PUISI AKROSTIK
DEWASA
Oleh: Faza Mafta Fadillah
Dari banyaknya waktu yang terbuang
Entah sebanyak apa perjuangan
Waktu demi waktu ku terjang
Akankah usai di akhir pekan ?
Semua beban telah ku pegang
Aku sadar ini bukan akhiran
86
PUISI HAIKU
KECEWA
Oleh: Faza Mafta Fadillah
Harapan sirna
Berubah jadi luka
Kini kurasa
PUISI TANKA
DI KEPALA DUA
Oleh: Faza Mafta Fadillah
Kepala dua
Usia saat ini
Tak lagi muda
Cukup sudahi canda
Mari menyusun asa
87
PUISI ANAK
GURUKU
Oleh: Faza Mafta Fadillah
Sosok panutanku
Sosok pejuangku
Dan sosok impianku
Tak kenal lelah membimbingku
Tak kenal usai mengajarkanku
Engkaulah orangtua kedua aku
Do'a tak luput ku panjatkan untukmu
Do'akan ku juga agar tak mengecewakanmu
Terimakasih guruku
Terimakasih atas semua kebaikanmu
Salam dariku anak muridmu
88
PUISI ANAK
DESA YANG ASRI
Oleh: Faza Mafta Fadillah
Sejuk dan asri
Begitulah suasana disini
Burung berkicau seakan menyambut datangnya pagi
Jauh dari polusi
Dan padatnya hari
Tak cukup hanya dengan puisi
Kujelaskan indahnya desa ini
89
PUISI BEBAS
AKU DAN KAMU
Oleh: Faza Mafta Fadillah
Kalau memang ini akhirnya
Biar kukenang selamanya
Ku tak ingin kehilangannya
Walau maut memisahkannya
Aku yakin air dan minyak akan menyatu
Tapi ku tak yakin kita tetap satu
Meski penghalangnya restu
Tetap kuhalau sekeras batu
Ku rela bahagiamu tak bersamaku
Biar ku berjuang walau kau membisu
Tetap ku gapai sedalam kalbu
Sampai maut menjemputku
90
PUISI AKROSTIK
DIRIMU YANG KU NANTI
Oleh: Febriyani Rachman
Fajar pagi seakan menyambut kehadirannya
Entah mengapa hadirmu sangat ku nanti setiap saat
Biarkan bayang-bayangmu menghantuiku setiap hari
Renungan rindu selalu menyelimutiku
Ingin selalu berdua denganmu selamanya
91
PUISI HAIKU
AKU POLISI
Oleh: Febriyani Rachman
Aku polisi
Melindungi dirimu
Juga cintamu
PUISI TANKA
KERINDUANKU
Oleh: Febriyani Rachman
Air menetes
Kerinduan menerpa
Di pikiranku
Teringat masa kecil
Berdua bersamamu
92
PUISI ANAK
HAMSTERKU
Oleh: Febriyani Rachman
Hamsterku...
Kamu imut, lucu dan menggemaskan
Berlari-lari dengan kaki mungilmu itu
Berguling-guling di pasir yang ku sediakan
Hamsterku yang manis
Badanmu sangat begitu mungil
Kau selalu bersemangat ketika kubelikan roda mainanmu
Lalu kau memakan kuaci dengan begitu lahapnya
Oh... hamsterku
Aku sangat senang memilikimu
Aku sangat sayang padamu
Apakah engkau juga sayang padaku ?
93
PUISI ANAK
BERMAIN LAYANG-LAYANG
Oleh: Febriyani Rachman
Layang-layang...
Dikala itu, aku senang bermain layang-layang
Di lapangan yang luas dan cuaca yang cerah
Berharap layang-layangku tembus ke angkasa raya
Tapi.. tiba-tiba layang-layangku putus
Terbang menghilang dari pandanganku
Aku dan teman-teman mengejarnya
Tak peduli melintas jalan raya
Tak hiraukan keselamatannya
Begitu indah masa kecilku
Tanpa harus memikirkan semua resikonya
94
PUISI BEBAS
MENAKLUKAN PERJALANAN
Oleh: Febriyani Rachman
Kaki berpijak melangkah dengan gagah
Badan terikat beban carrier yang cukup berat
Ku selalu berpikir tenang dan sabar menghadapi langkah
demi langkah
Canda dan tawa, tidak lagi sepura-pura di kota
Begitupun persahabatan
Tak lagi sepura-pura di kota sana
Burung bernyanyi menyambut datangnya pagi
Pohon-pohon bergoyang seakan menari-nari
Memberi harapan dan impian yang tinggi
Dan ku menikmati masaku bersamamu dengan indahnya
alam semesta
Di perjalanan kita terjatuh dan bangkit berkali-kali
Tanpa mengeluh dengan kesal
95
Namun jiwa harus tetap terasa segar, dan badan terasa
bugar
Apalagi ketika melihat alam yang indah dan rupawan
Alamku...
Aku senang bisa berpijak di puncak gunungmu
Terbayar sudah rasa lelah, letih, lesu saat perjalanan
menuju bukitmu
Terima kasih juga telah mempertemukanku dengan dia
Dan pesanku hanya satu
Jangan takut gagal, takutlah kamu untuk tidak mencoba
96
PUISI AKROSTIK
TABU
Oleh: Hafny Lutfiana
Tak bisa dihindari bahkan dielakkan
Ada hal ditengah-tengah kita yang mungkin aku dan kamu
sama sama tahu
Begitu sama kita rasa namun ternyata kita begitu berbeda
Ucapmu, “tidak apa-apa, jalani dulu saja” tapi harus
sampai kapan aku menentangnya?.
97
PUISI HAIKU
DIAM
Oleh: Hafny Lutfiana
Dan tanpa kata
Kamu mencipta sunyi
Semakin nyata.
PUISI TANKA
HIDUP DEWASA
Oleh: Hafny Lutfiana
Pasti kau senang
Menjalani hidupmu
Yang ramai itu
Hidup orang dewasa
Yang pasti penuh rasa
98
PUISI ANAK
IBU
Oleh: Hafny Lutfiana
Ibu..
Seseorang yang mulia
Seseorang yang selalau sabar
Seseorang yang dengan sepenuh hatinya selalu tulus
menyangiku
Kau tak pernah lupa untuk memastikan bahwa semuanya
baik baik saja
Kau selalu memastikan bahwa anakmu hidup sehat dan
selalu bahagia
Aku selalu mendoakan agar ibu pun selalu sehat dan
bahagia.
Ibu..
Maaf atas segala hal yang membuat mu sedih
Maaf atas segala hal yang telah membuatmu kecewa
99
Maaf karena aku belum bisa membahagiakanmu, seperti
kau yang selalu tulus membahagikanku
Sungguh, sedikitpun aku tidak pernah bermaksud untuk
melakukan semua itu
Terima kasih atas semua hal yang telah kau ajarkan
padaku
Terima kasih telah menjadi sosok yang selalu
ada di sampingku
Terima kasih telah memberi tahu ku akan dunia yang
sangat luas ini serta segala isi didalamnya.
Ibu..
Aku menyayangimu, jauh lebih dalam dari kata menyangi
itu sendiri
Dan itu akan selalu.
100
PUISI ANAK
SORE HARI
Oleh: Hafny Lutfiana
Waktu itu di sore hari,
Aku berlari, tertawa, berguarau bersama kawan-kawan ku
Ternyata sore hari sangat indah menyapa kami semua
Udara nya yang sejuk
Langitnya yang cantik nan cerah berwarna oranye
Seakan mengucapkan terima kasih dan selamat tinggal
untuk hari ini.
Sore hari terasa begitu cepat berlalu
Dan akhirnya berganti malam
Yang artinya aku harus segera pulang
Sampai jumpa kembali matahari
Semoga besok kita dapat bertemu lagi.
101
PUISI BEBAS
SELAMAT ULANG TAHUN.
Oleh: Hafny Lutfiana
Selamat ulang tahun.
21 tahun lalu, ayah dan ibu mu pasti jadi manusia yang
sangat bahagia di bumi ini.
Kamu lahir membawa berkah untuk mereka,
menghadirkan senyum, tawa, dan kehangatan baru di
rumahmu.
Begitu juga tahun tahun berikutnya.
Ternyata berkah kelahiran mu ikut kurasakan.
Selain ayah dan ibu mu, aku adalah salah satu orang yang
bersyukur sebab di bumi yang sangat luas dan ramai ini,
kamu ada.
Aku menulisnya di hampir pukul 12 malam, sebentar lagi
hari berganti, sebentar lagi hari istimewa mu usai.
102
Semoga rasa sedih mu juga
Semoga gelisah mu juga.
Selamat ulang tahun ya..
Doa baik sudah pasti akan ku hanturkan untukmu,
karena kamu pantas menerimanaya.
Tapi, lebih dari itu semua...
Semoga seiring bertambahnya angka di hidupmu..
Bertambah pula kebahagiaanmu,
Bertambah pula hal hal baik yang menyelimuti hari mu.
Aamiin.
103
PUISI AKROSTIK
CITA CITA
Oleh: Indah Dwi Lestari
Cerita tentang perjalanan menggapai angan,
Inginku terbang tinggi sekali,
Tapi proses sungguhlah melelahkan,
Akankah segala angan dan mimpi ini terwujud?
Catatan tentang hasil selama ini belum memenuhi,
Isakan dan tangisan terus menyelimuti diri,
Takut akan gagal terus menemani diri,
Akhirnya, aku harap aku menang.
104
PUISI HAIKU
SUNYI
Oleh: Indah Dwi Lestari
Hening mencekam,
Diam membisu ruang,
Sunyi melanda.
PUISI TANKA
RINDU
Oleh: Indah Dwi Lestari
Aku merindu,
Rasa ini menyiksaku,
Lelah menunggu,
Kata tak cukup usai
Tuntas dengan bertemu.
105
PUISI ANAK
GURU
Oleh; Indah Dwi Lestari
Jasanya adalah hal yang paling berharga untukku,
Mengajariku tanpa Lelah dan amarah,
Membimbingku dengan penuh rasa sabar.
Selalu terlihat ceria adalah caranya membuat kami hanyut
dalam pembelajaran.
Tulus dan ikhlas selalu Nampak,
Tak peduli sakit atau Lelah ia tetap membimbing kami.
Tak ada kata yang cukup menggambarkan tentangnya,
Segala usaha ia kerahkan supaya kami dapat meraih
mimpi,
Terimakasih bapak dan ibu guru.
106
PUISI ANAK
MEJA
Oleh: Indah Dwi Lestari
Ia berguna untuk siapapun,
Ketika ingin menulis kita membuthkannya sebagai
tempat,
Ketika makan kita juga membutuhkannya, meletakan
barang apapun bisa disana,
Ia sering diselimuti kain,
Ia sangat bermanfaat untuk siapapun,
Ia tempat untuk meletakkan sesuatu
Ia adalah meja.Aam
107
PUISI BEBAS
MUSUH
Oleh: Indah Dwi Lestari
Sepi ku menjadi sesuatu yang kau inginkan,
Ramai ku menjadi sesuatu yang tak kau inginkan,
Ketika aku berjalan sendiri, kau menjebak ku,
Kau mengambil semua apa yang yang ku punya.
Aku tak berdaya, aku lemah, akupun mati.
Suara sorakanmu sungguh terdengar,
Latunan suara kemenanganu membunuh jasadku.
Ketika semua usai, kau menggerus lagi , lagi , dan lagi.
Seakan akan semua yang telah kau ambil di diri ku
tidaklah cukup
108
PUISI AKROSTIK
UNGKAPAN RINDU
Oleh: Inesha Audia Putri
Indah dilihat tapi tidak saling tegur sapa…
Namun namamu selalu melekat dikepalaku…
Entah mengapa aku selalu terbayang senyummu…
Sampai saat waktu kita berpisah tiba…
Hari – hariku dilalui dengan tangisan…
Agar kelak dapat melihat senyum indahmu…
109
PUISI HAIKU
TANAH RANTAU
Oleh : Inesha Audia Putri
Tanah Rantauku
Sangat penuh penduduk
Padat nan sibuk
PUISI TANKA
PANGGILAN FAJAR
Oleh: Inesha Audia Putri
Sahut menyahut
Berkokok sambut fajar
Ayam di hutan
Meski di kegelapan
Merasakan cahaya
110
PUISI ANAK
KUPU – KUPU MALANG
Oleh: Inesha Audia Putri
Malang sekali nasib hidupmu…..
Terbang dengan arah yang tak tentu…..
Menghampiri bunga yang satu ke bunga yang lain…..
Untuk mencari putik – putik bunga…
Demi setangkai bunga harapan…..
Harapan nasib hidupmu nanti…..
CERITA SANG BUNGA MATAHARI
Oleh : Inesha Audia Putri
Aku bagaikan bunga matahari…..
Bunga indah berwarna kuning…..
Banyak hewan yang hinggap…..
Untuk sekedar singgah…..
Serta mencari makanan…..
Oh bunga matahariku…..
Kau selalu indah setiap hari…..
111
Membuat hariku selalu gembira…..
Gembira bila melihat kelopak bungamu…..
PUISI BEBAS
CURAHAN DAUN
Oleh: Inesha Audia Putri
Daun-daun tak berdosa berguguran begitu saja..
Tak peduli siang maupun malam...
Berterbangan mencari pohon-pohon suci nan mulia...
Berharap sang pohon akan tersenyum indah...
Daun-daun yang suci...
Berlari kecil mencari rona kebahagiaan..
Rona yang dapat menhijaukan setiap hatinya...
Menari-nari mengikuti setiap lekuk sang angin...
Berharap arah keabadiaan sesaat akan ditemukan..
Daun-daun yang mulia...
Menjauhi setiap kegelapan yang mendekat...
Mendekati secercah cahaya yang gemerlap..
Berharap cahaya itu akan membawanya pergi..
Pergi menuju kebahagiaan yang abadi...
112
PUISI AKROSTIK
HANYA ANGAN
Oleh: Khoiria Triana Sari
Kini rasanya sudah perlahan menjauh
Hiruk pikuk mulai tak terasa
Otak pun sudah tidak bisa lagi bekerja sama
Impian pun perlahan mulai terkubur
Rasanya kini ia sudah tak bisa
Ingin sekali memeluk dirinya, walaupun tak terbalas
Alam pun tidak ingin ia pergi tanpa bekas
Serpihan ingatan yang indah, namun menyakitkan
Arah yang sudah tertuju, kini telah pupus
Rela hati semua terlupakan
Inilah puisi kisah diri sendiri
113
PUISI HAIKU
SISA RASA
Oleh: Khoiria Triana Sari
Serpihan rasa
Kini masih tersisa
Membuat gila
PUISI TANKA
ILUSI
Oleh: Khoiria Triana Sari
Di bawah pohon
Aku duduk sendiri
Sunyi membeku
Dalam kesendirian
Menghadirkan ilus
114
PUISI ANAK
GURUKU
Oleh: Khoiria Triana Sari
Oh guruku...
Dengan setulus hati kau mengajari kami
Setiap hari kau mendidik kami
Membaca, menulis, serta berhitung...
Oh guruku...
Kaulah orang tua kami dikelas
Kami bisa membaca, menulis, berhitung semua berkatmu
Oh guruku...
Maafkan kami selalu buatmu kesal...
Terima kasih telah mendidik kami dengan ikhlas
Kami berjanji akan selalu menuruti nasihatmu
115
PUISI ANAK
PAK TANI
Oleh: Khoiria Triana Sari
Oh pak tani...
Saat tiba pagi hari
Kau sudah berjalan menuju hamparan sawah
Kau memakai topi dan memegang cangkul
Setiap hari kau harus bekerja keras
Untuk memenuhi kebutuhan keluargamu
Oh Petani...
Dengan begitu semangat kau menuju hamparan sawah
Kau tanami sawah dengan berbagai tanaman
Dengan hati yang ikhlas dan tulus
Pak tani...
Aku sangat berterima kasih kepadamu
Berkatmu kami bisa menikmati nasi dan sayuran
116
PUISI BEBAS
KERINDUAN
Oleh: Khoiria Triana Sari
Di keheningan malam
Hanya detak jam dindinglah yang terdengar
Ku pandang langit - langit kamar
Berharap wajahmu yang terlukis di sana
Hai kamu...
Kini ku tak tau kau dimana
Namun...
Kenangan dirimu masih hidup dibenaku
Selalu melekat dalam memoriku
Tersimpan di dalam ruangan rindu
Sederet kata yang penuh makna pernah kau ucap
Jika mengingat itu hatiku dibuat dengan penuh rasa rindu
Puisi ini ku buat...
Hanya ingin mengungkapkan isi hati yang ku rasa saat ini
di saat kesunyian datang menciptakan kata - kata rindu di
117
otakku
Yang belum sempat tertuju kepadamu
118
PUISI AKROSTIK
HATI YANG TERSAKITI
Oleh: Lulita Meisari
Layaknya bintang dan bulan yang menerangi malam
Untuk kamu yang jauh disana
Luka dihatiku semakin dalam
Ingin ku kau tetap bersama ku
Tapi apalah dayaku...
Aku tidak bisa memiliki mu lagi
Merasakan betapa sakitnya hati ini
Engkau yang selalu ada dipikiranku
Izinkan aku untuk meyayangimu
Sakit jika ku ingin janji yang selalu kau ucapkan
Andai kau mengerti perasaanku
Rasa cinta masih ku simpan
Inikah rasanya mengikhlaskan orang yang kita cintai
bersama orang lain?
119
PUISI HAIKU
MASIH
Oleh: Lulita Meisari
Dalam doaku
Kau masih terindah
Seperti bunga
PUISI TANKA
LELAH
Oleh: Lulita Meisari
Ku melihatmu
Ingin melupakanmu
Hilang rasa
Ku ini kepadamu
Aku lelah menunggu
120
PUISI ANAK
SAYANG KELUARGA
Oleh: Lulita Meisari
Aku sayang ibuku
Aku sayang ayahku
Aku sayang kakakku
Selalu ada dikala suka dan dukaTuhan, jangan pisahkan
kami
PUISI ANAK
IBU
Oleh: Lulita Meisari
Kau yang mengandungku
Kau yang melahirkanku
Kau yang merawatku
Kau yang membimbingku
Terimakasih ibuku
121
PUISI BEBAS
PERASAAN YANG TAK TERBALAS
Oleh: Lulita Meisari
Saat ku menatap matanya
Rasa ini muncul tanpa permisi
Inikah yang dinamakan jatuh cinta?
Jauh hatiku untuk menggapai hatinya
Anganku hancur begitu saja saat melihat dia dengan orang
lain
Ya, dengan kekasihnya
Andai aku lebih mengenalnya
Tetapi, aku sudah kalah telak
Tinggallah aku disini dengan sejuta perasaan yang tak
terbalaskan
Inginku menghapus rasa ini, tetapi aku tak mampu
122
PUISI AKROSTIK
GURU
Oleh: Maulida Rufaidah
Kan kami kenang jasamu
Untukmu aku berterimakasih
Dapat banyak ilmu yang kau berikan
Aku ingin sepertimu
Lama tak jumpa guruku
Aku rindu padamu
Rindu yang tidak bisaku ungkapkan
Ilmu yang kau berikan akan kubagikan
123
PUISI HAIKKU
KUPU – KUPU
Oleh: Maulida Rufaidah
Sayapnya indah
Kau ingin terbang tinggi
Kian kemari
CINTA DIAM
Oleh: Maulida Rufaidah
Tanpa Bicara
Aku menyukaimu
Begitu dalam
124
PUISI ANAK
ADIKKU
Oleh: Maulida Rufaidah
Kau adalah saudaraku
Kecilmu selalu aku pangku
Kau selalu menemaniku
Kapanpun waktu kau selalu bersedia
Canda tawamu membuatku Bahagia
Adikku yang manis
Tak akan ku buat kau menangis
Mari bernyanyi
Tak akan bersedih hati
Adikku …
Aku sayang padamu
125
PUISI BEBAS
PERJUANGAN
Oleh: Maulida Rufaidah
Perjuanganmu belum usai
Masih banyak yang harus dicapai
Meski banyak rintangan tetap ku lewati
Tanpa ada kata menyerah
Tak kan ada keringat membasah
Mari kita lanjutkan perjuanganmu
Banyak yang menanti keberhasilan
126
PUISI AKROSTIK
KURINDU MALAM
Oleh: Miftah Rizky Amalia
Malamku selalu sibuk memikirkanmu
Ingin rasanya kau hadir
Faktanya kau tidak ada
Tak perlu ku berharap lebih
Akankah dia akan kembali
Hanyalah bayangan di pikiranku
127
PUISI HAIKU
MELEPAS RINDU
Oleh: Miftah Rizky Amalia
Indahnya Pantai
Membuat hati senang
Melepas Rindu
PUISI TANKA
CUEK
Oleh: Miftah Rizky Amalia
Melelahkan ya
Sikapmu yang dingin
Menjadi bosan
Rasanya ingin pergi
Tapi tak bisa
128
PUISI ANAK
KERUMAH KAKEK DAN NENEK
Oleh: Miftah Rizky Amalia
Hari yang telah ku tunggu
Ini adalah hari liburku
Aku bergegas mandi dan siap memakai baju
Karena aku dan adiku akan pergi kerumah kakek dan
nenekku
Disana aku belajar
Aku diajarkan oleh kakek dan neneku
Aku belajar membaca
Aku belajar menulis
Aku belajar sambil bermain
Tidak hanya belajar
Nenekku selalu memasak makanan kesukaanku
Aku makan dengan sangat lahap
Sampai-sampai aku bawa pulang makanan itu
129
Terimakasih Kakek, terimakasih nenek
Telah mengajarkanku banyak hal
Aku dan adikku sayang kakek dan nenek
PUISI ANAK
AKU DAN KELINCIKU
Oleh: Miftah Rizky Amalia
Aku dikejutkan oleh Bundaku
Karena aku dibelikan 2 ekor kelinci
Kelinci itu berwarna putih dan coklat
Kelinci itu sangat lucu dan menggemaskan
Ia berbulu lembut dan memiliki telinga yang panjang
Tak lupa ku berikan nama
Agar ku bisa mengenalnya lebih dekat
Untukmu berwarna putih ku berikan nama Iko
Sedangkan berwarna coklat ku beri nama Iki
Setiap hari aku bermain bersama
Berlompat-lompatan kesana kemari
Aku sangat senang sekali
Karena hari-hariku ditemani oleh kelinciku
130
PUISI BEBAS
KETIKA SEDIH
Oleh: Miftah Rizky Amalia
Wahai diri ini yang sedang diuji
Seberat apapun kesulitan
Kau tetaplah harus bersabar
Walaupun tidak ada seorangpun yang tau
Tapi Tuhan lah Yang Maha Tahu
Diamkan saja jika dirimu
Dihina
Difitnah
Dikhianati
Percayalah semua akan baik-baik saja
Ya aku tau rasanya
Rasanya pasti sakit sekali
Rasanya kecewa sekali
Rasanya pahit sekali
Rasanya diri ini tidak dihargai olehnya
131
ketika mendengar kabar buruk itu
Kaget, lalu tidak menenrima
Dalam hati bilang “ Ahh tidak mungkin dia seperti itu”
“ Mana mungkin dia tega”
Sungguh tidak percaya rasanya menolak saja mendenagr
hal seperti itu
Ya itulah realita
Kadang tidak sesuai dengan yang di harapkan
Tapi justru rasa pahit itulah yang menyadarkan
Mana yang baik untuk kita
Mana yang buruk untuk kita
132
PUISI AKROSTIK
AKHIR PERJUANGAN
Oleh: Miratun Hasanah Nuryasri
Malam ini terasa sunyi
Andai saja kau ada disini
Aku pasti bahagia sekali
Foto kenangan kita, akan selalu kusimpan
Aku tahu, bahwasanya setiap rasa tidak selalu bersambut
Kata – kata saja mungkin tidak cukup
Untuk menyampaikan semua yang kurasa
Maaf dan terimakasih
Untuk semua canda tawa yang mungkin membuatmu risih
Nanti, jikalau aku tak ada kabar
Dirimulah sebab dari itu
Usai sudah perjuanganku
Rasa ini, cukup sampai disini
133
PUISI HAIKU
HUJAN
Oleh: Miratun Hasanah Nuryasri
Bagaikan hujan
Jatuh berkali - kali
Wahai cintaku
BINTANG
Oleh: Miratun Hasanah Nuryasri
Indah sinarmu
Seperti pangeranku
Terang dihati
PUISI TANKA
GEJOLAK CINTA
Oleh: Miratun Hasanah Nuryasri
Detak Jantungku
Berdebar dengan cepat
Terasa nyaman
Berada di sampingmu
Tertawa bersamamu
134
PUISI ANAK
ADIK PEREMPUANKU
Oleh: Miratun Hasanah Nuryasri
Wahai kau adik perempuanku
Berbagilah semua cerita denganku
Jangan kau simpan sendiri dalam hati
Karena aku selalu disini
Kita ini saudara
Sudah sepantasnya kita saling berbagi
Berbagi dalam suka dan duka
Jadi, jangan pernah merasa sendiri
AYAH
Oleh Miratun Hasanah Nuryasri
Wahai ayah tersayang
Engkaulah cinta pertamaku
Kasih sayangmu mungkin jarang terlihat
Tapi aku tau
Engkau sangat menyayangi anak - anakmu
135