disamarkan menyangkut keadaan dan kondisi ada di pohonnya. Adapun buah-buahan itu
mereka, sendiri adalah yang memang diinginkan baik
"(Mereka) berada di antara pohon bidara apakah masih ada di pohon maupun sudah
yang tidak berduri, dan pohon pisang yang
bersusun-susun (buahnya), dan naungqn yang terpetik.
terbentang luas, dan air yang mengalir terus'
menerus, dan buah-buahan yang banyak, yang Di sini, buah-buahan digambarkan dengan
tidak berhenti berbuah dan tidak terlarang gambaran kuantitasnya, yaitu banyak, bukan
mengambilnya." (al-Waaqi'ah: 28'3 3)
kualitasnya, yaitu enak dan lezat. Itu karena
Mereka bersenang-senang di taman- kelezatan buah sudah lazim diketahui secara
alami. Sementara yang dimaksudkan di sini
taman surgawi yang memiliki pohon yang
berdaun lebat dan steril dari duri-duri, pohon adalah menjelaskan kuantitasnya yang banyak
pisang yang buahnya bersusun-susun dan
nan melimpah dan beraneka ragam, untuk
bertandan-tandan, keteduhan yang senantiasa memberikan pengertian sebuah kondisi ke-
ada tanpa pernah hilang, air yang tercurah senangan dan kenikmatan yang luas.
yang senantiasa mengalir siang malam di
Di sini, buah-buahan juga digambarkan
mana pun mereka berada tanpa ada rasa Ielah
dengan kata $;p;; iy ltiaaa pernah putus
dan penat di dalamnya, Iuga, buah-buahan
dan berhenti berbuah) untuk memberikan
yang beraneka ragam dan melimpah tanpa
sebuah pengertian bahwa buah-buahan surga
pernah terputus selamanya tidak seperti buah-
buahan dunia yang terputus pada sebagian tidaklah seperti buah-buahan dunia. Buah-
buahan dunia terputus dan berhenti berbuah
waktu dan musim. Buah-buahan itu tiada pada sebagian besar waktu dan masa, juga di
banyak tempat dan lokasi. Dalam arti, buah-
terhalang untuk diambil bagi siapa pun yang buahan dunia tidak berbuah sepanjang waktu,
menginginkannya, kapan pun dan bagaimana tetapi memiliki musim berbuah yang tertentu
pun. Buah-buahan itu senantiasa tersedia bagi dan tidakakan berbuah di luar musimnya, juga
orang yang menginginkannya. Adapun buah- bersifat lokal, dalam arti tidak bisa ditemukan
buahan yang diperuntukkan bagi golongan
as-Saabiquun, lebih baik lagi karena mereka di semua tempat.
bebas memilih buah apa saja yang mereka
Buah-buahan surga juga digambarkan
inginkan dan senangi.
dengan kata wa laq mamnuu'atin, yakni tidak
Ada hal yang perlu diperhatikan di sini'
Pohon yang berdaun lebat didahulukan pe- terhalang untuk didapatkan karena adanya
nyebutannya, setelah itu disebutkan pepo- faktor harga, penukar atau yang lainnya, beda
dengan buah-buahan dunia yang terhalang
honan yang berbuah sebagai bentuk pe- bagi sebagian orang. Dalam arti, buah-buahan
surga bisa didapatkan oleh siapa pun secara
nyebutan progresif dari satu nikmat ke bentuk cuma-cuma dan gratis sehingga semua orang
bisa mendapatkannya, berbeda dengan buah-
nikmat lain yang lebih tinggi. Buah-buahan
adalah nikmat yang lebih lengkap dan sem- buahan dunia yang tidak setiap orang bisa
purna. Pepohonan yang berdaun lebat disebut- memperolehnya.
kan dengan menyebutkan pohonnya itu sendiri Di sini, karakteristik tidak terputus bagi
secara langsung. Sementara pepohonan buah-
buahan hanya disebutkan buahnya karena buah surga didahulukan penyebutannya atas
keindahan daun adalah ketika daun itu masih karakteristik tidak terhalang mendapatkannya.
Itu karena, makna terputus korelasinya adalah
dengan buah yang tidak ada. Sedangkan mak-
na terhalang mendapatkan korelasinya adalah
rersrner-muNrnlrrro ta ,r,**,.
dengan buah yang sudah ada karena makna bidadari itu penuh dengan luapan gairah cinta
terhalang mendapatkan sesuatu baru bisa di-
tangkap apabila sesuatu itu ada. kepada suami mereka.
Selanjutnya, Allah SWT menjelaskan sara- Allah SWT menciptakan dan menghadir-
na kesenangan menyangkut tempat duduk
kan bidadari-bidadari itu untuk orang-orang
"Dan kasur-kasur yang tebal lagi empuk."
(al-Waaqi'ah: 34) golongan kanan yang sangat berbakti, beriman
Golongan kanan, mereka duduk-duduk dan beramal saleh. Penyebutan kembali kata
dan berbaring di atas kasur-kasur yang tinggi
**ib4\;c'.'*rrt di sini adalah untuk memperkuat
yang diletakkan di atas singgasana, dipan
dan mempertegas.
dan ranjang, berkualitas supe4 tinggi nilai
Al-lnsyaa' adalah menciptakan atau kreasi
dan harganya. Al-Furusy adalah bentuk jamak
yang belum pernah diciptakan sebelumnya.
dari al-Firaasy yang berarti sesuatu yang
Hal ini khusus untuk para bidadari yang tidak
dibentangkan sebagai alas duduk dan tidur.
Ada yang mengatakan kata al-Furusy di sini berasal dari keturunan Adam a.s.
adalah kinayah tentang perempuan sehingga
maknanya adalah dan perempuan-perempuan "Segolongan besar dari orang'orang yang i
terdahulu, dan segolongan besar pula dari {
yang tinggi nilai kecantikan, keelokan, dan orang yang kemudian." (al'Waaqi'ah: 39-40) I
kesempurnaannya. Sesungguhnya golongan kanan adalah
terdiri dari segolongan besar dari orang-
Kemudian, Allah SWT menjelaskan ke- orang terdahulu, yaitu orang-orang Mukmin
yang berasal dari umat-umat terdahulu, dan
adaan mereka yang bersenang'senang dengan segolongan besar dari orang-orang yang ter'
kemudian, yaitu semua orang Mukmin yang
para bidadari,
beriman kepada Nabi Muhammad saw. hingga
"Kami menciptakan mereka (bidadart
hari Kiamat.
bidadari itu) secara langsung, IaIu Kami iadikan Tidak ada kontradiksi antara ayat ini,
mereka perawan-perqwan, yang penuh cinta
(dan) sebaya umurnya, untuk golongan kanan." (rr-j, i'il;Ydengan.ayat di atas, {rf.l,,z J4;}.
fal-Waaqi'ah: 35-38)
Kaiena ayat, fiari\ u ErY adalah dalam
Kami menciptakan para bidadari itu
dengan proses penciptaan yang baru tanpa konteks golongan as-Saabiquun. Sedangkan
melalui proses kelahiran. Kami jadikan para ayatyang berbunyi, (r--i, t 'frty adalah dalam
bidadari itu gadis-gadis perawan yang belum
pernah disentuh oleh seorang manusia dan konteks golongan kanan.se
seorang jin pun sebelumnya. Setiap kali suami
Dalam konteks kenikmatan yang diperoleh
para bidadari itu mendatanginya, ia selalu golongan kanan, tidak disebutkan kalimatyang
menjelaskan bahwa semua itu adalah sebagai
mendapatinya dalam keadaan perawan tanpa
ada sedikit pun rasa kurang nyaman. Hal ini balasan atas amal-amal mereka, sebagaimana
sebagaimana keterangan dalam sebuah hadits yang disebutkan dalam konteks pembicaraan
yang diriwayatkan oleh ath-Thabrani.s8 Para
menyangkut golongan as-Saabiquuna. Hal
itu karena amal golongan kanan lebih sedikit
dari amal golongan as'saabiquuna, sehingga
tidak perlu untuk ditegaskan dan dinyatakan.
58 Ath-Thabrani meriwayatkan dari Abu Sa'id al-Khudri r.a, ia "Se sungguhny a p aru p enghuni surga, ketika mereka menyetubuhi
istri-istri mereka, maka istri-istri itu kembali perawan."
berkata, "Rasulullah saw. bersabda,
59 Al-Bahrul Muhiith,8/207.
TAFSIRAT-MUNtR rItID 14
|uga sekaligus untuk mengisyaratkan bahwa sebelumnya. Allah SWT menjadikan para
Allah SWT melimpahi golongan kanan dengan
karunia, rahmat, anugerah, kebaikan, dan bidadari itu senantiasa dipenuhi dengan
kemurahan. luapan hasrat kerinduan dan cinta yang
meluap kepada suaminya, memiliki usia
Flqlh Kehldupan atau Hukum-Hukum yang sebaya, memiliki sifat dan perilaku
Ayat-ayat di atas menjelaskan sejumlah yang mirip, tidak ada perasaan saling
hal sebagai berikut. benci, dengki, dan hasud di antara mereka.
Mereka berada dalam usia tiga puluh tiga
1. Allah SWT memberi penghargaan kepada
tahun sama seperti suaminya.
golongan kanan, kondisi dan perbuatan
mereka, kedudukan mereka, serta memuji 3. Golongan kanan dalam surga, mereka ter-
mereka dengan pujian yang besar.
diri dari segolongan besar dari umat-umat
2. Allah SWT menjelaskan keanekaragaman terdahulu dan segolongan besar dari umat-
umat yang terkemudian. Al-Wahidi men-
nikmat bagi golongan kanan, menyangkut jelaskan para penghuni surga terdiri dari
dua golongan, yaitu separuh dari umat-
nikmat lingkungan, makanan dan mi- umatterdahulu dan separuh dari umat ini.
numan, tempat duduk dan Pasangan. BERAGAM MACAM ADZABYANG DIPEROLEH
Mereka berada dalam kenyamanan GOLONGAN KIRI DI AKHIRAT
yang sepoi-sepoi dari pohon yang lebat Surah al-Waaql'ah Ayat 41- 56
dedaunannya seperti pohon nabk (bidara) '#;jeu c, .zI *t)tr)z
tetapi duri-durinya sudah dihilangkan' 6( 6Lg,a?$s .,j* w',;l*'t*r @
Keteduhan itu senantiasa tetap ada se'
lamanya tiada pernah hilang dan tiada 'Ly:lt *A,Y 6lA b6 ffi"6;i |* irt
pernah terhapus oleh matahari, 1yV$sVyiUr(*q\'alt4g('ffi
Mereka bersenang-senang menikmati 85.$it$ @ 0tr1*v46 .e! --tl*,t,l
pohon-pohon pisang dan aneka ragam
buah-buahan yang melimpah dan segar $friew.JfsfL.4@'qr#r
yang belum dipotong dari pohonnYa C"u'iill@',fi.$\itrYttt;:K,\f
(matang di pohon) dan tidak pernah ter- <-, **'ti$$ ffiw\w i;Ax, wh,t
putus dari berbuah. Berbeda dengan ttXt:6.4b$ A;a|;;;-*ffi,*lt
buah-buahan dunia yang berbuahnya ber- "Dan golongan kiri, alangkah sengsaranya
sifat musiman, ada buah musim panas dan golongan kiri itu. (Mereka) dalam siksaan angin
ada buah musim dingin. Buah-buahan itu
iuga tidak terlarang bagi siapa pun. Hal ini yang sangat Panas dan air yang mendidih, dan
beda dengan buah yang ada di dunia' naungan asaP yang hitam, tidak sejuk dan tidak
Mereka duduk dan tidur di atas
kasur-kasur yang tebal dan empuk yang
diletakkan di atas singgasana dan ranjang.
Mereka juga memiliki istri-istri dari
para bidadari yang memiliki kecantikan
luar biasa yang diciptakan Allah SWT
dengan sebuah penciptaan dan kreasi
baru dan unik yang belum pernah ada
a .H'1111-.*Yf.l*.llllP,,,11 -. ....***r*,, .-...-""........,,.,,.,,,,,,, s""n "'"Y31131
zs8B,Fri,*..,.,..,,,,.,.,,,,
menyenangkan. Sesungguhnya mereka sebelum itu 44t ;'; ti6\ kata (.ri} dengan huruf I
(dahulu) hidup bermewah-mewah, dan mereka
terus-menerus mengerjakan dosa yang besar, dan syin dibaca dhammah adalah bentuk kata isim I
mereka berkata, Apabila kami sudah mati, menj adi I
tanah dan tulang-belulang apakah kami benar- yang dibaca nashab sebagai maf'uul muthlaq, j
benar akan dibangkitkan kembali? Apakah nenek
moyang kami yang terdahulu (dibangkitkan pula)?' Asumsi asalnya adalahfa syaaribuuna syarban I
Katakanlah,' (Ya), sesungguhnya orang- orang yang mitsla syurbil hfimr, Ialu mashdar yang ada, I
terdahulu dan yang kemudian, pasti semua akan
dikumpulkan pada waktu tertentu, padahari yang yaitu syarban dan shilahnya dibuang,lalu kata l
sudah dimaklumi. Kemudi an sesungguhny a kamu, i
wahai orang-orang yang sesat lagi mendustakan! yang menjadi mudhaaf ilaihi, yaitu syurbil I
pasti akan memakan pohon zaqquum, maka akan hifmf diletakan pada posisi menggantikan
penuh perutmu dengannya. Setelah itu kamu akan mashdar yang dibuang. Ada versi qiraa'aat I
minum air yang sangat Panas. Makakamu minum yang membaca fat-hah huruf syinnya, syarba, I
seperti unta (yang sangat haus) minum. Itulah
hidangan untuk mereka pada hari pembalasln."' berarti ini adalah mashdar. I
(al-Waaqi'ah: 4l-56)
Kata {d'} artinya adalah unta yang I
Qlraa'aat
sangat kehausan dan terus-menerus minum I
4rii): I
f i'i; lni adalah bacaan Nafi' dan al-Kisa'i tanpa pernah merasa terpuaskan dahaganya,
disebabkan menderita penyakit al-Huyaam I
{gr},
ltip ini juga bacaan Nafi' dan al-Kisa'i. (semacam penyakit yang menyebabkan unta
{u,} dibaca: terus-menerus minum tanpa pernah merasa
1. <91 ini adalah qiraa'aat Nafi', Hafsh, terpuaskan dahaganya). Kata ini merupakan
Hamzah dan al-Kisa'i. bentuk jamak dari ahyam danhaimaa) Bentuk
2. 1Gi; ini adalah qiraa'aat imam yang lain. jamak kata ini asalnya adalah mengikuti
4u;qr;iY: wazan, fu'lun dengan fa' fl'il dibaca dhammah,
<r:sl )i ini adalah bacaan Qalun dan Ibnu hanya saja untukkata ini dibaca kasrah karena
Amir. 'ain fi' ilnya berupa hurufya', sama seperti kata
{;;} dibaca: (rt) di atas yang merupakan bentuk jamak
L. <.;> ini adalah qiraa'aat Nafi', Ashim dan
dari'ainaa',
Hamzah.
Balaaglhah
2. <.rr) ini adalah qiraa'aat imam yang lain.
44t ;', orl,ui ,r*1t e * 3jF) di sini
l'raab
terdapat kesesuaian akhiran kata di antara
4:,;#Y kata ini disebutkan d,engan lam
kedua kalimat ini, untuk semakin menambah
taukid, padahal lam taukid tidak disebutkan
dalam kalimat an-Nafy (negatif). Itu karena keindahan dan keharmonian nada.
kalimat yang ada, tidak secara eksplisit meng- . ,:,'
gunakan bentuk kalimat an-Nafy. {;r,r' i; u'..p\ Di sini terdapat al-lltifaat,
r+ri
yaitu beralih dari bentuk kalimat orang kedua
(khithaab) ke bentuk kalimat orang ketiga
(ghaibah), karena pada kalimat atau ayat
yang sebelumnya, digunakan bentuk kalimat
orang kedua, yaitu (ijkir ijul t"X #ti:) Hal
ini dengan maksud untuk meremehkan dan
merendahkan posisi dan perkara mereka.
(u..it i" ii t;Y Kalimat ini juga me'
ngandung makna penghinaan dan pelecehan.
Yakni, adzab ini adalah hidangan bagi mereka
TAFSIRAI,.MUNIR JILID 14
pada hari Kiamat. Kata an-Nuzul berarti {prt karena hari Kiamat adalah batas waktu
hidangan yang disuguhkan kepada tamu se- ying telah ditentukan untuk dunia.
bagai bentuk pemuliaan dan penghormatan. (;j<Ir 3iuar \+J &l AV kemudian kalian
wahai orang-orang sesat yang mendustakan
Mufradaat LuEhawfuah dan tidak memercayai adanya ba'*. Khithaab
{cr^"' 6Y angin Yang sangat Panas Yang atau perkataan ini dituiukan kepada penduduk
Mekah dan orang-orang yang seperti mereka.
mereiap masuk melalui pori-pori. {rfi} air
yang sangat panas. (c#F asap yang sangat 4rj; ; .a),r ;rK'rF HurufTarr min yang per-
hitam pekat. {:;U 'iF naungan asap yang tima adalah memiliki makna al-lbtidaa' (dari),
sedangkan yang kedua memiliki makna al-
sangat hitam pekat itu tidaklah sejuk seperti
Bayaan (penjelasan, berupa). Az-Zaqquum
lumrahnya naungan. 4c-f ity dan tidak pula adalah pohon yang sangat pahit yang tumbuh
bermanfaat menghalau teriknya panas bagi
orang yang berteduh di bawahnYa. di dasar neraka.
{e, #} sebelum itu ketika di dunia. 44!].Y {irra, U ati.6b lalu kalian memenuhi
orang-orang yang hidup mewah dan ber- perut kalian dengan pohon zaqquum itu ka-
senang-senang tenggelam dalam syahwat. rena sangat kelaparan. Di sini digunakan ben-
I (,e 'otUb terus-menerus dan senantiasa. tuk dhamir mu'qnnatq minhaa untuk pohon
zaqquum,karena melihat maknanya. 4* 3 i :db
("F' :t') mengerjakan dosa besar; yaitu
lalu setelah itu kalian minum dari air yang
syirik dan paganisme.
{:,;rtr) q r4t ,:t'j ui; 9'4b istifhaam, sangatpanas karena rasa haus yangmenguasai.
yaitu huruf hamzah yang disebutkan secara Di sini digunakan bentuk dhamir mudzakkar,
berulang untuk memberikan pengertian si- {#} untuk pohon zaqquum karena melihat
kap pengingkaran terhadap ba'ts. ti, iiy dan mempertimbangkan bentuk redaksinya.
{d} unta yang sangat kehausan. Bentuk
4ij;$ Hamzah pada kata awa adalah hamzah
jamak dari ahyam dan haimaan untuk
istifhaam. Istifhaam ini dan pada kalimat
mudzakkar dan haimaa untuk mu'annats, se-
sebelumnya mengandung makna al'lstib'aad
perti kata 'athsyaan dan'athsya4 yakni unta
(menganggap sesuatu sebagai hal yang tidak
yang menderita penyakit al-Huyaam, yaitu
mungkin). Mereka menyatakan bahwa ba'ts
adalah sesuatu yang tidak mungkin terjadi' Di suatu penyakit mirip penyakit busung air
sini terkandung pengertian yang menunjuk- (dropsy) yang menyerang unta hingga me-
kan bahwa mereka menganggap bahwa ba'ts nyebabkannya terus-menerus minum hingga
bagi para leluhur mereka adalah jauh lebih mati atau sakit. {,#}} Kata an-Nuzul arti-
tidak mungkin lagi dan mereka lebih keras nya adalah sesuatu yang dipersiapkan untuk
seorang tamu pada saat ia baru tiba sebagai
mengingkarinya karena masa para leluhur
bentuk pemuliaan dan penghormatan kepada-
mereka sudah terlalu lama berlalu.
Ada versi qiraa'aat yang membaca aw nya. {;riri!} hari pembalasan dan Kiamat'
dengan huruf wawu dibaca sukun sebagai
huruf 'athaf yang meng'athafl<an kalimat ini Persesualan Ayat
kepada letak posisi inna dan isimnya. {:uf} Setelah menerangkan kondisi dua go-
longan dari tiga golongan manusia pada hari
waktu. Kata ini asalnya adalah berarti batas Kiamat, yaitu golongan as'Saabiquun dan
waktu yang ditentukan untuk sesuatu. t;h
*:4y(parX hari Kiamat. Hari Kiamat disebut golongan kanan, Allah SWT menyambungnya
dengan pembicaraan yang menerangkan kon-
ldisi golongan yang ketiga, yaitu golongan
, ni6*b.rrri* , .TIjJI*l:*Y1111111P.1,.4",,,,,,,,,,,,
. ,**rrr,, ..........,..,..,.,,,,,,,,,,, "..""......,.,..,.,311?n"u*'"q'''h
menyinggung api neraka dan kengerian-
kengeriannya, dengan maksud untuk meng.
kiri beserta bermacam rupa adzab dan pem- isyaratkan dengan sesuatu yang lebih rendah
balasan yang mereka terima di dalam neraka dan ringan kepada sesuatu yang lebih tinggi
fahannam beserta penjelasan tentang sebab- dan berat. Karena jika angin atau udara yang
nya, yaitu tenggelam dalam syahwat di dunia, mereka hirup saja adalah samuum (angin atau
kemusyrikan dan sikap mereka yang meng- udara yang sangat panas) dan air yang mereka I
ingkari dan tidak memercayai hari pem- peroleh adalah hamiim (air yang sangat
bangkitan (ba'ts). panas), padahal udara dan air adalah dua hal
yang paling sejuk di dunia, bagaimana jadinya
Tafslr dan Penlelasan dengan api yang melingkupi mereka yang
"Dan golongan kiri, alangkah sengsaranya
api merupakan sesuatu yang paling panas di
golongan kiri itu." (al-Waaqi'ah: 41) dunia? Seakan-akan Allah SWT berfirman, jika
sesuatu yang paling dingin bagi mereka saja
Berada dalam apakah golongan kiri? adalah menjadi sesuatu yang paling panas,lalu
bagaimana jadinya mereka dengan sesuatu
Bagaimana gambaran mereka ketika diadzab yang paling panas, yaitu api? Di antara ayat
di akhirat? Keadaan, kondisi dan gambaran
mereka adalah yang memiliki semangat serupa adalah,
"(Mereka) dalam siksaan angin yang " (Akan dikatakan),'Pergilah kamu menda-
sangat ponos dan air yang mendidih, dan patkan apa (adzab) yang dahulu kamu dusta-
kan. Pergilah kamu mendapatkan naungan
naungqn qsap yang hitam, tidak sejuk dan tidak (asap api neraka) yang mempunyai tiga ca-
m e ny e n a ng kan." (al-W aaqi'ah : 42 - 4 4) bang, yang tidak melindungi dan tidak pula
menolak nyala api neraka.' Sungguh, (neraka)
Mereka berada di dalam angin yang ter- itu menyemburkan bunga api (sebesar dan se-
tinggi) istana, seakan-akan iring-iringan unta
amat panas dari angin atau udara api neraka, yang kuning." (al-Mursalaat 29-33)
air yang sangat panas, dan naungan dari Sebab mereka diadzab adalah
asap fahannam yang sangat hitam pekat
"sesungguhnya mereka sebelum itu (da'
yang tiada memberi kesejukan sebagaimana hulu) hidup bermewah-mewah, dan mereka
naungan pada umurnnya. Pemandangan dan
tampilannya tidak bagus dan tidak pula mern- terus-menerus mengerjakan dosa yang besar,
beri manfaat. Setiap sesuatu yang tiada me- dan mereka berkata, Apabila kami sudah mati,
ngandung kebaikan tidak bisa disebut kariim. menjadi tanah dan tulang-belulang, apakah
kami benar-benar akan dibangkitkan kembali?
Makna yang tepat adalah as-Samuum Apakah nenek moyang kami yang terdahulu
(dibangkitkan pula)?"'60 (al"Waaqi'ah: 45-47)
adalah udara atau angin yang sangat panas
yang berhembus dan biasanya menyebabkan
sakit atau kematian. Ar-Razi menjelaskan yang
lebih utama bahwa as-Samuum adalah udara
yang sangat busuk dan kotor yang bergerak
dari satu arah ke arah yang lain. fika seseorang 60 Hamzah pada kata a'izdaa dan a'innaa adalah hamzah
menghirupnya, hatinya menjadi rusak oleh istiJhaam dengan makna pengingkaran dan keheranan
karenanya dan menyebabkannya mati. (pengingkaran dan keheranan yang diungkapkan dengan
Di sini hanya disebutkan as-Samuum nada pertanyaan) sebagaimana yang sudah pernah
dan al-Hamfim (air yang sangat panas) tanpa disinggung di atas. Penyebutan hamzah secara berulang di
sinl adalah bertuiuan untuk memperkuatdan mempeltegas
makna pengingkaran.
Mereka dulunya ketika di dunia hidup baik apakah disebutkan sebabnya maupun
senang dan mewah dengan sesuatu yang tidak tidah tidak akan muncul asumsi dan per-
halal bagi mereka, tenggelam dalam syahwat, sepi semacam kekurangan dan kezaliman
hanya berorientasi pada kesenangan diri menyangkut karunia yang diberikan, karena
sendiri tanpa mau memedulikan apa yang itu adalah karunia yang diberikan karena ke-
dibawa oleh para rasul. Mereka juga terus murahan si pemberi. Adapun keadilan, jika tidak
konsisten dalam berbuat dosa besar tanpa diketahui sebab hukuman, tentu akan muncul
I mau bertobat darinya, yaitu syirik atau kafir persangkaan telah terjadi kezaliman. Dari itu,
kepada Allah SWT serta mengambil berhala, di sini Allah SWT menyebutkan sebab kenapa
arca, dan sekutu-sekutu sebagai tuhan-tuhan
orang-orang golongan kiri mendapatkan
selain Allah SWT. hukuman dan adzab tersebut.
Mereka juga mengingkari dan tidak me- Selanjutnya, Allah SWT memberikan tang-
mercayai adanya ba'ts setelah kematian dan gapan terhadap sebab-sebab dan alasan yang
menganggapnya sebagai sesuatu yang tidak
mereka lontarkan yang melatarbelakangi
mungkin terjadi, seraya berucap, "Bagaimana pengingkaran dan ketidakpercayaan mereka
kami akan dibangkitkan kembali ketika kami
telah mati, menjadi jasad-jasad yang hancur terhadap batq yaitu kehidupan setelah ke-
dan tulang belulang yang lapuk? Bahkan, bagai- matian, jasad yang telah berubah meniadi
mana mungkin nenekmoyang dan leluhurkami
tanah, dan telah begitu lama berlalu masa ke-
matian para leluhur dan nenek moyang,
terdahulu akan dibangkitkan kembali, karena "Katakanlah,'(Ya), sesungguhnya orang'
mereka telah sangat lama berlalu dan telah orang yang terdahulu dan yang kemudian,
mati sejak zaman yang sudah sangat lama?" pasti semua akan dikumpulkan pada waktu
Di sini, pengingkaran dan ketidakper- tertentu, pada hari yang sudah dimaklumi,"'
cayaan mereka terhadap ba'ts lebih besar (al-Waaqi'ah: 49'50)
lagi menyangkut nenek moyang dan leluhur Katakan kepada mereka wahai Rasul,
"sesungguhnya orang-orang terdahulu dari
mereka dan menganggapnya sebagai sesuatu umat-umat yang kalian kira tidak mungkin
yang lebih tidak mungkin. Di sini, mereka dibangkitkan kembali, dan iuga orang-orang
mengungkapkan pengingkaran dan ketidak- yang di masa yang akan datang, termasuk
percayaan mereka terhadap ba'ts dengan
menggunakan bahasa Pertanyaan. kalian dan semua orang di masa mendatang,
Ada hal yang perlu diperhatikan di sini, semuanya akan dikumpulkan setelah ba'fs
yaitu ketika membicarakan pahala yang di- di hamparan Kiamat pada hari yang telah
berikan kepada golongan as-Saabiquun dan ditentukan waktunya yang tiada akan mun-
golongan kanan, Allah SWT dalam konteks ini dur dan tidak pula maiu serta tidak akan ber-
membicarakannya tanpa menyebutkan amal- tambah dan tidak pula berkurang." Hal ini se-
amal saleh para hamba. Dari itu, Allah SWT bagaimana firman Allah SWT dalam ayat,
tidak menyebutkan sebab yang menjadikan go- "Maka pengembalian itu hanyalah dengan
longan kanan mendapatkan nikmat. Sedangkan sekali tiupan saia. Maka seketika itu mereka
dalam konteks menimpakan hukuman, Allah
SWT menyebutkan sebabnya, yaitu amal-amal hidup kembali di bumi (yang baru)." (an'
ielek orang-orang yang berbuat kejelekan. Itu
karena pahala adalah karunia dan anugerah, Naazi'aat 13-14)
sedangkan hukuman adalah keadilan. Karunia, "sesungguhnya pada yong demikian itu
pasti terdapat pelaiaran bagi orang-orang yang
*tt't*-*'"'*I"'o-" - ,,!t,{,\-d-61;;- ),}ri* t""n"'*""0'"n
takut kepada adzab akhirat. Itulah hari ketika secara tidak wajar; tetapi kalian minumnya I
semua manusia dikumpulkan (untuk dihisab), seperti minumnya unta yang kehausan dan
dan itulah hari yang disaksikan (oleh semua tiada pernah merasa terpuaskan dahaganya,
makhluk). Dan Kami tidak akan menunda, sehingga ia terus-menerus minum hingga
kecuali sampai waktu yang sudah ditentukan. menyebabkannya mati. Abdullah bin Abbas r.a.
Ketika hari itu datang, tidak seorang punyang dan sejumlah tabi'in menjelaskan kata al-Hiim
berbicara, kecuali dengan izin-Nya; maka di berarti unta yang sangat haus.
antara mereka ada yang sengsara dqn ada
yang berbahagia." (Huud: 103-105) As-Suddi menjelaskan kata al-Hiim me-
rupakan sebuah penyakit yang menyerang
fata {;} di sini mengisyaratkan bahwa
unta yang menyebabkannya tidak pernah
perkara tersebut merupakan sesuatu yang
terpuaskan rasa dahaganya sehingga ia terus-
sangat jelas dan gamblang. Tidak dijelaskannya menerus minum hingga mati. Demikian pula
dengan penghuni fahannam, mereka tidak
waktu hari Kiamat secara spesifi[ supaya pernah terpuaskan dahaganya dengan minum
manusia tidak berpangku tangan. air yang sangat panas itu. Diceritakan dari
Kemudian, Allah SWT menjelaskan be-
Khalid bin Ma'dan, bahwasanya ia tidak suka
berapa aspek dan bentuk adzab menyangkut minum seperti minumnya untaal-Hiim dengan
makanan dan minuman mereka, cara langsung sekali teguk tanpa menyelanya
"Kemudian sesungguhnya kamu, wahai dengan bernafas tiga kali.
orang-orqng yang sesat lagi mendustakan! Selanjutnya, Allah SWT menerangkan
pasti akan memakan pohon zaqquum, maka bahwa itu adalah adzab mereka,
akan penuh perutmu dengannya. Setelah itu
kamu akan minum air yang sangat panos. "ltulah hidangan untuk mereka pada hari I
Maka kamu minum seperti unta (yang sangat pembalasan " (al-Waaqi'ah: 56)
haus) minum." (al-Waaqi'ah: 5 1-55) .i I
Apa yang telah Kami deskripsikan dan i
Sesungguhnya kamu sekalian wahai jelaskan itu berupa makanan dan minuman,
orang-orang yang tersesat dari kebenaran, I
engkau mengingkari wujud dan keesaan pohon zaqquum dan minuman air yang I
Allah SWX mendustakan para rasul-Nya, I
sangat panas itu adalah jamuan mereka di I
serta mengingkari ba'ts dan pembalasan pada
hari Kiamat. Sesungguhnya kalian di akhirat sisi Tuhan pada hari mereka dihisab. Itulah I
kelak akan makan dari pohon zaqquumyang apa yang disuguhkan dan dipersiapkan untuk I
merupakan pohon yang bentuk, penampilan
dan rasanya sangat buruk sehingga kalian me- mereka dan apa yang mereka makan pada hari I
menuhi perut kalian karena sangat kelaparan.
Kiamat. Di sini adzab itu disebut jamuan dan I
Kemudian, setelah kalian memakan suguhan bagi mereka, sebagai bentuk ejekan, I
zaqquum, kalian akan minum dari air yang penghinaan, dan cemoohan. I
sangat panas karena kehausan yang sangat
kalian rasakan. Kalian minum air itu seperti Menurut pendapat ar-Razi, apa yang di- i
minumnya unta yang sangat kehausan yang sebutkan bukanlah merupakan keseluruhan
tidak pernah merasa terpuaskan dahaganya adzab, tetapi baru permulaan dan sebagian i
dari adzab yang mereka terima. Kata an-Nuzul l
disebabkan suatu penyakit yang dideritanya. berarti apa yang dipersiapkan dan disediakan l
untuk tamu dan merupakan suguhan pertama i
Kalian minum air yang sangat panas itu yangdimakan olehsitamu. Hal ini sebagaimana I
firman Allah SWT menyangkut orang-orang I
Mukmin,
Srr"n "fW""Ot'"n ,r rr,tr, i
"Sungguh, orang yang beriman dan menger- kuman tersebut atau dengan kata lain,
jakan kebajikan, untuk mereka disediakan surga sebab mereka berhak mendapatkan hu-
Firdaus sebagai tempat tinggal." (al'I{ahf: 107) kuman tersebut adalah ketika di dunia
mereka hidup bersenang-senang dan
Flqlh Kehldupan atau Hukum-Hukum bermewah-mewahan dengan hal-hal
Ayat-ayat di atas menjelaskan sejumlah yang haram. Mereka membangkang ter-
hal sebagai berikut. hadap tauhid, jauh dari ketaatan dan
1. Sesungguhnya orang-orang golongan kiri, keikhlasan. Mereka juga terus-menerus
yaitu orang-orang yang menerima buku berada di atas dosa besar tanpa mau
catatan amal mereka dengan tangan kiri,
Allah SWT menjadikan malapetaka dan bertobat darinya, yaitu syirik. Ada yang
# adzab bagi mereka begitu besar dan luar
biasa mengerikan. Allah SWT juga ingin mengatakan, yang dimaksudkan dengan
menumbuhkan kesadaran pada diri kita dosa besar di sini adalah sumpah palsu
terhadap keadaan, perkara, dan urusan karena mereka bersumpah bahwa me-
mereka. reka tidak akan dibangkitkan kembali,
bersumpah bahwa tidak ada ba'ts [hari
2. Mereka diadzab di dalam angin yang
pembangkitan kembali) dan berhala
dan patung-patung itu adalah sekutu
Allah SWT. Itulah al-Hintsu, dosa besar
sangat panas yang masuk melalui pori- mereka.
pori, dan mereka minum dari air Yang Ketika di dunia, karena dilatarbe-
sangat panas karena begitu dahsyat
lakangi oleh sikap mereka yang meng-
dahaga yang mereka rasakan. Ketika api anggap ba'ts sebagai sesuatu yang tidak
mungkin, mereka mendustakan dan tidak
membakar seluruh tubuh mereka luar
dan dalam, mereka langsung bergegas memercayai adanya ba'ts. Mereka ber-
menuju ke air; lalu mereka mendapati air kata, "Tidak ada kehidupan lagi setelah
itu ternyata sangat Panas. kematian. Tidak mungkin kehidupan di-
Begitu juga, ketika mereka berusaha kembalikan lagi kepada jasad-jasad yang
lari menghindar dari angin dan udarayang telah hancur dan tulang belulang yang
sangat panas menuju ke suatu teduhan, telah lapuk dan rusak. Pembangkitan
seperti yang dilakukan oleh makhluk ketika kembali leluhur dan nenek moyang kami
adalah sesuatu yang lebih tidak mungkin
di dunia, mereka mendaPati naungan
itu ternyata berupa asap |ahannam yang lagi. Ketika kami telah menjadi tanah
setelah kematian kami, apalagi leluhur
sangat hitam pekat. Naungan itu sama
sekali tidak sejuk tetapi sebaliknya sangat dan nenek moyang kami yang telah lama
panas karena teduhan itu berupa asap sekali mati, bagaimana mungkin bisa
fahannam. Teduhan itu juga tidak bagus terjadi be'ts?"
pemandangan dan tampilannya, tidak se-
4. Di antara ragam adzab orang-orang yang
gar dan sejuh tiada bermanfaat dan tiada tersesat dari petunjuk dan mendustakan
mengandung suatu kebaikan apa pun' ba'ts adalah mereka makan dari pohon
Naungan itu bukanlah naungan yang baik zoqquum, yaitu pohon yang buruk rupa
dan tidak pula menyenangkan. dan bentuknya lagi buruk rasanya. Mereka
3. Sesungguhnya amal-amal mereka yang memenuhi perut mereka dengan makanan
menyebabkan mereka mendapatkan hu- itu. Kemudian setelah makan zaqquum,
:
i
mereka minum dari al-Hamiim, yaitu air #sgUi'i{\egog-s;ig.lpvs I
yang mendidih dengan sangat hebat dan I
{j6.litt "s$t',# .,\-rll/j '$Xi,{ u A
air itu adalah nanah para penghuni ne-
raka. Mereka minum air itu dengan tidak FTr$*:lsrgtfiFvk$@'tiiHx
sewajarnya. Mereka meminumnya seperti 'i;ikttg,utgMxt5@a?:vt
minumnya unta yang kehausan dan tidak
'ki$@'ai*F ii,y.@ 'tfrAg
pernah terpuaskan dahaganya karena ii i, iA <. i#$ic, @';ifrair'i{r
suatu penyakit yang dideritanya. a<,Kfi *iEV\ALY*Kftrw<lfit
Maksudnya adalah mereka benar- AWfr5W\i*,
benar dikuasai oleh rasa lapar hingga me- "*-iV$69't'rexfu#
maksa mereka untuk makan zaqquum.Ke-
mudian mereka dikuasai oleh rasa dahaga g@!;bx\$:*\'6@
hingga memaksa mereka untuk minum air
yang sangat panas seperti minumnya unta "KAmi telah menciptakan kamu, lnengapa
al-Hiim [unta yang kehausan dan tiada kamu tidak membenarkan (hari berbangkit)?
pernah terpuaskan dahaganya karena
Maka adakah kamu perhatikan, tentang (benih
suatu penyakit yang dideritanya). manusia) yang kamu pancarkan. Kamukah yang
menciptakannya, ataukah Kami penciptanya? Kami
5. Itu adalah rezeki mereka yang disiapkan tehh menentukan kematian masing-masing kamu
dan Kami tidak lemah, untuk menggantikan kamu
dan disediakan untuk mereka pada hari dengan orang-orang yang seperti kamu (di dunia)
pembalasan di dalam |ahannam, seperti dan membangkitkan kamu kelak (di akhirat) dalam
keadaan yang tidak kamu ketahui. Dan sungguh,
sajian dan jamuan yang disuguhkan ke- kamu telah tahu penciptaan yang pertama, mengapa
pada para tamu sebagai penghormatan kamu tidak mengambil pelaj aran? Pernahkah kamu
kepada mereka. Penyebutan adzab dengan
sebutan an-Nuzul (suguhan bagi tamu) perhatikan benih yang kamu tanam? Kamukah
di sini mengandung makna penghinaan, yang menumbuhkannya ataukah Kami yang
cemoohan, dan ejekan, seperti penggunaan menumbuhkan? Sekiranya Kami kehendaki, niscaya
Kami hancurkan sampai lumat; maka kamu akan
kata bisyaraah (berita gembira) dalam heran tercengang (sambil berkata),'Sungguh, kami
konteks berita buruk yang menyedihkan benar-benar menderita kerugian, bahkan kami
seperti dalam ayat, tidak mendapat hasil apa puni Pernahkah kamu
memerhatikan air yang kamu minum? I(amukah
"Maka bertkanlah kabar gembira ke- yang menurunkannya dari awan ataukah Kami
pada mereka, (bahwa mereka akan men- yang menurunkan? Sekiranya Kami menghendaki,
dapat) adzabyang pedih." (at:Iaubah: 34)
niscaya Kami menjadikannya asin, mengapo
BUKTT-BUKtt ULU UH tYyAH, PEMBUKTTAN
DAN PENEGASAN KUASA ALLAH UNTUK kamu tidak bersyukur? Maka pernahkah kamu
MELAKUKAN BA'TS DAN PEMBAI.ASAN memerhatikan tentang api yang kamu nyalakan
(dengan kayu)? Kamukah yang menumbuhkan
Surah al-Waaq!'ah Ayat 57 - 74
Wv,kA@-oij:3*$K*y
'oA K*u;rF@i,fi6 #t6i$bfv
TAFSTRAL-MUNtR IILID 14
kayu itu ataukah Kami yang menumbuhkan? Mufrudaat Lu$hawWah
Kami menjadikannya (api itu) untuk peringatan 4:,;U ii) maka mengapa kalian tidak
dan bahan yang berguna bagi musafir. Maka
membenarkan dan tidak memercayai dengan
bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhanmu
penuh keyakinan atas penciptaan kalian oleh
Yang Mahabesaf' (al-Waaq I ahz 57 -7 4)
Kami, dan membuktikannya dengan amal-amal
perbuatan yang menunjukkan kalau kalian
Qlrua'aat membenarkan dan memercayai hal itu. Atau,
(61:;): maka mengapa kalian tidak membenarkan,
tidak memercayai, dan tidak mengakui ada-
Ibnu Katsir membaca, 1(;riy. nya ba'ts, sebagaimana kalian mengakui pen-
4i'rSrb dibaca: ciptaan yang pertama, yakni penciptaan kalian
1. <'otin>ini adalah qiraa'aat Hafsh, Hamzah pada kali pertama. Karena Dzat Yang Kuasa
dan al-Kisa'i. menciptakan pada kali pertama pastinya
Kuasa untuk mengulangnya. (irlJ d) apa yang
2. <'otib>ini adalah qiraa'aatimam yang lain. kalian pancarkan dan tuangkan ke dalam
l'ruab rahim berupa mani. 4tiJj,3ii) apakah kalian
lt iiI ';;i;i c'iit ,l#_ f.iirY yang meniadikan mani itu manusia yang utuh
(i,id, dan sempurna penciptaannya.
Kalimat yang berbunyi {irlir }5'rt 1*; PttY
I (,jii) Kami telah menetapkan dan me-
berkedudukan sebagai maf'uul bihf kedua,
jika kata ra'aitum (melihat) di sini maksudnya nentukan waktu kematian tiap'tiap orang.
(q.P, bi 6'tY tiada seorang pun yang bisa
adalah melihat dalam arti mengetahui. Namun
mendahului dan mengalahkan Kami sehingga
jika kata ini maksudnya adalah melihat dalam
arti melihat dengan mata, kalimat tersebut ia bisa lari dari kematian. Atau tiada seorang
pun yang bisa mengalahkan Kami karena Kami
posisinya adalah sebagai kalimat musta'nafah
(permulaan kalimat baru). tidaklah lemah.
$:'risJ,; ,lirtip t<ata {,Jir;} asalnya adalah *|4^3lrfji ,li oi menciptakan makhlukyang
zhaliltum. Ada qiraa'aat yang membaca /at' dHeunrguafniakaarlirm{,a/t,}{rd.,iFsijnii}bisYaajkandi,i
seperti kalian.
hah huruf zha'nya, zhaltum, dan ada pula iaberta'alluq
yang membacanya kasrah, zhiltum, Orang Kami Mahakuasa, Kami menetapkan kematian
yang membaca fathah, ia membuang huruf di antara kalian untuk mengganti orang-orang
yang seperti kalian, yakni dengan kematian
lam yang pertama berikut harakatnya untuk
meringankan pengucapan. Sedangkan orang sekelompok orang dan Kami menggantinya
yang membacakasrah, maka ia memindahkan dengan sekelompok orang yang lain dari ge-
harakat huruf lamyangpertama ke huruf zha' nerasi ke generasi datang silih berganti' Ini
dan membuang huruf lam tersebut. Ini adalah adalah pendapat ath-Thabari. Atau adakalanya
dua versi dialek untuk kata ini. berta'alluq dengan kata {G#} yakni Kami
4:t;';! f1) sesungguhnya kami memikul sekali-kali tiada dapat dikalahkan untuk meng-
beban tanggungan atau kerugian atas biaya ganti orang-orang seperti kalian. fata 45jAip
yang telah kami keluarkan. Atau kami adalah adalah bentuk jamak dari matsal'
orang-orang yang dibinasakan karena binasa' [tr:rti u, ggi^ui) dan menciptakan kalian
nya rezeki kami. Dari akar kata al-Ghurmyang dengan sifat, kriteria, dan spesifikasi yang tidak
berarti al-Halaak (binasa). kalian ketahui. Kami kuasa untuk meniadakan
TAFSTRAL-MUNTR JrrrD 14
atau mematikan kalian, Kami mampu men- orang-orang yang tiada memperoleh rezeki
ciptakan makhluk yang seperti kalian serta
mengubah sifat, kriteria dan spesifikasi kalian kami, atau kami adalah orang-orang yang bu'
yang tidak diketahui oleh akal pikiran kalian,61
Kami menciptakan kalian dengan penciptaan kannya beruntung tapi buntung. {oir} awan
yang lain yang tidak kalian ketahui dan melalui mendung. Bentuk jamak dari al-Muznah'
sejumlah fase yang tidak kalian ketahui. Kami
menciptakan sifat-sifat, kriteria, dan hal-hal {irf,; if} ataukah Kami Yang menurunkan-
lainnya yang tiada kalian ketahui. nya dengan kuasa Kami.
43rfi irr, .,!r{' ;At 6:* *ii;y aan sungguh ((r-i} asin dan tidak bisa diminum. ilri)
kalian benar-benar telah mengetahui pen-
(i1f-rj maka mengapa kalian tidak mensyukuri
ciptaan yang pertama, mengapa kalian tidak nikmat-nikmat yang bersifat primer seperti
memetik pelajaran dan sadar bahwa Dzat
Yang Kuasa menciptakan penciptaan yang itu. {jyjri} yang kalian nyalakan, atau yang
pertama, Ia juga Kuasa untuk menciptakan
penciptaan yang kedua kalinya karena sudah kalian keluarkan dalam bentuk api. ;;L^,i ptly
ada model pola dan contoh sebelumnya. Di
sini juga terkandung dalil yang menunjukkan 46';" apakah kalian yang menciptakan pohon
keabsahan kias. yang dari pohon itu korek api berasal, seperti
43;';Y mengolah tanah dan menaburkan pohon al-Markh dan al-Afaar yang bisa me-
benih-benih di dalamnya. $ie.,i,Xiii) apakah
mantik api dengan cara digesek-gesekkan.
kalian yang menumbuhkannya. Dari akar kata
(6fu;+i) Kami menjadikan api itu. (lti|
az-Zar' yang artinya adalah al-lnbaat (me-
numbuhkan). {;tr,,rf1t;5 ii} ataukah Kami Yang sebagai contoh dari api Iahannam, atau untuk
menumbuhkannya. {UrJ"l} kering, rusah dan memberikan pengertian tentang perkara ba'ts,
hancur. {$6} asalnya adalah zhaliltum, yang atau untuk mengingatkan dan menyadarkan.
arti harfiahnya adalah aqamtun nahaaran
(rir}{r';r,,r} dan manfaat. bagi para musafir,
fbermukim pada siang hari. Namun pada
Berasal dari kata aqwaa al-Qaum berarti
praktiknya, kata ini bermakna istamarra yang
orang-orang yang berjalan melewati al-
berarti terus-terus an). {"fi:7} maka kalian
Qawaa'[tanah yang koson& gersang, tandus
pun menjadi terus-terusan merasa heran
dan kering tanpa tumbuhan dan air). r-t g-.,F
dan tercengang terhadap buruknya keadaan
tanaman itu serta kalian pun menyesali dan 44Jt,tt1maka bertasbihlah kamu menyucikan
eitatr SWf Yang Mahaagung, bacalah tasbih,
meratapi jerih payah kalian dalam usaha
"subhaanallaahil Azhiim" [Mahasuci Allah
menanam tanaman tersebut.
SWT Yang Mahaagung), dan adakanlah tasbih
4:,;';! d1) kami benar-benar menanggung
dengan menyebut Nama-Nya, atau dengan
beban dan kerugian harta yang telah kami berdzikir kepada-Nya. Kata al-Azhiim di sini
keluarkan. Atau, kami benar-benar binasa
karena binasanya sumber rezeki kami. Dari menjadi sifat untuk ismi atau Rabb.
akar kata al-Ghurm yang berarti al-Halaak (ke'
Persesualan Ayat
binasaan). 43rr., il .fy bahkan kami adalah
Setelah menerangkan keadaan dan kondisi
6l Al-Bahrul Muhiith,2/211.
tiga golongan manusia pada hari Kiamat serta
nasib masing-masing dari ketiga golongan
itu, Allah SWT memberikan tanggapan dan
sanggahan terhadap orang-orang yang men-
dustakan dari kelompok yang sesat dan ateis.
Dalam hal ini, Allah SWT memaparkan bukti-
bukti petunjuk tentang uluuhiyyah. Bukti-
bukti petunjuk itu berupa penciptaan, rezeki,
dan memberikan suplai nikmat-nikmat yang Kami membagi serta menentukan ke-
kontinu tanpa henti. Di sini, Allah SWT juga
matian di antara kalian dan menetapkan
mengukuhkan tentang kehidupan akhirat, waktunya untuk tiap-tiap orang dari kalian. Di
ba'ts, dan pembalasan, antara kalian ada yang mati ketika sudah besar
dan ada yang mati ketika masih kecil. Akan
Tafslr dan Penlelasan tetapi, semuanya adalah sama dalam kematian,
setiap orang pasti mendapatkan porsi bagian
"Kami telah menciptakan kamu, mengapa
kamu tidak membenarkan (hari berbangkit)?" dari kematian. Kami sekali-kali tidak akan
(al-Waaqi'ah: 57)
bisa dikalahkan dan dilemahkan. Akan tetapi,
Kami mampu untuk mendatangkan pengganti
Kami memulai penciptaan kalian pada kali kalian dengan menciptakan manusia seperti
pertama setelah sebelumnya kalian bukanlah kalian setelah kalian dibinasakan, Kami mam-
suatu apa-apa, dan kalian mengetahui betul pu untuk mengubah sifat-sifat dan kriteria
hal itu, mengapa kalian tidak membenarkan kalian serta menciptakan sifat-sifat, kriteria,
dan tidak memercayai ba'ts sebagaimana ka- spesifikasi, keadaan, dan kondisi yang lain
lian mengikrarkan dan mengakui penciptaan yang tiada kalian ketahui.
pertama tersebut. Dzat Yang Kuasa mencipta- Maksudnya adalah Kami menitahkan ke-
kan pada kali pertama, secara otomatis Dia matian atas kalian tanpa ada satu pun dari
tentu kuasa untuk mengulang kembali. kalian yang bisa mengelak dari kematian, Kami
l Ini adalah pengukuhan dan pembuktian kuasa untuk mendatangkan generasi-generasi
tentang kehidupan akhirat dengan cara kias. lain yang seperti kalian dan dari jenis kalian
Selanjutnya, Allah SWT memaparkan bukti- supaya kehidupan spesies manusia bisa lestari,
bukti lain tentang hal itu, berkelanjutan, dan berkesinambungan. Kami
"Maka adakah kamu perhatikan, tentang juga kuasa untuk memperbarui sifat-sifat,
(benih manusia) yang kamu pancarkan. Kamu-
kah yang menciptakannya, ataukah Kami pen- keadaan, dan kondisi. Kami sekali-kali tidak
ciptany a7" (al-Waaqi'ah: 58' 5 9) akan bisa dikalahkan. Kami sekali-kali tidak
lemah untuk menciptakan manusia-manusia
Coba terangkan kepadaku tentang mani
atau nuthfah yang kalian pancarkan ke dalam yang seperti kalian dan untuk mengembalikan
rahim para perempuan, apakah kalian yang
kalian seperti semula setelah sendi-sendi
menetapkannya di dalam rahim, membentuk
tulang kalian terlepas dan tercerai-berai.
dan menciptakannya di dalam rahim serta
Ini merupakan dalil dan bukti tentang
menjadikannya manusia yang sempurna dalam
kebohongan dan kekeliruan fatal orang-orang
bentuk penciptaannya, ataukah Allah SWT
Yang menciptakan semua itu, menentukan yang mendustakan dan tidak memercayai
ukurannya, dan membentuknya? adanya ba'ts, serta dalil dan bukti kebenaran
para rasul tentang hasyr [pembangkitan,
pengumpulan, dan penghimpunan manusia
pada hari Kiamat). Karena kalimat (IAX ltt!
"Kami telah menentukan kematian masing- merupakan kalimat yang menjadikan mereka
masing kamu dan Kami tidak lemah, untuk tidak bisa berkutik dan mau tidak mau
menjadikan mereka terpaksa untuk meng-
menggantikan kamu dengan orang-orang yang
ikrarkan dan mengakui bahwa pencipta pada
seperti kamu (di dunia) dan membangkitkan kali pertama adalah Allah SWT. Ketika Dia
kamu kelak (di akhirat) dalam keadaan yang kuasa untuk menciptakan pada kali pertama,
tidak kamu ketahui." (al'Waaqi'ah: 60'61)
sudah barang tentu pasti Dia juga mampu kannya pertama kali. Dan Dia Maha Mengetahui
untuk menciptakan kembali pada kali kedua. tentang seg ala makhluk"' (Yaasiin: 79)
Selanjutnya Allah SWT menjelaskan dalil 'Apakah manusia mengira, dia akan dibiar'
dan bukti lain yang menegaskan bahwa ba'ts kan begitu saja (tanpa pertanggungiawaban)?
adalah sesuatu yang sangat mungkin sekaligus Bukankah dia mulanya hanya setetes mani yang
ditumpahkan (ke dalam rahim), kemudian (mani
mengukuhkan apa yang telah disebutkan itu) menjadi sesuatu yang melekat, Ialu Allah
menciptakannya dan menyempurnakannya, lalu
sebelumnya, Dia menjadikan darinya sepasang laki-laki dan
perempuan. Bukankah (AIIah yang berbuat) de'
"Dan sungguh, kamu telah tahu penciptaan mikian berlruasa (pula) menghidupkan orang
yang pertama, mengapa kamu tidakmengambil moti?" (al-Qiyaamah: 36-40)
p elaj ar an7 " (al'Waaqi' ah: 62) Ini merupakan dalil dan bukti tentang
Sungguh, kalian benar-benar telah me- al-Hasyr serta penegasan tentang penciptaan
ngetahui bahwasanya Allah SWT telah men'
pada kali kedua dengan cara mengingatkan
ciptakan kalian pada kali pertama setelah kepada penciptaan yang pertama, supaya
sebelumnya kalian bukanlah apa-apa, men- itu menjadi pengingat demi pengingat dan
ciptakan kalian melalui beberapa tahapan
dan fase dari nuthfah, kemudian segumpal pelajaran demi pelajaran.
darah, kemudian segumpal daging kemudian
kerangka tulang kemudian menutupi dan Selanjutnya Allah SWT menjelaskan dalil
dan bukti lain tentang kuasa-Nya sekaligus
membungkus kalian dengan daging serta men- bukti dan fakta-fakta tentang kesempurnaan
jadikan untuk kalian pendengaran, penglihatan,
inayah, perhatian dan rahmat-Nya kepada
dan hati, mengapa kalian tidak memetik
pelajaran dan menyadari kuasa Allah SWT makhluk-Nya,
untuk melakukan penciptaan kembali untuk "Pernahkah kamu perhatikan benih yang
kali kedua dan mengkiaskannya dengan pen-
ciptaan pada kali pertama? Karena Dzat Yang kamu tanam? Kamukah y ang menumbuhkanny a
kuasa untuk menciptakan dan mengadakan
pada kali yang pertama, secara prioritas sudah ataukah Kami yang menumbuhkan?" (al'
barang tentu pasti kuasa untuk mengadakan
Waaqi'ah:63-64)
dan menciptakan untuk kali kedua, yaitu
Coba katakan dan terangkan kepadaku
mengembalikan, membangkitkan, dan meng-
hidupkan kembali kalian seperti semula, Hal ini tentang apa yang kalian olah atau yang
sebagaimana firmanAllah SWT dalam ayat,
kalian bajak dari tanah kalian, lalu kalian me-
"Dan Dialah yang memulai penciptaan,
kemudian mengulanginya kembali, dan itu naburinya benih, memangnya apakah kalian
lebih mudah bagtNya" (ar-Ruum: 27)
yang menumbuhkannya dan menjadikannya
"Dan tidakkah manusia itu memikirkan
tanaman sekiranya itu meniadi tumbuhan
bahwa sesungguhnya Kami telah mencipta'
kannya dahulu, padahal (sebelumnya) dia yang sempurna yang memiliki bulir dan biii,
belum berwujud sama sekali?" (Nlaryam= 67)
ataukah Kami Yang menumbuhkannya di tanah
"Katakanlah (Muhammad),'Yang akan
dan meniadikannya tanaman yang sempurna?
menghidupkannya ialah (Allah) yang mencipta-
Hajr al-Mundziri, ketika ia membacaieri {:ny
gori'rti1t Ui '?i ia berkata, "Engkaulah Ya Rabbi
\
Yang menumbuhkannya." Kata (.irF) berasal
dari akar kata al-Harts yang berarti membelah
tanah dan meletakkan benih ke dalarnnya.
Ini adalah dalil dan bukti tentang rezeki kompensasi, Sedangkan al-Mahruum artinya
yang menjadi sebab keberlangsungan hidup adalah orang yang terhalang dari mendapatkan
rezeki, lawan kata dari al-Marzuuq.
setelah sebelumnya disebutkan dalil dan
Kemudian, Allah SWT menjelaskan dalil
bukti tentang penciptaan yang meniadi sebab dan bukti rezeki yang kedua setelah makanan,
awal permulaan kehidupan makhluk. Dalam yaitu minuman,
konteks ini, disebutkan tiga hal Pertama, "Pernahkah kamu memerhatikan air yang
kamu minum? Kamukah yang menurunkannya
makanan yang menjadi topik ayat, karena dari awan ataukah Kami yang menurunkan?"
(al-Waaqi'ah: 68-69)
makanan adalah sumber nutrisi. Kedua, mi-
numan yang menjadi topik ayat berikutnya, Coba katakan dan terangkan kepadaku
karena minuman memberikan rasa segar dan wahai kalian manusia tentang air tawar yang
enak. Ketiga, api yang menjadi bahan untuk kalian minum untuk menghilangkan dahaga,
memperbaiki, mematangkan, dan menjadikan memangnya apakah kalian yang menurun-
kannya dari awan mendung, ataukah Kami
layak konsumsi. Yang menurunkannya dengan kuasa Kami?
Bagaimana bisa kalian tidak mengakui dan
"sekiranya Kami kehendaki, niscaya Kami tidak mengikrarkan tauhid, tidak membenar-
hancurkan sampai lumat; maka kamu akan kan, dan tidak memercayai ba'ts?
heran tercengang, (sambil berkata),'Sungguh,
kami benar-benar menderita kerugian, bahkan "Sekiranya Kami menghendaki, niscaya
Kami menjadikannya asin, mengapa kamu
kami tidak mendapat hasil apa pun."' (al'
ti d ak b ersy ukur?" (al-Waaqi'ah: 7O)
Waaqi'ah:65-67)
Kalian sama sekali tidak memiliki kon-
Kami menumbuhkan benih tanaman itu tribusi apa pun dalam menurunkan air. Pe-
dengan belas kasih, kelembutan dan rahmat
Kami, serta Kami menjadikannya tumbuh nurunan air itu adalah benar-benar murni
sehat menghasilkan apa yang diinginkan semata-mata nikmat. Seandainya Kami ber-
kehendah niscaya bisa saja Kami meniadikan
sebagai bentuk rahmat bagi kalian. Seandainya air itu asin yang tidak layak untuk diminum
Kami menghendaki, niscaya bisa saja Kami dan tidak pula untuk irigasi. Mengapa kalian
tidak mensyukuri nikmat Allah SWT Yang telah
menjadikannya kering dan rusak sebelum menciptakan untuk kalian air yang tawar dan
tumbuh sempurna tanpa bisa dimanfaatkan segar yang bisa kalian minum dan manfaatkan,
dan dipanen, menjadikannya layu sebelum Hal ini sebagaimana firman Allah SWT dalam
berkembang tanpa menghasilkan biji maupun
ayat,
suatu apa pun yang lain yang diinginkan dari
"Dialahyang telah menurunkan air (huian)
tanaman yang ada. Ketika itu, kalian pun dari langit untuk kamu, sebagiannya meniadi
menjadi heran, kaget, dan tercengang dengan minuman dan sebagiannya (menyuburkan)
jeleknya keadaan tanaman itu dan apa yang tumbuhan, padanya kamu menggembalakan
ternakmu. Dengan (air hujan) itu Dia menum'
menimpanya, seraya berucap, "Sungguh kami buhkan untuk kamu tanam-tanamen, zaitun,
kurma, anggun dan segala macam buah'
benar-benar merugi dan kehilangan. Atau,
sungguh kami benar-benar binasa karena
kebinasaan dan rusaknya rezeki kami. Bahkan,
kami tiada bisa mendapatkan rezeki kami
karena binasa dan rusaknya tanaman kami,
karena malangnya nasib kami."
Al-Mughram berarti orang yang kehilang-
an harta secara sia-sia tanpa pengganti atau
TIll'*l:*YI*[llP 11 ,*"lr+d[sooB.i,',,, "* -. -- " i:::l:''.Y:::11*
\*_-____"/
buahan. Sungguh, pada yang demikian itu orang Mukmin memetik pelajaran darinya.
benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) Kami juga jadikan api itu bermanfaat bagi
bagi orang yang berpikir" (an-Nahl: 10-11)
para musafir dan para penduduk pedalaman
Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Abu
|a'far dari Rasulullah saw., bahwasanya jika yang berada di tanah yang kosong, kering, dan
gersang. Imam Ahmad, Bukhari, dan Muslim
beliau minum air; beliau mengucapkan doa,
meriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. dari
(.io'r ,
Rasulullah saw., beliau bersabda,
e)
,^C^'J va t'|j .o - uu- ' &\ |c * 4."r €.rvo ,.c t , o. o io, 1 t- t 1, ,.=
jsty- C'4.1,.r
.g-rJt -rj.Jt ,r, . .t,'
.,q1-'il+l ,L',>'1B,l'ilr.J-. 4tll'ro*'i '^?tA UG;1 ,,i,' J;t t t jw ,';1; )u
"Segala puji bagi Allah SWT Yang telah t;; ;*.i W' d" *'9biJ .g :Jw
,o , . ,' . .
memberi kami air minum yang tawar dan segar ^;-:.4 Wl
dengan rahmat-Nya dan tidak menjadikan air itu
asin lagi pahit oleh karena dosa-dosa kami." "Api Bani'A;* @pi dunia) yang mereka
nyalakan adalah satu bagian dari tujuh puluh
Kemudian, Allah SWT menjelaskan api bagian api lahannam. Lalu para sahabat berkata,
yang bisa menjadi bahan atau alat memper-
'Hai Rasulullah, sesungguhnya api Bani Adam
baiki sesuatu,
itu benar-benar sudah mencukupi.' Lalu beliau
"Maka pernahkah kamu memerhatikan
tentang api yang kamu nyalakan (dengan bersabda, Api lahannam enam puluh sembilan
kayu)? Kamukah yang menumbuhkan kayu
itu ataukah Kami yang menumbuhkan?" (al- melebihi api Bani Adam."'
Waaqi'ah:71-72)
Di sini, al-Muqwuun [para musafir)
Coba katakan dan terangkan kepadaku
tentang api yang bisa kalian peroleh dengan disebutkan secara khusus karena mereka
pemantik api, apakah memangnya kalian sangat membutuhkan api meskipun memang
yang menciptakan pohon yang kayunya bisa kebutuhan kepada api adalah bersifat umum
menjadi bahan untuk memantik api, ataukah
Kami Yang menciptakannya dengan kuasa bagi semua manusia. Imam Ahmad dan Abu
Kami? Dulu, orang Arab memiliki dua pohon
yang kayunya mereka jadikan sebagai korek Dawud meriwayatkan dari seorang laki-laki
dari kaum Muhajirin yang berasal dari Qarn,
atau pemantik api, yaitu pohon al-Markh
bahwasanya Rasulullah saw bersabda,
dan al-Afaar. Caranya adalah mengambil dua
"Kaum Muslimin bersekutu (sama-sama
batang dahan yang masih hijau dari kedua memiliki hak) dalam tiga hal, yaitu air, rumput,
pohon itu, lalu keduanya digesek-gesekkan
dan api."
hingga memercikkan bunga api.
"Mekq bertasbihlah dengan (menyebut)
"Kami menjadikannya (api itu) untuk
noma Tuhanmu Yang Mahabesar," (al-
peringatan dan bahan yang berguna bagi
Waaqi'ah:74)
mu safir." (al-Waaqi'ah : 7 3 )
Bertasbihlah kamu seraya menyucikan
Kami jadikan api itu untuk mengingatkan Tuhanmu Yang Mahaagung Yang dengan
kalian kepada panasnya api fahannam supaya
kuasa-Nya Dia menciptakan berbagai hal yang
beragam tersebut dan merupakan hal-hal yang
berlawanan. Dia menciptakan air yang jernih,
tawan segan dan dingin, dan seandainya Dia
berkehendah bisa saja Dia menjadikan air dan mengikrarkan bahwa Allah-lah Pencipta
itu asin seperti air lautan dan samudera. Dia mereka bukan yang lain, mestinya mereka juga
juga menciptakan api yang membakar serta harus mengakui dan mengikrarkan adanya
menjadikan hal itu sebagai kemaslahatan, ba'ts.
kegunaan dan kemanfaatan bagi para hamba Allah SWT Dia lah Yang kuasa mematikan,
dan Dia lah Yang kuasa menciptakan, dan jika
dalam kehidupan mereka di dunia dan
Dia kuasa menciptakan, ia juga pasti kuasa
sekaligus menjadi pengekang bagi mereka
untuk melakukan bo'ts.
menyangkut kehidupan akhirat. Allah SWT kuasa menciptakan generasi
Faedah dan relevansi ayat ini adalah demi generasi, Ia kuasa memperbarui sifat-
sifat, keadaan, kondisi, rupa, dan bentuk
bahwa ketika Allah SWT menjelaskan keadaan makhluk dan Dzat Yang kuasa melakukan
dan kondisi orang-orang yang mendustakan semua itu, sudah barang tentu Dia kuasa
ba'ts, hasyr, dan keesaan-Nya, disertai dengan untuk mengulang kembali penciptaan dan
pemaparan bukti-bukti petuniuk berupa pen-
ciptaan dan rezeki yang membuktikan tentang mengembalikan makhluk seperti semula.
kebenaran ba'ts, hasyr, dan keesaan tersebut,
Dalam sebuah riwayat disebutkan, "Sung-
namun hal itu tetap saja tidak bisa membuat guh benar-benar mengherankan sikap orang
mereka menjadi beriman, Allah SWT pun yang mendustakan dan tidak memercayai ada-
memerintahkan kepada Nabi-Nya untuk me- nya penciptaan yang kedua, sedang ia melihat
merhatikan tugas dan fungsi beliau, yaitu me- dan menyaksikan penciptaan yang pertama.
nyempurnakan diri dengan pengetahuan ten- Dan sungguh mengherankan orang yang mem-
benarkan dan memercayai penciptaan yang
tang Tuhan dan amal beliau untuk-Nya.
kedua, sedang ia tidak berusaha dan tidak
Flqlh Kehldupan atau Hukum-Hukum
beramal untuk kehidupan negeri akhirat yang
Allah SWT menegaskan dan membuktikan
kekal."
kuasa-Nya untuk membangkitkan dan me-
ngumpulkan manusia serta menampakkan Adapun bukti petunjuk yang kedua, yaitu
amal-amalnya, dengan adanya dua dalil atau rezeki, ini mencakup makanan, minuman, dan
alat yang digunakan untuk membuat bahan
bukti di sini, yaitu penciptaan dan rezeki. makanan menjadi layak konsumsi, yaitu api.
Pertama, Allah SWT menyebutkan makanan
Adapun bukti petunjuk yang pertama, karena makanan adalah sumber utama nutrisi,
yaitu awal penciptaan pada kali pertama, dengan menggunakan kalimat istifhaam atau
mencakup penciptaan zat dan penciptaan pertanyaan yang mengandung makna perintah.
sifat-sifat. Adapun penciptaan zat, itu adalah Kalimat tersebut adalah coba terangkan dan
penciptaan pertama dari nuthfah, kemudian katakan kepadaku tentang tanah yang kalian
dari'alaqah, kemudian dari mudhghah, d,an olah dan bajak lalu kalian letakkan benih ke
dalamnya, apakah kalian yang menumbuh-
ketika itu kita belumlah meniadi apa-apa, me- kannya dan membuatnya menjadi tanaman
lalui perkawinan antara laki-laki dan perem- yang menumbuhkan bulir dan menghasilkan
puan dan pertemuan antara nuthfah laki-laki
dan nuthfah perempuan, kemudian menetap biji, ataukah Kami Yang melakukan semua
di dalam rahim dan melewati fase-fase pen-
ciptaan dan pembentukan yang ada hingga itu? Sesungguhnya peran yang kalian lakukan
terbentuklah sosok manusia yang sempurna hanyalah sebatas mengolah tanah dan me-
bentuk penciptaannya. fika manusia mengakui
hFstRAr-lrtuNtR Jtrro 14 ,r ilnI i
letakkan benih itu saja. fika memang kalian k ,#ti q,l(,,-fill t
mengakui bahwa mengeluarkan tanaman
dan bulir dari biji benih sama sekali bukan ,tb
t,,1 : t i!-,',t')t,61 ,'.),
kalian yang melakukannya, bagaimana bisa co)),? t,,i o, t
tl;Ltj lL!.> ) ,W.:tcll,l.) cJa>.-r
co)d ,
kalian mengingkari dan tidak memercayai ke- ,ayrit A $.\\., ,afrAr r ;.j'!,
bangkitan orang mati dari tanah dan dihidup- 't.:;J6t ,i, r; ^b 6 :)rt:.i
kannya mereka kembali? "Tetapi Allah-lah Yang menumbuhkan, men-
jadikan tanaman tumbuh berkembanghingga tua
Di sini, al-Harts fmengolah tanah dan dan berbuah. Ya Allah, limpahkanlah shalawat
atas Nabi Muhammad saw., karuniailah kami
meletakkanbenih) dinisbahkan kepadahamba, buah hasil tanaman ini, jauhkanlah kami dari
sementara az-Zar' (menumbuhkan) dinisbah- kemudharatannya, jadikanlah kami termasuk
kan kepada Allah SWT karena memang al- orang-orang yang senantiasa mensyukuri, meng-
Harts adalah perbuatan yang mereka lakukan, apresiasi, dan mengingat nikmat-nikmat Engkau,
sedangkan az-Zar' adalah dari perbuatan Allah dan berkahilah tanaman ini untuk kami, wahai
SWT dan Dia lah Yang menumbuhkan bukan Tuhan semesta alnm."
mereka.
Al-Bazzar, Ibnu fariq, Ibnu Murdawaih,
Abu Nu'aim, al-Baihaqi dalam kitab Syu'abul
Iimaan, dan Ibnu Hibban meriwayatkan dari Dikatakan bahwa bacaan doa di atas bisa
menjadikan tanaman yang ada, aman dari
Abu Hurairah r.a. dari Rasulullah saw., bahwa- segala macam penyakit, hama, dan malapetaka
seperti ulat, belalang dan yang lainnya.
sanya beliau bersabda,
Allah SWT kuasa membuat tanaman men-
tt; ,!; ,E) ,u' i'*i 3'A i jadi kering dan rusak tanpa bisa dimanhatkan
'pi,'e $ ,t;'; ;i iv il * L)!' sama sekali, menjadikannya layu sebelum ber-
i;;iiljr ftori,,t1t ii $iiy jui ar
kembang dan tiada menghasilkan apa-apa. Hal
"Janganlah seseorang dari kalian berkata,
zara'tu (aku menanam dan menumbuhkan ini menggarisbawahi tentang dua hal. Pertama,
berbagai nikmat yang Allah SWT karuniakan
tanaman), dan hendaklah ia berkata, haratstu kepada mereka pada tanaman yang mereka
tanam dengan tidak menjadikan tanaman itu
(aku mengolah tanah dan meletakkan benih). rusak dan kering supaya mereka bersyukur.
Keduq, supaya mereka bisa memetik pelajaran,
Karena az-Zaari' (yang menumbuhkan tanaman) hikmah, dan 'ibrah dari hal itu. Sebagaimana
Allah SWT bisa saja menjadikan tanaman yang
adalah Allah SWT. Abu Hurairah r.a. berkata,
ada, kering dan rusak jika Dia berkehendah
'Tidakkah kalian mendengar firman Allah SWT, demikian pula Dia bisa saja membinasakan
;:;$t r|,.y:1t,* ;i i'
$iiy. " mereka jika Dia menghendakinya sehingga
Al-Baihaqi menilai dhaif hadits ini. La- mereka pun bisa memetik pelajaran, nasihat,
dan i'tibarl bisa menjadi sadar dan mengekang
rangan dalam hadits ini adalah larangan yang diri.
bersifat tuntunan, adab, etika dan kesopan- fika Allah SWT menjadikan tanaman itu
santunan, bukan larangan dalam arti haram. kering dan rusah manusia tidak menemukan
jalan lain untuk mendapatkan ganti rugi dan
Dianjurkan bagi setiap orang yang me-
naburkan atau meletakkan benih di tanah
untuk membaca ta'awwudz, lalu membaca
4o;X \; p.iity, Kemudian membaca,
kompensasi. Ia pun heran dan tercengang bersyukur kepada-Nya serta sekali-kali tidak
dengan musnahnya tanaman yang ada, me- mengingkari dan menyangkal kuasa-Nya
nyesali dan meratapi apa yang telah menimpa,
untuk membangkitkan ba'ts.
serta berucap, "Sungguh aku benar-benar me-
Api dunia juga menjadi contoh, nasihat
rugi dan kehilangan, atau sungguh aku benar-
benar adalah orang yang diadzab dan binasa, dan pelajaran tentang api kubra [api neraka).
fuga menjadi bahan yang bermanfaat bagi
serta gagal mendapatkan hasil dan keuntungan semua manusia, terutama bagi para musafir.
Tidak ada satu orang pun yang tidak butuh
yang aku inginkan." kepada api dalam berbagai sarana prasarana
Selanjutnya, Allah SWT menj elaskan bahan dan fasilitas kehidupan dan penghidupan,
minuman yang menjadi kebutuhan dasar seperti membuat roti, memasak, penerangan,
bagi kehidupan sekaligus menjadi pasangan
utama bagi bahan makanan, yaitu air. Oleh energi yang bisa menggerakkan alat-alat
karena itu, air merupakan salah satu nikmat
teragung. Allah SWT Yang menurunkannya modern di darat, udara maupun laut. Hal ini
dari awan mendung, untuk menghidupkan mengingatkan tentang nikmat, karunia dan
anugerah Ilahi kepada umat manusia.
jiwa dan mengusir dahaga. fika telah diketahui
dengan pasti bahwa Allah SWT Yang telah Setelah pemaparan semua bukti-bukti
menurunkan aiq mengapa para hamba tidak petunjuk di atas dan keterangan-keterangan
mensyukurinya dengan memurnikan ibadah yang mengingatkan tentang semua nikmat-
nikmat tersebut, menjadi sebuah keharusan
dan penyembahan hanya untuk-Nya? Mengapa bagi kamu wahai manusia untuk menyucikan
Allah SWT dari apa yang dinisbahkan dan
mereka mengingkari dan tidak memercayai disandangkan oleh kaum musyrik kepada-Nya
kuasa-Nya untuk mengulang kembali pen- berupa sekutu-sekutu dan sifat lemah (tidak
ciptaan dan menghidupkan kembali? kuasa) untuk melakukan ba'ts.
Allah SWT kuasa menjadikan air itu asin Di sini, bisa dilihat susunan urutan yang
dan pahit sehingga tidak bisa dimanfaatkan
sama sekali, baik untuk kebutuhan minum, bagus, tepat dan cermat dalam menerangkan
irigasi maupun yang lainnya. Mengapa kalian
wahai umat manusia tidak bersyukur kepada bukti-bukti tersebut. Pertama-tama, Allah SWT
Allah SWT Yang telah membuat semua itu mengawali dengan menyebutkan penciptaan
untuk kalian? Ini merupakan bukti lain ten- manusia, karena nikmat yang terkandung di
tang kuasa Allah SWT dan sekaligus ini juga dalamnya mendahului semua nikmat yang
merupakan sebuah nikmat yang lain. lain. Kemudian dilanjutkan dengan pembi-
caraan tentang sesuatu yang menjadi ke-
Kemudian, Allah SWT menjelaskan api butuhan manusia paling dasar dan meniadi
yang bisa menjadi bahan untuk mematangkan komponen utama penghidupan mereka, yaitu
makanan dan untuk berbagai kebutuhan biji makanan. Kemudian dilanjutkan dengan
menyebutkan air yang salah satu fungsinya
yang lain. Allah SWT Yang telah menciptakan adalah untuk membuat adonan makanan.
pohon yang kayunya bisa digunakan untuk
menghasilkan api dengan cara digesek-gesek- Kemudian ditutup dengan api yang salah satu
kan, yaitu pohon al-Markh dan al-Afaar. |ika fungsinya adalah untuk memasak dan me-
matangkan roti.
telah diketahui secara pasti bahwa Allah
SWT Pencipta semua itu, dan telah diketahui Tiap-tiap pembicaraan tentang bukti-
dengan pasti kuasa-Nya untuk menciptakan bukti atau nikmat-nikmat tersebut, diikuti
segala sesuatu, sudah semestinya mereka
dengan pembicaraan tentang sesuatu yang -wu,";uWAli,iXlat*F&S
mungkin menimpa dan merusaknya kecuali
bukti atau nikmat yang keempat, yaitu api. |$#{5K'rij1i-l@'b"tft**,vg
Pada bukti atau nikmat yang pertama, yaitu
dalam hal penciptaan manusia, Allah SWT *|,1fr 5vd#,61.$\-{5G)
menyebutkan kematian, (ofr €q $n ii\. h.1 lir @ -o#* "$J dy+5 fu €d
Wia*6lWdqg*'*;K
Pada nikmat kedua, yaitu tanaman, Allah SVW
gJ\qsc*W'|&{t-e<r(b"b\-W
menyebutkan kondisi kering dan rusak ;A ib
{Ur!l ;d;j Pada bukti atau nikmat yang ketiga, *t *'-1 A6ffi ;Ur ut( ;'vl:vffi
yaitu air; Allah SWT menyebutkan kondisi di 'e)fit'a <r( a\VvO'aJr vL;A b
mana air tidak bisa digunakan dan rusak, yaitu
iyffi *113l3@';"G"i|1f,ffi 'O-iW
asin, {tl;.fi ;, t.:i_;. ;u; il} Namun pada nikmat
ffi '#' *\6-qi, @'6;it!'r1 r:i
yang keempat, yaitu api, Allah SWT tidak
"Lalu Aku bersumpah dengan tempat ber-
menyebutkan sesuatu yang bisa merusaknya, edarnya bintang-bintang. Dan sesungguhnya itu
tetapi dalam konteks ini, Allah SWT berfirman
benar-benar sumpah yang besar sekiranya kamu
{iSn;u;;5} yakni api itu dijadikan sebagai
mengetahui, dan (ini) sesungguhnya Al'Qur'an
pelajaran, nasihat, dan hikmah yang bisa
yang sangat mulia, dalam Ktab yang terpelihara,
kalian petik dan supaya kalian tidak lupa akan tidak ada yang menyentuhnya selain hamba'
api fahannam. At-Tirmidzi meriwayatkan dari hamba yang disucikan. Diturunkan dari Tuhan
Abu Sa'id r.a. dari Rasulullah saw.,
seluruh alam. Apakah kamu menganggaP remeh
;&; ,( q G; w,L U;; :t €)Y
berita ini (Al-Qur'an)? dan kamu menjadikan
r;'; 9)
rezeki yangkamu terima (dari Allah) justru untuk
.t \iL ,p<
mendustakan(-Nya). Maka kalau begitu mengaPa
'Api kalian ini adalah satu bagian i*; tu1ul, (tidak mencegah) ketika (nyawa) telah sampai di
puluh bagian dari api lahannam, tiap-tiap bagian kerongkongan, dAn kamu ketika itu melihat, dan
dari tujuh puluh bagian dari api lahannam itu Kami lebih dekat kepadanya daripada kamu,
panasnya sama sePerti panasnya api kalian ini tetapi kamu tidak melihat, maka mengapa jika
(jadi, panas api lahannam adalah tujuh puluh kali kamu memang tidak dikuasai (oleh Allah), kamu
lipat panas api dunia)." tidak mengembalikannya (nyawa itu) jika kamu
orang yang benar? Iika dia(orang yang mati) itu
PEMBUKTIAN KENABIAN, KEBENARAN AL. termasuk yang didekatkan (kepada Allah), maka
QUR'AN, DAN KECAMAN TERHADAP ORANG. dia memperoleh ketenteramAn dan rezeki serta
ORANG MUSYRIK ATAS IDEOLOGI DAN surga (yang penuh) kenikmatan. Dan adapun
KETAKNAN MEREKA jika dia termasuk golongan kanan, maka,'Salam
bagimu (wahai) dari golongan kanan!' (sambut
Surah al-Waaql'ah Ayat 75 - 96
m alaikat ). D an a d ap un j ika di a t er m a suk golongan
%,ivmrlAt*"#t-i1
orang yang mendustakan dan sesat, maka dia
+ffi'7.ru3uiiir@'ry, disambut siraman air yang mendidih, dan dibakar
di dalam neraka. Sungguh inilah keyakinan yang {i;fi, :4 r!1 ip} asumsi bentuk asli
benar. Maka bertasbihlah dengan (menyebut) kalimat ini adalah fa laulaa tarii'uunahaa
nama Tuhanmu Yang Mahabesar." (al-Waaqi'ah:
7s-96) idzaa balaghatil hulquuma. Kata laulaa di sini
Qlrca'aat bermakna, hallaa [mengapa tidak).
(e'r:F,
Hamzah dan al-Kisa'i membaca, <€f). 4r: ,;; "r,;.;; t;i ,*,#t q ;'v ol Ut) tata
4jrl): ammda di sini adalah huruf tafshiil (perinci)
Ibnu Katsir, dan Hamzah secara waqaf dan syarat, memiliki posisi seperti kata
membaca, 1,rrf;. mahmaa. Sedangkan kalimat yang menjadi
(b:f : jawab dari syarat tersebut adalah (ci;F dan
Ditulis dengan huruf ta', namun Ibnu
Katsin Abu Amr dan al-Kisa'i jika waqaf asumsinya adalah fa lahuu rauhun. Asumsi
dengan ha'(ta' marbuuthah). Sedangkan yang kalimat ini adalah mahmaa yakun min syai'in,
lain tetap dengan huruf ta'.
fa rauhun wa raihaanun wa iannatu na'iimin
l'raab
in kaana minal muqarrabiina. Lalu syarat
i,ti i1{* tr:rt i C ;l 1A' e'r#i ,;y
yang ada, yaituyakun min syai'in dibuang,lalu
{6/ Dalam susunan kalimat ini terdapat af-
posisinya digantikan oleh kata ammaa.
Taqdiim wat ta'khiir (mendahulukan kalimat
Kalimat ini bentuk susunannya serupa
yang letak asalnya di belakang dan meng-
dengan ayat 90-91, yaitu ,fr i6Ji i;'G i'1Ci.ty
akhirkan kalimat yang letak asalnya didepan)
dari dua sisi, (ii-:.i dan ayatgz-gg,yang berbunyi, irr i1 ut;)
Pertama, mendahulukan kalimatJ;rt iy 4f- o.,l;'ita"ytlit r'
(i+; sehingga posisinya menjadi pemisah
Balaa$hah
antara qasam (sumpah). Asumsi bentuk
4V:,;rt ' #;thkalimat ini merupakan
asalnya adalah fa laa uqsimu bi mawaaqi'in kalimat sisipan antara qosam,yaitu grii #lr;y
nujuumi, innahuu laqur'aanun kariimun, wa 4,-,*!lr dan al-Muqsam'alaihi,yaitu (6-5 ili':;$
innahuu laqasamun lau ta'Iamuuna' azhiimun.
,.rntuk memperkuat qasam. Kalimat {i-lJ }}
Kedua, Di sini, ada kata yang didahulukan {iF}adalah kalimat sisipan antara sifat, yaitu
yang letak asalnya adalah di belakang, yaitu dan maushuuf, yaitu(i3} untuk menerangkan
$'r:rt i| sehingga kata ini menjadi pemisah dan menegaskan urgensi dari qasam.
antara sifat, yaitu {if} dan maushuuf, yaitu
Mufrudaat Lu$hawWah
(i.:.:r}. Asumsi bentuk asalnya adalah wa
(#i {} ini adalah kata qasam (sumpah)
innahuu laqasamun' azhiimun lau ta'lamuuna.
dalam perkataan orang Arab. Kata laa di sini
(;,;iiAr it U.iy xata {'i} di sini adalah
adalah tambahan yang berfungsi untuk mem-
laa naafiyah bukan laa naahiyah. Kata {..l.:j}
adalahl'il mudhari'yang dibaca rafa' danyang perkuat, seperti kata laa pada ayat 29 surah
dimaksudkan dengan kata {i3',ir.:ir} adalah
al-Hadiid (yg' 'J;1 &.fiy. eenggunaan bentuk
malaikat.
kalimat seperti ini adalah untuk memberikan
sebuah pengertian bahwa perkara yang ada
sebenarnya terlalu jelas dan gamblang untuk
i'!Fditegaskan dengan qasam atau sumpah.
' ,!
tempat-tempat tenggelamnya bintang-
{r}*:lr
bintang. Di sini, tempat-tempat tenggelam
bintang adalah yang disebutkan secara khusus,
dengan tujuan untuk memberikan sebuah Muthahhiruuna, yakni orang-orang yang mem-
pengertian tentang wujud dan keberadaan
bersihkan diri mereka atau orang lain dengan
mu'atstsir (Dzat Yang memiliki efek Yang men- memohonkan ampunan untuk mereka dan
jadikan bintang-bintang dalam keadaan seperti
ilham.
itu) yang efeknya tidak hilang dan sirna.
{rtuj' :; i ,yfb Ini adalah sifat keempat
(iy;! dan sesungguhnya sumpah dengan
Al-Qur'an. Yakni, munazzalun min Rabbil
tempat-tempat tenggelamnya bintang-bintang
'aalamiina (yang diturunkan dari sisi Rabb
itu, (i.1! tr$ i ;JJp t<atau kalian memang
semesta alam). Atau ini adalah menyifati
termasuk orang yang memiliki pengetahuan,
tentu kalian mengetahui agungnya sumpah dengan mashdar karena Al-Qur'an diturunkan
secara gradual, berbeda dengan kitab-kitab
tersebut. Karena al-Muqsam bihi (sesuatu yang samawi lainnya. Sehingga seakan-akan Al-
Qur'an itu sendiri adalah tanziil (penurunan),
dibuat bersumpah, dalam hal ini adalah tem-
pat-tempat tenggelamnya bintang-bintang) dari itu Al-Qur'an disebut dengan kata ini,
di sini mengandung petunjuk tentang agung- yaitu tanziil. Dikatakan,jaa'a fit tanziil kadzaa,
nya kuasa llahi, kesempurnaan hikmah-Nya
(dalam Al-Qur'an terdapat keterangan demi-
dan rahmat-Nya yang begitu luar biasa, dan di
antara tuntutan rahmat-Nya adalah Dia tidak kian), wa nathaqa bihit tanziil (hal ini dinyata-
membiarkan dan melepaskan begitu saia para kan oleh Al-Qur'an). Atau asalnya adalah huwa
hamba-Nya. tanziilun lalu mubtada'nya dibuang, yaitu
46 3ti fl} sesungguhnya apa yang huwa. Ada juga versi qiraa'aatyanE membaca
dibacakan kepada kalian adalah benar-benar nashab tanziilan, yakni nuzzila tanziilan.
merupakan sebuah bacaan yang banyak man- {**r, u.iji} maka apakah kalian me-
faatnya karena memuat pokok-pokok ilmu
yang penting dalam merestorasi dan mem- remehkan Al-Qur'an ini, seperti sikap orang
perbaiki kehidupan dunia dan kehidupan yang bersikap santai, dan tidak serius terhadap
akhirat. A1e :5;| dalam sebuah kitab yang suatu urusan karena menganggapnya remeh
terpelihara dari pengubahan, manipulasi, dan dan enteng. Dari kata adhana yudhinu fil amri
distorsi, yaitu mushaf atau Lauh Mahfuzh. yakni yuliinu jaanibahu wa laa yatashallabu
(u;i*!, it U.iy tata {.;} di sini adalah laa fihi (bersikap santai dan tidak serius terhadap
naafiyah. Sedangkan yang dimaksudkan de- suatu hal karena menganggapnya remeh).
ngan kata {j;fir} adalah malaikat. Yakni, Di antara kata yang berasal dari akar kata
yang sama adalah al-Mudaahanah yangberarti
tidak ada yang mendekati dan menyentuh Al-
al-Mulaayanah wal mudaaraah (bersikap lem-
Qur'an ini kecuali makhlukyang suci dan steril
but, merayu, dan menyanjung karena ingin
dari keinginan-keinginan hawa nafsu, yaitu
menjilat dan mengambil hati). Ini adalah
malaikat.
bentuk penggunaan kata untuk sesuatu yang
Atau ini adalah kalimat berita bermakna
bersifat maknawi dalam bentuk majaz. Namun
kalimat larangan. Yakni, tidak menyentuh Al-
karena sudah begitu terkenal dan umum di-
Qur'an ini kecuali orang-orangyang tersucikan gunakan untuk hal tersebut, sehingga makna
dari hadats. Dengan begitu, berarti kalimat ini
adalah kalimat negatif (an-Nafyu) bermakna majaz tersebut berubah menjadi makna
kalimat larangan (an-Nahyu). Ada versi hakikat dari kata tersebut menurut kelaziman
penggunaan. Asalnya adalah al-ldhaan yang
qiraa' aat yang memba ca, al-Mutathahhiruuna, berarti menjadikan kulit terlumuri dengan zat
atau bahan minyak supaya menjadi lembut
al-Muththahhiruuna, al-Muthhiruuna, dan aI-
dan lentur.
$;Er)r:'$;ti) dan kalian menjadikan syu- itu sampai di kerongkongan. {cn,ul, # ,l}
kur atas rezeki kalian, yaitu hujan.{i;.r-( i<} jika memang kalian adalah orang-orang yang
dalam bentuk sikap kalian yang mendustakan benar dalam persangkaan kalian. Maknanya
Dzat Yang telah memberi dan menurunkan
adalah mengapa kalian tidak mengembalikan
hujan tersebut, dengan cara kalian menisbah- ruh ke tempatnya semula jika kalian memang
kan hujan kepada al-Anwaa' (bentuk jamak
menafikan, mengingkari, dan tidak memercayai
dari an-Nau') dan berkata, "Hujan turun ke- adanya ba'ts, dan jika memang kalian adalah
pada kami karena an-Nau'l'Kata an-Nau'ber-
arti jatuh atau tenggelamnya suatu bintang orang-orang yang benar dalam hal tersebut,
dari manzilah di arah baratbersamaan dengan yaitu dengan cara kalian menghilangkan
fajar; dan pada waktu yang sama dibarengi
dengan munculnya bintang lain di timur pada kematian dan akan diikuti dengan babak atau
setiap tiga belas hari, dan empat belas hari
episode ba'ts.
untuk bintang al-Jabhah. Dulu, orang Arab
menisbahkan hujan, angin, panas dan dingin Kata laulaa yang kedua di sini posisinya
adalah menguatkan kata laulaa yang per-
kepada bintang yang tenggelam tersebut. Ada
tama. Kata idzaa adalah zharf untuk f i/,
yang mengatakan, mereka menisbahkannya
kepada bintang yang muncul. Kata an-Nau' tarji'uunahaa.
bentuk iamaknya adalah al-Anwaa'. 4*,F, ia ;tte U() maka jika orang yang
{ir"r^-r, ;:;I.ttl{iri} maka bagaimana ketika 'tt_
ruh atau nyawa sudah sampai di kerong- meninggal dunia itu adalah termasukgolongan
kongan pada waktu noza' (menjemput maut, as-Saabiquun. (ri ,Lt'rqrtii;F maka ia mem-
sekarat). 43tN ', litb sedang kalian wahai peroleh kenyamanan, ketenteraman, rezeki
orang-orang yang berada di sekeliling orang yangbai[ dan surgayangpenuh dengan kenik-
yang sedang sakaratul maut, melihat dan
,f imatan dan kesenangan.
memerhatikannya. Huruf wawu pada kata wa ir;Ji ot< tY t:ir]p
fi*lt *t;;i i i iJ,a adapun iika orang yang
antumadalah w ow u h a aliyy ah.{;: pl lii l\Y meninggal dunia itu termasuk golongan kanan,
dan Kami lebih mengetahui keadaan orang selamat dari adzab, dan salam penghormatan
yang sedang sakarat daripada kalian, akan
tetapi kalian tidak mengetahui hal itu, atau bagi anda wahai yang termasuk golongan
kalian tidak mengerti substansi dan esensi apa kanan, dari sesama rekan anda dari golongan
yang sebenarnya sedang dialami oleh orang
kanan.
yang sedang sekarat itu, Di sini, pengetahuan
(iu' .r:,tsit il;,tr ;rt uii| adapun jika orang
diungkapkan dengan kata dekat, karena
yang meninggal dunia itu termasuk golongan
kedekatan adalah faktor dan sebab terkuat
kiri yang mendustakan Allah SWT dan para
untuk mengetahui sesuatu.
rasul-Nya serta tersesat dari petunjuk. Di sini
44.t 'p es ,l iPF maka bagaimana jika
mereka tidak disebutkan dengan sebutan
kalian memang benar tidak akan dibalas pada golongan kiri secara langsung, tetapi mereka
hari Kiamat, yakni tidak dibangkitkan dan disebutkan dan dideskripsikan dengan amal-
dihidupkan kembali menurut persangkaan
amal perbuatan mereka, dengan tujuan su-
kalian. (AbrY mengapa kalian tidak me-
paya bisa menjadi penghalang dari amal-amal
ngembalikan ruh ke dalam jasad setelah ruh
perbuatan seperti itu, sekaligus untuk mem-
berikan pengertian tentang sebab yang me-
latarbelakangi ancaman adzab bagi mereka.
46 tt ,e.; ; j;,p maka sajian dan
jamuan yang telih disiapkan untukmu pada
saat pertama kali dirimu datang adalah air yang
TATSIRAL-MUNIRIILID 14 l|{l -1-------\ Surah at-Waaqt'ah
teramat sangat panas, terselimuti api neraka air yang ada di al-Hijr tersebut, Kemudian
dan merasakan kedahsyatan panasnya. r; ,if} beliau melanjutkan perjalanan dan berhenti
4.t ; f sesungguhnya apa yang dijelaskan di sebuah tempat yang lain, sedang ketika itu
mereka sudah tidak lagi memiliki bekal air.
dalam surah ini adalah benar-benar merupa- Lalu mereka pun mengadukan hal itu kepada
kan berita yang bersifat haqul yaqiin, yaitu
Rasulullah saw. Lalu beliau berdiri, lalu
sungguh-sungguh benar. Kebenaran yang pasti melaksanakan shalat dua rakaat, kemudian
tanpa ada keraguan sedikit pun terhadapnya.
memanjatkan doa. Lalu Allah SWT pun me-
4e,At *u,#ymaka bertasbihlah kamu me- ngirimkan awan mendung kepada mereka,
dan awan mendung itu pun menurunkan air
nyucikan Tuhanmu dengan menyebut Nama- hujan kepada mereka hingga mereka bisa
Nya, dari segala hal yang tidak layak dan tidak mendapatkan air. Lalu ada seorang laki-laki
pantas bagi keagungan-Nya. dari Anshar berkata, kepada seseorang yang
lain dari kaumnya yang dicurigai sebagai orang
Sebab Turunnya Ayat (75) munafih "Celaka kamu, tidakkah kamu lihat
Rasulullah saw. memanjatkan doa, lalu Allah
Imam Muslim meriwayatkan dariAbdullah SWT pun menurunkan hujan kepada kita dari
bin Abbas r.a., ia berkata, langit." Lalu orang itu berkata, "Sesungguhnya
hujan yangturun kepada kita ini adalah karena
* e Ja'4 nau' demikian dan demikian."
,i tis 7s gi ,F* rtrt ,4 €;i Dalam sebuah riwayat lain milik imam
;i o^; itr,W..1ri1 .ar q;;r;nt'*., Muslim dari Abu Hurairah r.a. disebutkan, ia
berkata, "Rasulullah saw bersabda,
e(ri3q' €';k*,#6iir;?X<)',,3,1j;,*:fryc)*p drt
v ,Jv t,F: f 6, Jtl Y ,)t v; $
Ada hujan turun pada masa Rasulullah saw., a,b.i &iol*.AeU &'il;:i
lalu beliau bersabda,'Di antara orang-orang, ada
yang bersyukur dan ada ada yang kufur.' Mereka ,5JJr:i5F ,);,,u;S
berkata, 'Ini adalah rahmat Allah SWT yang telah
ditetapkannya." DAn ada sebagian orang yang -Tidakkah *oUon memerhatikan fir'man
Tuhan kalian? Dia berfirman, Aku tidak mem-
berkata, "Sungguh benarlah nau' demikian dan berikan suatu nikmat kepada para hamba-Ku
demikian.' Lalu turunlah ayat-ayat ini, yaitu ayat
kecuali ada segolongan dari mereka yang menjadi
75 sampai 82." kafir karenanya, ia berkata, 'Bintang dan karena
bintang."'
Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari
Persesualan Ayat
Abu Hazrah, ia berkata, "Ayat-ayat ini turun
Setelah menerangkan bukti-bukti u/uu-
menyangkut seorang laki-laki dari kaum hiyyah, ba'ts, d.an pembalasan, selanjutnya
Allah SWT mengetengahkan bukti-bukti ten-
Anshar pada kejadian Perang Tabuk. Ketika tang kenabian dan kebenaran Al-Qur'an.
itu, mereka berhenti dan turun di al-Hijr.62 Lalu Dalam hal ini, Allah SWT bersumpah dengan
Rasulullah saw. menginstruksikan kepada
mereka agar jangan mengambil sedikit pun
62 Al-Hiir adalah perkampungan bangsa Tsamud,
lembah yang terletak antara Madinah dan Syam.
mawaaqi' an-Nujuum sebagai bentuk peng- menunjukkan adanya Dzat Yang Mahakekal
agungan terhadap posisi dan signifikansi Al- Yang efek-Nya tiada pernah hilang dan sirna.
Qur'an bahwa Al-Qur'an diturunkan dari Rabb Dari itu, Nabi Ibrahim a.s menjadikan keadaan
ufuul (tenggelam) sebagai dasar dalil tentang
semesta alam. wujud Ilaah. Demikian juga, tidak diragukan
lagi bahwa waktu-waktu akhir malam memiliki
Kemudian, Allah SWT mengecam dan keistimewaan-keistimewaan yang mulia.
mencerca orang-orang musyrik atas aqidah Qasam atau sumpah di sini menggunakan
dan ideologi mereka yang batil dengan ingkar kalimat (,lriir..;y aung"n bentuk kalimat negatif
terhadap Allah SWI, mendustakan Rasul-Nya (an-Nafy), namun yang dimaksudkan adalah
kalimat positif, uqsimu. Karena orang Arab
serta mengingkari dan tidak memercayai
biasa menambahkan kata laa sebelum f'fl,
adanya kehidupan akhirat.
uqsimu. Seakan-akan, kalimat ini ingin menafi-
Kemudian, Allah SWT kembali kepada kan sesuatu selain al-Muqsam'alaihi [sesuatu
pembicaraan tentang keadaan dan kondisi yang ingin ditegaskan dengan sumpah), se-
hingga kata laa di sini berfaedah untuk mem-
tiga golongan yang sudah pernah dibicarakan perkuat qasam yang ada. Dan maksudnya
pada bagian depan surah, yaitu golongan as- adalah bahwa perkara yang ada sebenarnya
Saabiquun al-Muqarabuun, golongan kanan, terlalu jelas dan gamblang untuk ditegaskan
dan golongan kiri, berikut apa yang didapatkan dengan qasam, terlebih lagi qasam yang agung
oleh masing-masing golongan berupa balasan
dan ganjaran pada hari Kiamat. seperti ini.
Dalam Al-Qur'an banyak terdapat kalimat
Kemudian, Allah SWT menginformasikan
qasam dalam bentuk seperti ini, misalnya ayat
kepada Nabi-Nya bahwa informasi ini adalah
16 surah al-lnsyiqaaq (,r^"r! #ir;F fuga, ayat
informasi yang haq dan pasti benaL tidak ada as1uy5raasthu3ra8al-hsQuairyta-aThaamalola-aHhdai{raaq(,rq-;ja;rJ,h!l4r""ijitlr*iyyF*da,fn#ugjlua,Ngaalpydaaadtna1
keraguan sedikit pun terhadapnya. Allah SWT juga, ayat 40 surah al-Ma'aarij g6t *r.#i:,r.;y
juga memerintahkan kepada Nabi-Nya supaya (irj:6 it=,u,i dan juga, ayat 1 surah al-Balad
bertasbih menyucikan Tuhannya dari segala {g, *e #i .jt }uga, ayat 2 surah al-Qiyaamah
bentuk kekurangan dan yang lainnya berupa {i'lr' '4t #i {;}.Ada sebagian ulama tafsir
segala hal yang tidak layak dan tidak pantas
bagi-Nya. melihat bahwa kata laa tersebut bukanlah
tambahan yang tanpa memiliki makna dan arti
Tafslr dan Penjelasan apa pun. Tetapi, kata laa ini digunakan pada
"Lalu Aku bersumpah dengan tempat ber- permulaan qasamjika konteks qasamyang ada
edarnya bintang -bintang J' (al-Waaqi'ah: 75)
adalah untuk menafikan, seperti perkataan
Aku bersumpah dengan tempat-tempat
terbenamnya bintang-bintang, Menurut pen- Aisyah r.a.,
dapat jumhu4, Allah SWT bebas bersumpah
dengan apa saja yang Dia kehendaki dari u;1;t i-W it Jy, i U iu ar1
makhluk-Nya, ini sebagai tanda dari kebesaran- "Tidak, demi Allah, tangan Rasulullah saw.
tidak pernah menyentuh tangan seorang Perem-
Nya. Kenapa sumpah yang ada di sini secara
puan 1tun."
khusus mempergunakan tempat-tempat ter-
benamnya bintang-bintang? Hal ini karena ter-
benamnya bintang menandakan jejak bintang
tersebut bisa hilang bahwa bintang sama sekali
tidak memiliki efek apa pun. Hal ini sekaligus
ThFSIRAL.MUNIR JILID
Qasam dalam Al-Qur'an memiliki beberapa tegaskan dengan qasam). Yakni, sesungguh-
nya Al-Qur'an yang diturunkan kepada Nabi
bentuk. Adakalanya Allah SWT bersumpah Muhammad saw. adalah benar-benar sebuah
Kitab yang agung, banyak manfaat dan faedah-
dengan Diri-Nya atau Dzat-Nya, seperti,
nya. Karena di dalamnya termuat petunjuk,
"Maka demi Tuhan langit dan bumi,
tuntunan, ilmu, hikmah, dan bimbingan menuju
sungguh, apa yang dijanjikan itu pasti terjadi
kepada kebahagiaan dunia dan akhirat. Ini
seperti apa yong kamu ucapkan." (adz-
adalah sifat dan spesifikasi pertama Al-Qur'an
Dzaariyaat:23) yang disebutkan di sini.
"Dan demi Allah, sungguh, aku akan me- Persesuaian dan relevansi antara al-
lakukan tipu daya terhadap berhala-berhala-
mu." (al-Anbiyaa': 57) Muqsam bihi (sesuatu yang digunakan untuk
bersumpah) yaitu an-Nujuum (bintang-bin-
Adakalanya qasam dengan beberapa tang), dan al-Muqsam 'alaihi yaitu Al-Qur'an,
sangat jelas. Karena bintang menyinari ke-
makhluk-Nya, untuk menunjukkan keagungan gelapan-kegelapan, sementara ayat-ayat Al-
Penciptanya, seperti bersumpah dengan ash-
S h a affa a t, a th -T hu u n a d z - D z a ariy a at, an - N aj m Qur'an menerangi jalan, menghapus kegelapan-
(bintang), Mawaaqi' an-Nujuum, matahari dan kegelapan kejahilan, kebodohan, dan kesesatan.
rembulan, malam dan siang, hari Kiamat, fajaq,
al-Balad, at-Tiin dan az-Zaituun. Adakalanya Yang pertama adalah kegelapan-kegelapan
sumpah dengan Al-Qur'an, seperti dalam ayat,
inderawi, sedangkan yang kedua adalah
"Yoa Siin, demi Al-Qur'an yang penuh
kegelapan-kegelapan maknawi [abstrak).
hikmah." fYaasiin: 1-2)
"Dalam Kitab yang terpelihara, tidak ada
"Shaad, demi Al-Qur'an yang mengandung
peringatan " (Shaad: 1) yong menyentuhnya selain hamba-hamba
"Qaaf, demi Al-Qur'an yang mulia." (Qaaf: yang disucikan. Diturunkan dari Tuhan seluruh
1) alam." (al-Waaqi'ah: 78-80)
"Haa Miim, demi Kitab (Al-Qur'an) yang Ini adalah tiga sifat Al-Qur'an yang lain,
jelas." (az-Zukhruf: L-2, ad-Dukhaan: 1-2)
yaitu s esungguhnya Al-Qur' an di Lauh M ahfuzh
"Dan sesungguhnya itu benar-benqr sum-
pah yang besar sekiranya kamu mengetahui." terpelihara dan tertutup yang hanya bisa
dilihat oleh malaikat Al-Muqarrabuun, yaitu
(al-Waaqi'ab=76)
malaikat AI - Karuubiyyuun. Di langit, Al- Qur' an
Dan sesungguhnya qqsam atau' sumpah tidak disentuh kecuali oleh malaikat yang suci,
dan di dunia tidak disentuh kecuali oleh orang-
ini adalah qasam yang agung kalau kalian orang yang suci dari dua hadats, yaitu hadats
kecil dan hadats besar. Al-Qur'an diturunkan
mengetahuinya. dari sisi Allah SWT. Al-Qur'an bukanlah sihir;
perdukunan, syai4, dan bukan pula perkataan
Dhamir ha' pada kata (i6) adalah kata
manusia. Tetapi, Al-Qur'an adalah al-Haq,
ganti untuk qasam yang keberadaannya di- kebenaran yang nyata dan pasti tanpa ada
keraguan padanya, dan di belakang Al-Qur'an
pahami dari perkataan sebelumnya. tidak ada lagi yang namanya kebenaran yang
"Dan (ini) sesungguhnya Al-Qur'an yang bermanfaat.
sangat mulia." (al-Waaqi'ahz 77)
Substansi ayat ini menunjukkan bahwa Al-
Ini adalah kalimat yang posisinya sebagai Qur'an tidak boleh disentuh oleh orang kafi4,
al-Muqsam 'alaihi fsesuatu yang ingin di-
*-..**ll't*-*"ttb*irrin,fJJ*1i:'"n ".':Y-?,:,,0,,|1"n -.....,,,,,,,,,, ......,,,,.,, .......,..,.,.,*{r{,, l"lP"-'.1
. *.*-"*,, ,
orang junub dan orang yang sedang hadats. tangan para utusan (malaikat), yang mulia lagi
berbakti." (Abasa: 13-16)
Imam Malik dalam Muwaththa'nya dan Ibnu
Karena ayat ini dijelaskan dalam konteks
Hibban dalam Shahihnya meriwayatkan, untuk menegaskan bahwa Al-Qur'an tidak
dibawa turun oleh para setan. Dengan kata
q ,1$E i' ,l;'k qit 7.t €.'oi lain, untuk menegaskan kesucian Al-Qur'an
J;\ ,,{l1^u" ot$r dari dibawa turun oleh para setan. fuga, karena
3i
surah ini adalah surah Makkiyyah, sedang
"Bahwasanyo aoU* surah yang aiiut*
perhatian utama surah-surah Makkiyyah
Rasulullah saw. kepada'Amr bin Hazm tercantum mayoritasnya lebih fokus pada tema pokok-
pokok agama seperti mengukuhkan tauhid,
bahwa Al-Qur'an tidak boleh disentuh kecuali kehidupan akhirat, dan kenabian. Adapun
hukum-hukum cabang dan turunan, itu men-
oelh orang yang suci,"
jadi fokus surah-surah Madaniyyah. Iuga,
Abu Dawud dalam Al-Maraasifl dan para karena kata (o;<| dalam ayat di atas makna-
pemilik kitab hadits as-Sunon meriwayatkan
nya adalah terpelihara dan tertutup yang tidak
dari hadits az-Zuhri, ia berkata, bisa disentuh oleh tangan-tangan manusia. Se-
andainya yang dimaksudkan dengan al-Kitab
i*i.e€r {"y€otsc o,, dalam ayat ini adalah kitab mushaf Al-Qur'an
c ). ', o' -'.o ti-:.
yang ada di tengah-tengah kita, tentunya
,fr,tr,ie W i,t J;tit17 i :f
iut )l dTtrr penyebutan sifat (o!r.p di sini tidak begitu
Aku membaca dalam shahifah (lembaran memiliki faedah yang besar dan signifikan.
Selanjutnya, Allah SWT mengecam keras
kertas) Abdu Abi Bakarbin Muhammadbin <Amr
bin Hazm, bahwasanya Rasulullah saw. bersabda, dan mencerca orang-orang yang meremehkan
Al-Qur'an tidak boleh disentuh kecuali oleh orang kedudukan dan signifikansi Al-Qur'an,
yang suci.' 'Apakah kamu menganggap remeh berita
ini (Al- Qur' an) ?" (al-Waaqi'ah: 81)
Riwayat ini dirsnaadkan oleh Daruquthni
dari Amr bin Hazm, Abdullah bin Umar r.a. Apakah terhadap Al-Qur'an ini yang di-
dan Utsman bin Abil Ash r.a.. Akan tetapi,
ada catatan dalam isnad masing-masing deskripsikan dengan empat sifat dan kriteria
dari kedunya lJiihi nazharun). Tidak boleh seperti di atas kalian bersikap meremehkan
memegang mushaf bagi orang yang sedang terhadapnya, serta memilih untuk bersikap
hadats, ini sudah hampir menjadi iima'para memihak dan pro terhadap orang-orang kafir?
ulama. Ada sebagian fuqaha, yaitu ulama
"Dan kemu menjadikan rezeki yang kamu
Malikiyyah, memperbolehkan bagi orang yang terima (dari Allah) justru untuk mendustakan('
Nya)." (al-Waaqi'ah: 82)
hadats memegang mushaf untuk keperluan
proses belajar dan mengajar. Akan tetapi, Kalian menjadikan rezeki kalian yang ber-
asal dari langit, yaitu hujan, atau dari bumi,
ulama mentarjih bahwa yang dimaksudkan al- yaitu tanaman, dalam rangka untuk mendusta-
Kitab dalam ayat ini adalah Kitab yang berada kan nikmat Allah S\AIX, mendustakan ba'ts dan
mendustakan apa yang ditunjukkan oleh Al-
di tangan malaikat, berdasarkan apa yang Qur'an sehingga dengan begitu, berarti kalian
disebutkan dalam ayat,
"Di dalam kitab-kitab yang dimuliakan (di
sisi Allah), yang ditinggikan (dan) disucikan, di
hFsrRAL-MuNrRlrlrp 14 ,rrrr{,
menempatkan sikap mendustakan pada posisi bahwa kalian tidakakan dibangkitkan kembali,
yang seharusnya ditempati oleh rasa syukur?
Apakah ada yang lebih zalim dari orang yang kalian tidak dikuasai dan tidak berada di
meletakkan sikap mendustakan menggantikan
posisi syukur; mengganti sikap syukur dengan bawah dominasi Sang Khaliq?
sikap mendustakan!!
Makna yang dimaksudkan adalah bahwa
Kemudian, Allah SWT mengecam keras jika memang kalian tidak memiliki Sang Pen-
dan mencerca orang-orang musyrik atas ideo-
logi dan keyakinan mereka yang batil, cipta dan kalianlah para pencipta, mengapa
"Maka kalau begitu mengapq (tidak men- kalian tidak mengembalikan ruh atau nyawa
cegah) ketika (nyawa) telah sampai di kerong-
kongan, dan kamu ketika itu melihat, dan Kami ke jasadnya semula ketika nyawa itu telah
lebih dekat kepadanya daripada kamu, tetapi
kamu tidak melihat." (al-Waaqi'ah: 83-85) sampai di kerongkongan? fika kalian memang
benar bahwa tidak ada yang namanya ba'ts,
Mengapa ketika ruh atau nyawa telah
coba kalian kembalikan nyawa orang yang
sampai kerongkongan pada saat menjemput
ajal, sedang kalian melihat orang yang men- sedang sekarat ke dalam jasadnya, supaya
jemput ajal itu sudah mendekati perpisahan-
nya dengan kehidupan, kalian melihat dan me- kematian hilang darinya, sehingga ba'rs pun
mandanginya berikut berbagai kepayahan yang
dialaminya ketika sakaratul maut, dan Kami tidak terjadi! fika memang dua syarat atau
lebih dekat dengan ilmu, kuasa, penglihatan
kriteria itu terpenuhi dari kalian, yaitu ,I* j1p
dan malaikat Kami daripada kalian, akan coba
44t '* dan (a,,t- e" ;lF maka kalian
tetapi kalian tidak bisa melihat malaikat maut
yang bertugas mencabut nyawanya. kembalikan ruh si mayit ke dalam tubuhnya.
Kalimat yang menjadi jawaban untuk kata Di antara ayat yang memiliki makna se-
{i!} aiseUutkan dalam ayat berikutnya, yaitu rupa adalah firman Allah SWT
(A;arb. Kemudian, Allah SWT memperkuat "Tidak! Apabila (nyawa) telah sampai ke
pengertian kata {i;ii} di atas seperti berikut kerongkongan, dan dikatakan (kepadanya),
'Siapa yang dapat menyembuhkan?' dan dia
ini,
yakin bahwa itulah waktu perpisahan (dengan
"Maka mengapa jika kamu memang tidak
dikuasai (oleh Allah), kamu tidak mengem- dunia), dan bertaut betis (kiri) dengan betis
balikannya (nyawa itu) jika kamu orang yang
(kanan)." (al-Qiyaam ah: 26 -29)
benar?" (al-Waaqi'ah: B6-87)
Kemudian, Allah SWT menerangkan nasib
fika memang kalian tidak akan dihisab,
dibalas, dan tidak pula dibangkitkan kembali, para manusia ketika menjemput ajal dan
mengapa kalian tidak mencegah kematian
orang tersebut dan mengembalikan ruh yang setelah mati, serta mengelompokkan mereka
telah sampai di kerongkongan itu ke tempat- menjadi tiga golongan,
nya semula, jika memang kalian adalah orang- Pertama,
orang yang benar dalam persangkaan kalian
"Jika dia (orang yang mati) itu termasuk
yang didekqtkan (kepada Allah), maka
dia memperoleh ketenteraman dan rezeki
serta surga (yang penuh) kenikmatan" (al-
Waaqi'ah:88-89)
fika orang yang menjemput ajal atau
meninggal dunia itu adalah termasukgolongan
as-Saabqiuun al-Muqarrabuun, yaitu orang-
orang yang mengerjakan semua kewajiban-
kewajiban dan amal-amal sunnah, meninggal-
TAFSIRAL-MUNIR JILID 14
kan hal-hal yang diharamkan, hal-hal yang nyambut Anda dengan salam." Hal itu sebagai-
dimakruhkan dan sebagian dari hal-hal yang mana firman Allah SWT dalam ayat,
mubah, dan mereka ini adalah golongan per-
tama yang disinggung pada bagian depan "sesungguhnya orqng-orqng yang ber'
surah ini, bagi mereka kenyamanan, kesen- kata, 'Tuhan kami adalah Allah,' kemudian
tosaan, kedamaian dan ketenangan dari kon-
mereka meneguhkan pendirian mereka, maka
disi dunia. Untuk mereka ada juga rezeki yang malaikat-malaikat akan turun kepada mereka
luas, kesenangan, dan kenikmatan dalam sur- (dengan berkata), 'Janganlah kamu merasa
takut dan janganlah kamu bersedih hati; dan
ga. Berita gembira ini disampaikan kepada
bergembiralah kamu dengan (memperoleh)
mereka oleh malaikat ketika meninggal dunia.
surga yang telah dijanjikan kepadamu.' Kamilah
Kata ar-Rauh artinya adalah al-lstiraahah, pelindung -pelindung mu dalam kehidupan dunia
[istirahat, kenyamanan, kesentosaan). Ini dan akhirat, di dalamnya (surga) kamu mem'
mencakup ruh dan badan. Kata ar'Rqihaan peroleh apa yang kamu inginkan dan mem'
peroleh apa yang kamu minta. Sebagai peng-
maksudnya adalah rezeki dan ini untuk badan. hormatan (bagimu) dari (Allah) Yang Maha
Sedangkan jannatu na'iim adalah untuk ruh, Pengampun, Maha Penyayang." (Fushshilat:
ia mendapatkan kesenangan dan kenikmatan 30-32)
bertemu dengan Tuhan Yang Maha Berkuasa.
Ketiga,
Diriwayatkan bahwa seorang Mukmin
tidak pergi meninggal dunia melainkan di- "Dan adapun jika dia termasuk golongan
datangkan kepadanya raihqan [bau harum)
dari surga yang ia hirup. "Ya Allah, iadikanlah orang yang mendustakan dan sesat, maka dia
kami termasuk golongan mereka, wahai Dzat disambut siraman air yang mendidih, dan di'
bakar di dalam neraka." (al-Waaqi'ah=92'94)
Yang memiliki keagungan dan kemuliaan."
fika orang yang menjemput ajal atau
Kedua,
meninggal dunia itu termasuk golongan
"Dan adapun jika dia termasuk golongan
kanan, maka, 'Salam bagimu (wahai) dari orang-orang yang mendustakan al-Haq (ke-
golongan kanan!' (sambut malaikat)." (al' benaran yang pasti dan nyata) dan tersesat
Waaqi'ah:90-91) dari petunju[ mereka itu adalah golongan
Adapun jika orang yang menjemput aial kiri yang telah disebutkan di atas, baginya ada
atau meninggal dunia itu adalah termasuk jamuan atau suguhan yang disiapkan untuknya
berupa air yang sangat panas setelah ia makan
golongan kanan, yaitu orang-orang yang me- zqqquum, sebagaimana yang sudah pernah
nerima buku catatan amal mereka dengan
tangan kanan mereka, malaikat menyampaikan dijelaskan di atas, dan ia dibakar dalam api
berita gembira kepada mereka dan berkata,
"Salam sejahtera untuk Anda wahai orang neraka yang melingkupinya dari segenap arah
yang termasuk golongan kanan, dari rekan- dan penjuru.
rekan Anda sesama golongan kanan' Tidak
ada kepayahan atas Anda. Anda menuju Kemudian, Allah SWT menegaskan per-
kepada keselamatan dan kesejahteraan. Anda kara yang ada secara final dan menyatakan
sejauh mana keabsahan dan validitas informasi
termasuk golongan kanan. Itu karena Anda
yang ada,
akan bersama-sama mereka, lalu mereka me-
"sungguh inilah keyakinan yong benar."
(al-Waaqi'ah: 95)
TAFSIRAL-MUNIR IILID 14
Sesungguhnya informasi ini dan apa yang adalah Al- Azhiim identik dengan makna dekat,
dijelaskan dalam surah ini berupa masalah sedangkan Al-A'laa identik dengan makna
jauh. Allah SWT dekat kepada setiap yang
ba'ts dan yang lainnya adalah benar-benar
murni suatu kebenaran yang yakin, pasti mungkin dan dekat kepada segala sesuatu dan
dan absolut tanpa ada sedikit pun keraguan
padanya dan tidak ada satu orang pun yang Dia adalah terlalu tinggi dan luhur untuk bisa
ditangkap oleh pemahaman dan persepsi kita
bisa mengelak. serta sangat jauh dari setiap sesuatu.
Kemudian, Allah SWT memerintahkan Al-fama'ah kecuali Abu Dawud meri-
Nabi-Nya untuk melakukan apa yang dapat
wayatkan dari Abu Hurairah r.a., ia berkata,
menyempurnakan diri beliau,
"Rasulullah saw. bersabda,
"Maka bertasbihlah dengan (menyebut)
'colilclz.tj jL,tJicr.rtJjrtw;ery
nama Tuhanmu Yang Mahabesar." (al-
u;$ ,,r:^rAriri* ",vF!t J't;oirt*;
Waaqi'ah:96)
f ar
Bertasbihlah menyucikan Allah SWT dari "Dua kalimat yang ringan di lisan, berat di
setiap hal yang tidak layak dan tidak pantas
bagi keagungan-Nya, karena apa yang telah timbangan dan disenangi oleh Ar-Rahman, yaitu
kamu ketahui berupa informasi-informasi 'Subhaanallaahi wa bi hamdihi subhaanallaahil
ilmu-Nya dan kuasa-Nya. Huruf ba' pada kata AZnumr.
$!h adalah tambahan, yakni sabbih isma Flqlh Kehldupan atau Hukum-Hukum
Rabbika. Dan yang dimaksudkan dengan, a/- Ayat-ayat di atas menjelaskan sejumlah
lsm [nama) adalah al-Musammaa (yang di-
namai), yaitu Allah SWT. hal sebagai berikut.
Imam Ahmad, Abu Dawud, dan Ibnu L. Allah SWT bersumpah dengan tempat-
Majah meriwayatkan dari Uqbah bin Amir r.a., tempat terbenamnya bintang-bintang-ini
ia berkata, adalah sebuah qasam atau sumpah yang
agung kalau manusia mengetahui-untuk
p-I C+F :ffi er J-r-, ,* ''i A menegaskan bahwa sesungguhnya Al-
ai ,8l1 f) c.,;#r :iu {(J;Jt"t; Qur'an adalah benar-benar bacaan yang
mulia, terhormat, sangat berharga, dan
t;ir:t,i,; (;rit ,t:.: At uy ,di banyak manfaatnya, bukan sihif, bukan
.t:r €c/ t, perdukunan, dan bukan pula sesuatu yang
"Ketika turun ayat, {"F ,tt', iL, pb dibuat-buat, direka-reka dan dikarang-
maka Rasulullah saw. bersalida,'ladikcinlah ayat karang. Tetapi, Al-Qur'an ini adalah bacaan
yang mulia, terhormat, dan terpuji, Allah
ini dalam rukuk kalian Dan ketika turun ayat,
SWT menjadikan Al-Qur'an sebagai muk-
4;;{rux; a'c*} maka Rasulullah saw. bersabda, jizat untuk Nabi-Nya Muhammad saw.. Al-
'ladikanlah ayat ini dalam sujud kalian"' Qur'an ini adalah terhormat, mulia, dan
Al-Hakim memasukkan hadits ini ke sangat berharga bagi orang-orang Mukmin,
dalam kategori hadits shahih. karena Al-Qur'an adalah firman Tuhan
Perbedaan antara Al-Azhiim (Yang Maha- mereka dan obatpenawarbagi hati mereka.
agung) dan Al-A'laa [Yang Maha Tinggi, Luhur)
Al-Qur'an ini adalah terhormat, mulia, dan membawa dan menyentuh Al-Qur'an bagi
orang Muslim dan orang kafir baik dalam
sangat berharga bagi para penduduk langit
keadaan suci maupun hadats. HanYa
karena ia adalah yang diturunkan oleh saja, Dawud mengatakan, tidak boleh
Allah dan wahyu Tuhan mereka. bagi orang musyrik membawa Al-Qur'an.
Al-Qusyairi, menyangkut bentuk atau Dalam hal ini, mereka berargumentasi
{!ipola qasam dalam ayat ini, yaitu JJy dengan hujiah surah Nabi Muhammad saw.
yang dikirimkan kepada Kaisar Romawi.
menjelaskan, "lni adalah qasam atau sum-
Namun argumentasi ini disanggah bahwa
pah, dan Allah SWT bebas bersumpah de-
itu adalah dalam konteks darurat sehingga
ngan apa saja yang Dia inginkan. Adapun
tidak mengandung hujjah. Larangan me-
kita, tidak boleh bagi kita untuk ber- nyentuh mushaf bagi orang yang hadats
sumpah dengan selain Allah SWT dan adalah ditetapkan berdasarkan as-Sunnah,
sifat-sifat- N ya yang qadiim !' bukan diambil dari pengertian eksplisit
2. Dalam ayat-ayat ini, Allah SWT men- ayatini (oti4tir.U iy.
3. Setelah menegaskan kenabian, kebenaran
deskripsikan Al-Qur'an dengan empat
wahyu, dan Al-Qur'an Karim, selanfutnya
sifat. Pertama bahwa Al-Qur'an adalah
Allah SWTmengecam dan mencerca orang-
kariim, banyak kebaikan, manfaat dan orang yang menganggap remeh Al-Qur'an
faedahnya. Kedua, fii kitaabin maknuun, dan mendustakannya. Ini adalah sebuah
di dalam Lauh Mahfuzh, terpelihara di sikap memutarbalikkan keadaan. Karena
sisi Allah SWI terpelihara dari kebatilan, orang-orang yang ingkar mengganti
pengubahan dan distorsi. Ketiga, tidak
syukur atas rezeki dan nikmat dari Allah
disentuh kecuali oleh makhluk yang ter- SWT dengan sikap mendustakan. Dengan
sucikan dari dosa-dosa, yaitu malaikat' begitu, berarti mereka menempatkan
Keempat, diturunkan dari sisi Tuhan
sikap mendustakan menggantikan posisi
semesta alam.
mensyukuri, mereka tidak mensyukuri
Yang lebih shahih adalah bahwa yang
tetapi justru mendustakan. Ini seperti
dimaksudkan dari, al-Kitaab al-Maknuun
ayat,
adalah Lauh Mahfuzh. Sedangkan dhamir
"Dan shalatmereka di sekitar Baitullah
ha pada kata {il{ i} adalah kata ganti
itu, tidak lain hanyalah siulan dan tepuk
untuk al-Kitab. tengan." (al-Anfaal: 3 5)
Adapun menyentuh mushaf tanPa M ereka sebenarnya tidaksembahyang,
tetapi mereka tidak lain hanya bersiul dan
memiliki wudhu, jumhur ulama termasuk
bertepuk tangan, bukan bersembahyang.
di antaranya adalah imam empat madz-
hab, berpendapat tidak boleh. Hal ini Al-Qurthubi mengatakan, di sini ter-
berdasarkan pada hadits Amr bin Hazm kandung makna bahwa kebaikan Yang
didapatkan oleh para hamba, tidak se-
di atas, 'Al-Qur'an tidak boleh disentuh
yogianya dianggap berasal dari perantara-
kecuali oleh orang yeng suci," perantara yang ada, perantara tersebut
Sementara itu, ulama MalikiYYah menurut kebiasaan mereka adalah sebab
atau faktor dari semua kebaikan itu. Te-
memperbolehkan bagi orang yang hadats
untuk menyentuh Al-Qur'an karena ke-
perluan belajar dan mengajar. Diriwayat-
kan dari al-Hakam, Hammad dan Dawud
bin Ali azh-Zhahiri bahwa tidak apa-apa
tapi seyogianya mereka melihatnya ti- serta kesenangan, dan kenikmatan absolut
dak lain hal itu berasal dari Allah SWT,
dalam surga, serta melihat Allah SWT,
kemudian mereka mengimbanginya de- mereka tidak terhalang dan tertutupi dari
ngan sikap mensyukuri. fika itu adalah melihat-Nya,
nikmat, atau dengan sikap sabar jika itu Golongan kanan, mereka selamat
adalah sesuatu yang tidak baik, sebagai dan sejahtera dari adzab Allah SWT serta
bentuk penghambaan, ketundukan, dan mendapatkan ucapan salam dari-Nya.
perendahan diri kepada-Nya.u' Para malaikat juga mengucapkan salam
kepada mereka seraya berkata, "Salam
4. Allah SWT menantang orang-orang yang untuk anda dari sesama rekan anda dari
mengingkari dan tidak memercayai ba'ts golongan kanan."
bahwa jika memang mereka benar dalam
Abdullah bin Mas'ud r.a. berkata, "|ika
persangkaan mereka bahwa tidak a da b a' ts,
malaikat maut datang untuk mencabut
mereka tidak akan dibalas, dihisab, dan nyawa seorang Mukmin, ia berkata, "Tu-
dibangkitkan kembali pada hari Kiamat, han anda mengucapkan salam kepada
coba saja mereka menghalau kematian
anda." Demikian juga, Malaikat Munkar a.s
dari manusia ketika ia menjemputajal dan
dan Nakir a.s mengucapkan salam kepada
mengembalikan ruh ke tubuhnya ketika golongan kanan ketika proses pertanyaan
ruh itu telah sampai di kerongkongan. dalam kubur. Ketika dibangkitkan kembali
fika kematian bisa dihalau, akan terhalau pada hari Kiamat, para malaikat juga
pula ba'ts. Dan yang pasti, mereka tidak
mengucapkan salam kepada mereka. fadi,
akan bisa melakukan hal itu, mereka tidak
akan mampu sedikit pun melakukan hal para malaikat mengucapkan salam ke-
pada golongan kanan di tiga lokasi dan
itu, sedang mereka melihat orang yang kesempatan, dan itu merupakan sebuah
sedang menjemput ajal dengan penuh penghormatan demi penghormatan yang
kesedihan dan keputusasaan. Allah SWT
beruntun.6a
lebih dekat kepada orang yang menjemput
Adapun golongan kiri yang men-
ajal itu dengan kuasa, pengetahuan, dan
dustakan dan tidak memercayai adanya
penglihatan-Nya. Akan tetapi orang-orang
ba'ts,yangtersesat dari petunjuk dan jalan
yang hadir di sekitarnya tidak mengetahui kebenaran, bagi mereka ada rezeki dari
hal itu dan mereka tidak melihat malaikat air yang sangat panas dan dimasukkan ke
yang diutus yang bertugas mencabut dalam neraka.
nyawa. 6. Sesungguhnya semua yang disebutkan
5. Manusia pada saat menjemput ajal ke- dalam surah ini adalah murni sesuatu
mudian meninggal dunia terbagi menjadi yang yakin dan pasti, kebenaran yang pasti
tanpa ada sedikit pun keraguan padanya
tiga golongan. Golongan as-Saabiquun
dan tidak ada yang bisa mengelak darinya,
al-Muqarrabuun, golongan kanan, dan
golongan kiri. Menyangkut ayat ini, Qatadah men-
jelaskan, sesungguhnya Allah SWT tidak
Golongan as-Saabiquun al-Muqar- meninggalkan satu manusia pun kecuali
rabuun, bagi mereka ada rahmat, keten-
teraman, kenyamananan, rezeki yang luas
63 TafsirAl-Qurthubi,lT /228. 64 Tafsir Al-Qurchubi, 17 /234.
fEBr,**,* "s:1:l,,"hw:::ii:,1 .....,.,,,.,.,,, ......,.,,,. .....,.,..,,, ,,,,{,,
.-....,..,.,,, .....,,.,,,}Ell}ALwtu-}-l}lltto-"11
Dia menjadikannya di atas keyakinan Mukmin setelah beliau, untuk bertasbih
menyucikan Allah SWT dari setiap bentuk
terhadap Al-Qur'an ini. Adapun orang kejelekan dan dari setiap hal yang tidak
layak dan tidak pantas bagi-Nya, bilamana
Mukmin, ia meyakini di dunia, sehingga hal kebenaran telah nyata, dan sesuatu yang
bersifat yakin telah tampak jelas, serta
itu bermanfaat baginya pada hari Kiamat. kepalsuan dan kebohongan orang-orang
Sedangkan orang kafir, ia baru meyakini kafir dan kaum musyrik telah batal dan
runtuh.
pada hari Kiamat pada saat keyakinan
itu sudah tiada berguna apa-apa baginya
karena sudah terlambat.
7. Allah SWT memerintahkan kepada Nabi-
Nya dan kepada segenap orang-orang
Qffi/
Y'
SURAHAL-HADIID
MADANIYYAH, DUA PULUH SEMBILAN AYAT
Status Madaniyyahnya rintah bertasbih yang disebutkan dalam
Surah al-Hadiid sebagaimana yang surah al-Waaqi'ah. Seakan-akan dikatakan,
dijelaskan oleh al-Qurthubi adalah surah
"Maka bertasbihlah dengan (menyebut)
Madaniyyah menurut pendapat semua ulama,
nama Tuhanmu Yang Mahabeser," karena
dan ini adalah pendapat yang kuat. Ada
apa yang ada di langit dan di bumi se-
pendapat yang mengatakan bahwa surah al-
Hadiid adalah surah Makkiyyah, namun ini muanya bertasbih kepada-Nya. fadi, Allah
adalah pendapat yang lemah. SWT memerintahkan bertasbih, kemudian
Dia menginformasikan bahwa bertasbih
Penamaan Surah yang diperintahkan itu benar-benar telah
dilakukan dan dijalankan dengan penuh
Surah ini dinamakan dengan surah al- komitmen oleh segala apa yang ada di
langit dan di bumi.
Hadiid, karena pada ayat 25 menyinggung
Gambaran Umum Kandungan Surah
tentang sejumlah kemanfaatan dan kegunaan
Tema surah ini seperti kebanyakan tema
al-Hadiid (besi) serta menjadi penopang surah-surah Madaniyyah lainnya, yaitu me-
utama dalam berbagai aspek peradaban, ke- nerangkan tentang hukum-hukum syara' yang
budayaan, pembangunan, dan kemajuan, baik berkaitan dengan aqidah dan keimanan, jihad
dalam kondisi damai maupun perang.
dan berinfak di jalan Allah SV([, menjaga
Persesualan Surah lnldengan Surah
Sebelumnya harga diri dari godaan, pesona, dan daya tarik
dunia, menerangkan pokok-pokok hukum
Terdapat dua korelasi dan relevansi antara
Islam, menguak keburukan-keburukan orang-
surah al-Hadiid dengan surah sebelumnya, orang munafik serta syari'at para nabi dalam
memiliki dua sisi. kehidupan pribadi dan kehidupan umum.
L. Surah al-Waaqi'ah diakhiri dengan pe- Surah al-Hadiid diawali dengan pem-
bicaraan tentang sifat-sifat Allah SWT dan
rintah bertasbih, sedangkan surah al- Asma'ul Husna-Nya, jejak-jejak keagungan-
Hadiid diawali dengan keterangan ber-
tasbihnya segala apa yang ada di langit Nya yang tampak nyata pada penciptaan alam.
Kemudian, surah ini menyeru kaum Muslimin
dan di bumi. untuk berinfak di jalan Allah SWT untuk me-
2. Sesungguhnya surah al-Hadiid berfungsi
sebagai penjelas sebab atau alasan pe-
ninggikan kalimat-Nya, mengukuhkan Islam, Keutamaan Surah aFHadlld
meluhurkan kedudukan, dan wibawa Islam. Imam Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi dan
Surah ini membandingkan buah dari Nasa'i meriwayatkan dari'lrbadh bin Sariyah
seruan berinfak dan berjihad antara orang' r.a., bahwasanya ia menceritakan,
orang Mukmin yang berjihad yang memiliki
keistimewaan dengan cahaya mereka di ,rii ii J5 a$tii its W '3t';ti
akhirat, dengan orang-orang munafik yang
kiki6, penakut, dan pengecut serta terjerembab bFi"\ fucl o ', . .
dalam kegelepan kebodohan dan kekafiran. .a,l.-lii r;! :JU-9
Kemudian, surah ini menerangkan ten- "Bahwasanya Rasulullah saw. membaca
tang hakikat dunia dan hakikat akhirat. Dunia al-Musabbihaat (surah-surah yang bagian
adalah negeri kefanaan dan main-main, se-
permulaannya terdapat kata subhaana, sabbaha,
dangkan akhirat adalah negeri keabadian,
kekekalan, kebahagiaan, kenyamanan, dan yusabbihu atau sabbih, itu ada tujuh surah, al-
kesenangan yang besar. Hal ini mengandung
Israa', al-Hadiid, al-Hasyr, ash-Shaf, al-lumu'ah,
peringatan agar jangan sampai tepedaya oleh
at-Taghaabun dan al-Alaa) sebelum tidur dan
dunia, sekaligus menggugah, merangsang, dan beliau bersabda, 'sesungguhnya dalam surah-
menstimulasi ketertarikan kepada akhirat dan surah itu terdapat sebuah ayat yang lebih utama
motivasi untuk beramal untuk akhirat.
d ar ip ada s er ibu Ay At."'
Surah ini juga menasihati orang-orang
Ayat tersebut adalah ayat 3 dari surah al-
Mukmin agar tabah dan sabar atas berbagai
musibah, mencela orang-orang yang sombong, Hadiid ini, ;p ,y<.'it J"q\, f\i)ti >i,; i't$t iY
tri'
angkuh, tinggi hati, dan kikir. |uga meme-
BERTASBIH KEPADA ALIAH SWT DI SETIAP
rintahkan keadilan dan memakmurkan alam, SAAT DAN SEBAB.SEBABNYA
menerangkan tujuan dari pengutusan para Surah al-Hadlld Ayat 1- 6
rasul, perintah untuk bertakwa kepada Allah i dl{-A3,A\ i4i A'tV*p\OY
SWT serta mengikuti tuntunan dan petunjuk v, iit';f*r9-ts-lt\F,,?:'z.$.fD)q.iu[,'tz,tc|SrtbAylSttl\gtf,,!s,ii,sv,;:a1€.,);y1.tt:r.vzttj;Yva)l.lrr,.rre-IttgItzi)t
laa$r,6 ffi
para rasul dan nabi. t-*-*r! 9rt-
i?(./
Surah al-Hadiid diakhiri dengan hikmah L;J ')9
dan pelajaran yangbisa diambil dari umat-umat r9).911"/ rtofct,,
terdahulu, kisah Nabi Nuh a.s.dan Nabi Ibrahim ,bO,t<if'){;$:tf
9-*tt4.lA\,,2/r/ 9i ;:ll\-Jt)f!ttLaGIJ'l
a.s. serta anak cucu mereka yang menjadi rasul,
\*ar) 6u,
kisah nabi Isa putra Maryam a.s. dan sikap
para pengikutnya terhadap dalmrahnya. Iuga, e;\teduk'e$t:93*"\ l rt: {*
penjelasan tentang pahala orang-orang yang
bertalnara dan dilipatgandakannya ganjaran 3k U. LA v3 iAru 35rW @ e-u3
orang-orang yang beriman kepada para rasul ki*,i' frt';*'o$i, e,AvK u A
mereka. fuga, penjelasan yang menegaskan irJvtlSve)3\
bahwa tugas kerasulan adalah berdasarkan zl
pilihan dan seleksi dari Allah SWT serta hal
itu merupakan sebuah karunia yang diberikan .r&\ Arffivfr'&
secara khusus kepada siapa saja yang Dia
DirS\e\'P-jt",#te si$t$5,fitt
kehendaki dari para hamba-Nya.
"Apa yang di langit dan di bumi bertasbih Mufradaat LuShawlyyah
kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Maha- 4,r'r$,; cr;L-:rr C 6 ) $) segala sesuatu
bijalcsana. Milik-Nyalah kerajaan langit dan bertasbih menyucikan Allah SWT dari segala
bumi, Dia menghidupkan dan mematikan dan
bentuk kekurangan dan dari segala hal yang
Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Dialah Yang
,4wal, Yang Akhir, Yang Zahir dan Yang Batin; dan tidak layak dan tidak pantas bagi-Nya berupa
Dia Maha Mengetahui segala sesuatu. Dialah yang
menciptakan langit dan bumi dalam enam masa; sifat-sifat al-Hawaadits seperti sekutu dan
kemudian Dia bersemayam di atas Arasy. Dia anak. Di sini, y'tl $7r.\ muta'addii dengan
huruf jarr lam, padahal fi'il ini sebenarnya
mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan
sudah muta'addii dengan sendirinya, seperti
ap a y ang keluar dari dalamnya, ap a yang turun dari
langit dan apayangnaikke sana. Dan Diabersama nashahtu lahu wa nashahtuhu. Hal ini untuk
kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha memberikan sebuah kesan pengertian bahwa
Melihat apa yang kamu kerjakan. Milik-Nyalah
perbuatan atau amal itu dilakukan karena
keraj aan langit dan bumi. D an hanya kep ada Allah
Allah SWT dan murni hanya untuk-Nya.
segala urusan dikembalikan. Dia memasukkan
Dalam Al-Qur'an, kata ini ada yang
malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke
dalam malam. Dan Dia Maha Mengetahui segala disebutkan dalam bentuk fi'il amr, sabbih,
isi hati." (al-Waaqi'ah: f -6)
seperti pada akhir surah al-Waaqi'ah di atas
Qlraa'aat dan pada awal surah al-Alaa, sebagai bentuk
(i;{,6*i} dibaca: perintah bertasbih. Ada yang disebutkan
L. 1,;itt si> ini adalah qiraa'aat Nafi', Ibnu
dalam bentuk fi'il maadhi, sabbaha seperti
Katsir; Abu Amr dan Ashim.
dalam surah al-Hadiid ini, juga dalam surah
2. 6;$t si> ini adalah qiraa'aat imam yang
al-Hasyr dan surah ash-Shaff. Ada juga yang
lain.
disebutkan dalam bentuk y''il mudhaari',
yusabbihu seperti dalam surah al-fumu'ah
dan surah at-Taghaabun, untuk memberikan
I'raab sebuah pengertian bahwa kebiasaan sesuatu
yang menjadi musnad ilaihi (faa'il) untuklfl
ini adalah senantiasa bertasbih menyucikan
Allah SWT di semua waktu, dan semuanya
{fs #t.,'-.t.: ..1 .).. i.;,.!} kata (,si;} adalah zharf menunjukkan pengertian yang berkelanjutan,
G.t
terus-menerus dan berkesinambungan (ad-
yangberta'alluq dengan kata yang menyerupai
Daimuumah wal istimraar) bahwa hal itu
fi'il yang diasumsikan keberadaannya, yakni
sudah menjadi kebiasaan dan tipikal makhluk
wa Huwa Syaahidun ma'akum. yang ada di langit dan bumi. Ada juga yang
Balaaghah disebutkan dalam bentuk mashdar {i(;..1}
seperti pada awal surah al-lsraa', untuk mem-
$*t-t *"y di antara kedua kata ini berikan sebuah pengertian bahwa Allah SWT
terdapat ath-Thibaaq.4*u)'i t
iat;b 4;{r; j;$'} memang berhak untuk disucikan oleh setiap
di antara dua kalimat ini juga terdapat ath- sesuatu dan dalam setiap keadaan apa pun.
Thibaaq, Dkaaltaam(uka|lim[maat k4h,7lu'rk\ity'a,ntlgittidual tkI diguna-
berakal)
rlr,cit c Ji.trty 0id. c';.Yj g$t € d6 e.y kan
4Ut';. dalam dua kalimatini al-Muqaabalah.
bukan man [makhluk yang berakal) karena
(4, C 'sar {.ii )W e-itt A;.b Di sini terdapat
lebih melihat kelompok yang lebih banyak,
raddul'ajzi'alash shadri.
yaitu dari makhluk yang tidak berakal.
{i$r 'r.1, ;;y dan Dia Mahakuat di dalam sesuai dan layak bagi-Nya. 4..;'.,$t Curi u| apa
kerajaan dan kekuasaan-Nya tanpa ada suatu yang masuk di dalam bumi seperti harta ter-
apa pun yang bisa menentang-Nya sedikit pun, pendam, barang tambang, logam, benih, air
lagi Mahabijaksana dalam perbuatan-Nya. hujan, dan makhlukyang mati. {ti- 4*.c:\ aan
Kalimat ini berkedudukan sebagai haal dan
apa yang keluar dari bumi seperti tumbuhan,
memberikan sebuah pengertian bahwa Dia
logam dan bahan-bahan tambang untuk
memang berhak dan layak untuk disucikan,
meskipun sebenarnya Dia tidak membutuh- manfaat manusia. {,ult , 3* c;h dan apa
yang turun dari langit seperti hujan, rahmat,
kannya sedikit pun. malaikat, adzab dan hal-hal yang lainnya.
4=. t,*.,-d$t : :t s''-: ttrt Ih sesungguhnya 4ULf. ui) dan apa yang naik ke langit seperti
sebab adanya tasbih atau menyucikan dan doa.
uap, amal-amal, (.:li ,;;i;s;;ij) arn
Allah SWT adalah karena Dia Pemilik dan
Dia senantiasa bersama kalian dengan ilmu dan
Penguasa langit dan bumi, dan Dia memiliki kuasa-Nya di mana pun kalian berada, tanpa
kebebasan absolut untuk berbuat apa saja
pernah sedikit pun berpisah dari kalian. Ke-
terhadap kerajaan dan kekuasaan'Nya, seperti bersamaan atau ma'iyyah yang dimaksudkan
menciptakan apa saja yang Dia kehendaki di sini bukanlah kebersamaan yang identik
dan meniadakan apa saja yang Dia kehendaki dengan kebersamaan dengan dzat. oirt *, i,;)
dengan kuasa-Nya untuk menghidupkan dan (1*; dan Allah SWT Maha Melihat segala apa
mematikan. yang kalian perbuat, lalu Dia akan membalas
4r-Y :e 'f * /i) aan Dia Mahakuasa kalian atas perbuatan kalian itu.
atas
secara mutlak dan total segala sesuatu, Dalam ayat ini, sifat menciptakan di-
seperti menghidupkan, mematikan, dan yang dahulukan atas sifat ilmu (mengetahui), ka-
rena penciptaan menjadi dalil dan bukti pe-
lainnya. 4j;{' i} Dia adalah Yang Awal Yang
tunjuk kepada sifat mengetahui.
mendahului segala yang wujud, Yang telah
wujud dan ada sebelum segala sesuatu ada {:i*' si ir Jlr} dan hanya kepada Allah
tanpa permulaan, karena Dia adalah Yang
SWT segala urusan dan segala yang wujud
mewujudkan dan memperadakan segala se-
dikembalikan. (Jirr € lA, d.j.t c. ,Pt d:.b
suatu. {.,:i';} dan Dia adalah Yang Akhia, Yang
Allah SWT memasukkan mal"a+mtt ke dalam
Kekal dan tetap ada setelah segala sesuatu
siang dan sebaliknya dengan menambah dan
yang ada menjadi musnah, dan Yang tetap
mengurangi panjang pendeknya waktu malam
wujud dan tetap ada tanpa ujung akhir setelah
atau siang, maka terkadang Dia menambah
segala sesuatu menjadi tidak ada. (f6,;F
panjang waktu malam dan memperpendek
dan Dia adalah Yang Zhahir; yakni Yang nyata
waktu siang, dan terkadang sebaliknya. ;ij}
dan pasti ada-Nya karena begitu banyak
$.-,rl6t:ti{dan Dia Maha Mengetahui segala
bukti-buktinya. {rr"u.jr;} dan Dia adalah Yang isi hati berupa rahasia-rahasia dan hal-hal
Bathin hakikat Dzat-Nya, maka Dia tidak bisa
yang tersembunyi di dalamnya, niatan, dan
ditangkap oleh akal dan indera, Dia adalah
keyakinan.
Yang Zhahir dengan efeh jejak-jejak dan
perbuatan-perbuatan-Nya, dan Yang Bathin
dengan Dzat-Nya. Tafsir dan Penlelasan
y;)4rli dalam enam fase dan tahapan. 'Apa yang di langit dan di bumi bertasbih
$;it'* cit ?b kemudian Dia bersemaYam
kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa,
di atas Arasy dengan kebersemayaman yang
M ahab ij aksana." (al-Hadiid: 1)
thFsrRAL-MUNrR IrrrD 14
Segala sesuatu di langit dan bumi seperti "Milik-Nyalah kerajaan langit dan bumi,
Dia menghidupkan dan mematikan dan Dia
benda mati, tumbuh-tumbuhan, manusia Mahakuasa atas segala sesuatu." (al-Hadiid:
2)
dan hewan, semuanya bertasbih menyucikan
Kepunyaan Allah adalah kepemilikan
Allah SWT dari segala bentuk kekurangan
mutlak langit dan bumi, hanya Dia semata Yang
dan dari segala hal yang tidak layak bagi-Nya, mengatux, mengelola dan berbuat terhadap
keduanya sekehendak-Nya. Segala yang ada di
ini sebagai bentuk pengagungan kepada-
alam ini berada di bawah kontrol-Nya secara
Nya serta pengakuan dan pengikraran akan penuh. Hanya Dia semata Yang memiliki
kekuasaan absolut dan hanya Dia-lah Dzat
rubuubiyyah-Nya. Baik apakah bertasbih Yang Maha Berpengaruh. Apa pun titah-Nya
itu dengan bahasa lisan atau verbal seperti pasti terlaksana, hanya tindakan, disposisi,
dan pengaturan-Nya yang terlaksana. Allah-
tasbihnya malaikat, manusia dan jin, maupun lah Sang Pemilik Yang bertindak dan meng-
dengan bahasa keadaan seperti tasbihnya atur makhluk-Nya. Dia menghidupkan siapa
makhluk selain mereka, karena setiap yang yang Dia kehendaki, mematikan siapa yang
wujud menunjukkan keberadaan Sang Pen- Dia kehendaki, memberikan apa saja yang
cipta. Hal ini seperti firman Allah SWT dalam Dia kehendaki kepada siapa saja yang Dia
kehendaki. Allah SWT adalah Mahakuasa
ayat
secara mutlak dan absolut, tiada suatu apa pun
"Langit yang tujuh, bumi, dan semua yang yang berada di luar kuasa-Nya. Apa yang Dia
ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan kehendaki pasti terjadi dan apa yang tidak Dia
tidak ada sesuatu pun melainkan bertasbih de- kehendaki, maka tidak akan terjadi.
ngan memuji-Nya, tetapi kamu tidak mengerti
"Dialah Yang Awal, Yang Akhir, Yang Zahir
tasbih mereka. Sungguh, Dia Maha Penyantun, dan Yang Batin; dan Dia Maha Mengetahui
segala sesuetu." (al-Hadiid: 3)
Maha Pengampun " (al-Israa't 44)
Allah SWT adalah Yang Awal sebelum
Tasbihnya makhluk yang berakal adalah segala sesuatu. Allah SWT adalah Yang Akhir
menyucikan dan ibadah. Sedangkan tasbihnya Yang Kekal setelah segala sesuatu setelah
makhluk yang tidak berakal adalah ikrar dan
pengakuan atas wujud Sang Pencipta. Allah kemusnahan makhluk-Nya. Hal ini sebagai-
SWT, Dia-lah Yang Mahakuat, Mahakuasa,
Mahamenang lagi Maha Mengalahkan Yang mana firman-Nya dalam ayat,
segala sesuatu tunduk kepada-Nya tanpa ada
satu orang pun yang bisa menentang-Nya di "Segala sesuatu pasti binasa, kecuali Allah."
dalam kekuasaan dan kerajaan-Nya. Allah [al-Qashash:88)
SWT juga Mahabijaksana dalam pengaturan- Allah SWT adalah Yang Zhahi4, Yang Luhur
Nya, perintah-Nya, ciptaan-Nya, aturan, dan
syari'at-Nya. Allah SWT berbuat sesuai dengan di atas segala sesuatu, Yang mengalahkan
hikmah, kebenaran, dan ketepatan. dan menguasai segala sesuatu, Yang memiliki
Kalimat ("f-tr ),lt ;ry adalah jumlah supremasi atas segala sesuatu. Allah SWT
musta'nafah [permulaan kalimat baru) atau adalah Yang Bathin Yang mengetahui segala
jumlah haaliyyah yang berposisi sebagai pe- apa yang tersembunyi, akal dan indera tidak
negas kalimat sebelumnya secara makna dan mampu mengetahui dan menangkap hakikat
substansi yang menunjukkan bahwa Allah
SWT berhak dan layak untuk ditasbihkan dan
disucikan, meskipun Dia tidak membutuhkan-
nya.
Dzat-Nya. Allah SWT memiliki pengetahuan kehati-hatian. Sementara pendapat ulama
yang sempurna, total dan absolut tentang khalaf adalah menakwilkan kata istawaa
'alal Arasy ini dengan pengertian mengatur
segala sesuatu, tiada suatu apa pun yang ber-
urusan, menjelaskan ayat-ayat, menguasai
ada di luar pengetahuan-Nya. serta memegang kendali, kontrol, dan otoritas
Imam Muslim meriwayatkan dalam .Sha- kekuasaan.
hihnya dari Abu Hurairah r.a., bahwasanya "Dia mengetahui apayang masukke dalam
bumi dan apq yang keluar dari dalamnya, apa
Rasulullah saw. bersabda,
yang turun dari langit dan apa yang naik ke
*&|,tr,.,,ii ,;:? ,,:'tir Ji fiir sana." (al-Hadiid: 4)
, .oi. ,n;-U, ,r.,J.o,{ ,-Ai
Allah SWT mengetahui segala sesuatu
VUt yang masuk ke dalam bumi seperti air huian,
# d\evi makhluk mati dan yang lainnya. Allah SWT
*G ,-;"tt ,;jn ii):, *qt .,:;ii ,ip mengetahui segala sesuatu yang keluar dari
f iY'i';:t' bumi seperti tumbuhan, tanaman, buah-
"Ya Allah, Engkau adahh Yang Awal, maka buahan, logam, barang tambang dan yang lain-
nya. Allah SWT mengetahui segala apa yang
tiada suatu apa Pun sebelum Engkau. Engkau ada' turun dari langit berupa hujan, malaikat, dan
lah Yang Akhir maka tiada suatu apa pun setelah yang lainnya, serta apa yang naik ke langit
Engkau. Engkau adalah Yang Zhahir maka tiada seperti malaikat, amal-amal saleh, dan amal-
suatu apa pun di atas Engkau, dan Engkau adalah amal jelek para hamba, doa-doa, uap, dan lain
sebagainya. Dalam sebuah hadits shahih di-
Yang Bathin, maka tiada suatu apa pun yanglebih sebutkan,
bathin dari-Mu, bayarkanlah hutang kami dan k,vtt J;i,t(Jt ,_w,p Jut 9l'e';
b erilah kami kecukup an seb agai ganti kefakiran." ,yt,r,F
"Dialahyang menciptakan langit dan bumi Amal malam dibawa naik kepada-Nya se-
dalam enam masa; kemudian Dia bersemayam belum amal siang, dan amal siang dibawa naik
di atas Arasyi'(al-Hadiid: 4) kepada-Nya sebelum amal malaml'
Allah SWT yang telah menciptakan langit Di antara ayat yang memiliki makna
dan bumi dalam enam hari, Dialah satu- serupa adala tfirman Allah SWT,
satunya Dzat yang Yang mengetahui kadar "Don kunci-kunci semua yang gaib ada
ukuran enam hari itu, dan dalam enam fase pada-Nya; tidak ada yang mengetahui selain
yang berbeda. Dia. Dia mengetahui apa yang ada di darat dan
di laut. Tidak ada sehelai daun pun yang gugur
Allah SWT kuasa menciptakan langit dan
yang tidak diketahui-Nya. Tidak ada sebutir
bumi dalam sekejap. Akan tetapi, bilangan biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak pula
enam ini adalah bertujuan untuk mengajari sesuqtu yang basah atau yang kering, yang
tidak tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh
para hamba sikap berhati-hati, tidak gegabah, M ahfu z)." (al-An'aam: 59)
dan tidak tergesa-gesa dalam berbagai urusan.
Kemudian, Allah SWT bersemayam di atas
Arasy dengan bentuk kebersemayaman
yang sesuai, pantas, dan layak bagi-Nya
serta dalam bentuk yang Dia inginkan yang
tidak ada yang mengetahuinya selain Dia. Ini
adalah pendapat ulama salaf, dan ini adalah
pendapat yang lebih utama sebagai bentuk
"Dan Dia bersama kamu di mana saja "Dan Dia-lah Allah, tidak ada Tuhan Aang
berhak disembah) melainkan Dia, bagi-Nya lah
kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa segala puji di dunia dan di akhirat, dan bagt
yang kamu kerjakan." (al-Hadiid: 4) Nya lah segala penentuan dan hanya kepada-
Nya lah kamu dikembalikan." (al-Qashash: 70)
Allah SWT senantiasa beserta para hamba-
Nya dengan kuasa-Nya, kekuasaan, otoritas, Tempat kembali segala urusan adalah
dan ilmu-Nya, di mana pun mereka berada, hanya kepada Allah SWT semata bukan kepada
baik di daratan, lautan maupun udara. Allah
yang lain pada hari Kiamat, segala urusan
SWT senantiasa mengawasi mereka, melihat,
dan mengetahui segala amal perbuatan me- sepenuhnya dikembalikan kepada-Nya. Allah
reka tanpa ada suatu apa pun dari amal-amal
mereka yangtersembunyi dari-Nya dan berada SWT memberikan keputusan pada makhluk-
di luar pengetahuan-Nya.
Nya sekehendak-Nya, dan Dia adalah Mahaadil
Abu Hayyan menjelaskan, umat ber-
sepakat bahwa pengertian ini adalah dengan Yang tidak akan pernah berlaku zalim, dan Dia
menaloryilkannya, yaitu ayat ini tidak dipahami tidak akan pernah menzalimi sedikit pun.
berdasarkan bentuk zahirnya, yaitu ma'iyyah
atau kebersamaan dengan dzat. Dengan kata Ayat ini merupakan pengulangan ayat
lain, ma'iyyah atau kebersamaan di sini mak-
sudnya bukanlah kebersamaan yang identik dua sebelumnya dengan tujuan untuk mem-
dengan kebersamaan secara fisik. Ini sekaligus
menjadi hujjah yang mementahkan pandangan perkuat dan mempertegas. Atau ayat ini bu-
orang yang menolak takwil pada ayat lain yang
memiliki sisi kesamaan dengan ayat ini dalam kanlah pengulangan karena pembicaraan
hal ia tidak mungkin dipahami apa adanya yang pertama, yaitu ayat dua di atas adalah
menurut zahirnya.6s dalam konteks di dunia, berdasarkan indikasi
"Milik-Nyalah kerajaan langit dan bumi. kalimat 4=i (Oia menghidupkan dan
pembicaraan yang
Dan hanya kepada Allah segala urusan mematikan). S"eid:a.\ngkan
dikemb a likan." (al-Hadiid: 5) kedua ini, yaitu ayat lima adalah dalam konteks
di akhirat, berdasarkan indikasi kalimat.or j11)
Allah SWT adalah Pemilik dan Penguasa
dunia dan akhirat, sebagaimana firman-Nya {i4:r\t (dan hanya kepada Allah SWT s'emata
dalam ayat, lah segala urusan dikembalikan).
"Dan sesungguhnya kepunyaan Kami-lah "Dia memesukkan malam ke dalam siang
akhirat dan dunia," (al-Lail: 13)
dan memasukkan siang ke dalam malam. Dan
Tidak ada yang bisa menolak qadha atau
ketetapannya, tiada yang bisa menganulir dan Dia Maha Mengetahui segala isi hati." (al-
membatalkan keputusan-Nya, dan Dia adalah Hadiid:6)
Yang terpuji atas semua itu, sebagaimana Sesungguhnya Allah SWT Yang memegang
firman-Nya, kontrol dan pengaturan penuh terhadap
65 Al-Bahrul Muhiith,I /2L7 . makhluk-Nya, Dia berbuat apa saja terhadap
makhluk-Nya sekehendak-Nya, Dia membolak-
balikkan malam dan siang dengan menjadikan
keduanya datang silih berganti, mengurangi
panjang durasi salah satunya dan menambah
panjang durasi yang lainnya, mengubah ke-
adaannya antara panas dan dingin, gelap
dan terang. Allah SWT menentukan kadar
ukuran malam dan siang dengan hikmah-
Nya sekehendak-Nya, maka terkadang waktu
malam lebih panjang dan waktu siang lebih
TAFSIRAL-MUNIR IILID 14
pendek terkadang sebaliknya, dan terkadang 2. Sesungguhnya hal-hal yang menjadi sebab
membiarkan keduanya sama dan seimbang. dan motif untuk bertasbih adalah karena
Empat musim datang secaraberurutan dan ber- Allah SWT Dzat Yang Mahaperkasa, Maha-
gantian dengan berdasarkan hikmah-Nya dan kuat lagi Maha Mengalahkan dalam kera-
ketetapan-Nya terhadap apa yang Dia inginkan jaan dan kekuasaan-Nya, Mahabijaksana
dalam ciptaan dan perbuatan-Nya, Maha
bagi makhluk-Nya. Allah SWT mengetahui
segala isi hati dan apa yang tersembunyi di Menguasai, Maha Mengatu[ Pemegang
dalamnya, tiada suatu apa pun dari isi hati kontrol dan otoritas mutlak terhadap
langit dan bumi, Yang Mahakaya secara
yang tersembunyi dari-Nya dan berada di luar intrinsik pada Dzat dan semua sifat-sifat-
pengetahuan-Nya. Pengetahuan-Nya tentang
Nya tanpa sedikit pun butuh suatu apa pun
yang bathin dan tersembunyi sama persis
dari selain Dia, sedangkan segala sesuatu
seperti pengetahuan-Nya tentang yang zahir selain Dia pasti butuh kepada-Nya. Allah
dan tampak, tidak ada bedanya bagi Allah SWT SWT adalah Maha Berkuasa, segala titah-
antara yang tersembunyi dan yang tampak. Nya pasti terlaksana, Maha Pemilik, Maha
Penguasa, tiada satu apa pun yang mampu
Ini merupakan sebuah dorongan untuk
mengalahkan-Nya.
merenungkan keagungan kekuasaan Allah
S\MT, bersyukur atas nikmat yang Dia berikan, 3. Di antara motif, sebab, dan alasan ber-
serta menyucikan-Nya dari segala hal yang tasbih kepada Allah SWT adalah Dia
tidak layak dan tidak pantas bagi-Nya. adalah Yang Awal Yang tiada suatu apa
pun sebelum Dia, Yang Akhir Yang tiada
Kesimpulannya adalah bahwa ayat-ayat suatu apa pun setelah Dia, Yang Zhahir
ini merupakan informasi tentang bertasbihnya
segala sesuatu serta penjelasan tentang hal- Yang tiada suatu apa pun di atas-Nya, Yang
hal yang menjadi motif untuk bertasbih. Bathin Yangtiada suatu apa pun yang lebih
bathin dari-Nya, dan Dia Maha Mengetahui
Flqlh Kehldupan atau Hukum-Hukum secara mutlak, total, sempurna, lengkap,
Ayat-ayat di atas menerangkan sejumlah dan utuh tentang segala sesuatu baik
hal sebagai berikut. yang telah, sedang, dan akan teriadi. Tiada
suatu apa pun yang tersembunyi dari-Nya
1. Segala apa yang ada di bumi dan langit dan berada di luar pengetahuan-Nya.
mengagungkan Allah SWT dan bertasbih Ini menjadi dalil bahwa Allah SWT
menyucikan-Nya dari setiap hal-hal yang
jelek pada Dzat, Sifat-Sifat, Nama-Nama telah ada sebelum segala sesuatu ada bah-
dan perbuatan-perbuatan-Nya, baik apa-
wa Dia mendahului atas segala sesuatu
kah bertasbih itu dengan ucapan dan selain Dia, yakni bahwa Dia adalah se-
bahasa verbal, maupun dengan bahasa belum ruang dan waktu. Allah SWT adalah
keadaan, petunjuk dan jejak-jejak ciptaan, Tuhan bagi seluruh hal yang mungkin dan
segala hal yang ada, Tuhan Arasy, langit,
"Langit yang tuiuh, bumi, dan semua
yang ada di dalamnya bertasbih kepada dan bumi, Maha Mengetahui lahir dan
Allah, Dan tidak ada sesuatu pun melainkan
bertasbih dengan memuii-Nya, tetapi kamu batin kita semuanya.
tidak mengerti tasbih mereka. Sungguh,
Dia Maha Penyantun, Maha Pengampun." 4. Di antara alasan dan motif untuk bertasbih
(al-Israa':44) lainnya adalah Allah SWT adalah Pencipta
dan Kreator langit dan bumi, Pemilik
Arasy yang Dia bersemayam di atasnya
dengan kebersemayaman yang sesuai dan rangsangan, dan motivasi untuk memerhati-
layak bagi-Nya, Maha Mengetahui segala kan dan melakukan perenungan, kemudian
mensyukuri nikmat-nikmat tersebut.
apa yang masuk ke dalam bumi berupa air
hujan dan yang lainnya, segala apa yang BEBERAPA BENTUK PEMBEBANAN AGAMA
keluar dari bumi berupa tumbuhan dan BERUPA PERINTAH BERIMAN KEPADA
yang lainnya, segala apa yang turun dari ALLAH DAN RASUL.NYA SERTA BERINFAK
langit seperti rezeki, hujan, dan malaikat,
dan segala apa yang naik ke langit seperti Surah al-Hadlld AyalT -L2
malaikat dan amal-amal para hamba. E4_3. v";t
Allah SWT senantiasa bersama makhluk- \,J' ng,4 t4 ffiv Krdt-bilv
Nya dengan kuasa, kekuasaan, otoritas, JF
i>.1
dan pengetahuan-Nya bukan dengan
Dzat-Nya di mana pun mereka berada, His K;, wlo {rxJs",;v nu6}1 *
senantiasa mengetahui dan melihat amal- i a-?*? :935;q $ Wa.j K'ovKtq.
amal perbuatan mereka tanpa ada sedikit
pun dari amal-amal itu yang tersembunyi li'tiv\lst -'ty")l$ afed$,4:)
dari-Nya dan berada di luar pengetahuan-
itW*W$"HVeH,?r{)K
Nya.
'ifr\"i"FzbJ5sunv*)3tlW-N
5. Di antaranya lagi adalah bahwa Allah
ffi el'n"'6' ;sL\ a$"W ee\,y'u
SWT adalah Penguasa dan Pemilik dunia
dan akhirat, dan hanya kepada-Nyalah sydq*x"Jfrittt@9sW3,4u
segala urusan makhluk kembali pada hari
,ir#^wwA\ba4 jit$;4fi'tr"
Kiamat. Allah SWT membolak-balikkan
malam dan siang dengan menjadikan *;Ava;A-i6-s?i?31w,i
keduanya datang silih berganti, men- cI^L+.. iAKA4W4$(i#',fr
jadikan durasi malam lebih panjang dari e?rlr3itti'alt'W-al'g;*Vu:,#
siang dan sebaliknya, dan terkadang "Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-
Nya dan infakkanlah (di jalan Allah) sebagian dari
menjadikan keduanya seimbang, serta harta yang Dia telah menjadikan kamu sebagai
menciptakan empat musim. Tiada suatu penguasanya (amanah). Maka orang-orang yang
apa pun dari isi hati yang tersembunyi beriman di antara kamu dan menginfakkan
dari-Nya dan berada di luar pengetahuan- (hartanya di jalan Allah) memperoleh pahala yang
Nya. Dia adalah Ilah dan Sesembahan Yang besar. Dan mengapa kamu tidak beriman kepada
Allah, padahal Rasul mengajak kamu beriman
sebenarnya, maka tidak boleh menyembah
kepada Tuhanmu? Dan Dia telah mengambil
selain Dia.
Kesimpulannya adalah bahwa ayat-ayat
ini mengombinasikan antara petunjuk tentang
kuasa Allah SWT dan mempresentasikan nik-
mat-nikmat-Nya. Yang dimaksudkan dari
pengulangan sebagian makna ayat-ayat ini me-
nurut ulama yang berpendapat bahwa dalam
ayat-ayat ini terdapat pengulangan sebagian
kalimatnya adalah memberikan dorongan,
Surah al-Hadlld TATSIRAL-MUNIR IILID 14
janji (setia)mu, jika kamu orang-orang Mukmin. 4. (+q) ini adalah qiraa'aat imam yang
Dialah yang tnenurunkan ayat-ayat yang terang lain.
(Al-Qurhn) kepada hamba-Nya (Muhammad)
l'raab
untuk mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada
cahaya. Dan sungguh, terhadap kamu Allah Maha q€;i. i;),j )u, t;'i i 3 61y kalimat i)
Penyantun, Maha Penyayang. Dan mengaPa $:'ti adalah iumlah fi'liyyah berkedudukan
kamu tidak menginfakkan hartamu di jalan (i(nashab sebagai haql karena kalimat,
;lt';;;bF
Allah, padahal milik Allah semua pusaka langit me ngandun g maknay''il. Kal i mat 4;s ;;;',:
dan bumi? Tidak sama orang yang menginfakkan adalah ium lah i smiyy ah berkedud ukan na sh ab
(hartanya di jalan Allah) di antara kamu dan sebagai haal dan huruf wawu di sini adalah
berperang sebelum penaklukan (Mekah). Mereka wawu haaliyyah, yakni maa lakum ghaira
lebih tinggi derajatnya daripada orang-orang yang
Mu'miniina billaahi, war Rasuulu fii haadzihil
menginfakkan (hartanya) dan berperang setelah
haali?
itu. Dan Allah menjanjikan kepada masing-masing
Makna ayat ini adalah apa alasan dan
mereka (balasan) yang lebih baik. Dan Allah
dalih kalian tidak mau beriman, sedang
Mahateliti aPa yang kamu kerjakan. Barangsiapa
meminjamkankepada Allah dengan pinjaman yang Rasul menyeru kalian kepada keimanan itu,
b aik, maka,\llah akan mengemb alikanny a b erlip at-
ganda untuknya, dan baginya pahala yang mulia, menyadarkan dan mengingatkan kalian untuk
pada hari engkau akan melihat orang-orang yang
beriman, serta membacakan kepada kalian al-
beriman laki-laki dan perempuan, betapa cahaya
Kitab yang berisikan dalil, bukti, dan hujjah'
mereka bersinar di depan dan di samPing kanan
(pJr'it ;i J,?,\kata (#;) dibaca nashab
mereka, (dikatakan kepada mereka), 'Pada hari ini
ada berita gembira untukmu, (yaitu) surga-surga sebagai maf'uul bihi pertama untuky'tl (r";F
yang lnengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka Sedangkan kata (*,:;Jrp juga dibaca nashab
kekal di dalamnya. Demikian itulah kemenangan
yang agung!' (al-Hadiid: 7 -12) sebagai maf'uul bihi kedua.
Ada versi qiraa'aat yang membaca wa
kullun dalam bentuk rafa' sebagai mubtada',
sedangkan khabarnya adalah (;ip yang di
Qlraa'aat dalamnya diasumsikan keberadaan dhamir
;i$<q n1y: ha', yakni wa' adahu. Atau sebag ai khabar dari
membaca
Abu Amr ,EU'1.i ;;. mubtada'yang dibuang yakni ulaa'ika kullun
{jB' wa'adallaahu, dan kalimat {;l} menjadi sifat
Ibnu Katsir dan Abu Amr membaca <Ji.>. untuk kata kullun.
4;tisb' {:\P'i o*itt ,s; i-I) kata (iii) dibaca
Abu'Amn Hamzah dan al-Kisa'i membaca nashab sebagai zharf, dan 'aamilnya adalah
eb). 4?.f ;i ij;). Kalimat {jl; ,,r;} adalah iumtah
4;; #;): fi'liyyah berkedudukan nashab sebagai haal'
Ibnu Amir membaca <*:kt>. Karena fi'il {.s;} di sini berarti melihat dalam
arti yang sesungguhnya, yaitu melihat dengan
{+qY dibaca: penglihatan mata, bukan melihat dengan hati
L. 1i:'^ii', ini adalah qiraa'aat Ibnu Katsir.
dan pikiran.
(;r:,i)
{.1r.= ;!r €,ib Asumsi asalnya adalah
2. ( 'ii) ini adalah qiraa'aatbin Amir.
3. (+6) ini adalah qiraa'aatAshim. dukhuulu jannaatin, lalu kata yang meniadi
mu dh a af,yaitu dukhuulu dibuang lalu posisinya
TAFSTR Ar-MuNrR JrLrD 14
digantikan oleh kata yang menjadi mudhaaf ;i # t'*i;4;! 'nt ,idp ini adalah
ilaihi, yaitu jannaat, Hal ini disebabkan berita dalam-
gembira adalah dengan kejadian, yaitu masuk sebuah janji besar yang di
surga, bukan dengan benda. pahala yang
Balaaghah nya terdapat sejumlah bentuk mubaalaghah
*'$.Sut F e ai it t q#. iy Di sini atau intensifikasi. Pertama, diungkapkan da-
lam bentuk jumlah ismiyyah. Kedua, menye-
terdapat al-lijaaz (peringkasan kata-kata)
butkan kembali kata-kata iman dan infak.
dengan membuang sebagian kalimat, yakni Ketiga, penggunaan dhamir, yaitu lahum.
wa mqn anfaqa min ba'dil fathi wa qaatala. Keempat, menggunakan kata ajr dalam bentuk
Kalimat ini dibuang, karena keberadaannya
isim nakirah. Kelima, menyifatinya dengan
telah ditunjukkan konteks pembicaraan yang
kata kabiir. 4i'l, ;tai.i .< u;F Khithaab atau
ada sebelumnya, di samping karena juga sudah
jelas. perkataan ini ditujukan kepada orang-orang
4ri'tt e :&' i &4,b dalam kalimat kafir. Yakni, tidak ada alasan penghalang bagi
ini terdapat isti'aarah, yaitu meminjam kata kalian untuk beriman. {is;Q i;t ni\ padahal
{:*6,} untuk kekafiran dan kesesatan, dan sesungguhnya Allah SWT benar-benar telah
meminjam kata (rirp untuk keimanan dan mengambil sumpah janji atas kalian di alam
hidayah. dzarr (ruh) ketika Dia mengambil kesaksian
4(,:; vi':"t .r*.,jir r; ;y di sini terdapat terhadap diri kalian sendiri seraya berfirman,
isti'aarah tamtsiiliyyah, yaitu menyerupakan "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka men-
atau mengilustrasikan keadaan orang yang
berinfak dengan ikhlas dengan orang yang jawab, "Betul, Engkau Tuhan kami, kami men-
memberikan pinjaman hutang kepada Tuhan-
jadi saksi." Begitu juga setelah kalian terwujud
nya.
karena Dia telah memberikan bukti-bukti
Mufrudaat Lughawlyyah petunjuk yang terdapat pada diri makhluk
hidup dan alam tentang wujud-Nya dan
$!.-tt i! ,r.1IF percaya dan berimanlah
keesaan-Nya, serta menjadikan kalian dapat
kalian kepada keesaan Allah SWT dan kepada
memerhatikan dan mencermati dengan akal
Rasul-Nya, tetap konsisten kalian dalam
meneguhi keimanan kepada Allah SWT dan pikiran.
dan Rasul-Nya.{y ei;U €J*, r4i;} dan 44i €,r1p jika memang kalian orang-
infakkanlah di jalan Allah SWT sebagian dari orang yang ingin beriman kepada-Nya, ber-
harta yang mana Allah SWT menjadikan kalian
sebagai para wakil dalam mengelola harta segera dan bergegaslah kalian menuju kepada
itu. Karena pada hakikatnya, harta itu adalah
keimanan itu. {et{ y6} ayat-ayat Al-Qur'an.
kepunyaan Allah SWT bukan kepunyaan (.cr+F supaya Allah SWT atau Rasul-Nya
kalian, dan Dia akan memberi kalian ganti mengeluarkan kalian. {}tt ,Sl:iutibdari ke-
dari harta yang kalian infakkan tersebut. Di
sini, terkandung motivasi untuk berinfak serta gelapan-kegalapan kekafiran menuju kepada
menumbuhkan kesadaran dan rasa ringan
untuk berinfak. nur dan cahaya keimanan. 4C] irii5, nr iljp
dan sesungguhnya Allah SWT dalam me-
ngeluarkan kalian dari kekafiran menuju
kepada keimanan itu benar-benar Maha Belas
Kasih lagi Maha Penyayang kepada kalian,
sekiranya Dia mengingatkan dan menyadarkan
kalian dengan para rasul dan ayat-ayat, bukan
hanya dengan hujjah-hujjah akal, penalaran,
dan logika.
TATSTRAL-MUNrR )IIID 14
{i, 41 e \v!'ii 5l u;Y setelah keimanan ganti, ia seakan-akan seperti orang yang mem-
kalian, maka memangnya apa alasan kalian beri pinjaman hutang kepada-Nya. fi".:; wi\
untuk tidak berinfak di jalan jihad dan di ialan
kebajikan yang bisa mendekatkan diri kepada tulus ikhlas semata-mata murni hanya karena
Allah SWT? (dSti,>\ 3c,J;ir,>t o )t'1}. s e dan g Allah Allah SWT. 4l '^t'_t-.,,Y maka Allah SWT mem-
SWT Yang mewarisi dan mempusakai segala berinya pahala infak itu berlipat ganda. il]y
sesuatu yang ada di langit dan bumi, dan ;i4?.f dan baginya ada pahala yang baik dan
tidak ada suatu harta pun yang tersisa untuk melimpah yang disertai dengan keridhaan dan
siapa pun. fika memang seperti itu adanya, lapang dada.
maka menginfakkan harta sekiranya itu akan
{ii, .r*} yang dimaksud dengan nur di
mendapatkan ganti yang kekal, yaitu pahala,
sini adalah sesuatu yang menjadikan mereka
tentu adalah lebih utama. ;: ei i f- ef- nb selamat serta mendapatkan petuniuk arah
(;r.;; c!' .1i tiaat ada persamaan antara orang dan panduan menuju ke surga. {&-rJr #} di
y"ng b"tirfak sebelum Fathu Mekah dan ia hadapan mereka. 4*t.!i.,;F dan di tangan
ikut memerangi musuh, dengan orang yang
kanan mereka terdapat buku-buku catatan
berinfak setelah Fathu Mekah dan juga ikut
berperang. Hal itu karena adanya nilai lebih amal mereka. Karena buku catatan amal
untuk orang yang pertama, yaitu terdepan
dalam keimanan, kuatnya keyakinan serta mereka diberikan kepada mereka dari depan
memerhatikan kemaslahatan-kemaslahatan dan kanan. (JG i;t ist'ib para malaikat
umum kaum Muslimin. Penyebutan kata-kata menyambut mereka dengan menyampaikan
berita gembira kepada mereka tentang masuk
perang di sini, yaitu {iti;} di sini adalah untuk surga. Kata busyraakum maksudnya adalah
sesuatu yang kalian digembirakan dengannya
al-lstithraad (perpindahan dari satu tema ke (berita gembira).
tema yang lain). Sebab Turunnya
Yang dimaksudkan dengan al-Fath dalam Ayat (7)
Ayat ini turun pada Perang al-'Usrah, yaitu
ayat ini adalah Fathu Mekah (penaklukan kota
Perang Tabuk.
Mekah oleh Rasulullah saw.) yang dengannya
Ayat (10)
Allah SWT menjadikan Islam kuat dan kukuh,
Al-Wahidi menjelaskan dari al-Kalbi
semakin bertambah banyak pengikutnya
serta tidak begitu lagi membutuhan infak bahwa ayat ini turun menyangkut diri Abu
dan peperangan. {r"Jr,lr l1#;y arn kepada Bakar ash-Shiddiq r.a..
Al-Wahidi juga menjelaskan dari Abdullah
masing-masing dari dua golongan itu, Allah
bin Umar r.a., ia berkata, "Pada suatu kesem-
SWT menjanjikan pahala yang terbaik, yaitu patan, Rasulullah saw. sedang duduk-duduk
surga. (1+ 3;vI a irrj) Allah SWT Maha dan di samping beliau ada Abu Bakar ash-
Mengetahui amal-amal perbuatan kalian, baik Shiddiq r.a. yang waktu itu mengenakan
yang zahir maupun yang bathin, baik yang
tampak maupun yang tersembunyi, lalu Dia 'abaa'ah [pakaian yang luas semacam mantel
atau jubah tanpa lengan) yang pada bagian
akan membalasi kalian sesuai dengan amal- dada ia sambung dengan semacam kayu. Lalu
amal kalian itu. Malaikat fibril a.s.turun menemui Rasulullah
4l^t ;i-,5jrr!;y siapakah gerangan orang saw.,lalu menyampaikan salam kepada beliau
yangmau menginfakkan hartanya di jalanAllah
SWT dengan mengharap Dia memberinya
-IAFSIRAL-MUNIRIIrrp 14 tr,i! 1----*---\ Surah al-Had[d
dari Allah SWT dan berkata, "Ya Muhammad, juga, Allah SWT menjelaskan bahwa Dia me-
lebihkan dan memberikan penghargaan yang
aku lihat Abu Bakar mengenakan 'abaa'ah
yang sudah seperti itu." Lalu beliau berkata, lebih kepada orang-orang yang terdahulu
"Ya fibril, ia telah menginfakkan harta- lagi pertama-tama masuk Islam dan berinfak
sebelum Fathu Mekah. Kemudian, sekali lagi
nya kepadaku sebelum Fathu Mekah." Lalu Allah SWT kembali memberikan dorongan dan
Malaikat Jibril a,s. berkata, "sampaikan salam motivasi untuk berinfak.
kepadanya dari Allah SWT dan katakan Tafslr dan Penlelasan
kepadanya, "Wahai Abu Bakar; Tuhanmu ber- "Berimanlah kamu kepada Allah dan
firman kepadamu, "Ridhakah kamu kepada- Rasul-Nya dan infakkanlah (di jalan Allah)
Ku dalam kemiskinanmu itu ataukah benci?" sebagian dari harta yang Dia telah menjadikan
kamu sebagai penguasanya (amanah). Maka
Lalu Rasulullah saw. pun menoleh ke arah Abu
Bakar r.a. dan berkata kepadanya, "Wahai Abu orang-orang yang beriman di antara kamu
Bakar; ini ada Malaikat ]ibril a.s. menyampai- dan menginfakkan (hartanya di jalan Allah)
kan salam kepadamu dari Allah SWT dan memperoleh pahalayang besan" (al-Hadiid: 7)
Dia berfirman kepadamu, "Ridhakah kamu
Beriman dan percayalah kamu sekalian
kepada-Ku dalam kemiskinanmu itu atau- kepada Allah SWT dan Rasul-Nya, beriman-
lah kalian kepada keesaan Allah SWT ser-
kah benci?" Mendengar hal itu, Abu Bakar
ash-Shiddiq r.a. pun menangis dan berkata, ta keabsahan dan kebenaran risalah Nabi
'Apakah kepada Tuhanku aku marah? Sungguh Muhammad saw dalam bentuk yang paling
aku ridha kepada Tuhanku, sungguh aku ridha sempurna dan optimal, konsisten dan komit-
kepada Tuhanku."66
menlah kalian dalam menjalani semua itu, dan
Persesualan Ayat
infakkanlah sebagian dari harta Allah SWT
Setelah sebelumnya Allah SWT me- Yang telah menjadikan kalian para khalifah
maparkan bukti-bukti petunjuk keesaan-Nya, atau wakil-Nya dalam mentasharufkan harta
ilmu-Nya, dan kuasa-Nya dengan berbagai tersebut tanpa kalian memilikinya dalam arti
pandangan dan aspekyang ada di langit, bumi, yang sesungguhnya. Karena sejatinya, harta
dan diri makhlukhidup, selanjutnyaAllah SWT
menyambungnya dengan beberapa kewajiban adalah harta Allah SWT dan para hamba
dalam beragama. Dalam hal ini, Allah SWT
memerintahkan untuk beriman kepada-Nya adalah khalifah atau wakil-Nya dalam harta-
dan kepada Rasul-Nya, konsisten dalam me- Nya tersebut. Oleh karena itu, mereka harus
neguhi keimanan itu serta tulus ikhlas dalam
keimanan tersebut. Kemudian, Allah SWT me- mengatur dan mengelolanya untuk hal-hal
nyuruh orang-orang Mukmin supaya berinfak
di jalan Allah SIyVT, menginformasikan bahwa yang diridhai-Nya.
Dia melipatgandakan pahala infak mereka,
serta menegaskan bahwa ayat-ayat-Nya me- Kemudian, Allah SWT memberikan moti-
vasi, stimulasi serta menggugah hasrat kepada
ngeluarkan dari kegelepan-kegelapan ke-
keimanan dan berinfak di jalan ketaatan,
kafiran menuju kepada nur keimanan. Begitu
dengan menyatakan bahwa sesungguhnya
66 Asbaabun Nuzuul, l<arya al-Wahidi, hlm.230 dan berikut- orang-orang yang mengombinasikan antara
keimanan kepada Allah SWT dan Rasul-Nya
nya, Tafsir Al-Qurthubi, t7 /240.
serta berinfak di jalan-Nya, maka mereka
memperoleh pahala yang banyak kebaikan
dan kemanfaatannya, yaitu surga.
Imam Ahmad meriwayatkan dari Abdullah Al-Qur'an yang memuat dalil dan bukti-bukti
yang nyata, jelas dan gamblang. fuga, Allah
bin asy-Syikhkhir r.a., ia berkata, SWT benar-benar telah mengambil perianjian
kalian untuk beriman ketika kalian masih
,jti 4;uc, FdfF ,i';';,w '3tE\ berada di alam dzarr ketika Dia mengeluarkan
qt lt kalian dari sulbi bapak kalian, yaitu Adam.
'il b $ ,bt ,;Y ;t; . t6 fuga, Allah SWT telah memaparkan kepada
J* kalian bukti-buliti petunjuk di alam semesta,
i;l ,-tl
4A'";i ii ,4:.'r1 di penjuru langit dan bumi serta pada diri
c,'
makhluk hidup, yang menunjukkan tentang
j1 ,J.jj;11' J)g't t1 tauhid dan keharusan untuk beriman. fuga,
apa yang ditunjukkan oleh akal sehat dan
.&)u normal. Semua itu, jika memang kalian meng-
inginkan keimanan, bersegeralah kamu ke-
Aku datangmenemui Rasulullah saw., sedang
pada keimanan itu.
waktu itu beliau membaca ayat, $';6it rdb
Ini adalah sebuah kecaman, celaan, dan
Beliau bersabda, Anak Adam berkata, 'Hartaku,
hartaku.' Wahai anak Adam, bukankah kamu tidak cercaan atas sikap tidak mau beriman, karena
mendapatkan dari hartamu melainkan hanya apa
yangkamu makan lalu hilang dan habis, atau apa sudah ada dua hal. Pertama, Rasulullah saw
yang kamu kenakan lalu rusak, atau apa yang
kamu sedekahkan lalu kamu peruntukkan sebagai telah menyeru, mengajak dan menyampaikan
bekal kamu di akhirat."' dakwah. Kedua, Allah SWT telah mengambil
perjanjian terhadap mereka.
Hadits yang sama juga diriwayatkan oleh
Imam Muslim dengan ada tambahan, Bukhari meriwayatkan dalam Shahihnya,
bahwasanya pada suatu hari Rasulullah saw.
qd.*:C: *^r;'# It cr 6: berkata kepada para sahabat, "Siapakah di
antara makhluk beriman yang keimanannya
"sedangkan yang selain itu, maka hilang sirna paling membuat kalian takjub? Mereka ber'
dan ia meninggalkannya untuk oranglain."
kata, 'Para malaikat.' Beliau berkata, Apa
Kemudian,Allah SWT mencela, mengecam, alasan mereka tidak beriman, sedang mereka
dan mencerca atas sikap mereka yang tidak
mau beriman, berada di srsi Tuhan mereka.' Mereka berkata,
'Kalau begitu para nabi.' Beliau berkata, Apa
"Dan mengapa kamu tidak beriman
alasan para nabi tidak beriman, sedang wahyu
kepada Allah, padahal Rasul mengaiak kamu turun kepada mereka.' Mereka berkata,'Kalau
begitu, kami.'Beliau berkata, Apa alasan kalian
beriman kepada Tuhanmu? Dan Dia telah
mengambil janji (setia)mu, jika kamu orang- tidak beriman, sedang aku berada di antara
orang Mukmin." (al-Hadiid: 8) kalian. Akan tetapi, orang Mukmin yang paling
menakjubkan keimanannya adalah kaum yang
Apakah gerangan yang menghalangi
datang setelah kalian, mereko menemukan
kalian dari beriman, apa alasan kalian untuk Iembaran-Iembaran yang mereka mengimani
tidak beriman, sedang Rasul berada bersama
kalian mengajak dan menyeru kalian kepada apa yang terkandung di dalamnya."'
keimanan, memaparkan kepada kalian hujjah-
hujjah, dalil-dalil, dan bukti-bukti tentang Selanjutnya, Allah SWT menerangkan
kebenaran dan keabsahan apa yang beliau
bawa kepada kalian, dengan membacakan tujuan dari penurunan Al-Qur'an untuk mem-
bungkam mereka supaya tidak bisa lagi ber-
dalih dan berapologi membela diri,
'fAFSrR Ar-MUNTR JrLrD 14
"Dialah yang menurunkan ayat-ayat kalian berinfak di jalan-Nya, Dia adalah Pemilik
dan Penguasa absolut langit dan bumi, dan di
yang terang (Al-Qur'an) kepada hamba-Nya sisi-Nya lah perbendaharaan-perbendaharaan
(Muhammad) untuk mengeluarkan kamu dari
kegelapan kepada cahaya. Dan sungguh, ter- langit dan bumi. Semua harta benda dan
hadap kamu Allah Maha Penyantun, Maha
Penyayang." (al-Hadiid: 9) kekayaan pasti berujung dan kembali kepada
Allah SWT jika kalian tidak menginfakkannya
Sesungguhnya dengan penurunan ayat- dalam kehidupan kalian, seperti kembalinya
ayat yang nyata dan jelas itu, yaitu Al-Qur'an harta pusaka kepada seorang pewaris, dan
dan ayat-ayat yang lainnya berupa berbagai tiada suatu apa pun dari harta itu yang tersisa
mukjizat, dengan penurunan ayat-ayat itu untuk kalian. Karena harta sejatinya adalah
sebenarnya Allah SWT ingin mengeluarkan harta milikAllah SWT Dia berfirman,
dan mengentaskan kalian dari kegelapan-ke-
gelapan kejahilan, kekafiran, dan pandangan- "Dan apa saja yang kamu infakkan, Alloh
akan menggantinya dan Dialah pemberi rezeki
pandangan yang kontradiktif dan rancu, yang terbaik" (Saba': 39)
menuju kepada nur petunjuk, keyakinan, dan 'Apa yang ada di sisimu akan lenyap, dan
keimanan. Sesungguhnya Allah SWT benar-
benar Maha Penyantun, Maha Penyayang dan apq yang ada di sisi Allah adalah kekal." (an-
Maha Belas Kasih kepada para hamba-Nya, Nahl:95)
sekiranya Dia menurunkan kitab-kitab dan
mengutus rasul-rasul untuk menunjuki, mem- Demikianlah, Allah SWT pertama-tama
bimbing, dan menuntun mereka, menghilang-
kan dan mengeliminasi berbagai penghalang memerintahkan untuk beriman dan berinfak,
dan kesyubhatan-kesyubhatan serta menying-
kirkan berbagai hal yang bisa dijadikan sebagai kemudian memperkuat dan mempertegas
alasan dan dalih.
keharusan beriman, kemudian dalam ayat ini
Setelah memerintahkan mereka untuk Allah SWT mempertegas dan memperkuat
beriman dan berinfah memotivasi mereka keharusan berinfak. Setelah menjelaskan
untuk beriman dan berinfak, mengecam dan bahwa berinfak adalah sebuah keutamaan, se-
mencerca mereka atas sikap tidak mau ber- lanjutnya Allah SWT menyatakan bahwa ber-
iman, selanjutnya Allah SWT mengecam dan kompetisi dalam berinfak adalah bagian dari
mencerca mereka atas sikap tidak mau ber- kesempurnaan keutamaan tersebut bahwa
infak orang-orang yang berinfak memiliki derajat
dan tingkatan yang berbeda sesuai dengan
"Den mengapa kamu tidak menginfakkan
hartamu di jalan Allah, padahal milik Allah keadaan mereka,
semua pusaka langit dan bumi?" (al-Hadiid:
10) "Tidak sama orang yang menginfakkan
(hartanya di jalan Allah) di antara kamu dan
Memang apa alasan kalian dan apa berperang sebelum penaklukan (Mekah).
gerangan yang menghalangi kalian dari
Mereka lebih tinggi derajatnya daripada orang-
berinfak di jalan ketaatan kepada Allah SWT
orang yang menginfakkan (hartanya) dan
di jalan keridhaan-Nya dan di jalan jihad?
berperang setelah itu." (al-Hadiid: 10)
Berinfaklah kalian dan janganlah kalian takut
jatuh miskin. Karena sesungguhnya Dzat Yang Tidak sama antara orang yang berinfak di
jalan Allah SWT sebelum Fathu Mekah dan ia
ikut berperang, dengan orang yang berinfak
setelah Fathu Mekah dan ia ikut berperang
juga. Kelompok pertama, mereka lebih agung
, %ilb.irr+,*, "i'*1.?'""Iii'll ..-.......,..,.,,,,,, .-........,.,.,..,,.,, ....*ur$.,
. --..............,,.,,.,.,.,.3"'**.*YII*l',','o
derajatnya dari kelompok yang kedua. Karena r.a.. Lalu Khalid bin Al-Walid berkata, kepada
sebelum Fathu Mekah, kebutuhan orang-orang Abdurrahman bin Auf r.a., 'Kalian bersikap
waktu itu lebih banyak, sedang mereka waktu
itu masih sebagai pihak minoritas dan lemah, merasa superior atas kami dengan hari-hari yang
kalian mendahului kami dengannya.' Lalu sampai
sementara itu, mereka tidak mendapatkan
kepada kami berita bahwa hal itu dilaporkan
harta melainkan hanya sedikit. Adapun setelah kepada Rasulullah saw., lalu beliau bersabda,
Fathu Mekah, maka jumlah kaum Muslimin
'Biarkanlah para sahabatku, jangan kalian ganggu
sudah sangat banyak dan perekonomian dan menjelek-jelekkan mereka. Karena sungguh
demi Dzat Yang jiwaku berada dalam genggaman-
pun sudah jauh lebih baik dan mengalami
Nya, seandainya kalian menginfakkan semisal
peningkatan cukup signifikan. Oleh karena itu,
berinfak sebelum Fathu Mekah memiliki nilai gunung Uhud besarnya, atau menginfakkan emas
sebesar gunung-gunung, niscaya kalian tidak akan
urgensi lebih daripada setelah Fathu Mekah. b isa meny amai amal- amal ffierekl."' 67
"Dan Allah menjanjikan kepada masing- Bukhari, Muslim dan yang lainnya me-
masing mereka (balasan) yang lebih baik. Dan riwayatkan dari Abu Sa'id al-Khudri r.a., ia
Allah Mahateliti apa yang kamu keriakan." (al- berkata, Rasulullah saw. bersabda,
Hadiid:10)
y ,-* ,Srrt? ,q#i \;:;: \
Masing-masing dari kedua kelompok ter- ''ui ar';i t; ,t:;i *i ,y'i:i iAi'oi")
sebut, telah Allah SWT janjikan pahala yang
Y\i,eYit/. 1.", , '
terbaih yaitu surga, dengan adanya perbedaan
"langanlah kalian mencaci dan menjelek-
derajat dan tingkatan. Allah SWT Maha Me- jelekkan para sahabatku, karena sungguh demi
Dzat Yang jiwaku berada dalam genggaman-Nya,
ngetahui amal-amal perbuatan, keadaan, dan
seandainya salah seorang dar i kalian menginfakkan
kondisi kalian yang lahir maupun yang batin,
emas sebesar gunung Uhud, maka ia tiada akan
lalu Dia akan membalas kalian atas semua
bisa menyamai satu mudd infak mereka dan tidak
itu, karena tidak ada suatu apa pun yang pula separuhnyd'
tersembunyi bagi-Nya dan berada di luar Kemudian, Allah SWT menjelaskan buah
dari berinfak
pengetahuan-Nya, termasuk amal perbuatan,
"Barangsiapa meminjamkan kepada Allah
dan keadaan kalian.
dengan pinjaman yang baili maka Allah akan
Imam Ahmad meriwayatkan dari Anas ra, meng embalikannya berlipat-g anda untuknya,
dan baginya pahala yang mulia." fal-Hadiid:
ia berkata,
11)
.* G, ;.6 z'
Siapakah yang mau menginfakkan harta-
;r,*)r o!;y -rJ!lc / c ot, o- 2a/ ..rK nya di jalan Allah SWT dengan mengharapkan
.rJt+
'r;,# ,i*1,'. ,,Fyt y.no )ua '-rj' 67 Dan sudah maklum bahwa keislaman Khalid bin Walid r.a.
;i ^p,is'),juQi *,iro;;i;'.Jt-iLz.r:i.p'\;.,#'.'.tl:u1*;i"
W A)). d,t terjadi pada periode antara perianjian damai Hudaibiyah
qloti dan Fathu Mekah.
j/ ,:Y,,*o.
J:"q*lt
5t' t u,g;
"Pernah terjadi percekcokan antara Khalid
bin Al-Walid r.a. dan Abdurrahman bin Auf
pahala di sisi-Nya, ia seakan-akan seperti banyaknya Abu ad-Dahdah memperolah pohon
kurmayang berbuah dalam surga."'
orang yang memberi-Nya pinjaman hutang
Selanjutnya Allah SWT menginformasikan
yang baik, yakni pinjaman yang tanpa disertai
tentang keadaan dan kondisi orang-orang
sikap mengungkit-ungkit dan menyakiti orang Mukmin yang bersedekah kelak pada hari
yang dipinjami, sedang ia melakukannya de- Kiamat,
ngan penuh senang hati. Allah SWT melipat- "Pada hari engkau akan melihat orang-
orang yang beriman laki-laki dan perempuan,
gandakan untuknya pinjaman itu dengan men-
betapa cahaya mereka bersinar di depan dan di
jadikan untuknya satu kebaikan mendapatkan samping kanan mereke." (al-Hadiid: 12)
balasan sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat, Kata {i;} di sini adalah zharf yang
befta'alluq dengan kalimat (r.f ;i I;F
disesuaikan dengan perbedaan keadaan,
atau dengan kalimat udzkur [ingatlah, atau
individu yang bersangkutan, waktu dan masa- sebutkanlah) untuk menyatakan bahwa hari
itu adalah hari yang agung.
nya. Setelah itu, ia mendapatkan pahala yang
Bagi orang yang berinfak di jalan Allah
melimpah kebaikan dan kemanfaatannya serta SWT itu ada pahala yang baik dan melimpah,
atau dan ingatlah, pada hari di mana kamu
balasan yang baik, yaitu surga, melihat orang-orang Mukmin laki-laki dan
Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari perempuan yang bersedekah dalam keadaan
sinar yang mereka lihat di ash-Shiraath pada
Abdullah bin Mas'ud r.a., ia berkata, "Ketika hari Kiamat bersinar terang di depan mereka
L$ *; ; ;\tu ru n ay at i n i ${i
wj'nt i. q iu ; m a ka dan buku catatan amal mereka berada di
Abu ad-Dahdah al-Anshari r.a. berkata,'Wahai tangan kanan mereka. Yakni, amal-amal saleh
mereka meniadi sebab keselamatan mereka
Rasulullah, apakah Allah SWT benar-benar
dan ditunjukinya mereka menuju ke surga.
menginginkan pinjaman dari kamiT' Rasulullah
sebagaimana firman Allah SWT dalam ayat,
saw. Berkata,,'Ye, b enar w ahai Abu ad- D ahdah.'
"Meka adapun orang yang catatannya
Lalu ia berkata,, 'Tolong, perlihatkan tangan
diberikan dari sebelah kanannya, maka dia akan
anda kepadaku Wahai Rasulullah.' Lalu beliau
pun mengulurkan tangan beliau kepadanya, diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah,
dan dia akan kembali kepada keluarganya
lalu ia berkata,, 'Sungguh, aku meminjamkan (yang sama-sama beriman) dengan gembira."
(al-Insyiqaaq: 7-9)
kebunku kepada Tuhanku.'Waktu itu, Abu ad-
Dalam.ayat ini disebutkan kalimat ;j)
Dahdah r.a. memiliki sebidang kebun yang di (&,.ri!; ;,if (di depan dan di samping kanan
dalamnya terdapat enam ratus pohon kurma, mereka), karena hal itu merupakan tanda dan
simbol yang identik dengan keselamatan.
sementara istrinya yaitu Ummu ad-Dahdah
dan keluarganya juga ada di kebun itu. Lalu Manusia sebagaimana yang dikatakan
ia datang dan memanggil istrinya itu, 'Wahai oleh Abdullah bin Mas'ud r.a. menyangkut ayat
ini, ketika mereka menyeberangi ash-Shiraat,
Ummu Ad-Dahdah.'Si rsfri menjawab, 'Ya.' Abu keadaan mereka sesuai dengan kadar amalan
ad-Dahdah r.a. berkata,,'Keluarlah kamu dari
kebun ini, karena sesungguhnya aku telah
meminj amkanny a kep a da TLthanku."'
Dalam sebuah versi riwayat disebutkan,
"Bahwasanya Ummu ad-Dahdah berkata,
kepada suaminya Abu ad-Dahdah r.a., 'Pen-
jualan anda sangat menguntungkan wahai Abu
qd-Dahdah.' LaIu Ummu qd-Dahdah r.a. pun
mengangkut dan memindahkan semua barang-
barang dan anak-anaknya dari kebun itu. Dan
sesungguhnya Rasulullah saw bersabda,'Betapa