191 | P a g e
192 | P a g e
193 | P a g e
194 | P a g e
195 | P a g e
HD DENGAN KASUS KHUSUS (HEMODIAFILTRATION)
1. Deskripsi Singkat
Sejak terapi dialisis mulai dikenal, para ahli telah mencoba untuk
menggabungkan teknik difusi dan konveksi dalam upaya untuk menggantikan
fungsi ginjal. Teknik difusi sendiri telah dikenal industri kimia sejak lama yang
sebagai teknik pertukaran zat-zat kimia yang efisien [1]. Pada perkembangan
selanjutnya, teknik konveksi mulai diperkenalkan setelah menunjukkan
keuntungan yang potensial dalam mengobati pasien dengan penyakit ginjal [2].
Pada awalnya, teknik konveksi pada ultrafiltrasi (UF) hanya digunakan untuk
mengobati pasien yang overhidrasi. Pada perkembangan selanjutnya,
ultrafiltrasi kemudian juga digunakan dalam pembersihan zat-zat terlarut pada
dialisis. Hal ini terjadi oleh karena fenomena “solvent drag” yang dihasilkan
pada teknik konveksi [3]. Kombinasi difusi dan konveksi dalam mencapai
pemurnian darah yang efisien dan memadai menghasilkan penemuan teknik
gabungan yang disebut hemodiafiltration (HDF) [4]. Reading assignment ini
akan meringkas sejarah dan perkembangan teknologi, evolusi HDF dari
seluruh berbagai modalitas, dan akhirnya studi klinis terbaru yang
menunjukkan bahwa HDF dapat menjadi standar emas baru sebagai terapi
pengganti ginjal.
2. Tujuan Pembelajaran
A. Tujuan Pembelajaran Umum (TPU)
Setelah mengikuti materi ini, peserta pelatihan mampu menjelaskan mengenai
HD dengan kasus khusus (hemodiafiltrasi).
B. Tujuan Pembelajaran Khusus (TPK)
Setelah mengikuti materi ini peserta dapat :
1. Peserta mampu mengetahui pengertian Hemodiafiltrasi
2. Peserta mampu mengetahui perbedaan transport molekul dan transport solut
3. Peserta mampu mengetahui indikasi HDF
4. Peserta mampu mengetahui Preskripsi HDF
5. Peserta mampu mengetahui masalah dalam hemodiafiltrasi
196 | P a g e
3. Pokok Bahasan Dan Atau Sub Pokok Bahasan
A. Pokok Bahasan
Pokok bahasan yang akan disampaikan adalah menjelaskan tentang HD dengan
kasus khusus (hemodiafiltrasi).
B. Sub Pokok Bahasan
1. Pengertian Hemodiafiltrasi
2. Perbedaan transport molekul dan transport solut
3. Indikasi HDF
4. Preskripsi HDF
5. Masalah dalam hemodiafiltrasi
4. Bahan Belajar
Bahan belajar yang diperlukan adalah masalah materi HD dengan kasus
khusus (hemodiafiltrasi).
197 | P a g e
5. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran
NO WAKTU PROSES PEMBELAJARAN
Kegiatan Pengampu Kegiatan Peserta
1. 10 menit Pembukaan: 1. Menjawab salam
1. Salam 2. Mendengarkan dan
2. Penjelasan mata ajar HD dengan kasus memperhatikan
khusus (hemodiafiltrasi). 3. Bertanya
2. 150 menit 1. Pengertian Hemodiafiltrasi 1. Menganalisis
2. Perbedaan transport molekul dan transport 2. Menjawab
solut 3. Mencatat
3. Indikasi HDF 4. Bertanya
4. Preskripsi HDF
5. Masalah dalam hemodiafiltrasi
3. 20 menit Penutup:
1. Menyimpulkan pertemuan 1. Memperhatikan
2. Menanyakan konsep HD dengan kasus 2. Menjawab
khusus (hemodiafiltrasi).
198 | P a g e
Uraian materi
199 | P a g e
200 | P a g e
201 | P a g e
202 | P a g e
203 | P a g e
204 | P a g e
205 | P a g e
206 | P a g e
207 | P a g e
208 | P a g e
209 | P a g e
210 | P a g e
211 | P a g e
212 | P a g e
HD DENGAN KASUS KHUSUS (HEMOFILTRATION REINFUSION)
1. Deskripsi Singkat
Toksin uremik terdiri dari berbagai jenis tidak hanya urea yang merupakan solut
dengan berat molekul kecil .
Toksin dengan berat molekul sedangn memegang peranan penting dalam kejadian
kardiovaskuler dan tingginya mortalitas
2. Tujuan Pembelajaran
A. Tujuan Pembelajaran Umum (TPU)
Setelah mengikuti materi ini, peserta pelatihan mampu menjelaskan mengenai
HD dengan kasus kusus (Hemofiltration Reinfusion)
B. Tujuan Pembelajaran Khusus (TPK)
Setelah mengikuti materi ini peserta dapat :
1. Peserta mampu mengetahui faktor resiko pada kelainan kardio vaskuler pada
pasien dialisis
2. Peserta mampu mengetahui spectrum toksin uremia
3. Peserta mampu mengetahui solute removal
4. Peserta mampu mengetahui perbandingan metode dialisis
5. Peserta mampu mengetahui hemofiltrasi reinfusion (HFR)
3. Pokok Bahasan Dan Atau Sub Pokok Bahasan
A. Pokok Bahasan
Pokok bahasan yang akan disampaikan adalah menjelaskan tentang
(Hemofiltration Reinfusion)
B. Sub Pokok Bahasan
1. Faktor resiko pada kelainan kardio vaskuler pada pasien dialisis
2. Spectrum toksin uremia
3. Solute removal
4. Perbandingan metode dialisis
5. Hemo Filtrasi Reinfusion (HFR)
213 | P a g e
4. Bahan Belajar
Bahan belajar yang diperlukan adalah masalah materi (Hemofiltration
Reinfusion)
5. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran
NO WAKTU PROSES PEMBELAJARAN
Kegiatan Pengampu Kegiatan Peserta
1. 10 menit Pembukaan: 1. Menjawab salam
1. Salam 2. Mendengarkan dan
2. Penjelasan mata ajar (Hemofiltration memperhatikan
Reinfusion) 3. Bertanya
2. 150 menit 1. Faktor resiko pada kelainan kardio vaskuler 1. Menganalisis
pada pasien dialisis 2. Menjawab
2. Spectrum toksin uremia 3. Mencatat
3. Solute removal 4. Bertanya
4. Perbandingan metode dialisis
5. Hemo Filtrasi Reinfusion (HFR)
3. 20 menit Penutup:
1. Menyimpulkan pertemuan 1. Memperhatikan
2. Menanyakan konsep (Hemofiltration 2. Menjawab
Reinfusion)
214 | P a g e
215 | P a g e
216 | P a g e
217 | P a g e
218 | P a g e
219 | P a g e
220 | P a g e
221 | P a g e
222 | P a g e
HEMODIALISIS PADA ANAK
1. Deskripsi Singkat
Definisi anak menurut WHO yang disebut anak adalah sejak terbentuknya
kehidupan dalam kandungan (sejak masa konsepsi) sampai anak berumur 18 tahun.
Pada kesempatan ini yang dimaksudkan hemodialisis pada anak adalah
pembahasan anak dalam arti terbatas yakni hemodialisis untuk anak-anak dengan berat
badan diatas 18- 20 kg karena ketersediaan fasilitas.
Preskription untuk anak berbeda dengan dewasa sebenarnya karena beberapa hal
yang berkaitan dengan sistim hemodinamik dan beberapa parameter yang berbeda
dibanding dewasa, yaitu Volume darah anak berbeda dengan orang dewasa, Tekanan
darah anak berbeda dengan orang dewasa , Otot-otot jantung pada anak berbeda dengan
dewasa dan Kesiapan fisik dan mental.
Pilihan terapi pengganti ginjal untuk anak sebenarnya ada dua macam yakni
peritoneal dilaisis dan hemodialisis. Ada beberapa kelebihan dan kekurangan dari
masing-masing metode ini. Pilihan hemodialisis saat ini terpaksa dilakukan karena tidak
tersedianya alat kateter peritoneal dialisis untuk anak.
2. Tujuan Pembelajaran
A. Tujuan Pembelajaran Umum (TPU)
Setelah mengikuti materi ini, peserta pelatihan mampu menjelaskan mengenai
hemodialisis pada anak.
B. Tujuan Pembelajaran Khusus (TPK)
Setelah mengikuti materi ini peserta dapat :
1. Peserta mampu mengetahui indikasi hd pada anak
2. Peserta mampu mengetahui definisi PGK
3. Peserta mampu mengetahui tehnik peresepan hd
3. Pokok Bahasan Dan Atau Sub Pokok Bahasan
A. Pokok Bahasan
Pokok bahasan yang akan disampaikan adalah menjelaskan tentang hemodialisis
pada anak.
223 | P a g e
B. Sub Pokok Bahasan
1. Indikasi hd pada anak
2. Definisi PGK
3. Tehnik peresepan hd
4. Bahan Belajar
Bahan belajar yang diperlukan adalah masalah materi hemodialisis pada anak..
5. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran
NO WAKTU PROSES PEMBELAJARAN
Kegiatan Pengampu Kegiatan Peserta
1. 10 menit Pembukaan: 1. Menjawab salam
1. Salam 2. Mendengarkan dan
2. Penjelasan mata ajar hemodialisis pada anak. memperhatikan
3. Bertanya
2. 150 menit 1. Indikasi hd pada anak 1. Menganalisis
2. Definisi PGK 2. Menjawab
3. Tehnik peresepan hd 3. Mencatat
4. Bertanya
3. 20 menit Penutup:
1. Menyimpulkan pertemuan
1. Memperhatikan
2. Menanyakan konsep hemodialisis pada 2. Menjawab
anak.
224 | P a g e
URAIAN MATERI
225 | P a g e
226 | P a g e
227 | P a g e
228 | P a g e
229 | P a g e
230 | P a g e
231 | P a g e
232 | P a g e
233 | P a g e
234 | P a g e
235 | P a g e
236 | P a g e
237 | P a g e
238 | P a g e
239 | P a g e
240 | P a g e