pulang sekolah Citra langsung bimbel dan pulang malam ,
tidak langsung istirahat namun Citra kembali bergelut lagi
dengan bukunya. Hari liburnya pun dipakai untuk les
privat yang diberikan oleh orang tua Citra. Peringkat Citra
pun kian naik seiringnya waktu. Tak terasa SNMPTN
pun makin dekat dan Citra peringkat pertama ranking
paralel namun belum tentu Citra bisa masuk kampus yang
diinginkan tersebut. Kemudian Citra memberikan
informasi tersebut ke orang tua nya dan berbicara
“mah , pah aku peringkat 1 paralel tapi aku mohon jangan
berharap lebih di sini yak karena saingannya ribuan
sekolah “ ucap Citra
“Wah hebat anak papah , mamah. Gitu dong bisa kan
nak kalua serius ? kamu pasti masuk nak gaperlu tes
tertulis lagi papah yakin” Ucap papah
“Aamiin pah tapi jangan berharap lebih dulu ya aku juga
ga berharap lebih disini tapi semoga aku lulus tanpa ujian
tertulis” ucap Citra yang masih berharap orang tua nya
tidak memberikan beban harapan lagi disini.
286
Sampai waktunya pengumuman SNMPTN Citra pun
ternyata tidak lulus di kedokteran UI namun ia lulus di
kedokteran UGM akhirnya ia bergegas menelpon orang
tuanya dengan rasa senang dan penuh harap orang tuanya
pun senang walaupun tidak lulus di UI .
-Percakapan Telepon-
“Halo pah ? pah aku lulus di UGM pah “ dengan nada
senang Citra berbicara.
Kemudian respon papahnya “ loh ko UGM sih ? kan
papah bilang UI gimana sih kamu ? yang di UI ga lolos? “
“Yang di UI aku ga lolos pah , tapi aku lolos di UGM ko
pah dan kata guru ku , aku yang pertama kali masuk
kedokteran UGM di sekolah loh pah “ Ucap Citra yang
masih meyakinkan papahnya.
“Papah ga mau tau ya kamu harus masuk UI. Papah ga
setuju kamu ke UGM “
“Loh kenapa pah ? aku sudah susah payah dapetin ini
dan kalo aku tolak , adik kelas aku ga akan bisa masuk
287
UGM pah gabisa aku tolak” Ucap Citra dengan nada yang
mulai melesu.
“Citra kamu tu anak satu-satunya yang papah punya masa
kamu ke pergi jauh waktu yang lama loh Citra itu! Papah
gak setuju pokoknya. Nanti papah ngomong sama sekolah
kalo gabisa di tolak”
Kemudian Citra pun langsung mematikan teleponnya dan
bergegas menelpon mama.
“Halo mah.. mah aku lulus kedokteran UGM loh mah
dan aku yang pertama peloporin ke UGM di sekolah
aku”
“Loh Cit , UI nya ga lolos ? “
“Ga mah.. tapi aku lulus UGM ko mah, gapapa ya mah
aku susah bgt dapetinnya kan mama juga tau gimana
perjuangan aku buat di titik sekarang” ucap Citra
“Nanti kita di rumah dibicarakan lagi ya nak mama mau
ada pasien lagi , tapi mamah berharap kamu di UI ya Cit
“
288
Citra pun menangis merasa tidak di support dengan apa
yang telah ia dapat kan sekarang , karena dengan susah
payah Citra bangkit dari keterpurukan demi masuk
kedokteran demi orang tuanya. Namun hanya karna Citra
lolos di UGM dan harus pergi ke Jogja untuk studinya , ia
harus menelan rasa pahitnya untuk kesekian kalinya lagi.
-Setelah sampai rumah-
Citra ternyata sudah ditunggu di ruang tamu oleh orang
tuanya kemudian mereka mulai membicarakan hal ini.
“Mah , pah Citra mohon izinin Citra ya buat ke UGM ,
Citra susah payah dapetinnya..ini rezeki Citra ga semua
orang bisa kaya Citra” sambil terisak nangis
“Citra.. nak.. kamu satu-satunya nak yang kami
punya..kami ga bisa ninggalin pekerjaan yang di Jakarta.
Kami juga ga bisa melepas kamu di kota yang jauh.
Apalagi kamu perempuan mamah papah takut nak..Citra
paham ya sampai sini maksud mama papah ?”
289
“tapi ikan mamah papah udah didik aku dari kecil buat
mandiri , aku udah mulai terbiasa mah..pah.. aku juga
bisa jaga diri baik-baik aku janji”
Sambil merangkul “ Citra saying mama papah mau yang
terbaik untuk anak satu-satunya ini , mamah papah gamau
kamu kenapa-kenapa , kami punya siapa lagi Citra selain
kamu ? nanti papah yang ngomong ke pihak sekolah ,
Citra coba lagi di SBM ya nak di UI ya nak..”
Pecah tangis Citra merasa sia-sia perjuangannya selama ini
, namun ia tidak bisa berkata apa-apa lagi dan dia harus
bangkit kembali menuju SBM beberapa bulan lagi.
“Citra kalo kamu berhasil masuk kedokteran UI papah
mamah senang sekali rasanya berhasil mendidik anak
kesayangan kami berhasil mencapai yang kita tuju. Ya kan
mah ? “ Ucap papahnya
“iya Citra betul kata papah , nanti mamah belikan mobil
ya Cit untuk kuliahmu nanti uang jajan nya di tambah
sama papah. Semangat ya nak kamu harapan kami , kamu
290
kebanggaan kami” Ucap mamanya sambil menenangkan
Citra.
Seiring berjalannya waktu Citra pun mulai bangkit dari
kesedihannya dan mulai belajar lagi untuk SBMPTN yang
sudah di depan mata. Hingga waktunya tiba tes Citra
hanya mengambil pilihan di UI dan dua dua nya
kedokteran. Gelisah , takut , down sepertinya sudah
menjadi makanan sehari-hari Citra , namun ia punya
tekad sebagai anak satu-satunya dan , cucu perempuan
pertama ia harus sukses sesuai harapan orang tuanya.
Setelah itu setelah menjalani tes SBM ia berharap besar
bisa lulus seleksi kali ini karena ia merasa telah di bawah
rata-rata kesehatan mentalnya. Yang iya inginkan sekarang
hanya lulus di kedokteran UI dan bisa bernafas sedikit
sebelum mulai beranjak ke jenjang kuliah. Setelah
beberapa bulan akhirnya hari pengumuman pun tiba dan
ternyata Citra lulus di kedokteran UI sontak Citra
menangis bahagia akhirnya perjuangannya kini berbuah
manis. Dan ia bergegas turun ke lantai bawah rumahnya
untuk menuju kamar orang tuanya. Dan Citra pun
menangis sambil memeluk kedua orang tuanya .
291
“mah..pah..aku lolos di UI “
“Alhamdulillah Citraa akhirnya kamu bisa meneruskan
kami” ucap papahnya
“kami bangga Citra sama kamu , terima kasih ya nak
sudah mau berjuang demi harapan mamah papah “ ucap
mamanya
Seiring berjalannya waktu Citra pun memulai lembaran
barunya , lembaran yang tak pernah disangka-sangka ,
lembaran yang penuh pelajaran , lembaran yang pernah
merasakan titik terendah di hidup , namun bagi Citra itu
semua terbayarkan asalkan melihat orang tua nya
tersenyum bangga dengan jerih payah Citra dan melunasi
harapan yang diberikan oleh orang tuanya. Citra kini
sedang menempuh kuliahnya di jurusan paling bergengsi
dan paling banyak peminatnya namun tak semua orang
bisa. Tapi Citra bisa karena tekadnya yang kuat untuk
membanggakan kedua orang tuanya walaupun meski
merelakan cita-citanya. Ada pepatah mengatakan
“bersakit sakit ke hulu
292
Berenang-renang ketepian ,
Bersakit-sakit dahulu
Bersenang-senang kemudian”
293
SAHABAT SEJATI
Oleh: Bella Shintia
Sejak awal masuk SMA, Rena dan Sella sudah
sangat akrab. Mereka adalah teman sebangku yang tak
pernah bertengkar dan selalu bahagia. Kemana-mana
mereka selalu bersama, keduanya benar-benar saling
menyayangi. Pekerjaan ayah Rena adalah pengusaha yang
sering sekali mondar-mandir ke luar kota, Rena sudah
menjelajahi 3 kota.
Sedangkan Sella adalah seorang anak tunggal dan
orang tuanya sangat sibuk dengan pekerjaan mereka. Hal
tersebut membuat Rena sering kali menginap di rumah
Sella. Keluarga Rena juga sudah menganggap Sella bagian
dari keluarga mereka.
Suatu hari, pada saat pelajaran Matematika tiba-
tiba Rena memberitahu jika mereka sepertinya akan
berpisah. Sella pun kaget, apa maksud Rena berkata
seperti itu.
294
“Sell, ayahku bilang kita mau pindah ke luar negeri,” ujar
Rena dengan mata berkaca-kaca.
“Apa? Kenapa harus luar negeri? Kapan kalian
berangkat.” Ujar Sella.
“Dalam waktu dekat.” Ujar Rena.
Setelah beberapa hari berlalu, mereka
melewatinya dengan selalu tersenyum, meskipun
sebenarnya mereka tidak benar-benar tersenyum. Hingga
tiba hari di mana mereka harus berpisah. Namun, yang
membuat Sella kecewa yaitu Rena tidak mengucapkan
sepatah kata apapun tentang kepergiannya. Sella merasa
sangat sedih, dia bahkan terus menangis sendirian.
Setelah beberapa tahun berlalu, kini Sella sudah
sedikit lupa pada Rena. Mereka sudah tidak pernah
berkirim kabar semenjak kepergian Rena yang tanpa
pamit. Setelah lulus kuliah, Sella diterima di salah satu
kampus di Amerika. Ia memberitahu ibunya jika lusa
akan berangkat.
“Bu, kenapa jantungku berdegup kencang? Aku tidak
yakin bisa bertahan hidup di sana. Semalam tiba-tiba aku
295
mimpiin Sella. Kami berdua tertawa bersama-sama.” Ujar
Sella.
“Mungkin itu pertanda kalian akan dipertemukan
kembali,” ujar ibu dengan lembut. “Ah sudahlah, Bu.
Aku tidak ingin memikirkan Rena lagi,” kata Sella dengan
sorot mata yang sendu.
Setelah semuanya sudah siap, Sella diantar oleh
ibu dan juga teman-temannya sampai bandara. Terlihat
suasana yang mengharukan karena mereka semua tidak
ingin berpisah dengan Sella. Tapi, mereka semua tahu
jika kuliah di Amerika adalah mimpi Sella sejak kecil.
Jadi, mereka melepaskan Sella dengan penuh bangga.
Sesampainya di sana, Sella langsung mengunjungi
kampus untuk menuju asramanya. Di kampus, Sella
menemui banyak orang dari berbagai belahan dunia,
bahkan juga banyak yang datang dari Indonesia. Setelah
mengambil segala perlengkapan yang diberikan oleh
kampus termasuk kunci kamarnya, akhirnya ia berjalan
mencari di mana letak kamarnya.
296
Tak butuh waktu yang lama, ia sudah menemukan
kamar tersebut. Ruangan tersebut memiliki 4 kamar yang
kosong. Sudah ada dua yang terisi, ia dan mahasiswa dari
Malaysia. Tak lama kemudian terdengar suara pintu
diketuk, dan seseorang pun masuk.
“Hello guys. I am Rena, student from Korea Selatan. Nice
to meet you guys.” Ujar Rena
Sella merasa tidak asing dengan suara itu. “Rena? Apakah
kamu Luna sahabatku?” ujar Sella.
“Arin? Kamu juga kuliah di sini? Bagaimana kabarmu?
Maafkan aku yang dulu tidak sempat pamit padamu. Aku
hanya tidak sanggup melihat dirimu,” ujar Rena sambil
memeluk Sella erat-erat.
“Iya, aku sudah memaafkan kamu Rena. Yang terpenting
sekarang kita bersama. Aku sudah bahagia.”
Pesannya yaitu yang terpenting dalam persahabatan
adalah saling memaafkan dan selalu menyayangi satu sam
297
RONY SI SOMBONG PENAKUT
Oleh: Chairunnisa Maydayanti
Pada suatu hari di salah satu taman, terdapat
seorang anak yang sedang berayun di salah satu ayunan,
anak itu bernama Rony. Ia terlihat termenung bosan
karena tidak ada satupun anak lain yang datang untuk
bermain disana. Kondisi saat itu sedang panas-panasnya
karena terik matahari yang datang menyengat.
Setelah cukup lama disana, akhirnya Rony melihat
anak-anak yang lain datang, ternyata muncul lah Tirta,
Japri dan juga Cupa yang merupakan teman sekelasnya di
sekolah. Mereka pun mendatangi Rony yang sedang
berayun sendiri di taman. “Kenapa kamu bermain
sendirian disini? Apa kamu tidak takut kalau sendirian?”
tanya Japri. Sambil tersenyum, Rony mengatakan bahwa
Ia adalah anak yang pemberani dan tidak takut pada
apapun.
Mendengar hal tersebut, Japri mengingatkan Rony
untuk tidak bermain sendirian karena beberapa hari
298
sebelumnya Ia melihat anjing yang berkeliaran dan
menggonggong dengan keras di sekitar taman tersebut.
Bukannya wasapada, namun Rony malah menertawakan
Japri dan mengatainya penakut. Karena ditertawakan dan
diejek penakut, Japri pun kesal dan mengajak Tirta dan
Cupa untuk pergi dan meninggalkan Rony sendirian
disana. Setelah puas tertawa, Rony pun lelah dan
berencana untuk pulang kerumah.
Tapi tiba-tiba terdengar suara “Guk… Guk…
Guk…”. Suara dari kejauhan itu membuat Ia was-was dan
sedikit ketakutan. Tak lama suara itu semakin dekat dan
semakin keras, tak pikir panjang pun Rony langsung lari
meninggalkan taman. Namun belum sampai keluar
taman, sosok anjing tersebut sudah muncul di depan
sekitar taman. Ia pun gemetar ketakutan, tidak ada orang
di sekitarnya yang bisa dimintai tolong.
Rony menangis dan sontak berteriak karena takut
dengan anjing yang ada di hadapannya, walau tidak besar
namun anjing itu cukup lincah. Dengan ketakutan Rony
pun berteriak dengan kencang, “Aaaaa... Aaaaaaa…”
Karena berteriak, anjing tersebut pun mencoba mendekat
299
menghampiri Rony sehingga membuat nya makin
ketakutan.
“Hushh huusshh pergi sana”, suara itu mencegah
anjing tersebut untuk masuk ke taman mendekati Rony.
Setelah dilihat, orang tersebut adalah kakaknya Rony.
Dengan menangis Rony berlari menuju kakaknya dan
memeluknya. Setelah cukup tenang Rony melihat ada
ketiga temannya tadi yaitu Japri, Tirta dan Cupa yang
berdiri tepat dibelakang kakaknya Rony.
Ternyata ketika meninggalkan taman, Tirta dan
Cupa meminta Japri untuk sabar dan tidak marah dengan
Rony. Meski Japri kesal terhadap ejekan Rony
kepadanya, namun Japri tidak ingin terjadi sesuatu yang
bisa menyakiti temannya itu. Dengan lapang dada
akhirnya Japri memaafkan Rony dan mau mendengarkan
nasihat dari Tirta dan Cupa.
Mereka bertiga memutuskan untuk memberi tahu
kakaknya Rony bahwa Rony tidak boleh sendirian di
taman itu. Dengan sigap kakaknya Rony pergi
menghampiri Rony ke taman bersama dengan ketiga
temannya Rony. Untungnya usaha Japri, Tirta dan Cupa
300
untuk memberi tahu kakak nya Rony tidak sia-sia, Rony
tertolong tidak digigit oleh anjing liar tersebut.
Karena mengetahui perbuatannya mengejek
teman itu tidak baik, Rony pun merasa bersalah dan
meminta maaf karena telah mengejek Japri dan tidak mau
mendengarkan nasihat temannya. Rony berterimakasih
kepada ketiga temannya tersebut karena telah berlapang
dada memaafkannya dan mau menolongnya.
Pesan moral:
Kita tidak boleh mengejek teman dan
mengabaikan nasihat yang baik untuk diri kita,
sebagai sesama teman haruslah saling membantu
dan memaafkan kesalahan temannya.
301
HARI BARU
Oleh: Cholipah
Berat rasa hati ini meninggalkan rumah yang selama ini
ku tempati, namun ini semua harus ku lakukan demi
masa depanku. Perkenalkan namaku Ali usiaku 13 tahun,
aku telah lulus dari jenjang sekolah dasar dan meneruskan
pendidikanku di Sebuah pondok pesantren. Ya, memang
terasa berat, namun ini semua harus tempuh demi
pendidikanku. Hati ini terasa berat ketika harus
meninggalkan ibuku bersama ayahku, aku adalah anak
tunggal. Dan jarak rumah menuju tempat ku menimba
ilmu nanti dapat terbilang lumayan jauh. Aku segera
memasukkan barang-barangku yang telah ku rapikan
semalam ke mobil, ayahku telah menunggu dan ibuku
sudah mengunci pintu rumah hendak mengantarku ke
pondok pesantren, aku segera bergegas ke mobil dan
segera memulai perjalanan. Hati ini sangat resah, resah
jauh dari kedua orang tua, resah memikirkan hal-hal baru
di pondok, dan aku juga pasti sangat merindukan teman-
temanku di rumah.
302
5 jam perjalanan tidak terasa, sampailah aku ke
pondok pesantren tempatku menuntut ilmu. Sesampainya
aku di asrama ayahku segera menyelesaikan administrasi,
tak lama aku pun mendapat kamar dan diantar oleh
kakak kelasku untuk membawa barang ke kamarku,
setelah sampai aku langsung membereskan barang-
barangku dibantu oleh ayah dan ibu. Hari pun sudah
menggelap, matahari sudah ingin tenggelam, ayah dan
ibuku pamit pulang padaku dan meninggalkan pesan-
pesan untukku, air mata ini tak dapat terbendung, aku tak
kuasa untuk menahan tangisku, begitu pula dengan kedua
orang tuaku, namun kami ikhlas, kami hanya dipisahkan
jarak beberapa saat, namun ketulusan doa tetaplah ada
diantara kami. Ibu dan ayah pun pulang. Aku
bergegas membersihkan diri dan segera ke masjid untuk
menunaikan ibadah sholat Magrib berjamaah. Selepas
sholat magrib waktunya kami makan malam, aku
mendapat banyak teman baru kami berkenalan satu sama
lain. “ hai, namaku Ali, aku berasal dari daerah Depok”
tuturku hendak mengajak kenalan temanku, “Hai Ali
namaku Sofyan asalku dari Cirebon, senang berkenalan
denganmu”. Ya Sofyan adalah teman pertama ku
303
sekaligus teman dekatku. Ada banyak juga teman-teman
sekamarku yang sama-sama kelas 1 Madrasah Tsanawiyah
mereka adalah Rizqo, Jihad, Daffa, Dhimas, dan Arga.
Dan aku memiliki kakak kelas di kamarku yaitu kak Fadil
dan kak Reza, dan juga wali kamarku yaitu Ustad Ammar
mereka yang senantiasa mengajari dan memberitahu kita
ketika kita tidak tahu. Hari-hari ku terasa berbeda sekali,
terutama dalam bentuk kedisiplinan, bagaimana tidak
ketika dulu aku selalu terlambat bangun subuh sekarang
aku harus bangun untuk melaksanakan tahajud. “Ali
bangun yuk, kita mandi dulu setelah itu langsung sholat
Tahajud” ucap kak Fadil yang membangunkanku dengan
sabar. “baik kak aku segera bangun”. Ternyata teman-
temanku sudah bangun semua aku bergegas mandi
setelah itu pergi ke masjid. Setelah menunaikan Sholat
subuh sekarang waktunya kami berolahraga, aku sangat
senang sekali. “teman-teman jangan lupa ya setelah senam
nanti kita segara bermain bola” ajak Jihad. “
Setujuuuuu!!!” jawab Rizqo. “ iya boleh, tapi jangan lupa
sebelum berangkat ke lapangan kamarnya dirapikan dulu
yaaa” ucap kak Reza “ siap kak” jawab kami. Kami pun
berolahraga, setelah itu kami langsung sarapan, setelah
304
sarapan kami kembali pulang ke kamar “ teman-teman
semua, karena hari ini libur sekolah, setelah olahraga
jangan lupa ya kita bersih-bersih, dimulai dari tempat
tidur masing-masing, kemudian lemari dan kamar” ujar
Ustad Ammar “ siap ustad hari ini kamarnya bakal wangi”
jawab Daffa, “ ya, bagus sekali, nanti dibimbing oleh kak
Fadil dan kak Reza yaa” “ siap ustadz” jawab kak fadil dan
kak Reza berbarengan. Hari ini adalah hari Jumat,
sekolah libur dan jadwal kami memang olahraga dan
bersih-bersih. Dengan jadwal teratur setiap harinya kami
menjalani rutinitas ini, hingga tak terasa waktu cepat
berlalu, terlalu banyak aktivitas tanpa aku sadar hari ini
adalah hari penjengukan, ibu dan ayahku akan segera
kesini. “Assalamualaikum Ali, apa kabar anak?” sapa ayah
dan ibuku”, “baik bu, ibu dan ayah apa kabar?” tanyaku,
“kami baik-baik saja anak, Insya Allah sehat selalu,
bagaimana kamu betah disini?” tanya ayah “ betah sekali
yah, ustadnya baik-baik begitu pula teman-temanku dan
kakak kelasku, dan ada banyak sekali aktivitas disini,
sehingga aku tidak merasa kesepian dan sedih” jelasku “
wah hebat anak ayah, sudah dapat mandiri dan betah,
Insya Allah dipermudah jalan mencari ilmunya, ga berasa
305
nanti tiba-tiba lulus” ujar ayah. “Sudah-sudah kita makan
dulu, ibu sudah bawa makanan kesukaanmu ini” kata ibu.
Akhirnya kami pun makan bersama dan bercerita tentang
hari-hari kami sebulan yang lalu, aku merasa senang
mendengar kabar dari ayah dan ibuku, begitu pun
sebaliknya, rasa rindu ini sudah terobati. Tak terasa kami
telah menghabiskan waktu seharian bersama, sekarang
waktunya ayah dan ibuku kembali pulang ke rumah, ayah
dan ibu pun berpamitan denganku. “ nak, ini sudah ibu
buatkan makanan untukmu dan teman-temanmu
sekamar, nanti malam jangan lupa disantap bersama ya,
ini juga ada titipan untuk ustadz Ammar jangan lupa
disampaikan dan beri salam juga dari ayah dan ibu untuk
beliau, kemudian semua keperluanmu sudah ibu siapkan
disitu nanti jangan lupa langsung dirapikan ya” jelas ibu,
“oke bu siap nanti Ali sampaikan dan langsung Ali
rapikan” jawabku. “ jangan lupa ya belajar yang giat,
makan yang banyak, istirahat teratur yang betah yaaa”
tambah ayah. “ iya ya pasti” jawabku. “Kalau begitu ayah
dan ibu pulang ya, Assalamualaikum” “waalaikumsalam,
hati-hati Ayah ibu, jangan lupa doakan Ali disini”. Ayah
dan ibu pun kembali ke rumah dan aku kembali ke
306
kamar. Ternyata awal aku menginjakan kaki untuk tinggal
dan menuntut ilmu disini sangatlah nyaman, aku telah
mempunyai keluarga baru, mimpi baru, dan semangat
baru. Ku fikir tidak akan berjalan dengan mudah, ternyata
berjalan dengan sangat menyenangkan. Semoga ini adalah
jalan yang akan membawa ku sukses dunia dan akhirat
dan pastinya akan membanggakan ayah dan ibuku.
307
HANTU DI GUDANG KOSONG
Oleh: Dandi Anugrah
Suatu hari di sebuah sekolah asrama, ada dua
anak laki- laki yang pertama yaitu Denian.Dia adalah anak
yang periang dan cukup pintar di sekolah.Lalu yang kedua
yaitu Seno ,sahabat yang selalu menemani Denian kapan
pun dan dia pun periang seperti Denian akan tetapi Seno
ini memiliki sifat yang suka jahil dan terkadang dia pun
mendapatkan teguran dari gurunya karena kejahilannya.
“Hai Denian, ayo kita berbuat jahil bersama, kita buat
tembok kelas menjadi berwarna dengan gambar heheh..”
Ucap Seno kepada Denian dengan bercanda.
“Ya ampun Seno Kamu itu baru selesei dihukum lho…
masa pengen dihukum lagi.” Ucap Denian dengan merasa
gemas kepada Seno karena tingkahnya.
“Bercanda kok, lagi pula aku sedang merasa bosan karena
tidak kegiatan yang harus dikerjaakan” Ucap Seno yang
merasa bosan itu.
308
‘’Benar juga sih katamu kita tidak kegiatan apa-apa yang
haru dikerjakan.Hmm.. bagaimana bermain sebuah
permainan?” Ucap Denian.
“Nah ide yang bagus tapi kita mau bermain apa? Ucap
Seno.
“Bagaimana kalau kita bermain petak umpet saja?” Ucap
Denian.
“Okee.., tapi aku duluan yang bersembunyi ya heheh”
Ucap seno dengan nada gembira.
“Okelah… aku hitung sampai sepuluh ya oke’’ kata
Denian
Dan mereka berdua pun bermain petak
umpet.Denian mulai menghitung dan Seno bergegas
mencari tempat sembunyi.Lalu tidak sengaja Seno
menemukan sebuah pintu ruangan dan mulai mencoba
untuk membuka pintunya.Akan tetapi, pintu tidak mau
terbuka dan akhirnya Seno berbalik badan.Tiba-tiba Pintu
itu terbuka.Seno mulai kebingungan dan sedikit takut
karena tiba-tiba pintu nya terbuka padahal tadinya tidak
bisa dibuka. Karena Denian sudah selesai
309
menghitung,terpaksa Seno harus masuk keruangan
gudang kosong itu.
“Aku harus sembunyi di sini Denian sebentar lagi
datang”. Ucap Seno Sambil bersembunyi di gudang
kosong itu.
Denian yang sudah selesei menghitung mulai mencari
Seno yang bersembunyi.
“Oke Seno siap-siap aku akan menemukanmu..” Ucap
Denian dengan teriak sambil bergegas mencari Seno.
Lalu,di gudang kosong Seno pun mulai merasa
keanehan dan sedikit takut sambil melihat
sekitarnya.Ketika Seno mulai berbalik tiba-tiba ada
sesosok anak gadis dihadapan Seno dan gadis itu dan kaki
gadis itu tidak menapak ke lantai melainkan melayang.
“Aaaaaaa… HANTU !!! Seno Teriak Ketakutan dan
begitu keras terdengar
Denian yang mendengar teriakan Seno yang sangat keras
itu bergegas menuju arah teriakan itu
310
“Seno ada apa ….!!” Sambil membuka pintu gudang
kosong itu.
Dan Denian dengan kagetnya melihat sosok gadis yang
melayang berdiri di hadapan Seno.
Aaaaa.. HANTU… “ teriak Denian ketakutan.
Denian pun lansung menarik cepat Seno dari gudang itu
dan berlari sekuat tenaga sampai terengah-engah.Akan
tetapi hantu itu tidak mengejar mengejar.
“Ayo Seno lari… lari secepat mungkin !!!” ucap Denian
berlari terengah-engah sambil menarik Seno.
Seno pun yang ketakutan setengah mati berlari
sekuat tenaga. Mereka berlari menuju kamar asrama
mereka. Membuka pintu dan langsung di tutup lalu
dikunci dan mereka pun bersembunyi di bawah ranjang
berdua karena sangking ketakutannya mereka.
“Apa kau melihatnya tadi Den”Ucap Seno dengan napas
terengah-engah
“I…yaa.. aku melihatnya dia melayang kakinya tidak
menapak ke lantai “ Ucap Denian yang ketakutan.
311
Mereka bersembunyi di bawah ranjang cukup
lama sampai mereka ketiduran sampai pagi. Dan hari pun
sudah pagi dan mereka pun dibangunkan oleh pengurus
asrama.
“Hei kalian berdua bangun… kenapa kalian tidur
di bawah ranjang? Ada-ada saja tingkah kalian,cepat
bangun hari ini ada upacara bersama jangan sampai telat.”
Ucap pengurus asrama yang heran melihat mereka.
Mereka pun bangun dan mulai bersiap-siap untuk
upacara. Sejak Kejadian itu mereka menjadi takut ketika
melewati gudang kosong itu dan mereka mencoba untuk
tidak mengingat kejadian itu.Dan menjauhi gudang itu
sebisa mungkin.
312
JARAK
Oleh: Dede Zulfa Sania
Disuatu hari tepatnya di perkotaan terdapat dua
orang yang sedang jatuh hati dia bernama Zulfa dan Bagja.
Zulfa masih duduk dibangku kelas 3 SMA sedangkan
Bagja sudah lulus SMA, dia berniat bekerja terlebih
dahulu selama setahun sebelum ia melanjutkan kuliahnya
kembali. Mereka awalnya tidak saling berteman mereka
pernah bertemu tetapi sejak umur mereka kecil sekitar
10/11 tahunan, tetapi orang tua mereka sudah kenal lama
dari sejak Zulfa dan Bagja belum lahir. Orangtua mereka
sangat mengenal baik satu sama lain, bahkan mereka
hampir selalu bekerja sama setiap urusan pekerjaan dan
saling membantu satu sama lain. Setelah bertahun-tahun
lamanya, mereka terpisah kota, kebetulan ibu dan ayah
mereka satu kampong. Setelah beberapa tahun terlewati
akhirnya mereka dapat berjumpa kembali di kampong
halaman mereka yaitu Kota Tasikmalaya.
Dari sanalah awal pertemuan mereka, lalu ibunya
Bagjapun sangat mengidam-idamkan Zulfa sebagai
menantunya. Saat itu apapun caranya, dilakukan oleh
313
ibunya Bagja agar anaknya yaitu Bagja bisa berkenalan
dengan Zulfa. Saat itu zulfa memiliki pacar, pacarnya
adalah seorang pemain bola, tetapi pacarnya tersebut
memiliki sifat yang tidak setia. Akhirnyapun Zulfa dengan
mantan pacarnyapun telah putus. Saat itu Zulfa sangat
kecewa sekali terhadap hubungan yang telah dijalinnya
berakhir seperti itu, diapun tidak menyangka sebelumnya.
Setelah kejadian itu, Zulfa pun menjadi tidak ingin
menjalin hubungan dengan siapapun, karena menurutnya
tidak ada laki-laki yang setia dan tidak ada laki-laki yang
baik, dia sudah tidak percaya lagi dengan ucapan-ucapan
ataupun rayuan lelaki.
Setelah beberapa bulan, Zulfapun sudah berakhir
moveon dengan mantan pacarnya tersebut, tiba-tiba saja
disore hari ketika ia sedang kerja kelompok dirumah
temannya yaitu Bethari. Ketika sedang mengerjakan tugas
kelompok, bunyilah handphone Zulfa “Kring” bunyi
pesan masuk pada handphonenya. Zulfa sangat kaget
karena ada pesan masuk dengan nomor tidak dikenal dan
tidak ada nama dikontaknya. Laki-laki itu mengirim pesan
masuk dengan awalan yang sangat baik yaitu
314
“assalamualaikum”, sontak seketika zulfapun kaget dia
terheran-heran, siapa orang yang mengirim pesan singkat
tersebut, setelah beberapa menit mereka berbicara dan
chattingan melalui whatsapp. Akhirnya Zulfa menjadi tahu
setelah perbincangan cukup panjang, diapun tersenyum-
senyum setelah mengetahui Bagjalah yang mengechatnya,
dia sangat tidak pernah menyangka bahwa orang yang
selama ini dia kagum-kagumi dan sangat ingin dia dekati
tetapi tidak bisa, karena jarak yang jauh. Bagja saat ini
bertempat tinggal di Kota Bandung, sedangkan Zulfa di
Depok. Oleh karena itu Zulfa sangat tidak mungkin
memiliki hubungan dengannya, jangankan dekat, pada
saat itu no handphonenya saja dia tidak punya.
Jadi, tidak heran jika saat Bagja pertama kali
mengirim pesan kepada Zulfa, Zulfa sangat tidak
menyangka sampai diapun sangat merasa senang sekali,
sejak kejadian itu mulailah mereka menjadi dekat dan
semakin dekat akibat chattingan berawal
assalamualaikum. Zulfapun menyelidiki siapa yang
memberikan no handphonenya kepada Bagja, ternyata
setelah diselidiki bahwa ibunyalah yang meminta no
315
handphone Zulfa kepada Ayah Zulfa. Sungguh kejadian
yang Zulfa sangat tidak sangka-sangka.
Setelah hari itu, merekapun berbincang-bincang
lebih jauh, Bagja terus mendekati Zulfa. Sampai akhirnya
Bagja tahu, kalua Zulfa ini single dan tidak memiliki
kekasih, akhirnya ia memberanikan diri untuk
menyatakan cintanya kepada Zulfa. Tapi, saat itu Zulfa
tidak menjawabnya secara langsung, ia malah menunda-
nunda jawaban pernyataan cinta Bagja.
Beberapa hari kemudian, Bagja bertanya kembali
kepada Zulfa. “apakah Zulfa sudah ada jawaban, untuk
pertanyaan Bagja?”. Ternyata.. jawabannya Zulfa
menerima cintanya Bagja. ,meskipun Zulfa ada
kekhawatiran untuk menjalin sebuah hubungan kembali
karena masa lalunya, tetapi setelah dipikirkan secara
matang, akhirnya Zulfa menerima cintanya Bagja karena
dia tidak ingin menyia-nyiakan cinta yang dahulu pernah
dia inginkan dan saat ini cinta tersebut datang, maka
tentunya ia mengambil kesempatan tersebut.
Tidak lama darisitu, Bagjapun terus
menghampirinya. Lalu Bagjapun datang menghampiri
316
Zulfa bersama ibunya, tak lama darisitu akhirnya Bagja
dan Zulfapun saling bertemu dan saling menyapa. Awal
pertemuan saat itu, mereka sangatlah canggung, karena
setelah bertahun-tahun saat itulah pertama kali mereka
saling bertemu dan berdekatan secara langsung. Bahkan
saat kakaknya Bagja menikahpun keluarga Bagja
mengundang keluarga Zulfa datang ke nikahan kakak
perempuannya Bagja. Ketika pernikahan tersebut
dimulai, dan keluarga Zulfa datang, mereka langsung
menyambut kedatangan keluarga Zulfa dengan sangat
baik bahkan disediakan tempat duduk yang professional.
Lalu disanalah pertemuan keluarga mereka berdua, dan
mereka berfoto bersama. Bahkan, Zulfa dan Bagjapun
berfoto bersama pada pernikahan kakak perempuananya
tersebut.
Bagja sangat baik sekali kepada Zulfa, dia selalu
memberi apapun yang Zulfa inginkan. Bahkan, hampir
setiap minggu ia mengirimkan paket sebuah makanan
ataupun baju untuk Zulfa. Saat itu, Zulfa sangat senang
sekali, karena baru kali ini ia menemukan seorang lelaki
yang sangat memahaminya. Tidak terasa kelulusanpun
317
tiba, akhirnya Zulfa wisuda, saat itu Bagja tidak dapat
datang ke acara wisuda Zulfa, tetapi tanpa disangka.
Setelah wisuda selesai, keesokan harinya, Bagja datang
kerumah Zulfa tanpa bicara sebelumnya kepada Zulfa,
tiba-tiba ia datang kerumah Zulfa dengan membawakan
bucket bunga yang besar, dan membawakan mie gledek
yang pedas kesukaan Zulfa pada saat itu.
Zulfa sangat kaget dengan kedatangannya secara
tiba-tiba tanpa Bagja memberi tahu terlebih dahulu akan
kedatangannya kerumah Zulfa. Tapi, Zulfa merasa sangat
senang sekali. Karena Bagja merupakan laki-laki yang
sangat perhatian kepada Zulfa bukan hanya pengertian
tetapi ia juga sangat sabar akan sikap Zulfa yang terkadang
tidak mood. Tetapi ia selalu menghadapinya dengan rasa
sabar, sungguh dewasa sekali Bagja ini.
Setelah kelulusan akhirnya merekapun
melaksanakan UTBK secara bersama-sama meskipun
berbeda kota, Bagja di Kota Bandung dan Zulfa di Kota
Depok. Mereka tetap bersemangat untuk mengejar
impian dan perguruan tinggi yang sangat mereka inginkan.
Tetapi takdir berkata lain, mereka tidak ada yang diterima
318
pada perguruan tinggi yang mereka pilih. Tentunya
mereka sangat sedih sekali. Tetapi mereka tidak patah
semangat, merekapun sama-sama mengikuti ujian
mandiri. Zulfa megikuti ujian mandiri didaerah Bandung,
niatnya agar mereka dapat lebih sering bertemu, Bagjapun
mengikuti ujian mandiri didaerah tempat tinggalnya, yaitu
Kota Bandung.
Lagi-lagi takdir berkata lain, merekapun kembali
tidak diterima pada perguruan tinggi meskipun
dilaksanakan secara mandiri. Akhirnya, mereka
memutuskan untuk berkuliah pada perguruan tinggi
swasta. Zulfa sangat ingin sekali berkuliah di Bandung
agar bisa dekat dengan Bagja, namun orangtua tidak
memberikan izin, mereka tidak ingin anaknya tinggal jauh
diluar Kota. Mereka memutuskan untuk Zulfa berkuliah
didalam Kota, karena orangtua Zulfa sangat
mengkhawatirkannya, jika harus berjauhan dengan anak
kesayangannya itu.
Akkhirnya mereka berkuliah di kota masinh-
masing yang tentunya mereka menjalin hubungan LDR
atau hubungan jarak jauh. Adanya hubungan jarak jauh
319
tentunya mereka sangatlah khawatir karena hal itu tidak
mudah untuk dilalui. Namun, mereka sudah saling
percaya satu sama lain, sehingga hal tersebut tidak cukup
sulit untuk dilalui.
Waktu berjalan begitu cepat, tanpa dirasa Zulfa
dan Bagja sudah menjalani hubungan selama dua tahun,
meskipun dua tahun itu tidaklah mudah untuk dilalui.
Hanya orang-orang kuatlah yang dapat melaluinya,
dengan kepercayaan yang kuat, kesabaran yang kuat yang
telah mereka lalui. Karena selama dua tahun itulah
mereka menjalin hubungna jarak jauh, yang akhirnya
mereka hanya dapat bertemu satu tahu dua kali, jadi
mereka dapat bertemu dua tahun selama empat kali
pertemuan saja, diakrenakan mereka sudah sibuk dengan
urusan masing-masing yang harus dilaksanakannya, entah
itu perkuliahan yang hampir setiap hari, oleh karena itu
mereka jarang mendapatkan waktu yang luang, apalagi
jika tugas-tugas sudah menghampiri, mereka akan sibuk
satu sama lain. Tetapi, mereka tidak pernah tertinggal
untuk berkomunikasi, karena menurut mereka
komunikasi itu sangatlah penting, mau bagaimanapun
320
kondisinya mau sesibuk apapun, tetap komunikasi itu
tidak boleh terabaikan.
Tak terasa tahun ini tahun 2021, mereka sudah
menjalin hubungan selama tiga tahun lamanya. Mereka
sangat senang karena dapat melewati tahun-tahun tersebut
secara bersama-sama meskipun dilakukan dengan jarak
jauh. Merekapun semakin serius dalam menjalin
hubungan, bahkan merekapun sudah merencanakan
planning-planing untuk masa depan mereka. Mereka
sangat percaya dan yakin bahwa hubungannya akan
semakin serius. Semoga saja keinginan mereka dapat
terwujud. Smeoga kali ini takdir berpihak pada mereka.
321
HADIAH TERINDAH
Oleh: Desti Rhomadiyah
Perkenalkan, namaku Karimah. Aku adalah anak
kedua dari tiga bersaudara. Kakakku namanya Karamah.
Sedangkan adikku bernama Khazim. Aku juga
mempunyai sahabat bernama Halimah. Kami menamai
persahabatan kami “the Kalim sweet girls”. Kalim adalah
gabungan nama kami.
Suatu hari aku dan adikku sedang menonton TV.
Aku melihat mama sedang berbicara dengan seseorang
lewat HP dan raut wajahnya terlihat cemas. Dan saat aku
sedang mengganti chanel, tiba tiba ada sebuah berita
seorang anak kecil tertabrak motor di jalur pejalan kaki.
Dan apesnya lagi, motor itu terbakar. Sedangkan
pengendara motor terpental ke semak semak. Aku sangat
terkejut sekali. Karena anak kecil yang tertabrak itu tidak
lain adalah Halimah, sahabatku sendiri.
“Nak, ayo kita ke rumah sakit Permata Hati,
soalnya sahabatmu itu kecelakaan” suara mama tiba tiba
menyadarkanku dari lamunanku. Aku, Khazim dan ibu
langsung ngegas ke rumah sakit. Kami langsung ke tempat
322
UGD. Dan Alhamdulillah aku diperbolehkan menjenguk
sahabatku itu.
“Halimah, kamu tidak apa apa kan?”, tanyaku
pada Halimah. “aku tidak apa apa rim”, katanya dengan
lirih dan lemas. “Halimah, jangan tinggalkan aku”, tak
terasa aku meneteskan air mata. “Karimah, doakan aku
ya, semoga aku insyaAllah kita bisa bersama sampai tua
nanti”, katanya dengan sedih, lirih, lemas dan bijak. “nak
maaf, waktunya sudah habis, saatnya kamu keluar dari
kamar pasien, soalnya pasien mau diperiksa”, kata
seorang suster. Aku mengangguk seraya keluar dari kamar
UGD itu.
Setelah itu kami menjemput kak Karamah dari sekolah
karena dia habis mengikuti ekstrakulikuler memasak.
Satu Minggu kemudian….
“Beberapa hari kemudian korban dinyatakan
meninggal”, kata reporter tersebut. Aku sangat terkejut
sekali. lalu Aku pergi ke kamar untuk meluapkan
tangisanku. “Lho, kok Karimah nangis?, sedih karena
sahabatmu telah tiada?”, tanya kak Karamah. “iya kak,
323
aku kangen sama Halimah”, kataku. “dik Karimah yang
sabar ya”, ucap kak Karamah sambil memelukku.
3 bulan kemudian…
Hari ini, 15 September, adalah hari kelahiranku
alias hari ultahku. kue dengan tema bunga itu perlahan
lahan dipotong, lalu kami makan kue bersama. setelah itu,
satu persatu anggota kekuargaku memberiku hadiah,
mama memberiku bunga Anggrek, papa memberiku 5
buku cerpen, kak Karamah memberiku gelang kerang
yang indah, sedangkan dik Khazim memberiku kelomang
dengan cangkang yang indah beserta rumah kecilnya
(rumahnya kelomang). Lalu tante Fiana (mamanya
Halimah) bilang ingin memberi sebuah kado. Aku lihat
kadonya setinggi 1 meter dengan lebar 50 cm dengan
keadaan berdiri. “apa ya isinya sampai setinggi itu”,
pikirku dalam hati. “ayo dibuka, satu, dua, tiga”, kata tante
Fiana.
“Kejutan”, kata seseorang dari hadiah tersebut. Yang lebih
mengejutkan lagi, seseorang tersebut adalah…
324
“Halimaaah??!!”, tanyaku keheranan dan terharu. “iya, ini
aku sahabatku”, katanya sambil tersenyum manis. “tapi
kok kamu bisa kembali lagi, kan katanya kamu dah
mati?”. “aku sebenarnya masih hidup, hanya saja aku
bilang ke mama kalo pura puranya aku dah mati, mama
sempat agak kaget, tapi akhirnya mama mengerti”. “Terus
apa alasan dari itu semua?” tanyaku padanya. “Alasannya
adalah karena waktu perawatan luka bakarnya
membutuhkan waktu yang lama, yakni 3 bulan. selain itu
aku juga harus menjalani fisioterapi dan juga mengatasi
rasa traumaku berjalan di pinggir jalan. Dan aku juga
berfikir kan 3 bulan lagi kamu ultah, jadi ya itu aja sih
alasannya” jelasnya panjang lebar. “Ihh, jangan gitu juga
kali ngepranknya, kan aku jadi sedih” kataku. “Iya, iya
maaf” katanya sambil terkekeh.
“Maaf ya, aku belum ngasih kamu hadiah ,
soalnya aku lagi fokus sama fisioterapinya dulu” katanya
menunduk. mungkin dia merasa bersalah. “Gak apa apa
kok. kehadiranmu itu sudah seperti hadiah terindah
untukku” kataku sambil tersenyum. “Makasih ya
sahabatku, kau masih setia menjalin persahabatan
325
denganku” katanya dengan terharu. “Iya, sama sama
sahabatku” kataku lagi. Setelah itu kami melepas rindu
dengan saling bertukar cerita dan bermain bersama.
326
SAYAP BIDADARI
Oleh: Destiara Amelia Suci
Sentuhan hangat mentari di taman bermain,
membuat senyuman di wajah pemuda yang semangat
menjajakan es krim pada malaikat-malaikat kecil yang
ramai memesan es krim bentuk kesukaan mereka.
“Kakak, aku mau es krim Unicorn ini,” ucap gadis cilik
membenamkan wajahnya dalam etalase melihat es krim
beraneka macam bentuk boneka dengan mata berbinar-
binar.
Oscar tersenyum seraya mengambil es krim dan
menyodorkan kepada gadis cilik yang bertepuk tangan
senang menyambut es krimnya. Gadis cilik merogoh saku
roknya dan menyodorkan pecahan uang ratusan ribu.
“Harganya hanya sepuluh ribu. Apakah Nona kecil
mempunyai uang pas?”. Gadis cilik tampak kebingungan
dengan penolakan lembut Oscar. Dia mengacak-acak
semua saku roknya dengan raut wajah kecewa. Mata
bulatnya menatap Oscar, menggeleng pelan.
327
Gadis cilik itu menundukkan kepala sedih. Tidak
ada uang untuk membayar, itu artinya dia tidak bisa
mendapatkan es krim kesukaannya. Matanya berkaca-
kaca. Oscar tak tega melihatnya. “Hari ini langit cerah,
kamu tidak boleh bersedih. Karena kamu sangat suka
Unicorn ini, kakak berikan es krim ini sebagai hadiah
untukmu,” ucap Oscar membuat gadis cilik tersenyum
mengembang.
“Terima kasih, Kak,” gadis itu melompat
kegirangan. “Siapa namamu?” Oscar mengusap pundak
kepala gadis cilik lembut. “Adela,” jawab Adela singkat.
“Panggil kakak, Kak Oscar. Sekarang tersenyumlah!”.
Adela tersenyum lima jari dengan polosnya. Dalam
benaknya, gadis cilik itu mengingatkan dirinya ketika dia
sedang bermain di taman.
Sekitar tiga tahun lalu , entah mengapa, dia
merasa takut melihat perempuan menangis. Seolah dunia
akan berguncang seperti yang pernah ia lihat dalam film
anime tontonannya. Bola matanya beralih menatap gadis
di samping Adela yang telah lama terdiam menyaksikan
perkenalan singkat dia dengan gadis cilik itu.
328
“Apa kau mau beli es krim juga?” Oscar melihat
sorot bingung dari gadis itu. “Aku mau satu es krim
manusia salju”. “Hah?” Oscar mengeryitkan kening.
Es krim manusia salju sudah lama sekali tidak
dijual karena ayahnya yang ahli membuat sudah tiada.
Dan es krim itu sempat terkenal ketika dia sedang
bermain di taman . Sudah berapa tiga tahun berlalu
“Maaf, es krimnya…” belum sempat Oscar
meneruskan kalimatnya, gadis itu segera menepis, “Kalau
begitu tidak usah,” ucapnya seraya melenggang pergi
menggendong kucingnya. Gadis itu menggeleng cepat,
“Pasti bukan dia,” ucapnya berbicara dengan kucingnya.
Kucing di pelukannya hanya terdiam lembut.
Itulah awal dimana Oscar sering melihat gadis itu
mengunjungi taman tersebut. Selama ini, tak ada hal
istimewa yang dilakukan gadis itu selain datang, duduk,
diam di ayunan sambil melihat jam tangan dan mengawasi
Kucingnya. Yah, hanya itu. Tetapi sesuatu yang membuat
Oscar penasaran dengannya yakni kebiasaan gadis itu
melirik jam tangan dengan raut wajah cemas kemudian
329
melihat ke arah dirinya. Ia merasa tengah diawasi selama
ini. Apa yang sebenarnya dia cari?
Hati Oscar bergemuruh mengingatkan perasaan
terpendam Tiga tahun lalu. Bahkan dia sudah lupa
bagaimana rasanya. Dan sekarang dia mendapatkan
perasaan yang sempat hilang itu. Tidak mungkin gadis itu,
batin Oscar. Ini sudah sangat lama semenjak tak ada
koneksi di antara keduanya. Semuanya sudah hilang
ditelan waktu dan hanya menjadi file kenangan dalam
otak. Seandainya gadis itu, benar gadis itu, Oscar tidak
tahu apa yang akan dia sampaikan.
Tiga tahun lalu….
“Hei, kamu kenapa menangis?” tanya Oscar
dengan hati-hati mendekati gadis yang tertunduk
mendekap kedua kakinya sambil menangis keras. Air
matanya tak mau berhenti mengalir seiring dengan suara
tangisnya yang pecah. “Hei, jangan menangis. Aduh,
bagaimana ini? Hmm.. Oscar halus (harus) bagaimana?”
Oscar berjalan mondar-mandir sambil berceloteh tak
jelas.
330
“Oscar, apa yang kamu lakukan? Kenapa gadis itu
menangis?” teriak ayah dari kejauhan tengah menjaga
gerobak es krim. Oscar berlari menghampiri ayahnya.
“Kamu membuatnya menangis?” tanya ayah Oscar.
“Oscar tidak tahu,” bocah itu menggeleng cepat.
Kemudian ayah mengambil sebuah es krim berbentuk
manusia salju dan menyerahkannya pada Oscar..
“Berikan ini padanya. Pergilah!”. Meski sedikit tidak
mengerti maksud perkataan ayahnya, Oscar berangkat,
berlari menghampiri gadis itu.
Gadis itu masih bersikeras menangis, bahkan
tangisannya makin pecah. Sungguh Oscar ingin kabur
sambil menutup telinganya. Seolah dunia akan
berguncang dan terjadi gempa. “Hei, Oscar tidak tahu
kamu kenapa, tetapi telimalah (terimalah) ini dan
berhentilah (berhentilah) menangis!” ucap bocah itu
seraya menyodorkan es krim kepada gadis itu.
“Makanlah!” Oscar menyodorkan es krim hingga
mengenai pipi gadis cilik itu dan sontak gadis itu pun
tersentak kaget. Dia memandang es krim itu dan beralih
331
menatap Oscar yang sudah tidak sabar ingin beranjak
pergi.
Tangisnya pun kini sudah mereda. Ia diam sambil
menkmati es krim pemberian Oscar. Namun, entah
mengapa bocah itu masih berada di sana dan duduk
bersama. “Kamu kenapa menangis? Ibumu malah sama
kamu? Atau kamu dijahilin sama teman kamu?” tanya
Oskar. Gadis itu menggeleng pelan sambil menikmati es
krim yang mencair di mulut. “Cimpai mati,” ucapnya
singkat. Kemudian dia berhenti menyesap es krimnya dan
kembali merenung mengingat Kucingnya. “Siapa
Cimpai?” tanya Oscar. “Kucing abu-abu kesayanganku”.
Tak lama gadis itu bangkit dan melangkah pergi. “Terima
kasih untuk es krimnya. Aku suka,” ucapnya kemudian
berlari meninggalkan Oscar yang tidak diberi kesempatan
mengetahui nama gadis itu dan wajahnya. Dia
membelakangi dirinya.
Oscar memberikan es krim kepada gadis cilik
yang menangis karena ulah jahil teman laki-lakinya. Gadis
cilik melambaikan tangan senang. Hari ini cukup cerah.
Kebetulan ini hari libur banyak anak-anak yang bermain
332
ke taman bermain sehingga tidak membutuhkan waktu
lama untuk menghabiskan es krimnya.
Oscar menyipitkan matanya menangkap objek di
tengah taman tersebut. Ketika gadis itu terdiam
memandangi hamparan rumput dan Kucingnya, dia tak
lebih hanya seorang gadis yang menyembunyikan sisi
perempuannya. Oscar melihat gadis itu berlari
menghampiri Kucingnya yang terkapar di tengah rumput
hijau. Sontak ia pun tersentak. Gadis itu menangis
memanggil nama kucingnya. Sayup-sayup terdengar suara,
“Tolong!” .
“Apa yang terjadi?” tanya Oscar melihat mata
gadis itu basah karena air mata. Gadis itu memangku,
memeluk erat tubuh Cimpai , Kucingnya. Oscar menekuk
lututnya mensejajarkan posisinya dengan gadis yang
membelakanginya. Matanya menelisik nametag jatuh
bertuliskan ‘Alena’, milik gadis itu.
“Tenanglah, Alena! Kucingmu hanya pingsan,”
ucap Oscar. Gadis itu menoleh mendapati Oscar
333
memegang nametagnya. “Kau?!” Alena menatap nametag
dan Oscar bergantian. Kemudian dia bangkit dan meraih
nametagnya dari tangan pemuda itu. “Jangan sok kenal!”
ucap Alena ketus melenggang duduk di ayunan sambil
menggendong Kucingnya. Kasar sekali gadis ini, batin
Ryo.
Oscar menatap kecewa pada sosok gadis itu. Ia
pun menghela napas dan melenggang pergi. Tetapi,
sejenak dia sempat terpikirkan bahwa gadis itu menangis
sekarang. Tubuhnya bergetar memeluk kucing di
pangkuannya. Mengapa ada sesuatu yang mengganjal
dalam pikiran Oscar?
Alena menangis sambil mengguncang pelan tubuh
kucingnya yang tertidur di pangkuannya. Kesalahan ini
terulang kembali. Akhirnya, luka masa lalu kembali
terbuka. Sendiri menangis menanggung dosa kecil yang
membuatnya tak mampu memaafkan dirinya sendiri.
Oscar tersentak dan berbagai dugaan ia lempar terhadap
pemandangan di depan matanya yang membuat dadanya
perih. Gadis itu menangis, apa yang dipikirkannya? Apa
yang harus ia lakukan?
334
Csssh.. rasa dingin menjalar di pipi Alena yang
sontak membuat gadis itu terbelalak. “Hei, kamu kenapa
menangis?” suara bocah laki-laki terngiang-ngiang di
pikirannya, membuatnya teringat sesuatu yang selama ini
hilang dari hidupnya. Wajahnya terangkat cepat
menangkap sosok Oscar yang menyodorkan es krim. Ia
tersenyum.
“Jangan menangis…!?” Oscar menatap ragu raut
wajah gadis itu. Sinar mata gadis itu menatap bingung dan
sepertinya ia masih mencerna dengan apa yang tengah
terjadi. Detik berikutnya, bola matanya berkaca-kaca. Hal
terindah terjadi terlalu cepat, Alenamenghambur ke
dalam pelukan Oscar menumpahkan segala emosinya.
Aliran darah Oscar meningkat begitu cepat,
memompakan darah ke jantung hingga memacu detak
lebih cepat dan membuat wajahnya memerah.
“Aku tidak yakin mengatakan ini tetapi apakah
kau gadis cengeng tiga tahun lalu?” tanya Oscar. Gadis itu
mengangguk dan berkata, “Aku mencarimu,” Alena
membenamkan wajah basah karena air matanya di
pundak Oscar. Entah mengapa perasaan Oscar merasa
335