"Ya Allah, tolonglah aku dalam menghadapi kesengsaraan ke-
matian dan sakaratul maut.'"3a
HADTTS NO.42o (SHAHIH)
Kami telah meriwayatkan di dalam Sbabib al'Bukhai dar, Sbabib
Muslim dari'Aisyah. (+ts, , dia berkata, aku pernah mendengar Nabi
mengucapkan:-ketika tengah bersandar kepadaku-
)
- .o&li f)u, €::J1tt, gii,';t 3, d?, ftdilt"
"Ya Allah, berikanlah ampunan kepadaku, sayangilah diriku,
serta satukanlah aku dengan ar-Rafiiqul A'1a."35
Dan disunnahkan untuk memperbanyak bacaan al-Qur-an dan
dzikir, dimakruhkan untuk berkeluh-kesah, berakhlak buruk, me-
ngeluarkan cacian, penengkaran, dan perdebatan di luar masalah-
masalah aigam .
Dan disunnahkan untuk selalu bersyukur kepada Allah Tt'ala
dengan sepenuh hati dan lisan, seraya menghadirkan di dalam pikiran-
nya bahwa ini merupakan saat-saat terakhir kehidupannya di dunia,
sehingga dia harus berusaha untuk mengakhirinya dengan sebaik-baik-
nya, dengan segera menunaikan semua hak kepada empunya, baik itu
berupa pengembalian perkara yang zhalim, titipan, maupun pinjaman.
Juga meminta maaf kepada keluarga, baik itu isteri, kedua orang tua'
anak-anak, pembantu, tetangga, sahabat, dan kepada semua orang
)a Sbabiih Kitaab al-Adzkaar wa Dba'iifubu, Svaikh Salim al-Hilali no. 122. Hadits ini
dha'if denean laf.azhini. Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi (978), an-Nasa-i di dalam
kitab 'Aialul Yaum wal Lailah (1093), Ahmad (Vl/64,70,77,151), Ibnu Sa'ad
di dalam kitab atb-Tbabaqaat al-Rubria (tr/258),'al-Hakim (IV+e5) melalui ialan
al-Laits, dari Ibnul Hadi, &ri Musa bin Sarjis, djri al-Qasim bin Muhammad, dari
'Aisvah 0alu dia menvebutkan hadits teriebut). At-Tirmidzi berkau: "(Hadits
ini\'hasai sbarib." Al-Hakim menyebutkan, "Bersanad shahih." Dan disepakati
olih adz-Szahabi. Saya katakan: "Sanad ini'dha'if, karena di ddamnya teidapat
(e.fyi yang
jabalab tieidrdaakDdaitk-Meuysl)a4brryn rSyhaqrufos.hdr(mpeanngainrgaksaeraonra)n; gadyaanfugn i.abakb,
karena dr dalamnva trclal( dr-
keuhui keadaannvt. Sedanskan nakzrah, mdiaiafa^ini benolak Selakaire dengan
riwavat shahih vane terdaiat pada al-Bukhari: '... dan beliau mensatakan: 'Tiilak
ilah (vane bArhir diibidatiil selain Allah. sesunsguhnya kematian itu memiliki
",edkaarat.ide.r"ean adanva kesamaan perawi hadis fritu Sawidah 'Aisvah &, ."
Dan demikiai itu kar6na tidak diketahuinya perai,i dari riwayat at-Tiirnidzi dan
ketsiqahan perawi dari riwayat al-Bukhari.
35 Sbdhiih Kitaab al-Adzkaar un DlM'iifuha,svaikh Salim al-Hilali no.298. Dikeluarkan
oleh al-Bukhari (VIIV138) dan Mirslim (no.24aa).
Dzikir-Dzikir ketika Sakit dan Seputar Kematian ... 455
yang pernah memiliki hubungan mu'amalah, persahabatan atau ke-
tergantungan pada sesuatu.
Selain itu, hendaklah dia mewasiatkan perihal masalah anak jika
mereka tidak memiliki kakek yang bisa dijadikan sebagai wali. Juga
mewasiatkan berbagai hal yang tidak mungkin dia kerjakan saar iru,
baik itu melunasi hutang dan lain sebagainya.
Dan hendaklah dia juga berbusnuzb zhan (berprasangka baik)
kepada Allah Yang Mahasuci lagi Mahatinggi bahwaDia akan selalu
mengasihinya. Juga menghadirkan di dalam pikirannya bahwa dia
sangat hina di tengah-tengah makhluk Allah ini, sedangkan Allah sama
sekali tidak butuh menyiksa dirinya dan tidak juga butuh pada ke-
t^etannye. Dan bahwas.anlra dia hanyalah hamba-Ny4_diatidak akan
meminta ampunan, kebaikan, maaf serta karunia melainkan hanya
dari-Nya saja.
Disunnahkan pula kepadanya untuk senantiasa membaca ayat-
ayat al-Qur-ana7:Azizdengan penuh harapan dan menggunakan suara
lembut atau orang lain yang membacakannya,, sedangkan dirinya
khusyu' mendengarkannya.
Dan disunnahkan pula meminta dibacakan hadits-hadits tenrang
harapan serta kata-kata orang shalih dan jejak mereka saat mengha&pi
kematian.
Dia juga harus selalu berusaha agar kebaikannya terus berrambah
seraya berusaha untuk senantiasa memelihara shalat, menghindari
najis, dan kewajiban-kewajiban agama lainnya, serra bersabar dalam
menjalani semuanya, dan hendaklah dia tidak menganggap enteng hal
tersebut. Sebab, yang paling buruk bagi seseorang addah jika di akhir
hidupnya di dunia yang merupakan ladang akhirat, ia lalai terhadap
kewajiban yang dibebankan kepada dirinya atau sunnah yang dianjur-
kan untuk dia kerjakan.
Selain itu, hendaklah dia tidak mempedulikan ucapan orang
yang mencelanya karena mengerjakan apa yang telah kami sebutkan,
karena hal itu termasuk ujian baginya. Orang yang melakukan celaan
tersebut adalah teman yang bodoh dan musuh terselubung, sehingga
tidak perlu diacuhkan celaannya. Dan hendaklah dia terus berusaha
agar umurnya berakhir dengan keadaan yang paling sempurna.
Dan disunnahkan kepadanya untuk berwasiat kepada keluarga
dan para sahabatnya agar selalu bersabar dalam mengurus dirinya
456 Dzikir-Dzikir ketika Sakit dan Seputar Kematian ...
selama sakit sena menghadapi berbagai hal yang timbul karena dirinya.
Juga mewasiatkan kepada mereka agar bersabar dalam menghadapi
musibah yang menimpa mereka melalui sakit yang dideritanya, serta
belpesan kepada mereka agar tidak menangisinya seraya berkata kepada
meieka (dengan perkataan dalam hadits di bawah ini*d):
HADTTS NO.421 (SHAHTH)
Diriwayatkan secara shahih dari Rasulullah ffi,bahwa beliau
telah bersabda:
..ilhl
:qrafi-i:i1jr"
"Orang yang meninggal itu akan diadzab karena tangisan ke-
luarganya (yrrg ditujukan kepadanya)."36
"Oleh karena itu, -uabai ordng-orangyang aku cintai- jangan
kalian berusaha melakukan hal-hal yang menyebabkan diriku disiksa."
Dan hendaklah dia berwasiat dengan penuh kelembutan kepada
orang-oran g yat1ditinggalkannya, baik itu anak-anak, pembantu
laki-laki, pembantu perempuan, dan lainJain. Selain itu juga memberi-
kan wasiat dengan baik kepada rekan-rekannya seraya mengajarkan
kepada mereka:
HADTTS NO. 422 (SHAHTH)
Diriwayatkan secara shahih dari Rasulullah ffi,bahwa beliau
telah bersabda:
' . qj'ri,I"i k"jt,ry tsl'.lt 7f 4 o
olu
t,
"Sesungguhnya salah satu bakti (kepada orang tua) yang paling
baik adalah menyambung tali silaturahmi dengan orang-orang
yang dicin tai ay ahny a."37
36 Shdhiih Kitaab al-Adzlaar un Dba'iifuhu, Syaikh Salim al-Hilali no. 299. Diriwayatkan
oleh Muslim (927).
" Slwhiih Kitaab al-Adzkaar uv. Dlwlifuh4, Syaikh Sa1im al-Hilali no. 300. Diriwayatkan
oleh Muslim Q552).
Dzikir-Dzikir ketika Sakit dan Seputar Kematian ... 457
HADTTS NO.423 (SHAHTH)
EDan diriwayatkan pula secara shahih bahwa Rasulullah selalu
menghorm*i para, Sahabat Khadijah $s, sepeninggalnya.ss
Disunnahkan secara mu-akkad (sangat ditekankan) kepadanya
untuk berwasiat kepada mereka agar selalu menghindari bid'ah dalam
pengunrsan jenazah.Dan hendaklah dia menekankan ftepada mereka)
hal tersebut dalam bentuk perjanjian.
Selain itu, hendaklah dia berwasiat kepada mereka supaya mereka
berjanji akan selalu mendo'akanny^ dan tidak melupakan dirinya
sePanrang z man.
Disunnahkan pula kepadanya untuk mengatakan kepada mereka
dari waktu ke waktu: Jika kalian mendapatkan kekurangan pada
diriku dalam menjalankan sesuatu maka ingatkanlah diriku dengan
penuh kelembutan, serta berikanlah nasihat kepadaku dalam hal ter-
sebut, karena aku tidak lepas dari kelalaian, kemalasan dan sikap me-
remehkan. Oleh karena itu, jika aku melakukan kekurangan, berikan-
lah semangat kepadaku serta bannrlah aku unruk mempersiapkan bekal
perjalananku yang jauh ini."
Dalildalil yang menyangkut apayangtelah saya sebutkan dalam
masalah ini cukup diketahui dan ma.syhur. Dan untuk meringkas, saya
sengaja tidak menyajikannya.
Dan jika nAzA'(saat-saat menghad4pi,kematian) telah tiba, maka
)hendaklah dia memperbanyak ucapan: '611 I! iil Gidak ada Ilah yang
berhak diibadahi selain Allah)", agar kalimir iru menjadi ucapatrnya
yang paling akhir:
HADTTS NO. 424 (SHAHTH)
Kami juga telah meriwayatkan hadits yang masyhur di dalam
Sunan Abi Dawud denjuga kitab-kitab lainnya dari Mu'adz binJabal
+$, dia berkata, Rasulullah ffi bersabda:
|j.'t".2fr3t
!lOz/./ :a')€ yT og'ri.
*rt ell
Sbdhiih Kiaab al-Adzlezar ua Dba'iifaht, Syaikh Salim al-Hilali no. 301. Diriwayar-
kan oleh al-Bukhari (3816 dan 381i1) dan Muslim Qa35 dan3a37).
458 Dzikir-Dzikir ketika Sakit dan Seputar Kematian ...
"Barangpiap a y{Lgakhir ucapannya (berupa):'Laa llaaha illdll"dah',
maka dia masuk Surga." 3e
Al-Hakim Abu 'Abdillah mengatakan di dalam kitabnya, al-
Mustadrak'aldsh Sbabihain; 'Sanad hadits ini shahih."
HADTTS NO.42s (SHAHTH)
Kami telah meriwayatkan di dalam Sbahih Muslim, Sunan Abi
Dautud,laami' at-Tirmidzi, Sunan an-Nasa-i dan lainJain dari Abu
Sa'id al-Khudri,$, dia berkata, Rasulullah ffibersabdez
Fryrl I,.?rr Clzl erl uk.
"Tuntunlah orang-oran g yangakan meninggal di antara kalian
dengan kdimat'I-aa llzaha ilHnaah' Gid"k ada Ilah yang haq selain
All"h)."*
At-Tirmidzi mengatakan, "Hadits ini hasan shahih."
HADTTS NO.426 (SHAHTH)
Kami telah meriwayatkannyajugedi dalam Sbahib Muslim dari
riwayat Abu Hurairah $,, dari Rasulullah ffi.41
beberapate Shabiih Kitaab al-Adzhaar uta Dhd'iifuhu, Syaikh Salim al-Hilali no. 302. Sanad
hadits ini shahih denEan Diriwayatkan oleh Abu Dawud (3116),
al-Hakim 0/ 351\,/frmad N [247\,Ibnu Mandah di ddam l<ttab at-Taabiid' (187),
ba(fitnfhi-/TT7ahabaa\lb.; riamaibel eldarilkauariJtaiia.rlnRanaasSl-uKhlua;lblliahiihrbWfinf Ab/tebtniz'aU\Mradaaib0naadlula-MrdiiiaKzzmaitesdniirvdbeaibnlaumtMkauTnrarhhadahzdidiibrausrlieKMleiunme'aakdaazrl
rrr"i. el-n"kim beikata: 'Bersanad shahih.! Dan disep'akati oleh adz-Dzauf,abi'."
Siv'a katakan:'Semua riialnya adalah tsiqah, selain Shllih bin Abi'Uraib.Ibnu
Ulndatr mengatakan: "Si:orang Mesir yang sangat terkenal." Ibnul Qaththan me-
nsemukakani"Tid"k diketahtii keadainnv-a dafi tidak pula diketahur orans-orans
v'"itntsl^amr-eOrirw^alrvaabtikadni
darinva. kecuali'Abdul Hamid bfn la'far." Dan dikofiientar'i
ddam'krtab at-Mii.zzan W498\,"Meirang benar, Haiwah bin
Syuraih, al-Laits, Ibnu Lahi'ah dan lain-laiirnya meriwayat[,an darinya, ia juga
niemiliki beberaoa hadits. Dinilai tsiaab olehlbnu Hibban." Sava katakan: "Ia
adapadariwayat lbnu Hibban di ddam-kitab ats-Tsiaaat W45A. Dan barangsiapa
meririliki keailaan sepeni itu, maka inna Alhb hadts irii hasn." Hadits ini irei"r-
ounvai satu svahid dari hadits Abu Hurairah vane diriwavatkan oleh Ibnu Hibban
?ztg1 d"rrn"ri sanad laa ba'-sa bihi (tidak menLaoi d.rr""i.rrraldioakai). Secara ke-
ieluiuhanl hadits ini shahih dengin beberapi ty*ia f*g'ai*ilit inya. Vallaabu
a'ka an a'lam.
n Shahiih Kitaabal-AdzkaarvxDlw'iifirtu,Syaikh Salim al-Hilali no. 303. Diriwayatkan
oleh Muslim.
Dzikir-Dzikir ketika Sakit dan Seputar Kematian ... 459
Para ulama mengatakan: Jika orang yang akan meninggal itu
tidak dapat mengucapkan:'Laa llzaha ilkllaah', maka hendaklah orang
yangtda,di dekatnya menuntunnya unruk mengucapkan kalimat ter-
sebut dengan suara lembut karena takut akan mengganggunya, sehingga
justru dia akan menolaknya. Dan jika dia telah mengucapkannya satu
kali maka tidak perlu lagi dituntun untuk mengucapkannya, kecuali
jika dia mengucapkan kata-kata lain."
Para sahabat kami mengatakan, "Dan disunnahkan agar orang
y^ngmend.lqin (menuntun) itu bukan termasuk orang yang tenuduh,
agar orang yang akan meninggal tidak terganggu dan mencurigainya."
Perlu diketahui bahwa segolongan dari sahabat-sahabat kami me-
ngemukakan, "Kami menalqin dan mengucapkan: 'Laa llaaha ilklldab
Muhammad.ur Rasuulullaah. " Sedangkan Jumhur Ulama memperpendek
bacaan itu denganz Laa llaaha illallaab. Dan saya telah menguraikan
masalah ini dengan dalil-dalilnya, drn menjelaskan orang-orang yang
mengatakannya di dalam bab al-Janaa-iz daikitab Syarbul Mubad.ztub.
Pasal 15
DO'A YANG DIBACA SETELAH MEMEJAMIGN
MATAJENAZAH
HADTTS NO. 427 (SHAHTH)
Kami telah meriwayatkan di dalam Shabih Muslim dari Ummu
gSalamah lang twltwnya adzlah Hindun- W.,, iaberkata: "Rasulullah
pernah masuk menemui Abu Salamah, yang matarrya. masih dalam
keadaan terbuka, lalu beliau memejamkennye. Kemudian bersabda:
'.j4ry eti17zIr o
o!"
'Sesungguhnya ruh itu jika dicabut akan diikuti oleh mata.'
Kemudian sejumlah orang dari keluarguLytribut. Maka, beliau
pun bersabda:
1t Sbdhiih Kitnab al-Adzfuar un Dba'iifitht, Syaikh Salim al-Hilali no. 304. Diriwayat-
kan oleh Muslim (91l).
Dzikir-Dzikir ketika Sakit dan Seputar Kematian ...
,p tfreK*arbg,"b.rr 6i,1 dbrltrv
'.}, -l't-t fi 6
Janganlah kalian mendo'akan diri kalian kecuali do'a kebaikan
saja, karena sesungguhnya Malaikat mengaminkan apa yang
kalian ucapkan.'
Kemudian, beliau berdo'a:
t, o9 o.i eo35 e\,zur;t't "rittliil'"
t,/'*'.J&vaJ
fu,t'a3
u rl't /O ,iJ.lill aaib s)i
6]r*tS
,.+rroo l'7d'o)9'..i:, ,o-Po1 . ti o. o /o
.,i eJ dt)r,;o.Jtilt
'Ya Allah, berikanlah ampunan kepada Abu Salamah, angkatlah
tder ajatny ke tingkat orang-oran g y alrtg mendap at petunj uk,
gantilah ia di lingkungan kelua rge, yarL1ditinggalkan. Berikanlah
ampunan kepa& kami dan kepadanya, wahai Rabb seru sekalian
alam, lapangkanlah kuburnya serta terangilah unnrknya di dalam-
rlye."n'
Dapat saya katakan bahwa ucapan IJmmu Salamah: ({F.',$>
"Matanya masih &lam keadaan terbuka." Yakni, dengan fat-hah pada
huruf syin, den dhammah pada huruf ra', sebagai subyek bagi kata
fi;. Demikian itu ri'wryat yaurrg ada padanye dengan kesepakatan para
Hrfazh dan ahli bahasa.
Penulis kitab al-Afaal mengatakan: "Ada yang mengatakan:
$;.$t|p ,$tii-/. ,$jika matanya masih terbelalak."
HADTTS NO.428 (SHAHIH)
Kami telah meriwayatkan di dalam Suran al'Baihaqidengan sanad
yang shahih dari'Ikrimah bin'Abdillah, seorang Tabi'in yang ter-
12 Shahiih KibrtaLAdzkaarauDba'iifubt,Syaikh Satim al-Hilali no. 305. Diriwayat-
kan oleh Muslim (920).
Dzikir-Dzikir ketika Sakit dan Seputar Kematian ... 467
hormat, dia berkata: Jika engkau memejamkan mata orangyang sudah
meninggal, maka ucapkanlah:
".,br ),{r*e, 1' *r.
'Dengan menyebut Nama Allah dan di atas millah (agama)
Rasulullah ffi.'
Dan jika engkau mengusungnya maka ucapkanlah:
"..trr *r.
'Dengan menyebut nama Allah.'
Kemudian teruslah benasbih selama engkau mengusun grya'."n3
Pasal 16
DO'A YANG DIBACA DI DEI(ATJENAZAH
HADTTS NO.42e (SHAHTH)
Kami telah meriwayatkan di dalam Shahib Muslim dari Ummu
#,Salamah , ia berkata: "Rasulullah ffi bersabda:
t(il:'St "o$ ,,ir7 ,i'P :l'>$t ,f ;F--dt nfjaL ri!"
z )J .. ,u,
'.0-J,,i3 6 JLb O.U-
Jika kalian menjenguk orang sakit atau mendatangi jenazah,
maka ucapkanlah hal-hal yang baik, karena sesungguhny^ perl.
Malaikat mengamini apa yang kalian ucapkan."
Aku (Ummu Salamah) katakan: "Ketika Abu Salamah wafat, aku
Emendatangi Nabi dan kukatakan, ''\trfahai Rasulullah, sesungguhnya
Abu Salamah telah wafat.'
a3 Sbabiib Kitaab al-Adzhaar ua Dba'iifuhn,svaikh Satim al-Hilali no. 306. Hadits
ini maqtbu'sbahih.Diriurayatkan oleh al-Baihaqi di ddam kitab as-Sunzn al-Kubra
(IIV3S5) melalui jalan Sa'dan: Mu'adz memberi'tahu kami, Sulaiman memberitahu
kami darinya dengan statls rnauquf. Dapar saya katakan bahwa sanadnya seperti
yang dikeniukakai oleh penuhs,'iirsya Alhb.
452 Dzikir-Dzikir ketika Sakit dan Seputar Kematian ...
Beliau pun bersabda, 'Bacalah:
..i:; ,*, *?i,*i d*, ii,ut"
'Ya Allah, berikanlah ampunan kepadaku dan kepadtnya.Dan
berikanlah ganti yang baik untukku.'
Lalu kukatakan, 'Maka Allah pun memberikan ganti kepadaku
yang lebih baik darinya, yaitu Muhammadffi.'"*
Dapat saya katakan, 'Demikian yang terdapat di dalam Sbahib
Muslint.
Dan di dalam kitab at-Tirmidzi disebutkant Tika lelian menjenguk
orang sakit atau mendatangi jenazah," Qaf.azh ini) mengandung ke-
raguan.
Dan kami juga meriwayatkan di dalam kitab Sunan Abi Dawud
dan juga yang lainnya: "(Kata) al-maryyit" tanpa tdanyakeraguan.
HADITS NO.43o (DHA',IF)
Kami telah meriwayatkan di ddam SunanAbiDaarudd^rLSunan
Ibni Majab dari Mu'qil bin Yasar ash-Shahabi.& bahwa Nabi E ber-
sabda, Bacakanlah (.r") (surat Yaasiin) kepada orang yang akan me-
ninggal di antara kalian."as
4 Sbabiih Kitaab al-Adzkaar wa Dba'iif,lhu, Syaikh Salim al-Hilali no.3O7. Diriwayat-
kan oleh Muslim (919).
a5 Shahiih Kitaab al-Adzkaar wa Dha'iifiiba. Svaikh Salim al-Hilali no. 123. Hadits
ini dha'if. Diriwayatkan oleh Abubawud Ol2l\, an-Nasa-i di dalam 'Amalul
Yaum ual Lailah'(t074), Ibnu Maiah (1448), Ahmad N/ze dan 27), al-Baihaqi
W 373\, al-Hakim 0./ 565\, Ibnu Hibbin (720) melalui' ialan Sulaimin ar-Taimi,
dari Abu lJtsman dan btikan an-Nabdi-, diri iyahnya, dari Mu'qil bin Yasar. An-
Nasa-i dan Ibnu Hibban tidak meneatakan: "Diri ayahnya". Al-Hafizh Ibnu Haiar
merasa razu, sehinqga ia menisbatkan riwayat Ibnri Maiah kepada an-Nasa-i, dan
vans bena? apa varr?"tel"h sava sebutkan. daDat saya kitakanbahwa sanad hadits
iniZha'if, ka'reia di d"l"-rrv" ada tiga 'illai. Periama, tidak diketahuinya Abu
'IJtsmari, dimana ia bukan ai-Nahdi,;ebagaimana yang telah dinashkan. Di ddam
ktrabatUiizaan(lY/550),adz-Dzahabi-eogat"k"ni"H;dis ini disebur (dari) Sa'ad,
dari ayahnya, diri Mu'qil bin Yasar dengan hadits: 'Bacakanlah Yaasiin' kepada
orang yang memnqgal di antara kalian,'dimana ayahnyadan iuea dirinya seirdiri
ttidak"dikeri'al. Dan iidak ada vane meriwavatkan &iinvikecu"li h"*rr" Sulaiman at-
Taimi saia." Daoat oula sava t"Ir"- 'Dii iru bukan ,{bu 'IJtsman vins meriwavat-
kan dari ,r,rhri.r".'d"ri dnas. sebaeaimana vans disebutkan di dLlari al-Ui;2ho"
GV/550), ,irokip"i, hhniyah,r."p"rilbrr,, H{"r 6"h*" dia menyamakan keduanya,
Dzikir-Dzikir ketika Sakit dan Seputar Kematian ... 463
HADITS NO. 431 (DHA',rF)
Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Dawud, dari Mujalid, dari asy-Sya'bi,
ia berkata: Jika kaum Anshar melihat orangyang meninggal (melawat),
maka mereka membaca surat al-Baqarah di dekatnya."6
Mujalid adalah seorang yang dha'if.
sebaqaimana yane disebutkan di dalam kitab at-Tabdziib (7'II/163\." Dan telah
lebih'dulu peha Syaikh kami d,!s tergoreskan di dalam kitab,Iraiaa.ul Gbaliil
(III/151), dimana ia menukil bioerafi]ans meriwayatkan dariAnas dan bukan
dia. Kedua, ayahnya tidak diketaEui. Danielah kanii kemukakan unekapanadz-
Dzahabi meneenai hal tersebut. Abu 'Utsman dan iuea avahnva rchh &isiaratkan
oleh penulis rielalui unskapannya: "Di dalamnva'te"rdaiatdia orane va'ne tidak
dikerial." Ketipa, idhthirib. Di a"l"* khab at-TalhhiisbutHabiir E/to+l.aL"Hafizh
mengatakan, "Ibnul Qaththan menta'lilnya dengan idhtbirab dai uaaif serta tidak
ttrdirdikeuhuinya Abu Utsiran dan iuea avahnva." AE'u Bakar Ibnul'Arabirirenukil dari
ad-Daraquthni bahwa ia berkaq irii bersanad dha'if, matannya tidak dikenal,
sena tidik ada satu hadits pun yans shahih dalam masdah ini." Hadits ini iue.radiriwa-
yatkan oleh an-Nasa-i di dalam Aiwlul Yaum ual Lailah fi075\ dan Ahfia? N /26\
inelalui ialan Mu'tamir dari avahnva. dari seseorans. dari'ava(nva. dari tvtu'iil biri
Yasar bihwa Rasulullah E b,lrsbl*,?Al-Baqarah mlrupakin anik'oanah aldur-an
sekaligus puncaknya, rurun bersama setiap'ayatnya delapan pululi Malaikatl serta
dikelularkin kalimat: 'Laa llaaha llh Aurial Hawul Qawuurh'dari bawah 'Arsy.
hingga akhirnya surat ini dan iuga Yaasiin merifadi iiritune al-Qur-an yang tid;[
dibaca oleh seseorang yang menghendaki Allah dan alam akhirat melainkah Dia akan
memberikan ampunan kepadanya. Dan bacakanlah ia kepada orans-orans vans
meninggal di antia kalian.'Danbrang yangmubhamaddih Abu Utlman,Sirt
an-Nahdi. Yang demikian itu diunekaikan oleh al-Hafizh di dalam Tahdziib"uft,
Tabdziib (XIV37O\. Dapat sava katlkan bahwa seakan-akan dia bersandar oada
riwayat terdahulu, dan itulah yang tampak secara lahiriyah dari ungkapan'nya.
dimana ia mengatakan:'Diriwaiatkin darinya oleh Sulaimin bin Abi tJtsrir*, d.rt
bukan an-Nahili dari avahnva diri Mu'qil." Sedanekan aDa yans diriwavatkan Abu
Nu'aim di dalam kftab, Ahbbaar Asbbhbaan flli88) da'ri ir{afoan biri Salim dari
Shafwan bin Amr &ri Swraih. dari Abud Daida'dinean status marfi: "Tidaklah
seseorang akan meninsial dunia lalu dibacakan di delatnva'Yaasiin' melainkan
Allah ak; memberikan-Eemudahan kepadanya-" Dan meldr-ii ialannva diriwavatkan
oleh ad-Dailami dr dalam Musnad at-Firdaus, h*v" saia ia mdnsatafan: Dari'Abud
€Darda' dan Abu Dzarr; keduanya mengatakan, Rasirlullah bersabda: 0alu dia
menyebutkan hadits selenekapnya). Sebaeaimana vans disebutkan di dalam ar-
Talhhiisbul Habiir (lI/toa)rl S&a'kitakan,%Mar*ah bfi Sa[m berstatus matruk.
Dan as-Saii dan lairinya m'enilainva uadb'.sehineea denean demikian. sanadnva
sangat leniah." Kesimiulan: Ibnu Hibb"r, r.rengaiik"n (f/3) bahwa r"bd" b.[i.r,
c]puimc$aKasnuladhlsnka.cpla1la*h ant'ara. (alian: Yaasiin,"
oiang-orang yanq mening[al di kematran. karena orans yang
orang yang tengah menshadaDr vans
sudah meninggaldunia tidili perlu la[i dibacaftan "[-Qrr-*. Oemikian jug" dehga;
iit"Xt#"*[Jlllo&;';;tt#:'fl:,;)l*#"s-oransvangmenirigfiarduiia
Sayl kqgakan bahwa sanad hadits ini dha'if, di dalamnya terdapat dua orang yang
ddak dikenal, hanya saja Abu Dawud tidak menilainjadba'if,
$ Shabiih Kitaab al-Adzkaar an Dha'iifuhu. Svaikh Salim al-Hilali no. 124. Hadits ini
dha'if. Hal itu sama seperti yang dikemukikan oleh penulis dr!6, karena Mujalid
*i*y".bukan seorang yang kirat, dan inengalami perubahari di akhir
4il Dzikir-Dzikir ketika Sakit dan Seputar Kematian ...
Pasal 17
DO'A YANG DIBACA OLEH ORANG YANG
MENGALAMI MUSIBAH KEMATIAN
(KELUARGANYA)
HADTTS NO.432 (SHAHIH)
Kami telah meriwayatkan di dalam Shahih Muslim dari Ummu
Salamah *t", ,ia' berkata: "Aku pernah mendengar Rasulullah M
bersabda: 'Tidaklah seorang hamba mendapat suatu musibah lalu ia
,w e,i?tmengucapkan: nP' ,itht's izi-2r 6ri .z1z 6t"
/ot / 9.
'.lii, (p rt,W*t:
'sesungguhnya kami addah milik Allah dan hanya kepada-Nya
kami kembali. Ya Allah, berilah aku pahala dalam musibahku
ini dan berikanlah ganti kepadaku yang lebih baik darinya.'
Melainkan Allah Ta'ala akan memberikan pahala kepadanya
dalam musibahnya tersebut serta memberikan ganti kepadanyayang
lebih baik dxinya.."
tlmmu Salamah berkata, "Dan ketika Abu Salamah wafat, maka
aku mengucapkan seperti apayffi1diperintahkan Rasulullah ffi ke-
padaku, sehingga Allah memberikan ganti yang lebih baik darinya,
yaitu Rasulullah M."o'
HADTTS NO.433 (SHAHIH)
Kami telah meriwayatkan di ddam Sunan Abi Dautd dari IJmmu
ESalamah €F, , dia berkata: "Rasulullah bersabda, JiL" salah seorang
di antara kalian tertimpa musibah, maka hendaklah dia mengucapkan:
a7 Sbabiih Kitaab al-Adzkaar ua Dba'iifubu, Syaikh Salim al-Hilali no. 308. Diriwayat-
kan oleh Muslim (918).
Dzikir-Dzikir ketika Sakit dan Seputar Kematian ...
"o -jil/io'CJl:rb ' ,it,,iztr 41 6b.rl Lt,
taa ftj,lr
#'' .:,4, t:;t Wr rl t'?, W C":6
"Sesungguhly, kr-i adalah milik Allah dan hanya akan kembari
kepada-Nya. Ya Allah, aku mengharap apayan'gada di sisi-Mu
dalam musibahku ini, maka berikanlah pahala kepadaku serra
berikanlah ganti kepadaku yang lebih baik darinya-."as
HADTTS NO. 434 (SHAHTH)
Kami telah meriwayatkan di dalam kitab at-Tirmidzi dan lain-lain
dari Abu Musa al-Asy'ari &, bahwa Rasulullah ffi rclehbersabda:
sq& 1trt'#,o&!s.ldJr; hr jri r+ir itq cr; ri1,
ry:itfi'# ,tjp.{ :oi$- / J r z " rt. t. /
;€'
,'d:F*
€. i*t t'ji'G,:oi Fi I e# dti rw,jW
*it *',rL ;:b,
e q. €"&; ry,.r : Tw ?nr,)
'..ra;it
'Jika anak seorang hamba meninggal dunia, maka A1lah'Ta,ala
berfirman kepada para Malaikat-Nya, 'Kalian telah mencabut
nyawa anak hamba-Ku?' 'Benar,' jawab mereka. Lalu, Dia ber-
4 misYY{bae:iau!;mb3rinib,yib"ew1;nrKai!htlait.LhaiI'aoua[ibJ,larklwyh[aa{lmi-(r;A1iir;g,0d;71zdd;L)kta1j,arir.i.a"A*Ir*bhm,mzn,aauaia#!'dU-.DFifm,ibv\Ylaa/'riz2itizf7rbu^i.hn&*a*unaAa,:S\lbVyfyifraIisS1litfk"arrhtl.t"ajrsf,:m,Iia,rla;q;mihmhf,e:,.-ltdedd,ala*,Q,irilii-jH;ia'arr;yLi"[liaanl"hh-lin;'Hi,;lyn",;aooi.l,.l.-iE;id-3l"oaa0i.r/]9-iit.,iir-J;H,Tim;;fa;";idm.f;iLifitfiusi;t,
&{;';;i*f:w;T;lltr*tr*0: i*x"'i*;mi*:Fg"'*rillril;1x***;]'Hj;;irolXIndValSas_eiJpdarwiaalnV+rya$allodaaqaail-layal-kgl-T*y2-smhmla,uTaa'a"r1panPkmar,Mt_.n^h-ngahn-Sryr',2u,nyU|iatal4aw,2hey4ir,ll)la14.ul.ala-)-.raaaM."MalmmD"ugb-lhaguayuuiDaeual.m,'la,Sf4id.uwrphuaipytkayte4ia.,eaeipayalayde-ttn1ttlarithraatbashlbha.4grsdltnsptutibt.:ege.abraagbrtilyaenrak.""ytanaia'eRarre'al-i'\lndUNa0rkNngarFdeka/adabha)s2aahtutl.p"?zeauabpiat4np6rarlkiaLltiay.unpuak)gsqao{rarlri1walnllLlel,ab'an')mddmy.umhb*iiebeke"aSweadtaBaElfEnh4eanhlttaagfcwiulwag*ualrahmaiaaanboaripiaraperzj;fahaddiiqiranlkltasiaabk"heiadaRIdaindn"mDsrtriblaatl.aesdoa[RasbDflaJluu)miral"nraorLSilrub(uiun,rl."h"aiajl'hl'ul;auand.o"arla"lu;g_bhtiihd-i.raN,iiibNdoouUwn",li$i,aiti""'rdryo;i*i;'am.ae;i'ny;",n;-t";eua*ek";[';nyLtidAiiaiAy"ya;i^n,adelg;A-a;'l!bDo"'kA"f^miu-t;"laul;eli-aetnf;t;t-Lkhkir;rrl.a;u;"ro-"Ir"n"ijm.l"u-"et.ui^kfu.al;hrib-T*m;a*ue"""d"opfr"rMli.rtfra,sLsra,i^dal""isai:ieri-ti""f-i-
466 Dzikir-Dzikir ketika Sakit dan Seputar Kematian ...
firman, 'Kalian telah mencabut nyawa buah hatinya?' Mereka
pun menjawab,'Ya.'Maka, Dia pun berfirman,'Lalu apeyang
dikatakan oleh hamba-Ku ituf ' Mereka menjawab,'Dia memanjat-
kan pujian kepada-Mu seraya mengucapktn: 'Innaa lillaabi wa
innaa ikibi raaj i' uun' .' Maka. Allah T t' ala berfirman :' Ban gun-
kanlah untuk hamba-Ku sebuah rumah di Surga dan namakan
*-"h itu dengan Baitul Flamdi.'"ae
At-Tirmidzi mengatakan: "Hadits hasan."
HADTTS NO.43s (SHAHIH)
Dan kami telah merivrayatkan sebuah hadits yang semakna di
ddam Shihih al-Bukhaidari Abu Hurairah &, bahwa Rasulullah ffi
bersabda:
ffit€#.it? q;.l:e z11 t,
6 :ull6f aitt J'fr,
'.ehjr lL A;,;;t'"€ $fur Jj.f L" ';3:"
"Allah Ta'ala berfirman: 'Tidaklah bagi hamba-Ku yang beriman
balasan di sisi-Ku jika Aku mencabut nyawa orang kesayangannya
dari penduduk dunia ini kemudian dia mengharap pahala atasnya,
melainkan (balasannya itu) Surga.'"e
Pasal 18
DO'A YANG DIUCAPI(AN ORANG YANG
MENDAPAT BERITA KEMATIAN SAHABATNYA
HADITS NO.436 (DHA',IF)
Kami telah meriwayatkan di dalam kitab Ibnus Sunni dari Ibnu
E'Abbas qWr, ia berkata bahwa Rasulullah bersabda: "Kematian
ae Sbabiih Kitaab al-Adzkaar an Dba'iifuhz. Svaikh Salim al-Hilali no. 310. Hadirs
ini shahih dan telah disampaikan p^6^no. izt.
n Shdhiih Kitaab al-Adz*aar ux Dlv'iirttbrl,Syaikh Sdim al-Hilali no. 311. Diriwayatkan
oleh al-Bukhai $'lUz+t-242 -FZt-hal Ba*ril.
Dzikir-Dzikir ketika Sakit dan Seputar Kematian ...
merupakan suaru hal yang menakutkan. Oleh karena itu, jika salah
seorang di antara kalian menerima berita kematian saudaranya, maka
hendaklah dia mengucapkan:
igr i{xroL '. o tr'-c, 1 6P *6t
cdyall':,eJ )'!1b
t\PJ iii?ft ,O*, oCl e lji|; r) ,iid' c *i
"Sesungguhnya kami addah milik Allah dan hanya akan kembali
kepada-Nya. Dan Sesungguhn ya, hanya kepada Rabb kami, kami
akan kembali. Ya Allah, tetapkanlah dia di sisi-Mu termasuk
orang-oran g yan1baik, dan tempatkanlah buku catatannya (ber-
ada) di 'iliyyin, serra berikanlah pengganti kepada keluarga yang
ditinggalkan. Janganlah Engkau menghalangr kr*i dari pahalanya
dan jangan pula Engkau menguji kami sepeninggalnya."sl
Pasal 19
DO'A YANG DIUCAPKANJIKA MENDENGAR
BERITA KEMATIAN MUSUH ISLAM
HADITS NO. 437 (D}J^A'IF)
Kami telah meriwayatkan di dalam kitab Ibnus Sunni dari Ibnu
Mas'ud rs, i" berkata: "Aku pernah mendatangi Rasulullah ffi, dan
€kukatakan: '\fahai Rasulullah, Allah telah membunuh AbuJahal.,
Maka, beliau pun berucap:
..ii3-s '*i:,;.# *,eir dr iJir"
51 Shdhiih Kitaab al'Adzkaar wa Dba'iifahz, Syaikh Salim al-Hilali no. 125. Hadits ini
dha'if. Diriwayatkan oleh Ibnus Sunni di dalam ematulYaam ual Lailah (564. S.-va
"Dengan
*elT:i#ff;Tg*ffitkatakan:sanadyangdha'if,karena di dalamnya r(cprde anpiaamt peiauirsadbuihka"ni-)Rd"a6ni'
tetapi ia melakuk an t adt is
468 Dzikir-Dzikir ketika Sakit dan Seputar Kematian ...
'segala puji bagi Allah yang-telah menolong hamba-Nya dan
memenangkan agama-Nya.' "52
Pasal 20
DIHARAMI(AN MERATAPI MAYIT DAN
MENDO'AI(ANNYA DENGAN DO'A KAUM
JAHILIYYAH
Seluruh ummat telah sepakat mengharamkan ratapan dan berdo'a
dengan do'a orang-orang Jahiliyyah, serta do'a meminta kecelakaan
dan kutukan saat mendapat musibah.
HADTTS NO.438 (SHAHIH)
Kami telah meriwayatkan di dalam Sbabih al'Bukhai dansbahib
Muslim dari 'Abdullah bin Mas'ud &, ia berkata, 'Rasulullah ffi
bersabda,
:"tbtt,e'*J *:a\JAr C V,IL,A-
o
'.dtnqjr
'Bukan dari golongan kami orang yang memukul-mukul pipi,
merobek-robek baju, serta berdo'a dengan do'a orang-orang
Jahiliyyah.'"s3
Dan dalam riwey*Muslim disebutkan: "Atau berdo'a atau me-
robek-robek", yakni d.tg* menggunakan kata <i(l (atau).
HADTTS NO.43e (SHAHIH)
Kami telah meriwayatkan di ddam Shabib al'Bukhari dan Shahih
Muslim, dari Abu Musa al-Asy'ari .$:
s2 Shdhiih Kita*b dl-Adzkz*r an Dba'iifaht, Syaikh Salim al-Hilali no. 126. Hadits ini
dha'if. Diriwayatkan oleh Ibnus Sun li di delan Amah4l Yaum ual Lailah (563). Saya
katakan: "De;san sanad vane dha'if. di ddam (hadits ini) terdapat inqitha'(keterpu-
tusan), karena Abu'Ubaiaah6in'AMillah bin ivlas'ud tidak mendengir daiayahiya.
s' Slvhiih Kitaab al-Ad,zham on Dla'iifiin,Syaikh Salim al-Hildi no. 312. Diriwayatkan
oleh al-BuLh art @/163 - Fat-bu[ Baarr)-d"" Muslim (103).
Dzikir-Dzikir ketika Sakit dan Seputar Kematian ...
" .y*"J,,t y,Ar t g.b, q io/. ffi Yt J?l'oi"
"Bahwa Rasulullah ffiberlepts diri dari wanita yang berreriak-
teriak dalam meratap, wanita yang mencukur rambut, dan wanita
yang merobek-robek baju."so
Saya katakan, " 1eata5 berarri wanita yang mengangkar suara-
_
nya-dengan keras saat mLratap. 1iitelr; berarti wanita yanghencukur
rambutnya saat mendapat musibah, dan liirllry berarti yang merobek
bajunya saat mendapat musibah."
Menurut kesepakatan para ulama, semuanya adalah haram.
Dan diharamkan pula menjadikan rambut acak-acakan, memukul-
mukul pipi, mencakar wajah, dan berdo'a dengan do'a meminta ke-
celakaan.
HADTTS NO. 440 (SHAHTH)
Kami telah meriwayatkan di dalam sbahilt al-Bukhai d'u'L sbdhih
Muslim dari Ummu'Athiyyah q#,, dia berkata, "Rasulullah ffitelah
membai'at kami untuk tidak meratap."55
HADTTS NO.441 (SHAHTH)
Kami telah meriwayatkan di dalam Sbabih Muslim dari Abu
Hurairah r&, bberkata: "Rasulullah ffi bersebda:
e;6t :,,3t e'&t,1? if,: r;.r /6.,.gqJ)[:;lt,
ut;
'Ada dua hal di tengah-tengah ummat manusia , r^orkarena
keduanya mereka bisa kufur, yaitu mencela nasab dan meratapi
orang yang meninggal dunia."s6
"Wrfffilffi H,%,Wte*::Iffi55 ti5t1"''313'Diriwavatkan
*_.
sWh Kita^b al-fulzhzar un Dl?d'iifuba',Svaikh sdim i-Hilali -n-o'.-31-4.' Diriwayatkan
oleh al-Bukhari Wt76
-Fat-hul'Baan) ita-Mustin 1f$.
shahiih-Kirzrt al)dzkam un Dla'iifilhrr, syoi$tsalim al:Hilali no. 3 15. Diriwayatkan
oleh Muslim (67).
470 Dzikir-Dzikir ketika Sakit dan Seputar Kematian ...
HADITS NO. 442 (D}J.A',rF JTDDAN)
Kami telah meriwayatkan di dalam Sunan Abi Dauud dari Abu
Sa'id al-Khudri *$1, dia berkata, "Rasulullah ffi melaknat wanita yang
meratap dan yang mendengarketnyt."t'
Perlu diketahui, <Llgr> berarti mengangkar suara tinggi-tinggi
untuk mengungkapkan <lt3t>. Dan 1t7l3t; sendiri berarti menyebut
berbagai kebaikan orang yang meninggal dengan suara yang tinggi.
Dan ada juga yang mengatakan bahwa <vl6t> berarti menangisi ke-
pergian mayit sambil menyebut-nyebut kebaikannya.
Para sahabat kami mengatakan: "Dan diharamkan meninggikan
suara sambil menangis secara berlebihan."
Adapun menangisi mryit tanpa disenai dengan (LirlD dan 1Lr$ry,
maka hal itu bukanlah suatu ytnghertm.
HADTTS NO. 443 (SHAHTH)
Dan kami juga telah meriwayatkan di dalam Sbahib al-Bukbari
Hdan Sbabih Muslirn dari Ibnu'IJmar e$f, bahwa Rasulullah pernah
menjenguk Sa'ad bin'Ubadah bersama'Abdurrahman bin'Auf, Sa'ad
bin Abi Iflaqqash dan'Abdullah bin Mas'ud. Lalu Rasulullah E me-
nangis. Setelah beberapa orang melihat tangisan Rasulullah ffi, meka,
mereka pun menangis. Kemudian beliau bersabda:
O,O.O Citi-.I t dz
l4)1 #r et i lir,r-.LiJt .irt oi
o3l1,1j
.-ffiu;J Jt turft- C'; )f LW qfi4'6J3
*Tidakkah k;;" mendengar bahwa Allah tidak *.rg"drrb
karena air mata dan tidak juga karena kesedihan hati, tetapi Dia
s7 Sbahiih Kitaab al-Adzhaar ua Dba'iifilbz, Syaikh Salim al-Hilali no. 127. Hadits
ini dba'if ii.ddan Ganeat lemah). Diiiwavatkan oleh Abu Dawud (3128). Ahmad
(m/es),'J-faih"qi fffZel mehlui ialan Muhammad bin Rabi'ah, diri tvtiihammad
Bir, ,l-i1as- bi"'e'thiwfi, dari ayahnya, dari kakeknya, dari A6u Sa'id al-IGu&i
0alu ia menvebutkan'hadits selenekaDnva). Daoat saira katakan bahwa ini mem-
,*"lJunvai rr*, sansat lemah. i"o's 6eird" dalam'silsilah al-'Aufi: 'Athirrvah-
y*[ ''di" adalah alY'eufi- juga puidra &r,.,r..roy", semuanya addah &a'if.
Dzikir-Dzikir ketika Sakit dan Seputar Kematian ...
me'.g dzab atau memberi rahmat karena ini -dan Rasulullah
mengisyaratkan ke lisan beliau ffi-."se
HADTTS NO.444 (SHAHTH)
Kami telah meriwayatkan di dalam sbabih al-Bukhai dar shabih
Muslim, dari usamah bin za.id $-r, bahwa Rasulullah E diberitahu
tentang anak laki-laki puterinya yang sedang menghadapi kematiannya,
maka kedua mata Rasulullah ffi punberlinang. Lalu, Sa'ad bertanya
kepada beliau, "Apa ani air mata ini, wahai Rasulullah?" Beliau men-
jawab,
ft3;:,:vq* e Jv6hr qt+i;, tt;
iw!:?{Jwiirr
"Ini merupakan rahmaty^ngditempatkan oleh Allah ra'ala di
dalam hati hamba-hamba-Nya. Dan Allah hanya mengasihi
hamba-hamba-Nya yang penuh kasih.' se
-Dapat.saya katakan: "Kara (a's5ini bisa dibaca dgngan harakat
fat-hah <!6"ilt> dan bisa juga dengan harakat dhammah (r;!t,.Diberi
harakat fat-hah karena kedudukannya sebagai mafill (.by.k) dari kata
<gaJ2, .sgdangkan diberi harakat dhammah kaiena' keduiukannya
sebagai kbabar inna, dan kata 16; dengan makna <..r.ii) (y""g)
HADTTS NO.445 (SHAHTH)
Kami telah meriwayatkan di dalam sbahih al-Buhhari dartAnas +s
bahwa Rasulullah M pernah masuk menemui pureranya, Ibrahim ".st
menjelang wafatnya,,makakedua mata Rasulullah
yang ketika itu tengah
P pu" berlinang, dan 'Abdurrahman bin 'Auf bertanya, "Engkau
juga menangis, wahai Rasulullah?" Beliau menjawab, "rtrahai Ibnu rq,uf,
sesungguh nya ia (menangis) merupakan rahmat."
n Shabiih Kitaab al-Adzhaar yq D]talifi1b1t, Syaikh satirn al-Hilali -n-o-.-3-15. Diriwayat-
e.^
k1n olgh al-B-uLhari Wt75 -Fat-bhl niarfi dan tvtuslim 1fz+;r to.3tT.Diriwayat-
shahiih Kitaab al-Adzkzar.ay Dla'ijfi41r!,syaikh salim al-Hili
kan oleh al-Bukhari (IIy151 -Fat-liul Baai) dan Muslim €n).-
Dzikir-Dzikir ketika Sakit dan Seputar Kematian ...
Selanjutnya,'Abdurrahman melontarkan peraanyaut lain, maka
beliau pun bersabda:
rly, ,t!, ,?;6 rl y-fr y ,l:H'4att ,:{,u',#t ol
'.l't$pi e,;.1.Vq,4
"sesungguhnya mata itu berlinang, dan hati itu bersedih, tetapi
kami tidak mengatakan kecuali aipayarlgdiridhai oleh Rabb kami.
Dan sesungguhnya wahai Ibrahim, dengan kepergianmu kami
benar-benar bersedih."m
Dan hadits-hadits senada dengan apa-ya;ngkami sebutkan ini
cukup banyak lagi sangat populer.
Adapun hadits shahih: "Bahwa orang yang meninggal itu diadzab
karena tangisan keluarganya atas dirinya," bukan dalam pengertian
lahiriyah dan mutlak, tetapi hadits ini perlu penafsiran.
Para ulama berbeda pendapat dalam menafsirkannya, dan yang
paling jelx -anllzahil. A'km-,hal tersebut diartikan bahwa tangisan itu
harus memiliki sebab, seperti misalnya si mayit telah berwasiat kepada
mereka agar menangisinya atau sebab lainnya.
Dan semuanya itu atau sebagian besar darinya telah saya kumpul-
kan di dalam Kitaabul tanaa-iz di dalam kitab Syarbul Muhadzdzab.
Vallaahua'hrn.
Para sahabat kami mengemukakan: "Diperbolehkan menangis
sebelum dan sesudah kematiannya, tetapi menangis sebelum kematian
adalah lebih baik."
HADTTS NO.446 (SHAHIH)
GI"l di atas) didasarkan pada hadits shahih:
'.lqs.15-,x";;jrsri"
@ Shahiih Kitazb al-Adz.kaar ux Dl?4'Wil, Syaikh Salim at-Hilali no. 318. Diriwayatkan
oleh al-Bukh^i @,/172-lll - Fai-bul'Baar) danMuslim Q3t5).
Dzikir-Dzikir ketika Sakit dan Seputar Kematian ... 473
Jika kematian itu telah datang maka j*g"" ada seorang wanita
pun yang menangis."5l
Imam asy-Syafi'i ,{'B dalit beberapa orang sahabatnya telah
menasbktn bahwasanya menangis setelah kematian dimakruhkan
61 Si..ntbti.taisrhth_ii<ab.h/ Kihitadaebnsaaln-AbdezbhearzarpawasvDahbidan'ivifau.bDui.rsiwvraikvhatkSaanlimoleahl-HImilaamli no. 319. Hadits
Malik di dalam
4atl-tMwru4a'rnotdbttlbth_da'_l'L(I//Z22Z3J-LnJ1I),dcalnan darni jl^al\a^nllnyyqabolelehh Aebu Dl)aawwud (31111) dan jiluugeaa
an-Nasa-i (blYin/1a3l--Ht4a\riiittdssa,, niaSaeddlaaalialnahnliykaa:k'Aeebkkd''AAublbladdhuullblaaihhn'Abibnd,'AiAllbblaaddhiillllbaaihhn iabir'bin'AtiiIk
bin labir. avah
dari 'Atik
dari ibunya, bahwasanya ia memberitahunya. bahwa labir bin'Atik mem6eritahunva:
Bahwa Rasulluullaah Effi'opeerrnnaahh dataanngs menrijiengsuk'Aibbdd.rr[lalrh bin Tssaabbitit-,llarhlu, hbeolliiarrui
1i*1:l smt:imes::elte:ainpinhaa-dn'tm(aguiepiLsc:nnaacldtapktailahauhlunnJqualr:lyurubyiait*in,rkeisaaamu-.lmrra-dendtirian.",:lh,yiwl:ulaLatrihdhualaayahbrikilm-Aubsbeaarude-irknabaRRKilnk:zaadlaiabi.nlba,rri'miidd.rk'"._fi,'irisMrhMik,iieaall+a"mrkkalyau.aaua,'..ndilpib'iiua^raeurrnla^iala3)Riwu.s^aainsb{smeeuuirttrallautiaveeiahlmprraiiau."hbrLkn.if.hbrf*m"ice.,Uerr,rbt"mitpeear9ar"rr""isin"asiaa"skk;bfg[s"digss"'"inaianfli":-nrntfySyib""a",;i",itl
qr"r#ti t*i139,:i*i'
"Biarkan saja mereka, jika sudah daa"t'"a"ngg ya""ngg waiib, maka jangan ada seorang
wanrra pun yang ,,."#|r:.xdfi
Mereka (para Sahabat) bertanya. "Apakah vane dimaksud denean vane waiib itu
wahai R'Aibsduululllalahh?b"inBeTlsiaaubimt bi,eniikaawtaib: .a"DTeilmiai
puteri sridah menineeal-dunia."kemudian
Allah, ser.roii-uhnya aku berharap
iXXffi fr.#";|:.:Ifljl, karena en gkau telah menunai[-an trigasmu. " Maka
'.iiritur o\:.ti66i,*:fr *t;i e:ijjiur tt,
ol';stt,I13 filr 'e'o:-fr,tftt ,:q A/ti ,V'ot;b!ir1 ,itas ,.air
'Ada tuiuh maqlm syuhada'selain berperane di idan Allah: Orane yane meninssal
sskeaylaraephnuidar ,oi,aaokdra,iat nuth)glea,(u'ounrn1ugsi)d$).ay,luaagnhagsshyyaeahnluiiddn,,googrraia.lrn)gg-.liyayianrengig'am(emmneiernungndggJagr.ailyl 1tk"abrrreiignsaga)iylsia*(krfirdrtuapnnergsuetpb;u.farg?aaai
syanld, orang yang menrnggal terbakar.ruga syahrd, orang yang me-n-rnggal dunra
karena tertrmDa reruntuhan;uga syahrd dan wanrta yang menrnggal karena mela-
hirkan juga sy^ahid."
Dapat saya katakan: "Sanad hadits ini hxan. insya Allab.Para riialnva rerDercava.
selaln 'Atik bin al-Flarits, karena pada dirinva men6odurre kedha'ifin. tltapi hladitsriva
cenderunq kepada hasan. Sedjnekan miran hatits inilsava tidak'mer'aeukan la'ei
keshahihannyi, karena ia memp"unyai svahid vane cukuD banvak. Dan"al-Hafiz1r
o ---telah menilainya shahih sebasaihan-a-- vl-a-i-roe disebut[an di ^ctalani khab al-Futuubaat
ar-Rabbaanfiryab W/136)."
474 Dzikir-Dzikir ketika Sakit dan Seputar Kematian ...
dengan mahruh tanzil_trtidak diharamkan. Dan mereka menakwil-
kan haditsr 18u."$:gli1(maka jangan ada seorang wanita pun yang
menangis), dengn p6ngenian makruh.
Pasal2l
TA'ZIYAH (MEI{YATAKAN
BELA SUNGI(A\T/A /MELA\T/AT)
HADTTS NO. 447 (DrIA'rF)
Kami telah meriwayatkan di dalam kitab at-Tirmidzi dan as-Sunan
al-Kubra milik al-Baihaqi, dari Abdullah bin Mas'ud &, dari Nabi ffi,
beliau bersabda, "Barangsiap e yetgbert a' ziyah (melawat) orang yang
mendapat musibah (kematian), maka baginya pahala seperti pahala
(yrrg diterima oleh) orangy^ngmendapat musibah."t2 Sanad hadits
ini dha'if.
62 SJhhabuiihh 6Ktit4a40b adl.--AAdczakkaadr uw4a DD.hboa-'titiftiuihlla., S)vyaaiilkrnh Sarlirmm alL-Hruialalrli nno9..llz8u.. Haadciltrst_s rinrui
dcthha'rift. DIJinriwwaavvaattkkaann oleh at-lTrrimrmrdidTat OlLuo/ny\l.Ilbnu Mariah 0(1&6022\.)a. la-Bl-Baaihrhaaooir cdlir dclaalam
a(WqfsV-t/Sl/2y2u5n5naadnfaoant_l-V-4I(4fu5bb0rqa) f(PWtbrYek/r/lak5aarga5)))eii,)a",Dla-eKl-rrnh!riaaA4qtll!.li$aaibih.bb, J-+-agagghhddaaddi iddii dd4a"mq
Taaiilcb'ttuusghhddaaad
Muhammad bin Suqah memberimFu kami
dari lbbaradhitismg,.bdaarrii-ba,t-kAasmwai 4tiddaakrim'AebndgueltlaahhubininyaMsaesc'uarda.'mAat-rTfuir'kmeicduzai limdeanrg'iahtaakdaints:
"lni
'Ali bin 'Aihim. Dan sebagian dari-mereka-m.eriwayatkair dari Muhammadbin
Suoah denean sanad ini vane seoeninva tlr&auf,dantidlkmvafa'nva-Dan dikatakan
bahtiwa seebbaigeiran besar cdlaarni aaD;aa yangs driuitirkkaann imriedU"i hadits tertia&p 'e[ bin 'Ashim,
telahhmmeerrefakkrirtistiis."i.A"l-ABl-iaBiitaiaitoiai"qmi;neenr're'ga"ttaakkaan:, "Telah diriwayatklan sendirian oleh
'Allii$binin'A'A,sshhiimm,, dan iaaterrmmaasst ikrks:adlf}i sr.?ooraul,lg pe,rawi yanf ditolak. Dan ia ,iuga
meriwayatkan dari yang lainnya, uallaabu a'lim.
Al-Khathib (^J(I/450) mene.'atakan: "Dianara yane ditolak oleh orane-orane dari 'Ali bin
'Ashim -diiana niayoriia unphaDan *nikoinensendi dirinyaZlsebabkan oleh hal
yanp sdmd- adalah liadits Mu}arirmad bin Suqaf, 0alu dia'menyebutkan hadits
tersEbut denean sanad-sanadnva)." Lebih laniit dii meneatakan XIl453): "Dan
aIbpanuyaSniqg"'dt irini*i"iiu,"giak-teloahle'dhil'Aiwlai y6aintk'aAnshoiml6.hD'aaMn udlirirwfaikvai*tkabnino'MulaarsdharriirS, usfaumana
hadits
seoeni
.ti-Tsa,rli,'Syri'bah ,Iira-il, Muhammad bin al-Fadhl bin'Atliiyyah,"Abdurrahrfian
bin Malik bin Muehawr/al dan al-Haris bin'lmran al-Ta'fari.'Semuanva dari Ibnu
Suoah. Dan kami ielah menvampaikan hadits-hadits rriereka itu di dalim oenehim-
y'oa,nrreidk"armitvi alavkaunksanshtalrhhiah'.d"aDoi
l.r*to,rrian hadits Muhammad bin Suoah. dan iidaE ada
ada- kreb at-Talhhiisbut fiabiir fiIl138). al-
Hafizh io.rre"t"("ri, "6an riwavat ats-Tsauri bersumber oada Ham'mad I6nul
'$fa[d, sedan[ ia sangat dha'if.Dansemua (penguat) terha&p'Ali bin'Ashim jauh
lebih dha'if &rinva."Di dalahnva ddak ter*dap"ar saru nwavar Dun vans memuns-
kinkan untuk dijidik* p.g*girr, kecuali jalin Isra-il. Dai telah diseb"utka., pula
Dzikir-Dzikir ketika Sakit dan Seputar Kematian ... 475
poaledha'spaennaudlni"yal<rstaebtealal-hKiaum."aaDl ampaetlaoluyiiiaklaanuk\afank, i'"dDaerninayfaiu. mDafunlistlaiyha, tidak beryegang
kauu menenma
sanad riwayat tersebut vane diri*avarkan oleh al-Khathib al-Baehdadi di dalam
l<ttab Taaiikbnva(Xt+51\ m"elalui dui ialan dari Abu Bakar asv-Svf i. Muhammad
bin'Abdillah ail-Dainuri inemberitahri kami, Ibrahim bin Muslim memberitahu
kami, Ibnul Hibab mengatakan:'Al-Khawarizimi.'Dan'AMul Ghaffar mengatakan:
'A1-\flaki'i', dan kemudian keduanya sepakat- ia (Ibrahim bin Muslim) mence-ritakan,
"Aku pernah mendatangi \faki' y"rri b.rtroianya rerdapar Ahmad bin Hanbai
dan Klialaf al-Makhrumi.t Lalu meieka"memperbinc""ska;'Ali bin'Ashim, maka
Khalaf berkata: "Sesunssuhnya dia itu orins y"ng ibatath (serine melakukan
be''a*aikesalahan) dalam beberfi"a hadim." Aoa hadiisjhadid rersebrit? Dia meniawab.
di--""Hadits Muhammad bin Suqah dari Ibr;him, dari al-Aswad, dari'AMullah,
iaberkata'Nabi E
,..;r'Jr,il, r\ti c? u,
**ib"f,"Barangsiapa yang melawat orang yang tgpimp" maka baginya pahala
s€pertr paharanya gang teftlmpa muslbah)."
lVaki' mengaakan: "Qais bin ar-Rabi'memberimhu kami dari Muhammad bin
* I*: rylTli*Suqah, dari Ibrahim, dari al-Aswad, dari'AMullah,
bersabda:
'.o.il J,n'nt u.ri 6T ,y'
s'BeaPrearntrgPsiaahpaalaynayangu/maneglatwearut.morpaangmyuas+lb.galhq)r.'limpa musibah, maka baginya pahala
Dan inilah akhir hadits Ibnul Hibab. Dan lafazh di atas milik 'Abdul Ghaffar. Dan
dia menambahkan,'S0'aki' mengahkan: "giapekeh yang selamat darr gbdlath? Ini dari
-e"nehimns r.ofir. hadits vans
teioldodnsiman"ykd" iamne.nBgearnikdaunnlgahg.bsoElohtiolre:Yea"itk^ahnSiui f"yka"n",
diaielah denghimng, s.hingl'"
aku akan menshituns kepada kalian tiea puluh hadis vane di dalamnya meneandune
gbahtb." Daplt saya"katakant "Di dala;o naubd'db'lntier&pat O'"is Uin ir-n Uil
ia seorang vinesh'adoa dan memiliki hafalan vans buruk. Oin riial lairnra,*iaait
(bisa dipirtavil laei t6rkenal, kecudi ad-Daiiuri] dimana ia shaltq,s.b,'q"in;rra
i,ans disebutLan di dalam Taaiikb Bapbfuad N i +lA. Iika tidak. riraka lbrahim
bin Muslim. Disebu*an oleh al-Hafizh?i ddarn kitab'LisaanulMiiizan (y111), dan
ia mensaukan.'Dan ini sbarib.'Demikian yane dikemuLaLan oleh Ibnri Hibban."
Oleh lrirena ia4muubalhseperti ini ddak ilapit dijadikan hujjah. lValhrta a'hm.
IL-erbbirh lanilut, al-fHlaatfrizzhh mmeerngakkan, "Dan ha.dcilrttss irnmi memmDpunyaari satru syvafhuid yvans
lebrh ddhhalr'if darnyva melalui jilan Muhammad bhh''UUbbaaididilliallhit aJ-l-''nRrrzz,tnrm"iidaaarrii AAbUu"Zi
5"ZLA:Uau*dt*bDaalka_apai,brunI,.nd*bdO:aa1ahrhrai1rwid"Jalia,ats{Dbbilapilriraarr,,e.dbj,i,uaiuurlgob.geaaaa1md.yoaaol!klel1baihhnuduIzib!lnidnWl3aaullual?2mJ2ai3nu3(gvfz1lrarI/b2c{telr21r^r33dd4\aal..dlIpaJbgampntzuddMlilfW-u!llwa4h?udazim?,ldi4oih(4nflrafrmluu/d2-ted:2!b4n4!tir.i-\.r"g'm'aDUDetaanbapp'iskiaadaitttnialslk:aa;ynha,
**t:,\l1inl*C:#9i{:lsv'"l'-'fu :l}4:lryl*b-"r:y!iili,!+al-'Ariumi
'M4truk.'"
Sdaaynadkia[t.aakuank,a"nM,a"k.*a$ioat.i"dIaldk*d, ipdeirryhqim:] n!s+kTanefFunTgaann-Nsaysaah-iidmineni.gvaSuekcaanra:
s:yt\'le-aad*{pn"n"ag-lsggul\a(rddt:uslida.tkilkilrhhlrlaanaalni;gvgm'-if.millasoe:eplpemkaehatD,l"diIe.,bi*r\hnakngautuuana'lkl9Jvytjaaa!nsu,rr.eszsbrabaiai1adiaahdsi9twlriiaddda,naa!"k'ldla"h"emransnaads-moainfsattlpon-iaMnisgiiee.uopbdbadadhaadb&bs"agr.aruIatfui'in.lon'aZgSs$laikttenranm@ntnurvil,dn/ri/aZiazu,j.auZzdlkadlha-yhnudredue1audp'r,$aa2sn2e.i4asb)ya-ma.gheamidimannayangl
Dan hal tersebut telah dibantah oleh para ulama. As-Suvuthi telah secara oanians
lebar menzupas hal tersebut di dalani krtab al-Laalii'al-Mashnutt'an m/+Lt-4Zsf.
Dan ia iueirienetaokaa E/425\ bahwa hadits ini denean beberaoa ialannva keluJr
dTrj stpyi th4'ifatalli, qalagi predikat ry4rdha'. Ola iru p"l^a y"ng ditegaskan
oleh al-Hafizh il-'Alla-i Sebelurinya. lVallaaht a'htn.o
476 Dzikir-Dzikir ketika Sakit dan Seputar Kematian ...
HADITS NO.448 (DHA',IF)
Kami telah meriwayatkan di dalam kitab at-Tirmidzi juga dari
Abu Barzah.&, dari Nabi ffi,beliaiu bersabda:
,.iJidr ei;;.,{ ,,aK,s:* u'
"Barangsiapa melawat orang yang ditinggal wafat oleh anaknya,
maka akan dikenakan kepadanya pakaian tebal (burdah) di
Surga."63
At-Tirmid zi mengrtakan: "Sanadnya tidak kuat. "
HADTTS NO. 44e (D}J'A'IF)
Kami telah meriwayatkan sebuah hadits panjang di dalam Sunan
Abi Dauud dan Sunan an-Nasa'i dari 'Abdullah bin 'Amr bin al-'Ash
'Sr, yang di dalamnya disebutkan, bahwa Nabi ffi pernah berkata
kepada Fathimah $;, : "Apak"h y*g membuatmu keluar dari rumah-
mu, wahai Fathimah?"
Fathimah menjawab: "Aku baru saja datang dari keluargaienazah
ini, lalu aku mohonkan rahmat unruk jenazthtersebut *auberta'ziyah
kepada mereka karena kematiannyt."*
63 Sbahii.b Kitaab al-Adzhaar an Dba'iifubu, Svaikh Salim al-Hilali no.129. Hadits
ini dha'if..Ditiy-ty"t\+."leh at-Tirmi&i (1082) melalui jalan Ummul Aswad dari
M,",R.u""a"rns-,-ruyyrl"tautrrfhklar9bhr,rin-rM*!lz;_b--H'eUprrbfsdaaariibd4t.dqD^ini(r"lin-aol4AubbDaidrr.iBibal'aadmrrazzenaanhnys,,eadbnouaairtdnkinavkKnaiakhKteiaedkdKanitnksyysake,,lueJAnaglbotkl3uaDP$Dan2ay6rarzaz),ia.a"hsna,,Aviaat-Tkbaiertmrakkaidatazn:i:
*;lq*,bl,-L4,'i:'+t{r:2*:,:*:1y:,':*5,*::iP.:i1f l{:.Ilf?}::'Ia sEperti y,?,rrgi?kagak1i, karena di dalarrinya terdapat Mun-yah bind'Ubaid,
yang iid"k llikitahui keadaannya.'
61 Sbdhiih Kitaabal-AdzkaarwaDba'iifuDz, Syaikh Salim al-Hilali no. 130. Hadits ini
dha'if. Diriwayatkan oleh Abu Dawud (3123), an-Nasa-i W /27), Ahmad W t68-L69),
al-Mizzidi dalam kitab Tahdziibul Kaiaal (IXl114-115) melalui ialan Rabi'ah bin
Saif al-Mu'afiri, dari Abu 'Abdirrahman al-Hanbali, dari 'Abilullah bin 'Amr
fry$i,bin al-'Ash, ia berkata: "Kami pernah menguburkan bersama Rasulullah
seorans ienazah-. Setelah kariri selesai menguburkan, Rasulullah ffi pulang dan
kami o"uh ikut oulane bersama beliau. Setdlah mendekati pintu rumah, beliau
berhehti. r.rnyit" kaini melihat seoranq wanita darang, flilu) beliau bersabda,
'seoerrinva akl meneenal wanita itu -dih setelah waniia iiu berlalu- ternyata ia
adalah Fithimah. Milra Rasulullah ffi bertanya kepadanya (lalu dia menyebutkan
hadits selengkapnya)."
An-Nasa-i (N/28\ mensaukan: "Rabi'ahdha'if." Dapat sava katakan bahwa ia seperti
yang dikatik* dl.h ari-Nasa-i, dan al-Bukhari jugatelahhengaukan di ddam kitab
Dzikir-Dzikir ketika Sakit dan Seputar Kematian ...
HADTTS NO.4s0 (SHAHTH)
Kami telah meriwayarkan di dalam Sunan lbniMajah dan Sunan
ff,al-Baibaqi dengan sanad yang hasan, dari 'Amr bin Hazm "S, dari
Nabi beliau bersabda,
uellr 6ci r\t#l ui6ei 6:ri ,, o, 6'
''!qt'?'iY":Tlt J)'
"Tidaklah seorang mukmin berte'ziyah kepada saudaranya atas
€musibah yangmenimpanyamelainkan Allah akan memakaikan
kepadanya sebagian dari perhiasan kehormatan pada hari Kiamar."65
aput'lTaadiieknhgialnKIbanbuiirYWun2u9s,0I)b,n"upHixibmbasnmmilikeinsbaetbaekraaip,a"hIaaljdyaanleildoitroalangk."vaDnesmsiekriianns
melakukan kesalahan." sebagaimana yang disebutkan di dalam kitib'rahdzi;bil
KamaalIWrt4).
6s sbabiih Kitaab al-Adzhaar uta Dha'iifuhu,syaikh salim al-Hilali no. 320. Hadits ini,
inrva Allah, hasan lisbairihi. DiriwivatkaiL oleh Ibnu Maiah (1601) dan al-Bfiaoi
W/59) melalui jalih Qais Abu'Iniarah, pembantu al-inshar. iiberkata: "Akir
pernah mendengar'Abilullah bin Abi Bakar bin Muhammad bin 'Amr bin Hazm
menyamgaikan hadits dari ayahnya, dari kakeknya, dari Nabi E (ldu ia menyebutlan
hadits selengkapnya). "
Di dalam kitab az-7aua-id\h01), al-Bushairi mensahkan: "Sanad ini dioerbincanekan-
Qais bin 'Imarah, disebut bleh ibnu Hibban di dilam krtab a*-Tsiakr. SedanEkan
di dalam mkeitangbaatal-kKana:aogMif,enagdezn-Daizadhirainbyi ammeanss"iahtapkearlnu:
Bukhari d"Iiatetlsitiiakaebm.ibSaelid."an"ekai al-
Dapat saya katakan,'Dan riial sanad yang lainnva tersantuns oada syarat Muslim.
dii-Dehikiailah yang diriwayaikan oleh'Ib""u abi SyAU& di
Misnadnya.-
Perlu juga saya sampaikan bahwa ungkapan adz-Dzrtabiyans menyat,kan bahwa ia
seorang yang siqah-(d^patdipercaya)idalah ungkapan yan-g arieh seLali, pad,hal tidak
seorang pun selain Ibnu Hibban yane menilainva naa$.Daatarnaritrt (aitinss"elsn).
jika seanilainya ddrkadai4?h sami seliali pada d[i"y" gasaimana *i-eti". str
hal itu telah ditentanroleh Imam al-Bukhari iig? Dia telah aenlarbnva"*glrkraoii
keras (namun) dengan unekapan yang lembut. yairu perkaraan: "Mlneen'ai dirinv'a
masih'perlu ilitelit'i kemblli] Din te'lah dinui<il oleh adz-Dzahabi di"dalam kitib
al'Miizaan (Itrl398) dan tidak menambahkan sesuatu terhadapnya.
hadits tersebut terdapat irvl,kareaa (hadits ini) berasd dari ri.ilai'at rIeu6eadudlliadhalbaimn
Abi Bakar bin Muliammad bin'Arirr bin Hizm dari avahnvi. dari kakeknva.
Sedangkan kakeknya yans benar adalah Muhammad bin'Amr Uin-Haz*. Di da[,rn
lrttabZt-Tasriib, al:}jifirt menzunqkapkan: 'Ia semDar melihat tetapi tidak semDat
mendengar-lang:yTg kecuali daii Siha6at." Tindakail p-e_nqlis dB mtmasukkanriya
ke dalamMusnad'Amr bin Hazm menganduns atabtn.-Hadits ini memounval saru
syahid dengan lafazh: "Barangsiapa berta'iivah kjpada sau&ranya vane berima; karena
rirusibah yang menimp*yi nisc"ya Allah akail memakaikah [eo.?".rra oerhiasan
y*[hijl:, y"+k qgqrby"t"i,a E g.pbii"." Ditany.akan: "Apakah
yubhru btba?" khau rirenjawab: "Yang menibuarnya bergembiri" ai-"kstid dengan
478 Dzikir-Dzikir ketika Sakit dan Seputar Kematian ...
Perlu diketahui bahwa ta'ziyth berarti menyaranken agar tetap
bersabar serta menceritakankan hal-hal yang menghibur keluargayang
ditinggalkan, meringankan kesedihannya, dan meringankan musibah
yang menimpanya. Ta'ziya,h ini merupakan sesuatu yang sangat
dianjurkan. Selain itu, rr'ziyah ini mencakup juga perintah untuk
berbuat baik dan mencegah berbuat munkar. Dan hal itu termasuk
*ddam firman Allah Tialerz4,slfrriJt ti1tf:) *Dan tolong-mmohnglab
kalian dalam kebaikan dan takua:" (QS. Al-Maa-idah: 2). Dan inilah
dalil yang paling baik untuk dijadikan dasar bagira'ziya.h.
HADTTS NO.4s1 (SHAHTH)
Dan telah ditegaskan di ddam l<ttrb ash-Shabihbahwa Rasulullah
ffircleh bersabda:
f''.^?t 1y el$jr is 6 yr 14 l,r'
'Allah akan senantiasa menolong hamba-Nya selama hamba itu
menolong saudaranya."6
Perlu diketahui bahwa tt'ziyah dianjurkan untuk dikerjakan
sebelum dan sesudah pemakaman.
Beberapa orang sahabat kami mengatakan: ''Waktu tr'ziya.hit:u
masuk dari sejak kematian dan tens berlangsung sampai tiga hari setelah
pemakaman. Tiga hari itu menurut perkiraan, bukan pembatasan."
Demikian yang dikemukakan oleh Syaikh Abu Muhammad al-Juwaini,
salah seorang sahabat kami.
Diriwayatkan al-Khathib al-Bashdadi di dalam kttab Taariikhnva Nnh97), Ibnu
Asakir'di ddam kitab Turiihh-DitruwiQSl/gL/t\ dari Qudamah bin Muhammad,
ayahku memberitahuku &ri Bakir biri'Abdillah al-Asyii, dari lbnu Syihab, dari
Anas secara marfa'. Daoat sava katakan bahwa oada sariad hadits ini. pira riialnva
tsiaah. xlanMuhammaa oraire tua Oudamah. $ava tidak men&patkair biosrafinya
s"rira iekdi. Hadits ini diriwavitkan Gnu ebi Sviibah di ddam k:rab al-Mishaniaf
(IIy386) dari Abu Maudud, dari Tha'mah Ibnu'Ubaidillah bin Kuraiz, ia berkata
(lalu ia menyebutkan hadis tersebut seqra ma.uqufi. Dan sanadnya iryyid,parariidnya
t"r.* i*ie\n tsrqdt, tetapr ra berstatus rnursal.oan A,iqf tidak menimbulkad mt dharit,
t"#ni iru ddak &pat diunekapLan-derreao pendaoat dan iitihad. Dan
telah diriwYava'tkan pula secari marfi'?ari Anas. Sicaria kesiluruhan, hadits ini
basan ligbaifihi, insyi Atl4b
& Shahiih Kitaab al-Adzleam ua Dw'iifuhu, Syaikh Sdim al-Hilali no. 32 1 . Diriwayatkan
oleh Musli,,r e6gg).
Dzikir-Dzikir ketika Sakit dan Seputar Kematian ... 479
Sahabat kami yang lain mengungkapkan: "Dan dimakruhkan
untuk bene'ziyeh setelah tiga hari berlalu dari hari kematian. Sebab,
tt'ztyah iru dimaksudkan unruk
hati orangyang men&pat
musibah. Dan biasanya hatinya akan menjadi tenang kembali setelah
tiga hari berlalu dari musibah kematian yang menimpanya, sehingga
tidak perlu lagi setelah itu membangkitkan kembali rasa sedihnya."
Demikian yang dikemukakan oleh kebanyakan dari kalangan sahabat
kami.
Abul 'Abbas bin al-Qadhi, salah seorang dari sahabat kami
mengatakan, "Tidak ada masalah untuk berta'ziyah setelah tiga hari,
bahkan ta'ziya,h itu berlaku selamanya meskipun telah berlangsung
lama."
Ini juga dikatakan oleh Imam al-Haramain dari sebagian orang
sahabat kami.
Dan yang tepat untuk menjadi pilihan, bahwa a'ziyah itu tidak
perlu dilakukan setelah tiga hari, kecuali dalam dua bentuk (keadaan)
yang dikecualikan oleh para sahabat kami atau sejumlah orang dari
mereka. Kedua bentuk itu adalah sebagai berikut: Jika orang yang
bent'ziya.h atau keluarge.ytngtertimpa musibah itu tidak berada di
tempat saat pemakaman dan akan kembali setelah tiga hari.
Para sahabat kami pun mengemukakan: "Ta'ziyah setelah pema-
kaman lebih utama daripada sebelum pemakanan, karena sebelum
pemakaman, keluarga yang ditinggalkan sangat disibukkan oleh
pengun$an pemakaman. Selain itu, karena kesepian yang mereka
rasakan setelah pemakaman jauh lebih dalam. Hal itu dilakukan jika
tidak tampak pada diri orang-orang yang mendapat musibah itu rasa
sedih yang sangat berat. Dan jika tampak pada mereka kesedihan yang
berat, maka akan lebih baik jika a'ziyah itu didahulukan dengan
tujuan untuk menenangkan mereka. \Vallaabu Ta'ak a'lam.
Pembabasdn 7:
Penyamp aian T a' ziyah.-r'"t'
Disunnahkan untuk menyampaikan ta' ziyah itu kepada seluruh
anggota keluarga yang ditinggalkan serta semua kaum kerabatnya, baik
yang tua maupun yang masih anak-anak, laki-laki maupun perempuan,
Dzikir-Dzikir ketika Sakit dan Seputar Kematian ...
kecuali wanita muda, maka tidak boleh diberi tiziyeh kecuali oleh
mahramnya saja.
Para sahabat kami mengatakan, "Berti ziyah kepada orang-orang
shalih dan orang-orang yang lemah dalam menghadapi musibah serta
anak-anak sangatlah ditekankan."
Imam asy-Syaf i dan beberapa omng sahabat kami iirr fil1 mengate-
kan, "Dimakruhkan untuk duduk-duduk dalam bent'ziyah."
Mereka mengungkapkan bahwa yang dimaksud dengan duduk
di sini adalah berkumpulnya keluarg y^ngditinggalkan di sebuah
rumah dengan tujuan untuk menyambut orang-oran g y{Lgberta'ziyah
kepada mereka, tetapi sepatutnya mereka melakukan aktivitas untuk
memenuhi kebutuhan mereka. Dalam hal duduk-duduk ini, tidak ada
perbedaan antara laki-laki dan perempuan. Hal itu disampaikan secara
$.tegas oleh al-Mahamili, yang ia nukil dari nash asy-Syafi'i
Hukum makruh ini bersifat tanzih jika tidak dibarengi dengan
perbuatan bid'ah lainnya. Dan jika dibarengi dengan aktivitas bid'ah
lainnya yang diharamkan, seperti yang sudah banyak menjadi tradisi,
maka yang demikian itu merupakan perbuatan haram yang paling buruk,
karena perbuatan itu disebut sebagai sesuatu yangmubdats.
HADTTS NO.4s2 (SHAHTH)
Dan telah ditegaskan di dalam hadits shahih:
f\' .tY* Y t b *,r.ri),Y by
"Sesungguhnya setiap yang muhdats (suatu praktek yang baru
dalam ibadah) adalah bid'ah dan setiap bid'ah adalah sesat."67
Pembabasan 2:
Ucapan ketika T a' ziy ah.'v'"''
Adapun ungkapan dalam a'ziyah tidak ada batasan tertentu.
Dengan kalimat apapun, te'ziyrh itu bisa dilakukan. Beberapa orang
67 Sbahiih Kitaab al-Adz*aar ux Dlw'iirtrta,Syaikh Salim al-Hilali no. 322. Diriwayatkan
oleh Muslim (no. 857).
Dzikir-Dzikir ketika Sakit dan Seputar Kematian ...
sahabat kami menganjurkan dalam ta'ziyrtkepada orang muslim yang
ditinggal wafat oleh orang muslim fiigaagar mengucapkan:
*t..:d*J ,lity;;1b ;!?f ii,r p-i+f"
*Mudah-mudahan Allah memperbesar pahalamu, memperbaiki
keadaanmu, serta memberi ampunan kepada orang yang mening-
galkanmu."
Dalam tt'ziyah kepada orang muslim yang ditinggal mati oleh
orang kafir adalah dengan mengucapkan:
".lity';;i: ,:!?i lirr ;[+f,
"Mudah-mudahan Allah memperbesar pahalamu dan memperbaiki
keadaanmu."
Sedangkan berta'ziyah kepada orang kafir yang ditinggal wafat
oleh orang muslim adalah dengan mengucapkan:
' .|r*J,*t ,3ity ltr';,;1.
"Mudah-mudahan Allah memperbaiki keadaanmu dan membe-
rikan ampunan kepada orang yang telah meninggalkanmu."
Dan tr'ziyah kepada orang kafir yang ditinggal mati oleh orang
kafir adalah dengan mengucapkan:
'.'dlbht'rjitYl'
"Mudah-mudahan Allah memberi pengganti kepada Anda."
HADTTS NO.4s3 (SHAHTH)
Apa yang kami riwayatkan di ddam Sbdhih al-Bukhai darL Sbdbih
ZidMuslim dari Usamah bin
qi!?-r, dia berkata bahwa salah seorang
puteri Nabi ffi perneh mengirimkan utusan kepada beliau rntuk
memanggil sekaligus memberitahu beliau bahwa bayi atau seorang
anaknya tengah mengadapi kematian. Maka, beliau berkata kepada
utusan itu:
482 Dzikir-Dzikir ketika Sakit dan Seputar Kematian ...
k*ei tcis'.ret sJ6i of ap:a wYq'tr
'i**6)'*Ag A';i 6i5C'.,-ct ,.1 0)zo&
s,
.,!?t{
*Kembalil"h kr*r., d* b.ritrhukan k"p^d^iry^b"h*" Allah
Ta'a.le. berhak mengambil dan Dia berhak pula memberi. Dan
segala sesuatu yengada di sisi-Nya adalah dengan batas waktu
tertentu. Karenanya, perintahkan kepadanya untuk bersabar dan
mengharap pahala dari Allah." (kemudian ia menyebutkan
hadits selengkapnya).68
Dapat saya katakan bahwa hadits ini merupakan lcaidah Islam
yang paling agung, yang mencakup berbagai hal penting, baik menyang-
kut pokolr-pokok dan cabang<abang agama, etika, serta bersabar ddam
menghadapi semua musibah yang menimpa, berbagai macam kesulitan
dan penyakit, maupun yang lainnya.
Makna kalimat: 1et v aw +3fy, adalah bahwa alam seisinya ini
secara keseluruhan adalah milik Allah Ta'ala, sehingga Dia tidak akan
mengambil apaya,:nrgmeniadi milik kalian, taapiDia mengambil apayang
memang menjadi milik-Nya yangada,pada kalian sebagai pinjaman.
Sedangkan makna: eF|6{i 5ladalehbahwa ap^yangtelah Dia
berikan kepada kalian tidak keluar dari kepemilikan-Nya, tetapi
semuanya itu tetap menjadi milik-Nya. Dia bisa berbuat apa saja
terhadapnya sesuai dengan kehendak-Nya. Dan segala sesuatu yang
ada di sisi-Nya adalah dengan batasan tertentu. Oleh karena itu,
janganlah kalian berkeluhkesah. Sebab, sesungguhnya orang yang
dipanggil menghadapNya berarti batas waktu yang ditetapkan baginya
sudah tiba. Dan mustahil untuk mengundurkan atau memajukannya.
Jika kalian sudah mengetahui semuanya ini, maka bersabarlah kalian
dan berharaplah akan pahala atas musibah yang menimpa kalian.
Vallaabu a'krn.
HADTTS NO.4s4 (SHAHIH)
Kami juga meriwayatkan di dalam Sunan an-Nasa-i dengan sanad
yang hasan, dari Mu'awiyah bin Qurrah bin Iyas, dari eyahnya **,o,
68 Shdhiih Kiraab al-Adzkaar un Dlwiifuhr4,Syaikh Salim at-Hilali no.323. Diriwayatkan
oleh al-Bukhari (trV151 -Fat-hul'Baar) ilan juga Muslim (923).
Dzikir-Dzikir ketika Sakit dan Seputar Kematian ... 483
!4*" ENabi pernah kehilangan seorang Sahabatnya (dari hadapannya),
pr'lalu beliau menanyakan rentang keberadaannya. Maka, *.rik"
menjawab, "\fahai Rasulullah, anaknya yang pernah engkau lihat dulu
telah meninggal dunia."
Kemudian, Nabi ffi menemui Sahabatnya itu dan menanyakan
tentang_anaknyatersebut, maka dia memberitahu beliau bahwa anaknya
itu telah meninggal dunia. Lalu beliau pun menyampaikan ta'ziyah
kepadanya, dan kemudian beliau bersabda:
| \f ,'!:# yr6,,l' i -,*\",;( otr tii riyi r;,
!i&'rsisrri,t\F, ?Gt qr.6.is g,k
't'tJJ ltk-
"\fahai fulan, mana yang lebih engkau sukai: engkau bersenang-
senang dengannya sepanjang umurmu atau kelak (pada hari
Kiamat) engkau tidak mendatangi saru pinru pun dari pintu-pintu
Surga melainkan engkau telah mendapatinyetelah men&hului
dirimu ke pintu Surga dan membukakannya untukmu?"
Dia berkata, "'S7ahai Nabiynrllah, aku lebih menyukai ia menda-
huluiku ke Surga,lalu membukakan pintunya untukku."
Maka, beliau pun bersabda, 'Yang demikian irulah untuksru."5e
8*f -.illfo-BeajiiihgabqaihmwaerIiwmaaymatkaasny-Sdyeanfgi'ianpesrannaahdnmyaemdtbdeariltmahr uMkaannaakqlpibadasay--
nya bahwa'AMurrahman bin Mahdi ,rtig dfuinggal wafat oleh anaknya,
maka 'AMurrahman pun benar-benar merasa sangat berduka, sehingga
Imam asy-Syafi'i ,o!tr mengirimkan pesan kepadanya:
6' Shrtiih Kitaab al'Adzkaar uta Dha'iifubu, Syaikh Salim al-Hilali no.324.Hadits ini
shahih. al-H"kir" riTlsa)
Diriwayatkan oleh an-Naia-i (iv/zll.Ahmad fvl35).
melalui ialan Syi'bah, ia berkau 'Abu Iyas -vaiiu O"r.afr Lin Ir{iiawivah- *.rrrb.r(
tahu kami, daii ayahnya 0alu dia meny6butlan hadits itu ssramarfir\." Al-Hakim
mengatakan: "(FIadits-ini) benanad shihih." Dan disepakati oleh
katakan: 'Hadits tersebut sama seperti yane dikemuk;kan oleh ke^dduaLn-vfar^(^abl-i.Hsa^kui^n
dan adz-Dzahabi)." Hadits ini fremilikiiatu svahid dari hadits rb;i:ii;;. Ai-
Haitsami mengatakan di dalam futab Maimaa'ui Zaanaa-id [IV10): "Diriwavatkan
oleh ath-Thabiani di ddam kitab al-Kabiir dari hadits Ibrahim bin'Ubaidtan ia
segratrg yang dha'if, namun rijal lainnya m*iltsilq
7_^0 Lihat l<ttab,Manaaqibasy-Syaaf (terpercaya)."
i W9O9l).
Dzikir-Dzikir ketika Sakit dan Seputar Kematian ...
"Ifahai saudaraku, berbelasungkawalah engkau kepada dirimu
sendiri sebagaimana engkau berbelasungkawa kepada orang lain, serta
anggaplah buruk perbuatanmu sebagaimana engkau menganggap
perbuatan tersebut buruk jika dikerjakan orang lain. Dan ketahuilah
brh*" musibah yang paling menyedihkan a&lah hilangnya kegembiraan
dan terhalangnya pahala, lalu bagaimana jika keduanya dibarengi dengan
perolehan dosaP Oleh karena itu, terimalah jatah yang menjadi bagianmu.
\Ufahai saudaraku, jika ia sudah mendekat denganmu sebelum engkau
mencarinya, sungguh ia telah menjauh darimu. Mudah-mudahan Allah
menganugerahkan kesabaran kepadamu saat musibah itu datang, dan
semoga Dia memberikan pahala kepada kami dan juga dirimu atas
kesabaran."
Imam asy-Syafi'i juga mengirimkan pesan kepadanya:
Y,e 6'"!;-ir;\
i'rJ' *',F,t;iilt',y
'g.
..lro{. -'-, crrt?- t.r*7l
4;+ cgLrl
r.g-:r.elt
t' J\$b!:t'afir't2'
*Sesungubnya aku bma'ziah kepadamu,
bukan berarti aku benar-bmar yahin ahan abadi sehmanya,
mehinkan karena ia rnerupakan Sunnah d.garnd.
Dan ti"dakkh orangyangdita'ziabi itu akan kekal setehh
he rnat ian ke I uargany a,
dan tidak puh orangyang ba'ziyah itu a,kan wap kekal maki
setnpdt hidup beberapa anktu."
Ada seseor arLg y an1 mengirimkan surat kepada beberapa orang
saudaranya untuk berbelasungkawa atas kematian anaknya:
"Amma ba'du.
Sestrngguhnya bagi orang tua, seorang anak merupakan kesedihan
sekaligus fitnah. Jika kematiannya (anak) didahulukan, maka yang
demikian itu anugerah sekaligus rahmat, karena itu janganlah engkau
Dzikir-Dzikir ketika Sakit dan Seputar Kematian ...
gundah gol*" atas hilangnya kesedihan dan fitnah dari dirimu, dan
janganlah engkau menyia-nyiakan pengganti yang telah diberikan
AllahJE kepadamu berupa anugerah dan rahmat-Nya."
Musa bin al-Mahdi pernah berkata kepada Ibrahim bin Salim
sa tbertt'ziyah kepadanya atas kematian pureranya: "Anakmu telah
membuatmu bahagia, padahal sebenarnya ia itu merupakan cobaan
dan fitnah, dan dia sempat membuatmu sedih, padahal ia merupakan
anugerah sekaligus rahmat."
Ada seseoran g yxlgberta' ityth kepada orang lain seraya berkata:
"Hendaklah engkau bertakwa kepada Allah seraya bersabar. Dengan
kesabaran itulah seorang yang mengharapkan pahala akan memperoleh
pahala, dan kepada kesabaran itu pula orang yang kecewa itu kembali."
Lain lagi dengan seseorang yang berta'ziyah kepada orang lain
seraya berkata: "Orang yang akan menghasilkan pahala bagimu di
akhirat lebih baik bagimu daripada orang yang membuatmu berbahagia
di dunia."
$',Dari 'Abdullah bin 'Amr bahwasanya ia pernah mengubur-
kan anaknya dan dia tertawa saat menguburkannya. Lalu ditanyakan
kepadanya, "Mengapa engkau tertaqra di dekat kuburan ini?" Dia
menjawab, "Aku bermaksud menghinakan syaitan."
Dari Ibnu Juraij ,iM, dia berkata, "Barangsiapa tidak bersabar
pada saat mendapatkan musibah dalam rangka mendapatkan pahala dan
introspeksi diri, maka dia telah berbuat liar seperti liarnya binatang."
Dari Hamid al-A'rai, dia mengatakan, "Aku pernah menydssikan
ffiSa'id bin Jubair mengatakan tenrang anaknya -dan dia dalam
keadaan melibatnya-: "Sesungguhnya aku mengerahui sebaik-baik hal
yangdapadanya." Ditanyakan, "Apakah hal tersebut?" Dia menjawab,
'Apabila dia meninggal dunia, maka aku mengharapkan pahala
karenanya."
Dan dari al-Hasan al-Bashri ,o!9, bahwasanya ada seseorang yang
berkeluh kesah atas kematian anaknya seraya mengadukan hal tersebut
kepadanya, maka al-Hasan pun mengatakan, "Bukankah anakmu itu
sering tidak bersamamu?"
Dia menjawab, 'Ya. Ketidakhadirannya di sisiku lebih banyak
daripada kehadirannya."
Dzikir-Dzikir ketika Sakit dan Seputar Kematian ...
Lebih lanjut, al-Hasan mengatakan,'Sudah, biarkan saja dia
tidak bersamamu, karena sesungguhnya dia itu tidak hilang darimu
tanpa memberikan pahala kepadamu. Ketidakhadirannya bersamamu
akan memberikan pahala lebih besar kepadamu daripada kehadirannya
bersamamu di dunia ini."
Kemudian dia berkata, "'\trflahai Abu Sa'id, rasa rinduku kepada
anakku sudah tidak lagi membebaniku."
Dan dari Maimun bin Mihran, ia berkata, "Ada seseorang yang
bena' ziyah kepada'IJmar bin'Abdul' Azb & atas kematian puteranya,
'Abdul Malik *$. Maka'I-Imar berkata, 'Apa yang menimpa'Abdul
Malik adalah suatu hal yang sudah kami ketahui. Karena itu, saat ia
datang maka kami pun tidak mengingkarinya.'"
Dari Basyar bin'Abdillah, dia berkata, 'LJmar bin'Abdul'Aziz
pernah berdiri di atas kuburan puteranya, 'AMul Malik, seraya berucap,
"Vahai anakku, semoga Allah mengasihimu. Dulu, engkau dilahirkan
ddam keadaan s€rxrg, dan dibesarkan ddam keadaan penuh bakti, dan
apayarngaku sukai lalu aku memintanya kepadamu, maka kamu akan
memenuhinya,."
Dan dari Maslamah, dia berkata,"Padt saat'Abdul Malik bin
'I-Jmar meninggal dunia, ayahnya.membuka penutup wajahnya seraya
berucap,'Mudah-mudahan Allah mengasihimu, wahai anakku. Aku
sangat berbahagia dengan kehadiranmu saat aku diberitahu tentang
kelahiranmu. Dan denganmu aku telah cukup berbahagia sepanjang
umurku. Dan tidak ada saat yang paling menggembirakan diriku melebihi
saat ini. Demi Allah, engkau akan mengajak ayahmu masuk Surga."
Abul Hasan al-Mada-ini mengatakan,'lJmar bin'Abdul' Aziz
pernah masuk menemui puteranya saat ia sakit, lalu ia berkata, 'I(ahai
puteraku, y^n1engkau rasakan?'
^pt
Anaknya menjawab, 'Aku merasa ajalku sudah dekat.'
Ayahnya berkat4 'Ifahai anakku, sungguh englau berada di dalam
timbanganku lebih aku zukai daripada aku berada di dalarn timbanganmu'
Dia pun menjawab,'\(ahai ayahandaku, apa yangengkau sukai
lebih aku sukai daripada arp^y^ngaku sukai.'
Dari Juwairiyah bin Asma' dari pamannya, bahwasan ya ada tiga,
o'raog bersaudara ikut bergabung dalam perang Tustar hitgg. akhirnya
mereka mati syahid. Pada sturtu hari, ibu mereka pergi ke pasar untuk
Dzikir-Dzikir ketika Sakit dan Seputar Kematian ...
membeli keperluannya,lalu ia dijumpai oleh seorang laki-laki kota
Tustar. Dan ternyara dia mengenal laki-laki itu. Lilu, wanita itu
menanyakan kepadanya tentang keberadaan anaknya, maka dia pun
menjawab, "Mereka semua telah mati syahid." Maka, dia bertanya,
"Apakah mereka gugur saat maju atau mundur?" Dia menjawab, "Saat
mereka tengah maju." Lalu, wanita itu pun berkata,"Albamdulillaah,
mereka benar-benar memperoleh keberuntungan menjaga orang-orang
yang memang seharusnya mereka lindtrngi. Demi diriku, ayah dan ibuku.;
K*a adz-dzimaar berarti keluarga seorang laki-laki dan juga
lglaingra yang berhak mendapatkan perlindungannya. Dan ucapannya:
"baatltuu" berarti menjaga dan memilihara.
SAnak laki-laki Imam asy-Syafi'i meninggal dunia, maka dia
mengungkapkan:
il',l,.;l,6 ri(i 11 ]i3lr r;,
.t-2?z Otjl--.. o( )6 a:'t
Sl
*Tid"akkb masa itu melainhan seper-ti ini, karenanya bersabarlah
tohadapnya,
musnabnya barta atau berpisab dengan ord.ngtqcinta.'
Abul Hasan al-Mada-ini mengatakan: 'Al-Hasan, orang tua
'Ubaidillah bin al-Hasan meninggal dunia, sedang pada saai itu
'Ubaidillah menjadi hakim sekaligus Gubernur di Bashlah, sehingga
banyak orang yang bena' ztyrtkepadanya. Lah:, mereka membanding!<an
antara keluh kesah'Ubaidillah dengan kesabarannya, sehingga mereka
sepakat, jika dia meninggalkan apa yang rengah dia kerjakin, berani
dia berkeluh kesah."
Dapat saya katakan: "Mengenai hal ini cukup banyak arsar, dan
saya hanya menyebutkan sebagian darinya, agar buku ini tidak lepas
dari isyarat kepada hal tersebut. Valkabu d,'la.rn."
Pembahasan 3:
Musibah Penyakit Tha'un.
Sekitar masalah penyakit tha'un yang pernah terjadi pasa masa
Islam. Tujuan dari pembahasan masdah ini addah unruk menanamkan
Dzikir-Dzikir ketika Sakit dan Seputar Kematian ...
kesabaran dan keteguhan dalam menghadapi cobaan. Musibah yang
menimpaseseorang itu kecil s9k_ali jika dibandingkan dengan musibah
yang menimpa orang-orang sebelumnya.
Abul Hasan al-Mada-ini mengatakan, "Penyakit tha'un yang
besar dan cukup populer dalam Islam ada lima macam, yaitu:
Pertama: Tha'un Syiruuaih, yang pernah melanda kota Mada-in
pada masa Rasulullah ffi, ahw ke-6 H.
Kedua: Tha'un 'ArnutAs, ytngterjedi pada masa 'tfmar bin al-
&Khaththab di negeri Syam (Syria). Dalam peristiwa itu ada 25.000
jiwa meninggal dunia.
Ketiga: Tha'un yang terjadi pada masa Ibnuz Zubtir pada bulan
Syawwal tahun ke-69 H. Peristiwa itu berlangsung selama tiga hari,
yang setiap harinya menelan korban 70.000 orang. Akibat peristiwa
$itu pula 83 orang anak Anas bin Malik meninggal dunia. Ada juga
yang menyatakan, 70 oranganak. Sedangkan'Abdurrahman bin Abi
Bakrah kehilangan 40 orang anak.
Keempat: Tha'un al-Fatayat, yang terjadi pada bulan Syawwal
pada tahun 87 H.
Kelima: Tha'un yang terjadi pada bulan Rajab pada tahun 131 H.
Dan penyakit itu semakin parah pada bulan Ramadhan. Di Sikkatul
Marbad, setiap harinya ada seribu orang meninggal. Dan kemudian
menurun pada bulan Syawwal.
Dan di Kufah juga pernah terjadi tha'un pada tahun 50 H, pada
peristiwa inilah al-Mughirah bin Syu'bah wafat." Demikianlah akhir
dari ungkapan Abul Hasan al-Mada-ini.
Di dalam kitab al-Ma'aarif,Ibnu Qutaibah menyebutkan dari
al-Ashma'i, ia sempat menghitung macam penyakit tha'un yang
jumlahnya sama seperti di atas, dengan adarryapenambahan dan pengu-
rangan. Dia mengemukakan: "Disebut tha'un alfatayat, karena penyakit
ini pada mulanya menyerang para gadis di kota Bashrah, \[asith, Syam
dan Kufah. Dan disebut tha'un al-asyraf, karena wabah penyakit ini
telah mematikan banyak orang-orang terhormat."
Lebih lanjut,Ibnu Qutaibah mengatakan, "Kota Makkah dan
Madinah tidak pernah dilanda oleh penyakit tha'un ini sama sekali."
Dzikir-Dzikir ketika Sakit dan Seputar Kematian ...
Masalah ini cukup luas ruang lingkupnya. Dan apa-y^ngs y^
sampaikan di atas sebagai isyarat atas apa yang tidak saya sampaikan.
Dan saya telah menyampaikan pasal ini lebih panjang dari ini di awal
kitab Syarbu Sbahih Muslim ,i,gig. Vabillaahit taufiiq.
Pasal22
DIBOLEHKAN MEMBERITAHU SAHABAT.
SAHABAT MAYIT DAN KERABATNYA ATAS
KEMATIANNYA DAN DIMAKRUHKAN
MELAKUKAN NA'YU
HADTTS NO.4ss (HASAN)
Kami telah meriwayatkan di dalam kitab at-Tirmidzi dan Ibnu
Majah dari Hudzaifah .$l,, ia berkata: "Jika aku meninggal kelak,
janganlah kalian memberitahu seorang pun mengenai kematianku,
karena sesungguhnya aku takut pemberitahuan iru akan menjadi na'yu
(pemberitahuan kematian), karena sesungguhnya aku pernah mendengar
Rasulullah ffi melxang ni ytt."7 |
At-Tirmidzi mengatakan, "Hadits hasan."
HADITS NO.456 (DHA',IF)
Kami telah meriwayatkan di ddam kitab at-Tirmi&i dari 'AMullah
bin Mas'ud **b, dari Nabi E, beliau bersabda:
'.i)^At )* q dt oy;drt €6).'
Jauhilah oleh kalian na';ru, karena na'yu itu termasuk dari
perbuatan Jahiliyyah."'z2
7' Shahiih Kitaab al-Adzfuar ua Dba'iifuhu. Svaikh Salim al-Hilali no. 325. Hadits ini
hasan. Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi (966). Ibnu Maiah fi476\.Ahmad N/385
dan 406), d-Baihaqi W/74\,eJ-\Iizztdi di'lani kitaV fataz;;kt K;maat NtiZe aan
377) melalui bebeiaia jalan dari Habib bin Sulaim al-'Abbasi, &ri Bilalbin Yahya,
dari Hudzaifah Ibnul Yaman. At-Tirmidzi meneatakan: "Hadits basan sbabib.;
Dapat saya katakan bahwa sanad hadits ini hasih, sebagaimana y' ang dikatakan
oleh al-Hifizh Ibnu Hajar di ddam kitab Fat-bul Saar; @./ttZ).
72 Shahiih Kitaab al-Adzhaar an Dha'iifuba,syail<h Salim al-Hilali no. 131. Hadits ini
dha'if. Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi (fA+) secera marfu'. Dan dia meriwayatkan
490 Dzikir-Dzikir ketika Sakit dan Seputar Kematian ...
Dan ddam sebuah riwayat dari'AMullah, dia tidak mv{a'nyt
At-Tirmidzi mengatakan, "Dan ini lebih shahih dari riwayat
yangmarfu'."
At-Tirmidzi mendha'ifkan kedua riwayat tersebut.
HADTTS NO.4s7 (SHAHIH)
Kami telah meriwayatkan di ddam ash-Shahihain (Shahih al-Bukhari
Edan Shahih Muslim) bahwa Nabi pernah memberitahukan kematian
an-Najasyi kepada para Sahab atnya."73
HADTTS NO.4s8 (SHAHIH)
EKami telah meriwayatkan di dalam asb-Sbahihainbahwa,Nabi
pernah bersabda mengenai seoftmg m y^tyang mereka makamkan pada
malam hari sedang beliau tidak mengetahuinya, "Mengapa kalian tidak
memberitahukan kematiannya kepadaku?"7a
Para ulama dan juga,pramuhaqqiq serta banyak dari sahabat
kami serta yang lainnya mengatakan, 'Dianjurkan untuk memberi-
tahukan kematian seseorang kepada anggota keluarga, kerabat, dan
teman-temartnyadengan berdasarkan pada kedua hadits di atas.
Mereka mengatakan: "Na'yu (pemberitahuan kematian) yang
dilarang adalah na'1ru yang biasa dilakukan oleh kaumJahiliyyah, di
mana kebiasaan mereka itu jika salah seorang yang terhormat dari
mereka meninggal dunia, maka mereka akan mengirim rombongan ke
beberapa kabilah ser,Iya menyerukan, "Celaka si fular," atau "Celakalah
bangsa Arab." Aninya, binasalah bangsa Arab dengan kebinasaan si
fulan. Nr'y, itu dibarengi dengan jeritan dan tangisan.
iura secara matquf bnAbu Hamzah, dari Ibrahim, dari'Alqamah, dari'Abdullah'
A;-Tirmidzi me'neaakan:'Hadits ini vane lebih shahih. Dair Abu Hamzah addah
Maimun d-A'warl dan menurut ahli hadits, dia bukan seorang yang kuat. Lebih
laniut. at-Tirmidli mensatakan: 'Hadits 'Abdullah adalah hi&ts Easan phaib."
Dairat saya katakan bahba sanad hadits ini dha'if, karena di dalamnya tirdapat
Abi Harfizah, sedang saya telah mengetahui bahwa-dia seoralrg yang d[ra'if.
7t gidhiih Kit4abal-AdzkaaruaDba'iifiibot, Syaikh Salim al-Hilali no.326.Diriwayatkan
oleh al-Bukhari (IIV116 dar,2O2iena'Vfi,/tgt) dan Muslim (951).
*i71 Sbahiih Kira4bal-Adzha4runDlu'iifi,thu, Syaikh Srlim ,1-11^ no.327. Diriwayatkan
oleh al-Bukh @/ 20$205) dan-Muslim (956).
Dzikir-Dzikir ketika Sakit dan Seputar Kematian ...
Penulis kftab al-Haaai dankdangan sahabat kami menyebutkan
dua dalil untuk sahabat kami dalam mensunnahkan pemberitahuan
kematian si mryit dan penyebaran berita mengenai kematiannya melalui
pengumuman. Sebagian dari mereka mensunnahkan hal tersebut bagi
ma.yat asing (bukan keluarga) &n mayat dekat fteluarga), karena hal fuu
akan memperbanyak orarrg yang ikut menshdatkan dan mendo'akannya-
Sebagian lain mengatakan: "Disunnahkan hal tersebut bagi mayat
yang bukan keluarga dan tidak disunnahkan bagi anggota keluarga."
Dapat pula saya katakan: "Yang layak menjadi pilihan adalah
disunnahkan secara mutlak jika hanya sekedar membeiitahukan."Ts
Pasal 23
UCAPAN KETII(A MEMANDII(AN
DAN MENGI(AFANI MAYIT
Disunnahkan untuk banyak berdzikir kepada Allah Ta'ala dan
mendo'akan si mayit saar memandikan dan mengkafaninya.
Para sahabat kami mengatakan bahwa jika orangyang memandikan
melihat sesuatu yang menakjubkan dari si mayit, seperri misalnya
pancaran sinar wajahnya, bau wangi tubuhnya dan lain sebagainya,
maka disunnahkan baginya untuk memberitahukan hal tersebut kepada
orang-orang. Dan jika dia menyaksikan sesuaru yang ridak disukai
seperti buramnya wajah, bau busuk, juga pergeseran anggora rubuhnya,
sena perubahan bentuknya, dan lain sebagiannya, maka diharamkan
baginya untuk memberitahukan hal tersebut kepada siapa pun.
HADITS NO. 4s9 (DHA',IF)
Mereka berddil dengan apeyerLgkami riwayatkan di ddam Sunan
Abi Dawud dan Jaami' at-Tirmidzi deri Ibnu 'Umar vp1g, bahwa
Rasulullah ffi pernah bersabda:
75 Di dalam catatan kaki (alif): "Dp qelah saya jelaskan masalah ini di ddam hitab,
syarh shahih al-Bukbari dan svarb shrtih Mxslirn. Di dalamnva sava menehimoun
beberapa pendapat para imarir yang disenai dengan beberapi hadits dan i't
saya telah-merinlekas tuiuannyi di;ini. Oleh kaiena itu. blaei vane berkein"sr,in'da"no
urituk menambfiinforriasi, niaka silahkan ditelaah sendiri. tttabitt^ilt il u"fifq.
Dzikir-Dzikir ketika Sakit dan Seputar Kematian ...
' )$rG * gt t,€'fi r:'6 ftf\i"
"Sebutkanlah berbagai kebaikan orang yang meninggal diantara
kalian dan tahanlah diri kalian untuk menyebut keburukan-
keburukannya."76
Hadits ini didha'ifkan oleh at-Tirmidzi.
HADTTS NO.460 (SHAHTH)
Kami telah meriwayatkan di dalam kitab as-Surun al-Kabiir, k.ryt
at-Baihaqi dari Abu Rafi', bekas budak Rasulullah ffi,bahsraRasulullah
ffi rcbh bersabda,
*' .i7',fi:|ii iirr ,*'fI" *j!;'r;,'
"Baranpiapa memandikan seorang mayit lalu ia menutupi (aib)nya,
maka Allah akan memberikan ampunan kepadanya sebanyak
40kali."n
Dan diriwayatkan oleh al-Hakim Abu'Abdillah di dalam kitab
al-Mustadrak'alasb Shabihain, dan dia mengatakan: "Hadits shahih
sesuai syarat Muslim."
Kemudian, mayoritas sahabat kami menyebut masalah ini seperti
yangsay^ kemukakan.
'16 Shdhiih Kitaab al-Adzkaar au Dha'iifubr.r, Syaikh Salim al-Hilali no. 132. Hadits ini
dha'if. Diriwayatkan oleh Adbauri'DAathwaud'di(r4i90Ib0)hdua'InJmata-Tr,irmiaidbezirk(a1t0a1:9u)Rmaseulalululliahialaffni
'Imran bin Arias al-Makki
bersabda 0alu dia menvebutkan hadits ini selenekapnya)." At-Tirmi&i mengatakan:
"Hadits iii gbarih,sayi pernah mendengar M;hamiild mengatakan, 'Im"ran bin
Anas al-Malki berh'adits rnunkar.'" Din saya katakan: "Ia rfremang sepeni yang
dikatakan oleh at-Tirmidzi."
77 Sbabiih Kitaabal-AdzkaaruaDba'iifuhz. Svaikh Salim al-Hilali no. 328. Hadits ini
shahih. Diriwayatkan oleh al-Hakim A354 dan 362), al-Baihaqi 0Iy395) melalui
ialan Abu 'Abdirrahman al-Munqiri, Sa'id bin Abi Ayyub miniberitahu kami,
Syarhabil bin Syuraih memberitahiku, dari'Ali bin R"6fi al-Lakharni, ia berkata:
"Aku pernah niendengar Abu Rafi' memberitahukan bahwa Raulullah flE bersabda
(lalu ii menyebutLan hadits itu selengkapnya)."
Al-Hakim mensatakan: "Shahih atas svarat Muslim.'Dan disepakati oleh adz-
Dzahabi. Dan Japat saya katakan bahiva hadits tersebut meming seperti yang
drkatakan keduanya-
Dzikir-Dzikir ketika Sakit dan Seputar Kematian ... 493
Abul Khair d-Yamani, penulis l<rtab al-Bayaaz mengamkan: Jika
orang yang meningg"l it" seorang pelaku bid'ah dan suka menyuarakan
bid'ah, lalu orang yang memandikan itu melihat ptdanya apayang
tidak disukai, maka menurut pengenian 9iyas, dia diperbolehkan unruk
memberitahukannya kepada orang-orang"m, eelg-arkuhkaalntersebut menjadi
perin gatan bagi o rang-orrn g untuk-tidak bid' ah. "
Pasal24
DZIKIR SHALATJENAZAH
Perlu diketahui bahwa shalat jenazahfuu fardhu kifayah. Demikian
halnya dengan memandikan, mengafani, dan menguburkannya. Semuanya
itu telah menjadi kesepakatan.
Y*g menjadikan kewajiban shalat jenuahini gugur ada empat
macam:
Pertama, yang paling shahih menurur kebanyakan dari sahabat
kami, kewajiban shalat jenazthini akan gugur karena sudah ada satu
orang yang mengerjakan shalat.
Ke&.a,kewajiban shalat jenazahini menjadi gugur dengan adanye
dua orang yang melakukannya.
Kaiga, kewajiban shdat jenazahini menjadi gugur dengan adanya
tiga orang yang melakukannya.
Keernpat,kewajiban ini menjadi gugur jika sudah ada empat orang
yang melakukannya. baik mereka itu mengerjakan shalat jenaza,hitu
secara jama'ah maupun sendiri-sendiri.
Tata. cara,pelalssanaan shalat jenazeh addah sebagai berikut; yaitu
dengan benakbir empar kali, ketentuan ini bersifat wajib. Karenanya,
jika ada salah satu yang tidak dipenuhi, maka pelaksanaan shalat ini
menjadi tidak sah. Dan jika ditambah menjadi lima takbir, maka
mengenai batdnya shalat ini, terdapat dua pandangan sahabat-sahabat
kami; danymglebih tepat adalah tidak membatalkannya.
Jika shalat itu dikerjakan secara berjama'ah,lalu imam mengerjakan
takbir kelima, maka jika kami mengatakan bahwa takbir kelima itu
membatalkan shdat, maka makmum boleh memisahkan diri dari imam,
Dzikir-Dzikir ketika Sakit dan Seputar Kematian ...
sebagaimana jika seorang imam berdiri untuk mengeriakan rakaat
kelima. Dan jika kami menyatakan yang lebih shahih, yaitu tidak
membatalkan shalat, maka dia tidak perlu memisahkan diri dari imam,
dan menurut pendapat yang shahih dan populer, dia tidak perlu
mengikutinya. Masih mengenai yxtgterakhir ini, ada pandangan
lemah beberapa orang sahabat kami yang menyatakan bahwa dia harus
mengikuti imam.
Jika kami berpegang pada pendapary^ngshahih, bahwa dia tidak
perlu mengikutinya, maka apakah dia harus tetap menunggunya untuk
ikut mengucapkan salam bersamanya, ataukah dia boleh mengucapkan
salam pada saat itu juga? Mengenai yang satu ini, juga terdapat dua
pandangan, tetapi yang paling shahih adalah menunggunya.
Saya telah menjelaskan semuanya itu secara gamblang disertai
dengan syarah dan dalilnya di ddam kitab, Syarhul Muhadzdzab.
Dan disunnahkan untuk mengangkat tangan pada setiap kali
takbir. Sedangkan mengenai sifat takbir, hal-hal yang disunnahkan
untuk dikerjakan dalam shalat ini, juga apayangmembatalkal;.nya,
dan cabang<abang lainnya, maka sama seperti y*g telah saya uraikan
sebelumnya di dalam pembahasan shalat shalat dan dzikir-dztkirnya.
Adapun dzikirlzl<ir yang dibaca di dalam shalat ienazah arrrara
takbir-takbir itu adalah setelah takbir pertama membaca al-Faatihah,
setelah takbir kedua membaca shalawat atas Nabi ffi, setelah takbir
ketiga membaca do'a untuk mayit. Yang diwajibkan di dalam do'a ini
addah membaca apasalayang disebut (dengan) do'a. Sedangkan setelah
takbir keempat, maka tidak diwajibkan membaca dzikir sama sekali,
tetapi disunnahkan membaca y^rlg insya Alla.b akan saya sebutkan
^p^
lebih lanjut.
Dan sahabat-sahabat kami berbeda pendapat mengenai sunnahnya
membaca ta'aanwudz dan do'a iftitah setelah takbir pertama sebelum
membaca al-Faatihah dan juga pembacaan surat al-Qur-an setelah al-
Faatihah. Dalam hal ini ada tiga pendapat, yaitu:
Pertama, disunnahkan membaca semuanya itu.
Kedua, tidak disunnahkan.
Ketiga,dan ini yang paling tepat- disunnahkan untuk membaca
ta'awuudz saja tanpa do'a iftitah dan surat al-Qur-an.
Dzikir-Dzikirketika Sakit dan Seputar Kematian ... 495
Dan mereka sepakat bahwasanya disunnahkan membaca "amin"
setelah bacaan al-Faatihah.
HADTTS NO.451 (SHAHTH)
Kami telah meriwayarkan di dalam Sbabib al-Bukhari dari Ibnu
'Abbas qHF, bahwa ia pernah mengerjakan shalat jenazah,lalu ia
membaca surat al-Faatihah, dan dia berkata:
,.;L r$ rli,t,
"Supaya kalian mengetahui bahwa ia (bacaan al-Faatihah) itu
adalah sunnah."78
Ucapan beliau: "Sunnah," semakna dengan uslpan seorang Sahabat:
"Termasuk dalam sunnah addah begini dan begini."
Demikianl"h y*g terdapat di dalam Sunan Abi Daarud, dimana
Ibnu'Abbas mengatakan: "Sesungguhnya ia termasuk sunnah."
Sehingga hadits ini berstatts rnarfu', sampai kepada Rasulullah
H, sesuai dengan apayangditetapkan dan dikitahrridi d"lr- kitab-
kitab hadits dan ushul.
Sahabat-sahabat kami mengemukakan: "Yang disunnahkan ddam
membaca al-Faatihah addah dibaca dengan pelan dartidak jahar, baik
shalat itu dikerjakan pada malam maupun siang hari." Demikianlah
pendapat yang benar lagi populer yang dikatakan oleh mayoritas
sahabat kami.
Beberapa orang dari mereka mengatakan: Jika shdat dikerjakan
pada siang hari, maka bacaan itu dilahrkan secara slr (tidak dikeraskan), dan
jika dikerjakan pada malam hari, maka dibaca deng&jdhar (suara k *o)."
Sedanglsn setelah takbir kedua, maka kewajiban minimal adalah
membaca shalawat:
,.rx;) e"e|ll',
,
"Ya Allah, limpahkan kesejahteraan kepada Muhammad. "
78 $dhiib Kitdabal-Adz*zarunDb4'iil1hil,Syaikh salim al-Hilali no.32g.Diriwayarkan
oleh al-Bukhari @./203 - Fat-hu[ Baail'.
Dzikir-Dzikir ketika Sakit dan Seputar Kematian ...
Dan disunnahkan pula membaca:
&tt.1 .rf,6.ta2a) )T
"Dan juga keluarga Muhammad."
Tetapi hal tersebut, menurut mayoritas sahabat kami tidak
diwajibkan. Sebagian sahabat kami juga menyatakan bahwa hal itu
wajib. Namun, pendapat yang terakhir ini syadz lagi lemah.
Dan disunnahkan pula pada saat itu untuk mendo'akan orang-
orang mukmin, laki-laki maupun perempuan, jika waktunya memadai.
Yarg demikian adalah pendapat Imam asy-Syafi'i dan disepakati oleh
sahabat-sahtbatnya.
Al-Muzani menukil dari Imam asy-Syafi'i bahwasanya ia mensun-
nahkan pula untuk memanjatkan pujian kepada Allah $8. Dan bebe-
rapa orang dari sahabat Imam asy-Syafi'i menyatakan hal itu sebagai
sunnah, tetapi sebagian besar dari mereka menolak hal tersebut.
Jika kita mengatakan bahwa hal itu sunnah, hendaklah seseorang
memulainya dengan membaca bamdalah, baru kemudian membaca
shalawat atas Nabi ffi,Lilu mendo'akan orang-orang mukmin, laki-
laki maupun perempuan. Dan jika tidak sesuai dengan susunan tersebut
malra hal itu boleh-boleh saja, tetapi hal itu berarti meninggalkaty^tg
lebih utama.
Ada beberapa hadits yang membahas tentang shalawat atas Nabi
dffaila^mi,ymaansgalatehlaihnik, akmami riiwbaeyrmatakkasnuddi dalam Sunan al-Baihaqi. Tetapi
karena
untuk menyingkarny\
pembahasan seqrra panjang lebar sudah diberikan di dalam buku-buku
fiqih. Dan saya juga telah menjelaskannya di dalam Syarbul Muhad.zl.zz.b.
Sedangkan saelah takbir ketiga, maka diwajibkan untuk membaca
do'a bagi mryit, minimal addah membaca apayen1disebut dengan do'a,
misalnya do'a Anda: 1.1rr i;iy'Mudah-mudahan Allah mengasihinya'
atau 1ii bt -p>iMudah-niuda6an Allah memberikan ampun4n kepadanya,'
a:a;u- l{'rot frilry'Ya Allah, pmpunilah ia,'arau <ib':t i{ilr;'Ya Allah,
kasihilah dia'arau (c LihJtiitlt;'Ya Allah, perlakukan ia dengan lemah
lembut,' dan lain s66againya.
Dzikir-Dzikir ketika Sakit dan Seputar Kematian ... 497
Adapun do'a yang disunnahkan, telah ada beberapa hadits dan
atsar yaxg berkenaan dengan hal tersebut. Dan hadits-hadits yang
paling shahih rentang masalah tersebut adalah:
HADTTS NO. 462 (SHAHTH)
Apa yang kami riwayatkan di dalam Shahih Muslim dari,Auf bin
Malik ,#, ia berkata: "Rasulullah ffi pernth mengerjakan shalat atas
seorang jenazah,lalu aku menghafal di antara do'a beliau, dimana
beliau mengucapkan:
ei?t ,Jit'r;l1 caet4 ,iitr"rt, ,ii'rat[di!r"
'iut;t',o)-,1*.,o\ati '-r,",i'g!o t;t"'$o*tiyvisb"tiS-tJ,ruy/lt')u,{6'1)
t;t t-*Xtil Ultlqlo.t'
colti t3tt ii"liz ,u;lt|r
ui;i,ihjril;\i; vT:r,&i,n
/ aa ,
^aa .')i /
".J6t qt;G ,yr;! qt;Gyi,Jr;i,
*'Ya
dan
Aamllaphu,nUila.rhrf.irarrfM-runli"a-kra.nrote"rmikparonlyda^, nlua^s,k'ra^nr ndlah i;, *rrit
tempat masuknya,
mandikanlah dia dengan air, salju, &n embun. Bersihkanlah ia
dari kesalahan-kesalahan sebagaimana Engkau bersihkan baju
gutih dari kotoran. Berikanlah dia pengganti tempat tinggal yang
lebih baik dari tempat tinggalnya, keluarga yang tebih Urif a.ri
keluarganya, pasangan yang lebih baik dari pasangannya. Dan
masukkanlah dia ke Surga serta lindungilah ia dari adzab kubur
dan dari adzab Neraka.'
Sam_pai aku berharap, seandeinye aku yang menjadi jenazah
tersebut-"7e
'1e sbahiih Kitaabal-Ad,zkaarrsaDlwiifi4h,4,Syaikh salim al-Hilali no. 330. Diriwayatkan
Muslim (963).
498 Dzikir-Dzikir ketika Sakit dan Seputar Kematian ...
Dan dalam sebuah riwayat Muslim disebutkan:
'.r,.liJt qt:bJ ..rit lc:it $j"
a a a a/
"... Dan lindungilah dia dari fitnah kubur dan adztb kubur."
HADTTS NO.463 (SHAHIH)
Kami telah meriwayatkan di dalam Sunan Abi Daarud,laami'
at-Tirtnid.zi dan Sunan al-Baihaqi, dari Abu Hurairah S, dari Nabi ffi,
bahwa beliau pernah mengerjakan shalat atas seorang jenazah, lalu
beliau mengucapkan:
u-is: s;S: g-p;oj ,ff3 r#J'jttdl'
At ;i..i /t . t . 't
tL aL .t . .)
Wrl'J; ur.ot33
2lJt r,WVs r6t$\
U,",' lx-}o',,*
uf': {
,fGYt
er',asi?f..l7.ya W,.o" i
..e:rx.q 13 ,l?i
I ;*r'
"Ya Allah, berikanlah ampunan kepada orang-orang yang masih
hidup di antara kami dan orang-orang yang sudah meninggal
di antara kami, yang masih kecil dan yang sudah besar di antara
kami, laki-laki dan perempuan di afiara kami, yang hadir dan
yang tidak hadir di antara kami. Ya Allah, siapa pun di antara
kami yang Engkau biarkan tetap hidup maka hidupkanlah dia
ddam keadaan memeluk Islam, dan siapa pun di arfi^ra kami yang
Engkau wafatkan maka wafatkan dia dalam keadaan beriman.
Ya Allah, janganlah Engkau menghalangi kami dari pahalanya,
dan jangan pula Engkau fitnah kami sepeninggalnya."so
80 Sbdhiih Kitaab al-Adzkaar ua Dba'iifithu, Syaikh Salim al-Hilali no. 331. Hadits ini
shahih. Diriwayatkan oleh Abu Da*ud (3201), at-Tirmidzi W344/1024\, an-Nasa-i
di dalam 'Arnilul Yatm wal Laikh (1080\,Ibnu Maiah (1498), Ahmad (IV368), al-
Hakim (I/358), Ibnu Hibban 35n dnaLBiihaqi W / 4l).Al-Hakim berkaia:'shahih
denean x,arai S'vaikhaai (d-Birkhari dan Muslirin). Dan'disepalsti oleh a&-Dzahabi.
Sayi katikan, "i{"dit ini seperti yang mereka 6erdua (al-Hakim dan adz-Dzahabi)
ka'takan-
Dzikir-Dzikir ketika Sakit dan Seputar Kematian ... 499
Al-Hakim Abu'Abdillah mengatakan: "Hadits ini shahih dengan
syarat al-Bukhari dan Muslim."
HADTTS NO. 464 (SHAHTH)
Kami telah meriwayatkan di dalam sunanal-fuihaqidan selainnya,
dari riwayat Abu Qatadah. Dan kami juga meriwayatkan di dalam
kitab at-Tirmidzi, dari riwayat Abu Ibrahim al-Asyhali dauj ayrhnya
-dan ayahnya tdalah seorang Sahabat-, dari Nabi S.81
At-Tirmidzi mengatakan bahwa Muhammad bin Isma,il -yakni,
{:Bu['ha{ mengatakan, "Riwayar yang paling shahih mengenai haditst
'Ya Allah berikanlah ampunan kepada orang-orang yang masih hidup
dan ogang.!rarlgyarlgzudah meninggal di antara kami...' raAt riwayat
Abu Ibrahim al-Asyhali dari ryahiya."
Al-Bukhari juga mengatakan: "Yang paling shahih ddam masalah
ini adalah hadits'Auf bin malik."
Dan di dalam rlwaylt Abu Dawud disebutkan: "...maka hidup-
kanlah dia dalam kea&an beriman dan wafatkanlah dia dalam keadaan
memeluk Islam." Dan yang populer di ddam buku-buku hadits adalah:
"...maka hidupkanlah dia dalam keadaan memeluk Islam dan wafat-
kanlah dia dalam keadaan beriman," sebagaimanl-yanlgkami sampaikan
sebelumnya.
HADTTS NO.45s (HASAN)
Kami telah meriwayatkan di ddam Sunan Abi Daarud dan Sunan
Ibni Maldh, dari Abu Hurairah,ls, ia berkata: "Aku pernah mendengar
Rasulullah Hbersrbdt
i t*'.rGo;sr rrbvT 4;;:rV ti1,
lika kalian mengerjakan shdat arasseonrng mryit, maka panjatkan-
lah do'a secara tulus untuknya.'"|
8t sbrtiih Kitaabal-AdzkaaruaDba'iifahu, syaikh salim al-Hilali no.332.Hadits ini
i-iuiishahih. Lihar kitab as-sunan al-Kabraa k#ya al-Baih aqi fiy / 4t-+2\ dan
karya at-Tirmi dzi @,ha34 45 / tO24 a^" fi2s1.
82 Sbahiih Kitaab al-Adzkaar ua Dba'iifubu, Svaikh Salim al-Hilali no. 333. Hadits ini
hasan. Diriwayatkan oleh Abu Dafuud i3 i99), Ibnu Maiah (t+gn- ibnu-Hibban
(755 - Maanaari"d), al-Baihaqi (IVl40) nielalii jalan Mtiharimad bin Ishaq, dari
Dzikir-Dzikir ketika Sakit dan Seputar Kematian ...
HADTTS NO.466 (HASAN)
Kami telah meriwayatkan di dalam Sunan Abi Dauud dari Abu
Hurairah iS, dari Nabi ffi mengenai shalat Jenazah:
ui:,wui:
t4firil I
,d;Ul[idJr"
d4 {bf uYs,V\3 '*3Uaalio:J,fY-?tJ
. .ii",;bti;6& g ,W)6)
"Ya Allah, Engkau adalah Rabbnya, Engkau yang telah mencipta-
kannya, Engkau j.rg, y*g telah menunjukkannya kepa& Islam,
dan Engkau yang mencabut nyaw^ny^, serta Engkau pula yang
lebih Mengetahui yang tersembunyi dan yang tampak darinya,
kami &tang sebagai pemohon qyafa'at, maka berikanlah amptrnan
kepadanya."83
Muhammad bin lbrahim, dari Abu Salamah bin'AMirrahman, dari Abu Hurairah,
ia berkata: "Aku pernah mendengar Rasulullah E bersabda 0alu ia menyebutkan
hadits tersebut).' Dapat sava kaiakan bahwa sanad hadits irii hasan. oara riialnva
*i*il;t.iuea BiqalL relriri b"u Ishao.'dimana ia seorans yang shadw.retaoi ia seorins
itiir telJr m.l"k"k"" 'an'aiah terhadap haditiierse1ut. Oi dalain krteb at-flalkh;ishui
ttabiir $/tzz\ al-Flafizh meneatakan: tmapi hadis ini diriwava*an oleh Ibnu Hibban
melalui ialan lain darinya denean lafazh irnilu (aku telah mendensar)." Perlu sava
sampailian bahwa hadits ini Ziriwayatkan oleli Ibnu Hibban 05i - MauaariA:
'Umar bin Muhammad al-Hamdani hemberiahu kami, al-Fadhil bin Sahl al-A'rai:
Ya'qub bin Ibrahim bin Sa'ad memberitahu kami: Avahku memberitahu kami daii
Ibnri Ishaq, dan dia menceritakan: Muhammad bin ibrahim memberitahuku, dari
Sa'id bin al-Musawab dan Abu Salamah bin'Abdurrahman dan Salman al-Aeharr.
maulaJuhainah;'niereka semua memberitahuku dari Abu Hurairah, dia berierita,
aku pernah mendengar Nabi ffi bersabda, Jika kalian shalat atas beberapa orang
jenaz)h,maka panjat[anlah do'a secara rulus irntuknya."
Dengan demikian, hadits tersebut telah ditetapkan. Segala pu.ii hanya bagi Allah
sebelum clan sesudahnya.
$ Shdhiih Kitaab al--AAddzzhluaaarr ua Dba'iifubu,SSyaikh Salim al-Hilali no. 334. Hadits ini
hbassaann.lliisgbbaaiirriihi. Diriwayatkan oleh AbuDawud (no.3200), an-Nasa-i di dalam
'AAmmaalufYaummaaunll Lailabh (no. 1078)., Ahmmad W256,345,36i dan459), al-Baihaqi
WA),iiWlaLi Yb/leeA+rrfzk<)aa,tam,: e"lAaulukridujlraialplaaennrln\ADabuhul.rllaiiea[rnlnslva-yuaaqk'KUDssgiralKbrhaaabnhnrnbMISvinlaa]rSrrwwya.anainxnT'AbDeI'elAbnrtmlaai nnSbyyiynaaSmlKiyeeaaoDhnaamnudoheammlA\bDeberruinibrtbea.Het_hrurtuiuturkarahauhiut,rurakkarhrnii,,i:
(llaalu ria mennvyeerbu*an hadits tirsebut)." Sayyaa kaukant: "Iliirii adalah sanad yang dha'if,
Lka"r.ernr"a'A'AJli 6birnt Svamah berstatus miobal.'vakrusebaeai rnutafu'ab (oerizuit). Dan
telah ditabi' (di[uarkan) pada riwairar afh-Thabraii di d"l"- kiab"ad-bu'aa'
(1178 dan 118b). Dengandemikian, iraka sanad iru basan ligbanbi.
Dzikir-Dzikir ketika Sakit dan Seputar Kematian ... 501
HADTTS NO. 467 (SHAHTH)
Kami juga telah meriwayatkan di dalam Sunan Abi Dawud dan
Sunan lbniMajah dari Vatsilah bin al-Asqa' ..:$b, ia berkata: "Rasulullah
ffi pernah mengerjakan shalat jenuah atas seorang muslim bersama
kami, lalu aku mendengar beliau berdo'a:
,lrtt ,r3,4)e z ) zz lA - I
ui:,,(tr.to"t, !r\r rr i,)E o! stlJr.
a r#a)Ol / a
oag Jif
qt:b3 e;:! dill
|$b1:ttor' ,#Jt1,-/J:;Or-/ti2-/ U|!, ra //
':'$ilt Ui O
te'1'
"Ya Allah, sesungguhnya fulan bin fulanah berada di bawah
jaminan-Mu, j.rg" di bawah lindungan-Mu. Karenanya, lindungilah
ia dari fitnah kubur danadzzrb Neraka. Dan Engkau adalah Rabb
Yang selalu menepati janji dan berhak mendapatkan pujian. Ya
Allah, berikanlah ampunan kepadanya, dan kasihilah ia, sesung-
guhnya Engkau Mahapengampun lagi Mahap enyayxtg.'&{
Imam asy-SyaIi'i ,,d#, memilih do'a yang ia peroleh dari kumpulan
hadits-hadits ini dan jugaymglainnya, dimana ia berkata: "Rasulullah
ffiberdo'a:
,Wt$fur gtt\tf I
,:!& il'l* r.16i{ilr
otii,opr r" -r4t eJl dl , W;'j?t:: u.;*;3
aaaaa//
U6 ,Ai'rr:t'iri?i-t:,;;b?, ,Utlf alf I bf :Wi"
81 Shahiih Kitaab al-Adzkaar ua Dba'iifuia, Svaikh Salim al-Hilali no. 335. Hadits ini
shahih. Diriwayatkan oleh Abu Dairud 6rro.lZOZ\.Ibnu Maiah (no. 1499). Ahmad
W49l\,Ibnu Hibban 058-Mau;aaiA, rirelalui ialan aLIfa[a biri Muslimi Marwan
binJanah memberitahulu: Yunus bilMaisarah bin IGalbas memberitahuku dari
\trTatsilah bin al-Asqa'. ia berkata 0alu ia menyebutkan hadits itu selenskaonya).
binSaya katakan: "Ini ineruoakan seiad sbahib. dan p"." riialnva ow tsiiat.'
al-\Ufa[d bin Muslim tehh tbngan jelrs menyamp4ika; h"di6 i"i diLt"*t'ti"gk"t
"sanad.
502 Dzikir-Dzikir ketika Sakit dan Seputar Kematian ...
*|,:, )t, p u1:t + Ji it I
@l,:r&i
qt )'!iL'i3,:)ib',* V ubutb ) J\t I
,:y\e\l tr-.X o€ o1 [ijilr ,ii;;ib ;41
$3 ,'!(bl cYtrfi,t ,*':sd tqotE o{t
'rf 'r"')\\ jEt ,0oti g.{ g..jit: ,i;.tsirt _Atto
.7-+'bqc;\i'*tyt,r*;?- , 6,ot'.ott,,.62
J! u!-
'':rprlr7\1 U
'Ya Allah, ini adalah hamba-Mu, putera hamba-Mu, dia telah
keluar dari hingar bingar dunia dan keleluasaannya, iuga semua
yang dia sukai dari dunia ini dan orang-orangytagdicintainya
di dunia, menuju kegelapan kubur dan segala sesuatu yalr'gdia
temui di sana. Dia telah bersaksi bahwa tidak ada Ilah ytng
berhak diibadahi melainkan hanya Engfuu semata dan Muhammad
adalah hamba dan Rasul-Mu, dan Engkau yang lebih mengetahui
dirinya. Ya Allah, sesungguhnya dia telah menghadap kepada-Mu
dan Engkau adalah sebaik-baik tujuan menghadap baginya. Dia
senantiasa memerlukan rahmat-Mu sedang Engkau tidak butuh
untuk mengadzebnya. Dan kami datang kepada-Mu dengan
penuh harapan kepada-Mu, sebagai pemohon syafa'at baginya.
Ya Allah, jika dia orang yang baik maka tambahkanlah pada
kebaikannya. Dan jika dia seorang yang buruk, maka ampunilah
dia. Anugerahkanlah keridhaan-Mu kepadanya atas rahmat-Mu.
Dan lindungilah dia dari fitnah dan tdzeb kubur. Lapangkanlah
kubur untuk dirinya, dan renggangkanlah tanah dari kedua lam-
bungnya. Serta limpahkanlah rasa aman deri tdztb-Mu berkat
rahmat-Mu sehingga Engkau mengirimkannye ke Surga-Mu,
wahai Rabb Yang Mahapemurah dari semua yang Pemurah.'"
Yang demikian itu merupakan pendapat Imam asy-Syafi'i di
dalam l<rteb Mukbtasbar al-Muzaal. Mudah-mudahan Allah mengasihi
mereka berdua.
Dzikir-Dzikir ketika Sakit dan Seputar Kematian ... s03
Para sahabat kami mengungkapkan: Jika yang meninggal itu
anak kecil, maka dido'akan pula untuk kedua orang ruanya:
q q q,i&6,(At ai;rb,.b? il;r, 1d,*
$,q:_i3 e'pt fii,,W-:tT :)|F s,i -?t
q.;.i l,'.'o?i ,;:ri;. L., e,{oi:4o.,,
'Ya Allah, jadikanlah dia sebagai pendahulu bagi kedua orang
rutnya,,.jtdikan pula dia sebagai simpanan bagi keduanya, jugi
jadikanlah dia sebagai tabungan bagi keduanya. Beraikanlah
timbangan keduanya dengannya, serra limpahkanlah kesabaran
j*g*ddam hati keduanya, dan janganlah Engkaumemberi fitnah pada
keduanya sgpeninggalnya, dan pula Engkau menghalangi
keduanya dari pahalanya.'"
Ini addah bfazhyang disebutkan oleh Abu'Abdillah az-ztbairi
salah seorang sahabat kami di dalam kitabnya, al-Kaafi.Dan makna
senada juga disampaikan oleh yang lainnya.
bersamDaannyamdeore'akainjiu: g-a mengatakan: "Dan hendaklah dia membaca
f'jl".:iT .. v,?rv?J. ld'.
'Ya Allah, berikanlah ampunan kepada orang-orang yang masih
hidup dan orang-orang yang sudah meninggal di antara kami...
sampai akhir do'a.'"
Az-ZubaLri mgngat_akan, iJika jenezah itu seorang wanira, maka
dibacakan do'a: i:lilf o.i6 iiltJr "ya Allah, ini adalah hamba-Mu..." dan
dilanjutkan dengan kilimat yang sama dengan sebelumnya.
IVallaabu a'lam.
tid-a_k Sgdang}an pada takbir keempat, maka menurut kesepakatan,
diwajibkan membaca dzikir apapun, hanyrsaja disunnahkan
"adlta"dl.i membaca apay^n1disebutkan oleh Imam asy-Syafi'i ,+{E yang
dalam kitab al-Buanitlti,di mana dia
mengatakan bahwa setelah
takbir keempat membaca:
504 Dzikir-Dzikir ketika Sakit dan Seputar Kematian ...