TAFSIR AI-MUNIR JILID 5
memakan makanan halal dan menghindari ucapan yang mereka arahkan kepada Nabi
yang haram. Kehancuran, kebinasaan, dan
kerugian untuk orang-orang kafir yang teng- Syu'aib adalah dalam bentuk taghlib fmeng-
gelam dalam yang keharaman dan memakan umumkan yang sedikit terhadap yang banyak).
harta orang lain dengan cara yang batil. Mereka berbicara dengannya, padahal mak-
Nabi Syu'aib berpaling dari mereka se- sudnya adalah kepada para pengikutnya. Na-
telah mereka ditimpa adzab, kebinasaan, dan mun, mereka anggap Nabi Syu'aib sama de-
kehancuran. Ia berkata dengan nada yang ngan mereka.
keras, "Wahai kaumku! aku telah sampaikan Ketegasan dari mereka harus dibalas de-
pada kalian risalah Tuhanku, aku telah me-
nasihati kalian. Sekarang, aku tidak akan me- ngan ketegasan yang sama. Dengan demikian,
rasa sedih terhadap kalian, karena kalian telah balasan dari Nabi Syu'aibsangattegas dan pasti,
mendustakan ajaran yang aku bawa kepada
kalian." Ia juga berkata, "Bagaimana mungkin bahwa ia sekali-kali tidak akan melakukan apa
aku akan bersedih terhadap kaum yang kafir?" yang mereka inginkan, begitu pula dengan
Maksudnya, bagaimana aku akan merasa sedih para pengikutnya yang juga tegas dan teguh.
fawaban nabi mereka juga adalah jawaban
terhadap kaum yang mengingkari keesaan
Allah dan mendustakan rasul-Nya. Sungguh, mereka. Ungkapan seperti ini muncul dari
tak bisa disalahkan orang yang telah memberi akar kenabian dan kerasulan yang di antara
peringatan. Al-Kalbi berkata, "Nabi Syu'aib karakteristiknya adalah benar dalam berucap
pergi menjauh dari mereka karena kaum se-
orang nabi tidak akan diadzab hingga nabi ter- dan bebas dari kebohongan karena kembali ke
sebut dikeluarkan dari tengah-tengah mereka." agama mereka berarti membatalkan kenabian
Fiqih Kehldupan atau Hukum-Hukum dan menghapus kerasulan.
Di antara reaksi yang timbul dari dakwah Nabi Syu'aib memasukkan dirinya ke
Nabi Syu'aib yang dijuluki sebagai khatib dalam barisan kaumnya ketika ia berkata,
forator) kepada kaumnya untuk menyembah {q il' 6i,y. Uat<sudnya, dari agama kekafiran
Allah semata dan tidak memakan harta itu meskipun ia sendiri suci dan bersih dari
hal itu. Hal ini sebagai bentuk taghliib dalam
orang Iain dengan cara yang batil. Mereka
ucapan, sebagaimana mereka juga mengatakan
mengajukan padanya dua pilihan yang sangat
dalam ucapan mereka, 4+ f ir:'6iy.
berbahaya: diusir dan diasingkan atau kembali
Kalangan Asy'ariah menjadikan firman
ke agama mereka.
Allah, 4ir ;u:; ,li ir| sebagai dalil bahwa Allah
Inilah yan.cg:fidimaksud dari perkataan
4*m e re ka, f ,iy. "' Ke m bal i" d i s i n i a rti nya bisa saja menghendaki kekafiran karena pe-
ngertian kalimat ini adalah kecuali jika Allah
memulai. Orang Arab biasa mengatakan
berkehendak untuk mengembalikan kami
qitf- ,:.>,' q. Jl ;G "r;y 'Aku mulai mendapatkan
ke dalam agama kalian dan agama itu adalah
perlakuan tidak baik dari fulan." Maksudnya,
agama kekafiran, Sementara itu, kalangan
terjadi sesuatu yang tidak baik kepadaku dari Muktazilah mengatakan, 'Allah tidak akan
menghendaki kecuali kebaikan karena
pihaknya. Ini artinya, ungkapan mereka tidak
istitsna fpengecualianJ yang terdapat dalam
berarti sebelum menjadi nabi, Syu'aib berada
kalimat, Kecuali jika Allah berkehendak
dalam agama mereka karena seorang nabi
untuk mengembalikan kami ke agama kalian
terpelihara dari kekafiran. Dengan demikian, adalah qadhiyyah syarthwah fkalimat yang
mengandung syarat). Namun, tidak ada pen-
jelasan apakah Allah menghendaki hal itu
atau tidak. Di samping itu, kalimat ini diucap-
kan dalam konteks sebuah ibadah (menuruti Firman Allah, flJ.5^t #,;{} menunjukkan
perintah agama), sebagaimana seseorang bahwa kaum Nabi Syu'aib berhak mendapat
adzab berupa pembinasaan, disebabkan oleh
misalnya mengatakan,'Aku tidak akan melaku- dua hal, yaitu kekafiran atau kesesatan dan
menyesatkan orang lain atau meracuni pikiran
kan itu, kecuali kalau aspal berwarna putih
mereka.
dan burung gagak beruban."
Adzab yang ditimpakan kepada mereka
Bentuk keterikatan firman Allah, ti etF adalah gempa yang sangat dahsyat yang me-
4* :'rr''g dengan kalimat sebelumnya, boleh luluhlantakkan semuanya serta suara guntur
yang membinasakan yang datang bersamaan
jadi dalam ilmu Allah akan terjadi hal yang dengan gempa. Adzab tersebut hanya dituju-
kan kepada orang-orang yang mendustakan
ketiga selain pengusiran atau kembali kepada kerasulan Nabi Syu'aib saja. Sementara itu,
kekafiran. Misalnya, tetap berada di kampung orang-orang yang beriman diselamatkan
oleh Allah. Hal ini mengindikasikan tiga hal.
tapi kami tidak mesti kembali ke dalam
Pertama, adzab hanya terjadi karena dicipta-
agamamu ketika Allah membuat kalian tunduk
kan oleh ZatYang Maha Melakukan dan Ber-
di bawah perintah kami dan patuh kepada
kuasa untuk melakukannya, bukan karena
keputusan dan hukum-hukum kami.
4* :" k 6Firman Allah, pengaruh dari bintang atau alam. Seandainya
nunjukkan bahwa demikian, tentu adzab tersebut juga akan
Allah mengetaheui;yseg^a"la- menimpa pengikut Nabi Syu'aib. Kedua,
Zat Yang Maha Melakukan dan Berkuasa
sesuatu sejak masa azali fsebelum alam ter- mengetahui segala sesuatu sampai hal-hal
yang sangat detail sehingga Dia bisa mem-
cipta) karena kata kerja <6-i> adalah fi'il madhi
bedakan yang taat dan yang durhaka. Ketiga,
sehingga ia mencakup semua masa yang telah
adzab yang hanya mengenai sebagian orang,
berlalu. Bahkan, ilmu Allah juga mencakup namun tidak mengenai yang lain merupakan
masa sekarang dan yang akan datang, serta mukjizat yang terbesar pada Nabi Syu'aib a.s..
mengetahui segala yang bersifat m a' dum (tidak
ada), pengungkapan dengan menggunakan
fi'il madhi mengandung makna bahwa Allah
mengetahui segala sesuatu secara pasti.
Firman Allah, 4G; yt.,ti) menunjukkan
bahwa seorang Nabi dan seluruh kaum Muk-
min mesti selalu menjaga hubungan dengan
Allah dan menyerahkan segala sesuatu secara SUNNAH (KETENTUAN) ALLAH DALAM
MEMBERI KESEMPITAN DAN KELAPANGAN
sempurna kepada-Nya. fadi, ungkapan, "Ke- SEBELUM MEMBINASAKAN SUATU KAUM
pada Allah kami bertawakal" mengandung
makna ol-hashr. Artinya, hanya kepada Allah
semata kami bertawakal, bukan kepada yang Surah al-A'raaf Ayat 94-95
lain. ,.uVUQA -\3'i\ 4t #;i i;j A6ai Ui
@'ei$ti,kurX',
Firman Allah {g,r 6} maknanya adalah XsA,,tilv
penyerahan segala keputusan kepada Allah, t f.\V ffiiVJv\ i\j6j\ic E'aA
berdoa hanya kepada-Nya dan mengadu W5rt'{s.frru
juga hanya kepada-Nya. Firman Allah,
"Dan Kami tidak mengutus seorang nabi pun
44tit ;; ;tb maknanya adalah pujian dan kepada sesuatu negeri, (lalu penduduknya men-
sanjungan terhadap Allah. Kalangan Asya'irah
meniadikan firman Allah, 44tit p Jr;) men-
iadikan dalil bahwa Allah yang menciptakan
keimanan dalam diri seorang hamba.
dustakan nabi itu), melainkan Kami timpakan beriman. Kalimat <#f tidak mungkin di-
kepada penduduknya kesempitan dan penderitaan pahami sebagai sebuah keraguan dari Allah
agar mereka (tunduk dengan) merendahl<nn diri. SWT. Oleh karena itu, pengertiannya adalah
Kemudian Kami ganti penderitaan itu dengan Allah melakukan semua itu agar mereka
kesenangan sehingga (keturunan dan harta mereka) tunduk. Maksud dari kata 1dil5 adalah me-
b ertambah b anyak, lalu mereka b erkata, "sungguh, nampakkan ketundukan, ketidakberdayaan,
nenek moyang kami telah merasakan penderitaan
dan kepatuhan. (r:ji i) t<ami berikan kepada
dan kesenangan," mlka Kami timpakan silcsaan mereka. ({:,, i<} adzab. {,;i'} yaitu, ke-
atas mereka dengan tiba-tiba tanpa mereka sadari." kayaan dan kesehatan.
(al-A'raaf: 94-95)
4W ,{y sehingga mereka berkembang
Qlraa'aat
dan bertambah banyak. Kata 1rp; diambil dari
Kalimat (,s.tF,
Imam Naii' membacanya dengan lafal kata <llAV -tlrt Gl berkembangnya tumbuhan
dan rambut. (116r} sebagai bukti kekafiran
9q q\
; i\mereka terhadap nikmat. (;rSle irpt C;u.t
Kalimat (:LA!F:
Imam as-Susi dan Hamzah ketika waqaf seperti yang kami rasakan. fadi, ini adalah hal
yang biasa terjadi dan bukan adzab dari Allah
membacanya dengan (,LQ!). SWL Dengan demikian, jangan khawatir dan
terus lakukan apa yang biasa kalian lakukan.
Balaaghah
41X iiJi|$ kami timpakan adzab kepada
Dalam kalimat {U;} ada yang dihilang-
mereka secara tak terduga. 4l';;r. ) irh waktu
kan dan disembunyikan. Taqdiir-nya adalah
datangnya adzab.
(;;d;i';k ii ;*'A c>
Pada "k\alimat $i:!t'#to*\ dan kalimat Persesualan Ayat
$:rAt,,.rqrl} terdapat keselerasan bunyi yang Setelah Allah menjelaskan kondisi para
dalam ilmubalaaghalr disebut dengan thibaaq. nabi bersama kaum mereka dan adzab yang
ditimpakan kepada mereka, dalam ayat ini,
Mufradaat Lughawlyyah
Allah menjelaskan kebinasaan dan kehancuran
{r;j} sebuah kota yang menjadi tempat
yang tidak terbatas hanya untuk masa para
tinggal para pemimpin, seperti ibu kota. Di- nabi pada waktu itu saja, tetapi Allah juga
ungkapkan dengan kata 6y1 karena ia me-
rupakan tempat berkumpulnya suatu kaum menimpakannya kepada yang lain.
yang para rasul diutus kepada mereka. Kata Allah juga menjelaskan sunnah ilaahiyah
ini juga bisa digunakan untuk kota, karena
(hukum-hukum Allah) berupa balasan yang
merupakan tempat berkumpulnya para kaum. ditimpakan kepada orang-orang yang men-
dustakan para nabi, yaitu dengan cara ber-
{o; ;F kemudian mereka mendustakannya. angsur-angsur. Dimulai dengan menurunkan
(qi} kami siksa. 4:rAr, ,u,iiu, ki;i] kata kesempitan terhadap mereka fkemiskinan
yang hebat), penderitaan (sakit dan sebagai-
(,,;QiF berarti kesempitan dan kesusahan. nya), kemudian diberikan kelapangan dan
Kata (,rri:r) segala sesuatu yang menyakiti
orang atau kehidupannya. Namun, ada juga kesenangan. Lalu terakhit diturunkanlah
yang mengatakan sebaliknya dalam dua
adzab secara tiba-tiba tanpa mereka sadari
ungkapan ini.
kemunculannya. Ini menjadi peringatan keras
4:';;. .*iy -e.asa hina lalu mereka
terhadap kaum Quraisy dan orang-orang
yang seperti mereka untuk membuat mereka
s',,t'"'-o''""r -,-..,- ,rr,*n {Ji}',*,,r, - hustoAt-M'N'oJ"'D5
takut dan mendorong mereka untuk beriman sesuatu yang disukai oleh nurani dan pikiran
kepada kerasulan Muhammad saw.. yang sehat.
Tafslr dan Penielasan Semakin banyak harta mereka dan se-
makin bertambah anak-anak mereka. Dalam
Allah menginformasikan sunnah-Nya
sebuah kalimat, misalnya, "Sesuatu itu semakin
yang selalu berlaku ketika menyiksa umat dan
bangsa-bangsa yang sesat, baik di zaman para banyak." Ini terjadi karena sebuah kesenangan
nabi maupun setelah mereka. Sunnah tersebut
biasanya menjadi sebab banyaknya keturunan.
adalah adanya peringatan dan pemberian
tempo terlebih dahulu. Kemudian, adanya Mereka berkata, {rr;trt ir)t u;ut ,.Jstlt;tb
keadaan-keadaan yang seolah memberi pesan Maksudnya, Kami telah menguji mereka de-
untuk segera dilakukan perubahan terhadap
ngan kesusahan dan kesenangan agar mereka
kondisi yang ada dan pindah dari kekafiran
tunduk dan kembali kepada Allah. Namun,
dan kesesatan menuju iman dan hidayah.
semua itu tidak berguna. Bahkan, tanpa be-
Makna yang terkandung di dalam
lajar dari apa yang telah terjadi, mereka ber-
sunnah ini adalah "Ketika Kami mengutus
kata, "Kami telah merasakan kesusahan dan
seorang nabi pada suatu kaum lalu mereka
mendustakan nabi tersebut. Kami tidak akan penderitaan. Lalu, kami juga merasakan
segera mengadzab mereka. Akan tetapi, secara kesenangan sebagaimana yang dialami oleh
berangsur-angsur Kami akan membiarkan nenek moyang kami dulu." Mereka tidak me-
mereka lalu Kami beri mereka peringatan
mahami sunnah Allah dalam kebahagiaan dan
untuk segera mengubah kondisi mereka. Kami
kesengsaraan yang diberikan kepada manusia.
akan mulai adzab itu dengan menurunkan
Sikap ini berbeda sekali dengan sikap orang-
sedikit kesulitan dan kesengsaraan dengan
membuat kondisi perekomomian mereka orang beriman yang bersyukur kepada Allah
memburuk dan menjadikan mereka fakir
dalam kesenangan dan bersabar dalam ke-
miskin. Kemudian, dengan menurunkan
penyakit dan berbagai bencana terhadap susahan, sebagaimana disebutkan dalam
mereka, atau sebaliknya: penyakit dulu baru hadits yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim,
kemudian kefakiran. Semua itu bertujuan otf 'j; j ,'ri.:.jt ;\ tz";
vlJ
agar mereka tunduk dan berdoa kepada Allah.
';tjj ,il tp ;t1€j'
Menundukkan hati dan memohon kepada-Nya
untuk mengangkat semua adzab yang mereka .A) tp 'oK f:. Lry- tzr;
rasakan. "sungguh menakjubkan seorang Mukmin itu;
Kemudian Kami ubah kondisi mereka tak satupun ketentuan yang ditetapkan oleh Allah
dari kesulitan menjadi kesenangan, dari ke-
miskinan menjadi kaya, dan dari sakit men- untuknya, kecuali baik baginya. Iika ia mendapat
jadi sehat agar mereka mensyukuri semua kesusahan ia akan bersabar dan itu baik baginya.
itu. Namun sayangnya, mereka tidak men- lika ia mendapat kesenangan ia akan bersyukur
dan itu juga baik baginya." (HR Bukhari dan
syukurinya. Yang dimaksud dengan {*:L'}
Muslim)
adalah segala sesuatu yang tidak disukai oleh
orang yang merasakannya. Sementara itu, fadi, seorang Mukmin selalu sadar ter-
hadap semua yang diturunkan Allah kepada-
yang dimaksud dengan {i:*r'F adalah segala
nya, baik berupa kesusahan maupun kesenang-
an. Hal ini terdapat dalam sebuah hadits yang
diriwayatkan oleh Muslim, at-Tirmidzi, Ibnu
Majah, dan Ahmad:
q#\ i,"$\ ,otVrnC-i t-r,??i 7-
tic)t iV "Kematian mendadak adalah rahmat bagi
seorang Mukmin, tapi siksaan bagi seorang kafir."
ti e^t"5 ts-:Ay ,u*t SX '* *AU (HR Imam Ahmad dan Baihaqi)
u4i 3Y; fadi, seharusnya seorang manusia, baik
J Mukmin maupun kafi4, mengambil pelajaran
dari apa yang terjadi pada orang lain. Seorang
"Seorang Mukmin akan selalu mendapat yang beriman kepada Allah tidak akan ter-
cobaan, hingga ia suci dari dosa-dosanya. Semen- tipu oleh masa. Berbagai penderitaan dan
tara, seorang munafik ibarat keledai; ia tidak tahu,
kenapa diikat oleh tuannya dan tidak tahu pula musibah akan menjadi penyuci, pembersih,
kenapa dilepaskan." (HR Muslim, Tirmidzi, Ibnu dan pendidik bagi jiwanya. Sementara seorang
Majah, dan Imam Ahmad)
kafir apabila ditimpa kesulitan ia berputus
Mengubah keadaan dari buruk menjadi asa dan apabila mendapat kebaikan ia akan
baik sangat penting untuk bisa bebas dari ber-
sombong, takabur serta berbuat zalim di muka
bagai bencana. Firman Allah SWT bumi. Dengan demikian, akibat yang akan di-
dapatkannya adalah kebinasaan.
"Sesungguhnyo Allah tidak akan mengubah
keadaan suatu kaum sebelum mereka meng- Flqlh Kehldupan atau Hukum-Hukum
ubah keadaan diri mereka sendiri." (ar-Ra'd; Penuh kasih dan memberikan waktu me-
rupakan salah satu ciri khas dari sunnah Allah
11) yang akan selalu berlaku terhadap makhluk-
Nya agar para makhluk mengambil pelajaran
Sementara itu, nasib orang-orang yang
dari berbagai peristiwa, meluruskan arah
tidak mau mengambil pelajaran dari berbagai hidup, dan meninggalkan segala kemak-
peristiwa yang terjadi sepanjang zaman di-
siatan dan penyimpangan yang telah mereka
sebutkan oleh Allah, 4A $U;6y Maksudnya, lakukan.
akhir dari hidup mereka adalah Kami siksa Cobaan terkadang berbentuk keburukan
mereka dengan berbagai adzab secara tiba- dan terkadang berbentuk kebaikan.
tiba, tanpa mereka sadari sama sekali bahwa
adzab itu akan menimpa mereka agar mereka "Kami akan menguji komu dengan ke-
burukan dan kebaikan sebagoi cobaan. Dan
semakin menyesali diri dan berputus asa.
kamu akan dikembolikan hanyo kepada Kami."
Firman Allah, (al-Anbiyaa'; 35)
"Maka ketika mereka melupakan per- Orangyang berakal menggunakan pikiran-
ingatan yang telah diberikan kepada mereka, nya dan selalu mengamati peristiwa-peristiwa
Kami pun membukakan semua pintu (ke- masa lalu dan perubahan zaman di masa yang
akan datang. Dialah yang akan mendapatkan
senangan) untuk mereka. Sehingga ketika me- banyak pelajaran dari kehidupan ini.
reka bergembira dengan apa yang telah diberi-
kan kepada mereka, Kami siksa mereka secora "Dan Kami uji mereko dengan (nikmat) yang
tiba-tiba, maka ketika itu mereka terdiam putus
asa." (al-An'aam;44) baik-baik dan (bencana) yang buruk-buruk,
agar mereka kembali (kepada kebenaran)" (al-
Dalam hadits yang diriwayatkan oleh A'raaft 168)
Ahmad dan al-Baihaqi dari Aisyah,
u't*;e*a./,6J,, -,rt.i t*it,J V'J I| .l-))o,,
TAFSIR AL-MUNIR,ILID 5
Firman Allah SWT, {t;A !ij| Menurut F'if@oi{ iSu1frfr'
frffi'658 ,) ,lL/),i,,\ *-)t
pendapat Muktazilah mengindikasikan bahwa .iz tt Gfii
GfE)
Allah menghendaki dari seluruh mukallaf q-
(baca: hamba) untuk beriman dan patuh. W1$t trt A\'4,Y\i*,"r)'r'-
Sementara itu, kalangan ahlus sunnah me- G! 61;-c.)\r;ii '.,ilit
ngatakan bahwa sesungguhnya Allah telah A4';eit".*At3il-ua$t*.,a,
mengatur penduduk sebuah negeri dengan
sesuatu yang lebih dekat kepada keimanan. #* 3/-);.;/-;z'Ja)*"tir. y4*ry,'
Firman Allah SWT 4*t'#''16.;d'niy xr."n, "Dan sekiranya penduduk negeri beriman
dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan
nikmatyang diberikan kepada tubuh dan harta
yang sebelumnya diberikan kesempitan dan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi
penderitaan, biasanya akan mendorong untuk t erny at a mereka mendustakan ( ay at - ay at Kami),
tunduk dan banyak bersyukur. maka Kami siksa mereka sesuai dengan aPa yang
telah mereka kerjakan. Maka apakah penduduk
Akantetapi, manusiatidakmau mengambil
negeri itu merasa aman dan silcsaan Kami yang
pelajaran meskipun Allah menguji mereka datang malam hari ketika mereka sedang tidur?
dengan kesulitan dan kesenangan. Mereka Atau apakah penduduk negeri itu merasa aman
dari siksaan Kami yang datang pada pagi hari
tidak jera dari perbuatan dosa dan tidak juga
ketika mereka sedang bermain? Atau apakah me-
bersyukur. Ini berarti tadbiir (pengaturan) reka merasa aman dari siksaan Allah (yang tidak
terduga-duga)? Tidak ada yang merasa aman
yang Allah berikan berupa kesenangan setelah dari silcsaan Allah selain orang-orang yang rugi.
kesusahan dan rasa aman setelah rasa takut Atau apakah belum jelas bagi orang-orang yang
tidakbermanfaatbagi mereka. Bahkan, mereka mewarisi suatu negeri setelah (lenyap) penduduk-
nya? Bahwa kalau Kami menghendaki pasti Kami
melihat hal itu sudah menjadi sesuatu yang silcsa mereka karena dosa-dosanya; dan Kami
biasa pada setiap generasi di setiap zaman.
Terkadang mereka mendapat kesusahan menguncihati mereka sehingga mereka tidak dapat
mendengar (pelajaran)." (al-A'raaf: 96-f 00)
dan kesulitan, dan terkadang mendapat ke-
senangan dan kemudahan. Allah tidak akan Qlraa'aat
menerima alasan mereka karena Dia telah
memberi mereka waktu, namun mereka tidak (,5F'
juga tunduk dan memanfaatkan waktu yang
telah diberikan. Imam Ibnu Amir membacanYa dengan
MOTTVASI UNTUK BERIMAN DENGAN (tj{iJ).
DITAMBAHNYA KEBAIKAN BAGI MEREKA.
ANCAMAN KEKAFIRAN DENGAN ADZAB 4cLp:
Imam as-Susi dan Hamzah ketika waqaf
YANG AKAN DITIMPAKAN
membacanya dengan 1u,1,(;'
Surah a!-A'raaf ayat 96-1OO
4;r'iY:
4gA#vE\ZJ*' J^\ <J t;
Kalimat ini, dibaca juga dengan 1j"i.2f1, dan
A;;';d$ $i{ e;v dav**Ei. ini adalah Qiraa'aat Nafi, Ibnu Katsir; dan Ibnu
6e;;ltb\<;$ ffil#6\1q Amir. Sementara ulama yang lain, membacanya
dengan 6rii;.
TAFSTRAL-MUNIR rrllD 5
{puri;rt}: Kasysyaaf (2/563) mengatakan, "Kata-kata
'tipu daya Allah' adalah bentuk isti'aarah
Dengan mengganti huruf hamzah yang
(kiasan) untuk menggambarkan siksaan
kedua dengan huruf wawu adalah bacaan Nafi,
Ibnu Katsir; dan Abu Amr. Sementara ulama Allah terhadap seorang hamba ketika ia tidak
yang lain membacanya dengan huruf hamzah menyadari siksaan itu datang, karena ia terjadi
sebagaimana tertulis. secara tiba-tiba. Dengan demikian, seorang
yang cerdas seharusnya takut terhadap tipu
l'raab daya atau siksaan Allah, seperti halnya se-
orang tentara yang selalu waspada terhadap
$;it bt trriy dengan huruf wawu dalam
jebakan atau tipu muslihat yang disiapkan
kalimat ini yang berbaris /a thah berarti huruf
oleh musuhnya."
hamzah-nya bermakna istifhaam [untuk
Mufradaat Lughawlyyah
bertanya). Sementara itu, wawu adalah huruf
4.rar .fi| orang-orang yang para rasul
'athaf fpenghubung). Namun, jika wowu
diutus untuk mereka. Lalu, mereka men-
dibaca sukun, akan menjadi <ji>, yang ber-
makna atau yang menunjukkan salah satu di dustakan para rasul tersebut {r;i} kepada
antara dua hal. Dengan demikian pengertian-
nya, 'Atau yang akan terjadi adalah salah Allah dan rasul-rasul yang diutus untuk
satu dari dua hal, yaitu datangnya adzab di mereka. (fprrb menghindari kekafiran dan
waktu malam atau di waktu dhuha [di saat kemaksiatan. 4W ;;Ab Kami mudahkan
m_atahari naik sepenggalan)". {;tri ;J jiy nuruf
kepada mereka. 4|At ,Z.rrsj.| barakah seperti
1ii; aibaca khafiif fringan atau tanpa tasydid)
dan rsim-nya mahdzuul (dihilangkan), yaitu hujan atau panas matahari untuk menciptakan
kata ganti ketiga: 1ji; gabungan kata dari 1Ji;
dan rsim-nya adalah fa'il [subjek) dari kalimat kesuburan di bumi. (u;(,;F dengan adanya
{"ri;.}. Huruf homzah di empat posisi dalam ayat
tumbuh-tumbuhan, barang tambang, dan se-
di atas berfungsi untuk taubiikh fmencela),
bagainya. (drt,ryr} akan tetapi, mereka men-
sementara huruf fa' dan wawu yang masuk
ke dalam kalimat ini adalah sebagai ,athaf dustakan para rasul.
(penghubung). "(#dt;6} maka Kami siksa mereka. pi;itiy
Balaaghah (.s?rpenduduk negeri yang mendustakan para
$"jtt ,l;t ,!iy Xatimat ini diulang-ulang rasul yang diutus untuk mereka. (CtF siksaan
sebagai peringatan dan ancaman. Dalam ilmu Kami. (tqi.F ai malam hari. (,9:u j;F ai saat
mereka sedang lalai. {"ij} di waktu siang.
k * kbalaaghah, ini dinamakan dengan ithnaab.
Pengertian dasar dari kata Dhuha adalah
ql,' Ji i,, *i;ip r<arimat ini adalah waktu di saat matahari naik dan terangnya
pengulangan dari kalimat {"1 ..1.i ttiy yang
bumi di permulaan siang. (;j;.r-F sedang ber-
berfungsi sebagai penegas dan penguat.flrFl
senda gurau.
ini adalah bentuk isti'aarah (peminjaman kata
sebagai bentuk kiasan) untuk menggambarkan 41, 'fi rrtUiy ini adalah istidraajs dari
adzab yangditurunkan secara tiba-tiba kepada
seorang hamba yang sebelumnya diberikan Allah berupa nikmat, lalu menyiksa mereka
peringatan. Zamakhsyari di dalam Tafsir al- secara tiba-tiba. Makna dari kata ljig adalah
perencanaan secara diam-diam, yang berujung
pada sesuatu yang tidak diduga-duga oleh
3 Istidraaj adalah sesuatu yang secara lahir adalah nikmat,
tapi hakikatnya adalah adzab, pent.
TArsrR AL-MUNIR f lLlD 5
manusia. {1i,. iri} dan apakah belum jelas. mereka ilmu pengetahuan untuk memahami
Dalam sebuah kalimat misalnya, l';t ,;"h it;1 sunnah-sunnah yang terjadi di alam ini.
e, ; artinya ia menunjukkan ialan kepada Dengan kata lain, seandainya mereka
seseorang dan menielaskan kepadanya. beriman niscaya Allah akan memudahkan
untuk mereka segala bentuk kebaikan dari
4,r''$r :';i.y dengan tempat tinggal. {[.l;i }o t} atas dan bawah mereka, dari diri dan pikiran
mereka. Hal ini menunjukkan bahwa iman
setelah penduduknya lenyap dan binasa. yang benar adalah faktor kebahagiaan dan
{iiu;i} dengan siksa (sr.;i} lalu Kami kunci. kemakmuran.
(;;:{ Akan tetapi, mereka mendustakan rasul-
j #} mereka tidak mendengar Pe-
rasul mereka. Mereka tidak mau beriman dan
laiaran dengan penuh perenungan. bertalarya. Dengan demikian, Kami binasakan
mereka disebabkan dosa yang mereka laku-
Persesualan Ayat kan, keharaman yang mereka langgar; dan ke-
Setelah Allah SWT menielaskan dalam ayat musyrikan mereka yang telah merusak sistem
sebelumnya bahwa orang-orang yang durhaka kehidupan. Ini sekaligus menunjukkan bahwa
dan membangkang di antara penduduk suatu adzab merupakan dampak yang logis atas per-
negeri, Allah akan menurunkan adzab kepada
mereka secara tiba-tiba. Dalam ayat ini, Allah buatan maksiat yang dilakukan seseorang.
ta'ala menielaskan seandainya mereka taat, Kemudian, Allah SWT mengulang kembali
tentu Allah akan membukakan pintu-pintu ancaman tentang adzab pemusnahan, per-
kebaikan untuk mereka. Kemudian, Allah ingatan tentang akibat menentang perintah-
Nya dan kelancangan melakukan larangan-
memperingatkan mereka dengan adzab yang
bisa datang kapan saja, baik malam maupun Nya.
siang jika mereka mendustakan para rasul' Hal
ini menegaskan keterangan sebelumnya. Ayat (.rTpr gi ;t;iy adalah pertanyaan yang
Tafslr dan PenJelasan bernada pengingkaran terhadap mereka. Hal
tersebut juga mengandung makna keheranan
Ayat-ayat ini adalah informasi tentang melihat kondisi dan kelalaian mereka. Maksud
dari pertanyaan tersebut adalah apakah se-
sunnah lain dari sunnah-sunnah Allah ter-
hadap para hamba-Nya. Sunnah yang di- telah semua bentuk penentangan itu, para
maksud adalah seandainya penduduk suatu penduduk negeri yang kafir seperti penduduk
negeri, seperti negeri Mekah dan lain-lain,
Mekah dan semisalnya merasa aman terhadap
beriman kepada Allah, malaikat, kitab, rasul- datangnya adzab dan siksaan, di saat mereka
rasul-Nya, dan hari Kiamat, serta menjauhi sedang lengah. Misalnya, dalam kondisi
segala hal yang dilarang dan diharamkan tidur? Atau, apakah mereka merasa aman
Allah, seperti kemusyrikan dan berbuat dari datangnya adzab kepada mereka, ketika
kerusakan di muka bumi dengan berbagai mereka sedang sibuk dan lalai, misalnya ketika
mereka sedang bermain-main dan bersenda
bentuk kejahatan dan dosa yang mereka per-
gurau di siang hari?
buat, Allah akan menurunkan segala bentuk
Dalam ungkapan ini, bisa dilihat bahwa
nikmat dan kebaikan dari langit kepada kesibukan mereka dalam aktivitas yang tidak
mengandung faedah disamakan dengan
mereka. Kenikmatan dan kebaikan tersebut permainan anak-anak. Semua ini merupakan
berupa hujan dan mengeluarkan segala nikmat ancaman diturunkan nya adzab kepada mereka
dan kebaikan dari bumi seperti tumbuh-
tumbuhan, barang tambang, harta benda,
dan sebagainya. Allah juga akan memberikan
-IAFSTRAL-MUNrR Irrrp 5 il !l( ,----\ surah a[A-laat
di waktu mereka lalai dan lengah, yaitu ketika kepada mereka ketika mereka lalai dan lengah,
tidur di malam hari dan ketika waktu Dhuha baik di malam hari maupun siang hari, ataukah
di siang hari. Karena di waktu itu, seseorang penyebabnya karena mereka lengah dari tipu
daya atau balasan yang akan Allah timpakan
biasanya sibuk dengan berbagai kesenangan.
terhadap mereka? fika memang demikian, se-
Pesan yang ingin disampaikan di sini sungguhnya tidak ada yang merasa aman dari
tipu daya dan adzab Allah melainkan orang-
adalah "Kalaupun kalian merasa aman di salah
orang yang hanya merugikan diri mereka
satu keadaan dari dua keadaan tersebut. Kalian
sendiri.
belum tentu aman di keadaan yang satunya
Setelah menjelaskan kondisi orang-orang
lagi." Imam ar-Razi mengatakan, "Firman
kafir yang dibinasakan Allah dengan cara
Allah, 4:r'#.itb bisa ditafsirkan dengan sibuk dimusnahkan, Allah kemudian menjelaskan
dengan berbagai urusan dunia, karena semua tujuan penyampaian kisah-kisah ini untuk
itu bersifat main-main dan senda gurau. Bisa menjadi ibrah (pelajaran) bagi semua hamba
juga ditafsirkan, dengan aktivitas mereka
demi kebaikan mereka sendiri. Lalu Allah ber-
dalam kekafiran karena semua itu sama
($firman, [iF Maksudnya, apakah belum jelas
dengan bermain-main, hal ini menunjukkan ia
bagi manusia, khususnya bagi kaum Quraisy
tidak berguna sama sekali."a yang menggantikan kaum-kaum sebelumnya
Kemudian, Allah SWT mengulang kem- dalam menempati bumi ini dan tinggal di
bali pertanyaan yang bernada ingkar untuk berbagai daerah setelah orang-orang sebelum
menambah celaan terhadap mereka. Setelah mereka yang berada di daerah-daerah tersebut
firman-Nya, {ai)t J.f ;/'6hui}ruLfalu dihubungkan dibinasakan; bahwa perlakuan Kami ter-
dengan menggunakan /a'
{I' '5; ;t;iy hadap mereka sama dengan perlakuan Kami
Artinya, dari siksaan, adzab, dan kekuasaan
terhadap kaum sebelum mereka.
Allah untuk melakukan apa saja terhadap
Kalau Kami mau, Kami bisa saja menimpa-
mereka. Maksud dari "tipu daya Allah" adalah
kan adzab terhadap mereka dan menyiksa me-
balasan dan adzab-Nya terhadap seorang reka karena dosa-dosa dan perbuatan jahat
hamba di saat ia tidak menyadarinya dan mereka. Kami telah menyiksa orang-orang
adzab itu datang secara tiba-tiba. sebelum mereka dan Kami juga bisa melakukan
apa saja terhadap mereka sebagaimana yang
Seandainya mereka merasa aman dari
Kami lakukan terhadap orang-orang sebelum
tipu daya dan siksaan Allah, sebenarnya tidak mereka. Kami binasakan orang-orang yang
ada yang merasa aman dari tipu daya Allah, mewarisi sebagaimana Kami telah mem-
melainkan orang-orang yang merugikan diri binasakan orang-orang yang mewariskan.
mereka sendiri. Hasan al-Bashri berkata, fika Kami tidak membinasakan mereka
"Seorang Mukmin melakukan ketaatan dengan adzab, Kami bisa saja mengunci hati
dengan kondisi khawatir dan takut [kalau mereka sehingga mereka tidak bisa men-
dengar pengajaran dan peringatan untuk
tidak diterima Allah, pent), sementara seorang
menadaburinya. Mereka juga tidak akan mau
fasiq melakukan kemaksiatan dengan kondisi
menerima peringatan tersebut, tidak mau
merasa aman-aman saja." mengambil pelajaran dan tidak pernah jera
Kesimpulan dari kedua ayat di atas, melakukan berbagai perbuatan buruk. Allah
berfirman,
apakah penyebab mereka merasa aman dari
adzab? Apakah karena adzab tersebut datang
4 at-Tafsir al-Kabir 14/185.
"Tidaklah bermanfaat tanda-tanda (ke' datang pada saat mereka sedang lalai dan
besaron Allah) dan rasul-rasul yang memberi
peringatan bagi orang yang tidak berimln." lengah baik di malam hari maupun siang hari.
[Yuunus: 101)
Barangsiapa yang terlena dengan kesantunan
Adapun orang-orang yang beriman,
Allah dan merasa aman dari tipu daya atau
mereka selalu mengambil pelajaran dan ibrah
dari peristiwa yang terjadi terhadap orang- balasan dari Allah, sebenarnya tidak ada yang
orang sebelum mereka. Allah berfirman dalam
banyak ayat, di antaranya, merasa aman dari balasan-Nya, melainkan
"Meko tidakkah meniadi petuniuk bagi orang-orang yang merugi.
mereka (orang-orang musyrik), berapa banyak Belum jelaskah bagi mereka bahwa sunnah
(generasi) sebelum mereka yang telah Kami
binasakan, padahal mereka melewati (bekas- atau ketetapan Allah adalah sama dan tidak
bekas) tempat tinggal mereka (umat'umat berubah dalam menyiksa orang-orang kafir?
itu)? Sungguh, padayang demikianitu terdapot
tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang- Sunnah Allah tidak akan pernah berubah.
orqng yang berakal." (Thaahaa: 128)
Dia akan menyiksa orang-orang yang ingkar
Flqlh Kehldupan atau Hukum-Hukum
dan membangkang disebabkan oleh dosa dan
Ayat-ayat di atas mengandung motivasi
kejahatan mereka sendiri sebagaimana halnya
untuk orang-orang beriman dan sekaligus
ancaman untuk orang-orang kafir. Motivasi Dia telah menyiksa orang-orang sebelum
untuk orang-orang beriman berupa limpahan mereka yang lebih kuat, lebih banyak harta
kebaikan dan keberkahan dari Allah, yang da- dan keturunannya dari mereka. Jika Kami tidak
tang dari langit berupa hujan dan angin yang membinasakan mereka dengan sebuah adzab,
penuh berkah dari bumi berupa tumbuh-tum- Kami akan menutup hati mereka sehingga
buhan, buah-buahan, barang tambang, harta mereka tidak bisa rnendengarkan pelajaran
benda, hewan ternak yang berlimpah, ke-
amanan, kesejahteraan, akal dan pikiran untuk dengan penuh pemahaman dan penghayatan.
menciptakan berbagai bentuk kesenangan, Kalangan Ahlus Sunnah meniadikan
firman Allah, (,kt * .r-l|\ sebagai dalil
dan kedamaian.
Ancaman untuk orang-orang kafir berupa bahwa Allah bisa saja menghalangi seorang
adzab pemusnahan dan pembinasaan, seperti hamba dari keimanan. Maksudnya, setelah
halnya, adzab yang telah diturunkan kepada
Dia mengetahui bahwa hamba tersebut tidak
umat-umat yang lain, yaitu para penduduk
akan beriman. Sementara itu, al-fubba'iy
negeri dan daerah yang pernah diutus kepada
mereka para rasul, lalu mereka mendustakan dari kalangan Muktazilah mengatakan, yang
dan menyakiti para rasul tersebut. dimaksud dengan "penguncian" disini adalah
Allah SWT memberi tanda atau cap di hati
Allah mengancam mereka agar tidak orang-orang kafir. Dari tanda tersebut, para
malaikatbisa mengetahui bahwa mereka tidak
tertipu atau terlena dengan kesantunan, pem- beriman. Perlu dicatat bahwa tanda tersebut
berian tempo, dan pengakhiran adzab dari-
Nya karena boleh jadi adzab dan siksaan itu tidak untuk menghalangi keimanan.
PELA'ARAN DARI KISAH-KISAH YANG
TERJADI PADA PENDUDUK NEGERI
Surah al-A'raaf Ayat 101-1O2
W{elJ u 3)iL :31 d-,3\ ci\t
ILv fjtL'U "+:,rtru, -tltt
W,
Pr":
-3:yht&,!\:L'J5ayf;a dapati kebanyakan mereka orang-orang yang
W a >;4"t(€;vs ffi O*Ljl fasiq yang keluar dari garis ketaatan." fadi,
kalimat ini bersifat i'tiraadh (kalimat penjelas
@'e;;'U(sJu
yang terdapat antara dua kalimat yang saling
'Itulah negeri-negeri (yang telah Kami
berhubungan).
binasakan) itu, Kami ceritakan sebagian kisahnya
kepadamu. Rasul-rasul mereka benar-benar telah Mufradaat Lughawlyyah
datang kepada mereka dengan membawa bukti-
bukti yang nyata. Tetapi, mereka tidak beriman {"r, q} negeri-negeri lima kaum yang
(juga) kepada apa yang telah mereka dustakan
disebutkan sebelumnya, yaitu kaum Nuh, Hud,
sebelumnya. Demikianlah Allah mengunci hati
orang-orang kafir. Dan Kami tidak mendapati Shalih, Luth, dan Syu'aib. (6:tii ; $; 34
kebanyakan mereka memenuhi janji. Sebaliknya,
yang Kami dapati kebanyakan mereka adalah Kami sampaikan padamu beberapa penggal
orang- orang y ang b enar-b enar fasiq." (al-A' raafi dari berita bagaimana ia dibinasakan. Kalimat
l0l-r02) ini ditujukan kepada Nabi Muhammad saw..
Qhaa'aat {qui ;} sebagian dari berita-berita tentang
ttr.d'l"r,'Pt : penduduknya. {:r#!} mukjizat yang jelas dan
nyata. $.!. $G r:i) ketika mereka fpara nabi
Imam Abu Amru membacanya dengan
itu) datang. flGk IF yang mereka kafirkan.
(fx!-,,).
t}{J:, sebelum kedatangan mereka, bahkan
I'raab
mereka terus berada dalam kekafiran. euf|
4,ii ,si, u.rlp fata 1cr1y sebagai mubtada'
(subjek), kata lafry sebagai sifat dan $$ (!li sebagaimana Allah telah mengunci hati
(u4L sebagai khabar [predikat). {;1il_;su"y orang-orang kafir dari kalangan umat-umat
huruf lam dalam ayat ini bermakna ta'kiid terdahulu. Allah juga mengunci hati orang-
orang kafir yang telah Allah takdirkan bahwa
[penegasan) untuk menafikan sesuatu. Mak-
sudnya, keimanan sangat bertolak belakang mereka tidak akan beriman.
dengan kondisi mereka yang tetap bertahan
$^t'!F kebanyakan manusia. (** o)
dalam kekafiran. 4,F it;i?ty huruf ba'dalam
kalimat ini berfungsi untuk menunjukkan ketika janji tersebut diambil. Maksudnya,
makna sebab. $ei\. i';, ";rY Dhamir (kata
kebanyakan mereka melanggar janji kepada
ganti) 1.,; dalam ayat ini, merujuk kepada ma- Allah untuk beriman dan bertakwa. Kata
nusia secara keseluruhan. Artinya, Kami tidak <rii9, janji, seperti sebuah mu'aahadah [per-
mendapatkan kebanyakan manusia menepati janjian dua belah pihak), atau janji dari satu
janji. pihah seperti seorang yang berjanji atau ber-
{(t1 ;!} kata 1,15 dalam penggalan ayat komitmen pada orang lain tentang sesuatu. Se-
ini mukhaffaf ftidak bertasydid) dari 1ig yang mentara itu, yang dimaksud dengan kata <oqiD,
tsaqil [bertasydid), Zamakhsyari berkata, adalah janji yang kuat. (i+[i] mereka telah
"Pengertian ayat ini, kondisinya, Kami men- keluar dari ikatan ketaatan dan dari semua
janji, baik janji yang bersifat fitrah [janji untuk
beriman. Sebagaimana, dijelaskan dalam
surah al-A'raaf: 772, pent), maupun yang
bersifat syari'at, yaitu dengan cara membatal-
kannya, melanggarnya, atau menipu hukum-
hukumnya. ((;; u9F Kami tidak menemukan.
{(tj ilF Kami mengetahui.
TATSIRAL-MUNIRIILID 5
Persesualan Ayat dan adzab yang diturunkan kepada mereka
sehingga ibrah yang dikandung dalam kisah-
Allah telah menceritakan kepada Nabi- kisah tersebut juga sama. Oleh karena itu,
Nya perihal informasi tentang negeri-negeri
kaum yang lima (kaum Nabi Nuh, Hud, Shalih, kisah ini dipisahkan dari kisah Musa yang
Luth, dan Syu'aib) dan bagaimana Allah mem- akan diceritakan berikutnya karena kaumnya
binasakan kaum kafir serta menyelamatkan beriman kepada Allah sedang yang mendusta-
kaum beriman, Allah telah memberi tenggat kannya adalah Fir'aun dan kelompoknya yang
waktu kepada mereka serta menjelaskan
kebenaran dengan berbagai bukti melalui pada akhirnya mereka disiksa.
para nabi yang diutus kepada mereka, Dalam Penyebab kaum-kaum tersebut disiksa
adalah mereka mendustakan para rasul.
ayat ini, Allah ingin menghibur Nabi-Nya, Meskipun para rasul tersebut telah memberi-
kan alasan dan bukti-bukti yang kuat terhadap
mengukuhkannya untuk sabar dalam dakwah- kebenaran risalah yang mereka sampaikan,
nya, dan mengingatkannya padaberbagai ibrah mereka (kaum kafir) tidak juga beriman ke-
dari kisah-kisah umat terdahulu. Dilanjut- pada rrsa/ah tersebut karena mereka telah me-
kan dengan perlakuan dan sikap yang di-
nolak kebenaran sebelum para rasul itu datang
dapatkannya dari kaumnya bukanlah sesuatu dan juga di awal-awal kedatangannya. Artinya,
yang baru. Bahkan, semua itu adalah cara lama
yang digunakan oleh kebanyakan kaum dari di awal-awal para rasul menyampaikan ajakan
para nabi terdahulu. untuk mengesakan Allah dan menyembah-Nya
sebelum ditampakkannya berbagai mukjizat,
Tafslr dan Penlelasan mereka pun telah mendustakannya. Namun,
Negeri-negeri itu, yaitu negeri kaum semua itu tetap tak berguna. Mereka tetap
yang lima yang diceritakan sebelumnya, Kami dalam kondisi semula. Bukti-bukti yang me-
nuniukkan kebenaran para rasul itu tidak ber-
ceritakan padamu wahai Muhammad sebagian
pengaruh sama sekali terhadap mereka.
dari beritanya bagaimana negeri itu telah
Atau yang dimaksud dalam ayat ini
dibinasakan. Kisah tersebut mengandung adalah mereka tidak akan beriman sampai
ibrah dan pelajaran bagi kaummu sekaligus
hiburan bagimu dan pengukuhan terhadap akhir usia mereka karena mereka telah men-
daloarahmu. Allah memilih cerita tentang dustakannya sejak pertama kali ketika para
kaum-kaum tersebut karena mereka tertipu
dan terlena dengan lamanya tenggat waktu rasul itu datang. Dengan kata lain, mereka
yang diberikan kepada mereka disertai de-
ngan nikmat berlimpah yang mereka rasa- senantiasa mendustakan kebenaran semenjak
kan. Mereka mengira bahwa mereka berada para rasul diutus kepada mereka. Sampai
dalam jalan yang benar. Semua cerita itu juga akhirnya, mereka mati dalam, keadaan tetap
Allah sampaikan untuk mengingatkan kaum
Quraisy dan orang-orang sejenis mereka untuk berada dalam kekafiran dan pembangkangan.
waspada terkait hal-hal seperti itu.
Padahal, sudah berulang kali disampaikan
Apalagi negeri-negeri tersebut terletak
pelajaran kepada mereka dan berbagai bukti
di wilayah Arab. Penduduk Mekah sendiri
pun datang silih berganti.
mengetahui sebagian dari berita-berita ter-
sebut secara turun temurun. Mereka juga Allah telah mengunci hati orang-orang
melakukan pendustaan terhadap para rasul kafir dari umat-umat terdahulu. Allah juga
akan mengunci hati orang-orang kafir yang
telah Allah takdirkan untuk tidak akan pernah
beriman selamanya. Ringkasnya, seperti
penguncian yang keras itulah, Kami akan
TArsrRAl-MuNrR JrLrD 5
mengunci hati orang-orang kafir. Dalam ayat suci dan bersih, lalu datang setan-setan yang
tersebut, juga terkandung hiburan untuk kemudian memalingkan mereka dari agama
Nabi saw. tentang pengukuhan hatinya dalam mereka dan mengharamkan pada mereka apa yang
telah Aku halalkan untuk mereka."'(HR Muslim)
dakwah yang diembannya dan sekaligus
memberitahukan bahwa pembangkangan Dalam Shahihain (Shahih Bukhari dan
dan kedurhakaan dari penduduk Mekah juga Muslim) disebutkan,
pernah dilakukan oleh orang-orang seperti eii 9ts34 tsr'u avat :i;; ;iv |9
mereka dari kalangan umat-umat terdahulu. .$v#i- :i yti.^;
Dengan demikian, engkau wahai Muhammad "Setiap anak dilahirkan dalam keadaanfitrah.
tidak perlu putus asa dan merasa sedih ter- Kedua orang tuanya yang akan membuatnya
Yahudi, Nasrani, atau Majusi." (HR Bukhari dan
hadap kekafiran mereka. Muslim)
Kami tidak mendapati kebanyakan umat Para rasul sejak yang pertama sampai yang
terdahulu menepati janji mereka, baik janji
terakhir selalu melarang untuk melanggar
yang bersifat fitrah yang telah mereka ikrarkan fitrah yang suci dan melarang perbuatan
kepada Allah ketika mereka berada di dalam syirik. Allah SWT berfirman,
sanubari Adam, janji yang bersifat syari'at
"Dan Kami tidak mengutus seorang rasul
untuk beriman dan melaksanakan segala pun sebelum engkau (Muhammad), melainkan
Kami wahyukan kepadanya, bahwa tidak ada
kewajiban, maupun janji yang biasa dikenal di tuhan (yang berhak disembah) selain Aku,
maka sembahlah Aku." (al-Anbiyaa': 25)
masyarakat, yaitu menunaikan semua bentuk
Allah SWT juga berfirman,
konsistensi dan menghargai segala akad per-
janjian yang mereka lakukan sesama mereka. "Dan sungguh, Kami telah mengutus se-
orang rasul untuksetiap umat (untukmenyeru-
Kami dapati kebanyakan mereka fasik dan kan), "Sembahlah Allah dan jauhilah Thagut."
(an-Nahl:36)
keluar dari garis ketaatan.
Flqlh Kehldupan atau Hukum-Hukum
Penggunaan kalimat {?.f\-y menunjuk- Kekafiran adalah pembangkangan meski-
kan bahwa sebagian mereka ada yang ber- pun sudah mengetahui dan yakin mana yang
iman dan mengaplikasikan semua janji me- benar dengan berbagai bukti. Pemaparan kisah
berbagai negeri yang dibinasakan oleh Allah,
reka dengan Allah dan dengan manusia. Ini yaitu negeri Nabi Nuh, negeri kaum Ad, negeri
Nabi Luth, Hud, dan Syu'aib bertujuan untuk
merupakan salah satu bukti ketelitian dan
diambil ibrah dan pelajarannya. Penduduk
kebenaran AI-Qur'an. negeri-negeri itu tidak akan beriman secara
Melanggar janji fitrah suci yang mengan- sungguh-sungguh karena sebelum datangnya
dungpengakuan akan keesaan Allah danbahwa para rasul, mereka telah mendustakan ke-
benaran. Sampai akhir hayat mereka, mereka
tidak ada Tuhan selain Dia lalu menyembah
selain-Nya tanpa dalil dan keterangan dari
akal maupun syari'at sebenarnya. Hal itu lebih
disebabkan oleh pengaruh yang datang dari
lingkungan. Dalam Shahih Muslim disebutkan,
vwt lt- r , (
j*@ct-:-l
;ti,j! 6>\1s ,iilv 0t,J* ar
--?: At,y &e6,*6r
{ Lf*i
'Allah SWT berfirman, 'Sesungguhnya Aku
menciptakan hamba-hamba-Ku dalam keadaan
selalu mendustakan kebenaran. Sejak diutus- TAFSTRAL-MUNIRfItID 5
nya para rasul kepada mereka sampai mereka
mati tetap berada dalam kekafiran dan pem- :i (L ir 5+.i 6 <,\gE 3bi3at
bangkangan. $,6 O cl:g\t U Tsvi Jc m G;)t
Penguncian hati orang-orang kafir yang J6 O G"$\ F c#'$W;$ alvtr#.
lama dan yang baru, yaitu yang semasa dengan irsfuvotSt<j_,a\53<,Va\:61irjl
Nabi saw., Serta orang-orang kafir yang datang
ffi#i4"3x<.r
setelah itu adalah disebabkan kekafiran dan
bertahannya mereka dengan sikap mereka. "setelah mereka, kemudian Kami utus Musa
Ada sebuah hakikat yang disampaikan oleh dengan membawa bukti-bukti Kami kepada Fir' aun
dan pemuka-pemuka kaumnya,lalu mereka meng'
ayat di atas, bahwa kebanyakan manusia tidak
ingkari bukti-bukti itu. Maka, perhatikanlah
memiliki amanah dan kesetiaan terhadap
janji mereka dengan Allah dan juga janji bagaimana kesudahan orang-orang yang berbuat
kerusakan. Dan Musa berkata, "Wahai Fir'aun!
mereka dengan manusia. Kebanyakan mereka Sungguh aku adalah seorang utusan dari Tuhan
sesungguhnya adalah orang-orang fasiq yang seluruh alam, aku waiib mengatakan yang sebenar-
keluar dari batas-batas ketaatan yang dituntut nya tentang Allah. Sungguh, aku datang kepadamu
dari mereka untuk ditunaikan terhadap Tuhan dengan membawa bukti yang nyata dari Tuhanmu,
maka lepaskanlah Bani Israil (pergi) bersamakul'
mereka. Dia (Fir'aun) menjawab, "Jikabenar engkau mem-
bawa sesuatu bukti, maka tunjukkanhh, kalau
KISAH NABI MUSA A.S. DENGAN FIR.AUN kamu termasuk orang-orang yang benarl' Lalu
BESERTA PEM BESAR.PEM BESARNYA (Musa) melemparkan tongkatnya, tiba'tiba tongkat
itu menjadi ular besar yang sebenarnya. Dan dia me-
Surah al-A'raaf Ayat 103-116 ngeluarkan tangannya, tiba-tiba tangan itu menjadi
putih (b ercahay a) b agi orang- o rang y ang melihatny a.
Ji+rw3 1t;; Jy-tijJ, 2^5.' bW 3 Pemuka-pemuka kaum Fir'aun berkata, "Orang ini
,''?$xUMati\rW'of benar-benar penyihir yang pandai, yang hendak
r<llJti,r"gfu mengusir kamu dari negerimu." Fir'aun berkata,
55;bfa-JiJ6;@ 'Maka apa saran kamu?" (Pemuka-pemuka) itu
-&\"61t menjawab, "Tahanlah (untuk sementara) dia dan
A i9'8;1 f'e,JiE @ saudarany a dan utuslah ke kota-kota b eb eraP a orang
untuk mengumpulkan (para penyihir), agar mereka
alriE'SfuUAJ-;VH)u#7 membawa semua penyihir yang pandai kepadamul'
Dan para penyihir datang kepada Fir'aun. Mereka
i$',$ g3O 3d 5 Q' qse,ll$i\* b( berkata, "(Apakah) kami akan mendapat imbalan,
jika kami menang?" Dia (Fir'aun) menjawab, "Ya,
LY <Ye ;;'a {i\ 1( @'a}Aw' e bahkan kamu pasti termasuk orang-orang yang
dekat (kepadaku)" Mereka (para penyihir) berkata,
i'K;,t :; -F#';\ Sjffi T # r:5 "Wahai Musa! Engkaukah yangakan melemparkan
lebih dahulu, atau kami yang melemparkan?" Dia
ilA e,pjVlG;'y5$ 6 e s;ft $6 (Musa) menj aw ab, "Lemparkanlah (lebih dahulu) ! "
il <i;;-r;, @ 4i;
"&2>,"i$i; Maka setelah mereka melemparkan, mereka
G)'
menyihir mata orang b anyak dan menj adikan orang
banyak itu takut, karena mereka memperlihatkan
sihir yang hebat (menakjubkan) (al-A'raaf: f03- l'raab
r16) (iri I ii * *h kata loiy posisi jarr dari
huruf jarr 6$ yang bermakna huruf ba',
Qlraa'aat taqdiir-nya adalah 6ril t :'\i#> adajuga yang
4:'i *i*b' membaca 1.riy dengan men-taqtdid-kan huruf
Imam Nafi' membacanya dengan (*',*). y6ar'{l(s'oei)hipnogsgiasimraenfaja'dsi e;bj;a)gasiemhinugbgtaadkaa',limdaant
t/-.P. .\ .tr,.t-*- ,lf,:
kalimat yang sebelumnya menjadi khabar
Imam as-Susi dan Hamzah ketika waqaf
membacanya dengan 1i(ay dan 1c-,*y. muqaddam.
{,,r"}' 4;;4' e 6f:y kalimat ini di-'arhafkan
Lafazh ini dibaca dengan 141(fathah W) kepada kalimat yang mahdzuul fdihilangkan)
yang posisinya telah tergantikan oleh kata
dan ini qira'aat Imam Hafsh. Sementara yang
f14; seolah ia mengatakan 6t ,,;i n:'l{>
lainnya membaca dengan, 91> $ukun W). <,i:At.(ry i* e ttyb kata 1r;5 yang mengan-
4;,;iy: dung pengertian mufaaja'ah fketerkejutan
Ada beberapa qira'aat untuk lafal ini: atau tiba-tiba) sebagai mubtada', sementara
7. <:-j> dengan cara ikhtilas, merupakan kata <,ipl) menjadi khabar.
qira'aat Qalun. xata ljiy dalam kalimat (,f ;i eg I ::i ey\
2. (y;i) dengan membuang homzah Ialu sebagai nashab dari fi'il, taqdiir-nya adalah
meng-kasrah-kan huruf ha' dan dihubung- ;.gayt S;i oi t:g;,;:1t :ri ey.
kan dengan Lafazh setelahnya. Ini me- Balaaghah
rupakan qira' aat Warsy dan al-Kisa'i. Dalam kalimat 4l;i.'lt :l {pb terdapat
3. 1.L;i; dengan cara isyba' dhammah (me- ta'kiid [penegasan) dengan menggunakan
negaskan baris dhammah) merupakan dua kata, yaitu 1iy dan huruf lam. lni untuk
menepis keraguan dari hati para ahli sihir.
qira'aat Ibnu Katsir.
Penyampaian berita seperti ini disebut dengan
4. 1^i;iy dengan cara ikhtilasyang merupakan inkari.
qira'aat Abu Amr. Mufradaat Lushawlyyah
5. 1&:iy merupakan qira'aat lbnu Dzalnryan {ilj" 4} setelah rasul-rasul yang di-
sebutkan sebelumnya. 4.;;y Ia dijuluki
dengan caraikhtilas.
dengan kalimullah (orang yang langsung
6. 1.2i; dengan membuang hamzahdan men- berbicara dengan Allah) Musa bin Imran,
ia adalah Nabi yang paling agung dari Bani
sukun-kan huruf ha' merupakan qira'aat Israil. (Jrty Fir'aun adalah gelar seluruh raja
Mesir di masa dahulu. Ada yang mengatakan
ulama-ulama yang lain.
namanya, Menatah bin Ramsis. Ia hidup pada
(r6F, tahun L225 SM dari keluarga ke-19. Gelar ini
sama dengan gelar Kisra untuk raja Persia dan
Imam Hamzah dan al-Kisa'i membacanya Kaisar untuk raja Romawi. {r1;(t,} mukjizat
yang menunjukkan kebenaran seorang Nabi
dengan 1rr^:y.
{6 3r}'
Lafal ini ada yang membacanya dengan
1ui iy dan ini adalah qira'aat Nafi, Ibnu Katsir
dan Hafsh. Ada juga yang membacanya dengan
1uj jii; merupakan qira'aat ulama-ulama yang
lain.
{'*}'
Imam al-Kisa'i membacanya dengan 1i;.
sr'"tr"t-l''""r ,rr,{,. %D.}l!., tut'*[-M'"lol"'o 5
seperti tongkat dan tangan yang berkilauan Persesuaian Ayat
fmukjizat Nabi Musa) {J;r;j} kaumnya secara Kisah ini adalah kisah yang keenam dari
beberapa kisah para nabi yang diceritakan
umum. Allah SWT dalam surah ini. Dalam kisah ini,
terdapat penjelasan yang tidak disebutkan di
4i t *Y ingkar terhadap ayat-ayat itu. dalam kisah-kisah lainnya karena mukjizat
yang diberikan kepada Nabi Musa lebih
4;r*ilr i:iu) merusak di muka bumi dengan dahsyat dan hebat daripada mukjizat para
nabi sebelumnya. Kebodohan kaum Fir'aun
kekafiran mereka. Akibat yang dimaksud ada- yang Nabi Musa diutus kepada mereka juga
lah pembinasaan mereka. {&f} sepantasnya lebih buruk daripada kebodohan kaum-kaum
atau selayaknya. {j;i i ii *t"y untuk aku tidak lainnya. Nabi Musa juga diutus kepada kaum
berbicara. (U ;iF ular yang besar. 4it O'tb
lain selain kaumnya, sementara para nabi
ia mengeluarkan tangannya dari sakunya. sebelumnya hanya diutus kepada kaumnya
{;'*i.} putih bercahaya dan berkilauan. 4"1t:t:.y masing-masing.
ini berbeda dengan kondisi sebenarnya,yang
Kllasan Selarah
pada hakikatnya hanya kulit yang mati. irj}
(i! sungguh seorang ahli sihir yang hebat. Nama Musa disebutkan lebih dari 130 kali
di dalam Al-Qur'an. Banyak kisah yang menarik
Dalam surah asy-Syu'araa'bisa dipahami bah- dan menakiubkan tentangnya, mulai sejak ia
lahic kemudian ketika orang-orang suruhan
wa ungkapan ini keluar dari Fir'aun sendiri. Fir'aun membunuh anak-anak laki-laki kaum
Bani Israil dan membiarkan hidup anak-anak
fadi, seolah-olah mereka [para pemuka kaum perempuan. Akibat kebijakan Fir'aun ini, Ibu
Fir'aun) mengucapkan hal tersebut bersama
Musa melemparkan anaknya ke Sungai Nil
Fir'aun dari hasil pembicaraan mereka setelah dalam sebuah peti lalu Allah mengembalikan
melihat aksi Nabi Musa a.s.. anak itu kepadanya untuk disusuinya dan
seterusnya. Kisah Musa bersama ibu dan
49;i;) pendapat kalian untukku. 4;wrt4iy saudarinya ini diceritakan dalam surah al-
Qashash dan Thaahaa. Kemudian, ketika
tangguhkanlah masalahnya dan saudaranya,
jangan putuskan sekarang. (rrr.r:ir) kota-kota remaja dilanjutkan dengan kisah kaburnya
yang terdapat dalam kekuasaan Fir'aun. Musa dari Mesir menuju negeri Madyan
karena ia membunuh seorang warga Mesir
(--it;y mengumpulkan para ahli sihir dari
Qibti untuk membantu seseorang dari Bani
setiap kota yang ada. (,.y -u) seorang ahli Israil. Kisah ini disebutkan dalam Surah al-
sihir yang mahir dalam bidang sihir; melebihi Qashash fayat 15 sampai 21) dan dalam surah
Thaahaa [ayat 40).
Musa dalam ilmu sihirnya kemudian mereka
Selanjutnya, kisah tentang Musa ketika
dikumpulkan. (11) engkau melemparkan memberi minum hewan gembala milik dua
orang putri Nabi Syu'aib [al-Qashash:22-25).
tongkatmu. Kemudian, ia diambil sebagai menantu oleh
Nabi Syu'aib [al-Qashash: 26-38 dan Thaahaa:
{r4 -*} kami melemParkan alat sihir
41) setelah itu ia mengembalakan hewan
kami. (rr"ri i6h perintah ini untuk mengizinkan
mereka melempar lebih dahulu sebagai siasat
Musa untuk menampakkan kebenaran di
hadapan manusia yang datang menyaksikan.
{'pi (i;} ketika mereka melempar tali dan
tongkat-tongkat mereka, (""6r iii tfrh mereka
menyihir mata manusia dengan memutar atau
memalingkannya dari penglihatan mereka
yang sebenarnya. (e'4j,fth mereka menakut-
nakuti manusia dengan membayangkan ke-
pada mereka bahwa apa yang mereka lempar-
kan adalah ular-ular yang bergerak.
ternak Nabi Syu'aib sebagai mahar selama Konspirasi keluarga Fir'aun untuk membunuh
sepuluh tahun di lembah suci bernama Thuwa. Musa dan pembelaan terhadapnya dari
Kisah pengangkatannya menjadi rasul seorang yang beriman dari keluarga Fir'aun
adalah ketika ia pergi mencari kayu kering disebutkan dalam surah al-Mu'min: 2B-35 dan
38-46. Lalu, Fir'aun yang merendahkan dan
untuk dijadikan api sebagai penghangat badan meremehkan Musa, yang disebutkan dalam
bagi istrinya. Kisah ini terdapat dalam surah surah az-Zukhruf: 51-54 dan an-Naazi'aat:22-
al-lsra': 2-3, Thaahaa: 6-9, L7-36 dan 42-47,
al-Qashash: 45-46 dan 29-35, al-Furqaan: 35- 26.
36, asy-Syu'araa': L2-t6, an-Naml: 7-Zt, as-
Tanda-tanda kebesaran Allah berupa
Sajdah: 23-25 dan an-Naazi' aat: 15- 19.
sembilan adzab yang ditimpakan kepada
Selanjutnya, ia kembali ke Mesir bersama
Fir'aun dan kaumnya ketika mereka mendusta-
saudaranya, Harun, untuk menyeru Fira'un
kan Musa menjadi adzab yang pamungkas ter-
beriman kepada risalah yang dibawanya. Hal hadap mereka. Tanda-tanda kebesaran adalah
ini diceritakan dalam surah al-A'raaf: 104-105 paceklik, kemiskinan, kematian, kekurangan
dan asy-Syu'araa': 17 dan22. buah-buahan, angin topan, belalang, kutu,
katah dan darah. Tongkat (yang menjadi ular),
Dialog Musa dengan Fir'aun tentang tangan (yang berkilauan), terbelahnya laut,
ketuhanan Allah SWT dan penampakan dan keringnya air laut untuk Bani Israil, semua
mukjizat sebagai tanda kebenaran risalah
itu adalah mukjizat yang diberikan kepada
kenabiannya, disebutkan dalam Surah
Nabi Musa. Adapun tanda-tanda kebesaran
Thaahaa: 55 dan asy-Syu'araa': 24-28, sikap Allah berupa adzab yang sembilan terdapat
Fir'aun yang membangkang dan mengingkari
ketuhanan Allah, bahkan ia mengaku sebagai dalam surah al-A'raaf: 130-135, al-lsraa': 101-
Tuhan. Lalu, perintahnya untuk membangun
sebuah bangunan raksasa agar ia bisa naik ke 102, Thaahaa: 59, an-Naml: 73-74, al-Qashash:
langit disebutkan dalam surah al-Qashash: 3B 36-37, az-Zukhruf: 46-50, al-Qamar: 4L-42,
dan al-Mu'min: 36-37 yang disebutkan Allah dan an- Naa zi' aat: 20 -27.
SWT melalui firman-Nya, Mengenai Fir'aun yang ditenggelamkan
bersama kaumnya di Laut Merah, disebutkan
"Fir'oun berkata, "Hai Haman! buatkonlah dalam surah al-A'raaft L36-737, Yuunus:
bagiku sebuah bangunan yang tinggi supaya 90-92, al-lsraa': 103-104, Thaahaa: 77-79,
aku sampai ke pintu-pintu. Aoitu) pintu-pintu asy-Syu'araa': 52-68, al-Qashash: 39-40, az-
langit, supaya aku dapat melihat Tuhan Musa Zukhrufi 55-56, ad-Dukhaan: L7-37 dan adz-
dan sesungguhnya aku memandangnya seorang Dzaariyaat: 3B-40.
p endusta..." (al-Mu'min : 3 6-37) Tentang adzab yang akan ditimpakan
Selanjutnya, Nabi Musa menampakkan kepada Fir'aun dan kaumnya di akhirat di
dalamnya terdapat pelajaran bagi setiap
mukjizat tongkat menjadi ular dan tangan yang
orang yang mengaku sebagai Tuhan berlaku
berkilau di hadapan Fir'aun yang disebutkan sombong, dan menentang seruan para Nabi.
dalam surah al-A'raaf: L06-L26, Yuunus: 75- Semua itu disebutkan dalam surah Huud: 96-
99, al-Qashash:4L-42, al-Mu'min: 45-52, dan
89, Thaahaa:57-76, dan asy-Syu'araa': Zg-52. ad-Dukhaan: 43-50.
Allah SWT juga menyebutkan reaksi Di masa hidupnya Nabi Musa, Bani Israil
meniru perilaku paganisme masyarakat Mesir.
Fir'aun dan kaumnya serta pembangkangan Tidak ada yang beriman kepada Nabi Musa
mereka dalam kesesatan dan kekafiran dalam
surah al-A'raaf: I07 -L29 dan al-Mu'min:23-27.
ThFSIRAL-MUNIR JILID 5
selain anak cucu dari kaumnya. Itu pun dengan Ketika Nabi Musa pergi ke Bukit Thuc
dihantui rasa takut terhadap Fir'aun yang bisa Samiri membuat patung anak sapi sebagai
saja menyiksa mereka dan memaksa mereka
Tuhan bagi Bani Israil untuk mereka sembah.
untuk kafir dan menyembah berhala. Allah Patung itu ia buat dari emas yang dikumpulkan
berfirman, dari perhiasan para perempuan. Dengan
"Makq tidak ada yang beriman kepada pengaruh angin dan kerikil atau bekas tapak
Musa, selain keturunan dari kaumnya dalam kaki kuda fibril, patung itu bisa mengeluarkan
keadaan takutbahwa Fir'aun dan para pemuka
(kaum)nya akan menyiksa mereka." fYuunus: suara seperti suara sapi, lalu ia berkata kepada
83)
mereka, "lnilah tuhan kalian dan Tuhan
Ketika melihat para penyembah berhala,
kaun Yahudi pada waktu itu meminta kepada Musa." Sayangnya, Nabi Harun tidak berhasil
Musa untuk membuatkan Tuhan bagi mereka menghalangi mereka dari menyembah anak
sebagaimana halnya para penyembah berhala
sapi itu. Mereka berkata,
itu memiliki tuhan. Mereka juga meminta
Mereka menjawab, "Kami tidak akan
agar manisan dan madu yang diturunkan
pada mereka dari langit diganti saja dengan meninggalkannya (dan) tetap menyembahnya
biji-bijian, bawang merah, bawang putih,
dan sayur-sayuran. Dalam surah al-Baqarah (patung anak sapi) sampai Musa kembali
kepada kami." (Thaahaa: 91)
disebutkan,
Setelah Musa kembali, ia sangat marah
"Kami tidak tahan hanya (makan) dengon kepada saudaranya, Harun. Lalu, ia menarik
satu macam makanan saja" (al-Baqarah: 61)
jenggot dan rambut saudaranya Harun dengan
Dan juga dalam surah al-A'raal kuat. Harun minta maaf dan menyampaikan
"Buatlah untuk kami sebuah tuhan alasannya bahwa ia telah berusaha sekuat
tenaga. Kemudian, Nabi Musa memarahi
(berhala) sebagaimana mereka mempunyai
beberapa tuhan (berhala)." (al-A'raaf: 138) Samiri, Samiri berkata,
Kisah pemukulan batu kemudian ter- Dia (samiri) menjawab,'Aku mengetahui
pancarlah duabelah mata air; disebutkan dalam sesuatu yang tidak mereka ketahui, iadi aku
ambil segenggam (tanah dari) ieiak rasul lalu
surah al-A'raaf: 159-160. Diturunkannya
aku melemparkannya (ke dalam api itu), demi-
manisan dan madu disebutkan dalam surah kia nl ah nafs uku m e mb uj ukku. " (Thaahaa: 96)
Thaahaa: 80-82. Kemudian, Nabi Musa pergi
meninggalkan Bani Israil untuk memenuhi Setelah itu, Nabi Musa mengusirnya dan
janji berjumpa dengan Tuhannya. Sebelumnya, menghukumnya untuk selalu mengatakan,
ia telah menulis lauh (lembaran-lembaran) "Lae misaas [janganlah menyentuh aku)"
yang berisi wasiat-wasiat yang dituntut pada selama hidupnya. Kisah penyembahan anak
Bani Israil untuk mengamalkannya. Dalam sapi disebutkan dalam surah al-Baqarah: 54
Surah al-A'raaf disebutkan, dan 92-93, al-A'raaf: L48-L54 dan Thaahaa:
"Don Kami telah menjanjikan kepada Musa B4-98.
Allah melalui Nabi Musa memerintahkan
(memberikan Taurat) tiga puluh molam." (al-
A'raafz L42) Bani Israil untuk memasuki tanah yang suci,
Palestina, tanah yang dijanjikan. Namun me-
reka membangkang sehingga akhirnya tanah
tersebut diharamkan bagi mereka. Mereka
tersesat di bumi selama empat puluh tahun
dan hidup di tanah gersang sejak mereka Nabi Musa memilih tujuh puluh orang laki-
keluar dari Mesir sampai Nabi Musa wafat. laki dari mereka untuk pergi bersamanya
Kemudian, mereka menyeberangi Sungai ke bukit yang biasa menjadi tempat Nabi
Yordania lalu mereka menguasai daerah Ariha Musa bermunajat kepada Allah, yaitu Bukit
dan daerah sekitar barat Yordania selama Thur untuk berjanji akan taat kepada Allah,
empat puluh tahun. Kisah tersebut diceritakan menyatakan penyesalan atas segala dosa yang
telah mereka perbuat, dan menyesal karena
dalam surah al-Maa'idah : 20-26.
telah menyembah anak sapi.
Di padang pasir Tih, Allah menjelaskan
Setelah Allah berbicara dengan Nabi
dalam surah al-Baqarah dan al-A'raaf, bahwa
Musa dan tujuh puluh orang tersebut menjadi
Dia mengangkat Bukit Thur ke atas kaum Bani saksi atas hal itu serta mereka mendengarkan
langsung perkataan Allah, sekelompok dari
Israil sehingga seolah-olah bukit itu menjadi mereka kembali membangkang dan durhaka.
Mereka tidak percaya bahwa Allah-lah yang
payung. Mereka mengira bahwa bukit itu akan berbicara langsung kepada Nabi Musa dan
ditimpakan kepada mereka, bahkan, mereka
Dia yang telah memberikan Kitab Taurat
sudah yakin akan ditimpakan. Kemudian,
Allah memerintahkan mereka untuk meng- kepadanya. Akhirnya, mereka disambar oleh
suara yang sangat keras dan mereka sama-
ambil seluruh hukum yang diturunkan kepada sama menyaksikan hal tersebut. Kemudian,
mereka dengan sungguh, yaitu dengan meng- Allah membangkitkan mereka setelah mereka
amalkannya tanpa pikir panjang atau ragu- mati akibat kencangnya suara sambaran
ragu. Kisah naungan bukit disebutkan dalam
halilintar. Setelah itu, Nabi Musa memohon
surah al-Baqarah:63-64 dan al-A'raaf: L71.
dan merendahkan diri kepada Allah dan
Meskipun sudah ditampakkan keajaiban
kisah sapi betina, [al-Baqarah: 67-74) yang memohon kepada-Nya untuk memaafkan
telah kita jelaskan di jilid pertama. Bani Israil perbuatan orang-orang bodoh di antara
tidak juga mengambil pelajaran dari hal mereka. Kisah tersebut disebutkan dalam
surah al-Baqarah: 55-56 dan al-A'raaft 155-
tersebut. Hati mereka tetap keras seperti batu
L57.
atau bahkan lebih keras. Berbagai nasihat Nabi
Nabi Musa memiliki kisah yang menarik
Musa tidak berpengaruh pada mereka. dengan seorang hamba saleh bernama al-
Khidhir yang disebutkan dalam surah al-Kahf:
Nabi Musa bersikap keras terhadap Qarun, 60 - 82.
seorang hartawan yang membangkang. Kisah
ini disebutkan dalam surah al-Qashash: 7 6-83. Di dalam Al-Qur'an disebutkan berulang
Diceritakan juga, akibat dari kebangkangan- kali peringatan Allah kepada Bani Israil
nya bumi menelannya dan rumahnya. fuga
terhadap nikmat-nikmat yang dilimpahkan-
pemusnahan musuh-musuh Musa yang
Nya kepada mereka, seperti ayat-ayat dalam
berjumlah kurang lebih 250 orang. Sebagai surah al-Baqarah:47-57 dan 60-61, al-A'raaf:
tambahan, Nabi Musa telah banyak disakiti 141, dan Ibraahim: 6-8.
oleh kalangan Bani Israil. Allah juga telah
Nabi Harun wafat lebih dahulu di Bukit
menyatakan bersihnya Nabi Musa dari cacat
Hur dan dimakamkan oleh Nabi Musa. Setelah
yang mereka tuduhkan padanya, yaitu penyakit
itu, Nabi Musa wafat di Bukit Nabu dan
al-adrah fpembengkakan di kemaluan) atau
dimakamkan di atas tumpukan tanah merah.
lepra. Hal itu disebutkan dalam surah al-
Setelah Nabi Musa wafat, Bani Israil dipimpin
Ahzaab: 69 dan surah ash-Shaff: 5.
Ketika Bani Israil melakukan dosa yang
sangat besar; yaitu menyembah anak sapi,
oleh Yusya'bin Nun, salah seorang keturunan seorang nabi yang tergolong dalam ulul
Nabi Yusuf, setelah mereka keluar dari padang 'azmi (nabi-nabi yang memiliki tekad yang
pasir Tih. Kemudian, Allah memerintahkan membaja dan mendapat berbagai cobaan
yang sangat berat, pent). Sementara itu,
mereka untuk masuk ke sebuah kota di
Samiri yang diasuh oleh fibril malah
Palestina, yaitu Baitul Maqdis atau Yerusalem
atau Ariha dengan cara memasukinya melalui menjadi seorang yang kafir dan membuat
pintu kota sambil tertunduk dan merendahkan penyembahan terhadap anak sapi.
3. Hijrahnya Nabi Musa atau keluarnya dari
diri dan mengucapkan kata-kata 'hiththah'. negeri Mesir atas nasihat seorang laki-
laki dari pinggir kota untuk meninggalkan
Namun, mereka tidak mengindahkan hal ter- Mesir mengandung kebaikan yang sangat
sebut. Mereka masuk dengan cara yang tidak
diperintahkan oleh Allah SWT. Akibat per- banyak karena setelah itu, ia menjadi
buatan ini, Allah murka dan menurunkan menantu Nabi Syu'aib a.s. dan Allah
adzab kepada mereka. Kisah ini disebutkan SWT mengangkatnya menjadi seorang
dalam surah al-Baqarah: 58-59 dan surah al- Nabi. Nasihat tersebut merupakan salah
A'raaf: 161-162.
satu bentuk kemudahan yang diberi-
Allah memuji Nabi Musa dan Nabi Harun
yang disebutkan dalam surah Maryam: 51-53, kan Allah kepadanya melalui orang ter-
ash-Shaaffa at: LL4 - L22, dan al- M u'min : 5 3 -45. sebut. Nasihat itulah yang menjadi faktor
keselamatannya dan diangkatnya ia men-
Pelalaran yant Dapat Dlpetlk darl Klsah jadi seorang utusan Allah SWT. Demikian-
Nabl Musa lah, setiap orang yang bertawakal kepada
Allah SWT niscaya Allah akan memelihara
Syari'at yang diwahyukan kepada Nabi
dan menjaganya.
Musa pada dasarnya memiliki kesamaan
4. Kekuatan dan konspirasi manusia tidak
dengan syari'at Islam. Sejarah umatnya penuh akan berpengaruh terhadap seseorang
dengan berbagai gejolak, keguncangan, dan selama ia diliputi oleh penjagaan Allah,
bahkan kezaliman dan kekuatan Fir'aun
peristiwa-peristiwa yang dahsyat. Dalam serta para pembesarnya tidak pernah ber-
beberapa fase sejarah, umat Nabi Musa hasil menghancurkan Nabi Musa. Perhati-
kan dialog yang tajam ini, ketika Fir'aun
memiliki kekuasaan yang cukup besar dan berkata kepada Nabi Musa,
andil dalam peradaban umat manusia. Don sungguh, Kami telah memberikan
kepada Musa sembilan mukjizatyong nyato
Kisah Nabi Musa bersama Bani Israil
mengandung berbagai pelajaran dan ibrah mqka tanyakanlah kepada Bani Israil,
ketika Musa datang kepada mereka lalu
sebagai berikut.
Fir'aun berkata kepadanya, "Wahai Musa!
L. Allah menyelamatkan Nabi Musa dari Sesungguhnya aku benar-benar menduga
engkau terkenq sihir." (al-Israa': 101)
upaya pembunuhan ketika ia masih bayi
lalu ia dihanyutkan oleh ibunya di Sungai Nabi Musa menjawab dengan penuh
Nil. Kemudian, Allah mengembalikannya ketenangan dan kesabaran setelah men-
kepada ibunya untuk disusuinya. Ini me- dengarkan debat Fir'aun yang sarat ke-
rupakan bentuk penjagaan dan perhatian batilan,
Allah kepada Nabi Musa dan kasih sayang-
Nya terhadap ibunya.
2. Nabi Musa tumbuh dan berkembang di
istana Fir'aun, padahal ia adalah seseorang
yang beriman kepada Allah dan salah
TAFSIRAT.-MuNrRlrLrp 5 ,++f -ft_ Surahat-A-raaf
Dia (Musa) menjawab, "Sungguh, mereka, Allah memberikan balasan ke-
engkau telah mengetahui, bahwa tidak ada baikan kepada mereka, dalam firman-Nya,
yang menurunkan (mukjizot-mukjizat) itu
kecuali Tuhan (yang memeliharo) langit "Dan telah sempurnalah firman Tuhan-
dan bumi sebagai bukti-bukti yang nyata; muyang baikitu (sebagai janji) untukBani
dan sungguh, aku benar-benar menduga Israil disebabkan kesabaran mereka." (al-
A'raaft 137)
engkau akan binasa, wahai Fir'aun." (al-
Israa': 102) Mereka juga pernah diserang oleh
5. Kelapangan Allah akan datang setelah Romawi di bawah komando Panglima
kesulitan dan kesempitan. Bantuan dari al- Titus. Pasukan Romawi tersebut meng-
Haqq [Zat yang Mahabenar) akan datang
hancurkan tempat ibadah suci Bani
ketika kondisi sudah sangat kritis. Musa Israil dan kuil agung mereka setelah
dibela oleh seorang laki-laki beriman tahun 7L SM. Kemudian, mereka me-
yang masih termasuk menjadi kerabat
ninggalkan Palestina dan kembali lagi
Fir'aun yang merahasiakan imannya.
Laki-laki tersebut memperingatkan ke sana setelah wafatnya Nabi Musa lalu
mereka mendirikan kerajaan Ariha serta
Fir'aun dan keluarganya akan kemurkaan
Allah SWT dengan tanpa rasa takut dan menguasai beberapa daerah di Hijaz,
tidak peduli dengan kekuasaan serta seperti Tayma', Wadi al-Qura, Fadk,
kezaliman Fir'aun. Ia memberikan contoh Khaibar; dan Yatsrib. Di sana mereka mem-
dengan umat-umat yang terdahulu. Allah bangun benteng dan tempat pembuatan
berfirman, senjata untuk menunggu nabi yang telah
dijanjikan pada mereka dari bangsa Arab
"Seorang lqki-laki yang beriman di yang merupakan keturunan Nabi Ismail
ontara keluarga Fir'aun yang merahasia-
di Yatsrib dengan harapan mereka akan
kan imannya berkata,'Apakah kalian akan
membantu dan mendukung nabi tersebut.
membunuh seseorang yang mengotakan,
Untuk itu, mereka menetap di daerah
"Tuhanku adalah Allah" padahal ia datang
perbatasan antara Yatsrib dan Palestina.
membawa keterangan yang jelas dari
B. Kesantunan Nabi Musa terhadap Bani
Tuhan kalian?" (al-Mu'min: 28-35)
Israil. Meskipun Allah telah murka kepada
6. Apabila keindahan dan kelezatan iman mereka karena mereka menyembah anak
sapi, Ieluhur Bani Israil yang pergi bersama
telah menghiasi jiwa, seluruh kesulitan Musa untuk bertobat dan meminta untuk
dan musibah akan tampak ringan. Oleh bisa melihat Allah secara langsung, akibat
sebab itu, para tukang sihir beriman kebodohan, dan kebangkangan mereka,
Nabi Musa tetap memohon kepada Allah
kepada Tuhannya Nabi Musa tanpa me- untuk memaafkan mereka dari kesalahan
medulikan kemarahan dan kezaliman dan keteledoran orang-orang yang bodoh
di antara mereka. Nabi Musa berkata,
Fir'aun.
Dan Musa memilih tujuh puluh orang
7. Kesabaran adalah kunci kelapangan dan
dori kaumnya untuk (memohon tobat
akhir yang baik karena sesungguhnya Bani
Israil telah bersabar terhadap kezaliman kepada Kami) pada waktuyang telah Kami
tentukan. Ketika mereka ditimpa gempa
Fir'aun ketika ia membunuh anak-anak bumi, Musa berkata, "Ya Tuhonku, jika
laki-laki mereka dan membiarkan hidup
anak-anak perempuan. Atas kesabaran
TAFSIRAL-MUNIRJILID 5
Engkau kehendaki, tentulah Engkau binasa- "Dan mereka mengingkarinYa karena
kan mereka dan aku sebelum ini. Apakah
Engkau qkan membinasakan kami karena kezaliman dan kesombongannyo, padahal
perbuatan orang-orong yang kurang ber-
hati mereka meyakini (kebenaran)nya. Moka
akal di ontara kami? Itu hanyalah cobaan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-
dari-Mu, Engkau sesatkan dengan cobaan orqng yang berbuqtkerusokan." (an'Naml: 14)
itu siapa yang Engkau kehendaki dan Allah SWT mengatakan, (j Y,; "*t ilb
Engkau beri petuniuk kepada siapa yang dan Allah tidak mengatakan "dQn kQumnya,"
Engkau kehendaki. Engkaulah pemimpin karena orang-orang yang diperbudak oleh
kami, maka ampunilah kami dan berilah
kami rahmat. Engkaulah pemberi ampun Fir'aun dan yang mendukungnya adalah
yang terbaik" (al-A'raaf: 155)
para pengikut dan pecinta kekuasaan serta
Tafslr dan Penlelasan penguasa, bukan seluruh masyarakat Mesir.
Sebuah masyarakat biasanya mengikut kepada
Allah SWT menjelaskan bahwa setelah penguasanya. Dengan demikian, seandainya
para rasul yang disebutkan sebelumnya se- saja Fir'aun beriman tentu seluruh bangsanya
perti Nuh, Hud, Shalih, Luth, dan Syu'aib, Dia akan mengikutinya untuk beriman juga.
mengutus Musa dengan membawa ayat-ayat Firman Allah SWT (i1.J, :;;-e tv J*'t:iY
atau argumen dan bukti-bukti yang kuat serta Dalam ungkapan ini terkandung tasywiiq
mukjizat yang luar biasa untuk menunjukkan
[pemunculan rasa ingin tahu) dan menarik
kebenarannya dan risalah yang dibawanya perhatian terhadap apa yang akan disampai-
kepada Fir'aun, seorang penguasa Mesir di kan Allah SWT. Setelah itu, mengenai akhir
masa Nabi Musa, berikut kepada para pem- yang sangat buruk bagi Fir'aun dan para pem-
besar dan kaumnya. Namun, mereka ingkar besarnya serta bagaimana selamatnya Nabi
dan membangkang dengan penuh kesom-
Musa dan Bani Israil.
bongan dan kezaliman. Setelah kalimat-kalimat fasywiiq tersebut,
Dengan demikian, perhatikanlah wahai Allah mulai menjelaskan bagian-bagian
Rasul fmaksudnya Nabi Muhammad)! bagai-
mana akhir dari orang-orang yang berbuat kisah yang dimaksud. Bagian pertama, Allah
kerusakan di muka bumi dengan penuh zalim menginformasikan tentang Nabi Musa yang
dan memperbudak manusia, yaitu Fir'aun dan mendebat Fir'aun dan Nabi Musa menang
para pembesarnya yang menghalangi manusia dengan kekuatan argumen dan logika serta
dari jalan Allah dan mendustakan para utusan-
penampakan mukjizat yang nyata di majelis
Nya.
Fir'aun dan kaumnya, orang-orang Qibti Mesir.
Maksudnya, perhatikanlah wahai Nabi Musa berkata, "Wahai Fir'aun! Raja
Muhammad! bagaimana Kami memperlaku- Mesir! Sesungguhnya aku adalah utusan dari
kan mereka dan Kami tenggelamkan mereka Tuhan Semesta Alam, Tuhan yang menguasai
semuanya dengan disaksikan oleh Musa dan segala sesuatu, menciptakan dan mengatur
kaumnya. Ini merupakan balasan yang sangat segala-galanya. Sudah selayaknya akus tidak
dahsyat terhadap Fir'aun dan kaumnya serta mengatakan sesuatu terhadap Allah kecuali
sangat mengobati hati para kekasih Allah yaitu
Musa dan kaumnya yang beriman bersamanya. 5 Dalam ungkapan bahasa Arabnya: (ilr r-1 ilr ,t" 6i vi + ,s)
Persamaan ayat ini adalah firman Allah SWI, huruf ba' dan 'ala saling beriringan. Huruf 'ala dalam
kalimat <* *l sama maknanya dengan huruf ba'. Dalam
sebuah kalimit misalnya: ,uit S" tpu-'.*,;'Aku melempar
panah dengan busur" atau (* y) * Jr- J" ;t;) "la datang
dengan kondisi yang baik."
yang benar karena seorang rasul tidak akan Yusuf ke Mesir dengan masuknya Nabi Musa
mendustakan apa-apa terhadap Allah yang
adalah empat ratus tahun.
menguasai segala sesuatu. Oleh karena itu, aku Fir'aun menjawab permintaan Nabi Musa
tidak akan mengabarkan apapun dari Allah itu dengan berkata, "fika engkau memang di-
melainkan hal-hal yang benar dan jujur karena dukung dengan bukti dari Tuhanmu, tampak-
aku tahu Dia sangat agung dan maha besar." kanlah agar kami dapat melihatnya jika engkau
Kedua kalimat terakhir perkataan Musa benar dalam klaimmu." Nabi Musa segera
menjawab tantangan tersebut, dengan aksi
mengandung aqidah tauhid yaitu semua dan bukan dengan kata-kata. Ia melempar-
alam ini-baik manusia maupun jin-me- kan tongkat yang dipegang dengan tangan
miliki Tuhan yang sama dan sekaligus
juga mengandung aqidah kenabian dan kanannya ke tanah, tepat di depan Fir'aun.
kerasulan yang dikuatkan oleh Allah dengan Kemudian, tongkat tersebut berubah menjadi
seekor ular jantan yang besar dan bergerak-
kemaksuman. gerak ke sana-kemari.
Di antara hal yang menguatkannya adalah Setelah itu, Nabi Musa mengeluarkan
ucapan Nabi Musa, 'Aku datang kepadamu tangannya dari saku bajunya, tiba-tiba tangan
dengan keterangan dan bukti yang kuat dari itu putih bercahaya, bukan karena sopak
Allah yang diberikan-Nya padaku sebagai
bukti terhadap kejujuranku dalam apa yang atau penyakit lainnya. Ia bercahaya bagaikan
aku sampaikan padamu." Kalimat, 4;K" bY matahari yang sangat terang, Allah berfirman,
menunjukkan bahwa semua manusia adalah
makhluk Allah dan Dia yang mengaturnya. "Dan masukkanlah tanganmu ke leher
Fir'aun bukanlah Tuhan serta keterangan
atau mukjizat yang dibawa Musa bukanlah bajumu, niscaya ia akan keluar menjadi putih
(bersinar) tanpa cacat." (an-Naml: 12)
buatannya.
Inilah fase kedua dari kisah ini. Tidak
Kemudian, setelah Allah menetapkan perlu kita bicarakan secara rinci tentang
kenabian Musa dengan bukti yang jelas, Nabi bentuk ula6, tongkat, dan tangan Nabi Musa
lebih dari apa yang telah dijelaskan oleh ayat-
Musa meminta Fir'aun untuk melepaskan Bani ayat Al-Qur'an karena memang tidak ada dalil
Israil dari tawanannya dan dari penghambaan yang kuat yang bisa menjadi pegangan dalam
hal ini. Yang ada hanyalah riwayat-riwayat
serta penyiksaan. Lalu, membiarkan mereka isra'iliyyot yang dimasukkan oleh sebagian
orang yang tidak memiliki sifat wara' dan
pergi bersamanya untuk kembali ke tanah ketelitian seperti Ka'ab al-Ahbar al-lsra'ili dan
yang disucikan (Palestina) yang merupakan Wahab bin Munabbih, seorang yang berasal
tanah kelahiran dan nenek moyang mereka dari bangsa Persia.
guna berkonsentrasi menyembah Tuhan
Sudah diketahui dalam sejarah bahwa awal
mereka karena mereka adalah anak cucu dari munculnya fitnah dan geiolak politik di masa-
seorang nabi yang mulia, yaitu Israil atau masa awal Islam dilakukan oleh kelompok as-
Saba'iyyin (para pengikut Abdullah bin Saba',
Ya'qub bin Ishaq bin lbrahim, kekasih Zatyang
seorang Yahudi) dan beberapa kelompok
Maha Pengasih.
dari bangsa Persia yang masuk Islam dengan
Hal ini terjadi karena semenjak Nabi Yusuf tujuan menghantam Islam dari dalam. Umar
wafat dan seluruh keturunan Nabi Ya'qub
telah punah, Fir'aun menguasai keturunan bin Khaththab terbunuh di tangan Abu
Bani Israil dan memperbudak mereka lalu
Allah menyelamatkan mereka melalui Nabi
Musa. Rentang waktu antara masuknya Nabi
tr'"nr,-o'r"rt ,r,,*. {-il--b,iri., h.troA.-Mr",*l,.to 5
Lu'lu'ah, seorang yang berkebangsaan Persia dan Haman bersama bala tentaranya apa
yang selalu mereka takutkan dari mereka." (al'
yang diutus oleh sebuah sekte rahasia di
Qashash:6)
Persia. Utsman bin Affan juga dibunuh akibat
desas-desus yang ditiupkan oleh Abdullah bin Para pembesar dan pembantu Fir'aun
Saba'. meneruskan perkataan dan pendapat mereka
Kemudian, tibalah fase ketiga dari kisah kepada Fir'aun. Mereka berkata setelah
ini yang substansinya adalah perkataan para Fir'aun meminta pendapat mereka [dengan
pembantu Fir'aun. Paratokoh dikalangan kaum ucapannya di atas), "Lalu apa yang kalian
Fir'aun yang sejalan dengannya dan menjadi
sarankan?" "Tunda dahulu masalah Musa dan
para pembantunya berkata, 4W Va r; i1)
saudaranya. Kirim sekelompok pasukanmu
Artinya, Musa berpengalaman dan menguasai
ke kota-kota dan daerah kekuasaanmu untuk
berbagai seni dan macam-macam ilmu sihir mengumpulkan para ahli sihir dari berbagai
dan ia sangat berbahaya karena bisa saja ia daerah." Mereka mengatakan 'berbagai kota'
menarik perhatian dan simpati orang banyak
karena para ahli sihir biasanya banyak beraksi
dengan sihirnya. Hal ini bisa saja menjadi
di kota-kota besar yang menjadi tempat
faktor kemenangannya terhadap kita, merebut
keramaian manusia.
kekuasaan kita, dan mengeluarkan kita dari
daerah ini melalui sihirnya. Sihir di masa itu sangat dominan. Mereka
mengira bahwa apa yang dibawa oleh Nabi
Semua itu, dijelaskan dengan tegas dalam
ayat lain ketika mereka (para tokoh tersebut) Musa adalah bagian dari mantera-mantera
berkata kepada Nabi Musa dan Nabi Harun, para penyihir. Oleh karena itu, mereka me-
ngumpulkan para ahli sihir untuk melawan
"Mereka berkata, 'Apakah engkau datang
kepada kami untuk memalingkan kami dari Musa sebagai tandingan dari mukiizat yang ia
apa (kepercayaan) yang kami dapati nenek
moyang kami mengerjakannya (menyembah tampakkan kepada mereka, Allah berfirman,
berhala), dan agar kamu berduo mempunyai
kekuasaan di bumi (negeri Mesir)? Kami tidak "Dia (Fir'aun) berkata, 'Apakah engkau
akan memercayai kamu berdua." (Yuunus: 78)
datang kepado kami untuk mengusir kami
Perkataan tersebut sebenarnya adalah
gaung dari apa yang dikatakan oleh Fir'aun dari negeri kami dengan sihirmu, wahai Musa?
yang difirmankan oleh Allah SWT
Maka kami pun pasti qkan mendatangkan sihir
"D i a (F ir' au n) b e rkata kep ad a p ara p emuka
di sekelilingnya, "sesungguhnya dia (Musa) ini semacqm itu kepadamu, maka buatlah suatu
pasti seorang penyihir yang pandai, dia hendak
mengusir kamu dari negerimu dengan sihirnya; perjanjian untuk pertemuan antqro kami dan
karena itu apakahyang kamu sarankan?" (asy' engkau yang kami tidak akan menyalahinya
Syu'araa': 34-35)
dan tidak (pula) engkau, di suatu tempat yang
Akhirnya, terjadilah apa yang mereka
terbuka." Dia (Musa) berkata, "(Perianiian)
takutkan, firman Allah SWT,
waktu (untuk pertemuqn kami dengan kamu
"Dan Kami teguhkan kedudukan mereka
di bumi dan Kami perlihotkan kepada Fir'aun itu) ialah pada hari raya dan hendaklah orang'
orang dikumpulkan pada pagi hari (dhuha)"
Maka Fir'aun meninggalkan (tempat itu),
lalu mengatur tipu dayanya, kemudian dia
datang kembali (pada hari yang ditentukan)."
(Thaahaa:57-60)
4*f - ,, oi !) Artinya, "fika engkau
E
kirim'mereka [para tentaramu itu), mereka
akan datang kepadamu membawa seluruh ahli
hFSIRI-MUNIR)ILID 5 - rrilt. {-;-h..i}|3il srr"h.r-A'r""f
sihir yang mempunyai berbagai macam ilmu datanglah kebenaran yang sangat terang
sehingga hal ini akan lebih berbekas dalam
sihir." Ielas, bahwa tujuan mendatangkan para jiwa orang-orang yang menontonnya. Allah
ahli sihir yang hebat-hebat adalah untuk bisa
berfirman,
menang dan mengalahkan Musa. Zamakhsyari
"Dia (Musa) menjawab, "Lemparkanlah
berkata, "lni adalah satu bentuk konspirasi (lebih dahulu)!" Maka setelah mereka melem-
parkan, mereka menyihir mata orang banyok
Fir'aun dengan Suku Qibthi."
dan menjadikan orang banyak itu takut, karena
Kemudian, tibalah fase keempat yaitu mereka memperlihatkan sihir yang hebat (me-
peran yang dimainkan oleh para ahli sihir. nakjubkan)." (al-A'raaft 116)
Datanglah paraahli sihiritu dari segala penjuru.
Mereka berkata kepada Fir'aun, 'Apakah Maksudnya, mereka memperdaya peng-
kami akan mendapatkan upah jika kami bisa lihatan para penonton bahwa seakan-akan
mengalahkan Musa?" Fir'aun menjawab, "Ya, aksi yang mereka lakukan adalah nyata dan
kalian akan mendapatkan upah yang besar sungguh-sungguh, padahal semua itu hanyalah
buatan dan tipuan mereka saja, firman Allah,
dan kalian akan menjadi orang-orang dekatku
di dalam berbagai majelis dan pertemuan." Ini "Dia (Musa) berkota, 'Silakan kamu me-
adalah godaan untuk mendapatkan harta dan lemparkan!' Maka tiba-tiba tali-tali dan
posisi atau status sosial. tongkat-tongkat mereka terbayang olehnya
(Musa) seakan-akan ia merayap cepat, kareno
Para ahli sihir berkata kepada Musa di hari sihir mereka. Maka Musa merasa takut dalam
yang telah ditentukan, "Engkaukah yang akan hatinyo. Kami berfirman, 'Jangan takut! Sung-
guh, engkaulah yang unggul (menang) Dan
menampakkan sihirmu lebih dahulu ataukah lemparkan apa yang ada di tangan kananmu,
kami?" Pilihan atau tantangan yang mereka
sampaikan ini menampakkan bahwa mereka niscaya ia akan menelan apa yang mereka
buat. Apa yang mereka buat itu hanyalah
sangat percaya diri terhadap kemampuan
tipu daya penyihir (belaka) Dan tidak akan
mereka dan meremehkan Musa.
menang penyihir itu, dari mana pun ia datang."'
Nabi Musa menjawab dengan sangat (Thaahaa:66-69)
cerdik dan sangat sadar bahwa seorang yang Di sini, semakin tinggi rasa percaya diri
Musa terhadap dirinya dan bahwa mukjizat
beraksi setelah lawannya pasti lebih tahu apa dari Allah yang dimilikinya bukanlah termasuk
yang mesti yang dilakukannya sesuai dengan jenis sihir. Allah berfirman,
situasi dan kondisi yang ada. Di samping itu,
"Setelah mereka melemparkan, Musa
ia sangat percaya pada kemampuannya dan berkata, Apa yang kamu lakukan itu, itulah
ia mampu mengalahkan mereka dengan izin
Allah. "Lemparkanlah apa yang ingin kalian sihir, sesungguhnya Allah akan menampakkan
kepalsuan sihir itu. Sungguh, Allah tidok akan
lemparkan." membiarkan terus berlangsungnya pekerjaan
orong yang berbuat kerusakan.' Don Allah akan
Ungkapan ini berarti izin untuk mereka mengukuhkan yang benar dengan ketetapan-
lebih dahulu beraksi, bukan berarti 'bahwa Nya,walaupun orang-orang yang berbuat dosa
Nabi Musa menyetujui sihir yang mereka
tidak menyukainya." (Yuunus: 8l-82)
miliki. Dengan ungkapan tersebut, Nabi Musa
ingin agar orang-orang melihat aksi mereka
dan memerhatikannya dengan saksama. Nabi
Musa membiarkan mereka mengeluarkan
segala kemampuan yang mereka miliki.
Ketika mereka sudah selesai mempertonto-
kan kepalsuan dan mantra-mantra mereka,
Makna darifirmanAllah,$.,y6t'fit -' pi f[] di tempat penerimaan dan pengakuan,
adalah ketika mereka melemparkan tali dan kekafiran di tempat keimanan fmaksud-
tongkat-tongkat mereka, mereka menyihir try?, seharusnya mereka beriman taPi
mereka malah kafir, pent) sehingga hal
mata para penonton yang di antaranya
tersebut merupakan sebuah kezaliman
adalah Musa sendiri dan dibayang-bayangi
dari mereka terhadap ayat-ayat tersebut.
pada mereka seolah-olah tali dan tongkat-
tongkat itu bergerak. Mereka benar-benar 2. Firman Allah SWT, (*rL n:, -.j :r i'*i r\y
menampakkan sihir yang memukau dan ber- mengandung makna tentang eksistensi
pengaruh besar pada penglihatan manusia. Tuhan karena alam butuh kepada Tuhan
Ada riwayat yang menyebutkan bahwa yang mengadakan dan menciptakannya. Di
mereka mewarnai tali dan tongkat-tongkat samping itu, alam juga bersifat lemah dan
selalu berubah-ubah, yang membuatnya
mereka tersebut dengan warna yang membuat butuh kepada Tuhan yang mengatur dan
manusia mengira bahwa ia bergerak-gerak. mengarahkannya.
Ada juga yang mengatakan bahwa mereka
memberi air raksa pada tali dan tongkat- * bb3. Perkataan Nabi Musa, {;rlil nr jp V ii
tongkat itu. mengindikasikan bahwa seorang utusan
Ftqih Kehldupan atau Hukum-Hukum atau Rasul tidak akan mengatakan selain
Ayat-ayat yang menceritakan tentang Nabi sesuatu yang benar.
Musa mengandung pelaiaran sebagai berikut. 4. Sesungguhnya permintaan Nabi Musa a.s.
1. Ayat{ti;ug 6rS e )4 buiq'f} berarti bahwa untuk membiarkan Bani Israil bersama-
nya yang didasarkan kepada statusnya
seorang Nabi mestilah memiliki ayat dan sebagai seorang Rasul bukanlah sesuatu
mukjizat yang membedakannya dengan yang mudah bagi seorang penguasa untuk
yang lain karena seandainya ia tidak me-
miliki hal tersebut, menerima perkataan mengabulkannya karena besar kemung-
dan risalahnya tidak akan lebih utama
dari menerima perkataan dari orang lain' kinan akan munculnya banyak musuh
Ayat ini juga bermakna bahwa Allah yang akan melawannya dengan dalih me-
SWT telah memberikan tanda-tanda ke-
nyampaikan hukum Tuhan lalu mereka
nabian dan mukjizat yang banyak kepada akan mengadakan konfrontasi melawan
Nabi Musa. Abbas r.a. mengatakan, 'Ayat
(tanda-tanda kenabiannya) yang pertama Fir'aun.
adalah tongkat, kemudian tangan putih
5. Perkataan Nabi Musa 4;5" :r'i4 & ry
yang bercahaya."
yang dimaksud adalah mukjizat yang
Di samping itu, ayat tersebut juga
nyata dan luar biasa. Fir'aun pun meminta
menunjukkan bahwa Fir'aun dan orang- Musa untuk menampakkan mukjizat ter-
orang dekatnya telah'menzalimi' ayat-ayat
sebut, (g .rii 'r\ + .3 il} Ini sebagai
yang dibawa Nabi Musa kepada mereka,
sehingga mereka berhak mendapat adzab bukti kejujurannya terhadap klaim ke-
yang besa4, yaitu tenggelam di lautan, rasulannya dan bahwa ia diutus oleh Allah
karena makna kezaliman adalah me- SWT. Mukjizat tersebut adalah berubah-
letakkan sesuatu tidak pada tempatnya. nya tongkat menjadi ular dan tampaknya
Mereka telah meletakkan pengingkaran
tangan putih bercahaya.
6. Penguasa yang zalim itu adalah Fir'aun
beserta dengan orang-orang dekatnya
ternyata lebih memilih untuk mendusta-
kan mukjizat yang luar biasa. Ia bahkan
TATSTRAL-MUNrRfrLlD s
menuduh Musa sebagai seorang ahli sihir. tanah menjadi emas dan menjadikan diri
Kemudian, ia bermusyawarah dengan mereka sebagai raja di dunia. Seandainya
tokoh-tokoh istananya. Keputusannya, mereka mampu melakukan semua itu,
tentu mereka tidak perlu meminta upah
mereka mengusulkan diadakan pertan-
dan harta dari Fir'aun. Tujuan dari ayat-
dingan antara Musa dengan para penyihir ayat ini mengingatkan manusia terhadap
dari daerah Sha'id (daerah bagian per- makna yang dalam agar mereka tidak
kampungan) Mesir yang sudah terkenal tertipu dengan berbagai perkataan orang-
sangat hebat dalam dunia sihir. orang yang membuat kebatilan dan
Kemudian, dikumpulkan para kebohongan.
penyihir dari berbagai pelosok keraiaan 9. Firman Allah, (."rr:jr i syJ:tiv5l mengan-
Fir'aun. Ada yang mengatakan bahwa
jumlah mereka tujuh puluh atau tujuh dung pengertian bahwa mereka punya
puluh tiga orang. Perkataan beberapa
hasrat untuk melemparkan [tali-tali dan
orang dekat Fir'aun, 4i.1t; 6tlttt 4 S'';il tongkat mereka) sebelum Nabi Musa.
Ini dapat dipahami dari penggunaan y''il
mengindikasikan bahwa para penyihir
mudhari' (jJ1 dan penegasan dhamir
saat itu banyak sekali.
(kata ganti) yang muttashil [bersambung)
7. Firman Allah, $trz; ;;i;s\ dan {tx e5b
menunjukkan bahwa Allah SWT memberi- dengan munfashil fterpisah), yaitu 6+;
kan mukjizat kepada setiap nabi sesuai dan memo'rifahkan khabar, yaitu 1i;i:lr;,
dengan tujuan untuk menampakkan ke-
dengan apa yang tersebar di masyarakat
pada masa itu. Ketika sihir merupakan hebatan dan menarik perhatian para pe-
sesuatu yang tersebar di kalangan masya- nonton ke arah mereka.
rakat Nabi Musa semasa hidup mukjizat-
Nabi Musa mengikuti keinginan
nya pun mirip dengan sihir meskipun pada
mereka karena percaya kepada bantuan
hakikatnya berbeda dengan sihir. Ketika Allah dan menganggap kecil tantangan
ilmu kedokteran sangat dominan di masa
mereka. Nabi Musa meyakini bahwa se-
Nabi Isa, mukiizatyang diberikan padanya
sejenis dengan kedokteran. Ketika ke- buah mukjizat tidak akan dapat dikalah-
fasihan merupakan hal yang sangat kan oleh apa pun juga.
dominan di masyarakat Nabi Muhammad, 10. Firman Allah, {ot\ ,;;i \F tfi eli} me-
mukjizatnya adalah Al-Qur'an yang sangat nunjukkan bahwa sihir itu sebenarnya
tinggi nilai balaaghah dan kefasihannya.
hanyalah sebuah penipuan dan penga-
8. Firman Allah, 4Ij6 Sjrt iTtr ;v1\ menun- buran. Seandainya sihir itu nyata, tentu
jukkan bahwa semua orang tahu Fir'aun mereka dapat menyihir hati dan perasaan
hanyalah seorang budak yang hina dan penonton dan bukan hanya pandangan
lemah. Karena kalau tidak, tentu ia tidak
mereka. Sebenarnya mereka hanyalah
membutuhkan dan meminta bantuan
kepada para ahli sihir untuk melawan mengkhayalkan hal-hal yang aneh dan
Musa a.s.. Ini menunjukkan bahwa para
menakjubkan, padahal yang sesungguh-
ahli sihir tersebuttidak mampu mengubah
nya terjadi bukanlah demikian.
benda atau sesuatu. Mereka tidak mampu
Firman Allah, 4'jio1b menunj ukkan
mengubah tali dan tongkat menjadi
bahwa orang-orang awam fyang tidak
ular. Mereka tidak mampu mengubah tahu) merasa takut melihat gerakan tali-
tali dan tongkat-tongkat itu. Sementara
itu, takutnya Nabi Musa tidak sama dengan
TATSIRAL-MUNIRJILID 5
takutnya orang-orang awam. Ketakutan rasakan Nabi saw.. Semua itu adalah ulah
yang dirasakan Nabi Musa adalah iika kelompok-kelompok atheis yang mencoba
kemenangannya terhadap para ahli sihir bermain-main dengan hal-hal yang me-
itu tampak terlambat. nyangkut kenabian, untuk selanjutnya
lL, Sihir sebagaimana yang dijelaskan membatalkan mukjizat para Nabi saw..
ayat-ayat di atas, sebenarnya hanyalah Ini juga bertentangan dengan firman Allah,
berupa ilusi dan penipuan yang tidak 4;r *.ttta! yr} Boleh saja dikatakan bahwa
ada hakikatnya sama sekali. Oleh karena wanita Yahudi melakukan hal tersebut karena
itu, teikadang ia dinamakan juga dengan
kebodohannya, tapi kemudian Allah SWT
sulap dan ramalan. Hal itu kadang di-
memberitahukan Nabi-Nya akan hal tersebut.
dasarkan kepada karakteristik beberapa Tapi tidak boleh dikatakan, kalau hal tersebut
materi, seperti pemuaian pada air raksa berhasil membahayakan Nabi apalagi sampai
yang diletakkan para ahli sihir Fir'aun membuatnya mengatakan atau melakukan
di tongkat dan tali-tali mereka atau ter-
sesuatu tanpa sadar.
kadang menggunakan kelincahan tangan
BERIMANNYA PARA AHLI SIHIR KEPADA
dalam menyembunyikan sesuatu dan TUHAN SEMESTAAI.AM
menampakkan yang lain. Terkadang juga Surah al-A' raaf Ayat LL7 -L22
menggunakan kekuatan pengaruh jiwa
yang kuat terhadap jiwa-jiwa yang lemah. "&gl-u.fr :'g,$31,$'b\AlJy(riv
Ketika itu, terkadang dipakai bantuan ruh- 4! @ ,d)4fi\Lv'Jait\ 3y E
ruh setan, di antaranya adalah hipnotis. 'A-*|FA1])\@'l1*>t$S$(3
12. Perbedaan antara sihir dan mukiizat. 'ai&,)i+j @'-dJ \q,c)\iv ffi
Mukjizat adalah sebuah hakikat yang "D an Kami w ahy ukan kep ada Mus a,' Lemp ar-
tampak pada seseorang yang mengaku
sebagai nabi, sementara sihir adalah ilusi- kanlah tongkatmu!' Maka tiba-tiba ia menelan
ilusi yang muncul pada seorang yang fasiq. (habk) segala kepalsuan mereka. Maka terbuktilah
kebenaran, dan segala yang mereka kerjakan jadi
Oleh karena itu, salahlah orang yang me- sia-sia. Maka mereka dikalahkan di tempat itu dan
ngatakan bahwa Nabi Muhammad pernah jadilah mereka orang-orang yang hina. Dan para
penyihir itu serta-merta menjatuhkan diri dengan
disihir dan sihir itu memberi pengaruh b er sujud; mereka b erkata,' Kami b eriman kep ada
Tuhan seluruh alam, (yaitu) Tuhannya Musa dan
padanya sampai ia berkata, "Seakan-akan
Harun.' (al-A' raaf: ll7 -122)
dibayangkan padaku bahwa aku mengata-
kan dan melakukan sesuatu, padahal aku Qlraa'aat
tidak mengatakan atau melakukannya." (-i; eh'
Lalu dikatakan bahwa ada seorang wanita kalimat ini dibaca dengan 1irt q1 dan
ini qira'aat al-Bazzi dalam kondisi woshal
Yahudi yang menyihirnya mengguna-
kan sebuah bejana, tempat benih kurma,
yang diletakkannya di bawah tanah se-
buah sumun tempat seseorang berdiri
kalau ingin mengambil air dari sumur
itu. Sampai kemudian fibril datang mem-
beritahukannya. Kemudian, Nabi saw. me-
merintahkan agar bejana itu dikeluarkan.
Sampai akhirnya, hilanglah apa yang di-
TATSIRAT-MuNrRIrrrp 5 tr{l -l-- surahat-A'raaf
fdisambung). Dibaca juga dengan 1ix g>yan1 mereka atau yang mereka tipu dan buat-buat.
merupakan qira'aat Hafsh, serta dibaca juga Kata kerja ini diambil dari kata tfkyangberarti
dengan <-"x q> dan ini adalah qira'aatulama- mengubah sesuatu dari bentuk aslinya. Hal
tersebut bisa dilakukan dengan perkataan
ulama yang lainnya. bohong atau dengan perbuatan seperti sihir.
Sementara kata al-ma'fuk berarti sesuatu yang
l'ruab dipalingkan atau diubah dari bentuk aslinya.
Allah SWT berfirman,
4.!6 ii rip Huruf 1,liy Uotetr jadi an
"Kemudian perhatikanlah bagaimana
mashdariyyah dalam posisi noshab, taqdiir-
mereka dipalingkan (oleh keinginan mereka),"
nya adalah eri 4i;Ll lalu dihilangkan huruf (al-Maa'idah: 75) dan juga di beberapa ayat
yang lain.
7ar. Kemudian, fi'il yang setelah itu, langsung
Maksudnya, bagaimana mereka dipaling-
bersambung dengan huruf an mashdariyyah
tadi. Boleh jadi juga huruf 1ii; di sini adalah an kan dari keyakinan yang benar kepada ke-
mufossirah dengan makna (&i) "maksudnya" yakinan yang batil. Oleh karena itu, angin
ia tidak memiliki posisi dalam i'raab, sama
yang dipalingkan dari arahnya disebut dengan
halnya dengan firman Allah SWT t t ;l!1bb QGJ f5, firman Allah SWT,
$ilV t:::'t )l & "Lalu pergilah pemimpin-
"Dan (penduduk) negeri-negeri yang di-
pemimpin mereka (seraya berkata), "Pergilah jungkirbalikkan karena kesalahan yang besar."
(al-Haaqqah:9)
kamu dan tetaplah." (Shaad: 6) Maksudnya,
Yang dimaksud penduduk negeri yaitu
"Pergilah".6 daerah tempat tinggal kaum Nabi Luth.
{.f-L u} Huruf 1r.; dalam kalimat ini, ber- Tafsh dan Penfelasan
fungsi sebagai maushul [penghubung). Makna- Inilah fase kelima dari kisah Nabi Musa
dengan Fir'aun, yaitu mengenai konfrontasi
nya, hilang dan sirnalah sihir yang mereka Nabi Musa dengan para ahli sihir. Allah SWT
mewahyukan kepada rasul-Nya bahwa Musa
buat. Atau boleh jadi maa di sini sebagai
di momentum besar itu yang membedakan
moshdariyyah dengan taqdiir, maka ia akan
antara yang haq dengan yang batil. Substansi
menelan kebohongan. Dengan demikian, al-i/k wahyu tersebut adalah melemparkan tongkat
disini berarti penamaan ma'fuk [objek yang yang dipegang di tangan kanannya.
dibuat-buat atau disulap) dengan nama i/k
Allah SWT mewahyukan kepada Musa
[aktivitas menyulap). $"a;y kata ini haal dan dan memerintahkannya untuk melemparkan
manshuub. tongkatnya yang kemudian berubah menjadi
ular yang besar. Ular tersebut menelan semua
Balaaghah yang dilemparkan oleh para ahli sihir dan yang
mereka persepsikan bahwa semua itu adalah
{r, e;y sebagai bentuk isti'aarah,kata aI- nyata padahal sesungguhnya batil atau mereka
mengubah yang haq menjadi batil dan mereka
haqq (kebenaran) dipakai untuk menunjukkan memalsukannya.
sesuatu yang tampak, terjadi, dan terbukti.
Mufradaat Lughawlyyah
{-L} menelan dengan cepat. (.l4t ,}
yang mereka ubah-ubah dengan tipu daya
6 Jadi huruf an dalam kalimat tersebut, hanya berfungsi
menjelaskan sehingga ia seolah-olah tidak memiliki posisi
apa-apa di dalamnya, pent.
Ibnu Abbas berkata, "Ular Nabi Musa kalian siapkan?" Mereka menjawab, "Kami
telah menyiapkan sihir yang tidak akan bisa
menelan semua tali dan tongkatyang dilempar- dikalahkan oleh siapa pun ahli sihir di muka
kan oleh para ahli sihir. Akhirnya, para ahli bumi ini, kecuali sesuatu yang datang dari
langit kami tidak memiliki kemampuan untuk
sihir tersebut menyadari bahwa apa yang
menghadapinya."
mereka saksikan adalah sesuatu yang datang
Flqlh Kehidupan
dari langit dan bukan sebuah sihir. Kemudian
Ayat-ayat di atas merupakan bukti yang
mereka tersungkur dan bersujud, lalu mereka sangat jelas terhadap kekuasaan Allah SWT
dengan memusnahkan tali-tali dan tongkat-
berkata, {*j';j, ;ai ;iy tongkat para ahli sihir. Hal ini menunjukkan
eksistensi Tuhan Yang Maha Berkuasa dan
Mereka mengeringkan tali-tali tersebut
dan melumurinya dengan air raksa, sehingga Berkehendak dan juga bukti terhadap mukjizat
Nabi Musa yang menakjubkan serta pembeda
tali-tali itu terlihat bergerak-gerak karena yang tegas antara kebenaran dan kebatilan'
pengaruh panas, bisa jadi dari panas matahari Akan tetapi, masalahnya ada pada sikap
dan komitmen manusia. Orang-orang yang
yang mengenai tali-tali itu atau dari panas api
membangkang yang dalam hal ini adalah
yang telah mereka persiapkan sebelumnya.
Fir'aun dan kaumnya meskipun telah kalah
(,1' E;y ltu tampak jelas bagaikan dan hina, tetap saja bertahan dalam kekafiran,
pembangkangan, dan pendustaan. Ini adalah
matahari, serta batallah semua tipu daya
bentuk keangkuhan, kerendahan pikiran,
dan ilusi yang dilakukan oleh para ahli sihir dan kesombongan mereka untuk menerima
dan tidak berpengaruh lagi. Bahkan, mereka kebenaran.
akhirnya mengetahui bahwa aksi yang Para ahli sihi4 secara lahir adalah orang-
orang sederhana, namun pada hakikatnya
ditampakkan Nabi Musa jauh melampaui sihir.
mereka adalah orang-orangyang menggunakan
Para ahli sihir kalah di momentum yang besar akal sehat, tahu bahwa apa yang ditampakkan
oleh Musa bukanlah termasuk sihir, melainkan
itu dengan izin dan kekuasaan Allah SWT.
sebuah mukjizat dari Allah, sehingga mereka
Fir'aun dan orang-orang terdekatnya meniadi tidak mampu menahan diri mereka lalu me-
orang-orang yang rendah dan hina karena reka tersungkur sambil bersuiud dan tunduk
kekalahan yang mereka derita. Akan tetapi,
kepada Tuhan alam semesta.
para ahli sihir akhirnya beriman. Alangkah bagusnya kalau manusia men-
Saat itu juga, ketika para ahli sihir me- contoh sikap para ahli sihir tersebut dan
nyaksikan secara langsung mukjizat Nabi Musa, menolak sikap Fir'aun beserta para pengikut-
nya. Hal ini dikarenakan para ahli sihir tersebut
mereka segera bersujud kepada Allah, karena adalah orang-orang yang mahir dalam ilmu
mereka, yaitu dalam ilmu sihir dan menguasai
al-haqq (kebenaran) telah memukau mereka
semua bentuk sihir dan jenis-jenisnya. Oleh
dan mendorong mereka untuk bersujud dan karena kemahiran, kehebatan, dan kesem-
berucap, "Kami yakin dan beriman kepada purnaan ilmu mereka tentang sihir itulah,
Tuhan semesta alam, yaitu Tuhannya Musa
dan Harun," artinya Tuhan segala sesuatu dan
seluruh makhluk baik manusia maupun jin.
Mereka adalah orang-orang yang jujur
pada diri sendiri dan berpegang pada akal
sehat dalam setiap perbuatan. Mereka
tidak congkak atau sombong. Mereka iuiur
pada diri mereka sendiri. Sebagai buktinya,
sebelum duel itu terjadi, Fir'aun mengundang
para senior dan guru-guru penyihir itu. Ia
berkata kepada mereka, 'Apa yang telah
mereka akhirnya pindah dari kafir menjadi yang hadir pun tahu bahwa mereka (ahli sihir
itu) telah kafir kepada Fir'aun dan beriman
iman.7 kepada Tuhan langit.
Kalangan Ahlus Sunnah mengatakan ANCAMAI{ FIR'AUN TERHADAP PARA AHt!
SIHIR DAN KETEGUHAN MEREKA UNTUK
bahwa firman Allah SWT {r.^*'; i;;tr ef:Y BERIMAN KEPADA ALLAH SWT
menunjukkan bahwa ada "pihak lain" yang Surah al-A' raaf ayal L23-L26
membuat mereka tersungkur dan bersujud. 5Jilil'trl51i sr ,y ,",ittFa'se
Pihak lain tersebut tidak lain adalah Allah
str:,W w V#) *$ atfutL
SWT, Tuhan semesta alam.lni mengisyaratkan
b.i<"y;kjgi6liFlvqbj J+;v\f:Kt€96i\'i"j@t6rtW|*b;Api@fwq@t;B
bahwa perbuatan seorang hamba pada
fr'e)$&$W,W'd;t-c3
hakikatnya adalah penciptaan Allah SWT fadi,
Allah-lah yang menciptakan kecendrungan *Fir'aun berkata, 'Mengapa kamu beriman
kepadanya sebelum aku memberi izin kepadamu?
untuk beriman di dalam hati mereka sehingga Sesungguhnya ini benar-benar tipu muslihat yang
ketika mereka telah mengenal Allah SWT saat telah kamu rencanakan di kota ini, untuk mengusir
itu mereka langsung bersujud kepada Allah penduduknya- Kelak kamu akan mengetahui
SWT sebagai bentuk rasa syukur kepada- (akibat perbuatanmu ini). Pasti akan aku potong
tangan dan kakimu dengan bersilang (tangan
Nya atas kemenangan mendapatkan ma'rifat kanan dan kaki kiri atau sebaliknya), kemudian
fmengenali Allah SWT) dan keimanan. Hal aku akan menyalib kamu semua.' Mereka (para
penyihir) menjawab, 'sesungguhnya kami akan
tersebut meniadi pertanda berbaliknya mereka kembali kepada Tuhan kami, dan engkau tidak
melakukan balas den dam kep ada kami, melainkan
dari kafir menjadi iman dan menampakkan karena kami beriman kepada ayat- ayat Tuhan
ketundukkan serta kehinaan hanya kepada kami, ketika ayat-ayat itu datang kepada kami.'
Allah SWT semata. (Mereka berdoa), 'Ya Tuhan kami, limpahkanlah
kesabaran kepada kami dan matikanlah kami
Ketika mereka mengatakan,{ri;, ;i 3rY
dalam keadaan Muslim (berserah diri kepada-
Hilanglah keraguan yang mungkin timbul
Mu)."' (al-A' raafi 123-126)
dari kata-kata "Tuhannya Musa," dan jelaslah
Mufradaat Lu(hawlyyah
bahwa yang mereka maksud bukanlah Fir'aun
(pIF kalimat ini berbenntk istifhaam
yangpernah mengasuh Musa8. Maksud mereka
[bertanya), namun mengandung makna
adalah Tuhan langit dan mereka menyatakan
pengingkaran dan kemarahan terhadap tipu
kafir terhadap Fir'aun.
Karena ketika mereka mengatakan,
{*Jd' ;aCiy Fir'aun berkata kepada mereka,
'Akukah yang kalian maksudkan?" Lalu ketika
(;;mereka mengatakan, .-i.;| Fir'aun masih
mengatakan, 'Akukah yang kalian maksudkan?
Karena aku yang telah mengasuh Musa.
Namun, ketika mereka mengatakan, (;;i;F
hilanglah keraguan tersebut dan semua orang
Maksudnya, kesempurnaan ilmu mereka di bidang sihir
membuat mereka bisa membedakan mana yang sihir
dan mana yang bukan sihir; sehingga mereka akhirnya
mengikut Nabi Musa karena mereka tahu bahwa apa yang
dilakukannya tidak termasuk sihir seperti yang mereka
kuasai, melainkan ia datang dari langit, pent
Karena kata-kata rabb "Tuhan" bisa juga dipakai untuk
makna mengaslh, pent.
muslihat yang menurut Fir'aun telah di- dan mengikutinya sebelum aku izinkan? Se-
benarnya ulah kalian ini dan kemenangannya
lakukan oleh para ahli sihir. {,-<+ artinya, fMusa) terhadap kalian pada hari ini, telah
seseorang memalingkan orang lain dari apa kalian musyawarahkan sejak semula dan
kalianlah yang sebenarnya mengalah." Ini
yang diinginkannya. Pengertiannya dalam sejalan dengan perkataan Fir'aun seperti
ayat di atas adalah (Fir'aun berkata), "Sesung- disebutkan di ayat yang lain,
guhnya tipu muslihat yang kalian buat ber- "Sesungguhnya dia itu pemimpinmu yang
sama Musa di Mesir. Sebenarnya itu adalah mengajarkan sihir kepadamu." (Thaahaa: 71)
konspirasi yang telah kalian rencanakan sejak "sesungguhnya kalian sengaja membuat
semula untuk sebuah tuiuan mengeluarkan konspirasi di kota ini untuk mengeluarkan
bangsa Qibti dari Mesir lalu kalian akan orang-orang Mesir dari negeri mereka dengan
sihir kalian lalu kalian tempati bersama orang-
menempatinya bersama Bani Israil." Perkataan orang Bani Israil. Nanti kalian akan rasakan
siksaan dan adzab yang akan aku berikan pada
Fir'aun ini lebih sebagai upaya mengelabui kalian terhadap konspirasi yang kalian buat
manusia agar mereka tidak mengikuti para tnl.
ahli sihir yang menyatakan keimanannya. Ungkapan Fir'aun ini tak lebih sebagai
4:,;t:: ;;-J| kalian akan
tahu apa balasan pengelabuan hakikat dan menutupi kekalahan
yang kalian akan dapatkan dariku 6.i.i 'U-iy yang dialaminya dengan tuiuan agar mereka
4:t: ,t il;r, menyilangkan tangan kanan tidak mengikuti jejak para ahli sihir yang
dengan kaki kiri dan sebaliknya. Penyaliban
beriman sebagaimana difirmankan Allah SWT,
yang disebutkan, artinya mengikatnya di
"Maka Fir'aun dengan perkataan itu telah
sebuah kayu atau sejenisnya. (i;tr) di akhirat memengaruhi kaumnya, sehingga mereka
*nanti. (,.i1r:) mengingkari. 41;; pil) berilah p a tuh ke p a d a ny a." (az-Zul<hruf: 5 4)
kami kesabaran yang sangat luas, ketika Ia mengetahui bahwa apa yang diucapkan-
Fir'aun benar-benar melakukan apa yang nya adalah sesuatu yang batil. Dialah yang
diancamkannya pada kami agar kami tidak telah mengirim pasukannya ke berbagai
kembali menjadi kafir. (,r-u; r,i;;) meninggal
pelosok daerah untuk mengumpulkan para
dengan tetap komitmen pada Islam. ahli sihir yang terpencar-pencar di berbagai
Tafslr dan Penlelasan pelosok Mesir dan menjaniikan akan memberi
mereka upah yang besar. Sementara itu, Musa
Ini merupakan fase keenam dari kisah
Musa dengan Fir'aun. Dalam fase ini, Allah tidak pernah mengenal salah seorang pun
dari mereka, bahkan ia tidak pernah melihat
SWT menceritakan apa yang diancamkan oleh mereka dan bertatap muka, dan Fir'aun
Fir'aun terhadap orang-orang yang beriman
pada Musa a.s. dan apa balasan mereka berupa mengetahui hal itu.
Fir'aun mendapatkan ide ini, maksudnya
penyerahan diri terhadap Allah SWT semata
ide untuk menuduh mereka berkonspirasi
karena tempat kembali mereka di akhirat dan sepakat mengadakan tipu muslihat, dari
nanti adalah pada-Nya. dialog yang terjadi antara Musa dan pemimpin
Makna dari kata {pi} dalam posisi ia ahli sihir sebelum pertandingan dimulai'
sebagai informasi dari sesuatu adalah "Kalian
percaya padanya." Maksud di balik kalimat ini
adalah pencelaan dan ketidaksetujuan. Ia bisa
juga sebagai kalimat tanya tapi pengertian-
nya adalah mengingkari dan tidak menye-
tujui, 'Apakah kalian beriman kepada Musa
Dikisahkan bahwa Musa a.s. berkata kepada Hal ini sebagaimana difirmankan Allah,
pemimpin ahli sihir itu, 'Apakah engkau mau
beriman padaku jika aku berhasil mengalah- "Se sung g uhny a ka mi s a ng at m eng ing inkan
kanmu?" Ia menjawab, 'Aku akan tampakkan
sekiranya Tuhan kami akan mengampuni
sihir yang tidak bisa dikalahkan oleh sihir
kesalahan kami, korena komi menjadi orang
manapun. Namun, jika engkau berhasil yang pertoma-tama beriman." (asy-Syu'araa';
s0-s1)
mengalahkanku, aku akan beriman kepada-
mu." Fir'aun mendengar percakapan tersebut. Boleh jadi pengertian ayat di atas,
Oleh karena itulah, ia mengatakan hal tersebut. sebagaimana disebutkan Zamakhsyari, "Se-
Setelah Fir'aun memberikan ancaman sungguhnya kita semua, kami, dan engkau
secara umum melalui ucapan sebelumnya, wahai Fir'aun akan kembali kepada Allah
{."-iJ -fy la memerincikan melalui ucapan- SWT dan Dia yang akan memutuskan perkara
nya, (;(-iii ;try} Ungkapan ini bermakna
di antara kita." Ungkapan ini secara tersirat
sumpah, "Sungguh aku akan memotongtangan bermakna pengingkaran terhadap klaim
dan kaki kalian secara bersilang, kemudian ketuhanan Fir'aun dan mengutamakan nikmat
di sisi Allah SWT daripada syahwat dunia yang
aku salib kalian di batang pohoni' seperti yang
fana.
ia katakan,
"Engkau tidak mencela kami, tetapi karena
"di batang kurma," (Thaahaa; 71)
kami beriman pada tanda-tanda kekuasaan
"Supaya menjadi pelajaran, bagi siapa saja Allah SWT yang merupakan amal yang paling
yang ingin menipu kami dan membangkang utama dan sumber dari segala kebanggaan
dan sifat mulia." Ini juga sebagai penegasan
pada kekuasaan kami." terhadap sebuah keputusan yang tidak dapat
ditolak lagi. Seolah-oleh mereka mengatakan
Ibnu Abbas mengatakan, "Orang pertama
yang melakukan penyaliban dan memotong kepada Fir'aun, "Engkau tidak akan bisa
tangan dan kaki secara bersilang adalah berharap kami mundur dari keimanan yang
Fir'aun." telah kami ikrarkan."
Para ahli sihir menjawab ancaman Fir'aun "Ya Tuhan kami, karuniakanlah pada
itu, "Sesungguhnya kami tidak peduli meski- kami kesabaran yang luas, dan selimutilah
pun akan dibunuh atau akan mati karena kami dengan kesabaran dan keteguhan untuk
kami yakin bahwa kami hanya kepada Allah tetap berada dalam agama-Mu serta siramilah
semata akan kembali. Di akhiratlah nanti kami dengan kesabaran itu sehingga ia me-
hari pembalasan, dan Dia akan membalas
nenggelamkan kami sebagaimana halnya air
kami atas derita pemotongan tangan dan
penyaliban yang kami rasakan. Kami hanya menenggelamkan segala sesuatu."
Fir'aun akhirnya merealisasikan ancaman-
ingin melepaskan dan menebus diri kami
nya dengan bukti firman Allah SWT di awal
dari siksaan Allah SWT karena siksaan-Nya
lebih berat dari siksaanmu, balasan yang akan kisah,
diberikan-Nya jika kami menerima ajakanmu
dan terhadap sihir yang telah kamu paksakan "Maka perhatikanlah bagaimona akibat
orang-orang yang berbuat kerusakan," (al-
pada kami lebih berat dari balasanmu. Dengan A'raaft 103)
demikian, kami akan bersabar terhadap Yang dimaksud disini adalah Fir'aun dan
siksaan yang engkau berikan saat ini supaya para pembantunya. Ada yang mengatakan,
bahwa Fir'aun menangkap para ahli sihir lalu
kami bisa terbebas dari siksaan Allah SWTI'
"g"'o''""t ,.il,t. {6J},3,rir, -. * *ut'oot-*u"'*1"'o t
mencincang mereka di tepi sungai. Pada saat kian, saat itu juga ia melemparkan dua syubhat
para penyihir menyatakan keimanan mereka, [kerancuan pemikiran) kepada orang-orang
beriman pula saat itu sekitar enam ratus ribu awam.e
orang kepada Nabi Musa. Syubhat pertama: ia mengatakan, r.ii i1!
$:ry ui;9) maksudnya tetap berpegang {:-+i q :i*';t Artinya, sesungguhnya iman
pada Islam dan mengikuti Nabi-Mu Musa a's'. orang-orang tersebut kepada Musa a.s. bukan
Mereka kemudian berkata kepada Fir'aun,
karena kekuatan dalil, melainkan sekadar
"Mereka (para pesihir) berkota, "Komi
tidak akan memilih (tunduk) kepadamu atas konspirasi yang dilakukan oleh Musa untuk
bukti - b ukti ny ata ( m uki iz at), y a n g tel a h d a ta n g beriman padanya dan mengakui kenabiannya.
kepada kami dan atas (Allah) yang telah men'
ciptokan kami. Maka putuskanlah yang hendak Syubhat kedua: tujuan dari konspirasi
engkau putuskan. Sesungguhnya engkau hanya
itu adalah untuk mengeluarkan kaum Fir'aun
dapat memutuskan pada kehidupan di dunia (orang Mesir asli) dari daerah mereka lalu
ini. Kami benar-benar telah beriman kepada merebut daerah tersebut untuk kemudian
menguasainya [maksudnya Mesir)' Tentu saja
Tuhan kami, agar Dia mengampuni kesalahan-
berpisah dengan tanah air dan kesenangan
kesalahan kami dan sihir yang telah engkau
poksakan kepada kami. Dan Allah lebih baik yang selama ini dirasakan adalah sesuatu yang
(pahala-Nya) dan lebih kekal (adzab-Nya)|'
Sesungguhnya borangsiapa datang kepada sangat sulit.
Tuhannya dalam keadaan berdosa, maka
sungguh, baginya adalah neraka lahanam' Demikianlah, Fir'aun menghimpun kedua
syubhat tersebut untuk menutupi dampak dari
Dia tidak mati (terus merasakan adzab)
di dalamnya dan tidak (pula) hidup (tidak kekalahannya dan berusaha mempertahankan
dapat bertobat). Tetapi barangsiapa datang pengikutnya yang berada di sekitarnya. Ke-
mudian, Fir'aun melanjutkan syubhat ter-
kepada-Nya dalam keadaan beriman, dan teloh
mengerjakan kebajikan, maka mereka itulah sebut dengan ancaman terhadap para ahli
sihir untuk menyiksa, memotong tubuh, dan
orang yong memperoleh deraiat yang tinggi
(mulia)." (Thaahaa; 72-7 S) menyalib mereka.
Ibnu Katsir meriwayatkan dari lbnu Abbas Ibnu al-Arabi mengatakan, "lni menun-
dan yang lainnya, "Mereka yang pada paginya
tukang sihic sore harinya telah menjadi para jukkan bahwa penyaliban dan pemotongan
syuhada yang mulia." tangan dan kaki secara bersilang merupakan
bentuk siksaan yang sudah mengakar dalam
Flqlh Kehldupan atau Hukum-Hukum
Fir'aun mencoba menyelamatkan dirinya diri manusia yang diadopsi dari hukum-
dari rasa malu karena kalah. Ketika ia melihat hukum terdahulu lalu mereka selewengkan
orang yang paling mengetahui sihir telah sampai kemudian Allah SWT menielaskannya
mengakui kenabian Musa di hadapan manusia dalam agama Islam dan menjadikannya
banyak, ia takut hal tersebut akan menjadi sebagai siksaan yang paling berat untuk dosa
alasan paling kuat bagi kaumnya tentang yang juga paling berat yaitu hukuman bagi
kebenaran kenabian Musa a.s.. Dengan demi- para komplotan penyamun (hirab ah)"7o
Akan tetapi, kebodohan Fir'aun dan
para pembantunya serta semua orang kafir
membuat mereka tidak memahami apa
dampak dari keimanan yang benar dan dalam
9 Tafsirar-Raazi14/207-208.
l0 Ahkaam AI-Qur'an 2/779.
yang mampu menampakkan hal-hal yang penaklukan Islam, sekarang tampak pada
konfrontasi dengan Yahudi dan orang-orang
ajaib. Keimanan seperti ini, membuat mereka
tidak peduli dengan kematian. Mereka bahkan sejenis mereka di Palestina, Aljazair; India,
memohon kepada Allah untuk tetap tegar Afghanistan, dan lain-lain.
dalam Islam dan diberikan kesabaran yang
melimpah meskipun mereka dipotong dan KONSPIRAS! FIR'AUN DAN PARA
PEMBANTUNYA TERHADAP MUSA DAN
disalib. IGUMNYA. NASIHAT MUSA KEPADA
KAUMNYA DAN DIALOG YANG TERJADI
Karena iman kepada agama yang benar dan ANTARA MEREKA DENGANNYA
sabar terhadap berbagai cobaan dan siksaan,
Surah al-A' raaf ayat L27 -L2g
merupakan ciptaan Allah SWT sebagaimana
pendapat Ahlus Sunnah, maka terarahnya ke- ;jV'e-,i$,vj 3:iS 5F,; u53r JGs
inginan manusia untuk mengambil kedua hal
tersebut (iman dan saba4 pent) dan memohon lfu")',A fu'1E)l $ d: gj'tt A
bantuan Allah untuk tetap tegar dalam Iilam
merupakan bukti keberhakan seorang hamba ri,J J6 @'aibt6 ;6j,ev7-ta,,i;ts
memperoleh pahala sesuai dengan arah dari
keinginannya itu. Karena seandainya iman itu G,;i'A A*\ of#\i tt'\*;r.v;A
hanya sebatas pemberian dari Allah semata,
tentu tidak ada alasan untuk memberi pahala S'J66O'(<b;,leY${a;1g,si'),q,u-aaV;,urfefi;J-s;
seorang yang beriman dan menyiksa seorang
yang kafir. '@:"€riiA#-ai45;s
Sikap para ahli sihir; bagaimana mereka ffi'1,11i,:"iz-fii;Jrc
mengumumkan keimanan mereka dengan
penuh keberanian dan ketegaran, membukti- "Dan para pemuka dari kaum Fir'aun ber-
kan jika manusia mampu lepas dari hawa kata, Apakah engkau akan membiarkan Musa
dan kaumnya untuk berbuat kerusakan di negeri
nafsunya dan mengikuti akal sehatserta pikiran
yang jernih, niscaya ia akan segera menyatakan ini (Mesir) dan meninggalkanmu dan tuhan-
keimanannya ketika melihat bukti-bukti yang
tuhanmu?' (Fir'aun) menjawab, Akan kita bunuh
nyata di hadapannya. Ketegaran para ahli sihir anak- anak laki-laki mereka dan kita biarkan hidup
itu dan orang-orang yang mengikuti mereka anak-anak perempuan mereka dan sesungguhnya
dalam keimanan tersebut menjadi salah satu kita berkuasa penuh atas mereka.' Musa berkata
fenomena, yang menunjukkkan bahwa iman kepada kaumnya,'Mohonlah pertolongan kepada
yang terhunjam dalam jiwa jauh lebih mulia Allah dan bersabarlah. Sesungguhnya bumi (ini)
dan kukuh daripada gunung-gunung yang tak milik Allah; diwariskan-Nya kepada siapa saja
tergoyahkan. yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-
Banyak pengalaman dan sejarah dulu Nya. Dan kesudahan (yang baik) adalah bagi
o r ang- orang y an g b er t akw a.' Mereka (kaum Mu )s a
hingga sekarang membuktikan bahwa orang- berkata, 'Kami telah ditindas (oleh Fir'aun)
orang yang beriman kepada Allah SWT dan sebelum engkau datang kepada kami dan setelah
engkau datang.' (Musa) menjawab, 'Mudah-
hari akhir adalah orang-orang yang paling mudahan Tuhanmu membinasakan musuhmu
tegar; berani, dan sabar di saat-saat sulit,
bahaya, dan dalam kondisi peperangan.
Contohnya, sangat banyak dalam sejarah
Islam. Kalau dahulu tampak pada berbagai
TAFSIRAL.MUNIRJlLID 5
dan menjadikan kamu khalifuh di bumi; maka $.,#tb dan kita akan membiarkan hidup.
{e;-_} membiarkan kaum perempuannya
Dia akan melihat bagaimana perbuatanmui" (il'
dalam kondisi hidup, sebagaimana yang per-
A'raaf: 127-129) nah kita lakukan terhadap mereka sebelum-
Qlraa'aat nya. (j;6 ;i'i it| kami berkuasa penuh ter-
{F}' hadap mereka. Lalu mereka melakukan hal
tersebut dan membuat Bani Israil mengalami
Imam Nafi'dan Ibnu Katsir membacanya
dengan Ok4. penderitaan yang pedih. {6];} memberikan-
{4}nya. {,ir.ir;y akibat atau akhir yang baik.
{B}'
orang yang bertakwa kepada Allah SWT.
Imam as-Susi dan Hamzah ketika waqaf
membacanya dengan 1t {-;. Tafslr dan Penlelasan
l'nab Inilah fase ketujuh dari kisah Musa
Kalimat {!;i;} dihubungkan dengan dengan Fir'aun. Dalam fase ini, Allah SWT
menceritakan konspirasi Fir'aun dan para
kalimat b4:t dan huruf wawu di sini adalah pengikutnya untuk membinasakan Musa dan
huruf 'athaf (penghubung), namun bisa
kaumnya, serta kebencian dan kemarahanyang
juga sebagai haaliyyah [yang menerangkan mereka pendam terhadap Musa dan kaumnya,
setelah para ahli sihir beriman kepada Musa
keadaan). dan bergabung dalam barisannya dalam se-
Mufradaat Lu$hawlYYah buah momentum yang disaksikan manusia
{il'} para pemuka dan tokoh. (Jii} apa- yang sangat banyak.
kah engkau akan membiarkan. (.fi!r , ,r*4)
Substansi dari semua ini adalah para
dengan menyebarkan aiakan untuk melawan'
pemuka atau tokoh kaum Fir'aun berkata
mu. {1;l;} lalu meninggalkanmu. {jr;[] Fir'aun
kepadanya,'Apakah engkau akan membiarkan
membuat patung-patung kecil untuk mereka Musa dan kaumnya bebas begitu saia? Dengan
sembah, lalu ia berkata, 'Aku adalah tuhan- demikian, mereka bisa leluasa merusak rakyat-
mu dan tuhan patung-patung itu." Oleh karena
itu, ia mengatakan,'Aku adalah tuhanmu yang mu dengan memasukkan mereka ke dalam
tertinggil'
agama Musa atau membuat mereka berada di
Huruf wawu dalam kalimat 4:53;) ada bawah kendali dan kekuasaannya lalu kemu-
yang mengatakan sebagai haaliyyah, sehingga dian ia menyeru mereka untuk menyembah
pengertiannya adalah, 'Apakah kalian akan tuhannya dan bukan menyembahmu? Kemu-
dian ia akan membiarkanmu sendiri dengan
membiarkannya (Musa) dan kaumnya melaku- tuhan-tuhanmu lalu mereka tidak akan me-
kan kerusakan dan meninggalkan pengham-
baan kepadamu?" Ada juga yang mengatakan nyembahmu dan tuhan-tuhanmu sebagai-
bahwa wawu tersebut adalah wawu 'athiifah
[sebagai penghubung), sehingga pengertian- mana yang engkau tetapkan?"
nya adalah,'Apakah engkau akan membiarkan Dalam sejarah Mesir kuno, dikenal ada
mereka melakukan kerusakan yang engkau
setujui dan meninggalkan tuhan-tuhanmu?" Tuhan-Tuhan yang disembah oleh orang-
orang Mesir, Tuhan matahari mereka me-
{S;,;i ,rlij;y anat<-anak yang baru lahir, namakannya dengan Ra. Sementara itu,
Fir'aun dalam keyakinan mereka adalah
maksudnya, membunuh mereka semuanya' keturunan dan putra matahari. Hasan al-
Bashri mengatakan, "Fir'aun sesungguhnya
TAFSIRAT.MUNIR JITID 5
menyembah patung-patung dan ia selalu liHuruf laam dalam kalimat 4y.*'.,rrt 3tF bisa
menyembah patung-patung itu." at-Taimi
berfungsi al-'ahd [menunjukkan sesuatu
berkata, "Fir'aun menyembah sesuatu yang yang dimaksud sesuai alur kalimat) sehingga
yang dimaksud adalah daerah Mesir secara
diletakkan di lehernya."
khusus. Firman Allah SWX,
Mendengar penjelasan dari para tokohnya
"Dan telah memberikan tempat ini kepada
itu, Fir'aun berkata, "Kita akan bunuh anak- kemi," (az-Zumar:74)
anak laki-laki Bani Israil dan kita akan biar-
kan anak-anak perempuan mereka hidup Bisa juga berfungsi sebagai li al-jins (me-
sebagaimana yang pernah kita lakukan se- nunjukkan jenis atau sifat) sehingga kata
belumnya. Dengan demikian mereka tidak 'bumi' merupakan bentuk umum dan men-
akan bertambah banyak dan bahkan semakin cakup di dalamnya daerah Mesir karena ia me-
menyusut. Sementara itu, kita sebenarnya ber- rupakan bagian dari bumi.
kuasa penuh terhadap mereka. Mereka tidak
akan mampu untuk mengganggu dan melaku- Kemudian, Musa memberi kabar gembira
kan perusakan di tanah air kita ataupun lepas
dari kekuasaan kita." kepada mereka bahwa mereka akan memper-
oleh akhir yang baik. Ia berkata, "Ketahuilah
Dalam kesempatan yang lain, Fir'aun
bahwa akhir yang baik dan penutup yang mulia,
berniat membunuh Musa, firman Allah SWT
hanya bagi orang-o rang yang bertala,rra kepada
"Dan Fir'aun berkata (kepada pembesar-
Allah SWT. Kemenangan itu hanya untuk
pembesarnya), "Biar akuyang membunuh Musa
dan suruh dia memohon kepada Tuhannya. Se- orang-orang yang beriman, bukan seperti yang
sungguhnya aku khawatir dia akan menukar disangka oleh Fir'aun dan kaumnya."
agamamu atau menimbulkan kerusakan di Setelah itu, terjadi dialog antara Bani
bumL" (al-Mu'min: 26)
Israil dengan Musa, seolah-olah wasiat dan
Ketika Fir'aun berkata, "Kita akan mem- nasihat Musa tidak meninggalkan bekas sama
bunuh anak-anak laki-laki mereka..." hal itu sekali pada mereka. Karena takutnya mereka
diketahui oleh Bani Israil. Mereka ketakutan kepada Fir'aun dan kaumnya, mereka berkata,
dan gelisah. Kemudian, Musa menenangkan
mereka dan menasihati mereka sambil ber- "Kami disiksa sebelum engkau datang, bahkan
sebelum engkau lahir dan juga setelah engkau
kata, "Mohonlah bantuan dari Allah SWT
diutus pada kami. Mereka menyiksa dan
semata dan mintalah solusi dari-Nya untuk menghinakan kami, sebagaimana engkau
lihat sendiri sebelum engkau ada bersama
menghindari ancaman Fir'aun dari kalian.
kami wahai Musa dan juga setelah itu. Mereka
Bersabarlah dan jangan bersedih karena Allah
SWT yang akan senantiasa membantu dalam membunuh anak-anak kami, mengadzab,
berbagai kesulitan. Sabar adalah senjata dan menyakiti kami. Hari ini, terjadi lagi dan
seorang Mukmin dan kunci kelapangan. berulang kembali apa yang terjadi di masa
Ketahuilah bahwa bumi ini milik Allah SWT dulu. Tragedi itu datang lagi. Ancaman dan
yang akan diwariskannya kepada para hamba intimidasi itu kembali terdengar."
yang dikehendaki-Nya."
Musa menjawab keluhan mereka dengan
Ucapan Musa ini merupakan janji bahwa meyakinkan pada mereka bantuan yang akan
Allah SWT turunkan, seperti masa depan yang
mereka akan memperoleh kemenangan dan indah yang sedang menanti mereka, keper-
daerah itu akan menjadi milik mereka. cayaan penuh kepada Allah SWT menyampai-
kan kabar baik tentang kebinasaan Fir'aun,
trr"n",-o''""t ,,,,,*,, G--b,,fl!., - *tt'*ot-*'"tofttto5
dan mereka [Bani Israil) yang akan meng- ucapan, dan aktivitas mereka adalah sama
dengan aktivitas kekuasaan itu sendiri. Oleh
gantikan pengaruh Fir'aun di negeri Mesir' karena itu, para pemuka kaum Fir'aun meng-
Musa berkata, "Harapanku bergantung kepada hasutnya untuk membinasakan Musa dan Bani
Allah SWT. Aku hanya berharap pada karunia-
Nya. Allah SWT pasti akan mewujudkan semua Israil.
dengan kehendak-Nya. Dia akan membinasa- Fir'aun pun segera dan tanpa berpikir
kan musuh kalian, yaitu Fir'aun dan kaumnya
dan menjadikan kalian para khalifah di muka panjang menerima hasutan tersebut sehingga,
bumi setelah mereka. Allah SWT akan melihat
amal dan kerja kalian, baik atau buruk, syukur ia kembali menyiksa Bani Israil dengan mem-
bunuh anak laki-laki mereka yang baru lahir;
atau kufuL dan Dia akan membalas kalian kemudian meningkatkan pengontrolan ter-
sesuai dengan amalan yang ada pada kalian' hadap mereka agar mereka selalu dalam
kondisi lemah, hina, ketakutan, dan tunduk
fika amal itu baik, balasannya juga baik. fika
amal itu buruk, balasannya juga buruk." serta patuh kepada para Penguasa.
Ungkapan ini merupakan dorongan bagi Sementara itu, Musa ketakutan setiap
mereka untuk senantiasa bersyukur di saat
kali Fir'aun melihatnya. Oleh karena itu, ia
turunnya suatu nikmat dan hilangnya suatu tidak pernah mengganggunya dan kaum-
bencana. Musa mengungkapkan semua itu nya tidak mengetahui hal tersebut. Mereka
dengan kata-kata 'berharap' bukan dengan
[kaum atau orang-orang dekat Fir'aun) kemu-
memastikannya. Ini sebagai bentuk penye- dian memaksanya untuk menangkap dan me-
menjarakan Musa, namun ia tidak melakukan-
rahan segala sesuatu kepada kehendak Allah nya karena tidak ada perhatian sama sekali
SWT dan agar mereka [Bani Israil) tidak me- dan karena ia tidak takut kepadanya secara
ninggalkan usaha dan hanya bersandar pada
zahir.
bantuan Allah SWT semata. Sibawaih ber-
Adapun orang-orang lemah di bawah
kata, "Kata-kata hsaa (semoga) mengandung
pengertian harapan yang sangat!' az-Zaiiai kepemimpinan Musa, mereka tidak punya
berkata, "sesuatu yang Allah SWT harapkan harapan selain kepada Allah SWT. Mereka
pasti terjadi." tidak punya tempat bernaung selain pada-
Flqth Kehldupan atau Hukum-Hukum Nya. Oleh karena itu, Musa meminta kaumnya
Tidakiauh berbeda, realitas sejarah antara untuk memohon bantuan dan pertolongan
dahulu, sekarang, dan masa yang akan datang dari Allah SWT dan selalu bersikap sabar'
dalam kaitannya dengan hubungan antara fika mereka jujur dalam keimanan mereka
orang-orang kaya dan orang-orang lemah' dan sabar terhadap berbagai cobaan, niscaya
Allah SWT akan memberikan pada mereka
Setiap yang memiliki kekuatan dan kekuasaan kemenangan dan memberikan mereka akhir
akan selalu berpegang dan bersandar pada
kekuasaan dan kekuatannya lalu ia akan me- yang baik karena ketakwaan mereka.
nebarkan rasa takut dan kecemasan pada Musa memerintahkan dua hal kePada
manusia, kemudian memberikan peringatan- mereka dan juga memberi dua kabar gembira.
peringatan yang keras serta ancaman- Dua hal yang ia perintahkan pada mereka
ancaman. adalah memohon pertolongan kepada Allah
SWT dan sabar terhadap berbagai cobaan dari-
Orang-orang yang mendaPatkan ke-
untungan dari kekuasaan, tindak-tanduk, Nya. Mengapa Musa memerintahkan mereka
pertama sekali untuk memohon pertolongan
kepada Allah SWT? Karena seeorang yang
5TAFSIRAL-MUNIRIILID lr+l.fffhlxbla.r sunhat-A'raar
meyakini bahwa tidak ada yang mengatur di kannya Fir'aun. Ia menguatkan hati mereka
alam ini selain Allah SWI, jiwanya akan tenang dengan janji dari Allah SWT untuk menjadikan
dengan cahaya makrifat Allah SWT. Ketika mereka khalifah di muka bumi agar mereka
itu terjadi, semua bentuk siksaan dan cobaan bertahan dengan kesabaran dan tidak resah
akan ringan baginya karena ia meyakini bahwa atau putus asa yang tidak terpuii sama sekali.
ketika sebuah cobaan turun, sesungguhnya ia
terjadi dengan qadha dan qadar Allah SWT. Kemudian, ia menjelaskan semuanya
Adapun dua berita gembira yang di- dengan berkata, {r;r:5 JS -tbb.Maksudnya,
melakukan apa yang telah ia nasihatkan
sampaikan Musa kepada mereka. Pertama,
pewarisan fpemberian) bumi atau daerah. Ini berupa taat kepada Allah SWT, selalu siap
merupakan harapan dari Musa bagi kaumnya untuk mensyukuri nikmat, dan hilangnya
agar Allah SWT memberikan daerah kekuasan
Fir'aun kepada mereka setelah ia dibinasakan. bencana. Semua janji itu terbukti dengan
Makna dari pewarisan di sini adalah menjadi- ditenggelamkannya Fir'aun dan berbagai
kan sesuatu untuk khalaf [orang kemudian)
setelah sebelumnya untuk salal (orang se- siksaan yang diturunkan padanya sebagaimana
dijelaskan pada ayat-ayat selanjutnya.
belumnya). Kedua, perkataannya, {;kijd. :. aVh
BERBAGA! BENTUK ADZAB DUNIA
Akhir yang baik dan kesudahan yang utama TERHADAP KELUARGA FIR'AUN
itu hanya untuk setiap orang yang bertakwa
kepada Allah SWT, baik di dunia maupun di Surah a!-A'raaf Ayat 130-133
akhirat. Di dunia dalam bentuk perluasan dan
kemenangan terhadap musuh. Sedangkan, Ayat'Ayat Ya ng Sem bllan
dalam bentuk kenikmatan surga.11
,?:!tt'n,t^, -U\'b;;;_ 3l (, g G)j
Akan tetapi, jiwa manusia biasanya lebih
takut kepada orang yang memiliki kekuasaan. -i+)<rIf6Li1ul1/,<y6.)',e,#A\.,,vfWr*l-igt,@6't*;''X*i,;t:tteft
Bani Israil merasa takut karena sebelum Musa
datang mereka telah disiksa dan dihinakan 5!3.1 6;'ltqi'*(y
oleh Fir'aun. Fir'aun mengambil upeti dari
mereka, memanfaatkan mereka untuk kerja- 'F$VW:i*\u+iCEwg13
kerja berat, menghalangi mereka dari berbagai
bentuk kesenangan, membunuh anak laki- '5,#6,A$4;'i(6W'e@@v1<6i:v;;ir11f,i\,
laki mereka, dan membiarkan hidup anak- <**Y1r36:ti*s
anak perempuan mereka. Ketika Musa diutus, *Dan sungguh, Kami telah menghukum
harapan mereka semakin kuat akan lenyapnya Fir'aun dan kaumnya dengan (mendatangkan
segala bentuk siksaan dan petaka. Namun musim kemarau) bertahun-tahun dan kekurangan
ketika mereka mendengar ancaman Fir'aun, buah-buahan, agar mereka mengamb il p elaj aran.
mereka semakin takut dan resah sehingga
Kemudian, apabila kebaikan (kemakmuran)
mereka berucap, {'di ii n;,c.:iih
datang kepada mereka, mereka berkata, 'Ini ada-
Sementara itu, Nabi Musa a.s. menyam- lah karena (usaha) kami.' Dan jika mereka ditimpa
kesusahan, mereka lemparkan sebab kesialan
paikan kabar gembira tentang akan dibinasa-
itu kepada Musa dan pengikutnya. Ketahui-
ll Tafsir ar-Razi 14/212.
lah, sesungguhnya nasib mereka di tangan Allah, "Dan begitulah siksa Tuhanmu apabila
namun kebanyakan mereka tidak mengetahui. Dia menyiksa (penduduk) negeri-negeri yang
Dan mereka berkata (kepada Musa), 'Bukti berbuat zalim. Sungguh, siksa-Nya sangat
apa pun yang engkau bawa kepada kami untuk pedih, sangat berat." (Huud: 102)
menyihir kami, kami tidak akan beriman kepada- (rfi JF kaum dan orang-orang dekatnya,
mu.' Maka Kami kirimkan kepada mereka topan,
yaitu para pemuka di antara kaumnya. Kata
belalang kutu, katak, dan darah (air minum (J)r; tidak digunakan kecuali untuk karib
berubah menjadi darah) sebagai bukti-bukti yang kerabat seperti dalam ayat,
jelas, tetapi mereka tetap menyombongkan diri dan
mereka adalah kaum yang berdosa." (al-A'raaf: "Dan keluarga lbrahim dan keluarga
l30-r33) Imran." fAali'Imraan: 33)
l'raab Atau untuk para pengikut dan orang-
(qi; i;F kata 1rp; adalah isim syarat. orang yang loyal seperti dalam ayat,
Buktinya adalah kembalinya dhamir (kata "Masukkanlah Fir'aun dan kaumnya ke
dalam adzab yang sangat keros!" (al'Mu'min:
ganti) pada rsim tersebut, dalam firman Allah 46)
(sp:easdbea.UofFria,'yinalgng1, um;i1a1isbieanrliandysaeas:dua(aUlaim.rd"epn(oigs)ai,sni nmuanamgnksuahnpuauinba ("+iF Kata 1;tr; pada dasarnya adalah
juga bisa dalam posisi rofa', sesuai dengan bentuk jamak dari 1*y yang berarti tahun.
p e rkataan se s eo rang mi s al nya : g;* i;> kalimat Akan tetapi, ia sering digunakan dalam
p$ di-jazam-kan oleh <(;> karena ia adalah pengertian tahun-tahun kemarau dan ke-
syarat. Sementara iawab syaratnya adalah keringan sebagaimana dalam ayat ini.
fadi, yang dimaksud di sini adalah musim
firman Allah SWT, {q.y.;n -y
"(.>>l*il .rul) berada dalam posisi manshuub kemarau dengan dalil setelahnya disebutkan
sebagai haal [menerangkan keadaan) dari kekurangan buah-buahan. {ffip mengambil
pelajaran agar mereka beriman. (Ljr) ke-
kalimat-kalimat yang disebutkan sebelumnya
makmuran, kesuburan, dan kesejahteraan.
dalam firman Allah SWT (uur,.l, & *'tY.
{:* J 9l6y t<ami berhak mendapatkannya dan
sebagai 'amil-nya [faktor yang membuatnya mereka tidak mensyukuri semua itu. (&p
menjadi manshuub) adalah kalimat <(k i>.
kesulitan, kekeringan, dan bencana pada jiwa
Balaaghah
dan harta.
Antara kata {Lir} dan (^+} terdapat
0t;i;yberfirasat buruk atau melemparkan
thibaaq (dua kata yang berlawanan dalam satu sebab kesialan. Kata 1!3r; [yang kata dasarnya
kalimat). berarti burung) digunakan dalam pengertian
tersebut, berdasarkan kebiasaan bangsa Arab
Antara kata {.Siu} dan [t;Ay terdapat yang berfirasat dengan burung. Biasanya,
mereka akan berfirasat baik apabila mereka
jinas isytiqaaq fkesamaan pengambilan). melihat seekor burung terbang ke arah kanan
dan mereka menamakan burung itu dengan
Mufradaat Lu$hawlyyah (6,rlry. Sebaliknya, mereka akan berfirasat
buruk apabila seekor burung terbang ke arah
{r,r.i ""fitb Kata <r;!U (arti dasarnya
kiri, dan mereka menamakan burung itu
adalah mengambil) banyak digunakan dalam
pengertian mengadzab, seperti firman Allah ydengan; {94D. (.irr iiub telah Dia putuskan
SWT
dan takdirkan untuk mereka. Yang dimaksud Allah SWT menyebutkan dalam surah al-
Israa' bahwa ayat-ayat (tanda-tanda kebesaran
di sini adalah kesialan mereka merupakan Allah yang berbentuk) adzab itu ada sembilan.
Hal itu disebutkan melalui firman-Nya,
siksaan bagi mereka yang telah dijanjikan di
{t ;}akhirat nanti. "Dan sungguh, Kami telah memberikan
Dia yang akan menimpa- kepada Musa sembilan mukjizat yang nyata"
(al-Israa': 101)
kannya kepada mereka. (i;i; \ i;i ,<ty
bahwa apa yang ditimpakan kepada mereka Sementara di sini, Allah SWTmenyebutkan
tujuh ayat dan ditambah dengan yang disebut-
adalah darisisi-Nya. kan dalam surah Yuunus, yaitu,
(ourur) air yang masuk ke rumah-rumah "Don Musa berkata,'Ya Tuhan kami, Engkau
mereka dan sampai ke leher orang-orang telah memberikan kepada Fir'aun dan para
yang berada dalam posisi duduk selama tujuh p e mu ka ka umny a p e rh ia sa n d an h arta kekay a a n
hari. (;4r| jenis seranggayangterkenal me- dalam kehidupan dunia. Ya Tuhan kami,
makan tumbuh-tumbuhan. Ia memakan hasil (akibatnya) mereka menyesatkan (manusia)
dari jalan-Mu. Ya Tuhan, binasakanlah horta
tanaman dan buah-buahan mereka. {"fut} mereka, dan kuncilah hati mereka, sehingga
mereka tidak berimon sampai mereka melihat
sejenis ngengat yang merusak biji-bijian. adzab yang pedih,"'(Yuunus: 88)
Ada yang mengatakan bahwa yang dimaksud Yang dimaksud dengan 1,tri!r * ;At>
adalah ulat yang memakan tanam-tanaman adalah pembinasaan dan pembumihangusan
harta benda mereka.
dan menghabiskan sisa tanaman yang telah
Imam Baidhawi menafsirkan ayat-ayat
dimakan oleh belalang. (err.iJri} katak-katak sembilan sebagai ayat-ayat yang Nabi Musa
diutus untuk menyampaikannya kepada Bani
yang memenuhi rumah-rumah mereka. {ilt}
Israil, yaitu hukum-hukum yang diperintahkan
darah yang keluar dari hidung. Ada yang me- kepada mereka untuk dilaksanakan. Di antara
ngatakan bahwa yang dimaksud adalah darah ayat-ayat itu, terdapat ayat-ayat siksaan
yang bercampur dengan sumber-sumber air yang berisi siksaan terhadap Fir'aun dan
orang Mesir. 4:;;b yang jela.s. {,rFi:[] pasukannya, yaitu ayat tentang tongkat,
mereka enggan untuk memercayai ayat-ayat tangan Musa [yang putih bercahaya), belalang,
itu. kutu, katak, darah, keluarnya air dari batu,
terbelahnya lautan, dan bergeraknya Bukit
Tafslr dan Penjelasan
Thur [seolah-olah akan menimpa Bani Israil).
Ini adalah fase kedelapan dari kisah Musa Ada yang mengatakan bahwa tiga ayat terakhir
dengan Fir'aun, yaitu fase balasan dan siksaan adalah banjic musim kemarau, dan kekurangan
atau tanda-tanda kebesaran Allah SWT yang
ditampakkan kepada Fir'aun dan kaumnya. buah-buahan.
Setelah Musa memberi kabar gembira kepada
kaumnya tentang diturunkannya adzab kepada Sebenarnya, terbelahnya lautan terjadi
setelah semua ayat yang lain terjadi dan batu
Fir'aun dan kaumnya, ia berkata, "semoga
yang mengeluarkan air sebenarnya terjadi
Tuhanmu membinasakan musuhmu." Kepada
setelah binasanya Fir'aun sehingga ia tidak
Fir'aun disebutkan berbagai macam adzab
sebelum ditimpakannya adzab pemusnahan
sebagai peringatan bagi orang-orang yang
mau mendengarkan akan bahaya dan akibat
dari kekafiran dan pendustaan. Adapun adzab
pemusnahan tampak pada penenggelaman
Fir'aun di laut dan selamatnya Bani Israil dari
kejaran tentara Fir'aun.
" --'tll't' t ?? b+"'' -'
bisa disebut sebagai ayat bagi Fir'aun dan kemakmuran dan kesejahteraan. Namun,
kaumnya. Adapun tongkat dan tangan se- jika mereka berpaling, yang akan terjadi
sungguhnya adalah mukjizat Musa a.s., bukan
ayat-ayat adzab. Dengan demikian, ayat-ayat adalah kekeringan, musim kemarau, dan ke-
tersebut adalah musim kemarau, kekurangan binasaan yang pasti akan terjadi. Fir'aun dan
harta, kekurangan jiwa, kekurangan buah- para pengikutnya telah berpaling dari seruan
buahan, banjic belalang, kutu, katak, dan
Musa setelah ia memperingatkan mereka
darah.12
akan berbagai adzab. Pada akhirnya, mereka
Tujuh di antara ayat-ayat tersebut di-
menjadi orang-orang yang binasa.
sebutkan di sini (dalam surah al-A'raaf), satu Kemudian, Allah SWT menjelaskan bah-
disebutkan dalam surah Yuunus, seperti yang
wa berbagai musibah dan bencana mem-
penulis jelaskan di atas. Sementara itu, ke-
kurangan jiwa biasanya merupakan akibat buat Fir'aun dan pengikutnya semakin mem-
bangkang dan melawan. Apabila datang ke-
dari kemarau yang panjang, kekurangan buah- makmuran, rezeki, dan bertambahnya buah-
buahan, dan banjir. buahan serta binatang ternak, mereka berkata,
"lni adalah karena usaha kami yangberhak kami
Imam Mujahid dan Athaa berkata, "Mak-
sud dari 1,:[ j.lry adalah kematian." Pengertian dapatkan atas usaha, ilmu, dan keahlian kami."
Namun, apabila mereka ditimpa kekeringan
ayat-ayat di atas adalah Kami telah meng- dan kemarau mereka melemparkan kesialan
uji kaum Fir'aun dengan tahun-tahun penuh mereka pada Musa dan pengikutnya, lalu
kelaparan disebabkan kurangnya hasil per- mereka berkata, "lni semua disebabkan oleh
tanian di kampung-kampung dan kurangnya
buah-buahan di musim hujan. Imam Raja bin mereka dan ajaran yang mereka bawa." Mereka
Haywah berkata, "Pohon kurma tidak berbuah, tidak pernah mensyukuri nikmat Allah pada
mereka dan melupakan kejahatan, kerusakan,
kecuali sekali saja." dan keburukan jiwa mereka, firman Allah SWT,
Kemudian,Allah SWTberfirman,(iijitii} "Jika mereka memperoleh kebaikan, fr€'
reka mengatakan,'Ini dari sisi Allah,' dan iika
Artinya, agar mereka ingat dan mengambil merekq ditimpa suatu keburukan mereka me-
ngatakan,'Ini dari engkau (Muhammad)' Kata-
pelajaran lalu bertobat dari kekafiran dan kanlah, 'Semuanya (datang) dari sisi Allqh."'
(an-Nisaa':78)
pendustaan mereka terhadap ayat-ayat Allah
SWT dan kezaliman mereka terhadap Bani Kemudian, Allah menjawab ucapan mereka
Israil. Kemudian, beriman kepada Allah SWT
dan menyambut ajakan dan seruan Musa a.s. dengan firman-Nya,{l'*: ;3;-G G\iiy Uat<sud-
hyEl, semua yang menimpa mereka, baik
karena di antara sunnah-sunnah Allah SWT
buruk, adalah berdasarkan qadha dan qadar
adalah memberikan ancaman sebagai sebuah Allah SWT karena Allah yang menurunkan
peringatan. kebaikan sebagai cobaan untuk mengetahui
siapa yang bersyukur dan siapa yang meng-
Pengalaman membuktikan bahwa ke- ingkari. Dia juga menurunkan penderitaan
untuk mengetahui siapa yang bersabar dan
sulitan dan bencana biasanya akan melunak- siapa yang tidak menerima ketentuan Allah
kan jiwa sehingga diharapkan musibah, ben- dan agar orang-orang yang durhaka serta suka
cana, dan kekurangan buah-buahan menjadi
faktor kembalinya manusia kepada Allah SWT. berbuat kerusakan meninggalkan itu semua
fika mereka kembali kepada Allah dan memilih
jalan hidayah, tentu mereka akan memperoleh
12 Qashash al-Anbiyaa' karya an-Najjarhal 198.
dan berhenti dari segala bentuk kedurhakaan wajiban mereka terhadap Allah, karena mereka
dan kesesatan.
ternyata tetap menentang, durhaka, melawan
Allah SWT biasanya menjadikan amal per- yang haq, dan tetap keras dalam kebatilan
buatan para hamba sebagai sebab datangnya kemudian mereka berkata kepada Musa, "Se-
kebaikan dan keburukan. Zamakhsyari dalam
sungguhnya apapun ayat yang engkau bawa
m enafs irkan, (i,r: ;liup b e rtata, " M aksud nya,
pada kami, apa pun bulrti dan keterangan yang
adalah kebaikan dan keburukan yang menimpa
mereka berasal dari sisi Allah, karena semua engkau tampakkan pada kami untuk meyakin-
itu adalah ketetapan dan kehendak-Nya. Allah kan kami dan memalingkan kami dari agama
yang kami anut, kami akan tetap menolaknya
yang berkehendak untuk memberi mereka
dan tidak akan menerimanya. Kami tetap
kebaikan dan keburukan, bukan kesialan atau tidak akan beriman kepadamu dan pada
keberuntungan seseorang. Ini sama dengan segala ajaran yang engkau bawa. Kami tidak
firman Allah S\MX, "Katakanlah, "semuanya
akan meyakini kerasulanmu dan apa pun yang
dari sisi Allah;'
Bisa juga maknanya adalah, "Ketahuilah engkau ucapkan."
bahwa penyebab kesialan mereka ada di sisi Oleh karena itu, Allah SWT menyiksa
Allah yaitu amal perbuatan mereka yang telah
tertulis di sisi-Nya, yang kemudian berdampak mereka atas kekufuran, pendustaan, dan ke-
jahatan-kejahatan mereka. Kemudian, Allah
kepada mereka dalam bentuk yang tidak bai[ SWT mengirim 1iu :u:U pada mereka, yaitu
hujan yang sangat deras yang akhirnya mem-
dan mereka juga akan disiksa setelah mati
dengan sesuatu yang telah dijanjikan Allah binasakan tanaman-tanaman dan buah-
SWT untuk mereka melalui firman-Nya,
buahan, sebagaimana yang dikatakan oleh
"Kepada mereka diperlihatkan neraka," Ibnu Abbas fadi 1i6 ,t6 itu adalah hujan atau
(al-Mu'min= 46)13 air deras yang menggenangi dan menyeng-
Akan tetapi, kebanyakan manusia tidak sarakan mereka,
memahami hikmah Allah SWT dalam meng-
atur alam ini, tidak mengetahui bagaimana Allah SWT juga mengutus belalang kepada
hubungan antara sebab dan akibat segala
sesuatu berjalan sesuai dengan takdir yang mereka yang memakan seluruh hasil pertanian
telah ditentukan, dan bahwa segala sesuatu
dan buah-buahan mereka lalu memakan apa
sesuai dengan kadar masing-masing di sisi saja sampai pintu, atap rumah, dan pakaian-
pakaian mereka. Namun, belalang itu tidak ada
Allah SWT. fadi, kesialan atau bencana yang yang masuk ke dalam rumah kaum Bani Israil.
menimpa mereka bukan disebabkan oleh
Musa dan kaumnya, melainkan karena amal Kemudian, mereka (Fir'aun dan peng-
perbuatan mereka yang buruk dan sesuai ikutnya) mengadu kepada Musa tujuh hari
setelah kejadian tersebut, barulah belalang-
dengan aturan ilahi dalam hukum sebab- belalang tersebut hilang ketika Musa a.s.
keluar menuju sebuah lapangan luas lalu ia
akibat sebagaimana disinggung di atas. mengarahkan tongkatnya ke timur dan barat.
Tiba-tiba belalang-belalang tersebut beter-
Apalagi, setiap kemakmuran dan ke-
bangan ke arah asal mereka datang. Namun,
keringan atau kebaikan dan keburukan itu Fir'aun dan pengikutnya masih mengatakan,
tidak membuat mereka ingat terhadap ke- "Kami tidak akan meninggalkan agama kami."
13 Tafsir al-Kasysyaaf L/568-569. Sebulan setelah itu, Allah SWT mengi-
rimkan kutu kepada mereka dan memakan
sisa belalang sebelumnya. Kutu adalah sejenis
TAFSIRAT'MUNIRJILID 5
serangga, boleh jadi ia berupa lalat-lalat Semua itu adalah tanda-tanda yang jelas,
nyata, dan sangat terang. Tak seorang pun
kecil atau kutu-kutu yang biasa dikenal yang orang yang berakal yang akan meragukan
bisa menyengat, menggigit, dan menghisap bahwa semua itu datang dari sisi Allah SWT
darah. Artinya, Allah SWT mengirim setelah dan tidak ada yang mampu melakukan semua
belalang, ulat-ulat, atau kutu-kutu yang me- itu selain-Nya. Semua itu seharusnya menjadi
rusak tanaman mereka, memakan seluruh
hasil pertanian mereka, dan memusnahkan pelajaran dan hukuman bagi kekafiran mereka.
semua yang hijau. Setelah itu, mereka kembali Semua itu juga menjadi bukti atas kebenaran
mengadu kepada Musa dan kemudian musibah ajakan Musa karena ia telah mengingatkan
sebelumnya secara rinci bahwa semua itu
itu diangkat dari mereka. Namun, lagi-lagi
akan terjadi.
mereka kembali pada sikap mereka semula. Namun demikian, Fir'aun dan kaumnya
Kemudian, Allah SWT mengirim katak- tetap berada dalam sikap mereka yang me-
katak yang masuk ke dalam rumah mereka, nentang dan sombong serta enggan menyem-
bah Allah SWT. Mereka tidak mau mengambil
memenuhi semua bejana dan makanan
pelajaran dari semua yang terjadi. Mereka
mereka, sampai-sampai jika seseorang ingin memang kaum yang zalim terhadap diri me-
bicara ada katak yang meloncat ke mulutnya. reka sendiri dan orang lain serta sangat keras
untuk tetap melakukan dosa dan kejahatan.
Katak-katak itu memenuhi tempat tidur
Flqlh Kehidupan atau Hukum'Hukum
mereka hingga mereka tidak bisa istirahat. Ia
juga melompat ke dalam periuk ketika air yang Secara umum, ayat-ayat di atas meng-
akan diminum sedang mendidih, meloncat ke isyaratkan hukum kausalitas, yaitu adanya
keterikatan antara sebab dengan yang di-
arah tungku dan seterusnya. sebabkan atau hasil-hasilnya sesuai dengan
kehendak Allah SWT. Ayat-ayat tersebut juga
Akhirnya, mereka mengadu kepada Musa' menjelaskan bahwa segala bentuk masalah
yang terjadi pada pertanian dan berbagai
Mereka berkata, "Kasihanilah kami kali ini.
Kami tidak akan bisa menghindar selain musibah sesungguhnya disebabkan oleh amal
dengan bertobat dengan sebenar-benarnya. perbuatan mereka sendiri.
Kami tidak akan kembali mengingkarimu."
Musa meminta mereka berjanji,lalu ia berdoa Secara lebih rinci, ayat-ayat tersebut
kepada Allah SWT dan kemudian bencana itu
menjelaskan bahwa Allah SWT menurunkan
diangkatkan dari mereka. Tapi mereka kembali berbagai bencana agar mereka meninggalkan
kezaliman dan kebangkangan mereka serta
melanggar f anji. tunduk dan menyembah hanya kepada Allah
SWT semata, karena kondisi-kondisi berat dan
Kemudian, Allah SWT mengirim darah. penuh cobaan, biasanya akan melembutkan
Artinya, sumber-sumber air mereka berubah hati dan membuat manusia lebih berharap
kepada rahmat Allah SWT sebagaimana Allah
menjadi darah. Ketika mereka akan mengambil
berfirman,
air dari sungai atau telaga, mereka hanya akan
"Dan apabila kamu ditimqa bahoYa di
mendapatkan darah yang tergenang. Mereka lautan, niscaya hilang semua yang (biasa)
mengadu kepada Fir'aun. Fir'aun berkata, kamu seru, kecuali Dia." (al-Israa't 67)
"la (Musa) telah menyihir kalian." Fir'aun
mengumpulkan warga Qibthi (masyarakat
Mesir asli) dengan seorang Bani Israil di dekat
sebuah beiana. Secara ajaib, bagian bejana
yang dekat dengan orang Bani Israil tersebut
adalah air sementara bagian yang dekat
dengan orang Qibthi adalah darah.
"Tetapi apabila ditimpa malapetaka maka merasa memang berhak mendapatkan ke-
dia banyak berdoa." (Fushshilat: 51) muliaan dan nikmat yang banyak karena ke-
hebatan, keunggulan, kerja keras, dan penge-
Firman Allah,4C k #$ agar hati mereka tahuan mereka. Sementara itu, jika yang terjadi
adalah kekeringan, kemarau panjang, sakit,
menjadi lunak dan lembut. Ini menunjukkan bencana, dan musibah, mereka mengatakan
bahwa Allah SWT melakukan semua itu agar bahwa semua ini disebabkan oleh Musa dan
mereka menjadi ingat, bukan agar mereka
kaumnya dan kesialan mereka.
tetap berada dalam kekafiran.
Sesungguhnya, kekeringan dan segala
Ayat pertam4 di antara ayat-ayat adzab
bentuk bencana yang menimpa mereka adalah
yang ditimpakan kepada Fir'aun dan kaumnya
adalah musim kemarau. Kata-kata l4Sry berarti datang dari sisi Allah SWT disebabkan oleh
musim kemarau, dalam sebuah hadits shahih,
dosa-dosa mereka, bukan dari Musa dan
"Ya Allah, jadikan (masa-masa itu) untuk me-
reka (malcsudnya kaum kafir) musim kemarau se- kaumnya. Akan tetapi, mereka kaum yang tidak
perti musim kemarau yang terjadi di zaman Yusuf' memahami makna ini sebab kesialan mereka
itu datang dari sisi Allah S\ArX, artinya Dia yang
Diriwayatkan bahwa jarak antara ayat menentukan semuanya untuk kebaikan atau
keburukan mereka,
yang satu dengan ayat yang lain adalah delapan
hari. Ada yang mengatakan satu bulan dan ada Adapun tentang tathayyur dan tasyaa'um
yang mengatakan empat puluh hari.
fberfirasat buruk atau menjadikan sesuatu
Ayatkedua, kekurangan hasil pertanian se- sebagai tanda kesialan, pent), hal itu telah
cara sangat drastis, sehingga hasil pertanian- dilarang oleh Islam khususnya ketika men-
nya tidak dapat mencukupkan seorang pun. dengar suara burung tertentu dalam kondisi
Kedua ayat siksa ini lebih ringan dari ayat- tertentu. Masyarakat |ahiliyyah jika ingin
ayat siksa yang lain. |adi, dimulai dari yang
lebih ringan secara bertahap agar mereka jera melakukan sesuatu mereka pergi ke sarang
dan bertobat. Akan tetapi, mereka memang burung lalu mereka buat burung itu terbang.
kaum yang tidak mau mengambil pelajaran fika burung itu terbang ke arah kanan, mereka
jadi melaksanakan keinginannya dan mereka
di saat turunnya berbagai cobaan. Bahkan, menamakan burung ini as-Saa'ih. Namun jika
burung itu terbang ke arah kiri mereka akan
mereka semakin kafir dan durhaka. Allah SWT urung melaksanakan niatnya dan mereka
berfirman,
sebut burung tersebut dengan al-Baarih.
"Kemudian apabila kebaikan (kemak- Nabi saw. melarang hal tersebut dengan
muran) datang kepada mereke, mereka ber- sabdanya yang diriwayatkan oleh Abu Dawud
kata, "Ini adalah kareno (usaha) kami." (al- dan al-Hakim dari Ummu Karaz,
A'raaft 131)
.t1tgJ & pttrS
Mereka menisbahkan kesuburan, buah-
"Biarkan burung itu di sarangnya." (HR Abu
buahan yang banyak, kelapangan rezeki, Dawud dan al-Hakim)
kesehatan, kesejahteraan, dan hasil pengem- Artinya, biarkan ia mengerami telurnya
balaan yang banyak kepada diri mereka sen- dan jangan dibuat lari. Ikrimah berkata, "Suatu
diri, dengan mengklaim bahwa mereka me- kali aku berjalan bersama Ibnu Abbas. Tiba-
mang pantas mendapatkan semua itu. Mereka tiba tampak seekor burung berkicau. Lalu
ada seseorang yang berkata, "Pertanda baik, Akan tetapi Allah SWT menghilangkannya dengan
taw akal." (HR Abu Dawud)
pertanda baik..." Ibnu Abbas berkata, "Burung
Kaum Fir'aun semakin menjadi-jadi
itu tidak memiliki pertanda apa-apa, baik
dalam kebangkangan dan keingkaran. Mereka
kebaikan maupun keburukan."
berkata kepada Musa, 'Ayat apa pun yang
Rasulullah saw. bersabda dalam hadits engkau bawa pada kami untuk memalingkan
kami dari agama dan kepercayaan kami, kami
yang diriwayatkan oleh Ahmad dan Muslim tetap tidak akan memercayaimu."
dari Iabir, Pembangkangan kaum Fir'aun semakin
menjadi-jadi. Mereka berkata kepada Musa,
iu .i; i* i 'Apapun ayat yang kau bawa pada kami untuk
"Tidak ada berfirasat buruk berdasarkan memalingkan kami dari apa yang kami percayai,
arah terbang burung." (HR Imam Ahmad dan kami tetap tidak akan memercayaimu."
Muslim) Pada ayat yang pertama disebutkan,
Para ulama berkata, "Suara-suara burung {l;jr,#;u r;6y mereka menyandarkannya ke-
tidak ada hubungannya sama sekali dengan pada sesuatu selain kepada qadha dan keten-
tuan Allah SWT. Pada ayat kedua, mereka jatuh
apapun. Ia juga tidak mengetahui apa yang dalam kesesatan dan kebodohan yang lain,
sedang terjadi apalagi sesuatu yang akan 4,!.1 ,t:v.tt \;-t; !6;F Hal tersebut, karena mereka
tidak bisa membedakan antara mukjizat dan
terjadi di masa yang akan datang untuk sihir. Mereka menganggap bahwa ayat-ayat
ia informasikan. Manusia juga tidak ada
yang menunjukkan kebenaran dakwah Musa,
yang memahami bahasa burung kecuali ke- seperti tongkat berubah iadi ular dan sebagai-
nya sebagai sebuah sihir untuk menyihir me-
istimewaan yang diberikan Allah SWT kepada reka, sehingga mereka mengatakan kepada
Musa, "Kami sama sekali tidak akan menerima
Nabi Sulaiman. OIeh karena itu, berfirasat satupun dari hal-hal yang aneh tersebut."
dengan burung termasuk sesuatu yang batil.la Ibnu Abbas berkata, "Sesungguhnya kaum
Fir'aun ketika mereka berkata kepada Musa,
Abu Dawud meriwayatkan dari Abdullah Apapun ayatyang engkau bawa dari Tuhanmu,
semua itu dalam pandangan kami adalah sihir
bin Mas'ud dari Nabi saw., ia bersabda,
dan kami tidak akan pernah meyakininya
^rt ':6i,...i1 L ui -:6i; -!:; t9
sama sekali.' Musa adalah seseorang yang
;j;urt keras. ketika mendengar ucapan kaum Fir'aun
tersebut, ia langsung mendoakan keburukan
'?PY '+4 untuk mereka. Allah SWT segera mengabulkan
doa Nabi-Nya. Allah SWT mengirimkan banjir
" Thiyarah itu syirik- diucapkannya sebanyak yang terus-menerus terjadi, siang dan malam,
dari hari Sabtu sampai Sabtu berikutnya."
tiga kali-dan tidaklah seorang pun melainkan...ts
Kemudian, ia fibnu Abbas) menyebutkan
t4 Tafsir al-QurthubiT /226. sisa dari lima ayat lainnya, yaitu belalang, kutu,
15 Ibnu al-Atsir mengatakan, "Haditsnya memang diriwayat-
katah dan darah.
kan secara terputus begini, tanpa menyebutkan mustatsna
(oblek yang dikecualikan). Maksud dari kalimat yang
terpotong ini adalah: "Melainkan sangat boleh iadi, ia
pernah melakukan tathayyur tapi hatinya membencinya."
Kalimat ini dihilangkan agar ringkas dan maknanya
sudah lelas, sehingga diserahkan saja pada pemahaman
si pendengar. Kalimat setelahnya, 'Akan tetapi Allah SWT
menghilangkannya dengan tawakal." Maksudnya, apabila
seseorang sempat terlintas dalam pikirannya sesuatu
yang bersifat tatharyun lalu ia bertawakal kepada Allah
dan menyerahkan segala sesuatunya kepada-Nya dan
tidak menuruti lintasan pikiran tersebut, Allah SWT akan
mengampuninya dan tidak akan menyiksanya.
Yang dimaksud dengan f,iu ,ri> ai sini Thabrani dan al-Baihaqi dari Abu Zuhair tapi
hadits ini lemah,
adalah hujan yang sangat lebat sampai mem-
.P\t$t * b$g t6rt t# i
buat mereka terapung. Belalang bertugas me-
makan tumbuh-tumbuhan mereka. Kutu-kutu "langan bunuh belalang karena ia termasuk
tentara Allah yang dahsyat." (HR ath-Thabrani
tidak menyisakan di tanah mereka tangkai- dan al-Baihaqi)
tangkai yang berwarna hijau kecuali akan di- Sementara itu, mayoritas ulama mengata-
makannya. Katak keluar dari laut bagaikan kan, bahwa membiarkan belalang melakukan
malam yang kelam lalu hinggap di pakaian dan perusakan berarti merusak dan membinasa-
kan harta, padahal Nabi saw. telah mem-
makanan mereka, sampai-sampai di antara
beri keringanan untuk membunuh seorang
mereka ketika akan tidur; tiba-tiba kepalanya Muslim, jika ia ingin mengambil harta sese-
sudah ada sehasta katak yang menghinggapi- orang. Tentunya belalang yang ingin merusak
harta lebih boleh untuk dibunuh. Ibnu Majah
nya. Sungai-sungai mereka mengalirkan darah, meriwayatkan dari fabir dan Anas bin Malik
sehingga mereka tidak bisa mendapatkan air
yang jernih, sementara Bani Israil tetap mem- bahwa Nabi saw. pernah mendoakan ke-
peroleh air yang jernih dan tawar.
burukan terhadap belalang. Beliau berdoa,
Mereka kemudian mengeluhkan hal
#st:W:Fti6qoi o-,-At..-2o,aN'"&)
tersebut kepada Musa, Fir'aun berkata kepada
,-}2ttq
Musa, "fika engkau bisa mengangkat petaka l!J-)
ini dari kami." Sampai seterusnya yang akan
g dt Auii \:.rw t yte\ t!5 iTti
dijelaskan nanti.
"Ya Allah, punahkanlah yangUrrrr O;r:Jr)rt,
Ayat-ayat yang sangat jelas tersebut tidak
bunuhlah yang kecil-kecilnya, rusak telurnya,
akan diragukan oleh orang yang mau berpikir hancurkan gerombolannya, tahan mulutnya dari
bahwa ia datang dari Allah SWT yang tidak sumber-sumber kehidupan kami dan rezeki kami.
akan ada yang mampu mendatangkan ayat- Sesungguhnya Engkau maha mendengar doa."
ayat tersebut selain-Nya. Namun demikian, (HRIbnuMajah)
mereka tetap sombong dan angkuh untuk
menyembah Allah SWT dan beriman pada- Ada seseorang yang bertanya, "Wahai
Nya. Mereka memang kaum yang berdosa,
artinya yang bersikukuh berada dalam dosa Rasulullah! Bagaimana mungkin engkau men-
doakan keburukan dan dimusnahkan terhadap
dan kesalahan. satu bentuk tentara di antara tentara-tentara
Allah?"
Para ulama berbeda pendapat tentang
Rasulullah saw. menjawab,
hukum membunuh belalang, ketika ia ada
di sebuah daerah dan merusak. Ada yang .;11 a_v*tip;4t i:1
mengatakan tidak boleh dibunuh, sementara "Sesungguhnya belalang itu bersin ikan paus
mayoritas fuqaha mengatakan boleh dibunuh. di dalam laut."
Ulama yang berpendapat tidak boleh dibunuh Adapun hukum memakannya adalah boleh
berdalil bahwa belalang merupakan makhluk dalam sunnah. Dalam Shahih Muslim diriwayat-
yang dahsyat di antara makhluk-makhluk
Allah SWT. Ia memakan rezeki dari Allah
SWT dan tidak berlaku catatan keburukan
terhadapnya. Artinya, ia tidak berdosa atas
apa yang dilakukannya. Mereka juga berdalil
dengan hadits yang diriwayatkan oleh ath-
"r'"n",'n'r"rt ,riltr, %B.lrlg., *tt**-*"'*)"'ot
kan dari Abdullah bin Abu - ia berkata, @&i'1,JYW ),FXY?.1\'rP
Aufa, ri::a$u"AtA hY;6 fuv'"i$
"Kami telah berperang bersama Rasulullah saw.
sebanyaktujuh peperangan dan kami memakan
belalang bersamanya." Kebolehan memakannya oiww\3?r\.*,
juga sudah merupakan kesepakatan ulama. "Dan ketika mereka ditimpa adzab (yang
|ika belalang itu diambil hidup-hidup lalu di-
potong kepalanya, hal itu iuga halal dengan telah diterangkan itu), mereka pun berkata,
kesepakatan para ulama. Hal tersebut sama
"Wahai Musa! Mohonkanlah untuk kami kepada
dengan adz- dzakah fmenyembelihnya)
Para ulama berbeda pendapat, apakah Tuhanmu sesuai dengan j anj i-Nya kep adamu. Iika
engkau dapat menghilangkan adzab itu darikami,
ia mesti diburu dulu? Mayoritas ulama me- niscaya kami akan beriman kepadamu dan pasti
ngatakan tidak perlu diburu dulu. Ia boleh di- akan kami biarkan Bani Israil pergi bersamamu.
makan dalam kondisi apa pun matinya, sama
dengan ikan laut. Berdasarkan hadits yang di- Tetapi setelah Kami hilangkan adzab itu dari
riwayatkan Daruquthni bahwa Rasulullah saw. mereka hingga batas waktu yang harus mereka
penuhi ternyata mereka ingkar ianji. Maka Kami
bersabda,
hukum sebagian di antara mereka, lalu Kami
tenggelamkan mereka di laut karena mereka telah
mendustakan ayat-ayat Kami dan melalaikan
ayat- ayat KAmi." (al-A' raaf: 134'136)
"Dihalalkan untuk kita dua jenis bangkai l'raab
yaitu ikan dan belalang dan dua jenis darah yaitu (tL. * rr) huruf maa dalam kalimat ini
hati dan limpa." (HR ad-Daruquthni)
adalah mashdariyyah, sehingga pengertiannya
Imam Malik berpendapat bahwa mestilah
ada sebab bagi kematian seekorbelalang untuk adalah "deng an p erantara an a manah Allah y a ng
ia halal dimakan seperti dipotong kepalanya,
kakinya atau sayapnya. Oleh karena, menurut ada padamq"yaitu kenabian. Huruf ba'dalam
Imam Malik, belalang termasuk binatang darat
sehingga bangkainya adalah haram, adapun kalimat ini bisa berta'alluq (berhubungan) de-
katah ia tidak boleh dimakan kecuali dalam
madzhab Malik. ngan kalimat {uI f'r} sehingga artinya, "Doa-
kanlah kami! Demi apa yang ada padamu
MENGADU KEPADA MUSA UNTUK
MENGHILANGKAI{ ADZAB, MELANGGAR berupa amanah Allah dan kemuliaan yang di-
JANJI, DAN PENENGGELAMAN FIR.AUN DAN berikan-Nya padamu berupa kenabiani' dan
KAUMNYA boleh jadi juga berupa sumpah dan jawabnya
Surah al-A'raaf Ayat 134-136 adalah 4:t:l\,artinya, "Kami bersumpah demi
amanah Allah yang ada padamu, bahwa kami
sungguh akan berimanJ'(jj| huruf lam dalam
kalimat ini adalah untuk sumpah. e li UD
(.lq xatimat 1.1( et adalah iumlah ismiyyalt
dalam posisi iar sebagai sifat dari kata 1fi;.
4:'k ir;t) adalahia wab darikalimat (uiii*iJ).
L6\iZ" O' \s.X;\ -d,:X61r;.;iiA Mufradaat LuEhawWah
41.1,) adzabyang keras yang mengguncang
ymanusia. (u,*. u) janji-Nya padamu untuk
mengangkat adzab ini jika kami beriman' Kata
,IFSIRAL-MUNIRIILID 5 -. ,*u,n*d6fl-il*b.n,* srr"t ar-r'r""r
1i!ry berarti kenabian dan kerasulan. peng- menyembah Tuhan mereka sesuka mereka.
Setelah Allah SWT mengangkat adzab ter-
angkatan sebuah adzab merupakan kemuliaan
sebut dari mereka, dan itu lebih dari sekali,
yang diberikan Allah kepada nabi-Nya. di|
sampai masa terbatas yang akan berakhir dan
4r,i-1i berkat doa Musa adzab tersebut dari mereka akan kembali diadzab, yaitu dengan di-
tenggelamkan, tiba-tiba mereka melanggar janj i
mereka sampai masa tertentu. {j;fi.} mereka dan mengkhianati ikrar mereka sendiri setiap
kali sebuah adzab diangkat. Dalam bahasa lain,
merusak janji mereka dan tetap bersikukuh
"Sesungguhnya Kami tidak menghilangkan
berada dalam kekafiran. (!rp laut yang asin. adzab itu dari mereka secara mutlak. Kami
{.+t!} disebabkan karena mereka. (rf"} meng- hanya menghilangkan adzab itu dari mereka
abaikannya dan tidak menghayatinya. sampai batas waktu tertentu. Ketika waktu itu
sudah datang, Kami tidak akan mengangkatkan
Tafsir dan Penjelasan
lagiadzab dari mereka, bahkan Kami akan mem-
Ini adalah fase kesembilan dari fase-fase binasakan mereka. Sebagai buktinya, mereka
segera mengingkari janji mereka setelah adzab
kisah antara Musa dengan Fir'aun. Yaitu ketika tersebut diangkat."
ayat-ayat adzab yang disebutkan sebelumnya
Diceritakan bahwa untuk satu adzab baik
ditimpakan pada Fir'aun dan kelompoknya,
mereka terguncang dan bingung. Mereka ke- itu topan, belalang kutu, katak, maupun air
mudian meminta kepada Musa untuk meminta yang berubah menjadi darah kotor; mereka
pada Allah SWT mengangkat adzab tersebut merasakannya selama satu minggu. Setelah
dari mereka. Mereka berjanji untuk beriman itu mereka meminta pada Musa untuk berdoa
pada kerasulan yang dibawanya, jika ia mau
melakukan hal tersebut. Setelah Musa berdoa pada Tuhannya agar mengangkatkan adzab-
pada Allah, Dia mengangkat adzab tersebut
dari mereka, namun mereka merusak dan me- adzab tersebut dan mereka berjanji akan
beriman pada Allah SWT namun kemudian
langgar janji yang mereka ucapkan sendiri. Me-
reka telah berulang-ulang melakukan hal ter- mereka mengingkari janj i tersebut.
sebut. Sampai akhirnya, Allah SWT membinasa-
kan mereka dengan menenggelamkan mereka Setelah Allah SWT mengangkat adzab dari
di lautan. mereka beberapa kali, tapi mereka tidak juga
Maknanya adalah ketika adzab yang jera dari kekafiran dan kebodohan mereka,
sangat dahsyat itu turun kepada kelompok
datanglah batas waktu yang telah ditentukan
Fir'aun, mereka terguncang dan sangat ke-
takutan. Mereka kemudian meminta Musa dan Allah SWT membalas semua kekafiran me-
untuk mendoakan pada Allah, karena Allah reka dengan menenggelamkan mereka akibat
telah mengaruniakannya kenabian, kerasulan, perbuatan dusta mereka terhadap ayat-ayat
kemuliaan, dan kecintaan, agar Allah meng- Allah SWT yang telah diturunkan kepada me-
angkat adzab tersebut dari mereka. Lalu, me- reka, tapi mereka lengah dan tidak menghirau-
kan adzab yang akan ditimpakan pada mereka
reka bersumpah bahwa, jika engkau bisa meng-
angkat adzab ini dari kami, pasti kami akan me- di dunia dan akhirat. Maksud dari 'lengah' di
mercayai kerasulanmu dan mengimani seluruh sini adalah berpaling dari ayat-ayat tersebut
ajaran yang engkau bawa dari Allah, lalu kami dan tidak menoleh padanya sedikit pun se-
akan utus Bani Israil bersamamu ke tanah yang
dijanjikan yaitu Palestina, seperti yang pernah hingga mereka seolah-olah seperti orang yang
engkau minta pada kami, agar mereka bisa
melengahkannya.
Allah SWT menenggelamkan orang-orang
yangkafir di antara mereka dan menyelamatkan
orang-orang beriman yang menyembunyikan ThFSTRAL-MUNIRJItID 5
keimanan mereka. Allah menenggelamkan me-
reka di laut yang dibelah-Nya untuk Musa se- qi:* 53?&(, i', dtU",CrS
hingga ia dan Bani Israil yang bersamanya bisa
melintasinya. Setelah Musa dan Bani Israil se- ta(vtwu3,x;t#e;;;Jr
lamat, Fir'aun dan bala tentaranya mengejar
6j66er,'*tsGe&"
mereka. Namun ketika mereka sampai di
tengah-tengah laut, Allah SWT mengatupkan "Dan Kami wariskan kepada kaum yang
Iaut itu pada mereka sehingga mereka semua
tenggelam disebabkan pendustaan dan ke- tertindas itu, bumibagian timur danbagian barat-
nya yang telah Kami berkahi. Dan telah semPurna-
Iengahan mereka terhadap ayat-ayat Allah.
lah firman Tuhanmu yang baik itu (sebagai janji)
FIqih Kehldupan atau Hukum-Hukum untuk Bani Israil disebabkan kesabaran mereka.
Ayat-ayat di atas menunjukkan empat hal Dan Kami hancurkan aPa yang telah dibuat
Fir'aun dan kaumnya dan apa yang telah mereka
sebagai berikut. bangun." (al-A' raaf: I 37)
1. Mengadu pada Musa ketika sulit dan sem- Qlraa'aat
pit dengan dorongan seruan iman yang {cjtn}:
Kata ini, secara tulisan diakhiri oleh huruf
fitrah. Inilah kondisi kebanyakan manusia ta'. Namun, ketika waqaf, Imam Ibnu Katsil,
yang tidak mendapatkan tempat kembali Abu Amru dan al-Kisa'i membacanya dengan
dan berlindung di waktu susah selain Allah huruf ha'. Sementara imam-imam yang lain,
tetap membacanya dengan ta'ketika waqaf.
SWT.
(j*rh,
2. Ciri pengikut Fir'aun: selalu ingkar dan
Imam Ibnu Amir membacanya dengan
melanggar janji serta menggunakan ke-
<ar#->.
maslahatan untuk waktu tertentu.
I'raab
3. Balasan yang pasti untuk kaum Fir'aun
(,!tu,i, u""ri'9 ar';.l| berada dalam posisi
adalah pembinasaan dengan cara diteng-
gelamkan di laut. manshuub, ia bisa sebagai maf'ul bih [objek)
dari kalimat prr5i1, atau sebagai zhoraf (me-
4. Sikap yang wajib terhadap ayat-ayat Allah nunjukkan keterangan) dan 'amil-nya adalah
adalah memikirkannya, menadaburinya, kalimat (:i;:{}. (q utr +ir} Kata 16iry bisa
dan merenungi dampak-dampaknya. Oleh
karena itu, Allah mencela mereka karena dalam posisi nashab sebagai sifat dari kalimat
lengah terhadap ayat-ayat tersebut dan
hal ini menunjukkan bahwa taqlid adalah <6F, uo.,$r art*;1dan bisa juga dalam posisi
7ar sebagai sifat dari kata (i;!D. Sementara
sesuatu yang tercela. dhamir (kata ganti) dalam kalimat (wp bisa
kembali kepada kalimat {r*fn.J"r!r ;rLrF dan
BERTEMPATNYA BANI ISRAIL DI DAERAH bisa juga kembali pada kata-kata 1;r!t; dan
MESIR DAN SYAM SETELAH MASA FIR'AUN
DAN PARA PENGUASA LAINNYA taqdiir-nya adalah {A16: \}- t-t.t; 1t ;.'\t art'-1
Surah al-A'raaf Ayat 137 fadi, dipisahkan antara sifat dengan maushuf
[yang disifati) dengan sesuatu yang ma'thuf
,gil*i;9ltiffi 6g:A34w,1v
fdihubungkan) terhadap mudhaf kepada
maushuf. Hal ini boleh dalam kaidah bahasa,