The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Kumpulan PUISI (Puisi Akrostik, Puisi Anak, Puisi Haiku Tanka, Puisi Bebas) dan CERPEN (cerita pendek) yang dituliskan oleh seluruh mahasiswa 5F PGSD, Universitas Muhammdiyah Prof Dr. Hamka. Fakultas Keguruan da Ilmu Pendidikan.

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by safitridwia.04, 2022-01-18 23:33:01

SAJAK AKSARA DAN ANTOLOGI CERITA

Kumpulan PUISI (Puisi Akrostik, Puisi Anak, Puisi Haiku Tanka, Puisi Bebas) dan CERPEN (cerita pendek) yang dituliskan oleh seluruh mahasiswa 5F PGSD, Universitas Muhammdiyah Prof Dr. Hamka. Fakultas Keguruan da Ilmu Pendidikan.

Keywords: PUIS,CERPEN

Terimakasih sudah menjadi ayah terbaik
Ayah yang tak pernah mengeluh
Dan ayah yang selalu ada untukku

PUISI BEBAS
SAHABATKU

Oleh: Miratun Hasanah Nuryasri

Wahai sahabatku,
Kaulah sosok yang begitu berarti
Sosok yang selalu ada untukku
Dikala aku merasa sedih dan bahagia

Sahabatku…
Maaf jika selama ini aku selalu membuatmu susah
Maaf dikala kau membutuhkanku, aku tak pernah ada
Maaf jikalau aku menyakitimu secara sengaja maupun
tidak

136

Terimakasih sudah mau menjadi sahabatku
Terimakasih sudah menerima segala kekuranganku
Ku mohon, tetaplah berada di sampingku
Jangan pernah terpikir untuk meninggalkanku

137

PUISI AKROSTIK
DIRIKU

Oleh MUHAMMAD DAFFA RIZYANTO
Daffa panggilan akrab ku

Indah Berada Di tempat yang indah
Rusak ditempat yang rusak
Itulah aku
Kemanapun akan ku jaga
Untuk orang tua ku banggakan

138

PUISI HAIKU
MENANTI

Oleh: Muhammad Daffa Rizyanto

Diriku Kini
Lelah Jiwaku Kini
Menanti Kau Kembali

PUISI TANKA
SIAPA KATA

Oleh: Muhammad Daffa Rizyanto

Siapa Kata
Diriku Tak Kembali
Kau Yang Ku Nanti
Sudah Aku Tentukan
Kapan Kita Bertemu

139

PUISI ANAK
PAGIKU

Oleh: Muhammad Daffa Rizyanto
Matahari Terbit disitu

Ku terbangun dari tidurku
Mulai ku membantu ibu
Ku bersihkan tempat tidurku

MALAMKU

Oleh: Muhammad Daffa Rizyanto
Sampai jumpa matahari
Selamat datang rembulan malam
Sudah lelah tubuhku ini
Sehinga aku pun terpejam

PUISI BEBAS
DIAM

Oleh: Muhammad Daffa Rizyanto
Tenang
Tetap Tenang
Sampai Terdiam

140

PUISI AKROSTIK
CINTA

Oleh: Muhammad Irfan Maulana
Aku Akan Selalu Ada Untuk Mu
Meski Terhalang Jarak dan Waktu
Aku Akan Tetap Menunggu Sampai Kamu Datang
Kepadaku
Need You Always Beside Me
Dimana pun Kamu Berada Aku Selalu Di Hati Mu
Aku Ingin selalu Bersamamu Sampai MenjemputKu

141

PUISI HAIKU TANKA

Oleh: Muhammad Irfan Maulana
Kamu rembulanku
Semua tidak akan baik-baik saja
Jika kamu bukan milikku
Bunga sakura bermekaran
Seperti pemikiran aku dan kamu
Berhayal dipikiran ku
Bahwa kamu malaikatku
Dan satu- satunya milikku

142

PUISI ANAK
CITA-CITA

Oleh: Muhammad Irfan Maulana

Aku ingin jadi kupu – kupu
Terbang di langit yang cerah
Berangan- angan tentang masa depan
Aku ingin jadi bintang
Turun ke bumi
Membawa cahaya kehidupan
Aku ingin jadi insan teladan
Saling berbagi rasa sayang
Tanpa belenggu kekerasan

143

KASIH SAYANG KELUARGA

Oleh: Muhammad Irfan Maulana
Keluarga tempat pelindunganku
Aku sangat sayang ibuku
Aku sayang ayahku
Aku juga sayang adik-adikku
Merekalah keluargaku, milikku seutuhnya
Sangat bahagia bisa memilikinya
Selalu ada dalam suka dan duka
Kami selalu saling melengkapi
Jangan pisahkan kami, Tuhan
Walai badan menerjangku

144

PUISI BEBAS
SEPINYA HATI

Oleh: Muhammad Irfan Maulana

Saat malam datang aku Cuma terdiam, air mataku
menetes dengan sendirinya dan
akupun sering nanya ke diri sendiri,
“ sampai kapan yaa aku harus sesak kaya gini ? “
Rasa itu bikin aku muak karena aku harus mengulangi
fase itu
setiap harinya dari pagi sampai ketemu malam lagi.
Aku selalu bilang gapapa
Aku selalu berpura pura kuat
Itu yang bikin aku sedih dan sering nangis sendiri

145

PUISI AKROSTIK
SULISTIAJI

Oleh: M. Sulistiaji

Sama seperti perjumpaan kitadulu
Untuk pertama kalinya bunga magnolia mekar pada
waktu itu
Lantas, apakah kamu tau apa artinya itu?
Iya, aku menginginkanmu untuk tetap tinggal
Selama ini memang aku pandai menyembunyikan
perasaanku
Tapi, tidak untuk kali ini. Aku akan mengungkapkan
semuanya
Ibarat bunga magnolia yang mekar
Aku masih mengingat alas an mengapa aku bisa jatuh
kepadamu
Jatuh cinta orang bilang
Izinkan aku mengungkapkannya, nanti…

146

HAIKU
SELEMBAR KERTAS PUTIH

Oleh: M. Sulistiaji

Selembar Kertas
Warnamu putih bersih
Bagaikan awan

TANKA
RENDAH HATI

Oleh: M. Sulistiaji

MendakiGunung
BetapaRendah Lembah
Saat Di Puncak
Rasa Tetap Di Bawah
Karena Ada Langit

147

PUISI ANAK
MAMA

Oleh: M. Sulistiaji

Teman - temankumemanggil Ibu merekadengansebutan
Ibu
Sedangkan aku memanggilnya dengan sebutan Mama
Mama yang selalu marah kalau aku bangun siang
Mama yang selalu marah kalau aku makan sambal
berlari-larian
Mama yang selalumarahkalauakupulangterlalu sore
sehabisbermain..
Namun, ku tahu marahnya mamaku bukan bermaksud
untuk menakutiku ataupun jahat terhadapku
Akan tetapi agar aku menjadi anak yang lebih disiplin

148

PUISI ANAK
PAHLAWAN
Oleh: M. Sulistiaji

Seperti lagu gugur bunga, pahlawanku gugur dimedan
perang..
Sedih rasanya... kini kami semua ditinggal sendirian..
Hanya bias mengenan gjasa-jasa para pahlawan...
Pak Pangeran Diponegoro
Pak PB Soedirman
Pak Ki Hajar Dewantara
Ibu Kartini
Dan Ibu Cut NyakDhien
Serta para pahlawan yang selalu kami hormati yang tidak
bisa saya sebutkan satu persatu…
Jasamu akan selalu kami kenang..
Semoga kalian tenang dalam damai..

149

PUISI BEBAS
GURU

Oleh: M. Sulistiaji

Kehadiranmu membuat kami paham
Bahwa melangkah membutuhkan ilmu
Maka mengertilah kami
Terbukalah mata kami
Segala yang abstrak dan tidak bisa ditebak
Kau ajarkan dengan ikhlas tanpa mengeluh

Guru,
Berangkali kami tidaktahu
Betapa jasamu sangat berarti
Menyelamatkan kami dari gelapnya kebodohan
Hingga merasakan cerahnya hari karena pengetahuan
Terimakasih ku ucapkan kepadamu.

150

PUISI AKROSTIK
DUA RIBU SEMBILAN BELAS

Oleh: Nadiah Basna

Dua tahun lebih sudah ku menyimpan perasaan ini
Untuk menyimpan perasaan ini tidaklah mudah
Ada kalanya ku lelah dalam menyimpan

Ratusan malam ku lewati dengan banyak perasaan
Indahnya anganku bila kau benar dapat ku dapatkan
Bayangmu akan terus ada
Untuk selalu ku khayalkan

Suatu hari di tahun itu
Engkau membalas cerita di instagram ku
Mempertanyakan lagu apa yang ada di cerita instagram ku
Bingung perasaanku saat menerima pesan itu
Ingin rasanya aku mempertanyakan kepada orang-orang,
apakah aku bermimpi mendapatkan pesan darimu?
Letakkan handphone di atas meja
Aku ambil kembali handphone itu

151

Naluri ku berkata..

Bolehkah aku berharap?

Engkau dapat menjadi milikku

Lama sudah ku menanti

Akankah lebih lama lagi?

Sepertinya, iya.

PUISI HAIKU

KENANGAN

Oleh: Nadiah Basna

Kenangan ini

Memenuhi kepala

Menanti waktu

PUISI TANKA

PILU

Oleh: Nadiah Basna

Tersedu aku

Melihat kenyataan

Kita berlalu

Hati ini menjerit

Dalam pekatnya biru

152

PUISI ANAK
ALBUM FOTO

Oleh: Nadiah Basna

Lembaran foto tersimpan rapi disana
Yang penuh dengan kenangan
Ketika ku membukanya
Membuat ku ingin kembali ke masa itu
Masa ketika aku dan keluargaku masih bisa berkumpul
Saat itu
Kakekku masih dapat menggendongku
Kami tersenyum dalam foto itu
Meskipun foto itu sudah memudar
Namun kenangannya tak mungkin bisa pudar

153

PUISI ANAK
KUCINGKU

Oleh: Nadiah Basna

Kau imut dan lucu
Putih dan abu-abu warnamu
Meow meow suaramu
Menggeliat ketika kau minta disayang
Tertawa ku melihat tingkahmu
Kucingku
Kau bagaikan teman bagiku
Kau ada saat kapan pun
Kau mendatangiku ketika aku sampai rumah
Aku menyayangimu

154

PUISI BEBAS
RINDU

Oleh: Nadiah Basna

Tak bisakah waktu diputar?
Ku masih ingin bersamamu lebih lama
Kembalilah
Kurindu suaramu
Kurindu lagu yang kau nyanyikan dengan gitarmu
Kurindu obrolan kita
Kurindu tempat pertama kali kita bertemu
Masih banyak keinginan yang belum terwujud saat
bersamamu
Namun kini kau pergi
Meninggalkan kenangan
Dan sejuta kerinduan
Terima kasih
Telah menemani hari-hariku saat itu
Ku menyayangimu

155

PUISI AKROSTIK
IMPIANKU

Oleh: Nanda Silviana
Aku menunggu kamu
Kembali bersama ku
Untuk hilangkan rindu ini
Diriku tidak sanggup berpisah
Ingin ada kamu disisiku
Andai kamu tahu
Menjadi bagian dari hidupmu adalah impianku

156

PUISI HAIKU
AKU

Oleh: Nanda Silviana
Aku ya Aku
Aku tidak sempurna
Seperti dia

PUISI TANKA
JAM ISTIRAHAT

Oleh: Nanda Silviana

Anak berbaris
Di dekat ruang kelas
Waktu bermain
Anak anak sekolah
Pada jam istirahat

157

PUISI ANAK
IBU

Oleh: Nanda Silviana
Ibu ... Terimakasih ..
Kau telah melahirkanku
Kau telah merawatku sangat baik
Cinta dan kasih sayang mu adalah semangatku
Ibu dengan apa aku membalasmu
Kasih sayang mu tanpa lelah
Ibu aku ingin selalu bersamamu
Aku ingin berada di dekapanmu selamanya...

158

PUISI ANAK
NASEHAT AYAH

Oleh: Nanda Silviana

Anak ku ,, Kau bagaikan rembulan
Di gelapnya malam
Tumbuh lah beriringan dengan kedewasaan
Pilih lah jalanmu
Berdiri tegaklah di atas kakimu
Menasihati dan mendidikmu itu tugas Ayah
Kejarlah mimpimu
Lewati semua rintangan mu
Teruslah melangkah
Dan gapailah semua mimpi mu

159

PUISI BEBAS
PASRAH

Oleh: Nanda Silviana

Senyum tipis hilang
Canda dan tawa tiada
Berpura pura bahagia
Menutupi kesedihan

Menyerah, ya kata itu
Ingin sekali kulakukan
Namun, tidak sanggup kulakukan
Sudah jauh kurasakan
Sudah banyak yang di lewatin
Dan sekarang hanya bisa
Pasrah dan Berdoa

160

PUISI AKROSTIK

Oleh : Nisrina Nauli
NAULI

Namamu sangatlah berarti
Aku bersyukur
Umurku bertamba
Lelahmu dibalas dengan maha kuasa
Ingatlah semua ada masanya

SUSI
Selamat ulang tahun
Untukmu Ibu ku
Semoga sehat selalu
Itu sebaris doaku untukmu

161

PUISI HAIKU

Oleh: Nisrina Nauli
MALAM

Penjelajahan
Tenda-tenda berdiri
Malam gulita

MUDIK

Berhilir mudik
Siang di tepi kolam
Terapi ikan

162

PUISI TANKA
CUACA

Oleh: Nisrina Nauli
Angina menderu
Melintas bayang kecil
Seekor katak
Sayup-sayup terdengar
Musim telah berganti

MUHARAM
Obor menyala
Malam berhias bintang
Satu Muharam
Saatny a pergi hijrah
Indah jalan hasanah

163

PUISI ANAK
“Namaku“

Oleh: Nisrina Nauli
Aku mempunyai nama
Nama itu panggilanku
Nama itu identitasku
Namaku jati diriku
Namaku sangat berharga
Hadiah dari orang tua
Namaku akan kujaga
Untuk dikenal dunia.

164

PUISI ANAK
“BANGUN PAGI”

Oleh: Nisrina Nauli
Mari kawan
Kita bangun pagi
Sambut datangnya mentari
Yang menyinari bumi
Ayo kawan
Berolahraga pagi
Hirup udara segar murni
Badan sehat wajah berseri.

165

PUISI BEBAS
TERSESAT

Oleh: Nisrina Nauli
Gelap gulita memandang malam
Tengah hutan belantara
Memacu adrenalin
Tersesat
Bingung
Mencari arah
Berkelana tak karuan
Hingga menemukan jalan pulang

166

PUISI AKROSTIK
BANGKIT

Oleh: Nurul Saufa Octaviani

Banyak hal yang harus dikejar
Andai aku bisa secepatnya untuk mewujudkan mimpiku
Namun apa daya, semuapun butuh proses
Gambaran mimpi-mimpi sekilas sudah jelas dipikiran
Kurasa, aku harus lebih semangat untuk menggapainya
Ibu dan ayah banyak menaruh harapan kepadaku
Tetap semangat untuk diriku yang suka mengeluh

PUISI HAIKU
MENTARI

Oleh: Nurul Saufa

Pagiku cerah
Sinarmu elok nian
Wahai sang surya

167

PUISI TANKA
BULAN SABIT

Oleh: Nurul Saufa

Gulita malam
Mengusik kesepian
Sabitmu indah
lsyarat ketenangan
Melukiskan kenangan

PUISI ANAK
MENABUNG

Oleh: Nurul Saufa Octaviani
Sungguh kerasnya terpaan ombak keborosan
Sempitnya hidup terasa mencekik
Harta tak tersisa dan hidup apa adanya
Mencukupkan yang terbiasa lebih dari cukup
Hemat itu sangat indah
Dan menabung itu sangat hebat
Mengumpulkan sedikit demi sedikit
Lalu memanen dikala sudah terkumpul banyak
Menabung lah selagi ada
Dan hilangkan keborosan yang menjerat kehidupan

168

PUISI ANAK
RUMAHKU

Oleh: Nurul Saufa Octaviani
Rumahku mungil
Rumahku bersih
Rumahku indah
Rumahku rapi
Ada taman di halaman depan
Berbagai bunga tumbuh di sana
Ku slalu berjanji
Kujaga kebersihan rumahku
Agar aku selalu nyaman hidup di situ

169

PUISI BEBAS
Lestari Ombak Laut

Oleh: Nurul Saufa Octaviani

Kubiarkan ombak mengusap
Kedua kakiku seperti menari-nari
Kedua mata memandang tanpa berkedip
Kulihat betapa indahnya tarian ombak

Jauh di ufuk kebiruan berpadu
Yang menyatukan langit dan laut
Namun, waktupun sekejap berlalu
Beranjak dari pesona

Hamparan pasir putihmu
Debur ombak yang berdebar
Dan keceriaan anak-anak tertawa

Tersenyum serta lesung pipimu bak pasir jemari-jemari
lentik
Yang sesekali gelombang menyapa

170

Waktu yang tak pernah kembali
Berjalan bahkan berlari
Inzinkanlah kutemui
Bukan sekedar untaian mimpi
Kan kubasuh kakiku dengan air lautmu

171

PUISI AKROSTIK
PUTERI

Oleh: Puteri Fadhillah Amroh
Pengujung tahun ini
Untaian kata indah bersemi
Terbiasa mengisi relung hati
Entah bisakah sampai nanti?
Ruang waktu leluasa menempati
Insan menatap berseri

172

PUISI HAIKU
SUNYI

Oleh: Puteri Fadhillah Amroh

Sunyi hatiku
Bunga di taman itu
Sepi tanpamu

PUISI TANKA
RINDU PELUKAN IBU

Oleh: Puteri Fadhillah Amroh

Dirumah ini
Tahun-tahun berlalu
O masa kecil
Seluruh tangisanku
Dalam pelukan ibu

173

PUISI ANAK
SEKOLAH

Oleh: Puteri Fadhillah Amroh
Setiap hariku selalu pergi ke sekolah
Dengan menggandeng tas sekolahku
Disana ku bertemu dengan kawan-kawanku dan guruku
Belajar bersama itu menyenangkan
Banyak hal yang ku dapat disana
Canda tawa menghiasi kelas
Dengan riang gembira kami belajar disana
Ilmu-ilmu yang kuterima dari guruku begitu banyak
Hari-hari yang cukup menyenangkan untuk dilalui

174

PUISI ANAK
AYAH

Oleh: Puteri Fadhillah Amroh
Ayah kau adalah cinta pertama anak perempuannya
Kau selalu menemaniku disaat suka dan duka
Kau selalu melindungiku dan menjagaku
Kau selalu menyemangatiku untuk terus berjuang
Kau adalah penyelamat hidupku
Kau bagaikan pahlawan bagiku
Aku menyayangimu ayah

175

PUISI BEBAS
MERINDUKAN MAMAH

Oleh: Puteri Fadhillah Amroh

Mamah
Kau memang sudah tidak ada lagi didunia ini
Tapi...
Kau akan selalu ada didalam ingatanku
Kau memang tidak lagi hadir dirumah ini..
Tapi, kau selalu ada didalam hatiku
Memang suaramu tidak ada lagi
Mengucapkan selamat malam untukku..
Tapi, dari langit aku tahu kau pasti mengucapkannya..

Mah..
Terimakah telah membesarkanku
Tanpa mamah aku bukan siapa-siapa
Tanpa mamah hidupku terasa hampa
Terimakasih atas pengorbananmu selama ini untuk
anakmu ini
Engkau telah menahan sakit selama 9 bulan

176

Hanya untuk melahirkanku
Terimakasih 19 tahunnya mah
Kasih sayangmu, Perhatianmu, akan ku ingat selalu
Mah..
Disini aku merindukanmu mah..
Aku selalu berdoa kepada Allah agar mama diberi tempat
yang indah di syurga
Dan selalu menerangi jalanmu

177

PUISI AKROSTIK
PUTRI

Oleh: Putri Cahya Kuncoro

Pengucapan kata terbalut irama
Untuk sebuah rasa dalam jiwa
Tanpa rasa begitu hambar
Rintik kata berasa indah
Ingin ku selipkan namamu dalam doaku

RINDU

Oleh: Putri Cahya Kuncoro

Rasa pilu menghantui mimpiku
Ingatan indah selalu terbayang
Namamu selalu membekas dihati
Dirimu selalu yang kurindu
Untukmu i miss you

178

PUISI HAIKU
KASIH TAK SAMPAI

Oleh: Putri Cahya Kuncoro

Hati berharap
Sia sia berjuang
Abai menghilang

PUISI TANKA
MERINDU

Oleh: Putri Cahya Kuncoro

Wahai dirimu
Yang selalu ku rindu
Dimana kamu?
Aku ingin bertemu
Canda tawa bersama

179

PUISI ANAK
SAYANG MAMA

Oleh: Putri Cahya Kuncoro

Mama ku yang baik hati
Engkau bagai malaikat tak bersayap
Menolongku disaat ku butuh pertolongan
Merawatku disaat sakit
Terimakasih mama
Selalu hadir untuk diriku

BUNGA YANG INDAH

Oleh: Putri Cahya Kuncoro

Bunga indah
Harumnya semerbak
Warna nya unik
Bentuknya indah
Menarik hati

180

PUISI BEBAS
SISA RASA

Oleh: Putri Cahya Kuncoro
Engkau meninggalkan ku begitu saja
Rasa ini terluka karena mu
Sungguh aku benci padamu
Namun rasa ini
Masih berpihak kepada mu
Akankah kau kembali...

181

PUISI AKROSTIK
FULLSUN

Oleh: Putri Dwi Wulandari
Hari yang cerah
Akan selalu bersamamu
Enggan untuk berlalu
Cukup satu hari saja
Hati ini merasakan kehangatan
Aku sangat bahagia
Namun hanya sebatas halusinasi

182

PUISI HAIKU
LURUH

Oleh: Putri Dwi Wulandari

Terlihat indah
Daun yang beterbangan
Jatuh ke tanah

PUISI TANKA
PANDANGAN PERTAMA

Oleh: Putri Dwi Wulandari

Pertama kali
Ku melihat dirimu
Di kerumunan
Saat itu kumulai
Merasa jatuh hati

183

PUISI ANAK
KUCING

Oleh: Putri Dwi Wulandari

Miaw... miaw... suaramu
Terdengar menggemaskan di telinga
Kau senang bermanja-manja
Dan tidur dalam dekapanku
Mata yang tajam di kegelapan
Hidung yang kecil terlihat lucu
Bulu yang halus nan lembut
Membuatmu hangat
Oh kucingku...
Kau membuatku tertawa
Dengan tingkah lucumu
Saat kamu mengejar serangga

184

PUISI ANAK
AYAH

Oleh: Putri Dwi Wulandari
Sosok lelaki terhebat di dunia
Rela bekerja siang dan malam
Demi menghidupi kelurga
Sungguh besar jasamu
Terima kasih kuucapkan
Kau telah menjagaku
Mendampingiku sampai tumbuh besar
Kau adalah cinta pertamaku

185


Click to View FlipBook Version