KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT, karena atas rahmat dan
hidayah-Nya kami dapat mempersembahkan modul Pelatihan Ginjal Intensif bagi Perawat
yang dilaksanakan di Diklat RSUP Dr. Kariadi Semarang ini. Modul ini berisi tentang
deskripsi singkat, tujuan pembelajaran, pokok bahasan dan langkah pembelajaran, uraian
materi dan referensi dari semua materi pelatihan. Modul ini disusun untuk mempermudah
peserta dalam memahami materi yang diberikan
Kami menyadari masih banyak kekurangan dalam penyusunan modul ini. Oleh
karena itu, kami sangat mengharapkan kritik dan saran demi perbaikan dan
kesempurnaan modul ini.. Kami mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang
telah membantu proses penyelesain modul ini, terutama narasumber dan panitia
pelatihan yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu. Semoga modul ini dapat
bermanfaat bagi kita semua, khususnya para peserta pelatihan.
Semarang, November 2021
Penyusun
i|Page
DAFTAR ISI
HAL
Kata Pengantar…………………………………………………............................... ii
Daftar Isi………………………………………………………………...……………, iii
Legal Etik Keperawatan Hemodialisa ……………………………………………….... 1
Standar Kompetensi dan Kewenangan Klinis Perawat Dialisis ……………………… 26
Anatomi dan Fisiologi Ginjal………………………………………………………….. 42
Konsep dasar Acute Kidney Injury (AKI)……………………………………………... 54
Konsep dasar Chronic Kidney Disease (CKD)………………………………………… 63
Prinsip Terapi Pengganti Ginjal berdasarkan jenisnya ……………………………… 75
Persiapan HD ………………………………………………………………………… 90
Telaah peresepan HD ………………………………...................................................... 105
Akses Vaskular HD……………………………............................................................. 124
Asuhan Keperawatan Pre HD (aksesVaskular) .................…………………………..... 131
Asuhan Keperawatan Intra HD (Monitoring Pasien dan Mesin)…………………….... 148
Asuhan Keperawatan Post HD (Terminasi HD) ……………………………………… 159
Penilaian adekuasi dialisis …………………………………………………………… 164
HD dengan Kasus Khusus (Isolated Ultrafiltartion)…………………………………... 173
HD dengan Kasus Khusus(Teknik SLED) …………………………………………… 182
HD dengan Kasus Khusus (Hemodiafiltrasi) ………………………….......................... 196
HD dengan Kasus Khusus (Hemofiltration Reinfusion)……………………………….. 213
HD dengan Kasus Khusus Anak ……………………………………………………. 223
Gangguan keseimbangan cairan & Gangguan hematologi…………………….............. 248
Gangguan kardiovaskuler & Gangguan mineral tulang………………………………... 296
Gangguan Nutrisi & Gangguan Neurologi …………………………………………….. 336
Askep Gangguan keseimbangan cairan elektrolit & Askep Gangguan Hematologi…… 369
Askep Gangguan kardiovaskuler &Askep Gangguan mineral tulang………………...... 408
Askep Gangguan Nutrisi & Askep Gangguan Neurologi……………………………... 443
Askep Gangguan Psikologi ……………………………………………………………. 479
Konsep Dasar CAPD …………………………………………………………………. 494
Asuhan Keperawatan Pasien CAPD …………………………………………………. 503
Pergantian cairan …………………………………………………………………….. 509
Perawatan exit site …………………………………………………………………… 513
Pergantian transfer site……………………………......................................................... 517
Adekuasi dan PET………………………………………………………….................... 522
Pemberian obat intraperitonial……………………………………................................. 526
Dialiser Reprocessing ………………………………………………………………… 530
Edukasi Pasien dialisis dan Keluarga ………………………………………………… 541
Standar Minimal Rekam Medik Unit Dialisis & Indonesian Renal Registry(IRR)…..... 554
Water Treatment ……………………………………………………………………… 579
Anti Korupsi …………………………………………………………………………. 596
ii | P a g e
iii | P a g e
LEGAL ETIK KEPERAWATAN HEMODIALISA
1. Deskripsi Singkat
Perawat bekerja dihadapkan pada suatu tuntutan agar memberikan layanan
yang berkualitas dan aman sesuai dengan kaidah-kaidah profesi dalam kode etik
perawat.
Perawat dalam melaksanakan praktik keperawatan mengacu kepada standar
profesi perawat yang meliputi standar kompetensi, standar praktik profesional,
standar kinerja profesional dan kode etik keperawatan.
Permasalahan yang muncul yaitu masalah praktik keperawatan, komunikasi
dan koordinasi, yang jika dilihat lebih mendalam berkaitan dengan aspek etik
keperawatan.
2. Tujuan Pembelajaran
A. Tujuan Pembelajaran Umum (TPU)
Setelah mengikuti materi ini, peserta pelatihan mampu menjelaskan mengenai
legal etik keperawatan Hemodialisa.
B. Tujuan Pembelajaran Khusus (TPK)
Setelah mengikuti materi ini peserta dapat :
1. Peserta mampu mengetahui pengertian legal etik.
2. Peserta mampu mengetahui prinsip etik keperawatan
3. Peserta mampu mengetahui pemecahan dilemma etik keperawatan
4. Peserta mampu mengetahui tanggungjawab hukum dalam praktek
keperawatan
5. Peserta mampu mengetahui dasar hukum dalam praktek keperawatan
3. Pokok Bahasan Dan Atau Sub Pokok Bahasan
A. Pokok Bahasan
Pokok bahasan yang akan disampaikan adalah menjelaskan tentang legal etik
keperawatan Hemodialisa.
B. Sub Pokok Bahasan
1. Pengertian legal etik.
2. Prinsip etik keperawatan
1|Page
3. Pemecahan dilemma etik keperawatan
4. Tanggungjawab hukum dalam praktek keperawatan
5. Dasar hukum dalam praktek keperawatan
4. Bahan Belajar
Bahan belajar yang diperlukan adalah masalah materi legal etik keperawatan
Hemodialisa.
5. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran
NO WAKTU PROSES PEMBELAJARAN
Kegiatan Pengampu Kegiatan Peserta
1. 10 menit Pembukaan: 1. Menjawab salam
1. Salam 2. Mendengarkan dan
2. Penjelasan mata ajar legal etik keperawatan memperhatikan
Hemodialisa. 3. Bertanya
2. 150 menit 1. Pengertian legal etik. 1. Menganalisis
2. Prinsip etik keperawatan 2. Menjawab
3. Pemecahan dilemma etik keperawatan 3. Mencatat
4. Tanggungjawab hukum dalam praktek 4. Bertanya
keperawatan
5. Dasar hukum dalam praktek keperawatan
3. 20 menit Penutup:
1. Menyimpulkan pertemuan 1. Memperhatikan
2. Menanyakan konsep legal etik keperawatan 2. Menjawab
Hemodialisa.
2|Page
MATERI :
3|Page
4|Page
5|Page
6|Page
7|Page
8|Page
9|Page
10 | P a g e
11 | P a g e
12 | P a g e
13 | P a g e
14 | P a g e
15 | P a g e
16 | P a g e
17 | P a g e
18 | P a g e
19 | P a g e
20 | P a g e
21 | P a g e
22 | P a g e
23 | P a g e
24 | P a g e
REFERENSI :
Ake, J. (2003). Malpraktik dalam Keperawatan. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran
EGC
KepMenKes No 1239/Menkes/SK/XI/2001 Tentang Registrasi dan Praktik Perawat
Kozier, E. (1990). Fundamentals of Nursing, 4th ed. Redwood City, California:
Addison Wesley Co.
PMK RI No 40 Tahun 2017 Tentang Pengembangan Jenjang Karir Profesional
Perawat Klinis
25 | P a g e
STANDAR KOMPETENSI DAN KEWENANGAN KLINIS
PERAWAT DIALISIS
1. Deskripsi Singkat
Penyelenggaraan pelayanan keperawatan harus dilakukan secara bertanggung
jawab, akuntabel, bermutu, aman, dan terjangkau oleh perawat yang memiliki
kompetensi, kewenangan, etik, dan moral tinggi”
Critical thinking adlh suatu keterampilan yang memampukan seseorang untuk
berpikir dlm level yang tinggi, secara komprehensif & sistematis.
Kompetensi yang diharapkan dimiliki oleh perawat yang bekerja di unit
dialisis
2. Tujuan Pembelajaran
A. Tujuan Pembelajaran Umum (TPU)
Setelah mengikuti materi ini, peserta pelatihan mampu menjelaskan mengenai
standar kompetensi perawat dialisis.
B. Tujuan Pembelajaran Khusus (TPK)
Setelah mengikuti materi ini peserta dapat :
1. Peserta mampu mengetahui kemampuan ideal perawat dialisis
2. Peserta mampu mengetahui clinical judgement
3. Peserta mampu mengetahui tahapan kompetensi klinis perawat dialisis
3. Pokok Bahasan Dan Atau Sub Pokok Bahasan
A. Pokok Bahasan
Pokok bahasan yang akan disampaikan adalah menjelaskan tentang standar
kompetensi perawat dialisis.
B. Sub Pokok Bahasan
1. Kemampuan ideal perawat dialisis
2. Clinical judgement
3. Tahapan kompetensi klinis perawat dialisis
26 | P a g e
4. Bahan Belajar
Bahan belajar yang diperlukan adalah masalah materi standar kompetensi
perawat dialisis.
5. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran
NO WAKTU PROSES PEMBELAJARAN
Kegiatan Pengampu Kegiatan Peserta
1. 10 menit Pembukaan: 1. Menjawab salam
1. Salam 2. Mendengarkan dan
2. Penjelasan mata ajar standar kompetensi memperhatikan
perawat dialisis. 3. Bertanya
2. 105 menit 1. Kemampuan ideal perawat dialisis 1. Menganalisis
2. Clinical judgement 2. Menjawab
3. Tahapan kompetensi klinis perawat dialisis 3. Mencatat
4. Bertanya
3. 20 menit Penutup:
1. Menyimpulkan pertemuan 1. Memperhatikan
2. Menanyakan konsep standar kompetensi 2. Menjawab
perawat dialisis.
27 | P a g e
I. URAIAN MATERI
28 | P a g e
29 | P a g e
30 | P a g e
31 | P a g e
32 | P a g e
33 | P a g e
34 | P a g e
35 | P a g e
36 | P a g e
37 | P a g e
38 | P a g e
39 | P a g e
40 | P a g e
REFERENSI :
PKB PPNI
Kozier, E. (1990). Fundamentals of Nursing, 4th ed. Redwood City, California:
Addison Wesley Co.
MK RI No 40 Tahun 2017 Tentang Pengembangan Jenjang Karir Profesional
Perawat Klinis
41 | P a g e
ANATOMI FISIOLOGI GINJAL
1. Deskripsi Singkat
Ginjal adalah salah satu organ penting memiliki fungsi penting dalam mengatur
cairan tubuh, mengatur keseimbangan asam basa dan elektrolit, dan ekskresi produk
metabolik dan sekresi hormon. Ginjal memiliki unit terkecil yang dinamakan nefron
yang strukturnya memiliki banyak bagian dengan berbagai fungsi.
Modul ini membahas anatomi fisiologi ginjal sebagai dasar pemikiran untuk
memahami konsep ganguan ginjal (akut dan kronik) dan konsep dasar hemodialisis (HD)
yang akan di bahas secara berturut turut. Materi yang ada pada modul ini diharapkan
akan menjadi titik tolak perawat HD dalam berpikir secara kritis terkait apa yang
menjadi dasar tindakan HD harus dilakukan pada pasien dengan ganguan ginjal, prinsip
kerja ginjal yang sebagian di aplikasikan oleh terapi penganti ginjal berbentuk
hemodialisis.
2. Tujuan Pembelajaran
A. Tujuan Pembelajaran Umum (TPU)
Setelah mengikuti materi ini, peserta pelatihan mampu menjelaskan mengenai
Anatomi dan fisiologi ginjal.
B. Tujuan Pembelajaran Khusus (TPK)
Setelah mengikuti materi ini peserta dapat :
1. Peserta mampu mengetahui anatomi ginjal
2. Peserta mampu mengetahui fisiologi ginjal
3. Pokok Bahasan Dan Atau Sub Pokok Bahasan
A. Pokok Bahasan
Pokok bahasan yang akan disampaikan adalah menjelaskan tentang Anatomi dan
fisiologi ginjal.
B. Sub Pokok Bahasan
1. Anatomi Ginjal
2. Fisiologi Ginjal
42 | P a g e
4. Bahan Belajar
Bahan belajar yang diperlukan adalah masalah materi Anatomi dan fisiologi
ginjal.
5. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran
NO WAKTU PROSES PEMBELAJARAN
Kegiatan Pengampu Kegiatan Peserta
1. 10 menit Pembukaan: 1. Menjawab salam
1. Salam 2. Mendengarkan dan
2. Penjelasan mata ajar Anatomi dan fisiologi memperhatikan
ginjal. 3. Bertanya
2. 60 menit 1. Anatomi Ginjal 1. Menganalisis
3. 20 menit
2. Fisiologi Ginjal 2. Menjawab
3. Mencatat
4. Bertanya
Penutup:
1. Menyimpulkan pertemuan 1. Memperhatikan
2. Menanyakan konsep Anatomi dan fisiologi 2. Menjawab
ginjal.
43 | P a g e
MATERI :
ANATOMI FISIOLOGI GINJAL
A. Anatomi Ginjal
1. Posisi Ginjal :
a. Organ ginjal berbentuk seperti kacang (bean)
b. Terletak retroperitoneal
c. Ginjal kiri lebih tinggi dibandingkan ginjal kanan
d. Berat setiap ginjal ± 150 gram dengan panjang 10-12 cm
e. Ginjal menerima 20 – 25% dari CO melalui arteri renalis yang berasal dari
Aorta abdominalis
f. Ginjal terdiri dari 400 ribu- 1,2 juta unit fungsi yang disebut nefron
g. Anterior :
- ginjal kanan → liver, duodenum, colon
- ginjal kiri → lambung, pankreas, limpa,yeyunum & colon descendens
h. Posterior : diafragma, m. quadrus lumborum, psoas, rusuk 12 & 3 syaraf
(subcostal, iliohypogastric, ilioinguinal)
i. Medial : hilum ( tempat arteri & vena renalis, syaraf, saluran limfe serta pelvis
ginjal)
j. Superior : kelenjar adrenal
k. Norfologi ginjal dibagi menjadi bagian luar (kortek) dan bagian dalam (medula)
44 | P a g e
2. Bagian dari
Ginjal:
a. Korteks Ginjal
Korteks ginjal atau korteks renalis merupakan bagian ginjal yang paling luar. Bagian
ini dikelilingi oleh lapisan jaringan lemak yang berfungsi untuk melindungi bagian
dalam ginjal.
b. Medula Ginjal
Bagian ini merupakan jaringan halus yang terdapat di dalam ginjal. Struktur medula
terdiri atas piramida ginjal yang meliputi nefron dan tubulus, serta saluran medula.
Tubulus berfungsi untuk mengangkut cairan tubuh dan darah menuju ginjal.
Setelah cairan zat limbah dan racun di dalam darah disaring, maka ginjal
akan mengeluarkan zat-zat tersebut melalui urine. Urine ini kemudian akan dialirkan
menuju saluran ureter di bagian pelvis ginjal.
c. Pelvis Ginjal
Pelvis ginjal merupakan bagian ginjal yang terletak di lapisan paling dalam. Bagian
ginjal ini berbentuk seperti corong yang berfungsi sebagai saluran yang
menghubungkan ginjal dan kandung kemih.
45 | P a g e
Pada pelvis ginjal, terdapat bagian yang disebut calyces atau kaliks ginjal. Bagian
ini berfungsi untuk mengumpulkan cairan tubuh sebelum disalurkan ke kandung
kemih.
Kelebihan sisa cairan tubuh, racun, dan limbah yang tidak diperlukan tubuh akan
terkumpul menjadi urine di bagian nefron lalu dialirkan menuju kaliks ginjal.
Urine ini kemudian akan dibuang melalui bagian pelvis ginjal yang disebut hilum.
Pada bagian ini, ginjal terhubung ke kandung kemih melalui saluran ureter.
Saluran inilah yang membawa urine untuk ditampung di kandung kemih untuk
kemudian dibuang keluar dari tubuh.
d. Nefron
Selain ketiga bagian di atas, bagian penting lain dari ginjal adalah nefron. Nefron
terletak di sepanjang korteks hingga medula.
Bagian ini berfungsi untuk mengambil nutrisi dan cairan di dalam darah agar tidak
terbuang, serta menyaring dan membuang limbah hasil metabolisme serta racun di
dalam darah agar tidak menumpuk di dalam tubuh.
Dua tipe nefron , tergantung dari panjangnya loop of Henle :
1) Cortical nephrons (85%) → bagian luar cortex, dengan loop of Henle yang
pendek
2) Juxtamedullary nephrons (15%) → 1/3 bagian dalam dari cortex dengan loops
of Henle yang memanjang sampai ke medulla
Nefron sebagai unit fungsional ginjal yang terkecil terdiri dari:
1) Korpus (kapsula bowman & glomerulus)
2) Tubulus (proximal, loop of henle, distal, collecting duct)
a) Kapsula Bowman
Kapsula bowman yaitu semacam kapsul / kantong yang membungkus
glomerulus. Sir William Bowman merupakan penemu kapsula bowman. Fungsi
kapsula bowman yaitu untuk mengumpulkan cairan hasil penyaringan
glomerulus.
b) Glomerulus
Glomerulus yaitu pembuluh darah kecil atau kapiler yang terlihat seperti bola
benang. Fungsi glomerulus adalah sebagai tempat penyaringan darah yang akan
menyaring air, glukosa, asam amino, garam, dan urea untuk menghasilkan urin
primer.
c) Tubulus Kontortus Proksimal
46 | P a g e