The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by masjiddarussalam18, 2022-08-17 09:15:17

Tafsir Al-Munîr Jilid 5

Tafsir Al-Munîr Jilid 5

adalah bagian dariku dan aku adalah bagian yang Allah berikan kepada mereka sesuai

darimu), kita adalah sama, tanpa ada per- dengan sikap mereka yang lupa dan lalai dari

bedaan. Az-Zamakhsyari mengatakan bahwa, mengingat Allah. (oryuj') orang-orang yang
"Maksudnya adalah menafikkan keberadaan keluar dari ketaatan, terlepas dari dasar-
mereka sebagai orang-orang yang beriman
dan mendustakan sumpah mereka yang meng- dasar keimanan, sangat membangkang dan
gunakan nama Allah yaitu:
mengingkari kebaikan.
"Bahwa sesungguhnya mereka termasuk
g o I ong a nmu," (at-Taubah: 5 6) {ilr ;;} al-wa'du (janji) digunakan untuk

kebaikan dan keburukan, sedangan al-wa'iid

(ancaman) khusus untuk keburukan. {U", 6r-rtr-}

fuga untuk menguatkan firman Allah, dt#mereka abadi di dalamnya. Cl itu cukup

"Nemun mereka bukanlah dari golongan- sebagai hukuman dan balasan bagi mereka.
mu." (at:Iaubah: 56)
Dalam kalimat ini terdapat petunjuk tentang

Potongan-potongan ayat setelahnya me- besarnya adzab neraka. (fit e'*ry dan Allah

melaknat mereka, yaitu menjauhkan mereka

rupakan bukti bagi hal tersebut, karena ia me- dari rahmat-Nya dan menghinakan mereka

nunjukkan kondisi mereka yang kontradiksi dengan siksa-Nya, meniadikan mereka dicela

dengan kondisi orang-orang Mukmin, yaitu dan disertakan bersama setan-setan yang

firman Allah, 4.5Au, i#lj} yaitu menyuruh terlaknat, sebagaimana para penghuni surga

kepada kekafiran dan kemaksiatan. Al-munkar juga diagungkan dan diikutkan bersama para

(sesuatu yang mungkar) dapat bersifat syar'i, malaikat yang mulia. Kata <.#r> menjauhkan

yaitu yang dianggap buruk dan dilarang oleh dari rahmat, merendahkan, dan menghinakan.

syari'aL Dapat juga bersifat'aqli (logis), yaitu 44 lt";,U;y aan bagi mereka adzab yang

yang tidak dapat diterima oleh akal sehat dan kekal, abadi dan tidak terputus. Maksudnya

fitrah yang bersih, karena ia bertentangan mereka mendapatkan satu siksa lagi selain

dengan akhlak dan maslahat umum. Lawan dimasukkan ke dalam neraka, atau mereka

dari al-munkar (kemungkaran) ini adalah al- mendapatkan siksa yang tidak terpisah dari
mereka ketika di dunia. Inilah yang mereka
; :',*i\m a' ru uf (keba ikan). (-,-9,^:j t
dan mereka rasakan karena kemunafikan mereka.

melarang dari kebaikan, yaitu keimanan 4# , ,iib kalian wahai orang-orang

dan ketataan. Al-ma'ruuf adalah semua yang munafik adalah seperti orang-orang kafir

diperintahkan oleh syari'at, atau yang dianggap sebelum kalian. Kalian melakukan perbuatan

baik oleh akal dan tradisi yang benar dan tidak seperti apa yang dilakukan orang-orang

bertentangan dengan syari'at dan akhlak. sebelum kalian, yaitu kalian menikmati dan

{&;i-i:'#J) mereka menahan tangan mereka mempercakapkan hal yang batil, seperti
dari berinfak dalam ketaatan. Maksudnya
orang-orang kafir tersebut. {fft,6} Maka
mereka tidak mau menginfakkan harta mereka mereka menikmati. (gyt) bagian mereka dari

dalam hal yang diridhai oleh Allah. Lawannya kenikmatan dunia. {It1t,6} lalu kalian wahai
orang-orang munafik juga menikmatinya.
adalah basthul-yad (membentangkan tangan). 1
(#;y dan kalian mempercakapkan ke-
(1i,, ,r-F mereka tidak taat kepada Allah dan i
I
tidak menaati perintah-perintah-Nya, hingga batilan dan melecehkan Nabi saw.. (rr;r-.Jiit)
(
seperti orang yang lupa. (,:-i+) maka Allah sebagaimana mereka mempercakapkannya.
tidak memberikan anugerah, kelembutan I
Faedah dari penyebutan, 4Jr;..y ti,;iuf
dan rahmat-Nya kepada mereka. Balasan dan {iy>tl, 6y ,;r.it'i;t r.:<y iaafan untuk il

J

TAFSIRAL-MUNIR JITID 5

mencela bagi umat terdahulu karena telah Persesuaian Ayat

bersenang-senang dengan kenikmatan dunia Ayat-ayat di dalam surah ini terus men-

dan terlena dengan nafsu dunia yang fana serta ielaskan kejahatan dan keburukan orang-orang

melalaikan kesudahannya tanpa berusaha munafik. Ini merupakan jenis lain yang ber-
tujuan untuk menjelaskan perbedaan antara
mendapatkan keberuntungan akhirat. Untuk
mereka dengan orang-orang Mukmin, dan me-
mengawali celaan yang disampaikan kepada nyamakan mereka dengan orang-orang munafik

orang-orang yang diajak bicara, yaitu orang- dan orang-orang kafir sebelum mereka, serta
mengumpamakan kondisi mereka dengan
orang munafik dan orang-orang kafir karena kondisi orang-orang sebelum mereka. fuga
membuat analogi atau perbandingan antara
kesamaan karakter mereka dan karena mereka dengan orang-orang yang terdahulu
mereka mengikut orang-orang kafir dari yang memiliki kemiripan dengan mereka.
Ini juga bertujuan untuk menjelaskan bahwa
terdahulu.
orang-orang perempuan mereka sama dengan
{+} amal mereka batal dan sia-sia orang-orang laki-laki mereka pada perbuatan-
perbuatan mereka yang mungkar dan buruk.
dan manfaatnya hilang di dunia dan akhirat.
Mereka tidak berhak mendapatkan pahala Tafslr dan Penlelasan

dunia dan akhirat darinya. {iar*r ! ryti\ Ayat-ayat ini dan ayat-ayat setelahnya

dan mereka adalah orang-orang yang merugi menielaskan berbagai perbedan yang jelas
antara karakter orang-orang Mukmin dan
di dunia dan akhirat.<A et [i] apakah belum orang-orang munafik. Ketika orang-orang
Mukmin memerintahkan kepada kebaikan dan
datang kepada mereka berita. ii # i r.ity melarang kemungkaran, orang-orang munafik

{6J orang-orang sebelum mereka dari kaum adalah sebaliknya.

trtiUi Nutr yang ditenggelamkan dengan angin Terdapat keserupaan antar orang-orang
munafik, baik laki-laki maupun perempuan,
topan, dan (,t"1) kaumnya Nabi Hud yang dalam sifat kemunafikan dan jauh dari ke-
imanan, serta dalam perilaku dan perbuatan.
dihancurkan dengan angin. (i/;) L"rmnya Mereka memerintahkan kepada kemung-
karan, yaitu hal-hal yang ditolak dan dilarang
Nabi Soleh yang dibinasakan dengan suara oleh syari'at, serta tidak diterima oleh fitrah
dan akal yang sehat, seperti berbohong, ber-
petir yang keras. (eit irt\ Raja Namrudz khianat, tidak memenuhi janii dan melanggar
perjanjian. Hal ini sebagaimana disebutkan di
yang dibinasakan dengan nyamuk, dan begitu dalam hadits shahih yang diriwayatkan oleh
Bukhari, Muslim, at-Tirmidzi dan an-Nasa'i
pula para pengikutnya, (a-i .+r^-!)mereka dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah saw.

adalah kaum Nabi Syu'aib yang dihancurkan bersabda,

dengan api pada hari mereka dinaungi Aei *5 tiy .,if o.t;t;y:bJ; gAtil

awan. 4=a1lV\ desa-desa kaum Nabi Luth, .3u* :*t r1y

maksudnya adalah para penduduknya. Desa-

desa itu terbalik sehingga bagian atasnya

berada di bagian bawah dan mereka dihujani

dengan bebatuan yang berasal dari tanah ter-

bakar. (:g! #'Ji;ry semua rasul itu datang

kepada mereka membawa mukjizat, namun

mereka mendustakannya sehingga mereka

dibinasakan. {il:rfu fi irui} bukanlah merupa-

kan kebiasaan Allah untuk mengadzab mereka

tanpa disebabkan dosa. {or:rU &4t}" :;il1th

akan tetapi, merekalah yang menganiaya diri

mereka sendiri dengan melakukan dosa dan

membuatnya dihukum karena kekafiran dan

pendustaan.

TAFSIRAL-MuNrRIrLrp 5 ,r* ft- surahat-Taubah

"Tanda orang munafik ada tiga; apabila bagi mereka. Allah berfirman, {ryUj' 'itt .''rb

mengatakan bahwa dia berdusta, apabila berjanji dan seterusnya. Artinya Allah SWT menegas-
dia mengingkari dan apabila dipercaya dia ber-
khianat." (HR Bukhari, Muslim, at-Tirmidzi, kan ancaman-Nya yang telah disebutkan
an-Nasa'i)
dengan membalas mereka dan menggabung-
$.:;At q 't'#Jy Al-ma'ruuf adalah kan mereka ke dalam golongan orang-orang
kafir. Allah juga mengancam dengan api neraka
apa yang diperintahkan oleh syari'at dan
diakui oleh akal dan fitrah, seperti jihad dan dan mereka semua akan kekal di dalamnya. Ini
mengorbankan harta untuk sabilillah. Hal ini merupakan siksaan yang pantas dan balasan
yang setimpal bagi perbuatan mereka. Allah
sebagaimana difirmankan oleh Allah SWI, melaknat mereka dengan menjauhkan rahmat-
Nya. Mereka pun akan mendapatkan siksa yang
"Mereka yang mengatakan bahwa (kepada kekal dan abadi, selain siksa neraka fahannam
yang juga abadi. Mereka akan mendapatkan
orang-orang Ansar), "Janganlah kamu ber- siksayangterus menimpa di dunia,yaitu berupa
sedekah kepada orang-orang (Muhajirin) yang penyakit kemunafikan dan dihantui ketakutan
ada di sisi Rasulullah sampai mereka bubar jika Rasulullah saw dan orang-orang Muslim
(meninggalkan Rasulullah)." Padahal milik mengetahui batin, serta ketakutan mereka jika
Allah-lah perbendaharaan langit dan bumi, berbagai keburukan terbongkar.

tetapi orang-orang munafik itu tidak me- Disebutkannya para perempuan munafik

mahami." (al-Munaafiquun: 7) dengan para laki-laki munafik di dalam ayat

Mereka tidak ingat kepada Allah dan merupakan dalil bagi keumuman sifattersebut
dan mengakarnya penyakit itu pada manusia.
melupakan perintah dan larangan-Nya yang Diakhirkannya penyebutan orang-orang kafir
ditetapkan atas mereka. setelah orang-orang munafik merupakan dalil
bahwa mereka lebih buruk dari orang-orang
(#F artinya Allah membalas mereka
kafir dan bahwasanya kemunafikan lebih
sesuai dengan perbuatan mereka, bersikap
terhadap mereka seperti orang yang melupa- bahaya dari kekafiran yang terang-terangan.
kan mereka, /aitu dengan tidak memberikan Kemudian, Allah SWT menielaskan adzab
kelembutan dan rahmat-Nya kepada mereka,
serta tidak memberi mereka anugerah dan di dunia dan akhirat yang menimpa orang-

taufik di dunia dan tidak diberi pahala di orang munafik, Adzab tersebut mirip dengan
adzab yang ditimpakan atas orang-orang
akhirat Hal ini sebagaimana firman Allah S\MT,
munafik dan orang-orang kafir terdahulu
"Don kepada mereka dikatakan, "Pada hori ketika bersama para nabi mereka. "Maka
ini Kami melupakan kamu sebagaimana kamu
telah melupakan pertemuan (dengan) harimu kalian, wahai orang-orang munafik, adalah
ini." (al-laatsiyah: 34) sama seperti mereka, terlena oleh dunia
dan kenikmatannya yang fana. Akan tetapi,
Ini terjadi karena mereka tidak mau taat orang-orang kafir dan orang-orang munafik
kepada Allah. terdahulu lebih kuat dan lebih banyak harta

Sesungguhnya orang-orang munafik itu dan anak-anaknya daripada kalian. Lalu
adalah orang-orang yang fasik, yaitu orang-
orang yang keluar dari jalan yang benar dan kalian mempercakapkan hal-hal yang batil,

lurus, masuk ke jalan kesesatan, menjadi kafi4 sebagaimana yang mereka lakukan.
dan meninggalkan semua kebaikan. Kalian juga berbuat seperti mereka, yaitu

Kemudian, Allah SWT menjelaskan balasan bersenang-senang dengan bagian kalian yaitu

surarrat-rauuarr ,,,,*,, {il.r_., ,},n,** - hrsrRAL-MuNrRIrrrpS

berupa harta dan anak-anak, kenikmatan orang-orang munafik dengan orang-orang

dunia dan perhiasannya yang fana. Kalian pun kafir terdahulu dalam mengejar dunia dan me-
menjadi lalai dari firman Allah dan petunjuk lalaikan akhirat, Allah SWT lalu menjelaskan
keserupaan lain antara kedua golongan ter-
Rasul-Nya. Kalian tidak memerhatikan sebut, yaitu mereka mendustakan dan menipu
para nabi dan berkhianat untuk membunuh
kesudahan tindakan kalian tersebut. Kalian
mereka. Allah berfirman, {*; qi!t< J,Jith
juga tidak mencari keberuntungan di
artinya, seperti tindakan orang-orang kafir
akhirat, padahal kalian memiliki hal-hal yang
terdahulu dalam membicarakan hal yang
mendorong kalian untuk melakukan kebaikan,
sebagaimana orang-orang sebelum kalian dusta dan batil.
Kemudian, Allah SWT menjelaskan nasib
memiliki hal-hal yang mendorong mereka
untuk melakukan keburukan. fadi, kondisi amal perbuatan orang-orang munafik dan
orang-orang kafir terdahulu dan setelahnya.
kalian lebih buruk dari mereka, dan kalian iuga
lebih layak mendapatkan hukuman daripada Allah berfirman, $LL; srr;iy artinya, usaha

mereka. Maka firman Allah, (Ura r,.:i:6} dan kebaikan orang-orang munafik dan orang-

maksudnya dari kenikmatan dunia, atau orang kafir menjadi batal dan sia-sia. Amal

bagian mereka dari agama, sebagaimana di- perbuatan mereka rusak di dunia, karena
lakukan oleh orang-orang sebelum mereka.
Kalian mempercakapkan hal yang batil seperti amal perbuatan tersebut hanya berangkat dari
keinginan riya (agar dilihat orang) dan sum'ah
yang mereka lakukan. [agar didengar orang). Di akhirat mereka tidak
mendapatkan balasan dan pahala dari amal
Faedah disebutkannya tindakan kaum perbuatannya itu, karena mereka tidak meng-
terdahulu yang bersenang-senang dengan
bagian mereka di dunia. Kemudian disebut- harapkan keridhaan Allah. Syarat diberikan-
kan tindakan yang sama dari orang-orang nya pahala terhadap amal perbuatan adalah
munafik lalu disebutkan kembali tindakan iman, sedangkan mereka tidak benar-benar
kaum terdahulu adalah untuk mencela kaum beriman, tetapi menampakkan keimanan dan

terdahulu karena bersenang-senang dengan menyembunyikan kekafiran sehingga mereka
berbagai kenikmatan dunia yang mereka adalah orang-orang munafik. Mereka adalah
dapatkan dan dihalanginya mereka dari ke- orang-orang yang merugi di saat mempunyai
kesempatan untuk mendapatkan keuntungan
bahagiaan akhirat disebabkan tenggelamnya
dan manfaat. Mereka tidak mendapatkan
mereka dalam kenikmatan dunia. Kemudian,
orang-orang munafik pada zaman Islam di- pahala dan mereka mengikuti nafsu mereka
serupakan dengan mereka untuk menunjuk-
dalam membantah para nabi dan rasul,
kan keburukan yang mencapai puncaknya
dan untuk menambah buruknya keserupaan sehingga yang mereka dapatkan hanyalah
kehilangan kebaikan di dunia dan akhirat jika
tersebut, seperti seseorang yang ingin meng- tidah mereka mendapatkan hukuman di dunia
ingatkan orang yang zalim tentang buruknya dan akhirat. Ini seperti firman Allah SWI,
kezalimannya, dia berkata kepadanya, "Engkau
"Katakanlah (Muhammad),'Apakah perlu
seperti Fir'aun. Dia dahulu membunuh orang
tanpa kesalahan dari orang itu. Dia menyiksa Kami beritahukan kepadamu tentang orang
yang paling rugi perbuotannya? (Yaitu) orang
tanpa alasan yang benar. Engkau melakukan yang sia-sia perbuatannya dalam kehidupan
hal yang sama." Secara umum, pengulangan di dunia, sedangkan mereka mengira telah ber-
buat sebaik-baiknya." (al-Kahf: 103- 104)
sini adalah untuk penegasan.

Setelah menjelaskan keserupaan antara

TAFSTR At--MuNtR )tLrD s Surah at-Taubah

Firman Allah SWT, (d*;i ;L;y Berbeda atas raja mereka, Namrudz bin Kan'an bin Kusy
al-Kan'ani. Allah menolong lbrahim a.s., men-
dengan amal perbuatan orang-orang saleh dukungnya dengan berbagai mukjizat yang
yang diisyaratkan dalam firman Allah SWT tampak dan menyelamatkannya dari api. Lalu
para penduduk Madyan kaum Nabi Syu'aib a.s.
"Dan Kami berikan kepadanya balasannya yang ditimpa oleh gempa dan siksaan pada
di dunia; dan sesungguhnya dia di akhirat, ter- hari ketika awan menaungi mereka. Penduduk
masuk orang yang saleh," (al-'Ankabuut: 27)
negeri-negeri yang dijungkirbalikkan, yaitu
Maksudnya, setelah menyerupakan kondi- kaum Nabi Luth a.s. yang tinggal di Madain.

si orang-orang munafik tersebut dengan Allah membinasakan mereka dengan di-

orang-orang kafir; Allah SWT menjelaskan tenggelamkan ke dalam bumi, bumi tempat
bahwa orang-orang kafir kehilangan semua mereka dibalik dan mereka dihuiani oleh
bebatuan. Allah SWT berfirman di dalam ayat
amal mereka. Kalau pun tidak, mereka
lain,
hanya mendapatkan kehinaan dan kerugian,
"Dan prahara angin telah meruntuhkan
padahal, orang-orang kafir sebelum mereka (negeri kaum Lut)." (an-Naim: 53)
lebih kuat, lebih banyak harta dan anaknya
daripada orang-orang munafik tersebut Hal ini Artinya mereka adalah kaum yang di-
jungkirbalikkan. Pusat perkampungan mereka
termasuk alasan yang membuat orang-orang adalah Sodom. Allah membinasakan mereka

munafik tersebut lebih pantas terjerumus semua karena mereka mendustakan Nabi Luth
a.s., dan karena mereka melakukan perbuatan
ke dalam adzab dunia dan akhirat, dan tidak keji yang tidak pernah dilakukan oleh seorang
mendapatkan kebaikan pada keduanyais2 pun dari penduduk bumi.

Kemudian, Allah SWT menasihati orang- Allah SWT menyebut enam umat terdahulu
orang munafik yang mendustakan para rasul tersebut, karena berita tentang mereka sampai

dan Dia memperingatkan mereka dengan kepada orang-orang munafik di Madinah.

firman -Nya, 4C.1.'iiy dan seterusnya. Maksud- Mereka terkadang mendengarnya dari sejarah
nya, tidakkah kalian telah diberitahu tentang yang dinukil dari orang-orang.luga terkadang
kabar para umat sebelum kalian yang men- karena negeri umat-umat terdahulu tersebut,
dustakan para rasul.? yaitu Syam, dekat dengan kawasan Arab dan
peninggalan mereka pun masih terlihat.
Lalu, Allah menyebutkan enam golongan.
Pertanyaan di dalam firman Allah SWT
Mereka adalah kaum Nabi Nuh a.s. yang
dibinasakan dengan banjir besar dan badai {;tt ii} adalah pertanyaan untuk penetapan

topan yang melanda seluruh penghuni bumi dan teguran. fadi artinya berita kaum-kaum
pada zaman dahulu, kecuali orang yang ber- tersebut telah datang kepada mereka, namun
iman kepada Nuh a.s.. Lalu, Ad kaum Nabi Hud mereka tidak mengambil pelajaran. fuga telah
a.s. yangdihancurkan dengan angin yang mem- datang kepada mereka berbagai bukti nyata,
binasakan karena mereka mendustakannya. yaitu bermacam-macam mukjizat dan huijah-
Lalu kaum Nabi Shaleh a.s. yang dibinasakan hujjah yang benar. Di sini, harus ada kalimat
oleh suara keras karena mereka mendusta-
kannya dan membunuh untanya. Lalu kaum yang tersembunyi dan tidak disebutkan,
Nabi Ibrahim a.s. yang dihancurkan oleh Allah
dengan diambilnya nikmat yang diberikan yaitu: lalu mereka berdusta maka Allah me-
kepada mereka dan dikuasakannya nyamuk
nyegerakan kehancuran mereka.
82 Tafirar-Razi,Yol. 16, hlm. 129.

TAFSIRAL-MUNIR'ILID 5

{&fq i.r.rr jrsui} Allah tidaklah sekali-kali Kedua adzab abadi selain adzab di neraka

menganiaya mereka dengan membinasakan dan keabadian di dalamnya.
mereka, karena Dia telah menegakkan hujjah
atas mereka dengan mengutus para rasul. 3. Balasan bagi suatu perbuatan sesuai

{;r-ri #i i;c r<ry at a, tetapi, merekalah dengan perbuatan tersebut. Firman Allah
yang menganiaya diri mereka sendiri
SWT, (iA4 'rtt t*\ Maksdunya mereka
disebabkan perbuatan mereka yang buruk,
pendustaan mereka terhadap para rasul dan mengabaikan perintah-Nya dan tidak mau
mereka menyalahi keberanan. fadi kezaliman
taat kepada-Nya, sehingga mereka seperti
tersebut adalah dari diri mereka, bukan
orang yang melupakan Allah. fadi, sebagai
dari Allah SWT, sehingga mereka pantas konsekuensinya, Allah tidak memberikan

mendapatkan adzab. rahmat-Nya kepada mereka. Allah me-

Tujuan dari mengingatkan orang-orang nyebut balasan bagi dosa mereka tersebut

munafik dan orang-orang kafir dengan kaum- sama dengan perbuatan dosa itu sendiri
kaum terdahulu tersebut adalah agar mereka dalam rangka mengimbanginya, karena,
tahu bahwa ketetapan Allah terhadap para
hamba-Nya adalah sama, tidak berubah dan ia merupakan balasan dan hukuman bagi
tidak berganti. Apabila mereka bersikap kukuh
dalam kekafiran mereka, adzab akan turun suatu perbuatan tertentu, dan ini adalah
kepada mereka, karena perkara yang berlaku
pada sesuatu, juga akan berlaku pada sesuatu majas. Hal ini seperti kata-kata orang
yang serupa dengannya. Allah SWT berfirman,
Arab, 'Al-jazaa' bil-jazaa' (balasan bagi
'Apakah orang-orang kafir di lingkungan- suatu perbuatan adalah perbuatan yang
mu (kaum Musyrikin) lebih baik dari mereka, sama)", ini juga seperti firman Allah SWT,
ataukah kamu telah mempunyai jaminan ke-
bebasan (dari azab) dalam kitab-kitab ter- "Dan balasan suotu kejahatan adqlah
dahulu?" (al-Qamar: 43) kejahatan yang setimpal," (asy-Syuuraa:
40)
Flqlh Kehidupan atau Hukum-Hukum
dan sejenisnya.
Ayat-ayat di atas menunjukkan beberapa
hal berikut. 4. Sebab bagi ditimpakannya adzab atas

1. Kemunafikan, adalah sebuah penyakit orang-orang kafir dan orang-orang

akut dan mengakar pada diri manusia. munafik adalah sama di setiap masa, yaitu

Orang-orang yang terjangkit penyakit ini mereka mengutamakan dunia atas akhirat
di setiap zaman mempunyai karakteryang
sama dalam memerintahkan kemung- dan terlena dengan kenikmatannya, serta
karan, melarang kebaikan, tidak mau ber-
mendustakan, menipu dan mengkhianati
infak untuk keperluan jihad fi sabilillah
para Nabi. Allah menjanjikan neraka
dan tidak mau menunaikan kewajiban di
dalam harta mereka. fahannam bagi orang-orang kafir se-

2. Ada dua adzab bagi orang-orang munafik. bagaimana Dia menjanjikannya kepada
Pertama adzab di neraka fahannam.
orang-orang kafir sebelum mereka

karena perbuatan mereka yang sama,

seperti memerintahkan kemungkaran dan

melarang kebaikan.

Di dalam sebuah hadits shahih dari
Abu Hurairah r.a., dari Nabi saw., beliau

bersabda,

t;i ,*i5 y FGYJ,J,>i c;-r. J..\ ari:i
'1.,)
L').t)*J

.t$r'n* #Vet t& c*liJ'

TAFsIRAL-MUNIRIILIp 5 ,r{+ -fl4 Surahat-Taubah

"Sungguh kalian akan mengikuti kebiasan SIFAT ORANG.ORANG MUKMIN DAN
umat sebelum kalian, satu jengkal demi satu BALASAN AKHIRAT BAGI MEREKA
jengkal, satu lengan demi satu lengan, hingga
Surah at-Taubah Ayal 7 L-7 2
jika mereka masuk ke lubang kadal Arab,
1645;i4.Ulv<Ulv
pasti kalian juga akan memasukinya."
G;;fr53r\*<t#j$jJ;\6#\.
Para sahabat lalu bertanya, "Wahai iig; it't6ji$;'t 41r < ;35;i)4t

Rasulullah, apakah mereka Yahudi dan @L+bpd\5\',;ntffiK",4J
Nasrani?" Beliau menjawab, "Lalu siapa
lagi?" GttiCu*"g#r*r*yi'U#Y<ri$t;.i3u"\)A*1\'53v3r

Ibnu Abbas mengatakan bahwa, @'Hit3ttfilU;^t5ry"5

'Alangkah mirip antara kondisi saat ini de- "D an orang- orang y ang b eriman, laki -laki dan
ngan kondisi zaman dahulu; kita diserupa- perempuan, sebagian mereka menjadi penolong
kan dengan Bani Israil." Perkataan serupa
juga diriwayatkan dari Ibnu Mas'ud. bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh

5. Firman Allah SWT, (Jlr ; ;iiry Ue- (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang

nunjukkan disyari'atkannya qiyas dan di- mungkar, melaksanakan shalat, menunaikan
sejajarkannya berbagai hal yang serupa zakat, dan taat kepada Allah dan Rasul-Nya.
dan mirip. Dan ini dikuatkan oleh firman
Allah SWT, Mereka akan diberi rahmat oleh Allah. Sungguh,
Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana. Allah men-
"Maka ambillah (kejadian itu) untuk janjikan kepada orang-orang Mukmin laki-laki
dan perempuan, (akan mendapat) surga yang
menjadi pelajaran, wahai orang-orang yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal
me mpuny ai pandang anl." (al-Haryr: 2) di dalamnya, dan (mendapat) tempat yangbaik di
surga Adn. Dan keridaan Allah lebih besar. Itulah
6. Di akhirat, tidak ada pahala bagi amal kemenangan y ang agung." (at-Taubah z 7 | -7 2)

orang-orang kafir; (;iju+i e,t :$jY Artinya, Balaaghah

kebaikan-kebaikan mereka sia-sia belaka. Di dalam ayat-ayat di atas, terdapat

i$$Vu^:t oq,itib sehingga mereka tidak muqaabalah [perbandingan) yang lembut
antara sifat-sifat orang-orang Mukmin dan
mendapatkan pahala sama sekali.
7. Dibinasakannya umat dan kaum terdahulu sifat-sifat munafik. f uga terdap at muqaab alah

akibat kekafiran dan pendustaan mereka antara balasan neraka fahannam dengan
terhadap para nabi mengandung nasihat surga. Ini adalah perbandingan antara sifat-
dan pelajaran bagi orang berakal yang
mau mengambil pelajaran. sifat dan balasan.

Tidak ada hukuman tanpa adanya Mufradaat Lushawlyyah
dosa, (;+..luJ'nr i6ui| Artinya, Allah tidak-
**; ;a;ih mereka saling menolong dan
lah sekali-kali membinasakan mereka
saling mendukung. Kata auliyaa' berasal
hingga Dia mengutus para nabi kepada
mereka dan mereka melakukan hal-hal
yang mengakibatkan mereka pantas men-

dapatkan adzab. 4:''P *fr ,r" Wy

Artinya, merekalah yang menganiaya diri
mereka sendiri setelah tegaknya hujjah

atas mereka.

dari kata wilaayah yaitu menolong dalam dijanjikan oleh Allah atau kepada keridhaan-

kondisi sulit, persaudaraan, dan saling Nya. (,-9;rr ';$, *b itulah kemenangan satu-

mengasihi. Ia adalah lawan dari permusuhan. satunya, bukan yang lain yang dianggap orang

4).i'it:t 3t) tiaat ada yang dapat melemahkan- sebagai kemenangan.
Nya untuk melaksanakan janji dan ancaman-
Nya, sehingga Dia memuliakan orang yang Persesualan Ayat
taat kepada-Nya, karena kejayaan adalah
Setelah menyebutkan sifat-sifat orang-
milik Allah dan Rasul-Nya serta orang- orang munafik yang tercela dan siksaan yang

orang Mukmin. GfF Mahabijaksana, tidak disediakan untuk mereka, Allah SWT kemudian
menyebutkan sifat-sifat orang-orang Mukmin
meletakkan sesuatu kecuali pada tempatnya. yang terpuji dan pahala serta kenikmatan yang
abadi yang disediakan untuk mereka.
(:gF taman-taman yang banyak pohonnya,
Inilah gaya bahasa Al-Qur'an yang
rantingnya salingmengait, dan menutupi tanah
menyebutkan sifat-sifat tertentu dan lawan-
di sekitarnya.4+ if;t$ bagus bangunannya lawannya. Hal ini agar menjadi pelajaran dan
dan kukuh. (*:g)'Adn adalah nama sebuah nasihat serta untuk menjelaskan berbagai
perbedaan antara sifat-sifat tersebut agar
tempat khusus di dalam surga, seperti Firdaus. manusia memilih mana yang bermanfaat
Dalilnya adalah firman Allah SWT
baginya.
"Yaitu surga'Adnyang telah dijanjikan oleh Di sini tampak perbedaan yang jelas antara
Tuhan Yna Maha Pengasih," (Maryam: 61)
perbuatan orang-orang munafik yang buruk
Dalil lainnya adalah hadits yang di- dan siksaan yang pantas mereka dapatkan
riwayatkan oleh Abu ad-Darda r.a., dari dengan perbuatan orang-orang Mukmin yang
terpuji dan pahala yang mereka peroleh. Hal
Rasulullah saw.,
ini agar orang-orang munafik mengetahui
b+ ;' i, W w; { €t,rr 3r :.,i;
bahwa mereka bukanlah orang-orang Mukmin
* ;*oel:-',tdt5 3#r ,y* t4:,fu" n hakiki, sedangkan keimanan yang palsu dan
.J)*s F ji,:jr; ar i;h tt^lhri kebohongan yang mereka tampakkan akan
segera terungkap, dan tidak bermanfaat bagi
"Adn adalah rumah milik Allah yang tidak
pernah dilihat oleh mata, tidak terlintas di dalam mereka sama sekali.
hati manusia dan tidak ditempati kecuali oleh
tiga golongan, yaitu: para nabi, para shiddiq Adapun penggunaan kata {t} pada
dan para syuhada. Allah berfirman kepadanya,
"Beruntunglah orang yang memasukimu." (HR kalimat tentang orang-orang munafik:
Abu ad-Darda)
("f" i W -YA(t ,eo:j'F AdaPun
4'Sl trt -'t *. ;r1b'rsedikit saj a keridhaan Allah
dalam kalimat tentang orang-orang Mukmin
adalah lebih besar dan lebih agung dari semua menggunakan kata {;Ujiy, yaitu dalam kalimat
itu, karena keridhaan Allah merupakan sebab
keberuntungan dan kebahagiaan. fuga karena 4d:. it)ji &;:: -;.Jr63;.*6Y. Alasannya adalah
dengan ridha-Nya terhadap mereka, mereka bahwa bersatunya orang-orang munafik

mendapatkan pengagungan dan pemuliaan dalam kemunafikan hanyalah karena taklid
dari-Nya. Kemuliaan dari Allah merupakan
(meniru), kecenderungan, dan kebiasaan.
balasan terbesar. {eu;} isyarat kepada apa yang
Adapun bersatunya orang-orang Mukmin
dalam keimanan, maka disebabkan oleh
mereka sama-sama yakin penggunaan dalil

dan adanya taufik serta hidayah dari Allah.

5-tAFSrRAr.-MuNrR)rrrD rr+1, ff\ surahat-Taubah

Tafsir dan Penjelasan kalah agar kembali ke medan tempu[ merawat

Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang terluka, dan mengobati

baik laki-laki maupun perempuan, saling orang-orang yang sakit.
membela dan saling mendukung. Hal ini se- Firman Allah tentang orang-orang yang

bagaimana disebutkan di dalam sebuah hadits beriman, 4"b;iqii W$

shahih, sebagai lawan firman-Nya tentang orang-
orang munafik,
,g.g.t2:a.'^2x. orra.
"satu denganyong lainnya adalah (sama)i'
"Orang Mukm"ikn-bagi Mukmin yang lain (at-Taubah:67)

adalah seperti bangunan, mereka saling men- Karena orang-orang Mukmin adalah ber-
saudara, mereka saling mencintai, mengasihi,
dukung satu sama lainnya." Dan Rasulullah saw. membantu dan saling belas kasihan. Adapun

menyilangkan j ari-j ari tangan beliau. orang-orang munafik, tidak ada hubungan

Dalam sebuah hadits shahih yang lain kuat antarmereka, juga tidak ada aqidah yang
menyatukan mereka. Mereka hanya saling
beliau juga bersabda,
mengikuti dalam keraguan, sifat pengecut,
tAt ,F 6t;i e"ti bakhil, terpuruk, dan ragu-ragu, karena hati

;-At lail;t',i pq mereka berbeda-beda.

#ti,;J\ Allah SWT di sini menyebutlan lima sifat
orang-orang Mukmin, selain karakter mereka
"Perumpamaan orang-orang Mukmin dalam yang saling membela, yang membuat mereka
sikap saling mengasihi dan menyayangi seperti
berbeda dari orang-orang munafik. Kelima
satu tubuh, jika salah satu anggota tubuh sakit,
maka seluruh tubuh ikut merasakannya dengan sifat tersebut adalah, 5Ar u' o;; s;lu 3;;U-Y
gi;;;t:r lN;;$ ti;.ript i'#:,
ikut demam dan tidak tidur." - Orang-orang Mukmin memerintahkan

Dahulu kerjasama antarkaum Muslimin kepada kebaikan, sedangkan orang-orang
dan Muslimah berlangsung di berbagai bidang munafik memerintahkan kepada kemung-
dan dalam kondisi yang sangat penting, seperti
hijrah dan jihad. Hal ini disertai dengan sikap karan, sebagaimana disebutkan dalam
para laki-laki yang selalu menjaga kehormatan
dan menjagapandangan, serta para perempuan ayat yang telah lalu.
yang juga selalu menjaga etika yang tinggi,
rasa malu, kehormatan, menahan pandangan - Orang-orang Mukmin melarang kemung-
dan bersikap sopan dalam berbicara, pakaian
karan, sedangkan orang-orang munafik
dan pekerjaan. melarang kebaikan, sebagaimana yang
telah disebutkan.
Peran perempuan tampak jelas dalam
keberhasilan hijrah Rasulullah saw., seperti - Orang-orang Mukmin menunaikan shalat
yang dilakukan oleh Asma Dzatun Nithaqain.
Ketika peperangan melawan musuh, para secara sempurna dan dengan khusyuk,
perempuan Muslimah memberi minum, me- sedangkan orang-orang munafik melaku-
nyiapkan makanan, memberi semangat untuk kan shalat dengan malas-malasan dan
berperang, mendorong para laki-laki yang untuk tujuan Riya'.

- Orang-orang Mukmin menunaikan zakat

yang wajib atas mereka ditambah dengan

sedekah-sedekah sunnah, sedangkan

orang-orang munafik, mereka bakhil dan

TATSIRAL-MUNIRJILID 5

tidak mau menginfakkan harta yang me- ridhaan untuk orang-orang Mukmin dan
reka miliki untuk Sabilillah, sebagaimana
mengkhususkan neraka, siksa dan murka-Nya
diterangkan dalam ayat terdahulu.
untuk orang-orang munafik.
- Orang-orang Mukmin taat kepada Allah
Kemudian, Allah SWT menyebutkan
dan Rasul-Nya dengan melakukan apa
yang diperintahkan dan meninggalkan secara terperinci rahmat yang Dia janjikan
apa yang dilarang sedangkan orang-
kepada orang-orang Mukmin. Dia menjelaskan
orang munafik adalah orang-orang fasih
bahwa rahmat tersebut mencakup semua
pembangkang, dan tidak mau taat kepada bentuk kebaikan dan kenikmatan yang abadi
di dalam surga-surga-Nya, yaitu taman-taman
Allah. yang penuh dengan pepohonan rindang yang

Karena sifat-sifatyang dimiliki orang-orang menutupi apa yang ada di bawahnya dan

yangberiman ini, mereka berhak mendapatkan sungai-sungai mengalir di bawah pepohonan
tersebut sehingga ia menjadikannya semakin
rahmat. Allah berfirman, {fu, #; y"Ya,nr'g'}
Artinya Allah akan merahmati indah, dan mereka berada di dalamnya
orang
untuk selamanya. Di sana, mereka men-
memiliki sifat-sifat ini dan berjanji mem-
dapatkan tempat-tempat tinggal yang bagus
berikan rahmat-Nya kepada mereka di dunia dengan bentuk yang indah dan kukuh. Hal ini

dan di akhirat. Disebutkan huruf siin dalam sebagaimana disebutkan di dalam Shahihain

firman Allah, 4rtt ,u;Y adalah untuk taukiid (Shahih Bukhari dan Muslim) dari Abu Musa

[penegasanJ dan mubaalaghah [bermakna al-Asy'ari r.a., dia mengatakan bahwa,

sangat). Ini kebalikan dari kondisi orang- :ot,:.-i

orang munafik yang oleh Allah dilupakan dari 'oi ;i3j ept '* vj l4 vi \14,1 cab)

rahmat-Nya, * Cei,* *igtLttiL#; lyt:y

"Mereka telah melupakan kepada Allah, .JJb
maka Allah melupakan mereka (pula)." (at-
Taubah:67) 'Ada dua surga, yang wadah-wadah dan
semua yang ada di dalamnya dari emas. Dan ada
fadi sebagaimana Allah SWT menjanjikan dua surga, yang wadah-wadahnya dan semua
neraka fahannam untuk orang-orang munafik,
yang ada di dalamnya dari perak. Tidak ada yang
Dia menjanjikan kasih sayang di masa
menghalangi orang-orang untuk memandang
mendatang untuk orang-orang Mukmin, yaitu
Tuhan mereka kecuali pakaian kesombongan di
pahala di akhirat. wajah-Nya, hal itu di surga Adn."

Sesungguhnya Allah Mahamulia, tidak Kemudian Rasulullah saw bersabda,
ada janji dan ancaman yang tidak dapat Dia
ii,y'1 iCti ,'rr+ *t ...Lit 3r
lakukan; Dia Mahabijaksana, tidak meletakkan ,
,6$lW,yH t2\;il1 q\ \).J /
sesuatu bukan pada tempatnya sehingga tidak 'r;r'l;"C
ada sesuatu pun yang menjadi penghalang
t-"14 &2e,si\ ,i* 3;4
bagi-Nya untuk melimpahkan rahmat atau
"Sesungguhnya ketika didalam surga, seorang
menjatuhkan hukuman kepada para hamba- Mukmin mendapatkan sebuah kemah yang terbuat

Nya. Dia Mahabijaksana, yang mengatur

semua urusan para hamba-Nya sesuai dengan

keadilan, kebijaksanaan, dan kebenara, se-
hingga Dia mengkhususkan surga dan ke-

TATsIRAL-MUNIRITLTD 5 ,.+! -l-\ surah at-Taubah

dari mutiara yang berlubang. Panjangnya enam "Surga yang kekal." (al-Furqaan: 15)
puluh mil dari langit. Didalamnya dia memiliki
Dan,
para istri, dia berkeliling kepada mereka sedangkan
mereka tidak saling melihat antarmereka." (HR "ada surga tempot tinggaL" fan-Naim: 15)
Bukhari dan Muslim)
Dengan ini maka semua surga adalah

Di dalam Shahihain (Shahih Bukhari dan surga Adn.
Muslim) juga dari Abu Hurairah r.a.,
Orang-orang Mukmin juga mendapatkan
4 u-*re-ls. ,isr uG cz;.i|>'zsv ,.&t g:tt
ridha dari Allah, sebuah karunia yang lebih
,r":lb 6,r;-ilr 'ck ;}*i3 y tX ,*
besar dan lebih agung dari surga-surga-Nya.
**t *t'iy ,ej:'yt U:c"6'ist $t- $r;
;rfiyi,*t jWi #U,{ttui, Artinya, ridha Allah bagi mereka adalah lebih

'5ijr agung daripada kenikmatan yang ada di dalam

di"Sesungguhnya dalam surga terdapat surga Adn. Ini merupakan dalil yang jelas

seratus derajat yang Allah siapkan untuk para bahwa kebahagiaan ruhani lebih sempurna
mujahid fi sabilillah. Antar dua derajat jaraknya
seperti antara langit dan bumi. Apabila kalian dan mulia daripada kebahagiaan jasmani. Hal
meminta kepada Allah, maka mintalnh surga
Firdaus, karena sesungguhnya ia adalah tempat ini dikuatkan oleh hadits yang diriwayatkan
tertinggi di surga dan di tengah-tengahnya. Dan
dari sanalah sungai-sungai surga mengalir dan oleh Imam Malik, Imam Bukhari dan Imam
di atasnya terdapat Arsy Rahman." (HR Bukhari Muslim dari Abu Sa'id al-Khudri r.a., bahwa
dan Muslim)
Rasulullah saw bersabda,

,*t -t*tu- :alLt )^:\ i&,,Fj ?'ist'1r1.

*$4 q Pri ,Ji'$;,i fi; 4 ,tl4

',+oi* i 6 uj ,:rj# t;.*: :F ,it4

J.tul tIi v t$Li ii cL.i\

Surga-surga Adn adalah sebuah termpat ,irjfr e,lt :y Jt;t#'{i ,iH
',y" ,i*t r,Ui u yd *V *iS 3.: u
dan salah satu kedudukan di surga, seperti birt.tki i'rx. #,"
,.et-*, eb
Firdaus. Dalilnya adalah firman Allah SW'T,
"Sesungguhnya Allah Azza wa lalla berfirman
"Yaitu surga Adn yang telah dijanjikan kepada para penghuni surga,"Wahai para penghuni
oleh Tuhan Yang Maha Pengasih kepada
hamba-hamba-Nya, sekalipun (surga itu) surga." Mereka menjawab, "Kami memenuhi
tidak tampak. Sungguh, fianji Allah) itu pasti panggilan-Mu wahai Tuhan kami dan kebaikan

ditepati." (Maryam: 61) ada di tangan-Mu." Allah lalu berfirman, "Apakah
kalian ridha?" Mereka menjawab, "Bagaimana
fuga dengan dalil sebuah hadits riwayat
Abu ad-Darda'yang telah disebutkan dalam kami tidak ridha wahai Tuhan kami. Engkau telah
memberi kami apa yang tidak Engkau berikan
penjelasan Mufradaat Lughawiyyah.
kepada selain kami." Lalu Allah berfirman,
Menurut satu pendapat, al-Adn adalah
tempat tinggal dan tempat menetap. fadi, "Maukah kalian Aku beri sesuatu yang lebih baik
surga-surga Adn adalah surga-surga tempat dari itu?" Mereka menjawab, "Wahai Tuhan kami,
menetap dan tempatkeabadian. Hal ini seperti apa yang lebih baik dari ini?" Allah berfirman,
disebutkan dalam firman Allah SWT Aku halalkan ridha-Ku untuk kalian, maka Aku

ThrsrRAL-MUNTRJIIID 5

tidak akan pernah marah kepada kalian untuk mereka selain kemunafikan, dan mereka
selamanya." (HR Malik, Bukhari dan Muslim) disatukan ke dalam hukum yang sama.
2. Orang-orang yang beriman memerintah-
Menurut satu pendapat, ridha Allah kan kepada kebaikan, yaitu untuk ber-
ibadah kepada Allah dan mengesakan-Nya
tersebut adalah memandang Allah pada hari serta untuk menunaikan semua perintah,
Kiamat, sebagaimana firman Allah SWT
kebaikan dan etika yang ada di dalam
"Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada
pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya syari'at-Nya, sedangkan orang-orang
(kenikmaton melihat Allah)." (Yuunus: 26)
munafik, mereka memerintahkan kepada
Setelah menyebutkan tiga hal di atas,
kemungkaran.
yaitu surga-surga, tempat-tempat tinggal yang 3. Orang-orang yang beriman melarang ke-

bagus di surga-surga Adn dan ridha Allah mungkaran, seperti melarang penyem-

yang terbesar, Allah berfirman, {4;rr4j j'9i} bahan berhala dan hal-hal lain yang

Artinya, janji yang diberikan oleh Allah, atau dilarang oleh syari'at Sedangkan orang-
ridha Allah tersebut atau keduanya, yaitu
nikmatyangbersifatjasmani dan ruhani adalah orang munafik melarang kebaikan.

satu-satunya keberuntungan yang agung, 4. Orang-orang yang beriman mendirikan
shalatwajib lima waktu, sedangkan orang-
bukan hal lain apa yang dianggap orang-orang
orang munafik jika mendirikan shalat,
sebagai keberuntungan. Inilah yang akan
meniadi balasan bagi orang-orang Mukmin mereka mendirikannya dengan bermalas-
malasan dan dengan tujuan Riya'.
yang sesungguhnya, bukan kenikmatan 5. Orang-orang yang beriman menunaikan
zakat yang wajib bagi mereka, sedangkan
duniawi yang fana yang banyak diinginkan dan orang-orang munafik menunaikan zakat
dicari oleh orang-orang munafik dan orang- karena takut atau Riya', bukan karena taat
orang kafir. kepada Allah SWT, dan mereka tidak mau
berinfak fi sabilillah.
Flqlh Kehldupan atau Hukum-Hukum 6. Orang-orang yang beriman taat kepada
Tema ayat-ayat di atas adalah sifat orang
Allah dalam ibadah-ibadah fardhu dan
orang-orang Mukmin dalam rangka membeda- taat kepada Rasul-Nya dalam amalan-

kan mereka dari orang-orang munafik, serta amalan yang disunnahkan kepada mereka,
apa yang dijanjikan oleh Allah untuk mereka
sedangkan orang-orang munafik hanya
di akhirat.
Sifat orang-orang Mukmin tersebut ada berpura-pura taat.

enam dan apa yang dijanjikan untuk mereka fanji Allah SWT kepada orang-orang
ada tiga. Keenam sifat tersebut,
Mukmin, mencakup tiga hal yang menafsirkan
1. Sesungguhnya orang-orang yang beriman, kata rahmat yang diianiikan oleh Allah SWT di
dalam ayat terdahulu.
baik laki-laki maupun perempuan, adalah
satu umat yang bersatu, saling keriasama 1. Surga-surga yang di bawahnya terdapat
dan saling membela. Hati mereka menyatu
dalam kasih sayang, rasa cinta dan saling sungai-sungai yang mengali6, yaitu taman-
taman yang sangat indah dipandang, dan
peduli. Adapun orang-orang munafik,
di bawah pohon-pohon serta kamar-
sebagian mereka adalah sama saja dengan
kamarnya mengalir sungai-sungai. Sungai-
sebagian yang lain, karena hati mereka sungai tersebut mengalir dengan teratur

berbeda-beda, tidak ada yang menyatukan

hFSIRAI-MUNIR IILID 5 - ,r,,* , {T\s ,,r,r., - surarr at-r"uoar

berkat kekuasaan Allah tanpa adanya jti$Uj"ngJtAAU"t;+\V

aliran air. "Wahai Nabi! Berjihadlah (melawan)
orang-orang kafir dan orang-orang munafik,
2. Tempat-tempat tinggal yang bagus di
dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat
surga-surga Adn, yaitu istana-istana yang
mereka adalah neraka Jahanam. Dan itulah
terbuat dari zabarjad (batu mulia yang
seburuk-buruk tempat kembali. Mereka (orang
terkenal yang nama lainnya adalah zamrud munafik) bersumpah dengan (nama) Allah, bahwa
mereka tidak mengatakan (sesuatu yang menyakiti
hijau), mutiara dan yaqut (batu mulia Muhammad). Sungguh, mereka telah mengucap-
kan perkataan kekafiran, dan telah menjadi kafir
berwarna merah) yang aroma harumnya setelah lslam, dan menginginkan apa yang mereka
tercium dari jarak lima ratus tahun. Semua
tidak dapat mencapainya; dan mereka tidak
itu terdapat di surga Adn (nama sebuah
mencela (Allah dan Rasul-Nya), sekiranya Allah
tempat di surgaatau tempat tinggal). dan Rasul-Nya telah melimpahkan karunia-Nya

Muqaatil dan al-Kalbi mengatakan bahwa, kepada mereka. Maka jika mereka bertobat, itu
"Adn adalah derajat tertinggi di surga. Di adalah lebih baik bagi mereka, dan jika mereka
dalamnya terdapat mata air Tasnim yang
berpaling niscaya Allah akan mengadzab mereka
dikelilingi oleh taman-taman. Mata air
tersebut tertutupi oleh taman-taman ter- dengan adzab yang pedih di dunia dan akhirat;
sebut sejak Allah menciptakannya hingga
ditempati oleh para nabi, para shiddiq, dan mereka tidak mempunyai pelindung dan tidak
para syuhada, orang-orang saleh dan (pula) penolong di bumi." (at-Taubah: 73-74)

orang-orang yang dikehendaki oleh Allah. Qlraa'aat

3. Keridhaan Allah lebih besal lebih agung (F'F'

dan lebih mulia dari semua yang telah Iniam Nafi' membacanya 1ipD.
disebutkan. Dan di dalam hal ini terdapat (e'ri;;F'
petunjuk yang jelas bahwa kebahagiaan Imam as-Susi dan Hamzah dalam keadaan
w a qaf membacanya (etiu).
ruhani lebih utama daripada kebahagiaan
jasmani. 4-';\:

JIHAD TERHADAP ORANG.ORANG KAFIR DAN Imam Warsy, as-Susi, dan Hamzah dalam
ORANG-ORANG MUNAFTK SERTA SEBAB. keadaan waqaf membacanya 1;"+j;.
SEBABNYA

Surah at-Taubah Ayat 73-74 l'raab

SLv'dAV 3$41 *G ir;t6 4gu J;p huruf lam sebelum qad dalam
<fie,ffi:d\6)lG;il;yi&
Y'?r H\i%\tr6 3ej\6u,;,\ potongan ayat ini adalah lam al-qasam (yang
-v \#,v qt!,6 "/>-y'6.
\trq i mempunyai arti sumpah). {ii.lr iit 3i.ir} ini
ar r
adalah pengecualian yang mufarragh atau
}#t]l--+r/,/ ) ,' 6#_ sg"i#'u'A{)i)it
naaqish yang di dalam kalimatnya tidak

disebutkan obyek yang dikecualikan.

Balaaghah

(ilr $t "i ii it ti uj) di dalam kalimat ini,

terdapat penegasan terhadap pujian dengan

menggunakan sesuatu yang menyerupai setelah sebelumnya mereka dalam kondisi

celaan. Hal seperti kata-kata penyair; sangat miskin. {t; if} maka jika mereka

jt'u e*li'i *&+iiuG bertobat dari kemunafikan dan beriman
kepadamu. {;';.:,lt\ dan jika mereka berpaling
,.)-sKir
dari beriman. (uJ3:r c u)i tltny adzab yang pedih
'Tidak ada kekurangan pada mereka, hanya
di dunia dengan dibunuh. {+i';yaa" di akhirat
saja di pedang mereka terdapat bekas-bekas
dengan dimasukkan ke neraka.{J!} Relindung
p er tarungan dengan p asukan."
yang melindungi mereka dari-Nya. 4i '{tY
Mufradaat Lughawlyyah
dan tidak pula penolong yang mencegah-Nya
{;ri<j' l*y berjihadlah melawan orang- dari mereka.

orang kafir dengan senjata. |ihad adalah Sebab Turunnya Ayat (74)

mengeluarkan upaya dan usaha yang sungguh- Adh-Dhahhak mengatakan bahwa,
"Orang-orang munafik berangkat ke Tabuk
sungguh untuk melawan musuh. (;^",i';y aan bersama Rasulullah saw. Ketika mereka
terpisah dari Rasulullah saw., mereka pun
lawanlah orang-orang munafik dengan lisan melecehkan Rasulullah saw, para sahabat

dan hujjah. 4W *VY dan bersikap keraslah beliau, dan agama Islam. Namun, Hudzaifah
mendengar kata-kata mereka tersebut, dia
terhadap mereka dengan menggertak dan pun menyampaikan apa yang mereka katakan
tersebut kepada Rasulullah saw.. Mendengar
marah. Kata liiijg adalah sikap kasar dan keras laporan tersebut Rasulullah saw. bersabda,
"Wahai orang-orang munafili apo yang sayo
dalam berinteraksi. Ia adalah lawan dari sikap deng ar dari kalianiniT" Mereka pun bersumpah
bahwa mereka tidak mengatakan hal tersebut
lembut. ('r;1,) tempat kembali. sama sekali. Lalu, Allah menurunkan ayat di
atas untuk menunjukkan kedustaan mereka.83
{_lt! i,;u} mereka bersumpah dengan
Ibnu farir meriwayatkan dari Qatadah,
(nama) Allah. Mereka adalah orang-orang
bahwa dia mengatakan bahwa, "Disampaikan
munafik. ('lu uy mereka tidak mengatakan kepada kami bahwa ada dua orang laki-laki
berkelahi. Salah satunya dari kabilah fuhainah
celaan dan kata-kata yang melecehkan yang dan yang satu lagi dari kabilah Ghifar. Laki-
laki dari Ghifar berhasil mengalahkan laki-laki
sampai kepadamu dari mereka.(rrr-l ;.t;ftb
dari fuhainah. Abdullah bin Ubay berteriak,
dan mereka telah menjadi kafir sesudah "Wahai Bani Aus, tolonglah saudara kalian!.
Islam. mereka menampakkan kekafiran
Demi Allah, perumpamaan kita dengan
setelah menampakkan keislaman.'i u tftty
Muhammad adalah seperti apa yang dikata-
('rq aan mereka menginginkan apa yang tidak
dapat mereka capai, yaitu mencelakai dan kan seseorang, "Gemukkanlah anjingmu,
membunuh Nabi saw pada malam Aqabah, ia akan memakanmu." Demi Allah, setelah
ketika beliau kembali dari Tabuk dan ketika
itu jumlah mereka adalah tujuh belas orang. kita kembali ke Madinah, pasti orang-orang
Lalu, Ammar bin Yasir memukul wajah unta-
83 Asbaabun Nuzuul,karya al-Wahidi, hlm.144
unta mereka ketika mereka mulai mengepung
Nabi saw. sehingga mereka pun kembali. u;F

{'if mereka tidak mengingkari, membenci

dan mencela beliau.

4y , l-; 'it:r lvi ii i1| Kecuali karena

Allah dan Rasul-Nya telah melimpahkan
karunia-Nya kepada mereka. Yaitu Allah

membuat mereka kaya dengan ghanimah

sTArrr*A.-Mr*,*),rro *,,,*, 41ffi\ifri., """n"t-t"'o"n

yang mulia (maksudnya dia dan orang-orang )W Gr{ # )fr i:aL fiV tit
munafik) akan mengeluarkan orang-orang
t#tJ li et;tiv
yang hina fmaksudnya Nabi Muhammad
saw. dan para sahabat)J' Hal itu kemudian "sesungguhnya akan datang seseorang

didengar oleh seorang laki-laki dari kalangan yang mamandang kalian dengan pandangan
Muslimin. Lalu, dia menemui Rasulullah saw mata setan. Iika dia datang maka jangan kalian
berbicara dengannya." (HR ath-Thabrani, Ibnu
dan memberitahu beliau tentang hal ter-
Jarir, Ibnu Hayyan, dan Ibnu Murdawaih)
sebut Kemudian Rasulullah saw. mengutus
seseorang untuk menanyakan hal itu kepada Tidak lama kemudian, muncul seorang

Abdullah bin Ubay. Namun dia bersumpah laki-laki berkulit hijau. Lalu Rasulullah saw.

demi Allah bahwa dia tidak mengatakan hal memanggilnya dan bertanya kepadanya, Apa
tersebut Kemudian Allah menurunkan ayat di
alasanmu dan para temanmu mencelaku?Laki-
atas."8a
laki itu kemudian pergi. Setelah itu datang
Ibnu Abi Hatim meriwaYatkan dari
Ibnu Abbas bahwa al-fulas bin Suwaid, lagi bersama teman-temannya. Lalu mereka

salah seorang yang tidak ikut dalam Perang bersumpah bahwa mereka tidak mengucapkan
Tabuk, mengatakan bahwa, "fika laki-laki ini
kata-kata yang mencela beliau. Kemudian,
[maksudnya Muhammad saw.) benar tentang
Rmaesnuulurlulanhkasnawa,ymate,m4a\a;"fk'a'*nt\mise"rek^1a:u., Lalu Allah
saudara-saudara kami yang merupakan
airly aan
para tuan dan orang-orang terbaik kami,
kami lebih buruk dari keledai [maksudnya seterusnya. Dan mereka pun mengira bahwa
adalah ayat-ayat yang turun tentang orang-
ia bertobat dan benar-benar bertobat.
orang munafik yang tidak ikut perang)"' Lalu,
Umair bin Sa'id menyampaikan hal tersebut Kesimpulan: Rasulullah saw. menetap
kepada Nabi saw.. Ketika ditanya tentang kata-
katanya itu, fulas bin Suwaid bersumpah demi selama dua bulan di kawasan Tabuk ketika
Allah dan mengatakan bahwa, "Saya tidak terjadi peperangan. Selama itu, turun Al-
mengatakannya." Lalu Allah SWT menurunkan
Qur'an yang mencela orang-orang yang tidak
ayat, {rrluu :]Jt ;1tr} dan seterusnya. Menurut
ikut berperang. Lalu, sebagian dari mereka
sebagian ulama, fulas bin Suwaid kemudian
mengucapkan kata-kata yang membuat me-
bertobat dan masuk Islam, dan keislamannya
reka kafir. Namun kata-kata tersebut tidak di-
pun menjadi baik.
sebutkan di dalamAl-Qur'an. Hal ini agarkaum
Kemungkinan riwaYat Yang Paling
shahih tentang sebab nuzul ayat ini adalah Muslimin tidak membacanya dalam bentuk
yang diriwayatkan oleh Ibnu Jarir, ath-
Thabrani, Abusy-Syaikh Ibnu Hayyan dan ibadah. Para perawi pun berbeda pendapat
Ibnu Mardawaih dari Ibnu Abbas r.a. dia
mengatakan bahwa, "Pada suatu ketika tentang kata-kata itu, sebagaimana telah di-

Rasulullah saw duduk di bawah sebuah sebutkan. Tidak ada masalah apabila sebab

pohon, lalu beliau bersabda, turunnya satu ayat lebih dari satu peristiwa.

84 Asbaabun Nuzuul, karya al-Wahidi, hlm.144, Tafsir ar-Razi, Ayat, (rrq I u,tj;tb Adh-Dhahhak me-

Vol. XVI, hlm. 136, Tafsir Ibnu Katsir, Vol. II, hlm' 371. ngatakan bahwa, "Mereka ingin berangkat ke

Aqabah pada malam hari dan mereka telah

sepakat untuk membunuh Rasulullah saw..

Ketika itu mereka bersama Rasulullah saw.

dengan mencari-cari kesempatan saat beliau

lengah hingga beliau sampai di Aqabah.

Kemudian, sebagian dari mereka maju dan

sebagian lagi mundur. Keiadian ituberlangsung

pada malam hari. Mereka mengatakan bahwa "Dan berjihadlah kamu di jalan Allah
antarmereka, |ika dia (Nabi Muhammad saw.) dengan jihad yang sebenar-benarnya." (al-
mulai memasuki Aqabah, kita dorong dia dari
tunggangannya agar terjatuh di lembah. Ketika Haii:78)

itu, unta yang ditunggangi Rasulullah saw. Firman Allah SWT
dituntun oleh Ammar bin Yasir dan digiring
oleh Hudzaifah. Lalu Hudzaifah mendengar "Dan berjihadlah dengan harta dan
suara kaki unta. Ketika menoleh ke arah
jiwamu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah
sumber suara tersebut, tiba-tiba dia melihat lebih baik bagimu jika kamu mengetahui." (at-
beberapa orang yang menutup wajah mereka Taubah:41)

datang ke arahnya. Lalu, dia membentak Rasulullah saw. bersabda dalam sebuah
mereka, "Berhentilah wahai para musuh hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad, Abu
Allah!" Mereka pun berhenti. Kemudian Dawud, an-Nasa'i, Ibnu Hiban dan al-Hakim
dari Anas bin Malik,
Rasulullah saw. terus berjalan hingga sampai
€.rbit Etq\6.;:;t bb-.
di tempat yang beliau inginkan, Lalu Allah
"Berjihadlah melawan orang-orang Musyrik
SWT menurunkan ayat, (Uuj ?nt#tb" dengan harta, jiwa dan lisan kalian." (HR Ahmad,

Persesualan Ayat Abu Dawud, an-Nasa'i, Ibnu Hiban dan al-

Setelah membandingkan antara sifat Hakim)
orang-orang Mukmin dengan sifat orang-
Berjihad dengan lisan adalah dengan me-
orang munafik dan membandingkan balasan nyampaikan hujjah dan bukti.
bagi kedua golongan, maka Allah SWT kembali
Ibnu Katsir meriwayatkan dari Amirul
mengancam orang-orang kafir dan orang-
Mukminan, Ali bin Abi Thalib r.a., dia mengata-
orang munafik. Allah juga memperingatkan
kan bahwa, "Rasulullah saw. diutus dengan
bahwa mereka akan diperangi. Dia men-
jelaskan tentang sebab-sebab mengapa empat pedang,
Satu pedang untuk orang-orang Musyrik,
mereka diperangi. Sebab-sebab tersebut ada-
lah karena mereka menampakkan kekafiran, 'Apabila telah habis bulan-bulan haram,
bersumpah dengan sumpah-sumpah palsu, maka perangilah orang-orang Musyrik di mana
dan mengucapkan kata-kata yang buruk. Ke- saja kamu temui." (at-Taubah: 5)
mudian Allah membuka pintu harapan bagi
mereka, yaitu tobat. Allah mengancam mereka Satu pedang untuk orang-orang kafir,
dengan adzab yang pedih jika mereka terus
dalam kekafiran. "Perangilah orang-orang yang tidak ber-
iman kepada Allah dan hari kemudian, mereka
Tafslr dan Penlelasan yang tidak mengharamkan apa yang telah di-
fihad ada tiga jenis, yaitu jihad melawan haramkan Allah dan Rasul-Nya dan mereka
yang tidak beragama dengan agoma yang
musuh yang tampak, jihad melawan setan dan
jihad melawan hawa nafsu. Semua jenis jihad benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang
ini dicakup dalam firman Allah SIuVI, telah diberikan Kitab, hingga mereka membayar

85 Asbaabun-Nuzuul, sumber sebelumnya, hlm. 145, Tafsir ar- jizyoh (pajak) dengan patuh sedang mereka
dalam keadaan tunduk." [at-Taubah: 29)
Razi, sumber sebelumnya.
Satu pedang lagi untuk orang-orang

munafik,

:TAFSIR AL-MUNIR JITID 5

"Berjihadlah (melawan) orang-orang kafir Artinya ada dua adzab untuk mereka,
dan orang-orang munafik" (at-Taubah: 73) yaitu adzab dunia dengan diperangi dan
adzab akhirat dengan di masukkan ke neraka
Dan satu pedang untuk orang-orang zalim,
fahannam.
"Maka perangilah golongan yang berbuat
fihad adalah mencurahkan upaya. Di
zalim itu, sehingga golongan itu kembali
dalam ayat at-Taubah:73, tidak ada kata yang
kepada perintah Allah." (al-Huiuraat: 9)
menunjukkan bahwa jihad tersebut adalah
Ini mengharuskan bahwa jihad dengan jihad dengan pedang atau dengan lisan, dan

pedang dilakukan terhadap orang-orang mu- cara lain. Akan tetapi, ayat tersebut menun-
nafik jika mereka menampakkan kemunafikan. jukkan tentang wajibnya berjihad melawan
Ini sebagaimana dipilih oleh Ibnu farir dan ath- kedua golongan tersebut Adapun cara jihad
Thabari. Apabila mereka tidak menampakkan
kemunafikan, mereka para ulama, sepakat tersebut, diketahui melalui dalil lain. Pendapat
bahwa mereka diperlakukan seperti kaum tersebut benar yang dipilih oleh ar-Razi.

Muslimin, kecuali jika mereka murtad, ber- Dalil-dalil lain selain ayat di atas menun-
jukkan bahwa jihad melawan orang-orangkafir
buat zalim menggunakan kekerasan terhadap adalah dengan pedang, sedangkan jihad me-
orang-orang Muslim, atau tidak mau menunai-
kan syiar-syiar dan rukun Islam. Ibnu Abbas lawan orang-orang munafik terkadang dengan
r.a. mengatakan bahwa, "f ihad terhadap orang-
orang kafir adalah dengan pedang, jihad ter- hujjah dan bukti, terkadang dengan sikap yang
hadap orang-orang munafik adalah dengan
lisan", maksudnya dengan hujjah dan bukti. tidak lembut, dan terkadang dengan bentakan.

Orang kafir adalah semua orang yang tidak Ibnu Mas'ud mengatakan bahwa tentang
beriman dengan agama Islam, atau orang yang
tidak mengucapkan dua kalimat syahadat. AI- firman Allah SWT, {Ctlrt;dir-u) terkadang
kufr atau kekafiran adalah menutupi nikmat
Allah dan mengingkari Islam. Munafik adalah dengan tangan (maksudnya dengan senjata)
orang yang menutup-nutupi kekafirannya dan
mengingkarinya dengan lisan. dan terkadang dengan lisan. Barangsiapa
tidak mampu melakukannya, hendaklah dia
Makna ayat di atas adalah, "Wahai Nabi, memasang muka seram terhadapnya, dan
berjihadlah melawan orang-orang kafir dan barangsiapa tidak mampu maka dengan

orang-orang munafik serta bersikap keras dan hatinya."
tegaslah terhadap mereka. fanganlah bersikap
lunak dan lembut terhadap mereka. Ketahuilah Berkat sikap Islam yang bijaksana dan
bahwa tempat tinggal mereka adalah neraka karena orang-orang munafik diperlakukan
fahannam, dan tidak ada tempat tinggal lain
bagi mereka selain neraka fahannam. Seburuk- secara zahir seperti orang-orang Muslim,
buruk tempat kembali adalah tempat kembali banyak dari orang-orang munafik tersebut
mereka.
yang bertobat dan masuk Islam.
"Sungguh, Jahanam itu seburuk-buruk
Kemudian Allah SWT menyebutkan
tempat menetap dan tempat kediaman" (al-
Furqaan:66) sebab-sebab yang mengharuskan jihad me-

lawan orang-orang kafir dan orang-orang

munafih yaitu karena mereka menampakkan

kekafiran dengan ucapan dan keinginan untuk

membunuh Rasulullah saw, serta melecehkan

ayat-ayat Allah, Nabi-Nya, dan orang-orang

Mukmin. Allah berfirman, (.ur., j;i;p 4",

seterusnya. Artinya, Al-Qur'an menyatakan
adanya kedustaan yang nyata dan sumpah
palsu dari orang-orang munafik. Mereka ber-

sumpah dengan nama Allah bahwa mereka Artinya, dahulu kebanyakan penduduk

tidak mengatakan kata-kata kafir yang di- Madinah dalam kondisi miskin dan mengalami

nukilkan dari mereka. kesulitan dalam hidup. Lalu setelah Rasulullah
saw. datang kepada mereka, maka mereka
Al-Qur'an tidak menyebutkan kata- menjadi kaya karena ghanimah [harta ram-
pasan perang).
kata mereka tersebut karena ia tidak layak
Diriwayatkan bahwa seorang maula
untuk disebutkan di dalam Al-Qur'an dan
[budak yang dimerdekakan) fulas bin Suwaid
agar orang-orang Muslim tidak beribadah
dengan membacanya. Akan tetapi orang- [salah satu yang tidak ikut Perang Tabuk)

orang munafik benar-benar mengatakan kata- terbunuh. Lalu Rasulullah saw memerintahkan
kata yang membuat kafir tersebut. Ini seperti agar dia diberi diyat sebanyak dua belas ribu.
Namun fulas tidak mau menerimanya.
yang disebutkan di dalam sabab nuzul ayat
Dan tidak ada hal yang membuat mereka
bahwa mereka berkumpul setelah kembalinya membenci Rasulullah saw. kecuali karena
Rasulullah saw. dari Tabuk. Ketika itu jumlah
Islam merupakan sebab bagi kekayaan mereka.
orang munafik adalah 15 orang. Mereka ber-
Ungkapan ini dalam ayat di atas merupakan
maksud membunuh beliau dengan men-
pujian yang merupai celaan.
dorongnya beliau dari tunggangannya. Mereka
juga telah melecehkan kenabian beliau dan fika mereka bertobat dari kemunafikan

menuduh beliau telah berdusta dan mengaku- dan dari keburukan kata-kata serta perbuatan

ngaku telah mendapatkan risalah. Inilah kata- mereka, hal itu lebih baik bagi mereka dan
kata kafir yang diucapkan oleh orang-orang mereka akan mendapatkan kebaikan dan

munafik, sebagaimana dipilih oleh az-Zujaj Allah pun akan menerima tobat mereka. Hal
ini merupakan dorongan bagi mereka untuk
dan ar-Razi. (&).-l 'r;. t't{ty artinya, mereka bertobat, dan membuka pintu harapan bagi
mereka untuk mendapatkan rahmat Allah
menampakkan kekafiran setelah sebelumnya
SWT.
menampakkan keislaman. {,lt ia ,irtb
Apabila mereka tidak mau bertobat dan
yaitu membunuh Rasulullah saw. di Aqabah bersikeras dalam kemunafikan, Allah akan
setelah beliau kembali dari Tabuk. Pendapat menyiksa mereka dengan siksa yang pedih di
yang benaq, jumlah orang munafik ketika itu dunia dan akhirat Adapun di dunia, mereka
akan disiksa dengan dibunuh, anak-anak dan
sebagaimana disebutkan di dalam riwayat para istri mereka akan ditawan, harta mereka
akan jadi harta rampasan perang, dan mereka
Muslim, adalah L2 orang.
pun akan hidup dalam kegelisahan dan
Orang-orang munafik tersebut tidak ketakutan. Hal ini sebagaimana dinyatakan
mengingkari dan mencela sedikit pun dari
dalam firman Allah SWT
ajaran Islam dan diutusnya Nabi Muhammad
"Sekiranya mereka memperoleh tempat
saw., kecuali setelah Allah dan Rasul-Nya me-
limpahkan karunia kepada mereka dengan perlindungan, gua-guo atau lubang-lubang
harta rampasan perang. Sebelumnya, mereka (dalam tanah), niscaya mereka pergi (lari) ke
adalah orang-orang fakir seperti orang-orang
sana dengan secepat-cepotnya." (at-Taubah:
Anshar di Madinah pada umumnya. Hal ini
s7)
sebagaimana sabda Nabi saw. kepada orang-
Dan firman Allah SIvlIT,
orang Anshar;

#.),,6' ,€G6 Ji*

"Dahulu kalian dalam kondisi miskin, lalu
Allah membuat knya kalian dengan perantara akul'

TAFSIRAL-MUNIRIILID 5

"Mereka mengira bahwa setiap teriqkan di- 3. Sumpah mereka dengan sumpah-sumpah
tujukan kepada mereka." (al-Munaafiquun: 4) jahat yang palsu. Sesungguhnya perkataan
dan perbuatan buruk tersebut merupakan
Adapun siksa bagi mereka di akhirat, ini fenomena umum di kalangan orang-orang

bukan hal yang asing lagi, yaitu dimasukkan ke munafik. Hal ini berdasarkan umumnya
dalam lapisan terendah di dalam neraka. kata-kata tersebut. Makna ini ada pada
Abdullah bin Ubay, al-fulas bin Suwaid,
Di seluruh dunia ini, merekatidakmemiliki Wadi'ah bin Tsabit dan yang lainnya.
seorang pembela pun yang dapat melindungi
mereka juga tidak ada penolong yang dapat Dasar keyakinan mereka pada Nabi saw.
menyelamatkan mereka dari adzab. Adapun adalah beliau bukan seorang Nabi.
orang-orang Mukmin, maka mereka adalah 4. Ucapan kafir yang mereka katakan, me-
penolong antarmereka. Sedangkan orang- nurut satu pendapat adalah pendustaan
orang munafik, maka tidak ada pembela bagi mereka terhadap kemenangan yang di-
janjikan oleh Allah, atau kata-kata al-fulas,
mereka dan mereka pun tidak saling me- "fika apa yang dibawa oleh Muhammad
nolong, sehingga tidak ada seorang pun yang adalah benar; tentu kami lebih buruk dari
membawa kebaikan untuk mereka dan men- keledai" atau kata-kata Abdullah bin Ubay,

jauhkan mereka dari keburukan. Mereka berkata,

Flqlh Kehldupan atau Hukum-Hukum "Sungguh, jikakita kembali ke Madinah

Tema ayat-ayat di atas adalah jihad (kembali dari perang Bani Mustalik),

melawan orang-orang kafir dan orang-orang pastilah orang yang kuat akan mengusir
munafik serta sebab-sebab yang mengharus- orang-orang yang lemah dari sana." (al-
Munaafiquun:8)
kan hal tersebutAyat-ayatdi atas menunjukkan
beberapa hal berikut. Ada juga pendapat yang mengatakan

l. Kewajiban berjihad melawan orang-orang bahwa kata-kata kafir tersebut adalah

kafir dan orang-orang munafik. Ayat ini cacian terhadap Nabi saw. dan pelecehan
terhadap Islam. Yang zahir adalah yang
ditujukan kepada Nabi saw. dan umatnya. terakhir ini.
fihad melawan orang-orang kafir adalah
dengan pedang dan seluruh senjata perang 5. Firman Allah, $*t*t ''x. tjiss| Maksudnya
lainnya, sedangkan jihad melawan orang-
orang munafik adalah dengan lisan dan setelah mereka ditetapkan sebagai orang-
teguran yang keras, artinya terkadang orang Muslim.
dengan menyebutkan hujjah dan bukti, dan
terkadang dengan gertakan dan teguran Ayat ini menunjukkan bahwa orang-
keras. Tampaknya, mendatangkan hujjah
orang munafik adalah orang-orang yang
dengan lisan berlaku secara terus menerus. kafir. Hal ini juga ditunjukkan secara tegas
oleh firman Allah SWT di dalam ayat lain,
2. Sebab yang mengharuskan kaum Muslim
"Demikian itu karena sesungguhnya
berjihad melawan mereka adalah
mereka telah beriman, kemudian menjadi
karena mereka menyatakan kekafiran, kafi r." (al-Munaafiquun : 3)
melecehkan Rasulullah saw. dan Islam,
melakukan konspirasi untuk membunuh Pendapat ini, yaitu bahwa orang-
Rasulullah saw dan mengejek ayat-ayat
Allah, Rasulullah saw. serta orang-orang orang munafik adalah orang-orang kafir,
juga menunjukkan bahwa kekafiran ter-
Mukmin.

TAFSIRAL-MUNIRJILID 5

jadi karena semua perbuatan yang ber- jumhur ulama berpendapat bahwa tobat
mereka diterima. Imam Malik mengatakan
tentangan dengan pembenaran dan ke- bahwa tobat zindik tidak dapat diketahui

imanan kepada Allah dan kepada Nabi karena sebelumnya dia menampakkan ke-
imanan dan menyembunyikan kekafiran,
Muhammad saw. Hal ini, keimanan
dan keimanannya pun hanya dengan
tidak dapat terealisasi kecuali dengan
ucapannya. fadi, apabila keberadaannya
mengucapkan, "Laa ilaaha illallah [Tiada
tuhan selain Allah)", bukan dengan ucapan terbongkar kemudian dia mengatakan

atau perbuatan yang lain, kecuali shalat. bahwa, "Saya telah bertobat", ucapan-
nya itu tidak diterima. Namun, jika dia
fadi, orang diketahui melakukan shalat datang menemui kita dalam kondisi ber-
pada waktunya dan sering melakukan tobat dengan kesadarannya sendiri dan
sebelum terbongkac tobatnya diterima.
shalat maka dia dihukumi sebagai orang Dan inilah yang menjadi maksud ayat di

yang beriman. atas.

6. Firman Allah SWT, (,;te Fu,, ,l;;F 9. Orang-orang munafik merugi di dunia dan

menunjukkan konspirasi kolektif orang- akhirat sehingga apabila mereka terus
dalam kemunafikan, Allah mengadzab
orang munafik untuk membunuh Nabi saw. mereka dengan dua adzab, yaitu di dunia

pada malam Aqabah ketika Perang Tabuk. dengan dibunuh dan di akhirat dengan
Dalam riwayat yang paling kuat, jumlah
dimasukkan ke dalam neraka. Di seluruh
mereka adalah L2 orang. Konspirasi dunia ini tidak ada siapa pun yang dapat
menghalangi siksa atas mereka, juga tidak
tersebut mirip dengan konspirasi orang- ada penolong yang dapat menyelamatkan
mereka.
orang kafir Quraisy pada malam hari
KEDUSTAAN ORANG.ORANG MUNAFIK,
ketika Rasulullah saw. melakukan hijrah. PELANGGARAN MEREKA TERHADAP JANJ!
DAN KESEPAKATAN, SERTA KISAH PALSU
7. Orang-orang munafik termasuk orang- TSA'IABAH BIN HATHIB

orang yang paling buruk, karena perilaku Surah at-Taubah Ayat 7$78

mereka adalah sebagaimana disebut- *<uj:;5A:{r+j',w"a,<C;rt)";-A'ittv"a&-3t f;uJt3t
a16A4;6ffi6ij;:6j:*64
kan oleh Allah SWT, (i#1 i1 "tt tr*vt\
+jiY-j |A?)V in $'Ai1'^1i44 J\
Maksudnya, mereka berkhianat dan
Ir;_litS$jim <iK$A
membalas kebaikan dengan keburukan, @yXiir )lxii't$g ;i?3 ;f.,

padahal mereka sudah mendapatkan

kecukupan dengan harta rampasan

perang. Bahkan, mereka ingin membunuh

Nabi Muhammad saw.. fadi, sikap yang
harus diambil terhadap mereka adalah

sesuai dengan yang diungkapkan dalam

sebuah kata pepat^11, <41 .-*;i n ? ,it)

"Waspadailah keburukan orang yang

engkau perlakukan dengan baik."

B. Firman Allah SWI, 4&r; bi V.ir. 3!rF

menunjukkan bahwa orang kafiryang me-

nyembunyikan kekafiran dan menampak-

kan keimanan atau yang disebut oleh para

fuqaha sebagai Zindih bisa bertobat.

Para ulama berbeda pendapat tentang

tobat orang zindik ini. Imam Syafi'i dan

:IAFSIRAL-MUNIRIIIID 5 r.l, -/-----\ surahat-Taubah

"Dan di antara mereka ada orang yang telah Mufradaat Lu$hawWah

berjanji kepada Allah, "Sesungguhnya jika Allah (€rF dari orang-orang munafik. 'Jfit\
memberikan sebagian dari karunia-Nya kepada
(4t.1t' ;t Ibnu Abbas r.a. mengatakan bahwa,
kami, niscaya kami akan bersedekah dan niscaya
kami termasuk orang-orang yang saleh." Ketika d"lanrgi itnaamt keenpuandaaikAallnahh. a(jiirJi';$F*;mtyakbaemrpearleinkga
Allah memberikan kepada mereka sebagian dari
karunia-Nya, mereka menjadi kikir dan berpaling mewarisi sifat kikir. Menurut pendapat al-
dan selalu menentang (kebenaran). Maka Allah
Hasan dan Qatadah rahimahullah, kata ganti
menanamkan kemunafikan dalam hati mereka
bagi faa'il di dalam kata kerja ini kembali
sampai pada waktu mereka menemui-Nya, karena
mereka telah mengingkari janji yang telah mereka kepada sifat kikir. Namun, yang zahir; kata
ikrarkan kepada-Nya dan (juga) karena mereka ganti dari faa'ilnya adalah untuk Allah Azza
selalu berdusta. Tidakkah mereka mengetahui
wa falla. ([iu] kemunafikan mengakar dan
bahwa Allah mengetahui rahasia dan bisikan
kukuh (g--rtr qF di dalam hati mereka, karena ia
mereka, dan bahwa Allah mengetahui segala yang merupakan sebab dan faktor bagi kebakhilan
gaib ? " (at-Taubah: 7 5 -7 8) tersebut Dan karena pendapat yang kuat kata

Qlraa'aat ganti bagi faa'il di dalam kata kerja {&.:,ib\
adalah kembali kepada Allah SWI, maka
d\:'-.i'rN/: maknanya adalah, "Maka Allah membiarkan

Imam Hamzah membacan!a g+lir1,dengan mereka hingga mereka menjadi munafik dan
hurufghin dibaca kasrah.
kemunafikan tersebut mengakar di dalam hati
l'raab mereka, sehingga ia tidak akan terpisah dari
hati mereka hingga mati, disebabkan mereka
{;ir "rir" t '*;)y kata (.r} dalam kalimat
ini berkedudukan sebagai mubtada', dan melanggar janj mereka kepada Allah, yaitu
{€;} muta'alliq (terkait) dengan khabar
bersedekah dan melakukan amal saleh. #.4h
yang dihilangkan dengan perkiraan koa'inun 4i;U hingga hari ketika bertemu dengan AUah,

minhum (ada dari mereka). Ini merupakan yaitu hari Kiamat.
bentuk qasom (sumpah) dari sisi makna.
Sebab Turunnya Ayat
Dalilnya adalah keberadaan huruf laam pada
Terdapat kisah yang masyhur di masya-
kata {i/}, dan ini adalah lam al-qasam [huruf rakat yang menceritakan tentang sebab

lam yang bermakna sumpah). Adapun huruf nuzul ayat-ayat di atas. Kisah tersebut banyak
dicantumkan dalam kitab-kitab tafsir; tetapi
laam dalam kata {fi'.'5,} ini adalah laam al- menurut para ulama, hadits kisah tersebut
tidak benar. Kisah tersebut diriwayatkan oleh
jawaab, dan keduanya berfungsi untuk ta'kiid
ath-Thabrani, Ibnu Mardawaih, Ibnu Abi Hatim
(penegasan).
dan al-Baihaqi di dalam kitab Dalaailun-
BalaaShah
Nubuwwah dengan sanad yang dha'if flemah)
Antara kata (,5i i;y aan kata 4--r'.lr i>r"| dari Abu Umamah bahwa Tsa'labah bin Abi
terdapatTin aas isytiq'aoq.6t (';q ii} p"*rryrrn Hathib mengatakan bahwa, "Wahai Rasulullah,

di sini adalah untuk teguran dan kecaman. berdoalah untukku agar Allah memberiku

86 Jinaas irytiqaaq adalah bergabungnya dua lafal yang huruf harta." Rasulullah saw. bersabda, "Celaka kamu

dan susunannya serasi, dan keduanya berasal dari kata wahai Tsa'labah! Harta sedikit yang kau tunai-
yangsama, Penj.
kan syukurnya adalah lebih baik daripada
harta yang banyak, namun tidak mampu kau

tunaikan syukurnyal' Tsalabah mengatakan lbnu Abbas. Setelah itu, Tsalabah menemui
bahwa, "Demi Allah, jika Allah memberi saya Rasulullah saw dengan membawa zakatnya,
namun Nabi saw. bersabda, "Sesungguhnya
harta pasti saya akan memberi kepada orang-
Allah telah melarangku untuk menerima
orang yang berhak." Lalu, Rasulullah saw
mendoakannya. Kemudian, Tsa'labah me- sedekahmu."
miliki sekawanan domba. Domba-domba itu
pun terus berkembang bia[ hingga jalan-jalan Mendengar hal itu Tsa'labah menghambur-
Madinah tidak cukup menampungnya. Kemu-
hamburkan tanah ke kepalanya karena sedih.
dian dia membawa domba-dombanya tersebut
menjauh dari Madinah. Ketika itu, dia masih fadi, Rasulullah saw. bersabda kepadanya,
menghadiri shalat jamaah. Kemudian, dia "lni adalah balasan bagi perbuatanmu. Aku

tinggal di dekat domba-dombanya tersebut. telah memerintahkanmu namun engkau tidak
menaatiku." Kemudian Rasulullah saw. me-
Domba-dombanya terus berkembang hingga
ninggal dunia. Ketika Abu Bakar r.a. menjadi
tempat-tempat penggembalaan di Madinah khalifah, Tsa'labah membawa sedekahnya
kepada Abu Bakar r.a., namun Abu Bakar r.a.
tidak dapat menampungnya. Kemudian, dia
juga tidak menerimanya. Kemudian ketika
membawa domba-dombanya itu menjauh lagi. Umar r.a. menjadi khalifah, Tsa'labah juga
Ketika itu dia masih menghadiri shalat fum'at.
menyerahkan sedekahnya kepada Umar r.a.,
Kemudian dia tinggal di tempat domba-
namun Umar r.a. tidak mau menerimanya.
dombanya itu. Domba-dombanya terus ber- Kemudian dia meninggal dunia pada zaman
tambah banyak. Maka dia pun membawanya
Utsman r.a.".
menjauh lagi dari Madinah. Kemudian dia pun
meninggalkan shalat fumat dan shalat jamaah. Kisah-kisah yang diriwayatkan tentang
Kemudian Allah menurunkan kepada Rasul- Tsa'labah ini tidak benar menurut para ulama

Nya, hadits. Tsa'labah adalah seorang sahabat yang

'Ambillah zakat dari harta mereka, guna ikut dalam Perang Badar dan dia dari kalangan
membersihkan dan menyucikan mereka." (at- Anshar. Dia termasuk sahabat yang diberi
Taubah: 103) kesaksian oleh Allah dan Rasul-Nya sebagai

Rasulullah saw. Ialu menunjuk dua orang orang yang beriman.

untuk mengumpulkan zakat dari orang-orang Ibnu Abdil Barr mengatakan bahwa,

dan menulis surah tugas kepada mereka "Kemungkinan besal pendapat yang mengata-
kan bahwa Tsa'labah adalah orang yang tidak
berdua. Kedua orang itu lalu mendatangi mau mengeluarkan zakat dan padanya turun
ayat di atas adalah tidak benar. Wallahu a'lem."
Tsa'labah. Mereka membacakan surah tugas
Adh-Dhahhak mengatakan bahwa, "Ayat
dari Rasulullah saw. tersebut yang isinya,
di atas turun pada orang-orang munafik,
"Temuilah orang-orang. fika kalian telah
yaitu Nabtal bin al-Harits, fadd bin Qais dan
selesai datangilah aku." Ketika keduanya me- Mu'attab bin Qusyair."

nemui Tsa'labah, dia mengatakan bahwa, Al-Qurthubi mengatakan bahwa, "Dan
pendapat ini lebih dekat dengan kebenaran,
"Sungguh ini tidak lain adalah saudara jizyahl" yaitu ayat ini turun pada mereka. Hanya saja

n ;Oleh karena itu, Allah menurunkan, ,ir,:b firman Allah, 4** ,'Ge.WAy menunjukkan
r rk:y J r*t;\a; .'o*r:ri Jt:':;; y.,,*c:4'fui
f\ito' u. b'ojsr |-ir,,.'1lJJr,'r.iJr ':' bahwa orang yang berjanji kepada Allah SWT
I awalnya bukan orang yang munafik. Kecuali
lJrL.4 jika maknanya adalah, "Kemunafikan mereka
.

Potongan kisah di atas juga diriwayatkan

oleh lbnu farir dan Ibnu Mardawaih dari

TAFSTR AL-MuNtR JtLtD 5

semakin kuat dan mereka terus dalam ke- Allah memberikan sebagian dari karunia-Nya
munafikan tersebut hingga meninggal dunia." kepada kami, niscaya kami akan bersedekah
dan niscaya kami termasuk orang-orong yang
Ini adalah firman Allah SWT, 4i*.i;. Ith" s a I eh." (at-Taubah: 7 5)

Ibnu Abbas juga menyebutkan tentang Tafslr dan Penlelasan

sebab turunnya ayat di atas, yaitu bahwa Sebagian orang munafik berjanji kepada
Allah dan Rasul-Nya apabila Allah dengan
harta Tsa'labah bin Abi Hathib terlambat
anugerah-Nya membuatnya kaya, dia pasti
datang dari Syam. Lalu, dia pun bersumpah di
salah satu majlis tempat orang-orang Anshar akan bersedekah dan akan menjadi orang
berkumpul dengan mengatakan bahwa, "fika saleh yang menyedekahkan hartanya untuk

harta itu datang dalam keadaan selamat, keridhaan Allah, seperti untuk menyambung

saya akan menyedekahkan sebagiannya dan silaturahim dan untuk kepentingan jihad.
memberikan sebagiannya kepada kerabat
saya untuk menyambung silaturahiml' Ketika Firman Allah, "Pastilah kami akan bersedekah'i
hartanya datang dalam kondisi selamat, dia
menjadi bakhil dengan hartanya tersebut, lalu adalah isyarat bagi mengeluarkan zakat yang

turunlah ayat di atas. Riwayat ini juga tidak wajib.

shahih. Firman Allah, {LrrgiEir ,F". i;..,rr} adalah
isyarat bagi mengeluarkan harta yang wajib
Persesuaian Ayat
dikeluarkan zakatnya secara mutlak.
Ayat-ayat surah ini masih berbicara
Namun, setelah Allah SWT memberi
tentang orang-orang munafik, membongkar mereka rezeki dan menganugerahkan apa

rahasia mereka, dan menyingkap kondisi yang mereka minta, mereka tidak memenuhi
mereka agar diketahui oleh orang-orang.
apa yang telah mereka katakan, mereka tidak
Karena mereka terdiri berbagai macam melaksanakan apa yang mereka janjikan, me-

golongan, Allah SWT menyebutkan mereka reka bersikap bakhil dan tidak menyedekah-
secara terperinci. Allah berfirman,
kan sedikit pun darinya, serta tidak menginfak-
"Dan di antara mereka (orang munafik)
ada orang-orang yong menyokiti hati Nabi kannya untuk kepentingan umat, sebagaimana

(M uh amm adJ. " (at-Taubah: 6 1) yang telah mereka janjikan kepada Allah.

"Dan di antara mereka ado yang mencela- Sebaliknya, dengan segala kekuatan yang
mu tentang (pembagian) sedekah (zakat). (at-
Taubah:58) mereka miliki yang merupakan pemberian

"Dan di antara mereka ada orang yong dari Allah, mereka mengingkari janji dan tidak
mengatakan bahwa, "Berilah aku izin (tidak mau taat kepada Allah. Mereka juga benar-
pergi berperang) dan janganlah engkau benar tidak mau bersedekah dan berpaling

(Muhammad) menjadikan aku terjerumus ke dari Islam karena telah mengakarnya sifat
d a I am fitn ah." (at-Taubah: 49)
munafik di dalam jiwa mereka.
Dan di antara mereka ada orang yang
(",'.,,tf} maksudnya bakhil dan tidak mau
telah berjanji kepada Allah, "Sesungguhnyo jika
bersedekah dan menginfakkan harta mereka
87 Tafsir al-Qurthubr, Vol. Vlll, hlm. 210.
dalam kebaikan serta bakhil dengan apa yang

telah mereka janjikan dan mereka ikrarkan.

$'r;;i 5j$ yaitu berpaling dari Islam. Ini
\- : J/
\

menunjukkan bahwa Allah SWT memberi

mereka tiga sifat, yaitu: Pertama, bakhil, yaitu

tidak mau memberikan hak orang lain, Kedua,

TAFSIR AL-MUNIR JILID 5

berpaling dari janji, Ketiga, berpaling dari nya Allah SWT menimbulkan kemunafikan di

beban dan perintah Allah. dalam hati mereka hingga mereka meninggal
"Maka Allah menimbulkan kemunafikan
dunia karena tindakan yang melanggar
pada hati mereka", artinya Allah menjadikan
janji dan berdusta. Melanggar janji dan ber-
kesudahan mereka adalah kemunafikan yang
dusta merupakan sebagian sifat orang-orang
abadi di dalam hati mereka. Maksudnya, munafik yang sangat khusus. Hal ini sebagai-

Allah menambah mereka semakin munafik. mana disebutkan di dalam Shahihain {Shahih

Dalam pendapat lain, dikatakan bahwa Bukhari dan Muslim) dari Rasulullah saw.

maksudnya adalah kebakhilan itu diikuti oleh bahwa beliau bersabda,

kemunafikan. Oleh karena itu, Allah berfirman, *i tiy ,e':\K 8'"r3 tiL:L;A Ji.t3lt .;-I

("1 j,*y Namun, pendapat yang pertama .';;t* ir*t t;y ,;l*i

lebih kuat karena biasanya sifat bakhil tidak "Tanda orang-orang munafik ada tiga: jika
mengakibatkan pada kemunafikan karena
mengatakan bahwa dia berdusta, jika berjanji
sifat ini terdapat pada banyak orangyang fasik.
Di samping itu, karena dhamir fkata ganti) di dia melanggar dan jika dipercaya dia berkhianat."
dalam firman Allah SWI, (HR Bukhari dan Muslim)

"Sompai pada waktu mereka menemui Al-Bukhari meriwayatkan bahwa Nabi
Allah," "Mereka kikir dengan karunia itu," (at-
saw. bersabda,
Taubah: 76) kembali kepada Allah SWT.

Kemunafikan tersebut terus berlangsung, U\t ii f,Vr* \fu\A 3s p U, Aji

terpatri, kukuh dan tidak keluar dari hati ,* O6t Uiib, * U\{'"ri4iiz* ^.
mereka hingga hari perhitungan di akhirat

kelak. Di dalam hal, ini terdapat dalil bahwa 8bt;y ,qt? $y ,'.ou; 3.jjt $y :tibx.

mereka mati sebagai orang-orang munafik. .F'ev tty ,iG t;v
Ini juga merupakan dalil lain bahwa ayat

ini turun pada kasus Tsa'labah bin Hathib atau

yang disebut Ibnu Abi Hathib, dia berasal dari "Empat hal jika terdapat pada seseorang maka

Bani Umayyah bin Zaid. Dan dia bukanlah dia adalah seorang yang benar-benar munafik.
Dan barangsiapa di dalam dirinya terdapat satu
Tsa'bah yang ikut dalam Perang Badar; karena
darinya, maka di dalam dirinya terdapat satu
Tsa'labah ini meninggal dunia ketika Perang
sifat munafik, hingga dia meninggalkannya, yaitu
Uhud.
jika dipercaya dia berkhianat, jika berbicara dia
Kemudian Allah SWT menyebutkan dua berdusta, jika berjanji dia berkhianat dan jika

sebab kematian dalam keadaan munafik, yaitu berselisih maka dia berbuat jahaf." (HR Bukhari)

mengingkari janji dan berdusta. Allah ber-

firman, (r;f.;G L; ir;is ut '.,"r.i ':,F Artinya, Kemudian, Allah SWT mengecam dan
bahwa mencela orang-orang munafik. Allah ber-
kemunafikan yang selalu bersama
firman, (,;to [i] artinya, 'Apakah orang-
mereka adalah disebabkan tindakan mereka
orang munafik itu tidak tahu bahwa Allah
yang menyalahi apa yang diikrarkan kepada
mengetahui yang dirahasiakan dan yang lebih
Allah, yaitu bersedekah dan berbuat baik juga
lembut darinya. Dia juga mengetahui pem-
karena mereka adalah pendusta. Kedustaan
mereka tersebut adalah melanggar janji dan bicaraan yang mereka rahasiakan, bisikkan,

tidak menunaikan apa yang diikrarkan. Arti- atau pembicaraan mereka yang meleceh-

TAFSIRAL-MuNIRIIIIp 5 rr{1, /-n" surahat-Taubah

kan Islam. Dia juga Mahatahu terhadap hati Imam Malik ditanya, "Bagaimana

mereka. Sehingga jika mereka mengatakan jika seorang laki-laki berniat untuk men-
ceraikan istrinya dan dia hanya meniatkan-
bahwa bahwa mereka sunguh-sungguh akan nya dengan hati tanpa melafazhkannya?"
menyedekahkan sebagian harta mereka, Allah Imam Malik mengatakan bahwa, 'Apa
Maha Mengetahui tentang mereka daripada yang dia niatkan itu berlaku, sebagaimana
dirinya sendiri. Dia juga Maha mengetahui dia beriman dengan hatinya dan kafir juga
dengan hatinya." Namun, diriwayatkan
hal-hal yang gaib. Dia mengetahui semua dari Imam Malik pendapat yang berbeda,
yang gaib dan yang tampak, serta semua sebagaimana yang akan disebutkan nanti.

yang rahasia yang samar. Dia mengetahui apa Asy-Syafi' dan Abu Hanifah berendapat

yang tampak di luar dan di dalam. Dia Maha bahwa konsekuensi hukumnya tidak

Mengetahui pengkhianatan mata dan apa yang berlaku pada seseorang kecuali setelah

disembunyikan di dalam dada. Dia mengetahui dia mengucapkannya dan ini mencakup
semua itu, mengetahui kemunafikan yang me-
reka sembunyikan dan mengetahui keinginan nazar, sumpah, talak dan sejenisnya. Dalil
mereka adalah hadits yang diriwayatkan
mereka untuk melanggar apa yang dijanji-
oleh Muslim dan Tirmidzi dari Abu
kan. fadi, bagaimana mereka berdusta kepada Hurairah t.a., dia mengatakan bahwa,

Allah terhadap apa yang mereka janjikan "Rasulullah saw. bersabda,
kepada-Nya dan terhadap sumpah mereka
kepada orang-orang dengan menggunakan "Sesungguhnya Allah mengampuni

nama Allah? umatku dari bisikan yang ada di dalam diri-
nya selama dia tidak melakukan atau meng-
Adapun perbedaan antara as-sirr, an- ucapkannya." (HR Muslim dan at-Tirmidzi)
najwa dan al-ghaib adalah sebagai berikut,
Ibnu Abdil Barr mengatakan bahwa,
As-Sir adalah yang tersembunyi di dalam dada
mereka. An-Najwa adalah pembicaraan yang "lni merupakan pendapatyang paling masy-

diam-diam antar orang-orang. Al-Ghaib adalah hur dari Malikl' Al-Qurthubi mengatakan
apa yang tidak diketahui oleh orang-orang. bahwa, "Dan ini merupakan pendapatyang

Flqlh Kehidupan atau Hukum-Hukum paling benar berdasarkan pemahaman dan

Ayat-ayat di atas menunjukkan hukum- berdasarkan riwayat Hal ini berdasarkan

hukum berikut ini. sabda Rasulullah saw. yang diriwayatkan
oleh para penyusun Kutubus Sittah (enam
1. Perjanjian dengan Allah mengharuskan kitab sunnah) dari Abu Hurairah r.a.,

seseorang untuk memenuhinya. Apakah .*, c;'"l;t* ,f.l :Ste bi ?'^ilt'lty
.y,.,F ,i ". i<i iv,t+J|i
termasuk syarat dalam janji tersebut
"Sesungguhnya Allah Azza wa lalla
mengucapkannya dengan lisan, ataukah
mengampuni umatku atas apa yang dibisik-
tidak perlu mengucapkannya, tetapi cukup kan di dlam diri mereka, selama tidak meng-
u c aPkanny a at au m elakukanny a."
niat di dalam hati saja? Para ulama berbeda

pendapat tentang hal ini. Para ulama

madzhab Maliki mengatakan bahwa janji,
talak, dan semua perbuatan seseorang

yang terkait dengan dirinya sendiri, tanpa

memerlukan orang lain di dalamnya,

konsekuensi hukum berlaku atasnya,

walaupun tidak mengucapkannya.

Berdasarkan hal ini, apayang dijanjikan 3. Bentuk pelanggaran orang-orang munafik
seseorang adalah nazar, memenuhi nadzar terhadap janji terwujud dalam tiga sifat.
adalah wajib menurut seluruh ulama, tidak
ada perbedaan antara mereka dan me- a. Bakhil dan tidak mau bersedekah,

ninggalkannya adalah sebuah kemaksiatan. tidak mau berinfak untuk kebaikan,
dan tidak memenuhi apa yang telah
Namun, apabila hal itu adalah sumpah, mereka janjikan dan ikrarkan.

maka memenuhi sumpah tidaklah wajib b. Tidak memenuhi janji dan menyim-

sebagaimana kesepakatan para ulama. pang dari ketaatan kepada Allah SWT.

2. Firman Allah SWT 4fr"21^ti :ywt i) *e- c. Metampakkan keberpalingan dari

nunjukkan bahwa orang yang mengatakan Islam, yaitu tidak mau menunaikan
bahwa, "fika saya memiliki ini, saya men- semua kewajiban dan perintah dari
jadikannya sebagai sedekah", apa yang
Allah.
dia katakan itu menjadi wajib atasnya.
Ini merupakan pendapat Abu Hanifah. 4. Zhahir ayat ini menunjukkan bahwa

Namun, asy-Syafi'i mengatakan bahwa, melanggar dan menyalahi janji akan me-
"Hal itu tidak menjadi wajib atasnya." Per-
lahirkan kemunafikan. Maka seorang
bedaan ini pun terjadi dalam talak dan
Muslim wajib berusaha dengan sungguh-
pemerdekaan budak.
sungguh untuk menghindarinya. Sehingga,
Ahmad berkata, "Hal itu menjadi wajib
apabila seseorang berjanji kepada Allah
dalam talah namun tidak menjadi wajib
dalam pemerdekaan budak karena me- dalam suatu perkara, maka hendaknya dia
merdekakan budak adalah amalan untuk
berupaya dengan sungguh-sungguh untuk
mendekatkan diri kepada Allah dan ia
melaksanakannya.
menjadi wajib dengan nazar. Hal ini ber-
beda dengan talak karena ia merupakan 5. Firman Allah SWT 441xk ?.i JJF me-
nunjukkan bahwa orang yang berjanji
suatu tindakan pada sesuatu yang berada
tersebut mati dalam kondisi munafik. Ini
di bawah kewenangannya. merupakan pemberitahuan tentang hal
yang gaib yang merupakan salah satu
Asy-Syafi'i berhujjah dengan hadits
kemukjizatan AI-Qur'an.
yang diriwayatkan oleh Abu Dawud,
6. Firman Allah SWT, {tw} fika kemunafikan
Tirmidzi dan yang lainnya dari Abdullah
tersebut di dalam hati, ia adalah kekafiran,
bin Amr bin Ash r.a., dia mengatakan
sedangkan kemunafikan itu dalam per-
bahwa, "Rasulullah saw. bersabda,
buatan mata adalah kemaksiatan. Ber-
v*.'4 ,y i:,i,!i, i Qi, lst i\ .,Xi
.i,!i, .j v* il aiL ii,i,lli. i dasarkan hal ini, pengkhianatan, ke-

'Tidak sah bagi anak Adam bernazar bohongan, melanggar janji dan berbuat

pada apa yang tidak dia miliki, memerdekakan jahat ketika berselisih semuanya merupa-

budak yang tidak dia miliki dan talak pada kan tanda kemunafikan. sebagaimana di-
yang tidak dia miliki." (HR Abu Dawud dan
Tirmidzi) sebutkan di dalam hadits Nabi saw., adalah

Dan ini merupakan pendapat mayo- terhitung sebagai kemaksiatan yang tidak

ritas sahabat, tabiin dan yang lainnya. membuat pelakunya menjadi kafir.

Ibnu al-Arabi mengatakan bahwa,
"Dalil yang jelas menunjukkan bahwa

orang yang dengan sengaja melakukan

semua perbuatan ini tidaklah menjadi

kafir. Akan tetapi, seseorang menjadi

TAFSIRAL.MUNIR IILID 5 }#ii:;-e, A :{,Li b\T 5'}
i\'jfi*L{1Y.5s.. s$lt uv,)!!-)-1L* 5,",a)A
kafir karena keyakinan yang muncul di-
sebabkan kebodohan terhadap Allah dan @L6biJ\{j\,s+{;JAE
sifat-sifat-Nya atau karena mendusta-
kan-Nya. Mahatinggi dan Mahasuci Allah "(Orang munafik) yaitu mereka yang mencela
dari keyakinan orang-orang bodoh dan orang-orang beriman yang memberikan sedekah
dengan sukarela dan yang (mencela) orang-orang
dari penyimpangan orang-orang yang yang hanya memperoleh (untuk disedekahkan)
sekadar kesanggupannya, mal<n orang-orang
sesat" Kemudian, Ibnu al-Arabi mengata- munafik itu menghina mereka. Allah akan mem-
balas penghinaan mereka, dan mereka akan men-
. kan bahwa lagi, "Dan menurut saya, jika dapat adzab yang pedih. (Sama saja) engkau
(Muhammad) memohonkan affipunan bagi mereka
kemaksiatan seseorang lebih banyak, dia atau tidak memohonkan ampunan bagi mereka.
Walaupun engkau memohonkan ampunan bagi
' tidak menjadi kafir; selama kemaksiatan- mereka tujuh puluh kali, Allah tidak akan memberi

nya itu tidak memengaruhi keyakinan- ampunan kepada mereka. Yang demikian itu karena
nya."88 Sejumlah ulama berpendapat mereka ingkar (kafir) kepada Allah dan Rasul-Nya.
Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-
bahwa hadits tersebut adalah khusus orang yang fasik" (at-Taubah: 79-80)
untuk orang-orang munafik pada zaman
l'raab
Rasulullah saw..
mau4sh:'uru4l.y"a.nig'bbekraptoasis(irls'e)bagaadi amlaubhtaidsaim'
7. Allah SWT menyifati diri-Nya sendiri
dan kata (*+-h adalah shilah [penghubung)
sebagai ZatYangMaha Mengetahui hal-hal
yang gaib. Artinya, Zat Allah mengetahui nya. Kata {eui-llr !} adalah shitah bagi {;rJ-}.
segala sesuatu sehingga Dia Mengetahui
semua hal yang diketahui dan Dia Maha kalimat yang terletak di antara ("+-F dengan

Mengetahui apa yang ada di dalam hati {:y;;' +} masuk dalam shilah isim maushuul

manusia dan apa yang dirahasiakannya. 4:ri,trb.
Namun memberi sifat al- Allaamah [sangat
'aliim) kepada Allah tidaklah dibolehkan Kalimat (I1ii i\ot'*v ;lr:F 'athafkepada
karena di dalam sifat ini terdapat indikasi
adanya proses yang sulit untuk mencapai 4tt4- i,'-ir'\;.|pkhaabtaaur dari mubtada' bisa kalimat
pengetahuan sedangkan proses yang sulit muqaddar (diperkirakan),
bagi Allah adalah mustahil. (.q

CELAAN ORANG.ORANG MUNAFIK iityaitu 1o"ivL- iy.t> (dan di antara mereka
TERHADAP ORANG.ORANG MUKMIN DAN
TIDAK ADANYA AMPUNAN BAG! MEREKA orang-orang yang mencela).

Surah at-Taubah Ayat 79-8O Balaaghah

c<;-,;At &:F\ 63#- <j:l\ (.t fr, 'ry e:)#:Ay ini termasuk dalam

muqaabalahse bagi buruknya perbuatan

88 Ahkaamul-Qur' an, Vol. 2, hlm. 97 4 dan setelahnya. 89 Muqaabalah dalam Balaghah adalah menyebutkan satu

kalimat atau lebih, kemudian menyebutkan lawannya

secara berurutan, Pent

mereka dan ejekan mereka terhadap orang- persamaan antara dua perkara tersebut,
orang Mukmin. memohonkan ampun atau tidah keduanya
tidak ada gunanya. 4?;-,*Y Maksud dari kata
4Hj lt; ,4\ tanwin dalam kata {,ir;}
tujuh puluh kali ini adalah untuk menunjukkan
untuk mengisyaratkan makna yang sangat
makna mubaalaghah fsangat) dalam banyak-
mengerikan dan menakutkan. nya istighfar.

4?'*Z ! ;i,u 'ri;h antara kedua kalimat Sebab Turunnya Ayat (79)

ini terdapat thibaaqus-salbeo dan maksud dari Imam Bukhari dan Imam Muslim me-
riwayatkan dari Abu Mas'ud al-Badri, dia
perintah di sini adalah untuk menyamakan
mengatakan bahwa, "Ketika turun ayat
dua keadaan.
sedekah, kami pun bekerja mengangkutbarang
4?;',4tY ini adalah seperti perumpamaan
untuk mendapatkan upah lalu bersedekah
untuk menunjukkan makna mubaalaghah dengannya. Kemudian seorang laki-laki
[sangat), bukan untuk membatasi jumlah [yang kunyah-nya Abu Aqil dan namanya

pada tujuh puluh kali. Penggunaan kata tujuh, adalah al-Habhab) datang dengan membawa
tujuh puluh, tujuh ratus, dan sejenisnya untuk
banyak sedekah. fadi, orang-orang munafik
menunjukkan jumlah yang banyak karena
angka tujuh mencakup sejumlah pembagian mengatakan bahwa, "Dia hanya riya'." Lalu dia
dalam bilangan, sehingga seakan-akan ia pun bersedekah satu sha'saja. OIeh karena itu,

adalah seluruh bilangan. orang-orang munafik itu mengatakan bahwa,

Mufradaat LuShawlyyah "sesungguhnya Allah tidak memerlukan

4:,;;. ;-l,h mencela. (;}il,| orans- sedekah ini." Lalu turun ayat, {i:efii irl ,.11b

orang yang menyumbang dengan suka rela, dan seterusnya.
atau orang-orang yang menunaikan sedekah
Persesualan Ayat
sunnah setelah menunaikan yang wajib.
{#rA i1} kemampuan mereka. Ini merupakan Ini merupakan bentuk lain lagi dari

batas tertinggi yang dapat dilakukan seseorang perbuatan orang-orang munafik yang buruk,
yaitu mengejek orang yang membawa sedekah
sehingga dia membawanya. {1j} [Allah)
secara suka rela.
mengejek dan menghina mereka. Maksudnya,
Ibnu Abbas r.a. mengatakan bahwa
di sini adalah membalas mereka disebabkan
dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu
ejekan dan hinaan tersebut. Ini seperti firman fari4 "Pada suatu hari, Rasulullah saw. me-
Allah, nyampaikan khutbah kepada orang-orang.
Beliau menganjurkan kepada mereka untuk
'Allah akan (membalas) olok-olokon
mengumpulkan sedekah. Lalu, Abdurrahman
mereke." (al-Baqarah: 15) bin Auf mendatangi beliau dengan membawa

Dengan demikian, ini adalah khabar empat ribu dirham, dan dia mengatakan

(berita), bukan doa. (,u;a:r) kamu memohon bahwa, "Saya memiliki delapan ribu dirham.
ampun untuk mereka wahai Muhammad. Saya simpan empat ribu dirham sisanya untuk
diriku dan keluargaku. Empat ribu dirham ini
4l '# v ]i| atau tidak memohon ampun
saya pinjamkan kepada Allah." Rasulullah saw.
untuk mereka. Maksud dari kalimat ini adalah lalu bersabda, "Semoga Allah memberkohi apa
yang engkau berikan danyang engkau simpan."
90 Thibaaqus salb adalah thibaaq yang di dalamnya te4adi

perbedaan dalam sisi positifdan negatifantara dua kalimat
yang berlawanan, PenT'.

Disebutkan bahwa Allah mengabulkan doa bersedekah tersebut kaya dan sedekahnya
banyak, seperti Abdurrahman bin Auf dan
Rasulullah saw tersebut hingga istrinya,
Nadhir; mendapatkan seperempat harta Utsman bin Affan, maupun orang fakir; seperti

warisannya senilai delapan puluh ribu dirham. Abu Aqil yang bersedekah hanya sedikit,

Umar juga datang dengan membawa padahal itu merupakan usaha yang sungguh-

uang yang jumlahnya hampir sama. Ashim bin sungguh dari orang yang hanya memiliki
Adi al-Anshari juga datang membawa tujuh
sedikit harta dan tidak mempunyai apa yang
puluh wasaq kurma sedekah. Utsman bin mereka infakkan fi sabilillah kecuali apa yang

Affan datang dengan membawa sedekah yang dia mampu. Namun, orang-orang munafik ter-
banyak, sedangkan Abu Aqil datang membawa sebut mengejek mereka. Orang-orang yang

satu sha' kurma dan mengatakan bahwa bersedekah sedikit ini disebutkan di dalam

kepada Rasulullah saw., "Kemarin malam saya ayat di atas, walaupun mereka termasuk

bekerja di tempat seorang laki-laki untuk orang-orang yang bersedekah secara suka
mengalirkan air ke kebun kurmanya. Lalu rela, karena ejekan terhadap mereka lebih

saya mendapatkan upah dua sha'kurma. Saya keras dan lebih menyakitkan.
menyimpan satu sho'untuk keluargaku, dan
satu shahya lagi saya utangkan kepada Allah." Akan tetapi, Allah SWT membalas ejekan
Lalu Rasulullah saw. memerintahkan agar satu
sha'kurma yang dia berikan itu digabungkan mereka tersebut dengan memasukkan
dengan harta sedekah yang lain.
mereka ke dalam neraka. firman Allah SW'T,
fadi, orang-orang munafik dengan nada
melecehkan, mengatakan bahwa, "Mereka 4r*:'i'r*Y
Termasuk dalam muqaabalah atau
bersedekah hanya untuk tujuan riya dan
musyaokalah terhadap buruknya perbuatan
sum'eh [pamer). Adapun Abu Aqil, dia datang
membawa sedekah satu sha' agar disebut mereka dan ejekan mereka terhadap orang-
bersama dengan orang-orang besar; sedangkan
orang Mukmin, karena, balasan adalah sesuai
Allah tidak memerlukan satu sha'-nya itu."
dengan perbuatannya. fadi Allah menyikapi
Lalu, Allah menurunkan ayat ini."el mereka dengan sikap terhadap orang yang

Tafslr dan Penjelasan mengejek orang-orang Mukmin demi membela

Sesungguhnya kondisi orang-orang muna- orang-orang Mukmin di dunia. Di akhirat,

fik di setiap umat sangat aneh dan meng- Allah menyiapkan siksa yang pedih dan sangat

herankan. Sudah menjadi kebiasaan mereka menyakitkan bagi orang-orang munafik,

untuk selalu mengendurkan semangat dan balasannya sesuai dengan perbuatannya.
menghancurkan nilai-nilai mulia, Sehingga,
tidak ada seorang pun yang selamat dari Kemudian, Allah SWT menjelaskan bahwa
tuduhan dan pelecehan mereka, walaupun
orang-orang munafik itu seperti orang-orang
seseorang murni melakukan kebaikan. kafi4, yaitu mereka tidak berhak mendapatkan
Mereka mencela orang-orang yang ber-
permohonan ampun, doa pun tidak ber-
sedekah secara suka rela, baik orang yang
guna bagi mereka, baik Rasulullah saw me-
9l Tafsir ar-Razi,Yol. 16, hlm.144-145. mohonkan ampun kepada mereka maupun
tidah Allah tidak akan mengampuni dosa-dosa
mereka dan Dia membuat kejahatan mereka

terbongkar di dunia. Seandainya mereka

dimintakan ampun sebanyak tujuh puluh kali,
Allah sekali-kali tidak akan mengampuni dan

memaafkan mereka. Ini serupa dengan firman

Allah SWT

"Sama saja bagi mereka, engkau itu penghuni neraka Jahonam." (at-Taubah:

(Muhammad) mohonkan ampunan untuk 113)

mereka atau tidak engkau mohonkon ompunan Di dalam ayat at-Taubah: 80, Allah SWT

bagi mereka, Allah tidak akan mengampuni menyebutkan sebab tidak diterimanya
mereke." (al-Munaafiquun: 6)
permohonan ampun dan doa untuk mereka,
Kata tujuh puluh ini maksudnya bukan
jumlah tujuh puluh yang sesungguhnya se- yaitu firman-Nya, flt;rt #, eu;| maksudnya

hingga jika jumlahnya lebih dari itu, hasilnya mereka kafir dan ingkar terhadap Allah dan
Rasul-Nya. Mereka tidak mengakui keesaan
akan berbeda. Akan tetapi, maksudnya adalah Allah Srvl/T, tidak mengakui diutusnya Nabi

untuk menunjukkan mubaalaghah [makna Muhammad saw dan bersikeras untuk

yangsangat) dalam pembicaraan, sebagaimana terus ingkar sehingga hati mereka tidak lagi
siap untuk menerima kebaikan dan cahaya.
sering dipakai dalam bahasa Arab. Merupakan sunnatullah [ketetapan Allah),
Nabi saw., dalam rangka menampakkan Dia tidak memberi taufik untuk mendapatkan

kasih sayang beliau kepada umatnya dan kebaikan kepada orang yang tenggelam dalam
karena permintaan mereka agar beliau me-
mohonkan ampunan untuk mereka, beliau kekafiran dan keluar dari ketaatan, yang
berdoa kepada Allah agar memberi hidayah
tidak memiliki kesiapan untuk beriman dan
dan mengampuni mereka, sebagaimana beliau bertobat. |adi, tidak adanya ampunan dan
juga mendoakan orang-orang Musyrik setiap
tidak diterimanya permohonan ampunan
kali gangguan mereka semakin keras. Beliau
berdoa, sebagaimana diriwayatkan oleh lbnu untuk mereka bukanlah karena kebakhilan
Allah, juga bukan karena ketidaksungguhan
Majah, Nabi saw., melainkan karena ketidaksiapan

t #p,Ufa.i.otio, ;;;t;alt mereka untuk menerimanya disebabkan

. tJ o*.Lr..l kekafiran yang memalingkan mereka dari

"Ya Allah ampunilah kaumku, karena se- ampunan tersebut.

sungguhnya mereka tidak tahu." (HR Ibnu Majah) Flqlh Kehldupan atau Hukum-Hukum

Kemudian, Allah melarang beliau dari hal Ayat-ayat di atas mengajarkan beberapa

tersebut. hal berikut ini.

Alasan Nabi saw. memohonkan ampun L Orang-orang munafik adalah kaum yang
untuk mereka adalah beliau tidak pernah
putus asa dalam mengharapkan keimanan kebingungan, hati mereka berpenyakit
dan mereka tidak mengetahui hakikat
mereka selama beliau tidak tahu bahwa
dari berbagai hal. |adi, Anda lihat mereka
mereka benar-benar telah ditetapkan dalam mencela orang-orang Mukmin untuk me-
kesesatan, sedangkan yang dilarang adalah nutupi kemunafikan mereka dan men-
memohonkan ampun setelah mengetahui hal jaga agar realita yang sesungguhnya tidak
tersebut, berdasarkan firman Allah S\MT, terbongkar. Di samping itu juga, memang
mereka suka mengkritik dan melecehkan
"Tidak pantas bagi Nabi dan orang-orqng
yang beriman memohonkan ampunan (kepada orang lain. Al-Qur'an membongkar rahasia

Allah) bagi orang-orang Musyrik, sekalipun mereka dan menjelaskan keburukan ber-

orang-orang itu kaum kerabat(nya), setelah bagai perbuatan mereka.

jelas bagi mereke, bahwa orang-orang Musyrik 2. Balasan bagi ejekan dan celaan mereka

terhadap orang-orang Mukmin yang

TATSIRAT-MUNIR IILIp 5 l--L iilli * surah ar-Taubah
* ll{,

berinfak fi sabilillah adalah neraka dan gaq,.&'Wffist$KAt

siksaan yang pedih di dalamnya. Hal ini @5i&

karena balasan sesuai dengan perbuatan- "Orang-orang yang ditinggalkan (tidak ikut
b erp erang), meras a gembira dengan duduk- duduk
nya, sebagaimana yang telah dijelaskan diam sepeninggal Rasulullah. Mereka tidak suka
berjihad dengan harta dan jiwa mereka di jalan
sebelumnya. Allah dan mereka mengatakan bahwa, "langanlah
kamu berangkat (pergi berperang) dalam panas
3. Permohonan ampun Rasulullah saw. tidak
terik ini." Katakanlah (Muhammad), Wi neraka
berguna bagi mereka selama mereka masih
Jahanam lebih panas," jika mereka mengetahui.
kafir dan bersikeras dalam kemunafikan.
Maka biarkanlah mereka tertawa sedikit dan me-
Asy-Sya'bi mengatakan bahwa,'Abdullah nangis yang banyak, sebagai balasan terhadap apa
yang selalu mereka perbuat." (at-Taabah: 8f -82)
bin Abdillah bin Ubay yang merupakan
l'raab
orang saleh meminta kepada Rasulullah
{-y} manshuubkarena ia adalah maf'uul
saw untuk memohonkan ampun terhadap
liajlih. Menurut satu pendapat, ia manshuub
ayahnya yang sedang sakit sebelum sebagai mashdar. {itj.$ maf'uul li'ajlih, artinya
meninggal dunia. Lalu Rasulullah saw.
memenuhi permintaannya itu, turunlah sebagai balasan,
ayat di atas. Artinya bahwa permintaan
ampun Rasulullah saw. untuk sebagian Balaafhah

orang munafik adalah atas permintaan fifry trt*r.i"v, V{$;b di dalamnya terdapat

mereka. Akan tetapi, ar-Razi menguatkan apa yang disebut dengan muqaabalahe3 yang
merupakan salah satu bentukTinaas.ea
bahwa Nabi saw tidakmemintakan ampun
untuk mereka karena beliau tahu bahwa Mufrudaat Lughawlyyah

orang munafik adalah orang kafir dan {l} bahagia dan senang. 1lr; adalah
memohonkan ampun untuk orang kafir perasaan tenang dan senang. (;.iiijr} orang-

adalah tidak boleh dalam syari'at beliau. orang yang ditinggal di Madinah dan tidak
Ketika orang-orang munafik meminta
ikut dalam Perang Tabuk, dari kata ek
kepada beliau untuk memohonkan ampun d{i meninggalkannya di belakang. (A11}

untuk mereka, Allah melarang beliau dengan duduknya mereka. (->r1F setelah,
untuk memenuhi permintaan mereka
atau ia merupakan mashdar seperti kata
tersebut."e2
mukhaalafah. Dalam ayat ini, kedua makna
KEGEMBIRAAN ORANG.ORANG M UNAFIK tersebut benar. (rlu:h sebagian mereka me-
YANG TIDAK IKUT BERJIHAD DI PERANG
TABUK ngatakan bahwa kepada sebagian yang lain.

Surah at-Taubah Ayat 81-82

iVffi 'ai15"6( G\,;G 3t $ fit 93 Muqaabaalah dalam ilmu Balaaghahadalah menyebukan

92 Tafsir ar-Razi,Vol. 16, hlm. 147 dua kata atau lebih, kemudian disebutkan kata-kata yang
maknanya berlawanan secara berurutan, Penl,

94 Jinaas adalah dua kata yang serupa dalam ucapan tapi

berbeda dalam maknanya, Penl'.

{,;f i} jangan keluar untuk berjihad. 1;i} TAFSIRAI.MUNIR )ILID 5
{F neraka fahannam lebih panas dibanding
Mereka disebut dengan mukhallafiin
Tabuk, maka seharusnya mereka lebih takut
(ditinggal), bukan mutakhollifiin ftertinggal)
dari neraka sehingga ikut berperang. gir !y
dari jihad, karena mereka tertinggal dari
(3tik-seandainya mereka berakal atau menge-
Rasulullah saw. setelah beliau pergi berjihad
tahui hal tersebut, tentu mereka tidak akan dan mereka tidakbangkit untukpergi menyusul

tertinggal. {)+ t5.;-;);y maka hendaknya beliau, tetapi tetap berada di Madinah. Di

mereka sedikit tertawa di dunia ini. {9#;} samping itu, karena Rasulullah saw. melarang

dan hendaknya mereka banyak menangis di sebagian dari mereka untuk pergi bersama
akhirat Ini merupakan pemberitahuan tentang
kondisi mereka, namun disebutkan dalam beliau. Hal itu terjadi karena beliau tahu
bentuk perintah.
bahwa mereka hanya akan mengacaukan dan
Sebab Turunnya Ayat (81)
mengganggu pasukan Muslim. Di samping
Ibnu farir meriwayatkan dari Ibnu Abbas,
dia mengatakan bahwa, "Rasulullah saw. me- itu, karena Allah melarang mereka untuk ikut
merintahkan orang-orang untuk berangkat berangkat bersama Rasulullah saw. dengan
perang dan ketika itu sedang musim panas. ayat berikut,

Lalu sejumlah orang mengatakan bahwa, "Wa- "Katakanlah,"Kamu tidak boleh keluar
hai Rasulullah, cuaca sangat panas dan kami
bersamaku selama-lamanyo." (at-Taubah: 83)
tidak dapat pergi, karena kami tidak pergi
berperang dalam cuaca panas." Lalu Allah Maka mereka menjadi orang-orang yang
tertinggal.
menurunkan ayat, $bixk"iis iV'*i &, j('Sy
Ibnu farir meriwayatkan juga dari Tafslr dan Penfelasan

Muhammad bin Ka'ab al-Qurazhi, dia mengata- Ayat-ayat di atas merupakan celaan
kan bahwa, "Rasulullah saw. pergi ke Tabuk
ketika cuaca sangat panas. Lalu seorang laki- yang jelas terhadap orang-orang munafik
yang tertinggal dari Perang Tabuh dan pem-
laki dari Bani Salamah mengatakan bahwa,
fanganlah kalian berangkat perang dalam beritahuan tentang nasib mereka yang buruk
cuaca panas. Lalu Allah menurunkan ayat,
di akhirat. Ayat di atas turun ketika dalam
(i'rili;iic i V'u1 ';6;r: 33) dan seterusnya.
perjalanan menuju Tabuk.
Persesualan Ayat
Makna ayat di atas adalah orang-orang
Setelah menyebutkan sebagian perilaku munafik yang tertinggal di Madinah senang
buruk orang-orang munafik, yaitu meminta
izin untuk tidak ikut berperang dalam Perang dengan berada di rumah-rumah mereka
Tabukdan mencela pembagian sedekah, kemu-
dian Allah SWT kembali menjelaskan tentang setelah Rasulullah saw. berangkat ke Tabuk
kondisi orang-orang yang tidak ikut berangkat meninggalkan mereka, sebab yang membuat
mereka senang adalah karena mereka tidak
bersama Rasulullah saw. di Perang Tabuk. beriman bahwa jihad adalah suatu kebaikan

Ini merupakan perilaku buruk yang lain dari juga karena mereka tidak suka terhadap
mereka, yaitu bahagia karena tidak berangkat jihad fi sabilillah bersama Nabi saw dengan
berperang dan tidak suka untuk berjihad.
mengorbankan harta dan jiwa mereka. Rasa

senang untuk tetap berada di rumah dan
tidak ikut berjihad menunjukkan kepada

ketidaksukaan mereka untuk pergi berjihad.
Akan tetapi, Allah SWT menyebutkan kembali
bahwa mereka tidak suka untuk pergi berjihad
untuk menegaskan.

Kesimpulannya: mereka senang karena bentuk kalimat perintah dengan tujuan untuk
tertinggal dari jihad dan tidak senang untuk mengancam dan menyuruh mereka menunggu
siksaan yang pedih yang akan meraka rasakan
berjihad. sebagai balasan dari tindakan yang mereka
Iakukan atau sebagai balasan dari kejahatan
Mereka tidak hanya senang karena dan kemunafikan mereka.

tidak berangkat berjihad, tetapi mereka juga Imam Bukhari dan Imam Muslim me-
menggoda orang-orang lain untuk tidak ikut riwayatkan dalam Shahihain dari an-Nu'man
berperang. Masing-masing dari mereka me-
ngatakan bahwa kepada temannya, "fanganlah bin Basyi4, dia mengatakan bahwa, "Rasulullah
kalian pergi berjihad karena Perang Tabuk
berlangsung ketika cuaca sangat panas dan saw. bersabda,
ketika itu buah-buahan masak dan pepohonan
A)rt'n (iy,t Ut-tt )At ,yi Ityr ";,t
sedang lebat-lebatnya."
*,'iVt v44 ,&, )uri ,t iswS
Lalu, Allah membantah mereka dengan tki 6iv/,6196i L,2)//
";:1 ,F.)r a)),k-t-s
firman-Nya, "Katakanlah, 'Api neraka t*i
.Utjb iafiA ti7lla,, t4oJ, v.&
Jahannam itu lebih sangat panas(nya)'! Artinya ,-/
neraka fahannam yang disiapkan untuk para
pembangkang dan yang akan menjadi tempat " Se sungguhny a p enghuni neraka yang silcsany a
kembali bagi kalian disebabkan pelanggaran
kalian, adalah lebih panas daripada panas yang paling ringan pada hari Kamat adalah orang

kalian tinggalkan. fadi, seandainya mereka yang ffiemakai sepasang sandal dan sepasang tali

memikirkan dan merenungi hal tersebut, sandal dari api neraka yang membuat otak mereka

tentu mereka tidak akan menyalahi perintah mendidih, sebagaimana panci yang mendidih.
Allah dan tidak menetap saja di rumah mereka. Dia mengira tidak ada penduduk neraka yang
silcsanya lebih berat darinya, padahal itu adalah
Tentu mereka tidak akan merasa senang, adzab neraka yang paling ringan." (HR Bukhari
dan Muslim)
tetapi akan bersedih hati. Hal ini sebagaimana
diriwayatkan oleh Imam Malik, Imam Bukhari Flqih Kehldupan atau Hukum-Hukum
dan Imam Muslim dari Abu Hurairah, bahwa
Ayat-ayat di atas menunjukkan terbatas-
Rasulullah saw. bersabda,
nya pandangan manusia, karena pada umum-
Li $tW3'^s,y ist :5 3u nya mereka hanya memandang kepada kondisi
saat ini dan realitas yang sedang jalani. Mereka
'r.aG )u
tidak memandang kepada masa depan dan
"Api yang dinyalakan oleh anak cucuk Adam
adalah satu dari tujuh puluh bagian api neraka." berbagai peristiwa yang dihasilkannya.
(HR Bukhari dan Muslim)
Orang-orang munafik senang dengan
Kemudian Allah SWT memberitahukan ketidaksertaan mereka dalam peperangan
tentang akibat buruk dari tindakan mereka dan merasa tenang di Madinah karena tidak

tersebut. Allah berfirman, 4ri;:l;y artinya berimannya mereka terhadap manfaat jihad
dan ketidaksukaan mereka terhadap iihad. Hal
seharusnya mereka lebih pantas untuk sedikit tersebut terjadi karena jihad membuat mereka
tidak dapat merasakan kenikmatan berteduh
tertawa dan sedikit senang serta banyak di bawah naungan pohon-pohon dan memetik

menangis. Ini merupakan pemberitahuan buah-buahan.

tentang kondisi mereka yang menggunakan

sularrat-raularr ,r,,*, /a&r,,., ThrsrR[-MuNrRlrrrp 5

Akan tetapi, Al-Qur'an mencela mereka tertinggal di Madinah tidak ikut dalam
dan mengingatkan akal mereka, yaitu bahwa
Perang Tabuk, benci dengan jihad dan mem-
panasnya neraka yang akan menjadi tempat
mereka disebabkan tertinggalnya mereka bujuk teman-teman mereka untuk tidak
dari jihad melawan para musuh dan membela
beriihad. Akibatnya, mereka pantas men-
Islam, adalah jauh lebih panas daripada dapatkan neraka |ahannam. Dengan demi-
kian, apabila mereka bersenang-senang dan
panasnya musim panas di dunia. banyak tertawa sepanjang hidup mereka, itu

Kemudian, Allah SWT mengancam hanyalah sedikit karena kenikmatan dunia

mereka bahwa apabila mereka bersenang- hanyalah sedikit, sedangkan kesedihan dan

senang sebentar di dunia, hendaklah mereka tangisan mereka di akhirat akan banyak

kelak akan banyak menangis dan bersedih di karena di akhirat mereka akan mendapatkan
hukuman yang abadi, tidak pernah terputus
|ahannam. Mereka akan sedikit tertawa dan sama sekali. Hal ini disebabkan kemunafikan
banyak menangis sebagai balasan bagi apa
yang mereka lakukan ketika di dunia.
yang mereka lakukan.
LARANGAN BAGI ORANG-ORANG MUNAFIK
Ancaman ini tidaklah terbatas pada UNTUK BERJIHAD, LARANGAN MENSHALATI
MAYAT MEREKA DAN PERINGATAN AGAR
orang-orang munafik, tetapi mencakup para TIDAK TERTIPU OLEH HARTA DAN ANAK.
hamba saleh yang merasakan rasa takut ANAK MEREKA
yang sangat kuat dari Allah SWT. At-Tirmidzi

meriwayatkan bahwa Nabi saw bersabda,

#s p;ul)tAXl*uti

.a o$!5t JL €+i rt's Surah at-Taubah Ayat 83-85

-iJ ,4r

l. .. o2 2,, ., (s-:cj5l.r'?Y,t'otl \))) d5t Y;;w\t ru $YJI ii,\,{,2.' a$
.J-,an ,rv,

"Seandainya kalian tahu apa yang saya iKy'r:l; ;i W l:t's: A V", JI,

ketahui, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan @ alt'tbiA\b yr, ;;t\ 3i,
akan banyak menangis, dan niscaya kalian akan
pergi ke jalan-jalan memohon kepada Allah SWT A"* 4-;y gr ;9 {3'1s
An dai s ay a hany a s eb at ang p o tong y ang dip ot ong' !' fi Ssr$ e(
(HR at-Tirmidzi)
"1,
{;@ o3*! xAui$ri4'\v6
Hal ini bukan berarti tertawa ringan
ou#:)3"s\i\3$_G\',iSivrlv\t"i,
dilarang karena Allahlah yang membuat
orang tertawa dan menangis. Akan tetapi, 'i,LL>i3ffi-rgQ3,tr
banyak tertawa dan selalu melakukannya
hingga ia menjadi hal yang dominan pada "Maka jika Allah mengembalikanmu

seseorang, hal ini tercela dan dilarang. Inilah (Muhammad) kepada suatu golongan dari

yang dilakukan oleh orang-orang bodoh dan mereka (orang-orang munafik), kemudian mereka

pengangguran. Di dalam sebuah hadits di- meminta izin kepadamu untuk keluar (pergi
sebutkan bahwa banyak tertawa dapat me-
b erp erang), maka katakanlah,'Kamu tidak b oleh
matikan hati.
keluar bersamaku selama-lamanya dan tidak boleh
Kesimpulan: Orang-orang munafik telah
memerangi musuh bersamaku. Sesungguhnya
melakukan tiga pelanggaran berat, yaitu: kamu telah rela tidak pergi (berperang) sejak

semula. Karena itu duduklah (tinggallah) bersama Mufradaat Lu$hawfuah

orang-orang yang tidak ikut (berperang)." Dan 4t;., itl maka jika Allah mengem'
balikanmu dari Tabuk.{€ ytl, J} kepada
janganlah engkau (Muhammad) melalcsanakan
satu golongan orang-orang munafik yang
shalat untuk seseorang yang mati di antara tertinggal di Madinah. (q-,*,) yang tertinggal

mereka (orang-orang munafik), selama-lamanya terdiri dari para perempuan dan anak-anak.
dan janganlah engkau berdiri (mendoakan) di
atas kuburnya. Sesungguhnya mereka ingkar 4* e ('- r;h dan janganlah kamu berdiri
kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka mati
di kuburnya untuk mengubur atau untuk
dalam keadaan fasik Dan janganlah engkau
menziarahinya. Maksudnya, adalah larangan
(Muhammad) kagum terhadap harta dan anak-
berdiri di sisi kuburnya ketika penguburan
anak mereka. Sesungguhnya dengan itu Allah
atau untuk menziarahinya. (r""JD adalah tempat
hendak menyiksa mereka di dunia dan agar nyawa
mengubur mayat. {oryu} orang-orang kafir.
mereka melayang sedang mereka dalam keadaan 4:;;'Y keluar.

kafir." (at-Taabah: 83-85)

Qlraa'aat Sebab Turunnya Ayat (84)

,, -1 Imam Bukhari dan Imam Muslim me-
(l"r,t qr:,f:
Hamzah, al-Kisa'i, dan Khalaf membacanya riwayatkan dari Ibnu Umar r.a., dia mengatakan
bahwa, "Ketika Abdullah bin Ubay meninggal
6J V),tanpa harakat di atas hurufya. dunia, anaknya mendatangi Rasulullah saw.
dan meminta baju beliau untuk mengkafani
46:; d,:b, ayahnya, dan Rasulullah saw. pun memberi-
kannya. Kemudian dia juga meminta kepada
Ini adalah qiraat Hafsh. Sedangkan yang
beliau untuk menshalatinya. Dengan demi-
lain membacanya (ti q),tanpa harakat di
kian, Rasulullah saw. bangkit untuk pergi men-
atas hurufya.
shalatinya. Lalu Umar dengan serta merta
l'raab berdiri dan memegang baju beliau sembari
mengatakan bahwa, Wahai Rasulullah, apa-
(er; jy) huruf kaaf dalam kalimat ini kah Anda akan menshalatinya, sedangkan
Tuhanmu telah melarangmu untuk menshalati
manshuub oleh kata raja'a. Kata raia'a di
sini muto'addi (langsung masuk ke obyek). orang-orang munafik? Beliau menjawab,
Kata raja'a juga dapat bersifat laazim [tidak
"sesungguhnya Allah memberi pilihan
memerlukan obyek). fadi, dikatakan 16"ry dan
kepadaku, dan berfirman,
f.iL;y, seperti 1!i; dan f.ii;;, serta 1t4 dan 1i'.LI1,
yang termasuk dalam fi'il (kata kerja) yang "(Sama saja) engkau (Muhammad) me-
jumlahnya lebih dari delapan puluh kata. {.,u} mohonkan ampunan bagi mereka atau tidak
memohonkan ompunan bagi mereka." (at'
sifat bagi kata ahad (seorang). Penggunaan Taubah:80)
kata 1.,t ; dan 1r-,,iu; yang berup afi'il madhi (kata
kerja yang menunjukkan arti lampau) adalah Dan aku akan melakukannya lebih dari
berdasarkan sebab nuzul ayat dan waktu
turunnya larangan, sedangkan maknanya tujuh puluh kalil' Lalu Umar mengatakan
adalah untuk masa mendatang dengan mem- bahwa, "Sesungguhnya dia adalah seorang
perkirakan hal itu terjadi dan ada karena ia
munafik." Rasulullah saw. lalu menshalatinya.
memang pasti terjadi. (ttg.#1) alasan bagi
larangan. 4iiy zharf yang berkaitan dengan t #Lalu Allah menurunkan ayat, fi A; J2'{tY

larangan. 4* ?'f"ti -e

Setelah itu Rasulullah saw tidak lagi dengannya Allah memasukkan seribu orang ke

menshalati mayat mereka. Dan Umar r.a. dalam Islam."
memahami larangan tersebut dari firman
Ketika itu, orang-orang munafik tidak
Allah S\AIX,
pernah menjauh dari Abdullah, anak Abdullah
"(Sama saja) engkau (Muhammad) me- bin Ubay bin Salul. Di saat mereka melihatnya
mohonkan ampunon bagi mereka atau tidak
meminta baju dari Rasulullah saw dengan
memohonkan ampunan bagi mereka."(at-
berharap dapat memberikan manfaat kepada
Taubah:80) ayahnya dan beliau memberikannya, seribu

Menurutnya ini merupakan larangan orang dari mereka masuk Islam.

yang jelas yang turun sebelumnya. Atau dia Sabda Rasulullah saw., "Sesungguhnya
Allah memberi pilihan kepadaku'i cukup rumit.
memahami larangan tersebut dari firman Namun secara zahir; istighfar (permohonan
ampun) untuk orang-orang munafik yang
Allah S\MT,. diberikan pilihan kepada Rasulullah saw.,
hanyalah bersifat lisan saja, namun tidak
"Tidak pantos bagi Nobi dan orang-orang membawa manfaat apa-apa. Tujuan beliau
adalah untuk menghibur hati sebagian kerabat
yang beriman memohonkan ampunan (kepada
yang ditinggal mati olehnya.
Allah) bagi orang-orang Musyrik, sekalipun
Rasulullah saw. menshalatinya setelah
orang-orang itu kaum kerabat(nya)," (at- beliau tahu bahwa dia adalah orang kafir dan
mati dalam kondisi kafir, karena ketika beliau
Taubah: 113) diminta oleh anaknya untuk mengirimkan
baju yang telah menyentuh kulit beliau untuk
Karena ayat ini turun di Mekah, Dan hal ini dikubur dengan ayahnya. fadi, beliau menduga
bahwa dia telah beriman, karena kala itu
disebutkan dalam hadits Umar; Anas, fabir dan merupakan waktu bagi orang jahat untuk
yang lainnya. bertobat dan bagi orang kafir untuk beriman,

Dalam sebuah riwayat dari Ibnu Abbas, atau beliau menshalatinya berdasarkan

disebutkan, "Lalu Umar r.a, mengatakan pernyataan keislamannya yang tampak secara
bahwa kepada Rasulullah saw, "Mengapa
zahir.
Anda memberikan baju Anda kepada orang
kotor yang najis itu?"es Maka Rasulullah saw. Abu Ya'la dan yang lainnya meriwayatkan
dari Anas, bahwa Rasulullah saw. ingin men-
bersabda,
shalati Abdullah bin Ubay, lalu fibril me-
'";rt
uolctc !. rb An n Aer;'"oL megang baju beliau dan berkata, {jjf3} dan
411
,t+t, iut seterusnya.

cXy' a ifr ,;yr. Riwayat ini menunjukkan bahwa

"Sesungguhnya bajuku ini tidak dapat Rasulullah saw. tidak menshalati Abdullah bin

melindunginya dari Allah sama sekali. Semoga Ubay.

95 Ini menunjukkan salah satu keutamaan luar biasa yang Menyikapi sejumlah riwayat yang ber-
tentangan ini, sebagian ulama menguatkan
dimiliki Umar r.a.. Karena, wahyu turun sesuai dengan riwayat Imam Bukhari. Sebagian ulama yang
kata-katanya di dalam banyak ayat. Di antaranya adalah lain menggabungkan isi dari riwayat-riwayat
ayat tentang tebusan terhadap para tawanan Bada6, ayat

pengharaman khamx, ayat tentang pemindahan arah kiblat,
ayat perintah terhadap para istri Nabi saw. untuk memakai

hijab dan ayat ini. Oleh karena itu Nabi saw. bersabda

tentang Umat

V,'ut*talPi

"Seandainya aku tidak diutus menjadi nabi, pasti engkau
telah diutus menjadi nabi wahai Umar"

*tt'tot-*'"'^1"'o t ,,ilq, 1Eb,iri,, t""n"t-t"uo"n

tersebut dengan mengatakan bahwa maksud Kemudian, Allah memberikan alasan r:

dari shalat di dalam riwayat Umar dan Ibnu dan menjelaskan tentang sebab larangan itu l
Umar adalah doa, atau beliau baru ingin
menshalatinya, kemudian fibril mencegahnya. d e n ga n f i rm a n - Nya, $.';lu,#..,..*t) M aks u d nya, i
"Kalian memilih untuk tidak ikut bersamaku,
Persesuaian Ayat I
tertinggal tanpa alasan, menyampaikan
Ayat-ayat dari surah at-Taubah masih sumpah-sumpah palsu dan senang untuk
berbicara tentang kehinaan orang-orang
tidak ikut berperang, bahkan membujuk orang
munafik dan buruknya jalan mereka. Setelah lain untuk tertinggal dari jihad. fadi, duduklah
kalian untuk selamanya bersama orang-orang
menjelaskan tentang berbagai keburukan
mereka, Allah menjelaskan beberapa sikap yang tertinggal, yaitu orang-orang munafik
tegas terhadap mereka setelah Rasulullah
saw. kembali dari Perang Tabuk. Oleh karena yang tertinggal dari jihad, sebagaimana
itu, Allah SWT melarang mereka untuk pergi
dikatakan oleh Ibnu Abbas atau bersama para
berjihad bersama Nabi saw. dalam peperangan
perempuan, anak-anak dan orang-orang lemah,
yang Iain karena keikutsertaan mereka
sebagaimana yang dikatakan oleh al-Hasan al-
dalam berjihad hanya akan menimbulkan
kekacauan. Allah juga melarang Nabi-Nya Bashri. Akan tetapi Ibnu |arir berkomentar

untuk menshalati mayat-mayat mereka, tentang pendapat al-Hasan al-Bashri tersebut,

karena menshalati mayat adalah mendoakan, "lni tidak tepat karena bentuk plural untuk

memohonkan ampun dan memohonkan perempuan bukan dengan tambahan huruf
ya'dan hurufnun. Seandainya yang diinginkan
syafaat untuknya, sedangkan orang kafir tidak
berhak mendapatkan hal itu. Allah melarang adalah para perempuan, tentu Allah berfirman,
1;lt-;s.uit ,i ,a.r;it 'y ri,Jiu1. Ada juga pendapat yang
beliau tertipu dengan harta dan anak-anak mengatakan bahwa maknanya adalah, "Maka
mereka, atau menganggap bagus apa yang duduklah kalian bersama orang-orang yang

mereka miliki. Karena, semua itu bukan untuk jahat." Dan ini menunjukkan tidak bolehnya
membawa orang yang tidak mau menolong
kebaikan mereka, melainkan cara untuk
kaum Muslimin ke medan perang.
menyiksa mereka di dunia dan melalaikan
Firman Allah, 4f; ,lji\ maksudnya adalah
mereka dari akhirat.
ketika pergi ke Perang Tabuk. Intinya, ayat di
Tafsir dan Penjelasan atas memerintahkan agar mereka dihukum

Allah memerintahkan Rasul-Nya, jika dengan tidak boleh menyertai Nabi saw. untuk

beliau kembali dari Perang Tabuk dan ditemui selamanya. Hal ini sebagaimana firman Allah
oleh sejumlah orang munafik yang tidak ikut
berperang yang jumlahnya dua belas orang, SWT

seperti dikatakan Qatadah, lalu mereka "Katakanlah: "Kamu sekali-kali tidak

meminta izin kepada beliau untuk ikut dalam (boleh) mengikuti kamL" fal-Fath: 15)

peperangan yang lain, hendaknya beliau Kemudian, Allah SWT memerintahkan
Rasul-Nya untuk berlepas diri dari orang-
mengatakan kepada mereka sebagai bentuk
hukuman, "Kalian selamanya tidak akan keluar orang munafik tidak menshalati mayat
bersamaku dalam kondisi apa pun. Dan kalian
seorang pun dari mereka dan tidak berdiri di
selamanya tidak akan berperang melawan sisi kuburnya untuk memohonkan ampunan
atau mendoakannya, karena mereka kafir
musuh dalam kondisi epa pun." terhadap Allah dan Rasul-Nya, serta mati

dalam kondisi tersebut.

TAFSIR AI,-MUNIR JILID 5

Ini merupakan nash tentang larangan Mereka pun akan mati dalam kondisi kafir

menshalati orang-orang kafir. Ini merupakan di saat mereka sibuk menikmati berbagai

hukum yang bersifat umum bagi semua orang kenikmatan tersebut dan lalai dari kesudahan

yang diketahui kemunafikannya, walaupun berbagai perkara.

sebab nuzul ayat tersebut adalah pada Ayat ini telah disebutkan di dalam surah

Abdullah bin Ubay bin Salul, pimpinan orang- at-Taubah ini pada ayat 55 dengan adanya
perbedaan sedikit dalam beberapa kata,
orang munafik. yaitu: 1r.+;J,>,ir dengan <,Slgi y, pyir ,1"+;'vry
dengan cre) ,(Si{;'; ;tr';i; dengan r&-i ;ir,
Makna dari ayat di atas adalah, "Wahai dan 1qr3:r ,gt c> dengan.lrLrr 9;. Dari lafazh
sebelumnya, yaitu {Fi'i;i i;} aapat dipahami
Nabi, janganlah engkau menshalati satu orang
bahwa kesukaan mereka terhadap anak-anak
dari orang-orang munafik yang akan mati
mereka lebih besar daripada kesukaan mereka
nanti. fangan pula berdiri di sisi kuburnya saat terhadap harta. Adapun di sini, yaitu ayat 85,
dia dikubur atau untuk menziarahinya dengan tidak ada perbedaan antara kedua hal tersebut.

mendoakannya dan memohonkan ampun Faedah dari pengulangan ini adalah

untuknya." Bisa juga yang dimaksud dengan penegasan dan peringatan yang berulang-
ulang agar seseorang tidak disibukkan oleh
kubur di sini adalah prosesi penguburan harta dan anak-anak. Hal tersebut karena
kuatnya keterkaitan jiwa manusia dengan
sehingga maknanya, "Janganlah engkau me-
kedua hal tersebut, sehingga dengan demikian
lakukan penguburan terhadapnya."
dia tidak terhalangi dari mencari apa yang
Kemudian, Allah SWT menjelaskan sebab lebih utama, yaitu sibuk dengan akhirat, ini
merupakan peringatan dan larangan yang
dari larangan menshalati mayat orang munafik
jelas agar tidak terlena dengan harta dan anak-
dan berdiri di sisi kuburnya untuk mendoa-
anak.
kannya, dengan firman-Nya,(tri U t;S e+ly
Fiqih Kehidupan atau Hukum-Hukum
Artinya, karena mereka kafir terhadap wujud
Allah dan keesaan-Nya. Mereka juga meng- Ayat-ayat di atas mencakup sikap-sikap
ingkari pengutusan Nabi-Nya, karena, men- tegas yang diambil terhadap orang-orang
shalati mayat adalah memohonkan syafaat
munafik setelah tenggang waktu yang cukup
untuknya dan berdiri di sisi kuburnya adalah
lama yang diberikan kepada mereka dan setelah
memuliakan dan menghormatinya, sedangkan mereka disikapi secara zhahir sebagai orang-
orang Muslim. Sikap-sikap tegas tersebut ada
orang kafir tidak layak mendapatkan peng-
tiga, yaitu mereka dilarang pergi berjihad
hormatan dan pemuliaan.
bersama orang-orang Muslim, mayat mereka
43*6 i1;r;tb Maksudnya mereka mati tidak dishalati dan tidak boleh tertipu oleh
harta dan anak-anak yang mereka banggakan.
dalam kondisi keluar dari agama Islam, mem- Ketiga sikap tersebut menunjukkan bahwa
mereka adalah sekelompok orang kafir yang
bangkang dari hukum-hukumnya, dan me-
mengingkari Allah dan Rasul-Nya.
langgar batas-batas, perintah, dan larangan-
Adapun sikap pertama, maka ia hanya
nya.
dilakukan terhadap orang-orang munafik,
Kemudian, Allah melarang Rasul-Nya

menganggap baik sebagian penampilan orang-

orang munafik. Allah berfir-an,.#;i r+'ir}

{Jj;i; Artinya janganlah engkau menganggap

nikmat yang Kami berikan kepada mereka
berupa harta dan anak-anak sebagai hal
yang baik, karena Kami tidak menginginkan

kebaikan pada mereka, tetapi ingin menyiksa

mereka di dunia dengan berbagai bencana.

tl*.et-m'*'nl'r'os **,*,, - u lrli.., su'"n"'r"ub"h

karena, orang-orang yang tidak ikut berperang orang-orang Mukmin. Akan tetapi, kewajiban

dan menetap di Madinah ketika itu tidak menshalati mayat seorang Mukmin diambil

semuanya munafik, akan tetapi diantara dari hadits-hadits shahih, seperti hadits yang

mereka ada orang-orang yang mempunyai diriwayatkan Muslim dari fabir bin Abdullah,
uzur dan orang-orang yang tidak punya uzur.
Kemudian, Allah mengampuni dan menerima dia mengatakan bahwa, "Rasulullah saw.

tobat mereka, seperti tiga sahabat yang bersabda,

tertinggal dari peperangan. :J'v'*b t ty# ccv i 5i ci Ly

Sikap yang kedua, adalah tidak meng- vzi
anggap mereka sama sekali. Karena, men- ;idt :*,i:* tfr["--\1'*
shalati mayat dan berdiri di sisi kubur untuk
mendoakannya adalah penghormatan dan "sesungguhnya seorang saudara kalian telah
pemuliaan terhadapnya, sedangkan orang
meninggal dunia, maka shalatilah dia." Iabir bin
kafir tidak layak mendapatkan penghormatan Abdullah mengatakan bahwa, "Lalu kami bangkit
tersebut, Sikap ini jauh sekali dengansikapyang kemudian kami membuat dua shaf' Yang dimalcsud
dilakukan terhadap orang-orang yang beriman. beliau adalah raj a Naj asyi. (HR Muslim)
Terhadap mayat orang-orang Mukmin, Nabi
Dari Abu Hurairah r.a., bahwa Rasulullah
saw segera menshalatinya, karena shalat
saw. menyampaikan berita duka kepada orang-
beliau adalah syafaat dan ketenangan. Beliau orang ketika Najasyi meninggal dunia. Lalu
beliau pergi ke tempat shalat dan melakukan
juga memerintahkan orang-orang Mukmin
untuk mendoakan dan memintakan ampun shalat ghaib dengan empat kali takbir.
untuk mayat orang-orang Mukmin sebagai
Kaum Muslimin sepakat (berijma')
pemuliaan dan penghormatan.
bahwasanya mayat orang-orang Muslim tidak
Abu Dawud, al-Hakim dan al-Bazzar
boleh dibiarkan saja tanpa tidak dishalati.
meriwayatkan dari Utsman r.a., dia mengata- Hal ini sebagai sebuah amalan yang diwarisi
kan bahwa, "Rasulullah saw. setelah selesai dari Nabi saw, baik berupa sabda maupun
mengubur mayat, beliau berdiri di sisi kubur
perbuatan beliau.
lalu bersabda, Sebagian ulama juga memasukkan dalam

{'o'tl tir; ,ai,!1t tul q*\ UF*l kewajiban ini menghantarkan jenazah kaum

j:til. Muslimin. Dengan mafhum mukhaalafah atau
dalil khithab, dari ayat diatas dapat dipahami
"Mohonlah amPun untuk saudara kalian tentang disyari'atkannya berdiri di sisi kuburan
dan mohonkanlah keteguhan untuknya, karena orang Muslim hingga selesai dikuburkan. Hal
sesungguhnya saat ini dia sedang ditanya." (HR
Abu Dawud, al-Hakim, dan al-Bazzar) ini dilakukan oleh Nabi saw.. Beliau berdiri

Ayat di atas merupakan nash tentang di sisi kubur hingga mayat seseorang selesai
dikuburkan dan beliau mendoakan agar mayat
larangan untuk menshalati orang-orang kafir tersebut diberi keteguhan. Dan Ibnu az-Zubair
r.a., jika ada kerabatnya meninggal dunia, dia
dan larangan berdiri di sisi kuburnya saat terus berdiri di sisi kuburnya hingga selesai
prosesi penguburan juga larangan untuk
ikut menguburkannya. Di dalamnya tidak dikuburkan.
Di dalam Shahih Muslim juga disebutkan
ada dalil tentang perintah untuk menshalati
bahwa Amr bin al-Ash r.?., ketika akan

meninggal dunia mengatakan bahwa, "|ika

TAFSIRAL-MUNIRJITID 5

kalian selesai menguburkan saya, maka Mereka membawa keumuman makna
hadits ini pada shalat jenazah.
taburkanlah tanah di atas kuburku. Kemudian
tetaplah berada di sisi kuburku selama durasi f uga berdasarkan hadits yang diriwayatkan
orang menyembelih unta dan membagikan
dagingnya, agar saya merasa tenang dengan al-Bukhari dari Ibnu Abbas r.a., bahwa dia
keberadaan kalian dan saya dapat berfikir
tentang jawaban yang saya berikan kepada menshalati jenazah lalu membaca al-Faatihah
para utusan Tuhanku." dan dia mengatakan bahwa, 'Agar kalian tahu
bahwa ini adalah Sunnah (tuntunan Rasulullah
fumhur ulama berpendapat bahwa takbir
untuk dalam shalat jenazah adalah empat kali. saw.)."
Ad-Daruquthni meriwayatkan dari Ubay bin
Bagi imam, disunnahkan untuk berdiri di
Ka'b r.a., bahwa Rasulullah saw. bersabda, dekat kepala jenazah laki-laki dan di tengah-
tengah badan jenazah perempuan. Ini adalah
,\l!ji pendapat asy-Syafi'i, berdasarkan hadits

&.{'1 :i U e;; :tiui yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dari

"Ketika para malaikat menshalati Adam, Anas r.a., bahwa suatu ketika dia menshalati
mereka bertakbir emPat kali dan mengatakan
bahwa, "Ini adalah sunnah kalian wahai anak jenazah. Lalu, al-Ala' bin Ziyad bertanya,

cucu Adam." (HR ad-Daruquthuni) "Wahai Abu Hamzah, apakah Rasulullah saw
dahulu menshalati jenazah seperti shalatmu;
Menurut pendapat yang masyhur dalam bertakbir empat kali dan berdiri di sisi kepala

Madzhab Malik, di dalam shalat jenazah jenazah laki-laki dan di sisi tengah badan

tidak ada bacaan AI-Qur'an. Demikian juga perempuan?" Anas menjawab, " Ya."
dalam pendapat Abu Hanifah dan ats-Tsauri.
Imam Muslim meriwayatkan dari Samurah
Hal ini berdasarkan sabda Nabi saw yang
diriwayatkan oleh Abu Dawud dari Abu bin fundub, dia mengatakan bahwa, "Saya

Hurairah, bahwa beliau bersabda, melakukan shalat di belakang Nabi saw. ketika

*&rt beliau menshalati Ummu Ka'b yang meninggal
dunia ketika melahirkan. Ketika itu Rasulullah
"lika kalian menshalati mayat, maka ikhlas-
kanlah doa untuknya." (HR Abu Dawud) saw. berdiri di sisi tengah badannya.
Adapun sikap ketiga terhadap orang-
Adapun, asy-Syafi'i, Ahmad, Dawud dan
sejumlah ulama berpendapat bahwa di dalam orang munafik, sebagaimana ditunjukkan
shalat jenezah dibaca surah al-Faatihah. Hal oleh ayat di atas, adalah larangan tertipu oleh

ini berdasarkan sabda Nabi saw. yang di- harta dan anak-anak mereka, serta peringatan
untukyangkedua kalinya tentang hal tersebut,
riwayatkan oleh al-J amaa' ah (Ahmad, Bukhari,
Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, an-Nasa'i dan mengingat jiwa manusia sangat senang
Ibnu Majah) dari Ubadah bin Shamit,
dengan kedua hal tersebut. Hal ini juga untuk
.;6r g6,lrti :;"t,ria i membuat manusia agar menyibukkan dirinya

'Tidak sah shalat bagi orang yang tidak dengan sesuatu yang abadi dan meminta
ampunan dari Allah SWT. Disebutkannya
membaca al-Faatihah." (HR al-Jamaah) ayat ini setelah sebelumnya disebutkan ayat
yang serupa di dalam ayat 55, adalah untuk
menunjukkan penegasan dan kesungguhan

yang sangat di dalam peringatan tersebut Hal

ini sebagaimana Allah SWT juga menyebut-
kan dua kali firman-Nya di dalam surah an-

Nisaa',

'Alloh tidak akan mengampuni dosa syirik Adapun upaya untuk mengkompro-

(mempersekutukan Allah dengan sesuatu), don mikan antara ayat di atas dan hadits ini, ia
tidak lepas dari adanya pemaksaan yang
Dia mengampuni dosa selain itu bagi siapa tidak meyakinkan.
yang Dia kehendaki." (an-Nisaa'z lL6)

Kisah Tentang Hadits Shalat Nabi saw. PERMINTAAN IZIN PARA TOKOH MUNAFIK
Terhadap Abdullah bin Ubay UNTUK TIDAK IKUT BERJIHAD DAN
SEMANGAT ORANG.ORANG MUKMIN UNTUK
Sejumlah ulama, seperti Qadhi Abu Bakar BERJIHAD

al-Baqillani, Imam al-Haramain al-fuwaini Surah at-Taubah Ayat 86-89

dan Ghazali melemahkan kisah shalat Nabi to)t.l- , ta)
saw terhadap Abdullah bin Ubay, pemimpin
orang-orang munafik. Hal tersebut karena ia ,y+ 'JWai*)lLnAc-rt
bertentangan dengan zahir ayat dari beberapa \->JJ 3l1Iltrtlt!! l,r.,4rgi\,
n .1. , *,t),
aspek. lc -4,rj$t$jca fi-74, ).i,L,--.Dr,r.)r alt
I ,J )_
7. Ayat di atas turun ketika Nabi saw. pulang if3

dari Perang Tabuk, sedangkan Abdullah ;F-6ti4:tt'€4#'"iVtitWC-*lt
bin Ubay meninggal dunia pada tahun
A- .-ri-;1vvW3J ,5y:\tV#/ @y 6ffi;*fr;e43
setelahnya. ALAAJlJ)IY3*''*;..f*Bvjirvy9a4yY;uyt.iy;i,jo.la V,\

2. Protes yang dilakukan Umar r.a. dan ,t iti't:Gt g Oj,t{t A,#X_r'liit

kata-katanya terhadap Nabi saw., "Bukan "Dan apabila diturunkan suatu surah (yang

Tuhanmu telah melarangmu untuk memerintahkan kepada orang-orang munafik),

menshalatinya?" menunjukkan bahwa "Ber-imanlah kepada Allah dan berjihadlah
larangan menshalatinya ini lebih dahulu
bersama Rasul-Nya," niscaya orang-orang yang
daripada kematian Abdullah bin Ubay.
Ini bertentangan dengan perkataannya kaya dan ber-pengaruh di antara mereka meminta
setelah itu, yaitu, "Lalu Rasulullah saw. izin kepadamu (untuk tidakberjihad) dan mereka

menshalatinya." Kemudian Allah SWT me- mengatakan bahwa, "Biar-kanlah kami berada
bersama orang-orang yang duduk (tinggal di
nurunkan ayat, (rli as # fi Cb;p.i J;| ini rumah)." Mereka rela berada bersama orang-

sangat jelas bahwa ayat ini turun setelah orang yang tidak pergi berperang, dan hati mereka

beliau menshalatinya. telah ter-tutup, sehingga mereka tidak memahami
(kebahagiaan beriman dan berjihad). Tetapi Rasul
3. Sabda Nabi saw.,
dan orang-orang yang beriman bersama dia,
U-i- ittt i;y
(mereka) berjihad dengan harta dan jiwa. Mereka
"Sesungguhnya Allah telah memberi
itu memperoleh kebaikan- Mereka itulah orang-
pilihan kepadaku,"
orang yang beruntung. Allah telah menyediakan
bertentangan dengan makna ayat di
bagi mereka surga yang mengalir di bawahnya
atas, yaitu Allah tidak akan mengampuni
mereka karena kekafiran mereka. Dengan sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Itulah
demikian, kata ow di dalam ayat di atas
kemenangan yang agung." (at-Taubah: 86-89)
adalah untuk taswiyah [menyamakan
dua kondisi), bukan untuk memberi

pilihan.

l'raab yaitu setiap kali turun ayat yang mengandung
perintah untuk beriman dan berjihad, maka
r)(a+' 'aathif dan ma'thuuf. Kata (.;.rrrir) orang-orang yang kaya dan mampu dari me-
reka meminta izin untuk tidak ikut berjihad.
adalah bentuk plural dari kata 1i;Jt*;, karena
faa'ilah bentuk pluralnya adalah fawaa'il, Mereka mengatakan bahwa kepada Rasulullah
seperti qaatilah dan qawaatil, dhaaribah dan saw., "Biarkanlah kami berada bersama orang-
dhawaarib. Kata (.,:r4r| adalah untuk para
orang yang duduk." Artinya, biarkan kami
perempuan.
bersama orang-orang Iemah dan orang-orang
Balaaghah yang tidak mampu berperang.

(4'+ g.) di dalamnya terdapatisti'aorahe6 Tafslr dan Penjelasan

(majas metafora), karena para perempuan Di dalam ayat-ayat di atas Allah SWT
yang tetap berada di rumah setelah kepergian
mencela satu kelompok dan memuji kelompok
para laki-laki, diserupakan dengan al-
yang lain. Allah mencela orang-orang yang
khawaalif, yaitu tiang-tiang yang ada di bagian tidak ikut berjihad, padahal mereka mampu
untuk berangkat, memiliki harta, dan ber-
belakang rumah. Hal ini karena mereka lebih kecukupan, namun mereka meminta izin
kepada Rasulullah saw. untuk tetap berada di
sering berada di dalam rumah.
rumah.
Mufradaat LuShawlyyah
Setiap kali diturunkan surah, baik utuh
{rrr} sekelompok ayat di dalam Al-Qur'an. maupun sebagiannya, sebagaimana kata Al-
{Ji} artiny" 1rL;. 4-r;i', glrip orang-orang yang
Qur'an dan AI-Kitab digunakan untuk seluruh
berkecukupan, memiliki harta dan mampu
atau sebagian Al-Qur'an, yang di dalamnya
untuk berjihad. (uj!F tinggalkanlah kami.
{.,,r,uir} orang-orang yang tidak berperang. terdapat perintah untuk beriman dan seruan

{45r} bentuk plural dari kata khaalifah, untuk berjihad bersama Rasulullah saw.,

artinya para perempuan yang tertinggal di maka orang-orang yang terpandang, kaya dan
mampu untuk berjihad dengan harta dan jiwa
rumah-rumah.4l.,.* ,* *:b dan hati mereka meminta izin kepada beliau untuk tidak ikut
berjihad dengan mengatakan, "Tinggalkanlah
telah dikunci mati, sehingga ia tidak dapat kami bersama orang-orang yang tetap berada

tmideankermimema asheasmuai tkuebyaainkagn.ba{oru'.rr. '$p:ttlkqt)iF\ di rumah, yaitu para perempuan, anak-anak
kecil, orang-orang yang tidak mampu dan
dan mereka itulah orang yang memperoleh
orang-orang yang lemah."
kebaikan di dunia dan akhirat (;e[ir] orang-
Firman Allah SWI, {r}jl Ji} ini adalah
orang yang beruntung.
perintah untuk orang-orang Mukmin agar
Persesualan Ayat
Setelah menjelaskan bahwa orang-orang tetap beriman, dan untuk orang-orang

munafik menipu agar tertinggal dan tidak ikut munafik agar mulai beriman. Ayat lain yang
serupa adalah firman Allah SWT,
berjihad bersama Rasulullah saw., di dalam
ayat ini, Allah SWT menjelaskan hal lain, "Dan oreng-orang yang beriman mengqta-
kan bahwa, "Mengapa tidak ada suatu surah
96 Isti'arah adalah jenis majas dengan menggunaan suatu
(tentang perintah jihad) yang diturunkan?"
kata untuk menggantikan kata lain yang maknanya hakiki
dengan memanfaatkan keserupaan pada kedua kata Maka apabila ada suatu surah diturunkanyang
tersebut, atau kadang disebut dengan majas metafora, penj.

-IAFSTR AL-MUNrR IrrrD 5

jelas maksudnya dan di dalamnya tersebut kondisi mereka di dunia ini dan nasib mereka di
akhirat kelak. Yaitu bahwa Rasulullah saw. dan
(perintah) perong, engkau melihat orang- orang-orang Mukmin bersama beliau berjihad

orang yang di dalam hatinya ada penyakit akan dengan harta dan jiwa mereka fi sabilillah,

memandang kepadamu seperti pandangan dan menunaikan kewajiban mereka. Sehingga
orang yang pingsan karena takut mati. Tetapi mereka mendapatkan banyak kebaikan yang
itu lebih pontas bagi mereka." (Muhammad:
20) besar di dunia, seperti kemenangan dan

Dan ini merupakan bukti bagi sifat kekalahan orang-orang kafit dan di akhirat

pengecut, kehinaan dan kerendahan. kelak mereka akan mendapatkan kenikmatan
surga-surga Firdaus dan derajat-derajat yang
Penyebutan <",p, UriF di dalam ayat 86
tinggi. Dengan demikian, mereka mendapatkan
dari surah at-Taubah di atas, mengandung dua
dua kebahagiaan, yaitu kebahagiaan dunia dan
faedah Pertama, celaan terhadap mereka lebih kebahagiaan akhirat, berbeda dengan orang-
orang munafik yang tidak mendapatkan kedua
utama, karena mereka mampu untukpergi dan kebahagiaan tersebut.

berjihad. Kedua, Orang yang tidak punya harta Firman Allah SWT, (:* -., fur;i) bisa
dan tidak mampu untuk pergi berjihad tidak
perlu meminta izin, karena dia punya uzur. sebagai tafsir bagi kebaikan dan keber-

Mereka rela untuk tetap bersama orang- untungan dalam ayat di atas, bisa juga kebaikan

orang yang tidak berperang, yaitu para dan keberuntungan tersebut merupakan
perempuan. Tentu di dalam ungkapan ini
manfaat dunia, seperti kejayaan, kemuliaan,
terkandung pelecehan terhadap sifat laki-laki kemenangan dan banyaknya harta, sedang-
mereka dan menyerupakan mereka dengan kan surga di dalam potongan ayat ini adalah
para perempuan.
balasan di akhirat, (;1-J:fi cui| kemenangan
Sebab hal di atas adalah bahwa Allah yang besar ini adalah tingkatan dan derajat

telah mengunci hati mereka disebabkan oleh yang tinggi.

keengganan mereka dari berjihad di sabilillah Fiqlh Kehldupan atau Hukum-Hukum
dan pergi bersama Rasulullah saw.. fadi, hati
Ayat-ayat di atas menunjukkan bahwa
mereka tidak dapat menerima cahaya ilmu
dan petunjuh dan seakan-akan hati mereka para tokoh munafik yang mampu berjihad
telah dikunci. Akibatnya mereka tidak dapat dengan harta dan jiwa mereka, tidak ikut
berjihad bersama Nabi saw.. Mereka lebih
memahami perkara yang baik bagi diri senang dengan kehinaan dan kerendahan

mereka agar mereka lakukan, juga tidak dapat yaitu dengan menetap di rumah bersama

memahami apa yang buruk bagi mereka orang-orangyang tidak mampu pergi berjihad.
agar mereka jauhi. Mereka juga tidak dapat
Perbuatan mereka ini berkonsekuensi pada
memahami rahasia dari hikmah Allah di dalam dikuncinya hati mereka, sehingga mereka
perintah untuk berjihad.
tidak mampu membedakan antara kebaikan
Kemudian, AIIah SWT membandingkan dan keburukan, juga antara mashalat dan
madharat. Artinya, kondisi mereka di dunia
kondisi mereka dengan kondisi orang- adalah tidak ikut berjihad, dan kondisi mereka
di akhirat adalah tidak mendapatkan kebaikan
orang Mukmin. Dan dia menjelaskan pujian-
Nya kepada orang-orang Mukmin tersebut sama sekali.

dan kondisi mereka kelak di akhirat Allah

berfirman, 4a+\;t;\\"* ki;; ,{6 j;! 6)y

Maksudnya, Allah SWT menjelaskan tentang

ThrsrRAL-MUNrRJrLrD 5

Hasan al-Bashri mengatakan bahwa, "Kata sungguh-sungguh, yaitu dari kata'adzara fil

<&u ,a"trt, ungkapan yang menunjukkan amri, apabila dia tidak serius, tidak perhatian

bahwa kecenderungan hati pada kekafiran dan tidak sungguh-sungguh dalam urusan

telah sampai pada tingkat seakan-akan ia telah tersebut, atau dari kata i'tadzar4 artinya jika

mati dari keimanan." Menurut orang-orang memulai meminta uzur.
Hal ini artinya bahwa dalam tafsir ayat ini
Muktazilah, <6,ll'l adalah kata-kata yang me-
nunjukkan adanya tanda di dalam hati. terdapat dua pendapat:

Ayat-ayat di atas j uga menunj ukkan kondisi L. Dia benar dalam uzurnya. Maka kata al-
orang-orang Mukmin di dunia dan di akhirat.
Ketika di dunia mereka mengorbankan harta mu'adzdzir mempunyai makna mu'tadzir
dan iiwa demi mencari keridhaan Allah dan
demi mendekatkan diri kepada-Nya, dan ketika atal ma'dzuur. ladi artinya dia memang
di akhirat mereka mendapatkan kebaikan. Ini
artinya mereka mendapatkan kebaikan dunia memiliki uzur.
dan akhirat, mendapatkan surga, dan selamat
dari hukuman serta adzab.ltulah kemenangan 2. Dia tidak benar dalam uzurnya tersebut.
yang besar; yang tiada kemenangan lain selain
darinya. Ini merupakan derajatyang mulia dan Dia adalah orang yang meminta uzu4,
tingkatan yang tinggi. padahal sebenarnya dia tidak memiliki
uzur. Susunan kalimat ayat di atas, me-
KEMUNAFIKAN ORANG.ORANG ARAB BADUI
DAN PERMINTAAN IZIN MEREKA UNTUK nunjukkan bahwa mereka adalah orang-
TIDAK BERJIHAD orangyangtercela dan tidak memiliki uzur;

Surah at-Taubah Ayat 90 karena mereka datang untuk meminta

g$"G3"1<;'l:*lreti'r1a'I:r izin tidak ikut berperang. Seandainya

vK a'$,!#,+6Ag.rL mereka termasuk golongan orang-orang
yang lemah, orang-orang yang sakit dan
0p-a-r,;;a
orang-orang yang tidak mempunyai biaya
"Dan di antara orang-orang Arab Badui
untuk berperang, mereka tidak perlu
datang (kepada Nabi) mengemukakan alasan, agar
meminta izin. Dengan demikian, mereka
diberi izin (untuk tidak pergi berperang), sedang adalah orang-orang yang meminta izin
orang-orang yang mendustakan Allah dan Rasul- dengan alasan yang tidak benar. Hal ini
Ny a, duduk berdiam. Kelak orang- orang y ang kafir sebagaimana disebutkan dalam firman
di antara mereka akan ditimpa adzab yang pedih."
(at-Taubah:90) Allah SWT

Mufradaat Lu$hawlyyah "Mereka (orang-orang munafik yang

{i;*Jr} 1;5ary adalah orang yang berupaya ti d ak ikut b erp era ng) aka n meng emuka ka n
alasannya kepadamu ketika kamu telah
sekuat tenaga untuk meminta uzur dan dia kembali kepada mereke." (at-Taubah: 94)
benar dalam uzurnya itu, atau orangyangtidak
{:rr{'y mereka adalah orang-

orang Arab Badui penghuni pedalaman,

yaitu dari kabilah Asad dan Ghathfan.
Mereka meminta izin untuk tertinggal
dari peperangan dengan alasan [uzur)

mereka lelah dan memiliki banyak anak

yang harus diasuh. $t-;'it:t (-ir) mereka

menampakkan keimanan kepada Allah

dan Rasul-Nya secara dusta, atau mereka

mengaku-ngaku beriman. Dalam bahasa

Arab dikatakan 1lJ! ;-ir; apabila matanya orang-orang munafik dari kalangan Arab Badui

melihat sesuatu yang bukan sebenarnya. yang datang, namun tidak menyampaikan

Sebab Turunnya Ayat (94) alasan. Dengan ini, jelas bahwa mereka adalah
Adh-Dhahhak mengatakan bahwa, "Me-
para pendusta.
reka adalah orang-orang dari Amir bin ath-
Thufail yang datang menemui Rasulullah Kemudian, Allah mengancam mereka
saw, lalu mereka mengatakan bahwa, "Wahai
dengan adzab. Allah berfirman bahwa kelak
Rasulullah saw., sesungguh jika kami ber- orang-orang yang kafir di antara mereka itu
akan ditimpa adzabyangpedih di dunia dengan
perang bersamamu, maka orang-orang Arab dibunuh dan di akhirat akan dimasukkan ke
Badui dari Thayy akan menyerang keluarga
dan ternak kami." Rasulullah saw. menjawab, dalam neraka. Hal ini terjadi karena golongan
"Allah akan mencukupiku dengan orang-orang
selain kalian." yang pertama menyampaikan uzuryang tidak
benar dan golongan yang kedua tidak ikut
Diriwayatkan dari Mujahid, dia mengata- berperang lalu datang tanpa menyampaikan
kan bahwa, "Mereka adalah beberapa orang
dari Bani Ghifar atau Ghathfan yang menyam- uzur. Golongan kedua ini adalah orang-orang
yang mendustakan Allah dan Rasul-Nya dari
paikan alasan untuk tidak ikut berperang, kalangan munafik Arab Badui.

namun Allah SWT tidak menerima alasan me- Dengan demikian, ayat di atas dengan
reka. Dari Qatadah diriwayatkan bahwa me-
reka menyampaikan alasan yang dusta. kedua bagian dalam susunan kalimatnya
adalah tentang orang-orang munafik dari
Persesuaian Ayat kalangan Arab Badui, baik yang membuat-

Setelah menjelaskan kondisi orang-orang buat uzur palsu maupun yang tidak membuat-

munafik di Madinah, Allah lalu menjelaskan buat uzur dan tidak ikut berjihad. Kesudahan
kondisi orang-orang munafik dari kalangan
mereka adalah hukuman dan siksa yang berat
orang-orang Arab Badui (pedalaman).
di dunia dengan dibunuh, dan di akhirat
Tafsir dan PenJelasan
dengan dimasukkan ke dalam neraka. Di
Orang-orangArab Badui datang menemui dalam ayat di atas, Allah berfirman dengan
Nabi saw. untuk menyampaikan alasan atau
uzur dalam rangka meminta izin kepada beliau menggunakan kata, (orang-orang yang kafir
di antara mereka)'iyang menunjukkan makna
untuk tidak ikut berperangdi Perang Tabuk. tab'idh (sebagian), karena Dia mengetahui

Lalu Rasulullah saw. bersabda, bahwa sebagian dari mereka akan beriman

5&irt 6A4,€rqi ;irrt €y.ri it dan selamat dari hukuman dan siksa tersebut.

'Allah telah memberitahuku tentang kalian, Di antara para mufasir ada yang ber-
pendapat bahwa kelompok pertama yang
dan Dia akan membuatku tidak memerlukan disebutkan di dalam ayat di ataseT diampuni
dan alasan fuzur) mereka benar. Mereka
kalian." adalah orang-orang yang berasal dari

berbagai perkampungan Arab di sekitar

Madinah, atau mereka adalah Bani Asad dan

Orang-orang yang berdusta kepada Allah 97 Yaitu yang disebutkan dalam potongan ayat, "Dan datang

dan Rasul-Nya dengan pengakuan iman (kepada Nabi) orang-orang yang mengemukakan ,uzur,

mereka, tidak ikut berjihad. Mereka adalah yaitu orang-orang Arab Baduwi agar diberi izin bagi mereka

(untuk tidak berjihad)'i penj.

Ghathfan yang datang kepada Nabi saw. untuk PARA PEMILIK UZUR YANG DIBOLEHKAN
UNTUK TIDAK BERJIHAD
menyampaikan uzur kepada beliau karena
alasan lemah dan tidak mampu untuk pergi Surah at-Taubah Ayat 91-92
berjihad bersama beliau. Dalil pendapat ini
*$t*$:,A,F*s[1A\',FA
adalah bahwa setelah menyebutkan tentang c'i:ii+fii:$tff aiiiv5i,4.

mereka, Allah SWT berfirman, 'it:ti;* ,.ft r;rry '1;)WAv',W'u3":>,JtlP

{dr-l d\CkS#V!V<j;-f*u:i{y"1)fAii_{t!-i6u
Ketika Allah membedakan antara mereka
"Tidak ada dosa (karena tidak pergi ber-
dengan para pendusta, ini menunjukkan
perang) atas orang yang lemah, orang yang sakit
bahwa mereka bukanlah pendusta. Ibnu dan orang yang tidak memperoleh apa yang akan
mereka infakkan, apabila mereka berlaku ikhlas
Katsir menguatkan pendapat ini karena alasan
yang telah disebutkan tadi, sedangkan ar-Razi kepada Allah dan Rasul-Nya. Tidak ada alasan
apa pun untuk menyalahkan orang-orang yang
dan az-Zamakhsyari menguatkan pendapat
berbuat baik. Dan Allah Maha Pengampun, Maha
yang pertama berdasarkan susunan kalimat Penyayang dan tidak ada (pula dosa) atas orang-

di dalam ayat di atas karena mereka datang orang yang datang kepadamu (Muhammad),

untukmeminta izin, seandainya mereka benar- agar engkau memberi kendaraan kepada mereka,
benar memiliki uzul tentu mereka tidak perlu
meminta izin. lalu engkau mengatakan bahwa, Aku tidak

Flqlh Kehldupan atau Hukum-hukum memperoleh kendaraan untuk membawamu," lalu
mereka kembali, sedang mata mereka bercucuran
Ayat di atas menunjukkan kesudahan
air mata karena sedih, disebabkan mereka tidak
yang akan didapatkan orang-orang munafik memperoleh apa yang akan mereka infakkan
yang berdusta kepada Allah dan Rasul-Nya (untuk ikut berperang)." (at-Thubah: 9f -92)
dengan mengaku beriman dan orang-orang
l'raab
yang berdusta ketika menyampaikan uzur.
flr);biawabbagi kata {;lF.4li ; Lin -t$
Kesudahan mereka kelak adalah mendapatkan {.' haat bagi huruf kaldalam kata (!f} de-
ngan menyembunyikan kata <ii>.q,"., #ftb
siksa di neraka fahannam. Hal ini terjadi
{a:lrr kalimat ini dalam posisi nashab sebagai
karena mereka tidak beriman dan berdusta.
Karena kekafiran dan mengaku-ngaku ber- haal. {{'.,:r.r} huruf {r} sebagai penjelasan.
iman dengan lisan saja, kemudian diikuti
oleh kedustaan, merupakan perkara yang Huruf ini beserta kata yang mairur setelahnya
besar yang pelakunya pantas mendapatkan dalam posisi nashab sebagai tamyiiz. Makna

hukuman. kalimat {r1,,r "4 W(tY lebih mendalam di-
Adapun orang-orang yang benar-benar banding fika menggunakan kalimat <riX:' 4-)

memiliki uzuI, uzur mereka diterima. Mereka "Air matanya tumpah", karena, kalimat per-
adalah orang-orang yang memiliki uzur untuk
tidak ikut berjihad dan dimaafkan oleh Allah

SWT. Mereka ini akan dipaparkan oleh ayat

berikutnya, yaitu ayat,

"Tidak ada dosa (karena tidak pergi
berperang) atas orang yang lemah." (at-

Taubah: 91) dan seterusnya.

tama menunjukkan bahwa mata mereka telah dengan memberikan kelapangan terhadap

menumpahkan air mata. (fFF dalam bentuk mereka. (d;| 1j;ry dan 1if9 fsedih) adalah
nashab sebagai maf'uul liajlih atau sebagai
lawan dari kata <i/U @ahagia). Kata (jfD
h a a I atau s e b a ga i m o s h d a r b agifi' i I (kata ke rj a)
yang ditunjukkan oleh kalimat sebelumnya. e$bjuga berarti sulit dan tanah yang keras.
(Ur; 'liy artinya, karena mereka tidak men- {ii$ l:$ s sy r;ir dan tiada berdosa orang-

dapati. Kalimat ini terkait dengan kata (ti;p orang yang datang kepadamu agar kamu
memberi mereka kendaraan dan membawa
atau dengan kata (""-1,F mereka bersamamu untuk berjihad. Dan me-
reka adalah tujuh orang Anshar yang me-
Balaaghah nangis, yaitu Ma'qil bin YasaX, Shakhr bin
Khansa', Abdullah bin Ka'ab, Salim bin Umair;
4&*)::;i s t;y ,.it A;'{ry ,athafkepada kata Tsa'labah bin'Atamah, Abdullah bin Mughaffal
dan Ulayyah bin Zaid. Mereka mendatangi
{:i;t'} atau kepada kata (."-;lr} Ini adalah
Rasulullah saw. dan mengatakan bahwa,
'athaf sesuatu yang khusus kepada sesuatu
yang umum, sebagai bentuk perhatian kepada "Kami bernazar untuk berangkat perang. fadi,
bawalah kami dengan khuf-khuf yang tinggi
mereka. Ini adalah mubtada' yang di-athaf- dan sandal-sandal tambalan untuk berperang
bersamamu." Maka Rasulullah saw. bersabda,
kan kepada kalimat sebelumnya, namun tanpa "Saya tidak mempunyai unta untuk membawa
huruf waw.
kalian." Oleh karena itu, mereka pun berpaling
4,P i ttJ)t & q penyebutan kata sambil menangis. Satu pendapat mengatakan
(;;iy secara zhaahir yang semestinya
bahwa mereka adalah dari Bani Muqarrin dari
disebut dalam bentuk dhamiir menunjukkan Muzayyahah, yaitu Ma'qil, Suwaid, an-Nu'man,
Aqil dan Sinan, sedangkan yang ketujuh tidak
bahwa mereka adalah termasuk orang-orang
yang baik yang tidak mendapatkan teguran disebutkan namanya. Dan ini merupakan
karena tertinggal dari berperang.
pendapat jumhur (mayoritas) mulassir. Satu
Mufradaat LuShawlyyah pendapat lagi mengatakan bahwa mereka

(:d,F seperti para orang tua atau orang- adalah Abu Musa dan para rekannya.

orang yang sudah tua renta. Kata 1,u:try adalah Sebab Turunnya Ayat (91)
bentukplural dari kata 1.;;^itg, yaitu orangyang
Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Zaid
tidak kuat. Kata 641adalah bentuk plural dari bin Tsabit, dia mengatakan bahwa, "setelah

kata 1iJ1, seperti kata <i;l dan 1*,:;iy. {;;+ ,} saya menulis surah al-Bara'ah dan meletakkan

apa yang mereka nafkahkan untuk berjihad. pena di atas telinga saya, tiba-tiba kami di-
perintahkan untuk berperang. Lalu ketika
(e.) dosa karena tertinggal dan tidak ikut
berjihad. 4lr; y trG t;y\ apabila mereka Rasulullah saw. sedang menunggu turunnya
wahyu, tiba-tiba orangbuta mendatangi beliau
berlaku ikhlas kepada Allah dan Rasul-Nya dan bertanya, "Bagaimana dengan saya wahai

ketika mereka berada di rumah dan tidak ikut Rasulullah, sedangkan saya buta?" Lalu, turun

berjihad, yaitu dengan tidak menyebarkan ayat, (,r;;,kt & Ay

kekacauan, tidak melemahkan semangat kaum Adapun ayat, 4i; t st uit ,F Vy dan se-

Muslimin, dan dengan melakukan ketaatan. terusnya maka disebutkan tiga riwayattentang
;Ytidak ada jalan sedikit pun
4J14 -;r*:!t t sebab turunnya.

untuk menyalahkan orang-orang yang berbuat

baik. (l;FMaha Pengampun terhadap me-

reka, {i=-r} Maha Penyayang terhadap mereka

TAFSIRAL-MUNIRJITID 5

1. Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari sedang marah, maka beliau bersabda,

Ibnu Abbas r.a., dia mengatakan bahwa, 4'j, i v'-i li #i u bts
"Rasulullah saw. memerintahkan orang-
"Demi Allah aku tidak akan membawa
orang untuk berangkat berperang bersama kalian berperang dan aku tidak memiliki
beliau. Lalu, datang beberapa orang dari tunggangan untuk membawa kalianl'

sahabat beliau yang di antaranya adalah Persesualan Ayat
Abdullah bin Mughaffal al-Muzani. Lalu, Terdapat korelasi yang jelas antara ayat-
mereka mengatakan bahwa, "Wahai
Rasulullah, berilah kami tunggangan untuk ayat ini dengan ayat-ayat sebelumnya, yaitu
membawa kami berangkat berperang."
Rasulullah saw menjawab, "Demi Allah, setelah Allah SWT menyebutkan ancaman bagi
saya tidak mempunyai tunggangan untuk orang yang mencari-cari atau membuat-buat
uzur [alasan) untuk tidak berperang, padahal
membawa kalian." Lalu mereka pun pergi
dia tidak mempunyai alasan sama sekali,
sambil menangis. Mereka merasa sangat sehingga dalam ayat ini Allah menyebutkan
sedih karena tidak ikut berjihad, namun
mereka tidak mempunyai biaya dan tung- para pemilik alasan yang sesungguhnya. Allah
gangan untuk berangkat berjihad. Lalu, juga menjelaskan digugurkannya kewajiban
Allah menurunkan ayat yang memberi- jihad dari mereka.

kan uzur untuk mereka, (!pur;1 ait'y'lib Tafslr dan Penlelasan

dan seterusnya. Nama-nama para saha- Allah SWT menjelaskan di dalam ayat-

bat tersebut disebutkan di dalam al- ayat di atas tentang berbagai uzur yang dapat
diterima sebagai alasan untuk tidak ikut dalam
Mubhomaat (kitab tentang orang-orang peperangan. Allah menyebutkan tiga golongan
yang tidak dijelaskan namanya). Mereka pemilik uzur yang dibenarkan untuk tidak ber-
disebut dengan al-Bakkaa'iin (orang- jihad, yaitu orang-orang lemah, orang-orang
sakit dan orang-orang fakir.
orang yang gampang menangis).
Allah SWT berfirman yang artinya bahwa
2. Mujahid mengatakan bahwa, "Mereka orang-orang lemah, orang-orang sakit, dan
para fakir yang tidak mempunyai biaya untuk
adalah tiga orang bersaudara, laitu Ma'qil, berjihad, tidaklah berdosa dan tidak men-
dapatkan teguran jika tidak ikut berjihad. Hal
Suwaid, dan an-Nu'man bin Muqarrin. ini terjadi apabila mereka ikhlas kepada Allah
dan Rasul-Nya, yaitu ikhlas dalam beriman
Mereka meminta kepada Rasulullah saw. kepada Allah dan Rasul-Nya, yang terwujud
dalam ketaatan di saat sendirian dan di saat
agar membawa mereka berangkat ber- bersama orang lain, mengetahui yang hak,
perang. Ketika itu, mereka memakai khuf mencintai para wali-Nya, dan membenci para
musuh-Nya. Ikhlas terhadap umat dengan
khuf dari kulit yang sudah disamak dan menjaga maslahatnya yang tertinggi, yaitu
sandal-sandal tambalan. Lalu Rasulullah menyimpan rahasianya, mendorong me-
saw. menjawab, {4r $}iu:rrVy Ini adalah reka untuk melakukan kebaiikan, tidak me-
pendapat jumhur ulama.

3. al-Hasan al-Bashri mengatakan bahwa,
'Ayat ini turun pada Abu Musa al-Asy'ari
dan para rekannya. Mereka mendatangi

Rasulullah saw. dan meminta kepada

beliau agar memberi mereka tunggangan

sebagai kendaraan untuk berangkat

berperang. Namun, kedatangan mereka
bertepatan dengan kondisi beliau yang

nimbulkan kekacauan, tidak mengendurkan 4;;;lr *Lt:p artinya mereka tidak berdosa

semangat mereka, dan menghilangkan isu-isu jika tidak ikut berjihad dan tidak ada alasan
bohong atau yang tendensius. untuk menyalahkan mereka.

Imam Muslim meriwayatkan dari Tamim Ini merupakan nash yang bersifat umum,
ad-Dari bahwa Rasulullah saw. bersabda, mencakup semua orang yang melakukan
kebaikan dan kebajikan. Ini merupakan dasar
+ 'is r,r,r iy": yang diakui dalam syari'ah yang menetapkan
Kaidah al-ashlu baro'atudz-dzimmah atau al-
.Vv:';;"4:at *\: l.t4: y6: baraa'ah al-ashliyyah [secara hukum asal tidak
ada tanggungan atas seseorang) dan orang lain
'Agama adalah nasihat" para sahabat tidak mempunyai hak untuk menuntut jiwa

bertanya, "(Jntuk siapa wahai Rasulullah?" Beliau dan hartanya. Jadi, secara hukum asal jiwanya

menjawab, "Untuk Allah, Kitab-Nya, Rasul- tidak boleh dibunuh, hartanya tidak boleh
diambil, kecuali dengan alasan yang benar
Nya, juga untuk para pemimpin kaum Muslimin
serta untuk kaum Muslimin secara umum." (HR dan seseorang tidak dituntut melakukan suatu
Muslim) kewajiban kecuali dengan dalil yang berdiri
sendiri.
Nasihat untuk Allah dan Rasul-Nya adalah
keimanan yang ikhlas kepada keduanya, taat fadi, selama mereka memiliki uzur yang
diakui syari'at dan ikhlas kepada Allah dan
kepada keduanya, cinta dan benci karena Rasul-Nya, karena itu, mereka tidak berdosa.
keduanya. Nasihat untuk Kitab Allah adalah
membacanya, merenungi makna-maknanya, Allah Maha Pengampun, banyak memberi
dan mengamalkan kandungannya. Nasihat
ampunan kepada mereka dan kepada orang-
untuk para pemimpin kaum Muslimin adalah orang seperti mereka. Dia Maha Mengasihi
mendukung mereka, tidak menentang mereka,
sehingga tidak membebani mereka dengan
dan memberi nasihat kepada mereka jika
apa yang tidak mampu mereka kerjakan.
mereka melakukan kesahalan. Nasihat kepada
kaum Muslimin secara umum adalah memberi Adapun para pelaku maksiat dan orang-
orang munafih mereka tidak diampuni kecuali
mereka petunjuk kepada jalan yang benar jika bertobat, meninggalkan kemaksiatan, dan
dan berupaya menguatkan mereka. Kata 1!5r; kemunafikan yang merupakan sebab mereka

adalah amal yang bersih dari penipuan. mefidapatkan dosa.
Orang-orang yang lemah adalah semua
fuga tidak ada dosa bagi orang yang siap
orang yang tidak memiliki kemampuan untuk
untuk berperang, namun dia tidak mem-
berperang, seperti para orang tua, orang- punyai kendaraan untuk berangkat ber-
orang yang lumpuh, para perempuan, dan
perang atau tidak memiliki biaya untuk diri-
anak-anak. nya sendiri dan untuk keluarga yang dia

Orang-orang yang sakit adalah orang yang tinggalkan karena kefakirannya. Di antara
menderita penyakit menahun atau penyakit
orang-orang yang berada dalam kondisi ini
temporal yang tidak dapat berjihad, seperti adalah orang-orang Anshar yang menangis
orang yang sakit kronis, orang buta, pincang
sebagaimana disebutkan dalam ayat di atas.
dan orang-orang yang demam (mohmuum). atau orang-orang dari Bani Muqarrin dari

Orang-orang fakir adalah orang-orang Muzayyanah yang mendatangi Nabi saw. untuk
yang tidak memiliki biaya untuk berjihad mendapatkan tunggangan atau mendapatkan

dan tidak memiliki biaya untuk menghidupi bekal, ai4, dan biaya selama berperangsehingga

keluarga yang mereka tinggalkan.

mereka dapat pergi bersama beliau. Namun, "sungguh kalian meninggalkan seiumlah
beliau ketika itu tidak mempunyai tunggangan
untuk membawa mereka. Sehingga, mereka orang di Madinah. Setiap kali kalian mengeluarkan

pun meninggalkan majelis beliau dengan nafkah, melewati lembah dan mengalahkan

menangis tersedu-sedu karena sedih tidak musuh, maka mereka ikut mendapatkan pahala
mendapatkan kehormatan untuk berjihad dan
karena mereka tidak memiliki biaya untuk seperti kalian." Kemudian beliau membaca ayat,
'dan tidak ada (pula dosa) atas orang-orang yang
berjihad. datang kepadamu (Muhammad), agar engkau
memberi kendaraan kepada mereka, lalu engkau
Penggunaan lafazh (iliJy mencakup
mengatakan bahwa, 'Aku tidak memperoleh
seluruh bentuk sarana angkutan, sarana ber-
perang, dan sarana bertempur, baik yang lama kendaraan untuk membtwamu." (at-Taubah: 92)
(HR Ibnu Abi Hatim)
maupun yang modern,
Asal hadits ini terdapat di dalam Shahih
Ibnu Abbas r.a. mengatakan bahwa, Bukhari dan Shahih Muslim dari hadits Anas

"Mereka meminta kepada beliau untuk mem- r.a. bahwa Rasulullah saw bersabda,

bawa mereka dengan binatang tunggangan." tU i- is v)i W v vv$ *d\'bL
Muhammad bin Ishaq mengatakan bahwa
i++ :i$ t*d\ & uu .* €f;, it
tentang sebagian kisah Perang Tabuk, "Kemu-
. j*ir
dian beberapa laki-laki Muslim mendatangi
Rasulullah saw. dan mereka adalah orang- "sesungguhnya di Madinah terdapat satu

orang yang gampang menangis. Mereka ber- kaum. Setiap kali kalian melewati lembah dan
jumlah tujuh belas orang dari kalangan Anshar
melakukan perjalanan, maka mereka selalu ber-
dan yang lainnya dari Bani Amr bin Auf, sama kalian." PAra sahabat bertanya, 'Sedang-
kan mereka ada di Madinah?" Beliau menjawab,
yaitu Salim bin Umair; Ali bin Zaid Akhu Bani
"Mereka tertahan oleh uzur." Di dalam riwayat
Haritsah, Abu Laila Abdurrahman bin Ka'b
Akhu Bani Mazin bin an-Najjal Amr bin al- Ahmad dengan redaksi, ?At &-? "Mereka ter-

Hammambin al-famuhAkhu Bani Salamah dan tahan oleh sakit." (HR Bukhari dan Muslim)
Abdullah bin al-Mughaffal al-Muzani. Ada yang
mengatakan bahwa mereka adalah Abdullah Flqlh Kehldupan Dan Hukum-Hukum

bin Amr al-Muzani, Harami bin Abdullah Akhu Ayat-ayat di atas menunjukkan digugur-
kannya kewajiban jihad dari tiga golongan
Bani Waqif dan Iyadh bin Sariyah al-Fazari. pemilik uzur karena uzur mereka, yaitu dari
Mereka meminta kepada Rasulullah saw.
agar membawa mereka, dan mereka adalah orang-orang lemah, orang-orang yang sakit,

orang-orang yang miskin. Lalu Rasulullah saw. dan orang-orang fakir. Ayat-ayat tersebut

bersabda kepada mereka,'t;; *,sr;i u ti'iF juga menjelaskan bahwa tidak ada dosa bagi
golongan pemilik uzur tersebut jika tidak ikut
4 #rt434. 6\r:r. ii ti, 6'-':i,t berjihad. Mereka adalah orang-orang yang di-
ketahui uzurnya, seperti orang yang memiliki
Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari al- penyakit kronis, tua renta, buta dan pincang,
serta orang-orang yang tidak memiliki biaya.
Hasan al-Bashri, dia mengatakan bahwa,
fumhur ulama berpendapat bahwa orang
"Rasulullah saw. bersabda, yang tidak memiliki biaya untuk berperang
tidak wajib berjihad. Madzhab Maliki ber-
ii ,^p b #i v ,vbi *rru,tat'A

w€y* 'r,iit),, 3:c b #.i5 ,v)5
-r\t 4


Click to View FlipBook Version