The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by masjiddarussalam18, 2022-08-17 09:15:17

Tafsir Al-Munîr Jilid 5

Tafsir Al-Munîr Jilid 5

hFSIRI-MUNIRIILIDS ,r,,*, @-,r,* ,, sr'"r'"t-r"ur"n

Seperti ucapanmu, {+ .i1 ,} €r:ft [; "Mereka Persesualan Ayat

tidak menambah kebaikan padamu melainkan Setelah Allah menyebutkan bahwa per-

kerusakan". Mustatsna minhu dalam firman mintaan izin orang-orang munafik untuk tidak
turut serta dalam Perang Tabuk adalah tanpa
ini tidak disebut. Jika tidak disebut maka
uzur dan sesungguhnya mereka memang
istitsno'terjadi dari yang paling umum, yakni
ingin tidak ikut kemudian mereka minta izin
1;!; [sesuatu). Dengan demikian dia adalah demi menutupi kemunafikan mereka, di sini
Dia menunjukkan dalil hal tersebut yakni
istitsna' muttashil sebab <JqrD (kerusakan)
mereka tidak menyiapkan diri untuk ikut
adalah sebagian dari yang paling umum. dalam peperangan ini, menjelaskan bahwa

Seakan-akan dikatakan, (iu, .it \* €r3iy.t

"mereka tidak menambah apa pun pada kalian

kecuali kerusakan." keberangkatan mereka bersama Rasulullah

{iry t"*rib mereka cepat berjalan saw. tidak ada kemaslahatan sama sekali,
di antara kalian dengan adu domba f*p
tapi menyebabkan tiga kerusakan, yaitu
(iiir mereka ingin membuat fitnah di antara pengrusakan dan keburukan, pemecahan

kalian dengan mendatangkan perselisihan di kalimat orang-orang Mukmin dengan adu
domba dan menjadi sebab sebagian orang
antara kalian atau ketakutan di hati kalian. yang lemah imannya mendengar ucapan

{4'} (fitnah-bencana) meragukan agama mereka dan menerimanya.

dan menjadikan takut terhadap musuh- Ayat pertama adalah pengungkapan
musuh. (,$$r j>r-y lubang atau sejenisnya
yang memisahkan antar barang-barang. keburukan karena permintaan izin serta ke-

4e :';A &JF di antara kalian ada kaum munafikan mereka. Dua ayat yang lain adalah
untuk menghibur Rasulullah saw. dan orang-
lemah yang mendengar ucapan orang-orang

munafik dan menaati mereka, atau di antara orang Mukmin karena ketidakikutan mereka

kalian ada pengadu domba yang mendengar dalam perang, penj elasan mengenai pelemahan

ucapan kalian dan menyampaikannya kepada Allah kepada mereka untuk berperang Allah
tidak menyukai keberangkatan mereka untuk
mereka. (St i4t t*;.t uj) mereka menuntut
berperang, pengoyakan rahasia mereka,
dan menginginkan untukmu terpecahnya

urusanmu dan terberainya sahabat-sahabat- penyingkapan rahasia mereka dan jauhnya
mu. Sebelum itu, pertama kali kamu datang
permintaan izin mereka demi mengikuti

ke Madinah, yakni hari Perang Uhud. Abdullah sebab-sebab pencelaan kepada Rasulullah saw.
karena pemberian izin beliau kepada mereka.
bin Ubay dan sahabat-sahabatnya yang
Kesimpulannya adalah ayat-ayat ini
munafih sebagaimana mereka tidak mengikuti

Perang Tabuh setelah mereka pergi bersama melanjutkan penjelasan mengenai kejelekan-

Rasulullah saw. ke feddah, di bawah Tsaniyyah kejelekan orang-orang munafik bahaya

Wada', mereka berangkat pada hari Perang mereka dan peringatan kepada orang-orang

Uhud, membalik-balik urusan, menunjukkan Mukmin atas tipu daya mereka.

pemikiran dalam mengatur muslihat dan tipu

daya kepadamu. Mereka menanti pembatalan Tafsir dan Penlelasan

agamamu dan urusanmu. (3ir r; ,;;y sampai Kalau saja mereka ingin berangkat ber-

datang kebenaran, yakni kemenangan dan samamu untuk berperang pasti mereka akan

bantuan llahi. {.irr ';i'frr\ agama-Nya menjadi menyiapkan diri dengan mempersiapkan

tinggi, syari'atnya menjadi menang. (Jii ir\ senjata, perbekalan, barang bawaan per-
jalanan dan sebagainya. Mereka sebetulnya
meskipun mereka tidak suka.

mampu untuk itu. tetapi Allah tidak menyukai Allah SWT Maha Mengetahui dengan
keberangkatan mereka, maksudnya Allah pengetahuan yang meliputi keadaan orang-
murka dengan keberangkatan mereka ber- orang zalim baik lahir maupun batin. Dia
sama orang-orang Mukmin karena ada risiko mengetahui apa yang telah teriadi, akan
di dalamnya. Allah mengundur-undur mereka
terjadi dan sedang terjadi serta yang belum
dengan ketakutan-ketakutan yang teriadi terjadi. Dia akan membalas semua perbuatan
mereka. Di sini ada dalil yang jelas bahwa
pada hati mereka, kemalasan, dan kepenatan
yang ada pada diri mereka. Dikatakan kepada keberangkatan mereka adalah kejelekan
yang tidak ada kebaikan di dalamnya, yaitu
mereka dari Rasulullah saw., "Tinggalah
kelemahan bukan kekuatan.
bersama orang-orang yang tinggal [tidak
pergi berperang), yakni perempuan, anak- Kemudian, Allah mengingatkan sikap
anak, orang sakit dan orang-orang lemah
mereka yang tidak mau membantu di waktu
yang keadaan mereka adalah duduk di rumah, lampau, dan menganjurkan Nabi-Nya agar

sebagaimana firman Allah SWT, berdamai dengan orang-orang munafik. Allah

"Mereka rela berada bersama orong-orang SWT mengingatkan macam lain dari makar
yang tidak pergi berperang." (at-Taubah: 87) orang-orang munafik dan kejelekan batin

Mereka adalah orang-orang yang duduk mereka. (-,;jr $i.t *ii) maksudnya mereka
dan orang-orang yang tidak ikut berperang.
ingin memasukkan bencana di antara orang
Kemudian, Allah memberikan ketenangan
Muslim sebelum itu, yakni pada Perang
dalam hati orang-orang Mukmin, menjelaskan
bahwa ketidakberangkatan mereka ada ke- Uhud, ketika Abdullah bin Ubay, pemimpin

untungan bagi tentara, sebab kalau saja orang- munafik memisahkan diri dari kaum Muslimin

orang munafik itu berangkat, mereka tidak dengan sepertiga tentara di suatu tempat

akan menambah kekuatan dan pertahanan yang dinamakan asy-Syauth, antara Madinah
dan Uhud, kemudian dia mengatakan bahwa
kepada kalian. fustru, akan menambah
kekacauan pikiran pada kalian, kerusakan kepada orang-orang, "Nabi menaati anak-
anak dan orang-orang yang tidak mempunyai
dalam pekerjaan, dan sistem. Mereka pasti pendapt. fadi, atas dasar apa kita membunuh

akan cepat-cepat melakukan adu domba dan diri kita?" Hampir saja diikuti oleh Bani

kebencian di antara kalian, pemecahan suara Salamah dan Bani Haritsah, namun Allah men-
kalian, dan menanam benih perpecahan dan
perselisihan, mengembuskan ketakutan dan jaga mereka dari kehinaan,

kegentaran terhadap musuh dan melemahkan "Ketika dua golongan dari pihak kamu
ingin (mundur) karena takut, padahal Allah
keinginan. Perlu diketahui bahwa di antara adalah penolong mereka." (Aali 'Imraan:122)

kalian ada kaum yang lemah akal,lemah iman Keberangkatan mereka bersama orang-
dan tekad yang mendengar ucapan mereka, orang Mukmin adalah bahaya bagi mereka

membenarkannya, dan menaati mereka. dan keburukan yang terealisasi pada mereka.
Mereka juga menginginkan pengaturan tipu
Jadi, tekad mereka menjadi berkurang untuk
daya dan muslihat kepada Nabi. Mereka
melaksanakan perintah jihad, meskipun memikirkan pembatalan perkara beliau,

mereka tidak mengetahui keadaan mereka. sampai datang kemenangan dan pertolongan
Ini menyebabkan teriadinya kejelekan antara
orang-orang Mukmin dan kerusakan yang serta urusan Allah menjadi tampak; yakni
agama-Nya menang dan syari'at-Nya tinggi
besar.

hrSIRtu-MUNIRIILIDS ,r*,*,. ffi,r,rr, surarat-rauoarr

dengan menghukum orang-orang Yahudi, dan keuntungan. fustru kejelekan dan
kerusakan. Allah SWT telah menjelas-
membatalkan kemusyrikan pada Fathu Mekah
kan kerusakan-kerusakan ini dan me-
dan tersebarnya Islam meskipun mereka tidak ringkasnya dalam tiga perkara yaitu
menyukainya.
perusakan sistem dan kerja, pemecahan
Ibnu Katsir mengatakan bahwa, "Ketika
suara umat Islam dengan adu domba dan
Nabi Muhammad saw. datang di Madinah, mengajak pelan-pelan sekelompok orang
yang lemah iman, akal dan tekad kepada
orang-orang Arab melemparnya dari satu barisan mereka dan mendengar ucapan
mereka. Kemudian Dia menjelaskan hal
busu[ orang-orang Yahudi dan orang-orang itu dengan ayat-ayat lain. Di antaranya,
munafik Madinah memeranginya." Ketika Allah
memberinya kemenangan pada hari Perang "Maka jika Allah mengembalikanmu

Badar dan meninggikan kalimat-Nya. Abdullah (Muhammad) kepada suatu golongan dari
mereka (orang-orang munafik), kemudian
bin Ubay dan para sahabatnya berkata, Per-
mereka meminta izin kepadamu untuk
kara ini sudah tiba. Mereka masuk Islam
keluar (pergi berperang), maka katakan-
dengan terang-terangan. Kemudian, setiap lah, "Kamu tidak boleh keluar bersamaku
Allah mengagungkan Islam dan pemeluknya, selama-lamanya dan tidak boleh meme-
itu membuat mereka marah dan susah. Oleh rangi musuh bersamaku." (at-Taubah: 83)

i'!';i'*;karena itu Allah SWT berfirman, jjr ;v &y 'Apabila kamu berangkat untuk

4:'iG me ng a mb il b a rang ramp asa n, ora ng - o rang
Badui yang tertinggal itu akan mengatakan
Flqlh Kehldupan atau Hukum-Hukum
bahwa, "Biarkanlah kami mengikuti
Ayat-ayat di atas menunjukkan hal-hal
kamu." Mereka hendak mengubah janji
berikut.
Allah. Katakanlah, "Kamu sekalikali tidak
L. Orang-orang munafik tidak melakukan (boleh) mengikuti kaml" (al-Fath: 15)

persiapan untuk peperangan adalah dalil 3. Ketidaksukaan Allah terhadap keberang-

yang jelas bahwa mereka tidak ingin katan mereka. Maknanya, keinginan Allah
meniadakan hal itu. Yakni mereka tidak
turut serta dalam peperangan, baik diberi berangkat perang. Sebab keberangkatan
izin oleh Nabi Muhammad saw. ataupun mereka menyebabkan kerusakan, tidak
tidak, padahal mereka mampu dan bisa
menyiapkan untuk peperangan ini. menolong kaum Muslimin, menakut-

2. Celaan terhadap mereka-karena tidak nakuti kaum Muslimin dari musuh

menyiapkan diri untuk peperangan-me- serta mengobarkan perbedaan dan per-
nunjukkan kewajiban menyiapkan diri
untuk jihad sebelum datang waktunya. Ini sengketaan. Keluar untuk berperang
adalah seperti firman Allah SWT
dengan hal semacam ini termasukmaksiat
"Den persiapkonlah dengan segala dan kekufuran. Oleh karena itu, Allah tidak
kemampuan untuk menghadapi mereka menyukainya dan melemahkan mereka
dengan kekuatan yang kamu miliki dan
dari pasukan berkuda." (al-Anfaal: 60) untuk berperang. Karena hal itu adalah

Keikutsertaan orang-orang munafik maksiat. Allah tidak menyukai kerusakan.6s

dan keberangkatan mereka bersama 68 Ahkaamul Qur'an Lil Jash-Shash : lll/LZo
orang-orang Mukmin pada Perang

Tabuk dan lainnya bukanlah kebaikan

4. Maksud dari firman Allah SWT (ieeulrg gillr| "Dan di antara mereka ada orang yang

adalah peringatan mengenai kehinaan me- mengatakan bahwa, "Berilah aku izin (tidak pergi
berperang) dan janganlah engkau (Muhammad)
reka dan menyamakan mereka dengan
perempuan, anak-anak dan orang-orang menjadikan aku terjerumus ke dalam fitnah."

lemah yang keadaan mereka adalah duduk Ketahuilah, bahwa mereka telah terjerumus ke
di rumah. Mereka adalah laki-laki dan pe- dalam fitnah. Dan sungguh, lahanam meliputi
rempuan yang tidak bisa bekerja, laki-laki orang- orang y ang kafir. lika engkau (Muhammad)
dan perempuan yang tidak ikut berperang. mendapat kebaikan, mereka tidak senang tetapi
jika engkau ditimp a b encana, mereka mengatakan
5. Tipu daya manusia, baik orang-orang
bahwa, "Sungguh, sejak semula kami telah
munafik, Yahudi, orang-orang Musyrik
maupun lainnya tidak akan beruntung. berhati-hati (tidak pergi berperang)i dan mereka
b erp aling dengan (p erasaan) gembira. Katakanlah
Kekuatan apa pun di dunia tidak akan bisa
(Muhammad), "Tidak akan menimpa kami
berdiri di hadapan kehendak Allah yang
bersifat memaksa, demi meninggikan melainkan apa yang telah ditetapkan Allah bagi
agama Allah, kemenangan syari'at-Nya kami. Dialah pelindung kami, dan hanya kepada
Allah bertawakallah orang-orang yang beriman."
dan menolong Nabi Muhammad saw. Katakanlah (Muhammad), "Tidak ada yangkamu
tunggu-tunggu bagi kami, kecuali salah satu dari
PLAGIASI ORANG.ORANG MUNAFIK dua kebaikan (menang atau mati syahid). Dan
TERHADAP UZUR.UZUR YANG LAIN AGAR kami menunggu-nunggu bagi kamu bahwa Allah
TIDAK MENGIKUTI PERANG TABUK DAN
KESENANGAN MEREKA KETIKA ADA akan menimpakan adzab kepadamu dari sisi-
BENCANA YANG MENIMPA ORANG.ORANG
MUKMIN DAN KESEDIHAN MEREKA KETIKA Nya, atau (adzab) melalui tangan kami. Maka
ORANG.ORANG MUKMIN MENDAPATKAN tunggulah, sesung-guhnya kami menunggu (pula)
KEBA!KAN bersamamu." (at-Taubah z 49 -52)

Surah at-Taubah Ayat 49-52 Qlraa'aat

igt-:$,?-E#$:l-.d:sr\i4:i;U Kalimat{jir4iry:

\trk5$5$"6yr'H5fuc#b\ Imam Warsy, as-Susi, dan Hamzah

<,ts;6,X;l*->6A(Gti membaca dengan mengganti hamzah kedua
fsetelah hamzah washa[) menjadi wawu mad
tA;'ju;1}itli?uiyI3,-i,j$O [dibaca panjang) dalam keadaan waqaf 6';i';1.
3,J5i,FSgsUA,y*#A\&3 Imam-imam qiraah yang lain membaca dengan
L1P,-13F:'Wte1;14\IQ hamzah sukun setelah hamzah washal yang
tidak dibaca dengan cara di-washol.
$*ft 'At$,i\*ry"i;\1:r3,Ak#*i\
a-)2S,)P"'.7tt1">,:)a-t ,/ l'raab

fata {iiy untuk menuniukkan perhatian

dan pembukaan pembicaraan.

Balaaghah

Kalimat (lJ ry :'t iy* + ;'lbdi sini

terdapat muqabalah (bandingan) antardua

perkara.

Pada kalimat {6 iir ;-lr u .i1} lafazh tam di tika kami tidak ikut berperang sebelum ini."
sini memberi makna pengkhususan, seakan-
4:';;Y merasa gembira terhadap musibah
akan dikatakan, "Tidak akan menimpa kami,
kecuali apa yang telah dikhususkan oleh Allah yang menimpamu. {uj iirr (s 6y apa yang
kepada kami," yakni penetapan dan kewajiban
telah ditetapkan Allah untuk kami, maksud-
kemenangan atas kalian atau mati syahid.
nya menimpamu. {rt$ i} penolong kami dan
Pada kalimat [f;! yt pir\ terdapat pen- yang menguasai urusan kami. 4A lt;; ,y,y
dahuluan jar majrur atas l'il untuk memberi
kalian menanti akan terjadi, (F;> salah satu
makna pembatasan. Petampakan lafazh
dari dua huruf ta' dibuang. {#it .jr)
jalalah di tempat isim dhamir untuk mendidik
kewibawaan dan ketakutan kepada Allah SWT. salah satu dari dua akibat yang akan "tGertjadi:

Kalimat 4"r3i; y\,lafazh di sini adalah kemenangan atau mati syahid. Kata d#)

pertanyaan. Maknanya adalah penghinaan. adalah bentuk tatsniyyah dari 1i3y, bentuk

Kata 49;i$ (tunggulah), adalah perintah yang mu'annats dari 1;Jiy. 4;.p\ kami menanti.
4:y ,t -r.i-.F bencana dari langit. 4'*ii, ;i]
merupakan hardikan dan ancaman.
atau dengan tangan kami, dengan mengizin-
Mufradaat Lughawlyyah
kan kamu untuk berperang. 4i,Z;'h kami me-
(; iiry Berilah aku izin untuk tidak ikut
perangdan dudukdi rumah. (#yr) janganlah nunggu akibat kalian.

kamu jadikan saya ada dalamfitnah,yakni dosa, Sebab Turunnya Ayat (49)

dengan tidak kamu berikan izin kepadaku. {*t ,iir l'i. U !jr;} Ath-Thabrani, Abu

Sesungguhnya jika saya tidak ikut perang Na'im dan Ibnu Mardawaih meriwayatkan

tanpa izinmu, saya berdosa. Ada yang berkata, dari Ibnu Abbas r.a., dia mengatakan bahwa,

jangan lemparkan aku dalam kebinasaan." ketika Nabi Muhammad saw. ingin keluar
Sesungguhnya, jika aku keluar bersamamu,
Perang Tabuh beliau bersabda kepada Al-
harta dan keluargaku akan binasa. {rp; iJr aiip
fadd bin Qais, "Wahai fadd bin Qais, apa
sesungguhnya jika fitnah yang mana mereka
jatuh ke dalamnya, yakni fitnah ketidakikutan pendapatmu mengenai jihad memerangi Bani
dalam perang. (uatSt; 'd.iJ.b fitnah itu akan
meliputi mereka pada hari Kiamat, atau fitnah Ashfar?i'lalu Jadd mengatakan bahwa, Wahai

itu meliputi mereka karena sebab-sebab Rasulullah, aku adalah orang yang mempunyai

peliputan ada pada mereka, seakan-akan beberap istri. Setiap aku melihat perempuan-
mereka ada di tengah-tengah fitnah tersebut
Maknanya, tidak ada tempat menghindar perempuan Bani Ashfar aku tergoda, berilah
atau tempat berlari bagi mereka dari fitnah
saya izin, jangalah engkau jadikan aku dalam
tersebut.
fitnah. Lj aolufiA)lAlahmmakesnuudrnuynak,ajannagaynal!ahJ "*.1iry
4L; + il} fika dalam beberapa
4'g'{t kamu
peperangan kamu mendapatkan kebaikan,
membuatku terfitnah dengan kecantikan
s4eUperjtti -k,emj5e|nadnagnanjikdaaknamhaurtdaitirmamppaasoatenh.
suatu bencana dan kesulitan. uli u;i i g;U wajah mereka.

4,y imereka mengatakan bahwa, "Kita telah Ibnu Abi Hatim dan lbnu Mardawaih
berhati-hati dengan sungguh-sungguh ke-
meriwayatkan dari fabir bin Abdillah redaksi

semacam ini. Bunyinya, Rasulullah saw. ber-

sabda kepada al-fadd bin Qais, "Wahai Jadd

bin Qais, apa pendapatmu tentang memerangi

Bani al-Ashfar? lalu dia mengatakan bahwa,

"al-Ashfar? |add berkata-dia termasuk orang-

orang munafikyang sudah tua,'Apakah engkau

memberiku izin wahai Rasulullah saw.. Aku

adalah laki-laki yang mencinta perempuan. tipu daya mereka dan keburukan batin mereka,
kegembiran mereka ketika orang-orang Muk-
Aku takut jika melihat perempuan-perempuan min tertimpa musibah dan kesedihan mereka
Bani Ashfar aku akan tergoda. Lalu Rasulullah ketika mereka mendapatkan kebaikan.

saw. bersabda, sembari berpaling darinya, Tafslr dan Penlelasan
'Aku memberimu izin'! Kemudian turunlah ayat
Di antara orang-orang munafik ada
tersebut.
yang mengatakan bahwa kepadamu, "Wahai
Ketika ayat ini turun Nabi Muhammad
Muhammad, berilah izin kepadaku untuk
saw. mengatakan bahwa kepada Bani Salamah,
fadd bin Qais termasuk mereka, duduk dan tidak turut serta untuk berperang,
janganlah engkau jatuhkan aku dalam dosa
* *.lt, qt .itr tlti\xi .i'U, M 'il dan kebinasaan dengan berangkat perang
bersamamu, sehingga aku tidak tergoda oleh
6;tt €*", i,li fJ*tl ,t,s5'r1 ,tS tglS .,1a. perempuan-perempuan Romawi," sembari
' mereka mempergunakan uzur-uzur yang
lJ
hina, menampakkan berpegang diri pada
H\'.)ioPro.,jo rr?i,ht;Jto I 1
keutamaan. Lalu Allah menjawab mereka
"Siapa baginda kalian wahai Bani Salamah?,
mereka mengatakan bahwa, 'ladd bin Qais, hanya sembari mendustakan dalnaraan mereka dan
saja dia bakhil, penakut.' Lalu Nabi Muhammad mengungkap jati diri mereka. Allah berfirman,
saw. bersabda: "Apa penyakit yang lebih buruk
daripada bakhil? Baginda kalian adalah pemuda (r+; ,:i;jr,4'liy

Putih, Bisyr bin al-Barra'bin Ma'rur. Sesungguhnya mereka dengan ucapan

Sebab Turunnya Ayat (50) ini mereka pasti akan jatuh dalam fitnah,

Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari fabir ketika mereka menggunakan uzur-uzur yang

bin Abdillah r.?, dia mengatakan bahwa, dusta, tidak mau pergi berjihad. Firman

"Orang-orang munafik di Madinah yang tidak Allah SWI, {tfu ' t ;li) artinya mereka
mengikuti perang, menyampaikan kabar
buruk mengenai Nabi Muhammad saw., me- jatuh dalam dosa dan maksiat. Sesungguhnya

reka mengatakan bahwa, Sesungguhnya neraka fahannam pasti akan meliputi mereka.
Mereka tidak akan menemukan tempat untuk
Muhammad saw. dan para sahabatnya pergi
menghindar; mengelak atau tempat berlari. Ini
berjihad dan mereka binasa. Lalu, sampai ke-
pada penduduk Madinah kedustaan ucapan adalah ancaman yang keras terhadap mereka
Bahwasanya mereka adalah penduduk ne-
mereka dan sehatnya Nabi Muhammad saw.
raka fahannam karena banyaknya kesalahan
dan para sahabatnya. Ini membuat mereka mereka, sebagaimana firman Allah S\MX,

*susah. Lalu Allah menurunkan ayat, *4:Y "Bukan demikian! Barangsiapa berbuat

(;rr keburukan, dan dosanya telah menenggelam-

kannya, maka mereka itu penghuni neraka.

Mereka kekal di dalamnya." (al-Baqarah: 81)

Kemudian, Allah menyebutkan macam

Persesualan Ayat lain dari tipu daya orang-orang munafik dan

Ayat-ayat sebelumnya dan selanjutnya kejelekan batin mereka sembari mengajarkan
membicarakan macam-macam kejelekan
orang munafih penjelasan macam lain dari kepada Nabi-Nya tentang permusuhan mereka.

4* +Allah SWT berfirman, i1| maksudnya,

jika ada kebaikan yang datang kepadamu, orang Mukmin adalah tidak bertawakal

yakni kemenangan, pertolongan, dan harta kepada selain Allah maka hendaklah mereka
rampasan, seperti hari Perang Badat itu akan
membuat mereka susah, fika ada musibah melakukan apa yang menjadi hak mereka. Di
yang menimpamu, yakni bencana, kejelekan, antara hak mereka adalah mengambil sebab-

dan kesulitan, seperti kekalahan dan terpukul sebab kemenangan, baik materiil maupun
dalam peperangan sebagaimana yang terjadi
pada Perang Uhud, mereka berkata kami moril, yang semestinya dilakukan, seperti me-
telah waspada, sadar dan berbuat teguh yang nyiapkan perbekalan yang semestinya, meng-
harus kami ambil. Sebelum kejadian ini kami
hindari semua perselisihan yang menyebabkan
juga menjaga diri untuk tidak mengikuti
kegagalan, dan tercerai-berainya suara umat.
peperangan, yakni ketika kami tidak turut
serta dalam peperangan, kami tidak tertimpa Tawakal adalah menyerahkan segala urusan
kebinasaan. Ini karena kami memprediksikan
kepada Allah setelah biasanya mengambil
kekalahan itu." Mereka bergegas kepada sebab (ikhtiar) yang dibutuhkan. Kemudian,

keluarga mereka demi menceritakan dan Allah SWT memberi petuniuk jawaban kedua
bangga pada pendapat tersebut. Mereka
mengenai kegembiraan orang-orang munafik
gembira dengan hasil ini.
Al-Hasanah (kebaikan) adalah perkara karena musibah-musibah yang menimpa

yang ketika diperoleh akan membuat diri orang-orang Mukmin. Allah SWT berfirman,
gembira. As-Sayyi'ah, adalah perkara yang
ketika terjadi akan membuat diri tidak enak. 4:';; y JF maksudnya, katakanlah kepada
Lalu, Allah memberi petunjuk kepada Rasul-
mereka wahai Muhammad bahwa kalian tidak
Nya untuk merespon mereka terhadap menanti-nanti bagi kami kecuali satu dari dua
akibatbaik. Bisa pertolongan dan kemenangan
sikap kegembiraan mereka. Allah berfirman, bisa pula mati syahid dan pahala yang agung.
"Katakan kepada mereka, selamanya tidak
akan menimpa kami kecuali apa yang telah fika kami hidup, kami akan hidup agung, mulia
Dia tulis dan Dia catat di Lauh Mahfudz. Kita dan beriman. fika kami mati, kami mati sebagai
ada di bawah kehendak dan kekuasaan-Nya, syahid yang diberi pahala.

Dialah Baginda kami, yakni penolong kami dan Adapun kami, menanti bagi kalian salah
pengatur urusan kami, kami akan berlindung satu dari dua keburukan. Bisa berupa Allah
akan menimpakan kepada kalian adzab dari
kepada-Nya. Sebagaimana firman Allah SWT,
sisi-Nya, yakni siksa langit, sebagaimana
Yang demikian itu karena Allah pelindung yang turun kepada kaum 'Ad dan Tsamud,
bagi orang-orang yang beriman; sedang orang-
orang kafir tidak ada pelindung bagi mereka. atau adzab dari tangan kami, yakni tertawan
(Muhammad:11)
atau terbunuh dalam keadaan kufur atau
Semua yang Dia tulis untuk kami adalah ada izin bagi kami untuk memerangi kalian.
yang lebih dan pantas. Hanya kepada Allah
semata hendaknya orang-orang Mukmin fadi, tunggulah akibat-akibat yang telah kami

bertawakal. Maksudnya, kami bertawakal sebutkan. Sesungguhnya kami menunggu
kepada-Nya. Dialah, Dia cukup bagi kami,
bersama kalian apa yang menjadi nasib akhir
sebaik-baik Zat yang menjamin. Hak orang- kalian. Dengan demikian sudah seharusnya

masing-masing dari kita menemui apa

yang dinantikan, tidak akan ada yang bis4
melewatinya. Kami ada dalam penjelasan

dari Tuhan kami. Tidak ada penjelasan untuk
kalian. Kalian tidak akan menyaksikan kecuali
apa yang membuat kami gembira. Kami tidak

akan menyaksikan, kecuali apa yang membuat

ThFStRAL-MuNrR JrLrD 5

kalian tidak enak. |adi, tunggulah janji-janji mereka karena bertambahnya kedaulatan
setan. Sesungguhnya kami menunggu janji-
Islam yang semakin tinggi dan luas
janji Allah. wilayahnya. Ketakutan yang disertai

Fiqlh Kehidupan atau Hukum-Hukum dengan kebodohan adalah siksa ruhani
yang paling besa6, sebagaimana diucapkan
Ayat-ayat di atas menunjukkan hal-hal
oleh ar-Razi.6e
sebagai berikut. 4. Ada macam lain dari tipu daya orang-orang

l. Uzur-uzur yang bohong tidak samar munafik dan kejelekan batin mereka,

bagi Allah Yang Maha Mengetahui alam yakni rasa tidak enak jika dalam sebagian
peperangan ada kebaikan yang menimpa
gaib, rahasia-rahasia diri, dan hal-hal orang-orang Mukmin, seperti kemenangan

samar yang ada di dada. fadi, janganlah atau harta rampasan perang. )uga
seorang pun tertipu dengan kecerdasan
kegembiraan mereka jika ada kejelekan
dan kepintarannya dalam menyembunyi- yang menimpa orang-orang Mukmin,

kan hakikat kebenaran. Allah SWT meng- seperti bencana, kesulitan, musibah, dan
hal yang tidak disukai. Kemudian, ucapan
ungkap segala sesuatu. Namun, orang- mereka adalah bahwa kami telah meng-
ambil perkara menjadi masyhur tentang
orang munafik adalah kaum yang tertipu itu, yakni kewaspadaan, kesadaran, dan
dan bodoh tidak mengetahui kebenaran berbuat dengan teguh, sebelum terjadi
apa yang telah terjadi. Kemudian, mereka
ini. berpaling untuk membicarakan kejelekan
tersebut kepada keluarga mereka, dalam
2. Orang-orangmunafikyangtidakturutserta keadaan gembira dan senang.

bersama Rasulullah pada Perang Tabuk 5. Sanggahan pertama yang kukuh atas
adalah orang-orang yang jatuh dalam dosa semua tipu daya itu bahwasanya orang

dan maksiat. Ahli ilmu ma'ani (cabang tidak akan tertimpa kebaikan atau
ilmu balaghah) mengenai firman Allah
keburukan, ketakutan harapan, kesulitan
SWf ('J- *rr +. ii} berpendapat bahwa atau keenakan, kecuali sudah ditentukan,

di dalamnya ada peringatan bahwa orang ditulis dan oleh Allah SWT diputuskan
dalam qadha-Nya. Dalil dalam pendapat
yang bermaksiat kepada Allah karena
suatu tujuan, Allah akan membatalkan ahlussunnah bahwa qadha Allah meliputi
tujuannya itu. Tidakkah engkau melihat semua yang baru. Berubahnya sesuatu
dari yang sudah ditentukan Allah adalah
bahwa orang-orang itu memilih duduk hal yang mustahil. Kandungan ayat ini
menegaskan sabda Nabi Muhammad saw
agar tidak jatuh dalam fitnah [bencana).
fadi, Allah SWT menjelaskan bahwasanya iqt-aA *b U6 )'At q rut * u
mereka jatuh terjerumus dalam fitnah itu
"Barangsiapa yang mengetahui rahasia
sendiri.
Allah dalam takdir maka ringan baginya
3. Orang-orang munafik adalah kayu bakar
musibah-musibah."
|ahannam. Mereka akan mendatanginya.
Neraka fahannam akan meliputi mereka 69 Tafsir ar-Razi :XVl/84
dengan menyeluruh. Tidak seorang pun
dari mereka pada hari Kiamat yang akan

terlepas dari panasnya. Ini telah diungkap-

kan oleh Allah SWX, 4.:r.,6+A;i '* i'Vb

Firman ini memberi keterangan bahwa

mereka dalam keadaan sangat takut
pada diri mereka, harta, dan anak-anak

6. Tawakal kepada Allah dengan makna kafir (ingkar) kepada Allah dan Rasul-Nya dan
mereka tidak melaksanakan shalat, melainkan
pemasrahan perkara kepada-Nya setelah dengan malas dan tidak (pula menginfakkan
(harta) mereka, melainkan dengan rasa enggan
mengambil sebab [ikhtiar) adalah ter- (terpalcsa). Maka janganlah harta dan anak-

masuk pokok-pokok keimanan. anak mereka membuatmu kagum. Sesungguhnya
malcsud Allah dengan itu adalah untuk menyilcsa
7. fawaban kukuh kedua mengenai kegem- mereka dalam kehidupan dunia dan kelak akan
mati dalam ke-adaan kafir." (tt-Ttubah: 53-55)
biraan orang-orang munafik karena
musibah yang menimpa orang-orang Qlraa'aat
Mukmin adalah orang-orang Mukmin
menanti salah satu dari dua hal yang xata (rii!:
baik. Kemenangan atau mati syahid.
Adapun orang-orang munafi( mereka Imam Hamzah, al-Kisa'i dan Khalaf mem-
baca 1ri;y.
menanti salah satu dari dua perkara jelek.
Kalimat (.1# ii}:
Adzab llahi dengan pembinasaan total di Imam Hamzah dan al-Kisa'i membaca

dunia sebagaimana umat-umat yang laiu cP-:'t>.

diadzab, seperti kaum 'Ad dan Tsamud

atau adzab di tangan orang-orang Mukmin

dengan terbunuh dan lainnya.

TERHAPUSNYA PAHALA ORANG.ORANG I'raab
MUNAFIK DARI NAFKAH DAN SHALAT
MEREKA SERTA SIKSA TERHADAP MEREKA Kata 4L;r ti '"'*Y di-nasab-kan sebagai
DI DUNIA DAil AKHIRAT
hal, yakni dalam keadaan taat atau terpaksa.
Surah at-Taubah Ayat 53-55
Kalimat flt;F #b adatah fail dari kata 1g,y
'b4'[i4irsa:t qE65\'S Kalimat {#r ii} adalah maful dari kata 1s,;.

5;i;a6@<AryYifu;Li't Kalimat (Jui,i[] adalah mubtada' dan khabar.
iV V';a 7{i\-9 t ;ir;*, ;#, .Fa
Susunan mubtada'-khabar adalah jumlah
Jr7>3r$t$96$qis^t5ry,
haliyah [sebagai haa[).
Sqini gl'bL>ft$t4;i{:
Balaaghah
a.V fr.:S)-t \ jii Gy'it$i 7: Aa
t<ata (U-b adalah perintah yang mempu-
M*iS;tXiii:q|ntii4t
nyai makna khabar, seperti firman Allah S\AIX,
"Katakanlah (Muhammad), "Infakkanlah
hartamu baik dengan sukarela maupun dengan "Katakanlah (Muhammad), "Barangsiapa
terpalcsa, namun (infakmu) tidak akan diterima. berada dalam kesesatan, maka biarlah Tuhan
Sesungguhnya kamu adalah orang-orang yang Yang Maha Pengasih memperpanjang (waktu)
baginya." (Maryam:75)
fasik" Dan yang menghalang-halangi i"fok
Kata {6;;iGlu} antara keduanya terdapat
mereka untuk diterima adalah karena mereka
thibaq.

Mufradaat LuShawlyyah

(Uii) Nafkahkanlah dalam ketaatan
kepada Allah, seperti jihad. {i<,1 W. Jy

tidak akan diterima darimu apa yang kamu

TATSIRAL-MUNIR JILID 5

nafkahkan. {;<ir} aaatah alasan penolakan Maksudnya adalah penjelasan bahwa sebab-
infak mereka. {.;t u} dari kata 1j:;ir) artinya
sebab adzab di dunia dan akhirat terkumpul
bpeemrabtamngeklaankguaknand.a4n3sioCmbjjohng.m{eirue:t<i}a merasa
enggan pada mereka. Sebab-sebab kenyamanan dan

berinfak karena mereka menganggapnya kebaikan hilang dari mereka di dunia dan

sebagai utang. (Sj.i;i V A';iA#";y janganlah akhirat. Harta mereka yang banyak hanyalah

nikmat Kami kepada mereka kamu anggap adzab bagi mereka di dunia dan akhirat.

baik. Ini adalah istidraj (penggiringan kepada Ayat-ayat 42 dan selanjutnya sampai ayat59,
semuanya mengenai orang-orang munafik.
dosa). (&.€F Dia akan mengadzab mereka.
Kemudian datang ayat-ayat pembagian zakat.
{ftr ;+, g} dengan berbagai kesulitan yang
Tafslr dan Penfelasan
akan mereka temui dan musibah-musibah
Katakan wahai Nabi kepada orang-orang
yang ada di dalamnya. {,*i:b keluar. 4:';ts itb munafik. Betapa pun kalian menafkahkan di
jalan Allah dan demi kebaikan baik karena taat
mereka dalam keadaan kafir, maka Dia akan
atau terpaksa, infak itu tidak akan diterima.
mengadzab mereka di akhirat dengan adzab Sesungguhnya kalian kufur kepada Allah dan

yang lebih pedih. Rasul-Nya. Kalian masih saja dalam keraguan

Sebab Turunnya Ayat (53) terhadap agama dan balasan amal akhirat
yang dibawa oleh Rasul juga karena kalian
Ibnu farir ath-Thabari meriwayatkan dari adalah kaum yang fasik, yakni sombong,
Ibnu Abbas, dia mengatakan bahwa, al-fadd
membangkang, serta keluar dari iman.
bin Qais mengatakan bahwa, "Sesungguhnya
aku jika melihat perempuan tidak bisa ber- Sesungguhnya amal perbuatan hanya sah

sabar sampai aku tergoda, namun aku akan dengan keimanan. Allah SWT berfirman,

membantumu dengan hartaku." Ibnu Abbas "Sesungguhnya Allah hanya menerima
(amal) dari orang yang bertakwa." (al-
mengatakan bahwa, 'Ayat ini turun berdasar-
Maa'idah:27)
kan peristiwa tadi, 4&'W- U v,f !'tt!" tfr1|
Firman Allah SWT, (# #b adalah
Maksudnya, karena ucapan al-fadd, "aku akan
alasan tertolaknya infak mereka dan tidak
membantumu dengan hartaku." fadi, ayat
ini turun mengenai al-fadd bin Qais ketika diterimanya mereka di dunia dan akhirat,yakni
dia tidak turut serta dalam Perang Tabuk tidak diterimanya infak mereka dikarenakan
mereka adalah orang-orang fasik yakni orang-
dan mengatakan bahwa kepada Rasulullah
orang kafir.
saw, "lni hartaku aku akan membantumu
Firman Allah SIvlIT, 4t;tS ti Giu) maknanya,
dengannya maka biarkanlah aku." mereka taat bukan karena perintah Allah dan
Rasul-Nya atau taat tanpa ada paksaan dari
Persesualan Ayat para pemimpin mereka, sebab pemimpin
orang-orang munafik adalah orang-orang
Setelah Allah menjelaskan balasan yang menganjurkan infak karena mereka

untuk orang-orang munafi[ yakni adzab di melihat ada kepentingan di dalamnya atau
dunia dan akhirat, Dia melanjutkan hal itu
keterpaksaan. Tidak diterimanya infak mereka
dengan penjelasan bahwa mereka meskipun bukan karena keumuman kefasikan mereka,

melakukan suatu perbuatan baik seperti infak tapi karena sifat khusus, yakni kefasikan itu

untuk jihad, mereka tidak bisa mengambil
manfaat dengannya pada hari akhir sebab

mereka melakukannya karena Riya' dan me-

nutupi kemunafikan mereka dari kejelekan.

adalah kufur. Oleh karena ituAllah menjelaskan takjub, dan bangga dengan kebaikannya serta
meyakini bahwasanya orang lain tidak mem-
dalam ayat berikutnya. Allah SWT berfirman, punyai apa yang dimilikinya. Adapun harta

(;i;i u;F maksudnya tidak ada yang meng- mereka di dunia, itu adalah sebab penyik-

halangi diterimanya nafkah mereka kecuali saan terhadap mereka yang letih ketika me-
kumpulan tiga perkara ini. Kufur kepada Allah ngumpulkannya, disertai kesusahan dan ke-
cemasan, kemudian mereka infakkan untuk
dan Rasul-Nya, tidak menjalankan shalat jihad, zakat, fi sabilillah dan penguatan umat

kecuali dalam keadaan malas, dan infakkarena Islam, dalam keadaan terpaksa. Demikian juga
terpaksa. Mereka adalah orang-orang yang anak-anak mereka, kadang-kadang mereka
mati di peperangan lalu mereka sedih, sangat
mengkufuri Allah dan Rasul-Nya dan apa yang
sedih karena anak-anak mereka. Di akhirat,
dibawanya. Amal perbuatan hanya sah dengan mereka diadzab dengan adzab yang keras,

keimanan, sebagaimana telah disebutkan. ketika mereka mati dalam keadaan kekufuran

Mereka tidak shalat karena rasa malas sebab yang menghapuskan amal saleh. Ini adalah

mereka tidak mengharapkan pahala dari termasuk istidraj kepada mereka. Hasilnya,
mereka tidak mendapatkan dunia dan akhirat,
shalat mereka. Mereka juga tidak takut siksa Itu adalah kerugian yang nyata.
karena meninggalkannya. Shalat adalah berat
Istidraj dengan nikmat-nikmat artinya
bagi mereka, sebagaimana firman Allah SWT, memberikan keleluasaan nikmat meskipun
mereka tetap dalam kemaksiatan. Seperti
"Dan (shalat) itu sungguh berat, kecuali
firman Allah SWT
bagi orong-orang yang khusyuk." (al-Baqarah:
4s) "Se sung g uhnya teng g ang w aktu y ang Ka mi
berikan kepada mereka hanyalah agar dosa
Mereka juga tidak berinfak untuk jihad
dan lainnya kecuali mereka terpaksa. Diri mereka semakin bertambah." (Aali 'Imraan:
mereka tidak merasa enak karena mereka 178)
tidak berinfak untuk tujuan ketaatan, tetapi
menjaga kepentingan yang tampak serta me- Apa yang mereka duga termasuk
nutupi kemunafikan. Mereka menganggap
manfaat-manfaat dunia, pada hakikatnya
infak sebagai utang dan kerugian di antara adalah penyebab adzab dan bencana bagi

mereka. Nabi Muhammad saw. telah menga- mereka. Dengan demikian, tampak bahwa
barkan Bahwasanya Allah SWT tidak bosan
kemunafikan adalah penyakit berbahaya yang
sampai kalian bosan. Allah adalah Maha- menarik semua penyakit dalam agama dan
baik, tidak menerima kecuali yang baik. Oleh dunia sehingga mampu menghilangkan semua
karena itu, Allah tidak menerima infak atau
kebaikan pada keduanya. Mirip dengan ayat
amal dari orang-orang munafik itu, sebab Dia ini adalah firman-Nya,

hanya menerima dari orang-orang yang takwa. "Dan janganlah engkau tujukan pan-
dangan matamu kepada kenikmatan yang
Ketaatan mereka tidak lain hanyalah dari
keengganan dan keterpaksaan, bukan dari telah Kami berikan kepada beberapa golongan
dari mereka, (sebagai) bunga kehidupan dunia,
keinginan dan pilihan.
fadi, wahai Nabi dan orang yang men- agar Kami uji mereka dengan (kesenangan) itu.
Karunia Tuhanmu lebih baik dan lebih kekal."
dengar harta mereka, anak-anak mereka (Thaahaa:131)

maupun semua nikmat Allah kepada mereka

menarik hatimu. Itu hanyalah sebab-sebab

ujian dan penyakit bagi mereka. Kagum ter-

hadap sesuatu artinya gembira, dengan

.mL TAFSIRAT-MUNIRIILID 5

fuga firman-Nya, -di ttL,,r {q3lr a_ ,,f v e\i:-Z
.V a{i* i fl1i h\t JL,
'Apakah mereka mengira bahwa Kami
"sesungguhnya Allah tidak menzalimi
memberikan harto dan anok-anak kepada seorang Mukmin atas suatu kebaikan. Dia

mereka itu (berarti bahwa), Kami segera mem' akan memberikannya di dunia, membalasnya
berikan kebaikan-kebaikan kepada mereka? di akhirat Adapun orangkafir maka dia diberi
(Tidak), tetapi mereka tidak menyadarinya."
(al-Mu'minuun: 55-56) makan di dunia, karena kebaikan-kebaikan

Flqlh Kehldupan atau Hukum-Hukum yang dia lakukan untuk Allah, sampai ketika
Kedua ayat tersebut mempunyai petunjuk dia dilimpahkan ke alam akhirat, maka dia
tidak mempunyai kebaikan yang bisa dibalas-
beberapa hal berikut. kan untuknya." (HR Imam Muslim)

1. Perbuatan-perbuatan baik orang kafir Pendapat yang benar adalah ada-
nya manfaat kepada orang kafir dari ke-
seperti menyambung kekerabatan, me- baikannya di dunia adalah terkait dengan
kehendak Allah yang disebutkan dalam
nolong orang yang membutuhkan, kadang-
kadang bermanfaat baginya di dunia dalam firman-Nya,
bentuk menolak bahaya atau keburukan.
Namun, tidak diberi pahala, dia tidak bisa "Maka Kami segerakan baginya di
(dunia) ini apa yang Kami kehendaki bagi
mengambil manfaat di akhirat dengan orang yang Kami kehendaki." (al-Israa': 18)

dalil hadits yang diriwayatkan oleh Imam Kesimpulan: amal perbuatan baik
Muslim dari Aisyah r.a., dia mengatakan tidak akan diterima oleh Allah ketika
bahwa, 'Aku mengatakan bahwa, Wahai diiringi dengan kekufuran kepada Allah.

Rasulullah, Ibnu fad'an, waktu zaman Adapun maksud dari firman Allah SWT,
jahiliyyah dia menyambung silaturahim,
"M aka b ara ng s ia p a y ang meng eri a ka n
memberi makan orang miskin. Apakah kebaikan seberat dzarrah, niscaya dia akan
m el ih a t (b aI a s a n) ny a," (al-Zalzalah : 7)
itu bisa memberinya manfaat? Nabi
adalah adanya pengaruh kebaikan
Muhammad saw. bersabda, yang dilakukan oleh orang kafir dalam

4 Yt L.: YF.ei 'iYtt;r;i memperingan hukuman atau siksaan

.,?.;'"'-lt \i-v- kepadanya.

"Tidak memberinya manfaat. Dia satu 2. Amal kebaikan secara lahir yang muncul
hari-pun tidak pernah mengatakan, Wahai
Tuhanku, ampunilah kesalahanku pada hari dari orang-orang munafik, tidak datang
pembahsan" (HR Muslim) dari keimanan, kerelaan, dan diri yang

Diriwayatkan dari Anas, dia me- baik. Realita itu muncul dari keterpaksaan
diri demi menutupi kemunafikan mereka.
ngatakan bahwa, "Rasulullah saw. dalam
Mereka tidak melaksanakan shalat,
hadits yang diriwayatkan oleh Imam
kecuali mereka dalam keadaan malas,
Ahmad dan Muslim bersabda,
berat hati dalam menjalankannya, mereka
#-eu "^1r; qill41 i 'jilt 'by
wlsJl tSlr;?\t 4.V aiio qtr tidak berinfak fi sabilillah, seperti zakat

dan jihad untuk tujuan ketaatan, tetapi

untuk menjaga kepentingan yang tampak. SUMPAH PAISU ORANG-ORANG MUNAFIK
utangMereka menganggap infak sebagai
DAN TINDAKAN MEREKA MEMANFAATKAN

dan menahannya [tidak memberikannya) SEMUA KESEMPATAN UNTUK MELECEHKAN
sebagai perolehan harta. fika masalahnya NABI SAW.

demikian, amal itu tidak diterima dan tidak

ada pahala untuk amal itu, Sebagaimana Surah at-Taubah Ayat 56-59

telah dijelaskan. 'KV,Kt;lus'ziA;ouoffi
tli j*:);$wiA;,tra<;j:a:5
Harta dan anak-anak kadang-kadang aat :j ;rio, 5i;3-* N -$v*j
$Y?*ofritv'tratVttvi'$:t
menjadi sebab adzab di dunia, kadang-
kadang menjadi sebab adzab di akhirat. id,r lii\ v t*' ;6t tr:@ 594
Harta benda di dunia adalah adzab bagi
orang-orang munafik dalam memper- W t lti'tCsffi^r rG 6Gt',Mt,

oleh dan menginfakkannya. Memperoleh ,r<;;iilttJyrSy,iW;

membutuhkan kepenatan yang keras,

menjaganya membutuhkan kewaspadaan

disertai keresahan dan kesusahan dan

ancaman kehilangan serta kerugian.

Kadang-kadang menyebabkan kerasnya

hati dan kesombongan, sebagaimana fir- "DAn mereka (orang-orang munafik) ber-
sumpah dengan (nama) Allah, bahwa sesungguh-
man Allah S\MX,
nya mereka termasuk golonganmu; namun mereka
"Sekali-kali tidak! Sungguh, manusia

itu benar-benar melampaui batas, apabila bukanlah dari golonganmu, tetapi mereka orang-

melihot dirinya serba cukup." (al-'Alaq: orang yang sangat takut (kepadamu). Sekiranya

6-7) mereka memperoleh tempat perlindungan, gua-

3. Menginfakkannya karena terpaksa dan gua atau lubang-lubang (dalam tanah), niscaya

tidak suka rela. ]adi, mereka diadzab mereka pergi (lari) ke sana dengan secepat-

karena apa yang mereka infakkan. Adapun cepatnya. Dan di antara mereka ada yang men-
anak-anah kadang-kadang mereka me- celamu tentang (pembagian) sedekah (zakat); jika

ninggal waktu berjihad. Kematian mereka mereka diberi bagian, mereka bersenang hati, dan
mengiringi kesedihan, kesusahan, dan
penyesalan. Kadang-kadang anak-anak jika mereka tidak diberi bagian, tiba-tiba mereka
marah. Dan sekiranya mereka benar-benar rida

dengan apa yang diberikan kepada mereka oleh

ada yang beriman, orang tuanya seperti Allah dan Rasul-Nya, dan mengatakan bahwa,

terbakar karena marah kepada mereka, "Cukuplah Allah bagi kami, Allah dan Rasul-Nya
akan memberikan kepada kami sebagian dari
seperti Hanzhalah bin Abi Amir yang
karunia-Nya. Sesungguhnya kami orang-orang
dimandikan oleh malaikat, Abdullah bin
Abdullah bin Ubay yang ikut Perang Badar; y ang b erh ar ap kep a da All ah." (at-Taubah: 56-59)

dia mempunyai posisi yang luhur di sisi

Allah. Adapun di akhirat, mereka diadzab Qhaa'aat

karena memperoleh harta yang haram. {,+t},

fika anak-anakberiman dan jengah dengan Warsy, as-Susi, dan Hamzah dalam ke-

kemunafikan orang tua mereka, mereka adaan waqaf membacanya tanpa hamzah di

akan selamat dari adzab selamanya. atas huruf wawu <ui'#>.

r'"n ,r,lr,i a

"rr"n ",-t

l'raab maknanya." Maksudnya tidak ada perbedaan

tiba-$tib:,ar.k;A.rtiilnya'i:!)j,ik<a'rDmedrieksaintiidbaekrmdaibkenrai antara keduanya. ((5F cukuplah bagi kami.

bagian dari sedekah tersebut, serta merta {;ryU} berharap agar mencukupi kami. Kata

mereka menjadi marah terhadap Nabi saw. g. *et +;) artinya menyukainya, sedangkan

{tA # *b. jawan kata law dalam potongan (; 4) membencinya. et i^iJ) meminta dan

ayat ini dibuang. Maknanya adalah seandainya memohon kepadanya.

mereka ridha, hal itu lebih baik bagi mereka. Sebab Turunnya Ayat (58)

BalaaShah Al-Bukhari dan an-Nasa'i meriwayatkan
dari Abu Sa'id al-Khudri r.a., dia mengatakan
4:'rk5.r, rllka W.'i i,;,;F di sini terdapat bahwa, "Ketika Rasulullah saw. membagi-
bagi harta rampasan, tiba-tiba datang Dzul
thibaaq (penyebutan dua kata yang maknanya Khuwaishirah at-Tamimi namanya adalah
bertentangan dalam satu kalimat), yaitu antara
Harqudh bin Zuhair; pembesar Khawarij
keridhaan dan marah.
seraya mengatakan bahwa, Bersikap adillah
Mufradaat Lu$hawlyyah wahai Rasulullah. Rasulullah saw. bersabda,

{1l.,l *ly mereka termasuk orang- Celakalah kamu!. Siapo lagi yang akan

orang yang beriman. {irij;.} mereka adalah bersikap adil kalau saya tidak bersikap adil?.
orang-orang yang sangat takut jika engkau Maka Umar bin Khathab mengatakan bahwa,
Izinkanlah saya untuk memenggal lehernya.
menyikapi mereka sebagaimana orang-orang
Maka Rasulullah saw. bersabda,
Musyrik sehingga mereka pun bersumpah
vve fiA3i':, €Ei tiv->i u 3r1 a;
demi menyelamatkan diri mereka. Kata
3F6 u!':rt 31 $31- ,iyQ €'*Vi
<ilU ketakutan yang membuat tertutupnya
pemahaman dan pengetahuan yang benar. .{"-)t :y 6fitt

4i*p tempat untuk berlindung seperti "Biarkan dia. Sesungguhnya dia memiliki
teman-teman yang seseorang dari kalian akan
kastil, benteng, pulau, atau sejenisnya.
meremehkan shalatny a j ika dib andingkan dengan
4:t*b ruang-ruang yang ada bawah tanah.
shalat mereka dan meremehkan puasanya jika
Kata maghaaraat adalah bentuk plural dari dibandingkan dengan Puasa mereka. Mereka
keluar dari agama ini, seperti keluarnya anak
maghaarah,yaitu gua atau celah di dalam panah dari sasarannya." (HR Bukhari dan an-

gunung. Dinamakan dengan maghaarah Nasa'i)

karena ia adalah untuk bersembunyi. {#Xy Lalu turunlah ayat, 4t4. ; €.i) dan se-
terusnya lbnu Abi Hatim meriwayatkan
tempat yang mereka masuki atau lubang di
hadits di atas dari fabir dengan redaksi yang
dalam tanah untuk dimasuki dengan sangat serupa. Ibnu farir meriwayatkan dari Dawud
bin Abi Ashim, dia mengatakan bahwa, "Nabi
sulit. (ir^:I) mereka segera memasukinya saw. datang membawa harta sedekah lalu
dengan cepat-cepat. {u+"} mencelamu. membagi-bagikannya hingga habis. Hal itu

Kata <iiU mencela secara tidak langsung di diperhatikan oleh seorang laki-laki dari
hadapan pihak yang dicela, sedangkan kata

<tsD -"rr."la dihadapannya secara langsung.

Makna asli dari kata <rrlU adalah memberi

isyarat dengan mata dan sejenisnya. Az-Zuiai

dan al-fauhari mengatakan bahwa, 'Al-Hamz

adalah sama denganal-lamz dalam wazan dan

TAFSIRAL-MUNIRIILID 5

Anshar; lalu dia mengatakan bahwa, Ini tidak merekq kembali kepada setan-setan (para
adil! Lalu turunlah ayat di atas. pemimpin) mereka, mereka mengatakan
bahwa, "Sesungguhnya kami bersama komu,
Seluruh riwayat tentang sebab turunnya kami hanya berolok-olok" fal-Baqarah: 14)

ayat ini menunjukkan bahwa orang-orang Di antara ekspresi dari rasa takut mereka

yang menegur dan melecehkan Rasulullah adalah mereka ingin melarikan diri dari kalian
saw. tersebut adalah dari kalangan orang- dan hidup jauh dari kalian. Seandainya mereka
menemukan sebuah tempat untuk berlindung
orang munafik.
di dalamnya dan dapat mengamankan diri dari
Persesuaian Ayat kalian, niscaya mereka sudah menuju tempat
tersebut dan pasti telah meninggalkan kalian.
Setelah Allah SWT menjelaskan bahwa
orang-orang munafik mempunyai semua hal Seandainya mereka menemukan tempat
buruk di dunia dan akhirat, seperti meminta untuk berlindung, gua di gunung-gunung atau

izin untuk tidak berperang dengan alasan dusta, lubang di bawah tanah seperti sumur dan

di sini Allah menjelaskan keimanan mereka terowongan, pasti mereka akan menuju ke
salah satu tempat tersebut, padahal itu adalah
yang palsu dan pemanfaatan mereka terhadap
seburuk-buruk tempat Mereka juga ingin pergi
semua kesempatan untuk melecehkan Nabi menjauh dari kalian secepat mungkin karena
mereka hidup bersama kalian hanya karena
saw.. Mereka melecehkan beliau karena beliau
mengambil sedekah dari orang-orangkaya dan terpaksa, bukan karena senang dan cinta.
mereka mengatakan, "Dia [Muhammad) Iebih Kondisi darurat memiliki hukum tersendiri
mengutamakan sedekah tersebut untuk para
kerabat dan orang-orang dekatnya." Mereka bagi mereka.
menuduh beliau tidak bersikap adil.
Oleh karena itulah, mereka terus diliputi
Tafslr dan PenJelasan rasa gelisah, sedih, dan cemas karena Islam
dan para pemeluknya semakin jaya, unggul,
Allah SWT memberitahukan ketakutan mulia, dan menang. Dan ini semua membuat

orang-orang munafik yang membuat mereka mereka sedih dan susah.
bersumpah dengan nama Allah dan dengan
sumpah yang ditegaskan bahwa mereka adalah Di antara orang-orang munafik ada
dari kelompok orang-orang Muslim, pengikut
agama yang sama. Namun sebenarnya mereka yang mencelamu wahai Muhammad dalam
bukanlah dari kaum Muslimin sehingga me- pembagian sedekah, baik itu dari ghanimah
maupun ketika engkau mengambil zakat dari
reka tidak mengikuti agama Islam. Mereka
orang-orang kaya.
adalah golongan orang-orang yang ragu dan
munafik. Mereka adalah suatu kaum yang takut Satu pendapat mengatakan bahwa yang
terhadap kalian [kaum Muslimin), sehingga mencela Nabi Muhammad saw. adalah para
mereka bersumpah untuk mencari aman. Rasa
takut dari dibunuh membuat mereka bersum- muallafah quluubuhum, yaitu orang-orang
pah, sehingga mereka menampakkan keiman-
an dan menyembunyikan kemunafikan mereka. yang mendapatkan pemberian dari Nabi saw
agar tertarik untuk masuk Islam.
Ini seperti firman Allah,
Satu pendapat mengatakan bahwa orang
"Dan apobilo mereka berjumpo dengan
tersebut adalah lbnu Dzil Khuwaishirah,
orang yang beriman, mereka mengatakan
seorang tokoh Khawarij. Ketika itu Nabi saw.
bahwa, "Kami telah beriman." Tetapi apabila membagi harta rampasan perang, lalu Dzul

Khuwaishirah mengatakan bahwa, "Berlaku
adillah wahai Rasulullah!." Maka Rasulullah

TAFSIRAL-MUNIRIILID 5

saw. bersabda, "Celakalah kamu. Kalau aku yang kami dapatkan, dan Allah akan memberi
tidak berlaku adil, maka siapa yang akan
kami ghanimah yang lain, Ialu Rasulullah
berlaku adil?!" saw. akan memberi kita dengan jumlah yang
Satu pendapat mengatakan bahwa orang
lebih banyak daripada yang dia berikan hari
tersebut adalah Abu al-fawwath dari kalangan ini. Sesungguhnya kami senang kepada Allah
dengan anugerah yang diberikannya, kami
orang-orang munafik. Dia mengatakan bahwa, tidak ingin sama sekali terhadap yang lain."

"Tidakkah kalian lihat teman kalian itu (mak- Ayat ini mencakup etika yang agung

sudnya Nabi Muhammad saw.)? Sesungguhnya karena ayat ini membimbing dan mengajarkan
kita untuk ridha dengan apa yang diberi oleh
dia hanya membagikan sedekah kalian kepada Allah dan Rasul-Nya dan tawakal kepada Allah
para penggembala kambing dan dia mengira semata. Hal ini terdapat dalam potongan ayat,

bahwa dia berlaku adil." Maka Rasulullah saw. (tur(5 rr6;F
bersabda, "Celakalah kamu. Bukankah Musa
Tujuan dari ayat ini adalah mengajarkan
adalah seorang penggembala? Bukankah Dawud kepada umat ini untuk ridha kepada nikmat

juga seorang penggembala?" Ketika Abu al- Allah dan pemberian Rasulullah saw.. Karena
Rasulullah saw pasti berlaku adil dan hanya
f awwath pergi, Rasulullah saw. bersab da, "H eti- melakukan sesuatu yang mengandung ke-
maslahatan umum untuk Islam dan para pe-
hatilah dari orang ini dan teman-temannya meluknya. Orang Mukmin hendaknya ridha
terhadap apa yang diberi oleh Allah dan tidak
karena mereka adalah orang-orang munafik." menginginkan yang lebih dari itu.

Kemudian, Allah SWT menyebutkan Flqlh Kehldupan atau Hukum-Hukum

bahwa senang dan bencinya orang-orang Dari ayat-ayat di atas dapat disimpulkan
munafik adalah untuk kepentingan mereka, beberapa hal berikut ini.
bukan untuk kepentingan agama Islam dan
L. Di antara perilaku orang-orang munafik
kebaikan para pemeluknya karena Rasulullah
saw. ketika itu memberikan ghanimah kepada adalah bersumpah bahwa mereka adalah
orang-orang beriman dan suka bersumpah
penduduk Mekah untuk melembutkan hati
mereka dan orang-orang munafik tidak suka palsu. Hal ini sebagaimana firman Allah
dengan hal itu. Lalu, Allah SWT berfirman,
SWT
44tk 'r";' Jyh fika mereka diberi bagian dari
'Apabila orang-orang munafik datang
zakat atau ghanimah, walaupun dengan cara
kepadamu (Muhammad), mereka me-
yang tidak bena[ mereka akan senang. Namun
jika mereka tidak diberi bagian darinya, maka ngatakan bahwa, "Kqmi mengakui, bahwa
engkau adalah Rasu/ Allah." Dan Allah
mereka akan marah kepadamu walaupun mengetahui bahwa engkau benar-benar
Rasul-Nya; dan Allah menyaksikan bahwa
sebenarnya mereka tidak berhak untuk
orang-orang munafik itu benar-benar
mendapatkannya. fadi, mereka sesungguhnya
p endusta," (al-Munaafiquun: 1)
hanya marah untuk diri dan kepentingan
2. Orang-orang munafik adalah golongan
mereka, bukan untuk kepentingan umum,
yang bingung, kacau dan gelisah, serta
sehingga celaan dan kritik yang mereka tidak suka dengan hidup dalam kenyataan

lakukan tidaklah dengan tujuan yang murni,

tetapi untuk tujuan tertentu.

Coba seandainya mereka ridha dan senang
dengan ghanimah yang diberi oleh Rasulullah

saw. walaupun hanya sedikit dan mengatakan
bahwa, "Cukuplah bagi kami anugerah dan

pemberian Allah, cukuplah bagi kami apa

bersama orang-orang Mukmin. Hal itu Allah SWT Mahabijaksana dan Mahasuci
karena mereka takut jika kondisi dan
hakikat mereka terbongkar sehingga dari sesuatu yang bersifat main-main
mereka akan dibunuh. Oleh karena itu
mereka berharap dapat menyelamatkan dan dari kesalahan maka keputusan-Nya

diri dan berlindung ke tempat-tempat adalah hak dan benar.

yang buruk, seperti benteng-benteng, Kedua, efek dari keridhaan tersebut
tampak di lisan. Hal ini ditunjukkan dalam
gua-gua di gunung, dan terowongan yang
firman Allah, {ii,' u;} Maksudnya kami
digali di bawah tanah.
ridha dengan hukum dan keputusan Allah.
3. Di antara sikap dan kejahatan orang-
Ketiga, apabila seseorang tidak me-
orang munafik yang paling buruk adalah
ngatakan, (lil u;F 46;;t y , ,t'q.*b
mencela Nabi saw. karena beliau meng-
maksudnya dapat berlaku di dunia atau di
ambil sedekah yang wajib [zakat) dari akhirat.

orang-orang kaya. Orang-orang munafik Keempat, Mengatakan, {c101 a'jl}
maksudnya kami tidak mencari ke-
tersebut mengatakan, "Sesungguhnya dia
untungan dunia berupa harta dan ke-
mengutamakan sedekah itu untuk para
kuasaan dari keimanan kami, akan tetapi
kerabat dan orang-orang dekatnya saja,"
kami ingin mendapatkan kebahagiaan
atau karena masalah pembagian ghanimah
akhirat.
(harta rampasan perang). Seperti
DELAPAN GOLONGAN PENERIMA ZAKAT
ghanimah perang Hunain yang digunakan
Surah at-Taubah Ayat 6O
oleh Nabi saw. untuk membujuk hati para
v*+AvYi*\Li'xA\(S\
mu a I I afah quluubuhu m (orang-o rang yang
"6'iy")AE -y0.r,, Aii /l!V W
dibujuk hatinya agar kukuh keislaman-
ry^V')ot A17i; ';St iY A\,W
nya) dari penduduk Mekah. Namun,
fr1:9
orang-orang munafik tersebut menuduh
"Sesungguhnya zakat itu hanyalah untuk
beliau tidak berlaku adil.
orang-orang fakir, orang miskin, amil zakat, yang
4. Ayat di atas menunjukkan bahwa orang dilunakkan hatiny a (mualaf), untuk (memerdeka-
kan) hamba sahaya, untuk (membebaskan) orang
yang hanya mencari dunia akan menjadi
orang munafik, sedangkan orang yang yang berutang, untuk jalan Allah dan untuk

mencari dunia dengan kadar yang diizin- orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai
kewajiban dari Allah. Allah Maha Mengetahui,
kan oleh Allah dan tujuannya adalah men- M ah ab ij alcsa n a. (at-Taab ah : 60 )
jadikannya sebagai sarana untuk kebaikan
Qlraa'aat
agama, dia berada di jalan yang benar.
49iteb,
Pijakan yang menjadi dasar dalam hal-hal
Imam Warsy dan Hamzah membaca
yang bersifat materi adalah ridha dengan dengan tanpa huruf hamzah di atas huruf
wqwu (qlb)
qadha dan qadar Allah setelah berusaha.

Oleh karena itu, Allah SWT berfirman,

,lui q:j+'iii e=z;11365t;ii'ist ,4St;u't ",.,;ii iSb
^ti$\ ib)..'' , k. i v,t,t tr2'itr.,zrJ ..

5. Ayat, $\2 *i iib Ridha ini mencakup

empat tingkatan.

Pertama, ridha dengan apa yang

diberi oleh Allah dan Rasul-Nya, karena,

l'ruab atas adalah sesungguhnya seluruh bentuk
zakat hanya untuk golongan yang disebutkan
{{' n *.lb kata <*i> di-nashab-kan dalam ayat di atas saja, bukan untuk selain

dengan fi'il muqaddar (kata kerja yang keber- mereka. Ini merupakan dalil bahwa ejekan
orang-orang munafik terhadap Rasulullah
adaannya diperkirakan) dan ia memiliki makna
sebagai mashdar yang ditegaskan bagi apa saw. yang disinggung dalam ayat sebelumnya
yang dinyatakan oleh ayat di atas. fadi artinya
adalah dalam masalah pembagian zakat,
adalah (;j -s:,3r ;.'rt g;> "Allah mewajibkan
bukan ghanimah.
sedekah atas mereka sebagai kewajiban."atau
(:fa} bentuk plural dari kata 1j;;li [orang
ia dinashabkan sebagai haal dari kata ganti
fakir). Orang fakir adalah orang yang tidak
yang ada dalam kata (,FliJ). Kata 6-z'i1 iuga
dibaca rafa' dengan taqdir ,U"t &., memiliki harta dan pekerjaan untuk menutupi

BalaaShah kebutuhannya, Kata lifry ini berasal dari

48 * ll';y t<ata {r-fr dan ligl!;keduanya kata lrtair;, seakan-akan orang tersebut tulang
punggungnya sakit. @s\--10) adalah bentuk
menggunakan bentuk <,!lVrng fungsinya plural dari kata <is-:.jr>. al-Miskiinadalah orang
yang memiliki harta atau pekerjaan tapi tidak
untuk mubaalaghah atau menunjukkan arti
yang sangat. fadi, artinya adalah mempunyai mencukupi kebutuhannya. Kata ini berasal

ilmu yang sangat luas dan hikmah yang sangat dari kata p'ri5t1, seakan-akan dia dibuat diam
oleh ketidakmampuannya. Dalil bagi makna
tinggi dengan menempatkan sesuatu pada fakir dan miskin ini adalah firman Allah SWT

tempatnya yang sesuai. 'Adapun perahu itu adalah milik orang

Mufradaat Lu(hawlyyah miskinyang bekerja di laut." (al-Kahf: 79)

(-u-6r fp zakat yang fardhu yang Rasulullah saw. juga meminta kepada Allah
agar dijadikan orang miskin dan berlindung
diberikan kepada delapan golongan tersebut.
dari kefakiran.
Huruf lam dalam lafazh ini menunjukkan Menurut pendapat lain, al-Miskiin adalah

kewajiban memberikan zakat kepada mereka orang yang tidak memiliki harta benda. Hal ini
berdasarkan firman Allah S\MX,
dan bahwa ia khusus untuk mereka, tidak
'Atau orang miskin yang sangat fakir." (al-
boleh diberikan kepada selain mereka. Balad:16)

Makna eksplisit ayat ini menunjukkan Dan ini merupakan salah satu tema yang
menjadi perbedaan pendapat para ulama
bahwa zakat hanya khusus untuk delapan
madzhab Syafi'i dan Hanafi. Kefakiran dan ke-
golongan tersebut dan wajib dibagikan kepada miskinan ditetapkan berdasarkan kepemilikan
setiap golongan yang ada dengan menyamakan
kadar antar masing-masing golongan. Hal ini terhadap harta yang berada di bawah batas
karena mereka sama-sama berhak mendapat- minimal dari kebutuhan hidup yang layak,

kannya. Ini merupakan pendapat Madzhab sesuai dengan waktu dan tempat.

Syafi'i. (kJ; 4";lby orang-orang yang bekerja

Diriwayatkan dari Umarl Hudzaifah, Ibnu untuk mengambil dan mengumpulkan zakat.
Abbas para sahabat lainnya, serta para tabi'in
bahwa dibolehkan mendistribusikan seluruh $ei; ,1*Vb adalah satu kaum yang masuk
zakat kepada satu golongan saja. Ini merupa-
kan pendapat tiga imam madzhab lainnya. Islam, sedangkan keinginan mereka terhadap

fadi, makna yang dikandung oleh ayat di

TAFSIRAf,-MUNIR IItIp 5 , ..ili.H sulah at-raubah
,r llti

Islam masih lemah sehingga hati mereka perlu lalu memerdekakannya, ini adalah pendapat
dibujuk atau mereka adalah para tokoh yang Malik dan Ahmad. ]uga dengan menebus
jika mereka mendapatkan zakat dan perhatian para tawanan. Dalam kata ar-riqaab ini tidak
lebih, diharapkan orang-orang yang seperti digunakan huruf laam seperti beberapa
mereka akan masuk Islam. Rasulullah saw.
sendiri memberikan zakat kepada Uyainah golongan yang lain. Namun, di sini digunakan

bin Hishn, al-Aqra bin Habis, dan al-'Abbas huruf fii. Hal ini untuk menunjukkan bahwa
bin Mirdas karena alasan tersebut. Menurut
yang berhak mendapatkannya adalah jihhah
satu pendapat, mereka adalah para tokoh yang
dibujuk hatinya agar masuk Islam karena Nabi (pihak), bukan budak itu sendiri.

saw. telah memberi mereka dengan alasan (.r?rii6} adalah orang-orang yang me-
ini. Namun, pendapat yang benar adalah yang nanggung beban utang jika mereka berutang

diberikan oleh Nabi saw. kepada para tokoh untuk diri mereka sendiri, bukan untuk
yang dibujuk hatinya agar masuk Islam ini
adalah seperlima dari khumus yang khusus kemaksiatan dan pemborosan, sedangkan

untuk beliau yang diambil dari rampasan mereka tidak dapat melunasinya. Mereka ber-
utang untuk memperbaiki hubungan orang-
perang.
orang yang berselisih walaupun mereka
Termasuk dari golongan muallafah
adalah orang-orang kaya. Hal ini berdasarkan
quluubuhum adalah orang yang dibujuk hati- sabda Rasulullah saw. dalam hadits yang
diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Ibnu Majah
nya dengan sebagian zakat untuk memerangi
orang-orang kafir dan orang-orang yang tidak dari Abu Sa'id al-Khudri,

mau membayar zakat. Dengan demikian, j \'ri ilt ,W 'e :a:";,L it ii'":at tJ1
golongan muallafah quluubuhum terdiri dari
beberapa kelompok: ada yang diberi bagian iv '4 'otE +rji ,rq 6tpt J>j 3i rqa.

zakat agar masuk Islam, ada yang diberi agar gait o#tu6r.Lif 'c ij"U W4
t41b ,ya, ;i'c.q
keislamannya semakin kukuh, ada yang diberi
"Sedekah tidak halal kecuali untuk lima
agar orang-orang yang serupa dengannya
masuk Islam, dan ada juga yang diberi agar golongan: orang yang berjihad fi sabilillah, orang

membela kaum Muslimin. yang menanggung utang orang yang membeli
zakat dari orang fakir dengan hartanya, orang
Untuk golongan pertama dan yang ter- kaya yang memiliki tetangga miskin lalu orang
akhir; menurut Imam Syafi'i r.a., saat ini tidak miskin tersebut diberi sedekah kemudian dia
diberi bagian dari zakat dikarenakan Islam menghadiahkannya kepada orang kaya itu, dan
telah jaya. Sedangkan golongan kedua dan amil zakat." (HR Abu Dawud dan Ibnu Majah)
ketiga, menurut pendapat yang lebih bena[
tetap diberi bagian dari zakat. 4*t E +.!F untut< orang yang berjihad

(y'lr' J,gy untuk memerdekakan para walaupun mereka kaya atau untuk kepen-
tingan jihad dengan menggunakannya untuk
budak mukaatab,To yaitu membantu mukaatab membiayai para sukarelawan dan untuk
dengan sebagian harta zakat dalam mem- membeli senjata. Menurut satu pendapat,
bayar cicilannya, atau dengan membeli budak
dalam golongan ini juga tercakup kepentingan
70 Budakmukaatabadalahbudakyangmembuatkesepakatan pembangunan jembatan dan tempat-tempat
pembuatan senjata.
dengan tuannya untuk dimerdekakan tapi dengan mem-
bayar sejumlah uang secara mencicil, penj.

"rr"n "r-t"r."n ,r,rr*r.

(+t, ;';F yaitu musafir yang kehabisan mereka layak untuk tidak mendapatkan apa-
bekal. (i'q i--j) Allah benar-benar mewajib- apa, mereka jauh dari zakat dan jauh dari para
golongan yang berhak mendapatkannya.
kan hal tersebut, dan tidak ada hak bagi siapa
pun untuk berpendapat dalam masalah ini. Tafsir dan Penlelasan

Persesualan Ayat Zakat hanya wajib diberikan kepada

Setelah orang-orang munafik mencela delapan golongan yang disebutkan dalam ayat
Rasulullah saw dalam masalah pengambilan
di atas. Kata (4t) dalam ayat di atas menun-
dan pembagian zakat, Allah SWT menjelaskan jukkan pembatasan zakat untuk golongan-

bahwa para penerima zakat adalah kedelapan golongan tersebut, bukan untuk yang lainnya.
Adapun dalil yang menunjukkan bahwa
golongan tersebut, sehingga tidak ada seorang
maksud dari kata shadaqaat di dalam ayat ini
pun yang berhak membantah, mengkritik adalah semua zakat yang wajib adalah bahwa
huruf <Jil di dalam kata {-ti"ul,lr}, karena huruf
dan mencela Rasulullah saw. karena beliau
(Ji) di dalam kata (-tii-.tr) ini adalah untuk
mengambil zakat dan membagikannya kepada
sedekah yang telah disebutkan sebelumnya.
kedelapan golongan tersebut, jadi sikap Yang telah disebutkan sebelumnya adalah

orang-orang munafik yang menolak apa yang sedekah-sedekah yang wajib, yaitu yang
dilakukan Rasulullah saw. jelas-jelas salah.
Sedangkan yang dilakukan Rasulullah saw. diisyaratkan dalam ayat,

adalah benar. Ayat di atas menghentikan "D a n di anta ra m e reka a da y ang m en celamu

ketamakan orang-orang munafik tersebut. tentang (pembagian) sedekah (zakat)." (at-
Taubah:58)
Adanya ayat di atas iuga meruPakan
Di samping itu, karena Allah menetapkan
keharusan untuk menjelaskan jalan yangbenar hak pada sedekah-sedekah tersebut dengan

dan adil dalam pendistribusian zakat, sehingga huruf laam tamlik [yang menunjukkan ke-
pemilikan) untuk kedelapan golongan ter-
orang-orang kaya tidak boleh mencari-cari sebut. Yang menjadi milik mereka hanyalah
jalan untuk memberikannya kepada selain zakat yang wajib. Di samping itu, di dalam
ayat tersebut, Allah menyebutkan bagian
orang-orang yang berhak tersebut. untuk 'aamil (petugas zakat). Para 'aamil ini
dipekerjakan untuk mengumpulkan zakat
Ayat di atas juga merupakan pengingat yang wajib, bukan sedekah yang sunnah.
Di samping itu, sedekah yang sunnah boleh
yang abadi agar orang-orang kaya peduli ter- didistribusikan kepada selain kedelapan
golongan ini. Adapun zakat-zakat yang wajib
hadap orang-orang yang memerlukan.
adalah zakat uang [emas, perak dan kertas),
Di samping itu, ayat di atas juga untuk ternak, tanaman dan barang dagangan.

menyadarkan orang-orang kaya agar mem- Imam Syafi'i berpendapat bahwa semua
berikan hak-hak Allah yang ada di dalam harta sedekah yang wajib, baik berupa zakat fitrah

mereka tanpa menyebut-nyebutnya serta maupun zakat harta, wajib didistribusikan
untuk menghapuskan ketamakan dan ke-
kepada kedelapan golongan tersebut, karena
cintaan mereka terhadap harta.
Adapun sebab dari penyebutan ayat ten- ayat di atas menyandarkan semua bentuk

tang delapan golongan penerima zakat ini di sedekah yang wajib untuk mereka dengan

antara ayat-ayat yang berbicara tentang orang-

orang munafik dan tipu daya mereka adalah
untuk mengingatkan bahwa mereka bukan
termasuk golongan yang berhak menerima

zakat. Hal tersebut untuk menghentikan

ketamakan mereka, mengisyaratkan bahwa

TAFSIRAL-MUNIRIILID 5

huruf laam tamlifk [yang menunjukkan arti Dalil Abu Hanifah dan Malik tentang
kepemilikan). Mereka semua berhakterhadap-
nya dengan adanya huruf wawu yang ada di kebolehan memberikan semua zakat kepada
antara setiap golongan. Pendistribusiannya satu orang saja adalah bahwa (Jr) dalam kata
dibatasi pada kedelapan golongan tersebut, yang berbentuk plural yang definitif (al-jam'
al-mu'arraf) di sini [yaitu kata as-sha daqaat)
karena kata (#1y dalam ayat tersebut berfungsi adalah majas, yaitu jenis sedekah untuk jenis
fakir. Jenis fakir dapat terwuiud dengan satu
membatasi zakat untuk golongan tersebut, orang, sehingga zakat dapat diberikan kepada
jadi ayat di atas menunjukkan bahwa semua satu orang dari golongan fakir ini. <JD dalam
bentuk sedekah yang wajib adalah milik kata ash-s/r ad a qa at ini dipahami sebagai maj as
mereka dan menjadi milik mereka secara karena ia tidak dapat dipahami untuk makna
yang sebenarnya, yaitu tercakupnya seluruh
bersama. Tidak boleh mendistribusikan zakat orang fakir dan memberikan sedekah kepada
tersebut kepada kurang dari tiga orang dari
setiap golongan karena batas minimal dalam setiap orang fakir.
bentuk.yama' (plural) adalah tiga.
Rahasia dari penggunaan huruf laam yang
Namun, ketiga imam madzhab lainnya
membolehkan pendistribusian semua zakat menunjukkan arti milik dalam enam golongan
tersebut kepada satu golongan. Menurut pen- (yaitu orang-orang fakir; orang-orang miskin,
dapatAbu Hanifah dan Malik, boleh mendistri- para amil zakat, para mu all af, o rang- orang yang
busikannya kepada satu orang dari setiap
golongan, karena ayat tersebut adalah untuk berutang danibnus sabil) adalah karena mereka
takhyiir (memberikan pilihan) pada kedelapan
golongan tersebut tanpa harus menyertakan orang-orang yang dapat memiliki, sedang-
golongan yang lain. Dalilnya adalah firman kan penggunaan huruf/a'untuk dua golongan
yang lain (yaitu budak dan sabilillah, karena
Allah SWT
yang dimaksud dengan keduanya adalah jihhah
"Dan jika kamu menyembunyikannya dan
memberikannya kepada orang-orang fakir, (arah), atau sifat dan kepentingan umum kaum
Muslimin, bukan sosok orang. Hal ini juga untuk
maka itu lebih baik bagimu bagimu." (al-
menyatakan bahwa mereka lebih berhak dalam
Baqarah:271)
menerima zakat daripada semua golongan
Dan sabda Rasulullah saw dalam hadits
yang diriwayatkan dari Mu'adz bin Jabal, yang telah disebutkan, sehingga penggunakan

o1 utL)t u bi e$ hurufy'i dalam firman Allah, (.SJt;r, *tE ,i:b

81t13 mengandung pengutamaan terhadap dua

Aku diperintahkan untuk mengambil sedekah golongan ini melebihi pemerdekaan budak dan
dari orang-orang kaya kalian dan menyerahkan-
orang-orang yang berutang.
nya kepada orang-orang fakir kalian." (HR
Adapun penjelasan tentang delapan
Imam Ahmad, Bukhari, Muslim, Abu Dawud, golongan yang disebutkan di dalam ayat di
Tirmidzi, an-Nasdi, dan Ibnu Majah)
atas adalah sebagai berikut.
Yang disebutkan dalam ayat dan hadits di
atas adalah satu golongan saja, yaitu orang- 1. Al-fuqaraa' (orang-orang fakir). Mereka
orang fakir.
adalah orang-orang kekurangan bukan
orang-orang berkecukupan, yang tidak

memiliki sesuatu untuk menutupi ke-

butuhan mereka.

2. Al-masaakiin [orang-orang miskinJ.
Mereka adalah kelompok lain dari

golongan orang-orang yang kekurangan.

Para ahli fiqih berbeda pendapat +Fri 6L.,y6@,*i;alt

tentang siapa yang kondisinya paling .O-,tttAt ,1, A_
buruk dari kedua golongan ini, orang
fakir ataukah orang miskin. Para ulama "Ya Allah hidupkalah aku dalam kondisi
madzhab Syafi'i dan madzhab Hambali miskin dan matikanlah aku dalam kondisi
berpendapat bahwa orang fakir kondisi-
nya lebih buruk daripada orang miskin. miskin, serta kumpulkanlah aku bersama
orang- orang miskin." (HR al-Hakim)
Menurut mereka, orang fakir adalah orang
Tentu tidak masuk akal beliau ber-
yang tidak memiliki harta sama sekali lindung dari suatu kondisi lalu meminta
dan tidak memiliki pekerjaan yang dapat kondisi yang lebih buruk darinya meng-
menutupi kebutuhan mereka. Adapun
orang miskin, dia memiliki harta namun ingat orang miskin adalah orang yang me-
tidak mencukupi kebutuhannya, sedang- miliki harta yang sedikit.

kan menurut madzhab Hanafi dan Maliki, Dinukil dari sejumlah pakar bahasa,
orang miskin kondisinya lebih buruk dari
seperti lbnu al-Anbari, bahwa orang
orang fakir.
miskin adalah yang memiliki sesuatu
Perbedaan pendapat ini tidak meng- untuk dimakan, sedangkan orang fakir
hasilkan apa-apa dalam permasalahan
zakat. Namun, konsekuensi hukum dari adalah orang yang tidak memiliki apa-apa.
Para pakar bahasa tersebut mengatakan,
perbedaan ini muncul ketika dalam "Al-Foqiir secara bahasa artinya adalah
orang yang sebagian ruas tulang pung-
kasus wasiat untuk orang fakir bukan gungnya tercabut disebabkan kefakiran
yang sangat parah. |adi, tidak ada kondisi
untuk orang miskin atau sebaliknya. fuga yang lebih buruk dari itu."
dalam kasus orang yang berwasiat untuk
memberikan sesuatu kepada orang-orang Asy-Syaikhani meriwayatkan dari
fakir dan sesuatu yang lain kepada orang- Abu Hurairah r.a., bahwa Rasulullah saw.

orang miskin. bersabda,
Dalil-dalil para ulama madzhab Syafi'i
e:r;"i a;it et"Pt w '4S';*jt ;.,1
dan Hambali adalah bahwa dalam ayat di
atas Allah SWT mendahulukan golongan 9tx;Jlr3
orang-orang fakir karena kondisi mereka
ni* e 4na.2i.l9 O'-6J. --a.:y*
lebih membutuhkan daripada golongan ti t i 2t
ua$-
yang lain. Di samping itu Allah SWT a)

berfirman, "Bukanlah orang miskin itu orang yang
berkeliling meminta dari orang-orang lalu
'Adapun perahu itu adalah milik orang
miskin yang bekerja di laut." (al-Kahf: 79) dia mendapatkan satu atau dua suapan, serta
mendapatkan satu dan dua biji buah kurffiA."
Ayat ini menyebut orang yang me- Para sahab at lalu bertanya, "Kalau begitu apa

miliki perahu sebagai orang miskin. itu orang miskin wahai Rasulullah?" Beliau
Di samping itu juga, Rasulullah saw
menjawab, "Orang miskin adalah orang yang
berlindung dari kefakiran, namun beliau

bersabda dalam sebuah hadits yang

diriwayatkan oleh al-Hakim dari Abu Sa'id

al-Khudri,

tidak memiliki sesuatu yang dapat men- ini, orang yang berpendapat bahwa fakir
cukupi kebutuhannya dan orang lain tidak dan miskin adalah satu golongan maka
mengetahui kondisinya yang membuatnya dia akan mengatakan bahwa Fulan men-
bersedekah kepadanya, dan dia juga tidak dapatkan setengah harta dan orang-orang

meminta-minta kepada orang-orang." (HR miskin serta orang-orang fakir men-
Bukhari dan Muslim)
dapatkan setengah sisanya, sedangkan
Adapun dalil-dalil para ulama Hanafi orang yang menjadikan fakir dan miskin
dua golongan yang berbeda maka mereka
dan Maliki yang mengatakan bahwa akan membagi wasiat tersebut menjadi
kondisi orang miskin lebih buruk di-
tiga bagian secara rata.
banding orang fakir adalah bahwa Allah
SWT menyebut orang miskin dengan sifat, Batasan Faklr yan( Boleh Mengambl/,

'Atou kepada orang miskin yang Sedekah

sang at fakir." (al-Balad: 16) Menurut ijma' para ulama, orang

Maksudnya, menempelkan kulitnya di yang memiliki rumah dan budak, namun
tanah untuk menutupi tubuhnya yang me-
nunjukkan bahwa dia sangat membutuh- masih kekurangan boleh mengambil
kan.
bagian dari zakat dan orang yang menge-
Sebagian pakar bahasa, seperti al-
Ashma'i dan Ibnu as-Sikkit mengatakan luarkan zakat boleh memberinya. Mereka
bahwa al-Miskiin adalah orang yang tidak
memiliki apa-apa dan al-Faqfir adalah berbeda pendapat terkait dengan orang
orang yang memiliki sedikit harta yang
selain itu.
dapat mencukupinya. Orang miskin
Abu Hanifah mengatakan bahwa
adalah orang yang tinggal di mana pun dia
berada yang menunjukkan puncak dari bahwa orang yang mempunyai dua puluh
kekurangan dan kesengsaraan.
dinar atau dua ratus dirham (yang me-
Secara zahir, makna bahasa yang
dinukil dari para pakar bahasa untuk kata rupakan nishab zakat) tidak boleh meng-

fakir dan miskin ini bertentangan, se- ambil bagian dari zakat. Dalam hal ini Abu

hingga kedua kelompok di atas dimaklumi Hanifah mempertimbangkan hitungan
ketika memilih pendapat mereka masing-
masing. Secara umum, mereka sepakat nishab berdasarkan sabda Nabi saw. yang

bahwa fakir dan miskin adalah dua diriwayatkan oleh al-Jama'ah (Ahmad,

golongan yang berbeda. Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi,
Namun, diriwayatkan dari Abu Yusuf
Nasa'i, dan Ibnu Majah), dari Mu'adz,
dan Muhammad, keduanya mengatakan
Edt:, Liur!,:i:
bahwa fakir dan miskin adalah satu itlu-rx.;;t bi

golongan. 8.te,lt

Dampak dari perbedaan pendapat ini Aku diperintahkan untuk mengambil
tampak pada orang yang berwasiat dengan
sepertiga hartanya kepada Fulan, orang- sedekah dari orang-orang kaya kalian dan
orang fakir dan orang miskin. Dalam hal
menyerahkannya kepada orang-orang fakir

kali an." ( HR al- Jamaah)

Ahmad, ats-Tsauri, Ishaq dan yang
lainnya mengatakan bahwa orang yang
memiliki lima puluh dirham atau emas
yang nilainya lima puluh dirham tidak

,Frq'-..l0r_P{,ti.- ThFSIRAT-MUNIR)ILIp 5

boleh mengambil zakat. Penerima zakat Apakah Zakat Dlberikan Kepada Onng-
juga tidak boleh diberi zakat yang jumlah- orung,Kafir dan Ahlul Balt?
nya melebihi lima puluh dirham, kecuali
jika dia orang yang menanggung utang. Makna eksplisit ayat ini [at-Taubah:
Hal ini berdasarkan hadits yang diriwayat-
60) dan kemutlakan lafazhnyamengharus-
kan oleh ad-Daruquthni dari Abdullah
bin Mas'ud r.a., dari Nabi saw, beliau kan pemberian zakat tersebut kepada

bersabda, orang yang memiliki sifat fakir dan miskin,
baik Ahlul Bait maupun yang lainnya, baik
.6::'oyi- u ,yj ti;At'"J1n kerabat sendiri maupun yang lainnya, dan
baik orang-orang Muslim maupun orang-
"Sedekah tidak halal untuk orang yang
orang kafir. Akan tetapi para ahli fiqih
memiliki lima puluh dirham." (HR ad-
berpendapat bahwa zakat khusus untuk
Daruquthuni)
kaum Muslimin, tidak boleh diberikan
Akan tetapi terdapat kelemahan di kepada orang kafir sedikit pun. Hal ini
berdasarkan hadits yang diriwayatkan
dalam sanadnya. Imam Bukhari dan Imam Muslim, dari

Pendapat yang masyhur dari Malik Ibnu Abbas r.a., bahwa Nabi saw bersabda
adalah yang diriwayatkan oleh Ibnu al- kepada Mu'adz ketika beliau mengutusnya
Qasim dari Malik, ketika dia ditanya,
ke Yaman,
'Apakah orang yang memiliki empat puluh
dirham diberi zakat?" Dia menjawab, "Ya." l-t{'q'^i'* t e;*t'itti:i &--rli
igtp * Wv,:t b -*i
Menurut para ulama Malikiyah, orang
"ii"Beritahu mereka bahwa Allah mewajib-
fakir adalah orang yang memiliki harta,
namun tidak mencukupi kebutuhannya kan sedekah di dalam harta mereka yang

selama satu tahun. diambil dari para orang kaya mereka, lalu
Asy-Syafi'i dan Abu Tsaur mengata-
diberikan kepada para fakir mereka." (HR
kan bahwa orang yang mampu mencari
rezeki, mampu bekerja, berbadan kuat Bukhari dan Muslim)
dan dapat bertindak dengan baik yang
membuatnya tidak memerlukan bantuan Abu Hanifah rahimahullah mem-
orang lain maka haram memberi sedekah
kepadanya. fadi, sedekah untuk mereka bolehkan pembayaran zakat fitrah kepada
adalah diharamkan. Hal ini berdasarkan orang-orang kafir karena hadits ini khusus
untuk zakat selain zakat fitrah.
hadits yang diriwayatkan oleh Abu
Para ahli fiqih juga berpendapat tidak
Dawud, at-Tirmidzi dan ad-Daruquthni boleh memberikan zakat kepada kerabat
dari Abdullah bin Umar dari Nabi saw., yang nafkahnya menjadi kewajiban mu-
zakki (yaitu asal keturunan dan cabang-
beliau bersabda, nya) dan istri, karena zakat adalah untuk
menutupi kebutuhan, sedangkan mereka
its* 't tst ii ""a4ii't:A 'J1
tidak membutuhkannya dengan adanya
"Sedekah tidak halal bagi orang yang
nafkah yang diberikan kepada mereka. Di
kaya dan bagi orang yang memiliki kekuatan
samping itu, dengan memberikan zakat
dan anggota tubuh yang sehat." (HR Abu
Dawud, at-Tirmidzi, dan ad-Daruquthuni) kepada orang-orang ini, muzakki tersebut

mendapatkan manfaat untuk dirinya

sendiri dari zakatnya.

ThFSTRAL-MUNrRJrrrD 5

Para ulama juga sepakat tidak boleh dengan kadar yang dapat mencukupinya
selama satu tahun.
memberikan zakat kepada seseorang
dari Bani Hasyim, berdasarkan hadits Adapun asy-Syafi'i berpendapat bah-
yang diriwayatkan oleh Muslim dari al-
Muthallib bin Rabi'ah bahwa Rasulullah wa orang fakir dan orang miskin diberi
zakat dengan kadar yang dapat menutupi
saw bersabda, kebutuhannya, karena tujuan dari zakat

n 4y u$t it:,3i ip dt'utbsr e,G'bL adalah menutupi kebutuhannya.

.*t:; ,S,l n5 ;:;a. a;} Memlndahkan Zakat Untuk Orantorant,
Fakh dl Negeil taln
ini"Sesungguhnya sedekah adalah
Terdapat dua pendapat ulama dalam
kotoran orang-orang dan ia tidak halal bagi hal ini. fumhur ulama berpendapat tidak

Muhammad, juga tidak halal bagi keluarga boleh memindahkan zakat dari negeri

Muhammad." (HR Muslim) tempat harta yang dizakati ke negeri lain.
Akan tetapi, para ulama Madzhab Maliki,
Asy-Syafi'i juga tidak membolehkan Syafi'i dan Hambali membolehkan hal itu
pemberian zakat kepada keturunan al-
jika jaraknya kurang dari jarak qashar
Muththalib. Hal ini berdasarkan hadits shalat [89 KM) karena ia masuk dalam
kategori tempat wajib zakat. Para ulama
yang diriwayatkan oleh al-Bukhari dari Syafi'i mewajibkan pemindahannya ke
fubair bin Muth'im bahwa Rasulullah saw. negeri terdekat dari negeri tempat orang
yang wajib zakat jika di dalam negerinya
bersabda,
tidak ada salah satu dari delapan golongan
.#s +5t? 4fit e_i rv r;':tt
penerima zakat atau jika tersisa dari
'*'al
bagian mereka.
"Se sungguhny a B ani Hasy im dan B ani"a*l'-'
Ibnu al-Qasim dan Sahnun mem-
Muththalib adalah satu." Beliau mengucapkan
bolehkan pemindahannya ke negeri lain
hal itu seraya menyilangkan jari-jari beliau. dalam kondisi darurat atau keperluan
(HR Bukhari) mendesak, karena apabila terdapat orang

Kadar Yang Dlberlkan Kepada Fakh dan yang sangat memerlukan di negeri lain,
Mlskln
ia wajib diutamakan daripada orang
Terdapat perbedaan pendapat dalam
hal ini. Abu Hanifah berpendapat bahwa- yang tidak memerlukannya. Seorang
sanya tidak boleh memberikan lebih dari
satu nishab kepada fakir dan miskin. Arti- Muslim adalah saudara Muslim. Dia
nya, dimakruhkan untuk memberi zakat tidak boleh membiarkannyaTl dan tidak

kepada seseorang sebanyak dua ratus menzaliminya. Ibnu al-Arabi mengatakan
inilah yang benar.
dirham.
Para ulama Hanafi berpendapat di-
Adapun Malik berpendapat bahwa makruhkannya memindahkan zakat dari
permasalahan ini kembali kepada ijtihad. satu negeri ke negeri lain, kecuali jika di-
Malih begitu juga Ahmad, memboleh-
kan pemberian zakat kepada seseorang TL Artinya membiarkannya dengan orang yang menyakitinya,

tapi meniaganya. Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Dawud
dari Suwaid bin Hanzhalah.

pindahkan kepada para kerabat sendiri nutupi kebutuhan mereka adalah

yang membutuhkannya atau kepada satu dibolehkan. Allah SWT berfirman,

kaum yang lebih memerlukannya dan 'Ambillah zakat dari harta mereka,
lebih saleh atau lebih wara, dan lebih guna membersihkan dan menyucikan
bermanfaat bagi kaum Muslimin, atau m ereka." (at-Taubah: 10 3)
dari kawasan musuh (Darul Harb) ke
kawasan Muslim (Darul Islam), kepada Allah tidak mengkhususkan sesuatu
dari sesuatu yang lain.
penuntut ilmu, kepada orang-orang zuhud
fumhur ulama berpendapat tidak
atau dikeluarkan sebelum sempurna
satu haul. Dalam semua kondisi ini bolehnya mengeluarkan nilai dalam zakat
apa pun, karena zakat adalah hak Allah
tidak dimakruhkan untuk dipindahkan. SWT dan Dia telah mengaitkannya dengan
apa yang Dia sebutkan di dalam nash.ladi,
Seandainya pun dipindahkan bukan ia tidak boleh diganti dengan yang lainnya.
Ini seperti kurban. Di dalam kurban, Allah
untuk salah satu dari alasan-alasan ini,
telah mengaitkannya dengan binatang
hal itu juga dibolehkan karena obyek ternak berkaki empat sehingga tidak

pendistribusiannya adalah orang-orang boleh diganti dengan yang lain, dan wajib
mengamalkan apa yang telah ditentukan.
fakir secara mutlak. Dalilnya adalah
Menurut madzhab Hanafi, Syafi'i dan
ucapan Mu'adz kepada penduduk Yaman, Hambali, tempat pendistribusian zakat
mal adalah tempat harta yang dizakati
"Berikanlah khamiisTz atau pakaian
tersebut Adapun zakat fitrah, tempat
kepadaku. Aku mengambilnya dari kalian
pendistribusiannya adalah tempat orang
sebagai ganti dari jagung dan gandum
yang berpuasa.
yang harus kalian keluarkan sebagai zakat
Adapun dalam madzhab Maliki ter-
karena ia lebih mudah bagi kalian dan dapat dua pendapat, satu pendapat me-
ngatakan bahwa tempat pendistribusian
lebih bermanfaat bagi para Muhajirin di
zakatadalah tempat harta ketika mencapai
Madinah." haul. Pendapat kedua mengatakan bahwa
tempat pendistribusiannya adalah tempat
Hadits dari Mu'adz bin fabal r.a. ini pemiliknya karena dialah yang mendapat-
kan perintah untuk mengeluarkan zakat
menunjukkan dua hal. sehingga harta mengikutinya.

a. Pemindahan zakat dari Yaman ke Orang yang memberi zakat kepada

Madinah, kemudian Nabi saw. yang seseorang yang dia kira adalah fakir

mengatur pendistribusiannya. Ini Muslim, namun kemudian dia tahu bahwa
didukung oleh firman Allah SWT
orang tersebut adalah seorang budak,
4rrfl isiur iii) Allah tidak membe-
dakan antara orang fakir di satu kafir atau orang kaya maka menurut

negeri dengan fakir di negeri lain. pendapat yang terkuat dari Imam Malik
zakatnya sah. Dalilnya adalah hadits
b. Kebolehan mengambil nilai dalam
riwayat Muslim dari Abu Hurairah r.a. yang
zakat. Ini adalah pendapat madzhab

Hanafi karena tujuan dari zakat

adalah menutupi kebutuhan para
fakir dan apa saja yang dapat me-

72 Khamirs adalah lafazh yangmengandung beberapa makna,

dan di sini artinya adalah kain yang panjangnya lima

lengan. Dan orang pertama yang pekerjaannya membuat
kain ini dalah seorang raja Yaman.

intinya sedekah kepada pezina orang kaya Pertama, Mujahid dan Syafi'i ber-
dan pencuri adalah diterima. Di samping pendapat bahwa amil zakat mengambil
itu, yang dituntut darinya adalah berusaha
seperdelapan. |ika bayaran yang seharus-
untuk mengetahui kondisi orang yang nya mereka dapatkan lebih banyak dari
diberi zakat sehingga apabila dia telah
bagian mereka, dilengkapi dari Baitul
berusaha dengan sungguh-sungguh untuk
Mal. Dalam satu pendapat dilengkapi dari
mengetahui kondisi seseorang, lalu dia
memberinya zakat yang dia duga orang itu bagian-bagian yang lain. Pendapat ini
berhak mendapatkannya maka dia telah
sesuai dengan makna eksplisit ayat.
melakukan hal yang wajib atasnya.
Kedua, para ulama Hanafi dan Maliki
Orang yang mengeluarkan zakat
berpendapat bahwa para amil zakat diberi
ketika mencapai haul, namun zakatnya itu
rusak bukan karena kesalahannya, maka bagian dari zakat sesuai dengan upah
menurut Madzhab Maliki dia tidak wajib dari pekerjaan yang mereka lakukan,
menggantinya, karena dia adalah wakil karena, mereka telah memasrahkan diri
dari orang-orang fakir. Namun, jika dia mereka untuk kepentingan orang-orang
mengeluarkannya setelah berlalu bebe- fakir; biaya untuk menutupi kebutuhan
rapa waktu dari batas haul zakatnya itu
mereka dan para pembantu mereka ada
rusak, dia harus menggantinya karena dia dalam harta orang-orang fakir. Apabila

telah menundanya dari waktu yang telah biaya untuk menutupi kebutuhan mereka

ditetapkan sehingga harta zakat tersebut menghabiskan harta zakat, menurut para
terkait dengan tanggung jawabnya.
ulama Hanafiyah mereka tidak diberi
Apabila imam atau pemimpin Muslim lebih dari setengah zakat, dan mereka

berlaku adil dalam pengumpulan dan diberi tengah-tengahnya.

pendistribusian zakat, pemilik harta tidak Ketiga, Mereka diberi dari Baitul Mal.

boleh membagikannya sendiri, jika ia Ini merupakan pendapat yang lemah

berupa dinar atau dirham, maupun yang karena Allah SWT telah memberitahukan

lainnya. bagian mereka di dalam zakat maka

3. g&'ct4ayyaituorang-orangyangbertugas bagaimana mereka tidak diberi bagian

mengambil dan mengumpulkan zakat dari zakat?
Bagian yang diberikan kepada amil
yang diutus oleh imam atau pemimpin
Muslim. Al-Bukhari meriwayatkan dari adalah seperti upah bagi keria mereka
Abu Humaid as-Sa'idi, dia mengatakan
bahwa, "Rasulullah saw. mengangkat sehingga mereka tetap diberi bagian
seorang laki-laki dari Bani Asad untuk dari zakat walaupun kaya. Dengan ini,
mereka tetap diberi bagian dari zakat
mengumpulkan sedekah Bani Salim. Laki- walaupun dari keturunan Bani Hasyim
Iaki tersebut bernama Ibnu al-Lutbiyyah.
menurut Malik dan Syafi'i. Karena Nabi
Ketika dia datang membawa sedekah
saw. mengutus Ali bin Abi Thalib r.a. untuk
tersebut kepada Rasulullah saw., beliau
mengumpulkan sedekah dan beliau juga
mengauditnya.
mengutusnya sebagai amil ke Yaman
Para ulama berbeda pendapat tentang
kadar yang diambil oleh para amil zakat untuk mengumpulkan zakat Beliau juga
mengangkat sejumlah orang dari Bani
ke dalam tiga pendapat. Hasyim menjadi petugas zakat, Hal ini
dilakukan juga oleh para khalifah setelah

Rasulullah saw.. Di samping itu, amil

zakat adalah orang yang dibayar untuk terdapat hadits dari Abu Hurairah r.a.,
melakukan pekerjaan yang dibolehkan bahwa Rasulullah saw. mengutus Umar
sehingga keturunan Bani Hasyim dan yang bin al-Khathab r.a. untuk mengumpulkan
lainnya berada dalam posisi yang sama di
dalamnya, sebagaimana dalam pekerjaan sedekah. Abu Dawud meriwayatkan

yang lain. dari Abu Rafi, maula Rasulullah saw., dia

Abu Hanifah mengatakan bahwa, mengatakan bahwa, "Rasulullah saw.
mengangkat seorang laki-laki dari Bani
'Amil zakat yang masih keturunan Bani
Hasyim tidak diberi bagian dari zakat Makhzum untuk mengumpulkan sedekah."
karena bagian amil adalah bagian dari Penyebutan amil zakat di dalam ayat
sedekah. Rasulullah saw. telah bersabda
dalam sebuah hadits yang diriwayat- ini menunjukkan bahwa kewenangan
kan oleh Muslim dari al-Muththalib bin mengumpulkan zakat ada di tangan

Rabi'ah, pemimpin umat Islam dan wajib me-
nyerahkannya kepadanya, serta tidak
Lri e 4 re )\ 'J1 t ulLst 3y cukup bagi pemilik harta memberikan

',-,"61 zakatnya langsung kepada para penerima

"sesungguhnya sedekah tidak halal bagi zakat. Ini ditegaskan oleh firman Allah

keluarga Muhammad. ini sesungguhnya ia SWT

adalah kotoran orang-orang." (HR Muslim) 'Ambillah zakat dari harta mereka,

Firman Allah SWT 4W +ttUF me- guna membersihkan dan menyucikan

nunjukkan bahwa semua pekerjaan yang mereka." fat-Taubah: 103)
termasuk dalam fardhu kifayah, seperi
Akan tetapi ia bertentangan dengan
pengumpul zakat, penulisnya, pem-
firman Allah SWT
baginya, penghitungnya, orang yang mem-
"dan orang-orang yang dalam harta-
beritahu petugas tentang orang yang
nya disiapkan bagian tertentu, bagi orang
wajib zakat dan penjaga harta zakat, boleh
mengambil upah dari pekerjaan yang me- (miskin) yang meminta dan yang tidak
reka lakukan. Termasuk di dalamnya juga me minta," (al-Ma'aariil. 2 4-25)
menjadi imam shalat. Shalat, walaupun
fardhu 'ainbagi setiap orang, meluangkan Namun, pendapat yang benar

diri sepenuhnya untuk menjadi imam adalah orang yang wajib mengeluarkan
zakat boleh menyerahkannya langsung
termasuk dalam fardhu kifayah seperti kepada peminta-minta dan orang yang
disebutkan oleh al-Qurthubi. tidak mendapatkan apa-apa (mahruum).
Oleh karena itu, para ulama merincikan
Pendapat ini juga menunjukkan permasalahan ini dan mengatakan.

bahwa pemimpin wajib mengirim para a. Apabila harta zakat tersebut tidak

petugas untuk mengumpulkan zakat, tampak, seperti uang, berdasarkan
ijma ulama, pemiliknya boleh men-
karena sebagian pemilik harta tidak tahu distribusikannya sendiri atau me-
apa yang wajib dia keluarkan dan yang
nyerahkannya kepada pemimpin
lainnya terkadang kikir dengan hartanya.
Muslim.
Di dalam Shahih Bukhari dan Muslim
b. Apabila harta zakat tersebut terlihat

dengan jelas, seperti ternak, hasil

TnrstnAr-MuNtnlIrto 5 ,.*,*,. '@\** suntrat'raumn

pertanian, dan buah-buahan, menu- ini Allah telah membuat Islam dan kaum
Muslimin menjadi jaya dan jumlah kaum
rut pendapat jumhur ulama, ia Muslimin pun sudah mencukupi, tanpa
perlu lagi membujuk hati orang-orang
wajib diserahkan kepada pemimpin kafir. Para Khulafaur Rasyidin setelah

umat Islam (imam), karena, hak Rasulullah saw. juga tidak memberi
untuk menuntutnya ada di tangan-
mereka. Umar r.a. mengatakan bahwa,
nya sehingga ia harus diserahkan "Kami tidak akan memberikan sedikit
pun dari zakat agar orang masuk Islam.
kepadanya, seperti pajak dan jizyah. |adi, barangsiapa ingin beriman, maka
Asy-Syafi'i dalam madzhab jadidnya berimanlah dan barangsiapa ingin kafir;
mengatakan bahwa, "Pemilik zakat
kafirlah."
yang tampak ini boleh membagikan
Adapun orang-orang Muslim dari
sendiri zakatnya karena ia juga adalah kalangan muallafatu quluubuhum, di
zakat, seperti zakat harta yang tidak dalamnya terdapat beberapa golongan

tampak." yang diberi bagian dari zakat untuk

4. <;ap d'f.:v mereka adalah orang-orang mengukuhkan keislaman mereka:

yang pada awal-awal masa Islam me- Pertama, Orang-orang yang ke-
nampakkan keislaman mereka. Mereka
dibujuk hatinya dengan diberi bagian dari islamannya masih lemah. Mereka diberi

zakat karena keyakinan mereka terhadap agar keislaman mereka menjadi kuat.

Islam masih lemah. Golongan ini ada Kedua, Orang Muslim yang terhormat
dua macam, laitu orang-orang Muslim
di kaumnya yang apabila diberi bagian
dan orang-orang kafir. Adapun orang-
orang Muslim dari golongan ini, mereka dari zakat maka diharapkan dapat mem-
diberi bagian dari zakat agar keislaman
buat orang-orang yang sepertinya tertarik
mereka menjadi kuat, sedangkan orang-
untuk masuk Islam. Hal ini dilakukan
orang kafir ketika kondisi mereka kafir;
menurut madzhab Hambali dan Maliki, karena Nabi saw. telah memberi bagian
mereka diberi bagian dari zakat untuk
kepada Abu Su$ran bin Harb dan yang
membuat mereka senang dengan Islam.
lainnya. Beliau juga memberi az-Zabarqan
Hal ini karena "Nabi saw. memberi para
mu'allafah quluubuhum (orang-orang bin Badr dan Adi bin Hatim karena status

yang dibujuk hatinya) dari kalangan mereka sebagai tokoh yang terhormat di
orang-orang Muslim dan orang-orang
kaumnya.
Musyrik."73
Ketiga, orang yang berjaga-jaga
Menurut madzhab Hanafi dan Syafi'i
di perbatasan antara kawasan kaum
saat ini mereka tidak diberi bagian dari
Muslimin dan kawasan orang-orang kafir
zakat, baik membujuk hati maupun untuk untuk menjaga umat Islam dari kejahatan
tujuan yang lain, karena pada awal Islam orang-orang kafir tersebut
mereka diberi bagian dari zakatmengingat
sedikitnya jumlah kaum Muslimin dan Keempat, orang yang mengumpulkan
banyaknya jumlah musuh. Adapun saat
zakat dari satu kaum yang sulit dijangkau
73 Nailul-Authaar, Vol. lV hlm. 166 oleh petugas zakat walaupun mereka sen-
diri tidak menghalanginya. Dalam sebuah
riwayat disebutkan bahwa Abu Bakar r.a.

memberi bagian dari zakat kepada Adi

bin Hatim ketika dia menemuinya dengan

membawa zakatnya dan zakat kaumnya 5. <yu)t cJ> artinya 967t U g) funtuk mem-

ketika banyak orang Muslim yang murtad. bebaskan budak), sebagaimana dikatakan
oleh Ibnu Abbas r.a. dan Ibnu Umar r.a..
Apakah masih ada bagian untuk
Artinya terdapat kata yang dihilangkan
muallafatu quluubuhum ataukah bagian
dari kalimat ini. Menurut mayoritas
mereka telah dihapus? Terdapat dua pen-
ulama, maksudnya adalah para mu kaatabTa
dapat dalam hal ini.
Muslim yang tidak memiliki harta untuk
Para ulama madzhab Hanafi dan melunasi pembayaran yang harus mereka

Maliki mengatakan bahwa bagian berikan kepada tuannya agar dapat

muallafatu quluubuhum telah hilang de- merdeka, walaupun dia kuat dan mampu
ngan menyebarnya dan kuatnya Islam,
sehingga setelah berlalunya masa awal bekerja. Hal ini terjadi karena tidak
Islam, jumlah golongan yang berhak me-
nerima zakat adalah tujuh, bukan lagi mungkin memberikannya kepada budak
delapan. Gugurnya bagian untuk golongan yang ingin dimerdekakan kecuali jika dia

ini masuk dalam kategori berakhirnya seorang budak mukaatab. Hal ini juga

hukum dengan berakhirnya illahnya, se- ditunjukkan oleh firman Allah SWT
perti berakhirnya waktu berpuasa dengan
"dan berikanlah kepada mereka se'
berakhirnya waktunya, yaitu siang hari. bagian dari harta Allah yang dikarunia'
kan-Nya kepadamu." (an-Nuur: 33)
fumhur ulama, termasuk di antara-
nya adalah Khalil dari Madzhab Maliki, Hanya saja Abu Hanifah dan para
mengatakan bahwa hukum muallofan ulama madzhab Hanafi mengatakan

quluubuhum masih tetap ada dan tidak bahwa budak tidak dimerdekakan dengan

dihapuskan, sehingga mereka tetap diberi zakat secara penuh, tetapi dia diberi

bagian dari zakat ketika dibutuhkan. bagian darinya untuk sekadar membantu
memerdekaannya, dan untuk membantu
Adapun tindakan Umar r.a., Utsman r.a. budak mukaatab dalam melunasi cicilan-
dan Ali r.a. yang tidak memberikan zakat
kepada mereka adalah karena pada nya. Firman Allah, (ytll' 6-:b meng-
masa kepemimpinan mereka tidak ada
kebutuhan untuk memberi golongan ini, haruskan keikutsertaan muzakki dalam
bukan karena gugurnya bagian mereka, memerdekakan seorang budak, bukan

karena, ayat ini termasuk dalam ayat- memerdekakannya sendiri.

ayat yang turun terakhir dan tujuan dari Para ulama Madzhab Maliki me-

memberikan zakat kepada mereka adalah ngatakan bahwa bagian untuk golongan
wa fir-riqaab ini digunakan untuk membeli
untuk mendorong mereka agar masuk seorang budak lalu dimerdekakan, karena,

Islam, bukan agar mereka membantu kita setiap kali disebutkan budak di dalam
sehingga bagian mereka gugur karena
Al-Qur'an, adalah untuk dimerdekakan.
menyebarnya Islam.
74 Budak mukaafab adalah budak yang oleh tuannya diberi
Kesimpulannya, pemberian bagian kesempatan untuk memerdekakan diri dengan melunasi

dari zakat untuk golongan muallafatu cicilan yang telah dia tetapkan. Hal ini dianjurkan di dalam
quluubuhum ini merupakan kewenangan firman Allah SWI, "Hendaklah kamu buat perianiian dengan
mereka (untuk memerdekakan mereka dengan membayar
imam. Dia boleh memberikan mereka jika cicilan), jika kamu mengetahui ada kebaikan pada mereka!'
menurutnya hal itu dapat merealisasikan
(an-Nuur: 33). Ini dalam rangka memerdekakan para
maslahat.
budak

r^F'IRAf,-MUN,RIILID s *il{,, Gb\*flifr su'"h"t-r"'b"h

Pemerdekaan ini tidak terealisasi kecuali jadi untuk dirinya sendiri atau untuk

pada budak yang status budaknya masih orang lain dan bisa jadi untuk ketaatan
utuh sebagaimana di dalam kafarat Wala maupun untuk kemaksiatan. Apabila dia
mereka adalah kepada Baitul Mal. berutang untuk dirinya sendiri, dia tidak
diberi zakat kecuali jika dia fakir. fika dia
Terdapat sebuah hadits yang me- berutang untuk memperbaiki hubungan
nunjukkan tentang dibolehkannya me-
dua pihakyang berselisih, walaupun antara
merdekakan budak dan membantu budak Ahlu Dzimmah disebabkan pembunuhan,
mukaatab secara bersamaan. Ahmad, al- perusakan perampasan harta, dia diberi

Bukhari dan ad-Daruquthni meriwayat- dari jatah untuk ghaarimiin, walaupun

kan dari al-Barra bin Azib, dia mengatakan dia orang kaya. Hal ini berdasarkan sabda
bahwa, "Seorang laki-laki mendatangi Nabi Nabi saw.,
saw. Ialu mengatakan bahwa, "Tunjukkan
kepadaku satu amal yang mendekatkanku E a- :Q :';,:;J.it,*'utbr'E i

kepada surga dan menjauhkanku dari iytii*stptt ,fl I:1 ?4a. W [a:i i:t

neraka." Lalu Rasulullah saw. bersabda, {. a:'Lii jl* 3t;
.a,.X't ;6-ur ,s$i gajt
il iut iy-: U
"Sedekah tidak halal bagi orang kaya
tj-i, zo- ozc Y :is ttt7g U;.1
kecuali untuk lim a golongan, y aitu untuk orang
ol yangberjihad fi sabilillah, petugas zakat (amil
zakat), orang yang menanggung utang, orang
W e'&) bl , ts
yang membeli zakat dari orang fakir dengan
"Merdekakanlah manusia dan merdeka- hartanya dan orang yang memiliki tetangga
kanlah budak." Laki-laki itu bertanya, "Wahai
miskin lalu orang miskin tersebut diberi
Rasulullah, bukankah keduanya sama?" sedekah kemudian dia menghadiahkannya
Beliau menjawab, "Tidak. Memerdekakan
manusia adalah engkau memerdekakannya kepada orang kaya -rr."zs (HR Abu Dawud
sendiri. Dan memerdekakan budak adalah dan Ibnu Majah)

engkau sekadar membantu pelunasan harga- Para ulama madzhab Hanafi menga-
takan bahwa bahwa ol-ghaarim adalah
nya." Syarat agar mukaatab boleh diberi orang yang menanggung utang yang tidak
bagian dari zakat adalah seorang Muslim
dan dia memerlukannya. (HR Ahmad, al- memiliki harta sebanyak satu nishab
Bukhari, dan al-Daruquthuni)
selain dari utangnya itu. Artinya dia adalah
Sebagian ulama, seperti Ibnu Habib orang fakir.
al-Maliki mengatakan bahwa, "Bagian
ini juga digunakan untuk menebus para Para ulama madzhab Maliki berpen-
dapat bahwa al-ghaarimadalah orang yang
tawanan." Saat ini pendapat ini diambil terbebani utang bukan karena kebodohan
dan bukan pula untuk keperluan yang
karena tidak ada lagi perbudakan di dunia
75 HR Abu Dawud dan lbnu Majah dari Abu Sa'id al-Khudri
ini.
r.a..
6. p.y,r1sr1 mereka adalah orang-orang yang
menanggung dan terlilit utang, serta

tidak memiliki harta untuk melunasinya.

Menurut pendapat para ulama Madzhab

Syafi'i dan Hambali, utang tersebut bisa

negatif. Dan dia tidak memiliki harta 7. (ir E r-) menurut pendapat jumhur
untuk melunasi utangnya, sehingga dia
adalah orang fakir. Zakat ini diberikan ulama, mereka adalah para mujahid yang
apabila utang tersebut bukan untuk
berperang dan tidak mendapatkan bayaran
kemaksiatan, seperti minum khamr dan
judi. Dia berutang bukan dengan tujuan dari pemerintah. Mereka diberi bagian

agar mendapatkan bagian dari zakat, dari zakat untuk biaya ketika berperang,
baik mereka orang kaya maupun orang
seperti orang yang memiliki harta yang
miskin, karena as-sabiil, ketika disebutkan
cukup, namun dia bersikap boros dalam
secara mutlah maka maksudnya adalah
membelanjakan utangnya agar dapat
perang dan inilah yang dipakai di dalam AI-
mengambil bagian dari zakat, dia tidak
diberi bagian dari zakat karena tujuan- Qur'an dan Sunnah. Adapun pasukan yang
nya buruk. Berbeda dengan orang fakir
yang berutang karena kondisi darurat mendapatkan bayaran dari pemerintah,
dan berniat untuk mengambil bagian dari
dia tidak diberi bagian dari zakat, karena
zakat, fakir ini diberi bagian dari zakat orang yang telah mendapatkan gaji yang

sesuai dengan kadar utangnya karena cukup, dia telah tercukupi dengannya.

niatnya yang baik. Seseorang tidak boleh menunaikan
haji dan berjihad menggunakan zakat
Akan tetapi, jika seseorang berutang
untuk kemaksiatan atau untuk tujuan hartanya. Zakat hartanya juga tidak boleh
buruh lalu dia bertobat, sebaiknya dia digunakan untuk membiayai orang yang
diberi bagian dari zakat jumhur; ulama
berpendapat bahwa utang orang yang menunaikan haji untuknya dan orang
telah meninggal dunia dilunasi dari zakat,
yang menggantikannya berperang, karena
karena dia termasuk dari golongan orang-
dengan hal itu dia tidak menunaikan apa
orang yang menanggung utang. Rasulullah
yang diperintahkan padanya.
saw. bersabda, yang diriwayatkan dari
Berdasarkan pendapat ini, tentara
Abu Hurairah, saat ini tidak diberi bagian dari zakat

:l$V l1 ;e :,rr.t < 'l -'c karena para tentara dan polisi saat ini

ur telah diberi gaji bulanan yang tetap.
,19 Jjr"'J*, Akan tetapi, ketika kondisi darurat

*s'"JY Gqb :i tis !:i tt ,!;* atau kebutuhan yang mendesak, bagian
tersebut dapat diberikan untuk membeli
"SAya lebih utama terhadap setiap senjata atau diberikan sebagiannya ke-

Mukmin dari dirinya sendiri: barangsiapame- pada para sukarelawan yang berjihad.
ninggalkan harta, maka harta tersebut untuk
keluarganya. Dan barangsiapa meninggalkan Abu Hanifah mengatakan bahwa
anak-anak yangfakir maka mereka kepadaku orang yang berperang fi sabilillah tidak

dan menjadi tanggung jawabku."'u (HR diberi bagian dari zakat kecuali jika dia
fakir. Imam Ahmad, dalam pendapatnya
Imam Ahmad, Bukhari, Muslim, an-Nasa'i, yang terkuat dari dua pendapatnya, me-
at-Tirmidzi, dan Ibnu Majah) ngatakan bahwa haji termasuk sabilillah,

76 HR Ahmad, al-Bukhari, Muslim, an-Nasa'i, at-Tirmidzi, dan sehingga orang yang ingin menunai-
Ibnu Majah dari Abu Hurairah r.a., dan ini dalah hadits
kan haji diberi bagian dari zakat Ini ber-
shahih. dasarkan hadits yang diriwayatkan oleh
Abu Dawud dari lbnu Abbas r.a. bahwa

ada seorang laki-laki menyedekahkan

seekor unta untuk sabilillah. Lalu, istrinya

*atr**-*r"r"rraro 5 rr,llt /--n- surahat-Taubah

ingin menunaikan haji, Nabi saw. ber- dungan, memperbaiki jalan, mengkafani
mayat, melunasi utang, membeli senjata
sabda kepadanya, dan sejenisnya yang tidak disebutkan di
dalam ayat dan tidak mengandung unsur
.ir 1i..1, 2- pemindahan kepemilikan kepada orang
V') yang diberi.
t) z
8. Q.r?t j.t) ia adalah musafir yang kehabisan
"Kendarailah unta itu, karena sesung-
guhnya haji termasuk Sabilillah." (HR Abu bekal ketika dalam perjalanan atau

Dawud) ketika ingin melakukan perjalanan untuk
ketaatan, bukan untuk kemaksiatan dan
Namun, jumhur ulama menjawab bah-
dia tidak mampu mencapai tujuannya
wa memang benar haji adalah sabilillah. kecuali dengan bantuan. Ketaatan di
sini seperti haji, jihad, dan haji sunnah.
Akan tetapi ayat tentang golongan pene- Adapun orang yang kehabisan bekal

rima zakat tersebut dipahami untuk jihad. dalam perjalanan yang dibolehkan, seperti

Malik mengatakan bahwa, "Sabilillah untuk berolahraga dan berpariwisata, me-
nurut sebagian ulama madzhab Syafi'i, dia
banyak." Ibnu al-Arabi mengatakan tidak diberi bagian dari zakat karena dia
tidak dalam kondisi kekurangan. Namun,
bahwa,'Akan tetapi, saya tidak menemu- menurut pendapat para ulama lain, dia
diberi bagian dengan dalil dibolehkannya
kan adanya perbedaan pendapat bahwa qashar dan tidak berpuasa baginya.

maksud dari sabilillah di sini adalah Ibnus sabil diberi bagian dari zakat

perang, demikian juga yang dipahami dari dengan kadar yang dapat mengantarkan-

kata sabilillah, kecuali yang diriwayatkan nya sampai ke tujuannya walaupun di

dari Ahmad dan Ishaq yang mengatakan negaranya dia orang kaya.

bahwa maksud sabilillah adalah hajiJ' Adapun orang yang mengaku sebagai

Sebagian ulama Madzhab Hanafi me- salah satu dari delapan golongan tersebut,

nafsirkan kata sabiilillah dalam hal ini dia diminta untuk membuktikan apa

dengan menuntut ilmu. Al-Kasani me- yang dia katakan. Apabila dia orang yang

nafsirkannya dengan seluruh bentuk ke- mengaku terbebani utang, dia harus

baikan sehingga masuk di dalamnya semua membuktikan utangnya. Adapun sifat-
sifat lain, kondisinya yang tampak dapat
kebaikan, seperti mengkafani mayat, menjadi saksi baginya dan hal itu sudah

membangun bendungan, membangun cukup. Hal ini sebagaimana disebutkan

benteng dan membangun masjid, karena oleh Ibnu al-Arabi dan al-Qurthubi yang

4!,8menurutnya, firman Allah SWT d-:b keduanya dari Madzhab Maliki.

adalah mencakup semuanya. Ar-Rafi'i dari Madzhab Syafi'i me-

Kesimpulannya yaitu maksud dari nyebutkan bahwa untuk sifat yang tidak
tampa[ seperti kefakiran dan kemiskinan,
sabiilillalu menurut para ulama madzhab
orangyang mengaku berada dalam kondisi
Syafi'i adalah memberi bagian kepada
tersebut tidak dituntut untuk mem-
para mujahid, walaupun mereka kaya.
buktikannya. Dia diberi tanpa perlu mem-
Sedangkan menurut madzhab Hanafi,

mereka diberi apabila mereka para fakir.

Menurut Ahmad, al-Hasan dan Ishaq, haji

termasuk sabilillah.

Para ulama sepakat, kecuali yang di-

riwayatkan dari sebagian ulama bahwa-

sanya tidak boleh memberikan zakat

untuk membangun masjid, jembatan, ben-

bawa bukti. Adapun sifatyangtampak jelas, TATSIRAT.MUNIRJILID 5
seperti amil zakat, mukatab [budak yang
diberi bagian yang dapat mencukupinya
sepakat dengan tuannya untuk memer- dan mencukupi keluarganya selama satu
tahun, menurut Malik dan Ahmad, se-
dekakan diri dengan membayar cicilan)
bagaimana telah disebutkan. Menurut
dan orang yang menanggung utan& me-
para ulama Madzhab Syafi'i diberi sesuai
reka dituntut untuk membuktikannya.
kebutuhannya. Menurut para ulama
Mu'allafah quluubuhum juga tidak diminta
untuk membuktikan apa yang dia katakan Madzhab Hanafi dia diberi bagian yang
tentang masih lemahnya keislamannya.
tidak melebihi nishab zakat.
Namun, jika ada orang yang mengaku
Dapat diperhatikan di sini bahwa
sebagai orang yang terpandang dan ditaati
dalam pembagian zakat harus memerhati-
oleh kaumnya, dia diminta untuk men-
datangkan bukti. Terkenalnya kondisi se- kan urutan yang disebutkan di dalam ayat.

seorang atau banyaknya orang yang tahu Karena penyebutan secara berurutan
tentang kondisinya dapat menggantikan terhadap delapan golongan penerima
bukti bagi orang yang diminta untuk mem-
buktikan kondisinya, zakat tersebut adalah mempunyai tuiuan.

Seseorang tidak boleh memberikan Akan tetapi {4,.l' it' t, E *j} me-

zakat kepada orang yang wajib dia nafkahi, rupakan dua golongan yang lebih diutama-
seperti kedua orang tua, anak dan istrinya. kan daripada golongan budak dan orang-
orang yang berutang. Hal ini sebagaimana
Adapun iika imam [pemimpin Muslim)
memberikan zakat seseorang kepada ditunjukkan oleh penggunaan huruf y'r,
anak, ayah atau istri orang tersebut, hal
seperti yang telah dijelaskan.
itu dibolehkan.
Yang lebih utama adalah memberikan Kemudian, setelah menjelaskan

zakat kepada para kerabat yang memerlu- golongan-golongan yang berhak men-
kannya. Malik mengatakan bahwa, "Orang dapatkan zakat, Allah SWT berfirman,
yang paling utama untuk diberi zakatmu
adalah para kerabatmu yang tidak engkau 4!t ,t a--jp artinya Allah menetapkan

nafkahi." sedekah-sedekah tersebut sebagai sebuah

Dalilnya adalah sabda Nabi saw. kewajiban, yakni ia merupakan hukum
kepada istri Abdullah bin Mas'ud r.a.,
Zainab, dalam sebuah hadits yang di- yang telah ditetapkan berdasarkan ke-
tetapan dan pembagian dari Allah. Ini
riwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim, merupakan larangan untuk menyalahi
makna yang zhahir ini.
*Vat ?ii
48 *lirrl) artinya Maha Mengetahui
"Engkau mendapatkan dua pahala:
terhadap apa yang ada di luar dan di dalam
pahala sedekah dan pahala menyambung segala sesuatu, serta Maha Mengetahui
silaturahim." (HR Bukhari dan Muslim) terhadap maslahat para hamba-Nya. Dia

Kadar yang diberikan berbeda-beda. tidak mensyari'atkan sesuatu kecuali
Orang yang berutang diberi sesuai dengan
kadar utangnya. Orang fakir dan miskin yang mengandung kebaikan bagi hamba-

Nya. Dia mensyari'atkan zakat untuk
menyucikan jiwa, untuk meniaga harta

dan sebagai rasa syukur kepada-Nya. Hal
ini sebagaimana firman Allah SWT.

Ambillah zakat dari harta mereka,
guna membersihkan dan menyucikan

mereke." (at-Taubah: 103)

5hFSIRAL-MUNIRIILID ,r,u.16f,6hu,,.. sr'"t'rt't"ru"t

Fiqih Kehidupan atau Hukum-Hukum Di dalam ayat ini terdapat tujuh hukum,

Ayat di atas merupakan penjelasan yaitu:

tentang golongan penerima zakat yang 1. Firman Allah SWT (iun-Ltr ,i;p tut"nrn-

jumlahnya adalah delapan golongan. Akan jukkan bahwa sedekah hanya dibagikan

tetapi, saat ini pada umumnya zakat diberikan kepada delapan golongan tersebut saja.

oleh kebanyakan orang kaya bukan semuanya, Maksud dari sedekah di sini adalah zakat-

kepada orang-orang fakir dan orang-orang zakat yang wajib. Dalil akan hal ini adalah
miskin saja. farang sekali diberikan kepada
orang-orang yang menanggung utang dan bahwa Allah menetapkan hak semua
sedekah ini dengan lam tamliik (huruf
ibnu sabil. Adapun budak, amil zakat, mujahid lam yang menunjukkan kepemilikan)

fi sabilillah dan mu'allafah quluubuhum, untuk delapan golongan tersebut Sedekah

maka mereka tidak diberi bagian dari zakat yang menjadi milik mereka tidak lain
hanyalah zakat yang wajib. Di samping
sama sekali. Karena, bagian fir riqaab [untuk
itu, pembatasan yang dipahami dari kata
pembebasan budak) telah berakhir dengan (t11! pada kedelapan golongan tersebut
menjadi benar jika kita pahami sedekah
berakhirnya perbudakan di dunia ini. ini sebagai zakat yang wajib, sedangkan
jika kita masukkan ke dalamnya sedekah
Adapun para amil atau para petugas
pengumpul zakat, sekarang tidak ada lagi yang sunnah, pembatasan ini tidak sah
karena pembagian zakat pada saat ini karena sedekah yang sunnah boleh
digunakan untuk membangun masjid,
diserahkan kepada pemilik harta, sedangkan
penguasa tidak lagi mengumpulkannya dari tempat penjagaan di perbatasan, sekolah,

orang-orang, kecuali di sejumlah negara untuk pengurusan mayat, dan semua

Islam moderen yang masih berupaya untuk bentuk kebaikan.

melakukannya. Kemudian firman Allah, {-ur,^:lr (}

Adapun bagian untuk mujahid fi sabilillah, adalah merujuk kepada sedekah-sedekah
tentara regular saat ini telah dibiayai, diberi
peluru, diberi senjata, dan diberi gaji bulanan yang telah dijelaskan, yaitu sedekah yang

yang tetap dari kas negara. Mereka tidak lagi wajib.
menunggu zakat dari orang-orang. Namun,
2. Ayat di atas menunjukkan bahwa kewe-
zakat dapat diberikan untuk membiayai
nangan mengumpulkan dan mendistri-
pembelian senjata atau untuk mendanai para busikan zakat ada di tangan imam [pe-
mimpin Muslim) atau orang yang dia
sukarelawan dalam berjihad.
tunjuk untuk melakukannya. Dalil akan hal
Adapun mu'allafah quluubuhum, hingga
ini adalah ditetapkannya bagian dari zakat
menurut para ulama yang mengatakan
untuk para amil. Ini menunjukkan bah-
bagian mereka masih ada, saat ini keberadaan
wasanya dalam menunaikan zakat harus
mereka dan upaya mendorong mereka untuk
teguh dalam Islam sudah sangat jarang dan ada amil zakat, yaitu orang yang ditunjuk
oleh imam (pemimpin mulism) untuk
sangat terbatas. Hal ini karena aktifitas
mengumpulkan zakat. Dengan demi-
negara saat ini telah mengalahkan aktifitas kian, nash di atas menunjukkan bahwa
imam adalah orang yang berwenang
individu. Di samping itu, pemerintah di mengumpulkan zakat Nash ini semakin

berbagai negara saat ini pada umumnya tidak diperkuat dengan firman Allah S\M[,
lagi memikirkan penyebaran agama Islam.

Wa laa haula wa laa quwwata illa billahi

ta'aala.

'Ambillah zakat dari harta mereka, diberikan kepada orang-orang fakir dan

guna membersihkan dan menyucikon miskin yang Muslim.

mereke." fat-Taubah: 103) 7. Maksud dari firman Allah, $i.:t a t-tb

Adapun zakat yang tidak tampak yang adalah untuk mencegah adanya tindakan
diberikan langsung oleh pemilik harta
yang menyalahi isi ayat ini dan peng-
kepada penerimanya, ia disimpulkan dari
haraman memberikan zakat kepada selain
firman Allah SWT
delapan golongan ini.
"dan orang-orang yang dalam
Nabi saw bersabda dalam sebuah
hartanya disiapkan bagian tertentu, bagi
orang (miskin) yang meminta dan yang hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud
ti d ak m e m i nta," (al-Nla' aarii : 2 4'2 5)
dari Ziyad bin al-Harits ash-Shada'i, dan
Bagian yang menjadi hak Peminta-
minta dan orang yang tidak mempunyai hadits ini adalah dha'if,

apa-apa yang tidak meminta-minta boleh c-,*jiU&ei i \\t3 ar 3r

diberikan langsung kepada mereka, tanpa \v,

melalui perantara. ai.G ai";; ,# W'& T,>u,tbt

3. Amil zakat mempunyai hak di dalam zakat .rtgi

walaupun dia orang kaya. Ini merupakan "sesungguhnya Allah tidak ridha dengan
hukum yang diputuskan seorang nabi dan
pendapat mayoritas ulama. yang lainnya dalam sedekah hingga Dia
menetapkan hukum-Nya sendiri di dalamnya.
4. Makna eksplisit dari ayat at-Taubah: 60 Lalu Allah membaginya menjadi delapan."
(HRAbuDawud)
menunjukkan kewajiban membagikan
zakat secara merata ke seluruh delapan Hikmah Zakat

golongan. Telah saya sebutkan pendapat Ar-Razi di dalam tafsirnyaTT menjelaskan

para ulama dan dalil-dalil mereka tentang hikmah dari diwajbkannya zakat Dia me-
bolehnya memberikannya kepada tiga
golongan saja, atau kepada satu orang nyebutkan dua belas kebaikan yang didapat-

saja. kan pemberi zakat dan delapan kebaikan

5. Amil zakat, mu'allafah qulubuhum didapatkan oleh penerimanya. Berikut ini saya
sebutkan secara ringkas dan dengan sedikit
dan budak pada zaman ini tidak ada.
Adapun fii sabiilillah, artinya untuk para saduran.

mujahidin, mereka tidak lagi memerlukan Adapun faedah zakat bagi muzakki [orang

zakat karena mereka telah menerima yang mengeluarkan zakat) adalah sebagai
gaji bulanan yang tetap. Namun, zakat
berikut.
untuk golongan ini diberikan kepada para
sukarelawan, atau untuk membeli senjata L. Zakat merupakan pengobatan yang tepat
ketika kondisi darurat atau jika kebutuhan
dan harus diambil untuk menghapuskan
yang mendesak menuntut hal itu.
penyakit cinta dunia dari dalam hati,
6. nFyirma amneAnlclaahk,u(p+our-afgng'rkla4f|irKdeuamnuomraann-g
menghancurkan kecenderungan yang
Muslim. Akan tetapi, keumuman ini di-
khususkan dengan sunnah Nabi saw sangat kuat kepada harta dan untuk
menghalangi perhatian penuh manusia
yang menunjukkan bahwa zakat hanya
77 LihatVol. 16, hlm.100-104.

TAFSIRAL-MUNIRIILID 5

terhadap harta. Inilah maksud dari firman wL*1 u:; * +fil d+
Allah S\MI,
.Wt;t;1 u q*4
'Ambillah zakat dari horta mereka,
"Watak hati manusia terbentuk untuk
guna membersihkan dan menyucikan
mencintai orang yang berbuat baik kepadanya
mereka." (at-Taubah: 103)
dan membenci orang yang menyakitinya."
Maksudnya membersihkan dan me-
nyucikan mereka dari tenggelam dalam (HR Ibnu Adi, Abu Nu'aim, dan al-Baihaqi)
mengejar dunia.
2. Menghentikan perilaku bersenang-senang Apabila mereka mencintai orang yang
dengan kenikmatan dunia dan membawa berbuat baik kepada mereka, mereka akan
manusia menuju ke alam penghambaan mendoakannya dengan kebaikan dan doa
kepada Allah serta mencari keridhaan- menjadi sebab bagi tetapnya kenikmatan
Nya dengan menyedekahkan harta demi
mendapatkan ridha-Nya. pada seseorang. Hal ini sebagaimana
3. Melawan tirani harta dan kerasnya hati,
seperti firman Allah SWT, firman Allah SWT

"Sekali-kali tidak! Sungguh, manusia "teta pi y a ng b ermanfaat b ag i manu si a,
itu benar-benar melampaui batas,apabila akan tetap ada di bumi." (ar-Ra'd: 17)
melihat dirinya serba cukup." (al-'Alaq:
6-7) Dan Rasulullah saw. bersabda dalam

Maka diwajibkannya zakat memini- sebuah hadits yang diriwayatkan oleh
malisasi tirani harta dan mengembalikan ath-Thabrani dan al-Khaththabi dari Ibnu
hati untuk mencari keridhaan Allah. Mas'ud, dan ini adalah dha'if,

4. Mendidik jiwa untuk merasakan pen- ,4\ €vl v!4,

deritaan orang lain, berbuat baik kepada Jagalah harta kalian dengan zakat." (HR
ath-Thabrani dan al-Khathabi)
orang-orang, berupaya memberikan
6. Zakat memindahkan seseorang dari
kebaikan kepada mereka dan menghapus- derajat memerlukan sesuatu ke derajat
kan kesulitan dari mereka.lni merupakan
salah satu sifat Allah. Nabi saw bersabda, yang lebih tinggi, yaitu tidak memerlukan
sesuatu. Derajat yang pertama adalah sifat
itt 1J*u,g*i makhluk dan derajat yang kedua adalah
sifat al-Haq (Allah).
"B e r akhl akl ah d e n gan akhl ak All ah." 7. Menginfakkan harta untuk berbagai ke-
baikan, kebaiikan, dan kepentingan umum
5. Menumbuhkan rasa cinta orang-orang membuat pelakunya pantas mendapatkan

fakir kepada orang-orang kaya, karena pujian yang abadi di dunia dan pahala

memberikan nafkah kepada mereka dapat yang abadi di akhirat sehingga ia menjadi
memunculkan kecintaan mereka kepada sebab bagi ikutnya harta ke dalam kubur
dan ke hari Kiamat, setelah sebelumnya ia
pemberi. Hal ini sebagaimana dikatakan akan lenyap karena bagaimana pun harta
oleh Nabi saw. dalam hadits yang di- akan hilang.
riwayatkan oleh lbnu Adi, Abu Nu'aim
B. Memberikan harta kepada orang lain
dan al-Baihaqi dari Ibnu Mas'ud, dan al- merupakan perilaku yang menyerupai
Baihaqi menshahihkannya,
para malaikat dan para nabi, sedangkan

menyimpannya menyerupai perilaku sama. fuga harus ada pelaksanaan ter-
hadap perintah Allah, Sang Pemilik alam
orang-orang bakhil yang tercela sehingga raya yang sebenarnya, dengan memberi-
kan harta tersebut kepada para hamba-
memberi adalah lebih baik. Nya yang kekurangan, serta menafkah-
kannya kepada orang-orang yang menjadi
9. Melimpahkan kebaikan dan kasih
tanggungan-Nya.
sayang adalah salah satu sifat Allah SWT
4. Kebijaksanaan dan kasih sayang me-
dan bersedekah membuat seseorang nuntut orang kaya memberikan harta
yang tidak dia butuhkan kepada orang
berakhlak dengan akhlak Allah. fakir yang tidak mampu bekerja dan
lebih membutuhkannya. Ini dapat me-
10. Berinfak dapat merealisasikan kebaha- realisasikan solidaritas sosial di dalam
giaan sosial, sebagaimana iman mereali-
Islam.
sasikan kebagiaan ruhani dan shalat me-
realisasikan kebahagiaan jasmani. 5. Zakat berfungsi untuk penutup ke-

LL. Zakat merupakan realisasi dari syukur kurangan yang dialami oleh orang fakir.
Pemilik harta dapat menutupi kekurangan
terhadap nikmat Bersyukur kepada Pem- yang terjadi pada hartanya karena menge-
beri nikmat adalah wajib dan mensyukuri
nikmat dengan menggunakannya untuk luarkan zakat dengan cara menggunakan-
mencari ridha Sang Pemberi nikmat. nya untuk berbisnis.

12. Diwajibkannya zakat berkonsekuensi 6. Mencegah terjadinya kejahatan dan

pada terciptanya keakraban dan kasih menghalangi keinginan sebagian Muslim
bergabung dengan musuh karena, se-
sayang antarkaum Muslimin serta hilang-
nya iri dan dengki di antara mereka. andainya orang-orang kaya tidak mem-
berikan hartanya untuk kepentiangan
Adapun faedah zakat bagi penerimanya
adalah sebagai berikut. orang-orang fakir; tentu orang-orang fakir
tersebut melakukan perbuatan-perbuatan
1. Menghilangkan kekurangan dan menutupi mungka4 seperti mencuri dan sebagainya,
atau bergabung dengan para musuh kaum
kebutuhan. Ini merupakan tujuan yang Muslimin.

kuat dengan memerhatikan kondisi pe- 7. Menunaikan zakat membantu semua
milik harta yang telah mendapatkan harta
dan hatinya terkait dengannya, namun orang yang mukallaf untuk memiliki sifat
tersisa harta yang melebihi kebutuhan-
nya, sehingga disisakan padanya jumlah sabar dan syukur secara bersamaan.
yang banyak dan diambil darinya jumlah
Rasulullah saw. bersabda dalam hadits
yang sedikit saja. lemah yang diriwayatkan oleh al-Baihaqi
dari Anas bin Malik r.a.,
2. Tidak menghentikan fungsi harta yang
.# b:,p b:e:.:)t;:a; SGyr
melebihi kebutuhan pokok. DanAllah SWT
"ImAn terdiri dari dua bagian; sabar dan
telah menjadikan harta sebagai sarana sy ukur." (HR al-Baihaqi)
untuk memenuhi kebutuhan, bukan untuk
fadi apabila orang kaya menunaikan
disimpan, ditabung dan dipegang. zakat, dia telah mensyukuri nikmat dan

3. Harta adalah milik Allah, sedangkan

orang-orang kaya adalah para penyimpan

harta-Nya dan orang-orang fakir adalah
orang-orang yang menjadi tanggungan-
Nya. Antara kedua golongan harus ada
solidaritas, saling mengasihi, dan kerja-

bersabar terhadap berkurangnya sebagian I'raab

dari hartanya. Orang fakir ketika diberi 4.f iiiy khabar dari mubtada' yang
diperi<irakan, yaitu G;'rii i) " iaadalah telinga
zakat, dia menjadi bersyukur; setelah se-
belumnya dia bersabar. untuk kebaikan". Maksudnya, dia adalah orang

B. Ketika orang fakir mengambil zakat dari yang mendengarkan kebaikan dan kesalehan,

orang kaya, secara tidak langsung dia bukan mendengarkan keburukan dan ke-
membantu orang kaya untuk selamat
rusakan. Maksud dari liii; dalam kalimat ini
dari celaan dan keburukan di dunia, serta
adalah pemilik telinga.
dari adzab neraka di akhirat, sehingga,
4:*i"!, i[] huruf laam di sini adalah
orang fakir seperti orang yang memberi
kebaikan kepada orang kaya dengan tambahan, fungsinya untuk membedakan

membebaskannya dari neraka. antara keimanan yang berupa penyerahan
diri dengan yang lainnya.(#;iF dalam kondisi
TINDAKAN ORANG.ORANG MUNAFIK YANG
MENYAKITI NABI SAW. DAN PELURUSAN marfuu' dan di-athaf-kan kepaaa 4iii). Xata
PEMAHAMAN MEREKA (ii;h dibaca majruur jika di-athaf-kan kepada
(5F. e.tinya, dan dia adalah telinga kasih
Surah ay-Taubah Ayat 61 riyrng. fadi, sebagaimana t<ata liii; di-idhafah-

t jSltrli<4i1r1#\<i;i-;;J\)i;: kan kepada kata (;), juga di-idhafah-kan

:-6;tvJi;A7 kepada kata 1#rry, karena rahmah termasuk
dalam khair dan khair termasuk dalam rohmah.
it jfr <i;i GJv E; 2-L fii C,ii,
Dalam kalimat 4*t, iy$, kata b,$ disusuli
ffip:\rs,t
dengan huruf ba' karena iman merupakan
"Dan di antara mereka (orang munafik) ada
o r an g- o r an gy an g m e ny akit i h at i N ab i (Muh amm a d) tujuan dari pembenaran terhadap Allah yang
dan mengatakan, 'Nabi mempercayai semua apa
y ang didengarnya." Katakanlah, "Dia memp ercay ai merupakan lawan dari kekafiran. Dalam
semua yang baik bagi kamu, dia beriman kepada
Allah, mempercayai orang-orang Mukmin, dan kalimat 44.A. ci":\ kata yu'minu disusuli
menjadi rahmat bagi orang-orang yang beriman
di sntara kamu." Dan orang-orang yang menyakiti dengan huruf laam ketika akan masuk ke kata
Rasulullah akan mendapat adzab yangpedih." (at-
Taubah:61) al-Mu'miniin "Orang-orang Mukmin", karena di

Qlra'aat sini, beriman adalah tujuan dari mendengar
(F,F' dan percaya kepada apa yang dikatakan oleh
orang-orang Mukmin, karena mereka adalah
en-ruafi membacanya 1;r5rD. orang-orang yang jujur di sisi-Nya.

4oiiY: Balaaghah
An-Nafi membacanya 1jiiy.
{.ii6} tosybiih baliigh, dibuang darinya
{3,i}'
Hamzah membacanya (;;r. a daatut-ta sybiih (alat penyerupaan). Artinya
dia adalah seperti telinga yang mendengar
semua yang dikatakan kepadany, seakan-
seakan beliau secara keseluruhan adalah
telinga yang mendengal seperti orang Arab
ketika menyebut mata-mata dengan ain.

4*ti; i;ii$ kata rasul disini disebutkan

secara jelas, padahal bisa dengan dhamir {kata
ganti), tujuannya adalah untuk mengagungkan

posisi beliau juga untuk menggabungkan tampakkanlah keimanan wahai orang-orang
munafikketika dia mendengar kata-kata kalian
antara derajat kenabian dan kerasulan. Kata dan menerima keimanan kalian yang tampak
rosuul di-idhafah-kan fdisandarkan) kepada di luar saja, tanpa membongkar rahasia kalian
Allah untuk semakin memuliakan beliau.
dan tidak menyikapi kalian seperti sikap-
Mufradaat LuShawlyyah nya terhadap orang-orang Musyrik. fadi,

{P)y yaitu dari orang-orang munafik. benar dia adalah telinga seperti yang kalian
{tri-} dari kata al-iidzoa', yang artinya katakan, tetapi dia adalah telinga yang baik
bagi kalian, bukan telinga yang buruk, dan dia
menyakiti orang, baik terhadap jiwa, raga adalah pendengar sesuatu yang baik, bukan
pendengar sesuatu yang buruk.
maupun hartanya, banyak dan sedikit. Maksud
dari sesuatu yang yang menyakiti yang mereka Sebab Turunnya Ayat (61)
lakukan di sini adalah mencela Rasulullah saw.
dan menyebarkan pembicaraan beliau. Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Ibnu
Abbas, dia mengatakan bahwa, "Nabtal bin al-
(;ii ;) dia mendengar semua yang HaritsTs dahulu mendatangi Rasulullah saw
dan duduk bersama para sahabat di majelis
dikatakan orang, mempercayai apa yang dia beliau serta mendengarkan apa yang beliau
dengar dan menerima perkataan semua orang. sampaikan. Kemudian dia menyampaikannya
Ini masuk dalam kategori menyebut seseorang kepada orang-orang munafik apa yang dia
dengan salah satu bagian dari tubuhnya, yaitu dengar tersebut. Kemudian, Allah menurun-

alat untuk mendengar. Tujuannya adalah kan ayat {4r tttl'9. r.it i*:b,dan seterusnya.

mubaalaghah dalam menyifati beliau sebagai Al-Qurthubi menyebutkan bahwa ayat
ini turun pada Attab bin Qusyair yang me-
orang yang selalu mendenga4 sehingga,
seakan-akan seluruh tubuh beliau adalah ngatakan bahwa, "Muhammad adalah seperti
telinga, dia menerima semua yang dikatakan
telinga yang mendengar. Hal ini sebagaimana
orang Arab menyebut ain untuk mata-mata. kepadanya."
Sesuatu yang menyakiti beliau dari mereka
Ibnu Abbas r.a. mengatakan bahwa,
adalah kata-kata mereka bahwa beliau adalah
"Beberapa orang munafik menyebut Nabi
telinga.
Muhammad saw. dengan ungkapan-ungkapan
{- iii} adalah seperti kata-kata Anda, yangtidakpantas. Kemudian, salah seorang dari
mereka mengatakan bahwa, "fangan ucapkan
q:n-vi gy ,y.,>"Laki-laki kejujuran dan saksi
ungkapan-ungkapan ini untuk menyebut
keadilan", dan yang Anda inginkan adalah
orang yang baik dan saleh, jadi ungkapan Muhammad, karena kami takut apa yang
tersebut seperti, "Bena4 dia adalah telinga, kita ucapkan ini sampai padanya." Namun al-
tetapi dia adalah sebaik-baik telinga."
78 Nabtal adalah orang yang bertubuh besa4, dengan rambut
{+l cr} beriman kepada Allah karena
bukti-bukti yang beliau ketahui. (il,'ri- r.;b dan jenggot yang acak-acakan, berkulit sawo matang,
bermata merah, berpipi hitam kemerah-merahan dan
menerima informasi yang disampaikan
bertubuh cacat dan dialah yang dikatakan oleh Rasulullah
oleh orang-orang Mukmin yang ikhlas, dari
kalangan orang-orang Muhajirin dan Anshar; saw.,
dan percaya kepada mereka karena keimanan
mereka, bukan kepada golongan yang lain. +-/,r:L' ,9 .i e k: jf ;t-E' ;rL:',Lr j1 'bL 3; y
't;;
(d;y dia adalah rahmat bagi orang vt'

yang beriman di antara kalian. Maksudnya "Barangsiapa ingin melihat setan, maka lihatlah Nabtal bin

al-Harits."

fallas bin Suwaid bin ash-Shamit membantah, memikirkannya dengan baik dan tidak dapat
membedakan antara berbagai hal. Hal itu
"Tidah kita ucapkan saja apa yang kita
terjadi karena beliau berinteraksi dengan
inginkan kemudian kita mendatanginya dan mereka berdasarkan kondisi luar dan tidak
bersumpah bahwa kita tidak mengatakannya
maka dia akan menerima perkataan kita, menyingkap rahasia mereka.

karena Muhammad adalah telinga yang selalu Allah membantah kata-kata mereka ter-
mendengar." Lalu turunlah ayat ini."
sebut dengan berfirman bahwa beliau adalah
Tujuan dari kata-kata mereka tersebut seperti telinga untuk hal yang baik, bukan

adalah Rasulullah saw tidak memiliki telinga untuk hal yang buruk. Maksudnya

kecerdasan, tidak dapat menyikapi masalah beliau adalah orang yang mendengar sesuatu
dengan baih berhati lugu, dan cepat tertipu
oleh semua yang beliau dengar. Oleh karena yang baik saja, bukan orang yang mendengar

itu mereka menyebut beliau sebagai udzun sesuatu yang buruk. Ini seperti ungkapan
(telinga), seperti 'ain yang digunakan oleh
dalam bahasa Arab 1,.t.l,-*i 9y j.l;; "Fulan
orang Arab untuk menyebut mata-mata.
adalah laki-laki kejujuran dan saksi keadilan."
Persesualan Ayat
fadi sebenarnya beliau mengetahui antara
Ini merupakan jenis lain dari kebodohan benar dan salah dari apa yang dikatakan
orang-orang munafik. Mereka menyebut orang-orang munafik. Akan tetapi, beliau
Rasulullah saw. sebagai telinga, untuk mencela berinteraksi dengan berdasarkan hukum-
dan melecehkan beliau. Mereka mangatakan hukum syari'ah sehingga beliau tidak mem-
bongkar rahasia seorang pun dari mereka.
bahwa beliau mempercayai semua orang yang
bersumpah kepada beliau. Beliau adalah pemilik akhlak yang sempurna

Di dalam ayat-ayat sebelumnya, Allah SWT dan manusia yang ideal. Beliau beriman
menyebutkan bahwa mereka melecehkan dan kepada Allah berdasarkan bukti-bukti yang
mengejek apa yang dilakukan oleh Rasulullah beliau miliki, apa yang diwahyukan yang
saw. dalam pembagian sedekah.
mengandung kebaikan kalian dan kebaikan
Tafslr dan Penlelasan
orang-orang selain kalian. Dia percaya kepada
Di antara orang-orang munafik terdapat orang-orang Mukmin yang jujur dari kalangan
orang-orang yang menyakiti Rasulullah saw.
Muhajirin dan Anshar; bukan percaya kepada
dengan melecehkan dan mencela beliau. orang lain. Beliau juga adalah rahmat bagi
Mereka mengatakan bahwa, "Dia itu seperti
telinga yang selalu mendengar. Dia men- orang yang beriman dari kalian. Oleh karena
dengar semua yang dikatakan kepadanya
dan mempercayainya sehingga dia selalu itu, tampakkanlah keimanan wahai orang-

membenarkan dan mempercayai semua orang munafik dan dia akan menerima iman

yang disampaikan kepadanya. Oleh karena luar kalian dan tidak akan membuka dan
itu, jika kita mendatanginya dan bersumpah membongkar rahasia kalian. Dia tidak akan
bersikap terhadap kalian seperti sikapnya
kepadanya, tentu dia akan membenarkan terhadap orang-orang Musyrik. Hal ini demi
kita." Maksud mereka di sini adalah bahwa
Rasulullah saw. berhati bersih, mudah menjaga maslahat yang ditetapkan oleh Allah
tertipu oleh semua yang dia denga4 tidak
dalam membiarkan keberadaan kalian.

fadi Rasulullah saw. adalah telinga yang
mendengar kebaikan dan rahmat Beliau tidak

mendengar dan tidak menerima selain kedua-
nya. Beliau percaya dengan informasi yang
disampaikan oleh orang-orang Mukmin dan

TAFSIRAL-MUNIR IILID 5

tidak percaya dengan berita yang disampaikan saw. menghalangi beliau untuk menghadapi
orang-orang dengan apa yang tidak mereka
oleh orang-orang munafik. Beliau adalah sukai sehingga beliau menyikapi orang-orang
rahmat bagi orang-orang karena petunjuk munafik dengan kondisi luar mereka dan tidak
beliau kepada mereka menuju apa yang berlebihan dalam memeriksa kondisi batin
menghantarkan terjadi kebahagiaan dunia
mereka.
dan akhirat.
Allah memberi Nabi saw tiga sifat, yaitu
Adapun orang-orang yang menyakiti beriman kepada Allah, percaya kepada orang-
Rasulullah saw. dengan ucapan atau per- orang Mukmin maksudnya menerima infor-
buatan, seperti menyebut beliau sebagai masi mereka, dan mengasihi orang yang ber-

tukang sihic berdusta dan tidak cerdas, serta iman. Sifat-sifat ini mengharuskan beliau
menuduh beliau tidak adil, maka mereka akan
mendapatkan siksa yang pedih di akhirat. menjadi telinga yang mendengar kebaikan.
Dari ayat di atas, juga dapat disimpulkan
Flqlh Kehldupan atau Hukum-Hukum
bahwa menyakiti Rasulullah saw. dalam
Ayat at-Taubah: 61 menunjukkan bahwa
Nabi saw. adalah pemilik akhlak yang sem- perkara yang berkaitan dengan risalah beliau
purna, pemilik pemahaman yang luas dan adalah sebuah kekafiran yang mengakibatkan
dalam, serta pemilik kecerdasan yang luar pelakunya mendapatkan siksa yang berat.
biasa. fadi, diamnya beliau terhadap orang- Adapun menyakiti dengan perbuatan ringan
orang munafik bukan karena kebodohan dan
tertipu. Akan tetapi hal itu karena suatu hikmah, yang berkaitan dengan diri beliau, sisi
yaitu memberikan kesempatan kepada orang-
orang munafik untuk meninggalkan semua kemanusiaan beliau dan kebiasaan duniawi
keburukan mereka dengan sendirinya dan agar beliau, juga menyakiti keluarga beliau, per-
tidak memberikan kesempatan kepada orang- buatan ini adalah haram. Namun, tidak meng-
orang Musyrik untuk memanfaatkan kondisi
orang-orang munafik dan mengatakan bahwa akibatkan kekafiran. Misalnya tindakan
Nabi saw. membunuh orang yang beriman. beberapa sahabat yang menyakiti beliau
karena mereka terlalu lama berada di rumah
Ayat di atas juga menunjukkan bahwa beliau. Hal ini seperti yang disebutkan dalam

Nabi saw. ini adalah telinga untuk kebaikan, firman Allah SWT,
bukan untuk keburukan. Dia mendengar apa
yang mengandung kebaikan dan dia tidak "Sesungguhnya yang demikian itu adalah
mau mendengar keburukan dan kerusakan. mengganggu Nabi sehingga dia (Nabi) malu
Beliau iuga merupakan rahmat bagi orang- kepadamu (untuk menyuruhmu keluar)." (al-
orang Mukmin karena beliau telah memberi Ahzaab:53)

petunjuk kepada mereka menuju kebahagiaan fuga seperti memanggil beliau dengan
suara keras dan memanggil beliau dengan
dunia dan akhirat. nama saja, seperti dalam firman Allah S\4rI,
Ayat di atas juga mengajarkan bahwa Nabi
"Wahai orang-orang yang beriman!
saw. tidak percaya begitu saja kepada informasi
dari orang-orang munafik. Beliau juga tidak Janganlah kamu meninggikan suaramu mele-
percaya terhadap apa yang mereka katakan bihi suara Nabi, dan janganlah kamu mengata-
walaupun mereka menegaskan ucapan me- kan bahwa kepadanya dengan suara keras se-
reka dengan sumpah. Namun, akhlak Nabi bagaimana kerasnya (suara) sebagian kamu

terhadap yang lain, nanti (pahala) segala

amalmu bisa terhapus sedangkan kamu tidak
m e ny a d a r i." (al- Hui ura at= 2)

PENJELASAN TENTAT{G KONDISI ORANG. kepada Allah, dan ayat-ayat-Nya serta Rasul-
ORANG MU]TAFIK YANG TERTINGGAL DARI Nya kamu selalu berolok-olok?" Tidak perlu
PERANG TABUK: MENYAMPAIKAN SUMPAH kamu meminta maaf, karena kamu telah kafir
PAISU, TAKUT DARI TURUNNYA AYAT AL. setelah beriman. ]ika Kami memaaJkan sebagian
QUR'AN YANG MEMBONGKAR KONDISI dari kamu (karena telah tobat), niscaya Kami
MEREKA DAN EJEKAN MEREKA TERHADAP akan mengadzab golongan (yang lain) karena
AYAT.AYATALLAH sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang

Surah at-Taubah Ayat 62-66 (selalu) berbuat dosa." (at-Taubah: 62-66)

e\A:t::tXVL*A;2=;ti^u"<,H Qhaa'aat

i,,{i'rij-I11e"<;-'4r$uLly95961 {si:'iY'

A*@,(^VjG:(:uiU,tj;;r'i,ti3- Ibnu Katsir dan Abu Amr membacanya

;#,ii'| cj *'t\$::a @ ;g;tiryr ...,, .i
(JF.rl).
Oy\l;fut $'+$ +;t ;a+j i;l
*'"}fu ;it\a" I'raab
31@X<s,ibr*ie(Lf,j, i;,r
i;ij'+rJi j'U 4;i t;;irr;p t<ata (3;ip aaatah khobar dari
Ci\
kata 4li;;p. Sedangkan khabar untuk kata 11ir5
*iL'i6r351g5irfu(( dibuang karena dapat dipahami dari khabar
+#, K, ir{v'e 3i u?{;:au c,
kata (ii;;y. Ini adalah pendapat Sibawaih,
,?**6rLiiU:W
maknanya adalah $-i. ii i;i'i;;t ,?;i.'ri i;i'te>
"Mereka bersumpah kepadamu dengan
"Padahal Allah itulah yang lebih patut mereka
(nama) Allah untuk menyenangkan kamu,
cari keridhaannya, dan Rasul-Nya itulah
padahal Allah dan rasul-Nya lebih pantas mereka
mencari keridaan-Nya jika mereka orang Mukmin. yang lebih patut mereka cari keridhaannya."
Tidakkah mereka (orang munafik) mengetahui Adapun dalam pendapat al-Mubarrad, tidak
ada pembuangan dalam kalimat ini, tetapi di
bahwa barangsiapa menentang Allah dan Rasul- dalamnya terdapat taqdiim wa ta'khiir [men-
dahulukan suatu kalimat yang seharusnya
Nyo, maka sesungguhnya neraka lahanamlah
baginya, dia kekal di dalamnya. Itulah kehinaan disebutkan belakangan, dan sebaliknya),
yang besar. Orang-orang munafik itu takut jika
diturunkan suatu surah yang menerangkan maknanya adalah (*i. :'i i;i tug uG l-11

aPa yang tersembunyi di dalam hati mereka. "Padahal Allah itulah yang lebih patut mereka
cari keridhaannya, dan begitu pula Rasul-Nya."
Katakanlah (kepada mereka),'Teruskanlah
berolok-olok (terhadap Allah dan Rasul-Nya)." Dhamir (kata ganti) dalam kalimat ,;i'i;;'i:rty
Sesungguhnya Allah akan mengungkapkan apa
yang kamu takuti itu. Dan jika kamu tanyakan $iri. ii disatukan karena tidak ada perbedaan
antara ridha Allah dan ridha Rasul-Nya,
kepada mereka, niscaya mereka akan menjawab,
mengingat keduanya seperti satu keridhaan.
"Sesungguhnya kami hanya bersendagurau dan
4# ,riiifip ferdapat empat kondisi untuk
bermain-main saja!' Katakanlah, "Mengapa
kalimat ini; ia bisa berposisi sebagai khabar
bagi mubtada' yang dibuang dan maknanya

adalah (# 'ru It iti *rr)ti1"Maka yang waiib

baginya adalah neraka fahannam", atau dengan
perkiraan terdapat kata yang dibuang antara

huruf/aa dan anna sehingga iadinya adalah

(r( I :,i .i;y "Maka baginya adalah neraka

fahannam". atau ia merupakan badal dari f.iiy Artinya, masing-masing berada di sisi yang
pertama yang terletak setelah kata 1tlti,; dan
dinashabkan dengan kata lrili.y tersebut Atau berbeda dengan lawan dan musuhnya. Kata o1-
ia merupakan penegas bagi liiy yang pertama
tersebut dan berposisi nashab, sedangkan muhaaddah dan kata al-musyaaqqah keduanya
huruf/a'-nya adalah tambahan.
mempunyai arti al-mu'aadaah dari kata aI-
$4#; iiyhuruf ann dan shilah-nya dalam
'adwah yang artinya sisi lembah.
posisi nashab dengan perkiraan dibuangnya
huruf 7'ar. Makna yang diperkirakan adalah {}i} famt atau waspada dari sesuatu
$yang akan terjadi. 4W ciy at<an diturunkan
6; ii ;1y. Huruf ann ini juga dapat berada
terhadap mereka yaitu orang-orang Mukmin.
pada posisi jar dengan maksud adanya huruf
jar, karena huruf ,1'ar sering dibuang ketika 4C.* q. v. # ;ri) rurt, surah yang me-

bersama ana berbeda ketika bersama dengan nerangkan apa yang tersembunyi dalam hati
yang lain.
mereka berupa kemunafikan. Akan tetapi,
(;!) huruf laam di sini adalah laamul'
mereka tetap saja mengejek. (,jf'F ini adalah
qasam (huruf laam yang mengandung arti
perintah yang maksudnya adalah ancaman.
sumpah).
4L;; irt 31) Sesungguhnya Allah menampakkan
Balaa4hah sesuatu yang tidak terlihat dan tersembunyi.

{&4, 4:y Penggunaan isyarah yang me- Ini mencakup apa yang tersembunyi di dalam

ngandung arti jauh 1eu;; untuk sesuatu yang dada, mengeluarkan biji dari dalam bumi,
dekat mengesankan deraiatnya yang jauh
dan mengeluarkan seseorang dari negerinya.
dalam kengerian dan keburukan.
4t;i r.) Apa yang kalian takuti, yaitu Dia
Mufradaat LuEhawWah
menampakkan kemunafikan kalian.
4;it S !u, :'*Y Pembicaraan ini
{#U;i;y oan jika kamu tanyakan kepada
ditujukan kepada orang-orang Mukmin, arti-
nya, "agar kalian ridha terhadap merekr". ii,';) mereka tentang ejekan mereka terhadapmu

4i;i.:,i i;i l;;' padahal Allah dan Rasul-Nya dan terjadap Al-Qur'an ketika mereka ikut

yang lebih patut mereka cari keridhaannya berjalan bersamamu menuju Tabuk. 4n-;1b
dengan taat dan tunduk. Penggunaan dhamir
(kata ganti) orang ketiga tunggal dalam kata tentulah mereka akan menjawab dalam

(l;rj adalah karena tidak dapat terpisahnya rangka memberi alasan. 43lt n* O U,F
antara keridhaan Allah dan Rasul-Nya. lr't;l)
b{qenya'r-Jbite"namrebreekriamaadna. la{ih,1ortatin;l;g--'oiiryandghyaamnigr "Sesungguhnya kami hanyalah bersenda
dalam kata 4iiip adalah dhamir sya'n. {::'*;r}
gurau dan bermain-main saja untuk mengisi
artinya menentang. Al-muhaaddah adalah
perjalanan, dan kami tidaklah serius dengan
bentuk mufaa'alah dari kata al-haddu, seperti
kata-kata kami." Kata (;;iD aslinya adalah
kata al-musyaaqqah dari asy-syaqq. Dan al-
haddu artinya adalah ujung dari sesuatu. masukke dalam air atau ke dalam lumpur. Kata

Dan asy-syaqqu adalah sisi dari sesuatu. ini banyak dipakai dalam kebatilan karena
di dalamnya mengandung arti mendatangi

bahaya. Maksudnya adalah banyak melakukan

perbuatan yang tidak ada manfaatnya

dan kalian tidak diberi maaf atasnya. Kata
(jr+)r) artinya menyampaikan uzur untuk

menghapuskan dosa. &.\'*'ii i;y Kekafiran

kalian tampak setelah kalian menampakkan

keimanan.

48 *" # U j1) f ika Kami memaafkan

segolongan dari kalian karena keikhlasan

mereka dan tobat mereka, seperti Makhisy

roarr*ea-uu"r*lrarr s ,rrr*r.

bin Himyar, 4yo ,.i;,) niscaya Kami akan hari seorang laki-laki munafik mengatakan
bahwa tentang Peperangan Tabuk ketika
mengadzab golongan yang lain. liirug adalah
segolongan orang dan potongan dari sesuatu. orang-orang sedang duduk, "Kami tidakpernah

4if ,;c 6,y disebabkan mereka adalah melihat kitab seperti Al-Qur'an. Kami juga tidak
pernah melihat orang-orang yang lebih rakus,
orang-orang yang selalu dalam kemunafikan lebih pendusta dan lebih pengecut ketika
bertemu musuh daripada mereka." Seorang
dan selalu mengejek.
laki-laki yang mendengarnya mengatakan
Sebab Turunnya Ayat (62)
bahwa, "Engkau dusta! Engkau adalah seorang
Ibnu al-Mundzir meriwayatkan dari
munafik. Sungguh aku akan memberitahukan
Qatadah, dia mengatakan bahwa, "Disebutkan hal ini kepada Rasulullah saw.." Lalu kejadian

kepada kami bahwa seorang laki-laki dari itu sampai kepada Rasulullah saw., dan
orang-orang munafik mengatakan bahwa
turunlah ayatdi atas." Dalam riwayatlain nama
tentang orang-orang yang tertinggal dari Perang
laki-laki munafik tersebut adalah Abdullah bin
Tabuk yang turun sejumlah ayat pada mereka,
"Demi Allah, sungguh mereka adalah orang- Ubay. Namun yang benar dia adalah Wadi'ah
bin Tsabit karena Abdullah tidak ikut dalam
orang terbaik dan orang-orang mulia dari kami.
Seandainya yang dikatakan oleh Muhammad Perang Tabuk.

bena4 sungguh merekaTe lebih buruk dari Ibnu Abi Hatim juga meriwayatkan dari
keledai!" Seorang laki-laki Muslim yang men-
Ka'b bin Malik, "Makhisy bin Himyar me-
dengar kata-kata itu pun menyahut, "Demi
ngatakan bahwa, "Sungguh aku ingin setiap
Allah, sesungguhnya apa yang dikatakan oleh orang dari kita dipukul seratus kali sebagai
syarat agar kita selamat dari turunnya Al-
Muhammad adalah benar dan sungguh engkau Qur'an tentang kita." Lalu kata-katanya itu
sampai kepada Nabi saw.. Kemudian orang-
Iebih buruk dari keledai." Kemudian dia segera orang munafik tersebut mendatangi beliau
dan menyampaikan alasan mereka tentang
mendatangi Nabi saw. dan menyampaikan kata-
kejadian itu. Lalu Allah menurunkan ayat, v|
kata orang munafik tadi kepada beliau. Nabi
saw. mengutus seseorang untuk memanggil 4qr9; dan Makhisy bin Himyar dimaafkan oleh
orang munafik tadi. Lalu beliau bertanya ke-
Allah. Lalu dia diberi nama Abdurrahman.
padanya, 'Apa yang membuatmu mengatakan Dia meminta kepada Allah untuk terbunuh

hal itu?" Orang munafik itu langsung melaknat syahid dan tidak diketahui jika dia terbunuh.
dirinya dan bersumpah dengan nama Allah
Lalu dia terbunuh pada Peperangan Yamamah
bahwa dia tidak mengatakan hal itu. Laki-laki
Muslim itu pun mengatakan bahwa, "Ya Allah dan tidak ada yang tahu tentang terbunuhnya
benarkanlah orang yang jujur dan dustakanlah
kecuali orang yang membunuhnya.
orang yang dusta." Lalu Allah menurunkan ayat,
As-Suddi mengatakan bahwa, "Seorang
(tile E +U'biV<Y Kisah ini juga diriwayatkan munafik mengatakan bahwa, "Demi Allah,
aku ingin diserahkan untuk dijilid seratus kali
dari as-Suddi.
agar tidak turun kepada kami sedikit pun yang
Sebab Turunya Ayat (65)
Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Ibnu membongkar kondisi kami." Lalu turun ayat di

Umar r.a., dia mengatakan bahwa, "Pada suatu atas.

79 an di dalam riwayat as-Suddi menggunakan Ibnu farir ath-Thabari, Ibnu al-Mundzil
dan Abu asy-Syaikh Ibnu Hayyan al-Ansahri
"Sungguh kami lebih buruk dari keledai." meriwayatkan dari Qatadah bahwa seorang

TAfSTRAL-MUNrRJrLrD 5

munafik mengatakan bahwa tentang Perang mereka, baik berupa ucapan maupun per-

Tabuh "Laki-laki itu (maksudnya Nabi buatan, untuk membuat kalian ridha, padahal
Allah dan Rasul-Nya lebih berhak untuk dibuat
Muhammad saw) berharap dapat menakluk- ridha daripada orang-orang Mukmin. Ridha
kan istana-istana dan benteng-benteng Syam.
Allah dan Rasul-Nya ini dapat mereka dapat-
Sungguh hal itu tidak mungkin." Lalu Allah kan dengan ketaatan, tunduk, iman yang jujur

memberitahu Nabi-Nya tentang kata-katanya dan amal saleh.
itu. Kemudian beliau mendatangi dan berkata
kepada mereka, "Kalian telah mengatakan hal Penggunaan dhamir (kata ganti) ketiga

ini." Mereka lalu menjawab, "Sesungguhnya tunggal dalam kata (i;,-T adalah untuk

kami hanya bercanda dan bermain-main." Lalu memberitahu bahwa membuat Rasulullah
turunlah ayat di atas. saw. ridha juga secara otomatis membuat

Persesualan Ayat Allah ridha. Hal ini seperti firman Allah S\MT,

Ayat-ayat di atas menjelaskan salah "B a rang siap a me naati Rasul (M uh amm a d),

satu keburukan orang-orang munafik, yaitu maka sesungguhnya dia telah menaati Allah."
bersumpah palsu, memusuhi Allah dan Rasul- (an-Nisaa:80)

Nya, takut dari turunnya Al-Qur'an yang Hal ini karena sumber risalah, perintah

membongkar hakikat mereka dan mengejek dan larangan adalah satu.
ayat-ayat Al-Qur'an. Secara umum ayat-ayat di
atas menjelaskan kondisi orang-orang munafik Keridhaan Allah dan Rasul-Nya ini
yang tertinggal dari Perang Tabuk.
mereka dapatkan jika mereka benar-benar
Abu asy-Syaikh Ibnu Hayyan meriwayatkan beriman, sebagaimana yang mereka klaim
dari Qatadah, dia mengatakan bahwa, "Surah dan sumpahkan. ]adi, orang yang beriman
hendaknya membuat Allah dan Rasul-Nya
ini dahulu disebut dengan al-Faadhihah
ridha. |ika tidak, dia berdusta.
[pembongkar keburukan) yang membongkar
Kemudian, Allah SWT menyampaikan
keburukan orang-orang munafik. Ia iuga
teguran keras terhadap orang-orang munafik
disebut dengan al-Munbi'ah [pemberitahu) dengan menjelaskan bahaya dari perbuatan

karena dia memberitahu keburukan dan cacat- yang mereka lakukan. Ini menunjukkan sangat
cacat orang-orang munafik.
buruknya perbuatan mereka dan sangat
Tafslr dan PenJelasan
ngerinya balasan yang akan mereka dapatkan.
Allah SWT berbicara kepada orang-orang
Mukmin dengan menjelaskan bahwa orang- Allah berfirman, $fr t;rx. [i] artinya tidakkah

orang munafik menyampaikan sumpah- orang-orang munafik itu sudah mengetahui
sumpah palsu agar orang-orang Mukmin
dan memastikan bahwa orangyang memusuhi
senang dengan mereka, padahal Allah tahu
Allah dan Rasul-Nya serta menentang-Nya
bahwa mereka adalah para pendusta. Sumpah- dengan melanggar batas-batas-Nya atau
sumpah palsu mereka ini menunjukkan bahwa mencela Rasul-Nya pada perbuatan beliau,
seperti ketika beliau membagikan sedekah
mereka dalam kondisi yang tidak nyaman.
Kemunafikan mereka tampak dan hakikat atau mencela akhlak beliau, seperti kata-kata
mereka, "Dia adalah telinga yang mendengar
mereka pun terbongkar.
Mereka bersumpah kepada kalian dengan semua yang dikatakan kepadanya" dan berada

meminta maaf dari apa yang keluar dari di arah yang berlawanan dengan Allah dan
Rasul-Nya maka balasannya adalah kekal
di neraka fahannam, dengan dihinakan dan

ThFSTRAL-MUNTRJTHD 5

disiksa di dalamnya. Siksa tersebut merupakan Rasul-Nya yang membongkar keburukan
kehinaan dan kesengsaraan yang sangat besar.
kalian dan menjelaskan kondisi kalian, seperti
Sebenarnya orang-orang munafik menge- firman Allah SWT,

tahui hakikat mereka, yaitu mereka tidak 'Atau apakah orang-orang yang dalam
beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan hatinyo ada penyakit mengira bahwa Allah

mereka meragukan kebenaran wahyu, gelisah, tidak akan menompakkan kedengkian mereka?

dan kacau. Keraguan dan kegelisahan ter- D an s e kiro ny a Kami m e ng he nd aki, ni s cay a Kami
sebut membuat mereka selalu berhati-hati perlihatkan mereka kepadamu (Muhammad)

dan ketakutan. Oleh karena itu Allah SWT me- sehingga engkau benar-benar dapat mengenal

nyebut mereka dengan firman-Nya ,4r;;A 'rn\ mereka dengan tanda-tandonya. Dan engkau

dan seterusnya. benar-benar akan mengenal mereka dari

Orang-orang munafik takut dan khawatir nada bicaranya, dan Allah mengetahui segala
jika turun satu surah yang menyingkap hakikat perbuatan kamu." (Muhammad: 29-30)
mereka, membongkar rahasia mereka dan
menjelaskan tentang kemunafikan mereka. Kemudian, Allah bersumpah, fika engkau
wahai Rasul bertanya kepada mereka tentang
Seperti surah ini yang disebut dengan aI- ucapan dan ejekan mereka tersebut, pasti
mereka akan beralasan bahwa mereka tidak
Kaasyifah (penyingkap), al-Faadhilah (pem- serius dengan ucapan tersebut, sekadar ber-
bongkar keburukan) dan al-Munbi'ah (pem-
canda, bermain-main dan besenda gurau
beritahu), yang memberitahu orang-orang dengan tujuan untuk menghibur diri. fadi,
Mukmin tentang apa yang ada di dalam hati
orang-orang munafik dan tentang hakikat Allah mencela mereka dan mengingkari per-
buatan mereka tersebut dengan firman-Nya,
mereka sehingga hakikat dan rahasia mereka
pun terbongkar dan tersingkap. 43t;F A ur; !i.t ! ,1ip tvtaksuanya bahwa

Firman Allah, (i;.t1cjr ;.r4p adalah khabar semua ini bukan obyek olok-olok dan ejekan.
(informasi), bukan perintah. Dalilnya adalah
Apakah kalian tidak menemukan hal lain
ayat setelahnya, yaitu {:4$Y g; ,l't 'ot}. karena
untuk dijdikan bahan ejekan? Sesungguhnya
mereka kafir disebabkan sikap keras kepala
mengejek Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-nya
mereka. Firman-Nya, {36$Y 4i itt itt}. artinya adalah benar-benar kekafiran. Maksud dari

adalah Allah menampakkan apa yang kalian mengolok-olok dan mengejek Allah adalah
mengolok-olok ketika menyebut nama, sifat-
takuti, yaitu menampakkan kemunafikan
sifat dan hukum-hukum Allah SWT.
kalian. Namun, mereka selalu saja melecehkan
Al-Qur'an, Nabi saw. dan orang-orang Mukmin, Maksud dari ayat-ayat Allah adalah Al-
Qur'an dan seluruh hukum syari'at di dalam
"Sesungguhnya kami bersama kamu, kami agama Islam. Maksud dari mengolok-olok
hanya berolok-olok " (al-Baqarah: 14)
Rasul-Nya dapat diketahui dengan jelas, yaitu
Allah mengancam mereka dengan firman-
seperti melecehkan risalah, pengetahuan,
Ny4 Katakanlah (kepada mereka), {Vt;*tr 5y
akhlak dan perbuatan beliau.
Katakanlah kepada mereka wahai Muhammad,
fadi, ucapan kalian bukanlah alasan
'Ejeklah ayat-ayat Allah sebagaimana yang
atau uzur yang dapat diterima. fanganlah
kalian inginkan. Kalimat ini adalah perintah tapi kalian beruzur dengan ucapan tersebut atau
maksudnya adalah ancaman. Sesungguhnya yang lainnya selama-selamanya untuk dapat
Allah menampakkan apa yang kalian takutkan membebaskan diri dari dosa yang besar ini,
akan terjadi. Dia akan menurunkan ayatkepada

TAFSIRAL-MUNIR,lILID 5

karena sesungguhnya kalian telah menjadi kebatilan dan kebodohan. Hal ini sebagai-
kafir dan kekafiran kalian pun telah tampak,
sebagaimana kalian sebelumnya telah me- mana dikatakan oleh Ibnu al-Arabi.
nampakkan keimanan, dan kondisi kalian pun
3. Firman Allah SWT, {S+r &'if ji} me-
telah jelas bagi seluruh orang.
nunjukkan empat hukum, yaitu.
Firman Allah S\MT, 4t;r5 v) adalah untuk
Pertama, melecehkan agama adalah
mencela, seakan-akan Allah berfirman kepada
kekafiran kepada Allah karena ia ber-
mereka, "fanganlah kalian melakukan apa
tentangan dengan konsekuensi dari ke-
yang tidak bermanfaat."
imanan yaitu mengagungkan Allah SWT.
fika Kami memaafkan sebagian dari
Kedua, kekafiran tidak hanya ter-
kalian karena tobat mereka yang ikhlas, batas di dalam hati, tetapi berlaku pada

seperti Makhisy bin Himyar, tentu Kami akan ucapan dan perbuatan yang mengakibat-
mengadzab segolongan yang lain karena me-
reka tetap dalam kemunafikan, tetap melaku- kan kekafiran.
kan dosa-dosa dan berbuat jahat terhadap
Ketiga, perkataan yang diucapkan
diri mereka sendiri dan orang lain. fadi, orang-orang munafik adalah kekafiran
yang sesungguhnya walaupun mereka
disiksanya kalian adalah karena kejahatan sebelumnya juga orang-orang munafik
kalian sendiri. dan kekafiran memang akan terus ter-

Flqlh Kehdupan atau Hukum Hukum baharui.

Ayat-ayat di atas menunjukkan beberapa Keempat, terjadinya kekafiran setelah
hal berikut ini.
sebelumnya mereka adalah orang-orang
1. Sejumlahkeburukanorang-orangmunafik,
Mukmin secara zahir saja.
yaitu bersumpah dengan sumpah-sumpah
Kesimpulan Sesungguhnya Allah
palsu, memusuhi Allah dan Rasul-Nya,
melecehkan Al-Qur'an, Nabi dan orang- SWT menghukumi mereka sebagai orang-

orang Mukmin. Takut dari turunnya surah orang kafir; dan Dia tidak menerima per-
yang membongkar hakikat mereka dan mintaan maaf mereka selama mereka

beralasan bahwa mereka hanya bercanda tidak bertobat dari kemunafikan.

dan bermain-main. Yang terakhir ini me- 4. Tobat dari kemunafikan atau kekafiran
rupakan pengakuan mereka terhadap
akan diterima, sehingga orang yang ber-
perbuatan dosa, bahkan ini merupakan tobat akan dimaafkan, sedangkan orang

alasan yang lebih buruk dari dosa. yang terus dalam kekafiran atau ke-

2. Tidak diterimanya gurauan yang me- munafikan, dia akan disiksa di dalam

lecehkan agama dan hukum-hukumnya. neraka |ahannam dan terkait dengan hal-
Membicarakan hal-hal batil tentang Al- hal yang mendasar dalam aqidah.
Qur'an, Rasul-Nya, dan sifat-sifat Allah
Adapun hukum bercanda dalam tran-
adalah kekafiran. saksi atau akad, seperti dalam jual beli
dan pernikahan, serta dalam pembatalan
Tidak ada perbedaan pendapat di suatu akad seperti perceraian, pendapat
kalangan umat ini bahwa bercanda dan
para ulama terbagi menjadi tiga. Pertama,
bermain-main dengan sesuatu yang mem-
tidak berlaku secara mutlah kedua, ber-
buat kafir adalah kekafiran, karena, ber- laku secara mutlah dan ketiga, dibedakan
canda dan bermain-main adalah saudara antara jual beli dengan yang lainnya, yaitu
berlaku dalam pernikahan dan talak
namun tidak berlaku dalam jual beli.

merupakanPendapat yang ketiga ini benarkannya (yaitu dengan melalcsanakan isi

pendapat yang masyhur dalam semua sumpahrtDl'(HRBukharidanMuslim)

madzhab, berdasarkan hadits yang di-

Tirmidziriwayatkan oleh Abu Dawud, SIFAT-SIFAT ORANG-ORANG MUNAFTK DAN
diadan Daruquthni dari Abu Hurairah, BALASAN BAGI MEREKA Dt AKHTRAT

mengatakan bahwa,

}JU5 tfit ]+ ':$yl t '";+ AX surah at-raubah Ayat 67-70
.*)ri
-*+YV6i41o-r/\ 4zo-,/?.o t))'z
"Tiga hal yang seriusnya adalah serius,
dan guraunya juga serius: nikah, talak dan -.lrir) rPo-,;e
6i";i3qi*1,v& 5fr3;aai
rujuk dari talak." (HR.ltbu Dawud, Tirmidzi, )L (;;ittLY"rut:i,r tJ fuS
dan Daruquthuni) *+A5 -A-ulA:i't's3 @ <fi.*5t

Di dalam Muwaththa' Imam Malik ,efrUj J<(iiLiL4t':L\Gt Ms6A:(sU"v#
bELJ,"1j ; "r6\-Yj(
terdapat riwayat dari Sa'id bin al- u A-l(

Musayyab, dia mengatakan bahwa, 'Ada

tiga hal yang di dalamnya tidak ada

gurauan, yaitu nikah, talah dan pemer-

dekaan budak."

Ibnu al-Musayyab juga menyebutkan H,"i#i6;q'6uai3Ag\"r!cut6'Su?s*kj,vttlfttr\-',$-?Lr1't4\u3
dari Umac dia mengatakan bahwa, "Empat
hal yang dibolehkan untuk setiap orang:
memerdekakan budak, talak, nikah dan

nazar!' o3H\ixi$$'iAyQ\qfr|ia

5. Ayat, {,5j {\:,*Y mengandung petunjuk L)G.\H,46g.ev)-i;3-.j#;i'9u5O5i'lptV::*->4{ X;f1rt

tentang diterimanya sumpah seseorang ",(,\t:YAr'tA\i'Mtt\_l1*.t,lrotL1u3-'9l,j;tU.\tflu> t -.>#'7\d

walaupun tidak mengharuskan adanya

keridhaan dari orang yang mendapatkan

sumpah. Sumpah adalah hak bagi orang

yang dituntut. Di dalam ayat di atas, juga

terkandung bahwa sumpah adalah dengan mSiE;#tiua
Allah Azza wa falla. Nabi saw. bersabda di
"Orang-orang munafik laki-laki dan perem-
dalam hadits muttafaq 'alaih dari Ibnu
puan, satu dengan yang lain adalah (sama),
Umar;
mereka menyuruh (berbuat) yang mungkar dan
ut :/*1,;i nq Ut3 d, i mencegah (perbuatan) yang makruf dan mereka
menggenggamkan tanganny a (kikir). Mereka telah
.bWa)r+ melupakan kepada Allah, maka Allah melupa-

"Barangsiapa bersumpah, maka hendak- kan mereka (pula). Sesungguhnya orang-orang

ny a b er sump ah dengan Allah atau hendakny a munafik itulah orang- orang y ang fasik Allah men-
dia diam. Dan barangsiapa yang mendapat- j anjikan (mengancam) orang- orang munafik laki-
laki dan perempuan dan orang-orangkafr dengan
kan sumpah, maka hendaknya dia mem-

neraka Jahanam. Mereka kekal di dalamnya. Demikian juga dengan huruf kaaf dalam
(rr-r- .jjl'ty. Huruf kaaf inijuga dalam posisi
Cukuplah (neraka) itu b agi mereka. Allah melaknat
mereka; dan mereka mendapat adzab yang kekal, nashab, sebagai sifat dari kata yang dibuang
(keadaan kamu kaum munafik dan Musyrikin)
seperti orang-orang sebelum kamu, mereka lebih yang dituniukkan oleh kata keria (f iI), dan
kuat daripada kamu, dan lebih banyak harta dan
makna yang diperkirakan adalah w; #!t)
anak-anaknya. Maka mereka telah menikmati <Vr; elt ;yv "Dan kalian mempercakapkan

bagiannya, dan kamu telah menikmati bagianmu hal yang batil sebagaimana mereka memper-
sebagaimana orang-orang yang sebelummu me-
nikmati bagiannya, dan kamu mempercakapkan cakapkannya."

(hal-hal yang batil) sebagaimana mereka mem- Balaaghah
percakapkannya. Mereka itu sia-sia amalnya di
dunia dan di akhirat Mereka itulah orang-orang $:J.ii r}itb Kata (9\jeb "Menggenggam
yang rugi. Apakah tidak sampai kepada mereka
tangan" adalah kinaayah atau sindiran dari
berita (tentang) orang-orang yang sebelum mereka,
sifat kikir dan bakhil, seperti kata basthul'
(yaitu) kaum Nuh, Ad, Samud, kaum lbrahim, yad (membentangkan tangan) merupakan

penduduk Madyan, dan (penduduk) negeri- kinaay ah dari kedermawanan.

negeri yang telah musnah? Telah datang kepada 4# ;j:' 'ih Kalimat ini masuk dalam
mereka rasul-rasul dengan membawa bukti-bukti
yang nyata; Allah tidak menzalimi mereka, tetapi bab musyaakalahsi karena Allah tidaklah lupa.

merekalah yang menzalimi diri mereka sendiri." Adapun artinya adalah mereka tidak mau taat

(at-Taubah: 67-7O) kepada-Nya, Allah tidak melimpahkan rahmat-

Qlraa'aat Nya {k/ie.jp,.'a;,,da mereka.

(iilj}, 6.).y": i il'.r} Di dalam ayat ini

Abu Amr membacanya 6l::;1. terdapat iltifaat fperalihan) dari kata ganti

l'raab orang ketiga kepada kata ganti orang kedua

{q ,jo} ini adalah haal 'aamil-nya dengan tujuan untuk semakin menguatkan

dibuang dan artinya adalah merekaterierumus kecaman dan celaan.

di dalamnya dalam kondisi abadi.,(,:.L:; 6| (C:5tii;s\ Di dalam kalimat ini terdapat
ini adalah mubtada'dankhabar. {i<5; t il't}
ithnaabsl. Tujuannya adalah untuk mencela
huruf kaaldi awal kalimat ini berposisinashab
dan mengecam mereka dikarenakan sibuknya
karena ia adalah sifat bagi mashdar yang
mereka dengan nafsu yang fana, tanpa memer-
dibuang. Makna yang diperkirakan adalah
hatikan kesudahan semua itu dan lalai dari
(# i ilt utsf$)"dengan janji yang seperti
mencari keberuntungan di akhirat
janji orang-orang sebelum kalian." Dalilnya
Mufradaat Luglh awlyyah
adalah firman Allah (ir;i*jt'it:t ';tl
44 , 14 mereka seruPa dalam sifat
(1,.,:,' ush huruf kaaf dalam kalimat ini
berada pada posisi nashab. Ia juga sebagai sfat kemunafikan dan jauh dari keimanan, seperti
dari mashdar yang dibuang, dan makna yang bagian-bagian dalam sebuah benda. Hal ini se-

diperkirakan adalah 6y :Z s-nt 1u;-K Gu19 bagaimana dikatakan, <1 ,f, J: uV [Engkau

"Dengan cara seperti orang-orang sebelum Musyaakalah dalam ilmu Badi' adalah suatu makna yang
kalian dalam menikmati bagian mereka."
disebutkan menggunakan lafal lain karena ia berada

didekat lafal tersebut, Pen.

B1 Ithnaab adalah menggunakan lafal yang melebihi suatu
makna yang diinginkan karena suatu tuiuan, Peni.


Click to View FlipBook Version