The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by waroengdakwah, 2022-08-12 09:18:46

KITAB AL-ADZKAR 1

KITAB AL-ADZKAR 1

karena beliau hanya meriwayatkan dari Ibnus Sunni, sementara hadits
tersebut terdapat dalam salah satu kita;b Sunan yangmasyhur."ll

Kedua:

Imam an-Nawawi mentakhrij hadits dengan istilahnya sendiri,
yaitu setelah menisbatkan hadits, beliau berkata: "Dengan sanad yang
shahih," dan terkadang dengan ungkapan: 'Dengan sanad yang hasan."

Perlu diketahui, bahwa orang awam ddak mengeni istilah tersebut

melainkan bahwa hadits tersebut memiliki beberapa sanad kepada
Sahabat yang meriwayatkan hadits yang dimaksud. Artinya, ia tidak
sendirian, sementara kenyataannya adalah sebaliknya. Contoh seperti

ini banyak sekali. Anda dapat melihatnya di sela-sela takhrij hadits.

Perhatikan indeLs koreksi terhadap an-Nawawi.

Ketiga:

Beliau menyebutkan banyak masalah fiqih dalam kitabnya ini,
dan ketika diteliti, akan jelas hal-hal berikut:

1. Beliau tidak menyebutkan dalil yang dijadikan sebagai pegangan
dari al-Qur-an dan as-Sunnah, tetapi sebagiannya beliau alihkan
ke al-Maj muu' Sy arbul Mub adzdzab.

) Hal itu dijadikan sebagai dasar dalam fiqih asy-Syafi'i dan pendapat

para pengikutnya.

3. Akan tetapi pada sebagian tempat, beliau menyebutkan bahwa
pendapat ini bertentangan dengan Sunnah, kemudian setelah itu
beliau menghasankannya, hal ini tidak berarti bahwa an-Nawawi

fanatik madzhab, tetapi ketika jelas baginya satu dalil, maka beliau
beralih kepadanya, lalu memegangnya dengan teguh.

" Al-Futuubaat ar-Rabbaaniyyab $II/ 60-61). 25
Metode Imam an-Nawawi d!6 dalam Men5rusun Kitabnya

CATATANATAS KITAB
AL.ADZKAAR

1. JUDUL

Kitab ini dinamai oleh Imam an-Nawawi dengan *Hilyatul Abraar

wa Syi'aarul Aklryaarfi.i Talkbiisbid. Da'a,uddt anl Adzkaaril Mrtahabbati

fi*.al lL-Aadizl kuztaarn."NAanb-Naaawr,a'dwii kalangan para ulama terkenal dengan judul
juga menyebutkannya dengan judul ini ddam

beberapa kitabnya, seperti dalam Rfudadhrrsh Shaalihiin (halaman 586), ia

mengatakan dalam bab 'Berdusta yang Diperbolehkan': T(etahuilah

bahwa berdusta itu, walaupun pada dasarnya haram, diperbolehkan

dalam beberapa kondisi dengan syarat-syartt y^ngtelah saya jelaskan

dalam kitab al-A dzhazr."

2. \TAKTU PENYUSUNAN

Imam an-Nawawi mulai menyusunnyapadahari Kamis tanggal
24 Ramadhan666 H dan selesai pada bulan Muharram 667 H. Dalam
dua manuskrip, yaitu A dan B disebutkan tanggal mulai penyusunannya.
Adapun tanggal selesainya, disebutkan dalam ke-4 nuskbab (manuskrip).
As-Sakhawi pernah mempelajarinya dengan kbatb (rulisan tangan) Imam
an-Nawawi dan disebutkannya dalam al-Ibtimaam, dari keterangan
ini dapat diketahui bahwa waktu penytrsunannya berlangsung selama
4 bulan.

3. CETAKAN

Telah dicetak beberapa kali, dan yang paling urama adalah:

1. Cetakan Mushthafa al-Babi al-Halabi, Kairo, tahun 1375H,pada
bamrsy (catatan kaki)nya terdapat beberapa komentar, baik yang
berkaitan dengan hadits maupun yang berkaitan dengan lugbab

Catatan atas Kitab al-Adzkaar

(bahasa) yang dikutip dari al-Futuubaat ar-Rabbaaniyyab. Di
dalamnya terdapat beberapa kesalahan dan kekeliruan, dan itu
yang diperbanyak, dicetak ulang lalu disebarkan di kalangan

kaum muslimin, dan terkadang orang yang menyebarkannya
merubah bentuknya dengan tujuan mendapatkan keuntungan
duniawi.

2. Cetakan Maktabah al-Mallah, Damaskus tahun 1391 H, yang

ditangani oleh'Abdul Qadir al-Arna-uth. Cetakan ini lebih brg*

dari cetakan sebelumnya karena diteliti berdasarkan dua manuskrip

nya, sebagian hadits-haditsnya dfuakhrii, tetapi rujukan utamanya

dalam hal itu adalah Aamaali al-Hafi.zh lbni Hajar, dalam hal ini

ada beberapa hal yang harus diperhatikan i

a. Bahwa perbedaan cetakan-cetakan tersebut tidak jelas,

sepeftinya hal itu d^ircrteatrarek berulang-ulang hanya dalam rangka

mengambil berkah saja! Cobalah perhatikan beberapa halaman

yang diperbanyak dari terbitan dalam bentuk manushrip (tulisan

tangan), kemudian bandingkan tntarasatu dengan yang lainnya,

niscaya Anda akan mendapatkan beberapa perbedaan, diantaranya:

. "GWi,Pada nuskhah perrama disebutkan: rt1Jt oii. dan pada

€iir:j.nuskhah kedua: ,ti.sJr osi
. Pada nuskhah pgr^tey?2.:rr' io' JG'"at ,:tA ei, sedang pada

nuskhah kedua iiE lt nt JE .U tli .

b.Imam an-Nawawi dikoreksi dalam menisbatkan sebuah hadits:

4t .p6-l.i:t tst,dimana beliau menyatakannya dari Musnad

Ibni'tlmir,lalu rirenukil ucapan al-Hafizh yang berbunyi: "Saya

tidak mendapatk^n-nya -maksudnya hadits tersebut- dari hadits

Ibnu'umar, tidak pula sebagiannya, hadits tersebut ti&k ter&pat

dalam kitab-kitab terkenal dan juga dalam berbagai makalah."

Saya katakan: "Fladits tersebut terdapat dalam Hilyatul Auliyaa'
oleh Abu Nu'aim, hadits tersebut ditakhrij pada tempttnya."

c. Ia berkatrptdehalaman H: "Kami telah mentrkhrii hadits-hadits
dha'if yang dimuat oleh penulis,lalu ia mendiamktnnya."

Saya katakan bahwa sy^retny^tidak ditahqiq, karena banyak hal

yang luput &rinya. Di antaranya hadits 'Aisyah k#, dari Nabi E:

28 Catatan atas Kitab al-Ailzkaar

t l*'...'6\3 Jti,i yt\t ,t

{b U 6'

'Tidaklah seorang hamba berucap ketika Allah mengembalikan
ruhnya kepadanya..." (hal. 16).

Hadits ini dha'if dengan nomor 3, dan tiga hadits setelahnya
semuanya dha'if, yaitu nomor 4,5 dan 6.

hilah beberapa qrtatan terpenting dan seandainya saya mengadakan
perjalanan dalam rangka mencari keterangan mengenai epeyerLg
saya jelaskan, lalu hal tersebut masih butuh perbaikan, niscaya
saya akan melihat sesuatu yang sangat menakjubkrn/luar biasa.

3. Cetakan Daaru Ibni Katsir Damaskus dan Maktabah at-Turats
Madinah an-Nabawiyyah tahun 1407 H, yang ditangani oleh al-
Ustadz Muhyiddin Mastu, ini yang terbaik karena diteliti berda-
sarkan 4 nuskbah (manuskrip). Hadits-haditsnya ditakhrij, tetapi
ia tidak memperhatikan keterangan dertj*kebanyakan haditsnya.
Menurut penelitian saya, terdapat beberapa kesalahan:

a. Di antara contoh dalam menisbatkan hadits addah hadits nomor

454, ia menisbatkannya kepada al-Bukhari dengan nomor 3206,
yang diisyaratkan adalah risrayat yang perbedannya sangat ielas
dari hadits yang disebutkan.

Pada hadits nomor l99,ia menisbatk^nlya kepada al-Musnad
(IIy406), dan ad-Darimi P,/262), padahal hadits tersebut tidak
terdapat pada dua tempat yang ditunjukkan.

Hadits 26T,iamenisbatkannya kepada Abu Dawud (875), tetapi
hadits tersebut tidak terdap* padanya.

Demikian pula kesalahan dalam menisbatkan hadits nomor 339,
340,341, dan 374 serta 461.

b.Ia menguatkan beberapa hadits dengan syahid-syahid yang lemah
sekali (dhd'ifjiddan), sepeni hadits nomor 481.

c. Ia mengatakan pada hadits 606: "Al-Bukhari (20) secara mauquf,'

Saya katakan: "Yang dapat dipahami dari ucapannya bahwa ia
mengeluarkanya dengan mauquf da;n maushuL Tetapi tidak
demikian, karena d-Bukhari menyebutkannya secara mu'allaq."

Catatan atas Kitab al-Adzkaar

Demikianlrh y*g sempat disebutkan mengenai cetakan-cetakan

al-Adz*aar. Saya mohon kepa& All"h, semoga saya telah menyempurna-
kan dan memelihara haknya dengan sebenarnya, meluruskan berbagai
kekeliruan yang terjadi pa& sebagian saudara yang mulia, yang telah
berusaha untuk berkhidmat terhadap kitab ini. Sesungguhnya saya

mengharap kepada Allah agar Dia mencatat kesungguhan ini dan

mendapat sambutan di muka bumi, dan menjadikannya -bagi laki-laki
dan perempuan yang banyak menyebut Nama Allah- sebagai imam
yang dapat membedakan bagi mereka, baik yang shahih maupun yang
cactt, agar Allah diibadahi berdasarkan bashirab (ilmu pengetahuan).

30 Catatan atas Kitab al-Adzkaar

BIOGRAFI SINGKAT
IMAM AN.NA\TA\T/I,ri,i5

1. NAMANYA

Nama lengkap beliau adalah Yahya bin Syaraf bin Murri bin

Hasan bin Husain bin Muhammad binJam'ah bin Hizam.

2. GELAR DANTULUIGNI{YA

Nama panggilan beliau yaitu Abu Zakariya, gelarnye ardalah
'Mulryidd,in'. Sebenarnya beliau,+ifit tidak menyukai gelar ini, sebagai-
mana yang disebutkan secara shahih darinya, bahwa beliau berkata:
'Aku tidak memberikan tempat bagi orang yang memberikan gelar
'Mulry iddin' kepadaku. "

3. NISBAHI{YA

Beliau adalah al-Hizami, dinisbatkan kepada kakeknya yang
tertua, yaitu Hizam. Sebagian nenek moyang an-Nawawi mengaku
bahwa hal itu dinisbatkan kepada ayah seorang Sahabat yaitu Hakim
bin Hizam ".$b, maka beliau berkata: "Ini keliru."

Ia dilahirkan di Nawa, bermadzhab Syaf i dan tinggal di Damaskus.

4. KELAHIRANNYA

Beliau dilahirkan pada pertengahan bulan Muharram. -Ada yang
berpendapat, sepuluh pertama dari bulan Muharram- tahun 631 H, di
Nawa, Hauran bagian wilayah Damaskus.

5. PERTUMBUHAN DAN PROSES BELAJARNYA

Ayahnya menangani langsung pemeliharaan dan pendidikannya,
maka ia mendorongnya menuntut ilmu sejak kecil. Ia mengkhatamkan

Biografi Singkat Imam an-Nawawi il!6 31

(menghafal) al-Qur-an ketika mendekati dewasa. Karena lingkungannya

di Nawa tidak dapat memenuhi kehausannya akan ilmu pengetahuan,
maka sang ayah membawanya ke Damaskus pada tahun 649 H, ketika
itu ia telah berumur 19 tahun. Maka ia menetap di madrasah ar-Rawa-
hiyah dan ia semakin matang akan perkembangannya, dari sinilah ia
memulai pengembaraannye- dalam menuntut ilmu, ia tidak pernah
ftanyak) meletakkan lambungnya di atas bumi (lartngtidur -neat'),
beliau menghabiskan semua waktunya unnrk ilmu maka ia mendapatkan
sebagian dari ilmu tersebut.

Ia menghafal at-Tanbiih fi.i Furuu'isy Syaafi.'iyyab kuy^Abu Ishaq

asy-Syatrazi, sekitar empat setengah bulan. Ia mengafal seperempat dari
bab al-'Ibaadaat dari kitab al-Mubadzdzabfi.l Furuu'dalam jangka waktu

yang tersisa pada tahun tersebut. Ia membaca t2 pelajararsetiap harinya,

lengkap dengan syarab dan komentar p^reulama. Dua pelajaran dalam
al-\V'asiitb, satu pelajaran dalam al-Mubadzdzab, satu pelajaran dalam

al-Jam'u bainash Shahiibain, satu pelajaran dalam Shabib Muslim, s*u

pelajaran ddam al-Luna' oleh IbnuJinni, satu pelajaran ddam khlaahul
Mantbiq, satu pelajaran dalam at-Thasbriif,satu pelajaran ddam Usbuulul
Fiqh dansatu pelajaran dalam Asmaa-ur Rijaal serta,satu pelajaran dalam
Usbuulud Diin.

Ia mengomentari semua yang berkaitan dengarnnya, termasuk
mengulas masalah yang pelik, menjelask tn'ibarabnya, mengoreksi
bahasanya dan menerangkan yang samar.

Sungguh Allah iH memberkahi waktunya, maka sungguh beliau
al4 menjadikan apa y{tgaperoleh dari bacaan tersebut berupa ikhtishar
sebagai satu karya ilmiah dan menjadikan satu karya ilmiah sebagai
satu ikhtishar.

6. SYAIKH-SYAIKHNYA (GURU.GURUNYA)

A. Dalam bidang Fiqih dan Ushul Fiqih.

1. Ishaq bin Ahmad bin 'IJtsman al-Maghribi kemudian al-
Maqdisi, wafat tahun 650 H.

2. 'Abdurrahman bin Nuh bin Muhammad d-Maqdisi kemudian
ad-Dimasyqi, wafat tahun 654F{.

3. Sallar bin al-Hasan al-Irbili kemudian al-Halabi kemudian ad-
Dimasyqi, wafat tahun 670H.

Biografi Singkat Imam an-Nawawi dB

4. 'I-Jmar bin Bandar bin'Umar ar-Taflisi asy-Syafi'i, wafat
tahun 672H.

5. 'Abdurrahman bin Ibrahim bin Dhiya' al-Faz.ari,lebih terkenal
dengan al-Farkah, wafat tahun 690.

B. Dalam bidang Hadits.
1. 'Abdurrahman bin Salim bin Yahya al-Anbari, wafat tahun
661H.
2. 'Abdul 'Aziz bin Muhammad bin'Abdul Muhsin al-Anshari,
wafat tahun 662H.
3. IGalid bin Yusuf an-Nablusi, wafat tahun 663 H.
4. Ibrahim bin'Isa al-Muradi, wafat tahun 668 H.
5. Ismai'l bin Abi Ishaq at-Tanaukhi, wafat tahun 672H.
5. 'Abdurrahman bin Abi'Umar al-Maqdisi, wafat tahun 692H.

C. Dalam bidang Nahwu dan Bahasa.
1. Beliau pernah belajar kepada asy-Syaikh Ahmad bin Salim
al-Mishri, wafat tahun 664H.

2. Al:Izzal-Maliki.

7. MURID-MURIDI{-YA

Sekelompok ulama pernah belajar dengannye, ditntxanya
Sulaiman bin Hilal al-Ja'fari, Ahmad bin Farh al-Isybili, Muhammad
bin Ibrahim bin Sa'dullah bin Jama'ah, 'Ala-uddin 'Ali bin Ibrahim,

lebih terkenal dengan Ibnul 'Aththar, ia selalu menemaninya hingga
ia dikenal dengan sebutan Mukhtasltar an-Nauaui, Syamsuddin 6in
an-Naqib, Syamsuddin binJa'wan dan sejumlah ulama lainnya.

8. AKHLAK DAN SIFATNYA

Para ulamayangpernah menulis biografinya sepakat bahwa
beliau addah imam dalam masalah zuhud teladan ddam masalah wara',
dan panutan dalam amar ma'ruf nahi munkar serta dalam memberikan
nasihat kepada para hakim (pemimpin).

9. KESIBUKANNYAMENGAJAR

Beliau mengajar di madrasah al-Iqbaliyyah, al-Falakiyyah, dan

ar-Rukniyyah milik pengikut madzhab asy-Syafi'i, sebagai asisten

Biografi Singkat Imam an-Nawawi il16

asy-Syams Ahmad bin Khallikan (wafat tahun 681 H) di wilayahnya
al-Aula. Ia mengambil alih peranan sebagai Syaikh Daarul Hadiits al-
Asyrafqryab, sepeninggal Abu Syamah'Abdurrahman bin Isma'il (wafat
tahun 565 H) hingga beliau meninggal dunia pada tahun 676H.

10. KARYA ILMIAHI{YA

Imam an-Nawawi telah menulis berbagai bidang ilmu, karya-
karyanya terkemuka lantaran kejelasannya, susunan kalimat yang
mudah, laf.azh yang indah lagi menyenangkan, ketika menjelaskan
sesuatu beliau tidak meninggalkan satu titik atau satu point serta satu
faedah melainkan ia menyebutkannya, dan ketika meringkas, beliau
menyebutkan intinya yang paling mengagumkan.

A.Dalam bidang Hadits dan Ilmu.
L. Syarb Sbahib Muslim
2. Riydadhusb Sbaalibiin
3. Al-Arba'uun an-Naanaani
4. Al-Irsyaadaat ilaa Bayaanil Asmaa-il Mubhamaat
5. At-Taqriib
6. Irsyaadu Thullaabil Haqaa-iq ilaa Ma'rifati Sunani Kbairil
Khalaa-iq
7. Syarh Shabib al-Buhhari
8. Syarh Sunan Abi Dauud
9. Hilyatul Abraar wa Syi'aarul Aklryaarfi.i Talkhiishid. Da'awaat

wal Adzkaaril Mustababbab fil Lail wan-Nahaar, ytnglebih

terkenal dengan al-Adzkaar, yaitu kitab ytng ada. di tangan

pembaca sekarang.

B. Dalam bidang Fiqih.

t. Raudhatuth Thaalibiin an'Umdatul Mufiryin

2. Al-Majmuu' Syarhul Muhadzdzzb.

11. 'AQIDAHT{YA

Beliau '$)i5 terpengaruh dengan'aqidah Asy'ariyyah, maka dalam
Syarab Shahib Muslim beliau banyak menakwilkan hadits-hadits
mengenai sifat-sifat Allah S*i, maka hendaklah hal itu diketahui.

34 Biografi Singkat Imam an-Nawawi CS

12. \T/AFATNYA

Setelah menetap di Damaskus -sekitar 28 tahun-, ia berangkat
ke Baitul Maqdis, kemudian kembali ke kampung halamannya, Nawa.
Lalu beliau menderita sakit di rumah tyahnye, maka beliau pun wafat
dan kembali keharibaan Rabbnya pada tanggd 2a Rajab tahun 667, dan
dikebumikan di sana, 4tM,darLsemoga Allah memberikan kepadanya
balasan atas ifununya dan para penuntutnya dengan sebaik-baik balasan,
dan semoga Allah menempatkannya pada Surga Firdaus yang tinggi.

13. BUKU.BUKU YANG MEMUAT BIOGRAFINIYA

t. Al-Ibtirnaarn bi Tarjamatin Nawaai. Syaikhul Islaam oleh

as-Sakhawi, makhthutb (delem bentuk manuskrip).

2. Al-Bidaayah uan Nihaayab oleh Ibnu Katsir @'/275).
3. Tad.zhiratul Huffaazh oleh adz-Dzahabi W/L470-1474).

4. Ad-Daaris fii Taariihhil Mddaaru oleh an-Nu'aimi W 24-25).

5. Duanlul kkam oleh adz-Dzahabi @,/178).
6. As-Suluuk li Ma'ifdti DuwaliL Muluuh olehal-Maqrizi (/648).

7. Syadzdzaraatudz Dzabab fi.i Akhbaari man Dzabab olehlbnul

'Imad al-Hanbali (l / 354-356).

8. Thabaqaat asy-Syaafi'r.yyah oleh al-Isnawi @,/a76).
9. Thabaqaat ary-Syaa.fi'*lob oleh Ibnu Hidayatullah (halaman

225).

L0. Thabaqaat asy-Syaafi'l,yah al-Kubrad oleh as-Subki (V/155-155).

Ll. Al-'Ibar fii Khabari man Ghabar oleh rdz-Dzthabi (IIy334).
12. Fauaatul lVafayaat oleh Muhammad bin Syakir al-Kitbi

w264-267).
13. Miraatul Jinaan ua'lbratul Yaqzhdzn fi.i Ma rifati maa Yu'tabara

min Hawaaditsiz Zamaan oleh al-Yafi'i W/182).
L4. An-Nujuurnuz Zaabirab fi.i Muluuki Mishr utal Qaahirah oleh

Ibnu Taghri Bardi W278).

Biografi Singkat Imam an-Nawawi dB 55

MUI(ADIMAH PENULIS

1#J\U

'Dengan menyebut Nama Allah Yang Mahapemurah lagi
Mahapenyayang.'

Firman Allah t$#:

9t ;6s'tS li iHi' ;"fii -$fttb

uKarena itu, ingatlab kamu kepada-Ku niscarya Aku ingat (pula)
kepadamu, dan bersyukurlab kepada'Ku dan janganlab kamu
mmgtngkai (nikmatlKu. " (QS. Al-Baqarah: 1 52)

Segala puji bagi Allah Yang Mahaesa, Yang Mahamengalahkan,
Yang Mahaperkasa lagi Mahapengampun, Yang menentukan segala
takdir, Yang menjalankan segala urusan, Yang menjadikan siang dan
malam secara bergantian, sebagai pelajaran bagi setiap orang yang
memikirkan dan merenungkannya, Yang memberikan kesadaran bagi
siapa saja yang Dia pilih dari makhluk-Nya, lalu Dia memasukkannya
ke dalam golongan orang-orang shalih, dan memberikan taufik kepada
setiap hamba pilihan-Nya lalu dijadikannyaoraingyang dekat kepada-
Nya lagi banyak berbuat kebajikan, membukakan pandangan bagi
siapa saja yang dicintai-Nya, lalu ia berlaku zuhud di dunia ini dan
bersun gguh-sun gguh untuk men ggapai mardb aat illaab (ridha Allah),
serta lebih mengutamakan kehidupan di negeri yang abadi, menjauhi

segala yang dibenci-Nya dan menjaga diri dari api Neraka, mereka

melatih diri untuk selalu bersungguh-sungguh dalam ketaatan kepada-
Nya dan komitmen ber&ikir kepada-Nya di waktu pagi dan sore hari,
dalam berbagai kondisi dan di setiap pertengahan malam dan siang,
sehingga hati merek a bercahtya.

Mukadimah Penulis

Aku memuji-Nya dengan pujian yang seringgi-tingginy^
segala nikmat-Nya dan aku memohon kepada-Nya tamLahan[e,ri*-^"tr^ns
{gr kgmgliaan-Nya. Aku bersaksi bahwa tidak ada Ilah yang berhak
diibadahi melainkan Allah Yang Mahaagung, Yang Mahaesa dan

bergantung kepada-Nya segala sesuatu lagi Mahaperkasa dan Maha-
bijaksana, dan saya bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba
dan Rasul-Nya, pilihan dan kekasih-Nya, makhluk yang termulia
diantara makhluk-makhluk-Nya, orang yang paling mulia diantara
orang-orang terdahulu dan yang datang kemudian. Semoga shalawat

d*dan sdam selalu terlimpahkan at,Nnya dan atas segenap p"r" N"bi

seluruh keluarganya serra orang-orang shalih.

Amma ba'du.

. -Sgr9rgg"hnya Allah Y*B Mahaagung, Yang Mahaperkasa lagi

Mahabijdrsana telah berfirman:

t)+'i;az:Fs) o

"-Kare_na itu, ingatlab hamu kepada-Ku, niscaya Aku ingat (pula)

kepadamu. " (QS.Al-Baqarah: 152)

Dan berfirman:

@ o; 4. l,ylil r$ .^zs- C't

"Dan tidahlab Aku ciptahan jin dan manusin rnelainkan untuh

beribddab kep ada- Ka. " (QS. Adz-D zatriy aat: 5 6)

Dari sini dapat dipahami bahwa kondisi hamba yang paling baik
adalah ketika ia mengingat Allah, Rabb semesta alam dan menyibukkan

diri dengan dzikir-dzikir yang diriwayatkan dari Rasulullah ffi.

Para ulama db telah menyusun berbagai buku yang berkaitan
dengan amalan-amalan di wakru siang maupun malam hari dan berbagai
do'a dan dzikir, hal ini sangat terkenal di kalangan para ulama, tetapi
hal tersebut sangat panjang karena banyaknya sanad yang disebutkan
dan banyaknya pengulangan, hal tersebut justru melemahkan semangar
para pembaca. Maka saya bermaksud memudahkan hal tersebut bagi
parapeminat,lalu saya mulai menyusun buku ini secara ringkas dengan
tujuan yang telah disebutkan di atas, dalam rangka memudahkan bagi
yang menaruh perhatian. Saya hilangkan sanad-sanadnya secara umum
dengan tujuan yang telah saya sebutkan, yaitu dengan meringkas, karena

Mukadimah Penulis

buku ini disusun dan diperuntukkan bagi siapa yang ingin mengamal-
kannya, bukan diperuntukkan bagr siapayang ingin meneliti sanadnya,
juga dengan maksud mengetahui dzikir, lalu mengamalkannya dan
menjelaskan maknanya bagi siapa yang membutuhkan bimbingan.

Sebagai gaffi dari menyebutkan sanad-sanad hadits tersebrx, insya
Allab $E saya akan menyebutkan hal yang lebih pentingdxinya,yang
biasanya justru dilupakan kebanyakan orang, yaitu keterangan mengenai
hadits-hadits yang shahib, basan, dhaif aaupun yang munkar, karena
hal ini dibutuhkan r"tirp orang trntuk mengetahuinya, kecuati segolongan
kecil dari para muhaddixin (ptara ahli hadits). Sementara hal tersebut
lebih patut mendapat perhatian, lebih dapat memenuhi tujuan bagi
kalangan terpelajar untuk menghafal hadits secara akurat dan bagi
para imam yang piawai dan menjadi rujukan.

Jlurga -inryaAllah YangMahamulia- saya akan menambahkannya
dengan hal-hal yang sangat berharga mengenai ilmu-ilmu hadits, masalah-
masalah fiqih yang detail, kaidah-kaidah yang penting, latihanJatihan
jiwa dan berbagai a.dab yang harus diketahui oleh setiap orang yanB
sedang meniti jalan (memperbaiki diri). Saya akan sebutkan semua hal
tersebut dengan jelas dan mudah dipahami oleh masyarakat awam
maupun kalangan terpelajar.

HADTTS NO. 1 (SHAHTH)

Dalam Sbabih Muslim, kami telah meriwayatkan sebuah hadits

dari Abu Hurairah &, dari Rasulullah ffi,belia;u bersabda:
t )' &-',i)tiez jtosz z o 'hi
'itr'^) oG w1ta ,y'
t':?i'u bfiit..:rr| u;;

"Barangsia p^ytngmengajak k"prd,,"b.r"h n.rrol,rt , maka ia

akan memperoleh pahala sama dengan orang yang mengikutinya,

tanpa mengurangi dari pahala mereka sedikit pun."'

Oleh sebab itu, saya ingin membantu orang yang ingin berbuat
baik, dengan mempermudah caranya, membimbing kepadanya dan
menjelaskan metode, serta memberikan petunjuk kepadanya. Maka
saya sebutkan beberapa pasal yang sangat dibutuhkan oleh penulis dan

' Sboh;ih X;t abalAdzlaaruaDha'iifaba,syaikh Salim at-Hilali no. 1. Diriwayatkan
olehMuslim (no.2674).

Mukadimah Penulis 41

orang lain di awal buku ini, dan jika di antara para Sahabat Rasulullah ffi

adayangtidak masyhur di kalangan orang yang ddak mengkhususkan

diri terhadap ilmu, maka saya akan menegaska;nnya, seperti saya

mengatakan: "Kami telah merivrayatkan dari seoran gyangbernama

fulan dimana beliau adalah Sbabaabi (salah seorang Sahabat Nabi ffi),"

agar ddak diragukan bahwa ia adalah seorang Sahabat.

Dalam kitab ini saya hanya menyebutkan hadits-hadits yang
disebutkan dalam lima kitab hadits masyhur yanB merupakan buku
induk dalam Islam, yuru Shahih al-Bukbari, Shahih Muslim, SunanAbi
Daarud, Sunan at-Tirmidzi, Sunan an-Nasa-i dan terkadang saya
meriwayatkan dari kitab-kitab masyhur lainnya. Adapun pada kitab
kitab Musnad, saya tidak menukil sesuatu pun darinya, kecuali hanya

di beberapa tempat. Juga saya tidak menyebutkan hadits-hadirs dha'if

yang terdapat di dalam kitabkitab masyhur tadi, kecuali hanya sedikit,
dan disertai keterangan mengenai kelemahannya, tetapi umumnya
saya hanya menyebutkan yang sbahih. Oleh karena itu, saya harap agar
kitab ini merupakan buku pokok yangdapat menjadi rujukan yang

dapat dipercaya.

Kemudian dalam suatu bab, saya ddak menyebutkan suatu hadits
kecuali yang benar-benar sesuai dengan pembahasannya.

Hanya Allah -YangMabamulia-jualah tempat saya memohon
taufiq, ampunan, pertolongan, petunjuk serta kemudahan atas setiap
kebaikan yutgsayainginkan dan keteguhan atas berbagai perbuatan
mulia. Semoga Ia mengumpulkan saya dengan orang-oran1yangsaya

cintai di negeri kemuliaan-Nya dan beserta wajah-wajah yang bergembira.

Cukuplah Allah sebagai Penolongku, dan Ia adalah sebaik-baik
Penolong, tidak ada daya dan kekuatan melainkan dari Allah Yang
Mahaperkasa lagi Mahabijaksana. Segala yang dikehendaki-Nya, maka
itulah yang terjadi, tidak ada kekuatan kecuali hanya milik Allah. Aku
bertawakkal, memohon perlindungan dan memohon pertolongan

(h*y") kepada-Nya. Aku serahkan semua urusanku dan aku titipkan

agamaku kepada Allah, juga jiwaku, kedua orang tuaku, saudara-

saudaraku, orang-orangyuLgaku cintai dan segenap orang yang pernah

berbuat baik kepadaku, sefta seluruh kaum muslimin dan segala apa
yang dilimpahkan kepadaku dan kepada mereka, baik urusan yang
berkaitan dengan dunia maupun yang berkaitan dengan un$an akhirat,
karena sesungguhnya Allah dH apabila dititipkan sesuatu kepada-Nya
maka Dia akan menjaganya, dan Dia-lah sebaik-baik Penjaga-

42 Mukadimah Penulis

Pembabasan 7:

Perintah untuk Berlaku Ikhlas dan Memperbaiki Niat
dalam Setiap Perbuatan, Baik yang Nyata Maupun yang

Tersembunyi.

Allah 0liiberfirman:

'J-lL;-$i ,..l',#i iixr 1e -x--), $t,vlv,

"Padalal mqe*a tiddk diryrlntah kanali s,tpaya fuibdddh kepdda Allah
dmgan memurnikan ketaatan hEada'Nya dalarn (menjalanhan)

dgdrna yang luns. " (QS. Al-Bayyinah: 5)

Dia pun berfirman:

-j'fii I q "* i GiY : s:, ey;';it Ji J
e-,
@iq

'Daging-daging unta dan darabnya ita sekali'kali tidak dapat

mercapa; (knidhaan) Allah, utdpi ketakuan dari kzrnulah yangdapat
mmcapainya" (QS. N-Hajj: 37)

Ibnu 'Abbas tiF, berkata "Malrsudnya, yang dapat mencapainya

adalah niat."

HADITS NO. 2 (SHAHIH)

Telah memberitakan kepada kami al-Imam al-Hafizh Abul Baqa'
Khalid bin Yusuf Ibnul Hasan bin Sa'ad bin al-Hasan bin al-Mufarrii bin
Bakkar al-Maqdisi an-Nablusi al-Baqi al-Anshari, telah memberitakan

kepada kami Abu Muhammad al-Hasan bin 'Ali al-Jauhari. Telah

me-mberitakan kepada kami Abul Husain, Muhammad bin al-Muzhaffar
al-Hafizh. Telah memberitakan kepada kami Abu Bakr Muhammad
bin Muhammad bin Sulaiman al-\7asithi. Telah menceritakan kepada
kami Abu Nu'aim'Ubaid bin Hisyam al-Halabi. Telah menceritakan

kepada kami Ibnul Mubarak dari Yahya bi" Sa'id al-Anshari dari

tvtuhammad bin Ibrahim at-Taimi, dari 'Alqamah bin \Taqqash al-Laitsi

dari'I-Jmar bin al-I(haththab,$6, beliau berkata: Rasulullah ffi bersaMa:

U'g ,t' rai6 ,FaSr:,?#r;Jri!'li v,fit'

Mukadimah Penulis 43

u,g'as ,d':-isil' Jt lf'r,ri ,d?Tsil' C ,,fhl
tf;rial aa / /, a/

L ;j1 ,qLs:i-afp ,i ,r4ki-$3,JI ii:h^
a/

"Sesungguhnya setiap amal (perbuatan) itu tergantung niatnya,

dan bahwasanya setiap orang dibalas sesuai dengan epa- yang
diniatkannya, maka barangsiap e yerlghijrahnya kepada Allah
dan Rasul-Nya, maka hijrahnya itu kepada Allah dan Rasul-Nya,

dan barangsiapa hijrahnya kepada dunia yangiausahakan atau

kepada perempuan y^ng hendak dinikahinya, maka

hij rahnya itu kepada aipa yangdiniatkannya."2

Hadits ini disepakati keshahihannya oleh para ulama, keagungan
dan kemuliatnnyadiakui dan merupakan salah satu hadits yang meru-

pakan pondasi hlam. Para ulama Sakf (ymgterdahulu) maupun kbahf
(y*g kemudian) menyukai menulis hadia ini pada pembukaan berbagai
buku yang mereka susun, agar setiap pembaca atau para penuntut
ilmu selalu memperbaiki niat, memperhatikan dan memprioritaskannya.

Kami telah meriwayatkan dari Imam Abu Sa'id'Abdurrahman

bin Mahdi ,+,8 beliau berkata: "Barangsiaptyangingin menyusun

,*rsebuah kitab, maka hendaklah ia memulai dengan hadits ini". Telah
berkata Abu Sulaiman al-Khaththabi "r^r^ ulama terdahulu dari

Syaikh kami menyukai meletakkan hadits ini pada permulaan seriep

urusan karena hal itu sangat dibutuhkan dalam setiap jenis
perbuata^ng."emJuag,a telah sampai kepada kami dari Ibnu 'Abbas u#',

bahwa beliau berkata: "Seseorang itu dijaga sesuai dengan niarnya."

Yang lainnya berkata: "sesungguhnya, manusia itu diberi menurut

kadar niatnya."

Kami telah meriwayatkan &ri Abu'Ali al-Fudhail bin 'Iyadh+i!9,

beliau berkata: "Meninggalkan suatu perbuatan karena manusia adalah

ria' dan melakukan suatu perbuatan karena manusia adalah syirik,

sedang ikhlas adalah ketika Allah menjagamu dari dua hal rersebur."

' Sboh;;h X*rrb al-Adzleazr ua Dba'iifaha.Svaikh Salim al-Hilali (no. 2). Diriwavatkan

oleh al-Bukh ari Q,/ 9 dan 1 3 5, v / t6o, vfi./ 226, W 5 15, xV 57 2, frI/ 327 -Farb u t

Baar) dan Muslim dalam Sbabihnya (no. 1908).

Mukadimah Penulis

Imam al-Harits al-Muhasibi ai,B berkata: "Orang jujur adalah

orang yanB tidak peduli bila sekiranya keluar seluruh penghormatan
kepada dirinya dalam hati manusia, demi menjaga kebersihan dan
kelurusan hatinya, ia tidak menyukai kalau orang lain mengetahui
kebaikan yangia lakukan walau hanya seberat dzanalt dan ia tidak
benci kalau orang lain mengetahui kejahatan yangialakukan." Dari
Hudzaifah al-Masy'ari'+t5, iaberkata "Ikhlas adalah, bahwa perbuatan
seorang hamba sama antara lahir dan bathin."

Dari Imam Abul Qasim al-Qusyairi'rdtr", beliau berkata: "Yang
dimaksud dengan ikhlas adalah mengesakan Allah tl# dalam setiap
tujuannya ketika menjalankan suatu ketaatan, yaitu bahwa yarngia
inginkan dalam menjalankan ketaatan fuu adalah Allah Siiitanpa sesuatu
yang lain, termasuk dari berpura-pura dalam menjalankan sesuatu
karena orang lain, atau karena dalam rangka menuntut pujian dari
orang lain, atau menyukai sanjungan dari makhluk, atau apasilayang

semakna dengan itu selain dalam rangka untuk taqarrub ilallaab

(mendekatkan diri kepada Allah SE)..

Berkata Abu Muhammad Sahl bin 'Abdullah at-Tustari cgb:

"Orang-orang cerdas dari kalangan ulamatelah memperhatikan makna

ikhlas, maka mereka tidak menemukatny^ kecuali hal ini, yaitu
bahwa setiap gerakan atau diamnya seseorang itu hanyalah karena

Allah Ta'ala, baik dalam keadaan tersembunyi maupun dalam keadaan
yang terang dan tidak dipengaruhi oleh jiwa, hawa nafsu nurupun dunia."

Diriwayatkan kepada kami dari Abu 'Ali ad-Daqqaq S, beliau

berkata: "Ikhlas adalah menjaga diri dari perhatian orang lain. Sedang
yang dimaksud dengan ashshidq (ujur) adalah, mensucikan diri dari

pengaruh hawa nafsu. Maka orang yang ikhlas itu tidak akanria',

sedang orang yang jujur itu tidak akan berbangga terhadap diri sendiri."

Dari Dzun Nun al-Mishri ,+i,8, beliau berkata: "Tanda ikhlas

itu a& tiga: Pujian dan celaan orang lain sama saja baginyq mengabaikan
amalan dari suatu amal dan hanya mengharapkan balasan dari amalnya

di akhirat."

Dan diriwayatkan kepada kami dari alQusyairi iiig, beliau berkata

"Tingkatan asb-sbi.dq yang paling rendah adalah perbuatan seseorang
sama saja, baik di keramaian ataupun di tempat tersembunyi." Dan
dari Sahl at-Tustari, beliau berkata: "Tidak mencium bru asb-sbi.dq,
seorang hamba yang menjilat pribadinya atau (pribadi) orarg lain."

Mukadimah Penulis 45

tlcapan-ucapan para ulama ddam hal ini sangat banyak, namun

saya kira saya sebutkan di atas sudah memadai bagi siapa
yang men^dpap^aytanpgettuenlajuhk.

Pembabasan 2:

Berdzikir Menurut Kemampuall.-Peot'

Kaahuilah bahwa sepatutnya bagr siapa saja yang sampai kepadanya
suaw fadhiilah a'maal (keutamaan suatu perbuatan) agar ia mengamal-
kannya walaupun hanya sekali, agar iatermasuk ddam ahlinya dan
tidak sepatutnya ia meninggalkannya secara mutlak, tetapi hendaklah
ia mengamalkannya sesuai kesanggup annya.

HADITS NO. 3 (SHAHTH)

Berdasarkan saMa Nabi ffi, dalam salah satu hadits yang disepakati
keshahihannya oleh para ulama:

.";iwi,c y,iri ,:*r.{€;i ti1

'Apabila aku memerintahkan sesuatu kepada kalian, maka

laksanakanlah menurut kemampuan kalian. "3

Pernbabasan 3:

Penggunaan Hadi ts Db a'if dalam Fadb aa-ilul A'rnaal ;P'ot'

Para ulama dari kalangan ahli [xdi15, ahli fiqih dan yang lainnya
berkata: 'Boleh, dan disukai melakukan perbuatan yang berkaitan
dengan fadb aa- ilal a' maal berdasarkan hadits-h adirs dh a'y' (lemah),
dalam rangka memberikan dorongan melakukan amalan tersebut atau
untuk mengancam agar ditinggalkan, selama bukan hadits maudbu'
(palsu). Adapun dalam masalah hukum; seperti halal dan haram, jual
beli, nikah, talak dan sebagainya; maka tidak boleh mengamalkan
kecuali dengan hadits sbabib atau hadits ltasan, dan dalam rangka
ihtiaatb (kehati-hatian atau menjaga kemungkinan), seperti jika ada
hadits yang diriwayatkan mengenai makruhnya sebagian jual beli atau
nikah, maka dianjurkan untuk menjauhinya, tetapi tidak wajib.

' Shoh;ih Kiraab dl-Adzt*4r rw Dlm'iif,ahu, Svaikh Salim al-Hilali (no. 3). Diriwayatkan

oleh al-Bukhari QflI/ 251-Fat-bul'n*6 lurMuslim (no. 13iZ).

Mukadimah Penulis

Saya menyebutkan bab ini, karena ddam kitab ini terdapat hadits-
hadits y^ngseyaterangkan shahih, basan atau kelemahannya, atau saya
mendiamk annye karena bingung (ragu-ragu) terhadapnya atauPun

karena sebab lainnya, oleh sebab itu saya ingin menegaskan kaidah ini
di hadapan para pembaca.n

Pernbahasdn 4:

Keutamaan Maielis Dzikir.-P'"''

Ketahuilah, karena dzikir itu sangat disukai, maka disukai pula
duduk di halaqab ahlinya (tempat orang yang berdzikir), sebagaimana
yang disebutkan dalam banyak hadits, yatginsya Allah akatdisebutkan
padatempatnya disini kami hanya menyebutkan beberapa diantaranya:

HADTTS NO.4 (HASAN)

Hadits Ibnu'Umar qSg', ia berkata: Rasulullah E bersabda:

eb\ eUl

not:.b
/l ,

".'g.,t7a

n S"r, katakan: "Kaidah ini ti&k benar secara mutlak, karena al-Hafizh Ibnu Haiar
m6ngatakan bahwa berlakunya kaidah tersebut harus dengan tiga syarat;

Prama, Hadits tersebur tidak terlalu lemah. Maka dalam hal ini tidak termasuk
t raii. ,"rrn harrv" diriwayatkan oleh seorang pendusta arau tertuduh sebagai
,"or"rrd r"#i r"rie dusta din vans banvak mellk-ukan kesalahan, yang demikian
itu dise"pakati'olefi para ulami seSagaiirana yang dinukil oleh al-'Ala-i.

Xeduaittadrtst"n L.rt memiliki dasar secara umum. Ddam hal ini tidak termasuk

hadits yang diada-adakan dan tidak ada dasarnya.

Ketisa: feiika meneamalkannya, tidak berkeyakinan akan adanya hadits tersebut
*;;b;?;i ddak
^kpe^hyaatni-ghatian.
pern"ah
1""J"t"". A"ear tidak rirenisbatkan k6pada Rasulullah
beliau uc"plao, tetapi ia harus beri'-tikad dalam rangka

brr" rrr"ot terakhii tadi iuea rclah disebutkan oleh Syaikh 'Izzuddin'Abdussalam

J"" r6or"ng sahabatnyl Itnu Daqiqil 'Ied_(1 H)- Sebagaima{r.a terdapat dalam
dSTihutrhailfhiasitihuol laeelhd-Iaaaaasmrvh-iSlNisvnhakikSahbtiaalApl-hAdizilrbka(aIn/aiSra,l')iarlid,-amsnueynSugbetahnbiaii(ihhmaala.ts-2Ta5laa).rh.sPhyeiaribhnagatitPkaaetnnTtmiaugrBbai.tianbpra(dI.y/aalla7nmg),
dikarenakin istimewa (iembihasin)nya. Untuk pembihasan lebih rinci dalam

masalah ini ada t.-p"tty" secara khuius, inrya Alhh Ta'ah."

Mukadimah Penulis 47

"Apabila kalian melewati r4man-reman Surga, maka berhentilah.'

Para Sahabat bertanya: 'Apa yang dimalssud dengan taman-raman

Surga tersebut?' Beliau menjawab:'Majelis-majelis &ikir, karena

sesungguhnya Allah S# mempunyai rombongan-rombongan dari
para Malaikat yang mencari majelis-majelis dzikir, maka apabila
mereka mendapatinya, mereka mengelilinginya. "'5

sbdhiih Kitaab al-Adzhaar ua Dhalifaba,svaikh Salim al-Hilali (no. 4). Hadirc ini
hasan karena ada beberapa syahidnyayinediriwayatkan dari beb6raDa orans

Sahabat: 'Abdullah bin'Umir, Abu'Hriraiiah, 'Abfiullah bin'Abbas, hnas bif,
Malik danJabir bin 'Abdillah,#.

Dl-iHriwaadyiatstk'AanbdoulelhlaAhbubiNnu'u'amriamr{^-,;l,iSif.rf:ilwlAuliyaa' W354). Telah menceriukan
lkkrqasamamlliuiiAAMrbbyruuuhloaHFam[laausmrsauaanlcndt'AbDlIiiiInDb'iAn.fMlAAmhhiulml,alnialhnaddbDbSiminnin'-A'AllmmMb+irirlrfl.a.ldThrrelaallh-MMma,eoqJndndgiEsilaai bbTraaeerlklaaahn
k€pada mengeabarkan
rkeep-paaodaa
kkeeDoaiaclaa kuammri
*l *(LdQQIaau{nrrltu{iab{lIiDbribbaanar"hulm"hue'bUULnninJomdrmnphaSaa*arar,','itifrdbokl.(aaaThfnnlwennlyaayahaNr,,\madcobeenlingBgEaabnabDrepekreassnraakkDbbaakkdodtemaaa"pp'al(ialn"lnadd&nnaluuykariaa:m*'"mH.i.Hea"Manyddavyi.rletit6sksb.,u"itid,ntikari[ar*gsinbb-Naidhlranadibdfbiir'i,.lti(s;ad;starerinr;nridesssS)e0aabdlui-amat:n)i.,.i
bMMiaanllii'kkA,,mkairm.'i ridak pernah meennuulrl,s'n"nyvaikkeeccuali &ii hadits Muhhaamm]lmmaadd bih 'aeE6ffuuttta"tt
Saya (Syaikh Salim al-Hilali -F"') katakan: 'Hadirs ini terluout dari perhatian
al-Hafiih Ibnu Halar ,4,M,kareniia mensatakan dalanNaui-iiut Afhiur fi/L6\l
"Saya ddak men&patkannya daihadits Ibiu'rJmar. walaupun hianvisebaeiannvi
tidik ada dalam kirab-kitab yans masyhur, dan iuea tidal ada dalam lefibarin-
lembaran, tetapi saya mendapaikanriva dari hidits Anas denea n laf.azh vans
terpi;ah-pisah, ilansiya mendipatkanriya dari hadirc Jabir secar"a terpisah-fisaf,
dan dalam satu rangkaian."

Adapun (pen&pat) Imam as-suyurhi lebih iauh laei dari kebenaran. yans mana ia
mengatalran dalim'TabfatulAbraarhNukailt,aazEaar ha1..2A: 'Nairpafnva. dua
addah siu, karena perawinva satu. lalu
hadits tersebut laailru-NdianwrliiswniyamIebnriiaun'ulmtna',rr.'r"r.'
kemudian yang lain disingkat (makstrdnya t adits eors;,

2-Hadits Abu Hurairah .#:

Diriwayathan oleh at-Tirmidzi (3509), Muhammad bin 'Ashim dalam makalahnva
al-Makki maula Ibnu'Alqam;h
(35), daii jalanZidbin al-Habbib. Bihwa Humaid

menceritakan kepadanya- Bahwa sesunesuhnya'Atha' Ibnu Abi Rabah *encerit"k*
kepadanya dari'Abu Hurairah, belia'il berfatar 'Rasulullah iS bersabda 0alu ia
menyeb".rkan hadirs tersebut)." At-Tirmidzi berkata: 'Hadits ini basan gliaib."

Saya katakan: 'Bagaimana munskin hadits ini bisa hasan lidzzatihisedaneti dalam

sanadnya ada Humaid al-Mrkfi, dan ia itu maibul (tidak dikenaD. tidik pernah
ada yang meriwavatkan darinva kecuali zaid'bin il-Habbabl" Di dalani sanad
at-Tirmidzi rcrdaiat pemalsuan, yaitu Yazid bin Hibban, yang benar edalahzai.d
bin al-Habbab.

3-Hadits'Abdullah bin'Abbas,4ir, : al-Kabiir ((1L1L1t5s88)\:: Telah
menceritakan keoadaku
Dkeirpiwadaayakrtakmani,qbotil.nehh'A*ahltih--aTTl-htMalbba5r'maannaiiri$d. i 3d4al"apm menceritakan
Ahmad bin al-
Telah

'Abbas. Telah menceriakan kepada kami d-Harits bin al-'AAiihhiiywyah. Telah berkata
kr9ep1ada kami sebagian sahabat kami dari Ibnu Abi Najiih, dari-'IM({uiahid, dari Ibnu
tr'aA?mrbrrbaiuanrsSJ, uubrrBegaliarunuakb[aeikkboaaerrmanh:e:ennRRft,ai+ulasadhunu.l."ullDIalJaiuhkhtaaffutffaik.Kbabeanernr:ss:aa'lbfwbaddahalr:aair:'A{dKpoaaas66uu.iuilllu,iu.laklkahaah!lliliaAaAnnppa"mrhyyea*lneggwwaddarrtiimi*rt"aarrklmnrsr2au"nndt--
dengan taman-taman surgd' Beliau menjawab: "Majelis-majelis i[nri.' Al-tvtun&iri

48 Mukadimah Penulis

HADITS NO. s (HASAN)

Kami telah meriwayatkan dalam Shahih Maslim dariMu'awiyah

ig, bahwa ia berkata: Rasulullah ffi rclthkeluar menuju sekumpulan

Sahabatnya, lalu beliau benaMa: 'Apa yang membuat kalian berkumpul
disini?" Para sahabat menjawab: "Kami duduk ddam rangka berdzikir
kepada Allah SE dan memuji-Nya atas petunjuk dan karunia-Nya
kepada kami, sehingga kami dapat masuk Islam.' Lalu beliau bersada:

mensatakan dalam at-Tarybiib wat Tarhiib Ult2I Di dalamnva a& oerawi vans

tidak-disebutkan namanyi. Saya mensatakait "Ddmikian iuea idisebu^tka") ail"rf;
Mainu'az Zaana-id Afi6). D'an kea&annya addah sebagiifiaria yang disdbutkan

oldh keduanya.'

,f-Hadits Anas bin Malik +:

Dalam hadits tersebut terdapat dua jalur:

Pertama: Dari jalan Muhammad bin Tsabit al-Bannani, ia berkata: Ayahku
menceritakan k'epadaku dari Anas bin Malik, bahwa Rasulullah E ber'sabda:
'Apabila kalian melewati taman-taman Surga, maka hendaklah kalian berhenti.'
Para Sahabat benanya: 'Apa yang dimaksud dengan taman-taman Surea?n Beliau
meniawab: 'Maielii-maielis dzi[ir.' Diriwayatfan oleh at-Tirmidzi?no. 3510).
Ahdad (IIy150);Abu Yi'la (bVayu1n5g5l)urdibandI"b.injr.i l'*Adir"diedLaorirrhlaadl-itKsaTasmabiilt(,WdaZr|i+AAn.a/sr.i'-

Tirmidzi berkata: "Hadits lm

Saya mengatakan: 'Sanadnya dha'if,karenadi dalamnva a& Muhammad binTsabit
ia lehah, tetapi haditsirya ditulis untuk diiadikan
bii Aslam al-Bannani, din

sebagai i'tibar, sebagaimana yang rcrdapat ildam biografinyadi kitab at-fabdzib.

Keduz: Dari idan Za-idah bin Abi ar-Raqad dari Zivad an-Numairi .#. Diriwavatkan
olehal-Bazzai Q063-KdslfulAsta4r) dan Abu Nu'aim dalarnHilydrillrl.ul;yaa'(Vrt/ZA).
Saya katakan: Sanad ini otomatis FUAur, karena di dalamnya terdaDat dua 'illat
(sebab/cacat): Pqtama;Za-idahhaditsnva rnunkzr.sebaeaimana ucapin al-Bukhari.
Keduaz Syaikhnya, yituZiyadan-Nuhairi +&, ia adal"ah dha'if Qeinah).

S-Hadits Jabir bin'Abdillah &.

Ia berkata: Rasulullah lE keluar kepa& kami,lalu beliau bersabda:

I f ly #t7fU: €tlijv ,.;,\1t\ \t? ar,'ot,
ist Ab'rio t ,y
;.r*lt

"sesunggu.hnya- {,llah !6-{..ppqryd rombongan Malaikar yang selalu singgatr dan
majelis-majelis dzikir ili bumi, md[a mereka berheiti di taman-taman

!;r,}:1"0,
Diriwayatkan oleh al-Hakim A 49+495\. Abu Ya'la (fr/]9o}9L w/106). al-B^,,^.
(3064-Karyful Astaar\,Ibnu Haiar dalim Nataa-iiul Afbaar fi/rc-v\! d,ari ialan

'Ijmar biii'Abdillah'maula Ghufrah. Ia berkati 'Sa'va meidenear'aari Khalid
bin Shafwan dengan ucapannya." Dishahihkan oleh il-Hakim. Kemudian adz-
Dzahabi dan Ibnti Hajar memberikan cararan bahwa 'Abdullah adalah dba'if.

t*"ilSaya katakan: "FIal tersebut sebasaimana yang dikatakan oleh al-Hafizh adz-Dzehabi
dai:.d-Hafizhpnu l{ajg, {4pk rienlapa dijadikan sebagai syahi.d, karena

haditsnya dinrlis untuk-diiadikan ilibar."

Kesimpulannya, hadits tersebut -inyya Alhl> hasan deneaa sabid dari hadits labir
Aft.#.bin 'Abdillah dan dengan jalan perfama dari hadits lVallaabu a'ki.

Mukadimah Penulis 49

i,:rK"^113 5;9 alf ,il,if t3]r'5 'tt;<:*i o lt''

..t?i)r,sr teq"[utii'r o( iF6,*17 Cyryt

"Demi Allah, apakah tidak adaya;ng menyebabkan kalian

berkumpul disini kecuali hal tersebut? Adapun aku, maka aku
tidak pernah meminta kdian unmk bersumpah untuk menuduh
kalian, akan tetapiJibril telah d"t og kepadaku, lalu memberitahu-

kan bahwa sesungguhnya Allah tl*i membangga-banggakan kalian

di hadapan para Malaikat."6

HADTTS NO. 5 (SHAHIH)

Kami juga telah meriwayatkan dalam Sbabih Muslim dari Abu

Sa'id al-Khudri dan Abu Hurairah qi$/r, bahwa sesungguhnya keduanya

Etelah menyaksikan Rasulullah bersabda:
,i3:$it'&!r; 11 ,j'; ?s qiq?:j ii!'r-
'Jfty,x$!r
w-1 i*,L;'jt i&:;-*"
.6:rb 4Jtt;
dll

"Tidaklah suatu kaum duduk berdzikir kepada Allah Ta'ala,
melainkan mereka dikelilingi oleh para Malaikat, diliputi rahmat,
diturunkan kepada mereka sakinah (ketenangan) dan mereka
disebut-sebut oleh Allah di hadapan (makhluk) yang berada di

sisi-Nya."7

Pembabasan 5:

Berdzikir dengan Hati dan Lisan.-P'"''

Berdzikir itu bisa di dalam hati dan bisa juga dengan lisan (ucapan),
tetapi lebih baik dengan hati dan lisan secara bersamaan, adapun jika

' Sbohiih Kitaab dl-Adzkaar ua Dba'iifuhssyaikh Salim al-Hilali (no. 5). Diriwayatkan

oleh Muslim (no.2701).

' Shrt;;h Xit al-Adzktar un Dhd'iduhu,Syaikh Salim al-Hilali (no. 6). Diriwayatkan

oleh Musli"mb (no.2700).

50 Mukadimah Penulis

hanya salah satu diantara keduanya, maka yang lebih afdhal adalah

dengan hati.8

Tidak selayaknya meninggalkan dzikir dengan lisan dan hati

secara bersamaan, karena takut disangka riya', tetapi ia harus berdzikir
dengan keduanya secara bersamaan dengan maksud mengharap wajah
Allah llg.

Sebagaiman a y ng telah kami sebutkan dari Fudha il,i;sg bahwa

meninggalkan suatu perbuatan karena manusia adalah riya', dan
seandainya manusia membuka satu pintu perhatian orang lain baginya
dan memelihara diri dari masuknya prasangka-prasangka yang bathil,

niscaya al<an teffutup banyak sekali pinru-pintu kebaikan dan menyia-
nyiakan sesuatu yang amat mulia bagi dirinya dari hal-hal penting
dalam agam4 dan hal ini bukanlah metode orang arif.

r{ADTTS NO.7 (SHAHTH)

Kami telah meriwayatkan dalam Sbabib al-Bukbari dan Sbabib

Muslirn dari 'Aisyah €r, , bahwa beliau ffibersabda tenrang firman
Allah tk:

@Q-*$'!$:.;7i1,

"Dan janganlab kamil rnengerdshan suararna dalam sbalatmu
dan janganlah puk moendahkanrrya n (QS. Al-Israa' : 1 10)

".r6fu1 ,:lu

,V,

"Ayat ini turun mengenai do'a."e

' Jika yang dimaksud disini adalah dzikir nafsi (hany" sekedar mensinsar di dalam

jiwa), mdka hal iru "dalah bathil, harena hal-ituien6lah oleh hadits Q"&it

e'€fi !' .'oli3
t gSi 6 qfe $1,

"Aku bersama hamba-Ku selama ia mengingat-Ku dan kedua bibirnya bergerak
menyebut-Ku."

Diriwayatkan oleh al-Bukhari (fl1/416 Fat-hul Baai secara mu'allaa. dimaushul-
kan olehlbnuMajah (no. 3792),'A[,or,aA(n/540),al-Hakim (I/496\ dan'Ibnu Hibban
(no.23tGMawaaidL Saya (pentahqiq) Istakan: 'Hadits ili
'^ shahih."
Shdbiih Kit4abdl-Ad;ka4;u;Db4';ffiSy^Ursalim al-Hilali (no. Z). Diriwayatkan
oleh al-Bukhari (4723-Fat-hil Bair) dan-Muslim (no.447).

Mukadimah Penulis 51

Pembabasan 6:

Dzikir Mencakup Seluruh Masalah Agama.-P'"t'

Ketahuilah bahwa fadhilah dzikig itu bukan hanytterb4as pada

tasbih (ucapan lu'igl), tzhlil(ucapmli,r 1.rt t),tabmid,(ucapan nit UtjD,

;iitahbir (ucapan ,i[r) atau yang lainnya.'Bahkan semua oriigyang

melakukan suatu ketaatan karena Allah, maka orang tersebut termasuk
berdzikir kepada-Nya. Demikianlah yang dikatakan oleh Sa'id bin

Jubair i& dan ulama-ulama lainnya.

'Atha' di5 berkata: 'Majelis-majelis dzikir itu adalah majelis-

majelis tempat membicarakan halal dan haram, bagaimana membeli,
menjual, shdat, shaum, nikah, talak, haji dan sebagainya."

Pernbabasdn 7:

Kriteria Ahli Dzikir.-P""''

Allah SfiI berfirman: d

* pit (-vr rJie r-:l;5it o!

u*,*:i't *r6iS Gr6iS l'sni3

G)-;*rIiS i, ,2"n:ldit

-:;r"*+LtS i3 'W+-.:i: 4)t:.rlit
g(g'fi, w.r'n. i-t- !h''aiSrrYi,iiS7s#
a
@wcis?fi jxfr3br
*Sesunggabnya laki-laki dan peretnpadn yang muslim, laki-laki
dan poernpuan rnakmin, laki-laki dan paetnpuan yang uup dakm
ketaatannya, laki-laki dan perempildn ydng benar, laki-laki dan

perem.pilan yang sabar, lnk;-laki dan puernpuan y ang kh uryu', laki-
laki dan poempun yang bersedekah, laki-kki dan puempuan yang

brpilasd, laki-laki ddn poemryn yang rnerrulihara k ebormatanrryd,
laki-laki dan puunp.un yang barryak ntenyebat (nama) Allah, Alldb

hvr.'telah menyediahan untah mseka drnpilnan dan pahala yang

(QS. Al-Ahzaab:35)

52 Mukadimah Penulis

HADTTS NO.8 (SHAHTH)

IGmi telah meriwayatkan dalarn Sbahih Mwlimdari Abu Hurairah

E+S, bahwa Rasulullah bersabda:

,ji riirr .1,. i. ) J" q3jJ 6., frI,6 ,ojii7)it'5*.
(f'.btfri.tst:, ltt o2fflsi.

''Telah berlalu orangorangyang beruntungr' mereka (para Sahaba$
bertanya: 'Apa yang dimaksud orang-orang beruntung wahai
Rasulullah?' Beliau menjawab: 'Laki-laki arau perempuan yang
banyak menyebut nama Allah.'"lo

Saya katakan: nKalimat ';t\i'jir diriwayatkan dengan huruf 'ra'

bertasydid dan juga diriwayatkan tanpa tasydid, tetapi yang masyhur
-sebagaiman e yngdikatakan oleh jumhur- adalah dengan tasydid."

Ketahuilah bahwa ayx iarselayaknya mendapat perhatian untuk
diketahui oleh penyusun buku ini. Para ulama berbeda pendapat

mengenai makna ayat tersebut. Imam Abul l{asan al-Ifahidi mengatakan:

"Ibnu 'Abbas berkata: 'Maksudnya, adalah mereka yang menyebut
nama Allah setiap selesai shalat, di waktu pagi atau sore hari, ketika
berbaring, setiap bangun dari tidur dan setiap ia ingin meninggalkan
rumahnya, ia menyebut nama Allah d4i.'" Berkata Mujahid: "Tidak
termasuk laki-laki atau perempuan yang banyak menyebut nama Allah

sehingga ia menyebut nema Allah ketika berdiri, duduk dan berbaring."

Berkata'Atha' : "Barangsiap e, yangshalat lima waktu dengan

menunaikan hak-haknya, maka ia termasuk dalam kategori firman
Allah SE:

,?'--.-+' 4t y' , -zr 4-

dl', ilril :Jt's
\6 3_r+,r.fwfii

'Laki-kki dan poempil.dn ydng banyak menyebut (nanu) Alhb."

(QS. Al-Ahzaabz 35)

Demikianlah yang dinukil oleh al-\U(ahidi.

to oSlleuhhMiihuKsliilmar(t taolArd2z*6aa7r 6cM)dDabwn'iisfuahay,s4yatiekhl4Shalim al-Hilali (no. 8). Diriwavatkan

Ahaadiixil tty'asbiyyaiish Sbiglrra (2a). panjangleba; delanfdkMij

Mukadimah Penulis

HADTTS NO. e (SHAHTH)

Dalam hadits Abu Sa'id al-I(hudri ,s, i" berkata: "Rasulullah ffi

bersabda:

..J'.ro.i.t.)1.Jr ='.ko'tr1ft-h$v.h(Ei,;ii$tr;ejf'r"birl'he!j,'tlaga,.tWisy

'Apabila seseorang membangunkan isterinya di waktu malam,
lalu keduanya shalat -aau ia sbalat- dua raka'at bersama-sama,
maka keduanya dicatat ddam golongan laki-laki dan perempuan
yang banyak menyebut Nama A11ah.'"11

Hadits ini masyhur, diriwayatkan oleh Abu Dawud, an-Nasa-i dan
Ibnu Majah dalam Sunan mereka.

Syaikhul Islam Abu 'Amr bin ash-Shal,ah 4W" ditanya tentang

ukuran seseorang yang termasuk laki-laki atau perempuan yang banyak
menyebut NamaAllah. Maka beliau menjawab: 'Apabila ia membaca

dzikirdzikir yang ma'-tsur dengan rutin di waktu pagi maupun sore hari
dalam setiap kondisinya baik siang maupun malarn, dan hal itu dijelaskan
dalam kitab Amalul Yaum anl Lailab,l2 maka ia termasuk laki-laki
atau perempuan yang banyak menyebut Nama Allah.

Vallaahu A'ldm."

lt Shdhiih Kitaab al-Adzkaar wa Dba'iifula Svaikh Salim al-Hilali no. 9. Hadits ini
shahih, diriwayatkan oleh Abu Dawud (no. 1309) dan Ibnu Majah (no. 1335),

mereka semuanva meriwayatkan dari Abu Sa'id al-Khudri dan Abu Hurairah
$ secara bersamaan. Al-Hafizh mengatakan dalam Nataa-ijal Alkaar l/36).

"Perhatian. bahwa oerkataan Svaikh: 'Hadits ini manbur'. maksudnva adalah

masyhur diucapkanatau disebufkan, bukan berarti maiyhur secara isdlih, karena

hadits tersebut^te.masuk afrad (ha&ts-hadits tidak marybar (asing)) yang ditulis

oleh 'AIi bin d-Aomar dari al-Aeharr. Perkataannya: "Bahwa hadits itu diriwayatkan
berr"r, tetapi mereka *.t yo
oleh Abu Dawud, an-Nasa-i din Ibrr., Majah'
butkan Abu Hurairah bersama Abu Sa'id, saya"3ti"d1a"kh tahu mengipa ia menghilang-

kannya, karena keduanya rnarfu'menurut semua (perawi) yang mtriwayatkannya.

Adapun yang menyebutkan Abu Sa'id secara sendirian, hd itu diriwayatkannya
s.c"i" niau{af sebigaimana yang telah saya sebutkan dengan jelas." Saya katakan,
'Selain riwa-vat Abu Ya'la fiI/360 no. 1112). karena ia menvebutkan Abu Sa'id
secara sendiiian, kemudi an' i a men geluark#nya den gan *orfu'."

" M"k.,rdrrya, kitab-kitab yang disusun dalam hal ini, seperti kitab'Amalul Yatm

ual Lailah oleh an-Nasa-i dan'Amalal Yaatn wal Laikh oleh Ibnus Sunni.

54 Mukadimah Penulis

Pembabasan 8:

Hukum Berdzikir bagi Orang Junub, Haidh
dan Nifas. -Petrt

Para ulama sepakat akan bolehnya.berdzikir baik dengan hati
maupun dengan lisan bagi orang berhadats, junub, haidh sena nifas,
dengan bertasbih, tahlil, tabmi.d, takbir, mengucapkan shalawat atas

Rasulullah M serttdo'a dan sebagainya. Tetapi, membaca al-Qur-an

hukumnya haram bagi orang junub, haidh dan nifas. Sama saja, membaca
sedikit ataupun banyak, walaupun hrnya sepotong eytt,tetapi boleh
baginya membaca al-Qur-an dalam hati tanpa suara, demikian pula
melihat mu.sb-baf darn membacanya dalam hati.

Sahabat-sahabat kami mengatakan bahwa dibolehkan bagi orang
junub dan haidh mengucapk xr''innaa lillaahi ua innaa ikihi raaji'uun"

ketika tertimpa musibah dan ketika mengendarai kendaraant "Subbaa-
nalkdzii sakbkbara hnaa haadzaa u)d rnd.d kunnaa laltuu muqriniin",

dan ketika mengucapkan do'a: 'Rabbanaa aatinaafidd.un-ydd basanab

uafl aalehirati hasanah uaqinaa 'adzzabannaar", selama tidak dimaksud-

hkaanidmh)emmbeancgaucaal-pQkuarn-zan*.BDisamnilblaoalehhi bagi keduanya (orang junub dan

ualbamdulillaah', kalau hal itu

tidak dimaksudkan membaca al-Qur-an, sama saja apakah dimaksudkan

untuk berdzikir atau tidak, dan mereka tidak berdosa kecuali kalau

mereka memaksudkannya membaca al-Qur-an, boleh bagi keduanya

membaca ay at y angtelah dimansukh (dihapus) laf:zhnye, seperti:

6-*} g; 11ffit j'&t(Orang tua (kakek-kakek) dan nenek-nenek

jilra mereka berdua bedtna, maka ojrorl"h keduanya). Tetapi, kalau ia
mengucapkan :'oga qr$r Ji 6mbi[ah, kitab itu dengan sungguh-sungguh),
atau ia mengticdpkin: p>t-+ t61lliit (Masuklah ke dalamnya dengan

sejahtera lagr aman) dan s6bagainya, jika ia bermalsud bahwa hal tersebut

bukan al-Qur-an, maka tidak diharamkan.

Dan jika keduanya tidak mendapatkan air, maka boleh ber-

tayammum dan ketika itu boleh baginya membaca al-Qur-an, kalau
setelah itu ia berhadats, maka tidak diharamkan qira-ab baginya,

sebagaimana ketika ia mandi janabah kemudian berhadats. Serta tidak
ada perbedaan jika ia bertayammum karena tidak ada air, baik ketika

mukim maupun dalam keadaan safar (lterjalanan), bahwa dibolehkan

baginya membaca al-Qur-an walaupun ia berhadats setelah itu. Sebagian

sahabat kami berkata: Jika dalam keadaan mukim, ia boleh shalat

dan tilawah dengan tayarnmum itu, tetapi ia tidak boleh membacanya

Mukadimah Penulis

di luar shalat." Tetapi yang shahih adalah boleh, sebagaimanayatg
telah kami sebutkan, sebab Eyammumnya sebagai pengganti mandi.
Seandainya orang junub melihat air, maka ia wajib menggunakannya,
karena diharamkan baginya tilawah dan semua yang diharamkan bagi
orang junub sampai ia mandi. Seandainya ia telah bertayammum,
kemudian shalat dan tilawah, lalu ia ingin bertayammum karena
berhadats atau karena akan melaksanakan kewajiban lainnya, tidak
dilarang baginya tilawah. Inilah pendapat yang shahih dan terpilih,
dan sebagian sahabat kami berpendapat bahwa hal itu haram, tetapi

pendapat tersebut lemah.
Adapun ketika orang junub tidak menemukan air atau tanah,

maka ia shalat sebagaimana kondisinya karena pentingnya menghormati

waktu shalat, tetapi diharamkan baginya tilawah di luar shalat, dan
diharamkan baginya membaca dalam shdat selain al-Faatihah.

Apakah al-Faatihah juga haram dibaca) Dalam hal ini ada dua

pendapat: Yang paling shahih di antara keduanya adalah bahwa hal
itu tidak haram, bahkan wajib, karena tidak sah shalat kecuali dengan
membacanya, sebagaimana dibolehkannya shalat dengan darurat, maka
demikian pula tilawah (bacaan). Kemudian yang kedua adalah haram,
tetapi ia boleh membaca dzikirdzikir (bacaan-bacaan) sebagaiman yaurrg
dibolehkan bagi orang yang tidak mengetahui sesuatu dari al-Qu^r-an.

Hal-hal seperti ini saya melihat penting unnrk dibahas disioi, karena
berkaitan dengan apay^ngtelah saya sebutkan. Oleh karena itu saya
pun menyebutkannya disini secara ringkas, kalau bukan karena hal
itu, maka keterangan lebih lengkap dan dalildalil yang lebih memadai
dapat dilihat dalam buku-buku fiqth. Valldahil. a'hm.

Pembabasan 9:

Adab Berdzikir.-Pent'

Seyogianya bagi orang yang sedang berdzikir menjaga sifat-
sifat kesempurnaan berdzikir. Apabila ia duduk di satu tempar, maka

hendaklah menghadap Kiblat, duduk dengan penuh rendah hati, khuqru',

tenang, rendah diri dan menundukkan kepala. Seandainya ia berdzikir

bukan dalam kondisi seperti yang disebutkan, maka hal itu boleh dan

tidak tercela. Tetapi kalau ia meninggalkan hal-hal tersebut tanpa udzur,
maka berarti ia telah meninggalkan hal yang utama.

55 Mukadimah Penulis

Dalil yang menunjukkan bahwa hal tersebut tidak makruh
(tidak tercela) adalah firman Allah SE:

)t+)i't ) 4i j!*i, Fr:fi3 q#i * 43t,

tt-ra: q';,;t AT t'u;Ji @ .-!J $ e:\ d<{

et$to(i$i* C'a:p;'.i eF U;t

'saunggubnya dalam pmciptaan kngrt kngit dan burni, dan silih

bergantinya rnalam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-
ortffig ymg bua.kzl, (yartu) orang-ofttng ydng mmgingat Allah sambil

Miri, dud.uk aw dakm kpadddn bbaringdan mqeka mem.ikirkan

tentd.ngpenciptaan langit dan burni. " (QS. Ali-'Imran: 190-191)

HADITS NO. 10 (SHAHTH)

Dalam Sbabib al-Bukbari dar Shahib Muslim disebutkan dari

f:;5,py €r:e-bei*w a' iF, og.

(i'l; :at$tail)'.oi,il'

"Rasululla h ffi pern"h b..t.l.kro di p*gkuanku dan waktu

itu aku ddam keadaan haidh, lalu beliau membaca al-Qur-an."

(IlR. At-Bukhari dan Muslim).

Dalam riwayat lain:

..iai6 t!t: ef €Litt'

"Kepalanya di pangkuanku sedang aku dalam keadaan haidh."

\$'Juga diriwayatkan dari 'Aisyah ,ia berkata:

Ab;;r"bbf stt ,r)l'ry\';\'

Mukadimah Penulis 57

"Sesungguhnya aku membaca ltizbkv (wirid rutin) sedang aku
berbaring di atas raniang.'l]

Pembabasan 10:

Tempat yang Paling Utama untuk Melakukan Dzikir.-P'oi

Sebaiknya tempat berdzikir itu sepi dan suci, karena yarLg

demikian itu lebih besar pengaruhnya dalam rangka mengagungkan
dzikir dan mengagungkan Allah iFi. Oleh karena itu, berdzikir di
masjid-masjid dan tempat-tempat mulia lainnya sangatlah terpuji.

Diriwayatkan dari Imam Abu Maisarah S, ia berkata: "Tidak

boleh menyebut Nama Allah (berdzikir) kecuali di tempat yang bagus."

Juga sebaiknya mulut dalam keadaan bersih, jika terdapat bau
maka hanrs dihilangkan dengan siwak, dan jika terdapat naiis maka
harus dihilangkan dengan mencucinya dengan air. Jika ia berdzikir
sebelum mencucinya, maka hal itu makruh tetapi tidak haram, dan
jika ia membaca al-Qur-an sedang di mulutnya ade naiis, maka hal

tersebut juga makruh. Mengenai keharamannya,terdapat dua pendapat
di kalangan sahabat-sahabat kami dan yang paling shahih adalah tidak
haram.

Pembabasdn 71:

Beberapa Kondisi yang Dilarang Berdzikir Padanya.-P'"t

Ketahuilah bahwa berdzikir itu disukai dalam segala keadaan,
kecuali dalam keadaan-ke tdaanyang memang dikecualikan oleh syara',
kami akan menyebutkanny^ secar^ sekilas disini, sedangkan yang
lainnya akan kami sebutkan pada bab selanjutnya.

Diantaranya, bahwa tidak disukai berdzikir ketika buang haiat,
ketika jima', ketika khatib sedang menyamPaikan khutbah bagi yang
mendengar suara khatib, ketika shalat karena saat itu harus menyibuk-
kan diritengan bacaan-bacaan shalat dan ketika sedang mengantulc.
Tidak terceli berdzikir ketika sedang dalam perjalanan atau sedang
berada di kamar mandi. \Vallazhu a'lam.

" Shohiih Kiralbdl-Adzka4rwaDtalifubusvaikh Salim al-Hilati no. 10. Diriwayatkan

oleh al-Bukhari W82-Fat'bul Bairil, Muslim (no. 301) dan riwayat yang kedua
adal ah dari al-Brikhari (XlV5 1 8 -Fat'h ul Baari).

Mukadimah Penulis

Pembabasan

Kehadiran Hati Ketika Berdzikir.-p'"''

Yang dimaksud dengan berdzikir adalah kehadiran hati, oleh
sebab itu hendaknya hal ini menjadi tujuan orang yang berdzikir lalu ia

bersungguh+ungguh untuk menggapainya sert^ mentadabbun (merenungi
makna) arti dari apa yang sedang dibaca dan menghayati maknmya.

Tadabbur (merenungi makna) ketika berdzikir sangat dituntut,
sebagaimana hd tersebut juga sangat dituntut ketika sedang membaca
al-Qur-an, karena keduanya sama dalam makna dan tujuannya Berdasar-
kan hal ini, maka pendapat shahih dan terpilih yaitu disukai untuk

memanjangkanrn ucapan laa llaaba iJkllaab, karena dalam ucapan yang

panjang itu kita dapat lebih merenungi maknanya. Komentar p^ra
ulama Salaf dan imam-imam yang datang kemudian mengenai hal ini
sangat masyhur. \Vallaabu a'hm.

Pernbabasan 7i:

Mengqadha' Dzikir.-ro'

Bagi orang yang mempunyai dzikirdzikir tertentu pada waktu-

waktu tertentu; siang atau mdam, setelah shdat atau waktu lainnya, lalu
suatu ketika terluput darinya, maka sebaiknya ia menggantinya pada
waktu lain ketika ia sudah memiliki kesempatan, dan hendaknya ia
tidak meremehkatnya, sebab ketika ia sudah komitmen melaksana-
kannya ia tidak melaksanakan karena terluput, maka apabila ia enggan
mengqadha'nya, dia akan mudah meninggalkannya pada waktunya.

HADTTS NO. 11 (SHAHTH)

Dalam Shabih Mudirn diriwayatkan dari 'IJmar bin al-Khaththab

**l, beliau berkata: *Rasulullah ffi bersabda:

6:t".c iJ. G 6?j6 ,i:'irr, 'ti ,":?'* ?6U
t"tt
t'';#',y,o1l.ji 6y*,)
6€"J

'- **ly:ifrTl2!frllytidak berlebihan, yaitu yang sesuai dengan huhum

Mukadimah Penulis 59

' Barangsia pa y an1 tertidur dari memb aca bizb (wirid rutin)nya,
atau sesuatu daripadanya, lalu ia membacanya antara Subuh dan
Zhtthur, maka dicatat baginya pahala sama dengan membacanya
di waktu malam.'""

Pembabasan 74:

Menghentikan Dzikir untuk Sementara'V'aktu.-P'"t

Ketika ada suatu penghalang bagi orang yang sedang berdzikir,
maka boleh baginya menghentikannya kemudian melanjutkannya
ketika hal tersebut sudah hilang. Diantaranya, ketika ada yang memberi
salam kepadanya, maka ia harus menjawabnya, kemudian melaniutkan
dzikirnya. Demikian pula ketika ada orang bersin disekitarnya, ia
mendo' akannya kemudian melanjutkan dzikirnya, juga ketika mendengar
khatib, atau ketika mendengar mu-adz-dzin, ia harus mengikutinyapada
kalimat-kalimat adzar. dan tqarnat, kemudian setelah itu ia melanjutkan
dzikir.

Demikian pula ketika melihat suatu kemunkartn, ia harus

mencegahnya, atr melihat sesuatu yang ma'ruf, ia (harus) mengaiak

kepadanya, atau melihat orang yang butuh bimbingan, maka ia (harus)
membimbingnya kemudian melanjutkan dzikir. Begitu pulaiika dalam
keadaan mengantuk dan sejenisnya.

Pembabasdn 75:

Keharusan Terden garfly a Dzikir oleh Pelakunya.-Pent'

Ketahuilah bahwa dzikirdzik ir y ang disyari' atkan dalam shalat
dan yang lainnya -baik yang wajib maupun yang sunnah- tidak dianggap
dan tidak diberi pahala jika ia tidak melafazhkarnnya sehingga di
dengar oleh dirinya sendiri, apabila pendengarannya normal tanpa suatu

penghalang.

E Shdhiih Kitadb dl-Adzhaar ua Dba'iifaha Syaikh Salim al-Hilali (no. 11). Diriwayatkan
oleh Muslim (no.747).

Mukadimah Penulis

PembablsAn

Kitab-Kitab Mengenai Dzikir.-P'"''

Ketahuilah bahwa para ulama telah menyusun berbagai kitab
mengenai amdan-amalan di waktu siang maupun malam hari, mereka
meriwayatkan apa yang mereka sebutkan dengan sanad-sanadnya
yang bersambung, dan mereka mengambilnya dari berbagai jalan,
dan yang paling bagus dalam hal ini adalah 'Amalul Yaum anl Lailah
karya Imam Abu 'Abdirrahman an-Nasa-i, dan yang lebih bagus
daripadanya, lebih berharga dan lebih banyak faedahnya adalah kitab
'Amalul Yaum ual Lailah karya seorang sahabatnya, Abu Bakar
Ahmad bin Muhammad bin Ishaq as-Sunni,#.

Dan sungguh saya telah mendengar semua kitab Ibnus Sunni dari
Syaikh kami, al-Imam al-Hfiizh Abul Baqa' Khalid bin Yusuf bin

Sa'ad bin al-Hasan &; ia berkata: Telah memberitakan kepada kami
al-Imam al-'Allaamah Abul Yamaur.Zad.d bin al-Hasan bin Zudbin il-

Hasan al-Kindi (602 H.) ia berkata: Telah memberitakan kepada kami
asy-Syaikh al-Imam Abul Hasan Sa'ad al-Khair Muharnmad bin Sahl al-
Anshari; ia berkata: Telah memberitakan kepada kami asy-Syaikh
al-Imam Abu Muhammad 'Abdurrahman bin Sa'ad bin Ahmad bin al-
Hasan ad-Duni; ia berkata: Telah memberitakan kepada kami al-Qadhi
Abu Nashr Ahmad bin al-Husain bin Muhammad bin al-Kassar ad-
Dainuri; ia berkata: Telah memberitakan kepada kami asy-Syaikh

Abu Bakar Ahmad bin Muhammad bin Ishaq as-Sunni &.

Saya menyebutkan sanad ini di sini karena saya akan menukil dari
kitab Ibnus Sunni secara global, insya Allab Ta'ala, maka saya ingin

menyebutkan terlebih dahulu sanad kitab tersebut, karena hal ini

disukai di kalangan imam ahli hadits dan yang lainnya.

Saya menyebutkan secara khusus isnad kitab ini karena ia

merupakan kitab yang paling komplit dalam bidang ini. Jika tidak,
maka semua y^ng saya- sebutkan di dalamnya a'dalah riwayat yang
shahih dengan sanad yang bersambung, kecuali yang syadz dan itu
jarang, diantaranya adalah y^r.gsayt nukil dari lima kitab hadits
yang merupakan sumber pokok dalam Islam, yutu Sbabih al-Bukbari,
Sbabih Muslim, Sunan Abi Dauud, Jaami' at-Ttrmi.dzi, Sunan an-Nasa-i
dan diantaranyaadayang saya nukil dari kitabkitab Musnad. dar. Sunan,
seperti al-Muwaththa'karyalmam Malik, Musnad Imam Ahmad bin
Hanbal dan Abu 'Awanah, Sunan Ibnu Majah, ad-Daraquthni dan

Mukadimah Penulis 6l

al-Baihaqi, dan kitab-kitab lainnyayartgmana Anda (pembaca) akan
melihatnya sendiri pada temp^tny^nanti, insya Allab. Semua yang
saya sebutkan ini lengkap dengan sanad-sanadnya yang bersambung
sampai kepada para penyusunnya secara terpilih. \Vallaahu a'lam.

Pembabasdn 77:

Metode Penyusunan Kitab al-Adzhaar.?eot'

Satu hal yang perlu diketahui bahwa semua hadits-hadits yang
saya sebutkan ddam kitab ini saya sandarkan kepada kitab-kitab yang
masyhur serta buku lainnya, sebagaimanayaurr1telah saya sebutkan.
Kemudian, jika hadits-hadits tersebut terdapat ddam Shdhih al-Bukbai
d^rL Shdhih Muslim atau disebutkan dalam salah satu di antara keduanya,
saya hanya menyandarkan kepadanya, karena hal tersebut sudah
memadai atas keshahihannya, karena semua hadits yang terdapat di
dalamnya adalah shahih.16

Adapun haditshadits yang disebutkan ddam kitab selain keduanya,
maka saya menyandarkannya kepada kitab-kitab as-Sunan dan yang

lainnya disertai keterangan atas sbaltih, basan atau dba'ifjika terdapat
kelemahan padanya di berbagai tempat, tetapi dilalaikan atas sbabih,

basan atart dba'ifnya.

Dan ketahuilah, bahwa Sunan Abi Dautad termasuk yang

terbanyak saya nukil darinya, dan kami meriwayatkan darinya bahwa
ia berkata: "Saya telah menyebutkan di dalam kitab saya riway^ty^ng
shahih dan yang sepertinya atau yang mirip dengannya, dan riwayat
yang sangat lemah yang terdapat di dalamnya, saya akan menjelas-
kannya. Dan yang saya tidak mengomentarinya, berarti haditsnya

shalih ["yrk) dan yang sebagiannya lebih shahih dari yang lain."
Ini adalah ucapan Abu Dawud y*g di dalamnya terdapat faedah

yang bagus dan dibutuhkan oleh penyusun kitab ini dan yang lainnya,
yaitu bahwa^pay^rugdiriwayatkan oleh Abu Dawud dalam Sunannya
dan tidak disebutkan kelemahannya, maka hal itu rnenurut beliau
berarti shahih atau hasan, dan keduanya dapat dijadikan sebagai hujiah
dalam memutuskan hukum, terlebih lagi ddam masalahfadbaa-il.lika

16 Kecuali beberapa huruf vane diperbincanskan oleh para ba{iz.h, seperti ad-Daraquthni

dan yang lainiya, sebagaiiraria yang di-sebutkan'dalamirsyaadu Tltullaabil Fiaqaa-

Q ilaa Ma'ifati Sunani Khairil Khaha-iq oleh Imam an-Nawawi {/l3l).

52 Mukadimah Penulis

hal itu telah ditetapkan, maka jika engkau melihat ada suatu hadits yang
diriwayatkan oleh Abu Dawud dan tidak ada keterangan atas kelemahan-

nya, maka ketahuilah bahwa hadits itu tidak beliau lemahkan.lT

' \Vallaabu a'hrn.

Saya menyebutkan satu bab mengeraifadhilab dzikir di awal

kitab ini secara mutlak, saya menyebutkan di dalamnya secara trgk.r,

sebagai pendahuluan dari a;pa- y^rlg akan diterangkan setelahnya,

kemudian saya menyebutkan intinya pada babnya masing-masing, dan

kitab ini saya tutup dengan bab istighfar insya Allab, dengan harapan

agar Allah # mengakhiri perbuatan kita dengannya. Semoga Allah

memberikan taufiq, kepada-Nya kita berserah diri dan bertawakkal,

serta mempercayakan setiap unrsarr dan bersandar.

17 Pendapat ini tidak bisa diikuti disebabkan hal-hal berikuc

a. Karena riwayat-riwayat Abu Dawud yane berkaitan dengan hadits-hadits vane
tidak dikomintarinyia yang terdapat dal^h Sanonnya ber"macam-macam, jeba6

{rilrrtab Surun AA D;a,rA ad^ beberapa riwaryt prnyusunnya, dan masing-

masing mempunyai dasar sena mempunyai kelebihan.

b. Sangat boleh jadi-Abu Dawud ti&k berterus terang melemahkan hadits tersebut

karena memang kelemahannya sangat jelas.

c. Boleh iadi Abu Dawud mendiamkannva karena ia meremehkannya- seoeni vans

disebutkan oleh al-Mundziri dalam m"kadi*"h arTargbiib ant Tirlti;b Vlsll

Ketika mencermati apa yang didiamkan oleh Abu Dawud, ielaslah bahwa hal
itu bukan berarti semua yang didiamkannya sbabih atau baian menunrr beliau,

lutetapi maksudnya adalah 6adiis vane ddak ttrlalu kelemahannya. menurut beliau

hal boleh diiadikan sebaeai i?i6ar.hal ini diperielas dalam ucapannya yans
dinukil oleh Ibrid Darah: 'Al,u menyebutkan dalam kitabk, v"ns'rh"hih.'.r*E

lxtL*ff ffilrifli3,"*,tx"gfi '*"txmr;;!t*mr,*ffi ffi *;Ei,:

dikatakan pida-selainny a. Walhibu a'krn.

Mukadimah Penulis 53

BAB I

DZIKIR YANG TIDAK TERKAIT
DENGAN \$TAKTU BESERTA
KEUTAMAANI{YA

Allah $iiberfirman:

@;L\\=2 J. Ktsr,st

, -/

"Ddn sesungguhnya mengingat Allah (sbalat) adalah lebih besar
(karena heutarnaannya dari ibadab-ibadab yanglain)." (QS. Al-

'Ankabuut:45)

Dia juga berfirman:

@€{'1 ;:;io

"KArenA itu, ingatlab kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula)
kepadamu.' (QS. Al-Baqarah : 152)

Dan firman-Nya:

i;U)4,5; c4@'w#i C o( ,{ili'}b
, l.l

.. L2
o.l.+iqg/zzz--\

'Maka., kzlau sekiranya dia tidak tqmasuh orang'orangyang banyak

mengingat Allab, niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu
sampai hari berbangkit." (QS. Ash-Shtaff.aar: L42-t43)

Dzikir yang Tidak Terkait dengan Waktu beserta Keutamaannya 67

Allah pun berfirman:

'rli;,x'u'H\it4ji,

"Mereka selalu bmasbib malam dan siangtidah benti-hmtirrya."

(QS. Al-Anbiyn': 20)

HADTTS NO. 12 (SHAHTH)

Kami telah meriwayatkan di ddam dua kitab shahih kuy^Imam

para ahli hadits, yaitu Abu 'Abdillah Muhammad bin Isma'il bin

Ibrahim bin al-Mughirah al-Bukhari al-Ju'fi dan Abul Husain Muslim

bin al-Hajjaj bin Muslim al-Qusyairi an-Naisaburi utg,, dengan sanad

keduanya dari Abu Hurairah & -namanya adalah'Abdunabrnan bin

Shahhr rnenurut riutayat yang paling sbabib dari sekitar 30 pendapat,

dan beliau adakb Sababat yangpalingbanyak meriutayatkan hadits- ia

berkata: "Telah bersabda Rasulullah ffi:'Dva kalimat yang ringan

diucapkan oleh lidah, tetapi berat ddam timbangan dan sangat disukai

oleh Allah, yaitu:

o1/-\/ O6.o+ L?r44: Arr .l1*i

..ihiir nr

'Mahasuci Allah dan segala puji bagi-Nya, Mahasuci Allah Yang
Mahaagung.'"

Hadits ini adalah hadits terakhir di dalam Sbahib al-Bukhari.l

HADTTS NO. 13 (SHAHTH)

Kami telah meriwayatkan dalam Sbahib Muslim dari Abu Dzarr

,S, ia berkata: "Rasulullah ffi bersabda kepadaku: 'Maukah engkau

aku beritahukan ucapan yang paling disukai Allah Ta'ala?' Sesungguhnya

ucapan yang paling disukai Allah adalah g;":aj iirr ia;,y.'"Dalam satu

riwayat disebutkan: Rasulullah ffi pernah' ditinya: "IJcapan apa yarr1

paling utama?" Beliau menjawab: "Apaytngtelah dipilih oleh Allah

untuk para Malaikat-Nya atau para hamba-Nya, yaitu:

' Shobiih X;t rb al-Adzhaar wa Dba'iifubu Svaikh Salim al-Hilali no. 12. Diriwavatkan
oleh al-Bukhari V/199,W/537-Fat-bul'Ba4ril,Muslim (no.2694\.Ucapan penulis:
"Hadir ini adalah btearbakkhitiarbdaaladm-DSah'aawhialtaatl-dBaunkhaal-rAi'"imaadaalnahwbaennaNru. dbzeuliauur.hiue"a
hadits
menyebutkannya dalam

68 Dzikir yang Tidak Terkait dengan Waktu beserta Keutamaannya

n.oM.) Ar 'ot;r.

'Mahasuci Allah dan segala puji bagi-Nya.'"2

HADTTS NO. 14 (SHAHTH)

Kami telah meriwayatkan di dalam Shabih Muslim dari Samurah

&,bin Jundub nberkata: Rasulullah ffi bersebda: "ucapan yang paling

disukai oleh Allah ada empat, yaitu:

..'Flrre ,t r lf alf l, ,t ll;it1,.irt o6i"

'Mahasuci Allah, **r"rU, O"d O[;, tidak ada n*rr*gberhak

diibadahi melainkan Allah dan Allah Mahabesar.'
Tidak mengapa bagimu dari mana saja kamu memulainya."s

HADTTS NO. 1s (SHAHIH)

Kami telah meriwayatkan dalam ShahihM^tlimdaiAbu Malik al-

Asy'ari&, ia berkata: "Rasulullah E bersabda:

;1t or;'i;l,or;ijr {fu iti:;Jrr:,:q}i 'ia';fui

" .,<'sl\: crtJ;;t ii.6 -fu'rl- o{]i *J:;;tt

'Bersuci itu adalah sebagian dari iman, ucapan: f.ir il;jr;^'Segala

ir;'ilpuji bagi Allah' memenuhi timbangan, dan ucapan: 1.[i:"ir i iirr

'Mahasuci Allah dan segala puji bAi Allah', keduariya -auu kalimat

tersebut- memenuhi apay^rLgada di enitar l*grt dan bumi."a

Sbahiih Kitaab al-Adzkaar an Dba'iifubu,syaikh Salim al-Hilali no. 13. Diriwayatkan
oleh Muslim (no.2731).
3 Sbdhiih Kiraabal-Adzhaarwa Dba'iifihu, Syaikh Salim al-Hilali no. 14. Diriwayatkan
olehMuslim 6o.2134.

4 Sbdhiih Xlu"b a-ear*i*r wa Dba'iifuhu, Syaikh Salim al-Hilali no. 15. Diriwayatkan
oleh Muslim (no.223).

Dzikir yang Tidak Terkait dengan Waktu beserta Keutamaannya 69

HADTTS NO. 15 (SHAHTH)

Kami juga telah meriwayatkan di dalamnya dari Juwairiyyah
Ummul Mukminin €F-, Urt*a Nabi ff,kehnrdari sisinya di pagi hari,
ketika beliau shalat Shubuh, sedangkan ia berada di tempat shalatnya,
kemudian beliau kembali setelah waktu Dhuha, sedang ia masih duduk
pada tempatrly^ semula, maka beliau bertanya: "Pada hari ini engkau

masih tetap pada keadaanmu semula sejak aku meninggalkanmu?" Ia

menjawab: "Ya." Maka Nabi ffi bersabda: "Aku sesudahmu telah

mengucapkan empat kalimat sebanyak 3 kali yang seandainya ditimbang
dengan apayaigtelah engkau ucapkan hari ini, niscaya ia pasti mengim-
banginya, yaitu:

$:s* ,?y*trbo.f)arr ira:"''

".a;rii3 tfi1 $"ji,>

'Mahasuci Allah dan segala prii b"dN;;.U*yrf. j,r*lrh iirrr*r-

Ny", sesuai keridhaan-Nyr, seberat 'Arsy-Nya dan sebanyak

kalimat-Nya.'"

Dalam riwayat lain:

,8|fcAJi o./,-btJ;,rrOg.l, o1/ Sarb oirt OAJ"
/
\,. t\.t... ,Ai)i /z\a'
".aili5
'rt.te dll ot // aj; drt Ot:.b

dt L-^,

"Mahasuci Allah sebanyak jumlah ciptaan-Nya, Mahasuci Allah
dengan keridhaan-Nya, Mahasuci Allah seberat 'Arsy-Nya, Maha-
suci Allah sebanyak kalimat-Nya."s

HADTTS NO. 17 (SHAHTH)

Kami telah meriwayatkan dalam kitab at-Tirmidzi yang bunyinya
sebagai berikut:tvlaukah engkau aku ajarkan beberapa kalimat (dzikir)
untuk engkau ucapkan?"

t
Sbohllh X;rrob al-Adzkaar ua Dba'iifuhu,syaikh Salim al-Hilali no. 16. Diriwayatkan
oleh Muslim (no.2726).

70 Dzikir yang Tidak Terkait dengan Waktu beserta Keutamaannya

o.;j? i:rb arr orJl ,oil- t:rb nr orJi

a;5,";ar or;-il ;^rbi:rbarr iel,

,u-}i,&'siirr lrel, r'o;5 r*:ilr 0t;i,

,j'1, r j lnr ottj-,'&'*,s i int 0*$
i"t;li; il;.fur 06.*.., ,u"f ldi'lttit;S
Oti.i. \a . - // / / ,\ /

Art
ili. rlt*iirir// I

.a;tiS
cait*5 irrt

// a /a

"Mahasuci Allah sebanyak jumlah makhluk-Nya, Mahasuci Allah

sebanyak jumlah makhluk-Ny", Mahasuci Allah sebanyak

jumlah makhluk-Nya. Mahasuci Allah dengan keridhaan-Nya,

Mahasuci Allah dengan keridhaan-Nya, Mahasuci Allah dengan

Mahasuci Allah seberat timbangan 'Arsy-Nya Mahasuci Allah

seberat timbangan 'Arry-Nya. Mahasuci Allah sebanyak kalimat-

Nya, Mahasuci Allah sebanyak kalimat-Nya, Mahasuci Allah

sebanyak kalimat-Nya."6

HADTTS NO. 18 (SHAHIH)

Kami juga telah meriwayatkan dalam Sbabih Muslim dari Abu

Hurairah ."9 ia berkata, Rasulull$ ffi bersabda: "Sesungguhnya aku

mengucapkan:

ll.'Ftlitr3 lirr lf aif + i;A:arr oq,.'

'Mahasuci Allah, segala puji bagi Allrh, tidak ada Ilah yang berhak
diibadahi melainkan Allah, dan Allah Mahabesar.'

Lebih aku nrkai daripada semua yang dapat disinari oleh matahari."T

Sbdhiih Kitaab al-Adzkaar ua Dba'iifubu, Syaikh Salim al-Hilali no. 17. Hadits ini
shahih. Diriwavatkan oleh at-Tiriridzi (io.3626\ dan dishahihkan olehnya. Saya
katakan: "Kedudukan hadits ini adalah sepeni apa yangbeliau katakan."
Sbdhiih Kitaab al-Adzhzar an Dba'iifiihu, Syaikh Salim al-Hilali no. 18. Diriwayatkan
oleh Muslim (to.2695).

Dzikir yang Tidak Terkait dengan Waktu beserta Keutamaannya 71.

HADTTS NO. 1e (SHAHTH)

Dan kami telah meriwayatkan di dalam dua kitab shahih yaitu
&Shabib al-Bukbari dan Sbabih Muslim dari Abu Afyub al-Anshari
dari Nabi ffi , b eliaiu bersabda : "Barangsiap a y men gucapkan :
^ng
t*t |U1 ,tlll;t'd ,Li
,6lLrlir' lt ait )

;r3rq,.F*p:r,iJit(cr.r62-f
zo z ll

-Jc) /l

'Tidak ada Ilah yang berhak diibadahi melainkan Allah semara,
tidak ada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya kerajaan, bagi-Nya segala
puji, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuaru,' (sebanyak 10 kali).

Maka, hal itu sama dengan memerdekakan empat orang budak
dari anak keturunan Isma'il."8

HADTTS NO.20 (SHAHTH)

Kami telah meriwayatkan dalam shahih keduanya (Shahib al-
Bukbari dar. Shahih Muslim) dari Abu Hurairah +gF, bahwa Rasulullah

ffi bersabda: "Barangsiapa mengucapkan:

4 ,tts:st ii ,ii;'*t | ,6:tLrfur lt ait l-

z 9l t o

,y -r^:r,
:r/ ,P lliJtb l, .;Jsd)(o-c-.'r-'
o/c. .

'Tidak ada Ilah yang berhak diibadahi melainkan Allah semara,
tidak a& sekutu bagi-Nya, bagi-Nya kerajaan, bagi-Nya segala puji,
dan Dia Mahakuasa atas segala sesuaru.' (100 kali dalam sehari).

Baginya pahala sebagaimana memerdekakan 10 budak, ditulis

bagnya,100 kebaikan, dihapus darinya 1@ kejahatan dan ia mendapatkan

penjagaan dari fuo&an) syaitan pa& hari itu sampai sore hari, dan tidak
ada seorang pun yang memperoleh sesuatu yang lebih baik darinya
kecuali orang yang mengamalkan lebih banyak daripadanya."

' Sbohlih Xitoob al-Adzkaar wa Dha'iifuhu,Syaikh Salim al-Hilati no. 19. Diriwayarkan

oleh al-Bukh ari (ll / 2Ql-Fat-bul Baar) dan Muslim (no. 2693).

72 Dzikir yang Tidak Terkait dengan Waktu beserta Keutamaannya

Dan beliau juga bersaMa "Baranpiapa yang mengucapkan:

..oH).irr Oti*:""

'Mahasuci Allah dan segala puji bagi-Nya.' (100 kali dalam sehari).

Maka, akan dihapus dosa-dosanya walaupun sebanyak buih di

lautan."e

HADTTS NO.21 (HASAN)

Dan kami telah meriwayatkan di dalam kitab at-Tirmidzi dan
Ibnu Majah dariJabir bin 'AMillah 4S, ia berkata: Aku telah mendengar

ffiRasulullah bersrbda: "Seutama-utama dzikir adalah:
A l.
".oitr X! eJ!)
'
'Tidak ada Ilah yang berhak diibadahi melainkan O11161"0

At-Tirmidzi mergrttkan: "Hadits ini hasan."

HADTTS NO.22 (SHAHIH)

Kami telah meriwayatkan dalam Shahih al-Bukhai dari Abu Musa

al-Asy'ari&, dari Nabi E:

' Shohiih Kir*zbdl-Adzhndrwa Dba'iif,uhu. Svaikh Salim al-Hilali no. 20. Diriwayatkan

oleh al-Bukhari (VV338, XUZOT-Fat-bul'Baan) dan Muslim (no.2693).

'o shahiih Kit*b al-Adzkaar ua Dba'iifabrz, Syaikh Salim al-Hilali no. 21. Hadits ini

hasan. Diriwayatkan oleh at-Tirmi-&i (no. 3lgl), an-Nasa-i dalar11 'Amalul Yaurn
wal Lailah (no. gl1). Ibnu Maiah (no. 38b0), &ri ialan Musa bin Ibrahim bin Katsir
al-Anshari D b.rk"ti "Ak, menderfuu Thalliah bin'Kharasy darinya dengan lafazhnya."
At-Tirmdzi berkata: "Hadis lni basan gbarib,kami tidak mengetahuinya kecuali
dari ialan Musa bin Ibrahim." Dan'Ali bln d-Vtadini sena lebih dari satu rawi lainnya
telah meriwayatkan hadits ini dari Musa bin Ibrahim.
Al-Hafizh berkata dalam Nataa'ijul Afkaar (I/59): "sesunggut,nya saya telah
menyebutkan sekelompok orang yang meriwayatkan daripadanya, dan saya
beluir pernah mendapatkan komiritar"tentang Musa, baik niengenai cacat atau
menseiai 'adalahnya', kecuali bahwa Ibnu HiSban menyebutkannya dalam ats-
Tsinkt- dan beliau 6eri."t", 'Ia biasa bersdah!'Tetapi hd ini asine dari beliau, karena
u,isa adalah orans vans sedikit meriwavatkan hadits, mika iika ia bersalah
dan riwayarnyah^7yar"Eikit, maka bagainiana hadimnyabisa.tsiilah atau sbabih?
Semosa 6rat e v"ne mensanssaD hadiriiva hasan atau ;hahih bisi toleran karena
hadits"tersebu"tber[aitarr?ei{aifadha-ililla'rnaal."
Sava katakanila iuiur tetapi biasa bersalah. sebaqaimana yang disebutkan dalam
at-Taqriib,mak^,Sringsepdrti beliau haditsnya bigus dan'tiddk mengherankan."

Dzikir yang Tidak Terkait dengan Waktu beserta Keutamaannya

"'o-;"ir'# i9'* I,f "iir3 li:: $'s-g i''&.

'.r>!J2

"Perumpamaan orang yang selalu menyebut (berdzikir kepada)
Rabb-nya dengan orang yang tidak menyebut (berdzikir k.prd")
Rabb-nya sama seperti perumpamaan orang mati dengan orang

hidup."11

HADTTS NO.23 (SHAHTH)

Kami telah meriwayatkan dalam Shahih Muslim daisa'ad bin Abi

\Uflaqqash &, ia berkata: Telah datang seorang Arab Badui (p.gprr"rrg.rl)

kepa& Nabi E, kemudian berkata: "Ajarkanlah kepadaku sanr uqrpan

(dzikir) yang aku ucapkan." Mak4 Rasulullah ff, menla,web, "IJcapkanlah:

ta5'6itr ',*tt lt I,ii ,6:tLrllr atf
/alzl :t,tf
it;i, gy J;;ite
i,:i;Jat';,ar

F j"/,ll ,i ,i.tr'J'f
'Tidak ada Ilah yang berhak diibadahi melainkan Allah semata,
tidak ada sekutu bagi-Nya, Allah Mahabesar dengan sebesar-
besarnya, segala puji bagi Allah sebanyak-banyaknya, Mahasuci
Allah Rabb semesta alam, tidak adadayadan kekuatan melainkan

dengan pertolongan Allah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijdrsana.'"

Ia berkata: "Itu semua untuk Rabb-ku, maka buatku apa?" Beliau

menjawab: "Katakanlah:

.q:\t:o Xto,. ,Go ;oot-3/ ,o6)oL2 'o1-u: ,od.. 'roibot ' 'L

i{ltt

'Ya Allah, ampunilah aku, rahmatilah aku, berilah aku petunjuk
dan berilah aku rizki.'"l2

" Shohiib Kitaab al-Adzfuar ua Dba'iifubu, Syaikh Salim al-Hilali no.22. Hadits ini
shahih. Diriwayatkan oleh al-Bukhari Nm,/rcA-farhul Baar!.
.". Shdhiih Kitaab dl-Adzkaar uN. Dha'iifuha. Syaikh Salim al-Hilali no. 23.Diriwaya*an

oleh Muslim (no.2696).

74 Dzikir yang Tidak Terkait dengan Waktu beserta Keutanaannya

HADTTS NO.24 (SHAHIH)

Kami telah meriwayatkan dalam Sbabih Muslim dari Sa'ad bin

g,Abi \flaqqash &, ia berkata: "Karni pernah berada di sisi Rasulullah

lalu beliau bersabda:

''dt.u.i-j''\,tiJGv, 'tdt*'1'.'ii)l-iozf*ie-./ Ltj/oSt':€n6tb1-Jti''Uy/,;yi.6'

;:.# $ :^b A'j,ey Lit'i'eA n*
,//

'Apakah seseorang diantara kalian tidak sanggup mengusahakan
seribu kebaikan setiap harinya?'Lalu ia ditanya oleh salah seorang
yang duduk benamanya: 'Bagimana munglin ndapxmemperolah

seribu kebaikan?'Maka, Rasulullah ffi meni*rab: 'Ia benasbih

seratus kali, maka ditulis baginya seribu kebaikan dan dihapus
darinya seribu kesalahan (dosa).'"

Imam al-Hafizh Abu'AMillah al-Humaidi berkata: "Demikianlah
yang terdapat di ddam Shahih lttuslimpada semua riwayac AuTtthathtbu"'
Al-Barqaani berkata: "Dan diriwayatkan oleh Syu'bah, Abu 'Awanah
dan Yahya al-Qaththan dari Musa yang diriwayatkan oleh Muslim dari
jiltnnyu"rs

HADTTS NO.2s (SHAHIH)

Kami telah meriwayatkan di dalam Sbabih Muslim dariAbu Dzarr

&, bahwa Rasulullah ffi bersabda:

W|)*,fr*'; f||t,;'l;'F & e?;"
J-{ l\ib1 ' , {z . tt $z ot ,ttzt:*
6:r&3 s
t a$U JE'l ,$1b ,F

" shahiih Kitoab alAdz*an ua Dlw'iifithil,Syaikh salim at-Hilali no. 24. shahih Muslim

(no. 2698).

Dzikir yang Tidak Terkait dengan Waktu beserta Keutamaannya

:syit f W,it:t:o )rilurV?r,il*:4
".;1!dr 6, t4l?7 ow')eu! ;y ,,siiJ ,is;:o

*Pada setiap krli.rr,.rjrp". ,.a.Un di setiap

paginya, setia^prrurqolpr^arn.rtbas.brhih adalah sedekah, setrap ucapan tahmid

adalah sedekah, setiap ucapan tablil adalahsedekah, setiap ucapan

ukbir adalah sedekah, atndr ma'ruf (mengajak kepada kebaikan)

adalah sedekah, nahi munkar (mencegah perbuatan munkar)

adalah sedekah, dan semua itu bisa tertutupi dengan shalat Dhuha

dua rakaat yang engkau kerjakan."la

Saya (Imam an-NawawD katakan bahwa (;*.1' ) aninya angota.

Bennrk jamaknya adalah ( cr6>ti ).

HADTTS NO.26 (SHAHTH)

Kami telah meriwayatkan di dalam Shabih al-Bukbari dan Sbahih

Muslim dari Abu Musa al-As'y'ari &,'aberkata: "Rasulullah ffi bersabda

kepadaku: 'Maukah aku beritahukan kepadamu satu simpanan dari
simpanan-simpanan SuqBd' Aku menjawab: 'Tentu saja, wahai Rasulullah!'
Lalu beliau bersabda:'Ucapkanlah:

\ |..1u, r\t:l J?

'Tidak rda daya dan kekuatan melainkan dengan pertolongan

Allah"."1s

HADITS NO.27 (DHA',rF)

Kami telah meriwayatkan dalam Sunan Abi Dawud dan Sunan
at'Tirmidzi dari Sa'ad bin Abi vaqqash "&, bahwa ia bersama Rasulullah

M pernahmasuk menemui salah seorang perempuan yang di hrdapawtya

terdapat biji kurma atau batu kerikil ymgiagunakan untuk benasbih,

t'
sbohiih Kltoob al-Adzleaar au Dbaiifubu,Syaikh salim al-Hilali no.2l.Diriwayatkan

- oleh Muslim (no.720).

" sbdhiih Kitalb alAdzkzar ua Dba'ifuha,Syaikh salim al-Hilali no.26.Diriwayatkan

oleh al-Bukhari (VIIV 108 -Fat-huf Baar! dan Muslim (no. 27 O4).

Dzikir yang Tidak Terkait dengan Waktu beserta Keutamaannya

maka beliau ffi bersabda: "Maukah aku beritahukan kepadamu apa

yang lebih mudah bagimu atau lebih utema dari hal itu?" Lalu beliau

benabda, "Ucapkanlah (bacdah):

Arr og.il" I ,"r1!)t P,!.V'i? 6 t:rb ilr .le;':"'

,

oirr lrr;.oi 't ,U\ i5.6':"ri iirr o6,.;t 1"\\i e'rie

,ell! e y.trir:,alli &'F hts,i!g'rL 6 trb
;i ll\ij:5'.eJJ! #. ar,
5 ,ou! & h' 'lr ir

'Mahasuci Allah sebanyak jr mlah apayangDia ciptakan di langit,

Mahasuci Allah sebanyak apa yar,g Dia ciptakan di bumi,

Mahasuci Allah sebanyak tpty^ngada di keduanya,
Mahasuci Allah sebanyak apa yang Dia ciptakan^,rrAtallraah Mahabesar

sebanyak itu pula, segala puji bagi Allah sebanyak itu pula, tidak

ada Ilah yang berhak diibadahi melainkan Allah sebanyak itu

p"l, da" ddak ada dayadaakekuatan melainkan d"tgat pertolongan

Allah seperti itu juga.'"16

At-Tirmid zi berkata: "Hadits ini hasan. "

HADTTS NO.28 (HASAN)

Kami telah meriwayatkan di ddam keduanya (Sunan Abi Dawud
dan Sunan at-Tirrnidzl) dengan sanad yang hasan dari Yusairah, seorang

Shababiyyah (Sahabat perempuan) Muhaiirah $r, :

'.Lr#L'{',.j al\:#W! ,fotu, is'fi. rsl1

E"Bahwa sesunguhnya Nabi menyunrh mereka memperhatikan

ucapan uhbir, tdqdis dan tahlil, dan agar mereka menghitungnya
t' *rrtiih Kitaab at-Adzkzar un DLw'iifuhu,Svaikh Sdim al-Hilali no. 1. Hadits tersebut

dha'if (emah). Diriwayatkan oleh Abu D-awud (no. 1500), at-Tirmidzi (no..3639).
SayaGtakan, "Di dalim sanadnya ada kelemahai, yaitu perawi yang tidak dikenal."

Dzikir yang Tidak Terkait dengan Waktu beserta Keutamaannya

dengan jari-jemarinya karena jari-jemari tersebut akan dimintai

pertanggungjawaban dan berbic ara.'r7

HADTTS NO.2e (SHAHTH)

Dan kami telah meriwayatkan di dalam keduanya (Sunan Abi

Dauud dtn Sunan at-Tirmidzr) dan di ddam Sunan an-Nasa-i dengan

sanad yang hasan dari 'Abdullah bin 'Amr u#-', ia berkata:

et".4i,o1":ijli 'J'-r-':)'c'!s.

,.-JJ r

"Aku melihat Rasulullah ffi bertasbih." Dalam satu riwayat

disebutkan: "Dengan jari-jrri tangan kanannya. " 18

HADTTS NO.30 (SHAHTH)

Kami telah meriwayatkan dalam Sunan Abi Dawul dari Abu

Sa'id al-Khudri .&, bahwa Rasulullah ffi bersabda: "Barangsiapa

mengucapkan:

lfrlvrt'('ffi rieL.s,6-s 'c).llt{ !o/
l//
C{i,AJ
'u

l-r-r)

'Aku ridha Allah sebagai Rabb-ku,Islam sebagai agamaku dan

Muhammad ffi sebargti Rasulku.'

Maka, wajib baginya masuk Surga."le

" Sbohiih Kitaab al-Adzkaar ua Dha'iifuhu,Syil<hsalim al-Hilali no.27. Hadits ini
hasan. Diriwayatkan oleh Abu Dawud (no. 1501) dan at-Tirmidzi (no. 3653). Saya

t' katakan: 'Sanadnya hasan, sebagaimana yang dikatakan oleh penulis." Hadits
Shrbiib Kitaab al-Adzkazr an Dba'iifubz. Svaikh Salim al-Hilali no. 28.

s*Dhaehnigha. nDitroiwnagvinatkhaannaonlenhyaA'-b,uaDt-aTriirumdidfnzoi '.(ntSoO. ZjSt -Shle)m, aund-iaNnasiaa-rin(elnI/a7m9b)a.hhSaany:a

katakan:'Isnadnya shahih."

" SbohiiJ, Kitaab alAdzkazr an Dba'iifithu,svaikh Salim al-Hilali no. 29. Hadits ini

shahih. Diriwavatkan oleh Abu Dawud 6r.o.1529\. Sanadnva shahih. Dan ia
mempunvai rrr"6id (pendukuns) dari Ahmid fiLVl4\.dalam sinadnva ada Ibnu

Lahirah, padi"yaada kelemahln, tetapi tidak'mengipa dijadikan se6agai i'dbar.

78 Dzikir yang Tidak Terkait dengan Waktu beserta Keutamaannya

HADTTS NO.31 (SHAHIH)

Kami telah meriwayatkan dalam kitab at-Tirmidzi dari'Abdullah
bnBrsr -rurna salah seorang khabar .# - bahwa seonmg laki-laki berkata:
"'Wahai Rasulullah, syari'at-syar7'at Islam telah banyak aku ketahui,
maka beritahukanlah kepadaku sesuatu yang aku akan berpegang erat
dengannya." Maka beliau menjawab:

'.jw lt f) 4 63 uit).iti r"

"Hen&klah lidahmu selalu basah karena mengingat (berdzikir
kepada) Allah'ili#."*

At-Tirmidzi berkata "Hadits ini hasan."

Saya (an-Nawawi) katakan: "Makna (>:;:,15 adalah, aku terkait
dan beqpegang t%uh kepadanya."

HADITS NO. 32 (DHA',IF)

Kami telah meriwayatkan dari Abu Sa'id al-Khudri 4!,bahwa

Rasulullah ffi dhmyaz

I,Ju rrrr;St ?:i e63l' *)t'J:r!1 )Vt Ul
'.f;? iirr orprilr-
'CUt,t)vtt
tirit',)'1J,11{

'# y;re rt5;it & ap'j' iJrtrffi .tr .J,* d

&..ib'5^asf ht ts':lrilr oK $3't^aiLd4|*9J-

"Siapa (diantara) hamba yang paling utama derarj*rrya-di sisi Allah
pada hari Kiamat?" Beliau menjawab: "Orang yan1 banyak

'o Sbrtiih Kitaab al-Adzleaar ata Dha'iifuEz, Syaikh Salim al-Hilali no. 30. Hadits ini
shahih. Diriwavatkan oleh at-Tirniidzi (nir.3435) dan beliau menshasankannva'

Ahmad fiVl18S). al-Hakim U495\.beliau menshahihkannva dan disetuiui oleh

D,aar-nOdrritd"ablai mSahvaaLdaittaskianrui "Yaris deriikian itu serrerti vane dikatakan oleh keduanya-"

terdipat dalil tentarig bid'afi'nya dzikir di dalam hati

sebagaimana yang telah diisyaratkan pada hadits ini.

Dzikir yang Tidak Terkait dengan Waktu beserta Keutamaannya

menyebut (berdzikir kepada) Allah." Aku berranya lagi: "'$fahai
Rasulullah, apakah dia lebih utama dari orang yang berperang

di jalan Allah,gE ?" Beliau menjawab: Jika ia memukulkan

pedangnya kepada orang-orang kafir dan orang-orang musyrik

sampai pedangnya hancur (patah) dan berlumuran darah, niscaya

orang yang banyak menyebur nama Allah lebih utama dari-

paldarnye."2r

HADTTS NO. 33 (SHAHTH)

Kami telah meriwayatken di ddam Sunan at-Tirrnidzi dan Sunan

Ibni@dh dari Abud Darda'.$i,, ia berkat* "Rasulullah ffi rclahbenabda:

'.jw ar fs' 'j6 ..,1i 'ri6'tP6r;if

'Maukah kalian aku beritahukan amal kalian yang paling urama,
paling suci di sisi Raja kalian, paling tinggi ddam derqatkalian,
lebih baik bagi kalian daripada menginfakkan emas dan perak,
lebih baik bagi kalian daripada kalian menemui musuh kalian,lalu
kalian memukul leher (membunuh) mereka dan mereka pun
memukul leher (membunuh) kalian?' Mereka menjawab:'Tenru.'
Maka, beliau bersabda: "Berdzikir kepada Allah Ta'a1a."22
Al-Hakim Abu'Abdill ah berkata dalarn l<rrabnya al-Mtsudrak'alash
Shahihain: "Hadits ini sanadnya shahih."

" Sbobiib Kitaab at-Adzhaar uta Dbd'iifuhu,Svaikh Salim al-Hilali no. 2. Hadits ini

dha'if. Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi (n,5. f+fe) dan ia melemahkannva. Sava
katakan: "Sebaiaimanaymgia katakan, karena Dirajan - Ibnu Abis Samb- adallh
dha'if."
22 Sbdhiib Kitaab al-Adzkaar au Dha'iifaha. Sveikh Salim al-Hildi no. 31. Hadits ini
shahih. Diriwayatkan oleh at-Tirmi&i folo.l+lA.Ibnu Maiah (no. 3790). al-Hakim
Q/ 496) dishahilikan oleh-nya dan diserui,ui oleh idz-Ozah"6i. S.ly" katdian' "Benar
apa y ang keduanya katakin."

80 Dzikir yang Tidak Terkait dengan Waktu beserta Keutamaannya

HADTTS NO. 34 (HASAN)

Kami telah meriwayatkan dalam Sunan at-Tirmidzi dari Ibnu

Mas'ud .#, ia berkata: "Telah bersabda Rasulullah E:

/1'u rU:ei u-, Jut,A'€ ?t q W eG.|{'

,ru,j' i1'.,o ,a;'j;rta* &irLf i'ifyi:i,fur'cl;xt

'l:a/t ,y l-:;ir.l ,o1rr ot;$ :Wt-fb?t,bqqrt

'.'gi t,r1 ,hr 'lf atf

'Alru bertemu dengan Nabi Ibrahim ffikeika a,ku diisrakan

(diperjalankan di waktu malam Isra' Mi'raj oleh Allah), maka ia
berkata:'\fahai Muhammad, sampaikan salam kepada ummatrnu,
dan beritahu mereka bahwa Surga itu tanahnya wangi, a;irnya
tawar, dan bahwa ia masih kosong, sedang tanamannya adala,h
\ubbaanallaah (Mahasuci All"h), alhamdulillaah (segala puji bagi
Allrh), laa llaaba illdllaah ( tidak ada Ilah yang berhak diibadahi
melainkan Allah) dm Allaabu Akbar (Allah Mahabesar).""23

At-Tirmidzi mengatakan: 'Hadits ini hasan."

HADTTS NO. 35 (SHAHIH)
Kami telah meriwayatkan dariJabir S, dari Nabi ffi,bthwa-

sanya beliau bersabada: "Barangsia p^ y^ngmengucapkan:

. .oli*zt j .irf Oen-"

'Mahasuci Allah dan segala puji bagi-Nya.'
Ditanamkan baginya pohon kurma di Surga."

" Shohiih Kitaab al-Adzkaar wa Dha'iifubz. Svaikh Salim al-Hilali no. 32. Hadits ini
hasan denean beberaoa svahidnva.'D i riwivatkan oleh at-Tirm idzi (no. 3 529\

dan dalam"sanadnya'"d"lAbdrirahman bin Ishaq al-Wasithi, dia adalah lemah.
Hadits ini ada Dencuat dari hadits Abu Awub. diriwavatkan oleh Ahmad CVI41S)
n"at lbnu'Umar.'vine disanda;kan
daathn-vthaanef,rlaainnini',daadla"mri oleh al-Haitsami kepadi
al-Majma'0V98). Ma[a, hadits ini hasan dengan bebeiapa

penguatnya. lVallaah u a'hm.

Dzikir yang Tidak Terkait dengan Waktu beserta Keutamaannya


Click to View FlipBook Version