The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by masjiddarussalam18, 2022-08-17 09:15:17

Tafsir Al-Munîr Jilid 5

Tafsir Al-Munîr Jilid 5

TAFSIRAL-MUNIRIILID 5 -I
j
l

meminta seorang pemuda yang kuat dan ;t*,i|Perkataan orang-orang kafif, {rJ^,J,1 t.:"ii,

tangguh dari setiap suku untuk membunuhnya menunjukkan bahwa penentangan mereka
dengan sekali pukul supaya darahnya tercecer terhadap Al-Qur'an hanyalah omong kosong
belaka, padahal sebenarnya mereka tidak
di seluruh suku sehingga dengan demikian mampu sebenarnya untuk menentangnya.
kaum Nabi yaitu Bani Hasyim tidak akan Ucapan belaka tidak ada gunanya ini adalah
bentuk kepongahan dan kebohongan. Ada
sanggup untuk memerangi seluruh suku itu.
Kemudian Nabi saw. memerintahkan Ali yang berpendapat bahwa mereka beranggapan
bahwa mereka mampu membuat yang sama
bin Abi Thalib untuk tidur di kasurnya. Nabi dengan Al-Qur'an sebagaimana halnya para
penyihir di masa Nabi Musa juga menganggap
saw. berdoa kepada Allah untuk menghilangkan
bahwa mereka bisa menandingi Musa. Namun,
jejaknya dari mereka. Allah SWT menutup ketika mereka coba mereka tidak mampu,lalu
dengan penuh congkak mereka berkata,
mata mereka. Nabi pun keluar dari rumahnya,
'Al-Qur'an ini tidak lain hanyolah dongeng
sementara para pemuda kafir itu terlelap. Nabi orang-orong terdahulu." (al-An'aam: 25) dan
saw menaburkan tanah di kepala mereka lalu di beberapa tempat lain.
ia berangkat. Ketika hari sudah pagi, keluarlah
Ali menemui mereka. Ali mengatakan bahwa Mengeluarkan ucapan seperti ini dan
di dalam rumah tidak ada siapa-siapa. Barulah
mereka sadar bahwa Rasulullah saw. sudah tuduhan yang tidak berdasar sebenarnya

pergi dan selamat. Kisah ini sangat terkenal menunjukkan sebuah kelemahan dan ketidak-
berdayaan serta keluguan seorang yang bodoh
dalam sirah.
dan awam. Di sisi lain, hal itu merupakan
Kesimpulannya, mereka berusaha untuk
menghancurkan dakwah Muhammad saw. sikap yang mudah diperolok-olokkan karena

Namun Allah membantunya dan menguat- kalau mereka memiliki dalil logika yang

kannya sehingga rencana mereka kandas dan dapat diterima dan kuat, tentu akan mereka

rencana Allah yang berlaku. ungkapkan.

Yang dimaksud dengan firman Allah, PERMINTAAN ORANG.ORANG MUSYRIK
(J.frat'; i,JtY meskipun sebenarnya tidak ada UNTUK DIDATANGKAN ADZAB TAPI MEREKA
TIDAK DIADZAB UNTUK MEMULIAKAN
kebaikan sama sekali dalam makar mereka NAB! SAT,V. DAN TENTANG KONDIST SHALAT
karena Dialah yang lebih kuat dan lebih tahu. MERET(A DI BAITUL HARAM

Hal ini untuk mengingatkan bahwa setiap Surah al-Anfaal Ayat 32-35

makar akan hancur dan gagal jika berhadapan trt+ b'gt_6 ril <rtLU ;iIr $ 6 3f

dengan rencana Allah SWT. Dalam ayat tersebut jlls <;'t3c,c*;t6
juga terdapat isyarat bahwa sikap orang-orang
4 Av"-\t:4Warv ;6.11, )ti't'i:tL vt @
kafir itu selalu saja menyakit Nabi saw dan (i ffi'oij,$-'i -:b H.rc&tte

orang-orang yang mengikuti ajarannya.

Sebagaimana Allah SWT menghancurkan

makar mereka terhadap diri Nabi saw., Allah

juga menghancurkan makar mereka terhadap

agama dan syari'atnya. Mereka mengklaim
bahwa Al-Qur'an hanyalah dongeng orang-
orang terdahulu. Allah bantah dengan me-

ngatakan bahwa Allah yang mengetahui segala

rahasia di langit dan di bumilah yang me-

nurunkan Al-Qur'an itu.

glir ;; <rs!w-;3;ttn\',b:,#'-gi ;tr l'raab

iiiAtrf,{qi'ot-'t'"aJ6a64yJ) 4orr iF Kalimat ini adalah khabar 6tG1,
sementara kata G) adalah dhamir fashal
*S;1eu:@cfr{;:Ut163
[kata ganti pemisah) antara sifat dan khabar
glt61f;;ii,lars:'lu$t,4t,a
menurut ulama bahasa dari Bashrah dan
t*ir.'--.>/-,lt-r*.-/o/"-.P2?t
'lmad dari kalangan ulama Kufah. Sementara
"Dan (ingatlah), ketika mereka (orang-orang kalau dibaca marfu', </> adalah mubtada',
sementara <orD adalah khabarnya.fumlah dari
musyrik) berkata, "Ya Allah, jika (Al-Qurhn) ini
mubtada' dan khabar dalam hal ini adalah
benar (wahyu) dari Engkau, makahujanilahkami khabar dari 1jr;. 4r;i;;iJi) kalimat ini dalam
dengan b atu dari langit, atau datangkanlah kep ada posisi sebagai haq. (ii,a. {iy fata ljiy dalam
kami adzab yang pedih! Tetapi Allah tidak akan
menghukum mereka, selama engkau (Muhammad) posisi nashab dengan memersepsikan huruf
jarryangdihilangkan , taqdiir-nya 1:i" p:*.l.ti t1.
berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula)
Ada yang mengatakan bahwa (ir) adalah
Allah akan menghukum mereka, sedang mereka
tambahan. Tapi pendapat yang pertama yang
(masih) memohon amPunan. Dan TnengaPa
lebih tepat.$ti*ei} Xrti-rt ini dalam posisi
Alhh tidak menghukum mereka padahal mereka
menghalang-halangi (orang) untuk (mendatangi) nashab sebagai haq dari dhamir yang terdapat

Masjidilharam dan mereka bukanlah orang' dalam kalimat {e.4}.
(;6-) Kata ini adalah khabar ljry yang
orang yang berhak menguasainya? Orang yang
berhak menguasai(nya), hanyalah orang-orang artinya siulan. Asalnya adalah 1rt(,;, namun,
yang bertakwa, tetapi kebanyakan mereka tidak karena huruf wawu-nya terletak di akhir dan
mengetahui. Dan shalat mereka di sekitarBaitullah
itu, tidak lain hanyalah siulan dan tepuk tangan. sebelumnya ada huruf alrl diubahlah huruf
Maka rasa-kanlah adzab disebabkan kekafiranmu
itu." (al-Anfaal : 32 -35) wawunya meniadi hamzah. {\rtY Artinya

Qlraa'aat adalah tepukan tangan. Asal katanya adalah

(ri'xrrY: 1o:"ri;; dari kata 1.rL; yang artinya terhalang.
Imam Nafi', Ibnu Katsir dan Abu Amr Lalu diubah huruf dal yang kedua menjadi
hurufya'. Namun, bisa jadi juga asalnya adalah
membacanya dengan mengganti hamzah yang
kedua meniadiya' dalam kondisi washal. {.sdlry yang berarti suara yang memantul, dan
ini berarti hurufya'-nya adalah asli.
4Grri):
Imam Warsy, as-Susi dan Hamzah dalam Balaaghah
kondisi waqaf membacanya dengan mengganti
4?.#t ;si $ #, y &\t :'C v:\ "shatat
hamzah kedua yang sukun menjadi ya' yang
mereka di dekat Baitullah itu tidok lain
sukun dan ber-ma dd 1':;-tir.
hanyalah siulan dan tepukan tangan..." Me-
(z-mb,
reka buat shalat mereka di dekat Baitullah
Imam Hamzah dan al-Kisa'i membacanya
dengan mengarahkan bunyi shadmenjadi bunyt dalam bentuk seperti itu yang menjadi bukti
zay {isymam). Sementara itu, imam-imam yang
lain membacanya dengan bunyi shod murni. ketidaktahuan mereka tentang arti ibadah

dan ketidaktahuan mereka akan keagungan

Baitullah. Mereka juga thawaf di Baitullah

dalam keadaan telanjang, baik laki-laki mau-

pun perempuan, sambil mengepalkan tangan

mereka, bersiul dan bertepuk tangan. Mereka

l

TAFSIRAL-MUNIR JILID 5

melakukan hal tersebut apabila Rasulullah Al-Qur'an itu adalah firman Tuhan semesta

saw. mulai membaca bacaan shalatnya untuk alam." Lalu ia berkata, "Ya Allah, jika ini adalah
mengacaukan bacaannya.
benar..." dst.
Mufradaat Lughawiyyah
Sebab turunnya ayat 33, Imam al-Bukhari
{rJ; jr i1} yang dibaca Muhammad ini. dan Muslim meriwayatkan dari Anas, ia ber-
{.r} ;} ia diturunkan oleh Allah. 4;ip yang kata, 'Abu fahal bin Hisyam berkata, "Ya Allah,

membuat pedih. Adzab itu diturunkan karena jika ini adalah benar dari sisi-Mu, turunkan
keingkaran mereka. Perkataan ini diucapkan pada kami hujan batu dari langit atau beri-
oleh Nadhar bin al-Harits dan orang-orang
kafir lainnya untuk berolok-olok dan memberi kanlah kami adzab yang pedih" maka turunlah

kesan pada orang lain bahwa ia memiliki ayat ini, (;i7,; .. H, *r; jr<;1|.iirrp dst.
pengetahuan tentang hal itu dan ia merasa
Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Ibnu
yakin tentang kebatilan Al-Qur'an. (-,..l+|F di-
Abbas, ia berkata, "Orang-orang musyrik ketika
sebabkan permintaan mereka itu. (,ia Jlj|
thawaf di Baitullah mereka mengucapkan,
karena kalau azab turun, maka ia akan menimpa dW o:W) Allah menurunkan ayat, rti tG sry
manusia secara rata, dan sebuah umat tidak 4#e dst. |adi istighfar itu meskipun diucap-
akan diadzab, kecuali setelah Nabi dan orang-
kan oleh orang durjana tetap bisa menolak
orang beriman keluar dari umat itu. jjlr irr r.;| sedikit bahaya dan keburukan.

[r;;t':. i, &J..,ketika mereka membaca dalam Kesimpulannya, terjadi perbedaan pen-

thawaf mereka, (irv;1'Ampunan-Mu ya Allah." dapat tentang siapa yang mengatakan,
(-*l' !6 i5y. Uulatrid dan Sa'id bin fubair ber-
$iit ,i'A. ii ,u r.;y dengan pedang (perang)
pendapat bahwa yang mengatakan hal itu
setelah engkau wahai Muhammad dan orang- adalah Nadhar bin al-Harits. Sementara itu,
orang yang lemah serta tertindas keluar dari Anas bin Malik sebagaimana yang diriwayat-
Mekah karena Allah juga telah mengadzab
mereka dalam Perang Badar dan yang lain. kan oleh al-Bukhari dan Muslim berpendapat
bahwa yang mengatakannya adalah Abu fahal.
43tl'r.;l;p menghalangi Nabi saw. dan kaum
Diriwayatkan bahwa Muawiyah berkata
Muslimin untuk thawaf di masjid Haram. kepada seorang laki-laki dari negeri Saba',
{j;E iy bahwa tidak ada pertolongan untuk 'Alangkah bodohnya kaummu ketika mereka

mereka. {;,<,} siulan. (i.:J;t\ tepukan tangan. mau saja menjadikan wanita sebagai raja me-
Artinya mereka jadikan hal itu sebagai shalat reka." Laki-laki itu membalas, "Bahkan kaum-
mu lebih bodoh dari kaumku ketika mereka
yang diperintahkan pada mereka.
berkata, (;,lr* rL irr c1,lturp dan seterusnya."
Sebab Turunnya Ayat Sebab turunnya ayat 35, 4{"t irr u;p

Sebab turunnya ayat 32, Ibnu farir ath- Al-Wahidi meriwayatkan dari Ibnu Umar, ia
Thabari meriwayatkan dari Sa'id bin fubair berkata, "Mereka thawaf di Baitullah sambil
mengenai firman Allah, "Dan ingatlah ketika bersiul dan bertepuk tangan, maka turunlah
mereka berkata, "Ya Allah..." dst, ia berkata,
'Ayat ini turun berkenaan dengan Nadhar bin ayat ini."81 Ibnu f arir ath-Thabari meriwayatkan
al-Harits ketika ia mengatakan, Ini tidak lain dari Sa'id bin fubair; ia berkata, "Orang-orang
Quraisy menganggu Nabi saw. dalam thawaf
hanyalah dongeng-dongeng orang terdahulu.
Nabi saw. berkata padanya, "Celakalah engkau, dan mengolok-olokkannya. Mereka bersiul

81 Asbabun Nuzulhal 135.

TAFSIRAL.MUNIR JILID 5

dan bertepuktangan. Oleh karena itu, turunlah memilih binasa daripada mengikutinya' Me-
reka juga mengolok-olokkan orang yang me-
ayat ini." ngatakan bahwa Al-Qur'an adalah haq. Itulah
puncak pengingkaran dan penentangan, dan
Persesuaian Ayat
itu disebabkan oleh kebodohan, pendustaan
Ayat-ayat ini berkaitan dengan ayat sebe- dan kesombongan mereka. Itu juga merupa-

lumnya yaitu pada firman Allah, {Gt-t a:s J,1!} kan satu contoh ketololan mereka ketika me-
reka meminta segera diturunkannya adzab
Setelah Allah SWT menceritakan tentang dan dicepatkan hukuman bagi mereka, seperti
makar orang-orang musyrik terhadap diri yang disebutkan dalam firman Allah SWT,

Nabi Muhammad sehingga ia terpaksa untuk "Dan mereka meminta kePadamu agar
hijrah, Allah kemudian menceritakan makar segera diturunkan adzab. Kqlau bukan karena
mereka terhadap agama Nabi Muhammad,
waktunya yang telah ditetapkan, niscaya
baik dalam bentuk klaim bahwa mereka
datang adzab kepada mereka, dan (adzob itu)
sanggup membuat sesuatu yang sama dengan pasti akan dotang kepada mereka dengan tiba-
Al-Qur'an maupun dengan mengatakan bahwa tiba, sedang mereka tidak menyadarinya." (al-
Al-Qur'an adalah dongeng orang-orang ter- 'Ankabuut:53)

dahulu yang biasa ditulis dalam buku-buku Dan juga dalam firman Allah SWT
kuno tanpa dikaji dan diteliti kebenarannya.
"Dan mereka berkata, "Ya Tuhan komi,
Tafslr dan Penielasan segerakanlah adzab yang diperuntukkan bagi
kami sebelum hari perhitungan." (Shaad: 16)
Ingatlah wahai Muhammad ketika orang-
Kemudian Allah SWT menjelaskan alasan
orang Quraisy berkata, "Ya Allah, jika Al- adzab untuk mereka ditangguhkan. Allah SWT
Qur'an ini memang benar diturunkan dari berfirman, (fur ir-ru;) dan seterusnya. Artinya,
sisi-Mu maka siksa kami dengan batu yang
melempari kami dari langit sebagaimana tidaklah menjadi sunnatullah, rahmat dan

Engkau menyiksa tentara gajah. Atau berikan hikmah-Nya untuk mengadzab mereka semen-
kami adzab yang pedih selain itu."
tara Rasul masih berada di antara mereka,
Ini informasi dari Allah tentang kekafiran
kaum Quraisy, kesombongan, kebangkangan karena Allah SWT mengutusnya adalah untuk
menjadi rahmat bagi semesta alam dan bukan
dan klaim batil mereka ketika mendengar untuk menjadi adzab atau kesengsaraan. Allah
SWT tidak akan pernah mengadzab suatu umat
ayat-ayat Allah dibacakan pada mereka bahwa selama nabinya masih berada bersamanya.
mereka berkata-sebagaimana telah dijelas-
Ibnu Abbas berkata, 'Allah tidak akan
kan di atas, {u Ji a;);ui!} bahwa Al-Qur'an
mengadzab penduduk sebuah negeri sampai
ini hanyalah dongeng orang-orang terdahulu Nabi saw. dan orang-orang beriman keluar

yang sudah pasti kebohongannya dan dibuat- dari negeri itu dan pindah ke tempat yang
buat. Kalau Al-Qur'an benari tentu Allah sudah diperintahkan pada mereka." Allah SWT
juga tidak akan memusnahkan mereka di
menurunkan hujan batu kepada kami atau
dunia sebagaimana yang dilakukan-Nya pada
menimpakan adzab yang pedihJ' beberapa umat terdahulu selama mereka ber-
Tujuan mereka adalah mengingkari bahwa istighfar. Siapa orang-orang yang beristighfar

Al-Qur'an benar diturunkan dari sisi Allah

SWT dan menegaskan bahwa mereka tidak
akan mengikutinya meskipun ia benar-benar
diturunkan dari sisi Allah SWT. Bahkan, mereka

yang dimaksud di sini? Ibnu Abbas mengata- Orang yang seperti ini sifatnya tidak

kan, "Mereka adalah orang-orang kafir. Ketika pantas menjadi pemegang kebijakan untuk
thawaf mereka membaca, 'Ampunan-Mu ya Masjidil Haram. Mereka orang-orang yang

Tuhan...". Istighfar itu, meskipun muncul dari suka membunuh dan berperang. Allah SWT
orang-orang durjana, tetapi tetap bisa menolak
pun membunuh dan mengadzab mereka
beberapa musibah dan keburukan. dalam Perang Badar ketika pemimpin-

Ada yang berpendapat bahwa istighfar pemimpin kafir itu terbunuh seperti Abu fahal,
yang dimaksud muncul dari kaum Muslimin para tentara mereka ditawan, dan Islam pun
yang tertindas yang berada di tengah-tengah
orang-orang kafir. Artinya, Allah tidak akan dimuliakan.

menyiksa mereka selama di antara mereka (i;Uii Urutb artinya orang-orang yang

ada kaum Muslimin yang selalu beristighfar. berhak mengatur kebijakannya. Mereka me-
ngatakan, "Kamilah para penguasa Masjidil
Ketika mereka (kaum Muslimin itu) telah
Haram. Kami berhak melarang masuk siapa
pergi Allah pun mengadzab mereka [orang- yang kami kehendaki dan mengizinkan orang
orang kafir) dalam Perang Badar dan mo-
mentum-momentum lainnya. Ada juga yang yang kami kehendaki." Allah SWT membantah

berpendapat bahwa istighfar yang dimaksud ucapan mereka itu dengan mengatakan bahwa
mereka tidak berhak menguasai dan meng-
di sini adalah Islam, artinya selama mereka
masih masuk Islam [maksudnya masih ada atur Masjidil Haram karena kemusyrikan

yang masuk Islam secara berangsur-angsur) dan permusuhan mereka terhadap Nabi saw..

atau mereka memiliki anak cucu yang beriman Orang-orang yang berhak menguasainya
dan beristighfar kepada Allah SWT.
hanyalah orang-orang yang bertakwa. fadi
Setelah Allah menafikan adzab pemus-
nahan dari mereka, Allah menyebutkan ada tidak setiap Muslim juga yang layak menguasai
kemungkinan lain yaitu kemungkinan mereka
dan mengatur Masjidil Haram itu. Yang berhak
diadzab dengan yang di bawah dari adzab
pemusnahan ketika ada faktor yang me- untuk itu adalah orangyangbaik dan bertakwa.

nyebabkannya dan tidak ada penghalang yang Apalagi orang kafir dan penyembah berhala.
membuatnya terjadi. Allah SWT berfirman,
4tW., lF F;pU"t *, hanya orang-orang
{&.,o y ;1 J u;} Artinya mengapa tidak
bertakwa saja yang berhak menguasai dan
mungkin Allah mengadzab mereka dengan mengatur Masjidil Haram karena merekalah

adzab yang lain? Apa yang menghalangi Allah yang aman dari adzab-Nya.
untuk menurunkan adzab yang lebih ringan
dari adzab pemusnahan ketika mereka meng- Kemudian, Allah SWT menjelaskan

halangi manusia untuk datang ke Masjidil sebab ketidaklayakan mereka untuk men-
Haram walaupun untuk beribadah? Mereka jadi penguasa atau pengurus Masjid Haram,

memang menghalangi seorang Muslim untuk yaitu bahwa shalat mereka di dekat Baitullah,
memasuki Masjidil Haram, bahkan mereka
mengusir Nabi saw. dan para sahabat dari taqarrub, dan ibadah mereka hanya berupa
dalamnya. |adi, mereka sesungguhnya layak
untuk diadzab Allah. Akan tetapi, hal itu tidak siulan dan tepuk tangan. Mereka tidak meng-
dilakukan Allah karena berkat adanya Nabi
saw. di tengah-tengah mereka. hargai Baitullah dan tidak mengagungkannya

sebagaimana layaknya. Ibnu Abbas berkata,

"Orang Quraisy biasa thawaf di Baitullah

dalam keadaan telanjang sambil bersiul dan

bertepuk tangan." Mujahid dan Sa'id bin fubair
mengatakan, "Mereka sengaja mengganggu

Nabi saw. ketika thawaf, mengolok-olokkan-
nya, bersiul dan mengacaukan thawaf dan

TAFSIRAI-MUNIR IITID

shalat Nabi saw." Hal ini juga diriwayatkan dari Nabi dan istighfar. Nabi saw. sudah pergi' Akan
tetapi istighfar tetap ada dan berlaku sampai
Muqatil. hari Kiamat."

Berdasarkan ucapan lbnu Abbas berarti Ayat tersebut juga menjelaskan bahwa
siulan dan tepuk tangan itu merupakan suatu istighfar merupakan jaminan keamanan dan
dari ibadah bagi mereka. Sementara ber-
keselamatan dari adzab. Keberadaan Nabi saw.
dasarkan pendapat Mujahid, Muqatil dan Sa'id
di antara mereka merupakan penghalang di-
bin Jubaic hal itu adalah untuk mengganggu turunkannya adzab-dan hal ini tidak khusus
untuk Nabi kita saw. saja-kecuali setelah
Nabi saw.. Ar-Razi berkata, "Pendapat pertama Rasul yang diutus pada mereka keluar dari
mereka, sebagaimana yang terjadi pada kaum
Iebih kuat berdasarkan firman Allah S\MT,
Nabi Hud, Shalih dan Luth.
4{"+i '{", ls;'Y Ayat tersebut juga menjelaskan layak dan
Oleh karena itu, rasakanlah olehmu pem-
berhaknya orang-orang kafir Quraisy men-
bunuhan dan penawanan dalam Perang Badar
disebabkan oleh kekafiran dan perbuatanmu dapat adzab di bawah adzab pemusnahan
yang tidak akan dilakukan kecuali orang-orang
kafir. Inilah adzab yang kalian minta' karena perbuatan-perbuatan keji yang mereka
lakukan. Namun, setiap sesuatu ada waktu
Flqih Kehldupan atau Hukum'Hukum
yang ditentukan. Allah mengadzab mereka
Ayat di atas menjelaskan betapa bodoh- dengan pembunuhan dan penawanan yang
nya orang-orang musyrik ketika mereka
minta untuk disegerakan turunnya adzab. terjadi terhadap mereka dalam Perang Badar
Ayat tersebut juga menjelaskan kemuliaan dan lain-lain.

dan keagungan Nabi saw. yang keberadaannya Kemudian, Allah SWT menjelaskan pe-
narikan kewenangan dan keberhakan orang-
di tengah-tengah suatu umat bisa menahan orang kafir untuk mengurus Masiidil Haram
karena kekafiran dan permusuhan mereka
turunnya adzab pemusnahan terhadap mereka terhadap Nabi saw., tidak adanya penghargaan
mereka terhadap Baitullah dengan cara ber-
atau disebabkan oleh istighfar yang dilakukan siul dan bertepuk tangan di dalamnya serta
thawaf yang mereka lakukan dalam keadaan
sebagian manusia baik ia kafir maupun telanjang, baik laki-laki maupun perempuan.

Mukmin. Al-Mada' menukil dari beberapa HII.ANGNYA PAHALA BERDERMA KARENA
MENGHALANGI ORANG DARI JALAN ALLAH
ulama, 'Ada seorang laki-laki Arab Badui di
masa Nabi saw. selalu berbuat maksiat dan tak Surah al-Anfaal AYat 36-37

pernah merasa malu melakukannya. Namun, ,y t^A-;4V\ 534.\fus$tLY

ketika Nabi saw. sudah wafat, ia memakai '3#-k'ff *'pry1q',JL ;A*i,";'>iilXK)1r2r,,',*i. 6(Wr)iJ..zrtit;\/-a,e Ei,)\t,JL,a
pakaian dari wol dan berhenti dari segala
kemaksiatannya. Ia bahkan menampakkan -<,i&- ly6,K atj)vV*c5A1i;,a*

ketaatan dan agama yang kuat. Ada yang ,,it'Jg) ;Elt o @t $'iA. ffi

berkata padanya, 'Andaikan kau lakukan

hal ini ketika Nabi saw. masih hidup tentu ia
akan sangat bergembira melihatmu." Ia ber-
kata, "Ketika aku masih punya dua jaminan
keamanan fdari adzab) Sekarang satu sudah
hilang dan masih tinggal satu. Allah SWT

berfirman, 4;.;t it#fr ut tt<sr\"

Ibnu Abbas berkata, 'Ada dua iaminan
keamanan yang ada di antara mereka yaitu

TATSTRAL-MUNrRrrLrD s

A'l;tfi L+f $4d;F",6. 4i; '*iY dikumpulkan-Nya secara tersusun

'3:jA?|$J'e sebagian di atas yang lain.

"Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu, Sebab Turunnya Ayat
menginfakkan harta mereka untuk menghalang-
halangi (orang) dari jalan Allah. Mereka akan Muhammad bin Ishaq berkata dalam

(terus) menginfakkan harta itu, kemudian mereka sebuah riwayat yang diterimanya dari az-Zuhri

akan menyesal sendiri, dan akhirnya mereka akan dan beberapa ulama yang lain, "setelah euraisy
kalah dalam Perang Badardan pulangke Mekah,
dikalahkan. Ke dalam neraka Jahannamlah orang-
Abdullah bin Abi Rabi'ah, Ikrimah bin Abu |ahal,
orang kafir itu akan dikumpulkan, agar Allah
Shafwan bin Umayyah dan beberapa orang
memisahkan (golongan) yang buruk dari yang
baik dan menjadikan (golongan) yang buruk itu pemuka Quraisy yang bapak dan anak-anak
sebagiannya di atas yang lain, lalu kesemuanya mereka terbunuh dalam Perang Badar datang

ditumpukkan-Nya, dan dimasukkan-Nya ke menghadap Abu SuSzan dan orang-orang yang

dalam neraka lahannam. Mereka itulah orang- memiliki barang dagangan bersama kafilah
Quraisy, lalu mereka berkata, "Wahai para
orang y ang rugi." (al- Anfail: 36-37) pemuka Quraisy, sesungguhnya Muhammad
telah menimbulkan banyak kerugian pada
Qlraa'aat kalian dan membunuh orang-orang terbaik
kalian bantulah kami dengan harta ini (harta
{"lF'
kafilah dagang yang selamat) untuk memerangi-
Imam Hamzah, al-Kisa'i dan Khalaf mem-
bacanya dengan (7-l), sementara imam-imam nya. Semoga saja kita bisa membalaskan den-
dam kita padanya." Mereka pun menyepakati
yang lain membacanya dengan 1i!;.
hal tersebut. Tentang merekalah fsebagaimana
Balaaglhah dinukil dari Ibnu Abbas) Allah SWT menurun-

(+ n ..",t'F ini merupakan kiasan kan ayat, $:i;,t;: &Ei "'ir!.f;rt J.ir,11) Artirrya,

untuk perbedaan antara Mukmin dan kafir. ayat ini turun berkenaan dengan harta mereka
Dalam kedua. Lafazh ini terdapat ath-thibaaq. yang dibelanjakan untuk Perang Uhud.

{;tirit , A*ib Digunakan lafazh isyarat yang Diriwayatkan juga dari Ibnu Abbas,

menunjukkan jauh [itu) pada kelompok yang Mujahid dan yang lain bahwa ayat tersebut
buruk untuk menjelaskan besarnya kerugian turun berkenaan dengan Abu Suffan tentang

mereka dan jauhnya mereka dari kasih sayang harta yang dibelanjakannya untuk kaum
Allah. musyrikin dalam Perang Badar; bantuan

Mufradaat Lughawlyyah yang diberikannya dalam perang Uhud untuk
memerangi Rasulullah saw..
((;;,-F;,4pr*eF,n;yiaejks;h4aliYar n,d,danarin,rprkaesrmbauepametdaeinhraumnngetirueNkkaamb. ei ;rs;eaLkwa|.
Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari al-
karena hilang dan lenyapnya apa yang mereka
Haqam bin Utaibah, ia berkata , "Ayat tersebut
maks u dkan . 4:' r)1. 6p a i a un ia . 4:, ;;r.y digi ri n g. turun berkenaan dengan Abu Suffan ketika ia
fata ini berhubungan dengan kata {rr(-} membelanjakan harta sebanyak empat puluh
(;;F uqiyah emas." Satuuqiyah sama dengan empat
puluh mitsqal emas, sementara satu mitsqal
artinya memisahkan dan membedakan. {.+'} adalah 4.25 gram.
orang yang kafir. {:p .f} seorang Mukmin.
Ibnu farir meriwayatkan dari lbnu Abzay
dan Sa'id bin fubair; keduanya berkata, ,Ayat

tersebut turun berkenaan dengan Abu Sufyan "Don harta kekayaannya dibinasakan, lalu
dia membolak-balikkan kedua telapak tongan-
ketika ia menyewa dua ribu orang budak nya (tanda menyesal) terhadap apo yang telah
dia belanjakan untuk itu, sedang pohon anggur
Habsyi ketika Perang Uhud untuk memerangi
Rasulullah saw, selain kalangan Arab Badui roboh bersama penyongganyo (para-para)
yang telah memenuhi seruannya." lalu dia berkata, "Betapa sekiranya dahulu
aku tidak mempersekutukan Tuhanku dengan
Muqatil dan al-Kalbi berkata,'Ayat tersebut s esu a tu pun." (al-Kahf: 42),

turun berkenaan dengan orang-orang yang karena hal itu sia-sia dan lenyap di jalan
setan, tidak membawa kepada kemenangan,
memberi makan para pasukan dalam Perang
Badac ketika jumlah mereka sebanyak dua bahkan sebaliknya berdampak pada kekalahan.
belas orang dari kalangan pemuka Quraisy."82 Mereka kalah dan merugi, sebagaimana firman

Persesuaian Ayat Allah SWT,

Setelah Allah SWT menjelaskan kondisi 'Allah SWT menetapkan, "Sungguh Aku
kaum musyrikin tentang ketaatan yang ber- kalahkan (mereka); Aku dan rasul-rasul-Ku..."
sifat fisik yaitu shalat dalam firman-Nya, "Den (al-Muiadilah: 21)

tidaklah shalat mereka di sekitar Baitullah Inilah adzab untuk mereka di dunia;
itu...'i Allah SWT kemudian menjelaskan
kehilangan harta dan kekalahan. Sementara
kondisi mereka dalam ketaatan yang bersifat
harta yaitu pembelanjaan harta mereka baik itu, adzab mereka di akhirat yaitu akan
dalam Perang Badar maupun Uhud.
digiring ke neraka |ahannam kalau mereka
Tafsir dan Penielasan terus berada dalam kekafiran, dan mati dalam
kekafiran, karena di antara mereka ada juga
{Vi ii' .i1| Kepada Allah dan Rasul- yang masuk Islam dan baik Islamnya.

Nya, harta mereka digunakan dengan tujuan Adapun kaum Muslimin, kalau mereka
untuk menghalangi manusia dari mengikuti membelanjakan harta mereka di jalan Allah
Muhammad saw yang merupakan jalan Allah yang akan dicapai boleh jadi kemenangan di
SWT. Ketika mereka membelanjakan harta dunia atau pahala di akhirat dan boleh jadi
mereka, akibat dari pembelanjaan harta yang kedua-duanya sekaligus, yaitu kebahagiaan

mereka gunakan untuk memerangi Nabi di dua kampung tersebut. Allah SWT telah

saw dan menghalangi manusia dari jalannya menetapkan kemenangan untuk orang-orang
beriman dan kekalahan untuk orang-orang
itu pada akhirnya adalah penyesalan dan kafic kehilangan harta, rasa penyesalan dan

kerugian. Seolah-olah zat harta itu berubah kepedihan dalam hati mereka untuk Allah
menjadi penyesalan. Artinya harta itu tidak
mewujudkan apa yang mereka inginkan. bedakan antara kelompok yang buruk dengan
kelompok yang baik, artinya antara orang kafir
Bahkan, harta itu berdampak sebaliknya, yaitu dan orang beriman. fadi, Allah SWT bedakan
penyesalan dan kerugian. antara orang-orang bahagia dengan orang-

82 Mereka adalah Abu Jahal bin Hisyam, Utbah dan Syaibah orang celaka Ialu Dia jadikan sebagiannya

putra Rabi'ah, Nabih dan Munabbih putra Hajjaj, Abu al- menumpuk-numpuk di atas yang lain di
Buhturi bin Hisyam, an-Nadhar bin al-Harits, Haqim bin
Hizam, Ubayy bin Khalaf, Zum>ah bin al-Aswad, al-Harits neraka Jahannam. Mereka itulah orang-orang
bin Amir bin Naufal, dan al-Abbas bin Abdul Muththalib. yang merugi di dunia dan akhirat.
Mereka semua adalah dari suku Quraisy. Masing-masing
mereka memberi makan setiap hari sebanyak sepuluh ekor
unta.

Fiqih Kehidupan atau Hukum-Hukum

Ayat-ayat tersebut menjelaskan beberapa Pernyataan ini ditujukan untuk orang-orang
hal:
yang kafir.

Pertama, orang-orang kafir tidak akan

mendapatkan apa-apa dari harta yang mereka AMPUNAN UNTUK ORANG.ORANG KAFIR
JIKA MEREKA MASUK ISLAM, DAN
belanjakan untuk menghalangi orang dari DIPERANGI JIKA MEREKATIDAK MASUK
jalan Allah. Artinya, menghalangi manusia ISLAM UNTUK MENGHINDARI FITNAH
DALAM AGAMA
dari dakwah Islam, kecuali penyesalan dan

kerugian di dunia dan adzab yang keras di

akhirat. Ini artinya larangan yang keras untuk

melakukan belanja seperti itu. Surah al-Anfaal Ayat 384O

Kedua, sesungguhnya kemenangan hanya ",3V4#)W-o\tfi4<;:r\

untuk orang-orang beriman, sementara #(41;t rH 33r w;4 bL3 "4)3
kekalahan dan kehinaan itu adalah untuk
<rK:',G <,trl{ & ;t*:SS W
orang-orang kafir. Orang-orang kafir di hari

Kiamat nanti akan digiring dalam kondisi hina
dan rendah ke neraka fahannam dan itulah

tempat kembali yang paling buruk. oki"q')l <,9 V{it ;)g'A,lL,-ijjt \

Ketiga, sesungguhnya pemberian keme- Ii.'p\;'At 5 yiatt {5 -,r_t fi

nangan untuk orang-orang kafir dan men- e*';yA\4[A;4
datangkan kekalahan kepada orang-orang
"Katakanlah kepada orang-orang yang kafir
kafir tujuannya adalah membedakan kelompok
itu (Abu Sufyan dan kawan-kawannya), "lika
yang jahat dari kalangan kafir dengan
mereka berhenti (dari kekafirannya), niscaya Allah
kelompok yang baik dari kalangan orang-
akan mengampuni dosa-dosa mereka yang telah
orang beriman lalu dijadikan kelompok yang
jahat itu sebagian di atas yang lain di neraka lalu; dan jika mereka kembali lagi (memerangi
fahannam kemudian ditumpuknya semua.
Nabi) sungguh, berlaku (kepada mereka) sunnah
fadi, firman Allah, {.;;f-} sehingga maknanya (Allah terhadap) orang-orang dahulu (dibinasa-

adalah mereka dikumpulkan untuk Allah SWT

bedakan antara kelompok yang jahat dengan kan)" Dan perangilah mereka itu sampai tidak ada

kelompok yang baik. lagi fitnah, dan agama hanya bagi Allah semata.
Jika mereka berhenti (dari kekafiran), maka se-
Ada yang berpendapat bahwa yang
sungguhnya Allah Maha Melihat apa yang mereka
dimaksud adalah membedakan belanja orang
yang kafir untuk memusuhi Nabi Muhammad kerjakan. Dan jika mereka berpaling maka

saw. dengan nafkah orang beriman dalam ketahuilah b ahw a s esungguhnya Allah p elindung-
memerangi orang-orang kafir seperti belanja
yang dilakukan oleh Abu Bakar dan Utsman mu. Dia adalah sebaik-baik pelindung dan sebaik-

b aik p enolong." (al-Anfaal: 38-40)

dalam menolong Rasulullah saw.. Kemudian, Qlraa'aat

Allah SWT himpun hal-hal yang buruk dan (/.=t at-\ f:
keji itu satu sama lain lalu dilemparkan-Nya
Akhir lafazh ini ditulis dengan huruf
ke dalam fahannam dan disiksa-Nya mereka
di dalamnya. ]adi, firman-Nya,(;;F berkaitan ta', tapi Imam Ibnu KatsiC Abu Amr dan al-

dengan firman-Nya, (t; W :':S i;p Kemu- Kisa'i ketika waqaf membacanya dengan ha'.

TATSIRAL-MUNIRJITID 5

Sementara imam-imam yang lain tetap waqaf kemuliaan yang besar untuk mereka, maka Dia
dengan huruf ta'.
berfirman, 4;;"'ott;,"rjn,I, ) dan seterusnya.

Mufndaat Lughawlyyah Tafsir dan Penlelasan
Katakanlah wahai Rasul, orang-orang kafir
saha4batttnfy"a.. yA.r;ti)nyyaa,itkuarAebnau Suffan dan para
mereka katakan- seperti Abu Suffan dan para sahabatnya itu jika
mereka berhenti dari kekafiran, penentangan,
lah hal ini, yaitu ((E iD dari kekafiran, me- dan permusuhan mereka terhadap Nabi saw.
dan kemudian masuk Islam dengan penuh
merangi Nabi saw. dan memusuhinya, dengan ketaatan dan tobat, Allah akan ampuni semua
yang berlalu dari mereka berupa kekafiran,
cara masuk ke dalam agama Islam. fadi
dosa dan kesalahan-kesalahan mereka se-
maksudnya bukan engkau (wahai Muhammad)
bagaimana diriwayatkan dalam hadits shahih
langsung berbicara dengan mereka. Karena dari Ibnu Mas'ud ra, bahwa Rasulullah saw.

kalau demikian tentu bunyi ayatnya adalah bersabda,

"Jika kalian berhenti niscaya dosa kalian ipiwt c_;rg-*r{-l ey-y' g;#i i

akan diampunkan...".4e i " $';t..} karena .i\ts J:3\\ yi ei-lt J;tti ui
perbuatan-perbuatan mereka. {;X"b dan
"Orang yang Islamnya bagus tidak akan
diampunkan. Fi'il ini adalah/i'il mudhari' yang dihukum terhadap apa yang dikerjakannnya

di-bfna' lil-majhul. Na'ib fa'il-nya adalah Allah selama lahiliyyah. Tapi siapa yanglslamnya buruk
maka ia akan dihukum atas aPa yang dikeriakan-
SWT. M{bu,hr*am,i[m] audn)tu. k(uml)e\mt e,r3angji;nya fmaksud- nya pertama dan terakhirl'

nya riJ) telah

jelas dan berlaku ketentuan Kami terhadap

orang-orang yang menentang para nabi yaitu

dihancurkan dan dimusnahkan, dan demikian

juga yang akan Kami lakukan terhadap mereka.

(,F v i) tiaat terdapat. (ii) tidak ada lagi
{{ #kemusyrikan.
uh,t1S;i\ hanya milik-Nya Dalam hadits yang shahih juga, Rasulullah
saw. bersabda,
dan tidak ada selain-Nya yang disembah, serta
4.W S\tv'xrAti itu v iJ':,'tt
semua agama yang lain akan musnah. (r;ijr ,if,)
"Islam itu menutup yang sebelumnya, dan
dari kekafiran. {1-i 3k u.;irr ,1fp maka Dia
tobat juga menutuP yang sebelumnya."
akan membalasi keislaman dan berhentinya

mereka dari kekafiran.

Persesualan Ayat Imam Muslim meriwayatkan dari Amru

Setelah Allah SWT menjelaskan shalat dan bin Ash, ia berkata,
ibadah orang-orang musyrikin yang bersifat
**'4t ,-b,g'4"ud)tq!)xt-L-Ut eiGlr airr .;;; at
fisik lainnya, ibadah mereka yang bersifat
harta, dan usaha mereka untuk menghalangi ,,ttL; ,'&t lli #
manusia dari jalan Allah serta peperangan
iti uiii ,il3 s,lsv liv ,,qx Li; ;t i4
yang mereka lancarkan terhadap Rasul-Nya
,iv ,J t|Y, bi ,it3 &;x $v :itt L.i:ti
dan orang-orang beriman, Allah kemudian
menuniukkan pada mereka jalan kebenaran, t* c+'a* 'ots v i&. a>*)' 'oi u- vi

memotivasi mereka untuk masuk Islam

dan membuka pintu rahmat yang luas serta

TAFSIRAL-MUNIRJILID 5

v(& 1*i.ll Hukumannya yaitu Allah SWT memerintahkan
\-J
-)ta \4* (t\{ u e;}t oti untuk memerangi mereka jika mereka tetap

.q3s ngotot. Dia berfirman, {"i tr'rE" ;; ;}'Strrb

"Ketika Allah SWT memasukkan keimanan artinya wahai kaum Muslimin perangilah
dengan sengit musuh-musuh kalian, orang-
ke dalam hatik.u, aku datang menemui Nabi saw. orang musyrik itu, sampai tak tersisa lagi

Aku berkata padanya, "Bentangkanlah tanganmu kemusyrikan di dunia ini selama-lamanya,

untuk aku baiat." Lalu ia membentangkan tangan- tidak ada yang disembah selain hanya Allah
S\MT, seorang Mukmin tidak lagi disiksa dalam
nya. Tapi aku menarik tanganku lagi. Ia ber- menjalankan agamanya dan ketauhidan murni
untuk Allah SWT serta diucapkan dengan
kata, 'Ada apa?" Aku berkata, 'Aku ingin mem- Iantang, "Tiada Tuhan selain Allah". Musnah-
lah semua agama kebatilan dan tidak tersisa
beri syarat." Ia berkata, 'Apa syaratmu?" Aku lagi kecuali agama Islam. Hal ini berlaku untuk

berkata, "Syaratnya Allah mengampunkan negeri Mekah dan jazirah Arab sekitarnya, ber-
dasarkan sabda Rasulullah saw. sebagaimana
dosaku." Ia berkata, "Tidakkah engkau tahu wahai yang diriwayatkan oleh al-Baihaqi dari hadits
Imam Malik dari az-Zuhri,
Amru bahwa lslam menghancurktn segala dosa
sebelumnya, hijrah juga menghancurkan dosa *";Jt y* g )A; i* i

sebelumnya, dan demikian juga haji menghancur- "Tidak boleh berkumpul dua agama di jazirah
Arab;'(HR al-Baihaqi)
kan dosa sebelumnya." (HR Muslim)
Imam ar-Razi mengatakan, "Tidak mung-
fika mereka kembali kepada kekafiran,
kin untuk ditafsirkan pada semua negeri,
menghalangi manusia dari jalan Allah, mem-
bangkang dan memerangi Nabi saw. [artinya karena kalau demikian yang dimaksud tentu
mereka tetap berada dalam kondisi mereka
tidak ada lagi kekafiran di dunia ini padahal
saat ini) akan diberlakukan pada mereka telah dilakukan berbagai peperangan yang

ketentuan-Ku yang senantiasa berlaku dalam diperintahkan oleh Allah SWT."83

menghancurkan dan membinasakan para Berarti tujuan dari peperangan adalah

pendusta terdahulu yang selalu mendustakan untuk memungkinkan terciptanya kebebasan
nabi-nabi-Ku dan bersekongkol untuk menen- dalam menentukan agama sehingga tidak ada
tang mereka sebagaimana yang terjadi pada seorang pun yang dipaksa untuk meninggalkan
kaum Quraisy dalam Perang Badar dan yang aqidah yang telah dipilihnya sebagaimana
Iainnya. Saat itu akan terbukti janji Allah yang firman Allah SWT,
mengatakan,
"Tidak ada kebebasan dalam ogame,
"Kami akan menolong rasul-rasul Kami dan sungguh telah jelas antara hidayah dan

orang-orong yang beriman dalam kehidupan kes e s a tan..." (al-Baqar alnz 256)
dunia dan pada hari tampilnyq para soksi (hari
Kiamat)" (al-Mu'min: 51) Kalau mereka berhenti dari kekafiran

Ini merupakan ancaman yang sangat keras dan memerangi kalian, berhenti jugalah me-

untuk sebuah adzab penghancuran kalau 83 Tafsir ar-Razi L5/L64.
mereka tidak juga meninggalkan kekafiran

dan kebangkangan.

Kemudian, Allah SWT menjelaskan hu-
kuman terhadap orang-orang kafir itu kalau
mereka kembali atau tetap berada dalam ke-

kafiran. Mereka diancam denganketentuanyang

telah berlaku untuk orang-orang terdahulu.

merangi mereka meskipun kalian tidak tahu di Palestina sekarang maupun negara-negara
apa yang ada dalam jiwa mereka karena se- lainnya yang sedang dizalimi atau diduduki.
sungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang
mereka kerjakan. Artinya, sesungguhnya Allah Flqih Kehidupan atau Hukum-Hukum
SWT Maha Mengetahui segala amalan mereka
Ayat yang pertama, 4\;F 4$ Yp mem-
dan Dia akan menghisab mereka sesuai dengan
buktikan karunia Allah yang besar dan di-
amalannya masing-masing.
bukanya pintu rahmat di hadapan orang-
Kalau mereka berpaling dan tidak mau
mendengar dakwah kalian dan tidak juga ber- orang kafir. fika mereka masuk Islam, niscaya
henti dari kekafiran, jangan terlalu pedulikan
mereka, dan ketahuilah bahwa Allah SWT Allah akan mengampuni kekafiran mereka
yang telah berlalu, dosa-dosa yang pernah
yang akan mengatur segala urusan kalian dan
menolong kalian. Orang yang Allah lindungi mereka lakukan, dan segala bentuk kelalaian
dan bantu tidak akan takut kepada apa pun. mereka dalam menunaikan kewajiban yang
seharusnya mereka tunaikan kepada Allah
Sesungguhnya Dia sebaik-baik pelindung
mereka. Mereka tidak akan dituntut untuk
dan penolong. Tidak akan sia-sia orang yang mengganti ibadah-ibadah yang bersifat fisik

menjadikan-Nya pelindung dan tidak akan dan harta tersebut dan mereka bisa memulai
lembaran baru yang bercahaya dengan Islam
kalah orang yang ditolong oleh Allah SWT. yang suci dan bersih. Hal ini berdasarkan sabda
Rasulullah saw. sebagaimana diriwayatkan
Akan tetapi, pertolongan Allah itu ber- oleh Ibnu Sa'ad dari Zubair dan dari Iubair bin
Muth'im,
gantung kepada dua hal yaitu adanya persiapan
materi dan moril untuk berjihad, sebagaimana .itu v {+ i>u,Vt
Allah SWT berfirman,
"lslam itu menutup (dosa-dosa) sebelumnya."
"Dan persiapkanlah untuk menghadapi (HR Ibnu Sa'ud)

mereka kekuatan apa saia yang kalian Imam Malik berkata, "Siapa yang men-
ceraikan istrinya ketika musyrik kemudian ia
sangg upi..." (al-Anfaal: 60)
masuk Islam, talaknya tidak terjadi. Siapa yang
Serta menolong agama Allah, menerapkan bersumpah kemudian masuk Islam maka ia
tidak melanggar sumpah [maksudnya ia tidak
syari'at-Nya serta memberlakukan hukum- berdosa dan tidak wajib membayar kaffarah
hukum-Nya, sebagaimana firman Allah SWT sumpah meskipun ia melanggar sumpahnya)
karena ia diampuni. fika ia berzina kemudian
"Wahai orong-orqng yang beriman, iika masuk Islam, atau memerkosa seorang wanita

kalian bantu Allah niscaya Dia akan membantu Muslimah kemudian masuk Islam maka
kalian dan akan mengukuhkan kaki kalian..."
gugurlah darinya hukum had.Tidak ada per-
fMuhammad:7) bedaan pendapat di kalangan ulama tentang
gugurnya apa yang dilakukan oleh seorang
Mengandalkan sifat sebagai Muslim kafir harbi ketika ia masih kafir di Darul Harb.
Namun, kalau ia masuk ke negeri kita [negeri
dalam ucapan tidak dalam perbuatan saja,
Islam) dengan jaminan keamanan lalu ia
mengharapkan bantuan dengan hal-hal yang
luar biasa atau dengan doa-doa semata tanpa menuduh seorang Muslim berbuat zina, di-
persiapan sama sekali dan mengamalkan sifat
keislaman yang sesungguhnya sebagaimana
para salafus shahih, hal tersebut tidak akan
mampu mewujudkan kemenangan yang di-
harapkan terhadap musuh-musuh Islam baik

berlakukan had kepadanya dan kalau ia men- "Dan Dialah yang menerima tobat dari
curi, dipotong tangannya. Begitu juga dengan
para hamba-Nya dan memaafkan segala
seorang dzimmi yang menuduh seorang
kej ahatan atau dosa..." (asy-Syuu raal. 2S).
Muslim berbuat zina maka ia akan dicambuk
delapan puluh kali. Kalau ia mencuri, dipotong Di samping itu, hukum-hukum syari'at
tangannya. Kalau ia membunuh, akan dibunuh.
Islam tidakbisa menggugurkan semua itu dari- didasarkan pada kondisi lahir karena sebuah
nya karena ia telah melanggar janji (jaminan
kaidah menyebutkan, "Kita hanya bisa menilai
keamanan yang diberikan padanya) ketika ia
secara lahir dan Allah yang mengetahui segala
kafir."
yang tak tampak."
Adapun seorang murtad yang masuk
Kalangan Hanafiyyah menjadikan ayat
Islam, dan ia meninggalkan banyak shalat, me-
lakukan beberapa tindak pidana, dan merusak ini sebagai dalil bahwa orang-orang kafir [di
saat mereka masih kafir) tidak diperintah
harta orang lain menurut Abu Hanifah dan
Malih "Sesuatu yang menjadi haq Allah gugur melakukan cabang-cabang syari'at. Dalilnya
namun, yang menjadi haq manusia tidak
gugur karena Allah SWT tidak membutuhkan adalah mereka tidak disiksa atas apapun yang

haq-Nya, sementara manusia membutuhkan mereka lakukan di waktu mereka kafir.
haqnya. Di samping itu, mewajbkan padanya
untuk mengganti semua ibadah tersebut ber- Sementara ayat, {a,i "'Ss t ; i+Vrb

tentangan dengan tekstual ayat." Dalam sebuah menjadi dalil terhadap wajibnya berperang

pendapat dari Imam Syafii, ia mengatakan, sampai hilang segala macam fitnah terhadap

"Semua haq tersebut mesti ia tunaikan, baik seorang Muslim dalam hal agamanya. Ayat ini
haq Allah maupun haq manusia, dengan alasan
semakin menegaskan kebebasan untuk me-
kalau haq manusia saja mesti ia tunaikan tentu
haq Allah lebih wajib lagi." milih aqidah dan agama. Adapun firman Allah

Kalau orang-orang kafir itu kembali me- 5WT, {g k ;Ut ;;r<jl ada yang mengatakan

merangi orang-orang Muslim, mereka mesti terbatas pada jazirah Arab saja sehingga tidak
diperangi. Menurut Imam ar-Razi, pendapat
yang kuat adalah bahwa tobat seorang yang boleh berkumpul dua agama di dalamnya
zindiq (atheis) tetap diterima, karena ayat
sebagaimana dijelaskan di atas, dan ada yang
ini, {\1;s ,:rJ J} mencakup seluruh bentuk
mengatakan bahwa tujuan secara teoretis dan
kekafiran, dan juga berdasarkan firman Allah
swT bukan realistis dari peperangan itu adalah

mengakhiri segala kekafiran di dunia ini. Hal

ini sebagaimana disebutkan Imam ar-Razi

hanya sebatas harapan, target dan tujuan, ka-

rena tidak setiap tujuan itu tercapai. fadi, baik
tercapai maupun tidak, peperangan adalah

untuk mewujudkan target ini meskipun secara

realitas hal itu tidak terwujud.

@

a*

$

fi

)

$
t

i

a,

e

(

t
)ll:
tI

(

t

.t

r'.

-T'{
I
I
II
{
I
;

:
:

i
I

i

l
I

I
I

TA}SIRAL-MUNIR JILID 5

SunnH AL-AITIFA,{I

MADANIYYAH, TUJUH PUTUH LIMAAYAT

TATA CARA PEMBAGIAN HARTA RAMPASAN Balaafhah
PERANG
;d" :"b Sifat nakirah dalam kata ini adalah

\,P e./

untuk menunj ukkan sedikit.

Surah al-Anfaal Ayat 41 ((+ .,G) yaitu Nabi saw. Disebutkan

)i,V'^* ilt56,i* a #g\ WY dengan lafazh hamba lalu disandarkan kepada

Allah sebagai bentuk pemuliaan.

6!tu_b*+.1v;iU },Atory
'6$nYuIi 17, i\,4%ly Mufradaat LuShawlyyah
,d, jL;y"^v
6l.sltt {F+} yang kamu dapatkan dari orang-

@3# orang kafir secara paksa. Ghanimah adalah

"Dan ketahuilah, sesungguhnya segala yang segala sesuatu yang diambil dari orang-orang
kamu peroleh sebagai rampasan perang, maka
kafir dalam peperangan secara paksa dan
seperlima untuk Allah, Rasul, kerabat Rasul, anak di dalamnya ada khumus [bagian seperlima
yatim, orang miskin dan ibnu sabil, (demikian) untuk Allah dan Rasul). Sementara itu, fay'

jika kamu beriman kepada Allah dan kepada adalah yang diambil dari musuh tanpa perang.
apa yang Kami turunkan kepada hamba Kami
(Muhammad) di hari Furqan, yaitu pada hari Artinya, dalam keadaan damai, seperti iizyah
(pajak) dan sepersepuluh dari hasil dagang
bertemunya dua pasukan. Allah Mahakuasa atas
segala sesuatu." (al-Anfaat 4f ) tidak ada khumus di dalamnya. Pembedaan

l'raab ini berdasarkan pada kebiasaan. Sebagian

$\,9,p :/ 'r;* ,fi '-r;'.;| Xata 1t:; adalah ulama mengatakan bahwa ghanimah adalah

\. yang diambil dari orang-orang kafir berupa

isim maushul berarti <+!\ yang, sementara harta bergerak, sementara fay' adalah tanah.
Adapun nafl adalah ghanimah yang didapat-
1$:iy adalah shilah maushul, dan 'a'id-nya
kan oleh seseorang sebelum dibagikan.
dihilangkan , taqdir-nya liiJ*1.
Qatadah mengatakan, "ghanimah dan fay'
4t y.i"Jy fatimat ini adalah khabar dari
adalah sama."
mubtada' yang dihilangkan, taqdir-nya adalah
Ada orang yang mengatakan bahwa ayat

ini me-nasakh-kan ayat dalam surah al-Hasyr

yang menjelaskan bahwa seluruh fay' adalah
untuk Allah, Rasulullah, karib-kerabat, anak

yatim, orang-orang miskin, dan ibnus sabil. "Mereke menanyakan kepadamu I

Sementara itu, ayat ini menjelaskan bahwa (Muhammad) tentang (pembagian) harta I
rampasan perang." (al-Anfaal: 1)
bagian mereka hanya seperlima. Namun,
yang lebih tepat adalah ghanimah dan fay' Dalam ayat tersebut Allah SWT men-
itu berbeda sehingga tidak perlu ada nasakh jelaskan bahwa hukum pembagian harta
dalam hal ini dan memang tidak dibutuhkan
karena nasokh hanya digunakan bila dibutuh- rampasan perang adalah hak Allah SWT yang
dibagikan oleh Rasulullah saw. sesuai dengan
kan saja. perintah Allah SWT. Dalam ayat ini, dirincikan
tentang hukum rampasan perang yang Allah
43 !.,ir6) Dia yang mengalokasikannya khususkan kehalalannya untuk umat ini. Harta

bagaimana yang dikehendaki-Nya. {j,ar +1j} rampasan perang itu dibagi lima. Seperlima
adalah kerabat Nabi saw. dari Bani Hasyim
dan Bani Muththalib.{;uJ6} anak-anak kaum diberikan kepada golongan yang disebutkan
dalam ayat, sementara empat perlima lagi
Muslimin yang bapaknya telah meninggal dan
adalah untuk para pasukan sebagaimana
mereka dalam keadaan miskin. (,^ul5p kaum
Muslimin yang membutuhkan. (.1J,r';F kaum dijelaskan oleh sunnah, |aitu dibagikan kepada
tentara yang berperang: satu bagian untuk
Muslimin yang berada dalam perjalanan dan pasukan infanteri, dua atau tiga bagian untuk
terpisah dari negerinya. fadi yang dimaksud pasukan berkuda, dengan dalil dijelaskannya
dengan bagian seperlima itu adalah hak Nabi bagian yang seperlima dan tidak dijelaskannya
saw. dan empat golongan yang disebutkan bagian yang sisanya dalam firman Allah S\MT,
tersebut sesuai dengan bagiannya masing-
"Sesungguhnya segala yang kamu peroleh
masing, yaitu setiap golongan ada bagian sebagai rampasan perang." (al-Anfaal: 41)
seperlima. {y,t l' r;-} Hari Perang Badar ketika
Al-Qurthubi mengatakan,'Allah SWT me-
Allah SWT membedakan antara yang hak dan nyandarkan ghanimah untuk para ghanimin
(orang-orang yang ikut serta dalam perangJ.
yang batil. (9"i, Ct'r;S kaum Muslimin dan Untuk bagian seperlimanya telah Dia tentu-
kaum kafir. (ili :,i ,y *lir';y Oia yang memiliki
kan untuk orang-orang yang Dia sebutkan
kekuasaan mutlak atas segala sesuatu, di dalam kitab-Nya. Namun, Dia tidak menjelas-
kan empat per lima bagian yang lain. Ini me-
antaranya adalah membantu kamu meskipun nuniukkan bahwa ghanimah itu adalah milik
jumlah kamu sedikit dan musuhmu banyak. para ghanimin, sebagaimana halnya Allah
SWT tidak menjelaskan tentang bagian dua
Persesualan Ayat pertiga dalam firman-Nya, "dan dia diwarisi
oleh kedua ibu-bapaknya saja, maka ibunya
Setelah Allah SWT memerintahkan kaum
mendapat sepertiga..." oleh karena itu, bagian
Muslimin untuk memerangi kaum kafir de- bapak adalah dua pertiga dengan kesepakatan
ngan firman-Nya, "dan perangilah mereka itu'i para ulama. Begitu juga halnya dengan empat
biasanya perang itu diikuti dengan diperoleh- perlima bagian ghanimah ini, ia menjadi milik
nya harta rampasan dari mereka, Allah SWT para ghanimin berdasarkan ijma ulama."l
kemudian menjelaskan hukum harta ram-
pasan perang tersebut. Ayat ini diturunkan r Tafsir al-Qurthubi B/3,13.

dalam Perang Badar. Saat itulah awal diwajib-
kannya pembagian harta rampasan perang.

Tafslr dan Penjelasan

Ayat ini merupakan rincian terhadap hu-

kum yang masih global di awal surah al-Anfaal,

TAFSIRAL-MUNIRJILID 5

Ghanimah sebagaimana dijelaskan di atas "Mereka tidak pernah meninggalkanku, baik
adalah harta kaum Musyrikin yang jatuh ke
di masa jahiliyyah maupun setelah Islam. Bani
tangan kaum Muslimin yang bersifat paksa
Hasyim dan Bani Muththalib itu merupakan satu
(perang dan sebagainya).
kesatuan." Lalu ia menggenggam iari-jemarinya
Golonganyangberhakmenerima ghanimah
(sebagai simbol untuk sebuah ikatan yang kuat).
sebagaimana disebutkan di dalam ayat adalah (HR Bukhari dan an-Nasa'i)

enam. Dari Abu al-Aliyah diriwayatkan bahwa Al-Bukhari mengatakan bahwa, "al-
Laits mengatakan bahwa, "Yuunus telah
bagian Allah diberikan untuk Ka'bah. Namun,
menyampaikan kepadaku [sebagai tambahan
pendapat ini dibantah karena memakmurkan atas riwayat di atas), "Nabi saw tidak memberi

dan membangun Baitullah adalah kewajiban bagian untuk Bani Abd Syams dan Bani Naufal

semua kaum Muslimin. Pendapat yang lebih sedikit pun." Ibnu Ishak mengatakan bahwa,
'Abd Syams, Hasyim dan Muththalib adalah
kuat dan masyhur atau yang disepakati
saudara seibu. Ibu mereka adalah Atikah
para ulama adalah bahwa khumus (bagian binti Murrah. Naufal adalah saudara mereka

sepelima) dari ghanimah itu dibagi kepada seayah." Nasa'i mengatakan bahwa, "Nabi saw.

lima bagian. Adapun Firman Allah, {l.:ji gp memberi bagian untuk karib-kerabat yaitu
Bani Hasyim dan Bani Muththalib, di antara
merupakan pembuka kalam untuk tabaruk
mereka ada yang kaya dan ada yang miskin."
(memperoleh keberkahan) dengan menyebut Rincian kisahnya sebagaimana diriwayat-

dan mengagungkan nama Allah, memulai kan Ibnu farir ath-Thabari dari fubair bin
segala sesuatu dengan nama-Nya dan Muth'im [yang berasal dari Bani Naufal),

menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya. Dia ia mengatakan bahwa, "Ketika Rasulullah

yang memutuskan apa yang dikehendaki-Nya saw. memberikan bagian karib-kerabat dari

dan milik-Nyalah dunia dan akhirat. Bagian Perang Khaibar kepada Bani Hasyim dan Bani

yang lima tersebut berikut ini. Muththalib, aku bersama Utsman bin Affan
(yang berasal dari Bani Abd Syams) datang
Pertama, bagian Rasulullah saw. yang di-
menemui Rasulullah saw.. Kami mengatakan
alokasikannya kepada apa yang dikehendaki- bahwa padanya, 'Wahai Rasulullah, mereka

Nya. Umar bin Abdul Aziz mengomentari saudara-saudaramu dari Bani Hasyim dan
kami tidak memungkiri kemuliaan mereka
firman Allah, {'-t !} maksudnya adalah fi
karena kemuliaan yang Allah berikan
sabilillah fdi jalan Allah SWT). Tentang hal ini
Ibnu al-Arabi berkomenta4 "lnilah pendapat padamu dan engkau berasal dari mereka.
Tapi bagaimana dengan saudara-saudara
yang sangat benar." kami Bani Muththalib, kenapa engkau beri
mereka dan tidak beri kami? (maksudnya
Kedua, bagian untuk karib-kerabat,
mereka berasal dari Bani Abd Syams dan Bani
maksudnya adalah kerabat Rasulullah saw.,
Naufal) Padahal kami dan mereka seharusnya
yaitu-menurut pendapat yang paling kuat-
sama derajatnya?' Rasulullah saw. bersabda,
Bani Hasyim dan Bani Muththalib, ini merupa-
"Mereka tidak pernah meninggalkanku, baik
kan pendapat Imam Syafi'i, Imam Ahmad dan
di masa jahiliyyah maupun setelah Islam.
ulama-ulama yang lain. Hal ini berdasarkan
Sebenarnya, Bani Hasyim dan Bani Muththalib
hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan

Nasa'i bahwa ketika Nabi saw. membagikan

bagian karib-kerabat kepada Bani Hasyim dan

Bani Abdul Muththalib, ia bersabda,

* Gy ,r ji etu,'+e il o t1-t
,V'-r/,JJi.,-,
L \

*tt,_ *t6

=-

sudah menjadi satu kesatuan." Kemudian, memberikannya pada sebagian golongan saja
ia juga bisa melakukannya."
Rasulullah saw. menggenggam jari-jemarinya
Sepertinya, Imam Malik dan kalangan
dan mengepalkannya kedua tangannya. Hal Malikiyyah berpendapat bahwa penyebutan
golongan-golongan ini hanya sebagai contoh
tersebut Nabi saw. katakan karena Bani Hasyim
dan Bani Muththalib juga menjadi korban dari saja dan termasuk dari yang disebut dengan a/-

pemboikotan di sudut Mekah sesuai dengan khaash urii da bihi al-' aam [penyebutan sesuatu

shahifah flembaran kesepakatan) yang ditulis yang spesifik, namun yang dimaksudkan

oleh suku Quraisy karena mereka [Bani adalah global, pent). Sementara itu, pendukung
pendapat sebelumnya cenderung mengatakan
Hasyim dan Bani Muththalib) melindungi Nabi
saw Sementara itu, Bani Abd Syams dan Bani bahwa ini masuk dalam kategori al-khaash
Naufal tidak ikut diboikot, Bani Umayyah bin uriida bihi al-khaash [penyebutan sesuatu
Abd Syams selalu berada dalam permusuhan
yang spesifik dan memang yang dimaksudkan
dengan Bani Hasyim baik di masa jahiliyyah adalah yang spesifik tersebut, pent).

maupun setelah Islam. Kalangan Malikiyyah berdalilkan dengan
beberapa hadits yang terdapat dalam sejarah,
Setelah Nabi saw. wafat, menurut Imam di antaranya berikut ini.

Syafi'i-pendapatnya ini sesuai dengan teks Pertoma, dalam hadits yang shahih,
ayat-bahwa ghanimah itu dibagi menjadi
lima bagian; satu bagian untuk Rasulullah dijelaskan bahwa Nabi saw. mengutus sebuah
sariyyah, ke arah Nejd. Dalam peristiwa ter-
saw. yang dialokasikan untuk kemaslahatan sebut mereka mendapatkan dua belas ekor
kaum Muslimin seperti persiapan untuk unta lalu mereka bagi seekor-seekor.
jihad, misalnya membeli senjata, kuda, dan
Kedua, Nabi saw. bersabda tentang para
sebagainya; satu bagian untuk karib-kerabat, tawanan Perang Badar;
baik mereka yang kaya maupun yang miskin,
yang dibagikan kepada mereka [Bani Hasyim i#;',ib q #t V A* j !'eatt 'os
dan Bani MuththalibJ dengan ketentuan bagian .o 5t
(->
laki-laki dua kali lipat bagian perempuan;
sisanya untuk tiga golongan yang lain yaitu "Seandainya Muth'im bin Adi masih hidup
anak yatim, orang-orang miskin dan ibnus dan ia melobiku tentang para tawanan busuk ini

sabil. tentu aku akan bebaskan mereka untuknya."

Imam Abu Hanifah mengatakan, "Bagian Ketiga, Nabi saw. pernah mengembalikan
Rasulullah saw setelah beliau wafat menjadi sabyu [para tawanan dari kaum perempuan)
gugur disebabkan ia telah wafat. Begitu juga
bagian karib-kerabat, mereka diberi karena suku Hawazin, sementara di dalamnya ada
kemiskinan mereka dan tidak diberikan ke-
pada orang-orang kaya di antara mereka. Ke- bagian khumus.

mudian khumus itu dibagi menjadi tiga bagian: Keempat, Nabi saw bersabda,
anak yatim, orang miskin, dan ibnus sabil."
#\$y i,Ag c6At I ut ;ul G. 4"
Imam Malik mengatakan bahwa, "Tentang
ev
khumus diserahkan pada kebijakan imam [pe-
'Aku tidak akan mengambil fay' (rampasan
mimpin) dan diserahkan pada Baitul maal. perang) yang telah Allah berikan pada kalian
Kalau sang imam ingin memberikannya pada
golongan-golongan yang disebutkan dalam

ayat, ia bisa melakukannya dan kalau ia ingin

TAFSIRAI"-MUNIR JITID 5

kecuali khumus, dan khumus itu pun juga akan jelasan tentang keberhakan, tentu Rasulullah
kembali pada kalian." saw. tidak memberikannya terkadang pada

Kelima, dalam hadits shahih Yang di- selain mereka.

riwayatkan dari Abdullah bin Mas'ud, ia Ketiga, anak yatim, yaitu anak-anak kaum

mengatakan bahwa, "Ketika Perang Hunain, Muslimin yang sudah wafat bapak mereka.
Nabi saw melebihkan beberapa orang dari
harta ghanimah. Ia memberi Aqra bin Habis Keempat, orang miskin, Yaitu kaum
seratus ekor unta, Uyaynah bin Hishn seratus
Muslimin yang membutuhkan.
ekor unta, dan ia juga memberikan secara
Kelima, ibnus sabil, yaitu orang-orang
lebih pada beberapa orang tokoh Arab. Tiba-
tiba ada seseorang mengatakan bahwa,'Demi yang melakukan perjalanan dan terputus dari

Allah, ini pembagian yang tidak adil,' atau keluarganya.
ia mengatakan, 'lni pembagian yang tidak
Kemudian Allah SWT berfirman,,',-i ri il}
mengharapkan ridha Allah.'Aku (Abdullah bin
Mas'ud) mengatakan bahwa dalam hati, Akan (ir., patuhilah tentang khumus dalam ghanimah

aku sampaikan pada Rasulullah saw.' Lalu yang telah Kami atur untukmu jika kamu

aku pun menyampaikan padanya hal tersebut memang beriman kepada Allah dan hari akhir
Rasulullah saw. pun bersabda, dan kepada wahyu yang diturunkan kepada
Rasul-Nya atau maknanya adalah ketahuilah
\b b Fv E:i a ,o; *i wt 7i
bahwa apa pun yang kamu peroleh dari
p rampasan perang, seperlima dari ghanimah

"Rahmat Allah untuk saudaraku Nabi Musa, diberikan kepada Iima golongan tersebut. Iadi,
ia pernah disakiti dengan hal yanglebih berat dari jangan kamu berharap pada yang seperlima
ini tapi ia sabAr." 2
itu. Puaslah dengan empat perlima sisanya
Imam Nasa'i meriwaYatkan dari Atha
jika kamu beriman kepada Allah dan ayatyang
bahwa ia mengatakan bahwa, "Khumus
diturunkan kepada Rasul-Nya di hari Badar
bagian Allah dan khumus bagian Rasul-Nya yaitu hari pembeda ketika Kami bedakan
adalah satu. Rasulullah saw menerimanya antara yang haq dan yang batil lalu Kami

Ialu memberikannya dan mengalokasikannya, tolong orang-orang beriman terhadap orang-
sebagaimana ia kehendaki serta mengelolanya orang kafir. Hal itu terjadi di hari bertemunya
bagaimana yang dikehendaki-Nya."
dua pasukan, yaitu pasukan Muslimin dan
Seluruh dalil ini menunjukkan bahwa pasukan kafi4 pada tanggal 17 Ramadhan

pembagian khumus diserahkan kepada imam yang merupakan peperangan pertama yang
[pemimpinJ dan penjelasan tentang alokasi
diikuti oleh Rasulullah saw Dan Allah SWT
di dalam ayat itu adalah penjelasan tentang Mahakuasa terhadap hal itu dan hal lainnya.

pengalokasian dan objeknya, bukan penjelasan Dia berkuasa untuk menolongmu ketika kamu
tentang keberhakan dan kepemilikan sebagai-
sedikit, tak ada satu pun yang menghalangi apa
mana disebutkan oleh al-Qurthubi. Kalau
pun yang Dia inginkan. Ia pasti akan menepati
seandainya penjelasan tersebut adalah pen-
janji-Nya pada Rasul-Nya.
2 Ahkam AI-Qur'ankarya Ibnu al-Arabi 2/845'
Yang dimaksudkan dari ayat tersebut
adalah peringatan keras untuk tidak me-

langgar ketentuan Allah kapan saja dan bukan

sekadar ilmu saja, melainkan ilmu yang di-
barengi dengan amal dan keyakinan serta

iman kepada Allah, Rasul dan segala yang di-
turunkan padanya dan juga iman terhadap hari

TAFSTRAL-MUNrR rtLtD 5

akhir. Semua itu merupakan faktor-faktoryang Ayat ini juga menjelaskan bahwa jika
melahirkan ilmu dan keyakinan bahwasanya
Allah yang berhak dan berkuasa melakukan kamu beriman pada Allah, terapkanlah hukum
apa saja. Dia juga yang berhak menyerahkan tentang pembagian ini. Ini berarti kalau tidak
diterapkan hukum pembagian ini, berarti tidak
masalah pembagian ghanimah itu kepada ada iman kepada Allah SWL Dalam ayat ini,
juga disebutkan bahwa hari Badar dinamakan
Rasul-Nya untuk dibagikannya bagian khumus juga hari/urqaan.

tersebut kepada golongan-golongan yang Ayat ini merupakan penjelasan terhadap
disebutkan dalam ayat karena kemenangan itu
ayat di awal surah al-Anfaal yang masih bersifat
datangnya hanya dari Allah dan Dia yang telah global. Ibnu Abdil Barr mengklaim bahwa ayat
membantu kamu dengan para malaikat. ini turun setelah ayat,

Jawab syorat dari ayat tersebut dapat "Mereka menanyakan kepadamu
dipahami dari kalimat yang disebutkan se-
belumnya, yaitu, "fika kamu beriman pada (Muhammad) tentang (pembagian) harta
Allah, amalkanlah, patuhilah dan serahkan- rampasan perang." (al-Anfaal: 1)

lah semuanya pada Allah tentang pembagian Dan bahwa empat perlima dari ghanimah
dibagikan kepada para ghanim.
ghanimah yang telah diberitahukan-Nya
Mayoritas para ulama mengatakan bahwa
padamu". Tidak digunakan kata (r,li;r| karena
yang dituju sesungguhnya adalah amal dan ayat ini dispesifikkan oleh tiga hal, yaitu
bukan sekadar ilmu dan keyakinan. |adi, kata
harta milik musuh yang terbunuh menjadi
{'#6} mengandung perintah untuk tunduk
milik pembunuhnya apabila hal itu sudah
dan menerima perintah Allah tentang masalah
ghanimah. diumumkan oleh imam (pemimpin) sebelum
peperangan dimulai. Demikian juga dengan
Flqih Kehldupan atau Hukum-Hukum para tawanan, keputusan ada sepenuhnya di
tangan imam tanpa ada perbedaan pendapat
Ayat ini ditujukan kepada kaum Muslimin para ulama dalam hal ini. Tanah atau daerah

laki-laki. Tidak ada perbedaan pendapat yang ditaklukkan juga demikian, ia tidak
dalam hal ini. Tidak ada kaitannya dengan masuk dalam keumuman ayat ini menurut
orang-orang kafir atau kaum perempuan.
pendapat mayoritas para ulama berdasarkan
Firman Allah dalam ayat ini ditujukan kepada khabar yang diriwayatkan oleh Abu Dawud
para pejuang atau pasukan Muslim. Ayat ini
menjelaskan bahwa seperlima dari ghanimah dari Umar bin Khaththab ra, ia mengatakan
bahwa, "Kalau tidak mengingat orang-orang
diberikan kepada lima golongan. Secara yang datang di kemudian hari tentu setiap

eksplisit (dilaalah dhimniyyah) ayat ini juga daerah yang ditaklukkan akan langsung aku
bagi sebagaimana Rasulullah saw. membagi
menunjukkan bahwa empat perlima bagian daerah Khaibar." Dengan demikian, yang
sisanya adalah milik para ghanim [pasukan dibagi hanya harta yang berpindah saja yaitu
yang ikut berperang). Ini dipahami dari tidak yang dapat dipindahkan dari satu tempat ke
disebutkannya secara tegas tentang alokasi tempatyang lain.
bagian empat per lima tersebut. Oleh karena
itu, bagian tersebut dibagikan kepada para Imam Syafi'i mengatakan bahwa, "setiap
harta ghanimah yang diperoleh dari ahlu daar
ghanim.3
al-harb [orang-orang kafir yang tinggal di
3 Ahkam Al-Qur'ankaryaal-lashshash 3/51.
negara non-lslam, pent), baik sedikit maupun

surahal-Anfaar rr+l{}. @ TATSIRAL-MUNIRIILID 5

banyak, baik berupa rumah, tanah, barang, dan Hawazin. Ketika mereka datang Rasulullah
sebagainya. Semua itu mesti dibagikan, kecuali saw. meminta kerelaan para sahabatnya untuk
melepaskan tawanan yang mereka miliki."
laki-laki yang sudah baligh. Untuk yang terakhir
Kalangan Hanafiyyah mengatakan bahwa,
ini seorang imam berhak memutuskan apakah "Mengenai tanah atau daerah, seorang imam
ia akan mengampuni atau membebaskan me-
reka, membunuh atau menjadikan mereka se- bisa memilih. Ia bisa membaginya atau mem-
bagai tawanan Perang." Ia berdalilkan dengan
biarkannya berada di tangan masyarakat
keumuman ayat di atas. Ia juga mengatakan
daerah tersebut dan menuniuk seorang
bahwa, "Tanah juga termasuk ke dalam harta khataj (pemungut pajak) untuk hasil tanah
ghanimah. Oleh karena itu, ia iuga waiib dibagi
sebagaimana halnya harta ghanimah yang lain. tersebut sehingga dengan demikian daerah
tersebut menjadi milik mereka, seperti halnya
Rasulullah saw sendiri telah membagi daerah daerah shulh [daerah yang diperoleh secara
Khaibar yang ditaklukkannya melalui Perang. damai, pent).

Seandainya boleh dikatakan bahwa dalam Adapun tentang salab, menurut pendapat
hal ini tanah atau daerah dikecualikan, tentu
Malik, Abu Hanifah, dan ats-Tsauri, bukan
juga boleh dan sah-sah saja kalau hal tersebut
dikatakan juga berlaku pada selain tanah atau hak si qaatil forang yang membunuh seorang
daerah. Kalau sudah demikian tentu hukum
yang terkandung dalam ayat ini menjadi tidak tentara musuh dalam peperangan, pent).
ada gunanya. Adapun ayat dalam surah al- Akan tetapi, statusnya sama dengan harta
Hasyr sebenarnya tidak bisa dijadikan sebagai
ghanimah, kecuali kalau sang pemimpin atau
huiiah atau dalil karena ayat tersebut ber- panglima Perang mengatakan, "Siapa yang
berhasil membunuh seorang tentara musuh,
bicara tentangfay) bukan ghanimah. Ayat,
ia yang berhak terhadap salab-nya (harta
"dan orang-orang yang datang sesudah
mereka (Muhajirin dan AnsharJ," (al-Hasyr: yang ada pada tentara musuh yang terbunuh
tersebut, pent)!'Dengan demikian, dalam hal
10) ini salab itu pun menjadi hak miliknya. Dengan
kata lain, sabda Nabi saw. di atas merupakan
Sebenarnya hanyalah Pembuka kata tasharruf fperbuatan atau perkataan) Nabi
dalam bentuk doa untuk orang-orang yang saw. dalam koridornya sebagai seorang pe-
lebih dahulu beriman dari mereka, tak lebih mimpin (imamah) dan tokoh politik fsiyasah),
dari itu. Sementara itu, yang dilakukan oleh sehingga pemberlakuan sabda tersebut mem-

Umar bin Khaththab dengan mewakafkan butuhkan izin yang baru dari seorang pe-

daerah yang ditaklukkan, mungkin saja daerah mimpin [di setiap masa).
yang diwakafkannya itu adalah/ay'atau boleh Imam al-Laits, al'Awza'i, syafi'i, dan yang

iadi ghanimah. Namun, ia telah meminta lain berpendapat bahwa salab menjadi milik

kerelaan para pemiliknya dan mereka pun me- si qaatil dalam kondisi apa pun, baik ada

relakannya sehingga ia mewakafkan daerah pengumuman dari imam fpemimpin) maupun
tidak. Namun, menurut pendapat syafi'i, si
tersebut dan tidak butuh kepada persetujuan qaatil baru berhak terhadap sa/ab tersebut

siapa pun. farir meriwayatkan bahwa Umar kalau ia membunuh seorang musuh yang
telah meminta persetujuan dan kerelaan
dari para pemilik tanah di daerah tersebut' datang menghadangnya dan bukan musuh
Begitu juga yang dilakukan oleh Rasulullah yang lari darinya. Dengan kata lain, menurut
saw. terhadap tawanan perempuan dari suku
pendapat ini, sabda Nabi saw. tersebut muncul

dari beliau dalam sifat penyampaian wahyu

-IAFSIRAr--MUNIR IItIp 5 rfl( -1--r surah al-Anfaat

atau dalam koridor beliau sebagai seorang Namun, beberapa ulama mengatakan ia bukan

Nabi sehingga ia tidak membutuhkan izin dari solab.

seorang penguasa atau pemimpin sama sekali. Dalam Al-Qur'an, tidak ada ayat yang me-
nunjukkan tentang keutamaan pasukan ber-
Menurut pendapat Imam syafi'i, sa/ab kuda dari pasukan pejalan kaki. Oleh karena

tidak dibagi lima, berdasarkan hadits yang itu, para ulama berbeda pendapat tentang
hal itu. Mayoritas para ulama mengatakan
diriwayatkan oleh Abu Dawud dari Auf bin
bahwa pasukan berkuda mendapat dua bagian
Malik al-Asyjai dan Khalid bin Walid bahwa
dari ghanimah, sementara pasukan jalan
Rasulullah saw. menetapkan bahwa salab
itu menjadi milik si qaatil dan tidak dibagi kaki mendapat satu bagian. Inilah pendapat
yang benar karena beban yang ditanggung
menjadi lima. Sementara itu, mayoritas ulama
dan besarnya manfaat yang ditimbulkan oleh
berpendapat bahwa salab tidak diberikan pasukan berkuda. Dalilnya adalah hadits
yang diriwayatkan oleh al-Bukhari dari Ibnu
kepada siqaatil, kecuali setelah ia memberikan Umar bahwa Rasulullah saw. memberikan
dua bagian untuk kuda dan satu bagian untuk
bukti bahwa ia memang telah membunuh se- pemiliknya.

orang musuh. Kebanyakan ulama tersebut Menurut pendapat Malik dan Syafi'i,

mengatakan bahwa seorang saksi saja sudah bagian tersebut tidak diberikan kepada lebih
dari satu kuda karena peperangan itu dilaku-
cukup berdasarkan hadits Abu Qatadah. kan di atas satu ekor kuda, sementara yang
lebih dari itu hanyalah tambahan (yang tidak
Namun, ada juga yang berpendapat -dan ini penting). Sementara Abu Hanifah mengatakan,
adalah pendapat tetap diberikan kepada lebih dari seekor kuda
syafi'i- mesti ada dua orang karena semakin dibutuhkan dan lebih banyak

saksi, atau seorang saksi ditambah dengan manfaatnya.

sumpah, karena Nabi saw. memberikan salab Yang membuat seorang tentara berhak
mendapatkan bagian adalah hadir dan berada
kepada Abu Qatadah atas persaksian dari al- di medan perang untuk memenangkan kaum
Aswad bin Khuzai dan Abdullah bin Unais. Muslimin, berdasarkan perkataan Umar;

Imam al-Awzai dan al-Laits mengatakan salab "Ghanimah itu hanya untuk orang yang

diberikan kepada si qaatil langsung setelah ikut serta dalam peperangan." Rasulullah

ia mengatakan telah membunuh seorang saw. juga tidak pernah memberikan bagian
ghanimah untuk orang yang tidak hadir dalam
musuh. Persaksian tidak menjadi syarat dalam
peperangan sama sekali kecuali di saat perang
hal ini karena Nabi saw. memberikan pada Khaibar. Saat itu, Rasulullah saw. memberikan

Abu Qatadah salab musuh yang dibunuhnya bagian untuk orang-orang yang ikut serta
dalam Perjanjian Hudaibiyah, baik mereka
tanpa saksi atau sumpah. Menurut madzhab
yang ikut serta dalam Perang Khaibar maupun
Malikiyyah, hal tersebut tidak membutuhkan
yang tidak. Hal ini didasarkan pada firman
keterangan sama sekali karena salab pada
Allah SWX,
dasarnya adalah hadiah yang diberikan se-
'Allah menjanjikan kepadamu harta ram-
orang pemimpin sejak awal. pasan perang yong banyak." (al-Fath: 20)

Ulama sepakat bahwa salab mencakup

senjata dan semua hal yang dibutuhkan untuk

berperang. Adapun kuda, Imam Ahmad ber-

pendapat ia tidak termasuk salab.Adapun harta

yang ada pada musuh, seperti uang dan per-

hiasan, ulama sepakat dan tak ada perbedaan

pendapat di kalangan mereka bahwa hal itu

tidak termasuk salaD. Sementara itu, segala

perhiasan yang dipakainya untuk berperang,

menurut pendapat al-Awzai ia termasuk salab.

Adapun bantuan yang datang kepada mengadakan persetujuan (untuk menentukan
pasukan yang berada di daqrul harb sebelum
ghanimah berhasil diperoleh, kalangan hari pertempuran), niscaya kamu berbeda
Hanafiyyah berpendapat, apabila ghanimah
pendapat dalam menentukan (hari pertempuran
diperoleh di daarul harb kemudian ada
itu), tetapi Allah berkehendak melaksanakan
pasukan lain yang datang membantu sebelum
suatu urusan yang harus dilal<sanakan, yaitu
ghanimah tersebut dibawa ke Darul Islom agar orang yang binasa itu binasa dengan bukti
yang nyata dan agar orang yang hidup itu hidup
(negara Islam) maka mereka semua berhak dengan bukti yang nyata. Sungguh, Allah Maha
terhadap ghanimah tersebut. Namun, para Mendengar, Maha Mengetahui. (ingatlah) ketika
Allah memperlihatkan mereka di dalam mimpimu
imam yang lain mengatakan mereka tidak
(berjumlah) sedikit. Dan sekiranya Allah
mendapatkan ghanimah tersebut.4
memperlihatkan mereka (berjumlah) banyak
BANYAKNYA JUMLAH KAUM BERIMAN DI
PERANG BADAR DAIAM PANDANGAN KAUM tentu kamu menjadi gentar dan tentu kamu akan
MUSYRIKIN DAN SEDIKITNYA JUM]AH KAUM
MUSYRII(IN DALAM PANDANGAN KAUM berbantah-bantahan dalam urusan itu, tetapi
BERIMAN Allah telah menyelamatkan kamu. Sungguh,

Surah aFAnfaal Ayat 42-44 Allah Maha Mengetahui aPa yang ada dalam
hatimu. Dan ketika Allah memperlihatkan mereka
,IA:';-\A\ #, q1, fi lJsu,;!i'n
kepadamu, ketika kamu berjumpa dengan mereka
"r';9r3;'brt'4io't;ttlAtt:eA. r"pQt;,fii-lvir berjumlah sedikit menurut penglihatan matamu

'#: S"* :, V-' 4: G a\; "i <)t, dan kamu diperlihatkan-Nya berjumlah sedikit
menurut penglihatan merekA, itu karena Allah
:;)5. -$i\f!rLe3tjult )@j5rW:'wgA3'it"5vy_, berkehendak melaksanakan suatu urusan yang
harus dilal<sanakan. Hanya kepada Allah segala
9\i'ry';y\]6 i,jt "Ss A\ e frlw ur u s an dike mb alikarz." (al-Anfa alz 42 - M)

He,;evyiftj"st:ffi+:'$t Qiraa'aat
$ir@-b;\Z_:+Mfj;\S
{:rt',F,
@'?tfr tiA\ib?;a'la Imam Ibnu Katsir dan Abu Amr mem-

"(Yaitu) ketika kamu berada di pinggir bacanya dengan (-'i9t).

lembah yang dekat dan mereka berada di {,rF,
pinggir lembah yang jauh sedang kafilah itu
Ini adalah Qiraah Qunbul, Abu Amr; Ibnu
berada lebih rendah dari kamu. Sekiranya kamu Amir; Hafsh,Hamzah, dan al-Kisa'i. Sementara
itu imam-imam qiraah yang lain membacanya
4 Ahkam Al-Qur'an karya al-Jashshash 3/56.
dengan 1;;;.

(;;t's'ip:

Imam Ibnu Amir; Hamzah, al-Kisa'i dan
Khalafmembacanya den gan(t|\g;),sementara
itu, imam-imam yang Iain membacanya dengan:

(rrlt--r^*'

I'raab

{i1 iF Kata 1i9 adalah badal dari kalimat

(:/jiF. {qu-r, &t in q'ipr at} Kata ini bisa

dibaca dengan men-dhammah-kan huruf 'ain

atau meng- kasrah-kannya. {.s1.Jr} Seharusnya Dalam kata {ciiJ} dan kata {j} terdapat

kata ini adalah 1[*.lq seperti kata 1r;1r;, hanya isti'arah [peminjaman makna), yaitu dipinjam
saja ini bersifat syaadz. (*'$'h Kata ini adalah
isim jamak dan bukan jamak taksir untuk makna kebinasaan dan kehidupan untuk
pengertian kekafiran dan keimanan atau
kata 1.-r-5y karena bentuk tashghir-nya adalah
<., :i>. Kalau ia jamak taksir tentu fashg hir-nya keislaman.

adalah ef:b sebagaimana jamak taksir untuk Mufradaat Lu(hawlyyah

gqkata adalah 611;91, dikembalikan kepada {it} kata ini adalah badal dari kata 1;.;,1

bentuk asalnya kemudian dijadikan tashghir dalam ayat (o$ir ,r.h. {C:.,, .j"J'.,} ai tepi atau

lalu diberi tanda jamak. Kata ({J)r} adalah pinggir lembah, {uiry dekat dari Madinah.

mubtada', sementara {';;,i} adalah khabar- 4"#t *n, eth jauh dari Madinah. Kata ini

nya dan ia adalah sifat untuk zharafyang di- adalah bentuk muannats dari kata <""-!U

hilangkan, taqdir-nyaadalah (E.pi ik 4V>. 48 Pi.4r!) kafilah dagang itu berada di
4;{Y Kalimat ini ber-ta'alluq (ber-
tempat yang di bawah kamu atau yang dekat
hubungan) dengan kalimat yang dihilangkan,
dengan lau. {i;g; }i} Perjanlian antara kamu
untuk melakukan sesuatu yang sudah semesti-
nya dilakukan yaitu menolong para kekasih- dan pasukan dari Mekah untuk berperang.

Nya dan mengalahkan musuh-musuh-Nya. 4m:u4su_hm"ut;)tanpmaepnegrujamnjpiaunlksaenbeklaummnuyadeunngtaunk

(;i,l#)y Kalimat ini adalah badal minhu. mewujudkan sesuatu yang sudah tetap dalam

1r"5 I i) Dalam kata 1i;, terdapat ilmu-Nya, yaitu memenangkan Islam dan
menghancurkan kekafiran. (jui;t) Hal tersebut
idgham. Asalnya adalah (,4> lalu di-idgham-
dilakukan Allah agar orang yang kafir; ia kafir
kan karena harakah yang terdapat di akhirnya.
setelah adanya bukti yang kuat dan jelas
Kemudian, dibaca secara izhhar, artinya de-
tampak di depan matanya yaitu dimenangkan-
ngan melepaskan idgham-nya untuk dimakna- nya orang-orang beriman padahal jumlah me-

kan secara mustoqbal (menunjukkan masa reka sedikit melawan pasukan yang banyak,

akan datang), maksudnya memaknakan se- Atau orang yang binasa, setelah ada bukti yang

suatu yang bersifat madhi [masa telah lalu) ia saksikan sendiri. {oi;} Orang yang hidup
dalam makna mustaqbal [masa akan datang)
setelah ada bukti yang ia saksikan sendiri, agar
karena untuk fi'il mustaqbal tidak boleh ada tidak ada alasan lagi baginya karena Perang

idgham. fadi, tidak boleh dibaca <(*>. Badar adalah salah satu ayat yang sangat jelas

$*<;, i1! Kata 1:g berada dalam posisi tentang kebenaran Islam. Dalam hal ini, bisa
dikatakan bahwa kata kebinasaan dipinjam
nashab denganl'il yang dipersepsikan. Ta qdir-
untuk menunjukkan kekafiran, sementara
nya adalah ,fi,6;.tt S;rt>.
4ir<;;5y rati 1i5 dalam kalimat ini di- kata kehidupan dipinjam untuk menunjukkan

'athaf-kan kepada 1iy yang ada pada kalimat Islam. |adi, maknanya adalah agar kekafiran
orang yang kafir dan keimanan orang yang
sebelumnya. Huruf waw menjadi pemisah beriman memang benar-benar muncul dari
antara mim jamak dengan dhamir. Kedua
sebuah argumen yang kuat namun, bisa
dhamir tersebut berada dalam posisi sebagai
juga dikatakan bahwa kedua kata tersebut
maf'ul. adalah secara hakiki dan bukan kiasan. Yang
dimaksud dengan "orang yang binasa" dan
Balaaghah

{u.l' ;;Ju pi 11} Antara kata (*iry dengan

{.slr} terdapat thibaq [keserasian makna).

"orang yang hidup" adalah orang yang hampir menegangkan dengan musuh. Saat itu kamu
binasa atau hidup atau yang dimaksud adalah
orang yang demikian kondisinya dalam ilmu berada di pinggir lembah yang dekat dengan
dan ketetapan Allah SWT.
Madinah. Tempat itu lembek dan membuat
{+t; g} dalam tidurmu. {>i.t} jumlahnya kaki terbenam di dalamnya. Sementara itu,

sedikit, hal tersebut engkau sampaikan pada kaum Musyrik berada di pinggir lembah yang

sahabat-sahabatmu dan mereka pun ber- jauh dari Madinah ke arah Mekah. Tempat

gembira. {iry,} Merasa kecut. 4r1;;ui;} ber- mereka dekat dengan air. Kafilah yang
beda pendapat. {7!t +} dalam hal perang.
4&\\ ,lr e..:F-J/ ;u menyelamatkanmu dari rasa dipimpin oleh Abu Sufyan dengan seluruh

gentar dan berselisih pendapat. {,eAr ..r.r,} dagangan yang mereka bawa berada di bawah
segala yang di dalam hati. {,5rsl,.j !6p dan
darimu, yaitu di daerah dekat pantai. Ia
ketika Allah menampakkan mereka kepadamu
datang dengan kafilahnya dari Syam bersama
wahai orang-orang yang beriman. (ry) sekitar
empat puluh orang Quraisy saja. Bersama
tujuh puluh atau seratus orang agar kamu pasukan dari Mekah mereka mempertahan-
berani untuk maju dan menghadapi mereka.
kan kafilah itu mati-matian. Hal tersebut
4Vi q €tr:.ty agar mereka juga maju dan
semakin menaikkan semangat mereka dalam
tidak mundur dari medan Perang. Ini terjadi
berperang.
sebelum peperangan dimulai. Adapun setelah
dimulai, Allah memperlihatkanmu kepada me- Seandainya kamu membuat perjanjian
reka dua kali lipat dari jumlah mereka sebagai- dengan kaum Musyrik itu tentang pertem-

mana disebutkan dalam surah Aali 'lmraan. puran tentu kamu akan berbeda dalam me-
nentukannya karena adanya ketakutan dari
€.+ dipulangkan. pihakmu disebabkan jumlahmu yang sedikit
dan kekuatan serta jumlah musuhmu yang
Persesualan Ayat
banyak. Di samping itu mereka sebenarnya
Pembicaraan dalam ayat ini masih seputar
Perang Badar. Setelah Allah SWT menjelaskan juga takut menghadapi Rasulullah saw..
hukum pembagian ghanimah, Dia kemudian
menjelaskan beberapa peristiwayangteriadi di Akan tetapi, pertemuan kamu terjadi
hari al-Furqaan tersebut, posisi kedua barisan
dan perkemahan kedua pasukan tersebut Hal tanpa adanya perjanjian sebelumnya dan bah-

itu diielaskan untuk mengingatkan orang- kan tanpa adanya keinginan untuk berperang.

orang beriman pada nikmat-nikmat terbesar Semua itu karena Allah ingin menetapkan
yang Allah limpahkan kepada mereka. Atas
karunia-Nya mereka menang dari yang lebih dan melakukan apa yang Dia inginkan dengan

kuat. kekuasaan dan ilmu-Nya, yaitu memulia-
kan Islam dan menolong para pemeluknya
Tafsir dan Penlelasan
serta menghinakan kemusyrikan dan mem-
Ingatlah wahai orang-orang beriman binasakan para pengikutnya. Di samping itu,

pertemuan yang menentukan antara kamu Allah juga ingin memberlakukan sesuatu

dengan orang-orang Musyrik itu syukurilah yang sudah termaktub dan semestinya Dia
lakukan, yaitu memenangkan para kekasih-
bantuan yang telah diberikan-Nya kepadamu Nya orang-orang beriman dan mengalah-
ketika kamu berada dalam posisi yang sangat
kan para musuh-Nya orang-orang kafir

setelah perjumpaan itu. Dengan demikian,

iman orang-orang beriman semakin bertam-
bah dan mereka semakin patuh kepada pe-

rintah Allah serta menampakkan kesyukuran

terhadap-Nya.

TAFSIRAL-MUI{II. lrlr-p_s . .* t++lr -/----\ Surah al-Anfaal

Pertemuan tersebut juga memiliki dam- tujuan Allah SWT mempertemukan kamu I
pak lain yang lebih jauh, yaitu orang-orang
kafir yang akhirnya mati dalam kekafiran. Ia dengan musuhmu di satu tempat tanpa adanya I
mati setelah adanya bukti yang jelas yang ia
kesepakatan sebelumnya adalah untuk me- ,
saksikan langsung dengan mata kepalanya yang
menangkan kamu terhadap mereka dan untuk
menjelaskan dan membuktikan kebenaran meninggikan kalimat haq dari kalimat batil
agar semua menjadi jelas dan kebenaran men-
Islam. Orang yang hidup dari kalangan orang- jadi terang sehingga tidak ada lagi alasan atau
orang beriman juga hidup dengan dasar dan
argumen yang telah ia saksikan ketika Allah kerancuan bagi siapa pun. Setelah itu, biarlah
SWT memuliakan agama-Nya sehingga tidak binasa orang yang binasa, artinya orang yang

ada lagi alasan setelah itu. Sesungguhnya memilih bertahan dalam kekafiran yang
Perang Badar itu merupakan salah satu ayat pilihannya berangkat dari keyakinan bahwa

dan tanda kebesaran Allah yang sangat jelas ia berada dalam kebatilan karena kebenaran

dan dapat memperdalam keimanan dan sudah tampak nyata. Kebenaran yang tampak
mendorong untuk beramal saleh. Dengan
ini adalah sesuatu yang sangat aplikatif dan
demikian terbuktilah firman Allah SWT dapat ditangkap oleh indra manusia. Semen-

"Golongan itu pasti akan dikalahkan dan tara itu, segala sesuatu yang dapat ditangkap
mereka akan mundur ke belakang." (al-Qamar:
4s) oleh pancaindra atau yang berasal dari

Kata dju!) dan kata (;;F juga bisa di- eksperimen biasanya lebih dalam pengaruh-

tafsirkan sebagai sebuah isti'arah (pemin- nya daripada argumen yang bersifat teori atau
jaman makna dalam bentuk metaforaJ, yaitu logika semata.
dipinjamnya kata binasa dan hidup untuk
4W'd'it:t.ogytak ada satu pun perkataan
kekafiran dan keislaman. Jadi, maknanya ada- orang-orang kafir dan orang-orang beriman itu

lah agar orang yang kafir memilih kekafiran yang luput dari-Nya, dan tidak pula aqidah serta
setelah jelasnya kebenaran dan tampaknya perbuatan mereka. Dia yang Maha Mendengar
tanda-tanda kebesaran Allah olehnya. Orang- apa yang diucapkan oleh orang-orang kafir
orang yang memilih keimanan juga demikian.
itu dan Maha Mengetahui semua kondisi
Artinya, ia beriman setelah jelasnya kebenaran
dan tampaknya tanda-tanda kebesaran Allah mereka. Dia juga yang Maha Mendengar doa
dan permohonan orang-orang beriman serta
yang dapat dijadikan sebagai pelajaran. Maha Mengetahui kondisi mereka dan bahwa
mereka berhak mendapatkan kemenangan
Dengan hal tersebut, Perang Badar memang
benar-benar sebagai pembeda antara yang terhadap musuh-musuh mereka. Dia yang
hak dengan yang batil. Telah jelas kebenaran
akan membalas setiap yang Dia dengar dan
bagi orang-orang beriman ketika mereka
yang Dia ketahui.
dimenangkan oleh Allah sebagaimana kabar
gembira yang disampaikan oleh Nabi mereka. Ingatlah wahai Nabi ketika Allah mem-

Telah jelas pula kebenaran di mata orang- perlihatkan kepadamu di dalam tidurmu
bahwa orang-orang kafir itu sedikit atau
orang kafir dengan kekalahan mereka karena
lemah lalu engkau sampaikan hal tersebut
mereka adalah pasukan kebatilan.
kepada para sahabatmu sehingga hati mereka
Untuk menjelaskan pengertian ayat ini
lebih jauh, Allah SWT mengatakan bahwa menjadi kuat dan jiwa mereka menjadi

tenteram. Seandainya Allah memperlihatkan
kepadamu bahwa mereka banyak atau kuat

secara realitass tentu kamu akan merasa takut
menghadapi mereka dan akan terjadi silang

pendapat di antara kamu tentang peperangan puluh orang?' Ia menjawab, 'Tidak, mereka
berjumlah seratus orang.' Sampai ketika
tersebut, karena di antara mereka ada yang
kami berhasil menangkap salah seorang dari
kuat imannya dan ada juga yang lemah iman- mereka lalu kami tanyakan padanya berapa
jumlah mereka ia menjawab,'fumlah kami ada
nya dan sangat memperhitungkan segala se-
seribu."'
suatunya secara berlebihan. Ini semua terjadi sebelum perang dimulai.

Akan tetapi, Allah SWT menyelamatkanmu Ketika perang sudah terjadi, kaum kafirmelihat

dari rasa takut dan silang pendapat dengan kaum Muslimin dua kali lipat dari jumlah
memperlihatkan padamu bahwa mereka se- mereka agar timbul perasaan gentar di hati
dikit. Sesungguhnya Allah SWT Maha Menge-
tahui apa yang tersimpan di dalam dada dan mereka serta semakin berkurang keberanian
mereka sebagaimana firman Allah SWT,
apa yang terkandung di dalam jiwa berupa rasa
"Sungguh, telah ada tanda bagi kamu pado
takut dan lemah yang bisa saja mengakibatkan
mundur dan tidak jadi berperang. dua golongan yang berhadap-hadapan. Satu
golongan berperang di jalan Allah dan yang
Ingatlah wahai Rasul serta orang-orang lain (golongan) kafiryang melihatdengan mata

beriman ketika Allah memperlihatkan kepada- kepala, bahwa mereka (golongan Muslim) dua

mu sebelum perang terjadi bahwa orang-orang kali lipat mereka. Allah menguatkan dengan
pertolongan-Nya bagi siapa yang Dia kehen-
kafir itu berjumlah sedikit dalam pandangan
daki. Sungguh, padayang demikian itu terdapat
mata agar kamu merasa berani dan semangat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai

kamu pun berkobar. Dia juga memperlihat- penglihatan (mata hati)." (Aali'Imraan: 13)

kan kamu dalam pandangan orang-orang Kemudian, Allah SWT berfirmary .i, ii}
kafir itu berjumlah sedikit agar mereka ter- (,r!,e;

tipu lalu mereka tidak melakukan persiapan Fiqih Kehidupan atau Hukum-hukum
yang maksimal untuk menghadapi kamu,
Peristiwa Perang Badar merupakan se-
sampai-sampai Abu |ahal mengatakan bahwa, suatu yang ajaib, menakjubkan, dan kisah
yang sangat menarik. Pada awalnya, pasukan
"Para pengikut Muhammad jumlah mereka Muslimin sangat lemah dan ketakutan karena
jumlah yang sedikit dan persiapan yang tidak
hanya sekali makan unta. Habisi mereka dan matang. Posisi mereka pun jauh dari air. Tanah
ikat mereka dengan tali." Maksudnya jumlah
di sekitar mereka adalah tanah pasir yang
mereka sedikit ketika seekor unta cukup
membuat kaki mereka terbenam. Sementara
bagi mereka dalam sehari dan mereka akan orang-orang kafir berada dalam kondisi yang
kenyang dengan memakan daging seekor unta sangat kuat karena jumlah dan persenjataan
mereka yang cukup. Posisi mereka juga dekat
tersebut. dengan air. Tanah tempat mereka berada

4\;k :'CAi rti e.YDia melakukan itu untuk sangat baik untuk dilalui. Kafilah dagang

memberi jalan terjadinya perang sehingga hal berada di arah belakang mereka. fadi, mereka

tersebut-dalam ilmu-Nya-menjadi jalan bisa mengharapkan bantuan dari kafilah
untuk memenangkan kaum Muslimin; dan
tersebut kapan saja.
memuliakan Islam; mengalahkan kaum kafir;

menghinakan kekufuran dan kemusyrikan.

Ibnu Abi Hatim dan Ibnu farir me-

riwayatkan dari lbnu Mas'ud, ia mengatakan
bahwa, "Mereka ditampakkan sedikit dalam

pandangan kami dalam Perang Badar. Sampai-

sampai aku mengatakan bahwa kepada teman
di sampingku, 'Kau lihat mereka hanya tujuh

Namun, perimbangan kekuatan berubah itu sedikit dalam pandangan orang-orang
dan semua berbalikarah seratus delapan puluh
derajat. Allah SWT memberikan kemenangan beriman, dan Dia juga menampakkan jumlah
kepada kaum Muslimin dan kebinasaan ke-
kaum Muslimin sedikit dalam pandangan
pada kaum kafir sehingga hal ini menjadi orang-orang Musyrik. Hikmah petampakkan

mukjizat yang sangat besar dan bukti yang sedikityang pertama (yang ditampakkan pada
sangat kuat terhadap kebenaran Muhammad orang beriman) adalah pembenaran terhadap
mimpi Rasulullah saw., penguatan hati orang-
saw. dalam setiap yang ia sampaikan dari orang beriman, dan menambah rasa berani
dalam menghadapi musuh. Sementara itu,
Tuhannya berupa janji kemenangan bagi kaum hikmah petampakan sedikit yang kedua [yang
ditampakkan pada orang Musyrik) adalah
Muslimin. ketika kaum Musyrikin melihat bahwa jumlah

}Ayat {^;J; ,!n u .Wy memberi sinyal kaum Muslimin sedikit mereka tidak akan
terlalu mempersiapkan diri. Ini merupakan
terhadap makna ini, yaitu bahwa orang-orang
yang akhirnya binasa mereka binasa setelah salah satu faktor keberhasilan kaum Muslimin

menyaksikan langsung mukjizat tersebut. mengalahkan mereka.

Orang-orang beriman yang masih hidup juga Tujuan Allah SWT berfirman, At 4-y
menyaksikan mukjizat besar tersebut. fadi,
yang dimaksud dengan bukti nyata dalam ayat {,t}L;tGr;i dalam dua tempat, yaitu pada ayat
ini adalah mukjizat tersebuts. Allah SWT juga 42 dan ayat 44 adalah dalam tempat pertama
menginginkan untuk kedua kelompok tersebut disebutkan untuk menjelaskan bahwa Allah
ilmu pengetahuan dan kebaikan, seperti yang SWT melakukan hal tersebut adalah untuk

dapat dipahami dari firman-Nya, (ju!) dan memenangkan orang-orang beriman melawan

seterusnya. orang-orang Musyrik dalam bentuk mukiizat

|adi, menampakkan mukjizat dan mem- yang bisa menjadi bukti kebenaran Rasul dan
beritahukan kepada kedua kelompok, baik sebagai dorongan untuk teriadinya pertemuan
Mukmin maupun kafir; dengan bukti yang kuat dua pasukan. Sementara itu, penyebutannya
akan kebenaran Islam dan kebatilan syirik di tempat kedua, yaitu untuk menampakkan
adalah nikmat pertama dari berbagai nikmat jumlah kaum Muslimin sedikit dalam pan-
yang Allah SWT limpahkan kepada ahli Badar. dangan orang-orang Musyrik adalah untuk
Nikmat kedua dapat ditarik dari firman-Nya, menjelaskan keinginan Allah yang melakukan
itu semua, yaitu agar hal itu membuat orang-
(n, ii<, ;1! menampakkan bahwa kaum kafir
orang Musyrik tidak begitu memedulikan
itu sedikit dalam pandangana kaum Muslimin
kekuatan kaum Muslimin dan tidak melakukan
agar mereka berani dan maju ke medan
persiapan yang memadai untuk menghadapi
perang dengan semangat yang tinggi yang
mampu mewujudkan kemenangan. Nikmat kaum Muslimin. Semua itu untuk sebuah
ketiga di hari Badar tampak dari firman Allah
tujuan utama, yaitu membunuh orang-orang
swf, {S*<; !5y tvtat<sudnya petampakkan
Musyrik dan memuliakan agama.
jumlah musuh yang sedikit di dalam tidur
Allah SWT melalui firman-Nya, €i )t ,lf:h
memang benar-benar terjadi ketika sadar.
fadi, ini memang terjadi dalam sadar. Allah (rr:{' mengingatkan bahwa semua kondisi di
SWT menampakkan jumlah kaum Musyrik
dunia ini bukanlah menjadi tujuan secara asal,
5 Tafsir ar-Razi 15/168. melainkan yang dituju dari semua itu adalah
segala sesuatu yang bisa menjadi bekal untuk

hari akhir nanti.

Di antara nikmat dan karunia Allah l'raab

SWT yang merupakan bentuk keempat dari ('9r.ij,i} Kata ini manshub karena ada 1.:i;
berbagai nikmat yang Allah SWT sebutkan yang disembunyikan atau majzum karena

dalam ayat ini adalah bahwa firman Allah, kata ini bisa bermakna nahy (larangan). {!*}
(|Sld} adalah di awal pertempuran. Namun,
ketika pertempuran berlangsung, kaum Manshub dalam bentuk mashdar dalam posisi

Muslimin begitu besar dan kuat dalam pan- sebagai hal,artinya mereka sombong, riya, dan
dangan mereka sehingga seolah-olah kaum menghalangi manusia dari jalan Allah SWT.

Muslimin menjadi banyak, sebagaimana BalaaShah

firman Allah SWT, 4;5J,, JrtY Maksudnya adalah hilang ke-

"(golongan) kafir yang melihat dengan kuatanmu. Zamakhsyari mengatakan bahwa

mata kepala, bahwa mereka (golongan Muslim) kata q:Jt; berarti negara. Dalam kalimat ini
terdapat isti'arah yaitu disamakannya ke-
dua kali lipat mereka." (Aali'Imraan: 13)
kuatan atau negara dalam hal pengaruh yang
DZIKIR PADA ALLAH, BERTAHAN DI
HADAPAN MUSUH, TAAT DAN TIDAK ditimbulkannya dengan angin dan embusan-
BERBANTAHAN nya. Dalam sebuah kalimat, misalnya, di-
katakan t.i>u au, c.5y 'bertiup angin si fulary"
Surah al-Anfaal Ayal 4547 maksudnya adalah kekuasaan ada di tangan-

nya dan perintahnya dilaksanakan.

w,6'&t (,yiiZ\<;"1t\S-6- Mufradaat Lushawlyyah
*tv\r4$ @ "'b?.# {lA Yr+'ii't ue'
W{a, as W:6*:'l;:A'ti't {"1} Kelompok yang dimaksud di
sini adalah kelompok kafir. {#,;} untuk
a:^(ws;@"'tiy*t\ta\5\w
memerangi mereka dan jangan kalah. 'i::t t;5"5y

('r;s- mohonlah kemenangan pada-Nya. (jpiJ)
menang. (tn" VtY berbeda pendapat antara

O:!f-tn6\'Miy,5;+**W3 kamu. (,,r:i5} menjadi pengecut. 4*,1ity

W:oil<s")q^\f iv$t1 kekuatan dan kesatuanmu. 4146,g.| dengan

pertolongan dan bantuan dari Allah SWT.

"Wahai orang-orang yang beriman! Apabila ti;j.. lyC t;r<t ,{rY untuk meng-
kamu bertemu pasukan (musuh), maka berteguh
hatilah dan sebutlah (nama) Allah b anyak-bany ak 4i,.2u.,.
(berdzikir dan berdoa) agar kamu beruntung. Dan
taatilah Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu halangi orang lain dan mereka tidak kembali

berselisih, yang menyebabkan kamu menjadi setelah selamat. {lr";} bangga dengan nikmat

gentar dan kekuatanmu hilang dan bersabarlah. serta bersikap takabur. 4",$t ;G;tY mereka ada-
Sungguh, Allah beserta orang-orang sabar. Dan
janganlah kamu seperti orang-orang yang keluar lah penduduk Mekah ketika mereka pergi
dari kampung halamannya dengan rasa angkuh
dan ingin dipuji orang (riya') serta menghalang- untuk menjaga kafilah dagang mereka. Lalu
hahngi (orang) dari jalan Allah. Allah meliputi
segala yang mereka kerj akazr." (al-Anfaal: 45-47\ datanglah utusan Abu Sufyan-ketika mereka

masih berada di daerah f uhfah-yang mengata-
kan kepada mereka untuk kembali ke Mekah

karena kafilah dagang mereka telah selamat.

Namun, Abu fahal enggan untuk langsung

pulang. Ia mengatakan bahwa, "Kita tidak akan

kembali sampai kita tiba di Badar. Kita akan

minum-minum khamr. Para biduan kita akan Ketika Abu Sufyan yakin bahwa ia ber-
menyanyi untuk kita. Kita akan beri jamuan hasil menyelamatkan kafilah dagangnya, ia
semua orang Arab yang datang pada kital' mengirim utusan pada orang-orang Quraisy
Itulah bentuk kesombongan dan riya mereka dengan membawa sebuah pesan, "Kalian
pada manusia dengan memberi makan orang- datang untuk menyelamatkan kafilah dagang
orang Arab tersebut Mereka sampai ke Badar. kalian. Sekarang Tuhan sudah menyelamat-
Namun, bukannya gelas khamr yang mereka
minum, melainkan gelas kematian. Bukannya kannya, pulanglah kembali ke Mekah." Setelah
biduan yang bernyanyi untuk mereka, me-
lainkan para peratap yang meratapi mayat menerima pesan itu, Abu fahal mengatakan
mereka. Oleh karena itu, Allah SWT melarang bahwa, "Demi Tuhan, kita tidak akan kembali
orang-orang beriman untuk seperti mereka sampai kita tiba di Badar [saat itu merupakan
yang sombong dan riya dengan amal per- musim ketika kalangan Arab akan berkumpul
buatan. Orang-orang beriman semestinya di sebuah pasar setiap tahun). Kita akan ber-

menjadi orang-orang yang ahli takwa dan kemah di sana selama tiga hari, lalu kita

kesedihan mereka seharusnya karena takut akan menyembelih unta. Kita akan jamu para
kepada Allah, sehingga mereka mengikhlaskan tamu. Kita akan minum khamr. Para biduanita
semua amal mereka untuk Allah SWT. akan bernyanyi untuk kita sehingga seluruh
kalangan Arab akan mendengar tentang kita.
Sebab Turunnya Ayat (47) Dengan demikian, mereka akan selalu gentar

(,i;<'i;F Ibnu f arir ath-Thabari meriwayat- pada kital' Mereka pun sampai di Badar.
kan dari Muhammad bin Ka'ab al-Qurazhi, ia
mengatakan bahwa, "Ketika kaum Quraisy Namun, bukannya gelas khamr yang mereka
berangkat dari Mekah menuju Badar; keluar minum melainkan gelas kematian. Bukannya
biduanita yang bernyanyi untuk mereka, me-
juga bersama mereka para biduanita dengan lainkan para peratap yang meratapi mayat
gendang musik mereka. Oleh karena itu, Allah mereka. Oleh karena itu, Allah SWT melarang

SWT menurunkan ayat, (...r;i; i;| hamba-hamba-Nya yang beriman untuk

Dalam tafsirnya yang dicetak pada seperti mereka. Allah SWT memerintahkan
hamba-hamba-Nya untuk mengikhlaskan niat
haamisy [pinggir) kitab al-Khazin, Imam al- dalam menolong agama-Nya dan membela
Baghawi mengatakan bahwa, 'Ayat ini turun
berkenaan dengan orang-orang Musyrik Rasul-Nya saw..

ketika mereka datang ke daerah Badar dengan Persesuaian Ayat
segala keangkuhan dan kebanggaan mereka.
Rasulullah saw. saat itu berdoa, Setelah Allah SWT menjelaskan berbagai

!!ri u;ii W4 *sf k Ai *;'silst macam nikmat yang diturunkan-Nya pada

gbi a$t ;\;i'"&t ,u;*: +ki Rasul dan orang-orang beriman di hari Badat
Allah SWT kemudian mengajarkan mereka
'L Llloh, ini orang-orang Quraisy datang dua adab kalau mereka berhadapan dengan
musuh-musuh mereka, yaitu tegar dan sabar
dengan segala kesombongan dan kebanggaannya di hadapan musuh ketika sudah bertemu serta
ingin menantang-Mu dan mendustakan Rasul-Mu. banyak berdzikir kepada Allah SWT. Kemudian
Ya Allah, turunkanlah bantuan dan pertolongan
yang telah Engkau janjikan padaku." Allah SWT memerintahkan mereka untuk
selalu berlaku taat dan patuh kepada Allah

SWT dan Rasul, melarang mereka untuk silang

pendapat, dan berbeda-beda agar mereka

"u'"n"ront""' *_ - ,,,,* {T7b..}rli,, Tt,**-*,*'*-f"'' I

tidak menjadi pengecut sehingga hilanglah ke- ketika kamu bertemu mereka maka bersabarlah,
kuatan dan kesatuan mereka. dan ketahuilah bahwa surga itu di bawah kilatan
pedangl'
Tafsir dan Penjelasan
Kemudian, Nabi saw. berdoa,
Ayat-ayat ini merupakan pengajaran dari
,qyL\r O\^i./\rt
Allah kepada hamba-hamba-Nya yang beriman
tentang adab-adab ketika berhadapan dengan Wuiv"dpl

musuh dan cara untuk berani di saat itu' Ini "Ya Allah, Yang menurunkan al-Kitab, Yang
mengirim angin, Yang mengalahnkan kelompok-
merupakan kaidah-kaidah penting dalam pe-
perangan dan pondasi untuk sebuah militansi kelompok kafir kalahkan mereka dan menang-

yang hakiki. kanlah kami terhadap mereka." (HR Bukhari dan
Muslim)
Kaidah atau adab pertama adalah tegar di
Abdurrazzaq meriwayatkan dari Abdullah
hadapan musuh ketika berjumpa dengannya. bin Amru, ia mengatakan bahwa, "Rasulullah
saw bersabda,
Sabar dengan mengukuhkan jiwa untuk tetap
Nt 4L,,4 "3iit ;ra. VS i ,j$r 4i U
bertahan ketika sudah berhadapan dengan
\f>tj $i\1 J,r#) tl-t
musuh serta tidak berpikir sama sekali untuk
,*4Ua 7. rr €ur Vvi trr-"
lari. Karena unsur ini merupakan unsur
"Wahai manusia, jangan pernah kalian
yang sangat penting dalam kuntak fisik saat
mengharap-harapkan bertemu dengan musuh dan
peperangan, Allah SWT menyebutkannya
mohonlah keselamatan pada Allah SWT. Tapi
pertama. Dia berfirman,! C ti1\;t; ,.it $1,y ketika kamu bertemu mereka maka bertahanlah
dan ingatlah Allah. lika mereka mengganggu dan
(r#il Iangan sekali-kali kamu berpikir untuk membuat kegaduhan maka diamkan saja." (HR
lari dan mundur. Bertahan merupakan fokus Abdurrazaq)

utama dalam berperang dan faktor utama Al-Hafizh Abu al-Qasim ath-Thabarani

untuk sebuah kemenangan. Sementara itu, meriwayatkan dari Zaid bin Arqam dari Nabi
saw. secara marfu', ia bersabda,
lari merupakan sebuah kesalahan besar yang
91$t;1>'i try ,Ui6'+*)tU;itt '"Y
akan Allah SWT siksa karena hal itu adalah .ret*s4tt'b5

kesalahan yang sangat fatal yang berdampak "sesungguhnya Allah menyukai diam dalam
tiga hal yaitu ketika membaca Al-Qur'an' ketika
pada seluruh umat.
bergerak ke arah musuh dan ketika di dekat
Dalam kitab Shahfhain diriwayatkan dari
j enazah." ( HR ath-Thabrani)
Abdullah bin Abi Aufa bahwa suatu ketika
Adab kedua adalah berdzikir kepada Allah
Rasulullah saw. menunggu saat-saat untuk
sebanyak-banyaknya dalam bentuk dzikir
berhapadan dengan musuh. Sampai ketika

matahari sudah condong ke barat, beliau ber-

sabda di hadapan para sahabat,

t# \'Ant 6taU 'r:,jlt ;Q ,;r3)r 4:u

iH^+t "oi rrALt5 cti*tr tty ,r,ltAt

.i#t D, c5

"Wahai manusia, jangan pernah kalian
mengharap-harapkan bertemu dengan musuh
dan mohonlah keselamatan pada Allah SWT taPi

TAFSIRAt-MuNrRrrLrps _rf,lll*k._,,,, . suraha[Anfaat

dengan hati dan lidah, merendahkan diri, dan hamba dan yang dilarang-Nya. Segala sesuatu
yang diperintahkan Allah pada kita, kita mesti
memohon pertolongan serta kemenangan laksanakan. Segala sesuatu yang dilarang Allah
pada Allah SWT karena kemenangan tidak
pada kita, mesti kita tinggalkan. Taat pada
akan terwujud tanpa bantuan dari Allah SWT.
Dzikir pada Allah ketika peperangan mem_ Allah dan Rasul merupakan faktor tercapainya
buktikan makna penghambaan terhadap Allah
SWT, bangkitnya semangat keimanan dan kemenangan, baik dalam perang maupun di
luar perang. Ketaatan juga menimbulkan sikap
penyerahan diri serta tawakal kepada Allah disiplin dan teratur serta menghindari terjadi_
nya kekacauan dan kesemrawutan. Apalagi,
SWT dan juga dapat menguatkan semangat kondisi sebuah perang menuntut adanya ke_
juang dalam berperang. Dengan mengingat
Allah, hati akan tenang dan harapan untuk disiplinan, menghormati aturan, dan rasa
diberikan kemenangan dan kelapangan akan
semakin besar. Dengan berdoa pada-Nya akan cinta yang dimiliki harus dalam level tertinggi
hilang semua permasalahan dan ketakutan. dan paling sempurna.

Bahkan kematian di jalan Allah SWT akan Adab keempaf, kesatuan barisan, visi dan
misi, serta tidak berselisih dan bersilang pen-
menjadi sesuatu yang sangat manis.
dapat. Kesatuan barisan dan visi merupakan
(;;ti: ,Sij) matsudnya ketegaran ber_ hal yang sangat mendasar yang dibutuhkan

hadapan dengan musuh dan dzikir pada Allah ketika berhadapan dengan musuh. Sementara

ini merupakan sarana mendapatkan pahala itu, perpecahan dan silang pendapat akan
mendatangkan kegagalan, rasa kecut, dan
dan kemenangan melawan musuh. Dalam
sebuah hadits ffiorfu', Allah SWT berfirman kalah menghadapi musuh. Dengan demikian,

dalam hadits qudsi, jauhilah perpecahan karena ia akan meng_
habiskan seluruh energi, meruntuhkan
.9t 'hv #i o-f4,sit e* tF eX'"ot bangunan jamaah, faktor yang menghilang_

"Sesungguhnya hamba-Ku yang sebenarnya kan semangat, menghancurkan kekuatan, me_
itu adalah yang selalu ingat pada-Ku meski di saat
ia sedang menghadapi musuh." Ienyapkan negara, dan menghapus jiwa berani.
Banyak umat dan bangsa yang binasa karena
Maksudnya, kondisi seperti itu tidak me_ perbedaan yang terjadi di antara mereka serta
lalaikannya untuk tetap mengingat-Ku, ber_
doa dan mohon pertolongan pada-Ku. fadi, banyaknya pendapat dan kontroversi yang
mengingat Allah dan tidak melupakan_Nya, timbul.
memohon pertolongan pada-Nya, tawakal
dan memohon kemenangan melawan musuh Adab kelima, sabar terhadap berbagai
kepada-Nya, setelah memenuhi sifat saba[ kesulitan dan cobaan serta tegar menahan
tegar dan bertahan adalah dasar untuk men_ serangan musuh karena sabar merupakan
senjata orang yang kuat dan berani. Oleh
capai kemenangan. Ini juga menunjukkan
karena itu, dikatakan dalam sebuah peri_
bahwa dzikir kepada Allah dituntut di setiap
waktu dan kondisi setiap hamba, baik dalam bahasa: kebenaran sesungguhnya adalah
kondisi aman, peran& sehat, sakit, muqim kesabaran sesaat, Allah SWT juga bersama
orang-orang yang saba[ dan Dia yang akan
maupun salar (dalam perjalanan).
memberi mereka bantuan dan kemenangan.
Adab ketiga adalah taat pada Allah dan
Rasul dalam setiap yang diperintahkan kepada Kesimpulannya, adab-adab tersebut me_
ngandung kaidah-kaidah berperang yang su_
dah terbukti karena pondasi utamanya ada-
lah ikhlas dalam berperang di jalan Allah dan

TAFSIRAL-MUNIR JILID 5

banyak mengingat Allah SWT untuk mengikat Mekah ketika mereka berangkat dari negeri
mereka untuk menjaga kafilah dagang dalam
pasukan dengan Allah. keadaan sombong atau menolak kebenaran,

Ibnu Katsir mengatakan bahwa, "Dalam menampakkan kebanggaan dan rasa sombong
dengan nikmat kekuatan, kekayaan dan ke-
hal keberanian, mematuhi segala yang di- pemimpinan yang ada pada mereka dan juga

perintahkan Allah dan Rasul-Nya serta me- untuk mendapatkan simpati manusia atau
membanggakan serta menyombongkan diri di
laksanakan semua yang diarahkan-Nya, para
hadapan mereka,lalu melakukan sesuatu yang
sahabat tidak bisa ditandingi oleh umat dan
ingin dilihat oleh manusia untuk mendapatkan
generasi sebelum mereka dan juga tidak akan
rasa kagum dari mereka, sebagaimana Abu
pernah bisa disamai oleh generasi setelah me- fahal mengatakan bahwa ketika dikatakan

reka. Dengan berkah dari Rasul dan ketaatan padanya bahwa kafilah dagang telah selamat

kepada setiap yang diperintahkannya, p?r? maka kembalilah, ia mengatakan bahwa,

sahabat mampu menaklukkan hati dan "Tidak, demi Tuhan, kita tidak akan kembali
sampai kita datang ke daerah Badar itu. Kita
berbagai daerah, di barat dan di timur dalam akan menyembelih unta, meminum khamr;
para biduanita akan bernyanyi untuk kita, dan
tempo yang sangat singkat meskipun jumlah orang-orang Arab akan memperbincangkan

mereka sedikit dibandingkan pasukan dari tentang kita selamanya.
Dengan demikian, patuhilah apa yang
daerah-daerah lain seperti Romawi, Persia,
diperintahkan padamu wahai orang-orang
Turki, Shaqalibah, Barba1, Habsyi, Sudan, Mesir
beriman dan hentikan apa yang dilarang pada-
dan berbagai kalangan manusia. Para sahabat mu. Waspadalah, jangan sampai kamu meniru
musuh-musuhmu orang-orang Musyrik yang
berhasil mengalahkan mereka semua dan me- sombong, berbangga, dan riya dengan nikmat
yang ada pada mereka sehingga kemudian
ninggikan kalimat Allah serta memenangkan kondisi mereka berubah seratus persen. Me-
reka akhirnya meneguk gelas kematian. Me-
agama-Nya terhadap sekalian agama. Daerah reka menjadi hina dan rendah dalam adzab

kekuasaan Islam meluas ke timur dan barat yang kekal abadi.

bumi dalam tempo waktu kurang dari tiga Keluarnya mereka dari Mekah bertujuan
untuk menghalangi manusia dari jalan Allah.
puluh tahun. Semoga Allah SWT meridhai me- Maksudnya, menghalangi manusia untuk
masuk Islam dan membuat batas antara
reka semuanya dan mengumpulkan kita ber- manusia dan penyampaian dakwah Islam.
Perilaku ini biasanya tidak lahir; kecuali dari
sama mereka. Sesungguhnya Dia Mahamulia orang-orang yang hatinya sudah dipenuhi
kekufuran, kebodohan dan kedengkian yang
dan Maha Pemurah.6
semuanya merupakan faktor kehancuran dan
Sebagaimana sudah menjadi sebuah kemusnahan. Oleh karena itu, ayat tersebut

hal yang biasa dalam gaya bahasa AI-Qur'an mengandung ancaman untuk meniru sifat-

yaitu menghimpun perintah, larangan, dan sifat orang kafir yang di antaranya adalah
ancaman sekaligus, dalam ayat ini, setelah

memerintahkan orang-orang beriman untuk

mengikuti adab-adab atau kaidah-kaidah

perang sebagaimana dijelaskan sebelumnya,

yang di antaranya adalah larangan untuk ber-

selisih pendapat, Allah SWT mengikutinya

dengan memperingatkan orang-orang ber-

iman untuktidak meniru perilaku orang-orang

Musyrik Mekah. ..

Dia berfirman, {'ri ,}.yst;'53 Yr} maksud-
nya, janganlah kalian tiru orang-orang Musyrik

6 Tafsir lbnu Ka*ir 2/3t6.

TAFSIRAL-MUNIR,ILID 5

sombong, riya, menolak kebenaran, dan nya selalu mengatakan sebagaimana yang

memusuhinya. dikatakan oleh para pengikut Thalut,

{r4, ;irJ ! n6} Dia Mahatahu dengan "Ya tuhan kami, limpahkanlah kesaboran
kepada komi, kukuhkanlah langkah kami, dan
semua tujuan mereka. Atas dasar itu, Allah to I o ng I ah kami me ng h a d ap i ora ng - orong kafi r."
akan membalas mereka dengan balasan ter- (al-Baqarah: 250)

buruk di dunia dan akhirat sesuai dengan Sifat ini tidak dapat dicapai-sebagaimana
dikatakan oleh al-Qurthubi-, kecuali jika ber-
ketentuan-Nya dalam memberikan balasan
sesuai dengan amal perbuatan. Ini merupakan angkat dari makrifat [pengenalan terhadap
dorongan untuk mengikhlaskan niat dan amal, Allah) yang kuat dan mata hati yang tajam.
motivasi untuk membantu Nabi saw. dan Inilah keberanian yang terpuji di mata manu-
membela agama yang dibawanya dari Allah
sia. Lalu, al-Qurthubi menambahkan, "Yang di-
SWT. maksud adalah menurut pendapat yang lebih
tepat dzikir lidah yang sejalan dengan dzikir
Fiqih Kehidupan atau Hukum-Hukum hati."

Ayat-ayat di atas memerintahkan beberapa Taat kepada Allah dan Rasul wajib dalam
kaidah dalam berperang dan menjadi sesuatu setiap kondisi yang dialami seorang Muslim,
yang konstan dalam sistem peperangan. Tak terutama dalam waktu berperang. Ketaatan
satu pun pasukan, baik dulu maupun sekarang kepada pemimpin perang merupakan pondasi
yang menjamin bersatu padunya pasukan.
yang boleh mengabaikan nasihat-nasihat Ia juga menjadi jaminan untuk sebuah arah
gerakan dan taktik perang berhasil yang telah
yang merupakan faktor utama untuk meraih dirancang oleh sang komandan. Kepatuhan

kemenangan dan kemajuan. Kaidah atau yang buta terhadap pemimpin merupakan

nasihat tersebut adalah bertahan dan tegar dasar utama dalam dunia ketentaraan modern.
ketika berhadapan dengan musuh, mengingat
Silang pendapat dan perbedaan yang
Allah dan berserah diri pada-Nya, menaati mencolok adalah sumber terjadinya per-
pecahan di tubuh pasukan. Ia juga menjadi
Allah dan Rasul-Nya-artinya menaati arahan isyarat sebuah kekalahan dan kemunduran
Allah dan komandan perang yang biasanya
tidak akan memerintahkan, kecuali sesuatu serta hilangnya kekuatan dan kemenangan.
yang benar dan demi kemaslahatan bersama, Sabar sangat terpuji dalam setiap kondisi,
tidak berselisih pendapat, bersabar dalam
setiap derita, dan tidak bersikap sombong, terlebih lagi dalam kondisi berperang se-
riya dan berbangga-bangga. bagaimana firman Allah SWT 4#v e_ e4 ,!1}

Tegar dan bertahan ketika memerangi Dia juga berfirman,
orang-orang kafir adalah sebagaimana yang
"Wahai orang-orang yang beriman! Ber-
disebutkan dalam ayat sebelumnya yang me- sabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu
larang seorang Muslim untuk lari dari musuh.
fadi, bertemulah perintah dan larangan pada dan tetaplah bersiap-siaga (di perbatasan
satu tujuan, yaitu bertahan dalam peperangan.
neg erimu)." (Aali'Imraan: 200)
Mengingat Allah dalam hati dan lisan serta
Allah bersama orang-orang yang sabar.
berdoa pada-Nya merupakan hal yang mem- Yang dimaksud dengan kebersamaan di sini
bantu untuk mencapai tujuan yang disebut-
kan sebelumnya, yaitu bertahan ketika meng- adalah bantuan dan pertolongan.
hadapi berbagai beban. Seorang mujahid

[orang Muslim yang berjihad) seyogya-

Kesombongan, rasa bangga, dan sifat daripada ketaatan yang dilakukan dengan rasa
riya adalah penyakit berbahaya yang sangat
bangga.
berpengaruh dalam pembentukan kepribadian
Untuk menjamin keikhlasan dalam men-
seseorang serta mempercepat kehancuran
cdaenrigraidnhfairmAallanh-NSyaW,T41ayat-rte$rs"ebGutnd9itu! tkuap-
dirinya. rena boleh jadi seseorang menampakkan
Menghalangi orang dari jalan Allah artinya
keikhlasan tapi pada hakikatnya adalah se-
menyesatkan manusia, lebih besar dosanya
dari kekafiran. Kekafiran itu hanya terbatas baliknya. fadi Allah SWT lebih tahu apa yang
pada diri seseorang, sementara menghalangi
manusia dari jalan Allah berdampak pada tersimpan dalam hatinya. Ini seperti sebuah
orang lain. Celaan terhadap sifat ini telah di-
ancaman untuk sifat riya dan kepura-puraan.
sebutkan secara berulang-ulang di banyak Orang-orang yang tidak menerima adanya

tempat dalam Al-Qur'an. Sifat ini sangat me- qryas menjadikan ayat, fuSj-.); *;in;,i,6't:Y
lekat pada kekafiran penduduk Mekah se-
sebagai dalil terhadap tidak adanya qiyas
bagaimana firman Allah SWT,
dalam agama. Menurut mereka, qlyas akan
"1reng-oreng yong kafir dan menghalangi berdampak pada terjadinya perbedaan dalam

manusia dari jalan Allah, Allah SWT menghapus masalah hukum disebabkan berbedanya
segala amalan mereka." (Muhammad: 1) qiyas yang digunakan. Namun, hal ini dapat

Karena Abu fahal dan kelompoknya se- dibantah karena tidak semu a qiyas berdampak
pertinya tercipta dengan sifat sombong, ber- pada perselisihan. Ayat tersebut sebenarnya
bangga-bangga, dan uiub dalam usaha mereka berbicara tentang ha-hal politik secara umum
untuk menghalangi manusia dari jalan Allah dan kepentingan-kepentingan bersama yang
tidak akan menimbulkan perbedaan pendapat
SWT terjadi di masa kenabian Muhammad dalam penilaian orang-orang yang tulus dan

saw, kata 1p;lry (sombong) dan 1'r,';r; friya) di- ikhlas. Adapun qiyas dalam koridor iitihad
sebutkan dengan menggunakan shighat isim,
sementara kata 1i3r; [menghalangi manusia dalam furu' fiqih dan hukum-hukum, tidak
dari jalan Allah) disebutkan dengan meng-
gunakan shighatfi'il. ada masalah untuk menggunakannya' Bahkan

Kesimpulannya, AIlah memerintahkan itu adalah sesuatu yang terpuji dan dituntut
dalam agama meskipun akan menimbulkan
orang-orang beriman ketika bertemu musuh sedikit perbedaan pendapat karena seorang
untuk tetap tegar dan tidak melalaikan dzikir mujtahid mesti mengamalkan yang menjadi
pada Allah SWT namun Allah juga melarang
mereka beranggapan bahwa penggagas untuk ghalabah zhann (dugaan kuat) baginya'
tegar itu adalah kesombongan dan riya. Yang
seharusnya menjadi penggagas adalah peng- SETAN BERLEPAS DIRI DARI ORANG-ORANG
KAFIR KETIKA KRISIS DALAM PERANG
hambaan diri kepada Allah SWT. Seorang BADAR DAN KETIKA ORANG-ORANG
MUNAFIK MENGHINA ORANG.ORANG
Mukmin semestinya selalu berusaha untuk
membuat Allah Yang Maha pengasih agar BERIMAN
ridha dan menampakkan penghambaan yang
tulus kepada-Nya. Itulah tujuan Al-Qur'an. Surah al-Anfaal Ayat 48'49
Kemaksiatan yang dilakukan dengan rasa malu
dan rendah diri Iebih dekat pada keikhlasan Hav iJ6i;{G\'"!j)t *'fi"\b

,#teiff \A*43Gavav\;r?X\

TAFSIRAL-MUNrRJrLrp 5 ^.-rd*;\ ..,, .^ surahar-Anfaat

Hryr636sr#laH) mendorong mereka untuk berangkat meng-

i*a ti't3 eiltiEl <,i-'CI\ i v ri'i -iy hadapi kaum Muslimin ketika mereka takut

o*Eafuvoiu#tJi<'yffi ?ttJ untuk menghadapi musuh mereka Bani Bakar.

<-,9 i\,!",yaA -;il$r Sy # &i {.<;* jr;} lni adalah ucapan Iblis yang datang
pada mereka dengan menyerupai Suraqah
ffir:{.-hiil
bin Malik bin fa'syam, seorang pemimpin di
"DAn (ingatlah) ketika setan menjadikan
daerah itu. (,rr-:;ir ?;V A;y saling berhadapan,
terasa indah bagi mereka perbuatan (dosa) mereka bertemu dan mendekat antara kelompok
dan mengatakan, "Tidak ada (orang) yang dapat
mengalahkan kamu pada hari ini, dan sungguh, Muslim dengan kelompok kafir. ((aj6.-;peke""t-ik<ay

aku adalah penolongmu". MAka ketika kedua maksudnya mundur dan lari.

pasukan itu telah saling melihat (berhadapan), orang-orang kafir itu mengatakan bahwa

setan balik ke belakang seraya, mengatakan bahwa, padanya, 'Apakah engkau akan menghinakan

"Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu; aku kami dalam kondisi seperti ini?" (..:i1 ;ei jlb

dapat melihat apa yangkamu tidak dapat melihat; berlepas diri dari melindungimu.

sesungguhnya aku takut kepada Allah." Allah . $t;; n u, .;,i jt} yaitu para malaikat.
{.ir -rr-i.CtF kalau Dia akan membinasakanku.
sangat keras siksa-Nya. (Ingatlah), ketika orang-
orang munafik dan orang-orang yang ada penyakit (;.;ju:lt ..t; ;t| seta n menampakkan bagus ketika

di dalam hatinya mengatakan bahwa, "Mereka orang-orang munafik itu mengatakan bahwa
itu (orang Mukmin) ditipu agamanyl." (Allah
berfirman), "Barangsiapa bertawakal kepada di Madinah. Orang munafik adalah orang yang
Allah, ketahuilah bahwa Allah Mahaperkasa,
M ah ab ij aks an a." (il- Anfaal: 48-49) menampakkan Islam dan menyembunyikan

Qlraa'aat kekafiran. qg; At A ,!bb orang-orang yang
lemah iman dan hati mereka penuh dengan
{-;ij1y {.s;ijr}:
berbagai keran cuan dan keraguan. (r,+: fb:,{:^
Imam Nafi', Ibnu Katsi4, dan Abu Amr yang dimaksudkan mereka adalah
orang-
membacanya dengan 1,jll
orang Muslim telah ditipu oleh agama sehingga
I'raab
mereka merasa kuat Mereka menyangka
{aj; :n i" i} Huruf 1{; adalah nafi tit jins,
bahwa mereka akan kuat dengan agama itu
1fu; rsim-nya yang manshub, dan 1fill; dalam
posisi rafa'sebagai khabar dari {y, taqdir-nya dan akan dimenangkan karena agama tersebut

adalah <{, iG !6 'jr. 4;!r} Kata ini manshub sehingga mereka (kaum Muslimin) datang

sebagai zharaf, sementara amil-nya adalah dengan jumlah yang sedikit yaitu sekitar tiga
tr<l
ratus beberapa belas saja dengan menghadapi
Mufradaat Lu(hawlyyah
pasukan yang sangat banyak yaitu lebih
{rJ tl} amal perbuatan mereka dengan
kurang seribu pasukan. Semua itu karena
cara memberi waswas kepada mereka dan
kaum Muslimin menurut kaum kafir mengira

karena mereka akan menang dikarenakan

agama mereka. Atas tuduhan kaum kafir itu

Allah SWT menjawab, {i,,_r" ,f ;-;y artinya

siapa yang percaya pada Allah niscaya ia akan
it}menang. 4)-y 'it:t
mat sudnya menguasai

segala sesuatu. Dia berkuasa membuat jumlah

yang sedikit dan lemah mengalahkan jumlah

yang banyak dan kuat {i;;} dalam setiap

yang dilakukan-Nya.

Sebab Turunnya Ayat (48) orang-orang Musyrik itu, melainkan tanah itu
masuk ke dalam mata, hidung, dan mulutnya.
Diriwayatkan bahwa setan menyamar
Akhirnya orang-orang Musyrik lari dan
saat itu dalam bentuk Suraqah bin Malik bin mundur. fibril datang dan melangkah ke arah

|u'syum. Ia berasal dari suku Bani Bakar bin Iblis. Ketika melihat )ibril, tangan Iblis sedang
Kinanah. Kaum Quraisy sangat khawatir kalau- memegang tangan seorang laki-laki Musyrik,
kalau Bani Bakar menyerang mereka dari arah ada yang mengatakan bahwa tangannya me-

belakang karena mereka pernah membunuh megang tangan al-Harits bin Hisyam. Iblis

seorang laki-laki dari Bani Bakar. Allah SWT melepaskan tangannya dari laki-laki tersebut
dan langsung lari bersama pasukannya. Laki-
sudah menjelaskan apa yang dikatakan setan laki itu mengatakan bahwa, "Wahai Suraqah,
bukankah engkau mengatakan bahwa engkau
kepada mereka. Adh-Dhahhak mengatakan akan melindungi kami?" Ia mengatakan bahwa,

bahwa, "lblis datang kepada mereka pada hari 4t;;nc 6rt $t {...ic; it\

Badar dengan bendera dan pasukannya. Ia Dalam kitab Muwoththa' Imam Malik,
membisikkan ke dalam jiwa orang-orang kafir
diriwayatkan dari Thalhah bin Ubaidullah bin
itu bahwa mereka tidak akan kalah karena Kariz Rasulullah saw. bersabda,

mereka berperang membela agama nenek einsyi * # vi-'a*) irl:ilr ,sit v

moyang mereka." K] YI

Al-Baihaqi dan yang lain meriwayatkan ,tl'i

dari Ibnu Abbas bahwa ia mengatakan bahwa, 'r t.

'Allah SWT membantu Nabi-Nya, Muhammad, 'ju r{lr

dan orang-orang beriman dengan seribu "Setan tidak pernah melihat dirinya lebih
rendah, hina, kesal dan marah daripada di hari
malaikat. fibril dengan lima ratus malaikat Arafah. Hal itukarena ia melihat turunnyarahmat
dan Allah SWT memaafkan dosa-dosa yangbesar.
berada di salah satu sayap pasukan, sementara Kecuali apa yang ia lihat di hari Badarl' Para

Mikail dengan lima ratus malaikat lain berada sahabat bertanya, "Apa yang ia lihat di hari Badar

di sayap pasukan yang lainnya. Iblis datang wahai Rasulullah?" Rasulullah saw. bersabda,
dengan satu pasukan dari kalangan setan "sesungguhnya ia melihat libril merapikan barisan

membawa sebuah bendera dan menyamar para malaikat untuk berPerang."

sebagai laki-laki dari suku Bani Mudlij. Ada Sebab Turunnya Ayat (49)

setan yang menyamar sebagai Suraqah bin Diriwayatkan dari Mujahid bahwa ia

Malik bin fu'syum. Setan tersebut mengatakan mengatakan bahwa, "Yang dimaksud adalah

bahwa kepada orang-orang Musyrik, #n i "'; beberapa orang kalangan Quraisy yaitu
Qais bin Walid bin Mughirah, Harits bin
5t:; jr: " ir ri St\ sudah saling berhadapan, Zam'ah bin Aswad bin Muththalib, Ya'la bin
Kedua Umayyah, dan al-Ash bin Munabbih. Mereka
pasukan

Abu fahal berdoa, "Ya Tuhan, mana di antara
kami yang lebih benar; tolonglah." Rasulullah

saw. juga mengangkat tangannya dan berdoa,

"Ya Tuhanku, sesungguhnya jika Engkau

binasakan kelompok ini (maksudnya pasukan

Muslim), niscaya Engkau tidak akan disembah

lagi di bumi ini untuk selamanya." fibril datang

dan mengatakan bahwa,'Ambillah segenggam

tanah." Lalu Nabi saw mengambil segenggam

tanah lalu dilemparkannya ke arah muka

orang-orang Musyrik itu. Tak seorang pun dari

htt'*At-M'"'*l"t'5 -,* - ,.,,*#1ii-', *o* ,,.- -,- ",'"n"t-ont*

berangkat bersama suku Quraisy dari Mekah tetangga membela tetangganya. Semua janji
dalam keadaan ragu-ragu. Keragu-raguan itu
menahan niat mereka untuk ikut berperang. setan itu sesungguhnya adalah sebagaimana
Namun, ketika mereka melihat sedikitnya
difirmankan oleh Allah SWT
jumlah sahabat Rasulullah saw., mereka
mengatakan bahwa, "Mereka ditipu oleh "(Setan itu) memberikan janji-janji kepada

agama mereka sampai mereka berani untuk mereka don membangkitkan angan-angan
maju, sementara jumlah mereka sedikit dan
jumlah Quraisy sangat banyak." kosong pada mereka, padahal setan itu hanya
menjanjikan tipuan belaka kepada mereke."
Persesuaian Ayat (an-Nisaa': 120)

Ayat-ayat ini masih menyajikan beberapa Ketika kedua pasukan sudah berhadapan,
potret dan pelajaran dari Perang Badar. Dalam setan pun mundur dan lari. Ia berlepas diri dari
ayat ini, disebutkan dua jenis sikap: sikap
setan ketika ia berlepas diri dari orang-orang mereka. Tipu dayanya tidak berguna ketika
pasukan Allah sudah turun. Ia putus asa melihat
Musyrik di saat-saat yang sangat berat dan kondisi mereka [orang-orang Musyrik) ketika
ia melihat bantuan para malaikat untuk kaum
sikap orang-orang munafik yang mengejek Muslimin. Ia Ialu mengungkapkan bahwa ia
dan mengolok-olokkan orang-orang beriman sebenarnya takut pada Allah dan adzab Allah
karena kecerobohan mereka [dalam pan- sangat keras di dunia dan akhirat Ia takut pada
dangan orang-orang munafik itu) dengan me- malaikat supaya pasukannya tidak dibakar
ngatakan, "Mereka [orang-orang beriman)
ditipu oleh agama mereka." dan dihanguskan oleh malaikat.
Begitulah pasukan setan, mulanya mem-
Tafsir dan Penjelasan
bisikkan woswasah dan menyesatkan orang-
Ingatlah wahai Rasul ketika setan mem- orang Musyrik. Sementara itu, para malaikat,
buat orang-orang Musyrik itu memandang baik
perbuatan mereka melalui waswasah [bisikan) pasukan Zat Maha Pengasih, mengukuh-

yang ditiupkannya ke dalam hati mereka. kan hati orang-orang beriman, mendukung
Ia membisikkan bahwa mereka tidak akan langkah mereka dan menjanjikan mereka
kemenangan dari Allah SWT. Firman-Nya,
terkalahkan karena jumlah dan persenjataan
mereka sangat banyak. Mereka mengikuti (y . '"y rt,tth bisa jadi merupakan perkataan

langkah-langkah setan serta menaatinya Iblis, dan bisa jadi juga perkataannya berakhir

akan melindungi mereka. Setan juga meng- pada ayat, 4rti -;i jr} lalu Allah SWT me-
hilangkan rasa takut mereka dari serangan
lanjutkannya dengan firman-Nya tersebut.
musuh suku Bani Bakar. Ia mengatakan Sebab kenapabentuk Iblis dirubah menjadi

bahwa pada mereka, "sesungguhnya aku akan bentuk Suraqah adalah untuk menampakkan
sebuah mukjizat besar bagi Rasulullah saw.,
melindungi kalian", maksudnya dari Bani karena ketika kaum kafir Quraisy kembali ke
Mekah mereka mengatakan bahwa, "Mereka
Kinanah. Setan menyamar pada mereka dalam telah mengalahkan Suraqah." Hal itu sampai
bentuk Suraqah bin Malik bin |a'syam, seorang kepada Suraqah.Ia mengatakan bahwa, "Demi
pemimpin Bani Mudlij, pemuka di daerah itu. Tuhan, aku tidak tahu kalian pergi perang
sampai datang informasi padaku bahwa kalian
Arti kata 1r+g adalah orang yang membela telah kalah." Saat itu baru mereka sadar bahwa
orang itu bukan Suraqah melainkan setan.T
sahabatnya dan menyingkirkan darinya segala
macam bahaya sebagaimana halnya seorang 7 Tafsir ar-Razi l5/L74-L75.

sr'"t "t-mrr"r ... *,,*,. {Ei}"!rfi* -- -.- hFSIRA.-MUN,RJILIDS

Itulah sikap setan. Kemudian Allah SWT belum kukuh di dalam Islam seperti orang-
menjelaskan sikap orang-orang munafik. Allah
orang yang baru masuk Islam. Namun, yang
SWT berfirman, {;}, 4! J. t:1rt S;5 i* tF lebih utama adalah bahwa sebenarnya kedua

maksudnya ingatlah wahai Nabi ketika orang- golongan ini sama.

orang munafik dan yang hatinya sakit, artinya Fiqih Kehidupan atau Hukum-Hukum
lemah iman dan aqidahnya, ketika melihat
j umlah kaum Muslimin sedikit dan jumlah kaum Alangkah miripnya sikap orang-orang

Musyrikin banyak, mereka mengatakan bahwa, munafik itu dengan sikap setan, yaitu

(-*: :'Vt, 7| maksudnya orang-orang Muslim sikap seorang pecundang yang hanya mau
menonton, mendorong kepada keburukan
itu ditipu oleh agama mereka. Mereka merasa
menjadi kuat dan yakin bahwa mereka akan kemudian berlepas diri dari keikutsertaan
menang karena agama itu, sehingga mereka
datang hanya dengan jumlah tiga ratus dan di saat-saat yang berat dan sulit. Setan mem-
beberapa belas pasukan saja menghadapi
berikan bisikan yang batil kepada para
pasukan yang berjumlah ribuan.
pengikutnya, namun ia sendiri tidak mau ikut
Pandangan ini benar menurut logika
serta dalam hal yang ia tampakkan bagus
militer; ukuran keseimbangan kedua pasukan
dan dalam pandangan mata manusia biasa- dan ia goda manusia untuk itu. Oleh karena
itu, sudah seharusnya seorang yang berakal
nya. Akan tetapi, hal ini dalam neraca dan waspada terhadapnya, memikirkan akibat dari
segala sesuatu, dan tidak terseret dalam arus
pandangan Allah SWT tidak selalu demikian,
hawa nafsu serta waswasah atau bisikan setan'
"Betapo banyak kelompok kecil mengalah- Siapa yang terseret dan terbawa dalam arus
setan, Allah akan menyiksanya dengan siksaan
kan kelompok besar dengan izin Allah. Dan
yang terberat.
Allah beserto orang-orang yang sabar." (al'
Adapun orang-orang munafik (orang-
Baqarah:249)
orang yang menampakkan keimanan dan me-
Oleh karena itu, di akhir ayat Allah SWT
nyembunyikan kekafiranJ dan orang-orang
berfirman, {i, * i;. A;Y maksudnya siapa
yang di hati mereka ada penyakit [orang-
yang menyerahkan segala urusannya kepada
orang yang senantiasa ragu di mana mereka
Allah, percaya, dan mengadu hanya pada- di bawah dari orang-orang munafik karena
mereka baru masuk Islam sehingga di dalam
Nya, maka Dia yang akan menolong dan men- jiwa mereka masih terdapat kelemahan niat

dukungnya. Allah SWT Mahaperkasa, Maha dan keyakinan), mereka biasanya memancing

Mengalahkan dan tidak terkalahkan. Dia di air yang keruh, memanfaatkan setiap

Mahabijaksana dalam segala yang dilakukan kesempatan, mengadu domba, menunggu
waktu yang tepat untuk bergabung dengan
dan diperbuat-Nya. Dia Maha Mengetahui
tentang makhluk-Nya. Dia akan membantu yang menang, melancarkan keraguan tentang
kekuatan orang-orang beriman, dan menuduh
siapa yang dikehendaki-Nya. Apalagi
mereka terlalu ceroboh dan bodoh karena
sunnah-Nya sudah berlaku bahwa Dia akan
membantu yang benar ketika melawan yang jumlah dan persenjataan mereka yang sedikit
menghadapi jumlah dan persenjataan yang
batil dan memenangkan yang sedikit dan
banyak.
lemah terhadap yang banyak dan kuat. Ayat,
Allah SWT memupuskan harapan kedua
4,t; 1.1t.r ;lu} boleh jadi merupakan sifat kelompok itu, setan dan orang-orang munafik.

orang-orang munafik dan boleh jadi yang
dimaksudkan orang-orang yang hati mereka

TATSIRAT-MUNIRIIIIp 5 trllt) .!!!1i....;:;;;Rrll3il sulahat-Anfaat

Dia membantu kelompok yang beriman Allah, maka Allah menyil<sa mereka disebabkan
dan sedikit itu menghadapi kelompok yang
dosa-dosanya. Sungguh, Allah Mahakuat lagi
kafir dan banyak. Allah SWT akan senantiasa
membantu dan memenangkan siapa yang di- sangat keras silcsa-Nya. Yang demikian itu karena
kehendaki-Nya. Barangsiapa yang bertawakal sesungguhnya Allah tidak akan mengubah suatu
kepada Allah, menyerahkan segala urusan nikmat yang telah diberikan-Nya kepada suatu
pada-Nya, percaya, dan mengadu hanya pada- kaum, hingga kaum itu mengubah apa yang ada
Nya, cukuplah Allah SWT sebagai penolongnya.
pada diri mereka sendiri. Sungguh, Allah Maha
PENGHANCURAN ORANG.ORANG KAFIR
DAN MUSYRIK KARENA PERBUATAN Mendengar, Maha Mengetahui. (Keadaan mereka)
MEREKA YANG BURUK SEPERTI HALNYA
PENGHANCURAN TERHADAP PENGIKUT serupa dengan keadaan pengikut Fir'aun dan orang-
FIR'AUN orangyang sebelum mereka. Mereka mendustakan
ayat-ayat Tuhannya, maka Kami membinasakan

mereka disebabkan oleh dosa-dosanya dan Kami
tenggelamkan Fir'aun dan pengikut-pengikutnya;

karena mereka adalah orang-orang yang zalim."
(al-Anfaaft 50-54)

Surah al-Anfaal Ayat 50-54 Qlraa'aat

<&;rtLL)tl;l{e$ri;L3yril j; (,i;.';yY:
Jri{I+!t e$Or,fpitA(4!(t6:h:;L\f<6ifjri,vfVirH;fi?UV4i:A{b.i(tli;G&;. i.i/5rin/ljr?:o1U,.t,
Ibnu Amir membacanya dengan 6ip \t>.
AL'r. $t<,1 a,J,1u-'ilviivlc';zrgrttxll:iJvl*l;iyLrf@qu
4-irr|:
'q$eixSugWMr:o*6fsj
as-Susi dan Hamzah dalam kondisi woqaf
U t,l,5V"*ggy V,* E ii,,g6t
$ia AiW a ii$v'oIdr. J: membacanya gtky
@'
l'raab
J\-civ 4$i", ff$s ;4; dy,ri.a
4:';;y Jumlah fi'liyyah dalam posisi
t*;,YrlaYisf;
nashab sebagai haal dari kata 4iOrJrp. Kalau
"Dan sekiranya kamu melihat ketika para
malaikat mencabut nyawa orang-orang yang dikatakan haal dari kata-kata (UF .r;lr| luga

kafir sambil memukul wajah dan punggung boleh. (,r./r iti; Vr;rY maksudnya mereka

mereka (dan mengatakan bahwa), "Rasakanlah mengatakan, "Rasakanlah olehmu adzab

olehmu siksa neraka yang membakar. Demikian yang membakar." Menghilangkan kata-kata
itu disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri. 'mengatakan' banyak terdapat dalam firman

Dan sesungguhnya Allah tidak menzalimi hamba- Allah SWT dan dalam bahasa Arab. ;.1i g qr}
hamba-Nya, (Keadaan mereka) serupa dengan
{ii! Digunakan lafazh 1.:l!; yang sebenar-
keadaan pengikut Fir'aun dan orang-orang yang
sebelum mereka. Mereka mengingkari ayat-ayat nya untuk menunjuk personal dan bukannya
1;3;; yang digunakan untuk menunjuk kolektif
menurut kaidah yang biasa-yang semestinya

adalah Gsa-ii U"n ( ;!;y-karena yang dituju
di sini adalah kumpulan. fadi seolah-olah

Allah SWT berfirman, "Demikian itulah wahai

kumpulan", dan kumpulan itu berbentuk

tunggal. Kedua bentuk ini adalah dua bentuk

bahasa yang cukup jamak dikenal dan terdapat

dalam bahasa Al-Qur'an.

TAFSIRAI-.MUNIR JITID 5

4;i:r 3!) Kalimat ini bisa dikatakan posisi- beriman dengan penuh sombong dan riya

nya jarr karena di-'athaf-kan kepada (G) serta bagaimana setan membuat mereka me-
mandangbagus perbuatan mereka dan ucapan
dalam penggalan ayat, (i<r+i UX ",gg;!, atau
dikatakan posisinya adalah nashab dengan orang-orang munafik untuk melemahkan
mempersepsikan huruf jarr yang dihilangkan,
taqdir-nya adalah 6i:t i'tg. Bisa juga dikatakan orang-orang beriman, Allah SWT kemudian
posisinya adalah rafa' dengan di-'athaf-kan menjelaskan kondisi kematian mereka serta
adzab yang mereka terima di waktu itu.
kepada.1e!:y atau dengan memersepsikan 1e.!;;.
Tafsir dan Penlelasan
(yik} Huruf kaafdalam kalimatini adalah
Kalau engkau melihat, wahai Muhammad,
sifat bagi mashdor yang dihilangkan, taqdir-
kondisi orang-orang kafir ketika malaikat
nya adalah e'/, )i r.g;G &:J*. e4' r:i;; "Kami
mematikan mereka, sungguh engkau akan
lakukan itu pada mereka sebagaimana yang melihat sesuatu yang sangat dahsyat, hebat,
dan sulit untuk diungkapkan. Para malaikat
biasa Kamu lakukan pada pengikut Fir'aun."
memukul wajah dan punggung mereka
Mufradaat Lughawlyyah dengan pemukul dari besi dan mencabut

fu,t.;U} Punggung mereka. (q,/tb Neraka. nyawa dari tubuh mereka dengan sangat keras
Jawob dari 1i; adalah $=L; t;l .*!,ly "sungguh sambil mengatakan bahwa kepada mereka,
engkau akan melihat sesuatu yang sangat
"Rasakanlah adzab neraka di akhirat nanti."
dahsyat." {:.!:} penyiksaan itu. {i<.rii -i I} Ini adalah peringatan untuk mereka tentang
adzab yang lebih berat yang tengah menanti
Digunakan kata (.s+!t) bukan anggota tubuh
mereka.
lainnya karena kebanyakan perbuatan dilaku- Adzab yang berat dan pukulan yang hebat

kan dengan tangan. {rat .ilF tidak pernah itu adalah disebabkan oleh perbuatanmu

memiliki kezaliman. Oia tidak akan meng- yang buruk dan segala kemungkaran yang
kamu lakukan seperti kekafiran dan ke-
adzab seorang hamba tanpa dosa. (*irry zaliman selama hidupmu di dunia. Berbagai
kemaksiatan itu dinisbahkan kepada tangan
kebiasaan yang sudah terus menerus. Artinya
kebiasaan mereka sama dengan kebiasaan meskipun terkadang ia dilakukan oleh anggota
kaum Fir'aun. 411t:t\eu;) pengadzaban orang- tubuh yang lain seperti kaki dan indera manu-
sia, karena kebanyakan perbuatan dilakukan
orang kafir itu karena Allah dan seterusnya.
oleh tangan.
4r:r. i;ry mengubah dan menggantinya de- Allah SWT memberikan balasan kepada-

ngan bencana. [;..J.i\ 5 Vi.J. #) mereka mu dengan balasan tersebut adalah sebuah
bentuk keadilan dan bukan bentuk kezaliman
mengganti nikmat yang diberikan pada me- karena Allah SWT tidak pernah menzalimi
reka dengan kekafiran seperti kaum kafir seorang pun dari makhluk-Nya. Dialah yang
Mekah yang mengganti nikmat bisa makan Mahabijaksana yang sangat adil yang tidak
karena kelaparan dan nikmat rasa aman dari pernah sama sekali berlaku zalim. Dia akan
ketakutan.
meletakkan timbangan yang adil di hari
(*j'.t ti,< ft'e- | setiap umat yang men-
Kiamat nanti dan akan memberikan pada
dustakan ayat-ayat Allah SWT.
setiap orang apa yang sudah meniadi haknya,
Persesuaian Ayat tak seorang pun yang akan dizalimi.

Setelah Allah SWT menjelaskan kondisi
orang-orang Musyrikin Mekah, ketika me-
reka pergi untuk memerangi orang-orang

TAFSTR Ar--MuN r R rl Lr D 5

Dalam sebuah hadits qudsi yang di- mereka dan disiksa dengan siksaan Zat yang
Perkasa. )adi, ketentuan dan sunnah yang ber-
riwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Dzar; laku pada kedua kelompok tersebut sama dan
balasan itu diberikan sesuai dengan amal per-
dari Rasulullah saw., ia bersabda, buatan yang dilakukan.

J tty ilL,,::V u ,irii Sw'ist i:1 (:9 il E' aroP Allah Mahakuat tidak

&t ada yang dapat mengalahkan-Nya, dan tidak
akan ada yang bisa lari dari adzab-Nya. lmam
u,qtb Ja YF & MS *X e
os *,{irg;I #ui eGl$V al-Bukhari, Muslim, dan Ibnu Majah me-

'a*)3:4t *:*s g.5 'ilt r:J.a3 tp riwayatkan dari Abu Musa al-Asy'ari, bahwa

.LJ^6j Y! Nabi saw. bersabda,

"Sesungguhnya Allah SWT berfirman, "Sesungguhnya Allah SWT terkadang mem-
biarkan seorang yang zalim. Sampai ketika Dia
"Wahai para hamba-Ku, sesungguhnya Aku telah
mengharamkan kezaliman terhadap diri-Ku, dan ingin menyil<sanya ia tidak akan dapat lepas (meng-
Aku jadikan ia haram terjadi antara kamu maka
janganlah kalian salingberlaku zalim. Wahai para hindar)." (HRBukhari, Muslim, dan IbnuMajah)

hamba-Ku, sesungguhnya (apa yangkamu lihat di Kemudian, Allah SWT menjelaskan ten-
hari Kiamat nanti) hanyalah amalmu yang Aku tang kesempurnaan keadilan-Nya dalam se-
genap hukum-hukum-Nya karena Dia tidak
kumpulkan untukmu. ladi siapa yang mendapat- akan mengubah nikmat yang telah diberikan-
kan catatan amalnya baik maka pujilah Allah-
Tapi siapa yang mendapatkan lain dari itu maka Nya pada seseorang, kecuali disebabkan oleh
jangan sesali selain dirinya sendiri." (HR Muslim) dosa yang dilakukan seseorang itu. fadi, adzab
yang datang karena perbuatan yang buruk
Kemudian, Allah SWT memberikan sebuah dan kebinasaan orang-orang Quraisy karena

perbandingan, kemiripan, dan perumpamaan mereka kafir kepada nikmat-nikmat Allah

untuk adzab yang ditimpakan pada orang- SWT sebenarnya adalah disebabkan sunnah

orang Musyrik. Dia berfirm an, $c'ji 3, -i ,<y dan hikmah-Nya yang telah berlaku yaitu
bahwa Dia tidak akan mengubah nikmat-
Maksudnya, Allah SWT memperlakukan orang- Nya terhadap suatu kaum sampai kaum itu
mengubah kondisi mereka sendiri sehingga
orang Musyrik yang mendustakan risalah
mereka pun kafir kepada nikmat dan sombong
Nabi Muhammad dan mengkafirinya sebagai- dengan nikmat itu. Dengan demikian kondisi
mereka Iayak diganti sebagaimana penduduk
mana yang dilakukan-Nya pada umat-umat Mekah mengganti nikmat makan setelah lapar
terdahulu yang juga mendustakan Nabi me- dan rasa aman setelah takut dengan kekafiran.
Allah SWT berfirman,
reka. Kebiasaan mereka dalam hal kekufuran
sama dengan kebiasaan pengikut Fir'aun "Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah
dalam kekufuran mereka. Mereka [orang- ke a d a an su atu ka um seb elum mereka meng ub ah
orang Musyrik di masa Nabi) dibalas dengan keadaan diri mereka sendiri. Dan apabila Allah
menghendaki keburukan terhadap suotu kettm,
terjadinya pembunuhan dan penawanan
terhadap mereka di Perang Badar sebagai- mako tak ada yang dapat menolaknya dan

mana mereka (para pengikut Fir'aun) dibalas

dengan ditenggirlamkannya mereka di laut.
Orang-orang Musyrik dan kafir itu meng-

ingkari ayat-ayat Tuhan mereka. Allah SWT

membinasakan mereka disebabkan dosa-dosa

tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia." Kesimpulannya, terhimpun dalam diri
(ar-Ra'd: 11)
orang-orang yang diadzab itu dua sifat,
Hal ini secara jelas menunjukkan bahwa
keberhakan terhadap suatu nikmat ber- yaitu kafir terhadap eksistensi dan keesaan
gantung kepada aqidah yang benar; amal Allah dan mengingkari nikmat yang telah

yang baik, dan akhlak yang tinggi. Sebaliknya, dicurahkan-Nya pada mereka.
hilangnya sebuah nikmat adalah disebabkan Allah SWT mengakhiri firman-Nya dengan

oleh kekafiran, melakukan kerusakan, dan mengatakan,{;t'} ;" ky maksudnya orang-
akhlak yang buruk, kecuali kalau itu sebuah
bentuk istidraj[nikmat yang pada hakikatnya orang Musyrik Quraisy dan pengikut Fir'aun
adalah adzab, pent) dari Allah SWT, Dia ber- sama-sama zalim terhadap diri mereka sendiri
dengan kekafiran dan kemaksiatan yang me-
firman dalam ayat lain, reka perbuat. Mereka juga zalim terhadap ma-
nusia lain dengan berbagai kejahatan mereka.
"Kelak okan hukum mereka berangsur-
angsur dari arah yang tidak mereka ketahui." Allah SWT membinasakan mereka disebabkan
(al-Qalam:44) oleh kezaliman dan dosa-dosa mereka. Allah

Seluruh manusia berada di bawah kontrol iuga menarik kembali nikmat yang pernah
Dia berikan kepada mereka. Allah SWT tidak
dan kendali Allah SWT. Oleh karena itu Dia pernah menzalimi mereka. Akan tetapi, me-
berfirman, 4W Ai a i'';y lia Maha Mendengar rekalah yang menzalimi diri sendiri. Artinya,
apa yang dikatakan oleh orang-orang yang merekalah yang sesungguhnya zalim dengan

mendustakan Rasul dan mengetahui apa yang menyerahkan di ri kepad a adzab All ah SIvlIT, da n
Tuhanmu tidak pernah menzalimi siapa pun.
mereka kerjakan.
Adzab yang ditimpakan kepada Musyrikin
Setelah itu, Allah SWT menegaskan kem- Quraisy hanya berbentuk pembunuhan dan
bali penjelasan sebelumnya dan merincikan-
dicabutnya nikmat dari mereka disebabkan
nya lebih lanjut, Dia kembali berfirman,
43,.;- )t yi .rr} untuk menegaskan bentuk ke- kekafiran dan maksiat mereka. Adapun adzab
yang ditimpakan kepada orang-orang sebelum
miripan fantara kaum Musyrik Mekah dengan mereka adalah adzab pemusnahan, seperti pe-
nenggelaman pengikut Fir'aun, pengiriman
pengikut Fir'aun), dan menjelaskan yang angin kencang kepada kaum Ad, suara yang
sangat kera s (thaghiyah) kepada kaum Tsamud
dimaksud dalam penjelasan pertama tentang
adzab yaitu penenggelaman, dan menjelaskan dan sebagainnya.
adzab yang ditimpakan pada mereka ketika
Fiqih Kehidupan atau Hukum'Hukum
mati, kemudian yang mereka alami di dalam
kubur merupakan awal dari akhirat juga Alangkah celakanya nasib orang-orang
menjelaskan bahwa sebab ditimpakannya
adzab pertama adalah kafir terhadap ayat- kafir. Meskipun mereka bergelimang kekayaan
ayat Allah SWT, artinya mengingkari bukti- dan harta melimpah sedemikian rupa, pada
bukti ketuhanan. Kedua mendustakan ayat-
ayat Allah, artinya mengingkari penjagaan, akhirnya, mereka akan mendapat tempat

kebaikan dan nikmat Allah padahal ia sangat kembali yang paling buruk. |adi, kebahagiaan
banyak dan beruntun diturunkan kepada me- itu bukan dengan harta dan anak-anak seperti
reka. |adi, ayat {;lru(! rr;<} merupakan bukti yang dibayangkan oleh orang-orang yang ber-
tambahan terhadap kafir nikmat dan meng-
pikiran dangkal. Kebahagiaan sebenarnya
ingkari kebenaran.
adalah dengan keimanan, hati yang tenang,
dan memakmurkan dunia dengan amal saleh

sTAFSIRAT-MUNIRIILID ,. ,ril.i#:;:br.*fr -- s""ha1-Anra"l

untuk akhirat. Alangkah celakanya orang- kepada seseorang. Yang Dia lakukan hanyalah
orang kafir itu di setiap tempat dan setiap balasan terhadap kemaksiatan yang mereka
lakukan sendiri. Kalau Allah SWT menciptakan
masa. Andaikan saja mereka mau mengambil mereka, jasad, dan akal mereka sejak semula
untuk neraka sebagaimana yang dikatakan se-
pelajaran dari kondisi orang-orang sebelum bagian orang tentu hal itu tidak sejalan dengan

mereka yang telah dicatat sejarah. Orang-orang keadilan, kebijaksanaan, dan kasih sayang
Musyrik begitu sering menyakiti Nabi saw dan
Allah S\ML Mereka sebenarnya serupa dengan
orang-orang beriman, memerangi mereka kaum Fir'aun dalam kekufuran, kemaksiatan,

tanpa kenal lelah, dan menyita harta mereka di dan pengingkaran terhadap eksistensi dan

Mekah. Namun, apa hasilnya? Apakah mereka keesaan Allah, pendustaan terhadap para rasul
dan mengganti nikmat yang berhak disyukuri
mendapatkan kebaikan dari semua itu atau dengan pengingkaran dan pembangkangan.
malah keburukan dan kebinasaan? Mereka
Sesungguhnya bentuk perubahan nikmat
akhirnya terbunuh secara sangat mengenas- Allah yang dilakukan oleh pengikut Fir'aun
dan kaum Musyrikin Mekah adalah dengan
kan di Badar. Mereka dipukul sejadi-jadinya
membalas nikmat tersebut dengan peng-
sebelum nyawa mereka dicabut dengan sangat
ingkaran dan penyembahan terhadap berhala.
keras. Kalau kondisi mereka ketika disiksa Dengan demikian, nikmat dan kemakmuran
oleh para malaikat diperlihatkan pada kita, yang dicurahkan pada mereka seperti buah-
tentu kita akan melihat sesuatu yang sangat
buahan yang dilimpahkan di Mesir untuk
mengerikan dan tak dapat digambarkan.
Hasan al-Bashri mengatakan, 'Ada sese- kaum Fir'aun dan rezeki yang melimpah untuk
penduduk Mekah akhirnya dicabut dari me-
orang yang mengatakan bahwa kepada
reka. Kondisi itu bisa jadi berubah menjadi
Rasulullah, 'Ya Rasulullah, sesungguhnya aku sesuatu yang lebih buruk lagi. Ketika Allah

melihat di punggung Abu fahal ada sesuatu mengutus para rasul kepada mereka, mereka
mendustakannya, memusuhi dan bahkan ber-
seperti jejak sandal.' Rasulullah saw. bersabda,
'ltulah bekas pukulan malaikat."' niat untuk membunuhnya. Akhirnya, Allah

Kemudian mereka akan merasakan adzab mengubah kondisi mereka kepada yang lebih
neraka yang sangat pedih nantinya. Merasakan buruk dari sebelumnya. Nikmat tempo waktu
yang diberikan-Nya kepada mereka diganti
itu bersifat lahir dan batin. Penyiksaan di dengan penyegeraan adzab dan siksaan.

dunia dan akhirat bukanlah sesuatu yang zalim INTERAKSI DENGAN ORANG YANG
karena Allah tidak pernah zalim kepada para MELANGGAR PERJANJIAN DAN ORANG YANG
hamba setelah Allah menjelaskan jalan-jalan SUDAH TAMPAK DARINYA TANDA.TANDA
UNTUK MELANGGAR
kebenaran, mengutus para rasul, memberi me-
reka nikmatakal, kemampuan dan menyingkir- Surah aFAnfaal Ayat 5$59

kan segala penghalang menuju kebenaran. -<H;tr fr g5 lijt irr"g\3'itTtY
i'^e OH'j ;trLXYa$ O
fadi sebenarnya tugas mereka hanyalah

menyibukkan diri dengan ibadah dan ber-

syukur serta meninggalkan kekafiran. Kalau

mereka tetap berada dalam kekafiran dan ke-

fasikan, berarti mereka telah mengubah nikmat
Allah kepada mereka sehingga dengan demi-
kian layak kalau nikmat yang diturunkan pada

mereka diganti dengan bencana. Ini bukti yang
sangat jelas bahwa Allah tidak pernah memulai
untuk menyiksa atau menurunkan bencana

e;#S*sg@ oful fu t29u (j,;F Kata ini adalah fi'il amar yang
<rjbk;ia;frrnry,#-,fi
merupakan jawab syarat. Dalam kalimat ini
:y 4\ry6'tr+ rtu li6uv @
a$19* ; @'i;-,u;}t gtr't'r s'y:" ada yang dihilangkan,taqdir-nya adalah "Maka

o#.1 ruy'WVK kembalikanlah perjanjian itu kepada mereka

"sesungguhnya makhluk bergerak yang ber- dan hadapi mereka setelah engkau memberi
nyawa yang paling buruk dalam pandangan Allah
ialah orang-orang kafi.r, karena mereka tidak ber- informasi kepada mereka." Dalam ayat ini
iman. (Yaitu) orang-orang yang terikat perjanjian
terdapat penghilangan dan peringkasan
dengan kamu, kemudian setiap kali berjanji
kalimat yang sangat indah yang membukti-
mereka mengkhianati janjinya, sedang mereka
kan kefasihan dan kebalaghahan Al-Qur'an.
tidak takut (kepada Allah). Maka jika engkau
4,r; *y Maksudnya sama-sama tahu tentang
(Muhammad) mengungguli mereka dalam pe-
perangan, maka cerai-beraikanlah orang-orang pembatalan perjanj ian.
yang di belnkang mereka dengan (menumpas) me-
reka, agar mereka mengambil pelajaran.Dan jika *t'k(ref ';rt i.i''"Ji'{'Y Kalimat rijr}
engkau (Muhammad) khawatir akan (terjadinya) 43;4.i fa'il,
sementara kata ('t*} taqdir-
pengkhianatan dari suatu golongan, maka kembali- adalah
kanlah perjanjian itu kepada mereka dengan cara
nya adalah (k 6), dan ia menempati posisi
yang jujur. Sungguh, Allah tidak menyukai orang dua maf'ul.Ada yang membaca dengan $i'te ,
yang berkhianat. Dan janganlah orang-orang kafir
mengira, bahwa mereka akan dapat lolos (dari ke- s eh i n gga kata $tj;r uijr| a d al ah m af ' u I p erta ma
kuasaan Allah). Sungguh, mereka tidak dapat me- dan (U"rF maf'ul kedua. Seolah-olah Allah
lemahkan (Allah)." (al-Anfaal: 55-59)
berfirman, "fangan engkau mengira wahai
Qiraa'aat
Muhammad bahwa orang-orang kafir itu akan
{;'-* d}:
lolos". $:';fX.i 6j1y Ini adalah kalimat baru dan
Ini adalah qira'ah Ibnu Amir, Hafsh dan
pembuka kata. Ada yang membacanya dengan
Hamzah. Sementara itu, imam-imam yang lain
homzah yangfathah 1iiy, dengan taqdir: 6t\1.
mem(b,J'a:,c4a""n'yI.ae^<d,''e\lfn: gan (ilYt .
Mufradaat Lu$hawffiah
Ibnu Amir membacanya dengan 1{ i-ii'/!.
(;6ir$ kata ini adalah bentuk jamak dari
sr,.)
f.ir!;, yang secara akar bahasa artinya adalah
l'raab setiap sesuatu yang merayap di muka bumi.

$ii.;;v,.jrp Kata ganti 1ii; adalah badol Kemudian kata ini lebih sering digunakan

dari lrelr riJrl. fadi, maksudnya adalah orang- untuk hewan yang berkaki empat. Kata

orang kafii yang engkau telah mengambil yang dimaksud adalah manusia dan itulah

perjanjian dari merek". {iii} dalam kata ini pengertian asli dari kata ini. Manusia yang

adalah untuk menunjukkan sebagian. dimaksud di sini adalah Bani Quraizhah. r-|
(I' matsuanya dalam hukum dan ilmu Allah
SWT. (& .,*ir. ,ir) untuk tidak membantu

orang-orang Musyrikin. Mereka yang dimaksud

dalam ayat ini adalah beberapa kelompok dari

kalangan Yahudi di Madinah.

(i& V g;! kepada Allah dalam dan peng-

khianatan yang mereka lakukan. {'j!} dalam
kata ini terdapat idgham huruf nun pada 1.19

syarat ke dalam huruf lriy tambahan. {,iX;:}

kata ini berasal dari mkaetnaemd-uSkr a4n>nyyaan. g{,b:rer,ai}rti
mendapatkan dan

TgoAt-M'"'*l'ttP s *,ir{i,(il;;;},r,ri,, - -.*** -* * """n"'-ont""'
\*______

kata 1-,,ilr; artinya memisah-misahkan disertai mereka mengatakan bahwa, 'Kami lupa dan
gangguan. Yang dimaksud di sini adalah khilaf.' Rasulullah pun menjalin perjanjian

tumpas dan dera mereka dengan sesuatu untuk kedua kalinya. Namun, mereka kembali

yang membuat orang selain mereka menjadi melanggar perjanjian untuk kedua kalinya dan
membantu kaum kafir melawan Rasulullah di
takut. (ij;t ;F orang-orang yang memerangi Perang Khandak. Pemimpin mereka, Ka'ab bin

kaum Muslimin selain mereka yang juga

melanggar perjanjian yaitu kaum kafir Mekah Asyraf, datang ke Mekah untuk bersekongkol

dan para pendukung mereka yang Musyrik. dengan kafir Quraisy dalam memerangi Nabi

$iij} orang-orang yang selain mereka. saw.."
4:r;fi\ setelah melihat apa yang terjadi pada
Sebab Turunnya Ayat (59)
pihak lain.
Abu asy-Syekh Ibnu Hayyan meriwayatkan
(r*rl t;6y maka kembalikan kepada
dari Ibnu Syihab az-Zuhri, ia mengatakan
mereka perjanjian mereka dan perangilah bahwa, "fibril turun menemui Rasulullah
saw. Ia mengatakan bahwa, 'Engkau telah
mereka. 4,t; *b engkau dan mereka sama-
meletakkan senjata, namun engkau masih
sama mengetahui bahwa pernjanjian itu
bisa mengejar mereka. Pergilah, karena
sudah dibatalkan dengan cara engkau beri
Allah SWT telah mengizinkanmu untuk me-
tahu mereka agar mereka tidak menuduhmu merangi Bani Quraizhah.' Lalu Allah SWT me-

berkhianat atau yang dimaksud adalah dengan nurunkan ayat tentang mereka, {; :t 5 ri u,yh

cara yang jelas tanpa tipuan dan pengkhinatan. 4.:V e rtati u'rV

(,rtr} dan lepas dari pengejaran Allah SWT. Sa'id bin fubair mengatakan bahwa,'Ayat
(oii., ."lh mereka tidak akan bisa melemah- ini turun tentang enam pembesar di kalangan

kan Allah untuk mengejar mereka dan mereka Yahudi, di antaranya adalah Ibnu Tabut."

tidak akan pernah bisa lolos. Allah SWT akan Mujahid mengatakan bahwa, 'Ayat ini turun

membalas mereka terhadap kekafiran mereka. berkenaan dengan Yahudi Madinah. Pemimpin
mereka adalah thagut Ka'ab bin al-Asyraf. Di
Penggalan ayat ini merupakan penjelasan

sebab (ta'liD mereka dibalas tapi dalam ben-
tuk pembuka kata. Dalam qira'at (cara mem-

baca) yang mem-fathah-kan hamzah teJl me- kalangan Yahudi ia sama dengan Abu fahal di
ngandung ta'lil yang tegas. Imam al-Baidhawi kalangan Musyrikin Mekahl'

mengatakan, "Yang lebih tepat adalah bahwa

penggalan ini merupakan ta'lil untuk larangan, Persesuaian Ayat
artinya jangan kamu kira mereka akan Iolos
Setelah Allah SWT menjelaskan sifat
karena mereka tidak akan bisa lepas dari seluruh orang-orang kafir dengan firman-

kejaran Allah SWT atau dalam kata lain mereka Nya, "karena mereka qdalah orang-orang yong

tidak akan melihat Pengejar mereka lemah zolim." Allah kemudian menjelaskan secara
dan tidak mampu menangkap mereka."
terpisah sebagian di antara mereka yang lebih

Sebab Turunnya Ayat (55) buruk dan membangkang daripada yang lain.

Ibnu Abbas mengatakan bahwa, "Mereka Setelah Allah SWT menjelaskan kondisi orang-
orang Musyrik Quraisy yang memerangi Nabi
adalah Bani Quraizhah yang melanggar saw. dan orang-orang beriman di Badar, Allah
perjanjian dengan Rasulullah saw, dan
kemudian menjelaskan sifat kelompok lain

bahkan membantu musuh-musuhnya dengan yang juga memerangi Nabi saw., yaitu Yahudi

senjata dalam Perang Badar. Lalu setelah itu Madinah.

Tafsir dan Penjelasan bagi yang lain. Lakukanlah itu agar orang lain
menjadi jera dan mengambil pelajaran dari
Ayat ini turun berkenaan dengan Yahudi hal itu. Dengan demikian mereka akan takut
Bani Quraizhah. Substansi dari ayat ini adalah untuk melanggar perjanjian karena mereka
manusia terburuk yang hidup di permukaan juga akan diperlakukan seperti itu.
bumi ini dalam hukum dan pandangan Allah
Ini juga menjadi bukti bahwa peperangan
adalah orang-orang kafir yang melanggar dan itu sebenarnya tidak diinginkan. Peperangan
merusak perjanjian. Merekalah makhluk Allah merupakan sesuatu yang bersifat terpaksa
yang paling terburuk disebabkan dua sifat untuk menghalangi terjadinya kezaliman dan
yang mereka miliki: senantiasa berada dalam untuk meninggikan kalimat Allah SWT. Sikap
kekafiran dan kebangkangan serta melanggar keras terhadap para pelanggar perjanjian
perjanjian yang telah mereka buat, bahkan sangat dibutuhkan untuk menjadi pelajaran
mereka tegaskan dengan sumpah. Mereka juga bagi yang lain agar mereka dan yang lain tidak
memiliki sifat ketiga, yaitu mereka tidak takut
kepada Allah dalam setiap dosa dan kesalahan kembali melakukan hal yang sama.
yang mereka lakukan. Mereka juga tidak takut
Karena mencegah lebih baik daripada
kepada-Nya dalam pengkhianatan dan pe- mengobati, Allah SWT juga menjelaskan

langgaran janji yang mereka perbuat. hukum bagi orang-orang yang sudah tampak
Allah SWT menyifati mereka sebagai ma- darinya sinyal untuk melanggar perjanjian dan

nusia terburuk sebagai isyarat bahwa mereka pengkhianatan dari mereka. Dia berfirman,
4:;vJib\ Maksudnya, jika engkau memprediksi
telah sampai ke derajat binatang ternak,
akan ada pengkhinatan dari orang-orang yang
bahkan mereka lebih buruk karena tidak ada
manfaat yang dapat diharapkan dari mereka telah membuat perjanjian itu dan dugaanmu
sebagaimana firman Allah SWT tentang orang-
semakin kuat bahwa mereka akan melanggar
orang yang sama dengan mereka, perjanjian antaramu dengan mereka dengan
tanda yang jelas dan sinyal yang kuat, kem-
"Mereka itu hanyalah seperti hewan ternah
bahkon lebih sesat jalonnye." (al'Furqaanz 44) balikan pada mereka perjanjian itu secara

"Mereke seperti hewan ternak, bahkan sama. Artinya, beritahukan kepada mereka
lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orqng bahwa engkau juga telah membatalkan per-
yang lengah." (al-A'ra af: 17 9) janjian dengan mereka dan tidak ada lagi ikatan
perjanjian antaramu dengan mereka secara
Setelah Allah SWT menjelaskan ketiga sifat sama. Dengan demikian, engkau dan mereka
sama-sama mengetahui bahwa perjanjian
mereka khususnya pelanggaran janji secara
berulang-ulang, Allah kemudian menjelas- sudah dibatalkan dan engkau akan memerangi

kan hukum orang yang melanggar perjaniian mereka dan mereka akan memerangi kamu.
Dalam kata lain, peperangan antaramu dan
yaitu dibunuh. Dia berfirman, 4*A e';:;;:re\ty mereka akan segera terjadi. Kata-kata t-r.ilrl
secara bahasa berarti melemparkan dan me-
maksudnya, jika engkau berhasil menangkap
mereka dalam perang lakukanlah untuk me- nolak. Sementara itu, kata 1'r!3r; artinya adalah
reka sesuatu yang dapat menceraiberaikan
persamaan dan keseimbangan.
orang-orang selain mereka. Dengan kata lain,
jatuhkanlah untuk mereka sesuatu yang berat Sesungguhnya Allah membenci perilaku
yang dapat membuat takut musuh-musuhmu khianat dan menyiksa orang-orang yang ber-
selain mereka dari kalangan Arab atau yang
lain sehingga mereka akan meniadi pelaiaran perilaku tersebut meskipun itu terhadap

orang-orang kafir. fangan sampai engkau me-

TAfSTRAL-MUNrRlrrrD 5

nyembunyikan pembatalan perianjian dan sahabat Salman segera menuju ke benteng
menipu pihak lain. Imam Ahmad meriwayat-
kan dari Syu'bah dari Sulaim bin Amic ia me- atau kota itu dan mereka berhasil menakluk-
ngatakan bahwa, "Mu'awiyah ingin bergerak
ke daerah Romawi. Antara ia dengan mereka kannya dengan izin Allah SWT.
ada ikatan perjanjian [untuk tidak saling me-
nyerang, pent). Ia ingin untuk berada dekat Imam al-Baihaqi meriwayatkan bahwa
sekali dengan mereka sehingga ketika waktu
perjanjian itu berakhi4 ia akan langsung me- Nabi saw. bersabda,

nyerang mereka. Tiba-tiba ada seorang bapak 'ikv ,; :Lty. 'ig ,6.;lti ,/;;lt ,{:i;

tua sambil menunggangi seekor kuda me- ,il'dtGy ,v,ts ii l:t{r:t-* g*,3E

ngatakan bahwa, 'Allahu akbar; Allahu akbar; ';-trsvt-* ,qv i4 &.5 &. ut< 3;3
berlakulah sportif dan jangan menipu. Sesung-
guhnya Rasulullah saw. bersabda, "Siapa yang it it:Jp
antaranya dengan suatu kaum ada perjanjian ,^lLti:r:ti rvt ,b ,l*St ,Wg
'rytt
maka fangan dibuka ikatan itu dan jangan pula
ii t)ts
diperkencang sampai batas dan temponya
Ada tiga hal, orang Muslim dan orang kafir
berakhic atau kembalikan pada mereka per- sama saja dalam tiga hal itu: siapa yang engkau
buat kesepakatan dengannya maka tepatilah
janjian itu secara sama." Ucapan itu sampai
kesekapatan perjanjian itu baik ia Muslim
pada Mu'awiyah. Akhirnya ia mundur. Ternyata
bapak tua itu adalah Amru bin Anbasah r.a.."8 maupun kafir, karena perjanjian itu adalah untuk

Imam Ahmad juga meriwayatkan dari Allah; siapa yang antaramu dengan oranglain ada
Salman al-Farisi r.a., "la tiba di dekat sebuah
hubungan silaturrahim maka hubungkanlah baik
benteng atau kota. Ia mengatakan bahwa ke- orang itu Muslim maupun kafir; dan siapa yang
pada para sahabatnya, 'Biarkan aku menyeru menitipkan amanah padamu maka tunaikanlah
mereka sebagaimana aku melihat Rasulullah padanya, baik ia seorang Muslim maupun kafir."
(HR al-Baihaqi)
saw. menyeru mereka.' Lalu ia mengatakan
Kemudian, Allah SWT mengingatkan i
bahwa, Aku hanya seorang manusia biasa se-
perti kalian,lalu aku diberi hidayah oleh Allah orang-orang yang berkhianat pada adzab

untuk masuk Islam. Kalau kalian memilih yang akan menimpa mereka dan menjelaskan

Islam, hak kalian sama dengan kami dan ke- tentang orang-orang yang sempat lolos dari
wajiban kalian juga sama dengan kami. Namun,
Nabi saw. di Perang Badar dan yang lain
jika kalian enggan, bayarlah iizyah (upetiJ
dan kalian rendah. Namun, jika kalian juga agar tidak ada rasa kecewa di dalam hatinya
enggan, kami akan kembalikan pada kalian
terhadap orang-orang yang telah menyiksanya
perjanjian kita secara sama."'(;^;il, e-+ .j at 5f|
secara berlebihan. Allah SWT berfirman,
Hal itu ia lakukan selama tiga hari. Di hari
keempat (ketika tidak ada jawabanJ para 4r;4t #!Wi*s ,li 3;.'{ryArtinya, jangan

I Hadits ini diriwayatkan juga oleh Abu Dawud ath-Thayalisi orang-orang kafir itu mengira bahwa mereka
akan bisa lolos dan lepas begitu saja atau
dari Syu'bah, dan Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa,i dan Ibnu
Hibban dalam shahihnya dari berbagai sanad dari Syu,bah. selamat dari siksaan terhadap pengkhianatan
Tirmidzi mengatakan bahwa tentang hadits ini: ..Hasan
mereka. fangan mereka mengira bahwa mereka
Shahih".
akan bisa lolos dari Kami sehingga Kami tidak
bisa mendapatkan mereka. Mereka berada

di bawah kekuasaan dan dalam genggaman
kehendak Kami, jadi mereka tidak akan bisa

melemahkan Kami. Seperti firman Allah SWX,

'Ataukah orang-orang yang mengeriakan perjanjian bersama Rasulullah saw., bahkan

kejahatan itu mengira bahwa mereka akan membantu orang-orang Musyrik dalam

luput dari adzab KamiT Sangatlah buruk apa memerangi Rasulullah dengan persenjataan di
yang mereka tetapkan irul (al;Ankabuut 4)
Perang Badar,lalu mereka mengatakan bahwa,
Mereka tidak akan bisa lepas dari Allah
'Kami lupa.' Setelah itu Rasulullah membuat
SWL Mereka pasti akan dibalas atas kekafiran perjanjian lagi dengan mereka tapi mereka
mereka, sebagaimana firman Allah SWT,
kembali melanggarnya di Perang KhandakJ'
"Janganlah engkau mengira bahwa orang-
Kemudian, Allah SWT menielaskan apa
orang yang kafir itu dapat luput dari siksaan
Allah di bumi; sedang tempat kembali mereka yang mesti dilakukan oleh Rasulullah saw.
(di akhirat) adalah neraka. Dan itulah seburuk- terhadap orang-orang yang melanggar per-
buruk tempat kembali." (an-Nuur: 57) janjian itu yang berhasil ditangkapnya dalam
peperangan yaitu sesuatu yang berat agar
Allah SWT juga berfirman, menjadi pelaiaran bagi yang lain. Setelah

"dan ketahuilah bahwa kamu tidak dapat itu Allah menielaskan iuga apa yang mesti
melemahkan Allah, dan sesungguhnya Allah
meng hinaka n orang - orang kafir." (at-Taubah: dilakukannya pada orang-orang yang sudah
2) tampak darinya tanda-tanda melanggar per-
janiian dan berkhianat yaitu ketika Dia ber-
fadi, ayat ini merupakan penenangan
firman, 4:A & 4!i il) yaitu membuang per-
kepada Nabi bahwa Allah SWT akan membalas
orang-orang kafir yang telah menyakitinya dan ianjian dan memberitahukannya pada mereka
memutus harapan mereka untuk bisa menang bahwa perjanjian sudah berakhir sehingga
menghadapi orang-orang beriman.
kedua belah pihak sama-sama mengetahui
Flqlh Kehldupan atau Hukum-Hukum
bahwa peperangan akan segera teriadi. Ath-
Ayat yang pertama (LU'rr' '-i {Ly mengan-
Thabari meriwayatkan dari Muj ahid bahwa ayat
dung penjelasan tentang sifat-sifat Yahudi
ini turun berkenaan dengan Bani Quraizhah
dari kalangan Bani Quraizhah, Mereka adalah
orang-orang kafir dan selalu melanggar per- dan Bani Nadhir. fadi ayat, 4# U .1-,.'fb

ianiian atau kesepakatan. Mereka tidak takut berhubungan dengan Bani Quraizhah yang
kepada Allah dalam melakukan berbagai pe- pengkhianatan mereka begitu jelas ketika

nipuan dan pengkhianatan. mereka berpihak kepada kafir Quraisy dalam
perang Khandaq. Sementara penggalan ayat,
Para ulama ilmu al'mo'oni (ilmu tentang
45t; iyy mencakup Bani Nadhir dan pihak-
keindahan bahasa Arab, pent) mengatakan,
pihak selain mereka yang dikhawatirkan akan
dmi-u'astthaqabf-akla(nmnyaasaffaikl anyadnatganmgen{u:tnt:iurtk!k-a'niy
berkhianat.
kepada fi'il yang bersifat madhi (masa lalu)
Ibnu al-Arabi melemparkan sebuah
[tW adalah untuk menjelaskan bahwa tanda tanya tentang ayat 4:;6 r:6F lalu ia
sifat
m"-eitr\eka memang selalu melanggar per- sendiri yang meniawab tanda tanya itu. Ia
mengatakan bahwa, "Bagaimana mungkin
janiian secara berulang kali. dibolehkan membatalkan perjanjian ketika

Ibnu Abbas mengatakan bahwa, "Mereka ada kekhawatiran atas adanya pengkhianatan

adalah Bani Quraizhah. Mereka melanggar dari pihak lain, sementara rasa takut itu
baru bersifat dugaan yang belum sampai
ke tingkat keyakinan? Bagaimana mungkin

keyakinan yang ada pada perjaniian yang telah

dibuat bisa digugurkan oleh dugaan adanya


Click to View FlipBook Version