TAFSIRAL-MUNIR )ILID 5
ngeriakan fardhu-fardhu yang diwajibkan-Nya, "Sesungguhnya ahli'illiyyin (penduduk surga
tidak beriman dengan satupun ayat-ayat Allah, yang berada di atas) akan dilihat oleh orang-
tidak bertawakal, tidak mengerjakan shalat orang yang berada di bawah seperti kalian melihat
ketika mereka lupa [tidak menggantinyaJ, dan bintang yang gemerlap di penjuru langit." Para
tidak memb ayar zakat. Allah SWT menjelaskan
sahabat berkata, "Wahai Rasulullah, itu tempatnya
bahwa mereka sebenarnya tidaklah beriman." para nabi yang tidak akan mungkin dicapai oleh
yanglain." Rasulullah saw. bersabda, "Dicapai oleh
Kemudian, Allah SWT menjelaskan sifat- yanglain demi Zat yang jiwaku dalam genggaman-
sifat orang-orang beriman. Dia berfirman, Nya, yaitu oleh orang-orang yangberiman kepada
Allah dan memercayai para rasul." (HR Bukhari
ttf.+,*irl i, r'-t--., ..., Jy"'t.l.Fl L,.j\ty dan Muslim)
Kemudian, Allah SWT menyebutkan ba-
Dalam hadits yang lain yang diriwayatkan
lasan bagi orang-orang yang beriman. Allah oleh Imam Ahmad dan pengarang kitab sunen,
dari Abu Sa'id al-Khudri, ia berkata, Rasulullah
SWT berfirman, {;--d; 4 L6i;#} artinya me- saw. bersabda,
reka memiliki Berbagai tingkat dan derajat di uf , rSl,St .7v.5'nt .,F :r:;tfl i+t -;;i i:y
surga sesuai dengan amal dan niat mereka, se- * ttc c2l:,!)l ,y e 1t;st S1{jt '03;t;
bagaimana firman Allah dalam ayat yang lain, til dlv'c
"(kedudukan) Mereka itu bertingkat- .,t.^?ztit- ,(6gro -.F, \).
tingkat di srsi Allah, dan Allah maha melihat "Sesungguhnya penduduk surga akan menatap
apa yong mereka kerjakan." (Aali 'Imraan:
kepada mereka yang berada di derajat tertinggi
163) sebagaimana kalian menatap ke arah bintang
Untuk mereka disediakan ampunan, di penjuru langit, dan sesungguhnya Abu Bakar
dan Umar ada bersama mereka, dan alangkah
artinyaAllah akan mengampuni dosa-dosa me- bahagianya keduanya." (HR Imam Ahmad)
reka dan membalas segala kebaikan mereka.
Mereka juga disediakan rezeki yang mulia fadi, derajat orang-orang yang beriman
yaitu kenikmatan surga yang telah disediakan berbeda-beda di akhirat. Demikian juga de-
Allah untuk mereka. Kata (prr-ur| merupakan ngan para Rasul. Mereka juga berbeda-beda
sifat untuk segala sesuatu yang baik. derajat, sesuai dengan firman Allah SWT,
Adh-Dhahhaq mengomentari firman Allah, "Rasul-rasul itu kami lebihkan sebagian
4A + Lt:": Jb ia berkata, "sebagian pen- mereka dari sebagian yqng lain." (al-Baqarah:
duduk surga berada di atas sebagian yang lain, 2s3)
sehingga yang berada di atas melihat bahwa Allah SWT juga akan melebihkan orang-
orang yang berhijrah dan berjihad dari selain
ia lebih dari yang berada di bawah, sementara mereka. Dia berfirman,
yang berada di bawah tidak melihat bahwa ia "Orang-orang yong beriman, berhijrah,
memiliki kelebihan atas yang lain. Oleh karena
itu dalam shahihain, Rasulullah saw. bersabda, dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan
jiwa mereka adalah lebih tinggi derajatnya di
'q;s ,&,pi ie-,&.*'i,tu sisi Allah, dan merekalah orang-orang yang
memperoleh kemenangan." (at-Taubah: 20)
V $u .,t;.!)t 4b1 b .yt e 7rlJt 53At
,#* tig V i;uqQ.:i'tt .Y ,*rt i;:
Nu, t*I i;-t ,y*, ,* d,s;it') :J\h
.*yJtG'*i
Bahkan, di dunia pun ada perbedaan ;,Ag ;,At I #,itt ;vi q 4,v
derajat, Allah SWT berfirman, .Sr \)-/
"Dan Dialah yang menjadikanmu sebagai "Tidak ada haqku terhadap harta
kh al ifah - kh al ifah di b umi, d an D i a m e ng a ng kat rampasan perang yang Allah karuniakan
(derajat) sebagion kamu di atas yang lain, pada kalian selain seperlima, dan seperlima
itu akan kembali pada kalian."
untuk menguji kamu atas (karunia) yang di-
|adi, Nabi saw. merupakan pemilik
b erikan- Ny a kep adamu. S esung g uhny a Tuhan-
harta itu secara sebenarnya tapi kemudian
mu sangat cepat memberi hukuman, Dia Maha ia berikan kepada kaum Muslimin secara
pengampun, Maha penyayqng." (al-An'aam:
16s) sukarela.
4. Kebaikan sebuah masyarakat, kekuatan
Fiqlh Kehldupan atau Hukum-Hukum
umat, dan kemuliaannya bergantung ke-
Ayat-ayat di atas menjelaskan beberapa pada tiga hal: takwa kepada Allah baik se-
cara diam-diam maupun terang-terangan,
hal. memperbaiki hubungan sesama, artinya
segala sesuatu yang termasuk hubungan
1. Tidak semua perdebatan itu buruk.
sosial dan ketaatan kepada Allah dan
Bahkan, terkadang perdebatan itu ber-
Rasul.
buah kebaikan. Perdebatan para sahabat
menjadi sebab turunnya penjelasan hu- 5. Menuruti perintah Allah SWT merupakan
kum tentang harta rampasan perang. buah dari iman dan sesungguhnya jalan
seorang Mukmin adalah menaati perintah-
2. Para sahabat sangat bersemangat untuk perintah Allah SWT.
bertanya kepada hal-hal yang berkenaan 6. Ayat, (eii:r, ani ii L' t1L i.$ 'ai-s:tt t-y$
dengan masalah agama. merupakan motivasi untuk selalu taat
3. Allah SWT adalah sumber segala hukum kepada Rasulullah dalam setiap perintah-
nya, khususnya yang berkenaan dengan
syari'at. Rujukan segala macam hukum pembagian harta rampasan perang.
adalah kepada Allah kemudian kepada 7. Sifat-sifat seorang Mukmin yang benar
Rasul, tidak kepada yang lain. Pem- adalah.
bagian harta rampasan perang secara
Pertoma, takut kepada Allah karena
aplikatif diserahkan kepada Rasulullah
kekuatan iman mereka dan selalu merasa
saw. Firman Allah, (!p merupakan pem- diperhatikan oleh-Nya sehingga seolah-
olah mereka berada di hadapan-Nya. |adi,
buka kalam dan memulainya dengan
sebuah kebenaran hakiki yang sangat faktor rasa takut itu adalah pengenalan
terang bahwa semua adalah milik Allah yang sempurna terhadap Allah dan
SWT. Sementara firman-Nya, (iPfr:F
ada pendapat yang mengatakan dan keyakinan hati.
ini yang lebih benar menurut lbnu al- Kedua, bertambahnya keimanan ke-
Arabi bahwa yang dimaksud adalah ke- tika membaca ayat Al-Qur'an. Allah SWT
pemilikan. Namun, ada juga pendapat menyifati orang-orang yang mengenal
yang mengatakan bahwa yang dimaksud Allah ketika mereka membaca kitab-Nya
adalah kewenangan untuk membagi dan
menjelaskan hukum. Dalil untuk pen- melalui firman-Nya,
dapat pertama adalah sabda Rasulullah
saw.,
-ll
"Dan apabila mereka mendengarkan maka demi Allah aku tidak tahu apakah
apa (Al-Qur'an) yang diturunkan kepado
aku termasuk di antara mereka atau tidak."
Rasul (Muhammad), kamu lihat mata
9. Bertambah dan Berkurangnya iman.
mereka mencucurkan air mato disebabkan
kebenaran yang telah mereka ketahui...,' Mayoritas para ulama seperti Imam Syafi'i,
(al-Maa'idah: B3)
Ahmad bin Hanbal, Abu Ubaid, al-Bukhari,
Ketiga, bertawakal kepada Tuhan
mereka, tidak mengharap kepada selain- dan ulama-ulama lain yang mengata-
Nya, tidak menuju selain pada-Nya, tidak kan bahwa iman itu adalah himpunan
berlindung selain di naungan-Nya, tidak
antara keyakinan, pengakuan, dan amal.
meminta segala kebutuhan selain kepada-
Nya, tidak berharap selain pada-Nya dan Mereka berdalilkan dengan firman Allah,
mereka mengetahui bahwa apa yang (e+ iA;fF dan ayat-ayat lain yang senada
dikehendaki-Nya akan terjadi dan apa
yang tidak dikehendaki-Nya tidak akan bahwa iman itu bertambah dan ber-
fluktuasi di dalam hati seiring dengan
terjadi, dan bahwa Dialah yang berkuasa
bertambahnya amal saleh. Seandainya
penuh dalam kerajaan-Nya, tidak ada
keimanan itu hanya pengetahuan dan
sekutu bagi-Nya, tidak ada yang bisa mem-
bantah hukum-Nya, dan Dia sangat cepat pengakuan semata, tentu tidak bisa di-
siksaan-Nya. katakan kalau ia bertambah. Mereka juga
Keempat, mendirikan shalat. eatadah mengatakan bahwa iman itu merupa-
berkata, "Mendirikan shalat adalah me-
kan himpunan dari ketiga rukun ter-
ngerjakannya pada waktu-waktu yang
sebut fkeyakinan dengan hati, pengakuan
telah ditentukan, menjaga wudhu, rukuk,
dengan lidah dan pengamalan dengan
dan sujudnya.
anggota tubuh, pent) berdasarkan firman
Kelima, menafkahkan apa yang telah
Allah ketika menjelaskan sifat-sifat orang-
Allah rezekikan di jalan Allah, artinya di
orang yang beriman, (d; :)r,:Jri p o$b
jalan-jalan kebaikan.
karena ayat ini menunjukkan bahwa se-
B. Firman Allah, (d; i.qpr { :iq,Jy menun-
jukkan bahwa segala sesuatu itu mesti luruh sifat tersebut menunjukkan bahwa
ada buktinya. Hal ini ditegaskan oleh kisah sifat-sifat tersebut masuk dalam makna
Haritsah di atas. Ada seseorang bertanya iman.
kepada Hasan al-Bashri, "Wahai Abu Sa'id, Hal ini ditegaskan oleh hadits shahih
apakah engkau seorang yang beriman?"
yang diriwayatkan oleh Muslim, Abu
Hasan menjawab, "lman itu ada dua ma-
cam. fika yang engkau tanyakan adalah Dawud, Nasa'i dan Ibnu Majah dari Abu
iman kepada Allah, para malaikat, kitab-
Hurairah bahwa Nabi saw. bersabda,
kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, surga, neraka,
hari berbangkit, dan hari hisab maka aku 'j ,j; ti#i3,2#'opt&, SGyt
beriman pada semua itu. Tapi jika yang ,ri)6 I Jte ,s;\1 Lul uu'Ji a,
engkau maksud adalah iman di dalam fir- ,,itt Y! il!
man Allah, 4&* tt"s JS S' r;y 3.!s 'a|3xt t!ry iG)r :y\:i:t, Lt+tj l
sampai firman-Nya, "{1Gt :)f.';lt I O!;IY l
"Iman itu ada tujuh puluh sekian cabang. I
Yang paling utamanya adalah pengakuan l
bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan yang
terendah adalah membuang duri dari jalan.
Rasa malu adalah bagian dari keimanan."
(HR Muslim, Abu Dawud, an-Nasdi, dan
Ibnu Majah)
KEENGGANAN SEBAGIAI{ ORANG BERIMAN yang dapat dipahami dari kalimat sebelumnya,
UNTUK MEMERANG! KAUM QURAISY DI
PERANG BADAR taqdiir-nya adalah: vt G'* )*lti fi 4u ju:'!r 33y
Surah aFAnfaalAyat $8 64i e*;1. fadi, posisi huruf kal adalah sifat
,i6;trr'g\4i,ug:Gs$K bagi mashdar fi'il yang dipersepsikan dalam
lag\4r$3_ffi6AH)G""at firman-Nya,4l-")ts 4$ "bagi Allah dan Rasul..."
"affi-j;EAJY$ctfiruti;u
maksudnya, harta rampasan perang itu sudah
C!$s # q;t,#Ubt eL\ ttt $,r,',r,
tetap bagi Allah dan Rasul meskipun sebagian
ii :ir bj; K J,# jCA\ qti fr 5
mereka tidak suka; sebagaimana telah tetap-
"sebagaimana Tuhanmu menyuruhmu pergi
dari rumahmu dengan kebenarani meskipun se- nya engkau disuruh keluar oleh Tuhanmu
sungguhnya sebagian dari orang-orang yang ber-
iman itu tidak menyukainya, mereka membantah- dari rumahmu-maksudnya dari Madinah-
mu (Muhammad) tentang kebenaran setelah meskipun sebagian mereka juga tidak suka.
nyata (bahwa mereka pasti menang), seakan-akan Kedua, ia menjadi sifat bagi mashdaryang
mereka dihalau kepada kematian, sedang mereka
melihat (sebab kematian itu) Dan (ingatlah) ketika d ihil an gkan, ta q d i i r-nya et+i rl'l r'ra d i :e>.
Allah menjanjikan kepadamu bahwa salah satu
Ketiga, ia menjadi sifat bagi kata 4ti;p
dari dua golongan (yang kamu hadapi) adalah k"sebenornya", taqdiir-nya, G
. ,i dr:,!t ! !:il
untukmu, sedangkamu menginginkan bahwa yang
tidak mempunyai kekuatan senjatalah untukmu. 1J-;;t.
Tetapi Allah hendak membenarkan yang benar Zamakhsyari menyebutkan tafsiran yang
dengan ayat-ayat-Nya dan memusnahkan orang- lain, kaf tersebut berada dalam posisi rala'
orang kafir sampai ke akar-akarnya, agar Allah
memperkuat yanghaq (lslam) dan menghilangkan karena ia khabar dari mubtada'yang dihilang-
yang batil (syirik) walaupun orang-orang yang kan, taqdiir-nya adalah (+trl.3'-< jt-r, ,;;,
berdosa (musyrik) itu tidak menyukainya." (al-
artinya ketidaksukaan mereka karena engkau
AnfaaL 5-8)
memberikan bagian rampasan perang kepada
l'raab
para mujahidin sama seperti ketidaksukaan
4.!;;i ur! Huruf kaldalam ayat ini adalah
mereka ketika engkau keluar untukberperang.
untuk tasyb ih (penyerupaan). Posisi i'ra ob -nya
ada tiga. (;.ipt e".li't\ Kalimat ini adalah sebagai
Pertama, ia berada dalam posisi nashab haal (menerangkan kondisi) dari huruf kal
sebagai sifat dari mashdar yang dihilangkan
yang terdapat dalam kalimat {.r;;i}.
4;s; ilh Kata (!1| adalah muta'allaq
(relasi kalimat) dan posisinya manshuub oleh
fi'il yang dipersepsikan, taqdiir-nya adalah:
6i 61 ;;i,:ut 6:*y *i't ;l'-. \y 33 u.53gy Kalimat
4qqt6.r;9) adalah maf'ul kedua dari kata-
kata <"r,j), sementara maf'ul pertamanya adalah
huruf kalpada kalimat {it ?}.
4p €rty Kalimat ini adalah badal dari
kata {.sGt} dan ia merupakan badal isytimal,
taqdiir-nyat
€i q4ut 6tlt, $1 ':i 'itt '!a \yy
"dan ingatlah ketika Allahmenianjikan padamu
bohwa harta miliksaloh satu dari dua kelompok
itu akan menjadi milikmu." Dalam kalimat ini
mesti dipersepsikan mudhaf yang dihilangkan
karena janji berlaku untuk peristiwa dan bukan
personal. (A ::=+\ Kalimat ini berhubungan
5-TAFSIRAT-MUNIR IrLrD . -* r+++ /-r surah al-Anfaat
dengan kalimat yang dihilangkan, taqdiir-nya, Sebab Turunnya Ayat (5)
<F u 'j*> "Dia melakukan apa yang ingin Dia Ibnu Abi Hatim dan Ibnu Mardawiyah
meriwayatkan dari Abu Ayyub al-Anshari,
lakukan." ia berkata, "Rasulullah saw. bersabda pada
kami-saat itu kami berada di Madinah dan
Balaaghah
sampai berita kepadanya bahwa kafilah Abu
(+lr jt i;q €Kb Kalimat ini merupakan Sufyan sedang menuju ke arah Madinah-,
"Bagaimana pendapat kalian tentang hal ini?
tasybih tamtsili [penyerupaan dengan cara
memberikan permisalan atau percontohan). Semoga saja Allah memberikan kita harta
$9t t 3ip dalam kalimat ini terdapat jinas rampasan dan menyelamatkan kita. Kita keluar
isytiqaaq. (f";i"tr er;! Kata (rpry [arti asalnya dari Madinah, lalu kita berjalan selama satu
atau dua hari. Bagaimana pendapat kalian?"
adalah duri) dipinjam atau dipakai untuk me- Kami berkata, "Wahai Rasulullah, kita tidak
akan mampu memerangi mereka. Kita keluar
nunjukkan makna senjata karena adanya ke- hanya untuk menghadang kafilah dagang."
Al-Miqdad berkata, "fanganlah kalian berkata
samaan antara keduanya yaitu sama-sama
sebagaimana kaum Nabi Musa berkata,
kuat, tajam, dan dapat melukai. {;";<.i' ;t, i4;\
"Pergilah engkau dan Tuhan engkau dan ber-
Kalimat ini merupakan kiasan untuk peng-
peranglah kalian, sesungguhnya kami akan
hancuran dan pemusnahan orang-orang kafir.
menunggu saja." Kemudian Allah menurunkan
Mufrudaat Lughawlyyah
ayat, $crifi ?4i i t;q3g ;u, q i rt, .t;;i esy
(ii, q et :,4F peperangan yang sudah jelas
akan terjadi. (cli u ,:j.F tampak bagi mereka. Persesuaian Ayat
4:';)!. !i| melihat secara Iangsung dengan Hubungan ayat ini dengan sebelumnya
mata kepala mereka dengan rasa tidak suka, tampak jelas pada huruf kaf yang terdapat
dalam potongan ayat, (,t;.si r:r) yang berarti
4**.kt g;",-1| kafilah dagang yang datang dari
Syam atau pasukan yang datang dari Mekah menyerupakan sesuatu dengan pengeluaran
tersebut. Bentuk korelasi atau ikatan terbaik
untuk membantu kafilah dagang tersebut. adalah diserupakannya ketidaksukaan para
sahabat terhadap hukum rampasan perang,
(rtlnh sedang kamu berharap. {jsFrr}
meskipun-pada akhirnya-mereka mene-
kekuatan senjata yang tajam serta kuat.
rima ketidaksukaan mereka terhadap keluar-
);Maksud kata 1il;.:^lr *> adalah kafilah dagang. nya Nabi dari rumahnya untuk berperang di
$n .lFF karena jumlah dan persenjataannya daerah Badar. |adi, mereka menerima hukum
rampasan perang yang sebelumnya mereka
sedikit, berbeda dengan pasukan penolong tidak menyukainya, sebagaimana Allah benar-
benar mengeluarkan Nabi-Nya dari rumahnya
yang memiliki jumlah dan senjata yang banyak. menuju ke medan perang meskipun mereka
sebelumnya juga tidak menyukai hal tersebut.
{rr, 1V memunculkan kebenaran.
{lt!} yang terdahulu dengan kemunculan Dalam tafsiran yang lain; harta rampasan
Islam. {;4<j' 'rt' LLL;\ memusnahkan mereka perang itu sudah tetap dan pasti untukmu
semuanya. Oleh karena itu, mereka fkaum seperti halnya Tuhanmu mengeluarkanmu
beriman) diperintahkan untuk memerangi
dari rumahmu. fadi, maknanya adalah teruslah
an-Nafir [pasukan penolong yang datang dari
Mekah, pent). 46tt ;*) memrrliakan Islam
karena benar. {&'-,, .W"Y menghancurkan
kekafiran dan memusnahkan kemusyrikan.
fi3i',.ir ,f )tY walaupun orang-orang musyrik
membencinya.
TAFSIRAL-MUNIR JILID 5
lakukan kebijakanmu dalam masalah harta Mekah untuk meminta bantuan dan menghasut
rampasan perang dan bagikanlah bagian orang
yang engkau kehendaki meskipun sebagian penduduk Mekah untuk menyelamatkan harta
mereka tidak menyukainya.
mereka dan memberitahu mereka bahwa
Ada yang mengatakan, ayat, (g;;i t:<F
Muhammad bersama para sahabatnya sedang
berhubungan dengan ayat, (J-ii.lJ) sehingga
mengintai kafilah dagang mereka.
maknanya adalah kebenaran janji terhadap
orang-orang yang beriman pada hari Kiamat Akibatnya, tidak kurang dari seribu kaum
sebagaimana Tuhanmu mengeluarkanmu Quraisy menjawab seruan Abu Sufyan. Abu
dari rumahmu dengan kebenaran yang sama Suffan sendiri yang langsung mengarahkan
sehingga Dia menepati janji-Nya padamu, kafilahnya ke arah kanan pantai untuk me-
memenangkan atas musuh-musuhmu, dan nyelamatkan kafilah dagangnya. Tidak lama
menyempurnakan semuanya untukmu. fadi, setelah itu, pasukan penolong (an-Naflr) pun
sebagaimana Dia telah memenuhi janji-Nya sampai. Mereka singgah di Badar setelah me-
padamu di dunia ini, Dia juga akan menyem-
reka mengumpulkan pasukan yang sangat
purnakan janji-Nya padamu di akhirat nanti. banyak. Abu fahal menghasut penduduk
Petikan Seiarah Tentang Perang Badar Mekah dari atas Ka'bah seraya berteriak, "Se-
Nabi saw melaksanakan hijrah bersama lamatkan harta kalian... selamatkan harta
para sahabatnya yang beriman dari Mekah ke kalian... tempuhlah segala kesulitan dan rin-
Madinah disebabkan kerasnya siksaan kaum
tangan. Selamatkan kafilah dan perdagangan
Quraisyterhadap mereka. Kaum Muslimin me-
ninggalkan harta, tanah, dan rumah mereka kalian. fika sempat Muhammad berhasil meng-
untuk orang-orang musyrik di Mekah. ambilnya, kalian akan rugi untuk selamanya."
Ketika Rasulullah saw. mendengar bahwa Abu |ahal memimpin an-Nafiryang terdiri
dari penduduk Mekah. Akan tetapi, ada berita
ada kafilah Quraisy yang penuh dengan yang sampai kepadanya bahwa kafilah telah
barang dan harta di bawah pimpinan Abu mengambil jalan pantai dan selamat. Oleh
Sufyan datang dari daerah Syam dengan hanya sebab itu, (ada seruan untuk) kembali lagi
dikawal oleh empat puluh orang kaum Quraisy,
Rasulullah saw. menyemangati kaum Muslimin ke Mekah, namun dengan lantang Abu fahal
untuk menghadang mereka. Rasul berkata, berkata, "Tidak, demi Tuhan, hal itu tidak
mungkin (maksudnya kembali ke Mekah)
"Kofilah dagang Quraisy bersama harta mereka sampai kita membantai unta, meminum
sedang menuju kemari. Keluar dan hadanglah
mereka. Semoga Allah memberikan harta rom' kham4, dan para biduanita menyanyi di daerah
pqson pada kalian" Berangkatlah sekitar tiga
ratus orang menuju arah pantai dekat daerah Badar; agar semua kalangan Arab mendengar
tentang kita, tentang jumlah kita dan bahwa
Badar. Muhammad tidak berhasil menguasai kafilah
Ketika rombongan Abu Suffan sudah dagang kita."
mendekati Hijaz, ia mengirim orang untuk
Rasulullah saw menyampaikan kepada
mencari berbagai informasi. Ia sadar bahwa para sahabatnya apa yang terjadi dan ia
Rasulullah saw sedang membuntutinya dari
Madinah untuk menghadangnya. Kemudian, ia meminta pendapat mereka. Diawali dari Abu
mengutus Dhamdham bin Amru al-Ghifari ke
Bakar dan Umar yang berbicara sangat bagus
dan berisi. Kemudian, al-Miqdad bin Amru, ia
berkata, "Wahai Rasulullah, teruslah lakukan
apa yang diperintahkan Allah padamu, kami
akan senantiasa bersamamu. Demi Allah, kami
tidak akan mengatakan padamu sebagaimana
sThTSIRAL-MUNIRTILIp ,f.ilddr;h\,bn.+ srr.har-Anf"ar
yang dikatakan oleh Bani Israil kepada Nabi kesepakatan kami untuk setia mendengarkan i
dan menaati. Dengan demikian,lakukanlah apa
Musa, yang telah diperintahkan Allah padamu wahai 1
Rasulullah. Demi Zat yang telah mengutusmu I
"Mereka berkata, "Wahai Musa! Sampai dengan sebenarnya, jika engkau mengarungi
kapan pun kami tidak akan memasukinya I
laut, niscaya kami akan ikut mengarunginya
selama mereka masih ada di dalamnya, karena bersamamu, tak ada seorang pun yang akan I
mundur dari kami, dan kami tidak akan ber-
itu pergilah engkau bersama Tuhanmu, dan paling jika besok engkau berhadapan dengan I
berperanglah kamu berdua. Biarlah kami tetap musuhmu. Sungguh, kami adalah kaum yang
(menonti) di sini saja." (al-Nlaa'idah: 24) bertahan dalam setiap peperangan, tegar
Akan tetapi pergilah engkau bersama setiap bertemu musuh, dan semoga Allah
Tuhanmu dan berperanglah, sesungguhnya SWT memperlihatkan dari kami padamu apa
yang akan menyenangkan hatimu, teruslah
kami akan berperang bersama kalian. Demi Zat
yang telah mengutusmu dengan sebenarnya, maju wahai Rasulullah saw., kami selalu me-
nyertaimu," Rasulullah saw. sangat gembira
seandainya engkau membawa kami untuk mendengar ucapan Sa'ad, dan itu membuatnya
pergi ke Bark Ghamad fsebuah kota yang semakin bersemangat.
terletak di Yaman dan sangat jauh) niscaya
Kemudian, Rasulullah saw bersabda,
kami akan berjuang bersamamu sampai kita
mencapai kota tersebut." ganti "Majulah dengan berkah dari Allah dan
bergembiralah karena sesungguhnya Atlah
Mendengar ucapan tersebut Rasulullah telah menjanjikan padaku satu dari dua hol:
saw. memujinya dan mendoakan kebaikan kafilah dagang yang datang dari Syam yang
dipimpin oleh Abu Sufyan an-Nafir (posukan)
untuknya. Orang-orang Anshar berkata, "Kami
yang datang dari Mekah untuk menolong
orang-orang Anshar berharap agar kami
mereka yang dipimpin oleh Abu Jahal. Demi
yang mengatakan seperti yang dikatakan al- Allah aku saat ini seolah-olah sudah melihat
Miqdad, dan hal itu lebih kami sukai daripada tempat terbunuhnya mereka semtto." Inilah
mendapatkan harta yang banyak." Kemudian yang diriwayatkan oleh Muhammad bin Ishaq
Rasulullah saw. bersabd,a, "Berilah pendapat dalam sirah-nya dari Ibnu Abbas.73
wahai menusie." Rasulullah saw. sepertinya
menunggu pendapat kaum Anshar karena Tafsir dan PenJelasan
sesuai dengan Baiat Aqabah dengan mereka,
mereka hanya diharuskan membantu dan Sesungguhnya keadaan para sahabatketika
mereka tidak suka adanya penjatahan untuk
membela Rasulullah saw. di negeri mereka,
yaitu Madinah. Rasulullah saw. khawatir para mujahidin dan pembagian rampasan
kalau mereka tidak mau menolongnya di luar perang secara sama rata sama seperti keadaan
Madinah sebagaimana yang mereka syaratkan mereka ketika mereka tidak menyukai engkau
dalam perjanjian Aqabah.
keluar dari rumahmu di Madinah untuk ber-
Akhirnya, Sa'ad bin Muadz angkat bicara. Ia perang atau dari Madinah itu sendiri karena
berkata, "Demi Allah, sepertinya yang engkau
ia merupakan tempat hijrah dan tinggal
maksudkan adalah kami wahai Rasulullah."
37 Lihat Tafsir lbnu Katsir 2 / 288 dan seterusnya.
Rasulullah saw. bersabda, "Benar." Sa'ad lalu
berkata, "Kami telah beriman padamu dan
membenarkan ajaranmu. Kami juga telah
bersaksi bahwa semua yang engkau bawa
adalah benac dan kami telah berikan janji dan
Rasulullah saw. atau karena rumahnya ada belumnya yang merupakan petunjuk dan
di Madinah. Padahal, Rasulullah saw. keluar bantuan nyata dari Allah untuk kalian. Intinya,
(dengan) kebenaran, artinya mengandung mengikuti perintah Nabi saw. dalam kedua
banyakhikmah dan sisi kebenaran. Namun, ada hal tersebut akan membawa kebaikan, ke-
sebagian dari kelompok orang-orang beriman maslahatan, dan keberuntungan.
tidak menyukainya karena ketidaksiapan Orang-orang beriman membantahmu
dalam hal kebenaran dan keputusan yang
mereka untuk berperang. Oleh karena itu, sudah tepat, yaitu menghadapi an-Nafir
Allah mengeluarkanmu ketika mereka tidak
ingin untuk keluar. fadi, persamaan antara (pasukan bantuan yang datang dari Mekah),
kedua kondisi tersebut adalah rasa tidak suka karena kepentingan mereka adalah mengambil
harta dari kafilah dagangyang memiliki sedikit
mereka dalam Perang Badar; karena sebagian pasukan dan harta mereka banyak. Selain itu,
kaum Muslimin tidak menyukai dua hal. juga karena takut berperang menghadapi
Pertoma, mereka tidak menyukai dibagi- kaum musyrikin dari Mekah karena jumlah
nya harta rampasan perang secara sama rata dan persenjataan mereka lebih banyak.
antara mereka. Sifat seperti mayoritas datang Mereka membantahmu setelah jelas
terlihat, mana yang benar dan tepat ketika
dari pihak pemuda karena mereka merasa engkau mengatakan kepada mereka bahwa
merekalah yang telah berperang dan berhasil kemenangan pasti akan mereka raih dan Allah
SWT telah menjanjikan padamu satu dari dua
mendapatkan harta rampasan tersebut. hal; 14lg [kafilah dagang) atau 1r.4,:r; (pasukan
dari Mekah). Oleh karena kafilah dagang telah
Kedua, mereka tidak ingin berperang lolos, tidak ada yang tersisa selain an-Nafir'
Sebenarnya, tak perlu ada keluhan bahwa kami
dengan kaum Quraisy karena ketika mereka
keluar dari Madinah, mereka hanya ingin men- belum siap untuk berperang dan tak perlu
dapatkan harta dan tidak siap untuk meng- ada perdebatan lagi setelah al-haq itu tampak
hadapi peperangan. dan jelas, yaitu informasi dari Rasulullah saw
bahwa mereka akan menang. Iustru saat itulah
Akan tetapi, Allah SWT berfirman ke-
pada mereka tentang dua kondisi tersebut; tidak ada alasan lain bagi mereka, kecuali
sebagaimana kalian telah berbeda pendapat
tentang harta rampasan perang dan sampai ketakutan untuk berperang dan rasa pengecut
ke tahap saling menyalahkan. Pada akhirnya, saat mereka menghadapi musuh.
Allah mencabut perselisihan tersebut dan Kemudian, Allah SWT menyamakan kon-
Dia memberikan wewenang penuh dalam
disi ketakutan mereka. Sebenarnya, mereka
pembagiannya kepada Rasulullah saw. yang
ia bagikan secara adil dan rata. Itulah yang berjalan menuju kemenangan dan [mendapat)
harta rampasan perang dengan kondisi orang-
mendatangkan bagi kalian kemaslahatan
orang kafir Quraisy digiring secara hina
yang sempurna. Demikian iuga ketika kalian
tidak ingin berhadapan dengan musuh dan kepada kematian yang sudah pasti, ketika ia
berperang dengan kelompok yang memiliki melihat tanda-tanda kematian itu sudah nyata
kekuatan dan senjata, yakni an-Nafir yang
dan tidak ada keraguan Iagi di dalamnya.
keluar dari Mekah untuk menolong kafilah Akan tetapi, Allah SWT telah menjanjikan
dagang mereka dan menyelamatkan harta
kemenangan untuk Rasul-Nya, dan janii-
mereka. Akibat dari keengganan kalian untuk
berperang, tetap saja Allah menakdirkannya Nya selalu ditepati. Adapun secara kekuatan,
untukkalian dan Dia kumpulkan kalian dengan seringkali yang terjadi adalah kebalikannya,
musuh kalian tanpa janji dan kesepakatan se-
TATSIRAf,-MUNIR IItIp S - r+[a{ surah al-Anfaat
betapa banyak kelompok yang sedikit mampu pun orang-orang yang melampaui batas dan i
mengalahkan kelompok yang banyak dengan para thaghut tidak menyukainya. Semua I
izin Allah SWT. tujuan tersebut tidak akan terwujud hanya j
dengan menguasai kafilah dagang semata,
Ingatlah ketika Allah SWT menjanjikan tetapi dengan membinasakan pembesar kaum I
kafir dan petinggi kaum musyrik.
kepada harta milik salah satu dari dua I
kelompok: 1,-lj [kafilah dagang) atau (r.^:Jr) Kebenaran adalah benar secara zat, dan
[pasukan bantuan dari Mekah) supaya ke- kebatilan adalah batil secara zatnya. Sesuatu f
menangan itu menjadi milikmu. Kalian juga
yang timbul karena zatnya, tidak mungkin l
berharap agar kelompok yang tidak memiliki terjadi karena faktor-faktor eksternal. fadi,
kekuatan dan senjata yaitu al-'ier menjadi I
maksud mewujudkan yang benar dan meng-
bagianmu karena kafilah tersebut hanya hapus yang batil adalah menampakkan yang
benar itu benar dan yang batil itu batil, baik
dikawal oleh empat puluh pasukan saja. Hal dengan menampakkan dalil-dalilnya serta
ini sebagai sindiran terhadap mereka, karena keterangan-keterangannya maupun dengan
mereka tidak menyukai peperangan dan lebih memberi dukungan kepada pemimpin-pe-
mencintai harta. Sementara kekuatan itu ada mimpin kebenaran serta mengalahkan tokoh-
pada an-Nafir karena jumlah mereka banyak tokoh kebatilan.
dan mereka lebih ungguh dalam segi senjata Hal ini bukanlah pengulangan dari makna
dan perlengkapan perang. sebelumnya-tentang mewujudkan dan me-
nampakkan yang benar-karena kedua makna
Allah SWT menghendaki sesuatu yang ini berbeda. Yang pertama, untuk menjelaskan
maksud Allah dan adanya perbedaan antara
tidak kalian inginkan, yaitu berhadapan maksud Allah dengan maksud mereka (para
dengan an-Nafir yang memiliki kekuatan dan sahabat). Yang kedua, untuk menjelaskan
persenjataan agar kaum musyrikin kalah dan
motif atau tujuan dari ketentuan Allah dengan
kaum beriman menan& juga untuk mengukuh- menunjuk pasukan yang bersenjata untuk
orang-orang beriman dan bukan yang lain, lalu
kan kebenaran serta meninggikan kalimat- Allah menolong mereka dan tidak menolong
kalimat-Nya. Artinya, ayat tersebut turun kaum kafirserta membinasakan kaum musyrik
sebagai perintah untuk memerangi kaum bertujuan untuk mengalahkan kelompok yang
musyrik yang memiliki kekuatan juga dengan lebih kuat dan bersenjata.
perintah yang diturunkan Allah kepada para
malaikat untuk membantu kaum Mukminin. Flqih Kehidupan atau Hukum-Hukum
Dengan ketentuan Allah, kaum musyrikin akan Ayat-ayat tersebut menunjukkan beberapa
tertawan dan terbunuh serta jasad mereka hal berikut ini.
akan dicampakkan di telaga Badar. L Kebaikan dan kemaslahatan terkandung
Allah SWT ingin membinasakan para dalam apa yang diperintahkan oleh Allah,
pembangkang, mencabut akar kesyirikan, bukan pada apa yang dipandang oleh
manusia. Manusia melihat sesuatu yang
menghancurkan kekuatan, dan memusnahkan
semua jejak mereka. Allah SWT melakukan apa berbahaya sebagai sesuatu yang ber-
manfaat dan sesuatu yang bermanfaat
yang Dia lakukan dan menjanjikan apayangDia
janjikan. Dia telah mewujudkan kemenangan sebagai sesuatu yang berbahaya.
bagi kaum Mukminin dengan tujuan mem-
benarkan yang haq, artinya mengukuhkan
dan memunculkan Islam, serta memusnahkan
yang batil, artinya menghancurkan dan meng-
hapuskan kekafiran dan kemusyrikan meski-
2. Perbuatan seorang hamba merupakan TAFSIRAL-MUNIRJITID 5
ciptaan Allah menurut pendapat Ahlus 3. Kebenaran selamanya adalah benar.
Sunnah, dengan dalil firman Allah SWT Namun, memunculkannya berarti me-
(lAU o* ie,4: aarius) karena diriwayat- wujudkannya karena jika ia tidak di-
kan bahwa Nabi saw keluar dari rumah- munculkan, akan bercampur dan mirip
nya adalah berdasarkan pilihannya sen- dengan yang batil. Islam adalah benar
dan itulah yang ingin dimunculkan dan
diri, namun kemudian Allah SWT me- dimuliakan oleh Allah, sebagaimana Dia
berfirman,
nisbahkan keluar kepada Zat-Nya untuk
menjelaskan bahwa Dia yang mencipta- "Untuk memenongkannya di atqs
kan semua perbuatan para hamba. Akan segala agoma..." (ash-Shaff: 9)
tetapi menurut kalangan Muktazilah, ayat Allah SWT juga berfirman,
ini bermakna keluar itu terjadi dengan "Sebenarnya Kami melemparkan yang
haq (kebenaran) kepada yong batil (tidak
perintah dan pengharusan dari Allah, ka-
rena itu dinisbahkan kepada-Nya. Namun, benar) lalu yang haq itu menghancur-
kannya, maka seketiko itu (yang batil)
ini adalah majaz [kiasan) sementara se-
lenyap..." (al-Anbiyaa': 1B)
harusnya sebuah ucapan dipahami secara
4. Yang batil itu tidak akan abadi. Namun,
hakikatnya dan bukan majaz. ia mesti dimusnahkan dan dihancurkan
KalanganAhlus Sunnah dalam masalah sebagaimana halnya mewujudkan yang
haq, yang berarti harus memunculkannya.
penciptaan perbuatan hamba, melandas- Kekafiran dan kesyirikan adalah batil dan
Allah SWT hendak memusnahkan orang-
kan dalil dengan ayat, (ijr ;.ir} artinya, orang kafir.
5. Dalam Perang Badar; Allah SWT ingin
agar Dia ciptakan dan adakan kebenaran,
sementara yang haq adalah agama dan mempertemukan antara orang-orang
keyakinan. fadi, ini menunjukkan bahwa beriman yang jumlahnya sedikit dengan
orang-orang kafir yang jumlahnya banyak
keyakinan yang benar tidak terjadi kecuali dan kuat agar Allah menangkan orang-
orang yang beriman atas orang-orang
dengan penciptaan dan pengadaan dari kafir untuk Dia munculkan agama-Nya,
Allah SWT. meninggikan kalimat Islam, dan me-
Kalangan Muktazilah juga menggu- menangkannya atas segala agama, dan Dia
nakan ayat yang sama untuk menunjuk-
yang lebih mengetahui akhir dari segala
kan kebenaran madzhab mereka. Mereka
sesuatu. Dia yang paling mengetahui
berkata, ayat ini menunjukkan bahwa
Allah SWT selamanya menginginkan mengatur para hamba-Nya yang beriman
untuk menampakkan kebenaran dan
menghancurkan kebatilan, dan tidak meskipun mereka terkadang lebih me-
nyukai yang sebaliknya sesuai dengan
benar jika dikatakan bahwa tidak ada ke- yang tampak bagi mereka sebagaimana
batilan atau kekafiran melainkan Allah firman Allah SWT,
yang menghendaki semua itu. Hal ini di-
"Diwajibkan qtqs kamu berperang,
bantah oleh Ahlus Sunnah, dalam ushul padahal itu tidak menyenangkan bagimu.
fiqih sudah diketahui bahwa kata mufrad
yang memiliki alrl lam dipahami sesuai
apa yang telah diketahui sebelumnya,
artinya, Allah SWT menginginkan untuk
mewujudkan kebenaran dan menghapus
kebatilan dalam bentuk ini.
--
TATSTRAL-MUNIR#)2rL4rp65rS e.. {/q. r^4-\9. _ ^- surahar-Anfaat
Tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi "(Ingatlah), ketika kamu memohon per-
tolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-
sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan
Nya bagimu, "Sungguh, Aku akan mendatangkan
boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal bala bantuan kepadamu dengan seribu malaikat
itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, yang datang berturut-turut-" DAn tidaklah Allah
sedang kamu tidak mengetahui." [al- m e nj a dikanny a m el ainkan s eb agai k ab ar ge mb ir a
agar hatimu menjadi tenteram karenanya. Dan
Baqarah:216)
kemenangan ituhanyalah dari sisi Allah. Sungguh,
6. Keluarnya Nabi saw. untukmenghadangal- Allah Mahap erkas a, Mahab ij aksan a. (Ingatlah),
ketika Allah membuat kamu mengantuk untuk
'ier sebelum Perang Badar menunjukkan
memberi ketenteraman dari-Nya, dan Allah
diperbolehkannya berperang dengan menurunkan air (hujan) dan langit kepadamu
tujuan mendapatkan rampasan perang, untuk menyucikan kamu dengan (hujan) itu
karena itu merupakan usaha yang halal dan menghilangkan gangguan-gangguan setan
dan Allah SWT telah menjanjikan orang- dari dirimu dan untuk menguatkan hatimu serta
orang beriman (pada waktu itu) dengan memperteguh telapak kakimu (teguh pendirian)
satu dari dua kelompok; kafilah dagang (Ingatlah), ketika Tuhanmu mewahyukan kepada
atau pasukan dari Mekah. para malaikat, "Sesungguhnya Aku bersama
BANTUAN PARA MALAIKAT DALAM PERANG kamu, maka teguhkanlah (pendirian) orang-
BADAR, DIBERIKANNYA RASA KANTUK DAN orang yang telah beriman." Kelak akan Aku
TURUNNYA HUJAN berikan rasa ketakutan ke dalam hati orang-
orang kafir, maka pukullah di atas leher mereka
Surah al-Anfaal Ayat 9-14
dan pukullah tiap-tiap ujung jari mereka.
"€i5Kl\;*'6 H: <filit
i$yx[<;Ej ffi (4. xa-71-i,$\, (Ketentuan) yang demikian itu adalah karena
At6''4 ;;,4 ir,try sesungguhnya mereka menentang Allah dan
*1ys5
fj(At'C#;rl iS'.- hid,r U'*ir Rasul-Nya; dan barangsiapa menentang Allah
dan Rasul-Nya, sungguh, Allah sangat keras
H,#:X[At7,;iLYWrr;6 siksa-Nya. Demikianlah (hukuman dunia yang
l43i & b.xi +LJr ir, fu 6gs * ditimpakan atasmu), maka rasakanlah hukuman
4ix'--^$tt Jy 1: tfi-"\ffi ?'3v t + itu. Sesungguhnya bagi orang-orang kafir ada
aJt*SA'AVW:t;ltW W:5 (lagi) adzab neraka." (al-Anfaal: 9-14)
K ;*U;v o{i't r3s WE Ce\ VK Qlraa'aat
gfi "Aba,i,r $V, fru.+i @,tG {q-,i}' Imam Nafi' membacanya dengan
H,\ ffi ,;6j rk-4, A\ 59,W;, At (wiA.
,6t-a,(;AaralcjV#il (6i+: Imam Nafi'membacanya dengan
<i4S,lmam Ibnu Katsir dan Abu Amr mem-
bacanya dengan <€&1, dan imam-imam yang
lain membacanya dengan (i*Zr.
4j;y, Imam Ibnu Katsir dan Abu Amr
membacanya dengan ljji;.
(.-}rp: Imam Ibnu Amir dan al-Kisa'i
membacanya dengan 1--ilry, sementara imam-
imam yang lain membacanya dengan 1.---!r;.
ThFSIRAL-MUNIR JILID 5
l'raab 4;irrl; {\r.:yKata {.:rj;} a datahmubtada'
43# !1) Kalimat ini adalah badal dari atau kh a b a r dari mub ta d a', ta qd i ir-nya adalah :
kata 1:y dalam potongan ayat: 4€r-. ilh {*!}
(;\\ e-ri) "urusan itu" atau<.fuI ;lb.
Posisinya adalah manshuub oleh kalimat
{.yri i!r} Kalimat ini adalah khabar dari
(i.l{} Ada juga yang membacanya dengan
(;'j',F bentuk jamak dari kata <.rlil karena mubtada' yang muqaddar fdipersepsikan),
ta qd i i r -nya a dalah 63;; ;$t e. (r+st 3i| Kalimat
timbangan <J-l timbangan dalam bentuk
ini di-'ath af kan kep ad a kata {t' 1;}, ta q diir -ny a
jamaknya adalah 1;pr; seperti (r-r) jamaknya
adalah q,rtrt ,;rto ;;.r<t:. iti p$yy"sementara untuk
adalah 1,-Lii; dan <-jil jamaknya adalah 1-jiiy
orong-orang kafir itu disediakan adzab nerakz."
Bacaan ini dikuatkan oleh potongan ayat:
Balaaghah
{:vr :^t} (Aali 'Imraan: 125) Kata 1-,r'r;
$3ri, !1) Dalam kalimat ini digunakan
adalah bentuk jamak dari <iil untuk bilangan
shighah (bentuk kat a) mudhari' [menunjukkan
di bawah sepuluh dan pada ayat j.rlt i^;y masa akan datang) dan bukan madhi (me'
(fuj' ia menjadi sifat bagi kata 1ji;. nunjukkan masa lampau) untuk lebih meng-
hadirkan gambaran peristiwa dalam pikiran.
(4ih Dibaca dengan huruf dal yang
{ir, ,r-.:r n €# ,li} oiaanulukannya Tarr
kasrah merupakan sifat dari kata <ii> dengan
dan majrur daripada maf'ul bih untuk lebih
pengertian bahwa kedatangan mereka meng-
memberikan perhatian pada kalimat yang di-
iringi kedatangan yang lain. Artinya, masing-
dahulukan dan menimbulkan rangsangan
masing malaikat datang silih berganti. <w,,,1
untuk mengetahui substansi kalimat yang di-
dibaca dengan hurufdal yang fathah dan tidak
kemudiankan.
bertasydid. Posisinya bisa manshuub sebagai
Mufndaat Luthawlyyah
hat dari kaf dan mim dalam kalimat {dy}
4;t" :,#;y| meminta bantuan agar di-
dan bisa juga dalam posisiTarr karena ia sifat menangkan menghadapi mereka. (ji| bahwa
Aku. (frr) akan mendatangkan bala bantuan
dari kata 1-"li; artinya mereka mengiringi yang
kepadamu. (,4iF yang datang berturut-turut.
seribu. Ada juga yang membaca 1q?)1.
Kata-kata ini terambil dari kata-kata 1jt:r)t;
4;At 5"i;- ig) Kalimat ini adalah badal
kedua dari kalimat 4€r- i1!, atau posisinya yang berarti membonceng di belakang. f umlah
manshuub oleh kata {15'}, atau juga dengan
malaikat yang diturunkan itu pertama kali
menyembunyikan kalimat 1i:5. Fa'il fpelaku)
adalah seribu malaikat kemudian menjadi
dalam kalimat ini adalahAllah SWT. (r"r,3r) Kata
tiga ribu lalu terakhir lima ribu sebagaimana
ini sebagai maf'ul bih [objek), sementara kata
yang dijelaskan dalam surah Aali'lmraan ayat
4i;i) aaalah mof'ul li ajlih, artinya "(lngatlah),
L24 dan 125. {iiir '*; s:h maksudnya, bantuan
ketika Allah membuat kamu mengantuk untuk tersebut. 4W;h merasa tenteram setelah
memberi ketenteraman dari-Nya." Kata $?1\ perasaan takutdan cemas yangmenimpa kamu
sendiri merupakan bentuk ajektif (sifat) dari
secara umum. (l.r} yrng menguasai segala
kata 1?\, artinya sebuah rasa aman yang ter-
jadi padamu yang datang dari Allah SWT. &fFperkara. yang meletakkan sesuatu pada
(r-.r: il} Kalimat ini adalah badal ketiga tempatnya.
dari kalimat (d+ ig), dan boleh jadi fuga {5.t^,3 Dia jadikan rasa kantuk itu
diposisikan sebagai manshuub dari kata 1-.t1. seperti selimut bagimu karena ia menguasai
45 jiyXalimat ini adalah maf'ul dari kata
{';j}.
dan menyelimuti diri kamu. {;d,} lemah- "Ya Allah, penuhilah apa yangpernah Engkau
nya seluruh indra dan otot-otot tubuh yang janjikan padaku. Ya Allah, jika engkau binasakan
diikuti dengan tidur. fadi kantuk merupa-
kan pendahuluan tidur yang ia melemahkan kelompok kaum Muslimin ini niscaya Engkau
kekuatan indra, sementara tidur menghilang-
tidak akan pernah disembah lagi di bumi ini."
kannya sama sekali. (tiF ketenteraman dari-
Umar melanjutkan, "Nabi saw terus berdoa
Nya dari rasa takut yang kamu rasakan. (,",ip
dan memohon pertolongan kepada Tuhannya
dari Allah SWT. (t €;l!} dari berbagai hadas
dan junub. (yu4!' ilb eaneeuan-gangguan sampai-sampai sorbannya jatuh dari bahunya.
setan untukmu bahwa seandainya kamu Kemudian datangAbu Bakarlalu ia mengambil
berada dalam kebenaran tentu kamu tidak
sorban tersebut dan mengembalikannya ke
akan merasakan haus dan berhadas, semen-
tara orang-orang musyrik memiliki air yang tempatnya (meletakkan ke atas bahunyaJ.
cukup. (;(l e Lfiy ditahan atau dikukuh- Kemudian ia berdiri di belakang Nabi saw. dan
kan dan dibawa kepada rasa sabar dan yakin. berkata, "Wahai Nabi Allah, cukuplah engkau
(aui)r : #,h tertahan dan tertanam memohon pada Tuhanmu, sesungguhnya Dia
dalam pasir. (rr-i ayt tJ/iy dengan dibantu dan pasti akan menepati janji-Nya padamu." Se-
diberi kabar gembira. (.--tr,F rasa ketakutan.
+ity j sritelah itu Allah SWT menurunkan firman-Nya,
{;u;{, j!} kepala (oq fF tiap-tiap ujung jari {ei; til1 G juga € ;*::t, €" 'lb
ber-
tangan dan kaki. {.:l:} adzab yang ditimpakan Di hari itu kedua pasukan saling
pada mereka itu. (y" #F permusuhan itu hadapan dan Allah SWT mengalahkan pasukan
dinamakan dengan musyaqqah [membelahJ musyrik. Dari mereka terbunuh sebanyak
karena ia membuat masing-masing pihak tujuh puluh orang dan tertawan sebanyak
berada di sisi yang saling berbeda. (€tF adzab
tujuh puluh orang juga.,n
yang demikian itu. (;rrj;F wahai orang-orang
kafir di dunia $.rat<": iiU Uagi orang-orang kafir Imam Bukhari meriwayatkan dari Ibnu
di akhirat nanti. Abbas, ia berkata, "Pada Perang Badar Nabi
Sebab Turunnya Ayat saw. berdoa, "Ya Allah, sesungguhnya aku
Ahmad, Tirmidzi, Ibnu farir dan Ibnu Abi menagih janji-Mu. Ya Allah, kalau Engkau mau
Hatim meriwayatkan dari Umar bin Khattab,
ia berkata, "Di saat Perang Badar; Nabi saw Engkau tidak akan disembah lagi." Abu Bakar
memandangi para sahabatnya. fumlah mereka memegang tangan Nabi dan berkata, "Cukup
hanya tiga ratus beberapa belas orang saja. ya Rasulullah." Lalu Nabi keluar dan berkata,
Lalu ia melihat ke arah orang-orang musyrik.
Ternyata jumlah mereka lebih dari seribu "Golongon itu pasti akan dikalahkan dan I
orang. Kemudian Nabi saw menghadap kiblat
mereka akan mundur ke belakang." fal-Qamar:
sambil memakai jubbah dan sorbannya. Beliau 4s)
lalu berdoa, Inilah bentuk permohonan Nabi saw.
9rt^ eW 'oy;.nt,€biv J H'"&l kepada Allah SWT dan inilah yang masyhur.
Ketika kedua pasukan sudah berhadapan
.tJl cf)\t a-4 Yj,f.)i;,lt bt uu.@r Abu fahal berkata, "Wahai Tuhan, mana di
antara kami yang berada dalam kebenaran,
maka bantulah." Rasulullah saw. mengangkat
tangannya dan juga berdoa seperti yang
disebutkan di atas.
74 Tafsir ar-Razi tS /1.39, Tafsir lbnu Katsir 2/289.
Ada pendapat lain yang mengatakan satu rombongan kemudian taklama setelah itu
datang pula yang lain sehingga jumlah mereka
bahwa meminta bantuan kepada Allah dilaku- seluruhnya menjadi tiga ribu lalu bertambah
kan oleh beberapa orang beriman karena menjadi lima ribu sebagaimana Allah SWT
rasa takut mereka lebih hebat daripada rasa
takut Rasul. Namun, pendapat yang lebih berfirman dalam surah Aali'lmraan,
tepat adalah Nabi saw berdoa dan bermohon "(lngatlah), ketika engkau (Muhammad)
seperti yang diriwayatkan sementara orang- mengatakan kepada orang-orong beriman,
orang beriman lainnya mengaminkan doanya
'Apakah tidak cukup bagimu bahwa Allah
dan berdoa juga di dalam diri mereka, tapi membantu kamu dengan tiga ribu malaikot
yang diturunkan (dari langit)?" "Ya" (cukup)
yang dinukilkan adalah doa Rasul dan bukan Jika kamu bersabar dan bertakwa ketika
doa mereka.
mereka datang menyerong kamu dengan tiba-
Persesuaian Ayat tiba, niscaya Allah menolongmu dengan lima
Setelah Allah SWT menjelaskan di ayat ribu malaikat yang memakai tanda..." (Aali
'Imraan: 124-125)
sebelumnya bahwa Dia akan memenangkan
yang benar [haq) dan mengalahkan yang batil, Dan, tidaklah Allah jadikan pengiriman
dalam ayat ini, Dia menjelaskan bahwa Dia
membantu mereka ketika mereka meminta para malaikat itu dan memberitahukanmu
pertolongan.
dengan semua itu melainkan sebagai sebuah
Tafsir dan Penjelasan
kabar gembira bagi kamu bahwa kamu pasti
Ingatlah wahai orang-orang beriman
akan menang dan agar hatimu menjadi
ketika kamu meminta bantuan kepada Tuhan-
mu saat kamu yakin bahwa perang mesti akan tenang dan damai dari segala keresahan yang
terjadi, sambil berdoa, "Wahai Tuhan kami, meliputi jiwamu, karena sesungguhnya Dia
mampu untuk menolongmu melawan musuh-
tolonglah kami melawan musuh-musuh-Mu, musuhmu secara langsung (tanpa perantara
wahai Zat yang Maha Penolong orang-orang malaikat, pent) Pertolongan yang hakiki dalam
yang minta tolong, tolonglah kami." Yang sebuah peperangan tidak datang kecuali dari
dimaksudkan adalah mengingatkan mereka
kepada nikmat Allah SWT terhadap mereka Allah, bukan dari para malaikat ataupun
yang telah mendengar doa mereka agar
mereka bersyukur dan mengetahui betapa faktor-faktor materi yang kasat mata lainnya.
besarnya karunia dan rahmat Allah SWT Sesungguhnya Allah Mahaperkasa dan tidak
akan pernah terkalahkan juga Mahabijaksana
terhadap mereka. yang tidak akan meletakkan sesuatu di selain
tempatnya, sebagaimana Dia berfirman,
Lalu Ia memperkenankan [doa) kamu.
"Demikianlah, dan sekiranya Allah meng-
Artinya, Dia menjawab doa kamu dengan hendqki, niscaya Dia membinasakan mereko,
mengatakan, 'Aku akan membantu kamu tetapi Dia hendak menguji kamu satu sama
dengan seribu malaikat secara berturut-turut," Iafn." fMuhammad:4)
maksudnya sebagian mengiringi yang lain,
sebagian datang pertama lalu diikuti oleh yang Apakah para malaikat itu benar-benar
lain, dan begitulah seterusnya para malaikat
itu datang silih berganti. Pertama kali datang ikut perang secara langsung? Sebagian ulama
berpendapat bahwa para malaikat tidak
berperang secara langsung. Mereka hanya
menjadi penguat secara spritual bagi kaum
TATSTRAL-MuNrRrrLrp 5 -,- rr,il, -/-----\ surchal-Anfaal
Muslimin. Mereka memperbanyak jumlah Sudah hal yang disepakati para ulama
bahwa para malaikat tidak ikut berperang
kaum Muslimin dan meneguhkan hati mereka. dalam Perang Uhud karena Allah SWT men-
Karena sebenarnya satu malaikat saja sudah janjikan kemenangan kepada kaum Muslimin
tetapi tergantung kepada sabar dan talanra me-
cukup untuk membinasakan seluruh penduduk reka, namun mereka tidak memenuhi syarat
tersebut.
dunia. Malaikat fibril misalnya, dengan satu
Keikutsertaan para malaikat bersama
helai bulu dari sayapnya bisa membinasakan
orang-orang beriman tentunya tidak mengecil-
kota Madain tempat tinggal kaum Nabi Luth. kan urgensi kewajiban yang mesti dilaksana-
Ia juga mampu membinasakan negeri Tsamud
negeri kaum Nabi Shaleh a.s. hanya dengan kan oleh mereka dalam peperangan dalam
satu teriakan saja. Pendapat ini dipegang oleh bentuk yang paling sempurna dan terbaik
Syekh Muhammad Abduh dan madrasahnya. karena mereka berperang secara mati-matian
Sementara itu, mayoritas ulama ber- yang layak untuk dihargai. Dalam sebuah
hadits shohihain, Rasulullah saw. bersabda
pendapat bahwa pada Perang Badaa fibril kepada Umar ketika Umar minta izin kepada
turun dengan lima ratus malaikat sayap kanan
pasukan, di sana ada Abu Bakar; sementara Rasul untuk membunuh Hathib bin Abi
Mikail turun bersama lima ratus yang lain
di sayap kiri, di sana ada Ali bin Abu Thalib. Balta'ah:
Mereka turun dalam bentuk laki-laki yang ber- .,4 ,F %Avi V(Uk. i*t
pakaian putih dan bersorban putih. Mereka
J.'*tr$'ilt
mengulurkan sorban itu sampai ke bahu
€ *p &3fi v tri;j;t ,iv; ,.,ii S;1
mereka, lalu mereka berperang. Inilah pen-
dapat yang lebih masyhur yang diriwayat- "Ia ikut dalam Perang Badar. Engkau tidak
kan dari lbnu Abbas, ia berkata, 'Allah SWT tahu, boleh jadi Allah telah melihat kepada ahli
membantu Nabi-Nya saw. dan orang-orang Badar lalu berfirman, "Lakukanlah apa yang
kamu inginkan karena Aku telah mengampuni
beriman dengan seribu malaikat. fibril datang kalian." (HR Bukhari dan Muslim)
dengan lima ratus dari mereka di salah satu
sayap, sementara Mikail dengan lima ratus Dampak dari Perang Badar sangat berat l
dan hebat terhadap Quraisy, karena para
lagi di sayap yang lain." Ini juga pendapat yang pemimpin mereka banyak yang terbunuh oleh
lebih kuat dan didukung oleh riwayat-riwayat pedang, tombak dan tangan-tangan pemuda
yang shahih. kaum Muslimin, padahal mereka (tokoh-
Ibnu |arir dan Muslim meriwayatkan dari tokoh Quraisy tersebut) adalah para jawara
Ibnu Abbas dari Umar; hadits yang disebutkan yang sangat terkenal. Itulah siksaan terhadap
di atas. Ada juga hadits-hadits lain yang kekafiran dan pembangkangan mereka. Allah
SWT menyiksa umat-umat terdahulu yang
diriwayatkan berkenaan dengan hal ini. Kalau mendustai nabi-nabi mereka dengan siksaan
bukan karena hadits-hadits tersebut, tentu
pendapat pertama yang lebih bisa diterima. yang mengenai seluruh umat yang mendustai
Abu fahal berkata kepada Ibnu Mas'ud, tersebut, sebagaimana Allah membinasakan
kaum Nabi Nuh dengan angin topan, kaum
"Dari mana datangnya suara yang kami dengar Ad dengan Dabur fangin yang sangat keras),
kaum Tsamud dengan suara yang sangat
di Perang Badar; padahal kami tidak melihat
siapa-siapa?" Ibnu Mas'ud menjawab, "ltu
adalah suara para malaikat." Mendengar hal itu
Abu fahal berkata, "Mereka yang mengalahkan
kami, bukan kalian."
TAFSTRAL-MuNrR IrLrD 5
keras, kaum Nabi Luth dengan dibalikkan dan pengertian dari penyebutan nikmatAllah yang
ditimbunkannya tanah mereka kepada mereka ada pada mereka berupa tidur pada malam
dan dilempari dengan batu syJiil dari neraka tersebut. Pertama, Allah SWT menguatkan
fahannam, kaum Syu'aib dengan hari zhullah mereka dengan istirahat pada malam itu
(panas yang sangat mengerikan), dan Fir'aun untuk berperang keesokan harinya. Kedua,
beserta pengikutnya dengan tenggelam di
bahwa Allah SWT memberi mereka rasa aman
lautan. dengan sirnanya rasa takut dari hati mereka
sebagaimana dikatakan bahwa rasa aman itu
Nikmat pertama yang diingatkan Allah
akan membuat tidur sementara rasa takut
kepada kaum Muslimin di Perang Badar adalah
akan membuat tidak bisa tidur.
membantu mereka dengan para malaikat. Demikian juga, Allah SWT melakukan hal
Kemudian, Allah mengingatkan mereka de-
yang sama dengan memberikan mereka rasa
ngan dua nikmat yang lain, yaitu diberikannya kantuk dalam Perang Uhud sebagaimana Allah
SWT berfirman,
mereka rasa kantuk dan diturunkannya hujan
"Kemudian setelah kamu ditimpa ke-
pada mereka. Allah berfirman, (.uli ,.:.LiJ iy|
sedihan, Dia menurunkan raso amqn kepada-
Maksudnya, ingatlah nikmat yang telah di- mu (berupa) kantuk yang meliputi segolongan
turunkan Allah padamu berupa rasa kantuk se- dari kamu, sedangkan segolongan lagi telah
hingga rasa kantuk itu menyelimutimu seperti
dicemaskan oleh diri mereka sendiri" (Aali
selimut untuk memberi rasa aman padamu
'Imraan:154)
dari rasa takut yang menyergap jiwamu ketika
Allah SWT juga menurunkan padamu
melihat jumlah mereka yang banyak dan hujan dari langit untuk menyucikanmu dari
jumlahmu yang sedikit. Allah SWT melepaskan hadats dan junub, serta menghilangkan dari-
mu kecemasan dari setan dan kekhawatiran
kaum Muslimin dari kelelahan perjalanan. terhadap rasa haus yang dibisikkannya. Ada
pendapat yang mengatakan bahwa maknanya
Siapa yang dikuasai rasa kantuh niscaya tidak Allah hilangkan junub yang menimpa sebagian
kamu karena pengkhayalan yang datang dari
akan merasakan takut sama sekali dan ia bisa
setan.
istirahat serta mengembalikan semangat dan
tenaganya. Imam al-Baihaqi dalam kitab ad- "Dan Dia ikat hatimu..." maksudnya, Dia
ikat dengan rasa sabar dan kekuatan untuk
Dalail meriwayatkan dari Ali r.a., ia berkata,
menghadapi musuh yang merupakan sebuah
"Tak ada seorang pun jawara perang di antara keberanian batin, " Dan Dia kukuhkan kakimu..."
yang merupakan keberanian lahir. Artinya,
kami di Perang Badar selain al-Miqdad. penurunan hujan saat itu mengandung empat
faedah: suci lahir dengan cara membersihkan
Sungguh aku melihat kondisi kami saat itu, badan, suci secara syari'at dengan cara mandi
semuanya tertidur, kecuali Rasulullah saw dari junub dan dengan wudhu, menghilangkan
yang shalat di bawah sebuah pohon sampai kecemasan dari setan, mengikat hati [artinya
pagi." mengukuhkan jiwa untuk bersabar), dan
menguatkan kaki berdiri di atas bumi yang
Rasa kantuk itu terjadi di malam sebelum
perang keesokan harinya. Peristiwa tidur berpasir.
yang dialami oleh kaum Muslimin yang cukup
banyak itu dalam kondisi yang sangat men-
cekam sekaligus merupakan sesuatu yang
sangat ajaib dan luar biasa. Padahal, saat itu
ada hal sangat penting yang menyibukkan
mereka yaitu perang. Akan tetapi, Allah SWT
telah mengikat hati mereka.
Imam al-Mawardi berkata, 'Ada dua
Secara tekstual, ayat menunjukkan bahwa ia berkemah di sumur air terdekat yang di-
rasa kantuk itu terjadi sebelum hujan turun, jumpainya. Al-Hubab bin Mundzir datang
yaitu pada malam tujuh belas Ramadhan.
Sedangkan Mujahid dan Ibnu Abi Najih ber- menemui Rasulullah saw Ia berkata, "Wahai
pendapat bahwa hujan turun sebelum rasa
Rasulullah, mengenai tempat ini, apakah
kantuk datang.
ini tempat yang telah ditentukan oleh Allah
Sebab diturunkannya hujan adalah se- untukmu, sehingga kita kita tidak bisa maju
bagaimana yang diriwayatkan oleh Ibnu al-
Mundzir melalui sanad Ibnu larir ath-Thabari lagi atau mundur atau ia hanya sebuah gagasan
dari Ibnu Abbas bahwa kaum musyrikin pada
dan taktikperang?" Rasulullah saw. Menjawab,
awalnya mendominasi air sehingga kaum
"lni hanya sebuah ide dan taktik perang." Al-
Muslimin menjadi kehausan. Mereka salat Hubab melanjutkan, "Wahai Rasulullah, ini
dalam keadaan junub dan berhadats. Di sekitar bukan tempat yang tepat. Mari kita pindah dan
mereka hanya terdapat pasir. Kemudian setan menuju sumber air yang paling dekat dengan
memasukkan rasa gundah dan sedih ke dalam musuh,lalu kita berkemah di sana dan kita gali
hati mereka. Setan berkata, "Kalian mengklaim
bahwa di antara kalian ada seorang Nabi dan sumber-sumber air di sekitarnya kemudian
kalian adalah kekasih-kekasih Allah, namun
kita buat kolam dan kita penuhi dengan air.
kalian shalat dalam keadaan junub dan
Setelah itu baru kita memerangi musuh-musuh
berhadats." Allah menurunkan air dari langit
kita sehingga kita bisa minum sementara
dan mengalirlah air seperti sungai kepada mereka tidak." Mendengar hal itu Rasulullah
kaum Muslimin. Mereka kemudian minum dan saw bersabda, "Bagus sekali gagasanmul'Lalu
bersuci. Kaki mereka menjadi kukuh berdiri di mereka melaksanakan seperti yang diusulkan
pasir yang keras itu dan hilanglah kecemasan
oleh al-Hubab.
dalam hati mereka. Dhamir [kata ganti) dalam
kata (".1 "dengannya" merujuk kepada air atau Ibnu Katsir berkata, qRiwayat yang lebih
hujan. baik dari ini adalah yang diriwayatkan oleh
Rasulullah saw bersama para sahabatnya Imam Muhammad bin Ishaq pengarang kitab
segera menguasai air yang terkumpul dari al-Maghazi, dari Urwah bin Zubai6 ia berkata,
'Allah SWT menurunkan hujan. Sebelumnya
air hujan. Mereka berkemah di dekat daerah
daerah yang ditempati kaum Muslimin adalah
air tersebut dan membuat kolam-kolam.
berupa dahs [pasir yang membuat kaki
Kemudian mereka gali sumber-sumber air tenggelam ketika berjalan di atasnya) Hujan
lainnya. Para sahabat membangun sebuah yang turun pada Rasulullah saw. dan para
sahabatnya membuat tanah semakin keras
kemah kecil di pinggir medan peperangan. Ini
yang dijelaskan oleh riwayatyaitu bahwa kaum sehingga mereka tidak terhalang untuk terus
bergerak, sementara hujan yang menimpa
musyrikin telah didahului kaum Muslimin
untuk berkumpul di daerah sekitar air dalam Quraisy membuat mereka tidak bisa bergerak
dengan leluasa."
Perang Badar.
Kami berpendapat bahwa nash ayat
Riwayat yang terkenal adalah riwayat Ibnu Al-Qur'an sejalan dengan riwayat yang di-
Ishaq dalam sirahnya dan yang diikuti oleh pandang baik oleh Ibnu Katsir dan yang juga
Ibnu Hisyam dalam kitab sirahnya juga bahwa dipakai oleh mayoritas ahli tafsir seperti
ketika tiba di daerah Badar; Rasulullah saw. ath-Thabari, Zamakhsyari, ar-Razi dan lain-
berhenti di daerah air terdekat. Maksudnya, lain. Al-Baidhawi juga menyebutkan sebuah
riwayat yang mendukung hal tersebut. Ia ber-
kata, "Diriwayatkan bahwa kaum Muslimin
berkemah di daerah yang lembek yang mem- Nikmat lain yang juga disebutkan kepada
buat kaki terperosok serta tidak ada air. orang-orang beriman dalam Perang Badar
Ketika mereka tidu4, sebagian besar di antara
mereka bermimpi (yang membuat mereka adalah sebuah nikmat yang tidak terlihat
wajib mandi). Sementara itu, kaum musyrikin
menguasai daerah yang berair. Setan pun dan Allah SWT nyatakan pada mereka agar
memasukkan kecemasannya terhadap kaum
Muslimin. Ia berkata, "Bagaimana mungkin mereka syukuri, yaitu pengilhaman Allah
kalian akan menang, sementara kalian telah
kepada para malaikat bahwa Dia bersama
kalah untuk mendapatkan tempat yang berair.
mereka; kebersamaan membantu, menolong,
Sekarang saja kalian salat dalam keadaan
berhadats dan junub lalu kalian menganggap dan meneguhkan. Dia berfirman, {C, ,r_i il}
diri kalian sebagai wali-wali Allah dan Rasul-
Nya ada bersama kalian?" Mereka menjadi Maksudnya, ingatlah ketika Allah SWT me-
sangat sedih dan gundah dengan kondisi yang wahyukan kepada para malaikat bahwa Dia
mereka alami. Kemudian, Allah menurunkan
bersama mereka ketika Dia mengutus mereka
hujan. Hujan turun pada mereka di malam
hari, sampai-sampai hujan itu meyebabkan fpara malaikat itu) sebagai bantuan untuk
munculnya lembah-lembah sungai. Mereka kaum Muslimin atau Dia mewahyukan kepada
para malaikat bahwa 'Aku bersama orang-
kemudian membuat kolam-kolam di pinggir orang yang beriman maka tolonglah dan
kukuhkan mereka." Ar-Razi berkata, "Tafsir
lembah-lembah itu. Mereka beri minum kuda-
kedua ini lebih baik karena yang dituju dari
kuda mereka. Mereka mandi dan berwudhu. firman ini adalah untuk menghilangkan rasa
Pasir yang terdapat antara mereka dan musuh takut, sementara para malaikat tidak pernah
takut pada kaum kafir. Yang takut itu adalah
menjadi keras sehingga kaki-kaki mereka bisa
kaum Muslimin."75
kukuh ketika berjalan dan semua kecemasan
Yang dimaksud dengan'kebersamaan'
setan itu hilang."
dalam ayat ini adalah kebersamaan per-
Kemudian, al-Baidhawi menyebutkan pe-
tolongan, bantuan, dan peneguhan pada saat-
ngertian dari firman Allah SWT, (ii.rl, F L:fiY
saat yang berat dalam perang. Mereka fpara
yaitu dengan cara percaya kepada kasih sayang malaikat) meneguhkan hati orang-orang ber-
Allah pada mereka, 4;rn{i r e-5i} yaitu dengan iman, menguatkan semangat mereka, meng-
diturunkannya hujan sehingga kaki mereka ingatkan mereka kepada janji Allah bahwa
Dia pasti akan menolong Rasul-Nya dan
tidak terperosok ke dalam pasir atau dengan orang-orang yang beriman, dan Allah SWT
mengukuhkan hati mereka sehingga kuat dan tidak akan pernah melanggar janji. Ada pen-
berani dalam peperangan. Pendapat yang
paling benar adalah yang disebutkan oleh al- dapat yang mengatakan bahwa para malaikat
Qurthubi dari Ibnu Ishaq dalam sirah-nya dan itu datang menyerupai laki-laki yang sudah
ulama lainnya. Pendapat ini yang bisa me- dikenal orang-orang beriman. Mereka mem-
bantu kaum Muslimin untuk menang dalam
ngompromikan berbagai riwayat bahwa ber-
bagai kondisi yang diikuti oleh turunnya hujan peperangan tersebut.
teriadi sebelum mereka sampai ke Badar.Ts Al-Baihaqi meriwayatkan dalam kitab dd-
Dalailbahwa malaikat itu datang pada seorang
Muslim dalam bentuk orang yang dikenalnya,
lalu ia berkata, "Bergembiralah karena mereka
75 Tafsir al-Qurthubi 7 /373. 76 Tafsir ar-Razi tS /135.
TAFSIRAL-MUNIR lrlrp 5 u_rd1lTx. ..... .. Surah at-Anfaat
fkaum kafir) tidak ada apa-apanya. Allah SWT kekalahan serta segala hal yang mengikutinya
bersamamu, seranglah mereka kembali." seperti terbunuh dan tertawan, rasakanlah
oleh kalian sekarang juga. Kalian juga akan
Pengertian ketiga tentang makna 'pene- mendapat adzab |ahannam di akhirat nanti
guhan' di sini diriwayatkan dari az-Zajjaj yaitu jika kalian tetap saja berada dalam kekafiran.
malaikat memiliki kemampuan untuk me- Digunakan kata-kata 1.ri.lLr; yang berarti
masukkan kebaikan yaitu ilham sebagaimana
mencicipi sedikit makanan guna mengetahui
halnya setan memiliki kemampuan untuk me- rasanya secara keseluruhan untuk menunjuk-
kan kepedihan dan adzab yang disegerakan
masukkan keburukan yaitu kecemasan.
untuk mereka di dunia. Ini adalah sebagai
Kemudian, Allah SWT menyebutkan apa
bentuk kiasan bahwa yang dirasakan di dunia
yang dimaksud dengan firman-Nya,{i(; .',i} ini adalah ibarat mencicipi sedikit adzab jika
yaitu bahwa Aku bersamamu dalam mem- dibandingkan dengan adzab mahadahsyat
yang disediakan untuk mereka di akhirat nanti.
bantumu dengan memasukkan rasa takut ke
dalam hati orang-orang kafir. Jadi, di antara Fiqih Hukum Dan Kehidupan
nikmat terbesar Allah SWT kepada orang-
orang beriman adalah ditanamkannya rasa Ayat-ayat di atas menunjukkan tiga hal;
takut dan kecut ke dalam jiwa orang-orang
kafir. Dengan demikian, pukul dan potonglah mengingatkan beberapa nikmat, mengajarkan
cara membunuh, dan adzab bagi orang yang
kepala mereka yang di atas leher. potong mendurhakai atau memusuhi Allah SWT dan
juga leher mereka dan jari-jari mereka yaitu Rasul-Nya.
jari-jari tangan dan kaki. Artinya Allah SWT
Nikmat-nikmat yang disebutkan dan yang
memerintahkan mereka untuk memukul ingin Allah SWT ingatkan dalam perang Badar
ada tujuh;
bagian tubuh yang mematikan dan yang tidak
mematikan. Pertama,pertolongan ketika diminta, yaitu
dengan turunnya malaikat yang membantu
Kemudian, Allah SWT menjelaskan sebab mereka dalam peperangan. Tidak ada kontra-
Dia membantu dan menguatkan orang-orang
diksi antara penyebutan jumlah malaikat
beriman. Dia berfirmrn, ('f u # ! q'!F dalam surah ini (seribu malaikat) dan dalam
surah Aali 'lmraan (tiga ribu sampai lima
Artinya, bantuan dan penguatan Allah SWT
terhadap Nabi dan orang-orang beriman itu ribu malaikat), karena Allah SWT mengirim-
adalah karena orang-orang musyriktelah men-
durhakai Allah SWT dan Rasul-Nya. Mereka kan bantuan itu secara berturut-turut. Dia
telah memusuhi dan menentang Allah SWT
dan Rasul-Nya. Mereka berjalan di satu arah mengirimkan pertama kali seribu malaikat,
lalu mereka tinggalkan syari'at, iman kepada kemudian tiga ribu,lalu lima ribu ketika kaum
syari'at, dan mengikuti syari'at di arah yang Muslimin berperisaikan dengan kesabaran
lain. dan ketalnaraan.
(r..ri rt.;-; {.iU.-i ,yu.. ib artinya barang siapa Kedua, memberikan rasa kantuk dan tidur
di malam sebelum terjadi peperangan. Ketiga,
yang melawan perintah Allah SWT dan hujan diturunkan dari langit untuk bersuci
Rasul-Nya serta memusuhi keduanya selain secara lahir dengan cara membersihkan
kekalahan dan kehinaan di dunia, ia juga akan
badan, berwudhu, dan mandi dari junub, serta
mendapatkan adzab yang keras di akhirat.
bersuci secara batin dengan dihilangkannya
Itulah adzab yang Aku segerakan untuk kalian kecemasan setan dari dalam diri orang-orang
wahai orang-orang kafir yang menentang Allah
dan Rasul-Nya di dunia berupa kehinaan dan
TATSIRAL-MUNIR IILID 5
beriman. Keempat, mengikat hati orang-orang berkata kepada Nabi saw., Bagaimana posisi
pejuang Badar di kalangan kalian? Nabi saw.
beriman. Artinya, menguatkannya dan meng-
hilangkan ketakutan dan kekhawatiran dari bersabda, "Mereka adalah orang-orang terbaik
mereka, memenuhi jiwa mereka dengan rasa
di antara kami." Jibril berkata, "Mereka iuga
sabac dan menyemangati mereka untuk meng-
demikian dalam pandangan kami." fadi, hal itu
hadapi dan memerangi musuh-musuh mereka. adalah karena jihad mereka dan jihad yang
paling utama adalah Perang Badar karena
Kelima, mengukuhkan kaki di atas pasir
bangunan Islam seluruhnya bergantung
yang telah saling menyatu akibat hujan. Dari
kepada perang tersebut.
hal ini bisa dipahami bahwa kondisi para
Islam mewajibkan untuk menguburkan
musuh berbeda dengan hal itu. Keenam,wahyu jasad orang-orang yang terbunuh meskipun
mereka adalah para musuh. Nabi saw. me-
kepada malaikat bahwa Allah SWT bersama merintahkan para sahabat untuk mengubur-
orang-orang beriman, bantu dan kukuhkanlah
kan orang-orang musyrik yang mati di Perang
mereka.
Badar sejumlah tujuh puluh orang di dalam
Ketujuh, memasukkan rasa takut ke dalam
hati orang-orang kafir. Ini merupakan nikmat sebuah telaga kuno yang ada di sekitar Badar.
yang sangat besar yang diberikan Allah SWT
Imam Muslim meriwayatkan dari Anas
kepada orang-orang beriman.
bin Malik bahwa Rasulullah saw. membiarkan
Sementara itu, cara untuk membunuh,
korban Perang Badar dari kalangan musuh
Allah SWT memerintahkan kaum Mukminin selama tiga hari. Setelah itu ia berdiri di dekat
untuk membunuh orang-orang kafir tepat pada bangkai mereka dan menyeru, "Wahai Abu
Jahal bin Hisyam, wahai Umayyah bin Khalaf,
bagian tubuh mereka yang mematikan dengan wahai Utbah bin Rabi'ah, wahai Syaibah bin
cara memukul ubun-ubun dan kepala mereka Rabi'ah, tidakkah telah kalian dapatkan apa
yang telah dijanjikan Tuhan kalian sesuatu
yang terletak di atas leher serta memukul yang benar? Aku sudah mendapatkan apa
bagian tubuh yang tidak mematikan dengan yang telah dijanjikan Tuhanku sebagai sesuatu
memotong jari-jari tangan dan kaki karena jari
adalah alat untuk memegang pedang, tombah yang benar."
dan senjata-senjata lainnya. fadi, apabila jari-
jari mereka telah dipotong, mereka tidak bisa Umar mendengar seruan Nabi saw. kepada
untuk berperang lagi. mereka, lalu ia berkata, "Wahai Rasulullah,
Adzab bagi orang yang mendurhakai bagaimana mungkin mereka akan mendenga[
dan menentang Allah dan Rasul-Nya adalah bagaimana mungkin mereka akan menjawab
kehinaan dan kekalahan di dunia serta adzab
yang sangat berat di neraka fahannam di hari sementara mereka telah meniadi bangkai
Kiamat kelak. Tujuan penyebutan adzab ini dan membusuk [Umar mengatakan hal ini
adalah sebagai ancaman terhadap kekafiran
karena sesuai hukum adat kebiasaan hal ter-
dan pencelaan orang-orang kafir karena sebut sangat tidak mungkin, Nabi saw men-
siksaan terhadap kekafiran itu dua macam; jawab, mereka bisa mendengar sebagaimana
ada yang disegerakan di dunia dan ada yang halnya orang hidup)?" Nabi saw. menjawab,
"Demi Zatyang jiwaku dalam genggaman-Nya,
ditangguhkan di akhirat.
Keutamaan dan kelebihan pejuang Badar kalian tidak lebih bisa mendengar apoyang aku
serukan daripada mereka, akan tetapi mereka
bukan karena tubuh mereka, melainkan karena tidak mampu menjawabnya." Kemudian, Nabi
perbuatan mereka. Imam Malik berkata, 'Ada
saw. memerintahkan untuk menarik jasad
riwayat yang sampai padaku bahwa fibril a.s.
TAFSIR AI--MUNIR IILID 5
mereka lalu dilemparkan ke dalam sebuah menyerangmu, maka janganlah kamu berbalik
parit di Badar. memb elakangi mereka (mundur ). D an b arangsiap a
Al-Qurthubi berkata, "lni menunjukkan mundur pada waktu itu, kecuali berbelok untuk
bahwa kematian itu tidak berarti ketiadaan (siasat) perang atau hendak menggabungkan diri
atau fana. Ia hanya terputus dan terpisahnya dengan pasukan yang lain, maka sungguh, orang itu
kembali dengan membawa kemurkaan dari Allah.
hubungan ruh dengan badan dan berganti
Tempatnya ialah neraka lahannam, dan seburuk-
kondisi serta perpindahan dari sebuah alam buruk tempat kembali. Maka (sebenarnya) bukan
ke alam yang lain. Rasulullah saw. bersabda,
kamu yang membunuh mereka, melainkan Allah
,it 'i.tt->l X jES gjS g e?j ttL cyit 'oL yang membunuh mereka, dan bukan engkau yang
#,qA melempar ketika engkau melempar, tetapi Allah
yang melempar. (Allah berbuat demikian untuk
"Sesungguhnya ketika mayat diletakkan di
kuburnya dan orang-orang yang mengantarnya membinasakan mereka) dan untuk memberi
telah pulang ia akan mendengar suara sandal kemenangan kep ada orang- orang Mukmin, dengan
mereka." (Hadits shahih) ?? kemenangan yang baik. Sungguh, Allah Maha
Mendengar, Maha Mengetahui. Demikianlah
LARI DARI MEDAN PERANG, DAN (karunia Allah yang dilimpahkan kepadamu),
KEMENANGAN DATANG DARI ALLAH
dan sungguh, Allah melemahkan tipu daya orang-
Surah ahAnfaal Ayat 15-19
orang kafir. lika kamu meminta keputusan, maka
i<trt$#^ii,f"fqiMi;b\f\i$-)6t'f*t;$U{\WJ"qji'\
sesungguhnya keputusan telah datang kepadamu;
A: q:<1) I v3'A)G'ir ",9),
dan jika kamu berhenti memusuhi Rasul),
)i't iy'G'54 L <jrr;j\,pj',y, i\
maka itulah (yang lebih baik bagimu; dan jika
,::Bji\5V kamu kembali, niscaya Kami kembali (memberi
pertolongan); dan pasukanmu tidak akan dapat
Ut?+ifrG;#ir@ a4-;t
,fu$iS',ntifi yr'{sy'596g menolak sesuatu bahaya sedikit pun darimu,
@'3;Adt1v'ilutrsr*pa- biarpun jumlahnya (pasukan) banyak. Sungguh,
Allah beserta orang-orang beriman" (al-Anfaal:
"Wahai orang yang beriman! Apabila kamu
bertemu dengan orang-orang kafir yang akan ls-le)
77 Tafsir al-QurthubiT /377. Qlraa'aat
4;9L;): Imam as-Susi dan Hamzah dalam
kondisi waqof membacanya 1i9rij;.
4i;yr lmam Warsy, as-Susi, dan Hamzah
dalam kondisi waqof membacanya 1.,.+j;.
(,f;F' Imam Ibnu Amir; Hamzah, dan al-
Kisa'i membacanya dengan: 1;,ij;, sementara
imam-imam yang lain membacanya dengan
(;l*)'
1. (It e;F' Lafal ini dibaca juga dengan:
:ii>: ini adalah qiraa'aat Nafi', Ibnu
<'5
Katsir; dan Abu Amr.
2. $t :e;>: ini adalah qiraa'aat Hafsh.
3. <'5 :>+;>, ini adalah qiraa'aat imam-imam
yang lainnya.
TAFSTRAL-MuNIR rlLlD 5
4;irr .i!|: Ini adalah qiraa'aat Nafi, Ibnu padahal sebenarnya sangat cepat. Maksudnya
Amir; dan Hafsh. Sementara imam-imam yang adalah pasukan yang sedang merayap menuju
lain membacanya dengan (i:t "t51. kalian untuk memerangi kalian (orang-orang
beriman). (;t,;{ry Kata ini adalahiamak dari 1ji;
l'raab yang berarti belakang, lawannya adalah 1'pjr;
(d;r) Posisinya adalah manshuub sebagai depan. Kedua kata ini digunakan sebagai kiasan
haal, artinya saling merayap. Boleh iuga
untuk dua kemaluan (dubur dan qubul), Yang
sebagai haaal dari kata <rdi'r. 41,11-.'ar* iyy
Kalimat ini adalah haal darifa'il dalam kalimat dimaksud dengan firman-Nya, (rq;!' e'y tt;F
(j.;?, sementara istitsna-nya mufragh atau adalah lari dalam keadaan kalah. 4:,;-Ui,nY
manshuub sebagai istitsna', artinya "Siapa ketika berhadapan dengan mereka.
yang berpaling kecuali orang yang berpaling." {1e$y berputar atau berbelok ke sisi lain
dengan pura-pura kalah sebagai sebuah taktik
{;-4<l' y b; 'is, if .1,} Kata {[1;]
atau tipuan perang kemudian menyerang
adalah khabar mubtada' yang dipersepsikan, kembali. fadi, ia menampakkan pada mereka
bahwa ia Iari sebagai sebuah tipuan, padahal
,1;taqdiir-nya adalah ;<tfty "Dqn hal itu...".
ia ingin untuk melakukan serangan kembali.
Sementara kalimat 4,t, rtt ily aaatatr 'athaf
kepada (€!F, taqdiir-nya adalah (tt i:i 1\15 4(#Y menggabungkan dengan kelompok
l.ei "Don keadaannya bahwq Allah okan yang lain untuk memerangi musuh dengan
melemahkan...".$t--it E 'itt itrty Kalimat ini
kelompok tersebut. Yang dimaksud dengan
'athaf kepada kata (pl;y, taqdiir-nya adalah
1atui; adalah kelompok kaum Muslimin tempat
<;-at e'it:, ii ;*?g"Dan kondisinya bahwa Allah
ia minta tolong. Arti dasar dari kata 1atui;
bersama dengan orqng-orang beriman." Orang
adalah sekelompok manusia. {;t} kembali
dengan mendapatkan kemurkaan. (i5t!| arti
yang membacanya dengan 1i[y artinya dengan dasar dari kata 1alLjr; adalah tempat kediaman
meng-kasrah-kan kata-kata (i) berarti ia manusia atau hewan untuk berlindung. "'+rF
sebagai kalimat pembuka. {'"fr itulah tempat kembali terburuk.
BalaaShah keku&atta,n#mr..u)(iid6alaim, Perang Badar dengan
(c.r .r,r- *V:;'xj1) Firman ini ditujukan ,t9F dengan bantuan-
untuk orang-orang musyrik sebagai bentuk Nya terhadapmu. {.*; u;} mata orang-orang
tahaqkum fdekat dengan makna mengejek) kafir itu wahai Muhammad. {Ji' i1| dengan
seperti halnya firman Allah,
pasiq, karena sebenarnya segenggam pasir
"Rasakanlah, sesungguhnya kamu benar-
tidak akan dapat memenuhi mata pasukan
benar orang yang perkasa lagi mulia." (ad'
Dukhan:49) yang banyak itu dengan sekali lemparan
manusia. {.J ;ir, ,4i} dengan menyampaikan
lemparanmu kepada mereka agar orang-orang
Mufradaat LuEhawWah kafir itu kalah.
{t;JF berkumpul untuk menyerang, (;{ a oni":, &.h untuk menguji orang-
seolah-olah mereka merayap karena orang beriman dengan ujian yang baik dengan
jumlah mereka yang banyak karena mereka diperolehnya harta rampasan perang. Ujian
seperti satu tubuh yang saling menyatu, itu terkadang dalam bentuk musibah untuk
jadi kelihatannya mereka bergerak lambat
mengetahui tingkat kesabaran dan terkadang
dalam bentuk nikmat untuk mengetahui ting-
kat kesyukuran. Sementara itu, yang dimaksud
_-
dalam ayat ini adalah ujian dengan nikmat. Ayat(79)
{.1 i' .i1} semua perkataan mereka. {i=E} AI-Hakim meriwayatkan dari Abdullah
bin Tsa'labah bin Shaghic ia berkata, "Yang
semua kondisi mereka. meminta itu adalah Abu fahal." Ketika kedua
(rn!h cobaan itu adalah benar adanya. pasukan berhadapan ia berkata, "Mana
4,X, 'iut .i!y aan bahwa Allah melemahkan. di antara kami yang lebih memutuskan
{;a<j' 6} rencana yang mereka susun tapi silaturahim dan membawa sesuatu yang tidak
pernah dikenal sebelumnya, maka binasa-
yang dituju berbeda dengan yang tampak kanlah ia esok hari." Itu yang disebut istiftaah
fbaca: menipu). 4t;yt; ,t1] jika kamu wahai (meminta Allah memutuskan siapa yang
orang-orang kafir meminta kemenangan dan berhak menang dan kalah, pent). Lalu Allah
bantuan dalam peran& artinya penyelesaian
dan hukum akhir dalam hal itu sebagaimana SWT menurukan ayat, (6,;ir €rv ifr t;i*; 3y\
yang diucapkan Abu fahal, "Ya Tuhan, mana di
antara kami yang memutuskan silaturrahim sampai firman-Nya , $:;1ijt '6'lut i'rry
dan datang membawa sesuatu yang tidak per- Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari
nah kami kenal maka binasakanlah dial' -r;;p
Athiyyah, ia berkata, 'Abu fahal berkata, "Ya
(l.lii g"t keputusan dengan akan dibinasa- Tuhan! bantulah yang paling mulia di antara
dua pasukan ini [Muslim dan kafir) dan yang
kannya pihak seperti Abu |ahal dan setiap paling berharga di antara dua kelompok ini,"
maka turunlah ayat tersebut.
orang yang berada di barisannya. (rjii' ;5|
As-Sudi dan al-Kalbi mengatakan, "Se-
dari kekafiran dan berperang. (,r,r, JlF untuk belum berangkat dari Mekah untuk meng-
hadapi Nabi saw., orang-orang musyrik ber-
memerangi Nabi saw. (r.1,) untuk menolongnya gantung pada dinding Ka'bah seraya berdoa,
"Ya Tuhan, bantulah yang paling tinggi di
me,\laYwanmu.(G--Jip dan tidak akan berguna. antara dua pasukan, yang paling benar di
antara dua kelompok, yang paling mulia di
(iGF kelompok kalian. antara dua golongan dan yang paling mulia
agamanya," maka turunlah ayat tersebut.
Sebab Turunnya
Ikrimah berkata, "Orang-orang musyrik
Ayat(!7) berkata, "Ya Tuhan, kami tidak mengenal
ajaran yang dibawa oleh Muhammad, maka
Pendapat yang masyhur di kalangan ahli
putuskanlah antara kami dengan sebenarnyai'
tafsir adalah bahwa ayat ini turun tentang
maka Allah SWT menurunkan ayat {rr^,iJ .r1}.
Nabi saw yang melemparkan segenggam pasir
Persesuaian Ayat
kepada kaum musyrikan ketika Perang Badar
dan ia berkata, "Celakalah muka kalian " lalu Ayat-ayat ini berhubungan erat dengan
ayat-ayat sebelumnya, yakni mengajarkan
ia melempar mereka dengan pasir tersebut kaum Mukminin kaidah-kaidah berperang
sehingga tak tersisa mata seorang musyrik yang terkait dengan kisah Perang Badar.
pun melainkan dimasuki oleh pasir tersebut. Dalam ayat sebelumnya, Allah memerintahkan
Ibnu farir ath-Thabari, Ibnu Abi Hatim mereka untuk memukul ubun-ubun dan
dan ath-Thabarani meriwayatkan dari Haqim kepala, memutus tangan dan kaki. Dalam ayat
bin Hizam, ia berkata, "Di saat Perang Badar
kami mendengar suara yang jatuh dari langit ini, Allah SWT menyebutkan sebuah kaidah
ke bumi seperti suara pasir atau kerikil yang
jatuh ke sebuah bejana, dan Rasulullah saw.
melempar dengan pasir itu, lalu kami pun
menang. Itulah maksud dari firman Allah S\MT,
(.rj tur -5.:i :;,:t JJ., 6:b
umum dalam berperang, yaitu keharaman Ibnu Abbas berkata, "Siapa yang lari dari
lari dari medan perang ketika berhadapan tiga orang musuh berarti ia sebenarnya tidak
dengan musuh, kecuali untuk sebuah siasat lari. Namun, siapa yang lari dari dua orang
atau taktik perang seperti berpura-pura musuh, ia sungguh telah lari."
Ayat ini menunjukkan keharaman lari dari
kalah dan lari sebagai sebuah tipuan untuk
medan perang dan bahwa ia termasuk dosa
kemudian melakukan penyerangan kembali besar dengan dalil hadits yang diriwayatkan
oleh asy-Syaikhan dari Abu Hurairah secara
atau bergabung dengan kelompok lain
marfu',
untuk bersama-sama dengannya memerangi
U tltl --\EJiAt -,.t,,\as$l d5l b#l
musuh. j"ilri
{\ tlttt ,i6 t# vi ,rJl ,|,,
Tafsir dan Penlelasan
o-Y)
Wahai orang-orang yang memercayai
Allah dan Rasul-Nya, apabila kalian sudah 4tFii tlt yri ?U$yi:,t i7 Ct ttrs
dekat dengan musuh kalian-ketika mereka
merayap ke arah kalian untuk memerangi .qv,i)t ?)96i1
kalian-janganlah kalian lari dari mereka, "lauhilah tujuh hal yang membinasakan." Para
walau jumlah mereka banyak dan jumlah sahabat bertanya, 'Apa itu wahai Rasulullah?"
kalian sedikit. Akan tetapi, bertahanlah dan
Ia menjawab, "Mempersekutukan Allah, sihir
perangilah mereka, karena Allah bersamamu
untuk mengalahkan mereka. Kekalahan di membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah
hadapan mereka ini [dengan cara mundur) kecuali dalam bentuk yang dibenarkan (seperti
kisas), memakan riba, memakan harta anak yatim,
adalah haram kecuali dalam dua kondisi: lari dari medan perang dan menuduh wanita baik-
Pertama, kalau seorang prajurit pura-pura baik yanglengah dan beriman (melakukan zina)"
kalah dan munduL namun kemudian kembali Kemudian, Allah SWT menjelaskan sebab
menyerang dan ini adalah salah satu tipu daya pentingnya tetap tegar dan sabar di hadapan
dan taktik perang. musuh karena Dia akan menolong ketika
Kedua, kalau seorang prajurit bergabung melawan musuh-musuh tersebut' Allah ber-
firman, "Kalian tidak membunuh mereko..."
ke dalam kelompok atau barisan kaum Artinya, kalau kalian merasa bangga telah
membunuh mereka, ketahuilah bahwa se-
Muslimin lainnya untuk bersama-sama mereka benarnya kalian tidak membunuh mereka
dengan kekuatan dan senjata kalian, "akan
memerangi musuh, jadi ia bisa membantu tetapi Allah yang telah membunuh mereka"
karena Dia yang telah menurunkan para
mereka [barisan tersebut) dan mereka juga malaikat, melemparkan rasa takut ke dalam
bisa membantunya. hati mereka, menginginkan kemenangan
Adapun selain kedua kondisi tersebut, untuk kalian, menguatkan hati kalian serta
siapa yang lari, kalah atau takut untuk maju, menghilangkan rasa takut dan gundah dari
ia akan kembali dalam keadaan dimurkai Allah dalam hati kalian, sebagaimana Allah SWT
S\4r[, dan tempatnya di akhirat nanti adalah
neraka fahannam, dan itu merupakan tempat berfirman,
terburuk. Al-Baidhawi berkata, "Hal ini jika
jumlah musuh tidak lebih dari dua kali lipat,
berdasarkan firman Allah SWT
"sekarang Allah ringankan untukmu..." (al-
Anfaal:66)
"Perangiloh mereka, niscaya Allah akan melempar orang-orang musyrik secara lahir
menyiksa mereka dengan (perantaroan) dengan segenggam tanah yang engkau ambil
tanganmu dan Dia akan menghina mereka dari sebuah lembah lalu engkau melempar
dan menolongmu (dengan kemenangan) atas mereka. Sebenarnya, bukan engkau yang
melempar mereka karena lemparanmu itu
mereke, serta melegakan hati orang-orang tidak akan menjangkau kecuali dalam jarak
yang beriman." (at-Taubah: 14) yang bisa dijangkau oleh setiap manusia. Akan
Hal itu karena ketika kaum Muslimin tetapi, Allah yang telah melemparnya dengan
berhasil mengalahkan pasukan dari Mekah, menyampaikan tanah itu ke seluruh mata
membunuh dan menawan mereka, mereka
mereka. fadi, bentuk atau perbuatan melempar
berbangga dan ada yang berkata, 'Aku berhasil itu memang muncul dari Rasulullah saw., akan
membunuh dan menawan." Ketika orang- tetapi, hakikatnya sebenarnya muncul dari
Allah SWT Sementara yang dipandang adalah
orang Quraisy itu datang, Rasulullah saw.
dampak yang ditimbulkan secara nyata. fadi,
berdoa,
Allah yang telah menyampaikan dampak
';t;*" ,t r,lrj W>t, b;V i *:j y+; dari lemparan itu pada mereka dan telah
ebiu$:ei $;a:t,up: menetapkan kekalahan untuk mereka, bukan
engkau. Apa yang Nabi saw lakukan dengan
"Quraisy telah datang dengan segala ke-
sombongan dan kepongahannya. Mereka telah melemparkan tanah ini terulang kembali
mendustakan Rasul-Mu. Ya Allah, aku mohon
kepada-Mu apa yang telah Engkau janjikan dalam Perang Hunain,
padaku." Perbedaan antara perbuatan Allah ketika
Lalu datanglah fibril a.s dan ia berkata, (dikatakan) Dia yang membunuh dengan
perbuatan Nabi dan orang-orang beriman
'Ambillah segenggam tanah dan lemparkanlah
adalah Allah-lah yang memberi dampak dan
ke arah mereka." Ketika kedua pasukan sudah
bertemu, Rasulullah saw. bersabda kepada Ali pengaruh dalam menciptakan hasil yang
r.a., "Beri aku segenggam tanah dari lembah
diinginkan. Manusia hanya melakukan faktor-
itu." Lalu Rasulullah saw. melemparkannya faktor lahir yang bisa mereka lakukan sesuai
ke arah muka orang-orang kafir itu sambil dengan yang dibebankan oleh Allah kepada
mereka, sebagaimana halnya pada seluruh
berkata, "Binasalah muka-muka kalian...". Tak bentuk usaha yang dilakukan manusia dan
ada seorang musyrik pun kecuali tanah itu berbagai aktivitas mereka sehari-hari bahwa
masuk ke dalam kedua matanya. Akhirnya,
usaha dan perbuatan itu tidak bisa secara
mereka kalah dan orang-orang beriman mandiri mewujudkan sebuah hasil dan
berhasil membunuh dan menawan mereka. tujuannya kecuali dengan perbuatan Allah dan
Dikatakan kepada orang-orang beriman, pengaruh yang Dia timbulkan.
kalau kalian bangga telah membunuh mereka, Apa yang dilakukan Allah SWT seluruhnya
sebenarnya kalian tidak membunuh mereka. adalah untuk membinasakan orang-orang
Akan tetapi, Allah-lah yang telah membunuh
musyrik dan untuk menguji orang-orang ber-
mereka dengan diteguhkannya hati kalian
dan dimasukkannya rasa takut ke dalam iman dengan ujian yang baik. Maksudnya,
hati musuh-musuh kalian. Tidaklah engkau untuk menampakkan nikmat-Nya terhadap
orang-orang beriman dengan memenangkan
melempar tanah itu wahai Rasul ketika engkau mereka terhadap musuh-musuh mereka
meskipun jumlah musuh mereka banyak, se-
mentara jumlah mereka sedikit dan juga agar rasakan, serta dampak yang ditimbulkannya
mereka mensyukuri nikmat tersebut. fadi, seperti terbunuh dan tertawan. Tetapi, jika
kalian kembali memerangi Rasul dan kembali
semua itu adalah cobaan dari Allah untuk kepada kekafiran dan kesesatanmu, Kami juga
akan kembali membantunya dan mengalahkan
orang-orang beriman dengan diberikannya kalian." Sebagaimana Allah SWT berfirman
kepada Bani Israil,
mereka kemenangan, harta rampasan perang,
nama yang masyhun dan semakin dikenal di "Dan jika kalian kembali kami iuga akan
kembali." (al-Israa': B)
seantero Arab.
Pembicaraan dalam ayat ini diarahkan
Sesungguhnya Allah Maha Mendengar kepada orang-orang kafir dan itulah yang
setiap perkataan, yang di antaranya adalah
doa mereka dan permintaan bantuan dari Iangsung dipahami dari kronologis ayat dan
rentetannya. Namun ada yang berpendapat
Rasul dan orang-orang beriman kepada Tuhan bahwa pembicaraan dalam ayat ini ditujukan
kepada orang-orang beriman, karena firman
mereka sebelum perang terjadi; Lagi Maha
Mengetahui kondisi dan niat mereka serta Allah SWT, 44i €rn Ll-;p tidak tepat kecuali
siapa yang berhak mendapatkan kemenangan untuk orang-orang beriman. Tetapi, jika
dan harta rampasan perang. tafsiran kata " keputusan (kemenang an)" dalam
Kemudian, datang kabar gembira yang ayat ini sebagai penjelas, keputusan, dan
lainnya setelah kemenangan yang mereka
peroleh bahwa Allah akan melemahkan tipu ketetapan, tidak ada halangan kalau hal itu
daya orang-orang kafir di masa-masa yang diarahkan kepada orang-orang kafir.
Kelompok atau pasukan kalian sama sekali
akan datang, menggagalkan rencana busuk
mereka, mengecilkan setiap urusan mereka, tidak akan berguna-meskipun jumlahnya
dan menjadikan setiap yang mereka miliki banyak-karena tidak selalu jumlah yang
menjadi hancur dan punah. banyak itu menjadi faktor kemenangan
Kemudian, Allah SWT mengarahkan melawan jumlah sedikit. Boleh jadi yang
firman-Nya kepada penduduk Mekah dalam terjadi adalah sebaliknya apabila yang sedikit
bentuk ejekan, "fika kalian minta keputusan,
sungguh telah datang keputusan itu padamu." memiliki kesabaran, ketegaran, iman dan
Maksudnya, jika kalian meminta agar per- keyakinan kepada Allah SWT.
tolongan diberikan kepada pasukan yang lebih 4411 t 'iti .iiy aengan pertolongan,
mulia dan mendapat hidayah, dan kalian me-
minta Allah untuk memutuskan antara kamu penguatan, dan taufik yang diberikan-Nya
dengan musuh-musuhmu forang-orang yang menuju keberhasilan. Betapa pun banyaknya
beriman), sungguh permintaanmu akan segera jumlah yang mampu kamu kumpulkan tapi
terwujud dan kemenangan akan diberikan kalau Allah sudah bersama satu kelompok
niscaya tidak ada yang akan mampu mengalah-
kepada yang lebih mulia dan mendapat kannya, sebagaimana firman Allah S\MI,
hidayah, serta kebinasaan itu akan diberikan "sesungguhnya pasukan kami yang akan
menang." fash-Shaaffatz 17 3)
kepada yang hina, rendah, dan lebih sesat.
dan firman-Nya,
Kemudian, Allah memperingatkan mereka
dengan firman-Nya, "fika kalian berhenti dari "sesungguhnya partai Allah yang akan
kekafiran, mendustakan Allah dan Rasul-Nya, menjadi pemenang." (al-Maa'idah: 56)
dan memusuhi Nabi saw., itulah yang lebih
baik bagi kalian di dunia dan akhirat serta lebih
bermanfaat daripada perang yang telah kalian
serta firman-Nya, Adapun lari dari medan perang apabila
"Ketahuilah, sesungguhnya partai setan itu jumlah musuh lebih dari dua kali lipat
1e),r:Tj:lji'#il#'IlT,}ixiil;ilHflT:ilyang akanmerugi"(ar-Muiaadarah:
Fiqih Kehidupan atau Hukum-Hukum Imam Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi dan
Ibnu Majah dari Abdullah bin Umar ra, ia
Ada beberapa hukum yang dapat di- berkata, 'Aku pernah berada dalam salah
simpulkan dari ayat-ayat di atas.
satu pasukan yang diutus Rasulullah saw.
Pertama, keharaman lari dari medan untuk berperang. Tiba-tiba orang-orang lari.
perang ketika berhadapan dengan musuh, Aku termasuk di antara yang ikut lari. Kami
kecuali dalam dua kondisi: taktik dan tipuan saling berkata, 'Apa yang akan kita lakukan?
lain.perang atau bergabung dengan kelompok
Kita telah lari dari medan perang. Tentu kita
Namun, hukum ini menurut mayoritas ulama akan mendapatkan murka?" Sebagian dari
bersyarat yaitu jumlah musuh tidak lebih dari kami berkata, "Bagaimana kalau kita masuk
dua kali Iipat jumlah kaum Muslimin. Apabila ke Madinah lalu kita bermalam di sana?"
sebuah pasukan kaum beriman, maka bertemu Sebagian yang lain berkata, "Bagaimana
dengan pasukan musyrikin yang jumlahnya kalau kita pergi menemui Rasulullah? Kalau
dua kali lipat dari pasukan kaum beriman ada peluang tobat bagi kita maka itu yang
maka mereka wajib untuk tidak lari. fadi, siapa kita harapkan. Tapi kalau tidak, sebaiknya
yang lari dari dua orang musuh, ia termasuk kita pergi saja." Kemudian kami menemui
kategori orang yang lari dari medan perang. Rasulullah sebelum salat Shubuh. Ketika ia
Namun, siapa yang lari dari tiga orang musuh keluar dari rumahnya, ia bertanya, "Siapa
perangmaka ia tidak termasuk lari dari medan
kalian?" Kami menjawab, "Kami adalah orang-
dan tidak ada ancaman adzab untuknya, orang yang lari." Beliau bersabda, "Tidak,
berdasarkan firman Allah SWT
kalian adalah orang-orang yang bergabung
"sekarang Altah ringankan untukmu, dengan kelompok Muslimin yang lain' Akulah
IM:'u".sTlimPi:nk'"kalian' dan akulah kelompok kaum
dan Dia mengetahui bohwq di dalam dirimu
ada kelemahan. Maka jika di qntaro kamu 3Kh:taltuta''bntejungtaanyganAgbudikuabtaakidaanh-osleehbaugmaai-r
ada seratus yang sabar niscaya akan mampu
,b.in
mengalahkanduaratus.Danjikadiantarakam
,bii'n1S1ir.iyna-knegtidkiariwiaayaakhtkirannyaotleerhbuMnuuhhadmimaatads
ada seribu niscaya akan mampu mengalahkan
:b:aon"yhaknjyeampbaastauknadn iMdaajeursaihsaPaetrsitiau.kaUrmenaar
dua ribu dengan izin Allah, dan Allah bersama
66)orong-orong yang sabar." (al-Anfaal:
fadi seorang Muslim dituntut untuk tetap berkata, 'Andaikan saja ia mundur padaku
tegar menghadapi dua orang musuh. Inilah tentuakumenjadikelompokbaginyal,Mujahid
sebuah ketetapan dalam syari'at. Lari dari mengatakan, ,,Umar pernah berkata, ,Aku
yangmedan perang adalah sebuah maksiat
adalah kelompok bagi setiap Muslim."
sangat besar berdasarkan teks Al-Qur'an dan
yangkesepakatan sebagian besar para ulama Namundemikian,meskipunbolehmundu4,
bertahan adalah lebih baik. Dalilnya pasukan
juga berdasarkan hadits di atas tentang tujuh Muslimin dalam perang Mu'tah berjumlah
hal yang membinasakan dimana di antaranya tiga ribu orang. Mereka menghadapi pasukan
adalah lari dari medan perang.
musuh yang berjumlah dua ratus ribu orang,
TAFSIRAL-MUNIR JILID 5
yaitu seratus ribu dari kalangan Romawi dan pemimpinnya lari, berdasarkan firman Allah
seratus ribu lagi dari suku Lakhm dan fudzam SwT {# y; C;. A1h AYat ini menjelaskan
yang berasal dari kalangan Arab. bahwa orang yang lari tersebut berhak
Dalam sejarah Andalus diceritakan bahwa mendapatkan kemurkaan Allah SWT dan
Thariq seorang budak Musa bin Nushair neraka |ahannam."
berangkat dengan seribu tuiuh ratus pasukan Ia juga berkata, "Namun, boleh lari dari
musuh yang jumlahnya lebih dari dua kali lipat
menuju Andalus. Itu terjadi pada bulan Rajab
jumlah pasukan Muslimin. Namun hal ini kalau
tahun 93 Hijriyah. Ia berhadapan dengan jumlah pasukan Muslimin tidak mencapai L2
raja Andalus bernama Ladzriq dengan tujuh ribu orang. Kalau jumlah mereka mencapai
puluh ribu pasukan berkuda. Thariq bergerak LZ ribu, tidak halal bagi mereka untuk
lari meskipun jumlah pasukan musyrikin
menujunya dan tetap bertahan. Akhirnya Allah lebih dari dua kali lipat jumlah Muslimin.
Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah saw
SWT mengalahkan Ladzriq dan kemenangan
sebagaimana yang diriwayatkan oleh Abu
ada di tangan pasukan Muslimin.
Bisyr dan Abu Salamah al-Amili:
Ibnu Wahab berkata, 'Aku mendengar
* :r di ';t- r;r ji,,tJ-"
Imam Malik ditanya tentang sebuah pasukan
"Tidak akan dikalahkan jumlah 12 ribu orang
yang berjumpa dengan musuh, Mereka sedang karena jumlah yang sedikit."
melakukan patroli, lalu tiba-tiba datang musuh. Namun, dalam sanad hadits ini ada rawi
Jumlah mereka sedikit sementara musuh yang matruk [ditinggalkan riwayatnya) Kalau
banyak, apakah mereka memerangi musuh seorang Muslim lari, hendaklah ia meminta
tersebut atau mundur dan memberi tahu
pasukan yang lain?" Imam Malik menjawab, ampun kepada Allah SWT berdasarkan hadits
yang diriwayatkan oleh Tirmidzi dari Bilal bin
"Kalau mereka mampu untuk memerangi Yasar bin Zaid, ia berkata, 'Aku disampaikan
musuh itu, silahkan mereka memeranginya. oleh ayahku, dari kakekku, ia mendengar Nabi
Namun, jika tidak, mereka boleh mundur
saw bersabda,
untuk memberi tahu pasukan yang lain."
Hukum tentang lari dari medan perang itu i#'?r +itiy'j sj, int y;*1 jv t
Afr$3s'rlj ,i) ii)t -F ,91. +$i
tidak hanya bagi orang-orang yang mundur
dalam Perang Badar sebagaimana halnya .,8)l
pendapat beberapa orang sahabat dan tabi'in
; ';*i"Siapa yang membaca:tp, i; i1 v .5 jr :i,t
[Abu Sa'id al-Khudri, Hasan al-Bashri, Qatadah
^1t *iO i,r5t1"aku minta ampun kepada Allah yang
dan adh-Dhahhaq) Akan tetapi hukum ini tidak ada Tuhan kecuali Dia, Yang Maha Hidup
berlaku untuk seluruh peperangan, karena dan Maha Berdiri, dan aku bertobat kepadanya,"
Allah akan mengamPuninya meskipun ia telahlari
firman Allah SWT, 49F ,.i, fi t;ytg i;i' di';F dari medan perang)'
adalah bersifat umum dan berlaku untuk Kedua,kalangan Ahlus Sunnah menjadikan
semua kondisi. Memang ia turun dalam ayat, {iJt it .J' 6:h sebagai dalil bahwa per-
Perang Badar; tetapi yang menjadi patokan
adalah keumuman sebuah lafazh dan bukan
kekhususan sebab. Ayat ini turun setelah
peperangan usai. Ini adalah pendapat Malik,
Syafi'i dan mayoritas para ulama.
Ibnu al-Qasim mengatakan, "Kesaksian
orang yang lari dari medan perang tidak
diterima. Ia tidak boleh lari meskipun
TAFSIRAL-MUNIRIILID| .*. rr,ll{f Cilbr}l}+F -. surahal-Anraal
buatan para hamba itu diciptakan oleh Allah Kelima, seluruh kekuatan kaum kafir
hancur di hadapan kekuasan dan kehendak
SW! karena Dia berfirman, (!ji tur,<i, ;!rJ ;uF Allah serta pertolongan yang diberikan-Nya
kepada hamba-hamba-Nya yang beriman.
Padahal jelas bahwa mereka yang melukai
musuh-musuh tersebut. fadi ini menunjukkan Allah SWT melemahkan tipu daya orang-orang
bahwa terjadinya perbuatan-perbuatan itu
datang dari Allah SWT. Firman Allah SWT kafir itu, memasukkan rasa takut ke dalam
tentang Nabi saw., 4;;r it iJ., 6:b maksudnya hati mereka, membuat mereka terpecah
adalah tidaklah engkau melempar dari segi belah, memberi tahu orang-orang beriman
penciptaan akan tetapi engkau melempar dari kelemahan-kelemahan mereka, menghinakan
segi usaha. Intinya, pendapat Ahlus Sunnah
mereka, mengancam mereka untuk kembali
sangat jelas dan kuat berdasarkan firman dihinakan jika mereka kembali memerangi
Allah yang sangat tegas, Nabi saw. dan orang-orang beriman, memberi-
'Allah pencipta segala sesL tu, dan Dia tahu mereka bahwa kekuatan mereka akan
me nj adi wakil atas seg ala sesuatu." (az-Zumar:
62) dihancurkan betapapun besarnya, dan bahwa
Allah akan menguatkan orang-orang beriman
Ketiga, seorang Mukmin dituntut untuk
dengan kemenangan yang diberikan-Nya.
melakukan atau mengambil faktor-faktor
lahir dan melaksanakan segala kewajiban Namun demikian, Allah SWT tetap membuka
pintu harapan di hadapan mereka untuk me-
yang dibebankan Allah padanya kemudian ia
bertawakal dan menyerahkan segala sesuatu lepaskan diri dari kekafiran, kemusyrikan
hanya pada-Nya. Adapun hasil dan tercapainya
target diserahkan kepada Allah SWT bukan dan permusuhan menuju keimanan, ketaatan,
dengan kekuatan dan kemampuan manusia.
Oleh karena itu, tepatlah an-nafy [penafian) masuk Islam, mengikuti Nabi saw., membantu-
dan al-itsbaf [penetapanJ yang terdapat dalam
nya dan menguatkannya. Ini adalah bukti kasih
firman Allah, 4.; ^t:t Ei i-1r';t aJ, s:b artinya sayang Allah kepada para hamba-Nya, Dia
bentuk lahir dari pelemparan itu datang
Maha Pengasih kepada hamba-hamba-Nya.
dari Rasulullah saw., akan tetapi dampaknya
datang dari Allah SWT. Peristiwa pelemparan Keenem, terkabulnya permintaan Abu
musuh dengan segenggam tanah itu terjadi di fahal ketika ia berkata, "Ya Tuhan, menangkan-
Perang Badar menurut pendapat yang lebih lah mana yang lebih utama dari dua agama dan
benar sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Ishaq yang paling berhak mendapatkan kemenang-
karena ayat tersebut turun setelah Perang an" dan juga perkataan orang-orang musyrik
Badar. Namun peristiwa itu terjadi juga dalam
ketika mereka hendak berangkat menuju
Perang Uhud dan Hunain.
Badar; sambil bergantungan kepada Kabah, "ya
Keempat, ikhlas dalam jihad, tegar meng-
Tuhan, menangkanlah mana yang lebih mulia
hadapi musuh, yakin kepada Allah adalah dari dua pasukan, mana yang lebih benar; dan
sebab keridhaan Allah kepada ahli Badar
mana yang lebih utama dari dua agama."
dan nikmat yang diberikan-Nya pada mereka
dengan berbagai nikmat yang besar seperti Inilah makna dari firman Allah SWT
kemenangan, harta rampasan perang, pahala, (et, €,n 3- t;-ie: i1p artinya jika kamu me-
minta kemenangan untuk kelompok yang
dan ganjaran.
paling benar dan barisan yang paling mulia
maka telah datang kemenangan itu. Ini sebagai
bentuk sebuah ejekan dan olok-olok untuk
mereka.
Dalam Perang Badar; Allah SWT mem-
bedakan dan telah menampakkan mana yang
haq dan mana yang batil. Oleh karena itu perang "... Dan taatilah Rasulullah saw....", seperti
ini disebut juga dengan Yaum al-Furqaan (hari firman Allah SWT,
pembeda) Dalam perang ini Allah memuliakan "Dan Alloh dan Rasul-Nya lebih berhak
Islam dan pemeluknya serta menghancurkan
kekafiran dan para pendukungnya. untuk mereka ridhai..." (at-Taubah: 62)
PERINTAH UNTUK MENAATI ALLAH DAN Dan juga karena taat pada Allah dan taat
RASUL SERTA ANCAMAN MENENTANG pada Rasul adalah satu.
KEDUANYA
Balaaghah
Surah al-Anfaal Ayat 2O-23
{I ri 7, a .,--tt
L:L\$tri,v:: .t3y.iat diserupakan orang-orang
s;$6,c"$\4 51}
cAt bt +Y'lt -p:iy @ ffi"'b33\\ "i'3 kafir dengan binatang ternak dan dianggap
W 4,^'E l: ffi<,tr;5-tr <;'il3)t mereka sejenis dengan binatang, kemudian
oi:,F"fr$mis'#4 disebutkan bahwa mereka lebih buruk dari
"Wahai orang-orang yang beriman! Taatlah binatang karena mereka memandulkan indra
kepada Allah dan Rasul-Nya, dan janganlahkamu
ber-paling dari-Nya, padahal kamu mendengar mereka untuk mendengarkan yang haq dan
(perintah-perintah-Nya), dan janganlah kamu
menjadi seperti orang-orang (munafik) yang ber- mengucapkannya. Ini bentuk persamaannya.
kata, "Kami mendengarkan," p adahal mereka tidak
mendengarkan (karena hati mereka mengingkari- Adapun tentang bahwa mereka lebih buruk
nya) Sesungguhnya makhluk bergerak yang ber-
nyawa yang paling buruk dalam pandangan Allah daripada binatang ternak. Hal itu karena
ialah mereka yang tuli dan bisu (tidak mendengar
mereka bisa membahayakan yang lain, semen-
dan memahami kebenaran) yaitu orang-orang
tara binatang ternak tidak membahayakan.
yang tidak mengerti. Dan sekiranya Allah
Mufradaat Lu$hawlyyah
mengetahui ada kebaikan pada mereka, tentu Dia
jadikan mereka dapat mendengar. Dan jika Allah 4U *; g) langan berpaling dari Rasul
menjadikan mereka dapat mendengar, niscaya dengan menentang perintahnya. (;i:-; p1;y
mereka berpaling sedang mereka memalingkan Al-Qur'an dan berbagai nasihat. {.;:.:J 'i 6}
dir i ;' (il- Anfapilz 2O -23)
pendengaran untuk menadaburi dan meng-
l'raab
ambil pelajaran. Yang dimaksud di sini adalah
$,il *; Uy Asalnya adalah {'l;}, ai-
orang-orang munafik atau orang-orang
idgham-kan salah satu ta:nya dengan yang
musyrik. {.1r!1r} bentuk jamak dari 1dr!; yang
lain. Dhamir pada kata {&} kembali kepada artinya segala sesuatu yang merayap di atas
Rasulullah saw., karena pengertiannya adalah bumi. {p } dari mendengarkan kebenaran.
Lafal {i-!r} adalah bentuk jamak dari 11;i;
yang pengertian aslinya adalah u?!,t bendera.
(.(ll,F dari membicarakan kebenaran, bentuk
jamak dari (<ii;. (rrF| kebaikan dengan men-
dengarkan kebenaran. {.-'-!} pendengaran
untuk memahami. #.if !r) kalaupun itu
mungkin misalnya, padahal sudah jelas bahwa
tidak ada kebaikan pada mereta. 4'rilp Uer-
paling darinya. {t;i,5;| tiaat mau mene-
rimanya karena sikap bangkang dan ingkar
mereka.
Persesuaian Ayat "Kami dengar dan kami taati, ampunan- I
Mu wahai Tuhan kami (yang kami harapkan),
Setelah Allah mengarahkan firman-Nya
d an kep ad a - M u te mp a t kemb ali." (al-Baqarah:
kepada orang-orang musyrik dan kafir yaitu, 28s)
"Dan jika kamu berhenti maka itu yang lebih
baik bagimu..." Allah mengiringinya dengan "Namun jangan sampai kalian seperti
orang-orang yang mengatakan, "Kami men-
perintah terhadap orang-orang beriman dengar," padahal sebenarnya mereka tidak
untuk menaati-Nya dan Rasul-Nya jika kedua- mendengar. Mereka adalah orang-orang muna-
nya menyeru untuk jihad dan yang lainnya
karena dari awal surah pembicaraan berkisar fik dan orang-orang musyrik. Mereka pura-
seputar jihad. Di antara bentuk penyampaian pura mendengar dan mengabulkan seruan
yang biasa ditemui dalam Al-eur'an adalah
membandingkan sesuatu dengan yang lain. padahal sebenarnya tidak demikian. Bahkan
Jadi, setelah memberi peringatan terhadap sebenarnya mereka tidak pernah mendengar
orang-orang kafir; perlu untuk memberi sama sekali."
peringatan juga untuk orang-orang beriman Kemudian Allah SWT menyampaikan
agar mereka tidak pernah lemah dalam tentang orang-orang bahwa mereka sebenar-
membela agama dan mengabulkan setiap nya adalah makhluk terburuk. Dia berfirman,
seruan Nabi saw.. (J.rrlai '"; :'lb maksudnya sesungguhnya se-
Tafsir dan Penjelasan buruk-buruk makhluk yang merayap di per-
mukaan bumi di sisi Allah adalah makhluk
Allah SWT memerintahkan hamba-
yang tuli yang tidak mendengarkan kebenaran
hamba-Nya yang beriman untuk menaati-
Nya dan Rasul-Nya, serta mengancam me- untuk mereka ikuti, tidak mengucapkan
reka kalau menentang Rasul-Nya dan ber-
tindak serupa dengan orang-orang kafir dan kebenaran dan tidak pula mereka memahami
orang-orang yang menentang Rasulullah kebenaran itu, mereka juga tidak memahami
perbedaan antara yang haq dengan yang batil,
saw Dia berfirman, "Wahai orang-orang
yang beriman, taatilah Allah dan Rasul- yang baik dengan yang buru( hidayah dan
Nya ketika ia menyeru untuk berjihad dan kesesatan, Islam dan kafir. Artinya, dengan
memandulkan semua indra yang diberikan
meninggalkan harta, dan jangan pernah me- untuk sesuatu yang bermanfaat, berfaedah
ninggalkan ketaatan tersebut atau menuruti dan penuh kebaikan, mereka seolah-olah tidak
mempunyai semua potensi tersebut. Mereka
segala perintah dan meninggalkan segala juga seolah-olah kehilangan seluruh perasaan
larangannya. Apabila Rasul memerintahkan mereka. Padahal kalau mereka menggunakan
untuk berjihad, mengorbankan harta dan akal mereka, jauh dari taklid dan fanatisme
sebagainya maka turutilah. Apalagi kalian fahiliyyah, tentu mereka akan sampai kepada
mendengar ucapan dan nasihat-nasihatnya
kebenaran, dan mereka akan mengetahui
serta kalian juga tahu apa yang diserukannya
mana yang baik dan berguna untuk mereka
kepada kalian." Yang dimaksud dengan yaitu Islam. Namun sayangnya, mereka se-
'mendengar' di sini adalah mendengar untuk benarnya pada kenyataannya seperti binatang
menadaburi, memahami dan merenungkan ternak yang tidak memahami segala sesuatu,
setiap yang didengar sebagaimana halnya
kondisi orang-orang beriman yang seharus- sebagaimana firman Allah SWT,
nya mengatakan, "Sungguh, pada yang demikian itu pasti
terdapat peringatan bagi orang-orang yang
mempunyai hati atau yang menggunakan "Mereka bersumpah kepadamu dengan
pendengarannya, sedang dia menyaksikannya." (nama) Allah untuk menyenangkan komu,
(Qaaf:37) padahal Allah dan rasul-Nya lebih pantas
Kemudian Allah SWT menyampaikan mereka mencari keridaan'Nya iika mereka
bahwa mereka sesungguhnya tidak memiliki orang Mukmin." (at-Taubah: 62)
pemahaman yang benar dan tujuan yang
Ucapan seorang Mukmin, 'Aku dengar
benar. Kalaulah Allah mengetahui bahwa di dan aku patuh" tidak ada gunanya selama
dalam jiwa mereka ada kecenderungan kepada tidak ada buktinya dengan melakukan apa
kebaikan, kesiapan untuk beriman, mencari yang diperintahkan dan menjauhi apa yang
jalan menuju cahaya Islam dan kenabian, dilarang. Orang yang tidak mematuhi perintah
tentu Allah akan memahamkan pada mereka dan melakukan berbagai maksiat berarti ia
dan memperdengarkan pada mereka fdengan bukan seorang yang taat.
taufik dari-Nya) firman Allah dan sabda Sementara itu, orang-orang yang tidak
Rasulullah saw. dengan pendengaran untuk beriman seperti Yahudi, orang-orang munafik
dan orang-orang musyrik, mereka tidak mau
menadaburi, memahami dan mengambil
pelajaran. Akan tetapi tidak ada kebaikan pada mendengarkan kebenaran; mendengarkan
mereka karena Dia Mahatahu bahwa kalaupun untukmenadaburi, memahami dan merenung-
Dia perdengarkan pada mereka semua itu dan kan. Oleh karena itu, Allah SWT memberitakan
Dia pahamkan pada mereka, niscaya mereka bahwa orang-orang kafir itu adalah makhluk
akan tetap berpaling dari semuanya secara Allah SWT terburuk dan seburuk-buruk
sengaja dan sebagai bentuk kebangkangan makhluk yang berada di atas bumi.
setelah mereka memahami semua itu. Bahkan, Orang munafik menampakkan keimanan
sebenarnya mereka telah berpaling dari semua namun menyembunyikan kekafiran. Ia pura-
itu sebelumnya dengan hati mereka. Mereka pura mendengax, padahal sebenarnya ia tidak
tidak mau menerima dan mengamalkannya. menadaburi dan tidak memahami apa-apa.
Jadi, tidak ada kebaikan yang dapat diharapkan Orang Yahudi dan Nasrani suka mendebat
dari mereka sama sekali. kebenaran setelah kebenaran itu jelas bagi
Fiqih Kehidupan atau Hukum-Hukum mereka. Mereka berpegang dengan apa yang
diwariskan dari nenek moyang mereka.
Ayat-ayat di atas menjelaskan dua hal: Mereka tulikan telinga dan mandulkan akal
perintah untuk menaati Allah dan Rasul serta untuk memikirkan dan merenungkan agama
ancaman kalau menentang perintah dan yang benar karena ngotot berpegang dengan
larangan keduanya. Orang-orang beriman sifat- apa yang diwarisinya.
nya adalah selalu mendengarkan kebenaran,
Orang-orang musyrik selalu membang-
menjadikannya sebagai cahaya petunjuk, me- kang. Mereka tidak pernah mau mendengar-
naati segala perintah, dan menjauhi segala kan apa saja sama sekali. Mereka bahkan juga
larangan. Mereka inilah orang-orang beriman menghalangi orang lain untuk mendengarkan
yang sebenarnya dan manusia-manusia yang
Al-Qur'an dan mendengarkan sabda-sabda
paling cerdas dan sempurna. Rasulullah saw.. Mereka menutup telinga
untuk mendengarkan kebenaran dan selalu
Taat pada Allah dan Rasul itu sebenarnya bertahan pada sikap taqlid kepada nenek
adalah satu. Taat pada Rasul berarti taat pada
Allah. Hal ini sama dengan firman Allah SWT, moyang tanpa berpikir sama sekali.
Mereka semua tidak memahami per- I'raab
bedaan antara yang haq dan yang batil, yang {r.f,t.i} dalam kalimat ini ada wawuyang
baik dan yang buruk, Islam dan kafir. Oleh
dihilangkan, taqdiir-nya adalah (.*i $1 dan
karena itu mereka benar-benar makhluk
tidak hanya menimpa, seperti halnya ayat ,4rib
Allah SWT terburuk, bahkan lebih buruk dari mereka itulah
binatang melata karena mereka membahaya- (*.iu: qa ! '$t-(-i penghuni
kan sementara binatang ternak tidak mem-
surga, mereka kekal di dalamnya, taqdiir-
bahayakan. nya adalah pr-ttti ,U;ijy "Dan mereka kekal
di dalamnya", namun dihilangkan wawunya.
Zamakhsyari menyebutkan tiga penjelasan
MEMENUHI SERUAN UNTUK KEHIDUPATT dalam hal ini: kalimat tersebut bisa menjadi
YANG ABADI jawab dari amar [perintah), larangan setelah
Surah al-Anfaal Ayat 24-26 adanya omar, atau shifot bagi kata 1.*i;. Kalau
ia jawob d,ari amor, pengertiannya adalah "fika
{c;s\Jflt:jtytffiupi<:jtjq.fJ. fitnah menimpa kamu, ia tidak akan menimpa
G Jy"a\5{t;v"eaj\ orang-orang yang zalim saja, tetapi ia akan
mengenai kamu semua." Huruf nun tsaqilah
51i^Lrrfiv ffi [bertasydid) yang berfungsi sebagai taukid
A\7i\3 ++Si;r (penegas) boleh masuk ke dalam jawab amar
V*V"'#;'++eYu C$1j#<) atau syorat. Huruf nun tidak masuk kecuali ke
W A:yVLiV m glf;rt *7,A\5'\ dalam fi'il nahy (larangan) atau jawab qasam
}\\\;L{r#-fi ',$\r,$t\b,iL{tij
[sumpah) karena di dalam jawab qasam )uga
terdapat pengertian larangan. Misalnya Anda
mengatakan e*p i tfnt :; jjr> "Turunlah dari
kudamu! fangan sampai ia melemparmu."
Boleh juga Anda mengatakan: p?fi i; Demi-
kian juga di sini. Larangan itu adalahf tnahtapi
"Wahai orang-orang yang beriman! yang dimaksud adalah orang-orangyang zalim.
Penuhilah seruan Allah dan Rasul, apabila fika ia adalah nahy (larangan) setelah
amar seolah-olah dikatakan, "Waspadailah
dia menyerumu kepada sesuatu yang memberi
kehidupan kepadamu, dan ketahuilah bahwa dosa atau siksaan," kemudian dikatakan lagi,
sesungguhnya Allah membatasi antara manusia
dan hatinya dan sesungguhnya kepada-Nyalah "fangan pernah mendekati kezaliman, karena
kamu akan dikumpulkan. Dan peliharalah dirimu siksaan atau dampak dari dosa zalim akan
dari siksaan yang tidak hanya menimpa orang-
menimpa orang-orang yang zalim di antaramu
orang yang zalim saja di antara kamu. Ketahuilah
saja." Demikian juga kalau dijadikan sebagai
bahwa Allah sangat keras siksa-Nya. Dan ingatlah
sifat untuk sesuatu yang ingin dikatakan.
ketika kamu (para Muhajirin) masih (berjumlah)
Seolah-olah dikatakan, "Dan waspadailah
sedikit, lagi tertindas di bumi (Mekah), dan
sebuah fitnah yang akan dikatakan ketika itu
kamu takut orang-orang (Mekah) akan menculik
kamu, maka Dia memberi kamu tempat menetap ia tidak akan menimpa...".
(Madinah) dan dijadikan-Nya kamu kuat dengan
Balaaghah
pertolongan-Nya dan diberi-Nya kamu rezeki yang
baik agar kamu bersyukur." (al-Anfaal:24-26) 4* :5, ';. i;b dalam kalimat ini ada
isti'aarah tamtsiliyyah. Allah SWT menyamakan
sur"tr "t-mr""r ,.*,*,., {ffi. rr,,* tuSIRI-MUNIR IILTD_I
penguasaannya terhadap hati para hamba- saw., tiba-tiba datanglah Ali. Zubair tersenyum
padanya. Kemudian Rasulullah saw. bertanya
Nya sebagaimana yang Dia kehendaki dengan kepada Zubair, "Bagaimana cintamu kepada
Ali?" Ia menjawab, "Wahai Rasulullah, ibu dan
orang yang menghalangi sesuatu dengan ayahku menjadi tebusanmu, sesungguhnya
sesuatu. aku mencintainya seperti cintaku kepada
Mufradaat LuShawlyyah anakku atau bahkan lebih lagi." Rasulullah saw.
bersabda, "Bagaimana nanti kalau seandainya
{U.*lr} jawablah seruan Allah dan Rasul engkau malah datang untuk memeranginya?"78
(ffijdengan ketaatan.
ul) dalam urusan agama Ibnu Abbas berkata, 'Ayat ini turun
dan memperbaikimu karena ia merupakan berkenaan dengan para sahabat Rasulullah
saw, Allah SWT memerintahkan orang-orang
faktor untuk mencapai kehidupan yang abadi. beriman untuk tidak mengakui kemungkaran
yang terjadi antara mereka karena Allah
4* ';;St J; 'Jtt 'ii 6trty sehingga seseorang akan meratakan adzab-Nya pada mereka
tidak bisa untuk beriman atau kafir kecuali seluruhnya.
dengan kehendak-Nya. Ibnu Abbas berkata, Dari Hudzaifah bin al-Yaman, ia berkata,
"Dia membatasi antara seorang Mukmin "Rasulullah saw bersabda,
dengan kekafiran dan antara seorang kafir # ai,' t5?A'4 o-,*1 ,t q( ;fr.3&
dengan keimanan." $:';;tj 9l *th kepada-Nya ilr:4 bv W iy,ii:;-,(S3"L.W,
.r$t V rilr ;i!,:"
tempat kembalimu lalu Dia akan membalasi
Akan terjadi fitnah di antara beberapa
setiap perbuatanmu. m(eusib'#ah'r!jik-ratpmaednaimilapha
sebuah bencana atau kelompok sahabatku, Allah akan mengampuni
kamu dengan cara mengingkari setiapkemung- mereka berkat persabahatan mereka denganku.
karan yang dapat mendatangkan musibah itu. Orang-orang sesudah mereka akan mencontoh
mereka dalamhal itu, namun mereka akan masuk
4*r; 8 ,r:a ,it e iy melainkan menimpa
mereka dan juga selain mereka. (yY il} ke neraka karena hal itu." 7e
sangat berat siksa-Nya bagi setiap orang yang Penafsiran-penafsiran ini didukung oleh
menentang dan mendurhakai-Nya. banyak hadits shahih. Dalam Shahih Muslim
Sebab Turun Ayat dari Zainab bin fahsy, ia bertanya kepada
Sebab turunnya ayat 25, disebutkan oleh Rasulullah saw., "Wahai Rasulullah, apakah
Zubair bin Awwam, Hasan al-Bashri dan as-
Sudiy dan yang lain bahwa ia turun berkenaan kita mungkin akan dibinasakan sementara
di antara kita ada orang-orang yang saleh?"
dengan Perang famal tahun 36 H. Zubair
berkata, 'Ayat ini turun tentang kami. Kami Rasulullah saw. menjawab, "Ya, kalau sudah
banyak kekotoran (maksiat) J'
telah membacanya beberapa lama dan kami
tidak menyangka bahwa kami yang dimaksud, Dalam shahih at-Tirmidzi,
ternyata memang kami yang dimaksud ayat
7a ll.Tafsir al-Kasysyaf 2 /
tersebut." Hasan berkata, 'Ayat ini turun 79 Tafsiral-QurthubiT /391.
berkenaan dengan Ali, Ammar; Thalhah dan
Zubair yaitu khususnya tentang Perang famal."
As-Sudiy berkata, 'Ayat tersebut turun tentang
para ahli Badar namun mereka berperang
pada saat Perang famal. Diriwayatkan bahwa
suatu ketika Zubair berialan bersama Nabi
*ii ,*iq tr'-eU iSput try a Persesuaian Ayat
ti1.3"t1t tJl Setelah Allah SWT memerintahkan orang-
orang beriman untuk menaati Allah dan Rasul-
.tE b otr
Nya dalam berjihad, mengorbankan harta
rJl dan sebagainya, Allah SWT mengiringinya
dengan perintah untuk memenuhi seruan
"Sesungguhnya ketika m"aqn,uusiat'&me:l"ih!atttada Allah dan Rasul apabila keduanya menyeru
mereka untuk sesuatu yang bermanfaat bagi
seorang yang berlaku zalim, lalu mereka tidak kehidupan abadi mereka dan memperbaiki
mencegahnya, maka dikhawatirkan Allah akan mereka dengan petunjuk serta hukum-hukum
menimpakan adzab-Nya kepada mereka secara agama, seakan-akan ayat-ayat ini menjadi
m erata." (HR at-Tirmidzi) penyebab untuk taat pada Allah dan Rasul
yaitu mewujudkan kebaikan dan kebahagiaan
Dalam shahih Bukhari dan Tirmidzi dari abadi di dunia dan akhirat dengan konsisten
Nu'man bin Basyi6, Nabi saw. bersabda,
berpegang pada agama.
o;t,Fw. gtl5 iut ,rb ,-p e6t t;
Tafslr dan PenJelasan
&xtri>rii W aeli #,* t t4!,1
Allah SWT kembali mengulang seruan-Nya
*tAt ,.t ri*,t s1$i e. dit 'otEJ t4L1 dengan Lafazh,4t'; S.'rtbpada ayat-ayat ini dan
juga ayat-ayat sebelumnya. Ini menjadi isyarat
q tf*f& g:>yi v3 3g cy A >i ii
6 t*it* &.*i dtt rti 3y bahwa sifat iman itu menuntut kepatuhan,
pemenuhan seruan dan menyimak secara
"Perumpamaan orang yang menegakkan
saksama apa perintah dan larangan yang akan
hukum-hukum Allah dan orang yang melanggar- dijelaskan setelah seruan tersebut.
nya adalah seperti sekelompok orang yangberundi fadi, pengertiannya adalah "Wahai orang-
orang yang beriman, penuhilah seruan Allah
untuk naik sebuah kapal. Sebagian mendapat dan seruan Rasul apabila keduanya menyeru
kamu untuk sesuatu yang akan memberimu
tempat di atas sementara yang lain di bawah.
kehidupan, kehidupan yang bai( yang abadi
Orang-orangyangberada di bawah, kalau mereka dan mengandung kebahagiaan dunia dan
akhirat. Dalam kehidupan itu ada kebaikan
ingin mengambil ain mereka harus melewati
untukmu. Di dalamnya terdapat seluruh
orang-orang yang di ata.s. Akhirnya mereka kebenaran. Kehidupan itu mencakup AI-
berkata sesAma mereka, "sebaiknya kita lobangi Qur'an, iman, jihad dan seluruh amal kebaikan
dan ketaatan. Yang dimaksud dengan firman-
saja dibawah tempat ini sedikit sehinggakrtafidak
Nya, (;s:;lj r) adalah kehidupan yang mulia
perlu mengganggu orang-orang yang di atas kita."
dan abadi. Allah SWT juga berfirman, (rjJ:t)
Iika mereka membiarkan saja apa yang diinginkan
Imam al-Bukhari mengatakan, "Pengertian
oleh orang-orang di bawah tersebut maka mereka dari "Penuhilah..." adalah jawab dan per-
semua akan tenggelam. Tapi kalau mereka men- kenankanlah...", dan pengertian, {i(!:.i iF
cegahnya maka mereka semua akan selamaf." (HR adalah untuk sesuatu yang memperbaikimu."
Bukhari dan at-Tirmidzi) Mayoritas fuqaha mengatakan bahwa
perintah itu untuk menunjukkan kewajiban.
Dapat disimpulkan dari hadits ini bahwa
orang banyak juga akan mendapat siksa
disebabkan dosa orang-orang tertentu. Di
samping itu, sebuah adzab berhak ditimpakan
ketika amar ma'ruf dan nahi munkar sudah
ditinggalkan.
TAFSTRAL-MUNTRfItID 5
fadi, perintah di sini adalah untuk waiib "sesungguhnya dalam Al-Qur'an itu ter'
sehingga perintah itu memiliki arti dan
dapat peringatan bagi orang yang memiliki
faedah. Ini juga untuk menjaga nash dari hati..." (Qaaf:37)
pemandulan (tidak memiliki arti apa-apa)
Maksudnya memiliki akal pikiran.
Di samping itu firman Allah SWT setelah itu, Ada yang berpendapat maknanya adalah
[S;ll,j $'tt: *i,5, ; JX 'rtt in 5-st5\ Ayat ini kematian menghalangi antara seseorang
dengan hatinya sehingga ia tidak bisa lagi
bermakna ancaman, dan sebuah ancaman
menjemput apa yang telah berlalu. Dalam kitab
tidak layak disampaikan kecuali untuk sesuatu al-Kasysyaf, Zamakhsyari berkata, "Maksudnya
yang bersifat wajib. Allah mematikannya sehingga tidak ada
kesempatan baginya." Ada iuga pendapat
Berdasarkan itu semua, wajiblah me-
yang mengatakan bahwa maksudnya adalah
laksanakan apa yang diperintahkan oleh Allah membolak-balikkan segala sesuatu dari
suatu kondisi ke kondisi yang lain. Al-Qurthubi
Rasulullah saw. secara sungguh-sungguh dan berkata, "Pendapat ini lebih mencakup."
tekad yang tinggi dalam masalah-masalah Imam Ahmad bin Hanbal meriwayatkan
agama seperti ibadah, aqidah, dan mu'amalah. dari Anas bin Malik ra, "Nabi saw. sering sekali
mengucapkan,
Adapun masalah adat kebiasaan seperti
pakaian, makanan, minuman, tidur dan se- .Jb.; jr,* U;#t Jt u
bagainya maka hal itu tidak termasuk dalam "Wahai Zat yang membolak-balikkan hati,
masalah agama yang wajib untuk diikuti. kukuhkanlah hatiku di atas agamamu." (HR
Siapa yang berpaling dari apa yang di- Imam Ahmad)
perintahkan Nabi untuk beriman, melaksana- Kami bertanya, "Wahai Rasulullah, kami
kan ajaran Al-Qur'an, hidayah dan jihad maka telah beriman padamu dan kepada seluruh
sesungguhnya ia seorang yang mati, tidak ada ajaran yang kau bawa, apakah kau masih
kehidupan yang sesungguhnya di dalam diri-
mengkhawatirkan kami?" Ia menjawab,
nya, sebagaimana firman Allah SWI,
Jw lJt dC b Wi '&' at6t "ot,,f
'Apakah seorang yang mati lalu Kami ,
.'^11i3-
hidupkan, dan Kami berikan padanya cahaya
"YA, sesungguhnya hati itu terletak di antara
untuk ia bisa berjalan di tengah-tengah dua jari Allah SWT dan ia membolak-baliknya."
manusia, sama dengan orang yang berada Imam ath-Thabari lebih cenderung kepada
pendapat bahwa hal itu adalah informasi dari
dalam kegelapan dan tidak bisa keluar Allah SWT bahwa Dia sangat menguasai hati
para hamba daripada mereka sendiri, Dia bisa
dariny a?" (al-An'aam z L22) menghalangi atau membatasi antara mereka
dengan hati mereka sendiri apabila Dia mau'
Pengertian ayat, 1,s:ilt ;. ',lr. itlt'oi rp;fty
Bahkan, seseorang tidak akan mengetahui
41i;;! ^p fit aailah bersegeralah untuk me-
sesuatu, kecuali dengan kehendakAllah SWT.
menuhi seruan itu sebelum kamu tidak bisa
melakukannya misalnya ketika akal sudah
hilang, karena hati merupakan tempat untuk
berpikir.
Mujahid berkomentar tentang ayat, (U^i)
bahwa maksudnya adalah hingga Dia mem-
biarkannya tidak berakal. fadi maknanya
adalah menghalangi seseorang dengan akal-
nya, sehingga ia tidak tahu lagi apa yang ia
kerlakan. Dalam ayat lain disebutkan,
Saya [penulis) melihat bahwa pendapat yang Allah halangi antaranya dengan ke-
ath-Thabari dan al-Qurthubi dalam menafsir-
imanan berarti ia seorang yang tidak berdaya.
kan ayat tersebut merupakan pendapat terbaik.
Jadi maknanya adalah Allah SWT menguasai Sementara menyuruh seseorang yang tidak
hati manusia, pikiran, dan kehendaknya. Dia berdaya adalah sesuatu yang tolol. Kalau hal
tersebut dapat diterima [oleh akal), tentu
berkuasa membolak-balik segala sesuatu boleh saja Allah menyuruh kita untuk menaiki
bagaimanapun yang Dia kehendaki dari satu langit. Sementara para ulama telah sepakat
keadaan kepada keadaan yang lain. Dia yang
mengendalikan segala sesuatu. Dia mampu bahwa seorang yang sakit menahun tidak di-
memalingkan hati kepada sesuatu yang tidak
disanggupi oleh yang memiliki hati itu sendiri. perintahkan untuk shalat dalam keadaan
Dia mampu mengubah arah, tujuan, niat dan berdiri. |adi bagaimana mungkin hal itu bisa
tekad setiap manusia bagaimanapun yang diterima logika dilakukan oleh Allah SWT?
Dia kehendaki. Maksud dari ayat ini adalah
Padahal Allah SWT sudah berfirman,
dorongan untuk taat sebelum munculnya
'Allah tidak membebani seseorang kecuali
berbagai halangan untuk melakukan ketaatan sesuai dengan kemampuannyo..." (al-Baqarah:
itu seperti sakit dan mati misalnya. 296) 80
Sebagian ulama menafsirkan ayat tersebut Yang juga menguatkan bahwa yang
sejalan dengan perbedaan mereka dalam
dimaksud oleh ayat tersebut adalah dorongan
masalah jabar (pendapat yang mengatakan
bahwa sesuatu diatur oleh Allah SWT dan untuk melakukan ketaatan sebelum semua
tidak ada daya manusia sama sekali, pent) dan terlambat adalah akhir dari ayat itu, yaitu
qadar [segala sesuatu ditentukan oleh usaha
firman Allah SWT, 4d;# 4l'*ry Maksudnya,
manusia, pent) Orang yang meyakini jabar
bersegeralah beramal dan siapkanlah bekalmu
[yang dikenal denganjabariyyah) mengatakan
untuk hari mahsyar nanti karena kamu akan
bahwa Allah SWT membatasi atau menghalangi
dikembalikan kepada Allah SWT dan Dia akan
antara seorang yang kafir dengan ketaatan
membalasi setiap amal perbuatanmu.
dan juga membatasi antara seorang yang taat
dengan kemaksiatan. Jadi orang yang bahagia Setelah Allah SWT memperingatkan ma-
adalah orang yang dibahagiakan oleh Allah
SWT. Sementara itu, orang yang celaka adalah nusia bahwa ia bisa saja dihalangi dari hati-
orang yang disesatkan oleh Allah SWT. Apa
nya sendiri, Allah mengingatkannya tentang
yang dilakukan oleh Allah sangat adil terhadap
fitnah. Dia berfirman, {: 'il!'r} matsudnya
orang yang disesatkan dan dicelakakan- fitnah
waspadailah jatuh dalam yaitu ujian
Nya, karena Dia tidak pernah menghalangi
mereka dari sesuatu yang menjadi haqnya dan cobaan yang petakanya menimpa orang
yang akan membuat sifat keadilan Allah SWT yang berbuat buruk dan juga yang lain, tidak
menjadi hilang. Allah SWT hanya menghalangi hanya para pelaku maksiat saja atau orang
dari mereka sesuatu yang Dia berhak untuk yang melakukan dosa semata, tetapi juga
memberi atau tidak memberi mereka, bukan
sesuatu yang sudah menjadi haq mereka. semuanya akan terkena selama petaka itu
Sementara al-fubba'i dari kalangan Muk- tidak diantisipasi dan belum diangkat. Dalam
tazilah mengatakan, "sesungguhnya orang
ungkapan lain, waspadailah sebuah fitnah yang
apabila menimpa kalian, ia tidak menimpa
orang-orang yang zalim semata, tetapi ia akan
menimpa kalian semua dan ia akan sampai
kepada orang yang saleh dan yang tidak saleh.
B0 Tafsir ar-Razi 15/147-748.
TAFSIRAL-MUNIR JILID 5
Fitnah yang terjadi di masa Utsman "Tidaklah suatu kaum mengerjakan maksiat
sementara di antara mereka ada orang yang lebih
bin Affan merupakan fitnah pertama yang
mulia dari mereka dan memiliki kekuatan tapi
dampaknya masih tercatat dalam sejarah. Ia
ia tidak mengubahnya, melainkan Allah akan
menjadi sebab terjadinya peperangan sesama
timpakan siksaan pada mereka secara rata." (HR
Muslim dalam Perang f amal, Shiffin terjadinya Imam Ahmad dan Abu Dawud)
pembunuhan Husain dan sebagainya. Ia juga
Kemudian Allah SWT mengingatkan
menjadi penyebab timbulnya berbagai macam
orang-orang beriman tentang nikmat dan
bid'ah dan kemungkaran. Fitnah itu terus kebaikan-Nya pada mereka ketika jumlah
mereka sedikit lalu Allah banyakkan mereka
terjadi di antara umat Islam dalam berbagai
ketika mereka lemah dan takut lalu Allah kuat-
bentuk baik yang berlabelkan nasionalisme,
kan dan tolong mereka dan ketika mereka
perpecahan agama, tercerai-berainya umat
Islam ke dalam berbagai politik agama dan miskin lalu Allah beri mereka rezeki dari segala
yang baik. Inilah kondisi orang-orang beriman
partai-partai politik secara umum.
sebelum hijrah dari Mekah ke Madinah. Setelah
{yg, i.'; ut '"ri artinya, Allah SWT Allah memerintahkan mereka untuk menaati
Allah dan Rasul, kemudian Dia perintahkan
W(rY
mereka untuk menghindari kemaksiatan,
sangat keras dan berat siksa-Nya di dunia dan
Allah menegaskan perintah-perintah tersebut
akhirat terhadap orang yang mendurhakai-
dengan ayat ini.
Nya baik individu maupun umat dan orang
Dia berfirman, "Dan ingatlah wahai
yang menentang agama serta syari'at-Nya.
orang-orang Muhaiirin (ada yang mengatakan
Peringatan ini berlaku untuk para sahabat dan
bahwa firman ini dituiukan kepada seluruh
generasi yang datang setelah itu meskipun
orang beriman di masa itu) ketika kamu
ayat ini pertama kali dituj ukan kepada mereka.
sedikit dan lemah di Mekah, sementara orong-
Tujuan dari peringatan itu adalah larangan
orang musyrik kuat dan banyak. Mereka
untuk melakukan sesuatu yang berdampak menimpakan berbagai siksaan kepadamu.
kepada timbulnya adzab yang merata pada Saat itu kamu dalam keadaan takut dan tidak
tenang." "Kamu takut diculik oleh monusia..."
seluruh manusia serta dorongan untuk upaya maksudnya kamu takut diciduk oleh orang-
menghilangkan sebab datang adzab tersebut orang Arab yang musyrik itu secepat kilat
dan upaya untuk mengangkatnya jika sudah untuk dibunuh dan ditawan sebagaimana
terlanjur datang, seperti pengabaian jihad, halnya mereka antar sesama juga saling
tersebarnya kemungkaran, tercerai-berainya menciduk di luar haram Mekah, seperti yang
difirmankan Allah SWT,
barisan umat Islam, tidak konsisten dalam
"Tidakkah mereka memperhatikan, bahwa
amar ma'ruf dan nahi munkar.
Kami telah menjadikan (negeri mereka) tanah
Cukup banyak hadits yang memper- suci yang aman, padahal manusia di sekitarnya
ingatkan datangnya fitnah, di antaranya: saling merampok. Mengopa (setelah nyata
kebenaran) mereka masih percoya kepada
hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad yang batil dan ingkar kepada nikmat Allah?"
(al-'Ankabuut: 67)
dan Abu Dawud dari al-Mundzir bin fari6, dari
bapaknya, ia berkata, "Rasulullah saw. ber-
sabda,
&lA $ ;4 4*^jst lyrp't etS
. irtl'Jt
l
Dia juga berfirman, Allah menurunkan Islam. Setelah itu Allah
"Don mereka berkata, "Jika kami mengikuti menundukkan banyak daerah untuk mereka,
melapangkan rezeki mereka dan menjadikan
akanpetunjuk bersama engkau, niscaya kami
diusir dari negeri kami." (Atlah berfirman) mereka penguasa dan raja terhadap manusia.
Bukankah Kami telah meneguhkan keduduka- Dengan Islamlah, Allah memberikan apa
mereka dalam tanah haram (tanah suci) yang dapat kalian saksikan saat itu. oleh
yang aman, yang didatangkan ke tempat itu karena itu, syukurilah nikmat Allah tersebut.
buah-buahon dari segala macom (tumbuh- Sesungguhnya Tuhanmu Zat pemberi nikmat
tumbuhan) sebagai rezeki (bagimu) dari dan menyukai orang yang bersyukur' orang-
sisi Kami? Tetapi kebanyakan mereka tidak o:ang yang bersyukur akan selalu ditambah
mengetahui,,(al-eashash: 57) nikmat-nikmat Allah untuknya.
4gr;L) maksudnya, memberikanmu tempat Flqlh Kehldupan atau Hukum-Hukum
berlindung di Madinah untuk membentengimu
Dari ayat-ayat di atas banyak pelajaran
dan memberimu kekuatan dalam Perang Badar
yang dapat diambil, di samping beberapa
serta peperangan-peperangan lainnya. Dia
hukum pokok dalam Islam yang juga di-
akan tetap menguatkanmu dengan bantuan-
kandungnya, di antaranya berikut ini.
Nya melawan musuh-musuhmu seperti bangsa
Pertama, wajibnya memenuhi seruan
Romawi dan bangsa Persia. Allah dan Rasul serta menaati keduanya
(-.a7!u' i Ei;b maksudnya, rezeki yang sebagai penegasan dari ayat-ayat sebelumnya,
baik dan penuh berkah. Dihalalkan juga karena hal tersebut mengandung kebaikan
bagimu harta rampasan perang agar kamu dan kehidupan yang baik dan bahagia di dunia
mensyukuri nikmat-nikmat yang besar ini. dan akhirat. Cara untuk mencapai semua
itu adalah iman, Islam, AI-Qur'an, jihad dan
Jadi, tujuan dari semua ini adalah untuk
petunjuk Allah.
mengingatkan nikmat-nikmat Allah SWT agar
Al-Hafizh Ibnu Katsir dan Imam al-
menjadi motivasi untuk menaati Allah dan
Bukhari meriwayatkan dari Abu Sa'id bin al-
mensyukuri segala pemberian-Nya. Mu'alla ra, ia berkata, "Suatu kali aku sedang
Ibnu farir ath-Thabari meriwayatkan dari shalat di masjid. Tiba-tiba Nabi saw. Iewat dan
Qatadah bin Di'amah as-Sadusi rahimahullah memanggilku, namun aku tidak menjawab-
nya. Setelah shalat aku datang menemui-
tentang firman Allah SWT (iig,y ini it'tt US"eb nya. Aku berkata, "Wahai Rasulullah, aku
ia berkomentan "Suku Arab
dulunya tadi sedang shalat." Ia bersabda, "Bukan-
adalah orang yang paling hina, kehidupannya kah Allah SWT telah berfirman, "Penuhilah
seruan Allah dan Rasul apabila keduanya
paling sengsara, perutnya paling lapar; tubuh-
menyerumu untuk sesuatu yang memberimu
nya paling telanjang, paling sesat, selalu di-
kehidupan..." Kemudian Rasulullah bersabda,
permainkan oleh Persia dan Romawi. Demi 'Aku akan ajarkan padamu surah yang paling
Allah, tidak ada di negeri mereka yang bisa agung dalam Al-Qur'an sebelum aku keluar
dibanggakan. Orang yang hidup dari mereka nanti." Setelah itu Rasulullah saw. hendak
keluar, lalu aku sebutkan hal itu padanya.
hidup dengan sengsara. Yang mati di antara
Ia bersabda, "(Surah yang paling agung itu)
mereka masuk ke neraka. Mereka selalu al-Hamdulillahi Rabbil 'alamin (Surah al-
dimakan tapi tidak pernah makan. Demi
Allah, kita tidak pernah mengetahui satu suku
pun di permukaan bumi yang lebih buruk
dan rendah dari mereka. Sampai kemudian
Fatihaah) Itu tujuh ayat-ayat yang diulang- lemah. Sunnah [ketentuanJ Allah SWT dalam
hal ini adalah
ulang dan Al-Qur'an yang agung yang telah
"sesungguhnya bumi itu milik Allah,
diberikan padaku."
Dia wariskan kepada orang-orang yang di-
Imam Syafi'i berkata, "lni merupakan
kehendaki-Nya dari para hamba-Nya, dan akhir
dalil bahwa sebuah perbuatan atau perkataan yang baikitu milik orang-orang bertal<uta." (al-
yang bersifat wajib, kalau dilakukan atau di- A'raaf:128)
ucapkan dalam shalat, ia tidak membatalkan
shalat karena perintah Rasulullah saw. untuk KHIAI{AT TERHADAP ALIAH DAN RASUL
menjawab seruannya meskipun seseorang SERTA KHIANAT TERHADAP AMANAH
sedang shalat." Surah al-Anfaal Ayat 27 -28
Kedua, sesungguhnya Allah sangat me- w btlv At $it i w\ a$Gio.
nguasai hati para hamba-Nya daripada mereka '461ig;sffi'b{u;iit3b#
sendiri. Dia yang berkuasa mengendalikan @'VYt?,&a\5Y'L*4*15
segala sesuatu, baik dalam bentuk bisikan hati, "Wahai orang-orang yang beriman! langan-
pikiran maupun perbuatan anggota tubuh. lah kamu mengkhianati Allah dan Rasul dan
Ketiga, wajib menjauhi hal-hal yang akan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat
yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu
mendatangkan fitnah, bala dan adzab, dengan
mengetahui. Dan ketahuilah bahwa hartamu dan
cara menegakkan amar ma'ruf dan nahi
anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan
munkarl menegakkan persatuan, memerangi sesungguhnya di sisi Allah ada pahala yangbesar."
bid'ah dan perpecahan, seruan kepada seluruh
umat untuk bersatu baik pemerintah maupun (al-Anfaal: 27-28)
rakyat, karena dampak dari fitnah itu tidak l'ruab
(,{ur.i $r4y maduai'raab dalam kalimat
hanya menimpa orang-orang yang zalim saja,
melainkan semua akan terkena. Namun tidak ini. Pertama, ia maizum karena di-'athaf-kan
boleh terlalu mendalami perbedaan pendapat
dengan firman Allah SWT sebelumny^, Vi oY
yang terjadi di kalangan sahabat. (ifib -itst. Kedua, ia manshuub karena ada 1c\
Keempat, dorongan untuk selalu istiqamah
yang disembunyikan setelah kata-kata 1;!!;
agar selamat dari adzab Allah SWT. sebagai jawaban nahy dengan huruf wawu se-
Kelima, mengingat nikmat-nikmat Allah
bagaimana ucapan seorang PenYai4
yang telah dilimpahkan-Nya kepada orang-
orang beriman dan segera mensyukurinya cti til ,r;lb jG + iyi * * x't
serta mengambil pelaiaran dari setiap nikmat
tersebut. Allah SWT akan memberikan ke- langan larang sebuah perilaku tapi engkau
bahagiaan di dunia, kekuatan, kekuasaan, melakukannya
rasa aman dari segala ketakutan, dan keme- Adalah sebuah aib yang besar jika engkau
nangan atas musuh bagi orang yang melak-
sanakan segala perintah-Nya. Dia juga akan lakukan
memberikan kemenangan, keselamatan dan
keridhaan-Nya di akhirat nanti untuk mereka'
Namun, jika mereka mengingkari perintah-
perintah Allah dan tidak mensyukuri nikmat-
nikmat-Nya, sebagaimana kondisi umat Islam
saat ini, maka mereka akan menjadi hina dan
Mufradaat Lughawiyyah masih berada bersama Bani Quraizhah. Itu
terjadi setelah Nabi saw. mengepung Bani
{'rr, 'j} Kata 1a;qlr; pada asalnya berarti
Quraizhah selama 21 hari.
kekurangan dan berbeda dengan yang diharap-
Az-Zuhri berkata, "Ketika ayat ini turun,
kan. Kemudian, digunakan untuk menunjuk- Abu Lubabah mengikat dirinya pada sebuah
kan sikap pengabaian, kurang, menipu dan tonggak di Masjid Nabawi. Ia berkata, "Demi
menyembunyikan sesuatu yang merupakan Allah, aku tidak akan makan dan minum
lawan dari amanah dan menepati janji. sampai aku mati atau Allah memberikan tobat-
{,:fuui} sesuatu yang diamanahkan padamu Nya padaku." Ia melakukan hal itu selama
berupa agama dan seluruh beban-bebannya. sembilan hari, ada yang mengatakan selama
Pengertian amanah itu sendiri adalah setiap tujuh hari. Selama itu ia tidak makan sesuatu
pun sampai akhirnya ia pingsan. Kemudian
haq yang mesti ditunaikan kepada yang lain.
Allah memberikan tobat kepadanya. Lalu
{G} ujian dan cobaan yang berat bagi jiwa
disampaikan padanya, "Wahai Abu Lubabah,
untuk melakukan atau meninggalkannya yang
ada pada keyakinan, perkataan, perbuatan tobatmu sudah diterima." Tapi ia berkata,
dan segala sesuatu. Allah SWT menguji orang- "Tidak demi Allah, aku tidak akan melepaskan
orang Mukmin dan kafir secara sama. i*'it:t'oty diriku sampai Rasulullah saw. sendiri yang
datang melepaskannya." Akhirnya Rasul
4V ;l maka jangan sia-siakan dengan cara
datang dan melepaskannya.
memerhatikan kemaslahatan harta dan anak-
Kemudian Abu Lubabah berkata, "sebagai
anak.
bentuk kesempurnaan tobatku, aku akan
Sebab Turunnya Ayat
meninggalkan kampung kaumku tempat aku
Sa'id bin Manshur dan yang lain me-
mendapatkan dosa dan aku akan melepaskan
riwayatkan dari Abdullah bin Abi Qatadah, ia
diri dari semua hartaku." Rasulullah saw.
fib erkata, "ey at $J r.)Sg ;irr I ) turu n be rkenaan
bersabda, "Cukup sepertiga saja yang engkau
dengan Abu Lubabah bin Abdul Mundzir.
sedekahkan."
Ketika Perang Bani Quraizhah, Bani Quraizhah
bertanya padanya, 'Apa maksud semua ini?" Ibnu farir dan yang lain meriwayatkan
dari farir bin Abdullah, bahwa Abu Su$ran
Lalu ia menunjuk ke lehernya, Ia ingin me- keluar dari Mekah. Lalu fibril datang kepada
ngatakan, "Pembantaian." Dengan demikian, Nabi saw dan berkata, "sesungguhnya Abu
turunlah ayatini.Abu Lubabah berkata, "Belum
Sufyan berada di tempat anu." Kemudian
beranjak kedua kakiku hingga aku tahu bahwa
Rasulullah saw. bersabda kepada para sahabat,
aku telah mengkhianati Allah dan Rasul-Nya."
"Sesungguhnya Abu Sufyan berada di tempat
fadi ayat ini turun berkenaan dengan anu, pergilah ke sana (untuk menghadangnya)
Abu Lubabah Marwdn bin Abdul Mundzir. dan rahasiakanlah." Namun, ada seorang laki-
Ia adalah seorang sekutu Bani Quraizhah, laki munafik yang menulis surah kepada Abu
Suffan, "Sesungguhnya Muhammad sedang
suatu suku dalam kalangan Yahudi. Ia diutus
oleh Rasulullah saw. kepada Bani Quraizhah membuntunti kalian, waspadalah." Kemudian
untuk menerima hukum yang diputuskannya.
Mereka meminta pendapatnya tentang apa Allah menurunkan ayat ini, 4i;1b nftsjy}
yang sebaiknya mereka lakukan. Lalu ia mem-
Namun hadits ini gharib jiddan (asing sekali)
beri isyarat bahwa mereka akan dibantai
Ini menunjukkan bahwa yang paling shahih
(oleh Rasulullah dan kaum MusliminJ Hal itu
dilakukannya karena harta dan anak-anaknya adalah bahwa ayat tersebut turun berkenaan
dengan Abu Lubabah.
Persesuaian Ayat telah berkhianat dan kalian mengetahui apa
dampak dari pengkhianatan tersebut. Kalian
Allah SWT telah menyebutkan bahwa juga bisa membedakan antara yang baik dan
buruk. Kalian juga tahu apa saja kerusakan
Dia memberi rezeki para hamba-Nya dengan yang dapat ditimbulkan oleh khianat. Dengan
segala sesuatu yang baik dan memberi mereka
berbagai nikmat yang besar. Dalam ayat ini, kata lain, pengkhianatan itu adalah sesuatu
Allah melarang mereka untuk berkhianat yang muncul dari kalian secara sengaja, bukan
karena lupa atau lalai.
dalam masalah harta rampasan perang dan
yang lainnya yang masuk dalam kategori Khianat itu mencakup segala jenis dosa,
baik dosa kecil maupun besa4 baik yang
beban-beban syari'at.
dampaknya hanya pada si pelaku saja maupun
Tafslr dan Penjelasan
yang berdampak pada orang lain. Amanah
Dalam ayat ini Allah SWT mewajibkan adalah sifat orang-orang beriman, sementara
untuk menunaikan segala beban-beban khianat adalah sifat orang-orang munafik.
Imam Ahmad meriwayatkan dari Anas bin
syari'at secara sempurna tanpa kurang dan
tanpa ada pengabaian. Wahai orang-orangyang Malik, ia berkata, "farang sekali Rasulullah
beriman dan membenarkan Allah SWT Rasul,
dan Al-Qur'an-Nya, janganlah khianati Allah saw berkhutbah tanpa mengucapkan kalimat,
dengan tidak melaksanakan fardhu-fardhu j {.'n 3& U; iG.;
yang diwajibkan-Nya atau dengan melanggar "Tidak ada iman bagi yang tidak bisa dipegang
hukum-hukum serta larangan-larangan-Nya. janjinya." (HR Imam Ahmad)
fangan pula khianati Rasul dengan tidak Asy-Syaikhan meriwayatkan dari Abu
mengikuti sunnahnya, tidak melaksanakan
Hurairah ra, bahwa Nabi saw. bersabda,
perintahnya, tidak meninggalkan larangannya
atau dengan mengikuti hawa nafsu dan "Tanda orang munafik itu ada tiga: apabila
kebiasaan-kebiasaan nenek moyangmu yang berbicara ia berdusta, apabila berjanji mungkir,
sudah turun temurun.
dan apabila diberi kepercayaan ia berlaku khianat,
fangan juga khianati amanah yang kalian
percayakan sesama kalian dengan cara tidak meskipun ia puasa dan shalat serta mengaku
menjaganya. Ini mencakup titipan-titipan yang
bersifat materi, rahasia-rahasia yang bersifat seb agai seorang Muslim." (HRasy-Syaikhani)
umum milik umat atau khusus milik individu-
individu dengan cara memberitahukan yang Karena faktor yang membuat seseorang
berlaku khianat adalah cinta kepada harta dan
pertama kepada musuh dan yang kedua anah Allah SWT mengingatkan bahwa seorang
yang berakal mesti waspada terhadap bahaya
kepada orang lain. Amanah yang dimaksud dan mudharat dari rasa cinta itu. Dia berfirman,
di sini adalah semua amal perbuatan yang 4,a !i'ri, E;i -diy Maksudnya sesungguhnya
telah diembankan oleh Allah kepada para
hamba seperti kewajiban-kewajiban dan harta dan anak adalah ujian dari Allah untuk
hukum-hukum. Mengkhianatinya adalah mengujimu bagaimana kamu mampu menjaga
dengan cara tidak melaksanakan fardhu-
fardhu tersebut, melepaskan diri dari hukum- ketentuan-ketentuan Allah pada mereka.
hukumnya dan mengikuti sunnahnya serta
menyia-nyiakan haq-haq orang lain. Padahal
kalian tahu bahwa kalian dengan demikian
ThrstnAr-MutsInlIuo 5 ,..,rfu sur"r,"r,qnf""r
Harta dan anak juga menjadi penyebab ter- anak. Seharusnya kalian bersikap zuhud
jebaknya seseorang ke dalam fitnah yaitu dosa terhadap dunia dan tidak terlalu tamak
dan adzab karena ia dapat menyibukkan hati mengumpulkan harta dan berlebihan dalam
mencintai anak-anak sehingga kalian mau
dengan dunia dan menghalanginya dari amal
menjerumuskan diri kalian karena mereka,
akhirat.
seperti firman Allah SWT
Sebabnya adalah fitrah manusia itu cinta
"Harta dan anak-anak adalah perhiasan
pada harta, tamak dalam mengumpulkan dan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang
kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya
menyimpannya lalu bersifat kikir. Sehingga di srsi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi
ia tidak menunaikan haq-haq Allah dan tidak horapan." (al-Kahf: a6)
berbuat baik kepada para fakir miskin. Ia
tidak menginfakkannya ke jalan kebaikan. Flqlh Kehldupan atau Hukum-Hukum
Cinta pada anak juga termasuk fitrah manusia. Ayat-ayat ini menegaskan kembali sub-
Cinta pada anak ini terkadang membuat se- stansi dua kelompok ayat sebelumnya yang
seorang mau mencari harta dengan cara menuntut untuk taat kepada Allah dan taat
kepada Rasul serta memenuhi seruan Allah
yang haram. Oleh karena itu, seorang Muslim dan Rasul. Penegasan tentang hal ini berlanjut
mesti waspada terhadap harta dan anak, Ia pada ayat sesudahnya yang menuntut untuk
bertakwa kepada Allah dengan mengamalkan
mesti mencari usaha dari jalan yang halal
lalu menafkahkannya dalam hal-hal yang se- semua perintah-Nya dan menjauhi semua
mestinya dan dalam jalan-jalan kebaikan. Ia larangan-Nya.
mesti memberi makan anak-anaknya dari Ayat-ayat ini menunjukkan beberapa hal:
sesuatu yang halal sehingga tubuh mereka Pertama, keharaman khianat yang di-
tidak tumbuh dari sesuatu yang haram. Anak sengaja secara mutlak dan kewajiban me-
nunaikan amanah yaitu menunaikan semua
juga tidak boleh menjadi sebab orang tua jadi
pengecut dan kikir. Seorang ayah juga tidak beban-beban syari'at dan semua amalan
boleh lengah dalam mendidik anaknya untuk yang diperintahkan oleh Allah kepada para
memiliki akhlak yang mulia, berpegang pada
hamba yang berupa fardhu dan hudud
hukum-hukum agama jauh dari berbagai
(hukum-hukum) Khianat adalah mengabaikan
maksiat dan hal-hal yang haram. kewajiban,lengah dan lalai dalam menunaikan
yang fardhu, menyebarkan rahasia, tidak me-
Kemudian Allah menutup ayat tersebut
dengan akhir yang sangat menyentuh yang ngembalikan titipan dan amanah kepada si
seharusnya dapat membangunkan setiap
orang yang lalai dan lengah. Dia berfirman, pemiliknya, dan menyia-nyiakan haq-haq
4V ;i i'* 'Jsi i!) artinya, pahala, hadiah, orang lain.
dan surga Allah lebih baik untukmu daripada Kedua, harta dan anak-anak adalah
harta dan anak-anak, karena boleh jadi di fitnah dan cobaan untuk menguji seorang
yang beriman secara benar. fika harta yang
antara mereka ada yang akhirnya menjadi dicarinya adalah dari cara yang halal lalu di-
musuhmu. Bahkan sebagian besar di antara
mereka tidak berguna bagimu sedikitkpun. belanjakannya dalam jalan-jalan kebaikan, ia
akan selamat dari dampak negatif dari harta
Allah SWT yang berkuasa penuh dan memiliki tersebut. fika seorang ayah mendidik anaknya
dunia dan akhirat. Seharusnya kalian lebih
mengutamakan pahala dari Allah dengan
memerhatikan dan menjaga hukum-hukum
agama-Nya dalam masalah harta dan anak-
dengan pendidikan agama, memberinya "Wahai orang-orang yang beriman! Iika
kamu bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan
makanan yang halal dan baik, ia akan terlepas memberikan furqan (kemampuan membedakan
antara yang haq dan batil) kepadamu dan
dari hisab di hari akhir nanti. Namun, kalau
sebaliknya ia telah menyerahkan dirinya pada menghapus segala kesalahanmu dan mengampuni
dosa dan siksa. Dari sebab turunnya ayat ini,
sudah diketahui bahwa harta dan anak-anak (dosa-dosa)mu. Allah memiliki karunia yang
Abu Lubabah yang berada bersama Bani
Quraizhah yang membuatnya bersikap lembut beslr." (al-AnfaaL 29)
kepada mereka dan mengkhianati Rasulullah
Mufradaat LuShawlYYah
saw.
9i{7t ,11} Takwa adalah melaksanakan
Ketiga,firman Allah, 4W;i l"*'itl 'ofty ada'
segala perintah dan meninggalkan segala
lah peringatan bahwa kebahagiaan di akhirat larangan, Dinamakan demikian karena ia
dapat menjaga dan memelihara seorang
jauh lebih baik dari kebahagiaan di dunia hamba dari neraka [arti takwa secara bahasa
adalah menjaga, pent). {i,'.4} kemenangan
karena akhirat lebih mulia, kemenangannya
lebih sempurna dan kenikmatannya lebih dan keselamatan dari apa yang kamu takuti.
kekal karena ia akan selalu ada sampai tiada Dinamakan demikian karena ia dapat mem-
batas. Oleh karena itu Allah menyifati pahala- bedakan antara yang haq dengan yang batil,
antara kekafiran di mana orang-orangnya hina
Nya sebagai sesuatu yang besar. dan Islam di mana orang-orangnya mulia farti
li6jriy secara bahasa adalah pembeda, penf)
Keempat, ar-Razi mengatakan, 'Ayat ini Dari sini disebut juga Perang Badar sebagai
bisa dijadikan sebagai dalil bahwa menyibuk- Yaumul Furqan (al-Anfaal: 41) karena ia me-
kan diri dengan amalan-amalan sunnah lebih misahkan dan membedakan antara yang haq
utama daripada menikah karena amalan- dengan yang batil, atau karena ia memberikan
ama\an yang sunnah itu mendatangkan pahala ketenaran untukmu dan membuatmu di kenal
yang besar di sisi Allah, sementara menikah di seluruh penjuru bumi.
mendatangkan anak dan mengharuskan Beberapa ulama sekarang berpendapat
bahwa maknanya adalah ilmu yang benar dan
kebutuhan kepada harta, sementara harta hukum yang kuat atau cahaya mata hati dan
dan anak adalah fitnah." Namun hal ini dalam hidayah yang dapat membedakan antara yang
perkiraan saya adalah kalau seseorang da\am haq dengan yangbatil. Lafal ini juga digunakan
kondisi stabil [tidak ada hasrat yang hebat untuk Taurat, Injil dan Al-Qur'an. Tapi ia lebih
untuk menikah, pent). felas bahwa menikah dominan digunakan untuk Al-Qur'an. Allah
dapat membantu untuk mencapai takwa dan SWT berfirman,
kesucian diri.
"Mahasuci Allah yang telah menurunkan
TAXWA KEPADA ALIAH DAN
Furqan (Al-Qur'an) kepada hamba-Nya
KEUTAMAANNYA
(Muhammad), agar dia meniadi pemberi
Surah aFAnfaal Ayat 29
peringatan kepada seluruh alam jin dan
jftW)2).D?i)dlt,tIzT:J F-SHiJ*l#i;_tA-r'j\"\!jIeul,\-V\##wqKt\ocofL,,'$r*$\\Wii,)i
manusia)." (al-Furqaan: 1)
w;-li;t,yat
"dan menjadikan cahaya untukmu yang
dengan cahaya itu kamu dapat berialan" (al-
Hadiid:28)
TrEsIRAL-MUNIRITLT? 5 ,.,.. ,* ,r{+r -/-------\ surahat-Anfaat
Kesimpulan nya, furqaan adalah pembeda "dan menjadikan cahoya untukmu yang
dengan cahaya itu kamu dapat berjalan" (al-
dan pemisah antara yang haq dengan yang Hadiid:28)
batil. Tafsir ini lebih umum dari yang disebut- Orang yang bertakwa kepada Allah,
kan dan menjadi sebab dari yang disebutkan. niscaya diberikan-Nya furqaan untuk mem-
Karena orang yang bertakwa kepada Allah
bedakan yang benar dengan yang salah, antara
dengan melakukan segala perintah-Nya
dan meninggalkan larangan-Nya, berarti ia Islam dan kebenaran dengan kekafiran dan
diberi taufik untuk mengetahui yang benar kesesatan. Dengan begitu seseorang akan
dan yang batil. Hal itu merupakan sebab ia menjadi seorang yang rabbani, sebagaimana
yang diperintahkan Allah SWT melalui firman-
mendapat pertolongan, keselamatan di dunia,
Nya,
kebahagiaan di akhirat, dan memperoleh
pahala yang besar. 4?* '&"Y 1r;5g dosa arti- "Dan jadilah orang-orang yang rabbani
nya menghapuskan dosa-dosa itu. {,S.r ,*.9F karena kamu selalu mengajarkan al-Kitab dan
ampunan di sini artinya menutupinya dari kamu selalu mempelajerinya." (Aali'Imraan:
manusia. {"lrt' ,r:;j, }'itti} karunia-Nya sangat
7e)
luas dan pemberian-Nya sangat besar. Dia
(frttJn i1) Dia juga akan menghapus dosa-
memberi pahala yang sangat besar. dosa dan kesalahan-kesalahanmu yang telah
berlalu. Dia akan menutupinya dari manusia
Persesuaian Ayat dan Dia akan memberimu pahala yang besar
karena Allah pemilik karunia yang luas dan
Setelah Allah SWT memperingatkan ten- pemberian yang besar.
tang fitnah harta dan anak, Dia memotivasi
untuk bertakwa yang berarti meninggalkan Padanan ayat ini adalah firman Allah SWT,
kecenderungan dan kecintaan yang berlebihan
terhadap harta dan anak-anak. "Hai orong-orang yang beriman, ber-
Tafsir dan Penjelasan takwalah kepada Allah dan berimanlah kepada
Rasul-Nya, niscaya Allah memberikan rahmat-
Wahai orang-orang beriman, jika kamu Nya kepadamu dua bogian, dan menjadikan
bertakwa kepada Allah dengan mengikuti untukmu cahaya yang dengan cahaya itu kamu
dapatberjalan dan Dia mengampuni kamu. Dan
perintah-perintah-Nya dan meninggalkan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,"
larangan-larangan-Nya, niscaya Dia akan
(al-Hadiid:28)
berikan padamu pembeda antara yang
haq dengan yang batil, dan yang menjadi Fiqih Kehidupan atau Hukum-Hukum
Perintah untuk bertakwa sangat banyak
petunjuk serta cahaya yang akan menerangi
hatimu. Cahaya yang terdapat dalam ilmu terdapat dalam Al-Qur'an. Namun, di sini
yang didasarkan kepada takwa itulah yang
dimaksud dengan hikmah dalam firman Allah perintah itu disampaikan dengan Iafal syarat
karena Allah SWT berbicara dengan para
SWT hamba sesuai dengan kebiasaan para hamba
"Siapa yang diberikan hikmah berarti ia berbicara dan berkomunikasi sesama mereka.
telah diberikan kebaikan yong banyak sekoli."
(al-Baqarah= 269) Apabila seorang hamba bertakwa kepada
Tuhannya, yaitu dengan mengikuti segala
Itu juga yang dijelaskan dalam firman perintah-Nya, menjauhi segala larangan-Nya,
Allah SWT,
meninggalkan segala yang syubuhat karena "Untuk Dia menangkan (lslam) otas
khawatir jatuh pada hal yang haram, me-
menuhi hatinya dengan niat yang ikhlas dan seluruh ogoma..." (ash-Shatr: 9)
anggota tubuhnya dengan amal yang saleh,
mewaspadai segala bentuk kemusyrikan baik Sementara kondisi orang kafir dan orang
yang tersembunyi maupun yang tampak jelas
fyang tersembunyi yaitu dengan memerhatikan fasiq adalah sebaliknya. Di akhirat nanti
selain Allah dalam beramal) dan hidup di dunia
dengan harta yang bersih, niscaya Allah akan mereka akan memperoleh pahala, manfaat
karuniakan untuknya pembeda antara yang yang abadi dan penghargaan dari Allah dan
haq dengan yang batil. Ibnu Ishaq berkata,
para malaikat.
"(j6;i) adalah pembeda antara yang haq
Kedua, 48q" & ;6rJy Maksudnya Allah
dengan yang batilJ'As-Sudiy berkata, "Makna
akan menghapuskan dampak dari berbagai
(irli} adalah keselamatan." Al- Farra' berkata,
dosa dan kesalahan, baik dosa besar maupun
"Maknanya adalah kemenangan." Ada juga kecil. Dia akan menghapusnya dan menutupi-
yang mengatakan bahwa maknanya adalah di
akhirat nanti Allah akan memasukkanmu ke nya di dunia. felas bahwa tobat merupakan
dalam surga dan memasukkan orang-orang
salah satu bukti ketakwaan.
kafir ke dalam neraka."
Ketiga, (-<r+.;F Artinya Dia hilangkan
Ayat tersebut menyebutkan tiga jenis
dosa-dosa itu di hari Kiamat nanti karena
balasan untuk takwa:
Allah adalah pemilik karunia yang sangat
Pertama, ((6i ;-< 'S;x-\ Furqan ini men- besar. Zat yang sifatnya demikian apabila ia
berjanji pasti akan ia penuhi. Secara umum,
cakup seluruh bentuk perbedaan yang terjadi
antara orang-orang beriman dengan orang- takwa akan menjadi cahaya di dunia dan
orang kafir. Di dunia, Allah khususkan hidayah
dan mengenal Allah hanya untuk orang-orang akhirat, faktor kebahagiaan dunia dan akhirat,
beriman. Allah khususkan hati mereka men- mewujudkan semua harapan dan selamat dari
dapat kelapangan. Allah berfirman, segala keburukan dan kejahatan. Oleh karena
"Maka apakah orang-orang yang dibuka- itu, Allah SWT berfirman,
kan Allah hatinya untuk (menerimo) agama
Islam lalu ia mendapat cahaya dari Tuhannya "Dan berbekallah, moke sesungguhnya
(samo dengan orang yqng membatu hatinya)?" bekal terbaik itu adalah takwa. Bertakwalah
(az-Ztmar:22) pada-Ku wahai orang-orang yang berpikir!"
Allah SWT hilangkan rasa iri dan dengki (al-Baqarah: 197)
dari hati mereka dan sifat menipu serta curang BERBAGAI BENTUK TIPU DAYA DAN
KONSPI RASI ORANG-ORANG MUSYRIK
dari dada mereka. Allah khususkan mereka TERHADAP NABI SAW.
dengan kemenangan dan kemuliaan, sebagai- Surah a!-Anfaal Ayat 3O-31
mana Dia berfirman, $4+ 14,W5 a.$+ )))=- t .' )?L,,)
Ll,1 )1.,,
"Dan milik Allah kemuliaqn, dan iuga -i^:_l
milik Rasul serto orang-orang beriman." (al- rlfl
'7?*)t,e! -4
Munaafiquun: B) b.rt)i r 4d,I.FP.J.., 5
Dia iuga berfirman, 4,lul
i{ $d6rlGJ;*L* 65@ G,*6t
furj-1f,,;b\'r,;,j5631,tc:,trG;'
@<il}'j\
ThFSIRAL-MUNIRIILID 5 {{{+( -ft su.ahat-Antaa!
"Dan (ingatlah), ketika orang-orang kafir untukmu. {n' 5i;} untuk mereka dengan me-
(Quraisy) memikirkan tipu doyo terhadapmu
nurunkan wahyu kepadamu menyampaikan
(Muhammad) untuk menangkap dan memenjara- apa yang sedang mereka rencanakan, lalu
Allah memerintahkanmu untuk pergi. ilr;p
kanmu atau membunuhmu, atau mengusirmu.
Mereka membuat tipu daya dan Allah meng- (rfuj' 'i yang paling tahu dan paling hebat
gagalkan tipu daya itu. Allah adalah sebaik-baik membuat tipu daya. (r,iur| Al-Qur'an. i rru}
pembalas tipu daya. Dan apabila ayat-ayat Kami {r-r" *: u;t;A jr ,r,1"" Ucapan ini dikatakan oleh
dibacakan kepada mereka, mereka berkata, "Se- Nadhar bin al-Harits. Ia sering pergi ke al-
Hirah untuk berdagang. Di sana ia membeli
sungguhnya kami telah mendengar (ayat-ayat
seperti ini), jika kami menghendaki niscaya kami buku-buku tentang kisah dan sejarah orang-
daPat membacakan yang seperti ini. (Al-Qur'an)
ini tidak lain hanyalah dongeng orang-orang ter- orang Ajam [non-Arab), lalu ia sampaikan
kepada penduduk Mekah. {ir} tia"n (r1;} Al-
dahulu." (al-Anfaal: 30-3f ) Qur'an. (ruui i1) kebohongan-kebohongan.
Balaafhah Kata ini adalah bentuk jamak dari 1;Jiy yaitu
cerita dan berbagai hikayat yang ditulis dalam
flfrt'5yith Maksudnya, membalas tipu daya buku-buku kuno tanpa disaring dan tidak pula
mereka. Penisbahan hal-hal seperti ini kepada
Allah hanya boleh dalam makna muzawajah beraturan.
(memadani suatu perbuatan), dan tidak boleh
dinisbahkan atau dipakaikan pada Allah sejak Sebab Turunnya Ayat
awal karena dapat dipahami mengandung
maknayangtercela. fadi, penisbahan perbuatan Sebab turunnya ayat 30, (.r-r,.fiir) Ibnu
menipu daya kepadaAllah adalah dalam bentuk Abi Hatim dan Ibnu Ishaq meriwayatkan dari
musyakalah (serupa dalam lafazh) dengan pe-
ngertian menggagalkan tipu daya yang mereka Ibnu Abbas, "Beberapa orang pemuka Quraisy
dan pemuka setiap suku sedang berkumpul
rencanakan. Arti musyakalah adalah lafalnya
untuk masuk ke dalam Darun Nadwah.
sama, namun maknanya berbeda.
Tiba-tiba Iblis menghadang mereka dengan
Mufradaat Lughawlyyah
menyamar sebagai seorang bapak tua. Ketika
4K ;!F ingatlah wahai Muhammad!
melihatnya, para pemuka Arab itu bertanya,
Ketika penduduk Mekah berkumpul untuk "Siapa engkau?" Ia berkata, "Seorang Bapak
Tua dari negeri Nejd. Aku dengar untuk apa
bermusyawarah di Darun Nadwah mem- kalian berkumpul, maka aku berniat untuk
ikut hadir. Kalian akan mendapatkan dariku
bicarakanmu. Tujuan diingatkannya tipu daya
gagasan-gagasan atau nasihat." Mereka
dan konspirasi Ouraisy ini agar ia [Rasulullah) berkata, "Baiklah, silakan masuk." Ia pun
mensyukuri nikmat Allah karena ia bisa lepas
masuk bersama mereka. Ia kemudian ber-
dari konspirasi tersebut dan rencana jahat kata, "Pikirkanlah tentang orang itu (maksud-
mereka. Makar artinya rencana yang ter-
sembunyi untuk mendatangkan keburukan nya Nabi Muhammad saw.)" Ada yang ber-
kepada orang lain tanpa ia sadari. (rtt} -"- pendapat, "lkat ia dengan tali. Kemudian,
nahanmu dengan tali sehingga engkau tak tunggu saja hari kematiannya sebagaimana
para penyair sebelumnya juga telah mati
bisa bergerak. {!j:L ]i} ketika mereka semua
sepakat untuk sama-sama membunuhmu. seperti Zuhair dan Nabighah. Ia tak lain adalah
seorang penyair seperti mereka."
4!;.f liy atau mengusirmu dari Mekah. $:,;fi"y
Orang tua yang sesungguhnya musuh
Allah, Iblis yang menyamar sebagai bapak
TAFSIRAL-MUNIRJILID 5
tua dari Nejd itu berkata, "Demi Tuhan, ini [Abu fahalJ sangat bagus. Aku tak melihat ide
lain yang lebih hebat."
bukan pendapat yang tepat. Akan ada orang
yang akan mengabarkan hal itu kepada para Mereka pun pulang dengan membawa
kesepakatan tersebut. Kemudian, fibril datang
pendukungnya. Lalu, mereka akan datang dan
menemui Nabi saw. di rumahnya pada malam
mengambilnya dari kalian. Lalu, mereka akan itu. Setelah itu, Allah SWT mengizinkan Nabi-
menjaganya dari tangan kalian. Boleh jadi saja
ia keluar dari negeri kalian ini. Cobalah pikir- Nya untuk meninggalkan Mekah. Setibanya
di Madinah, Allah menurunkan ayat ini untuk
kan ide yang lain." Lalu ada yang berpendapat,
mengingatkan padanya nikmat yang diberikan-
"Usir saja ia dari tengah-tengah kita agar kita
tidak susah. Sesungguhnya kalau ia pergi nis- Nya, {r#t r.rtr e-t.fi1}. Inilah sebab terjadinya
hijrah Nabi dari Mekah al-Mukarramah ke
caya apa pun yang ia lakukan tidak akan meng-
Madinah al-Munawwarah.
ganggu kita." Bapak tua itu pun berkata lagi,
"Demi Tuhan, ini bukan pendapat yang tepat. Penyebab turunnya ayat 31, 4jj!5|. Ibnu
Tidakkah kalian perhatikan ucapannya yang
|arir ath-Thabari meriwayatkan dari Sa'id bin
manis, lidahnya yang fasih, dan bagaimana ia Jubair, ia berkata, "Dalam Perang Badar; Nabi
bisa menarik hati kalian kalau ia berbicara. saw. membunuh beberapa orang secara shabr
Jika ide ini yang kalian lakukan,lalu ia pergi ke (maksudnya ditahan lalu dipanah sampai mati)
kalangan Arab yang lain niscaya mereka akan
tertarik padanya. Setelah itu ia akan datang yaitu Uqbah bin Abi Mu'aith, Thu'aimah bin
pada kalian untuk mengusir kalian dari negeri Adi, dan Nadhar bin al-Harits. Nadhar sendiri
adalah tawanan Miqdad. Ketika Nabi saw.
kalian lalu membunuh pemuka-pemuka memerintah untuk membunuhnya, Miqdad
kalian." berkata, "Wahai Rasulullah, ia tawananku."
Mendengar hal itu mereka berkata, "Benar Rasul berkata,
kata Bapak Tua ini. Carilah ide yang lain." ;q.i& v bt a, iF. os 'iy.
Akhirnya berkatalah Abu fahal, 'Aku akan
"sesungguhnya ia telah mengatakan tentang
menyampaikan pada kalian sebuah ide yang Al-Qurhn aPa yang telah ia katakan."
belum terpikirkan oleh kalian dan aku melihat
Sa'id bin fubair melanjutkan, "Mengenai
ide inilah yang paling tepat." Mereka berkata, Nadharlah diturunkannya ayat, "Dan apabila
'Apa itu?" Ia berkata, "Kita minta dari setiap dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami,
suku seorang pemuda yang kuat sebagai wakil mereka berkata, "Kami telah mendengar..."
mereka. Lalu kita berikan setiap pemuda itu
dan seterusnya.
pedang yang tajam untuk membunuhnya
sekali pukul. Kalau kita telah membunuhnya Persesualan Ayat
dengan cara demikian, darahnya akan tercecer Setelah Allah SWT mengingatkan orang-
orang beriman terhadap nikmat-nikmat-Nya
dan berserakan di seluruh suku. Aku yakin kepada mereka melalui firman-Nya, "Dan
ingotlah ketika kalian sedikit...", Allah SWT
Bani Hasyim fsuku Nabi Muhammad) tidak juga mengingatkan Rasul-Nya akan nikmat-
akan sanggup untuk memerangi seluruh suku nikmat-Nya kepadanya yaitu menolak makar
orang-orang musyrik dan setiap makar orang-
dalam Quraisy. Kalau demikian maka mereka orang yang berniat buruk terhadapnya.
(Bani Hasyim) akan bersedia menerima
tebusan atas pembunuhan itu dan kita pun
tenang tanpa terganggu dengan terbunuhnya
dia." Bapak Tua itu berkata, "Demi Tuhan,
inilah pendapat yang tepat. Ide pemuda ini
ThFSIRAT-MUNIR rrllp 5 1---------\ surah at-Anfaat
Tafsir dan Penjelasan setiap rencana-Nya adalah untuk membantu
Ingatlah wahai Nabi ketika orang-orang kebenaran dan keadilan, dan Dia tidak akan
musyrik itu berkumpul untuk merencanakan melakukan sesuatu kecuali yang memang
konspirasi berbahaya untukmu dan dakwah- berhak untuk dilakukan. Ini juga menjadi
mu. Itu suatu nikmat yang berhak untuk bukti bahwa sikap orang-orang kafir terhadap
Nabi saw. dan dakwah yang dijalankannya
disyukuri, dan perlu direnungi serta diambil adalah sikap yang penuh dengan gangguan
pelajaran. Hal tersebut menjadi bukti atas
kebenaran dakwahmu dan dukungan Tuhan- dan menyakiti.
mu kepadamu dalam saat-saat genting dan
Setelah Allah SWT menceritakan makar
berbahaya.
mereka terhadap diri Muhammad, Allah
Mereka telah merencanakan salah satu
dari tiga makar: penjara yang akan meng- menceritakan makar mereka terhadap agama
halangi untuk menyampaikan dakwah pada
manusia, membunuhnya dengan cara me- dan kitab yang dibawanya. Dia berfirman,
ngumpulkan seluruh suku atau mengusir- (,1r,!!F dst. Artinya, apabila dibacakan ayat-
mu dari kampungmu. Mereka merencanakan ayat Al-Qur'an yang sangat jelas itu, mereka
berkata karena kebodohan, kesombongan
makar dan menyusun konspirasi itu secara dan pembangkangan mereka, "Kalau kami
mau, tentu kami sudah mengatakan hal yang
sembunyi-sembunyi dan penuh rahasia untuk
melakukannya kepadamu tanpa kau sadari. sama dengan itu...". Ini sebenarnya pengakuan
Akan tetapi Allah SWT yang Mahakuasa tersirat tentang ketidakmampuan mereka
menggagalkan makar mereka, menghancur- membuat sesuatu seperti Al-Qur'an. Al-eur,an
kan konspirasi mereka, serta menjadikan telah menantang mereka untuk membuat
seluruh rencana mereka terbang bersama
sebuah surah yang sangat pendek. Namun,
angin. Allah SWT telah mengeluarkan engkau
yang mereka lakukan adalah berkelit, menipu,
sebagai seorang yang hijrah dengan selamat dan berdalih. Seperti yang dilakukan oleh
tanpa terkena gangguan sedikit pun, dari
Mekah al-Mukarramah menuju Madinah al- seorang yang lemah dan pengecut di hadapan
Munawwarah, dan Allah-lah sebaik-baik yang
menyusun rencana. Dia yang paling tahu seorang pahlawan pemberani yang tangguh. Ia
dengan sebuah makar. Makar mereka tidak mengklaim bahwa ia mampu membunuh sang
ada gunanya. pahlawan, namun itu hanya omong kosong
Makna, p;fx| adalah mereka menyem- belaka.
bunyikan makar untuk membinasakan
Yang mengatakan ucapan itu adalah
Muhammad. Makna, {iltgjh adalah Allah juga
Nadhar bin al-Harits. Diceritakan bahwa
menyembunyikan apa yang telah disiapkan-
Nya untuk mereka dan datang pada mereka Nadhar bin al-Harits sering pergi berdagang
secara tiba-tiba. Makar Allah artinya adalah
balasan Allah berupa adzab terhadap makar ke daerah al-Hirah. Di sana ia membeli cerita-
yang mereka rencanakan. Firman Allah SWT cerita Kalilah dan Dimnah [seperti dongeng
4.;.f.pF url| Artinya makar-Nya lebih berlaku 1001 malam, pent) Lalu ia duduk-duduk ber-
dan terjadi daripada makar yang lain, lebih
sama orang-orang yang suka berolok_olok
hebat dampaknya, dan Dia lebih berhak
untuk membuat sebuah rencana, karena dan berjudi. Ia adalah salah seorang dari
mereka. Kemudian ia bacakan kepada mereka
dongeng-dongeng kuno itu. Ia mengklaim
bahwa dongeng-dongeng tersebut sama
dengan kisah-kisah orang terdahulu yang di-
sampaikan oleh Muhammad. Ia juga sering
pergi ke daerah Persia. Di sana, ia banyak
TAfSIRAL-MUNIR )ILID 5
mendengar kisah-kisah mereka dari Rustunr, Ia pernah membeli seorang budak
Isfandiyar dan tokoh-tokoh besar kalangan
Ajam fnon-Arab) Ketika ia melewati daerah- perempuan yang cantik untuk melagukan
daerah Yahudi dan Nasrani, ia juga mendengar
dari mereka kitab Taurat dan Injil. Kemudian, kisah-kisah tentang bangsa-bangsa terdahulu
ia pulang ke Mekah dan menyampaikan kepada orang banyak dengan tujuan me-
malingkan mereka dari mendengarkan Al-
semua yang ia dengar itu kepada penduduk
Qur'an.
Mekah. Yang menarik, mereka menisbahkan Al-
Kemudian mereka memberi dalih atas Qur'an itu kepada kisah-kisah orang-orang
ucapan mereka yang bohong itu dengan se-
suatu yang lebih bohong lagi. Mereka ber- terdahulu, tetapi mereka tidak mengatakan
kata, 'Al-Qur'an ini tak lebih dari kisah-kisah
bahwa Muhammad-lah yang membuat-buat-
dan dongeng-dongeng orang-orang terdahulu nya. Hal itu karena mereka meyakini kejujuran
seperti kebanyakan kisah-kisah tentang umat-
umat terdahulu." Ayat yang senada dengan Muhammad dan bahwa ia bukan seorang
ayat ini adalah firman Allah SWT,
pendusta, sebagaimana firman Allah SWT
"Dan mereka berkata, "(ltu honya)
"Sungguh, Kami mengetahui bahwa aPa
dongeng-dongeng orang-orang terdahulu, yang yang mereka katakan itu menyedihkan hatimu
(Muhammad), (janganlah bersedih hati) ka-
diminta agar dituliskan, lalu dibacakanlah rena sebenarnya mereka bukan mendustakan
dongeng itu kepadanya setiap pagi dan petang." engkau, tetapi orang yang zalim itu meng-
(al-Furqaan: 5)
ingkari ayat-ayat Allah." (al-An'aam: 33)
Maknanya adalah buku-buku orang-orang
terdahulu yang ia kutip. fadi ia [Muhammad) Para tokoh Quraisy itu seperti Nadhar bin
al-Harits, Abu fahal, al-Walid bin al-Mughirah
mempelajari hal itu lalu ia bacakan pada dan yang lain, selalu menghalangi manusia
manusia. Ini merupakan kebohongan besar untuk mendengarkan Al-Qur'an. Namun me-
sebagaimana yang ditegaskan oleh Allah SWT reka sendiri berusaha untuk mencuri-curi
pada ayat berikutnya, dengar dari Nabi saw. pada malam hari. Bahkan
Walid bin Mughirah sendiri setelah tersentuh
"Katakanlah (Muhammad), "(Al-Qur'an) dengan ayat-ayat Al-Qur'an mengatakan, "Se-
itu diturunkan oleh (Allah) yang mengetahui sungguhnya bahasanya tinggi dan tidak dapat
rahasia di langit dan di bumi. Sungguh, Dio
Maha Pengompun, Maha Penyayang," (al- ditandingi, ia seolah menghancurkan semua
Furqaan:6) perkataan di bawahnya." Namun setelah itu ia
berusaha untuk memutar ucapannya sendiri
Orang yang mengatakan hal tersebut atas tekanan para gembong musyrik agar
adalah Nadhar bin al-Harits yang tentangnya tidak didengar oleh kalangan Arab lain. Ia lalu
juga turun firman Allah SWT berkata, 'Al-Qur'an tak lain adalah sihir yang
"Den di antara manusia (ada) orong sangat menakjubkan."
yang mempergunokan percakapan kosong Fiqlh Kehldupan atau Hukum-Hukum
untuk menyesatkan (manusia) dari ialan Allah Ayat yang pertama menjelaskan bahwa
peristiwa hijrah merupakan mukjizat Allah
tanpa ilmu dan meniadikannya olok-olokan. untuk Muhammad saw Orang-orang musyrik
Mereka itu akon memperoleh adzab yang sudah berkumpul di Darun Nadwah dan
menghinakan." (Luqmaan: 6) sepakat untuk membunuhnya. Mereka berniat