The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by masjiddarussalam18, 2022-08-14 05:36:50

Tafsir Al-Munîr Jilid 3

Tafsir Al-Munîr Jilid 3

t""n"n-"t'"""' ,r,,r,\_,,-{r6l 6b,.}ll., hut'*At-*'"'*1"'o 3

ini, sedang datang kepada mereka ritual shalat para pelaku qath'uth thariiq [penyamun, ge-
yang lebih mereka cintai daripada anak-anak rakan pengacau keamanan), yaitu ketika

dan diri mereka sendiri." Abu AyyasyAz-Zuraqi kamu sedang sibuk shalat, para musuh kalian
memanfaatkan kesempatan tersebut untuk
kembali berkata, "Lalu fibril a.s pun turun melakukan penyerangan terhadap kalian. Maka
oleh karena itu, jangan sampai kalian membuat
dengan membawa ayat ini (ayatlO2) di antara mereka memiliki kesempatan seperti itu, cara-

waktu Zhuhur dan Ashar, # Ab ;4 * r;1i\ nya yaitu ketika kalian menunaikan shalat,

(;vtf dan Abu Ayyas pun menuturkan sebuah Iaksanakanlah dalam bentuk qashar.

hadits. Ini adalah sebab di balik keislaman Bisa juga maksudnya adalah jika kalian
mengkhawatirkan fitnah atau ancaman gang-
Khalid bin Walid r.a.. guan orang-orang kafir ketika kalian sedang

Riwayat serupa juga diriwayatkan oleh rukuk dan sujud, karena ketika itu kalian

at-Tirmidzi dari Abu Hurairah, juga oleh Ibnu tidak bisa melihat dan mengawasi gerak-gerik
mereka, shalatlah kalian sambil berjalan atau
farir dari fabir bin Abdillah dan Ibnu Abbas.
sambil berkendara.
, Sebab turunnya ayat iK ;r 5+ iu- UF
Bukhari meriwayatkan dari. Abdullah Kemudian Allah SWT kembali memper-
{iK1, Abbas, ia
Ibnu cberkata, "Ayat sl;S ;a, jtr ;y|

4.", I i1 y:'turun berkaitan dengan diri

Abdurrahman bin Auf ketika ia terluka.

Keserasian Antar Ayat ingatkan kita terhadap ancaman para musuh

Pembicaraan di sini masih dalam kon- dan mempertegas supaya kita senantiasa
teks pembicaraan yang berkaitan dengan
jihad dan hijrah. Aktivitas jihad sudah waspada terhadap mereka.

tentu mengharuskan juga untuk melakukan Sesungguhnya orang-orang kafir adalah
musuh kalian yang nyata permusuhannya.
perjalanan. Oleh karena itu, Allah SWT
Mereka adalah orang-orang yang memiliki sikap
pun menjelaskan bahwa kewajiban shalat
permusuhan yang nyata. Karena itu, waspadalah
tidak bisa gugur dengan alasan bepergian,
tidak pula dengan alasan jihad dan me- kamu sekalian terhadap ancaman mereka.
merangi musuh. Ayat-ayat ini dalam rangka fangan sampai kalian membiarkan mereka
mengukuhkan pensyari'atan atau pember- memiliki kesempatan untuk mewujudkan ke-

lakuan mengqashar shalat ketika sedang me- inginan dan tujuan-tujuan mereka.
lakukan perjalanan jauh, dan pensyari'atan
shalat khauf ketika sedang jihad. Sebagian ulama ada yang berpendapat de-

ngan berpegangan pada zhahir ayag i(,,+ ;i.i it|

40,r- ;-!,, bahwa yang dimaksud di sini adalah

qashar dalam shalat khaufyang disebutkan pada

Tafsir dan Penjelasan ayat pertama [ayat 101) dan dijelaskan dalam
ayatberikutrya dan dalam ayag

Apabila kamu berjalan dan bepergian di "Jika kamu takut (ada bahaya), shalatlah
muka bumi, tidak ada pemersulitan dan dosa sambil berjalan kaki atau berkendaraan." (al-
Baqarah:239)
atas kalian untuk mengqashar shalat yang
Asy-Syafi'i mengatakan, pensyari'atan
terdiri dari empat rakaat, ketika kamu sekalian
mengqashar shalat dalam selain keadaan takut
mengkhawatirkan fitnah orang-orang kafir adalah dengan berdasarkan as-Sunnah. Ada-
terhadap diri kalian seperti adanya ancaman pun qashar shalat ketika dalam keadaan takut

penyerangan, penawanan atauyang lainnya, atau

kalian mengkhawatirkan ancaman gangguan

t__

disertai keadaan sedang dalam perjalanan, kan dari Ali di atas menunjukkan pensyari'atan

maka berdasarkan Al-Qur'an dan as-Sunnah. menqashar shalat bagi musafir. Al-Qurthubi

Barangsiapa yang tetap mengerjakan shalat mengatakan, jika riwayat ini shahih, tidak

empat rakaat, tidak apa-apa. Namun saya tidak ada seorang pun yang memiliki celah untuk

suka seseorang mengerjakan shalat secara menyanggah, dan riwayat tersebut berarti

utuh empat rakaat ketika sedang bepergian mengandung dalil bahwa mengqashar shalat

karena memiliki semacam kesan sikap enggan di selain kondisi takut dan khawatir memiliki

terhadap as-Sunnah. landasan dalil dari Al-Qur'an. Keterangan

Sementara ulama lain berpandangan, senada juga diriwayatkan dari Ibnu Abbas, ia

bahwa ayat {{*, "rf} hanyalah semata di- berkata bahwa ayat;r); A ,,r'it a l? t;t:$
4:Jt2t c tral oi ar,i adalah turun berkenaan
dasarkan pada situasi yang umurn berlaku.
dengan shalat ketika sedang melakukan per-
Karena kondisi yang umum berlaku bagi
jalanan. Kemudian satu tahun setelah itu, baru
kaum Muslimin ketika sedang bepergian
turun lanjutan ayat berikutnya is.$- ci !"1 "l)
dan melakukan perjalanan adalah kondisi fltt;- ;i,yang menjelaskan shalat khauf.

takut dan khawatir dengan berbagai bentuk Berdasarkan hal iti, berarti ayat 101 me-

gangguan dan ancaman. OIeh karena itu, Ya'la ngandung dua permasalahan ,,drarn$dtua*h' ukut;mt:b.

bin Umayyah pernah bertanya kepada Umar Bagian ayat pertaml, yaitu

bin Khaththab dalam sebuah riwayat Imam (irb,-f ,|ni t;a- i(:r, f menjelaskan shalat

Muslim, "Kenapa kita tetap mengqashar shalat, ketika sedang bepergian, dan pembicaraan yang

padahal kita telah aman?" Lalu Umar bin ada telah sempurna dan titik sampai di sini.

Khaththab berkata, 'Aku juga pernah terusik Kemudian setelah itu ada pembicaraan baru

oleh pertanyaan yang sama seperti yang kamu lagi tentang shalat khauf mulai dari kalimat

rasakan. Lalu aku bertanya kepada Rasulullah #-'ri.-flt'r,s i1} danbersambungsampai
sini, ada pendahuluan kata
saw. tentang hal itu, lalu beliau bersabda, pada
"a-y!,at 102. Di
t
{,,3,2J-ze .lJ"1J,-:.r:tr o),',. / u./ aJ/'J/ -?/ (ftsyarat,yaitu JlF, sehingga jika diperkirakan
.. et t,fasalnya adalah A,.
f\"i, li6{ dlll OJ*2i ii, i$;i !t

s1i ;rp

"Itu adalah sedekah yang diberikan oleh Allah i(;>r*2.ir ijL;. Huruf wawu pada kalimat, r;1;p
SWT kepada kamu sekalian, maka terimalah 4e* adalah za'idahatau tambahan. Adapun
s e dekah -Ny a." (HR Muslim) kalimat yang menjadi jawab dari syarat tersebut

Di samping itu, dalam shalat khauf tidak adalah (.r- & *u #b Adapun kalimat,il)
diperhitungkan dua syarat tersebut sekaligus. f,i4#\ -_Ar ya\t'Sgiejr,a)st.";;-;.g_K_'jnr iaditai.l'aluh:
Sehingga seandainya pun kita tidak sedang kalimat sisipan.6e
melakukan suatu perialanan, tetapi orang-
€:,; pyzhahirnya
orang kafir menyerang dan menyerbu kita
dengan mendatangi daerah tempat tinggal memiliki pengertian memberikan kebebasan

kita sendiri, ketika itu boleh mengerjakan memilih antara opsi mengqashar atau itmaam

shalat khauf. Oleh karena itu, dalam shalat (menyempurnakan atau mengerjakan secara
khauftidak disyaratkan harus dalam keadaan
bepergian. Akan tetapi yang diperhitungkan utuh empat rakaat) dan bahwa itmaam adalah

adalah hanya syarat adanya kondisi khauf. lebih utama.To

Sebab turunnya ayat 101 yang diriwayat- Asy-Syafi'i berpendapat bahwa meng-

69 Tafsir al-Qurthubi, 5 / 361 dan berikutnya.
70 Al-Kasysyaaf, l/a20.

qashar shalat adalah bersifat pilihan, bukan o o c )/
sebuah keharusan. Diriwayatkan dari Rasu- J l)-
lullah saw. bahwasanya beliau pernah me- [,st;y;r -z;[,s',o"iG',J,, G J)i
l)'
nunaikan shalat secara itmaam [utuh empat
*/Jtlo J t+::,flt €
rakaat) ketika sedang dalam perjalanan.
"Shalat, pada awal diwajibkannya adalah dua
Diriwayatkan pula dari Aisyah, sebagaimana
rakaat dua rakaat. Lalu hal ini tetap dikukuhkan
yang diriwayatkan oleh ad-Daraquthni, pemberlakuannya ketika sedang bepergian, se-
dangkan ketika tidak sedang bepergian (hadhar)
&i * ,k );t (,r lt, .i.. o',,'\a, t i. ), tc', o, -*t ditambahi." (HR Imam Ahmad)

( J;k -; ,*:cJ lil, t ?t ,a'<-- t c .,'J!'1- / o Selain itu, karena Rasulullah saw. senan-
tiasa menqashar shalat dalam setiap perjalanan
ari-r^lt beliau seluruhnya. Telah diriwayatkan dari
Ibnu Abbas, ia berkata,
,;li ,i; J;,cr',.,."L-i*,.,r; .>'o)c"ai e o "
&i., (,af er &tr)i y'it 1* at S-t ots
t13 z,ilG u" ,'U"'llt :Jw f.">""'P:'.ii eJ
e,F;er, o/ a, *,). tLi, ; "ib
'Aku melakukan sebuah perjalanan bersama
Rasulullah SAW. dari Madinah menuju ke Mekah "Rasulullah saw. ketika pergi untuk me-
dalam rangka menunaikan ibadah umrah, hingga
ketika saya sampai di Mekah, maka saya berkata, lakukan suatu p erj alanan, maka shalat y ang b eliau
"Wahai Rasulullah, ketika dalam perjalanan,
kenapakah anda menqashar shalat sementara laksanakan adalah dua rakaat, hingga beliau
aku mengerjakannya secara itmaam, anda tidak
berpuasa sementara aku tetap berpuasa?" Lalu kembali pulang."
beliau bersabda, "Kamu telah berbuat baik wahai
Aisyah, dan tidak ada cela atas dirikul'(HR ad' Diriwayatkan dari Imran bin Hushain, ia
Daraquthni)
berkata, "Saya pergi menunaikan haji bersama
Utsman bin Affan ketika sedang be-
Rasulullah saw.. Shalat yang beliau tunaikan
pergian terkadang juga menunaikan shalat
secara itmaam atau utuh dan kadang kala selama dalam perjalanan adalah dua rakaat

mengqasharnya. hingga beliau kembali ke Madinah, dan beliau

Sementara itu, menurut Imam Abu bersabda kepada penduduk Mekah,
/,.o..ez r
Hanifah, mengqashar shalat ketika dalam ,/J,'.o-&,,rt-/r. t-;)\ t"rle
tJttJ
perjalanan merupakan 'aziimah [hukum asal \J
bukan rukhshah, tidak boleh ditunaikan de-
"Shalatlah kamu sekalian empat rakaat,
ngan selain qashar. Hal ini didasarkan pada
karena kami adalah orang-orang musafir."
perkataan Umar bin Khaththab, "Shalat ketika
bepergian adalah dua rakaat sempurna, bukan Ibnu Umar dalam sebuah hadits yang
qasha6, berdasarkan sabda Nabi kalian."
diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim,
|uga perkataan Aisyah dalam hadits yang
diriwayatkan oleh Imam Ahmad, berkata,

l__

=-

*tt'*ot-*'*'* 1"'o ' ,r,!l{,' 46_b4rll,, """n "n-n'"""'

"Saya menemani Rasulullah saw. dalam be- Az-Zamakhsyari memberikan jawaban i
pergian, dan beliau tidak menunaikan shalat lebih
dari dua rakaat. Begitu juga, saya menemani Abu mengenai ayat 4;;)t ,Z 0',; ii Lt; ;*c ;;rty i

Bakar ash-Shiddiq Umar bin Khaththab dan yang secara zhahir memberikan kesan i
i
Utsman bin Affan dalam bepergian, dan shalat bahwa qashar adalah bersifat pilihan, dengan
yang mereka tunaikan selama dalam perjalanan mengatakan, bahwa sepertinya kaum Muslimin I
adalah tidak lebih dari dua rakaat. Hal ini mereka telah terbiasa dengan itmaam dan melekat I
praktikkan hingga mereka meninggal dunia." (HR kuat dalam benak mereka, sehingga wajar saja I
Bukhari dan Muslim) I
jika itu tentunya berpotensi memunculkan I
Sementara itu, Allah SWT juga telah ber-
firman, kesan di benak mereka bahwa ada semacam I

"Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah "kekurangan" dalam shalat qashar. Oleh karena
itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi itu, selanjutnya di sini ditegaskan bahwa tidak
orang yang mengharap (rahmat) Allah dan ada apa-apa atas mereka dalam qashar yang
(kedatangan) hart Kiamat dan yang banyak
mereka laksanakan. Hal ini bertujuan supaya
l)m e n g i n g a t Al I a h." (al- Ahzaab z 2
mereka tetap mantap dan puas dengan qashar.71
"Maka berimanlah kamu kepada Allah Selanjutnya para ulama berbeda pendapat
dan Rasul-Nya, (yaitu) Nabi yang ummi yang
beriman kepada Allah dan kepada kalimat- mengenai apa yang dimaksud dengan qashar
kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya). Ikutilah dia, ag ar
kamu mendapat petunjuk " (al-A'raaf: 158) di sini. Apakah itu adalah mengqashar atau

Seandainya maksud Allah SWT adalah memperpendek jumlah rakaat, ataukah meng-
memberikan opsi pilihan antara mengqashar
atau itmaqm, tentunya Dia akan menjelas- qashar dan memperpendek bagian-bagian

kannya sebagaimana Dia menjelaskan puasa dari ritual shalat.7z
bagi musafir. Sekelompok ulama berpendapat, bahwa

Keterangan dari Utsman bin Affan yang yang dimaksud dengan qashar di sini adalah
mengqashar jumlah bilangan rakaat. Hal
menjelaskan bahwa dirinya menunaikan shalat
ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan
secara itmaam, ia sendiri telah menjelaskan
alasannya, yaitu bahwa dirinya telah ber- oleh Imam Muslim dari Ya'la bin Umayyah,

ta'ahhul [bermukim, menikah dengan perem- bahwasanya ia berkata, "Saya berkata kepada
puan setempat sehingga ia memiliki keluarga di
tempat tersebut), ia berkata,'Aku menunaikan Umar bin Khaththab, "Kenapa kita tetap
shalat secara itrnaam, oleh karena aku telah
ber-ta'ahhu/ di negeri ini, dan aku mendengar mengqashar shalat, padahal kita telah aman?"
Rasulullah saw. bersabda, Lalu Umar bin Khaththab berkata, 'Aku juga
pernah terusik oleh pertanyaan yang sama
e ,;'6*1 *,"Fb seperti yang kamu rasakan. Lalu aku bertanya
kepada Rasulullah saw tentang hal itu, lalu
"Barangsiapa yang ber-ta'ahhul di suatu beliau bersabda,

negeri, maka ia menjadi bagian dari penduduk- "Itu adalah sedekah yang diberikan oleh Allah

nya." SWT kepada kamu sekalian, maka terimalah
s e dekah-Ny a." (HR Muslim)

|7 Al-Kasysyaaf, L / 420 dan berikutnya.
72 Ahkaamul Qur'aan, karya al-f ashshash, L/25L dan berikut-

nya; Ahkaamul Qur'aan, karya Ibnul Arabi, I / 4A8, Tafsir al-
Qurchubi,5/360.

TAFSIRAL-MUNIRJILID 3

Ini menunjukkan sebagaimana yang telah karena perkataan Umar bin Khaththab, "Shalat
saya jelaskan di bagian terdahulu, bahwa yang ketika bepergian adalah memang dua rokaat
dimaksud dengan qashar dalam ayat ini adalah sempurna, bukan karena qashar, berdasarkan
mengqashar jumlah bilangan rakaat. sabda N abi kalian," menunjukkan bahwa shalat

Dalam Shahih Muslim diriwayatkan dari safac baik apakah itu shalat ketika dalam
Ibnu Abbas, ia berkata,
keadaan aman maupun shalat khauf, adalah
'Allah SWT mewajibkan shalat melalui shalat yang sempurna dan memang seperti
lisan Nabi kalian empat rakaat ketika hadhar
itu bukan karena qashar. Sehingga dengan
(ketika sedang di rumah, tidak bepergian),
begitu, makna qashar dalam ayat ini adalah
dua rakaat ketiko safar (bepergian), dan satu mengqashar sifat dan bentuk shalat, bukan
rakaatketika dalam kondisi khauf (takut)."
mengqashar jumlah bilangan rakaat.
Akan tetapi, al-Qadhi Ibnul Arabi dalam
kitab, al-Qabasberkata, "Ulama kami mengata- Terdapat perbedaan pendapat di antara

kan, bahwa hadits ini adalah marduud (ter- para ulama tentang safar atau bepergian yang
memperbolehkan untuk mengqashar shalat. Di
tolak) berdasarkan ijma." antara pendapat-pendapat itu yang terpenting
fuga, kata qashar artinya adalah kamu adalah seperti berikut.

mencukupkan atau membataskan diri pada L. Ulama Hanafiyyah mengatakan, jarak per-
sebagian saja dari sesuatu. Sementara jika
jalanan dari Kufah menuju al-Mada'in,
qashar terhadap bentuk dan sifat shalat, itu
adalah bentuk pengubahan bukan mengerjakan yaitu jarak tempuh perjalanan tiga hari.
sebagiannya karena qashar terhadap bentuk
dan sifat shalat adalah semisal melakukan Diriwayatkan dari mereka, yaitu jarak
rukuk dan sujud hanya dengan isyarat saja
tempuh perjalanan dua hari dan sebagian
umpamanya.
besar dari hari ketiga, bukan tiga hari
fuga, karena kata {.7} pada kalimat ,e}
{;i.!r adalah memiliki pengertian at-Tab'iidh penuh.

(menunjukkan pengertian sebagian), dan ini Dalil mereka adalah sabda Rasulullah
menunjukkan pengertian mencukupkan dan saw. dalam hadits yang diriwayatkan oleh
membataskan diri pada sebagian dari jumlah Imam Ahmad dari Auf bin Malik al-Asyja'i
yang artinya kurang lebih adalah
bilangan rakaat yang ada.
'langka waktu bolehnya mengusap khuff
Sementara itu, di pihak lain, ada sejumlah bagi orang yang bermukim adalah sehari
ulama semisal al-|ashshash yang mengatakan, semalam, sedangkan bagi musafir adalah
bahwa yang dimaksud dengan mengqashar selama tiga hari." (HR Imam Ahmad)
shalat dalam ayat ini adalah mengqashar sifat
dan bentuk shalat, bukan mengurangi jumlah Dalam as-Sunnah dijelaskan tentang
rakaat. Yakni, dengan meninggalkan rukuh larangan seorang perempuan melakukan
suiud dan isyarat, dan dengan meninggalkan
perjalanan lebih dari tiga hari kecuali
berdiri menuju ke rukuk. Karena konteks
pembicaraan ayat ini adalah tentang shalat harus ditemani oleh suami atau kerabat
ketika bepergian (safar) .karena ayat ini
diawali dengan kalimat 4,r.,\t G_ r+* 6f:\.luga, mahram. Hal ini menunjukkan bahwa

jarak tempuh perjalanan kurang dari tiga
hari belum bisa disebutsafar, tetapi masih
dianggap bermukim.

--

2. Imam Malik dan Imam asy-Syafi'i mengata- keduanya sendirian, sementara kamu wahai

kan, yaitu empat bariid, satu bariid adalah Muhammad tetap berdiri pada awal rakaat

empat farsakh, dan satu farsakh adalah kedua.

5.544 meter. Hal ini berdasarkan hadits Kemudian kelompok yang kedua ber-
yang diriwayatkan oleh ad-Daraquthni
gantian shalat bersamamu pada rakaat kedua-
dari Ibnu Abbas, bahwasanya Rasulullah mu itu, dan mereka itu haruslah dalam keadaan
tetap waspada, juga tetap sambil memanggul
saw. bersabda,
senjata mereka ketika shalat sebagaimana
c)...r 4_*,..roril o *,y1u yang dilakukan oleh kelompok pertama se-
belumnya. Hikmah di balik perintah kepada
.'-e utu Jt*,t
zJ' . 'J 9). kelompok kedua untuk waspada adalah bahwa
pihak musuh biasanya belum menyadari dan
"Wahai penduduk Mekah, janganlah mengetahui shalatnya kelompok pertama, lalu
kamu sekalian mengqashar shalat jika jarak ketika mereka sujud, barangkali musuh akan
menyerang mereka secara tiba-tiba.
perjalanan yang ada masih di bawah empat
Kemudian pada tasyahhud akhir; kamu
bariid, dari Mekah ke 'Utfon." (HR ad- menunggu kelompok kedua itu menyelesaikan
rakaat keduanya, kemudian kamu salam ber-
Daruquthni) sama-sama dengan kelompok kedua itu.

Shalat Khauf Berdasarkan cara ini, kelompok pertama I
mendapatkan keutamaan bisa bertakbiratul I
Kemudian Allah SWT menjelaskan tata ihram bersama imam, sedangkan kelompok {
kedua mendapatkan keutamaan bisa salam
cara melaksanakan shalat khauf yang gambaran I
bersama imam. t
umumnya dalam Al-Qur'an adalah seperti I
Kemudian Allah SWT menerangkan'illat I
berikut.
atau alasan di balik perintah untuk tetap i
Apabila kamu wahai Muhammad atau
waspada dan tetap membawa senjata dalam
seorang pemimpin yang menempati posisimu,
berada di tengah-tengah kaum Mukminin, dan shalat, yaitu bahwa kaum kafir senantiasa
kamu ingin menunaikan shalatbersama mereka
dan kamu menyeru mereka dengan seruan menginginkan dan mengharapkan kamu se-
adzan dan iqamah, mula-mula bagilah pasukan kalian lalai dan lengah terhadap persenjataan
yang ada menjadi dua kelompok. Kelompok kalian dan harta benda kalian disebabkan sibuk
pertama shalat bersama denganmu secara mengerjakan shalat, sehingga dengan begitu
berjama'ah pada rakaatpertama, dalam keadaan
mereka tetap sambil membawa persenjataan mereka berharap bisa melakukan penyerangan
terhadap kalian dengan sekali serangan untuk
mereka, sehingga usai shalat mereka bisa
membunuh dan merampas. Namun Allah
langsung siap sedia untuk menghadap musuh
yang barangkali menyerang mereka secara tiba- SWT menghendaki kemenangan untuk kalian,
tiba. Ketika kelompok pertama itu sujud, maka
mereka dijaga oleh kelompok yang kedua yang Karena itu, Dia memperingatkan kalian dan
berada di belakang kalian. Karena orang yang
shalat, pada saat sujud itulah kondisi di mana memerintahkan kalian supaya tetap waspada
ia paling membutuhkan penjagaan, karena ia dan senantiasa dalam kondisi siap siaga.
tidak bisa melihat musuh. Kemudian kelompok
Kemudian Allah SWT menerangkan be-
yang pertama itu, menyempurnakan rakaat berapa udzuratau kondisiyang jikatetap mem-
bawa senjata, itu dirasa berat dan kepayahan.

surah an-Nbaa' .f,.---\' TAFSIRAL-MUNIRIILID 3
*,ll{*($\_,,,,2,_4-1_-;-,

Tidak ada dosa atas kalian untuk me- "Bahwasanya satu kelompok berbaris bersama

letakkan senjata kalian apabila kalian ter- Rasulullah saw. sedangkan kelompok yang lain
menghadap ke arah musuh. Lalu beliau shalat
kena suatu kepayahan karena hujan, sakit bersama dengan kelompok yang pertama itu satu
rakaat. Pada rakaat kedua, beliau tetap berdiri,
atau suatu udzur. Namun tetap harus meng-
sementara kelompok pertama itu melanjutkan
ambil sikap waspada dan senantiasa siap
rakaat kedua mereka sendiri. Setelah kelompok
siaga terhadap musuh. Karena musuh selalu
kedua itu menyelesaikan shalat mereka, maka
menanti-nanti kesempatan apa pun dari suatu
mereka pergi menggantikan posisi kelompok kedua
kelemahan, serta senantiasa mengawasi se- menghadap ke arah musuh, sedangkan kelompok

gala gerak-gerik kalian. Maka dari itu, tetap kedua ganti berbaris bersama Rasulullah saw.
lalu beliau pun melanjutkan rakaat kedua beliau
dan selalu waspadalah kamu terhadap musuh
bersama kelompok kedua tersebut. Kemudian beliau
dan jangan sekali-kali kamu lengah terhadap tetap duduk tasyahhud akhir menunggu kelompok

mereka. kedua itu melanjutkan rakaat kedua mereka'

Sesungguhnya Allah SWT telah menyiap- kemudian beliau pun salam bersama kelompok

kan adzab yang sangat menghinakan di dunia kedua itul' (HR al-Jamaah kecuali Ibnu Majah)

dan di akhirat untuk orang-orang kafir. Adapun Apabila kamu telah menunaikan shalat,
yakni shalat khauf dalam bentuk seperti itu,
adzab yang sangat menghinakan ketika di
berdzikirlah mengingat Allah SWT dalam
dunia adalah dalam bentuk kaum Muslimin hati dan pikiran kalian, dengan mengingat-

berhasil mengalahkan dan menguasai mereka. ngingat nikmat-nikmat-Nya, janii-Nya untuk

Adapun di akhirat adalah adzab abadi di dalam menolong dan memenangkan orang yang

neraka |ahannam. Ini merupakan sebuah menolong (agama)-Nya di dunia dan men-
dapatkan pahala di akhirat. fuga berdzikir
ancaman untuk orang-orang kafir, bahwa
mengingat Allah SWT dengan lisan kalian
Allah SWT menghinakan mereka dan sama dengan mengucapkan hamdalah, takbir dan
doa. Karena berdzikir kepada Allah SWT.
sekali tidak menolong mereka. Akan tetapi
termasuk salah satu hal yang bisa menguatkan
sikap senantiasa waspada tetap diperintahkan
hati, meneguhkan dan meninggikan tekad.
kepada orang-orang Mukmin sebagai bentuk Dengan tabah, tegar dan sabal kemenangan

menjalankan sunnatulllah atau hukum alam pun bisa terwujud, sebagaimana firman Allah
sebab akibat, sehingga mereka jangan sampai
SWT dalam ayat,
bersikap mengabaikan dan mengesampingkan
"Wahai orang-orang yang beriman! Apa-
sebab-sebab. bila kamu bertemu pasukan (musuh), maka
berteguh hatilah dan sebutlah (nama) Allah
Al-|ama'ah kecuali Ibnu Majah meri- banyak-banyak (berdzikir dan berdoa) agar
wayatkan dari Sahl bin Abi Hatsmah dari kamu beruntung." (al'Anfaal: 45)

Rasulullah saw. pada kejadian Dzatur Riqaal fika kamu telah merasa tenang dan aman
dengan berakhirnya perang dan sudah berada
*'^t &.1 - t'n. i. ), )r;t!. c ,";1, ili:'$..'\b e' di negeri tempat tinggal kalian setelah pulang

*t t dari bepergian, tunaikanlah shalat seperti
,-"--r-.
't
;;,a, ;rJ! +a t^;s-iy..v
\*r i{+! t;iity'it a;ij, , (:
1 1.':sr'-:i".a, t a"-;,:':Gt
, *_u

o, to'. ,.1

a. 6?^:io\ u,ri":r '>iGi \At;a1

$r.b
tJ#1J',aG. U'\; ^,,i;; eiu-*U.ti:ffj-j'l,"\a,t.):i\,

E-

3TeEstnAr-MuNrR Irr-lD ,r*, ,f*-\ surah an-Nbaa'

biasanya secara utuh dan sempurna rukun dan "Sesungguhnya pada awal diwajibkan, shalat ;
syarat-syaratnya, karena sesungguhnya shalat adalah dua rakaat dua rakaat. Lalu hal ini tetap
adalah tiang utama agama. dikukuhkan pemberlakuannya ketika sedang be- i
pergian, sedangkan ketika tidak sedang bepergian
Sebab di balik kewajiban shalat meskipun (hadhar) ditambahil' i
pada waktu kondisi takut, tegang, dan tidak i
aman sekalipun; bahwa shalatdiwajibkan dalam Akan tetapi al-Qurthubi mengatakan, i
bentuk kewajiban yang bersifat permanen
bahwa hadits Aisyah ini tidak mengandung nilai i
di waktu-waktu yang telah ditentukan. Oleh hujjah, karena praktik yang dilakukan Aisyah
i
karena itu, sama sekali tidak boleh ditinggalkan sendiri menyalahi dan tidak sesuai dengan i
hingga pada kondisi perang dan saat-saat yang ii
menakutkan, menegangkan, mencekam dan hadits ini, di mana pada saat dalam perjalanan, t

sangat genting sekalipun. Hal ini sebagaimana ia tetap menjalankan shalat secara itmaam i
(bukan qashar). Hal ini memperlemah status I
firman Allah SWT dalam ayat,
hadits tersebut. fuga, ijma ulama al-Amshaar ,
"Jika kamu tokut (ada bahaya), shalatlah bahwa itu bukanlah dasaryang diperhitungkan
sambil berjalan kaki qtau berkendaraan. Ke- menyangkut orang musafir yang bermakmum [:
mudian apabila telah aman, maka ingatlah kepada orang yang bermukim, yakni bahwa jika
seorang musafir bermakmum kepada orang
Allah (shalatlah), sebagaimana Dia telah bermukim, ia harus melaksanakan shalatnya
secara itmaam bukan qashar berdasarkan
mengajarkan kepadamu apa yang tidak kamu
ketahui." fal-Baqarah: 2 39) ijma. Di samping itu, ada sahabat-sahabat

Fiqih Kehidupan atau Hukum-hukum lain, termasuk di antaranya adalah Umar bin

Ayat-ayat di atas membicarakan pen- Khaththab, Ibnu Abbas, dan fubair bin Muth'im,
mengatakan, "Sesungguhnya shalat diwajibkan
syari'atan atau pemberlakuan mengqashar empat rakaat ketika hadhar [tidak bepergian),
dua rakaat ketika safar (bepergian), dan satu
shalat rubaa'i14tah fshalat yang terdiri dari rakaat ketika dalam kondisi khauf (tidakaman,

empat rakaat) ketika dalam perjalanan, serta takut)J'

tentang tata cara shalat khauf. Madzhab ulama Malikiyyah yang masyhur
mengatakan, bahwa qashar hukumnya sunnah.
Ayat, {;i$t e i* r;1i} mengandung pe- Sementara, Imam asy-Syafi'i dan Imam Ahmad
berpendapat bahwa qashar adalah rukhshah,
tunjuk yang sangat jelas -dengan menge-
sampingkan perbedaan pendapat fiqih yang sehingga seorang musafir bisa memilih

ada- tentang hukum mengqashar shalat ketika antara qashar ataukah itmaam, dan ini adalah

dalam perjalanan. pengertian zhahir dari ayat ii a* €# py
4\_;*t :, tit.
Sementara itu, para ulama berbeda pen-
Lalu manakah yang lebih utama? Yang
dapat mengenai hukum qashar; sebagaimana
shahih dalam madzhab Malik adalah at-Takhyiir
yang telah dijelaskan di atas. Ada sekelompok (memberikan pilihan) kepada seorang musafir
antara itmaam ataukah qashan Adapun imam
ulama termasuk di antaranya ulama Hanafiy- Malik sendiri mengatakan, bahwa disunnahkan
yah berpendapat bahwa qashar hukumnya bagi seorang musafir untuk mengqasha[ dan

adalah fardhu. Hal ini didasarkan pada hadits ia berpendapat bahwa jika seorang musafir

Aisyah,

(j+o:','5/. I,*S ioo , /-o',/. .,
;Y-cJt
P -l J3l

) j li .l-lJl/o

..a. ->' Jttl
c.., .. -b

,.1.1,
9-rJJL>

melaksanakan shalatnya secara itmoam, mal<a qashar ketika melakukan perjalanan jauh

ia hendaknya mengulang shalabrya ifi (i'aadah). dalam rangka pergi jihad, haji, umrah dan lain
sebagainya seperti untuk bersilaturrahim dan
Sementara menurut ulama Hanabilah, yang lainnya. Sedangkan untuk yang selain itu,
qashar adalah lebih utama daripada itmaam para ulama masih berselisih pendapat.
secara mutlah karena itulah yang senantiasa
fumhur berpendapat bahwa boleh me-
dipraktikkan oleh Rasulullah saw..
Sedangkan menurut ulama Syaf iyyah, lakukan qashar dalam setiap safar yang mubah
seperti untuk berniaga dan lain sebagainya. Hal
qashar adalah lebih utama daripada itmaam ini berdasarkan perkataan Ibnu Mas'ud, bahwa
shalat tidak boleh diqashar kecuali dalam sahr
bagi seorang musafir yang dalam dirinya muncul untuk haji atau jihad. Tidak ada yang namanya
qashar dalam safar atau perjalanan maksiat,
semacam kesan atau persepsi negatif terhadap seperti seorang pemberonta( pelaku qahth'uth
qasha4, atau ketika jarak perjalanannya telah thariiq (penyamun, pembegal, bandit) dan yang

mencapai tiga marhalah menurut ulama semisalnya.

Hanafiyyah, yaitu kurang lebih sekitar 96 Sementara itu, Imam Abu Hanifah dan al-
Awza'i memperbolehkan qashar untuk ben-
kilometer; sebagai bentuk mengikuti sunnah tuk-bentuk safar tersebut. Oleh karena itu,
dan pada waktu yang sama menghindarkan menurut mereka berdua, seorang musafir
boleh mengqashar shalat, meskipun safarnya
diri dari menyalahi pendapat ulama yang
adalah dalam rangka suatu kemaksiatan.
mewajibkan qashar semisal Imam Abu Hanifah.
Selanjutnya para ulama berbeda pendapat
Safar atau bepergian yang sudah mem- seputar kapan seorang musafir sudah boleh

perbolehkan qashar adalah safar yang jauh yang mulai mengqashar shalatnya?

biasanya seseorang melakukannya mengalami fumhur berpendapat bahwa seorang
kepayahan. Safar yang jauh tersebut menurut
ulama Hanafiyyah adalah jarak tempuh per- musafir baru boleh mulai mengqashar shalat
ketika ia telah keluar dari rumah-rumah per-
jalanan tiga hari yang jika dihitung kurang kampungan tempat tinggalnya karena ketika
lebih adalah 96 kilometer. Hal ini didasarkan itulah ia adalah sebagai orangyang melakukan
perjalanan di muka bumi.
pada perkataan Utsman bin Affan, Abdullah bin
Mas'ud dan Hudzaifah, juga berdasarkan dalil- Diriwayatkan dari al-Harits bin Abi

dalil yang telah disinggung di atas. Rabi'ah, suatu ketika ia hendak melakukan

Menurut mayoritas ulama adalah jarak suatu perjalanan. Lalu ia melaksanakan shalat
bersama-sama dengan mereka sebanyak dua
tempuh perjalanan sepanjang 48 mil Hasyi-
rakaat di rumahnya, dan di antara mereka
miyyah atau dua marhalah, yaitu jarak tempuh
terdapat al-Aswad bin Yazid dan banyak dari
perjalanan dua hari yang berukuran sedang rekan lbnu Mas'ud. Ini juga pendapat Atha bin
(ukuran hari yang tidak terlalu panjang atau
tidak terlalu pendek) tanpa malam, atau jarak Apebni dRaapbaahtindia, nmSaukalaimmaaknnbainaMyausta(.;.Bre{rrda*s'*atrtktalnb
tempuh dua malam yang berukuran sedang adalah 4,4$t *.o?t ,* *7tittb.

[tidak terlalu panjang atau tidak terlalu Seorang musafir harus niat qashar mulai
ketika takbiratul ihram. Apabila ia membuka
pendek) tanpa siang, atau jarak tempuh per-

jalanan sepanjang empat bariid, yaitu 76

farsakh. Karena Ibnu Umar dan lbnu Abbas
tidak berpuasa dan mengqashar shalat ketika
melakukan perjalanan sejauh empat bariid,

yaitu kurang lebih 89 kilometer.

Ulama sepakat bahwa boleh melakukan

E

TAFSIRAT-MUNIRIILID 3

shalat sudah dengan niat qasha[ kemudian di dalam as-Sunnah an-Nabawiyyah menyangkut
tengah-tengah shalat ia berazam untuk ber- bentuk dan tata cara shalat khauf, sehingga
mukim, shalatnya itu ia jadikan sebagai shalat
naafilah [shalat sunnah). pendapat para ulama dalam hal ini pun juga
beragam. Ibnul Qashshar menuturkan bahwa
Para ulama berbeda pendapat seputar
berapa lamakah jangka waktu bermukim yang Rasulullah saw. melaksanakan shalat khauf di
jika seorang musafir berniat untuk bermukim sepuluh kejadian atau kesempatan. Ibnul Arabi
selama jangka waktu tersebut, ia harus shalat
secara itmaam, tidak boleh lagi qashar. Dalam mengatakan, diriwayatkan dari Rasulullah
hal ini, Imam Mali(lmam asy-Syafi'i, dan Imam
Ahmad mengatakan, apabila seorang musafir saw. bahwasanya beliau melaksanakan shalat
berniat untuk bermukim selama empat hari, khauf sebanyak dua puluh empat kali.73 Imam
ia menunaikan shalat secara itmaam. Hanya Ahmad mengatakan, "Saya tidak mengetahuai
suatu hadits yang diriwayatkan tentang shalat
saja Imam Ahmad menambahkan, jika ia khauf melainkan hadits itu adalah kuat. fadi,
semua hadits yang diriwayatkan menyangkut
berniat bermukim selama jangka waktu yang
mencukupi untuk menunaikan dua puluh satu tata cara shalat khauf, seluruhnya adalah
shalat fardhu, ia masih bisa qashar.
shahih. Karena itu, bentuk dan tata cara shalat
Sementara itu, ulama Hanafiyyah mengata-
khauf mana pun yang dipraktikkan oleh
kan, jika seorang musafir berniat bermukim
seseorang, maka itu sudah mencukupi baginya
selama lima belas malam, ia menunaikan in syaa Allah."7a

shalat secara itmaam. Namun jika kurang dari Di sini, saya akan menyebutkan pendapat-
pendapat para ulama menyangkut bentuk dan
itu, ia mengqashar. Hal ini didasarkan pada tata cara shalat khauf dalam kapasitasnya se-
bagai pola atau contoh praktis yang diterapkan
perkataan Abdullah bin Umar dan Ibnu Abbas. di antara kaum Muslimin. Di sini memungkinkan
untuk mentakwili ayat tentang shalat khauf di
Seorang musafir mengqashar shalat se- atas dengan bentuk pentakwilan yang sesuai
lama ia masih sebagai musafir meskipun itu dengan pendapat-pendapat tersebut.
selama bertahun-tahun, hingga ia kembali ke
daerah tempat tinggalnya atau sampai ia turun t. Imam Abu Hanifah dan Muhammad me-
di salah satu daerah tempat tinggalnya.
ngatakan sebuah bentuk dan tata cara
Adapun shalat khauf yang disebutkan
dalam Al-Qur'an di atas, bentuk dan tata cara shalat khauf berikut ini.

shalat khauf tersebut dibutuhkan ketika kaum Pertama-tama, imam membagi pa-
Muslimin berada pada posisi membelakangi
kiblat, sementara musuh berada pada posisi sukan atau orang-orang yang ada menjadi
menghadap kiblat. Tata cara shalat khauf ini dua kelompok. Kelompok pertama berdiri
sesuai dengan shalat khauf yang dikerjakan bersama imam, sedangkan kelompok ke-
Rasulullah saw. pada kejadian Dzatur Riqaa'.
Adapun shalat khauf yang beliau laksanakan dua menghadap ke arah musuh. Lalu

di Usfan dan di sebuah tempat lain yang imam shalat dengan kelompok pertama
tersebut sebanyak satu rakaat, kemudian
diriwayatkan dari Ibnu Umar r.a, maka waktu itu mereka pergi ke tempat kelompok kedua,
kaum Muslimin berada pada posisi menghadap
sedangkan kelompok kedua pergi ke
ke kiblat.
tempat imam. Lalu imam melanjutkan satu
Ada sejumlah riwayat yang beragam rakaatnya lagi bersama mereka (kelompok

73 Ahkaamul Qur'aan,t/491.
47 Tafsir Al-Qurthubi, 5 /365 dan berikutnya.

kedua itu), lalu si imam salam. Ketika si Keterangan serupa juga diriwayatkan

imam telah menyelesaikan rakaat keduanya dari Nafi, Ibnu Umar dalam sebuah hadits
dan salam, kelompok kedua tersebut tidak muttafaq'alaihi, dan dari Ibnu Abbas.

boleh ikut salam, karena mereka adalah 2. Abdurrahman bin Abi Laila mengatakan,

makmum masbuh tetapi mereka berjalan jika pihak musuh berada pada posisi di
kaki menuju ke tempatyang menghadap ke antara kaum Muslimin dan kiblat -dalam

arah musuh untuk melakukan penjagaan. artian kaum Muslimin berada pada posisi
Kemudian kelompok yang pertama
menghadap ke kiblat, sementara musuh
kembali ke tempat mereka semula di mana pada posisi membelakangi kiblat- caranya
adalah pasukan Islam yang ada dibagi
mereka melaksanakan rakaat pertama menjadi dua kelompok barisan. Barisan
mereka untuk melanjutkan rakaat kedua
depan dan barisan belakang. Lalu imam pun
mereka, atau bisa juga mereka melanjutkan
takbir dan mereka semua ikut takbin lalu
rakaat kedua mereka di tempat mereka ketika imam rukuk mereka juga ikut rukuk

sedang berada supaya mereka tidak terlalu semua. Sedangkan ketika imam sujud,yang
banyak jalan. Dalam rakaat kedua, mereka
melaksanakannya tanpa qiraa'aat ftanpa ikut sujud hanya kelompok barisan depan,
sementara kelompok barisan belakang
membaca Al-Qur'an, tanpa membaca
tetap berdiri menghadap musuh. Baru
surah-surahan) karena status mereka di-
anggap sebagai laahiq, kemudian mereka ketika imam dan kelompokbarisan pertama
bertasyahud akhir,lalu salam dan kembali
melakukan penjagaan terhadap musuh. berdiri dari sujud, kelompok barisan bela-
Kemudian ganti kelompok kedua yang kang yang ganti melakukan sujud. Ketika
melanjutkan shalat mereka dengan mem- kelompok barisan belakang selesai dari
sujud dan berdiri, mereka maju menuju
baca al-Faatihah dan surah-surahan,
ke barisan depan, sedangkan kelompok
karena mereka tidak ikut masuk bersama
imam pada awal shalat sehingga mereka barisan depan mundur menuju ke barisan
dianggap seperti saabiq. Bentuk dan tata
cara shalat khauf ini diriwayatkan dari az- belakang lalu imam meneruskan rakaat
yang terakhir bersama dengan mereka
Zuhri dari Salim dari ayahnya,
"Bahwa Rasulullah saw. shalat pada seperti pada rakaat pertama.

rakaat pertama dengan kelompok per- Sedangkan jika posisi musuh adalah
tama, sedangkan kelompok kedua ber-
diri menghadap musuh. Kemudian selesai yang menghadap ke arah kiblat, pasukan
rakaat pertama, kelompok pertama pergi
menggantikan posisi kelompok kedua, Islam yang ada dibagi menjadi dua
kelompok barisan. Kelompok barisan
sedangkan kelompok kedua pergi ke pertama berdiri bersama imam meng-
tempat di mana Rasulullah saw. berada, hadap ke kiblat, sementara kelompok
lalu beliau melanjutkan satu rakaat lagi barisan yang kedua berdiri menghadap
bersama kelompok kedua itu, kemudian ke arah musuh. Lalu imam takbir, dan

beliau salam. Kemudian kelompok pertama mereka semua pun takbir. Ketika imam
dan kelompok kedua masing-masing me-
Ianj utkan rakaat terakhir mereka." rukuk, mereka semua juga ikut rukuk.
Kemudian kelompok barisan pertama

sujud bersama imam, kemudian selesai
sujud mereka ganti berbalik menghadap
ke arah musuh. Kemudian barisan ke-

E

_-

ThrsrRAL-MUNrRrrrrD 3

lompok kedua datang, lalu sujud. Lalu Ahmad berkata,'Adapun hadits Sahl, aku i
memilihnya."
imam melanjutkan rakaat keduanya ber- i
sama mereka semua, kemudian rukuk Tata cara shalat khauf ini diambil oleh
bersama mereka, lalu selesai rukuk imam ulama Syaf iyyah dan ulama Hanabilah I
tetap berdiri, sedangkan kelompok kedua
jika posisi musuh tidak berada di arah
langsung melanjutkan ke sujud, lalu
kiblat. Hanya saja, perbedaan antara Imam
selesai sujud mereka menghadap ke arah Malik dengan ulama Syafiiyyah dan ulama
musuh lagi, lalu kelompok yang pertama Hanabilah menyangkut tata cara ini adalah

datang lagi dan sujud bersama imam, dan ulama Syafi'iyyah dan ulama Hanabilah
mereka pun selesai, kemudian imam pun mengatakan bahwa imam tidak langsung
salam, tetapi menunggu kelompok kedua
salam bersama dengan mereka semua.
menyelesaikan rakaat keduanya, kemudian
Bentuk dan tata cara ini diriwayatkan imam baru salam bersama mereka.
oleh Ibnu Abbas dalam shalat khauf yang
SHAIAT KHAUF PADA SHALAT MAGHRIB
dilaksanakan oleh Rasulullah saw. di
Usfan. fuga diriwayatkan oleh Ahmad, Fuqaha berbeda pendapat menyangkut
tata cara shalat khauf pada shalat Maghrib.
Muslim, dan Ibnu Majah dari hadits |abir.
Tata cara shalat khauf di atas diambil Dalam hal ini, ulama Hanafiyyah, ulama

oleh ulama Syafi'iyyah dan ulama Hana- Malikiyyah dan ulama Syafi'iyyah mengatakan,
bilah jika musuh berada di arah kiblat. dua rakaat pertama imam melaksanakannya

3. Malik mengatakan kaum Muslimin yang bersama dengan kelompok pertama, se-

ada dibagi menjadi dua kelompok. Ke- dangkan rakaat terakhir atau ketiga ia
lompok pertama berdiri bersama imam,
sedangkan kelompok kedua berdiri meng- laksanakan bersama kelompok kedua. Hanya
hadap ke arah musuh. Lalu imam shalat
saja, di sini ulama Malikiyyah dan ulama
bersama dengan kelompok pertama pada
rakaat pertama. Lalu pada rakaat kedua, Syafi'iyyah mengatakan bahwa pada rakaat
imam tetap berdiri, sedangkan kelompok
pertama melanjutkan shalat mereka sen- terakhir imam berdiri menunggu hingga

diri hingga selesai dan salam. Kemudian kelompok pertama menyelesaikan shalatnya
mereka pergi ke posisi kelompok kedua, sendiri,lalu kelompok kedua datang dan imam
sedangkan kelompok kedua pergi ke pun melanjutkan rakaat terakhirnya bersama
tempat imam, lalu imam melanjutkan mereka. Tetapi menurut ulama Syafi'iyyah,

rakaat keduanya bersama kelompok ke- imam tidak boleh langsung salam, tetapi
dua itu, lalu imam bertasyahud bersama
mereka, dan ketika imam salam, maka menunggu kelompok kedua itu menyelesaikan
shalat mereka, kemudian baru imam salam
mereka berdiri melanjutkan rakaat ter- bersama mereka, sebagaimana yang sudah
pernah disinggung sebelumnya.Ts
kahir mereka sendiri.
Shalat ketika Perang sedang Berkecamuk
Tata cara shalat khauf ini dipraktikkan Fuqaha juga berbeda pendapat menyang-
oleh Rasulullah saw. pada perangDzaatur
Riqaa' yang diriwayatkan oleh al-lama'ah kut tata cara melaksanakan shalat ketika

kecuali Ibnu Majah dari Sahl bin Abi 57 Ahkaamul Qur'aan, karya al-fashshash, 2 / 263.
Hatsmah. Ini adalah riwayat yang imam

perang sedang berkecamuk dan dikhawatirkan Sementara itu, al-Auza'i, imam asy-Syaf i
waktu shalat habis. dan fuqaha hadits mengatakan orang yang

Dalam hal ini, ulama Hanafiyyah me- sedang melakukan pengejaran tidak boleh shalat
ngatakan tidak ada shalat ketika perang
sedang berkecamuk. Iika mereka shalat di melainkan harus di atas tanah [tidak boleh di
atas kendaraannya). Al-Qurthubi mengatakan,
tengah-tengah berkecamuknya peran& shalat
mereka rusak. Tetapi dalam hal ini, mereka ini adalah yang shahih. Karena pengejaran
mengakhirkan shalat yang ada.
adalah bersifat sunnah, sementara shalat fardhu
Sementara itu, imam Malik, ats-Tsauri, al-
Auza'i, imam asy-Syafi'i, dan ulama yang lain kewajibannya adalah ditunaikan di atas tanah
pada umumnya, mengatakan bahwa seorang
selama itu memang masih memungkinkan.
mujahid di tengah-tengah berkecamuknya
Seseorang tidak boleh melaksanakan shalat
perang melaksanakan shalat dengan cara fardhu sambil di atas kendaraan kecuali jika ia
dalam kondisi yang benar-benar sangat me-
bagaimana pun yang memang memungkinkan.
nakutkan dan genting sekali, sementara orang
Hal ini berdasarkan perkataan Ibnu Uma[ yang sedang melakukan pengejaran tidaklah

"fika kondisi takut dan mengkhawatirkan yang dalam kondisi seperti itu.
ada lebih dari itu, maka seseorang bisa shalat
sambil berkendara atau sambil berdiri dengan fika ada sekelompok pasukan melihat ada
semacam bayang-bayang hitam, lalu mereka
menggunakan isyarat." Imam Malik dalam
pun mengira itu adalah musuh, lalu mereka
kitab al-Muwaththa' mengatakan sambil
pun melaksanakan shalat dengan shalat khauf.
menghadap kiblat maupun tidak." Yakni bahwa Kemudian ternyata bayang-bayang hitam itu
shalat yang ada dilakukan dengan isyarat jika bukanlah apa-apa dalam hal ini para ulama juga

memang tidak memungkinkan bagi dirinya berbeda pendapat. Sebagian ulama Malikigrah
untuk rukuk dan sujud. Imam asy-Syafi'i dan Imam Abu Hanifah mengatakan, mereka
harus mengulang shalat karena dugaan mereka
mengatakan, tidak apa-apa sambil melakukan
sekali sabetan dan sekali tusukan. Namun ternyata keliru. Karena itu merekaharus kembali
jika sabetan dan tusukan itu berulang-ulang, kepada hal yang bena4 sama seperti putusan
shalatnya rusak. Dalil-dalil untuk masalah ini
adalah dari selain ayat di atas.76 hukum seorang hakim. Sementara sebagian
ulama Malikiyyah yang lainnya mengatakan,
Shalatnya Orang yang sedang Mengeiar mereka tidak perlu mengulang kembali shalat
dan yang Dlkelar mereka tersebut. Karena mereka telah melaku-
kan berdasarkan hasil ijtihad mereka, sehingga
Fuqaha juga berselisih pendapat seputar
apa yang telah mereka lakukan itu adalah
shalatnya orang yang sedang melakukan
boleh. Sama seperti seandainya mereka keliru
pengejaran dan orang yang sedang dikejar. menetukan arah kiblat. Dan ini adalah yang lebih
Dalam hal ini, Imam Malik dan sekelompok
utam4 karena merekatelah melakukan apayang
rekannya mengatakan mereka berdua sama,
yaitu orangyang sedang melakukan pengejaran diperintahkan kepada mereka. Ini adalah juga
atau orang yang sedang dikejar melaksanakan
shalat di atas kendaraannya. salah satu dari dua qaul asy-Syaf i yang azhhar.

76 rbid. Mengambll Sikap Waspada dan Membawa

Senjata

Ayat $;J,,;ri 6it1iy dan ayat $r:- ttitt :y
memerintahkan
(tA:li, untuk senantiasa

I

t_

TAFSIRAL-MuNIRIrLrp3 ,,6f^-\2,"4" 8 g -

Surahan-Ntsaa'

mengambil sikap waspada dan tetap menyan- kepayahan karena hujan misalnya, ketika itu,
dang senjata. Hal ini bertuiuan supaya musuh
boleh baginya untuk meletakkan senjatanya.
tidak bisa mendapatkan apa yang mereka
harapkan dan tidak bisa mendapatkan ke- Bagaimana pun juga, jika memang me-
sempatan yang mereka tunggu-tunggu. As-
Silaah atau senjata adalah sesuatu yang di- nyandang senjata ketika shalat khauf adalah
gunakan oleh seseorang untuk membela dan
mempertahankan diri dalam perang. tidak wajib, tetap sangat dianjurkan dan di-

Selanjutnya, apakah tetap menyandang sunnahkan sebagai langkah kehati-hatian dan

senjata dalam shalat khauf hukumnya adalah antisipasi, sebagaimana hal ini dinyatakan
manduub fsunnah, anjuran) ataukah wajib?
oleh al-Qurthubi.
Dalam hal ini, imam Abu Hanifah me-
Ayat (rlk; rlfp ketika mereka kelompok
ngatakan, mereka tidak menyandang senjata. yang sedang shalat itu telah selesai sujud
Karena jika seandainya menyandang senjata
adalah wajib bagi mereka, maka tentunya rakaat qadha [rakaat kedua), yakni telah
shalat mereka menjadi batal jika mereka tidak
menyelesaikan shalat mereka. Ayat ini me-
menyandangnya.
nunjukkan bahwa kata sujud terkadang di-
Pandangan ini disanggah bahwa kewajiban
gunakan untuk mengungkapkan makna shalat
menyandang senjata di sini bukanlah karena
secara keseluruhan. Hal ini seperti sabda
shalat itu sendiri dan tidak ada sangkut pautnya
Rasulullah saw. dalam hadits,
dengan shalat. Tetapi kewajiban menyandang
- o - I t -i , , .
senjata tersebut tidak lain adalah lebih di-
karenakan itu adalah kekuatan untuk mereka , f-*! rir
r;-ai pr;i&.;JlJrr;.:,o.. o . o , o.o. .
dan lebih karena dilandasi pada pertimbangan
:*ooro salah seora'ng dor), ko*u"rarau,
kemashlahatan mereka.
masuk masjid, maka hendaklah ia sujud dua
Ibnu Abdil Barr mengatakan kebanyakan
sujudan (yakni, shalat dua rakaat)."77
ulama berpendapat bahwa disunnahkan bagi
Ayat $ttr< ,jjr !j! menjelaskan hikmah
orang yang shalat khauf untuk tetap me- di balik perintah untuk tetap menyandang

nyandang senjatanya ketika shalat. Dalam hal senjata.

ini, mereka memahami perintah pada ayat Dalam ayat ini, perintah untuk tetap
$&A:i r;iiQj} dalam konteks perintah yang
waspada hanya disebutkan dalam kalimat
bersifat sunnah. Karena senjata adalah sesuatu yang berkaitan dengan kelompok kedua,
yang seandainya bukan karena adanya khauf sedangkan ketika menyebutkan kelompok
pertama, perintah untuk tetap waspada ini
[kondisi takut dan membahayakan), maka
menyandang senjata itu adalah tidak wajib. tidak disebutkan. Hal itu karena pada saat
Karena itu, perintah di sini adalah bersifat
kelompok kedua shalat lah, pihak musuh tidak
sunnah.
akan menunda-nunda lagi untuk melancarkan
Sementara itu, Ibnul Arabi al-Maliki, Imam maksud dan keinginan mereka, karena itu
adalah shalat yang terakhir. fuga, ketika itu
asy-Syafi'i dan ulama Zhahiriyyah mengatakan
77 Riwayat yang masyhur milik imam Ahmad dan al-fama'ah t
bahwa menyandang senjata dalam shalat
khauf adalah wajib, karena Allah SWT meme- (Bukhari, Muslim, at-Tirmidzi, an-Nasa'i, Abu Dawud, dan i
Ibnu Majah) dari Abu Qatadah adalah dengan redaksi, {
rintahkannya. Kecuali bagi orang yang terkena
;s., l^ ;- :t; ru -**:.i' ji;t 'p; 'i' i

"Apabila salah seorang dari kamu sekalian masuk masjid, maka {
janganlah ia duduk hingga ia shalat dua rakaat."
4
Hadits ini juga diriwayatkan oleh Ibnu Majah dari Abu
t
Hurairah..
I

{

I

suranan-usaa' *il{i,d,f,**-2*4-*g-*\ ThFSTRAL-MUNIRTILID 3
\________-/

musuh memiliki asumsi bahwa pada saat dalam jihad yang mereka lakukan, mereka
itu pasukan kaum Muslimin telah kelelahan
hanya bersandar kepada Allah SWT dan hanya
menyandang senjata dan letih.
memohon pertolongan dan kemenangan
Dalam ayat ini juga terkandung dalil
dari-Nya. Karena hanya Allah-lah Zat Pemilik
tentang keharusan berikhtiar dan menerapkan pertolongan dan Yang Kuasa memberikan per-
sunnatullah sebab akibat, serta menempuh
berbagai sarana keselamatan dan hal-hal yang tolongan, Dia-lah Zat Yang Kuasa atas segala

sesuatu, sebagaimana firman-Nya dalam ayat,

menjadi media menuju kepada keselamatan. "Wahai orang-orang yang beriman! Apa-
bila kamu bertemu pasukan (musuh), maka
Kemudian Allah SWT memerintahkan berteguh hatilah dan sebutlah (nama) Allah
banyak-banyak fberdzikir dan berdoa) agar
dua hal, yaitu berdzikir kepada-Nya dan me- kamu beruntung." (al-Anfaal: 45)
nunaikan shalat pada waktu-waktu yang telah
Dzikic sebagaimana yang dikehendaki oleh
ditentukan.
Allah S\ML harus senantiasa dilakukan dan
Adapun menyangkut dzikir kepada Allah sebanyak mungkin. Dzikir adalah instrumen
SWT, Allah SWT menerangkan bahwa ketika keberuntungan sebab dzikir merupakan wasi-
lah atau media untuk memiliki rasa takut
kamu sekalian wahai orang-orang Mukmin telah kepada Allah SWT Ketika rasa takut kepada-
Nya itu ada, sudah menjadi keniscayaan hal
selesai dari shalat khauf, maka berdzikirlah itu akan diikuti oleh munculnya ketaatan dan
mengingat dan menyebut Allah SWT dalam menjauhi kemaksiatan. Itulah keberuntungan

berbagai keadaan kalian, baik di kala berdiri, di dan kebahagiaan.
kala duduh maupun di kala sedang berbaring.
Ibnu farir meriwayatkan dari Ibnu
Dzikir mengingat dan menyebut Allah SWT Abbas menyangkut ayat $:'jit et;e .lr rri!6y,
ada dua, yaitu di dalam hati dan pikiran dengan
mengingat-ngingat janji-Nya untuk menolong bahwasanya ia mengatakan Allah SWT tidak
orang yang menolong agama-Nya di dunia dan
mewajibkan suatu kewaiiban atas para hamba-
mendapatkan pahala di akhirat. Kedua, dzikir Nya melainkan Dia juga menetapkan untuknya
suatu pahala. Kemudian jika ada suatu udzur
dengan lisan dengan mengucapkan hamdalah,
takbir, tahlil dan berdoa memohon pertolongan. atau alasan yang menyebabkan mereka
tidak bisa menunaikan kewajiban itu, Dia
fadi, dzikir adalah dengan hati dan dengan
memaklumi dan memaafkan, kecuali kewajiban
lisan. Dzikir dengan hati adalah merenungkan
kebesaran, keagungan dan kekuasaan Allah dzikir. Karena Allah SWT tidak menetapkan
SrvlIT, merenungkan ciptaan-Nya yang mengan- suatu batas akhir untuk kewajiban dzikir dan
dung bukti-bukti petunjuk akan wujud dan Dia tidak memaklumi dan tidak menerima
kuasa-Nya, hikmah-hikmah- Nya dan keindahan alasan dan udzur apa pun untuk meninggalkan
kewajiban dzikir; kecuali alasan dan udzur
ciptaan-Nya. Sedangkan dzikir dengan lisan
adalah dengan mengagungkan Allah SWT hilangnya kesadaran akal. Karena itu, Allah SWT

membaca takbir, tasbih, dan tahmid. berfirman, maka berdzikirlah kamu sekalian

Dzikir yang diperintahkan ini menurut kepada Allah SWT siang dan malam, baik di kala

mayoritas ulama adalah usai shalat khaul dan berdiri, di kala duduk dan di kala berbaring
dzikir adalah disertai dengan pengagungan di daratan maupun lautan, di kala bepergian
dan kekhusyuan. Hikmahnya adalah supaya
orang-orang Mukmin yang sedang berjihad maupun di kala menetap, di kala kaya maupun

senantiasa memiliki ikatan batin dengan

Allah SWT dalam setiap keadaan sehingga

L-

TAFSIRAL-MUNIRIILID 3 I

miskin, di kala sehat maupun sakit, baik di kala PERINTAH BERPERANG DENGAN TANPA 1
sendirian maupun di kala ramai, dan di setiap MEMIKIRT(AN RASASAKIT DAN MENANTI.
NANTI SALAH SATU DARI DUA KEBAIKAN I

keadaan dan kondisi. Surah an-Nlsaa' Ayat 1O4

Di sini Allah SWT menerangkan kewajiban 6;fr36;467AtW:e wlj

dan kefardhuan shalat secara permanen, bahwa S u 4t'o <,j:;3UU (L'.fu".fr$

apabila kamu sekalian telah bermukim dan Wr:+'"1't1,6'oei-

menetap -*d',a,n,iitntbi adalah perbandingan ayat, "Dan janganlah kamu berhati lemah da-
serta telah hilang kondisi
4q rit O lam mengejar mereka (musuhmu). Iika kamu
takut dan bahaya yang memunculkan hukum
menderita kesakitan, maka ketahuilah mereka pun
menqashar shalat, mengqashar bentuk dan menderita kesakitan (pula1, sebagaimana kamu
rasakan, sedangkamu masih dapat mengharapkan
bagian-bagian shalat, ketika itu, tunaikanlah dari Allah apa yang tidak dapat mereka harapkan.

shalat dalam bentuknya yang sempurna dan Allah Maha Mengetahui, Mahabijalcsana." (arn-
utuh rukun-rukun-nya, bilangan rakaatnya dan Nisaa': l(X)
bentuknya. Sesungguhnya shalat diwajibkan
Mufradaat Lughawlyyah
atas kamu sekalian pada waktu yang tertentu.
Yakni, shalat adalah sebuah kewajiban yang {'r-q, .i;} dan janganlah kamu sekalian
lemah. {1$t ,u,.t ;} dalam mengejar kaum,
telah ditentukan waktu-waktu pelaksanaannya,
yaitu orang-orang kafir; untuk kalian lawan dan
tidak boleh melewati waktu-waktu shalat yang perangi.

telah ditentukan itu, tetapi harus ditunaikan (,,' r/':ti' 'r,;f'-. .rt| jika kamu sekalian meng-
pada waktu-waktu yang telah ditentukan
alami dan merasakan sakit karena terluka.
tersebut, baik ketika safar (beperglan) maupun
{i,jt us :trrt #iysesungguhnya mereka juga
hadhar [berada di daerah tempat tinggal, tidak
sedang bepergian). Sementara as-sunnah an- mengalami hal yang sama dengan apa yang
kalian alami, namun meskipun begitu mereka
Nabawiyyah menjelaskan berbagai hal yang tidak merasa takut dan gentar untuk tetap
berkaitan dengan mengqashar shalat dan memerangi kalian.
menjamak shalat baik jamak taqdim maupun
jamak ta'khir ketika sedang bepergian, sebagai (ry ry 'ar ';,Gty dan adalah Allah

bentuk memberikan keringanan, rukhshah dan SWT Maha Mengetahui segala sesuatu, lagi
Mahabijaksana dalam perbuatan dan ciptaan-
kemudahan kepada seorang musafir.
Nya.
, Sebab di balik penetapan shalat fardhu
Sebab Turunnya Ayat
lima waktu sebagai kewajiban yang ditentukan
waktu-waktu pelaksanaannya, supaya shalat Disebutkan bahwa ayat ini turun ber-

limawaktu itubisa selalu mengingatkan seorang kaitan dengan Perang Uhud, yang waktu itu
Rasulullah saw memerintahkan dan meng-
Mukmin kepada Tuhannya di kala malam instruksikan untuk pergi mengejar orang-

dan siang, dan di wakru-waktu yang bersifat
periodi[ supaya jangan sampai ia mengalami

kondisi lalai yang akan menyebabkan dirinya

melakukan suatu kejelekan atau keteledoran

dalam melaksanakan kebaikan. Sebagaimana
pula, penentuan waktu-waktu shalat tersebut

bisa mempersatukan hati kaum Muslimin.

TAFSIRAL-MUNIR JILID 3

orang musyrik. Sementara waktu itu di antara untuk memerangi dan melawan mereka se-
pasukan kaum Muslimin ada yang terluka.
Waktu itu, Rasulullah saw. menginstruksikan telah selesai dari melaksanakan shalat.

bahwa yang boleh ikut berangkat bersama |anganlah kamu sekalian bersikap skeptis,

beliau hanyalah orang-orang yang sebelumnya ragu dan bimbang dalam mengarungi kancah
ikutdalam kejadian Perang Uhud, sebagaimana pertempuran penentu dengan musuh, dengan
dalih iatuhnya korban terbunuh dan luka di
hal ini sudah pernah disinggung dalam surah
Aali'lmraan. pihak kalian. Karena hal itu adalah sesuatu
yang sama-sama dialami oleh kedua belah
Keserasian Antar Ayat
Ayat-ayat sebelumnya menjelaskan ben- pihak yang berperang. Karena musuh kalian

tuk dan tata cara melaksanakan shalat di tengah itu juga manusia seperti kalian, mereka
kondisi perang. Ayat-ayat tersebut mengingatkan
kerasnya sikap permusuhan orang-orang kafir juga merasakan sakit dan penderitaan, na-
dan mereka senantiasa menanti-nanti datangnya mun mereka tetap sabar dan tabah. Lalu
kesempatan yang tepat untuk memukul dan mengapakah kalian tidak sabar, tabah dan
menyerang kaum Muslimin. Ayat-ayat tersebut
juga menggaris bawahi tentang apa yang harus tega6, padahal justru kalianlah yang semestinya

dilakukan oleh orang-orang Mukmin berupa lebih sabac tabah dan tegar.

sikap selalu dan tetap waspada pada saat shalat. Sejatinya, perlawanan dan peperangan

Selanjutnya dalam ayat ini, Allah SWT yang mereka lakukan sama sekali tidak memiliki
melarang sikap lemah dan penakut dalam target, maksud, dan tujuan yang bisa diterima

perang. Karena rasa sakitdan penderitaan dalam karena mereka berada di atas kebatilan dan
pertempuran, meskipun sama-sama dirasakan
kebatilan pada akhirnya pasti sirna. Sementara
dan dialami oleh kedua belah pihah namun
orang Mukmin memiliki sebuah kelebihan, kalian berada di atas kebenaran. Allah SWT
yaitu sebuah harapan di sisi Tuhannya, karena
tidak menjanjikan pertolongan kepada mereka
ia berada pada posisi menanti salah satu dari
dua kebaikan, yaitu kemenangan atau surga dan sebagaimana Dia menj anjikannya kepada kalian.
pahala. Ayat ini ingin membangkitkan kembali
semangat orang-orang Mukmin dan memotivasi Mereka sama sekali tidak akan mendapatkan
mereka untukmelawan dan memerangi musuh, pahala dan buah yang bisa mereka petik dari
dengan menggunakan bentuk pendekatan yang
meyakinkan dan persuasif yang diambil dari peperangan yang mereka lakukan, sementara
fakta dan realitas.
Allah SWT menjamin surga untukkalian. Mereka
Tafsir dan Penlelasan tidak memiliki tempat berlindung dan tempat
Janganlah kamu sekalian sekali-kali ber- mengadu yang bisa mereka mintai pertolongan

sikap lemah dalam melawan dan memerangi melainkan hanya arca dan berhala, sedangkan
musuh. fanganlah kamu sekalian sekali-kali arca dan berhala-berhala itu sama sekali tidak
bersikap lesu dan apatis. ladilah kamu se- bisa mendatangkan kemudharatan dan tidak
kalian senantiasa dalam kondisi siap siaga
pula kemanfaatan. Sementara itu kalian, dengan

ibadah kalian hanya kepada Allah SWT semata,

kalian mengadu dan memohon kepada-Nya
pertolongan dan rahmat, dan Dialah ZatYang

memiliki dan menguasai kunci-kunci langit dan

bumi, dan dengan kuasa dan kehendak-Nyalah

kemenangan bisa tercapai.

Sesungguhnya kamu sekalian mengharap
dari Allah SWT apa yang mereka tidak meng-
harapnya berupa kemenangan agama yang
haq atas seluruh agama-agama yang batil,

-!

3TATSIRAT-MUNIRIILID *r*,*4\_1,f-f.i,*b*,,* suratran-nraa'

juga berupa pahala yang melimpah dan kenik- Pertempuran sudah tentu akan meninggalkan
matan-kenikmatan surga. kehancuran, keporakporandaan, korban ter-
bunuh dan korban terluka, serta kerugian
AIIah SWT menjanjikan kalian salah satu materil bagi kedua belah pihak. fika orang-
orang Mukmin merasakan sakit akibat pen-
dari dua kebaikan, yaitu kemenangan atau deritaan yang mereka alami, musuh-musuh
mereka juga mengalami hal yang sama.
surga dengan kesyahidan, jika memang kalian
tulus dan memurnikan niat kalian, menolong Akan tetapi orang-orang Mukmin me-
dan membela agama-Nya, mempertahankan miliki sebuah kelebihan yang tidak dimiliki
dan membela hurumaat-Nya (apa-apa yang oleh musuh mereka, yaitu mereka memiliki
harus dihormati dan tidak boleh dilanggar). pengharapan kemenangan dan pahala dari
Allah SWT sedangkan musuh mereka tidak.
Adapun orang yang tidak memiliki peng- Orang yang tidak beriman kepada Allah SWT
harapan dan putus asa terhadap akhirat, maka
tidak akan mengharap apa-apa dari-Nya. Karena
biasanya orang seperti ini adalah penakut,
itu, semestinya kamu sekalian wahai orang-
pengecut,lemah tekad dan keinginan, ia hanya
berperang karena melaksanakan perintah dan orang Mukmin lebih berani, agresif, dan lebih
instruksi atau karena didorong oleh fanatisme, bersemangat dalam perang daripada mereka.
rasialisme, serta kecenderungan dan ambisi
tak terkontrol untuk menggapai superioritas Sesungguhnya Allah SWT Maha Mengetahui
dan dominasi atas bangsa-bangsa lain. segala sesuatu dan keadaan para hamba-Nya
yang Mukmin. Allah SWT tidak mensyari'atkan
Sesungguhnya Allah SWT Maha Mengetahui kepada mereka melainkan sesuatu yang me-
lagi Mahabijaksana, Maha Mengetahui keadaan
ngandung hikmah yang sangat agung, ke-
kalian, Mahabijaksana di dalam perintah dan
maslahatan yang nyata serta kemanfaatan yang
larangan-Nya kepada kalian. Oleh karena itu, permanen dan tak kunjung hilang.

Dia tidak mentaklif dan membebani kalian MEMBERIKAN PUTUSAN HUKUM
DAN MENJALANKAN PERADILAN
melainkan dengan sesuatu yang mengandung DENGAN BERLANDASKAN KEBENARAN
kemashlahatan bagi kalian di dunia dan akhirat DAN KEADILAN MUTLAK
sesuai dengan ilmu dan hikmah-Nya.
Surah an-Nisaa'Ayat 1O5 - 113
Fiqih Kehidupan atau Hukum-hukum
Padanan ayat ini adalah \oP'6. fq*ul..g; Ay-$itEl

"Jika kamu (pada Perang Uhud) mendapat
luka, maka mereka pun (pada Perang Badar)

mendapat luka yang serupo." (Aali 'Imraan:
L4o)

Kedua ayat ini sama-sama mengandung <( ",1 i)-*'f,t 5t'iffi 1t*- <;Jt I

motivasi dan dorongan semangat untuk me- lt^1$ljdr\1\'*<;;,1J.@YJEf i
lawan dan memerangi musuh, sabar dan tabah <-, ,bAi\ii;H-\! fr 3j i\ b, i
di medan pertempuran, tetap teguh dan tegar

di hadapan musuh, menjauhi sikap lemah,

lemah semangat dan lemah tekad.

Kedua ayat ini ingin meyakinkan dengan
mengetengahkan bukti-bukti riil dan empiris.

;3(7@ \t? 6]r,"1! a\ Cg lpt pelindung mereka (terhadap adzab Allah)? Dan
barangsiapa berbuat kejahatan dan menganiaya
be"irllt;lAto6'A:e;$)
dirinya, kemudian dia memohon ampunan
}j1),-At G3 ") E $t::p j:s;Si
rL..rrr)?ni\2*/z.j.tzfz kepada Allah, niscaya dia akan mendapatkan
(/..t7 q&.ltr.l->.-;znlgjtjr7./.]2ttf,1+ /
Lr_b /:- Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. Dan

ffitW )ti't<r6'u-X 5;',5- barangsiapa berbuat dosa, maka sesungguhnya dia
J;\ ;t6j t/A', U\ "j"^# 4 :i, mengerj akannya untuk (kesulitan) dirinya sendiri.
q;'n5/:3
ir L'*{J-l @'giTYr S\fi. Dan Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana.
A3:ti,*t13'3tr4. it "&'"a{L Dan barangsiapa berbuat kesalahan atau dosa,
t,r'n kemudian dia tuduhkan kepada orang yang tidak
A* lf#-6 ;t5\ 'i) bersalah, maka sungguh, dia telah memikul suatu
)\t',SsV
kebohongan dan dosa yang nyata. Dan kalau bukan
c(s';uKi(Ak""Ktv+Ast karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepadamu

ffiWetitJ* (Muhammad), tentulah segolongan dari mereka
b erkeinginan keras untuk meny e s atkanmu. Tetapi
"Sungguh, Kami telah menurunkan Kitab mereka hanya menyesatkan dirinya sendiri, dan
(Al-Qurbn) kepadamu (Muhammad) membawa tidak membahayakanmu sedikit pun. Dan (juga

kebenaran, agar engkau mengadili antara manusia karena) Allah telah menurunkan Kitab (Al-

dengan apa yang telah diajarkan Allah kepadamu, Qurbn) dan Hikmah (Sunnah) kepadamu, dan
dan janganlah engkau menjadi penentang (orang telah mengajarkan kepadamu apa yang belum
engkau ketahui. Karunia Allah yang dilimpahkan
yang tidak bersalah), karena (membela) orang kepadamu itu sangat besar." (an-Nisad: I05-f f 3)
yang berkhianat, dan mohonkanlah ampunan
kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Pengampun, l'raab

Maha Penyayang. Dan janganlah kamu berdebat (u^,i} Kata ini berkedudukan sebagaihaal
mu'akkidah (yang menguatkan) dari dhamir
untuk (memb ela) orang- orang y ang mengkhianati
kaf yang terdapat pada kata d.fll}
dirinya. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-
orang yang selalu berkhianat dan bergelimang (ar :rr;iu.,p Asalnya adalah 4'nrfr;iy dengan
dosa, mereka dapat bersembunyi dari manusia, dhamir ha. Dhamir kaf di sini berkedudukan

tetapi mereka tidak dapat bersembunyi dari Allah, sebagai maf'uul bihi pertama. Sedangkan

karena Allah beserta mereka, ketika pada suatu dhamir ha, (hu) yang dibuang adalah sebagai
malam mereka menetapkan keputusan rahasia
yangtidak diridhai-Nya. Dan Allah Maha Meliputi maf'uul bihi kedua. Fi'il {.s;i} di sini muta'addi
terhadap apa yang mereka kerjakan. Itulah
kamu! Kamu berdebat untuk (membela) mereka kepada dua maf'uul bihi karena fi'il ini masuk
dalam kehidupan dunia ini, tetapi siapa yang
akan menentang Allah untuk (membela) mereka kategori qalbiyyah i'tiqaadiyyah. Di sini, y''il
pada hari Kiamat? Atau siapakah yang menjadi
ini tidak bisa dijadikan bermakna seperti f il
{p;i} ftcaren a il $;t;1y adalah muta'addi ke-

pada tiga maf'uul bihi, sementara dalam ayat

ini hanya ada dua maf'uul bihi, yaittt dhamir

kaf dan dhamir ha.

(:{F piry feaua huruf ha di sini ada-

lah ha at-Tanbiih (kata seru). Kata (,Siy berke-

dudukan sebagai mubtada', sementara, {"'i;;}

berkedudukan sebagai khab ar.

t__

I

:

flqi ,.. i.i.r) Di sini tidak digun akan dhamir nyangkal perbuatan pencurian yang ada dan
'dyu;a-, *(u(+.a!dkaalarhen4a#m'aki.n"ia;
untuk kalimat "rjp menuduhkannya kepada si Yahudi.

14*1;i ";i a1Y {ry} mengetahui segala sesuatu. Yakni,

fbarangsiapa yang melakukan salah satu dari ilmu-Nya meliputi segala sesuatu seluruhnya.

dua hal ini). Karena di sini menggunakan huruf $,L';F berseteru dan menjadi pihak yang

'athaf (katasambung) {ji} yang berarti atau. mendebat untuk membela. (r{r} pembela,

Balaafhah pengacara dan pelindung yang mengurusi

{f'F} (i;l,";} {,1,,"} {r4} (,jr} 4*';h perkara mereka dan membela mereka. Yakni,
tidak ada seorang pun yang akan melakukan
Terdapatyinaas mughaayir antara kata, {;j.il!}
dengan {,j_i"l;}, antara (nr.b dengan {r;!l} dan hal itu.
antara {ii**:} dengan {,;',*}.
('i-F perbuatan dosa berupa tindakan
$it o ;:y;;i, ,ut ;n'a;XX-y Dalam kalimat
tidakbaikterhadap oranglain. 4^;" :}.-li) atau
ini terdapat thib aaq as-Salb.
menganiaya dirinya sendiri dengan melakukan
Mufradaat Lushawlyyah
perbuatan dosa yang dampak buruknya hanya
(.lt .:lt;i tr) dengan apa yang Allah SWT
terbatas pada diri si pelaku sendiri.
beritahukan dan wahyukan kepadamu.
(.i,, F il) kemudian ia meminta
{;r]*ii} orang-orang yang mengkhianati
ampunan dari Allah SWT yakni bertobat. A/-
orang lain dan diri mereka sendiri dengan me- Istighfaar adalah memohon maghfirah atau
pengampunan dari Allah SWT. disertai rasa
lakukan pencurian dan perbuatan-perbuatan
penyesalan atas dosa yang telah dilakukan dan
maksiat, lalu melemparkan dan menuduhkannya
bertobat darinya.
kepada orang lain yang tidakbersalah.
(r:t) perbuatan dosa. Di sini disebutkan
{(ryi} mendebat dan membela orang-
orang seperti itu. (j,6; iiy eflUaal adalah bahwa perbuatan dosa yang ia lakukan itu

bentuk perbantahan yang paling sengit dan tidak lain ia lakukan terhadap dirinya sendiri,

keras. karena dampak buruk dan mudharatnya
tidak lain yang akan menanggung adalah
4&ii j;u{} mengkhianati diri mereka
dirinya sendiri, dan orang lain tidak akan ikut
sendiri dengan melakukan perbuatan-per-
menanggung dosa itu.
buatan maksiat. Karena bencana sikap mereka
{"tr} dosa kecil. Perbedaan antara al-
itu akhirnya akan menimpa diri mereka
Khathii'ah dengan al-ltsm adalah kalau al-
sendiri. Khathii'ah adalah dosa yang disengaja atau

{,j'F} orang yang banyak dan suka ber- tidak disengaja atau dosa kecil. Sedangkan al-

khianat. {t!i} yang sangat berlebihan dalam ltsm adalah dosa yang disengaja yang tampak

melakukan perbuatan-perbuatan dosa. terlihat nyata bahwa itu adalah perbuatan

4\: nflr,:n j;ii*U mereka mencoba bersem- dosa atau al-l*m adalah dosa besar.

bunyi dan merahasiakan dari orang-orang, 46t :,i.,1| kemudian ia menisbahkan dan

karena malu dan takut. {i,i5} menyembunyi- menuduhkannya kepada orang lain yang tidak

kan dan merencanakan. bersalah. (iJ'*,F maka sungguh ia telah me-

$$t ,t o"i- i r-:! berupa keinginan dan maksa dirinya untuk memikul.

niat kuat mereka untuk bersumpah untuk me- {,i(ii} Al-Buhtaan adalah membuat-buat

kebohongan terhadap orang lain, sehingga
menjadikan orang tersebut terheran-heran,

kaget bukan kepayang dan kebingungan ketika yang memberikan kesaksian yang mendukung

mendengarnya. {.^|]} menyembunyikan ke- pernyataan Zaid bin Samin tersebut. Namun,
lagi-lagi Thu'mah menyangkalnya. Lalu Bani
inginan keras. Zhafar, yaitu klan Thu'mah, pun berkata, "Mari
kita pergi menemui Rasulullah saw" Setelah
4t;*; oi| untuk memalingkan kamu dari
bertemu Rasulullah saw., mereka pun meminta
memberikan putusan hukum atau mengadili supaya beliau berkenan untuk membela sau-
dengan haq, dengan mencoba mengaburkan dara mereka, Thu'mah. Mereka berkata, "fika

fakta kebenaran yang ada terhadapmu. Anda tidak melakukannya, celakalah saudara
kami, ia akan kena malu sementara si Yahudi
4\,Y,? ,, ,-t:!i- u:b dan sekali-kali mereka akan bebas." Waktu itu, Rasulullah saw. sudah
ingin melakukan hal tersebut untuk memihak
tidak bisa menimpakan kemudharatan sedikit mereka serta menghukum si Yahudi tersebut.
pun terhadap dirimu. Karena bencana dan
Lalu turunlah ayat ini. Ini adalah pendapat
kemudharatan perbuatan mereka itu akan
sekelompok ulama tafsir.78
kembali menimpa diri mereka sendiri. Huruf Ada sebuah riwayat menerangkan, bahwa

ir, (i,b di sini adalah zaa'idah [tambahan). Thu'mah melarikan diri ke Mekah dan murtad.
Lalu ia mati karena tertimpa sebuah tembok
Sebab Turunnya Ayat
ketika sedang melakukan sebuah aksi pencurian.
AtrTirmidzi, al-Hakim, dan lbnu farir me-
riwayatkan dari Qatadah bin Nu'man, bahwa Keserasian Antar Ayat
ayat-ayat di atas turun dilatar belakangi oleh
kasus Thu'mah bin Ubairiq. Ia adalah salah Ayat-ayat ini masih merupakan lanjutan

seorangdariAnsharyangberasal dari Bani Zhafar. pemberian peringatan kepada orang-orang
Ia menggelapkan dan mencuri sebuah perisai Mukmin supaya waspada dan berhati-hati
terhadap orang-orang munafik, mengingatkan
milik pamannya yang dititipkan kepadanya. mereka untuk senantiasa siap siaga untuk
melawan dan menangani mereka. Di antara
Mula-mula, ia menyembunyikannya dalam
hal yang sangat krusial yang seseorang
sebuah kantong tepung, yang menyebabkan
kantong itu robek sehingga membuat tepung harus benar-benar memiliki sikap waspada

yang ada di dalamnya tumpah berceceran. dan super hati-hati di dalamnya, dunia per-
adilan untuk memberikan putusan hukum
Lalu ia membawanya kepada seorang Yahudi
bernama Zaid bin Samin untuk ia titipkan dan menyangkut berbagai permasalahan yang ter-
sembunyikan di rumahnya. Lalu orang-orang
jadi di antara manusia. Orang-orang Mukmin
pun mencoba mencari perisai tersebut dengan
menggeledah Thu'mah, namun mereka tidak harus menjalankan peradilan dan memberikan
bisa menemukan perisai yang dimaksudkan. putusan hukum dengan haq, adil, netral, tidak
memihak dan tidak bersikap bias.
Waktu itu, Thu'mah pun bersumpah-sumpah
Ulama mengatakan bahwa Thu'mah
bahwa dirinya tidak mengambil perisai tersebut dan kroninya adalah orang-orang munafik.
dan ia tidak tahu menahu mengenai perisai itu.
Seandainya mereka bukan orang-orang mu-
Lalu mereka pun mengikuti ceceran tepung
nafih tentu mereka tidak akan meminta
yang ada yang ternyata berujung di rumah Zaid
bin Samin tersebut. Di sana mereka akhirnya 78 Asbaabun Nuzuul,karya Al-Wahidi, hlm. 103.

menemukan perisai yang dicari-cari itu dan

mengambilnya. Melihat hal itu, Zaid bin Samin
berkata, "Perisai itu diserahkan kepadaku oleh

Thu'mah," dan ada sejumlah orang Yahudi

ITAFSII'1I-rV1I]NIRIILID lr*l{}d;;;*b.3rti*i surahan-Nr.aa'

\_____--,r,

Rasulullah saw supaya menjatuhkan tuduhan bahwa Rasulullah saw boleh berijtihad, ber-
telah melakukan pencurian kepada si Yahudi dasarkan ayat ini dan berdasarkan hadits yang
tersebut dalam bentuk tuduhan palsu dan diriwayatkan dari Ummu Salamah,
direka-reka. Hal ini ditunjukkan oleh ayat 113.
.v ,it o|-f''-t

Tafsir dan Penjelasan

Allah SWT memerintahkan Rasul-Nya

agar memberikan putusan hukum di antara

manusia dengan haq dan adil tanpa memihak ":v

siapa pun, tidak bersikap bias dan tidak 3'(,J-a ti.;u

menzalimi siapa pun meskipun ia adalah non-

Muslim.

Dalam hal ini, Allah SWT berfirman ke-

jpada beliau, Jrri 1- -rlr "Bahwasanya Rasulullah saw. mendengar ke-

F,j e; F4e;t),,,.rr-r .1,i: !, ributan orang-orang yang saling berbantah di
;(i,l ;J!,tJ.'l,.r:1 Uirr ;;y depan pintu bilik beliau. Lalu beliau pun keluar dan

4'G-t yi'i'. berknta, "Ketahuilah, sesungguhnya aku juga adalah

Sesungguhnya Kami telah menurunkan Al- manusia. Sesungguhnya aku memutus dengan
berdasarkan apa yang seperti aku dengar. Dan
Qur'an kepadamu dengan membawa kebenaran,
b arangkali salah seorang dari kalian lebih lihai dalam
baik informasi, perintah dan larangan maupun memaparkan argumentasinya daripada sebagian

hukum yang terkandung di dalamnya yang yang lain, sehingga aku mengira dirinya adalah
pihak yang benar, lalu aku pun memutus dengan
memerintahkan untuk mengaktualisasikan ke- memenangkan dirinya. Maka, barangsiapa yang

benaran dan menerangkannya. Hal ini supaya aku putus menang menyangkut hak seorang Muslim,

kamu memutuskan perkara dan menjalankan sehingga ia pun memenangi perkara yang ada, makn
itu tidaklain adalnh potongan dari api neraka, maka
peradilan di antara manusia dengan berdasarkan
terserah kepada dirinya apakah ia masih tetap
hukum-hukum yang telah Aku wahyukan dan
mengambilnya ataukah meninggalkannyai' (HR
beritahukan kepadamu. Bukhari dan Muslim)

Dengan demikian, kamu memberikan

putusan dan menjalankan peradilan dengan Dalam riwayat Imam Ahmad dari Ummu
Salamah, disebutkan bahwa ia berkata,
berdasarkan wahyu jika ada, atau dengan
berdasarkan hasil ijtihad jika memang tidak

ada nash wahyu yang jelas dan eksplisit.

falankanlah peradilan di antara manusia dengan

berdasarkan syari' at Allah SWT. f anganlah kamu );',il{k, \'u4o.1i7i*ty$L,l9)U;t',:,tr,i;jr;,*f:"r.a,*,*^r,:)ri;,.)ii,rEt.:*i-,e.el'rUii.t.l,>; ,viLok,,Z,i.',;3t6tl,,*t;,,

menjadi pembela orang yang mengkhianati

dirinya sendiri, dan menolak pengaduan orang

yang menuntutnya dengan benar. fanganlah

sedikit pun kamu bersikap lengah dalam

mencari, menyelidiki dan menginvestigasi ke-

benaran karena terpengaruh oleh kuatnya

bantahan dan argumentasi salah satu pihak # ^;;€o ut,',,lo1oi t, t,11").".n'
..J, u -r; "a{'^t i6l *LXiSuY
yang berperkara. 3t );tt
.o:-#.r1-'*Ct.;\-o+ u.-, ;u-o'
Hal ini -sebagaimana yang disebutkan LLf Sf-J fr'o'

oleh ulama ushul fiqih- mengandung petunjuk

ThFSIRAL-MUNIRJITID 3

L,, .-vq! y6,Ift Fo . yang turun kepadaku menyangkut perkara itu."
(HR Abu Dawud)
'Ada dua orang dari Anshar mengadu dan
berperkara kepada Rasulullah saw. menyangkut Ulama yang berpendapat bahwa Rasu-
harta waris di antara mereka berdua yang telah lullah saw. juga berijtihad, mengatakan bahwa
usang, sementara mereka berdua tidak memiliki kemungkinan salah bagi beliau juga terbuka.
bayyinah (salcsi). Lalu Rasulullah saw. bersabda, Akan tetapi, beliau tidak akan dibiarkan dalam
kesalahan, tetapi Allah SWT akan langsung
'Ketahuilah, s esungguhny a aku j uga adalah manu sia.
menegu[ mengoreksi, dan meluruskannya. Hal
Sesungguhnya aku memutus dengan berdasarkan ini berdasarkan bukti kejadian ini dan kejadian
apa yang seperti aku dengar. Dan barangkali salah tentang menerima tebusan dari para tawanan
seorang dari kalian lebih lihai dalam memaParkan
musuh pada Perang Badar.
argumentasinya daripada sebagian yang lain.
Huruf lam pada k t {Ee} adalah lam
Maka, barangsiapa yang aku memutus untuknya
at-Ta'\iil. Yakni, janganlah kamu menjadi seteru
sesuatu dari hak saudaranya, maka janganlah
ia mengambilnya, karena itu tidak lain adalah karena demi membela orang-orang yang
potongan dari api neraka yang aku ambilkan
khianat ketika mereka membujuk kamu untuk
untuknya yang akan terlilrt di lehernya kelak pada melakukan hal itu. Orang-orang yang berkhianat
hari Kiamat.' Lalu kedua orang itu pun menangis
dan masing-masing saling berkata, 'Hakku untuk di sini adalah Thu'mah dan kaumnya.
saudaraku.' Lalu Rasulullah saw. berkata, 'Adapun
j ika kamu b er dua tel.ah mengat akan s ep er ti itu, maka Beristighfarlah kamu meminta pengam-
pergilah dan lakukanlah pembagian di antara kamu punan dari Allah SWT atas apa yang hampir
berdua, kemudian berupayalah kamu berdua untuk saja ingin kamu perbuat menyangkut perkara
Thu'mah dan menilai dirinya tidak bersalah
mendapatkan kebenaran dan keadilan di antara yang itu sebenarnya tidak terbukti, serta ingin
menghukum si Yahudi yang dituduh tersebut.
kamu berdua, kemudian lakukanlah pengundian di
antara kamu b erdua, kemudian hendaklah masing- Perintah beristighfar meminta pengam-
masing dari kamu berdua saling menghalalkan dan
me ngikhla skan."' (HR Imam Ahmad) punan dalam kasus ini dan dalam kasus

Dalam sebuah riwayat Abu Dawud dari yang sejenis, sama sekali tidak mencederai

hadits Usamah bin Zaid terdapat tambahan, kemakshuman para nabi. Karena yang muncul
dari beliau hanya baru sebatas keinginan dan
y,* j'; i g. eir,ts,ti *t,st
"sesungguhnya aku tidak lain memutus maksud, sementara keinginan belum bisa
dikatakan sebagai dosa. Tetapi hal ini adalah
dengan berdasarkan pendapat dan penilainku
masuk kate gori, "hasanaatul abraar sayyi'aatul
menyangkut suatu perkara yang tidak ada wahyu
muqarrabiin" [hal-hal yang jika itu dilakukan
oleh orang saleh, itu dinilai baik, namun jika

yang melakukannya adalah orang yang sudah

mencapai tingkatan al - M uqarrabuun, itu sudah

masuk penilaian sesuatu yang tidak baik).
Perintah kepada beliau untuk beristighfar di

sini tidak lain adalah untuk menambah pahala,
sekaligus membimbing dan memberikan pe-

nyuluhan kepada beliau dan umat beliau

tentang keharusan bersikap hati-hati, cermat
dan akurat dalam menjalankan peradilan dan

htt'*1t-M'"'* I'!,o 3 - ./;il*b,$ti ., r,'"n "n-n'*, -

,r.!lr{.,

memutus suatu perkara. Di sini digunakan bentuk kata jamak

Dalam kasus ini, Rasulullah saw. sebelum {firy} dan, {,i:.jii I'iu;.y padahal yang me-
turunnya ayat-ayat di atas, belumlah sampai
memberikan putusan, dan beliau juga tidak lakukan pencurian hanyalah Thu'mah saja.
menerapkan selain apa yang beliau yakini itu
Hal ini karena dua alasan. Pertama, bahwa
adalah benar. Akan tetapi, di sini beliau berbaik
sangka terhadap pembelaan yang dilakukan Bani Zhafaf, yaitu kaum atau kroni Thu'mah,
memberikan kesaksian bahwa Thu'mah tidak
oleh kaum Thu'mah. Lalu Allah SWT. pun bersalah dan tidak melakukan pencurian, serta
menjelaskan kepada beliau hakikat perkara
yang sebenarnya yang tidak sesuai dengan mereka menolong dan melindunginya, sehingga
persangkaan beliau, yaitu berupa persepsi
bahwa seorang Muslim biasanya rata-rata mereka sama-sama terkena dosa bersama
adalah jujur dan orang Yahudi biasanya rata- Thu'mah. Kedua, penggunaan bentuk kata

rata adalah tidak jujur. jamak di sini adalah supaya mencakup Thu'mah
dan setiap orang yang melakukan perbuatan
Kemudian Allah SWT membujuk kaum sama seperti yang dilakukan Thu'mah. Oleh
Thu'mah dan yang lainnya dengan firman-
karena itu, maksud ayat ini adalah janganlah
Nya, (fii r'rr,; ;:t< ;ar ,irp Sesungguhnya Allah
kamu sekali-kali membela dan melindungi se-
SWT Maha Pengampun kepada orang yang orang pengkhianat.Te
beristighfar meminta pengampunan kepada-
Kemudian Allah SWT menerangkan keada-
Nya,lagi Maha Penyayang dan luas rahmat-Nya an dan perilaku orang-orang yang berkhianat
bagi orang yang meminta rahmat dan belas
serta karaktersitik dan watak mereka yang
kasih dari-Nya.
buruk.
fanganlah kamu wahai Muhammad men-
debat untuk membela orang-orang yang meng- Sesungguhnya perilaku, karakteristik,
khianati diri mereka sendiri dengan melakukan
pelanggaran terhadap hak-hak orang lain. Di dan kebiasaan orang-orang yang berkhianat
adalah mereka berusaha menutup-nutupi
sini perbuatan khianat terhadap orang lain dan sembunyi-sembunyi dari manusia ketika
disebut sebagai perbuatan khianat terhadap
melakukan suatu kejahatan, adakalanya karena
diri sendiri, karena mudharat dan dampak malu atau takut. Namun mereka tidak menutup-
nutupi dan tidak bersembunyi dari Allah SWT
buruknya akan kembali menimpa diri mereka
sendiri. Yakni, janganlah kamu membela para serta tidak merasa malu kepada Allah SWT
pengkhianat tersebut dan janganlah kamu
Yang mengetahui yang gaib dan yang tampak.
membantu mereka ketika berperkara. Allah SWT adalah ZatYangsenantiasa bersama
mereka. Dia senantiasa mengetahui dan me-
Sesungguhnya Allah SWT membenci orang
yang banyak khianat dan terbiasa melakukan lihat mereka Tidak ada suatu apa pun yang

perbuatan dosa, dan Dia mencintai -yakni tersembunyi dari-Nya dari apa-apa yang mereka
mengganjar- orang yang amanah, juju4, ber rahasiakan ketika mereka merencanakan suatu
tanggung jawab dan lurus. Di sini, digunakan
rencana rekayasa yang tidak diridhai oleh-
kata dalam bentuk shighat mubaalaghah (rr;$ Nya, yaitu rencana rekayasa yang dilakukan
Thu'mah dengan cara meletakkan perisai
{(ii, karena Allah SWT tahu sikap Thu'mah yang digelapkannya di rumah seorang Yahudi
bernama Zaid bin Samin, supaya si Yahudi itu
yang telah keterlaluan dan melampaui batas
nantinya yang tertuduh mencuri, dan Thu'mah
dalam berkhianat dan berbuat dosa.
79 Al-Kasysyaaf, l/a23.

. -f:-:-\ TATSIRAL-MUNIRTILID 3

pun bersumpah bahwa ia tidak bersalah dan Dengan kata lain, anggaplah kalian me-

tidak melakukan pencurian itu. mang bisa membela dan melindungi Thu'mah

Ilmu Allah SWT meliputi segala amal dan kroninya di dunia, siapakah yang akan

perbuatan mereka, mencatat dan mendoku- menjadi pembela dan pelindung mereka kelak

mentasikannya sehingga tidak ada harapan pada hari Kiamat, ketika Allah SWT membalas

bagi mereka untuk selamat dari ancaman dan menghukum mereka? Siapakah yang siap

hukuman-Nya. Az-Zamakhsyari mengatakan untuk menjadi kuasa hukum, pembela, dan

cukuplah ayat ini sebagai teguran dan celaan pelindung mereka dari hukuman dan balasan

terhadap perilaku manusia yang mengalami Allah SWT?!

krisis rasa malu dan deflasi rasa takut kepada Di sini terkandung kecaman keras ter-
hadap pihak-pihak yang ingin menolong
Tuhan mereka, padahal mereka mengetahui
dan menyadari. Itu pun jika mereka memang dan memberikan bantuan kepada Thu'mah

orang-orang yang benar-benar beriman, menyangkut perkaranya dengan si Yahudi

bahwa mereka senantiasa berada di hadapan yaitu Zaid bin Samin. Di sini juga terkandung

Allah SWT tanpa ada penutup, kelalaian dan pengertian yang menunjukkan bahwa putusan

ketersembunyian.Eo hukum seorang hakim berlaku efektif dan
memiliki implikasi ketetapan hukum yang sah
Kemudian Allah SWT mewanti-wanti secara zhahirnya saja sehingga tetap tidak
bisa mengubah sesuatu yang haram menjadi
orang-orang Mukmin, jangan sampai sekali'
halal. Oleh karena itu, pihakyang dimenangkan
kali mereka memberikan pertolongan dan dalam suatu perkara sejatinya tetap tidak boleh

pembelaan kepada para pengkhianat, atau mengambil sesuatu yang ia tahu dan sadar

bersimpati kepada mereka. bahwa dirinya tidak memiliki hak di dalamnya.
Wahai kamu sekalian yang membela para
Kemudian Allah SWT memberikan dorong-
tukang khianat dan berusaha membebaskan an dan bujukan untuk bertobat. Barangsiapa
mereka di dunia, siapakahyangakan mendebat yang melakukan suatu perbuatan dosa yang
Allah SWT untuk membela mereka pada hari buruk terhadap orang lain atau ia menganiaya

Kiamat, di mana pada waktu itu hakimnya dirinya sendiri dengan melakukan suatu

adalah Allah SWT Yang ilmu-Nya melingkupi kemaksiatan, semisal sumpah palsu, kemudian
segala amal perbuatan dan keadaan mereka, ia memohon pengampunan dari Allah SWT atas
siapakah yang berani menjadi kuasa hukum dosa dan kemaksiatannya, ia akan mendapati
Allah SWT Maha Pengampun terhadap dosa-
dan pembela bagi para pengkhianat dan
dosa, lagi Maha Penyayang kepada hamba-
penculas itu?! Orang-orang Mukmin haruslah
hamba-Nya yang memiliki aib dan cela, sebagai
senantiasa menyadari bahwa Allah SWT selalu bentuk karunia, kebaikan hati, dan kemurahan
mengawasi mereka, dan mereka harus siap
untuk memberikan jawaban pada kesempatan dari-Nya.
yang sangat menakutkan tersebut di hadapan

Allah SWT,

"fYaitu) pada hari (ketika) seseorqng samq Di sini terkandung bujukan kepada Thu'mah

sekali tidak berdaya (menolong) orang lain. dan kroninya supaya mereka mau bertobat dan
Dan segala urusqn pada hari itu dalam ke- beristighfar memohon pengampunan. Di sini
kuasaan Allah." (al-Infithaar: 19) juga terkandung penjelasan tentang sebuah

jalan keluar untuk membersihkan diri dari dosa,

i 80 Al-Kasysyaaf,l/aB. juga sekaligus mengandung peringatan kepada

TAFSIRAL-MUNIR IILID 3 .. rL .r*-*\ surah an-Nlsaa,
260 "
\___

musuh-musuh kebenaran yang berupaya dan kemurahan-Nya terhadap dirimu, serta
apa yang diwahyukan kepadamu yang mem-
ingin mengaburkan, memanipulasi, menutup- beritahukan kepadamu tentang rahasia me-
nutupi kebenaran serta meruntuhkan menara
reka, tentulah ada segolongan dari Bani Zhafar
keadilan.
yang berkeinginan hati untuk memalingkan
Kemudian Allah SWT memperingatkan
dirimu dari menjalankan proses peradilan dan
dan mewanti-wanti jangan sampai melakukan memberikan keputusan hukum dengan haq
perbuatan-perbuatan dosa dan kemaksiatan dan adil, padahal mereka tahu bahwa pelaku-
secara umum. Barangsiapa yang melakukan
perbuatan-perbuatan dosa dan kemaksiatan, nya adalah saudara mereka sendiri: Thu'mah.

perbuatan-perbuatan dosa yang ia lakukan Seandainya bukan karena karunia Allah
SWT kepadamu berupa kenabian dan pen-
adalah bencana bagi dirinya sendiri dan ke- jagaan ('ishmah, kemaksuman), serta rahmat-
mudharatan yang menimpa pribadinya sendiri, Nya kepadamu dengan menerangkan hakikat
tidak merembet kepada orang lain, karena fakta dan realitas yang sesungguhnya, tentulah
dirinyalah yang akan menerima balasan dan
ada segolongan orang dari mereka berkeingin-
hukuman atas perbuatannya. Allah SWT an hati untuk memalingkan dirimu dari mem-
berikan putusan hukum yang adil. Akan tetapi,
senantiasa Mahaluas ilmu-Nya tentang amal- berbagai usaha dan upaya mereka gagal dan
amal perbuatan umat manusia. Allah SWT sia-sia, karena wahyu datang kepadamu de-

pun mensyari'atkan untuk mereka apa-apa ngan membawa penjelasan tentang kebenaran.
yang bisa mencegah mereka dari perbuatan
Mereka, pada hakikatnya, dengan sikap
melanggar syari'at dan aturan-aturan-Nya. Dia
juga Mahaagung hikmah dan kebijaksanaan- mereka yang melenceng dari rel kebenaran

Nya dengan mensyari'atkan sanksi hukum dan kelurusan, menyesatkan diri mereka

bagi pelaku perbuatan dosa dan maksiat. sendiri. Karena dosa, bencana dan dampak
buruk perbuatan mereka diri mereka sendiri
Di antara bentuk kejahatan yang besar saja yang akan menanggung. Mereka tidak
akan bisa menimpakan suatu kemudharatan
adalah seseorang melakukan suatu perbuatan sedikit pun terhadap dirimu, karena sejatinya
dosa secara tersalah tanpa sengaja atau ia
kamu mengambil langkah sesuai dengan
tahu bahwa itu adalah perbuatan dosa, ke-
kondisi lahiriiah yang ada, dan tidak terbesit
mudian ia tuduhkan kepada orang lain yang dalam benakmu bahwa ternyata yang benar
tidak bersalah. Ini adalah sebuah perbuatan adalah sebaliknya. Allah SWT menjaga dirimu
dari manusia, dari perbuatan mengikuti hawa
membuat-buat dan mereka-reka kebohongan. nafsu dalam memberikan putusan hukum di
antara manusia, dan dari setiap bentuk hal
Oleh karena itu, di sini ia berarti melakukan yang tidak baik.

dua tindak kejahatan sekaligus. P ertama,tindak Allah SWT menurunkan kepadamu Al-
kejahatan berupa perbuatan dosa dan maksiat Kitab, yakni Al-Qur'an, dan hikmah, yakni
pemahaman yang mendalam dan kompre-
yang ia lakukan tersebut, danyangkedua tindak hensif tentang maksud dan tujuan-tujuan
kejahatan dengan menuduhkan perbuatan dosa
pokok syari'at serta rahasia-rahasianya. Allah
dan maksiat tersebut kepada orang lain yang SWT juga mengajarkan kepadamu dari Al-Kitab

tidak melakukannya.

Kemudian Allah SWT menerangkan per-

lindungan-Nya bagi Nabi-Nya. Seandainya

bukan karena karunia dan rahmat Allah SWT

kepadamu Muhammad, /akni perlindungan
dan penjagaan-Nya kepadamu, kebaikan

TAFSIRAL-MUNIR]ILID 3

dan syari'at, serta memberikan pemahaman Thu'mah untuk melakukan rekayasa untuk
kepadamu tentang hakikat-hakikat, yang
sebelumnya kamu tidak mengetahuinya, yaitu membebaskan Thu'mah dari tuduhan
berupa perkara-perkara yang samar, isi hati
dan pikiran manusia, perkara-perkara agama tindak pencurian sejumlah perisai dan

dan syari'at. makanan dari Rifa'ah bin Zaid pada malam
hari, serta berupaya menuduh orang lain
Karunia Allah SWT kePadamu adalah yang tidak bersalah, yaitu seorang Yahudi

agung, karena Dia mengutusmu kepada umat bernama Zaid bin Samin.
manusia seluruhnya, menjadikanmu sebagai
penutup para nabi, meniadi saksi atas umat 3. Undang-undang yang digunakan adalah r.)

manusia pada hari Kiamat, menjaga dan {.1,r lrri. Artinya adalah berdasarkan hukum
perundang-undangan syara', adakalanya
melindungimu dari manusia, dan menjadikan
umatmu sebagai umat yang adil dan pilihan' dengan berdasarkan wahyu dan nash, atau

Karena itu, bersykurlah kamu kepada Allah dengan pengamatan dan penyelidikan [ijti-
SWT atas semua itu dan hendaklah umatmu had) yang dilakukan berdasarkan hukum
mensyukuri semua nikmat-nikmat tersebut, dan ketentuan-ketentuan wahyu. Ini bisa
sehingga mereka pun bisa menjadi umat menjadi landasan untuk metode qiyas.
terbaik yang dilahirkan untuk manusia serta
Hal ini menunjukkan bahwa Rasulullah
menjadi panutan dan keteladanan yang baik
bagi umat-umat Yang lain' saw. boleh berijtihad. Beliau -menurut al-
Qurthubi- jika melihat, mencermati, dan
Fiqih Kehidupan atau Hukum'hukum mempelajari sesuatu, hasilnya pasti tepat

Ayat-ayat di atas mengandung sejumlah karena Allah SWT Yang memperlihatkan

hukum sebagai berikut. dan memberitahukan hal itu kepada beliau.
Allah SWT telah memberikan jaminan ke-
1. Memasrahkan dan memercayakan proses
makshuman bagi para nabi-Nya. Adapun
peradilan kepada Nabi Muhammad saw. jika salah seorang dari kita mencermati,

untuk beliau laksanakan di antara umat mempelajari, dan menyelidiki sesuatu
manusia dengan haq dan adil sesuai
dengan apa yang diberitahukan dan di- (ijtihad), sama sekali tidak bisa dipastikan

wahyukan oleh Allah SWT kepada beliau, ketepatan hasilnYa.

baik itu dengan berdasarkan nash yang 4. Ayat {q*i 'q.6t). 5i !1}, menunjukkan

jelas dan eksplisit maupun dengan ber- bahwa menjadi pengacara dan pembela
atau jaksa penuntut untuk pihak yang
dasarkan ijtihad dan pandangan yang salah dan dicurigai adalah tidak boleh'
berlandaskan pada prinsip dan pokok-
Oleh karena itu, seseorang tidak boleh
pokok hukum Perundangan. menjadi pembela orang lain kecuali jika

2. Teguran dan cercaan terhadap Thu'mah bin ia memang mengetahui bahwa ia adalah
pihak yang benar. Dalam ayat ini, Allah
Ubairiq dan orang-orang dari kroninya yang
SWT melarang Rasul-Nya memberikan
memberikan dukungan dan pembelaan dukungan dan pembelaan kepada orang-

kepada Thu'mah. Mereka adalah tiga ber- orang yang menjadi terdakwa.

saudara: Bisyr, Basyir, dan Mubasysyil, 5. Ulamamengatakanjikakemunafikansuatu

dan sepupu mereka yang bernama Usair kaum tampak terlihat, tidak sepantasnya
sebagian kaum Muslimin mendebat dan
bin Urwah. Mereka bersekutu dengan berbantahan dengan sebagian yang lain

--

TAFSIRAL-MUNIRIILID 3

untuk melindungi dan membela kaum "Wahai Nabi! Bertakwalah kepada

tersebut. Karena kasus seperti ini sudah Allah." (al-Ahzaab: 1)

pernah terjadi pada masa Rasulullah saw, "Maka jika engkau (Muhammad) ber-

dan menyangkut mereka itulah turun ayat ada dalam keragu-raguan tentang apa yang

4V fi ;Rt"f',(-''.a?ri1"drr-u1U,'.'r?"l.-, i'u; i'ty Kami turunkan kepadamu, maka tanya-
'i;! dan ayat u$t kanlah kepada orqng yang membaca kitab
sebelummu." fYuunus : 94)
Khithaab atau pembicaraan ayat ini
7. Ayat (,:.iii ;,r,uX. qu'1t i:d {1} merupakan
meskipun kepada Nabi Muhammad saw.,
yang dimaksudkan adalah orang-orang larangan yang jelas dan eksplisit terhadap
tindakan membela para pelaku khianat.
Islam yang melakukan perbuatan seperti Yakni, janganlah kamu berbantah-bantah-
an dan adu argumentasi untuk membela
itu. Hal ini dituniukkan oleh ayatberikutnya
orang-orang yang mengkhianati diri
(ui.i:r;ir e;"- P:,c:iy Pi ri|.luga, karena
mereka sendiri. Al-Mujaadalah maknanya
Rasulullah saw. posisinya adalah sebagai adalah al-Mukhaashamah (berseteru, ber-
perkara). Allah SWT tidak meridhai orang
hakim pemutus di antara mereka, sehingga yang melakukan perbuatan khianat atau
orang yang sangat berkhianat.
ini menunjukkan bahwa yang dimaksud B. Manusia adalah makhluk yang berpan-
dangan dan berpikir pendek serta bersikap
oleh ayat di atas adalah orang selain beliau. dangkal. Oleh karena itu, Anda bisa lihat,
ketika manusia berusaha ingin melakukan
6. Ayat {.i,r F,ih menunjukkan bahwa para suatu perbuatan dosa, ia sembunyi-sem-

nabi terkadang diperintahkan untuk ber- bunyi, menutup-nutupinya dan merasa
malu kepada orang lain, namun ia tidak
istighfar memohon pengampunan atas
apa yang sebenarnya itu bukanlah dosa, sembunyi-sembunyi dan menutup-nutupi
dari Allah SWT serta tidak merasa malu
seperti berkeinginan hati untuk membela kepada-Nya. Padahal Allah SWT adalah
Yang lebih berhak untuk kita takuti dan
Bani Ubairiq dan menjatuhkan hukuman merasa malu kepada-Nya. Karena hanya
kepada-Nyalah tempat kembali, dan di
potong Angan kepada si Yahudi. Ini adalah tangan-Nyalah balasan berada.
9. Semua hakikat dan kebenaran akan ter-
bentuk pembelaan dan langkah yang di- ungkap secara jelas, gamblang, dan pasti
pada hari Kiamat di alam hisab di hadapan
dasarkan pada fakta lahiriah, karena waktu
Allah SWT. fika di dunia, seorang kuasa
itu Rasulullah saw. memiliki persepsi bahwa
hukum atau pembela bisa berdebat untuk
mereka tidak bersalah. Hal ini adalah membela terdakwa dan membebaskannya
masuk kategori Ayit Lr+ .11<ir Lc;;y Ada dari dakwaan yang ada, pada hari Kiamat
siapakah yang mampu untuk memberikan
pandangan yang mengatakan, perintah pembelaan terhadap orang-orang yang

beristighfar memohon pengampunan di bersalah? Ini adalah bentuk istifhaam

sini adalah ditujukan kepada orang-orang

dari umatmu Muhammad yang berdosa dan

berbantah-bantahan secara batil. Ada pula

pandangan yang mengatakan ini adalah

perintah beristighfar yang masuk kategori

bentuk membaca tasbih, seperti seseorang

berucap, "astaghfirullqah" sebagai bentuk

membaca tasbih, tanpa dimaksudkan

sebagai bentuk tobat dari suatu dosa. Ada
juga yang mengatakan, bahwa khithaab

dalam ayatini adalah kepada Rasulullah saw

namun yang dimaksudkan dan dikehendaki

adalah Bani Ubairiq. Ini seperti ayat

ThFSIRAL-MUNIR IILID 3

(kata tanya) yang mengandung makna tuk penyerupaan, yang diindikasikan oleh

pengingkaran, celaan dan kecaman. penggunaan kata, (F,h (memaksakan

Siapakah yang akan menjadi pelin- diri memikul), yaitu menyerupakan dosa
dung yang mengurusi perkara-perkara
mereka? Karena Allah-lah Yang mengurusi dengan suatu beban bawaan, karena dosa

dan mengatur makhluk-Nya. Ketika Allah adalah suatu beban yang berat (af-Tsiql).
SWT menjatuhkan hukuman kepada me-
reka dan memasukkan mereka ke dalam Allah SWT berfirman,
neraka, tidak ada seorang pun yang akan
"Den mereka benar-benar akan me-
mengurusi perkara mereka.
mikul dosa-dosa mereka sendiri, dan dosa-
10. Pintu tobat terbuka bagi para pelaku
dosa yang lain bersama dosa mereka,
maksiat dan para pendosa, 'ti t;; lx- i:b
4u+;t'.,"*ar -r;.tr i;r.'i xi pi.lbnu Abbas dan pada hari Kiamat mereka pasti akan
ditanya tentang kebohongan yang selalu
mengatakan, dengan ayat ini Allah SWT mereka ada-adakon " (al-'Ankabuut 13)
menawarkan pertobatan kepada Bani
Ath-Thabari menuturkan, di sini di-
Ubairiq.
bedakan antara {Lf"i} dengan {d'ii},
LL. Bencana, dampak buruh dan akibat suatu karena {4liji} adalah kesalahan yang
perbuatan dosa akan menimpa si pelaku
bersifat umum baik tanpa sengaja maupun
*sendiri ti,t; it or<' ,**-;y-,t;4" hb
dengan sengaja. Sedangkan {njl} adalah
(t '# . Yakni, akibatburuk dan mudharatnya
kesalahan yang dilakukan secara sengaja.
akan menimpa si pelaku sendiri. Karena
pada hakikatnya, dirinya sendirilah yang 13. Sesungguhnya usaha untuk menyesatkan
Nabi Muhammad saw. pasti akan gagal
menjadikan dirinya terkena kemudharatan
dan sia-sia, karena Allah SWT melindungi
di dunia dengan menjerumuskan dirinya
dan menjaga beliau, juga karena karunia
ke dalam musibah, dan ke dalam neraka
kepada beliau J- i';3\
|ahannam di akhirat.
Al-Kasb adalah sesuatu usaha yang ;**: ';;;; !, Yakni,
t;dan rahmat-Nya
digunakan oleh manusia untuk menarik
suatu kemanfaatan untuk dirinya atau 6t;'i ii 4. ,a.u
untuk menjauhkan suatu kemudharatan seandainya bukan karena karunia dan
dari dirinya. Oleh karena itu, perbuatan
rahmat Allah SWT kepadamu Muhammad,
Allah tidak bisa disebut al-Kasb.
yaitu dalam bentuk Dia menuniukkan
L2, Merekayasa dan membuat kebohongan
dan memperlihatkan kepadamu apa yang
adalah sebuah kejahatan luar biasa,
bena[ atau dalam bentuk kenabian dan
yaitu merekayasa dan mengada-adakan
kemakshuman, tentulah segolongan dari
kebohongan dan melemparkan suatu
mereka berkeinginan hati untuk me-
tuduhan kepada orang yang tidak bersalah,
nyesatkanmu dan memalingkanmu dari
atau kamu memperkarakan saudaramu
kebenaran. Karena waktu itu, mereka
dengan suatu kesalahan yang sebenarnya ia
meminta Rasulullah saw. membebaskan
tidak melakukannya. Allah SWT berfirman, Thu'mah bin Ubairiq atas tuduhan yang

C:y:i4 "f;,'iil Ui y,r_,t,- *lr,q.F --:r-.ruF ada dan menuduhkannya kepada si Yahuid
{U. Dalam ayat ini terdapat sebuah ben-
bernama Zaid bin Samin. Tindakan seperti

ini tidak dilakukan melainkan oleh orang

munafih sebagaimana yang sudah pernah

kami singgung di atas. Lalu Allah SWT pun

bermurah hati kepada Rasul-Nya dengan

memperingatkan dan memberitahukan

l-_

hal itu kepada beliau. {ilji iy'o'1,;" r;ry. barangsiapa menentang Rasul (Muhammad) setelah
jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang
Yakni, karena mereka melakukan amal
perbuatan orang-orang yang sesat. Oleh bukan jalan orang-orang Mukmin, Kami biarkan
karena itu, bencana, dampak buruk dan dia dalam kesesatan yang telah dilakukannya itu
mudharatnya adalah mereka sendiri yang dan akan Kami masukkan dia ke dalam neraka

memikulnya. 4.:? b cxi:; ur| karena Iahannam, dan itu seburuk-buruk tempat kembali."
(an-Nisaa': f l4-115)
kamu wahai Muhammad adalah mashum.
14. Allah SWT menurunkan kepada Nabi-Nya Qiraa'aat

Al-Qur'an, dan hikmah, yaitu memberikan t/ !.ror\f
putusan hukum dan mengadili berdasar-
kan wahyu, pemahaman tentang rahasia- 1. {!it Ini adalah qiraa'aat Hamzah.
rahasia syari'at, serta memberi beliau 2. $.h Ini adalah qiraa'aat as-Susi, dan
ilmu pengetahuan tentang hukum-hukum
Hamzah ketika waqaf.
syari'at yang sebelumnya tidak beliau
3. <y,J> lni adalah qiraa'aatWarsy.
ketahui. 4. <g!l Ini adalah qiraa'aat imam yang lain.

BENTUK-BENTUK PEMBICARAAN RAHASIA 4"r.j; i; \, jiu
DAN TERTUTUP YANG BAIK, HUKUMAN ATAS \__ J /
PERBUATAN MEMUSUHI RASULULLAH SAW.
SERTA MENGIKUTI SELAIN JALAN 7. <l*: Jt r, .ji) Dengan bacaan ikhtilaash,
oRANG-ORANG MUKMTN (!JMA)
yaitu qiraa'aat Qalun.
Surah an-Nisaa' AyatLL4 - 115
2. (+;;i J't u ;ij; Ini adalah qiraa'aat Abu Amr
-*4A;it;i&&?e'arr
dan Hamzah.
i3;{-j31-z$6;6J+)io,i33,5
3. O.:;') jj u j;i; nengan bacaan isybaa',
AW *?;i 3;-1 )'t qt27',V5.t AY;
adalah qiraa'aat imam yang lain.
5"gi o AX <i:Y u;.';:t iii;t 69
l'raab
';' G, *3,ljY iij a:,;lt,W fi
f c;4y4ii ;" i};ika tata
$y6a,"a3
("ll',F di sini ,;;ulii; (ber-
"Tidak ada kebaikan dari banyak pembicaraan {d1im.^a'rk-n"a:i dengan,
rahasia mereka, kecuali pembicaraan rahasia dari
orang yang menyuruh (orang) bersedekah, atau bisik-bisik), kata 4rl .rY berkedudukan i'raab
berbuat kebaikan, atau mengadakan perdamaian
di antara manusia. Barangsiapa berbuat demikian nashab sebagai mustatsnaa dalam istitsnaa'

karena mencari keridaan Allah, maka kelak munqathi'. Adapun jika dimaknai dengan se-

Kami akan memberinya pahala yang besar Dan kelompok orang yang saling berbisik-bisik dan

berbicara secara tertutup di antara sesama
mereka sendiri, kata (t) di sini berkedudukan
i'raab jarr sebagai badal dari dhamir {e} yrng
terdapat pada kata {elr-}, dalam bentuk badal

ba'dh min kull.

Mufradaat Lughawiyyah

{err-} Kata <.s;.l]i maknanya adalah pem-

bicaraan secara bisik-bisik atau rahasia dan
tertutup di antara dua orang. Yakni, banyakdari
pembicaraan bisik-bisik manusia yang tidak

"rr"n "Tn,"-""' ,* [i,t \----------"/

mengandung kebaikan di dalamnya, kecuali dari Allah SWT. Mereka adalah Thu'mah bin
pembicaraan bisik-bisik orang yang menyeru Ubairiq dan kroni-kroninya yang secara ra-

untuk bersedekah atau berbuat kebajikan atau hasia berkonspirasi untuk menuduhkan tindak

mendamaikan di antara manusia. pencurian kepada orang yang tidak bersalah.

Bisa juga kata ini adalah bentuk jamak dari Lalu di sini Allah SWT menerangkan bahwa

{uil} sehingga maknanya adalah sekelompok setiap pembicaraan rahasia, rencana rahasia,

orang yang saling berbisik-bisik dan berbicara bisik-bisik, dan pembicaraan secara diam-
diam adalah tidak mengandung kebaikan apa
secara rahasia dan tertutup di kalangan me-

reka sendiri. pun kecuali pembicaraan bisik-bisik dan diam-

$:tF lip suatu perbuatan yang disahkan, diam yang memiliki maksud untuk melakukan
kerja sama positif, atau memerintahkan untuk
dikukuhkan dan disetujui oleh syara' dan akal

sehat serta diterima dan diapresiasi dengan berbuat kebajikan, melakukan perbaikan dan

baik oleh hati. pendamaian. Kemudian Allah SWT menutur-

(yt :wi ;uir} karena hanya menginginkan kan bahwa tindakan menentang Rasulullah
saw dan mengikuti selain jalan orang-orang
ridha Allah SWT semata bukan karena meng-

inginkan perkara-perkara duniawi. Mukmin adalah sebuah kejahatan besar yang

{,1-1t .tt\-- ;try barangsiapa memusuhi, berimplikasi masuk neraka f ahannam.

melawan dan menentang Rasulullah saw.

Arti kata {*ii} adalah melawan, menentang, Tafsir Penjelasan

seakan-akan masing-masing dari kedua belah Banyak pembicaraan rahasia dan bisik-
bisik yang dilakukan oleh manusia, seperti
pihak yang bermusuhan berada di syiqq [sisi) yang dilakukan oleh kelompok Thu'mah, tidak

yang berhadap-hadapan.

Sebab Turunnya Ayat mengandung suatu kebaikan apa pun, kecuali

Ayat ini turun berkaitan dengan keluarga jika bisik-bisik dan pembicaraan rahasia itu
besar Thu'mah bin Ubairiq yang melakukan memiliki salah satu dari maksud dan tujuan
bisik-bisik dan pembicaraan rahasia di suatu
malam tentang suatu rencana dan konspirasi berikut.
jahat untuk menuduhkan tuduhan pencurian
kepada si Yahudi bernama Zaid bin Samin. L. Memerintahkan bersedekah untuk mem-
Diriwayatkan bahwa ketika Rasulullah saw
bantu orang yang sedang membutuhkan
menjatuhkan hukuman potong tangan kepada bantuan dan membantu kaum fakir miskin.

Thu'mah, ia pun melarikan diri ke Mekah 2. Menyerukan berbuat kebajikan, yaitu se-

dan murtad, dan ia pun mati sebagai orang tiap perbuatan yang diterima, diakui dan
dikukuhkan oleh syari'at, yang mengan-
musyrik. Lalu turunlah ayat 4,5-1, "ttv:";ilY.
dung kemashlahatan atau kebaikan umum.

3. Mendamaikan dan memperbaiki hubung-

an di antara manusia yang berselisih dan

Keserasian Antar Ayat bersengketa.

Tema kedua ayat ini masih memiliki hu- Hal itu sebagaimana keterangan yang

bungan dengan ayat-ayat sebelumnya, yaitu terdapat dalam sebuah hadits yang diriwayat-
perkara orang-orang yang mengkhianati diri
mereka sendiri dan menutup-nutupi dari ma- kan oleh Ibnu Murdawaih, at-Tirmidzi dan
nusia, namun mereka tidak menutup-nutupi Ibnu Majah dari Ummu Habibah, ia berkata,

"Rasulullah saw. bersabda,

t__

;i lt ;:lt i ,^1; ^ts i>r ,r,t ,,;; F, Abu Bakar al-Bazzar dan al-Baihaqi me-
rv js-*, rl,/o) o. icl ci . ,c, not riwayatkan dari Anas,

d,f ,se st i*6t3ir6j,;'t;ie(. ;q * it * ')t ai
t J$
"Setiap perkntaan dan ucapan anak cucu Adam tru, J; \P.

semuanya adalnh memb eratkan dirinya lecuak ucap - u;i;i
an bmtpa dzikir kepadn Allah SWT, atau perintah
;*:dt 6;-,vr ti1 ,,6t cJ4 €. ;*
melakukan l<ebajilan atau mmcegah l<emungfiarani t,ot.,...1.
or,o.
(HR Ibnu Murdawih, at-Tirrnidzl dan Ibnu t:-rrl-; lrl
f-#;
Majah)

"Bahwasanya Rasulullah saw. berkata kepada

Imam Ahmad meriwayatkan dari Ummu Abu Ayyub,'Maukah kamu aku tunjul<)an kepada

Kultsum Binti Uqbah, bahwasanya ia men- suatu perniagaan?' Abu $yub berknta, 'Bersedia

dengar Rasulullah saw. bersabda, wahai Rasulullah.' Lalu beliau bersabda, 'Yaitu kamu

t"i * q\t G. &"olt-,ttr's;JjtaA;i berusaha mendamaiknn dan memperb aiki hubungan

"Bukanlah pembohong orang yang men- di antara manusin ketikn rusak, dan mendekatlun
damaikan di antara manusiA, lalu ia mengutip
dan menyiarkan suatu perkataan baik, atau ia hubungan di antara mereka ketika merekn saling

mengatakan kebaikan." (HR Imam Ahmad) menjauhii" (HR al-Bazzar dan Baihaqi)

Ummu Kultsum binti Uqbah berkata, FDalam ayat ini, digunakan kalimat;, gb

'Saya tidak mendengar Rasulullah saw. mem- 4iJ,t i,karena ada bisik-bisik dan p"-biiaraan
perbolehkan perkataan (bohong) manusia kecuali rahasia yang dilakukan menyangkut hal-
dalam tiga hal; yaitu dalam perang, dalam usaha hal yang mubah dan menyangkut berbagai
mendamaikan di antara manusia, dan perkataan kepentingan dan urusan pribadi seperti
seorang suami kepada istrinya dan perkataan
seorang istri kepada sunminya." masalah pertanian, perdagangan, industri dan
yang lainnya. Oleh karena itu, perbuatan bisik-
Imam Ahmad meriwayatkan dari Ibnu
bisik dan pembicaraan rahasia seperti ini
Umac ia berkata, "Rasulullah saw. bersabda,
tidak disebut jelek. Akan tetapi yang dimaksud
fr6 .rri i>*tnt*:t'1it dengan banyak bisik-bisik dan pembicaraan
diam-diam yang dinyatakan tidak mengandung
"sruto*o-utlo*ronyo rrirt orr iaaot memper- suatu kebaikan adalah bisik-bisik dan pem-
baiki hubungan di antara seslma." (HR Imam
bicaraan diam-diam menyangkut urusan-
Ahmad)
urusan manusia.

Allah SWT menetapkan bahwa perbuatan
bisik-bisik adalah biasanya menjadi habitat,
lahan dan sarang dosa dan kejelekan,

'Wahai orang-orang yang beriman! Apabila
kamu mengadakan pembicaraan rahasia, ja-
nganlah kamu membicarakan perbuatan dosa,
permusuhan dan durhqka kepada Rasul. Tetapi
bicarakanlah tentang perbuatan kebajikan dan
takwa. Dan bertal<utalah kepada Allah yang
kepada-Nya kamu akan dikumpulkan kembali."
fal-Muiaadilah: 19)

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan nyemb uny ikanny a dan memb erikanny a ke p a d a

oleh Imam Malik, Bukhari dan Muslim dari orang-orang fakir, maka itu lebih baikbagimu."
(al-Baqarah:271)
Ibnu Umar disebutkan bahwasanya Rasulullah
Kemudian Allah SWT. menuturkan pahala
saw bersabda, yang ditetapkan untuk orang yang melakukan
tiga amal perbuatan tersebut. Barangsiapa yang
;v-O. dj:I .? x/'; $' // Jtt ti!
mengeriakan tiga amal perbuatan tersebut
ilp dLil abtt
-t--l-9 dengan maksud dan tuiuan hanya mengharap
ridha Allah SWT dan mematuhi perintah-Nya,
4,, i).-jc.,l .:
melakukannya secara tulus ikhlas dengan
eui mengharap pahala dari sisi Allah SWT. Allah

"Jika ada tiga orang maka janganlah dua SWT akan memberinya pahala yang banyak,
orang di antaranya salingberbisik-bkik, karena itu
melimpah, dan luas.
akan membuat rekan yang satunya lagi bersedih."
(HR Bukhari dan Muslim) Setelah menyebutkan janji pahala atas

Karena hal itu adalah sebuah bentuk ke- bentuk-bentuk perbuatan bisik-bisik yang baik,

mudharatan, sementara kemudharatan adalah Allah SWT menyebutkan ancaman terhadap
sama sekali tidak boleh berdasarkan ijma.
orang-orang yang berbisik-bisik membicarakan
Sebab kenapa rata-rata perbuatan bisik-
kejelekan, membuat rencana jahat konspi-
bisik disebut jelek karena suatu kebaikan rasi, dan tipu daya terhadap manusia, mem-

biasanya ingin diperlihatkan, bahwa dosa dan perlihatkan sikap mengasingkan diri dari
kejelekan yang biasanya dibicarakan secara
rahasia, dan berbagai konspirasi dan rencana jama'ah dan membentuk kelompok eksklusif
jahat pun dibuat secara rahasia dan diam-
diam. Rasulullah saw. bersabda, dan tertutup, dan memusuhi Rasulullah saw..

* Ui,i;;t otb €.!r; G iyti Barangsiapa menentang, melawan, dan
, tij memusuhi Rasulullah saw., menapaki selain

"Dosa adalah sesuatu yang kamu merasa jalan syari'at yang dibawa oleh Rasulullah
gusar dan tidak tenang terhadapnya, serta tidak saw. dengan murtad meninggalkan Islam,
ingin ada oranglain mengetahui dan melihatnya."
(HR Ahmad dan Ad-Darimi)8t memperlihatlcan permusuhan dan kebencian-
nya kepada Sang Rasul pembawa hidayah
Sifat atau label lebih baik untuk tiga hal dan kepada Sunnah beliau, mengikuti jalan
selain jalan jama'ah kaum Mukminin, Allah
yang disebutkan dalam ayat di atas adalah
ketika dilakukan secara diam-diam, tidak SWT akan membiarkannya secara bebas

secara terang-terangan, dan leluasa melakukan dan menempuh ialan

"Jika kamu menampakkan sedekah-sede- yang dipilihnya itu semaunya sendiri serta
menjadikannya menganggap baik hal itu,
kahmu, maka itu baik Dan iika kamu me-
sebagai bentuk istidraajterhadap dirinya dan
81 Diriwayatkan dari Wabishah bin Ma'bad, dengan sanad
membiarkan dirinya terjerembab ke dalam
hasan. Permulaan hadits ini adalah
jurang kesesatan,
)at q'oiiti a\ ^ltJiitc'St
"Maka serahkanlah kepada-Ku (urusannya)
"Kebajikan adalah sesuatu yatg jiwa dan hatimu metasa tenang dan orang-orang yang mendustakan perkataan

terhadapnya." ini (Al-Qur'an). Kelak akan hukum mereka

berangsur-angsur dari arah yang tidak mereka
ketahui." (al-Qalam : 44)

l--

=-

TAFSIRAL-MUNrR lrlrp 3 li+l( -/***-\ surah an-Nbaa,

"Maka ketika mereka berpaling (dari ke- bisik-bisiknya tiga kriteria orang. Pertama,
orang yang menyeru bersedekah karena
benaran), Allah memalingkan hati mereka. Dan bisik-bisik seperti ini mengandung bentuk
upaya membantu fakir miskin dan orang
Ailah tidak memberi petunjuk kepada kaum
yang fasik." (ash-Shafft 5) yang sedang dalam kondisi membutuhkan

"Dan Kami biarkan mereka bingung dalam bantuan yang tidak banyak diketahui
kesesetan." (al-An'aam: 1 10)
oleh orang-orang. Kedua, orang yang me-
Allah SWT menjadikan neraka sebagai nyerukan perbuatan ma'ruf (kebajikan).
tempat kembalinya orang seperti itu kelak di
akhirat, dan seburuk-buruk tempat kembali Kata {;r}:tr} adalah kata yang bersifat
adalah tempat kembalinya itu. Karena orang
yang pergi meninggalkan petunjuk, ia tidak umum yang mencakup setiap bentuk amal
memiliki jalan melainkan menuju ke neraka
pada hari Kiamat, sebagaimana firman Allah kebajikan. Rasulullah saw. bersabda,

SWT dalam ayat, "Setiap yang ma'ruf (kebajikan) adalah

"D ip e rintahkan ke p a d a malaikat), Kump ul - sedekah, dan termasuk bentuk amal ma'ruf l
kanlah orang-orang yang zalim beserta teman
sejawat mereka dan apa yang dahulu mereka adalah kamu menampakkan wajah ceria dan j

se mb a h." (ash-Shaaffat= 22) familiar di hadapan saudaramu."82

"Dan orang yang berdosa melihat nerake, ),, o. t zt
lalu m ereka m en dug a, b ahw a me reka akan j atuh
ke dalamnya, dan mereka tidak menemukan l-t:- J' 'tii
tempat berpaling darinya." (al-Kahft 53) At A d*,tt,..'a.",o, c

Di sini terkandung sebuah isyarat yang i-y 't):;,^)l
jelas bahwa barangsiapa membawa dirinya
mengikuti suatu jalan atau arah yang ia cen- &tl "l-i.: -]r'|lt ur$t
derungi dan ia pilih untuk dirinya, Allah SWT
akan membiarkan dirinya dengan urusannya "Ma'ruf adalah seperti namanya, dan
orang yang terdahulu masuk surga adalah
sendiri, dan hukumannya pasti akan datang dan maTuf dan para pemilik amal ma'ruf
dalam bentukyang adil, karena ia telah memilih
jalan kejelekan dan jauh dari jalan kelurusan. Ketiga, orang yang menyerukan

Fiqih Kehidupan atau Hukum-hukum untuk mendamaikan dan memperbaiki hu

Dua ayat di atas menunjukkan sejumlah bungan di antara orang-oran g (al-lshlaah).

hal sebagai berikut. Hal ini bersifat umum mencakup kasus

L. Tidak ada nilai kebaikan apa pun dengan darah [kekerasan fisik), harta benda, ke-
hormatan, dan setiap halyangdi dalamnya
banyak bisik dan perbincangan rahasia terjadi perselisihan dan perseteruan di
manusia, atau perbincangan sekelompok antara manusia, serta setiap perkataan
manusia yang menyendiri dan tertutup yang murni hanya karena Allah SWT. Ada-
pun orang yang bertujuan riya, pamer
atau perbincangan dua orang baik secara
rahasia maupun terang-terangan, kecuali dan berambisi ingin di depan, ia tidak

mendapat pahala apa-apa.

Umar bin Khaththab menulis sebuah

82 HR Ahmad, Abu Dawud, an-Nasa'i, Tirmidzi, dan Ibnu

Majah dari labir Ibnu Abdillah.

surat kepada Abu Musa al-Asy'ari, "Tolak- masuk orang-orang yang sangat hina." (al-
lah para pihak yang bersengketa hingga Muiaadilah:20)
mereka mau berdamai. Karena suatu per-
kara yang diputus dengan berdasarkan Ia berada di sisi selain sisi di mana
putusan peradilan akan menyisakan sikap
Rasulullah saw. berada, yaitu membedai
saling benci di antara mereka."
beliau dalam aqidah dan agama.
Anas bin Malik berkata, "Barangsiapa
3. Para ulama, terutama Imam asy-Syafi'i,
yang mendamaikan di antara dua orang,
Allah SWT memberinya pahala memer- mengatakan, bahwa dalam ayat A'jy
dekakan seorang budak untuk setiap
Jt.r*_ f..; e. 11_)_'5_ r,,4i,' {,.i ..J...:f tu/ ),*0.. .rf ai,r,},'r, ,-r:"t-.e,,
kalimat yang diucapkannya." 4,*1s,, terkandung dalil yang menjadi
landasan kebenaran pendapat yang
Ayat ini adalah padanan ayat,
mengakomodasi keberadaan ijma, yakni
"Dan apabila ada dua golongan orang
kesepakatan para mujtahid dari umat
Mukmin berperang, maka damaikanlah
antara keduanya." (al-Huiuraat: 9) Nabi Muhammad saw. setelah wafatnya

"Maka keduanya dapat mengadakan beliau pada suatu periode masa tertentu
perdamaian yang sebenarnye, dan per-
damaian itu lebih baik (bagi mereka)" (an- atas suatu hukum syari'at. Karena da-
Nisaa': 128) lam ayat ini, Allah SWT menyebutkan
tindakan mengikuti selain jalan orang-
"Jika keduanya fiuru damai itu) ber-
orang Mukmin berbarengan dengan
maksud mengadakan perbaikan, niscaya
Allah memberi taufik kepada suomi-istri penyebutan sikap membedai dan me-
nentang Rasulullah saw. menyangkut
itu. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, ancaman yang disebutkan di dalamnya,

Mahqteliti." (an-Nisaa': 53) sehingga hal ini menunjukkan keabsahan

2. Sesungguhnya sikap memusuhi dan me- ijma umat, karena ancaman yang disebut-

nentang Rasulullah saw, meninggalkan kan di sini disematkan kepada orangyang
Islam atau murtad dan keluar dari Islam,
serta berseberangan dengan jalan kaum mengikuti selain jalan kaum Mukminin.s3
Muslimin, mengakibatkan pelakunya ter-
halang dari mendapat pertolongan dan 4. Ayat {j; c lib mengabarkan bahwa

perlindungan Allah SWT, menjadikan Allah SWT berlepas diri dari orang itu,

dirinya terlunta-lunta di dalam pekatnya membiarkannya bersama berhala-berhala
kegelapan dan kesesatan, membuat diri-
dan agama-agama batil yang dipilihnya
nya dikendalikan oleh hawa nafsunya, dan
itu, dan Allah SWT tidak berkenan untuk
menyebabkan dirinya masuk ke dalam
api neraka fahannam. fahannam adalah menolongnya.sa

seburuk-buruk tempat kembalinya orang t ,y5. Ayat {.s*Jr 'i ,# v mengandung pe-
yang tersesat dan melenceng seperti ini.
ngertian memperkeras dan mempertegas
Di antara ayat yang memiliki semangat
kecaman dan larangan yang ada, celaan
serupa adalah
terhadap sikap seperti itu dan mempertegas
"Sesungguhnya orang-orang yang me-
nentang Allah dan Rasul-Nya, mereka ter- ancaman terhadapnya. Karena orang seperti

itu tetap bersikap menentang, melawan,

membangkang dan angkuh meskipun se-

83 Tafsir Al-Qurthubi, 5/386; Ahkoamul Qur'aan, karya Al-

fashshash, 2/281.

84 Ahkaamul Qur'aan, karya al-Jashshash, 2/281.

telah nampak nyata berbagai ayat dan Allah itu tidak lain hanyalah inasan (berhala)
mu$izat yang membuktikan kebenaran
dan mereka tidak lain hanyalah menyembah setan
Rasulullah saw..8s yang durhaka, yang dilaknati Allah, dan (setan) itu
mengatakan, Aku pasti akan mengambil bagian
sYtRtK DAN DAMPAKNYA, SEIAN tertentu dari hamba-hamba-Mu, dan pasti akan
DAN KEBU RUKAN.KEBU RU KAN I{YA, kusesatkan mereka, dan akan kub angkitkan angan-
PAHALA IMAN DAN AMAL SALEH angan kosong pada mereka, dan akan kusuruh
mereka memotong telinga-telinga binatang ter-
Surah an-NIsaa' Ayat LLG - L22
nak, (lalu mereka benar-benar memotongnya),
<r3'C HS f. 1IJ$"J 34.'('ar6r
dan akan aku suruh mereka mengubah ciptaan
rg,w'pft ;iu4/!"a?,a,Jl!i Allah, (lalu mereka benar-benar mengubahnya).'
Barangsiap a menj adikan s etan s eb agai p elindung
C?x,l,\J?rly-try-*;iUG?s-ty selain Allah, maka sungguh, dia menderita ke-
rugian yang nyata. (Setan itu) memberikan janji-
u5:i*i3ilti'rd
janji kepada mereka dan membangkitkan angan-
&1##3 't #t#$t+, angan kosong pada mereka, padahal setan itu

;"#i)qu;i4.:33$vt <rr3(.:\.#37t*f,3rr7./'>#u!'1, hanya menjanjikan tipuan belaka kepada mereka.

ir u @ L+ t-15:L J-+ xii ),t e3, Mereka (yang tertipu) itu tempatnya di neraka
Iahannam dan mereka tidak akan mendapat
,#JffiWtrtt;#\iil4t3:;X; temPat (lain untuk) lari darinya. Dan orang

f"ffii;\,e"E1+v|-;26!ri3W. :ri1JW' lC': .\{.tC,,+)jy)\?v. yang beriman dan mengerjakan amal kebajikan,
kelak akan Kami masukkan ke dalam surga yang
-W,ct+-ijyr lG"'€t,* mengalir di bawahnya sungai- sungai, mereka kekal
di dalamnya selama-lamanya. Dan janji Allah itu
b iot<t 3'^i\'6 G; it i;-rY*t benar. Siapakah yang lebih benar perkataannya
darip ada Allah? " (an-Nisaa': 116-122)
Allah tidak akan mengampuni dosa syirik
Qlraa'aat
(mempersekutukan Allah dengan sesuatu), dan Dia (te"trJr2'P.t
mengampuni dosa selain itu bagi siapa yang Dia As-Susi dan Hamzah ketika waqaf mem-

kehendaki. Dan barangsiapa mempersekutukan baca,1;irlu;.
(sesuatu) dengan Allah, maka sungguh, dia telah &,'i...iipl ."r-r-&,
tersesat jauh sekali. Yang mereka sembah selain
\ v Jl
85 rbid.
Hamzah dan Kisa'i membaca dengan

meng-isymaam-kan huruf shad ke suara huruf
zai.

I'rcab

4# $"ve!:ip Kata **3iF berkedudukan

sebagai mubtada'. Kata {;lr;U} sebagai mub-

fada'kedua, dan kata (il;) sebagai khabar

dari mubtada'kedua. Kalimat yang terdiri dari

mubtada' kedua dan khabar-nya ini menjadi

khabar dari mubtada' pertama.

TAFSIRAL-MUNIRIITID 3

Balaaghah *pi;b dan sungguh aku akan me-

$1tit,-. 1> d)t- Jr)F Terdapat istilah munculkan dalam hati dan pikiran mereka
jinaas mughaayir antara kata (.p) dengan angan-angan tentang lamanya hidup, bahwa
{{r.r} dan kata (i} dengan {d,#}. tidak ada yang namanya ba'ts (dihidupkan
dan dibangkitkan kembali pada hari Kiamat)
Mufradaat Lughawlyyah
dan hisab, dan sungguh aku akan menjadikan
43r"i.itb Kata {o1} di sini adalah 14u iy1yang
tampak indah di mata mereka angan-angan
memiliki makna seperri, {u}. Yakni, orang-
yang batil, semu, kosong, dan palsu.
orang musyrik itu tidak menyembah, atau tidak
menghadap dan memohon pertolongan, dan ini {pu$r irir 'S#Y maka sungguh mereka

adalah salah satu bentuk dari ibadah {dtjl {l} akan memotong telinga binatang ternah untuk
membedakan binatang-binatang ternak yang
melainkan berhala-berhala yang mu'annats dipotong telinganya itu dan mengkhususkan-
(diberi nama-nama perempuan) semisal al-
nya untuk dipersembahkan kepada sesem-
Lata, al-Uzza, dan Manata.
bahan-sesembahan mereka.
$oe':"iy1}. dan dengan menyembah kepada
berhala-berhala, mereka tidak menyembah.'vl) {i' ,t 3';fiY maka sungguh mereka akan

$t";l titu;; melainkan kepada setan yang sudah mengubah agama Allah SWT dan mengganti-
terbiasa dan terlatih di dunia hitam kelam
keburukan, yang menentang dan durhaka. nya dengan kekufuran, menghalalkan apa yang
Itu disebabkan orang-orang musyrik patuh
kepada setan dalam menyembah berhala- Dia haramkan dan mengharamkan apa yang

berhala tersebut. Ia adalah iblis. Setan adalah Dia halalkan.
setiap jin dan manusia yang jahat, buruk dan
{rl]; iulrlr y,- AtY dan barangsiapa yang
mengganggu. Yang dimaksud dari kata (,+fF
mengambil dan meniadikan setan sebagai
adalah bahwa ia terlatih untuk membujuk dan
menyesatkan, atau membangkang, durhaka, pelindung dan patron yangiaberi loyalitas dan
angkuh, dan tidak taat.
'* iYkepatuhan. (ar ,rr! ir) selain Allah SWT.
{nr i;t} Allah SWT menjauhkan dan meng- 44 iti maka sungguh ia benar-benar telah

usirnya dari rahmat-Nya disertai dengan ke- merugi dengan kerugian yang nyata karena ia
murkaan dan penghinaan.
akan berujung ke neraka selama-lamanya.
4!:V. q;ry(F sungguh aku akan meniadi-
(,:-t{} menjanjikan mereka panjangnya
kan dan mengambil untukku dari hamba-
umur. {i!jir} dan membangkitkan angan-
hamba Engkau.
angan meraih keinginan-keinginan di dunia
{(a} bagian atau porsi. bahwa tidak ada yang namanya ba'ts dan

4vat5,b yang telah ditetapkan atau di- balasan. 4t'.,ti it:t,iil r,y- ul| dan setan tidak
tentukan yang aku akan mengajak, menyeru,
dan membujuk rayu mereka untuk patuh menjaniikan hal itu kepada mereka melainkan
hanya janji yang batil, semu, menipu dan palsu.
kepadaku.
{*"+.} tempatberlari dan menyelamatkan
q*{.1ti;y dan sungguh aku akan menye-
diri.
satkan mereka dari yang haq dengan bisikan dan
Keserasian Antar Ayat
bujuk ra5ru, dan sungguh aku akan mendorong
Ayat pertama masih memiliki korelasi
mereka kepada kesesatan dan kerusakan.
dengan ayat sebelumnya menyangkut kisah

Thu'mah yang murtad. Seandainya ia tidak

murtad, tentunya ia tidak akan terhalang dari
rahmat Allah SWT karena setiap dosa masih

!-.

_-

\_----_----,

terbuka pintu untuk diampuni kecuali dosa Tafsir dan Penjelasan

syirik. Para ulama mengatakan mengenai ayat Sesungguhnya Allah SWT sama sekali
tidak akan mengampuni perbuatan syirik
Ll-5 surat an-Nisaa' (j;lt ,;u--;:b, dan ayat
776 $* a;r- ti !i y ;rr iy|, bahwa kedua ayat ini atau menyekutukan sesuatu dengan-Nya, juga

turun dilatarbelakangi oleh kasus Thu'mah tidak sudi mengampuni orang yang menye-
bin Ubairiq yang melakukan pencurian, ke- kutukan suatu apa pun dengan-Nya. Akan

tika Rasulullah saw. menjatuhkan vonis tetapi Allah SWT masih berkenan untuk meng-

hukuman potong tangan terhadap dirinya, ampuni dosa-dosa selain syirik sehingga
ketika Dia mengampuninya, Dia tidak lagi
lalu ia melarikan diri ke Mekah dan murtad. akan menyiksa si pelaku. Barangsiapa yang

Ketika di Mekah, ia membobol sebuah rumah, menyekutukan sesuatu dengan Allah SWT, ia

lalu orang-orang musyrik penduduk Mekah berarti benar-benar telah tersesat dan jauh dari
jalan kelurusan dengan kesesatan yang jauh
berhasil menangkapnya, lalu membunuhnya.
di dasar jurang kesesatan, menempuh selain
Lalu Allah SWT pun menurunkan ayatLL6.
jalan yang bena4, tersesat dari petunjuh jauh
Adh-Dhahhak mengatakan ada seke-
lompok orang Quraisy datang ke Madinah dari kebenaran, membinasakan dan merugikan

dan mereka masuk Islam. Kemudian mereka dirinya sendiri di dunia maupun di akhirat.
Ia pun tidak mendapatkan kebahagiaan di
kembali ke Mekah dan murtad. Lalu turunlah

ayat (jrlr .*a.,r:b

Ayatini, meskipun turun berkenaan dengan dunia maupun di akhirat, karena syirik adalah

kasus seorang pencuri perisai dan yang lainnya, kesesatanyangmerusakakal dan mengeruhkan

bersifat umum mencakup setiap orang yang kejernihan ruhani.

berseberangan dengan jalan kaum Muslimin.86 Orang musyrik adalah budak angan-angan

Ayat-ayat berikutnya masih memiliki per- semu, ilusi, khurafat dan mitos. Oleh karena
sesuaian dan korelasi dengan ayat-ayat se- itu, syirik adalah puncak kerusakan ruhani

belumnya. Dalam ayat-ayat tersebut, Allah SWT dan kesesatan akal, serta menjadi sarang khu-
membuat perbandingan antara kejahatan syirik
rafat, mitos dan kebatilan-kebatilan. Allah

dengan bahayanya, tingkah dan perbuatan- SWT berfirman,

perbuatan setan, pelaknatan dan hukuman ter- "Dan di antara manusia ada orang yang
hadap dirinya, serta iman dan amal saleh berikut menyembah tuhan selain Allah sebagai tan-
dingan, yang mereka cintai seperti mencintai
balasannya. Karena setan menyeru kepada
perbuatan syirik dan menyembah berhala. Hal Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangdt

ini pada posisi berhadapan dengan menara besar cintanya kepada Allah." (al-Baqarah:
16s)
keimanan yang kukuh menjulang tinggi yang
mana orang-orang beriman tidak tergoda dan Ayat ini telah disebutkan [ayat 48) dan di
tidak terpengaruh dengan godaan-godaan setan sini kembali disebutkan dengan tujuan untuk
mengintensifkan pencerabutan pengaruh dan
menyangkut pokok aqidah, meskipun terkadang dampak-dampak syirik dari j iwa-jiwa yang sakiq
penghancur leburan syirik dan ritual-ritualnya
mereka terpengaruh menyangkut beberapa amal dari prinsip-prinsip dasar Islam. Karena syirik
adalah front anti aqidah Islam, aqidah tauhid.
perbuatan jelek. Hal ini mengandung ancaman
dan peringatan (at-tahdzrir) sekaligus persuasi
dan bujukan (at-targhiib).

86 Tafsir al-Qurthubi, 5 /385. Tidak ada cela dalam pengulangan ini untuk

memastikan dan mengukuhkan tertancapnya

keimanan kepada Allah S\ML memperingatkan yang orang-orang musyrik mengatakan bahwa
malaikat adalah anak perempuan Allah,
dari akibat dan bahaya syirih serta penegasan
"Dan mereka menjadikan malaikat-ma-
bahwa syirik benar-benar bertentangan dengan laikat hamba-hamba (Allah) Yang Maha Peng-
asih itu seb ag ai j enis perempuan." (az-Zukhruft
fitrah dan akal sehat. 1e)

At-Tirmidzi meriwayatkan dari Ali bin Abi Pada kenyataannya, mereka sebenarnya
menyembah kepada setan yang durhaka, ahli
Thalib, dan terlatih untuk mengganggu dan merusah

y aL,-lv .1r j! iiyr ,j." jn-- terbiasa dengan berbagai hal yang buruk.

arl Sejatinya setanlah yang memerintahkan me-
d-l-lrJo.l t,. reka untuk menyembah hal-hal tersebut se-
hingga kepatuhan mereka kepada setan itu
d u; H) !'A;rlH;ti. ori t:, adalah bentuk ibadah.
o- o1 o
,.1 " Allah SWT melaknat setan, yakni mengusir
dan menjauhkannya dari rahmat dan karunia-
"Tidak ada dalam Al-Qur'an suatu ayat yang Nya, disertai dengan kehinaan. Setan adalah
lebih aku cintai daripada ayat, "innallaaha laa penyeru kejelekan, kerusakan, dan kebatilan
yaghfiru an yusyraka bihi wa yag!firu maa duuna dengan bisikan dan godaan yang ia munculkan
dalam dada manusia.
dzaalika li man yasyaa'u" (sesungguhnya Allah
Di antara bentuk sikap berlebihan setan
SWT tidak mengampuni perbuatan mensekutukan
dan seruannya kepada kerusakan adalah bahwa
sesuatu dengan-Nya dan Dia rnengamPuni dosa
selain dari syirik bagi orang yang dikehendaki- ia sampai bersumpah {ur* ga !:V i:'+\y.
Nyo);' (HRTirmidzi)
Sungguh aku akan mengambil dari manusia
At-Tirmidzi mengatakan ini adalah hadits bagian tertentu untuk kujadikan sebagai para
murid dan pengikut. Hal ini seperti ayat
hasan gharib.
"Iblis berkata, "Ya Tuhanku, oleh sebab
Masih terbukanya pintu pengampunan Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat,
bagi dosa selain syirik adalah disebabkan
masih adanya cahaya iman yang tersisa, pasti aku akan menjadikanmereka memandang

dan pengampunan ini tergantung kepada baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan

kehendakAllah SWT. Karena Dia mengampuni pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya,
siapa yang dikehendaki-Nya dari para hamba- kecuali hamba-hamba Engkauyang mukhlis di
Nya, sebagaimana Dia mengampuni dengan
adanya pertobatan dan kembali kepada-Nya. antara mereka." (al-Hiir: 39-40)

Oleh karena itu, ini merupakan jalan untuk Setan juga berkata, 4,:iL{;y. Yakni, me-
malingkan mereka dari kebenaran dan dari
menghapus dosa-dosa.
aqidah yang benar.
Orang-orang musyrik sejatinya menyembah
Setan kembali berkata, {#JU}. Yakni, setan
atau memohon terpenuhinya kebutuhan-ke-
butuhan mereka kepada benda-benda mati menjadikan kenikmatan-kenikmatan duniawi
yang tidak bisa menimpakan mudharat dan dan sikap tidak mau bertobat nampak indah di
mata mereka. Setan menjanjikan mereka angan-
tidak pula bisa memberikan kemanfaatan, atau angan semu, memerintahkan mereka untuk
kepada berhala-berhala perempuan,sT seperti
al-Latta, al-Uzza, dan Manata. Kala itu, setiap
kabilah memiliki berhala yang mereka sebut,

"Untsae Bani fulan." Atau kepada malaikat

87 Al-Hasan mengatakan, al-lnaats adalah setiap benda mati

yang tidak memiliki ruh, adakalanya kayu kering atau batu.

E-

TAFSIRAL-MuNrnlrrro 3 ,*.rr* 4"***--\- .rr*.* surarr an-Nrgaa'

-Tl.*jil:';::[.T?ff'x1,ffi?r,,, t*vr; €w \1i:'a 't;t'€.J Y',
Yakni, melubangi, menyobek dan memberi- Allah SWT melaknat perempuan-perem-

nya tanda, sehingga menjadikannya berbeda puan yang menato dan yang meminta ditato,

dengan yang lain, untuk dikhususkan bagi Perempuan-PeremPuan yang melakukan pen-
berhala-berhala, seperti binatang al-Bahiirah cukuran atau penghilangan rambut di wajah

yang mereka tidak menaikinya , as-Saa'ibai, kepert-i alls) dan yang meminta rambut diwajah-
berupa unta betina yang mereka lepas dan nya dic.ukur' dan PeremPuan-PeremPuan yang
:m'ner!e,k'kaosegmiugainiytua supaya tampak indah' yang

adalah peremPuan-peremPuan
biarkan yang mereka peruntukkan bagi ber-
hala-berhala ketika unta itu terarr meiatrir-

#l lZif,;:!,{,::r:T3':i'i,1:{:;##'::,:rkan sepuruh anak vang kesemuanya
betina, lalu si unta induk itu tidak boleh di- yang dilaknat oleh Rasulullah saw. sementara hal
naiki dan tidak diminum air susunya kecuali ini terdapat dalam Al-Qur'an, yakni ayat, "Apa
oleh anaknya sendiri atau oleh orang lemah. yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah.

fuga, seperti al-Washiilah yang melahirkan D an ap a y ang dilarangnya b agimu, tinggalkanlah."

dua anak betina dan jantan, lalu orang-orang (HR Imam Ahmad, Bukhari, Muslim, Tirmidzi,

Arab |ahiliyyah mengatakan, "Si betina telah an-Nasa'i, Abu Dawud, danlbnu Majah).

menyambung saudara jantannya." Maka yang Ada sejumlah ulama tafsir mengatakan, '

jantan ini tidak mereka sembelih, dan air bahwa mengubah ciptaan Allah SWT maksudnya F
adalah mengubah agamaAllah SWT seperti aya!
susu yang betina tidak boleh diminum oleh k

kaum perempuan dan diposisikan seperti as-

Saa'ibah (yaitu dibiarkan pergi ke mana saja, "M aka ha d ap kanlah w aj ahmu deng an luru s

tidak boleh diapa-apakan). kepada agama (lslam); (sesuai) fitrah Allah
disebabkan Dia telah menciptakan manusia
Setan juga berkata, (i jr- 3*5 '&';\'rb, menurut (fitrah) itu. Tidak ada perubahan

mereka pun mengubah ciptaan Allah SWT poda ciptaan Allah. (Itulah) agama yang lurus,

seperti dengan melakukan pengebirian, mem- tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui."
(ar-Ruum:30)
beri cap pada muka atau tato, dan berbagai

bentuk tindakan yang mengubah fitrah atau

asal penciptaan menjadi buruk dan tidak sesuai fuga seperti keterangan dalam sebuah
dengan asal penciptaan. hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan

Disebutkan dalam sebuah hadits shahih Muslim,
yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Bukhari,
Muslim, at-Tirmidzi, an-Nasa'i, Abu Dawud, jl g';t;t'f*r i';6 rj4t d; i; :j; ,f
dan lbnu Majah dari Ibnu Mas'ud, bahwasanya
$ i.;jr'I)i'* A)vC;.'j1 :.,'#
ia berkata,

. ,o. 'ol
eLeJ-+ d,/ k JyJ>*;

.r, "Setiap anak yang dilahirkan adalah terlahir

rto dJl dalam keadaan fitrah, maka kedua orang tuany alah
yang menjadikan si anak menjadi Yahudi, atau
,,\+.r
Nasrani, atau Majusi. Seperti binatang yang ter-
gL' 4lll lahir sempurna, apakah kalian mendapati suatu
cacat padanyai" (HR Bukhari dan Muslim)

Barangsiapa yang mengambil dan men- oleh sebab itu janganlah kamu mencerca

jadikan setan sebagai tuannya yang menguasai aku, tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku tidak

) urusannya dan sebagai pemimpin yang ia dapat menolongmu, dan kamu pun tidak

ikuti, sungguh ia benar-benar telah merugi dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak

dengan kerugian yang terlihat jelas, baik di m e mb e n a rkan p e rb u atanmu m em p e r s e kutu kan

dunia maupun di akhirat, bahkan kerugian aku (deng an Allah) sej ak dahulu."' (Ibraahiim:

yang memang benar-benar nyata dan riil. Itu 22)

i adalah kerugian yang tidak bisa ditambal dan Tempat kembali orang-orang yang me-
mandang baik apa yang dijanjikan setan kepada
tidak bisa diperbaiki lagi. Bentuk kerugian

manakah yang lebih besar dari meninggalkan mereka dan harapan-harapan semu yang ia

petunjuk Al-Qur'an dan mengikuti jalan serta berikan kepada mereka, adalah f ahannam kelak
tingkah laku setan?
pada hari Kiamat. Mereka tidak menemukan
Setan menianjikan janjiyangbatil dan palsu
, tempat melarikan diri darinya. Mereka tidak

kepada para pengikutnya, memberi mereka mendapati jalan keluar dan tempat untuk
angan-angan semu dan kosong, menjanjikan
menyelamatkan diri. Dalam fahannam, mereka
mereka miskin, menderita, terbelakang dan berdesak-desakan seperti ngengat-ngengat
tertinggal dari laju kereta kemajuan jika mereka
kecil yang berterbangan menuju api.

' menginfakkan sebagian dari harta mereka di Kemudian Allah SWT menuturkan ke-
irlan Allah S\ML Sebaliknya, setan menjanjikan adaan orang-orang yang berbahagia dan

mereka kaya dan kekayaan dengan bermain judi bertakwa berikut kemuliaan dan kehormatan

misalnya, membangkitkan angan-angan dalam yang sempurna yang mereka dapatkan. Allah

, hati mereka bahwa mereka adalah orang-orang akan masukkan orang-orang yang beriman,
yang beruntung di dunia dan akhirat. Padahal membenarkan dan memercayai Allah SWT

di sini, setan benar-benar telah berdusta dan rasul-rasul-Nya, kitab-kitab-Nya dan hari akhir

membuat-buat kebohongan. ridha dengan qadha' qadar-Nya, beramal saleh

Setan tidak menjanjikan kepada mereka dan meninggalkan kemungkaran-kemungkaran
melainkan tipuan dan kebatilan yang mem-
yang dilarang ke dalam surga-surga yang meng-

i perdaya mereka. Setan menampakkan kepada alir sungai-sungai di bawahnya bersama dengan

mereka seolah-olah ada suatu kemanfaatan segala macam kenikmatan dan kesenangan
dalam berbagai kemaksiatan seperti zina, abadi di dalamnya yang bisa mereka dapatkan
judi, dan minuman keras, padahal semua itu sekehendak mereka dan di mana saja yang
mengandung banyak sekali mudharat, ke-
' burukan, kerusakan dan penderitaan. Hal ini mereka kehendaki. Mereka tinggal di dalamnya
selama-lamanya, tanpa khawatir akan hilang
sebagaimana firman Allah SWT yang meng- habis, berakhir dan berpindah. Itulah keber-
informasikan tentang Iblis pada hari Kiamat,
untungan yang agung dan paling tinggi yang

"Dqn setan berkata ketika perkara (hisab) menjadi ambisi dan obsesi setiap diri.

telah diselesaikan,'Sesungguhnya Allah telah Hal itu adalah janji yang haq tanpa ada

' menjanjikan kepadamu janji yang benan dan keraguan terhadapnya. Hal ini adalah janji dari

aku pun telah menjanjikan kepadamu tetapi Allah SWT dan janji-Nya pasti nyata dan bena4

aku menyalahinya. Tidak ada kekuasaan bagi- tidak mungkin tidak. Oleh karena itu, hal ini

ku terhadapmu, melainkan (sekadar) aku me' ditegaskan dan diperkuat dengan menggunakan

, hleru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, kata mashdar yang menunjukkan kepastian

L-

--

3TAESIRAL-MUNIRIILIp ,*,***1Fb.r,,* surarran-usaa,

\_____

informasi yang ada, yaitu kata, {ui}. Karena meninggal dunia dalam keadaan belum
bertobat, jika ia disiksa dengan api neraka,
Allah SWT Mahakuasa atas segala sesuatu,
pasti ia akan keluar darinya dengan syafaat
Mahaluas kebaikan, rahmat dan karunia-Nya.
Adapun janji setan adalah palsu, semu, bohong Rasulullah saw atau dengan mendapat

dan menipu. rahmat dari Allah SWT.

Tidak ada seorang pun yang lebih benar Adh-Dhahhak mengatakan ada se-

perkataannya dari pada Allah SWT Yang tiada orang kakek dari penduduk badui datang

Ilah dan Rabb melainkan hanya Dia. menemui Rasulullah saw lalu berkata,

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan "Wahai Rasulullah, aku adalah orang tua
oleh Tirmidzi dan yang lainnya, disebutkan yang tenggelam dalam kubangan dosa

bahwasanya Rasulullah saw. dalam khutbah dan kesalahan, hanya saja aku tidak
menyekutukan suatu apa pun dengan
beliau bersabda,
Allah SWT semenjak aku mengenal-Nya
f4' ;i; i' -Y ?y,a*i 3y
,r: H)-f\\?izi':o'r;Jt n'-, w.r'.u, '"o;: to ,si dan beriman kepada-Nya, bagaimanakah

"Sesungguhnya perkataan yang paling be- keadaanku di sisi Allah SWT?" Lalu Allah
nar adalah firman Allah SWT, dan sebaik-baik
tuntunan adalah tuntunan Muhammad saw. SWT pun menurunkan ayat;i ;i; I nr i1y
Seburuk-buruknya perkara adalah perkara-per- 4;6" d.,ilt r):, u'4., * t';...
kara muhdatsah (yang diada-adakan dalam 2. Allah SWT menyebut berhala-berhala
agama yang tidak memiliki dasar dan landasan
dengan menggunakan sebutan al-lnaats
dalil), dan setiap perkara muhdatsah adalahbidhh, [berjenis kelamin perempuan), sebagai
dan setiap bid'ah adalah sesat, dan setiap kesesatan
bentuk isyarat kepada suatu konotasi
adalah berujung di neraka." (HR Tirmidzi)
lemah. Ayat {d61 $t y.rt b oit:. J1\ turun
Fiqih Kehidupan atau Hukum-hukum
berkaitan dengan penduduk Mekah karena
Ayat-ayat di atas mengandung sejumlah
mereka menyembah berhala-berhala, dan
hal sebagai berikut.
berhala-berhala itu adalah inaats seperti
L. Ayat ;"t_ u; tt! u 'i.i , !)';. ii ;i; v .l,r ,i1y
{;t{ mengandung bantahan terhadap Laata, Uzza, dan Manata. Waktu itu, setiap

pandangan kelompok al-Khawarij yang kampung atau distrik memiliki sebuah
mengatakan bahwa orang yang melakukan berhala yang mereka sembah dan puja,
dan mereka menyebutnya, "IJntsaa Bani
dosa besar menjadi kafir. Sebelumnya, saya Fulan." fadi, ayat ini mengandung bentuk
telah menyebutkan sebuah hadits dari Ali
bin Abu Thalib, bahwasanya ayat ini adalah perkataan at-ta'ajjub [keherananJ, karena
ayatAl-Qur'an yang paling ia sukai. jenis perempuan dari setiap jenis adalah

yang paling remeh. Oleh karena itu, ini
merupakan bentuk kebodohan orang
yang menyekutukan benda mati dengan
Allah SWT, lalu ia menyebut benda mati

itu perempuan atau meyakini sebagai

perempuan.

Ulama Malikiyyah dan ulama Ahlus Ada yang mengatakan, bahwa kata
Sunnah lainnya sepakat bahwa keabadian {e,uyr} dalam ayat ini maksudnya adalah
dalam siksa tidak lain hanya bagi orang benda mati karena benda mati tidak me-
kafir. Orang Islam yang fasik ketika ia miliki ruh seperti kayu dan batu.

Ada yang mengatakan bahwa kata, yang berbuat maksiat secara mutlah ber-
(e,tivt) dalam ayat ini maksudnya adalah dasarkan sabda Rasulullah saw. dalam
malaikat. Karena mereka memiliki pan- sebuah hadits yang diriwayatkan oleh
dangan bahwa malaikat adalah anak Ahmad, Bukhari, Muslim, an-Nasa'i dan

perempuan Allah, dan para malaikat Ibnu Majah dari Abu Hurairah,
itu nantinya yang akan menjadi syafii'
o-t: o t t-\.1t --,,
[pemberi syafaat, perantara memintakan JJJ
ampunan) bagi mereka di sisi Allah SWT a.,b!t
ir\_ i)tll2!tro,,,*- t(
3. Mematuhi setan berarti sama saja dengan
menyembah dan menghamba kepadanya. Allah SWT melaknat pencuri yang

Ayat $tt.; fu"* 'il :'1':. i';i\, maksudnya mencuri sebutir telor (ada yang mengatakan,
maksudnya adalah topi pelindung kepala yang
adalah iblis. Ketika mereka mematuhi terbuat dari besi), lalu tangannya dipotong."
(HR Ahmad, Bukhari, Muslim, an-Nasa'i,
bujuk rayu iblis, berarti mereka sama saja dan Ibnu Majah)

dengan menyembahnya. Di antara ayat Semua ini adalah bentuk pelaknatan
tanpa menentukan secara spesifik indi-
yang memiliki semangat serupa dengan
vidu atau personalnya.
ayat ini adalah
5. Para murid dan pengikut setan adalah
"Mereka menj adikan orang - orang alim
(Yahudi), dan rahib-rahibnya (Nasrani se- orang-orang kafir dan para pelaku kemak-
bagai tuhan selain Allah." (at-Taubah: 31) siatan. Mereka adalah orang-orang yang

Maksudnya mereka mematuhi pe- berhasil "diseleksi" oleh setan dengan
rintah-perintah para orang alim dan rahib
mereka secara membabi buta, bukannya bujuk rayu dan penyesatannya. Dalam se-
buah khab ar disebutkan,
menyembah mereka dalam arti yang
gti"*^r. eq\ y, yt: Ji I S?v'*
sesungguhnya. ,

4. Melaknat iblis, maksud dan pengertian "Dari setiap seribu, ada satu yang untuk
laknat adalah mengusir dan menjauhkan Allah SWT sedangkan sisanya adalah untuk

disertai dengan kemurkaan dan kebencian. setAn."

Laknat Allah SWT terhadap iblis secara Penduduk neraka yang dikabarkan

spesifik adalah boleh, begitu juga terhadap oleh Rasulullah saw. dalam sebuah hadits
orang-orang kafir yang telah mati secara
spesifik seperti Fir'aun, Haman, dan Abu yang diriwayatkan oleh Imam Muslim
|ahal. Begitu juga, boleh melaknat orang-
dalam Shahih -ny a disebutkan,
orang kafir secara umum tanpa secara
spesifik ditentukan individunya, sebagai (yut, +V';y

balasan atas kekufuran mereka dan mem- "Itu adalah bagiannya sefan." (HR Muslim)
perlihatkan buruknya kekufuran mereka.
Begitu juga, boleh melaknat orang-orang 6. Media dan sarana yang ditempuh oleh
zalim, berdasarkan ayat,
setan adalah penyesatan [memalingkan
"lngatlah, laknat Allah (ditimpakan)
dari jalan petunjuk), menanamkan
atas orqng-orang yang zelim." (Huud: 18)
angan-angan dan harapan-harapan semu,
Secara ijma, boleh melaknat orang palsu dan kosong selama hidup dengan

menunda-nunda amal kebajikan, tobat

i"-q6-j--?---8-X9ffi Surah an-Nlsaa'

dan kesadaran, disertai dengan sikap "Rasulullah saw. memerintahkan kita
terus menerus di atas kemaksiatan. fuga,
tradisi memotong telinga binatang ter- supaya meneliti secara salcsama kenormalan

nak dan memberinya tanda khusus yang dan kesehatan mata dan telinga binatang
yang ingin kita jadikan hewan kurban. Kta
diperuntukkan bagi berhala-berhala, tidak boleh berkurban dengan binatang
yang buta, binatang al-Muqaabalnh (yang
mengubah keaslian asal penciptaan atau
fitrah secara konkrit seperti pengebirian, dipotong bagian ujung telinganya), binatang
al-Mudaabarah (yang dipotong bagian bela-
membutakan mata, memotong telinga dan kang telinganya), binatang kharqaa' (yang
telinganya berlub ang), dan tidak pula sy arqaa'
lain sebagainya berupa tindakan-tindakan (yangrobek telinganya)." (HR Abu Dawud)

yang mengandung unsur penyiksaan ter- Oleh karena itu, Imam Malih Imam
hadap binatang. Atau pengubahan fitrah asy-Syafi'i dan segolongan fuqaha tidak
memperbolehkan berkurban dengan bi-
dalam bentuk yang abstrak semisal natang yang terpotong telinganya atau

mengubah aqidah, mengharamkan yang yang terpotong sebagian besar telinganya,
atau dengan binatang yang terlahir tanpa
halal dan menghalalkan yang haram.
Imam Muslim meriwayatkan dari Iyadh telinga.
bin Himar; ia berkata, "Rasulullah saw.
Ada sejumlah ulama yang memper-
bersabda, bolehkan [pengebirian binatang jika
memang bertujuan untuk suatu keman-
;t;: g:v !i* jt J*3 p 'ar iu faatan seperti untuk penggemukan atau
yang lainnya. fumhur berpendapat boleh
tr &eu *@t #t #13# berkurban dengan binatang yang dikebiri.
& {uiv W.r:,";, g-) Sementara itu, hukum pengebirian ma-

Allah SWT berfirman, 'Sesungguhnya nusia, adalah haram karena menyebabkan

Aku menciptakan para hamba-Ku seluruhnya penderitaan yang luar biasa, bahkan

sebagai hamba-hamba yang hanif dan lurus. bisa mengakibatkan kematian. Hal ini

Lalu para setan mendatangi mereka, lalu adalah bentuk al-mutslah [pencincangan,
para setan itu membawa mereka menjauh
dan menyingkir dari agama mereka, dan mutilasi) yang dilarang Rasulullah
saw.. Selain hal itu mengakibatkan se-
mengaharamkan kepada mereka apa yang
Aku halalkan untuk merekA."' (HR Muslim) seorang tidak bisa berketurunan, pada-
hal berketurunan adalah hal yang di-
Karena tindakan pengubahan ada-
perintahkan Rasulullah saw dalam
lah berasal dari perbuatan setan dan
sebuah hadits yang diriwayatkan oleh
pengaruhnya, Rasulullah saw. memerin-
Abdurrazzaq dari Sa'id bin Abi Hilal dalam
tahkan kita dalam sebuah hadits yang
bentuk riwayat mursol,
diriwayatkan oleh Abu Dawud dari Ali bin
(i 1it 6,,eti iytii* rF6
Abu Thalib dalam bab tentang kurban,
yEl
3i 5i ^ii '^t L it ,'\ J,', u-:i
\-J "Menikahlah kamu sekalian dan beranak

;ti..+r,#'ti 6:r\t1 Jlt -r.rU pinaklah kamu, karena sesungguhnya aku

;uv ,ti ;ttf \ j ii.tt \i il:ti, \',

ThrsrRAr--MuNrR JrLrD 3

akan membanggakan kalian kepada umat- Di antara pengubahan yang terlarang
umat yang lain kelak pada hari Kiamat." (HR adalah seperti yang diterangkan dalam
Abdurrazaq) hadits Ibnu Mas'ud di atas tentang perem-
puan yang melakukan pekerjaan menato
Al-Wasm dan al-Isy'aar [memberi cap
dan perempuan yang meminta ditato, pe-
disentuhkan dengan besi panas) pada
binatang guna membedakannya dari rempuan yang melakukan pekerjaan me-
binatang yang lain adalah pengecualian nyambung rambut dan perempuan yang
meminta disambung rambutnya. Hadits ini
dari larangan Rasulullah saw. mengenai
merupakan nash mengenai pengharaman
tindakan-tindakan yang merupakan tin-
al-Waqtm, yaitu tato, juga nash dalam
dakan setan. Dalam Shahih Muslim di-
pengharaman penyambungan rambut.
riwayatkan dari Anas, ia berkata,
7. Mematuhi setan adalah kerugian. Allah
1a ;i 4,'alrt&i');t+;-,i,
SWT berfirman {,Ir ;:j!' a V.:3tl+rtt *- i:b
lr
ia mematuhi setan dan meninggalkan
y#t,j,te ii;+1t
perintah Allah SWT 4V Cr;; ; i\ ia
"Saya melihat Rasulullah saw. membawa
benar-benar telah merugikan dan menipu
al-Miisam (alat yang digunakan untuk me- dirinya sendiri dengan memberikan hak
lakukan al-Wasm atau memberi cap pada
binatang) yang waktu itu beliau sedang me- Allah SWT kepada setan dan rela me-
lakukan al-Wasm terhadap binatang zakatl'
(HRMuslim) ninggalkan Allah SWT demi setan.

Al-Wasm atau al-Isy'aar dilakukan B. fanji-janji dan harapan-harapan yang
terhadap binatang zakat, fai' dan yang
diberikan oleh setan adalah palsu, bohong,
lainnya, supaya masing-masing binatang
bisa dikenali dan tidak tercampur dengan semu dan tipuan belaka, i+ut it;a-t i*.y
binatang lainnya, sehingga masing-masing
bisa ditunaikan haknya. $"t'j$ 3{'at.

AI-Wasm adalah boleh dilakukan pada Setan, menjanjikan janji-janji palsunya
dan kebohongan-kebohongannya kepada
semua bagian tubuh binatang kecuali manusia, berupa harta, kehormatan dan

muka. Karena muka adalah menjadi kedudukan, bahwa tidak ada yang namanya
ba'ts dan hukuman, serta memunculkan
tempat keelokan, juga menjadi tolok ukur
persepsi sesat bahwa manusia akan meng-
dalam melakukan penaksiran nilai harga
alami kemiskinan supaya manusia tidak
suatu binatang. fuga, berdasarkan hadits
yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari menginfakkan sebagian harta mereka
di jalan kebajikan. Semua itu hanyalah
fabir r.a, ia berkata,
tipuan dan penyesatan belaka. Ibnu Arafah
aP) J;, io/ _i,..ol1.4,)I.li. .iJl
mengatakan, kata {r;iif} adalah sesuatu
sI",,
yang lahiriahnya tampak indah sehingga
?jl e r)t ,fi *'iit e:At manusia menyukainya, namun sesuatu itu
sejatinya menyimpan hal yang tidak baik
"Rasulullah saw. melarang memukul
atau tidak pasti. Setan disebut {-li?} karena
pada bagian muka dan melakukan al-Wasm
pada bagian mukl." (HR Muslim) ia membujuk kepada hal-hal yang diingini
jiwa, namun di belakangnya terdapat hal-

hal yang tidak baik.
9. Hukuman bagi orang-orang yang patuh

Ihr'lAl-My",*t,.,o ,***,(6fil--b){r** -1
\*__--l
.,,"n"1-n,"""'

kepada setan adalah fahannam p'rl culriy kebajikan, baik lnki-laki maupun perempuan se-
dang dia beriman, maka mereka itu akan masuk
4q* o'4.i',{n. ke dalam surga dan mereka tidak dizalimi sedikit
pun. Dan siapakah yang lebih baik agamanya
10. Pahala orang-orang Mukmin yang beramal daripada orang yang dengan ikhlas berserah diri
saleh dan kebajikan adalah surga-surga kepada Allah, sedang dia mengerjakan kebaikan,
dan mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan
keabadian yang mengalir di bawahnya Allah telah memilih Ibrahim menjadi kesayangan-
(Nyr). Dan milik Allah-lah apa yang ada di langit
sungai-sungai. Hal ini melambangkan se- dan apa yang ada di bumi, dan (pengetahuan) ,\llah

gala bentuk kenikmatan yang langgeng meliputi segala sesuatu." (an-Nisaa' : 123-126)

berbagai ragam hal yang diingini, keten-
teraman jiwa, ketenangan hati, dan ke-

bahagiaan abadi. Dan siapakah yang lebih

benar perkataannya dari Allah SWT? Tidak

ada seorangpunyanglebih benar perkataan Qiraa'aat
dan janjinya dari Allah SWT,
(Jlr..r-f
BERHAK MENDAPAT SURGA BUKANLAH
HANYA DENGAN ANGAN.ANGAN DAN HAL 1. <o_iU--c-> Dalam bentuk mabnii majhuul, ini
YANG DIPERHITUNGKAN DALAM MASALAH
BALASAN ADALAH BAIK BURUKNYA AMAL adalah qiraa'aat Ibnu Katsir dan Abu Amr.

2. {j#!} Dalam bentuk mabnii ma'luum, ini

adalah qiraa'aat imam yang lain.

PERBUATAN

I'raab

Surah an-Nisaa' AyatL2S - L26 {*+ ;i;} Ini adalah jumlah ismiyyah
yang terdiri dari mubtada', $:,:\ dan khabar,
";,'4\,*t eFtT;/+Y\6 {,ts}, yang berkedudukan i'raab nashab se-
4t-+;,a'i'v- 'liuj?t&W
bagai haal.

g+l.,rr <2 &a";a, ffil !;;,r3t)j Balaaghah
<Ak_ 4, & f"y 34,9 5,.2!, n
{n {;; irf} Di sini terdapatisti'aarah, yaitu
#o;iAt yj ffi gi <;AE $'tiit
meminjam kata wajah untuk menunjukkan
WC;\L:EuL-?JLAIG;/M
pengertian {ffil} aan {iil} [maksud, tujuan).
(,,:-t (rr;i} Di antara kedua kata ini

terdapatiin aas mug haayir.

rAt,>, - i,(, N, @#'gg;.tlil'x4V Mufradaat Lughawiyyah

d 6i r!,{A\or cr"*5t,Y, {€,i!,J} perkaranya bukanlah menurut

"(Pahala dari Allah) itu bukanlah angan- angan-angan, tetapi dengan amal saleh. Kata

anganmu dan bukan (pula) angan-angan Ahlul 4;,u{iy adalah bentuk jamak dari, (a:J!i} yang

Kitab. Barangsiapa mengerj akan kejahatan, niscaya berarti mengharap-harap dan mengangan-
akan dibalas sesuai dengan kejahatan itu, dan dia
tidak akan mendapatkan pelindung dan penolong angankan sesuatu yang disenangi dan diingini.

selain Allah. Dan barangsiapa mengerjakan amal 4: F. 6; F"ir| barangsiapa yang me-

ngerjakan kejelekan, niscaya ia akan dibalas

karenanya, adakalanya di akhirat atau di

dunia dalam bentuk bencana dan musibah, dan orang-orang Islam saling membanggakan
sebagaimana yang dijelaskan dalam sebuah
diri dan masing-masing saling berkata, 'Kami
hadits.
lebih mulia daripada kalian." Lalu Allah SWT
{ar ,r1i ;r} selain Allah SWT.{!;} seorang
menurunkan ayat ini."
pelindung dan pengampu yang mengurus
Ath-Thabari juga meriwayatkan dari
perkaranya, menjaganya dan melindunginya
Masruq, ia berkata, fietika turun ayat J;F
dari siksa. {'".1, v;} dan tidak pula seorang
(y5l' -Si 2ci n; €:6u: orang-orang Ahlul Kitab
penolong yang akan menolongnya dan menye-
berkata, 'Dan kalian sama juga." Lalu turunlah
lamatkan dirinya dari apa yang menimpa
lanjutan ayat berikutnya;,, :q6t i S- ;jb
dirinya. .,i.,
.-:
4te't;,,y:.li) dan mereka sekali-kali tidak & ri, +rr il rl 5:.

akan dizalimi dan dirugikan sedikit pun. Kata Keserasian Antar Ayat

{;fi} dan {;jtri} artinya adalah sebuah titik Dalam ayat sebelumnya, Allah SWT me-
nuturkan peran setan dalam memunculkan
atau nuktah yang terdapat di atas sebuah biji.
angan-angan dan harapan-harapan palsu,
Kata ini digunakan untuk membuat perum-
semu dan bohong, dan hal ini memiliki peng-
pamaan pengertian sedikit.
aruh dan efek terhadap jiwa-jiwa Ahlul
(.it .!i;;ti} tunduk patuh dan memurnikan
Kitab dan beberapa orang Islam yang lemah
amalnya hanya untukAllah SWT. imannya. Di sini ada relevansinya untuk me-

(;+ ii.r) sedang ia adalah orang yang nerangkan dampak harapan dan angan-angan,

beramal kebaikan dan meninggalkan kejelekan. serta keutamaan amal dan balasannya.

$C,;t y 6jr;| dan ia mengikuti agama Ibnu farir dan Ibnu Abi Hatim me-
riwayatkan dari as-Suddi, ia berkata, 'Ada
Ibrahim yang sesuai dan cocok dengan Islam.
beberapa orang Islam, orang Yahudi dan orang
{ui":} condong dan jauh dari kesesatan.
Nasrani bertemu. Lalu orang-orang Yahudi
Maksudnya, condong dari agama-agama yang berkata kepada orang-orang Islam, Kami
lebih baik dari kalian. Agama kami lebih dulu
ada kepada agama yang haq dan lurus. (+F sebelum agama kalian, kitab suci kami lebih
dulu sebelum kitab suci kalian, nabi kami lebih
kesayangan yang murni sayangnya untuknya. dulu sebelum nabi kalian, dan kami berada
di atas agama lbrahim, dan sekali-kali tidak
{-r{, ,g ui .:,r-,r *1J1 ,l '. i1;} dan apa yang di akan masuk surga kecuali orang-orang yang

Iangit dan apa yang di bumi semuanya adalah beragama Yahudi.' Orang-orang Nasrani juga

milik, ciptaan dan hamba Allah SWT. {ry} mengatakan hal yang serupa. Lalu orang-orang

Maha Mengetahui segala sesuatu dan Kuasa Islam pun berkata, Kitab suci kami datang
atasnya dan Dia senantiasa seperti itu.
setelah kitab suci kalian dan Nabi kami datang
SebabTurunnya AyatL2S
setelah nabi kalian, sementara kamu sekalian
Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Ibnu
diperintahkan untuk mengikuti kami dan
Abbas, ia berkata, "Kaum Yahudi dan Nasrani
meninggalkan agama kalian. Karena itu, kami
berkata, "Tidak masuk surga selain kami." adalah lebih baik dari kalian, kami menetapi
agama Ibrahim, Isma'il dan Ishaq, dan sekali-
Sementara orang-orang Quraisy berkata, "Se- kali tidak akan masuk surga melainkan orang

sungguhnya kami tidak akan dibangkitkan
kembali." Lalu Allah SWT pun menurunkan

ayat ini.

Ibnu f arir ath-Thabari meriwayatkan dari

1 Masruq, ia berkata, "Orang-orang Nasrani

L__

TAFSIRAL.MUNIRIILID 3 =-

I

yang menetapi agama kami.' Lalu Allah SWT akibat amal perbuatan. Hal ini seperti ayat,

menurunkan ayat, 4&."\ ,;J). Allah SWT "Dan barang siapa mengerjakan kejahatan
seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balas-
pun memenangkan hujjah dan argumentasi
orang-orang Islam atas lawan mereka dari a n) ny a i' (az-Zilzal= B)

pemeluk agama-agama lain." Hal senada juga Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu
diriwayatkan dari Qatadah.
Bakar bin Abi Zuhaic ia berkata,'Aku dikabari
Tafsir dan Penjelasan bahwasanya Abu Bakar berkata,
Perkaranya bukanlah berdasarkan pada
J| ;t ... q tt"; W; ; ,; ;o!.
angan-angan dan harapan-harapan dari kalian
wahai kaum Muslimin, dan tidak pula Ahlul Ju, Fs ".
Kitab, tetapi balasan adalah berdasarkan amal.
Kamu sekalian wahai kaum Muslimin, begitu ,<: 61 (- es"i:p *|*'o, * it
,*tJA'u,/ 3'F u.1 +-2r
juga mereka, tidak bisa mendapatkan ke- *-*t
J ""; t#*'i.*oo'ojr.;oz,o-tt u. rp-r' i'o'
selamatan hanya dengan harapan dan angan- ' oo
angan belaka, tetapi yang diperhitungkan ada-
lah ketaatan kepada Allah SWT serta mengikuti )u Jll:lt
apa yang Dia syari'atkan melalui lisan para
rasul yang mulia. Rasulullah, bagaimana Uxo *oril,

Ibnu Abi Syaibah meriwayatkan dari al- ada lagi keselamatan dan keberuntungan setelah
Hasan dalam bentuk riwayat mauquuf,
turunnya ayat, (Pahala dari Allah) itu bukanlah
ir;yr.ilt
,,o menurut angan-anganmu yang kosong dan tidak

"Keimanln bukanlah semata-mata berupa (puta1 menurut angan-angan Ahlul Kitab. Barang-

harapan dan angan-angan, tetapi keimanan siapa yang mengerjakan kejahatan, niscaya

adalah aPa yang tertanam kuat dalam hati dan itu akan diberi pembalasan oleh karena kejahatan
dibuktikan dan dielcspresikan dengan amal!' (HR
Ibnu Abi Syaibah) itu. Karena setiap kejelekan yang kami perbuat,

Al-Hasan berkata, "Sesungguhnya ada se- maka kami pasti akan mendapatkan balasan

jumlah orang yang terperdaya dan terbuai karenanya." Lalu Rasulullah saw. bersabda, 'Se-

dengan harapan dan angan-angan mendapat- moga Allah SWT mengampunimu wahai Abu

kan janji maghfirah dan pengampunan se- Bakar. Bukankah kamu juga sakit, bukankah
hingga mereka keluar dari dunia ini dalam kamu juga mengalami kepayahan, bukankah
keadaan bergelimangan dosa. Seandainya
mereka memang bena4 jujur dan sungguh- kamu juga mengalami kesedihan, bukankah kamu

sungguh, tentulah mereka akan berbuat amal juga mengalami kesulitan dan penderitaan?' Abu
kebaikan."
Bakar berkata, 'Ya.' Rasulullah saw. berkata, "Itu
Oleh karena ity, barangsiapa yang me-
adalah bagian dari balasan yang kalian dapatkail'
lakukan perbuatan jeleh ia akan mendapatkan
balasannya karena balasan adalah dampak dan (HR Imam Ahmad)

Sa'id bin Manshuc Imam Ahmad, Imam

Muslim, at-Tirmidzi, dan an-Nasa'i meriwayat-
kan dari Abu Hurairah, ia berkata,

jl4,& JJ, .a.r \'dpt- le)-, J^4 4,/ Ji lJ
a,. , i 4 ,'6i '*r.*Jtt

\Je 4jtt dt-?

,, kepada Allah SWT dan hari akhir, mereka akan

a---Z) masuk surga dan sedikit pun mereka tidak
akan dianiaya atau dikurangi pahala amalnya,
4).:Jl sekalipun amalnya remeh dan sedikit sekali
sekecil an-Nakiir [sebuah titik yang terdapat
"Tatkala turun ayat, (barangsiapa yang ber- pada biji).

buat kejelekan, maka ia akan mendapatkan balas- fadi, jalan menuju surga dan kebahagiaan
adalah amal saleh disertai dengan keimanan.
an karenanya), maka hal ini terasa berat bagi Sedangkan jalan menuju neraka adalah amal
perbuatan jelek. Berbangga-banggaan dengan
kaum Muslimin. Lalu mereka mengadukan hal
itu kepada Rasulullah saw., lalu beliau bersabda bernisbah dan berafiliasi kepada suatu agama,

kepada mereka, 'Beramallah kamu sekalian secara golongan atau nabi, tanpa disertai dengan
mengikuti syari'at dan agama Allah SWT tiada
proporsional dan sewajarnya (jangan terlalu
gunanya sama sekali.
berlebih-lebihan melampaui batas) dan teguhilah
kebenaran. Karena setiap sesuatu yang menimpa Kemudian Allah SWT mengiringi dengan
penyebutan deraiat-derajat kesempurnaan.
seorang Muslim, maka itu adalah kafarat, Tiada seorang pun yang lebih baik agamanya
dari orang yang secara tulus dan murni me-
hingga duri yang melukainya dan bencana yang
masrahkan dan menghadapkan hatinya kepada
menimpanya."' (HR Imam Ahmad, Bukhari,
Muslim, Tirmidzi, dan an-Nasa'i) Allah SWT semata, tidak menghadap kepada

Hadits ini dan hadits-hadits serupa me- siapa pun selain Dia dalam doa dan pengharapan,
nunjukkan bahwa berbagai penyakit yang
serta ia menjadikan dirinya tunduk pasrah
diderita, berbagai bencana dan musibah yang
dialami di dunia, berbagai kesukaran, kesulitan kepada Allah SWT tanpa mengenal Rabb dan
Ilah selain Allah. Di sini, menghadapkan hati
dan penderitaan hidup di dunia, semua itu dan tujuan diungkapkan dengan memasrahkan

adalah hal-hal yang Allah SWT jadikan sebagai dan menghadapkan wajah, karena wajah
media untuk menghapus dosa-dosa yang ada.
adalah cerminan apa yang ada dalam hati. Di
Barangsiapa yang mengerjakan kejelekan,
ia tidak mendapati selain Allah SWT seorang samping ketulusan hati dan keimanan pri-
pengampu yang mengurusi urusan dan per- badi yang sempurna, ia juga beramal baih

karanya serta menjauhkannya dari balasan, meninggalkan kejelekan-kejelekan, berhiaskan
serta tidak pula seorang penolong yang akan akhlak dan perilaku mulia, mengikuti agama
menolong dan menyelamatkannya dari apa Ibrahim dalam kelurusannya dengan condong

yang menimpa dirinya. Karena sesungguhnya iauh dari kesyirikan dan berlepas diri dari
poin utama yang menjadi dasar pertimbangan
adalah iman dan amal, bukan angan-angan paganisme dan para penganut paganisme, serta
kosong dan impian-impian semu.
meneguhi agama yang benar yaitu agama Islam,
Kemudian ayat selanjutnya adalah sebalik-
sebagaimana firman Allah SWT dalam ayat,
nya, sebagai perbandingan dan pemenuhan
asas keadilan. Barangsiapa yang. beramal "Dan (ingatlah) ketika lbrahim berkata

saleh yang dengan amal itu ia memperbaiki kepada ay ahnya dan kaumnya,'Sesungg uhnya

dirinya, baik laki-laki maupun perempuan, ia aku berlepas diri dari apa yang kamu sembah,
beriman dengan sebenar-benarnya keimanan, kecuqli (kamu menyembah) Allah yang men-
dan orang-orang yang beramal dan beriman
ciptakanku; karena sungguh, Dia akan memberi
t__ petunjuk kepadaku.' D an (Ibrahim) menj adikan

(kalimat tauhid) itu kalimat yang kekal pada dari para hamba-Nya yang tersembunyi dari-
keturunannya agar mereka kembali (kepada Nya. Tidak ada yang luput dari pengetahuan-
kalimat tauhid itu)." (az-Zukhruft 26-28) Nya sekalipun sebesar zarrah di bumi ataupun
di langit, tidak pula yang lebih kecil dan tidak
"(Tidak!) Tetapi (kami mengikuti) agama
Ibrahim yang lurus dan dia tidak termasuk go- [pula) yang lebih besar dari itu. Zat Yang
longan orang yang mempersekutukan Tfuhen."
(al-Baqarah: 135) mengetahui segala amal perbuatan para hamba-
Nya, maka Dia akan membalasi mereka sesuai
Ayat (xf 4,;1 i, i,*lrj|, adalah kalimat dengan baikburuknya amal-amal tersebut. Dari
itu, manusia hendaklah memilih apa yang Iebih
sisipan dalam bentuk majaz. Maksud ayat ini baik dan lebih mashlahat bagi diri mereka.
adalah bahwasanya Allah SWT menjadikan
Ayat ini masih memiliki korelasi dengan
Nabi Ibrahim sebagai hamba pilihan-Nya penyebutan orang-orang yang saleh dan
orang-orang yang thaalih [durhaka). Makna-
dan memberinya kehormatan spesial seperti nya adalah kepunyaan Allah-lah kerajaan
kehormatan seorang kekasih di mata kekasih- langit dan bumi. Karena itu, menaati-Nya
nya. Orang yang memiliki kedudukan spesial
yang sangat dekat di sisi Allah SWT seperti ini merupakan sebuah kewajiban dan keharusan
dengan Dia menjadikannya sebagai kesayang-
an-Nya, sudah tentu layak untuk diikuti agama bagi manusia. Allah SWT adalah Zat Yang
dan jalannya. berhak menjadi tempat menghadap dalam
segala hal, bahkan dari Ibrahim al-Khalil
Sesungguhnya Allah SWT memberi Nabi
sekalipun dan para nabi yang lainnya. Karena
Ibrahim fitrah yang sehat dan keyakinan Allah SWT adalah ZatYang Mahakuasa secara

yang benar dan lurus, kekuatan akal pikiran total, mutlah dan absolut atas alam semesta
dan kejernihan ruh, kesempurnaan makrifat dan Kuasa untuk merealisasikan apa yang Dia
kepada Allah SWT serta kuatnya tekad dan
luhurnya cita-cita dalam memerangi paga- janjikan dan ancamkan.
nisme dan kesyirikan, hingga ia menjadi salah
satu dari nabi Ulul Azmi. Karena itu, ia adalah Fiqih Kehidupan atau Hukum-hukum
Khaliilur Rahmaan [kesayangan Allah Yang Ayat-ayat di atas menunjukkan sejumlah
Maha Pengasih) dan musuhnya setan.
tuntunan, penyuluhan dan hukum sebagai
Kemudian Allah SWT menuturkan motif
dan alasan harus tunduk patuh dan taat berikut.
kepada-Nya. Segala apa yang ada di langit dan
bumi adalah milik Allah SIvIII para hamba- 1. Tiada seorang pun yang hanya meng-
Nya dan ciptaan-Nya. Allah SWT adalah Yang
andalkan harapan-harapan dan angan-
berkuasa penuh terhadap semua itu. Tiada yang
bisa menolak ketetapan-Nya, tiada yang bisa angan kosong semata karena balasan ter-
menganulir dan membatalkan keputusan-Nya. kait dengan amal perbuatan. Barangsiapa
Allah tidak ditanyai dan diminta pertanggung- yang mengerjakan amal saleh, pahalanya
jawaban terhadap apa yang Dia perbuat karena
keagungan-Nya, kekuasaan-Nya, keadilan-Nya, untuk dirinya sendiri dan barangsiapa
mengerjakan perbuatan jelek, dosanya
hikmah-Nya, kebaikan-Nya, dan rahmat-Nya.
IImu-Nya meliputi segala sesuatu disertai untuk dirinya sendiri. Sekali-kali tidaklah

kuasa atas segala sesuatu. Tiada suatu apa pun Rabb-mu menganiaya hamba-hamba-

Nya. Pelindung, pengampu dan penolong

orang-orang saleh, adalah Allah SWT.

Sedangkan pengampu orang-orang sesat
dan para pendosa, adalah setan. Padahal


Click to View FlipBook Version