Pertama dan yang paling kuat: Bahwa edzan lebih utama.
Kedua : Imamab (menjadi imam) lebih utama.
Ketiga : Keduanya sama.
Keempat: Jika ia yakin bahwa ia dapat memenuhi hak-hak sebagai
seorang imam dan telah memenuhi syarat-syarattya, maka
menjadi imam lebih utama baginya, jika tidak, maka adz-arr
lebih utamabaginya..
Pasal 11
SIFAT ADZAN
Ketahuilah, bahwa latezJr.-letazJr, rdzar zudah dikenal, dan menurut
pendapat kami, arjii'(mengulangi adzan dengan suara rendah) adalah
sunnah, yaitu ketika ia mengucapkan:
gihr,gihr
dengan suara keras, lalu ia mengucapkan:
,of Wf ,l'r lt ul l{}i,lf a)l L r o,
i4.rf ,iirr
irl of
lt widt,.:t:rb) of rJpJ) J. t, l.r6L,aitr,ct
1,allt
dengan suara rendah yang bisa terdengar oleh dirinya sendiri dan
orang yang berada di dekatnya. Kemudian ia mengulangi:
oiwi ll I ll IA a | . 01- z o I
Wi,i1'1 air of ;{p;i,li^rr a.if of
i" ,sj"rfixei of Wt iai ;p,rt:,*^ei
dengan suara keras.
Menurut pendapat ,kami, tatsuib juga disunnahkan. Yaitu
mengucapkan: ppt U te ,ab>ti"lCt .p'ppadt aUwtackt aylalr. Khususnya ketika
selesai mengucapk arr {ddt v tdzan Shubuh.
Shalat dan Hal-Hal yang Berkaitan Dengannya
Hadits-hadits mengenai taii' darL tatswib tadi banyak sekali dan
sangat masyhur. Perlu diketahui bahwa iika meninggalkan tarji' dur
tatswib, edzannyetetap sah, tetapi ia meninggalkan yang lebih utama.
Tidak sah a&an anak kecil yang belum anryiz (belum bisa membe&kan
xfiarrt yang baik dan yang buruk), perempuan dan orang kafir. Tetapi
anak yang sudah &pat membedakan antara yang baik dan yang buruk,
adzannya sah.
Apabila orang kafir mengumandangkan adz.anlalu mengucapkan
dua kalimat syahadat, maka waktu itu berarti ia sudah masuk Islam
menurut pendapat yang paling shahih dan terpilih menurut kami,
tetapi sebagian sahabat kami mengatakan bahwa ia belum Islam. Tidak
ada perbedaan bahwa tdzanyang dikumandangkan tidak sah, karena
awalnya ia mengucapkannya sebelum ia masuk Islam.
Dalam masaleh ini masih banyak hal-hal lain yang belum disebut}an,
tetapi banyak dimuat dalam buku-buku fiqih, namun bukan disini
tempat untuk merinci hal tersebut.
Pasal 12
SIFAT IQAMAH
Pendapat yang benar mengenailafazh iqamab yang disebutkan
dalam hadits-hadits shahih ada sebelas kalimat, yaitu:
343i,1'r lt .rf l'oiWi,pili,r t'f }i,r
6J ,futd. ai
t:ri;I,-
r{t'"e,y, J"*,, 0l
cjti u- t a/ / /o /
l_-E
6)z y_L, Jt (, ),LiJl -lli,
I ,Fi) iF3filf fiItoll dr^o.'\,hItr l'r ,iyLlr
".itt iaJltf :
*Allah Mahabesarittrt, Mahabesar, aku bersaksi bahwa tidak
ada Ilah yang berhak diibadahi melainkan Allah, aku bersaksi
bahwa Muhammad addah Rasul Allah, mari menegakkan shalat,
mari menuju kemenangan, shalat telah didirikan, shalat telah
Shalat dan Hal-Hal y*g Berkaitan Dengannya 135
didirikan, Allah Mahabesar Allah Mahabesar, tidak ada Ilah
yang berhak diibadahi melainkan Allah."
Pembabasan 7:
Hukum Adzan dan Iqam2,f1.-n"'t'
Ketahuilah bahwa hukum edzmdan iqamah adalah strnnah menurut
pendapat yang shahih lagi terpilih di kalangan kami, baik a&an untuk
shalat Jum'at maupun yang lainnya. Sebagian sahabat kami berkata
bahwa keduarryafardbu kifdyaE. Sebagian yanglain mengarakan bahwa
keduanya,fardhu kifayah padatdzanJum'ar, tetapi yang lainnya ddak.
Jika kita mengataka n fardhu kifayah, maka ketika ditinggalkan
oleh penduduk suatu negeri atau suatu tempat, maka mereka harus
diperangi. Dan jika kita mengatakan sunnah, mereka tidak boleh
diperangi menurut pendapat yang shahih lagi terpilih, sebagaimana
mereka tidak boleh diperangr karena meninggalkan sunnah Zhuhur atau
shalat-shalat zunnah lainnya. Sebagian sahabat kami mengatakan: "Mereka
diperangi, karena hal tersebut merupakan syi'ar ymgzhabir (ny*a))'
Pembahasan 2:
Adab-adab Adzan dan Iqamih.-P'"'
Disunnahkan mengumandangkan adzan dengan tartil (pelan
dan teratur) dan dengan suara yang keras. Dan disunnahkan iqamah
dengan idraj (cepat) dengan suara yang lebih rendah dari suara adztn.
Disunnahkan agar orang yang diangkat sebagai mr-adzdzin
adalah yang suaranya bagus, tsiqab,dapat dipercaya, mengerahui waktu-
waktu shalat serta memiliki dedikasi (pengabdian).
Disunnahkan adzan dan iqamah dengan berdiri, dalam keadaan
suci (terlebih dahulu berwudhu'), di tempat yang tinggi dan menghadap
Kiblat. Jika adzan atau iqamah dikumandangkan dengan membelakangi
Kiblat, duduk, berbaring, dalam keadaan berhadats, atau dalam
keadaan junub, maka hal itu adalah sah, tetapi makruh. Kemakruhan
ketika junub lebih berat daripada ketika berhadaa, demikian pula makruh
melaksanakan iqamah dengan suara yang lebih keras dibanding adztn.
Shalat dan Hal-Hal yang Berkaitan Dengannya
Pembahasan 3:
Kapan Disyari'atkan Adzan?-P'or
Adzan tidak disyari'atkan kecuali unnrk shdat lima waktu, yaitu
Shubuh, Zhuhur, 'Ashar, Maghrib, 'Isya', baik ketika shalat tepat pada
waktunya atau di luar waktu, baik ketika mukim atau sedang musafir
(bepergian), shalat sendirian atau shalat berjama'ah. Dan ketika salah
seorang teleh adztn, maka sudah mencukupi bagi yang lainnya.
Ketika mengqadha'(mengganti) beberapa shalat yang telah berlalu
waktunya, maka cukup adztn pada shalat yang pertama dan iqamah
untuk setiap shalat yang lainnya. Dan ketika menjamak dua shalat,
maka a.dzan hanya untuk shalat yang pertama dan iqamah untuk
keduanya. Adapun shalat-shalat selain shalat lima waktu, maka tidak
arda adz-ar tanpa edany a perbedaan pendapat.
Diantara shalat sunnah yang dildrsanakan secara berjama'ah, ada
yang disunnahkan membaca: "Ashshalaatu jaami'ah" ketrka. hendak
menunaikannya, seperti shalat dua hari raya, shalat gerhana dan shalat
ktisqa' (minta hujan). Dan diantaranya rda.yargtidak disunnahkan
bacaan tersebut, seperti shalat-shdat sunnah lima waktu (shalat sunnah
rawatib) dan shalat-shalat sunnah yang lain. Di antaranya ade ytng
diperdebatkan, seperti shalat Tarawih, shalatJenazah. Dan yang shahih
addah diucapkan ketika shalat Tarawih, tetapi tidak diucapkan ketika
shalat Jenazth.
Iqamah tidak sah kecuali pada waktu shalat, yaitu ketika akan
memulai shalat. Demikian pula adzan tidak sah sebelum masuk waktu
shalat, kecuali shalat Shubuh, boleh tdzansebelum masuk waktunya,
mengenai kapan waktu dibolehkannya terdapat perbedaan pendapat.
Yang paling shahih adalah setelah pertengahan malam. Ada yang
mengatakan, ketika sahur. Dan ada pula yang berpendapat pada semua
waktu malam tanpa terkecuali. J.rga a.da yang mengatakan, setelah
sepertiga malam. Tetapi pendapat yang terpilih adalah yang pertama.
'Wanita dan banci ketika akan menunaikan shalat, hendaknya
melakukan iqamah tetapi tidak adzan, karena keduanya dilarang
mengeraskan suara.
Shalat dan Hal-Hal yang Berkaitan Dengannya 137
Pasal 13
UCAPAN KETIKA MENDENGAR ADZAN
DAN IQAMAfI'Pent'
Disunnahkan bagi siapa yang mendengar adzan atau iqamah
m.enguclpkan apa yang diucapkan mu-adzdzin, kecuali pada ucapan:
"alieJr ,b 7 (mari menegakkan shalat)" dan "g>tiir ,rb 7 (mari
menuju kemenangan)", maka setiap selesai mendenfiar ucapan tersebut
ia mengucapkan:
\ J'fII\ , z-l z I"
'.alrq A3o
"Tidak ada, dayadan kekuatan melainkan dengan (perrolongan)
Allah."
Dan ketika mengucapkan: ef, u"iilla;ia mengucapkan:
' .csts i:t:r'
"Engkau benar dan engkau telah menunaikannya."
A& yang berpendapat bahwa ia mengucapkan:
#t43;fu' ,l' ,)no:rb.
"Benarlah Rasulullah ffi,behwashalat itu lebih baik daripada
tidur."
Dan ia mengucapkan pada dua kalimat iqamah:
".tg$?1fur qr6f'
'Semoga Allah mendirikannya dan mengabadikannya."
*fSetelah men gucapkan : " drt i:Ft i 'ol'.t4ll', ia m en gucap kan :
,)h'..irt tlJ,;,ti'ol'-r4Zt S?r.
"Dan aku bersaksi bahwa Muhammad addah Rasul Allah."
Kemudian, setelah itu membaca:
138 Shalat dan Hal-Hal yang Berkaitan Dengannya
frr"6i ls yurr r?) : (" yur,>ra 1'
"Aku ridha Allah sebagai Rabb,* Muhammad sebagai Rasul dan
Islam sebagai agamaku."
Setelah mengikuti semua kalimat adztn, mengucapkan shalawat
dan salam kepada Nabi ffi,, kemudian berdo'a:
,.blb3;rt(rw lii?jt:r:',Jg,T teaa! | att!)(t2Je,a6ta, ;i6lsi-o*rra'asg'o".b,$,elrtr)Jtottoiai...ioir3L'i/,/liiJ{Jllrot
"Ya Allah, R"bt'r.** yang sempurna ini drn Jh"hr arrlr'ur*as"ikla.rh,
didirikan.
Berikanlah kepada Nabi Muhammad ffi
(derajat di Surga) dan keutamaan, dan tempatkanlah ia padt
kedudukan terpuji yang telah Engkau janjikan kepadanya."
Kemudian setelah itu, ia memanjatkan do'a yang diinginkannya
dari urusan dunia dan akhirat.
HADTTS NO. 101 (SHAHIH)
Kami telah meriwayxba dari Abu Sa'id al-Khu&ii$ ia berkata:
"Rasulullah ffi benabda:
"ii.;fr i'fr G'Ja,:j::a il$r siLi tty.
'Apabila kalian mendengar senran adzart,maka ucapkanlah seperti
api y ang diucap kan mv- adzdzin.' "28
Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim ddam l<ttab Shahihtya.
HADTTS NO. 102 (SHAHIH)
Dari'Abdullah bin'Amr bin al-'Ash t;,{tsr, ba,hwa ia mendengar
Rasulullah ffi bersabda:
. Dalam sebagian nuskhah: (ir lrL)rr 1 (dan Islam sebagai agamaku), tidak di akhir
kalimat.
" Sbohiih Kit rbal-Ad.ztaaruaDha'iifubu,Syaikh Salim al-Hilali no. 81. Diriwayatkan
oleh al-Bukhari (IV90 - Fat-bul Bizrr) d;Muslim (no.383).
Shalat dan Hal-Hal y*g Berkaitan Dengannya
t d'b t'ib # ,i'&G #' tj':tt to\:ir ili; ri1'
;,rj:s f\4, bt,k,1y* ";" & U fiy
?.J( '.0W,:$sf ofiotg\1,1' 'l..q' .I:
) z- i
H"Apabila karian mendengar
^,-::j*f-maka ucapkanlah seperti ape y^nB diucapkannya, kemudian
ucapkanlah shalawat atasku, karena barangpiapa yang bershalawat
kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat atasnya 10 kali,
kemudian mohonkanlah untukku al-wasilah (derajat di Surga),
karena sesungguhnya al-wasilah itu adalah satu tempar di dalam
S*8. yang tidak pantas kecuali bagi salah seorang diantara hamba-
hamba Allah, dan aku harap aku orangnya, maka barangsiapa
memohon al-wasilah, ia pasti.mendapat sytft al"2e
HADTTS NO. 103 (SHAHTH)
Dari 'Umar bin al-Khaththab *&, ia berkata: 'Rasulullah ffi
bersabda:
ht F, ,ioi'riW'fri,fi|6u,ht,nFIidbl,r;iblfi,Wr 'tii,Si6r ;;rii:r;i1i
dl
of Wi 'jti,.irr Jhfib)oiWi,;lt'j,l,r lt
It J'-rl ,j6 ,6i)i,.dr
;,Sa; ,!, J'Frtariei
ij tt'J? | ,:dti ,#"bt'"Aee'e ,j6p ,ly r\tl
" Shohiih Kit*b al-Adz*aar an Dha'iifuha,Syaikh Salim al-Hilali no. 82. Diriwayatkan
oleh Muslim (no.38a).
Shalat dan Hal-Hal yang Berkaitan Dengannya
it'"i,lur'll
I ICl,.z!1 al
I! iJ! :Jr! .air II al :Jt!
"Apabila muadz-dzinmengucapkan '$tfu ,6l irr (Allah Maha-
besar, Allah Vt"4"!S*),iendaklah sdah seorang diantara kalian
mengucapkan:'f,l tt,!;51 3t (Allah Mahabesar, A+"b }v{ahabesar)
kemudian ketika ia (mu-adzdzin) mengucapkan: 6tt 1!al!I ollill
m(AeklauinbkearnsaAklslai bha),hiwaauctiadpakkan"rdh"rT'rl1"\diyr?+bgf berhali d'iibadahi
ri:rf (eku bersaksi
bahwa tidak ada Ilah yang berhak dmiie6nagdauhciapmkealna:inik.raln;i'|ollal'htl)l,i
kemudian ketika ia (mu-adzdzin)
itr J?t (Aku benaksi bahwa Muhammad itu adalah Rasul A11"h),
ia ucapkan,,iirr ilpi ilal'olri$ (Ak" bersaksi bahwa MuhammaJ
itu adalah R:asul Allrh), kemudian ketika ia (mu-adzdzin) mengu-
gagkry; ,F, *\r- (Mari menegakkan shalat), ia ucapkanri':,1
.irqr! a? 11 (Tidak rda daya dan kekuatan melainkan dengan
'(pi:riolongan).Altah), kemudian ketika ia (mu-adzdzin) mengu-
#t ,*7 Jrlrjypbry
Mari menuju kemenangan), ia ucapkan:
.1t{ )! 6? (Tidak ada daya, dan kekuatan melainkan dengan
'(p6nblongan) {ll"h), kemudian ketika ia (mu-adzdzin) menguqrp
!\fk?\r^F at (Allah Mahabesar, Allah Mahabesar), ia ucapkan:
fl irt ,lrSi ittr (Allah Mahabesar, Afalr lylahabesar), kemudian
y*gfkedka ia (mu-adzdzin) mengucapkan: tlrt It alt ffidak ad14"h
berhak diibadahi melainkan Allah), ia ucairkan: 3t )t iJl 1 (Iidak
ada Ilah yang berhak diibadahi melainkan Allah)'diri dalam
hatinya, niscaya ia masuk Surga."3o
HADTTS NO. 104 (SHAHTH)
Dari Sa'ad bin Abi \flaqqash *$i,, dari Rasulullah ffi,beliaLu
bersabda: "Barangsiapa y^ng mendengarkan mu-a dzdzin, lalu ia
mengucapkan:
,iilfit I olwi.r\u\ xob)lz o . \ ol
c4lll
to Kitoob al-Ad.z*aar ua Dbaiifuhu,syaikh Salim al-Hilali no. 83. Diriwayatkan
Sbohiih
oleh Muslim (no.385).
Shalat dan Hal-Hal yang Berkaitan Dengannya
,$!urt*) fii;ei?llol.z lloz dz e Jt.ot.-1rI.J
,il"-r-'3:t
0l
-.ttp lY-)qi ,'.l:;t rbJ,{,
'Aku bersalsi bahwa tiark d" i^t r*rrierhak diib.ihi *.tri-
kan Allah semata, tidak ada sekutu baginya, dan aku bersaksi
bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya. Aku ridha
A1lah sebagai Rabb-ku, Muhammad sebagai Rasulku dan Islam
sebagai agamaku.'
Niscaya dosanya diampuni."3l
Dalam satu riwayat:
'.i+bf ri1 ,o\iit CJ^i-k Jti,',r,
"Barangpiap y{tgmengucapkan ketika mendengar'mwadzdzin,
'Dan aku be^rsaksi."'
Diriwayatkan oleh Muslim dalam kitrb Sbahibnyt.
HADTTS NO. 1os (SHAHTH)
Kami telah meriwayatkan dalam Sunan Abi Daarud.dari'Aisyah
#, ffdengan sanad yang shahih, bahwa Rasulullah kaika mendengar
m;l-adzAzrn, beliau mengucapkan syahadat, dengan tambahan lerfar;h:
'.6f s ,$13.
"Dan aku, dan aku."32
HADTTS NO. 105 (SHAHTH)
Dari Jabir bin 'Abdillah .sl,, bahwa Rasulullah ffi bersrbda:
"Barangsiapa ketika (selesai) mendenga r adzxr mengucapkan:
t' Salim al-Hilali no. 84. Diriwayatkan
St ohiih Kitoob al-Adzkaar ata Dbd'iifr,thr4,Syaikh
"-- oleh Muslim (no. 386). an Dba'iifuDz. Svaikh Salim al-Hilali no. 85. Hadits
Shahiih Kitaab al-Adzkaar ('io.527).
shahih. Diriwayatkan oleh Abu Dawird Saya katakan: "Sanadnya shahih
sebagaimana ying dikatakan penulis.'
Shalat dan Hal-Hal yang Berkaitan Dengannya
JV;,i.l,iuir al,bstS iir[r a9!$ o;u 'q: ii{Jt"
t ta ,o tt )*a a,jl ttot'siii,t-t
ltij\2 .,
' ,",.d4JJr.o9,''.j-. \ojJ-rJ?l, tl)t-o.,et.o,,r.c/
'Ya Allah, Rabb senran yang sempurna ini d"r, ,id.t yang akan
didirikan. Berikanlah kepada Nabi Muhammad ffi al'wasilab
dan keutamaan, dan tempatkanlah ia pada kedudukan terpuji
yang telah Engkau janjikan kepadanya.'
Niscaya ia akan mendapatkan syafa'atku pada hari Kiamat."33
HADTST NO. 107 (MAUDHU)
Kami telah meriwayatkan dalam kitab Ibnus Sunni dari Mu'avriyah,
fketika Rasulullah ffi mendengar mu-adzdzh mengucapkan up
r.iir (mari menuju kemenangri;, b.li"., mengucapkin,
I
rii;tr i;irf
"Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang r"o* f"*rrtung"34
HADTTS NO. 1oS (DHA',IFJIDDAN)
Kami telah meriwayatkan dalam Sunan Abi Daand dari seorang
laki-laki, dari Syahr bin Hausyab, dari Abu Umamah atau dari sebagian
Sahabat Nabi E. Bahwa Bilal memulai mengucapkan iqamah, maka
tatkala ia mengucapkm: Qad. qaznatish Shalaatu qad. qaamatish Sbalaah,
Nabi ffi mengucapkan:
..W$:birr ti;6f"
" Slrhiih Kitoob al-Adz.fuar un Dhaiifuhu,Syaikh Salim al-Hilali no. 86. Diriwayatkan
oleh al-Bukh ari @./ 94 -Fat-bal Bizi).
t' Sbohiih Kit*b al-Adzhzar ua Dba'iifahr.r, Syaikh Salim al-Hilali no. 21. Hadirc ini
maudhu'balsi. Diriwavatkan oleh Ibnus Sunni dalam 'Amalul Yaum wal Lailah
(no. 91). S*ava (atakant "bi ddamnya terdapat dua'ilht (cacat). Prtama, 'Abdullah
Bin Vlqid, lemah ll.ckaL- Kdsa, I.fashr bin' Tharif tenuiluh femalsu hadits. Maka
hadits te,kib ut maudhu'."
Shalat dan Hal-Hal yang Berkaitan Dengannya 743
"Semoga Allah mendirikannya dan mengabadikannya."rs
Dan pada lafazh-Iafazhiqamah lainnya, beliau mengucapkan sama
seperti a;pa. yang disebutkan dalam hadits Ibnu 'Um ar $, dalam
masalah adztn.
HADITS NO. 109 (DHA'IF)
Kami telah meriwayarkan dalam kitab Ibnus Sunni dari Abu
sHurairah , bahwa ketika ia mendengtr mv-adzdzin mengucapkan
iqamah, (kemudian) ia mengucapkan:
&k ,o 1#" ,!6t i*ur:*"*, I
,j*;lilt
[{irr
"e;(ta. ir ?i il:* )aiT ,ri;)
. r
"Ya Allah, Rabb seruan yang sempurna ini dan shalat yang akan
didirikan, limpahkanlah shalawat kepada Nabi Muhammad, dan
kabulkanlah permoho r:ulnny;- pada hari Kiamar. "35
Pasal 14
KEADAAN SESEORANG YANG
DILARANG MENJA\T/AB ADZAN
Ketika seseorang mendengar mu-adzdzin mengumandangkan
adzat atau iqamah sedang ia ddam keadaan shalat, maka ia tidak boleh
menjawabnya, jtka ia telah mengucapkan salam (selesai shalat), ia
menjawabnya sebagaimana orang yang tidak sedang shalat, seandainya
ia menjawabnya. dalam keadaan shalat, hal itu makruh tetapi tidak
membatalkan shalat. Demikian pula ketika ia sedang berada dalam
tt Shohiib Kit*b al-Adzkaar ua Dha'iifubr,r, Syaikh Salim al-Hilali no.22.Hadits ini
dha'ifjindan.(emah sekali).Diriyayi$an ofeh AbuDawud (no. 528). Saya katakan:
"Bahwa di dalamnya ada dga 'illat. Pmama, di dalamnva id" seoians rawr yane
mubbam. Kedua,siahr binHausyab adalah lemah. Kaiia.Muhammad bin t'sabii
- - juga lemah. Maka,'hadits tersebur lemah sekali."
'o SdSahbyaaah'ifiki.haDtKaikritiaawnaa:byoaastlak-Anaadndz-kosaaleznhraduIbnanyauDsbadaSa'iuilafiunhbiszde,akSledvlomamik'pAhornkSaaolluirmal nYagal--uoHrrnailnawglai llneLom.aa2ikh3.h."H,rarrdoi.tslOi5n\.i
Shalat dan Hal-Hal yang Berkaitan Dengannya
\flC, ia tidak boleh menjawabnya ketika itu, tetapi ketika sudah keluar
maka hendaklah ia menjawabnya.
Adapun ketika ia sedang membaca al-Qur-an, bertasbih, membaca
hadits atau ilmu lainnya serta hal lainnya, maka ia harus menghenti-
kannya dan menjawab mu-adzdzin, setelah itu barulah melanjutkan
kembali aktivitasnya, karena menjawab mu-adz&zinwaktunya terbatas,
sedangkan lakukan biasanya tidak terbatas dalam waktu.
Dan ketika^tpidaaykablgisiaa mengikuti mt-adzdzin sampai ia selesai, maka
disunnahkan mengikutinya setelah itu, selama waktunya tidak lama
berselang.
Pasal 15
DO'A SETELAH ADZAN
HADTTS NO. 110 (SHAHIH)
Kami telah meriwayatkan dari Anas.&, ia berkata: "Telah bersabda
Rasulullah E:
t''a;6lij i,ri'li #. Lo'.tst t:;
'Do'a antara adzendan iqamah tidaklah ditolak.'"37
At-Tirmidzi mengatakan: "Fladits ini hasan."
HADITS NO. 111 (DHATF)
At-Tirmidzi menambahkan dalam iwtyatnyapa& bab ad-Da'aanat
dalam kitrb Jaami'nya:
rf, Jh,o s- J::a ri6i :rj6'
a36lr iirr
:j6 t.irr
:' .a77i Q'tJr
t' Shobilh Kitaab al-Adzkaar an Dha'iifubu,svaikhsalim al-Hilali no. 87. Hadim ini
shahih. Diriwayatkan oleh Abu Da*ud (no. 520, at-Tirmidzi (no.212),Ibnus Sunni
dalam 'Amalal Yaum wal Lailab (no. 101), an-Nasa-i dalam 'Arnalul Yaum ual
d-Laihb (67-68), Ahmad (IIy15+155) y"iig lainnya dari beberapa ialur dari Anas
4i. Saya katakan: "Hadim ini shahih.'
Shalat dan Hal-Hal yang Berkaitan Dengannya
"Mereka benanya: 'Apa yang Engkau ucapkan wahai Rasulullah?'
Beliau menjawab: 'Hendaklah kalian memohon kepada Atlah
keselamatan di dunia dan akhirat-'"38
HADTTS NO. 112 (HASAN)
Kami telah meriwayatkan dari 'Abdullah bin 'Amr bin al-'Ash
q{fr, bahwa seorang laki-laki berkata: "lUfahai Rasulullah! Sesungguhnya
para mu-adzdzin melebihi kami." Maka Rasulullah ffi bersabda:
..'oLLi'Si tl>\it 159 z.l)zo) t;,' #''
LOJ)'Ji;
"Ucapkanlah ap yerrg mereka ucapkan, kemudian serelah selesai,
maka mohonlah kepada Allah, pasti (engkau) diberift"rr).""
HADTTS NO. 113 (SHAHTH)
Kami juga telah meriwayatkan dalam Sunan Abi Dawud dilrm
babJihad dengan sanad yang shahih dari Sahl bin Sa'ad #, ia berkata:
"Telah bersabda Rasulullah ffi:
'rb ) ,*trtt *Lo!;st -tt$j G ,Jti;ri otijir ors-
t;t"'t'/6,1. rul-eotr, o tt- arot.
0t
'Dua keadaan yang tidak ditolak do'a -*ru jarang ditolak- yaitu
do'a ketika mendengtr adzan, dan ketika perang berkecamuk,
yaitu ketika sebagian mereka berkecamuk (membunuh) dengan
sebagian lainnya."rc
t' Sbobiih Kitaab al-Adzhaar ua Dba'iifubu,Syaikhsalim al-Hilali no.24.Hadim ini
dha'if. Diriwayatkan oleh at-Tirmidi (no. je6+). kemudian ia mengatakan: "Hadi6
ini hasan". Saya katakan: Hadits ini dhi'if, munkar, hanya diriwayaikan oleh Yahva
bin.Yaman, ja.lgmah l,.arena hafalannya jelek, demi[ian puli dalam sanadnia
terdapat Zaid al: Ami dan ia lemah.
" Shobiih Kitaab al-Adzkaar wa Dba'iifuhrz. Svaikh Salim al-Hilali no. 88. Hadits ini
hasan. Diriwayatkan oleh Abu Dawud 6ci. SZ+\. an-Nasa-i dalam'Amalul Yaum
wal Lailah (nd. ++), Ibnu Hibban Q95 -'Mauatid\ dan selainnya. Dihasankan oleh
al-Hafizh dalalr;. Nataa-ijul A/hzar $tlZt1. Saya katakan: "Benar apa yang ia katakan,
karena s.esungguhnya\a,hya bin"Abdullah al-Ma'afiri adalah^oiang yang
namun yang lain)." rurur
Sbabiib disalahlan, ietapi ii dikuatkan (oleh
*.^
Kitaab al-Adzleiar an Dba'iifur;, Syiikh3alim al-Hilali no. 89. Hadirs ini
shahih. Diriwayatkan oleh Abu Davrud (no.'2540\ dan selainnva. Dishahihkan oleh
penulis. Saya }atakan: "sebagaimana yang dilatakan oleh penulis.'
146 Shalat dan Hal-Hal yang Berkaitan Dengannya
Saya katakan: Dalam sebagian nuskltah (cetakan) yang dapat
dipercaya, F.tidt"g"" menggtrnakan huruf ha' datyang lainnya dengan
jim p)Js,tritapi keduanya lelas.
Pasal 16
DO'A SETELAH MENUNAII(AN DUA
RAKAAT SHALAT SUNNAH SHUBUH
HADTTS NO. 114 (DHA'IF JIDDAN)
Kami telah meriwayatkan dalam kitab Ibnus Sunni dari Abul
Malih -namanya adalah 'Amir bin Usamah- dari ayahnya&, bahwa ia
shalat dua rakaat fejar,danbahwa Rasulullah ffi shaletdua rakaat yang
ringan dekat tempat ia shalat, kemudian ketika beliau sedang duduk,
ia menden garry e mengucapkan :
I
| ffi '41 ;:S,J, t|h.frj|Et?p,hb "* :'nll[f
.Jgl'u'*\,if
"Ya Allah! Rabb Malaikat Jibril, Malaikat Israfil, Malaikat
Mika-il dan Nabi Muhammad W, aku berlindung kepada-Mu
dari api Neraka." (Sebanyak) tiga kali.al
HADITS NO. 11s (DHA',IF JIDDAN)
Kami telah meriwayatkan di dalamnya dari Anas, dari Nabi ffi,
beliau bersabda: 'Barangsiapa di waktu pagi hari Jum'at sebelum
melaksanakan shalat Shubuh mengucapkan:
t' Sbahiih Kitaabal-AdzhaaruaDba'iifuhu. Svaikh Salim al-Hilalino.25. Hadits ini
dha'if iiddan flemah sekali). Diriwai'atkan bleh Ibnus Sunni dalam Amalul Yaum
u,alLlaihh ("b. toz), al-Hlakim (m7ezz),ath-Thabrani ddam al-Kabiir (no. 520).
Sava katakair: 'Dalim sanadnya'adl-Zaliaiya al-Ghassani, ia lemah, demikian pula
vahs setelahnva. maka sanid ini eelap di atas kegelapan (lemah berdasarkan
wf.laehiridanhvaan)'a."Sta'errrhr}aictilkua-rii,uLlAivftaannuUl3r8ti4iz\ idnariW'ha2d2is9\'A."iNsy-aIhIa. fSizayha
menvebutkan satu
katalLan: "Sanadnya
[mah stkafi, di dalamriva rfra'e6duttah bin'ubaidiUah bin Abi Humaid ia seorairg
yang matruk, dan Sufjran bin !(aqi' pun lemah, orang sepertinya tidak meng-
lembirakan dan tidak hemiliki kaiantab."
Shalat dan Hal-Hal yang Berkaitan Dengannya \47
'.4! ,'ib r#t'rlre lt alr I sir ilr li,if
"Aku mohon ampun kepada Allah yang tidak ada Ilah yang
berhak diibadahi melainkan Dia, Mahahidup, berdiri sendiri
dan aku bertaubat kepada-Nya."
Sebanyak tiga kali, maka Allah ik mengampuni dosa-dosanya,
walaupun laksana buih di lautan."a2
Pasal 77
DO'A KETIKA SAMPAI DI SHAFF
HADITS NO. 116 (DHA',IF)
Kami telah meriwayatkan dari Sa'ad bin Abi Vaqqash +gr, bahwa
seorang laki-laki datang ke tempat shalat dan ketika itu Rasulullah M
sedang shalat, lalu ketika ia telah sampai di shaff, ia mengucapkan:
"';prldt'!w €T r; jbtid]p'''
"Ya Allah! Karuniakanlah kepadaku yang paling utama dad. apa-apa
yang Engkau karuniakan kepada hamba-hamba-Mu yang shalih."
Tatkda Rasulullah ffi selesai melaksanakan shalat, beliau bersabda:
'rri,i-i ii<;lit u'
"Siapa yang mengucapkan itu tadi?"
Lakilaki tadi menjawab: "Aku wahai Rasulullah! Maka beliau
bersabda:
,Jwy,,be Wy;lxV ';1 ,bs1,"
" Shobiih Kitoab alAdzkaar ua Dba'iifubz. Svaikh Salim al-Hilali no. 25. Hadits ini
dha'ifjiddan (lemah sekali), diriwayatkan 6leh Ibnus-Sunni dalam 'Amalul Yaum
uwl l-dilnh (no. 83). Saya katakan: "Di dalamnya terdapat dua'illat Pertama,Khushaif
adalah seoranzrni:thaddits masvbua tetapi pada dirinvi terdaoat perbincanean. dan ia
tidak pernah-mendengar daii Anas. kedua Yangheriwryattan darinfa rnatruk.
Maka'hadits tersebut l-emah sekali. "
748 Shalat dan Hal-Hal yang Berkaitan Dengannya
"Kalau demikian, berarti kuda perangmu terbunuh dan engkau
pun syahid di jdan Allah."a3
Diriwayatkan oleh an-Nasa-i dan Ibnus Sunni, juga al-Bukhari
dalam Taariikhnya dalam riwayat hidup Muhammad bin Muslim bin
'A-idz.
Pasal 18
BACAAN KETIKA HENDAK BERDIRI
MENUNAIKAN SHALAT
HADTTS NO. 117 (SHAHTH)
Kami telah meriwayatlsn dalam kitab Ibnus Sunni dari Ummu
#,Rafi' , ia berkata: "'Wahai Rasulullah! Tunjukkanlah kepadaku
satu amal yang jika aku mengerjaktnnya, aku mendapat pahala dari
Allah,98." Beliau bersabda:
J.Ji itr g:l-i a\i)t J\ ? t4 |et) ?l U.
l'.Jffjct:;;6y #)t, ,l:;b I ,l:;b
v)]i\tilb :d'r-Ui lC,.o:t+6,r -ro / o .oro -/
ll J:'9 %tir.ll t
r:ft *i$'.Lji 't\{Ytlb
c'').tib til ) ,r!. l.i6 ,':' gi:Jooli
'Jte :Jt!
U ,Jv t.;,'ri!',)t t5! 3,uf r.if '$i
ot SlIilntblbhindougdblrhin4iKbbah'tiKLuf..tiztDayaLadiLimrLbiwwaadayha4l-lyAA(4andrrtozk.kada4n.a5ar2-vrot)g-,lwrwelAhaaba4lD)lul-l-uihBgdYAa-urnat'4liitri'hrlrfau.atbJ(ri5u-l,9{,uas84s1ly4l3dalrmeriknh7qaL6tS--t9*Taq\t,larimmaarncia-cikNflr-rbtaHwtulstrilala-Kttliqi|uada\nbca?toilia:.rm2\(u7/nv..'.oAtH.lmav6ld/4av9rrtl6itupr)l
Ya4uymry.aannall Ll-aikh (inoo.1.10055)),, Iibnu Hibban (Gnqo.. t1g5!0S9)),, 4al--HH4akiimim ($l//2200nn.dd^ai.nlniabebrekrakatata::
"Hadits ini shahih sesuai denean svarat'Muslim." Pendaoat'ini diikuti oleh adz-
MDzuahhhaaammbmim. aaScadlyabmiknatMakuuassnllr:imm"MtbiLarns'A'aA;la-idrhd.zh.'iadAditiktssaninitemtaepnri_unnarm.Tt amnnye"a1rriikktria"dclaslker mdctiurssaeebteurtllkreaatnnakdapillaaadma
al-Mustadrak dan ia ddak dipakai oleh Imamjvluslim dalam Sbabihnva.Ia adalah
perawi yaannsg, maihul (tidak dikenal) sebasgaimana dikatakan leh Abu Zur'ah, adz-
Dzahabi dai seelliiinnnnyvai. Kessiimmppuulalairirnnyyaa, .'Ihaaddiittss ini dha'if. \lVallaabhu da'ldarmn.o"
Shalat dan Hal-Hal yang Berkaitan Dengannya 1.49
"\fahai Ummu Rafi'! Apabila engkau berdiri hendak menunaikan
shalat, maka benasbihlah kepada Allah 10 kali, benahlil 10 kali,
benahmid 10 kali, bertakbir 10 kali, mohonlah ampun kepada-
Nya 10 kali. Karena sesungguhnya apabila engkau bertasbih,
Allah menjawab: 'Ini untuk-Ku', apabila engkau benahlil, Dia
menjawab: 'Ini untuk-Ku', apabila engkau bertahmid, Dia
menjawab: 'Ini untuk-Ku', apabila engkau bertakbir, Dia
menjawab: 'Ini untuk-Ku', dan ketika engkau memohon ampun,
Dia menjawab: 'Aku telah melakukannya'."#
Pasal 19
DO'A KETIKA MENDENGAR IQAMAH
HADTTS NO. 118 (HASAN)
Imam asy-Syafi'i meriwayatkan dengan sanadnya dalam kitab
al-[Jmm satu hadits mursal,bahwa Rasulullah ffi bersabda:
a),21r a;vLs J'-i:Jir gtiir 'tls or;fut ti.t*Lr ';Gi'
".e;!t )tft
"Carilah waktu dikabulkannya do'a ketika pasukan benemu (di
medan tempur), ketika mendengar iqamah untuk shalat dan
ketika turun hujan yang deras."a5
Asy-Syafi'i berkata:
nn Shobiih Kitaabal-AdzkaarwaDha'iifuhu,Syaikhsalim al-Hilali no.90. Hadits ini
shahih karena memiliki banyak si,ahid. Diriwayatkan oleh Ibnus Sunni dalam
'Amalul Yaum wal Lailah (no.'106\,'dan dihasankari oleh al-Ha{izh dalam Nataa-ijul
Afhaar fi/390\. Sava katakan: "Benar aDa vanq dikatakannva. dan ada svahidnva
diri hadim unimui;alamah #, . DiriwivJtkai oleh at-Tir''midzi (no. +60), Ibiu
Khuzaimah (no. 850), Ibnu Hibban (no.-2342) dan selainnya, tetapi di dalamnya
tidak disebutkan waktu mengucapkannya."
" Shobiih Kitaab al-Adzkaar ua Dba'iifubu,Syalkhsalim al-Hilali no. 91. Hadits ini
hasan karena memiliki banvak wahid. Dirii'avatkan oleh asv-Svaf i ddam al-Urnm
U253\ secerarnursdl. Sava'kata(an: "Di d"lrirnva iuea terdaplt kekeliruan Imam
isv-Siafi'i. sedane 'Abdul 'Lzizbin 'LJmar iJiui titapi teik"dane salah. Akan
rci^p{i^mlmilikiteberapa syahid dari Sahl 6iri Sa'ad,^'Abdullah Ein 'Amr dan
yarr! lairrrry". Kesimpulan'nya, hadits tersebut hxan, insya Alhb."
1.50 Shalat dan Hal-Hal yang Berkaitan Dengannya
orb o. O / o
4.-ff Ui;s:iijt
)\'J ui.E!\ *;,el)
".6i*e)t yttp
"Dan sungguh aku telah menghafal dari lebih dari satu orang
tenrang mencari waktu ijabah (maqbulnya do'a), (yaitu) ketika
turunnya hujan deras dan ketika mendengar iqamah."
Pasal 20
BACAAN SHALAT
Ketahuilah bahwa bab ini sangat luas, di dalamnya disebutkan
banyak hadits shahih dari berbagai jenisnya, i"g, di dalamnya ter&pat
berbagai cabang yang disebutkan dalam buku-buku fiqih. Di sini kami
hanya menegaskan dasar-das errya secara global, tanpa menyebutkan
seqlra rinci dan hal-hal yangjarangdibicarakan, kebanyakan tidak saya
sebutkan dalil-dalilny^ agar lebih ringkas, karena dalam kitab ini
memang bukan tempatnya untuk menerangkan dalildalil rcrsebut, tetapi
hanyruntuk menerangkan hal-hal yang praktis untuk diamalkan.
Pasal2l
TAKBIRATUL IHRAM
Kaahuilah bahwa shdat itu tidak sah tanpa ukbiratul ihram,baik
I*r-shal*fardhu (*ritb) maupun shalat sunnah. Takbir menurut
tt)'-
Syafi'i dan kebanyakan para ulama merupakan bagian dari shalat dan
salah satu ruhm dari rukun-rukunnya. Menurut Abu Flanifah, tzkbiratul
ibram merupakan syarat tetapi bukan bagian dari shalat.
Laf.*h takbir, yaitu:
51 ht ,(A[ah Mahabesar) atalr
Shalat dan Hal-Hal yang Berkaitan Dengannya 151
f,li litr (euah yang Mahabesar).
Yang pertama tidak menggunakan alif dan lam padakaa'Ti,
sedang yang kedua menggunakan alim dan km (pada f'!rn'"). Kedua
lafazh tadi boleh digunakan menurur madzhab asy-Syafi'i dan Abu
Hanifah serta yang lainnya, semenrara Malik melarang yang kedua.
Maka dalam rangka berhati-hati hendaknya menggunakan yar,g
pertama, agar terhindar dari perbedaan tadi. Tidak boleh menggunakan
selain dlua, laf.azh tadi, seanda tny a ia mengucapkan t iiniir irL (Allah
Yang Mahaagung) atau Jtli.jr ilr (Allah Yang Mahatinggf atau ii+i iirr
i((Allah Mahaagung) atau ${ahaperkasa) aa:u"Szi (Mahamulia) atau
yang sama dengannya, maka shalatnya tidak sah menurut Imam asy-
Syafi'i dan kebanya,kan ulama, sedangkan menurur Abu Hanifah
shalatnya sah.
Seandainya mengucapkan:
"..!r Fi.
"Paling besar (adalah) Allah."
Shalatnya tidak sah sesuai pendapat yang paling shahih menurur
kami, tetapi sebagian sahabat kami mengatakan: Shalatnya sah, sebagai-
mana jika pada akhir shalat ia mengucapkan:
".i>t'Jr
'Semoga kesejahteraan dilimpahkan kepada kalian.' "
Maka, ucapan tersebut sah menurut pendapat yang paling shahih.
Ketahuilah bahwa takbir dan dzikirdzikir (bacaan-bacaan) lainnya
tidak sah manakala tidak diucapkan dengan lisan (lidah), yang bisa
didengar oleh dirinya sendiri jika tidak ada penghalang. Hal ini telah
kami jelaskan pada beberapa tempar di bagian awal kitab ini. Ketika
Iidahnya bisu atau terdapat aib lainnya, maka ia menggerakkan lidahnya
menurut kemampuannya, dan dengan demikian shalatnya sah.
152 Shalat dan Hal-Hal y*g Berkaitan Dengannya
J"gp p"rl, dikeahui bahwa ukbir tidak sah dengan lalaz}, aJamiyyah
(selain lafazhArab) bagi yang mampu melafazhkamtye.dengan lalazh
Arab. Adapun yang tidak mampu, maka shalatnya sah tetapi ia wajib
mempelajariltfuhArab. Kalau ia lalai dalam belajar, maka shalatnya
tidak sah, dan ia wajib mengulangi shalatnya sejak ia lalai dalam belajar.
Menurut pendapat yang shahih lagi terpilih, bahwa takbiratul ibram
tidak diucapkan dengan suara panjang, tetapi diucapkan dengan suara
pendek dan cepat. Ada yang mengatakan bahwa hal itu diucapkan
dengan suara panjang. Tetapi yang shahih adalah pendapat yang
pertama. Adapun takbir-takbir yang lainnya, maka pendapat yang
shahih lagi terpilih bahwa disunnahkan memanjangkannya hingga ia
sampai kepada rukun selanjutnya. Ada yang mengatakan: "Tidak
dipanjangkan." Maka, seandainya ia memanjangkan yang semestinya
tidak dipanjangkan, atau ia tidak memanjangkan yang semestinya
dipanjangkan, maka shalatnya tidak batal, tetapi ia meninggalkan
suatu keutamaan. Yang dipanjangkan adalah setelah huruf lam dari
kalimat ilt , dan yrng Lirrrrya tidak boleh dipanjangkan. Menurut
Sunnah Nabi ffi, imam harus menjabarkan (membaca dengan suara
keras) takbiratul ibram dan yang lainnya, agar dapat didengar oleh
makmum. Sedangkan makmum membaca-nya dengan slzz (pelan) yang
hanya dapat terdengar oleh dirinya sendiri. Jika makmum menjaharkan
dan imam merulrrkan, hal itu tidak membatalkan shalat.
Hendaklah bersungguh-sungguh membenarkan (lafazh) takbir,
maka janganlah memanjangkan bukan pa+ tempatnya. Jika seseorang
memanjangkan huruf bamzah pada kata Jtl , atau baris fat-hab pada
huruf ba'prdekalimat ,:!i menjdist5t,maka shalatnya tidak sah.
Pada shalatyangterdiri dari2 rakaat, disyari'atkan 11 tahbir,
shalat 3 rakaat dengan 17 takbir dan shalat 4 raknt dengan 22 rakbir.
Pendapat ini perlu dicermati karena yang benar adalah 5 takbir, satu
kali takbir untuk rltku.',4 takbir untuk 2 sujud dan bangkit dari sujud,
takbiratul ibram serta takbir ketika bangkit dal.,i taryabhud pertama.
Semua takbir yang telah disebutkan hukumnya sunnah, ketika
ditinggalkan dengan sengaja atau karena lupa, tidak membatalkan shalat,
dan tidak haram atasnya, juga tidak perlu sujud sabuti, kecuali takbiratul
i.lnam yang ddak sah shalat jika tidak diucapkan, tanpa adarrya perbedaan
pendapat mengenai masalah ini. \Y'allaabu a'lam.
Shalat dan Hal-Hal yang Berkaitan Dengannya L53
Pasal22
BACAAN SETELAH TAKBIRATUL IHRAM
Dalam hal ini terdapat banyak hadits, yang secara ringkas dapat
disimpulkan dalam ucapan-ucapan (do'a) di bawah ini:
Vb'rg; irt or;yr,(;? *'r;jtr,(F 6 ht
"Allah Mahabesar dengan sebesar-bes^ntya,segala puji bagi Allah
yang sebanyak-banyaknya, Mahasuci Allah di waktu pagi dan
sore hari."
tJ> ,t:\ii lt)t^:st'Sa€:\,#t cg9"t od z -
#it'uoI,:i5 t il/
|'l#!):''*i't'fir '' 6( 6
€%t
';rlPt'q 9o.ut
-f,s1*,t !,&JJj t'di'"n!tnr, 6l:, |it 4 *t bVt
' .t. 4.apI ?..o ,o;oi iilb/'/ ,!{b vf:t ,;i:rui
,:,Jt lt ,.rj;lt';lii'^Sri $bi d?ttr4ii- a --a
t# ltu / ,u
z zd ,*\..drirr
i:.lf Trt.ql Oye'l\
i,, ;.6,,ui\d ?,:);lyelk ;a, t,,u;iort
' .'cJ{5l i+'fb'!ryl,:'*W s 6 rr;{4{:
f*ii,*Aku hadapkan wajahku kepada (R bb) Y*g menciptakan
dan bumi dengan meluruskan ketaatan kepada-Nya sena berserah
diri, dan aku bukanlah termasuk orang-orang musyrik. Sesung-
guhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku, hanyalah untuk
Allah Rabb semesta alam, tidak ada sekuru bagi-Nya. Dan karena
itu aku diperintahkan dan aku termasuk orang-orang yang
berserah diri. Ya Allah, Engkau adalah Raja, tidak ada Ilah (y*g
berhak diibadahi) melainkan Engkau, Engkau adalah Rabb-ku,
dan aku adalah hamba-Mu, aku telah menganiaya diriku sendiri,
1il Shalat dan Hal-Hal yang Berkaitan Dengannya
aku mengakui dosaku, maka ampunilah semua dosaku, karena
tidak adayangmengampuni dosa selain Engkau, berilah aku
petunjuk kepada akhlak yang paling baik karena tidak ada yang
memberikan petunjuk kepada akhlak yang paling baik melainkan
Engkau. Aku penuhi panggilan-Mu dan aku merasa bahagia
memenuhi panggilan-Mu, semua kebaikan berada di tangan-Mu
dan kejahatan itu bukan dari-Mu, aku memohon pertolongan
dan berserah diri kepada-Mu, Engkau Mahaagung lagi Mahatinggi,
aku memohon ampun dan bertaubat kepada-Mu."
Atau dengan ucapan:
L,
l"U rpr
.r;t)
"Ya Allah, jauhkanlah aku dengan dosa-dosaku sebagaimana
Engkau telah menjauhkan antarra timur dan barat. Ya Allah,
sucikanlah aku dari dari dosa-dosaku sebagaimana kain putih
yang dibersihkan dari kotoran. Ya Allah, bersihkanlah aku dari
dosa-dosaku dengan salju, air dan embun."
Semua yang disebutkan di atas terdapat dalam hadits-hadits shahih
dari Rasulullah ffi. Dan dalam bab ini terdapat hadits-hadits lainnya,
diantaranya:
HADTTS NO. 1le (SHAHIH)
Hadits 'Aisyah €k,, Rasulullah ffi apabib memulai shalat,
beliau membaca:
;!u !
J6:, ,3Ji-t \$ ,'!r:&,;:) ftj'tr |!lt-I,'
'.'!'p,ll u|l:t
Shalat dan Hal-Hal yang Berkaitan Dengannya L55
"Mahasuci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu, Mahaagung
Asma-Mu, Mahatinggi keagungan-Mu dan tidak ada Ilah (y"rrg
berhak diibadahi) melainkan Engkau. "6
Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi, Abu Dawud,Ibnu Majah dengan
sanad yang dha'if, serta dilemahkan oleh Abu Dawud, at-Tirmidzi,
al-Baihaqi serta yang lainnya. Dan diriwayatkan oleh Abu Dawud,
at-Tirmidzi, an-Nasa-i, Ibnu Majah dan al-Baihaqi dari riwayat Abu
Sa' id al-Khudri, kemudian mereka melemahkannya.
Al-Baihaqi berkat*: "Do'a iftitah diriwayatkan dengan l$azh:
' . 3.tli.{ :t';.Jirt'r!i6.'j,.
"Mahasuci Engkau ya Allah dan segala puji bagi-Mu."
Dari Ibnu Mas'ud dengan sanad yengmadu'semuanya lemah.
Kemudian beliau berkata: 'Hadits paling shahih yang diriwayarkan
dalam bab ini adalah riwayet dari'Umar bin al-Khaththab **r,."
Kemudian ia meriwayatkan dengan sanadnya darinya, bahwa ia
benakbir (takbiratul ihram-P"\, kemudian membaca:,
(3I;lJ6s '!:Vs,3"r.o.;{ )'"i1.Jiil 'r'Jti6,.-J,,,.
..'!'* it'l: ,::)'ri
nt Sbahiih Kitaab al-Adzhazr an Dha'iifuhzr, Syaikh Salim al-Hilali no.92. Hadirs ini
shahih karena memiliki banvak svahid. Diriwavatkan oleh at-Tirmi&i (no. 243)-
Abu Dawud (no.776),Ibnu Majah (no. 806), al-H'akim (Y235\,al-Baihaqi E/ll-l+\,
ad-Daraquthni Q/299), dengan dua'sanand dari hadis 'Aisyih €g, . Saya'katakari:
"Hadits tersebut hasan denean kedua sanad tadr. inna Allah. Dan ia naik ke deraiat
shahih densan hadim Abu Sa'id al-Khudri .+." Diriwayatkan oleh Abu Dawird
(no.775),at-Tirmi&i (no.242),Ibnu Malah (no. 804), al-Baihaqi E/34-35) dan yang
Iainnya- Sanadnya hasan, insya Alhb,walaupun 'Ali bin 'Ali ar-Rifa'i dipeibin:
cangkan, tetapi ia dianggap tsiqab olehYahyabin Ma'in, Abu Zur'ah d,#arn,.S'yu'bah.
oai dalim blab tersebiri i"g ;d^hadits da'ri Anas dan ibnu Mas'ud
1. Hadits Anas, diriwayatkan oleh ad-Daraquthni (I/300), ath-Thabrani dalam
dd-Du'da'(505 dan 506) dan al-Ausatb (y30OB) dari'Anas denganlafazhtersebut.
Saya katak'an: "Hadir irri st atih."
2. Hadits 'AMullah bin Mas'ud, diriwayatkan oleh an-Nasa-i dalam AmalulYaum
dbaanbattehr-sTehbaubtrajudgi a(taOdtatZhaddaints1d0a2r8i0t)(.JSrnayaar,kAatnaaksa,nJ: a"bHiradbirins
anl Laihb no. 849,
ini shahih." Dalam
'Abdillah, 'Amr bin al-'Ash, Vatsilaf, bin al-Asqa', dan yans lainnya *i. D.rrs".,
ini maka ielaslah bahwa memulai shalat dengan do'a ini adilah shahih dan tiilak
ada keraguan padanya.
155 Shalat dan Hel-Hal yang Berkaitan Dengannya
"Mahasuci Engkau ya Allah, dan dengan segala puii bagi-Mu,
Mahaagung Asma'-Mu, Mahatinggi keagungan-Mu dan tidak ada
Ilah (yang berhak diibadahi) melainkan Engkau."
Valkahu a'lam.
HADTTS NO. 120 (DHA',IFJIDDAN)
Kami telah meriwayatkan dalam Sunan al'Baibaqi dari al-Harits,
dari'Ali $r,, ia berkata: "Nabi ffi ryabtla memulai shalat, beliau
membaca:
tn(.t..?(*'>itnt;&i ,&i .,Utc)tU1ib+,!"i);|t;?$i,t,t6f1it*rdft.t'iiril
9'1 JL
"Tidak ada Ilah (yrrg berhak diibadahi) melainkan Engkau,
Mahasuci Engkau, aku telah menganiaya diriku sendiri, aku
telah melakukan perbuatan jelek, maka ampunilah aku, karena
sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni dosa melainkan
Engkau, aku hadapkan wajahku sampai akhir.
Hadits ini dha'if, karena al-Harits al-A'war telah disepakati
atas kelemahannya, asy-Sya'bi mengatakan: "Al-Harits adalah kadzlu.b
(pendusta). " tYalkabu a' km.
Adapun ucapan beliau (Nabi ffi) :
'.'4lt,i, ?"'
"Dan kejahatan itu bukan dari-Mu."
Bahwa ablul haq (orang-orang yang berpegang kepada kebenaran)
dari kalangan ahli hadits, ahli fiqih dan ahli tauhid dari kalang^t para
Sahabat, para tabi'in dan orang-orang setelah mereka dari kalangan
o' Sbobiih Kitaab at-Adzhzar an Dba'iifuhz, Syaikh Salim al-Hilali no. 28. Hadits ini
dha'if sekali. Diriwayatkan oleh d-B-aihaqi W33)- Saya karakan:-"Sanadnya lemah,
tidak dapat diterimi karena padarryaadi al-H"tits al-A'waria adalah seorang yang
rwtntk ilan didustakan oleh asy-Sya'bi.'
Shalat dan Hal-Hal yang Berkaitan Dengannya
ulama kaum muslimin berpen&pat bahwa semua makhluk, yang baik
dan yang buruk, manfaat dan mudharat, semuanya dari sisi Allah
$#, dengan kehendak dan ketentuan-Nya. Jika hal ini benar, maka
hadits ini harus ditakuil (ditafsirkan).
Para ulama telah menyebutkan beberapa jawaban mengenai
hal tersebut:
Pertnma dan ini yang paling masyhur- diucapkan oleh an-Nadhr
bin Syumail dan para imam setelahnya, bahwa aninyayaitu, kejahatan
tidak dapat digunakan untuk mendekatkan diri kepada-Mu.
Kedua, tidak &pat naik kepada-Mu, yang dapat naik kepada-Mu
hanyalah ucapan-ucapan yang baik.
Ketiga,tidak dapat disandarkan kepada-Mu sebagai adab, maka
tidak boleh mengatakan: "\trflahai Pencipta kejahatan," walaupun Dia
yang menciptakannya. Sebagaimana tidak boleh mengatakan: "'$[ahai
Pencipta babi", walaupun Dia yang menciptakalnya.
Kertpa4 bukan keburukan sesuai hikmah-Mu, karena sesungguhnya
Engkau tidak menciptakan sesutu dengan sia-sia. Valkabu a'km.
Inilah dzikir-dzikir yang diriwayatkan berkaitan dengan do'a
tawajjuh. Disunnahkan membaca;ny^ secara keseluruhan bagi yang
shalat sendirian, dan bagi imam jika makmum mengizinkannya. Jika
mereka tidak mengizinkannya, maka janganlah ia memanjangkan
bacatnnya., tetapi hendaklah membaca sebagiannya. saja, dan kalau
ia hanya membaca salah satunya, maka hendaklah memilih:
" ;o*llijt ,y"t d'1. Jl " .-- '\*) L>:gL).
"Aku menghadapkan wajahku .... -sarnpai dengan- termasuk
orang-oran g yar'g menyerahkan diri. "
Demikian pula orang yang shalat sendirian dan memilih meringan-
kan bacaan.
Perlu diketahui bahwa bacaan-bacaan tersebut sunnah untuk
dibaca, baik dalam shalat fardhu maupun shalat sunnah. Maka seandainya
ditinggalkan pada rakaat pertama dengan sengaja atau karena lupa,
tidak perlu membacanya. pada rakaat setelahnya, karena waktunya
sudah berlalu. Dan seandrinya ia membacany^, maka hal tersebut
r.58 Shalat dan Hal-Hal yang Berkaitan Dengannya
hukumnya makruh, tetapi tidak membatalkan shalat. Jika ia mening-
galkannya setelah takbir sampai ia memulai bacaan ta'Aatanudz,
maka waktunya sudah berlalu, dan ia tidak perlu mem^btaacva do'a iftitab.
Namun jika dibaca, tidak membatalkan shalat.
Jika seorang makmum masbuq (terlambat/teninggal) dan men-
dapatkan imam pada salah satu rakaat, maka boleh membacanya
kecuali ia khawatir jika dengan membacanya, ia tidak sempat membaca
al-Faatihah, maka hendaknya membaca ia al-Faatihah, karena ia lebih
penting. Al-Faatihah wajib dibaca sementara do'a iftitab sunnah. Ketika
seseorang rnasbuqdan men&patkan imam ddam kea&an tidak berdiri,
baik ia sedang ruku', suju4 atau sedang tasyahhud, maka hendaklah ia
melakukan sesuai epeyeigsedang dilakukan imam, dan mengucapkan
dzikir sesuai yang diucapkan imam, tidak perlu membaca do'a iftitab
ketika itu dan juga setelahnya. Para sahabat kami berbeda pendapat
mengenai disunnahk annya do' a iftitab ketika shalat Jena zah, dan yang
paling kuat adalah tidak disunnahkan, karena shalat tersebut harus
diringankan (tidak panjang). Juga harus diketahui bahwa do'e iftitab
itu hukumnya sunnah, bukan wajib, dan seandainya ditinggalkan,
tidak diwajibkan sujud sahwi. Disunnahkan dibaca dengan sin (peltn),
dan kalau dijabarkan (dibaca dengan keras), maka hukumnya makruh
tetapi tidak membatalkan shalat.
Pasal 23
BACAAN ZA'A'WWUDZ SETELAH
DO'A IFTITAH
Menurut kesepakatan para ulama, ucapan ta'autwudz setelah do'a
iftitah hukumnya sunnah, ia merupakan awal bacaan.
Firman AIIah tH:
@ +z'ti a#)i b {\':$'6 ir;;:i .ir; st'
"Apabik kamu mernbaca al-Quran, bendaklah kzmu mernina pulin'
dungan kepdda Allah dari syaiun yang tukutuk" " (QS. An-Nahl 98)
Makna ayat tersebut menurutJumhur Ulama addah, jika hendak
memb aca al-Qur-an, maka b er ta'auut udzlah (bacalah ta' aww udz) .
Shalat dan Hal-Hal yang Berkaitan Dengannya L59
Lafuhyang terpilih dalam ucapan ta'auwudz adalah:
'.€'jt otid3Jt'oA arq l,Pf-
///
"Aku berlindung kepada Allah dari (godaan) ty"it* yang terkunrk."
Ltfezh lain yaitu:
"*'jt gtah;rte.t 9s.i,'"lrJr arq lpi'
"Aku berlindung kepada Allah Yang Mahamendengar lagi Maha-
mengetahui dari (godaan) syaitan yang terkutuk."
L#.mh ini boleh diucapkan, tetapi yang paling masyhur lagi
terpilih adalah yang pertama.
HADTTS NO. 121 (SHAHTH)
Kami telah meriwayatkan dalam Sunan Abi Dauud, Sunan at'
Tirmid.zi, Sunan an-Nasa-i, Sunan lbniMajah dan Sunan al-Baihaqi serta
yang lainnya, bahwa Nabi ffi sebelum membaca (al-Faatibah) dalam
shalat, beliau membaca:
,e'jrlrliil.l' 6l.,LJr lu, lPf.
4#ro
I.J'4
1f,.0:k:, ,ork)
"Aku berlindung kepa& Allah Y*g Mahamendengar lagi Maha-
mengetahui dari (godaan) syaitan yang terkutuk, dari tipuan,
bisikan dan godaan rLya."o'
Telah ada keterangan tentang tafsir hadits ini, bahwa'tipuannya'
adalah kegilaan,'bisikaqnya' adalah kesombongan, dan'godaannya'
yaitu perasaan was-w as. Vl'allaahu a'lam.
o' Shohiih Kit*b al-Adzkaar ua Dba'iifubz, Syaikh Salim al-Hilali no. 93. Hadits ini
Diriwayatkan oleh Abu Dawud (764-765\,
saht-aThiirhmkiadrzeina,r,mo.e2m4i2li\k-iIbbnaunMvaakiashva(lniido.. 801. aljBaihaoi fi,/35-36\ dan vanl Iainnva
d,dap,rdi aArbi uhaLdJiims aAmbauh,S'"I'Jiam"atr-rbl'irnaaril.-KSh"ar,t"hdtihiyaab,h'Aasbadr,u.^lIlai hmebminiliMkiasb'auidrysae[rtsayayahnidg,
lainnya, dengan syahid tersebut, maka hadits ini naik ke derajat shahih.
150 Shalat dan Hal-Hal yang Berkaitan Dengannya
Pembabasan:
Hukum Membaca Ta'Aatwudz dalam Shalat.-P'"'
Membaca ta'auuudz hukumnya sunnah bukan wajib yang jika
ditinggalkan tidak berdosa dan tidak membatalkan shalat, baik karena
sengaja ataupun tidak, dan tidak disyari'atkan melakukan suiud sahwi
jika ditinggalkan. Disunnahkan dalam semua shalat, baik fardhu
maupun sunnah, dan menurut pendapatyengpaling shahih adalah
disunnahkan dalam shalat Jetazah,juga disunnahkan ketika membaca
al-Qur-an di luar shalat menurut ijma'(kesepakatan Para- ulama).
Ta'awuudz disunnahkan pada rakaat Pertama menurut kesepakatan
para ulama. Jika tidak mengucapkaa tA'AIt u)ttdz pada rakaat Pertama,
maka diucapkan pada rakaat kedua, kalau juga tidak dilakukan, maka
pada rakaat setelahnya.
Jika zudah berta'awwu& pada rakaat Penam4 apakah disunnahkan
juga pada rakaat kedua? Dalam hal ini ada dua pendapat menurut
sahabat-sahabat kami, yang paling shahih bahwa hal itu disunnahkan
tetapi yang lebih tegas adalah pada rakaat pertama.
Bila pada shalat yangbrcatnnya disirrkan (dibaca dengan suara
tidak keras), maka ta'awuud.zjuga dibaca &tgro siz. Apakah d\idhdrk^rl
(dibaca dengan keras) pada shalat yangbacatnnya dijaharkan? Dalam
hal ini terjadi perbedaan pendapat, diantara sahabat-sahabat kami
arda ytngmengatakan: "Disizkan." Jumhur IJlama berkata: "Dalam
masalah ini, pendap* mtdzhab asy-Syafi'i terbagi dua;
PertamazDijaharkan
Kedua:Dtsi,z:karn
Demi keserasian bacaan, maka disunnahkan jahar, hal ini disha-
hihkan oleh Syaikh Abu Hamid al-Isfirayini,Imam sahabat kami di
Irak, dan sahabatnya, al-Muhamili serta yang lainnya, dan ini yang
pernah dilakukan oleh Abu Hurairah S.
Adapun Ibnu 'Umar Q{' membacanya dengan sirr, pendapat
ini yang lebih shahih dan terpilih menurut kebanyakan sahabat kami.
\Vallaahu a'lam.
Shalat dan Hal-Hal yang Berkaitan Dengannya 161.
Pasal 24
BACAAN SETELAH TA'A'WrV/UDZ
Bacaan al-Faatihah dalam shalat adalah wajib menurut ijma'
(kesepakatan para ulama) dengan nash-nash yang sangat jelas. Pendapat
kami adalah sebagaimana pendapat jumhur bahwa bacaan al-Faatihah
wajib, dan tidak sah shalat bagi yang tidak membacanya jika ia mampu.
HADTTS NO. 122 (SHAHTH)
Berdasarkan hadits shahih, bahwa Rasulullah ffi bersabda:
'. y4' y,"rw t;it bc" i,s iJr"
"Tidak sah shalat yang didalamnya tidak drbacafaatihatul kitaab
(surat al-Faatihah). "ae
Diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah dan Abu Hatim bin Hibban
dalam kirab Shahihkedwya dengan sanad yang shahih dan keduanya
memutuskan bahwa hadits tersebut shahih.
HADTTS NO. 123 (SHAHTH)
Dalam ash-Sbahihain (Shahih al-Bukhari dan Sbahib Muslim) dari
Rasulullah ffi:
"..7tl(,it t ,iql1 a>u.a l"
*Tidak ada (tidak sah) shalat kecuali O**|f*r*)ut pt *U(surat
al-Faatihah)."50
4' Shdhiih Kitaabal-AdzkaarwaDha'iifubz, Syaikh Salim al-Hilali no. 94. Hadits ini
shahih. Diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah Q./248), dan dari jalannyajuga diri-
wayatkan oleh Ibnu Hibban (JJJ/l39-140\,dan dishahihkan oleh Ibnu Khuzaimah, Ibnu
Hibban dan an-Nawawi pg.'Saya kaukanr "Benar apa yang mereka kaukan."
50 Sbdhiih Kitaab al-Adzhaar ua Dha'iifubu. Svaikh Salim d-Hilali no. 95. Diriwayatkan
oleh al-Bukhari (no.756), Muslim'(no. ffS) dan selainnya, &ri hadits 'Ubadah bin
ash-Shamit, denlan laf.a2h: l'"9u(it e*,itb.'-7i.i'oS i:t',c
"Tidak ada (tidak sah) shalat bagi orang y"irg tia* *.*b"." surat al-ftaatihah."
Shalat dan Hal'Hal yang Berkaitan Dengannya
Pembabasan 7:
Bacaan Bastnalab dan al-Faatihah.-P'"''
..t'jt,F'jtDiwajibkan membaca:
I' ra"
"Dengan menyebut Nama Allah Yang Mahapemurah lagi
Mahapengasih."
Basmalab tersebut termasuk satu ayat di awal surat a1-Faatihah.
\fajib membaca al-Faatihah lengkap dengan semua tasydidnya,
yaitu terdiri dari 14 usydtd,3 pada basmalah dan yang lain setelahnya.
Jika keliru dalam satatasydid,maka bacaannyabatal. Vajib membacanya
secara tenib dan berurutan, jika tidak tertib atau tidak berurutan, maka
bacaannya batal. Adapun jika diam sekedar untuk menarik nafas,
maka hal itu dimaafkan.
Jika makmum sujud tilaanh bersama imam, mendengar imam
mengucapkan amin lalu ia mengikutinya, memohon rahmat, atau
berlindung dari api Neraka -karma bacaan makmum ketika itu sesuai
d,en gan bartan imam yang sedang mernbaca al- Faatihab, maka bacnnny a
tidak terputus menurut pendapat terkuat dari dua pendapat, karena
yang dilakukan itu beralasan. Jika seseorang melagukan al-Faatihah
hingga merusak maknanya, maka shalatnya batal, dan jikatidak merusak
maknanya, maka shalatnya sah.
Yang merusak makna seperti membaca: ',.>;l (1rang telah.aku
#tlr'qtanugerahkan. Atau seseorang membaca {iJ rJU! , membaca
,tr" ;iuir',a) xa:u S,in-: atai;li:-J. Ketika in6mbaca: iAt'ri latu
dibaca:;trllrfi, d.tgat hunrf g, maka shalatnya batal menurut pendapat
yang paling shahih dari dua pendapat, kecuali jika tidak mampu
mengucapktn ,-f setelah ia belajar, maka hal itu dimaafkan. Jika tidak
mampu membaca al-Fatihaah, boleh membaca surat lain yang sama
panjangnya. Jika tidak mampu sama sekali membaca sesuatu dari
al-Qur-an, boleh membaca berbagai dzikir -sEerti tasbib, tahlil, dan
yang lainnya- yangkira-kira sama lamanya dengan bacaan al-Faatihah.
Jika dzikir-dzikir seperti itu juga tidak mampu, sedang waktu untuk
belajar sudah sangat sempit, ia berdiri sepanjang bacaan al-Faatihah
Shalat dan Hal-Hal yang Berkaitan Dengannya 1,63
kemudian nrku', dan shalatnya sah selama ia tidak lalai belajar. Kalau ia
lalai belajar, maka ia wajib mengulangi shalat. Y*g jelas, selama masih
bisa belajar, maka wajib baginya mempelajari al-Faatihah. Adapun jika
ia mampu membaca al-Faatihah dengan bahasa asing (selain Arab)
taapi tidak bisa dengan bahasa Arab, maka tidak boleh baginya membaca
dengan bahasa asing, hal itu sama dengan tidak sanggupr oleh sebab
itu ia harus membaca yang lain sebagai gantinya sesuai dengan apa
yang telah kami sebutkan di atas.
Pembabasan 2:
Bacaan Surat.-P'"''
Setelah membaca al-Faatihah, seseorang dianjurkan membaca
satu surat atau sebagiarrrnya, hd itu adalah sunnah. Seandainya diting-
galkan maka shalatnya tetap sah, dan tidak diwajibkan sujud sahwi,
baik dalam shalat fardhu maupun shalat sunnah. Tidak disunnahkan
membaca surat (setelah al-Faatihah) dalam shalat Jenrza.h menunrt
pendapat yang paling shahih dari dua pendapat, karena shalat lenazah
itu pada prinsipnya harus diringankan. Selanjutnya -dahm baraan surdt-
seseorang diberikan pilihan, jika mau, ia boleh membaca satu surat
secara lengkap, atau membaca sebahagiannya saja. Satu surat pendek
yang dibaca secara lengkap lebih utama bagi yang menguasainya dari-
pada surat yang panjang.
Disunnahkan membaca surat sesuai dengan urutannya dalam
mush-haf (al-Qur-an), maka pada rakaat kedua hendaknya membaca
surat yang urutannya berada setelah surat yang dibaca pada rakaat
pertama, yang terletak setelahnya, seandainya ia menyelisihi hal tersebut,
maka dalam hal ini tetap dibolehkan. Menurut sunnah, bahwa bacaan
surat adalah setelah bacaan surat al-Faatihah, seandainya dibaca sebelum
al-Faatihah, maka tidak dianggap membaca surat.
Perlu diketahui bahwa yang disunnahkan membaca surat tersebut
adalah imam dan orang yang shalat sendirian serta makmum pada
shalat ymgdbinkan bacaannya oleh imam. Adapun yangdijabarkan,
maka makmum tidak boleh membaca lebih dari surat al-Faatihah jika
ia mendengar bacaan imam. Apabila tidak mendengarnya atau mendengar
namun tidak dapat dipahami, maka disunnahkan baginya membaca
surat menurut pendapatyangpaling shahih, dengan catatan bahwa
suaranya tidak mengganggu jama'aih lainnya.
154 Shalat dan Hal-Hal yang Berkaitan Dengannya
Disunnahkan membaca surat-suret mufasbsbal yang paniang
pada shalat Shubuh dan Zhuhur, surat-surtt mufashshal sedang pada
shalat 'Ashar dan'Isya', surat-surat mufashsbal pendek pada shalat
Maghrib. Seorang imam dianjurkan meringankan bacaan surat, kecuali
jika ia mengetahui bahwa para makmum lebih menyukai surat yang
paniang.
Disunnahkan pada rakaat pertama shdat Shubuh pada hariJury.at
membaca {f-y;r[(surat as-Sajadah), dan pada rakaat kedua (..;fJi
oqi,,l,a) G"i", d-Insaan), keduanya dibaca secara sempurna. Adapun
yan'g dilakukan oleh sebagian orang dengan hanya membaca sebagian
dari keduanya maka hal ini menyelisihi sunnah.
Pada rakaat penama shalat led dan shalat Istisqa' setelah membaca
al-Faatihah disunnahkan membaca {6} (surat Q""f), dan pada rakaat
kedua {i;r:rr c;.ft) (surat al-Qamar), dan kalau ia ingin, pada rakaat
{f1\'8t?, f}pertama boleh,membaca (t"t", al-A'laa) dan pada
rakaat kedua: {qloi e;rr; tltfi Jn} (t*rt al:Ghaasyiyah), karena keduanya
adalah sunnah. Hendiknya ketika membaca beberapa hal yang telah
disebutkan tidak memb xa harryesebagiannya saja. lika ingin meringan-
kan, ia boleh membaca cepat dengan bacaan yang tidak kacau/rancu.
Disunnahkan pada rakaat pertama shalat sunnah fajar setelah
al-Faatihah *e*br.r, 4W ,)ii.oilurAi rii>-(sqt* al-Baqarah: 136)
dan pada ra\<ntkedua: ts4....o1i" it$A*d'Jr([Jl} (surat Ali 'Imran:
rparlida"artapk6aantiik^e,dbu6al:e{h3;f+iSirr *'iU',9** 4iripSr 6 U
s+), talau ia ingin pada
6trof al-Ikhlx"hrr)>,
(t.rot al-Kaafiruun) d*
keduanya disebutkan secara shahih dalam Shabih Muslim bahwa
Rasulullah ffi mengerjakannya.
Pada dua rakaat shalat sunnah Maghrib, dua rakaat shalat Thawaf
dan shalat IUs#tik)had"rra,hp,rdpa" draakraaaktaka.tdrprea,rta(bm(ah.dr iatnj'ulir|k.an membaca:
[b)A$t,l,i
Adapun shalat lVitir, apabila ia berwitir dengan tiga rakaat, ia
membaca pada rakaat pertama setelah {;Fa3tr!a}r, {,rlili |fi:r?, y>
d*(suaun'ria.pt*araidld-aA.'*rlaataak)al,napta(dk(ae'utriga;ak1a: .a{'tti*;kfet'd$_ula$'r:r.{'(}0s'&3ur7>att<'(astltu-qFrjaai ltUaqa")lp-I}dkah(snluatrs.arht')6a'lb-1Kera1sat'mfti*rautu|ain+l)-
(surat an-Naas)).
Shalat dan Hal-Hal yang Berkaitan Dengannya 165
Semua yang telah kami kemukakan adi, disebutkan dalam hadits-
hadits shahih dan yang lainnya, kami tidak perlu menyebutkannya
di sini karena hd itu sudah masyhur. \Vallaahu a'lam.
Pembabasan 3:
Bacaan dalam Shalat Jum'at.-P'"''
Jika ia meninggalkan surat al-Jumu'ah pada rakaat ddam perrama
shalat Jum'at, maka ia harus membacanya pada rakaat kedua ditambah
surat al-Munaafiquun, demikian pula shalat'Ied, shalat Istisqa', shalat
\7itir, shalat sunnah Fajar dan yang lainnya sebagaimana yang telah
disebutkan di atas, yakni ketika ditinggalkan apa yang disunnahkan
pa& rakaat pertama, maka ia membacxrya,pada rakaat kedua ditambah
dengan surat yang sunnah dibaca pada rakaat kedua, agar shalatnya
tidak terlepas dari dua zurat tersebut. Dan jika pada rakaat pertama shalat
Jum'at ia membaca surat al-Munaafiquun, maka pada rakaat kedua ia
membaca surat al-Jumu'ah tanpa membaca surat al-Munaafiquun. Saya
telah memaparkan dalildalil masdah ini dalam furab SyrhulMuhad.ztzzh
Pembabasan 4:
Bacaan pada Rakaat Pertama Hendaknya Lebih Paniang
dari Rakaat Kedua.-P'"''
ffiDisebutkan dalam hadits shahih bahwa Rasulullah memac.'-png-
kan bacaan pada rakaat pertama shalat Shubuh dan shalat-shalat lainnya
lebih panjang dari rakaat pertama, lalu kebanyakan sahabat kami
menafsirkan hal ini, maka mereka berkata: "Tidak boleh memanjangkan
bacaan pada rakaat pertama melebihi bacaan pada rakaat kedua." Para
mubaqqiq berpendapat bahwa termasuk sunnah memanjangkan bacaan
pa& rakaat pertama dari rakaat kedua berdasarkan hadits shahih di atas.
Mereka sepakat bahwa rakaat ketiga dan keempat lebih pendek
da,ri rakaat pertama dan kedua. Dan pendapat yang paling shahih
bahwa tidak disunnahkan membaca surat pada dua rakaat tersebut,
walaupun ada yang mengatakan hal itu sunnah, maka yang paling
shahih bahwa rakaat keempat sama dengan rakaat ketiga, tetapi adayarg
berpendapat bahwa rakaat ketiga lebih panjang dari rakaat keempat.
Shalat dan Hal-Hal yang Berkaitan Dengannya
Pembabasan 5:
Bacaan Jabar (dengan Suara Keras) dan Bacaan Sirr
(dengan Suara Tidak Keras).-e'"''
Para ulama telah sepakat akan bacaan jahar pada shalat Shubuh
dan dua rakaat pertama shalat Maghrib dan shalat 'Isya. Mereka juga
sepakat akan bacaan sirr pada shalat Zhvhvr, shalat 'Ashar dan rakaat
ketiga shalat Maghrib serta rakaat ketiga dan keempat pada shalat 'Isya.
Sebagaimana mereka juga sepakat menjaharkan bacaan pada shalat
Jum'at, shalat'Ied, shalat Tarawih dan shalat \7itir.
Hal ini sunnah bagi imam dan orang yang shalat sendirian jika
ia mengerjakannya seorang diri. Adapun makmum, maka menurut
ijma'Q<esepakatan ulama), ia tidak menjaharkan bacaan sedikitpun.
Disunnahkan membaca, dengan jahar pada shalat Gerhana Bulan
dan sin pada shalat Gerhana Mrta.hari, jabar pada. shalat Istisqa', slrr
pada shalatlenazahjika dilaksanakan pada siang hari, juga ketika
dilaksanakan pada malam hari menurut pendapatyaagpaling shahih
dan terpilih.
Tidak boleh menjabarkan bacaan shalat sunnah yang dilakukan
pada siang hari kecualiyangtelah kami sebutkan yaitu shalat 'Ied dan
shalat Istisqa'.
Mengenai shalat sunnah yang dilakukan di malam hari, diantara
sahabat kami ada yang mengatakan: "Tidak drjaharkan," dan adayang
mengatakan: "Dijaharkan." Kemudian yang ketiga dan pendapat ini
yang paling shahih dan dipilih oleh a1-Qadhi Husain dan al-Baghawi,
yaitu dibaca anrara. jahar dan sirr.
Jika seseorang terluput mengerjakan shalat malam, maka hendak-
nya diqadba'(diganti) pada siang harinya., atau (luput) shalat sunnah
di waktu siang lalu diqadha' pada waktu malam, apakah dijaharkm
atut disirrkan sesuai dengan waktunya masing-masing atau waktu
ketika mengqadha'nya.? Dalam hal ini ada dua pendapat: Yang paling
zbahir adalah disesuaikan dengan waktu mengqadbal Ada yang mengata-
kan: "Harus disinktn."
Perlu diketahui bahwa brcaur-jahar danbacaan sin padatempatnya
adalah sunnah, bukan wajib, maka seandainya dijabarkanpada tempat
Shalat dan Hal-Hal yang Berkaitan Dengannya 167
yang seharusnya dislrrkan, atau dki'z:karr. pada temp* dijabarkan,
shalatnya tetap sah, htnya, saja ia melakukan satu perbuatan makruh,
tetapi tidak diwajibkan baginya melakukan sujud sahwi.
Kami telah menyebutkan bahwa bacaan slrketika sedang membaca
al-Qur-an dan ketika membaca dzikir-dzikir yang disyari'atkan dalam
shdat harus terdengar oleh dirinya sendiri, jika tidak dapat terdengar
tanpa adanya halangan, maka bacaannya tidak sah, demikian pula
dztkirnya.
Pernbabasdn 6:
Diam Seienak pada Empat Tempat.-Pe"i
Para sahabat kami berkata bahwa disunnahkan bagi imam untuk
diam sejenak pada empat tempat:
1. Setelah Tahbiratul llnarn,eger ia dapat membaca do'a,Ifiiub.
2. Setelah membaca al-Faatihah, walaupun (diamnya) hanya sejenak
antara akhir surat al-Faatihah dan ucapan aamiin, agx dapet dikaahui
bahwa ucapan aamiin tidak termasuk surat al-Faatihah.
3. Setelah uqlpan aamiin,hendaknya diam cukup lama, untuk memberi-
kan kesempatan kepada para makmum membaca al-Faatihah.
4. Setelah membaca surat, untuk memisahkan antara bacaan surat dan
takbir untuk ruku'.
Pernbabasan 7:
Ucapan Aamiin:P""''
Setelah membaca al-Faatihah, disunnahkan mengucapkan aamiin.
Banyak sekali hadits shahih lagi masyhur mengenai banyaknya
keutamaan dan keagungan pahalanya.
Ucapan aamiin ini dBunnahkan bagi setiap orang yang membaca
al-Faatihah, baik dalam shalat maupun diluar shalat.
Dalam hal ini, ada empat macam ucapan:
Pmana: Y*g paling fasih dan paling masyhur adalah aamiin,dengan
mad (ptanjeng) tanpa tasydiid.
Kedua: Pendek tanpa tasydii.d..
158 Shalat dan Hal-Hal yang Berkaitan Dengannya
Ketiga: Imahb (membaca antair^ kasrab den fat-bah).
Keempat: Dengan mad dn tasydid.
Bacaan pertama dan kedua adalah masyhur, yang ketiga dan
keempat disebutkan oleh al-\Tahidi dalam awal kitab al-Basiith,sedang
pendapat yang telpilih adalah yang pertama. Saya telah menerangkan
panjang lebar mengenai macam-macam ucapan tadi disertai penjelasan
maknanya dan dalil-dalil yang berkaitan dengannya dalam kitab
Tabdziibul Asmaa-i utal Lugbaat.
Petnbabasdn 8:
Do'a di Sela-sela Bacaan.-r"'
Disunnahkan bagi yang membaca al-Qur-an, baik dalam shalat
ataupun yang lainnya, kedka membaca ayltyangberkaitan dengan rahmat
agar memohon kepada Allah akan kzutamaan-Nya dan ketika membaca
tyet y^r*gberkaitan dengan adzab agar berlindung dari api Neraka,
adztb, kejahatan, atau dari sesuatu yang dibenci atau mengucapkan:
'.q6J,uuiltil n+,''
"Ya Allah, sesungguhnya aku memohon 'afiat $.eselamatan)
kepada-Mu." Atau yang semacamnya.
Dan apabila membaca ayat yarLgAllah S6, hendaknya iebertasbih
kepada-Nya dengan ucapan:
'.JWt'it;b'
"Mahasuci Dia lagi Mahatinggi."
Atau:
'.1att*tt lrr 31S"
"Mahasuci Allah Rabb semesta alam."
Atau:
'.€;'zib LJi,
Shalat dan Hal-Hal yang Berkaitan Dengannya 1.69
'Mahamulia keagungan Rabb kami."
Ataul$.azh lainnya yang semisal.
HADTTS NO. 124 (SHAHTH)
Kami telah merivrayatkan dari Hudzaifah bin al-Yaman &, ia
berkata:
dfr ,a'.-ilt'€'rtt ill clts ffi 4t e db'
e:s, * &ectWstrrrl kjT,'€t tiaj ,sW,a;,'€"j',y,ttrc ,;bi
l;igt
t&i; q *,; tt\;t'-$'ffr i*t'{*t'j
'.i1ta :frr|,it: ,Ji, t)t:fur7 tsl: ,:&
"Suatu malam .f.r rfrir, b.rrr-, Nabi #" *rf, beliau membaca
surat al-Baq"rrh, aku katakan (pada diriku sendiri): 'Beliau akan
ruku' ketika telah membaca 100 ayil Tetapi setelah itu beliau
tetap melanjutka;nrLye,lalu aku katakan: 'Beliau akan shalat
dengan membaca surat al-Baqarah secara keseluruhan dalam satu
rakaat.' Lalu beliau melanjutkan bacaanrrya(setelah selesai membaca
surat al-Baqarah), maka kukatakan (setelah selesai membaca al-
Baqarah): 'Beliau akan ruku'.' Kemudian setelah selesai, beliau
memulai surat Ali'Imran,lalu beliau membacanya sampai ramar
kemudian memulai surat an-Nisaa'. Beliau membacanya dengan
tartil (pelan dan teratur), ketika membaca ayat tasbih, beliau
bertasbih, ketika membaca ayat permohonan, beliau memohon,
dan ketika membaca ayat mengenita'awuudz, beliau memohon
perlindungan.'51
Sahabat-sahabat kami berkata: "Tasbih, permohonan daa isti)adzab
seperti ini disunnahkan ddam shalat dan selainnya, bagr imam, makmum
dan yang shalat sendirian, karena hal itu merupakan do'a," maka dalam
hal ini mereka menyamakennyaseperti ucapan aamiin.
st Shahiih Kitaabal-Adzkaaruta Dba'iifuhu,syaikh Salim al-Hilali no. 95. Diriwayatkan
oleh Muslim (no.772).
\70 Shalat dan Hal-Hal yang Berkaitan Dengannya
Ketika membaca:
@'*f,'-*tPi'fiJfi
*Bukankab Alldh Hakim yang sead.il-adib.ya?' (QS. At-Tiin: 8)
Maka, disunnahkan mengucapkan:
'.iy*;,t itu:s &u?s,*;
"Benar, dan aku menjadi saksi atas hal tersebut."
Dan ketika membaca:
@5"A1 ;Loi;r)*eil;i#i
*Bufunfuh (Allah yangbrbuat) dentikian. fuiktu,s. (pula) menghidr*
kan orang mati?' (QS. elQiyaamah: 40)
Disunnahkan membaca:
,.wl,u["
"Benar, aku menyaksikan."
Dan ketika membaca:
@3;i-'itt-.'-t'"); aV
*Mdka, kepadapukataan apakah sekin al-Qur-an ini mereka akan
bqiman?" (QS. Al-Mursalaat: 50)
Disunnahkan membaca:
".Iu, t^5T'
"Aku beriman kepada Allah."
Dan ketika membaca:
@#Vi.*;;i*
*suci.kanlah ruma Rabbmu Yang Paling Tingi.'(QS. Al-A'laa: 1)
Shalat dan Hal-Hal yang Berkaitan Dengannya 171
Disunnahkan membaca:
,.,J&'li ,g, ot;,i,,
"Mahasuci Rabb-ku lagi Mahatinggi."
Semua bacaan tadi diucapkan dalam shalat dan yang lainnya,
dan saya telah menerangkan dalil-dalilnya dalam kitab at-Tibyaanfii
Aadaabi Hamktil Qur-an
Pasal 25
BACAAN KETII(A RUKU'
Banyak hadits shahih dari Rasulull^h ffi bahwa beliau benakbir
untuk ruku', ini addah sunnah ditinggalkan, maka hukumnya mdknth
unzih dan tidak membatalkan shalat, juga tidak diwajibkan zujud sahwi.
Demikian pula hukum semua takbir dalam shalat, kecuali takbiratul
iltram, karena ia termasuk rukun shalat yang ti&k sah tanpanya.Dxr
kami telah menyebutkan jumlah takbir dalam shalat pada awal bab
D*Bacaan Ketika Shalat (p"r"l 21, Takbiratul lltramw).
dalam salah
satu riwayat dari Imam Ahmad disebutkan bahwa semua takbir
tersebut hukumnya wajib.
Apakah disunnahkan memanjangkan takbir tersebut? Dalam
hal ini terdapat dua pendapat menurut Imam asy-Syafi'i, yang paling
shahih di antara keduanya -dan ini adakb pmdapat baru bagi beliau-,
bahwa disunnahkan memanjangkannya hingga ia benar-benar ruku',
barulah ia mengucapl,antasbih ddam ruku' agar shalatnya tidak kosong
dari dzikir, kecuali padr takbiratul ihram, karena yang shahih adalah
tidak dipanjangkan, karena butuh memanjangkan niat ptdxtya,maka
jika takbir itu dipanjangkan akan menyulitkannya danjika ia dipendek-
kan, maka hal itu akan memudah-kan. Demikianlah pula hukum
takbir-takbir yang lain, keterangan mengenai hal ini terdapat pada
pxd. Takbiratul lbram. \Vallaabu a' km.
Kaika seseorang sudah sampai pada nrku', hendaklah ia menyibuk-
kan dirinya dengan dzikirdzikir yang disunnahkan didalamnya, seperti
bacaan:
172 Shalat dan Hal-Hal yang Berkaitan Dengannya
'.dfir it o#,r{1r it o#,r{tt G, oe$"
"Mahasuci Rabb-ku Yatg Mahaagung, Mahasuci Rabb-ku Y"tg
Mahaagung, Mahasuci Rabb-ku Yrtg Mahaagung."
HADTTS NO. 12s (SHAHIH)
Sebagaimane yangtelah disebutkan dalam Sbahib Muslim dari
hadits Hudzaifah &, mengenai ruku' yang panjangnya hampir sama
dengan panjang bacaan surat al-Baqarah, surat Ali 'Imran serta surat
an-Nisaa', Rasulullah ffi membaca;
,.;ylr 'g; ot;Sf
"Mahasuci Rabb-ku Y*g Mahaagung."s2
Artinya, beliau mengulang-ulang bacaan c'pti; itin., drl"-
ruku' nya, sebagaimana keteran ter def at dalam S unan Abi
Dawud dan yang lainnya. gairL y ^tg
HADTTS NO. 126 (HASAN)
Tetapi dalam kitab-kitab Sunan disebutkan bahwa sesungguhnya
beliau ffi bersabda: "Apabila salah seorang dari kalian membaca:
i,".n{dt or;b'
'Mahasuci Rabb-ku lagi Mahaagung.' (Sebanyak tiga kali).
Maka, ruku'nya telah sempurna."53
52 $ahiih Kitaah al-Adzkzar ru Dbalifahu,Syaikh Salim al-Hilali to. 97 . Diriwayatkan
oleh Muslim (no.772) dan Abu Dawud (no.874).
DowiarriiwD*"ahvdvJa'iitfkitihaan,soy,vlaleeaihkrkhhAbSuatlriDmaaawll-u-Hfd[ila(nlion.o8: 8?-68).., H"{F hp.ar1
-s3
Sbahiih Kitazb al-Adzkzar at'Tirmidzi
J;;;;;-t-;;;rv"kak;;s"vhaihJid. .
(no.'zeo).It66nnuu Maiah (no. 890). ad-Daraquthni (no. 343), dari ialan Ibnu Abi
ba'-b ai; lIshaq biir{i Yya{z:iidd al-H;aza[, ddoa+ler.ih''h'Aa"utg-nThibirimi,ili]d'A+zbhi dddilailatnlh4A, bduarDi 'aAewbduudllabhahbwian
frrf".'"a tor r^ iorfr'. Diansgap cacat
hadits tersebut muiwath|(te6u'tus) antara 'Aun dan 'AMillah bin Mas'ud, karena
'Aun bin 'Abdillahiidak ineirdenlar dari 'Abdullah bin Mas'ud, dan benar apa
vane mereka berdua katakan. Savikatakan: 'Padanya ada cacat yang lain, yaitu
fstra! uin yazid al-Hadzali adalaf dha'if.' Tetapi ia inemiliki banyaklyahid dari
Shalat dan Hal-Hal yang Berkaitan Dengannya 173
HADTTS NO. 127 (SHAHTH)
Disebutkan dalam kitab asb-Sbahibain (Sbabib al-Bukhari dan
S,Shabih Mushm) dari'Aisyah bahwa Rasulullah ffi, membrca dalam
ruku'dan sujudnya:
" .'rll*' iil' ! -Ws t{t'#t |!iti^;l
"Mahasuci Engkau ya Allah, Rabb kami, dan dengan segala puji
bagi-Mu ya Allah, ampunilah aku."sa
HADTTS NO. 128 (SHAHTH)
Disebutkan dalam Shabih Muslim dari'Ali +& bahwa Nabi ffi
ketika ruku'membaca:
;*.l;.ni*,1 Ut ,t>3i-t '4: rU pili"
*s*;t'*t r#t €fr * U'€'"t
'Ya Allah, kepada-Mu aku ruku', kepada-Mu aku beriman, kepada-
Mu aku Islam (berserah diri), kepada-Mu pendengaranku tunduk
patuh, penglihatanku, sum-sumku, tulang-tulangku, dan semua
syaraf-syarafku."55
Dan disebutkan dalam kitab-kitab Sunan:
d-{ Uii;:"r 6:t *j ,;f t q*,:' **,'{*.
".c*Jrit *3 *U:rt
speekrbeuloamt-pino,kd.Si aahnatbaarat ndyaari Jl.ulb$aiir*.bUinrlMh udt4h"'itm" ,beAnbtuuk_Buackaipaahn, mAlbuup1'Mrga.l4ikdaapl-Abseyn'aturik,
Hudzaifah Ibnul Yamin,iuqbah bin 'Amir dan Abu Hurairah "&. Valaupuri dari
semuanya diperbincanekan. tetapi rsoelmehuaanlyjiHa aamffiiezzhnhu,,"n$iffiiiu5Hkliddaaanlalamaikaiat:tn-
segi arti kalimat \lVallaabu a'lkamrn.T.Teelalatdlidihihaasasannliakinn
keihahihannya.
klbbiisb.ul Habiir 0,/242-243), dan Syaikh kami (al-Albani) dalam lrana-ul Gbaliil
w3e4o).
54 Sbdhiih Kitndb al-Adzhaar ua Dba'iifuhu,.Svaikh Salim al-Hilali no. 99. Diriwayatkan
oleh al-Bukhari P/28t-Fat-bul Biar) dair Muslim (no. 484).
55 Shdhiih Kitaab al-Adzkaar un Dlw'iifuhru,syaikh Salim al-Hilali no. 100. Diriwayatkan
oleh Muslim (no.77t).
174 Shalat dan Hal-Hal yang Berkaitan Dengannya
"Tunduk patuh pendengaranku, penglihatanku, sum-sumku,
tulang-tulangku, dan semua aP^ y^ig bertopang pada kedua
kakiku kepada Rabb semesta alam."
HADTTS NO. 12e (SHAHIH)
Juga disebutkan dalam Sbabih Muslim dari'Aisyah r#, bahwa
Rasulullah M dalamruku'dan suiudnya membaca:
" .g")!jt, z<$ir ls?,\:i L,'-b'-
"Engkau Rabb Y*g Mahasuci, Rabb(nya) Malaikat dan ruh."56
Menurut para ahli bahasa, bahwa kalimat Subbuuhun dan
Qudduusun, jrg" boleh dibaca Sabbuuhan dan Qaduusan.Tetapiyang
p"lirrg baik, paling populer dan paling banyak digunakan adalah
bacaan yang pertama.
HADTTS NO. 130 (SHAHIH)
Kami telah meriwayatkan dari 'Auf bin Malik &, ia berkata:
uAlru berdiri (.-n k shalat) bersama Rasulullah ffi, ma,ka beliau berdiri
(shalat), lalu membaca surat al-Baqarah, tidaklah beliau melalui satu
ayat rahmat, melainkan beliau berhenti lalu memohon rahmat, dan
tia*Un betau melalui satu ayat adzab,melainkan beliau berhenti lalu
berlindung diri darinya." Ia ('A,r0 berkata: "Kemudian beliau ruku'
yang lamanya sama dengan waktu berdirinya, beliau dalam ruku'nya
membaca:
..e;b;ir3 s".-si1 ifeibeyh)I cs5 o(#
'Mahasuci Yang memiliki keperkasaan, kekuasaan, kebesaran
dan keagungan.'
Kemudian dalam sujudnya, beliau mengucapkan hal yang sama
seperti itu.s7
tt sbrtiih xitoob al-Adzkzzr tw Dhd'iifiuhu,syaikh Salim al-Hilali no. 101. Diriwayatkan
oleh Muslim (no. a87).
Shalat dan Hal-Hal yang Berkaitan Dengannya 175
Hadits ini shahih, diriwayatkan oleh Abu Dawud dan an-Nasa-i
dalam Sunan keduanya, dan at-Tirmidzi dalam kitab asy-Syamaa-il
dengan sanad-sana d ymgshahih.
HADTTS NO. 131 (SHAHTH)
Kami telah meriwayatkan ddam Shahih Muslim darilbnu 'Abbas
,uljty.t&; if';t,#.1^ berkata: Telah bersabda Rasulullah ffi:
i'tt'
"Adapun dalam ruku', maka agungkanlah Rabb didalamnya."s8
Maksud hadits yang terakhir ini mencakup inti dari pasal ini
(ucapan dalam ruku'), yaitu mengagungkan Rabb SB dengan lafar.,h
apapun, tetapi yang lebih afdhal adalah menyebutkan semua dzikir-
dzikir di atas jika hal itu memungkinkan dan tidak menyulitkan yang
lainnya, ia memulainya dengan tasbih.Jika ia ingin mempersingkat,
maka yang disukai adalah dengan tasbib, minimal tiga kali, dan jika
diucapkan hanyasekali berarti ia telah melakukannya.
Disunnahkan j ika hanya mengucapkan sebagi agar pada
waktu lainnya mengucapkan la[azhyang lain, dan waktu^nlnayinanya dengan
lafazh lain pula, demikianlah yang seharusnya dilakukan pada setiap
waktu agar termasuk oran g ylngmengamalkan semuarnya' Dan
demikian pula yang seharusnya dilakukan dalam segala macam dzikir
pada semua bab Dzikir.
Perlu diketahui bahwa bacaan ddam ruku' addah sunnah menurur
pendapat kami dan menurut jumhur ulama, jika ditinggalkan dengan
sengaja atau karena lupa, maka hal itu tidak membatalkan shalat dan
tidak berdosa serta tidak diwajibkan sujud sahwi. Tetapi Imam Ahmad
dan yang lainnya berpendepat bahwa hal itu wajib.
t' sbohiih Kitoobat-AdzhzaranDba'iifubu, Syaikh Salim al-Hilali no. 102. Hadits ini
shahih, diriwayatkan oleh Abu Dawud (no. aZO). an-Nasa-i fi/lgl\.dari ialan 'Amr
bin Qais dari 'Ashim bin Humaid dari Auf bil Malik al-Aivia'i, Ialu ia inenvebut-
kannya. Saya katakan: 'Sanad ini shahih. oara riial (oerawi'inva tsioah.' Ijcaoan
penulis: "Dengan sanad*anad yangslahih,rpedu &peitimbariglian, k"Lrn p"dahya
udal( terdapat sanact yang banyak, melarnkan hanya satu sa;a.
58 Sbahiih Kilart al-AdzJeaar un Dha'iirtthr4,Syaikh Salim al-Hilali no. 103. Diriwayatkan
oleh Muslim (no. a79).
Shalat dan Hal-Hal yang Berkaitan Dengannya
Sepantasnyabagi setiap orang yfiLg shalat untuk senantiasa
menjaganya, berdasarkan hadits-hadits shahih yang secara ielas
memerintahkannya, seperti hadits:
,t+")t yf$L,i,j,,Xfi,
"Adapun dalam ruku', maka agungkanlah Rabb dalam ruku'
tersebut."
Dan juga hadits-hadits lainnya yang telah disebutkan, dan iuga
bertujuan ag"ar kelrar dari perbedaan pindapat para ulama 'lr 61.
\Y/allaabu a'hm.
Pembabasan:
Makruhnya Membaca al-Qur-an di Dalam Ruku' dan
Suf ud.
Makruh membaca al-Qur-an dalam ruku' dan sujud, jika ia
membaca selain al-Faatihah, tetapi hal itu tidak membatalkan shalat.
Demikian pula jika ia membaca al-Faatihah, tidak membatalkan shalat
menurut pendapat yang paling shahih, tetapi sebagian sahabat kami
mengatakan, "(FIal itu) membatalkan shalat."
HADTTS NO. 132 (SHAHIH)
Kami telah meriwayatkan dalam Shabih Muslim dari'Ali +s, ia
berkata:
't:yu'tf ry1?li'ot lt l?3 €W'
"Rasulullah ffi mdprangku membaca (al-Qur-an) ketika ruku'
atau ketika sujud.""'
HADTTS NO. 133 (SHAHIH)
Kami juga telah meriwayatkan dalam Shabib Muslirn dari Ibnu
'Abbas qW d^riRasulullah ffi , bahwt beliau bersabda:
5e Stwhiih Kitaab al-Adz.kaar ux Dlxr'iifil)r4,Syaikh Salim al-Hilali no. 104. Diriwayatkan
oleh Muslim (no. a80).
Shalat dan Hal-Hal yang Berkaitan Dengannya 177
'tir q]l1 ryt) itT;)r'flf 'oi ,i;r7'r,
"Ketahuilah bahwa aku dilarang membaca al-Qur-an dalam ruku'
dan sujud."@
Pasal26
BACAAN KETIKA MENGANGKAT KEPALA
DARI RUKU' DAN KETIKA I'TIDAL
Ketika mengangkat kepala dari ruku', disunnahkan membaca:
".'osn; t;_hr i1;"
"Allah mendengar orang yang memuji-Nya."
Seandainya membaca:
'.it'uv- ; lrr ioi j*"
"Barangsia pt yang memuj i Allah, niscaya Dia mende ngarny a."
Hal ini boleh sebagaimanayulgdisebutkan oleh Imam asy-Syaf i
dalam kirtb al-Umm.
Ketika telah berdiri tegak, ia membaca:
F-;* #ii g )q t (rb X,l;ir'el, ff.r.
p;F-1' u.i:; 6 r',y,r',?j\\ - or jtTL)r
@ Shdhiih Kirdab al-Adzhzar rw Dl?a'iifilhu,Syaikh Salim al-Hilali no. 105. Diriwayatkan
oleh Muslim W348 - Syarh an-Nianu$.
178 Shalat dan Hal-HaI yang Berkaitan Dengannya
"Ya Rabb kami, bagi-Mu segala puji dengan pujian yang sebanyak-
banyaknya, baik lagi diberkahi di dalamnya, yaitu pujian sepenuh
langit, sepenuh bumi, sepenuh diantara keduanya
dan sepenuh apa yang Engka^puakyeahrlegtnedrdaakpi astesudahnya. \flahai
Pemilik pujian &n keagunBm, )rmB paling berhak terhadap apa
yang diucapkan oleh seorang hamba, kami semua menghambakan
diri kepada-Mu, tidak a,dayrngdapat mencegah dari apa yang
Engkau berikan, dan tidak ada,yangdapat memberi (manfaat)
dali apa,yang Engkau cegah, dan tidak bermanfaat kekayaan bagi
orang yang memilikinya ftecuali iman dan amal shalih),hanya
dari-Mu kekayaan itu."
HADTTS NO. 134 (SHAHTH)
Kami telah meriwayatlon ddam ash-shahihain,yajrt:u Shabih al-
Bukbari dar Sbahih Muslim dari Abu Hurairah **r, bahwa ia berkata:
"Rasulullah ffikeiki. badannya dari ruku', beliau membaca:
,.6:J.i "rrt alt [r*,"
/
'Allah mendengar orang yang memuji-(f.'
Kemudian ketika telah berdiri, beliau membaca:
".llljl 'r,J)3. :o6-tile', ".X.l;il 4 6r.
'Ya Rabb kan i rrilil-M;-Un r.irl. i.rji*.'" Dan dalam riwayat-
riwayat lain: "Dan milik-Mu segala pujian."61
Dengan menggunakan huruf @d.Iplt.
Keduanya baik, dan kami telah meriwayatkan hadits yang
sepertinya di dalam asb-sbahihain dtipara Sahabat,&.
HADTTS NO. 13s (SHAHTH)
Kami telah meriwayatkan dalam Sbabib Muslim dari'Ali dan
ffiIbnu Abi Aufa dr, bahwa Rasulullah apa;brla, mengangkat kepalanya,62
beliau membaca:
61 SlMhiih Kitaab al-Ad,zhzar un Dbt'iifahu, Syaikh Salim al-Hilali no. 106. Diriwayatkan
oleh al-Bukhari @/283-Fat-bnl Biar! dair Muslim (no. a76).
Shalat dan Hal-Hal yang Berkaitan Dengannya 779
f')\\''Et ?'.:Cxriit:;u't-4l;i?rGti l:y!)t.
'Ya Rabb kami, bagi-Mu ,.grf, puji, yaitu pujian sepenuh
langit, sepenuh bumi dan sepenuh apa yang Engkau kehendaki
sesudahnya."63
HADTTS NO. 136 (SHAHIH)
Kami telah meriwayatkan dalam Shabib Muslim dari Abu Sa'id
al-Khudri +*r,, bahwa Rasulullah ffi ryabrla,mengangkat kepdanya dari
ruku', beliau membaca:
clttt*Lst;|y iU;ir 4 !
',bi,:if,"')\\:,
6,ti;ilr
tot,
rhA) glCt U'UrtG o|!S
/ll
,iir 'Jts g ,.;
g6l n+,' ,WUtAS)
0?l
$ ell),'r#6.#.'lt a( 'c+21
+".liir tat
"Ya Rabb kami, bagi-Mu segala puii, yaitu pujian sepenuh langit,
sepenuh bumi, dan sepenuh ap y{LgEngkau kehendaki sesudah-
nya, wahai Pemilik pujian dan keagungan, yang paling berhak
terhadap oleh seorang hamba, kami semua
menghamb^apkaayn^igddiriiukceappakdaan-Mu, tidak tdeymg&pat mencegah
ap y{tgEngkau berikan, dan tidak adeyargdapat memberi apa
yang Engkau cegah, serta tidak bermanfaat kekayaan bagi orang
62 Dalam cetakan lain disebutkan: "Apabila (b"li"") mengangkat kepalanya dari ntku'."
6t Sluhiih Kitarub dl-Adzka*r rw Dba'iifitbu, Syaikh Salim al-Ifilali no. 107. Diriwayatkan
oleh Muslim (no. a76).
180 Shalat dan Hal-Hal yang Berkaitan Dengannya
yang memilikinya (kecudi iman dan amal shalih), hanya dari-Mu
kekayaan itu."#
HADTTS NO. 137 (SHAHIH)
Kami juga telah meriwayatkan ddam Shabih Muslim dati riwayat
Ibnu'Abbx uW,
f\\\ r',yt ?t:tfut o't'C';ir 'uti 6.r.
:g ?" .!Li. 6 o'&tt t;W. 6')
U
"Ya Rabb kami, bagi-Mu-lah segala puji, yaitu p"ii.r, sepenuh langt,
dseapnesneuphenbuuhmryi,aseyp*ergnuEhnf^kpa^uy^kneghteernddaapkai tsedsiudaanhtanryaa."k5esduanya
HADTTS NO. 138 (SHAHIH)
Kami telah meriwayatkan dalam Shahih al'Bukbari dari fufa'ah
bin Rafi' ,.*l,, ia berkata: "Kami pernah shalat di belakang Nabi
ffi,atkilabeliau mengangkat kepalanya dari ruku', beliau
membaca:
" .i:s-ir:J A i1-,,"
.(tt
'Allah mendengarkan pujian orang yr'og *"*rrji-Nyr.'
Lalu, seseorang dibelakangrrya membaca:
..# kI rrt;#tF $L; iU;ir |{tE).
'yr'nr'UU kami, bagiMu r.gil" puji, pujian yang baik sebanyak-
banyaknya, y tt1sebaik-baiknya lagi diberkahi padanya.'
Maka, tatkala beliau berpaling (selesai shalat, lalu menghadap
makmum), beliau bersabda: 'Siapa yang membaca (do'a) tadi?' Ia
menjawab:'Aku.' Beliau bersabda:
u sh1hiih Kirlrt alAdzkzar vx Dbw'iirtthu,syaikh salim al-Hilali no. 108. Diriwayatkan
oleh Muslim (no.47A.
,t Salim al-Hilali no. 109. Diriwayatkan
St al*-iiualiadi&arunDln'iifubu,Syaikh
oleh Muslim (no. 478).
Shalat dan Hal-Hal yang Berkaitan Dengannya 181
' .j:rt q{Ei. 16 W'r"tXr<s'i;lr?r"rtbr r;?;
'Aku melihat lebih d"ri tig"prluh Malaik
siapa diantara mereka yang terlebih dahulu^mr'ern^coarrra.lrinryrga.j"b'6.r.brrt
Ketahuilah, bahwasanya disunnahkan menggabungkan seluruh
dzikir-&ikir di atas dengan dzikirdzikir ketika ruku' yang telah kami
sebutkan sebelumnya. Apabila menginginkan do'a yang singkat dan
hanya membaca sebagiannya, maka hendaklah membaca:
,.lii i,;r!:u
'Allah mendengar pujian orang yang memuji-Nya. Ya Rabb kami,
bagi-MuJah segala puji, yaitu pujian sepenuh langit, sepenuh
bumi, sepenuh tpayarLgterdapat di antara keduanya dan sepenuh
ap^ y$t1Engkau kehendaki sesudahnya."
Jika ingin yang lebih singkat, maka hendaklah membaca:
"i.l;jl 'oi t!.: i:J*, ",f.fur i1;"
"Allah mendengar pujian orang yang memuji-Nya. Ya Rabb kami,
bagi-MuJah segala puji."
Tidak ada lagi yang lebih singkat dari ini.
Semua dzikir ini sunnah bagi imam, makmum dan orang yang
shalat sendirian. Seorang imam tidak boleh membaca semuanya, kecuali
jika ia mengetahui bahwa makmum menyukai bacaan yang panjang.
Dzikir ini hukumnya sunnah, bukan wajib, jika ditinggalkan maka
hukumnya makruh tanzih,tidak diwajibkan melakukan sujud sahwi.
Makruh membaca ayat al-Qur-an pada waktu i'tidal sebagaimana
dimakruhkiltnyahal itu ketika ruku' dan sujud.
6 Sltah;ih Xitaab al-Adz*aar ru Dbd'iifuhu,Syaikh Salim al-Hilali no. 110. Diriwayatkan
oleh al-Bukhari @./284 - Fat-bul Baan).'
182 Shalat dan Hal-Hal yang Berkaitan Dengannya
Pasal2T
DZIKIR-DZIKIR KETIKA SUJUpT-e'"','
Ketika selesai dari dzikir i'tidal, maka hendaklah benakbir untuk
sujud. Takbir tersebut diucapkan dengan panjang hingga ia meletakkan
dahi di lantai. Kami telah menyebutkan hukum takbir ini bahwa ia
adalah sunnah, jika ditinggalkan tidak membatalkan shalat dan tidak
diwajibkan sujud sahwi.
Ketika sujud, hendaklah membaca dzikirdzikir sujud. Diantara
sekian banyak dzikir tersebut adalah:
HADTTS NO. 13e (SHAHIH)
Apa yangtelah kami riwayatkan ddam ShahihMuslim dari riwayat
E,Hudzaifah yang terdahulu ddam bab Ruku' pada Shifat Shdat Nabi
ketika beliau membaca surat al-Baqarah, Ali 'Imran dan an-Nisaa' dalam
satu rakaat, beliau tidak melalui satu ayat tentang rahmat melainkan
beliau berhenti dan memohon rahmat, dan tidak melalui satu ayat adzab
melainkan beliau berhenti lalu berlindung diri daripadanya, ia berkata:
"Kemudian beliau sujud, lalu membaca:
-.,r,i,ti 'g, Ot;).
'Mahasuci Rabb-ku Y*g Mahatinggi.'
Lamanya sujud beliau hampir sama dengan waktu berdirinya."6T
HADTTS NO. 140 (SHAHIH)
Kami meriwayatkan dalam Sbabih al-Bukbari dar Shahih Muslirn
dari'Aisyah W, , ia berkata: "Nabi M daltm sujud dan ruku'nya
Lili,lwrmemperbanyak bacaan: ut, ;;tlt'c)56i;'
. ;d?'
'Mahasuci Engkau ya Allah, Rabb kami, dan dengan segala puji
bagi-Mu, ampunilah aku.''oo
67 Sluliih Kitaab al-Adzki4r un Dba'iifiitu. Syaikh Salim al-Hilali no. 111. Diriwayatkan
oleh Muslim no.772.
Shalat dan Hal-Hal yang Berkaitan Dengannya