Kirana tidak ambil kuliah Negeri? Kirana sudah ambil
jalur bidikmisi di UIN Raden Intan Lampung, tapi restu
Orang tua adalah restu dari Allah. Akhirnya Kirana
membatalkan jalur Bidikmisi tersebut. Namun Kirana
tidak merasa menyerah, prinsip Kirana yaitu, Kuliah
dimana saja tidak masalah yang terpenting ilmu yang akan
didapatkan oleh Kirana.
Kirana selalu mendapatkan omongan dari mama
Kirana dari tetangga sampai mama Kirana nangis dan
Kirana selalu bilang “Tidak papa ma, kita ingat saja ya
perkataan dari pa ustadz Insyallah ada rezeki jika niat
mama sama bapak baik untuk mengkuliahkan Kirana.
Kirana memang tidak pintar dan itu yang membut Kirana
ingin selalu menuntut ilmu ma, agar Kirana bisa
memahami dan menilai dengan baik bukan karena
Kirana ingin pintar. Dan ingat ma kata ayah, kita jangan
terlalu mengikuti apakah kata orang dan mendengar kata
orang ya ma. Insyaallah mama sama bapak bisa kuliahin
Kirana sampai Lulus dengan nilai yang terbaik menurut
Allah ya ma” setelah itu Kirana dan orang tua Kirana
tidak banyak mendengarkan kata orang, Kirana akhirnya
486
mendapatkan Beasiswa untuk meringankan biaya orang
tua dan sekarang Kirana menjadi seperti dirinya sendiri
dengan belajar dari remehan orang - orang terhadap
keluarganya. Kirana selalu bersyukur atas ujian yang
diberikan oleh Allah yaitu remehan dan di pandang
sebelah mata. Sekarang banyak yang menilai keluarga
Kirana yaitu “Saya salut terhadap keluarga Kirana, yang
tidak pernah pantang menyerah untuk pendidikan
anaknya. Dan Kirana membuktikan bahwa jangan banyak
ngomong untuk menjelaskan prosesnya tapi memberikan
buktinya.” Dan pada akhirnya jadilah orang yang bodoh
untuk menutut ilmu, pintar itu banyak namun cerdas itu
sedikit dan orang yang haus dengan ilmu itu sedikit
padahal tanpa adanya ilmu kita tidak bisa seperti
sekarang.
487
BERSUNGGUH-SUNGGUH TIDAK AKAN
MENGECEWAKAN
Oleh : Nisrina Nauli
Disuatu daerah terpencil ada seorang 4 anak yang masih
bersekolah dasar terdiri dua perempuan, dua laki-laki.
Yang bernama Layla, Riri, Joe dan Wendy, keempat anak
tersebut mempunyai cita - cita yang berbeda- beda. Layla
ingin menjadi Dokter, Riri ingin menjadi Guru, Joe ingin
menjadi Pilot dan Wendy ingin menjadi polisi. Keempat
anak tersebut sering sekali main bareng dan berangkat
sekolah bersama - sama.
Pada hari Senin Layla, Riri, Joe dan Wendy masuk
sekolah dan berangkat bersama - sama. Disepanjang
perjalanan mereka saling mengobrol dan bencada ria,
kemudian Layla menanyakan kepada Riri, Joe dan
Wendy sambal berjalan menuju sekolah.
Layla : “Ngomong - ngomong kalian sudah mengerjakan
tugas pelajaran IPA belum?”
Riri & Joe : “Tugasnya yang halaman 45 bukan Layla?”
488
Kemudian wendy menjawab pertanyaan dari Riri dan Joe
Wendy : “Iya Riri,Joe tugasnya halam 45 ada di buku
paket“
Riri & Joe : “Oh yang itu, aku sudah mengerjakannya”
Layla : “Baiklah kalo semua nya sudah mengerjakannya,
aku takut kalian pada lupa”
Tak terasa mereka sampai di sekolah juga perjalanan dari
rumah sampai sekolah menghabiskan 15 menit untuk
berjalan kaki. Setelah sampai di sekolah mereka salim
dengan Bapak/Ibu yang sudah berdiri di depan pagar
sekolah, kemudian mereka berempat langsung bergegas
menuju kelasnya mereka. Layla, Joe, Riri dan Wendy
menaruh tasnya di tempat duduk mereka di kelas, tak
lama jam menunjukan pukul 07.00 bel masuk sekolah
telah berbunyi menandakan mata pelajaran jam ke 1
segera di mulai.
Teenggggg……… teeengggggg……. Teennggggggg…….
Ayo segera masuk ke kelas masing - masing (Bapak/Ibu
Guru piket )
489
Semua anak-anak sudah memasuki kelasnya masing -
masing, Bapak/Ibu guru mendatangi kelas - kelas yang
sudah sesuai dengan jadwal pelajaran. Pelajaran pertama
di mulai. Ibu guru mengucapkan.
Ibu Guru : “Selamat Pagi Anak-anak”
Siswa : “Selamat Pagi Ibu Guru”
Ibu Guru “Gimana Kabarnya hari ini”
Siswa : “Alhamdulillah baik Ibu guru”
Ibu Guru : “Baik, sekarang buka buku IPA yang kemarin
ibu berikan tugas di halaman 45”
Siswa : “Baik ibu”
Jam pertama berjalan dengan lancar tidak ada hambatan.
Jam menunjukan pukul jam 9 bertanda pelajaran ke dua
di mulai dan pergantian Guru. Ketika jam ke dua di mulai
Joe mulai tidak fokus dia malah tidur di kelas sehingga
Bapak Guru menegornya kenapa Joe tidak
memperhatikan materi yang sedang dijelaskan oleh Bapak
Guru.
490
Bapak Guru : “Joe bangun, kenapa kamu tidur ini masih
jam pelajaran”
Joe : “iya Pak maaf, saya ngantuk sekali”
Bapak Guru : “kamu cuci muka sana supaya tidak
mengantuk. Ini terakhir kali ya kalo kamu Tidur dikelas
lagi bapak keluarkan tidak mengikuti jam pelajaran”
Setelah itu pelajaran di lanjutkan kembali sesuai dengan
jadwal pelajaran. Layla, Riri dan Wendy saling menatap-
menatap matanya karena mereka bingung Joe bisa tidur di
jam pelajaran. Kemudian bel berbunyi menujukan jam
mata pelajaran ke dua telah selesai dan siswa keluar kelas
untuk istirahat ke kantin. Layla, Riri dan Wendy berjalan
menuju meja Joe untuk menanyakan kenapa tadi dia bisa
ketiduran di jam pelajaran ke dua.
Wendy : “ Joe tadi kenapa kamu bisa sampai ketiduran
pas jam pelajaran kedua?”
Joe : “ iya Wendy, tadi malem saya begadang
mengerjakan tugas dan bermain game”
491
Layla : “Harusnya kamu setelah mengerjakan tugas
langsung tidur, supaya di dalam kelas Tidak merasakan
ngantuk”
Riri : “iya tuh benar sekali apa kata Layla. Kamu jangan
mengulangi lagi karena itu bisa merugikan diri kamu
sendiri”
Joe : “Iya tema-teman aku janji tidak aja mengulangi lagi
deh, maaf ya teman - teman”
Riri : “ya sudah. Ayo kita istirahat ke kantin”
Mereka pergi ke kantin untuk membeli jajanan dan
mengisi perut sebelum jam ke tiga di mulai. Beberapa
menit kemudian bel berbunyi menunjukan jam pelajaran
ketiga di mulai
Teennggg………teeennnggg……..teeeenggggg…..
Wendy, Layla, Riri dan Joe segera menuju ke kelas
mereka karena bel sudah berbunyi. Selama di perjalanan
mereka berbilang ke pada Joe.
Riri : “Joe kamu jangan sampai ketiduran lagi ya di jam
pelajaran ketiga”
492
Wendy : “ iya benar Joe apa kata Riri, karena nanti kamu
tidak tahu materi di pelajaran ketiga”
Joe : “ iya aku tidak akan ke tiduran lagi di kelas”
Layla : “ya sudah ayo kita mempercepat jalannya ke kelas
nanti Ibu guru sudah ada di kelas”
Tibalah jam pelajaran ketiga di mulai, di situ Ibu
menjelaskan materinya. Tak lama kemudian jam
menunjukan pukul 12.00 siang bertanda waktu pulang
dan jam pelajaran ketiga telah selesai. Dan Ibu guru
memberi tugas kepada siswa siswi dikumpulkan besok
pagi. Riri, Layla, Wendy dan Joe segera membereskan
alat tulisnya ke dalam tas. Setelah itu mereka
meninggalkan kelas untuk pulang ke rumah. Selama
perjalanan mereka saling mengobrol satu sama lain.
Layla : “jangan lupa nanti malem mengerjakan tugas dari
Ibu Guru”
Riri : “iya Layla”
Wendy : “Joe kamu jangan lupa mengerjakan tugasnya
dan jangan bergadang”
493
Joe : “iya aku akan mengerjakan tugas dan tidak
bergadang lagi”
Kemudian tidak berasa mereka telah sampai dirumah
masing - masing. Tidak lama kemudian matahari telah
terbenam. Riri, Layla, Wendy sedang mengerjakan tugas
yang telah diberikan oleh Ibu guru tetapi Joe tidak
mengerjakan tugas nya dia malah main game sampai larut
malam dan joe lupa mengerjakan tugasnya.
Keesokan harinya Wendy, Layla dan Riri menyamper ke
rumah Joe untuk berangkat sekolah Bersama-sama tetapi
Joe masih mandi yang disampaikan oleh Ibu nya Joe dan
kata Ibu nya Joe, Joe akan di antarkan oleh Ayahnya Joe.
Kalian bertiga duluan saja pergi ke sekolah dikatakan oleh
ibu nya Joe.
Dan disampainya di sekolah Wendy, Layla dan Riri
menaruh tas di kursinya masing - masing. Tak lama
kemudian Joe sudah samapi di kelas. Wendy, Layla dan
Riri mendatangi tempat duduk Joe dan menanyakan
kenapa dia bisa telat bangun.
494
Layla : “Joe tadi kami samper ke rumahmu kata ibumu,
kamu masih mandi”
Riri : “Iya tumben sekali kamu tidak seperti biasanya”
Joe : “hehehe… maaf aku ya. aku semalam main game
sampe larut malem”
Wendy : “Joe apakah kamu sudah mengerjakan tugas dari
Ibu guru kemarin ?1”
Joe : “waahhh…. Aku lupa mengerjakannya karena aku
terlalu keasikan main game sehingga lupa mengerjakan
tugas dari ibu guru”
Tiba lah bel berbunyi menandakan jam pelajaran 1 di
mulai dan anak -anak memasuki kelas.
Teeengggg……teenngggg……teennng
Jam pelajaran 1 di mulai dan Bapak Guru memasuki
kelas Wendy, Layla, Riri dan Joe. Selama jam pelajaran 1
berjalan dengan lancar. Tak terasa jam menuju pukul
09.00 menandakan jam kedua mulai, Bapak/Ibu guru
bergantian masuk kelas. Ketika ibu guru masuk kelas
495
menanyakan kepada siswa apakah sudah mengerjakan
tugas yang ibu guru kasih kemarin.
Ibu Guru : “Selamat Pagi anak-anak”
Siswa : “Pagi bu guru”
Ibu Guru : “Apakah kalian sudah mengerjakan tugas yang
kemarin ibu berikan ?”
Siswa : “sudah bu”
Ibu guru : “Baik, silahkan kumpulkan di depan meja ibu
sekarang”
Ketika siswa mengumpulkan tugas ke depan Joe hanya
terdiam di bangkunya karena dia tidak mengerjakannya.
Ibu guru melihatnya joe tidak mengumpulkan kedepan.
Bu guru langsung mendekatinya.
Ibu guru : “Jo kenapa kamu tidak mengumpulkan tugas
nya ?”
Joe : “maaf bu saya lupa mengerjakannya”
Ibu guru : “ko kamu bisa sampai kelupaan tidak
menegrajakn tugasnya”
496
Joe : “iya bu, saya tadi malem keasikan main game
sehingga lupa mengerjakannya”
Ibu guru : “ya sudah ibu maafkan tetapi kamu harus
keluar kelas tidak mengikuti pelajaran saya”
Joe : “baik bu”
Beberapa bulan kemudian , pembagian rapot sudah tiba
di hari ini. Orang tua dari Wendy, Layla, Riri dan Joe
mengambil rapotnya. Ketika sedang mengambil rapot
Wali kelas mereka mengumumkan kalo Wendy juara 1,
Riri juara 2 dan Layla Juara 3. Setelah itu wali kelas
memanggil ibu dari Joe untuk mengambil rapotnya Joe.
Ketika pengambil rapot bu guru memberitahu kepada
ibunya Joe bahwa Joe masih ada nilai yang merah dan
banyak guru memberitahukan bahwa Joe di kelas sering
tidur dan tidak mengerjakan tugas. Dan mohon maaf
sekali lagi kalo Joe mengulangi kesalahan lagi Joe akan
tidak naik kelas. Teman - teman nya Joe mendatangi
tempat duduk Joe.
Layla : “Jo kamu janji sama diri kamu tidak akan
mengulangi lagi ya “
497
Riri : “iya bener tuh Jo, apalagi kata bu guru kalo kamu
mengulangi kesalahan lagi tidakan naik kelas”
Wendy : “iya tuh jo kamu harus bener - bener giat belajar
karena bersungguh - sungguh tidak akan mengecewakan”
Joe : “iya teman - teman maafkan aku, aku sangat
menyesal sekali tidak mau mendengarkan kalian. Aku
akan bersungguh - sungguh tidak akan mengecewakan”
498
MEMBELI WAKTU
Oleh: Nurul Saufa Octaviani
Pada suatu hari, seorang Ayah pulang dari bekerja
pukul 21.00 malam. Seperti hari - hari sebelumnya, hari
itu sangat melelahkan baginya. Sesampainya di rumah ia
mendapati anaknya yang berusia 8 tahun yang duduk di
kelas 2 SD sudah menunggunya di depan pintu rumah.
Sepertinya ia sudah menunggu lama.
“Kok belum tidur?” sapa sang Ayah pada anaknya.
Biasanya si anak sudah lelap ketika ia pulang kerja, dan
baru bangun ketika ia akan bersiap berangkat ke kantor di
pagi hari.
“Aku menunggu Papa pulang, karena aku mau tanya
berapa sih gaji Papa?”, kata sang anak.
“Lho, tumben, kok nanya gaji Papa segala? Kamu mau
minta uang lagi ya?”, jawab sang ayah.
“Ah, nggak pa, aku sekedar..pengin tahu aja…” kata
anaknya.
“Oke, kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Papa
bekerja sekitar 10 jam dan dibayar Rp.400.000. Setiap
499
bulan rata - rata dihitung 25 hari kerja. Jadi gaji Papa satu
bulan berapa, hayo?!”, tanya sang ayah.
Si anak kemudian berlari mengambil kertas dari meja
belajar sementara Ayahnya melepas sepatu dan
mengambil minuman.
Ketika sang Ayah ke kamar untuk berganti pakaian, sang
anak mengikutinya.
“Jadi kalau satu hari Papa dibayar Rp 400.000 utuk 10
jam, berarti satu jam Papa digaji Rp 40.000 dong!”
“Kamu pinter, sekarang tidur ya..sudah malam!”
Tapi sang anak tidak mau beranjak. “Papa, aku boleh
pinjam uang Rp 10.000 nggak?”
“Sudah malam nak, buat apa minta uang malam - malam
begini. Sudah, besok pagi saja. Sekarang kamu tidur”
“Tapi papa..”
“Sudah, sekarang tidur” suara sang Ayah mulai meninggi.
Anak kecil itu berbalik menuju kamarnya.
Sang Ayah tampak menyesali ucapannya. Tak lama
kemudian ia menghampiri anaknya di kamar. Anak itu
sedang terisak - isak sambil memegang uang Rp 30.000.
Sambil mengelus kepala sang anak, Papanya
berkata “Maafin Papa ya! Kenapa kamu minta uang
500
malam - malam begini.. Besok kan masih bisa. Jangankan
Rp.10.000, lebih dari itu juga boleh. Kamu mau pakai
buat beli mainan khan?”
“Papa, aku ngga minta uang. Aku pinjam…nanti aku
kembalikan kalau sudah menabung lagi dari uang
jajanku.”
“Iya..iya..tapi buat apa??” tanya sang Papa.
“Aku menunggu Papa pulang hari ini dari jam 8. Aku
mau ajak Papa main ular tangga. Satu jam saja pa, aku
mohon. Mama sering bilang, kalau waktu Papa itu sangat
berharga. Jadi aku mau beli waktu Papa. Aku buka
tabunganku, tapi cuma ada uang Rp 30.000. Tadi Papa
bilang, untuk satu jam Papa dibayar Rp 40.000.. Karena
uang tabunganku hanya Rp.30.000,- dan itu tidak cukup,
aku mau pinjam Rp 10.000 dari Papa” Sang Papa cuma
terdiam.
Ia kehilangan kata - kata. Ia pun memeluk erat anak kecil
itu sambil menangis. Mendengar perkataan anaknya, sang
Papa langsung terdiam, ia seketika terenyuh, kehilangan
kata - kata dan menangis..
Ia lalu segera merangkul sang anak yang disayanginya itu
sambil menangis dan minta maaf pada sang anak..
501
“Maafkan Papa sayang…” ujar sang Papa.
“Papa telah khilaf, selama ini Papa lupa untuk apa
Papa bekerja keras. Maafkan Papa anakku” kata sang
Papa ditengah suara tangisnya.
Si anak hanya diam membisu dalam dekapan sang
Papanya.
==============================================
Sebetulnya, apakah alasan Anda untuk bekerja sangat
keras dan mencari kesuksesan karir Anda? Demi uang
yang banyak? Atau sesungguhnya demi keluarga Anda?
Seringkali kita bekerja terlalu sibuk sehingga kita
melupakan bahwa di akhir, keluargalah yang
terpenting.Tidak ada gunanya Anda sukses tapi pada
akhirnya keluarga Anda telah meninggalkan Anda atau
hubungan Anda dengan keluarga telah rusak.
Sesungguhnya, untung anak tersebut bicara dan
komunikasi dengan orang tuanya untuk mencurahkan
perasaannya.Sering kali, anak cenderung diam dan
bahkan tidak berbicara sama sekali tentang kondisinya
kepada orang tua.
Ketika di tanya mereka hanya menjawab “Tidak ada apa -
apa”
502
Bagaimana caranya Anda bisa menyelesaikan masalah
jikalau Anda bahkan tidak tahu masalahnya dimana?
Hal ini sering kali terjadi pada anak dan khususnya terjadi
pada anak di masa remaja. Mereka merasa
diabaikan/ditinggalkan, tidak di cintai, tidak dihargai oleh
orang tuanya sendiri..
Pertanyaan berikutnya mungkin cukup berat untuk
Anda..
“Menurut Anda, lebih baik Anda mencintai anak Anda
atau Anak Anda merasa di cintai oleh Anda?”
Pesan yang terkandung dalam cerita ini adalah sebaiknya
kita jangan terlalu sibuk dengan pekerjaan kita, luangkan
waktu untuk keluarga karena sebagaimanapun anak butuh
waktu bersama dengan orang tuanya, anakpun butuh
kasih sayang ataupun perhatian. Dan bagi anak materi saja
tidak seberapa dibandingkan waktu
503
AKU DAN KELUARGAKU
Oleh: Puteri Fadhillah Amroh
Haii!!!
Perkenalkan Namaku Puteri Fadhillah dan bisa dipanggil
Putri. Seorang anak perempuan yang lahir dari keluarga
yang sederhana. Aku anak perempuan pertama dari dua
bersaudara. Aku memiliki hobi membaca, berenang, dan
nonton film. Aku kuliah S1-FKIP (PGSD) Di Universitas
Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA).
Ayahku bernama Imam, bekerja sebagai karyawan swasta
yang bergerak di bidang Sales Marketing. Ayahku Sosok
laki - laki pekerja keras selalu semangat dalam bekerja,
selalu berjuang untuk menafkahi anak dan istrinya tidak
ada kata lelah yang keluar dari mulutnya. Ayahku Seorang
yang bertanggung jawab, sabar dan sayang kepada anak
dan istrinya.
Ibuku bernama Suhartati, bekerja sebagai ibu rumah
tangga. Selain ibu rumah tangga ibuku membantu ayahku
dengan berjualan nasi uduk dan kue kering (Setiap bulan
504
Puasa). Ibuku sosok wanita yang hebat, sabar, sayang
kepada anak-anaknya dan suaminya, ceria, gigih, dan rela
melakukan apapun buat anaknya. Selain sayang kepada
anaknya dan suaminya, ibuku sayang sama para
keponakannya.
Ayah dan Ibuku sosok orang tua yang sangat sabar dan
sayang kepada anak-anaknya tidak pernah kenal lelah
dalam mengurusi anak-anaknya. Kasih sayangnya sangat
tulus kepada anak-anaknya.
Aku memiliki adik kandung laki-laki bernama Fauzi.
Adikku masih duduk di bangku SMK kelas 10. Dengan
jurusan yang sama dengan ku sewaktu aku masih SMK.
Adikku mengambil jurusan Administrasi perkantoran.
Adikku sosok orang yang sangat sayang kepada kedua
orang tuanya dan kakaknya. Adikku sangat manja sekali
dengan ibuku.
Dahulu keluargaku harmonis, kami tinggal berempat
tinggal dirumah yang cukup sederhana, tapi bisa dibilang
berkecukupan. Saat waktu kecil aku dan adikku bisa
dibilang bahagia masih mempunyai keluarga yang
lengkap, setiap kemanapun selalu berempat seperti
505
makan diluar, dan jalan - jalan bersama. Kebersamaan
bersama keluarga adalah kebahagiaan sendiri menurutku,
dimana kami bisa bercanda dan bermain bersama. Ada
ayah, ibu, aku dan juga adik. Walaupun sekarang waktu
berkumpul sudah semakin berkurang, seperti ayah yang
harus bekerja dan aku sibuk dengan tugas - tugas dari
kampus.
Aku dan adikku Fauzi selisih 4 Tahun. Ya walaupun
umur kita jauh berbeda tapi sering kali kita bertengkar
entah masalah makanan ataupun televisi. Karena sebelum
adikku lahir, aku merasa jadi anak tunggal maka wajar saja
aku sangat di manja oleh kedua orang tuaku. Semua yang
aku inginkan pasti selalu dituruti. Sedangkan sekarang
mesti terbagi oleh adik laki - lakiku.
Aku selalu merasa iri jika adikku dibelikan sesuatu yang
dia inginkan, dan aku melampiaskan kekesalanku diam di
kamar sendirian dan keluar kamar jika hatiku sudah
tenang.
Ibuku membantu ayahku dengan kerja sampingan untuk
mencukupi kebutuhan dirumah dengan berjualan nasi
uduk. Setelah ayah dan ibuku berjuang sama-sama pada
506
akhirnya ibunya bangun rumah alhamdulillah kami
berempat tinggal dirumah yang layak dan nyaman.
Singkat cerita, tak berselang lama kebahagiaan sederhana
yang dirasakan harus pergi, Ibu dan Ayahku jatuh sakit,
hatiku saat itu benar-benar hancur sehancur-hancurnya
melihat ayah dan ibuku jatuh sakit. Aku dan adikku
merawat ibu dan ayahku mencoba untuk selalu ada buat
mereka.
Setelah berjuang cukup keras kondisi ibuku semakin
melemah, akhirnya mamah menyerah aku kehilangan
sosok ibu yang sangat aku cintai. Allah lebih sayang sama
ibu, ibu udah tidak merasakan sakit. Tepat di umurku 19
tahun ibuku meninggalkanku, ibuku meninggal tahun
2021 yang dimana itu awal tahun 2021 yang sangat
menyakitkan dan itu sangat berat sekali bagi ku dan
keluargaku. Ayahku mengetahui Ibuku meninggal
kondisinya ngedrop dan sakit lagi, dan saat itu hatiku
hancur kaya orang tak berdaya. Dengan berjalannya waktu
alhamdulilah akhirnya ayahku sehat kembali bisa
beraktifitas kembali. Aku yang dibilang belum cukup
dewasa yang masih membutuhkan sosok kasih sayang ibu,
507
perhatian ibu, nasehat ibu dan kini kasih sayang,
perhatian ibu, nasehat ibu sudah tiada lagi. Tapi Aku,
adikku, dan ayahku harus ikhlas dan tabah.
Kini hidupku bertiga dengan ayahku tanpa kehadiran ibu.
Aku adalah anak tertua di keluarga ini, semua pekerjaan
rumah aku yang melakukannya. Mulai dari menyapu,
mengepel, masak, cuci piring, mencuci baju, dan setrika.
Sangat begitu berat sekali bagiku, mau tidak mau harus
dikerjakan siapa lagi kalo bukan aku yang
mengerjakannya terkadang aku dibantu oleh adik ku.
Terkadang orang lain mengira hidupku bahagia tidak
melakukan apa-apa tapi nyata mereka salah, mereka
hanya melihat dari sebelah mata yang mereka tau aku
tidak mengerjakan apa-apa pada nyata nya semua
perkerjaan rumah aku yang mengerjakan. Belum lagi
tugas-tugas kuliah yang tiap harinya tambah banyak.
Mungkin bisa di bilang sangat merepotkan sekali, tapi
harus tetap dijalankan.
Setelah 5 bulan berjalan ayah membuka hati untuk wanita
lain selain ibuku. Ada salah satu teman ibuku yang suka
dengan ayahku dan mendekati ayahku. Setelah ku
508
mengetahui itu hatiku benar-benar hancur sehancur
hancurnya yang aku kira ayahku cuman mencintai ibuku
sampai sehidup semati pada nyatanya.. Lebih hancur lagi
ketika ku tau yang mendeketi ayahku teman ibu ku
sendiri, kaya ga nyangka ko bisa gitu sama suami
sahabatnya sendiri. Ku tau dunia ini tetap berjalan dan
dilanjutkan, aku tau ayahku pengen punya istri lagi supaya
ada yang ngurusin. Tapi.. mengapa harus dengan dia,
kenapa tidak sama yang lain saja? dan itu membuatku
sangat hancur dan sedih yang selalu kurasakan. Aku takut,
takut ketika mempunyai ibu baru. Terkadang ibu baru
hanya mencintai ayahku saja tapi tidak dengan anak-
anaknya. kasih sayang nya tidak setulus kasih sayang ibu
kandung. Sebawel-bawelnya ibu kandung dia sangat
sayang kepada anaknya.
Aku wanita yang ceria, happy, periang dan semua itu telah
berubah. Kehidupanku sekarang sudah tidak lagi
berwarna, tidak lagi sepeti dulu yang tertawa lepas tanpa
harus pura-pura bahagia didepan orang lain, bahagia bisa
kumpul berempat ngobrol bareng, ketawa bareng, makan
bareng ketawa bareng, jalan - jalan bareng dan sekarang
509
hanya tinggal kenangan yang masih melekat didalam jiwa
ini. Sekarang hanya kesedihan yang aku rasakan,
kerinduan yang kurasakan. Seketika kebahagiaan itu
hilang, kebahagiaan itu hancur tanpa kehadiran mu ibu.
Andai nyawamu bisa digantikan dengan ku, biar aku saja
bu yang ga ada di dunia ini jangan ibu yang ga ada di
dunia ini, anakmu masih membutuhkan mu, suamimu
masih membutuhkanmu. Terkadang aku melihat teman-
temanku bersama ibunya berdua jalan bareng, ngobrol
dll. Aku juga pengen bu bisa bersama ibu lagi Tapi
pada kenyataannya tidak bisa bu, dunia ini tetap berjalan
aku berusaha ikhlas dan sabar menjalankan ini semua bu.
Hari-hari telah berlalu, hari ini tanggal 12-01 tepat 1 tahun
ibu meninggalkan kita semua, tidak kerasa aku bisa
melalui itu semua bu, walaupun sulit aku bisa melewati itu
semua bu, tahun lalu adalah tahun terburuk yang
kurasakan, tetapi banyak sekali pelajaran yang aku dapat.
seperti tabah, ikhlas dan sabar, menjadi pribadi yang lebih
dewasa lagi. Alhamdulillah bu aku dan adik tidak merasa
kesepian banyak yang sayang sama aku dan adik semua,
510
banyak yang jagain putri dan fauzi. Bahagia selalu ya bu
Ibu udah tidak merasakan sakit lagi, istirahat dengan
tenang ya bu, ibu ga usah sedih anak-anak ibu disini baik -
baik saja, kami berdua akan menjaga ayah dengan
semampu kita ya bu. Maaf bu mungkin aku tidak bisa
seperti ibu, ibu yang kuat yang bisa melakukan segala
sesuatu tanpa pernah lelah. Apakah aku bisa seperti ibu?
tentu saja aku tidak bisa seperti ibu, tapi berjalannya
waktu aku akan belajar, belajar menjadi sosok ibu, ibu
yang kuat, yang sabar dan bisa melakukan semua apa -
apa sendiri. Walaupun aku belum berumah tangga
mungkin dari sini aku bisa belajar bu supaya kedepannya
aku terbiasa dengan ini semua. Aku ikhlas bu dengan
semua ini, semoga aku bisa kuat seperti ibu, jagain aku
terus ya bu walaupun dari kejauhan, peluk aku disaat aku
terjatuh, disaat aku sendirian. Ibu maafkan aku, jika aku
selalu merepotkanmu, terimakasih atas kasih sayangmu
pengorbananmu telah merawatku, membesarkan ku,
maaf aku belum bisa membahagiakan ibu, belum bisa
membalas semua jasa - jasa mu. Ibu walapun bisa tetapi
511
tidak bisa membalas semua jasa - jasamu yang sudah
diberikan kepada anak - anaknya dengan kesetulusan hati.
Maafkan aku jika aku susah dibilangin.
Tidak ada kehadiran ibu hidupku hampa, bagaikan aku
tidak tau arah tujuan bu. Aku masih membutuhkan
bimbinganmu, nasehat ibu.
Merindukan moment ketika makan malam bersama di
satu meja makan dengan masakan ibu dan bapak selalu
menceritakan apa yang terjadi dan akan mendengar
motivasi dari ayah.
Aku sangat merindukanmu ibu, setiap kali aku rindu
hanya melihat foto ibu dan membaca surat yasin serta
mendo’akanmu. Aku selalu berdo’a setiap kali aku
melangkah, aku seorang wanita berani kemana - mana
sendiri yang dulunya penakut dan kurang percaya diri.
Terimakasih semua yang sudah membaca cerpenku
beginilah kisahku, Pesanku Jika kalian masih mempunyai
seorang ibu yang sudah melahirkan dan sayangilah beliau
tiada kasih sayang kalian dapat yang tulus dan ikhlas dari
ibu kalian, tiada tanpa jasa juga pengorbanan ibu kalian.
512
Jika kalian yang ibunya sudah tidak ada jadilah yang kuat,
tabah, tangguh, sabar, untuk menjalani kehidupannya.
513
LIBURAN YANG MENGASYIKAN
Oleh: Putri Cahya Kuncoro
Suatu hari dimana liburan semester pun tiba, aku
dan keluarga berlibur ke pantai Tanjung kait yang dimana
terletak di ujung bagian Tangerang. Ayah mengemudi
saya berada kursi depan menemani Ayah yang sedang
serius mengendalikan kemudi mobilnya, sedangkan Ibu
dan adik perempuan Saya berada di kursi belakang.
Selama perjalanan Ayah banyak bercerita tentang
perjalanan menuju pantai pangandaran ini. Katanya
perjalanan untuk sampai di lokasi pantai tanjung kait
kurang lebih akan menempuh jarak 5 jam.
Sesekali saya melihat bagaimana cara Ayah dalam
mengendalikan mobilnya. Cekatan sekali dan sangat
patuh akan rambu - rambu lalu lintas. Bukanya apa - apa
kata Ayah sebagai warga Negara Indonesia yang baik dan
pengendara jalan raya yang baik haruslah mematuhi setiap
rambu lalu lintas yang ada.
514
Hal ini demi keselamatan jalan raya terutama
keselamatan para pengendaranya agar tidak terjadi
kecelakaan. Karena banyak contoh seperti yang terlihat di
media televisi adanya kecelakaan alat transportasi ini
banyak disebabkan oleh kelalaian dari para
pengemudinya.
Ketika sedang asik mendengarkan cerita yang
disampaikan oleh Ayah, Saya melihat suasana
pemandangan alam yang Indah. Hamparan sawah yang
Indah, orang - orang yang sedang sibuk dengan
pekerjaanya, aneka hewan yang sama sekali belum Saya
temui selama hidup di Kota seperti kupu- kupu dan jenis
hewan lainnya membuat Saya semakin senang dan
melupakan lamanya perjalanan ini.
Ditengah perjalanan aku dengan adikku
menikmati perjalanan dengan musik yang di stel dalam
mobil. Setelah itu aku dan adikku pun makan bekal yang
dibawa dari rumah. Makan pun selesai, beberapa saat aku
dan adikku tertidur, tidak lama kemudian kami terbangun
oleh suara keramaian, yang dimana perjalanan kami
melewati pasar dekat yang tidak jauh dari pantai.
515
Satu setengah jam sudah berlalu dan lamanya
perjalanan sudah dilewati akhirnya Kami pun sampai di
pintu gerbang tempat pembelian karcis menuju lokasi
utama dari pantai pangandaran. Ayah mengeluarkan uang
untuk membayar karcis, palang pintu perlintasan diangkat
dan akhirnya itu menjadi pertanda bahwa Kami
sekeluarga telah sampai di Pantai tanjung kait.
Horeeeee… Horeeeeeeee.. Adiku berteriak, teriak
di dalam mobil sambil menyanyikan lagu anak anak libur
telah tiba - libur telah tiba. Saat itu Saya melihat wajah
penuh kebahagiaan terpancar dari imutnya wajah adik.
Sama seperti yang adik saya rasakan, kebahagiaan dan
rasa lega dapat dirasakan juga oleh akhirnya saya Ibu dan
Ayah.
Kami turun dari Mobil dan menuju tempat
penginapan tersebut. Ayah Saya menemui resepsionis
hotel untuk memilih kamar yang pas. Kunci sudah
diterima dan Kami sekeluarga bergegas untuk
mengunjungi kamar hotel tersebut. Pintu kamar terbuka
dan akhirnya Kami sekeluarga dapat sejenak beristirahat
di dalam kamar yang Indah dengan dekorasi hiasan
516
dinding nya yang sangat cantik dan pemandangan dari
balkon kamar yang langsung berhadapan dengan
Indahnya Pantai Tanjung kait.
Tidak berlangsung lama adik yang memang sudah
tidak sabar untuk segera berenang di pantai mengajak
Saya untuk menemaninya. Ayolah, pada saat itu ibu
menembali ucapan adik dan dengan menggunakan
pakaian yang sudah berubah menjadi pakaian renang
Kami turun dari kamar penginapan menuju tepian pantai.
Tanpa pikir panjang lagi kami berenang renang,
menyewa ban juga pelampung dan tak ketinggalan juga
untuk menaiki kuda yang disewakan oleh para pemandu
sebagai fasilitas yang melengkapi Indahnya wisata Pantai
Tanjung kait. Pokonya semua wahana di pantai tersebut
Saya dan adik nikmati satu persatu.
Setelah lama dan merasa bosan dengan keadaan
pantai ini kemudian Ayah yang pada saat itu hanya
mengawasi saja tanpa berenang mengajak Kami untuk
pergi ke Pantai satunya lagi yaitu pantai Pasir putih yang
ada diseberang pulau dengan menggunakan perahu
sebagai pengangkut menuju pantai pasir putih tersebut.
517
Memang jaraknya tidak jauh, hanya kurang lebih
10 menit saja dari lokasi Pantai utama. Sebenarnya ada
dua jalan untuk menuju Pantai dengan hamparan pasir
putih tersebut yang pertama lewat jalur darat yaitu dengan
menaiki hutan yang didalamya terdapat gua jepang
peninggalan jaman penjajahan dulu dan jalan yang kudua
yang kami pilih adalah jalan laut dengan menggunakan
kapal nelayan untuk menyeberangi lautan.
Jusssssssssssshhhhh!!!! Berangkatlah kapal, dan
ternyata setelah berkeliling pulau dengan menggunakan
kapal itu sangat mengasyikan sekali Kita dapat melihat
keindahan laut luas, terus lokasi patung misterius,
kemudian dapat juga berenang bebas dengan
menggunakan pelampung di tengah laut luas.
Sekian terimakasih....
518
KENANGAN MASA SMA
Oleh: Putri Dwi Wulandari
Matahari sudah mulai terbit, jam menunjukkan pukul
05.00 pagi.
"Kring... kring... kring...." terdengar bunyi alarm.
Terbangunlah seorang gadis dari tidurnya, gadis itu
bernama Erisa Wirawan atau yang lebih akrab dengan
panggilan Eri, ia seorang siswi SMA kelas 11. Setiap jam
05.00 pagi Eri sudah terbangun, ia bergegas dari tempat
tidurnya dan langsung menuju kamar mandi untuk
bersiap - siap ke sekolah. Sebelum berangkat sekolah Eri
menyempatkan untuk membantu ibunya membereskan
dagangan di etalase depan rumah, ibu Eri berjualan
macam-macam kue kering dan ayahnya seorang karyawan
swasta. Ayah Eri bertugas di luar kota, setiap sebulan
sekali ayahnya pulang. Jam sudah menunjukkan pukul
06.30 sudah waktunya Eri berangkat ke sekolah.
"Bu, Eri berangkat dulu yah" Eri berpamitan sambil
mencium punggung tangan ibunya
"Iya nak hati - hati yah, yang rajin belajarnya" jawab ibu
“Assalamualaikum” Eri mengucapkan salam
519
“Waalaikumsalam” jawab ibu
Eri segera berangkat ke sekolah menggunakan angkutan
umum, jarak dari rumah ke sekolah hanya memakan
waktu 20 menit saja, namun terkadang di perjalan terjadi
macet karena melewati pasar. Sesampainya di sekolah,
terlihat dua sahabat Eri bernama Gita dan Saod sedang
menunggu di depan gerbang kedua sekolah, dan mereka
langsung meneriaki Eri untuk cepat-cepat.
"Eri... ayo cepat, sebentar lagi tilawah mau mulai!" Teriak
Saod
"Astaga, ayo... ayo..." ucap Eri sambil berlari dengan
kedua sahabatnya menuju kelas.
Tilawah adalah kegiatan pembiasaan di sekolah setiap
harinya, yang memandu kegiatan tilawah yaitu anggota
ROHIS. Sebenarnya saat tilawah tidak ada absen dengan
keterangan telat, namun karena hari ini ada jadwal mata
pelajaran Kimia dan gurunya sangat tegas saat diabsen
selalu menanyakan apakah telat mengikuti tilawah atau
tidak. Karena itu Eri dan sahabatnya terbirit - birit
berlarian menuju kelas.
Sesampainya di kelas, terlihat sudah ada mentor yang
akan memandu kegiatan tilawah dan empat sahabat Eri
520
yang sudah duduk di tempaynya masing - masing. Ya
sahabat Eri tidak hanya Gita dan Saod, tapi masih ada
yang lainnya yaitu Nida, Nunu, Dada dan Dini.
"Huft... untung belum mulai tilawah" ucap Eri dengan
nafas yang terengah - engah
"Iya hari ini kita selamat" jawab gita sambil mereka
berjalan ke tempat duduk masing - masing.
“Yah telat tuh kalian” ledek Nunu
“Enggak dong kan baru mau dimulai wle wle” jawab Saod
sambil menjulurkan lidahnya
Tilawah pun dimulai
Eri dan sahabatnya mengikuti pembiasaan tilawah sampai
selesai, jam pembelajaran pun berlangsung dengan cepat
hari ini, karena guru - guru akan ada rapat dan para murid
pulang lebih awal.
Eri dan sahabatnya tidak akan melewatkan waktu
luangnya untuk langsung pulang ke rumah masing -
masing, mereka akan pergi ke salah satu rumah mereka
untuk berkumpul dan bermain melakukan banyak hal.
Seperti menonton film, memutar musik dengan volume
yang lumayan besar dan bernyanyi bersama, sampai lelah
521
dan semuanya tertidur sampai hari mulai sore. Eri dan
sahabatnya bergegas pulang ke rumah masing - masing.
Persahabatan mereka tak selalu terlihat baik-baik saja, dan
mereka tidak akur - akur saja. Eri dan sahabatnya juga
sering bertengkar, kadang hanya masalah kecil mereka
buat jadi besar dan sering terjadi kesalahpahaman antara
mereka. Saat Eri dan sahabatnya bertengkar suasana
terasa sangat dingin mereka berdiam - diaman, tidak
saling menyapa seperti biasanya.
Tapi pertengkaran mereka tidak akan berlama - lama
hanya 3 hari saja, setelah itu Eri akan mengajak
sahabatnya untuk membicarakan dan meluruskan
kesalahpahaman itu, sampai mereka saling meminta maaf
dan akrab kembali.
1 tahun berlalu
Hari kelulusan kelas 12 tiba, Eri dan keenam sahabatnya
mengenakan kebaya dan berdandan dengan cantik.
Mereka melewatkan hari kelulusannya dengan berbahagia
dan mengabadikan momen tersebut dengan foto bersama.
Setelah kelulusan, Eri dan sahabatnya memutuskan untuk
melanjutkan pendidikan mereka ke jenjang selanjutnya.
Mereka telah memutuskan akan melanjutkan ke
522
Universitas dan program studi yang diinginkan. Eri dan
sahabatnya kuliah di Universitas yang berbeda, hanya Gita
dan Saod yang kuliah di Universitas yang sama.
Eri dan sahabatnya sudah memiliki kesibukan masing -
masing, mereka jarang bertemu karena kesibukannya
tidak ada waktu yang pas untuk mereka bertemu. Bahkan
di grup whatsapp yang mereka buat sudah tidak ada lagi
yang bertukar pesan, Eri pernah mengirim pesan di grup
yang isinya mengajak sahabatnya untuk bertemu. Namun
pesan Eri tidak mendapatkan respon dari sahabatnya.
“Hai kalian apa kabar, sepertinya kalian semua sangat
sibuk, sehat selalu yah. Aku kangen banget sama kalian
sahabatku” gumam Eri dalam hati.
523
PUTRI SOMBONG DENGAN
KECANTIKANNYA
Oleh : Rafa Thirafi
Hiduplah seorang gadis di Desa Cuensiro yang
bernama Thalia Ananda Putri yang dimana biasa disebut
di Desanya dengan sebutan Kembang Desa. Ia disebut
sebagai Kembang Desa karena paras wajahnya yang
cantik, putih, dan berambut panjang. Semua orang selalu
melirik kepadanya dan terkagum melihat kecantikan
wajah gadis tersebut. Ia mempunyai cita - cita dan
keinginan menjadi seorang ratu, tapi keinginannya tak
pernah tercapai.
Di Desa Cuensiro terdapat kerajaan yang bernama
Kerajaan Cuensiro yang di pimpin oleh raja Brahmajaya
dan ratu Alice dan mempunyai satu orang putra yang
bernama Anggara. Raja Brahmajaya terkenal raja yang
baik hati,dan selalu ramah kepada rakyatnya. Selama
kepemimpinannya di Desa Cuensiro sangat lah maju dan
terasa damai.
524
Hingga suatu ketika, kabar duka cita datang dari
kerajaan Cuensiro bahwasannya raja mengalami penyakit
yang mengganaskan, beberapa tabib telah didatangkan
untuk mengobati penyakit raja, Tapi ternyata raja tak bisa
diselamatkan lagi hingga akhirnya raja meninggal dunia.
Sang ratu hanya bisa menangis melihat keadaan
tersebut dan beberapa hari setelah raja meninggal dunia,
sang ratu juga mulai sakit - sakitan hingga para tabib
didatangkan ke kerajaan untuk mengobati sang ratu, tapi
sang ratu tak bisa diselamatkan lagi hingga akhirnya
meninggal dunia.
Sebelum sang ratu meninggal dunia, ia berpesan
kepada anak laki - lakinya semata wayang yang sudah
mulai beranjak besar, namanya Anggara.
“Anakku, sekarang kamu sudah besar, kelak jika aku
sudah meninggal dunia kamulah pemimpin kerajaan
Singgapua ini dan carilah perempuan yang baik yang bisa
menjadi pendamping hidupmu”
Anaknya manjawab, “Iya Ibuku, nasihat dan pesanmu
akan aku laksanakan, jangan khawatirkan aku Ibuku”
525
Suatu hari, ketika pangeran berjalan di tepi hutan
di dekat sungai yang luas yaitu sungai Kalipua. Tiba-tiba
sang pangeran melihat sosok seorang perempuan cantik
yang sedang duduk - duduk di tepi sungai tersebut, sang
pangeran menghampiri perempuan cantik itu.
“Maaf, kalau kehadiranku mengganggumu, bolehkah aku
tahu siapa namamu dan dimana tempat tinggalmu sang
putri?”
Perempuan cantik tersebut menjawab, “Tidak apa-apa
pangeran, namaku Thalia Ananda Putri , tinggalku di
gubuk kecil di tepi hutan sebelah timur sana pangeran”
Sejak pertemuan pertama saat itu lah Pangeran
jatuh cinta kepada Thalia. Pangeran pun mulai mencari
tau seluk beluk kehidupan Thalia. Pangeran pun
menghampiri rumah Thalia bersama pengawal kerajaan.
Thalia sangat kaget saat Pangeran menghampiri ke rumah
nya. Thalia merasa senang dan tidak menyangka.
Pangeran dan Thalia pun menjalin hubungan
kasih ,Pangeran berkata “Thalia maukah engkau menjadi
526
ke kasih ku?” Deangan senang hati Thalia pun menjawab
“Tentu tuan aku menerima engkau menjadi kekasihku”
Sejak saat itu berita tersebut menyebar di
lingkungan sekitar kerajaan Cuensiro, warga pun sangat
terkejut setelah mendengar Thalia seorang gadis miskin
menjadi ke kasih Pangeran di desa mereka. Namun,
semenjak saat itu lah warga merasa Thalia berubah
menjadi sombong karena merasa dirinya sudah menjadi
bagian penting di desa tersebut
Singkat cerita, sang pangeran melamar sang putri
cantik tadi dan mereka melangsungkan pernikahan di
kerajaan Cuensiro, acara berjalan lancar dan meriah, kini
sang pangeran telah menjadi raja dan Thalia telah menjadi
ratu di kerajaan Cuensiro
Suatu ketika, ratu Thalia sedang bersolek di dalam
kamar, tiba-tiba raja Anggara datang menghampiri ratu
Thalia lalu berkata.
“Kamu sangat cantik istriku, kamu memang pantas jadi
ratu di kerajaan ini”
527
“Tentu iya suamiku, tidak ada yang bisa menandingi
kecantikanku ini” jawab ratu Thalia dengan sombongnya.
“Tapi kamu tak boleh sombong istriku, ingat! Kita ini
pemimpin kerajaan Cuensiro,kita harus memberikan
contoh yang baik kepada rakyat kita” kata raja Anggara.
“Baik suamiku aku akan selalu mengikuti perintah mu”
kata putri Thalia
Disanjung - sanjung, hal yang tidak diinginkan pun
terjadi, ratu Thalia yang dahulunya baik dan ramah kini
menjadi angkuh dan sombong semenjak menjadi istri raja
Anggara dan juga semenjak menjadi ratu di kerajaan
Cuensiro.
Di Desa Cuensiro ini terdapat sungai yaitu Sungai
Kalipua. Konon, sejarahnya sungai Kalipua ini dapat
mengetahui sifat seseorang.Konon ada seorang petuah
berkata “Orang yang sombong akan mati disungai ini”.
Percaya atau tidak percaya namun perkataan petuah
tersebut benar adanya. Sudah beberapa kali orang yang
menjadi korban tenggelam disana.
528
Suatu ketika ratu Thalia berjalan - jalan di tepi
Sungai Kalipua. Ia sangat senang berjalan - jalan disana.
Namun, ia lupa akan sejarah sungai tersebut karena
sombongnya kepada rakyat, ratu Thalia terjatuh ke dalam
sungai Kalipua yang dalam dan ratu Thalia berusaha
untuk berenang, tapi ia tidak pandai berenang dan
akhirnya ratu Thalia meninggal dunia di sungai tersebut.
Namun, kejadian tersebut warga kerajaan belum
ada yang mengetahui bila ratu Thalia tenggelam di sungai
Kalipua tersebut. Beberapa jam setelah itu, seorang
pemancing ikan melihat sosok mayat melambung -
lambung di tepi sungai, setelah dilihat ternyata mayat
tersebut sang ratu Thalia dan pemancing memberi kabar
duka kepada sang raja Anggara.
Raja Anggara terkejut, lalu mereka
menyelamatkan ratu Thalia dan memakamkannya.
Seketika rakyat-rakyat berkata..
“Ratu Thalia memang pantas mendapat balasan seperti
itu, ratu Thalia itu kan sombong”
529
“Iya, memang betul. Sekarang kerajaan kita sudah damai
dan ratu Thalia yang sombong itu sudah meninggal dunia”
jawab rakyat lainnya.
Pada hari itu, rakyat gembira karena tidak ada lagi ratu
pemimpin mereka yang sombong dan raja Anggara
meminta maaf kepada rakyat - rakyat karena
kesombongan ratu Thalia yang sering memaki - maki
rakyat, lalu rakyat Cuensiro memaafkan raja dan ratu,
setelah itu kerajaan Cuensiro aman, damai dan tentram
kembali seperti semula.
Semenjak kepergian sang istri yaitu ratu Thalia, Raja
Anggara sering merasa kesepian dan sedih yang berlarut-
larut.Raja Anggara berfikir sudah tidak ada yang bias
menyemangati dirinya lagi, orang tua sudah tiada, dan istri
pun tiada.
Namun, Raja Anggara pun tersadar dan mulai
membangun semangat lagi. Karena ia masih mempunyai
tanggung jawab yang telah menjadi wasiat dari sang Ayah
yaitu Raja Brahmajaya untuk menggantikan posisi nya
menjadi seorang pemimpin di kerajaan Cuensiro.
530
BUKIT BELAKANG RUMAH NENEK
Oleh: Ratu Diana Roswati
Pagi itu adalah hari paling ditunggu Rara, karena Rara
akan pergi ke rumah nenek di Desa untuk berlibur. Rara
sudah sangat bosan dengan pemandangan kota yang ia
lihat setiap hari. Suara macet, suara mesin - mesin
pembangunan jalan dan suara ramai di Ibu Kota
membuat Rara rindu dengan indahnya suasana pedesaan
di rumah nenek.
Sebelum berangkat, Mama sudah menyiapkan bekal yang
akan dibawa untuk menemani perjalanan mereka. Mama
membuat bekal nasi dengan lauk telur dadar yang
digulung, sosis yang dibentuk seperti cumi - cumi yang
lucu dan sayuran yang dibentuk seperti bunga yang cantik
untuk bekal Rara. Lalu, membuat bekal nasi dengan lauk
ikan sarden dan sayur bayam kesukaan Papa untuk bekal
Papa. Mama juga membuat banyak makanan pendamping
dan lauk untuk dibawa ke rumah nenek.
531
Dalam perjalanan Rara melihat keluar jendela dengan
wajah berseri - seri. Ia sudah membayangkan dirinya
sedang berlari mengejar layangan di halaman belakang
rumah nenek. Ia tidak henti - hentinya tertawa
membayangkan ayam - ayam di depan rumah nenek
mematuki sendal Papa seperti saat ia berlibur ke rumah
nenek 3 tahun lalu.
“Hey, kamu sedang menertawakan apa?” ucap Mama
yang terheran - heran mengapa Rara terus saja tertawa
sambil memandang keluar jendela.
“Aku kangen ayam - ayam di rumah nenek hehehehe”
Rara pun tersenyum lebar dan menunjukann gigi
kelincinya yang imut.
Setelah menempuh perjalanan selama lima jam, akhirnya
mereka sampai di rumah berukuran sedang khas dengan
arsitekturnya yang tradisional, rumah nenek. Di depan
rumah, mereka disambut dengan lambaian tangan yang
hangat dan senyuman manis dari seseorang yang
menunggu mereka sejak pagi.
532
“Neneeeekkkkk!!!” Rara berlari dan melompat menuju
pelukan nenek.
“Raraaaaaaa!!!” Nenek pun membalas teriakan Rara dari
kejauhan, sambil membuka tangan lebar - lebar, bersiap
untuk memeluk cucu tersayangnya.
“Nenek tahu tidak? Aku sekarang berumur 7 tahun. Aku
sudah besar!” Teriak Rara sambil meletakan tangan di
pinggang sebagai tanda bahwa ia sangat bangga dengan
umurnya.
“Iya cucuku sayang, sekarang Rara tambah cantik ya.” Puji
Nenek.
Setelah itu, Nenek mempersilahkan Rara, Mama dan
Papa masuk untuk meletakan barang - barang di dalam
kamar. Nenek pun menyuguhi mereka dengan kolak
pisang yang menjadi makanan khas setiap mereka dating
berkunjung. Kolak itu sangat lezat.
Matahari sudah mulai menguning, jam sudah
menunjukan pukul 3 sore. Rara sangat tidak sabar untuk
bermain di luar. Rara pun meminta izin Mama, Papa dan
Nenek untuk pergi bermain sebentar. Setelah diizinkan,
533
Rara pun berlari dengan riang menuju halaman belakang
rumah yang indah.
Tapi, tidak lama kemudian pandangan Rara tertuju pada
bukit di belakang rumah Nenek. Bukit itu seperti
memanggil Rara. Bukit itu terlihat seperti akan
menyuguhkan Rara dengan berbagai macam petualangan
seru dan asyik. Rara pun tanpa sadar pergi menuju bukit
tersebut sendirian.
Sruk sruk sruk
“Ah, bunyi apa itu?” Rara penasaran dan mengikuti asal
suara tersebut. Rara pun terus berlari ke dalam hutan
untuk mencari tahu apa yang terjadi.
Saat Rara merasa sudah lebih dekat dengan sumber suara
yang ada dibalik semak belukar. Rara pun mendekat
pelan-pelan dan mengintip dari balik semak belukar itu.
Rara pun kaget, dan hampir berteriak. Ternyata suara itu
berasal dari pohon tua yang hidup dan bergerak. Pohon -
pohon itu saling bercanda dan berbincang satu sama lain.
Mereka pun bisa bergerak. Sontak Rara pun kaget dan
534
juga bingung. Ia mundur perlahan dan tanpa sengaja
menginjak daun kering di belakangnya.
“Siapa di situ!” Pohon tua itu terkaget dengan suara yang
dibuat Rara. Pohon itu pun berlari mendekat dan
menemukan Rara yang terjatuh.
“Ah, ada anak manusia. Kenapa kamu sendirian di sini,
nak?” Ucap ramah Pohon itu sambil tersenyum.
“Halo, Kakek pohon yang ramah. Aku Rara, umurku 7
tahun. Aku ke sini karena mengikuti suara yang kudengar
dari luar bukit. Ternyata suara itu dari kakek pohon yang
sedang berbicara.”
“Hohoho, benar. Suara itu aku yang membuat. Kami para
pohon di bukit ini bisa bicara saat tidak ada manusia.”
Ujar kakek pohon itu sambil tertawa ringan.
“Kenapa kalian tidak mau berbica depan manusia, kek?”
Tanya Rara dengan wajah polosnya.
“Karena tidak semua manusia bisa memahami perbedaan
dengan damai.” Jawab Kakek pohon singkat.
535