".&j\95 ,r3\'
"Sesun gguhny a en gkau men ggunj ingku. "
Maka dia menjawab:
t".C\% Oaki,:i e* fri]; t; "
"Derajatmu tidak sampai di sisiku untuk menyertakanmu dalam
kebaikan-kebaikanku. "
Dan kami telah meriwayatkan dari Ibnu al-Mubarak '#8, i^
berkata:
r'".e\#. bi\4\-,$4\:..lfi,-! t"Li\:\ti.: eS
"Jikalah aku menggunjing seseorang, niscaya aku akan menggunjing
(membuka 'aib) kedua orang tuaku; karena keduanya lebih berhak
mendapatkan kebaikan-keb aikanku. "
Ghibah yang dibolehkan
Ketahuilah, sesungguhnya ghibah, sekalipun diharamkan, akan
tetapi ia dibolehkan untuk berbagai kepentingan. Yang membolehkan
hal ini adalah tujuan yarLg benar sesuai syarr'at, yang tidak mungkin
tujuan itu tercapai kecuali dengan ghibah tersebut, dan ia adalah satu
dari enam sebab:
Pertama: mengadukan kekejaman, artinya boleh bagi yang di-
zhalimi untuk mengadukanrLya kepada penguasa, atau hakim, atau
siapa sqay^rLgmempunyai wewenang dan kekuasaan atau kemampuan
untuk menolongnya dari si zhalim. Dalam keadaan seperti ini, boleh
bagiyangdizhalimi berkata: "Si Fulan telah berbuat zhalimkepadaku,
dia memperlakukan aku seperti ini, dia mengambil milikku seperti
ini... dan seumpam^rLya.
Kedua: meminta tolong dalam merubah kemungkaran, dan me-
ngembalikan orang yangberbuat maksiat kepada jalan ketaatan, bagi-
nya diperbolehkan mengatakan kepada orang yang diharapkan mampu
Perintah Memelihara Lisan
menghilangkan kemungkaran: "Si Fulan telah melakukan ini, cegahlah
ia!..." dan semisalnya. Jadi tujuan menceritakan kejelekan di sini adalah
sebagai utasilab (sarana) untuk menghilangkan kemungkaran, akan
tetapi jika tanpa disertai niat tadi, maka hukumnya haram.
Ketiga: minta fatwa. Boleh dia berkata kepada mufti: "Bapakku,
atau saudaraku, atau Fulan telah menzhalimiku dengan begini dan
begitu, apakah boleh hal ini mereka lakukan atau tidak? Apakah
jalan keluarnya, dan bagaimana ag r hakku kembali dan bagaimana
cara untuk menolak kezhalimannya?" Dan seumpamanya begitu
pula dengan perkataan: Isteriku berbuat begini terhadapku, atau
suamiku telah berbuat begini ... dan semisalnya. Ini diperbolehkan
sesuai kebutuhan. Akan tetapi, untuk lebih hati-hatinya hendaklah
ia mengatakan: "Ap, pendapat anda tentang seseorar'gyang berlaku
begini dan begitu? Atau apa pendapat anda tentang suami atau istri
yan1 melakukan begini begitu?... " dan seumpam any a. Sesungguhnya
dengan cara seperti itu, maksud bertanya sudah terwakili tanpa
menyebutkan nama seseorang, walaupun demikian menyebutkan
nama pun diperbolehkan, seperti yang akan kita sebutkan dalam
hadits Hindun, insya Allah. Dan perka;taannya: "'Wahai Rasulullah!
Sesungguhnya Abu Sufyan adalah seorang y^ng bakhil/pelit..." al-
hadits, sedangkan Rasulullah ffi tidak melarangnya.
Keempat: memperingatkan kaum Muslimin dari kejahatan dan
menasihati mereka. Hal ini dapat dilihat dari beberapa sisi, diantaranya
aib dan kekurangan-kekurangan darrparaperawi hadits dan saksi, hal
ini diperbolehkan dengan ijma'semua kaum Muslimin, bahkan wajib
menyebutkan aib tersebut kalau diperlukan.
Di antaran y a lagi; j ika seseorang bermusyawarah kep adamu untuk
berbesanan dengan seseorang, atau ketika mau berserikat dalam bisnis,
atau menitipkan sesuatu, ataubermuamalah (bekerja sama) dengannya,
atau lainnya. Kamu harus menyebutkan kepadanyaap^pun yang kamu
ketahui tentang orang yalgdibicarakan dengan niat memberi nasihat.
Jika tujuan bisa didapatkan hanya dengan perkataanmu: "Kamu tidak
pantas bermu'amalah dengannya, atau berbesanan dengannya, atau
)alrlgaurlkamu melakukan hal ini, atau seumpama y{Lgdemikian," maka
Bab XXII
tidak boleh menambahkan dengan menyebutkan kesalahan-kesalahan.
Namun jika tujuan tidak bisa tercapai kecuali dengan menyebutkannya
secara nyata, maka lakukanlah.
Di antaranya lagi: jika kamu melihat seseorang membeli budak
yangterkenal sebagai pencuri, ata:u pezina, atav peminum arak, atav
selainnya, maka kamu harus menjelaskan hal itu kepada pembeli, jika
pembeli memang belum mengetahuinya. Tidak hanyatentang hal itu
saja, bahkan setiap orang yzngmengetahui adanya alb/cacat di dalam
barang dagangan, maka dia harus menjelaskannya kepada pembeli,
apabila ia belum mengetahuinya.
Dan di antaranya pula: jika kamu mengetahui seseorarLgyang
belajar kepada ahli bid'ah, atau fasik untuk mencari ilmu, lalu orang
y^ng mengetahui tadi takut jika akan membahayakan pencari ilmu
tersebut, maka ia wajib menasihatinya dan membeberkan keadaan
sebenarnya dari gurunya tadi, dengan syarat bahwa hal itu dilakukan
dengan niat memberi nasihat. Dalam hal ini sering terjadi kesalahan,
karena bisa jadi y^ngmenasihati tadi terdorong rasa iri dengki, atau
syaitan mengaburkan hal itu kepadanya dan dikhayalkan kepadanya
bahwa dia memberi nasihat dan kasihan, maka hendaklah hal itu dapat
dibedakan.
Di antaranya pula, orang y^ngmemiliki wewenang tetapi tidak
menggunakan dengan semestinya, apakah itu karena ia tidak Pantas
akannya, L fasik atau karena dia lalai dan sebagainya. Maka wajib
melapork^atna:nuya kepada pemimpin yang lebih tinggi kedudukannya
agar bisa memecatn y a dan men ggantikannya den gan o ran g y araglebih
mampu, atauagar ia tahu keadaan sebenarnya sehingga ia bisa bertindak
sesuai dengan keadaannya, dantidak tertipu olehnya, sehingga ia dapat
memerintahkannya untuk istiqamah atau mem ecatrLy a.
Kelima: orang yangsengaja melakukan maksiat, atau kebid'ahan
secara terang-terangafl,sePerti peminum khamar, atau menarik orang
secara zhahm, merampas harta secara paksa dan menjadi pemimpin
pada perkara yang batil, maka boleh menyebutkan apa-^Pa yang
dilakukannya secara terang-terangan, dan haram menyebutkan 'aib
y^nglain, melainkan ada sebab lain yang telah kita sebutkan.
Perintah Memelihara Lisan
Keenam: ta'rif. (mengenalkan nama atau julukan), jika ada orang
dikenal dengan suatu julukan, seperti si rabun (al-A'mas), si pincang
(al-a'ra), si juling (al-ahual), si pesek (al-ffia), dan lain sebagainya,
dalam keadaan saeperti ini dia boleh mengenalkaffLyadengan menyebut
hal-hal tersebut dengan niat mengenalkan, dan haram hukumnya
menyebutkan hal-hal itu jika dengan niat menghina. Jika bisa memberi
julukan dengan selain tersebut yarTglebih baik, maka itu lebih baik.
Inilah enam sebab yang telah disebutkan oleh para ulama yang
menyebabkan bolehnya ghibah karena alasan yang telah kami sebutkan.
Dan termasuk di aratarayaagmenyebutkan seperti di atas adalah
al-Imam Abu Hamid al-Ghazah di dalam al-Ihya', juga para ulama
yang lainnya. Dalil-dalilnya jelas termaktub di dalam hadits-hadits
yang shahih serta masyhur (populer). Dan kebanyakan sebab-sebab
ini disepakati tentang kebolehannya.
HADTTS NO. 1024 (SHAHTH)
Kami meriwayatkan dalam Shahih al-Bukhari dan Muslim, dari
'Aisyah W.-9., (i^ berkata) :
"Sesungguhnya seorang lelaki meminta izin kepada Rasulullah
ffi (untuk masuk), maka beliau bersabda:
K.g*)t -,Li ,Ar;I [iii! y1
'Izinkan dia masuk, ia adalah seburuk-buruk orang dari kabilahnya!"'"
Al-Bukhari menjadikan hadits ini sebagai dalil bolehnya ghibah,
menyebutkan kejelekan orang-orang rusak (ahli maksiat) dan orang-
orang y^ng diragukan dalam agamanya.
HADTTS NO. 1025 (SHAHTH)
Kami meriwayatkan dalam Shahih al-Bukhari dan Muslim,
dari Ibnu Mas'ud ,€b , ia berkata: "Rasululla,h M melakukan
pembagian harta rampasan perang, seorang lelaki dari kaum Anshar
ada yang berkata: 'Demi Allah, Muhammad tidak menghendaki
, HR. Al-Bukhari (X/471- Fat-hal Baar) dan Muslim (2591).
396 Bab XXII
keridhaan Allah W dengan pembagian ini.'Lalu aku mendatangi
Rasulullah ffi dan mengabarkannyahtngga berubah wajah beliau
seraya bersabda:
(65i ti :y';S u, e>:i iA 6;'^\t ia n
'Semoga Allah ffi mengasihi Musa g4;, dia telah diganggu lebih
banyak dari ini, namun dia tetap sabar.''
Dalam salah satu riwayatrLya,Ibnu Mas'ud gE berkata: "Aku
tidak akan menyampaikan pembicaraan kepada beliau setelah ini.",,
Al-Bukhariberbujjab dengan hadits ini mengenai bolehnya pem-
beritahuan seseorang kepada saudaranya mengenai ucapan orang ter-
hadap dirinya.
HADTTS NO. 1026 (SHAHTH)
Kami meriwayatkan dalam Shahih al-Bukhari, dari'Aisyah ek., ,
ia berkata: "Rasulullah M, bersabda:
((.rI*i ui; (J4 qvr6.r$sr1xi jBf u 11
"Sayatidak yakin kalau si Fulan dan Fulan mengetahui tentang agama
kita sedikitpun."
Al-Laits bin Sa'ad salah seorang perawi hadits ini mengatakan:
"Dua orang tadi (yang disebut Nabi M) adalah orang munafik.",,
HADTTS NO. 1027 (SHAHTH)
Kami meriwayatkan dalam shahih al-Bukhari dan Muslim, dari
Zaidbin Arqam Qb , ra berkata:
* {W;'j\il,3'"-q *,-;"gt +wv,frOw,$t );,
*.4-r b t*1\6- *i,r );r:'ra ,y tb:31 ,pt .i *i,r
28 Shabih. Telah lewat pada nomor (944).
2e HR. Al-Bukhari (X/485 - Fat-bul Baarfi.
Perintah Memelihara Lisan 397
M'#t $rs,iili W'f\\';14*r r JLw.r,fl , Jus
+".(ii,4t SttVt Air iL,y":s,cJ)q '^lr*'"s
"Kami keluar bersama Rasulullah ffi dalam sebuah perjalanan, saat itu
kesusahan (panas menyengat) menimpa rombongan. 'Abdullah bin
Ubay berkata: Jangan kalian menginfakkan harta kepada orang-orang
di sekitar Rasul sampai mereka meninggalkan dan berpaling darinya.'
Dan ia juga mengatakan: Jika kami kembali ke Madinah niscaya yarLg
lebih mulia akan mengusir yang hina.'Maka aku mendatangi Rasulullah
ffi dan menceritakan tentang hal itu, lalu beliau mengutus seseorang
kepada'Abdullah bin Ubay." @alrdbin Arqam menyebutkan hadits ini).
Lalu Allah W, menurunkan pembenaran akan kabar tersebut.
{@ 'ori{5ix'.vl'tl}
"Apabila orang-ord.ng munafi.k datang kepadamu...." (QS. Al-Munaa-
fiquun: 1)'u
HADTTS NO. 1028 (SHAHTH)
Dalam Shahih terdapat hadits Hindun istri Abu Sufyan Q9,, dan
perkataannya kepada Nabi ffi:
".&*kswqt,il"
"sesungguhnya Abu Sufyan adalah seorang y^ng sangat pelit"......
hingga akhir hadits.''
HADTTS NO. 102e (SHAHIH)
Dan hadits Fathimah binti Qais qdir, serta sabda Rasulullah M
kepadanya:
((e-v:Fvat ci)\t,eaiiel '31,;1 'l*:vrxf D
30 HR. Al-Bukhari (yN,/664,646,647 dan 648 - Fat-bul Baar) danMuJj.m Q772).
3r HR. Al-Bukhari W./504 - Fat-bul Baarl dan Muslim (1714).
398 Bab XXII
t
"Mu'awiyah adalah orang fakir yang tidak memPunyaiharra. Adapun
Abu Jahm, dia tidak pernah menurunkan tongktt dari pundaknya
(kejam).""
Pasal 4
PERMASALAHAN SESEORANG YANG MENDENGAR
ORANG YANG MENGGHIBAH GURTII\].YA ATAU
TEMANNYA ATAU SELAIN KEDUANYA
Ketahuilah, sesungguhnya sudah menjadi keharusan bagi
setiap orang yangmendengar gbibab kepada seorang Muslim untuk
-.r,ol"kttya danmembentak si pemb Lcarany^. Apabila tidak tercegah
dengan perkataan, hendaklah ia mencegah dengan tangannya. Jika tidak
bisa dengan tangan dan lidah, dia harus meninggalkan tempat itu. Jika
ia mendengar ghibah y^ngditujukan kepada gurunya, atau temannya
dari orang yangdiamemiliki hak atasnya, atavseseorang yang memiliki
keutamaan dan kebaikan, perhatian harus lebih banyak dengan yang
telah kami sebutkan.
HADTTS NO. 1030 (I{ASAN ATAU SHAHIH)
Kami meriwayatkan dari kitab at-Tirmidzi, dari Abu ad-Darda-
4F., , dari Nabi ffi beliau bersabda:
((.eUl ii:\xt yt,ts ii,l ?, #.j'e? ,*?, un
"Barang siapa y^ngmembela kehormatan saudaranya, maka Allah \H.
akan membela dan menghindarkan walahnyadari api Neraka di hari
Kiamat.""
32 HR. Muslim (1480).
33 Hasan *ru shabih.'Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi(1996), Ahmad (VIl450), ad-Daulaabidalam
al.Kuna(L/124),danIbnuAbidDun-ya dalamash-SbamtQ1O),darijalurAbuBakaran-Nahsyali,
dari Mar)uq bin Abu Bakar at-Taimi, dari Ummu ad-Darda', derirya (Abu ad-Darda') dengannya
(redaksi ha&ts di atas). At-Tirmidzi berkata: "Hadits hasan."
Saya berkata: "Keduduka..ya memang sepeni yang dikataka.n1a - sesungguhnya ia merghendaki:
Isiadnya dha'rfdatang dari beberapa jJurlain yang selamat dari uduhan, sepeni yang dijelaskannya
di akhir kkabryeas-Sunan, makiperhatikanlah, karena hal itu penting; karena semua perawinya
adalah tsiqah selain Marzuq."
A.dz-Dzehabiberkata: 'Tidak adryrrgmeriwayatkan hadits darinya (Marzuq) selaia Abu Bakar
an-Nahsyali." Akan tetapi el-Hatizh (Ibnu Hajar) berkata dalam at-Tahdzib: 6./87): 'Saya mengira
Perintah Memelihara Lisan 399
At-Tirmid zi berkata:'Hadits hasan."
HADTTS NO. 1031 (SHAHTH)
Kami meriwayatkan dalam Shahih al-Bukhari dan Muslim, pada
hadits'Itban atau'LJtban QF' di dalam haditsnya yangpanjang serta
masyhur, ia berkata: "Rasulullah ffi berdiri untuk shalat lalu beliau
bertanya:
(GI;iJr G,qYail
'Di mana Malik bin ad-Dukhsyum?'
Seseorang berkata:
'.:tirr'int J.4 \ 3tu1;,t1! "
'Dia seorang munafik yang tidak cinta kepada Allah W dan Rasul-Nya.'
yang sesudahnya." Kemudian dia berkata legi:'Tamyiz: Marzuq, Abu Bukair at-Tamimi, al-Kufi,
mu-adzdzin bagi ftabilah)Taim. Dia meriwayatkan dari Sa'id binJubair, 'Ikrimah, dan Mujahid.
Dan yang meriwayatkan darinya (murid-muridnya) adalah Laits bin Abi Sulaim, Isra-il,'Umar bin
Muhammad binZaid al-'lJmari, ats-Tsauri, dan Syuraik. Ibnu Hibban menyebutkannya dalam
ats-Tsiqat, dan dia berkata: 'Berasal dari Kufah dan tinggal di Rayy ftota di utara Iran). Dan dia
berkata tertargnya (mengutip) dari at-Taqrib:'Tsiqah." Dan pada yang pertama:'Maqbal."
Sebagian penurtut ilmu merasa aneh tentang pertryataatr al-Hafizh ini, dan sebenarnya tidak
nampak rasa keanehan itu; karena al-Hafizh mengira yarg pertama adaleh ya.ng kedua. Maka
jelaslah bagi dia ketidak ada.nya. keanehan.
Saya berkata: "Jika benar sangkaan al-Hafizh bahwa keduanya adalah satu orang, dan itu yang
benar menurut hemat saya, maka hadits ini shahih. Dan jika berbeda, maka hadits ini hasan;
karenaMarzuqdiperkuardariri'wayatsyahrbinHausyab.DiriwayatkanolehAhmad NI/449),
Ibnu Abid Dun-ya dala.m asb-Shamt Q39) dari jalur Laits, dari Syahr bin Flausyab, dari Ummu
ad-Dardt, derinya (Abu ad-Darda-) dengannya (redaksi hadits di atas)." Saya berkata: Laits dan
Syahr adalah dba'if, den Syahr lebih baik, kalau digabung maka keduanya jadi kuat. At-Timidzi
berkata: 'Dan dalam bab ini dari Asma- binti Yazid."
Saya berkata: 'Dikeluarkan oleh Ibnu al-Mubarak dalam Az-Zuhd (687), dan dari jalurnya pula
Ahmad (Yl/461),Ibnu 'Adi dala.m al-Kamil (y/1635), Abu Nu'aim dalam al-Hilyah (VI/67)
dari jalur 'Ubaidullah bin Abu Ziyad, dari Syahr bin Hausyab, dari Asma- binti Yazid: (alu dia
menyebutkan hadits ini secara marfa')."
Saya berkata:' Isnadny a dha'iJ), dikarenakan adary a dua.' illat:
Pefiama: lemahnya Syahr bin Hausyab.
Kedua:'Ubidullah bin Ziyad, dia tidak kuat.
Syahr memiliki dua orang guru perempuan; IJmmu ad-Darda-dan Asma' binti Yazid. Saya tidak
tahu, apakah dia mengambil (hadits tersebut) dari keduanya? Atau ada kerancuan di antara
keduaoya? Atau perbedaan itu berasal dari yang meriwayatkan darinya-yaitu 'Ubaidullah?
Manapun yang benar, hadits memiliki mutabi'(yang memperkuat), seperti telah dijelaskan
sebelumnya. Ringkas kata, hadits ini mabit (tetaplcukup kuat).
400 Bab XXII
Rasulullah ffi bersabda:
qr i(Grilr ;,i:j rilr 'U ul i ,Jt! i1lf d!! J-Y ll
'Jangan ucapkan itu, tidakkah kamu mengetahui jika dia telah meng-
ucapkan: Laa ilaaha illallaah, dengan mengharapkan wajah Allah?'"'
HADTTS NO. 1032 (SHAHTH)
Kami meriwayatkan dalam Shahih Muslim dari al-Hasan al-Bashri
bahwasanya'A-idz bin 'Amr €5 , sahabat Rasulullah ffi menemui
'Ubaidullah bin Ziyad,lalu berkata: "'Wahai anakku, sesungguhnya
saya mendengar Rasulullah ffi bersabda:
((.& 'rH oi alv e:e;lLt ,vXt 7'bLn
'Sesungguhnya sejahat-jahat penggembala (pemimpin) adalah yang
kejam kepada gembalaannya (bawahannya), maka janganlah kamu
termasuk di antara mereka.'
Lalu ia berkata kepadanya:
'Duduklah! Sesungguhnya kamu termasuk sahabat Rasulullah ffi
yang terpilih.' Ia berkata: 'Apakah ada dart mereka (sahabat) yar,g
terpilih ? S esun gguh rLy a y ang terpilih adalah oran g-o ra rLg y ang setelah
mereka dan pada selain mereka.""'
HADTTS NO. 1033 (SHAHTH)
Kami meriwayatkan dalam Shahih al-Bukhari dan Muslim dari
Ka'ab bin Malik dE dalam haditsnya yangpanjang tentang cerita
taubatnya, ia berkata: "Nabi ffi bersabda ketika sedang duduk di
tengah-tengah kaum di Tabuk:
((f9u6 G\ +K ,rYn
'Ap, yalgdilakukan oleh Ka'ab bin Malik?'
3o HR. Al=Bukhari (/5l8,ll/157-172-323danllU6}6l,Xl/24l,Xll/ 303 - Fat-hul Baar) dur Muslim (33).
35 HR. Muslim (1830).
Perintah Memelihara Lisan 401
Seorang lelaki dari Bani Salimah menjawab: ''$7ahai Rasulullah,
dia telah tertawan oleh pakaian burdahnya dan sikap sombongnya.'
Mu'adzbinJabal gE berkata kepadanya: 'Betapa buruknya ucaPanmu,
demi AIIah wahai R.asulullah, kami tidak mengetahui Ka'ab bin Malik
€5 kecuali orang y^rLgbaik.'Maka Rasulullah ffi Prrt diam."'u
Saya berkata: " +!'. dengan kasrah lam, itlhq: kedua sisinya dan
ia mengandung isyarat kepada sifat bangga diri."
HADITS NO. 1034 (DHA',IF)
Kami meriwayatkan dalam Sunan Abu Dawud dari Jabir bin
'Abdullah dan Abu Thalhah *&, keduanya berkata: "Rasulullah ffi
bersabda:
w trr"t",;,:,t)L * 0.\a# Y;;t Ju zceal\# u ll
*#211 ,yY')
C){aJJ./ao)2 o. ?,1 *-yg- i!'l rt,;'\Lt** :y
ArJ
*9 ;y * a$:t,*- r b * erii A;9\# H
(.:8#u*.yg-ii,r lozJ/a)( 'j! t
'Tidaklah seorang yang membiarkan seorang Muslim ketika kehormatan-
nya dilecehkan dan harga dirinya diinjak-injak, melainkan Allah \H
akan membiarkannya (menelantarkannya) di saat dia sangat meng-
harapkan pertolongan-Nya. Dan tidaklah seseorang yang menolong
seorang Muslim ketika kehormat^nnyadilecehkan dan harga dirinya
diinjak-injak, melainkan Allah W akan menolongnya di saat ia sangat
mengharapkan pertolongxn-Nya.'"rz
v16 HR. Al-Bukhari NU/LL3-LL6 - Fat'bnl Baart) dan Muslim (2769).
Dba'rf. Diriwayaikan oleh Abu Dawud (4884), Ahmad (dIValla3m0)u,ha-Sl-BhaaimhatqQi fa[I\trdl1a6ri.7ja-1lu6r8afl-_LAaibtsu
Nu'aim dalam'Hilyab 0fltr/189), dan Ibnu Abid-Dun-ya
bin Sa'ad, ia berkaia' Menceritakan kepadaku'Ali bin Salim: Bahwasanya dia mendengar Isma'il
bin Basyir, berkata: Saya mendengar Jabir bin 'Abdullah dan Thalhah bin Sahal al-Anshari ;&.,
keduanya berkata: Rasulullah S bersabda: (dan dia menyebutkan hadits di atas).
Saya berkata: Ini adalah isnzd ymgdhafl. SesungguhryaYahya bin Salim dan Isma'il bin Basyir
adalah dua rawi yang majbal.
402 Bab XXII
HADTTS NO. 103s fiTASAN LTGHATRTHT)
Kami meriwayatkan dalam Sunan Abu Dawud dari Mu'adz bin
Anas &B dariNabi ffi, beliau bersabda:
tL 34?kirxei'ra+r-Jtt iy)1- CuJbqi,,F un
'^\'ra;lriaa u41*4r\A# 6 rfir$lrU b{.Vli;
((.J6 \re* e'# r.r,P
"Barang siapa melindungi orang Mukmin dari orang munafik-saya
meyakini beliau bersabda: "Niscaya Allah W mengirim seorang
Malaikat yang memelihara dagingnya pada hari Kiamat dari api Neraka
Jahannam. Dan barang siapa yang mencela seorang Muslim dengan
sesuatu y^rlgbertujuan untuk membuka albnya, niscaya Allah \H
akan menahannyadi atas jembatan Neraka jahannam hingga ia keluar
ft eb as) dari apa y ^ng dikatakan ny a." is
Pasal 5
GHIBAH DALAM HATI
Ketahuilah, sesungguhnya su-uzh zban @erburuk sangka) adalah
haram, seperti juga perkataan. Sebagaimana diharamkan bagimu men-
ceritakan kejelekan seseorang kepada orang lain, diharamkan pula me ng ta-
kan hal itu di dalam dirimu sendiri dan berburuk sangka dengannya.
Allah W berfirman:
3E Hasan ligbairihi.Diriwryatkan oleh Abu Dawud (4883), Ahmad W44l} al-Baghawi dalamSyarab
as-Sunnab (XItr/105), dan Ibnu Abid-Dun-ya dalem asb-Sbamt Qa$ dari jalur Ibnu al-Mubarak,
dari Yahya bin Aynrb, dari'Abdullah bin Sulaiman, dari'Isma'il dan Yahya al-Ma'afiri, dari Sahal
bin Mu'adz bin Anas a1-Juhani dari ayahrya secarr tnarfu'.
Saya berkata: Isnadnya dba'if, dalam sanadnya ada yang bernama 'Isma'il bin Yahya al-Ma'afiri,
dia seorang yngmajbal.
Hadits ini memiliki syauahid yang mergangkatnya ke derajat hadits hasan. Lihatlah dabm at-
Targhib @/5Ls-520).
Perhatian: Guru kami (Syaikh Al-Albani) '+tl5 menyebutkan hadits ini dalam Dha'if al-Jami'
asb-Sbaghir (/193), kemudiao beliau mengpasanketnyadal,am"Sbahih SunanAbiDaa,ild" (4086),
dan yang akhir inilah yang benar, maka hendaklah permasalahan ini dipahami.
Perintah Memelihara Lisan 403
{@ *rL6;i*t }
"... Jauhilab kebanyakan dari prasangka...." (QS. Al-Hujuraat: 12)
HADTTS NO. 1036 (SHAHTH)
Kami meriwayatkan dalam Shahih al-Bukhari dan Muslim dari
gAbu Hurairah (ia berkata): "Rasulullah ffibersabda:
((.g.i,.41 +3i ;E:t -",:p ?U-Ln
r6Esg
Jauhilah oleh kalian prasangka buruk, sesungguhnya prasangka adalah
sebohong-bohongnya perkat aan.""n
Hadits-hadits yang semakna dengan hadits y^ng telah kami
sebutkan sangat banyak.
Yang dimaksud dengan hal itu ialah ketetapan hati untuk
menganggap buruk selain dirinya. Adapun bisikan dan suara hati,
apabila tidak bertahan dan tidak diteruskan olehnya, maka hal itu
dimaa{kan, sesuai kesepakatanparaulama; karena hal itu terjadi diluar
kehendak nya, dan tidak ada jalan baginya untuk melepaskan diri
darrnya. Dan inilah yangdimaksud dalam hadits yangtsabat (kuat).
HADTTS NO. 1037 (SHAHTH)
Dalam hadits asb+babih, dari Rasulullah ffi, bahwasanya beliau
bersabda:
t6i((,-1"*, :i y,'&p u y, J,,J':et ,r') )')V.i,r .il ll
"sesungguhnya Allah [& memaa{kan ummatku terhadap apa y^rlg
dibisikkan dalam hatinya, selama dia tidak mengucapkannya atau
melakukattrrya."40
Para ulama berkata: yang dimaksud di sini adalah bisikan hati
yang tidak menetap. Mereka juga mengatakan: Sama saja, apakah
bisikan hati itu merupakan ghibah, atau kufur atavyanglainnya. Maka
3e HR. Al-Bukhari (X/484 - Fat-bul Baar) dan Muslim (2563).
40 HR. Al-Bukhari (//160 - Fat-hul Baarl dan Muslim (127 dan202).
404 Bab XXII
barang siapa y^ng terlintas di hatinya kekufuran t fang hanya berupa
bisikan hati tanpa kesengajaan untuk melakukannya, kemudian me-
malingkannya saat itu juga, maka dia tidak kafir dan tidak ada hukum
aPa-aPa atasnya.
Telah kami kemukakan dalam Bab "ril7aswas", dalam hadits shahih
bahwasanya mereka berkata: 'rVahai Rasulullah, seseorang di antara
kami mendapati dalam hatinya sesuatu yang besar untuk diucapkan.
Beliau menjawab: itulah iman yffigjela5."o'
Dan lainnyayangtelah kami sebutkan di sana, dan hadits-hadits
y ar,g memberi pengertian y ang sama denganny a.
Penyebab ampunan, sebagaimana y^ng telah kami sebutkan,
merupakan suatu yarLg sulit untuk dijauhi, sedangkan yang paling
mungkin adalah menghindari kejadiarlnya terus berlanjut. Karena
alasan inilah, kelangsungan dan kebulatan hati tentang hal-hal yang
dilarang adalah haram.
Bagaimanapun, timbulnya bisikan hati ini padamu dengan
membawa ghibah dan maksiat lainnya, wajiblah bagimu untuk
menolaknya dengan berpaling darinya dan menyebut berbagai ta'wil
(memalingkan sesuatu dari makna yangdekat kepada yarLgjauh) yang
dap at men galihk arrny a dari p en gerti an I ahir iahny a.
Al-Imam Abu Hamid al-Ghazali berkata di dalam kitab al-Ilrya':
Apabila timbul di hatimu sangkaan buruk, itulah uraswas Syaitan yau;rg
ditimpakan kepadamu. Kamu harus mendustak^nnya,karena ia adalah
kefasikan yangterberat, Allah lH berfirman:
J;'\;* ;t#.,f;,'t#,J 'G#*)L651;aI *
{@asAlt1
"... Jika datang kepadamu orangfasik membaana sudtu berita, maka
periksalab dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah
kepada sud.tu kaum tdnpd mengetabui keadaannya yang rnenyebabkan
kamu menyesal d.tas perbudtd.nrnu itu." (QS. Al-Hujuraat: 6)
4' HR. Muslim (132).
Perintah Memelihara Lisan 405
Karena itu tidak diperbolehkan bagi siapaPun untuk membenarkan
bisikan Iblis.
Jika ada indikasi y^ng mengarah atas suatu kerusakan, dan ada
kemungkinan indikasi itu salah, niscaya tidak boleh berburuk sangka.
Di antara tanda buruk sangka adalah adanyaperubahan hatimu
bersamanyakarenaada sesuatu padanya, Ialu kamu berpaling dxinya
dan meng^nggap y^rlgkamu duga sebagai sesuatu yangberat, kamu
tidak lagimemperhatikan dan menghormatinya serta tidak bersedih
hati dengan kesalahanraya. Karena syaitan itu adakalanya mendekati
hati dengan khayalan yang terkecil kepada keburukan-keburukan
manusia, dan menimbulkan kesan kepadanya bahwa ini bagian dari
kepandaian, kecerdasan, dan tindakanmu ymLgcePat, dan sesungguhnya
r.orrrg mu'min melihat dengan nur Allah W . Padahal sebenarnyadia
berbicara dalam hatinya dengan tipu daya Syaitan dan kegeleParrnya.
Jika seorangy^ngadil membawa berita kepadamu tentang hal itu,
maka janganlah kamu membenarkannya atau mendustakannya; agar
kamu tidak berburuk sangka kepada salah satu dari keduanya.
Betapapun timbulnya bisikan kepadamu tentang keburukan
seorang Muslim, maka usahakan untuk menambah perhatian dan
penghormatanmu kepadanya. Karena hal itu dapat membuat syaitan
marah dan terusir darimu. Sehingga diatidak melakukan hal y{Lgsama
lagi karena takut pada kesibukanmu mendo'akan orang itu.
Sejauh apapun kamu mengetahui tentang kesalahan seorang
Muslim dengan bukti y^ngtidak disangsikan lagi, maka nasihatilah
dia secara sembunyi-sembunyi. Jangan biarkan syaitan menipu dirimu
hingga menggiringmu untuk menggunjingnya. Jika engkau sudah
menasihatinya,maka jangankamu lakukan dengan hati senang karena
engkau mengetahui kekuran garLnya,sehingga dia akan menghormatimu
dan engkau akan memandangnya dengan pandangan merendahkan.
Berniatlah untuk membebaskannya dari dosa, sedangkan engkau
berduka, sebagaimana engkau berduka apabila kekurangan tersebut
adapadadirimu. Harus engkau yakinkan bahwa jikadia meninggalkan
kekurang y^rLg dimilikinya tersebut tanPa nasihatmu, maka hal
itu akan le^bnih kamu sukai dartpadajika dia meninggalkannya setelah
nasihatmu. Ini adalah perkataan al-Ghazali.
Bab XXII
Saya berkata: Telah kami sebutkan bahwa apabila bisikan buruk
sangka terlintas dalam benaknya, ia harus menghentikannya. Dan
penj elasan ini adalah j ika tidak ada kebaik arL y Nlgmendoron gnya untuk
memikirkan hal itu. Apabila terdapat kepentingan, maka bolehlah
baginya untuk memikirkan kekuran gan oran g dan memperin gatkannya,
sepefti kritik terhadap para saksi, perawi dan lain-lain dan yangtelah
kami sebutkan dalam bab mengenai ghibab yangdibolehkan.
Pasal 5
KAFFARAH (DENDA) GHIBAH DAN TAUBAT DARII{YA
Ketahuilah, sesungguhnya setiap orang yangmelakukan maksiat,
dia harus secepatnya bertaubat. Dan bertaubat dari dosa yang merupakan
hak-hak Allah lH. Disyaratkan padanya tiga perkara: berhenti dari
maksiat saat itu jug , menyesali perbuatanny^, dan bertekad tidak
mengulangi lagi perbuatan itu.
Taubat dari dosa y^ngmerupakan hak-hak manusia, disyaratkan
padanyatiga syarat ini dan syaratyang keempat adalah mengembalikan
hak kepada pemiliknya at^u meminta maaf atau minta dibebaskan
darinya.
\fajib atas penggunjing untuk bertaubat dengan keempat syarat
tersebut, karena ghibah adalah hak manusia yang harus dimintakan
penghalal anny a dari orang yang digunj ingnya.
Apakah cukup baginya dengan mengatakan: Aku telah meng-
gunjingmu, maka halalkanlah daku? Atau dia harus menjelaskan apa
y attg di gun j in gk anny a?
Dalam masalah ini, ada dua pendapat dari para sahabat asy-Syafi'i
(ulama-ulama dalam madzhab Syafi'i)
Pertama, disyaratkan penj elas anny a. Ap abil a dibeb askan t anp a
menjelaskannya, hukumnya tidak sah. Seperti, apabila ia dibebaskan
dari suatu harta yangtidak diketahui.
Kedua, tidak disyaratkan. Karena ini termasuk perkar^yang
dimaa{kan, sehingga tidak disyaratkan untuk memberitahunya, ber-
beda denganharta.
Perintah Memelihara Lisan
Pendapat pertama lebih jelas, karena manusia itu terkadang me-
maa{kan atas gbibah yangsatu tanpa gbibah yang lain.
Apabila orang y^ngdigunjingkan itu telah meninggal atau tidak
hadir, maka terhalanglah pembebasan darinya. Namun, para ulama
berkata: ia mesti memperbanyak istighfar dan do'a untuknya, serta
memperbanyak amal-amal kebaikan.
Ketahuilah, sesungguhnya dianj urkan b agi oran g y arLgdi gunj in g
untuk memaafkannya darr gbibah itu, dan hal itu tidak wajib atas
dirinya. Karena hal itu adalah pemberian dan pengguguran hak, maka
terserah kepada pilihannya. Namun sangat dianjurkan baginya untuk
mem aafka rlny a, agar ia bis a menyelamatkan s audarany a y ang Musli m
dari kebinasaan akibat maksiat ini. Dia pun beruntung karena men-
dapat pahala yang sangat besar dari Allah lH karena pemaaf.an dan
kecintaan kepada-Nya.
Firman Allah \k4:
44 ti'li :rt^i * s5{*t7:G
"... DAn ordng-ordng ydng menaban amarahnya dan memaafkan &e-
salahan) ordng. Allab merryukai orang-orang ydng berbuat kebajikan."
(QS. Ali'Imran: 134)
Cara untuk menyadarkan dirinya untuk memaafkan ialah meng-
ingatkan dirinya bahwa hal ini telah terjadi dan tidak ada jalm untuk
men ghil an gkannya. Tidak semestinya kalau aku kehila ngan p ahalany a
dan kehilangan kesempatan untuk membebaskan saudaraku yang Muslim.
Dan Allah W berfirman:
i;{ @ irn*i r; af't ; J:#':G rfi; y
"Tetapi orangyang bersabar dan memaafkan sesungubnrya (perbuaan) yang
demikian itu termasuk bal-bal ydng diutamakar. " (QS. Asy-Syuu ra: 43)
Dan firman Allah W: 'fiiy
{
408 Bab XXII
Jadilab engh.au pentaaf ....'(QS. Al-A'raaf : 199)
Ayat-ayat seperti yangkami sebutkan sangatlah banyak.
HADTTS NO. 1038 (SHAHTH)
Dan dalam hadits yangshahih, bahwasanya Rasulullah ffi ber-
sabda:
K.r>i )* g$.il 6K u pr #'eoir!, ll
"Allah W selalu menolong hamba-Nya selama hamba-Nya menolong
saudaranya."o'
Imam Asy-Syafi'i 'ffi berkata:
,.$tw;,.* r?1* rf*t or,
"Barang siapa yang diminta ridhanya, sedang dia tidak mau ridhai,
maka ia adalah syaitan."
Generasi yangterdahulu (Salaf) bersya'ir:
,1-)3 ,^lL;ai fi $&-
je jlr ['6tias
Y_,b c.j:ir\5;Li ,5 d.Jj
jl+e)l t.rib..,i.tt t;
dikatakan kepadaku: "Si Fulan telah ,rl.rrj.l.kkanmu'
dan tetapnya pemuda di atas kehinaan adalah jelek
kukatakan: "Ia telah datang kepadaku dan minta maaf.
tebusan dosa bagi kami adalah permintaan maaf."
42 HR. Muslim (2699).
Perintah Memelihara Lisan 409
Pendapat yaflgkami sebutkan ini yang merupakan dorongan
untuk memaafkan ghibah adalah pendapat yangbenar.
Adapun riwayatyarLgdatang dari Sa'id bin al-Musayyab bahwa-
sanya dia berkata: "Aku tidak akan memaafkan orang y^ng men-
zhalimiku." Dan Ibnu Sirin juga berkata: "Aku tidak mengharamkan
ghibah atasnya(karena Allah W yangmengharamkannya, r'"), lalu aku
menghalalkan, karena Allah W telah mengharamkan ghibah atasnya,
maka selamanya aku tidak akan menghalalkan apa yangdiharamkan
oleh Allah W." Semua itu adalah perkataan yang lemah atau salah.
Karena orang yangmembebaskan (memaafkan) bukan menghalalkan
yat1haram. Namun menggugurkan hak y ang ada padanya.
Berbagai nasb darial-Qur-an dan as-Sunnah telah nyatamengenai
anjuran memberi maaf dan pengguguran hak-hak yar.g khusus pada
orang y^ng menggugurkan. Atau bisa juga dianikan perkataan Ibnu
Sirin dengan: Aku selamanya tidak akan menghalalkan oranByang
menggunjingkan diriku. Ini adalah yangbenar.
Andaikata manusia mengatakan: kubolehkan kehormatanku
bagi oran g yangmenggunjingkanku, tidaklah berarti perbuatan
itu menjadi boleh. Akan tetapi tetap diharamkan atas setiap orang
untuk menggunj ingny a, sebagaimana diharamkan menggunj ing y
lainnya. ^ng
Adapun hadits yangberbunyi :
# d.*:i\i i ;y t"rit 3K as su oi'p';i
"...rBl e Ve,*S;; Ol
"Tidak mampukah salah seorang di antara kalian berbuat seperti Abu
Dhamdham, apabila keluar dari rumahnyaia berkata: "sesungguhnya
aku menyedekahkan kehormatan diriku kepada seluruh manusia."
Maksudnya: Aku tidak akan menuntut kepada orang yang berbuat
zhalim kepadaku, baik di dunia maupun di Akhirat. Ini bermanfaat
dalam p en ggugu r an kezhaliman y angtelah ada sebelum pembeb asan.
Adapun yangterjadi setelah itu, maka harus ada pemberian maaf yang
baru sesud ahny a. Hany a Allah W yang memberi taufiq.
410 Bab XXII
Pasal T
NAMIMAH
Telah kami sebutkan dalil-dalil pengharaman dan ancaman ter-
hadapny a, b e gitu pula den gan hakikatnya, namu n hany a secara rin gkas,
dan sekarang kami ingin menambahkan penjelasannya.
AI-Im am Ab u H am id al-Ghazali b e rkat a : an N- a m imab, umumny a
dianikan bagi orang yangsuka menyampaikan pembicaraan seseorang
kepada orang yang dibicarakannya. Seperti perkataannya: "Si Fulan
mengatakan tentang dirimu begini dan begitu. "Namimah bukan hanya
terbatas pada itu saja, delinisinya adalah, pengucapan sesuatu ymgtidak
disukai pengucaparrnya, baik hal itu tidak disukai oleh orangyang
mengucapkan perkataan itu atau orang yang menerima pembicaraaflnya
atau orang ketiga. Pengungkapan itu bisa dengan perkataan, tulisan,
isyarat, gerakan tub uh, atav y anglainnya. S am a sqa, y angdisamp aikan
itu berupa perkataan atau perbuatan, apakah itu 'aib atau yang
lainnya. Jadi, hakekat an-Narnimab adalah menyebarkan rahasia atat
pembukaan rahasia sesuatu y ar..g tidak disukai pengungk ap^nny a.
Patutlah bagi manusia untuk berdiam diri dari berbagai aktifitas
manusia y ang dilihatnya; kecuali yangdi dalam cerirany a terkandung
manfaat bagi Muslim atau untuk menolak maksiat. Apabila dirasa oleh-
nya bahwa dia menyembunyikan hartanya sendiri, lalu ia menyebut-
kannya, maka hal itu adalah namimah.
Al-Ghazali berkata: "Barang siapa yang disampaikan namimah
kepadanya, dan dikatakan kepadanya: si Fulan mengatakan kamu
begini, maka haruslah ia menjalankan enam perkara:
P ertam a : tidak memp erca y ainy a, karen a p el aku namimah adalah
seorang yarLgfasik, dan beritanya ditolak.
Kedua: ia melarangnya melakukan itu, menasihatinya, serta
menj elekkan perbuat arlny a.
Ketiga: membencinya karena Allah W , sesungguhnya yang
demikian dimurkai di sisi Allah W, dan marah karena Allah W
adalah wajib.
Perintah Memelihara Lisan 411
Keempat:j*g* berprasangka buruk kepada orang yang disampai-
kan pembicaraatnya, berdasarkan firman Allah W:
{@ ,Pr;6ii*t }
"... Jaubilah kebanyakan dari prasangka...." (QS. Al-Hujuraat: L2)
Kelima:pembicara an yangdisampaikan itu tidak menyebabkan
engkau memata-matai dan menyelidiki kebenarutnya.
Firman Allah \H: {@ '\*ii }
"... Dd.n janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain """ (QS'
Al-Hujuraat: 12)
Keenaru: bahwa dia tidak menyenangi bagi dirinya apa yang
dilarang oleh pelakt namimab. Sehingga, diapun tidak menceritakan
namimabnya.
Diceritakan, bahwa seorang lakiJaki menyebutkan perbuatan orang
lain kepada'Umar bin 'Abdul 'Aziz $5 , maka '(Jmar pun berkata: "Jika
engkau mau, akan kami selidiki permasalahan ini. Jika engkau berbohon g,
beiani kamu termasuk orang yangdisebutkan dalam firman Allah \H :
{@ (;|L6f:voI }
,,Jika datang kepadafnu orangfasik membaua suatil. berita." (QS. A1-
Hujuraat: 6)
Andaikan benar, maka kamu termasuk yatgdisebutkan dalam ayat:
{@r;,#;s*
"Yang banyak mencela, yang kian ke mari menghambur fi'tnab'" (QS'
Al-Qalam:11)
Jika kamu mau, kami akan memaafkanmu. Orang itu berkata: "Maaf wahai
Amirul Mukminin, aku tidak akan mengulanginya lagi untuk selam artya."
412 Bab XXII
Seseorang menulis surat kepada ash-Shaahib bin 'Abbad mengajak-
nya untuk mengambil harta seorang anak yatim, dan harta itu banyak
sekali. Maka, dia membalas surat tadi: Namimab itu perbu^tarL yang
buruk, sekalipun benar, orang y^rLgmeninggal dikasihi oleh Allah W,
anak yatim itu dilindungi oleh Allah W,harta itu diperbanyak oleh
Allah W , dan pelaku namimab dikutuk oleh-Nya W .
Pasal 8
LARANGAN MEI\TYAMPAIKAN PEMBICARAAN
KEPADA PENGUASA, BILA TIDAK ADA KEPERLUAN
YANG MENDESAK (DHARURAn KARENA TAKUT
AI(AN MENIMBULKAN KERUSAI(AN ATAU YANG
SEPERTII{YA
HADITS NO. 1039 (DHA',IF)
Kami meriwayatkan dalam kitab Abu Dawud dan at-Tirmidzi,
dari Ibnu Mas'ud gF.' , ia berkata: "Rasulullah ffi bersabda:
'11€"i 6 Ui aE'W ot * afi b :€ie*i 1 yy
(b$t'#uii
Janganlah seseorang dari para sahabatku menyampaikan sesuatu
tentang seseorang kepadaku, karena aku ingin menemui kalian dengan
hati yang bersih.""
Pasal 9
LARANGAN MENCELA NASAB YANG DISEBUTKAN
DI DALAM SYARI'AT
Firman Allah IH:
o' Dba'rf. Diriwayatkan oleh Abu Dawud (a860), at-TirmidziQ896), Ahmad (l/395-396) dari jalur
Isra-il, dari al-u(alid, dariZa'idbin Za-id darinya (Ibnu Mas'ud q;; ) dengannya (redaksi hadits
di atas). At-Tirmidzi berkata' "Hadits ghaib."
Saya berkata: dia benar. Sesungguhnya al-rValid- dia adalah Ibnu AbiHisyammauhHtmdan-dan
gurunya Zaidbh Zaa'id: keduanyr majbal (tidak dikenal dikalangan ahli hadits).
Perintah Memelihara Lisan 413
,;ti{ S:;tfivfi:\i'€aitL'j+ -26 Au Ji{;y
{@*lfi6(
"Dd.n janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai
pmgeabuan ten tangnyrt. sesunguhnya pmdengaran, pmghhaan dan hati,
semud.nya itu ak an diminu pertanggunganjauabrtya." (QS. Al-Israa' :36)
HADITS NO. 1o4o (SHAHIH)
Kami meriwayatkan dalam Shahih Muslim dari Abu Hurairah
^g9, , ia berkata: "Rasulullah ffi bersabda:
( (. .n;j t,y a;qJ1Y,,, ;3 Jt e. :;8\ :fi Lfo, \:.n,..,,s I e- s E-! I I
"Dua hal pada diri manusia yang dapat menimbulkan kekafiran:
mencela nasab dan meratapi orang yangmeninggal."oo
LARANG"*H1:I*""I DrRr
Firman Allah B9:
{@ri1**5;17*:xt*}rt}
"Maka janganlab kamu mengatakan dirirnu suci. Dialah Yang paling
mengetab ui tentang ord.n I y an g bertaqan.' (QS. An-Naj m : 3 2)
HADITS NO. 1041 (SHAHIH)
Kami meriwayatkan dalam Shahih Muslim dan Sunan Abu
Dawud serta lainnya, dari 'Iyadh bin Himar ash-Shahabi "?5 , ia ber-
kata: "Rasulullah ffi bersabda:
l,s,yi [' "Lisi 1 G* tWY; o*\'0163i jt;.ir ,i! u
44 HR. Muslim (67).
414 Bab XXII
K*i t''"LiFX
'sesungguhnya Allah Ta'alatelah mewahyukan kepadaku agar kalian
saling merendahkan hati (tawadhu') hingga tidak ada seorangpun di
antara kalian yang berbuat zhalim kepada y^ng lain dan agar tidak
ada seorangpun di antara kalian yarng membanggakan diri atas yang
Iain."'o'
Pasal 11
LARANGAN MENAMPAKKAN KEGEMBIRAAN DI ATAS
KESUSAHAN ORANG LAIN
HADITS NO. 1042 (DHA',IF)
Kami meriwayatkan dalam kitab at-Tirmidzi, dari \7atsilah bin
$al-Asqa' , ia berkata: "Rasulullah ffi bersabda:
K*;Wr airt a) ).z?JozP( 'a{\ fl';ttrl$ 1ll
"Janganlah kamu tampakkan kegembiraan atas (kesusahan y^ng
menimpa) saudaramu, karena Allah W akan memberinya rahmat dan
akan memberimu ujian."ou
45 HR. Muslim (64 dar2865). Q62l -Tuhfah) dari jalur Hafsh bin Ghiyats, dari Bard bin
Dha'if. Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi
6
Sinan, dari Makhul, dari Vatsilah bin al-Asq' .t6 dengannya (redaksi hadits di atas). At-Tirmidzi
berkata: Hadits hasan glan&. Makhul mendengar dari uflatsilah bin al-Asqa', Auas bin Malik dan
Abu Hindun ad-Daari. Ada yang mengatakan bahwa dia tidak pernah mendengar dari seorang
sahabat pun kecuali dari tiga orang tadi. Makhul asy-Syami dipanggil dengan Abu 'Abdillah. Berasal
dari budak kemudian dimerdekakan. Dan Makhul al-Azdi mendengar dari 'Abdullah bin 'Amr
n|F, dan yang meriwayatkan darinya adalah 'Ammarah bin Zadan.
Saya berkata, isnad-tya dha'if, dalam sanadnya terdapat Makhul asy-Syami, walaupun dia aQah
namun seorttgmuda//zs (suka menyamarkan gurunya), dan meriwayatkan dengan menggunakan
'an (hadhs mu'an'an). Tentang mendengarnya dari Watsilah bin al-Asqa' diperselisihkan. Dan yang
rajih ftuat) dalam pandangan sayaadalah yang dikatahan Abu Hatim dalam'al-Marasrf Gkn.166)
"Dia (Makhul asy-Syami) pernah masuk ke tempat I0(atsilah, namun tidak sempat mendengar
hadits darinya."; karena telah menggabungkan dua sisi perselisihan. tYalhahu A'lam.
Sebagian ahli ilmu mendatangkao syabidbagi hadits ini, seperti di dalam"Ajutibab al-Haafi.dz'an
abaadits al-Mashabiih III/1785) dari hadits Mu'adz g; , ia berkata: "Rasulullah iff bersabda:
'Barang siapa yang mencela saudaranya karena suatu dosa, niscaya dia tidaft x[xa gl6ninggal sehingga
mengerjakan dosa itu.'Ahmad berkata: 'Dari dosa yar.gdh telah berraubat darinya.'"
At-Tirmidzi berkata' 'Hadits hesen gbaib, dan isnadnya tidak muttasbll (bersambung). Khalid
bin Ma'dan tidak sempat bertemu dengan Mu'adz bin Jabal .ga , dm. diriwayatkan bahwa Khalid
bin Ma'dan bertemu dengan tujuh puluh orang sahabat Nabi S.
Perintah Memelihara Lisan 415
At-Tirmid zi berkata: "Hadits hasan. "
Pasal72
HARAM MENGHINA SEORANG MUSLIM DAN
MENGOLOK.OLOK MEREKA
Firman Allah W:
*iAi -; 'ur$5i'oC;i56t-\.41i y
ltic "{t AX'6 "@'r;# 3";4 iy-itli{ 65\3
{@il
"(orang-orang munafih) yaitu orang'orctng yang mencela orang-ord.ng
Mukmin ydng memberi sedekah dengan sukarela dan (mencela) orang-
ordng ydng tidak rnernperoleb (untuh disedekabkan) selain sekedar
kesangupannya, rnaka orang-orangrnunafik itu mengbind merekd. Allah
akan membalas penghinaan rnereka itu, dan untuk, rnereka adzab yang
pedib." (QS. At-Taubah: 79)
Saya berkata: Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi (2620), al-Khathib dalam"at-Tarihh P'/339-340)_
dari jalur Muhammad'bin al-Hasan bin Abi Yazid al-Hamdani, dari Tsaur bin Yazid, dari Khalid
bin Ma'dan, da.rinya $,Iu'adz g; ) dengannya (redaksi hadits tersebut). Isnad ini bagaimana bisa
dikatakan hasan, disamping isnadnya munqathi'(terputus sanadnya), dalam sanadnya. |uga ada
Muhammad bin al-Hasin, dia ditolak (dikatakan pendusta) oleh Ibnu Ma'in dan Abu Dawud'
sepeni dalam 'Mizan al-l'tidal (Il/514), kemudian adz-Dzahabi memaparkan hadits ini.
Karena sebab inilah, ash-Shaghani menyebutkan hadits ini dalam'al-Maudbu'at" (hlm.6),
sebelumnya, Ibnu al-Jauzi menyeburkannya dalam "al-Maudbu'at" W82), dan dia berkata: "Tidak
sah, Muhammad bin al-Hasan seorang pendusta."
As-suyuthi mengikutinya dal tm " al-La-ali al-Masbnu'ab W 293) dengan komentarnya: dikeluarkan
oleh at-Tirmidri d^o dr berkata, "Ini adalah hadis basan gharib, da,n baginya ada syabid (hadits
penguat)."
Saya berkata: Kemudian dia menyebutkan syahid dari jalur al-Hasan, ia berkata: "Mereka
mingatakan, "Barang siapa yang mencela saudaranya karena suatu dosa yang dia telah benaubat
darinya, niscaya dia tidakakan mati kecuali Allah u akan mengujinya dulu dengan dosa tersebut."
Hadits ini, di samping tid ak marfu',di dalam isnadnya juga ada Shalih bin Basyir al-Mari, dia dha'if,
maka tidak bisa menjadi syabid (ptengrat); karena kelemahannya dan tidak marfu'tya.
Ringkasnya, hadits ini dba'if Qem$), dan orang yang metrgatrggap de,rajattya menjadi hasan
Sadhs penguat) disebabkan 'illar (aca) yang sebenarnya -tidak -ry1pak
det [ro beberapa syahid Muhammad bin al-Hasan,
,trroy, di dalam hadits Mu'adJ .iA .'Ilkt (cacat) tersebut ialah adanya
dia seorang pendusta, maka tidak ada kegembiraan dan kemuliaan dengan keberadaannya. Dan di
atas yang memiliki ilmu masih rdayarglebih'alim.
416 Bab XXII
r
Dan firman Allah tH:
{; * r"r4i G \i'K i {"t;' ;1--:'" tfir; r-$i q-k-Y
li66 1; "Kll \_,U *;"i* i; K 6 & e tr^1tt|
(@ ''r6:'j'l-
"Hai orang-orangyang beriman, janganlab suatu kaum mmgolok-olokkan
kaum yang lain (karena) boleb jadi mereka (yang diolok-olokkan) lebih
baik dari mereka (y org mengolo k- o lokk an)dan j angan pu la wanita-wanita
(mengolok-olokkan) uanita lain (karena) boleh jadi uanita-uanita (yong
diperoloh,-olokkan) lebib baik dari wanita (yang mengolok-olokkan) dan
janganlab kamu mencela dirimu sendiri dan janganlab kamu panggil
memanggil dengan gelar-gelar yang buruk." (QS. Al-Hujuraat: 11)
Dan Firman-Nya:
{@;3;;:tu)-:fiY
"Kecelakaanlab bagi setiap pengulnpat lagi pencela." (QS. Al-Humazah: 1)
Hadits yang shahih dalam bab ini, terlalu banyak untuk dihitung.
Ijma'(konsensus) semua ummat (Islam) menetapkan akan haramnya
hal itu. Wallaahu A'lam.
HADTTS NO. 1043 (SHAHIH)
Kami meriwayatkan dalam Shahih Muslim, dari Abu Hurairah
gb , ra berkata: "Rasulullah ffi bersabda:
LSLi &\S d3pt'rs 1S,t#W 1'),VL\fr Y't,t3 ;:|,il1 ll
1r'*:)Ei'i,#ri\;ip;r ,(G\.+r sq* V6t,-# e
#,- gV,iX e)3-b it$- \i.i u a:A\,i341\t t:,t,
iJ:,,i64;r [" r);a\ 3 ,3il\ivi?fi otpt,y z6-r\
((."bf)lus
Perintah Memelihara Lisan 417
"Janganlah kalian saling basud (iri dengki), saling menipu, saling
membenci, saling memusuhi, dan janganlah sebagian kalian berbuat
zhalim atas yan g lain, j adilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara.
Seorang Muslim adalah saudara bagi Muslim yang lain, tidak boleh ia
menzhalimLrLya, menelantarkan dan tidak pula menghinanya, takwa
itu di sini-sambil menunjuk ke dadanyttiga kali-dan cukuplah
kejelekan bagi seorang Muslim bila ia menghina saudaranya. Setiap
Muslim yangsatu atas yanglainnya haram darahnya, kehormatarLnya,
dan hartanfa.'et
Saya berkata: "Alangkah besar manfaat hadits ini dan alangkah
b anyak faedahnya b agi o ran g y arLg memikirk artny a"
HADTTS NO. 1044 (SHAHTH)
Kami meriwayatkan dalam Shahih Muslim, dari Abu Mas'ud
Qb , dari Nabi ffi, beliau bersabda:
iylr(l.kJw.f b{tiu+ *'e.-..4;tJ-+l l
,JEll U #ejrl .i),JtS .tk'^;ry\<:;'r.I'$u- 3i,r1
((..,,r81 L-L, *t p';$jt
"Tidak akan masuk Surga orang yangdihatinya terdapat sifat sombong
walaupun hanyaseberat biji sawi." Seseorang berkata: "4d, seseorang
yang senang memakai pakaian bagus dan sandal yang bagus." Beliau
bersabda: "sesungguhnya Allah W itu Mahaindah, dan Dia menyenangi
keindahan. Kesombongan itu menolak kebenaran dan meremehkan
manusia."t'
Saya berkat a: " 6At'E artinyamenolak dan membatalkan kebenar-
,fian. Dan or\xtJJ,L diriwayatkan pula denganhuruf. shad,pengertian
keduanya sama yitu meremehkan."
47 HR. Muslim Q563 dan256a).
HRMuslim (91).
at
418 Bab XXII
Pasal 13
KERASI{YA LARANG"}'"YII}I BERI KAN KESAKS IAN
Firman Allah W:
{@ ';Ji45't frY
"Dan jaubilab perkataan-perkatadn yd.ng dusta." (QS. Al-Hajj: 30)
Dan Firman-Nya:
;^5J k;EVA(,'€ai:,y-'|b + 6iavJi{;y
{@$a*'b(
"Dan janganlah kamu mmgikuti apd. yd.ng kamu tidak tnempunya.i penge-
tah uan tentd,n gny d,. s es unggub ny a p endengaran, p en gl ib atan dan h ati,
senxuanya itu akan dimina pertanggunganjaanbnya. " (QS. Al-Israa': 36)
HADTTS NO. 1o4s (SHAHTH)
Kami meriwayatkan dalam Shahih al-Bukhari dan Muslim, dari
Abi Bakrah Nufai' bin al-Harits gE , ia berkata: "Rasulullah ffi ber-
sabda:
f\ 4tilfilr'JU r/rt J;rti &,\ii3 .'u'X t-;1UKt 1f ll
:i\';sw: Jfi')li, Jrg, ji43 vr31 aKs, q4at oi,Ls,s!
$x.,rK:" 1,uJs u',:4- iY: 5 ._:s1\
'Maukah kalian kuberi tahu tentang dosa yangterbesar?' (ptertanyaan
ini diulangt tiga kali). Kami menjawab: 'Tentu, \flahai Rasulullah.'
Rasulullah ffi bersabda: 'Yaitu menyekutukan Allah W, durhaka
kepada orang tua.' Setelah bersandar, beliau duduk dan bersabda:
'Ketahuilah, juga perkataan bohong dan kesaksian palsu.' Beliau terus
Perintah Memelihara Lisan 419
mengulanginya. hingga kami berkata (dalam hati): 'Mudah-mudahan
beliau diam.'"0'
Saya berkata: "Hadits-hadits yangberkaitan dengan bab ini sangat
banyak, apa yang telah kami sebutkan sudah cukup, dan ijma' telah
ditetapkan atasnya ftaramnya saksi palsu)."
Pasal T4
LARANGAN MEN"HfiffhHSff PEMBERIAN DAN
Firman Allah EH:
{ @ u,\(' d\ 6*ilM{ r$r; ii" q#-y
"Hai orang-ordng yang beriman, janganlab kamu mengbilangkan (pahala)
s e de h,ab m u den gan m eny e b ut - ny e butny a dan m eny a k it i (p er as aan s ip en e'
rima)." (QS. Al-Baqarah: 26a)
Para ahli tafsir berkata: "Maksudnya, janganlah kalian membatal-
kan pahalanya."
HADTTS NO. 1046 (SHAHTH)
$'Kami meriwayatkan dalam Shahih Muslim, dari Abu Dzarr ,
dari Nabi ffi, beliau bersabda:
&s,dS 1')'&\. H \s Y.I f; dll 1i5X n
Sr 2',i,i is.qtysx g /,r &46ifr,J,t.S ,.lrt.
'^1U ,yA\5,',ttiit3,j;Jt' Jtt r$t JY., ti ii ;y d3F)
tt'y)Klr '#L,
"Tiga kelompok orang yangtidak diajak bicara oleh Allah W pada
hari Kiamat, juga tidak akan memandang mereka dan tidak akan
4e HR. Al-Bukhari $/97 denx/323 - Fat-bul Baar) dan Muslim (87).
420 Bab XXII
mensucikan mereka, bahkan bagi mereka adzab yang pedih." Abu
D zarr gE Dbezrakrarta4:'5Ra) smuelulallanhjutMkarmn:en"Cguellaanka1.dlLaryn^smebearungyialakhtigmaekreakli.a",
Lalu (Abu
siapa mereka wahai Rasulullah?" Rasulullah ffi bersabda: "Orang
y^ngmemanjangkan celana hingga menutupi mata kaki, orang yang
suka mengingat pemberiannya, dan orang yarLgmenjual dagangannya
dengan sumpah palsu."'o
Pasal 15
LARANGAN MENGUTUK
HADTTS NO. 1047 (SHAHIH)
Kami meriwayatkan dalam Shahih al-Bukhari dan Muslim, dari
Tsabit bin Dhahhak 45 , dan dia termasuk yang berbai'at di dekat
pohon (Bai'at ar-Ridbann), ia berkata: "Rasulullah ffi bersabda:
K.# uiito,l U
"Melaknat seorang Mukmin sama dengan membunu hnir^."'
HADTTS NO. 1048 (SHAHIH)
Kami meriwayatkan dalam Shahih Muslim, dari Abu Hurairah
€5, bahwasanyaRasulullah ffi bersabda:
i)H-( (. \i t1J :ti,i-:#,#{ i I I
"Tidak sepatutnya seorang y^ngshiddiq menjadi Ori^Or r."'
HADTTS NO. 1o4e (SHAHIH)
Kami meriwayatkan dalam Shahih Muslim, dari Abu ad-Darda
$' , ia berkata: "Rasulullah ffi bersabda:
50 HR. Muslim(106). 421
5r HR. Al-Bukhari (10/464-465 - Fat-hul Baar) dan Muslim (110).
52 HR. Muslim (2597).
Perintah Memelihara Lisan
K.{.vti; ;l'ti/,lt ;YiiAigil 3j3+ i p
'Orang yangsuka melaknat itu tidak akan menjadi pemberi syaf.a'at,
juga tidak akan menjadi syubada (saksi) pada hari Kiamat."',,
HADTTS NO. 1os0 (r{ASAN)
Kami meriwayatkan dalam Sunan Abi Dawud dan at-Tirmidzi,
dari Samurah bin Jundab gb , ia berkata: "Rasulullah ffi bersabda:
((.rBU Yty!a,l;d't #, E;x1p
Janganlah kalian saling melaknat dengan laknat Allah, jangan pula
dengan murka-Nya, dan jangan pula dengan Neraka.""o
At-Tirmid zi berkata: "Fladits hasan shahih. "
HADTTS NO. 1os1 (SHAHTH)
Kami meriwayatkan dalam kitab at-Tirmidzi dari Ibnu Mas'ud
gb , raberkata: "Rasulullah ffi bersabda:
;Jtt.ry1;ll 12 ,;irrar 1; ,ggi)l 11,g\1,1il\ iyiit ll
"Seorang Mukmin bukanlah pencela, bukan pelaknat, bukan orang
keji, juga bukan orang yangsuka bicara kotor.""
53 HR. Mudim (2s98).
54 Hasan dengan syaanbidryt. Diriwayatkan oleh Abu Dawud (4906), at-Tirmidzi Q0a2 Tuhfah),
Ahmad (V/5), dan a1-Hakim $/aB) dtrijalur Qatadah, dari al-Hasan, dari Samurah bin Jundab
secara. marfu'.
Saya berkata: 'Isnad perawinya adral;.h siqab, tetapi di dalamnya ada 'an'anah a7-Hxan. Diriwayatkan
oleh Abdurrazzaqda.lam al-Masbanruf (1953L), al-Baghawi dalam Syarh as-Sunnah (XItr/135) dari
Ma'mar, dari Aynrb, dari Humaid bio Hilal, dia memarfu'kan hadits ini, dia berkata:"Janganlah
kalian saling melaknat dengan laknat Allah E, jangan pula dengan murka-Nya, dan jangan pula
dengan Jahannam."
Saya berkata: 'Semua perawinya adilah tsiqah, tetapi haditsnye mursal. Ringkas kata, hadits ini
adala,h basan dengan (syawahidnya) semua penguatnya.
Shahih. Diriwayatkan oleh al-Bukhari dalam 'Al-Adab al-Mufrad (332), at-Tirmidzi Q0a3), Ahmad
(1/404-405), al-Hakim (l/12),Itb:u Nua'im dalamal-Hilyab lY/235, V/58), dan al-Khathib al-
Baghdadi dalam Tarihh-rya (,1/339) dari jalur Muha--ad bin Sabiq: (ia berkata): Menceritakan
422 Bab XXII
At-Tirmid zi berkata: "Hadits hasan."
HADTTS NO. 10s2 (r{ASAN LIGHAIRIHI)
Kami meriwayatkan dalam sunan Abu Dawud, dari Abu ad-
Darda ^gF' ,iaberkata: "Rasulullah ffi bersabda:
,rAt +Gi {rirs ,2\71J1 JL',JjlI e+b$ i>trilqir ,il;
{, W- rLU j,w:i Wqi & Uf i,w3i
,u,U{ xf Or 3Y ,d +ir
i&t* 4 ti1
;t,11r:,
{-lb
6i1i,,_p;:'$
,rG.i
((.lilirt Jye;;.,
"sesungguhnya seorang hamba, apabila melaknat sesuatu, niscaya
laknatnya akan naik ke langit, maka tertutuplah pintu-pintu langit
hingga ia tidak dapat masuk. Kemudian turunlah laknat ftembali)
ke bumi, akan tetapi pintu-pintu bumi pun tertutup untuknya,
maka ia berputar-putar ke kanan dan ke kiri. Lalu, jika ia tidak
menemukan jalan keluar (menuju sasarannya) maka ia akan tertuju
kepada orang yang dilaknat, itupun jika ia memang pantas untuk
dilaknat. Tetapi jika ia tidak pantas, maka ia akan kembali kepada
orang yang mengucapkannya tadi."'u
kepada kami Isra-il, dari A'masy, dari Ibrahim bin 'Alqamah, derirya (Ibnu Mas'ud) dengannya
(redaksi hadits tersebut di atas).
Saya berkau: "Iruad,abhisnadyang shahih menurut perawi Syaihbain (al-Btl<hari dan Muslim). Ibnu
al-Qaththan dan Ibnu Ma'in mencela Muhammad bin Sabiq. Sedangkan yang lain menganggaprya
*iqah, dm itulah yang dipegaogi, karena celaan kepadanya tidak dijelaskan, maka hal itu menjadi
tenolak, dan dari sanalah, Syaikhan (al-Bukhari dan Muslim) berhujjah dengannya (Muhammad bin
Sabiq), dia termasuk yang bisa melewati jembatan (lolos dari lobang jarum dari segi periwayatan
hadits,'e").
s6 Hasan ltgbanb. Diriwayatkan oleh Abu Dawud (a905) dan Ibnu Abid Dun-ya da.bm ash-Sharnt
(381) dari jalur Yahya bin Hassan (ia berkaca): "Menceritakan kepada kami al-Itr(alid bin Rabah,
(ia berkata): Saya mendengar Namran menyebutkan dari Ummu ad-Darda-, ia berkata: 'Saya
mendengar Abu Ad-Darda- berkata: "Rasulullah n bersabda, (ia menyebutkan hadits di atas)."
Abu Dawud berkata: 'Marwan bin Muhammad berkata: 'Dia adalah Rabah bin al-Valid, dia
mendengar darinya, dan dia menyebutkan bahwa Yahya bin Hasan keliru padanya.
Saya berkata: Dialah yang benar, dan dia seorang yang tsiqah. Adapun pamanoya yang bernama
Namran bin'Utbah, tidak dianggap tsiqab, rLrmun bisa menjadi muubi'dalam riwayat.
Baginya ada jalur lain: diriwayatkan oleh Ahmad $/a08 daa a25) dan al-Baihaqi debm Su'ab al-
Perintah Memelihara Lisan 423
HADTTS NO. 1053 (SHAHTH)
Kami meriwayatkan dalam kitab Abu Dawud dan at-Tirmidzi,
dari Ibnu'Abbas @sr, bahwas nya nabi ffibersabda:
((&c1 r \*;.)#i'i, d w ;>tr l
"Barangyang melaknat sesuatu yang tidak pantas untuk dilaknat,
niscaya laknat itu akan kembali kepada yangmelaknat.""
HADTTS NO. 1os4 (SHAHTH)
Kami meriwayatkan dalam Shahih Muslim dari 'Imran bin al-
Hushain QF',iaberkata: "Ketika Rasulullah ffidalamsuatu perjalanan-
nya, dan seorang wanita dari kaum Anshar sedang di atas untanya,
tiba-tiba untanya susah untuk dikendalikan, maka ia pun melaknat
dan mencacinya. Rasulullah M mendengar hal itu, lalu bersabda:
k:{*Vy'up:i)Wu !i3 p
'Ambillah yang berada di atas punggungnya lalu tinggalkanlah unta
itu, karena sesungguhnya ia terlaknat!"'
'Imran berkata: "sepertinya aku melihat (unta tadi) berjalan di
tengah jalan tanpa ada y ang menghiraukannya. ""
Saya berkata: "Para ulama berbeda pendapat tentang Islamnya
Hushain, ayah'Imran dan statusnya sebagai sahabat Nabi ffi.Yang
benar adalah, dia masuk Islam dan dia seorang sahabat. Karena sebab
itulah saya katak an: radhiyallabu'anbuma.
Iman @./92/2) dari dua jalur, dari 'Umar bin Dza,r, dari il:Liza.r bin Murud al-Hadhrami: (dan
dia menyebutkan sebuah cerita yang panjang, dan menyebutkan hadits yang lebih ringkas ). Secara
urnum: hadits ini hasan dengan semua jalurnya. lValkabu A'lam.
Shahih. Diriwayatkan oleh Abu Dawud (4908) dan at-TirmidziQ}aa) darijalurZidbin Akhzam
ath-Tha-i, (ia berkata): Menceritakan kepada kami Bisyr bin Umar (ia berkata): Menceritakan
kepada kami Aban bin Yazid al-'Aththar (ia berkata): Menceritakan kepada kami Qatadah, dari
Abu al-'Aliyah- Zid berkata: Dari Ibnu 'Ubadah - dan ia menyebutkannya (hadits di atas). Saya
berkata: ini adalah isnad yang shahih, para perawirya tsiqah.
HR Muslim (2595).
424 Bab XXII
HADTTS NO. loss (SHAHIH)
Kami meriwayatkan dalam Shahih Muslim juga, dari Abu Barzah
gH ,iaberkata: "Ketika ada seorang gadis di atas unta yang di atasnya
juga mengangkut barang-barang milik suatu kaum, tiba-tiba ia melihat
Nabi M, maka terasa sempitlah gunung itu karena rombongan Nabi
ffi, Ialu gadis itu berseru: 'Ayo jalanl Ya Allah laknatlah unta ini!'Maka
Nabi ffi bersabda:
rcuwi;r:u;u;1p
'Jangan ada unta terlaknat y^ng menemani perjalanan kami."'
Dan dalam satu riwayat:
((.J\;i br u u w'&rruir^,1 p
"Jangan ada unta y arLgdilaknat Allah W, y angmeneman i perjalanan
kami.""
Saya berkatai (S-lyaitu kalimat yang digunakan untuk mem-
bentak unta.
Pasal 16
BOLEH MELAKNAT PELAKU MAKSIAT TANPA
MENYEBUT NAMA TERTENTU DAN TIDAK DIKENAL
HADTTS NO. 10s6 (SHAHIH)
Termaktub dalam hadits-hadits yang shahih serta masyhur
(populer), bahwasanya Rasulullah ffi bersabda:
kuytvvCI\iij' ,,lD
"Allah W melaknat perempuan y^ngmenyambung rambut dan juga
yangmeminta disambung rambutny^." *
5e HR Muslim (2596).
60 HR. Al-Bukhari (X/374 dm378 - Fat-hul Baar) dan Muslim (2125).
Perintah Memelihara Lisan 42s
HADTTS NO. 1os7 (SHAHTH)
Bahwasanya beliau ffi bersabda:
dn((.Ell jfldut
"Allah W melaknat orang yangmemakan riba." Al-Hadits.u'
HADTTS NO. 1os8 (SHAHTH)
Bahwasanya beliau ffi bersabda:
k$FIr ihr ;,x11
"Allah W melaknat perapembuat gambar."u'
HADTTS NO. lose (SHAHTH)
Bahwasanya beliau ffi bersabda:
;l((.raj-'!i')v';LF iirl n
"Allah W melaknat siapa yangmengubah tanda @atas) tanah."u'
HADTTS NO. 1o5o (SHAHTH)
Bahwasanya beliau ffi bersabda:
X.t Zjt,3r::\ o2\Atd' o,l ll
"Allah W melaknat pencuri walau hanyamencuri sebutir telur."*
6' HR. Muslim (1597). Bab XXII
62 HR. Al-Bukhari (Y/314 dan 426).
63 HR. Muslim (1978).
64 HR. Muslim (1978).
426
HADTTS NO. 1061 (SHAHTH)
Bahwasanya beliau ffi bersabda:
((.1irl #-6t,f ii,l dS,*4VFu&t o,llt
"Allah W melaknat orang yang melaknat (mencela) kedua orang
ttanya, dan Allah W melaknat siapa menyembelih karena selain
Allah W."u,
HADTTS NO. 1052 (SHAHTH)
Bahwasanya beliau ffi bersabda:
n,11rya\ $r gj #13 $+1 ,si Ji ,ti''L li:, .)*li
(6e*1 ovg
"Barang siapa yang membuat kemungkaran di Madinah, atau melindungi
orang y^ngberbuat kemungkaran (bid'ah), niscaya ra akan mendapat
laknat Allah [H, Malaikat dan seluruh manusia."*
HADTTS NO. 1063 (SHAHTH)
Bahwasanya beliau ffi bersabda:
((il;'i3'^itt *; {i;zi:1 o6 ;:W;I ;ff ll
"Ya Allah laknatlah suku Ri'l, suku Dzakwan, dan suku'Ushayyah,
karena mereka membangkang kepada Allah dan Rasul-Nyr."
Ini adalah nama dari tiga suku banga Arab.u'
65 HR. Muslim (1978) dan an-Nasa-i W234).
6 HR. Al-Bukhar^i (Xll/41-42,XIIL/281- Fat-bal Baar) dam Muslim UX/14}l4Ll42-143-t45-
Nawawi).
61 HR. Al-Bukhari (VIII385-386 - Fat-bal Baan) dan Muslim (675).
Perintah Memelihara Lisan
HADTTS NO. 1064 (SHAHIH)
Bahwasanya beliau ffi bersabda:
((.t6r6,?rAr'& u?,:>!i4tiir' r,l lt
"Allah W melaknat orang-orang Yahudi, diharamkan kepada mereka
makan lemak, ternyata mereka menjualnya."u'
HADTTS NO. 1o6s (SHAHIH)
Bahwasanya beliau ffi bersabda:
:*K.\w CWi griY :6;j\,/iJ\',fr)\&' r,l ll
"Allah \H melaknat orang-orang Yahudi dan Nashrani, mereka menjadi-
kan kuburan nabi-nabi mereka sebagai tempat sujud (shalat)."'
HADTTS NO. 1056 (SHAHIH)
Bahwasanya beliau bersabda:
,\-;)\ J, et6Ag rt;;]! )Y)\ 3, ))
((.,]tr r,
"Allah melaknat lakiJaki yang menyerupai wanita dan wanita- yarLg
menyerupai laki-laki. "'o
Semua lafazhdalam hadits-hadits di atas terdapat di dalam shahih
al-Bukhari dan Muslim, ada yaigterdapat di dalam keduanya,iugaada
yangharrya di salah satunya. Bahwasan ya saya mengisyaratkan kepadanya
dan tidak menyebutkan jalur-)ilurnyauntuk mempersingkat.
68 HR. Al-Bukhari W/414 - Fat-hul Baar) dan Muslim (1582). Bab XXII
6e HR. Al-Bukhari G/532 - Farbul Baarl dan Muslim (530).
70 HR. Al-Bukharri (X/332 - Fat-hul Baar).
428
HADTTS NO. 1067 (SHAHTH)
Kami meriwayatkan dalam Shahih Muslim, dari Jabir qb ,
bahwasanya Nabi ffi melihat keledai yangdiberi tanda di wajahnya,
lalu beliau bersabda:
drrdnajrq-L1,:;1
"Allah W melaknat orang yargmemberi tanda padanya.""
HADTTS NO. 1068 (SHAHIH)
Dan di dalam sbahibain (shahih al-Bukhari dan Muslim), bahwasa-
nya Ibnu '(Jmar */-, melewati beberapa pemuda dari suku Quraisy
yarLgtengah memancangkan seekor burung untuk dijadikan sebagai
sasaran (dalam permainan melempar dengan batu d11,-n"".), maka Ibnu
'I-Imar .;e!.r, berkata: "Allah W melaknat siapa yarLg melakukan ini,
sesungguhnya Rasulullah ffi bersabda:
(6i,? L:'lr * w rit niil' r,l p
'Allah melaknat orang y^ngmenjadikan sesuatu yangbernyawa sebagai
sasaran.'"'
Boleh mengutuk orang yangmemiliki sifat tercela
Ketahuilah, bahwas anya melaknat (mengutuk) seorang Muslim
yang dihormati adalah haram sesuai dengan kesepakatan kaum
Muslimin. Akan tetapi dibolehkan mengutuk orang ymlgmemiliki sifat
tercela, seperti perkataanmu: "semoga Allah W melaknat orang-orang
yarLg berbuat zhahm. Semoga Allah W melal.nat orang-orang kafir.
Semoga Allah W melaknat orang-orang Yahudi dan Nashrani. Semoga
Allah W melaknat orang-orang fasik. Semoga Allah lH melakrlat para
pembuat gambar. " D an y ang seumpam any a, sebagaimana telah lewat
di pasal sebelumnya.
7r HR. Muslim (2117).
7'z HR. Al-Bukhari (X/643 - Fat-hul Baar) dan Muslim (1958) dan ini adalah lafazh Muslim.
Perintah Memelihara Lisan 429
Adapun melaknat seseorang yangmemiliki sifat tertentu, seperti
orang Yahudi, Nashrani, zhalim, pelaku zina, pembuat gambar,
pencuri, pemakan riba, makayangnampak dari hadits-hadits (tentang
hal ini) bahwa hal itu tidak haram.
Al-Ghazali mengisyarakatkan tentang pengharam anny a, kecuali
pada orangyangkita ketahui bahwa ia mati kafir, seperti Abu Lahab,
Abu Jahal, Fir'aun, Haman.... dan yangseumpama mereka.
Ia berkata: "Karena laknat (kutukan) adalah menjauhkan diri dari
rahmat Allah W dan kita tidak tahu bagaimana kesudahan si fasik
atau si kafir ini"
Ia berkata lagi: "Adapun orang-o rarLgyarLgdikutuk oleh Rasulullah
ffi secara langsung, maka ia diperbolehkan karena beliau ffi dapat
mengetahui kematian mereka dalam kekafiran."
Ia melanjutkan: "Dan mirip dengan laknat ini adalah mendo'akan
keburukan kepada manusia, walau do'a kepada pelaku kezhaliman.
Seperti perkataan seseorang: "semoga Allah \H tidak menyehatkan
badannya, semoga Allah W tidak menyelamatkannya dan yang
semacamnya. Semua itu tercela, begitu pula halnya ketika mengutuk
semua binatang dan benda mati, semuanya tercela.
Ucapan ketika mencela seseorang yang tidak pantas menerima
kutukan
Abu Ja'far an-Nahhas menghikayatkan dari sebagian ulama
bahwasanya dia berkata: 'Jika seorang manusia mencela sesuatu yang
tidak pantas menerima kutukan (laknat); maka hendaklah dia segera
meneruskan dengan ucapannya: kecuali jika ia tidak berhak (tidak
pantas menerima kutukan).
Boleh mencela seseorang dalam pendidikan kalau dimaksudkan
untuk melatih dan tidak menjurus kepada kebohongan atau
menuduh
Boleh bagi orang yxLgmelakukan am r ma'ruf dan nahi mungkar
serta bagi setiap pendidik (mu-addib), untuk berkata kepada audiennya
pada saat itu: "Celakalah kamu! \flahai yarLg lemah! \flahai yang
430 Bab XXII
sedikit memandang bagi dirinya!, atau wahai orang yangmenzhalimi
dirinya.....dan yang seumpam {Lye.
Disyaratkan untuk tidak sampai kepada kebohongan. Tidak ada
laf.azh tuduhan, baik terang-terangan, atau kinayah, atau sindiran,
sekalipun ia benar dalam hal itu.
Hanya sqa yang diperbolehkan adalah seperti yang telah kami
sebutkan, dengan tujuan untuk melatih dan membari peringatan dan
agar pembicaraan lebih mengena di dalam jiwa.
HADTTS NO. 1o6e (SHAHIH)
Kami meriwayatkan dalam Shahih al-Bukhari dan Muslim, dari
Anas bin Malik 45 bahwasanya Nabi ffi melihat seorang lelaki
menggiring unta, lalu Nabi ffi bersabda:
:eJEJr +- Jrr ,las46l 'JU *A{r\,J$,kxWL,JrSS,6)\D
(elLr\At\
"Tunggangilah." Orang itu menjawab: "Dia adalah seekor unta untuk
kurban (badanab)." Beliau bersabda lagi: "Tunggangilah!" Ia menjawab
lagi: "sesungguhnya dia adalah unta (untuk kurban)." Lalu Nabi ffi
bersabda: "Tunggangilah, celaka kamu.""
HADTTS NO. 1o7o (SHAHIH)
Kami meriwayatkan dari Shahih al-Bukhari dan Muslim, dari
Abu Sa'id al-Khudri gb , ia berkata: "Ketika kami sedang berada di
$,sisi Rasulullah beliau sedang membagi harta, datanglah kepadanya
Dzri Khuwaishirah-seorang lelaki dari suku Tamim, lalu berkata:
''Wahai Rasulullah ffi, berlakulah adil!' Rasulullah ffi menjawab:
l(6ei+f i'il i+{,y: tldJl.:
73 HR. Al-Bukhari W647,X/551- Fat-bal Baar) dan Muslim (1323).
Perintah Memelihara Lisan 431
'Celakalah engkau, siapa yang akan berbuat adil apabila aku tidak
melakukarLtLya.'Dtt
HADTTS NO. 1071 (SHAHIH)
Kami meriwayatkan dalam shahih Muslim, dari 'Adi bin Hatim
45 , bahwasanya seseorang berpidato di sisi Rasulullah M,i^berkata:
"Siapa yang taat kepada Allah W dan Rasul-Nya, maka ia telah
mendapat petunjuk, dan siapa yangberbuat maksiat kepada keduanya,
maka dia telah sesat."
Mendengar itu, Rasulullah ffi bersabda:
(6;,'iut,A :fi ,,$,i,*Lt *, n
"seburuk-buruk khatib adalah engkau, katakanlah: dan siapa yaflg
berbuat maksiat kepada Allah dan Rasul-Nya.""
HADTTS NO. 1072 (SHAHIH)
Kami meriwayatkan dalam Shahih Muslim juga, dariJabir bin
'Abdillah {5 , sesungguhnya seorang hamba milik Hathib datang
kepada Rasulullah ffi untuk mengadukan perilaku Hathib, ia berkata:
"'Wahai Rasulullah! Hathib akan masuk Neraka." Rasulullah M
bersabda:
k:.,1--'LV 64'$'iyr\ilii ! r*aK yy
"Kamu dusta, dia tidak akan masuk Neraka, karena dia telah ikut serta
dalam perang Badar dan Hudaibiyah."^
HADTTS NO. 1073 (SHAHIH)
Kami meriwayatkan dalam Shahih al-Bukhari dan Muslim tentang
perkataan Abu Bakar ash-shiddiq gla kepada anaknya'Abdurrahman
7a Shahih. Telah lewat takhrijnya.
75 HR. Muslim (870).
76 HR. Muslim (2495).
432 Bab XXII
pada saat ia tidak mendapatkan makan malam untuk tamunya: "\fahai
Ghuntsar!"
Hadits ini telah dijelaskan pada kitab al-Asma':,
HADTTS NO. 1074 (SHAHTH)
Kami meriwayatkan di dalam kedua kitab Shahih bahwasanya
Jabir 45 shalat dengan menggunakan satu pakaian dan pakaiarrnya
diletakkan di sisinya. Maka, ada yangbertanya:
&;iaw 'XVr-'0) '&iU+r yg'Afr ,J\turlii d.i;i "
'.63'
"Mengapa engkau melakukan ini?"Jabir menjawab: "Aku melakukannya
agar orang-orang bodoh seperti dirimu bisa melihatku." Dan dalam satu
riwayat:"Agar diriku bisa dilihat orang yangbodoh seperti engkau."zt
Pasal TT
LARANGAN MEMBENTAK ORANG-ORANG FAKIR,
LEMAH, ANAK YATIM, ORANG YANG MEMINTA-
MINTA DAN SEUMPAMAI!-YA. HENDAKLAH LEMBUT
PERKATAAN DAN TA\TADHU' TERHADAP MEREKA.
Firman Allah \99:
{@"#.xL,ai6@;ir'* $fty
"Adapun terbadap anak. yatim maka janganlah kamu berlaku sea)endng-
u)enang. Dan terhadap orangydng minta-minta maka janganlah kamu
mengbardiknya." (QS. Adh-Dhuhaa: 9-10)
Firman Allah W:
77 HR. Al-Bukhari @,/75-76 - Fat-bul Baar) dan Muslim (2057).
78 HR. Al-Bukhari g/467 - Fat-bul Baar! dan Muslim (766).
Perintah Memelihara Lisan 433
}(-bi-9, 'b'\)- 6irG ,i.4 .{i, 5}i t$i r:t; r;
"i.,:ti z; 4$ap b(J sur€14 e66C
{@ <,*Tra o.Dj\<:,
"DA.n janganlah kamu mmgusir ordng-ordngydng rnsnyeril Rabbnya di
p-Kagii*b,atriiddaaknmpeetmanikgubl atarin,gsgeudnagngjamuearebkasemdeiknitgpbuenndtearkhiakdearpidhpaearbnu'Naytaan.
mereka dan merekapun ti"dak memikul tangung jauab sedikitpun tuhadap
pubuatanmu, ydng muryebabkan karnu (bubak) mengusir mereka, sebinga
-
termas uk ord.ng- ord,ng y ang zhali-. " (QS. Al-An' aam: 52)
kamu
Allah W befirman:
LrLj45 $ J\ &(@5;i;r"Jiifc'{#,!{",:3; #\'W-'y
"Dd.n bersabarlah kamu bersama dengan orang-orang ydng lnenyeru
Rabbnya di pagi dan senja bari dmgan mengharap keridhaan-Nya; dan
janganlah kidua rnatamu berpalingdari merekd....." (QS. Al-Kahfi: 28)
Allah W berfirman:
{@'4?:'A-JLG}t-5 Y
"... Dd.n berendab dirilah kamu terhadap ordng-ord,ngyd'ng beriman."
(QS. Al-Hijr: 88)
HADTTS NO. 1075 (SHAHIH)
Kami meriwayatkan dalam Shahih Muslim, dari 'Aidz bin 'Amar
gE , sesungguhnya Abu Sufyan .gF, datang kepada Salman, Shuhaib, dan
Bilal bersa-, r"tu rombongan. Mereka berkata: "Demi Allah, pedang-
pedang Allah belum mengambil haknya dari leher musuh-musuh-Nya.'
$'Abu Bakar berkata: "Apakah kalian mengatakan ini kepada
syaikh dari suku Quraisy dan pemimpin mereka (Abu Sufyan)?'N{i
ffidatang, lalu Abu Bakar mengabarkan yang baru terjadi. Rasulullah
ffi bersabda:
Bab XXII
rp*rcdl, e;;i JA'#Li dK ;;; Ji\A tfiqf q ;
"'Wahai Abu Bakar, mungkin engkau menjadi penyebab kemarahan
mereka? Jika engkau penyebab kemarahan mereka, niscaya engkau
telah menjadi sebab kemarahan Allah."
Maka Abu Bakar datang kepada mereka dan berkata:
"$Tahaisaudara-saudaraku,apakah:l'.?::#,J"#"
Mereka menjawab: "Tidak.""
Saya katakan: ucap E5;i; dibaca denganfatbab kba. Arti-
nya: belum mengambil ^hnankynay:a dari lehernya karena begitu buruk
perbuatannya.
Pasal 18
UCAPAN.UCAPAN YANG MAKRUH DIPERGTINAI(AN
HADTTS NO. 1076 (SHAHTH)
Kami meriwayatkan dalam Shahih al-Bukhari dan Muslim, dari
Sahal bin Hanif dan dari 'Aisyah \#' , dari Nabi ffi, beliau bersabda:
((..prir,L:ri,, ilA AS,&;3,#,?'A',t6'l n
"Janganlah seseorang dari kalian mengatakan: b,i,rli:. (liwaku kotor)
itetapi katakanlah: g,:": -: $israku kurang baii<)"*
HADTTS NO. 1077 (SHAHTH)
Kami meriwayatkan dalam Sunan Abu Dawud dengan isnadyang
shahih dari'Aisyah \tV', dari Nabi ffi, beliau bersabda:
79 HR. Muslim (250a).
80 HR. Al-Bukhxi (X/563 - Fat-hul Baar) &n Muslim (2250).
Perintah Memelihara Lisan 435
((.*,lir a:ri :J4 :Ht,&;3 u\+, e'*i';t6'l n
'Janganlah salah seorang kalian mengatakan: 6;fru6 (iwaku kotor)
namun hendaklah mengatakan: g:;3,: -;1 (jiwaku kurang baik)""
Ulama berkata: "Makna *4 dan'* adalah d.iE (kotor/jelek)."
Mereka berkata: *Dimakruhkan Laf.azh kbabutsat karena kata itu
diambil dari lafazh al- kb ubuts dan al-Kb abits. "
Al-Imam Abu Sulaiman al-Khaththabi berkata: "Laqisat dan
kbabutsatmaknanya sama. Sesungguh nyalafazh khabutsat dimakruhkan
karena terambil dari kata khubuts dan kata ini jijik bila diungkapkan.
Rasulullah ffi mengqarkan mereka etika untuk menggunakanlafazh
yangbaik dan meninggalkan yang buruk.
&tti dengan jim dan syin. Laqisat denganfat'bab lam dan kasrah
Qof.
Larangan menamai anggur dengan al-Karam
HADTTS NO. 1078 (SHAHIH)
Kami meriwayatkan dalam Shahih al-Bukhari dan Muslim, dari
g',Abu Hurairah
ia berkata: "Rasulullah ffi bersabda:
*u.y$r t:<r C!,rFr,sl$ n
'Mereka menyebut (anggur) al-karm, padahal al'karrn adalah hati
seorang Mukmin."
Dan pada satu riwayat Muslim:
rr.iJ.:.:Jr (#\'o$fiilr +irr sjjlD
'J*g* kalian menamakan anggur d engar al-k arm,kar enasesungguhnya
al-karm adalah seorang Muslim.""
81 Shahih. Diriwayatkan oleh Abu Dawud (4979) dengm,isnad yang shahih, dan lihatlah hadits yang
sebelumnya.
82 HR. Al-Bukhari (X/564 - Fat-hul Baan) dan Muslim (2247).
436 Bab XXII
HADTTS NO. 1o7e (SHAHIH)
Dan dalam sebuah riwayat:
u.c$t*f;<r ,iFl
"Maka sesungguhnya al-Karm adalah hati seorang Mukmin."*
HADITS NO. 1o8o (SHAHIH)
g Kami meriwayatkan dalam Shahih Muslim, dari rU7a-il bin Hujr
, dari Nabi ffi, beliau bersabda:
rce(+b,i34t'$i, AS,i5JtSr-v D
'Janganlah kalian mengatak tn al-karm, akan tetapi katakanlah; al-'inab
(*gg"r) dm al-babalab (ptohon anggur).'o
Saya katakan: ii:;it,juga bisa dibaca iiait, sepertlyangdikatakan
oleh al-jauhari dan y^nglainnya.
Yang dimaksud dari hadits ini adalah larangan memberi nama
anggur dengan nama karm. Orang-orang jahiliyah dahulu menamakan-
nya karm, dan sebagian orang pada masa sekarang juga menamakannya
seperti itu, lalu Nabi ffi melararrg dari penamaan ini.
Al-Imam al-Khaththabi dan ulama lainnya berkata: Nabi ffi
khawatir nama yangindah tersebut akan menggiring seseorang untuk
meminum arak yang dibuat dari buahnya, maka beliau ubah rLama
tersebut. W'allaabu A'lam.
HADTTS NO. 1081 (SHAHIH)
Kami meriwayatkan dalam Shahih Muslim, dari Abu Hurairah
€5 , bahwasanya Rasulullah ffi bersabda:
((.F<Gi-4r;\1rl ar^ bltJr; lilp
83 HR. Al-Bukhari (X/566'Fat'hul Baar) 6"o 14161;m (2246).
84 HR. Muslim (2248).
Perintah Memelihara Lisan 437
'Jika seseorang berkata: 'Celaka manusia' maka dia lah yangpaling
celaka di antara mereka."tt
Saya katakan: "Diriwayatkan'€"ti dib aca dengan rafa' huru{ kaf.
(ahlaku) atau dengan nashab huruf kaf. (ablaka), dan y^ng masyhur
adalah rafa'.
HADTTS NO. 1082 (SHAHIH)
Sebagai penguatnya ada satu riwayatyangkami riwayatkan dalam
Hilyah al-Aulia' dalam riwayat Sufyan ats-Tsauri,
b#'-
'''foSi.,li
"Dia adalah yang paling celaka di antara mereka."'u
Al-Imam al-Hafizh Abu 'Abdillah al-Humaidi dalam kitab al-
j am' ba in a as h - Sb ah ib a in p ada r Lw ay at y angp ert ama b erkat a: seb agi an
perawi berkata: saya tidak tahu apakah dengan nashab ata;u rafa?
Al-Humaidi berkata: Yang lebih masyhur adalah rafa': makrLerLya:
yangpaling binasa.
Ia berkata: Penjelasan yang demikian adalah apabila dia berkata
demikian dengan tujuan menghina, merendahkan, dan menunjukkan
kelebihan dirinya terhadap mereka; karena dia tidak tahu rahasia Allah
\H kepada makhluk-Nyr.Seperti inilah yangdikatakan oleh sebagian
ulama kita. Demikian perkataan al-Humaidi.
Al-Khaththabi berkata: "Pengertia nnya adalah: Seseorang senan-
tiasa mengungkit aib manusia dan menyebut-nyebut kesalahan mereka,
serta berkata: 'Manusia telah rusak dan binasa,' ataupun kalimat
yarg serupa. Jika dia melakukan hal itu, maka dialah yang paling
binasa. Maksudnya adalah,lebih jelek keadaannya dari mereka yang
disebabkan oleh dosa ketika menyebut aib dan merendahkan mereka.
Terkadang hal itu membawa kepada sifat ujub perbangga) terhadap
dirinya sendiri, dan pandangannya bahwa dia lebih utama dari mereka,
dia lebih baik dari mereka, maka sebab itulah ia menjadi binasa.
8s HR. Muslim (2623).
86 Shahih. Diriwayatkan oleh Abu Nu'aim dalam al-Hilyah |r'IJ./l4l) dari jalur Sufyan dari Suhail,
deri tyahrya, dari Abu Hurairah 4a secara *orfr'.
Saya berkata: Ini adalah isnad yang shahih. Semua perawinya tsiqab.
438 Bab XXII
Ini adalah perkataan al-Khaththabi yang kami riwayatkan darinya
dalam kitabnya Ma'alim as-Sunan.
HADTTS NO. 1083 (SHAHIH)
Kami meriwayatkan dalam Sunan Abu Dawud, ia berkata:
"Al-Qa'nabi menceritakan kepada kami, dari Malik, dari Sahal bin
Abi Shalih, dari ayahnya, dari Abu Hurairah #' .' (Abu Dawud
menyebutkan hadits ini).
Kemudian Abu Dawud mengatakan bahwa Malik berkata:
,;)t3t-rgo ,y W'JE - urgl e.aiq6'?,4! JU ti;"
SFet*1-*(l-riu;S $Wf{! JE ri1,uri r4;i
,.'rb,#+lt
"Apabila dia mengatakan ucapan itu karena merasa sedih ketika
melihat apa yangmenimpa manusia, Abu Dawud berkata:Maksudnya
yatgberhubungan dengan agama mereka-"Sayamelihat hal itu tidak
mengapa. Namun, apabila dia mengucapkan itu karena bangga dengan
dirinya ('ujub) dan meremehkan orang lain, maka itulah y^ngdibenci
dan dilarang."rz
Saya berkata: "Ini adalah penjelasan dengan isnad y^rLg paling
shahih, dan itulah makna yatgpaling baik dan ringkas dalam permasa-
lahan ini, apalagi kalau berasal dari Imam Malik gE .
Dilarang mengatakan apayangdikehendaki Allah \H dan
dikehendaki Fulan
HADTTS NO. 1084 (SHAHIH)
Kami meriwayatkan dalam Sunan Abu Dawud dengan isnadyang
shahih, dariHudzaifah 4F, , dari Nabi ffi, beliau bersabda:
((.,1)t3 r\i'"iibt ;u Y,\tr; d73-)3 ;W rht ;vY$r-'l ll
87 HR. Abu Dawud (a983) dan Malik @/98a).
Perintah Memelihara Lisan 439
"Jangan kalian ucapkan: 'Ap* yang dikehendaki Allah W dan di-
kehendaki Fulan!' Akan tetapi katakanlah: 'Apa yang dikehendaki
Allah W, kemudian yang dikehendaki Fulan!""'
Al-Khaththabi dan lainnya berkata: "Ini adalah petunjuk tentang
adab (tatakrama), hal itu karena w)d.w () I menunjukkan makna jama'
ftergabung) dan berserikat. Sementaratsurnnxa tt't untuk 'atbaf serta
berurutan. Maka Nabi ffi memberikan pengarahanagr mereka men-
dahulukan kehendak Allah W terhadap kehendak siapa pun selain Dia lH .
Ada riwayat dari Ibrahim an-Nakha'i bahwasa ny a dia membenci
perkataan seseorang: " {*J g\'Fi " (aku berlindung_kepada Allah W
dan kepadamu). Boleh dia mengatakan: . E'iit;';pi" (aku berlindung
kepada Allah \iH kemudian kepadamu).
Mereka berkata: "Dan dia berkata: ' Kalau bukan karena Allah
\ffi kemudian Fulan, niscaya aku melakukan begini.Janganlah ia me-
ngatakan :'Kalau bukan karena Allah W dan Fulan."'
Dimakruhkan mengucapkan: "Diturunkan huian dengan ada-
nya bintang ini"
Apabila dia mengucapkannya dengan meyakini bahwa bintanglah
yangmelakukannya, maka dia kafir. Namun jika dia meyakini bahwa
hanya Allah W yang melakukanny^ (y^ng menurunkan hujan),
dan sesungguhnya bintang yang disebutkanhanyalah sebagai tanda
turunnya hujan, maka dia tidak kafir, namun dia telah melakukan
sesuatu yangdibenci (makruh); karena dia telah mengucapkanlaf.azh
yang biasa digunakan di masa jahiliyah, ditambah lagi bahwa ucapan
tersebut mengandung dua makna, yaitu kufur danyanglainnya. Telah
kami kemukakan hadits shahih yangberkaitan dengan Pasal ini pada
Bab "Apa yangdibaca ketika turun hujan."
88 Shahib. Diriwayatkan oleh Abu Dawud (4980), Ahmad (V/354-394-397), dan al-Baiheqi W/216)
dengan beberapa jalur, dari Syu'bah, dari Manshur bin al-Mu'tamir (ia berkata): Saya mendengar
'Abdullah bin Yasar, darinya ftIudzaifah "i;.) derganrya (redaksi hadits di atas). selain
Saya berkata: tni adalah isnadymgsbah#, perawinya adalah tsi4ab,perawisyaikbaian,
semua
'Abdullah bin Yasar, dia al-Juhani al-Kufi. Dia,tsiqab. Rib'i bin Kharrasy mengikud hadits ini dari
lJtdzaif.ah dengan hadits di atas. Diriwayatkan oleh Ibnu Majah (2118) dan Ahmad (I/393).
Bab XXII
Flaram mengatakan: 'Jika aku melakukan begini, maka aku
menjadi Yahudi atau Nashrani atau berlepas dari Islam dan
ucapan seienisnya
Jika dia mengucapkannya dan benar-benar ingin menta'liq
(menggantungkan) keluarnya dia dari Islam dengan ucaPan itu, niscaya
dia menjadi kafir saat itu juga dan berlaku kepadanya hukum-hukum
orang y^ngmurtad. Dan apabila dia tidak menghendaki hal itu, maka
dia tidak kafir, namun ia telah melakukan perbuatan haram, sehingga
mengharuskannya untuk bertaubat yaitu menghentikan perbuatan
maksiatnya saat itu juga, menyesali perbuatannya, dan berjanji tidak
akan pernah men gulanginy al agi untuk sel ama-lam a,serta memint a
ampun kepada Allah W (istighfar) diiringi dengan ^mrLeymbaca: laa ilaaha
illallab - Muharnmadur rasulullab: tiada ilab $rmg berhak diibadahi)
melainkan Allah W - Muhammad adalah utusan Allah rg.
Diharamkan kepada seseo ran g den g an lar angan y alng keras
mengatakan kepada seorang Muslim: "Yakafir"
HADTTS NO. 1085 (SHAHIH)
Kami meriwayatkan dalam kitab Shahih al-Bukhari dan Muslim,
dari Ibnu'LJmar uW, ia berkata: "Rasulullah ffi bersabda:
;Jg ,)$ ,\,.,"tiV;U 3r;t tgK U r{[-F}r JE ri111
((#,X:.r"ly,
'Apabila seseorang berkata kepada saudaranya: 'FIai kafir!' tvtrkr-i,
telah wajib bagi salah satu dari keduanya, jika yang dikatakannya itu
benar maka saudaranya tadi kafir tapi jika tidak, maka ucapan tadi
kembali kepadany a (1rang mengucapkan). ""'
HADITS NO. 1086 (SHAHIH)
Kami meriwayatkan dalam shahih al-Bukhari dan Muslim, dari
Abu Dzar r gE, bahwasanya diamendengar Rasulullah Mbersabda:
8e HR. Al-Bukhari (X-514 - Farbul Baar)dan Muslim (60).
Perintah Memelihara Lisan 441
((.dii, jEl L.t4.,(,A:,$t 3'"e, iv S .,r',2-i! y-.; V3,y lt
"Barang siapa memanggil saudaranya: 'Hai f,"frr,' atau 'FIai musuh
Allah!'Namun pada kenyataannya tidak demikian, maka ucapan itu
kembali kep adany a (1r ang mengucapkan). "*
Lafazh ini diambil dari riw ay at Muslim dan lafazh al-Bukhari semakn a
dengannya. Sedangkan arti (-,\l ): kembali.
Termasuk maksiat adalah mendo'akan sesama Muslim agar
Allah mengambil imannya
Andaikan seorang Muslim mengutuk (mendo'akan kecelakaan)
Muslim lainnya dengan ucapan: "Ya Allah! cabutlah keimanan darinya."
Maka dia telah berbuat maksiat dengan ucapan tersebut. Apakah yarlg
berdo'a dianggap kafir dengan ucapan tersebut? Bagi sahabat-sahabat
kami (ulama-ulama madzhab Syafi'i) ada dua pendapat sebagaimana
yarlg diriwayatkan oleh al-Qadhi Husain, seorang pemuka ulama
dalam madzhab kami di dalam al-Fataua: Yang paling kuat adalah
tidak kafir.
Dia berhujjah dengan firman Allah W- yang menceritakan
ucapan Musa 1S;: y
4A {t,# gj( i;-;ii; ;* fi $)3,\5
*... Ya Rabb kami, binasakanlab harta benda mereka, dan kunci matilab
hati mereka, maka mereka tidak, beriman...." (QS. Yunus: 88)
Didalam istidlal (pengambilan dalil) ini perlu ditinjau kembali,
sekalipun kita mengatakan "Syari'at sebelum kita adalah syari'at kita
jug{'
Dipaksa mengucapkan kalimat kufur sementara hati tetap
beriman.
Andaikata orang-orang kafir memaksa seorang Muslim untuk
mengucapkan kata kufur, lalu ia mengucapkannya sedangkan hatinya
e0 HR. Al-Bukhari (X-464 - Fat-bul Baar)dm.Muslim (61).
442 Bab XXII