The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by masjiddarussalam18, 2022-08-17 09:15:17

Tafsir Al-Munîr Jilid 5

Tafsir Al-Munîr Jilid 5

Mereka bertanya kepadamu seakan-akan engkau empat bagian yang sama dalam satu hari
mengetahuinya. Katakanlah (Muhammad),'Se-
sungguhnya pengetahuan tentang (hari Kiamat) (maksudnya satu jam).
ada pada Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak
mengetahui."' (al-A' raaf: I 87) {,;r;; ;Uiy kapan waktu muncul dan

l'raab terjadinya. Asal katanya adalah 1n!l yang

4;tui lti ;ttt ; rt*.b Huruf kaf dalam berarti menghentikan. Dari sini diambil kata-

fi'il ini berada dalam posisi nashab karena ia kata 1i;3t ,u-)D yan1 berarti menghentikan

adalah maf'ul pertama dan kalimat {:.;Or ,r} kapal dengan jangkar yang dilemparkan ke

adalah maf'ul kedua. Kalimat {r^ui i6} adalah laut untuk menghalanginya bergerak. (t** l)

mubtada' dan khabar. Kata luui; sebagai tidak ada fseorang pun) yang dapat menjelas-
kan dan menyatakannya. (t+11) huruf lam di
mubtada'dan kata 4oe.i\ Xnabarnya. Kalimat sini berarti q4y "tentang" sebagaimana dalam

4jUi) ini adalah zharaf yang mabni dengan sebuah kalimat, (#t t46.$1yang artinya

makna 1;r; karena ia mengandung pengertian "Saya tulis ini di awal bulan Muharram...".
huruf istifhaam (untuk bertanya) la mabni di
atas harakaf karena bertemunya dua huruf (.jit} sangat dahsyat. {a,r;.} secara tiba-tiba.
yang sukun dan baris fathah lebih utama
karena ia merupakan baris yang paling ringan. Ketika manusia lengah tanpa diduga-duga dan
Posisi kalimat mubtada' dan khabar adalah ditunggu-tunggu, sebagaimana sabda Nabi
nashab karena ia berhubungan dengan objek saw. yang diriwayatkan dari Qatadah,
p ertanyaan, .ta q d i i r - nya adalah, 4,s) ;tf-i t t:.u1.
,'&r tF- :ylti ,,16\ 4i a;rut ity
(...,'ililii'iF Kata {,"ip adalah manshuub
a_'{'+ e- ',F1ti l,irv #" ,,blti
sebagai mashdar dalam posisi sebagai haal.
.rayi {ry ;;!-1 ,4})l
Balaaghah
"Sesungguhnya ketika hari Kiamat meng-
(r.,- '# ,iiy adalah tasybih mursal
guncang manusia, ada orang yang saat itu sedang
mujmal karena huruf tasybih yang disebutkan memperbaiki kolamnya, ada orang yang sedang
di sini adalah huruf kal kemudian dihilangkan memberi minum ternaknya, ada orang yang sedang
bentuk persamaannya.
berjual beli di pasar dan sedang menimbang-
Mufradaat Lughawlyyah
nimbang barang daganglnnyA." s7
qUpy masyarakat Mekah. {yt'r' qy
{q- :iy sangat mengetahuinya atau
tentang Kiamat yaitu waktu berakhirnya
alam ini dan semua penduduk bumi akan sangat sering menanyakan tentang hal
tersebut. Kata-kata ini terambil dari kalimat
binasa ketika tiupan terompet pertama. Ini
adalah istilah dalam syari'at, dan biasanya <,.?t q ;y> YanS berarti menanyakan sesuatu
menggunakan huruf <Jil Kalau tidak meng-
karena orang yang sangat sering menanyakan
gunakan <Jil di dalam Al-Qur'an, artinya adalah
waktu (saat) biasa, yang secara bahasa berarti tentang sesuatu dan mengkajinya biasanya
bagian terkecil dari masa. Menurut ahli ilmu sangat mengetahui tentang sesuatu tersebut.
falak, saat adalah satu bagian dari dua puluh
Oleh karena itu, kata ini di-muta'addi-kan

dengan menggunakan huruf 1;r; "tentang".
Kata-kata (;+l) artinya orang yang sangat

detail dalam menanyakan sesuatu dan sangat

57 Tafsir lbnu Katsir2/271.

perhatian terhadap sesuatu tersebut. Asya Allah SWT juga berfirman,
(seorang penyair Arab) berkata,
"Oreng-orong yang tidak beriman kepada
\3.1, ,.'"';3 J.rri*"r'- ,J!, hari Kiamat meminta supaya hari itu segero
didatongkan dan orang-orong yang beriman
t'ri* -"; y,*it merasa takut kepadanya dan mereka yokin
bahwa Kiamat itu adaloh benar (akan terjadi).
Kata 1,ulyr; berarti mengkaji sampai ke Ketahuilah bahwa sesungguhnyq orong-orang
akar-akarnya. Dari kata ini terambil kalimat,uig yang membantah tentang terjadinya Kiamat
1-r'-!'yang berarti mencukur atau menghabis- itu benar-benar dalam kesesotan yang jauh."
(asy-Syuuraa: 18)
kan kumis. Dalam sebuah kalimat, g?tq ,f>

membahas untuk mengenali kondisi sesuatu.

Sebab Turunnya Ayat Persesualan Ayat

Kaum Yahudi sering berkata kepada Nabi Setelah Allah SWT membicarakan tauhid,
Muhammad saw., "Kalau engkau benar-benar kenabian, qadha dan qadar; Allah melanjutkan

seorang Nabi, beri tahu kami kapan hari dengan pembicaraan tentang hari akhir.
Kiamat itu terjadi?" Ibnu farir ath-Thabari
meriwayatkan dari Qatadah bahwa kaum Demikian juga setelah Allah SWT berbicara

musyrikin mengatakan hal itu karena mereka tentang ajal manusia di ayat sebelumnya,

sangat mengingkari hal tersebut.s8 Imam "Dan kemungkinan telah dekatnya waktu
(kebinasaan) merekq." dengan tujuan untuk
Thabari dan yang lainnya juga meriwayatkan
mendorong manusia agar bertobat dan mem-
dari Ibnu Abbas, ia berkata, Khamal bin perbaiki diri. Ajal (sendiri) merupakan Kiamat

Qusyair dan Samuel bin Zaid berkata kepada khusus, Allah SWT berfirman setelah itu,
Rasulullah saw., "Beritahu kami kapan Kiamat
itu terjadi jika engkau benar-benar seorang 4*6t q ri')x.b Ayat ini untuk menganjurkan
Nabi seperti yang engkau katakan, karena kami
manusia agar berpikir dan merenungi tentang
tahu tentang itu." Lalu Allah SWT menurunkan hari Kiamat secara umum, ketika dunia ini
akan berakhir dan semua manusia akan mati
firman-Nya ,flt^(ii *at q ,i'jjiJy serta untuk menjelaskan bahwa waktu Kiamat
dirahasiakan dari para makhluk-Nya.
Ibnu Katsir lebih cenderung mengatakan
bahwa ayat tersebut turun berkenaan dengan Tafsir dan Penjelasan
kaum Quraisy karena ayat tersebut adalah
Mereka bertanya kepadamu wahai
Makkiyyah (turun di Mekah). Hal tersebut
Muhammad tentang hari Kiamat, kapan
terjadi ketika mereka bertanya tentang hari
terjadinya? Sebagaimana Allah SWT berfirman,
Kiamat karena mereka tidak yakin itu akan
"Manusia bertanya kepadamu tentang hari
terjadi dan menganggap hal itu sebagai sebuah Kiemqt." (al-Ahzaab: 63)

kebohongan sematase sebagaimana Allah SWT Penggunaan kata-kata 1't-:lyt; bermakna
"tenang" adalah sinyal bahwa Kiamat berarti
berfirman, menyudahi seluruh gerakan yang ada di
dunia dan berakhirnya umur bumi. Katakan
"Mereka berkata, kapankah janji tersebut kepada mereka, "Sesungguhnya pengetahuan

(tentang hari Kiamat) jika kalian adalah orang- tentang Kiamat hanya Allah saja yang
orqng yang jujur?" (Saba': 29)

58 Tafsir Qurthubi 7 /335.
59 Tafsir lbnu Katsir2/277.

TAFSIRAT-MUNrR#J1IL8rp85, .". 1tj8-_8-\ --r, ^y- Surahal-A-raaf

mengetahuinya, tak seorang pun makhluk yang Kiamat diketahui, tentu manusia akan guncang l
mengetahuinyal' Hanya Dia yang mengetahui
dan kehidupan menjadi tidak stabil.
secara pasti tentang hal itu dan kapan ia
Oleh karena itu, Allah SWT mengatakan,
terjadi. Tidak ada yang bisa memunculkannya
pada waktunya selain Allah SWT. Tak seorang 4../irt o-r:3t ,i;jiy Uat<sudnya, ilmu tentang
pun yang mengetahuinya meskipun malaikat
terdekat atau Nabi yang diutus, sebagaimana hari Kiamat tersembunyi dari penduduk
Allah SWT berfirman,
langit dan bumi dan tak ada seorang pun
"Kepada-Nyalah ilmu tentong hari Kiamat
yang mengetahui kapan terjadinya, baik dari
itu dikembalikan. Tidak ada buah-buahan kalangan malaikat yang dekat dengan Allah

yang keluar dari kelopaknyo dan tidak seorang maupun dari kalangan nabi dan rasul. Segala
perempu-on pun yang mengandung dan yang
sesuatu yang tersembunyi ilmunya, ia berat
melahirkan, melainkan semuqnya dengan terhadap hati. Diriwayatkan dari Hasan dan

sepengetahuan-Nya. Pada hari ketika Dia yang lain bahwa maknanya adalah kedatangan

(Allah) menyeru mereko, "Di manakah sekutu- Kiamat berat terhadap penduduk langit dan

sekutu-Ku ittt?" Mereka menjawab, "Komi bumi. Mereka tidak menyadari kapan Kiamat
nyatakan kepada Engkau bahwa tidak ada
akan datang secara tiba-tiba, tetapi mereka
seorong pun di antara komi yang dapat mem-
selalu menunggu-nunggu kedatangannya dan
beri kesoksian (bahwo Engkau mempunyai
mereka sangat takut terhadap kedahsyatan
s ekutu)." (Fushshila tz 47)
dan kengerian pada hari itu.
Allah SWT juga berfirman,
Allah SWT telah menetapkan bahwa
"Sesungguhnya hanya di slsi Allah ilmu
Kiamat tidak akan datang, melainkan secara
tentong hari Kiamat dan Dia yang menurunkan tiba-tiba ketika manusia lengah dan sibuk
hujan." (Luqmaan: 34) dengan urusan dunia mereka. Ini adalah pe-
negasan terhadap keterangan sebelumnya
fadi, Kiamat umum dan Kiamat khusus mengenai adanya unsur kejutan dalam ke-

(ajal manusia) merupakan hal yang gaib, dan datangan Kiamat.
hanya Allah SWT yang mengetahuinya. Semua
Imam Bukhari meriwayatkan dari Abu
itu dengan tujuan agar fase ujian berjalan
Hurairah, Rasulullah saw bersabda,
dengan benar dan merata, tanpa dipengaruhi
e g it;r} ,w*t o4 3at -u ia-ut
oleh motif karena ia sudah diketahui atau
i e $i1 ,l$*i t*t J,tlt t^7ii UL
dengan tujuan mendapatkan manfaat tertentu.
f uga agar fase ujian itu tidak hanya pada waktu- W jiNburJsriwGld&
waktu tertentu yang dapat diketahui manusia
dan agar ketakutan terhadap hari Kiamat itu ,ie$ ;a tsS i;r-ut ':l,ti ,y? G.c+ q
selalu bersemayam di dalam setiap jiwa.
L1ili 4U*3,- ii *u"-t* ia vA Wi
Kalimat {j; -ry menjadi isyarat bahwa ,i*-rt ^F5 *,:tr1t *;it rijiLtlll
6rx" tG ^+t- 4 itrlti'z;tUt ',yPi
segala sesuatu merupakan urusan Allah yang
tidak diketahui oleh makhluk. Tugas seorang P, JLljgi i" )3 tF)t:'a;rUt L;fi5 ,y
nabi hanyalah memberi peringatan tentang
terjadinya, bukan untuk memberi tahu kapan )&\3

terjadinya agar dunia ini tidak kacau. |ika

"Kiamat tidak akan terjadi sampai matahari itu dan Dia menyimpannya untuk diri-Nya
terbit dari arah barat. Ketika ia sudah terbit dari
sendiri, sebagaimana sebelumnya digunakan
barat dan manusia melihat hal tersebut, maka lafal Tuhanku untuk menunjukkan bahwa hari
semua mereka akan beriman. Tapi ketika itu Kiamat itu adalah urusan ketuhanan-Nya.

keimanan tidak akan berguna jika seseorang Dari Ibnu Abbas dikutip tafsir kalimat

tidak pernah beriman sebelumnya atau pernah (k- ,}iF.Tafsirnya adalah "Senang untuk ber-
melakukan kebaikan dalam keimanannya. Kamat
buat baik pada mereka dan gembira dengan
akan terjadi ketika dua orang (penjual dan pembeli)
pertanyaan mereka." seolah-olah antara engkau
tengah menghamparkan pakaian (yang sedang (wahai Muhammad) dengan mereka ada ke-
ditawar), tapi mereka tidak sempat mengakhiri
jual beli itu dan tidak sempat juga melipat pakaian harmonisan dan seolah-olah engkau ada-
tersebut. Kiamat akan terjadi ketika seseorang
pulang membawa susu kambingnya tapi ia belum lah sahabat mereka karena mereka berkata,
semPat mencicipinya. Kiamat akan terjadi ketika
'Antara kami dengan engkau ada hubungan ke-
seseorang tengah menembok kolamnya tapi ia belum kerabatan, beri tahulah kami kapan terjadinya
hari Kiamat."
semPat memasukkan airke dalamnya. Kiamat akan
Firman Allah SWT, {i;u; t ta7<i 5:;y
terjadi ketika seseorang sedang menyuap makanan
hanya Dia yang mengetahui Kiamat, rahasia
ke mulutnya tapi ia belum sempat merasakan
mengapa itu dirahasiakan atau sebab tidak
makanan tersebutl' (HR Bukhari) diberitahunya makhluk tentang waktunya
yang jelas serta hikmah dibalik itu semua.
Firman Allah SWT, 4w V iV :""*ily
Hanya sedikit sekali yang mengetahui hal itu
Sering bertanya mengenai hal itu, begitu
perhatian terhadap waktu terjadinya dan [maksudnya hikmah hal itu dirahasiakan,

sangat mengetahuinya. Katakan kepada me- pent) yaitu orang-orang yang beriman kepada
reka, 'Aku tidak mengetahuinya." Firman Allah Al-Qur'an dan dengan semua yang disampai-

SWT, {;j 4 ut+ reil} Yang mengetahui segala kan oleh Nabi saw. sesuai dengan yang di-
riwayatkan oleh Bukhari-Muslim dari Umar
yang gaib di langit dan di bumi. Kata-kata{j(i} r.a. ketika Nabi saw. ditanya oleh Iibril tentang
artinya pertanyaan tentang waktu datangnya hari Kiamat, ia menjawab,

sesuatu. Maknanya sama seperti <;il. "Tidaklah yang ditanya lebih tahu dari yang
bertanya." (HR Bukhari dan Muslim)
Pengulangan jawaban, (l'*: +5"p eer-
Maksudnya, aku dan engkau sama-sama
tanyaan yang diulang seperti ini merupakan tidak tahu tentang hal itu. Akan tetapi, Nabi
saw. pernah menyampaikan tentang sudah
bentuk penegasan yang sangat kuat. Bahkan,
dekatnya hari Kiamat. Imam Tirmidzi me-
sebenarnya ini bukanlah pengulangan. Akan
riwayatkan dari Anas ra. secara marfu'dan ia
tetapi, salah satu dari dua ilmu tentang terjadi- [Tirmidzi) menghukum hadits ini shahih,
nya Kiamat dan inilah jawaban pertama dari
pertanyaan mereka tentang kapan Kiamat ter- ,fr6 brut56 U4
jadi. Sementara itu, ilmu yang kedua adalah
"Ketika diutus, aku danhari Kiamat itu sudah
tentang hakikat Kiamat. Ini sebagai jawaban
seperti kedua jari ini," lalu ia menggandengkan jari
dari pertanyaan mereka tentang hakikat telunjuk dan tengahnya. (HR Tirmidzi)

dahsyat dan kengerian hari Kiamat. fadi, per-
tanyaan pertama adalah tentangwaktu terjadi-
nya Kiamat, sementara pertanyaan kedua ada-

lah tentang kedahsyatan dan kengeriannya.

Di sini digunakan lafal Allah sebagai sinyal

bahwa hanya Allah SWT yang mengetahui hal

TAFSIRAL-MUNIRIILID 5 ,. t.{lp 4:;h.}lir{ suraha!-A-raar

Imam ar-Razi mengatakan, "Sebab Bahkan ia sudah semakin dekat berdasar-
mengapa waktu hari Kiamat dirahasiakan kan firman-Nya,

dari para hamba adalah agar mereka selalu "Sungguh, hari Kiamat itu akan datang,
waspada dan berhati-hati. Hal itu akan lebih
memotivasi mereka untuk melakukan ketaatan Aku merahasiakan waktunya..." (Thaahaa: 15)
dan berhenti dari maksiat."6o
Kiamat itu akan terjadi sekilat pandangan
Imam al-Alusi berkata, 'Allah menyem- atau bahkan lebih cepat berdasarkan firman
bunyikan tentang hari Kiamat karena hikmah Allah SWT,
tasyri' (pensyari'atan hukum-hukum agama)
"Urusen kejadian Kiamat itu, hanya seperti
menghendaki hal tersebut karena ini akan sekejap mata atau lebih cepat (lagi)..." (an-

Iebih mendorong seseorang untuk taat dan Nahl:77)
tercegah dari kemaksiatan. Ini juga terdapat
Kedua, sesungguhnya hari Kiamat sangat
dalam perahasiaan ajal manusia."61 dahsyat dan berat bagi setiap jiwa karena
Ini juga hikmah mengapa dirahasiakannya
setelah itu para makhluk akan dihadapkan
lailatul qadar dan saat-saat doa dikabulkan, pada hari kebangkitan, penghisaban dan
agar manusia bersemangat untuk mencarinya interogasi amal. Di samping itu, rasa takut

dan selalu beramal dalam rentang waktu yang kepada Allah pada hari itu sangat hebat dirasa-
kan oleh para makhluk.
lebih panjang sehingga dengan demikian
Ketiga, hari Kiamat datang kecuali secara
manusia akan selalu berada dalam konsistensi tiba-tiba ketika manusia sedang lengah. Hasan
ibadah, berdoa, dan bermunajat. al-Bashri meriwayatkan dari Nabi saw bahwa
beliau bersabda,
Flqlh Kehldupan atau Hukum-Hukum
-F)t itbi;tut'U# e*, # p ,siti
Ayat tersebut mengandung banyak
At {}ai &'aztgt of'1 r7, tt?- PJ.Lt,
pelajaran yang terdapat dalam setiap potong
kalimat-kalimatnya, di antaranya adalah. .,!)t

Pertama, waktu terjadinya Kiamat dan "Demi yang jiwa Muhammad dalam

bagaimana dahsyat serta kengeriannya tidak genggaman-Nya, sesungguhnya ketika Kiamat itu
ada yang tahu. Tidak ada juga yang tahu hakikat terjadi ada orang yang sedang menyuap makanan
sesungguhnya kecuali Allah SWT berdasarkan tapi Ramat menghalanginya untuk menyantap
firman-Nya, makanannya."

"Sesungguhnya hanyo di slsi Allah ilmu Hari Kiamat dinamakan dengan as-sa'eh
(sesaat) karena terjadinya sangat tiba-tiba,
tentang hari Kiamat dan Dia yang menurunkan atau karena penghisaban terhadap manusia
hujan..." (Luqmaan: 34) dilakukan dalam satu saat atau karena meski-

Namun, ia pasti datang dan terjadi, ber- pun ia lama tapi terasa sesaat oleh para
dasarkan firman Allah SWT,
makhluk.
"Sesungguhnya hari Kiamat itu pasti akan
Keempat, Nabi saw. tidak tahu tentang hari
datang, tak ada keraguon tentangnya..J' (al- Kiamat itu. Ia juga tidak banyak menanyakan
Mu'min:59) hal tersebut fkepada Allah SWI penr)

60 Tafsir ar-Razi L5/80.
61 Tafsir al-Alusi9/134.

Kelima, hikmah tasyri' dirahasiakannya Qlraa'aat
waktu hari Kiamat dari para makhluk adalah
untuk mendorong setiap mukallaf agar segera {i1 ;lr}: Imam Nafi', Ibnu Katsic dan Abu
bertobat, melaksanakan segala kewajiban
dan menunaikan setiap haq kepada pemilik Amr membacanya dengan mengganti hamzah
menjadi wawu, sementara imam-imam yang
haq. lain membacanya dengan hamzah.

Kiamat memiliki tiga tanda, Mufradaat Lughawlyyah
Pertama, yang sudah terjadi sejak lama
seperti perang terhadap kaum Yahudi, pem- (JoJ F segala sesuatu yang tidak tampak
bebasan Baitul Maqdis dan Konstantinopel. oleh kita. Ia ada dua macam: ada yang bersifat
Kedua,yangsudah terjadi sebagiannya dan hakiki yang tidak diketahui oleh siapa pun
akan terus terjadi seperti banyaknya bencana, kecuali Allah SWT, dan ada yang bersifat
para pendusta, para pezina, wanita yang me-
nyerupai laki-laki, serta kekafiran, ateisme dan idhafi nisbi [relatif) yang diketahui oleh
kemusyrikan yang terang-terangan.
Ketiga, yang akan terjadi sebelum hari sebagian makhluk dengan diberitahu oleh
Kiamat terjadi, baik tanda-tanda kecil maupun
Allah SWT, seperti para nabi dan rasul. {rrr}
besa4 seperti seorang budak melahirkan
tuannya, orang-orang miskin, fakir dan peng- segala sesuatu yang disukai oleh manusia
gembala kambing berlomba-lomba dalam baik bersifat materi seperti harta maupun

membangun rumah, dan juga seperti terbitnya nonmateri seperti ilmu. {ilr} segala sesuatu
matahari dari arah barat.
yang tidak disukai oleh manusia karena ia
SEGA1A SESUATU BERADA DI TANGAN memiliki efek negatif seperti kemiskinan dan
ALLAH,ILMU GAIB HANYA DIAYANG
MENGETAHUINYA, SERTA HAKIKAT RISALAH sebagainya.

Surah al-A'raaf Ayat 188 $i.i it ui i1| aku hanyalah seorang yang

trl\ :,t4, u $y W trs Vi eAoV" -J'S memberi peringatan bahwa disediakannya
neraka untuk orang-orang yang kafir. Yang
@,<i;J,j-i5.335,$y6t\rill dimaksud dengan kata-kata lrriyr; adalah pe-
nyampaian yang disertai dengan ancaman
"Katakanlah (Muhammad), Aku tidak adanya adzab terhadap kekafiran dan ke-

kuasa mendatangkan manfaat mauPun me- maksiatan. Sementara itu, yang dimaksud
nolak mudharah bagi diriku kecuali apa yang di-
kehendaki Allah. Sekiranya aku mengetahui yang dengan kata-kata 17,.:.1ry adalah penyampaian
gaib, niscaya aku membuat kebajikan sebanyak- yang disertai motivasi untuk mengejar pahala
banyaknya dan tidak akan ditimpa bahaya. Aku jika beriman dan beramal saleh. Maksud 1r:1t;
hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa orang yang memberi kabar gembira adanya
berita gembira bagi orang-orang yang beriman." surga bagi orang-orang yang beriman.
(al-A'raaf: f88)
Sebab Turunnya Ayat

Diriwayatkan bahwa masyarakat Mekah
berkata, "Wahai Muhammad, mengapa Tuhan-
mu tidak menyampaikan adanya barang yang
murah dan mahal sehingga kami bisa membeli

dan berlaba atau menyampaikan tentang
dimana tanah yang tidak menghasilkan se-

hingga kami bisa pergi ke tanah yang lebih
subur?" Lalu Allah SWT menurunkan ayat ini.

TA[srRAL-MUNrR JrrrD 5

Persesuaian Ayat Allah SWT. Dia-lah yang memberiku ilham
dan membantuku dalam mendapatkan dan
Setelah Allah SWT menyampaikan bahwa
waktu terjadinya Kiamat tidak ada yang me- menghindari semua itu."
ngetahuinya selain Allah, Dia memerintahkan
Rasul-Nya untuk menjelaskan kepada manusia Ini adalah penegasan terhadap peng-

bahwa segala sesuatu berada di tangan-Nya hambaan diri dan menyangkal klaim menge-
bahwa ilmu tentang hal yang gaib ada di sisi-
tahui hal yang gaib karena posisi sebagai Rasul
Nya dan bahwa Rasul tidak pernah mengklaim tidakberarti bahwa ia mengetahui hari Kiamat
atau hal-hal yang gaib lainnya. Semua yang
bahwa ia tahu hal yang gaib. Firman Allah
SWT, "Dia (Muhammad) tidak lain hanyalah gaib adalah milik Allah SWT semata. Tugas

seorong pemberi peringatan yang jelas," dan seorang Rasul adalah menyampaikan wahyu
kabar gembira, sebagaimana Allah SWT juga
berfirman di dalam Surah Yuunus, yang diturunkan kepadanya, mengajarkan,
dan mendidik umat. Selain itu, Rasul adalah
"Dan mereka mengatakan, 'bilakah
(datangnya) ancomon itu jika kamu orang manusia biasa, sama dengan manusia-manusia
lainnya. Allah SWT berfirman,
yang benar?' Katakanlah (Muhammad), Aku
"Katakanlah, Aku hanyalah manusia
tidak kuaso menolak mudharot maupun
seperti halnya kalian, yang diturunkan wahyu
manfaat kepada diriku kecuali apa yang Allah kepadaku."' fal-Kahft 110)

kehendaki,' bagi setiap umat itu mempunyai Firman Allah SWT 41t ;t..F):& Hal ini

ajal (batas waktu)." (Yuunus: 48-49) seperti harta dan hal-hal bermanfaat lainnya
dan tentu aku tidak akan ditimpa musibah atau
Tafsir dan Penjelasan hal-hal buruk lainnya. Dengan kata lain, tentu
aku dapat menjauhi segala bentuk bencana
Allah SWT memerintahkan Rasul-Nya sebelum ia terjadi dan menjaga diri dari segala
untuk menyerahkan segala urusan hanya bahaya sebelum ia datang. Aku tidak memiliki
kelebihan apa-apa dibanding manusia lain
kepada-Nya dan menyampaikan kepada manu-
sia bahwa ia sama sekali tidak mengetahui hal- kecuali tugas untuk menyampaikan wahyu
hal gaib atau masa yang akan datang dan ia dari Allah yang berisi peringatan dan kabar
sama sekali tidak pernah diberi tahu tentang gembira. fadi, aku hanyalah seorang hamba
hal tersebut, kecuali apa-apa yang telah Allah yang diutus untuk memberi peringatan dan
beritahukan kepadanya sebagaimana Allah kabar gembira yaitu peringatan akan adanya
berfirman,
neraka dan kabar gembira akan adanya surga
"Dia Yang Mahatahu segala yang gaib, untuk orang-orang yang beriman sebagaimana
maka Dia tidak menyampaikan tentang yang Allah SWT berfirman,
gaib itu kepada siapa pun kecuali siapa yang
Dia ridhai dari kalangan rosul" (al-finn: 26- "Maka sungguh telah Kami mudahkan (Al-
27)
Qur'an) itu dengan bahasamu( Muhammad),
Sampaikanlah kepada manusia wahai
Rasul, 'Aku tidak kuasa untuk mendatangkan agar dengan itu engkau dapat memberi kabqr
manfaat apa pun untuk diriku dan juga orang gembira kepada orang-orang yang bertakwa,
lain, dan aku juga tak kuasa untuk menolak dan agar engkau memberi peringatan kepada
bahaya apa pun dari diriku maupun orang kaum yang memb ang kang." (Maryam: 97)

lain, kecuali dengan kehendak dan kekuasaan Penyebab aku adalah pemberi peringatan
sekaligus pemberi kabar gembira bagi orang-

TAFSIRAL-MUNIRIILID 5

orang beriman adalah karena mereka yang seperti kemiskinan, sakit, Iuka, kekalahan, dan
akan mendapatkan manfaat langsung dari
peringatan dan kabar gembira tersebut. berbagai bentuk keburukan lainnya. Ia juga
akan bisa selalu menghindar dari segala tipu
Fiqih Kehidupan atau Hukum-Hukum muslihat musuh dan ia juga mampu untuk
membedakan siapa yang bisa diberi pengaruh
Ayat ini merupakan salah satu pokok oleh seruan untuk memeluk agama yang benar

atau dasar aqidah dan agama. Ia menjelas- dan siapa yang tidak.
kan hakikat kerasulan dan membedakan-
nya dengan hakikat ketuhanan untuk meng- MENGTNGATKAN TENTANG PENCIPTAAN
PERTAMA, PERINTAH BERTAUHID,
hancurkan pondasi-pondasi kemusyrikan dan MENGIKUTI AL.QUR'AN, DAN LARANGAN
paganisme. Seorang Rasul hanyalah manusia UNTUK MUSYRIK
biasa yang menyampaikan semua wahyu yang
Surah al-A'raaf Ayat 189-193
diturunkan oleh Allah kepadanya. Ia adalah
contoh terbaik bagi manusia dalam meng- YSWj?3 t+Y,* -i €& e'lt'i
amalkan seluruh ajaran yang dibawanya dari
Allah SWT. Ia tidak memiliki sedikit pun dari &"n4Wt6,#6x6W'K4.
sifat-sifat dan perbuatan yang dimiliki oleh <r,:"iK W 6\ ",1 c{.$'tt b 6i{'
'Ki" iGAtr u:*r-t* E 3,91
Allah SWT. Ia tidak mempunyai pengaruh
q{f^i, ffi <{;f-(i *r t5'Lii\ -rp
terhadap sesuatu, tidak dalam bentuk mem-
beri manfaat, memberi mudharat, memberi Jy#itr @ 5i,5-fiii-Js!*

kebaikan dan keburukan, atau memberi fr i {,11{'4 r?'tr}?rJ 6ri\
Qx 91d.4rtu/ r
keimanan dan kekufuran. "Dialah Yang menciptakan kamu dari jiwa
Keimanan adalah sebuah manfaat, se-
yang satu (adam), dan daripadanya Dia men-
dangkan kekafiran adalah mudharat, keduanya ciptakan Pasangannya, agar dia merasa senang
tidak akan ada kecuali dengan kehendak Allah
kepadanya. Maka setelah dicampurinya, istrinya
SWT. Dia-lah yang menciptakan keimanan
dan kekafiran dan yang menghendaki kedua- itu mengandung kandungan yang ringan, dan
teruslah dia merasa ringan (beberapa waktu).
nya ada. Sementara itu, seorang hamba adalah
pihak yang memunculkan potensi yang telah Kemudian tatkala dia merasa berat, keduanya
(suami-istri) bermohon kepada Allah, Tuhan
Allah SWT ciptakan di dalam dirinya, baik mereka (seraya berkata), "jika Engkau memberi

potensi untuk beriman dan kebaikan maupun kami anak yang saleh, tentulah kami akan selalu
potensi untuk kekafiran dan keburukan. bersyukur." Maka setelah Dia memberi keduanya
seorang anak yang saleh, mereka meniadikan
Tidak ada yang lebih meyakinkan bahwa
Rasul sama sekali tidak mengetahui hal-hal sekutu bagi Allah terhadap anak yang telah

yang gaib. fika ia mengetahui hal-hal gaib,

tentu ia akan mewujudkan berbagai ke-

senangan duniawi untuk dirinya, seperti
harta, kejayaan, kemegahan, kemenangan
dalam setiap peperangan, selalu teratas

dalam segala hal, mendapatkan berbagai ke-
untungan, dan seterusnya. Selain itu, tentu ia

juga mampu untuk menghindarkan dirinya

dari setiap bahaya dan kemudharatan duniawi

.IAFSIR AL-MUNIR IILID 5

dianugerahkan-Nya itu. Mahatinggi Allah dari Abdu Syams [hamba matahari) dan sebagainya. l
Seharusnya mereka menamakan anak-anak i
apa yang mereka persekutukan. Mengapa mereka
mereka dengan nama seperti Abdullah, I
mempersekutukan (Allah dengan) sesuatu
Abdurrahman, Abdurrahim, dan sebagainya.
(berhala) yang tidak dapat menciptakan sesuatu
apa pun? Padahal (berhala) itu sendiri diciptakan. Balaaghah
Dan (berhala) itu tidak dapat memberikan per-
tolongan kepada penyembah-penyembahnya dan {"d; *i;y Xata qf;itladalah kiasan untuk
kepada dirinya sendiri pun mereka tidak dapat
memberi pertolongan. Dan jika kamu (hai orang- jima'.
orang musyrik) menyerunya (berhala) untuk mem-
beri petunjuk kepadamu, tidaklah berhala-berhala Mufradaat Lughawlyyah
itu dapat memperkenankan seruanmu; sama saja
4i':V i..r| dari Adam atau dari jenis
(hasilnya) buat kamu, kamu menyeru mereka atau yang satu. (J4F menciptakan. {ri;i} Hawa.

berdiam diri." (al-A'raaft 189-f 93) (,-ll;(.1F agar dia merasa senang kepadanya,

Qlraa'aat damai, dan tenteram dengan keberadaannya.

. (;r<;!: Imam Nafi' membacanya dengan ("tL) berhubungan intim dengannya. {jji}
ia mengandung. ((t >lly Uaru berbentuk
€i).
nuthfah. Kata-kata 1,.1ir; dengan huruf ha
4e"; i!: Imam Nafi'membacanya dengan fathah artinya sesuatu yang di dalam perut
atau di atas pohon, sementara 1J:|r; dengan
(ir'+.$.'
huruf ha kasrah artinya sesuatu yang berada
l'raab di atas punggung fpikulan).

(t'- ,11 #F kata-kata 4u;paaalatr 4: -*b kehamilan itu terus berlangsung

sifat dari maf'ul kedua yang dihilangkan, sampai waktu melahirkan datang. 4.^[,i fi;y
taqdiir-nya adalah f,iu; r-,;'y "anek yang saleh'i ketika kehamilan itu sudah terasa berat dan

sementara maf'ul pertamanya adalah huruf 1uy waktu melahirkan sudah semakin dekat. I

yang terdap at pada fi'it (;rtr} Kata ini adalah {qu'l memohon mendapat anak atau ke-

bentukyamak dari (J-tj). Dalam kalimat ini ada turunan yang saleh serta sehat jasmani dan

mudhaf yang dihilangkan lalu ditempatkan ruhani. 4ilr jr*;p Mahaagung dan suci dari

gmru;dh7af6illiaiiih'Apnaadka-apnoaskiskiendyuaa, ntayqodmiire-nnyjaad, iktraii.ny segala sekutu dan anak. 41,f* 15| masyarakat
Mekah yang mempersekutukan Allah dengan
ada sekutu bagi Allah." Demikian juga pada berhala-berhala. Para berhala dianggap sama
kalimat (*ur uty, taqdiir-nya adalah 6i;i:ri 6t1 seperti orang-orang yang berakal, firman
Allah SWT, "padahal mereka yang diciptakan,"
"Yang Dia berikan pada anak-anak keduanya." berdasarkan keyakinan orang-orang musyrik
dan karena mereka menamakannya sebagai
Kesimpulan ini diambil dari firman Allah tuhan. Maksud dari potongan ayat ini adalah
apakah mereka [orang-orang musyrik) mem-
SWI, {rfl e {rr juJp dhamir pada ayat ini
persekutukan sesuatu yang tidak mampu
disampaikan dalam bentukiamah sementara untuk menciptakan apa-apa sebagaimana
Adam dan Hawa suci dari perilaku syirik. Allah SWT menciptakan, bahkan mereka

Maksud dari kemusyrikan mereka-ter- sendiri yang diciptakan atau dibuat manusia.
kait dengan anak-anak-yang telah Allah beri-
Kalimat {ir.J} 'athaf kepada kalimat {'.sft},
kan kepada mereka adalah menamakan anak-
anak mereka dengan nama seperti Abdul llzza
fhamba Uzza), Abdu Manat (hamba Manat),

dan di antara kedua kalimat itu terdapat satu tabiat, lalu dijadikan-Nya pasangannya
dari jenisnya agar ia merasa tenang dan ten-
jumlah i'tiraadhiyah [kalimat penjelas yang teram bersamanya, sebagaimana halnya Dia
tidak memiliki posisi di dalam i'raab, pent)
menciptakan setiap jenis makhluk hidup ber-
Persesuaian Ayat
pasang-pasangan. Allah SWT Berfirman,
Tema yang dibawa ayat-ayat ini kembali
kepada permulaan surah. Surah ini diawali "Don segala sesuatu Kami ciptakan ber-
dengan pembicaraan tentang tauhid dan
mengikuti Al-Qur'an, kemudian diakhiri juga posang-pasangan agar kamu mengingat."
dengan pembicaraan tentang tauhid dan Al-
Qur'an, serta mengingatkan awal kejadian (adz-Dzaariyaat: 49)
manusia sebagaimana telah diingatkan se-
Firman Allah SWT {r(t} Maksudnya,
belumnya. Semua itu untuk menanamkan
damai dan tenteram bersamanya, sejalan
aqidah tentang eksistensi dan keesaan Allah
SWT, menghalangi terjadinya kemusyrikan dengan firman-Nya,
dan jauh dari godaan setan.
"Don di antara tanda-tanda (kebesaran)'
Tafslr dan Penjelasan
Nya ialah Dia menciptakan posangan-pasangan
Allah SWT yang telah menciptakan kalian
wahai manusia dari diri yang satu. Mayoritas untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu
ahli tafsir mengatakan bahwa yang dimaksud
cenderung dan meraso tenteram kepadanya,
dengan "yang satu" di sini adalah Adam a.s.. dan Dia menjadikan di antara kamu rasa kasih
Kemudian, Allah menciptakan Hawa. Setelah
itu tersebarlah manusia dari kedua makhluk 2l)d a n say ang... " (ar-Ruu m:

ini sebagaimana Allah SWT berfirman, Rasa kasih dan sayang tersebut berada
dalam lubuk jiwa setiap laki-laki dan perem-
"Wahai manusia, sungguh! Komi telah puan. Ketika muda, seorang manusia tidak
menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan akan tenang jiwanya kecuali bila disatukan
seorong perempuon, dan Kami jadikan kamu
dengan pasangannya. Kita tidak akan me-
berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar
nemukan rasa cinta dan kasih antara dua jiwa
kamu saling mengenel." (al-Huiuraat: 13) yang lebih agung daripada yang ada antara

Dalam ayat yang lain Allah juga berfirman, sepasang suami istri. Setiap iiwa pasti suka
kepada yang sama dengannya. Kerja sama
"Wahai manusio, bertakwalah kepada
Tuhanmu yang teloh menciptakan kamu dari dalam menjalankan kehidupan butuh kepada
diriyang satu (Adam), dan (Allah) menciptakan hubungan suami istri, dan keberadaan spesies
pasangannya (Hawa) dari dirinya, dan dari manusia sangat bergantung kepada ikatan
yang erat antara dua jenis makhluk ini; laki-
keduanya Alloh memperkembangbiakkan laki dan perempuan.

laki-laki dan perempuon yang banyak.," (an' Setelah itu, Allah SWT menyebutkan hasil

Nisaa': 1) dan buah dari pernikahan antara mereka.

Sebagian ahli tafsir mengatakan bahwa Dia berfirman, {rii; ulf} inl adalah kiasan
yang dimaksud dalam ayat ini adalah Allah
SWT menciptakan kamu dari satu jenis dan jima'. Artinya, ketika terjadi senggama antara

suami dan istri, mulailah terbentuk janin

dan terjadilah kehamilan yang ringan-me-

rupakan kehamilan awal-ketika seorang

wanita belum merasakan sakit atau beban

berat karena ia baru berbentuk nuthfah

[embrio). Setelah itu, embrio berubah menjadi
'alaqah (segumpal darah), kemudian menjadi

TAFSIRAL-MUNIR IILID 5

mudhghoh [segumpal daging). Biasanya haid "Ketika Hawa melahirkan, Iblis mengelilingi-
tidak akan terjadi lagi seiring dengan mulainya
masa kehamilan. Dalam fase ini, wanita bisa nya. Sebelumnya, tidak ada seorang pun anak
Hawa yang hidup. Kemudian lblis berkata pada-
terus untuk melakukan aktivitasnya secara
nya, "Beri anak itu nama Abdul Haris (budak sang
biasa tanpa ada kesulitan yang berarti. Inilah penjaga)-di kalangan para malaikat nama lblis

yang dimaksud dengan firman-Nya, 4:, dr,b adalah Haris-niscaya anak itu akan berumur
Artinya, seorang wanita terus dalam kondisi
panjangl' Maka Hawa pun menamainya anaknya
hamil yang ringan. dengan nama tersebut. Akhirnya anaknya ber-
umur panjang. Semua itu berdasarkan bisikan dan
Ketika kehamilan seorang wanita sudah perintah dari setan." (HR Tirmidzi)
semakin berat disebabkan anak yang di-
kandungnya semakin besa4 tibalah waktu me- Hadits ini dikuatkan dengan berbagai
lahirkan, keduanya-maksudnya kedua suami
istri itu yaitu Adam dan Hawa-berdoa kepada riwayat isra'iliyyat yang sangat banyak tapi
Allah SWT sambil bersumpah, "jika Engkau tidak valid dan tidak bisa dijadikan sebagai
memberi kami anak yang saleh." Maksudnya,
rujukan dan hal-hal seperti ini tidak layak
manusia yang memiliki kesempurnaan bentuk
dan kemurnian fitrahnya, firman Allah SWT terjadi pada para nabi.
"Tentulah kami akan selalu bersyukur."
Pendapat yang lebih kuat, kalaupun yang
Namun, ketika Allah SWT mengabulkan dimaksud dengan jiwa yang satu dalam ayat
permintaan mereka dan memberi mereka
anak yang saleh, kedua suami istri tersebut di atas adalah Adam, namun yang dimaksud
menjadikan sekutu bagi Allah, pada apa yang
telah Allah berikan dan karuniakan. Maha- dari penisbahan'menjadikan sekutu' tersebut
tinggi, Mahaagung, dan Mahasuci Allah dari kepada Adam dan Hawa sesungguhnya adalah
apa yang mereka persekutukan dan yang me- sebagian dari anak cucunya. Hasan al-Bashri
reka katakan bahwa Allah SWT memiliki anak berkata, "Mereka adalah Yahudi dan Nasrani.
Ketika mereka dikaruniakan Allah anak-anak,
dan sekutu. mereka menjadikan anak-anak mereka Yahudi
dan Nasrani."62
Kemudian, siapa yang dimaksud dalam
Ibnu Katsir menguatkan penafsiran dari
firman Allah, $uit;c:;;G; f r;F
Hasan. Ia berkata, "ltulah penafsiran yang
Sebagian ahli tafsir; seperti as-suyuthi
lebih baik dan pemaknaan ayat yang Iebih
menyebutkan bahwa yang dimaksud adalah utama. Kami sendiri sependapat dengan
Adam dan Hawa berdasarkan pada sebuah Hasan al-Bashri dalam hal ini bahwa yang di-
maksud dalam kisah ini bukanlah Adam dan
hadits lemah yang terdapat di dalam Sunan Hawa melainkan orang-orang yang musyrik

Tirmidzi dan kitab lainnya, yaitu hadits yang dari anak cucunya. Oleh karena itu, Allah SWT
diriwayatkan oleh Samurah dari Nabi saw., ia
berfirman di akhir ayat, 4r';A e; :ut S;-$
bersabda,
dengan menggunakan bentuk jamak (plural).
H" \ cK1 6gLq 3G Lt; b$ $
fadi, penyebutan Adam dan Hawa di awal
dLit'oK; -ertlt & * ,jv; ,3$a
ayat adalah sebagai pembuka yang berlaku
-*Jat,JW'^"::J"i ,JV" *S ,'rr-r tr,L! untuk para orangtua setelah mereka, seperti tr
halnya menyebut seseorang, setelah menyebut
.';i;:/J, t'i i::'lt, ?9 ,'t' eJi'ot<t jenisnya. Sama seperti firman Allah S\MT,
i
62 Tafsir lbnu Katsir2/275.

"Dan sungguh telah Kami hiasi langit Ar-Razi juga menyebutkan penafsiran

yong dekat dengan bintang-bintang dan Kami lain untuk ayat tersebut, (.6; .J iil} Ayat ini

jadikanya (bintang-bintang itu) sebagai alat' sebenarnya memiliki pengertian bertanya,
alat pelempar para setan." fal-Mulk 5)
namun dengan nada pengingkaran. Tafsirnya,
Sangat jelas bahwa yang dimaksud firman
ketika Allah mengaruniakan keduanya anak
Allah SIvlIT, "bintang-bintqng ifu" adalah bin-
yang saleh, apakah layak kalau keduanya men-
tang-bintang yang menghiasi langit, berbeda jadikan ada sekutu bagi-Nya berkaitan dengan
dengan bintang-bintang sebagai alat pelem-
par setan, namun ungkapan seperti ini adalah rezeki yang diberikan-Nya tersebut? Kemu-
pengurutan dari penyebutan satu pribadi ke-
pada jenis yang mencakup pribadi-pribadi ter- dian, Allah SWT berfirman, (;5; 1." "lt ,rlup
sebut. Pengungkapan-pengungkapan seperti
ini banyak ditemukan di dalam Al-Qur'an.63 maksudnya, MahatinggiAllah dari kemusyrikan

Kesimpulannya, meskipun secara tekstual yang dilakukan orang-orang musyrik, lalu
kemusyrikan dinisbahkan kepada Adam dan mereka menisbahkan kemusyrikan kepada
Hawa, namun yang dimaksud adalah anak
cucunya seperti Yahudi, Nasrani, dan orang- Adam a.s..6s
orang musyrik pada umumnya karena Adam
dan Hawa jelas bukan orang-orang musyrik. Ada juga yang berpendapat bahwa ayat
tersebut sebenarnya ditujukan kepada suku
Tentang firman Allah SWT, $;u; {i J,;l Quraisy yang hidup di masa Rasulullah saw.,

Zamakhsyari berkomenta[ "Maksudnya anak- dari keturunan Qushai karena Qushai dan
anak mereka menjadikan sekutu bagi Allah
SWT dengan menghilangkan mudhaf dan me- istrinya bersuku Quraisy menamakan keempat
nempatkan mudhaf ilaih pada posisinya. Begitu
anaknya dengan Abdu Manal Abdul Uzza,
juga dengan firman-Nya, (rii LllMaksudnya,
Abdu Qushai, dan Abdul Lata.
yang Dia berikan kepada anak cucu keduanya. Al-Qaffal berkata, "Sesungguhnya Allah

Hal ini ditunjukkan oleh firman Allah SWT di SWT menyebutkan kisah ini sebagai bentuk
perumpamaan dan penjelasan bahwa gam-
akhir ayat, $:it ;.*:ut 5i\yang dipakai adalah
baran ini adalah satu gambaran tentang
kata ganti plural, dan juga Adam dan Hawa
jelas bersih dari unsur-unsur kesyirikan. orang-orang musyrik dalam kebodohan dan
kemusyrikan mereka. Maksud 'sepasang
Pengertian kemusyrikan berkaitan de- suami istri' dalam ayat tersebut adalah jenis.
ngan anak-anak yang dikaruniakan Allah Artinya, Dia telah menciptakan setiap kamu
pada mereka adalah ketika mereka menama- dari jiwa atau jenis yang satu, lalu dijadikan-
kan anak-anak mereka dengan nama-nama Nya dari jenis tersebut pasangannya dalam
seperti Abdul Uzza, Abdul Manat, Abdu bentuk manusia yang sama dengannya dalam

Syams dan sebagainya, bukannya menamakan sifat kemanusiaan."
mereka dengan nama-nama seperti Abdullah,
Abdurrahman, Abdurrahim dan sebagainya."6a Kemudian, Allah SWT membatalkan ke-
Ar-Razi menyebutkan penafsiran yang serupa. musyrikan dari akar-akarnya. Dia berfirman,

63 ibid2/275-276. m4Ee5m"pue.riseckul;tiufkiyanMAalklashuddneynag,aanpsaeksauhamtueyreaknag
64 Tafsir al-KasysyafZ/592.
tidak mampu menciptakan sesuatu sama

sekali? Apakah mereka akan mempersekutu-
kan dengan-Nya makhluk yang tidak pernah

menciptakan apa-apa dan memang tidak

mampu untuk melakukan hal itu? Hanya Allah-

65 Tafsir ar-Razi t5 /67 danseterusnya.

-

TAFSTRAT-MUNIRITLID 5 ,- (,.. .1\_-_=1._/9\8re. """ surah at-A'raal

lah yang menciptakan mereka, anak-anak manfaat, tidak bisa mendengar dan tidak
bisa melihat, dan tidak juga menolong para
mereka, dan seluruh makhluk, sebagaimana
Dia berfirman, penyembahnya. Ia hanyalah benda mati yang
tidak bisa bergerak. Para penyembah mereka
"Wahai monusia, telah dibuat suotu per- bahkan lebih sempurna dari mereka karena
umpomoon, maka dengarkanlah! Sesungguh-
nya segala yang kamu seru selain Allah tidak para penyembah itu memiliki pendengaran,
dapat menciptakan seekor lalat pun, walaupun
mereka bersatu untuk menciptakannya. Dan penglihatan, dan kekuatan.

jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, Kemudian, Allah SWT menjelaskan bahwa
patung-patung tersebut tidak pantas menjadi
mereka tidak okan dapat merebutnya kembali
dari lolat itu. Sama lemahlah yang menyembah pengikut apalagi diikuti. Allah berfirman,
dan yang disembah." (al-Haii: 73)
{.r{ri J i';:i :,ry Maksudnya, apabila kamu
Patung-patung yang mereka sembah
menyeru patung-patung tersebut ke jalan
semuanya adalah hasil ciptaan dan bikinan
manusia, sebagaimana firman Allah SWT, hidayah dan petunjuk atau untuk menunjuki
kamu apa yang ingin kamu wujudkan niscaya
"Dan (berhala-berhala) yang mereka seru mereka tidak akan bisa melakukannya dan
mereka tidak bisa mendatangkan keuntungan
selain Allah, tidak dapat membuat sesuatu kepadamu. Dalam kedua kondisi tersebut,
apapun, sedang berhala-berhala itu (sendiri) mereka sama sekali tidak berguna. Jika kalian
meminta kepada mreka sebagaimana kamu
dibuat Orang." (an-Nahl: 20) meminta kebaikan dan petunjuk dari Allah,
niscaya mereka tidak akan bisa mengabulkan
Mereka tidak sanggup membantu apa-apa permintaan dan keinginan kamu, sebagai-
untuk para penyembahnya. Bahkan mereka mana halnya Allah mengabulkan semua per-
mintaanmu. Allah SWT berfirman,
tidak mampu menolong diri mereka sendiri
melawan orang yang mengganggu mereka "Maka Serulah mereka lalu biarkanlah

baik menghina, mencela, maupun mengambil mereka memperkenankan permintaan kamu
sesuatu yang ada pada mereka seperti harum- jika kamu orang-orang yang benar." (al-A'raaft
haruman atau perhiasan. fadi mereka tidak Le4)

kuasa untuk menolong diri mereka sendiri Sama saja, kamu seru mereka atau kamu

menghadapi orang-orang yang menginginkan tidak menyeru mereka sama sekali, mereka
tetap tidak bisa mendatangkan keuntungan.
keburukan terhadap mereka. Allah SWT
Tidak ada kebaikan yang dapat diharapkan dari
menggunakan lafal, (ii;t*i} karena mereka mereka karena mereka tidak bisa memahami
seruan atau doa, tidak bisa mendengar suara,
[orang-orang musyrik) meyakini bahwa
patung-patung itu bisa memberi bahaya dan dan tidak mengerti perkataan. Yang seperti
ini sifatnya jelas tidak layak dianggap sebagai
manfaat maka mereka dianggap sama dengan Tuhan yang disembah. Tuhan yang layak
manusia.
disembah adalah Zat Yang Maha Mendengar,
Ini semua adalah pengingkaran Allah ter-
hadap orang-orang musyrik yang menyem- Maha Melihat, Maha Mengetahui, Maha
bah patung-patung dan berhala-berhala di Menolong, Maha Berkuasa, bisa memberi
samping Allah SWT padahal semua itu adalah
ciptaanAllah SWT danbahkan ciptaan manusia manfaat kepada orang yang menyembah-Nya,
yang tidak memiliki daya apa-apa, tidak bisa memberi bahaya kepada orang yang durhaka

memberi bahaya dan tidak bisa memberi

kepadan-Nya, menunjukkan jalan yang karena suatu jenis akan lebih cenderung
dan suka kepada jenis yang sama dengan-
bena4 menyelamatkan dari kebinasaan dan
nya. fenis yang sama merupakan faktor
menjawab dan mengabulkan doa orang yang terjadinya keserasian, persatuan, per-
jumpaan, dan kasih sayang antara laki-laki
sedang dalam bahaya.
dan perempuan.
Digunakaniumlah ismiyyah dalam ayat ini,
Imam ar-Razi memandang kesimpulan
mengandung makna kontinuitas (oyw Pi ii}
ini masih rancu, karena Allah SWT mampu
dan tidak menggunakan jumlah fi'liyyah yang
mengandung makna sesuatu yang berulang- untuk menciptakan Hawa secara terpisah

ulang GL i\ adalah karena mereka [orang- sebagaiman Dia menciptakan Adam

orang musyrik itu) apabila ditimpa masalah pada awalnya, jadi mengapa dikatakan
besa[ mereka berdoa kepada Allah bukan bahwa Allah SWT menciptakan Hawa
dari bagian dalam diri Adam? Akhirnya,
kepada patung-patung mereka, seperti dalam ia lebih cenderung berpendapat bahwa
yang dimaksud dengan kata 6n1 "dari"
sebuah ayat, "Dan apabila manusia itu ditimpa
bahayo." fadi, kondisi mereka yang bersifat dalam potongan ayat: (u*i t-y-dit\ "Dan
kontinu adalah mereka tidak berdoa kepada
patung-patung tersebut. Dengan demikian, daripadonya Dia menciptakan pasangan-
dikatakan kepada mereka, "|ika kamu berdoa nya," Dia menciptakan Hawa dari jenis

kepada mereka [patung-patung itu), tidak Adam dan dari bangsanya yang sama-sama

ada akan ada perbedaan antara kondisi kamu manusia, dan dijadikan-Nya pasangan
berdoa pada mereka dengan kondisi kamu
Adam seorang manusia sepertinya.6T
yang kontinu dengan tidak berdoa kepada
2. Di antara bentuk kasih sayang Allah
mereka."66 Artinya, tidak ada perbedaan antara
SWT terhadap seorang ibu adalah Dia
berdoa kepada para berhala dengan tetap menjadikan penciptaan janin dan masa
pada kondisi yang biasa, yaitu tidak berdoa kehamilan melalui beberapa fase yang
pada mereka. fadi, tepatlah jika meng'athafkan
jumlah ismiyyah kepada jumlah fi'liyyah yang bertahap. Dari yang ringan menuju yang
sebenarnya tidak boleh terjadi kecuali jika ada berat agar seorang ibu tidak dikejutkan

tujuan dan hikmah di baliknya. dengan rasa beratyang datang secara tiba-

Flqlh Kehidupan atau Hukum-Hukum tiba dan agar ia tetap bisa mengerjakan
aktivitasnya secara biasa tanpa didera
Ayat-ayat di atas menjelaskan hal-hal
kelelahan.
sebagai berikut.
3. Firman Allah SWT {*6; .u, t7;} dapat
1. Pada dasarnya manusia diciptakan dari
dipahami bahwa kehamilan adalah satu
diri yang satu. Pendapat yang masyhu4 jenis penyakit, karena kehamilan adalah
"diri yang satu" yang dimaksud adalah
sesuatu yang agung, Allah menggolongkan
Adam. Sementara Hawa diciptakan dari
wanita yang mati karena melahirkan se-
diri Adam. Makna firman Allah SWI, ?an
daripadanya Dia menciptakan pasangan- bagai seorang syahid, sebagaimana yang

nya." Allah SWT menciptakan Hawa dari disebutkan dalam hadits tentang jenis
sebuah tulang rusuk Adam. Hikmah di- syahid yang diriwayatkan oleh Ahmad,
Abu Dawud, Nasa'i, Ibnu Majah, dan al-
ciptakannya Hawa dari Adam adalah
Hakim.

66 Tafsir al-Kasysyaf 2/592. 67 Tafsirar-Razi 75/89.

*ut'*ot-*u"'*1"'ot ,.,il,\:_,{*f_fi_b-",/3.ti,* , - ""'n"to''""t

:9r .V e )Ar 6y * isr4nlt besar penyakit; lazimnya semua berakhir
dengan sehat. Bisa saja seorang yang tidak
+wi ,3# b1ti J# ';t;a-tt sakit tiba-tiba saja ia mati."

+ai,36 3rLag,3,9':. .r*t eti Orang yang berada di garda terdepan
dalam sebuah peperangan dan orang yang

cJag) ,lt ditahan untuk dibunuh dalam sebuah

i's* L.t2tCta ti4,3 kasus qishash sama posisinya dengan se-
orang wanita hamil dan orang yang sakit

"Syahid itu ada tujuh selain terbunuh yang dikhawatirkan akan berakhir dengan
dalam perang di jalan Allah: orang yang
kematian. Artinya, menurut pendapat
ditikam adalah syahid, orang yang tenggelam
Imam Malik, ia tidak boleh menyumbang
adalah syahid, orang yang mati karena
kecuali dalam batas sepertiga dari harta-
penyakit Zat junub (sejenis penyakit dimana nya [gunanya untuk menjaga haq ahli
waris, pent)
ada luka di bagian dalam tubuh, pent) adalah
syahid, orang yang mati karena sakit perut 4. Berhala-berhala tidak layak dianggap

adalah syahid, orang yang mati tenggelam sebagai Tuhan, karena ia sendiri dibuat
dan tidak mampu membuat apa-apa,
adalah syahid, yang mati ditimpa reruntuhan apalagi mendatangkan manfaat atau
mudharat. Bagaimana mungkin sesuatu
adalah syahid, dan wanita yang mati karena
melahirkan adalah syahid." (HR Ahmad, Abu

Dawud, Nasa'i,Ibnu Majah, dan al-Hakim) yang tidak mampu menciptakan apa-apa

Yang terakhir ini maksudnya seorang disembah? fadi, tujuan ayat ini adalah
wanita yang meninggal, sementara di
memberikan argumen bahwa patung-
perutnya masih terdapat seorang anak. patung dan berhala-berhala tidak layak
Kondisi wanita hamil menurut pen-
dianggap sebagai tuhan.
dapat Imam Malik, selama kondisi seperti
ini [maksudnya adalah sakit yang biasanya 5. Bukanlah yang dimaksud dari akhir ayat,
berakhir dengan kematian) dalam segala
4:,;t- ct ti,)i ;;;a,Y. Apa yang disebutkan
hal setelah masa kehamilannya berusia
enam bulan, yaitu: sumbangan sukarela dalam kisah Iblis bersama Adam sebelum-

yang dilakukan seperti hibah dan toleransi nya.

dalam jual beli tidak berlaku kecuali Kalau itu yang dimaksud, tentu ayat ini
dalam batas sepertiga dari hartanya. menjadi sangat asing dari kisah tersebut

Tiga imam madzhab lainnya mengatakan dan ini berdampak kacaunya susunan
bahwa hal itu berlaku bagi wanita hamil
dan runutan ayat. Namun, yang dimaksud
yang berada dalam kondisi sulit fsaat- adalah bantahan terhadap penyembah

saat melahirkanJ. Adapun sebelum itu, berhala sebagaimana yang disebutkan al-
kondisi tersebut belum berlaku, karena
kehamilan adalah kondisi yang biasa Qaffal.
Menurutnya, ayat tersebut merupakan

penjelas tentang penciptaan laki-laki dan
wanita dari jenis yang sama dan asal usul
yang sama dalam sifat kemanusiaannya.

terjadi dan lazimnya kebanyakan berakhir Kemudian, celaan terhadap perbuatan I

dengan selamat. Namun, hal ini dibantah sebagian pasangan suami istri, dimana I

oleh para ulama Maliki. Mereka berkata, ketika suami telah menggauli istrinya I
"Demikian juga halnya dengan sebagian dan tampaklah tanda-tanda kehamilan,
,

kedua suami-istri itu berdoa kepada Allah bagi mereka orang yang berdoa padanya atau
SWT, "Jika Engkau memberi kami anak
orang yang mengabaikannya, sebagaimana
yang saleh, tentulah kami akan selalu
bersyukur." Akan tetapi, setelah Allah yang dikatakan Nabi lbrahim,
mengaruniakan anak-anak yang saleh
"Wahqi ayahku, kenapa engkou menyem-
dan sempurna, mereka justru menjadikan bah sesuatu yang tidak bisa mendengar, tidak
melihat dan tidak dapat menolongmu sedikit
sekutu bagi Allah dengan karunia-Nya pun?" fMaryam: 42)

karena sebagian orangtua menisbahkan REALITAS PATUNG-PATUNG DAN BERHALA.
BERHALA YANG DISEMBAH
anak kepada alam seperti pendapat
Surah aFA'raaf Ayat 194-198
kalangan sebagian ilmuwan, terkadang
kepada bintang seperti pendapat ahli ;1c;lQ.it*;i,u63:ie:$L\
ilmu perbintangan, dan terkadang kepada
patung dan berhala seperti pendapat para @G,*>lLb\#\*# fil6
A 5'U, ci.* { A I ur,l,# Vs A
penyembah berhala.
,i'Vgjs"LitlAQ6ieup\
6. Kalangan Ahlus Sunnah menggunakan
iiayat, {.4-ii;q W'Jx. n u,r ;i#i} s e b a gai d al i I ir @ -6j5i fipA# * {'iU;, 9,'t

bahwa seorang hamba tidak mencipta- <t At&'fr'JA\ ii ;A\*"\ ;di

kan perbuatannya yang menciptakannya {.,I1\ $."t*iirj @ <;#. *-3i-1;
adalah Allah SWT. Seandainya seorang
hamba bisa menciptakan perbuatannya @Oi.i-* rt,tlYqh;ii;W
sendiri, berarti ia sama dengan Tuhan.
"sesungguhnya mereka (berhala-berhala)
7. Ayat, 4,';; 'C 'r';Ex. V| Adalah bukti yang kamu seru selain Allah itu adalah makhluk
(yang lemah) yang seruPa juga dengan kamu.
bahwa berhala-berhala itu tidak mampu Maka serulah mereka lalu biarkanlah mereka

membantu orang-orang yang patuh memperkenankan Permintaanmu, jika kamu

padanya dan tidak bisa juga menghukum memang orang-orang yang benar. Apakah mereka
(b erhala -b erh ala) m emp uny ai kaki untuk b erj alan,
orang-orang yang menentangnya. Syarat atau mempunyai tangan untuk memegang dengan
Tuhan yang akan disembah harus mampu keras, atau mempunyai mata untuk melihat, atau
mempuny ai t elinga untuk men dengar? Katakanlah
memberikan manfaat dan menghindari (Muhammad),'Panggillah (berhala-berhalamu)
mudharat. Sementara itu, patung-patung
tersebut tidak mampu melakukan hal itu, yang kamu anggap sekutu Allah, kemudian
jadi bagaimana mungkin seorang yang lakukanlah tipu daya (untuk mencelakakan)-

berakal sehat mau untuk menyembahnya? ku, dan jangan kamu tunda lagi. Sesungguhnya
pelindungku adalah Allah yang telah menurunkan
B. Ayat, {isi*.i u-q' j\ i* u 3y) ini me-

nunjukkan bahwa patung-patung tersebut
sama sekali tidak memiliki ilmu tentang

apapun. Ia tidak bisa mengikuti jalan

kebaikan, jika mereka diajak untuk itu,
jadi bagaimana mungkin ia layak untuk

disembah?

Kesimpulannya, patung-patung tersebut
benar-benar tidak dapat mendengarkan doa
orang yang berdoa padanya dan sama saja

TAFSTRAL-MUNlR f lLrD 5

Al-Kitab (Al Qur'an) Dia melindungi orang- Dya, patung-patung itu sama sekali tidak
orang saleh. Dan berhala-berhala yang kamu
memiliki sesuatu seperti yang kamu miliki,
seru selain Allah tidaklah sanggup menolongmu,
bahkan tidak dapat menolong dirinya sendiri. jadi mengapa kamu menyembah mereka

Dan jika kamu menyeru mereka (berhala- sementara kondisi kamu lebih sempurna dari
mereka?
berhala) untuk memberi petunjuk, mereka tidak
Mufradaat Lughawlyyah
dapat mendengarnya. Dan kamu lihat mereka
memandangmu padahal mereka tidak melihat.,,' $ttr'n a-yri$ yang kamu sembah dan kamu
(al-A'raaf: f94-198) sebut sebagai Tuhan selain Allah. pengertian
dasar dari kata-kata doa adalah seruan yang
Qiraa'aat biasanya bertujuan untuk menolak bahaya
atau mendatangkan kebaikan. (!q"F makhtut
4rr;r ;|: Ini adalah bacaan Ashim dan
milik Allah SWT. (in 5;a-;\ doa-doamu.
Hamzah. Sementara itu imam-imam yang lain #(q:u ;lF anggapan bahwa apa yang kamu
membacanya dengan U|t,j>.
sembah adalah tuhan. (.:,.:li-F memukul dan
l'raab beraktivitas menggunakan tangan.

{is,ri j+} t<ata (!r;} adalah khabar dari 4€,s; 'ri,F untuk menghancurkanku
fNabi saw.) panggilah sekutumu. 4lr4 *b
4,ctb marfu'.(i(r,ri} adalah sifat. Ia boleh men-
dan jangan kamu tunda lagi, atau memberi
j adi sifat ba gi n akira h meskipun ia di- i d haafah - tenggang waktu, karena aku tidak peduli dan
kan kepada ma'rifah, karena idhaafah yang
tidak gentar padamu. (rtt d it} karena yang
terjadi sesungguhnya terpisah dan ia juga
mengatur dan mengurus segala urusanku
tidak menjadi ma'rifah dengan idhaafahnya.
adalah Allah SWT, (;ry' J"j At-Qur,an.
Sa'id _bin fubair membaca potongan
ayat ini, 6lu;i t'r'- ^)s, q3 ;, u1i,'n ai, il; a"ng"n 44'J,.;l' 3;. Ab menjaga hamba-hamba-Nya

meringankan bacaan f,iy; (artinya dibaca tanpa dengan penjagaan-Nya, apalagi kepada para
tasydid) dan menas ha'bkan kalimat 1gi*:i ;r,;
nabi-Nya. ($;jj i5y 1it<a berdoa kepada para
menjadi 1$ju;i ,:91, sehingga maknanya j1,;1
berhala. $#;tY lihatlah berhala-berhala itu
15lci r!q" lt ir3 q trix 'Apo yang kamu seru
wahai Muhammad. 4q trpi mereka berada
selain Allah adalah para makhtuk juga seperti
kamu" dengan memosisikan f,ig sama seperti di hadapanmu seperti seseorang yang sedang
huruf 1ri; dalam bahasa penduduk Hijaz, dan
ini adalah pendapat al-Mubarrid fseorang ahli melihat. fadi, mereka seolah-olah orang-
bahasa Arab). Adapun pendapat Sibawaih,
huruf 1.rg diabaikan saja. orang yang sedang melihat kepadamu karena

berhala-berhala itu dibuat seperti orang

yang menatap ke arah orang yang berada di
hadapannya.

Balaaghah Persesuaian Ayat

4", ir*-.gf ;fX Gaya bahasa seperti ini Ayat-ayat ini sebagai penegas dari ayat-

disebut ithnaab [panjang lebar; lawan dari ayat sebelumnya bahwa patung-patung ter-
ringkas) dengan maksud untuk mencela lebih sebut tidak layak dianggap sebagai tuhan.
keras terhadap mereka.
Tujuannya untuk menanamkan tauhid di
Kata tanya di berbagai tempat dalam ayat-
ayat di atas bermakna pengingkaran. Maksud- dalam jiwa manusia dan mencabut akar-akar
kemusyrikan dari jiwa mereka.

Tafsir dan Penjelasan Kesimpulannya, ketika sudah terbukti-bagi

Sesungguhnya patung-patung yang kamu setiap orangyang berakal sehat patung-patung

sembah dan kamu sebut sebagai Tuhan selain tersebut tidak mampu mengabulkan apapun
permohonan mereka, jelaslah bahwa patung
Allah dan kamu berdoa kepadanya untuk
sangat tidak layak untuk disembah.
menolak bahaya atau mendatangkan manfaat
sebenarnya adalah makhluk yang juga sama (4Firman Allah SWT, -f 1u"! Maksudnya

seperti orang-orang yang menyembahnya. adalah untuk mengolok-olok mereka. Makna-
Mereka sama-sama ciptaan Allah, tunduk nya, paling tinggi mereka itu (kalau dianggap
patung-patung itu adalah Tuhan, pent) hanya-
pada kehendak dan kekuasaan-Nya. Bahkan, lah makhluk hidup biasa. f ika demikian, berarti
manusia lebih sempurna darinya karena ma- mereka sama sepertimu, tidak ada perbedaan

nusia bisa mendengar; melihat, dan memegang sedikit pun.

sesuatu dengan kuat, sementara patung- Patung-patung itu disifati dengan kata-

patung tersebut tidak mampu melakukan hal kata, "makhluk" danditerangkan dengan meng-
gunakan dhamir [kata ganti) untuk manusia
yang demikian.
yang berakal dalam firman-Nya, $r!;* 5;:u
fika demikian-realita patung-patung itu ,S.,p arn, *ht e 3y| dan tidak menggunakan

bagaimana mungkin secara logika ia disucikan dhamir tr!t; yang biasa digunakan untuk me-
dan disembah oleh makhluk yang sama se- nunjuk b6nda-benda mati yang tidak berakal
pertinya, bahkan lebih tinggi dan sempurna
darinya? Sesungguhnya yang berhak disembah adalah sebagai anggapan seolah-olah mereka
hanyalah Tuhan Yang Maha Mencipta yang
manusia yang berakal sesuai dengan keyakinan
semua alam tunduk pada-Nya dan semua
orang-orang musyrik bahwa patung-patung
kejadian berdasarkan atas kehendak-Nya.
tersebut bisa memberi bahaya dan manfaat,
Bagaimana mungkin kamu meninggalkan
sehingga ia dapat berpikir dan memahami.
risalah yang dibawa oleh seorang manusia yang
Dengan demikian, dipakailah pengungkapan
diberikan ilmu dan pengetahuan, aqidahnya
dihiasi kebenaran, cahaya dan manfaat yang yang sejalan dengan keyakinan mereka.
besar; lalu kamu menyembah bebatuan yang
Setelah itu, secara bertahap Al-Qur'an
tidak bisa memberi bahaya ataupun manfaat?
memberi penjelasan pada mereka, dan mem-
Kalau kamu memang benar dalam men-
bantah kalau mereka adalah hamba atau
jadikan mereka (patung-patung itu) sebagai
makhlukyang sama dengan mereka. Al-Qur'an
Tuhan, menganggap mereka berhak untuk di-
sembah, meyakini bahwa mereka bisa mem- menegaskan bahwa patung-patung itu tidak
sama dengan mereka, bahkan lebih rendah
beri manfaat atau mudharat, coba serulah derajatnya. Al-Qur'an menyebutkan empat

mereka dan mintalah kepada mereka sebuah anggota tubuh; kaki, tangan, mata, dan telinga.

permohonan, lihat apakah mereka bisa Keempat anggota tubuh: ini tidak berfungsi
sama sekali pada patung-patung tersebut,
mengabulkan permohonanmu, baik secara
padahal ia merupakan sarana untuk berusaha
mandiri maupun menganggap mereka sebagai dan mencari penghidupan.
perantara di sisi Allah SWT. Makna dari doa
disini adalah meminta manfaat dan menolak Patung-patung itu tidak memiliki kaki

bahaya dari patung-patung itu. Huruf lam yang bisa digunakan untuk mendatangkan
dalam poton ganayat4t;;*$ adalah lam amar
manfaat atau menolak bahaya. Mereka tidak
[menunjukkan perintah) dengan pengertian memiliki tangan yang bisa digunakan untuk

ta'jiz (ketidakmampuan berbuat apa-apaJ. memegang atau berusaha untuk mendapatkan

setiap kebaikan yang mereka inginkan atau "Kami mengkhawatirkan engkau dicelakakan

keburukan yang mereka takutkan. Mereka oleh tuhan-tuhan kami." Rasul saw. meng-

tidak memiliki mata yang bisa digunakan umumkan dengan lantang keyakinannya yang

untuk melihat kondisi kalian. Mereka juga kuat terhadap Allah dan penghinaannya ter-

tidak memiliki telinga yang bisa digunakan hadap sesembahan mereka, padahal saat itu

untuk mendengar seruan, doa, dan berbagai pengikut dan penolong Nabi saw di Mekah

permintaan kalian. fadi, mereka tidak sama sangat sedikit. Namun atas petunjuk Allah

dengan kamu, bahkan mereka lebih rendah SWT Nabi berkata, {fu' #., 51} Artinya, cukuplah

darimu dalam segi penciptaan, sifat, dan Allah bagiku, Dia-lah yang akan menolong

kekuatan. Makhluk yang tidak memiliki dan membantuku melawan kalian, Dia-lah
manfaat anggota tubuh, jelas tidak berhak yang mengatur semua urusanku di dunia dan

untuk disembah. Manusia jauh lebih mulia akhirat, kepada-Nya aku berserah diri, kepada-

dari patung-patung tersebut. Lebih jauh dari Nya aku mengadu, Dia-lah yang menurunkan

itu, sebenarnya tidak bisa dibandingkan antara Al-Qur'an padaku yang mengandung seruan

keistimewaan manusia dengan patung-patung kepada tauhid dan membuang kemusyrikan.

tersebut karena mereka hanyalah batu yang Dia-lah yang memuliakanku dengan kerasulan,

keras, tanah, dan air; atau kurma dan manisan. dan Dia-lah yang akan membantu setiap orang
saleh setelahku, yaitu setiap orang yang benar
seperti halnya patung kaum Bani Hanifah,
ketika musim panas dan paceklik datang, aqidahnya, bersih dari khurafat, dan angan-

mereka memakan Tuhannya sendiri. angan, serta benar amalannya. Sudah menjadi
kebiasaan Allah SWT menolong setiap orang
Walaupun demikian, Allah SWT meme-

rintahkan Nabi saw. untuk menantang mereka yang saleh dari hamba-hamba-Nya yang biasa

dan mengajak mereka untuk mengadakan maupun dari kalangan para nabi-Nya. Dia
sedikit eksperimen sederhana. Dikatakan
tidak akan pernah mengecewakan mereka.
kepada Nabi, "Katakanlah wahai Muhammad Adapun orang musyrik, pelindung mereka
kepada para penyembah berhala, 'Seru dan
panggillah sekutu-sekutu dan Tuhan-tuhan- adalah setan. Allah SWT berfirman,
mu,lalu mintalah bantuan pada mereka untuk
mengalahkanku. Bergabunglah kalian untuk 'Allah adalah pelindung orong-orang
menghancurkanku dan jangan berikan aku
tempo walau sekejap mata. Kerahkanlah se- yang beriman. Dia mengeluarkan mereka dari
mua kemampuanmu dan datangkanlah ber- kegelapon kepada cahoya (iman) Dan orang-
bagai bahaya padaku semaumu, dan jangan
orang yang kafia pelindung-pelindungnya

adalah setan yang mengeluarkan mereka dari
cahaya kepada kegelapan." (al-Baqarahz 257)

beri aku waktu untuk lari sesaatpun. Bersatu- Korelasi ayat, (ixr t: itlb dengan ayat se-
lah kalian dengan sekutu-sekutu kalian, aku
belumnya adalah ketika Allah SWT menjelas-

tidak akan peduli."' kan dalam ayat-ayat terdahulu bahwa patung-

Tantangan seperti ini tidak akan diucapkan patung tersebut tidak memiliki kemampuan

kecuali oleh seseorang yang sangat yakin untuk memberikan manfaat dan mudharat.

dengan penjagaan dari Allah SWT padahal Dalam ayat ini, Allah menjelaskan bahwa yang

orang-orang musyrik mengancam Nabi saw. semestinya dilakukan oleh setiap manusiayang

dengan memakai nama tuhan-tuhan mereka. berakal adalah menyembah Allah SWT, karena

Inilah jawaban atas ancaman mereka Dia-lah yang mampu mendatangkan semua

kepada Nabi saw. ketika mereka mengatakan, bentuk manfaat dalam agama dan dalam hal

keduniawian. Manfaat yang pertama dengan bahwa pada malam hari mereka mendatangi
diturunkan-Nya Al-Kitab sementara manfaat
yang kedua dengan dijaga dan dilindunginya patung-patung kaum musyrik dan meng-

orang-orang saleh. hancurkannya lalu dijadikannya sebagai kayu
Kemudian, Allah SWT menegaskan kem- bakar untuk wanita-wanita janda yang tidak
bisa mencari kayu bakar. Hal itu mereka laku-
bali apa yang telah dijelaskan sebelumnya kan agar kaum mereka bisa berpikir melihat
hal tersebut dan mau mengubah keyakinan
tentang ketidakmampuan patung-patung ter- mereka terhadap patung-patung tersebut.
sebut untuk memberikan pertolongan. Dia ber-
firman, {*.:: esit:^: 5;;it3} dengan menggunakan Amru bin famuh [ayah Mu'adz bin Amru
bentuk dialog dengan orang kedua, setelah itu bin famuh) adalah pemuka di dalam kaumnya.
dengan menggunakan bentuk dialog dengan
orang ketiga. Artinya, sesungguhnya yang Ia mempunyai sebuah patung yang selalu
kalian sembah dan seru selain Allah untuk
disembah dan diberinya wangi-wangian. Suatu
menolong dan menolak bahaya dari kalian malam Mu'adz bin fabal dan Mu'adz bin Amru
adalah lemah, tidak mampu untuk menolong
bin famuh mendatangi patung tersebut lalu
kalian. Bahkan, tidak mampu untuk menolong
menjatuhkannya ke tanah. Kemudian, mereka
diri mereka sendiri, melawan orang-orang melumurinya dengan kotoran dan pergi begitu

yang menghina mereka atau mengambil se- saja. Tak lama setelah itu, Amru bin famuh
suatu yang diletakkan di tubuh mereka seperti
datang. Ia melihat apa yang terjadi pada
wewangian dan perhiasan, atau melawan
Tuhannya, ia mencuci dan memberinya wangi-
orang-orang yang menginginkan keburukan wangian. Kemudian, diletakkannya sebilah
untuk mereka. pedang pada patung tersebut, lalu ia berkata,

Ibrahim a.s. pernah menghancurkan "Belalah dirimu." Beberapa hari setelah itu
patung-patung dan menghinakan mereka,
kedua orang tadi kembali melakukan hal yang
namun mereka tidak mampu untuk membela
sama. Amru bin famuh juga melakukan hal
diri dari penghancuran itu atau membalas
yang sama ketika melihat Tuhannya kembali
penghinaan tersebut, sebagaimana yang di- diperlakukan seperti itu. Sampai suatu ketika,
ceritakan oleh Allah SWT dalam firman-Nya, kedua orang tersebut menyeret patung itu
dan diikatnya bersama bangkai seekor anjing,
"Lalu dihadapinya (berhala-berhala) itu lalu digantungkannya di sebuah sumur dekat

sambil memukulnya dengan tangan kanonnya." rumah Amru. Ketika Amru datang dan ia
(ash-Shaaffaat: 93) melihat apa yang terjadi pada patung-yang

Dan juga firman-Nya, dianggapnya sebagai tuhan-ia pun sadar

"Moka dia (lbrohim) menghancurkan (ber- bahwa agama yang selama ini ia anut adalah
batil dan salah. Lalu ia berkata, "Demi Allah,
hala-berhala itu) berkeping-keping, kecuali
seandainya engkau benar-benar Tuhan tentu
yang terbesar (induknya); agar mereka kembali
engkau tidak akan digantungkan bersama
(untuk bertanya) kepadanya." (al-Anbiyaa': bangkai seekor anjing." Kemudian, ia masuk

sB) Islam dan Islamnya semakin mantap hari demi

Diriwayatkan dari Mu'adz bin fabal dan hari. Akhirnya ia terbunuh di Perang Uhud
Mu'adz bin Amru bin |amuh r.a.-keduanya
sebagai syahid.68
adalah dua pemuda Anshar yang masuk Islam
6a Tafsir lbnu Katsir 2 /276.
ketika Rasulullah saw. datang ke Madinah-

Sebagaimana halnya patung-patung itu tentang tidak berguna dan bermanfaatnya
tidak berdaya untuk membantu siapa-siapa,
ia juga sama sekali tidak berdaya untuk mem- menyembah patung-patung tersebut. Ayat-
beri petunjuk atau hidayah. Allah SWT Ber-
firman, 46;:.;V a'ilr JL ?Lt';f :rb\ Maksudnya, ayat tersebut menunjukkan beberapa hal.

kalau kalian memohon kepada patung- 1. Sangat memalukan bagi seorang yang
patung tersebut untuk menunjuki ke jalan
berakal sehat menyembah patung-patung
yang benar dan mendapatkan kemenangan,
yang sama sekali tidak memiliki ke-
niscaya mereka tidak bisa mendengar kuatan karena mereka tidak memiliki

permintaan kalian, apalagi memberikan kaki, tangan, mata, dan telinga. padahal,

bantuan dan pertolongan. Mungkin, kalian sesuatu yang disembah seharusnya me-

melihat patung-patung itu menatap kalian miliki sifat-sifat yang sempurna. fustru

dengan mata yang dibuat atau digambar manusia itu sendiri yang lebih mulia
[dengan sedemikian rupaJ, padahal ia
hanyalah benda mati yang tidak bisa melihat dari pada patung-patung yang mereka
apa-apa dan tidak bisa menangkap sebuah
objek karena yang mereka miliki hanyalah sembah dan hal itu sebenarnya tidak
gambar mata sehingga mereka tidak bisa
melihat apa-apa. Mereka tidak memiliki pen- bisa dibanding-bandingkan. fadi, apakah
layak, seorang makhluk yang lebih mulia
dengaran dan penglihatan sebagaimana Allah
SWT berfirman dalam ayat yang lain, dan sempurna menyembah sesuatu yang

Jika kamu menyeru mereka, mereka tidak jauh Iebih rendah dan hina yang tidak
mendengar seruonmu, dan sekiranya mereka bisa diharapkan memberi keuntungan
mendengar, mereka jugo tidak memperkenan-
apa-apa, tidak bisa memberi manfaat dan
kan permintaanmu. Dan pada hari Kiamat juga tidak dapat menolak bahaya? patung-

mereka akan mengingkari kemusyrikanmu dan patung tersebut bukanlah makhluk yang
tidak ada yang dapat memberikan keterangan sama seperti manusia. Akan tetapi, ia
kepadamu seperti yang diberikan oleh (Attah)
hanyalah batu dan kayu. fadi, kalian telah
Yang M ahatelirr: (Faathi r: 14) menyembah sesuatu yang kalian [sendiri)
lebih mulia darinya.
Kalau mereka tidak memiliki pendengaran
2. Manusia lebih utama dan lebih sempurna
dan penglihatan, jadi bagaimana mungkin
dari patung-patung tersebut karena manu-
bisa diharapkan bantuan atau pertolongan sia memiliki kaki untuk berjalan, tangan
dari mereka dan bagaimana mungkin bisa
ditakutkan dari mereka terjadinya bencana untuk memegan& mata untuk melihat,
bagi orang yang menghina mereka, dan
bagaimana mungkin kalian menjadikannya dan telinga untuk mendengar. Sementara

sebagai tuhan? patung-patung tersebut, sama sekali tidak

Fiqih Kehidupan atau Hukum-Hukum memilikinya.

Ayat-ayat di atas merupakan bantahan 3. Apakah pantas menyembah sesuatu

terhadap para ,.penyembah berhala dan yang tidak mampu memberikan manfaat
maupun mudharat? Patung-patung ter-
penegasan terhadap ayat-ayat sebelumnya, sebut tidak memiliki kemampuan untuk

memberikan manfaat atau mudharat,

tidak untuk dirinya sendiri dan tidak pula

untuk orang lain. Ia juga tidak mampu

membantu siapa pun.

4. Sesungguhnya ancaman yang diberikan

kaum musyrikin terhadap Rasul saw

dengan menggunakan Tuhan-tuhan me-

reka adalah sesuatu yang percuma dan 7. hal itu ditanyakan padanya, ia berkata,
'Anak-anakku boleh jadi nanti menjadi
sia-sia. Beliau bahkan menantang mereka orang-orang yang saleh atau orang-

untuk ditimpakan bahaya kepadanya orang yang jahat. Kalau mereka menjadi
orang-orang yang saleh, pelindung dan
tanpa perlu memberi tempo waktu. Akan penolong mereka adalah Allah, dan siapa

tetapi, mereka tidak mampu berbuat apa- yang Allah menjadi penolongnya ia tidak
apa, baik mereka maupun tuhan-tuhan
butuh kepada hartaku. Namun seandainya
mereka. mereka adalah orang-orang jahat, Allah
SWT berfirman,
5. Sesungguhnya yang melindungi dan
'Aku tidak akan menolong orong-
mengatur seluruh urusan Nabi saw. di
dunia dan akhirat dengan menjaga dan orong yang jahat." (al-Qashash: 17)
memeliharanya adalah Allah S\MI, yang
juga melindungi dan menjaga hamba- Siapa yang ditolak oleh Allah, aku
hamba-Nya yang saleh. Dalam Shahih tidak perlu menyibukkan diri untuk mem-
Muslim diriwayatkan dari Amru bin al- perbaiki kondisinya."
Allah SWT sering mengulang-ulang pe-
Ash, ia berkata, Aku mendengar Rasulullah nyebutan patung-patung tersebut bahwa
ia tidak mampu menolong para penyem-
saw. bersabda dengan lantang tanpa bahnya dan juga dirinya sendiri. Tujuan

sembunyi-sembunyi, pengulangan ini adalah untuk menj elaskan
bahwa yang pertama disebutkan dalam
,re)\ 4,t# -6,3 ,* -C it i:y,{i
bentuk taqri' (menjelaskan bodohnya
,*v,t-,,.,J-"At
eil.\:aeJ lUt Gt, mereka) dan yang kedua disebutkan se-

*-.t bagai penjelasan tentang perbedaan

"Ketahuilah, sesungguhnya kaum fulan antara siapa yang layak untuk disembah
dan siapa yang tidak layak. Tuhan yang
dan fulan bukanlah para pelindungku.
Pelindungku hanyalah Allah dan orang- Iayak disembah adalah yang bisa memberi

orangberiman yang salelx." (HR Bukhari dan perlindungan dan bantuan terhadap

Muslim) hamba-hamba yang saleh. Sementara itu,

6. Yang semestinya dilakukan oleh seorang patung-patung tersebut sama sekali tidak

yang berakal adalah menyembah Allah bisa membantu siapa pun, jadi ia tidak

SWT karena Dia yang mampu mewujud- layak dianggap sebagai tuhan.
Patung-patung tersebut hanyalah benda-
kan manfaat agama dengan menurunkan
benda mati yang dibuat, lalu diberi
Al-Qur'an yang mengandung berbagai
mata dari tembaga atau perhiasan yang
macam ilmu dalam agama dan manfaat
mengkilat agar seolah-olah ia melihat,
dunia dengan menjaga, memelihara dan
padahal sebenarnya ia adalah benda mati
salehmembantu hamba-hamba-Nya yang B.
yang tidak dapat melihat. Oleh karena
sehingga mereka tidak peduli dengan itu Allah berfirman dalam ayat di atas,

permusuhan dari setiap orang-orang yang (i''tt*. iVib Allah SWT menggunakan

memusuhi mereka. ungkapan yang seolah-olah mereka ada-

Alangkah luar biasanya, contoh lah makhluk yang berakal dan dengan

nyata, yang ditampakkan oleh seorang

Khalifah yang sangat adil, yaitu Umar

bin Abdul Aziz dalam mengamalkan ayat

tersebut. Ia tidak pernah menyimpan

harta apa pun untuk anak-anaknya. Ketika

kata ganti untuk manusia karena ia di- l'raab
bentuk seperti manusia. Imam as-Sudi
{v1[] Dalam kata ini ada nun yang di-
dan Mujahid mengatakan, "Yang dimaksud
di sini adalah orang-orang musyrik." Ibnu idgham-kan. sementara 155 syarat yang ter-
Katsir berkata, "Pendapat yang pertama
dapat dalam kata 1t15 adalah tambahan. ii:u!
tadi lebih tepat. Itu adalah pendapat
(ir., adalatr fi'it amar fperintah) yang menjadi
Qatadah, dan dipilih oleh Ibnu farir." jawab syarat. Sementara jawab amar-nya
dihilangkan , taqdiir-nya: pJi ,;;i-1. ( "'it-u ,li-:; rly)
DASAR.DASAR AKHLAK SOSIAL DAN
PERLAWANAN M ELAWAN SETAN ini adalahl'il danfa'il. Kata (',iu) adalah rsim

Surah al-A'raaf Ayat 199-202 fa'il darifi'it 6tGy. Terkadang dibaca juga 1..r,iy,
bentuk mukhaffaf dari kata <i51. Ia adalah
i#tgE @ <,it^yl\ *,h;U :L pt bentuk muta'addi dari fi'il 1;ir"; sebagaimana
halnya kata <lJl dan <.-i:l juga sering dibaca
g,i4'+\"rfi(,,€ry,Ara.<jfi
secara mukhaffaf (tanpa tasydid).
<*Yf;i!Fi:.JbY-;Y*'e$\"yo{;ti$3irr'i"ogttq,&* , ^I#+-t'z
(#rlry adalah fi'il mudhari' dari fi'il (iy
@ai;n* *'qst4;i3i4 yang merupakan fi'il tsulatsi (terdiri dari tiga

"ladilah pemaaf dan suruhlah orang me- huruf). Ada yang membaca dengan huruf ya
ngerjakan yang ma'ruf, serta jangan pedulikan yangdhammon <#r$,Perarti ia adalah bentuk
orang-orang yang bodoh. Dan jika setan datang
mudhari' dari fi'il 15;,iy yang merupakan fl'il
menggodamu, maka berlindunglah kepada Allah.
ruba'i [terdiri dari empat huruf). Ada pendapat
Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha
yang mengatakan bahwa fi'il (?) berarti
Me nget ahui. S e sungguhny a or an g- o rang y ang b er -
takwa apabila mereka dibayang-bayangi pikiran bantuan dalam kebaikan dan keburukan, se-
jahat (berbuat dosa) dari setan, mereka pun segera mentaraf il (11hanya berarti bantuan dalam
ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka
keburukan saja. (,#rr-\\ Dhamir [kata ganti)
melihat (kesalahan-kesalahannya) Dan teman- dalam kata ini menggunakan bentuk jamak,

teman mereka (orang-orangkafir danfasiq) mem- padahal setan berbentukmufrad [satu) karena
bantu setan-setan dalam menyesatkan dan mereka yang dimaksud di sini adalah jenisnya, seperti
tidak henti-hentinya (menyesatkan)." (al-A' raaf:
t99-202) dalam alat (-yur jiu;ip.

Qlra'aat Balaathah

{if;}' Imam Warsy, as-Susi, dan Hamzah (A ir}i.l,, i &t;$ Pengertian dasar dari

dalam kondisi waqaf membacanya 1|rj;. kata lpJg adalah memasukkan jarum atau
semisalnya ke dalam kulit. Berarti dalam ayat
{-l*}, Imam Ibnu Katsir, Abu Amru, dan ini terdapat isti'aarah [salah satu jenis majaz

al-Kisa'i membacan!a (,;.1, sementara imam- atau kiasan) karena waswas dan godaan setan
imam yang lain membacanyalitll. terhadap manusia untuk melakukan berbagai
kemaksiatan disamakan dengan masuknya
{.*/}, Imam Nafi' membr.rny, t#r!i;. jarum ke dalam kulit.

Mufradaat Lughawlyyah

{*1,} akhlak-akhlak manusia yang tampak
dan tidak perlu terlalu didalami. fadi, makna-
nya adalah ambillah atau terimalah akhlak

manusia yang tamprt. {-.l!} yang ma'ruf. Tafsir dan Penjelasan
4.€;$ ditimpa atau dipalingkan. Kata-kata Ayat yang pertama menghimpun dasar-

16fr; sama artinya dengan kata 1.,j39 yaitu dasar dari tiga akhlak yang utama.
adanya sesuatu yang tajam mengenai tubuh
seperti jarum dan sebagainya. Yang dimaksud Pertama, menjadi pemaaf. Ini adalah

di sini adalah waswas setan. (5,-r.;F mengadu- sesuatu yang mudah dan bentuk nyata dari
akhlak dan perbuatan manusia tanpa mem-
lah dan ingatlah pada-Nya. bebankan mereka dengan sesuatu yang mem-
beratkan mereka dan tanpa perlu dimata-
{-gu ;i:} mereka ditimpa sesuatu yang matai, namun ditempuh cara yang lebih toleran

selalu mengepung mereka, artinya waswas dan memudahkan dan tidak menyulitkan,

terhadap apa saja. {,rFlt} ingatlah adzab Allah sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits
yang diriwayatkan oleh Ahmad, asy-Syaikhani,
dan pahala dari-Nya. $:t;,"i e ,JPh mana yang
dan Nasa'i dari Anas bin Malik bahwa Nabi
benar dan mana yang salah, lalu mereka pun
saw. bersabda,
kembali kepada yang benar. (ii,1.!F setan-
bll ii r')tfg ,t-:i,rt')r ftc-,
setan dalam bentuk manusia yang kafir.
"*t"Mudahkanlah dan jangan dipersulit, gem-
{a' q iljrt} setan-setan itu membantu me-
birakanlah dan jangan dibuat lari." (HR Ahmad,
reka dalam kesesatan. 43ii.'t 6| mereka tidak asy-Syaikhani, dan Nasa'i)

akan berhenti untuk terus menggoda manusia Yang termasuk dalam kategori sifat al-'afw
adalah menghubungkan silaturrahim dengan
dengan sangat terencana sebagaimana halnya
orang yang memutuskannya, memaafkan
orang-orang yang bertakwa.
orang-orang yang bersalah, bersikap lembut
Persesuaian Ayat
terhadap orang-orang yang beriman dan
Setelah Allah SWT menjelaskan dalam akhlak-akhlak lainnya yang mencerminkan
ayat-ayat sebelumnya, Dia-lah yang akan
sebuah ketaatan.
melindungi, menjaga, dan memenangkan
Inilah jenis pertama dari haq-haq yang
orang-orang yang saleh dan beriman, dan diminta dari orang lain dengan cara toleran
bahwa patung-patung berikut para penyem- dan penuh santun. Termasuk juga tidak
bahnya tidak mampu sedikit pun untuk men- terlalu kaku dalam hal-hal yang berhubungan
dengan haq-haq harta, berinteraksi dengan
datangkan gangguan dan bahaya. Dalam ayat orang lain dengan akhlak yang baik serta
tidak kasar atau keras sebagaimana firman
ini, AIIah SWT menjelaskan metode yang Allah SWT,

benar dan cara yang bersih dalam berinteraksi "Sekiranya engkau bersikap keras dan ber-

dengan manusia. Ayat ini mencakup pem- hati kasar tentulah mereka akan menjauhkan
diri dari sekitarmu." (Aali'Imraan: 159)
bahasan tentang dasar-dasar seluruh sifat
mulia. Itulah dasar-dasar tasyri'yang berada Termasuk juga dalam hal ini mengajak
di urutan kedua setelah dasar-dasar aqidah
tauhid yang telah dijelaskan secara sangat orang ke agama yang benar ini dengan lemah
gamblang. Setelah itu, Allah melanjutkannya lembut dan kasih sayang, sebagaimana firman
Allah SWT
dengan sebuah wasiat preventif yaitu

menjauhi segala waswas dan godaan setan
dan jin setelah perintah untuk berpaling dari
orang-orang bodoh (yang suka mengolok-
olok) agar seseorang terhindar dari kejahatan
kedua kelompok tersebut (setan dan orang-
orang bodoh, pent)

L-.

TArsrR At--MuNtR Ilr_rD 5

"Serulah (manusia) kepada jalan Tfuhanmu "Dan mereka (para wanita) mempunyai

dengan hikmah dan pengajaran yqng baik, dan haq seimbang dengan kewajibannya menurut
berdebotlah dengan mereka dengan cara yang cara yong patut, tetapi para suami mempunyai

baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang kel ebi h an diatas mereke." (al-Baqarah= 228)
lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalan-
Nya dan Dialah yang lebih mengetahui siapa Dan dalam menjaga hubungan suami-istri,
yang mendapat petunjuk " (an-Nahl: 125) Allah SWT berfirman,

Kesimpulannya, yang dimaksud dengan "(setelah itu suami dapat) menahan dengan
patut atau melepaskan (ceraikan) dengan cara
sifat{r;r} dalam ayat di atas adalah menyikapi yang baik." (al-Baqarah: 229)

sesuatu dengan toleran dan kemudahan serta Dan,
menghindari orang lain dari berbagai bentuk
kesulitan baik dalam perkataan maupun per- "Maka tahanlah mereka dengan cara yang
buatan. Rasulullah saw. tidak pernah disuruh ma'ruf," (al-Baqarah: 23 1)

memilih antara dua hal, melainkan ia akan Ketiga, berpaling dari orang-orang bodoh.
Hal ini dilakukan dengan cara tidak membalas
memilih yang paling mudah di antara keduanya kebodohan orang-orang dengan kebodohan
selama itu bukan dosa. serupa, tidak bergaul dengan mereka, menjaga
diri dari sifat buruk mereka, tidak berbasa-basi
Kedua, memerintah segala sesuatu yang dengan mereka, selalu saba4 dan menahan diri
ma'ruf. Maksudnya, segala perbuatan yang menghadapi perilaku mereka yang buruk serta
tidak terlalu memedulikan apa yang mereka
baik dan indah. Pengertian ma'ruf di sini
tampakkan kepadamu. Apabila ada orang
adalah segala sesuatu yang diperintahkan oleh
agama, dikenal oleh manusia sebagai sebuah yang bodoh mengucapkan sesuatu yang tidak
kebaikan, dan dipandang indah oleh setiap menyenangkan orang lain, sebaiknya orang itu
orang yang berakal sehat. ladi, ma'ruf adalah
menghindarinya dan menyikapinya dengan
sesuatu yang mencakup segala kebaikan, penuh rasa maaf dan toleran, berdasarkan
yaitu berupa ketaatan, berbakti, berbuat firman Allah SWT ketika menyifati orang-
baik, dan santun kepada manusia dan lain-
lain. Ini merupakan jenis kedua dari haq-haq orang yang beriman,

yang tidak boleh disepelekan. Yang dimaksud "Dan orang-orang yong menahan ke-
marahannya dan memaafkan (kesalahan)
dalam hal ini adalah segala sesuatu yang
orang lain, dan Allah mencintai orong-orang
sudah dikenal luas oleh manusia baik dalam yang berbuat baik" (Aali 'Imraan: 134)

hal muamalah finteraksi sosial) maupun Dan firman Allah SWT tentang keutamaan
memberi maaf,
dalam adat kebiasaan. Kata-kata ma'ruf tidak
disebutkan di dalam AI-Qur'an kecuali untuk "Dan kalau engkau memaafkon itu lebih
hukum-hukum yang penting, seperti firman dekat pada ketakwaon, dan jangan kamu lupa
Allah SWT ketika menjelaskan karakter umat kebaikan di antara kemu." (al-Baqarah= 237)

Islam, Ketiga sifat dasar ini merupakan akar dari

"Hendaklah ada di antara kamu segolongan seluruh sifat-sifat mulia dan terpuji dalam

orang yang menyeru kepada kebojikan dan berinteraksi dengan manusia satu sama lain.

menyuruh (berbuat) yong ma'ruf," (Aali

'Imraan:104)

Dalam menjelaskan haq-haq suami istri,
Allah SWT berfirman,

Ikrimah berkata, "Ketika ayat ini diturunkan, telah diperintahkan padamu atau ia berusaha
menjerumuskanmu dalam kemaksiatan atau
Nabi saw. bersabda, setan menimbulkan kemarahan dalam dirimu
yang membuatmu tidak bisa berpaling atau
4:ti ,i:z- ,lsi '"0t, ,iu fr.r," u ,'J--b u
menghindar dari orang-orang yang bodoh
,T *i,&?,Y ,FS 'J;Li U,M
yang akhirnya membuatmu ingin membalas
,*"Wahai libril, apa maksud *rj,rl!i, karena emosi yang ia tiupkan dalam jiwamu,

menj awab, "Sesungguhnya Tuhanmu mengatakan, segeralah mengadu kepada Allah dan mintalah
"Sambunglah tali silaturrahim dengan orang yang
memutuskannya denganmu, berilah orang yang pada-Nya agar engkau selamat dari semua
tidak pernah memberimu, dan maafkanlah orang bisikan dan godaan tersebut. Berlindunglah
pada Allah dari godaannya, sebutlah Allah di
yang pernah menzalimimu." lrn*m Thabari dan hati dan lidahmu, niscaya semua itu akan me-
yang lain juga meriwayatkan hadits senada dari malingkan waswas setan dari dirimu. Allah

Iabir. SWT Maha Mendengar setiap perkataan, baik

fa'far ash-Shadiq berkata, 'Allah SWT me- perkataan orang-orang bodoh yang meng-
merintahkan Nabi-Nya untuk berakhlak mulia. olok-olokkanmu maupun permohonan per-
lindungan dari-Nya menghadapi waswas dan
Tidak ada satu ayat pun di dalam Al-Qur'an
godaan setan, dan semua perkataan makhluk-
yang lebih menghimpun akhlak-akhlak mulia Nya. Tak satu pun yang tersembunyi dari Allah

daripada ayat ini." S\MT, karena Dia adalah Maha Mengetahui
Abdullah bin Zubair berkata, "Demi Allah,
setiap perbuatan dan Ia Maha Mengetahui apa
Dia tidak menurunkan ayat ini kecuali dalam yang bisa menghilangkan godaan setan dari
dirimu, dan hal-hal lainnya yang berhubungan
kaitannya dengan akhlak manusia." dengan para makhluk-Nya.

Dalam hadits yang diriwayatkan Tirmidzi, Memohon perlindungan kepada Allah
sangat dituntut ketika akan membaca Al-
Nabi saw. bersabda,
Qur'an, berdasarkan firman-Nya,
t-W.?e qtbJt a_z? ltri
'Apabila engkau (Muhammad) hendak
"Yang paling berat dalam timbangan amal membaca Al-Qur'an, mohonlah perlindungan
manusia adalah akhlak yangbaik dan sempurna."
(HRTirmidzi) kepoda Allah dari setanyang terkutuk. Sungguh

Perintah untuk berpaling dan menghindar setan itu akan berpengaruh terhadap orang

dari orang-orang bodoh adalah untuk meng- yang beriman dan bertawakal kepada Tuhan."
hindari kejahatan dan sifat buruk mereka, (an-Nahl:98-99)
sangat cocok diiringi dengan perintah untuk
Khithaab (pembicaraan) yang terdapat di
berlindung dari setan, untuk menghindari dalam ayat, (o't,'Jt ;r, ,")-t;- t-1) dan semisalnya
diarahkan kepada setiap mukallaf [Ivluslim
godaan-godaan dan kejahatan-kejahatan
yang telah dibebani hukum-hukum agama,
mereka. Dengan demikian, Allah SWT pun ber-
firman setelah itu, {irtL;'- r.:[] maksudnya, jika pent), pertama adalah Rasulullah saw.. Setan
setan datang kepadamu dengan segala waswas
akan selalu berusaha untuk melemparkan
yang dibawanya, atau ia suntikkan ke dalam
hatimu bisikan untuk menentang apa yang waswas di hati setiap manusia. Muslim

meriwayatkan dari Aisyah dan Ibnu Mas'ud,

Nabi saw. bersabda,

,"it t *-/ y,,5, :ss it *i ,v&u Sudah diketahui bahwa manusia memiliki
keinginan untuk berbuat baik dan berbuat
inr i:i iy eUy ju s{lr i_yj V :Jti5 :bi6 buruk. Sesuai dengan tingkat perjuangannya
' melawan dirinya dan kemampuannya untuk
+'#:u'#6'
mengalahkan hawa nafsu serta waswas setan,
"Tak seorang pun di antara kalian kecuali ia akan diberi pahala dan dekat dengan Allah
ia memiliki qarin (pendamping) dari kalangan
SWT.
jin." Para sahabat bertanya, "Engkau juga wahai
Rasulullah?" Nabi bersabda, 'Aku juga, namun Nabi saw bersabda sebagaimana yang
Allah SWT menolongku dengan menundukkannya diriwayatkan oleh Tirmidzi, Nasa'i dan Ibnu

sehingga aku bisa selamat dari berbagai tipu Hibban dari Ibnu Mas'ud,
dayanya, bahkan ia pun memeluk Islam." (HR t -<

Muslim) 4^J

Kemudian, Allah SWT menjelaskan cara ^ls rtii ,:*\ +rKi ,eU iqy otLSt
untuk lepas dari waswas setan. Dia berfirman,
flt;;t e-it i1| Maksudnya, sesungguhnya hamba- 'Kr(t V €lui ';;)t '€r4
hamba Allah yang bertakwa, yang menaati
setiap perintah-Nya, dan meninggalkan segala "Sesungguhnya setan mempunyai bisikan
terhadap manusia dan malaikat juga mempunyai
larangan-Nya, apabila mereka terkena godaan bisikan. Bisikan setan adalah merayu untuk ber-
buat jahat dan mendustakan kebenaran, semen-
setan, mereka segera ingat apa yang telah tara bisikan malaikat adalah bisikan untuk ber-
diperintahkan Allah dan yang dilarang-Nya. buat baik dan menerima kebenaran. Siapa yang
Mereka segera ingat adzab Allah dan pahala-
mendapatkan hal itu, ketahuilah bahwa ia datang
Nya yang sangat besar. Mereka ingat janji-Nya
dari Allah, dan hendaklah ia memuji Allah atas
untuk memberikan surga dan ancaman-Nya karunia itu. Tapi siapa yang mendapatkan selain
untuk memberikan neraka. itu, berlindunglah dari setan," kemudian Nabi
membaca, "Setan itu menjanjikan kamu kefakiran
Dengan demikian, mereka segera melihat dan menyuruhmu berbuat keji." (HR Tirmidzi,
jalan yang lurus. Mereka segera tahu jalan Nasa'i, dan Ibnu Hibban)
yang benar. Mereka berjuang menolak dan
membuang segala waswas setan terhadap Kemudian, Allah SWT menjelaskan
mereka dan mereka tidak mengikuti bisikan
nafsu. Mereka pun menjadi orang-orang yang pengaruh yang ditimbulkan setan terhadap
memiliki nurani yang tajam, kesadaran yang
dalam, dan akal yang jernih. Mereka konsisten orang-orang yang jahil dan suka berbuat
dan menyadari kesalahan yang pernah mereka kerusakan. Dia berfirman, {# ri6} Maksua-
lakukan.
nya, teman-teman setan yang tidak takut ke-
Berpegang kepada Allah dari godaan setan pada Allah, setan mampu menggoda mereka,
bahkan membantu mereka dalam kesesatan.
merupakan langkah preventif (pencegahan) Para setan mendukung dan mendorong me-
reka untuk selalu berada dalam kesesatan.
dan jelas bahwa mencegah lebih baik daripada

mengobati. fadi, apabila seseorang sudah
terjatuh dalam maksiat, ia mesti segera ber-
tobat dan kembali kepada Allah sehingga

Allah menghapus bekas-bekas dosanya.

TAFSTRAL-MUNrR JrrtD 5

Setan-setan tidak pernah berhenti untuk perkataan maupun perbuatan. Berbagai
perintah dan larangan sudah jelas secara
mengajak melakukan berbagai kemaksiatan hukum dan posisinya yang kukuh dalam
sehingga mereka tidak pernah berhenti me- syari'at. Tidak ada yang tidak tahu tentang
lakukan berbagai kerusakan dan selalu me- hukum-hukumnya. Individu dan masyarakat
lakukan keburukan dan kerusakan, karena dituntut dalam hal ini untuk selalu menye-
mereka tidak pernah ingat kepada Allah ketika
setan menggoda mereka, dan mereka tidak barkan yang ma'ruf dan mengajak orang Iain
pernah berlindung kepada Allah dari waswas untuk mengerjakannya serta melarang yang

setan-yang bisa jadi-karena mereka tidak mungkar dan menyembunyikannya.

beriman atau karena hati mereka kosong dari Kemudian, berpaling dari orang-orang

ketakwaan. orang-orang bodoh yang tidak menggunakan

Flqlh Kehidupan atau Hukum-Hukum akal sehat mereka. Dalam mengajak dan me-

riyAyat (,r",.1 mengandung penjelasan motivasi orang lain berbuat ma'ruf atau
melarang mereka dari perbuatan yang
tentang dasar-dasar akhlak mulia dan etika-
mungkar; boleh jadi ada gangguan dan bahkan
etika sosial. Dasar-dasar akhlak ini berada siksaan dari beberapa orang yang jahil. Dalam

di urutan kedua setelah dasar-dasar aqidah. hal ini, yang mesti dilakukan adalah berpaling

Dalam berbagai interaksi, adat kebiasaan dan dan menjauhi mereka guna menghindari gang-

pergaulan sesama manusia akan tampaklah guan-gangguan mereka dan untuk melindungi
seorang da'i dari perilaku jahat mereka, se-
bagaimana akhlak manusia. Alangkah butuh-
kaligus untuk menjaga wibawanya dengan
nya manusia kepada dasar-dasar akhlak ini tidak membalas kejahatan mereka. Hal ini
memerlukan sikap toleran dan kesabaran
dalam hubungan mereka dengan orang lain.
yang tinggi.
Dari tafsiran ayat ini, kami berkesimpulan
Ketiga perintah akhlak ini, meskipun pada
bahwa dasar-dasar akhlak ada tiga: bersikap
lahirnya ditujukan Allah SWT kepada Nabi-
pemaaf, artinya berinteraksi dengan toleran, Nya, sesungguhnya hal itu untuk mengajarkan

menjelaskan sesuatu dengan lemah lembut seluruh makhluk-Nya.

dan tidak menimbulkan kesulitan ketika me- Menurut pendapat yang lebih shahih, se-

nerima, memberi, dan membebankan sesuatu, bagaimana yang disebutkan oleh al-Qurthubi,

termasuk tidak bersikap kaku dan kasar dalam ar-Razi, Ibnu Katsir dan yang lain, ayat ini
bersifat muhkamah ghair mansukhah (ayat
setiap hal yang berhubungan dengan haq-haq yang kukuh dan tidak dihapus), sebagaimana
dikatakan oleh Mujahid dan Qatadah. Dalil
harta, bergaul dengan manusia dengan akhlak
atas hal ini adalah apa yang diriwayatkan
yang baik, tidak bersikap kasar dan keras, dan oleh Bukhari dari Ibnu Abbas, ia berkata,

mengajak orang lain ke agama yang benar ini "'Uyainah bin Hishn bin Hudzaifah bin Badar
datang menemui keponakannya al-Hurr bin
dengan penuh kasih sayang dan kelembutan. Qais bin Hishn. Keponakannya ini termasuk
salah seorang yang dekat dengan Umar bin
fenis haq-haq seperti ini terbuka untuk sikap Chaththab. Orang-orang yang sering berada

toleran dan tidak terlalu kaku. dalam majelis Umar dan yang sering dimintai
pendapatnya adalah para ulama atau ahli Al-
Kemudian, berbuat ma'ruf, yaitu sesuatu

yang secara syari'at, akal, dan kebiasaan
dikenal sebagai perbuatan yang baik dan

mulia. fenis haq seperti ini tidak menerima

sikap toleran atau menganggap enteng. Masuk

dalam kategori ini segala yang diperintahkan

dan yang dilarang oleh agama, baik berupa

TATSIRAL-MUNIRIILIp 5 {r il* , {-:;;-\-.a1. r. * _ surah al-A'raaf

Qur'an. Mereka ada yang sudah tua dan ada Konsistensi Umar dan Hasan bin Ali pada
yang masih muda. Uyainah berkata kepada ayat tersebut adalah bukti bahwa ayat itu
muhkamah. Ketika seseorang sengaja berlaku
ponakannya al-Hur1, "Wahai ponakanku, kasar dan merendahkan seorang penguasa,

apakah engkau dekat dengan pemimpin itu ia berhak untuk dihukum ta'zir {hukuman
fmaksudnya Umar)? Bisakah engkau mintakan ringan yang ditentukan oleh penguasa).
izin agar aku bisa menemuinya?" al-Hurr ber-
Namun jika tidak masuk dalam kategori itu,
kata, 'Aku akan mintakan izin untukmu." cukup berpaling darinya dan memaafkannya

Setelah al-Hurr berhasil memintakan izin sebagaimana yang dilakukan Umar.

untuk Uyainah, datang menemui Umar. Setelah Ayat-ayat berikutnya membagi manusia

berhadapan dengan Uma[ Uyainah berkata menjadi dua bagian; kelompok beriman yang
bertakwa dan kelompok teman-teman setan.
dengan lantang, "Wahai Ibnu Chaththab, engkau Orang-orang beriman yang bertakwa ketika
tidak pernah memberi kami yang banyak, dan mereka terkena godaan setan atau rayuan-
engkau tidak pernah menghukum secara adil di
nya-untuk mengajak mereka melaku-
antara kamil' Mendengar hal itu Umar marah,
kan kemaksiatan-mereka segera teringat
sampai ia berniat untuk menghukumnya.
perintah dan larangan Allah SWT serta pahala
Akan tetapi al-Hurr berkata, "Wahai Amirul dan siksaan-Nya. Dengan demikian, mereka
Mu'minin, sesungguhnya Allah SWT berfirman
segera dapat melihat kebenaran dengan
kepada Nabi-Nya, {,+ ir f }r;*ury
jelas serta selalu berlaku waspada. Akhirnya,
Orang ini [maksudnya Uyainah) termasuk se-
orangyangbodoh [jahil)" Ibnu Abbas melanjut- mereka bisa selamat dari godaan tersebut.

kan, "Demi Allah, ketika Umar mendengar ayat Kalau seandainya mereka sempat terpeleset
ke jurang maksiat, mereka segera menyesali
itu dibacakan padanya, Umar langsung ter- hal itu, bertobat, dan kembali kepada Allah

tegun dan terdiam. Umar adalah seseorang SWT.
yang selalu mengamalkan Kitabullah."
Berlindung kepada Allah dari waswas
Demikian juga ketika Isham bin Mushthaliq
setan dan rayuannya untuk berbuat maksiat
mencela Hasan bin Ali dan juga ayahnya
adalah dengan cara selalu ingat atas nikmat-
[Ali bin Abi Thalib), Hasan memandanginya
nikmat yang Allah limpahkan dan adzab pedih
dengan penuh lembut dan kasih. Kemudian ia
berkata, yang Dia siapkan. Kedua hal ini akan membuat
seseorang bisa berpaling dari bisikan hawa
flt 9)t *, ,e)t otL:,31 a bu \rt nafsu dan bersemangat untuk menaati segala
Y,.* e.'e/ iiJi q.J';J)\ ;it 3;at +lF :y--)t perintah syari'at.

{*U'+' Meskipun pembicaraan dalam ayat ini
ditujukan kepada Rasul, sebenarnya ia adalah
'Aku berlindungkepada Allah dari setan yang pelajaran dan didikan untuk seluruh manusia.
terkutuk. Dengan nama Allah yang maha pengasih Rasulullah saw. juga terkadang terkena an-
lagi maha penyayang. Ambillah sikap pemaaf, nozagh dari setan. Nazagh adalah awal dari
perintahkanlah yang ma'ruf dan berpalinglah dari
orang-orang yang jahil." 6e waswas. Terapinya adalah berlindung kepada

69 Lihat kisah ini dalam Tafsir al-QurthubiT /35O-35t. Allah SWT sebagaimana dijelaskan dalam
ayat pertama. Orang-orang yang bertakwa

mengalami sesuatu yang lebih berat daripada

nazagh, yaiil tha'if [godaan) yang ditiupkan

oleh setan, sebagaimana dijelaskan oleh ayat Penafsiran (seperti) ini mengombinasikan
dua pendapat dalam membahas maksud dari
4tqt l-i:r 3;) dan seterusnya.
teman-teman setan dalam ayat di atas. Pen-
Firman Allah SWT {p', &, li1} menun- dapat pertama-dan ini yang kuat menurut ar-

jukkan bahwa meminta perlindungan dengan Razi-mengatakan bahwa setan-setan manu-
sia berusaha menyesatkan manusia. Semen-
lisan tidak akan berguna, kecuali jika hadir di
tara pendapat kedua-ini yang lebih kuat me-
dalam hatinya makna meminta perlindungan, nurut Zamakhsyari karena penyebutan kata-
kata 'teman-teman setan' adalah lawan dari
seolah-olah Allah mengatakan, "Bacalah lafal penyebutan'orang-orang yang bertakwa'-
bahwa setan-setan dari kalangan jin menjadi
isti'adzah [meminta perlindungan) itu dengan
lidahmu karena Aku Maha Mendenga4, dan bantuan bagi setan-setan dari kalangan
manusia. Kedua pendapat ini berdasarkan
hadirkanlah maknanya dalam pikiran dan
pendapat bahwa setiap orang kafir memiliki
hatimu karena Aku Maha Mengetahui apa
seorang saudara dari kalangan setan.7o
yang ada di dalam jiwamu. Intinya, setan berhasil menguasai para

Senada dengan ayat ini, hadits yang ter- pelaku kemaksiatan. Setan membantu dan
menyokong mereka untuk melakukan ber-
dapat di dalam Shahih Muslim dari Abu bagai kesesatan dan kemaksiatan. Mereka
tidak pernah berhenti melakukan itu, sehingga
Hurairah, Rasulullah saw. bersabda, Anda bisa menyaksikan mereka selalu saja
berada dalam kejahatan, kekafiran, dan per-
i iHtK i# ,'n ,€oi ltia..At 41t"
buatan dosa. Ayat di atas sebelumnya di-
i* e$.t & ti\i t,rrj a i&,A3 l"st
1, iu ir*-l; tafsirkan dengan menggunakan pendapat

Akan datang setan pada kalian lalu ia akan kedua, yang dimaksud dengan'bantuan' setan
membisikkan, "Siapa yang menciptakan ini dan dalam hal ini adalah penguatan rasa waswas
dan selalu berada dalam kondisi tersebut.
itu? " Samp ai akhirny a ia akan membisikkan, " Siap a
NABI MENGIKUTI WAHYU I1AHI DAN
yang menciptakan Tuhanmu?" Kalau ia sudah KARAKTERISTIK AL.QUR'AN

sampai ke tahap ini, hendaklah kalian berlindung Surah al-A'raaf Ayat 203
kepada Allah dan berhentilah (mendengar bisikan
ifu)." (HR Bukhari dan Muslim) v g-Gt s'wt {j $6 i:," 4v i r,r,

Teman-teman setan-yang dimaksud di o;6"?;rb;gr.\i'SlU'{li;i
dalam ayat ini-adalah setan yang berwujud
@<#fi.;;n:Gi
manusia, orang-orang durjana dari jenis
"Dan apabila engkau (Muhammad) tidak
manusia yang sesat, kaum kafir, atau kaum membacakan suatu ayat kepada merekA, mereka
berkata, 'Mengapa tidak engkau buat sendiri ayat
musyrik. Mereka dibantu oleh setan dalam
70 Tafsir ar-Razi l5/1O0.
kesesatan dan kedurjanaan. Mereka iuga
berusaha menyesatkan manusia secara
tidak langsung ini merupakan bantuan dari

mereka kepada para setan dan jin dalam

usaha mereka untuk selalu menyesatkan dan
menjerumuskan manusia. fadi, di antara dua
kelompok ini terjadi saling tolong menolong

dalam dosa dan kesesatan. Mereka disebut
sebagai teman-teman setan karena mereka

menerima setiap ajakan dan bisikan setan.

ThFSTRAL-MUNrR f rrrD 5

itu?' Katakanlah (Muhammad),'S esungguhnya aku untuk kami, atau engkau mempunyai sebuah
hanya mengikuti apa yang diwahyukan Tuhanku kebun kurma dan anggur,lalu engkau alirkan
kepadaku. (Al-Qurbn) ini adalah bukti-bukti yang
d i cel a h - cel a hny a sung ai y ang d e ra s aliranny a."'
nyata dari Tuhanmu, petunjuk, dan rahmat bagi
orang- orang yang b eriman."' (al-A' raaf: 2O3) (al-Israa': 90-91)

BalaaShah Apabila permintaan mereka tidak dipenuhi

4i_6 ,;F Maksudnya, Al-eur'an ada- mereka berkata, "Kenapa tidak engkau buat
lah mata hati. Ini merupakan tasybih (pe- saja sendiri?" mereka meyakini bahwa AI-
Qur'an adalah buatan Nabi Muhammad lalu
nyerupaan) yang sangat indah. Huruf adat
tasybih dan wajhu syabah (bentuk persama- kemudian mereka berkata,
anJ-nya dihilangkan. Kalimat aslinya adalah
"Dan mereka berkota,'(Al-Qur'an) ini tidak
<*|at ;.rZ 'li t:,,) 'AI-Qur'an ini sama (ke- lain hanyalah kebohongan yqng diada-adakan
seja."'(Saba': 43)
dudukannya) dengan mata hati."
Tafsir dan Penjelasan
Mufrudaat Lughawtyyah
Apabila engkau (wahai Rasul) tidak
4i\ e( i ;lX apabila engkau tidak me-
menampakkan sebuah mukjizat atau sebuah
nampakkan kepada penduduk Mekah satu hal ayatAl-Qur'an kepada penduduk Mekah sesuai
dengan yang mereka minta, mereka akan
yang luar biasa atau satu ayat Al-Qur'an pun
berkata kepadamu, "Mengapa tidak engkau
sesuai dengan yang mereka minta. .i ;J ,r,;F
buat saja sendiri?" Mereka mengatakan bahwa
{i{:;, mereka berkata, "Mengapa tidak engkau Al-Qur'an adalah buatan Muhammad dan ia

ciptakan dan munculkan dari dirimu sendiri mampu menampakkan berbagai kejadian-
kejadian alam yang luar biasa atau mukjizat-
atau mengapa tidak engkau minta dari Allah?" mukjizat tertentu, mereka akan mengata-
kan, "Mengapa tidak engkau minta saja dari
(j, t,ri./ r- c ": . , [,.jii t-:t;.1] sesungguhnya aku hanya Allah untuk mengabulkan apa yang engkau

-a J\, inginkan?" Katakanlah kepada mereka wahai

mengikuti apa yang diwahyukan Tuhanku Muhammad, "Sesungguhnya aku hanya

kepadaku. (ir, &F yang menjadi mata bagi mengikuti apa yang diwahyukan oleh Tuhanku

hati untuk melihat yang haq dan mengetahui saja. Aku tidak bisa membuat-buat berbagai
kejadian Iuar biasa atau mengusulkan hal
yang benar; karena ia berisi berbagai argumen
tersebut. Aku juga tidak sanggup untuk
yang kuat dan berbagai penjelasan. i
menciptakan ayat-ayat Al-Qur'an." Allah SWT
Persesuaian Ayat berfirman, 1

Setelah Allah SWT menyebutkan godaan- "Dan apabila dibacakan kepada mereka ,
godaan setan, dalam ayat ini, Dia menjelaskan ayat-ayat Kami dengan jelas, orang-orang yang I
tidak mengharapkan pertemuan dengan Kami
satu bentuk dari godaan dan penyesatan, berkata, Datangkanlah kitab selain Al-Qur'an I
mereka [setan-setan berbentuk manusia) I
ini atau gantilah." Kotakanlah (Muhammad),
meminta tanda-tanda, berbagai hal luar biasa I
atau berbagai mukjizat tertentu dengan cara 'Tidaklah pantos bagiku menggantinya atas I
kemauanku sendiri. Aku hanya mengikuti apa I
menantang dan tidak sopan seperti ketika y ang diw a hyukan ke p adaku. "' (Yuunus : 1 5)

Allah SWT menceritakan permintaan mereka,

"Den mereka berkata, 'Kami tidak akan
percoya kepadamu (Muhammad) sebelum

engkau memancarkan mota air dari bumi

Kemudian, Allah SWT mengingatkan lah kebenaran yang tak diragukan lagi, kedua
adalah jalan lurus bagi orang-orang yang ke-
sesuatu yang tidak jauh dari yang mereka imanannya sedang-sedang, dan ketiga jalan
minta dan dijelaskan kepada mereka bahwa
Al-Qur'an merupakan mukjizat terbesa4 kasih sayang yang merata untuk seluruh
seolah-olah Allah berkata kepada mereka,
orang-orang beriman.
"Mengapa kalian meminta sesuatu yang tidak
banyak berguna bagimu? Di depan mata kalian Fiqih Kehidupan atau Hukum-Hukum
sudah ada Al-Qur'an yang berisikan bukti-
bukti yang jelas dan argumen-argumen yang Ayat-ayat di atas mengandung beberapa
kuat dari Allah SWT atas kebenaran ajaran
Muhammad dan bahwa semuanya berasal dari hal sebagai berikut.
Allah SWT." Seluruh penjelasan dan ajaran-
ajaran dalam Al-Qur'an akan menuntut kalian 1. Ayat di atas menerangkan bahwa banyak
pada kebenaran dan membuat orang-orang sikap-sikap kasar dan penentangan
yang memercayainya memiliki mata hati yang
tajam setelah sebelumnya hati mereka buta. yang ditampilkan penduduk Mekah ter-
Dengan kata lain, Al-Qur'an ibarat mata untuk hadap Nabi saw.. Mereka juga banyak me-
melihat bagi hati manusia sebagaimana Allah nyampaikan berbagai permintaan yang
SWT berfirman, hampir mustahil untuk menghindari dari
keimanan serta selalu berada dalam ke-
"Sungguh bukti-bukti yang nyata telah kafiran. Mereka selalu berusaha menya-
datang dari Tuhanmu; Barang siopa melihat
kiti Nabi saw. dan menuduhnya dengan
(kebenaran itu), maka (manfaatnya) bagi
berbagai macam tuduhan yang berbahaya
dirinya sendiri; dan barangsiapa buta (tidak
melihat kebenaran itu), maka dialah yang rugi." seperti Nabi saw. membuat-buat Al-
(al-An'aam:104)
Qur'an dan ia bisa menciptakan berbagai
Al-Qur'an adalah petunjuk bagi setiap mukjizat dan hal-hal luar biasa yang me-

orang yang bingung dan terombang-ambing ke reka inginkan.
jalan yang lurus dan benar. Ia juga merupakan
rahmat di dunia dan di akhirat bagi orang yang 2. Tugas Nabi saw hanyalah mengikuti

mengimaninya sebagaimana firman Allah wahyu dan menuruti apa yang diperintah-
kan Allah SWT. Jika Allah SWT kemudian
SWT, menampakkan sebuah mukjizat atau ke-
jadian luar biasa melalui dirinya, ia akan
"Don ini adalah (al-Qur'an) yang Kami menerima hal itu. Namun jika Allah tidak
menampakkannya, ia tidak akan meminta
turunkan dengan penuh berkah, ikutilah dan
bertakwalah agar kamu mendapat rahmat." hal tersebut kepada-Nya, kecuali jika ia
(al-An'aam:155) diizinkan untuk itu, karena sesungguh-

Hanya mereka yang mengimani dan nya Allah Mahabijaksana dan Maha

mengamalkan ajaran-ajarannya yang termasuk Mengetahui.
orang-orang yang beruntung.
3. Al-Qur'an merupakan mukjizat terbesa4
Ketiga karakteristik ini berbeda-beda
argumen yang paling jelas, dan kuat. Ia
tingkat penjelasannya sesuai dengan kondisi memiliki tiga karakteristik: menampak-
para pencari makrifat. Tingkat tertinggi ada- kan kebenaran dalam penjelasan tentang
tauhid, kenabian, hari akhir; pengaturan
kehidupan dengan hukum-hukum terbaik;
petunjuk ke jalan yang lurus; rahmat di

dunia dan akhirat bagi orang-orang yang
mengimaninya.

MENDENGARKAN AL-QUR'AN DAN CARA maksud dari kata-kata l.rt;lyr; adalah diam
BERZIKIR
untuk mendengar tanpa ada hal-hal lain yang
Surah al-A' raaf Ayat 2O4-2OG
akan mengalihkan perhatian dan membuat
-,gJ!"KlaWvar#6L\fi \:u;t\l$
tidak bisa memahami setiap yang dibacakan.
5i{s54::W-n A,:i,O4; ft| @
{A;,Y dengan penuh hina, menampakkan
-ry,::t;lSii S6V ii;\ )fi, <-" #st kerendahan, ketundukan, dan kelemahan
{1G;;$;tu"{45 rya$iy
airi. {.,=,!} takut terhadap Allah dan siksaan-
6t'atls.utti#t
Nya. (Jfr i i*+t jri;p tidak mengeraskan dan
"Dan apabila dibacakan Al-Qurhn, maka
merendahkan dalam berdzikir.
dengarkanlah dan diamlah agar kamu mendapat
(iljyF Kata 1j-r,lry adalah bentuk jamak
rahmat. Dan ingatlah Tuhanmu dalam hatimu
dengan rendah hati dan rasa takut, dan dengan dari kata 1;1i; waktu antara shalat Shubuh

tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan sampai terbit matahari. {.lulrp jamak dari

petan& dan janganlah kamu termasuk orang- kata 1"[-l; yang berarti waktu antara selesai
orang yang lengah. Sesungguhnya orang-orang
yang ada di sisi Tuhanmu tidaklah merasa enggan ashar sampai terbenam matahari. yang di-
menyembah Allah dan mereka menyucikan-Nya
dan hanya kepada-Nya mereka bersujud." (al- maksud di sini adalah berdzikir di awal dan
A'raaf:204-206)
akhir siang, artinya di setiap rwi|akmtue.re'+kaiittidai,tkb
Qlraa'aat (.:t3; para malaikat.
$a;;:q
(ifilr): Imam Ibnu Katsir dan Hamzah
sombong untuk menyembah Allah. (iJ.J:.Jy
dalam kondisi waqaf membacanya ljqir;.
menyucikan-Nya dari segala hal yang tidak
I'raab
(t.igpantas bagi-Nya. iJjy stralat dan tunduk
{A;b Kata ini berada pada posisi
kepada Allah dengan segala bentuk kepatuhan
manshuub sebagai mashdar. Ada pendapat
dan ibadah.
yang mengatakan bahwa ia berada dalam
Sebab Turun Ayat
posisi sebagai haal. $Jw\ip adalah bentuk
jamak dari 6.:,i;. Sementara itu, lafal 1;.2,i; Tentang ayat, $br,lit {s; t;yy Ibnu Abi Hatim

adalahjamak dari <;1"-i> yrng berarti sore. dan yang lainnya meriwayatkan dari Abu

Mulradaat Lughawiyyah Hurairah, ia berkata,'Ayat ini turun berkenaan

{,#r.;} Perbedaan antara lg3r; dengan dengan adanya suara-suara yang keras di

(fL;.;:.Yty, 16:jJry bisa berarti mendengar tanpa belakang Nabi saw. ketika sedang shalat."
disengaja, tetapi 11t:,^lyr; tidak terjadi kecuali
Ibnu Abi Hatim juga meriwayatkan dari
memang disengaja dan diniatkan. 4t;*:rrb
Abu Hurairah, ia berkata, "Para sahabat

sebelumnya berbicara ketika shalat, maka

turunlah ayat, $t,ifr ; f#r ';,t;pt s; rig) Ia juga

meriwayatkan dari Abdullah bin Mughaffal
hadits semakna. Ibnu |arir ath-Thabari me-
riwayatkan dari lbnu Mas'ud hadits yang

senada.

Ia meriwayatkan dari Zuhri, bahwa ia
berkata, 'Ayat ini turun berkenaan dengan

seorang pemuda dari kalangan Anshar; dimana

setiap kali Rasulullah saw. membaca ayat ia
juga ikut membacanya."

Sa'id bin Manshur meriwayatkan dalam agungkan dan menghormatinya untuk men-

Sunon-nya dari Muhammad bin Ka'ab, ia dapatkan rahmat dan berbagai manfaat yang
dikandungnya, tidak seperti yang dilakukan
berkata, "Para sahabat sangat antusias untuk oleh kaum kafir Quraisy ketika mereka ber-
kata, "fanganlah dengarkan AI-Qur'an itu dan
menghafal setiap ayat yang dibaca Nabi saw.,
buatlah keributan."
sehingga apabila Nabi membaca sesuatu, me-

reka juga ikut membaca bersamanya, sampai

tfia kh i rnya tu ru n I ah ay at, $t'eif, i 3t;Vt L; s5y

Imam as-Suyuthi mengomentari riwayat ini, Tafsir dan Penjelasan

"Riwayat ini menunjukkan bahwa ayat tersebut Apabila Al-Qur'an dibacakan, simaklah
dan dengarkanlah agar kamu memahami
adalah madaniyyah (turun di Madinah)"
ayat-ayat yang dikandungnya dan mengambil
Dari berbagai riwayat ini dapat di-

simpulkan bahwa ayat tersebut turun ber- pelajaran yang disampaikannya. Tinggalkanlah

kenaan dengan shalat. Hal ini jelas dalam semua ucapan yang lain dan perhatikanlah
dengan saksama disertai kekhusyukan dan
riwayat Ibnu Mas'ud, Abu Hurairah, Iabir;
Zuhri, Ubaidullah bin Umair; Atha bin Abi ketenangan agar kamu memahami dan

Rabah, dan Sa'id bin Musayyab. Sa'id berkata, menadaburinya. Dengan pemahaman dan
tadabbur itulah kamu mengambil pelajaran
"Orang-orang musyrik sering mendatangi dari apa yang disampaikannya. Diharapkan
kamu mendapatkan rahmat Allah karena hal
Rasulullah saw. ketika beliau sedang shalat,

Ialu mereka berkata sesama mereka di Mekah,

"Jangan dengarkan Al-Qur'an ini don tersebut hanya sanggup dilakukan oleh orang-
orang yang ikhlas yang hati mereka bersinar
bikinl a h keributa n." (Fushshilat= 26).
dengan cahaya keimanan.
Dengan demikian, Allah SWT menurunkan
Ayat ini menjadi dalil wajibnya mendengar
ayat ini sebagai jawaban terhadap mereka."
Ada yang mengatakan bahwa ayat ini dan menyimakAl-Qur'an, baik ketika ia dibaca

turun berkenaan dengan khutbah. Ini dikata- di dalam shalat maupun di luar shalat. Ini

kan oleh Sa'id bin fubai4 Mujahid, Atha, berlaku untuk seluruh kondisi dan keadaan,
terlebih di dalam shalat wajib apabila imam
Amru bin Dinar; Zaid bin Aslam, al-Qasim bin menjaharkan bacaannya, sebagaimana yang

Mukhaimirah, Muslim bin Yasar; Syahr bin diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam.Shahih-

Hausyab, dan Abdullah bin al-Mubarak. Ibnu nya dari hadits Abu Musa al-Asy'ari, ia berkata,

al-Arabi mengatakan, "Pendapat ini lemah, Rasulullah saw. bersabda,

karena ayat-ayat Al-Qur'an yang dibacakan di Fil.3 l)l'c ati?l ty y,?*. iv\t 't,-- GL

dalam khutbah sedikit, sementara perintah J E,J
untuk diam ketika khutbah adalah wajib
tH:u
selama khutbah berlangsung."
"lmam itu dijadikan hanya untuk diikuti,
Persesuaian Ayat
apabila ia bertakbir bertakbirlah dan apabila ia
Setelah Allah SWT menyebutkan bahwa Al-
Qur'an adalah mata hati bagi manusia, tanda- membaca ayat, simaklah." Hadits ini diriwayatkan
tanda yang nyata bagi orang-orang beriman,
oleh para pengarang kitab Sunan dari Abu
sebagai petunjuk dan rahmat bagi mereka.
Selanjutnya Allah SWT memerintahkan agar Hurairah. (HR Muslim)
diam ketika Al-Qur'an dibacakan untuk meng-
Inilah yang diriwayatkan dari Hasan al-
Bashri. Akan tetapi, mayoritas ulama meng-
khususkan kewajiban mendengar dan me-

nyimak untuk bacaan Rasulullah saw. di masa Kemudian, Allah SWT memerintahkan
beliau hidup dan juga untuk bacaan ayat dalam
agar banyak mengingat-Nya di awal dan peng-
shalat serta khutbah di hari fum'at karena hujung siang. Dia juga memerintahkan untuk
beribadah kepada-Nya pada dua waktu ter-
kewajiban mendengar dan menyimak untuk sebut, melalui firman-Nya,
selain shalat dan khutbah adalah sebuah hal
"Dan bertasbihlah dengan memuji Tuhan-
yang sangat sulit dan membuat orang me- mu sebelum matahari terbit dan sebelum ter-
benam." fQaaft 39)
ninggalkan aktivitasnya.
Tidak mendengarkan dan menyimak Al- Makna dari ayat ini, ingatlah Tuhanmu
dalam dirimu dengan menyebut nama-nama-
Qur'an ketika ada perayaan-perayaan adalah
Nya, sifat-sifat-Nya, dan dengan mensyukuri-
sesuatu yang sangat makruh. Semestinya
setiap Mukmin selalu berusaha untuk me- Nya serta memohon ampunan pada-Nya.
nyimak Al-Qur'an ketika dibacakan. Demi-
Ingatlah Dia dengan hatimu,
kian juga ia semestinya berusaha untuk sering
membacanya dan selalu menjaga adab ketika " (y a itu) orang - o rq ng y o ng b e rim an d an h ati
Al-Qur'an dibacakan. mereka menjadi tenteram dengan mengingat
Allah. Ingotlah, hanya dengon mengingat Allah
Disunnahkan membaca Al-Qur'an se- hati menjadi tenteram." [ar-Ra'd: 28)

cara tartil dan irama yang mencerminkan Ingatlah Dia dengan penuh ketundukan,
kehinaan, rasa takut sekaligus harap terhadap
kekhusyukan dan menyentuh kandungan Al- pahala dan karunia-Nya. Ingatlah Dia dengan
Qur'an tanpa dibuat-buat atau memanjangkan lidahmu dengan suara yang sedang antara sirr
yang seharusnya pendek dan sebaliknya. Asy- [berbisikJ dan j ahr [nyaring),

Syaikhan meriwayatkan dari Abu Hurairah u... dan janganlah kamu mengeraskan
suqramu dalam berdoa dan janganlah pula
secara marfu: terlalu merendahkannya, dan carilah jalan
tengah di antaro kedua ifu..." (al-Israa': 110)
t*'ori uz& ,illt ltsi u
Perintah dalam ayat ini-ada yang me-
.9:-;.J,o.1,
ngatakan-khusus untuk Nabi saw. dan ada
Allah tidak mengizinkan sesuatu seperti yang mengatakan untuk orang yang men-
dengarkan Al-Qur'an, namun pendapat yang
halnya Dia mengizinkan untuk seorang nabi yang
bersuara indah untuk melagukan Al-Qur'an." (HR lebih baik adalah perintah ini umum untuk
asy-Syaikhan)
semuanya.
Pahala mendengar Al-Qur'an sama
Selayaknya dzikir dengan lidah diiringi
dengan pahala membacanya. Imam Ahmad
meriwayatkan dari Abu Hurairah, Rasulullah dengan hati yang hadir dan memahami makna
karena dzikir lidah saja tidak akan bermanfaat
saw. bersabda, dan tidak ada pahalanya. fadi, antara dzikir
dengan hati dan dzikir dengan lidah haruslah
!A.,-li--> .atJi so:.:-5L ), -)rl1/ { t2), -,r4- 7vilLt ',-*t .-; bersatu serta berdzikir dengan penuh harap
9 dan cemas.
dLll
Waktu terbaik untuk berdzikir adalah
U\t6JG'iln.t,-o1,,,!oJ, tlord4 subuh dan sore atau waktu pagi dan petang

.4roU-eJl JJ
uSi;avt\J. a

I

"Barangsiapa mendengar satu ayat Al-

Qur'an yang dibacakan, ia akan mendapat pahala
berlipat ganda. Barangsiapa membacanya, ia akan
mendapatkan cahaya di hari Kiamat kelak." (HR
ImamAhmad)

TAFSIRAL-MUNIRJILID 5

karena waktu-waktu lainnya digunakan untuk Penyebutan tentang perbuatan dan amal
beraktivitas dan mencari rezeki. Di samping
malaikat ini adalah supaya mereka dijadikan
itu, kedua waktu ini adalah saat-saat yang
sebagai contoh dan teladan tentang banyaknya
tenang dan hening. ibadah dan ketaatan mereka. Oleh karena itu,

Dalam Shahihain diriwayatkan dari Abu disyari'atkan bagi kita untuk sujud ketika

Musa al-Asy'ari, ia berkata, 'Ada beberapa membaca ayat ini dan juga di ayat-ayat saiadah
lainnya. Ayat ini merupakan ayat saiadahyang
orang yang meninggikan suara mereka dalam pertama di dalam Al-Qur'an. fadi, orang yang
berdoa di suatu perjalanan. Mendengar hal itu membaca dan mendengar ayat ini dianjurkan

Nabi saw. bersabda kepada mereka, untuk bersujud sesuai kesepakatan para
ulama. Ibnu Majah meriwayatkan dari Abu
';t;:6 S #9,€Ji &t*it i.\rq!iu"
Darda', bahwa Nabi saw. memasukkan ayat ini
t" ,+; € ryx q$t'"ol.,qGi:'€ ke dalam ayat sajadoh dalam Al-Qur'an.

'*V'f b 8'i Jl. Ayat ini juga mengajarkan bahwa yang
lebih utama adalah menyembunyikan [me-
"Wahai manusia, bersikaplah lemah lembut, lunakkan) dzikir. Imam Ahmad dan Ibnu
kar e n a kali an t i dak s e dang b er do a kep ada Z at y ang
tuli dan tidak pula yangjauh. Sesungguhnya yang Hibban meriwayatkan dari Sa'ad, bahwa Nabi
kalian seru adalah Zat Yang Maha Mendengar dan
Mahadekat. Dia lebih dekat denganmu daripada saw. bersabda,
leher kudanya." (HR Bukhari dan Muslim)
!#4t7iat ;*
Firman Allah SWT (;gg' G ,< i;)
"D zikir terb aik adalah dzikir ter s embuny i." (HR
Potongan ayat ini merupakan penegas ter- Imam Ahmad dan Ibnu Hibban)

hadap perintah untuk berdzikir karena ia Flqlh Kehldupan atau Hukum-Hukum
melarang seorang Mukmin untuk lengah
dan lalai dari mengingat Allah SWT. Yang Adab bersama Al-Qur'an sangat dituntut
semestinya dilakukan adalah menjadikan secara syari'at dan mengagungkan Allah SWT
hati selalu terhubung dengan Allah, merasa- adalah sebuah kewajiban secara akal dan
kan ketundukan, dan rasa takut terhadap syari'at. Mengingat Allah SWT merupakan
kekuasaan dan kebesaran-Nya apabila se- penghubung hati dan jiwa kepada Allah SWT.
Sementara para malaikat selalu beribadah
seorang lengah dari-Nya. dan bertasbih kepada Allah SWT (menyucikan
Kemudian, Allah menegaskan perintah dan Allah dari segala sesuatu yang tidak layak).

larangan tersebut dengan sesuatu yang bisa Pendapat yang benar adalah wajib men-
memotivasi untuk berdzikir. Dia berfirman, dengar dan menyimak ketika Al-Qur'an di-
bacakan dalam semua kondisi, baik di dalam
[uf,,+ ;.i t i'lb Maksudnya, sesungguhnya para shalat maupun di luar shalat. Akan tetapi para
ulama berbeda pendapat tentang membaca
malaikatyang dekat dengan Allah tidak pernah al-Fatihaah atau ayat bagi seorang makmum
merasa sombong untuk menyembah-Nya dan
di belakang imam, apakah gugur darinya
mereka senantiasa menyucikan Allah dari
segala hal yang tidak layak bagi keagungan kewajiban untuk membaca tersebut dalam
dan kesombongan-Nya. Hanya kepada-Nya shalat jahriyyah fyang dikeraskan bacaannya
saja mereka beribadah dan sujud. Mereka yaitu shalat Shubuh, Maghrib dan Isya) dan
tidak pernah mempersukutukan-Nya dengan sitiyyah (yang dilunakkan bacaannya yaitu

sesuatu pun.

fArsrRAL-MUNrRIrLrD 5

shalat Zhuhur dan Ashar) ataukah wajib? diri meriwayatkan hadits ini secara
Kalau wajib, apakah kewajiban itu hanya untuk
shalat sirriyyah saja atau pada keduanya? Ada marfu' dengan sanad yang shahfh. Ini
juga pendapat kebanyakan para sahabat
tiga pendapat dalam hal ini. seperti Ali, Ibnu Mas'ud, Sa'd, fabir; Ibnu
Abbas, Abu Darda, Abu Sa'id al-Khudri,
L. Madzhab Hanafiyyah berpendapat bahwa
Ibnu Uma4, Zaid bin Tsabit, dan Anas.
seorang makmum tidak boleh membaca
ayat (baik al-Fatihaah maupun ayat-ayat 2. Madzhab Malikiyyah dan Hanabilah ber-
pendek) di belakang imam sama sekali,
pendapat bahwa seorang makmum boleh
baik di shalat jahr maupun shalat sirr
berdasarkan teks ayat ini karena Allah membaca ayat di belakang imam dalam
shalat sirr dan tidak boleh dalam shalat
SWT memerintahkan untuk mendengar
dan menyimak. Dalam shalat jahriyyah jahr. Ini adalah pendapat Urwah bin
kedua perintah tersebut (mendengar dan Zubair; al-Qasim bin Muhammad, dan

diam) sudah terlaksana, sementara dalam Zuhri. Dalil mereka adalah dua hadits;
pertoma, hadits yang diriwayatkan oleh
shalat sirriyyah yang terlaksana hanya Malik, Abu Dawud, dan Nasa'i dari Abu

perintah untuk diam karena itu yang Hurairah,

mungkin dilakukan dan juga karena imam W # ;Ja ,y -;it W Nt i*j "oi
membaca, sehingga seorang makmum
mesti diam. Ini dikuatkan oleh hadits yang iG; rtdt &:uiii:y :jt;, ,i;tAu
diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dari
Abu Hurairah, ia berkata, "Rasulullah saw. *Ur it*: U V
bersabda,
G45ti tl:t$t g
;vF ?tttb tr$s t;9 y, ivyt Gt
*a ilt ,b *t
.ljt+;ol7t.'at.V b,4t W |E'i?tA\ erjLsr U y

"Imam itu ditunjuk untuk diikuti. Apa- *6i_l,dtAt:*Nt.kNt Jit
bila ia mengucapkan takbir bertakbirlah dan
"Bahwa ketika Rasulullah saw. selesai
apabila ia membaca, simaklah." Hadits ini melaksanakan sebuah shalat jahriyyah ia
berkata, "Apakah ada di antara kalian yang
juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dari mengeraskan bacaannya tadi?" Ada seorang
lakilaki menjawab, Ada, wahai Rasulullah."
Abu Musa sebagaimana disebutkan sebelum- Lalu Rasulullah saw. bersabda, 'Aku katakan,
'kenapa aku diganggu ketika membaca Al-
nya. (HRIbnu Abi Syaibah) Qurhn?"' Sejak saat itu para sahabat tidaklagi
membaca ayat di belakang Rasulullah saw. di
Ibnu Abi Syaibah meriwayatkan juga dalam shalat jahr setelah mereka mendengar
dari fabi4 bahwa Nabi saw, bersabda, haltersebut dari Rasulullah saw." (HRMalilq
Abu Dawud, dan Nasa'i)
.i;g'^s t;W ?vl.'d 'o5 U
Kedua, hadits yang diriwayatkan oleh
"Siapa yang memiliki imam, maka Muslim dari Imran bin Hushain, ia berkata,

bacaan imam juga menjadi bacaannya." (HR
Ibnu Abi Syaibah)

Hadits ini meskipun hadits mursel,

dijadikan sebagai landasan hukum oleh
kalangan Hanafiyyah. Abu Hanifah sen-

ThFStRAL-MUNrRIlrrD 5

(;aAcl jahriyyah maupun sirriyyah. Mereka ber-

JN" l)-I Lh' ) 9A, ' dalilkan dengan kedua hadits di atas

-'J seperti yang kita lihat, dan juga dengan
firman Allah SWT
* +t irt: ir;,ci
"Maka bacalah apa yang mudah
lli iilr bagimu dari ayat-ayat Al-Qur'an." (al-

.q*4e Muzzammil:20)

"Suatu kali Rasulullah saw. shalat fuga dengan hadits Nabi saw. yang
diriwayatkan oleh al-fama'ah (Ahmad dan
Zhuhur atau Ashar bersama kami. Lalu pengarang kutub sittah) dari Ubadah bin

beliau bersabda, "Siapa di antara kalian Shamit,

ybaenlagkamnegmkbuactaadSi?u"raAh d4a*\steo"tr"an-gr {,\ di .v6t ga,lfri pti,b i

laki-taki "Tidak ada shalat bagi orang yang tidak
memb aca al- F atihaah." (HR al-Iama' ah)
menjawab, "Sayai' Rasulullah saw. bersabda,
Inilah pendapat yang dipilih oleh
Aku sudah tahu bahwa ada di antara kalian
Imam Bukhari dan Baihaqi.
yang mengganggu bacaanka." (HR Muslim)
Ayat, $l!"f'l!) menunlukkan bahwa me-
Diriwayatkan dari Ubadah bin Shamit,
ninggikan suara ketika berdzikir adalah
ia berkata,
terlarang.
91b iil1i ,q,:!dt g {rr i*: j,
Ayat, (ijr*; i11) menunjukkan anjuran
i;sp €t:\ gt,,iv ,;p3t r:b ,i;tgt
untuk sujud bagi orang yang membaca ayat
qL ,{l iy: V ,u1' ,i6 *;Luy;yi
ini atau mendengarnya. Sujud tilawah di-
.stfir {\ itgrx rt :iu ,9st5
syari'atkan untuk membungkam orang-orang
"Sultu kali Rasulullah saw. shalat musyrik yang enggan untuk bersujud dan
untuk mencontoh para malaikat yang dekat
Shubuh. Tiba-tiba bacaannya menjadi berat. dengan Allah SWT.

Setelah selesai shalat, ia berkata, Aku per- Imam Muslim meriwayatkan dari Abu

hatikan kalian membaca juga di belakang Hurairah, ia berkata, Rasulullah saw. bersabda,

imam kalian?" Kami berkata, uBenar wahai btY:bt ipr '-t;-* i-r*-ut {,1 5)t ip ti1,
Rasulullah." Beliau bersabda, "langan laku- 'r^i ,rl,-ilu. (t 5).1 if ,oi|,irh , ji&

kan itu kecuali pada Ummul Qur'an (al- .:$r C q'$ 2r*ilu. ci'i ,liAt u

Fatihaah)l' "Apabila seorang anak cucu Adam membaca
ayat sajadah lalu ia bersujud, setan akan menjauh
Sebenarnya kedua hadits ini merupa- dan menangis sambil berkata, "Celakanya aku,

kan dalil bagi madzhab Syafi'iyyah bukan anak cucu Adam ini diperintahkan untuk sujud

madzhab Malikiyyah atau Hanabilah. dan ia bersujud, sehingga balasan untuknya

3. Madzhab Syafi'iyyah berpendapat bahwa adalah surga, sementara aku diperintahkan untuk

seorang yang shalat mesti membaca al-
Fatihaah secara mutlah baik ia sebagai

imam maupun sebagai makmum, baik

ia shalat sendirian baik dalam shalat

TAISIR AI,-MUNIR IITID 5

sujud dan aku enggan, sehingga balasan untukku sabdanya, 'Anak cucu Adam diperintahkan
adalah neraka." (HR Muslim) untuk sujud'." hal ini berkenaan dengan sujud
yangwajib.
Ketika sujud, dianjurkan untuk membaca
doa sebagaimana yang diajarkan oleh Nabi Kalangan Hanafiyyah mengatakan, "Sujud

saw. seperti yang diriwayatkan oleh lbnu tilawah itu wajib karena perintah untuk

Majah dari Ibnu Abbas bersujud secara mutlak menunjukkan bahwa

t"i W, J *tS $: W, 6. aL*t 'pt:t hal itu wajib, dan juga berdasarkan sabda
.t?\ !'v ,),ee;=\
Rasulullah saw.,
*Ya Allah, hapuskanlah dengan sujudku ini
satu dosaku, tuliskanlah untukku dengannya satu 'otl:.ilt j*l 36-i i-tj.-ilt t ot it.? t'L
pahala dan jadikanlah sujud ini sebagai simpanan a5T L-J1'
pahalaku di sisi-Mu. (HR Ibnu Majah) .&-iu,j*,&.

Dalam riwayat yang lain: 'Apabila seorang anak cucu Adam membaca

1&t ,r4rtp 5;1 Jrs $)tF |t * ,lS '"rillt ayat sajadah lalu ia bersujud, setan akan menjauh
dan menangis sambil berkata, "Celakanya aku...".
',.*l7to-, J*5 ,#"W€;l
Dalam riwayat Abu Kuraib disebutkan dengan
"Ya Allah, untuk-Mu kepalaku bersujud dan redalcsi, ... "Celakalah aku...."
p ada- Mu hatiku b eriman. Ya Allah, karuniakanlah
aku ilmu yang berguna bagiku dan amal yang Dalil lain adalah hadits Nabi saw yang
m engangkat deraj atku."
menceritakan tentang Iblis sebagaimana yang
Para ulama berbeda pendapat tentang
kewajiban sujud tilawah. Imam Malih Syafi'i, diriwayatkan oleh Imam Muslim,
u 'r;iUiS ,lailt
dan Ahmad mengatakan tidak wajib ber- 2rl-ilu. ist fft 2i

dasarkan hadits Umar yang terdapat dalam .:$t c L*\i:;"-ilu.
Shahih Bukhari, suatu kali Umar membaca ayat
sajadah di atas mimbar; lalu ia turun dan sujud. Anak cucu Adam diperintahkan untuk i
Orang-orang pun ikut sujud bersamanya. pada
Jum'at berikutnya ia kembali membaca ayat sujud dan ia bersujud, sehingga balasan untuknya i
yang sama. Orang-orang pun sudah bersiap- adalah surga, sementara aku diperintahkan untuk I
siap untuk sujud, tapi Umar berkata, "Wahai sujud dan aku enggan, balasan untukku adalah I
manusia, tunggu dulu, sesungguhnya Allah neraka." (HR Muslim) t
tidak mewajibkan sujud ini pada kita, kecuali I
kalau kita mau sujud." Itu terjadi di hadapan Tidak ada perbedaan pendapat di
i
para sahabat dari kalangan Muhajirin dan kalangan para ulama bahwa sujud Al-eur'an
I
Anshar. ftilawah) membutuhkan segala sesuatu yang
I
Kebiasaan Nabi saw untuk bersujud dibutuhkan oleh shalat seperti suci dari I
I
ketika membaca ayat sajadah menunjukkan hadats dan najis, berniat, menghadap kiblat,
bahwa sujud tersebut disunnahkan. Adapun dan pada waktunya. Mengenai waktu, ada I
yang mengatakan seseorang boleh bersujud di
setiap waktu karena ia sama seperti shalatyang t

dilakukan karena ada sebab. Ini merupakan

pendapat madzhab Syafi'i dan beberapa ulama

lainnya. Ada yang mengatakan seseorang

hanya boleh bersujud di selain waktu-waktu

yang dimakruhkan untuk mengerjakan shalat

TAFSIRAL-MUNIRIILID 5

sunnah ketika itu seperti setelah shalat Shubuh sabda Nabi saw. yang diriwayatkan oleh
dan setelah shalat Ashar. Ini adalah madzhab
Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ibnu Majah
Hanafiyyah dan satu pendapat dalam madzhab
dari Ali,
Malikiyyah.
is3t Qti )#t )5t tq
Sebab terjadinya perbedaan pendapat
adalah adanya kontradiksi antara dampak .€3t
yang ditimbulkan oleh ayat sajadah, yaitu
keharusan untuk sujud dengan larangan yang "Kunci shalat itu adalah bersuci, yang meng-
umum-melakukan shalat setelah Ashar haramkannya (untuk melakukan hal lain selain
dan Shubuh-dan adanya perbedaan ulama yang berhubungan dengan shalat, pent) adalah
tentang sebab dilarangnya melaksanakan takbir, dan y ang menghalalkanny a (untuk kemb ali
boleh melakukan hal-hal yang lain, pent) adalah
shalat dalam dua waktu tersebut. sAlAm." (HR Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi, dan
IbnuMajah)
Apakah seorang yang ingin bersujud
Karena sujud tilawah adalah sebuah
sajadah harus melakukan takbir; mengangkat ibadah yang memiliki takbi[ ia juga memiliki
kedua tangan dan salam? Para ulama juga tahlil (sesuatu yang membolehkan seseorang

berbeda pendapat tentang hal ini. Imam keluar dari sujud itu, yaitu salam, pent) seperti
halnya shalat jenazah. Bahkan, sujud tilawah
Syafi'i, Ahmad, dan Ishaq berpendapat, harus lebih berhak memiliki tahlil karena ia adalah

bertakbir dan mengangkat kedua tangan gerakan, sementara shalat jenazah hanya

untuk melakukan sujud tilawah. Dalam sebuah ucapan.

afsar diriwayatkan dari Ibnu Umar bahwa Kalau seseorang membaca ayat sajadah

Nabi saw., apabila ingin bersujud, ia bertakbin dalam shalat, iika shalat itu adalah shalat
dan apabila bangkit (dari sujud) beliau juga sunnah, ia boleh sujud. Namun, jika shalat
adalah shalat fardhu, ia tidak boleh sujud
bertakbir.
sesuai dengan pendapat yang masyhur dari
Sementara itu, pendapat yang masyhur Imam Malik, karena hal itu berarti menambah
jumlah sujud yang wajib dalam shalat fardhu
dalam madzhab Malik adalah seseorang mesti dan juga dikhawatirkan akan menimbulkan
keraguan pada jamaah (jika ia menjadi imam,
bertakbir ketika sujud dan bangkit dalam pent)
shalat. Namun, riwayat dari Imam Malik ber-
beda-beda tentang takbir di luar shalat.

Mayoritas ulama mengatakan bahwa
sujud tilawah tidak memiliki salam. Namun,

madzhab Syafi'i mengatakan ia memiliki salam.
Pendapat terakhir-sebagaimana dikatakan

Ibnu al-Arabi-lebih utama berdasarkan

TAISIRAI-MUNIR IILID 5

:,

SunnH Al-fuvpA,q1

MADANIYYAH, TUJUH PULUH LIMAAYAT

Surah ini berbicara tentang hukum- berbagai momentum para rasul bersama
hukum seputar jihad /i sabilillah, aturan-
kaum mereka.
aturan peperangan, persiapan untuk perang,
mengutamakan damai daripada perang jika Kandungan Surah
musuh menginginkan perdamaian, dampak-
dampak perang terhadap personal (ditawan), Surah al-Anfaal mengandung banyak hu-
dan harta [rampasan perang). kum yang berkaitan dengan jihad dan pepe-

Alasan dinamakan dengan al-Anfaat rangan, yang terpenting di antaranya adalah
(harta rampasan perang) adalah karena
berikut ini.
manusia banyak yang bertanya tentang hu-
kum-hukumnya. Surah ini dimulai dengan fir- L. Masalah pembagian harta rampasan
man Allah SWT
perang diserahkan kepada Rasulullah
"Merekq menanyakan kepadamu
saw., sementara dasar hukumnya kembali
(Muhammod) tentang (pembagian) harta kepada Allah SWT dan Rasul-Nya, bukan
yang lain.
ramp asan perang,..'! (al-Anfaal: 1)
2. Kehendak Ilahi agar orang-orang ber-
Surah ini turun setelah perang Badar
iman menang dalam Perang Badar untuk
Kubra, perang pertama yang sangat monu- menampilkan kebenaran dan mengalah-
mental dengan mengukir kemenangan telak kan kebatilan. Sebab-sebabnya dijelaskan
bagi kaum Muslimiir. Meskipun jumlah me- dalam firman Allah SWT,
reka sedikit, mereka mampu mengalahkan
kaum musyrikin dengan jumlah yang banyak. ':.. dan Allah menghendaki untuk
Oleh karena itu, momentum tersebut disebut
juga dengan Yaum al-Furqqan [Hari pembeda) membenarkan yang benar dengan ayat-

karena ia membedakan antara yang haq ayat-Nya dan memusnahkan orang-orang

dengan yang batil. kafir, agar Allah menetapkan yang haq

Persesuaian Surah inl dengan Surah at-A'raaf (lslam) dan membatalkan yang batit
(syirik) walaupun orang-orang yang
Surah ini menceritakan momentum-
berdosa (musyrik) itu tidak menyukainya."
momentum Rasulullah saw. bersama kaum- (al-Anfaal:7-B)
nya, sementara surah al-A'raaf menjelaskan
3. Bantuan riil dan nyata dari Allah SWT

dengan mengirimkan para malaikat untuk
ikut berperang bersama orang-orang ber-
iman,

s""n "unnt""t flrrDtitll " tut'*t-M'"'* 1"'o 5

't*,*,,

"flngatlah), ketika kamu memohon tidak boleh saling menyalahkan dan ber-
beda pendapat dalam kondisi perang,
pertolongan kepada Tuhanmu, lalu di
($, ;ii r'ttt.,a V:i tib
perkenankan-Nya bagimu, Sesungguhnya
Aku akan mendatangkan bala bantuan 6. Hijrah melindungi Rasul dari gangguan
kepadomu dengan seribu malaikat yang kaum Quraisy dan konspirasi mereka
untuk menahan, mengasingkannya, atau
datang berturut-turut." Dqn Allah tidak membunuh nya, $t't$ 6;ir lrJ-x ;Y\
menjadikannya (mengirim bala bantuan
7. Bencana yang bersifat merata tidak akan
itu), melainkan sebagai kabar gembira dan
ditimpakan kepada manusia selama
agar hatimu meniadi tenteram karenq-
nye..." (al-Anfaal: 9-10) Rasul masih berada bersama mereka,

Dari kedua hukum ini dapat disimpulkan 4W d1i ififlut5tsutp.
bahwa semua hukum Allah selalu me- B. Tawakal kepada Allah setelah menialan-

merhatikan kemaslahatan manusia. kan semua usaha yang dituntut dalam

4. Kemenangan hakiki itu hanya berasal dari segala hal, terutama dalam persiapan se-
Allah SWT, (Ir,r* ;r\ Ft Wb
belum perang.
5. Mengajarkan orang-orang beriman ber-
9. Kezaliman itu menimbulkan kehancur-
bagai aturan perang. Informasi ini lang- ?D, mempercepat kemusnahan yang
sung ditujukan kepada mereka dengan
akan berdampak kepada seluruh umat,
menggunakan enam sifat keimanan, {dju
t;^ i-ith yang terdapat di awal perintah- 4*v 64irt :r.$ 'J*: i "9VtiY
tentang semua aturan-dalam Perang
Badar; haramnya lari dari medan perang, 10. Perubahan suatu umat dari hina menjadi

menaati Allah dan Rasul-Nya, segera men- mulia, dari lemah menjadi kuat syaratnya

jawab seruan Allah dan Rasul-nya jika adalah mengubah aqidah yang salah dan
diajak untuk sesuatu yang membawa pada
akhlak yang tercela yang masih terdapat
kemuliaan hidup dan kebahagiaan, haram-
dalam jiwa.
nya berkhianat dengan membocorkan
11. Terlalu cinta pada harta dan anak-
rahasia umat atau negara kepada musuh,
anak bisa membawa Pada kerusakan,
perintah untuk bertakwa (yang merupa-
4q#'$s $jstttl t*tit.
kan dasar dari setiap kebaikan), bertahan
ketika menghadapi musuh, sabar ketika 12. Mempersiapkan berbagai kekuatan, baik

perang berkecamuk, dan selalu meng- materil maupun moril, dalam menghadapi
ingat Allah sebanyak-banyaknya. Selain
itu juga terdapat aturan lain; tidak boleh musuh, 4,$ l;iELl tt &it!;-tib
mendebat Rasul dalam sesuatu Yang
sudah jelas kebenarannya. Adapun se- 13. Mengutamakan damai daripada perang
belum jelas mana yang lebih maslahat
untuk kepentingan perang, perdebatan kalau musuh menawarkannYa, \# ;t1h
(dengan cara-cara terpuji) atau diskusi
[li e:fEid *:s *t
lebih dianjurkan. Dengan itu akan tercipta
14. Wajib memenuhi janji dan kesepakatan,
musyawarah yang dianjurkan di dalam
meskipun akan merugikan kemaslahatan
Al-Qur'an antara Rasul dengan orang-
orang beriman. Kaidah perang lainnya, sebagian kaum Muslimin, u.-3si 3 {tp,z"i oyg.

4,!* *+i €4 cr gb iY ;"1i &i

15. Harus menghukum pihak-pihak yang me-
langgar perjaniian dan bersikap keras ter-

#'#-hadap mereka, # e 'F -A o-l#rs i9

46'fx.
16. Tuiuan perang dalam Islam adalah men-

jaga kebebasan dalam memilih agama dan

ThFSIRAT-MUNIR JrLID S .<---\ surah at-Anfaat

menghalangi terjadinya fitnah dalam ber- orang-orang Nasrani, dalam surah al-Maa'idah
terdapat sanggahan dan bantahan terhadap
agama, 441'* 3liti 3rti'c,t6fu t E, ;;$ib kedua kelompok. Dalam surah an-Nisaa' dan
at-Taubah, terdapat sanggahan dan bantahan
17. Kaum Muslimin adalah satu umat, sehingga terhadap orang-orang munafik dan hukum-
wajib saling melindungi dan saling tolong
menolong dengan sesamanya. Semen- hukum yang mereka buat setelah adanya
tara kaum kafir juga satu umat, dan tidak penegasan sikap yang terlepas dari orang-
ada saling melindungi antara kaum Muk-
minin dan kaum kafir. Firman Allah S\MT, orang musyrik dalam surah at-Taubah.

4;xl$;i &-zx aajirp'351;a;ii;y Oan firman- Surah al-Anfaal berbicara mengenai
Nya, (r-^, tEi g:zal:;s a$ib aturan dalam kaidah perang dan damai

Surah-Surah Makklyyah dan Madaniyyah bagi kaum Muslimin, memaparkan berbagai
peristiwa dalam Perang Badar Kubra, kemu-
Di awal iuz pertama telah dijelaskan
dian menjelaskan kegagalan tipu daya dan
karakteristik surah-surah Makkiyyah dan
Madaniyyah. Untuk mengingatkan hal itu, konspirasi orang-orang musyrik untuk mem-
bunuh Nabi saw, menahannya, atau mengusir-
kami uraikan kembali beberapa karakteristik nya dari Mekah.
antara Makkiyyah dan Madaniyyah. Hal ini
mengingat tiga dari surah-surah yang dijelas- PERTANYAAN TENTANG HUKUM
kan sebelumnya adalah Makkiyyah yaitu al- PEMBAGIAN HARTA RAMPASAN PERANG
Faatihah, al-Anaam, dan al-Araaf. Sementara DAN PENJELASAN SIFAT ORANG.ORANG
BERIMAN
itu, empat di antaranya adalah Madaniyyah,
Surah al-Anfaal AyatL4
yaitu al-Baqarah, Aali 'lmraan, an-Nisaa,, dan
al-Maa'idah. Surah al-Anfaal sendiri adalah ''tbttf"i;u'ruS::t*Slv$iiV6{n5\:Si4\if1i\(*sW{xfviii
surah Madaniyyah, kecuali ayat 30-36 yang
merupakan surah Makkiyyah. 5;i\H,$yO$slilt1yg;*y

Karakteristik surah Makkiyyah; tema |9:$.*;vl{j ry4$Y:;Ifi
n'r,)$t 6H Ajt g. igZfi;41
utamanya adalah masalah aqidah dan akhlak
dengan menjelaskan pokok-pokok keimanan, AU <;ii\\ 5 a$ a'<;jrx ;#3
seperti menetapkan tauhid, kenabian, dan hari
kebangkitan; kisah-kisah para rasul bersama Q"I;uWi:r;t4jeU;
kaum mereka, menjelaskan dasar-dasar moral
"Mereka menanyakan kepadamu
dan akhlak, menyanggah kerancuan orang-
orang musyrik, serta mengajak mereka untuk (Muhammad) tentang (pembagian) harta

beriman pada hal-hal pokok. rampasan perang. Katakanlah, 'Harta rampasan
p erang itu milik Allah dan Rasul, maka bertakw alah
Adapun karakteristik surah Madaniyyah;
lebih fokus kepada penjelasan hukum-hukum kepada Allah dan perbaikilah hubungan di
syari'at secara rinci, menyanggah, dan men-
debat ahli kitab karena mereka telah me- antara seslmamu, dan taatlah kepada Allah dan
nyimpang dari petunjuk kitab-kitab suci me- Rasul-Nya jika kamu orang-orang yang beriman.'

reka. Di dalam surah al-Baqarah misalnya,

terdapat sanggahan dan bantahan terhadap
orang-orang yahudi, dalam surah Aali 'lmraan
terdapat sanggahan dan bantahan terhadap

Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah menunjukkan tingkatan-tingkatan surga yang
mereka yang apabila disebut nama Allah gemetar
tinggi.
hatinya, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya
kepada mereka bertambah (kuat) imannya dan Mufradaat Lughawlyyah

hanya kepada Tuhan mereka bertawakal, (yaitu) {j+{} wahai Muhammad! kata 1J!-lr;
orang-orang yang melakanakan shalat dan yang
(bertanya) yang bermakna mencari tahu yang
menginfakkan sebagian dari rezeki yang Kami
berikan kepada mereka. Mereka itulah orang- bersifat muta'addi kepada dua maf'ul, maf'ul

orang yang benar-benar beriman. Mereka akan yang kedua dengan menggunakan hurufjarr

memperoleh derajat (tinggi) di sisi Tuhannya dan 1;ry, tapi terkadang i a muta'addi dengan dirinya
sendiri (tanpa bantuan huruf Tarr). Namun,
ampunan serta rezeki (nikmat) yang mulia." (il-
kalau kata tersebut bermakna meminta
Anfaal: l-4) harta, ia muta'addi dengan dirinya sendiri,
seperti kalimat 1iu ,r:; .st1 'Aku meminta
l'raab
harto pada Zaid." Namun, ia juga muta'addi
{,5{;r1} Kata {eri} adalah maf'ul bih dan
juga mudhaf sementara kata (ry.F adalah dengan menggunakan huruf (-4) seperti dalam

mudhaf ilaih. Asal kata (.rr!p adalah 1a,.11 lalu kalimat g)r1 ;, u9.iL;. Kata 1Jr!lr; dalam ayat
dihilangkan lam yaitu huruf ya, sebagaimana
dihilangkannya mudzakkar dalam kata 1e;y ini bermakna meminta fatwa atau penjelasan,
yang asalnya adalah (.s-rj). Setelah huruf ya bukan meminta harta. Pertanyaan itu sendiri
dihilangkan dari kata 1a,"-2;;, huruf wawu ber-
baris dan huruf sebelumnya berbaris fathah, diajukan oleh orang-orang yang ikut serta
diubah wawu menjadi alrl sehingga menjadi
dalam Perang Badar.
1ot\. WaQf @erhenti) pada kata ini adalah
(ld( ,y harta rampasan pada Perang
pada huruf ta menurut sebagian besar ulama
dan ahli qiraa'ah. Badar. Harta rampasan perang (ghanimah)
adalah segala sesuatu yang dirampas dari
BalaaShah
musuh, baik dengan penuh susah payah
{lti;, 'itst trlr:h Dalam penggalan ayat
maupun tidah baik sebelum menang maupun
ini dan juga dalam penggalan ayat, (;irr gii6)
disebutkan lafal jalaalah [Allah) dan bukan setelahnya. Definisi ini dikutip dari Ibnu Abbas,
dhamir [kata gantinya) untuk menimbulkan
Mujahid,Atha, Dhahhaq, Qatadah, dan Ikrimah.
rasa takut kepada-Nya dan menjelaskan sebab Zamakhsyari berkata, "Yang dimaksud dengan
diturunkannya hukum yang dimaksud (yaitu
untuk menaati Allah SWT pent). <FU adalah ghanimah, karena ia merupakan

43nA, U UtiY Penggunaan rsim isyarah karunia dari Allah SWTI'

untuk menunjuk jauh {er,!iy menjadi isyarat Kata dasar 1jr.l'!,; adalah jamak dari
tingginya derajat dan mulianya posisi mereka. kata nafl (pemberian) yang berarti sesuatu
4r1;y fata ini adalah sifat untuk mashdaryang yang disyaratkan oleh pemimpin untuk bisa
dimiliki seorang mujahid [pejuang) Iebih dari
dihilangkan , taqdiir-nya adalah :t),$r !" ,:.i5i1
bagiannya. 4.1-")ti i| t utu.n tentang anfal
(,i; ,i'ri Bisa juga menjadi mashdar muakkad
[harta rampasan) itu adalah murni wewenang
[penegas) untuk kalimat: <t.pt # -9ti>. Allah. Dia berhak mengaturnya bagaimanapun
4i: * tv,t ?y Kata (or.,.1r| digunakan untuk
yang dikehendaki-Nya dan Rasul yang mem-

bagikannya sesuai dengan perintah Allah SWT
dan dibagikan kepada para mujahid secara
merata, sebagaimana yang diriwayatkan oleh

al-Hakim dalam kitab a/-Mu stadrak.

TAFSTRAT-MUNrR lrrrD 5 trfi{ 1-----\ su?ah at-Anfaal

{,31j, -r;} kasih sayang sesama kamu dan 41i;, 'itst ;,!f:h dalam masalah harta

tidak saling bersilang pendapat. Asal kata rampasan perang dan dalam setiap perintah,

16t .!r;l adalah hubungan yang mengikat dua larangan, keputusan, dan hukum. Penyebutan
hal. Artinya hubungan yang terjadi antara kamu
dengan yang lainnya, yaitu ikatan Islam dijaga lafdzul jalaalah (Allah) dalam kalimat ini-

dan diperbaiki dengan rasa kebersamaan, begitu juga kalimat sebelumnya-adalah
tolong menolong, saling merasakan, meng-
untuk menumbuhkan rasa takut kepada-Nya
utamakan orang lain, dan tidak mementingkan
dan sebagai keterangan 'illah [sebab) dari
diri sendiri atau egois. Ada yang mengatakan hukum tersebut. Sementara itu, penyebutan

bahwa kata 1.,u; dalam kalimat ini adalah sifat nama rasul bersama nama Allah adalah untuk
untuk maf'ul yang dihilangkan, taqdiir-nya,
membesarkan namanya dan informasi bahwa
<&",o, v,'H # -r; .ir;li> "kondistkondisi y ang
ketaatan Rasul adalah ketaatan kepada Allah
ada di antaro kamu yang berdampak pado
SWT. (;,: e" ;1} Kalimat ini berhubungan
kehidupan sosial'i
dengan tiga perintah sebelumnya, sementara
Perintah untuk mem perbaiki Zat bain yang
disampaikan antara perintah untuk bertakwa jawab dari huruf syarot dalam kalimat ini 1,:g
dan taat merupakan bentuk perhatian yang dihilangkan karena sudah dapat dipahami
besar terhadap perbaikan hubungan sesama
dari kalimat sebelumnya. Maksudnya, ikutilah
manusia. Kata lfry pada asalnya digunakan
ketiga perintah tersebut. Yang dimaksud de-
untuk pengertian 'hubungan' dan 'perpisahan'
serta sesuatu yang terjadi antara dua pihak, ngan iman adalah pembenaran atau keyakinan.

sebagaimana firman Allah SWT Namun terkadang yang dimaksud dengan

kata-kata iman adalah iman yang sempurna.

(i-/;rt ,ir} yang sempurna imannya.
(l,la,t f:F ancaman-ancaman Allah. (.i;| takut

"Sungguh telah terputus hubungan (bain) dan merasa ngeri. (tr4 keyakinan dan
komu..." (al-An'aam: 94),
pembenaran mereka. 4:",pyr;;gi|r, &b mereka

dengan me-rafa'-kan kata <j$ dengan hanya percaya dan yakin kepada Tuhannya,

pengertian hubungan, atau dengan me-nashab- tidak pada yang lain. Mereka hanya bersandar

kannya sebagai zharaf, artinya telah terjadi serta menyerahkan urusan kepada Tuhannya, f
keputusan di antara kamu. Di antara contoh
bukan pada yang lain. (;r.1'lr ii;j} mengerja- :
pemakaian kata-kata <ijrl dalam pengertian l
berpisah dan berhubung adalah perkataan kannya secara sempurna dengan syarat dan I
1
seorang penyair: rukun-rukunnya. (,Sui; G1}. yang Kami limpah-
i
v,s$t n )i "tt # | jXr i i ittl kan. (ai;Iy di jalan Allah. {",,rrh mereka yang
.u,N,* disebutkan sebelumnya. {6-} dengan sebenar- i,
nya, tanpa keraguan sedikit pun. {.lr.r; py
tempat-tempat yang tinggi di surga. 4& +Y I

di surga. ,I

"Demi Allah, kalau bukan karena jauh tak Sebab Turunnya Ayat ]

ada cinta... Untuk ayat pertama, Imam Ahmad, Ibnu i
i
Kalau tidak karena cinta tidak ada pengikat Hibban dan al-Hakim meriwayatkan dari
hubungan" Ubadah bin Shamit bahwa kaum Muslimin )
berbeda pendapat tentang harta rampasan
Kata <#r> pertama artinya jauh, sementara t
yang kedua artinya adalah hubungan. Perang Badar dan pembagiannya. Lalu, mereka I

I

bertanya kepada Rasulullah saw. bagaimana kami." Akhirnya mereka bersilang pendapat.
Maka, Allah SWT menurunkan firman-Nya,
harta itu dibagikan dan siapa yang berhak
memutuskannya, apakah kaum Muhajirin, 4*t # ir . Juj '\ ;,qx,x.\

kaum Anshar atau keduanya? Maka, turunlah Imam Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi,
ayat tersebut.
dan Nasa'i meriwayatkan dari Sa'ad bin Abi
Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Waqqash bahwa ia berhasil membunuh Sa'id
Umamah, ia berkata, 'Aku bertanya kepada bin al-Ash,lalu ia mengambil pedangnya. Nabi
Ubadah bin Shamit tentang harta rampasan saw. meminta pedang itu tapi ia tidak bersedia
perang, lalu ia berkata, Ayat tersebut turun memberikannya. Oleh Karena itu, turunlah

berkenaan dengan kami para pejuang Perang ayat tersebut. Setelah itu barulah ia mau
Badar. Ia turun ketika kami berbeda pendapat
memberikan pedang tersebut kepada Nabi
tentang harta rampasan perang, sampai- karena semua yang berkaitan dengan harta
rampasan perang diserahkan sepenuhnya
sampai kami sudah kehilangan akhlak yang
mulia ketika memperdebatkannya. Akhirnya, kepada Nabi saw.,
Allah SWT menarikpermasalahan itu dari kami
dan diserahkan-Nya kepada Rasulullah saw.. Tidak ada kontradiksi antara riwayat-
Kemudian, Rasulullah saw. membagikannya riwayat ini. Ayat di atas memang turun ber-
kenaan dengan pembagian harta rampasan
secara sama rata kepada seluruh kaum perang ketika kaum Muslimin berbeda pen-

Muslimin."' dapat tentang hal tersebut. Namun, sebagian
riwayat menyebutkan faktor umum terjadinya
Abu Dawud, Nasa'i, Ibnu Hibban, dan perbedaan pendapat tersebut dan sebagian
al-Hakim meriwayatkan dari Ibnu Abbas, ia
lagi menyebutkan faktor khusus. Sangat
berkata, "Rasulullah saw. bersabda,
mungkin kedua faktor tersebut sama-sama
u r*i pi ti ag k il1 ),-i 'rY A terjadi.

tK3t$ Al-fashshash berkata, "Pendapat yang
benaL Nabi saw. tidak pernah menyampaikan
"Siapa yang berhasil membunuh seorang sesuatu yang berkenaan dengan harta ram-
musuh, ia berhak mendapatkan ini dan ini. Siapa
yang berhasil menawan seorang musuh, ia akan pasan perang sebelum peperangan terjadi. Se-
mendapatkan ini dan lzi." (HR Abu Dawud, an- telah perang usai, mereka bersilang pendapat
Nasa'i,Ibnu Hibban dan al-Hakim)
tentang harta rampasan perang. Akhirnya,
Mendengar hal tersebut para pemuda
dari kalangan sahabat berlomba-lomba dan Allah SWT menurunkan ayat, (.tul ,f-l'r ufuY

bergegas menuju ke kancah peperangan, dan Dimana Allah melimpahkan masalah harta
tinggalah kaum tua memegang bendera. Ketika rampasan tersebut kepada Nabi saw untuk
harta rampasan perang berhasil diperoleh,
mereka fpara pemuda) datang meminta bagian diberikannya kepada siapa pun yang ia kehen-
yang telah dijanjikan untuk mereka. Kaum tua daki. Kemudian, Nabi saw. membaginya sama
berkata, "fanganlah mementingkan diri kalian rata kepada para mujahidin.Tl
sendiri dan melupakan kami karena kami yang
menjadi tameng bagi kalian. Seandainya kalian Kehalalan harta rampasan perang adalah
terdesak tentu kalian akan berlindung pada sesuatu yang Allah khususkan untuk umat
Islam. f adi, ia termasuk salah satu karakteristik
Islam, dengan dalil hadits yang terdapat dalam
Shahihain dari Jabic Rasulullah saw. bersabda,

77 Ahkaam Al-Qur'an 3 /45.

'IAFSIRAT-MUNrR Irrrp 5 - t0 ll( -/-----\ surah at-Anfaal

&-"urr ,{$ -#Yi[i&"{ \* }tt seperlima) dibagikan, berdasarkan hadits
yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan
# Y\tiii eat 4 *ls-Ju rf Jl Abu Dawud dari Ma'an bin Yazid,

Aku diberikan lima hal yang tidak pernah .Lr.^t-l1+l, J'.ro-,r
diberikan kepada seorang pun sebelumku -kemu-
"Tidak ada nafl kecuali setelah khumus
dian Nabi menyebutkan hal-hal tersebut, sampai (dibagikan)" (HR Imam Ahmad dan Abu
pada sabdanya- dan dihalalkan harta rampasan Dawud)

perang untukku, dan tidak pernah dihalalkan 3. Nafl yang diambil dari bagian khumus itu
untuk seorang pun sebelumku."(HR Bukhari dan
sendiri, yaitu harta yang dikeluarkan oleh
Muslim) seorang imam (pemimpin). Maksudnya,

Abu Ubaid berkata, "Oleh karena itu, setelah ghanimah diambil lalu dibagi
bagian yang diberikan oleh seorang imam
lima. Kalau khumus [bagian seperlima)
[pemimpin) kepada seorang pejuang disebut itu sudah ada di tangan sang imam, ia bisa
dengan (J.) yang berarti ia melebihkan bagian
memberikan nafl sesuai dengan pendapat
sebagian pejuang dari pejuang yang lain dan kehendaknya.

selain bagian yang memang sudah menjadi 4. Nafl yang dikeluarkan dari seluruh
haq mereka. Hal ini dilakukan sesuai dengan
sejauh mana manfaatnya terhadap Islam dan ghanimah sebelum dibagikan, yaitu yang
sejauh mana kerugian yang ditimbulkannya diberikan kepada para penunjuk jalan,
terhadap musuh." pengembala, dan pengiring kambing.T2

Dalam masalah 1;uy [memberikan bagian Para fuqaha berbeda pendapat dalam
empat kondisi nafl ini.lmam Syafi'i mengata-
tertentu kepada beberapa pejuang untuk kan,"Nafl tidak boleh dikeluarkan sedikit pun
memotivasi mereka dalam berperang) ada dari keseluruhan ghanimah, sebelum dibagi
menjadi lima [khumus) kecuali yang berbentuk
empat ketentuan. salab!'Abu Ubaid berkata, "Bentuk kedua dari
nafl adalah diambil dari khumus Nabi saw.
1.. Tidak ada khumus [bagian seperlima) Beliau berhak mendapatkan seperlima dari
dalam nafl yang merupakan salab yaitu khumus dari setiap ghanimah. Bentuk ketiga
senjata, harta, dan seluruh barang milik diberikan kepada pasukan yang diutus oleh
sang imam sesuai dengan persyaratan yang
musuh yang terbunuh. telah ia tetapkan untuk mereka."

2. Nal diambil dari ghanimah setelah di- Pendapat Imam Malik dan Abu Hanifah
sama dengan pendapat Imam Syafi'i bahwa
keluarkan dulu khumus yang diterangkan al-Anfaal itu merupakan pemberian oleh sang
imam dari jatah khumus sesuai dengan ijtihad-
dalam ayat, nya, dan tidak ada nafl dalam empat perlima.

"Dan ketahuilah bahwa sesungguh- Rasulullah saw. bersabda,

nya opl saja yang komu peroleh dari 72 Tafsir lbnu Katsir 2/284.

ghanimah maka untuk Allah dan Rasul-
Nya seperlimo...." (al-Anfaal: 41)

Maksudnya, ketika seorang imam

mengerahkan sebuah pasukan ke medan

perang, lalu ia berhasil membawa

ghanimah [rampasan perang), pasukan
tersebut mendapat bagian seperempat
atau sepertiga setelah khumus (bagian

TAFSTR AL-MuNrR IrLtD 5

I #\:'y ;.,Ar5 ;.,At x't fr, l_t Mahakuasa atas segalo sesuotu." (al-Anfaal:
^tt
4t)

€""f" fadi, ayat ini bukan menghapuskan ayat

'Aku tidak berhak atas apa yang diberikan sebelumnya, tetapi penjelasan tentang pem-
Allah pada kalian (dalam medan perang) kecuali
khumus, dan khumus itu pun akan kembali pada bagian harta rampasan perang, seperlima

kalian." untuk pihak-pihak yang disebutkan dalam
ayat dan empat perlima lagi untuk orang-

orang yang mendapatkannya. Namun, se-

Kalangan madzhab Malikiyyah menga- karang ketika masalah ketentaraan sudah
takan bahwa nafl ada dua bagian: ada yang
boleh dan ada yang makruh. Nafl yang boleh terorganisasi dan ada gaji tetap untuk setiap
adalah yang setelah perang. Sementara yang
makruh adalah yang sebelum perang terjadi tentara, harta rampasan tersebut diserahkan
diumumkan,"Siapayang melakukan ini dan ini
maka ia berhak mendapat ini dan inf...". Hal ini kepada negara.
dimakruhkan karena niatberperang dalam hal
ini adalah untuk mendapatkan ghanimah. Sesuai dengan penyerahan kewenangan

ini, seorang penguasa (imam) bisa memberi-
kan nafl kepada tentara siapa pun yang di-

kehendakinya untuk memotivasi mereka

dalam bertempur; sebagaimana yangdisabda-

kan Nabi saw. ketika terjadi Perang Hunain

Tafsir dan Penjelasan yang diriwayatkan oleh Syaikhan, Abu Dawud,

Mereka bertanya kepadamu wahai Rasul dan Tirmidzi dari Abu Qatadah,
tentang hukum al-Anfaal atau harta rampasan
perang, kepada siapa saja dibagikan dan -w'trattidti<l.
bagaimana cara membagikannya? Katakanlah
kepada mereka sesungguhnya huku m al-Anfa al .4-l/
pertama adalah haq prerogatif Allah SWT dan
Dia yang akan memutuskannya sesuai dengan "Siapa yang membunuh seorang musuh,
yang Dia kehendaki. Kemudian haq Rasul yang
akan membagikannya kepada kalian sesuai ia berhak mendapatkan salab-nya" (senjata,
dengan yang diperintahkan Allah SWT. fadi,
masalah harta rampasan perang diserahkan harta dan seluruh barang milik musuh tersebut,
sepenuhnya kepada Allah dan rasul-Nya. pent)." (HR Bukhari, Muslirn, Abu Dawud dan

Ayat ini secara global bersifat muhkamah Tirmidzi)
yang dirincikan dan dijelaskan oleh ayat yang
Apabila masalah harta rampasan perang
lain dalam surah yang sama, merupakan haq Allah dan Rasul-Nya, takutlah
pada-Nya dalam setiap perkataan dan per-
"Dan ketahuilah, sesungguhnya segala buatanmu dan jauhilah segala bentuk per-

yang kamu peroleh sebagai rampasan perang, selisihan dan silang sengketa dalam masalah
maka seperlima untuk Allah, Rasul, kerobat tersebut yang hanya akan berdampak pada
Rasul, anakyatim, orang miskin dan ibnu sabil, turunnya murka Allah dan memunculkan per-
pecahan dan permusuhan yang merugikan
(demikian) jika kamu beriman kepada Allah
kamu semua, baik dalam kondisi perang
dan kepada apo yang Kami turunkan kepado
maupun selain perang.
hamba Komi (Muhammad) di hari Furqan,
Firman Allah SWT, {r-Qi -ri ,'+rt\ sampai
yaitu pada hari bertemunya dua pasukan. Allah
kuatnya hubungan keislaman antara sesama
kamu dan tersebar rasa cinta, kasih sayang,

persatuan, dan keharmonisan dalam barisan

kamu. Dalam ungkapan yang lain, iadikanlah

TArsrRAr-MuNrR IrrrD s Dan sampaikanlah (Muhammad)

hubungan yang telah terhubung sebelumnya kabar gembira kepada orang-orang yang
tundukpatuh (kepada Allah), (yain) orang-
tetap terhubung, niscaya ia akan senatiasa orang yang apabila disebut nama Allah hati
mereka bergetar (al-Haii: 34-35)
terhubung.
2. Bertambahnya keimanan dengan mem-
Firman Allah SWT, 4ii;;, rtt,i+!} artr-
baca Al-Qur'an. Orang-orang yang apabila
masalah harta rampasan perang itu dan juga dibacakan kepada mereka ayat-ayat Al-
dalam setiap perintah, larangan, keputusan Qur'an, keimanan dan keyakinan mereka

dan ketentuan-Nya. akan bertambah dan mereka akan se-
makin bersemangat mengerjakan amal
Ketiga hal ini [takwa pada Allah, mem- saleh karena banyaknya dalil dan sering-

perbaiki hubungan sesama, dan menaati Allah nya dalil itu dibacakan akan membuat

dan Rasul-Nya) sangat bergantung kepada keyakinan bertambah dan kuat, seperti
kesalehan masyarakat Islam karena dialah halnya penglihatan langsung dengan mata

yang mampu menciptakan sifat konsisten dan akan menambah keyakinan. Ini pernah
komitmen terhadap hukum-hukum syari'at
baik secara sembunyi maupun terang-terangan. terjadi pada Nabi Ibrahim yang sudah
Ia juga yang mampu menyatukan kalimat dan
barisan, serta mewujudkan kepatuhan kepada beriman, namun ia meminta kepada Allah
pemimpin yang ikhlas dan bijaksana.
untuk memperlihatkan bagaimana Dia
Firman Allah SWT {:by # i1) Artinya,
menghidupkan makhluk yang sudah mati.
yang meyakini firman Allah dan yang sem-
purna keimanannya, patuhilah tiga perintah "Dia berfirman,'Tidakkah engkau ber-
iman?' Ia menjawab,'Benar, tapi agar hati-
tersebut karena sebuah keyakinan yang benar ku semakin tenang."' (al-Baqarah: 260)
mesti berdampak pada kepatuhan. Iman yang
Ini membuktikan bahwa derajat ke-
sempurna mewajibkan tiga hal ini; takwa,
tenangan dalam keimanan lebih kuat dan
perbaikan, dan menaati Allah dan Rasul-Nya. lebih tinggi dari beriman semata. Hal ini
Seorang yang beriman kepada Allah dengan senada dengan ayat,

sebenarnya pasti akan malu untuk men- "Dialah yang telah menurunkan
durhakai-Nya. Iman itu akan mendorongnya
ketenangan ke dalam hati orang-orang
untuk menaati Tuhannya dan menyelesaikan
segala perselisihan yang terjadi antaranya Mukmin untuk menambah keimanan atas
keimanan mereka (yang telah ada)." (al-
dengan yang lain. Fath:4)

|ika iman memang menghendaki sebuah fuga firman Allah,
ketaatan, Allah menyebutkan lima sifat orang
beriman yang mendorong mereka untuk "Dan apabila diturunkan sebuah Surah

mampu mewujudkan tiga hal di atas. Allah maka di qntora mereka (orang-orang

SWT berfirman, (,+# i+i ti,3tttlyy munafik) ada yang berkata, "siapakah di
antara kamu yang bertambah keimanan-
Kelima sifat tersebut sebagai berikut. nyo dengan (turunnya) surah ini?" Adapun
orang-orang yang beriman maka surah ini
t. Rasa takut yang sempurna terhadap menambah imannyo dan mereka merasa
g e mb ira." (at-Taubah z 124)
Allah. Orang-orang yang apabila mereka

mengingat Allah dengan hati mereka,
merasakan keagungan, dan kebesaran-

Nya serta ingat atas pahala dan siksaan-
Nya mereka akan merasa takut kepada-
Nya, sebagaimana firman Allah S\MX,

3. Bertawakal kepada Allah, artinya ber- orang-orang yang memiliki sifat seperti yang

pegang dan percaya serta menyerahkan se- disebutkan dan merekalah orang-orang yang

gala sesuatu hanya pada-Nya. Orang-orang benar-benar beriman. Dalam ayat tersebut

yang hanya bertawakal dan mengadu digunakan dhamir {Sr4ri} yang pada dasarnya
digunakan untuk menunjuk yang jauh sebagai
kepada Tuhannya, tidak berharap kepada
isyarat terhadap kesempurnaan iman mereka
selain-Nya, tidak meminta berbagai ke-
butuhan kecuali kepada-Nya-tentunya dan tingginya derajat mereka.

setelah berusaha dan mengambil sebab, Ath-Thabrani meriwayatkan dari al-Harits

siapa yang mengerjakan usaha-usaha bin Malik al-Anshari bahwa suatu kali ia Iewat
yang dituntut darinya secara logika dan
kebiasaan manusia lalu ia menyerahkan di depan Rasulullah saw.. Kemudian Rasulullah
sepenuhnya kepada Allah, dan ia yakin
saw. menyapanya dan berkata,
bahwa segala sesuatu ada di tangan Allah,
,k.'9 U+i :i$tAr.;,U c-*i 35
ia termasuk orang yang beriman. Ada-
\i ,ix# ,? ".F3p J# $u p:t jv
pun orang yang tidak mau berusaha atau
:
mengambil sebab, berarti ia tidak me-
"Bagaimana kabarmu wahai Haritsah?" Ia
mahami pengertian dari tawakal.
menjawab, "Saya hari ini benar-benar beriman."
4. Mengerjakan shalat, yaitu orang-orang
Rasulullah b er sab da, "Hati-hati dengan ucaP anmu,
yang mendirikan shalat, artinya mengerja- karena setiap ucapan itu harus ada buktinya. Apa
bukti keimananmu?" Ia menjawab, "Diriku tidak
kannya dengan rukun dan syarat yang lagi mencintai dunia. Malamhari aku qiyamullail,
sempurna seperti berdiri, rukuk, sujud,
membaca ayat dan dzikir-dzikir di waktu- siang hari aku dahaga (malcsudnya puasa),
waktu yang telah ditentukan oleh syari'at
diserta hati yang khusuh munajat kepada seolah-olah aku bisa melihat Arasy Tuhan dengan

Allah, dan menadaburi Al-Qur'an. jelas, seolah-olah aku melihat penduduk surga
saling berkunjung dan seolah-olah aku melihat
5. Berinfak di jalan Allah, yaitu orang-orang
penduduk neraka sedang berteriak dan menangis
yang menginfakkan sebagian harta mereka karena disiksa." Mendengar hal itu Rasulullah saw.
bersabda, "Wahai Haritsah, engkau sudah tahu,
di jalan-jalan kebaikan dengan cara me-
ngeluarkan zakat yang wajib, sedekah konsistenlah." Nabi mengucapkan hal tersebut
sunnah, belanja wajib untuk orang-orang
yang ditanggung dan keluarga, belanja sebanyak tiga kali." (HR ath-Thabrani)
sunnah untuk karib kerabat dan orang-
orang yang membutuhkan serta infak Inilah sifat-sifat orang yang beriman. Ada-
demi kemaslahatan umat dan berjihad pun orang-orang munafik, Ibnu Abbas men-
melawan musuh-musuh agama. Semua
itu mesti dilakukan karena harta hanyalah jelaskannya sebagai berikut, "Orang-orang
pinjaman dan titipan untuk manusia yang munafik tidak masuk ke dalam hati mereka,
ingat kepada Allah sedikit pun ketika me-
suatu saat nanti akan berpisah dengannya.

Amal-amal ini sudah mencakup seluruh
bentuk kebaikan. Oleh karena itu, setelah
menjelaskan hal tersebut, Allah SWT ber-

firman, 4* *.gtt A i-!jr1} artinya merekalah


Click to View FlipBook Version