tetap beriman, tidaklah ia menjadi kafir sesuai dengan nash al-Qur-an
dan kesepakatan kaum Muslimin.
Apakah yengterbaik adalah ia mengucapkan kata kufur tersebut
demi memelihara dirinya dari pembunuhan? Ada lima pendapat
mengenai hal ini dalam madzhab kami:
Yang shahih: Pertama: yangpaling afdhal adalah bersabar meng-
hadapi pembunuhan dan tidak usah mengucapkan kata kufur. Hadits-
hadits yangshahih serta perbuatan para sahabat dalam permasalahan
ini sangatlah masyhur.
Kedua: lebih baik mengucapkan kata kufur agar dirinya tidak
dibunuh.
Ketiga: apabila kehidupannya membawa mashlabat bagi kaum
Muslimin, dengan mengharapkan pembalasan terhadap musuh atau
akan dapat menjilankan hukum-hukum syari'at, maka lebih baik
baginya untuk mengucapkannya. Jika tidak demikian, maka lebih
baik bersabar.
Keempat: jika dia termasuk ulama dan semac^mnyay{LgmenrPa-
kan panutan masyarakat, maka lebih baik dia bersabar, agar orang-
orang asram tidak terperdaya dengannya.
Kelima: diawajib mengucapkannya, berdasarkan firman Allah \H :
{ ....\<iAi JyK$W{;...}
"... Dan janganlah kamu mmjatubhan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan
...." (QS. Al-Baqarah: 195)
Pendapat terakhir ini sangat lemah.
Orang kafir yang dipaksa mengucapkan kalimat syahadat
Andaikan seorang Muslim memaksa orang kafir untuk memeluk
Islam, lalu ia mengucapkan dua kalimat syahadat, jika dia seorang
kofi, barbi (orang kafir y^rLg sedang bermusuhan terhadap Islam),
maka Islamnya adalah benar; karena itu adalah pemaksaan terhadap
kebenaran. Namun, jika dia seorang kafir dzimmy (non Muslim yang
tinggal di wilayah Islam), maka dia tidak menjadi seorang Muslim;
Perintah Memelihara Lisan 443
karena kit a b erkewaj ib an untuk melindun giny a.. Memaksa ny a adalah
tidak benar. Dan pada bab ini ada pendapat yang dba'if bahwa dia
menjadi seorang Muslim, karena dia merintahkannya dengan benar.
Belum dianggap masuk Islam bagi orang kafir yang meng-
ucapkan dua kalimat syahadat di saat ia menceritakan orang
y ang mengucapkan dua kalimat syahadat tersebut
Apabila orang kafir mengucapkan dua kalimat syahadat tanPa
adanya pemaksaan. Jika ia mengucapkannya sambil bercerita seraya
berkata: "Sayamendengar Zaidbe*ata: laa ilaaha illalkh - Muhammad,ur
rasulullah; maka dia belum dikatakan Muslim.
Dan jika ia mengucapkannya setelah diajak oleh seorang Muslim,
seperti Muslim tadi berkata kepadanya: 'Katakanlah, laa ilaaha illallab
Mubammadur rasulullab", lalu non Muslim tadi mengucaPkannya,
maka jadilah dia seorang Muslim."
Dan jika dia mengucapkan keduanya di permulaan (di awal
pembicaraan), bukan karena bercerita atau adanyaapktn. Maka, madz-
hab shahih lagi masyhur yang merupakan pendapat mayoritas ulama-
ulama kami bahwa dia menjadi seorang Muslim. Ada yang mengatakan
dia tidak akan menjadi Muslim; karena ada kemungkinan bercerita.
Dilaran g men gatak an " Kh alifatull ab " kepada oran g yan g
menialankan urusan kaum Muslimin
Sesungguhnya tidak boleh dikatakan kepada seseorang y^ng
menjalankan urusan kaum Muslimin dengan "Kbalifutullah", namun
katakanlah al-Khalifah, Khalifatu Rasulillah, dan Amirul Mukminin.
Kami meriwayatkan dalam Syarah Sunnah karangan Imam Abu
Muhammad al-Baghawi'tjti6: ia berkata: Tidak mengapa, kalau yang
menj alankan urusan kaum Muslimin dinamaka n " Amirul muknt inin"
dan Khalifui, sekalipun ia berbeda jika dibandingkan dengan sejarah
imam-ima myangadil; karena dia mengurus kaum Muslimin dan kaum
Muslimin mendengarkannya (mentaatinya).
Ia berkata: "Dinamakan khalifah; karena dia menggantikan orang
yang sebelumn ya dan menempati tempatnya."
44 Bab XXII
Ia berkata: "Tidak boleh seseorang dinamakan Khalifah Allah \H
setelah Adam )MrZ dan Dawud ,W.
Firman Allah W: '4;'ri*tc'b'\;il *
A\
"... Sesungubnya Aku bendak, rnmjadikan seorangkbalifub di muka bumi
...." (QS. Al-Baqarah: 30)
{@ 6'iielJ+aK$;ir'4}-
"Hai Daud, sesunggubnya Kami rnenjadikan hamu kbalifab (penguasa)
di muka bumi..." (QS. Shaad: 26)
Dari Ibnu Abi Mulaikah, bahwasanya seseorang berkata kepada
Abu Bakar Q9.,: *$7ahai khalifah Allah W ." Beliau menjawab: "Saya
adalah khalifah Muhammad M, dan aku ridha dengan hal itu."
Seseorang berkata kepada 'lJmar bin 'Abdul'Aziz: "'Wahai
khalifah Allah!" Ia berkata: "Celaka engkau, kamu mengambil (angkah)
terlalu jauh. Sesungguhnya ibuku memberikan nama kepadaku
'LJmar jikalau kamu memanggilku dengan nama ini, maka saya akan
menerima. Kemudian aku menjadi tua dan dijuluki Abu Hafsh.
Jikalau kamu memanggilku dengan nama ini, maka aku akan terima.
Kemudian kalian menyerahkan urusan kalian kepadaku, lalu kalian
memanggilku Amirul mukminin. Jrka kamu memanggilku dengan
(panggilan) itu, niscaya sudah cukup bagimu."
Al-Imam Abul Hasan al-Mawardi al-Bashri al-Faqih asy-Syafi'i
menyebutkan dalam kitabnya al-Ahkam as-Suhaniyai: sesungguhnya
seorang imam dinamakan khalifah; karena dia menggantikan Rasulullah
M di dalam urusan ummatnya.
Ia berkata: "Boleh dikatakan: "al-Kbalifab" secara mutlak dan
boleh pula istilah Khalrfatu Rasulillab"
Ia berkata: "I-Jlama berselisih pendapat tentang bolehnya istilah
khalifatullab. Sebagian dari mereka adayangmembolehkan karena ia
melaksanakan hak-hak-Nya pada makhluk-Nya dan karena firman
Allah W:
Perintah Memelihara Lisan 44s
{@ ,i;'iicJy'fG "ti}Y
"Dialab yang mmjadikan kamu kbalifub-khaltfab di muka burni... " (QS.
Faathir:39)
Mayoritas ulama melarang ucapan tersebut (kbalifatullab) dan
yang mengucapkannya dipandang sebagai seorang fasik. Ini adalah
perkataan al-Mawardi
Saya berk ata: "Orang yang pertama kali bergelar Amirul Muk-
minin adalah 'umar bin al-Khaththab gE , semua itu disepakati oleh
para ulama. Adapun yang disangka sebagian orang bodoh tentang
Musailamah, maka itulah kesalahan yangnyata dan kebodohan y^ng
jelek, serta bertentangan dengan kesepakatan ulama. Semua buku
mendukung untuk mengutip kesepakatan bahwa yangpertama kali
diberi gelar Amirul Mukminin adalah'IJmar bin al-Khaththab 45 .
Imam al-HafizhAbu'Umar bin'Abdil Barr menyebutkan dalam
kitabnya al-kti'abfi asma-i ash sbababab penjelasan nama'IJmar Amirul
Mukminir yang pertama-t am^, keterangan tentang penyebab hal
itu, bahwasanya dikatakan kepada Abu Bakar <!p' sebagai Kbalifutu
Rasulillah ffi.
Larangan memberikan gelar "syahan Syah"
Diharamkan dengan larangan yang keras bahwa seseorang berkata
kepada sultan dan makhluk lainnya: Syahan Syah; karena maknanya
adalah rajadiraja, dan tidak adayangberhak mendapat julukan tersebut
selain Allah W.
HADTTS NO. 1087 (SHAHIH)
Kami meriwayatkan dalam Shahih al-Bukhari dan Muslim, dari
Abu Hurairah &,, dari Nabi ffi, beliau bersabda:
& kw((..,)u"'ii lrrsd,r c* ;t'€Li'rD)
"sesungguhnya sehina-hinanam di sisi Allah Ta'ala adalah seseorang
yarLgmenamakan dirinya raja dira1a (rapnya par,a raia)"
er FIR. Al-Bukhari (X/588)dan Muslim (2143).
446 Bab XXII
Telah kami kemukakan penjelasan tentang hal ini di kitab al-
A s rnA', dan Sufyan bin' Uyaynah berkat a: " Mal ikul aml ak sama den gan
kata Syahan Syab."
Laf.azh as-Sayyid
Ketahuilah bahwa sayyid digunakan kepada orang yang meng-
ungguli kaumnya dan tinggi kedudukannya di atas mereka, dipakai-
kan pula kepada pemimpin yangutama, juga digunakan kepada orang
yangal-balim (tidak pemarah), terhadap orang yangmulia, dipakaikan
terhadap pemilik, juga kepada suami.
Sudah banyak hadits y arlgmenj elaskan tent ang pengguna an lafazh
Sayyid kepada orang yangmemiliki kelebihan.
HADTTS NO. 1088 (SHAHIH)
Di antaranya adalah hadits yang kami riwayatkan dalam shahih
al-Bukhari dari Abu Bakrah *!b, bahwasanya Nabi ffi naik ke atas
mimbar dengan membawa Flasan bin'Ali, seraya bersabda:
iy # cfr v,#-if Jw ilt,PS:# l;i dt ,il p
,o , o l?,
((.u*-1.. -tt
"sesungguhnya anakku ini (Hasan) adalah sayyid, semoga Allah
Ta'ala mendamaikan dengar,nya dua kelompok besar dari kaum
Muslimin.""
HADTTS NO. 1o8e (SHAHTH)
Kami meriwayatkan dalam Shahih al-Bukhari dan Muslim,
dari Abu Sa'id al-Khudri 45 bahwasanya Nabi ffi bersabda kepada
golongan Anshar ketika datang Sa'ad bin Mu'adz:
Kg;a)i?#itVln
"Berdirilah (untuk menghormati atau membantu) sayyid (pemimpin)
kalian, atau orang terbaik dari kalian."
e2 HR. Al-Bukhari N /30G307, y\fr./61 - Fat-bal fuar).
Perintah Memelihara Lisan 447
Seperti inilah dalam sebagian rLwayat "salryidikuTlt atau Kbairi'
k um "dan dal am seb agi ann y a: s a1ry idi ku rn tanpa ragu-ragu. e3
HADTTS NO. loeo (SHAHIH)
Kami meriwayatkan dalam shahih Muslim, dari Abu Hurairah
gE bahwas nyasa'ad bin'Ubadah *!b berkata: "'Wahai Rasulullah!
Bagaimana pendapatmu tentang seseorang yar,g mendapati istrinya
sedang berduaan dengan laki-laki lain? Apakah dia membunuhnya?"....
al-hadits. Rasulullah ffi bersabda:
rc?'#JfrYiLr'urn
"Perhatikanlah a y ar,g dikatakan oleh pemimpin kalian! "'o
^p
HADTTS NO. 1oe1 (SHAHIH)
Adapun y larangan, apa yangkami riwayatkan dengan
isnad y^ng shah^riLhgdbearlaupma Sunan Abu Dawud, dari Buraidah gH , ia
berkata: "Rasulullah ffi bersabda: "
(kt* l,i'r33 iL'iy {r";,#\i:l) Dr- I ll
JJ'I9z.J s )- ll r
-5--r
Janganlah kalian ucapkan kepada orang munafik: 'tuan', karena jika dia
adalah tuan, maka kalian telah membikin marah Rabb kalian V)j .""'
Saya berkata: "Bentuk kompromi di antara hadits-hadits yang
membolehkan mengatakan sayyid dan yang melarangnya adalah
bahwasanya tidak mengapa memanggil Fulan dengan sayyid (tuan)
dan ya sayyidi (tuanku), dan yang seumpamanya, yka yang dipanggil
sayyid adalah orang yarlgmulia serta baik, bisa karena ilmu, kebaikan
er HR. Al-Bukhari W4L1- Fat-bul Baar) dan Muslim (1768).
HR.
e4 Muslim (1498).
'5 Sbahib. Diriwayatkan oleh al-Bukhari dalam al-Adab al-Mufrad (760), Abu Dawud (4977), dan
Ahmad U /34C347) dan dari selain mereka, dari jalur Mu'adz bin Hisyam, ia berkata: Menceritakan
kepadaku ayahku, dari Qatadah, dari 'Abdullah bin Buraidah, dari aya.hnya. sectra marfu'.
Saya berkata: lndalahisnadyang shrhih fsr&sarkan perawidarisyaikhain (al-Bukhari dan Muslim).
448 Bab XXII
budi atau selain itu. Apabila dia seorang yang fasik atau tertuduh
dalam agamanyaatau semacam itu, tidak dibenarkan baginya dengan
panggilan sayyid.
Telah kami riwayatkan dari al-Imam Abu Sulaiman al-Khaththabi
dalam "Ma'alirn as-Sund,nn mengenai penggabungan arLtara keduanya
seperti itu.
Dimakruhkan kepada budak memanggil mafikannya: Rabbi
(tuanku), tetapi ia memanggil: sayyidi (tuanku), dan iika dia
mau bisa juga memanggil: Maulaaya (tuanku).
Dan dimakruhkan bagi majikan memanggll:'abdi (budakku) dan
amati (budak perempuanku). Tetapi, hendaklah ia memanggrl:faaaya
(pemudak u) danfataarl (pemudiku), atau gbulam i (anakku).
HADTTS NO. 1oe2 (SHAHTH)
Kami meriwayatkan dalam Shahih al-Bukhari dan Muslim, dari
Abu Hurairah gE , dari Nabi ffi, beliau bersabda:
&*,,H5,€$s yt,djV:*!3"'Ci,?"Lt J* 1 lt
,}vlr,r1v.o, HS, G;i,,#;L,?'-Ci M 1: 'tsY-r:
kQv)
'Janganlah seseorang dari kalian mengatakan: 'Beri makanlah Rabb-
mu, bersihkanlah Rabbmu, beri minumlah Rabbmv.'Tetapi, hendak-
lah dia mengatakan sayyidi ata:u maulaaya (tuanku). Janganlah se-
seorang dari kalian mengatakan: "Abdi ftambaku) dan amati (hamba
perempuanku),' tet api hendaklah di a men gatakan:'Fataalru (pemudaku),
fatati (pemudiku), dan gbulami (anakku).'"
Dan dalam satu riwayat Muslim:
k7l$ &*, HS,Q;, P'"ri ji:'v; ll
"Janganlah seseorang dari kalian mengatak aurr:' Rabbi (tuanku),' tetapi
hendaklah dia mengatakan: 'Sayryi.di atau Maulaaya (tuanku).'"
Perintah Memelihara Lisan
Dan dalam satu riwayatnyalagi:
'Y; ll
K*l*Hs'aj
"Janganlah seseorang dari kalian mengatakan: "Abdl (hambaku/
budakku) atau drnltrl (budak perempuanku), karena kalian semua
adalah hamba, dan janganlah seorang budak berkata: 'Rabbi,'hendaklah
dia mengatakan:' Sa1ryidi.'
Dan dalam satu riwayatnyalagi:
'#q 3S,itt',i; I ,ryiS,s;,L,?'.i;tA'l n
6ew'),,5v:, drV i)\L, ji) :FS,$t lv1
"Janganlah seseorang dari kalian mengatakan: "Abdi atau amati,' karena
kalian semua adalah hamba Allah W , dan semua wanita kalian adalah
budak perempuan Allah \H. Namun hendaklah dia mengatakan:
' Gb ulaami, j arty ati, fatd.d,y a, a:avfataati.' " u
Saya katakan: "Tidak boleh digunakan L.Jr dengan alif dan laam
selain kepada Allah \t'F. semata. Adapun bersama idhdfab maka boleh
digunakan kepada selain Allah \99 , seperti dikatakan: Jl3l,-1.; (pemilik
t,hart a), rt'"lt (p emilik rumah), dan y ang lainny a.
HADTTS NO. 1oe3 (SHAHTH)
Termasuk di sini, adalah hadits Nabi M di dalam hadits yang
shahih tentang unta yang hilang:
u.6.:16\.1{;p r&S D
"Biarkanlah, hingga ia ditemukan oleh pemiliknya.""
e6 HR. Al-Bukhari (I/177 - Fat-hal Baar) dan Muslim (2249). Bab XXII
e7 HR. Al-Bukhari A/186 - Fat-brl Baarf dan Muslim (1722).
4s0
HADTTS NO. 1oe4 (SHAHIH)
Dan hadits yang shahih:
((',,o"t- ffi,Fduxt lo. 6I (6Pz ))
-'; r!*
"Hingga menyusahkan pemilik harta, siapakah yang akan menerima
sedekahnya.""
HADTTS NO. 1oe5 (SHAHIH)
Dan perkataan 'Llmar 4W didalam riwayatyangshahih:
".4' rii1 4:3-Al ,rr.
"Pemilik keinginan yarlgkuat dan ghanimab."*
Hadits y^tgsemisal dengan ini banyak dan populer.
Adapun penggunaan syari'at tentang hal itu, sudah masyhur serta
dikenal.
Para ulama berkata: Dimakruhkan bagi seorang budak memanggil
majikannyt rabbi; karena di dallm lafadznya ada persekutuan bagi
Allah W dalam rububiab.
Adapun hadits (yrtg berbunyi): "sehingga?., (pemilik) nya
menemukarlnya,dan;3-rL)t,!.r(pemilikkeinginanyangkrrt)"danyang
memiliki pengertian ying sama, sesungguhnyl- La digunakan kepada
yangbukan mukallaf paligh berakal), sepeni rumah dan harta. Tidak
diragukan lagi bahwasanya tidak adalarangan (tidak makruh) dalam
perkataan: rt'")t3., (pemilik rumah) dan J\313.; (pemilik harta).
Adapun perkataan Yusuf }gagi:
{ 1;3-r+?d *
"... Terangkanlab keadaanku kepada tudnntu...." (QS. Yusuf: 42)
Tentang hal ini ada dua jawaban:
e8 HR. Al-Bukhari W28l - Fat-bul Baarl dan Muslim (1011). 451
ee HR. Al-Bukhari (nt tlS - Far-hul Baar) riwayat iri mauqufkePtda 1Jmar '+{E .
Perintah Memelihara Lisan
Pertama: Yusuf }pZ berbicxa kepadanya dengan bahasa yang
dikenalnya, penggunaan (bahasa) ini boleh digunakan karena dharurah
(terpaksa), sepefti perkataan Musa ffiE kepada as-Samiri:
{@ $t{Y'r's }
".". DAn lihatlah ilab kamu itu ...." (QS. Thaha:97)
Maksudny a: y ang dijadikannya sebagai ilah.
lautaban h.edua:Iniadalah syari'at ummat sebelum kita, dan syari'at
sebelum kita bukanlah syari'at kita, jika syari'at kita berbedadengannya,
dan ini tidak diperselisihkan (sudah menjadi kesepakatan).
Perbedaan terjadi di kalangan pakar ushul (fikih) tentang
syari'at sebelum kita, apabila tidak ada penjelasan dalam syari'at
kita, apakah sesuai atau berbeda, apakah ia menjadi syari'at kita atau
bukan?
Ucapan maulaaya kepada selain Allah
Al-Imam AbuJa'far an-Nahhas berkata di dalam kitabnya "Sbina-
'atu al-Kitab": "Adapun kata maula, kami tidak mengetahui adanya
perbedaan di antara para ulama bahwa tidak pantas bagi seseorang
untuk mengatakan kepada seseorang dari makhlttk: maulaya."
Saya berkata: Telah lewat penjelasan di Pasal sebelumnyatentxtg
bolehnya laf.adz maulaya, dan tidak ada pertentangan arfiara ini dan
itu. Sesungguhnya an-Nahhas berbicara tentang bfadz al-rnauk dengan
menggunakan alif dan lam.
Demikian pula dengan perkataan an-Nahhas:
"Boleh dikatakan sayyid kepada selain orang fasik, dan tidak
boleh dikatakan as-sa4ryid dengan memakai alif dan laarn bagi selain
Allah W."
Dan yang kuat, bahwasanya tidak mengapa dengan perkataannya;
(al-maula) dan (as-sa1ryid) drbareng, alif dan laam dengan segala syaratnya
yffigtelah lewat.
452 Bab XXII
Larangan mencela angin
Telah terdahulu dua hadits tentang larangan mencelanya, serta
penjelasannya dalam bab do'a ymgdibaca ketika angin beniup.
Dimakruhkan mencela al-bumma (sakit panas/ demam)
HADTTS NO. 1oe6 (SHAHIH)
Kami meriwayatkan dalam Shahih Muslim, dariJabir gE bahwa-
sanya Rasulullah ffi masuk ke rumah Ummu as-Saa-ib atau LJmmu
al-Musayyib, lalu beliau bertanya:
3;q 1 jLte^lg ttu+"1
6;iU!++t o.t ,rl; .qi ebr
((.J*,41 g+;(it
"Ada apa denganmu hai I-Jmmu as-Saa-ib-atau lJmmu al-Musaryib-
kenapa engkau menggigil?" Ia menjawab: "Demam wahai Rasul,
semoga Allah tidak memberkati penyakit ini. " Maka Nabi ffi bersabda:
Jangan engkau mencaci penyakit demam ini, karena sesungguhnya
ia bisa menghapus kesalahan dan dosa anak manusia sebagaimana
tungku pandai besi bisa menghilangkan (dengan panasnya) karatan
y^ngmenempel pada besi."'*
ilij:Saya berkat a: Kamu bergerak dengan gerakan cepat, maksud-
nya: gemetar. Kata itu dibaca dengan dbarnmab ta- dan zai yangdiulang,
diriwayatkan pula dengan raa y^ngdiulang, dan zai lebih masyhur, di
antara yang meriwayatkan keduanya adalah Ibnu al-Atsir. Peng^raflg
"al-Matbali- meriwayatkan huruf zai, dan meriwayatkanhuruf. raa
bersama qaaf. D an y^ng masyhur bahwa itu adalah dengan faa, bark
dengan zai atau dengan raa.
t@ HR. Muslim (2575). 453
Perintah Memelihara Lisan
Larangan mencela ayarn iantan
HADTTS NO. 1oe7 (SHAHIH)
Kami meriwayatkan dalam Sunan Abu Dawud dengan isnadyang
$shahih, dariZaidbin Khalid al-Juhani ,raberkata: "Rasulullah ffi
bersabda:
((.!)Lx!- lji'i$ *!)xt sjs ! ll
'Janganlah kalian mencela ayam )antan, karena ia membangunkan
orang untuk 5[x[21."'ror
Larangan meman ggil (berteriak) dengan panggilan (teriakan)
orang iahiliyah dan celaan menggunakan laf.azhmereka.
HADTTS NO. 1oe8 (SHAHTH)
Kami meriwayatkan dalam shahih al-Bukhari dan Muslim, dari
Ibnu Mas'ud eg , bahwasanya Rasulullah ffi bersabda:
uq,"((.dbql-| 6*b,V$,,3.r+l 6i$,:r3')L1 ,3.? ii ll
"Bukan termasuk golongan kami, siapa yangmemukul dan menampar
pipi, merobek-robek baju, dan berteriak dengan teriakan orang jahiliy-
!ah."'o'
Dalam satu riwayat disebutkan:
((.tr,', 3i & 3\)
"Atau memukul atau berdo'a." Dengan menggunakan kata"li (atau).
Makruh memberi nama bulan Muharram dengan nama Shafar
Dimakruhkan memberi nama bulan Muharram dengan nama
Shafar, karena hal itu merupakan adat orang jahiliyah.
101 Shahih. Diriwayatkan oleh Abu Dawud (5101). Saya berkata: dan isnadnya shahih.
102 HR. Al-Bukhari @./ 163-166, 6/ 546 - Fat-hul Baarl dan Muslim (103).
454 Bab XXII
Haram memohonkan ampun dan sejenisnya kepada orang
yangmati dalam kondisi kafir.
Firman Allah W:
rj,A-),'44_-frt'b?#-Sr;c6_t7;#5{uy
{@ ,;{ a$d? <;:\i):)L,J* J.i
"Tiadalab sEatutnya bagi Nabi dan orang-orangydngbqiman memintakan
dmpun (kepada Allab) bagi orang-ordng musyrik, ualaupun ord,ng-
ordng musyrik itu adalah kaum kerabat(nya), sesudab jelas bagt mereka,
babansannya ord.ng-orang musyrik itu adakh pmgbuni Neraka JabannArn. "
(QS. At-Taubah: 113)
Ada hadits yang pengertiannya sama (seperti ayat di atas) dan
kaum Muslimin sepakat tentang hal itu.
Haram mencela seorang Muslim tanpa alasan syar'i yang
membolehkannya
HADTTS NO. loee (SHAHIH)
Kami meriwayatkan dalam Shahih al-Bukhari dan Muslim, dari
Ibnu Mas'ud €y, , dari Rasulullah ffi, beliau bersabda:
K"s#;;t i[,rr
"Mencela seorang Muslim adalah perbuatan fx5ik."ror
HADTTS NO. 11oo (SHAHIH)
Kami meriwayatkan dalam Shahih Muslim dan kitab Abu Dawud
dan at-Tirmidzidari Abu Hurairah q;' .Dalam sebuah riwayatshahih,
bahwasanya Rasulullah ffi bersabda:
)4i((.i;ltr:jt i;ju,r"i.t* r6;EJl Y\t u ro\3-1jl u
10r HR. Al-Bukhari (/464 - Fat-bul Baarl dm Muslim (64).
Perintah Memelihara Lisan 455
"Dua orang yangsaling mencela, maka apayangdiucapkannya akan
kembali kepada yang memulai di antara keduanya, selama yang
teraniaya tidak melampaui batas."
At-Tirmid zi b erkata: "Hadits hasan sbah ib.",*
Ucapan tercela kepada musuh
Termasuk ucapan tercela yxugsering diucapkan dalam kebiasaan
adalah perkataan seseorang kepada orang yarLg berselisih dengannya;
Hai himar! Hai kambing! Hai anjing! Dan ymLgsejenisnya. Ini sangat
jelek karena dua alasan: .
Pertama, dia boho ng; hedua, ucapan itu menyakitkan. Hal
ini berbeda dengan ucapannya: Hai zhalim! Dan seumpamanya.
Sesungguhnya hal itu dimaafkan karena tdanyapermusuhan, ditambah
lagi, biasanyascapanitu ada benarnya. Hampir semua manusia berbuat
zhalim kepada dirinya dan kepada orang lain.
Maksud ucapan: "Tidak ada makhluk yang bersamaku selain
Allah"
An-Nahhas berkata: Sebagian ulama menganggap makruh per-
kataan: "Tidak ada makhluk yang bersamaku selain Allah."
Saya berkata: "Makruh ini disebabkan kejelekan susunan lafazh-
nya, karena istitsna' (pengecualian) pada dasarnya adalah muttasbil
(bersambung), dan itu mustahil di sini. Dan y^ig dimaksud di sini
adalah istitsna' (pengecualian) yang munqati' (terputus). Maknanya
adalah : "Akan tetapi Allah bersamaku" dikutip dari firman Allah:
{@ K;'fi }
"... DAn Dia bersama kamu.... * (QS. Al-Hadiid :4)
Seharusny a yangdiucapkan sebagai penggantinya adalah: "Tidak
ada seorangpun bersamaku selain Allah W."
r0' HR. lduslim (2587), Abu Dawud (a89a) dan acTirmidzi (1981). Bab XXII
456
An-Nahhas berkata: Juga dimakruhkan perkataan: "Duduklah
di atas nama Allah W," dan hendaklah dia mengatakan: "Duduklah
dengan nama Allah W ."
Makruh mengatakan: "Demi sesuatu yang menutupi mulutku"
bagi orang yang sedang bepuasa"
An-Nahhas menghikayatkan dari sebagian salaf bahwasanya
dimakruhkan bagi yrng berpuasa mengatakan: "Demi sesuatu yang
menutupi mulutku" dengan dalih bahwa sesungguh ny a yangditutupi
itu adalah mulutnya orang-orang kafir.
Pengambilan hujjah ini perlu ditinjau kembali, karena sesungguh-
nyadiatelah bersumpah dengan selain Allah W. Pembahasan tentang
larangan itu akan datang insyaAllab Ta'ala. Perbuatan ini termasuk yang
dimakruhkan, karena sebab y^ngtelah kami sebutkan, dan juga karena
ia menampakkan puasanya tanpa alasan/keperluan. IVallaabu A'lam.
Laranganmengucapkan: "Semoga Allah memberi kenikmatan
pada matamu
HADITS NO. 1101 (DHA',IF)
Kami meriwayatkan dalam Sunan Abu Dawud, dari 'Abdvrrazzaq,
dari Ma'mar,dariQatadah atau lainnya,dari'Imran bin al-Hushun 4F., ,
ia berkata:
ii'oK \53,\LV -4iS ,(iL + ii,r ,t*,+r g_ iifr \K '
".f,U! FWri>Ll)t
"Kami mengatakan/mengtcapkan di masa jahiliyah: 'Semoga Allah
\i€ memberikan nikmat mata kepadamu, dan semoga Allah W mem-
berimu kenikmatan di pagi ini.' Namun, pada masa Islam, kami dilarang
mengucapkan hal i1g."ros
'w Dba'rf. Diriwayatkan oleh Abu Dawud (5227).
Saya berkata: isnadrya terputus, karena Qatadah tidak pernah mendengar dari'Imran bin al-
Hushain. Dan jika orang lain (bukan Qatadah), berarti di dalam rawinyt ada ya;ng mubham.
Perintah Memelihara Lisan 457
Abdurrazzaq berkata: "Ma'mar berkata:'Dimakruhkan seseorang
berkata:'semoga Allah W memberi kenikmar.an matapadamu.' Dan
boleh mengatakan: 'semoga Allah W memberikan nikmat kepada
matamu."'
Saya berkata: Seperti inilah yangdiriwayatkan Abu Dawud dari
Qatadah dan yang lainnya. Dan seperti hadits ini, ahli ilmu (ulama-
ulama hadits) berkomentar: "Tidak bisa dikatakan shahih; karena
Qatadah seorang yang tsiqab sedangkan yanglatnnya majbul (tidak
diketahui identitasnya). Berarti kemungkinan hadits ini berasal dari
orang yarLg tidak dikenal, padahal syarT'ar tidak dapat ditetapkan
dengan riwayat sepefti ini. Namun, sebagai tindakan preventif ftati-
hati), sebaiknya pengucapan ini dijauhi; karena boleh jadi benar, dan
sebagian ulama ada yangberhujj ah dengan y^rLg majhul (tidak dikenal).
Wallaahu A'lam.
Larangan berbicara berduaan fika ada orang ketiga bersama
mereka
HADTTS NO. 1102 (SHAHIH)
Kami meriwayatkan dalam Shahih al-Bukhari dan Muslim, dari
Ibnu Mas'ud €5 , ia berkata: "Rasulullah ffi bersabda:
d/./Ei! tW e.1 ,ij3rdt #-)e{4>s?S tilp
k:if &iG))\'1i
'Jika kalian sedang bertiga, maka janganlah dua orang berbisik tanPa
orang ketiga, sampai kalian berada di tengah orang banyak. Karena
y ang demikian agar tidak menj adika rrny a bersedih. ""*
HADITS NO. 1103 (SHAHIH)
Kami meriwayatkan dalam Shahih al-Bukhari dan Muslim, dari
Ibnu'Umar @:.,, bahwasanya Rasulullah ffi bersabda:
106 HR. Al-Bukhari (/J./82 den 83 - Fat-bul Baan) dan Muslim (2184).
458 Bab XXII
&lo((.eJgl oj3 ont sla:>s $K lif y1
"Jika adatiga orang, maka jangan sampai dua orang berbisik-bisik,
tanpa melibatkan orang ketiga."''
HADTTS NO. 1104 (SHAHIH)
Kami meriwayatkannya dalam Sunan Abu Dawud, dengan tam-
bahan: Abu Shalih-yangmeriwayatkan hadits dari Ibnu'Umar ':*;,
berkata:
'.'!jt)j 'iti rk G:r-c.i) di3',
"Saya bertanyakepada Ibnu'LJmar e$: 'Bagaimana jika empat orang?'
Ia menjawab: 'Tidak mengapa fterbisik-bisik jika empat orang)."'r08
Larangan kepada perempuan menceritakan kepada suaminya
atau yang lainnya tentang kecantikan badan perempuan yang
lain, iika tidak ada keperluan dengan alasan syar'i, seperti ada
yang hendak menikahinya.
HADTTS NO. 1105 (SHAHTH)
Kami meriwayatkan dalam Shahih al-Bukhari dan Muslim, dari
Ibnu Mas'ud gF , ia berkata: "Rasulullah ffi bersabda:
((WLfi rk w:l\il.4 {Vt tipr ;S 1 ;
'Janganlah seorang wanita menempelkan kulitnya dengan f.*fi, wanita
lain (menyentuh wanita lain), kemudian dia ceritakan keadaannya
kepada suaminya dengan sejelas-jelasnya, seakan-akan suaminya
melihat dia dengan mata kepalanya sendiri."''
10 Diriwayatkan oleh al-Bukhari 0O/81- Fat-hul Baar) dan Muslim (2183).
t08 Sbabih, diriwayarkan oleh al-Bukhari dalam al-Adab al-Mufrad (1170), Abu Dawud (a852) dan
Ahmad F./ 18/ 141 dm 142).
Saya berkata, sanadnya shahih menurut syarat as-Syaikhain.
10e HR. Al-Bukhari (IXl338 - Fat-bal Baarfl.
Saya berkata, saya tidak menemukannya di dalam Shahih Muslim.
Perintah Memelihara Lisan 459
Dimakruhkan ucapan kepada pengantin: "Dengan kehar-
monisan dan anak (semoga harmonis dan mendapat keturunan)"
Do'a yang mesti diucapkan adalah: lt:;z -irrq,:flirt o;q (semoga Allah
W memberi berkah kepadamu, dengan memberikan berkah atasmu).
Seperti yar.gtelah kami sebutkan dalam kitab an-Nikah.
Dilarang mengatakan: "Ingatlah Allah", kepada orang yang
sedang marah
An-Nahhas meriwayatkan dari Abu Bakar Muhammad bin
Yahya-dia adalah salah seorang ahli yang adib (sastrawan)-dia ber-
kata: "Ketika seseorang sedang marah, dimakruhkan mengucapkan
kepadanya: 'Ingatlah kepada Allah,'karena khawatir kemarahan akan
menyeretnya kepada kekufuran.
Ia berkata: "seperti ini juga, janganlah diucapkan kepadanya:
'LJcapkanlah shalawat kepada Nabi ffi;'karena alasan yangsarna."
Termasuk ucapan terjelek lagi tercela adalah yang biasanya di-
lakukan oleh kebanyakan orang jika ingin bersumpah terhadap se-
suatu, maka ia menghindar dari ucapan: ,&g (demi Allah), karena takut
dilanggar, atau karena mengagungkan Allah W dan menghindar dart
psumpah, kemudian iaberkata: "Allah mengetahui ap^yangtelah ada
seperti ini, atau sungguh adalah seperti ini...." dan ucapan sejenisnya.
Ucapan ini bisa berbahaya, jika yang mengucapkan meyakini
bahwa perkaranya adalah seperti yang dikatakannya, maka hal itu
tidak mengapa. Dan jika ada keraguan tentang hal itu, maka hal itu
termasuk yangterjelek; karena hal itu bisa membawa kebohongan
kepada Allah W4. Sesungguhnya dia mengabarkan bahwasanya Allah
ffi mengetahui sesuatu yangtidak diyakininya, bagaimanakah dia?
Di dalam ucapan itu ada lagi persoalan mendalam yang lebih keji
dari di atas, yaitu menentang sifat Allah W bahwa Dia mengetahui
perkara yangtidak sebenarnya. Andaikan itu terjadi, maka dia telah
kafir. Oleh sebab itu, setiap orang berkewajiban untuk menghindari
ucapan ini.
460 Bab XXII
Dimakruhkan bagi seseorang berdo'a: "Ya Allah ampunilah
dosaku iika Engkau mau, atau iika Engkau inginkan." Tetapi
hendakny a dia bersungguh-sungguh dalam meminta.
HADTTS NO. 1106 (SHAHIH)
Kami meriwayatkan dalam Shahih al-Bukhari dan Muslim, dari
Abu Hurairah gE , bahwasanya Rasulullah ffi bersabda:
ll
,€,a bL U*6)t r{i:r,4 3L t)*t eX1,?'-i'tA't n
(6,#1 {F s:\:at&
"Janganlah salah seorang dari kalian mengatakan (dalam berdo'a):
'Ya Allah ampunilah dosaku jika Engkau menghendaki, ya Allah
rahmatilah aku jika Engkau menghendaki,'hendaklah berdo'a dengan
bersungguh-sungguh karena sesungguh nya tiada suatu pun yang dapat
memaksa-Nya."r,
Dalam satu riwayat Muslim:
((.i\Ei',g;;u;\;iil jtri airr,iF {a;'}t #S i4 AS t
"Akan tetapi hendaknya ia meminta dengan pasti, serta menunjukkan
keinginan yarLg besar untuk diampuni, karena sesungguhnya Allah
Ta'alatidak pernah memandang besar apayangtelah Dia berikan."
HADTTS NO. 1107 (SHAHIH)
Kami meriwayatkan dalam Shahih al-Bukhari dan Muslim, dari
Anas Q9-' , ia berkata: "Rasulullah ffi bersabda:
qilt G+s" \t r-JJ l{il3i:\$td\ flts i;ies rSgyy
( YfF
110 I{R. Al-Bukhari (Xl/139,ru./448 - Fat-hul Baar) dan Muslim (2679).
Perintah Memelihara Lisan 461
'Jika salah seorang dari kalian berdo'a, hendaklah ia berdo'a dengan
sungguh-sungguh, dan jangan mengatakan: 'Ya Allah jika Engkau ber-
kehendak, maka berikanlah aku!' Karena sesungguh nya tiadasesuatu
pun yang dapat memaksa-Nya.",,'
Dilarang bersumpah dengan selain Asma Allah (nama-nama
Allah Ta'ala) dan sifat-sifat-Nya, seperti Nabi, Ka'bah,
Malaikat, amanah, kehidupan, ruh, dan yang lainnya,
tetapi yang paling dilarang adalah sumpah dengan amanah.
HADTTS NO. 1 108 (SHAHTH)
Kami meriwayatkan dalam Shahih al-Bukhari dan Muslim, dari
Ibnu'Umar u9.,, dari Nabi ffi, beliau bersabda:
kegil,&rq ilab e ; -oK F,':aiU\ \rtL :i ?Wai'r,il
"SesungguhnyaAllah melarang kalian untuk bersumpah dengan nama
Ieluhur kalian, barang siapa yangbersumpah, hendaklah dengan nama
Allah, atau lebih baik diam."
Dan riwayat dalam kitab sbabib:
((.&3il jt d,!'.lt;lzx ul-\;,-tK,y ))
"Barangsiapa bersumpah maka janganlah bersumpah melainkan dengan
nama Allah, atau hend aknya dlr6."rrz
Dan kami meriwayatkan larangan keras bersumpah dengan
amanah dalam hadits berikut ini:
HADTTS NO. 11oe (SHAHTH)
Maka sebagiannya adalah y^ng kami riwayatkan dalam Sunan
Abu Dawud dengan isnadyangshahih, dari Buraidah Q;', ia berkata:
"Rasulullah ffi bersabda:
r11 HR. Al-Bukhari (Xl/139, - Fat-hal Baar) dan Muslim (2678).
112 HR. Al-Bukhari (XIl530, - Fat-bul Baar! dan Muslim (16a6).
462 Bab XXII
((.q,#I5ut 6ty))
"Barang siapa yangbersumpah dengan amanah ftejujuran) maka dia
bukan termasuk dari golongan katni.""'
Makruh banyak bersumpah dalam iual beli dan seienisnya,
walaupun benar
HADTTS NO. 1110 (SHAHIH)
Kami meriwayatkan dalam Shahih Muslim, dari Abu Qatadah
gE , bahw^sanyadia mendengar Rasulullah ffi bersabda:
((6:;'"i 6{i'i$ t{r o,t)!t'r}$ izs-Dt
'Jauhilah banyak bersumpah dalam jual beli, karenaperbuatan tersebut
dapat melariskan dagangan namun menghilangkan k€berkahanl""o
Makruh mengatakan qdus quzab (pelangi/sagitarius) bagi
nama yang di langit
HADITS NO. 1111 o4AUDHU)
Kami meriwayatkan dalam Hrlyah al-AuliyakaryaAbu Nu'aim,
dari Ibnu 'Abbas cgy,, bahwasanya Nabi ffi bersabda:
w'r,,, iur,rfi ,Vj A:,'or$ Li fty Lg jfiDl Y lt
((.raj-'ii Ji'ri6f
"Janganlah kalian mengatak arl qdus quzah(pelangi). S.rrrlgg.rhnya
quzab adalah syaitan, akan tetapi katakanlah: qausallab (lengkungan
AIIah), maka ia adalah keamanan bagi penduduk [gpl."rrs
111 Shabib. Diriwayatkan oleh Abu Dawud (3253).
Saya katakan: dan bnad-rya sbabih. Semua per*rirya siqab.
lra HR. Muslim (1607).
t15 Mdadba' balsu). Diriwayatkan oleh Abu Nu'aim dalam al-Hilyab P./309) dan Khathib al-Baghdadi
dalam Taihh al-Baghdad Nm/452) dari jalur Za,karh bin Hakim al-Habathi, dari Abu Raja- aI-
'Utharidi, dari Ibnu'Abbas ,#a dengan redaksi hadits di atas.
Perintah Memelihara Lisan
Saya katakan: (quzah) dtbace dengan dbammab qaf dan Fat-hul
Baariah zaaL Al-Jauhari dan yanglainnya berkata: diatidak bertanuin.
Orang-orang awam membaca: (qudab) dibaca dengan daal, dan itu
kesalahan dalam huruf.
Dilarang mengabarkan perbuatan maksiat yang dilakukannya
kepada orang lain
Dilarang bagi seseorxrlg, apabila melakukan perbuatan maksiat
atau sejenisnya, mengabarkan hal itu kepada orang lain, namun seharus-
nya ia bertaubat kepada Allah lH , berhenti dari perbuatan maksiat
tersebut saat itu jrgr, menyesalLyangtelah dilakukan, dan berniat
tidak akan mengulanginya lagi untuk selama-lamunya. Tiga perkara ini
adalah rukun taubat. Tidak diterima taubat kecuali dengan lengkapnya
tiga rukun tersebut.
Jika dia mengabarkan perbuatan maksiatnyakepada gurunya, atau
yang seumpamanya,yangdiharapkan bisa mencarikan jalan keluar dari
maksiatny a, atav memberit ahukanny a agar tidak t erj erumus ke dal am
dosa untuk kedua kalinya, atau mengenalkan kepadanya penyebab
yang menjerumuskannya ke dalam maksiat, et^t yar,g mengajaknya,
ata:r- yang seumpam^nya, maka semua itu tidak mengapa, bahkan
sangat baik. Namun yarlg dilarang adalah jika tidak ada rnashlabat
ftepentingan) padanya.
HADTTS NO. 1112 (SHAHIH)
Kami meriwayatkan dalam Shahih al-Bukhari dan Muslim, dari
Abu Hurairah gF-' , ia berkata: "Saya mendengar Rasululla'h ffiber-
sabda:
J:.11 ,h ii ttt;Ar c'oYr'Gl6r '11 iu" gi',5 ,
Abu Nu'aim berkata: "Gharib dari Hadits Abu Raja- sejauh yang saya ketahui, tidak ada yang
memarfu'kan hadits ini selain Zakariya bin Hakim."
Saya berkata: Dan ini a.dalah isnad yang rnaudbu' (palsu), penyakitnya terletak padt Zal\ariya
bin Hakim, dia balik ftinasa dalam riwayat). Ibnu Hibban menuduhnya di dalam al-Majrubin, ia
berkata: Dia meriwayatkan dari orang-orang yang kuat hapalan sesuatu yang tidak menyerupai
hadits mereka, sehingga sepintas lalu bahwasanya dia bisa dipegang bagi hadits-hadit tersebut, tidak
boleh berhujjah dengan ceritanye."
464 Bab XXII
ai;r j)t3 u, &4,4L $a'^itt';}; 3s') &'l1yu;.,lJ!
u.iw it j+,-\ t*;- bro,:ij':j6{>U'r3,tKS tS t;rt1t
"Semua ummatku akan diampuni kecuali orang yangterang-terangan
dalam berbuat dosa. Dan termasuk terang-terangan adalah bila seseorang
melakukan suatu pekerjaan di malam hari kemudian di pagi harinya-
padahal ia telah ditutupi oleh Allah-dia berkata: 'Hai Fulan, tadi
malam aku melakukan begini dan begini.' Sepanjang malam hari ia
telah ditutupi oleh Rabbnya dan keesokan harinya ia menyingkrp
tabir Allah dari dirinya.""'
Diharamkan kepada mukalkf paligh berakal) untuk menceritakan
kepada hamba seseorang, atau istrinya, atau anaknya, atau ghulamnya
(budak lakilakinya), sesuatu yang bisa merusak mereka, jika yarLg
diceritakan itu bukan merupakan arnar ma'ruf (menyuruh berbuat
baik) atau nahi munkar (melarang berbuat kejahatan).
Firman Allah W:
olz.zz // b znl.t-
lf-rt i_r &itJt:
*iss';;r,i.F
, 5i &WG';
{
"... DAn tolong-menolonglab kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan
taqa)a, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran
.... " (QS. Al-Maa-idah: 2)
{@ 3;;,1$i,iJYge$.r}
*Tiada suatu ucapanpun yang diucapkan melainkan ada di dekatnya
Malaikat pengaw)as yang selalu badir." (QS. Qaaf: 1S)
HADTTS NO. 1113 (SHAHTH)
Kami meriwayatkan dalam kitab Abu Dawud dan an-Nasa-i, dari
Abu Hurairah 45 , ia berkata: RasulullrJ, M bersabda:
116 I{R. Al-Bukhri 'C(J.i486 - Fat-bal Baatf, dan Muslim (2990).
Perintah Memelihara Lisan 46s
((.q,# K;u :1 zslt 45,;;L u ))
"Barang siapa yarLgmerusak istri seseorang atau hambanya, maka dia
bukan termasuk golongan [21ni.Drrz
Saya katak an,-iL,maknanya adalah: dia merusak dan mempermain-
kannya (menipunya).
Ucapan .-ili1 (aku nafkahkan) dan a;; (aku rugi) dalam
membelaniakan harta
Seharusnya dikatakan bagi harta yangdikeluarkan dalam ibadah
kepada Allah \H ; Aku nafkahkan dan seumpamanya. Hendaklah
dikatakan: "Aku nafkahkan pada hajiku sebanyak seribu, aku nafkah-
kan dalam perangku sebanyak dua ribu, dan seperti ini aku nafkahkan
dalam menjamu tamuku, ketika mengkhitan anakku, dalam pernikahan-
krr,"..... dan yang seumpam arry a. Jangan dia mengucapkan perkataan
yar,g biasa diucapkan oleh orang-orang awam: "Aku rugi dalam
menjamu tamuku, aku rugi dalam melaksanakan hajiku, aku kehilang-
an uang untuk biayaperjalananku."
ditRingkas kata, ucapan (aku menafkahkan) dan seumpamarLya
digunakan untuk ketaatan. Dan ucapan i,l$,i.J.j ,j,-3, dan seumPama-
nya digunakan dalam maksiat dan yangtidak disukai, danjangansampai
dipergunakan dalam ketaatan.
Ucapan yang dilarang dalam shalat
Dr antara larangan yang banyak diucapkan orang ketika shalat
adalah apabila imam membaca:
{@ :l# ':iv3$'i(l}
"Hanya Engkaulab yang karni sembah dan harrya kepada Engkaulah karni
mobon pertolongar." (QS. Al-Faatihah: 5)
17 Sbahih, diriwayatkan oleh Abu Dawud Ql75 dan 5170), Ahmad @/397) dan Ibnu Hibban (1316)
dari beberapa'jalur, dari 'Ammar bin Ruzaiq, dari 'Abdullah bin 'Isa, dari 'Ikrimah, dari Abu
&Hurairah dergrrrya (redaksi hadits di atas).
Saya berkata: Ini adalah isnad ya.rg sbabih, semta perawinya adiala.h tsQah). Hadits ini memiliki
syihil darihadits Ibnu'Abbas 4,r,. Diriwayatkan oleh adh-Dhiya- dalam al-Mukhtareh (6a/.25/2).
Dan yang lain dari hadits Buraidah bin al-Hushaib, diriwayatkan oleh Ahmad N/352) dengan
isnad.ymgsbahih.
466 Bab XXII
Maka, makmum membaca:
{@ b#11b34'i(t}
"Hanya Engkaukh yang kami sembah dan bartya kepada Engkaulab kami
mohon pertolongar." (QS. Al-Faatihah: 5)
Ini mesti ditinggalkan dan dihindari. Pengarang al-Bayantermasuk
ulama kami (madzhab asy-Syaf i'i) berkata: " Sesun gguhnya (perbuatan) ini
membatalkan shalat, kecuali jika bertujuan untuk membaca al-Qur-an."
Y*g dikatakannya ini, sekalipun perlu ditinjau ulang, nampaknya
tidak tepat, sudah seharusnya untuk ditinggalkan. Sekalipun tidak
membatalkan shalat, bacaan itu dimakruhkan di tempat ini.lf,/allaabu
A'lant.
Dilarang mengatakan: "Ini adalahhak sulthan" dalam
pungutan bea cukai atau seumparnartya
Termasuk persoalan y^ng dilarang keras adalah yang sering
dikatakan orang-orang awam dan seumpama mereka di dalam Pungutan
cukai, y^ngdiambil dari transaksi jual beli atau seumpamanya,mereka
berkata: "Ini adalah hak Sultan, atau atasmu ada hak Sultan......dan
seumpama demikian dari ucapan yang mengandung penamaan hak
atau lazim dan selainnya.
Ini termasuk kemungkaran dan bid'ah yang keji, sehingga se-
bagian ulama berkata: "Barang siapa yang menamakan ini sebagai
sesuatu yanghak (benar), maka dia kafir, keluar dari agama Islam."
Yang shahih sesungguhnya itu tidak sampai mengkafirkan,
kecuali apabila ia meyakininya sebagai yanghak (benar), padahal dia
tahu itu perbuatan zhalim. Y*g benar adalah ucapan: (bea cukai),
atau U"Eilt 4.r b^pk untuk raja), atau ucapan-ucapan"3la3itnnya.
Makruh memohon wajah Allah Ta'ala untuk selain Surga
HADITS NO. 1114 (DHA',IF)
Kami meriwayatkan dalam Sunan Abu Dawud, dari Jabir 4$
ia berkata: "Rasulullah ffi bersabda:
Perintah Memelihara Lisan 467
u.$r'ytri,' t;y, J(x)n
'Tidak dimohon dengan wajah Allah, kecuali Surga.''"'
Makruh menghalang-halangi seseorang yang meminta dengan
Nama Allah Ta'ala dan minta syafa'at dengan nama-Nya
HADTTS NO. 1115 (SHAHIH)
Kami meriwayatkan dalam Sunan Abu Dawud dan an-Nasa-i
dengan sanad-sanad ash-Shabihain (al-Bukhari dan Muslim), dari Ibnu
'I-Jmar u#.,, ia berkata: "Rasulullah ffi bersabda:
;i3,ip\l dw ri,t, J-t, eS ,i)'*'U r +[t, it;ut q ))
Yt34? iF ,lhgs tW'11 *,y3,l$s t?V:,
(6rjv( fr 'Hi Vj,3L {pis t4ih\4
"Barang siapa ymgmemohon perlindungan dengan Nama Allah, maka
lindungilah dia. Barang siapa ymgmeminta dengan Nama Allah, maka
berilah dia. Barang siapa yan1 mengundang kalian, maka penuhilah
undangannya. Barang siapa yang berbuat kebaikan kepadamu, maka
balaslah dia. Apabila kamu tidak mendapatkan apa y^ng bisa kamu
berikan kepadanya, maka do'akanlah dia hingga kamu yakin telah
membalas kebaikannya. "'
Yang masyhur dimakruhkan untuk berkata:
U\li',.irt Jui (semo ga Allah memani angkan keberadaanmu)
Abu Ja'far an-Nahhas berkata di dalam kitabnya Sbina'atu al-
Kitab: "sebagian ulama memakruhkan perkataan: 'semoga Allah \H
n Dhd'if. diriwayatkan oleh Abu Dawud (167L).1rya berkata, bnahyadba'if(lemah), di dalamnya
ie ada Sulaimao bin Qarm bin Mu'adz at-Tamimi, dia seorang yang ielek hapalatnya. ag-N1sa;
Sbabih, diriwayatkan oleh al-Bukha ri dalam al-Adzb al'Mufrad Ql6), Abu Dawud (!612),
iN /l2),Ahmid F/68-99), al-Baihaqi Iy /199),Ibnu Hibban (2071), Abu Nu'aim dalam a l-Hilyah
[X/56) dan al-Iiakim O/4L2),lewit beberapa jalur, dari A'masy, dari Mujahid darinya (Ibnu
'Umar) dengannya (bunyi hadits di atas). Al-Hakim berkata:
"Sh,hi[, menurut perawisyaikbalz (al-BuLhari dan Muslim), pendapat ini disetujui oleh a&-Dzahabi
dan pengarang (an-Nawawy' ra bimahumalhh. Saya berkata: 'Hadits ini memang statusnya sepeni
apr y mereka katakan. "
^ig
468 Bab XXII
memaniangkan keberadaanmu,' dan sebagian ulama memboleh-
kannya.
'Ismail bin Ishaq berkata: 'Orang-orang zindiq adalah yaf,Lgpertama
kali menulis utfi.ilrJuf (semoga Allah memanjangkan keberadaanmu)."
Diriwayatkan dari Hammad bin Salamah 4W: Bahwasanya
surat menyurat di antara ummat Islam dahulu, isi suratnya adalah:
"Dari Fulan kepada Fulan, amma ba'du, keselamatan semoga tercurah
kepadamu, sesungguhnya aku memuji Allah W yang tiada ilab
melainkan Dia, aku memohon agar rahmat selalu tercurah kepada
Muhammad dan keluarganya."
Kemudian orang-orang zindiq menambah isi surat menyurat ini
y^ngdiawali dengan "atbalallaabu baqaa-aka" (semoga Allah lH me-
manj angkan keberadaanmu). "
Tidak makruh mengucapkan: Tebusanmu adalah ayah dan
ibuku"
Menurut madzhab yangshahih dan dipilih, bahwasanya tidak di-
makruhkan perkataan seseorang kepada orang lain: gfi;rJ3E;(tebusan-
mu adalah ryah dan ibuku), atau 3u, ,Jl d+ (Allah IH menjadikan
diriku sebagai tebusanmu). Banyak sekali hadits-hadits yang masyhur
yang menunjukkan kebolehan ucapan itu, baik di dalam Sbahihain
ataupun lainnya, apakah kedua orang tua itu Muslim atau bukan,
hukumnya sama saja.
Sebagian ulama memakruhkannya, apabila keduanya Muslim.
An-Nahhas berkata: "Malik bin Anas menganggap makruh ucapan:
ja'alanillabu fi.daaka (Allah \H menj adikan diriku sebagai tebusanmu).
Sebagian yatglain membolehkannya.
Al-Qadhi'Iyadh berkata: Jumhur ulama membolehkan hal itu,
apakah yang ditebus itu Muslim atau bukan, hukumnya tidak berbeda."
Saya berkata: "Terdapat beberapa hadits shahih yangtidak ter-
hitung jumlahnya yarng membuktikan bolehnya hal itu. Saya telah
memberitahukan sebagiannya di dalam Syarah Shahih Muslim.
Perintah Memelihara Lisan 469
Termasuk ucapan-ucapan yangtercela adalah lgrt , J4,!,
(perdebatan), dan'r;;.z$t (pertengkaran)
Al-Imam Abu Hami d al-GhazaJi berkata: al-Mira adalah serangan-
mu terhadap ucapan orang lain untuk menunjukkan kekuranganrLya,
tidak memiliki tujuan selain merendahkan pembLcaraartau menampak-
kan kelebihanmu terhadapnya.
Ia berkata: Adapun al-Jidal yaitu ucapan tentang persoalan y^ng
b e rhub un gan den g an me n amp akkan madzhab - madzhab dan me n et ap-
kannya.
Ia berkata: Adapun al-Kbusbumah, ialah berusaha memenangkan
pembicaraan untuk mendapatkan keinginannya y{Lgberupa harta dan
lainnya, terkadang dipermulaan dan terkadang dalam membela diril
mempertahankan, dan al-miratidak terjadi kecuali dalam membela diri.
Ini adalah perkataan al-Ghazah
Ketahuilah! Perdebatan itu adakalanya baq dan terkadang batil
(salah)
Firman Allah tH:
{ @ C eU*t?+i'ijfrr}+e'rj s }
"Dan janganlab kamu berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan
cdrd ydng ?aling baik ...." (QS. A1-'Ankabuut: 45)
(@ "|Aed\ ,ii# F
"...Bantahlab mereka dengan cara yang lebib baik .... " (QS. An-Nahl:
r25)
{@ WcJiJ;$iA;e3$-r}
*Tidak ada yang memperdebatkan tmtang ayat'ayt Allah, kecuali ord.ng'
ordngyang kafir...." (QS. Al-Mu'min: 4)
Bab XXII
Jika perdebatan itu berdiri di atas kebenaran dan ketetapan,
berarti perdebatan itu terpuji. Jika dalam menolak kebenaran atau
perdebatan tanpa ilmu, berarti perdebatan itu tercela. Berdasarkan
perincian inilah nasb-nasb ditempatkan pada yangmembolehkan dan
yangmencelanya.
Al-Mujadalah dan al-jidaal pengertiannya sama. Saya telah men-
jelaskannya secara terperinci dalam kitab Tabdzib al-Asma'i wa al-
Lughaat
Sebagian orang berkata: "Saya tidak melihat sesuatu yang bisa
men ghil an gk an agama, men gur rlt ur u -ab (w rb awa), menyi a-nyi ak an
kenikmatan, dan menyusahkan^rLhgaLti yanglebih dari pada permusuhan
(pertentangan).
Jika engkau berkata: "Bagi manusia, memang harus ada perten-
tangan/ p ermusuhan, untuk mendap atkan hak-h akny a. Jawab annya
adalah seperti yangdikatakan oleh imam al-Ghazah: "sesungguhnya
celaan y^tgtegas hanyaditujukan kepada orang yangmelakukan per-
debatan dengan batil atau tanpa ilmu, seperti wakil qadhi, dia menjadi
wakil dalam pengaduan/pertenrangan sebelum mengetahui bahwa
kebenaran ada di pihak yxLgmana, sehingga ia menerima pengaduan
tanpa ilmu.
Termasuk yangtercela adalah orang yarlgmenuntut haknya me-
lebihi keperluannya, bahkan terkadang dia menunjukkan permusuhan
dan dusta demi untuk mengganggu dan menguasai lawannya.
Demikian pula siapa yangmencampur antara pengaduan dengan
kata-kata yang mengganggu, sedangkan dia tidak membutuhkannya
untuk mendapatkan haknya. Demikian pula orang yangmurni menen-
txng, hanya untuk menindas lawannya dan mengalahkannya, maka
inilah yaflgtercela.
Adapun orang teraniaya> fang mempertahankan hujjab-nya
tdaemn bgaanha)nd,atunnytuatnagnbyeannagr,mtaerLlepb^iphei rkmepuesruluhaann, dan b erlebihJebihan, t anP a
dan tanp a bermaksud
mem-
bangkang dan tidak pula mengganggu. Maka yxLgdemikian tersebut
**tidaklah diharamkan, tetapi yxLgutama adalah meninggalkannya.
Perintah Memelihara Lisan 471
Karena mengatur ucapan secara baik ketika berselisih memang sulit,
karena perselisihan itu menggetarkan dada dan membangkitkan
kemarahan. Apabila kemarahannya bangkit, timbullah rasa dengki
di antara keduanya, sehingga masing-masing merasa senang dengan
keburukan pada y^n1lain dan merasa sedih dengan kegembiraannya,
serta lisan akan menyer^ng kehormat anflya.
Barang siapa yangmemulai pertengkaran atau perbantahan, maka
ia telah terjerumus kedalam penyakit-penyakit ini, paling rendahnya
adalah hati menjadi lalai, sehingga dalam setiap shalat dan pikirarlnya
akan terus teringat persengketaan dan keributan. Sehingga, keadaannya
tidak bisa istiqamah.
Pertengkaran itu sumber kejahatan, demikian pula perdebatan
dan penghinaan. OIeh karena itu, hendaklah pintu perselisihan untuk
tidak dibuka, kecuali karena terpaksa. Pada saat itu pun, ia harus
menjaga lidah dan hatinya dari penyakit-penyakit pertengkaran atau
perbantahan.
HADITS NO. 1116 (DHA',IF)
Kami meriwayatkan dalam kitab at-Tirmidzi dari Ibnu 'Abbas
c!!5,, ia berkata: "Rasulullah ffi bersabda:
((vejjrl of \:Jl d,,6 ))
"Cukuplah dosa bagimu bila engkau masih tetap dalam keadaan ber-
5sll5ih.'rzo
Diriwayatkan dari 'Ali €5 , ia berkata: "sesungguhnya perseli-
sihan itu merupakan kebinasan.'
Saya katak an:';At atau pdl, yaitu: kebinasaan-kebinasaan.
120 I'thd'if. Diriwayathan oleh at-Tirmidzi Q062 -Tuhfah), dan ia berkata "Ghaib (hanya ada satu
jalur riwayat), tidak kami ketahui selain dari jalur ini." al-Manawi dao guru kami (Syaikh al-Albani)
menyetu.,runya.
Saya berkata: Status hadits ini seperti pendapat mereka, karena Ibnu Wahab bin Munabbih adalah
majbal.
472 Bab XXII
Dilarang berlebih-lebihan atau sengaja menghias-hiasi
pembicaraafl agar nampak sebagai orang fasih
Makruh melakukan taq'ir (penekanan) di dalam pembicaraan,
dengan memfasih-fasihkan pembicaraan dan memaksakan dalam
memperindah ucapan, membuat-buat mukaddimah dan hiasan kata
yang biasanya dilakukan orang-orang fasih. Semua itu termasuk
pemaksaan yang tercela. Demikian pula memaksakan keindahan
ucapan, dan mengamati dengan teliti dalam setiap i'rab dan bahasa
yang langka di dalam setiap pembicaraan ketika berhadapan dengan
orang awam. Namun seharusnya dalam pembicaraannya untuk
menggunakan lafazh yang mudah dipahami dan tidak terasa berat.
HADTTS NO. 1117 (SHAHTH)
Kami meriwayatkan dalam kitab Abu Dawud dan at-Tirmidzi
dari 'Abdullah bin 'Amr bin al-'Ash "W, bahwasanya Rasulullah ffi
bersabda:
Jilrrs \S 5;-\:,.[, J@,iil ,.]tr] | (y 'Ut oL* ai,r 5! ll
rci;irj\
"sesungguhnya Allah membenci orang yang melampaui batas dari
kaum lelaki yangselalu bermain dengan kata-kata, sebagaimana sapi
y ang memainkan lidahnya. "
At-Tirmid zi berkata: "Hadits lrot4r." tzr
HADTTS NO. 1118 (SHAHTH)
Kami meriwayatkan dalam Shahih Muslim dari Ibnu Mas'ud
€5, bahwasanyaNabi ffi bersabda:
t2t Shdbih dengan syawabidnya. Diriwayatkan oleh Abu Dawud (5005), at-Tirmidzi (3011-Tuhfah),
dan Ahmad IU165 dan 187), darijalur Nafi' bin 'Umar, dari Bisyr bin 'Ashim bin Sufyan, dari
ayahrya, darinya ('Abdullah bin 'Amr) dengannya (redaksi hadits di atas).
Saya berkata: Isnadnya hasan, semua perawinya uiqah, selain Ashim bin Sufyan, dh sbaduq. Dm
baginya edesyahid dari hadits Sa'ad, diriwayatkan oleh Ahmad (I/L7*176 dm 184). Secara umum,
hadits ini shahih dengan syauabidtya.
Perintah Memelihara Lisan 473
rc:$#l5t 6Glt
"Binasalah orang-ora ng y ang melampaui batas. "
Beliau mengucapkannya sebanyak tiga kali.,"
Para ulama berkata: maksud alyAt adalah orang-orangyarLg
melampaui batas dalam setiap urusan.
HADTTS NO. 111e (SHAHTH)
Kami meriwayatkan dalam kitab at-Tirmidzi dariJabir gE ,
bahwasanya Rasulullah ffi bersabda:
74avi yWi,-W * ?tis \LWi iy |itn
$'ru$t ,l.t i; b ?+i:'g;'szt:i'oy:,\5-yif
K.sr#456j";Ar3
"Sesungguhnyaorang yangpaling aku cintai di antara kalian danyang
paling dekat tempatnya dariku nanti di hari Kiamat adalah orang-orang
yarlg paling bagus akhlaknya. Dan sesungguhnya orang-orang yarLg
paling aku benci di antara kalian, danyangpaling jauh tempatnyadari-
ku nanti di hari Kiamat adalah orang y^ngbanyak bicara, suka bicara
tanpa dipikirkan, serta orang yangberlagak fasih dalam berrutur kata
(sombong)."
Mereka benanya:
, Ju t iisi1,!t w,o;:;xJ.J,g'o;'rui.l,t W*5 r4hr J-, U n
X'6t';KAt
"'W'ahai Rasulullah! Kami mengetahui makna ats-tsartsaruun dan al-
mutasyaddiqun, namun apa makna al-mutafaibiquun?' Beliau men-
j awab: "Orang-or y ang sombong. "
^ng
122 I{R. Muslim (2670).
474 Bab XXII
At-Tirmid zi b erkata:' Ini adalah hadits fu45 4n.n rzt
Ia berkata: jt5;itr (y^ng banyak bicara). |'{At (y^ng suka bicara
banyak di tengah manusia dan menampakkan diri terhadap mereka).
Perlu diketahui, bahwa memperindah ucapan dalam khutbah dan
nasihat-nasihat tidak termasuk yang tercela, apabila tidak berlebihan
dan membuat kalimat asing (di telinga manusia); karena tujuannya
adalah menggerakkan hati untuk taat kepada Allah \iH , dan indahnya
bahasa sangat berpengaruh di saat seperti ini.
Makruh berbincang-bincang setelah shalat'Isya
Makruh bagi orang yangtelah melaksanakan shalat 'Isya untuk
berbicara dengan pembicaraainy^ngmubab (dibolehkan) di luar waktu
ini, dan yarl1sayamaksud dengan mubah adalah samahukumnyaantara
dilakukan atau ditinggalkan. Adapun pembicara an y ang diharamkan
atau dimakruhkan di luar waktu ini, maka diwaktu ini lebih haram
dan lebih makruh lagi.
t23 Shdhib dengan syauahi.d-nya. Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi(2087- Tuhfah), al-Khathib dalam
Tarihh Baghdad (lV /63) dari jalur Mubarak bin Fadhalah (ia berkata): menceritakan kepadaku
'Abdu Rabbih bin Sa'id, dari Muhammad bin al-Munkadir, dari Jabir dengannya (redaksi hadits
di atas) secara marfu'.
At-Tirmi&i berkata: 'Dalam bab ini pula dari Abu Hurair^h #, .Ini adalah hadirs hasan ghaib deri
sisi ini..... sebagian mereka meriwayatkan hadits ini dari al-Mubarak bin Fadhalah, dari Muhammad
bin al-Munkadir, dariJabir, dari Nabi S, dan dalam sanadnya tidak disebutkan 'Abdu Rabbih bin
Sa'id, dan ini yang lebih shahih."
Saya berkata:.Perputaran hadits ini dalam dua keadaan kepada al-Mubarak b;" Fadhalah, dia
seorang yang juyur namur sering melakukan udlis (menyamarkan gurunya), (dalam hadits ini)
dia menyatakan dengan kata-kata ubdits (menceritakan/meriwayatkan), maka isnad-rya hasan.
Dan hadits Abu Hurairah Q"iUy,2y5a),ndgater ldaahri disinggung oleh at-Tirmidzi, diriwayatkan oleh ath-
Thabrani dala m ash-Shagbir jalurnya pula al-Khathib meriwayatkan dalem Tarihb
al-Baghdad. (r/463-464) dari jalur Shalih al-Mari, dari Sa'id al-Jariri, dari Abu'Ursman an-Nahdi,
dari Abu Hurairth ;|y, ia berkata: "Rasulullah S bersabda: 'Sesungguhnya orarg yang paling aku
cintai di antara kalian adalah orang-or^Lgy^ngpaling bagus akhlaknya, yang merapatkan bahu
(bersatu), yatrg metryatukan had (di antara sesama ummat Islam) dan mau disatukan hatinya. Dan
sesungguhnya orang-orang yang paling aku benci di antara kalian adalah orang suka mengadu
domba, yang memisahkao antara orang yang saling mengasihi, yang mencari-cari aib orang-orang
yang tidak bersalah.'" Ath-Thabrani berkata: 'Tidak ada yargmeriwayatkan hadits ini dari Jarir
selain Shalih al-Mari." Al-Mundziri, al-Haitsami dan al-'Iraqi mendha'ifkan hadits ini.
Saya berkata: "Dh dba'if terapi tetap diperhitungkan sebagai penguat riwayar lain." Hadits ini
memiliki syabi.d dari hadits Abu Tsa'labah al-Khasyani, diriwayatkan oleh Ahmad IV/193-194)
dari jalur Dawud, dari Makhul, dari Abu Tsa'labah al-Khasyani secara marfu'(sanadnya sampai
kepada Nabi s-).
Saya berkata: 'Ini adalah isnadyangremua perawiaya tsiqab, r.am:un manqathi'(sanadnya terputus),
karena Makhul tidak mendengar dari Abu Tsa'labah. Baginya juga ada syahid dari hadits 'Abdullah
bin Mas'ud ,!; .Llh* Majma'az-Zatoaid. Nru/2L).
Ringkas kata: hadits ni shahih dengan syaroahid-ryr. lValhahu A'hrn.
Perintah Memelihara Lisan 475
Adapun pembicaraan tentang kebaikan, seperti mudztkarab ilmu,
cerita tentang orang-orang shalih, budi pekerti, berbicara bersama
tamu, maka yuLgdemikian ddak dimakruhkan, bahkan disunnahkan.
Hadits-hadits yang shahih cukup banyak dalam persoalan ini. Demikian
pula pembicaraanuntuk meminta maaf dan persoalan yangmendadak,
juga tidak mengapa. Banyak hadits-hadits yang berhubungan dengan
apa yang telah saya sebutkan, dan saya hanya akan menyinggung
sebagiannya saja dan memberi isyarat kepada yanglainnya.
HADTTS NO. 1120 (SHAHIH)
Kami meriwayatkan dalam Shahih al-Bukhari dan Muslim, dari
#Abu Barzah z
'.r,6i-li 1*y:rri.41 & (pt tHr sK iw &t J;,'it "
"Bahwasanya Rasulullah ffi membenci tidur sebelum shalat 'Isya dan
mengobrol setelahnya.''o
Adapun hadits-hadits yang membolehkan berbicara karena alasan
syar'i seperti y^agtelah saya sebutkan cukup banyak terealisasi, di
arrtararLya adalah:
HADTTS NO. 1121 (SHAHIH)
Hadits Ibnu 'LImar qi+*, dalam asb-Sbabibain, bahwasanya
Rasulullah ffi melaksanakan shalat 'Isya di akhir hayatnya. Setelah
salam, beliau bersabda:
* *&'rL rfi;l ra, ,-*U &',;F try
((*;iipt e;'.tr;y
"Tahukan kalian tentang malam ini, sesungguhnya pada seratus tahun
y^ngakan datang tidak akan ada yarLgtinggal seorang pun dari mereka
y^nghidup pada mala6 inl.'rus
121 IfR. Al-Bukhari F/49 - Fat-brl Baarl dan Muslim (6+7). Bab XXII
125 T{R. Al-Bukhari @./45 dn 73-74 - Fat-hul Baarfl dm Muslim (2537).
476
HADTTS NO. 1122 (SHAHIH)
$'Hadits Abu Musa al-Asy'ari dalamshabibain (al-Bukhari dan
Muslim) bahwasanya Rasulullah ffi mengakhirkan shalatnya hingga
Iarut malam, kemudian Rasulullah ffikeluar lalu mengerjakan shalat
bersama para sahabat. Ketika selesai, beliau bersabda kepada semua
.#yar.ghadir: &r *. :y';i VA s;4ip
e{'ii
u.g'Fienr ,;i
"Tenan glah, kuberitahukan sesuatu y arLgmenggembirakan. Sesun gguh-
nya di antaranikmat Allah kepada kalian adalah tidak ada seorangPun
di antara manusia yaagshalat pada saat ini selain [a[ix1.'rue
Atau beliau bersabda: 'Tidak ada sorang Pun yangshalat pada
saat ini, selain kalian."
HADITS NO. 1123 (SHAHIH)
Hadits Anas dalam Shahih al-Bukhari, bahwasanya mereka
menunggu Nabi M,, d*beliau datang kepada mereka ketika mendekati
tengah malam, lalu shalat 'Isya bersama mereka. (Anas) berkata:
Kemudian beliau berpidato seraya bersabda:
'iF\ Y i\b OrlV t"eY),VJS')'"i $b,; ;t JI,i1'li yy
((.6'\i,Jl
"Ketahuilah, sesungguhnya manusia telah melaksanakan shalat
kemudian tidur, dan sesungguhnya kalian senantiasa berada di dalam
(pahala) shalat, selama kalian menunggu 5[x[21.'ruz
126 HR. Al-Bukhari @'/47-345-347 - Fat-hal Baar) dan Muslim (6af.
127 HR. Al-Bukhari W47-5L-73, X/321 - Fat-bul Baar). Seya berkata: dan hadits ini juga terdapat
dalam shahih Muslim (640).
Perintah Memelihara Lisan 477
HADTTS NO. 1124 (SHAHIH)
Di antaranya lagi hadits Ibnu 'Abbas dcr, ketika menginap di
#,rumah bibinya, Maimunah , katanya:
k'.iGi 8'"r5i Jt'': , r$t iW '{1t',t1'
"sesunggguhnya Nabi ffi shalat 'Isya', kemudian beliau masuk ke
rumah istrinya, Maimunah €y, , lalu berbicara bersama istrinya."
Dan sabdanya:
rt.fititt iu rr
"Anak kecil sudah 1idg1.'rzt
HADITS NO. 112s (SHAHIH)
Di antaranyalagi, hadits'Abdurrahman bin Abu Bakar vt4,:
'&|#3 ;V'i,;r.*)t,p rF'e eVV rt\;ri i.Li O'
"1'<iS r'",u'r'qls tVt
"Dalam cerita tamu-tamunya dan tertahannya beliau dari mereka
hingga melaksanakan shalat'Isya'. Kemudian beliau berbicara bersama
-.*k, dan berbicara pula bersama istri dan anaknya. Pembicaraan
mereka itu terjadi berkali-kali."''
Dua hadits ini berasal dari Shahih al-Bukhari dan Muslim, riwayat
y^ngsebanding dengan ini sangatlah banyak, dan yang telah kami
sebutkan sudah cukup. Segala puji bagi Allah W.
Makruh menamakan shalat'Isya' dengan shalat'Atamah
Dimakruhkan menamakan'ky.' yang akhir (shalat'Isya') menj adi
al-'atamabberdasarkan beberapa hadits shahih serta masyhur tentang hal
itu, dan dimakruhkan pula menamakan shalat maghrib menjadi'Isya'.
r2s HR. Al-Bukhari Q./212 - Fat-hul Baar) dan Muslim (763).
1,, HR. Al-Bukhari W75 - Fat-hul Bazr) dan Muslim (2057).
478 Bab XXII
HADTTS NO. 1126 (SHAHTH)
Kami meriwayatkan dalam shahih al-Bukhari dari'Abdullah bin
Mugghaff al al-Muzani €5 -dibaca dengan ghain yang bertitik satu,
ia berkata: " Rasulullah ffi bersabda:
'Janganlah orang-orang arab (y^ngnon Muslim) mengalahkan kalian
untuk menamakan shalat maghrib."
Ia berkata: "Orang-orang Arab mengatakan (menamakan) dengan al-
'Isya'."''o
Adapun hadits-hadits yang berkenaan penamaan' I sy A' meniadi
al:atamab:
HADTTS NO. 1127 (SHAHTH)
Sepeni hadits:
(&.* 5:$;1't $#)V *At,:,Y6#5n
"Andaikan mereka mengetahui (pahala) dalam shalat Shubuh dan
al-'Atamab, niscaya mereka akan mendatanginya, walaupun sambil
merangkak."'r'
Jawabannya dari dua sisi:
Pertama, sesungguhnya ini terjadi sebagai penjelasan bahwa
larangan (y^ng terdapat dalam hadits lain) bukan larangan haram,
tetapi hanya tanzih.
Kedua, dikhawatirkan adanya kesamaran bagi yangdiajak bicara
tentang yangdimaksud, jika beliau menamakanrrya 'isya.
Adapun penamaan shalat shubuh dengan gbadah, menurut
madzhab yang shahih tidak makruh, banyak sekali hadits shahih
yang menunjukkan pemakaian kata gbadab, sekelompok sahabat kami
memakruhkannya, namun mereka tidak memiliki alasan.
rro HR. Al-Bukhari F,/42).
1r1 HR. Al-Bukhari @,/l4l - Fat-hul Baarl dan Muslim (437 dan L9l4).
Perintah Memelihara Lisan 479
Tidak mengapa memberikan nama maghrib dan'Isya' menj adi'Iryo' -
ain (duashalat 'Isya'), dan tidak mengapapula dengan ucapan 'Ityr' yalrLg
akhir. Adapun y{Lgdikutip dari al-Ashmu'i bahwa dia berkata: "Tidak
boleh dikatakan'isya' yangakhir,' itu merupakan sebuah kekeliruan.
HADTTS NO. 1128 (SHAHIH)
Terdapat dalam Shahih Muslim, bahwasanya Nabi ffi bersabda:
(i((.i?- .il ;u,:l \a; 36 )6,5!4 i4v; 9i;t y
"Perempuan manapun yang memakai wangi-wangian, maka janganlah
ia ikut shalat'Isya' y^tgakhir bersama [21ni.'r:z
Diriwayatkan pula ucapan yang tidak terhitung jumlah nya dati para
sahabat di dalam Shahih al-Bukhari dan Muslim serta selain keduanya.
Telah saya jelaskan semua itu dengan syauahidnya di dalam kitab
Tabdzib al-asma- ua al-lugbah. HanyaAllah W yang memberi taufiq.
Dilarang menyebarkan rahasia
Di antara y^rLgdilarang adalah menyebarkan rahasia. Hadits
mengenai ini sangat banyak jumlahnya. Apabila mengandung bahaya
dan gangguan, maka perbuatan itu menjadi haram.
HADTTS NO. 112e EIASAN)
Kami meriwayatkan dalam Sunan Abu Dawud dan at-Tirmidzi
$dariJabir ,iaberkata: "Rasulullah ffi bersabda:
*+!11.i:uf 4y *>EII'"i J-.lr \'"'rlil ll
'Jika seseorang menceritakan sesuatu kemudian dia benpaling, maka
itu adalah amanah."'
At-Tirmid zi berkrta: "Fladits [x5x11. " r,
Ifl.132 Muslim (444).
133 Hasan.Diriwayatlan oleh Abu Dawud (4868),at-Tirmidzi Q026), Ahma{ (I\/32+352-379, 380 dan
394), ath-Thahiwidatam%usyhilal-Atsar IY /335-336) dan selain mereka, dari jalur'Abdurrahman bin
Bab XXII
Dilarang bertanya kepada seseorang mengapa ia memukuli
isterinya tanpa alasan, padahal pemukulan itu tidak perlu terjadi
Kami telah meriwayatkan hadits-hadits ymgshahih di permulaan
kitab ini tentang memelihara lisan untuk diam dari sesuatu yang belum
jelas manfa^tny^.
HADTTS NO. 1130 (SHAHTH)
Telah kami sebutkan dalam hadits yxlgshahih:
K.# 1 v K5,-r)t rfrL,rdf ))
"Sebagian dari tanda kebagusan Islamnya seseorang adalah ia me-
ninggalkan sesuatu y arrg tidak menj adi kepenting annya.)' t34
HADITS NO. 1131 (DHA',IF)
Kami meriwayatkan dalam Sunan Abi Dawud, an-Nasa-i dan Ibnu
gMajah dari 'Umar bin Khaththab , dari Nabi ffi, beliau bersabda:
(ct;rll Q?e,Yltj'15- Yll
"J an ganlah seseoran g ditany a kenap a ia memukul istrinya. "','
'Atha', dari 'Abdul Malik binJabir bin 'Atik, dari jabi r secararnarfa' denganya (redaksi hadits di atas).
Saya katakan: Ini adalah isnad hasan, semua perawinya tsiqah, dan tentang Ibnu'Atha'- ada
perbincangan, namun tidak jatuh dari derqat sha.duq $,$ur).
t3a Sbahib. Telah lewat di Nomor (1013).
'ts Dba'tf. Diriwayatkan oleh Abu Dawud Ql4),lbm Majah (1986), Ahmad (/20), drr. al-Baihaqi
dari jalur Dawud bin 'Abdullah al-Audi, dari 'Abdurrahman al-Musli, dari al-'Asy'ats
0[I/305) dengannya (redaksi hadits di atas) secara marfu'.
dari'Umar bin Khaththab gr ,
bin Qais,
Saya berkata: 'Ini adalah isndyangdha'if, karena adanya'AMurrahman al-Musli, dia tidak dikenal,
sepeni yang dikatakan olehadz-Dzahabi dalam al-Mizan @,/602)
Syaikh Ahmad Syakir '+i#5 di dalam a'lQ-nya terhadap al-Musnad (122) berk*a:' Isnad yang
dha'if, karena Dawud bin Yazid al-Audi tidak kuat (hapalannya dan catatannya), dan para ulama
mempersoalkannya."
Saya berkata: 'Ini adalah u'abam (kesalah pahaman) dari Syaikh al-Asybal - semoga Allah s
memaalkan dia dan kita semua. Terdapat dalam al-Musna./: 'Abdullah al-Audi, tidak disebutkan
siapa nama ayahnya. Maka beliau mengira dia adalah 'Dawud bin Yazid al-Audi" paman dari
'Abdullah bin Idris, dia seorang yang lemah. Adapun yang meriwayatkan hadits ini, dia seorang
yarrg tsiqab.
Perintah Memelihara Lisan 481
Berkenaan dengan sya'ir (puisi/safak):
HADTTS NO. 1132 (SHAHTH)
Telah kami riwayatkan dalam Musnad. Abi Ya'la dengan isnad y ang
basan, dari 'Aisyah €y, , ia berkata: "Rasulullah atKS ditanya tentang
sya'ir, beliau menjawab:
?st(..(0c.43tto,1c- %S(O0z*z>
llzz ))
d;-.^>
"Sya'ir adalah perkataan >langbaiknya adalah baik dan yangjeleknya
adalah jele[."'*
lJlama berkata: Pengertian sesungguhnya, sya'ir sama seperti natsar
(prosa) (ucapan yangbukan sya'ir). Namun menghabiskan waktu bagi
sya'ir dan hanya memfokuskan kepadmya,adalah tindakan yangtercela.
HADTTS NO. 1133 (SHAHIH)
Terdapat dalam beberapa hadits yalo.g shahih sesungguhnya
Rasulullah ffi mendengarkan sya'ir dan memerintahkan kepada Hasan
bin Tsabit €5 untuk memperolok orang-orang kafir dengan sya'ir.'37
t36 Sbabib dengan syawabiLnya. Diriwayatkan oleh Abu Ya'la dalam Musnadnya (+lOO); (ia berkata):
menceritakan kepada kami 'Abbad bin Musa al-Khutli (ia berkata): Menceritakan kepada kami
'Abdurrahman bin Tsabit, dari Hisyam, dari ayahnya, dari 'Aisyah #, , ia berkata: "Rasulullah
ffi dir.mya rentang sya'ir? Maka beliau menjawab: (dan dia menyebutkan hadits tersebut).
Saya berkata: Ini adalah isnad yang hasan, semua perawinya tsiqah, pera perawi al-Bukhari dan
Muslim selain'Abdurrahman bin Tsabit, dia adalah ibnu Tsauban al-'Ansi ad-Dimasyqi, dan dia
adalah hasan dalam hadits. Dan hadits ini diikud oleh 'Abdul 'Azhim bin Habib bin Raghban di sisi
ad-Daraquthni(IVl155),namundia seor^agyatgtndtrak,sehiaggatidakdapatdiangkatdengannya.
Ada pula riwayat yangmauqufkepada'Aisyah 6ir-, . Diriwayatkan oleh al-Bukhari dalamal-Adab
syabi.d dari 'Abdullah bin 'Umar
al-Mifrad (866) dengan isnad yang hasan. Dan baginya ada dan ad-Daraquthni (IVl 156) dari j'aglu:.r
Diriwayatkan oleh al-Bukha ri dala,m al-Ad"ab al-Mufrad (865)
Ismail bin 'Ayyasy, dari'Abdurrahman bin ZiyadbhAn'um, dari'Abdurrahman bin Rafi', dari
'Abdullah b;'Arnr 91, ia berkata: 'Rasulullah S bersabda: (dan dia menyebutkan haditsnya).
Saya berkata: Ini adalah isradyargdba'fkarena lemahnya'Ismail bin "Ayyasy dan orang yang di
,tisnyr. Dia didha'i{kan oleh al-Hifi zh dabm Fat-bal Baari al-Bari. Adapun perkataan al-Haitsami
$fi,/L22): "Dan Isnadnya adalah hasan." Maka bukanlah perkataan yang bagus. isnad yang
, dikeluarkan oleh ad-Daraquthni (IVl156) dengan
Dn syahid dari Abu Hurairah g
dha'if. Ringkas kata, sesungguhnya hadits ini adalah shahih dengan syatoahid-rya (penguatnya).
lVallaabu a'lam.
117 SdTahaarribikiabbl.-BBDaairrgaiwb-dabayidnat(ktXAaIznYib/o,3l1eia)hbdaeal-rrBkiauatkashy:a-'SRriyaa(sViubIallu3nl0lia4Sh-FualSatihm)b,aenrAshabbmindaadAkb0euVpa/S3d0ua3laH-i1ma8sa6sna),,nddbaainnriaT'Al-sKdahibaibtthipniabTddasaahlbaaimtr,i
Quraizhah: Seranglah orang-orang musyrik dengan sya'ir, karena Jibril SW bersamamu." Saya
berkata: 'sanadnya shahih, perawinya aQab, rr.envrrt perawi Syaikhain.
482 Bab XXII
HADTTS NO. 1134 (SHAHTH)
Telah tetap dalam hadits bahwasanya Nabi ffi bersabda:
K.:e(+;iltu'oD)
"Sesungguhnya di dalam sya'ir terdapat hikmah (kata yang ber-
manfaat)."'*
HADTTS NO. 1135 (SHAHTH)
Dan telah tetap pula bahwasanya beliau bersabda:
U.1-*;6,:i li n 'lJo- Ja- '*I 'L-;iJ;J. ;[4 o-) ll
'Penuhnya perut manusia dengan nanah lebih baik daripada penuh
dengan sya'ir (y.rg buruk/jelek)."'',
Semua itu menurut ym1telah kami sebutkan.
Termasuk yang terlarang adalah berkata keii dan lisan yarrg
kotor
Hadits-hadits shahih dan berhubungan dengan hal ini sangat
banyak dan sudah dikenal. Maksudnya: penjelasan secara gamblang
tentang persoalan yangpeka, sekalipun penjelasan itu benar danyang
berbicara adalah orang y{L1jujur, namun hal itu banyak terjadi dalam
ucapan-ucapan tentang persetubuhan dan seumpamanya. Dalam hal
itu, mestinya digunakan kinayab (penggunaan kata yarrgtidak terang-
terangan/metonimi), diucapan dengan ungkapan y ar.g indah, namun
bisa dipahami maksudnya. Dengan cara seperti inilah, al-Qur-an dan
sunnah-sunnah yangshahih (memberikan contoh): firman Allah lH:
{ @ W {ryiai 44ri'^r1'tur3}
"Dihalalkan bagi kamu pada malam hari puasa bercampur dengan isteri-
isteri kamil ...." (QS. Al-Baqarah:187)
rrt r{R. Al-Bukhari (W537 - Fat-bul Baarl &ri hadim Ubay bin Ka'eb 'i,iH.
rre T{R. Al-Bukhari W548 - Fat-bul Baar! dan Muslim Q257) darihadits Abu Hurairah.
Perintah Memelihara Lisan
@ ft;{ +*; $Y- {;fr K,Nrffi 6s*
"Bagaimana kamu akan mengambilnya kembali,padahal sebagian kamu
telah bergaul percampur) dengan ydng lain ...." (QS. An-Nisaa' : 2 1)
( @'#;,3 S, S; u'#'36LoF F
"lika kamu menceraikan isteri-isterimu sebelum hamu bercampur dmgan
mereka.... " (QS. Al-Baqarah: 237)
Ay ar-ay at dan hadim-hadits yanb g berhubun gan den gan Permasa-
Iahan ini sangat banyak.
Ulama berkata: Di dalam ungkapan-ungkapan yangmerasa malu
untuk diucapkan dengan gamblang mestinya digunakan kinaryab-kinayah
yarLgbisa dipahami. Tentang jima' dengan istri hendaknya digunakan
istilah tfdba (mencapar), dukhul (masuk), ntu'd.syarab (bergaul) , u@d'
(hubungan badan) dan kata-kata yang serupa. Jangan diucapkan
dengan gamblang dengan ucapan nik dan jima'serta yar.g lainnya.
Demikian pula halnya kencing dan berak, hendaknyadkinaryahkan
dengan istilah qadha hajat (menunaikan hajat) dan pergi ke tempat
sunyi, dm jmganlah menyebutkan dengan jelas ungkapan kbara-ab
(tahi) dan kencing serta yanglainnya.
Demikian pula menyebutkan aib; seperti kusta, bau busuk, bau
ketiak, danyanglainnya, harus disampaikan dengan ungkapan soPan,
yarLg bisa dimengerti maksudnya, yang lainnya bisa dianalogikan
dengan yangtelah kami sebutkan.
Ketahuilah, ini semua berlaku bila tidak ada keperluan untuk
menyebutkan nam jelasnyasecara gamblang. Jika ada keperluan untuk
tujuan penjelasan dan pendidikan, dan dikhawatirkan bahwa lawan
bicara memahami majaz (kiasan), atau memahami yang lain. Ketika
itu, pembicara harus mengungkapkan dengan namanya yxLgjelas; agar
bisa memberi pemahaman yangsebenarnya.
Pengertian inilah yang terdapat dalam beberapa hadits yang
disebutkan dengan jelas, sesungguhnyahal itu karena adanyake'
butuhan sepefti yangtelah kami sebutkan. Dalam hal ini, memberi
Bab XXII
pemahaman yarLg benar dan jelas lebih utama dari pada memelihara
adab.'flabillah ittaufiq.
HADTTS NO. 1136 (SHAHIH)
Kami meriwayatkan dalam kitab at-Tirmidzidari 'Abdullah bin
Mas'ud 45 berkata: "Rasulullah ffi bersabda:
((...5#l '.lS ,,-;uilr 1;9tjlr 1;g-u-El\:ylilt.rJ ll
'seorang Mukmin bukanlah pencela, bukan pelaknat, bukan orang
pemaki, dan juga bukan orang yangsuka bicara kotor.'"
At-Tirmid zi berkata: "Hadits hasan.',*
HADTTS NO. 1137 (SHAHIH)
Kami meriwayatkan dalam kitab at-Tirmidzi dan Ibnu Majah,
dari Anas bin Malik gF' , ia berkata: "Rasulullah ffi bersabda:
k:$Y)'\Lrrf 1',Vl \gW,ltU*'\t rrf erj;Al iifL 1y
"Tidaklah perkataan pemaki mengenai sesuatu kecuali ia akan menjelek-
kannya dan tidaklah rasa malu mengenai sesuatu kecuali ia akan meng-
hiasinya."
At-Tirmid zi berkata: "Fladits [25x11. D rar
Flaram membentak ayah dan ibu serta orang yang serupa
dengan keduanya
Firman Allah W:
;it'";'Uey'U.;; iisi; tly.it-btr,J1 ii.j *
13.e
\31,iJ $-\A h{t6l>{ i-6fi';4i
"0 Shahih. Telah lewat pada nomor (1051).
141 Shahih. Diriwayatkan oleh al-Bukhari delrrrn al-Adab al-Mufrad (601), at-Tirmidzi (204GTuhfah),
dan Ibnu Majah (a185) dari jalur 'Abdwrrazztq, dari Ma'mar, dari Tsabit al-Bunani, darinya (Anas
*i;.) dergerrya (redaksi hadits tersebut).
Perintah Memelihara Lisan 485
jl(*q"ffi-A/ --'1>r)ll/ t r4<iqS;
ba
{ weE:\{QI-T us:
"Dd.n Rabbmu telah memerintabkan suPd,yd, kamu jangan mmyembah
selain Diz dan bendaklah hantu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan
sebaih-baiknya. Jiha salah seorang di antara keduanya atau kedua-
duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaAnFtttt, rnaka sekali-
kali janganlab kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dAn
janganlab kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka
perkataan yang mulia. Dan rendahkankh dirimu terhadap mereka berdua
dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: \Vahai Rabbku, kasihilab
mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendi.dik aku waktu
h.ecil. "' (QS. Al-Is raa' : 23-24)
HADTTS NO. 1138 (SHAHTH)
Kami meriwayatkan dalam Shahih al-Bukhari dan Muslim dari
'Abdullah bin'Amar bin al-'Ash ,itli,, Rasulullah ffi bersabda:
J:1t'4J^;'d,r J34U,gr, .r:-4V,ylt e ;6r u n
WK.:.Jll,r:.{t';1,i.ts,ivi p. lr \i +:;- tii : J\;rei4b
"Termasuk dosa besar adalah seseorang y^ng mencaci maki kedua
orangtuan y a. P ar a sahab at bertanya:'Ya Rasulullah ! Apakah seseorang
bisa mencaci maki kedua orang tuanya?' Beliau menjawab: 'Ya. Bila
ia mencaci maki ayah orane lain, kemudian orang tersebut mencaci
maki ayahnya. Bila dia mencaci maki ibu orang lain, kemudian orang
tersebut mencaci maki ibunya.'"'o'
HADTTS NO. 113e (nASAN)
Kami meriwayatkan dalam Sunan Abu dawud dan at-Tirmidzi
dari Ibnu'Lfmar u#.,, iaberkata:
.W,l-Jw.V1'-L63i ov:,b1 ,r:r,{t}t tP |$'
1{2 HR. Al-Bukhari (X/403 - Fat-hul tuar) dan Muslim (90).
486 Bab XXII
*'.W,M'(*t JIZS.lt',ll\5tt,lg'(fi Ey' SS ,lSS
"Aku mempunyai seorang istri yang kucintai, namun 'umar mem-
bencinya. Ia berkata kepadaku: 'Ceraikanlah dia!'Namun aku enggan.
Lalu 'Umar gF, datang kepada Nabi ffi dan menceritakan hal itu.
Nabi ffi bersabda: 'Ceraikanlah dia!"'
At-Tirmid zi b erkata: " H adits h as an 5 fiafuifi .' ut
Pasal 19
LARANGAN BERBOHONG DAN PENJELASAN
TENTANG PEMBAGIANI{YA
Secara umum, haramnya berbohong terdapat di dalam al-Qur-an
dan as-Sunnah. Ia termasuk dosa yang keji dan aib yang jelek, dengan
berbagai dalil yang saling menunjanB, dan kaum Muslimin pun sepakat
atas kehar amanrLya, karena itu permasalahan ini tidak perlu untuk di-
linci lagi. Yang terpenting adalah menjelaskan.apayang termasuk penge-
cualian darinya dan men gin gatkan terhadap bagian-bag ian y angterkecil.
Hadits-hadits yang disepakati keshahiha nny asudah cukup untuk
menghindar dari kebohongan.
HADTTS NO. 1140 (SHAHIH)
Kami meriwayatkannya dalam Shahih al-Bukhari dan Muslim
dari Abu Hurairah <N ia berkata: "Rasulullah ffi bersabda:
tal Hasan. Diriwayatakan oleh Abu Dawud (5138), at-Tirmidzi (1189), Ibnu Majah (2-088), Ahmad
Q/ 42-53-151, Aan al-Hakim @,/ L9n dari jalur Ibnu Abi Dzi-ib, ia berkata: "Menceritakan kepadaku
Lho\ru 1p,^^ nku dari pihak ibu) al-Harits, dari Hamzah bin 'Abdullah bin'Umar, dxi_aya,hrryt
(maka ia- menyebu*an hadits tersebut). Al-Hakim berkata: 'Shabih menurut syxat sbahihain (al'
Bukhari dan Muslim)." Pendapat ini disetujui oleh adz-Dzahabi.
Saya berkata: 'Namun (hanya) hasan... karena al-Harits bin 'Abdurrahman, tidak pernah
Ahmad al-Hakim berkata','Tidf
meri*ayatkan oleh Syaikhaian..Ibnu Sa'ad dan Abu selain Ibnu Abi Dzi;:h." Telapi. a-lp-.eM1ipzaz\i
diketahui arda,yarig meriwayatkan hadits darirrya
membetulkan (kesa-iahan) mereka. Ia menyebutkao sebagian rawiyengmeriwayatkan haditsnya
darlnyrseperti: Muhammad bin Ishaq dan al-Fudhail bin'Iyadh.
An-Nasa-i berkata, 'Tidak mengapa dengannya." Dan Ibnu Hibban mentsiqahkannya. Maka
haditsnya adalah basan.Dia sbaduq dan tidak usah diperdulikan orang yang menduga bahwa dia
seorang yngmajbul.
Perintah Memelihara Lisan 487
( (.0r1 .,rst tlyr,a$'4 sl:,4K Sli;ri1' & X .ir3 r &I I I
"Tanda orang munafik ada tiga: apabila berbicara ia berbohong, jika
berjanji ia ingkari, jika diamanahi ia berkhianat."'*
HADTTS NO. 1141 (SHAHTH)
Kami meriwayatkan dalam Shahih al-Bukhari dan Muslim, dari
'Abdullah bin 'Amr bin al-'Ash *;,t Bahwasanya Nabi ffi bersabda:
'fu'aW * uK u')lev\fu.V'oK ,*';p ,r'$in
*6K 6-"'L l1lr,6V 1;Stli! :tpi C* gV Jr'iE UK
k#'*v tlyt i,G'r,^V ItY)
"Empat hal, barang siapa terdapat padanya, maka ia adalah seorang
munafik tulen, dan barang siapa yang padanya terdapat satu perkara
darinya, berarti ada sebagian sifat munafik padanya,sampai ia berhasil
meninggalkannya yaitu: Jika diamanahi ia berkhianat, jika berbicara
ia dusta, jika berjanji ia ingkari, dan jika berperkara ia curang."
Dan dalam r:wayat Muslim: *sii''z3til fika berjanji ia ingkari),
sebagai gantian dari otl 63tts-Y: (ika diamanahi ia berkhianat).'o'
Adapun yang dibolehkan:
HADTTS NO. 1142 (SHAHTH)
Telah kami riwayatkan dalam Shahih al-Bukhari dan Muslim dari
Ummi Kaltsum tigp, : Dia mendengar Rasulullah M bersabda:
l(ii ei-air +rKir id
"Tidak dikatakan pendusta orang yangmendamaikan antara manusia,
lalu ia menyampaikan kebaikan atr, -.t grtakan kebaikan."
r{ HR. Al-Bukhari Q/89 - Fat-bul Bazr) dn Muslim (59).
r1s HR. Al-Bukhari 0/89,Y/107 - Fat-hul Baar) dan Muslim (58).
488 Bab XXII
Muslim menambahkan dalam suatu riwayatnya: *(Jmmu Kaltsum
€k, berkata: "Aku tidak mendengar kalau beliau memberikan ke-
ringanan terhadap apa yang diucapkan manusia, kecuali dalam tiga
hal, yaitu: peperangan, memperbaiki (hubungan) antaramanusia, dan
omongan suami terhadap istrinya dan istri terhadap suaminya.''*
Ini adalah hadits yangtegas tentang kebolehan beberapa untuk
kebaikan. Para ulama telah memberikan catatan ftriteria) tentang dusta
yangdibolehkan. Catatan ftriteria) terbaik yangpernah saya ketahui
adalahyangtelah disebutkan oleh al-Imam Abu Hamid al-Ghazali, ia
berkata: "Pembicaraan adalah sarana untuk mencapai tujuan. Setiap
tujuan terpuji yangmemiliki kemungkinan untuk bisa dicapai dengan
perkataan benar maupun dusta, maka berdusta dalam hal ini adalah
haram, karena ia tidak diperlukan.
Sedangkan, apabila hanyabisa dilakukan dengan cara berbohong,
dan tidak bisa tercapai dengan berkata jujur, maka bohong di sini
dibolehkan selama pencapaian tujuan itu adalah perkara yangmubah,
dan menjadi wajib jika tujuanny^ merupakan suatu yarLgwajib.
Apabila seorang Muslim bersembunyi dari orang zhalim, dan
ada y ang b ertany a tentan g keberadaannya, maka waj iblah berbohong
untuk menyembunyikannya. Demikian pula jika terdapat titipan
p adany a ata:u p ada y lalu seo ran g y ang zh alim menanyak af,Lny
dengan maksud ing^innglmaienngambilnya, wajiblah berbohong untuk^
menyembunyikannya. Bahkan jika seandainya ia dieritahu tentang
adanya titipan padanya,lah orangzhalim tersebut mengambilnya dengan
paksa, niscaya ia yang mengabarkan wajib untuk menggantiny a.
Andaikan orang Muslim itu diminta bersumpah, haruslah ia bersumpah
dengan mengucapkan tauriyah (mengucapkan kata sindiran atau
diplomatis) dalam sumpahnya. Jika ia bersumpah dan tidak mengucapkan
kata tauriyah, maka menurut pendapat yang benar bahwa dia telah
berdosa, dan ada pula yang berpendapat bahwa dia tidak berdosa.
Demikian pula jikalau tujuannya adalah berperang atau mendamai-
kan antara sesama Muslim yaflgberselisih, atau menarik hati korban
116 HR. Al=Bukhari N/299) dan Muslim (2605). 489
Perintah Memelihara Lisan
kejahatan untuk memberi maaf terhadap kejahatan yarLg tidak bisa
tercapai kecuali dengan berbohong, maka berbohong tidak haram.
Dalam hal ini, apabila tidak ada tujuan lain yang bisa tercapai kecuali
dengan berbohong.
Yang lebih hati-hati dalam kondisi sepefti ini adalah melakukan
tauriyah, yaitu ia mengucapkan satu ucapan dengan niat benar dan
bukan dusta menurutnya, meskip un zbabir ucaPannya adalah bohong.
Dan jika dia tidak berniat seperti ini, tetapi berbohong secara terang-
terangan itupun tidak apa-apadalam kondisi sepeni ini.
Abu Hamid al-Ghazali berkata: "Demikian pula segala yang ber-
kaitan dengan tujuan yangbenar untuknya atau untuk yang lain."
Contoh yanguntuk kepentinganny^ialah: jika ia ditangkap oleh orang
yangzhalim dan bertanya-tanya kepadanya tentang hartanya untuk
diambil, maka ia boleh mengingkarinya. Atau Penguasa bettanya
kepadanya tentang perbuatan keji (dosa) yang dilakukannya dan
merupakan dosa dengan Allah \H. Maka, dia boleh meng-
ingkarinya sepefti^rbLetarkraatdaia: "Sayatidak berzina, atau saya tidak minum
arak."
Telah masyhur hadits-hadits yang menganjurkan orang-orang
yafig mengakui dosa untuk menarik pengakua nny
^-
Adapun untuk kepentingan orang lain, seperti orang yangditanya
tentang rahasia saudaranya lalu ia mengingkarinya dan lain sebagainya.
Perlu dipertimbangkan kerusakan yangtimbul akibat
bohong dan kerusakan y^ngt^irmLlabrul-l akibat berkata jujur. Apabila
dalam berkata jujur lebih besar kerusakannya, maka boleh baginya
untuk berdusta. Namun jika sebaliknya, atau dia merasa rap, maka
diharamkan atasnya berbohong.
Pada saat dusta diperbolehkan, maka apabila alasan-alasarr y^ng
membolehkan adalah tujuan yxLgberhubungan dengan dirinya, sangat
dianjurkan baginya untuk tidak berbohonB, dan apabila berhubungan
dengan orang lain, maka dia tidak boleh menggampangkan hak orang
lain. Yang terbaik adalah meninggalkan dusta dalam setiaP keadaan
y^ngdibolehkan, kecuali jika sudah sampai dertiat wajib.
Bab XXII
Ketahuilah, menurut madzhab Ahlus Sunnah, bahwa dusta
adalah mengabarkan tentang sesuatu yangberbeda dengan kenyataan
sebenarnya, baik perbuatan itu dilakukan dengan sengaja atau karena
ketidaktahuannya, namun tidak berdosa dalam kondisi tidak tahu, dan
y ang berdosa adalah y ang disen gaj a.
HADITS NO. 1143 (MUTA\TAATIR)
Dan dalil sahabat-sahabat kami adalah c r.^tan dari Nabi ffi:
((.;Bl Jri'r;,a|f* ^'rul'",y +K dr ))
"Barang siapa yang berdusta terhadapku secara sengaja, rnrt , hendaklah
dia menyiapkan tempatnyx di \g12k2."*z
Pasal 20
ANJURAN BERTATSABBUT (BERHATI.HATI)
TERHADAP YANG DICERITAKAN OLEH MANUSIA
DAN LARANGAN MENCERITAKAN SETIAP YANG
DIDENGARJIKA IA BELUM YAKIN KEBENARANI\TYA
Firman Allah W:
d,ltij k ;EV A:\5'€ai t L'jy -* 6\ 6 -1i{;y
{;;;r{@ L(
"DAn janganlab kamu rnengikuti apa ydng kamu tidak mempunyai
p e n get ah ud.n te nt d.n gny a. S es un ggub ny a p e n d en garan, p e n gl ih at an dan
bati, semuanya itu akan dimina pertanggunganjaanbnya." (QS. AL-
Israa': 36)
Dan firman-Nya:
{@ 3,* 6;'ifit)iel{'-s }
1a7 Mutnuaatir. Al-Hafizh ath-Thabrani memiliki satu juz tersendiri tentang hd ini. Saudara seagama
saya 'Ali Hasan 'Abdul Hamid telah memberikan perhatian dengannya dan meotakhrij hadits-
haditsnya. Kitab itu telah dicetak dan banyak beredar.
Perintah Memelihara Lisan 491
*Tiada saatu ucapanpun yd.ng diucapkan melainkan ada di dekatnya
Malaikat pengd@as yang selalu hadir." (QS. Qaaf: 18)
Dan firman-Nya:
{@ r6rvq,|'Ly
"Sesungguhnya Rabbmu benar-benar rnenga'utdsi." (QS. Al-Fajr: 14)
HADTTS NO. 1144 (SHAHTH)
Kami meriwayatkan dalam Shahih Muslim dari Hafsh bin 'Ashim
seorang tabi'in terkemuka, dari Abu Hurairah 4r',, bahwasanya Nabi
ffi bersabda:
kC v ja; 8")4,:iU$ #u,,6 n
'Cukuplah dikatakan kebohongan bagi seseorang bila dia menceritakan
segala sesuatu yatgdia dengar."'o'
Muslim meriwayatkan dari dua jalur, dan salah satunya adalah
seperti ini. Sedangkan yang kedua: dari Hafsh bin'Ashim, dari Nabi ffi
secara mursal, dan dia tidak menyebutkan nama Abu Hurairah $., .
Telah terdahulu riwayat yang menetapkan Abu Hurairah Qb ,
karena tambahan dari tsiqah itu diterima. Ini adalah madzhab terpilih
yang benar, yangdipegang oleh ahli fikih, ushul, para ahli tahqiq dari
kal an gan m uh add.its in (ahli hadits) : S ebuah h adits, ap abila diriwayatkan
dari dua jalur: salah satunya mursal, dan yang lain muttasbil (sanad
tersambung sampai kepada Nabi #_). Mak ayxLgmuttasbil drkedepankan,
dan diputuskan shahihnya hadits tersebut, serta diperbolehkan untuk
berhujjab dengannya di setiap hukum dan lainnya.lVallabu A'lam.
HADTTS NO. 114s (SHAHTH)
Kami meriwayatkan dalam Shahih Muslim, dari 'LImar bin al-
Khaththab eb-, , ia berkata:
1{8 I{R. }y[16lim (5) dalam Mukaddimah.
492 Bab XXII