The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by masjiddarussalam18, 2022-08-26 07:07:22

Tafsir Al-Munîr Jilid 14

Tafsir Al-Munîr Jilid 14

TAFSIRAL-MUNIR IILID 14

pembicaraan Khaulah binti Tsa'labah dan Khaulah, namun Khaulah menolak dan ber-
kata, "Demi Dzat Yang jiwa Khaulah berada
ada sebagian perkataannya yang tidak bisa
aku dengarkan, ketika ia mengadukan suami- dalam genggaman-Nya, kamu tidak bisa
nya kepada Rasulullah saw. dan berkata,
meraih diriku karena kamu telah mengatakan
"Wahai Rasulullah, ia telah menghabiskan usia apa yang telah kamu katakan itu, hingga Allah
mudaku dan aku telah memberinya banyak SWT dan Rasul-Nya memberi putusan." Lalu
anak. Ketika usiaku sudah tidak muda lagi dan
aku tidak lagi bisa hamil, ia pun menzhihaar Khaulah pun datang menemui Rasulullah

diriku. Ya Allah, hamba mengadu kepada saw. dan berkata, "Wahai Rasulullah, Aus me-

Engkau." Lalu tidak lama setelah itu, Malaikat nikahiku ketika aku masih muda dan me-
narih lalu ketika usiaku mulai menginjak
fibril a.s. pun turun dengan membawa ayat- senja dan aku sudah memiliki banyak anak,
ia pun menjadikan diriku seperti ibunya bagi
ayat tersebut. Suami Khaulah tersebut adalah dirinya dan mengabaikanku begitu saja. fika

Aus Ibnu Shamit." anda Wahai Rasulullah menemukan sebuah
Hakim memasukkan riwayat ini ke dalam
rukhshah bagiku yang dengan rukhshah itu
kategori hadits shahih. anda bisa menyelamatkan diriku dan dirinya
dari dilema dan persoalan ini, katakanlah
Imam Ahmad dan Bukhari dalam kitab at-
Tauhiid meriwayatkan dalam bentuk mu'allaq kepadaku."

dari Aisyah r.a., ia berkata, Lalu Rasulullah saw berkata, "Hingga saat

L;t; A c,>tfiir i,;2, gr,siti ki' ini, aku belum mendapatkan instruksi apa
pun menyangkut urusanmu itu." Dalam se-
,--d-:.-j9r,-Ja, ;u )vl','des*U*.,:')t e,icy{rt3t buah riwayat disebutkan, 'Aku tidak melihat
dirimu melainkan dirimu telah haram bagi-
1; !:iIh cL. jU c nya." Khaulah berkata, "la [Aus) tidak me-
/ ,I 'F'J: JV'it I ,'Jrfr \-
-J , nyebutkan kata-kata talak." Khaulah pun men-
tll gu'*Ji$Ei;
j!"r.,r debat Rasulullah saw. secara berulang-ulang.

6.ir Kemudian ia berkata, "Ya Allah, hamba meng-

"segala puji hanya bagi Allah SWT Yang adukan kepada Engkau kesulitan hamba dan

pendengaran-Nya meliputi segala suara. Sungguh beratnya keadaan hamba."

al-Mujaadilah (Khaulah) datang menemui Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa
Rasulullah saw. dan berbicara kepada beliau, Khaulah berkata, "Sesungguhnya aku memi-
liki anak-anak yang masih kecil. fika Anda me-
sedang waktu itu aku berada di sudut rumah, aku nyerahkan mereka kepadanya (Aus), mereka

tidak mendengar aPa yang ia katakan.,lalu Allah akan terlantar. f ika Anda menyerahkan mereka
kepadaku, mereka akan kelaparan." Khaulah
menurunkan ayat (wii Cd:d;irj; il'er- .iy"
pun mengangkat kepalanya ke langit dan
Dalam as-Sunan seperti Sunan Ibnu
Majah dan .Sunan Baihaqi, juga dalam a/- berkata, "Ya Allah, hamba mengadu kepada
Engkau, ya Allah maka turunkanlah melalui
Masaaniid, diriwayatkan bahwasanya Aus
lisan Nabi-Mu."
Ibnu Shamit berkata kepada istrinya Khaulah
Tidak lama setelah itu, akhirnya ada
binti Tsa'labah bin Malik, "Kamu bagiku
wahyu turun menyangkut dirinya. Rasulullah
adalah seperti punggung ibuku." Pada masa
saw. berkata, "Wahai Khaulah, bergembiralah. "
fahiliyyah, jika ada seorang suami berkata

seperti itu kepada istrinya, istrinya itu menjadi

haram baginya. Lalu seketika itu juga, Aus Ibnu

Shamit pun menyesal, lalu ia pun memanggil

Khaulah berkata, "Kebaikan." Rasulullah saw. al-Mujaadilah di sini adalah bermakna

pun membacakan kepadanya ayatii lirr!1 i) at-Tahaawur, yaitu berdiskusi untuk mencari

ci'*44i; u1'." jalan keluar dari krisis yang ada. Sedangkan

Bukhari dalam Tarikhnya meriwayatkan asy-Syakwaa [pengaduan) adalah kamu mem-
beritahukan dan mengadukan tentang suatu
bahwasanya al-Mujaadilah (Khaulah) pada

suatu ketika pernah menghentikan Umar bin hal tidakbaikyang menimpa dirimu. As-Sam'u

Khaththab r.a., lalu ia pun berkata kepada (mendengar) adalah sifat yang digunakan

Umar bin Khaththab r.a. dengan kata-kata untuk menangkap suara, berbeda dengan

yang agak kasar. Lalu ada seorang laki-laki sifat ilmu fmengetahui). Perempuan yang di-

berkata, "Wahai Amirul Mukminin, aku belum maksudkan dalam ayat ini adalah Khaulah

pernah melihat seperti hari ini." Umar bin binti Tsa'labah, sedangkan suaminya adalah

Khaththab r.a. berkata, "Memang apa alasan Aush Ibnu Shamit r.a., salah satu sahabat

yang menghalangiku dari mendengarkan per- Anshar.

kataannya, sedang dia adalah perempuan yang Bukhari, Nasa'i, dan yang lainnya me-
riwayatkan sebagaimana yang sudah di-
Allah SWT mendengarkan perkataannya, Allah
singgung di atas dari Aisyah r.a., ia berkata,
SWT pun menurunkan ayat yang, berkaitan
ort* td ,,>t"J{r i* er rsit,n i;ir
dengan dirinya, (,-fij./ ui,# ji,l,r[,- ,.i]."

"i,

Tafslr dan Penfelasan #,i, ,** )nr Jy, Ji ,# *l;

"Sungguh, Allah telah mendengar ucapan ";:* &,#'y,ij:6,uJt t',

perempuqn yang mengajukan gugatan ke- (,u,1,:#.; dt1'.,.-l'i,.-i,' it
[,- icY-\ ,n,y..,tV
padamu (Muhammad) tentang suaminya, dan

mengadukan (halnya) kepada Allah, dan Allah tvr
mendengar percakapan antara kamu berdua.
Sesungguhnya Allah Maha Mendengar, Maha Alhamdulillaah, segala puji bagi Allah
M elihot." (al-Muiaadilah: 1)
SWT Yang pendengaran-Nya meliputi segala
Sungguh Allah SWT telah menerima dan sunra, sungguh Khaulah binti Tsa'labah datang
memperkenankan pengaduan perempuan
yang mendebat kamu wahai Nabi menyangkut mengadukan suaminya kepada Rasulullah saw.,
perkara suaminya yang telah menzhihaar diri- sedang waktu itu aku berada di sudut rumah, ada
nya dengan berkata kepada dirinya, "Kamu sebagian perkataannya yang tidakbisa aku tangkap
bagiku adalah seperti punggung ibuku, "yakni dengan jelas. Lalu Allah SWT menurunkan ayat,b
keharaman untuk digauli. Kemudian, dia pun
mengadukan kepada Allah SWT apa yang Kata (-rip di sini sebagaimana yang sudah
membuatnya sedih dan gelisah. Allah SWT pernah disinggung di atas mengandung makna
mendengar perbincangan, pembicaraan, dan at-Taw aqqu' (mengharap-harap), Karena wak-
tu itu, Rasulullah saw dan al-Muiaadilah ber-
perdebatan kalian berdua. Sesungguhnya
Allah SWT mendengar setiap suara dan harap Allah SWT berkenan mendengarkan

melihat setiap hal dalam bentuk yang paling diskusi mereka berdua, berkenan mendengar
sempurna, utuh, dan optimal, termasuk di pengaduan al-Mujaadilah serta menurunkan
antaranya adalah pembicaraan dan perdebatan wahyu yang berisikan ialan keluar bagi dirinya
perempuan itu dengan dirimu. dari dilema tersebut.

Kalimat (n, rF (Allah SWT mendengar) lagi Maha Pengampun karena Dia menjadikan

adalah kalimat maiaz yang berarti berkenan kafarat zhihaar sebagai jalan penyelamat
dengan menerima dan mengabulkan, dengan
'alaaqah sababiyyah fmenyebutkan sebab, bagi mereka dari kemungkaran tersebut, se-
yaitu mendenga[ namun yang dimaksudkan bagaimana Allah SWT Maha Pengampun bagi
adalah akibatnya, yaitu berkenan menerima orang yang berdosa dan mau bertobat, dan
Maha Pengampun tanpa adanya pertobatan
dan mengabulkan). bagi siapa yang Dia kehendaki, sebagaimana

Kemudian Allah SWT mengecam dan men- firman-Nya dalam ayat,
cerca orang-orang yang melakukan zhihaar,
"Dan Dia mengampuni apo (dosa)
"Orang-orang di antara kamu yang men-
zihar istrinya, (menganggap istrinya sebagai yang selain (syirik) itu bagi siapa yang Dia

ibunya, padahal) istri mereka itu bukankah kehe ndaki." (an-Nisaa' : 48)

ibunya. Ibu-ibu mereka hanyalah perempuan Dari keterangan di atas bisa diketahui
yang melahirkannya." (al-Muiaadilah: 2)
bahwa Allah SWT menyebut zhihaar sebagai
Orang-orang yang menyerupakan istri-
istri mereka dengan ibu-ibu mereka, dengan sesuatu yang mungkar dan kebohongan,
karena menyerupakan istri dengan ibu. Itu
berkata kepada istrinya, "Dirimu bagiku adalah
seperti punggung ibuku, " Perkataan-perkataan adalah berita palsu dan bohong. Pernyataan
mungkar yang diingkari dan dikecam oleh
yang serupa seperti itu, yang maksudnya
syara'.
adalah "sesungguhnya dirimu adalah haram
bagiku seperti keharaman ibuku bagi diriku." Ini menunjukkan bahwa zhihaar adalah
Istri-istri mereka sekali-kali bukanlah ibu-ibu
mereka. Perkataan mereka seperti itu adalah diharamkan. Zhihaar juga adalah salah satu
sebuah kebohongan dari mereka. Di sini ter- kemaksiatan besar menurut ulama Syafi'iyyah

kandung kecaman dan cercaan terhadap karena di dalamnya memuat sebuah sikap

mereka. Ibu-ibu mereka pada hakikatnya tidak mengganti dan mengubah hukum Allah SWT
lain adalah perempuan-perempuan yang telah tanpa seizin-Nya. fuga, karena orang yang me-
lakukannya adalah orang yang telah berbuat
melahirkan mereka.
kebohongan dan menentang syari'at.
"Dan sesungguhnya mereka benar'
Zhihaar pada masa fahiliyyah adalah se-
benar telah mengucapkan suatu perkataan buah bentuk talak yang menyebabkan seorang
yang mungkar dan dusta. Dan sesungguhnya
Allah Maha Pemaaf, Maha Pengampun" (al- istri haram bagi suami selamanya tanpa ada
Muiaadilah:2)
rujuk lagi di dalamnya.
Sesungguhnya orang-orang yang me-
lakukan zhihaar benar-benar mengatakan Kriteria atau patokan muzhaahir [suami
perkataan yang mungkar; yakni perkataan yang melakukan zhihaar) menurut ulama
yang buruk yang diingkari, dikecam dan Syafi'iyyah dan Hanabilah adalah setiap orang
yang sah talaknya, sah pula zhihaarnya. Yaitu
dilarang oleh syaral sebagaimana pula juga
tidak diterima dan ditolak oleh akal. Mereka orang yang baligh dan berakal, baik ia seorang
juga benar-benar mengatakan perkataan bo- Muslim maupun seorang kafir. Berdasarkan
hong. Sesungguhnya Allah SWT Maha Pemaaf
hal ini, zhihaarnya kafir dzimmf adalah sah
menurut mereka, berdasarkan redaksi ayat

yang bersifat umum, ftea q 3rttil. uitl\ luga,

karena kafir dzimmi adalah sah talaknya, sah

pula zhihaarnya. fuga, kafir dzimmi adalah

termasuk orang yang dikategorikan pantas

-rAFsIRAt-MuNlRIItIp 14 rrfi . -C*-**.--*\ surahat-Mulaadttah

untuk mendapatkan sanksi untuk menim- bahwa istri yang melakukan zhihaar berke-

bulkan efek jera dengan kafarat sama seperti wajiban membayar kafarat zhihaar karena ia
seorang Muslim. telah mengucapkan perkataan yang mungkar
dan bohong. Sedangkan dalam versi riwayat
Sedangkan kriteria dan patokan muzhaa-
yang lain disebutkan bahwa imam Ahmad
hir menurut ulama Hanafiyyah dan ulama
Malikiyyah adalah setiap suami Muslim, mengatakan seperti yang dikatakan oleh al-
Awza'i bahwa yang wajib adalah membayar
berakal dan baligh. Zhihaarnya kafir dzimmi kafarat sumpah dan versi riwayat ini adalah
adalah tidak sah, tidak berlaku mengikat, yang lebih sesuai dengan kias dalam madzhab-

dan tidak memengaruhi hukum. Hal ini nya.

berdasarkan lafadz dzahir dari (i+F tdi Sedangkan al-Muzhaahar minhaa [yang
diserupakan dengan istrinya) menurut ulama
antara kalian) yang merupakan khithaab atau Hanafiyyah adalah setiap perempuan yang
perkataan yang ditujukan kepada orang-orang
Mukmin. Hal ini menunjukkan bahwa zhihaar haram dinikahi selamanya oleh laki-laki
yang bersangkutan, baik itu karena nasab,
adalah khusus bagi orang-orang Mukmin
persusuan, maupun mushaaharah (hubungan
saja. Iuga, karena di antara konsekuensi
penikahan) seperti istri ayah atau salah satu
zhihaar yang sah adalah kewajiban puasa anggota tubuhnya yang tidak halal bagi laki-
bagi muzhaahir yang ingin merujuk kembali
dan menganulir zhihaarrtya manakala ia tidak laki yang bersangkutan untuk melihatnya
mampu untuk memerdekakan budak, se-
mentara mewajibkan puasa atas orang kafir seperti punggung dan perut. Ini juga adalah
dzimmi adalah tidak bisa dilakukan.TT
pendapatulama Syafi'iyyah. Hanya saja mereka
fumhur ulama selain imam Ahmad me-
ngatakan, tidak sah seorang istri menzh ihaar mengecualikan ibu persusuan dan istri anak
suaminya, yaitu seperti seorang istri berkata karena mereka berdua adalah perempuan
kepada suaminya, "Dirimu bagiku adalah
seperti punggung ibuku," Al-Awza'i mengata- yang sebelumnya pernah halal bagi laki-laki
kan, itu adalah sumpah yang dibayar dengan yang bersangkutan.
kafarat. Ar-Razi mengatakan, pandangan ini
adalah keliru karena jika suami saja, tidak Sedangkan menurut pendapat ulama
ada kewajiban membayar kafarat sumpah Malikiyyah, orang yang di serupakan dalam
baginya, padahal asal hukum ini untuk suami.
Bagaimana mungkin kewajiban kafarat ini zhihaar (musyabbah bihi) adalah setiap orang
jatuh kepada istri yang menzhihar suaminya?
Iuga karena zhihaar menyebabkan peng- yang haram disetubuhi baik laki-laki mau-
haraman dengan perkataan, sementara pe-
rempuan tidak memiliki kapasitas untuk itu, pun perempuan atau sesuatu yang haram di-
buktinya ia tidak memiliki kapasitas atau hak setubuhi seperti binatang. Zhihaar adalah sah

menalak. dengan menyerupakan istri atau salah satu
bagian tubuhnya seperti rambut dan air liur
Sementara itu, imam Ahmad mengatakan
dengan ibunya.
dalam sebuah riwayat yang raajih darinya
Begitu juga, ulama Hanabilah mengatakan
77 Ahkaamul Qur'aan, karya al-fashshash Ar-Razi, 3/4L7 d,an penyerupaan dalam zhihaar adalah sah, baik

berikutnya, Ahkaamul Qur'aan, karya Ibnul Arabi,4/L738. penyerupaan itu adalah dengan keseluruhan-

nya atau dengan salah satu bagian dari anggota
tubuhnya, seperti tangan, wajah, dan telinga.
Yang diserupakan dalam zhihaar mencakup

setiap perempuan yang haram dinikahi

selamanya, baik karena nasab, persusuan atau

TArsrRAr-MuNrR JrrrD 14

mushaaharah, seperti ibu, nenek saudara Para ulama berbeda pendapat dalam me-
perempuan bapak saudara perempuan ibu nafsirkan al-Aud (kembali). Ulama Zahiriyyah
dan saudara perempuan. Sebagaimana juga dan Abul Aliyah mengatakan, al-Aud adalah
mencakup setiap perempuan yang haram mengulang kata-kata zhihaar. OIeh karena itu,
dinikahi dengan keharaman yang bersifat tidak ada kewajiban membayar kafarat kecuali
jika orang yang bersangkutan mengulang kem-
temporal seperti saudara perempuan istri atau
bali kata-kata zhihaar. Ini adalah pendapat
saudara perempuan bapaknya istri (bibinya
istri dari jalur ayah), serta mencakup setiap yang batil.

yang haram disetubuhi seperti orang laki-laki, Sementara itu, ulama Hanafiyyah dan
binatang, mayat, dan lain sebagainya.
ulama Malikiyyah berdasarkan pendapat yang
Selanjutnya Allah SWT menerangkan masyhu4 mengatakan bahwa al'Aud maksud-
nya adalah berazam untuk menyetubuhi atau
kafarat zhihaar, jima'. Sedangkan imam asy-Syafi'i berpendapat

"Dan mereka yang menzihar istrinYa, bahwa al-Aud maksudnya adalah setelah
kemudian menarik kembali apa yang telah
melakukan zhihaar, suami mempertahankan
mereka ucapkan, maka (mereka diwaiibkan) dan merujuk istrinya yang ia zhihaar selama
memerdekakan seorang budak sebelum kedua
kurun waktu yang memungkinkan baginya
suami istri itu bercampur, Demikianlah yang
untuk menalaknya, lalu ia tidak menalaknya'
diajarkan kepadamu, dan Allah Mahateliti apa Sementara itu, imam Ahmad bin Hanbal
yang kamu kerjakan." (al'Muiaadilah: 3)
mengatakan, yang dimaksud dengan al-Aud di
Orang-orang yang melakukan zhihaar, sini adalah suami kembali ingin menyetubuhi
kemudian mereka ingin membatalkan dan atau berazam untuk melakukannya, tidak halal

menganulirnya serta kembali kepada keadaan baginya untuk menyetubuhi hingga ia mem-
mereka seperti semula berupa keinginan untuk
bayar kafaratzhihaar.
bisa menggauli, mereka harus memerdekakan
seorang budak laki-laki atau perempuan oleh fadi dalam hal ini terdapat tiga atau empat
sebab perkataan yang telah mereka ucapkan, pendapat menyangkut apa yang dimaksudkan
sebelum kembali melakukan persetubuhan. dengan al-Aud. Pertama, mengulang dan
Seorang muzhaahir tidak boleh menyetubuhi mengucapkan kembali kata-kata zhihaar. Ke'

istrinya yang dizhihaar hingga ia membayar dua, berazam untuk menyetubuhi atau ke-
inginan untuk menyetubuhi. Ketiga, menye-
kafarat zhihaar terlebih dahulu. tubuhi dalam bentuk sampai menjima'nya.
Keempat, mempertahankan dan merujuk istri
Hukum yang disebutkan ini atau pem- yang dizhihaar selama dalam kurun waktu

berlakuan kafarat ini adalah perintah kepada yang memungkinkan bagi sang suami untuk
kalian, atau bertujuan untuk memberi pe-
Iajaran kepada kalian yang bisa mengontrol menalaknya. fumhur ulama memberikan

dan mengekang kalian dari melakukan jawaban dan tanggapan terhadap pendapat
ulama Zahiriyyah di atas dengan mengatakan
zhihaar. Allah SWT Maha Mengetahui segala
amal perbuatan kalian, tiada suatu apa pun bahwa pendapat tersebut berarti bahwa
dari amal perbuatan kalian yang tersembunyi
dari-Nya dan berada di luar pengetahuan-Nya. zhihaarpada kali pertama belum meniatuhkan
Dia akan membalas kalian atas amal-amal per-
sanksi kafarat. Hal ini tentu dimentahkan
buatan kalian itu.
oleh kisah Khaulah tersebut, karena tidak
ada riwayat yang menjelaskan adanya peng-

-.-.*-h'l,ll,**:#,YIl1r'TP 14 -, ",,,,",.",,.,.,.,.,.....-.. ,**,t4fJ**b.ir,,,- ,",,, ,,,,.,,",",",.,..,..i:.::"1:!:T.Yf:11!"1
\***_*-_.:/

ulangan kembali kata-kata zhihaar dalam dan dimaknai dalam bentuk muqayyad. Yakni,
apa yang disebutkan dalam bentuk mutlak
kisah tersebut, dan Rasulullah saw. pun juga di sini (dalam kafarat zhihaar) dipahami dan
disamakan dengan apa yang disebutkan dalam
sama sekali tidak menyinggung dan menanya-
bentuk muqayyad di tempat lain dalam Al-
kannya.
Qur'an, karena adanya kesamaan akibat atau
Kalimat (+r ,.Fy maksudnya adalah
konsekuensi, yaitu sama-sama berbentuk
mereka harus memerdekakan seorang budak
memerdekakan budak. Hal ini diperkuat
secara penuh. Kata-kata budak di sini di-
dengan keterangan yang diriwayatkan oleh
sebutkan secara mutlak tanpa disebutkan imam Malik dengan sanadnya dari Muawiyah
syarat harus budak yang Mukmin. Hal ini Ibnul Hakam as-Sulami dalam kisah seorang
budak perempuan hitam bahwa Rasuiullah
mengisyaratkan bahwa memerdekaan budak
secara mutlak adalah sudah mencukupi, baik saw. berkata, "Merdekakanlah ia karena ia
itu budak yang Mukmin maupun budak kafir.
adalah seorang Mu'minah. "78
Ulama Hanafiyyah dan ulama Zahiriyyah
Dhamir alif tatsniyah yang terdapat pada
memilih berpendapat demikian, berdasarkan
fi' il 4\:\3; 31,f ,y adalah dhamir ataukata ganti
ayat ini. Karena seandainya keimanan menjadi
syarat untuk budak yang dimerdekakan, tentu untuk suami yang menzhihoar dan istrinya
yang ia zhihaaryang hal ini sudah maklum dan
Allah SWT pasti akan menjelaskannya sebagai-
mana dalam kafarat pembunuhan. Oleh karena diketahui dari konteks perkataan sebelumnya.

itu, apa yang disebutkan oleh Allah SWT dalam At-Tamaass, yatamaassaa di sini adalah

bentuk mutlak, maka harus dipahami apa kinayah tentang jima' atau persetubuhan.
adanya seperti itu, dan apa yang disebutkan Haram melakukan jima' atau persetubuhan
oleh Allah SWT dalam bentuk muqayyad (ter-
ikat dengan sifat tertentu), maka harus dilihat sebelum membayar kafarat zhihaar. Hal-hal
dan dipahami apa adanya seperti itu juga, dan yang menjadi pembuka jima' seperti ciuman

masing-masing diterapkan pada tempatnya. dan lain sebagainya juga haram dilakukan

Pendapat ulama Hanafiyyah ini adalah sebelum membayar kafarat menurut ulama
Hanafiyyah. falan yang membawa menuju
berdasarkan kaidah mereka bahwa men-
keharaman adalah haram.
syaratkan iman di sini merupakan bentuk me-
Sedangkan menurut ulama Syafi'iyyah
nambah-nambahi nash, dan itu merupakan
berdasarkan pendapat yang kuat mengatakan
bentuk penghapusan, sementara Al-Qur'an
tidak bisa dihapus kecuali dengan Al-Qur'an bahwa dalam hal ini hal-hal yang menjadi
atau riwayat mutawatir atau riwayat masyhur.
pembuka jima'adalah tidak haram. Diharam-
Nash yang berbentuk mutlak tidak bisa kannya jima' di sini tidak ada hubungannya

dipahami dalam konteks muqayyad dan tidak dengan akad perkawinan, maka istri yang

bisa dimaknai dengan makna muqayyad sedang haid haram disetubuhi, namun hal-
hal yang menjadi pembuka atau pendorong
kecuali dalam konteks satu hukum yang sama kepada jima' tidak. Orang yang berpuasa
haram berjima', namun hal-hal yang menjadi
dan dalam konteks satu kejadian yang sama. pembuka atau pendorong kepada jima'tidak.
Sementara itu, jumhur ulama mensyarat-
78 Keterangan ini iuga diriwayatkan oleh imam Ahmad dalam
kan iman bagi budakyang dimerdekakan dalam
kafarat selain pembunuhan, sebagaimana itu Musnadnya dan oleh imam Muslim dalam Shahihnya.
juga menjadi syarat dalam kafarat pembunuhan

tidak disengaja berdasarkan nash Al-Qur'an.
Nash yang berbentuk mutlak di sini, dipahami

.s::":"1'lIT.r:."0r5} . . - *,n,.'i*B-*.r,rn - *3rsl*r-YYItRl**D13

"Maka barangsiapa tidak dapat (memer- ia berbuka tanpa uzul terputuslah tataabui
dekakan hamba sahaya), maka (dia waiib)
berpuasa dua bulan berturut-turut sebelum sehingga ia harus memulai lagi dari awal.
keduanya bercampur." (al-Muiaadilah: 4)
Ulama berbeda pendapat seputar ukuran
Barangsiapa yang tidak memiliki budah
tidak memiliki kelebihan harta yang bisa kadar kecukupan dan kapankah kondisi
digunakan untuk membeli budak atau tidak
bisa mendapatkan budak yang bisa ia beli ekonomi lapang atau sempit itu diperhitung-
karena sudah tidak ada lagi budak pada kan. Dalam hal ini, imam Malik dan imam
asy-Syafi'i menurut pendapat yang kuat,
masa sekarang ini, sebelum bersetubuh ia mengatakan bahwa kondisi ekonomi lapang
atau sempit yang diperhitungkan adalah pada
harus membayar kafarat dengan berpuasa
selama dua bulan secara berturut-turut tanpa waktu ia berkeharusan melakukan kafarat dan
terputus (tataabu), berdasarkan zahir nash
Al-Qur'an dan iima ulama tentang keharusn membayarnya. Karena kafarat di sini adalah
tataabu' (berturut-turut, tersambung tanpa sebuah ibadah mengganti sesuatu dari selain
jenisnya, seperti wudhu dan tayamum, iuga
terputus). Iika ia berbuka ftidak berpuasa,
membatalkan puasanya) selama satu hari seperti berdiri dan dudukdalam melaksanakan
shalat. Oleh karena itu, kondisi ekonomi lapang
atau lebih tanpa ada uzut; atau menyetubuhi atau sempit yang diperhitungkan adalah pada
istrinya yang ia zhihaar pada malam hari atau
siang hari dengan sengaja, ia harus mengulang waktu pembayaran kafarat.
kembali dari awal menurut pendapat jumhur.
Sementara itu, imam Ahmad berpendapat
Imam asy-Syafi'i dan Abu Yusuf mengatakan,
ia tidak harus mengulang kembali dari awal bahwa hal itu diperhitungkan pada saat ber'
jika yang ia lakukan adalah menyetubuhinya lakunya hukum wajib membayar kafarat,
untuk menampakkan sisi hukuman dalam
pada malam hari karena malam hari bukanlah
kafarat.
waktu untuk puasa.
Menurut ulama Malikiyyah, tataabu' tidak Sudah maklum bahwa bulan diperhitung-
kan dengan hilal [bulan qamariyah) sehingga
dianggap terputus karena sakit, berbuka ka- tidak ada perbedaan antara bulan sempurna
rena lupa dan tidak sengaja, dipaksa untuk (tiga puluh hari) dan bulan yang kurang (dua
puluh sembilan hari). Barangsiapa yang me-
berbuka, mengira matahari sudah tenggelam mulai puasa kafaratnya pada awal bulan, ia me-

atau waktu malam masih tersisa lalu ia makan nyempurnakan dua bulan dengan berdasarkan
hilal, meskipun kedua bulan itu adalah kurang
atau minum, haid, dan nifas.
(masing-masing hanya dua puluh sembilan
Tataabu' dianggap terputus menurut ula-
hari).
ma Hanafiyyah dan menurut ulama Syafi'iyyah
Sedangkan barangsiapa yang memulai
dalam qaul iadiid, dengan berbuka karena puasanya di tengah-tengah bulan, dalam hal
uzur sakit yang memperbolehkan untuk ti-
dak berpuasa. Tataabu'dalam puasa tidak di- ini ulama Syafi'iyyah mengatakan, untuk bulan

anggap terputus karena haid, nifas, atau gila. setelahnya dihitung berdasarkan hilal, se-

Pendapat ulama Hanabilah adalah bahwa dangkan untgk menyempurnakan puasa bulan
yang pertama yang diawali di tengah-tengah-
si muzhaahir, iika ia berbuka karena suatu nya, disempurnakan tiga puluh hari (misalnya,
ia memulai puasanya pada tanggal 10 Rabi'ul
uzu4, itu tidak memutus tataabu' sehingga
ia hanya tinggal melanjutkan. Namun jika Awal, untuk bulan Rabi'ul Akhir dihitung

sesuai dengan hilal, lalu ditambah dua puluh

hari di bulan Jumadil Ula). Sementara itu

:TAFSIR AL-MUNIR JILID 14

ulama Hanafiyyah mengatakan harus enam kadar ukuran kenyang. Makan siang dan
puluh hari.
makan malam belum mencukupi kecuali jika
"Tetapi barangsiapa tidhk mampu, maka
(wajib) memberi makan enam puluh orang keduanya mencapai ukuran satu dua pertiga
miskin." (al-Muiaadilah: 4)
mudd.
Barangsiapa yang tidak mampu berpuasa
dua bulan berturut-turut karena lanjut usia, Sementara itu, ulama Syafi'iyyah dan
sakit permanen, atau kesulitan yang sangat ulama Hanabilah juga mengharuskan at-

berat yang sudah berada di luar batas ke- Tamliik. Sedangkan kadar ukuran yang diberi-
kan kepada tiap-tiap satu orang miskin adalah
mampuan menurut kebiasaan dan kelaziman,
ia wajib memberi makan enam puluh orang satu mudd gandum, atau setengah shaa'kurma
miskin. Tiap-tiap satu orang miskin sebanyak
dua mudd menurut ulama Hanafiyyah, yakni atau sya'iir. Dalil mereka dalam hal keharusan
setengah shaa' qumh, atau satu shaa'7e kurma
atau sya'iir, sama seperti zakat fitrah, baik at-Tamliik di sini adalah kias, yaitu dikiaskan
kadar ukurannya maupun pihak yang diberi.
Hal itu adalah sebelum melakukan jima'atau kepada zakat mal dan zakat fitrah.
persetubuhan. Pemberian makan di sini, bisa
dalam bentuk al-lbaahah maupun at-Tamliik. |+Zahir ayat {r.-|.:.1 i6iyy menunjukkan
Hal ini berdasarkan zahir nash Al-Qur'an, yaitu
bahwa di sini, mesti harus memenuhi jumlah
bahwa yang wajib adalah memberi makan, enam puluh orang miskin. Dengan kata lain,
jumlah enam puluh orang miskin adalah men-
dan hakikat memberi makan adalah memberi jadi syarat. Oleh karena itu, jika orang yang
jalan bagi yang diberi untuk memanfaatkan bersangkutan memberi makan satu orang
apa yang diberi, dan itu bisa dilakukan dengan
cara al-lbaalrah [memperbolehkan atau mem- miskin selama enam puluh hari, itu tidak
persilakan) dan at-Tamliik [menjadikan se-
suatu yang diberikan sebagai hak milik orang boleh menurut jumhur ulama selain ulama
yang diberi). Hanafiyyah. Itu tetap masih dianggap ia baru

Menurut ulama Malikiyyah, di sini wajib memberi makan satu orang miskin saja, Hal ini
at-Tamliik untuk tiap-tiap satu orang miskin berdasarkan ayat tersebut yang mewajibkan
sebanyak satu dua pertiga mudfr0 qumh memberi makan enam puluh orang miskin.

[gandum) jika makanan pokok mereka adalah Karena itu di sini harus memperhitungkan
qumh sehingga tidak boleh jika menggunakan
selain gandum seperti sya'iir [jelai, semacam zahir ayat tersebut.
gandum), jagung atau yang lainnya. Namun,
Sedangkan menurut ulama Hanafiyyah,
jika makanan pokok mereka adalah selain hal itu sudah mencukupi. Karena maksud dan
tujuannya adalah menutup celah kebutuhan
gandum, makanan pokok mereka itulah yang
digunakan. Tidak lagi dengan menggunakan orang yang butuh, dan kebutuhan adalah terus
ukuran takaran, tetapi dengan menggunakan
ada dan berulang setiap hari. Memberinya
79 Satu shaa' adalah seukuran 2751 gram.
80 Satu mudd adalah 575 gram. makan berhari-hari bisa menutupi kebutuhan
yang terus berulang bersamaan dengan ber-

ulangnya hari.

Pendapat ini bertentangan dengan zahir

nash yang menyatakan secara eksplisit kata-

kata enam puluh orang miskin. Berulang-

ulangnya kebutuhan pada diri satu orang

miskin, tidak lantas bisa menjadikannya enam

puluh orang miskin. Menggunakan alasan

menutupi kebutuhan orangyang butuh berarti
menggugurkan apa yang menjadi tuntutan

4;il8\.3itt,r{i::-:.1.?r'L.,r3j:1fh....,,,,,, "......,.,,,, -......,,,,, ,rrfrs,i .-.....,.'.,.,',"' .--..-*}rs-r}At-Mu}1*ll:ID-11

nash, sehingga alasan itu tidak boleh dan tidak hari di tengah-tengah proses pembayaran

bisa diterima. kafarat dengan puasa sebelum pembayaran
kafarat itu selesai, ia berdosa karena ia telah
Ulama sepakat bahwa ketiga bentuk melakukan persetubuhan sebelum membayar

kafarat zhihaar tersebut haruslah berurutan kafarat. Namun persetubuhan itu tidak

dari memerdekakan budak terlebih dahulu. sampai membatalkan dan memutus tataabui
Kemudian jika tidak mampu, baru beralih
ke kafarat yang kedua, yaitu berpuasa dua karena persetubuhan yang ia lakukan tidak
bulan berturut-turut. Kemudian, jika tidak berpengaruh terhadap puasa yang telah di-
mampu, baru beralih ke kafarat yang ketiga, lakukan, sehingga tidak sampai memutus
yaitu memberi makan enam puluh orang
tataabu'sama seperti makan pada malam hari.
miskin. Hal ini berdasarkan hadits-hadits yang Demikian juga jika ia membayar kafarat dengan
memerintahkan pembayaran kafarat secara
urut, seperti keterangan dalam Shahih Bukhari memberi makan enam puluh orangmiskin,lalu
dan Shahih Muslim tentang kisah seorang di tengah-tengah proses pemberian makan itu
suami yang menyetubuhi istrinya pada bulan
ia melakukan persetubuhan, persetubuhan
Ramadhan.
yang ia lakukan itu tidak sampai membatalkan
Fuqaha juga sepakat bahwa barangsiapa
pemberian makan yang telah dilakukan,
yang menyetubuhi istrinya yang ia zhihaar
sehingga ia tinggal melanjutkan dan menyem-
sebelum ia membayar kafarat, ia telah berbuat purnakannya, tidak perlu mengulang kembali

maksiat kepada Tuhannya dan berdosa karena dari awal.
melanggar perintah-Nya. Kafarat zhihaar te-
Sementara itu, ulama Hanafiyyah dan ula-
tap berada dalam beban tanggungan suami
yang menzhihaar dan istrinya tetap haram ma Hanabilah mengklasifikasi. lika muzhaahir

bagi dirinya hingga ia membayar kafarat. Hal menyetubuhi istrinya yang ia zhihaar itu di

ini mencakup semua bentuk kafarat tersebut, tengah-tengah proses pelaksanaan puasa, per-
yaitu memerdekakan budah puasa, atau mem-
setubuhan itu merusak puasa yang telah ia
beri makan. kerjakan sehingga ia harus mengulang kem-
bali dari awal lagi. Namun jika kafaratnya
Adapun jika ia menyetubuhi istrinya di berbentuk pemberian makan, ia tidak perlu
tengah-tengah proses pembayaran kafarat
mengulang kembali pemberian makan yang
sedang berjalan, dalam hal ini fuqaha berbeda
telah selesai dilakukan sehingga ia tinggal
pendapat. Ulama Malikiyyah mengatakan bah-
meneruskan sisanya. Hal ini didasarkan pada
wa persetubuhan yang dilakukan di tengah-
tengah proses pembayaran kafarat adalah nash Al-Qur'an yang tidak menyebutkan kata-
haram dan membatalkan apa yang telah di-
kata, "sebelum keduanya bercampur." pada
lakukan dari proses pembayaran kafarat. konteks kafarat berbentuk memberi makan,

Orang yang bersangkutan harus mengulang beda dengan kafarat berbentuk memerdeka-
kembali pembayaran kafarat dari awal lagi,
kan budak dan berpuasa yang di dalamnya
apa pun bentuk kafaratnya.
disebutkan kata-kata, "sebelum keduanya ber-
Sementara itu, ulama Syafi'iyyah ber-
campur."
pendapat bahwa muzhaahir (suami yang
"Demikianlah agar kamu beriman kepada
melakukan zhihaar), jika ia menyetubuhi
istrinya yang ia zhihaar itu pada malam Allah dan Rasul-Nya. Itulah hukum-hukum

Allah, dan bagi orang-orang yqng mengingkari-
nya akan mendapat odzab yang sangat pedih."
(al-Muiaadilah: 4)

TATSTRAL-MUNrR IrLrD 14

Hukum yang telah Kami terangkan itu Mengadu kepada Allah SWT atas kesedih-

berupa kewajiban membayar kafarat disebab- an, kesulitan, dan kesempitan yang dialami
kan zhihaar adalah supaya kalian membenar- merupakan cara yang paling ampuh dan
kan, memercayai, dan mengimani syari'atAllah
S\4I[, perintah- Nya dan Rasul- Nya, menj unj ung efektif. Allah SWT langsung merespon
tinggi aturan dan batasan-batasan syari'at dan pengaduan Khaulah binti Tsa'labah, mem-
tidak melanggarnya, serta supaya kalian tidak
kembali melakukan zhihaar yang merupakan perkenankan permohonannya dan mere-
perkataan mungkar dan bohong.
alisasikan harapan-Nya, karena keyakinan
Hukum-hukum yang telah disebutkan itu
adalah huduudullaah, yakni batasan-batasan dan kepercayaannya terhadap karunia,

Allah SWT aturan-aturan-Nya dan hal-hal kemurahan, dan kebaikan Allah SWT.
yang diharamkan-Nya. Patuhi dan junjung
Menerima dan memenuhi adalah
tinggi aturan-aturan-Nya itu. fanganlah kalian
melanggar batasan-batasan-Nya yang telah makna yang dimaksudkan dari ayat i!
Dia gariskan kepada kalian. Sungguh Allah
SWT telah menerangkan kepada kalian bahwa (1,,'8:,.fadi, mendengar di sini maksudnya
zhihaar adalah perbuatan maksiat bahwa adalah Allah SWT menerima, merespon,
kafarat zhihaar yang telah disebutkan itu bisa dan memperkenankan pengaduan dan ha-
mendatangkan pemberian maaf dan ampunan.
Bagi orang-orang kafir yang melanggar aturan rapannya.
dan batasan-batasan Allah SWT, ada adzab
yang menyakitkan dan pedih atas kekafiran Mendengar pada asalnya adalah me-
nangkap hal-hal yang didengar (suara).
mereka, yaitu adzab fahannam di akhirat, Mendengar dan melihat adalah dua sifat

sebagaimana mereka juga memperoleh adzab Allah SWT seperti ilmu (mengetahui),
di dunia. qudrah (kuasa), hayat (hidup), dan

Di sini, kata-kata kafir digunakan untuk iradah [kehendak). Mendengar dan me-

menyebut orang yang melanggar aturan dan lihat adalah termasuk sifat-sifat Dzat

batasan-batasan Allah SWT untuk mem- (intrinsik), Allah SWT senantiasa men-
dengar dan melihat. As-Samii' artinya
perkeras sanksi yang ada sekaligus untuk
memberikan kontrol dan efek jera yang bisa adalah Yang Maha Mendengar segala suara
mencegah dan mengekang dari tindakan me-
lakukan zhihaar. Hal ini seperti firman Allah tanpa telinga karena semua suara tiada
yang tersembunyi dari-Nya dan berada di
SWT dalam ayat,
luar pendengaran-Nya.
"Barangsiapa mengingkari (kewajiban)
haji, maka ketahuilah bahwa Allah Mahakaya 2. Zhihaar menurut syara' adalah perbuatan
haram, perkataan mungkar dan bohong.
(tidak memerlukan sesuatu) dari seluruh alom."
Para istri mereka bukanlah ibu mereka,
(Ali'Imraan:97) karena ibu-ibu mereka tidak lain adalah

Flqlh Kehldupan atau Hukum-Hukum perempuan-perempuan yang melahirkan

Dari ayat-ayat di atas bisa dipahami se- mereka.

jumlah hal seperti berikut. Zhihaar asalnya adalah seorang

suami berkata kepada istrinya, "Dirimu
bagiku adalah seperti punggung ibuku."
Barangsiapa yang mengatakan perkataan
seperti ini, ia adalah muzhaahir (orang
yang melakukan zhihaar) berdasarkan
ijma. Begitu juga, orang yang berkata
kepada istrinya, "Dirimu bagiku adalah
seperti punggung anak perempuanku,"

suntarmuFaonat ,r,,n,. 4*Jll-h",u,.* ThFSIRAI-MUNIRIILID 14

atau "Seperti punggung saudara perem- Syafi'i dan imam Abu Hanifah, zhihaar
puanku," atau yang lainnya berupa pe- sebelum pernikahan adalah tidak bisa

rempuan-perempuan mahram lainnya, ia terjadi dan tidak berlaku mengikat. Hal

adalah muzhaahir. ini berdasarkan ayat {19:u;_ .r} (terhadap

Zhihaar ada dua macam, shariih istri-istri mereka), sementara perempuan

(eksplisit) dan kinayah. Zhihaar shariih yang belum dinikahi tidak bisa dikatakan

adalah seperti anti 'ala14ta ka zhahri sebagai istri.

ummii, anti 'indii ka zhahri ummii, anti Menurut imam Abu Hanifah dan

minnii ka zhahri ummii, anti ma'ii ka zhahri imam Malik, zhihaar yang dilakukan oleh

ummii, (maksudnya engkau bagiku seperti seorang kafir dzimmi adalah tidak berlaku

pundak ibuku) atau, an ti'alayya haraamun mengikat. Hal ini berdasarkan kalimat )
{6, yrng maksudnya adalah dari kaum
ka zhahri ummii. (engkau adalah haram Muslimin, dan ini menghendaki kafir
bagiku seperti ibuku), Begitu juga seperti,
anti'alayya ka bathni ummii, anti'alayya dzimmi tidak masuk ke dalam cakupannya.
ka ra'si ummii, anti'alayya ka farii ummii,
(engkau bagiku seperti perut/kepala/ Sedangkan menurut imam asy-Syafi'i dan

kemaluan ibuku), dan lain sebagainya, imam Ahmad, zhihoar orang kafir dzimmi
fuga seperti, farjuki 'ala1/ya ka zhahri adalah tetap bisa terjadi dan berlaku
ummii, ra'suki'ala14/a ka zhahri ummii,
zhahruki 'alayya ka zhahri ummii, riiluki mengikat, berdasarkan redaksi ayat yang

'alayya ka zhahri ummii. [kemaluanmu/ bersifat umum (ts6. ,t 3ttb. uittb.
kepalamu/punggungmu/kakimu bagiku
seperti pundak ibuku). Menurut jumhur; zhihaar tidak ber-

Sedangkan zhihaar kinayah adalah laku bagi seorang istri terhadap suaminya.
seperti, anti 'alayya ka ummii, atau, anti
'alayya mitslu ummii, [engkau seperti , FiKarena {.;l.;,;. oiqti:. u-,1t$ dengan
ibuku), maka di sini niat diperhitungkan.
|ika ia menginginkan zhihaar, perkataan menggunakan bentuk kata mudzakkar,

itu adalah perkataan zhihaar. Namun dan tidak berfirman, allaa'ii yuzhaahirna

jika ia tidak bermaksud zhihaar, ia tidak minkunnaa min azwaajihinna (dan pe-
dianggap sebagai muzhaahir menurut
rempuan-perempuan di antara kalian
para imam madzhab empat.
yang melakukan zhihaar terhadap suami-
Zhihaar bisa terjadi dan berlaku
suami mereka). Zhihaar, tidak lain hanya
mengikat terhadap setiap istri, baik yang
telah disetubuhi maupun yang belum di- bagi suami.
setubuhi, dalam keadaan bagaimana pun,
Sementara itu, al-Auza'i, Ishaq danAbu
dari suami yang boleh melakukan talak.
Yusuf mengatakan jika ada seorang istri
Menurut imam Malik, zhihaar iuga berkata kepada suaminya, anta 'alay4/a
bisa terjadi dan berlaku mengikat sebelum
pernikahan jika laki-laki yang bersang- ka zhahri ummii Fulaanah (kamu bagiku

kutan akhirnya benar-benar menikahi pe- adalah seperti punggung ibuku si fulanah),
rempuan yang ia zhihaar sebelum nikah
tersebut. Sedangkan menurut imam asy- ini adalah perkataan yamiin [sumpah)
yang harus ia kafarati. Imam Ahmad

mengatakan ia wajib membayar kafarat

zhihaar karena ia telah mengucapkan

kata-kata mungkar dan bohong.

Zhihaar yang dilakukan oleh orang

yang sedang dalam pengaruh minuman

keras (mabuk) hukumnya sah sama

seperti talak. Ia terkena hukum zhihaar

,,,"",,,,, - ,****,, *-aJffir*,.,,... ",,,,,, ..."-......".",",., -.. -..i:::1,:IM'lT1!1".1
. ,*F,l"I*tu:IYIllll,-LIP 14 ..

dan talak jika telah sadar berdasarkan [sebelum kembali bersetubuh), sehingga
hukum pokok kewajiban membayar ka-
kesepakatan. farat masih tetap, dan dalam ayat tersebut

Menurut jumhur selain ulama tidak terkandung pengertian yang me-
nunjukkan bahwa jika suami melakukan
Hanafiyyah, zhihaar yang dilakukan oleh
persetubuhan sebelum membayar kafarat,
orang yang dipaksa adalah tidak sah.
Demikian juga zhihaar yang dilakukan ia harus membayar kafarat lain.

oleh orang yang sedang dalam pengaruh fika ada seorang suami memiliki
amarah adalah sah dan ia terkena hukum
empat istri, lalu ia melakukan zhihaarter-
zhihaar. Orang yang memiliki lamam, hadap keempatnya dengan satu kalimat
seperti, antunna'alay4/a ka zhahri ummii
yakni birahi, libido, dan hasratyang sangat (kalian berempat bagiku adalah seperti
besar kepada perempuan (hiperseks), se- punggung ibuku), ia dianggap telah me-
lakukan zhihaar kepada masing-masing
perti Aus Ibnu Shamit yang menzhihaar
istrinya Khaulah binti Tsa'labah, zhihaar dari mereka berempat. Ia tidak boleh

yang dilakukannya adalah sah dan berlaku melakukan persetubuhan dengan salah
mengikat baginya. Sebagaimana yang di- satunya. Ia hanya cukup membayar satu
katakan oleh al-Khaththabi, lamam di sini kafarat saja menurut jumhur. Sementara
itu, imam Asy-Syafi'i mengatakan berda-
maksudnya bukanlah gila, karena seandai- sarkan pendapat yang kuat bahwa ia wajib
nya maknanya adalah gila, kemudian ia
melakukan zhihaar ketika dalam keadaan membayar empat kafarat.
gila, tentu tidak ada konsekuensi hukum
apa pun baginya. |ika ada seorang laki-laki berkata

Mu zha ahiratau suami yang melakukan kepada empat orang perempuan, "fika

zhihaar terhadap istrinya, tidak boleh aku menikahi kalian, kalian bagiku adalah
mendekati istrinya, menyetubuhi dan
seperti punggung ibuku," lalu ia menikahi
tidak pula bersenang-senang dengannya,
salah satunya, ia tidak boleh mendekatinya
hingga ia membayar kafarat, menurut
hingga ia membayar kafarat, kemudian
jumhur. Sedangkan menurut pendapat untuk sumpah pada ketiga perempuan
imam asy-Syafi'i, hubungan badan pada
sisanya adalah gugur dari dirinya.
malam hari tidak sampai memutus
fika ada seorang suami berkata kepa-
tataabu'pada puasa kafarat yang sedang da istrinya, "Kamu bagiku adalah seperti
dilakukan dan tidak pula haram. punggung ibuku dan kamu tertalak tiga,"

Barangsiapa yang melakukan per- talak dan zhihqar kedua-duanya jatuh
dan berlaku mengikat bagi dirinya, dan
setubuhan sebelum ia membayar kafarat, ia tidak membayar kafarat hingga ia me-
nikahinya kembali setelah sebelumnya
ia tetap hanya berkewajiban membayar si istri menikah dengan laki-laki lain dan
satu kali kafarat saja menurut jumhur. diceraikan. Ketika ia menikahinya kem-

Sementara itu, ada sebagian ulama (yaitu bali, ia tidak boleh menyetubuhinya hing-
Mujahid, Qatadah, dan Abdurrahman bin ga ia membayar kafarat terlebih dahulu.
Menurut ulama Malikiyyah, istri yang ter-
Mahdi) mengatakan, ia berkewajiban talak final yang tidak bisa ada lagi rujuk di

membayar dua kali kafarat. Dalil jumhur

adalah bahwa ayat yang ada menunjukkan

bahwa muzha ahirwaj ib membayar kafarat

sebelum al-Aud [rujuk). Sementara kasus
tersebut tidak memenuhi syarat qabliyyah

-fArsrR AL-MUNIR IILID 14

dalamnya tidak lagi bisa menerima talak langkah untuk menghalangi di antara ke-
duanya agar jangan sampai terjadi per-
dan zhihaar.
setubuhan di antara keduanya, dan me-
3, Kafarat zhihaar adalah wajib secara ber-
urutan, yaitu yang pertama adalah me- maksa suami untuk membayar kafarat.
merdekakan budak. Kemudian, jika tidak
mampu, baru beralih ke bentuk kafarat 5. Menurut ulama Hanafiyyah, memerdeka-
kan budak kafir dan budak yang tidak lagi
yang kedua, /aitu puasa dua bulan ber- murni seperti budak mukaatib dan yang
lainnya sudah mencukupi. Sedangkan me-
turut-turut. Kemudian, jika tidak mampu,
baru beralih ke kafarat yang ketiga, yaitu nurut ulama madzhab yang lain, budak

memberi makan enam puluh orang yang dimerdekakan haruslah budak yang

miskin. Mukmin, tidak boleh selain budak Mukmin.

Pembayaran kafarat itu adalah se- Menurut imam asy-Syafi'i, memerdekakan
budak mukaatib adalah tidak cukup.
belum at-Tamaass, yaitu kembali me-
lakukan hubungan badan (jima') dan Barangsiapa yang tidak menemukan
hal-hal yang menjadi pembuka jima'
budak dan tidak pula memiliki harta yang
menurut ulama Hanafiyyah. Sedangkan
menurut ulama Syafi'iyyah, at-Tamaass bisa digunakan untuk memerdekakan
maksudnya hanyalah persetubuhan saja
(jima'). fika ia melakukan jima' sebelum budak, atau ia memiliki budak namun ia
membayar kafarat, maka ia hanya tetap sangat membutuhkannya untuk melayani
dan membantunya, atau ia memiliki harta
berkewajiban membayar satu kafarat saja
yang cukup untuk digunakan memer-
menurut pendapat kebanyakan ulama se- dekakan budak namun ia sangat mem-
butuhkan harta itu untuk kebutuhan naf-
bagaimana yang sudah pernah disinggung kah hidupnya, atau ia memiliki rumah

sebelumnya. namun itu adalah rumah satu-satunya

4. AI-Aud yang disebutkan dalam ayat dan harta satu-satunya yang ia miliki, ia
boleh membayar kafarat dengan puasa
{,.,r,; q ,ts3r. il} maknanya menurut menurut imam asy-Syafi'i. Sementara itu,
imam Abu Hanifah mengatakan, ia tidak
ulama Hanafiyyah dan ulama Malikiyyah boleh membayar kafarat dengan puasa,

adalah berazam untuk menyetubuhi atau tetapi tetap harus dengan memerdekakan
budah meskipun dirinya membutuhkan
keinginan menyetubuhi. Sedangkan me-
harta yang ia miliki itu. Imam Malik
nurut ulama Hanabilah adalah menye-
tubuhi pada kemaluan. Sementara me- mengatakan, jika ia memiliki rumah dan
nurut madzhab Syafi'iyyah, maksudnya
seorang pembantu, ia wajib membayar
adalah tetap mempertahankan istri
setelah zhihaar padahal ia kuasa dan kafarat dengan memerdekakan budak.
fika ia tidak mampu untuk memerdekakan
mampu untuk melakukan talah namun ia
budak, ia membayar kafarat dengan
tidak melakukannya.
Pendapat yang kuat adalah bahwa istri berpuasa dua bulan berturut-turut.

yang dizhihoar tidak boleh membiarkan 6. Tataabu' [tersambung, berturut-turut)
suami mendekati dirinya sampai suami adalah syarat untuk puasa kafarat. fika ia
membayar kafarat. fika suami memiliki berbuka tanpa uzutl itu memutus tataabu'
tanda-tanda tidak serius untuk membayar sehingga ia harus mengulang kembali dari
kafarat, dalam hal ini, imam mengambil

awal. Namun jika ia berbuka karena uzur membayar kafarat. Orang yang tidak mem-
seperti bepergian atau sakit, menurut
ulama Malikiyyah dan ulama Hanabilah, benarkan, tidak memercayai dan meng-
ingkari hukum-hukum Allah SWI baginya
hal itu tidak sampai memutus tataabu',
ada adzab fahannam.
sehingga ia tinggal melanjutkan kembali.
Sedangkan menurut ulama Hanafiyyah Ini adalah dalil yang menunjukkan
bahwa amal masuk ke dalam cakupan
dan ulama Syafi'iyyah, hal itu memutus
iman. Karena Allah SWT memerintahkan
tataabu' sehingga ia harus mengulang
amal-amal tersebut, dan menerangkan
kembali dari awal. Akan tetapi, menurut
mereka, tataabu' tidak terputus karena bahwa Dia memerintahkan hal itu kepada
mereka supaya dengan mengerjakan
haid, nifas, atau gila.
amal-amal itu mereka menjadi orang-
Menurut jumhu4, tataabu' terputus orang Mukmin. Ayat ini menunjukkan
dengan melakukan persetubuhan, baik
bahwa amal adalah bagian dari iman.
pada malam hari maupun siang hari, ber-
Sementara itu, ada sebagian ulama
dasarkan ayat (u1rii Ji F oy.sedangkan
yang menolak dan tidak setuju pandangan
menurut ulama Syafi'iyyah, tataabu' tidak di atas dengan mengatakan bahwa di sini

terputus dengan persetubuhan pada ma- Allah SWT tidak berfirman, (it $1. '4;\
lam hari karena waktu malam bukanlah
(hal itu supaya kalian beriman kepada
waktu untuk puasa.
Allah SWT dengan mengerjakan amal-
7. Menurut imam Malih imam asy-Syafi'i amal tersebut). Ar-Razi menyanggah
pendapat ini dengan mengatakan bahwa
dan imam Ahmad, memberi makan makna ayat ini adalah "ltu supaya kalian
kurang dari enam puluh orang miskin
beriman kepada Allah SWT dengan
adalah tidak mencukupi. Sementara itu, mengakui dan mengikrarkan hukum-
imam Abu Hanifah dan rekan-rekannya
mengatakan, jika ia memberi makan satu hukum tersebut."
orang miskin selama enam puluh hari
ey"t {i"r] )ti u;6ts.i it 3rL ci.}y
sebanyak setengah shaa' setiap harinya,
menunjukkan bahwa mereka harus taat
itu sudah mencukupi baginya.
bahwa adzab adalah bagi orang yang
B. Sesungguhnya kafarat zhihaar adalah mengingkari, mendustakan dan tidak

bentuk keimanan kepada Allah SWT ber- memercayai hukum-hukum tersebut.

dasarkan ayat {lp-t: gL,. ti{,{!} yakni ANCAMAN BAGI ORANG.ORANG YANG

supaya kalian taat kepada Allah SWT men- MENENTANG ALLAH SWT DAN RASUL.NYA
junjung tinggi dan menghormati batasan-
Surah al-Mulaadllah Ayat 5 - 7
batasan kafarat dan tidak melanggarnya.
e<;5t -.5 g$ u?ri A'iift eJ 'tty
Membayar kafarat disebut sebagai bentuk
ketaatan, dan sikap memerhatikan dan 4'o'i;i {rrs aiSY W' A-u$t is
menjunjung tinggi batasan, aturan, dan
'^+AWt;e&WA)&"fj0
ketentuan sebagai keimanan. Itu adalah
batasan-batasan Allah SWT antara ke- P"i,'j 5 ffi't;A r* ;Y Av"* X

maksiatan kepada-Nya dan ketaatan

kepada-Nya. Kemaksiatan kepada-Nya
adalah tindakan melakukan zhihaar, se-
dangkan ketaatan kepada-Nya adalah

TAFSIRAL.MUNIR JITID 14

;1 u rKru',.$t o.6 dat ev'ka memiliki makna mutanaaiiina forang-orang
yang melakukan pembicaraan rahasia dan
|s:S; fi >c';*t #$s i* "t'il *.u tertutup). Asumsinya adalah maayakuunu min
6'*" \3( v ;i;, v igi,tTsirt! --y
mutana aj iina tsal a ats atin.
W,6&tt"il*"Htit6iv.N"
Balaaghah
"Sesungguhnya orang- orang yang menentang
[',st it ni.u.s j:i {;y ai antara kedua kata
Allah dan Rasul-Nya pasti mendapat kehinaan
sebagaimana kehinaan yang telah didapat oleh ini terdapat ath-Thibaaq karena makna kata

orang-orang sebelum mereka. Dan sungguh, Kami adnaa adalah aqall.
telah menurunkan bukti-bukti yang nyata. Dan
Mufradaat LughawWah
bagi orang-orang yang mengingkarinya akan
{jr3(} menentan& melawan' Al'
mendapat adzab yang menghinakan. Pada hari
Muhaaddah asalnya adalah bermaknya al-
itu mereka semuanya dibangkitkan Allah, lalu Mumaana'ah. AbBawwaab atau penjaga pintu

diberitakan-Nya kepada mereka apa yang telah disebut, Al-Haddaad. {',,{} dihinakan. -f sy
mereka kerjakan. Allah menghitungnya (semua 4* e rir sebagaimana orang-orang yang

amal perbuatan itu), meskipun mereka telah sebelum mereka dihinakan karena tindakan

melupakannya. Dan Allah Maha Menyaksikan mereka menentang dan melawan rasul-rasul
segala sesuatu. Tidakkah engkau perhatikan mereka. Mereka itu adalah orang-orang kafir
bahwa Allah mengetahui apa yang ada di langrt
dari umat-umat terdahulu.
dan apayangada dibumi? Tidak adapembicaraan
rahasia antara tiga orang, melainkan Dialah yang 4:q ",i) dii IrF Kami benar-benar

keempatnya. Dan tidak adalima orang, melainkan telah menurunkan ayat-ayat yang jelas dan

Dialah yang keenarnnya. Dan tidak ada yang nyata yang menunjukkan dan membuktikan

kurang dari itu atau lebih banyak, melainkan Dia kebenaran Rasulullah saw dan apa yang

pasti ada bersama mereka di mana pun mereka beliau bawa. 4uast:3y dan bagi orang-orang

berada. Kemudian Dia akan memberitakan kafir yang mengingkari ayat-ayat tersebut. )
4U lt; ada adzab yang menghinakan yang
kepada mereka pada hari Kiamat apa yang telah
melenyapkan kemuliaan dan kesombongan
mereka kerjakan. Sesungguhnya Allah Maha
mereka.
Mengetahui segala sesuahl." (al-Muiaadilah: 5-7)

,'l ,i,' ,r'-.- .,,
((a; &/-, Pada hari di mana Allah
i;-y

SWT membangkitkan mereka semua tanpa

I'raab terkecuali atau membangkitkan mereka semua

. .'>!' ,r'.., .,' dalam keadaan berkumpul. 4t* , d,3F
{(+ W.t.. kata {ii,} adalah zharf
i'1y kemudian Allah SWT mengabarkan kepada
zamaan (kata keterangan waktu) yang

)berta'alluq dengan kata sebelumnya, yaitu mereka tentang amal-amal perbuatan mereka
{!1 VanS terdapat pada kalimat )ti ,idu.t$
di hadapan manusia, untuk menampakkan

{LJ bagi mereka adaadzabyang menghinakan keburukan keadaan mereka, mengukuhkan

pada hari itu. Atau di sini ada kata udzkuryang adzab mereka, sekaligus sebagai bentuk

disembunyikan. kmeecraemkaan. ,(l,lc,eliaua;n;_i| dan cercaan terhadap

4y m"u*dhaqa'i-fSit;a. ihui) kata 4arxy aiUaca iarr Allah SWT mengetahui

sebagai dan kata {a:-} adalah jumlahnya secara detail, lengkap, utuh, dan

mashdar. Atau dibaca iarr sebagai badal dan sempurna, tanpa ada sedikit pun yang luput

dari-Nya. (iily sedangkan mereka lupa mereka. 4* :".8 i' il} sesungguhnya Allah

terhadapnya karena begitu banyak jumlahnya, SWT Maha Mengetahui segala sesuatu secara

atau karena mereka meremehkannya. ;rrlf sama, baik yang tampak maupun tersem-

4y," *Y Allah SWT Maha MenYaksikan bunyi, pengetahuan-Nya tentang apa yang ter-
sembunyi sama persis dengan pengetahuan-
segala sesuatu, tanpa ada sesuatu apa pun Nya tentang apa yang tamPak.

yang luput dari-Nya. Persesualan Ayat

4} ltytidakkah kamu tahu. {.sej e'u&"Y Setelah menerangkan hukum-hukum

tidak ada suatu pembicaraan rahasia dan ter- zhihaar dalam syari'at Islam, mengecam, men-

tutup. Atau, tidak ada orang-orang yang me- cela, dan mencerca orang-orang yang me-
lakukan pembicaraan rahasia dan tertutup. lakukan zhihaar, serta memuji orang-orang

Berasal dari kata an-Naiwah yang berarti ta- Mukmin yang mematuhi, menjunjung tinggi,
dan tidak melanggar aturan, ketentuan dan
nah yang agak tinggi karena dua orang yang
melakukan pembicaraan rahasia dan tertutup batasan-batasan-Nya, Allah SWT menjelas-

pergi menyendiri di tanah yang agaktinggi. i1) kan apa yang menimpa pihak-pihak yang me-
nentang syari'at-Nya serta perintah-Nya dan
i(rnt, melainkan Allah SWT meliputi mereka perintah Rasul-Nya berupa kehinaan di dunia
dan adzab yang sangat hina dina di akhirat.
dengan ilmu-Nya. Yakni, melainkan ilmu
Hal ini diperkuat dengan ancaman keras
Allah SWT pasti meliputi mereka. {t' 'i1}
bagi mereka dengan menginformasikan bahwa
dan tidak pula pembicaraan rahasia di antara sesungguhnya Allah SWT Maha Menyaksikan,

lima orang {r"-:r i 'iD. Penyebutan dua Mengetahui, dan Mengawasi mereka dan

bilangan secara khusus di sini, yaitu tiga dan amal-amal mereka, tidak ada suatu apa pun
dari kondisi mereka baik yang tersembunyi
Iima, adakalanya karena menyangkut suatu
kejadian tertentu. Ayat ini turun menyangkut maupun yang tampak, yang terlewatkan
pembicaraan rahasia dan tertutup yang di-
dari-Nya dan berada di luar pengetahuan-
Iakukan oleh orang-orang munafik. Atau ka-
Nya. Allah SWT akan menampilkan semua itu
rena suatu pembicaraan musyawarah, pa- kepada mereka pada hari hisab dan membalas
mereka atas semua amal yang pernah mereka
ling tidak minimal mesti ada tiga orang, dua kerjakan.

orang sebagai dua pihak yang berposisi se- Tafslr dan Penlelasan

perti orang yang berselisih, sedangkan yang "Sesungguhnya orang'orang yang Ine'

satu lagi sebagai pihak penengah di antara nentang Allah dan Rasul-Nya pasti mendapat
kehinaan sebagaimana kehinaan yang telah
kbeicdauraanaynaa.n4ta4rta"j:um;3lai hityyadnagnktuiaradnagpdualari pem- didapat oleh orang-orang sebelum mereka."
yang (al-Muiaadilah: 5)

disebutkan itu, seperti satu dan aua. {ft ii} Sesungguhnya orang-orang yang melawan
atau yang lebih banyak dari jumlah itu. a '11)
Allah SWT dan Rasul-Nya, membangkang,
{;#;: melainkan Allah SWT pasti mengetahui menentan& dan melanggar syari'at Tuhan
apa mereka, mereka dihinakan, dilaknat, dan
yang sedang berlangsung di antara

mereka. (rjrr u ;iy ai mana pun mereka ber-

ada, karena ilmu Allah SWT mencakup segala

sesuatu dan tidak terbatasi dengan ruang dan

tempat. 4y1'r; '* a e. ;Y kemudian Allah

SWT menampakkan kepada mereka amal-

amal mereka, untuk membuka keburukan
mereka dan mengukuhkan balasan bagi

r,,"n"u"',""0.''n ,.*rt 470&,irri., *utt^ot-*'"t*1"'o t'

dihukum di dunia, sebagaimana orang-orang terhadap hukum Allah SWT. Adzab tersebut
adalah kehinaan dan kekalahan di dunia, dan
kafir dari umat-umat terdahulu sebelum
neraka fahannam di akhirat.
mereka dihinakan, disebabkan oleh sikap
"Pada hari itu mereka semuanya dibang-
mereka yang menentang dan membangkang
kitkan Allah,lalu diberitakan-Nya kepada me-
kepada syari'at Allah SWT. reka apa yang telah mereka keriakan. Allah
menghitungnya (semua amal perbuatan itu),
Peringatan ini benar-benar terwujud meskipun mereka telah melupakannya. Dan

dan terbukti dengan dihinakannya orang- Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu." (al'
orang musyrik dengan cara terbunuh, ter-
Muiaadilah:6)
tawan, mendapatkan kekalahan pada Perang
Ingatkan mereka terhadap hari itu, hal
Badar dan Khandaq. Hal ini secara implisit sebagai bentuk penegasan betapa luar biasa
mengandung berita gembira tentang per- dahsyatnya hari itu, dan beritahu mereka

tolongan dan kemenangan bagi orang-orang bahwa sesungguhnya bagi mereka ada adzab
Mukmin atas pihak-pihak yang memusuhi
mereka, sekaligus ancaman dan peringatan yang menghinakan pada hari di mana Allah
bagi setiap pemimpin kaum Muslimin yang
meninggalkan syari'at Ilahiah mereka dan SWT membangkitkan dan menggiring mereka
Iebih memilih untuk menerapkan undang-
undang dan hukum positif. semuanya mulai dari manusia terdahulu

Di antara ayat yang memiliki makna sampai manusia yang akan datang tanpa ter-
kecuali pada hari hisab. Mereka semua ber-
serupa adalah firman Allah SWT kumpul dalam keadaan yang sama, tanpa

"Dan barangsiapa menentang Rasul ada satu orang pun di antara mereka yang
tidak dibangkitkan. Kemudian, Allah SWT
(Muhammad) setelah ielas kebenaran baginya"'
(an-Nisaa':115) memberitakan kepada mereka tentang amal-
amal mereka yang buruk yang pernah mereka
"Yang demikian itu karena sesungguhnya
mereka menentang Allah dan Rasul-Nya." (al' kerjakan ketika di dunia, untuk menegakkan
dan menyempurnakan hujiah atas mereka.
Hasyr:4) Mereka tidak lagi bisa membantah, mengelak
dan protes, sebagaimana Allah SWT mem-
"Dan sungguh, Kami telah menurunkan beritakan kepada mereka tentang setiap
bukti-bukti yang nyata. Dan bagi orang-orang apa yang pernah mereka kerjakan berupa
yqng mengingkarinya akan mendapat adzab
yang menghinakan." (al-Muiaadilah: 5) kebaikan dan keburukan. Allah SWT merekam
dan mencatat semuanya secara akurat pada
Sungguh Kami benar-benar telah me-
nurunkan kepada manusia ayat-ayat yang lembaran-lembaran catatan amal mereka.
ielas dan nyata yang tidak ditentang kecuali
oleh orang kafir yang jahat, sombong, dan Mereka telah lupa terhadap apa yang pernah
mereka perbuat, sementara Allah SWT Maha
angkuh. Bagi orang-orang yang mengingkari Menyaksikan dan Maha Melihat. Tiada suatu
dan menolak ayat'ayat tersebut, yang som-
apa pun yang luput dari-Nya, tiada suatu
bong, angkuh, dan tidak sudi untuk meng-
ikuti syari'at Allah SWT dan tidak tunduk ke- apa pun yang berada di luar penglihatan dan
padanya, bagi mereka akan ada adzab yang pengawasan-Nya, dan tiada suatu apa pun

menghinakan, disebabkan oleh kekafiran me- yang Dia lupa terhadaPnya.
reka, kesombongan, dan keangkuhan mereka
Di sini secara tersirat juga terkandung

ancaman keras bagi setiap orang yang me-

lakukan perbuatan-perbuatan mungkar dan secara sembunyi-sembunyi maupun terbuka
yang luput dari-Nya. Ilmu Allah SWT meliputi
buruk.
segala sesuatu tanpa terkecuali, tanpa dibatasi
Kemudian, untuk mempertegas hal di
oleh waktu dan tidak pula terhalang oleh ruang
atas, Allah SWT menginformasikan ilmu-Nya
yang meliputi semua makhluk-Nya bahwa Dia dan tempat. Allah SWT senantiasa mendengar
Maha Menyaksikan, Melihat, dan Mengawasi
perkataan mereka, melihat dan menyaksikan
segala sesuatu, tempat mereka di mana pun itu. Di samping
itu, para rasul-Nya [malaikat) juga mencatat
"Tidakkah engkau perhatikan bahwa Allah
segala apa yang mereka bicarakan dan
mengetahui apa yang ada di langit dan apa bisikkan, di samping Allah SWT mengetahui
yang ada di bumi? Tidak ada pembicaraan
rahasia antara tiga orang, melainkan Dialah dan mendengarnya.
yang keempatnya. Dan tidak ada lima orang,
Sebab di balik penyebutan bilangan tiga
melainkan Dialah yang keenamnya. Dan tidak dan lima tanpa menyebutkan bilangan dua
dan empat, bisa jadi untuk menggambarkan
ada yang kurang dari itu atau lebih banyak,
melainkan Dia pasti ada bersama mereka di dan melukiskan sebuah realitas yang meniadi
mana pun mereka berada." (al-Muiaadilah: 7)
sebab dan latar belakang turunnya ayat ini,
Tidakkah kamu tahu wahai Nabi dan karena ayat ini turun menyangkut seiumlah
kalian semua bahwa sesungguhnya ilmu orang munafik yang berkumpul melakukan
Allah SWT luas tanpa batas, komprehensif
meliputi segala sesuatu di bumi dan langit, bisik-bisik dan pembicaraan rahasia dan
tanpa ada suatu apa pun yang tersembunyi tertutup dengan maksud ingin membuat

dari-Nya dan berada di luar pengetahuan-Nya. orang-orang Mukmin marah dan tersinggung,

Tiada pembicaraan rahasia dan tertutup di dan jumlah mereka antara tiga dan lima.
antara tiga orang atau lima orang melainkan Diriwayatkan dari Abdullah bin Abbas r.a.,
Allah SWT beserta mereka dengan ilmu-Nya,
menyaksikan dan mengawasi mereka, men- bahwasanya Rabi'ah bin Amx, Habib bin Amr
dengar perkataan mereka, rahasia mereka, dan Shafiran bin Umayyah pada suatu hari
bisik-bisik mereka dan pembicaran teftutup
berbincang-bincang. Salah satu di antara
mereka.
mereka berkata, "Menurutmu, apakah Allah
Tidak ada orang yang melakukan pem- mengetahui apa yang kita bicarakan?" Salah
bicaraan rahasia dengan jumlah yang lebih seorang yang lain menjawab, "Dia mengetahui

sedikit dari itu atau lebih banyak lagi dari sebagian dan tidak mengetahui sebagian."
itu berapa pun jumlahnya, puluhan, ratusan, Sementara yang satunya lagi berkata, "fika
ribuan atau jutaan melainkan Allah SWT
memang Dia mengetahui sebagian, berarti Dia
pasti Maha Mengetahui mereka semua, kapan bisa mengetahui semuanya." Lalu turunlah

pun, dan di mana pun. Allah SWT Maha ayat ini.

Mengetahui segala sesuatu, baik yang rahasia Atau bisa jadi karena berdasarkan pada
dan tersembunyi maupun yang tampak. Tiada
karakteristik musyawarah yang membutuhkan
suatu apa pun yang tersembunyi dari-Nya jumlah ganjil. Dua orang atau empat orang
dan berada di luar pengetahuan-Nya. Tiada mewakili kedua belah pihak yang berselisih
suatu apa pun dari bisik-bisik mereka dan
dan berbeda pendapat, sedangkan orang ketiga
pembicaraan rahasia dan tertutup mereka baik
atau orang kelima berposisi sebagai pihak

penengah atau mediator di antara mereka.

Allah SWT di sini menyebutkan jumlahtiga dan

lima untuk mengisyaratkan kepada individu-

individu dan kelompok-kelompok yang lain reka. Dipublikasikannya amal mereka itu akan
yang sebagiannya memerankan sebagai pihak menjadi kecaman, celaan, dan cercaan ter-
yang bersilang pendapat, dan sebagian yang hadap orang-orang yang berbisik-bisik dan
lain memerankan sebagai pihak penengah melakukan pembicaraan rahasia yang ber-
isikan kejelekan, maka[ dan tipu daya. Selain
atau mediator. itu untuk mempertegas hujjah sehingga tidak
ada lagi celah untuk mengelak, membantah,
Banyak ayat lain dalam Al-Qur'an yang
memiliki kandungan serupa, seperti firman menyangkal, dan memprotes. Allah SWT

Allah SIvlIT, Mahaluas ilmu-Nya tentang segala sesuatu dan
segala amal perbuatan, tiada suatu apa pun
"Tidakkah mereka mengetahui bahwa yang tersembunyi dari-Nya dan berada di luar
Allah mengetahui rahasia dan bisikan mereka, pengetahuan-Nya. Dia akan membalas mereka
dan bahwa Allah mengetahui segala yang atas semua amal-amal perbuatan mereka itu.
gaib?" (at-Taubah: 78)
Imam Ahmad mengatakan ayat ini dibuka
'Ataukah mereka mengira bahwa Kami dengan kata ilmu dan ditutup dengan kata
tidak mendengar rahasia dan bisikan-bisikan
mereka? Sebenarnya (Kami mendengar), dan yang sama.
utusan-utusan Kami (malaikat) selalu mencatat
di sisi mereka." (az-Zukhruf: B0) Flqlh Kehldupan atau Hukum-Hukum

Oleh karena itu, ulama tafsir berijma bah- Dari ayat-ayat di atas bisa diambil se-
wa yang dimaksudkan dengan ma'iyltah (Allah
jumlah kesimpulan sebagai berikut.
SWT beserta mereka) dalam ayat ini adalah
Allah SWT beserta mereka dengan ilmu-Nya. 7. Sesungguhnya setiap orang yang me-

Dalam artian, ilmu Allah SWT senantiasa me- langgar; menentang, dan membangkang
nyertai mereka, Allah SWT senantiasa me- terhadap syari'at Allah SWI, atau me-
ngetahui mereka. Tidak diragukan lagi bahwa
ini adalah yang dimaksud. langgar batasan-batasan-Nya, ia akan

Di samping Allah SWT mengetahui, memperoleh kehinaan di dunia dan adzab

mendenga4, dan melihat segala sesuatu, Dia yang menghinakan di akhirat.
juga senantiasa mengawasi dan menyaksikan
segala urusan makhluk-Nya, Ini secara tidak langsung merupakan

"Kemudian Dia akan memberitakan kepada sebuah berita gembira dari Allah SWT bagi
orang-orang Mukmin dengan pertolongan
mereka pada hari Kiamat apa yang telah dan kemenangan, sekaligus ancaman dan
mereka kerjakan. Sesungguhnya Allah Maha peringatan bagi orang-orang kafir dengan
hukuman yang keras.
Mengetahui segala sesuatu." (al-Muiaadilah:
7) 2. Pada hari di mana Allah SWT membang-

Kemudian Allah SWT mengabarkan kitkan kembali umat manusia laki-laki
dan perempuan mulai sejak dari awal
kepada para hamba-Nya yang melakukan umur dunia sampai akhir umur dunia,
bisik-bisik dan pembicaraan rahasia serta dari kubur mereka dalam satu keadaan.
para hamba-Nya yang lain tentang seluruh
amal-amal mereka pada hari Kiamat, supaya Allah SWT memberitakan kepada mereka
mereka mengetahui bahwa sesungguhnya tentang semua amal perbuatan yang per-
Allah SWT Maha Mengetahui tentang me- nah mereka kerjakan di dunia. Allah SWT

mendokumentasikan dan mencatatnya

dengan akurat di lembaran-lembaran ca-

14-TAFSIRAL-MUNIRIILID rriltt,G:;;b{}ri* surahaFMuJaadlrth

\---*--*

tatan amal perbuatan mereka, meskipun Ayat (i-1; ,,i E.lr ,i1) (sesu ngguhnya

mereka telah melupakannya. Hal itu su- Allah SWT Maha Mengetahui segala se-
paya Iebih kuat hujjahnya atas mereka, suatu) mengandung peringatan dan an-
caman agar jangan melakukan kemak-
sehingga tidak ada celah sedikit pun bagi siatan, sekaligus memberikan dorongan,
stimulasi, dan rangsangan untuk melaku-
mereka untuk menyangkal, mengelak, dan kan amal-amal ketaatan.

memprotes, Allah SWT Maha Mengawasi, 5. Yang dimaksud dari ayatyang menjelaskan

Maha Mengetahui, dan Maha Melihat, bahwaAllah SWT adalah yangkeempatdari
tiada suatu apa pun yang tersembunyi tiga orang yang melakukan pembicaraan
rahasia, yang keenam dari lima orangyang
dari-Nya. melakukan pembicaraan rahasia, dan
bahwa Dia beserta mereka adalah Allah
3. Tiada suatu apa pun di langit dan bumi SWT mengetahui pembicaraan mereka, isi
hati mereka, apa yang mereka rahasiakan,
yang tersembunyi dari Allah SYvlIT, baik sembunyikan dan tutup-tutupi serta apa
yang rahasia dan tersembunyi maupun
yang mereka tampakkan, seakan-akan
yang tampak. Setiap bisik-bisik atau pem-
Allah SWT hadir bersama mereka, namun
bicaraan rahasia dan tertutup di antara Allah SWT tersucikan dari ruang, tempat,
dan hadir secara visual.
dua orang, tiga orang, empat orang, lima
orang atau yang lebih sedikit dari itu atau HUKUMAN BAGI ORANG.ORANG YANG
MELAKUKAN PEMBICARAAN RAHASIA
yang lebih banyak lagi dari itu, Allah SWT UNTUK MEIAKUKAN KEJELEKAN
SERTAADAB DAN ETIKA MEIAKUKAN
mengetahuinya dan mendengar pem- PEMBICARAAN RAHASIA DATAM
bicaraan rahasia mereka itu. Hal ini se- AL.QUR.AN

bagaimana yang ditunjukkan oleh ayat,:I) Surah a!-Muiaadilah Ayat 8 - 10

i{,r" a, 3i yang dibuka dengan kata ilmu Vi,$,afLi &t*Wu$ Jy 'jA

dan diakhiri dengan kata yang sama. 'W cfur6 -r\^av;yt" -i'i,x;3 )rejzg

Pendengaran Allah SWT meliputi 61Vi\t6'5G *'Xfisrixt

setiap perkataan. Sebelumnya telah di- vftfr1*G6tr\ s$,3.Lie \At
sebutkan Allah SWT mendengar per- LFlv j-u,vvs Yfi1t {,;6 ;$itv;>tU

debatan seorang istri yang dizhihaar C eA(l 0 -;i9 ^$y-r:'it'a:f:v

oleh suaminya. Ilmu Allah SWT bersifat
komprehensif meliputi segala sesuatu

karena ilmu Allah SWT adalah ilmu
qadiim, Allah SWT Maha Mengetahui

segala pengetahuan.

4. Allah SWT mempertegas apa yang di-

sebutkan dalam ayat di atas dengan me-
nyatakan bahwa pada hari Kiamat Dia

akan mengabarkan kepada makhluk-Nya

tentang segala kebaikan dan kejelekan

yang pernah mereka kerjakan. Allah SWT

Maha Mengetahui segala sesuatu, Maksud-

nya adalah bahwa Allah SWT akan meng-

hisab umatmanusia atas semua amal-amal

perbuatan mereka dan membalas mereka

sebagaimana mestinya sesuai dengan apa

yang berhak mereka dapatkan.

*r rti 2{a, t$ g\ Ajtik) }Jt (.lrlf:

Ag;-lt,iulSd\'$'Ai,\ Nafi'membaca 1il.J;.

"Tidakkah engkau perhatikan orang-orang l'raab
yang telah dilarang mengadakan pembicaraan
rahasia, kemudian mereka kemb ali (mengerj akan) 44' e #';:W. iil;} kata {|il=}

larangan itu dan mereka mengadakan pem- adalah mubtada',sedangkan khab arnyaadalah

b icaraan rahasia untuk berbuat do s a, permusuhan, {.,<.}. Kalimat (61r":"} adalahTumlah fi'liyyah
dan durhaka kepada Rasul. Dan apabila mereka berkedudukan i'raab nashab sebagai haal dari
datang kepadamu (Muhammad), mereka meng-
ucapkan salam dengan cara yang bukan seperti kata (,&;!.

yang ditentukan Allah untukmu- Dan mereka Kalimat 4*4t "y,a:kVni di dalamnYa ada
mengatakan pada diri mereka sendiri,'Mengapa bi'sal mashiiru
Allah tidak menyiksa kita atas apa yang kita kata yang dibuang, fa
katakan itu?' Cukuplah bagi mereka neraka
lahannam yang akan mereka masuki. Maka Jahannamu.

neraka itu seburuk-buruk temPat kembali. Wahai Mufrcdaat Lu$hawfiah
orang-orang yang beriman! Apabila kamu meng-
adakan pembicaraan rahasia, janganlah kamu (; dty tiaatkah kamu lihat dan perhatikan.
membicarakan perbuatan dosa, permusuhan orang-orang yang dilarang
dan durhaka kepada Rasul. Tetapi bicarakanlah (.si3r f t; rjr)
tentang perbuatan kebajikan dan takwa. Dan ber-
takwalah kepada Allah yang kepada-Nya kamu melakukan pembicaraan rahasia. Mereka
akan dikumpulkan kembali. Sesungguhnya pem-
bicaraan rahasia itu termasuk (perbuatan) setan, itu adalah orang-orang Yahudi dan orang-
agar orang-orang yang beriman itu bersedih hati,
orang munafik yang melakukan pembicaraan
sedang (pembicaraan) itu tidaklah memberi
rahasia dan tertutup di antara mereka untuk
bencana sedikit pun kepada mereka, kecuali mengadakan konspirasi terhadap orang-
orang Mukmin serta untuk memunculkan
dengan izin Allah. Dan kepada Allah hendaknya
keragu-raguan dan kegundahan dalam hati
orang-orang yang beriman bertawakal." (al-
mereka. Rasulullah saw. melarang mereka, na-
Mujaadilah: 8-f 0)
mun kemudian mereka kembali melakukan
Qlraa'aat
(1c... t9t.+...\ ;f: perbuatan yang sama {liy} mereka melaku-
Hamzah membaca Q*i"i).
kan pembicaraan rahasia yang itu merupakan
4{i;t3yl
Ditulis dengan huruf ta'. Ibnu Katsir; sebuah tindakan kemaksiatan, kedurhakaan
Abu Amc dan al-Kisa'i mewaqafkannya
dan dosa. {.rrliir;} dan tindakan permusuhan
dengan huruf ha', Sedangkan imam yang lain terhadap orang lain. {,.]"11r :;:;;ty serta saling
mewaqaJkannya dengan huruf ra'. berpesan untuk membangkang, menentang,

{\-.J;/}: dan melawan Rasulullah saw..

Warsy, as-Susi, dan Hamzah ketika waqaf (iirr ". e&li ? a;:; atj; s11\ dan jika me-

membaca 1.rJ;. reka datang kepadamu wahai Nabi, mereka

mengucapkan salam yang diplesetkan dengan

berkata As-Saam 'alaika yang berarti ke-

binasaan atas kamu. Atau An'im shabaahan.

Padahal Allah SWT berfirman dalam surah

an-Naml ayat 59, $,iL;t ,rit ::? ;; iJ;:\ @an

kesejahteraan atos hamba'hamba-Nya yang

dipitih-Nya). Kalimat {JFF mereka berbicara

kepadamu dengan mengucapkan tahiyyat

14 ,* rJffiBu*uTTlll*1:YYj'-l f ll]?
, ,,,,,,,,.,,,,,,,,,,,,., , ,.,***,u,, ,* -.... .......-.. . .. --. . - -...-.. -.j.,l"n "'I,l""d*l

(salam). Kalimat at-Tahiyyaatu lillaahi, mak- 43*pt f i$ it,-J'ip maka hanya kepada

ijl;pnanya adalah kekekalan bagi Allah SWf. Allah SWT semata hendaknya orang-orang
$e:i; dan mereka berkata di antara sesama Mukmin bertawakal, memasrahkan urusan
mereka. (lr- t nr fi;j ii) mengapakah Allah kepada-Nya, mengabaikan, dan tidak usah
memedulikan pembicaraan rahasia orang-
tidak mengadzab kita oleh sebab perkataan
tahiyyat (salam) kita, seandainya memang orang munafik itu.

Muhammad benar seorang Nabi? {& ;il;} Sebab Turunnya Ayat (8)
cukuplah bagi mereka adzab fahannam. )
Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari
(A}U- mereka memasukinya dan mengalami
Muqatil bin Hayyan, ia berkata, "Dulu, ter-
penderitaan panasnya. 44t ,i+) seburuk- jadi kesepakatan damai antara Rasulullah
saw. dan kaum Yahudi. Lalu jika ada salah
buruk tempat kembali adalah |ahannam.
seorang sahabat lewat, orang-orang Yahudi
(l;lt *i*;;i ,:r,,Jr; ;jr, r;u; >iJ) maka
duduk berkumpul melakukan bisik-bisik
janganlah kalian melakukan pembicaraan dan pembicaraan rahasia di antara mereka,
rahasia karena hal itu adalah perbuatan dosa hingga sahabat itu berprasangka bahwa me-

dan tindakan permusuhan dan kedurhakaan reka sedang melakukan pembicaraan rahasia
kepada Rasul, seperti yang dilakukan oleh untuk merencanakan pembunuhan terhadap-
nya atau merencanakan sesuatu yang tidak
orang-orang munafik. {rs$r: ')u 4:6}\ dan
baik terhadap dirinya. Rasulullah saw me-
lakukanlah pembicaraan rahasia dalam larang mereka melakukan bisik-bisik dan
rangka untuk melakukan kebajikan dan ke- pembicaraan rahasia seperti itu. Namun, me-

takwaan, pembicaraan rahasia tentang hal reka tetap saja melakukannya. Allah SWT pun

yang mengandung kebaikan bagi orang-orang menurunkan ayat ini.

Mukmin dan penjagaan diri dari sikap durhaka Imam Ahmad, al-Bazzar, dan ath-Thabrani

kepada Rasulullah saw..(j1!i g\ oit'ir t$tt]g meriwayatkan dengan sanad jayyid dari
Abdullah bin Amr r.a., bahwasanya orang-
dan bertakwalah kalian kepada Allah SWT
Yang kepada-Nya-lah kalian dihimpunkan, orang Yahudi berkata kepada Rasulullah saw.
ucapan salam yang diplesetkan, Saam'alaika.
bertakwalah kalian kepada-Nya dalam setiap
Kemudian mereka berkata dalam hati atau di
apa yang kalian lakukan dan kalian hindari, antara sesama mereka, "Mengapakah Allah
karena Dia pasti akan membalas kalian atas
tidak mengadzab kita atas apa yang kita
hal itu.
ucapkan itu." Lalu turunlah ayat berikut ini,
{9tt.+J' t ,sfri dl} sesungguhnya
{nrr.r; nrt; rji* t:yr\.
pembicaraan rahasia yang dilakukan dalam
Abdullah bin Abbas r.a. dan Mujahid
rangka untuk berbuat dosa dan permusuhan
mengatakan, ayat ini turun menyangkut
tidak lain adalah dari setan. Karena setan lah
orang-orang Yahudi dan orang-orang munafik.
yang menjadikannya tampak baik dan indah,
Mereka berbisik-bisik dan melakukan
dan setanlah yang mendorong dan memprovo- pembicaraan rahasia di antara mereka,

kasi untuk melakukannya. {r;r iit ;t':nl\ untuk memandangi orang-orang Mukmin dengan
pandangan sinis dan mencurigakan, serta
menjatuhkan orang-orang yang beriman ke
saling mengedip-ngedipkan mata di antara
dalam kesedihan dan kegundahan hati dengan

memunculkan bisikan-bisikan dan pikiran

yang bukan-bukan. (rl+ C:r?,Ay sedang setan

tidak bisa menimbulkan mudharat terhadap

orang-orang Mukmin. (i' yit iy| melainkan

dengan izin dan kehendak Allah SWT.

TArsrRAr-MUNIR JITID 14

mereka. fika orang-orang Mukmin melihat kepadaku, 'fangan kamu berkata seperti itu
Aisyah karena sesungguhnya Allah SWT tidak
bisik-bisik dan pembicaraan rahasia orang- menyukai kata-kata keii dan perbuatan saling
orang Yahudi dan orang-orang munafik itu, melontarkan kata-kata keji.' Lalu aku berkata,
orang-orang Mukmin itu pun berpikiran dan 'Wahai Rasulullah, memangnya aku tidak tahu
menduga yang bukan'bukan seperti berkata, apa yang mereka ucapkan itu?'Beliau berkata,
"Kami tidak melihat mereka melainkan telah 'Tidakkah kamu tahu jawabanku terhadap per-
sampai kepada mereka berita bahwa para kataan mereka itu?'Aku menjawabnya dengan
kerabat dan saudara-saudara kami yang ikut berkata, 'wa 'alaikum" (dan atas kalian iuga.
dalam pasukan yang diutus dalam sebuah misi Yakni, kebinasaan dan kematian atas kalian
militer telah terbunuh, mati, tertimpa musibah juga)J Dan turunlah ayat ini menyangkut hal
atau kalah." Hal itu sangat mengganggu pikiran
itu."82
mereka dan menyebabkan hati mereka gundah
Ayat (10)
dan sedih. Mereka terus dihantui perasaan
sedih seperti itu hingga rekan-rekan dan para Ibnu )arir meriwayatkan dari Qatadah,
ia berkata, "Orang-orang munafik berbisik-
kerabat mereka kembali pulang dari misi
bisik dan melakukan pembicaraan rahasia di
militer. Ketika hal seperti itu terus saja teriadi antara mereka. Hal itu membuat orang-orang
dan berulang, mereka pun mengadu kepada
Rasulullah saw. Beliau menyuruh orang-orang Mukmin merasa terganggu, tidak nyaman,

Yahudi dan orang-orang munafik itu agar dan terasa berat bagi mereka. Lalu Allah SWT
menurunkan ayat ini."
jangan melakukan bisik-bisik dan pembicaraan
Persesualan Ayat
rahasia seperti itu lagi. Namun mereka tidak
Setelah menegaskan ilmu Allah SWT
juga mau menghentikan perbuatan itu dan tentang segala sesuatu bahwa Dia Maha

tetap saja melakukannya. Lalu Allah SWT pun Mengetahui segala sesuatu, termasuk hal-
hal yang bersifat rahasia dan pembicaraan
menurunkan ayat ini.81
rahasia, selanjutnya di sini Allah SWT
Ayat (8)
"Dan apabila mereka datang kepadamu menerangkan keadaan dan tingkah orang-
orang yang dilarang melakukan bisik-bisik
(Muhammad), mereka mengucapkan salam dan pembicaraan rahasia, namun mereka
dengan cara yang bukan seperti yang di- tetap kembali melakukannya dan tidak mau
tentukan Allah untukmu,"
berhenti dari perbuatan itu. Mereka itu adalah
Diriwayatkan dari Aisyah r.a., ia berkata, orang-orang Yahudi dan orang-orang munafik.
'Ada sejumlah orang Yahudi datang menemui Juga tentang ucapan salam mereka kepada
Nabi Muhammad saw dengan bentuk ucapan
Rasulullah saw., lalu mereka mengucapkan yang buruk dan diubah dengan berkata kepada
salam yang diplesetkan kepada beliau, As- beliau, As-Saam'alaika, yang berarti kematian
Saam'alaika wahai Abul Qasim,' (kematian dan kebinasaan atas kamu. Serta ancaman
masuk neraka fahannam bagi mereka'
dan kebinasaan atas kamu wahai Abul Qasim).
Lalu aku menjawab perkataan mereka itu, 82 Asbaabun Nuzuul,karya an-Naisaburi, hlm. 233. Hadits ini
'As-Saam'alaikum wa fa'alallaahu bikum' (ke'
matian dan kebinasaan iuga atas kalian dan diriwayatkan oleh lbnu Abi Hatim.
semoga Allah SWT melakukan tindakan ter'
hadap kalian). Lalu Rasulullah saw. berkata

8l Asbaabun Nuzuul, karya an-Naisaburi, hlm. 233.

TAFSIRAL-MUNIR JILIp 14 t,{+ -/--------.}u surah at.MuJaadltah

Kemudian, Allah SWT menjelaskan adab saling berpesan, bersepakat dan berkomplot
dan etika berbisik-bisik atau pembicaraan untuk menentang Nabi Muhammad saw. dan
melakukan pembangkangan terhadap beliau.
rahasia dan tertutup, seperti tidak boleh
berbisik-bisik dan melakukan pembicaraan "Dan apabila mereka datang kepadamu
rahasia dalam rangka untuk berbuat dosa, (Muhammad), mereka mengucapkan salam de-
ngan cara yang bukan seperti yang ditentukan
kemkasiatan, keburukan, permusuhan, me- Allah untukmu." (al-Muiaadilah: B)
nyakiti orang lain, dan setiap hal yang men-
dorong kepada perbuatan untuk menzalimi fika orang Yahudi datang kepadamu,
orang lain. f uga berbisik-bisik dan pembicaraan
mereka mengucapkan salam kepadamu dengan
rahasia itu haruslah dalam rangka untuk
ucapan salam yang buruk dan diplesetkan yang
berbuat amal kebajikan, ketaloraan, ke-
sama sekali tidak digunakan Allah SWT dalam
baikan, hdl-hal positif, dan hal-hal yang bisa
mengucapkan salam kepadamu, yaitu mereka
memelihara diri dari neraka berupa amal-
mengucapkan kepadamu ucapan salam
amal ketaatan dan menjauhi kemaksiatan-
yang diubah, As-Saam 'alaika. Secara zahi4
kemaksiatan. seakan-akan yang mereka inginkan dengan

Tafslr dan Penlelasan ucapan ini adalah mengucapkan salam kepada

"Tidakkah engkau perhatikan orang -orang Rasulullah saw.. Namun sejatinya yang mereka
yang telah dilarang mengadakan pembicaraan
rahasia, kemudian mereka kembali (menger- maksudkan adalah kematian dan kebinasaan
jakan) larangan ifu." (al-Muiaadilah: 8)
atas beliau. Rasulullah saw. menjawabnya, wa
Tidakkah kamu lihat dan perhatikan
'alaikum.
wahai Nabi, orang-orang yang kamu larang
Dalam Shahih Bukhari dan Shahih
melakukan bisik-bisik dan pembicaraan
diriwayatkan dari Aisyah r.a.,
rahasia dalam kerangka kejelekan, kemudian
mereka tetap kembali melakukan apa yang jq &'iu:lr :rjul )At q uu EX dt
kamu telah melarang mereka melakukannya
itu. ,J--u, |*e il6 ,F "*: :Jr-,-ujr qi

Mereka itu adalah orang-orangYahudi dan Jt;; ,$:li +r nt #3 irtr {,;;i
orang-orang munafik sebagaimana yang telah *te t",ts$ ir otl-rt.' t
*)elt ,qlu, tt ,gar,,.:)!,
disebutkan pada sebab dan latar belakang W:t;A . olo..

turunnya ayat di atas. ,-ijrJlJ

"Dan mereka mengadakan pembicaraan ,#dt 3cr v . l:. lI :W \ , tiu:lr
rahasia untuk berbuat dosa, permusuhan, dan
durhaka kepada Rasul." (al-Muiaadilah: B) it J;'rJw

Mereka berbisik-bisik atau melakukan rt;':r;;'i1;y t{, :i ,}u;'it sjl;,#,
pembicaraan rahasia dan tertutup di antara
mereka dalam kerangka sesuatu yang itu Li ;;(i,, : a;:- ?
merupakan kemaksiatan dan dosa, seperti "Bahwasanya ada sejumlah orang Yahudi

berbohong, menyakiti orang lain, menzalimi datang menemui Rasulullah saw., lalu mereka ber-
orang lain, memusuhi orang-orang Mukmin,
kata kepada beliau ucapan tahiyyat yang dipleset-

kan, As-Saam'alaika wahai Abul Qasim) (yang
artinya adalah kematian, dan kebinasaan atas
kamu wahai Abul Qasim). Lalu Rasulullah saw.

..s:'t:"f:T'r.,f..:,11:"1. - -" ii .... ,-r{{,. .i:;;i;;; r}ri,, ". }Fs1}AL-tH:R)lll:13

menjawabnya dengan,'wa' alaikum.' Dan Aisyah dan kebinasaan atas mereka sekarang. Mereka

r.a. Pun menjawab perkataan mereka itu, As- masuk neraka fahannam itu, merupakan

Saam hlaikum wa lalanakumullaahu wa ghadhiba seburuk-buruk tempat kembali dan tempat

'alaikum' (kematian dan kebinasaan juga atas tujuan adalah fahannam itu.
kalian, dan semoga Allah SWT melaknat kalian Selanjutnya, Allah SWT menjelaskan adab
dan murka terhadap kalian). Lalu Rasulullah
dan etika bisik-bisik dan pembicaraan rahasia,
saw. berkata, 'Wahai Aisyah, bersikaplan lembut sehingga orang-orang Mukmin tidak meniadi
dan santun, janganlah kamu bersikap kasar, ber- seperti orang-orang Yahudi dan orang-orang
munafik itu,
kata kasar dan kejt Lalu aku berkata, 'Wahai
Rasulullah, tidakkah anda mendengar mereka "Wahai orang-orang yang beriman! Apa-
mengucapkan, As-Saam?' Lalu beliau berkata, bila kamu mengadakan pembicaraan rahasia,
janganlah kamu membicarakan perbuatan
'Dan tidakkah kamu mendengar jawabanku tadi dosa, permusuhan dan durhaka kepada Rasul."
kepada mereka? Aku meniawabnya dengan ber- (al-Muiaadilah: 9)
kata, "wA 'alaikum' (dan atas kalian juga. Yakni,
kebinasaan dan kematian atas kalian juga)." Lalu Wahai orang-orang Mukmin Yang ke-
Allah SWT menurunkan ayat yang berbunyi ti11\ imanan kalian menghendaki dan menuntut
kalian untuk mematuhi perintah Allah SWT
{.hr.,, sg.i lL !'ri !r;t;. dan menjauhi setiap hal yang bertolak be-

Sedangkan Allah SWT berfirman dalam lakang dengan keimanan yang benar; apabila
kalian melakukan bisik-bisik dan pembicaraan
ayat lima puluh sembilan surah an-Naml, i>i-])
rahasia di antara sesama kalian, janganlah
4,s-)t 9 uy ,q.e;;, ul, ::?.,i; dan berfirman )
kalian melakukan seperti apa yang dilakukan
{#'6tu' oleh orang-orang bodoh dari kalangan orang
Yahudi dan orang munafik itu, yaitu berbisik-
"Dan mereka mengatakan Pada diri
bisik dan melakukan pembicaraan rahasia
mereka sendiri, "Mengapa Allah tidak menyiksa
dalam kerangka kemaksiatan dan dosa, me-
kita atas apa yang kita katakan itu?" (al-
Muiaadilah:8) nyakiti orang lain dan menzalimi mereka,

Mereka melakukan hal itu dan mereka serta menentang Nabi Muhammad saw dan
melakukan pembangkangan terhadap beliau
berkata kepada sesama mereka, "Seandainya sang pemimpin umat dan penyelamat umat

Muhammad memang benar seorang Nabi, dari kesesatan.

tentunya Allah mengadzab kita atas perkataan "Tetapi bicarakanlah tentang perbuatan
kita kepadanya itu yang berisikan pelecehan
kebajikan dan takwa. Dan bertalovalah
dan penghinaan kepad anYai'
kepada Allah yang kepada-Nya kamu akan
Kemudian, Allah SWT pun menjawab dan dikumpulkan kembali." (al'Muiaadilah: 9)

menanggapi perkataan mereka itu, dengan Lakukanlah pembicaraan tentang ketaatan
dan jauh dari kemaksiatan, tentang kebaikan
menegaskan bahwa fahannam sudah cukup dan ketakwaan kepada Allah SWT dalam se-
tiap apa-apa yang kalian lakukan atau kalian
bagi mereka, tinggalkan. Sesungguhnya hanya kepada-Nya-
lah kalian akan dikumpulkan pada hari Kiamat
"Cukuplah bagi mereka neraka Jahannam

yang akan mereka masuki. Maka neraka

itu seburuk-buruk tempat kembali." (al-

Muiaadilah:8)

Cukuplah bagi mereka itu adzab fahannam
sehingga tidak perlu lagi menimpakan siksaan

T'q'rsInAt-MuNtnltuo 14 tr*,*, 'r;6b,r,i., surahawulaadlleh

untuk proses hisab, Dia mengabarkan kepada kegundahan dengan memunculkan prasangka,
dugaan dan pikiran yang bukan-bukan bahwa
kalian tentang semua amal perbuatan dan per-
orang-orang kafir itu sedang membicarakan
kataan kalian, serta menghisab kalian atas
sebuah konspirasi dan rencana jahat.
semua itu dan membalas kalian sesuai dengan
Berbisik-bisik dan pembicaraan rahasia
apa yang berhak kalian dapatkan. Rasulullah yang dijadikan seolah-olah tampak indah

saw. bersabda, dan baik oleh setan itu sekali-kali tiada

,_o /, .,t)!>j .5-Ui )\1.i. ,i:: i".r:*'- ,-j,, menimbulkan mudharat terhadap orang-orang
c.,;Yl
.11: ,abU Mukmin kecuali dengan izin dan kehendak

' .i,tlFro-, .,,. jnl.i 3;o. o. Allah SWT.

$1.: c,,,LJla "Dan kepada Allah hendaknya orang-orang
tp.r;.a.o-.J
yang beriman bertawakal. (al-Muiaadilah:
"Jika kakan brrtigo', *oOo'1**lah dua
10)
orang di antara kalian berbisik-bisik tanpa yang
satunya lagi, hingga kalian bercampur dan ber- Hendaknya orang-orang Mukmin tidak
baur dengan orang banyak. Karena hal itu akan
membuat orang yang ketiga itu sedih, tersinggung usah memedulikan pembicaraan rahasia

dan merasa tidak nyaman."83 orang-orang kafir itu, dan hendaklah mereka
bertawakal kepada Allah SWT dengan me-
Kemudian, Allah SWT menjelaskan motif
pembicaraan rahasia orang-orang kafir dalam masrahkan urusan mereka kepada-Nya,
kerangka untuk kejelekan tersebut,
bersandar sepenuhnya kepada-Nya dalam
"Sesungguhnya pembicaraan rahasia itu segenap urusan-urusan mereka, memohon
termasuk (perbuatan) setan, agar orang-orang perlindungan kepada-Nya dari setan, dan tidak
yang beriman itu bersedih hati, sedang (pem-
bicaraan) itu tidaklah memberi bencana sedikit perlu memedulikan pembicaraan rahasia yang
dihiasi oleh setan hingga seakan-akan tampak
pun kepada mereka, kecuali dengan izin Allah.sa
indah dan baik di mata orang-orang kafir
(al-Muiaadilah: 10)
tersebut.
Sesungguhnya berbisik-bisik dan pem-
bicaraan rahasia dengan tujuan untuk per- Flqlh Kehldupan atau Hukum-Hukum
Ayat-ayat di atas menunjukkan sejumlah
buatan dosa, permusuhan, dan menyakiti orang
hal sebagai berikut.
lain serta durhaka kepada Rasulullah saw.
L. Sesungguhnya perilaku yang sudah men-
itu, tidak lain adalah dari bisikan dan godaan
setan yang berupaya menjadikan perbuatan jadi kebiasaan, ciri khas dan tipikal orang
itu tampak indah dan baih dengan maksud Yahudi adalah melawan norma-norma dan
untuk menyakiti orang-orang Mukmin serta menentang para nabi, melakukan kon-
menjatuhkan mereka ke dalam kesedihan dan spirasi, dan tipu muslihat, Engkau lihat

83 HR Ahmad, Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Ibnu Maiah, dan mereka berbisik-bisik dan melakukan
Abdurrazzaq dari Abdullah Ibnu Mas'ud r,a.
pembicaraan rahasia dengan tujuan untuk
B4 Alif lam pada kata, an-Najwaa di sini adalah alif lam lll melakukan keburukan dan permusuhan,
yakni kebohongan dan kezaliman, saling
'ahdr, sehingga yang dimaksudkan adalah an-Najwaa atau berpesan dan bersepakat untuk menen-
bisik-bisik dan pembicaraan rahasia dalam kerangka untuk tang dan melawan Rasulullah saw., serta
perbuatan dosa, permusuhan, dan menyakiti orang lain keluar dari jalan adab, etika, dan norma-
yang dihiasi oleh setan sehingga tampak baik dan indah di norma sosial.

mata mereka.

Mereka pun mengucapkan salam orang kafir dzimmi karena hal itu di-

kepada Nabi Muhammad saw. dengan perintahkan. Sementara itu, imam Malik
ucapan ucapan yang diubah, yaitu .As- dan imam asy-Syafi'i berpendapat bahwa
Saam'alaika. Secara zahi[ mereka seolah- itu adalah tidak wajib. Namun jika anda

olah seperti mengucapkan salam dengan menjawabnya, hendaklah dengan ucapan,
'alaika.
perkataan mereka itu. Namun seiatinya
Al-Qurthubi mengatakan, apa yang
yang mereka inginkan dari ucapan
itu adalah kebinasaan dan kematian. dikatakan oleh imam Malik itu lebih

Rasulullah saw. menjawab perkataan utama, mengikuti as-Sunnah. Tirmidzi
mereka itu dengan ucapan, 'alaikum, atau, meriwayatkan dari Anas r.a., bahwasanya

wa'alaikum. Rasulullah saw bersabda,

Mereka berkata, "Seandainya ,!l; :rjra :4t "t;i 6.G # \t\

Muhammad memang benar seorang Nabi, .aiY

tentu Allah tidak akan memberikan pe- "lika ada salah seorang Ahli Kitab
nangguhan adzab terhadap kami atas
mengucapkan salam kepada kalian, maka
perkataan pelecahan dan penghinaan
yang kami ucapkan kepadanya itu." jawablah, "alaika maa qulta,' (atas kamu juga

Mereka tidak tahu dan tidak menyadari apa yang kamu ucapkan)."
bahwa sesungguhnya Allah SWT Maha
Penyantun, tidak menyegerakan adzab 2. Allah SWT memerintahkan orang-
terhadap orang yang mengumpat dan
orang Mukmin agar jika berbisikbisik
mencaci-Nya, apalagi terhadap orang yang dan melakukan pembicaraan rahasi;a,

mengumpat dan mencaci maki Nabi-Nya. hendaklah itu dilakul<an untuk tuiuan

Diriwayatkan dalam sebuah hadits kebajikan dan ketakrruaan, yakni dalam
kerangka ketaatan dan menjauhkan diri
shahih, bahwasanya Rasulullah saw. ber-
dari apa yang dilarang oleh Allah SIV\IT.
sabda,
Allah SWT melarang orang-orang
orit",ki'tgri 6:ti ,v pi t;i't
Mukmin melakukan pembicaraan rahasia
it.#3ii ;1l;t-'" ,t';lti+vat li untuk tujuan kemaksiatan dan dosa, me-
nyakiti dan menzalimi orang lain. Karena
"Tidak ada yang lebih sabar dari Allah
mereka semua di akhirat kelak akan
Azza wa Jalla dalam menghadapi sikap-sikap
yang menyakitkan. Mereka menisbahkan istri dikurnpulkan kepada Allah SWT Yang akan
dan anak kepada-Nya, namun sungguh Dia membalas mereka atas apa yang mereka
tetap memberi mereka kesehatan dan rezeki." ucapkan dan apa yang mereka kerjakan.

Para ulama berbeda pendapat seputar 3. Sesungguhnya motivasi untuk melakukan

menjawab salam orang kafir dzimmi, pembicaraan rahasia dengan tujuan
apakah hukumnya wajib sama seperti kejelekan adalah ulah dari setan yang
menjadikan perbuatan itu terlihat baik
menjawab salam orang-orang Muslim dalam pandangan orang-orang kafir ter-
ataukah tidak. Dalam hal ini, Abdullah
bin Abbas r.a., asy-Sya'bi, dan Qatadah sebut, dengan maksud untuk menjatuhkan
berpendapat wajib menjawab salam dari
orang-orang Mukmin ke dalam kesedihan,

menyesatkan, dan membohongi pikiran

hutt*At-M'"'l]tl'?-1a-' -""""'* "",.uq"(f,JlI*b'-ut,,""""""""""""""" -- lI*l'-IYl??1111'L
\-_

mereka bahwa kaum Muslimin yang dengan orang yang meminta untuk bicara

tergabung dalam pasukan yang dikirim empat mata dengan dirinya.ss

dalam suatu misi militer mengalami Hal ini berlaku sama untuk jumlah

kemalangan, mereka menjadi sasaran berapa pun. fika ada lima orang, empat
konspirasi, tipu daya dan rencana jahat orang di antara mereka tidak boleh ber-
para musuh, menjadi mangsa orang-
orang kuat dan tertimpa malapetaka. bisik-bisik dan berbicara rahasia de-
Padahal sesungguhnya setan tidak bisa
ngan meninggalkan satu orang sendirian.
menimbulkan bahaya terhadap seseorang
Begitu juga, jika ada sepuluh orang atau
melainkan dengan kehendak, pengaturan,
bahkan seribu sekalipun misalnya. Karena
dan rencana Allah SIvl/T.
alasan di balik larangan yang ada tetap
Orang-orang Mukmin hendaklah
menyerahkan urusan mereka kepada terpenuhi pada satu orang yang ditinggal

Allah SWT Yang Mahakuat lagi Maha Ber- sendirian tanpa diajak bicara. Bahkan
alasan tersebut lebih kuat jika jumlah
kuasa, memasrahkan segenap urusan dan
orang yang ada semakin banyak.
perkara mereka kepada pertolongan-Nya,
fumlah tiga disebutkan secara khu-
memohon perlindungan kepada-Nya dari
sus dalam hadits di atas, hal itu di-
setan dan dari setiap keburukan. Karena
Allah SWT Yang menjadikan setan bisa sebabkan tiga adalah jumlah minimal
melakukan bisikan-bisikan dan godaan
untuk menguji hamba, dan seandainya yang memungkinkan munculnya alasan
berkehendak, niscaya Allah SWT men-
jauhkannya dari dirinya. larangan tersebut. Secara zahir hadits ter-
sebut bersifat umum mencakup semua
4. Di antara adab dan etika Islam, sebagai- zaman dan kondisi, dan ini adalah pendapat

mana keterangan dalam hadits Abdullah jumhu4, baik apakah pembicaraan rahasia
bin Mas'ud r.a. di atas, "jika kalian sedang
bertiga," adalah jika ada tiga orang, dua itu dalam rangka sesuatu yang sunnah,

orang di antaranya tidak boleh bisik-bisik mubah maupun wajib karena makna me-
atau mengadakan pembicaraan rahasia
di depan orang yang ketiga, hingga orang nyakiti hati dan menyinggung perasaan

ketiga itu datang orang yang bisa ia ajak mencakup semuanya.s6
bicara, sebagaimana yang dipraktikkan
oleh Abdullah bin Umar r.a.. Pada suatu ADAB DAN ETIKA MENGHADIR! MAJELIS
DALAM ISLAM
ketika, ia sedang berbincang-bincang
Surah al-Mulaadllah Ayat 11
dengan seseorang, lalu ada orang lain
;$r iWfiH'Ja$\W';5 6.q
datang yang ingin berbisik-bisik dan ber-
bicara empat mata dengannya. Namun Y3i6ffi\'J2rl6'"e1*t'td.L#u

Abdullah bin Umar r.a. tidak mau me- EUSt.t- j i' t33,;3v'foW-,;$A
):)
lakukannya hingga ia terlebih dulu &-
t;,Af<,O<J4l-.-b7rLt-t
memanggil orang keempat. Lalu ia berkata tLt-

kepada orang keempat itu dan orang yang 4tY
pertama, "Kamu berdua tunggu di sana."
85 AI-Muwaththa'.
Lalu ia baru mengajak bicara empat mata 86 Tafsir Al-Qurthubi, 17 /295.

TAFSTRAL-MUNrR )ILID

"Wahai orang-orang yang beriman! Apabila tanahha (bergeserlah menjauh dariku). Ada
dikatakan kepadamu, "Berilah kelapangan di
dalam majelis-majelis," maka lapangkanlah, nis- versi qiraa'aatyang membaca dalam bentuk
caya Allah akan memberi kelapangan untukmu.
mufrad, fil majelisi dan yang dimaksud adalah
Dan apabila dikatakan, "Berdirilah kamul'
jenis (com mon noun) #n ,,, e;F niscaYa
maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat
(derajat) orang-orang yang beriman di antaramu Allah SWT melapangkan untuk kalian dalam

d an o r ang- o r ang y ang dib er i ilmu b eb erap a d eraj at. rahmatnya, seperti tempat, dada, rezeki, surga,

Dan Allah Mahateliti aPa yang kamu kerjakan." dan yang lainnya.
(al-Mujaadilah: 1f)
('r.,-'h berdirilah untuk memberikan ke-

luasan dan ruang bagi orang-orang yang da-

tang. Atau, bergeserlah dari tempat. Dikatakan

Qlraa'aat imra'tun nasyizun, yang berarti istri yang men-

{Jt}' jauh dari suaminya (nusyuuz). (rriri) maka

Al-Kisa'i membaca dengan mengisymaam- segeralah kalian bangkit tanpa berlambat-

kan harakqt kasrah pada huruf qaf dengan lambat. 4t t;i r.,.tr 6t ei} Allah SWT me-

harakat dhammah. Sedangkan imam yang lain ninggikan dan memuliakin kedudukan orang-
membaca dengan harakat kasrah murni.
orang yang beriman dengan pertolongan, ke-
{,t*j'} dibaca:
1. <1,^.j'l dan ini adalah qiraa'aat Ashim. menangan, dan reputasi yang baik di dunia,
2. 1""1!-t) ini adalah qiraa'aat imam yang
serta menempatkan mereka di kamar-kamar
lain.
surga kelak di akhirat. $:sr; 74t r jti rjrl| dan
{,r,.U rr;lr} dibaca:
Allah SWT meninggikan dan memuliakan para
1. 11;;s tlp9 ini adalah qiraa'aat Nafi', Ibnu
ulama dan orang-orang yang berilmu di antara
Amir, dan Hafsh.
mereka secara khusus beberapa deraiat, dari
2. plps tlpq ini adalah qiraa'aat imam yang
sisi kehormatan dan kemuliaannya. Karena
lain.
para ulama itu menggabungkan antara ilmu

dan amal. Sebab, ilmu itu sendiri di samping

tinggi dan luhur kedudukannya. Amal yang

dibarengi dengan ilmu tentu akan semakin
menambah ketinggian dan keluhuran se-

BalaaQhah seorang. Dalam sebuah hadits disebutkan,

J c.
0E li ,P;4r rJro o dJ
{-t;;; p4,, ; ri ri,i t t e(,:r;;ii,r'i,;t.7gt';-tl;ti,tu m l,ah ,o o.' -,'L. 6-o r '. o

atau kalimat yang kedua ,.a61 | (r lr;st
.:.,
,Str{Jt ;.t- |J)e
adalah kalimat yang bersifat khusus yang

di'athafl<an kepada kalimat yang bersifat "KeutamAan dan kelebihan seorang yang
berilmu atas seorang ahli ibadah adalah seperti
umum, untuk mempertegas kemuliaan dan
keutamaan dan kelebihan rembulqn pada malam
nilai lebih para ulama, meskipun sebenarnya
mereka sudah termasuk ke dalam cakupan purnama atas segenap bintang-bintang." t'

orang-orang yang beriman. 4'; :,)* ! it,;F dan Allah SWT Maha

Mufradaat Lu$hawlyYah Mengetahui, Melihat dan Mengawasi segala

{,/t;:j, A 4;1\ melapangkan tempat di amal perbuatan kalian. Kalimat ini secara

majelis, saling memberi tempat dan ruang 87 HR Abu Nu'aim dalam, al-Hilyoh, dari Mu'adz' Ini adalah

di majelis. Dikatakan tfsah 'Qnnii, yakni hadits dhaif.

tidak langsung mengandung makna ancaman Kemudian, Allah SWT menginformasikan
dan intimidasi terhadap orang yang tidak mau bahwa Dia meninggikan kedudukan orang-
mematuhi perintah. orang Mukmin dan ulama beberapa derajat di
dalam surga dan juga di dunia.
Sebab Turunnya Ayat
Tafslr dan Penfelasan
Ibnu farir ath-Thabari meriwayatkan dari
Qatadah, ia berkata, "Ketika mereka berada "Wahai orang -orang yang beriman! Apabila
dikatakan kepadamu, 'Berilah kelapangan di
dalam majelis Rasulullah saw.,lalu mereka me-
lihat ada orang yang datang, mereka enggan dalam majelis-majelis,' maka lapangkanlah,

memberikan tempat kepadanya di majelis niscaya Allah akan memberi kelapangan untuk-
mu." (al-Muiaadilah: 11)
Rasulullah saw.. Kemudian, turunlah ayat ini."
Wahai orang-orang yang membenarkan,
Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari memercayai dan beriman kepada Allah SWT
dan Rasul-Nya, apabila kalian diminta untuk
Muqatil bahwa ayat ini turun pada hari fum'at.
Waktu itu, ada beberapa orang dari ahli Badar memberikan kelapangan tempat di majelis-
[orang yang ikut dalam Perang Badar) datang,
sementara tempatyang ada sempit, lalu orang- majelis, tidak mempersempitnya, tidak ber-
orang itu tidak diberi tempat duduk, sehingga desak-desakan dan tidak bersikap enggan
mereka terpaksa berdiri. Lalu Rasulullah saw. memberikan ruang dan tempat bagi orang
meminta beberapa orang dengan jumlah yang lain, baik itu di majelis-majelis Rasulullah saw.
sama dengan jumlah ahli Badar yang datang
atau di tempat-tempat peperangan, hendaklah
itu untuk berdiri supaya tempat mereka kalian saling memberi kelapangan, ruang, dan
tempat bagi sebagian yang lain, niscaya Allah
ditempati oleh orang-orang dari ahli Badar.
Lalu orang-orang yang diminta berdiri itu pun SWT juga akan melapangkan untuk kalian
merasa tidak suka akan hal itu, lalu turunlah dalam surga. Yakni, sesungguhnya balasan

ayat ini. adalah sesuai dengan perbuatan.

Persesuaian Ayat Ayat ini bersifat umum mencakup setiap
majelis di mana kaum Muslimin berkumpul
Setelah melarang orang-orang Mukmin untuk kebaikan dan ganjaran, baik itu adalah
majelis pertempuran, majelis dzikir, majelis
melakukan pembicaraan rahasia ketika ilmu, majelis hari fum'at atau hari raya. Setiap

bersama orang lain, melarang berbisik-bisik orang lebih berhak atas tempat duduknya yang
yang bertujuan untuk melakukan perbuatan
dosa, permusuhan, dan menyakiti orang lain, ia lebih dahulu sampai di tempat duduk itu.
karena hal itu bisa menjadi penyebab terjadinya
kerenggangan hubungan, ketidakharmonisan Akan tetapi ia mesti bersikap toleran dengan
dan saling benci, Allah SWT memerintahkan memberi ruang dan tempat bagi saudaranya
kepada mereka sesuatu yang bisa memupuk yang lain. Dalam sebuah hadits yang kuat dari
rasa cinta kasih, semangat kasih sayang, dan Rasulullah saw. disebutkan bahwasanya beliau
bersabda,
keharmonisan hubungan, yaitu berlapang-
lapang dalam majelis, saling memberikan ,,-, A;+ ,o);J q }. lt b'St & i
ruang dan tempat di majelis, serta berdiri
.t-r-.,i, t;* ;sli
meninggalkan majelis ketika disuruh karena
"Janganlah seseorang menyuruh orong loin
suatu kemaslahatan.

TATSIR AL-MUNIR JITID 14

berdiri dari tempat duduknya kemudian ia tem' Di sini juga terkandung isyarat bahwa dulu
pati, akan tetapi berlapang-lapanglah kalian." 88 para sahabat berlomba-lomba dan bersaing
untuk bisa mendapatkan tempat duduk yang
Ar-Razi menielaskan kalimat {n< i' cr{} dekat dari tempat duduk Rasulullah saw. untuk

(niscaya Allah SWT memberikan kelapanlkan mendengarkan sabda beliau, petunjuk, tun'
untuk kalian), adalah bersifat mutlak untuk
tunan, bimbingan, adab, etika, dan keutamaan
setiap hal yang mana manusia meminta
beliau.
kelapangan di dalamnya, berupa tempat, Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan

rezeki, dada, kubu4 dan surga. dalam as-Sunan disebutkan, bahwasanya
Rasulullah saw. duduk di tempat di mana
Ayat ini menunjukkan bahwa setiap orang beliau sampai. Di mana pun beliau duduh

yang mau memberikan keluasan, kelapangan, tempat beliau duduk itu pasti menjadi bagian
dan membuka lebar pintu-pintu kebaikan dan terdepan majelis. Lalu para sahabat duduk di
kenyamanan kepada para hamba Allah SWT, dekat beliau sesuai dengan tingkatan mereka.
Abu Bakar ash-Shiddiq r.a, duduk di sisi kanan
Allah SWT juga berkenan membuka lebar-
lebar kebaikan-kebaikan dunia dan akhirat beliau, Umar bin Khaththab r.a. di sisi kiri
untuknya. Tidak semestinya ada seseorang
yang membatasi ayat ini hanya pada konteks beliau, sedangkan yang duduk di depan beliau

memberikan kelapangan dan keluasan dalam biasanya adalah Utsman bin Affan r.a. dan
majelis. Akan tetapi yang dimaksudkan dari
memberikan kelapangan dan keluasan di sini Ali bin Abi Thalib r.a., karena mereka berdua
adalah mentransfer kebaikan kepada seorang termasuk orang yang bertugas menulis wahyu
dan Rasulullah saw. memang menyuruh hal itu
Muslim dan memasukkan kebahagiaan ke kepada mereka berdua.

dalam hatinya. Oleh karena itu, Rasulullah saw. Imam Muslim, imam Ahmad dan Para
pemilik kitab as-Sunan kecuali Tirmidzi me-
bersabda, riwayatkan dari Abu Mas'ud r.a., bahwasanya

.U-'o!J,. JI \Pj . 4o.1L,', A,Jl'pzo-, ot i. zoz c,, Rasulullah saw. bersabda,

-,*. L,* *- A: t,&rti elt; ,;Attp>r-{r iti *
'lu,
,l -t!' otS U It u,r.J A'9 ,,.t\t, i*"d/l' il
.rt1 g.,,f
"Hendaklah orang yang duduk di sampingku
"Barangsiapa memberikan kemudahan, ke-
adalah orang-orang yang cerdas dan pandai
lapangan, dan bantuan kepada seseorang yang di antara kalian, kemudian diikuti oleh orang-
sedang kesulitan, maka niscaya Allah SWT mem-
orang yang tingkatannya setelah mereka, begitu
berinya kemudahan dan kelapangan di dunia dan
akhirat. Allah SWT senantiasa menolong seorang seterusnya."
hamba selagi ia mau menolong saudaranya.""
Hal itu tidak lain supaya mereka bisa
Adab ini memiliki pengaruh besar untuk
menangkap dan memahami dengan baik apa
menanamkan dalam hati semangat kasih yang beliau sabdakan dan sampaikan. Dari itu,
sebagaimana keterangan di bagian terdahulu,
sayang, saling menghormati, dan menghargai. Rasulullah saw. menyuruh beberapa orang
untuk berdiri dan berpindah tempat, supaya
HR Malik, asy-Syafi'i, Ahmad, Tirmidzi dan Ibnu Abi Hatim tempat duduk mereka ditempati oleh beberapa

dari Abdullah bin Umar r.a. )uga oleh Bukhari dalam

Shahihnya dan Muslim dalam Shahihnya.

Tafsir Ar- Razi, 29 / 269. Hadits tersebut diriwayatkan oleh
imam Muslim dari Abu Hurairah r.a.

orang dari ahli Badar yang baru datang. Hal dan boleh dilakukan kepada seorang hakim
itu bisa jadi disebabkan orang-orang tersebut
lalai terhadap hak ahli Badar. Atau supaya ahli atau pemimpin di wilayah kekuasaan dan
Badar itu bisa ikut memperoleh bagian mereka
dari ilmu sebagaimana orang-orang tersebut otoritasnya, sebagaimana yang ditunjukkan
telah memperolehnya sebelum mereka. Atau oleh kisah Sa'd bin Mu'adz r.a. di atas, supaya
putusan hukumnya semakin efektif dan ber-
bermaksud untuk mengajari mereka agar wibawa. Adapun menjadikan hal itu sebagai
mendahulukan dan mengutamakan orang- sebuah tradisi dan adat kebiasaan, itu adalah
orang mulia dan memiliki keutamaan serta termasuk dari simbol bangsa asing. Dalam
As-Sunan diriwayatkan bahwasanya tidak ada
memberi mereka tempat di depan. satu orang pun yang lebih dicintai oleh para
Ulama berbeda pendapat seputar boleh
sahabat dari Rasulullah saw., namun sekalipun
tidaknya berdiri untuk memberi penghormatan
kepada seseorang yang datang. Dalam hal ini begitu, ketika beliau datang, mereka tidak
terdapat sejumlah versi pendapat. berdiri untuk memberikan hormat kepada
beliau, karena mereka tahu beliau membenci
Di antara ulama adayang memperbolehkan
hal itu, dengan berargumentasi dengan hadits hal itu.e0
yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dari Abu
Sa'id Al-Khudri r.a., "Dan apabila dikatakan,'Berdirilah kamu,'
maka berdirilah," (al-Muiaadilah: 11)
€y Jt';"
Apabila ada sebagian hadirin yang duduk
"Berdirilah kalian kepada pemimpin kalian" di majelis diminta untuk bangkit dari tempat
duduk mereka supaya ditempati oleh orang
Yaitu Sa'd bin Mu'adz r.a. ketika Rasulullah yang memiliki keutamaan dalam hal agama
dan orang yang memiliki ilmu tentang syari'at
saw memintanya hadir sebagai hakim yang Allah SWT hendaklah mereka berdiri,
akan memberi keputusan menyangkut Bani
Hal ini juga mencakup kasus jika ada
Quraizhah.
seorang pemilik majelis berkata kepada orang
Ada di antara ulama lainyang melaranghal
yang hadir di majelisnya, "Berdirilah kamu,"
itu. Dalam hal ini, mereka berlandaskan pada
hendaklah itu dipatuhi dan dilakukan.
hadits yang diriwayatkan oleh imam Ahmad, Setelah melarang orang-orang Mukmin

Abu Dawud dan Tirmidzi dari Muawiyah bin dari beberapa hal, kemudian memerintahkan
kepada mereka beberapa hal yang lain, selan-
Abi Suflian r.a., jutnya Allah SWT menjanjikan kepada mereka
ganjaran atas amal-amal ketaatan,
t',o. i';tt ry..S;1t';'JW ci i.,^>.il o.
"Niscaya Allah akan mengangkat (derajat)
oJ*i.. ol ;,.
orqng-orang yang beriman di antaramu dan
')gtq,
orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.
"Barangsiapa yang senang orang-orang Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan,"
berdiri untuk menghormati dan mengagung- (al-Muiaadilah: 11)
kannya, maka hendaklah ia menyiapkan tem-
Allah SWT mengangkat kedudukan dan
patnya dari neraka."
posisi orang-orang Mukmin di dunia dan
Sementara itu, ada sebagian ulama lain
yang mengklasifikasi. Hal itu boleh dilakukan 90 Tafsir lbnu Katsir,4/325.

ketika menyambut kedatangan dari bepergian,

ThFSIRAL.MUNIR IILID 14

akhirat dengan menambah dan meningkatkan mang benar-benar telah bersabda, 'Sesungguh-
pahala mereka. Allah SWT juga secara khusus nya Allah SWT dengan al-Kitab ini (Al-Qur'an)

mengangkat dan meninggikan kedudukan para mengangkat suatu kaum dan merendahkan
ulama dengan beberapa derajat yang tinggi
dalam hal kehormatan dan kemuliaannya di kaum yang lain."'

dunia serta dalam hal pahala di akhirat. Flqlh Kehldupan atau Hukum-Hukum

Barangsiapa yang menggabungkan antara Ayat di atas menunjukkan sejumlah hal

iman dan ilmu, maka dengan keimanannya, sebagai berikut.
Allah SWT mengangkatnya beberapa deraiat.
1. Berlapang-lapang, saling memberi ruang
Dengan keilmuannya, Allah SWT mengangkat-
nya beberapa derajat. Termasuk di antaranya dan tempat di setiap majelis di mana

adalah mengangkat dan memuliakannya di kaum Muslimin berkumpul dalam rangka

majelis-majelis. kebaikan dan pahala adalah sesuatu

Allah SWT Maha Mengetahui siapa yang yang sangat dianjurkan secara syara'dan
berhak mendapatkan hal itu dan siapa yang merupakan sebuah adab yang baik. Hal

tidak berhak memperolehnya. Allah SWT itu baik majelis Nabi Muhammad saw.

Maha Melihat dan Mengetahui segala perilaku, pada masa beliau, majelis seorang ulama
tingkah, keadaan, niat, dan isi hati semua para
setelah beliau, majelis pertempuran,
hamba-Nya, serta membalas mereka atas
majelis dzikir; majelis syura, majelis hari
amal-amal perbuatan mereka semuanya, baik fum'at, majelis hari raya, majelis ilmu, dan
lain sebagainya.
atau buruk.
Hal itu tidaklah wajib, tetapi bersifat
Imam Ahmad dan imam Muslim me-
sunnah dan anjuran syari'at. Karena setiap
riwayatkan dari Abu Thufail Amir bin orang lebih berhak atas tempat duduknya
yang ia lebih dulu menempatinya. Hal ini
Watsilah, "Bahwasanya Nafi' bin Abdil Harits berdasarkan sabda Rasulullah saw. dalam
hadits,
bertemu khalifah Umar bin Khaththab r.a.
di 'Usfan. Waktu itu, Umar bin Khaththab H.\,?, .ti ),er: ,41 lc ,)t.{; a

r.a. menunjuknya sebagai Gubernur Mekah. "Barangsiapa yang lebih dulu sampai
Umar bin Khaththab r.a. berkata kepadanya, kepada sesuatu yang tidak ada orang lain
'siapakah orang yang anda tunjuk sebagai
pengganti sementara dirimu untuk memimpin yang telah sampai kepada sesuatu itu sebelum

penduduk al-Wadi?' Ia berkata, Aku menunjuk dirinya, maka ia adalah orang yang lebih
Ibnu Abza.' Umar bin Khaththab r.a. bertanya,
'siapakah Ibnu Abza itu?' Ia menjawab, 'Dia berhak atas sesuatu itu."el
adalah salah seorang maulaa kami,' Umar
Akan tetapi, hendaknya ia bermurah
bin Khaththab r.a. berkata, Anda menunjuk hati memberikan kelapangan dan tempat

seorang maulaa sebagai penggantimu untuk 91 Ini adalah hadits shahih, diriwayatkan oleh Abu Dawud dan
memimpin mereka?' Lalu ia berkata, 'Wahai
adh-Dhiya' dari Ummu lanub dengan redaksi,
Amirul Mukminin, sesungguhnya ia adalah
1'n * li;;p" Jit i
sosok yang ahli membaca Al-Qur'an, memiliki
ilmu tentang fara'idh, dan sekaligus seorang "Barangsiapa lebih dulu sampai kepada sesuatu yang tidak ada
seorang Muslim yang mendahuluinya sampai kepada sesuatu
qadhiJ Umar bin Khaththab r.a. berkata, itu, maka sesuatu itu miliknya."

'Ketahuilah, sesungguhnya Nabi kalian me-

kepada saudaranya yang lain selama itu pat duduknya pada hari lumlat, kemudian ia
tidak sampai menyebabkan dirinya me- menggantikanny a menemp ati temP at duduk-
rasa terganggu dan merasa tidak nyaman.
nya itu. Akan tetapi, hendaklah ia berkata,
Bukhari dan Muslim meriwayatkan 'Tolong beri kelapangan (malcsudnya, beri

dari Abdullah bin Umar r.a. dari Rasulullah saya ruang untuk tempat duduk)."'
saw., beliau bersabda,
fika ada seseorang, sebut saja si A,
#-F,.141; a,h)l ,btt #i \ meminta kepada orang lain, sebut saia si

.v. B, agar si B pergi ke masjid pagi-pagi dan

"Janganlah seseorang menyeb abkan orang mencarikan tempat duduk untuk dirinya,
lain berdiri dari tempat duduknya, kemudian
tempat duduknya itu ia tempati." hal itu adalah boleh dan tidak makruh.
Lalu jika si A sudah datang, si B berdiri
Bukhari juga meriwayatkan dari
Abdullah bin Umar r.a. dari Rasulullah dari tempat duduk yang ia tempati untuk

saw., si A tersebut. Begitu juga boleh seseorang

e);r b p'1lr &. ii ;6 fr menitipkan alas atau saiadah kepada

.tr--,?i t;-ul :#: ,'il y seseorang untuk ia gelar di suatu tempat

"Bahwasanya Rasulullah saw. melarang di masjid untuk nantinya ia tempati ketika
seseorang dibuat berdiri meninggalkan tempat
dudukny a lalu temp at duduknya itu ditempati sampai di masjid.
orang lain. Akan tetapi, berlapang-lapanglah
kalian dan saling memberi ruang dan tempat." Seseorang lebih berhak atas tempat

Abdullah bin Umar r.a. tidak suka duduknya hingga ia pergi meninggalkan-

jika ada seseorang berdiri meninggalkan nya. Dalam arti, ia tidak pergi sebentar

tempat duduknya kemudian tempat untuk suatu keperluan dan tidak kembali

duduknya itu ia tempati. lagi ke tempat duduknya. Hal ini ber-
2. fika ada seseorang duduk di suatu tempat
dasarkan hadits yang diriwayatkan oleh
di dalam masjid, orang lain tidak boleh
menyuruhnya berdiri supaya tempat imam Muslim dari Abu Hurairah r.a., bah-

duduknya bisa ditempati. Hal ini ber- wasanya Rasulullah saw. bersabda,

dasarkan hadits yang diriwayatkan oleh i ,i-gki;6t6LtI^C,.C(v r!1
Muslim dari fabir r.a. dari Rasulullah saw.,
beliau bersabda, i-a-, J'

,r).tL- F La;-!tt ii it;iisi kiW.\ .*'*i'; ;j,.'," Jv ,o,"-rl,'

"langanlah seseorang dari kalian mem- "Jika salah seorang dari kalian berdiri
buat saudaranya berdiri meninggalkan tem- meninggalkan tempat duduknya-atau ba-
rangsiapa berdiri meninggalkan tempat du-

duknya-kemudian ia kembali lagi ke temPat

duduknya itu, maka ia adalah orang yang

lebih berhak atas tempat duduknya itu."

3. Sesungguhnya berlapang-lapang, mem-

beri ruang, dan tempat duduk di majelis

adalah sebuah amal perbuatan yang me-

miliki pahala. Hal ini berdasarkan ayat

{i< i, g:-*} yatni niscaya Allah SWT

memberi kelapangan kepada kalian di

dunia dan akhirat.

4. fika diserukan, "Bangkitlah menuju shalat, 4 ftJX ,6t & lotl:i

jihad, dan amal kebaikan," hendaklah se- .t't'F,o i6 &,4t

ruan itu dipatuhi. fika ada seseorang di- "Kelebihan dan keutamaan seorang
minta untuk berdiri dari majelis Nabi
Muhammad saw., ia wajib berdiri me- alim atas seorang ahli ibadah adalah seperti
ninggalkan majelis beliau. Terkadang kelebihan dan keutamaan rembulan pada

Rasulullah saw. lebih memilih untuk sen- malam Purnaffia atas segenap bintang-

dirian dalam melakukan tugas khusus bintang)'
beliau yang tidak bisa dilakukan secara
Di antaranya lagi adalah sebuah hadits
optimal dan sempurna kecuali di saat
hasan yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah
sendiri.
dari Utsman bin Affan r.a., ia berkata,
fika ada seorang pemilik majelis ber-
kata kepada orang yang hadir di majelis- "Rasulullah saw. bersabda,

nya, "Tolong berdiri dan tinggalkan majelis i *qt, tl o,,
6:" t -0-))
ini," hendaknya hal itu dipenuhi dan ia -ol it:"t;,sr ;ra\r *'iJ
memang melakukan hal itu karena ada
ilr;jJl
suatu keperluan yang tidak diperselisihkan
"Pada hari Kiamat, ada tiga golongan
lagi sebagai sesuatu yang boleh, selama
orang yang memberi syafa'at, yaitu para nabi,
hal itu tidak mengakibatkan terjadinya kemudian ulama, kemudian syuhada' ."

kerusakan dan hal negatifyang lebih besar. Betapa agungnya kedudukan para
ulama, kedudukan tersebut adalah pe-
5. Allah SWT mengangkat dan meninggikan nengah antara kedudukan para nabi dan
kedudukan para syuhada', berdasarkan
derajat orang-orang Mukmin dan ulama
kesaksian Rasulullah saw..
dalam hal derajat pahala di akhirat,
Diriwayatkan dari Abdullah bin
dan dalam hal derajat kehormatan dan
Abbas r.a., bahwasanya nabi Sulaiman a.s.
kemuliaan di dunia. Allah SWT meng- diminta memilih antara ilmu, harta, dan
kerajaan. Ia pun memilih ilmu, dan ia pun
angkat dan memuliakan seorang Mukmin diberi harta dan kerajaan selain ilmu yang
atas orang yang bukan Mukmin, orang
telah diberikan.
alim atas orang yang bukan alim.
BERSEDEKAH SEBELUM MELAKUKAN
Abdullah bin Mas'ud r.a. berkata, PEMBICARAAN EMPAT MATA DAN
BERKONSULTASI SECARA PRI BAD! DENGAN
"Dalam ayat ini, Allah SWT memuji dan RASULULLAH SAW.

menyanjung para ulama. " Surah al-Mulaadllah Ayat L2 - L3

Ayat {;jjr g}ti uitr\juga menunjukkan "f-ia4:&.v,iftWt'6utttfit"4,W-

bahwa kemuliaan di sisi Allah SWT adalah 3# A\tg W :; ;,9':{v 13 k'*",6:,u

dengan ilmu dan iman, bukan dengan

lebih dulu menempati tempat duduk ter-

depan. Pertama-tama, Allah SWT me-
luhurkan seorang Mukmin dengan ke-

imanannya, kemudian dengan ilmunya.

Terdapat banyak hadits yang menjelaskan

keutamaan ulama. Di antaranya adalah

hadits yang telah disebutkan sebelumnya

yang diriwayatkan oleh Abu Nu'aim dari

Mu'adz r.a. [dan ini adalah hadits dhaif),

14TeFsrnAr-MuNrnlllro ,rr*,dl;t-b,n,.* suratarmuaaanat

\_____

.S'$'* Ke is n:6.V"if i, irt;,t; Mufradaat Lughawlyyah

,fl,tjviffi\\i5I K{;A4vi'd5i 4i*ttili;6 r11| apabila kalian hendak meng-

offi'air;;;\',1#Jv+tfit:"v,$v adakan pembicaraan khusus dan konsultasi

dengan Rasulullah saw. (liL €ti qa rttyfrb

hendaklah kalian mengeluarkan sedekah

"Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kepada kaum fakir miskin sebelum melakukan

kamu mengadakan pembicaraan khusus dengan pembicaraan empat mata dan pembicaraan

Rasul, hendaklah kamu mengeluarkan sedekah khusus dengan beliau.
(kepada orang miskin) sebelum (melakukan)
Baidhawi menjelaskan, perintah ini
pembicaraan itu. Yang demikian itu lebih baik
mengandung makna pengagungan kepada
bagimu dan lebih bersih. Tetapi jika kamu Rasulullah saw., memberikan manfaat bagi

tidak memperoleh (yang akan disedekahkan) fakir miskin, larangan berlebih-lebihan

maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha dalam bertanya, membedakan antara orang
yang tulus dan yang munafih antara orang
Penyayang. Apakah kamu takut akan (menjadi
yang cinta akhirat dan orang yang cinta
miskin) karena kamu memberikan sedekah
sebelum (melakukan) pembicaraan dengan dunia. Perintah bersedekah di sini masih
Rasul? Tetapi jika kamu tidak melakukannya
dan Allah telah memberi ampun kepadamu, diperselisihkan apakah bersifat sunnah atau
maka laksanakanlah shalat, dan tunaikanlah
wajib. Akan tetapi perintah ini dihapus dengan
zakat serta taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya!
ayat setelahnya, yaitu (;Ji;ii}. Meskipun kedua
Dan Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu ayat ini (ayat LZ dan t3) tersambung secara
kerj akan." (al-Mujaadilah: f 2- I 3)
urutan bacaan, namun tidak demikian dengan

urutan waktu turunnya,

BalaaShah flfui3y lebih bersih bagi jiwa serta lebih
terhindar dari munculnya kecurigaan yang

$1* !tr:: qt G r;G) Di sini terdapat bukan-bukan dan dari cinta harta. Kata ini

isti'aarah, yaitu meminjam kata al-Yadain memberikan sebuah kesan bahwa perintah di
atas adalah bersifat sunnah. Akan tetapi ayat
fkedua tangan) untuk mengungkapkan
(Ct :i .rr ,i;i r, ', j JiF [jika kalian tidak
makna sebelum melakukan sesuatu. Yakni,
mendapati apa yang bisa kalian sedekah-
qabla najwaakum (sebelum pembicaraan kan, maka sesungguhnya Allah SWT Maha

khusus atau pembicaraan empat mata dan

konsultasi pribadi dengan Rasulullah saw. Pengampun lagi Maha Penyayang), memberi-
kan sebuah pengertian yang lebih menunjuk-
itu). Ini adalah isti'aarah makniyyah, yakni an- kan kepada pengertian wajib. Makna ayat ini
Najwaa (pembicaraan khusus dan tertutup) adalah jika kalian tidak menemukan apa yang
diserupakan dengan manusia, lalu musyabbah

bihi (manusia) dibuang dan keberadaannya bisa kalian sedekahkan, kalian diberi rukhshah

digantikan dengan sesuatu yang menjadi untuk melakukan pembicaraan khusus dengan
bagian tak terpisahkan dari manusia, yaitu
Rasulullah saw tanpa bersedekah terlebih
kedua tangan. Bisa juga dalam susunan kalimat dahulu. Sesungguhnya Allah SWT Maha

ini terdapat isti'aarah tamtsiiliyyah. Pengampun terhadap pembicaraan khusus

$lilil} Ini adalah istifhaam atau kata kalian, lagi Maha Penyayang kepada kalian.
Tiada dosa atas kalian pada pembicaraan
tanya yang bermakna at-Taqriir (pengukuhan,

konfirmasi). khusus dengan beliau.

{ififf} apakah kalian takut menjadi fi;;* !6 ;i. ; t)G s)),#i tit" Rasulullah saw.

miskin jika memberi sedekah? Kata (-tii-l,) di berkata kepadaku,'Bagaimana menurutmu,
sini disebutkan dalam bentuk jamak, karena apakah satu dinar?' Saya meniawab, 'Mereka

khithaab dalam ayat ini ditujukan kepada tidak kuat jika disuruh bersedekah satu

orang banyak, atau karena banyaknya pem- dinar.' Beliau berkata, 'Setengah dinar?' Saya
bicaraan khusus dan pribadi yang dilakukan
kembali menjawab, 'Mereka tidak mampu.'
tdiednagkanmeRlaaskuulkuallanhsesadwe.ka(hrj.#(5;+iy),l'iik-ua1k|aldiaann
Beliau berkata,'Lalu berapaT' Saya meniawab,
Allah SWT mengampuni kalian dengan mem- 'Emas seberat satu butir biii gandum.' Beliau
beri kalian keringanan untuk tidak melaku- berkata, 'Sungguh, kamu adalah orang yang
memiliki sedikit harta, dan iawaban kamu
kannya atau mencabut kembali perintah
itu kamu sesuaikan dengan kondisi ekonomi
bersedekah. dirimu sendiri.' Lalu turunlah ayat 73 surah
al-Mujaadilah. Ali bin Abi Thalib r.a. kembali
Di sini terkandung pengertian yang mem-
berikan sebuah kesan bahwa sikap mereka bercerita, 'Maka, oleh sebab dirikulah Allah
SWT memberikan keringanan kepada umat
yang takut menjadi miskin karena berse-
INI.
dekah adalah sebuah dosa yang Allah SWT
Tirmidzi memasukkan hadits ini ke dalam
maafkan. {it<'1t $t, or-!r r-qii} maka senan-
kategori hadits hasan.
tiasalah kalian menegakkan shalat dan me-
nunaikan zakat secara konsisten, jangan- Muqatil bin Hayyan menjelaskan, ayat
lah kalian teledor dalam melaksanakannya.
ini turun menyangkut orang-orang kaya.
fltr-rri,r r+i;y dan taatlah kalian kepada Allah
Ceritanya adalah bahwa mereka sering
SWT dan Rasul-Nya dalam segenap perintah-
datang menemui Rasulullah saw. dan terlalu
perintah yang ada. Karena melaksanakan
hal-hal ini adalah sarana untuk memperbaiki sering mengadakan pembicaraan khusus
keteledoran dalam melaksanakan hal di atas'
dan konsultasi pribadi dengan beliau hingga
{i}3 ! e li,r;} Allah SWT Maha Mengetahui
hal itu membuat orang-orang miskin tidak
segala amal perbuatan kalianlahir dan batin. memiliki kesempatan sehingga Rasulullah
saw. merasa tidak suka kondisi yang ada,
Sebab dan Turunnya Ayat lL2' L3)
Ibnu farir meriwayatkan dari Abdullah bin yaitu orang-orang kaya berlama-lama duduk

Abbas r.a., ia berkata, "Kaum Muslimin terlalu dan berbicara dengan beliau. Lalu Allah
banyak bertanya kepada Rasulullah saw.,
SWT pun menurunkan ayat dua belas surah
hingga hal itu terlalu memberatkan beliau.
al-Mujaadilah dan memerintahkan mereka
Lalu Allah SWT ingin meringankan beban itu untuk bersedekah terlebih dahulu jika ingin
dari Nabi-Nya, Allah SWT pun menurunkan
ayat L2. Ketika ayat LZ turun, banyak orang mengadakan pembicaraan empat mata dan
konsultasi pribadi dengan Rasulullah saw.
yang menahan diri dan tidak lagi bertanya Adapun orang-orang miskin, mereka tidak

kepada Rasulullah saw. Lalu setelah itu, Allah memiliki apa-apa, sedangkan orang-orang
kaya, mereka pun bersikap kikir. Hal itu
SWT pun menurunkan ayat 13.
dirasa berat bagi para sahabat, lalu turunlah
Tirmidzi dan yang lainnya meriwayatkan
dari Ali bin Abi Thalib r.a., ia berkata, "Ketika rukhshah.
turun ayat 72 surah al-Muiaadilahritr*,r6j ti}
Ali bin Abi Thalib r.a. berkata, "Sesungguh-

nya di dalam Kitabullah terdapat sebuah ayat
yang belum pernah dipraktikkan sebelumku

dan tidak dipraktikkan oleh seorang pun beban itu dari Rasulullah saw.. Ketika ayat ini
setelahku, yaitu ayat 4i*;t i,;:u rilt;t u::t ai s.y. turun, banyak orang yang bersikap kikir dan
lebih memilih untuk tidak bertanya-tanya lagi
Waktu itu, aku memiliki sekeping dinan lalu
aku jual, dan apabila aku ingin melakukan kepada beliau."
pembicaraan khusus dengan Rasulullah saw.,
Tafslr dan Penlelasan
aku bersedekah dengan sekeping dirham, "Wahai orang-orang yang beriman! Apa-

hingga dirham-dirham hasil penjualan dinarku bila kamu mengadakan pembicaraan khu-
itu habis,lalu ayat ini pun dihapus dengan ayat
sus dengan Rosul, hendaklah kamu menge-
lain, yaitu $:ne €,i ,ti. ;. tyG ii J#;iiy. luarkan sedekah (kepada orang miskin) se-

Persesualan Ayat belum (melakukan) pembicaraan itu." [al-
Muiaadilah:12)
Setelah menerangkan adab dan etika
berbisik-bisik dan melakukan pembicaraan Wahai orang-orang yang mengakui dan
mengikrarkan wujud Allah SWT dan keesaan-
rahasia serta adab menghadiri majelis, Allah Nya serta membenarkan dan percaya kepada
SWT memerintahkan orang-orang Mukmin Rasul-Nya, apabila kalian ingin berkonsultasi
agar bersedekah sebelum melakukan pem- dan berbicara secara khusus, dengan Nabi
Muhammad saw. tentang urusan kalian,
bicaraan rahasia dan khusus dengan Rasulullah berikanlah sedekah terlebih dahulu sebelum

saw.. Pada waktu itu, kaum Muslimin saling kalian melakukannya, untuk menghormati
berkompetisi untuk bisa dekat dari majelis dan mengagungkan Nabi Muhammad saw,
Rasulullah saw untuk mendengarkan sabda- meringankan beliau, memberikan manfaat
sabda beliau. Mereka terlalu sering melaku- bagi fakir miskin, serta untuk membedakan
kan munajat (pembicaraan khusus, perbin-
cangan empat mata, dan konsultasi pribadi) antara orang Mukmin yang tulus, benan dan
sungguh-sungguh dengan orang yang munafik.
dengan beliau. Hal itu akhirnya memberat-
Kemudian, Allah SWT menerangkan
kan Rasulullah saw., dan terkadang para sa-
habat merasa beliau lambat. Kemudian, Allah hikmah sedekah tersebut,
SWT ingin mengurangi intensitas konsultasi
"Yang demikian itu lebih baik bagimu dan
mereka dengan beliau dan meringankan lebih bersih. Tetapi jika kamu tidakmemperoleh
(yang akan disedekahkan) maka sungguh,
beban Nabi-Nya. Allah SWT pun memerintah- Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." (al-
Muiaadilah:12)
kan untuk bersedekah sebelum melakukan
konsultasi dengan Rasulullah saw., sebagai Sesungguhnya bersedekah sebelum me-
bentuk penghormatan kepada beliau dan
pengagungan konsultasi dengan beliau se- lakukan konsultasi secara pribadi dengan

kaligus untuk memberikan manfaat bagi kaum Rasulullah saw. adalah lebih baik bagi kalian.
Di dalamnya terdapat bentuk ketaatan kepada
fakir miskin dengan sedekah-sedekah yang Allah SWT dan mematuhi perintah-Nya serta

dipersembahkan sebelum melakukan konsul- mendatangkan pahala akhirat. Hal itu juga
tasi dengan beliau. |uga, untuk membedakan
mana orang-orang munafik yang cinta harta lebih menjamin kebersihan jiwa kalian dengan
dan mana orang-orang Mukmin yang tulus. menyucikannya dari sikap kiki4, bakhil, dan
cinta harta, memberikan manfaat kepada kaum
Abdullah bin Abbas r.a. berkata, "Kaum
Muslimin terlalu sering bertanya kepada
Rasulullah saw hingga hal itu memberatkan
beliau. Lalu Allah SWT ingin meringankan

ThFSTRAL-MUNtR )ILID 14

fakir miskin, memupuk kesadaran solidaritas Abu Muslim al-Ashfihani menolak ter'
umat, menguatkan dan mengangkat derajat, jadinya penghapusan. Ia menegaskan bahwa
perintah untuk bersedekah sebelum melaku-
harkat dan martabat umat. kan konsultasi dengan Rasulullah saw. ber'

Namun, jika salah seorangdari kaliantidak tujuan untuk membedakan antara mana orang

menemukan sesuatu yang bisa ia sedekahkan, Mukmin yang tulus dan mana orang yang
munafik. Ketika tuiuan itu sudah terwujud,
tidak apa-apa baginya untuk melakukan berakhir pula hukum yang ada. Yakni bahwa
pentaklifan tersebut ditetapkan dalam ke-
pembicaraan dengan Rasulullah saw tanpa rangka tujuan tertentu sehingga pentaklifan
itu berakhir dengan berakhirnya tujuan ter-
bersedekah terlebih dahulu. Allah SWT telah
memberikan rukhshah kepada kalian untuk sebut sehingga ini bukanlah penghapusan.

melakukan konsultasi tanpa bersedekah Ar-Razi menjelaskan pandangan ini ada-
lah sebuah pandangan yang baik Namun yang
terlebih dahulu. Yang diperintahkan untuk
bersedekah terlebih dahulu adalah orang yang masyhur menurut j umhur adalah bahwa hukum

mampu untuk bersedekah. tersebut dihapus dengan ayat L3,(#illi}.
Kemudian, Allah SWT mengangkat dan
Secara zahi4, ayat ini menunjukkan bahwa
bersedekah sebelum melakukan munajat menghapus hukum tersebut di atas,
tersebut hukumnya adalah wajib. Perintah
aslinya adalah memiliki makna waiib. Hal ini 'Apakah kamu takut akan (meniadi miskin)
karena kamu memberikan sedekah sebelum
diperkuat.dengan bagian akhir ayat, yaitu
(melakukan) pembicaraan dengan Rasul?" (al'
{.Ct ti.i,i if r.e-ij i ilh (iika kamu tidak
Muiaadilah:13)
menemukan sesuatu yang akan disedekahkan,
maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun Apakah kalian takut mempersembahkan

lagi Maha Penyayang). Kalimat seperti ini sedekah karena hal itu mengurangi harta?
tidak dinyatakan kecuali terhadap tindakan
Muqatil menjelaskan hukum tersebut hanya
meninggalkan kewaj iban. berlaku selama sepuluh malam saja, kemudian

Ada sebagian ulama yang mengatakan dihapus.

bahwa perintah dalam ayat ini bersifat Al-Kalbi mengatakan hal itu tidak terjadi
sunnah, berdasarkan ayat [';Lij E f ui\ (itu
kecuali hanya satu malam.
adalah lebih baik bagi kalian dan lebih bersih).
"Tetapi jika kamu tidak melakukannya dan
Kalimat seperti ini tidak digunakan melainkan Allah telah memberi ampun kepadamu, maka
dalam konteks amalan sunnah bukan fardhu' laksanakanlah shalat, dan tunaikanlah zakat
Seandainya perintah tersebut adalah bersifat serta taatlah kepada AIIah dan Rasul-Nya!
Dan Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu
wajib, tentu hukum wajib ini tidak dihapus kerj akan." (al-Muiaadilah: 13)
dengan ayat yang langsung tersambung
Ketika kalian tidak melaksanakan apa
dengannya yaitu {rr.:G :ti {i;lt| Pandangan dan yang telah diperintahkan kepada kalian
berupa pemberian sedekah sebelum ber-
argumentasi ini dijawab bahwa sesuatu yang
waiib iuga disebut dengan sesuatu yang lebih konsultasi dengan Rasulullah saw., karena hal
baik dan lebih bersih sama seperti halnya itu berat bagi kalian, dan Allah SWT pun telah
memberikan rukhshah kepada kalian untuk
sesuatu yang sunnah. Keberadaan kedua ayat

ini yang tersambung secara bacaan, tidak

lantas mesti keduanya juga tersambung dalam
hal turunnya. Oleh karena itu, ayat f S,4$;.iiiy

menghapus makna wajib yang ditetapkan

dengan perintah tersebut.

tidak melaksanakannya dan berkonsultasi sultasi dengan Rasulullah saw., dengan
dengan Rasulullah saw. tanpa bersedekah maksud untuk mengagungkan Nabi-Nya,
meringankan beban beliau dalam meng-
terlebih dahulu, konsistenlah kalian dalam hadapi banyaknya pertanyaan dan kon-
menegakkan shalat, membayar zakat, serta
menaati Allah SWT dan Rasul-Nya. Allah SWT sultasi. Kemudian, Allah SWT memberikan
Maha Mengetahui segala amal perbuatan
kalian lahir dan batin. Dia akan membalas keringanan kepada umat, menghapus, dan
kalian atas amal-amal perbuatan kalian. A/- menganulir kembali pentaklifan tersebut.
Isyfaaq, aasyfaqtum berarti takut terhadap
sesuatu yang tidak diinginkan. Pendapat yang kuat adalah peng-

Qatadah dan Muqatil bin Hayyan menga- hapusan tersebut terjadi setelah perintah
takan, orang-orang selalu bertanya kepada
itu dipraktikkan. Ali bin Abi Thalib r.a.
Rasulullah saw, dan berkonsultasi hingga
membuat beliau kelelahan. Allah SWT me- misalnya, sebagaimana yang sudah per-
nah disebutkan sebelumnya, telah mem-
mutus mereka dari kebiasaan itu dengan ayat
ini. Apabila ada seseorang di antara mereka praktikkan perintah tersebut. Untuk
memiliki keperluan dengan Nabi Muhammad para sahabat yang lain yang mencer-

saw, ia tidak bisa menemui beliau secara mati dan memahami sebab perintah ter-
pribadi untuk keperluan itu hingga ia harus
sebut, waktu itu mereka memang baru
bersedekah terlebih dahulu. Hal itu akhirnya
memberatkan mereka. Allah SWT pun me- tidak memiliki suatu keperluan yang bisa
menjadi motif bagi mereka untuk melaku-
nurunkan rukhshah setelah itu. kan konsultasi dengan Rasulullah saw

Dalam ayat ini sama sekali tidak me- Kewajiban tersebut (perintah ber-
sedekah terlebih dahulu sebelum melaku-
ngandung isyarat adanya sikap lalai dari para kan munajat dan konsultasi secara pribadi
sahabat dalam memberikan sedekah. Bisa jadi dengan Rasulullah saw.) hanya terbatas
bagi orang-orang yang kaya. Allah SWT
hal itu tidak dilakukan karena mereka memang
tidak sedang ingin melakukan konsultasi de- menjadikan bersedekah dengan harta, le-
bih baik daripada tidak bersedekah serta
ngan Rasulullah saw. lebih bisa menjamin kebersihan hati me-

Ayat (i<l'u ar ;Gty (dan Allah SWT reka dari kemaksiatan-kemaksiatan dan
dosa-dosa. fika seseorang tidak memper-
memaafkan don menerima tobat kalian) juga
tidak menunjukkan bahwa para sahabat ber- oleh sesuatu yang bisa ia sedekahkan, se-
sikap lalai. Makna ayat ini adalah Allah SWT sungguhnya Allah SWT Maha Pengampun
memaafkan dan mengampuni mereka dengan kepadanya lagi Maha Penyayang kepada
membatalkan kewajiban tersebut untuk mem-
berikan keringanan kepada mereka. Makna dirinya.
seperti ini bisa diungkapkan dengan kata-kata
tobat [memaafkan dan mengampuni). 2. Allah SWT tahu bahwa sebenarnya banyak

Flqlh Kehldupan atau Hukum-Hukum di antara mereka yang merasa berat untuk

Kedua ayat di atas menunjukkan sejumlah memberikan sedekah di waktu mendatang
hal sebagai berikut.
seandainya kewajiban ini tetap berlaku,
L. Allah SWT mengharuskan sahabat untuk
padahal mereka tentu butuh untukbanyak
bersedekah sebelum melakukan kon-
bertanya dan berkonsultasi dengan

Rasulullah saw.. Oleh karena itu,Allah SWT
pun akhirnya memberikan keringanan ke-
pada mereka serta memerintahkan me-

reka untuk tetap senantiasa konsisten

menegakkan shalat, membayar zakat, me- menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah;
naati Allah SWT dalam hal-hal yang Dia maka bagi mereka adzab yang menghinakan.
fardhukan dan menaati Rasul-Nya dalam Harta benda dan anak- anak mereka tidak berguna
sunnah-sunnah beliau, tuntunan-tuntunan sedikit pun (untuk menolong) mereka dari adzab
dan petunjuk-petunjuk beliau. Allah SWT Allah. Mereka itulah penghuni neraka, mereka
Maha Mengetahui segala amal perbuatan, kekal di dalamnya. (Ingatlah) pada hari (ketika)
niat dan isi hati para hamba-Nya. mereka semua dibangkitkan Allah, lalu mereka
bersumpah kepada-Nya (bahwa mereka bukan
KEADAAN DAN KONDISI ORANG.ORANG
MUNAFIK YANG MENJALIN PERSAHABATAN orang musyrik) sebagaimana mereka bersumpah
DAN LOYALITAS DENGAN SELAIN KAUM
MUKMININ kepadamu; dan mereka menyangka bahwa mereka
akan memperoleh sesuatu (manfaat). Ketahuilah
Surah al-Mufaadllah Ayat L4 -L9 bahwa mereka orang-orang pendusta. Setan telah

*sfuiu'loxrgu;$;eitJYil\ menguasai mereka,lalu menjadikan mereka lupa
mengingat Allah; mereka itulah golongan setan.
Ketahuilah bahwa golongan setan itulah golongan
y ang rugi." (al-Mujaadilah: I 4- f 9)

ptt\I,O teisv$t,yW."A Qlraa'aat
43p.ib dibaca:
fiVtv15tslb*46( u r, 1 1;t;x-t1 ini adalah qiraa'aat lbnu Amin
lo {* fi iat\'Ara;S"LltLl*;# e#
A,W'e Ashim dan Hamzah.

z 1;t;;"t1 ini adalah qiraa'aat imam yang

*\ |#JW )rt'*,F"*5<f AV'pf lain.

-i*AWi'r',ikZi5. -t'vq2i3v I'raab
(i+ Yj ,3l': e u! ini adalah iumtah
7\'rd, e lii iji*: K-o;g\L^
atau susunan kalimat yang berkedudukan
a1;5,6 #fl, w -.;fr\ ff)-ii.i<\ b sebagai haal (jumlah haaliyyah) dari fa'il

i $- -ir\aii\-$ pf, r s.o ,{,Jl f, yang terdapat pada fi'il {ti;y. Atau sebagai

jumlah isti'naafiyyah (permulaan kalimat

baru). Namun maknanya tetap sama. Bisa juga

A<,1 \.i, kalimat ini dijadikan sebagai sifat untuk kata

*)rs)t*t SL r#.

"Tidakkah engkau perhatikan orang-orang (or* i' #;;.y kata (r;ip dibaca nashab

(munafik) yang menjadikan suatu kaum yang sebagai haal dari dhamir hum yang terdapat
telah dimurkai Allah sebagai sahabat? Orang-
pada kalimat (.ir;y yangy''il ini menjadi 'aamil

orang itu bukan dari (kaum) kamu dan bukan untuk haal tersebut.

dari (kaum) mereka. Dan mereka bersumpah atas

kebohongan, sedang mereka mengetahuinya. Allah Balaa$hah
telah menyediakan adzab yang sangat keras bagi
mereka, Sungguh, betapa buruknya apa yang telah fus i, + q'i; ilt J\; lb ini adalah
mereka kerjakan. Mereka menjadikan sumpah-
kata tanya yang mengandung maksu d at-Ta'iiib

sumpah mereka sebagai perisai, lalu mereka atau menggugah keheranan.

TAFSTRAL-MUNrRlltrD 14

(jrt,i} {jrJi} di antara kedua kata melakukannya serta sangat konsisten me-

ini terdapat jinaas naaqish karena adanya ngerjakannya.

perbedaan bentuk tulisan di antara keduanya. {i!: #t:;i rr-ijr} mereka menjadikan

(i';ir) {ij;<jr} {i,{6} (i,l;} {i,:ti} sumpah-sumpah yang mereka ucapkan se-

di antara kata-kata ini terdapat keserasian dan bagai tameng dan kamuflase agar mereka ter-

keharmonian pada huruf akhiran (as-^Sa7]. fhindar dari tuntutan hukuman.(l'ry trl;^J,;,Y

{or;t;tt ;; )@' ;r 3t'jiy t<ata (ir} {.ii} lalu dengan sumpah-sumpah itu, mereka
(ii} dalam kalimat ini merupakan kata
menghalang-halangi orang lain dari agama
penguat yang beragam yang berfungsi untuk
Allah SWT dengan memengaruhi, merintangi,
mempertegas makna betapa buruknya mereka.
serta melakukan segala cara dan upaya agar
Mufradaat LuEhawWah
orang-orang tidak tertarik kepada agama
{, ill} tidakkah kamu lihat dan perhatikan,
Allah SWT. 44 .:,^;|i1i) maka bagi mereka
atau katakan dan kabarkan kepadaku. Ini
ada adzab yang menghinakan. Ini adalah
adalah gaya bahasa yang dimaksudkan untuk
ancaman kedua dalam bentuk dan gambaran
menggugah keheranan terhadap keadaan
lain tentang adzab mereka, yaitu adzab yang
dan tingkah orang-orang munafit. 4rj;; ;iry
menghinakan.
orang-orang yang loyal, senang, dan mencintai.
{i r} dari adzab Allah SWT. {ti'}}ii*sediik;}it
Mereka adalah orang-orang munafik. {u}} akan berguna.
pun tidak {q*
kaum Yahudi. (d$ n, 1\ yang Allah SWT
sebutkan kepada mereka tentang hari itu,
murka terhadap mereka.
yaitu hari di mana Allah SWT membangkitkan
(.*: .i; ?< j r,1) orang-orang itu bukan
kembali mereka semuanya. 4I irlF;) lalu
bagian dari golongan kalian dan tidak pula
mereka bersumpah-sumpah kepadaAllah SWT
bagian dari golongan kaum tersebut (Yahudi)
bahwa mereka adalah orang-orang Mukmin.
karena orang-orang itu adalah orang-orang
4:" * #:,;;.i\dan mereka mengira bahwa
munafik yang tidak memiliki sikap dan posisi
mereka bisa memperoleh suatu manfaat dari
yang jelas, mengambang dan inkonsisten.
sumpah mereka di akhirat bahwa sumpah-
(yF' * it;.ry dan mereka bersumpah-
sumpah mereka berguna bagi mereka, se-
sumpah untuk menguatkan kebohongan
mereka, yaitu mengaku-ngaku Islam dan bagaimana ketika di dunia.

bahwa mereka adalah termasuk golongan {irt,rtr W ;i:tY setan telah menguasai

kaum Mukminin. 43;r;. g,!) sedang mereka mereka, meliputi mereka, mengontrol dan me-

tahu bahwa mereka sebenarnya adalah ber- nguasai akal mereka. {,ltt plr .rr} para pen-
bohong bahwa apa yang mereka tegaskan
dukung pengikut, penolong dan pembantu
dengan sumpah mereka sebenarnya adalah
setan.
kebohongan.
Sebab Turunnya Ayat (14)
(r!f (rr.; ij nr ;I} Allah SWT menyiapkan
Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari as-
untuk mereka suatu macam adzab yang Suddi dan Muqatil menyangkut ayat empat
belas surah al-Mujaadilah, ia berkata, "Telah
sangat serius dan keras. $:ttt:;- t1G Y ,s lit\ sampai kepada kami berita bahwa ayat ini

sesungguhnya betapa buruk apa yang telah turun menyangkut seorang munafik bernama
Abdullah bin Nabtal. Ia sering hadir di majelis
mereka perbuat itu berupa kemaksiatan- Rasulullah saw., kemudian ia menyampaikan

kemaksiatan yang mereka sudah terbiasa

-d- :l-X- . TAFsIRAL-MuNIRTILID 14

kepada kaum Yahudi apa yang ia dengarkan. umpat dan mencaci beliau bahwa mereka
tidak melakukan hal itu. Lalu Allah SWT me-
Pada suatu kesempatan, Rasulullah saw berada nurunkan ayat delapan belas ini."

di dalam salah satu bilik beliau, dan beliau Persesualan Ayat

berkata, Ada orang yang mau masuk untuk Setelah memerintahkan orang-orang
ikut duduk bersama kalian. Orang itu adalah
laki-laki yang hatinya adalah hati seorang yang Mukmin agar bersedekah terlebih dahulu se-
arogan dan melihat dengan kedua mata setan.' belum melakukan konsultasi secara pribadi
Masuklah Abdullah bin Nabtal, ia adalah orang dengan Rasulullah saw., dengan maksud untuk
yang matanya menderita penyakit glaukoma. meringankan beliau dalam menghadapi ba-
Rasulullah saw. berkata kepadanya, 'Kenapa nyaknya orang yang sering berlama-lama
kamu dan kawan-kawanmu mencaci maki dan duduk dengan beliau dan berkonsultasi, Allah
mengumpat diriku?' Ia bersumpah demi Allah SWT menjelaskan keadaan, tingkah dan kondisi
bahwa ia tidak melakukannya. Rasulullah saw. sekelompok orang munafikyang menjalin per-
berkata kepadanya,'Kamu melakukannya.' sahabatan dan loyalitas dengan kaum Yahudi,
Ia pun pergi, tidak lama kemudian ia kembali mencintai mereka dan membocorkan rahasia-
membawa beberapa kawannya. Mereka pun
bersumpah-sumpah demi Allah bahwa mereka rahasia kaum Mukminin kepada mereka.
tidak mengumpat dan mencaci maki beliau.
Lalu turunlah ayat ini." Orang-orang munafik itu, sejatinya tidak ber-
ada di pihak orang-orang kafir dan tidak pula
Ayat (18) berada di pihak orang-orang Mukmin, sebagai-
Imam Ahmad dan Hakim meriwayatkan mana firman Allah SWT dalam ayat,

dari Abdullah bin Abbas t.a., ia berkata, "Mereka dalam keadaan ragu antara yang

"Pada suatu ketika, Rasulullah saw. berada demikian (iman atau kafir) tidak termasuk
kepada golongan ini (orang beriman) dan
di bawah teduhan sebuah bilih waktu itu
tidak (pula) kepada golongan itu (orang kafir).
bayangan sudah hampir menyusut. Beliau Barangsiapa dibiarkan sesat oleh Allah, maka
berkata, 'Sesungguhnya sebentar lagi akan kamu tidak akan mendapatkan jalan (untuk
memb eri p etunj uk) b ag iny a." (an-Nisaa' : 143)
datang seseorang, lalu ia memandang kepada
kalian dengan dua mata setan. fika ia datang Allah SWT memperingatkan dan meng-
kepada kalian, kalian jangan berbicara sepatah ancam mereka dengan adzab, membeberkan
motif-motif perbuatan mereka, dan bahwa
kata pun kepadanya.' Tidak lama kemu- akal mereka dikuasai oleh setan. Mereka
adalah para pengikut, pendukung, partisan,
dian, datanglah seorang laki-laki yang mata-
nya menderita penyakit glaukoma dan buta dan penyokong setan.

sebelah. Rasulullah saw. memanggilnya. Beliau Tafslr dan Penlelasan
"Tidakkah eng kau perhatikan orang -orang
berkata kepadanya ketika beliau melihat-
(munafik) yang menjadikan suatu kaum yang
nya, Atas dasar apa kamu dan kawan-kawan- telah dimurkai Allah sebagai sahabat? Orang-
orang itu bukan dari (kaum) kamu dan bukan
mu mengumpat dan mencaci maki diriku?' dari (kaum) mereka." (al-Muiaadilah: 14)
Ia berkata, 'Tunggu sebentax, saya akan me-
manggil kawan-kawanku itu.' Ia pun pergi,
kemudian datang kembali bersama kawan-
kawannya. Mereka pun bersumpah-sumpah
kepada beliau bahwa mereka tidak meng-

TAFSIRAL-MUNIR JILID 14

Beritahu dan katakan kepadaku tentang Mukminin, melakukan penipuan, kecurangan
keadaan, tingkah, dan kondisi orang-orang dan pengkhianatan terhadap kaum Mukminin.
Betapa jahatnya apa yang telah mereka perbuat
munafik yang menjalin persahabatan dan itu berupa perbuatan-perbuatan buruh serta
loyalitas dengan kaum Yahudi. Hati mereka sikap konsisten dalam melakukan perbuatan

memihak kepada kaum Yahudi. Mereka juga buruk.

membocorkan rahasia-rahasia kaum Muk- "Mereka menjadikan sumpah-sumpah me'
minin kepada kaum Yahudi. Sikap mereka reka sebagai perisai,lalu mereka menghalang'
sangat mengundang keheranan. Karena itu halangi (manusia) dari jalan Allah, maka bagi
mereka adzab yang menghinakan." (al-Muiaa'
Allah SWT murka terhadap mereka. Sejatinya,
mereka tidak berada di pihak kaum Mukminin dilah:16)
dan tidak pula berada di pihak kaum Yahudi.
Pada hakikatnya mereka bukanlah bagian dari Mereka berpura-pura menampakkan ke-
golongan kalian wahai kaum Mukminin, dan imanan, namun sejatinya mereka memen-
tidak pula bagian dari golongan yang mereka dam dan menyembunyikan kekafiran. Mereka
menjalin persahabatan dan loyalitas dengan
golongan itu, yaitu kaum Yahudi. berlindung dan memproteksi diri di balik

"Dan mereka bersumpah atas kebohongan, sumpah-sumpah palsu, menjadikan sumpah-
sedang mereka mengetahuinya." (al-Muiaa- sumpah palsu sebagai kamuflase dan tameng

dilah:14) untuk menyelamatkan nyawa mereka. Ada

Mereka menjadikan sumpah palsu sebagai sebagian orang yang tidak mengetahui hakikat
dan jati diri mereka tertipu dengan penampilan
tameng. Mereka pun bersumpah-sumpah mereka dan mengira bahwa mereka adalah
orang-orang yang benar dan jujur. Dengan cara
bahwa mereka adalah orang-orang Muslim, seperti itu, mereka berarti telah menghalang-
atau bahwa merekatidakpernah membocorkan
rahasia-rahasia kaum Mukminin kepada kaum halangi orang lain dari agama Allah SWT
Yahudi. Sedang mereka tahu bahwa apa yang merintangi orang lain untuk masuk Islam
mereka nyatakan dan perkuat dengan sumpah
mereka sejatinya adalah batil dan bohong. disebabkan oleh sikap mereka yang melakukan

Kemudian, Allah SWT mengancam, mem- provokasi untuk mengendurkan keinginan
peringatkan, dan mengintimidasi mereka de- orang lain masuk Islam, mencemarkan dan
ngan adzab yang keras, mencoreng reputasi kaum Muslimin serta

'Allah telah menyediakan adzab yang upaya melemahkan kekuatan dan pengaruh
sqngat keras bagi mereka. Sungguh, betapa kaum Muslimin.
buruknya apa yang telah mereka kerjakan." (al'
Muiaadilah:15) Tindakan-tindakan buruk dan tercela yang
mereka lakukan pada gilirannya membentuk
Allah SWT menyiapkan dan menyediakan
adzab yang pedih, menyakitkan dan memilukan opini negatif terhadap Islam dan kaum
atas sikap dan perbuatan-perbuatan buruk
Muslimin sehingga orang-orang pun enggan
mereka, yaitu menjalin persahabatan dan dan tidak tertarik kepada Islam.

loyalitas dengan orang-orang kafir, melakukan Bagi mereka ada adzab yang menghinakan

hal-hal yang menguntungkan kaum kafir dan di dalam neraka fahannam disebabkan oleh
merugikan kaum Mukminin, memusuhi kaum
sumpah-sumpah palsu yang mereka ucapkan
dengan menggunakan nama Allah SWT |uga,

sebagai balasan atas sikap mereka yang

menghina, meremehkan, dan melecehkan ke-

ThFSIRAL-MUNIR JILID

sakralan sumpah dengan menggunakan nama Allah SWT, sebagaimana hal itu pernah ber-
Allah SWT dalam sumpah-sumpah palsu yang
manfaat dan berguna bagi mereka di hadapan
mereka ucapkan.
manusia.
Kemudian, Allah SWT menjelaskan sebe-
rapa besar kerugian dan kebangkrutan yang Hal itu disebabkan kesengsaraan dan
mereka alami pada hari Kiamat,
kecelakaan mereka yang teramat besar karena
"Hartq benda dan anak-anak mereka tidak pada hari Kiamat semua fakta dan kebenaran
berguna sedikit pun (untuk menolong) merekq pasti terungkap.

dari adzab Allah. Mereka itulah penghuni "Dan mereka menyangka bahwa mereka
akan memperoleh sesuatu (manfaat). Ketahui-
neraka, mereka kekal di dalamnya." (al-
Iah bahwa mereka orang-orang pendusta." (al'
Muiaadilah:17) Muiaadilah:18)

Harta benda dan anak-anak mereka tiada Mereka menyangka bahwa dengan sum-
sedikit pun berguna bagi mereka untuk me- pah-sumpah palsu dan bohong itu, di akhirat
nyelamatkan mereka dari adzab Allah SWT
mereka akan bisa mendapatkan manfaat
Orang-orang itu yang telah dideskripsikan
atau menghalau bahaya, seperti yang pernah
dengan sifat dan kriteria-kriteria tersebut.
Mereka itulah para penghuni neraka. Mereka mereka lakukan ketika di dunia. Ketahuilah
tiada akan pernah meninggalkan neraka'
Mereka tinggal di dalamnya selama-lamanya, bahwa sesungguhnya dengan persangkaan,
asumsi, bayangan, dan pemikiran seperti itu,
tidak akan keluar darinya dan tidak pula akan merekalah sebenarnya orang-orang yang
bohong dengan sebohong-bohongnya dalam
mati di dalamnya.
apa yang mereka tegaskan dan kuatkan
"(lngatlah) pada hari (ketika) mereka dengan sumpah palsu mereka. Apa yang

semua dibangkitkan Allah, lalu mereka ber- mereka nyatakan dengan sumpah mereka
sumpah kepada-Nya (bahwa mereka bukan adalah benar-benar sebuah kebohongan besar.
orang musyrik) sebagaimana mereka ber'
sumpah kepadamu." (al'Muiaadilah: 18) Keadaan mereka adalah sebagaimana
yang digambarkan Allah SWT dalam firman-
Sebutkan kepada mereka wahai
Nya tentang orang-orang musYrik,
Muhammad, hari di mana Allah SWT mem-
"Kemudian tidaklah ada jawaban bohong
bangkitkan mereka semuanya dari kubur me- mereka, kecuali mengatakan, 'Demi Allah, ya
reka dalam keadaan hidup, menggiring dan Tuhan kami, tidaklah kami mempersekutukan
menghimpunkan mereka semua pada hari Allah.' Lihatlah, bagaimana mereka berbohong
Kiamat tanpa ada satu orang pun yang ter- terhadap diri mereka sendiri. Dan sesembahan
yang mereka ada'adakan dahulu akan hilang
tinggal. Mereka bersumpah-sumpah demi dari mereka." (al-An'aam: 23'24)

Allah SWT bahwa mereka dulu berada di atas Kemudian, Allah SWT menjelaskan sebab
petunjuk, keistiqamahan dan kelurusan, se-
bagaimana mereka dulu bersumpah-sumpah kesesatan mereka,

seperti itu kepada manusia ketika di dunia. "Setan telah menguasai mereka, lalu
Barangsiapa yang hidup di atas sesuatu, ia menjadikan mereka lupa mengingat Allah;
mati dan akan dibangkitkan kembali di atas mereka itulah golongan setan. Ketahuilah
sesuatu itu. Mereka juga mengira bahwa hal
bahwa golongan setan itulah golongan yang
itu bermanfaat dan berguna bagi mereka di sisi rug i." (al-Muiaadilah: 19)

14TAFSIRAL-MUNIRIILID ,rlt.[)d:;6il_b,t lift su]ahat-Mutaadilah
\_

Setan telah menguasai, meliputi, men- 3. Bagi orang-orang munafik ada adzab yang
dominasi, serta mengalahkan akal mereka sangat keras di |ahannam, yaitu tingkatan
paling bawah dari neraka. Seburuk-buruk
sehingga mereka pun meninggalkan perintah- amal perbuatan adalah amal perbuatan
perintah Allah SWT dan amal-amal ketaatan mereka.

kepada-Nya. Mereka adalah para pasukan 4. Orang-orang munafik menjadikan sum-
pah-sumpah mereka sebagai tameng
setan, para pengikut, partisan, dan golongan untuk melindungi nyawa mereka. Bagi
setan. Ketahuilah sesungguhnya para pengikut mereka ada adzab yang menghinakan
dan penyokong setan, merekalah orang-orang di dunia dalam bentuk terbunuh dan di
yang merugi dan binasa. Mereka telah menjual akhirat dalam bentuk neraka.
surga dan menukarnya dengan neraka, men-
5. Harta benda, kekayaan, dan anak-anakme-
jual petunjuk dan menukarnya dengan ke- reka sekali-kali tiada akan berguna sedikit
sesatan. Mereka telah berbohong terhadap
Allah SWT dan Nabi-Nya serta bersumpah pun bagi mereka untuk menyelamatkan
diri mereka dari adzab Allah SWT.
dengan sumpah-sumpah palsu. Mereka akan
merugi di dunia dan akhirat. Orang yang me- 6. Bagi mereka ada adzab yang menghinakan
nerima hal seperti itu,lebih memilih dan meng-
inginkannya untuk dirinya, ia tentu tidak bisa pada hari di mana mereka dibangkitkan
dikatakan sebagai orang yang berakal waras. dari kubur mereka, digiring dan dihim-

Flqlh Kehldupan atau Hukum-Hukum punkan pada hari Kiamat.

Ayat-ayat di atas menjelaskan sejumlah 7. Mereka memiliki pemikiran, bayangan,
dan asumsi yang sangat keliru terhadap
hal sebagai berikut.
sumpah. Mereka menyangka bahwa sum-
t. Haram hukumnya menjalin kasih sayang
pah-sumpah palsu dan dusta berman-
dan pertemanan karib dengan orang-orang faat dan berguna bagi mereka di akhirat
seperti ketika di dunia. Mereka mengira
kafir yang memusuhi kaum Mukminin,
bahwa mereka akan memperoleh suatu
membocorkan kepada mereka rahasia-ra- manfaat dengan penyangkalan dan sum-
hasia kaum Muslimin, menyokong, men- pah yang mereka ucapkan, padahal sejati-
nya mereka adalah orang-orang yang ber-
dukung dan membantu mereka serta bohong.

melakukan hal-hal yang bertujuan demi Maksudnya adalah sebagaimana me-
kepentingan, kebaikan, dan keuntungan reka hidup di atas kemunafikan dan sum-
pah palsu, maka mereka pun mati dan di-
mereka.
bangkitkan kembali di atas sikap seperti
2. Orang-orang munafik bukanlah bagian
itu.
dari golongan kaum Yahudi dan bukan
pula bagian dari golongan kaum Mus- B. Setan telah mengalahkan dan menguasai
mereka dengan bisikan, godaan dan bujuk
limin. Tetapi, mereka adalah orang-orang
rayunya di dunia sehingga hal itu meng-
yang mengambang, kebingungan, ter-
ombang-ambing, tidak jelas sikap dan akibatkan mereka meninggalkan perintah-

posisi mereka, tidak masuk kepada perintah Allah SWT dan tidak sudi
untuk melaksanakan ketaatan kepada-
golongan orang-orang beriman dan tidak
pula kepada golongan orang-orang kafir. Nya. Mereka adalah orang-orang yang
Mereka suka membocorkan berita dan menjadi golongan, pengikut, partisan dan
informasi-informasi kaum Muslimin ke-

pada kaum Yahudi,

Surah aFMuraadllah

penyokong setan. Golongan dan pengikut yang dalam hatinya telah ditanamkan Allah
keimanan dan Allah telah menguatkan mereka
setan itulah orang-orang yang merugi dengan pertolongan yang datang dari Dia. Lalu
dalam jual beli mereka karena mereka dimasukkan-Nya mereka ke dalam surga yang
telah menjual surga dan menukarnya
mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka
dengan fahannam, menjual petunjuk dan
menukarnya dengan kesesatan, kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka

BALASAN ORANG.ORANG YANG MENENTANG dan mereka Pun ffierasa puas terhadap (limpahan
ALLAH SWT DAN RASUL-NYA, JANJI rahmat) -Nya. Merekalah golongan Allah. lngatlah,
PERTOLONGAN DAN KEMENANGAN BAGI
KAUM MUKMININ SERTA PENGHARAMAN sesungguhnya golongan Allah itulah yang ber-
MENJALIN PERSAHABATAN MUSUH
unt un g." (al- Muj aad ilahz 2O - 22)
Surah aFMulaadltah Ayat 20'22
Qlraa'aat
5 Ad5,lr o l$i ilt:n6 i\'t)N4&Jr il
4l t-"'Y,
3j'*-* -Jl -bl tryb\ SiJt r,,$
Nafi' dan Ibnu Amir membaca aYat ini
u ai:{i-ilr ,av }tu<;j;tuf ily
<\,tt"'r:>'
5 iLti 5 i{1\6e *s'iUtir'{a 4ic-.jr.9,],) dibaca:

'-s,j3 "a ::a -a$'#i* i frV\ 1. (G1t *p1ini adalah qiraa'aat Abu Amr.
2. 1ir1..'irftrr,l ini adalah qiraa'aat Hamzah, al-
*;frfii'uai#Sv6t1:jr
Kisa'i dan Khalaf.
*tqo"ao-r>jSvr Gjt,E*
3. 6riit ,y,$> ini adalah qiraa'aat imam yang
'-.b-ay<fl\\te:,aji'&WS;+;
lain.
ffi'53 -J1a\',3A\
l'raab
"Sesungguhnya orang-orang yang menentang
(*r;1,"y kata (;j!l'y adalah bentuk wazan
Allah dan Rasul-Nya, mereka termasuk orang-
orang yang sangat hina. Allah telah menetapkan, af'al tafdhiil. (t;t ui s;i.irr -s) F,',il (3) di
Aku dan rasul-rasul-Ku pasti menang.' Sungguh,
sini diberlakukan sebagai qasam (sumpah).
Allah Mahakuat, Mahaperkasa. Engkau Dari itu,y''il ini memiliki jawab berbentuk kata
yang menjadi jawabnya qasam, yaitu kalimat
(Muhammad) tidak akan mendapatkan suatu
(.#'iF. Kata 4S-3:Y berkedudukan rafa'
kaum yangberiman kepada Allah dan hari akhirat,
saling berkasih sayang dengan orang'orang yang karena 'athaf kepada dhamir rafa' mustatir
yang terdapat paday''iI la'aghlibanna. Bentuk
menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun peng'athafan ini boleh karena dhamfrtersebut
diberi taukiid dengan kata anaa. lika dhamir
orang-orang itu bapaknya, anaknya, saudaranya munfashil atau mustatir diberi taukiid, boleh
atau keluarganya. Mereka itulah orang-orang
meng' athafl<an kep adanya.

BalaaEhah

4,U crr, iit\ dalam kalimat ini terdapat

majaz niursal karena ruh itu menjadi sebab

kehidupan yang baih nyaman, sejahtera,

sentosa, nan abadi.

Mufradaat Lughawlyyah itu adalah pasukan Allah SWT para penyokong,
pendukung dan penolong agama-Nya. Mereka
(jr34} melawan, menentang, mengambil mengikuti perintah-Nya dan menjauhi larang-

posisi dan sikap oposisi sehingga mereka an-Nya. {ir..riir i,l} adalah orang-orang yang

berada di satu pihak, sementara syari'at dan beruntung dan sukses meraih kebaikan dunia
dan akhirat.
petunjuk berada di pihak yang lain. (,lll, ny
Sebab Turunnya
termasuk golongan orang-orang yang kalah
Ayat (21)
yang meruplkan makhluk Allah SWT yang Muqatil menjelaskan ketika Allah SWT
paling hina. (.irr .-s) Allah SWT telah menetap-
menaklukkan Mekah, Tha'if, Khaibar dan
kan dan memutuskan. (A;(y sungguh Aku wilayah sekitarnya untuk kaum Mukminin,
mereka berkata, "Kami berharap Allah
pasti menang dengan hujjah dan kekuatan. SWT menjadikan kami bisa mengalahkan
dan menguasai Persia dan Romawi. Lalu
.lrt :t- ;r ..:1:12 7)l elts A\ i*t vl -^*, !t Abdullah bin Ubay berkata, Apakah kalian
kira memangnya Romawi dan Persia seperti
4t-,rr<ata 4jri;g -rL;rrvi iarrrr, berkawan sebagian negeri yang telah berhasil kalian

akrab, bersahabat, dan menaruh kepercayaan kalahkan dan taklukkan itu? Sungguh, bangsa
Persia dan Romawi jauh lebih banyak jumlah-
penuh dan mencintai. Yakni, tidak semestinya nya dan jauh lebih kuat dari apa yang kalian
duga."'Lalu turunlah ayat ini.
kamu mendapati orang-orang yang beriman
Ayat(22)
menjalin pertemanan akrab dan bersahabat
Ibnu Abi Hatim, ath-Thabrani, Abu Nu'aim
dengan musuh-musuh Allah SWT. Maksudnya dalam al-Hilyah, dan Baihaqi dalam Sunannya,

adalah tidak semestinya dan tidak boleh meriwayatkan dari Abdullah bin Abbas r.a.
mereka berkawan akrab dengan musuh- dari Abdullah bin Syaudzab, ia berkata,'Ayat
musuh Allah SWT menaruh kepercayaan ini turun menyangkut diri Abu Ubaiddah bin

penuh kepada mereka, bersahabat dengan farrah r.a. tatkala ia membunuh ayahnya dalam
pertempuran Badar."
mereka dan mencintai mereka.
4*r*. #., ,q..;i Ath-Thabrani dan Hakim dalam al-
:.it &,r\ .')11 ;,;i "' ._ t;s )iy
r5"Ui Mustadrak meriwayatkan keterangan serupa,
dengan redaksi, "Pada pertempuran Bada[
meskipun orang-orang yang menentang dan
ayah Abu Ubaiddah bin farrah r.a. terus
melawan Allah SWT serta menjadi musuh-Nya berusaha menghadang dan melawan Abu

adalah orang-orang terdekat mereka. (tr,j;iy Ubaiddah r.a.. Namun, setiap kali ayahnya mau

orang-orang yang tidak menjalin pertemanan melawan dan menyerang dirinya, ia selalu
menghindar dari ayahnya dan tidak mau
akrab, tidak menjalin persahabatan dan tidak
melawannya. Ketika ayahnya melakukan hal
mencintai para musuh Allah SWT itu. .5)
itu terus-menerus, akhirnya Abu Ubaiddah
{iG:'i ry,}u 6 Allah SWT telah mengukuhkan
pun tidak berusaha menghindar lagi, tetapi
keimanan dalam hati mereka.

Ini menjadi dalil yang menunjukkan

bahwa amal tidak masuk ke dalam cakupan

pengertian dan konsepsi iman. Karena amal-

amal anggota tubuh tidak berada dalam hati.

*6j;F dan Allah SWT menguatkan mereka.

4U ct",b dengan nur dari Allah SWT yang

Dia demburatkan dalam hati, supaya hati itu

tenang, tenteram, damai, dan kukuh. it 4rt

{,#; Allah SWT ridha kepada mereka dengan

ketaatan mereka kepada-Nya. {i; ty;1$ dan

mereka ridha dengan pahala-Nya yang Dia

janjikan kepada mereka. (i, ii r-r,Jriy mereka

TAFSTRAL-MUNIR JITID 14

ia lawan, hingga akhirnya ia berhasil mem- tunya ia tidak bisa mencintai musuh orang
bunuhnya. Lalu turunlah aYat ini."
yang ia cintai.
Ibnul Mundzir meriwayatkan dari Ibnu
Tafslr dan Penfelasan
furaij, ia berkata,'Aku mendapat cerita bahwa "Sesungguhnya orang-orang yang menen'

Abu Quhafah (ayahanda Abu Bakar ash- tang Allah dan Rasul-Nya, mereka termasuk
orqng-orqng yang sangat hina." (al'Muiaa-
Shiddiq r.a.) mengumpat dan mencaci maki dilah:20)

Rasulullah saw. (sebelum ia masuk Islam). Sesungguhnya orang-orang kafir yang

Lalu Abu Bakar ash-Shiddiq r.a. melayangkan angkuh, membangkang, melawan dan me-
tamparan keras kepada Abu Quhafah hingga
nentang perintah-perintah dan larangan-
menyebabkannya tersungkur jatuh' Lalu
laranganAllah SWT menjauhi dan anti terhadap
kejadian itu disampaikan kepada Rasulullah kebenaran, memusuhi dan membenci Islam,

saw, lalu beliau berkata, Apakah benar kamu memosisikan diri mereka pada satu posisi
melakukan hal itu wahai Abu Bakar?'Lalu ia
yang berhadapan dengan posisi syari'at Allah
berkata, 'sungguh demi Allah, seandainya
waktu itu ada pedang di dekatku, pasti sudah SWT dan Rasul-Nya, mereka berada di satu
aku gunakan untuk menghantamnya.' Lalu
turunlah ayat ini." sisi, sementara syari'at Allah SWT dan Rasul-
Nya berada pada sisi yang lain, mengambil
Ar-Razi menjelaskan, kebanyakan ulama
sepakat bahwa ayat ini turun menyangkut diri sikap oposisi terhadap syari'at Allah SWT
Hathib bin Abi Balta'ah dan tindakannya yang dan Rasul-Nya. Mereka termasuk golongan
membocorkan informasi kepada penduduk
Mekah bahwa Nabi Muhammad saw bergerak orang-orang yang terkalahkan dan subordinan
serta termasuk golongan orang-orang yang
menuju ke Mekah ketika beliau hendak merupakan makhluk Allah SWT yang paling

melakukan penaklukan kota Mekah' hina yang kamu tidak menemukan seorang

Persesualan Ayat pun yang lebih hina dan rendah dari mereka,
baik di dunia dalam bentuk terbunuh, tertawan
Setelah menerangkan buruknya keadaan dan terusir seperti yang dialami oleh orang-
orang-orang munafik di akhirat dan kerugian orang musyrik dan kaum Yahudi, maupun di
terbesar yang mereka alami, Allah SWT me-
nerangkan sebab kerugian mereka itu, yaitu akhirat dalam bentuk kehinaan, hukuman,
sikap melawan Allah SWT dan Rasul-Nya ser-
pembalasan dan adzab, sebagaimana firman
ta menentang perintah-perintah Allah SWT
Allah SWT dalam ayat,
dan Rasul-Nya. Kemudian Allah SWT meng- "Ya Tuhan kami, sesungguhnya orang yong
informasikan ketetapan dan keputusan-Nya
yang telah final dan pasti untuk menolong Engkau masukkan ke dalam neraka, maka
dan memenangkan para rasul serta kekalahan
musuh-musuh mereka. Kemudian Allah SWT sungguh, Engkau telah menghinakannya, dan
tidak ada seorang penolong pun bagi orang
menjelaskan bahwa keimanan tidak bisa
berkumpul dengan sikap mencintai para yang zalim." (Ali'Imraan: 192)

musuh Allah SWT, tidak bisa bersatu dengan Ini adalah peringatan dan ultimatum
sikap menjalin persahabatan dengan mereka.
Barangsiapa mencintai seseorang, maka ten- tentang kekalahan musuh-musuh Allah SWT'
Ayat ini merupakan iumlah isti'naafiyyah [su-
sunan kalimat baru) yang berfungsi menjelas-

kan illat kerugian yang mereka alami yang

disebutkan dalam ayat sebelumnya.

'Allah telah menetapkan, Aku dan rasul- SWT tidak menjalin persahabatan, loyalitas,
rasul-Ku pasti menang.' Sungguh, Allah Maha-
kuat, M ahaperkasa." (al-Muiaadilah: 2 1) dan persahabatan dengan mereka,

Allah SWT telah memutuskan dan me- "Engkau (Muhammad) tidak akan
netapkan dalam pengetahuan-Nya terdahulu
yang azali bahwa Allah SWT dan rasul- mendapatkan suatu kaum yang beriman
rasul-Nya adalah pasti pihak yang menang
dengan hujjah, pedang, dan lain sebagainya. kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih
Sesungguhnya, Allah SWT Mahakuat untuk sayang dengan orang-orang yang menentang

menolong dan memenangkan rasul-rasul-Nya Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orqng
lagi Maha Mengalahkan musuh-musuh-Nya.
itu bapaknya, anaknya, saudaranya atau
Hal ini, sebagaimana yang dikatakan
keluarg anya." (al-Mui aadilah: 2 3)
oleh lbnu Katsif, adalah sebuah qadar yang
telah dikukuhkan dan perkara yang telah Tidak semestinya dan tidak boleh bagi
orang-orang Mukmin yang beriman kepada
ditetapkan secara final bahwa kesudahan yang Allah SWT dan hari akhif, mereka mencintai,
baik dan kemenangan adalah pasti bagi kaum loyalitas dan persahabatan dengan orang-
Mukminin di dunia dan akhirat. orang yang menentang dan melawan Allah
SWT dan Rasul-Nya, meskipun orang-orang
Ini merupakan sebuah berita gembira
itu adalah orang-orang terdekat mereka,
tentang pertolongan dan kemenangan orang-
orang Mukmin atas orang-orang kafir. Hal seperti para orangtua yang berbakti kepada
mereka merupakan sebuah kewajiban, anak-
ini benar-benar telah terbukti berkali-kali. anak yang merupakan belahan jiwa, para
saudara yang membela mereka, dan klan atau
Allah SWT benar-benar menolong dan me- kabilah yang mereka berafiliasi kepadanya
menangkan rasul-rasul-Nya atas kaum-kaum serta memperoleh kekuatan dan dukungan

mereka yang kafi4, seperti kaum Nabi Nuh a.s., dengannya.

kaum Nabi Hud a.s., kaum Nabi Saleh a.s., kaum Tirmidzi, Hakim, dan ath-Thabrani me-
Nabi Luth a.s. serta rasul-rasul dan kaum-kaum riwayatkan dalam bentuk riwayat marfuu',
mereka terdahulu. Allah SWT menolong dan
memenangkan Rasul-Nya Muhammad saw. catz)
."1
dan orang-orang yang beriman bersama beliau .. il.l.cl

atas orang-orang musyrik di Semenanjung Allah SWT berfirman,'Demi kemuliaan dan
keagungan-Ku, rahmat-Ku tidak diperoleh oleh
Arab serta atas negara Romawi dan Persia. orang yang tidak mencintai para kekasih-Ku dan

Di antara ayat yang memiliki makna ti dak memusuhi mu suh - mu suh - Ku."'

serupa adalah Imam Ahmad dan yang lainnya me-

"Dan sungguh, janji Kami telah tetap bagi riwayatkan dari al-Barra' bin Azib r.a. dalam
bentuk riwayat marfuu',
hamba-hamba Kamiyang menjadi rasul, (yaitu)
i, e Ati,i' ,J .!.jr :0.1t i)i
mereka itu pasti akan mendapat pettolongan.
Dan sesungguhnya bala tentara Kami itulah "Sekukuh-kukuhnya iman adalah mencintai
karena Allah SWT dan membenci karena Allah
yang pasti menang." (ash-Shaaffaatz L7l-ll3) SWU"

Kemudian, Allah SWT menerangkan

sifat dan tipikal orang-orang Mukmin bahwa
mereka tidak mencintai musuh-musuh Allah


Click to View FlipBook Version