begitu lega. “Akhirnya, aku menemukanmu!?” gumam
Oscar memandang burung pipit bertengger di ranting
pohon sambil berkicau seolah turut gembira menyaksikan
dua insan saling dipertemukan.
336
PUTRI HUJAN
Oleh: Diah Anjani Putri
Alana Wijaya seorang anak perempuan yang
terlahir dari keluarga terpandang, Alana merupakan anak
dari Bapak Kuncoro Wijaya dan Ibu Widya Kusuma
yang merupakan pemilik salah satu perusahaan terkenal
di Ibu Kota. Ia merupakan anak terakhir dari 3
bersaudara. Alana memiliki 2 Kakak laki – laki yang
sangat menyayanginya yakni Kak Edo dan Kak Rizky.
Saat ini Alana sedang menempuh pendidikan disalah satu
sekolah dasar terkemuka di Jakarta. Alana merupakan
siswa kelas VI. Alana merupakan sosok seorang siswa
teladan, ia tidak pernah melanggar aturan sekolah dan
Alana sering sekali masuk kedalam peringkat 3 besar
dikelasnya. Alana memang sangat diperhatikan sekali oleh
kedua orang tua nya dan kakak-kakaknya, walaupun
kedua orang tua Alana sangat sibuk tetapi mereka tetap
tidak terlewat dalam memperhatikan Alana dari hal
terkecil sekalipun, meski selalu diperhatikan tidak
membuat Alana menjadi anak yang manja kepada orang
337
tua dan kakak- kakaknya. Ia dibiasakan mandiri saat ia
mulai masuk ke sekolah dasar. Seperti yang terjadi saat ini
dikamarnya ia sedang bersiap-siap ke sekolah dan
mempersiapkan semua nya sendiri, hal itu membuat
Alana orang satu satunya yang belum berada diruang
makan untuk sarapan. Hingga membuat kakak kedua nya
tidak sabar untuk sarapan.
Kak Rizky: “Alanaaaaaaaaaaaaaaaaaaa, lama sekali sih
kamu!”
Bunda: “Hush abang, sabar sedikit dong. Adikmu masih
siap-siap.”
Tak lama dari itu Alana turun dan bergabung dimeja
makan bersama anggota keluarga lainnya.
Alana: “Maaf ya ayah, bunda, abang. Alana lama yaaa?”
Kak Rizky: “Iyaaa. Tidak tau apa abang mu ini lapar?”
Alana: “Hehe iyaaa yaa abang Ikyy maaf.”
Ayah: “sudah – sudah, ayoo kita sarapan dulu.”
Ya seperti itulah gambaran keluarga mereka di
pagi hari, selalu dengan Kak Rizky yang tidak selalu sabar
338
menunggu adiknya, dan Kak Edo ia hanya diam tanpa
mempermasalahkan apapun. Mereka mulai memakan
sarapan yang sudah di sediakan, tidak ada suara selain
nyaring nya sendok dan garpu yang beradu dengan piring.
Saat semua sudah selesai dengan sarapannya Ayah pergi
terlebih dahulu dikarenakan ada pertemuan dengan rekan
bisnis nya. Alana berangkat sekolah dengan kedua kakak
nya. Jarak sekolah kedua kakaknya dengan sekolah Alana
tidak terlalu jauh, hanya memakan waktu 5 menit. Kedua
kakak Alana saat ini bersekolah disalah satu SMA Negeri
terbaik di Ibukota. Kak Edo yang lebih tua 2 tahun dari
Kak Rizky saat ini sedang mempersiapkan mendaftar
SNMPTN untuk lanjut kuliah di universitas keinginannya,
sedangkan Kak Rizky saat ini masih di kelas 1 SMA.
Perjalanan mereka dari rumah tidak perlu
memakan waktu berjam jam, hanya 30 menit mereka
sampai di sekolah Alana. Saat mobil mulai masuk
gerbang, semua mata tertuju kepada mereka. Bukan
karena mobilnya, tetapi karena 2 laki-laki didalamnya,
saking seringnya Alana diantar oleh kakak nya mereka
semua hafal betul siapa pemilik mobil yang masuk ke
339
sekolah nya ini. Mereka semua ingin menjadi Alana,
mereka ingin memiliki kakak seperti Kak Edo dan Kak
Rizky. Mereka menganggap Kak Edo dan Kak Rizky
sangat tampan dan penyayang kepada adiknya.
Setelah Alana turun dari mobil, dan tidak lupa
untuk cium tangan kakak-kakaknya Alana langsung
menuju kelas nya dilantai 3, dan kedua kakaknya mulai
melanjutkan perjalanan ke sekolah mereka. Sesampainya
Alana dikelas, ia langsung menghampiri teman
sebangkunya yaitu Bunga.
Alana: “Bunga, bagaimana persiapan untuk Try Out
minggu depan?”
Bunga: “Duh Al, aku belum siap apa-apa nih. Aku
bingung apa yang harus aku pelajari.”
Alana: “Aku rasa model soalnya sama aja deh dengan Try
Out sebelumnya, pelajari dari situ aja.”
Bunga: “Masa dari situ aja Al?”
340
Alana: “Yaaaa…. Engga dari situ aja sih bunga, apa mau
belajar bareng denganku? Kebetulan aku punya beberapa
buku kumpulan soal.”
Bunga: “Boleeh Al kalau kamu tidak keberatan.”
Alana: “Sangat tidak keberatan kok bung, yasudah nanti
belajarnya dirumahku saja gimana?”
Bunga: “Boleh, tapi tidak hari ini yaa. Aku belum izin
dengan orang tuaku.”
Alana: “okee besook gapapa kok bung.”
Bel masuk sudah berbunyi, pas sekali dengan
berakhirnya pembicaraan mereka soal belajar bersama
untuk menghadapi Try Out minggu depan. Kelas VI
memang saat ini dalam keadaan sibuk mempersiapkan
Ujian Nasional, Ujian Sekolah, Ujian Praktek, jadi banyak
sekali kegiatan Try Out sebagai salah satu percobaan
dalam Ujian Nasional.
Saat ini kelas VI A yang dimana merupakan kelas
Alana sedang melakukan pelajaran matematika terlihat
semua siswa mendengarkan penjelasan yang disampaikan
341
guru. Memang kelas A disekolah ini terkenal untuk anak-
anak pintar, jadi terlihat sekali kondisi saat guru
menjelaskan semua anak benar-benar tertuju pada papan
tulis.
Bel istirahat sudah berbunyi dengan begitu
berakhirnya juga pelajaran matematika, setelah guru
keluar kelas semua siswa langsung menuju kantin untuk
jajan.
Bunga: “Yuk Al, ke kantin gaa?”
Alana: “Aku bawa bekal sih sebenarnya, tapi kayanya aku
mau beli minum deh.”
Bunga: “Bolehh ayoo, aku mau beli siomay. Nanti kita
makan dikelas aja.”
Mereka berdua langsung menuju kantin,
sebenarnya Alana banyak yang ingin berteman
dengannya. Tapi Alana tidak terlalu nyaman berteman
dengan banyak orang, ia lebih nyaman hanya berteman
dengan 1 orang yakni Bunga. Bukan Alana sombong tapi
memang Alana tidak terlalu nyaman saja, untung nya
Alana dan Bunga selalu sekelas dari kelas 3 hingga
342
sekarang, jadi menurut Alana, ia tidak perlu repot-repot
mencari teman lagi.
Mereka saat ini sudah kembali ke kelas, Alana
dengan es jeruk di tangannya dan Bunga dengan siomay
dan es jeruk di tangannya. Alana mulai mengeluarkan
bekalnya, Alana termasuk anak yang sering membawa
bekal, karena ia tidak terlalu nyaman jajan dikantin
dengan banyak nya siswa yang juga sedang jajan.
Alana: “Bunga, makan.”
Bunga: “Iya silahkan Al.”
Alana: “Kamu mau?”
Bunga: “Boleh? Cobain aja deh aku Al.”
Alana: “Sangat boleh.”
Bunga mulai memasukkan makanan yang dibawa Alana
kedalam mulut kecil nya itu.
Bunga: “Wahh, enak sekali Al. Siapa yang memasak?”
Alana: “Wah serius bunga? Ini masakkan mamaku.
Murni masakkan mamaku, tidak dibantu mbok.”
343
Memang ini baru pertama kalinya ia membawa
bekal yang memasak murni mamanya, biasanya selalu
dibantu mbok. Begitu juga kalau makan dirumah,
mamanya selalu dibantu mbok dengan alasan tidak
percaya diri, namun lihat sekarang menurut Bunga aja itu
sangat enak, dan Alana sangat bersemangat untuk
memberi tahu mamanya nanti saat dirumah. Mungkin itu
bisa membuat mamanya lebih percaya diri untuk terjun
langsung ke dapur.
Bel masuk berbunyi, istirahat sudah berakhir dan para
siswa memulai kembali pelajaran selanjutnya.
Guru: “baiklah anak-anak, pertemuan kita sampai disini
ya, ingat PR nya dikerjakan dan kita akan bahas di dua
minggu lagi.”
Siswa: “baik bu.”
Pelajaran sudah berakhir, sebagian anak-anak
meninggalkan kelas dan ada sebagian lainnya menunggu
dikelas karena sedang hujan. Anak-anak yang
meninggalkan kelas memang karena sudah dijemput oleh
orang tuanya, namun memang ada anak yang bermain
344
hujan-hujanan dilapangan sembari menunggu dijemput.
Lain halnya dengan Alana, hari ini ia tidak dijemput oleh
kedua kakaknya. Jika tidak dijemput Alana pulang dengan
ojek online, Alana memesan ojek online dihalte dekat
sekolah nya supaya ia bisa merasakan hujan dulu
sepertinya. Alana memang gadis penyuka hujan sampai
sering dipanggil putri hujan oleh beberapa temannya atau
bahkan ayan nya sendiri. Ia berjalan santai menikmati
hujan ke arah halte, beberapa orang melihat aneh ke arah
Alana tetapi ia tidak peduli dengan semua orang yang
menatapnya, ia tetap menikmati hujan. Menurut Alana
hujan adalah waktu terbaik didunia ini, ia bisa menangis
dibawah hujan tanpa orang lain mengetahuinya, tapi hujan
juga bisa membuat bahagia.
Tak lama dari Alana menunggu dihalte, driver ojek online
datang dan menanyakan atas nama Alana, dan Alana
langsung menghampiri driver ojek online tersebut.
Driver: “Ini kak jas hujannya.”
Alana: “Maaf pak boleh gak kalau saya engga pakai jas
hujannya? Saya sudah kuyup juga kok pak.”
345
Driver: “Aduh kak kenapa hujan-hujanan? Emang nya
gak diomelin mamanya nanti?”
Alana: “Tidak kok pak.”
Driver: “Yasudah kalau begitu, ayoo kak kita berangkat.”
Driver ojol mengemudi dengan sangat hati – hati,
jalanan begitu licin sehingga membuat driver tidak berani
mengemudi dengan cepat. Hal itu membuat Alana justru
bahagia, dengan begitu ia dapat merasakan hujan dengan
waktu yang sedikit lama.
Sesampainya dirumah Alana langsung membayar
ojol, dan langsung bergegas kedalem rumah untuk
membersihkan dirinya.
Setelah selesai membersihkan diri, Alana turun
kebawah untuk mencari cemilan didalam lemari es. Tiba-
tiba Alana terkejut dengan kedatangan kedua kakaknya
yang tiba – tiba.
Alana: “Astagfirullah, Kak Ikyyyy!!!”
Kak Rizky: “HAHAHA, kageet ya Al?”
Alana: “Yaaaa menurut Kak Rizky aja gimana.”
346
Kak Edo: “Apasih kalian berisik deh.”
Alana: “Itu tuh Kak Rizky tau tau ngagetin aku.”
Kak Edo: “Kyyyyyyy!?”
Kak Rizky: “Iya elah bang.”
Saat kedua kakaknya sedang berbicara mendadak
Alana merasakan pusing dikepalanya. Sangat pusing
sampai Alana tiba – tiba jatuh pingsan. Kedua kakaknya
sangat shock dan langsung bergegas membawa Alana ke
kamarnya, Kak Rizky mencoba menghubungi mama dan
dokter pribadi mereka, sedangkan Kak Edo mencoba
membangunkan Alana, Kak Edo juga tidak lupa memberi
Alana minyak angin untuk didekatkan ke hidung nya
Alana.
Saat Dokter sudah selesai memeriksa Alana,
Dokter menyampaikan bahwa Alana hanya kecapean dan
perlu istirahat, memang Alana sedikit demam namun kata
Dokter itu bukan sesuatu yang berbahaya. Mendengar
penjelasan dokter, Mama, Kak Edo, dan Kak Rizky
bernafas lega. Mereka takut Alana mengidap penyakit
berbaya, namun Alhamdulillah tidak. Sepertinya tadinya
347
Alana sudah mau dilarang untuk bermain hujan lagi,
namun kayanya tidak jadi dikarenakan bukan sakit yang
berbahaya.
Alana: “Ma..”
Mama: “Iya nak?”
Alana : “Alana pusing sekali.”
Mama : “Iya, kata dokter Alana hanya kecapean. Demam
biasa kata dokter.”
Kak Rizky : “Gimana sih, katanya Putri Hujan kok baru
main hujan hujanan dari sekolah ke rumah aja demam.”
Mama : “Abanggggg!?”
Alana : “Tumben banget yaa kak AHAHA.”
Kak Rizky : “Iyaa tumben banget.”
Kak Edo : “ Yakan namanya juga lagi kecapean, virus nya
gampang masuknya.”
Alana : “Masih boleh main hujan kan tapi?”
Mama : “Mau ngelarang juga kayanya susah, kamu terlalu
suka hujan nak soalnya.”
348
Kak Rizky : “Iya si Putri Hujan mana bisa kalau engga
main hujan AHAHA.”
Alana : “Ah abangggg.”
349
AKU
Oleh: Dwi Rahayu
Hai, kenalin aku adalah mahasiswa semester 5 di
Universitas Swasta yang berada di Jakarta Timur. Rasanya
senang bisa menempuh pendidikan di daerah Jakarta,
karena keluar dari wilayah tempat tinggal. Walaupun
sebenarnya dulu aku lebih tertarik menempuh
pendidikan di pulau Jawa Tengah, tetapi di Jakarta tidak
kalah menarik. Benar-benar merasakan keramaian ibu
kota, merasakan terik matahari dibawah fly over dan
merasakan macetnya Jakarta.
Kata orang-orang yang mengenalku, aku ini
termasuk anak yang ekstrovert, aku pecinta makanan dan
minuman yang berbau matcha atau disebut juga greentea.
Selain itu aku juga sangat menyukai drama korea,
mengenal dunia drama korea pada tahun 2012 itupun
diajak oleh teman.
Katanya “mau mencoba nonton drama korea ga?
Seru loh, jalan ceritanya unik banget” setelah itu aku
mulai tertarik dan mencoba drama-drama yang lainnya.
350
Awal masuk dunia perkuliahan aku sangat
semangat, sempat berfikir “nanti ada yang penyuka drama
korea juga tidak ya?” “ada yang pecinta matcha juga tidak
ya?” setelah mengenal teman-teman kurang lebih 1 bulan
akhirnya menemukan kesukaan yang sama, betapa
bahagia nya saat itu. Ternyata banyak juga kesukaan
teman-teman lainnya yang seru, dan aku merasa tertarik.
Semester 1 masa-masanya aku dan teman-teman
semangat dalam belajar, semangat berexplorasi.
Khususnya aku, semangat banget buat keliling kota jakarta
dari ujung ke ujung. Dan aku lakuin satu persatu
keinginanku, mulai dari aku sama temenku nekat setelah
mata kuliah selesai langsung pergi ke Limau. Kami naik
transjakarta, padahal aku sama sekali tidak tahu apa apa
tentang transjakarta, temenku orang jakarta asli juga tidak
hafal tentang rute transjakarta. Sampai aku berkata “kita
nekat banget nih hehe”.
Karena sebelumnya aku sudah kenalan sama
beberapa kaka tingkat akhirnya mencoba untuk menanya
tentang rute transjakarta untuk ke tempat yang mau kita
kunjungi. Ini semua dilakukan demi lihat pameran,
karena aku sama temenku sangat tertarik dengan salah
351
satu kegiatan fotografi. Dan akhirnya kami mengikuti
kegiatan tersebut dengan bermodal niat dan nekat,
terkadang kalau di ingat-ingat sangat lucu dan menantang.
Keingananku untuk berkeliling kota Jakarta tidak
berhenti sampai disana, setelah mengikuti kegiatan
fotografi kami melakukan hunting bersama-sama ke
daerah petamburan. Memotret segala objek sesuai dengan
materi yang telah di dapat sebelumnya, saat itu kami
memakai 1 kamera bareng bareng. Walaupun rasanya
kurang puas karena harus bergantian tetapi tidak menutup
rasa bahagia karena bisa hunting bersama-sama. Rasanya
seperti “oh seperti ini rasanya ketika anak-anak fotografer
hunting”.
Perjalanan keliling kota Jakarta selanjutnya adalah
kerumah salah satu temenku yang masih di daerah Jakarta
Timur yaitu dekat Kalimalang, karena kami akan
melakukan kerja kelompok untuk drama. Setelah
beberapa bulan di Jakarta aku sudah mulai sedikit hafal
rute transjakarta, walaupun sekarang udah lupa karena
udah ga pernah naik transjakarta lagi hehe …
Aku sebenernya anak transportasi KRL jadi lebih
hafal rute KRL. Kalau ada yang mau seputar rute KRL
352
bisa dicoba hehe … setelah selesai dari kerja kelompok
aku bersama temanku menginap dirumah temanku yang
ada di Jakarta Utara, saat itu kami nekat lagi karena tanpa
rencana sebelumnya untuk menginap. Tentunya dengan
izin terlebih dahulu ke orang tua masing-masing dan
diizinkan, jadi kami lanjut untuk pergi ke Jakarta Utara.
Rasanya tidak menyangka bisa keliling kota jakarta
secepat ini, walaupun bermodal niat dan nekat saja.
Jakarta utara tempat yang menegangkan terlebih tanjung
priok banyak sekali kontainer yang berlalu lalang tiada
henti. Benar-benar seperti kata temanku kalau suka
bercerita tentang daerah tempat dia tinggal. Lumayan
menegangkan, karena kami dijalan sore hari menjelang
maghrib dan saat itu macet sekali. Melihat kanan dan kiri,
depan dan belakang dipenuhi dengan truck, kontainer
dan mobil besar lainnya. Temanku juga pernah berkata
“ini wisata kontainer hehe”, dan ya memang terbukti
setelah aku merasakannya.
Selain perjalanan keliling kota jakarta, aku pun
memiliki perjalanan pada masa organisasi, yang dimana
aku bisa sama-sama masuk ke dalam salah satu organisasi
bersama teman ospek pada peta fakultas. Saat ada
353
perkenalan organisasi oleh para kating setelah selesai peta
fakultas. Temanku berceletuk “nanti ikut organisasi itu
yuk?”, “wah ayo ayo, tapi keliatannya banyak yang
berminat” jawabku. “gapapa, kita coba aja dulu” bujuk
temanku, “oke deh, nanti kita coba cari infonya bersama
ya” jawabku lagi. “oke siap” akhir temanku.
Mulai saat itu kami sering berkomunikasi untuk
mendapatkan informasi lebih lanjut tentang organisasi
tersebut, dan setelah mendapatkannya kami langsung
mencoba untuk daftar. Kita berusaha dari screening
hingga akhirnya kami sama sama lolos dalam organisasi
tersebut. Rasanya bahagia dan sedikit tidak menyangka
karena usaha dari awal kami berbuah manis, bisa
mengikuti organisasi di perkuliahan merupakan salah satu
keinginanku dari banyaknya keinginan.
Sebenarnya masih banyak sekali perjalanan
keliling kota jakartaku dan pengalaman lainnya yang
belum ku curahkan disini, mungkin dilain waktu dan
kesempatan aku akan curahkan kembali. Senang bisa
menjadi anak rantauan yang memiliki banyak kisah
perjalanan unik dikota jakarta.
354
ASAL-USUL SUNGAI GALAR
Oleh: Eliza Dwi Cahyanti
Pada zaman dahulu terdapat suatu wilayah yang
bernama Goma, wilayah Goma sangat indah
pemandangannya dan banyak akan kekayaannya dari
alam seperti flora, fauna, batu bara, tambang minyak
tanah dan tambang emas. Begitu pun terdapat suatu dua
suku, pertama suku yang bernama Moku, sedangkan suku
yang kedua bernama Noka. Kedua suku tersebut, mereka
dalam kehidupannya saling bekerja sama satu sama lain.
Dengan adanya saling bekerja sama wilayah mereka
menjadi maju dan makmur, selain itu memiliki sifat
karakter yang baik, sopan, dan ramah–tamah.
Namun dari kedua suku tersebut juga kental
dengan namanya adat istiadat, dan ada juga peraturan
yang dibuatnya secara masing–masing. Ada satu hal lagi
yang sangat sakral jika didengarnya, yaitu ada hewan
peliharaan dari masing-masing nenek moyangnya sebagai
warisan dalam sukunya. Pertama dari suku Moku, mereka
mempunyai peliharaan yaitu seekor Naga raksasa,
355
sedangkan dari suku Noka, peliharaan yang meraka miliki
yaitu seekor Ular rasksasa. Kedua hewan tersebut masing-
masing mereka rawat dengan sangat baik. Kan tetapi
untuk merawatnya tidak sebarang orang, karena hewan-
hewan itu warisan dari nenek moyang suku mereka
masing-masing yang awalnya dipelihara secara turun-
temurun dari generasi suku sebelum dan sesudahnya.
Jadi, hewan-hewan itu harus dirawatnya dengan
orang-orang yang tinggi derajatnya, seperti memiliki ilmu
yang kuat dan dapat terpecaya. Orang yang sebagai
merawat hewan itu disebut Koji dari suku Moku,
sedangkan dari suku Noka orang yang merawat hewan itu
disebut Guyon. Hewan-hewan raksasa Naga dan Ular
ditempatkan di suatu tempat yang sangat mewah seperti
layaknya kerjaan. Jika ada orang yang melanggar masuk
kedalam untuk melihatnya, maka orang itu tidak
dibolehkan pulang selamanya. Khawatir orang itu adalah
orang asing, penyusup dari wilayah luar yang tidak di
ketahui.
Selanjutnya, tibalah musim kemarau panjang,
lalu datanglah dua orang dari wilayah Duson yang
356
bernama suku kimo. Wilayah Duson ini wilayah yang
kurang keindahannya, dan kurang kekayaan alamnya.
Suku Moku dan Noka bergegas datang
menghampiri suku kimo, lalu suku Moka langsung
bertanya, “Ada apa, kau berdua datang ke wilayah
kami?”. Suku Kimo menjawab “Kami berdua datang
bertujuan untuk meminta kerja sama kepada kalian
karena di wilayah kami Duson kehabisan bahan baku
untuk kebutuhan suku Kimo”. Lalu, suku Noka
menjawab “Apakah benar tujuan kali hanya itu?”, Suku
Kimo menjawab “Benar tujuan kami hanya itu”, suku
Moku mengatakan kembali “kalau begitu kita semua akan
berunding terlebih dahulu bersama-bersama”.
Kemudian semua suku Moku, Noka dan dua
orang suku Kimo, mereka semua berunding supaya
mengetahui hasilnya itu antara setuju dan tiadak setuju
kepada suku kimo. Maka, sesungguhnya untuk hasil dari
perundingan yang diperoleh adalah setuju dan
mengizinkan bagi suku Kimo bekerjama sama di wilayah
Goma.
357
Seminggu kemudian, pemikiran licik muncul
dari suku Kimo, entah kenapa ia berdua malah mengadu
dombakan antara suku Moku dan Noka. Mungkin iri
karena melihat suku Moku dan Noka sangat akrab, dan
kekayaan alam di wilayah mereka bertambah pesat. Suku
Kimo sedang mengobrol bersama suku Moku, “Kita
berdua pas mengobrol sama suku Noka, kamu dibilang
mata kamu sipit jika tertawa terlihat meram, jadi tidak
bagus jika dipandang”, kata suku Kimo. “Tak mungkin
suku Noka berkata seperti itu”, kata suku Moku. “Iyah
sudah kalau kamu tak percaya”, kata suku Kimo, suku
Moku pun menjadi kepikiran atas pembicaraan dari suku
Kimo.
Kemudian suku Kimo mengobrol juga dengan
suku Noka, suku Kimo berkata “Kita berdua pas
mengobrol bersama suku Moku dibilang, kamu itu pintar
tapi sayang kamu itu pendek dan pemperjelek keindahan
dari wilayah Duson”, Suku Moku pun langsung panas
habis mengdengar perkataan dari suku Kimo. Lalu suku
Noka datang ke tempat suku Moku, berkata (dengan
kencang) “Haiii… suku Moku, apa tujuan kau menjelek-
358
jelekkan suku Noka?”, suku Moku berkata (dengan
kencang) “Kau juga sama suku Noka, kau pun juga
menjelek-jelekkan suku Moku”. Kondisi pun sudah mulai
ribut atas percekcokkan suku Moku dan Noka. Suku
Kimo berkata (sambil senang dan gembira), “Yes kita
berhasil mengadu dombakan antara suku Moku dan
Noka, kita pun sudah memasukkan roh panas supaya
mereka pecah belah, hahaha…”.
Tak lama peliharaan atas pemberian nenek
moyang dari masing-masing suku, tiba-tiba keluar dari
tempatnya, yaitu naga raksasa dan ular raksasa. Lalu
keributan pun berhenti, semua takjub melihat naga
raksasa dan ular raksasa. Suku Kimo berkata (sambil
kaget dan ketakutan) “Monsterrr apaaa ituuu… Aaaa,
mengerihkan sekaliii”. Hewan-hewan itu keluar dari
tempatnya, kemudian langsung berkelahi, semuanya pu
pada berteriak dan berlari-lari. Naga raksasa dan ular
raksasa berkelahi sampai titik kematian, tak lama
kemudian hewan itu berhenti berkelahi. Kondisi hewan
tersebut menjadi lemas tak berdaya, lalu naga raksasa dan
ular raksasa akhirnya mati bersama-sama. Kan tetapi
359
bekas berkelahinya hewan tersebut itu seperti aliran
sungai, lalu turunlah air hujan membasahi dan memenuhi
permukaan aliran itu. Suku Moku dan Noka tak ribut
kembali karena tubuhnya telah di basahi dengan air
hujan, maka roh panas yang pun keluar dari masing-
masing tubuhnya. Suku Kimo pun pergi tak berpamit.
Kemudian, suku Moku dan Noka saling
memaafkan satu sama lain. “Kenapa, naga raksasa dan
ular raksasa itu keluar”, kata Koji dan Guyon. Alam pun
berkata “Hewan itu keluar karena kedua hewan tersebut
mempunyai perasaan yaitu tidak mau adanya perkelahian
antara suku Moku dan Noka”. Semua pun menjadi kaget
dan tersadar atas ucapan alam. Suku Moku dan Noka
telah membuat perjanjian, bahwa diantara kita tidak boleh
ada perkelahian lagi. Dan pada akhirnya aliran sungai
yang terbentuk dari bekas perkelahian naga raksasa dan
ular raksasa, suku Moku dan Noka bersama-sama berikan
“Sungai Galar” singkatan dari (Sungai NAGA dan
ULAR).
360
KISAH PUTRI MERPATI DAN GAGAK
Oleh: Ervandra Oktarianto
Pada suatu hari, di sebuah hutan di negeri antah
berantah hiduplah seekor Burung merpati yang sangat
indah dan baik hati. Keindahan dan kemuliaan hati si
burung merpati itulah yang membuat ia diangkat menjadi
seorang Ratu hutan di hutan tersebut. Si burung merpati
tersebut diangkat menjadi ratu karena persetujuan para
penduduk hutan. Mereka cinta dan terkagum dengan
pesona burung merpati tersebut.
Setiap kali bertemu burung merpati tersebut
hewan-hewan Seperti rusa, kelinci, kera dan lainnya
begitu sopan dan segan kepada burung merpati tersebut.
Namun berbeda dengan hewan-hewan yang lainnya, si
burung gagak tidak terlalu menghormati burung merpati
tersebut. Ia Hanya terlihat sopan ketika sedang
berkumpul bersama hewan-hewan lainnya. Si burung
gagak ini merasa cemburu terhadap merpati Karena ia
merasa dirinya dan merpati sama tak ada bedanya.
361
Namun, pada suatu ketika burung gagak tersebut
berniat ingin mencelakakan burung merpati tersebut. Tak
lama kemudian si burung gagak tersebut bertemu dengan
merpati dijalanan dan burung gagak langsung menyapa “
hayy!! Tuan ratu, tadi aku menemukan sebuah mahkota
emas yang sangattt mewah, sepertinya tuan ratu sangat
cocok untuk memakainya” ujar si gagak, lalu merpati pun
menjawab “ iya wahai gagak yang cantik “ ujar si merpati
tersebut, sang gagak pun tersenyum kegirangan Dan
merasa tinggi hati di puji cantik oleh si merpati itu. “ lalu
kenapa engkau tidak membawakan mahkota itu
kepadaku” ujar si merpati lagi. “ mahkota itu berada di
dalam sebuah gua, di dekat sungai aku tidak bisa
mengambilnya karena aku merasa tidak pantas untuk
memakainya” ujar si gagak dengan segala tipu dayanya.
Lalu merpati menjawab “ baiklah gagak bisakah besok
kau antarkan aku ke sana, karena hari sudah menjelang
malam lebih baik kita pulang dan besok kita bertemu lagi
disini ya “ akhirnya mereka pulang ke rumahnya masing-
masing. Si gagak ternyata merencanakan akan membawa
merpati tersebut ke sebuah gua yang didalam-Nya
terdapat beberapa pemburu.
362
Keesokan harinya pun datang, si gagak datang lebih
awal, sembari menunggu merpati yang tak kian datang si
gagak pun berkata “ Haha tunggu saja kau merpati,
setelah kau ditangkap pemburu, akulah yang akan
menjadi ratu hutan ini” ujar gagak dengan bangganya.
Namun ternyata ucapan gagak tersebut didengar oleh
semut yang sedang lewat mencari makanan. Si semut pun
datang menghampiri gagak lalu berkata “ wahai gagak apa
yang kamu katakan tadi, kamu ingin menggantikan
merpati ya??” Lalu si gagak tersebut pun terkejut dan
panik mendengar ucapan semut tersebut, sambil gugup
dan terbata - bata gagak tersebut berkata “
tttiiii..ttiiidak,aku tidak bermaksud seperti itu wahai
semut” lalu semut pun menjawab “ aku mendengarkan
perkataanmu tadi dengan jelas gagak” kemudian sang
gagak langsung bergegas pergi meninggalkan si semut
tersebut.
Tak lama kemudian semut berpapasan dengan
merpati, lalu merpati bertanya “ wahai semut apakah kau
melihat si gagak, aku ada janji dengan dia untuk
mengambil mahkota di suatu gua dekat sungai “ lalu si
363
semut pun menjawab “ jangan ikuti kata gagak wahai
merpati aku tadi mend..” ujar si semut tersebut, namun
belum selesai semut berbicara sudah dipotong oleh
merpati tersebut “ tenanglah wahai semut aku akan baik –
baik saja bersama gagak dan mahkota itu, selamat tinggal
semut aku ingin mencari si gagak “ . Belum sempat
semut untuk berkata lagi, merpati tersebut sudah
meninggalkan gagak, lalu semut berkata lagi “ kalau tidak
salah gua di dekat sungai tersebut dihuni oleh pemburu,
ini pasti jebakan gagak tersebut, tidak bisa dibiarkan aku
harus ke sana sekarang” lalu sang semut pun bergegas
menuju ke sungai.
Sang merpati terus mencari gagak, Dengan
perasaan yang tidak sabar dia terus mencari gagak
tersebut. Tak lama kemudian merpati bertemu dengan
gagak tersebut “ Hay gagak aku dari tadi mencarimu” ujar
merpati, “ mohon maaf tuan ratu tadi hamba ada sedikit
kepentingan di rumah hamba “ saut si gagak dengan
perkataan rendah hatinya namun di dalam hatinya berkata
“hehe awas saja kau merpati”. Lalu merpati tersebut
berkata “baiklah gagak tunggu apa lagi aku sudah tidak
364
sabar untuk mendapatkan mahkota itu, mari kita pergi
sekarang” lalu gagak menjawab” baiklah tuan putri”
mereka-pun langsung bergegas menuju sungai. Tak lama
kemudian mereka setelah sampai di depan gua tersebut “
wahai tuan Putri di dalam gua inilah hamba melihat
mahkota yang cukup indah” ujar si gagak, lalu merpati
pun berkata “ baiklah wahai gagak mari kita masuk
bersama sama “ namun gagak menolaknya “ tuan Putri
sendiri saja ya masuk biar saya yang menjaga di luar” ujar
si gagak untuk menolak ajakan merpati tersebut.
masuklah sang merpati, tak lama kemudian datanglah
pemburu gua tersebut dengan membawa hasil buruannya,
ketika ia melihat merpati tersebut ia langsung
mengarahkan senapannya ke arah merpati tersebut,
melihat itu gagak yang sedang menunggu pun tersenyum
kegirangan. Namun saat akan melepaskan pelurunya,
pemburu tersebut digigit oleh semut dan akhirnya
pelurunya meleset dari sasaran. Mendengar suara itu
merpati tersebut langsung bergegas menghindar dari gua
tersebut.
365
Setelah terbang jauh dari gua tersebut tak lama
kemudian ia bertemu dengan gagak. “ wahai gagak apakah
kau sengaja ingin menjebakku, di dalam sana tidak ada
mahkota hanya ada tulang bekas makanan pemburu,
ternyata benar ucapan si semut tadi, aku menyesal tidak
mendengar perkataannya Untung saja peluru tersebut
meleset kalau tidak aku akan mati” namun si gagak tetap
berusaha untuk mengelak tuduhan merpati tersebut.
“tidak tuan Putri waktu itu aku melihat ada mahkota di
sana “tak lama kemudian datanglah si rusa, ternyata rusa
tersebut sudah mendengar kabar dari si semut dan sudah
menyampaikan kepada penghuni hutan lainnya. “wahai
gagak kami sudah tahu semua akal busukmu, baiknya kau
pergi dari hutan ini karena kami sudah tidak mau
berteman denganmu” ujar si rusa , lalu si gagak mengakui
perbuatannya “ baiklah aku mengakui perbuatan jahat
kau ini maafkan aku tuan Putri aku berjanji untuk tidak
seperti ini lagi. Ini semua aku lakukan karena aku iri
terhadap tuan putri sekali lagi maafkan aku”.
Lalu dengan segala kerendahan hatinya merpati
berkata “ baiklah wahai gagak kali ini aku memaafkan
366
perbuatanmu dan jangan diulangi lagi ya. Jangan terlalu iri
kepada hewan lainnya karena kita memiliki kelebihan dan
kekurangan masing-masing “ lalu “ iya wahai gagak untuk
kali ini perbuatanmu masih kita maafkan dan jangan
diulangi lagi ya” sahut si rusa. Dan akhirnya mereka pergi
bersama-sama menemui hewan lainnya, si gagak selalu
meminta maaf dan berjanji untuk tidak mengulanginya
lagi. Namun kenyataannya tidak berakhir sampai di situ
ternyata gagak ingin kembali merencanakan rencana
jahatnya untuk mencelakakan merpati yang baik hati itu
kembali.
Si gagak terus memikirkan rencana apa yang akan ia
lakukan nantinya,. Ia terus memikirkan rencana tersebut
dari pagi hari sampai ke malam hari. Akhirnya si gagap
menemukan rencana yang akan dilakukan untuk
mencelakakan merpati itu setelah ia mengetahui bahwa si
merpati tersebut ternyatanya tidak bisa berenang. Setelah
menemukan kelemahan dari merpati tersebut si gagak
mulai merencanakan apa yang selanjutnya akan ia
lakukan. Pada kali ini sepertinya gagak sangat berhati-hati
dan lebih merencanakan dengan matang lagi rencananya
367
tersebut. Ia tidak ingin rencananya kali ini gagal lagi dan
berujung rasa malu. Ternyata tak lama kemudian ada
undangan kenduri dari si kancil. Undangan ini berupa
undangan kepada seluruh penduduk hutan untuk
berpesta buah-buahan di tempat si kancil. Akhirnya hari
itu pun tiba dan si gagak menuju ke tempat tinggal si
kancil tersebut. Ternyata di tengah perjalanan gagak
melihat merpati yang sedang terbang sendirian sepertinya
sedang menuju ke tempat tinggal si kancil juga. Melihat
kesempatan itu si gagak berniat menjalankan rencana
busuknya dan kemudian ia berkata dalam hatinya “ ini
saatnya untuk menjalankan rencanaku wahai merpati “
sambil tersenyum jahat. Kemudian gagak langsung
bergegas menghampiri merpati yang sedang terbang
tersebut lalu “ wahai merpati yang baik hati mau pergi
kemana kamu? “ tanya si gagak. Lalu merpati pun
menjawab “ iya wahai gagak yang cantik, aku sedang
menuju ke tempat si kancil untuk merayakan pesta yang
diadakan si kancil “ lalu “ kamu sendiri mau pergi
kemana? “ tanya merpati kepada gagak. Lalu gagak pun
menjawab “ wahai merpati ternyata kita memiliki tujuan
yang sama” lalu “ oh ya baiklah kalau begitu mari kita
368
sama-sama menuju ke tempat si kancil untuk merayakan
pesta nya” ujar si merpati. “ baiklah merpati” sahut si
gagak.
Akhirnya mereka terbang berdua menuju kediaman si
kancil namun saat dalam perjalanan si gagak melihat
sungai yang sangat dalam dan sepertinya banyak
buayanya. Gagak kemudian menjalankan akal busuknya “
wahai merpati marilah kita berhenti sebentar di semua itu
aku aku sangat haus dan sepertinya kamu juga nampak
sangat haus karena telah melakukan perjalanan cukup
jauh” kata si gagak. “ baiklah gagak ayo kita rehat sejenak
di sungai itu “ sahut merpati. Akhirnya mereka turun dan
langsung meminum air di sungai tersebut. “ baiklah
merpati silakan kamu yang meminum duluan saya yang
berjaga-jaga takutnya nanti ada buaya di sekitar kita “ ucap
si gagak. Lalu “ wahai gagak kamu saja yang duluan
sepertinya kamu sudah sangat kehausan biar aku saja dulu
yang menjaga lebih dahulu “ Ujar si merpati. Baiklah
merpati terima kasih telah mengizinkan aku terlebih
dahulu” ucap gagak. Akhirnya si gagak yang minum
terlebih dahulu dan merpati yang berjaga-jaga di pinggiran
369
sungai. Setelah gagak selesai tibalah saatnya giliran
merpati yang minum dan 3 kaki yang berjaga namun
ketika merpati sedang minum ia sengaja dikejutkan dan
didorong oleh gagak agar merpati tersebut terjatuh ke
dalam sungai. Alhasil rencana gagap berjalan dengan
lancar dan merpati pun terbawa arus dalam sungai. Tak
lama kemudian setelah merpati hanyut sang gagak berkata
“ terimalah ini wahai merpati kali ini tidak ada lagi yang
bisa menyelamatkanmu “ lalu merpati pun berkata “
ternyata kamu masih saja ingin mencelakaiku wahai gagak
baiklah.... “ belum selesai berbicara ia telah hanyut dan
pingsan. Ternyata pada akhirnya merpati sampai pada
pinggiran sungai dan ia masih dalam keadaan pingsan.
Tak lama kemudian datanglah seekor monyet yang baru
pulang dari pesta si kancil dan melihat keadaan si merpati
tersebut. lalu bergegas menolong merpati tersebut dan
pada akhirnya setelah beberapa saat merpati tersebut
telah siuman dan merpati tersebut menceritakan
semuanya kepada monyet. Lalu monyet pun
mengumpulkan dan menceritakannya semua kepada para
penduduk hutan dan pada akhirnya penduduk hutan
sepakat untuk menjauhi dan mengusir si gagak tersebut
370
karena perbuatannya. Tak lama kemudian melihat ada
keramaian si gagak dengan tersenyum riang datang
menghampiri kerumunan para penduduk hutan tersebut
dan seketika wajah gagak berubah yang tadinya tersenyum
riang menjadi panik tak tertahan setelah melihat merpati
masih hidup. Kemudian para penduduk hutan langsung
menyerang dan beramai-ramai mengusir gagak dan
akhirnya gagak pun merasa malu dan pergi jauh
meninggalkan hutan tersebut dan akhirnya para
penduduk hutan hidup damai antar sesamanya.
371
PUTIH ABU ABU
Oleh: Faza Mafta Fadillah
Persahabatan yang dimulai dari bangku 3 SMP
hinggalah terbawa sampai ke SMA. Terdapat 2 remaja
perempuan bernama Aulia dan Zahra itu saya sendiri.
Aulia merupakan anak yang pendiam namun asik diajak
bercanda "elu gendut banget sih ul kek panda lucu
hehehe".
Kami berdua hidup damai, sampai ketika
kelulusan pun tiba dan karena kami berdua sahabat sejati
otomatis kedua orangtua kita juga saling kenal bahkan
akrab. Sedihnya kami berdua sama sama kurang
beruntung untuk masuk di SMA Negeri. Kami
mendaftarkan diri di salah satu SMA swasta di daerah
Jakarta dan tentu daftar bareng "ul daftar di SMA Mandiri
03 yuk" ajak saya. "Yok ja, murah deket juga dr rumah"
jawab Aul.
Masuk sekolah dan tentunya kita sekelas dan
duduk sebangku. Pastinya kenalan sm yang lain dong
372
yaaa. Aku kenal sama anak yg namanya Diah, kebetulan
duduk di belakang aku. Dan ada 2 anak perempuan juga
bernama Maura dan Lilis. Tapi kebetulan aku akrab
dengan Maura dan Lilis ini karena ada kasus gitu di kelas.
Jadi gini ceritanya, si Lilis ini tuh anaknya maniak bgt
main hp ( peragain main hp) dia gk bisa lepas dari hpnya
karna punya pacar yg posesif. Akhirnya kena sita deh
hpnya sm wali kelas "sini hp kamu lilis" bentak walikelas.
Lilis sontak ngumpetin hpnya yg habis dimainin (gerak
ngumpetin hp ke kantong), lalu walikelas menghampiri
lilis “MANA HP NYA..” bentak walikelas. Dari pada
nanti walikelas makin marah maka lilis langsung ngasih hp
ke walikelasnya dan dari tragedy itu lah saya, Lilis dan
Maura mulai akrab. Kadang juga pada saat jam pulang
sekolah saya sering pulang bareng sama mereka berdua,
kadang sama lilis kadang juga sama maura.
Persahabatan kami bertiga cukup erat selama
kelas 1 SMA, lalu pada saat naik kelas 2 SMA saya
bertemu sama teman – teman baru lagi dari kelas. Awal
kenal mereka pada saat sedang kerja kelompok di
sekolah. Pada saat jam istirahat, saya, Lilis dan Maura
373
pergi ke kantin untuk beli jajanan. Pada saat sampe di
kantin, ternyata Salsa, Najla, Aulia, Diah dan Dita ada di
kantin juga “Zahra…(sambal melambaikan tangan)” teriak
Salsa, saya pun langsung pun langsung mencari dari mana
asal suaranya(suasana kantin sedang ramai) “iyaa Salsa..”
teriak saya. Saa, Lilis dan Maura pun langsung berjalan ke
tempatnya Salsa dan kawan – kawan, dan di sini lah Lilis
dan Maura berkenalan dengan Salsa, Najla dan Dita.
Setiap pulang sekolah, kita pasti ngumpul dulu, ntah di
rumahnya Aulia “pada langsung pulang apa mau main
dulu nih?”sontak Lilis, “main dulu lah… baru juga jam
segini” saut Diah, “ayo dah, tapi kemana dah?”Tanya
saya, “ke rumah gua aja gimana? Nyokap gua bukan
warung jadi bisa jajan kita hahahaha….” Jawab Aulia, “nah
boleh tuh, kan anak tuh main terus ambil jajan – jajan”
saut saya, “ ya udh ayo ayo…”jawab anak – anak. Kami
pun langsung jalan ke rumah Aulia, saya berboncengan
sama Lilis, sesampainya di rumah Aulia, karna cuaca saat
itu sedang panas banget jadi kami semua langsung beli
minuman es yang ibu Aulia jual. “ibu aul, beli tea jus dong
esnnya banyakin yaa….” Teriak saya, dan yang lain pun
juga ikut beli es. Waktu di rumah Aulia, kami bercerita,
374
tertawa, sharing – sharing masalah pribadi, pokoknya
tidak ada satu pembahasan tentang mata pelajaran
ataupun PR semuanya dilupakan, karna kalo sudah
ngumpul sama kawan – kawan pasti ngobrolnya panjang
lebar. Ngga terasa hari sudah mulai sore “eh… udah sore
nih cabut yuk” sontak Maura, “iya nih, udah mau maghrib
juga” saut Diah. Kita pun siap – siap untuk pamit dengan
ibunya Aulia “ibunya pamit pulang yaa… makasih
jajannya(cium tangan)” sontak Dita di sambung sama yang
lainnya. Kita pun langsung pulang ke rumah masing –
masing, saya nebeng sama Maura karena rumah saya dan
dia lumayan deket dan searah juga(agak muter balik dikit
siih hehe…).
Besoknya saya berangkat dengan angkot karna di
depan gang rumah saya angkot banyak angkot yg lewat.
Sesampainya di sekolah, “Zahra….” Teriak Lilis dari
parkiran motor, saya pun merepon panggilannya dengan
menggangkat tangan saya. “nanti balik sekolah mau ke
salila yuk, ajak yang lain juga..”ajak Lilis, “hhmmm….
Boleh boleh nanti gua ajak yang lain pas di kelas..” jawab
saya. Sesampainya di kelas kita ngobol – ngobrol kayak
375
biasa karna gurunya belum masuk kelas. Nah, pas jam
istirahat kita langsung menuju kantin untuk makan dan
jajan “guys… nanti sore pada mau ke salila ngga?”ajak
saya, “salila? Apaan tuh?” Tanya Diah, “itu tempat gua,
Zahra sama sama Lilis jajan kalo balik sekolah pas
SMP”jawab Maura, “oohh… deket ngga dari sini?” Tanya
Salsa, “deket kok, orang tinggal lurus doang dari sini”
jawab saya, “ya udah deh boleh – boleh siapa tau jadi
tempat kita main kalo malem mingguan”saut Salsa,
akhirnya kita pun sepakat sehabis pulang sekolah untuk
main ke salila.
Jadi salila itu tempat main saya, Lilis dan Maura
waktu jaman masih SMP, aslinya itu tempat jajanannya
Lilis waktu dia SD. Jadi pas SMP dia kan deket sama saya
sama Maura, jadi kita sering main ke sana sehabis pulang
sekolah. Singkat waktu jam pulang sekolah pun tiba, kita
siap – siap untuk pulang (ngga pulang sih, lebih tepatnya
main).”lis, gua bareng lu yaa kayak biasa hehheh…(sambal
senyum)”kata saya ke Lilis, “iye iye jaa, tp nanti lu balik
sama Maura kan?” Tanya Lilis, “ya iya lah, emng lu mau
nganter gua? Hahhaa….”Tanya saya balik sambil jalan ke
376
tempat parkir, “yaa ngga lah, jauh gila dari salila ke rumah
lu”jawab Lilis dengan muka keselnya. Sesampainya di
parkiran motor, “ lu pada kagak ada yang bawa helm?”
Tanya Salsa sambal nunjuk – nunjuk ke kepala kita
semua, “kagak, orang rumah deket ini, ngapain pake
helm” kata Aulia, “ ya juga sih, ya udh lah keburu sore
nanti”saut Dita. Sesampainya di salila, kita langsung
memakirkan motor – motornya di toko sebelah yang
sudah tutup. Mereka pun langsung pada mesen jajan di
sana, ada yang pesen seblak, kentang goreng, mie goreng,
otak – otak goreng, dan yang lainnya. Dan saya membeli
es tea jus Gula batu, ini adalah minuman favorit saya,
dimana pun dan kapan pun pasti saya harus beli itu. Dan
seperti biasa kita kalo udah ngumpul pasti lama, ketawa
kenceng sampe diliatin orang. Hari udah mulai sore, kite
pun siap – siap untuk pulang ke rumah masing – masing,
seperati biasa saya bareng Maura lagi. Pokoknya setiap
kita main sepulang sekolah, berangkatnya saya sama Lilis
(ke tempat main), pulangnya saya sama Maura tapi beda
kalo malam minggu, saya suka bawa motor sendiri karana
motor tidak pernah dipake kalo malam minggu.
377
Hari demi hari saya dan sahabat – sahabat saya
lewati di SMA Mandiri 3 Tidak terasa sudah kelas 3 SMA
aja, sudah mau lulus. Di kelas 3 SMA ini, pembahasan
kita di setiap pulang sekolah pasti “eh nanti pada lanjut
kuliah dimana?”. Dan akhirnya saya, Liilis dan Maura
masuk ke Universitas Muhammaddiyah Jurusan PGSD.
Saya, Maura dan Lilis dapet kuliah yang jamnya siang, dan
setiap kalo mau berangkat saya suka boncengan sama
Maura karna searah saat jalan ke kampus dan gitu pun
kalo pas pulang kuliah saya tetap nebeng ke Maura. Dan
di kampus juga saya dapat banyak teman dari berbagai
daerah, ada yang dari Jakarta barat, Jakarta timur dan ada
juga dari luar Jakarta dan mereka bernama Via, Nanda,
Koir, Desti, Dwi, Febri, dan Putri. Dan setiap lagi jam
kosong atau ada tuga dari dosen pasti kita sekompok
maupun 1 kelompok isi 8 orang, isi 4 orang pasti kita ber
8 1 kelompok, tapi saat di suruh dosennya 1 kelompok 5
orang kita pasti ngambil 2 orang lagi dari yang lain.
Lambat laun kita berteman di semester 1, akhirnya kita
membuat grup di wa supaya kita makin akrab. Tidak ada
angina tidak ada hujan tiba-tiba ada notifikasi dari line
“has a new friend”. “Wah ada yang add line nih, add back
378
ah”dalam hati berkata. Dan kenal lah dengan seorang
laki-laki.
Pada saat itu di semester 2 kenal lah seorang laki –
laki bernama Ihkam, dia anak Gunadarma semester 7.
Saat kenal sama dia, setiap berangkat ke kampus saya
jarang nebeng sama Maura karna di anter terus sama
ihkam. Sampai pada saatnya dia sedang kosong jam
kuliah “kamu pulang jam berapa hari ini?”Tanya ihkam,
“paling jam 4 atau 5, kenapa emang?” Tanya balik saya,
“oohhh… ya udah aku ngga ada jam kuliah jadi kayaknya
aku nungguin kamu di kampus aja” jawab ihkam, “yakin
gapapa nungguiin?” Tanya saya, “iya gapapa, paling nanti
tunggu di warkop aja biar bisa ngerokok, di sini ngga bisa
ngerokok kan?” saut Ihkam, “ya udah kalo mau nunggu
di warkop, iya di sini ngga boleh ngerokok”jawab saya, “ya
udah kalo gitu, masuk gih udah jam berapa ini”suruh
ihkam ke saya untuk masuk kelas, “ya udah aku tinggal
dulu yaa…”jawab saya, sambil berjalan ke kelas dan dia
berjalan ke luar kampus.
Di sela sela jam dosen belum datang ke kelas,
“kam, masih di warkop?” Tanya saya lewat chat di wa,
379
“masih kenapa emang?” Tanya balik Ihkam, “gapapa, aku
lagi turun mau ke warung sama anak – anak buat jajan”
jawab saya di lift kampus, “oohh ya udah, aku di warkop
persis depan gerbang”saut ihkam. Sesampainya di warkop
sama yang lain. Saya nyamperin Ihkam yang ada di
warkop dulu, “kamu gapapa, bener nungguin aku sampe
pulang?” Tanya saya sambil duduk di sebelah dia, “ iyaaa
gapapa, mager juga di rumah ngapain…” jawab ihkam
sambil ngerokok, “ ya udah kalo gitu, aku juga 1 matkul
lagi” jawab saya. Waktu lagi ngobrol sama Ihkam, temen -
temen saya nyamperin saya dan ihkam yang ada di
warkop “eh ada bang ihkam” kata Via, “ya udah aku
masuk dulu, udah jam masuk matkul ke 2 soalnya” saut
saya sambil berdiri dari tempat duduk, “oh ya udah, nanti
kabarin aja kalo udah selesai” kata Ihkam sambil main
game di hpnya, saya dan teman – teman langsung jalan ke
dalam kampus.
Akhirnya jam pulang kampus pun tiba, saya dan
yang lainnya siap – siap untuk pulang, “kam, aku udah
selesai nih ke parkiran yaa..” kata saya ngechat Ihkam di
wa, “ok bentar lagi sebat sama segame dulu” jawab Ihkam.
380
Gak lama Ihkam dateng dari luar kampus, “bentar ya
ambil motor dulu” kata Ihkam sambil berjalan ke
parkiran parkiran motor kampus itu di belakang, jadi
harus jalan lagi dari gerbang utama. Gak lama Ihkam
dateng bawa motor nya dan saya pamit sama teman –
teman saya “gua duluan yaa…(sambil dadah ke yang lain)”
sontak saya ke teman – teman, “iya iya za…hati – hati di
jalan sama bang Ihkam” saut Nanda, Ihkam menggangguk
tanda mengiyakan saya dan Ihkam pun langsung jalan
pulang. Diperjalanan pulang kami berdua ngobrol tentang
kuliah, perkuliahan di Gunadarma seperti apa dan masih
banyak lagi, “za, laper ngga?”Tanya Ihkam, karna dia
pake helm fullface “apaan kam?”saut saya karna tidak
kedengeran, “laper ngga, mau makan ngga?” teriak dia,
“oohh makan, terserah makan apa aja” jawab saya dengan
nada agak keras, “ya udah makan McD aja yaa yang di
jatwar” saut dia, “ya udah iya…” jawab saya. Sesamapinya
di McD, parkir motor, langusng masuk dan pesen
makanan. Setalah makan kita langsung pulang karna
Ihkam mau ada urusan di rumahnya jadi ngga bisa
nongkrong dulu.
381
Sebulan, 2 bulan saya kenal Ihkam, saya nyaman
dengan sikapnya yang tanggung jawab, dewasa, baik saya
mulai ada rasa denganya. Pada saat malam minggu saya
dan Ihkam jalan – jalan keliling Jakarta pake motor dia,
dari Jakarta selatan, pusat utara kita kelilingin. Sampai
dimana emang sudah capek dan mungkin tangannya
Ihkam pegel, jadi kami berenti di suata taman yang ada di
daerah Menteng untuk makan dan istirahat “mau akan
apa, ada siomay, nasgor, ayam bakar…” kata Ihkam
sambil kita jalan ke tamannya, “ngga telalu laper sih,
makan siomay aja lah buat ganjel perut aja, “ya udah aku
pesen dulu ya, kamu cari tempat duduk aja dulu…” saut
Ihkam berenti di tukang siomay, “ooh ya udah, jangan
lupa sama minumnya air putih aja” jawab saya sambil
berjalan ke taman dan bawa helmnya Ihkam. Ngga lama
Ihkam dateng bawa siomay dan minum yang tadi aku
pesen. Di taman itu kami ngobrol, bercanda, ketawa dan
“za, kita kan udah lumayan kenal nih… aku juga nyaman
sama kamu, kamu orangnya baik, perhatian, dewasa juga
walaupun umur kamu bawah aku… “ kata Ihkam di sela –
sela bercada, “iya terus?” Tanya saya sambil minum air
putih yang di beli tadi, “kamu mau ngga jadi pacar
382
aku?”Tanya Ihkam, “hhmmm gimana yaa…. Iya sih kita
kenal udah lumayan lama, aku juga nyaman sama kamu,
kamu orangnya baik, dewasa, tanggung jawab juga. Aku
jug ada rasa sama kamu…”jawab saya, “ terus ?” Tanya
Ihkam, “aku ngga mau ada kata pacaran, aku Cuma kita
komitmen aja gimana?” ujar saya, “maksudnya?” Tanya
balik Ihkam yang agak kebingungan, “iya maksudnya, kita
tau sama – sama suka, sama – sama sayang juga, jadi ya
udah jalanin aja, tapi kita kayak orang pacaran maksudnya
gitu, gimana?” jawab saya, tapi di sini Ihkam masih belum
bisa paham apa yang saya katakanya tadi, setelah saya
jelaskan bagaimana maksudnya “ya udah kalo gitu
gapapa…”ujar Ihkam, akhirnya kita bukan resmi pacaran,
hanya berkomitmen saja.
Saat malam minggu, teman – teman waktu SMA
ngajak main ke rumahnya Aulia, saya dan Ihkam pun
datang ke sana rada malam, karna ihkam baru pulang dari
kuliahnya. Sesampainya di sana kita ngobrol – ngobrol,
Ihkam juga kenalan sama teman – teman SMA saya juga.
Dan jam setengah 9 malam, Ihkam di telefon sama
temannya, kalo temannya baru aja kena musibah “yang,
383
aku balik duluan yaa temen aku kena musibah” ujar
Ihkam sambil pake helmnya karena panik, “oh ya udah,
nanti aku pulang bareng Maura aja” jawab saya. Ihkam
pun langsung nyalakan motornya, karna di situ gang kecil
dan mungkin Ihkamnya panik dan buru – buru takut
temannya kenapa – kenapa. Ihkam ngebut dalem gang
itu, tapi karna knalpot motornya Ihkam agak brisik, jadi
pas sampe ujung Ihkam di stop sama warga, kayaknya di
marahin karna brisik dan juga ngebut – ngebut di gang
kecil. “Ihkam kenapa dah bawa motornya kayak gitu?
Norak banget…” ujar Aulia dengan nada kesel, “tau yaa…
kayak ngga pernah pake motor kayak gitu aja” saut Diah,
“ya namanya juga panik temennya abis kena musibah”
jawab saya, “ya tapi kan ngga gitu juga za, ini kan gang
kecil…” saut Aulia, kita pun debat sama semua. Udah jam
10 malam kita mutuskan untuk pulang ke rumah karna
sudah malam juga, kita pamitan sama ibunya Aulia dan
langsung pulang, saya boncengan sama Maura.
Sesampainya di rumah, saya langsung ngechat Ihkam dan
nanya keadaan temannya, “gimana teman kamu?” Tanya
saya,”alhamudulillah baik – baik aja, Cuma masih syok aja
kali jadi masih rebahan aja” jawab Ihkam, “alhamdulillah
384
deh kalo gapapa mah, baliknya jangan malem – malem”
suruh saya karna udah jam setengah 11 kurang, “ siap bu
bos , ini juga bentaran lagi balik” jawab Ihkam.
Dari kejadian semalemlah, saya dan teman –
teman SMA saya berantem dan pecah, dan sampai ada
yang keluar dari grup wa. Tapi mau gimana lagi namanya
juga orang panik, pasti kan apa – apa pasti buru – buru
mau cepet sampe di tempat. Dari kejadian itu lah kita jadi
berantem, sindir – sindiran di snapgram, status wa, yang
membuat persahabatan kita renggang. Dan juga mungkin
karena udah pada sibuk semua, ada yang kuliah, kerja,
bantu orang tuanya ya mungkin karena itu juga
renggangnya. Karena bertambahnya usia, pasti bertamba
juga masalah dan tanggungjawab yang kita hadapi.
385