I'raab yang ada. $i; it;:;t 3)| mereka meminta air
;*4Gi rL,u:r -;i,e$rF lafal 1;,=- *-ry di- untuk tanaman mereka ketika mereka ber-
ta'nits-kan karena ada kata 1i:i; yang diper- ada di padang pasir tih. {i-:#d} terpancar.
s e p s i ka n. Ta q d i i r - ny a a dalah(1i';);e r ;. 4 ;,"- Fr p 4rr r/; dr) sesuai dengan j um lah a sb aath yang
sebagai haal. $Gu:i\, nadal manshuub dari
ada pada saat itu. (Eri:li} masing-masing sibfh
kalimat 6;':?\ lafal {uu:i} ini tidak bisa di-
di antara mereka. {ari d.b,,ri4} Xami jadikan
katakan manshuub sebagai tamyiiz karena ia awan menaungi mereka di padang pasir fih
itu. Kata-kata ghamam [awan) bisa berarti
berbentuk jamak, sementara tamyiiz untuk
awan tipis [putih) atau awan secara umum.
jumlah selain sepuluh mesti berbentuk m ufrad.
{fr} sesuatu yang berwarna putih yang turun
{Gib adatah sifat untuk (irdi} seperti yang
ke dedaunan pohon seperti embun, rasanya
disebutkan oleh Ibnu al-Anbari. Zamakhsyari
sangat manis seperti madu. {.s,rr,;} sejenis
mengatakan bahwa kata 4Giy adalah badal burung yang serupa dengan burung puyuh
dari kata 4;-,- e,b,sehingga maknanya adalah tetapi lebih besar sedikit.
"Kami bagi mereka menjadi dua belas umat,"
karena masing-masing suku sesungguhnya
adalah sebuah umat yang besar dan kelompok Persesuaian Ayat
masyarakat yang sangat majemuk. Lalu ia Setelah Allah SWT mendorong Bani Israil
untuk mengikuti agama Muhammad saw. de-
mengatakan kata 4uui6 adalah tomyiiz,sebab, ngan cara menurunkan rahmat kepada me-
reka dan menyifati mereka sebagai orang-
ia disebutkan dalam bentuk jamak adalah
orang yang beruntung, Allah menyebutkan
karena kata {uu-ip diletakkan dalam posisi
suku, sementara setiap suku juga memiliki tiga kondisi mereka. Kondisi pertama adalah
sebagian mereka mengikuti Musa dengan
banyak asbaath [suku-suku) dan bukan satu
suku saja.
Mufrudaat Lughawiyyah benar dan juga mengikuti Muhammad saw,
berpegang dengan kebenaran, dan meng-
{li} satu kelompok manusia. (jrrth hukumi dengan kebenaran juga. Kondisikedua
menunjuki manusia. (i;1', :,j| dalam hukum. adalah terbaginya mereka menjadi dua belas
kelompok sesuai dengan jumlah asbaoth me-
Maksudnya mereka memutuskan hukum di reka yang juga dua belas. Kondisi ketiga adalah
antara manusia dengan adil. (,5C-u; p Kami
pisah-pisah Bani Israil dan Kami jadikan terpancarnya dua belas mata air dari batu se-
suai dengan jumlah asbaoth mereka ketika
mereka kelompok-kelompok. 4ui:iy suku-
mereka meminta sumber air kepada Musa a.s.,
suku. Secara bahasa adalah al-asbaath yang
berarti cucu. Ia adalah bentuk jamak dari kemudian mereka dinaungi oleh awan dan di-
turunkan kepada mereka manna dan salwa.
(l{.r) }ang di kalangan Bani Israil ibarat
satu suku dalam keturunan Nabi Ismail.
Dengan demikian, asbaath Bani Israil artinya Tafsir dan Penjelasan
keturunan anak-anak Nabi Ya'qub yang Allah SWT memberitakan bahwa ada
berjumlah sepuluh orang selain anaknya yang sekelompok Bani Israil mengikuti kebenaran
bernama Lawi dan anak cucu dari dua orang dan menghukumi dengan kebenaran itu.
anak Nabi Yusul yaitu Ifraim dan Menes,
karena anak cucu Lawi telah tersebar dan Mereka adalah orang-orang yang beriman dan
menjadi pelayan agama di seluruh asbaath bertobat dari kalangan Bani Israil. Mereka
beriman kepada Musa a.s. dan beriman juga
1-----\ TAFSIRAL-MUNIRIILID 5
kepada Muhammad saw Mereka adalah Kelompok kedua, beriman kepada Musa
sekelompok orang yang meluruskan diri dan mengikuti para nabi setelahnya, dan
mereka dengan iman, menunjuki manusia
merekalah yang disebutkan dalam ayat di atas.
pada iman itu, menunjuki mereka kebenaran
Kelompok ketiga, yang bisa masuk ke dalam
yang datang pada mereka dari sisi Allah,
memutuskan suatu hukum di antara mereka dua bagian di atas seperti yang disebutkan
dengan kebenaran dan tidak berlaku zalim. dalam ayat "...mereke membaca ayat-ayat
Allah." Ini merupakan kesaksian agung dari
Sebagaimana Allah berfirman,
Allah SWT yang membuktikan adanya orang-
"Di entora Ahli Kitab ada golongan yang
jujur, mereka membaco ayat-ayot Allah pada orang benar dan adil di setiap umat. Inilah
malam hqri, dan mereka (iuga) bersuiud kondisi pertama dari Bani Israil.
(shalat)." (Aali'Imraan: 1 13)
Kondisi kedua, Allah SWT menjadikan
Allah juga berfirman, kaum Musa dua belas kelompok atau suku
"Dan sesungguhnya di antarq Ahli Kitab yang disebut dengan qsbaath, artinya beberapa
ada yang beriman kepada Allah, dan kepada
umat dan kelompok. Masing-masing kelompok
opa yang diturunkan kepada kamu, dan yang
diturunkan kepada mereke, karena mereka memiliki aturan dan sistem dalam mencari
berendah hati kepada Allah," (Aali 'Imraan: rezeki dan mengatur kehidupan yang berbeda
1ee) dengan yang lain.
Allah juga berfirman, Kondisi ketiga, kondisi para asbaath
terhadap nikmat Allah yang dilimpahkan
"Dan di antaro Ahli Kitab ada yang iika kepada mereka. Nikmat pertama adalah
engkau percayakan kepadanya harta yang pertolongan Allah terhadap mereka ketika
banyak, niscaya dia mengembalikannya ke' mereka meminta air kepada Musa saat ke-
padamu. Tetapi ada (pula) di antara mereka
yang jika engkau percayakan kepadanya satu hausan di padang pasir Tih. Saat itu, Allah me-
dinan dia tidak mengembalikannya kepadamu, wahyukan kepada Musa untuk memukulkan
kecuali jika engkau selalu menagihnya." (Aali
'Imraan:75) tongkatnya ke batu. Setelah Musa melakukan-
Kesimpulannya, informasi dalam ayat nya tiba-tiba memancarlah dua belas mata
ini berhubungan dengan sekelompok orang air sesuai dengan jumlah asboath tersebut.
yang beriman dari Bani Israil di masa Nabi Masing-masing asbaath mempunyai mata air
tersendiri. Setiap mereka sudah mengetahui
Musa dan setelahnya. Mereka terbagi menjadi mata air dan tempat minum mereka.
tiga kelompok: kelompok pertama ada yang
Perbedaan antara kata 1".r-+lr; dengan
sempat berjumpa dengan Nabi saw. dan
kata lrtjlr; adalah kata yang pertama berarti
beriman dengannya seperti yang disinggung keluarnya air tapi sedikit, sementara kata
dalam firman Allah SrvlIT,
kedua berarti keluarnya banyak. Nikmat kedua
")rang-orang yong telah Kami beri Kitab, adalah dinaunginya mereka dengan awan,
mereka membacanya sebagaimana mestinya, sehingga ketika mereka kepanasan di padang
mereka itulah yang beriman kepadanya." (al- pasir yang tandus, Allah mengirim awan untuk
Baqarah: 121)
mereka dan menaungi mereka dari kepanasan
sebagai salah satu bukti kasih sayang Allah.
Nikmat ketiga adalah diturunkannya manno
dan salwa. Makanan yanglezat itu turun pada
mereka dengan gampang tanpa perlu kerja
keras. Itulah manne yang bisa menggantikan
TerstnAr-MuNtnlIuo 5 ,- ,*uurd[lfi$**a..- s,'"tnrt-r't""r
roti sebagai makanan pokok mereka. Makanan dunia dari perjalanan isra', Allah menurunkan
itu sangat manis dan lembut ibarat embun wahyu kepada Nabi-Nya,
yang terdapat di dedaunan pada pagi hari. "Dan di antara orang-orang yang telah
Kami ciptakan ada umat yang memberi
Sementara itu, salwa adalah pengganti dari petunjuk dengan (dasar) kebenaran, dan
dengan itu (pula) mereka berlaku adil." (al-
seluruh jenis daging karena ia seperti burung
A'raaft 181)
puyuh yang lebih besar sedikit. Kemudian,
Yang dimaksud di dalam ayat ini adalah
dikatakan kepada mereka, "Makanlah rezeki umat Nabi Muhammad saw. Jadi, Allah
memberitahukan kepada Nabi Muhammad
yang baik yang Kami berikan padamu..." yaitu bahwa, 'Apa yang Aku berikan kepada Musa
dalam kaumnya, Aku berikan juga padamu
berupa nikmat-nikmat yang Kami turunkan
dalam umatmu."
hanya untuk kalian. Yang perlu kalian lakukan
Sementara itu, ayat, (P r,lL;.2F menjelaskan
hanyalah mensyukuri nikmat itu. dibaginya Bani Israil menjadi dua belas
;i gFirman Allah, (Zt Urh adalah karena kelompok karena mereka memang berasal
kekafiran mereka terhadap nikmat-nikmat dari dua belas orang dari anak-anak Nabi
tersebut. Akan tetapi mereka sendiri yang Ya'qub. fadi, Allah membeda-bedakan mereka
agar mereka tidak saling merasa iri yang akan
menzalimi diri mereka dan membahayakannya
menimbulkan terjadinya konflik dan silang
dengan keingkaran dan kekufuran, karena pendapat. Sudah barang tentu pembagian
seperti ini akan menghindarkan mereka dari
seorang hamba bila telah lancang berbuat
perbedaan dan sengketa dalam memperoleh
maksiat, ia hanya akan membahayakan dirinya
berbagai manfaat dan juga agar urusan
sendiri dengan mengundangadzab dan siksa
masing-masing suku dapat diketahui secara
untuk dirinya. Siapa yang zalim terhadap detail oleh masing-masing pemimpin mereka
dirinya sendiri tentu akan lebih zalim lagi sehingga tugas Nabi Musa pun semakin ringan.
terhadap orang lain. Firman Allah, $,ry Jt t+i6| frfen;elaskan
tentang nikmat-nikmat besar yang Allah
Flqih Kehidupan atau Hukum-Hukum karuniakan kepada Bani Israil. Pertama,
Ayat yang pertama 4'*i ii,rr| Menun- diberikan minuman di padang pasir dari
jukkan bahwa Islam tidak mengenal fanatisme sumber-sumber mata air yang memancarkan
dua belas mata air sesuai jumlah suku yang
dan Allah mengajarkan kepada kita cara dalam ada dengan pukulan tongkat Nabi Musa ke
menilai manusia dan segala sesuatu dengan sebuah batu. Ini merupakan sebuah makjizat
yang luar biasa bagi Nabi Musa, seperti halnya
cara yang benar dan adil. Inilah penilaian mukjizat tongkat yang berubah menjadi ular;
yang objektif dan murni dan penilaian inilah
yang akan kekal dan abadi. Ayat tersebut tangan yang bercahaya, dan terbelahnya Iautan
merupakan pengakuan dan persaksian yang
untuk menyelamatkan mereka dari kejaran
agung dari Allah terhadap sekelompok kaum
Bani Israil bahwa mereka berkomitmen pada Fir'aun dan kaumnya. Kedua, mereka dinaungi
kebenaran dan keadilan, baik terhadap diri dengan awan. Ketiga, diturunkannya manna
mereka maupun terhadap orang lain. Mereka
beriman kepada Nabi Musa dan nabi-nabi dan salwa dan Allah membolehkan segala
setelahnya. Mereka menghukum di antara
manusia dengan adil dan menyeru mereka
kepada jalan yang benar dengan cara yang
bijak.
Keistimewaan ini juga terdapat pada umat
Nabi Muhammad saw.. Setelah kembali ke
TAFSIRAL.MUNIRJILID 5
yang baik-baik bagi mereka dan memudahkan imam yang lain membacanya dengan kasrah
mereka memperoleh makanan dan minuman.
biasa.
Akan tetapi, Bani Israil tidak mensyukuri
(rth,
nikmat-nikmat besar tersebut, bahkan mereka
Imam as-Susi dan Hamzah dalam kondisi
mengingkarinya dan menganiaya diri mereka
sendiri dengan melakukan berbagai maksiat waqof membacanya dengan 1ii;.
mereka telah fasiq karena enggan untuk
{E'-+,.< +}'
menaati Allah SWT.
Ada beberapa qira'aat untuk kalimat ini:
PERINTAH KEPADA BANI ISRAIL UNTUK
MENEIAP DI BAITUL MAqDE 1,. ($uF 6 p>ini adalah qiro'aatNafi.
2. $!'+ iA ';\ ini adalah qira'aat lbnu
Surah al-A'raaf ayat 161-162
Amir.
Qfur:t"$t,ptLt;*';a;f:
3. (-rrrl.t; i<) :b ini adalah qira'aat Abu
$,\:G4ultBxL66iS,;,t*
Amr.
\[i.AAtt6<--J5z;J)rAr#i=4l (*-%(66611\J4A
4. (8.W i9 f*,) ini adalah qira'aat imam-
ffi'63yx-$z
imam lainnya.
"Dan (ingatlah), ketika dikatakan kepada
l'raab
mereka (Bani Israil), 'Diamlah di negeri ini
$!*6 ?< "ib Kata-kata (E+) adalah
(B aitulmaqdi s) dan makanlah dari (hasil bumi)ny a sebagai maf'ul bih, manshuub dengan
di mana saja kamu kehendaki.' Dan katakanlah, kasrah sebagai ganti dari fathah karena ia
adalah jamak muqnnots salim. Orang yang
'Bebaskanlah kami dari dosa kami, dan masukilah
pintu gerbangnya sambil membungkuk, niscaya membacanya dengan lafal g*s dan <;ii maka
Kami amp uni kesalahan -kesalahanmu.' Kelak akan kata 6slirr"u;1 di-rafa'-kan karena ketika itu ia
Kami tambah (pahala) kepada orang-orang yang adalah na'ib fa'il. Orang yang membacanya
berbuat baik. Maka orang-orang yang zalim di dengan lafal lji.; disebabkan adanya pemisah
antara mereka mengganti (perkataan itu) dengan antara y''il dengan na'ib fa'il-nya yaitu kata
perkataan yang tidak dikatakan kepada mereka,
maka Kami timpakan kepada mereka adzab dari 1,.ln; Sementara itu, orang yang membacanya
langit di seb abkan kezaliman mereka." (al-A' raaf:
t6r-162) dengan lafal 6$ berarti berdasarkan pada
Imam al-Kisa'i membacanya dengan hukum dasar (karena na'ib fa'il-nya muannats)
isymam bunyi kasrah qaf Sementara imam- dan pemisah yang ada tidak dipandang ber-
pengaruh.
Mufradaat LuShawlyyah
(ii ;!F dan ingatlah ketika dikatakan.
{i;.7l'} gaitul Maqdis. {":} hapuskan dosa-
dosa dan kesalahan-kesalahan kami. (-ulr|
pintu masuk ke kampung itu. {i...l-l,F dalam ke-
adaan sujud atau membungkuk. (;l+;:jr "t;y
kami akan tambah pahala orang-orang yang
berbuat baik atau ketaatan. {riu ;ilr l.:;}
lalu mereka mengatakan: 1..-; (yang berarti
gandum dan bukannya <)> y^ne berarti
"hapuskanlah dosa kami"J, dan mereka masuk
TAFSIRAT-MUNIR JILID 5
dengan merangkak menggunakan pinggul Allah mengatakan, (';*r'y. Substansi yang l
mereka (untuk menghindari masuk dalam j
dikandung di sini lebih sempurna karena I
keadaan membungkuk) {E} adzab. untuk'tinggal' perlu'masuk' dulu, bukan
I
Persesuaian Ayat sebaliknya. Orang yang akan tinggal pasti
Setelah Allah menceritakan kondisi Bani i
masuk terlebih dahulu, bukan sebaliknya.
Israil, berbagai macam kenikmatan yang Dia
turunkan kepada mereka lalu keingkaran dan 2. Dalam ayat ini Allah mengatakan, {fi;}
kezaliman terhadap diri sendiri, dalam ayat ini
sementara di surah al-Baqarah Allah me-
penjelasannya diiringi dengan menyebutkan
ngatakan, {g$,karena makan itu dimulai
satu bentuk lain dari kedurhakaan, kezaliman,
dan penentangan mereka terhadap perintah setelah masuk. Dengan demikian, cocok
Allah yaitu masuk ke dalam daerah Baitul kalau menggunakan huruf fa ta'qib (fa'
Maqdis sambil mengatakan, "Bebaskanlah
yang menunjukkan urutan) setelahnya.
kami dari dosa kami," dan dengan cara tertentu
Sementara itu, huruf wawu, ia hanya
yaitu membungkuk. fadi, keserasian antara menunjukkan bahwa makan itu terjadi
dengan tinggal sekaligus dan bukan
ayat-ayat ini sangat jelas yaitu penjelasan
setelahnya.
tentang berbagai bentuk kezaliman Bani Israil.
Allah menyifati makanan di sana dengan
Oleh karena itu, kedua ayat di atas diakhiri firman-Nya, (,"ri;F 'hamun Allah tidak
dengan penegasan sifat zalim yang sudah
menyebutkan sifat apa-apa di sini karena
menjadi sifat mereka.
makanan bagi orang yang datang pertama
Tafsir dan Penjelasan
kali adalah lebih nikmat dan enak sehingga
Kisah ini sudah dijelaskan dalam surah
al-Baqarah ayat 58 dan 59 dengan sedikit setiap orang biasanya menyukainya.
perbedaan redaksi agar sejalan dengan
balaaghah Al-Qur'an dan kemukjizatannya Namun kalau sudah lama menetap atau
karena pengulangan redaksi yang sama akan menunggu, kenikmatan itu tidak akan
mengurangi nilai balaaghah-nya. Di antara muncul kecuali ketika sangat lapar atau
ciri khas bolaoghah adalah sebuah makna atau memang benar-benar lezat. Oleh karena
substansi yang disampaikan dengan gaya yang
berbeda-beda dan redaksi yang bervariasi. itu, Allah tidak menyebutkan kata-kata,
Imam ar-Razi menyebutkan ada delapan "luas dan nikmot," di sini.
bentuk perbedaan redaksi antara kedua 4. Dalam ayat ini Allah mendahulukan
penyebutan, {ltr} daripada masuk,
Surah ini37 yang akan disebutkan di bawah ini. namun di sana Allah membalikkan-
Namun yang perlu diingat adalah perbedaan
redaksi atau pengungkapan itu tidak masalah nya. Sebenarnya tidak ada perbedaan
selama tidak terjadi kontradiksi. antara kedua redaksi ini karena huruf
1. Dalam ayat ini, Allah mengatakan, wowu itu tidak berarti menerangkan
(,r;<-r} sementara di surah al-Baqarah
urutan. fadi sama saja, apakah mereka
37 Tafsir ar-Razi 15/34 dan seterusnya. diseru dulu baru setelah itu mereka me-
nyatakan ketundukan dengan cara me-
nundukkan kepala atau mereka menam-
pakkan ketundukan dulu baru kemu-
dian mereka diseru untuk mengucap-
kan, "Bebaskanlah kami dari dosa kami,"
karena yang dimaksud adalah meng-
agungkan Allah serta menampakkan ke-
tundukan dan kekhusyukan.
Dalam ayat ini Allah mengatakan, di sana. Penambahan kata-kata ini adalah
{.!u+t i< }"} sementara di sana Allah sebagai penegas dan penjelas. Makna dari
tabdiil (mengganti) di dalam ayat tersebut
mengatakan, (isu,]; ;(j ;rr}. Kedua bentuk adalah bahwa mereka telah lancang me-
jamakini adalah sama dan ini mengandung nentang perintah Allah dengan perkataan
dan perbuatan tanpa dilandasi dengan
isyarat bahwa pengampunan terhadap ijtihad dan penafsiran sama sekali.
dosa itu mencakup dosa kecil dan besar. Pengertian umum ayat di atas, Allah
Dalam ayat ini Allah berfirman, L.*y SWT memperingatkan kaum Bani Israil yang
{;r;*j, tanpa menggunakan huruf wlwtt, semasa dengan Nabi saw. terhadap apa yang
sementara di sana Allah menggunakan
huruf wewu (;ir+' t;.;;i$ yang berfungsi terjadi pada para pendahulu mereka yang
sebagai 'athaf [penghubung). Makna dari tercela karena mereka menyetujui apa yang
kedua potongan ayat ini sama. Akan tetapi dilakukan para pendahulu mereka. Allah SWT
ketiadaan wawu yang berguna sebagai telah memerintahkan mereka [maksudnya
para pendahulu mereka) untuk masuk ke
huruf pembuka lebih menunjukkan se-
Baitul Maqdis atau kampung yang lain-
bagai tambahan kebaikan dari Allah dan
orang Arab biasa menyebut sebuah kota
terpisah dari ampunan setelah doa juga dengan kampung-seraya berdoa kepada
sebagai bentuk kasih sayang dari Allah. Allah agar mereka diampuni, menampakkan
Hal itu juga menunjukkan bahwa yang ketundukan, dan kekhusyukan mereka kepada
Allah SWT. Kalau itu mereka lakukan, mereka
dijanjikan itu ada dua: ampunan dan dijanjikan akan mendapat dua hal, ampunan
tambahan kebaikan. dan penambahan pahala.
Dalam ayat ini Allah berfirman,'r4b,'v:s\ Akan tetapi tabiat orang Yahudi yang
{Fe sementara di Surah al-Baqarah Allah didominasi dengan sifat menentang dan
berfirman, {t*u uitj; uj;G} kata-kata (Jri)r) durhaka mendorong mereka untuk menen-
tang perintah Allah sehingga dengan lancang
[menurunkan) tidak menyiratkan banyak, mereka menyalahi perintah tersebut dengan
namun kata-kata lJrj)tl [mengirim) me- perkataan dan perbuatan. Mereka justru
ngandung pengertian banyak, seolah-olah mengatakan (#) yang berarti biii gandum
dan bukannya (ur} "Bebaskanlah kami dari
Allah SWT memulai dengan menurunkan
dosa kami" lalu mereka merangkak dengan
adzab yang sedikit lalu menjadikannya pinggul mereka sebagai pengganti dari me-
nundukkan kepala serta menampakkan ke-
banyak.
tundukan kepada Allah. Ini semua sebagai
Dalam ayat ini Allah berfirman, ,;K t,h
tanda kesyukuran atas nikmat yang diberi-
(o;fE sementara di sana Allah berfirman, kan-Nya sehingga mereka bisa masuk ke
4:';r2;';tl (rF. Ini sebagai isyarat bahwa kampung tersebut dan menikmati berbagai
kedua sifat itu [zalim dan fasiq) ada pada
hasil buminya seperti makanan, buah-buahan,
mereka. Mereka menzalimi diri sendiri
dan di saat yang sama mereka juga minuman, dan sebagainya.
fasiq dan keluar dari ketaatan kepada
Apa dampak dari pembangkangan itu?
Allah SWT. Kezaliman juga mengandung
Hasilnya, Allah SWT menurunkan adzab yang
makna merugikan orang lain, sementara
kefasiqan mengandung makna keluar dari
agama.
Di sini juga ditambah kata-kata,
(.:il1| dal am firman- Nya, {iia'r:,} .z;rrr j.ap,
sementara kata-kata ini tidak di sebutkan
!
@142TAFSTRAL-MIJ|IR IIIJp 5. ,. ,, /-\ su?ah ahA-raat
berat dari langit kepada mereka disebabkan g{ {Giafiv,'etr11 6 t}::i"
kezaliman mereka terhadap diri mereka ofiv o\),
sendiri, kefasiqan mereka, dan berpalingnya "Dan tanyakanlah kepada Bani Israil tentang
mereka dari menaati Allah dengan menaati
hawa nafsu dan setan-setan mereka, serta negeri yang terletak di dekat laut ketika mereka
mereka mengolok-olokan perintah-perintah
melanggar aturan pada hari Sabat, (yaitu) ketika
Allah SWT. datang kepada mereka ikan-ikan (yang berada di
sekitar) mereka terapung-apung di permukaan air;
Fiqih Kehidupan atau Hukum-Hukum padahal pada hari-hari yang bukan Sabat ikan-
ikan itu tidak datangkepada mereka. Demikianlah
Pelajaran yang dapat diambil dari peris- Kami menguji mereka disebabkan mereka berlaku
tiwa atau kejadian ini sangat jelas. Allah SWT fasiq. Dan (ingatlah) ketika suatu umat di antara
menyiksa manusia atas dosa-dosa mereka di mereka berkata, 'Mengapa kamu menasihati kaum
yangakan dibinasakan atau diadzab Allah dengan
dunia ini sebelum siksaan di akhirat nanti. adzab yang sangat keras?' Mereka menjawab, Agar
kami mempunyai alasan (lepas tanggung jawab)
Seharusnya mereka menjauhkan diri dari kepada Tuhanmu, dan agar mereka bertakwa.'
kezaliman dan kefasiqan karena Allah SWT Maka, setelah mereka melupakan apa yang
menyiksa Bani Israil disebabkan oleh ke- diperingatkan kepada mereka, Kami selamatkan
orang-orang yang melarang orang berbuat jahat
zaliman dan kefasiqan mereka sendiri, meski- dan Kami timpakan kepada orang-orang yang
zalim siksaan yang keras, disebabkan mereka
pun mereka memiliki beberapa kelebihan selalu berbuat fasiq." (al-A'raaf: f 63- 166)
seperti banyaknya para Nabi dari kalangan
mereka. Mereka diutamakan di atas sekalian
alam (artinya alam di masa mereka hidup),
dan sebagainya.
AKAL LICIK YAHUDI UNTUK MENANGKAP Qiraa'aat
IKAN PADA HARI SABTU DAN SIKSAAN BAGI
PARA PENENTANG tte, ,b1.,r.fs:
Surah al-A'raaf ayat 163-166 Imam Ibnu Katsit al-Kisa'i, dan Hamzah
dalam kondisi waqaf membacanya dengan
'rLir::-2louZ>"j-t6"a\i,XWr
,it;t.
ii frG* r;;F iY c;at a, 5Ai;ly
{ty}'
"b* I zA;i" <) ii3 t?j k5(" Ini adalah qira'aat Hafsh. Sementara
\ftfi#5;aKWtirr;Wlfr?A imam-imam yang lain membacanya dengan
@ <,fr etasfr: Jyi:tzfiV'r;fi
(.r*-)'
q 3ffi|;$6t$7H,vY^'fi
{. -*- }:
6r+qg,v\4fu<Jj\ff*:A Imam Nafi' membacanya dengan et*..),
Imam lbnu Amir membacanya dengan 1f;,
sementara imam-imam yang lain membacanya
dengan 1.j;.
l'raab
(*r" ;fF Lafal 1;5 berhubungan dengan
kalimat "tanyakanlah", taqdiir-nya adalah
"tanyakan kepada mereka tentang waktu
"rr"n "UO'r""t ,r,rrt,
ketika mereka berpaling pada hari Sabtu." {:-1l, I it,,; ;i} mereka melanggar
Posisi lafal 1ip adalah majrur karena ia badal peraturan Allah yaitu larangan bagi mereka
dari kata lijpr; "kampung". (,gii !1| Lafal 1!9 untuk memancing pada hari Sabtu. (:;'F
adalah badal dari 1:9 yang pertama. Ia boleh lafal ini berbentuk mashdar dari prit '=.:;i1
(Lr}j uga di-nashob-kan dengan lafal {i;-ri; !0. maksudnya, orang-orang Yahudi mengagung-
Lafal ini dalam posisi manshuub sebagai haal kan hari Sabtu dengan tidak memancing,
berburu, dan melakukan aktivitas-aktivitas
dari lafal <!iv>, sementara yang menjadi
lainnya, dan mereka menyibukkan diri dengan
hmil [faktor yang membuatnya menjadi haal)
adalah kalimat 1V1.$. {?.,';;} Lafal ini sebagai beribadah. fadi, pengertian secara umum-
maf'ul li ajlih, seolah-olah mereka berkata, nya adalah mereka melanggar aturan untuk
"Untuk apa kalian beri mereka peringatan?" mengagungkan hari Sabtu. Demikian juga
Mereka menjawab, 'Agar kami mempunyai
dengan firman Allah, (i:: iii) maknanya
alasan di hadapan Tuhan." Lafal (t.d*1ada yang
adalah pengagungan mereka terhadap hari
membacanya dengan rafa'atas dasar ia sebagai
Sabtu.
khabar dari mubtada' yang mahdzuuf, taqdiir-
{#q;} ikan-ikan mereka. Orang Arab
nya adalah "Peringatan kami adalah untuk
sering menggunakan lafal 1-rr,; dengan
alasan kepada Allah SWT". {,ry -ui" ) Lafal pengertian ikan (arti sebenarnya adalah
ikan paus, pent) {G;b tampak banyak di
<,i) wazannya adalah cLi). Ia adalah bentuk
mashdar dari lafal 6e1, toqdiir-nya adalah permukaan air. $;tj,x-\ #iY hari ketika mereka
"Dengan adzab yang memiliki kepedihan atau tidak memuliakan hari Sabtu, maksudnya
hari-hari lain selain Sabtu. 4;t;',; lyini sebagai
kekerasani' lalu dihilangkan mudhaf-nya dan
uiian dan cobaan dari Allah SWf. {,5rii.eurr}
ditempatka n mudhaf ilaih di posisinya. dengan cobaan yang berat itu Kami uji me-
reka disebabkan kefasiqan mereka. Arti dari
Mufradaat Lu$hawlyyah
+t,+ adalah Kami uji mereka. Ketika mereka
{,:-iL;} wahai Muhammad tanyakanlah
(*;,;? pada mereka. apa yang terjadi pada mencoba menangkap ikan pada hari Sabtu
penduduk sebuah negeri. Pertanyaan ini ber- dengan cara membuat perangkap-perangkap
tujuan untuk menghinakan mereka forang-
di hari fum'at, masyarakat kampung itu terbagi
orang kafir). 4i5t tb negeri yang dimaksud menjadi tiga kelompok; ada yang menangkap
bernama Aylah. Teluk Aylah terkenal sampai bersama mereka, ada yang melarang mereka,
hari ini. Ada yang mengatakan bahwa yang dan ada yang tidak mau menangkap tapi juga
dimaksud adalah Madyan dan ada yang tidak mau melarang.
4Xi*ju i5) falimat inidi-athaf-kan kepada
mengatakan Thabariyyah. Yang dimaksud
dengan negeri tentu saja penduduk negeri lafal 1ip yang sebelumnya. Satu umat di sini
tersebut. Orang Arab biasa menyebut kota maksudnya adalah sekelompok dari mereka
dengan negeri atau kampung. Abu Amr bin al-
Ala berkata, "Saya tidak pernah melihat orang yang tidak ikut menangkap ikan namun tidak
kampung yang lebih fasih daripada Hasan dan juga melarang sebagaimana orang-orang lain
HajjajJ'Yang ia maksudkan adalah dua orang
yang melarang. {;ry y'u} peringatan kami
laki-laki dari penduduk kota. $, t;*s\ yang
ini adalah sebagai alasan yang akan kami
dekat dengan Laut Merah (laut Qulzum),
sampaikan kepada Allah SWT agar kami tidak
tepatnya di pinggir Laut Merah tersebut, yaitu
dianggap lalai ketika tidak ikut melarang.
negeri Aylah. Dalam kata Iain untuk memberikan alasan
bagi diri kami di sisi Tuhan kami supaya
4.ThFSIRAT-MUNrR IrLrD 5 .-,r .F. /ql _ 14_4.4_-\P'&+)."t_ti-!.d.-i*i-* Surah ar-A'raaf
kami bisa lepas dari dosa. {jrill (,iij;r}j;}muenretukka Kisah ini juga disinggung dalam surah an-
tidak jadi Nisaa'dalam dua ayat 47 danI54.
menangkap ikan. {fI
Dalam surah al-A'raaf-yang turun di
meninggalkan apa yang ditinggalkan manusia
Mekah-juga telah disebutkan kisah tersebut
dan mereka berpaling sama sekali dan tidak sebelum Nabi saw. berjumpa dengan seorang
pun dari kalangan Yahudi untuk menunjuk-
mau rujuk dari penentanganyangtelah mereka
kan kemukjizatan Al-Qur'an. Karena Nabi
lakukan. {,.r1,} amalan yang buruk akibatnya.
saw. adalah seorangyangummiy, tidak pernah
{#} yang keras, lafal ini terambil dari belajar dan tidak pernah membaca satu kitab
kata-kata <"rQrl diambil dari kata 1r..5Jr; yang pun, jadi ketika Nabi menyampaikan kisah
tersebut, hal ini adalah sebuah mukjizat dan
berarti sesuatu yang tidak disukai. {;;J.} bukti bahwa penyampaian itu datang melalui
informasi dan firman langsung dari Allah
keluar dari ketaatan kepada Allah SWT. (rF|
swT.
mereka sombong dan enggan meninggal-
Faedah lain dari penyampaian kisah ini
kan apa yang telah dilarang untuk mereka. yaitu untuk mengingatkan bahwa kekafiran
terhadap Muhammad saw. dan segala mukjizat
{ryo} hina. Sementara kelompok yang yang dibawanya bukanlah sesuatu yang baru
di masa ini. Akan tetapi, berbagai kekafiran
hanya diam saja, Ibnu Abbas mengatakan, dan kebangkangan sudah terjadi sejak nenek
"Saya tidak tahu apa yang dilakukan terhadap moyang mereka pada masa dahulu.
kelompok yang diam tersebut." Ikrimah Perlstiwa HarlSabtu bagl Kaum Yahudl
berkata, "Kelompok ini tidak dibinasakan Dikisahkan bahwa kaum Yahudi sebenar-
nya diperintahkan (untuk khusus beribadah)
karena ia membenci dan tidak menyukai apa pada hari f um'at, namun mereka meninggalkan
yang dilakukan oleh mereka [kelompok yang hari itu dan lebih memilih hari Sabtu. Akhir-
nya, mereka diuji dengan hari Sabtu. Ujian
melanggar perintah Allah), lalu kelompok tersebut berupa larangan untuk menangkap
ikan dan diperintahkan untuk mengagungkan
[yang diam) tersebut berkata, 4:t*" i]
pada hari tersebut. Ternyata ikan-ikan banyak
"Kenapa kalian beri peringatan?" Imam il- bermunculan di hari Sabtu. Ikan-ikan tersebut
Hakim meriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa tampak bersih-bersih dan gemuk-gemuk
ia akhirnya lebih memilih pendapat Ikrimah seperti ikan yang sedang hamil. Permukaan air
sampai tidak kelihatan karena banyaknya ikan
ini dan kagum kepadanya. yang mengapung.
Persesualan Ayat Pada hari selain Sabtu, ikan-ikan tidak
Ayat-ayat di atas menyebutkan bentuk bermunculan. Kondisi tersebut terjadi selama
beberapa masa. Lalu Iblis pun datang meng-
lain dari berbagai penyimpangan dan pem-
goda mereka. Ia berkata kepada mereka,
bangkangan yang dilakukan oleh kaum Yahudi.
Setelah ayat-ayat sebelumnya menyebutkan "Kalian hanya dilarang untuk menangkapnya
kisah mereka masuk ke sebuah negeri, di di hari Sabtu. Kalian bisa membuat kolam-
sini disebutkan kisah akal licik mereka untuk kolam untuk menggiring ikan-ikan itu masuk
dapat menangkap ikan dengan mudah pada
hari Sabtu.
Kisah ini sudah disebutkan dalam surah
al-Baqarah secara global melalui firman Allah
SWT,
"Dan sungguh, kamu telah mengetahui
orang-orang yang melakukan pelanggaran di
qntara kamu pada hari Sabtu." (al-Baqarah:
6s)
TAFSIRAL-MUNIRJITID 5
ke dalam kolam-kolam tersebut di hari Sabtu, Mereka [orang-orang yang melarang)
membuka pintu daerah orang-orang yang
sehingga ikan-ikan itu tidak dapat keluar, Lalu
melanggar itu dan masuk ke dalamnya. Orang-
kalian bisa mengambilnya di hari Ahadl' orang yang telah berubah menjadi kera itu
Salah seorang dari mereka mengambil mengenali kerabat mereka dari kalangan
seekor ikan. Lalu ekor ikan itu ia ikatkan
dengan sebuah tali pada sebatang kayu di manusia [orang-orang yang melarang). Akan
pinggir laut. Pada hari Ahad ia membakar
ikan tersebut. Tetangganya mencium bau tetapi yang manusia tidak mengenali karib
ikan panggang, lalu ia melihat ke dalam kuali. kerabat mereka yang telah berubah menjadi
Tetangganya berkata padanya, 'Aku yakin kera. Kemudian, kera-kera itu mendekat ke
Allah akan menyiksamu." karib kerabat mereka masing-masing dan men-
Ketika ia tidak melihat ada adzab yang cium pakaiannya sambil menangis. Kerabat
turun, hari Sabtu berikutnya ia gunakan dua yang didekatinya itu berkata, "Bukankah kami
ekor ikan. Ketika banyak dari mereka tidak
telah melarang engkau?" Ia menganggukan
melihat ada adzab yang datang, mereka pun
kepalanya. Ada juga yang mengatakan bahwa
mulai menangkap, mengasinkan ikan, dan kaum mudanya berubah menjadi kera semen-
tara kaum tuanya berubah menjadi babi.
menjualnya. fumlah mereka ada sekitar tujuh
Hasan al-Bashri berkata, "Mereka me-
puluh ribu orang. Akhirnya, masyarakat di makan makanan yang paling buruk yang di-
makan oleh manusia, yang paling hina di dunia,
daerah tersebut terbagi menjadi tiga: sepertiga
dan yang paling lama adzabnya di akhirat
melarang hal tersebut, mereka berjumlah
sekitar dua belas ribu orang. Sepertiga lagi nanti. Oh, demi Allah, ikan yang diambil oleh
berkata, "Untuk apa kalian menegur mereka?". kaum itu Ialu dimakannya tidak lebih besar
Sepertiga terakhir; mereka yang berbuat dosanya di sisi Allah daripada membunuh se-
orang Muslim. Akan tetapi, Allah telah men-
kesalahan. jadikan segala sesuatu ada ketentuannya. Dan
hari Kiamat lebih dahsyat dan lebih hebat."38
Ketika mereka tidak juga berhenti dari
Tafslr dan Penlelasan
perbuatan tersebut, orang-orang yang Muslim
Tanyakanlah wahai Muhammad kepada
di antara mereka berkata, "Kami tidak mau umat Yahudi di masamu tentang kisah para
lagi tinggal berdekatan dengan kalian." Lalu pendahulu mereka yang menentang perintah
Allah sehingga mendapatkan adzab atas per-
mereka membagi dan memisahkan kampung
itu dengan tembok. Untuk pemukiman kaum buatan mereka dan berbagai muslihat mereka
Muslim ada pintunya dan untuk pemukiman untuk menyalahi perintah Allah SWT.
orang-orang yang melanggar itu ada juga Pertanyaan di sini adalah dalam bentuk
teguran keras, sekaligus untuk menjelaskan
pintunya. Mereka yang terakhir ini dikutuk bahwa kekafiran orang-orang yang semasa
oleh Nabi Dawud a.s.. dengan Nabi saw. bukanlah sesuatu yangbaru,
melainkan sesuatu yang sudah turun temurun
Pada suatu hari, orang-orang yang karena para pendahulu mereka juga pernah
melarang perbuatan tersebut duduk-duduk 38 Lihat kisahnya dalam Tafsir al-Kasysyaf 2/Sa4-585.
di rumah mereka. Tapi tak seorang pun dari
orang-orang yang melanggar menampakkan
diri. Mereka berkata, "Pasti ada sesuatu dengan
mereka." Mereka pun pergi melihat ke daerah
orang-orang yang melanggar itu. Ternyata,
orang-orang yang melanggar tersebut sudah
berubah menjadi kera.
melakukan dosa yang besar dan menentang SWT karena di antara hukum-hukum Allah
perintah Allah SWT. Berilah peringatan adalah bahwa siapa yang menaati-Nya akan
kepada mereka untuk tidak menentangmu dimudahkan baginya segala urusan di dunia
agar tidak turun kepada mereka adzab seperti
yang diturunkan kepada para pendahulu dan diberi pahala di akhirat. Siapa yang men-
mereka. durhakai-Nya akan diuji dengan berbagai
Tanyakan kepada mereka tentang masya- bentuk cobaan dan musibah.
rakat pesisir yang terletak di tepi laut antara Ketika maksiat muncul di kalangan me-
daerah Madyan dan Thur ketika mereka reka, terbagilah masyarakat pesisir tersebut
melanggar hukum-hukum Allah dan tidak menjadi tiga kelompok: kelompok yang men-
mengindahkan pada hari Sabtu yang mereka dukung kelompok yang menentang dan
mengingatkan, serta kelompok yang netral
agungkan, yaitu untuk tidak bekerja dan yang merasa tidak ada faedah untuk meng-
mengkhususkannya untuk beribadah, namun ingatkan pelaku maksiat. Bahkan, mereka me-
ternyata mereka justru melanggar perintah nyayangkan sikap kelompok yang mencoba
Allah, lalu mereka menangkap ikan di hari untuk mengingatkan dengan mengatakan,
itu padahal mereka sudah dilarang untuk
"Untuk apa kalian mengingatkan kaum yang
melakukannya. telah Allah tetapkan bagi mereka untuk di-
Ikan-ikan banyak bermunculan di per- hancurkan dan dimusnahkan, dan kalian
mukaan air tepat di hari mereka seharusnya tahu bahwa Allah akan membinasakan dan
mengagungkan-Nya, yaitu pada hari Sabtu
menyiksa mereka di dunia dan akhirat."
yang mereka tidak perlu bersusah payah kalau
ingin menangkapnya. Sementara selain Sabtu, Kelompok yang mengingatkan menjawab,
"Kami mengingatkan mereka untuk melepas-
ikan-ikan itu tidak bermunculan dan tidak
kan diri kami dari dosa diam ketika melihat
keluar seperti halnya di hari Sabtu. kemungkaran, dan untuk memberi alasan
kepada Tuhan kami bahwa kami telah me-
Akhirnya, mereka mencari cara untuk bisa
nunaikan kewajiban kami dengan mengingkari
menangkapnya dengan cara membuat kolam-
perbuatan mereka. Kami tidak akan pernah
kolam, sehingga kalau terjadi air pasang
putus asa menunggu mereka menjadi baik dan
ikan-ikan itu akan berdatangan. Ketika terjadi kembali pada jalanyangbenar. Semoga dengan
air surut, ikan-ikan tersebut tetap tinggal di
kolam-kolam tersebut. Lalu pada hari Ahad pengingkaran ini, mereka menjadi takut
mereka mengambil ikan-ikan tersebut. mengerjakan hal itu dan meninggalkannya lalu
kembali dan bertobat kepada Allah SWT. fika
Seperti itulah-dengan memunculkan mereka bertobat, Allah pasti akan menerima
ikan-ikan pada hari Sabtu yang diharamkan
tobat mereka dan mengasihi mereka."
bagi mereka untuk menangkapnya, kemudian
Ketika orang-orang yang melakukan ke-
pada hari selain Sabtu ikan-ikan tersebut
menghilang-Kami menguji orang-orang salahan itu enggan menerima nasihat, Kami
yang terdahulu dan semasa denganmu [wahai selamatkan orang-orang yang tblah melarang
Muhammad), dan Kami berinteraksi dengan
perbuatan buruk itu, yaitu kelompok yang
mereka layaknya seseorang yang menguji mengingatkan dan kelompok yang mencela
agar masing-masing mereka dibalas sesuai perbuatan tersebut. Namun kelompok yang
dengan amalannya. Ujian itu diberikan karena pertama lebih tegas karena mereka meng-
kefasiqan mereka yang tidak pernah berakhir ingkarinya dengan perkataan dan perbuatan.
dan keengganan mereka untuk menaati Allah Oleh karena itu, Al-Qur'an menegaskan bahwa
TAFSIRAL-MUNIR JILID 5
orang-orang yang mencegah itu akhirnya se- kondisi mereka telah jelas setelah peristiwa
lamat. Sementara kelompok yang kedua [yang itu."
mencela) hanya mengingkari dengan hati me-
reka saia. Oleh karena itu, Al-Qur'an tidak me- Fiqlh Kehidupan atau Hukum-Hukum
nyinggung sama sekali tentang kelompok yang
Ayat-ayat tentang kisah ini menjelaskan
hanya diam ini karena mereka memang tidak
berhak untuk dipuji dan tidak pula melakukan beberapa hal. Pertama, penyampaian kisah ini
sebuah dosa untuk dicela. merupakan bukti keiujuran Nabi saw karena
Allah telah memberitahukan hal-hal tersebut
Kemudian, Kami siksa orang-orang yang tanpa melalui proses belajar sama sekali'
zalim yang melakukan kemaksiatan itu dengan Orang-orang Bani Israil itu pernah mengatakan
siksaan yang berat. Siksaan tersebut terjadi bahwa Orang Yahudi dan Nasrani berkata,
ketika mereka membangkang dan enggan "Kami adalah anak-anakAIIah dan kekqsih-
untuk meninggalkan sesuatu yang telah di- keka sih- Nya." (al-Maa'idah: 1B)
larang pada mereka dan mereka juga tidak Karena kami adalah anak cucu dari
mau mendengarkan nasihat orang-orang yang kekasih Allah yaitu Ibrahim, anak cucu dari
mengingatkan mereka. Akhirnya, mereka Israil [yaitu Nabi Ya'qub), anak cucu dari
dijadikan Allah sebagai kera-kera yang hina
dan terasing dari manusia. Ini baru siksaan di Musa yang merupakan Kalimullah, dan anak
dunia. Tentunya siksaan di akhirat nanti lebih cucu dari lJzair. fadi kami adalah anak cucu
mereka." Dengan demikian, Allah berfirman
keras dan lebih kekal. kepada Nabi-Nya, "Tanyakan kepada mereka
Mayoritas ulama mengatakan bahwa me- wahai Muhammad tentang kampung tersebut,
bukankah Aku telah menyiksa mereka karena
reka memang benar-benar diubah menjadi dosa-dosa mereka?"
kera karena telah menentang perintah Allah
Kedua, penghapusan berbagai akal licik
dan selalu saja berbuat durhaka, bukan hanya yang berdampak pada berhentinya penerapan
karena mereka menangkap ikan pada hari yang syari'at Allah, hancurnya prinsip-prinsip dasar
telah dilarang. Pertanyaannya sekarang, apa- syari'at, dilanggarnya hukum-hukum Allah,
kah kera-kera yang ada saat ini merupakan ke- dan ditentangnya perintah-perintah-Nya.
turunan mereka atau mereka akhirnya punah
Ketiga,ini adalah dalil tentangsadd dzarai'
dan tidak mempunyai keturunan? Tidak ada [menutup celah-celah dilakukannya sesuatu
jawaban yang tegas untuk hal ini di dalam ayat yang dilarang, pent) Artinya semua jalan yang
berdampak pada dilakukannya sesuatu yang
di atas. dilarang adalah haram secara syari'at. Jadi
Imam Mujahid mengatakan, "Mereka men- segala sesuatu yang membawa kepada yang
haram hukumnya juga haram.
jadi kera dalam hal perangai yang jahat, suka
berbuat kerusakan dan keburukan, disebab- Keempat, diwajibkannya amar ma'ruf dan
kan dosa-dosa mereka selama itu." Mengenai
kelompok yang hanya diam, pendapat yang nahi mungkar serta menjauhi orang-orang
yang suka berbuat kerusakan. Orang-orang
kuat adalah mereka selamat. Karena Ibnu yang bergaul dengan mereka berarti sama
Abbas sendiri akhirnya lebih menguatkan
pendapat Ikrimah yang mengatakan mereka dengan mereka.
selamat. Ibnu Katsir juga mendukung pen-
Kelimo, firman Allah, {r.t" .lo} menun-
dapat ini. Ia berkata, "Pendapat ini lebih utama
daripada pendapat yang mengatakan bahwa jukkan bahwa siapa yang menaati Allah, Allah
mereka termasuk orang yang binasa, karena
IFSIRAL-MUNIRIILIDS ,-,. -,,r,,,,{Gilli}.,u,*.** ,.,. suratr"r-r'raar
akan meringankan bebannya di dunia dan di KISAH YAHUDI MENGENAI BUKIT YANG
akhirat. Siapa yang mendurhakai-Nya, Allah TERANGKAT, TERHINA DI AKHIRAT, TERBAGI-
akan mengujinya dengan berbagai bentuk BAG| Dt DUN|A, KECUALT ORANG-ORANG
SALEH
cobaan dan ujian. Ini artinya maksiat itu adalah
sebab turunnya kesengsaraan. Surah al-A' raaf Ayal L67 -L7L
Keenam, kalangan Ahlus Sunnah men- tj tLSt ;i JY *'"JC{i,43 C,E,Y'
jadikan ayat ini sebagai argumen bahwa '; ;#i.tt;i 3$ i;L\'et16r
tidak wajib terhadap Allah untuk ri'ayat ash- V -;jt 4 i,I&;s ffi U;'rgT,i,t:
shalah wa al-ashlah (memerhatikan sesuatu
yang baik dan yang paling baik), baik dalam rt\46e\'bi;[6'oi^l.z:r){;
masalah agama maupun dalam masalah dunia, b5.'b5'6 ffi 6Hi-ffi,);tS
karena Allah SWT mengetahui bahwa mem- ;i; $l.i',.jr rj.f
'a3J:, $:f.
perbanyak kemunculan ikan di hari Sabtu
ft\fr,, ll,Hi 4- t tr g K, 1gt"
akan mendorong mereka untuk berbuat mak-
vc{v"$u |,K&;"Jg m <,tr47'i^
siat dan berlaku ingkar. Seandainya Allah
(fr\v@ ffi 'tu#t A&i, l(fi;t$\
wajib memerhatikan hal-hal yang bersifat baik iw"4'U;'6WW's( rot{tt
dan paling baik, tentu Allah wajib untuk tidak
'Gi\{h;t;ful|ihK5\
memperbanyak kemunculan ikan di hari itu
"Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu memberi-
guna menjaga mereka dari berlaku ingkar dan
berbuat maksiat. tahukan, bahwa sungguh, Dia akan mengirim
Ketujuh, kelompok yang mendurhakai orang-orang yang akan menimpakan adzab yang
perintah-perintah Allah dan tidak berhenti seburuk-buruknya kepada mereka (orang Yahudi)
mengerjakan kemaksiatan pasti binasa. Se-
sampai hari Kiamat. Sesungguhnya Tuhanmu
mentara itu, kelompok yang mengingkari ke-
maksiatan serta mengingatkan orang-orang sangat cepat silcsa-Nya, dan sesungguhnya Dia Maha
yang berlaku maksiat tentu akan selamat. Pengampun, Maha Penyayang. Dan Kami pecahkan
Adapun kelompok yang diam saja, maka pen- mereka di dunia ini menjadi beberapa golongan;
dapat yang kuat mengatakan ia termasuk di antaranya ada orang-orang yang saleh dan ada
orang-orang yang selamat karena ia telah yangtidak demikian. Dan Kami uji mereka dengan
mengingkari kemaksiatan itu dengan hati dan ( nikm at) y ang b aik -b aik d an (b e n c ana) y ang b ur uk-
ia sudah putus asa mengharapkan kesadaran buruk, agar mereka kembali (kepada kebenaran).
orang-orang yang membangkang itu. Maka setelah mereka, datanglah generasi (yang
jahat) yang mewarisi Taurat, yang mengambil
Kedelapan, terkadang adzab tidak datang harta benda dunia yang rendah ini. Lalu mereka
secara tiba-tiba, melainkan secara berangsur-
angsur. Pertama kali Allah mengadzab Bani
Israil dengan kekalahan mereka dari bangsa
Babilonia, kemudian dengan kaum Nasrani
yangberhasil merampas kekuasaan kaum Bani
Israil. Di antara bentuk adzab di dunia adalah
diubahnya mereka menjadi kera dan babi
disebabkan kemaksiatan yang tidak henti-
henti. Kemudian, kelak akan tibalah siksaan
akhirat.
berkata, 'Kami akan diberi ampun.' Dan kelak jika haol dari wawu jamaah yang terdapat dalam
harta benda dunia datangkepada mereka sebanyak kalimat {;rft irl *; t.u.ot:h. {,;,i} raa"hhaal
dari {6 *3ji;Y.{ii+r} kalimat ini di-athaf-
itu (pula), niscaya mereka akan mengambilnya kan kepada kalimat {,-,;;h. (irGt} di-athaf'
iki'itairnaitdpai:ydiaanegkat\e;li;rmj.aaidti.{,ai;n.<xtaJjriia';;(;;r},,.ie}K;ayaalinmm(ae,trru;{Fp.a.ikanii
(juya). Bukankah mereka sudah terikat perjanjian
dalam Kitab (Taurat) bahwa mereka tidak akan (e, 'ir t' * ,ii. i oiy t<atimat ini adalah
mengatakan terhadap Allah, kecuali yang benar
(yft '$:i'athaf bayan untuk kata lw((jr ;r:.,;.
padahal mereka telah mempelajari aPa yang
tersebut di dalamnya? Negeri akhirat itu lebih baik ,4\Y xrti*ri ini berada
bagi mereka yang bertakwa. Maka tidakkah kamu dalam posisi rafa'karena ia sebagai mubtada'.
mengerti? Dan orang-orang yang berpegang teguh Sementara khabar-nyaadalah kalimat r"- v il}
pada Krtab (Taurat) serta melaksanakan shalat,
(akan diberi pahala). Sungguh, Kami tidak akan {;!ii }i dan taqdiir-nya adalah ;i 'r4''t Cy
menghilangkan pahala orang-orang saleh. Dan <fi *,,.t:;t, "Kami tidak akan menyia-nyiakan
(ingatlah) ketika Kami mengangkat gunungke atas
mereka, seakan-akan (gunung) itu naungan awan pahala orang-orang yang berbuat kebaikan
dan mereka yakin bahwa (gunung) itu akan jatuh di antara merekq." Agar ada kata ganti yang
menimpa mereka (Dan Kami firman-kan kepada kembali dari khabarke mubtada'. Boleh juga
mereka), 'Peganglah dengan teguh apa yang telah dikatakan bahwa penyebutan {;^U"i'y bentuk
Kami berikan kepadamu, serta ingatlah selalu
(amalkanlah) apa yang tersebut di dalamnya agar penempatan muzhhar (sesuatu yang tampak)
kamu menjadi orang-orang bertakwa."' (al-A' raaf:
167-t7r) pada posisi mudhmar [sesuatu yang tidak
tampak), maksud di sini adalah: <-,.rly "pahala
Qlraa'aat
mereko" sebagai penegasan bahwa 'perbuatan
{i;#r,i}:
baik' sebagai penghalang untuk seseorang
Ini adalah qiraa'aat Imam Nafi', Ibnu Amin
dan Hafsh. Sementara imam-imam yang lain yang 'disia-siakan'.
membacanya dengan <t ;rr;, ;;\. (d; !6y kata 1:5; berada pada posisi nashab
dengan memersepsikan sebuah fi'il. Taqdiir'
l'raab
nya adalah 4';riy.!',ig "Dan ingatlah ketika Kami
{eui jr! fi1!} lafal 1j.2iy adalah sifat untuk
mengangkat (bukit itu)." fi{i f'rr} kalimat ini
maushuf (yang disifatkan) yang dihilangkan.
g)Ta qd i i r -nya ad al ah 1.-u : jei "i6 berada dalam posisi nashab sebagai haal dari
di h il a n gkan
kata (jir) Ada juga yang mengatakan ia berada
maushufnya lalu ditempatkan sifat pada
dalam posisi rafa' dengan memersepsikan
posisinya. Posisinya adalah manshuub sebagai
sebuah mubtoda' yang dihilangkan.
zharaf.Sementara itu, kata 4Giy aaaan maf'ul
kedua atau sebagai haal [yang menerangkan Balaaghah
kondisi). {;rrOr if} kalimat ini sebagai sifat {irr# >'ry Xati-rt ini memalingkan se-
atau sebagai badal (kata ganti). (-t,{l, ytiF suatu yang sebenarnya ditujukan pada orang
ketiga kepada orang kedua dengan tujuan
kalimat ini adalahiu mloh fi'liyyah fyang terdiri
menegaskan kecaman terhadap mereka.
dari fi'il dan fa'i[) yang berada dalam posisi
rafa'karenaia adalah sifat untuk kata {.ik}. Mufradaat Lu$hawiyyah
{o!{r r- ,;; ;"ii.y kalimat ini adalah 4jity t<ata ini sama artinya dengan 1.rii;
jumlah fi'liyyah dalam posisi nashab sebagai yaitu memberitahu atau menyeru untuk se-
TAFSIRAL-MuNrRIrrrp 5 ,ril -ff\ surahat-A'raaf
buah pemberitahuan. (i.;lh akan menguasa- berarti kesenangan dunia dengan segala
kan. (,Ut) atas kaum Yahudi. {.,r;lr ;; &;.Y perangkatnya. Kata 1ji!r; berarti sesuatu yang
rendah dan hina. Yang dimaksud di sini adalah
merasakan adzab yang buruk kepada mereka
mereka mengambil harta benda atau sesuatu
berupa kehinaan dan upeti yang berat. Dengan
yang rendah dengan berbagai cara, baik halal
demikian, Allah mengutus kepada mereka
4;;minaiupsuenbahgaraaimh. a(;-q,.l^ii[;meneraUng.uk.a3ni6|kokandlimisia).t
Nabi Sulaiman, setelah itu kaum Babilonia
yang beragama Majusi di bawah komando Artinya, awalnya mereka mengharapkan
Bikhtinshar. Bikhtinshar membunuh orang- ampunan, namun kemudian mereka kembali
orang Yahudi, memperbudak mereka, dan
lagi melakukan kemaksiatan, bahkan betah
memberlakukan upeti yang sangat berat
terhadap mereka. Setelah itu, diutus kaum dalam kemaksiatan itu. Padahal, di dalam
Nasrani, lalu kaum Muslimin, kemudian ter- Taurat tidak ada janji ampunan untuk orang
akhir di masa modern ini orang-orang ferman yang selalu dan senantiasa berbuat maksiat.
fyang menyiksa orang-orang Yahudi dan mem-
bunuhi mereka). Ampunan terhadap dosa tidak diberikan
{y9' &/} siksa yang sangat cepat ter- kecuali jika ada tobat. Sementara itu, orang
{:ihadap orang yang mendurhakai-Nya. i!\
yang terus-menerus berbuat dosa tidak akan
Maha Pengampun terhadap orang-orang yang
mendapat ampunan.
menaati-Nya. (.*jF Maha Penyayang terhadap
(-,# ii} sebuah pertanyaan sebagai pe-
mereka. (#du;F Kami bagi-bagi mereka.
negasan. (yu{.l iiu*\ idhaafah (penyandaran)
4iii.;!r .rp beberapa kelompok dan komunitas
di bumi ini.4.:u; ot; e)bada orang-orangyang di sini bermakna 19; [jadi maksudnya "per-
lebih rendah dari mereka yaitu kalangan kafir janjian di dalam al-Kitab") yaitu firman Tuhan
dan fasiq. di dalam Taurat, "Siapa yang melakukan
(eu+r} Kami uji mereka. (:d$ dengan dosa yang besan ia tidak akan diampunkan
berbagai nikmat. {-(:t'i} dengan berbagai
kecuali dengan bertobat." (9 v 5i;t\ Kalimat
adzab dan musibah.$:,;;.,Ji| aari kefasiqan ini adalah 'athaf terhadap kalimat (Lj.) me-
yang telah mereka lakukan. {ri. a+ b :;Li;b reka telah membaca dan memahaminya, ber-
kata 1;ii; dengan huruf lam bersukun artinya arti mereka mengetahui hukum-hukum yang
orang yang menggantikan orang lain dalam terkandung di dalamnya. fadi, mengapa me-
reka mendustakan hukum-hukum itu dengan
keburukan. Di antara ayat yang memiliki pe-
menganggap ampunan akan diberikan meski-
ngertian seperti ini adalah firman Allah S\MX,
pun selalu berbuat dosa? 4:,;.- "frY menjauh-
"Kemudian datanglah setelah mereko, kan diri dari yang haram.
pengganti yang mengabaikan sholat." $:,rrt >tiiy aaa yang membaca dengan lafal
(Maryam:59) 6,j*s @pakah) mereka mengerti? Maksud-
Kalau kata lJiLy ini dengan laam berfathah nya, akhirat itu lebih baik sehingga sepatut-
berarti orang yang menggantikan orang lain
nya kalian lebih utamakan daripada dunia.
dalam kebaikan. Kata ini berbentuk mashdor
4:'r{;- rl,;} Uim dibaca dengan tasydid sin
yang sekaligus menjadi sifat. Oleh karena itu,
atau tidak. Artinya, mereka yang benar-benar
ia bisa digunakan untuk tunggal atau plural.
memegang al-Kitab dan mengamalkannya.
{-t{J-..' t#I -,} warisan Taurat dari nenek
moyang mereka.(o!$t w ;1ir.,.ty kata 6/s1 {:r3r fu!} sebagian dari mereka ada yang
menegakkan shalat seperti Abdullah bin Salam
dan para sahabatnya. (uJ i5y aan ingatlah
ketika Kami mencabut bukit itu dari akarnya.
t""n "un't""t ,r,r*, {a ,l li.r, htt'o[-M'"'* 1"'o 5
4iiiy sebagai payung. Lafal laii; artinya segala SWT telah menetapkan dalam ilmu-Nya dan
memutuskan untuk diri-Nya, Dia akan me-
sesuatu yang menaungi seseorang, baik berupa nguasakan terhadap mereka-sampai hari
Kiamat kelak-orang-orang yang akan me-
atap, langit atau sayap burung misalnya. rasakan adzab yang pedih kepada mereka
berupa kehinaan untuk mereka, beban upeti,
{,rr,;} mereka yakin. 4C Att 5y at<an pemusnahan kekuasaan, dan mencerai-berai-
dijatuhkan ke atas mereka. Allah SWT telah kan persatuan mereka.
memperingatkan untuk menimpakan bukit itu Bagi orang-orang yang mendurhakai-
kepada mereka jika mereka tidak menerima Nya dan menentang syari'at-Nya. Sungguh!
hukum-hukum Taurat. Pada awalnya mereka Dia Maha Pengampun bagi orang yang ber-
tobat dan kembali kepada-Nya serta Maha
enggan menerima hukum-hukum itu karena Menyayangi terhadap orang-orang yang taat
terasa berat dan sulit, namun akhirnya mereka kepada-Nya.
menerimanya juga. {ir . u 'r!} kami katakan Substansi ayat tersebut sudah terbukti.
Musa adalah orang pertama yang member-
kepada mereka, "Peganglah apa yang telah lakukan pajak terhadap mereka. Setelah itu
datang bangsa Yunani, Kasydani, Kaldani, dan
Kami berikan kepadamu dengan sungguh- Babilonia yang menguasai mereka. Kemudian,
bangsa Romawi dan Nasrani yang juga me-
sungguh dan penuh perjuangani' {i u #,;} maksakan pajak dan upeti terhadap mereka.
Datang lagi dari kaum Muslimin yang juga
dengan mengamalkannya. melakukan hal yang sama terhadap mereka.
Terakhir datang bangsa ferman di bawah ke-
Persesualan Ayat pemimpinan Hitler yang membunuh mereka
dan membuat mereka tercerai berai di ber-
Sebelumnya Allah SWT telah menyebut-
kan beberapa sifat buruk kaum Yahudi dan bagai daerah.
siksaan yang ditimpakan terhadap mereka Ayat di atas semakna dengan firman Allah
berupa menjadikan mereka sebagai kera,
Dalam ayat ini, Allah menetapkan kehinaan SWT,
dan kerendahan mereka sampai hari Kiamat
sebagai siksaan atas berbagai perbuatan me- "Dan Komi tetapkan terhadap Bani Israil
reka. Kemudian, Allah membagi-bagi mereka
ke dalam kelompok-kelompok yang tercerai dalam Kitab itu, 'Kamu pasti okan berbuat
berai di muka bumi. Dijelaskan pula bahwa kerusakan di bumi ini dua kali dan pasti kamu
generasi penerus mereka adalah orang-
okan menyombongkan diri dengan kesom-
orang materialis dengan obsesi duniawi dan
generasi terdahulu mereka sebagai penerima bongan yang besor.' Maka apabila datang
Taurat, namun setelah adanya ancaman akan saat hukuman bagi (keiahatan) yong pertama
ditimpakannya bukit di atas kepala mereka. dari kedua (kejahatan) itu, Kami datangkan
Ini semua sebagai pelaiaran bagi setiap umat kepadamu hamba-hambo Kami yang perkasa,
yang fasiq dan keluar dari perintah Allah serta lalu mereka meraialela di kampung-kampung,
menentang hukum-hukum agama. fika tetap Dan itulah ketetapan yang pasti terlaksana'
melakukannya, akan diancam dengan siksaan Kemudian Kami b erikan ke p ada mu g iliran untuk
seperti ini. mengalahkan mereka, Kami membantumu
dengan harta kekayaan dan anak'anak dan
Tafsir dan Penielasan
Ingatlah wahai Muhammad ketika Tuhan-
mu mengabarkan para pendahulu Yahudi
melalui perantara nabi-nabi mereka, Allah
TAfSIRAL-MUNIR IILID 5
Kami jadikan kamu kelompokyang lebih besar. kehidupan dunia, seperti halnya orang-
orang yang melarang kaumnya melakukan
Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat
pelanggaran di hari Sabtu sebagaimana
baik untuk dirimu sendiri. Dan jika kamu ber-
buat jahat, maka (kerugian kejahatan) itu dijelaskan di atas, seperti Abdullah bin Salam
untuk dirimu sendiri. Apabila datang saat dan para sahabatnya yang telah menyatakan
hukuman (kejahatan) yang kedua, (Kami
bangkitkan musuhmu) untuk menyuramkan masuk Islam.
wajahmu lalu mereka masuk ke dalam masjid Ada juga di antara mereka yang kadar
(Masjidil Aqsa), sebagaimana ketika mereka
memasukinya pertoma kali dan mereka mem- kebaikannya selevel di bawah kelompok yang
binasakan apo saja yang mereka kuasai. pertama. Di antara mereka ada yang fasiq,
durjana, dan kafir yang membunuh para nabi
Mudoh-mudahan Tuhan kamu melimpahkan
rahmat kepada kamu; tetapi jika kamu kembali secara zalim. Di antara mereka ada yang suka
(melakukan kejahatan), niscaya Kami kembali
(mengadzabmu) Dan Kami jadikan neraka mendengarkan kebohongan-kebohongan, me-
Jahannam penjara bagi orang kafir." (al-Israa':
4-8) makan yang haram seperti suap dan riba untuk
mengubah sebuah hukum, dan memutuskan
Artinya, kalau kalian kembali melakukan
sesuatu tanpa didasarkan kepada hukum yang
kerusakan setelah kali yang terakhir; maka diturunkan Allah SWT.
Kami juga akan kembali menyiksa dan meng- Secara umum, pengertian dari, (er:r ;'$ A4Y
hinakan kalian.
adalah orang-orang yang derajat mereka lebih
Adapun keberadaan bangsa Yahudi di
Palestina sekarang hanyalah sesuatu yang rendah dari orang-orang saleh, yaitu orang-
bersifat sementara dan akan hilang dengan orang kafir dan fasiq di antara mereka.
izin Allah karena kita sangat yakin dengan
Allah SWT akan memperlakukan kedua
janji dan firman-firman Allah SWT. Inilah
kelompok itu sebagaimana Allah memperlaku-
siksaan pertama terhadap kemaksiatan yang
kan yang lain berupa ujian bagi mereka dengan
dilakukan kaum Yahudi secara berulang- berbagai kebaikan [nikmat dan kesenangan)
ulang dan kebangkangan mereka terhadap
hukum-hukum Allah SWT. Siksaan itu berupa dan dengan berbagai keburukan fartinya,
dikuasakannya bangsa-bangsa lain terhadap musibah dan kesengsaraan), agar mereka
mereka untuk menghina dan menyiksa mereka. kembali dan bertobat dari dosa-dosa mereka,
Siksaan kedua berupa dipisah-pisahkan dan mensyukuri nikmat yang ada, dan bersabar
dicerai-beraikannya mereka ke dalam banyak
kelompok dan sekte di seluruh penjuru dunia. terhadap musibah yang diturunkan.
Sehingga mereka berada hampir di setiap Kemudian, dari kalangan yang saleh
daerah di muka bumi ini, di antara mereka ada dan yang lainnya, muncullah generasi baru
yang baik dan ada yang tidak baik. yang mewarisi Taurat dari para pendahulu
mereka. Artinya, mereka menerima hukum-
Di antara mereka ada yang baik dan hukum yang terdapat di dalam taurat, mereka
beriman kepada para nabi setelah Nabi membaca dan menelaah isinya. Merekalah
Musa, beriman kepada Muhammad saw., dan orang-orang yang semasa dengan Nabi saw..
mengutamakan kehidupan akhirat daripada
Akan tetapi, mereka meninggalkan
ajaran-ajaran Taurat dan lebih mengutaman
kesenangan dan perhiasan dunia. Mereka ber-
juang mati-matian untuk mengumpulkan per-
mata dunia. Mereka tidak lagi peduli apakah
cara yang mereka tempuh adalah halal atau
haram atau dari jalan yang tidak dibenar-
srr"h"t-A'r""t ._ r{l{r, <-;;;\r.!rll*t TATSIRAI-MUNIRIILIDj
kan seperti makan riba, menyuap, pilih kasih Kemudian, Allah SWT memotivasi mereka
dalam hukum, memperdagangkan agama,
dan mengubah perkataan dari posisi yang se- dengan pahala yang banyak, sekaligus meng-
harusnya. Mereka mengklaim bahwa Allah ancam mereka dengan siksaan yang pedih. Dia
akan mengampuni mereka dan tidak akan berfirman [yang maknanya), "Tidakkah me-
menyiksa mereka atas perbuatan-perbuatan reka mengetahui bahwa negeri akhirat yang
memiliki kenikmatan yang kekal adalah lebih
dan kesalahan-kesalahan mereka. baik untuk orang-orang yang takut melakukan
Mereka berkata, "Kami adalah anak-anak kemaksiatan dan melanggar larangan Allah,
menjauhi hawa nafsu, dan menghadapkan hati
dan kekasih-kekasih Allah, keturunan para
nabi," sementara mereka tetap melakukan kepada ketaatan. Sungguh, akhirat itu lebih
kemaksiatan, tidak jera berbuat dosa, tidak baik daripada kesenangan dunia yang fana
segan-segan mencampuradukkan yang haram yang diambil dengan cara yang haram seperti
menyuap, riba dan sebagainya. Tidakkah kamu
dengan yang halal. Kalau datang kepada berpikir?" Artinya, apakah orang-orang yang
mengganti pahala yang Aku sediakan dengan
mereka suatu kesenangan dunia seperti yang
mereka ambil pertama kali dengan cara yang kesenangan dunia itu tidak memiliki pikiran
yang bisa mencegah mereka melakukan
batil, mereka akan bergegas mengambilnya kebodohan dan kemubaziran? Kesimpulan-
nya, negeri akhirat itu lebih baik daripada
tanpa ragu-ragu, padahal mereka mengetahui
kesenangan yang hina.
bahwa janji Allah untuk mengampuni sese-
orang terbatas hanya untuk orang-orang yang Dalam penjelasan ini, terkandung isyarat
bahwa ketamakan kepada dunialah yang telah
bertobat dan meninggalkan dosa-dosa mereka. merusak Bani Israil. Ini seharusnya menjadi
pelajaran bagi kaum Muslimin yang terjebak
Atas anggapan mereka seperti ini, Allah dalam mendahulukan kehidupan daripada
membantah dengan firman-Nya, *C;- AY akhirat.
(yr-.!' 3'+ A.tinya, Allah SWT mengingkari Kemudian, Allah SWT memufi orang-
sikap mereka seperti ini karena Dia telah
mengambil janji dan sumpah dari mereka orang yang berpegang teguh kepada Al-Qur'an
dengan tidak akan mengatakan sesuatu ter- dengan mengikuti petunjuk Nabi Muhammad,
hadap Allah selain yang benar terkait dengan sebagaimana yang tertulis di dalamnya. Dia
berfirman, $:t';:a" rii6y ertinya, orang-orang
angan-angan mereka bahwa Allah akan meng- yang berpegang teguh dengan perintah-
ampuni dosa-dosa yang mereka lakukan perintah dalam kitab yang diturunkan Allah,
mengikuti jalan yang telah digariskannya,
secara terus-menerus tanpa ada tobat. Inilah meninggalkan larangan-larangannya, dan
yang disebutkan di dalam Taurat, "Siapa yang mendirikan shalat. Shalat disebutkan secara
khusus, padahal al-Kitab mengandung pen-
melakukan dosa yang besa4 dosa itu tidak jelasan tentang setiap ibadah yang salah satu-
nya adalah shalat-adalah untuk meninggikan
akan diampunkan kecuali setelah ada tobat." posisinya, sebagai penegasan bahwa shalat
merupakan ibadah tertinggi setelah iman, ia
Di antara janji yang juga diambil dari merupakan tiang agama, dan pembeda antara
mereka adalah menjelaskan kebenaran pada kekafiran dan keimanan.
mereka dan tidak menyembunyikannya, tidak
mengubah ajaran-ajaran [yang diturunkan
pada mereka), tidak mengubah hukum-hukum
syari'at untuk mengambil sogokan-padahal
mereka telah mempelajari Taurat dan me-
mahami isinya yang berisi pengharaman me-
makan harta orang lain dengan cara yang batil
dan pendustaan terhadap Allah SIvl/T.
TATSIRAL-MuNrRIrLrp 5 r.,il{ ---\ surahal-A'raat
(ti-rL!r;.i t4vr.ir| Artinya, Kami tidak akan Atau, "Dan ingatlah pahala dan adzab
yang telah disediakan sebagaimana dijelas-
menyia-nyiakan pahala mereka karena orang-
kan dalam al-Kitab sehingga kamu termotivasi
orang yang baik itu sama posisinya dengan untuk mengejar pahala yang besar dan takut
orang-orang yang berpegang teguh dengan al- terhadap siksaan yang pedih. Semua itu di-
Kitab. Ini sama dengan firman Allah SWT
harapkan dapat menyuburkan ketalnryaan di
"Sungguh, mereka yang beriman dan dalam hati kamu sehingga setiap amal per-
mengerjakan kebajikan, Kami benar-benar buatan kalian sesuai dan seialan dengan agama.
Itu semua akan mendatangkan keberuntungan
tidak akan menyia-nyiakan pahala orang yang bagi kamu." Atau, 'Agar kamu mewaspadai apa
mengerjakan perbuatan yang baik itu." (al- yang kalian lakukan. Sesungguhnya kekuatan
Kahf:30) tekad dalam mendirikan agama mampu me-
Setelah Allah SWT menjelaskan penen- nyucikan jiwa dan memperbaiki akhlak.
tangan kaum Bani Israil terhadap hukum-
hukum agama mereka, Allah mengingatkan Demikian juga sebaliknya, sikap meremehkan
tentang kondisi awal mereka ketika al-Kitab
diturunkan kepada mereka. Allah SWT ber- agama bisa menggoda iiwa untuk mengikuti
firman,4i;.iru;j;5y Ingatlah wahai Nabi ketika
Kami mengangkat Bukit Thur ke atas kepala nafsu syahwat sebagaimana firman Allah SWT,
mereka, berdasarkan firman Allah SWT,
"Sungguh beruntung orong yang menyuci-
"Don (ingatloh) ketika Kami mengambil kannya fiiwa itu), dan sungguh rugi orang yang
janji kamu dan Kami angkat gunung (Sinai) di m e ng oto riny a. (asy-Syams : 9- 1 0)
atasmu seraya berfirman)." (al-Baqarah: 63,
e3) Flqlh Kehldupan atau Hukum-Hukum
"Dan Kami angkat gunung (Sinai) di Ayat-ayat ini menjelaskan orang-orang
atas mereka untuk (menguatkan) perjanjian
Yahudi yang tetap berada dalam kekafiran
mereke." (an-Nisaa': 154)
dan keyahudian mereka. Adapun orang-orang
Kemudian, bukit itu menjadi seperti yangberiman kepada Muhammad saw. mereka
tidak termasuk dalam substansi ayat-ayat ini.
sebuah atap. Hal itu terjadi ketika mereka
Ayat-ayat tersebut menjelaskan beberapa
enggan menerima Taurat karena ajaran-ajaran- hal.
nya yang berat (menurut mereka). Mereka 7. Pemberitahuan kepada kepada orang-
pun sudah merasa yakin bahwa bukit itu
akan jatuh kepada mereka karena bukit tidak orangYahudi terdahulu dan tentunya lebih
akan bisa bertahan di udara,dan sebelumnya
utama lagi kepada orang-orang Yahudi
mereka memang sudah diancam mengenai hal yang kemudian jika mereka mengubah
tersebut. Lalu Kami berkata kepada mereka, nash-nash Taurat dan tidak beriman
'Amalkanlah hukum-hukum syari'at yang kepada Nabi Muhammad, Allah SWT akan
telah Kami berikan kepada kamu dengan mengutus kepada mereka orang-orang
yang akan menyiksa mereka sampai hari
sungguh-sungguh serta tekad yang kuat untuk Kiamat.
menanggung segala beban dan kesulitan yang
Ini sebagai penegasan bahwa siksaan
ditemui dalam menjalankannya. Ingatlah tersebut akan terus berlangsung sampai
hari Kiamat nanti dan itu terjadi di dunia.
perintah-perintah dan larangan-larangan yang Siksaan tersebut bisa dalam berbagai
dikandungnya, jangan pernah kalian lupakan." bentuk seperti membayar upeti dan peng-
TAFSIRAL-MUNTR JITID 5
hinaan atas mereka. Berdasarkan firman 3. Anak-anak mereka yang dicerai beraikan
Allah SWT
oleh Allah SWT di muka bumi mewarisi
"Mereka diliputi kehinaan di mana saja
mereka berada..." (Aali'Imraan: 112) Taurat, kitab yang diturunkan Allah SWT.
Lalu, mereka membaca dan mengetahui isi-
dan bisa berbentuk pengusiran dan nya. Tapi mereka adalah generasi penerus
keterasingan dari negeri sendiri. yang buruk. Mereka menyalahi hukum-
hukum yang terdapat di dalam Taurat dan
Sudah banyak bangsa dan umat melanggar larangan-larangannya, padahal
yang menyiksa Bani Israil sejak masa
mereka telah mempelajarinya. Dengan
Bikhtanshir sampai masa kejayaan Islam, demikian, mereka berhak mendapatkan
bahkan sampai masa modern. Ada- peringatan keras dan ancaman dari Allah
pun negara Israel saat ini, tidak perlu SWT. Di antara sifat buruk mereka adalah
dicemburui apa yang mereka dapatkan
karena mereka hanyalah antek-antek materialisme yang melampaui batas.
Amerika dan barat. Israel akan selalu
hidup dalam kecemasan, keguncangan, Boleh jadi, merekalah yang mengajarkan
sifat materialis yang berlebihan ini. Me-
dan ketakutan. Mereka tidak akan pernah reka mengumpulkan segala bentuk ke-
merasakan keamanan dan ketenteraman. senangan dunia, baik dari yang halal mau-
Kehidupan mereka tidak akan pernah pun yang haramkarena mereka sangat
tenang, baik di dalam maupun di luar.
tamak dan rakus. {j:{r r-r" ??'cilru$ Lalu
Suatu saat negara mereka pasti akan sirna
sebagaimana dikatakan para ulama karena mereka mengklaim bahwa dosa mereka
masa-masa yang akan datang sudah pasti akan diampuni walaupun mereka tetap
tidak akan berpihak pada mereka. berada dalam kemaksiatan. Bahkan, me-
2. Yahudi adalah umat yang tercerai berai
dan berantakan di berbagai pelosok dunia. reka tidak pernah bertobat. Allah SWT
Mereka berada hampir di setiap wilayah. mencela mereka karena sifat ghurur
Di antara mereka ada yang baik dan di
mereka ketika mereka berkata, {'t'&F
antara mereka ada yang kafir dan fasiq
yang durjana. Allah SWT telah menguji sementara mereka selalu saia berbuat
mereka dengan berbagai macam ujian dan dosa.
cobaan. Interaksi Allah dengan mereka Kalau datang kepada mereka ber-
bagaikan interaksi seorang yang selalu bagai bentuk godaan dunia, seperti suap
menguji. Allah SWT memberikan mereka
kebaikan yaitu kesuburan dan kesehatan, dan usaha-usaha yang tidak terpuji,
serta keburukan yaitu kegersangan dan
berbagai bencana. Semua itu agar mereka mereka akan mengambilnya. Ini menjadi
kembali dari kekafiran dan bertobat dari bukti bahwa sikap tamak dan rakus pada
kefasiqan mereka. Para ulama me'ani dunia merupakan sebab rusaknya bangsa
mengatakan, "Setiap kebaikan dan ke- Yahudi. Imam Hasan al-Bashri berkata,
burukan pasti menyeru kepada ketaatan, "lni informasi tentang ketamakan mereka
nikmat untuk motivasi sementara adzab
pada dunia, namun mereka juga tidak bisa
untuk peringatan." menikmati semua itu."3e
Imam Qurthubi mengatakan, "Sifat
yang dicela Allah pada mereka juga ter-
dapat pada kaum Muslimin." Imam Darimi
39 Tafsir ar-Razi 15/74
Abu Muhammad meriwayatkan dari 5. Orang-orang yang berpegang teguh
Mu'adz bin Jabal, ia berkata, 'Al-Qur'an dengan kitab Allah dan mendirikan shalat
itu akan usang di dada banyak orang, se-
untuk mereka disediakan pahala yang
bagaimana usangnya pakaian, sehingga besar di sisi Tuhan mereka dan pahala
ia menjadi tidak banyak berguna. Mereka
membaca Al-Qur'an namun mereka tidak mereka tidak akan sia-sia sedikit pun.
mendapatkan kenikmatan dan kelezatan-
nya. Mereka pakaikan kulit kambing pada 6. Di antara sifat buruk bangsa Yahudi adalah
hati-hati serigala. Semua amal mereka mereka menolak menggunakan Taurat
karena hukum-hukumnya sangat berat
berangkat dari rasa tamak dan tidak
dan sulit menurut mereka. Mereka tetap
ada rasa takut sama sekali. fika mereka tidak mau mengamalkan isi Taurat kecuali
teledor mereka mengatakan, 'Kami akan
sampai ke tujuan' dan jika mereka ber- setelah mereka diancam akan ditimpakan
buat buruk mereka berkata, 'Kami akan Bukit Thur kepada mereka. Kisah tentang
diampuni. Sesungguhnya kami tidak bukit ini telah disebutkan sebelumnya di
dalam surah al-Baqarah ayat 63 dan 93
pernah mempersukutukan Allah dengan serta surah an-Nisaa' ayatL54.
apapun juga."'ao PERJANJIAN UMUM YANG DIAMBIL DARI
ANAK CUCU ADAM
4. Allah SWT mengambil janji dan sumpah
Surah al-A' raaf Ayat L7 2-L74
dari Bani Israil di dalam Taurat dan di
seluruh syari'at untuk mengikuti ajaran {'68 #j: +'} ui p;u 4:'iir'
yang benar dalam agama dan hukum,
agar para penguasa tidak menghukum ttr#"s64"r/tj6'*;.6+XV
dengan kebatilan karena ada sogokan. Ini ftv6S 5@'6r^), r ,J"rCL$r:5, ;;"
juga perjanjian yang diambil dari kaum
Muslimin di dalam Al-Qur'an dan sunnah W U)"b *r,' a $j,, J5 "e(&t'{A
Nabi kita.
frfii.i,yr jSi,4$@ 6JE{r 'Sry+
Namun, kaum Yahudi melanggar per-
(l-:/ r>n) rs"/ '
janjian tersebut, padahal mereka telah
membaca Taurat. Bahkan, ia baru saja di- "Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu menge-
turunkan kepada mereka. Ibnu Zaid ber- luarkan dari sulbi (tulang belakang) anak cucu
kata, "Ketika orang yang berada di pihak Adam keturunan mereka dan Allah mengambil
yang benar datang membawa sogokan
kesaksian terhadap ruh mereka (seraya berfirman),
kepada mereka, mereka memperlihatkan 'Bukankah Aku ini Tuhanmu?' Mereka menjawab,
padanya kitab Allah dan memutuskan per- 'Betul (Engkau Tuhan kami), kami bersaksi.' (Kami
kara dengan kitab itu. Ketika orang yang
bersalah datang, mereka juga mengambil lakukan yang demikian itu) agar di hari Kamat
kamu tidak mengatakan, 'Sesungguhnya ketika
sogokan dan mereka perlihatkan kitab itu kami lengah terhadap ini,' atau agar kamu
yang mereka tulis sendiri dengan tangan tidak mengatakan,'Sesungguhnya nenek moyang
mereka lalu mereka putuskan perkara
kami telah mempersekutukan Tuhan sejak dahulu,
dengan kitab tersebut."
sedang kami adalah keturunan yang (datang)
40 Tafsir Qurchubi 7 /3ll-3t2.
setelah mereka. Maka apakah Engkau akan mem-
binasakan kami karena perbuatan orang-orang Mufradaat Lughawiyyah
(dahulu) yang sesat?' Dan demikianlah Kami
menjelaskan ayat-ayat itu, agar mereka kembali 4;i i5y dan ingatlah ketika Allah meng-
(kepada kebenaran)." (al-A' raaf: 17 2-17 4)
ambil, maksudnya mengeluarkan. Diungkap-
Imam Nafi', Abu Amr dan Ibnu Amir
membacanya dengan G;.tt. Sementara imam- kan dengan kata-kata'mengambil' karena kata
imam yang lain membacanya dengan <€r\.
ini mengandung pengertian'penyaringan'
{,r," ii} {,1*;i}' dan 'penyeleksian'. 4e"& rp kata ini adalah
Imam Abu Amr membacanya dengan jl) bentuk plural dari kata 1i-u;, yaitu tempat
terletaknya tulang belakang manusia. {iiiiriF
<'rjr* aan <tji-;i>. anak cucu mereka. baik laki-laki maupun
l'raab perempuan dengan mengeluarkan sebagian
4;i ;5y kata 1,y berada dalam posisi mereka dari sulbf yang lain, dari sulbi Adam,
nashab karena ia berhubungan dengan
keturunan demi keturunan, sebagaimana me-
ucapan mereka {,* ,lo} ada yang mengatakan,
reka beranak-pinak bagaikan benih. 4.1-+UF
dengan memersepsikan kata 6ir;. {:rr:ii a} mengambil dari mereka kesaksian terhadap
kalimat ini bqdal [ganti) dari kalimat (iii +;]
diri mereka sendiri. Kesaksian itu bisa ber-
dengan mengulang kembali hurufyarr-nya. [ni
bentuk perkataan seperti dalam firman Allah
adalah badal ba'dh min kull [ganti sebagian
dari semua), taqdiir-nya adalah "Dan ketika SWT,
Tuhanmu mengambil dqri sulbi mereka dari
"Mereka menjawab, '(Ya), kami meniadi
anak cucu Adam." ('r; .iF Kalimat ini berada saksi atqs diri kami sendiri."'(al-An'aam: 130)
dalam posisi nashab sebagai maf'ul lahu atau Atau dalam bentuk kondisi, seperti firman
Allah SWI,
maf'ul li ajtih. Taqdiir-nyaadalah 1911-. fiy atau
4i;:,i;rfr. "Tidaklah pantas orang-orqng musyrik
memakmurkan masjid Allah, padahal mereka
Balaafhah mengakui bahwa mereka sendiri kafir." (at-
Taubah:17)
(rf" ;t i5y dalam kalimat ini terdapat
Maksudnya, kondisi mereka sen-
iltifaat [pengalihan) dari mutakallim forang
diri yang menjadi bukti terhadap hal itu
pertama) kepada mukhaathab [orang kedua).
meskipun mereka tidak mengucapkannya.
Seharusnya kalimatnya adalah 4-rt ;5) "Oan
(rr", .+F benarl Engkaulah Tuhan kami, kami
ingatlah ketika Kami mengambil..J'. Tujuan dari persaksian
bersaksi atas hal itu. {rr}- ji}
iltifaat ini adalah untuk mengagungkan dan
tersebut gunanya agar kalian wahai orang-
memuliakan Rasulullah saw. dengan meng-
arahkan pembicaraan ini langsung kepadanya. orang kafir tidak mengatakan. dri; -,"p tauhid
Idhaafah [penyandaran) kepada dhamir ini. {r4u} [mereka mengatakan) kami tidak
(;fim en getahu i nya. ;. "{r,:t e<t\ ka m i m e n gi kuti
fkata ganti) yang menunjuk pada Rasulullah
mereka saja, padahal taklid ketika sudah ada
saw. {-fr} "Tuhanmu..." mengandung makna
dalil yang jelas dan ilmu, tidak bisa menjadi
pemuliaan dan pengagungan.
sebuah alasan. (t<l#i} apakah Engkau akan
menyiksa kami. {;+i -r- yF dari nenek
moyang kami yang memancangkan panji-panji
kemusyrikan. Kesimpulannya, mereka tidak
bisa menjadikan hal itu sebagai alasan karena
TAFSIRAL-MUNIR JITID 5
mereka telah mempersaksikan ketauhidan Penguasa mereka dan bahwa tiada Tuhan
terhadap diri mereka sendiri. Peringatan yang
selain Allah. Perjanjian itu diambil ketika
disampaikan melalui Rasulullah saw. berarti
sebuah peringatan untuk setiap diri dan jiwa. Tuhanmu mengambil dari sulbi anak cucu
{-u-{r,.1ii .:.9rs'r} dengan penj elasan sedemikian
rupa, agar mereka merenungkannya. pij;$y Adam dan semua keturunannya sebagaimana
4:,r;;- dari kekafiran mereka atau dari sifat
taqlid mereka dan mengikuti kebatilan yang yang diterangkan di dalam ayat ini atau dari
Adam sendiri sebagaimana diterangkan di
mereka lakukan.
dalam hadits.al Artinya, Dia mengeluarkan dari
Persesualan Ayat anak cucu Adam semua keturunan mereka dan
SetelahAllah SWT menjelaskan kisah Musa menciptakan mereka atas fitrah ketauhidan
dengan segala peristiwa, Allah menyebutkan dan keislaman.
dalam ayat ini sesuatu yang menjadi hujjah Dia juga mempersaksikan terhadap diri
mereka sendiri sambil mengatakan perkataan
[dalil yang kuat) terhadap semua hamba yang yang bersifat kehendak dan penciptaan bukan
perkataan yang bersifat wahyu atau penyam-
mukallaf Setelah Allah SWT menjelaskan paian kepada mereka, "Bukankah Aku Tuhan
kalian?" Lalu mereka pun menjawab dengan
tentang perjanjian khusus terhadap kaum bahasa keadaan, bukan dengan bahasa lidah,
"Bena4 Engkaulah Tuhan kami yang berhak
Yahudi melalui firman-Nya, untuk disembah."
"Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil Persaksian ini dilakukan agar di hari
janji kamu dan Kami angkat gunung (Sinai) di
atasmu seraya berfirman)," (al-Baqarah: 63) Kiamat nanti orang-orang musyrik tidak ber-
alasan "Sesungguhnya kami lengah dari tauhid
Dan firman-Nya, "Den ingatlah ketika ini." Maksudnya, tidak ada seorang pun yang
Kami mengangkat bukit itu di atas mereka memperingatkan kami. fadi, dengan adanya
seolah-olah ia adalah naungan." Di sini, Allah
persaksian ini seolah-olah Allah ingin me-
menyebutkan perjanjian umum yang diambil
terhadap semua anak cucu Adam ketika me- ngatakan, "Tidak ada lagi alasan bagi kalian
reka masih berada di sulbi Adam. Tujuannya, setelah jelaslah bukti-bukti tentang keesaan
untuk membungkam orang-orang Yahudi de- Allah, apalagi dengan adanya akal dan fitrah
ngan mengetengahkan perjanjian umum, se-
telah mereka dibungkam dengan perjanjian yang suci."
khusus yang diambil dari mereka, serta untuk
menghancurkan dalih-dalih mereka dengan Penciptaan manusia dalam fitrah ke-
dalil-dalil naqli dan 'oqli, melarang mereka tauhidan sudah ditegaskan dalam ayat yang
untuk taklid dan mendorong mereka untuk lain,
berpikir dan menganalisis. "M aka had ap ka nlah w aj ahmu d eng an lurus
Tafsir dan Penjelasan kepada agama (lslom); (sesuai) fitrah Allah
Sampaikanlah kepada seluruh manusia 4l Yaitu hadits yang diriwayatkan oleh Tirmidzi dan di-
wahai Muhammad tentang perjanjian yang
telah Allah ambil dari manusia semuanya. shahihkannya dari Abu Hurairah r.a., ia berkata, Rasulullah
saw. bersabda,
Perjanjian yang mengandung pengakuan me-
reka sendiri bahwa Allah adalah Tuhan dan S\ c:6.e $ ya'F "lL J. Lid ,* C-;ii lilr ;L i1
.:,@i c::. J\
'Ketika Allah menciptakan Adam, Dia mengusap punggungnya,
maka bertebaranlah dari punggungnya setiap jiwa yang akan
diciptakan Allah dari anak cucu Adam sampai hari kiamat
kelakl'
disebabkan Dia teloh menciptakan manusia mereka akal dan pemahaman. Kemudian,Allah
menurut (fitrah) itu. Tidak ada perubahan
mengilhamkan kepada mereka pertanyaan
pada ciptaan Allah." (ar-Ruum: 30) tersebut beserta jawabannya dan mengambil
janji dari mereka bahwa Dialah Tuhan mereka.
Di dalam shahihain terdapat keterangan
Mereka mengakui hal tersebut. Pendapat
yang mendukung hal tersebut. Dari Abu
seperi ini diambil dari beberapa riwayat dari
Hurairah, ia berkata, "Rasulullah saw. bersabda,
Nabi saw. dengan sanad lemah dan terputus.
&9r.; :-t;., 39- i*4t * ii; #v
4t-*i- ji y1#. 3i et;rS ttgt Ada beberapa orang dari sahabat yang ber-
bw,'o#ff,;t;* L--4 'aa)3$6 pendapat seperti ini.42
'?Gi' Adapun kalangan khalaf, mereka ber-
kata, "ltu hanya sebuah permisalan dan peng-
"setiap anak terlahir dalam kondisi fitrah,
gambaran semata atau sebagai sebuah kiasan.
-dalam riwayat yang lain: dalam agama ini fadi, tidak ada tanya jawab yang terjadi dalam
(Islam)-maka kedua orang tuanyalah yang men- hal ini. Pengertian yang sebenarnya adalah
jadikannya Yahudi, Nasrani atau Majusi, sebagai- Allah SWT telah menampakkan bukti-bukti
mana halnya seekor binatang dilahirkan secara
sempurna, adakah kalian menemukan kekurangan dari alam tentang keesaan dan ketuhanan-Nya
pada penciptaannya?" (HR Bukhari dan Muslim)
bagi seluruh alam. Bukti-bukti itu disaksikan
Di dalam Shahih Muslim dari 'lyadh bin
oleh akal manusia dan mata hati mereka yang
Himac ia berkata, "Rasulullah saw. bersabda,
telah Allah karuniakan pada mereka. Akal
,*r* Gt;i eV '- ]:V $y ,lt:t ii dan mata hati merupakan alat unduk mem-
:-?5,&: t gv*v,fut$t bedakan mana yang sesat dan mana petunjuk.
.;5 .lvi u Seolah-olah Allah berkata kepada mereka,
'Akuilah bahwa Aku adalah Tuhan kalian
Allah SWT berfirman (dalam hadits Qudsi), dan tidak ada Tuhan selain-Ku." Seolah-olah
'sesungguhnya Aku menciptakan para hamba-Ku Allah mempersaksiksan mereka terhadap
diri mereka sendiri lalu Dia berfirman kepada
dalam keadaan suci dan lur us, lalu datanglah setan, mereka, "Bukankah Aku Tuhan kalian?" Me-
reka menjawab, "Benar."a3 Pendapat inilah
kemudian ia memalingkan mereka dari agama yang dipilih oleh Zamakhsyari, Abu Hayyan,
Abu Su'ud dan Baidhawi. Tentapg pendapat
mereka, dan mengharamkan kepada mereka apa ini ar-Razi berkata, "Pendapat ini sulit untuk
yang telah Aku halalkar."' (HR Muslim)
dibantah."
;iDalam menafsirkan ayat, (rt!" i5) para
42 Tafsir ar-Razi lS / 46 dan Tafsir I b nu Katsir 2 / 261-264.
ulama berbeda pendapat. Ada pendapat dari 43 Diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa ia berkata, "Seandai-
kalangan salaf dan pendapat dari kalangan nya mereka meniawab dengan menggunakan lafal: <Ft
tentu mereka sudah kafir, karena lafal li:y fungsinya adalah
khalaf. untuk membenarkan apa yang diberitakan baik dengan
Kalangan salaf berkata, sesungguhnya penafian atau dengan penyetujuan. fadi seolah-olah
Allah SWT menciptakan Adam dan menge-
mereka mengakui bahwa Allah bukan Tuhan mereka. Ini
luarkan anak cucunya seperti benih dari pung- berbeda ketika mereka menjawab dengan menggunakan
gungnya. Dia menghidupkan mereka, memberi lafal 1rr,.;, karena ia merupakan huruf jawab (yang berfungsi
untuk menjawab), dan ia khusus untuk menafikan dan
membatalkan penafian tersebut. Jadi maknanya ketika
itu adalah: "Bena6, Engkaulah Tuhan kami." Kalau mereka
mengatakan: 1p; maka maknanya menjadi: 'Ya, Engkau
bukan Tuhan kami."
TAFSTRAr--MuNrR f rLrD 5
Ibnu Katsir mencoba menjelaskan makna "Dan sesungguhnya dia (manusia) me-
dari hadits-hadits di atas. Ia berkata, "Hadits-
nyaksikan (mengakui) keingkarannyo." (al-
hadits ini menunjukkan bahwa Allah SWT 'Aadiyaat:7)
mengeluarkan anak cucu Adam dari sulbinya. fadi, Allah SWT telah menjadikan fitrah-
Lalu Allah memisahkan ahli surga dan ahli sifat dasar penciptaan mereka-berupa peng-
akuan terhadap tauhid dan keesaan Allah se-
neraka. Adapun tentang persaksian terhadap bagai bukti terhadap diri mereka. Oleh karena
itu, Allah berfirman, "agar kalian tidak me-
mereka bahwa Dia adalah Tuhan mereka, ngatakan" di hari Kiamat nanti, "Sesungguhnya
ini hanya terdapat di hadits Ibnu Abbas dan kami lengah dari tauhid." Artinya, kami tidak
hadits Abdullah bin Amru saja, sementara pernah diingatkan tentang hal ini. Atau kalian
kedua hadits tersebut mauquf dan tidak mengatakan di hari Kiamat nanti, "Sesungguh-
marfu'. Dengan demikian, sebagian ulama nya nenek moyang kami telah musyrik... dan
dari kalangan salaf dan khalaf berpendapat
bahwa yang dimaksud dengan persaksian ini seterusnya.
adalah menciptakan mereka dalam kondisi
Saya sendiri lebih cenderung kepada
bertauhid sebagaimana yang dijelaskan dalam
hadits Abu Hurairah dan 'lyadh bin Himar al- pendapat ini. fadi inilah pendapat yang paling
Mujasyi'i. Hasan al-Bashri juga menafsirkan baik dan paling benar.
ayat tersebut dengan cara ini.
Sebab persaksian tersebut adalah untuk
Mereka berkata, "Oleh karena itulah, Allah menghalangi mereka beralasan di hari Kiamat
mengatakan, 'Dan ingatlah ketika Tuhanmu nanti dengan mengatakan bahwa mereka telah
mengambil dari anak cucu Adam...'dan Allah
lengah dari tauhid, atau dengan mengata-
tidak mengatakan, "Dari Adam..." Allah me- kan bahwa mereka hanya taklid pada nenek
ngatakan, "Dari punggung mereka..." dan tidak moyang mereka saja, lalu mereka berkata,
mengatakan, "Dari punggung Adam..." 'Anak
cucu merekai' artinya, Ia jadikan keturunan "Sesungguhnya nenek moyang kami telah ber-
mereka generasi demi generasi, masa demi
buat syirik sebelum kami, sementara kami
masa.
adalah generasi penerus mereka. Kami tidak
Allah menciptakan mereka seraya bersaksi pernah menyadari kebatilan kemusyrikan me-
reka, dan kami hanya mengikuti segala per-
tentang hal itu dan mengucapkannya dengan buatan dan keyakinan mereka semata karena
haal [keadaan) dan qaul fucapan). Persaksian kami berbaik sangka pada mereka, sehingga
kami tidak pernah sampai pada aqidah tauhid
itu bisa dengan perkataan, seperti firman yang benar. Kalau demikian, mengapa Engkau
menyiksa kami dengan adzab yang berat dan
Allah SWT, fli'.iil' &iV,;1Uy aan bisa dengan menghukum kami atas kesalahan yang dilaku-
keadaan seperti firman Allah SWT
kan oleh nenek moyang kami?"
"Tidaklah pantas orang-orang musyrik
memakmurkan masjid Allah, padahal mereka Akan tetapi, Allah SWT sama sekali
mengokui bahwa mereka sendiri kafir." (at-
Taubah: 17) tidak menerima alasan mereka karena taklid
dalam masalah keyakinan dan pokok-pokok
Maksudnya, kondisi dan keadaan mereka agama tidak boleh. "Dengan penjelasan yang
menjadi saksi terhadap mereka tentang ke- sangat detail dan jelas tentang perjanjian itu,
kafiran mereka, bukan berarti bahwa mereka Kami merincikan ayat-ayat kepada manusia
mengucapkan hal itu. Demikian juga dengan agar mereka menadaburinya dengan pikiran
firman Allah SWT
dan mata hati agar mereka meninggalkan
kemusyrikan, kebodohan, dan taqlid mereka 5. Dalam Al-Qur'an terdapat perincian ten-
terhadap nenek moyang mereka." tang segala sesuatu. Sebagaimana halnya
Allah merincikan dalam ayat-ayat di atas
Fiqih Kehidupan atau Hukum-Hukum tentang diciptakannya manusia atas fitrah
Ayat-ayat di atas menunjukkan beberapa tauhid, dijelaskan juga di ayat-ayat yang
makna sebagai berikut. lain hal tersebut agar ditadaburi oleh
manusia untuk mereka kembali kepada
L. Allah SWT menciptakan manusia atas
kebenaran dan berpaling dari kebatilan.
fitrah tauhid. Artinya, pengakuan bahwa
Allah SWT adalah Tuhan mereka Yang KISAH BAUAM BIN BAURA. DAN ORANG-
Maha Esa tanpa ada sekutu bagi-Nya. ORANG SESATYANG MENDUSTAKAN AYAT.
AYAT ALLAH SWT
2. Tidak ada alasan bagi seorang manusia
Surah al-A' raaf Ayal L7 5-L77
untuk tidak mengenal Tuhannya karena ia
bisa melihat berbagai bukti. Barangsiapa \a'83\t[' !\ *i\tJt
vrr$@C)\A1K
yang belum mendapatkan seruan
'ffi'tbCv,pStJr,STi4t:ri,LYa
Rasulullah saw., ia tidak akan dimaafkan
\41, VK <;.lt rlit,fi o\','i$.
di hari Kiamat kalau mempersekutukan
ily>aYffi6H4fr161't
Allah atau melakukan perbuatan keji yang
4vF,-6a;6XVY$"L.(;Kc.it
tidak disukai oleh tabiat manusia yang
murni dan bahaya yang dapat diketahui "Dan bacakanlah (Muhammad) kepada me-
reka, berita orang yang telah Kami berikan ayat-
dengan akal yang jernih. ayat Kami kepadanya, kemudian dia melepaskan
diri dari ayat-ayat itu, lalu dia diikuti oleh setan
3. fika ada seseorang yang meninggal ketika (sampai dia tergoda), maka jadilah dia termasuk
masih kecil, ia akan masuk surga berdasar- orang yang sesat. Dan sekiranya Kami meng-
hendaki niscaya Kami tinggikan (derajat)nya
kan pengakuannya terhadap perjanjian
yang pertama [ketika ia masih di dalam dengan (ayat-ayat) itu, tetapi dia cenderung kepada
dunia dan mengikuti keinginannya (yang rendah),
sulbi Adam, pent). Namun, jika telah baligh
dan berakal, perjanjian pertama tidak akan maka perumpamaannya seperti anjing, jika kamu
menghalaunya dijulurkan lidahnya dan jika kamu
menyelamatkannya. Berdasarkan hal ini, memb i arkanny a i a menj ulurkan li dahny a (juga).
Demikianlah perumpamaan orang-orang yang
anak-anak orang yang musyrik yang mati mendust akan ay at - ay at Kami. Maka, cerit akanlah
kisah-kisah itu agar mereka berpikir. Sangat buruk
ketika masih kecil, tempatnya adalah surga. PerumPamaan orang-orang yang mendustakan
ayat-ayat Kami; mereka menzalimi diri sendiri."
4. Ayat-ayat tersebut membantah argumen (al-A'raaf: 175-177)
orang-orang musyrik di hari Kiamat bah-
wa tidak pernah ada Rasul yang datang
mengingatkan mereka tentang tauhid.
Sekaligus membantah alasan taklid me-
reka kepada nenek moyang dalam pokok-
pokok aqidah dan agama. Oleh karena itu,
sebagaimana tidak diterimanya alasan ke-
tidaktahuan tentang Allah karena sudah
jelas berbagai bukti tentang keesaan-Nya.
Demikian juga tidak akan diterima alasan
taklid setelah jelas adanya bukti-bukti
yang bersifat fitrah tentang mengenal
Allah dan mengesakan-Nya.
_I
tu'IRI-M,"'RIILID s -' ,,ilti, --{;h\itlir, s',"h"t'A',""f
Qlraa'aat penggambaran dari berbagai penggambaran
("iF, yang ada.
Imam as-Susi dan Hamzah dalam kondisi Mufndaat Luthawlyyah
waqaf membacanya dengan 1r,p;.
(j';F gr.rkanlah. {(} informasi yang
l'raab penting. {q c!6} keluar dari ayat-ayat itu
Kata-kata (.i.[.] dalam kedua tempat di karena kekafirannya sebagaimana keluarnya
atas adalah sebagai haal [menerangkan kon- ular dari kulitnya (ular yang sedang berganti
disi), artinyae sambil menjulurkan lidahnya
kulit). Yang dimaksud di sini adalah Bal'am bin
dan hina dalam setiap keadaan. {,;ir lr ;r} Ba'ura'salah seorang ulama di kalangan Bani
Fa'il [pelaku) dari kata kerja 1;r; yang di- Israil yang pernah mendoakan keburukan
terhadap Nabi Musa dengan diupah oleh
persepsikan [tidak ditampakk an), ta qd iir-nya
orang-orang Yahudi. Digunakan kata 16>tjlry
adalah dc, '[at ;t;; "Perumpamaan tersebut
"melepaskan diri" untuk menunjukkan
adalah perumpamaan terburukJ' ($lirp arti-
bahwa ia memang benar-benar telah lepas
nya, "perumpamaan kaum itui' dihilangkan
dari ayat-ayat Allah SWT setelah sebelumnya
mudhaf-nya dan dijadikan mudhaf ilaih pada
hubungannya dengan ayat-ayat itu sangat erat
posisinya lalu ia di-rafa-kan oleh faktor yang
sebagaimana yang dijelaskan oleh Abu Su'ud.
me-rafa -kan kata rk>, y^ng di-rafa -kan karena
ia bisa jadi mubtada' dan yang sebelumnya (jufr ;ifiy aiiringi dan dikejar oleh setan
adalah khabar muqaddam atau karena ia sampai ia berhasil mendapatkannya lalu ia
adalah khabar dari mubtada' yang mahdzuuf menjadi sahabat setan. (".;*ip terjerumus
fdihilangkan), seperti dalam sebuah kalimat, jauh dalam kesesatan setelah sebelumnya
<Ij ie; l1 "Laki-laki yang terburuk adalah si ia termasuk orang-orang yang mendapat
{#}ZaidJ' manshuubsebagai tamyiiz. petunjuk. 4",1*jV'l;ykalau Kami mau, Kami
4('*h 93s ;a;i1\ kalimat ini boleh jadi bisa mengangkatnya ke derajat para ulama
di-athaf-kan kepada kalimat (dis-}, sehingga dengan menunjukinya untuk melakukan
pengertiannya adalah mereka mengumpulkan banyak amat. (;5; $r;p terjerumus dalam men-
cintai dunia sehingga ia menjadi orang-orang
antara mendustakan ayat-ayat Allah dengan
menzalimi diri mereka sendiri. Namun boleh yang hina. (.iij} sifatnya. 4* ,y j1) engkau
jadi juga kalimat ini bersifat munqathi' (ter- usir dengan keras (.j{} Kata-kata 1c-!irr;
putus) sehingga pengertiannya adalah mereka artinya bernafas tersengal-sengal sambil
mengeluarkan lidah. Maksud dari ungkapan
tidak menzalimi selain diri mereka sendiri ini adalah untuk menampakkan persamaan
karena pendustaan mereka. dari segi kerendahan dan kehinaan.
Balaaghah (eu;| perumpamaan. 4tt'1t|.:s;-it O, yb
4&- U ii iur. * ,F, il :K' 5* :ti; \ tni setelah diambil perjanjian dari mereka dan
disebut tasybih tamtsili, sifatnya yang sangat dari seluruh manusia. $;^r;t ,;iiy kepada
kaum Yahudi. 4iit >^t, !u) amat buruklah
buruk itu disamakan dengan sifat binatang
yang paling hina, yaitu sifat seekor anjing perumpamaan mereka. Yang dimaksud
dengan perumpamaan di sini adalah sifat.
yang selalu menjulurkan lidahnya, baik ketika
letih maupun tidak. Tasybih tamtsili sendiri {;,lrui} dengan mendustakan ayat-ayat Allah
pengertiannya adalah menarik satu bentuk
SWT.
TAFSIR AL-MUNI R,IItID 5
Persesuaian Ayat Kisahnya, Ketika Nabi Musa a.s. men-
Setelah Allah SWT menjelaskan peng- datangi negerinya, Nabi Musa bersama peng-
ikutnya memerangi penduduk tersebut karena
ambilan mitsaq fperjanjian) terhadap seluruh
manusia dan pengakuan mereka bahwa Allah kafir. Lalu, orang-orang tersebut meminta
adalah Tuhan mereka, Allah memberikan per- kepada Bal'am untuk mendoakan keburukan
umpamaan untuk orang-orang yang mendusta- terhadap Nabi Musa dan kaumnya. Bal'am
kan ayat-ayat-Nya yang diturunkan kepada adalah orang yang doanya sangat mustajab
rasul-Nya. Substansi dari perumpamaan ini dan ia mengetahui nama Allah al-A'zham. Awal-
adalah seseorang yang mengetahui ayat-ayat nya ia tidak bersedia. Namun, mereka terus
Allah SWT namun tidak mengamalkannya. Hal mendesak sampai akhirnya ia bersedia juga
mendoakan keburukan terhadap Nabi Musa.
ini sama seperti seekor ular yang lepas dari Doanya dikabulkan. Akhirnya Nabi Musa dan
kulitnya lalu meninggalkan kulit itu di tanah
Bani Israil tersesat di padang pasir disebabkan
begitu saja.
doa Bal'am.aa
Ibnu Abbas, Ibnu Mas'ud dan Mujahid
Malik bin Dinar berkata, "la adalah salah
berkata, 'Ayat ini turun berkenaan dengan seorang ulama Bani Israil. Doanya sangat
mustajab. Kaum Bani Israil selalu mengedepan-
Bal'am bin Ba'ura. kannya setiap kali terjadi musibah atau ben-
cana. Ia pernah diutus Nabi Musa menemui
Tafsir dan Penjelasan raja Madyan untuk menyerunya menyembah
Bacakanlah wahai Rasul kepada orang- Allah SWT. Namun raja Madyan itu justru
orang Yahudi cerita tentang seseorang yang
memberinya harta dan jabatan. Akhirnya,
telah Kami ajarkan kepadanya ayat-ayat Kami,
Bal'am mengikuti agama raja tersebut dan me-
namun ia tidak mengamalkan ayat-ayat ter-
sebut, bahkan meninggalkan dan berlepas ninggalkan agama Nabi Musa a.s.."4s
diri darinya selama-lamanya. Kemudian, setan Kalau Kami menghendaki, sesungguhnya
mengejar dan mendapatkannya lalu menjadi-
kan orang itu sebagai sahabat. Setan berhasil Kami tinggikan ia dengan ayat-ayat itu dan
memasukkan bisikan-bisikan kepada orang Kami berikan ia deraiat yang tinggi di antara
itu dan orang tersebut pun mendengarkan derajat para ulama yang terkemuka. Dengan
cara, Kami beri ia petunjuk dan taufiq untuk
bisikan-bisikan tersebut. Akhirnya, orang ter- mengamalkan ayat-ayat tersebut. Akan tetapi,
sebut masuk ke dalam barisan orang-orang ia lebih menyukai dunia dan mencintai segala
yang zalim dan kafir karena ia cenderung dan kelezatannya serta mengikuti hawa nafsu' Hal
suka terhadap dunia, mengikuti hawa nafsunya
itu menyebabkan ia tidak memberikan per-
dan setan. hatiannya kepada kenikmatan akhirat dan
tidak menggunakan ayat-ayat Kami sebagai
Orang tersebut adalah seorang ulama
petunjuk. fiwanya tidak bisa menapaki tangga-
dalam kalangan Bani Israil. Ada yang mengata-
kan ia berasal dari kalangan Kan'an. Diriwayat- tangga kesempurnaan spiritual dan ia tidak
kan dari Ibnu Abbas bahwa ia adalah seorang mau menghargai nikmat Allah kepadanya
dengan mempergunakannya untuk hal-hal
laki-laki dari kalangan Yaman. Namanya yang diridhai Allah.
Bal'am bin Ba'ura. Ia memiliki ilmu sebagian 44 Tafsir ar-Razi 15/54.
45 Tafsir lbnu Katsir2/264.
kitab yangAllah turunkan, namun kemudian ia
menjauhi ayat-ayat itu bahkan kafir terhadap
ayat-ayat Allah SWT dan membuangnya jauh-
jauh.
Akhirnya, sifatnya dalam kerendahan dan telah memberitahukan kepada mereka
kehinaan itu sama dengan seekor anjing dalam sifat-sifat Muhammad saw.. fadi, mereka
kondisi yang sangat rendah dan hina, yaitu
kondisi selalu menjulurkan lidah, baik ketika seharusnya adalah orang yang paling berhak
ia diusir maupun ketika ia dibiarkan saja. Sifat dan utama untuk mengikuti, membantu, dan
ini merupakan sifat anjing yang paling rendah membelanya.
dan hina. Hal tersebut disamakan dengan Buruk sekali perumpamaan orang-orang
sifat seseorang yang melepaskan dirinya dari
yang mendustakan ayat-ayat Allah SWT.
mengenal ayat-ayat Allah SWT. Maksudnya, buruk sekali sifat orang-orang
Perumpamaan yang unik ini untuk orang- yang berpaling dari ayat-ayat Allah SWT ketika
orang yang mendustakan ayat-ayat Allah dan mereka diserupakan dengan anjing yang tidak
bersikap sombong terhadap ayat-ayat tersebut memiliki keinginan kecuali untuk mendapat-
kan sesuap makanan atau memenuhi syahwat-
sehingga tidak berguna lagi bagi mereka
nasihat dan ajaran yang baik. Itulah orang- nya. Sebenarnya, ketika mereka berpaling,
mereka telah menzalimi diri sendiri dengan
orang Yahudi setelah mereka membaca sifat- mendustakan ayat-ayat Allah SWT. Allah
tidak pernah menzalimi mereka. Akan tetapi
sifat Rasulullah saw. di dalam kitab Taurat merekalah yang menzalimi diri sendiri ketika
dan bahkan mereka menyampaikan kabar mereka berpaling dan enggan mengikuti
gembira kepada manusia bahwa waktu peng- petunjuk serta menaati Tuhan mereka.
utusannya sudah dekat. Mereka juga menjadi- Perumpamaan yang buruk ini juga di-
kan Rasulullah saw. sebagai sarana untuk ke- sebutkan dalam Sunnah. Dalam sebuah hadits
menangan dan keberuntungan mereka. Lalu,
Al-Qur'an datang menyingkap hakikat yang shahih yang terdapat dalam Kutub Sittah,
diingkari oleh orang-orang Yahudi setelah diriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a. bahwa
diutusnya Rasulullah saw.. Rasulullah saw bersabda,
Sampaikanlah wahai Rasul kisah tentang .* a-
seseorang yang sifatnya sama dengan sifat
"Tidak sepantasnya kita bersifat buruk.
orang-orang yang mendustakan ayat-ayat
Seseorang yang menarik kembali pemberiannya,
Kami. Semoga dengan demikian, Bani Israil sama seperti seekor anjing yang menjilat kembali
mengetahui cerita tentang Bal'am dan apa muntahannya."
yang terjadi padanya, Allah menyesatkan- Fiqih Kehidupan atau Hukum-Hukum
nya dan menjauhkannya dari rahmat-Nya Tujuan dari kisah ini adalah untuk mem-
karena ia menggunakan nikmat Allah ketika
berikan perumpamaan kepada orang kafir
Allah mengajarkan kepadanya nama-Nya aI- yang berpaling dari iman kepada Allah dan
Rasul-Nya setelah mereka mengetahui yang
A'zham-nama ini apabila digunakan untuk haq. Siapa yang diberi oleh Allah ilmu dan
meminta sesuatu, pasti akan Allah beri dan agama,lalu ia lebih cenderungdan cinta kepada
dunia, ia mirip dengan hewan yang paling hina,
jika digunakan untuk berdoa pasti Allah yaitu anjing yang biasa menjulurkan lidahnya
yang biasa melakukan sesuatu yang hina dan
kabulkan-ia gunakan untuk tidak menaati
Allah SWT bahkan ia gunakan untuk men-
doakan keburukan terhadap hamba-hamba
pilihan Allah.
Dengan itu semua, semoga dengan Bani
Israil mau berpikir dan waspada agar mereka
tidak menjadi seperti itu karena Allah SWT
rendah, baik karena kebutuhannya maupun berpikir adalah pondasi untuk sampai kepada
hakikat, ilmu, dan pengetahuan yang bena6
tidak. sebagaimana yang difirmankan Allah SWX
Sifat seorang yang kafir disamakan "Sungguh, pada yang demikian itu terdapat
tanda-tanda (kebesaran) Allah bagi kaumyang
dengan sifat seseorang yang mengetahui ayat-
b e rp ikir." (az-Zumar': 42)
ayat Allah lalu ia meninggalkannya. Hal ini
Dan firman Allah SWT,
sangat cocok dengan kondisi Bal'am bin Ba'ura
"Demikianlah Kqmi menielaskon tanda-
atau orang lain yang memiliki sifat seperti tanda (kekuasaan Kami) kepada orang yang
ini. Ayat ini tidak menyebutkan nama orang b e rp ikir." (Yuunus : 24)
yang dijadikan sebagai objek perumpamaan. Ayat tersebut di atas-sebagaimana di-
Dengan demikian, tidak terlalu penting untuk
menjajaki apakah ia sesuai dengan beberapa katakan oleh Imam ar-Razi-merupakan ayat
riwayat yang mengatakan bahwa Bal'am itu
adalah seorang ulama dari kalangan Bani Israil yang paling berat dan keras terhadap orang-
atau dari kalangan Kan'an, atau dari penduduk
orang yang berilmu, sebab seorang yang ber-
Yaman dan lain sebagainya.
ilmu apabila tidak mengamalkan ilmunya, ia
Substansi ayat ini adalah sebagai per-
tidak akan mendapatkan keberkahan ilmu dan
ingatan bagi manusia untuk tidak mengikuti
hawa nafsu mereka, mencintai dunia, dan ia akan sangat jauh dari Allah SWT.
segala kesenangannya, mengejar segala se- Sebagaimana diriwayatkan juga oleh ad-
suatu yang rendah dalam pandangan agama
Dailami dalam kitab al-Firdaus dari Ali r.a.,
dan meninggalkan apa yang ditunjukkan
bahwa Rasulullah saw. bersabda,
ayat-ayat Allah untuk beriman kepada Allah,
rasul-Nya, dan hari akhirat. Ayat tersebut jelas I *),l iut A'r'ti t"r$ 'rti ds 5t5)t o;
sekali menunjukkan bahwa seorang yang ber- .1"J3'
paling dari ayat-ayat Allah akan terjerumus "Siapa yang bertambah ilmunya tapi tidak
dalam kesesatan disebabkan perbuatannya
yang buruk dan pilihannya untuk melakukan bertambah kezuhudannya, ia hanya akan ber-
sesuatu yang tidak terpuji secara agama dan
tambah jauh dari Allah SWI" (HR ad-Dailami)
kemanusiaan.
FAKTOR.FAKTOR HI DAYAH DAN KESESATAN
Setiap manusia seharusnya mengambil
pelajaran dari kisah ini, merenungi dan me- Surah al-A' raaf ayat L7 8-L7 9
mikirkan ayat-ayat Allah dengan cahaya mata
hati dan pikiran, bukan dengan hawa nafsu, sifat $ ,1J:J6 b:r-"J3'&iA j,;*t )t'""i
dengki, dan permusuhan. Dalam penyampaian
(*'&4.G Ctr', "Ai @ i,:7!t
perumpamaan ini dan penyamaan dengan
gUGi'{, q.'o#"i3. * AUs
sesuatu yang sangat nyata terkandung isyarat
IJ^)) qr.'u?*j !,r,r "e' c"'68
bahwa berbagai perumpamaan itu memiliki
@ 5&x"A,$)'3;1;3S"g!(
pengaruh yang sangat kuat dalam meyakinkan
"Barangsiapa diberi petunjuk oleh Allah, maka
setiap pendengaq bahkan pengaruhnya lebih dialah yang mendapat petunjuh dan barangsiapa
kuat daripada argumen-argumen yang bersifat
logis.
Di samping itu, hal ini juga mengandung
isyarat tentang pentingnya berpiki4,-bahwa
TAFSIRAT-MUNIRIILIp 5 rrfltt,. {--:-\..ilir{ surahat-A'raat
disesatkan Allah, maka merekalah orang-orang nurani. Yang dimaksud disini adalah akal
yang rugi. Dan sungguh, akan Kami isi neraka
lahannam banyak dari kalangan jin dan manusia. dan perasaan, atau alat untuk menilai segala
Mereka memiliki hati, tetapi tidak diperguna- sesuatu yang dapat diketahui. Digunakannya
kannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan
mereka memiliki mata (tetapi) tidak diperguna- kata-kata ini [hati) adalah karena dampak
kannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan
Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) dari segala peristiwa, baik rasa takut maupun
tidak dipergunakannya untuk mendengarkan gembira, akan timbul dan muncul darinya,
sehingga timbullah perasaan yang sempit
(ayat-ayat Allah). Mereka seperti hewan ternak,
bahkan lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang atau lapang. Namun, di dalam Al-Qur'an, kata-
yang lengah." (al-A' raaf: 178-179)
kata ini banyak digunakan dalam pengertian
Qlraa'aat
pemahaman yang tajam atau ilmu yang dalam.
((:t;F:
Imam as-Susi dan Hamzah dalam kondisi $u, o;ai-v *i {th bukti-bukti kekuasaan Allah
waqaf membacanya dengan 1[1:;.
SWT penglihatan untuk mengambil pelajaran
l'raab
dan 'ibrah. $u or:::;- l ir:r p;y ayat-ayat Allah
{si#' #b kalimat ini dipahami secara
lafal. Sementara kalimat {r9i'r' # ,t1rib SWT dan nasihat-nasihat, mendengar untuk
menghayati, dan mengambil pelajaran. u-uri|
dipahami secara makna. Tujuan kata-kata (,r.;{rr dari segi tidak memahami, tidak me-
dalam kalimat pertama dalam bentuk mufrad
[tunggal) sementara kata-kata dalam kalimat lihat dan tidak mau mengambil pelajaran.
kedua dalam bentuk jamak [plural) adalah
untuk menegaskan bahwa orang-orang yang (*i e "lF dari binatang ternak karena binatang
mendapat petunjuk adalah seperti satu
individu karena jalan mereka sama. Ini ber- ternak biasanya mengejar segala hal yang
beda dengan orang-orang yang sesat [jalan bermanfaat untuk dirinya dan lari dari segala
mereka berbeda-beda) hal yang akan membahayakannya. Sementara
Balaa(hah itu, mereka menjerumuskan diri mereka ke
4,r-;{r< irrriy tasybih [penyerupaan) di sini dalam neraka karena kebangkangan mereka.
bersifat mursal muj maL
{.l,9*j'} yang benar-benar lalai.
Mufradaat Lughawiyyah
Persesualan Ayat
(uL! fi,F Kami jadikan atau Kami ciptakan.
Setelah Allah SWT memberikan perum-
{j+,y lin adalah makhluk halus yang tidak
dapat ditangkap pancaindra . 4", o#"y .:,ru ;JF pamaan orang yang keluar dari agamanya
mereka tidak memahami kebenaran dengan agar orang-orang yang tersesat dapat meng-
hati itu. Hati yang disebutkan dalam ayat ini ambil pelajaran dari hal tersebut, kemudian
meninggalkan kesesatan mereka dan kembali
adalah apa yang sering disebut orang sebagai kepada kebenaran, Allah SWT menjelaskan
faktor-faktor datangnya petunjuk dan ke-
sesatan yaitu dengan menggunakan akal dan
pancaindra serta menggunakan petunjuk
yang sudah ada di dalam fitrah setiap manusia
untuk memilih satu dari dua jalan; jalan
kebaikan atau jalan keburukan, sebagaimana
firman Allah SWT
"Dan Kami telah menunjukkan kepadanya
dua jalan (kebajikan dan kejahatan)." (al-
Balad: 10)
srr"tt"t-r'.""r ,,*r*r, {TIX,l,,*r, hFSIRAI-MUNIRIIIID 5
Tafslr dan Penlelasan tidak menggunakan akal mereka secara baik
Orang yang Allah berikan taufik untuk untuk bisa mengantarkan mereka kepada
beriman, memilih jalan kebaikan, mengikuti
syari'at dan Al-Qur'an dengan menggunakan hakikat keimanan, memahami dengan benar
hakikat kenikmatan dan kebahagiaan dunia
akal dan pancaindranya, itulah orang yang dan akhirat karena kebaikan terdapat dalam
hal-hal yang Allah perintahkan dan keburukan
benar-benar mendapatkan hidayah, bukan terdapat dalam hal-hal yang dilarang Allah
yang lain. Orang yang tidak diberikan taufik SWT sedangkan pandangan mereka tertumpu
hanya kepada yang lahiriah saja, sebagaimana
oleh Allah SWT dan tidak ditunjuki-Nya
firman Allah SWT,
menempuh jalan kebaikan dan mengikuti Al-
Qur'an karena tidak menggunakan akal dan "Mereka mengetahui yang lahir (tampak)
pancaindranya dalam memahami ayat-ayat
alam (kaun iyah) dansyari'at, itulah orang yang dari kehidupan dunia; sedangkan terhadap (ke-
akan merugi dan jauh dari petunjuk. Mereka hidupan) akhirat mereka lalai." far'Ruum: 7)
akan merugi di dunia dan akhirat.
Mereka benar-benar masih tidak bisa
Oleh karena petunjuk [hidayah) Allah itu
satu, sementara jalan kesesatan ada dalam memahami hakikat-hakikat tersebut. Hal ini
berbagai bentuk, Allah SWT menunggalkan karena mereka tidak bisa memanfaatkan hati
penyebutan orang yang mendapat hidayah mereka, tidak memahami makna dari pahala,
dan tidak takut terhadap siksa.
(muhtadi) dan menjamakkan penyebutan
Mereka juga tidak melihat dengan meng-
f}orang yang merugi, Dia berfirman, {.s1i3r gunakan penglihatan mereka untuk meng-
kemudian Dia berfirman, {t:i-;st $ 49u,b
hayati, menadaburi, dan mendalami ayat-ayat
Kemudian, Allah SWT menjelaskan apa yang Allah di alam dan di Al-Qur'an yang dapat me-
disampaikan-Nya tentang orang-orang yang nunjukkan mereka kepada ialan yang men-
datangkan kebahagiaan pada mereka.
mendapatkan kesesatan. Dia berfirman,
Mereka juga tidak mendengarkan dengan
([trrlr] Artinya, Allah SWT bersumpah bahwa telinga mereka untuk menadaburi dan meng-
hayati ayat-ayat Allah SWT yang diturunkan
Dia menciptakan kebanyakan dari kalangan
jin dan manusia melakukan amal perbuatan kepada para nabi-Nya. Mereka juga tidak
yang membuat mereka berhak masuk neraka mau mendengarkan sejarah tentang umat-
umat terdahulu dan bagaimana akhir dari
|ahannam. Dia juga menciptakan sekelompok
yang lain yang melakukan amal perbuatan yang kehidupan mereka disebabkan mereka ber-
akan memasukkan mereka ke dalam surga se- paling dari petunjuk Allah dan rasul-rasul-
bagaimana Dia berfirman dalam menjelaskan
Nya.
akhir dari kedua kelompok tersebut,
Penafian pendengaran dan penglihatan
"segolongan masuk surga dan segolongan dari mereka bukan berarti penafian mereka
masuk neraka." (asy-Syuuraa: 7)
dapat mendengar dan melihat secara jasmani.
Dia berfirman ketika menjelaskan nasib Namun yang dimaksud adalah pendengaran
mereka di hari Kiamat nanti,
dan penglihatan mereka terhalang untuk
"Moko di antara mereka adayang sengsara
dan ada yang berbahagia." (Huud: 105) melihat petuniuk dan mendengar berbagai
Faktor yang membuat ahli neraka pantas nasihat.
masuk ke neraka fahannam adalah mereka
Ini sama seperti firman Allah dalam ayat
lain,
"Dan tidakkah menjadi petunjuk bagi me- itulah orang-orang bodoh yang tidak melihat
reka, betapa banyak umat-umat sebelum me- arah masa depan. Mereka hanya berkutat pada
reka yang telah Kami binasakan, sedangkan kehidupan dunia semata. Mereka mengabaikan
mereka sendiri berjalan di tempat-tempat ke-
diaman mereka itu. Sungguh, pada yang demi- sesuatu yang bisa membuat mereka kekal
dalam kenikmatan kehidupan akhirat. Inilah
kian itu terdapat tanda-tanda (kekuasa-an yang dimaksud dengan kelalaian mereka,
Allah). Apakah mereka tidak mendengarkan yaitu ketika mereka tidak mau menghayati dan
menadaburi serta masa bodoh dengan surga
(memperhatikan)?. Dan tidakkah mereka mem-
perhatikan, bahwa Kami mengarahkan (awan dan neraka.
yang mengandung) air ke bumi yang tandus, Adapun orang-orang yang berpikiran
lalu Kami tumbuhkan (dengan air hujan itu)
jernih dan cerdas, itulah mereka yang beramal
tanam-tanaman sehingga hewan-hewan ternak
mereka dan mereka sendiri dapat makon dari- untuk akhirat, namun tidak mengabaikan
kebutuhan-kebutuhan dunia sebagaimana
nya. Maka mengqpo mereka tidak memperhati-
firman Allah SWT
kan?" (as-Saidahz 26-27)
"Dan carilah (pahala) negeri akhirat
Mereka itulah orang-orang yang disifati dengan apa yang telah dianugerahkan Allah
sebagaimana disebutkan dalam ayat di atas kepadamu, tetapi janganlah komu lupakan
bahwa akal dan pancaindra mereka tidak ber-
fungsi, hal ini sama seperti binatang ternak bagianmu di dunia dan berbuat baiklah
(sapi, unta, dan kambing) yang ada dalam
pikiran mereka hanyalah makan, minum, dan (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah
menikmati kesenangan hidup duniawi saja. berbuat baik kepadamu, dqn janganlah kamu
Bahkan, mereka lebih sesat lagi dari itu karena berbuat kerusakan di bumi. Sungguh, Allah
binatang ternak biasanya mengejar segala tidak menyukai orang yang berbuat kerusekqn."
yang bermanfaat baginya dan menghindar (al-Qashash:77)
dari segala yang akan membahayakannya dan Fiqih Kehidupan atau Hukum-Hukum
tidak berlebihan dalam makan dan minum.
Kelompok Muktazilah berpendapat bahwa
Sementara itu, orang-orang tersebut men-
petunjuk dan kesesatan itu berdasarkan
jerumuskan diri mereka ke dalam neraka
pilihan manusia. Adapun ayat, $;fi;_C1;^;:iy
karena kebangkangan mereka. Mereka juga
selalu berlebihan dalam semua bentuk ke- adalah untuk orang-orang yang sudah ditutup
senangan dan tidak memahami makna pahala. hati mereka. Orang-orang yang Allah sudah
Binatang ternak tidak memiliki kemampuan mengetahui bahwa mereka tidak punya rasa
untuk mencapai berbagai bentuk keutamaan kasih sayang, dengan melihat kepada ke-
dan kemuliaan, sementara manusia diberikan kafiran mereka yang sudah mendalam dan ke-
kemampuan untuk mencapai hal tersebut. engganan mereka untuk keluar dari kekafiran
tersebut. Allah SWT juga sudah mengetahui
Mereka itulah orang-orang yang benar- bahwa dari mereka tidak akan muncul selain
benar lalai dari ayat-ayat Allah SWT dan
lalai dalam menggunakan perasaan dan akal perbuatan-perbuatan ahli neraka sehingga
mereka untuk tujuan-tujuan diciptakannya
Allah SWT sudah menjadikan mereka tercipta
perasaan dan akal, yaitu memanfaatkan objek- untuk neraka. fadi, ayat tersebut menunjukkan
terjerumusnya mereka dalam perbuatan-per-
objek pendengaran dan penglihatan yang buatan yang membuat mereka berhak untuk
masuk ke neraka dan sifat-sifat mereka yang
bisa mengantarkan kepada kebaikan. Mereka
ThFSIRAL-MUNIRIILID 5
meniadikan mereka layak menjadi penghuni Adapun firman Allah SWT dr;i;,r,}
neraka.a6 menurut pendapat Ahlus Sunnah, ayat ini
Sementara itu, kalangan Ahlus Sunnah bermakna bahwa Allah-lah yang menciptakan
perbuatan atau amal. )adi, orang-orang kafir
berpendapat bahwa ayat tersebut menuniuk- itu menggunakan akal dan indra mereka untuk
kan petunjuk dan kesesatan datang dari Allah
SWT. Siapa yang diberi petunjuk oleh Allah kepentingan dunia semata dan tidak meng-
SWI niscaya tidak ada orang yang akan me- gunakannya untuk kepentingan agama. Me-
reka tidak menggunakan hati mereka untuk
nyesatkannya. Siapa yang disesatkan oleh
memahami segala sesuatu guna mewujudkan
Allah, niscaya ia akan merugi karena apa yang
dikehendaki oleh Allah SWT pasti akan terjadi kemaslahatan agama, mereka tidak meng-
dan apa yang tidak dikehendaki-Nya tidak gunakan penglihatan dan pendengaran me-
reka untuk sesuatu yang akan mewujudkan
akan terjadi. Oleh karena itu, dalam hadits Ibnu
Mas'ud yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad kemaslahatan agama mereka.
dan pengarang kitab-kitab sunan disebutkan,
jadi intinya, Allah SWT menciptakan di
&v\*t Jr*t'";:1 dalam diri seorang Mukmin potensi atau ke-
mampuan untuk beriman dan menciptakan
::i 3aiii ,a) G,v, fu ,ra,t, o dalam diri seorang yang kafir potensi atau
kemampuan untuk kafir.ae Seorang hambalah
A '"J** \)'3
yang akan mengarahkan potensi atau kemam-
"sesungguhnya segala puji hanya bagi Allah,
puan tersebut. Ia bisa mengarahkannya ke-
kami memuji, meminta pertolongan dan ampunan
kepada-Nya. Kami juga berlindung kepada Allah pada keimanan atau kepada kekafiran. Allah
dar i kej ahat an dir i kami d an keb ur ukan p e rb u at an SWT tidak pernah memaksa untuk memilih
kami. Siapa yang ditunjuki Allah tidak akan ada
satu di antara dua pilihan tersebut, karena,
yang menyesatkannya. Siapa yang disesatkan
Allah tidak akan ada yang akan memberinya seandainya Allah memakasa, tentu Allah SWT
tidak bisa disebut adil dalam menghisab dan
Petunjuk. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain
Allah, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi menghukum.
bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-
Nya." n' (HR Imam Ahmad) Ibnu Katsir dalam menafsirkan ayat,
4r-iii "A i \L< i4 u\j :,ai\ berkata, "Maksud
Imam Baidhawi berkomentar tentang
ayat ini adalah: Kami telah menciptakan dan
firman Allah SWT, o')ii ,y;.tt e."1l;,'t*itti U.;Y menyiapkan fahannam sebagian besar dari
43;+i i Bahwa ayatini ,.rrp"krn penegasan kalangan jin dan manusia karena mereka ber-
petunjuk dan kesesatan dari Allah dan hidayah amal sesuai dengan amal ahli neraka. Sesung-
guhnya ketika Allah SWT ingin menciptakan
dari Allah akan diberikan kepada sebagian para makhluk, Dia telah mengetahui apa yang
akan mereka kerjakan nanti sebelum Dia men-
orang dan tidak kepada sebagian yang lain.a8 ciptakan mereka. Dengan demikian, hal tersebut
telah ditulis oleh-Nya dalam sebuah kitab lima
46 al-Kasysyaf l/588. puluh ribu tahun sebelum menciptakan langit
47 Tafsir lbnu Katsir2/267
48 Tafsir Baidhawihal.229. dan bumi sebagaimana disebutkan dalam
hadits Shahih Muslim dari Abdullah bin Amru,
bahwa Rasulullah saw. bersabda,
49 Tafsir ar-Razi 15/60-63.
*tet5;ilt AZ 'Ji ,J.i -r:u; i"s lnt i:y yang telah Allah ciptakan di dalam dirinya
,dt ,* ^iry i:K5 ^;:" aif ',br* "":\1i kepada masing-masing keduanya; baik kepada
"Sesungguhnya Allah telah menentukan takdir kebaikan maupun keburukan. Dengan peng-
arahan itulah, Allah akan menghisab dan me-
semua makhluk lima puluh ribu tahun sebelum nyiksanya.
menciptakan langit dan bumi dimana Arasy Allah Para ulama berdalilkan dengan firman
Allah,
ketika di atas air." (HR Muslim)
"Mereke memiliki hati, tetapi tidak di-
Kesimpulannya, kalangan Muktazilah ber- pergunakannya untuk memahami (ayat-ayat
pendapat bahwa manusia yang menciptakan Allah)," (al-A'raaf: 179)
perbuatannya sendiri dan manusia itu bebas bahwa tempat ilmu adalah hati karena Allah
secara mutlak (dalam menentukan pilihan- SWT menafikan pemahaman dari hati mereka
nyaJ. Kalangan Ahlus Sunnah wal fama'ah ketika mencela mereka. Inilah yang menunjuk-
kan bahwa tempat pemahaman adalah hati.
berpendapat bahwa Allah SWT-lah yang men-
ciptakan segala perbuatan seorang hamba, ASMAUL HUSNA MILIT( ALLAH SWT
namun manusia memiliki pilihan dan usaha
dalam banyak hal selain masalah hidup, mati, Surah al-A'raaf ayat 180
kemuliaan, kehinaan, rezeki dan hal-hal men-
dasar lainnya. Karena Allah SWT adalah Pen- G- \ V;ir7r.',i;(';5r ilo.it a;
cipta makhluk dan memiliki sifat adil, Dia-lah ti( V '6;#
yang menciptakan perbuatan manusia. Me- 6i:"ri-
rupakan sebuah kezaliman kalau Dia meng-
hisab manusia atas suatu perbuatan yang ia & .z 2z.z
dipaksa untuk melakukannya.
Ag r.jt-..'-
Hidayah (petunjuk) dari Allah SWT itu
memiliki dua pengertian, bermakna arahan "Dan Allah memiliki Asma'ul Husna (nama-
dan bermakna pemberian kemampuan untuk nama yang terbaik), maka bermohonlah kepada-
sampai pada tujuan. Maksudnya, Allah SWT
menunjukkan manusia dan mengarahkannya Nya dengan menyebut Asma'ul Husna itu dan
ke jalan kebaikan, tinggalkanlah orang- orang y ang meny alahartikan
nama-nama-Nya, Mereka kelak akan mendapat
"Dan Kami tunjukkan padanya dua jalan," balasan terhadap apa yangtelah mereka kerjakan."
(al-Balad:10) (al-A'raaf:180)
lalu, Allah memberikan ia pertolongan untuk Qlraa'aat
sampai kepada tujuannya dengan hidayah
yang lain. Misalnya, seseorang yang bertanya 4a,^i,$: Imam Hamzah membacanya
kepada polisi tentang sebuah jalan, lalu polisi
tersebut menerangkan letak ialan tersebut, dengan <or;is.
itulah hidayah pertama. Apabila polisi itu Mufradaat Lughawlyyah
memberi tumpangan kepadanya dan meng-
(;w{r} bentuk jamak dari 1r-ry, yaitu se-
antarkannya ke tempat yang ditujunya, itulah
hidayah kedua. Manusialah yang mengarah- suatu yang menunjukkan pada sebuah zat.
kan potensi-potensi kebaikan dan keburukan Atau setiap lafal yang dibentuk untuk me-
nunjukkan sebuah makna jika ia tidak bersifat
musytaq (pecahan dari kalimat yang lain).
Kalau ia bersifat musytoq ia adalah sifat. Awal surah Thaahaa,
(e-r,F bentuk muannats dari 1;;!g "yang ter-
baikJ' {u .r"!ri} sebutlah nama-nama itu dan "(Dialah) Allah, tidak ada tuhan selain Dia,
serulah Dia dengannya untuk memuji dan yang mempunyai noma-nama yang terbaik."
meminta segala kebutuhan pada-Nya. {,rrr} (Thaahaa:8)
tinggalkanlah. {cwi g tt^at"y menyimpang dari
kebenaran ketika mereka mengambil nama- Akhir surah al-Hasyr,
nama itu untuk nama-nama tuhan mereka "Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang
seperti mereka mengambil nama 1.,lur; dari Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Dia me-
kata ljlr;, nama 1.ellr; dari kata 1fr;, nama 1;tii; miliki nama-nomayang indah." (al-Hasyr: 24)
dari kata 1.r(iir;. Pengertian kata-kata 1,,ryi
dalam bahasa Arab adalah bergeser dari jalan Sebab Turunnya Ayat
yang moderat, zalim, dan menyeleweng. Dari Diriwayatkan bahwa beberapa kaum
kata ini, terambil kata-kata 1"r^iJi kuburan Muslimin berdoa kepada Allah di dalam shalat
dengan menggunakan lafal Allah, terkadang
Iahad karena ia menyimpang dan mengarah ke dengan lafal ar-Rahim dan terkadang dengan
kiblat. $:t;#Y mereka akan menerima balasan lafal ar-Rahman. Melihat hal itu kaum
amal perbuatan mereka di akhirat nanti. musyrikin berkata, "Muhammad dan para
Persesuaian Ayat pengikutnya mengatakan bahwa mereka me-
Setelah Allah SWT menjelaskan makhluk- nyembah satu Tuhan. Tapi kenapa orang-
makhluk yang diciptakan sebagai penghuni
orang ini berdoa kepada Iebih dari satu?" Allah
neraka fahannam bahwa mereka adalah SWT menurunkan ayat ini yang mengandung
orang-orang yang lalai karena mereka tidak penegasan bahwa nama-nama tersebut adalah
mengoptimalkan akal, pikiran, dan perasaan milik Tuhan yang satu dan bukan Tuhan yang
mereka untuk memahami ayat-ayat Allah berbilang.
SWT dan menyucikan jiwa mereka dengan
keimanan dan ilmu yang bermanfaat, Allah Tafsir dan PenJelasan
SWT memerintahkan untuk mengingat-Nya
Hanya milik Allah SWT saja nama-nama
karena hal itu adalah obat bagi kelalaian,
dalam firman-Nya, (qi;;U*ir ir:(kx !| Ayat yang mengandung makna-makna yang indah
ini seperti sebuah peringatan bahwa yang dan terbaik. Oleh karena itu, serulah ia dengan
nama-nama tersebut. Ada kalanya nama-nama
membuat mereka masuk ke neraka fahannam tersebut untuk memuji Allah SWT seperti,
adalah kelalaian mereka dalam mengingat 'Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Yang
Mahahidup, Yang terus-menerus mengurus
Allah SWT dan yang bisa melepaskan mereka (makhluk- Nya) ..." (al-Baqarah: 2 5 5)
dari ancaman adzab fahannam adalah meng- seperti,
ingatAllah SWT.
"Diolah Allah, tidak ada tuhan selain Dia.
Asma' al-Husna ini disebutkan dalam Mengetahui yang gaib dan yang nyata, Dialah
Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang..." [al-
empat surah al-Baqarah, akhir surah al-lsraa', Hasyr=22)
"Katakanlah (Muhammad),'Serulah Allah ada juga untuk berdoa dan meminta semua
kebutuhan.
atau serulah ar-Rahman. Dengan nama yang
mana saja kamu dapat menyeru, karena Dia
mempunyai nama-nama yang terbaik (Asma'
al-Husna)." [al-Israa': 110)
Asma' al-Husna milik Allah itu berjumlah :rtv q g tolt ,lr.Jt ,LlAr ,dfyt't
99. Dalam Shahihain dari Abu Hurairah, ia ,q)Qt ,3)t ,p6t ,jrbt c!r3r (,i*Jl
berkata, Rasulullah saw. bersabda, .)pt ,'+t)t ,Lrr'Sr ,Gtlt,&#l
aeti U6 u",q jln 6 "Dialah Allah yang tidak ada Tuhan selain
Dia, Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang Raja,
4lJ Mahasuci, Mahadamai, Maha Mengamankan,
iit * i: *s ,&t 1*; tat"ri Maha Menguasai, Mahamulia, Mahaperkasa,
"sesungguhnya Allah memiliki 99 nama, Mahasombong Maha Pencipta, Maha Menjadi-
kan, Maha Membentuk, Maha Pengampun, Maha
seratus kurang satu, siapa yang menghafalnya Berkuasa, Maha Pemberi, Maha Pemberi rezeki,
ia akan masuk surga. Dia ganjil dan menyukai Maha Pembuka, Maha Mengetahui, Maha Meng-
yang ganjil." Pengertian dari kata t6u;;il adalah genggam, Maha Membentangkan, Maha Menurun-
menghitung, menghafaL dan merenungi makna-
nya. (HRBukhari dan Muslim) kan, Maha Mengangkat, Maha Memuliakan, Maha
Imam Tirmidzi dan al-Hakim menyebutkan Mendengar, Maha Melihat, Maha Menghaqimi,
nama-nama yang99 tersebut dari jalan Walid
bin Muslim dari Syu'aib. Setelah kalimat, "Dia Mahaadil, Mahalembut, Maha Mengabarkan,
menyukai yang ganjil..." ia berkata, Mahasantun, Mahaagung, Maha Pengampun,
,b);)t ,'6,|t ,f)t #, iLait :i .sir kt $ Maha Berhak disyukuri, Mahatinggi, Mahabesar
Maha Memelihara, Maha Membalas, Maha Meng-
, jv4t,,.p1,;.,4:lt c J$lrt.i>r :.ir,ujat
,)Wt ,3r!;;St c33hA\ ,tt\1)t ,j)\Lt ,ffAt hisab, Mahaagung Mahamulia, Maha Meng-
ctL-dt ,;'r6t ,ffr ,2(At ,isf')t ,Qtlr)t awasi, Maha Memperkenankan, Mahaluas, Maha-
$r.ft ,|.)t,i+, !r ,';lt ,(9t ,)altlt
,i.}At ,'/.:4r ,Ft ,uiilt,ii;ir ,{.lt bijalcsana, Maha Pengasih, Mahamulia, Maha
,c.,1iJt ,L"4St ,pAt ,AAt ,3ti:At ,3rilt Membangkitkan, Maha Menyalcsikan, Mahabenar,
Maha Mewakili, Mahaquat, Mahaqukuh, Maha
,etit ceJJt,e.lt,?"F,il,J;td-*At Berkuasa, Maha Terpuji, Maha Menghitung Maha
.,$;lr .,j4!r ,4q\,!;r ,ieijr ,fo54r Memulai, Maha Mengembalikan, Maha Meng-
hidupkan, Maha Mematikan, Mahahidup, Maha
,u,a;-At J*At ,r;it ,;s4t ,tsr;)t ,,,Fjt Berdiri, Mahaada, Maha Mengagungkan, Maha-
tunggal, Maha Esa, Mahaunik, Maha Tempat
tlAt c3-"-i.Jt cs^tJl r,j=r.lt cLe4lrNl
Mengadu, Mahakuasa, Mahaberkuasa, Maha Men-
,3:*)t.,L!t ,t .t1t c-r.7l.eJl ,t,t{t ,i#t dahulukan, Maha Mengakhirkan, Maha Pertama,
,;)t, j5!, ,iilt ,i"'t;:lt, 3yi:lt, j2\;Jl Maha Terakhir Mahatampah Mahabatin, Maha
Berkuasa, Mahatinggi, Maha Berbuat Baik, Maha
,4tF\ ,9\ cJr:Nt c;)b)\ ,$et ,yLst Penerima Tobat, Maha Membalas, Maha PemaaJ
Jx+r ei .,r-ii:..1r .4v ,*:!jt ,tbt ,'r;*lt Maha Pengasih, Maharaja di atas Raja, Maha
Pemilik Kemuliaan dan Pemuliaan, Mahaadil,
Pengumpul, Mahakaya, Maha Menghalangi (dalam
riwayat lain: Maha Mengayakan), Maha Pemberi
Mudharat, Maha Pemberi Manfaat, Mahaterang
Maha Pemberi Petunjuk, Maha Mencipta, Maha-
kekal, Maha Pewaris, Mahahebat, Mahasabar." s0
50 Lalu Tirmidzi berkata, lni hadits gharib, dan diriwayatkan
iuga dengan sanad yang lain dari Abu Hurairah. Pendapat
Surah al-A'raaf , * ,.irl', llli-b.f+.i..*-- routtor-Mu*ttl't'o s
Yang dimaksud dengan 1'L^"!r; dalam ayat dengan yang lain) Kelompok yang disebut
dan hadits di atas adalah tasmiyah (penamaan) musyabbihah menyifati Allah SWT dengan
Tidak ada perbedaan pendapat dalam hal ini.
yaitu Allah SWT memiliki sifat yang beragam, sesuatu yang tidak diizinkan oleh agama.
di antaranya ada yang Dia berhak atas sifat itu Ketiga, dengan melakukan pengurangan
untuk diri-Nya dan ada yang Dia berhak atas
atau ta'thiil [memasifkan nama-nama)'
sifat itu untuk sifat lain yang berhubungan
dengan-Nya, di antaranya adalah sifat-sifat Kelompok yang disebut mu'aththilah me-
nafikan sifat-sifat Allah SWT sebagaimana
untuk Zat-Nya dan di antaranya ada sifat-sifat
yang dilakukan oleh orang-orang bodoh yang
perbuatan.
membuat doa-doa lalu mereka menyeru
Nama-nama Allah SWT ini menurut para
ulama bersifat tawqtfi [ketentuan dari Allah kepada Allah dengan nama-nama yang tidak
ada dasarnya. Mereka sebut Allah dengan hal-
dan bukan berdasarkan ijtihad, pent) sehingga hal yang tidak ada landasannya dan hal-hal
lain yang tidak layak dengan keagungan Allah
Dia tidak boleh dinamakan dengan nama
SWT.
yang tidak disebutkan di dalam Al-Qur'an
Alasan mereka ditinggalkan adalah karena
dan Sunnah seperti ar-Rafiq [teman), as- mereka akan mendapatkan balasan atas per-
buatan mereka dan mereka akan disiksa di
Sakhiy (dermawan), al-Aqil [yang cerdas) dan dunia sebelum siksaan di akhirat nanti.
sebagainya. Flqih Kehidupan atau Hukum-Hukum
{jcie ,t4"r.i' rjli} Artinya, tinggalkan- Ayat di atas menjelaskan beberapa hal
lah orang-orang yang ilhaad dalam nama- sebagai berikut.
nama-Nya dengan memalingkan lafal-lafal
atau makna-maknanya dari yang sebenarnya 1. Asma' al-Husna hanya milik Allah SWT
semata, karena firman Allah SWT,
kepada makna-makna lain yang mengandung (rr;ir ir:,'$r !;) ayat ini mengandung
tahriif (penyelewengan), takwil, kemusyrikan,
pendustaan, penambahan, pengurangan atau makna al-hashr [pengkhususan atau pem-
segala sesuatu yang kontradiktif dengan sifat- batasan)
nya sebagai sifat-sifat yang baik. 2. Nama-nama Allah itu hanya milik Allah
Ilhaad yang dimaksud memiliki tiga SWT semata dan sifat-sifat yang baik dan
mulia hanya milikAllah SWT semata. Oleh
bentuk:
karena itu, ia mesti bersifat mulia dan
Pertoma, dengan mengubah nama-nama
sempurna. Artinya, setiap nama yang tidak
itu seperti yang dilakukan kaum musyrikin,
yaitu ketika mereka mengubah nama-nama memberikan makna sempurna dan agung
kepada objek yang dinamakan tidak boleh
tersebut dari yang sesungguhnya kepada
nama-nama yang lain lalu dilekatkannya dilekatkan kepada Allah SWT.
1"w!r; adalah lafal yang menunjukkan
kepada patung-patung mereka. Mereka ambil
nama 1.r>iJ) dari kata 1ir;, 1.siljrl dari kata-kata kepada makna-makna tertentu. Dengan
demikian, nama-nama itu dikatakan baik
glry, dan 1;ti.:y dari kata-kata p1,i1. Kedua, apabila makna dan pengertian yang di-
kandungnya baik. Pengertian baik dalam
dengan melakukan penambahan pada nama- hubungannya dengan Zat Allah adalah
dengan menyebutkan sifat-sifat yang
nama itu dan tasybiih [menyerupakannya Mahasempurna dan Mahaagung, semua itu
yang kuat dalam kalangan ahli hadits mengatakan bahwa
penyebutan nama-nama ini adalah datang dari rawi [bukan
Nabi yang menyebutkannya dengan urutan seperti ini,
pent) sebagaimana yang dikaii oleh al-Hafizh Ibnu Halar.
tersimpul dalam dua hal: ketidakbutuhan- "Tidaklah seorang pun ditimpa rasa
gelkah atau kesedihan lalu ia berkata, "Ya
Nya kepada yang lain dan kebutuhan Allah, aku adalah hamba-Mu, anak dari
setiap yang lain kepada-Nya. Semua nama hamba-Mu (maksudnya ayah), anak dari
hamba-Mu (mal<sudnya ibu), ubun-ubunku
Allah SWT boleh saja digunakan kepada ada dalam genggaman-Mu, keputusan-Mu
berlaku terhadapku, ketentuan-Mu sangat
yang lain kecuali dua nama-Nya yaitu
adil terhadapku, aku meminta pada-Mu
Allah dan ar-Rahman.
dengan seluruh nama yang Engkau miliki,
Di antara nama-nama tersebut ada
yang bisa disebutkan secara tunggal yang Engkau namakan diri-Mu dengan
seperti, ya Allah, yo Rahman (Maha namA-nama itu, atau engkau turunkan
di dalam kitab-Mu, atau Engkau ajarkan
Pengasih),yo Haqim [Mahabijaksana), dan pada salah seorang di antara makhluk-
ada yang tidak boleh disebutkan secara Mu, atau Engkau simpan dalam ilmu gaib
milik-Mu, mohon kiranya Engkau jadikan
tunggal, melainkan mesti digandengkan Al-Qur'an yang mulia ini sebagai penyejuk
hatiku, cahaya jiwaku, pelerai kesedihanku,
dengan nama yang lain, seperti, ya Muhyi
menghilangkan kegundahanku," melainkan
ya Mumit (wahai Yang Menghidupkan
Allah akan menghilangkan kesedihan dan
dan Mematikan),ya Dharc ya Naf [wahai kegundahannya, dan akan menggantinya
Yang Memberi Mudharat dan Mem- dengan kelapangan." Ada sahabat yang ber-
beri Manfaat). Tidak boleh melekatkan tanya, "Wahai Rasulullah, bolehkah kami
satu nama pun kepada Allah SWT selain mempelaj arinya? " Rasulullah saw. menj awab,
"Boleh, semestinyalah setiap orang yang men-
yang disebutkan di dalam Al-Qur'an dan
dengarkannya untuk mempelajarinya." (HR
Sunnah karena nama-nama itu bersifat
tawqifiyyah. Nama-nama itu juga tidak Imam Ahmad dan Ibnu Hibban)
terbatas sejumlah 99 saja, dengan dalil Ibnu Arabi menyebutkan L46 nama-
hadits yang diriwayatkan oleh Imam
nama Allah untuk digunakan dalam doa
Ahmad danAbu Hatim Ibnu Hibban dalam
dan munajat. Dalam kesempatan lain
Shahih-nya dari Abdullah bin Mas'ud dari
ia menyebutkan 30 nama lagi.sl fadi,
Rasulullah saw., bahwa beliau bersabda,
seluruhnya berjumlah L74. ada nama-
|a'"ijtt ,3?.tiV k fi;i otA v nama seperti ath-Thayyib [Mahabaik),
A*,!;;1,6gu ,Aii J).1 U.t,!+ dl. al- Mu'allim (Maha Mengajarkan), al-J amil
i,:l*e.'ny;i ii (Mahaindah), yaitu yang tidak menyerupai
,*,,:":* ,d f,t,F,
sesuatupun.
ailta,t ,i,il;l* J.f:\ti* ii ,$,q
3. Allah SWT memiliki nama-nama yang
#t*;$at'o-t91 .F'.oi ,!s'* Qy,
baik. Dengan demikian, seorang hamba
a6ti d'-; ,q2JA
mesti berdoa kepada-Nya dengan nama-
{*i Xy ,irt ,.?
nama tersebut. Ini menunjukkan bahwa
\P nama-nama Allah SWT bersifat tawqtfi,
bukan istilah yang bisa dibuat-buat se-
5L Ahkaam Al-Qur'an 2/798-805. j
I
TAFSIRAL.MUNIRIILID 5
bagaimana dijelaskan di atas. fadi, boleh kitab Ahkaam Al-Qur'ans2 dan ulama lain-
dikatakan: ya Jawwad [wahai Yang Maha
Pemurah), tapi tidak boleh dikatakan: ya nya telah menerangkan makna-makna
Sakhiy (wahai Yang Mahadermawan), ya tersebut. fadi berdoalah kepada Allah
Aqil (wahai Yang Mahacerdas), yo Thabib
sesuai dengan makna nama-nama-Nya.
(wahai Mahapenyembuh),ya Fa qih (w ahai
e:Misalnya: <6it V1 "Wahai Yang Maha
Maha Memahami).
Pengasih, kasihilah aku." 1J. ;Stt ;-$; u.1
4. Nama-nama yang tidak memiliki sebutan
"Wahai Yang Mahabijaksana, menangkan-
karena terlalu banyaknya nama Allah, dan lah perkaraku." 1i,i_ir 3$i u.y "Wahai Zat Pem-
jelas bahwa Allah SWT adalah tunggal beri rezeki, berilah aku rezeki." (.r-+t ,.5;u U)
atau esa. fadi, sudah pasti bahwa nama itu "Wahai Pemberi hidayah, tunjukilah aku."
berbeda dengan objek yang dinamakan.
fika hendak berdoa dengan nama yang
Oleh karena itu, para ulama mengata- bersifat umum bisa dengan mengata-
kan yang dimaksud dengan nama-nama kan, 16:1r Jlv U> "Wahai Maha Raia, kasihl
lah aku." <,). €-r i-y u> "Wahai Zat Maha-
ini adalah penamaan karena Allah SWT perkasa, menangkanlah aku." <i)t :.,1i ul
"Wahai Zat Maha Lembut, berilah aku
adalah Esa sementara nama-Nya banyak. rezeki." fika berdoa dengan nama Allah
Ibnu Athiyyah menyebutkan di dalam yang Mahaagung, maka katakanlah, f.it1 r;;
"Ya Allah." Nama ini mencakup nama-nama
tafsirnya bahwa nama-nama di dalam ayat yang lain. Ibnu al-Arabi berkata, "Demi-
tersebut artinya adalah penamaan, dan ini kianlah seterusnya, susunlah doamu, nis-
adalah kesepakatan para ahli tafsir tidak caya engkau akan menjadi hamba yang
ikhlas."
boleh ada pendapat yang berbeda dengan
7. Wajib menyucikan Allah SWT dari sikap
ini.
Ilhaad [penyimpangan) dalam nama-
f adi pengertian dari ayat, 4uJr I;{ulj}
nama-Nya yang tampak dalam tiga bentuk.
adalah penamaan-penamaan yang baik P ertama,dengan menggunakan nama-
dengan itu Allah diseru, bukan dengan nama Allah yang suci untuk selain Allah,
seperti orang-orang kafir yang menama-
yang lain. Ada yang mengatakan makna- kan patung-patung sebagai Tuhan lalu me-
namakan patung-patung itu dengan nama
nya adalah "Dan milik Allah sifat-sifat Latta, Uzza, dan Manat yang terambil
yang baiki' dan nama itu sama dengan dari kata-kata llah, 'Aziz, dan Mannan.
Musailamah al-Kadzdzab menamakan
objek yang dinamakan atau sifat yang ber- dirinya dengan ar-Rahman. Kedua, me-
namakan Allah SWT dengan nama-nama
hubungan dengan-Nya dan itu bukanlah
yang tidak boleh dilekatkan pada-Nya
penamaan. seperti menamakan-Nya sebagai Bapak
5. Allah SWT menyebut nama-nama-Nya bagi al-Masih dan penamaan-penamaan
yang dibuat oleh orang Nasrani: Bapa,
sebagai Asma' al-Husna [nama-nama yang
52 lbid.
baik) karena nama-nama itu terasa baik
didengar dan dihayati karena ia bermakna
pengesaan eksistensi-Nya, rahmat-Nya,
dan karunia-Nya.
6. Seorang hamba tidak boleh menyeru
Tuhannya kecuali dengan menggunakan
nama-nama yang baik. Dengan demikian,
penyebutan doa tersebut menuntut ada-
nya pemahaman terhadap makna nama-
nama tersebut. Ibnu al-Arabi di dalam
Anak, dan Ruhul Kudus. Ketiga, seorang banyak, di antaranya untuk mengukuhkan
hamba menyebut Tuhannya dengan fondasi keimanan dan membangunnya, me-
menggunakan lafal yang tidak ia mengerti wujudkan sifat muraqabatullah [merasa
maknanya dan tidak pula ia pahami nama
senantiasa dikontrol Allah SWT), dan khusyuk
yang diucapkannya karena boleh jadi
dalam beribadah kepada-Nya, selalu berharap
nama yang diucapkannya adalah sesuatu
kepada apa yang di sisi-Nya, dan menganggap
yang tidak layak dan pantas dengan
kecil segala hal yang berhubungan dengan
keagungan Allah SWT.
dunia dan kelezatannya dan sebagainya.
Ayat di atas diakhiri dengan kalimat
Imam Bukhari, Muslim, Tirmidzi dan
{i;r.,.a t;tsu' tirS$ Ini adalah ancaman terhadap
Nasa'i meriwayatkan,
orang-orang yang berlaku llhaad dalam nama-
nama Allah SWT. .j 'e,,-t4i5 F it +r i,c y j; ,r
Kalangan Muktazilah mengatakan, ayat ini ;|t L.:tni1 'nLi ,&t CAt tt't iyay
menegaskan bahwa amal perbuatan itu ada di tt :i ),l il,! /
tangan hamba dan bahwa balasan merupakan ,q)\'ctoj .?t'r$t t! .r ,$Ato
hasil dari amal dan perbuatannya. Y
L. itt
Doa sangat dianjurkan dan merupakan
sebuah ibadah. Allah SWT berfirman, grdt er_it
"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya "Siapa yang ditimpa rasa gundah, kesempitan
kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka
sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan per- atau masalah yang pelik maka hendaklah ia
mohonan orang yang berdoa apabila dia ber- mengucapkan, "Tidak ada Tuhan selain Allah
doo kepada-Ku. (al-Baqarah: 186) Yang Mahaagung dan Penyantun, tidak ada
Tidak boleh berdoa kepada siapa pun Tuhan selain Allah Tuhan Arasy yang agung, tiada
selain Allah, baik makhluk hidup maupun Tuhan selain Allah Tuhan langit dan bumi dan
mati. Hanya Allah semata yang boleh diminta Tuhan Arasy yang mulia." (HR Bukhari, Muslim,
dan dituju dalam doa, karena Dia-lah tempat Tirmidzi, dan an-Nasa'i)
minta pertolongan. Dia berfirman,
Imam al-Hakim dalam kitab al-Mustadrak
"Bukankah Dia (Allah) yang memperkenan-
kan (doa) orang yang dalam kesulitan apabilo meriwayatkan dari Anas r.r., ia berkata,
dia berdoa kepada-Nya, dan menghilangkan Rasulullah saw bersabda kepada Fathimah,
kesusahan dan menjadikan kqmu (manusia)
sebagoi khalifah (pemimpin) di bumi? Apakah a*;ttL J-,h bi ty; u sr^x bt ,tx" v
di samping Allah ada tuhan (yang lain)?" (an- a*r,i# u ,V u :4i riy c-*i
Naml:62) ,# JL,# *i ,aP yu>i ,4i
Artinya, tidak ada yang akan menjawab *'"Y
seseorang yang dalam kesulitan kecuali Dia.
Hanya Dia yang berhak untuk disembah dan 'Apa yang menghalangimu untuk mendengar-
dituju dalam doa.
kan apa yang aku pesankan padamu? Yaitu agar
Manfaat dari perintah untuk mengingat
Allah SWT dalam ayat ini, ((., .,i3[] sangatlah engkau mengatakan setiap pagi hari dan setiap
sore hari, "Wahai Zat Yang Maha Hidup, wahai
Zat Yang Maha Berdiri, dengan rahmat-Mu aku
mohon pertolongan, perbaikilah kondisiku, dan
jangan serahkan aku pada diriku sendiri walau
sekejap mata." (HR al-Hakim)
TAFSIRAL-MUNlRrlLlD 5
ORANG-ORANG YANG MENDAPAT HIDAYAH Qirca'aat
DAN ORANG.ORANG YANG MENDUSTAKAN
AYAT.AYATALLAH DARI KALANGAN UMAT 4p;;F Kalimat ini dibaca dengan tiga
ISLAM
cara:
Surah al-A'raaf Ayat 181-186
1. <erii ini adalah qiraa'aatNafi,lbnu Katsic
<ril4 {; ;iiu,'b3L;U'(iL,H'
"i '#)1K,6S! &) dan Ibnu Amir.
\iK'u.lrt
w( \A\) 2. <erx;> ini adalah qiraa'aat Abu Amr dan
c)o.z:- Ashim.
d9,n.i 3. 1.^;i;.i; ini adalah qiraa'aat imam-imam
ef$evyl_pj@Wr|$it\ yang lainnya.
&i;qSi-4i, a.ir i;v v' ;i'iru+i:3r l'raab
eUW:i.iri'tKrt fu;;y fi'il ini rafa' dengan men-taqdiir-
er{ti;'q rC i'a @'6;-;i kan mubtqda'. Taqdiir-nya adalah: 1!r::. t4. Ada
^t,M-, rlPg+sz*s j/.31 ^./"4. juga yang men-jazam-kannya dengan di-athaf-
-zt)-.
kan ke posisi huruf/a'dalam kalimat (;j;,6 NF
"Dan di antara orang-orang yang telah sementara posisi ini adalah iazam karena ia
Kami ciptakan ada umat yang memberi
merupakan jawab syorat. Dengan kata lain,
Petunjuk dengan (dasar) kebenaran, dan dengan kalimat di atas dibaca rafa' dari segi isti'naof
yang itu (puta1 mereka berlaku adil. Dan orang' [kalimat permulaan) dan dibaca iazam ketika
di-athaf-kan ke posisi i'raab setelah huruf /a'
orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, akan
yangj azam kar ena j aw a b sy a rat.
kami biarkan mereka berangsur-angsur (ke arah
{# ,t} MaksudnYa adalah, <;; Ii c>.
kebinasaan), dengan cara yang tidak mereka
fata 1ji; bersifat mukhaffaf (ringan atau tidak
ketahui. Dan Aku akan memberi tenggangwaktu bertasydid) dari 1ii; yang bersifat mutsaqqal
kepada mereka. Sungguh rencana-Ku sangat (berat atau bertasydid). Asal kalimat ini adalah
teguh. Apakah mereka tidak merenungkan 6-' ifg, sementara dhamir-nya adalah dhamir
bahwa teman mereka (Muhammad) tidak gila. sya'n. Maknanya adalah tidakkah mereka
memerhatikan bahwa kondisi, keadaan dan
Dia (Muhammad) tidak lain hanyalah seorang
pemberi peringatan yang jelas. Dan apakah permasalahan tersebut, dan seterusnya.
mereka tidak memerhatikan kerajaan langit
dan bumi dan segala aPa yang diciptakan Boleh jadi, ajal mereka sudah dekat atau tidak
Allah, dan kemungkinan telah dekatnya waktu lama lagi mereka akan mati. OIeh karena itu,
sepantasnya mereka segera merenung dan
(kebinasaan) mereka? lalu berita mana lagi berpikir serta mengejar kebenaran sebelum
mereka dikejutkan oleh kematian dan siksaan'
setelah ini yang akan mereka percaya? Barang'
siapa dibiarkan sesat oleh Allah, maka tidak Kalimat ni7,- ;yf berhubungan dengan
ada yang mampu memberi petunjuk. Dan Allah kalimat(;r<i Ji "- i';F.
membiarkannya terombang-ambing dalam Mufradaat Lughawiyyah
kesesatan." (al-A' raaf: l8l-186)
(*-# i:i ,;i; fiy Mereka adalah umat
Muhammad saw., sebagaimana disebutkan
dalam sebuah hadits yang mutawatir, 'Akan
senantiasa ada sekelompok dari umatku berdiri
_--<-
x(1tffTAFSTRAL-MUNrR%Ir1Lr7p85 & .-*.. ^# ._\.-- surahal-A'raaf
di atas kebenaran..." $o1iii| menunjuki manusia atas Bukit Shafa,lalu ia menyeru kepada kaum
kepada kebenaran dan kebaikan. $|jy- 11y Quraisy satu per satu, wahai Bani Fulan...
dengan kebenaran itu mereka memutuskan untuk mengingatkan mereka akan adzab dan
sebuah perkara sebagaimana dijelaskan dalam siksaan Allah SWT. Lalu ada di antara mereka
yang berkata, "Sesungguhnya kawan kalian ini
hadits riwayat Syaikhan dari Mughirah, yaitu sudah gila, ia selalu saja berkoar-koar sampai
berlaku adil dan tidak cenderung kepada salah pagi." Lalu Allah SWT menurunkan ayat,
satu dari dua pihak yang bersengketa. 4i;ri ir* *Jr i e?t.i;5;.'i'iy.
{r.,,! t;.'< tlby Maksudnya, Al-eur'an Persesualan Ayat
dari kalangan penduduk Mekah. {fr-ltj..;} Dalam ayat-ayat sebelumnya, Allah SWT
menyampaikan bahwa Dia telah mencipta-
Kami tarik mereka sedikit demi sedikit, Kami kan sejumlah besar makhluk untuk neraka
tenggelamkan mereka setingkat demi setingkat fahannam karena mereka mengabaikan
ke jurang adzab dan Kami dekatkan mereka potensi pengetahuan yang mereka miliki;
berupa akal dan pancaindra. Setelah itu,
setahap demi setahap kepada kebinasaan.
Allah SWT menunjukkan kepada mereka hal
$A ClF Kami beri mereka tempo. 4q,tf "otb yang dapat memperbaiki manusia dan me-
sesungguhnya rencana-Ku yang tersembunyi nguatkan keimanan mereka; yaitu dengan
sMaunghaatmkmuaatddasnawtid. a4k:t:erk,yalahtkidana.kl{arhfro1ran'jg} berdoa menggunakan Asmo' al-Husna. Kemu-
gila. {"a.-. i1} yang pemberi peringatan yang
dian, dalam ayat ini Allah SWT menyebut-
jelas. Maknanya, pengajaran dan pengarahan
kan terbaginya umat Muhammad ke dalam
disertai dengan takhwiif (menyampaikan dua kelompok: kelompok yang mendapat
hidayah-yang berhukum dengan kebenaran
hal-hal yang menakutkan). (-ft;F kerajaan.
dan keadilan-dan kelompok yang men-
4\.Y,:r, ;") kata-kata ini untuk menjelaskan
dustakan dan sesat. Allah SWT iuga menarik
'./
perhatian kita kepada kewajiban berpikir
tentang sesuatu yang bisa digunakan untuk
dan merenungi langit dan bumi untuk meng-
menuniukkan kekuasaan dan keesaan Sang
antarkan kita memahami segala sesuatu
Pencipta.
yang menunjukkan keesaan Allah SWT dan
{ilki ;ir l;} Ialu mereka akan mati
kebenaran ajaran Rasulullah saw..
sebagai seorang kafir; kemudian mereka
Tafsir dan PenJelasan
akan masuk neraka. Dengan peringatan ini,
Dari umat-umat yang pernah ada, ada
mereka diharapkan segera untuk beriman. beberapa dari mereka yang tetap konsisten
pada kebenaran dalam perkataan dan per-
{rj{5 :\*, :f$y kumpulan seluruh alam.
buatan. Mereka akan senantiasa menunjukkan
(;-.J:"1- &U| maksud dari {.?sv di sini adalah
manusia dan mengajak mereka pada ke-
kolaamullah yaitu Al-Qur'an, sementara
benaran, mengaplikasikan kebenaran dalam
maksud dari 1i-,-.y adalah selain Al-Qur'an.
keseharian, menghukum dengan adil tanpa
(#ir.;F dan membiarkannya. {*U.w a| Arti
berpihak dan aniaya. Itulah umat Muhammad
kata-kata 1.rri;r.r; adalah melampaui batas saw. sebagaimana disebutkan dalam berbagai
hadits, di antaranya berikut ini
dalam kekafiran, keburukan, dan kezaliman.
{i;l.J} ragu-ragu dalam kebingungan.
Sebab Turunnya Ayat
Ibnu Abi Hatim dan Abu Syekh Ibnu
Hayyan al-Anshari meriwayatkan dari
Qatadah bin Di'amah, ia berkata, "Disampai-
kan kepada kami bahwa Nabi saw. berdiri di
Pertama, hadits yang diriwayatkan oleh "Itulah umatku yang menghukum dan me-
Syaikhan (Bukhari dan Muslim) dalam kitab mutuskan sesuatu dengan kebenaran, menerima
Shahih-nya. Dari Muawiyah bin Abi Suffan, ia dan memberi juga dengan kebenaranl'
berkata, Rasulullah saw. bersabda, Abd bin Humaid dan Ibnu al-Mundzir
meriwayatkan dari Qatadah-dalam mengo-
lW"i ,l*t iP;:iv,it:riltG ir;i mentari ayat di atas-ia berkata, disampaikan
tii.ittut e#,,* gAv Jo u kepada kami bahwa Nabi saw. bersabda ketika
membaca ayat tersebut,
'Akan senantiasa ada sekelompok dari umatku
t4i4 &iJ ,k iytt ,F ui fi *;:
yang konsisten di atas kebenaran, mereka tidak
",{yat ini untuk kalian, dan kaum tersebut
akan terganggu oleh siapa pun yangmengecewakan
mereka atau yang kontra dengan mereka, sampai (malesudnya kaum Nabi Musa) juga diberikan hal
datangnya hari Kiamat nanti." (HR Bukhari dan yang serupa, (HR Abd bin Humaid dan Ibnu al-
Muslim) Mundzir)
Dalam riwayat lain disebutkan dengan ItSji- y,i |*\ 3:3e# oi aF iyt
redaksi, "Dan di antara kaum Musa ada satu
F'r.,v"e umat yang menunjuki dengan kebenaran
"sampai datangnya amar Allah (malcsudnya dan menegakkan keadilan juga dengon
hari Kiamat) dan mereka tetap konsisten."
kebenaran)." (al-A'raaf : 159)
Kedua, apa yang disampaikan oleh Rabi'
Abu asy-Syekh Ibnu Hayyan dari Ali bin
bin Anas dalam menafsirkan firman Allah
Abi Thalib, ia berkata,
SWT {;.rr, 'r\:,il. Zi * ,pr\ Rasulullah saw.
bersabda, eq?'ry'675 *JJ ,*.'At r=u'#F
"s|it boH'l o-
(>vL>
to vF--r,.y, t Jl, 6t+"\tt vt+ *iY i&'^sr. iy ,6t
.Jrui6y I "iJt
e# (il+a ,9\Ct,P6Jl,-A o',J..tt L:oJ'-
L)z v,t
"sesungguhnya di antara umatku ada -lo
sekelompok kaum yang tetap konsisten di atas .aiYr
kebenaran sampai turunnya lsa bin Maryam
"(Jrnat ini akan tercerai berai kepada tuiuh
ketika ia turun nanti (di akhir zaman)" puluh tiga kelompok, semuanya berada di nerakn
kecuali satu kelompok saja, yaitu yang Allah
Ketiga: hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu sebutkan, "Dan di antara makhluk yang Kami
farir ath-Thabari, Ibnu al-Mundzir dan Abu ciptakan ada sekelompok umat yang menuniuki
dengan kebenaran dan menegakkan juga dengan
asy-Syekh Ibnu Hayyan dari Ibnu |uraij, ketika kebenaran." Inilah kelompok yang akan selamat
dari umat ini." (HR Abu asy-Syeikh Ibnu Hayyan)
* ;tYmenafsirkan firman Allah SWT 'r\''t"Zi
Kesimpulannya, ketika Allah SWT ber-
{u;'., ia berkata, "Nabi saw. menyampaikan firman di dalam kisah Musa,
pada kami, "Dan di ontara kaum Musa ado sekelompok
;trlw?i ,i4JzL-5SySJ,:iU qi ,F umat yang menunjuki dengan kebenaran
, 7 or.
'''l3la49
dan berlaku adil dengan kebenaran juga..i', puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam." (al-
kemudian Allah mengulang kembali firman ini. An'aam:44-45)
Para ahli tafsir menafsirkannya dalam firman
Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari
yang kedua adalah umat Nabi Muhammad
saw. dengan dasar hadits yang diriwayatkan Abu Musa,
dari Ibnu Abbas, Qatadah, Ibnu Jarir, dan lain-
&'^:tAi it*i ti1. ,[bx. #'dJt'"oL
lain.
"sesungguhnya Allah memberi temPo kepada
Inilah kelompok pertama dari umat orang zalim, hingga apabila Allah berkehendak
Muhammad. Setelah itu Allah SWT menye-
untuk mengadzabnya ia tidak akan bisa lepas."
butkan kelompok kedua dengan firman-Nya,
(HR Bukhari dan Muslim)
46(.i}k i.ib! Mereka adalah penduduk Mekah,
Hal ini sudah terbukti pada kaum kafir
akan Kami biarkan mereka dalam kesesatan,
dan akan Kami tarik secara berangsur-angsur Quraisy yang dikalahkan dalam Perang Badac
kepada adzab tanpa mereka sadari apa yang
sedang direncakan untuk mereka. Kemudian, Khandaq, pembebasan kota Mekah, dan
Kami dekatkan mereka kepada sesuatu yang
akan membinasakan mereka dengan cara peperangan-peperangan lainnya, yang Allah
memberi mereka nikmat, membuka pintu-
pintu rezeki, dan memudahkan sarana-sarana SWT memenangkan Rasul-Nya.
kehidupan setiap kali mereka berbuat dosa Ketika harta benda Kisra dibawa ke
atau kesalahan sehingga mereka akan semakin hadapan Uma4 ia berkata, "Ya Allah, aku ber-
lindung kepada-Mu menjadi seseorang yang
sombong, terjerumus dalam kerusakan,
sedang 'dijebak', karena aku mendengar
selalu dalam kesesatan, dan terbenam dalam
kemaksiatan karena terbawa oleh berbagai Engkau berfirman, "Komi akan'jebak' mereka
nikmat dan kesenangan tersebut sebagaimana dari jalan yang tidak mereka ketahui."
Allah SWT berfirman,
Allah akan beri tangguh dan perpanjang
'Apakah mereka mengira bahwa kami kesenangan yang mereka rasakan, sesung-
memberikan harta dan anak-anak kepada guhnya 'makar-Ku' atau rencana-Ku yang ter-
mereka itu (berarti bahwa) Kami segero mem-
berikan kebaikan-kebaikan kepada mereka? sembunyi sangatlah hebat.
(Tidok), tetapi mereka tidak menyadarinya." Kesimpulannya, sesungguhnya nikmat,
(al-Mu'minuun: 55-56)
kebaikan, dan rezeki bukanlah tanda ke-
Allah SWT juga berfirman,
salehan seseorang karena ia bisa saja bersifat
"Mako ketika mereka melupakan per-
ingatan yang telah diberikan kepada mereko, istidraj (nikmat yang berujung pada petaka
dan siksaan, pent) sebagaimana umpan untuk
Kami-pun membukakan semua pintu (ke- musuh agar ia sampai ke sebuah tempat lalu
dihabisi di sana. |adi, seorang yang zalim jika
senangan) untuk merekq; sehingga ketika me- ia belum segera mendapat siksaan, ia akan
reka bergembira dengan apa yang telah diberi- tertipu dengan hal tersebut karena boleh jadi
ia dibiarkan untuk diketahui kezaliman dan
kan kepada mereko, Kami siksa mereka secoro kedurhakaannya yang lain sebagaimana yang
tiba-tiba, maka ketika itu mereka terdiom ber- biasa dilakukan oleh badan keamanan saat
putus asa. Maka orang-orang yang zalim itu
dimusnahkan sampai ke akar-akarnya. Segala ini dalam banyak kasus dengan memonitor
gerakan orang-orang yang dicurigai, lalu
orang yang zalim itu jatuh ke dalam tangan
para haqim untuk dihukum di dunia atau ia
mendapatkan berbagai petaka dan musibah,
sr'"t "t-r''""t . --* ,.,,,U lifb*** _ hFSIRAL-MUNIR|ILID 5
dan nantiAllah SWT akan menyiksanya dengan 'Atau mereka berkata, 'orang itu
sangat berat di akhirat. Yang dimaksud dengan
istidraj adalah menarik sedikit demi sedikit (Muhammad) gila."'Padahal, dia telah datang
seseorang yang bersalah kepada hal-hal yang
membawa kebenaran kepada mereko, tetapi
akan membinasakan dan melipatgandakan kebanyakan mereka membenci kebenaran." (al-
Mu'minuun:70)
siksaan mereka.
"Dan mereka berkata,'Wahai orong yong
Setelah Allah SWT mengancam orang-
orang yang berpaling dari ayat-ayat-Nya, Dia kep ad any a diturunkan Al- Qur' an, s e sung g u hny a
kembali menjawab kerancuan-kerancuan engkau (Muhammad) benar-benar orang gila."'
yang mereka lemparkan. Allah berfirman,
(al-Hiir:6)
a,
"Dan mereka berkata, Apakah kami se-
(f;f.E,.Jji) artinya, apakah mereka yang men-
dustakan ayat-ayat Kami tidak berpikir bahwa sungguhnya harus meninggalkan sesembahan
Muhammad itu tidak gila. Mereka mengatakan kami karena seorqng penyair gila?"' (ash'
bahwa ia seorang penyair yang gila padahal
mereka mengetahui pribadinya sejak ia kecil. Shaffaat: 36)
Mereka mengetahui hakikat dakwah yang
dibawa olehnya dan bukti-bukti kerasulannya. Muhammad tidak gila. Ia adalah seorang
Ia benar-benar seorang utusan Allah yang dan pemberi peringatan dan pemberi nasihat. Ia
seorang penyampai yang penuh amanah. Ia
menyeru kepada kebenaran. memperingatkan kalian tentang adzab dunia
dan akhirat yang akan menimpa kalian jika
Digunakan kata, (i<aul") untuk meng- kalian tidak mengikuti seruannya.
ingatkan bahwa mereka sangat mengenal
kehidupan Muhammad secara detail sejak Setelah Allah SWT menceritakan sikap
mulai kanak-kanak, pemuda, dan dewasa orang-orang yang mendustakan ayat-ayat-
Nya dengan melemparkan pertanyaan-per-
setelah menjadi seorang Nabi. f ika mereka mau
tanyaan: apakah mereka mendustakan Rasul?
berpikir dan merenungi pribadi Muhammad Apakah mereka tidak berpikir tentang pribadi
dengan melepaskan diri dari fanatisme dan seruannya? Allah kemudian menarik
perhatian mereka untuk melihat kepada
fahiliyyah dan hawa nafsu tentu, mereka akan
mengetahui kebenaran dan menyadari bahwa sesuatu yang ia serukan, yakni beriman
ia bukan seorang yang gila ataupun seorang kepada keesaan Allah SWT. Ia berfirman,
penyair seperti yang disampaikan oleh Al-
flV,b:;. {tly maksudnya, apakah mereka men-
Qur'an,
dustakan Rasul dan tidak melihat apa yang
"Dan 'temon' kamu (Muhammad) itu ada di langit dan bumi serta di dalam kerajaan
bukanlah orang gila." (at:Iakwiir: 22) langit dan bumi yang terdapat tanda-tanda
eksistensi Pencipta Yang Mahabijaksana dan
"Katakanlah, Aku hendak memp ering atkan
kepadomu satu hal saja, yaitu agar kamu men- Mahadahulu.
cari kebenaran karena Allah (dengan ikhlas) Kata Q'j:t1 adalah shighah mubaalaghah,
berdua-dua otau sendiri-sendiri; kemudian artinya kerajaan yang besar. Apabila orang-
agar kamu pikirkan (tentang Muhammad) orang yang mendustakan ayat-ayat Kami
kawanmu itu tidak gila sedikit pun. Dia tidak mau berpikir tentang kerajaan Allah SWT,
kekuasaan-Nya, sistem-Nya yang sangat hebat
lain hanyalah pemberi peringatan bagi kamu di Iangit dan bumi dan segala sesuatu yang
sebelum (menghodapi) adzab yang keros."' diciptakan-Nya baik besar maupun kecil,
(Saba':46) tentu pemikiran yang jernih akan membawa
mereka kepada eksistensi Allah SWT dan Ayat {.ur Y. AY sebagai penegas terha-
keesaan-Nya. Tidakkah mereka juga berpikir
tentang kemungkinan datangnya kematian dap ayat sebelumnya dan menerangkan dam-
paknya, yaitu siapa yang Allah sesatkan, tidak
karena boleh jadi tidak lama lagi mereka akan
mati. Dengan demikian, bukankah sebaiknya akan ada orang yang sanggup menunjuki-
mereka segera untuk berpikir dan mencari nya. Dengan kata lain, siapa yang kehilangan
kesiapan untuk beriman kepada Nabi saw.
kebenaran sebelum dikejutkan oleh datangnya dan mengamalkan Al-Qur'an, Allah SWT akan
ajal dan ditimpa adzab. Bukankah sebaiknya membiarkannya terombang-ambing dalam
kesesatannya dan bingung dalam jalan yang
mereka segera beriman kepada utusan Allah
dan patuh kepadanya? ditempuhnya, karena ia telah melampaui
Ayat, $1; ,t iut ,l- r;j) merupakan per- batas dalam kezaliman dan kedurhakan yang
ingatan bahwa argumen-argumen ketauhidan ia lakukan, dan ia tidak akan mendapatkan
seorang penunjuk atau pembimbing pun
tidak terbatas kepada langit dan bumi saja,
tetapi setiap butir dan bagian terkecil dari untuk dirinya selain Allah SWT.
tubuh dan jiwa yang telah Allah ciptakan
merupakan bukti yang sangat kuat tentang Makna dari Allah menyesatkan mereka
keesaan Allah SWT. bukanlah Allah yang memaksa mereka untuk
Firman-Nya, {&Li i.F, iJl. ii ,ri Jir} sesat, namun ketika kekafiran itu telah ter-
tidakkah mereka berpikir; boleh jadi tidak tancap kuat dalam hati mereka dan terjerumus
sangat jauh dalam kedurhakaan dengan pilihan
lama lagi mereka akan mati? fadi, hendaknya
mereka sendiri-mereka telah-kehilangan
mereka berpikir tentang ajal mereka yang
sudah sangat dekat. Ini merupakan dorongan penyeru untuk mendapa&an petunjuk dan ber-
yang keras untuk berpikir dan merenung iman. fiwa mereka pun tidak siap untuk mene-
rima ajakan kebenaran. Allah SWT mencipta-
sekaligus sebagai ancaman bagi mereka ten- kan mereka dalam kondisi ini yang telah Allah
tang ajal yang sudah semakin mendekat se- ketahui sebelum menciptakan mereka sehingga
belum mereka mati dalam keadaan kafir lalu mereka termasuk orang-orang yang sesat.
mendapatkan adzab dan siksaan Allah SWT
yang sangat pedih. Kesimpulannya, boleh jadi Fiqih Kehldupan atau Hukum-Hukum
ajal mereka sudah sangat dekat, jadi mengapa
Dalam ayat-ayat ini, Allah SWT mencerita-
mereka tidak segera beriman dengan Al- kan dakwah umat Nabi Muhammad saw. dan
membagi mereka-sebagaimana halnya kaum
Qur'an sebelum segala sesuatunya terlambat.
Ibnu Abbas berkata, "Yang dimaksud dengan para Nabi yang lain-menjadi dua kelompok:
ajal yang dekat dalam ayat ini adalah Perang kelompok yang beriman lagi mendapat hidayah
dan kelompok yang sesat lagi mendustakan.
Badar dan Uhud."
Kelompok yang mendapat hidayah, Allah
Perkataan dan ucapan mana lagi yang menyifati mereka sebagai orang-orang yang
akan mereka imani kalau kepada Al-Qur'an menunjuki manusia kepada kebenaran serta
saja mereka tidak beriman? Ancaman yang berhukum dengan kebenaran dan keadilan.
mana lagi yang akan mereka percayai kalau Ini sama dengan sifat yang Allah SWT lekatkan
mereka tidak memercayai ancaman yang kepada beberapa kaum Nabi Musa dengan dua
disampaikan Muhammad saw yang ia terima sifat tersebut. Penyifatan seperti ini sangat
dari Allah SWT di dalam kitab-Nya? Perkataan
objektif, adil, dan sesuai dengan kenyataan
apa yang lebih berhak dan layak untuk mereka
imani selain Al-Qur'an? yang ada.
TAFSIR AI-MUNIR IILID 5
Ayat ini membuktikan-sebagaimana di- hatikan realita Nabi saw. serta sejarah hidup-
sebutkan Qurthubi-bahwa Allah SWT tidak
nya. Ia jelas tidak seperti apa yang mereka
akan pernah membiarkan dunia ini sesaat
ucapkan sebagai seorang gila. Ia adalah seorang
pun kosong dari orang yang menyeru dan
penyeru kebenaran, pemberi peringatan untuk
mengajak kepada kebenaran.
Adapun orang-orang yang mendustakan kebaikan, penasihat umat, dan pembimbing
manusia kepada sesuatu yang membawa
ayat-ayat Allah dan Al-Qur'an yang diturunkan-
Nya fkepada masyarakat Mekah), Allah SWT kepada kebaikan dan keselamatan mereka.
menyampaikan bahwa Dia akan menjebak Kemudian, Allah SWT mengajak mereka
mereka dengan mendekatkan mereka kepada untuk mengoptimalkan pemikiran serta me-
sesuatu yang akan membinasakan mereka najamkan pandangan mereka kepada kerajaan
dan melipatgandakan siksaan mereka tanpa
langit dan bumi, makhluk-makhluk yang ber-
mereka sadari apa yang sedang direncanakan
melalui nikmat-nikmat, kebaikan, dan rezeki aneka ragam dan tentang ajal mereka-yang
boleh jadi-sudah sangat dekat untuk meng-
yang diturunkan kepada mereka setiap
kali mereka melakukan sebuah dosa atau antarkan mereka mengenal Tuhan yang se-
kesalahan. sungguhnya dan mengimani adanya Pencipta
Allah SWT akan membiarkan mereka dan Yang Mahabijaksana, Mahakuasa dan Maha
memberi mereka waktu ketika mereka tetap
Qadim yang tiada sekutu, tandingan dan
dalam kekafiran dan Allah tidak menyegerakan
lawan baginya; serta mengenal kesempurnaan
siksaan mereka, tetapi menundanya untuk
kekuasaan-Nya, Apabila mereka tidak beriman
memberi mereka kesempatan kembali kepada
kebenaran, meniawab seruan iman dan me- dengan Al-Qur'an, dengan kitab mana lagi
mercayai Nabi saw.. Dalam masa tempo ter-
mereka akan percaya selain Al-Qur'an yang
sebut, Allah SWT tetap memperingatkan
mereka bahwa jika mereka tetap dalam dibawa Muhammad saw? Ini menjadi bukti
kemaksiatan dan kekafiran, sungguh tipu daya bahwa Al-Qur'an adalah sumber hidayah
Allah SWT sangat dahsyat dan terencana. (petunjuk)
Ada pendapat yang mengatakan bahwa
Para ulama meniadikan ayat u; UP::. {tiy
ayat ini turun berkenaan dengan orang-orang
Quraisy yang biasa memperolok-olok kaum $\v_;-r$V. .^t;:)t ,>fr;J, dan ayat-ayat lain yang se-
Muslimin. Allah SWT membinasakan mereka .
dalam satu malam setelah Allah memberi
mereka tempo beberapa masa, sebagaimana nada yang sangat banyak termaktub di dalam
firman Allah SWI, Al-Qur'an,s3 sebagai dalil terhadap wajibnya
"Sehingga ketika mereka bergembira memikirkan ayat-ayat Allah SWT dan meng-
dengan apo yang telah diberikan kepada
ambil ibrah dari realita para makhluk-Nya.
mereka, Kami siksa mereka secara tiba-tiba."
(al-An'aam:44) Allah SWT mencela orang yang tidak mau
Ayat (f;f.;. ;rrih mengandung ajakan berpikir. Allah SWT mencabut manfaat panca-
kepada para pendusta agar bersikap dengan indra yang telah dikaruniakan pada mereka.
akal sehat, pikiran jernih, objektif, dan memer-
Allah SWT berfirman,
"Mereka memiliki hoti tetapi tidak di-
pergunakannya untuk memahami (ayat-ayat
Alloh)." (al-A'raaf: 179)
53 Misalnya firman Allah swt, "Katakanlah, lihatlah apa
yang ada di langit dan di bumi," dan juga firman Allah
swt, "Tidakkah mereka melihat ke longit di atas mereka
bagaimana Kami membangunnya," dan firman Allah swt,
'Apakah mereka tidak memerhatikan unta itu bagaimana ia
diciptakan," serta firman-Nya, "Dan pada diri kamu apakoh
kamu tidak berpikir?".
hut,*A.-Mr",lllllpl --. ,*.ff,(f,liJ-.b.irti* . -" " . s,'"n",-o'""r
\______----"2
AI-fashshash berkata, "Firman Allah, Aku diperintahkan untuk memerangi
a ,- manusia sampai mereka berkata, La ilaha illallah,
beriman kepadaku dan semua ajaran yang aku
4\F"; !!ip adalah dorongan untuk berpikia bawa. Apabila mereka melakukan hal itu, terjaga-
mencari dalil, dan merenungi ciptaanAllah SWT I ah d ar ah d an h ar t a me r eka ke cu ali d engan haqny a
dan pengaturan-Nya terhadap alam ini karena (sesuatu yang sudah diatur), dan penghisaban
semua itu menjadi bukti terhadap eksistensi- mereka adalah di tangan Allah SWT."
Nya, kebijaksanaan-Nya, kedermawanan-Nya,
dan keadilan-Nya."sa Begitu juga dengan taqlid
dalam masalah aqidah, ini tidak boleh. Akan Yang unik, para ulama mengatakan bahwa
tetapi, haruslah berpikir serta mencari dalil.
tidak boleh memandang atau mencari ibrah
Mayoritas ulama berpendapat bahwa berpikir
pada wajah-wajah yang indah, baik dari
dan mencari dalil merupakan kewajiban per-
kalangan wanita maupun remaja-remaja yang
tama untuk setiap manusia.
tampan, karena hal itu berarti mengikuti hawa
Sebagian ulama lain berpendapat bahwa
kewajiban pertama untuk seorang manusia nafsu, tipuan akal, dan menyalahi penggunaan
adalah beriman kepada Allah, Rasul-Nya,
ilmu. Allah SWT tidak menghalalkan me-
dan semua yang dibawanya. Iman adalah ke-
mandang, kecuali kepada sesuatu yang tidak
yakinan yang timbul di dalam hati,-penge-
tahuan tidak termasuk di antara syarat sah- ada kecendrungan nafsu kepadanya atau ada
nya sebuah keimanan. Kemudian, berpikir
dan mencari dalil yang membawa kepada bagian syahwat di dalamnya. Memandang
mengenal Allah SWT. fadi, kewajiban ber-
iman kepada Allah SWT lebih dahulu dari- atau berpikir dibolehkan pada makhluk hidup
pada kewajiban mengenal Allah SWT. dan benda-benda mati. Makhluk hidup sangat
Kalangan ini mengatakan-di antaranya
banyak, seseorang bisa memandang ke langit
adalah Qurthubiss-, "Pendapat ini lebih dekat
bagaimana ia dibangun dan dihias tanpa
kepada yang benar dan lebih ringan bagi
ada celah, ditinggikan tanpa ada tiang; bumi
makhluk karena kebanyakan mereka-apalagi
bagaimana ia dijadikan sebagai hamparan
kalangan awam dan orang-orang yang hanya
dan tempat berpijak yang tenang; berbagai
bisa taqlid-tidak benar-benar mengetahui
makhluk dan hewan di darat dan laut. Di
hakikat dari sebuah pengetahuan, pemikiran,
dan mencari dalil. Di samping itu, Nabi saw lautan terdapat tanda-tanda penciptaan yang
sangat besar dan sangat banyak terkandung
ibrah [pelajaran). Sementara itu, untuk benda-
benda mati, dapat direnungi jenis-jenisnya
yang sangat beragam.
Ada pertanyaan, "Manakah yang lebih
di dalam hadits mutawatir yang diriwayatkan utama berpikir atau melaksanakan shalat?"
oleh pengarang kitab sittah dari Abu Hurairah, Kalangan sufi berpendapat, berpikir lebih
bersabda, utama, karena ia dapat menghasilkan ma'rifah
il \ 6,:i,r 'nL 4$1 J6t A\tt "ri L$ (pengenalan terhadap Allah SWT) danmo'rifah
t#t Li,l)t \1t 6 tig ,y, merupakan posisi tertinggi di dalam syari'at.
Gi r- *F-3/I.+o,.t.
Banyak dari kalangan fuqaha berpendapat,
q shalat dan dzikir adalah lebih utama karena
,tt (P eqi @, it &tfti irv: e banyak hadits yang menganjurkan, mengajak,
dan memotivasi untuk melakukannya.
Ibnu al-'rabi mencari jalan tengah. Ia ber-
54 Ahkom Al-Qur'an 3/36. pendapat bahwa berpikir lebih utama bagi
55 Tafsir al- QurthubiT /331-333. seorang yang berilmu dan pemikir yang kuat
logikanya dan mampu untuk mencari dalil. kebingungan dalam lumpur kesesatan dan
Adapun bagi yang lain, amal adalah lebih mereka tidak akan menemukan jalan keluar
baik untuknya dan lebih berdampak bagi
dari kondisi yang mereka alami, sebagaimana
pribadinya."s6 halnya orang yang memilih jalan hidayah akan
ditambah Allah hidayah untuknya dan akan
Ayat, (ij ,j,L^ >r;ixr V. AY menjadi dalil dimudahkan selalu menapaki jalan petunjuk
bahwa petunjuk dan kesesatan dari Allah serta dimungkinkan untuk sampai kepada
tujuannya. Demikian iuga halnya dengan
SWT. Mahanya, Allah-lah yang menciptakan orang yang lebih memilih jalan kesesatan
semua perbuatan hamba baik bersifat ke-
baikan maupun kejahatan dan Allah-lah yang Allah akan membiarkannya dalam kesesatan
menjadikan Al-Qur'an sebagai faktor terbesar yang akan membuatnya bertambah sesat. Ia
akan dihalangi dari cahaya yang seyogyanya
hidayah bagi orang-orang yang bertakwa bisa membimbingnya ke jalan kebaikan dan
dilemparkan ke dalam hatinya batas-batas yang
dan bukan orang-orang yang membangkang. sangat kuat yang akan menghalangi masuknya
kebaikan ke dalam dirinya, sehingga ia tidak
Ini sebagai bantahan terhadap golongan akan pernah bisa sampai kepada kebenaran
dan kebaikan selamanya, sebagaimana Allah
Qadariyyah yang mengatakan bahwa manusia
sendiri yang menciptakan segala perbuatan- SWT berfirman,
nya dan kemaksiatan itu tidak diinginkan "sekali-kali tidak bahkan qpa yang mereka
kerjakan itu telah menutup hati mereka." (al-
oleh Allah SWT. Ini sekaligus juga bantahan Muthaffifiin: 14)
terhadap kaum muktazilah yang mengatakan PENGEIAHUAN TENTANG HARI KIAMAT ADA
DI SISI ALLAH
bahwa hambalah yang menciptakan per-
buatannya sendiri. Akan tetapi, Muktazilah Surah al-A'raaf Ayat 187
menyucikan AIlah dari sifatlemah. Mereka ber- lbq:rr\ S:W/ o(1 -irltr ;i :i*4
kata, "sesungguhnya sebuah perbuatan itu ter-
jadi dengan kekuasaan yang telah Allah SWT |'3 V i))a\ o :;ii 7 S y Vl-@ U
ciptakan dan tempatkan dalam diri seorang 4sq,?*itvala_k*;#{
hamba Allah SWT tidak pernah memaksa
seseorang untuk berada dalam kesesatan." @ &iI.Vn6gi"$;i'\^,rW
Kesesatan yang dinisbahkan kepada Allah
"Mereka menanyakan kepadamu
SWT dalam ayat ini adalah sama seperti
(Muhammad) tentang Kamat, 'kapan teriadi?'
penisbahan kepada sistem yang dibuat-Nya
Kat akanlah,'S esungguhny a p engetahuan t entang
dan sunnatullah yang telah Dia tetapkan
Kiamat itu pada Tuhanku; tidak ada (seorangpun)
dalam penciptaan manusia. Kemudian, Dia
mengaitkan segala perbuatan hamba dengan yang dapat menjelaskan waktu terjadinya selain
sebab-sebab yang memiliki dampak-dampak
tertentu. Apabila seorang hamba lebih memilih Dia. (Kiamat) itu sangat berat (huru-haranya
kesesatan, ia tidak akan menemukan siapa pun
yang memberikan petunjuk selain Allah SWT bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Tidak
dan memang tidak ada yang akan memberinya
akan datang kepadamu kecuali secara tiba-tiba.'
hidayah selain Allah SWT.
Di antara sunnatullah yang telah ditetap-
kan Allah adalah ia akan membiarkan orang-
orang yang sesat terombang-ambing dalam
56 Ahkam AI-Qur'an 2/807