulut mereka. dak tersembunyi dari-Nya dan berada

2. Orang-orang munafik tidak peduli meski di luar pengetahuan-Nya. Hukum Allah

harus bersumpah palsu dan bohong dan SWT menetapkan bahwa barangsiapa
yang memperlihatkan keimanan, secara
mereka melakukan berbagai hal yang
lahiriah hukum iman disematkan kepada
menghalangi orang lain dari masuk Islam
dirinya.
dan menyebabkan orang lain berubah
3. Ayat 4tr'r ? t;t #\ 4,F adalah
menjadi skeptis, enggan dan tidak tertarik
pemberitahuan dari Allah SWT bahwa
untuk masuk Islam (ash-Shadd 'an orang munafik sejatinya adalah orang

sabiilillaah). Dengan sikap dan perbuatan kafir karena ia mengikrarkan dengan lisan,
namun kemudian dalam hati sejatinya ia
buruk mereka, mereka membentuk opini kafir; sementara yang dijadikan patokan

negatif dan sesat tentang Islam dan Nabi dan pegangan adalah apa yang ada dalam

Muhammad saw serta merusak dan hati.

menciptakan citra negatif tentang Islam Di antara akibat wajar dari sikap
sehingga banyak orang yang akhirnya orang-orang munafik yang teguh me-
skeptis terhadap Islam, enggan, dan tidak megang kekafiran adalah Allah SWT
tertarik lagi kepada Islam.
mengunci mati dan menyegel hati mereka
Orang-orang munafik di bawah ke- dengan segel kekafiran. Mereka pun sama
pemimpinan Abdullah bin Ubay men-
sekali tidak bisa menangkap petunjuk-
jadikan sumpah-sumpah mereka sebagai petunjuk dan dalil-dalil keimanan, dan
tameng pelindung dan kamuflase untuk tidak pula bisa menangkap konsepsi ke-

mengelabui supaya hukum-hukum orang baikan dan jalur-jalurnya. Akhirnya, me-

kafir tidak diberlakukan terhadap diri reka pun tetap berada di atas kekafiran.

mereka seperti diperangi, ditawan, dan 4. Sesungguhnya menilai manusia bukanlah

harta benda dijadikan sebagai ghanimah. berdasarkan pada bentuk, fisih dan
Orang-orang pun tertipu, tepedaya dan
penampilan lahiriah, tetapi berdasarkan
terkelabui oleh mereka serta mengira
bukti-bukti yang nyata, tindakan-tindakan
bahwa mereka adalah benar-benar orang
riil dan ucapan-ucapan yang jujur dan
Islam, lalu orang-orang pun mengikuti
sungguh-sungguh.
dan mencontoh mereka. Perbuatan
Orang-orang munafik adalah sosok
mereka pada gilirannya menyebabkan orang-orang yang memiliki penampilan
orang-orang dari kalangan Yahudi dan menarik dan lisan yang fasih. Akan tetapi,
musyrik terhalang dan enggan masuk
mereka hanyalah sosok bayangan tanpa
Islam, serta tidak mau ikut berjihad,
ruh, gambar tanpa arti. Abdullah bin
disebabkan sikap orang-orang munafik
yang tidak mau ikut berjihad dan sikap Abbas r.a. menjelaskan, Abdullah bin Ubay
mereka diikuti dan ditiru oleh orang lain. adalah sosokyang ganteng, memiliki fisik

Seburuk-buruk amal perbuatan ada- yang ideal, proporsional dan menarih
lah amal perbuatan orang-orang muna- serta lisan yang pandai bicara, menarik

fik yang buruk, yaitu kemunafikan dan

kepura-puraan mereka, sumpah-sumpah

dan mampu "menyihir" pendengarnya. saat mereka selalu dirundung perasaan

Apabila ia berbicara, Rasulullah saw khawatir, takut, tercekam, dan panik.

mendengarkan pembicaraannya. Allah 6. Orang-orang munafik adalah musuh bagi
SWT menyebutnya sebagai sosok yang
memiliki fisik sempurna dan lisan yang kaum Mukminin, yang lengkap, sempurna
pandai bicara dan mengungkapkan kata-
dan sengit permusuhannya terhadap Allah
kata.
SWT dan Rasul-Nya. Karena itu, mesti
Imam Muslim dan Ibnu Majah
selalu waspada dan berhati-hati terhadap
meriwayatkan dari Abu Hurairah t.a., setiap ucapan mereka, jangan sampai

bahwasanya Rasulullah saw. bersabda, tepedaya dan terpikat oleh ucapan manis

81'Er;i1 .{Etc*irJ6t',5i;ij'it'r)*i1 mereka, mewaspadai konspirasi mereka,

"Sesungguhnya Allah SWT tidak dan tindakan mereka dalam upaya

memandang kepada bentuk kalian dan harta memperdaya sebagian kaum Mukminin
kalian, tetapi Allah SWT memandangkepada
hati kalian dan amal perbuatan kalian." yang lemah, mewaspadai jangan sampai

5. Lazimnya kemunafikan akan menye- mereka mengetahui rahasia-rahasia umat

babkan kondisi kejiwaan yang gelisah, supaya iangan sampai bocor ke tangan
bimbang tidak tenang, lemah, inferiorl
ketakutan, panih dan tercekam. Dari musuh.

itu, orang-orang munafik adalah para 7. Karena semua sifat-sifat dan tipikal yang

penakut, pengecut dan dihinggapi fobia sangat tercela itulah, ayat-ayat di atas
yang berlebihan, sampai-sampai setiap
ditutup dengan kalimat celaan, cercaan,
kejadian mereka kira seakan-akan itu
kecaman, dan hujatan, yaitu ar i#,t}
menimpa pada mereka karena ketakutan
4:'Al. j. ettan SWT melaknat mereka
dan kepanikan yang mereka rasakan.
dan mengusir mereka dari rahmat-Nya.
Setiap kali teriadi suatu hal atau bahaya,
Bagaimana mereka bisa terbelokkan
mereka kira seakan-akan itu menimpa
dan terpalingkan dari kebenaran kepada
dan mengancam mereka saja.
kebatilan, dari petunjuk kepada kesesatan,
Muqatil menjelaskan, iika ada penyeru
mengajakpada suatu hal, atau ada binatang bagaimana bisa akal mereka salah jalan

yangkabur; atau ada pengumuman tentang dan tersesat dari keimanan padahal
sesuatu yang hilang orang-orang munafik
selalu mengira bahwa merekalah yang berbagai dalil dan bukti-bukti yang ada
dimaksudkan. Itu disebabkan hati mereka
yang penuh dengan ketercekaman, fobia telah begitu jelas dan gamblang?

dan kepanikan. )uga karena mereka selalu BUKTI-BUKTI KEBOHONGAN DAN
KEMUNAFIKAN ORANG.ORANG MUNAFIK
gelisah dan khawatir Allah SWT akan
Surah al-Munaaflquun Ayat 5 - 8
menguak kedok mereka dan membeberkan
rahasia-rahasia mereka, sehingga setiap H\iJ n\3a j5,4\jG 7 stt$v

ffi61{* ir,i;}':4 H$ %fi
it$ jii1l l A'-s;;t;'*r*M

rilAtc*i*'trOy';*At

TAFSIRAI-MUNIR ]ILID 14 l****-Iu surah arMunaaflquun
rr il

)gs-*Ul:pW* <,trfr <;-itet, I'raab

'A.lVo-)17\rbW )6"9A E t)t,l $:F"riu;) di sini ada dua fi'il, dan yang

e!<,tri5-ffi<,fr5"* \:"u4)3 memiliki fungsi terhadap kata yang lain

)xt';'fltqrY'i 3;+{r4S\S,CA adalah fi'il yang kedua, yaitu (;rid) dan
dalam fi'il ini tidak termuat dhamir karena
* (;",*)At <Ss <jl4t {,iljl3it
faa'ilnya berbentuk isim zhaahir, yaitu h
OZfu"
$ ir;. Seandainya yang dijadikan memiliki
"Dan apabila dikatakan kepada mereka, fungsi adalah fi'il yang pertama, yaitu {ri(}

'Marilah (beriman), agar Rasulullah memohonkan tentu redaksinya akan berbunyi, ta'aalau ilaa
ampunan bagimu,' mereka membuang muka Ra suulill aahi y a stag hfir lakum, sehingga dalam

dan engkau lihat mereka berpaling dengan fi' il 41---b te rdapat dh amir yang menjadi fa a' i I
menyombongkan diri. Sama saja bagi mereka,
yang kembali kepada kata {,i,r i;;Y. {C&iY
engkau (Muhammad) mohonkan ampunan untuk
mereka atau tidak engkau mohonkan ampunan di sini dicukupkan dengan hamzah istifhaam,
sehingga hamzah washalnya tidak disebutkan.
bagi mereka, Allah tidak akan mengampuni mereka;
{i;it 6';;t Ul} ini adalah qiraa' a at yang
sesungguhnya Allah tidak akan memberi petunjuk
masyhur. Ada versi qiraa'aat yang membaca
kepada orang-orang yang fasik. Mereka yang dalam bentuk/r'fl laazim, Iayakhrujunna yang
merupakan bentukf i/ m udhaari' dari, kharaja.
berkata (kepada orang-orang Ansar),'langanlah
Hanya saja, kata 4jl{'p berdasarkan qiraa'aat
kamu b ersedekah kepada orang- orang (Muhajirin) ini adalah dibaca nashab sebagai haal, dan
ini adalah syaadz karena yang masyhut kata
yang ada di sisi Rasulullah sampai mereka bubar yang menjadi haal tidak dimasuki alif lam.

(meninggalkan Rasulullah) | Padahal milik Allahlah Seperti marartu bihi al-Miskiina, dengan kata
a l - M i skiin a sebagai haal. luga seperti udkhuluu
perbendaharaan langit dan bumi, tetapi orang- al-Awwala fal awwala.

orang munafik itu tidak memahami. Mereka Balaaghah

berkata, 'Sungguh, jika kita kembali ke Madinah 4i .4r i, ii i, t.;:;:i W i,;b dalam

(kembali dari perang Bani Mustalik), pastilah orang kalimat ini terdapat thibaaq as-Salb.

yang kuat akan mengusir orang-orang yang lemah $:';t;..r} (i;A .j| 4r,rrliry {;r;<;::F di

dari sanal Padahal kekuatan itu hanyalah bagi antara kata yang menjadi akhiran ayat-ayat ini
terdapat keserasian dan keharmonisan nada
Allah, Rasul-Nya dan bagi orang-orang mukmin, suara (yang dalam ilmu Badii'dikenal dengan
istilah as-Saj).
tetapi orang-orang munafik itu tidak mengetahui."
(al-Munaafiquun: 5-8) Mufrudaat Lughawlyyah

Qlraa'aat (i' i-; I 'F"riui) datanglah kalian

(lt}' sebagai orang-orang yang meminta maaf,

Al-Kisa'i membaca dengan meng- Rasulullah saw. akan memohonkan ampunan

isymaamkan harakat kasrah pada huruf qal untuk kalian. ("+-ti, rlip maka mereka pun

dengan harakat dhammah. Sementara para memalingkan dan membuang muka mereka
karena angkuh dan tidak sudi serta mengejek
imam yang lain membaca dengan harakat

kasrah murni.

6tlr,.IJt &i
JJ
\ /

Nafi' membaca 43j1.

ThFSTR AL-MUNTR IrrrD 14

dan meremehkan. {r.,-q} enggan dan tidak itu, disebabkan kebodohan, kepongahan dan
mau untuk dimohonkan ampunan serta
berpaling dari orang yang berkata kepada kesombongan mereka yang melampaui batas.

mereka. (i)';Jlji) seaang mereka bersikap Sebab Turunnya

sombong, angkuh, dan tidak mau untuk me- Ayat (5)

minta maaf dan mengakui kesalahan. Ibnu farir meriwayatkan dari Qatadah,
ia berkata, Dikatakan kepada Abdullah bin
{iil lr *. J} Allah SWT tidak akan
Ubay, "Kalau mau, datanglah anda menemui
memberikan ampunan dan maghfirah bagi Rasulullah saw., beliau akan memohonkan

mereka, disebabkan mereka begitu kukuh di ampunan untukmu." Lalu ia pun berpaling

dalam kekafiran. {rtrii, lir} orang-orang yang dan membuang muka. Lalu turunlah ayat ini.
Keterangan senada juga diriwayatkan oleh
keluar dari jalan ketaatan kepada Allah SWT
Ibnul Mundzir dari'lkrimah.
dan Rasul-Nya.
Bukhari, Muslim, dan Tirmidzi me-
4:,i,;. ri, #h mereka adalah orang-orang
riwayatkan sebab turunnya ayat ini, "Bahwa-
yang berkata kepada teman-teman mereka
sanya Rasulullah saw. melakukan penyerbuan
dari kaum Anshar. {li, Jr; i :; ,k,rt' i}
kepada Bani al-Mushthaliq di sebuah kawasan
janganlah kalian memberi bantuan nafkah air bernama al-Muraisi' dari arah Qudaid ke
arah pesisir. Seorangburuh Umarbin Khaththab
kepada orang-orang yang ada di sisi Rasulullah
r.a. bernama fahjah bergumul dengan seorang
saw., yakni kaum Muhajirin. {f+ ts} sampai sekutu Abdullah bin Ubay bernama Sinan di

mereka meninggalkan Rasulullah saw i.tr ):Y sebuah kawasan air di wilayah al-Musyallil.

f\V-.J ,|itr.J rr.jLJ .lrr dan kepunyaan Allah SWT segala fahjah berteriak memanggil kaum Muhajirin,
sementara Sinan berteriak memanggil kaum
perbendaharaan-perbendaharaan rezeki di
langit dan bumi. Di tangan-Nyalah segala Anshar. fahjah memukul Sinan. Lalu Abdullah

rezeki dan Dialah Yang Maha Memberi rezeki bin Ubay berkata, Apakah mereka benar-
benar melakukan hal itu! Sungguh demi
kepada kaum Muhajirin dan yang lainnya. ,,nip
4:tri"i;..j corr(j, akan tetapi orang-orang munafik Allah, perumpamaan kami dan mereka adalah
itu tidak memahami, tidak mengerti, dan tidak
seperti perkataan pepatah, 'Gemukkanlah
mengetahui hal itu, disebabkan ketidaktahuan
anjingmu, maka ia akan memangsamu.'
dan kebodohan mereka tentang Allah SWT.
Ketahuilah, sungguh demi Allah, jika kami
Mereka pun tidak menyadari dan tidak
kembali ke Madinah, niscaya pihak yang kuat
memahami keagungan Allah SW'T, kuasa-Nya, akan mengusir pihak yang lemah [yang ia
maksudkan adalah Nabi Muhammad saw)."'
dan keluasan rezeki serta karunia-Nya.
Abdullah bin Ubay berkata kepada
(1,ur, jl #J .lF sungguh jika kami
kaumnya, "Hentikanlah pasokan bantuan
kembali ke Madinah dari perang Bani al- makanan kalian kepada orang ini (maksudnya
Mushthaliq. (!$ y orang atau pihak yang kuat. Nabi Muhammad saw.) dan jangan kalian
Yang mereka maksudkan adalah diri mereka memberi bantuan nafkah kepada orang-
sendiri, yaitu orang-orang munafik. 4i:{ y orang yang bersamanya, hingga mereka
bubar meninggalkannya." Zaid bin Arqam-
orang atau pihak yang lemah. Yang mereka
ia berasal dari kabilah terdekat Abdullah bin
maksudkan adalah kaum Mukminin menurut

persangkaan mereka. (ry ir} dan milik

Allah SWT kemenangan, dominasi, kejayaan

dan kekuatan. (ir:.l,! j ;+Cj, ,4jF akan tetapi

orang-orang munafik tidak mengetahui hal

Ubay-berkata kepadanya, "Sungguh, anda Keterangan senada juga diriwayatkan oleh
adalah orang yang rendah dan tidak memiliki
Ibnu farir dari Mujahid dan Qatadah.
pengaruh apa-apa di tengah kaummu, Ibnu farir meriwayatkkan dari Abdullah

sementara Muhammad saw memiliki posisi bin Abbas r.a., ia berkata, "Ketika turun ayat
yang terhormat dan mulia di sisi Tuhan Yang
Maha Pengasih serta sangat dicintai oleh kaum B0 surah at-Taubah tersebut, Rasulullah
saw. berkata, "Dan aku mendenga4, dan
Muslimin. Sungguh demi Allah, aku tidak akan sesungguhnya aku diberi izin menyangkut
respek lagi kepadamu setelah perkataanmu
itu." Abdullah bin Ubay berkata, "Diam kamu, mereka, demi Allah sungguh aku akan me-
mohonkan ampunan lebih dari tujuh puluh
aku hanya bercanda." kali, barangkali semoga Allah SWT memberi
ampunan kepada mereka." Lalu turunlah ayat
Zaid bin Arqam pun memberitahukan
6 surah al-Munaafiquun ini.
kepada Rasulullah saw tentang ucapan
Ayat (7-8)
Abdullah bin Ubay tersebut. Namun, Abdullah
Imam Bukhari, Ahmad dan yang lainnya
bin Ubay menyangkalnya dan bersumpah
meriwayatkan dari Zaid bin Arqam, ia berkata,
bahwa ia tidak melakukan dan tidak meng-
ucapkan kata-kata seperti itu. Rasulullah saw. 'Aku mendengar Abdullah bin Ubay berkata
kepada teman-temannya,'Janganlah kamu
pun memaafakannya.
bersedekah kepada orang-orang (Muhajirin)
Zaid berkata, "Lalu aku pun merasa
yang ada di slsi Rasulullah sampai mereka
gelisah dan tidak nyaman, sementara orang-
orang mencelaku." Lalu turunlah surah al- bubar (meninggalkan Rasulullah).' Sungguh
jika kami kembali ke Madinah, pihak yang
Munafiquun yang di antara isinya adalah kuat akan mengusir pihak yang lemah dari
Madinah." Aku pun menyampaikan perkataan
mengonfirmasi kebenaran laporan Zaid
bin Arqam dan menegaskan kebohongan Abdullah bin Ubay kepada pamanku, lalu

pengakuan Abdullah bin Ubay. Dikatakan pamanku menyampaikannya kepada
kepada Abdullah bin Ubay, "Telah turun
menyangkut dirimu sejumlah ayat yang Rasulullah saw. Beliau pun memanggilku.
Aku pun menceritakan kepada beliau apa
keras. Karena itu, pergilah kamu dan temui
Rasulullah saw., supaya beliau memohonkan yang aku dengar. Beliau pun mengirim utusan
untuk meminta klarifikasi kepada Abdullah
ampunan untukmu." Ia pun memalingkan dan bin Ubay dan kawan-kawannya. Mereka pun
menyangkal dan bersumpah bahwa mereka
membuang muka,lalu turunlah ayat-ayat ini.
tidak mengatakan hal seperti itu. Akhirnya
Ayat (6) Rasulullah saw. pun menilai bahwa diriku

Ibnu farir meriwayatkan dari 'Urwah, adalah yangberbohong, dan beliau memercayai
pengakuan Abdullah bin Ubay. Sejak saat itu,
ia berkata, "Ketika turun ayat, "(Sama saja) aku pun dirundung duka yang begitu dalam
yangbelum pernah aku rasakan. Aku pun lebih
engkau (Muhammad) memohonkan ampunan
banyak diam dalam rumah. Pamanku berkata
bagi mereka atau tidakmemohonkan ampunan kepadaku,'Aku sama sekali tidak bermaksud

bagi mereka. Walaupun engkau memohonkan sampai kamu harus dinilai berbohong dan
ampunan bagi mereka tujuh puluh kali, Allah
dimarahi oleh Rasulullah saw." Allah SWT pun
tidak akan memberi ampunqn kepada mereka,"
menurunkan ayat {r}i:dr !r;; rlty. Rasulullah
(at-Taubah: 80) Rasulullah saw berkata,

"Sungguh aku akan memohonkan ampunan
lebih dari tujuh puluh kalil' Allah SWT pun

menurunkan ayat 6 surah al-Munaafiquun ini.

saw. pun memanggilku. Beliau membacakan Yahudi) untuk mengusir kaum Mukminin dari
ayat-ayat surah al-Munafiquun itu, kemudian Madinah.
berkata, "sesungguhnya Allah SWT benar-
benar telah membenarkanmu, mengonfirmasi Tafslr dan Penlelasan
kebenaran laporanmu, dan apa yang kamu Di sini, Allah SWT menjelaskan bukti-bukti
sampaikan itu adalah benar."138
kebohongan orang-orang munafik dan sebab-
Tirmidzi juga meriwayatkan dari Zaid sebab murka Allah SWT kepada mereka.
bin Arqam, "Bahwasanya ada seorang laki-
laki badui bertengkar dengan seorang laki- Pertama,

laki Anshar karena berebut air dalam sebuah "Dan apabila dikatakan kepada mereka,

peperangan. Laki-laki badui itu memukul "Marilah (beriman), agar Rasulullah me'

kepala laki-laki Anshar dengan sebatang mohonkan ampunan bagimu," mereka mem-

kayu hingga terluka. Si laki-laki Anshar buang muka dan engkau lihat mereka ber-
paling dengan menyombongkan diri." (al-
mengadu kepada Abdullah bin Ubay. Lalu Munaafiquun:5)

Abdullah bin Ubay berkata, 'fanganlah kalian Apabila dikatakan kepada orang-orang
memberi bantuan nafkah kepada orang munafik di bawah kepemimpinan Abdullah bin
yang ada di sisi Rasulullah saw. (maksudnya Ubay, "Datanglah kalian menghadap kepada
adalah kaum Muhajirin), sehingga mereka Rasulullah saw., beliau akan memohonkan
bubar meninggalkan beliau, dan apabila kami ampunan kepada Allah SWT untuk kalian."
kembali ke Madinah, sungguh orangyang lebih Mereka pun berpaling dan tidak mau karena
kuat (maksudnya adalah dirinya sendiri) akan didorong oleh sikap sombong, angkuh, dan
mengusir orang yang lemah (yang ia maksud pongah, meremehkan dan menyepelekan hal
itu serta tidak berhasrat untuk dimohonkan
adalah Rasulullah saw.)."'
ampunan tersebut.
Persesualan Ayat
Kamu melihat mereka berpaling dari
Setelah menerangkan keburukan-ke-
burukan tipikal, perilaku dan sifat orang- Rasulullah saw, sedang mereka adalah orang-
orang munafih yaitu berdusta, bersumpah orang yang sombong, angkuh, dan tidak sudi
untuk datang menghadap kepada beliau dan
palsu, menghalangi orang lain dari jalan Allah meminta kepada beliau supaya dimohonkan
SWT, pengecut, penakut, memiliki fisik yang
baik namun berakal lemah, serta memusuhi ampunan. Menurut persangkaan mereka, diri
Allah SWT dan Rasul-Nya, maka selanjutnya di mereka terlalu besar dan terlalu terhormat
sini Allah SWT memaparkan bukti-bukti yang untuk melakukan hal itu.
menegaskan dan membuktikan kebohongan
dan kemunafikan mereka dari fakta dan realitas Yang masyhur dalam sirah adalah hal itu
yang nyata dan konkret, seperti enggan dan terjadi pada Perang al-Muraisil yaitu Perang
tidak mau untuk meminta maaf, serta tekad Bani al-Mushthaliq, bukan pada Perang Tabuk
dan ketetapan hati mereka setelah kejadian sebagaimana yang disebutkan oleh sebagian
Perang Bani al-Mushthaliq (sebuah kabilah kalangan. Abdullah bin Ubay tidak termasuk

138 Hadits ini luga diriwayatkan oleh at{irmidzi, dan ia orang yang ikut berangkat dalam Perang

berkata, "lni adalah hadits hasan shahih." Tabuh tetapi ia justru kembali pulang bersama
sekelompok pasukan.

Al-Kalbi menjelaskan, ketika Al-Qur'an
turun kepada Rasulullah saw. dengan mem-

hFsrRAr-MuNrR)rLrp 14 **rt,

\-__

bawa keterangan tentang sifat orang-orang yang dimaksudkan dengan kalimat 4#ta'rt'tib
munafih para kaum kerabat mereka dari (mereka membuang muka dan engkau lihat
kalangan kaum Mukminin mendatangi me-
mereka berpaling).
reka dan berkata kepada mereka, "Skandal ke-
munafikan kalian telah terbongkar dan kalian Selanjutnya, Allah SWT menegaskan
telah membinasakan diri kalian sendiri. Karena
itu, datanglah menghadap kepada Rasulullah bahwa memohonkan ampunan bagi mereka
adalah tidak ada gunanya bagi mereka,
saw, mintalah maaf kepada beliau dan
"Sama saja bagi mereka, engkau
berikrar bahwa kalian tidak akan melakukan
kemunafikan lagi, dan mintalah kepada beliau (Muhammad) mohonkan ampunan untuk
agar beliau memohonkan ampunan untuk
kalian." Namun mereka menolak dan enggan mereka atau tidak engkau mohonkan ampunan
melakukan hal itu serta tidak berhasrat untuk
dimintakan ampunan. Lalu turunlah ayat ini.13e bagi mereka, Allah tidak akan mengampuni

Abdullah bin Abbas r.a. menjelaskan, ke- mereka; sesungguhnya Allah tidak akan
tika Abdullah bin Ubay memutuskan kembali
pulang dari Uhud bersama banyak pasukan, memberi petunjuk kepada orang-orang yang
kaum Muslimin pun menghujat dan meng- fasik." (al-Munaafiquun: 6)
olok-olok dirinya dengan kata-kata yang tidak
enak didengar. Saudara-saudaranya berkata Allah SWT membalas mereka atas ke-
kepadanya, "Sebaiknya kamu datang mengha-
sombongan, keangkuhan, kepongahan, dan
dap kepada Rasulullah saw., supaya beliau me- keberpalingan mereka. Allah SWT pun men-
mohonkan ampunan untukmu dan memaaf-
kanmu." Ia berkata, "Tidak aku tidak mau pergi jelaskan bahwa permohonan ampunan

menemui beliau dan aku tidak ingin beliau tidak bermanfaat bagi mereka dan tidak ada
memohonkan ampunan untukkui' dan ia pun gunanya bagi mereka disebabkan kekukuhan
memalingkan muka. Lalu turunlah ayat ini.lao dan konsistensi mereka di atas kemunafikan
dan kekafiran. Baik apakah ada permohonan
Menurut kebanyakan ulama tafsin ampunan untuk mereka atau pun tidah adalah
sama saja bagi mereka, yaitu tidak ada gunanya
Abdullah bin Ubay diminta untuk menghadap
Rasulullah saw. supaya beliau memohonkan sama sekali bagi mereka. Allah SWT tidak akan
mengampuni mereka selagi mereka masih
ampunan untuknya disebabkan ia berkata
konsisten di atas kemunafikan. Sesungguhnya,
seperti yang tertera dalam ayat, pastilah Allah SWT tidak memberi taufik untuk orang-

orang yang kuat akan mengusir orang- orang yang keluar dari jalan ketaatan serta

orang yang lemah dari sqna." fuga, karena tenggelam dalam kubangan kemaksiatan dan

perkataannya seperti yang tertera dalam ayat, kedurhakaan kepada-Nya, termasuk di antara-
"langanlah kamu bersedekah kepada orang-
orang (Muhajirin) yang ada di srsi Rasulullah." nya yang utama tentu adalah orang-orang
Dikatakan kepadanya, "Agar Rasulullah saw.
munafik.
memohonkan ampunan untukmu." Lalu ia
Qatadah menjelaskan sebagaimana yang
berkata, 'Apa yang kamu katakan?" Dan inilah sudah pernah disinggung di atas, ayat ini turun
setelah ayat, "engkau (Muhammad) mohonkan
139 Tafsir Ar- Razi, 3O / 15.
140 Tafsir Ar-Razi, 30 / 15. ampunan untuk mereka atau tidak engkau
mohonkan ampunan bagi mereka." Ketika
ayat tersebut turun, Rasulullah saw berkata,

"Tuhanku memberiku pilihan, maka sungguh

aku akan memohonkan ampunan untuk

mereka lebih dari tujuh puluh kali." Lalu Allah

SWT menurunkan ayat ini, 'Allah tidak akan

mengampuni mereka; sesungguhnya Allah pinan kaum munafih "Sungguh jika kami telah
tidak akan memberi petunjuk kepada orang-
kembali dari peperangan ini-yakni Perang
orang fasik."
Bani al-Mushthaliq-dan tiba di Madinah,
Kedua,
pihak yang kuat-dan yang ia maksudkan ada-
"Mereka yang berkata (kepada orang- lah dirinya sendiri dan para rekannya yang
orang Ansar), 'Janganlah kamu bersedekah
bersamanya-benar-benar akan mengusir
kepada orang-orang (Muhajirin) yang ada di sisi
Ra sulull ah s a m p a i m e reka b ub ar (m ening g a lka n orang yang lemah dari Madinah [dan yang ia
Rosulullah). "' (al-Munaafiquun: 7) maksudkan dengan pihak yang lemah adalah

Sesungguhnya, orang-orang munafik itu Rasulullah saw. dan orang-orang yang bersama
berkata kepada kaum Anshar; "fangan kalian beliau). Kami adalah orang-orang yang hebat
memberi bantuan makanan kepada para
sahabat Muhammad dari kalangan Muhajirin, dan kuat sementara mereka adalah orang-
sehingga mereka kelaparan dan bubar me-
orang yang lemah dan tidak berdaya."
ninggalkannya."
Abdullah bin Ubay pun kembali ke
Kemudian, Allah SWT menanggapi dan
Madinah. Tidak lama setelah itu, yaitu be-
membantah perkataan mereka,
berapa hari saja setelah itu, ia pun mati.
"Padahal milik Allah-lah perbendaharaan Rasulullah saw. memohonkan ampunan
Iangit dan bumi, tetapi orang-orang munafik
itu tidak memahami." (al-Munaafiquun: 7) untuknya dan menggunakan baju beliau untuk
menutupi jasadnya, lalu turunlah ayat ini.
Sesungguhnya, Allah SWT Dialah Yang
Kemudian, Allah SWT pun mementahkan
Maha Memberi rezeki kepada para Muhajirin, pernyataan mereka,
dan di tangan-Nya-lah kunci-kunci rezeki para
hamba. Allah SWT memberi siapa yang di- "Padahal kekuatan itu hanyalah bagi Allah,
kehendaki-Nya dan tidak memberi siapa yang
dikehendaki-Nya. Akan tetapi, orang-orang Rasul- Ny a dan b ag i o rang - orang mukmin, tetap i

munafik tidak mengetahui bahwa perben- orang-orang munafik itu tidak mengetahui."

daharaan-perbendaharaan rezeki sepenuhnya (al-Munaafiquun: 8)
berada di tangan Allah S\AIT, sehingga mereka
pun menyangka bahwa Allah SWT tidak me- Sesungguhnya, kepunyaan Allah SWT
luaskan rezeki kepada kaum Mukminin.
semata, kekuatan, kemenangan, dominasi, dan
Ketiga, kejayaan. Bagi orang yang Dia beri kekuatan,

"Mereka berkata, 'Sungguh, jika kita kemenangan dan kejayaan, mereka adalah
para rasul-Nya dan hamba-hamba-Nya yang
kembali ke Madinah (kembali dari perang
saleh, bukan bagi selain mereka. Akan tetapi
Bani Mustalik), pastilah orang yang kuat akan orang-orang munafik tidak mengerti hal itu, di-
mengusir orang-orang yang lemah dari sana."'
(al-Munaafiquun: 8) sebabkan kebodohan dan kepongahan mereka
yang sungguh keterlaluan, ketidakberimanan
Orang-orang munafik berkata, dan yang mereka, serta kebingungan, kegelisahan, ke-
berkata di sini adalah Abdullah bin Ubay pim-
tercekaman, dan ketakutan mereka yang

begitu besar. Allah SWT Dialah Yang menolong
siapa yang dikehendaki-Nya dari para hamba-
Nya, sebagaimana firman-Nya,

'Allah telah menetapkan, Aku dan rasul-
rasul-Ku pasti menang.' Sungguh, Allah Maha-
kuat, Mahaperkasa." (al-Muiaadilah: 2 1)

14TAFSIRA'-MUNIRIIIID ,r',,*,a6l6f- ,*,,.. suratrat-ruunaanquun
rl{*---

Kemuliaan, kejayaan, kekuatan dan ke- Rasulullah saw. dengan bersikap angkuh
dan tidak mau untuk beriman.
menangan adalah kepunyaan Allah SWT,
tidak seperti yang mereka asumsikan dan 2. Memohonkan ampunan untuk orang-

persepsikan bahwa keluhuran, kejayaan, dan orang munafik atau tidak memohonkan
kekuatan adalah dengan banyaknya harta dan ampunan untuk mereka adalah sama saja
pengikut.
bagi mereka. Permohonan ampunan oleh
Al-'lzzah beda dengan kesombongan
dan kepongahan. Karena al-'Izzah adalah Rasulullah saw. untuk mereka tidak ada
manfaatnya dan tidak ada gunanya bagi
kesadaran tentang kemuliaan, keagungan, dan mereka. Sesungguhnya Allah SWT tidak
berkenan memberikan ampunan kepada
martabat disertai sikap tahu diri, menyadari mereka, dan sesungguhnya Allah SWT
siapa dirinya dan mengetahui hakikat dan tidak menunjuki orang yang telah ada
dalam pengetahuan-Nya bahwa orang itu
jati dirinya yang sebenarnya. Sedangkan
mati sebagai orang fasik dan kafir.
kesombongan dan kepongahan adalah sikap
3. Sebab kedua adalah pernyataan Abdullah
meremehkan dan menyepelekan hak-hak
bin Ubay dan kawan-kawannya kepada
orang lain, tidak tahu diri dan tidak menyadari kaum Anshar; "fangan kalian memberi
siapa dirinya sebenarnya.
bantuan nafkah kepada orang-orang yang
Diriwayatkan bahwasanya Abdullah bin
Abdillah bin Ubay bin Salul berkata kepada bersama Muhammad saw dari kalangan
ayahnya, "Demi Dzat Yang tiada Ilah selain sahabat Muhajirin sehingga mereka bubar
Dia, janganlah Anda masuk ke Madinah hingga
meninggalkan beliau."
anda mengucapkan ikrar; 'Sesungguhnya
4. Allah SWT menanggapi dan membantah
Rasulullah saw. yang kuat dan mulia, sedang- perkataan mereka dengan menegaskan
kan aku adalah yang lemah.' Lalu ia pun meng- bahwa sesungguhnya perbendaharaan-
ucapkannya."lal perbendaharaan langit dan bumi serta

Dalam ayat tujuh digunakan kalimat i) kunci-kunci rezeki adalah kepunyaan

43tik- untuk memberikan pengertian minim- Allah SW'T. Dia menganugerahkan rezeki
sekehendak-Nya, hanya saja orang-orang
nya kecerdasan dan pemahaman mereka. munafik tidak paham bahwa sesungguh-
Sementara dalam ayat delapan digunakan nya Allah SWT apabila Dia menginginkan

kalimat (rrl.- l) untuk memberikan penger- suatu urusan, Dia memudahkannya.

tian begitu besar kedunguan dan kebodohan 5. Sebab ketiga adalah pernyataan Abdullah

mereka. bin Ubay juga, "Sungguh jika kami telah

Flqlh Kehldupan atau Hukum-Hukum kembali ke Madinah dari peperangan Bani

Ayat-ayat di atas menunjukkan sejumlah al-Mushthaliq, niscaya pihak yang kuat-

hal sebagai berikut. maksudnya adalah dirinya sendiri-akan
mengusir pihak yang lemah-maksudnya
1. Sebab pertama murka Allah SWT terhadap adalah Nabi Muhammad saw. dan para

orang-orang munafik adalah sikap mereka sahabat beliau-dari Madinah." Ia me-
yang enggan dan gengsi untuk meminta
maaf atas ucapan-ucapan dan perbuatan- ngeluarkan pernyataan seperti ini karena
perbuatan mereka, serta berpaling dari ia mengira bahwa kekuatan, keunggulan,
dan kejayaan adalah dengan banyaknya
l4l Tafsir Al-Qurthubi, LB / 129. harta dan pengikut.

TATSTRAL-MUNrR JrrrD 14

Kemudian, Allah SWT pun memban- tiLrfr *ittE3;trsA<;;*ttG:HV
tahnya dengan menegaskan bahwa se-
sungguhnya keluhuran, kejayaan, dan ''ok:,rr'3r+*V\44&
kekuatan adalah kepunyaan Allah SWT
semata dan bagi orangyang Dia anugerahi "Wahai orang-orang yang beriman! langanlah
kekuatan dan kejayaan dari para rasul-
harta-bendamu dan anak-anakmu melalaikan
Nya dan hamba-hamba-Nya yang saleh. kamu dari mengingat Allah. Dan barangsiapa
berbuat demikian, maka mereka itulah orang-
Diceritakan dari sebagian orang saleh
yang kondisinya mengenaskan, "Bukankah orang yang rugi. Dan infakkanlah sebagian dari
aku adalah orang yang meneguhi Islam, apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum
dan Islam adalah kemuliaan, keluhuran, kematian datang kepada salah seorang di antara
kejayaan, dan keunggulan yang tidak ada kamu; lalu dia berkata (menyesali),'Ya Tuhanku,
sekiranya Engkau berkenan menunda (kematian)
kehinaan dan kerendahan bersamanya, ku sedikit waktu lagi, maka aku dapat bersedekah
dan aku akan termasuk orang-orang yang saleh.'
serta kekayaan dan kecukupan yang tiada
Dan Allah tidak akan menunda (kematian)
kefakiran setelahnya." seseorang apabila waktu kematiannya telah

Diceritakan dari al-Hasan bin Ali datang. Dan Allah Mahateliti terhadap apa yang
bin Abi Thalib r.El., bahwasanya ada kamu kerj akan." (al-Munaafiquun: 9- I I )
seorang laki-laki berkata kepadanya,
Qlrca'aat
"Sesungguhnya orang-orang beranggapan
{"rtj}'
bahwa pada diri anda terdapat kesom- Abu Amr membaca ef\).

bongan, gengsi, dan kecongkakan." Lalu 4ri-b:

al-Hasan bin Ali bin Abi Thalib r.a. berkata, Warsy, dan Hamzah secara waqaf mem-
"Bukan kesombongan dan kecongkakan, baca<;jr>.

tetapi 'izzah (keagungan, kebesaran, ke-

muliaan dan kekuatan)." Lalu ia pun mem-

baca ayat, 4u114i d;1.iifir n4.

MEMPERINGATKAN DAN MEWANT!.WANTI I'raab
KAUM MUKMININ AGAR MENJAUHI AKHLAK
DAN PERIIAKU ORANG.ORANG MUNAFIK (4ui,l' '; ;tty kata {l} dibaca jazm,
SERTA PERINTAH KEPADA MEREKA UNTUK
BERINFAK DI JATAN KEBAIKAN karena 'athafkepada posisi kata {i.l.2tl} karena

Surah al-Munaaflquun Ayat 9 - 11 posisi kata ini adalah jazm sebagai jawab

'*{tli,-*s"rLl?tr8,1W\-ur"$\W" untuk at-Tamanni. Ada versi qiraa'aat yang
membaca nashab, fa'akuuna 'athaf kepada
;+;6ill\ # ttJfr <:tt FA "A")'t
bentuk redaksi kata {;Uty yang dibaca
W'e.as!6'raY::6l"Wv
31$6W ft $'*.*\ 1tr # 3ii5 3F nashab dengan mengasumsikan keberadaan,

an.

Balaaghah

(;rr;,y (,rut'y {jy;;lry di sini terdapat

keserasian dan keharmonian pada huruf akhir

[as-.Sa7].

5t'oAt-M'*'' 1"'' 1a ,, il,f,\{-i-T*i-l*B},rt!.*, , , ,,,,,,,,** -.... --........-.......,.........-,............. -..-?:i:I":}".T"::11tu'.:

Mufradaat Lushawlyyah Persesualan Ayat
Setelah menerangkan sifat-sifat dan tipikal
(;(al"i {F jangan sampai harta dan anak-
anak kalian menyibukkan dan melalaikan orang-orang munafik, mencela, mencerca, dan
mengecam mereka atas sifat-sifat tersebut,
kalian dari shalat dan segenap ibadah-ibadah
Allah SWT memperingatkan dan mewanti-
lainnya yang mengingatkan kepada Tuhan. wanti kaum Mukminin agar menjauhi sifat
dan perilaku-perilaku orang munafik. Ke-
Yang dimaksud di sini adalah larangan me- mudian, Allah SWT memerintahkan mereka
nyibukkan diri dengan harta dan anak-anak untuk menginfakkan sebagian harta mereka
hingga lalai dari menjalankan kewajiban.
dalam berbagai bidang kebaikan dan jangan-
Namun di sini kalimat larangan yang ada
lah mereka menunda-nunda hal itu hingga
ditujukan kepada harta dan anak-anak sebagai
kematian datang menjemput mereka, se-
bentuk mubaalaghoh atau intensifikasi t:F hingga ketika itu mereka pun menyesal dan
shalat lima waktu memohon dipanjangkan umur supaya mereka
{.irr dan ibadah hlaailnintuy,a.ya",i.tju}
"t* barangsiapa melakukan bisa melaksanakan kebaikan yang sebelumnya
(4 mereka tinggalkan.

sibuk dengan harta dan anak-anak hingga lalai Tafslr dan Penlelasan

dari ibadah dan kewajiban. {i1;ujr ,; et;ti$ "Wahai orqng-orang yang beriman!
mereka itulah orang-orang yang merugi
Janganlah harta-bendamu dan anak-anakmu
dalam perniagaannya karena mereka menjual melalaikan kamu dari mengingat Allah." (al-
Munaafiquun:9)
sesuatu yang agung dan kekal ditukar dengan
Wahai orang-orang yang membenarkan,
sesuatu yang remeh, sepele, dan fana. percaya, dan beriman kepada Allah SWT dan
Rasul-Nya, jangan sampai harta kalian dan
4€t;;;C ,r t;:i1y dan infakkanlah sebagian kesibukan dalam mengurusinya, serta anak-
anak dan kesibukan dalam mendidik mereka,
harta kalian untuk ditabung pahalanya untuk membuat kalian lalai dari mengingat Allah
SWT seperti membaca Al-Qur'an, tasbih, tah-
bekal akhirat. (-]ir g;i Ei:..,iJi.lF sebelum mid, tahlil, menunaikan kewajiban-kewajiban
agama, dan hak-hakAllah SWT.
salah seorang dari kalian melihat tanda-tanda
Kemudian, Allah SWT memperingatkan
datangnya kematian. 4;;1 i!) mengapakah dan mewanti-wanti agar jangan sampai me-
langgar peringatan tersebut, serta meng-
Engkau tidak memberikan penangguhan ke- ancam orang-orang yang sibuk hingga dibuat

pada hamba. Kata ()rF di sini adalah bermak- lalai oleh dunia,

na, hallaa, dan ini adalah kata yang memiliki "Dan barangsiapa berbuat demikian, maka

makna mengharapkan sesuatu yang disebut- mereka itulah orang-orang yang rugi." (al-
Munaafiquun:9)
(f;kan setelahnya bisa terjadi. fi Jl) sampai
Barangsiapa yang sibuk hingga dibuat
saat yang dekat. (;UUy sehingga hamba bisa lalai oleh dunia, kesenangannya, keindahan

bersedekah dengan membayar zakat dan yang

lainnya. (;tg' ; i;y dan hamba menjadi

salah satu di antara orang-orang yang saleh

dengan melaksanakan amal-amal saleh yang

sebelumnya hamba tinggalkan seperti haji dan

yang lainnya.

(ri; nr ii. S;b dan Allah SWT sekali-kali

tidak akan memberikan penangguhan kepada

seseorang. (L;r-i ,'; ri1| ketika batas akhir
umurnya telah sampai. {;-ri:: * }= ;rrl} Allah

SWT Maha Mengetahui semua amal kalian. Dia

akan membalas kalian atas semua amal.

TAFSIRAT-MUNIR IILID

dan perhiasannya, dari memikirkan urusan Tirmidzi dan Ibnu farir meriwayatkan dari
Abdullah bin Abbas r.a., ia berkata, "Rasulullah
agama, ketaatan dan ibadah kepada Tuhannya.
saw bersabda,
Sesungguhnya ia benar-benar termasuk
*$ii ,i, ?r4,sc{os;
orang-orang yang merugi dengan kerugian .o?t b'a;1\ j*" ,'JA p; ,itr 1t +
jU jr ,kr;i*1 ,cVt:- , ",,;rr o
yang sempurna dan total, yang mereka merugi i ,, ,'..
;,a,- (. .
terhadap diri mereka dan keluarga mereka
pada hari Kiamat karena ia telah menjual c.t

sesuatu yang kekal ditukar dengan sesuatu F,ir; 4t #'-*i,iu .)At'^c?,
€Li fEu ii U f*t: c :. tt:ii
yang fana dan pasti sirna. $:';rtr4i';-1.;;tc,?t

Kemudian, Allah SWT memotivasi dan "Barangsiapa memiliki harta yang cukup
memerintahkan kaum Mukminin untuk ber- untuk membuatnya bisa berhaji mengunjungi

infak di jalan ketaatan kepada-Nya, B aitullah, atau y ang sudah w aj ib untuk iakeluarkan

"Dan infakkanlah sebagian dari apa zakatnya,lalu ia tidak melaksanakannya, maka
ketika mati ia memohon dikembalikan lagi ke
yang telah Kami berikan kepadamu sebelum
kematian datang kepada salah seorqng di duni a." L alu a d a s e or ang I aki - I aki b erkat a,' Wah ai
antara kamu; lalu dia berkata (menyesali),'Ya
Ibnu Abbas, bertakwalah kepada Allah SWT,
Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan menunda
sesungguhnya yang memohon dikembalikan ke
(kematian)ku sedikit waktu lagi, maka aku dunia ketika mati tidak lain adalah orang-orang
dapat bersedekah dan aku akan termasuk kafir.' Lalu Abdullah bin Abbas r.a. berkata, Aku
orang-orang yang saleh."' (al-Munaafiquun: akan bacakan kepada kalian ayat Al-Qur'an
10)
yang menguatkan hal itu.' Lalu Abdullah bin
Infakkanlah sebagian dari apa yang telah
Kami berikan kepada kalian di jalan kebaikan, Abbas r.a. pun membacakan ayat 10-11 surah al-
sebagai bentuk ungkapan syukur atas nikmat,
belas kasih kepada kaum fakir miskin serta Munaafiquun."
dukungan dan partisipasi dalam ikut menjaga,
memerhatikan, dan memelihara kemaslahatan " D an Al I a h ti d a k akan m e nu n d a (ke m ati a n)
umum umat, sebelum datangnya sebab-sebab seseorang apabila waktu kematiannya telah
kematian dan menyaksikan tanda-tandanya,
sehingga ketika itu salah seorang dari kalian datang. Dan Allah Mahateliti terhadap apa
berkata, "Ya Rabb, mengapakah Engkau tidak yang kamu kerjakan." (al-Munaafiquun: 11)

menangguhkan dan mengundur kematian Allah SWT sekali-kali tidak akan mem-
berikan penangguhan kepada seorang pun
hamba sampai waktu yang pendek [barang se- ketika ajalnya telah tiba dan umurnya telah
bentar saja), sehingga hamba bisa bersedekah habis. Allah SWT tiada suatu apa pun dari
dengan harta hamba dan menjadi salah satu di amal perbuatan kalian yang tersembunyi
antara orang-orang yang saleh dan lurus."
dari-Nya dan berada di luar pengetahuan-
Ini menunjukkan bahwa setiap orang
Nya. Dia akan membalas kalian atas semua
yang lalai akan merasakan penyesalan ketika amal perbuatan kalian. fika baik, baik pula

menjemput ajal dan memohon diberi ke- balasannya. Namun jika buruk, balasannya
adalah murka, adzab, jauh dari rahmat, dan
sempatan waktu meski hanya sebentar supaya
ia bisa melaksanakan apa yang sebelumnya ia keridhaan-Nya.
tinggalkan, tetapi semuanya terlambat sudah.

TAFSTRAL-MUNrRIruD 14

Flqlh Kehldupan atau Hukum-Hukum lambat dan sebelum datangnya tanda-
tanda kematian tatkala tobat sudah ti-
Ayat-ayat di atas menjelaskan sejumlah dak diterima lagi dan amal sudah tidak

hal sebagai berikut. berguna lagi. Ketika itu seseorang pun

1. Keharusan untuk senantiasa aktif dengan meminta ajalnya ditangguhkan dan me-

ketaatan kepada Allah SWT seperti mem- minta kesempatan hidup lagi supaya bisa
melaksanakan apa yang sebelumnya di-
baca Al-Qur'an, senantiasa berdzikir; me-
tinggalkan.
nunaikan shalat lima waktu, menunai-
kan zakat, melaksanakan haji, dan men- Ayat ini secara umum mencakup
jalankan segenap kewajiban-kewajiban
kewajiban ibadah haji menurut jumhur
agama lainnya.
yang mengatakan bahwa kewajiban
2. Tidak boleh sibuk mengurus harta dan
ibadah haji harus dilaksanakan dengan
anak-anak hingga lalai dari menunaikan
hak-hakAllah SWT seperti yang dilakukan segera. Namun, jika menurut ulama
oleh orang-orang munafik. Disebabkan
oleh sikap kikir dengan harta, orang-orang Syafi'iyyah yang berpendapat bahwa
munafik pun berkata, "fanganlah kalian
kewajiban melaksanakan haji adalah tidak
memberi bantuan nafkah kepada orang-
dengan segera. Karena itu, ayat ini tidak
orang yang bersama Rasulullah saw."
mencakup ibadah haji.
Barangsiapa sibuk hingga lalai oleh
harta dan anak dari kewajiban menjalan- 4. Abdullah bin Abbas r.a. menyangkut ayat
kan ketaatan kepada Tuhannya, mereka
itulah orang-orang yang benar-benar me- 4.e'.i ij) ia berkata, 'Ayat ini lebih berat

rugi. bagi para ahli tauhid fkaum Mukminin)
karena tidak ada orang yang memperoleh
3. Ayat $!C;i Y j: t*irb menunjukkan
kebaikan dari Allah SWT di akhirat. Ia
kewajiban dan keharusan menyegerakan justru meminta dikembalikan ke dunia
pembayaran zakat, tidak boleh ditunda- atau meminta diberi kesempatan lebih
tunda dan diundur sama sekali. Demikian
pula dengan segenap ibadah-ibadah lain- lama lagi di dunia. "Dalam hal ini, ulama
nya ketika waktunya telah tertetapkan mengecualikan orang yang mati syahid,
secara spesifi[ wajib untuk langsung di-
ia mengharap kembali lagi ke dunia
laksanakan.
hingga ia bisa mati terbunuh lagi sebagai
Ayat ini secara umum merupakan
syahid, karena ia melihat kehormatan
perintah untuk melaksanakan infak yang
wajib secara khusus, bukan infak sunnah. dan kemuliaan yang begitu besar yang di-

Ancaman adalah dalam hubungannya de- perolehnya sebagai ganjaran kesyahidan-

ngan sesuatu yang wajib bukan sesuatu nya.
yang bersifat sunnah. Infak tersebut ada-
kalanya secara mutlah dan adakalanya 5. Allah SWT Maha Mengetahui segala yang
infak di jalan jihad. Hal itu sebelum ter-
diperbuat oleh para hamba, baik apakah
itu amal baik maupun amal buruk. Tiada

suatu apa pun yang tersembunyi dari-Nya

dan berada di luar pengetahuan-Nya, dan

Dia akan membalas setiap orang atas amal

perbuatannya, baik atau buruk.

{#)
(1'

ThrsrRAr-MuNrR JrtrD 14

SURAH AT-TAGHAABUN

MADAT{IYYAH, DE1APAN BELAS AYAT

Penamaan Surah anak sehingga lalai dari mengingat Allah

Surah ini dinamakan dengan surah at- 1r /;F. Sementara dalam surah ini, Allah

Taghaabun karena mengingatkan kepada hari SWT menjelaskan bahwa harta dan anak

Kiamatyang di dalamnya terkuak dengan ielas adalah fitnah, [i;- itnii; $jt;i t;y\,dan ini

ketertipuan (al-Ghabn) dan kerugian orang sebagai penjelas alasan larangan dalam
kafir disebabkan ia meninggalkan keimanan,
yaitu sebagaimana yang disebutkan dalam surah al-Munaafiquun ayat 9.

ayat 9 ftirfu'i;.4! #, ,7.$:;;;.y. 3. Dalam bagian akhir surah al-Munaafiquun,

Persegualan Surah lnldengan Surah Allah SWT memerintahkan berinfak di

Sebelumnya jalan Allah swf (jui;; v o t';ai ty.Demikian

Persesuaian dan korelasi surah at- pula, pada bagian belakang surah ini, Allah
SWT juga memerintahkan untuk berinfak
Taghaabun dengan surah sebelumnya (surah
(#JI rpry4i'l-
al-Munaafiquun) tampak dari tiga aspek
Surah at-Taghaabun memberitahukan
sebagai berikut.
bahwa pada hari Kiamat, sebagian manu-
1. Dalam surah sebelumnya, Allah SWT men- sia terungkap kesalahannya disebabkan
meninggalkan keimanan, amal saleh, dan
jelaskan sifat-sifat orang munafik ser- meninggalkan infak di jalan Allah SWT.

ta memperingatkan dan mewanti-wanti Ada hal yang perlu diperhatikan, yaitu

kaum Mukminin agar waspada dan men- rangkaian urutan di antara enam surah,
jauhi perilaku orang-orang munafik. Se-
yaitu surah ini dan lima surah sebelumnya.
mentara dalam surah ini, Allah SWT mem- Surah-surah tersebut memuat pembica-
raan tentang sejumlah kelompok umat.
peringatkan agar menjauhi sifat-sifat Surah al-Hasyr menyinggung kaum kafir
mu'aahad dari kalangan Ahli Kitab. Surah
orang kafia {;, bjugtra'FmeanitgkVla€siftika'Js}ik.anni
ini turun menyangkut Bani Nadhir ke-
sini, Allah SWT tika mereka melanggar perjanjian dan

manusia menjadi dua macam secara garis diperangi. Surah al-Mumtahanah me-

besax,yaitu manusia Mukmin dan manusia nyinggung kaum kafir mu'aahad dari

kafir. Allah SWT menggembirakan manusia kalangan orang musyrik. Surah ash-Shaff

Mukmin dengan surga dan mengancam menyinggung Ahli Kitab, yaitu Yahudi

orang kafir dengan neraka.

?. Di surah sebelumnya, Allah SWT melarang
menyibukkan diri dengan harta dan

dan Nasrani, serta kaum Mukminin. pasti) serta dengan balasan-Nya terhadap ma-

Demikian pula dengan surah al-fumu'ah, nusia atas amal perbuatannya.

di dalamnya disinggung tentang kaum Setelah itu, surah ini mengajak dan

Yahudi dan orang-orangberiman. Surah al- menyeru untuk beriman kepada Allah SWT
Munaafiquun menyinggung orang-orang dan Rasul-Nya serta kepada Al-Qur'an yang
munafik. Surah at-Taghaabun, di dalamnya
disinggung tentang orang-orang musyrik merupakan nur yang diturunkan oleh-Nya
dan orang-orang kafir secara umum.
kepada Nabi-Nya. Surah ini juga mengancam
Berdasarkan hal ini, bisa diketahui
dengan apa yang akan dialami oleh manusia
bahwa pemisahan antara surah-surah al-
Musabbihaat [yang diawali dengan ayat pada hari Kiamat, hari di mana orang kafir
tasbih) merupakan surah-surah padanan tertipu dan merugi karena meninggalkan
[yaitu al-Hasy4, ash-Shaff, al-fumu'ah dan
at-Taghaabun) untuk suatu hikmah yang keimanan. Orang Mukmin tertipu dan merugi
begitu mendalam, yaitu pembicaraan kom-
prehensif tentang umat-umat tersebut. karena lalai dalam berbuat kebaikan, orang-

Kandungan Surah orang Mukmin yang mengeriakan amal

Surah at-Taghaabun termasuk salah satu saleh masuk surga, sedangkan orang-orang
surah Madaniyyah yang memiliki perhatian
kepada hal-hal yang berkaitan dengan aspek kafir masuk neraka. Hal ini secara implisit
aqidah yang menjadikan surah at-Taghaabun
beda dengan kelaziman surah-surah Mada- mengandung pengertian atau pesan perintah
niyyah lainnya, yang biasanya memiliki fokus untuk taat sekaligus sebagai peringatan dan
pada aspek hukum dan syari'at.
wanti-wanti agar menjauhi kemaksiatan.
Surah at-Taghaabun diawali dengan pen-
jelasan tentang beberapa sifat al-Husnaa Allah Kemudian, surah ini menerangkan bahwa
SWT yang berkaitan dengan keagungan-Nya,
kuasa-Nya, ilmu-Nya, dan penciptaan manusia setiap hal yang terjadi di alam ini adalah
yang selanjutnya masuk ke dalam salah satu
dari dua macam manusia, yaitu Mukmin dan dengan iraadah dan kehendak Allah SWT.
kafir. Surah ini juga mempertegas perintah untuk
taat kepada Allah SWT dan Rasul-Nya serta
Selanjutnya, surah ini memperingatkan bertawakal kepada Allah SWT semata. )ika
mereka tetap berpaling, konsistensi mereka
orang-orang kafir tentang apa yang menimpa di atas kekafiran tiada akan merugikan dan
umat-umat terdahulu yang mendustakan para
rasul karena alasan kemanusiaan para rasul menimbulkan mudharat bagi Rasulullah saw.

itu (para rasul adalah sama-sama manusia Selanjutnya, surah ini memperingatkan

seperti mereka), sikap mereka yang ingkar terhadap permusuhan sebagian pasangan
dan tidak percaya adanya ba'ts,bantahan dan hidup dan anak yang terkadang membuat
sanggahan terhadap mereka dengan sumpah seseorang sampai enggan untuk berjihad.
Allah SWT bahwa ba'ts pasti terjadi dan bahwa Surah ini juga berpesan untuk memberikan
maaf kepada orang yang berbuat tidak baik,
ba'ts adalahsesuatu yang haq (kebenaran yang
dan menginformasikan bahwa harta dan anak

adalah fitnah dan ujian.

Surah ini ditutup dengan perintah ber-

takwa dan berinfak di jalan Allah SWT untuk
meluhurkan agama-Nya, memperingatkan,

dan mewanti-wanti untuk menjauhi sikap
bakhil, kikir; dan serakah. fuga, menerangkan
dilipatgandakannya pahala bagi orang-orang
yang berbuat baik yang berinfak demi me-

luhurkan kalimat Allah SWT.

TAFSIRAL-MUNIR IILID 14

BUKTI.BUKTI KEKUASAAN ALI.AH SWT 4:'$ ;t otl i,.l"i} Di sini terdapat ath-
Thibaaq,yaitu antara kata (;r!F dan (ijti).
Surah at-Taghaabun Ayat 1- 4
Mufradaat LuEhawWah
7g\Xlhfi\5i,r$o.u:o)At6.v;tAA
{;'r$t 6.s, ,,titi' ! ei i &bsegala makhluk
jy,Ki f,ir-airi 0 3S,A :p:y fr
di langit dan bumi semuanya senantiasa ber-
+FtiiLfr i"A';rj\3,q^v\dlKti
3gt4v"{:a'F<-6fr9'e\66 tasbih menyucikan Allah SWT memuja-Nya,

7l;itust:uv)W,irtv*F\eup mengagungkan-Nya, menunjukkan, dan mem-

ffi$J)te(t'1E*oV buktikan akan wujud-Nya, dengan menun-
jukkan kemahasempurnaan-Nya dan kema-
'Apa yang ada di langit dan aPa yang ada di
bumi senantiasa bertasbih ke-pada Allah; milik- hakayaan-Nya ftiada membutuhkan suatu
Nya semua kerajaan dan bagi-Nya (pula) segala
pujian; dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. apa pun). Huruf lam pada kata (n| adalah

Dialah yang menciptakan kamu, lalu di antara zaa'iddah (tambahan). Di sini diungkapkan
kamu ada yang kafir dan di antara kamu (juga) dengan menggunakan kata (up [maktluk ti-

ada yang mukmin. Dan Allah Maha Melihat apa dak berakal) bukan man (makhluk berakal),
yangkamu kerjakan. Dia menciptakan langit dan
bumi dengan (tujuan) yangbenan Dia membentuk karena mempertimbangkan kelompok yang
rupamu lalu memperbagus rupa-mu, dan kepada-
Nya tempat kembali. Dia mengetahui apa yang ada lebih banyak-
di langit dan di bumi, dan mengetahui aPa yang
kamu rahasiakan dan aPa yang kamu nyatakan. 4.'r! ;d i * rr! euarr SWT Mahakuasa
Dan Allah Maha Mengetahui segala isi hati." (at-
atas segala sesuatu, dalam arti bahwa kuasa-
Taghaabun: l-4) Nya dalam menciptakan seluruh makhluk
adalah sama, tiada beda sedikit pun antara
Balaaghah
kuasa-Nya dalam menciptakan makhluk
{.kir i1; jriir Iy di sini, jaarr majruur (i1} yang ini dan kuasa-Nya dalam menciptakan
makhluk yang itu, tetapi semuanya adalah
didahulukan penyebutannya untuk memberi-
kan pengertian al-Hashr (pembatasan) dan al- sama bagi kuasa-Nya.
Ikhtishaash (pengkhususan) dari sisi hakikat
yang sebenarnya. Bahwa kepunyaan Allah ngat(attrkna.. n,6)maatk',s.).-usdn':y"a^ia)daaslYa-hSYAaullkaahni me-
SWT sematalah kekuasaan dan pujian. SWT

{qi 61' ,G 4Y dalam kalimat ini menciptakan orang kafir, dan kekafirannya
terdapat ath-Thibaaq, yaitu antara kata (irr)
dan {y./}. 4A,;;;[;s,;i] di sini terdapat adalah perbuatan dan kasbnya fusahanya).

jinaas naqish, yaitu antara kata (€.,nt| a^n Allah SWT menciptakan orang Mukmin, dan
$;st;y karena ada perbedaan pada harakat.
keimanannya adalah perbuatan dan kasbnya.

Orang kafir, ia kafir dan memilih kekafiran.

Orang Mukmin, ia beriman dan memilih

keimanan. Semuanya adalah dengan izin Allah
SWT. Kalian tidak dapat menghendaki kecuali

apabila dikehendaki Allah SWT, Tuhan semesta

alam. (}-.. 'rrt:ranr;) Allah SWT Maha Melihat

dan Mengetahui amal-amal perbuatan kalian,

lalu Dia memperlakukan kalian sesuai dengan

amal-amal kalian.

(o+) dengan maksud dan tujuan Yang

benar serta hikmah yang agung, yaitu Allah

SWT menjadikan bumi sebagai tempat tinggal Tafslr dan Penlelasan
makhluk mukallaf supaya mereka beramal,
lalu Dia akan membalas mereka, dan Dia me- Surah ini adalah akhir surah al-
nundukkan langit untuk kepentingan mereka.
Musabbihaat Allah SWT berfirman,
4'€,'; ;t'€',;ry ettatr SWT menjadikan
'Apa yang ada di langit dan apa yang ada
bentuk dan rupa kalian dengan sebaik-baiknya
bentuk dan rupa, secara cermat, akurat, dan di bumi senantiasa bertasbih kepada Allah;
teratu6, serta menjadikan kalian sebagai model
milik-Nya semua kerajaan dan bagi-Nya (pula)
dan tipe terbaik seluruh makhluh sebagai- segala pujian; dan Dia Mahakuasa atas segala
sesuatu." (at-Taghaabun: 1)
mana firman-Nya dalam ayat,
Segala makhluk Allah SWT yang ada di
"Sungguh, Kami telah menciptakan
langit-Nya dan bumi-Nya, semuanya senantiasa
manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya." bertasbih menyucikan-Nya dari setiap bentuk
(at-Tiin:4)
kekurangan dan cacat, mengagungkan-Nya,
At:Tashwiir maknanya adalah merancang, memuja-Nya, menunjukkan, dan membukti'
membentuk membedakan, dan mengkhusus-
kan tentang-Nya. Karena Dia adalah Pencipta
kan.
semua dan Pemiliknya, segala kekuasaan
44t lit\ dan hanya kepada-Nya tempat
dan kerajaan adalah kepunyaan-Nya semata.
kembali, jagalah batin dan lahiriah kalian..i,rl)
Dia-lah Yang Menciptakan, Menciptakan,
4.rrlht-ri Feuan swr Maha Mengetahui per-
Membentuk, dan Menguasai segala yang ada,
kataan jiwa, isi hati, dan pikiran serta rahasia. dan segala yang ada berada di bawah kontrol,
Tiada suatu apa pun yang tersembunyi dari-
Nya dan berada di luar pengetahuan-Nya baik kekuasaan, dan dominasi-Nya.
secara keseluruhan maupun secara parsial,
baik global maupun rinci, dan pengetahuan- Kepunyaan Allah SWT semata segala
Nya atas segala sesuatu adalah sama, tidak ada
pujian dan syukur karena Dia-lah Yang berhak
beda antara pengetahuan-Nya tentang sesuatu dan layak atas pujian dan syukur. Dia adalah
dan pengetahuan-Nya tentang sesuatu yang Yang Terpuji atas segala apa yang Dia ciptakan
lain, pengetahuan-Nya tentang sesuatu yang
tersembunyi sama persis dengan pengetahuan- dan takdirkan. Kekuasaan, kerajaan, dan
Nya tentang sesuatu yang tampak.
pujian adalah kepunyaan-Nya semata. Selain
Baidhawi menjelaskan, didahulukannya Allah SWT tidak ada yang mempunyai sedikit
pengukuha n al- Qu drah fkemahakuasaan) yang
pun dari kekuasaan, kerajaan dan puiian.
ada dalam ayat {i.ri # i * it\ atas al:llm
Adapun kekuasaan, keraiaan, dan pujian yang
(kemahatahuan) dalam ayat (.r13r .t,:". i=t; itj!.
adalah karena petunjuk yang terdapat pada ada di tangan para hamba-Nya, itu semata-
makhluk adalah pertama-tama menunjukkan
dan membuktikan kekuasaan Allah SWT. Itu mata berasal dari anugerah-Nya.
berdasarkan keberadaan makhluk itu sendiri,
Allah SWT Mahakuasa atas segala
dan petunjuk ilmu Allah SWT. Hal itu ber-
sesuatu, tiada suatu apa pun yang ada di
dasarkan apa yang ada pada makhluk tersebut langit dan bumi yang berada di luar kuasa-
Nya. Apa pun yang Dia kehendaki, pasti
berupa penciptaan yang sempurna, teliti, terjadi, dan apa yang tidak Dia kehendaki,
tidak akan terjadi.
cermat, dan teratur.
Tasbih adakalanya dengan lisan dan

ucapan verbal seperti yang dilakukan oleh

manusia dan adakalanya dengan ucapan dan

bahasa keadaan yang kita tidak ketahui, se-
bagaimana firman Allah SWT dalam ayat,

"Dan tidak ada sesuatu pun melainkan ber- A)\-d,.i. )i :t'H )i "t;ra i1.t ,iu:t
tasbih dengan memujiNya, tetapi kamu tidak
mengerti tasbih mereka. Sungguh, Dia Maha "Tiap-tiap anak terlahir dalam keadaan
Penyantun, Maha Pengampun " (al-Israa'= 44) fitrah, hingga lisannya bisa mengungkapkan pem-

Selanjutnya, Allah SWT menielaskan se- bicaraan, lalu kedua orangtuanya menjadikannya
bagian dari jejak dan bukti kuasa-Nya, Yahudi, atau menjadikannya Nasrani, atau men-
jadikannya Majusi."
Pertama,
Kedua,
"Dialah yang menciptakan kamu, lalu di
Penciptaan alam semesta semuanya
antara kamu ada yang kafir dan di antara
kamu (juga) ada yang mukmin. Dan Allah dengan hikmah yang agung,

Maha Melihat apa yong kamu kerjakan." (at- "Dia menciptakan langit dan bumi dengan
Taghaabun:2) (tujuan) yang benar, Dia membentuk rupamu

Sesungguhnya Allah SWT Yang telah men- lalu memperbagus rupamu, dan kepada-Nya
ciptakan kalian dalam bentuk dan sifat ter-
temp at kemb ali." (at-Taghaabun: 3)
sebut. Ada sebagian dari kalian yang men-
jadi kafir berdasarkan pilihan dan usahanya Allah SWT menciptakan langit dan bumi
sendiri (kasb) yang tidak sesuai dengan tun- dengan adil, seimbang, dan penuh hikmah
yang agung yang bisa mewujudkan manfaat
tutan fitrahnya. Ada sebagian dari kalian yang alam dalam urusan agama dan dunia. Allah
SWT menciptakan kalian wahai manusia da-
menjadi Mukmin yang memilih keimanan lam bentuh rupa, dan postur yang paling sem-
sesuai dengan fitrah yang lurus dan normal purna, paling baik dan paling bagus, sebagai-
yang berlandaskan kepada ketauhidan dan mana firman-Nya dalam ayat,

keimanan kepada Allah SWT. "Wahai manusia! Apakah yang telah mem-
perdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap
Allah SWT Maha Mengetahui sebelum Tuhanmu Yang Maha Pengasih. Yang telah men-
penciptaan tentang akan jadi apa dan siapa ciptakanmu lalu menyempurnakan kej adianmu
dan menjadikon (susunan tubuh)mu seimbang."
masing-masing dari kalian, lagi Maha Melihat (al-Infithaar: 6-8)
dan Menyaksikan segala amal perbuatan ham-
ba-hamba-Nya. Dia akan membalas mereka 'Allah-lah yang menjadikan bumi untukmu
atas semua amal perbuatan dengan balasan
yang paling sempurna dan utuh. sebagai tempat menetap dan langit sebagai
atap, dan membentukmu lalu memperindah
Di antara ayat yang memiliki makna rupamu serta memberimu rezeki dari yang
baik-baik" (al-Mu'min: 64)
serupa adalah firman Allah SIu\IT,
"Sungguh, Kami telah menciptakan
"Kami berikan kenabian dan kitab (wahyu)
kepada keturunan keduanya, di antara mereka manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya."
ada yang menerima petunjuk dan banyak di (at-Tiin:4)
antara mereka yang fasik." (al-Hadiid: 26)
Hanya kepada-Nya-lah di akhirat tempat
Abu Ya'la, ath-Thabrani. dan Baihaqi kembali. Dia membalas tiap-tiap diri atas apa
meriwayatkan dari al-Aswad bin Sari' dari
yang telah diusahakan dan diperbuatnya.
Rasulullah saw., beliau bersabda,

tt

,y

TAFSIRAL-MUNIR JILID

Ketiga, Ini beda dengan firman Allah SWT di
tempat lain (yang diungkapkan dengan
Ilmu yang komprehensif,
bentuk fi'il maadhl), seperti dalam ayat
"Dia mengetahui apa yang ada di langit
dan di bumi, dan mengetahui apa yang kamu 1 surah al-Hasyr C ti :tit;it C (, !. &y

rahasiakan dan apa yang kamu nyatakan. Dan {.ri!t dan juga.seperti dalam ayat 1 surah
Allah Maha Mengetahui segala isi hati." (at-
Taghaabun:4) al-Hadiid, {.rl!r ,,t u1 c.l1t1'it ,, ', i c.-}

Allah SWT mengetahui segala apa yang yang kedua ayat ini hanya menunjukkan
ada di langit dan bumi. Tiada suatu apa pun pengertian bertasbih secara garis besar
dari semua ituyangtersembunyi dari-Nya dan sebagai bentuk ungkapan mubaalaghah
berada di luar pengetahuan-Nya. Allah SWT
mengetahui apa yang kalian sembunyikan Iintensifikasi).
dan apa yang kalian tampakkan. Ilmu Allah
2. Allah SWT adalah Yang menciptakan ma-
SWT meliputi apa yang disembunyikan
nusia dan Allah SWT mengetahui keadaan
seseorang dalam dirinya berupa rahasia dan
keyakinan. tiap-tiap manusia dalam ilmu-Nya yang
azali sebelum tiap-tiap manusia itu ter-
Di sini ada sebuah catatan yang perlu
diperhatikan, bahwa Allah SWT dalam ayat wujud, berupa keimanan atau kekafiran.
ini menggabungkankan kalimat yang khusus
Bukhari dan Tirmidzi meriwayatkan
kepada kalimat yang umum, kemudian meng- dari hadits Abdullah bin Mas'ud r.a., "Dan
gandengkan lagi sesuatu yang lebih khusus sesungguhnya salah seorang dari kalian

lagi, yaitu isi dan perkataan hati yang tidak beramal dengan amalan penduduk surga,

diutarakan oleh seseorang dengan kata-kata, hingga ketika tersisa jarak satu dziraa'
isyarat, atau dengan suatu bentuk penjelasan
apa pun. atau satu baa' (ukuron panjang dari satu
telapak tangan ke telapak tangan yang lain
Fiqih Kehidupan atau Hukum-Hukum ketika kedua tangan direntangkan) antara

Ayat-ayat di atas menunjukkan sejumlah dirinya dan surga, lalu tulisan sebagai

hal sebagai berikut. orang celaka mengalahkan dirinya, maka
ia pun beramal dengan amalan penduduk
1. Segala makhluk Allah SWT di Iangit dan
neraka, lalu ia pun masuk neraka. Dan
bumi semuanya bertasbih menyucikan- sesungguhnya salah seorang dari kalian
Nya, memuja-Nya, dan mengagungkan-
beramal dengan amalan penduduk neraka,
Nya, karena segala makhluk menunjukkan
hingga ketika tersisa jarak satu dziraa'
dan membuktikan kemahasempurnaan- atau satu baa'antara dirinya dan neraka,

Nya dan kemahakayaan-Nya (tiada butuh lalu tulisan sebagai orang yang beruntung
dan bahagia mengalahkan dirinya, maka
suatu apa pun sedikit pun). Ini adalah ia pun beramal dengan amalan penduduk
tasbih yang permanen, kontinu dan surga,lalu ia pun masuk surga."

selalu berulang terus-menerus selamanya Ulama mengatakan, hal ini terkait

(yang diungkapkan dengan bentuk y''il ilmu azali Allah SWT dengan setiap hal,
mudhaari) yang mencakup setiap bagian lalu berlakulah apa yang Dia ketahui, Dia
kehendaki, dan Dia tetapkan. Terkadang
dari bagian-bagian alam semesta. mungkin Allah SWT menginginkan ke-
imanan seseorang dalam seluruh keadaan-
nya dan terkadang mungkin Dia meng-

TAFSIRAT-MUNIR IILID 14

hendakinya hanya sampai waktu tertentu. Maka mereka telah merasakan akibat buruk dari
Demikian pula halnya dengan kekafiran. perbuatannya dan mereka memperoleh adzab yang
Allah SWT menciptakan alam semuanya,
pedih. Yang demikian itu karena sesungguhnya
langit, dan bumi, dengan adil dan se-
ketika rasul-rasul datang kep ada mereka memb aw a
imbang, dengan hikmah yang agung, dan keterangan-keterangan, lalu mereka berkata, Apa-
sebagai sebuah kebenaran yang yakin dan
pasti tanpa ada keraguan sedikit pun ter- kah (pantas) manusia yang memberi petunjuk
hadapnya. Allah SWT juga menciptakan kepada kami?' Lalu mereka ingkar dan berpaling;
manusia dalam sebaik-baik bentuk, rupa padahal Allah tidak memerlukan (mereka). Dan

dan postur. Hanya kepada Allah SWT Allah Mahakaya, Maha Terpuji. Orang-orang yang
sematalah tempat kembali di kehidupan kafir mengirabahwa mereka tidak akan dibangkit-
akhirat. Dia membalasi tiap-tiap diri atas kan. Katakanlah (Muhammad),'Tidak demikian,
demi Tuhanku, kamu pasti dibangkitkan, kemu-
amalnya. dian diberitakan semua yang telah kamu kerja-

4. Allah SWT Maha Mengetahui segala kan.' Dan yang demikian itu mudah bagi Allah."

yang gaib dan yang tampak, segala yang (at-Taghaabun: 5-7)

tersembunyi dan segala yang terlihat, Qlraa'aat
tiada suatu apa pun di langit dan bumi (trtl,"l .,,P,\ :

yang tersembunyi dari-Nya dan berada Abu Amr membaca <#r>.

di luar pengetahuan-Nya. Allah SWT I'raab

mengetahui segala rahasia dan segala ((r.i; ;,^;iy t<ata {}!} di sini menjadi mub-

yang tampak, mengetahui segala sesuatu tada', sedangkan khabarnya adalah ("r.ri;F.

lahir dan batin, mengetahui segala apa Di sini, khabar menggunakan bentuk y''il

yang ada dalam hati dan pikiran. jamak karena kata basyar memang bisa untuk
jamak dan tunggal dan yang dimaksudkan
KEINGKARAN ORANG.ORANG MUSYRIK
TERHADAP ULUUHIYTAH, KENABIAN, DAN di sini adalah jamak, seperti dalam ayat 15
BA'TS
surah Yaasiin, 4y ;.\i;f u). Seandainya yang
Surah at-Taghaabun Ayat 5 - 7
dimaksudkan di sini adalah tunggal, tentu
Jus 6t1i3k u y:6'ait V,'r"k i\
redaksinya akan berubah menjadi, yahdiinaa,
"A ;4\i 6,(,itu"a[iQ H srk "k'
i";fiu.trg$;sy6s:efri-5i-\tr6,.4\ seperti dalam ayat}4 surah al-Qamar tli t)wy

'Wi fra ti{ l;jrF' ffi r{, iyd,b'*r (Trtrr !. moiurtraf'a"didti

ltt lt',il'3tiv q "bii{*M;;;;Flj' fi'il 4,C" S i;b kata {,.";} adalah
yang dua maf'uul
ts#h -tfb#.l. kepada

'Apakah belum sampai kepadamu (orang- bihr. Kalimat {rj;i ., ri} menempati posisi
dua maf'uul bihi karena kalimat ini memuat
orang kafir) berita orang-orang kafir dahulu?
pembicaraan dan sesuatu yang dibicarakan,

seperti ayat? surah al-Ankabuut, iilOr +iY

[tS).. Kata {iiy di sini adalah an mukhaffafah

dari, anna, sedangkan isimnya dibuang, yakni

qnnahum.

htit.*t:S'"'*I"''la .*{j*ilB..ir*}*......-.,,,,,,,,,,,,,,.,,.,,.,.,.,*it,{,. .... *.iT."l"or't""b'n
.........

Mufradaat Luthawlyyah {knary"aiaiinr-jN} ydaandaAnllakheStidWaTkbmuetnuyhaatank-Nanyakekmepaahdaa-

qeU i,ry belumkah datang kepada kalian suatu apa pun, termasuk di antaranya ketaatan
wahai orang-orang kafir. Istifhaam atau per-
tanyaan di sini berfungsi untuk menggugah dan keimanan mereka ketika Dia membinasa-
rasa heran terhadap urusan dan perkara
kan mereka.(+ # i';h Allah SWT Maha-
mereka. {U} berita yang penting. t3fi uit\
kaya (tiada butuh suatu apa pun sedikit pun)
4,Y e orang-orang kafir terdahulu seperti
dari makhluk-Nya, dari ibadah mereka dan
kaum Nabi Nuh a.s,, kaum Nabi Hud a.s.,
yang lainnya, lagi Maha Terpuji dalam semua
kaum Nabi Saleh a.s.. {iii ,ssi t;t:;y mereka
perbuatan-Nya dan dipuji oleh setiap makhluk.
telah merasakan hukuman dan akibat yang
{j} bukan demikian yang bena6, tetapi
buruk dari kekafiran mereka di dunia. Kata
yang benar adalah kalian benar-benar akan
al-Wabaal asalnya adalah bermakna ats-Tsiql
dibangkitkan kembali (ba'ts). Kata (,,ll}
(berat), seperti contoh tha'aam wabiil yang adalah kata jawab yang jatuh setelah kata

artinya adalah makanan yang berat bagi perut. nafy (negatif) untuk menetapkan sebaliknya,

Kata al-Waabil artinya adalah al-Mathar ats- yaitu itsbaat (positif). {,,iir} demi Tuhanku.

Tsaqiil (hujan yang berat, maksudnya lebat). Ini adalah qasam yang digunakan untuk mem-

Kemudian kata ini digunakan untuk me- perkuat dan mempertegas jawaban yang

nunjukkan makna kemudharatan yang me- ada. {i*tr} sungguh kalian benar-benar akan

nimpa seseorang karena kemudharatan itu dikeluarkan dan dibangkitkan kembali dari
kubur kalian dalam keadaan hidup, dihisab,
adalah berat baginya.
dan dibalas atas amal-amal perbuatan kalian.
Kata {,.iri} di sini maksudnya adalah
q* ,, i'H fiY kemudian sungguh benar-
kekafiran mereka, untuk mengisyaratkan
benar akan diberitakan dan dibeberkan
bahwa kekafiran mereka adalah suatu per-
kepada kalian tentang semua amal perbuatan
kara yang besar dan serius {fi Ju; #;}. a"n
kalian dengan proses hisab dan balasan..rli!])
bagi mereka ada adzab yang menyakitkan dan
{ry i' S; dan semua itu adalah mudah bagi
memilukan di akhirat.
Allah SWT karena kuasa-Nya yang sempurna,
{:.!!} apa yang disebutkan, berupa akibat total dan absolut, serta segala sesuatu pasti

buruk dan adzab dunia yang menimpa mereka. menerima apa yang diinginkan-Nya dan

(iLh diseUabkan oleh. Dhamir ha di sini adalah tunduk kepada kehendak-Nya.

dhamir sya'n. {:rii;li} dengan membawa Persesualan Ayat

berbagai bentuk mukjizat, dalil, bukti, dan Setelah menerangkan bukti-bukti pe-
hujjah-hujjah yang nyata tentang keimanan. tunjuk akan wujud Allah SWT kuasa-Nya
dan jejak-jeiak-Nya di alam ini, Allah SWT
46t4 ;;i) apakah manusia yang memberi memperingatkan kaum musyrikin Mekah
terhadap sikap kafir dan ingkar terhadap
petunjuk kepada kami? Yang dimaksudkan
di sini adalah jenis manusia. Mereka ingka4, uluuhilyah 4tirE ,l'F, ingkar terhadap
menolah dan heran jika seorang rasul adalah
kenabian 46t*-,.:".f) am ingkar terhadap ba'ts
manusia. Kata, {;i} bisa digunakan untuk
4,i.'S !fy. eUan SWT memaparkan hukuman
menunjukkan satu atau jamak.{'r;(} mereka
mereka di dunia dan apa yang dipersiapkan
pun kafir terhadap para rasul. fltjii| dan me-
untuk mereka berupa adzab di akhirat. Allah
reka berpaling dari keimanan dan dari memer-

hatikan dan merenungkan berbagai mukiizat,

bukti petunjuk dan hujjah-hujjah yang ada.

SWT juga menegaskan bahwa ba'ts adalah petunjuk kepada kami?' Lalu mereka ingkar
sesuatu yang haq dan pasti terjadi tanpa ada
keraguan sedikit pun terhadapnya bahwa dan berpaling ; padahal Allah tidak memerlukan
setiap orang pada hari Kiamat akan dibalas (mereka). Dan AIIah Mahakaya, Maha Terpuiii'
(at-Taghaabun: 6)
atas apa yang pernah dikerjakannya.
Adzab dunia dan akhirat disebabkan
Tafslr dan Penfelasan
'Apakah belum sampai kepadamu (orang- oleh karena para rasul yang diutus kepada
mereka telah datang kepada mereka dengan
orang kafir) berita orang-orang kafir dahulu? membawa berbagai mukjizat yang nyata,
Maka mereka telah merasakan akibat buruk serta dalil-dalil dan bukti-bukti yang kuat tak
dari perbuatannya dan mereka memperoleh terbantahkan. Namun, tiap-tiap kaum berkata
adzab yang pedih." (at-Taghaabun: 5) kepada rasul mereka, "Bagaimana bisa di-
persepsikan dan dibayangkan kami diberi
Apakah belum datang kepada kalian wahai petunjuk oleh manusia atau oleh seseorang
dari jenis manusia?"
kaum kafir Mekah, berita kaum kafir dari
Mereka memandang kerasulan pada ma-
umat-umat yang telah lalu, seperti kaum Nabi
Nuh a.s., bangsa Ad, dan bangsa Tsamud, serta nusia adalah sesuatu yang tidak mungkin,
apa yang telah menimpa mereka berupa adzab dan bahwa petunjuk dan hidayah mereka
disampaikan oleh sesama manusia seperti
dan pembalasan disebabkan oleh tindakan mereka adalah hal yang tidak mungkin. Dari
menentang para rasul dan mendustakan ke- itu, mereka pun kafir terhadap para rasul
benaran. Para rasul mereka telah mengajak
dan menyeru mereka untuk mengesakan Allah dan apa yang dibawa oleh para rasul. Mereka
SWT dan hanya menyembah kepada-Nya se-
mata serta meninggalkan berhala dan arca- berpaling dari para rasul, berpaling dari

arca yang mereka iadikan sebagai tuhan-tuhan kebenaran, dan tidaksudi untuk mengamalkan
selain Allah SWT. Mereka pun menerima akibat kebenaran, serta mereka tidak mau memer-
hatikan, menadabburi dan merenungkan apa
buruk dari kekafiran mereka, sikap men- yang dibawa oleh para rasul. Allah SWT pun
menyatakan ketidakbutuhan-Nya sedikit pun
dustakan mereka dan perbuatan-perbuatan kepada keimanan dan ibadah mereka ketika
hina mereka, yaitu berupa adzab dunia, dan Dia membinasakan mereka, Allah SWT tiada

di akhirat mereka memperoleh adzab yang membutuhkan alam sedikit pun dan tidak

sangat menyakitkan dan memilukan sekali, pula ibadah mereka. Allah SWT Maha Terpuji
Yang senantiasa dipuia dan dipuji oleh setiap
yaitu adzab neraka,
makhluk-Nya, baik dengan bahasa lisan
Ini adalah bentuk ungkapan yang meng-
gugah rasa keheranan terhadap keadaan dan maupun dengan bahasa keadaan.

tingkah mereka yang aneh. Selanj utnya, Allah SWT menginformasikan
orang-orang kafir; orang-orang musyrik dan
Selanjutnya, Allah SWT menerangkan orang-orang ateis bahwa mereka menyangka

sebab-sebab hukuman dunia dan akhirat yang dan memiliki persepsi bahwa mereka tidak
mereka terima, akan dibangkitkan dan dihidupkan kembali,

"Yang demikian itu karena sesungguhnya "Orang-orang yang kafir mengira bahwa

ketika rasul-rasul datang kepada mereka mem' mereka tidak akan dibangkitkan." (at'
bawa keterang an-keterangan, lalu mereka ber'
kata, Apakah (pantas) manusia yang memberi Taghaabun:7)

Orang-orang musyrik menyangka dan Ini adalah ayat ketiga yang di dalamnya
mengklaim bahwa tidak ada yang namanya
ba'ts, hisab, dan pembalasan, sebagaimana Allah SWT memerintahkan kepada Rasul-Nya
saw. untuk bersumpah demi Tuhan beliau,
pernyataan mereka yang terdapat dalam ayat, guna menegaskan keberadaan dan teriadinya
Kiamat dan hari berbangkit, Ayatyang pertama
"Mereko berkata, Apakah betul, apabila adalah,

kami telah mati dan telah menjadi tanah "Dan mereka menanyakan kepadamu
(Muhammad), 'Benarkah (adzab yang di-
dan tulang belulang, kami benar-benar akan
dib ang kitka n kemb ali?"' (al-Mu'minuun: 82) janjikan) itu?' Katakanlah,'Ya, demi Tuhanku,

Di sini terkandung kecaman dan cercaan sesungguhnya (adzab) itu pasti benar dan

terhadap kaum kafir Mekah. az-Za'm (ang- kamu sekali-kali tidak dapat menghindar."'
(Yuunus:53)
gapan, sangkaan) adalah mengaku menge-
Sedangkan ayat yang kedua adalah firman
tahui, padahal terdapat tanda-tanda dan Allah S\AIX,

indikasi-indikasi yang jelas yang menunjuk- "Dan orang -orang yang kafir berkata,'Hari
kan sebaliknya dan tidak sesuai dengan pe-
ngetahuan yang diklaim tersebut. Dalam se- Kiamat itu tidak akan datang kepada kami.'
buah hadits disebutkan, "az-Za'm (mengira,
meny ang ka) adalah kendaraannya dusta." Katakanlah,'Pasti datang, demi Tuhanku yang

Allah SWT pun membantah anggapan dan mengetahui yang gaib, Kiamat itu pasti akan

persangkaan mereka, datang kepadamu."' (Saba': 3)

"Katakanlah (Muhammad),'Tidak demi- Sedangkan ayat yang ketiga adalah ayat7
kian, demi Tuhanku, kamu pasti dibangkitkan,
kemudian diberitakan semuq yang telah kamu surah at-Taghaabun.
kerjakan.' Dan yang demikian itu mudah bagi
Allah." (at-Taghaabun: 7) Di antara ayat yang memiliki makna

Katakan kepada mereka wahai Rasul dan serupa adalah firman Allah S\MX,

beritahukan kepada mereka bahwa kalian "Dia berkata,'Siapakah yang dapat meng'

sungguh benar-benar pasti akan dibangkitkan hidupkan tulang-belulang, yang telah han-
cur luluh?' Katakanlah (Muhammad), 'Yang
kembali dan dikeluarkan dari kubur kalian da- akan menghidupkannya ialah (Allah) yang

lam keadaan hidup kembali. Kemudian, sung- menciptakannya pertama kali. Dan Dia
guh benar-benar akan diberitakan dan di-
Maha Mengetahui tentang segala makhluk."'
beberkan kepada kalian semua amal perbuatan (Yaasiin:78-79)

kalian, baik yang besar maupun yang kecil, Flqlh Kehldupan atau Hukum-Hukum

untuk menegakkan hujjah atas kalian sehingga Dari ayat-ayat di atas dapat diambil se-

kalian tidak bisa lagi mengelak dan membantah, jumlah kesimpulan sebagai berikut.

kemudian kalian diberi balasan atas semua 1. Allah SWT memperingatkan orang-orang

amal perbuatan kalian. Ba'ts [membangkitkan musyrik di Mekah dan lainnya atas sikap
dan menghidupkan kembali) dan pembalasan mereka yang konsisten dalam kekafiran
bahwa mereka akan dihukum dengan
itu adalah sangat ringan dan mudah bagi Allah hukuman seperti yang menimpa kaum
kafir dari umat-umat terdahulu, seperti
(;)SWT. Kata di sini adalah untuk menetapkan

dan menegaskan apa yang sebelumnya telah di-

ingkari oleh mereka, yaitu ba'8.

kaum Nabi Nuh a.s., kaum Nabi Hud a.s., TUNTUTAN UNTUK BERIMAN DAN
dan kaum Nabi Saleh a.s.. Hukuman itu PERINGATAN TERHADAP KENGERIAN.
ditimpakan kepada mereka di dunia dan KENGERIAN HARI KIAMAT
menanti mereka di akhirat.
Surah at-Taghaabun Ayat 8 - 10
2. Sesungguhnya sebab-sebab diadzabnya
orang-orang kafir pada masa lalu adalah 615\i^vW?ittgvllsrlUprt

kekafiran mereka terhadap Allah SWT E16"$uittii 8, &t A K** iie
keingkaran mereka terhadap ayat-ayat-
rW iV tr &t-u); W )o\,*9-
Nya. Mereka mendustakan para rasul yang
diutus kepada mereka dengan membawa \:d w a-Y$'ir q;uE#*
berbagai bentuk mukjizat, dalil-dalil, dan \tu jjrYf.'g i;.$v ffi Ly;t 34,
bukti-bukti yang nyata, serta keingkaran A'j A. a-:y- r3t +;; aqJ6ll,
mereka terhadap ba'rs, hisab dan pem-
A 'x;Jt
balasan. HJ

Kekafiran mereka terhadap para rasul "Maka berimanlah kamu kepada Allah dan
mereka adalah dilatarbelakangi oleh motif Rasul-Nya dan kepada cahaya (Al-Qur'an) yang
bahwa mereka tidak percaya, menolah dan
menyangkal jika seorang rasul adalah ber- telah Kami turunkan. Dan Allah Mahateliti
asal dari manusia. Mereka pun meremeh- terhadap aPa yang kamu kerjakan. (Ingatlah)
kan dan merendahkan rasul tersebut. Me- pada hari (ketika) Allah mengumpulkan kamu

reka tidak tahu dan tidak sadar bahwa pada hari berhimpun, itulah hari pengungkapan
sesungguhnya Allah SWT mengutus siapa kesalahan-kesalahan. Dan barangsiapa beriman
saja yang dikehendaki-Nya kepada para
hamba-Nya, sebagaimana pula mereka kepada Allah dan mengerjakan kebajikan niscaya
tidak tahu bahwa sesungguhnya Allah Allah akan menghapus kesalahan-kesalahannya
SWT Mahakaya dengan kekuasaan-Nya,
sehingga Dia tiada membutuhkan suatu dan memasukkannya ke dalam surga yang
apa pun sedikit pun, termasuk ketaatan
mengalir di b aw ahny a sungai- sungai, mereka kekal
para hamba-Nya.
di dalamny a s elama-lamany a. Itulah kemenangan
3. Allah SWT memerintahkan kepada Nabi-
yang agung. Dan orang-orang yang kafir dan
Nya saw agar bersumpah demi Tuhan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itulah

beliau kepada orang-orang musyrik penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.

bahwa sesungguhnya ba'ts adalah haq, Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali." (at-
pasti ada dan pasti terjadi. Mereka pasti
akan dikeluarkan dan dibangkitkan kem- Taghaabun:8-10)
bali dari kubur mereka dalam keadaan
hidup kembali bahwa akan diberitakan Qlraa'aat
dan dibeberkan kepada mereka apa saja
yang pernah mereka kerjakan semuanya 4L!rF {"i},

'bahwa ba'ts dan pembalasan adalah Nafi'dan Ibnu Amr membaca <Lii> <'F->.

sangat mudah bagi Allah SWT karena me- 4\-;;,b-/ :
ngembalikan seperti semula adalah lebih
Warsy, as-Susi, dan Hamzah secara waqaf
mudah daripada memulai.
membaca 1;;;.

TAFSIRAL-MUNIR lltlp 14 il{l -/----*--\- su?.h.t-Tashaabun

l'raab syari'at dan hukum-hukum, 44 :tt:{t i n';}

yang{q-boe'rtlat'a5llu;xq.d;;e.nygaknatkaa(liim!}ata(dia,la{h} zharf dan Allah SWT Maha Mengetahui apa yang

atau kalian kerjakan dan Dia akan membalas kalian

kalimat (i'rtb sehingga asumsinya adalah atas apa yang kalian kerjakan.

latub'atsunna aw latunabba'unna yauma {5.:4 i}} ingatlah hari saat kalian

yajma'ukum li yaumil jam'i. dikumpulkan dan dihimpunkan. {a*lrs;r} hari
Kiamat saat hari itu semua makhluk berupa
Kalimat (F.;!y dengan bacaan rafa' dan malaikat, manusia dan jin dikumpulkan dan
dihimpunkan, dalam rangka untuk menjalani
ini adalah qiraa'aat yang masyhur. Ada versi apa yang ada pada hari itu berupa hisab dan

qiraa'aat yang membaca dengan huruf 'ain pembalasan. Hari Kiamat disebut YaumulJam'i

disukun, yajma'kum karena alasan banyaknya karenaAllah SWT padahari itu mengumpulkan

harakat secara beruntun. Seperti ayat9 surah dan menghimpunkan seluruh makhluk di

al-lnsaan 45+*ty. eaa qiraa'aat yang mem- tempat yang sama. (J,.3' i;F hari di mana

baca dengan mim disukun nuth'imkum. terungkap kerugian dan ketertipuan orang
kafir karena ia telah meninggalkan keimanan,
Balaaghah serta kerugian dan ketertipuan orang Mukmin
karena keteledorannya dalam menjalankan
$6yi ,$it ,jrl) di sini terdap at isti'aarah,
kebaj ikan. Kata ini dipinj am dari tag haab an a at-
yaitu meminjam kata an-Nuur (cahaya) untuk
Tujjaaru yang artinya seorang penjual merugi
menunjukkan arti Al-Qur'an, karena Al-Qur'an
menerangi kegelapan-kegelapan dan meng- karena ia menjual barangnya dengan harga

hapus syubhat-syubhat. lebih rendah dari nilai harga semestinya, atau

gu.i.y5i*,'rF u!'jh 4*l.6 ;;.t lv)ci ar| di seorang pembeli merugi karena ia membeli
dengan harga yang lebih tinggi dari harga
antara dua kalimat ini terdapatal-Muqaabalah
semestinya. at-Taghaabun di akhirat adalah at-
(perbandingan) antara balasan orang-orang
Taghaabun yang sesungguhnya, bukan dalam
Mukmin dan balasan orang-orang kafir.
urusan-urusan dunia, Karena urusan-urusan
(t.#.l ' ,;_ 7.),.J. ;. if} dalam kalimat ini akhirat jauh lebih besar dan abadi.

terdapatiin aas isytiqaaq. Ada sebagian ulama kontemporer yang

{.i6t, i;} di sini terdapat isti'aarah, menafsirkan yaum at-Taghaabun dengan,

yaitu meminjam kata at-Taghaabun untuk yaum adz-Dzuhuul fhari kebingungan, keter-
menunjukkan makna apa yang terjadi pada
hari Kiamat berupa pertukaran kebaikan cengangan, dan kepanikan).
dengan keburukan. Ini mirip dengan mubaa-
Di sini terkandung ejekan terhadap
dalah mu'aawadhah (pertukaran) dan tijaarah
orang-orang yang celaka dan sengsara. Dalam
(perniagaan). sebuah hadits yang diriwayatkan oleh imam

Mufradaat Lughawlyyah Ahmad dengan sanadnya dari Rasulullah saw.

dan fcla;htta\yNaaybani gMtuehlaahmmKaadmisatuwr.u{ndk1ain,t,ity'a;rktnii\ disebutkan, "Tiada seorang hamba yang masuk

Al-Qur'an. Al-Qur'an dengan kemukiizatannya surga, melainkan ia diperlihatkan tempatnya
adalah sesuatu yang jelas dan nyata, serta di neraka yang akan ia masuki seandainya
ia berbuat kejelekan, supaya ia semakin ber-
menerangkan dan menjelaskan apa yang
tambah syukur. Begitu juga, tidak ada seorang
terkandung di dalamnya berupa aqidah,
hamba yang masuk neraka, melainkan ia di-

perlihatkan tempatnya di surga yang akan Tafslr dan Penlelasan

menjadi tempatnya seandainya ia berbuatbaih "Maka berimanlah kamu kepada Allah
dan Rasul-Nya dan kepada cahaya (AI-Qur'an)
supaya hal itu membuat rasa penyesalannya yang telah Kami turunkan. Dan Allah Mahateliti

semakin bertambah." terhadap apa yang kamu kerjakan." (at-

sale(hq. 4'-,;'4";tl.'i:rit}r-dua!n| beramal dengan amal Taghaabun:8)
gabungan dua hal ter-
fika perkara ba'ts adalah sesuatu yang
sebut, yaitu dihapusnya kesalahan-kesalahan mudah dan ringan bagi Allah SWI percaya
dan berimanlah kalian kepada Allah SWT
dan masuk surga disertai dengan keabadian
dan Rasul-Nya Muhammad saw serta kepada
di dalamnya adalah keberuntungan dan ke- kitab-Nya [Al-Qur'an) yang menuntun, dan
menunjukkan kepada kebahagiaan serta me-
suksesan yang agung. Karena hal itu me- nyelamatkan dari gelapnya kesesatan. Kitab-
Nya adalah cahaya yang menjadi petunjuk dan
ngombinasikan kemaslahatan-kemaslahatan, pembimbing ketika ada urusan-urusan yang
sulit dan kurang jelas.
berupa menolak segala bentuk kemudharatan
Allah SWT Maha Mengetahui segala
dan mendapatkan segala bentuk manfaat dan
sesuatu, tiada suatu apa pun dari ucapan dan
kebaikan. (qq,jo;F dan mendustakan ayat- perbuatan kalian yang tersembunyi dari-Nya
dan berada di luar pengetahuan-Nya. Dia akan
ayat Kami, yaitu Al-Qur'an yang ayat-ayatnya
membalas kalian atas semua itu, baik atau
menunjukkan dan menegaskan tentang ba'ts.
buruk. Di sini terkandung pesan ancaman atas
Ada hal yang perlu diperhatikan di sini setiap kemaksiatan yang dilakukan atau atas
setiap kewajiban yang ditinggalkan.
bahwa kedua ayat ini (i! ti .ri) dan ;jr;y
Al-Qur'an disebut sebagai nur atau cahaya,
(rjlr adalah penjelasan dan uraian lebih lanjut karena Al-Qur'an menjadi penunjuk dan pem-
bimbing dalam berbagai kesyubhatan, seba-
tentang makna at-Taghaabun, sebagaimana gaimana cahaya dijadikan sebagai penunjuk

hal ini disebutkan oleh Baidhawi. dalam kegelapan-kegelapan.

Persesualan Ayat "(Ingatlah) pada hari (ketika) Allah me-

Setelah menerangkan dalil-dalil dan ngumpulkan kamu pada hari berhimpun, itulah
h ari p en g un g ka p an ke s a I a h an - ke s a I ah a n." (at-
bukti-bukti tauhid, uluuhiyyah, dan kenabian, Taghaabun:9)

bantahan terhadap orang-orang kafir atas I ngatlah hari Kiamatyang di dalamnyaAllah

sikap mereka yang ingkar dan tidak percaya SWT mengumpulkan dan menghimpunkan
para penghuni al-Mahsyar semuanya dari
terhadap ba'ts, serta penjelasan tentang generasi awal hingga generasi terakhir di

hukuman yang menimpa umat-umat kafir satu tempat yang sama untuk pembalasan. Di
terdahulu disebabkan kekafiran mereka dalamnya, Allah SWT mengumpulkan antara
terhadap Allah SWT dan mendustakan para setiap orang yang beramal dengan amalnya

rasul, Allah SWT menuntut dan memerintahkan dan antara setiap nabi dengan umatnya,

untuk beriman kepada-Nya, kepada Rasul-Nya sebagaimana firman Allah S\MT,
saw., kepada ayat-ayat Al-Qur'an, dan kepada
ba'ts karena perlu diketahui bahwa mengakui
adanya ba'ts adalah salah satu tuntutan iman

dan bagian inheren dari iman.

Kemudian, Allah SWT memperingatkan

hisab dan balasan di akhirat, memaparkan

bentuk-bentuk manifestasi at-Taghaabun di
akhirat dan menguraikannya dengan uraian
yang sempurna dan lengkap.

-rAFSrRAr-MUNTR
JrLrD

"ltulah hari ketika semuq manusia dikum- at-Taghaabun asalnya adalah diambil dari
l<ata al-Ghabn (penipuan harga) yang artinya
pulkan (untuk dihisab), dan itulah hari yang di-
saksikan (oleh semua makhluk)." (Huud: 103) memperoleh sesuatu dari rekannya dengan
nilai harga yang tidak sesuai dengan nilai
"Katakanlah,'(Ya), sesungguhnya orang- harga yang sesungguhnya dalam berbagai
bentuk akad atau transaksi mu'aawadhah
orang yang terdahulu dan yang kemudian, (pertukaran, seperti jual beli dan sebagainya.
pasti semua akan dikumpulkan pada waktu
tertentu, pada hari yang sudah dimaklumi."' Sebagai contoh, seorang penjual merugi karena
(al-Waaqi'ah: 49-50) menjual barangnya dengan harga lebih rendah
dari nilai harga sesungguhnya dari barang itu.
Hari itu, yaitu hari Kiamat adalah hari
Atau seorang pembeli rugi karena membeli
at-Taghaabun yang di dalamnya tampaklah barang dengan harga yang lebih tinggi dari
nilai harga sesungguhnya). Oleh karena di
kerugian dan ketertipuan (al-Ghabn) orang akhirat tidak ada mu'aawadhah, penggunaan
kafir dengan dirinya meninggalkan keimanan,
serta kerugian orang Mukmin dengan sikap kata ot-Taghaabun untuk menunjukkan makna
amal yang dipersembahkan ketika di dunia dan
lalai melakukan kebaikan.
balasannya di akhirat adalah sebagai bentuk
Masing-masing dari kedua golongan, isti'aarah karena menunjukkan pengertian

telah tampak bagi mereka kerugian yang kurang dan merugi yang dialami oleh penjual,
Kesimpulannya adalah hari Kiamat adalah
sangat luar biasa. Seakan-akan para penghuni
hari at-Taghaabun yang dibolehkan. Di dalam-
neraka menukarkan kebaikan dengan ke- nya, para penduduk al-Mahsyar saling melaku-
burukan, menukarkan yang bagus dengan kan al-Ghabn terhadap sebagian yang lain. Di
yang jelek, dan menukar nikmat dengan dalamnya, ahli kebenaran melakukan al-Ghabn
terhadap ahli kebatilan. Para penghuni surga
adzab. Sedangkan para penghuni surga melakukan al-Ghabn terhadap para penghuni
neraka.
seakan-akan melakukan hal sebaliknya.
Selanjutnya, Allah SWT menjelaskan
Meskipun begitu, para penghuni surga itu
tetap merasa kurang dan merugi karena ia dan menguraikan Iebih lanjut pengertian at-
tidak mempersembahkan amal saleh yang
Iebih banyak lagi dari apa yang telah mereka Taghaabun.
persembahkan. Al-Maghbuun [orang yang
Pertama,
tertipu dan merugi) adalah orang yang "Dan barangsiapa beriman kepada Allah
merugi dan kehilangan keluarganya serta
dan mengerjakan kebajikan niscaya Allah
kehilangan tempat-tempat kedudukannya
akan menghapus kesalahan-kesalahannya dan
di surga. Di atas telah disebutkan sebuah memasukkannyo ke dalam surgayang mengalir

hadits shahih yang diriwayatkan oleh imam di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di
Ahmad, "Tiada seorqng hamba yang masuk
surga, melainkon ia diperlihatkan tempatnya dalamny a selama - I am any a. I tul ah ke me nang an

di neraka yang akan ia masuki seandainya yang qgung." (at-Taghaabun: 9)

ia berbuat kejelekan, supoya ia semakin ber' Barangsiapa yang percaya dan beriman
tambah syukur. Begitu juga, tidak ada seorqng kepada Allah SWT dengan keimanan yang
hamba yang masuk neraka, melainkan ia
diperlihatkan tempatnya di surga yang akan shahih, membenarkan, memercayai, dan

menjadi tempatnya seandainya ia berbuatbaik,

supaya hal itu membuat rasa penyesalannya

semakin bertamb ah besar."

TAFSIRAL-MUNIR IILID 14

mengimani apa yang dibawa dan disampai- huni neraka. Mereka kekal berada di dalam-
kan oleh para rasul berupa hasyr (hari peng- nya, Seburuk-buruk tempat kembali adalah
himpunan), ba'ts [hari dibangkitkan kembali tempat kembali mereka, dan neraka adalah
dari kubur), surga, neraka dan yang lainnya,
serta mengerjakan amal saleh dengan me- seburuk-buruk tempat tinggal mereka.
nunaikan kewajiban-kewajiban dan ketaatan-
ketaatan serta menjauhi larangan'larangan, Kedua ayat ini merupakan dalil yang me-
niscaya Allah SWT menghapus kesalahan-ke-
salahan dan dosa-dosanya serta memasukkan- nunjukkan keadaan orang-orang yang bahagia
nya ke dalam surga-surga yang di bawahnya
terdapat istana-istana, diantara pepohonan- dan keadaan orang-orang yang celaka dan
nya mengalir sungai-sungai, sedang mereka
sengsara, untuk menjelaskan dan menguraikan
tinggal di dalamnya selama'lamanya. Peng- lebih lanjut pengertian at-Taghaabun yang di-

hapusan dosa dan kesalahan-kesalahan serta sebutkan sebelumnya.
dimasukkan ke dalam surga. Itulah sebuah ke-
beruntungan yang tiada tertandingi yang tiada Di sini, Allah SWT mengungkapkan orang-
lagi keberuntungan sebelum dan sesudahnya orang beriman dengan menggunakan bentuk

karena itu adalah keberuntungan meraih fi'il mudhaari' untuk menunjukkan pengertian

sebaik-baik buah dan hasil. waktu yang akan datang (ll qi.rr|. Sedang-

Di sini digunakan kalimat (ti+ ,lr;Y dalam kan ketika mengungkapkan tentang orang-
orang kafir; Allah SWT menggunakan bentuk
bentuk jamah setelah kalimat 4 i. ;,tb y^ne
fi'it maadhi fltr{ ulttb.Maksudnya, adalah
berbentuk tunggal. Itu karena penggunaan
barangsiapa yang beriman dari orang-orang
kata khaalidiina yangberbentuk jamak adalah yang sebelumnya kafir dan mendustakan ayat-

mempertimbangkan kata man dari aspek ayat Kami, Kami masukkan ia ke dalam surga'
Sedangkan orang yang tetap tidak beriman di
maknanya, sedangkan penggunaan l<atayu' min antara mereka, mereka itulah para penghuni
yang berbentuk tunggal adalah karena mem-
neraka.
pertimbangkan aspek atau bentuk redaksi
Flqlh Kehldupan atau Hukum-Hukum
alaulafazhman.
Ayat-ayat di atas menunjukkan sejumlah
Kedua, hal sebagai berikut.

"Dan orang-orang yang kafir dan men' l. Setelah menginformasikan terjadinya hari

dustakan ayat-ayat Kami, mereka itulah peng' Kiamat, Allah SWT memerintahkan para
hamba-Nya untuk beriman kepada-Nya
huni neraka, mereka kekal di dalamnya. Dan dan kepada Rasul-Nya Muhammad saw.
itulah seburuk-buruk tempat kembali." (at' serta kepada Al-Qur'an yang duturunkan
Taghaabun:10) kepada beliau, supaya mereka tidak ter-

Orang-orang yang ingkar terhadap ke- timpa hukuman seperti Yang Pernah
esaan Allah SWT dan kuasa-Nya, mendusta' menimpa umat-umat kafir terdahulu di-
kan, menolah dan tidak memercayai ayat- sebabkan kekafiran mereka terhadap
ayat-Nya yang diturunkan kepada hamba-Nya
Allah SWT dan mendustakan para rasul.
Muhammad saw, dan termasuk di antara- Allah SWT mempertegas dan memperkuat

nya adalah ayaf-ayat yang menunjukkan dan perintah ini dengan kalimat ;tiu:" a'iti\
menegaskan ba'ts, mereka itulah para peng-
{}",, Allah swT Maha Mengetahui segala

apa yang kalian sembunyikan dan segala
apa yang kalian tampakkan. Karena itu,

senantiasalah kalian m enjaga muraaqab ah Pengkhususan ini memberikan pengertian
bahwa tidak boleh ada al-Ghabn di dunia.
kepada Allah SWT fkesadaran bahwa Allah Setiap orang yang mengetahui ada unsur
SWT selalu mengawasi dan mengetahui)
al-Ghabn pada sesuatu yang dijual, itu
dan takutlah kalian kepada-Nya dalam ditolak dan tidak boleh. lil<a al-Ghabn
yang ada lebih dari sepertiga dan itu
kedua keadaan dan konteks tersebut adalah yang disebut dengan al-Ghabn al-

ftersembunyi dan tampak), Faahisy (yang keterlaluan, berlebihan dan
tidak wajar). Itu adalah termasuk bentuk
2. Kemudian, Allah SWT mempertegas pe- penipuan yang diharamkan secara syara'

rintah tersebut dengan memperingat- dalam setiap agama.

kan terhadap kengerian-kengerian hiruk Adapun al-Ghabn al-Yasiir (al-Ghabn
pikuk hari Kiamat serta keras dan berat-
yang wajar), itu tidak mungkin dielak-
nya hisab dan pembalasan. Di sini Allah
SWT menjelaskan bahwa Dia akan me- kan dan dihindari sehingga jual beli yang
ada tetap sah dan tidak rusak. Karena
ngumpulkan dan menghimpunkan se- seandainya kita menetapkan untuk me-
luruh penduduk langit dan bumi pada nolak al-Ghabn al-Yasiir, niscaya tidak
hari Kiamat. Hari Kiamat adalah hari
akan ada transaksi jual beli yang ter-
pengumpulan dan penghimpunan serta laksana karena jual beli memang pasti

hari at-Taghaabun. tidak lepas dari al-Ghabn al-Yasiir. Ketika
al-Ghabn yang ada mencapai angka yang
Hari Kiamat disebut hari at-Taghaa- banyak (berlebihan, tidak wajar), itu bisa
bun karena orang-orang kafir membeli dihindari dan dielakkan sehingga harus
kehidupan dunia dengan akhirat dan ditolak dan dilarang.
membeli kesesatan dengan petunjuk, me-
Perbedaan antara al-Ghabn yang
nukar akhirat dengan dunia dan menukar sedikit dan wajar (al-Yasiir) dengan a/-

petunjuk dengan kesesatan. Tiadalah Ghqbn yang banyah berlebihan dan tidak
wajar (al-Faahisy) adalah dengan meng-
beruntung perniagaan mereka. Adapun gunakan patokan sepertiga. Ulama kami
menetapkan patokan sepertiga untuk
orang-orang Mukmin, Tuhan mereka telah
batasan ini, karena mereka melihat
menunjukkan mereka kepada perniagaan
patokan sepertiga juga berlaku dalam
yang menguntungkan, yaitu iman dan
jihad. Mereka pun menjual jiwa mereka wasiat dan yang lainnya.laz
ditukar dengan surga. Rugilah transaksi
4. Sesungguhnya balasan orang-orang Muk-
orang-orang kafir dan untunglah transaksi
min adalah masuk taman-taman surga
orang-orang Mukmin. Maknanya adalah
yang di bawah istana-istananya mengalir
hari at-Taghaabun boleh secara mutlak. sungai-sungai. Mereka kekal berada di
dalamnya selama-lamanya. Itulah keber-
Muqatil bin Hayyan menjelaskan, untungan, keberhasilan, dan kesuksesan
telak yang tiada lagi keberuntungan se-
tidak ada al-Ghabn yang lebih besar
142 Ahkaamul Qur'aan, karya Ibnul Arabi, 4/L804, Tafsir Al-
daripada keadaan saat orang-orang ini Qurthubi, L8/L38.

masuk ke dalam surga, sementara orang-

orang itu dibawa ke neraka.

3. Ibnul Arabi menjelaskan, ulama men-

jadikan ayat (;JrJr i';.qt\ sebagai landasan
dalil bahwa al-Ghabn dalam muamalat
duniawiah adalah tidak boleh karena

Allah SWT mengkhusu skan at-Taghaabun

hanya pada hari Kiamat {.;itJr i; eu!}.

telahnya. Keberuntungan itu mencakup {,t-)t t*ir'at t*i;Y di sini terdapat al-

keselamatan dari segala bentuk bahaya Ithnaab [memperpanjang suatu perkataan

dan kengerian. karena suatu faedah) dengan mengulang pe-

5. Sesungguhnya balasan orang-orang yang nyebutan fi'il ftifuity untuk menambah inten-

kafir kepada Allah SWT dan Al-Qur'an sitas penegasan.

adalah masuk neraka secara kekal dan Mufradaat Lufhawlyyah
abadi di dalamnya. Seburuk-buruk tempat
kembali adalah neraka fahannam. i) setiap sesuatu yang menimpa se-

Balasan yang ditetapkan untuk kedua seorang berupa kebaikan atau keburukan. '11)

golongan ini, yaitu golongan Mukmin {i' l!! melainkan dengan takdir; iraadoh dan
kehendak Allah SWT. {"f +} niscaya Allah
dan golongan kafi4, adalah penjelasan,
SWT menunjuki hatinya, melapangkan dada-
uraian, dan tafsir kata at-Taghaabun yang nya untuk senang kepada kebaikan dan ke-
disebutkan sebelumnya. taatan, dan tetap teguh dan konsisten di atas
keimanan, sabar atas musibah, dan mengha-
SEGALA SESUATU SESUA! DENGAN QADHA
DAN QADAR dapinya dengan penuh ridha. 4V :" 1", i';)

Surah at-Taghaabun Ayat LL-Lg dan Allah SWT Maha Mengetahui segala se-
suatu, termasuk hati dan kondisinya.
* )\,.;fi.,fi ,i,\01!, $1 11,i, b +y*rt
{e, rI} maka jika kalian berpaling. [xir]
Wv'ntygyfi t4.,tFgu.,ti,v?$ {"1' menyampaikan dengan penyampaian
g+r s;:6 & Yig ;41' tE j3*St yang jelas. 4onit, f 4 it,r,j) aan hendaknya

,H;riEA g'';$t Jt{ x C c# r hanya kepada Allah SWT semata orang-orang
Mukmin memasrahkan urusan mereka kepada
<;j;A
Allah SWT, disebabkan keimanan mereka
"Tidak ada suatu musibah yang menimpa
bahwa setiap sesuatu adalah dari-Nya.
(seseorang), kecuali dengan izin Allah; dan
Persesualan Ayat
barangsiapa beriman kepada Allah, niscaya Allah
akan memberi petunjuk kepada hatinya. D an Allah Setelah menerangkan bahwa manusia

Maha Mengetahui segala sesuatu. Dan taatlah ada dua golongan, golongan Mukmin dan go-
Iongan kafir, kemudian memerintahkan untuk
kepada Allah dan taatlah kepada Rasul. Iika kamu beriman dan beramal saleh, serta melarang
berpaling maka sesungguhnya kewaiiban rasul kekafiran dan menjauhinya, Allah SWT mene-
Kami hanyalah menyampaikan (amanah Allah) rangkan bahwa setiap sesuatu yang menimpa
dengan terang. (Dialah) Allah, tidak ada tuhan seseorang, baik itu berupa kebaikan atau ke-
selain Dia. Dan hendaklah orang-orang mukmin burukan, itu adalah dengan qadha dan qadar
bertawakal kepada Allah." (at-Taghaabun: I l-13) Allah SWT sesuai dengan hukum-hukum alam
yang diatuc ditata, disusun, dan dirancang
BalaaEhah berdasarkan kehendak Allah SWT. Kemudian,
Allah SWT memerintahkan untuk taat kepada-
#4F (**i up di antara kedua kata ini Nya dan taat kepada Rasul-Nya saw,, serta
bertawakal hanya kepada-Nya semata.
terdapatTin aas isytiqaaq.

Tafslr dan Penlelasan pun yang tersembunyi dari-Nya dan berada
"Tidak ada suatu musibah yang menimpa di luar pengetahuan-Nya, dan Dia juga Maha
Mengetahui hati dan segala hal ihwalnya.
(seseorang), kecuali dengan izin Allah." (at-
Taghaabun:11) Abdullah bin Abbas r,a. menjelaskan

Sesungguhnya setiap sesuatu yang firman Allah SWT berikut ini {i:ii 'A iu ,yi. i:b

menimpa seseorang berupa kebaikan atau maksudnya adalah Allah SWT menuniuki hati-
nya untuk yakin sehingga ia pun mengetahui,
keburukan, itu adalah dengan qadha dan qadar meyakini, dan menyadari bahwa apa yang
Allah SWT. Disebutkan bahwa sebab dan latar
belakang turunnya ayat ini adalah orang-orang menimpanya, tidak akan luput darinya dan
pasti mengenai dirinya, dan apa yang tidak
kafir berkata, "Seandainya apa yang diyakini
orang-orang Islam adalah haq dan benax, akan menimpa dirinya, itu tidak akan menimpa
tentunya Allah melindungi dan memelihara
dirinya.
mereka dari berbagai musibah di dunia."
Tugas dan kewajiban manusia tidak lain Dalam sebuah hadits muttafaq 'alaihi

hanya serius berusaha dan bekerja optimal disebutkan, "Sungguh mengagumkan perkara
dan maksimal untuk menarik kebaikan dan
menghalau kemudharatan dari dirinya, setelah seorang Mukmin, Allah SW tidak menetapkan
itu bertawakal sepenuhnya kepada Allah S\MT. suatu ketetapan atau qadha' melainkan itu
Sesungguhnya terwujudnya hasil adalah de- pasti baik baginya. Apabila ia tertimpa suatu
ngan qadha dan qadar Allah SWT.
kemudharatan, maka ia saban dan itu adalah
Di antara ayat yang memiliki semangat baik baginya. Dan apabila ia memperoleh suatu

serupa adalah kesenangan, maka ia bersyukur, dan itu adalah
baik baginya. Dan semua itu tidak didapatkan
"Setiap bencana yang menimpa di bumi
kecuali bagi orang Mukmin."
dan yang menimpa dirimu sendiri, semuanya
Selanjutnya, Allah SWT memerintahkan
telah tertulis dalam Kitab sebelum Kami untuk taat kepada-Nya,
mewujudkannya. Sungguh, yang demikian itu
"Dan taatlah kepada Allah dan taatlah
mudah bagi Allah." (al-Hadiid: 22) kepada RasuL Jika kamu berpaling maka se-
sungguhnya kewajiban rasul Kami hanyalah
"Dan barangsiapa beriman kepada Allah,
niscaya Allah akan memberi petunjuk kepada menyampaikan (amanah Allah) dengan
hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala
s e suatu." (at-Taghaabun: 1 1) terang i' (at-Taghaabun: 12)

Barangsiapa percaya dan beriman kepada Senantiasalah kalian fokus mendedikasi-
Allah SWT meyakini, dan menyadari bahwa kan diri dalam ketaatan kepada Allah SWT, pada
sesungguhnya suatu musibah yang menim- apa yang disyari'atkan-Nya dan kepada Rasul-
panya adalah dengan qadha dan qadar-Nya, Nya saw., pada apa yang beliau sampaikan.
lalu ia tabah, saban menginginkan pahala di Laksanakanlah apa yang diperintahkan-Nya
dan tinggalkanlah apa yang dilarang oleh-
sisi-Nya, dan menerima dengan penuh ke- Nya. fika kalian berpaling dari ketaatan dan

ridhaan qadha Allah SWT niscaya Allah enggan untuk beramal, dosa kalian adalah
SWT menunjuki hatinya dan melapangkan tanggungan kalian sendiri. Rasulullah saw.
sama sekali tidak ikut menanggung apa pun
dadanya ketika menghadapi musibah. Allah karena tugas dan kewajiban beliau tidak
SWT Mahaluas ilmu-Nya, tiada suatu apa lain hanya menyampaikan dengan jelas dan

terang. Sementara itu, kewaiiban kalian adalah

TATSTRAL-MUNrR IrLrD 14

apa yang dibebankan kepada kalian yaitu Sesungguhnya setiap hal yang terjadi di

mendengarkan, menerima, patuh, dan taat. alam ini, setiap musibah yang dialami

Az-Zuhri mengatakan, "Dari Allah SWT manusia pada jiwa atau harta, atau pada
adalah risalah, kewajiban Rasul menyampai' perkataan atau perbuatan, semuanya itu
kan, dan kewajiban kita menerima dan me- adalah dengan ilmu dan qadha Allah SWT.

matuhi." Barangsiapa yang membenarkan, me-

Selanjutnya, Allah SWT memerintahkan mercayai, mengetahui, meyakini, dan me-
untuk bertawakal kepada- Nya, nyadari bahwa tiada musibah yang me-

"(Dialah) Allah, tidak ada tuhan selain nimpanya melainkan dengan izin Allah

Dia. Dan hendaklah orang-orang mukmin ber- SWI, Allah SWT menuniuki hatinya untuk
tawakal kepada AIIah." (at-Taghaabun: 13) sabax, ridha, tabah dan konsisten dalam
meneguhi keimanan. Apabila diberi, ia
Sesungguhnya Allah SWT Dialah llah Yang bersyukur. Apabila diuji, ia sabar. Apabila
Esa, Satu, Tunggal, ash-Shamad (Yang hanya
kepada-Nya segala sesuatu bergantung), Yang dizalimi, ia memaafkan.
tiada Ilah dan tiada Rabb selain-Nya, dan hanya
Allah SWT Maha Mengetahui segala
Dia semata Yang berhak untuk disembah
sesuatu, tiada suatu apa pun yang
bukan yang lain. Karena itu, esakanlah Allah
SWT murnikan dan tuluskanlah amal hanya tersembunyi dari-Nya dan berada di luar
pengetahuan-Nya, termasuk sikap patuh
untuk-Nya. fanganlah kalian menduakan- dan tunduk orang yang patuh dan tunduk
kepada perintah-Nya, serta sikap benci
Nya. )anganlah mempersekutukan suatu apa dan tidak terima orang yang benci dan
tidak terima terhadap-Nya.
pun dengan-Nya dan pasrahkanlah urusan-
Berbagai musibah di dunia tidak me-
urusan kalian hanya kepada-Nya. Bertawakal nandakan kalau Allah SWT tidak ridha.
dan bersandarlah kalian sepenuhnya hanya Begitu pula sebaliknya, keberhasilan, ke-
kepada-Nya semata, bukan kepada yang lain. selamatan dan kesuksesan di dunia tidak
Hal ini sebagaimana firman-Nya dalam ayat,
menandakan kalau Allah SWT ridha.
"(Dialah) Tuhan timur dan barat, tidak ada
tuhan selain Dia, maka jadikanlah Dia sebagai Orang-orang Mukmin haruslah menjaga
pelindung." (al-Muzzammil: 9)
diri mereka agar tetap tega4, tabah, dan
Ini adalah sebuah tuntunan bagi para tidak larut dalam kesedihan ketika ber-

hamba tentang kewajiban untuk bersandar bagai musibah menimpa dan menghada-
sepenuhnya hanya kepada Allah SWT ber- pinya seakan-akan tanpa beban, harus

tawakal kepada-Nya dan senantiasa memohon senantiasa fokus dengan ketaatan kepada
pertolongan kepada-Nya.
Allah SWT, mengamalkan Kitab-Nya, serta
Flqlh Kehldupan atau Pendalaman mematuhi Rasulullah saw. dalam meng-
Kandunglan Hukum Ayat amalkan sunnah beliau. fika mereka ber-
paling dari ketataan itu, sesungguhnya tu-
Ayat-ayat di atas menjelaskan sejumlah gas dan kewajiban Rasulullah saw. hanya
prinsip dalam aqidah dan syari'at sebagai
menyampaikan.
berikut.
4. Semua manusia tanpa terkecuali harus
L. Kewajiban untuk menerima qadha mengesakan Allah SWT dan hanya ber-
ibadah menyembah kepada-Nya semata.
dan qadar dengan penuh keridhaan. Tidak ada llah kecuali Dia, tiada sesem-

bahan selain Dia dan tiada Pencipta selain kesanggupanmu dan dengarlah serta taatlah; dan
Dia. infakkanlah harta yang baik untuk dirimu. Dan
barangsiap a dij aga dirinya dari kekikiran, mereka
Mereka juga harus bertawakal kepada
Allah SWT, berpikiran positif, dan berbaik itulah orang-orang yang beruntung. Iika kamu
meminjamkan kepada Allah dengan pinjaman
sangka kepada-Nya, serta bersandar
yang baik, niscaya Dia melipatgandakan
sepenuhnya kepada Allah SWT setelah
melakukan usaha, ikhtiar maksimal, dan (balasan) untukmu dan mengamPuni kamu.

kerja optimal sebagaimana mestinya Dan Allah Maha Mensyukuri, Maha Penyantun.
Yang mengetahui yang gaib dan yang nyata. Yang
dalam kehidupan. Mah ap erka s a, Mah ab ij aks an a." (at-Taghaabun :
14-r8)
PERINGATAN AGAR WASPADA TERHADAP
FITNAH PASANGAN HIDUB ANAK, DAN Qlraa'aat
HARTA, SERTA PERINTAH BERTAKWA DAN
BERINFAK {-6},

Surah at-Taghaabun Ayat L4 -LA Ibnu Katsir dan Ibnu Amir memb aca(i2.1.

{;t*"pa15r3\\9\e$W- l'raab

W5:Wtl';i{irv bSf;il (#( 6 t,4irykata (r;;y dibaca nashab
pveffi#)wu\agri'ii
ffi ,# 3+\ |i* *i'V"tt HrtiV bisa sebaga i maf 'uul bihf untuky''it {rri;i;}, dan

WV WV tfr,,V :;ifi;ru at S3g yang dimaksudkan di sini adalah harta.
Atau dibaca nashab sebagai maf'uul bihi
#'"qfr#'e,67ts?rylW
untuk fi'il yang diasumsikan keberadaannya
fir#;(*$ji\v"$a\ffi 53,#5'
yang ditunjukkan oleh kalimat 4r4i;y, yakni
Pffiorytfuxv'H*H
wa aatuu khairan. Atau dibaca nashab sebagai
ffi'l$13p3\{,tij\5#l
sifat untuk mashdar yang dibuang, yaitu
"Wahai orang-orang yang beriman! wa anfiquu infaaqan khairan. Atau sebagai
khabar untuk kaana yang diasumsikan
Sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-
anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, keberadaannya, yaitu wa anfiquu wa kaana al-
maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka; infaaqu khairan.
dan jika kamu maaJkan dan kamu santuni serta
ampuni (mereka), maka sungguh, Allah Maha Balaaghah
Pengampun, Maha Penyayang. Sesungguhnya
hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (I,;.ir'; +' ir,r.;F disini terdapat.apa yang

(bagimu), dan di sisi Allah pahala yang besar. dikcnal dengan thibaaq.+d.Uwi it6+i o1\
{il.l di sini terdap at isti''aarah tamtsiiliyyah,
Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut
yaitu orang yang berinfak di jalan Allah SWT

dan bersedekah kepada kaum fakir miskin

diserupakan seperti orang yang memberi pin-

jaman kepada Allah SWT dengan pinjaman

yang harus dikembalikan, sebagai bentuk peng-
umpamaan, ilustrasi dan analogi (tamtsiil). Hal

itu disebut qardh (pinjaman utang) karena

mempertimbangkan bahwa Allah SWT ber- kekuatan, kemampuan, dan potensi optimal
komitmen untuk memberinya pahala.
kalian dalam bertakwa kepada-Nya. {,#'j}
4# tf' rrlp kata (lFldan $:fh adalah
dan dengarlah nasihat-nasihat-Nya. (,*Lr;F
bentuk shighat mubaalaghah mengikuti wa- dan patuhilah perintah-perintah-ruya. (rbi;p
zan,fa'uul danfa'iil.
dan berinfaklah kalian dalam berbagai bidang
("5-r,F $,f) $fF {irf} di antara kata-
kebaikan dan ketaatan hanya karena Allah
kata ini terdapat as-Saj' al-Murashshai
SWT semat".(i+( rf| maka itu adalah lebih
Mufradaat Lu$hawlyyah baik bagi diri kalian. Kata {r;} ini menjadi

(erf,; # ,ii €:i;i; t":i it it) se- khabarnya kaana, yaitu yakun yang diasumsi-

sungguhnya di antara istri-istri kalian dan kan keberadaannya, sebagai jawaban untuk

anak-anak kalian ada yang menyibukkan ka- kata perintah sebelumnya. {jj ;r;} siapa
lian hingga lalai dari menaati Allah SWT dan yang dirinya dijaga dan dipelihara. {*il gp
membuat kalian absen dari kebaikan seperti
kata asy-Syuhh artinya adalah bakhil dan kikir
jihad misalnya. {rfi ,rti}dan jika kalian me-
disertai serakah dan rakus. {;r-rIr 3 A*b
maafkan mereka atas peran mereka yang
menyebabkan kalian terhambat untuk me- mereka itulah orang-orang yang beruntung.
lakukan kebaikan dan atas kesalahan-kesa-
lahan mereka, dengan cara tidak menghukum {4, ,nf .l} jika kalian memberikan

mereka. {rA5'rY membiarkan dan meng- pinjaman kepada Allah SWT dengan mem-

abaikan mereka dan tidak mencela. {tt{th belanjakan harta untuk apa yang di-

dan mengampuni mereka dengan memaafkan perintahkan-Nya. 4U Cib dengan pinjaman
apa yang telah mereka perbuat dan dengan
yang baik, yaitu bersedekah dari harta yang
kesediaan menerima maaf. {1gl ;r; nt i$\
halal disertai dengan keikhlasan, ketulusan,
sesungguhnya Allah SWT Maha Pengampun
lagi Maha Penyayang, Dia berbuat terhadap dan senang hati. 4'J:' +vY niscaya Allah
kalian seperti yang kalian perbuat, memper-
lakukan kalian dengan perlakuan yang sama SWT melipatgandakan pahalanya mulai dari
seperti yang kalian lakukan terhadap orang
sepuluh kali lipat hingga tujuh ratus kali lipat
lain.
dan lebih banyak lagi. {;n ,-,;} dan Allah
{ii} ujian dan cobaan bagi kalian untuk
SWT memberikan ampunan kgna,da kalian
menguji dan mengetahui seberapa jauh harta
berkat infak tersebut. {i5 ;$ nt;} Allah
dan anak-anak kalian itu bisa melalaikan kalian
SWT Maha Berterima Kasih atas ketaatan
dari urusan-urusan akhirat. 4i+ ;i;t ir;) dengan memberi ganjaran yang melimpah

dan di sisi Allah SWT terdapat ganjaran yang untuk amal yang sedikit, lagi Maha Penyantun
agung bagi orang yang lebih mengutamakan
kecintaan dan ketataannya kepada Allah SWT dengan tidak menyegerakan hukuman atas
daripada kecintaannya kepada harta, anak-
kemaksiatan yang diperbuat.
anah dan usaha untuk kepentingan mereka.
(+' ilt;F Allah SWT Maha Mengetahui
{p.r",:r u ir rlfy bertakwalah kalian ke-
segala yang gaib, yaitu segala sesuatu yang
pada Allah SWT menurut batas maksimal ke-
mencakup segala bentuk rahasia dan segala
sanggupan kalian, kerahkan segenap tenaga,
hal yang tersembunyi. (;;tf.r.tr;! dan segala
yang tampak dan bisa ditangkap dengan

indera, tiada suatu apa pun yang tersembunyi

dari-Nya. {ff;tr ,.;lt\ lagi Mahakuat dalam

kerajaan dan kekuasaan-Nya, Mahabijaksana,

Mahacermat, dan Mahasempurna ciptaan-

Nya, perbuatan-Nya dan pengaturan-Nya.

h.r,*A.-Mr",*J,r,o 14 ,rfl,t, fTi*lbl,Ili., rr'"n",'r"8n""orn

Sebab Turunnya di Madinah, lalu Allah SWT pun menurunkan

Ayat (14) ayat ini."

Tirmidzi, Hakim, dan Ibnu farir meri- Ayat (16)
Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Sa'id
wayatkan dari Abdullah bin Abbas r.a., bahwa
bin Iubair; ia berkata, "Ketika turun ayat yang
ia berkata, "Firman Allah SWT ini rlt;ij 6j UF memerintahkan untuk bertala,va kepada Allah

fu.39tr;i;, ilturun berkaitan dengan sejumlah SWT dengan sebenar-benarnya talowa kepada-
orang dari penduduk Mekah. Mereka masuk
Islam, lalu istri-istri dan anak-anak mereka Nya, yaitu ayat {.;w ;- nr rfr} [ayat LOZ surah

tidak mau jika mereka tinggalkan untuk Ali 'lmraan), maka realisasi perintah tersebut
pun begitu berat bagi orang-orang. Mereka
menyusul Rasulullah saw. ke Madinah. Namun
mengerjakan shalat hingga kaki mereka
pada akhirnya mereka pun datang juga ke
bengkak-bengkak dan dahi mereka luka-luka,
Madinah. Ketika datang kepada Rasulullah
Lalu Allah SWT pun menurunkan ayat 16
saw, mereka melihat ternyata orang-orang
surah at-Taghaabun ini untuk meringankan
[yang lebih dulu berhijrah sebelum mereka)
telah mengalami kemajuan yang pesat dalam kaum Muslimin."

memiliki pemahaman tentang agama. Mereka Persesualan Ayat

pun ingin menghukum istri-istri dan anak- Setelah memerintahkan untuk taat kepada
Allah SWT dan taat kepada Rasul-Nya saw.,
anak mereka itu (karena telah membuat Allah SWT memperingatkan agar hati-hati dan
waspada terhadap pasangan hidup dan anak-
mereka terlambat berhijrah)l' Lalu Allah SWT anak yang menghambat dalam menjalankan
ketaatan. Kemudian, Allah SWT menerangkan
pun menurunkan ayat,4\:;5;$i i:b.
bahwa harta dan anak adalah fitnah [ujian).
Ibnu farir meriwayatkan dari Atha'
Karena itu, harus waspada dan hati-hati.
bin Yasar; ia berkata, "Surah at-Taghaabun
Kemudian, Allah SWT memerintahkan untuk
seluruhnya turun di Mekah, kecuali ayat-
ayat telah tersebut diatas, yaitu r;i ;l' r[i| U) bertalnara dan berinfak di jalan Allah SWT,
fu.3-;tr;i r, ,i1. Ayat ini turun menyangkut Auf
dengan menegaskan pelipatgandaan pahala
bin Malik al-Asyja'i. Ia adalah laki-laki yang bagi orang-orang yang berinfak dan maghfirah-
memiliki keluarga (istri) dan anak. fika ia Nya kepada mereka.
hendak pergi ikut berperang, mereka pun
menangisinya, lalu berkata, 'Kepada siapa Tafslr dan Penlelasan

kamu serahkan kami?' Ia pun terenyuh dan "Wahai orang-orang yang beriman!

merasa kasihan sehingga akhirnya ia pun Sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-
mengurungkan keinginannya untuk pergi.
anakmu ada yang menjadi musuh bagimu,
Lalu turunlah ayat ini dan ayat-ayat setelahnya maka berhatthatilah kamu terhadap mereka."

sampai akhir surah di Madinah." (at-Taghaabun: 14)

Dalam sebuah riwayat dari Abdullah bin Wahai orang-orang yang membenarkan,

Abbas r.a. disebutkan, ia berkata,'Ada seorang percaya, dan beriman kepada Allah SWT

laki-laki ingin berhijrah, lalu dihalang-halangi dan Rasul-Nya saw., sesungguhnya sebagian
istri-istri kalian dan anak-anak kalian adalah
oleh istrinya. Ia pun berkata, 'Sungguh demi
Allah, jika Allah SWT mengumpulkan antara

aku dan kalian di Daarul Hijrah (Madinah), nis-

caya aku akan melakukan begini dan begini.'

Allah SWT pun menyatukan mereka kembali

TAFSIR AL-MUNIR JITID 14

musuh bagi kalian dengan permusuhan yang fika kalian memaafkan kesalahan-ke'

berkaitan dengan akhirat. Mereka menjadi salahan yang dilakukan oleh para istri dan
anak-anak kalian dengan tidak menghukum
perintang dan penghambat bagi kalian dalam
mereka, berlapang dada dengan tidak mema-
menjalankan kebaikan dan amal-amal saleh rahi, mencela, dan mencerca mereka, serta
menutup-nutupi kesalahan-kesalahan mereka
yang bermanfaat di akhirat kelak. Karena sebagai langkah persiapan untuk memaafkan
mereka, sesungguhnya Allah SWT Maha Peng-
itu, waspada dan hati-hatilah kalian ter- ampun terhadap dosa-dosa para hamba-Nya
serta Maha Penyayang kepada mereka, mem-
hadap mereka. Ingat, jangan sampai kalian perlakukan mereka dengan perlakuan yang
lebih baik dari apa yang telah mereka lakukan.
lebih memprioritaskan dan mengutamakan
Kemudian, Allah SWT memperjelas dan
kecintaan dan belas kasihan kepada mereka
mempertegas permasalahan yang ada,
daripada ketaatan kepada Allah SWT.
"sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu
Di atas, kita telah mengetahui bahwa sebab
hanyalah cobaan (bagimu), dan di sisi Allah
dan latar belakang turunnya ayat ini adalah
pahala yang besar." (at-Taghaabun: 15)
seiumlah orang dari penduduk Mekah masuk
Sesungguhnya harta dan anak tidak lain
Islam dan ingin berhijrah, namun istri-istri hanyalah ujian dan cobaan. Barangkali ter-
kadang mungkin harta dan anak-anak kalian
dan anak-anak mereka menghalang-halangi mendorong kalian melakukan hal yang haram,
tidak menunaikan hak Allah SWX, melakukan
mereka dari pergi berhijrah. Allah SWT pun perbuatan maksiat dan dosa. Sesungguhnya
di sisi Allah SWT ada pahala yang agung bagi
memerintahkan mereka agar waspada dan orang yang lebih memprioritaskan dan lebih
mengutamakan ketaatan kepada Allah SWT
hati-hati terhadap istri-istri dan anak-anak dan meninggalkan kemaksiatan terhadap-Nya

mereka itu, jangan sampai mereka menuruti yang kemaksiatan itu dipicu oleh rasa cinta

semua kemauan para istri dan anak-anak kepada harta dan anaknya.
Imam Ahmad, Tirmidzi, Hakim, dan ath-
tersebut. Dalam sebuah hadits disebutkan
Thabrani meriwayatkan dari Ka'b bin'lyadh,
bahwasanya Rasulullah saw. bersabda, ia berkata, Aku mendengar Rasulullah saw

* ,ii t;ti; qiJ;,,iii,y}t'oX :r;:) v-"' bersabda,

', .ir;' ii'q'otr,4yi e:'l
.-\JU,.a ,-;;;lu. dt'H .. , ,6-):
"sesungguhnya tiap-tiap umat memiliki
,:
bentuk fitnahnya sendiri-sendiri, dan fitnah
SGeUi! ,r'e3Jl
umatku adalah harta."
'Akan datangkepada u*or*, ,uoru ,o*o, a,
Imam Ahmad dan Abu Bakar al-Bazzar
mana kebinasaan seseorang adalah di tangan istri meriwayatkan dari Abu Sa'id Al-Khudri r.a., ia

dan anaknya. Istri dan anaknya itu mencela diriny a berkata, Rasulullah saw. bersabda,

karena miskin, sehingga hal itu menyebabkan

dirinya melakukan hal-hal yang jelek, sehingga ia

pun binasa dan celaka."ta3

Kemudian, Allah SWT memerintahkan
untuk memaafkan para istri dan anak-anak

tersebut,

"Dan jika kamu maafkan dan kamu santuni
serta ampuni (mereka), maka sungguh, Allah
Maho Pengampun, Maha Penyayang." (at-
Taghaabun:14)

143 Tafsir Al-AIusi, ?8 / 126.

.i';WW *l;:*lti; -,sSr batas maksimal dan optimal kesanggupan

Anak adalah buah hati, dan sesungguhnya kalian, dan apa yang aku larang bagi kalian,
maka jauhilah."
anak adalah bisa menjadi faktor pemicu seseorang
menjadi penakut, bakhil, dan sedih." Dengarkan dan patuhilah apa yang di-
perintahkan kepada kalian, taatilah perintah-
Ath-Thabrani meriwayatkan dari Abu perintah Allah SWT dan Rasul-Nya saw., serta
infakkanlah sebagian dari harta kalian yang
Malik al-Asy'ari, bahwasanya Rasulullah saw. dikaruniakan oleh Allah SWT kepada kalian
bersabda,
untuk kebaikan, janganlah kalian bakhil
ott ,,) tly 'ott ii6 ;t1 ,:ilt tiA
dengan harta kalian. Sesungguhnya berinfak
ii. rll "r'i qnt 6, d,it .r;; $1 untuk kemaslahatan-kemaslahatan umat dan
rll 'r'i 6'ii i ,+ 4 t? qnt ln) agama adalah lebih baik dan merupakan ke-

tU. Ltl qir uG bahagiaan bagi diri kalian daripada harta

"Musuhmu bukanlah orang yang jika kamu dan anak. Berinfak itu adalah lebih baik bagi
kalian di dunia dan akhirat. fika kalian tidak
berhasil mengalahkan dan membunuhnya, maka menjalankannya, itu adalah keburukan bagi

itu adalah kemenangan bagimu, dan jika ia kalian di dunia dan akhirat.

berhasil mengalahkan dan membunuhmu, maka "Dan barangsiapa dijaga dirinya dari
kamu masuk surga, tetapi orang yang barangkali kekikiran, mereka itulah orang-orang yang
ia adalah musuh bagimu adalah anakmu sendiri
yang keluar dari sulbimu, kemudian musuh yang beruntung." (at-Taghaabun: 16)
paling sengit bagimu adalah hartamu yang kamu
miliki." Barangsiapa yang dirinya dijaga dan

Kemudian, Allah SWT memerintahkan dipelihara oleh Allah SWT dari penyakit kikia
bakhil, dan serakah, lalu ia pun berinfak di
untuk bertalnua, taat, dan berinfah jalan Allah SWT dan dalam bidang-bidang
kebaikan, mereka itulah orang-orang yang
"Maka bertakwalah kamu kepada Allah
menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta beruntung menggapai apa yang mereka
taatlah; dan infakkanlah hartayang baikuntuk
dirimu." (at-Taghaabun: 1 6) harapkan dan sukses meraih apa yang mereka
cari dan inginkan.
Konsisten dan komitmenlah kalian ter-
hadap perintah-perintah Allah SWT serta Selanjutnya, Allah SWT mempertegas dan
memperkuat perintah berinfak,
jauhilah larangan-larangan-Nya sesuai dengan
"Jika kamu meminjamkan kepada Allah
batas maksimal dan optimal kemampuan dengan pinjaman yang baik, niscaya Dia me-
dan kesanggupan kalian. Hal ini sebagaimana lipatgandakan (balasan) untukmu dan meng-
ampuni kamu. Dan Allah Maha Mensyukuri,
keterangan dalam sebuah hadits dalam Shahih M ah a Pe nyantu n." (at-Taghaabun: 1 7)
Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah r.a., ia
berkata, Rasulullah saw. b ersab da,'Ap ab ila aku fika kalian membelanjakan sebagian harta
memerintahkan sesuatu kepada kalian, maka kalian untuk kebaikan dengan niatyang penuh

laksanakanlah dari perintah itu sesuai dengan dengan keikhlasan, ketulusan, dan dengan
senang hati, niscaya Allah SWT melipat-
gandakan pahalanya bagi kalian. Allah SWT
menjadikan satu kebaikan berlipat menjadi

TAFSIRAL-MUNIR JILID

sepuluh sampai tujuh ratus kali lipat hingga SesungguhnyaAllah SWT Maha Mengetahui
kelipatan-kelipatan yang banyak. Di samping segala apa yang tersembunyi dari kalian dan
itu, Allah SWT juga memberikan maghfirah segala apa yang tampak, Mahamenang, Maha
Mengalahkan, Mahabijaksana Yang memiliki
kepada kalian atas dosa-dosa kalian. hikmah yang agung, Dia meletakkan segala hal
pada tempatnya yang benar dan semestinya.
Allah SWT memberikan imbalan yang
FIqlh Kehldupan atau Hukum-Hukum
melimpah atas amal yang sedikit, memaafkan,
Ayat-ayat di atas menjelaskan sejumlah
mengampuni, menutupi dan menghapus
hal sebagai berikut.
dosa-dosa, kealpaan-kealpaan, kesalahan-ke-
salahan dan kekeliruan-kekeliruan, serta tidak 1. Allah SWT memperingatkan setiap orang

terburu-buru menghukum orang yang ber- agar waspada dan hati-hati terhadap ba-
haya pasangan hidup dan anak-anak serta
maksiat kepada-Nya. permusuhan mereka. Hal itu adakalanya
bahaya keagamaan ukhrawi dan adakala-
Dalam ayat ini terkandung isyarat bahwa nya bahaya fisik yang berhubungan de-
ngan keduniawian. Adapun bahaya me-
orang yang sengsara dan celaka adalah orang reka yang berkaitan dengan keagamaan
adalah sikap mereka yang memicu ke-
yang tidak mau mempersembahkan untuk
dirinya sesuatu yang ingin "dipinjam" oleh tidaktaatan kepada perintah-perintah

Sang Pemberi rezeki kepadanya, padahal ia Allah SWT dan Rasul-Nya saw., tidak ikut
sangat membutuhkan hal itu setelah mati. berhijrah yang pada periode awal Islam
hukumnya adalah wajib, serta tidak ber-
Di antara ayat yang memiliki semangat infak di jalan Allah SWI yakni jihad. Se-
mentara itu, ancaman bahaya merekayang
serupa adalah berkaitan dengan keduniawian adalah me-
lakukan kemaksiatan demi untuk mem-
"Barangsiapa meminiami Allah dengan buat mereka senang, seperti melakukan
pinjaman yang baik maka Allah melipat- pencurian dan korupsi demi memenuhi
gandakan ganti kepadanya dengan banyak." kebutuhan nafkah mereka, atau meniauhi
dan membenci madunya, atau menjauhi
(al-Baqarah: 245) tetangga, teman atau kerabat.

Hakim dan Ibnu farir meriwayatkan dari Permusuhan ini biasanya tidak terjadi
Abu Hurairah r.a., ia berkata, Rasulullah saw. kecuali oleh sebab kekafiran dan meng-

bersabda, 'Allah SWT berfirman, Aku meminta halang-halangi dari beriman, dan per-
pinjaman utang kepada hamba-Ku, namun ia
musuhan ini tidak terjadi di antara sesama
tidak mau memberiku piniaman utang, dan kaum Mukminin. Karena itu, para istri dan
hamba-Ku mencaci-Ku sedang ia tidak menya' anak-anak mereka yang Mukmin bukanlah
darinya, ia berkata,'Duh sial zaman,' padahal musuh bagi mereka. Menyangkutpara istri
Akulah Yang menguasai zaman (maksudnya, dan anak-anak yang menghalangi para
suami mereka dan bapak mereka dari ikut
Yang menciptakan dan menakdirkan segala hal berhijrah pada masa lampau itu, turunlah
yang ada dan terjadi),'Kemudian Abu Hurairah
r.a. membaca ayat ini, 'in tuqridullaaha qardhan

hasanan."'

Selanjutnya, Allah SWT kembali meng-

gugah kesadaran untuk berinfak dengan

stimulasi yang lebih kuat lagi,

"Yang mengetahui yang gaib dan yang
(at'ny a ta. Ya ng M ah a p e rka s a, M ah ab ii aksan a."
Taghaabun:18)

srRAr.-MuNrRIrrrD 14

ayat {,: !:,t'ri', ;Sr;i u1l. Abdullah bin godaan setan itu, lalu ia pun berjihad,

Abbas r.a mengatakan, janganlah kalian lalu terbunuh, maka menjadi 'kehantsan'
bagi Allah SWT untuk memasukkannya ke
mematuhi dan menuruti mereka dalam
dalam surga."
bermaksiat kepada Allah SWT. Duduknya setan bisa dengan meniup-

Kata {tip maksudnya adalah ujian kan bisikan dan godaan-godaan, dan bisa
juga dengan memprovokasinya untuk me-
dan cobaan yang melalaikan dari urusan
nuruti kemauan istri, anak dan teman.
akhirat. Ayat ini bersifat umum menyang-
Allah SWT berfirman,
kut setiap bentuk kemaksiatan yang dilaku-
"Dan Kami tetapkan bagi mereka
kan oleh seseorang yang sebab pemicunya teman-teman (setan) yang memuji-muji
apa saja yang ada di hadapan dan di
adalah keluarga dan anak. Kekhususan belakang mereka." (Fushshilat 25)
sebab dan latar belakang turunnya ayat ti-
Sesungguhnya sikap mengampuni dan
dak menghalangi keumuman hukum yang berlapang dada, memaafkan kesalahan
dan kekeliruan adalah lebih utama dari-
terkandung dalam ayat. pada membalas dan menghukum. Se-

2. Para istri dan anak-anak bukanlah para sungguhnya Allah SWT Maha Pengampun
terhadap kesalahan-kesalahan lagi Maha
musuh dari sisi zatnya, tetapi mereka Penyayang kepada para hamba-Nya. Allah
adalah musuh karena sikap dan per-
SWT tidak terburu-buru menyegerakan
buatan mereka. fadi, yang meniadi musuh hukuman. Dia memberi kalian balasan

bukanlah diri mereka, tetapi sikap dan kebaikan ketika mau memaafkan.
perbuatan mereka. fika seorang istri Sesungguhnya harta dan anak adalah fit-
nah,yakni cobaan dan ujianyangbisa men-
atau anak melakukan perbuatan seperti jadi sebab pemicu melakukan keharaman
dan tindakan tidak menunaikan hak Allah
perbuatan musuh, ia adalah musuh. SWT. Tidakada kepatuhan kepada mereka
dalam bermaksiat kepada Allah SWT, tidak
Dalam Shahih Bukhari diriwayatkan boleh menuruti kemauan dan keinginan
mereka dalam bermaksiat kepada-Nya.
dari Abu Hurairah r.a. dari Rasulullah Dalam sebuah hadits disebutkan,
saw., beliau bersabda, "Sesungguhnya
setan duduk di jalan keimanan untuk 'iU ,yt ,',SW ,yEt {r ,y4 Gio'..'

mengganggu anak Adam, lalu setan .ai("i;

berkata kepadanya, Apakah kamu beriman "Pada hari Kiamat, ada laki-laki di-

dan meninggalkan agama lamamu dan datangkan, lalu dikatakan,'Keluarganya telah
agama leluhurmu?' Lalu anak Adam itu m e m akan keb aikan - keb aikanny a.' " | 4
pun tidak menghiraukan godaan setan
itu, lalu ia pun beriman. Kemudian setan 144 Tafsir Al-Alusi, 28 / 127.
duduk di jalan hijrah untuk menggodanya,

lalu berkata kepadanya, Apakah kamu

berhijrah dan meninggalkan harta benda

dan keluargamu?' Lalu ia pun tidak

menuruti godaan setan itu, lalu ia pun

berhijrah. Kemudian setan duduk di jalan
jihad untuk mengganggunya, lalu berkata
kepadanya, Apakah kamu ikut berjihad,
lalu kamu terbunuh, lalu istrimu dinikahi

orang lain dan harta peninggalanmu

dibagi-bagi?' Lalu io pun tidak menuruti

5. Di sisi Allah SWT terdapat ganjaran yang hapus) ayat L02 dari surah Ali 'lmraan,

agung, yaitu surga karena surga adalah 4:G ; nr rfr t;t uit 6j Uy. Sementara

target dan uiung tujuan, tidak ada ganjaran itu, ulama lainnya berpendapat bahwa
yang lebih agung dari surga menurut apa sebenarnya tidak ada kontradiksi di
yang dikatakan oleh para ulama tafsir. Hal
antara kedua ayat tersebut. Karena ayat
ini merupakan bentuk stimulasi untuk 102 surah Ali'lmraan tersebut maksudnya
tidak gila dunia dan stimulasi untuk
bukanlah bertakwa dalam apa yang tidak
senang kepada akhirat. mereka sanggupi karena hal itu berada di

Dalam Shahih Bukhari dan Muslim luar kemampuan dan kesanggupan.
diriwayatkan dari Abu Sa'id al-Khudri
r.a., ia berkata, Rasulullah saw. bersabda, Banyak ulama tafsir seperti Mujahid
berpendapat bahwa yang dimaksudkan
"Sesungguhnya Allah SWT berfirman
kepada penghuni surga, Wahai para dengan ayat (,:J;ijr u nr rld) adalah Allah

penghuni surga.' Lalu mereka menjawab, SWT ditaati, jangan didurhakai .Tidak ada
'Kami memenuhi sentan dan panggilan-
perselisihan di antara ulama tafsir bahwa
Mu ya Rabb kami, dan segala kebaikan
ayat ini turun menyangkut sejumlah
berada di genggaman-Mu,'Lalu Allah SWT
orang Mukmin yang terlambat berhijrah
berfirman, Apakah kalian sudah puas?' dari negeri kemusyrikan menuju negeri
Lalu mereka menjawab,'Bagaimana kami Islam karena terhambat oleh anak-anak
tidak senang dan puas ya Rabb, sedang mereka, sebagaimana yang sudah pernah
Engkau telah memberi kami apayang tidak
Engkau berikan kepada siapa pun dari disebutkan.
makhluk-Mu.' LaIu Allah SWT berfirman,
7. Allah SWT memerintahkan untuk men-
'Maukah kalian Aku beri sesuatu yang lebih
denga4, patuh, dan taat, yakni mendengar-
utama dari itu?' Mereka menjawab, 'Ya
Rabb, apakah sesuatu itu yang lebih baik kan nasihat, hikmah, dan pelajaran yang

dari semua ini?'AIIah SWT berfirman, Aku disampaikan kepada orang-orang Mukmin,
curahkan keridhaan-Ku kepada kalian, mematuhi apa yang diperintahkan Allah
maka Aku tidak akan murka kepada kalian
S\MT, serta meninggalkan apa yang di-
setelah itu selamanya."'
larang oleh-Nya.
6. Bertakwa kepada Allah SWT, yakni ko-
8. Allah SWT memerintahkan untuk meng-
mitmen kepada perintah-perintah-Nya
infakkan dari sebagian harta untuk me-
dan menjauhi larangan-larangan-Nya ada- nunaikan hak Allah SWT seperti zakat,
lah menurut batas maksimal dan optimal sedekah sunnah, berinfak untuk jihad,
nafkah seseorang untuk dirinya sendiri,
kesanggupan, berdasarkan ayat ini 116) dan keluarganya. Karena itu, ayat ini ber-
($ti:r u .ir. fuga berdasarkan firman Allah
sifat umum. Telah tertetapkan dalam
S\{T dalam ayat lain,
Shahih dari Rasulullah saw, "Bahwasanya
'Allah tidak membebani seseorang
ada seorang laktlaki berkata kepada
melainkan s e suai deng an kes ang g up anny a."
Rasulullah saw., 'Wahai Rasulullah, saya
(al-Baqarah: 286)
mempunyai dinar.' Lalu beliau berkata,
Ada sejumlah ulama seperti Qatadah 'Gunakanlah untuk menafkahi dirimu

yang berpendapat bahwa ayat ini (meng- sendiri.' Laki-laki itu kembali berkata,

'Saya masih punya dinar yang lain.' Beliau

berkata,'Gunakanlah untuk menafkahi

keluargamu.' Laki-laki itu kembali berkata, kannya pahala dan diampuninya dosa-
'Saya masih punya dinar yang lain lagi,' dosa. Allah SWT menegaskan bahwa Dia
Maha Berterima Kasih, mencintai orang-
Beliau berkata, 'Gunakanlah untuk orang yang mendekatkan diri ke hadirat-
Nya, memberi balasan yang melimpah
menafkahi anakmu.' Laki-laki itu kembali atas amal yang sedikit bahwa Dia Maha
berkata, 'Saya masih punya dinar yang Penyantun, tidak terburu-buru menye-

lain lagi.' Lalu beliau berkata,'Gunakanlah gerakan hukuman.
Al-Qardhul hasan atau pinjaman yang
untuk bersedekah."'
baik di sini maksudnya adalah bersedekah,
Dalam hadits ini dijelaskan bahwa dan berinfak dari harta yang halal dengan
penuh keikhlasan, ketulusan, dan senang
yang pertama adalah diri sendiri, keluarga,
dan anah sedangkan sedekah adalah se- hati, sebagaimana yang sudah pernah

telah itu. Ini adalah aturan yang pokok disebutkan di bagian terdahulu.

dalam syara'. 10. Allah SWT semakin memperkuat dan
mempertegas anjuran berinfak dalam
Berinfak pada hakikatnya adalah ke-
baikan bagi diri sendiri karena dalam ber- firman-Nya,
infak terdapat pahala yang melimpah di
sisi Allah S\MT. Firman Allah SWT, "Dan "Yang mengetahui yang gaib dan yang
barangsiapa dijaga dirinya dari kekikiran,
nyata. Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana."
mereka itulah orang-orang yang ber- (at-Taghaabun: 18)

untung," Sesungguhnya Allah SWT Maha

9. Allah SWT memperkuat dan mempertegas Mengetahui setiap yang tersembunyi
dan yang tampak, Mahamenang Maha
anjuran berinfak di jalan Allah SWT dalam
Mengalahkan, Mahabiiaksana Yang mem-
ayat, punyai hikmah yang agung, Yang Maha-

Jika kamu meminjamkan kepada sempurna, Cermat, Akurat, dan Teliti
ciptaan-Nya, perbuatan-Nya dan peng-
Allah dengan pinjaman yang baili niscaya
Dia melipatgandakan (balasan) untukmu aturan-Nya, Maha Pencipta Yang men-
dan mengampuni kamu. Dan Allah Maha ciptakan segala sesuatu, dan Maha Pem-

Mensyukuri, Maha Penyantun." (at- beri rezeki. Ini adalah dalil yang me-

Taghaabun:17) nunjukkan kesempurnaan dan totalitas
ilmu Allah SWT dan kuasa-Nya,
Dalam ayat ini, Allah SWT menjadikan

"pinjaman yang baik" (berinfak) dengan
penuh keikhlasan, ketulusan dan senang
hati, memiliki konsekuensi dilipatganda-

Q@w 5'


Click to View FlipBook Version