The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Kumpulan PUISI (Puisi Akrostik, Puisi Anak, Puisi Haiku Tanka, Puisi Bebas) dan CERPEN (cerita pendek) yang dituliskan oleh seluruh mahasiswa 5F PGSD, Universitas Muhammdiyah Prof Dr. Hamka. Fakultas Keguruan da Ilmu Pendidikan.

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by safitridwia.04, 2022-01-18 23:33:01

SAJAK AKSARA DAN ANTOLOGI CERITA

Kumpulan PUISI (Puisi Akrostik, Puisi Anak, Puisi Haiku Tanka, Puisi Bebas) dan CERPEN (cerita pendek) yang dituliskan oleh seluruh mahasiswa 5F PGSD, Universitas Muhammdiyah Prof Dr. Hamka. Fakultas Keguruan da Ilmu Pendidikan.

Keywords: PUIS,CERPEN

“Apa maksudnya itu, kek?” Mata Rara semakin berbinar -
binar karena penasaran.

“Baik, kakek akan ceritakan” Kakek pohon itu mengajak
Rara untuk duduk didekatnya

“Jadi, ketika manusia melihat sesuatu yang berbeda dari
biasanya. Dia akan memiliki dua respon. Ada respon yang
baik dan juga tidak baik. Contohnya saat ada manusia
yang memiliki tujuan hidup atau cita - cita yang berbeda
dengan teman - temannya. Maka ada yang kagum dan
mendukung cita - cita temannya tersebut, ada juga yang
malah membenci, mengucilkan bahkan sampai ingin
menghancurkan temannya itu. Itulah alasan utama kenapa
manusia bisa saling membenci dan melakukan perang.”
terang Kakek pohon.

“Kenapa ada yang bisa tidak suka dengan perbedaan
orang lain? Apa salahnya menjadi berbeda, kek? Lalu apa
hubungannya dengan kakek pohon?” Rara semakin
penasaran.

“Hmm, karena kakek adalah pohon. Aku tidak begitu
mengerti isi pikiran manusia. Tapi karena kakek sudah

536

hidup sangat lama di bukit ini. Kakek jadi tahu, bahwa
manusia itu adalah makhluk yang serakah. Ketika mereka
menemukan sesuatu yang berbeda dari biasanya. Mereka
akan mencari tahu apakah perbedaan tersebut akan
menguntungkannya atau merugikannya. Kalau itu
menguntungkan, mereka akan dapatkan apa pun caranya.
Kalau merugikan pihak mereka, maka akan dihancurkan.
Jadi kau bisa bayangkan, bila manusia berhati kotor yang
menemukan kakek dan menganggap keberadaan kakek
yang unik dan berbeda ini menguntungkan untuk mereka,
mereka akan membawaku secara paksa ke lab dan
meneliti tubuhku. Tapi, bila keberadaanku dianggap
merugikan maka bukit ini akan dihancurkan.” Wajah
kakek pohon pun menjadi sedih. Kakek pohon pun
menarik nafas dan bertanya kepada Rara, apakah dia
ingin melihat masa lalu bukit ini.

“Nak, kamu mau melihat masa lalu bukit ini?” tanya
kakek pohon dengan wajah datar.

Rara berdiri, melompat dan berteriak bahwa dia ingin
sekali melihat masa lalu dari bukit indah yang selalu ada
di belakang rumah neneknya ini.

537

“Naik lah ke dahan ku, aku akan mengajakmu melintasi
waktu!” Ucap Kakek Pohon sembari menurunkan dahan
miliknya. Ketika Rara sudah naik ke atas dahan. Kakek
pun mengajak Rara masuk ke dalam gua di atas bukit. Di
dalam ada sebuah batu besar yang ditutupi lumut. Kakek
Pohon menarik nafas panjang dan meniupkan udara ke
batu besar tersebut. Daun-daun yang ada di kepala Kakek
Pohon pun mengeluarkan cahaya keemasan yang sangat
terang, sangat terang hingga membuat Rara menutup
matanya. Saat Rara membuka mata, ia kaget melihat
banyak pohon yang sedang tertawa bahagia, berjalan -
jalan dan mengobrol dengan para binatang dan bunga -
bunga.

“waaaaahhhhhhh” Rara hanya bisa terkagum - kagum
dengan apa yang terjadi.

“Lihat, dahulu kami semua hidup rukun dan bahagia.
Bahkan dengan para manusia di desa.” Ucap Kakek
Pohon dengan bangga.

“Wahh lihat, di situ ada peremuan yang mirip Mama!”
Rara kaget melihat gadis kecil yang mirip sekali dengan
Mamanya.

538

“Oh, anak itu bernama Sari, dia adalah anak yang paling
sering bermain bersama kami para pohon.

Seketika Rara pun mengetahui bahwa gadis cilik yang ia
tunjuk itu adalah neneknya. Rara pun senang karena
mengetahui bahwa Nenek adalah orang yang baik kepada
para pohon.

Tidak lama setelah itu, ada bunyi tembakan pistol
berdatangan. Para manusia, pohon, binatang dan bunga
berlarian. Ternyata ada satu manusia di desa yang
menjual informasi kepada penjajah tentang keberadaan
para pohon demi uang.

“Penjajah itu menangkap kami dengan kasar. Mereka
membakar hutan, teman - teman kami dan juga bukit ini.
Mereka menganggap kami ini adalah makhluk berbahaya,
tanpa membicarakannya dahulu dengan kami. Seketika
saat itu juga, kepercayaan kami terhadap manusia
memudar, kami yang tersisa mengurung diri di dalam
bukit untuk waktu yang sangat lama.” Kakek Pohon pun
menitikan air matanya.

539

“Bagaimana kalau kita pulang? Kamu sudah melihat
seluruh masa lalu yang terjadi di bukit ini saat masa
penjajahan.” Tanya Kakek Pohon dengan lembut kepada
Rara.

Rara sangat menyesal dan teramat sedih karena sudah
membuka luka lama pada diri Kakek Pohon. Setelah
mereka kemabali ke masa sekarang. Rara pun diantar
oleh Kakek Pohon menuruni bukit karena tidak terasa
matahari sudah hampir tenggelam. Rara takut kalau
Mama, Papa dan Nenek akan memarahinya.
Sesampainya di rumah nenek, Mama dan Papa pun
berlari memeluk Rara sambil menangis.

“Ya Ampun kamu kemana saja, sayang? Mama Papa
khawatir sekali sama kamu!”

“Mama, Rara mau bilang sesuatu…” Rara pun terdiam
sejenak lalu melanjutkan kalimatnya. “Mama, Rara ingin
menjadi pecinta lingkungan saat besar nanti, supaya bisa
melindungi pohon - pohon yang ada di atas bukit!”

Mama dan Papa bingung dengan apa yang terjadi di bukit
sehingga anak mereka tiba-tiba ingin menjadi pecinta

540

alam. Namun, melihat betapa antusias anak mereka saat
mengatakan itu. Mama dan Papa pun hanya bisa
tersenyum bangga. Nenek yang melihat dari kejauhan pun
mendekat dan mengajak Rara ke halaman belakang
melihat matahari terbenam menghadap bukit, sembari
memasukan ayam - ayam nenek ke dalam kandang.

“Cucuku, apa Rara bertemu dengan seseorang di atas
bukit?” tanya Nenek dengan senyum manis di wajahnya.

“Iya Nenek, aku bertemu Kakek Pohon yang sangat
baik.” Ucap Rara antusias. “Aku juga melihat Nenek
waktu masih kecil dan sering bermain di bukit bersama
Kakek Pohon” lanjut Rara.

Nenek pun menangis, karena setelah sekian lama mereka
mengurung diri. Akhirnya Nenek bisa mendapat kabar
tentang Kakek Pohon itu lagi. Nenek sangat senang dan
memeluk cucunya tersebut.

“Terima kasih, nak. Nenek sangat senang mendengar
Pohon itu baik - baik saja. Kamu pasti akan jadi pencinta
alam yang hebat suatu hari nanti. Nenek percaya.” Nenek
pun tersenyum bahagia.

541

Liburan kali ini benar-benar memiliki arti yang mendalam
untuk Rara, si gadis cilik pemberani berusia 7 tahun. Rara
pun mulai paham tentang pentingnya menjaga alam dan
betapa tidak baiknya sifat serakah pada manusia. Rara
pun tumbuh menjadi manusia yang memiliki toleransi
tinggi dan tidak serakah.

542

PULANG

Oleh: Rizka Nugrahani

Sudah memasuki Desember akhir, suasana
liburan mulai terasa, ada orang yang memilih untuk
menghabiskan liburan dengan bersantai di rumah dan ada
yang memutuskan jalan-jalan dan berkumpul bersama
keluarganya.

Tahun ini aku memutuskan pulang ke kampung
halamanku, sudah 6 tahun tidak pulang karena tidak ada
biaya dan sedang menabung untuk biaya hidupku
kedepannya nanti. Tahun ini, karena aku sudah
menghemat dari jauh - jauh hari, aku mempunyai cukup
uang untuk pulang kampung, aku senang akhirnya bisa
bertemu lagi dengan Ibu dan Bapak, dan juga adik - adik,
karena menghubungi mereka sangat susah, disana
sinyalnya sangat jelek dan HP adikku juga bukan HP yang
canggih, jadi aku hanya bisa mengirim pesan lewat SMS
untuk menghubungi keluargaku di kampung, itupun
dibalas seminggu kemudian.

543

Aku menyiapkan tas ransel yang cukup besar
karena aku memang pulang agak lama sekitar 10 hari,
sembari melepas kerinduanku dengan keluarga, kata adik,
Ibu dan Bapak disini sudah tidak sabar menunggu
kehadiranku, mereka sudah menyiapkan semuanya untuk
menyambut kedatanganku, namun aku sedikit sedih,
karena selama merantau aku belum bisa mengirim uang
yang banyak ke kampung, bahkan aku pernah tidak
mengirim uang sama sekali, sangking mahalnya
kebutuhan untuk hidup di Ibu Kota, disini aku hanya
seorang karyawan biasa di sebuah perusahaan, sebenarnya
aku ingin bisa menjadi pengusaha sukses, aku ingin bisa
menjalankan usaha sendiri, namun untuk usaha kan
butuh modal yang besar dan tentunya beresiko, jadi aku
masih takut untuk memulai usaha, padahal sudah banyak
ide di kepalaku untuk ide - ide bagus untuk berbisnis.

Aku tidak mungkin pulang ke kampung dengan
tangan kosong tanpa membawa apa-apa, dan baru
kepikiran ingin membelikan oleh - oleh saat sudah
malam, padahal aku harus segera tidur karena jadwal
keretaku pagi sekali, tapi ya sudahlah, daripada aku tidak

544

membawakan oleh - oleh untuk keluargaku, aku keluar
dan menyiapkan motor, untuk melihat toko - toko yang
kiranya masih buka dan menjual sesuatu yang unik untuk
dibawakan ke kampung, dan setelah cukup lama aku
berkeliling, akhirnya aku mendapatkan beberapa
makanan dan barang unik yang tidak ada di kampung
untuk oleh - oleh yang akan kubawa besok, aku segera
pulang karena jalanan pun sudah sangat sepi, hanya ada
beberapa mobil yang lalu lalang dan ada beberapa warung
kopi yang masih buka di tepi jalan.

“trettt tretttt” bunyi alarmku yang terus berdering
di atas kepalaku, aku memang sengaja menaruh hp di atas
kepalaku karena khawatir aku tidak mendengar alarm dan
akhirnya kesiangan, untung aku sudah menyiapkan dering
alarm yang cukup keras dan bisa membangunkanku yang
sedang tertidur sangat lelap, aku bangun tepat waktu dan
segera mandi, membereskan kamar kos dan mengecek
barang-barang untuk dibawa, sekiranya sudah lengkap
semua dan kamar kos juga sudah sangat rapi dan aman
untuk ditinggal dalam waktu yang agak lama, aku segera

545

berangkat menuju stasiun, masih sangat pagi, namun
sudah banyak aktifitas di luar.

Sepanjang perjalanan aku melihat banyak orang
yang sedang menyapu, berolahraga dan ada juga orang
yang sedang duduk sarapan bersama teman dan
keluarganya, sungguh susana seperti ini membuatku
makin rindu dengan keluargaku, berharap bisa selalu
berkumpul dan menikmati hari-hari bersama setiap saat.

Sesampainya aku di stasiun, masih sangat sepi dan
sepertinya aku datang terlalu pagi, saking semangatnya
ingin segera sampai di kampung, aku duduk dan
menunggu ketibaan kereta yang masih cukup lama
keberangkatannya, sambil melamun, aku memikirkan
semua hal yang harusnya tidak aku fikirkan.

”Kruukk krukk” suara perutku yang berbuyi, aku
lapar dan memang belum sarapan, akhirnya aku membeli
bubur ayam yang terletak tepat di depan stasiun, pagi -
pagi gini memang enak banget untuk makan bubur ayam
dan sate telur puyuh, harganya pun masih terjangkau
untuk anak kos sepertiku.

546

Saatnya kereta keberangkatanku tiba, aku segera
berlari dari tukang bubur seberang stasiun untuk segera
memasuki gerbong kereta, aku duduk di kursi paling
depan, di dalam kereta lumayan penuh, karna mungkin
juga banyak orang-orang yang ingin pulang kampung
sepertiku, di dalam kereta sangat damai, dan fikiranku
selalu tertuju pada rumah, padahal hanya tinggal
menghitung jam untuk sampai ke rumah, rasanya aku
sudah tidak sabar dan membayangkan sebahagia apa
ketika aku sampai nanti.

Selama perjalanan aku memutuskan untuk tidak
tidur, aku ingin menikmati pemandangan sawah dan
pemukiman - pemukiman dari dalam kereta, suasananya
seperti mengingkatkanku pada suatu masa, masa yang
tidak akan pernah terulang lagi, rasanya damai dan
tentram ketika hidup di masa itu, ditamabah hujan turun
dan membekaskan embun pada kaca, sungguh ini benar
benar damai.

Sekitar 4 jam sudah aku lewati dengan perjanalan
menggunakan kereta, tibalah aku di kampung halamanku,

547

aku turun di stasiun yang cukup jauh dari rumaku,
akhirnya aku naik angkutan umum yang disediakan oleh
kampungku, suasana di kampung ini benar benar sudah
berubah sejak 6 tahun lalu.

Perjalanan terasa menyenangkan, sampai tibanya
aku di depan sebuah rusun tua, tempat tinggalku dulu
sebelum aku membelikan rumah yang layak, yang
keluargaku tempati sekarang, rasanya flashback ke zaman-
zaman saat aku susah dulu, saat aku berjuang untuk bisa
merantau ke Ibu Kota, waktu zaman - zaman aku tinggal
di rusun, untuk makan mie instan saja aku susah, rusun
itu juga tidak memiliki kamar mandi sehingga aku harus
jalan keluar rusun ketika ingin mandi, namun ada juga hal
hal seru yang aku lakukan disana, aku memiliki teman-
teman yang sangat baik, kami sering memandang langit
malam dan menatap bintang bersama - sama dan
berharap sebuah keajaiban, dulu kami juga sering mencari
kerja bersama - sama, kerja serabutan di pasar dekat kota,
walaupun pekerjaannya berat, namun kami melakukan itu
bersama - sama dan dipenuhi dengan canda tawa, banyak
perjuangan yang sudah kami lewatkan bersama, sampai

548

saat aku harus berpisah dengan mereka karna aku
merantau, sampai hari ini aku sudah tidak pernah dapat
kabar lagi dari mereka semenjak rusun di tutup kepala
desa, perpisahan hari itu benar benar sangat menyedihkan
kami semua berpelukan dan berjanji suatu saat nanti kami
akan bertemu lagi dan akan menjadi lebih baik saat
pertemuan itu tiba, Kiki, Bintang, Sukarni, Ahmad, aku
berharap kalian sudah menemukan kesuksesan kalian di
luar sana, mereka semua adalah anak yang penuh dengan
semangat dan pantang menyerah, aku yakin kalian sudah
menemukan kehidupan yang lebih baik dari kehidupaan
kita dulu di rusun.

“Mas sudah sampai” ucap supir angkutan umum,
aku pun segera membayarnya dan turun, rumahku
sebenarnya masih agak jauh dari gang, jalannya cukup
curam dan becek, aku sebenarnya agak sulit melewatinya
karena membawa dua kantung plastik oleh-oleh dan satu
ransel yang cukup besar, aku hampir terpelesat, tapi
untungnya tidak jatuh, semuanya aman, walaupun agak
sulit namun pelan - pelan aku melewati jalannya.

549

Akhirnya saat yang ditunggu-tunggu tiba, aku
sampai tepat di depan rumahku, Ibu, Bapak dan Adikku
menyambutku dengan senyuman lebar di depan pintu,
mereka memelukku dan menciumku, akhirnya aku
merasakannya lagi setelah 6 tahun lamanya, Ternyata
benar, perpisahan bukanlah akhir dari segalanya dan dari
perpisahan kita bisa lebih merasakan makna dari
seberapa berharganya kebersamaaan.

Bapak dan Ibu mengajakku masuk dan
membawakan barang-barangku yang cukup banyak,
suasana rumah sangat hangat dan damai, mulai dari
dinding dan perabotannya semua didominasi dengan
kayu, banyak juga barang-barang jadul disini, Ibuku
memang awet jika memakai barang-barang, semuanya
belum ada yang rusak dan masih tersimpan rapi.

Sesampainya di meja makan, Ibu sudah
mebuatkan makanan kesukaanku, semur tahu dan
kentang, karena dulu ibuku tidak mampu membeli daging
sapi, akhirnya ibu membuatkanku semur dengan tahu dan
kentang saja, dan sampai sekarang itu adalah makanan

550

favoritku, masakan ibu tidak berubah dari dulu, masih
sama, masih sangat lezat, rasanya benar - benar
melunturkan rindu yang selama ini melekat di tubuhku,
makan bersama keluarga di meja makan dan saling
bertukar cerita.

551

AKU DAN FARMASI

Oleh: Safitri Dwi Aryanti

Dari cerita ini saya ingin menceritakan kisah saya saat
sekolah farmasi, saat semasa SMK di salah satu sekolah
swasta di Kota Bekasi. Kisah ini kisah nyata yang saya
rasakan, lakukan, susah dan senang saat di farmasi.

Suatu hari awal mula menentukan masuk sekolah
setelah, menyelesaikan masa-masa SMP. Orangtua saya
mengajak saya untuk masuk ke salah satu sekolah yaitu
MAN, untuk mengikuti tes tertulis dan praktek untuk
masuk ke sekolah MAN tersebut.

Hasil tes ujian tersebut akhirnya keluar dimana
terdapat kata TIDAK LULUS, hal ini membuat diriku
dan orangtua bingung untuk masuk ke sekolah mana, dan
jurusan apa yang ingin diambil. Saya sedang melihat –
melihat website tentang jurusan jurusan sekolah.

Dengan rasa bingung dan rasa ingin tahu akan dunia
apa itu farmasi ? sekolah apa itu ? saya mencari-cari
informasi sekolah farmasi dari saudara-saudara, teman-
teman orangtua. Dan akhir disinilah awal saya mengenal

552

dunia farmasi. Di sekolah SMK FARMASI BANI
SALEH.

Masa-masa pendaftaran, orientasi siswa baru sudah
dilalui dengan baik. sampai akhirnya mengenal satu
persatu dunia farmasi dari mata pelajarannya, prakteknya
yang ada di farmasi.

Kenangan yang tidak pernah terlupakan adalah disaat
terdapat mata pelajaran yaitu FARMAKOLOGI mata
pelajaran ini mengisahkan tentang ilmu yang mempelajari
penggunaan obat untuk diagnosa, pencegahan dan
penyembuhan penyakit.

Kenangan saya bersama mata pelajaran farmakologi
adalah saya hanya tidur 3 jam untuk menghafal silsilah
golongan obat, yang dimana ketika pertemuan kedepanya
akan melakukan tes lisan menghafal silsilah golongan
obat. Contoh silsilah obat, dari obat paten hingga sampai
obat generik, yang pernah saya hafalkan sejak saat kelas
10 sampai 12 adalah 1) obat golongan kemoterapetik, 2)
obat golongan sistem pencernaan, 3) obat golongan
susunan saraf pusat (SSP), dan masih banyak golongan

553

obat yang pernah saya hafalkan yang terkadang menjadi
syarat buat ikut dalam ulangan harian.

Terkadang ketika menyetorkan hafalan silsilah
golongan obat ke gurunya sampai ditunggu jam pas pulang
sekolah di ruang gurunya. Itu adalah salah satu kenangan
saya di dunia farmasi yang tidak bisa saya lupakan.

Kenangan saya selanjutnya adalah kenangan saya
bersama dengan mata pelajaran FARMAKOGNOSI.
Farmakognosi ini adalah sebuah pengetahuan obat yang
khususnya dari nabati, hewani, dan minersal. Berbeda
sekali dengan farmakologi sebelumnya adalah memahami
obat yang mengandung bahan kimia sedangkan
farmakognosi ini lebih mengandung obat yang bahan
herbal.

Kenangan saya terhadap mata pelajaran farmakognosi
ini adala menghafal tanaman – tanaman dengan nama
latinnya, terkadang ketika saya menghafal nama-nama
latin tanaman obat herbal terdengar aneh di telinga
masyarakat awam yang bukan anak kesehatan. Contoh
tanaman-tanaman obat herbal juga terdapat jenis-jenisnya
adanya yang berbentuk 1) Akar tinggal (Rhizoma), 2 Akar

554

(Radix), 3) Kulit (cortex) dan masih banyak jenis dalam
obat herbal atau tradisional.

Tidak hanya itu saja kenangan saya terhadap mata
pelajaran farmakognosi, kenangan saat ujian tes tulis
farmakognosi. Dalam ujian tersebut untuk sistemnya
dimana terdapat 1 menjadi 2 simplisia atau tanaman
obatnya, dan 1 meja terdapat 2 peserta ujian. dimana saya
dan teman saya harus menebak nama latin tanaman
tersebut dan kegunaanya atau manfaatnya. Sistem masuk
peserta ujian terkadang sesuai dengan nomor absensi
maka absensi 1 masuk sendiri, dan dimana setiap 1
simplisia diberi waktu 10 menit, dan terdapat bunyi
TET…TET sebagai tanda bahwa sudah 10 menit di meja
tersebut untuk menebak dan baru absensi ke 2 masuk ke
simpilisa 1 dan peserta ke 1 ke simplisia ke 2.

Kenangan ujian tertulis itulah yang saya tidak bisa
lupakan hingga sekarang. Dan juga dari ilmu
farmakognosi ini saya dapat membuat jamu bubuk
dengan buatan sendiri, dan memberikan saya ilmu
manfaat – manfaat dari berbagai obat tradisional atau obat
yang herbal.

555

Kenangan saya selanjutnya adalah kenangan saya
ketika praktikum farmasi dalam membuat obat, dari sejak
kelas 10 dimana saya mempelajari dari mengenal nama
nama alat praktikum yang dimana ada mortar, setemper,
neraca timbingan, gelas ukur, spatel, batang pengaduk,
cawan uap dan masih banyak alat-alat yang saya gunakan.

Praktikum farmasi yang saya rasakan saat kelas 10
dimana saya mempelajari membuat puyer dan bedak.
Mempelajari cara menggerus obat, cara melipat puyer
obat yang pada awalnya masih banyak tinggi puyer yang
melebihi tempat pot obatnya, dan mempelajari cara
mengayak obat untuk menjadi bedak.

Kenangan praktikum farmasi saat kelas 11 adalah
dimana saya sudah mempelajari cara membuat salep,
sirup, emulsi. Dalam praktek obat – obat tersebut ada
yang namanya kalibrasi botol, menggerus obat dengan
suhu yang tinggi, menggerus obat dengan teknik yang
cepat agar tidak pecah hasil emulsinya. Yang terkadang
dalam praktek tersebut melatih kesabaran, kekuatan fisik.

Sedangkan ketika saat kelas 12 dimana membuat
semua sedia obat, dari puyer, bedak, emulsi, suspense,

556

sirup, obat tetes, salep. Itu semua merupa kenangan saya
yang paling saya kenang ketika mengenal dunia farmasi.

Selanjutnya saya akan menceritakan kenangan saya
ketika ujian LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi) dalam ujian
ini saya belajar dari cara memesan obat ke PBF (Pedagang
Besar Farmasi) yang dimana memesan obat untuk
penyimpanan penyedian obat di gudang farmasi, belajar
menangani pasien secara langsung dengan mengetahui
sakit pasien, hingga menyarankan obat ke pasien dan
hingga melakukan PIO (Pelayanan Informasi Obat), dan
dalam ujian ini pastinya ada ujian praktek pembuatan
sediaan obat yang dimana harus membuat jurnal tulisan
harus dapat terbaca dan harus cepat sesuai dengan resep
dokter yang diterima, setelah itu membuat sediaan
obatnya dengan batasan waktu. Dalam persiapan ujian
LSP ini dimana saya belajar dengan sungguh-sungguh,
tidur hanya 3 jam, dan mendapatkan dukungan dari
orangtua.

Terkadang masyarakat masih awam akan tugas
seorang tenaga farmasi mereka hanya berpendapat
farmasi hanya sebagai penjaga toko obat, penjaga apotek.

557

Akan tetapi dari seorang farmasi ini saya di didik bahwa
waktu dalam membuat obat di bisa terlalu lama setiap
waktu adalah nyawa pasien, melakukan kesalahan ketika
membuat sediaan maka akan berpengaruh kepada nyawa
pasien.

Farmasi menurut saya adalah tangan kanannya dari
seorang dokter mereka percaya kepada tenaga
kefarmasian dapat membuat sedia obatnya dengan sesuai
resep, dan mengetahui obat tersebut cocok atau tidak
dengan pasien. Dari sini saya mengenal dunia farmasi
bahwa setiap tindakan dan perbuatan akan selalu
berpengaruh dengan nyawa seseorang.

558

AKU DAN SEBUAH PROSES

Oleh: Salma Rachmadhina Aulia

Semakin dewasa kita semakin sadar, bahwa apa
yang terjadi tak perlu ditanya ‘kenapa” karena memang
sudah jalannya. Begitulah salah satu kata-kata yang
terlintas dalam pikiranku pada saat merasakan proses
jatuh bangun menjadi manusia yang harus bisa kuat, terus
memberikan senyum, menutupi semua masalah, terlihat
seperti baik-baik saja padahal dalam diriku sedang tidak
baik-baik saja namun tetap harus bisa bermanfaat untuk
orang lain. Itulah proses hidupku yang tak bisa terurai
dari sebuah kata-kata karena begitu banyak rasa manis,
pahit dan asam yang menjadi satu dan tercampur hingga
proses tersebut menjadikan aku bisa menerima sebuah
arti kehidupan.

Banyak proses hidup yang membuatku belajar
mulai dari berjuang memasuki sekolah SMP, SMA dan
kuliah. Namun tidak berhenti aku belajar dari proses
tersebut, banyak hal yang ku dapatkan salah satunya
pelajaran dari keluarga dan orang-orang disekitarku.

559

Proses yang ku terima banyak memberikan arti untuk aku
bisa merasakan jatuh, bangun dan berkembang. Sebuah
proses hidup memang tidak dapat ditebak, namun dari
proses pasti aku yakin terselip sebuah pembelajaran. Jika
sebuah proses dipercepat, ku yakin allah ingin kita
bersyukur. Namun jika diperlambat, ku juga yakin allah
ingin kita bersabar.

Prosesku saat ini banyak yang sedang ku rancang,
salah satunya menjadikan diriku lebih baik lagi serta
menjadikan seorang salma yang lebih dewasa dan bijak
dalam menghadapi sebuah proses kehidupan. Mungkin
kata-kata tersebut terus terputar didalam pikiran dan
sering juga terucap oleh bibir, namun itu balik lagi proses
serta usaha yang butuh waktu untuk bisa menjadikan aku
seperti keinginanku. Mengapa banyak proses yang ingin
ku perbaiki dalam diriku? Hal ini ku lakukan bukan
untuk menjadi manusia sempurna, namun pada saat ini
manusia dituntut untuk selalu bisa beradaptasi dengan
sebuah proses keadaan.

Dibalik sebuah proses dan perjuangan hidup
seorang aku, terdapat banyak kekecewaan dan kesedihan

560

salah satunya adalah tahun 2019. Tahun tersebut proses
perjuangan terberat seorang Salma Rachmadhina Aulia,
dimana aku harus mengalami banyak kegagalan dan juga
harus mengalami kehilangan salah satu orang kesayangan.
Berat dan hancur itulah proses yang ku alami, banyak
disela-sela sebuah proses kehidupanku pada tahun
tersebut membuatku jatuh bahkan hampir ingin
memutuskan untuk menyerah. Namun, dibalik hal
tersebut Allah memberikan kemudahan dibalik kesulitan.
Jika diingat-ingat kembali ada kata-kata yang tak pernah
ku lupa pada saat proses tersebut menghampiri yaitu
“Allah tidak mengatakan bahwa hidup itu mudah, namun
yang Allah katakan bahwa dia akan selalu bersama kita.”

Tidak berhenti dari proses tahun 2019,
memberikan pembelajaran dan sebuah hikmah yang bisa
diambil. Tahun selanjutnya yaitu tahun 2020, aku kembali
diberikan sebuah proses yang cukup membuatku tidak
percaya diri. Ketidak percayaan diri dalam diriku,
membuatku lebih sering menyendiri dibandingkan untuk
bertemu dengan orang banyak. Namun, hal positif yang
dapat ku ambil dari proses tersebut ialah aku bisa lebih

561

banyak intropeksi, serta merasakan kedekatan hubungan
antara aku dan Allah.

Intropeksi diri ialah jalan ninja atau aturan pribadi
yang sering ku lakukan ketika sedang mengalami proses
kehidupan yang sulit, tidak hanya hal tersebut yang ku
lakukan. Namun aku juga melakukan sesuatu hal seperti
membaca kata-kata positif yang dibuat oleh orang,
membaca kisah atau cerita orang yang sedang merasakan
hal yang sama seperti ku. Hal tersebut kulakukan, agar
diriku merasakan bahwa selama ini ku tidak
mengalaminya sendiri. Sebenarnya masih banyak hal yang
kulakukan, tetapi itulah beberapa cara yang ku lakukan.

Proses pahit dan sedih memang sering terjadi
pada siapapun salah satunya aku, ketika diriku mengalami
proses tersebut banyak orang-orang yang memberikan
dukungan. Tetapi ku tidak menolak juga, bahwa banyak
perkataan negatif yang kuterima dari orang-orang
disekitarku. Ketika diriku mendapatkan perkataan negatif
yang selalu ku tanamkan dalam pikiranku ialah “kita tidak
dapat mengendalikan perkataan orang lain harus bicara
apa. Termasuk ketika orang menilai buruk kita, berbicara

562

dibelakang kita. Hal tersebut merupakan diluar kendali
kita, oleh karena itu kita tidak dapat melarangnya.”

Tahap hidup untuk menjadi dewasa itu berat,
dibalik hal-hal yang membuat capek, melelahkan dan
bahkan membuat emosi serta energi diri terkuras.
Namun, dibalik itu semua aku mempunyai keluarga yang
menjadi tempat percaya untuk menyampaikan keluh
kesah dan tempat mencari bimbingan. Abi, umi dan
mbak wing panggilan aku untuk kakak. Mereka selalu
memberikan cinta, kasih sayang dan perhatiannya
untukku. Banyak motivasi yang selalu mereka berikan
hingga membuat motivasi dalam hidupku menjadi tinggi,
salah satu halnya motivasi yang diberikan abiku terhadap
ku ketika memasukki fase kuliah “Adek, ambilah sebuah
keputusan yang kamu suka. Namun jangan lupa, apa yang
kamu ambil dalam keputusan tersebut harus kamu
barengi dengan rasa tanggung jawab.

Motivasi, pengalaman, arah serta tujuan dalam
proses hidupku sebisa mungkin selalu ku iringi dengan
masukkan – masukkan nasehat yang diberikan orang
tuaku dan tak lupa ucapan kakakku yaitu mbak wing.

563

Pada saat ini mereka merupakan salah satu motivatorku
dalam semua proses dari umur belia hingga umurku yang
ke 20, tidak lupa yang membuatku bertahan juga karena
aku punya Allah.

Sebuah perjalanan dibalik semua proses, banyak
langkah yang ku pelajari dari beberapa orang terdekatku
salah satunya adalah kakakku yang bernama Nurin
Rachmadhina Alifah, atau yang lebih sering ku panggil
dengan sebutan mbak wing. Mungkin dari penjelasan
cerita yang sebelumnya sudah ku ceritakan, tersebutlah
beberapa kali namanya. Sosok yang tegas, berani, pintar,
galak kalau bagi orang yang baru mengenalnya dan
tentunya dia cantik menurutku. Dia adalah orang yang
sering mengajarkan ku untuk tidak takut dalam berproses,
bahkan ketika aku mendapatkan sebuah masalah dia
salah satu orang yang selalu mau melindungi dan
memberikan ilmu yang dia punya.

Proses kehidupanku tidak hanya dikelilingi oleh
keluarga, namun aku dapatkan juga dari teman-temanku.
Salah satunya, teman – teman kuliah. Mereka alasanku
juga untuk bisa menjadi lebih baik serta bermanfaat untuk

564

orang banyak, walau didalam proses pertemanan kami
banyak kejadian – kejadian yang kadang membuat
hubungan kami menjadi renggang. Namun tak disangka
proses dari awal kami mengenal satu sama lain, hingga
sampai sekarang hubungan kami terus terjalin.

Pertemanan ku dengan mereka, tetap bertahan
walau salah satu teman kuliah harus cuti, namun dialah
salah satu tempat aku juga bisa mengambil pelajaran
hidup. Nama yang selalu ku ingat bahkan sepertinya
takkan pernah bisa ku lupakan, dialah sosok yang benar-
benar membuatku kagum. Bahkan darinya aku belajar
untuk bisa menerima dan ikhlas, itulah ilmu kehidupan
yang datang menyelip disebuah masalah namun bisa
diambil hikmahnya.

Semesta selalu membuatku tak pernah menduga
bahwa banyak proses yang secara tiba-tiba datang, untuk
menjadikan aku sebagai manusia yang terus belajar.
Belajar untuk menjadi yang lebih baik lagi, mungkin jika
dilihat banyaknya proses maka aku wajib untuk
menyediakan waktu untuk belajar banyak hal.

565

Setiap proses pada seseorang manusia berbeda-
beda. Berubah menjadi lebih adalah sebuah “pilihan”
tetapi merasa paling baik adalah sebuah “kesalahan.”
Bagiku apapun masalah dan prosesnya, aku yakin Allah
akan tambah memberi kelimpahan. Tapi ketika kita
menggerutu, terus-terussan mengeluh. Maka boleh jadi
Allah akan meminta kita untuk mengulang semua
masalah dan proses tersebut hingga kita benar-benar bisa
lulus.

Banyak pembelajaran yang kudapati dari
siapapun, kadang merasa malu bila mengeluh tentang
proses hidup. Diriku masih harus terus mencari ilmu dan
belajar banyak tentang proses kehidupan, melihat orang
lain bisa begitupun dengan diriku pasti juga bisa seperti
mereka.

Bagiku ilmu itu tidak hanya didapatkan dalam
sekolah dan kuliah, namun dari semua proses
pembelajaran hidup kita juga bisa mendapatkan ilmu yang
berharga. Hidupku memang banyak rasa dan warna,
namun prosesnya sungguh memberikan banyak arti,

566

makna dan menjadi tahu betapa hebatnya sebuah
perjuangan.

567

MENIKMATI PROSESNYA DAN TAK
MENGHIRAUKAN MAKHLUK YANG

MENJATUHKANNYA

Oleh : Sarania

Pada suatu pagi hari, di dalam hutan yang masih
asri terdapatlah perkampungan binatang yang terdiri dari
berbagai jenis binatang yang ada dihutan, seperti binatang
Monyet, Kambing, Cicak, Kadal, Singa, Burung Merak,
Ulat Bulu, Kupu-kupu dan lain-lainnya. Seperti biasanya,
setiap pagi binatang-binatang pun bangun dari tidurnya.
Binatang-binatang pun langsung bergegas mandi. Ketika
setelah mandi Burung Merak pun berkaca bareng dengan
Kupu-kupu, tiba-tiba Burung Merak bertanya kepada
kupu-kupu "Siapa yang paling cantik di hutan ini? Siapa
yang paling mempesona di hutan ini?" sambil bertanya
dan langsung menjawab sendiri dalam hati dengan
"Akulah pasti yang paling cantik dan paling mempesona"
dan Kupu-kupu menjawab “Betul kamu yang paling
cantik dan mempesona dengan bulu mu yang berwarna-

568

warni”, lalu burung Merak pun mengucapkan terimakasih
kepada Kupu-kupu karena telah memujinya.

Karena burung merak merasa puas dan sangat
bangga, akhirnya selesai berdandan jalan-jalanlah Burung
Merak keliling kampung dan setiap bertemu dengan
binatang dia selalu memamerkan keindahan bulunya dari
binatang yang satu ke binatang lainnya. Dan akhirnya
bertemulah Burung Merak dengan sekelompok Ulat
Bulu, kemudian dengan congkaknya dia berkata. "Hei,
Ulat Bulu jelek! cepat-cepat kamu pergi jauh dari hadapan
ku, kamu itu merusak pemandanganku" ejek Burung
Merak kepada Ulat Bulu, sambil berjalan "ngulet"
dibiarkan saja Burung Merak menghinanya dan ini terjadi
setiap kali bila Burung Merak bertemu dengan Ulat Bulu.
Dan tiba-tiba Kupu-kupu pun datang kepada Burung
Merak “Burung Merak itu Ulat Bulu seperti aku, sebelum
aku menjadi Kupu-kupu yang indah seperti sekarang”,
dan Burung Merak pun membalas nya dengan “Tetapi
aku tidak suka ketika masih menjadi Ulat, dia begitu
jelek”.

569

Lalu Kupu-kupu pun hanya terdiam dan Burung
Merak kembali berjalan dengan bangga nya memamerkan
bulunya kepada semua binatang yang dia temui, dan suatu
ketika sedikit takjub Burung Merak melihat makhluk
aneh yang baru dia lihat berada di dalam hutan. Dan dia
pun tanpa sungkan-sungkan memamerkan bulunya,
Makhluk yang dianggap aneh oleh Burung Merak
tersebut adalah seorang Manusia yang bernama Raka, dan
Raka sedang berburu. Melihat keindahaan bulu Burung
Merak, si pemburu takjub yaitu Raka menangkap si
Burung Merak. Tak jauh dari tempat kejadian,
sekelompok Ulat Bulu melihat kejadian ini. Melihat
kondisi burung merak yang tidak berdaya Ulat Bulu pun
membantu Burung Merak untuk dibebaskan dan mereka
pun menyerang si pemburu, akibat serangan tersebut, si
pemburu lari tunggang langgang tidak kuat terhadap gatal-
gatal yang diterimanya dan Burung Merak pun bebas.

Semenjak kejadian itu Burung Merak pun telah
berubah, tidak pernah lagi menyombongkan diri
memamerkan keindahan bulunya ke semua binatang, dia
hanya memamerkan keindahan bulunya kepada makhluk

570

sejenisnya saja. Tetapi setelah Burung Merak berubah
menjadi baik, pada saat ia sedang berjalan ia melihat
Kupu-kupu terbang bebas lalu berkata, ia memanggil
Kupu-kupu tersebut untuk menemaninya di taman dan
burung merak pun berkata “Kupu-kupu aku ingin seperti
mu yang bisa terbang, bebas terbang kemana saja yang
kau mau dan melihat keindahan hutan ini dari atas” ujar
Burung merak kepada Kupu-kupu. Kupu-kupu tersebut
pun senyum dan berkata “Kamu juga bisa terbang burung
merak meskipun tidak jauh seperti ku, tetapi kau jangan
bersedih, aku juga sebenarnya ingin tubuh seperti mu
yang indah dan berisi, juga aku ingin selalu seperti mu
yang bisa istirahat di darat dengan tenang dan juga banyak
teman karena keindahan mu dan tempat kamu tinggal,
tetapi aku tetap terima saja semuanya” ujar Kupu-kupu
kepada Merak.

Burung Merak pun mengajak Kupu-kupu untuk
pulang menemui teman-teman yang lain. Setelah sampai
ditempat perkumpulan binatang, Kupu-kupu dan Burung
Merak pun kaget melihat tempat perkumpulan binatang
itu ramai seperti ada Kucing, Monyet, Burung Merpati,

571

Ulat Bulu, Kadal dan Singa dan banyak makanan, lalu
Burung Merak pun bertanya kepada binatang yang ada
disitu “Siapa yang menyiapkan makanan ini, ini
makanannya banyak sekali” ujar Burung merak, lalu
Kucing pun menjawab “Ini semua yang menyiapkan
adalah ulat bulu karena kamu sudah berubah tidak seperti
dulu lagi” ujar kucing. Dan burung merak pun kaget dan
berkata dalam hati “padahal aku sudah menjelek-jelekkan
ulat bulu tetapi ia sangat baik pada ku” dan tiba- tiba
burung merak pun memeluk ulat bulu.

Waktu lambat laun terus berjalan, dan ketika
burung merak sedang berjalan sendirian di hutan, ia
melihat Ulat bulu itu berubah menjadi Kepompong dan
menjadi seekor Kupu-kupu yang cantik dan ia pun
mengingat yang dikatakan oleh kupu-kupu pada saat itu.
Langsung bergegas burung merak pun menghampiri Ulat
Bulu tersebut yang menjadi kupu-kupu baru dan
memeluknya serta meminta maaf kepadanya. Tetapi
sekarang akibat ulah manusia yang telah merusak alam,
menyebabkan warna kupu-kupu berubah menjadi gelap.

572

INDAHNYA PERTEMANAN

Oleh : Shafa Salsabila

Di suatu lautan hiduplah ikan hiu dan ikan
remora, mereka satu habitat yang sama yaitu lautan yang
sangat luas dan dihiasi oleh terumbu karang yang indah.
Suatu hari ikan Nemo mengadakan acara pesta ulang
tahunnya. Nemo mengundang semua jenis mahluk yang
ada dilautan, tidak hanya ikan-ikan, plankton pun boleh
menghadiri pestanya.

Pesta pun berjalan dengan lancar, semua
menikmati acaranya. Ada yang asyik bersenda gurau,
asyik berdansa, bahkan ada yang asyik menikmati
hidangan sendirian dipojokkan. Ya itu dia, si hiu yang
selalu menyendiri. Setelah hiu selesai makan, Remora
pun menghampiri hiu. Sisa-sisa makanan terlihat
berjatuhan dari tubuh hiu. Di saat sisa-sisa makanan jatuh,
Remora akan menempel dengan hiu untuk mengambil
sisa-sisa makanan dari hiu, tiba-tiba seekor ikan paus
menghampiri mereka dan berkata "Hai Remora, kenapa
kau suka sekali berdekatan dengan hiu? Apa kau tidak

573

takut dilukai olehnya? Tubuhku saja yang besar tidak
suka jika berjumpa dengannya". Remora menjawab
dengan santai "cobalah kau sesekali berdamai dengan hiu,
dia bisa juga bersahabat dengan kami yang bukan
predator laut, aku selalu mendapatkan perlindungan dari
tubuhnya yang besar ini". Akhirnya Paus pun meminta
maaf kepada Hiu yang selalu berprasangka buruk
terhadapnya dan mereka pun bersahabat.

Perlakuan ikan Remora terhadap Ikan hiu ini
dalam dunia sains bisa dikatakan simbiosis komensalisme
yaitu ikan hiu tidak merasa dirugikan dan juga tidak
diuntungkan oleh ikan Remora.

574

PUTRI TERAKHIR

Oleh: Siti Mudzalifah

Hiduplah sepasang suami istri yang merantau ke
kota. Suami yang berenama Yoyo dan sang istri bernama
Yanti. Mereka merantau setelah melahirkan anak
pertamanya. Anaknya berjenis kelamin laki-laki yang
diberi nama Yoga dengan fisik yang sehat. Dalam
perantauannya ke kota, mereka hanya berbekalan tas yang
berisi pakaian dan sedikit uang serta keberanian dan
tekad untuk merubah kehidupan yang menjadi lebih baik
dikota. Mereka adalah pasangan suami istri yang masih
sangat muda bahkan sang istri masih termasuk dibawah
umur sekitar 15 tahun. Karena tekad dan tujuan yang kuat
dalam diri mereka serta bekal doa dari kedua orang tua
mereka merupakan dorongan keberanian yang luar biasa
bagi mereka. Di kota tempat mereka merantau mereka
menumpang dirumah sang kakak laki-laki dari si suami
yang bernama Yanto. Namun kedatangan mereka tidak
disambut baik oleh istrinya Darti. Mereka di perlakukan
kurang baik oleh Darti, karena menganggap kedatangan

575

mereka merupakan sebuah beban yang menurut dia akan
membuat keluarga nya menjadi kesulitan.

Setelah beberapa bulan mereka tinggal dirumah
sang kakak. Yoyo mendapat kerjaan menjadi seorang kuli
di pabrik mie ayam rumahan. Sedangkan Yanti berjualan
berbagai macam bumbu dapur untuk sekedar
meringankan beban sang suami dan untuk menabung
untuk membeli sebuah rumah agar mereka cepat bisa
keluar dari rumah sang kakak. Darti yang selalu berusaha
mencari-cari kesalahan dan melakukkan berbagai cara
untuk mengusir mereka, membuat Yanti sangat menderita
atas perlakukan Darti padanya.

Di tahun berikutnya Yanti hamil anak keduannya,
dia harus berjualan sambil mengurus anak pertama dan
mengandung anak kedua membuatnya agak kesulitan
namun dengan bantuan sang suami yang selalu
memberikan kasih sayangnya membuat Yanti ikhlas
menjalani kehidupan yang dijalaninya. Tetap bertahan di
antara kehidupan yang penuh tekanan dari keluarga serta
dari ekonomi yang sulit bukan hal yang mudah.

576

Setelah 9 bulan mengandung anak kedua, dari
pasangan suami istri tersebut pun lahir disebuah
puskemas yang ada didekat rumah. Anak yang lahir
berjenis kelamin laki-laki lagi yang diberi nama Yogi
dengan sehat dan sempurna. Dengan kelahiran anaknya
kembali merupakan anugerah yang besar bagi mereka.
Dan mereka sangat merasa bersyukur atas nikmat dan
kecukupan keharmonisan di keluarga kecil mereka.
Setelah memiliki anak kedua sang suami mulai ada
peningkatan hal ekonomi, beliau mulai membuat pabrik
kecil sendiri dengan berbekal ilmu yang telah ia dapatkan
dari pabrik di tempat ia bekerja sebelumnya. Dia
membuat mie ayam dengan manual menggunakan kedua
tangannya karena ia belum mampu membeli mesin untuk
membuat mie.

Sang istri yang memiliki keterampilan menabung
mulai mengumpulkan uang dari hasil uang berjualan
bumbu yang ia sisihkan. Uang yang ditabung
dikumpulkan untuk membeli rumah dan mesin, memang
mustahil kiranya, namun ia percaya dari sedikit akan
menjadi bukit. Ia sangat gigih untuk membeli setidaknya

577

sebuah gubuk karena ia sudah tidak tahan untuk
menumpang. Atas izin Allah dan kerja keras dari mereka
berdua mereka akhirnya membeli sebuah gubuk kecil
yang bahkan lantainya masih terbuat dari tanah merah.
Bersyukur sekali mereka dengan keadaanya sekarang,
mereka tidak lagi menumpang dan bisa keluar dari rumah
tersebut. Prinsip mereka yang penting bisa berteduh dan
tidak kehujanan.

Tidak sampai disitu walaupun mereka sudah
keluar dari rumah tersebut, istri dari sang kakak masih
suka mencari kesalahan dan membuat keluarga ini tidak
nyaman dengan omongan jelek yang ia lontarkan. Namun
Yanti tidak terlalu memikirkan hal yang tidak penting, ia
hanya fokus pada anak dan jualan nya saja, itu yang paling
terpenting baginya sekarang. Sang suami fokus dalam
meningkatkan produksi di pabrik kecilnya bukan
waktunya untuk mengurusi omongan orang. Kedua
anaknya pun tumbuh dengan baik dan sehat. Mereka
sekolah ditempat yang sama dekat dengan rumahnya.
Sekolah dipagi hari dan mengaji di TPA pada sore
harinya. Tumbuh di keluarga yang tidak terlalu mengenal

578

agama namun kedua pasangan suami istri tersebut selalu
mengajarkan kebaikan dan kesopanan dalam berperilaku.

Setelah beberapa waktu untuk mengumpulkan
untuk membeli mesin, uang yang terkumpul pun sudah
cukup dengan tambahan tabungan yang dimiliki oleh sang
istri, saat dulu ia bekerja di pabrik rokok di kampung
halamannya. Satu persatu mesin yang dibutuhkan bisa
terbeli, membuat pekerjaan sang suami makin lancar.
Pabrik pun berjalan dengan adanya peningkatan dalam
proses produksinya. Perjuangan selama 6 tahun dalam
mengumpulkan uang membuah hasil yang nyata. Sang
istri pun mulai menambah berbagai macam jenis jualanya
yaitu membuat saos sambal buatan sendiri serta ayam
bumbu kecap untuk kebutuhan jualan anak buahnya yang
berjualan mie ayam.

Setelah keaadan ekonomi yang semakin membaik
anak ketiga dalam keluarga ini lahir yang diberi nama
Yunda, serta rumah yang dulu gubuk sudah mulai di
renovasi menjadi lebih baik serta nyaman untuk ditinggali.
Anak ketiga lahir di bidan dekat rumah, bu bidannya pun
sangat baik sampai sekarang. Dan pabrik pun makin

579

berkembang dan anak-anaknya tumbuh dan berkembang
dengan baik, sekarang anak pertama dan kedua sudah
sekolah MTS yang sama. Pada masa anak ketiga ini
keluarga ini berada di titik kejayaan mereka atas kerja
keras serta doa yang berbuah hasil.

Selama 13 tahun mereka menantikan seorang
anak perempuan pada kesempatan suatu hari suami istri
bisa pergi naik haji berdua. Lalu saat menunaikan ibadah
haji mereka berdoa ingin memiliki seorang anak
perempuan. Setelah kepulangan dari haji pada tahun
berikutnya doa yang mereka panjatkan terkabul, sang istri
hamil anak keempat nya setelah diperiksakan ke dokter
anak dalam kandungan berjenis kelamin perempuan.
Perasaan bahagia sangat terpancar dalam keluarga ini
setelah tau anak keempat itu berjenis perempuan,
berbagai acara syukuran besar dalam rangka bersyukur
atas doa yang terkabul pun berlangsung. Bukan hanya
keluarga ini saja yang merasa bahagia atas kabar ini
namun kerabat serta tetangga ikut serta bahagia dalam
kabar ini.

580

Waktu kelahiran yang ditunggu oleh banyak orang
pun tiba, sang putri terakhir lahir kedunia yang indah ini,
suara tangisan terdengar di ruang rumah sakit operasi
tempat lahirnya putri terakhir. Rasa bahagia dan syukur
yang merupakan anugerah terindah melengkapi
kehidupan keluarga ini. Usaha yang berkembang dan
putri terakhir yang sangat diinginkan sejak lama menjadi
pelengkap keindahan keluarga ini.

Waktu terus berjalan saat sang putri terakhir
tumbuh menjadi balita yang sehat dan kuat. Anak
pertama menjadi seorang dokter gigi yang hebat, anak
kedua menjadi seorang sarjana ekonomi yang akan
meneruskan usaha sang ayah dan anak ketiga yang sudah
berada di jenjang pendidikan SMA. Hal terbaik yang
berhasil menjadi impian sepasang suami istri ini adalah
mampu menjadikan anak-anaknya menjadi orang yang
berpendidikan. Tidak peduli pendidikan orang tuanya
yang rendah namun mampu membiayai pendidikan
anaknya walau harus banting tulang.

Saat sang ayah mulai jatuh sakit keaadaan
ekonomi keluarga ini mulai menurun, serta saat sang putri

581

terakhir berusia 5 tahun sang ayah meninggal dunia
kerena sakit jantung yang dideritanya. Sang ibu sangat
terpukul dan pingsan saat mengetahui kenyataan yang ada
dihadapanya bahwa ia harus kehilangan kekasih hatinya
untuk selamanya, kabar duka ini membuat banyak orang
terkejut. Dan banyak masyarakat yang merasa kasihan
terhadap sang putri terakhir karena anak yang diinginkan
oleh sang ayah sejak lama harus ditinggal pergi untuk
selamanya.

Tumbuh besar tanpa ayah menjadi hal cukup
berat untuk putri terakhir dan kehilangan masa jaya
keluarga menjadi ujian dalam kehidupan kedepannya.
Pada usianya yang ke-20 tahun ia harus kehilangan sang
ibu karena sakit. Untuk kedua kalinya ia harus kehilangan
orang yang paling ia sayang. Tumbuh dewasa tanpa orang
tua menjadikanya dewasa sebelum waktunya, hanya cita-
cita dan memori sedikit bersama orang tuanya yang
membuat dia harus kuat menjalani kehidupannya.

582

BILANG DULU SEBELUM PINJAM

Oleh: Siwi Prihatin Utami

Di suatu sekolah, ada anak bernama Arkhan.
Arkhan adalah anak kelas TK besar dan sering membuat
Bu guru marah. Karena sering membuat Bu guru marah,
Arkhan sering dipanggil tetapi tidak dimarahi.

Arkhan sering meminta maaf atas kesalahannya.
Dia juga sering membuat teman-teman menangis. Arkhan
selalu begitu dan tidak pernah kapok. Beberapa barang
juga diambil oleh Arkhan. Arkhan juga terkenal sering
kabur-kaburan.

Pada suatu hari saat pulang sekolah, Arkhan
belum dijemput oleh ibunya. Kalau belum dijemput,
maka belum boleh pulang. Tetapi, Arkhan sering berlari
dan bersembunyi. Arkhan menghindari Bu guru dan
selalu berkeliling halaman sekolah yang luas.

Seperti biasanya, Bu guru mencari Arkhan ke
setiap sudut ruangan. Namun, Arkhan tidak ditemukan.
Biasanya Arkhan bermain di taman. Begitu Bu guru

583

kesana, Arkhan tidak ada. Sudah beberapa tempat
dikunjungi, tapi tetap tidak ada tanda-tanda keberadaan
Arkhan.

Akhirnya, Bu guru pun kelelahan dan ia istirahat
di aula. Suasana segar dari angin yang keluar dari kipas
membuat Bu Guru tidak menyadari kalau Arkhan ada di
sana.

“Bu Guru!” Arkhan menghambur ke arah Bu guru dan
memeluknya.

“Arkhan kamu dari mana aja? Ibu nyariin kamu ternyata
ada di sini?” Ucap Bu Guru.

“Iya Bu, soalnya aku masih nungguin jemputan Ibu.”
jawab Arkhan.

“Iya, lain kali bilang dulu sama Bu guru, ya! Jadinya ibu
nggak nyariin kamu.”

“Baik bu.” Jawa Arkhan.

Setelah itu, Arkhan dan Ibu guru pun ke ruang
tunggu penjemputan dan Arkhan bermain beberapa
puzzle. Arkhan sangat suka bermain puzzle terlebih

584

puzzle panda milik Humaira, temannya yang dibawa
akhir-akhir ini. Humaira juga belum pulang, masih
menunggu jemputan.

“Mas Arkhan dijemput!” Suara Bu guru menggelegar.
Sontak dengan senang hati, Arkhan pun langsung
menghambur ke arah ibunya, dan mereka pun pulang.
Tinggal Humaira dan beberapa teman lainnya yang belum
dijemput. Mereka masih bermain beberapa mainan.

Tak beberapa lama kemudian, terdengar suara Bu guru.
“Mba Humaira Dijemput!”

Humaira yang terbiasa rapi pun membereskan
mainannya. Namun, ada satu yang mengganjal. Humaira
mulai mondar-mandir ke sana kemari, lalu tidak lama
kemudian ia mewek. Tangisnya pun pecah, membuat
heboh seisi ruangan.

“Panda Dede nggak ada….” Ucap Humaira sambil
menangis.

“Panda yang mana?” tanya Bu guru. Tapi, Humaira
semakin menangis dan semakin kencang tangisannya.

585


Click to View FlipBook Version