r{t?'
I.MTAFUSIRNIR
ASIDAH O SYAIII'AH O IVL\NI{AT
(al-A' raaf - at.Taubah)
Juz9&10
M trt-t
[ii .,i:e
t.- Hly#ilr\ t
ILJ da,r4,;-;lQ
TAFSIR ..\
AL.MUNIR
AOIDAH . SYARI'AH. MANHAJ
(al-A'raaf - at-Taubah)
Juz 9 &'10
tafsir ini, metode ffir --:\t"
secara terperinci m
asbabunnuzulay
. Di setiap pembahasan ayat, diperincikan penjelasan
balaaghah, dan muf r adaat lughowiyy ah.
. Tafsir ini berpedoman pada kitab-kitab induk tafsir dengan berbagai ma nhaj-nya.
. Tafsir ini menghapus riwayat-riwayat lsrailiyat.
Sebuah literatur tafsir Al-Qur'an yang harus Anda miliki karena sangat lengkap dan
bagus. Buku inimerupakan iilid ke-5 dari t5 jilid yang kami terbitkan.
# , iiraFl$,ti.l;:iI-iii*{&ll-} tahir di Dair'Athiyah, Damaskus, pada tahun 1932. Pada tahun
tftd 1956, betiau berhasil menyetesaikan pendidikan tingginya di Universitas At-Azhar
, Fakuktas Syari'ah. Beliau memperoteh getar magister pada tahun 1959 pada bidang
' Syariah lstam dari Universitas At-Azhar Kairo dan memperoteh getar doktor pada
' tahun 1959 pada bidang Syari'ah lstam dari UniversitasAt-Azhar Kairo. Tahun 1963,
' betiau mengajar di Universitas Damaskus. Di sana, betiau mendatami ilmu fiqih serta
Ushut Fiqih dan mengajarkannya di Fakuttas Syari'ah. Betiau juga kerap mengisi
seminar dan acara televisi di Damaskus, Emirat Arab, Kuwait, dan Arab Saudi. Ayah
betiau adatah seorang hafizh Qur'an dan mencintaiAs-sunnah.
t$fircE MA rN sAN r tsBN 978-602-250-099-5
,ililIltltxilt[ttil]lilt
DATTAR IST
Daftar Isi v
Pengantar Penerbit xi
Pengantar Cetakan Terbaru ... xtlt
Kata Pengantar .........,. xv
Seiumlah Pengetahuan Penting yang Berkaitan dengan Al'Qur'an.................... L
1
A. Definisi Al-Qur'an, Cara Turunnya, dan Cara Pengumpulannya
Nama-nama Al-Qur'an 2
Cara Turunnya Al-Qur'an..................... 2
Al-Qur'an Makkiy dan Madaniy................... 5
Faedah MengetahuiAsbaabun Nuzuul........ 5
Yang Pertama dan yang Terakhir Turun dari Al-Qur'an...'......',..... 6
Pengumpulan Al-Qur'an,................... 6
B. Cara Penulisan Al-Qur'an dan Rasm lJtsmani...........'.... -. 9
C. Ahruf Sab'oh dan Qiraa'aat Sab'ah.............. .. 11
D. Al-Qur'an Adalah Kalam Allah dan Dalil-dalil Kemukjizatannya 12
E. Kearaban Al-Qur'an dan Penerjemahannya ke Bahasa Lain....'...."'.. 17
F. Huruf-Huruf yang Terdapat di Awal Sejumlah Surah (Huruuf Muqoththa'oh) 20
G. Tasybiih, Isti'aarah, Maiaaz, dan Kinaoyoh dalam Al-Qur'an 2I
JUZ SEMBILAN 29
SURAH AL.A 31
Dialog Nabi Syu'Aib dengan Tokoh-Tokoh Kaumnya dan Adzab yang Ditimpakan 3L
37
kepada Mereka Berupa Gempa.............. 4L
Sunnah fKetentuanJ Allah dalam Memberi Kesempitan dan Kelapangan Sebelum
Membinasakan Suatu Kaum...........
Motivasi untuk Beriman dengan Ditambahnya Kebaikan bagi Mereka.
Ancaman Kekafiran dengan Adzab yangAkan Ditimpakan
Pelajaran dari Kisah-Kisah yang Terjadi pada Penduduk Negeri 45
Kisah Nabi Musa a.s. dengan Fir'aun Beserta Pembesar-Pembesarnya 49
Berimannya Para Ahli Sihir kepada Tuhan Semesta A1am.....,...... 63
Ancaman Fir'aun terhadap Para Ahli Sihir dan Keteguhan Mereka untuk Beriman
Konspirasi Fir'aun dan Para Pembantunya terhadap Musa dan Kaumnya.
Nasihat Musa kepada Kaumnya dan Dialog yang Terjadi antara Mereka dengannya...... 7O
Berbagai Bentuk Adzab Dunia terhadap Keluarga Fir'aun,.,...., 74
Mengadu kepada Musa untuk Menghilangkan Adzab, Melanggar |anji, dan .. 83
Penenggelaman Fir'aun dan Kaumnya...
Bertempatnya Bani Israil di Daerah Mesir dan Syam Setelah Masa Fir'aun Bs
dan Para Penguasa Lainnya...... BB
Keingkaran Bani Israil terhadap Nikmat AI1ah............
Munajat atau Perbincangan Musa dengan Tuhannya dan Permintaan Musa 93
untuk Melihat Allah serta Diturunkannya Taurat kepadanya
Dipalingkannya orang-orang yang Sombong dari Memahami Dalil-Dalil loz
.. 10S
Kebesaran Tuhan Akibat dari Kesombongan dan Kekafiran Mereka.
Kisah Samiri yang Membuat Patung Anak Sapi
Kemarahan Nabi Musa terhadap Nabi Harun karena Kasus Penuhanan Anak Sapi 110
Balasan Orang-Orang yang Zalim ketika Membuat Patung Anak Sapi dan ll4
ItT
Diterimanya Tobat Mereka
Akhir Kisah Pembuatan Patung Anak Sapi sebagai Tuhan
Musa Memilih Tujuh Puluh Orang untuk Bercakap-Cakap, Melihat, dan ltg
Bermunajat kepada Tuhan..........
Doa Musa Lainnya ketika Menyaksikan Gempa dan Kaitan Risalah Musa lzz
dengan Risalah Nabi Muhammad saw 732
Universalitas Risalah Is1am............
Sebagian Kaum Musa Mengikuti yang Haq dan tentang Nikmat Allah kepada 13S
139
Bani Israil di Padang Pasir Tih
Perintah kepada Bani Israil untuk Menetap di Baitul Maqdis........
Akal Licik Yahudi untuk Menangkap Ikan pada Hari Sabtu dan siksaan
Kisah Yahudi Mengenai Bukit yang Terangkat, Terhina di Akhirat, Terbagi-Bagi 1,48
di Dunia, Kecuali Orang-Orang Saleh 156
Perjanjian Umum yang Diambil dari Anak Cucu Adam
Kisah Bal'am bin Ba'ura' dan Orang-Orang Sesat yang Mendustakan
Faktor-Faktor Hidayah dan Kesesatan 165
Asma'ul Husna Milik Allah SWT 170
orang-orang yang Mendapat Hidayah dan orang-orang yang Mendustakan 1'77
185
Ayat-Ayat Allah dari Kalangan Umat Islam
Pengetahuan tentang Hari Kiamat Ada di Sisi Allah 791'
Segala Sesuatu Berada di Tangan Allah, Ilmu Gaib Hanya Dia Yang 793
201
Mengetahuinya, serta Hakikat Risalah 208
21'5
Mengingatkan tentang Penciptaan Pertama, Perintah Bertauhid, Mengikuti 218
AI-Qur'an, dan Larangan untuk Musyrik
Realitas Patung-Patung dan Berhala-Berhala yang Disembah.,
Dasar-Dasar Akhlak Sosial dan Perlawanan Melawan Setan.....
Nabi Mengikuti Wahyu Ilahi dan Karakteristik Al-Qur'an
Mendengarkan Al-Qur'an dan Cara Berzikir......'.....'......
SURAH AL.ANEAAI 226
Pertanyaan tentang Hukum Pembagian Harta Rampasan Perang dan
Penjelasan Sifat Orang-Orang Beriman..... 228
Keengganan Sebagian Orang Beriman untuk Memerangi Kaum Quraisy
239
Bantuan Para Malaikat dalam Perang Badar, Diberikannya Rasa Kantuk
dan Turunnya Hujan.... 246
256
Lari dari Medan Perang, dan Kemenangan Datang dari Allah'.. 265
Perintah untuk Menaati Allah dan Rasul serta Ancaman Menentang Keduanya.'.'.' 268
Memenuhi Seruan untuk Kehidupan yang Abadi 275
Khianat terhadap Allah dan Rasul serta Khianat terhadap Amanah..... 279
Takwa kepada Allah dan Keutamaannya ....'..'.......
Berbagai Bentuk Tipu Daya dan Konspirasi Orang-Orang Musyrik terhadap 281
Permintaan Orang-Orang Musyrik untuk Didatangkan Adzab tapi Mereka
Tidak Diadzab untuk Memuliakan Nabi saw. dan tentang Kondisi Shalat Mereka
Hilangnya Pahala Berderma karena Menghalangi orang dari |alan Allah................... 291
Ampunan untuk orang-orang Kafir Iika Mereka Masuk Islam, dan Diperangi 294
|ika Mereka Tidak Masuk Islam untuk Menghindari Fitnah dalam Agama'..'....
JUZ SEPULUH .....,.. zee
SURAH AI-ANFAAL ......................... 301
Tata Cara Pembagian Harta Rampasan Perang....".. 301
Banyaknya Jumlah Kaum Beriman di Perang Badar dalam Pandangan Kaum
Musyrikin dan Sedikitnya fumlah Kaum Musyrikin dalam Pandangan Kaum Beriman. 309
Dzikir pada Allah, Bertahan di Hadapan Musuh, Taat dan Tidak Berbantahan......... 31S
Setan Berlepas Diri dari Orang-Orang Kafir ketika Krisis dalam Perang Badar 32j,
dan ketika orang-orang Munafik Menghina orang-orang Beriman
Penghancuran Orang-Orang Kafir dan Musyrik karena Perbuatan Mereka yang 326
Buruk Seperti Halnya Penghancuran terhadap pengikut Fir'aun........
Interaksi dengan orang yang Melanggar perjanjian dan orang yang Sudah 330
Tampak Darinya Tanda-Tanda untuk Melanggar.
Persiapan untuk Memerangi Musuh Sesuai dengan Kemampuan dan Kesanggupan 337
Lebih Mengutamakan Damai, Menyatukan Umat dan Memotivasinya untuk Perang 340
Syarat Mengambil Para Tawanan, Menerima Tebusan dari Mereka dan Kebolehan
Memanfaatkan Mereka 3S0
Golongan orang-orang Beriman di Masa Nabi saw. Sesuai dengan Keimanan
SURAH AT-TAUBAH .................... 372
Pelanggaran orang-orang Musyrik terhadap fanji Mereka dan pengumuman 376
Perang terhadap Mereka serta Berlepas Tangan (Bara'ah) dari Mereka 384
388
Kewajiban Memerangi orang-orang Musyrikin Arab di Mana pun Mereka Berada
Hukum tentang Keamanan
Sebab-Sebab Pemutusan Perjanjian dengan Orang-Orang Musyrik dan
Nasib Akhir orang-0rang Musyrik Bisa Tobat Bisa pula perang......... 396
Anjuran untuk Memerangi orang-orang Musyrik yang Merusak Sumpah
UjianOrang-OrangMuslimdanMenjadikanTemanKepercayaan....,............... 404
406
Memakmurkan Masjid
41.2
Keutamaan Beriman kepada Allah dan Hari Akhir serta fihad Fi Sabilillah
416
Loyal kepada Bapak-Bapak dan Saudara-Saudara yang Kafir serta Keutamaan 4Zz
Iman dan fihad Daripada Delapan Perkara 4ZO
Kemenangan Orang-Orang Mukmin di Berbagai Tempat..
Pengharaman Masuk Masjidil Haram Bagi Orang-Orang Musyrik...... B6
Memerangi Ahli Kitab
Aqidah Ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani1................... 44L
|alan Hidup orang-orang AIim dan Pendeta yahudi dalam Berinteraksi
|umlah Bulan dalam Hukum Allah, Memerangi orang-orang Musyrik secara 456
466
Total dan Pengharaman Mengundur-Undur Bulan Haram.........
Anjuran untuk Berjihad dan Ancaman Meninggalkannya serta Mukjizat Gua
Waktu Hijrah
Pergi Berjihad Fi Sabi1i11ah..........,.... 475
478
Ketidakturutan 0rang-Orang Munafik dari Perang Tabuk dan Masalah
Pemberian Izin Kepada Mereka........
Dalil Tidak Ikutnya Orang-Orang Munafik dalam Perang Tanpa Uzur dan
Plagiasi Orang-Orang Munafik terhadap Uzur-Uzur yang Lain Agar Tidak 489
Mengikuti Perang Tabuk dan Kesenangan Mereka ketika Ada Bencana yang Menimpa
Orang-Orang Mukmin dan Kesedihan Mereka ketika Orang-Orang Mukmin 494
Mendapatkan Kebaikan..................... 498
502
Terhapusnya Pahala Orang-0rang Munafik dari Nafkah dan Shalat Mereka
serta Siksa terhadap Mereka di Dunia dan Akhirat..........'.,.'.'.,.
Sumpah Palsu Orang-Orang Munafik dan Tindakan Mereka Memanfaatkan
Semua Kesempatan untuk Melecehkan Nabi saw.
Delapan Golongan Penerima 2akat...........
Tindakan Orang-Orang Munafik yang Menyakiti Nabi saw. dan Pelurusan
Penjelasan tentang Kondisi 0rang-Orang Munafik yang Tertinggal dari Perang
Tabuk: Menyampaikan Sumpah Palsu, Takut dari Turunnya Ayat A1-Qur'an yang
Membongkar Kondisi Mereka dan Ejekan Mereka terhadap Ayat-Ayat Allah..................... 528
Sifat-Sifat Orang-Orang Munafik dan Balasan bagi Mereka di Akhirat 534
Sifat Orang-Orang Mukmin dan Balasan Akhirat bagi Mereka'...'...'.......,"'. 542
fihad terhadap Orang-Orang Kafir dan Orang-Orang Munafik serta
Kedustaan Orang-Orang Munafik, Pelanggaran Mereka terhadap Janji dan 555
Kesepakatan, serta Kisah Palsu Tsa'labah bin Hathib.
Celaan Orang-Orang Munafik terhadap Orang-Orang Mukmin dan Tidak Adanya
Ampunan bagi Mereka,.,,.,.,.,........... 562
Kegembiraan Orang-Orang Munafik yang Tidak Ikut Berjihad di Perang Tabuk...... 566
Larangan Bagi Orang-0rang Munafik untuk Berjihad, Larangan Menshalati Mayat
Mereka dan Peringatan Agar Tidak Tertipu Oleh Harta dan Anak-Anak Mereka 569
Permintaan lzin Para Tokoh Munafik untuk Tidak Ikut Berjihad dan Semangat 576
Orang-Orang Mukmin untuk Berjihad.....
Kemunafikan Orang-Orang Arab Badui dan Permintaan Izin Mereka untuk
Para Pemilik Uzur yang Dibolehkan untuk Tidak Beriihad .. 581
t..$'1,
i\_l
PENGANTAR
PTNERBIT
Alhamdulillah, puji syukur ke hadirat dan mencakup berbagai aspek yang dibu-
Allah 'Azza wa falla, dengan anugerah-Nya tuhkan oleh pembaca. Penjelasan dan pene-
tapan hukum-hukumnya disimpulkan dari
kita dapat merasakan nikmat iman dan Islam. ayat-ayat Al-Qur'an dengan makna yang
Shalawat serta salam semoga terus tercurah lebih luas, dengan disertai sebab-sebab tu-
kepada utusan-Nya untuk seluruh makhluh runnya ayat, bqlaaghah [retorika), I'raab
Muhammad saw, sebagai suri tauladan yang (sintaksis), serta aspek kebahasaan. Kitab
baik bagi orang yang mengharap rahmat Allah ini juga menafsirkan serta menjelaskan kan-
dan kedatangan hari Kiamat. dungan setiap surah secara global dengan
Sebagai satu-satunya mukjizat abadi di menggabungkan dua metode, yaitu bil
antara mukjizat lainnya, tidak mengherankan
apabila Al-Qur'an sampai sekarang menjadi ma'tsur [riwayat dari hadits Nabi dan per-
sumber kajian bagi para ulama untuk men- kataan salafussaleh) dan bil ma'qul [secara
dapatkan sari-sari hikmah yang terkandung akal) yang sejalan dengan kaidah yang telah
diakui.
di dalamnya. Sejak turun pertama kali, Al-
Buku yang disusun dari juz 9 dan juz 10
Qur'an sudah mengajak kepada para pem- Al-Qur'an ini merupakan jilid kelima dari lima
bacanya agar senantiasa memfungsikan akal, belas jilid yang kami terbitkan. Semoga dengan
mengasah otak, dan memerangi kebodohan. kehadiran buku ini kita dapat melihat samudra
ilmu Allah yang begitu luas serta mendapat
Berangkat dari hal ini maka Prof. Dr. setetes ilmu yang diridhai oleh-Nya. Dengan
demikian, terlimpahlah taufik dan hidayah
Wahbah az-Zuhaili -ulama besar sekaligus Allah kepada kita. Amiin.
ilmuwan asal Syiria- dengan penuh keistiqa-
Billahit taufiq wal hidayah
mahan di jalan Allah SWT menyusun kitab ini. Wallaahu a'lamu bis showab.
Alhamdulillah, beliau menghasilkan sebuah
kitab yang memudahkan pembaca untuk me- Penerbit
nafsirkan Al-Qur'an sesuai dengan aturan dan
tunfunan syari'at.
Tafsir al-Munir ini mengkaji ayat-ayat
Al-Qur'an secara komprehensif, lengkap,
TAFSIRAL-MUNIRJILID 5
PTNCATqTAR
CrrnrnN TrnnARU
Tuhanku, aku memuji-Mu sepenuh langit koreksi dan penyesuaian yang diperlukan
sepenuh bumi, dan sepenuh apa yang Engkau
kehendaki setelahnya. Pujian yang sepadan mengingat data yang amat banyak di dalamnya.
dengan limpahan karunia-Mu dan setara de-
ngan kucuran kemurahan-Mu. Mahasuci Eng- Berkat karunia Allah Yang Mahaagung,
kau! Tak sanggup aku memuji-Mu sebagaimana saya yakin kaum Muslimin di seluruh penjuru
mestinya. Engkau terpuji sebagaimana Eng- dunia menerima buku tafsir ini dengan baik.
kau memuji diri-Mu sendiri. Dan aku berdoa Buktinya, saya mendapati buku ini dikoleksi
semoga shalawat dan salam dilimpahkan ke
hadirat Nabi saw., yang menerjemahkan kan- di berbagai negara, baik Arab maupun negara-
dungan makna Al-Qur'an dan risalah Islam ke
dalam realita praktis. Beliau menciptakan umat negara lainnya. Bahkan ia pun telah diterje-
dari ketiadaan, mendefinisikan keistimewaan mahkan ke dalam bahasa Turki, dan kini se-
agama dan karakteristik syari'atnya, mengga-
riskan untuk umat ini cakrawala masa depan dang diterjemahkan ke dalam bahasa Malaysia
yang jauh hingga hari Kiamat, agar umat mem- (beberapa juz telah dicetak dalam bahasa ini).
Saya juga menerima banyak surat dan tele-
pertahankan eksistensinya dan melindungi pon dari berbagai tempat yang penuh dengan
ungkapan kekaguman serta doa semoga saya
dirinya sehingga tidak tersesat mencai[ atau mendapat balasan yang paling baik. Jazaa-
menyimpang dari petunjuk llahi yang lurus. kallahu khairal-j azaa'.
Selanjutnya... Sebab-sebabnya jelas bagi setiap orang
Ini adalah cetakan terbaru Tafsir al-Munir, yang membandingkan tafsir ini dengan tafsir-
yang merupakan cetakan kedua yang dilaksa- tafsir yang sudah muncul sebelumnya, baik
nakan oleh Darul-Fikr; Damaskus, dan mengan- yang lama lyang lengkap, menengah, maupun
dung banyak tambahan dan revisi, termasuk ringkas) ataupun yang baru yang memiliki ber-
penambahan qiraa'aat mutawatir yang bagai macam metode. Tafsir ini komprehen-
dengannya turun wahyu Ilahi sebagai nikmat sif, lengkap, mencakup semua aspek yang di-
terbesar bagi seluruh umat manusia dan bagi
kaum Muslimin secara khusus. Cetakan ini butuhkan oleh pembaca, seperti bahasa, i'raab,
terhitung sebagai yang ketujuh seiring berulang balaaghah, sejarah, wejangan, penetapan hu-
kalinya buku tafsir ini dicetak, dan dalam setiap kum, dan pendalaman pengetahuan tentang
cetakannya kami memberi perhatian kepada hukum agama, dengan cara yang berimbang
dalam membeberkan penjelasan dan tidak
menyimpang dari topik utama.
Dalam cetakan ini, saya menegaskan me-
tode saya dalam tafsir: mengompromikan
TLrsrnAr-MuNrnlnro 5 ,r,r* frR,rr,* pengamarcaaranreltaru
antara ma'tsur dan ma'qul; yangma'tsur adalah Kalimat pertama menerangkan tugas Nabi
riwayat dari hadits Nabi dan perkataan para
salafush-saleh, sedang yang ma'qul adalah yang saw untuk menjelaskan, menakwilkan, dan
sejalan dengan kaidah-kaidah yang telah di-
akui, yang terpenting di antaranya ada tiga: mengaplikasikan secara nyata dalam lingkung-
an madrasah nabawi dan pembentukan pola
L. Penjelasan nabawi yang shahih dan pere- kehidupan umat Islam. Sementara itu, kalimat
kedua menjelaskan jangkauan interaksi dengan
nungan secara mendalam tentang makna Kitabullah, dengan perenungan manusia ten-
kosakata Al-Qur'an, kalimat, konteks ayat,
sebab-sebab turunnya ayat, dan pendapat tang penjelasan nabawi ini secara benar dan
para mujtahid, ahli tafsir dan ahli hadits
kawakan, serta para ulama yang tsiqah. dalam, serta dengan mengemukakan pendapat
2. Memerhatikan wadah Al-Qur'an yang me- yang bijak yang muncul dari kedalaman pe-
nguasaan akan ilmu-ilmu keislaman serta
nampung ayat-ayat Kitabullah yang muk- pemahaman berbagai gaya bahasa Arab, dan
jizat hingga Kiamat, yakni bahasa Arab, mengungkapkan-sebatas ijtihad yang dapat
dalam gaya bahasa tertinggi dan susun-
an yang terindah, yang menjadikan Al- dicapai-maksud Allah Ta'ala.
Qur'an istimewa dengan kemukjizatan
gaya bahasa, kemukjizatan ilmiah, hukum, Kandungan ayat yang mulia ini menguat-
kan sabda Nabi saw. yang diriwayatkan oleh
bahasa, dan lain-lain, di mana tidak ada Abu Dawud dan Tirmidzi dari al-Miqdam bin
kalam lain yang dapat menandingi gaya
bahasa dan metodenya. Bukti akan hal ini Ma'dikarib r.a.,
adalah firman Allah Ta'ala, 4&. ^U,9 wtSJl U.a c-JJi Jl YI
"Katakanlah,'Sesungguhnya jika manu- "Ketahuilah bahwa aku diberi krtab @l-
sia dan jin berkumpul untuk membuat yang
serupa dengan Al-Qurhn ini, mereka tidak Qurbn) ini dan diberi pula yang sepertinya."
akan dapat membuat yang serupa dengannya, Artinya, beliau diberi Al-Qur'an sebagai
sekalipun mereka saling membantu satu sama wahyu dari Allah Ta'ala dan diberi penjelasan
yang seperti Al-Qur'an sehingga beliau dapat
lain."'(al-Israd: 88)
meluaskan atau menyempitkan cakupan sua-
3. Memilah berbagai pendapat dalam buku-
tu ayat, menambahkan dan menetapkan hu-
buku tafsir dengan berpedoman kepada kum yang tidak ada di dalam Al-Qur'an; dan
maqaashid syari'at yang mulia, yakni ra- dalam hal kewajiban mengamalkannya dan
hasia-rahasia dan tujuan-tujuan yang ingin menerimanya, status penjelasan Nabi ini sama
direalisasikan dan dibangun oleh syari'at. dengan ayat Al-Qur'an. Hal ini dinyatakan oleh
al-Khaththabi dalam Ma'aalimus Sunon. De-
Metode yang saya tempuh ini, yaitu me- ngan kata lain, Sunnah Nabawi berdamping-
ngompromikan antara me'tsttr dan ma'qul an dengan Al-Qur'an dan melayaninya. Saya
yang benar; diungkapkan oleh firman Allah berdoa semoga Allah Ta'ala menambahkan
SWT kemanfaatan tafsir ini dan menjadikannya
"Dan Kami turunkan adz-dzikr (Al-Qurhn) dalam timbangan amal-amal saleh. Dan Allah
kepadamu agar engkau menerangkan, kepada menerima amal orang-orang yang bertalrrua.
manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili
dan agar mereka memikirkan" (an-Nahl: 44) t2 Rabi'ul Awwal L424H
TAFSIRAL-MUNIRIILID 5
I({:rA PTNCNNTAR
Segala puji bagi Allah yang menurunkan segala disiplin ilmu, seperti sejarah, sastra,
filsafat, tafsir; fiqih, dan ilmu-ilmu keislaman
Al-Qur'an kepada Muhammad, Nabi yang buta
huruf dan dapat dipercaya. Shalawat dan sa- lainnya yang subur.
Oleh karena itu, kita mesti mendekatkan
lam semoga dilimpahkan ke atas Nabi dan
rasul paling mulia, yang diutus Allah Ta'ala lagi apa yang telah menjauh, mengakrabkan
kembali apa yang sudah menjadi asing, dan
sebagai rahmat bagi alam semesta.
Tak satu pun kitab di dunia ini yang men- memperlengkapi individu Muslim dengan
bekal pengetahuan yang bersih dari unsur-
dapat perhatian, seperti perhatian yang di-
berikan kepada Al-Qur'anul Karim. Ratusan unsur asing (misalnya: lsra'iliyat d,alam tafsir),
buku telah ditulis tentangnya dan ia akan se- yang interaktif dengan kehidupan kontempo-
nantiasa menjadi sumber kajian para ulama.
Dalam kitab ini, saya telah menyaring ber- rer serta harmonis dengan kepuasan diri dan
bagai ilmu pengetahuan dan wawasan yang prinsip-prinsip nalar. Hal ini menuntut kita
bersumber dari mata air Al-Qur'an yang tak
pernah kering, ilmu pengetahuan yang ber- untuk menyaring riwayat yang manqul dalam
kaitan erat dengan kebutuhan-kebutuhan za-
man dan tuntutan kecendekiaan. Di sini saya buku-buku tafsir kita. Hal itu disebabkan di
menggunakan diksi yang jelas dan seder-
hana, memakai analisis ilmiah yang kom- antara buku-buku tersebut-karena terpenga-
prehensif, memfokuskan pada tujuan-tujuan ruh oleh riwayat-riwayat isro' iliyat-ada yang
dari penurunan Al-Qur'an yang agung, serta
menggunakan metode yang jauh dari peman- memberi penjelasan yang tak dimaksud
jangan yang bertele-tele dan peringkasan mengenai kemaksuman sebagian Nabi dan
yang hampir-hampir tidak dapat dipahami berbenturan dengan sebagian teori ilmiah
yang telah diyakini kebenarannya setelah era
apa pun darinya oleh generasi yang telah jauh
penjelajahan ke ruang angkasa dan meluasnya
dari bahasa Arab yang memiliki keindahan
gaya bahasa dan kedalaman struktur yang ruang lingkup penemuan-penemuan sains
modern. Dan perlu diingat bahwa dakwah
luar biasa. Seolah-olah mereka-walaupun me-
Al-Qur'an terpusat pada ajakan untuk
ngenyam studi yang spesifik di universitas-
telah menjadi terasing dari referensi-referen- memfungsikan akal pikiran, mengasah otak,
si orisinal dan kekayaan ilmu leluhur dalam mengeksploitasi bakat untuk kebaikan, dan
memerangi kebodohan dan keterbelakangan.
Tujuan utama saya dalam menyusun kitab
tafsir ini adalah menciptakan ikatan ilmiah yang
erat antara seorang Muslim dengan Kitabullah
Azzawafalla. Al-Qur'an yang mulia merupakan
tus,RN-Mr",* I,rro s *,f, G-}a,r,,., -_ * *"t" ,
""ne"n
konstitusi kehidupan umat manusia secara syahwat, dari penindasan materi yang
umum dan khusus, bagi seluruh manusia dan
mematikan perasaan manusiawi yang
bagi kaum Muslimin secara khusus. Oleh sebab luhur.
Dialah Al-Qur'an yang menyeru kepada
itu, saya tidak hanya menerangkan hukum- syari'at keadilan, kebenaran, dan kasih
sayang bagi seluruh umat manusia; me-
hukum fiqih bagi berbagai permasalahan yang nyeru kepada manhaj yang lurus bagi
ada dalam makna yang sempit yang dikenal kehidupan, pemikiran, persepsi, dan peri-
laku; dan mengajak kepada cara pandang
di kalangan para ahli fiqih. Saya bermaksud yang komprehensif mengenai alam se-
mesta, yang menjelaskan hubungan ma-
menjelaskan hukum-hukum yang disimpulkan nusia dengan Allah Ta'ala dan dengan
dari ayat-ayat Al-Qur'an dengan makna yang alam dan kehidupan.
lebih luas, yang lebih dalam daripada sekadar
Ia adalah seruan yang berlandaskan ilmu
pemahaman umum, yang meliputi aqidah
dan akhlak, manhaj dan perilaku, konstitusi pengetahuan yang benar dan eksperimen,
umum, dan faedah-faedah yang terpetik dari akal pikiran yang matang yang tidak menjadi
ayat Al-Qur'an baik secara gamblang (eksplisit) lesu meskipun otak dioperasikan secara mak-
maupun secara tersirat (implisit), baik da- simal, dan perenungan alam ini (langit, bumi,
lam struktur sosial bagi setiap komunitas darat, laut, dan angkasa). Ia juga merupakan
masyarakat maju dan berkembang maupun seruan kepada kekuatan, prestise, kemulia-
3n, kepercayaan, dan kebanggaan dengan
dalam kehidupan pribadi bagi setiap manusia syari'at Allah, serta kemandirian, di samping
menarik manfaat dari ilmu pengetahuan umat
[tentang kesehatannya, pekerjaannya, ilmunya, lain. Sebab ilmu bukan monopoli satu bangsa
cita-citanya, aspirasinya, deritanya, serta dunia tertentu. Ia adalah anugerah bagi umat manu-
sia secara umum; sebagaimana pemerdekaan
dan akhiratnya), yang mana hal ini selaras- manusia dan manifestasi nilai humanismenya
dalam kredibilitas dan keyakinan-dengan yang tinggi merupakan tujuan global Tuhan,
jauh melampaui kepentingan para diktator dan
firman Allah Ta'ala, tiran yang berusaha merampas kemanusiaan
manusia demi mempertahankan kepentingan
"Wahai orang-orang yang beriman, pribadi mereka dan superioritas mereka atas
penuhilah seruan Allah dan Rasul apabila dia kelompok lain dan dominasi mereka atas
menyerumu kepada sesuatu yang memberi ke-
hidupan kepadamu, dan ketahuilah bahwa sesama manusia.
sesungguhnya Allah membatasi antara manusia Keyakinan akan orisinalitas seruan (dak-
dan hatinya dan sesungguhnya kepada-Nyolah wah) Al-Qur'an yang bajik kepada seluruh
manusia ini tidak akan terpengaruh oleh rin-
ka mu a ka n diku m p ulkan. " (al-Anfa al= 24)
tangan-rintangan yang menghadang di depan-
- Adalah Allah SWT dan Rasulullah saw nya, atau sikap skeptis yang disebarkan se-
dalam ayat ini yang menyeru setiap
putar kapabilitasnya dalam menghadapi
manusia di alam ini kepada kehidupan
gelombang besar kebangkitan peradaban
yang merdeka dan mulia dalam segala
bentuk dan maknanya.
- Adalah Islam yang menyeru kepada
aqidah atau ideologi yang menghidup-
kan hati dan akal, membebaskannya dari
ilusi kebodohan dan mistih dari tekanan
fantasi dan mitos, membebaskan manusia
dari penghambaan kepada selain Allah,
dari ketundukan kepada hawa nafsu dan
TAFSIRAI-MUNIRJILID 5
materialis; sebab dakwah ini bukan gerakan i'raab yang membantu menjelaskan banyak
ayat. Dan saya memandang tidak terlalu pen-
spiritual semata, bukan pula filsafat ilusif atau ting menyebutkan pendapat-pendapat para
teori belaka. Ia adalah dakwah realistis yang ahli tafsir. Saya hanya akan menyebutkan
rangkap: meliputi seruan untuk membangun pendapat yang paling benar sesuai dengan
alam, membangun dunia dan akhirat sekali- kedekatan kata dengan karakter bahasa Arab
gus, membentuk kolaborasi antara ruhani dan
materi, dan mewujudkan interaksi manusia dan konteks ayat.
dengan semua sumber kekayaan di alam ini, Semua yang saya tulis tidak dipengaruhi
yang disediakan Allah Ta'ala untuk manusia
semata, agar ia memakai dan memanfaatkan oleh tendensi tertentu, madzhab khusus, atau
untuk menciptakan penemuan baru dan ber- sisa-sisa keyakinan lama. Pemandu saya tidak
inovasi, serta memberi manfaat dan bereksplo-
rasi secara kontinu, sebagaimana firman Allah lain adalah kebenaran yang Al-Qur'anul Karim
memberi petunjuk kepadanya, sesuai dengan
Ta'ala,
karakter bahasa Arab dan istilah-istilah
"Dia-Iah Allah, yang menciptakan segala
apa yong ada di bumi untukmu kemudian Dia syari'at, disertai dengan penjelasan akan
menuju ke langit, lalu Dia menyempurnakan pendapat para ulama dan ahli tafsir secara
menjaditujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui jujur; akurat, dan jauh dari fanatisme.
Akan tetapi, kita sepatutnya tidak meng-
seg al a s esttatu." (al-Baqarahz 29)
gunakan ayat-ayat Al-Qur'an untuk menguat-
Yang penting dalam penafsiran dan pen-
jelasan adalah membantu individu Muslim kan suatu pendapat madzhab atau pandangan
untuk merenungkan Al-Qur'an, yang diperin-
tahkan dalam firman Allah Ta'ala, kelompok, atau gegabah dalam menakwil-
kan ayat untuk mengukuhkan teori ilmiah
"Kitab (Al-Qur'an) yang Kami turunkan kuno atau modern sebab Al-Qur'anul Karim
terlalu tinggi dan mulia tingkatnya daripada
kepadamu penuh berkah agar mereka mengha'
pendapat-pendapat, madzhab-madzhab, dan
yati ayat-ayatnya dan agar orang-orang yong
berakal sehat mendapat pelajaran." (Shaad: kelompok-kelompok itu. Ia pun bukanlah buku
2e) sains (ilmu pengetahuan alam), seperti ilmu
Kalau tujuan saya adalah menyusun se- astronomi, ilmu ruang angkasa, kedokteran,
buah tafsir Al-Qur'anul Karim yang menghu- matematika, dan sejenisnya-meskipun di da-
bungkan individu Muslim dan non-Muslim
dengan Kitabullah Ta'ala-penjelasan Tuhan lamnya terdapat isyarat-isyarat kepada suatu
dan satu-satunya wahyu-Nya sekarang ini, teori tertentu-. Ia adalah kitab hidayah/pe-
yang telah terbukti secara qath'i yang tiada tan-
dingannya bahwa ia adalah firman Allah-maka tunjuk llahi, aturan syari'at agama, cahaya
ia akan menjadi tafsir yang menggabungkan
antara ma'tsur dan ma'qul, dengan memakai yang menunjukkan kepada aqidah yang benar;
referensi dari tafsir-tafsir lama maupun baru manhaj hidup yang paling baik, dan prinsip-
yang terpercaya, juga dari buku-buku seputar prinsip akhlak dan norma kemanusiaan yang
Al-Qur'anul Karim, baik mengenai sejarahnya, tertinggi. Allah Ta'ala berfirman,
penjelasan sebab-sebab turunnya ayat, atau
"sesungguhnya telah datang kepadamu ca-
haya dari Allah, dan Kitab yang menerongkon.
Dengan kitab itulah Allah menuniuki orang-
orang yang mengikuti keridhaan-Nya ke jalan
keselamatan, dan (dengan kitab itu pulo) Allah
mengeluarkan orang-orang itu dari gelap
TAFSIRAL.MUNIRIITID 5
gulita kepada cahaya dengan izin-Nya, dan Musa a.s., serta kisah Al-Qur'an di antara
menunjukkan mereka ke jalan yang lurus." (al-
Maa'idah: 15-16) kitab-kitab samawi. Kemudian saya beralih ke
pembahasan yang komprehensif ketika kisah
Metode atau kerangka pembahasan kitab tersebut diulangi dengan diksi (usluub) dan
tafsir ini, saya dapat diringkas sebagai berikut: tujuan yang berbeda. Namun, saya tidak akan
1,. Membagi ayat-ayat Al-Qur'an ke dalam menyebutkan suatu riwayat yang ma'tsur
satuan-satuan topik dengan judul-judul dalam menjelaskan kisah tersebut kecuali
jika riwayat itu sesuai dengan hukum-hukum
penjelas.
agama dan dapat diterima oleh sains dan nalar.
2. Menjelaskan kandungan setiap surah Saya menguatkan ayat-ayat dengan hadits-
hadits shahih yang saya sebutkan sumbernya,
secara global. kecuali sebagian kecil di antaranya.
3. Menjelaskan aspek kebahasaan. Patut diperhatikan, mayoritas hadits-
4. Memaparkan sebab-sebab turunnya ayat
hadits tentang fadhilah [keutamaan) surah-
dalam riwayat yang paling shahih dan surah Al-Qur'an adalah hadits palsu, yang
mengesampingkan riwayat yang lemah, dikarang oleh orang-orang zindiq atau orang-
orang yang punya kepentingan, atau para
serta menerangkan kisah-kisah para
peminta-minta yang berdiri di pasar-pasar
Nabi dan peristiwa-peristiwa besar Islam,
seperti Perang Badar dan Uhud, dari buku- dan masjid-masjid, atau orang-orang yang
buku sirah yang paling dapat dipercaya.
mengarang hadits palsu dengan maksud se-
5. Tafsir dan penjelasan. bagai hisb ah 1-menurut pengakuan mereka.z
6. Hukum-hukum yang dipetik dari ayat-
Menurut perkiraan saya, kerangka pem-
ayat.
bahasan ini-insya Allah-memberi manfaat
7. Menjelaskan balaaghah [retorika) dan
yangbesar. Karangan ini akan mudah dipahami,
i'raab [sintaksis) banyak ayat agar hal gampang dicerna, dapat dipercaya, dan men-
itu dapat membantu untuk menjelaskan
makna bagi siapa pun yang mengingin- jadi rujukan setiap peneliti dan pembaca, di
kannya, tetapi dalam hal ini saya meng- zaman yang gencar dengan seruan dakwah
hindari istilah-istilah yang menghambat kepada Islam di masjid-masjid dan lain-lain,
pemahaman tafsir bagi orang yang tidak akan tetapi disertai dengan penyimpangan
ingin memberi perhatian kepada aspek dari jalan yang benar; rancu, atau tidak me-
(bolaaghah dan i'raab) tersebut.
miliki akurasi ilmiah, baik dalam bidang
Sedapat mungkin saya mengutamakan
tafsir maudhuu'i (tematik), yaitu menyebut- tafsic hadits, fatwa dan penjelasan hukum-
kan tafsir ayat-ayat AI-Qur'an yang berkenaan hukum syari'at. Dalam situasi demikian, kitab
dengan suatu tema yang sama seperti jihad,
hudud, waris, hukum-hukum pernikahan, ini senantiasa menjadi referensi yang dapat
riba, khamr; dan saya akan menjelaskan-pada dipercaya bagi ulama maupun pelajar; untuk
kesempatan pertama-segala sesuatu yang mencegah penyesatan khalayak dan pemberi-
berhubungan dengan kisah Al-Qur'an, seperti an fatwa tanpa landasan ilmu. Dengan begitu,
kisah para nabi: Adam a.s., Nuh a.s., Ibrahim
a.s., dan lain-lain; kisah Fir'aun dengan Nabi Yaitu mereka yang membuat hadits-hadits palsu mengenai
targhiib dan tarhiib dengan maksud mendorong manusia
untuk beramal baik dan menjauhi perbuatan buruk. (penj.J
Tafsi r al- Qu rthu bi (7 / 7 8-7 9).
benar-benar akan tercapai tujuan Nabi saw. an-Nasyr fil Qiraa'aatil Asyr; atau membahas
dari penyampaian Al-Qur'an dalam sabdanya,
sains dan teori-teori ilmu alam seperti Than-
\-l 'tt ;;ttJr thawi fauhari dalam bukunya al-Jawaahir Fii
Tafsiiril Qur' aanil Kariim.
"Sampaikan dariku walaupun hanya satu
Saya berdoa semoga Allah memberi man-
ayat." 3 faat kepada kita dengan apa yang telah diajar-
kan-Nya kepada kita, dan mengajari kita apa
sebab Al-Qur'an adalah satu-satunya yang bermanfaat bagi kita, serta menambah
ilmu kepada kita. Saya juga berdoa semoga
mukjizat yang abadi di antara mukjizat-
Dia menjadikan kitab tafsir ini bermanfaat
mukjizat yang lain. bagi setiap Muslim dan Muslimah, dan
mengilhami kita semua kepada kebenaran,
Dengan skema pembahasan seperti
serta membimbing kita untuk mengamalkan
ini dalam menjelaskan maksud dari ayat-
Kitabullah dalam segala bidang kehidupan, se-
ayat Kitabullah, baik per kosakata maupun bagai konstitusi, aqidah, manhaj, dan perilaku;
susunan kalimat, mudah-mudahan saya telah juga semoga Dia memberi kita petunjuk ke
jalan yang lurus, yaitu jalan Allah Yang me-
merealisasikan tujuan saya, yaitu menghu- nguasai seluruh yang ada di langit dan yang
bungkan individu Muslim dengan Al-Qur'an- ada di bumi. Sesungguhnya kepada Allah-lah
nya, dan semoga dengan begitu saya telah
melaksanakan tabligh fpenyampaian) yang kembalinya semua perkara.
wajib atas setiap Muslim kendati sudah ada
ensiklopedia-ensiklopedia atau buku-buku Dan hendaknya pemandu kita adalah
tafsir Iama yang saya jadikan pegangan, dan
yang memiliki ciri masing-masing, entah ber- hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan
fokus kepada aqidah, kenabian, akhlah we- Muslim dari Amirul Mukminin, Utsman bin
jangan, dan penjelasan ayat-ayat Allah di
alam semesta, seperti yang dilakukan oleh Affan r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda,
ar-Razi dalam at-Tafsiir al-Kabiin Abu Hatim
tt'oVt;vUW
al-Andalusi dalam al-Bahrul Muhiith, al-Alusi
dalam Ruuhul Ma'aaniy, dan az-Zamakhsyari "sebaik-baik kalian adalah orang yong
dalam al-Kasysyaaf. mempelajari Al-Qur'an dan mengaiarkannyo." a
Atau berfokus kepada penjelasan kisah- Prof. Dr. Wahbah bin Mushthafa az'Zuhaili
kisah Al-Qur'an dan sejarah, seperti tafsir al-
Khazin dan al-Baghawi; atau berfokus pada 4 Saya tidak berani menyusun tafsir ini kecuali setelah saya
penj elasan hukum-hukum fiqih-dalam penger-
menulis dua buah kitab yang komprehensif dalam temanya
tian sempit-mengenai masalah-masalah masing-masing-atau dua buah ensiklopedia-, yang per-
tama adalah llshuulul Fiqhil Islaamiy dalam dua iilid, dan
furul seperti al-Qurthubi, Ibnu Katsir, al- yang kedua adalah al-Fiqhul lslaamiy wa Adillotuhu yang
berisi pandangan berbagai madzhab dalam sebelas jilid;
fashshash, dan Ibnul Arabi; atau mementing-
kan masalah kebahasaan, seperti az'Zamakh- dan saya telah menialani masa mengajar di perguruan
syari dan Abu Hayyan; atau mengutamakan
qiraa'aat, seperti an-Nasafi, Abu Hayyan, dan tinggi selama lebih dari tiga puluh tahun, serta saya telah
IbnuAnbari, serta Ibnu fazari dalam kitabnya berkecimpung dalam bidang hadits Nabi dalam bentuk
tahqiiq, takhriij, dan penjelasan artinya bersama pengarang
3 HR Ahmad, Bukhari, dan Tirmidzi dari Abdullah bin Amr
lain untuk blku Tuhfatul Fuqahaa'karya as-Samarqandi
Ibnul Ash r.a..
dan buku al-Mushthafaa Min Ahaadiitsil Mushthafaa yang
berisi sekitar 1400 hadits; plus buku-buku dan tulisan-
tulisan yang beriumlah lebih dari tiga puluh buah.
s"lurr"lt p"ng"t"ttu"n p"nttng,qt{rl"n **r,i,, ffi,,}l+* hFSIR&-MUNIR IILID 5
SEIUMLAH PENGETAHUAN
PENTINGYANG BERKAITAN
DENGANAT-@neN
A. DEFINIS! AL.QUR'AN, CARA TURUNNYA, tidak boleh; juga untuk menjelaskan hukum-
hukum syari'at Ilahi yang berupa halal-haram,
DAN CARA PENGUMPULANNYA dan apa yang dapat dijadikan sebagai hujjah
Al-Qur'an yang agung,-yang sejalan de- dalam menyimpulkan hukum, serta apa
ngan kebijaksanaan Allah-tidak ada lagi di yang membuat orang yang mengingkarinya
menjadi kafir dan apa yang tidak membuat
dunia ini wahyu Ilahi selain dia setelah lenyap- pengingkarnya menjadi kafir. Oleh karena itu,
nya atau bercampurnya kitab-kitab samawi para ulama berkata tentang Al-Qur'an ini.
terdahulu dengan ilmu-ilmu lain yang dicipta-
kan manusia, adalah petunjuk hidayah, kons- Al-Qur'an adalah firman Allah yang mukji-
zatr, yangditurunkan kepada Nabi Muhammad
titusi hukum, sumber sistem aturan Tuhan saw. dalam bahasa Arab, yang tertulis dalam
mushaf, yang bacaannya terhitung sebagai
bagi kehidupan, jalan untuk mengetahui halal ibadah2, yang diriwayatkan secara mutawati13,
dan haram, sumber hikmah, kebenaran, dan yang dimulai dengan surah al-Faatihah, dan
keadilan, sumber etika dan akhlak yang mesti diakhiri dengan surah an-Naas.
diterapkan untuk meluruskan perialanan Berdasarkan definisi ini, terjemahan Al-
manusia dan memperbaiki perilaku manusia. Qur'an tidak bisa disebut Al-Qur'an, melainkan
Allah Ta'ala berfirman,
ia hanya tafsir; sebagaimana Qiraa'aat yang
"...Tidak ada sesuatu pun yang Kami syaadzdzah [yaitu yang tidak diriwayatkan
luputkan di dalam al-Kitab..," (al-An'aam: 38) secara mutawatiI, melainkan secara aahaad)
Dia juga berfirman, tidak dapat disebut Al-Qur'an, seperti
"...Dan Kami turunkan kitab (Al-Qur'an)kepa- Artinya: manusia dan jin tidak mampu membuat rangkaian
damu untuk menjelaskan segala sesuatu sebagai
petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi seperti surah terpendek darinya. .
orang yang bercerah diri (Mudim)." (an-Nahl: 89)
Artinya, shalat tidak sah jika tidak membaca sesuatu dari-
Para ulama ushul fiqih telah mendefinisi- nya; dan semata-mata membacanya merupakan ibadah
kannya, bukan karena manusia tidak menge- yang mendatangkan pahala bagi seorang Muslim.
Mutawatir artinya diriwayatkan oleh iumlah yang besar
nalnya, melainkan untuk menentukan apa dari jumlah yang besaq, yang biasanya tidak mungkin
mereka bersekongkol untuk berdusta.
yang bacaannya terhitung sebagai ibadah, apa
yang boleh dibaca dalam shalat dan apa yang
TAFSIR AT-MUNIR 5
'ILID
Qiraa' aat Ibnu Mas'ud tentang /a i' atul iilaa' a : Dia dinamakan al-Mushaf, dari kata ash-
hafa yangberarti mengumpulkan shuh u/(lem-
fa in fao'uu-fiihinna-fa innallaaha ghafuurun
rahim fal-Baqarah= 226); juga Qiraa'aatnya baran-lembaran) di dalamnya, dan shuhuf
tentang nafkah anak: wa 'alal waaritsi- adalah bentuk jamak dari kata ash-shahiifah,
yaitu selembar kulit atau kertas yang ditulisi
dzir rahimil muharrami-mitslu dzaalik (al- sesuatu. Konon, setelah mengumpulkan Al-
Qur'an, Abu Bakar ash-shiddiq bermusyawa-
Baqarah: 233), serta Qiraa'aatnya tentang rah dengan orang-orang tentang namanya, lalu
kafarat sumpah orang yang tidak mampu:
ia menamainya al-Mushaf.
fa man lam yajid fa shiyaamu tsalaatsati Dia dinamakan an-Nuur [cahaya) karena
ayy a a m i n - m u tata a b i' a at- (al-Maa'idah: 89). dia menyingkap berbagai hakikat dan mene-
rangkan hal-hal yang samar (soal hukum
NAMA.NAMA AL.QUR'AN halal-haram serta tentang hal-hal gaib yang
tidak dapat dipahami nalar) dengan penjelas-
Al-Qur'an mempunyai sejumlah nama, an yang absolut dan keterangan yang jelas.
antara lain: Al-Qur'an, al-Kitab, al-Mushaf, an- Allah Ta'ala berfirman,
Nuur; dan al-Furqaan.s "Hai manusia, sesungguhnya teloh sampai
Ia dinamakan Al-Qur'an karena dialah kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu
wahyu yang dibaca. Sementara itu, Abu
(Muhammad dengon mukjizatnya) dan telah
'Ubaidah berkata dinamakan Al-Qur'an karena Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang
ia mengumpulkan dan menggabungkan surah- b end erang (Al- Qur' an)." (an-Nisa a' : 17 4)
surah. Allah Ta'ala berfirman,
Dan dinamakan al-Furqaan karena ia
"irls'*;(*il
membedakan antara yang benar dan yang sa-
"Sesungguhnya Kami yang akan mengumpul- lah, antara iman dan kekafiran, antara kebaik-
kannya (di dadamu) dan membacakannya." (al- an dan kejahatan. Allah Ta'ala berfirman,
Qiyaamah: 17)
"Mahasuci Allah yang telah menurunkan
Maksud qur'aanahu dalam ayat ini ada- Furqaan (Al-Qur'an) kepada hamba-Nya
lah Qiraa'aatahu [pembacaannya)-dan sudah (Muhammad), agar dia menjadi pemberi
diketahui bahwa Al-Qur'an diturunkan secara peringatan kepada seluruh alam. (jin dan
bertahap sedikit demi sedikit, dan setelah monusia)" (al-Furqaan: 1)
sebagiannya dikumpulkan dengan sebagian
CARA TURUNNYA AL.QUR'AN
yang lain, ia dinamakan Al-Qur'an.
Dia dinamakan al-Kitab, yang berasal dari Al-Qur'an tidak turun semua sekaligus
seperti turunnya Taurat kepada Musa a.s.
kata al-katb yang berarti pengumpulan karena dan Injil kepada Isa a.s. agar pundak para
dia mengumpulkan [berisi) berbagai macam
kisah, ayat, hukum, dan berita dalam metode mukallaf tidak berat terbebani dengan hukum-
yang khas. hukumnya. Ia turun kepada Nabi yang mulia-
Iilaa' artinya bersumpah untuk tidak menyetubuhi istri. shallallaahu 'alaihi wa sollam-sebagai wahyu
Dan kalimat faa'ar rajulu ilaa imra'otihi artinya: laki-
laki itu kembali menggauli istrinya setelah dia pernah yang dibawa oleh Malaikat fibril a.s. secara
bersumpah untuk tidak menggaulinya.
berangsur-angsu[ yakni secara terpisah-pisah
Tafsir Gharaa'ibul Qur'aan wa Raghaa'ibul Furqaan karya sesuai dengan tuntutan kondisi, peristiwa, dan
al-Allamah an-Nazhzham (Nazhzhamud Din al-Hasan bin
Muhammad an-Naisaburi) yang dicetak di pinggir lalsir
ath-Thabari (L/25), Tafsir ar-Razi (2/L4).
,"n ,ntj3r''"n ,, il€, {-3 --}.frll ,, - * *lfJ* *-*uf l* l,tlP I
""lrrtrn ".nr"onu"n
keadaan, atau sebagai respons atas kejadian ngenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang
dan momentum atau pertanyaan. haq dan yang batil-/." (al-Baqarah: 185)
Yang termasuk jenis pertama, misalnya Dia berfirman pula,
firman Allah Ta'ala, "S esu ng g uhny a Kami me nurunka nny a p a d o
suotu malam yang diberkahi dan sesungguhnya
"Don janganlah kamu menikahi perem-
puan-perempuan musyrik, sebelum mereka Kami-lah yang memberi peringaton." (ad-
b eriman." fal-Baqarahz 221)
Dukhaan:3)
Ayat ini turun berkenaan dengan Martsad
al-Ghanawi yang diutus oleh Nabi saw. ke Dia juga berfirman,
Mekah untuk membawa pergi kaum Muslimin
"S e sung g uhny a Ka mi tel ah menurunka nny a
yang tertindas dari sana, namun seorang
(Al-Qur'an) pada malam qodar" (al-Qadr: 1)
perempuan musyrik yang bernama Anaq-
yang kaya raya dan cantik jelita-ingin kawin Al-Qur'an terus-menerus turun selama 23
dengannya kemudian Martsad setuiu asalkan
tahun, baik di Mekah, di Madinah, di jalan antara
Nabi saw juga setuju. Tatkala ia bertanya kedua kota itu, atau di tempat-tempat lain.
kepada beliau, turunlah ayat ini dan bersamaan Turunnya kadang satu surah lengkap,
dengannya turun pula ayat,
seperti surah al-Faatihah, al-Muddatstsir; dan
"Dan janganlah kamu menikahkan orang- al-An'aam. Kadang yang turun hanya sepuluh
orang musyrik (dengan perempuon'perempuan ayat, seperti kisah al-ifki (gosip) dalam surah
an-Nuun dan awal surah al-Mu'minuun. Ka-
Mukmin) sebelum mereka beriman." (al-
Baqantu22l) dang pula hanya turun lima ayat, dan ini
banyak. Akan tetapi terkadang yang turun
Yang termasuk jenis kedua, misalnya
hanya sebagian dari suatu ayat, seperti kalimat,
"Dan mereke bertanya kepadamu (Muham-
mad) tentang anak yatim." (al'Baq arahz 22O) "Yang tidak mempunyai uzur" (an-Nisaa':
es)
"M ereka b erto ny a kep ad omu tentang h aid."
yang turun setelah firman-Nya,
(al-Baqarahz222)
"Tidaklah samo antara Mukmin yang duduk
"Dqn mereka minta fatwa kepadamu (yang tidak ikut berperangJ" (an-Nisaa': 95).
(M uh a mm a d) te ntang peremp u en." (an-Nisaa': Misalnya lagi firman Allah Ta'ala,
127)
"Dan jika kamu khawatir meniadi miskin
"Merekq menanyakan kepadamu tentong (karena orang kafir tidok datang) maka Allah
nanti akan memberimu kekayaan kepadamu
(pembagian) harta rampasan perang." (al- dari karunia-Nya, jika Dia menghendaki. Se-
Anfaal: 1)
sungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha-
Turunnya Al-Qur'an dimulai pada bulan bij aks a na." (at-Taubah: 2 B)
Ramadhan di malam kemuliaan [Lailatul Yang turun setelah,
Qadr). Allah Ta'ala berfirman, "Hai orang-orang yang beriman, sesung-
guhnya orong-orang yong musyrikitu naiis (ko'
"(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) tor hati), maka janganlah mereka mendekati
bulan Ramadhan, bulanyang di dalamnya ditu- Masjidilhoram sesudah tahun fni." (at-Taubah:
runkon (permulaan) Al-Qur'an sebagai petuniuk 28)
bagi manusia dan penjelasan-penielasan me'
TAFSIRAL-MUNIR IILID 5
Diturunkannya Al-Qur'an secara berang- telah menerima Islam, turunlah hukum halal
sur-angsur-sejalan dengan manhaj Tuhan dan haram. Sekiranya yang pertama-tama
yang telah menentukan cara penurunan de- turun adalah 'Jangan minum khamrll niscaya
mikian-mengandung banyak hikmah. Allah mereka akan berkata, 'Kami selamanya tidak
Ta'ala berfirman, akan meninggalkan khamr!' Dan sekiranya
yang pertama turun adalah 'Jangan berzinali
"Dan Al-Qur'an itu (Kami turunkan) ber-
niscaya mereka berkata, 'Kami tidak akan
angsur-angsur agar kamu (Muhammad) mem-
bacakannya kepada manusia perlahan-lahan meninggalkan zinal"'6
dan Kami menurunkannya bagian demi bagian."
(al-Israa': 106) Hikmah yang lain adalah menghubungkan
Di antara hikmah-hikmah tersebut adalah aktivitas jamaah dengan wahyu Ilahi sebab
meneguhkan dan menguatkan hati Nabi saw. keberlanjutan turunnya wahyu kepada Nabi
agar beliau menghafal dan menguasainya se- saw. membantu beliau untuk bersabar dan
bab beliau adalah seorang yang buta huruf, tabah, menanggung derita dan kesulitan serta
tidak dapat membaca dan menulis. Allah Ta'ala
berfirman, berbagai macam gangguan yang beliau hadapi
"Don orang-orang kafir berkata, 'Mengapa dari kaum musyrikin. Ia juga merupakan
Al-Qur'on itu tidak diturunkan sekaligur?' sarana untuk mengukuhkan aqidah di dalam
jiwa orang-orang yang telah memeluk Islam.
Demikianlah, agar Kami memperteguh hatimu fika wahyu turun untuk memecahkan suatu
(Muhammad) dengannya dan kami membaca- problem, berarti terbukti kebenaran dakwah
Nabi saw.; dan kalau Nabi saw. tidak memberi
kannya secara tartil (berangsur-angsun per- jawaban atas suatu masalah lalu datang wah-
yu kepada beliau, kaum Mukminin pasti kian
lahan dan benor."' (al-Furqaan: 32) yakin akan kebenaran iman, semakin percaya
Hikmah yang lain adalah menyesuaikan kepada kemurnian aqidah dan keamanan jalan
dengan tuntutan tahapan dalam penetapan yang mereka tempuh, serta bertambah pula
hukum, serta mendidik masyarakat dan me- keyakinan mereka terhadap tujuan dan janji
mindahkannya secara bertahap dari suatu yang diberikan Allah kepada mereka: menang
keadaan ke keadaan yang lebih baik daripada
sebelumnya, dan juga melimpahkan rahmat atas musuh atau kaum musyrikin di dunia,
Ilahi kepada umat manusia. Dahulu, di masa atau masuk surga dan meraih keridhaan
fahiliyyah, mereka hidup dalam kebebasan
mutlak. Kalau Al-Qur'an diturunkan semuanya Tuhan serta penyiksaan kaum kafir di neraka
secara sekaligus, tentu mereka akan merasa
berat menjalani aturan-aturan hukum baru fahannam.
itu sehingga mereka tidak akan melaksana-
kan perintah-perintah dan larangan-larangan 6 Dalam al-Kasysyaaf (llt85-186),az-Zamakhsyari menye-
butkan sebab-sebab pemilahan dan pemotongan Al-
tersebut.
Qur'an menjadi surah-surah, di antaranya: (1) penjelasan
Bukhari meriwayatkan bahwa Aisyah yang bervariasi mengenai sesuatu akan lebih baih lebih
r.a. berkata, "Yang pertama-tama turun dari indah, dan lebih menawan daripada kalau dia hanya satu
Al-Qur'an adalah suatu surah dari jenis aI- penjelasan, (2) merangsangvitalitas dan memotivasi untuk
mufashshal, di dalamnya disebutkan tentang mempelajari dan menggali ilmu dari Al-Qur'an, berbeda
surga dan neraka, hingga tatkala manusia seandainya kitab suci ini turun secara sekaligus, (3J orang
yang menghafal akan merasa bangga dengan satu penggal-
an tersendiri dari Al-Qur'an setelah ia menghafalnya,
dan (4) perincian mengenai berbagai adegan peristiwa
merupakan faktor penguat makna, menegaskan maksud
yang dikehendaki dan menarik perhatian.
solumrahpongotahuanponflngAr-eu?'an ,!il{)dl\;_}.3, }llil ,.,-- - ThFSIRAL-MUNIRIILID 5
AL-qUR'AN MAKKIY DAN MADA'V'Y bangunan masyarakat Islam di Madinah,
WahyuAl-Qur'an memiliki dua corakyang pengaturan urusan politik dan pemerintahan,
membuatnya terbagi menjadi dua macam: pemantapan kaidah permusyawaratan
makkiy d,an madanrl; dan dengan begitu su- dan keadilan dalam memutuskan hukum,
rah-surah Al-Qur'an terbagi pula menjadi penataan hubungan antara kaum Muslimin
dengan penganut agama lain di dalam
surah Makkiyyah dan surah Madaniyyah.
be-Makkiy adalah yang turun selama tiga maupun luar kota Madinah, baik pada waktu
las tahun sebelum hijrah-hijrah Nabi saw. dari damai maupun pada waktu perang, dengan
MekahkeMadinah-,baikiaturundiMekah,di mensyari'atkan jihad karena ada alasan-
Tha'if, atau di tempat lainnya, misalnya surah alasan yang memperkenankannya [seperti
Qaaf, Huud, dan Yuusuf. Adapun Madaniy gangguan, agresi, dan pengusiran), kemudian
adalah yang turun selama sepuluh tahun se- meletakkan aturan-aturan perjanjian guna
telah hijrah, baik ia turun di Madinah, dalam menstabilkan keamanan dan memantapkan
perjalanan dan peperangan, ataupun di pilar-pilar perdamaian' Hal itu menuntut
Mekah pada waktu beliau menaklukkannya ayat-ayat Madaniyyah berbentuk panjang
('aamul fathi), seperti surah al-Baqarah dan dan tenang, memiliki dimensi-dimensi dan
tujuan-tujuan yang abadi dan tidak tempore4
surah Aali'lmraan.
Kebanyakan syari'at Makkiy berkenaan yang dituntut oleh faktor-faktor kestabilan
denganperbaikanaqidahdanakhlak,kecaman dan ketenangan demi membangun negara di
terhadap kesyirikan dan keberhalaan, pena- atas fondasi dan pilar yang paling kuat dan
naman aqidah tauhid, pembersihan bekas- kukuh'
bekas kebodohan [seperti, pembunuh an, zina,
dan penguburan anak perempuan hidup-hi- FAEDAH MENGEIAHUI ASBAABUN NUZUUL
dup), penanaman etika dan akhlak Islam [se- Mengetahui sebab-sebab turunnya ayat
perti keadilan, menepati janji, berbuat baik, sesuai dengan peristiwa dan momentum
bekerja sama dalam kebaikan dan ketakwaan mengandung banyak faedah dan urgensi
dan tidak bekerja sama dalam dosa dan per- yang sangat besar dalam menafsirkan Al-
me-musuhan, serta melakukan kebajikan dan
eur'an dan memahaminya secara benar. As-
ninggalkankemungkaran),pemfungsianakal baabun nuzuul mengandung indikasi-indi-
dan pikiran, pemberantasan fantasi taklid kasi yang menjelaskan tujuan hukum, me-
buta, pemerdekaan manusia, dan penarikan nerangkan sebab pensyari'atan, menyingkap
pelajaran dari kisah-kisah para Nabi dalam rahasia-rahasia di baliknya, serta membantu
menghadapi kaum mereka. Hal itu menuntut memahami AI-Qur'an secara akurat dan
ayat-ayat Makkiy berbentuk pendek-pendek, komprehensil kendati pun yang menjadi pa-
penuh dengan intimidasi, teguran, dan an- tokan utama adalah keumuman kata dan bu-
me-caman, membangkitkan rasa takut, dan kan kekhususan sebab. Di dunia perundang-
ngobarkan makna keagungan Tuhan. undangan zaman sekarang, kita melihat apa
Adapun syari'at Madaniy pada umumnya yang disebut dengan memorandum penjelas
berisi tentang penetapan aturan-aturan dan undang-undang, yang mana di dalamnya di-
hukum-hukum terperinci mengenai ibadah, jelaskan sebab-sebab dan tujuan-tujuan pe-
transaksi sipil, dan hukuman, serta prasya- nerbitan undang-undang tersebut. Hal itu
rat kehidupan baru dalam menegakkan diperkuat lagi dengan fakta bahwa setiap
-IAFSIRAL-MUNIR IITID 5 r,,il -fl-\- serumtah pengetahuan penflngAt.eur'an
aturan tetap berada dalam level teoritis dan Peristiwa itu terjadi sembilan hari sebe-
tidak memuaskan banyak manusia selama lum wafatnya Nabi saw. setelah beliau usai
menunaikan haji Wada'. Hal itu diriwayatkan
ia tidak sejalan dengan tuntutan-tuntutan
realita atau terkait dengan kehidupan banyak perawi dari Ibnu Abbas r.a..
praksis. Adapun riwayat yang disebutkan dari
as-Suddi bahwa yang terakhir turun adalah
Semua itu menunjukkan bahwa syari'at
Al-Qur'an tidaklah mengawang di atas level firman Allah Ta'ala,
peristiwa, atau dengan kata lain ia bukan
"Pada hari ini telah Kusempurnokan untuk
syari'at utopis [idealis) yang tidak mungkin kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepa-
direalisasikan. Syari'at Al-Qur'an relevan bagi damu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu
setiap zaman, interaktif dengan realita. Ia jadi agama bagimu" (al-Maa'idah: 3)
mendiagnosa obat yang efektif bagi setiap pe- tidak dapat diterima sebab ayat ini turun-
nyakit kronis masyarakat serta abnormalitas dengan kesepakatan para ulama-pada hari
dan penyimpangan individu. Arafah sewaktu haji Wada'sebelum turunnya
YANG PERTAMA DAN YANG TERAKHIR surah an-Nashr dan ayat 281 surah al-Baqarah
TURUN DARI AL-QUR'AN di atas.
Yang pertama kali turun dari Al-Qur'anul PENGUMPULAN AL-QUR'AN
Kariim adalah firman Allah Ta'ala dalam surah
Urutan ayat-ayat dan surah-surah Al-
al-Alaq, Qur'anul Kariim (yang turun sesuai dengan
"Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhon- peristiwa dan momentum, kadang turun satu
mu Yang menciptakan. Dia telah menciptakan
surah lengkap atau kadang beberapa ayat atau
manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan sebagian dari satu ayat saja, sebagaimana telah
Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. Yang kita ketahui) tidaklah seperti urutan yang kita
mengajar (manusia) dengan pena. Dia meng-
lihat pada mushaf-mushaf sekarang maupun
ajar kepada manusia apq yang tidak diketahui- lampau fyang mana urutan ini bersifat tau-
nya." (alJAlaq: 1-5)
qiifiy, ditetapkan oleh Rasulullah saw. sendiri).
Peristiwa itu terjadi pada hari Senin tang- Al-Qur'an mengalami pengumpulan/kompi-
gal 17 Ramadhan tahun ke-41 dari kelahiran lasi sebanyak tiga kali.
Nabi saw., di Gua Hira' ketika wahyu mulai Kompilasi Pertama di Masa Nabi saw.
turun dengan perantaraan Malaikat fibril a.s.
Kompilasi pertama terjadi pada masa
yang tepercaya.
Nabi saw. dengan hafalan beliau yang kuat dan
Adapun ayat Al-Qur'an yang terakhir mantap seperti pahatan di batu di dalam dada
turun-menurut pendapat terkuat-adalah fir-
beliau, sebagai bukti kebenaran janji Allah
man Allah Ta'ala,
Ta'ala,
"Don tokutlah pada hari (ketika) kamu
"Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk
semua dikembalikan kepada Allah. Kemudian (membaca) Al-Qur'an karena hendak cepat-
masing -masing diri diberi balasan yang sempurno cepat (menguosai)nya, Sesungguhnya atos
sesuai dengan apayang telah dikerjakannya, dan tanggungan Kamilah mengumpulkannya fdi
mereka tidak dizaliml." (al-Baqarah: 281)
dadamu) dan (membuatmu pandai) memba- Di antara kaum Anshar dia menyebut
canya. Apabita Kami telah selesai memboco- antara lain 'Ubadah ibn Shamit, Mu'adz Abu
kannyamakaikutilahbacaannyaitu.Kemudian, Halimah, Mujammi'bin |ariyah, Fadhalah bin
sesungguhnya atas tanggungan Kamilah 'Ubaid, dan Maslamah bin Mukhallad.
p enj elasannya." (al-Qiyaamah : 1 6- 19) Para penghafal yang paling terkenal di
Nabi saw. membacakan hafalannya ke- antaranya: 'Utsman, Ali, Ubaiy bin Ka'b, Abu
Darda', Mu'adz bin Jabal, Zaid bin Tsabit, Ibnu
pada fibril a.s. satu kali setiap bulan Rama-
Mas'ud, dan Abu Musa al-Asy'ari.
dhan; dan beliau membacakan hafalannya
sebanyak dua kali di bulan Ramadhan Kompllasl Kedua pada Masa Abu Bakar
terakhir sebelum wafat. Selanjutnya Rasu- Al-Qur'an belum dikumpulkan dalam satu
lullah saw membacakannya kepada para
mushaf pada masa Rasulullah saw. sebab ada
sahabat seperti pembacaan-pembacaan kemungkinan akan turun wahyu baru selama
Nabi saw. masih hidup. Akan tetapi waktu itu
yang beliau lakukan di depan fibril, lalu para semua ayat Al-Qur',an ditulis di lembaran ker-
sahabat menulisnya seperti yang mereka tas, tulang hewan, batu, dan pelepah kurma.
dengar dari beliau. Para penulis wahyu Kemudian, banyak penghafal Al-Qur'an
yang gugur dalam Perang Yamamah yang
berjumlah dua puluh lima orang. Menurut
penelitian, mereka sebetulnya berjumlah terjadi pada masa pemerintahan Abu Bakan
sekitar enam puluh orang; yang paling
terkenal adalah keempat khalifah, Ubay bin sebagaimana diriwayatkan oleh Bukhari
Ka'b, Zaid bin Tsabit, Mu'awiyah bin Abi dalam Fadhaa'ilul Qur'aan dalam juz keenam,
Sufyan, saudaranya: Yaziid, Mughirah bin sehingga Umar mengusulkan agar Al-Qur'an
Syu'bah, Zubair bin Awwam, dan Khalid bin dikompilasikan/dikumpulkan, dan Abu Bakar
Walid. Al-Qur'an juga dihafal oleh beberapa menyetujuinya, serta beliau memerintahkan
orang sahabat di luar kepala karena ter- Zaid bin Tsabit untuk melaksanakan tugas
dorong cinta mereka kepadanya dan berkat ini. Kata Abu Bakar kepada Zaid, "Engkau
kekuatan ingatan dan memori mereka yang seorang pemuda cerdas yang tidak kami
terkenal sebagai kelebihan mereka. Sampai- curigai. Dahulu engkau pun menuliskan
sampai dalam perang memberantas kaum wahyu untuk Rasulullah saw.. Maka, carilah
murtad, telah gugur tujuh puluh orang peng- dan kumpulkan ayat-ayat Al-Qur'an (yang
hafal Al-Qur'an. Abu 'Ubaid, dalam kitab dl- tersebar di mana-mana itu)." Zaid kemudian
Qiraa'aat, menyebutkan sebagian dari para melaksanakan perintah tersebut. Ia bercerita
penghafal Al-Qur'an. Di antara kaum muha- "Maka aku pun mulai mencari ayat-ayat Al-
jirin dia menyebut antara lain keempat Qur'an, kukumpulkan dari pelepah kurma
dan lempengan batu serta hafalan orang-
Khulafa'ur Rasyidin, Thalhah bin'Ubaidillah, orang. Dan aku menemukan akhir surah at-
Taubah-yakni dalam bentuk tertulis-pada
Sa'd bin Abi Waqqash, Abdullah bin Mas'ud,
Hudzaifah bin Yaman, Salim bin Ma'qil (maula Khuzaimah al-Anshari, yang tidak kutemukan
Abu Hudzaifah), Abu Hurairah, Abdullah bin pada selain dia, yaitu ayat
Sa'ib, keempat Abdullah fibnu Umar; Ibnu
Abbas, Ibnu Amr, dan Ibnu Zubair), Aisyah, "Sungguh telah datang kepadamu seorang
Hafshah, dan Ummu Salamah.
Rasul dari kaummu sendiri" (at-Taubah= !28)
TlEstxAr-MUNIR IILID 5 -- ,- ir*, -f-\ ssJumtah pengotahuan ponung At{ur'an
Hingga penghabisan surah Baraa'ah. mushaf ini [sebagaimana ia tuturkan dalam
Lembaran-lembaran yang terkumpul itu bukunya Fadhao'ilul Qur'aan di bagian akhir
berada di tangan Abu Bakar hingga ia tafsirnya), tetapi kemudian ia hangus dalam ke-
meninggal dunia, lalu dipegang Umar hingga bakaran besar yang menimpa Masjid Umawiy
ia wafat, selanjutnya dipegang oleh Hafshah
binti Umar."7 pada tahun 1310 H. Sebelum ia terbaka4, para
Dari sini jelas bahwa cara pengumpulan ulama besar Damaskus kontemporer pun te-
Al-Qur'an berpedoman pada dua hal: [1) yang
tertulis dalam lembaran kertas, tulang dan lah melihatnya.
sejenisnya, dan (2J hafalan para sahabat yang Sebab musabab pengumpulan ini ter-
hafal Al-Qur'an di luar kepala. Pengumpulan ungkap dari riwayat yang disampaikan oleh
pada masa Abu Bakar terbatas pada pe- Imam Bukhari kepada kita dalam Fadhaa'ilul
ngumpulan Al-Qur'an di dalam lembaranlem- Qur'aan, dalam juz keenam, dari Anas bin
Malik r.a. bahwa Hudzaifah bin Yaman datang
baran khusus, setelah sebelumnya terpisah- menghadap Utsman seraya menceritakan
pisah dalam berbagai lembaran. Zaid tidak bahwa ketika ia sedang mengikuti peperang-
cukup hanya berpedoman kepada hafalannya an bersama orang-orang Syam dan orang-
orang Irak untuk menaklukkan Armenia dan
sendiri, ia juga berpedoman kepada hafalan para
sahabat yang lain, yang jumlahnya banyak dan Azerbaijan. Ia terkejut dengan perbedaan
memenuhi syarat mutawatit yakni keyakinan mereka dalam membaca Al-Qur'an.
yang diperoleh dari periwayatan jumlah yang
banyak yang menurut kebiasaan tidak mungkin Hudzaifah berkata kepada Utsman, "Wahai
mereka bersekongkol untuk berdusta. Amirul Mukminin, selamatkanlah umat ini
sebelum mereka berselisih mengenai Al-
Kompilasl Ketiga pada Masa Utsman, Qur'an seperti perselisihan kaum Yahudi
dengan Menulis Sejumlah Mushaf dengan
Khath yang Sama dan Nasrani!" Maka Utsman mengirim
Peran Utsman bin Affan r.a. terbatas pada pesan kepada Hafshah, "Kirimkan lembaran-
penulisan enam naskah mushaf yang me- Iembaran catatan Al-Qur'an kepada kami
miliki satu harf (cara baca), yang kemudian ia
sebarkan ke beberapa kota Islam. Tiga buah karena kami akan menyalinnya ke dalam
di antaranya ia kirimkan ke Kufah, Damaskus, mushaf. Nanti kami kembalikan lembaran-
dan Basrah. Yang dua lagi ia kirimkan ke lembaran itu kepadamu." Setelah Hafshah
Mekah dan Bahrain, atau ke Mesir dan fazirah, mengirimkannya, Utsman memerintahkan
Zaid bin Tsabit, Abdullah bin Zubair; Sa'id
dan ia menyisakan satu mushaf untuk diri-
bin Ash, dan Abdurrahman bin Harits
nya di Madinah. Ia menginstruksikan agar
bin Hisyam untuk menyalinnya ke dalam
mushaf-mushaf lain yang berbeda, yang ada
di lrak dan Syam, dibakar. Mushaf Syam dulu beberapa mushaf. Utsman berpesan kepada
tersimpan di Masjid Raya Damaskus, ol-Jaami' ketiga orang Quraisy dalam kelompok itu,
al-Umawiy, tepatnya di sudut sebelah timur "Kalau kalian berbeda pendapat dengan
maqshuuroh.s Ibnu Katsir pernah melihat
Zaid bin Tsabit mengenai suatu ayat, tulislah
dengan dialek Quraisy karena Al-Qur'an tu-
run dengan dialek mereka." Mereka lantas
melaksanakannya. Setelah mereka menyalin
7 Shahih Bukhari (6/3t4-315). dalam masiid dan dikhususkan untuk tempat shalatnya
I Maqshuurah adalah sebuah ruangan yang dibangun di khalifah serta tamu-tamunya. (Penj.)
isi lembaran-lembaran itu ke dalam sejumlah yang kuat. Adapun dalil pengurutan ayat
mushaf, Utsman mengembalikan lembaran
tersebut kepada Hafshah. Setelah itu, ia me- adalah ucapan Utsman bin Ash r.a., "Ketika
ngirimkan sebuah mushaf hasil salinan itu ke aku sedang duduk bersama Rasulullah saw.,
setiap penjuru, dan ia memerintahkan untuk tiba-tiba beliau mengangkat dan meluruskan
pandangan matanya, selanjutnya beliau
membakare semua tulisan Al-Qur'an yang
terdapat dalam sahifah atau mushaf selain bersabda,
mushaf yang ia salin.lo i'u.-:lt,.l; (i, :t'u1 oi s;u,J.y qul
Maka jadilah Mushaf Utsmani sebagai pe-
y,s; ;a.$of )6 rb! ri. ltt ;'t,\,;_At
doman dalam pencetakan dan penyebarluas- (je
an mushaf-mushaf yang ada sekarang di du- 'libril baru saja mendatangiku; ia meme-
nia. Setelah sebelumnya [hingga era Utsman) rintahkan aku meletakkan ayat ini di tempat ini
kaum Muslimin membaca Al-Qur'an dengan dari surah ini: Sesungguhnya Allah menyuruh
berbagai Qiraa'aat yang berbeda-beda, (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, mem-
beri kepada kaum kerabaf."'(an-NahL 90)
Utsman menyatukan mereka kepada satu
mushaf dan satu cara baca serta meniadikan Adapun dalil tentang pengurutan surah-
surah adalah bahwa sebagian sahabat yang
mushaf tersebut sebagai imam. Oleh
hafal Al-Qur'an di luar kepala, misalnya
karena itulah, mushaf tersebut dinisbahkan
Ibnu Mas'ud, hadir dalam mudaarqsah [pe-
kepadanya dan ia sendiri dijuluki sebagai
nyimakan) Al-Qur'an yang berlangsung antara
Joami'ul Qur'aan (pengumpul Al-Qur'an).
fibril a.s. dan Nabi saw., dan mereka bersaksi
Kesimpulan: Pengumpulan Al-Qur'an bahwa mudqarasah tersebut sesuai dengan
pada masa Abu Bakar adalah pengumpulan urutan yang dikenal dalam surah dan ayat
dalam satu naskah yang terpercaya, sedangkan sekarang ini.
pengumpulan Al-Qur'an pada masa Utsman Ada tiga syarat agar suatu ayat, kata, atau
adalah penyalinan dari sahifah-sahifah yang qiraa'ah dapat disebut Al-Qur'an, yaitu: [1)
dipegang Hafshah ke dalam enam mushaf sesuai dengan rqsm'utsmani walaupun hanya
dengan satu cara baca. Cara baca ini sesuai
dengan tujuh huruf (tujuh cara baca) yang Al- secara kira-kira, [2) sesuai dengan kaidah-
Qur'an turun dengannya, kaidah nahwu [gramatika) Arab walaupun
Untuk membaca rasm (tulisan) mushaf hanya menurut satu segi, dan (3) diriwayatkan
secara mutawatir oleh sejumlah orang dari
ada dua cara: sesuai dengan rasm itu secara sejumlah orang dari Nabi saw. [inilah yang
hakiki fnyata) dan sesuai dengannya secara
dikenal dengan keshahihan sanad).
taqdiiriy fkira-kira).
Tidak ada perbedaan pendapat di antara B. CARA PENULISAN AL-QUR'AN DAN
para ulama bahwa pengurutan ayat-ayat ber- RASM UTSMANI
sifat tauqifiy [berdasarkan petunjuk lang- Rasm adalah cara menulis kata dengan
sung dari Nabi saw.), sebagaimana urutan huruf-huruf ejaannya dengan memperhi-
surah-surah j uga tauqifiy -menurut pendapat tungkan permulaan dan pemberhentian
9 Dalam naskah al-Ainiy "merobek". Ia berkata, ini adalah
riwayat kebanyakan ulama.
10 Shahih Bukhari (6/3 15-3 16).
TATSIRAL-MUNIR IITID 5 ilfl -ff\ Selumtah peng€tahuan ponttng At-Qu?,an
padanya.ll saja ditulis dengan cara penulisan (rosm
imlaa') yang dikenal khalayak, sebab ti-
Mushaf adalah mushaf Utsmani fMushaf dak ada nash yang menetapkan rasm ter-
Imam) yang diperintahkan penulisannya oleh tentu, dan apa yang terdapat dalam rasm
[misalnya penambahan atau penghapus-
Utsman r.a. dan disepakati oleh para sahabat
an) bukanlah tauqiif [petunjuk) yang
r,a.,72
diwahyukan oleh Allah kepada rasul-Nya.
Rasm Utsmani adalah cara penulisan Seandainya demikian, tentu kami telah
keenam mushaf pada zaman Utsman r.a.. mengimaninya dan berusaha mengikuti-
nya. Namun, kalau mushaf ditulis dengan
Rasm inilah yang beredar dan berlaku setelah metode imlaa' modern, ini memungkinkan
untuk dibaca dan dihafal dengan benar.
dimulainya pencetakan Al-Qur'an di al-Bun-
Komisi Fatwa di al-Azhar dan ulama-
duqiyyahl3 pada tahun 1530 M, dan cetakan
berikutnya yang merupakan cetakan Islam ulama Mesir yang lainls memandang bahwa
lebih baik mengikuti cara penulisan mushaf
tulen di St. Petersburg, Rusia, pada tahun yang ma'tsuf demi kehati-hatian agar Al-
Qur'an tetap seperti aslinya dalam bacaan
L787 M, kemudian di Astanah (lstanbul) pada maupun penulisannya, dan demi memelihara
cara penulisannya dalam era-era Islam yang
tahun 7877 M.
Iampau (yang mana tak ada riwayat dari
Ada dua pendapat di kalangan para satu pun imam ahli ijtihad bahwa mereka
ulama tentang cara penulisan Al-Qur'an (atau ingin mengubah ejaan mushaf dari penulisan
rasmnya terdahulu), serta untuk mengetahui
imlaa'):14 Qiraa'aat yang dapat diterima dan yang tidak.
Oleh karena itu, dalam masalah ini tidak dibuka
L. Pendapat mayoritas ulama, di antaranya bab rstihsaan yang mengakibatkan Al-Qur'an
Imam Malik dan Imam Ahmad bahwa mengalami pengubahan dan penggantian,
Al-Qur'an wajib ditulis seperti penulisan
atau dipermainkan, atau diperlakukan ayat-
rasm Utsmani dalam Mushaf Imam, haram ayatnya sesuka hati dalam hal penulisan. Akan
tetapi, tidak ada salahnya, menurut pendapat
menulisnya dengan tulisan yang berbeda mayoritas ulama, menulis Al-Qur'an dengan
dari khath (tulisan) Utsman dalam segala cara imla'modern dalam proses belajar me-
ngaja4 atau ketika berdalil dengan satu ayat
bentuknya dalam penulisan mushal sebab atau lebih dalam sebagian buku karangan
modern, atau dalam buku-buku Departemen
rosm ini menunjukkan kepada Qiraa'aat Pendidikan, atau pada waktu menayangkan-
nya di layar televisi.
yang beraneka ragam dalam satu kata.
15 Majalah ar-Risaalah (no. 215 tahun 1937) dan Majalah aI-
2. Pendapat sebagian ulama, yaitu Abu Bakar
Muqtathaf(edisi fuli tahun 1933).
al-Baqillaniy, lzzuddin bin Abdussalam,
dan Ibnu Khaldun bahwa mushaf boleh
11 Yang dimaksud dengan "permulaan dan pemberhentian"
adalah memulai dan mengakhiri bacaan. Sejalan dengan
definisi ini, huruf hamzahwashl ditulis karena ia dibaca pada
saat permulaan, sedangkan bentuk tanwrn dihapus karena ia
tidak dibaca pada saat berhenti di akhir kata. (Penj.)
t2 As-Saf astaaniy, al- M ashaahif, hal. 50.
13 Ini namanya dalam bahasa Arab, nama Latin-nya adalah
Venice. Dalam at-Ta'riif bil A'laamil Waaridah Fil Bidaayah
wan Nihaayah disebutkan:'Al-Bunduqiyyah fVenizia)adalah
sebuah kota pelabuhan di ltalia, terletak di pantai utara laut
Adriatik.... Di zaman dahulu penduduknya punya hubungan
dagang yang erat dengan negara-negara Timur Dekat,
khususnya kerajaan Mamalik di Mesir dan Syaml' (Penj.)
t4 Tolkhiishul Fawaa'id karya lbnul Qashsh (hal. 56-57), al-
Itqaan karya as-Suyuthi (2/L66), al-Burhaan fii 'Uluumil
Qur' a an karya az-Zarkasyi (L / 37 9, 3 8 7J, dan M u qa d d i m a h
Ibnu Khaldun fhal a19).
C. AHRUF SAB'AH DAN QIRAA.MT SAB'AH bentuknya [tulisannya) dalam mushaf
Umar bin Khaththab r.a. meriwayatkan
dan tidak mengubah maknanya, atau me-
bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda, ngubah maknanya, contohnya /o -talaqqaa
aadamu dibaca aadama.
j;i * *L'# u v;* ili ria-r;st ;:y 2. Perbedaan dalam huruf-huruf, mungkin
disertai dengan perubahan makna [se-
"sesungguhnya Al-Qur'an diturunkan dalam perti ya'lamuuna dan to'lamuuna), atau
tujuh huruf, maka bacalah Al-Qurhn dengan hanya perubahan bentuk tanpa disertai
bacaan yang mudah bagimu." t6 perubahan makna, seperti ash-shiraath
Tujuh huruf artinya tujuh cara baca, yaitu dan as-siraath.
tujuh bahasa dan dialek di antara bahasa- 3. Perbedaan wazan isim-isim dalam bentuk
bahasa dan dialek-dialek bangsa Arab. Al- tunggal, dua, jamak, mudzokkan dan
Qur'an boleh dibaca dengan masing-masing mu'annats, contohnya amaanaatihim dan
bahasa itu. Ini tidak berarti bahwa setiap amaanatihim.
kata dari Al-Qur'an dibaca dengan tujuh cara 4. Perbedaan dengan penggantian suatu
kata dengan kata lain yang kemungkinan
baca, melainkan bahwa ia [Al-Qur'an) tidak besar keduanya adalah sinonim, seperti
kal-'ihnil manfuusy atau kash-shuufil man-
keluar dari ketujuh cara tersebut. fadi, kalau fuusy. Kadang pula dengan penggantian
tidak dengan dialek Quraisy (yang merupa- suatu huruf dengan huruf lain, seperti
kan bagian terbanyak), ia dibaca dengan dia-
nunsyizu h a a dan nu n sy iru h a a.
lek suku lain (sebab dialek suku ini lebih
5. Perbedaan dengan pendahuluan dan
fasih). Dialek-dialek itu, yang dahulu masyhur pengakhiran, seperti fa-yaqtuluuna wa
yuqtaluuna dibaca fa-yuqtaluuna wo yaq-
dan pengucapannya enak, antara lain dialek
Quraisy, Hudzail, Tamim, al-Azd, Rabi'ah, tuluuna.
Hawazin, dan Sa'd bin Bakr. Inilah pendapat
6. Perbedaan dengan penambahan dan pe-
yang paling masyhur dan kuat.
ngurangan, seperti wa mao khalaqadz-
Menurut pendapat lainnya, yang dimak-
dzakara wal-untsaa dibaca wadz-dzakara
sud dengan tujuh huruf adalah cara-cara
wal-untsaa.
Qiraa'oat fbacaan Al-Qur'an). Sebuah kata da-
lam Al-Qur'an, betapa pun bervariasi cara pe- 7. Perbedaan dialek dalam hal fat-hah dan
imaalah, tarqiiq dan tafkhiim, hamz dan
ngucapannya dan beraneka ragam bacaannya, tashiil, peng-kasrah-an huruf-huruf mu-
dhaara'ah, qalb [pengubahan) sebagian
perbedaan di dalamnya tidak keluar dari tujuh huruf, isybaa' miim mudzakkar, dan isy-
moom sebagian harakat, contohnya wa
segi berikut:17 hal ataaka hadiitsu Muusaa dan balaa
qaadiriina'alaa an nusawwiya banaanohu
1. Perbedaan dalam i'raab suatu kata atau
dibaca dengan imaalah: atee, Muuseq dan
dalam harakat binaa'nya, tetapi perbeda- balee. Contoh lainnya khabiiran bashiiran
dibaca dengan tarqiiq pada kedua huruf
an itu tidak melenyapkan kata itu dari ra'-nya; ash-shalaah dan ath-thalaaq di-
baca dengan tafkhiim pada kedua huruf
16 HR Jamaah: Bukhari, Muslim, Malik dalam al-Muwaththa',
Tirmidzi, Abu Dawud, dan Nasa'i. Lihat Jaami'ul Ushuul
(3/3t).
\,t7 Tafs i r al - Qu rth u b i (1 / 42 - 47 ), Tafsi r a th -Th ab ari (l / 23 -Z
Ta'wiil Musykilil Qur'aan karya Ibnu Qutaibah (hal.28-29),
Taariikh al-Fiqhil lslaamiy karya as-Saais (hal. 20-21), dan
Mabaohits Fii'Uluumil Qur'aan karya Dr. Shubhi Saleh (hal.
101-116).
lam-nya. Misalnya lagi qad aflaha dibaca hanya sedikit yang bisa menulis. Kemudian
dengan menghapus huruf hamzah dan kondisi darurat tersebut lenyap dan hukum
memindahkan harakatnya dari awal kata ahruf sab'ah tersebut terhapus sehingga Al-
kedua ke akhir kata pertama, dan cara ini
dikenal dengan istilah tashiilul hamzoh. Qur'an kembali dibaca dengan satu harl Al-
Contoh yang Iain liqaumin yi'lamuun, Qur'an hanya ditulis dengan satu hay'semen-
nahnu ni'lemtt, wa tiswaddu wujuuhun, dan jak zaman Utsman, yang mana penulisan
alam i'had dengan meng-kasrah-kan huruf-
huruf-huruf di dalamnya kadang berbeda-
huruf mudhaara'ah dalam semua f il-f il
beda, dan itu adalah harl(dialek) Quraisy yang
ini. Contoh lainhattaa hiin dibaca 'attaa'iin Al-Qur'an turun dengannya. Hal ini dijelaskan
oleh suku Hudzail, yakni dengan mengganti oleh ath-Thahawi, Ibnu Abdil Barr; Ibnu Hajar;
huruf ha' menjadi huruf 'ain. Contoh Iain
'alaihimuu daa'iratus sau' dengan meng- dan lain-lain.1e
isyboa'-kan huruf mim dalam dhamiir D. AL.qUR'AN ADALAH KALAM ATLAH DAN
jamak mudzakkar. Contoh lainwa ghiidhal- DALI L.DALI L KEM UKJ IZATAN NYA
mo o' u dengan meng- isyb aa'-kan dhammah Al-Qur'anul Azhiim-baik suara bacaan
huruf ghain bersama kasrah.
yang terdengar maupun tulisan yang tercantum
Kesimpulan: Ahruf sab'ah (tujuh hu- dalam mushaf-adalah kalam Allah Yang Azali,
ruf) adalah tujuh dialek yang tercakup da- Mahaagung, dan Mahatahu; tak ada sedikit pun
lam bahasa suku Mudharls dalam suku- dari Al-Qur'an yang merupakan kalam makh-
ku Arab, dan ia bukan Qiraa'aat sab' atau luh tidak fibril, tidak Muhammad, tidak pula
,rraq'aat'asyr yang mutawatir dan masyhur.
Qiraa'oat-Qiraa'aat ini, yang merebak pada yang lain; manusia hanya membacanya dengan
masa Tabi'in lalu semakin terkenal pada abad suara mereka.20 Allah Ta'ala berfirman,
4 H setelah munculnya sebuah buku mengenai
Qiraa'aat karya Ibnu Mujahid (seorang imam "Dan sesungguhnya Al-Qur'an ini benar-
ahli Qiraa'aaf), bertumpu pada pangkal yang benar diturunkqn oleh Tuhan seluruh alam,
berbeda dengan yang berkaitan dengan ahruf
yang dibawa turun oleh Ar-Ruh Al-Amin (Jibril),
sab'ah, tetapi Qiraa'aat-Qiraa'aat ini berca- ke dalam hatimu (Muhammad) agar engkau
bang dari satu harfdi antara ahrufsab'oh. Hal termasuk orang yang memberi peringatan,
ini diterangkan oleh al-Qurthubi. dengan bahasa Arab yang jelas." [asy-
S5ru'araa': 192-l9S)
Selanjutnya pembicaraan mengenai ahruf
sab'ah menjadi bernuansa historis. Dahulu, Dia juga berfirman,
ahruf sab'ah dimaksudkan sebagai kelapang-
an, ditujukan agar manusia-pada suatu masa "Katakanlah, 'Ruhul Qudus (Jibril) me-
yang khusus-mudah membacanya karena da- nurunkan Al-Qur'an itu dari Tuhanmu dengan
rurat sebab mereka tidak dapat menghafal benar, untuk meneguhkan (hati) orang-orang
Al-Qur'an kalau tidak dengan dialek mereka yang telah beriman, dan menjadi petunjuk
sendiri, sebab mereka dahulu buta huruf, serta kabar gembira bagi orang-orong yang
berserah diri (kepada Allah)." fan-Nahl: 102)
18 Mudhar adalah induk suku-suku tersebut. (Penl.)
t9 Tafsir al-Qurthubi (l/42-43), Fathul Baari (9/24-25), dan
Syarah Muslim karya Nawawi [6/100J.
Fataawaa Ibnu Taimiyah (L2 I Lt7 -161, 17 l).
Dalil bahwa Al-Qur'an merupakan kalam "Bahkan mereka mengatakan,'Muhammod
Allah adalah ketidakmampuan manusia dan telah membuat-buat Al-Qur'an itu.' Katakanlah,
'(Kalau demikian), datangkanlah sepuluh surah
jin untuk membuat seperti surah terpendek
darinya. Inilah yang dimaksud dengan ke- semisal dengannya (Al-Qur'an) yang dibuat-
mukjizatan Al-Qur'an, yaitu ketidakmampu- buat dan ajaklah siapo saia di antara kamu
yqng sanggup selain Allah, iika kamu orang-
an manusia untuk membuat yang sepertinya,
dalam segi balaoghah, tasyrii dan berita-berita orang yong benar. Jika mereka tidak memenuhi
gaibnya. Allah Ta'ala, untuk memanas-manasi tantanganmu, maka (katakanlah),'ketahuilah
bangsa Arab [yang dikenal sebagai pakar ke-
indahan bahasa dan jago balaaghah) dan se- bahwa Al-Qur'an itu diturunkan dengan ilmu
bagai tantangan agar mereka membuat yang
seperti Al-Qur'an (dalam hal susunannya, mak- Allah, dan bohwa tidak ada Tuhan selqin Dia,
na-maknanya, dan keindahannya yang me-
mukau dan tak tertandingi) walaupun hanya maka maukah kamu berserah diri (masuk
seperti satu surah darinya, telah berfirman,
Islam)7"' (Huud: 13-14)
"Dan jika kamu meragukan Al'Qur'an
Selanjutnya Allah SWT menegaskan hal ini
yang Kami turunkan kepada hamba Kami dengan tantangan untuk membuat satu surah
(Muhammad), buatlah satu surah semisol yang menyamai Al-Qur'an setelah mereka ti-
dak mampu membuat yang seperti Al-Qur'an
dengannya dan ajaklah penolong-penolongmu atau yang seperti sepuluh surah darinya. Allah
selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar. Ta'ala berfirman,
Maka jiko kamu tidak mampu membuatnyo dan
(pasti) tidak akan mampu membuat[nya), maka 'Apakah pantas mereka mengatakan dia
(Muhammad) yang telah membuat-buatnya?
takutlah kamu akan api neraka yang bahan Katakanlah, 'Buatlah sebuah surah yong semi-
bakarnya manusia dan batu, yang disediakan salnya dengan surah (AI-Qur'an) don aiaklah
bag i orang - oro ng kafir." (al-Baqarah: 23'24) siapa sajo dianara kamu orang yqng mampu
Berulang kali ayat-ayat Al-Qur'an, dalam (membuatnya) selain Allah, iika kamu orqng
berbagai momentum, menantang orang-orang yang benar."' (Yuunus: 3B)
Arab yang menentang dakwah Islam dan AthrThabari menulis2l Sesungguhnya Allah
tidak beriman kepada Al-Qur'an serta tidak
mengakui kenabian Muhammad saw. agar Ta'ala, dengan kitab yang diturunkan-Nya,
mengumpulkan untuk Nabi kita Muhammad
menandingi Al-Qur'an. Allah Ta'ala berfirman, saw. dan untuk umat beliau makna-makna
"Katakanlah,'Sesungguhnya iika manusia yang tidak Dia kumpulkan dalam sebuah kitab
dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa
yang diturunkan-Nya kepada seorang pun
dengan AbQur'an ini, mereka tidak akan dapat Nabi sebelum beliau, tidak pula untuk suatu
membuat yang serupa dengan dia, sekalipun umat sebelum mereka. Hal itu karena setiap
mereka saling membantu satu somo lain."'(al' kitab yang diturunkan oleh Allah Azza wa lalla
kepada salah seorang Nabi sebelum beliau hanya
Israa': 88) diturunkan-Nya dengan sebagian dari makna-
makna yang kesemuanya dikandung oleh kitab-
Kalau mereka tidak mampu membuat Nya yang diturunkan-Nya kepada Nabi kita
Muhammad saw, misalnya, Taurat hanya berisi
yang sebanding dengannya, silakan mereka wejangan-wejangan dan perincian, Zabur hanya
membuat sepuluh surah saia yang sepertinya.
Allah SWT berfirman, 21 Tafsir ath-Thabari (l / 65-66).
mengandung pemujaan dan pengagungan, Nabi Muhammad saw, serta penetapan
serta Injil hanya berisi wejangan-weiangan
syari'at/hukum yang solid dan komprehensif
dan peringatan. Tak satu pun dari kitab-kitab bagi semua aspek kehidupan masyarakat
itu mengandung mukjizat yang menjadi bukti dan individu. Di sini saya akan menyebutkan
secara ringkas segi-segi kemukjizatan Al-
kebenaran Nabi sang penerima kitab tersebut. Qur'an, yang berjumlah sepuluh, sebagaimana
disebutkan oleh al-Qurthubi:22
Kitab yang diturunkan kepada Nabi kita
1. Komposisi yang indah yang berbeda de-
Muhammad saw. mengandung itu semua,
ngan susunan yang dikenal dalam bahasa
dan lebih dari itu mengandung banyak sekali
Arab dan bahasa lainnya, sebab kom-
makna-makna yang tidak terdapat dalam posisinya sama sekali bukan tergolong
kitab-kitab selainnya. Di antara makna-makna komposisi puisi.
tersebut yang paling mulia yang melebihkan 2. Diksi yang berbeda dengan seluruh diksi
kitab kita atas kitab-kitab lain adalah kom-
posisi (tata susun)nya yang mengagumkan, orang Arab.
deskripsinya yang luar biasa dan susunan- 3. Kefasihan yang tak mungkin dilakukan
nya yang menakjubkan yang membuat oleh makhluk. Perhatikan contohnya da-
para orator tidak mampu menyusun satu lam surah ini:
surah yang sepertinya. Para ahli balaaghah "Qaaf. Demi Al-Qur'anyang sangat mulia."
tidak sanggup mendeskripsikan bentuk fuga dalam firman Allah SWT,
sebagiannya. Para penyair bingung tentang "Padahal bumi seluruhnya dalam
susunannya. Otak para cendekiawan tidak
dapat membuat yang sepertinya sehingga g eng g aman- Nya pada hari kiamat..."
mereka tidak dapat berbuat lain daripada hingga akhir surah az-Zumar.
menyerah dan mengakui bahwa ia berasal Begitu pula dalam firman-Nya,
dari Allah Yang Maha Esa lagi Mahakuasa.
Di samping mengandung makna-makna di "Don janganlah sekali-kali kamu
(Muhammad) mengira bahwa Allah lalai
atas, Al-Qur'an juga berisi hal-hal lain, seperti
targhiib dan tarhiib, perintah dan larangan, dari apa yang diperbuat oleh orang-orang
yang zalim...."
kisah-kisah, perdebatan, perumpamaan-
hingga akhir surah lbrahim.
perumpamaan, serta makna-makna lain yang
tidak terkumpul dalam satu pun kitab yang 4. Pemakaian bahasa Arab dengan cara
diturunkan ke bumi dari langit. yang tidak dapat dilakukan seorang Arab
sendirian sehingga semua orang Arab
Aspek-aspek kemukjizatan Al-Qur'an sepakat bahwa pemakaian tersebut tepat
banyak, di antaranya ada yang khusus bagi dalam hal peletakan kata atau huruf di
bangsa Arab, yang meliputi keindahan tata tempat yang semestinya.
bahasa Al-Qur'an dan kefasihan kata-kata
dan susunannya, baik dalam pemilihan kata 22 Tafsir al-Qurthubi (l/73-75). Lihat pula Dalaa'ilul I'jaaz
maupun kalimat dan untaian antarkalimat.
Ada pula aspek kemukjizatan yang meliputi Fii 'llmil Ma'aanii karya Imam Abdul Qahir al-furlani (hal.
bangsa Arab dan manusia berakal lainnya, 294-295), I'jaazul Qur'aan karya al-Baqillani (hal. 33-47J,
seperti pemberitaan tentang hal-hal gaib di I'jaazul Qur'aan karya ar-Rafi'i (hal. 238-290), dan Tafsir
al- M anaar (l / 198-2LS).
masa depan dan tentang masa lampau sejak
zaman Nabi Adam a.s. sampai kebangkitan
5. Pemberitaan tentang hal-hal yang telah Dan ayat-ayat lain yang sejenis.
terjadi seiak permulaan adanya dunia 7. Pemberitaan tentang hal-hal gaib di masa
hingga waktu turunnya Al-Qur'an kepada depan yang tidak dapat diketahui, kecuali
Nabi saw., misalnya, berita tentang kisah- melalui wahyu dan manusia tidak dapat
kisah para Nabi bersama umat mereka, mengetahui berita-berita seperti ini, mi-
peristiwa-peristiwa silam, dan penutur- salnya, janji yang diberikan Allah Ta'ala
kepada Nabi-Nya'alaihis-salaam bahwa
an tentang kejadian-kejadian yang di-
agamanya akan mengungguli agama-
tanyakan oleh Ahli Kitab sebagai bentuk agama lain, yaitu janji yang tercantum
tantangan mereka kepada Al-Qur'an,
seperti kisah Ashabul Kahfi, kisah anta- dalam firman-Nya,
ra Musa a.s. dengan Khidir a.s., dan kisah
Dzulqarnain. Dan ketika Nabi saw.-yang "Dialah yang telah mengutus Rasul'
meskipun buta huruf dan hidup di tengah Nya dengan petunjuk (Al-Qur'an) dan
umat yang buta huruf dan tidak memiliki agama yang benar untuk diunggulkan
pengetahuan tentang hal-hal itu-mem-
beritahukan kepada mereka apa yang su- atas segala agamo, walaupun orang-orang
dah mereka ketahui dari isi kitab-kitab musyrik tidak menyukai." (at-Taubah: 33)
lampau, mereka akhirnya mendapatkan
bukti kejujuran beliau. Allah kemudian menepati janji-Nya ini.
6. Penepatan janji, yang dapat disaksikan se- Contoh yang lain, firman-Nya,
cara nyata, dalam segala hal yang dijanji- "Kataka nl a h ke p a d a o rang - o ra ng y a ng
kan Allah SWT. Hal itu terbagi menjadi dua.
Pertama, berita-berita-Nya yang mutlak, kafir, 'Kamu pasti akan dikalahkan dan
misalnya, janji-Nya bahwa Dia akan meno- digiring ke dalam neraka Jahannam. Dan
long rasul-Nya dan mengusir orang-orang itulah seburuk-buruknya tempat tinggal."'
yang mengusir beliau dari negeri kelahiran- (Aali'Imraan: 12)
nya. Kedua, janji yang tergantung kepada
suatu syarat, misalnya, firman Allah, Misalnya lagi firman Allah Ta'ala,
"D an b arang siap a y ang b ertawakal ke - "sesungguhnya Allah akan membukti'
pada Allah niscaya Allah akan mencukup- kan kepada Rasul-Nya, tentang kebenaran
kan (keperluan) ny a." (ath-Thalaaq: 3) mimpinya dengan sebenarnya (yaitu)
"Dan barangsiapa yang beriman kepa- bahwa sesungguhnya kamu pasti akan
da Allah niscaya Dia akan memberi petuniuk memasuki Masjidilharam, insya Allah
kepada hatinya." (at-Taghaabun: 11)
dalam keadaan amen." (al-Fath: 27)
"Barangsiapa bertakwa kepada Allah
niscaya Dia akan membukokan ialan ke' fuga firman-Nya,
luar baginya." (ath-Thalaaq: 2)
'Alif Laam Miim. Telah dikalahkon
"Jika ada dua puluh orang yang sabar bangsa Romawi. Di negeri yang terdekat
dan mereka sesudah dikalahkan itu akan
di antaramu, niscaya mereka akan dapat menang, dalam beberapa tahun lagi." (ar-
mengalahkan dua ratus orang musuh." (al-
Anfaal:55) Ruum:1-4)
Semua ini adalah berita tentang hal-
hal gaib yang hanya diketahui oleh Tuhan
semesta alam atau oleh makhluk yang
diberitahu oleh Tuhan semesta alam.
TAFSIRAL-MUNIRIILIp 5 trlla., ,.Ilifi SolumlahPongotahuanPenflngAl-qu/an
Zaman tidak mampu membatalkan satu kode etik dan moral, kaidah-kaidah per-
pun dari semua itu, baik dalam pencipta- undangan politik, sipil, dan sosial yang
an maupun dalam pemberitaan keadaan relevan untuk setiap zaman dan tempat.
umat-umat, ataupun dalam penetapan
syari'at yang ideal bagi semua umat, 9. Hikmah-hikmah luar biasa yang menu-
ataupun juga dalam penjelasan berbagai
rut kebiasaan tidak mungkin-dilihat dari
persoalan ilmiah dan historis, seperti ayat, banyaknya dan kemuliaannya-ditelurkan
"Dan Kami telah meniupkan angin oleh seorang manusia.
u n tu k m e n g aw i n ka n." (al-Hiir : 22)
10. Keserasian secara lahir dan batin dalam
"Bahwasonya longit dan bumi itu ke- semua isi Al-Qur'an, tanpa adanya kon-
tradiksi. Allah Ta'ala berfirman,
duanya dahulu menyatu." (al-Anbiyaa: 30)
"Kalqlt kiranya Al-Qur'an itu bukan
"Dan segalo sesuqtu Kami ciptakan
dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat
berpa sang -pasang an." (adz-Dzaariyaat: pertentangan yong banyak di dalamnya."
(an-Nisaa': B2)
4e)
Dari penjelasan aspek-aspek kemukjizat-
Juga ayat yang menyatakan bahwa bumi
itu bulat, an Al-Qur'an ini terlihat bahwa aspek-aspek
"Die memasukkan malam atas siang tersebut mencakup usluub [diksi) dan makna.
dan memasukkan siang atas malam." (az- Karakteristik diksi ada empat:
Zumar:5) Pertama, pola dan susunan yang luar biasa
At-Takwiir artinya menutupi/mem- indah, serta timbangan yang menakjubkan
bungkus suatu objek yang berbentuk bu- yang berbeda dari seluruh bentuk kalam
lat. Begitu pula ayat tentang perbedaan
mathla'-mathla' [tempat terbitnya) mata- bangsa Arab, baik puisi, prosa, atau orasi.
hari dalam ayat,
Kedua, keindahan kata yang amat me-
"Dan matahari berjalan di tempat per-
edarannya. Demikianlah ketetapan (Allah) mukau, keluwesan format, dan keelokan
Yong Mahaperkasa, Maha Mengetahui. ekspresi.
Ketiga, keharmonisan dan kerapian nada
Dan telah kami tetapkan tempat peredaran
bogi bulan, sehingga mengejar bulan dan dalam rangkaian huruf-huruf susunannya,
malam pun tidak dapat mendahului siang.
Masing-masing beredar pada garis edarnya." formatnya, dan inspirasi-inspirasinya sehing-
ga ia layak untuk menjadi seruan kepada se-
fYaasiin:38-40) luruh manusia dari berbagai level intelektual
dan pengetahuan; ditambah lagi dengan ke-
B. Pengetahuan yang dikandung oleh Al- mudahan menghafalnya bagi yang ingin. Allah
Ta'ala berfirman,
Qur'an, yang merupakan penopang hidup
seluruh manusia, yang mana pengetahu- "Dan sesungguhnya telah Kami mudohkan
Al-Qur'an untuk peringatan, maka adakah orang
an ini meliputi ilmu tentang halal dan yang mengambil pelajaran?" (al-Qamar: 17)
haram serta hukum-hukum lainnya. Dia Keempat, keserasian kata dan makna, ke-
mencakup ilmu-ilmu ketuhanan, pokok- fasihan kata dan kematangan makna, kese-
pokok aqidah dan hukum-hukum ibadah, larasan antara ungkapan dengan maksud, ke-
ringkasan, dan kehematan tanpa kelebihan apa
pun, dan penanaman banyak makna dengan lihatnya tunduk terpecah belah disebabkan
ilustrasi-ilustrasi konkret yang hampir-hampir takut kepada Allqh. Dan perumpamaan-per-
dapat Anda tangkap dengan pancaindra dan
Anda dapat berinteraksi dengannya, walaupun umpamaan itu Kami buat untuk manusia
ia diulang-ulang dengan cara yang atraktif dan
supaya mereka berpikir." (al-Hasyr: 21)
unik.
Al-Qur'anul Kariim akan senantiasa me-
Adapun karakteristik makna ada empat nampilkan mukiizat di setiap zaman' Dia, se-
bagaimana dikatakan oleh ar-Rafi'i,23 adalah
juga: kitab setiap zaman. Di setiap masa ada saja
Pertama, kecocokan dengan akal, logika, dalil dari masa tersebut tentang kemuk-
ilmu, dan emosi. jizatannya, Dia mengandung mukiizat dalam
sejarahnya [berbeda dengan kitab-kitab lain),
Kedua, kekuatan persuasif, daya tarik mengandung mukjizat dalam efeknya terha-
terhadap jiwa, dan realisasi tujuan dengan dap manusia, serta mengandung mukjizat
dalam fakta-faktanya. Ini adalah aspek-aspek
cara yang tegas dan tandas. umum yang tidak bertentangan dengan fitrah
Ketiga,kredibilitas dan kecocokan dengan manusia sama sekali. Oleh karena itu, aspek-
aspek tersebut akan selalu ada selama fitrah
peristiwa-peristiwa sejarah, realita nyata, dan
kebersihannya-walaupun ia begitu panjang- masih ada.
dari kontradiksi dan pertentangan, berbeda
dengan seluruh ucapan kalam manusia. E. KEARABAN AL-QUR'AN DAN
Keempat, kecocokan makna-makna Al- PENERJEMAHANNYA KE BAHASA LAIN
Qur'an dengan penemuan-penemuan ilmiah
dan teori-teori yang sudah terbukti. Karakter- Al-Qur'an seluruhnya berbahasa Arab.2a
karakter ini terkandung dalam tiga ayat Tak satu pun kata di dalamnya yang bukan
bahasa Arab murni atau bahasa hrab yang
mengenai deskripsi Al-Qur'an, yaitu firman berasal dari kata asing yang diarabkan dan
sesuai dengan aturan-aturan dan standar-
Allah Ta'ala,
standar bahasa Arab. Sebagian orang meng-
'Alif laam raa, (inilah) suqtu kitab yang anggap Al-Qur'an tidak murni berbahasa Arab
sebab ia mengandung sejumlah kata yang ber-
ayat-ayatnya disusun dengan rapi kemudian di- asal dari bahasa asing (bukan bahasa Arab),
jelaskan se cara terp erinci, y ang diturunkan dari
seperti kata sundus dan istabraQ Sebagian
sisi (Allah) Yang Mahabiiaksana Mahateliti." orang Arab mengingkari adanya kata-kata
(Huud:1)
qaswarah, kubbaaran, dan'uiaab. Suatu ketika
"Sesungguhnya orang'orang yang meng' seorang yang tua renta menghadap Rasulullah
saw.. Beliau berkata kepadanya, "Berdirilah!"
ingkari Al-Qur'an ketika Al-Qur'an itu di- Lalu beliau melanjutkan, "Duduklah!" Beliau
mengulangi perintah tersebut beberapa kali,
sampaikan kepada mereka, (mereko itu pasti
akan celaka), dan sesungguhnya Al'Qur'on maka orang tua tersebut berkata, 'Apakah
kamu menghina aku, hai anak qaswarah;
itu adalah kitab yang mulia. Yang tidak
23 I'jaazul Qur'aan(hal. 173, 175).
didatangi kebatilan baik dari depan maupun 24 Tafsir ath-Thabari (l/25).
dari belakangnya (pada masa lalu dan yang
akan datang), yang diturunkan dari Rabb Yang
Mahabijaksana, Maha Terpuiii' (Fushshilat:
4t-42)
"sekiranya Kami turunkan AbQur'an ini
kepada sebuah gunung, pasti kamu akan me-
TAFSTR AL-MUNrR f rLtD 5
padahal aku adalah laki-laki kubbaaran? Hal sumber dari bahasa mereka sendiri, sesuai
ini sungguh 'ujaab!" Orang-orang lalu bertanya, dengan huruf-huruf mereka dan makhraj-
'Apakah kata-kata tersebut ada dalam bahasa makhraj serta sifat-sifat huruf-huruf tersebut
Arab?" Dia menjawab, "Ya." dalam bahasa Arab. Contohnya kata-kata yang
murtajal dan wazan-wazan yang dibuat untuk
Imam Syafi'i rahimahullah adalah orang kata-kata tersebut, walaupun sebenarnya me-
pertama yang-dengan lidahnya yang fasih dan rupakan tiruan-dalam nadanya-dari bahasa-
bahasa lain.2s
argumennya yang kuat-membantah anggapan
Banyak ayat Al-Qur'an yang menyatakan
semacam ini. Beliau menjelaskan, tidak ada bahwa Al-Qur'an seluruhnya [secara total
satu kata pun dalam Kitabullah yang bukan dan detail) berbahasa Arab dan turun dengan
bahasa Arab bahasa kaumnya Nabi Muhammad
bahasa Arab. Beliau bantah argumen-argumen saw., misalnya, firman Allah Ta'ala:
mereka yang berpendapat demikian, yang Alil laam, rao. Ini adalah ayat-ayat
terpenting di antaranya dua argumen ini:
Kitab (Al-Qur'an) yang jelas. Sesungguhnya
Pertama, di dalam Al-Qur'an terdapat se- Kami menurunkannya berupa Al-Qur'an de-
jumlah kata yang tidak dikenal oleh sebagian ngan berbahasa Arab, agar kamu mengerti."
fYuusuf:1-2)
bangsa Arab.
"Dan sesungguhnya Al-Qur'an ini benar-
Kedua, di dalam Al-Qur'an terdapat kata- benar diturunkan oleh Tuian semesta alam.
kata yang diucapkan oleh bangsa selain Arab. Dia dibawa turun oleh Ar-Ruh Al-Amin (Jibril),
Imam Syafi'i membantah argumen per-
ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu
tama bahwa ketidaktahuan sebagian orang menjadi salah seorang di antara orang-orang
Arab tentang sebagian Al-Qur'an tidak mem- yang memberi peringatan. Dengan bahasa
buktikan bahwa sebagian Al-Qur'an berbahasa Arab yang jelas." (asy-Syu'araa': 192-lgs)
asing, melainkan membuktikan ketidaktahu-
"Dan demikianlah, Kami telah menurunkan
an mereka akan sebagian bahasa mereka sen- Al-Qur'an itu sebagai peraturan (yang benar)
diri. Tak seorang pun yang dapat mengklaim dalam bahasa Arob." (ar-Ra'd: 37)
dirinya menguasai seluruh kata dalam bahasa
Arab sebab bahasa Arab adalah bahasa yang "Demikianlah Kami wahyukan kepadamu
paling banyak madzhabnya, paling kaya kosa- Al-Qur'an dalam bahasa Arab, supaya kamu
katanya, dan tidak ada seorang manusia pun memberi peringatan kepada Penduduk ibu kota
(Mekah) dan penduduk (negeri-negeri) sekeli-
selain Nabi yang menguasai seluruhnya. ling ny a i' (asy-Syuuraa: 7)
Beliau membantah argumen kedua "Haa Miim. Demi Kitab (AbQur'an) yang
bahwa sebagian orang asing telah mempela- jelas. Kami menjadikan AI-Qur'an dalam bahasa
jari sebagian kosakata bahasa Arab, lalu kata-
kata tersebut masuk ke dalam bahasa mereka Arab agar kamu mengerti." (az-Zukhruft 1-3)
dan ada kemungkinan bahasa orang asing
tersebut kebetulan agak sama dengan bahasa 25 Ar-Risaalah karya lmam Syafi'i [hal. 41-50, paragraf 133-
Arab. Mungkin pula sebagian kata bahasa 170). Lihatpula al-Mustashfaa karya al-Ghazali (1/68), dan
Arab berasal dari bahasa asing, akan tetapi Raudhatun Naazhir (1 I t84).
jumlah yang amat sedikit ini-yang berasal dari
bahasa non-Arab-telah merasuk ke komunitas
bangsa Arab zaman dulu, lalu mereka meng-
arabkannya, menyesuaikannya dengan karak-
ter bahasa mereka, dan membuatnya ber-
TAISIRAL-MUNIR JITID 5
"(Yaitu) Al-Qur'an dalam bahasa Arab yang Peneriemahan Al-Qur'an
tidok ada kebengkokan (di dalamnya) supaya
Hukumnya haram dan tidak sah, menurut
m e r e k a b e rta kw a." (az'Zrl,mar 28) pandangan syari'at, penerjemahan nazhm (su'
=
sunan) Al-Qur'anul lGriim sebab hal itu ti-
Berdasarkan status kearaban Al-Qur'an ini,
Imam Syafi'i menetapkan sebuah hukum yang dak mungkin dilakukan karena karakter ba-
sangat penting. Beliau mengatakan, Karena hasa Arab-yang Al-Qur'an turun dengannya-
itu, setiap Muslim harus mempelajari bahasa berbeda dengan bahasa-bahasa lain' Di dalam
bahasa Arab terdap at maiaaz, isti'oarah, kinaa-
Arab sebisa mungkin agar ia dapat bersaksi yah, tasybiih, dan bentuk-bentuk artistik lainnya
bahwa tiada Tuhan selain Allah dan bahwa yang tak mungkin dituangkan dengan kata-
Muhammad adalah hamba dan pesuruh-Nya, katanya ke dalam wadah bahasa lain. Seandainya
membaca Kitabullah, dan mengucapkan zikir hal itu dilakukan, niscaya rusaklah maknanya
yang diwajibkan atas dirinya, seperti takbic
pincanglah susunannya, terjadi keanehan-
tasbih, tasyahud, dan lain-lain.
Status kearaban Al-Qur'an mengandung keanehan dalam pemahaman makna-makna
dan hukum-hukum, hilang kesucian Al-Qur'an,
dua keuntungan besar bagi bangsa Arab, yaitu lenyap keagungan dan keindahannya, sirna
Pertama, mempelajari Al-Qur'an dan me- balaaghah dan kefasihannya yang merupakan
ngucapkannya sesuai dengan kaidah-kaidah- faktor kemukj izatannya.
nya akan memfasihkan ucapan, memperbaiki Namun, menurut syari'at, boleh mener-
ujaran, dan membantu memahami bahasa jemahkan makna-makna Al-Qur'an atau me-
nafsirkannya, dengan syarat bahwa ia tidak
Arab. Tidak ada sesuatu pun yang setara de- disebut Al-Qur'an itu sendiri. Terjemahan Al-
ngan Al-Qur'an dalam hal upaya untuk mem- Qur'an bukan Al-Qur'an, betapa pun akurat-
fasihkan perkataan, tatkala orang sudah ter- nya terjemahan tersebut. Terjemahan tidak
boleh dijadikan pegangan dalam menyimpul-
biasa dengan berbagai lahiaat 'aammiyyah kan hukum-hukum syar'i, sebab pemaham-
an maksud dari suatu ayat mungkin saja sa-
(bahasa percakapan sehari-hari).
Kedua, Al-Qur'an punya kontribusi paling lah dan peneriemahannya ke bahasa lain
besar dalam pemeliharaan bahasa Arab, se- juga mungkin salah. Dengan adanya dua ke-
lama empat belas abad silam, di mana sepan-
jang masa itu terdapat saat-saat kelemahan, mungkinan ini,26 kita tidak boleh bertumpu
keterbelakangan, dan hegemoni kaum impe-
kepada terjemahan.
rialis Eropa atas negara-negara Arab. Bah-
kan Al-Qur'an adalah faktor utama yang me- Shalat tidak sah dengan membaca ter-
nyatukan bangsa Arab dan merupakan sti- jemahan2T dan membaca teriemahan tidak
mulator kuat yang membantu bangkitnya dinilai sebagai ibadah sebab Al-Qur'an me-
rupakan nama bagi komposisi dan makna.
perlawanan bangsa Arab menentang peram- Komposisi adalah ungkapan-ungkapan Al-
pas tanah air dan penjajah yang dibenci; Inilah yang terjadi sekarang. Al-Qur'an telah diterlemahkan
ke dalam sekitar lima puluh bahasa' Semuanya merupa-
yang mana hal itu mengembalikan shahwah kan terjemahan yang kurang, atau cacat, dan tidak dapat
dipercaya. Alangkah baiknya seandainya teriemahan-
islamiyah ke tanah air bangsa Arab dan
terjemahan itu dihasilkan oleh para ulama lslam yang
Islam serta mengikat kaum Muslimin dengan
ikatan iman dan emosi yang kuat, terutama tepercaya.
27 Tafsir a r- Raa zi (7 / 2O9).
pada masa penderitaan dan peperangan
menentang kaum peniajah.
TAFSIRAT-MUNIR JILID 5
Qur'an dalam mushal sedang makna adalah Ada pula satu surah yang dibuka dengan
apa yang ditunjukkan oleh ungkapan-ungkap- lima huruf, yaitu surah Maryam yang dibuka
an tersebut. Dan hukum-hukum syari'at dengan kaaf hao yaa 'ain shaad. |adi, total
yang dipetik dari Al-Qur'an tidak diketahui, fawaatih [pembukal Al-Qur'an berjumlah 29
kecuali dengan mengetahui komposisi dan buah, terbagi ke dalam tiga belas bentuh dan
huruf-hurufnya berjumlah empat belas buah,
maknanya. separuh dari huruf-huruf hija'iyah.rt
F. HURUF-HURUFYANGTERDAPATDI Para ahli tafsir berbeda pendapat tentang
AWAL SEJUMLAH SURAH (HURUUF maksud dari huruf-huruf pembuka surah.2e
Sekelompok berkata Itu adalah rahasia Allah
MUQATHTHA'AHI dalam Al-Qur'an, dan Allah memiliki rahasia
Allah SWT mengawali sebagian surah dalam setiap kitab, yang merupakan sebagian
Makkiyyah dan surah Madaniyyah di dalam
dari hal-hal yang hanya diketahui oleh-Nya.
Al-Qur'an dengan beberapa huruf ejaan atau fadi, ia tergolong mutasyaabih yang kita imani
huruuf muqaththahh (huruf-huruf yang ter- bahwa ia berasal dari Allah, tanpa menakwil-
potong). Ada yang simpel yang tersusun dari
satu huruf, yang terdapat dalam tiga surah: kan dan tanpa menyelidiki alasannya. Akan te-
Shaad, Qaaf, dan al-Qalam. Surah yang perta- tapi, ia dipahami oleh Nabi saw.
ma dibuka dengan huruf shaad, yang kedua
diawali dengan huruf qaaf, sedang yang ketiga Sebagian lagi berkata, pasti ada makna luar
dibuka dengan huruf nuun. biasa dibalik penyebutannya. Tampaknya, itu
mengisyaratkan kepada argumen atas orang-
Ada pula pembuka sepuluh surah orang Arab, setelah Al-Qur'an menantang me-
yang terdiri dari dua huruf; tujuh surah reka untuk membuat yang sepertinya (dan
di antaranya sama persis dan disebut a/- perlu diingat bahwa Al-Qur'an tersusun dari
hawaamiim sebab ketujuh surah itu dimulai huruf-huruf yang sama dengan huruf-huruf
dengan dua huruf: haa miim,yaitu surah al- yang mereka pakai dalam percakapan mereka).
Mu'min, Fushshilat, asy-Syuuraa, az-Zukhruf,
fadi, seolah-olah Al-Qur'an berkata ke-
ad-Dukhaan, al-faatsiyah, dan al-Ahqaaf. Sisa pada mereka, mengapa kalian tidak mampu
membuat yang sepertinya atau yang seperti
dari sepuluh surah tersebut adalah surah satu surah darinya? Padahal ia adalah kalam
berbahasa Arab, tersusun dari huruf-huruf
Thaahaa, Thaasiin, dan Yaasiin. hija'iyah yang diucapkan oleh setiap orang
Ada juga pembuka tiga belas surah yang Arab, baik yang buta huruf maupun yang ter-
tersusun dari tiga huruf. Enam di antaranya pelajar; dan mereka pun pakar-pakar kefasih-
diawali dengan alif laam miim, yaitu surah al-
an dan ahli-ahli balaaghah, serta mereka
Baqarah, Aali'lmraan, al-'Ankabuut, ar-Ruum,
bertumpu kepada huruf-huruf ini dalam
Luqman, dan as-Sajdah. Lima di antaranya
dengan alif laam raa, yaitu surah Yuunus, kalam mereka: prosa, puisi, orasi, dan tulisan.
Mereka pun menulis dengan huruf-huruf ini.
Huud, Yuusuf, Ibraahim, dan al-Hijr. Dan dua Kendati pun demikian, mereka tidak sanggup
menandingi Al-Qur'an yang diturunkan kepa-
di antaranya diawali dengan thaq siim miim,
28 Mabaahits Fii'Uluumil Qur'aan karya Dr. Shubhi ash-Saleh,
yaitu surah asy-Syu'araa' dan al-Qashash. hal234-235.
Ada pula dua surah yang dibuka dengan
29 Tafsir ol- Qurthubi (L / 15 4-155).
empat hurul yaitu surah al-A'raaf yang dibuka
dengan alif laam miim shaad dan surah ar-Ra'd
yang dibuka dengan alif laam miim raa.
SelumlahPengetahuanPentlngAl{ur'an *,r*, /-ll\,*,*,, ** ThrstRAr-MUNIRIILID 5
da Muhammad saw. Terbuktilah bagi mereka sesuatu atau beberapa hal dengan hal yang
bahwa ia adalah kalam Allah, bukan kalam lain dalam satu atau beberapa sifat dengan
manusia. Oleh karena itu, ia wajib diimani, menggunakan huruf kaaf dan sejenisnya),
dan huruf-huruf hija'iyah pembuka sejum- secara eksplisit atau implisit; pemakaian
lah surah menjadi celaan bagi mereka dan isti'aarah, yaitu tasybiih baliigh yang salah
pembuktian ketidakmampuan mereka untuk satu tharifnya dihapus , dan'ilaaqahnya selalu
membuat yang sepertinya. musyaabahah.3o
Akan tetapi, tatkala mereka tidak sanggup Tasybiih amat banyak dalam Al-Qur'an,
menandingi Al-Qur'an, mereka tetap enggan baik-ditilik dari sisi wajhusy-syibhi (segi ke-
dan menolak untuk beriman kepadanya. De- serupaan)-yang mufrad maupun yang mu-
ngan sikap masa bodoh, dungu, dangkal, dan rakkab. Contoh tasybiih mufrad atau ghairut
lugu, mereka berkata tentang Muhammad tamtsiil, yaitu yang wajhusy-syibhinya tidak
"Tukang sihir", "Penyair", "Orang gila'] dan diambil dari kumpulan yang lebih dari satu,
tentang Al-Qur'an "Dongeng orang-oran, melainkan diambil dari tunggal' seperti ka-
terdahulu". semua itu merupakan tanda ke- limat zaid adalah singa' di mana waihusy'syi-
bhinya diambil dari tunggal' yaitu bahwa Zaid
pailitan, indikasi kelemahan dan ketiadaan
a'.d"a1layh."ftir:mpa'insAinllagha [dalam hal keberanian)
argumen, bentuk perlawanan dan penolak'an,
Ta'ala,
serta tanda keingkaran orang-orang yang
mempertahankan tradisi-tradisi kuno dan "Sesungguhnya perumpomoan (pencipta-
kepercayaan-kepercayaan berhala warisan
an) Isa di sisi Allah adalah seperti (penciptoan)
leluhur. Adam. AIIah menciptakan Adam dari tanah,
Pendapat yang kedua adalah pendapat
kemudian Dia berkata kepadanya 'ladilahi
mayoritas ahli tafsir dan para peneliti di ka- maka jadilah dia." (Aali'Imraan: 59)
langan ulama. Itulah pendapat yang logis Contoh tasybiih murakkab atau tasybiihut
yang mengajak agar telinga dibuka untuk tamtsiil [yaitu yang w ajhusy-syibhinya diambil
mendengarkan Al-Qur'an sehingga orang
dari kumpulan, atau-menurut definisi as-
akan mengakui bahwa ia adalah kalam Allah Suyuthi dalam al-Itqaan-ia adalah tasybiih
Ta'ala. yang w ajhusy -syibhinya diambil dari beberapa
hal yang sebagiannya digabungkan dengan se-
G. TASYBIIH, BTTAARAH, MAJAAZ, DAN bagian yang lain) adalah firman Allah Ta'ala,
KI N AAYAH DALAM AL.QU R'AN "Perumpamaan orang-orong yang diberi
Al-Qur'anul Kariim, yang turun dalam tugas membawa Taurat kemudian mereka tidak
bahasa orang-orang Arab, tidak keluar dari
membawanya (tidak mengamalkan) qdalah
karakter bahasa Arab dalam pemakaian kata.
Adakalanya secara haqiiqah, yaitu pemakaian seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang
tebal." (al-f umu'ah: 5)
kata dalam makna aslinya; dengan cara
majaaz, yaitu pemakaian kata dalam suatu Penyerupaan ini murakkab, terdiri dari
makna lain yang bukan makna asli kata itu
beberapa kondisi keledai, yaitu tidak dapat
memperoleh manfaat yang maksimal dari
karena adanya suatu 'alaaqah [hubungan)
antara makna asli dan makna lain tersebut; 30 Mabaahits Fii'Uluumil Qur'aan karya Dr. Shubhi ash-Saleh
penggunaan tasybiih (yaitu penyerupaan (hal. 322-333).
kitab-kitab itu di samping menanggung ke- "Dan demi Shubuh apabila fajarnya mulai
menying sing." (at-Takwiir: 18)
letihan dalam membawanya. Contoh lainnya
adalah firman Allah Ta'ala, Kata tanaffasa [keluarnya nafas sedikit
demi sedikit) dipakai-sebagai isti'aarah-un-
"Sesungguhnya perumpamaan kehidupan
duniawi itu adolah seperti air (hujan) yang Kami tuk mengungkapkan keluarnya cahaya dari
arah timur pada waktu fajar muncul baru
turunkan dari langil lalu tumbuhlah dengan
sedikit. Contoh lainnya adalah firman Allah
suburnya-karena air itu-tqnam-tanaman bumi,
di antaranya ada yang dimakan manusia dan Ta'ala,
binatang ternak Hingga apabila bumi itu telah
sempurna keindohannya, don memokai (pula) "Sesungguhnya orang-orang yang me-
p erhiasanny a, d an p emilik-pemilikny a meng ira makan harta anak yatim secoro zalim se-
bahwa mereka pasti menguasainya, tiba-tiba
benarnya mereka itu menelan api dalam perut-
datanglah kepadanya adzab Kami di waktu nya." (an-Nisaa': 10)
malam atau siang, lalu Kami jadikan (tanam- Harta anak-anak yatim diumpamakan
tanamannya) laksana tqnam-tanaman yang su-
dah disabi, seakon-akan belum pernah tumbuh dengan api karena ada kesamaan antara ke-
kemerin." fYuunus: 24) duanya: memakan harta tersebut menyakitkan
sebagaimana api pun menyakitkan. Contoh
Dalam ayat ini ada sepuluh kalimat, dan yang lain adalah firman Allah Ta'ala,
tarkiib (penyusunan) berlaku pada totalnya,
sehingga jika salah satu saja di antaranya gu- "(lni adalah) Kitab yang Kami turunkan
gur maka tasybiih tersebut akan rusak, sebab
yang dikehendaki adalah penyerupaan du- kepadamu (Muhammad) supaya kamu menge-
nia-dalam hal kecepatan sirnanya, kehabisan luarkan manusia dari kegelapan kepada cahaya
kenikmatannya, dan ketepedayaan manusia
dengannya-dengan air yang turun dari langit terang benderang." (Ibraahiim: 1)
lalu menumbuhkan beragam rumput/ta- Artinya, supaya kamu mengeluarkan
manusia dari kebodohan dan kesesatan ke
naman dan menghiasi permukaan bumi de-
ngan keindahannya, sama seperti pengantin agama yang lurus, aqidah yang benar; dan ilmu
perempuan apabila telah mengenakan bu- serta akhlak. Kebodohan dan kesesatan serta
sana yang mewah; hingga apabila para pe- permusuhan diserupakan dengan kegelapan
karena ada kesamaannya: manusia tidak bisa
milik tanam-tanaman itu hendak memetik- mendapat petunjuk ke jalan yang terang jika
nya dan mereka menyangka bahwa tanaman ia berada dalam kebodohan dan kegelapan.
tersebut selamat dari hama, tiba-tiba datang-
lah bencana dari Allah secara mengejutkan, Agama yang lurus diserupakan dengan cahaya
karena ada kesamaannya: manusia akan men-
sehingga seolah-olah tanaman itu tidak
dapat petunjuk ke jalan yang terang jika ia
pernah ada kemarin.
Adapun isti'aarah, yang tergol ong majaaz berada di dalam keduanya.
lughawiy-yakni dalam satu kata, tidak seperti Sedangkan tentang majaaz, sebagian ula-
m aj a a z' a qliy-, j uga banyak.3 1 Misalnya, firman
Allah Ta'ala, ma mengingkari keberadaannya di dalam Al-
Qur'an. Mereka antara lain madzhab Zhahiri,
3L Ta'wiilu Musykilil-Qur'aan karya Ibnu Qutaibah (hal.102- sebagian ulama madzhab Syafi'i fseperti Abu
Hamid al-lsfirayini dan Ibnu Qashsh), se-
103). bagian ulama madzhab Maliki fseperti Ibnu
Khuwaizmandad al-Bashri), dan Ibnu Taimi-
yah. Alasan mereka, majaaz adalah "saudara
dusta" dan Al-Qur'an tidak mengandung ke- nempelan badan-sebagai pakaian bagi mere-
dustaan. Alasan lainnya, pembicara tidak ka berdua. Dia berfirman:
mempergunakan maj aaz, kecuali iika h a qii qah "Merekq adalah pakaian bagimu, dan
fmakna asli suatu kata) telah menjadi sem-
kamu pun adalah pakaian bagi mereka." (al'
pit baginya sehingga terpaksa dia memakai
isti'aarah, dan hal seperti ini mustahil bagi Baqarah: 187)
Allah. fadi, dinding tidak berkehendak dalam Dia mengisyaratkan kepada jimak dengan
firman-Nya, "Hendakroboh" (al-Kahf: 77) dan firman-Nya,
negeri tidak ditanya dalam firman-Nya, "Dan
tanyalah negeri" fYuusuft 82)." 'Atau kamu telah menyentuh perempuan."
(an-Nisaa':43)
Akan tetapi, orang-orang yang telah me-
resapi keindahan diksi Al-Qur'an berpenda- dan firman-Nya,
pat bahwa alasan di atas tidak benar. Menurut
mereka, seandainya tidak ada majaaz dalam "Dihalalkan bagi kamu pada malam hari
Al-Qur'an, niscaya hilanglah separuh dari ke- bulan puasa bercampur dengan istri'istri komu."
indahannya. Contohnya firman Allah Ta'ala, (al-Baqarah: 187)
"Dan janganlah kamu jadikan tanganmu Dan Dia mengisyaratkan tentang kesucian
jiwa dan kebersihan diri dengan firman-Nya,
terbelenggu pada lehermu dan janganlah
"Dan pakaianmu bersihkanlah." (al-Mud'
kamu terlalu mengulurkannya karena itu kamu datstsir:4)
m e nj a d i te r c el a d a n m e ny e sa "1. (al- Isra a' : 29) Ta'riidh, yaitu menyebutkan kata dan
memakainya dalam makna aslinya, seraya
Konteks menunjukkan bahwa makna memaksudkannya sebagai sindiran kepada
hakiki/asli tidak dikehendaki dan bahwa ayat sesuatu yang bukan maknanya, baik secara
ini melarang berlaku mubazir maupun kikir. haqiiqah maupun majaaz, juga dipakai dalam
Al-Qur'an. Contohnya:
Adapun kinaayah, yaitu kata yang di-
pakai untuk menyatakan tentang sesuatu "Dan mereko berkata:'Janganlah kamu be-
yang menjadi konsekuensi dari makna kata rangkat (pergi berperang) dalam panas terik
itu, juga banyak dijumpai dalam Al-Qur'an, ini.' Katakanlah: Api neraka Jahannam itu lebih
sangat panas(nya)."' (at-Taubah: B1)
sebab ia termasuk metode yang paling indah
dalam menyatakan simbol dan isyarat. Allah Yang dimaksud di sini bukan lahiriah
kalam, yaitu lebih panasnya api neraka
Ta'ala mengisyaratkan tujuan dari hubung-
an perkawinan-yaitu untuk mendapat ketu- fahannam ketimbang panasnya dunia, tetapi
runan-dengan kata al-harts (ladang) dalam tujuan sebenarnya adalah menyindir orang-
orang ini yang tidak ikut pergi berperang dan
firman-Nya,
beralasan dengan cuaca yang terik bahwa
"I stri- istrimu a dal ah (s ep erti) tanah temp at
kamu bercocok tanam, maka datangilah tanah mereka akan masuk neraka dan merasakan
tempat bercocok-tanammu itu bagaimona saja
kamu kehendaki." (al-Baqarah= 223) panasnya yang tidak terkira. Contoh yang
lain adalah firman-Nya yang menceritakan
Allah menyebut hubungan antara suami
istri-yang mengandung percampuran dan pe- perkataan Nabi Ibrahim,
32 lbid., hal.99.
"lbrahim menjawab:'Sebenarnya patung (setan) adalah bentuk tunggal dari kata
yang besar itulah yang melakukannya."' (al- syayaathiin Setan disebut demikian ka-
Anbiyaa':63) rena ia jauh dari kebenaran dan selalu
durhaka. Ar-rajiim artinya yang dijauh-
Beliau menisbahkan perbuatan tersebut kan dari kebaikan, dihinakan, dan yang
kepada patung terbesar yang dijadikan Tuhan
sebab mereka mengetahui-jika mereka mem- dikenai kutukan dan cacian.
pergunakan akal mereka-ketidakmampuan 2. Allah SWT memerintahkan kita ber-rsti-
patung itu untuk melakukan perbuatan ter-
'adzah ketika memulai membaca Al-
sebut, dan Tuhan tidak mungkin tidak mampu.
Qur'an. Dia berfirman,
Suplemen
'Apabila kamu membaca Al-Qur'an
. Al-Qur'an terdiri atas tiga puluh juz. hendaklah kamu meminta perlindungan
. Surah-surah Al-Qur'an berjumlah LL4 kepada Allah dari setan yang terkutuk"
(an-Nahl:98)
surah.
Yakni:Apabila kamu hendak membaca Al-
. Ayat-ayatnya berjumlah 6.236 menurut
Qur'an, bacalah isti' adzah.
ulama Kufah, atau 6.666 menurut selain Dia juga berfirman,
mereka. Ia terdiri atas hal-hal berikut.
"Tolaklah perbuatan buruk mereka
- Perintah: 1.000 dengan yang lebih baik. Kami lebih me-
- Larangan:1.000 ngetahui apa yong mereka sifatkan. Dan
- fanii: 1.000 katakanlah: 'Ya Tuhanku aku berlindung
- Ancaman:1.000 kepada Engkau dari bisikan-bisikan setan.
- Kisah dan berita: 1.000
- Ibrah dan perumpamaan: 1.000 Dan aku berlindung (pula) kepada Engkau,
- Halal dan haram: 500
- Doa:100 ya Tuhanku, dari kedatangan mereka
- Naasikh dan mansuukh: 66
kepadaku."' (al-Mu'minuun: 96-98)
lsti'adzah: A'uudzu blllaahl mlnasy-
syaithaanlr-ratllm Ini mengisyaratkan bahwa Al-Qur'an
L. Bermakna Aku berlindung kepada Allah menjadikan penolakan perbuatan buruk
dengan perbuatan baik sebagai cara untuk
yang Mahaagung dari kejahatan setan mengatasi setan dari jenis manusia dan
menjadikan isti'adzah sebagai cara untuk
yang terkutuk dan tercela agar dia tidak mengatasi setan dari jenis jin.
menyesatkanku atau merusak diriku da-
Iam urusan agama atau dunia, atau meng- Sebagai aplikasi perintah ini, di dalam
halangiku melakukan perbuatan yang Sunnah Nabi saw. terdapat riwayat dari
Abu Sa'id al-Khudri bahwa apabila me-
diperintahkan kepadaku atau mendo-
mulai shalat, Nabi saw. membaca doa
rongku melakukan perbuatan yang ter- iftitah lalu berucap,
larang bagiku, sesungguhnya hanya Tuhan sst:4' i *te*t !'L)iv"i
AC:.i.ii ,fO.. o,
semesta alam saja yang dapat mengha- o
langi dan mencegahnya. Kata syaithaan ai-;n:
,y
"Aku berlindung kepada Allah Yang
Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui dari
."Jr.,"nr"ng"onrrnr"n,'ngn,{r.rn ,rll{, dfi}-.itll,, - htt'*[ M I
godaan setan yang terkutuk, dari dorongan- Basmala h : Bismlll aahlr+ahm a a ni r'rahii m
nya, tiupannya, dan semburannyA." 33 L. Bermakna Aku memulai dengan menye-
Ibnu Mundzir berkata, "lbnu Mas'ud but nama Allah, mengingat-Nya, dan me-
meriwayatkan bahwa sebelum membaca
Al-Qur'an, Nabi saw biasanya berucap nyucikan-Nya sebelum melakukan apa pun,
A'uudzu bil-laahi minasy'syaithaanir-ra' sambil memohon pertolongan kepada-Nya
dalam segala urusanku, sebab Dialah Tuhan
jiim (Aku berlindung kepada Allah dari
yang disembah dengan benal Yang luas
godaan setan yang terkutuk)." rahmat-Nya, Yang rahmat-Nya meliputi
Mengenai bacaan to'awwltdz, kalimat
segala sesuatu Dialah yang memberi segala
inilah yang dipegang oleh jumhur ulama kenikmatan, baik yang besar maupun yang
sebab kalimat inilah yang terdapat di kecil Dialah yang senantiasa memberikan
dalam Kitabullah. karunia, rahmat, dan kemurahan.
3. Hukum membaca isti'adzah, menurut 2. Hikmah Allah Ta'ala memulai surah al-
jumhur ulama, adalah mandub (sunnah) Faatihah dan semua surah dalam Al-
dalam setiap kali membaca Al-Qur'an di
Qur'an [kecuali surah at-Taubah) dengan
luar shalat.
Adapun di dalam shalat, madzhab Ma- basmalah untuk mengingatkan bahwa
liki berpendapat bahwa makruh membaca yang ada di dalam setiap surah itu adalah
ta'awwudz dan basmalah sebelum al- kebenaran dan janji yang benar bagi umat
Faatihah dan surah, kecuali dalam shalat manusia-Allah SWT menepati semua janji
qiyomul-lail [tarawih) di bulan Ramadhan. dan belas kasih yang terkandung di dalam
Dalilnya adalah hadits Anas "Nabi saw., surah itu; juga untuk mengimbau kaum
Abu Bakar; dan Umar dulu memulai shalat Mukminin agar mereka memulai semua
dengan bacaan al-hamdu lil-laahi rabbil- perbuatan dengan basmalah supaya men-
dapat pertolongan dan bantuan Allah, ser-
'aalomiin!'34
Madzhab Hanafi mengatakan Bacaan ta supaya berbeda dengan orang-orang
ta'awwudz dilakukan dalam rakaat pertama yang tidak beriman yang memulai perbuat-
saja. Sedangkan madzhab Syafi'i dan Ham- an mereka dengan menyebut nama tuhan-
tuhan atau pemimpin-pemimpin mereka.
bali berpendapat bahwa disunnahkan
Sebagian ulama berkata Sesungguhnya
membaca to'awwudz secara samar pada bismill a ahir- rahma a n ir- rahiim mencakup
awal setiap rakaat sebelum membaca al- seluruh isi syari'at sebab kalimat ini me-
Faatihah. nunjukkan kepada zat dan sifat.3s
4. Para ulama berijma bahwa ta'awwudz 3. Apakah ia merupakan ayat dari surah yang
bukan bagian dari Al-Qur'an, juga bukan bersangkutan?
termasuk ayat di dalamnYa.
Para ulama berbeda pendapat apakah
33 HR Ahmad dan Tirmidzi. Lihat Nailul Authaar (2/196- basmalah termasuk ayat dari surah al-
Faatihah dan surah-surah lain atau bukan.
Le7).
34 Mutafaq alaih. 35 Adapun hadits:
c'E'.';'i*-'1,-ri1'r ^iir +*i,i;yJrr+;,,i .?
"setiap perkara penting yang tidak dimulai dengan bismil-
laahir-rahmaanir-rahiim adala h terputus."
adalah hadits yang lemah. la diriwayatkan oleh Abdul
Qadir ar-Rahawi dalam ol-Arbafin dari Abu Hurairah'
Di sini ada tiga pendapat. Madzhab Maliki hari, tatkala Rasulullah saw. sedang berada
dan Hanafi berpendapat bahwa basmalah bersama kami, beliau tertidur sekejap lalu
bukan ayat dari surah al-Faatihah maupun mengangkat kepalanya sembari tersenyum.
surah-surah lainnya, kecuali surah an-Naml Kami pun bertanya, "Mengapa Anda tertawa,
di bagian tengahnya, Dalilnya adalah hadits wahai Rasulullah?" Beliau bersabda, "Bant
Anas r.a., ia berkata, 'Aku dulu menunaikan saja diturunkan sebuah surah kepadaku." Lalu
beliau membaca,
shalat bersama Rasulullah saw., Abu
"Bismillaahir-rahmaanir-rahiim (Dengan
Bakaf, UmaI serta Utsman, dan tak pernah menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi
kudengar salah satu dari mereka membaca Maha Penyayang). Sesungguhnya Kami telah
bismil-laahir-rahmaanir-rahiim." 36 Artinya, memberikan kepadamu nikmat yang banyak.
Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan
penduduk Madinah dulu tidak membaca
basmalah dalam shalat mereka di Masjid b erkorb anloh. S e sung g uhny a o rang - orang y a ng
Nabawi. Hanya saja madzhab Hanafi berkata, membenci kamu dialah yang terputus."(al-
'Orang yang shalat sendirian hendaknya Kautsar: 1-3)
membaca bismillaahir-rahmaanir-rahiim
ketika mulai membaca al-Faatihah, dalam Adapun madzhab Syafi'i dan Hambali ber-
setiap rakaat, dengan suara samar.' fadi, ia kata "Basmalah adalah ayat dari al-Faatihah,
termasuk Al-Qur'an, tetapi bukan bagian harus dibaca dalam shalat. Hanya sajamadzhab
dari surah, melainkan berfungsi sebagai Hambali, seperti madzhab Hanafi, berkata: Ia
pemisah antara tiap surah. Sementara itu dibaca dengan suara samac tidak dengan suara
madzhab Maliki berkata, "Basmalah tidak keras." Sedangkan madzhab Syafi'i berkata, "la
boleh dibaca dalam shalat wajib, baik yang dibaca dengan suara samar dalam shalat yang
bacaannya keras maupun yang bacaannya bacaannya samar dan dibaca dengan suara
sama[ baik dalam surah al-Faatihah mau- keras dalam shalat yang bacaannya keras; dan
pun surah-surah lainnya; tetapi ia boleh ia pun dibaca dengan suara keras dalam selain
dibaca dalam shalat sunnah." Al-Qurthubi surah al-Faatihah."
berkata "Yang benar di antara pendapat-
pendapat ini adalah pendapat Malih sebab Dalil mereka bahwa ia merupakan ayat
Al-Qur'an tidak dapat ditetapkan dengan
hadits aahaad; cara menetapkan Al-Qur'an dalam surah al-Faatihah adalah hadits yang
hanyalah dengan hadits mutawatir yang
tidak diperdebatkan oleh para ulama."37 diriwayatkan oleh Daraquthni dari Abu
Namun, pernyataan ini kurang tepat sebab
mutawatir-nya setiap ayat bukanlah suatu Hurairah bahwa Nabi saw pernah bersabda,
keharusan. l, q-: tii;u ,$ult i,3) j=' ili; sy
&v ,iqt il ,;r-t4t ii wl ,t')t f)t
Abdullah bin Mubarak berpendapat bah-
wa basmalah adalah ayat dari setiap surah, Gqt ki g)t f;t :t f;,qr.lj,
dengan dalil hadits yang diriwayatkan oleh
"Apabila kalian membaca al-hamdu lillaahi
Muslim dari Anas, ia berkata, "Pada suatu rabbil-halamiin (yakni surah al-Faatihah), baca-
36 Diriwayatkan oleh Muslim dan Ahmad. lah bismillaahir-rahmaanir-rahiim. Surah al-
37 Tafsir al-Qurthubi (l/93).
Faatihah adalah ummul-qur'an, ummul-kitab,
dan sab'ul-matsaani; dan bismillaahir-rahmaanir-
rahiim adalah salah satu ayatnya."
Sanad hadits ini shahih.
Dalil madzhab Syafi'i bahwa ia dibaca Keutamaan Basmalah
Ali karramal-laahu waihahu pernah ber-
dengan suara keras adalah hadits yang di-
riwayatkan oleh Ibnu Abbas r.a. bahwa Nabi kata tentang bacaan bismillaah bahwa ia da-
saw. dulu membaca bismil-laahir-rahmaonir- pat menyembuhkan segala penyakit dan da-
rahiim dengan suara keras.38 Alasan lainnya, pat meningkatkan efek obat. Bacaan ar-rah-
karena basmalah ini dibaca sebagai salah satu moan akan memberi pertolongan kepada
ayat Al-Qur'an-dengan dalil bahwa ia dibaca setiap orang yang beriman kepada-Nya, dan
sesudah ta'owwudz-, maka cara membacanya
adalah dengan suara keras, sama seperti ayat- ini adalah nama yang tidak boleh dipakai
ayat al-Faatihah yang lain.
oleh selain Allah. Adapun ar-rahiim memberi
Mengenai apakah basmalah terhitung pertolongan bagi setiap orang yang bertobat,
beriman, dan beramal saleh.
sebagai ayat dalam surah-surah lain, perkata-
Catatan: Nash Al-Qur'an saya cantumkan
an Imam Syafi'i tidak menentu; pernah be- sesuai dengan rasm (cara penulisan) mushaf
liau berkata bahwa basmalah adalah ayat
dalam setiap surah, tetapi pernah pula beliau Utsmani. Contohnya: <U;iO dan (!5 yang
berkata bahwa ia terhitung ayat dalam surah mana di akhirnya ada alif. Misalnya lagi
al-Faatihah saja. Pendapat yang paling benar
adalah basmalah merupakan ayat dalam se- <;gbo dan <.<;>. S"a"ngkan menurut kaidah
tiap surah, sama seperti dalam al-Faatihah, imla'modern, dalam dua kata pertama tidak
ditulis alif, sedangkan dua kata terakhir ditulis
dengan dalil bahwa para sahabat dahulu begini: 1i>o9 dan 1piy. Adapun dalam bagi-
an penjelasan atau penafsiran, saya meng-
sepakat menulisnya di awal setiap surah ke- ikuti kaidah-kaidah imla'yang baru. Saya juga
cuali surah at-Taubah, dan kita tahu bahwa tidak meng-i'raab sebagian kata yang sudah
di dalam mushaf mereka tidak mencantum- diketahui, misalnya dalam surah al-Mursalaat
kan tulisan apa pun yang bukan bagian dari
ayat 16 dan t7: (;.;{, &.i"i d)$t 99:[iy, sa-
Al-Qur'an. Namun, meski ada perbedaan pen-
dapat seperti di atas, umat Islam sepakat bah- ya tidak meng-i'raab kalimat nutbi'uhum yang
wa basmalah merupakan ayat dalam surah
an-Naml, juga sepakat bahwa basmalah boleh merupakan fi'il mudhaari' marfui sebab ia
ditulis pada permulaan buku-buku ilmu pe- adalah kalaam musta'naf (kalimat pembuka),
ngetahuan dan surah-surah. fika buku itu bukan kalimat yangmajzuum seperti nuhlik.
adalah buku kumpulan syai4 asy-Sya'bi dan
llarapan, Doa, dan Tuluan
az-Zuhri melarang menulis basmalah di awal- Segala puji bagi Allah. Shalawat dan sa-
nya, sedangkan Sa'id bin fubair dan mayo- lam semoga tercurah kepada Rasulullah, ke-
ritas ulama generasi muta'akhkhiriin mem' luarga, para sahabat, serta semua orang yang
mengikuti beliau.
bolehkannya.3e
YaAllah, jadikanlah semua halyangtelah ku
Bismit-laah (.1,n--r) ditulis tanpa alif sesudah huruf ba pelajari-baik yang masih ku ingat maupun yang
karena kalimat ini sangat sering dipakai, berbeda dengan sudah kulupa-dan yang ku ajarkan sepanjang
hidupku, yang ku tulis atau ku susun menjadi
firman Allah Ta'ala: iqra' bismi rabbika (c6 r! rr'), yang buku,ao yang merupakan limpahan karunia-Mu,
mana huruf alif-nya tidak dihapus sebab kaliniat ini iarang 40 Antara lain 20 buah kalian funtukal-Mausuu'atul-Fiqhiyyah
dipakai.
39 Tafsir al-Qurthubi (l / 97). di Kuwait, untuk Mu'assasah Aalul Bait di Yordania, untuk
Muj amma'ul- Fiqhil-lslaamiy di leddah-Mausuu' atul- Ft
-IAFSIRAr-MUNIR TILID 5 tr,!l, .-L Solumtah Pongotahuan PontlngAt{ur'an
goresan pena yang kupakai menulis, kilatan zaman yang tidak memungkinkan bagiku un-
tuk melakukan jihad, seperti yang dilakukan
ide, buah karya akal, keletihan jiwa siang salafus saleh-semoga Allah meridhai mereka.
malam, cahaya bashirah [mata hati) dan mata Ya Allah, balaslah amalku ini dengan pahala
kepala, pendengaran telinga, dan kepahaman
yang berlimpah dan manfaat yang didambakan
hati sebagai simpanan pahala bagiku di sisi- selama aku masih hidup dan sesudah aku mati
Mu, yang mana amal itu kulakukan dengan serta hingga hari pembeberan amal di hadapan-
ikhlas karena-Mu, dan demi meninggikan Mu. Ya Allah, beratkanlah timbangan amalku
kalimat-Mu, menyebarkan agama-Mu, dan dengan amal ini, dan berilah aku keselamatan
dengan karunia dan kasih-Mu pada hari Kiamat,
memudahkan ilmu pengetahuan bagi mereka
hari ketika seseorang tidak dapat menolong
yang ingin belajar sesuai dengan metode
orang lain dan urusan pada waktu itu berada di
modern. Ya Allah, jauhkanlah aku dari segala tangan Allah. Kabulkanlah doaku, wahai Tuhan
yang Maha Pemurah. Dan segala puji bagi Allah
sesuatu yang menodai amalku: riya', sum'oh Tuhan semesta alam.
(mencari reputasi), atau syuhrah fmengejar
Prof. Dr. Wahbah Musthafa az-Zuhailiy
popularitas). Ya Allah, aku mengharapkan
pahala yang luas dari sisi-Mu, maka terimalah
amalku yang sedikit ini di dalam ganjaran-Mu
yang banyak, sesungguhnya aku hidup pada
(:H()B,
qhi-, dan untuk al-Mausuu'atul-Arabiyyatus-Suuriryah),
tiga buah ensiklopedi: Ushuulul-Fiqhil-lslaamiy (dua jilid),
al-Fiqhul-lsloamiy wa Adillatuhu (10 jilid), dan tafsir ini
yang difokuskan pada fiqih kehidupan yang luas di ddlam
Al-Qur'anul Karim. Selain itu beliau juga telah menyusun
beberapa kitab lain.
TATSIRAL-MUNIR JILID 5
SunnH AL-A RrAv{F
MAKKIYYAH, DUA RATUS ENAM AYAT
DIALOG NABI SYU.AIB DENGAN TOKOH. yang beriman dari negeri kami, kecuali engkau
TOKOH KAUMNYA DAN ADZABYANG kembali kepada agama kami." Syu'aib berkata,
DITIMPAKAN KEPADA MEREKA BERUPA
GEMPA 'Apakah (kamu akan mengusir kami), kendatipun
kami tidak suka? Sungguh, kami telah mengada-
Surah al-A'raaf Ayat 88-93 adakan kebohongan yang besar terhadap Allah,
jika kami kembali kepada Agamamu, setelah Allah
+;Jl 3g;5 *;t :n YiKLt3Jr 5ffi J6
melepaskan kami darinya. Dan tidaklah Pantas
'Ar'i, g;P f-t$i u 6-3 fii OJv kami kembali kepadanya, kecuali jika Allah, Tuhan
kami menghendaki. Pengetahuan Tuhan kami
EK A'&Cifir*@'MtL%$lU meliputi segala sesuatu. Hanya kepada Allah kami
bertawakal. Ya Tuhan kami, berilah keputusan
Vf aJr fir J6; W's'lJfi\ # erv antara kami dan kaum kami dengan haq (adil).
fr 6i#lriYK\W,F,;pfu Engkaulah pemberi keputusan terbaikl' Dan
pemuka-pemuka dari kaumnya (Syu'aib) yang
e h-+ 'A\:'OffiL4J;t )frffi kafir b erkata (kep ada sesamany a), "5 esungguhny a
jika kamu mengikuti Syu'aib, tentu kamu menjadi
gK cjitWWltaai|+etrr orang-orang yang rugii' Lalu datanglah gempa
;A J6s itt W ffi sA\ ? 6t1 Y;;t menimp a mereka, dan mereka mati b ergelimp angan
di dalam reruntuhan rumah mereka. Orang-orang
;\,K'FA#$t,rJ;"rbifi?; yang mendustakan Syu'aib seakan-akan mereka
''t;rzr5O belum pernah tinggal di (negeri) itu. Mereka yang
mendustakan Syu'aib, itulah orang-orang yang
"Pemuka-pemuka yang menyombongkan rugi. Maka Syu'aib meninggalkan mereka seraya
berkata, "Wahai kaumku! Sungguh, aku telah
diri dari kaum Syu'aib berkata, "Wahai Syu'aib! menyampaikan amanat Tuhanku kepadamu dan
Pasti kami usir engkau bersama orang-orang aku telah menasihati kamu. Maka bagaimana aku
akan bersedih hati terhadap orang-orang kafir?"
(al-Araaf: 88-93)
l'nab
Kalimat 4:t)"k i;i| truruf hamzah dalam
kalimat ini adalah kata istiftaam inkari (kata
}FSIRA.-MUNIRJILIp 5-- -*- ,r{1, -1------\ Surahal-A'raaf
tanya yang bermakna pengingkaran). Huruf kami akan kembali ke dalam agama kalian,
wawu dalam kalimat ini adalah wawu haal, walaupun kami sendiri tidak menyukainya?"
taqdiir-nya:1uaf Jr- ;& l6r4't. Istifhaam [kata tanya) di sini bermakna peng-
Kalimat 4n, ii 'lry ingkaran. {ij -i;(,, rj}
iti fata an dan shilah- kami. ('u-L ," .y ,i tidak semestinya bagi
nya berada dalam posisi nashab sebagai etb ilmu-Nya meliputi
istitsna' munqathi', taqdiir-nya;; ri 6 'tJ;. cr> segala sesuatu, termasuk kondisiku dan kon-
(!t'?*, jt ti;. Kalimat (q ir^,> bermakna (1)
disi kalian saat ini.
bukan <61) karena Nabi Syu'aib tidak pernah
sebelumnya berada dalam kekafiran untuk (e 6F Ya Tuhan kami, putuskanlah, kata
dikatakan bahwa ia keluar dari kekafiran lalu lgr,irg adalah penguasa. (rltll'F para penguasa.
16furry penguasa yang sangat berkuasa. q;r jui}
kembali lagi. 4yl etl;< uit mereka [tokoh-tokoh itu) saling
Kata (rLp adalah tamyiiz yang manshuub. berbicara satu sama lain. {ii;.1r} gempa yang
Kalimat {.,-, lF huruf laom di sini adalah dahsyat, makna dasarnya adalah gerakan dan
laam qasam [untuk sumpah). guncangan. (.4(h berlutut dalam keadaan
sudah menjadi mayat. 4G. ,'A.[] mereka
Kalimat flqj. 6k,,ilr| kata 1ri!r; berada
bertempat di kampung itu.
dalam posisi rafa' sebagai sifat atau badal
{\r--;.'r' j,js ,;i yi* u.:1t\ Diulangnya rsim
dari kalim at 6,s ,ilry dalam firman Allah
maushul 1r;lty dalam kalimat ini untuk me-
figr< ,it il, i6rp, boleh juga mubtada' yang
negaskan bantahan terhadap ucapan mereka
marfu', sedangkan khabar-nya adalah kalimat \* #'sebelumnya, $t*/
Ia berpaling. $n
mau beriman. (;t
(l1,+ i ;irp, dan rsim dari kalimat ini mahdzuuf .40i,:6 'ii Si ,lb
#tb tapi kalian
fdihilangkan), maknanya adalah 6!G1, Boleh -4(| bagaimana aku tidak
t{t\|$juga khabar-nya adalah kalimat rrir-r ,;G akan
$.rari,,ii. Dan kalimat {q ,; i ifh manshuub
sedih {,,,;rs ii ,*Y adalah pertanyaan yang
sebagai haal (menjelaskan keterangan).
bermakna penafian.
BalaaShah Tafsir dan Penlelasan
Kalimat (uiir; itst S;$ 1or dan majrur Ayat ini adalah lanjutan dari kisah Nabi
Syu'aib bersama kaumnya. Ada dua tema
didahulukan, ini berfungsi sebagai hashr utama dalam ayat ini. Pertama, dialog antara
Nabi Syu'aib dengan tokoh-tokoh kaumnya.
fpembatasan makna). Ditampakkannya lafal Kedua, penjelasan tentang kesudahan dari
jalaalah (yaitu kata AllahJ untuk menunjukkan orang-orang yang kafir; yaitu diturunkannya
ketundukan yang sangat besar kepada-Nya.
adzab yang merata kepada mereka semuanya.
Mufradaat LuShawlyyah Para tokoh enggan beriman dan menaati
Kalimat 4* r._ '3:r5, ,iy kecuali kalian apa yang telah diperintahkan dan dilarang
oleh Nabi Syu'aib, seperti perintah untuk
kembali ke agama kami. Mereka [tokoh-tokoh menyembah Allah semata, menyempurnakan
kaum Nabi Syu'aib) lebih menggunakan lafal timbangan, larangan berbuat kerusakan di
jamak [yang menunjukkan banyak) daripada muka bumi, dan peringatan akan datangnya
mufrod (yang menunjukkan satu orang) karena
adzab dengan mengatakan, "Makatunggulah...".
Syu'aib tidak pernah sebelumnya berada
Para tokoh itu bersumpah dan mengancam
dalam agama mereka. Oleh karena itu, Syu'aib
menjawab dengan cara yang sama [dengan Nabi Syu'aib beserta pengikutnya yang ber-
iman, "Sungguh, kami akan mengeluarkanmu
lafal yang menunjukkan banyak), 'Apakah
suratr al-l'raar ,r*,* ThFstnAr-MuNtn ltrto 5
wahai Syu'aib dan kaummu yang beriman dari Maksud ayat (Gj!lF, menyelamatkan sa-
kampung kami atau kalian kembali ke dalam habat kami dari agama itu dengan memasuk-
agama kami yang merupakan warisan nenek kan dirinya di antara mereka (para pengikut-
nya) dalam bentuk taghlib (mendominasikan
moyang kami." yang banyak terhadap yang sedikit) meskipun
Ancaman dari mereka berupa dua pilihan:
para nabi terjaga dari kekafiran.
diusir dari kampung halaman atau dipaksa
untuk kembali ke agama mereka. Ancaman Firman Allah SWT {q # I 6 3;-. ciY
ini selain diarahkan kepada Nabi Syu'aib, juga maksudnya, tidak layak bagi kami untuk
sesungguhnya diarahkan kepada pengikutnya kembali ke agama kalian selamanya' Tak
yangmengikuti ajaran dan agama Nabi Syu'aib. seorang pun yang akan memalingkan kami
Nabi Syu'aib bertanya dengan nada peng- dari pendirian ini karena kami sangat yakin
ingkaran dan keheranan,'Apakah kalian akan berada di jalan yang benar. Sementara itu,
melakukan itu, memaksa kami untuk kem- kalian berada dalam agama yang batil yaitu
bali ke agama kalian meskipun kami tidak
agama kekafiran dan kemusyrikan. Akan
menyukai kedua pilihan yang kalian tawarkan tetapi, iman dan keyakinan kami kepada
itu? Kalian tidak mengetahui kekukuhan kehendak Allah membuat kami menyerahkan
aqidah kami yang tidak akan mampu digoyah- semuanya kepada Allah. Allah yang Maha
kan oleh siapa pun. Kalian juga tidak menge- Mengetahui segala sesuatu, Dia-lah yang
tahui bahwa cinta tanah air tidak akan meng- memiliki hikmah yang sangat agung dalam
goyahkan keyakinan kami dan tidak akan men- segala sesuatu berkendak untuk melaku-
jadikan kami lebih mengutamakan tinggal di kan suatu hal. Dengan demikian, semua itu
kampung kami daripada mencari ridha Allah
dengan mengesakan, menyembah, dan meng- kami kembalikan kepada Allah karena Dia-lah
yang berkuasa dan mengatur semua hal yang
ikuti segala perintah-Nya."1
Kemudian, Nabi Syu'aib mengumumkan menyangkut kami.
Ini merupakan penegasan untuk menolak
dengan tegas tidak akan kembali ke dalam
kekafiran seraya berkata, "fika kami kembali kembali ke agama mereka. Tidak ada harapan
ke dalam agama kalian dan mengikuti agama untuk kalian dalam melawan kehendak Allah
kalian yang berlandaskan kemusyrikan, kami
telah mengadakan kebohongan yang besar yang mengukuhkan para hamba-Nya yang
terhadap Allah dengan menjadikan sekutu- ikhlas untuk tetap beriman dan memberikan
sekutu sebagai tandingan-Nya. Padahal, Allah keteguhan hati dalam kehidupan dunia. Dalam
telah menyelamatkan kami dari agama yang
batil, menunjukkan kami ke agama tauhid, dan hal mengembalikan kami kepada kesesatan,
Allah yang Mahatinggi tidak akan mungkin
mengikuti jalan yang lurus. Ini sesuatu yang menghendaki kemurtadan orang-orang yang
telah beriman dan mengembalikan mereka
sangat mengherankan." Ucapan Nabi Syu'aib
kepada kekafiran. Hal itu bukanlah sesuatu
ini bermakna bahwa sangat tidak mungkin
yang bisa disebut sebagai hikmah (kebijak-
mengikuti seruan mereka. sanaan). Sesungguhnya, ilmu Allah meliputi
1 Perlu dipahami, dialog yang disebutkan disini adalah tafsir segala sesuatu. Dia Mahaluas ilmu-Nya,
Maha Melimpah karunia-Nya. Ia melaku-
pengarang terhadap ayat yang sedang dikaji. Jadi, tidak
berarti inilah yang secara faktual diucapkan oleh Nabi kan sesuatu dengan hikmah. Kehendak-Nya
pasti mengandung hikmah dan Dia tidak akan
Syu'aib dan para pemuka kaumnya, pent. menghendaki untuk manusia selain hal-hal
yang baik.
Pengertian ayat ini secara umum adalah segala sesuatu dengan yang kebenaran dalam
Allah Maha Mengetahui segala sesuatu, baik
yang telah terjadi maupun yang akan terjadi. perselisihan yang teriadi antara para rasul
Dia Mengetahui kondisi hamba-hamba-Nya dengan kaum kafir dan antara orang yang
yang selalu berubah-ubah, Allah mengetahui
hati mereka yang selalu berbolak-balik seke- berada di jalan yang benar dengan orang yang
berada di jalan yang batil.
tika ia menjadi keras yang sebelumnya lembut,
sakit yang sebelumnya sehat, dan kembali ke- Setelah kaum kafir putus asa terhadap
pada kekafiran yang sebelumnya beriman. usaha mereka untuk mengembalikan orang-
Kepada Allah kami bertawakal dalam orang yang beriman pada risalah fkerasulan)
Nabi Syu'aib ke dalam agama mereka, mereka
segala urusan dengan menjalankan kewajiban akhirnya menggunakan cara ancaman. Pem-
kami untuk menjaga syari'at dan agama-Nya. besar-pembesar kaum tesebut berkata ke-
Kami bertawakal kepada-Nya untuk meneguh- pada orang-orang beriman yang lemah de-
kan keimanan kami, memberikan taufik-Nya, ngan tujuan melemahkan keimanan mereka,
dan agar iman kami selalu bertambah. "Demi Allah, jika kalian mengikuti apa yang
disampaikan Syu'aib dan beriman kepada-
"Den barangsiapa bertawakal kepada nya, sungguh kalian termasuk orang-orang
yang merugi, baik kerugian yang bersifat moril
Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keper- maupun yang bersifat materil. Kerugian yang
lua n) ny o." (ath-Thalaaq: 3)
bersifat moril yaitu ketika kalian meninggalkan
Di antara syarat tawakal yang benar adalah agama nenek moyang yang sudah mengakar
kemudian kalian pindah ke agama baru yang
melaksanakan hukum syari'at dan menjaga Syu'aib serukan pada kalian, sedangkan kalian
sunnah yang dituntut untuk dikerjakan dalam belum pernah mengenalnya dan kalian belum
kehidupan, seperti menjalankan sesuatu yang
menjadi sebab keberhasilan kemudian me- yakin dengan kebenarannya. Sementara itu,
nyerahkan segala sesuatunya kepada Allah. kerugian yang bersifat materil, yaitu harta
kalian tidak akan bertambah dan kalian tidak
Suatu kali, seorangArab badui bertanya kepada akan mendapat keuntungan ketika kalian me-
Nabi, 'Apakah ia mesti mengikat untanya atau- ngurangi timbangan dan tidak mengambil
harta orang lain dengan mengikuti Syu'aib,
kah membiarkannya lepas, kemudian ber-
tawakal kepada Allah?" Nabi menjawab, "lkat yaitu menyempurnakan timbangan dan meng-
dulu lalu bertawakallah." ajarkan persamaan."
Ini merupakan penolakan dalam bentuk Dapat diperhatikan Al-Qur'an menyebut
para tokoh dan pembesar-pembesar itu. Per-
lain terhadap usaha tawar-menawar dan usaha
yang mereka lakukan untuk mengembalikan tema, mereka sebagai orang-orang yang
sombong dan enggan untuk beriman kepada
pengikut Nabi Syu'aib ke dalam agama me-
reka dengan menggunakan argumen yang Allah dan kerasulan Nabi Syu'aib a.s.. Kemu-
kuat. Kemudian, Nabi Syu'aib berdoa agar dian, Al-Qur'an menyebut mereka sebagai
diturunkan adzab terhadap kaumnya ketika ia
sudah tak punya harapan lagi kepada mereka, orang-orang yang menyesatkan dan ber-
"Wahai Tuhan kami, putuskanlah antara kami usaha untuk mengafirkan orang-orang yang
dan kaum kami dengan sesuatu yang benar; telah beriman kepada Nabi Syu'aib. Setelah
dan bantulah kami terhadap mereka." itu, mereka disebut sebagai orang-orang yang
kafir dan selalu meneror. Lalu, semua sebutan
Engkaulah yang Mahaadil yang tidak akan itu diakhiri dengan penjelasan tentang akhir
pernah berlaku zalim. Engkau memutuskan
srr"tt"t-l'r""t ,,*,*,, @.r,*,, hrSIRAL-MUNIRIILID 5
dari nasib mereka dan adzab yang ditimpakan yang menurunkan hujan api, disambar oleh
suara yang sangat keras dari langit, dan gempa
kepada mereka. yang sangat dahsyat dari bumi yang akhirnya
Mereka dibinasakan dengan gempa yang merenggut nyawa dan membekukan jasad
sangat dahsyat dan suara keras yang sangat mereka.2
mengerikan sebagaimana mereka telah me-
nakut-nakuti, dan mengancam akan mengusir fadi, siapa sebenarnYa Yang merugi?
serta mengasingkan Nabi Syu'aib dan para
pengikutnya,. Dengan adzab tersebut, mereka Sebenarnya, orang-orang yang mendustakan
Nabi Syu'aib, merekalah yang benar-benar
akhirnya mati bergelimpangan. merugi. Merekalah yang akan dibinasakan
Dalam ayat {ii;!r #:;uy,adzab yang di- seolah-olah mereka tidak pernah menetap
di kampung mereka sama sekali. Ini adalah
timpakan diungkapkan dengan kata-kata 1Lllrl
(gempa). Sementara di dalam surah Huud: 94 sebagai bantahan terhadap ucapan mereka
diungkapkan dengan kata-kata <u:5U (suara sebelumnya, "|ika kalian mengikuti Syu'aib.
yang sangat keras), seperti adzab yang ditimp- Sesungguhnya kalian akan menjadi orang-
akan terhadap kaum Tsamud. Ini karena 1i;l!r; orang yang merugi."
(gempa) biasanya selalu diiringi oleh suara Tuiuan dari bantahan ini adalah untuk
keras yang sangat mengerikan. lebih mencela mereka. Sementara, pengulang-
"seolah-olah mereka belum pernah ber' an terhadap bantahan tersebut bermaksud
untuk lebih menggambarkan besarnya ma-
diam di tempat itu. Ingatlah! kebinasaanlah salah ini dan dahsyatnya balasan yang berhak
mereka terima karena kebodohan mereka.
bagi penduduk Madyan sebagaimana kaum
Tsamud telah binasa." (Huud; 95) Oleh karena itu, diulang-ulanglah kalimat,
Dalam surah asy-Syu'araa', Allah SWT 4cj ri;,u,)
Sebenarnya, orang-orang kafir itulah yang
menjelaskan bahwa Dia telah mengutus Nabi merugi dengan kerugian yang sangat besar di
Syu'aib kepada penduduk Aikah, saudara dunia dan akhirat, bukan orang-orang yang
senasab bagi kaum Madyan. Aikah adalah beriman karena orang-orang yang mengikuti
suatu daerah yang terletak antara tepi laut Nabi Syu'aib diselamatkan oleh Allah. fadi,
dengan daerah Madyan. Adzab yang ditimpa- merekalah orang-orang yang beruntung. Se-
kan kepada kaum Madyan adalah suara yang bagaimana firman Allah,
sangat keras disertai dengan gempa yang
"Maka ketika keputusan Kami datang, Kami
sangat dahsyat. Adapun adzab bagi kaum selamatkan Syu'aib dan orang,orang yang ber'
Aikah adalah racun dan panas yang sangat iman bersamanya dengan rahmat Kami. Sedang
terik pada saat mereka berkumpul di bawah
orang yang zalim dibinasakatn oleh suara
naungan awan untuk berlindung dari sengatan
yang mengguntun sehingga mereka mati ber-
matahari. Kemudian, mereka dihujani api gelimpangan di rumahnya." (Huud; 94)
sehingga semuanya terbakar. Zhullah yang di- Ini merupakan bukti yang sangat jelas
sebutkan dalam ayat tersebut berarti awan,
yang mereka jadikan sebagai perlindungan bahwa akhir dari segala sesuatu akan ber-
pihak kepada orang-orang yang bertaliwa.
dari percikan api dari langit dan sengatan Keuntungan yang hakiki untuk orang yang
matahari yang sangat panas. 2 Tafsir lbnu Katsir2/232.
Kesimpulannya, semua adzab tersebut
dikumpulkan dan ditimpakan kepada kaum
Nabi Syu'aib. Mereka diadzab dengan awan