TATSTRAL-MUNrR IrLrD 13
{#il} hingga 4:'iw v}. Lalu beliau memberi- lah Penolong beliau. Berpeganganlah pada
tahukan mimpi tersebut kepada para sahabat. sanggurdi beliau.lla Demi Allah, beliau pasti
Mendengar hal itu, mereka bersuka cita dan benaC jawabnya. Aku bertanya lagi, 'Bukankah
meyakini bahwa mereka akan memasuki beliau sebelumnya telah menyampaikan bahwa
Mekah pada tahun itu. Ketika mereka dihalangi beliau akan mendatangi Baitul Haram dan
untuk masuk Baitul Haram, iustru berujung melaksanakan thawaf di sana?' Abu Bakar
pada perjanjian damai. Ada sebagian orang
yang lemah iman dan munafik berkomentan menjawab, 'Ya, benar. Tapi apakah beliau
"Demi Allah, kita tidak jadi mencukur rambut mengatakan akan mendatangi Baitul Haram
pada tahun ini?' 'Tidak' jawabku. Ia berkata,
dan rambut serta tidak melihat Baitul Haram."
Mereka juga berkomentaf,, "Bukankah Nabi 'Kamu pasti akan mendatangi Baitul Haram dan
Muhammad saw. telah menjanjikan kita akan
mengunjungi Baitul Haram dan berthawaf di melaksanakan thawaf di sana"11s
sana?" Orang-orang yang memiliki kearifan
Tafsir dan Penlelasan
berkata kepada mereka, 'Apakah Nabi
Muhammad saw memberitahu kalian akan ltr qI#S^Lr,ri 11lp-r L'"ur ;+u,tjStl-.,'ilt o* ";:\
*;4i 9:1, ,a Pxi ; S1 i';r; Si W".T#;meSm;lbt,ean"a)1rkan
mengunjungi Baitul Haram pada tahun ini?"
Mereka menjawab, "Tidak beliau hanya berkata, (qi demi Allah, Allah
'Kalian akan mengunjungi Baitul Haram dan
thawaf di sana."' Lalu Allah SWT menurunkan takwil mimpi Rasul-Nya dengan pembenaran
ayat yang membenarkan perkataan beliau. yang yang haq, kalian akan memasuki Masjidil
Dalam sirah dikisahkan, Umar bin Haram tahun depan dengan kehendak Allah
Khaththab berkata, "Aku menemui Rasulullah S\MT, bukan pada tahun Hudaibiyah. Kalian
saw., lalu bertanya, 'Bukankah engkau adalah
akan memasukinya dengan keadaan aman
seorang Nabi Allah dengan sebenarnya?'Beliau
menjawab, Ya.'Aku bertanya lagi, 'fika begitu, dari musuh, sebagian dari kalian mencukur
mengapa kita memberikan sikap lemah dalam
seluruh rambutnya dan yang lain memotong
agama kita?' Beliau bersabda, Aku adalah
sebagian, serta tidak merasa takut.
Rasul Allah, dan aku tidak akan membangkang
Ini memperkuat pengertian aman di atas.
kepada-Nya, dan Dialah Penolongku.' Aku
Yaitu, Allah SWT menegaskan kondisi mereka
bertanya lagi, 'Bukankah sebelumnya engkau
aman ketika memasuki Mekah, menghilangkan
telah berkata kepada kami bahwa kita akan
mendatangi Baitul Haram dan melaksanakan rasa takut selama berada di sana, dan tidak
thawaf di sana?' Umar melanjutkan, 'Aku pun
menemui Abu Baka4 dan bertanya, 'Wahai khawatir terhadap siapa pun. Ini terjadi saat
Abu Bakac bukankah beliau adalah benar-
umrah qadha pada bulan Dzulqa'dah tahun
benar Nabi Allah?" 'Yai jawabnya. Aku bertanya
lagi, 'Bukankah kita adalah pihak yang bena4, ketujuh Hijriyah. Sebab, Nabi Muhammad saw.
sedangkan mereka batil?' "Yai' jawabnya. Aku
pulang dari Hudaibiyah pada bulan Dzulqa'dah
bertanya lagi, 'Lalu mengapa kita menerima
[tahun keenam Hijriyah), beliau tinggal di
posisi lemah dalam agama kita?''Wahai Umar;
Madinah selama dua bulan; Dzulhijjah dan
beliau adalah Rasulullah, beliau tidak akan
Muharram. Pada bulan Shafar, beliau berangkat
membangkang kepada Tuhan beliau, dan Dia-
ke Khaibar, lalu Allah SWT menaklukkan
Khaibar untuk beliau; sebagian dengan paksa
dan yang lain dengan perdamaian.
Pada bulan Dzulqa'dah tahun ketuiuh
Hijriyah, Rasulullah saw beserta kaum Mus-
114 Maksudnya, ikutilah jalan dan jejak beliau.
115 Lihat Tafsir lbnu Katsir,juz 4, hlm. 194-200.
limin yang sebelumnya ikut dalam Perjanjian Di sini terkandung sanggahan terhadap
Hudaibiyah, berangkat ke Mekah untuk me- sikap Suhail bin Amr yang menolak peng-
gunaan Muhammad Rasulullah dalam pem-
nunaikan umrah. Beliau ihram dari Dzul
bukaan Perjanjian Hudaibiyah. Selain itu, ayat
Hulaifah dengan membawa hewan al-Hadyu.
Ada yang mengatakan, hewan al-hadyu yang ini juga mengandung penenteram hati beliau,
dibawa waktu itu beriumlah enam puluh ekor
unta. Beliau bertalbiyah, dan para sahabat penegasan kebenaran mimpi beliau, dan
berjalan sambil mengumandangkan talbifh. berita gembirafathu Mekah. Sebab, dalam ayat
Kemudian beliau memasuki Mekah dengan
ini Allah SWT berfirman, (# ,.-1t ,* tg.Y.
pedang berada dalam sarungny4 sebagaimana
Fiqh Kehldupan atau Hukum-Hukum
persyaratan penduduk Mekah dalam Perjaniian
Mimpi para nabi adalah haq tanpa ada
Hudaibiyah. keraguan. Namun, waktu mimpi tersebut
Setelah mengonfirmasi kebenaran takwil menjadi kenyataan, itu adalah pengetahuan
mimpi beliau dan adanya orang yang ber- Allah SWT bukan pengetahuan manusia.
prasangka tidak baih selanjutnya Allah SWT Informasi mengenai mimpi, bahwa beliau
berfirman, {b:ft i c'p.;.$Allah SWT mengetahui dan para sahabat akan memasuki Masjidil
sesuatu yang tidak kalian ketahui berupa
Haram, beliau tidak menyinggung waktunya
hikmah dan maslahat penundaan al-fath ffathu
secara persis. Namun para sahabat memahami
Mekah) sampai tahun depan. Sebelum al-
Fath, Nlah SWT memberi kalian al-fath yang bahwa hal itu akan terjadi pada tahun
akan terjadi dalam waktu dekat, fathu khaibar
Hudaibiyah. Allah SWT memiliki hikmah yang
(penaklukan tanah tGaibar).
agun& Dia melakukan segala sesuatu sesuai
Ayat {iirr ,* ol} untuk mengajarkan kepada
dengan kemaslahatan, kebaikan, dan hikmah.
para hamba supaya menggantungkan setiap
Allah SWT membuktikan kebenaran mimpi
perkara kepada kehendakAllah SWT. Rasul-Nya pada tahun depan, bukan pada
Kemudian, Allah SWT mempertegas ke- tahun Hudaibiyah dan periode antara tahun
benaran mimpi tersebut dengan membenar- Hudaibiyah dan fothu Mekah. Sebab, Dia akan
memberikan kemenangan yang lain, yaitu
;i)kan Rasulullah saw. dalam setiap hal, .riir
penaklukan Khaibar.
(** yl .,4 f u..i' *'rA iit ;t):ciu,';;' ,p:i
Kaum Mukminin memasuki Masjidil
Allah SWT adalah Zat Yang mengutus Rasul-
Nya; Muhammad saw. dengan membawa Haram dalam keadaan aman dari musuh dan
ilmu yang bermanfaat dan amal saleh, serta
membawa bimbingan kepada jalan hidayah tidak takut selama menunaikan umrah di
yang shahih dan agama Islam, supaya Allah
Mekah.
SWT mengunggulkan agama Islam atas seluruh
At-tahliiq (mencukur seluruh rambut) dan
agama yang lain dengan menghapus seluruh
agama terdahulu dan memperlihatkan rusak- at-taqshiir (memotong sebagian rambut) untuk
nya berbagai aqidah palsu. Cukuplah Allah kaum laki-laki, kedua-duanya boleh. Dalam
SWT sebagai Saksi atas janji ini; janji untuk
Shahih Bukhari dan Muslim diriwayatkan,
memenangkan agama-Nya atas seluruh agama
Rasulullah saw. bersabda,
yang lain, sebagai Saksi bahwa Muhammad
saw adalah Rasul-Nya, dan Dia-lah Penolong ritt j;':u;d$ri \:u,'u)At itr 6
Rasul-Nya. iyiV,t-je$g U6rbiAt irt 7?;;::Jiv
ju
t'fii ?) rilt
,
TAFSIRAL.MUNIR JILID 13
;,j.Ag ,iu risr i;3 Us'*ln'6S f$1 [t;!t A'tX"t :i:t
,y, 5A. L$\ +,i1" &? :9,ijz| fu6
Allah SWT merahmati orang-orang yang
fr, eAA\ \:r4:) Wt Cj, A'i,r'rK
mencukur seluruh rambut. Para sahabat bertanya,
'Dan orang-orang yanghanya memotong sebagian tzg-glv'gi
rambutnya wahai Rasululhh?' Beliau menjawab,
"Muhamniad adalah utusan Allah, dan
Allah SWT merahmati orang-orang yang orang-orang yang bersama dengan dia bersikap
mencukur seluruh rambut.' Para sahabat bertanya keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih
lagi,'D an juga orang- orang yang hanya memotong sayang sesama mereka. Kamu melihat mereka
sebagian rambutnya wahai Rasulullah?' Beliau rukuk dan sujud mencari karunia Allnh dan
menjawab, Allah SWT merahmati orang-orang keridhaan-Nya. Pada wajah mereka tampak
yang mencukur seluruh rambutnya.' Para sahabat
pun bertanya lagi, 'Dan juga orang-orang yang tanda-tanda bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat
hanya memotong sebagian rambutnya wahai mereka (yang diungkapkan) dalam Taurat dan
Rasulullah?' Lalu pada kali ketiga atau keempat, sifat-sifat mereka (yang diungkapkan) dalam lnjil,
beliau bersabda, 'Dan orang-orang yang hanya yaitu seperti benih yang mengeluarkan tunasnya,
memotong sebagian rambutnyaj" (HR Bukhari
danMuslim) kemudian tunas itu semakin kuat, lalu menjadi
Untuk mempertegas bahwa mimpi be- besar dan tegak lulus di atas batangnya; tanaman
liau benac Allah SWT menerangkan bahwa
Dia membenarkan Rasulullah saw. dalam itu menyenangkan hati penanam-Penanamnya
segala hal. Maka, Allah SWT mengutus beliau karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-
sebagai Rasul yang membawa petunjuk dan
agama yang haq; yaitu agama Islam, supaya orang kafir (dengan kekuatan orang-orang
Dia memenangkan agama Islam atas seluruh
agama yang lain. Cukuplah Allah SWT sebagai Mukmin). Allah menj anjikan kepada orang- orang
Saksi Yang Adil dan Benar untuk Nabi-Nya yang beriman dan mengerjakan kebajikan di
atas keabsahan kenabian beliau berdasarkan antara mereka, ampunan dan pahala yang besar."
berbagai mukjizat, sebagai Saksi Yang Adil dan (al-Fath:29)
Benar bahwa beliau adalah Rasul dari sisi-Nya
dan memenangkan agama-Nya atas seluruh Qlraa'aat
agama-agama yang lain.
{;il} Ibnu Katsir dan Ibnu Dzalawan
membaca 1i;ri-i;.
{;l(} Ibnu Dzakwan membaca 1fi(;.
4:ib Qunbul membaca <y.r> dan g;ti1.
SI FAT.SI FAT RASU LU ILAH SAW. I'raab
DAN UMATNYA
4#,€, t&' *,rbi ,; iir, fu i;'tlyrata,
Surah a!-Fath Ayat 29 (3:J\ mubtada) {.ir i-j} ,aarh khabor-nya,
wli{fr ,!KJ\'e f"$ z,?',iiv'n atau sebagai'athf bayaan. {1; u-ig\ mubtada',
\W:sAA*irs6,4-(81&-,'&5;{{. sedangkan khabar-nya(,'!r}. Sedangkan (,#rF
A ;{, ttt"ri,Stt }t u H}i'a iW adalah khabar kedua. Kalimat setelahnya adalah
berbagai informasi tentang orang-orang yang
bersama Nabi Muhammad saw.. nisa luga, j1-j|
(:i.rr adalah sifat untuk {X+ Sedangkan ,ii6}
{k di-'athaf-kan kepada ("r,jip .(i::l} adalah
khabar untuk mubtada' 4i':3y aan y.4r:r.{rty Mufrudaat Lu€hawWah
{,w, adalah khabar kedua. Nabi Muhammad
4A ,-l(ty para sahabat Nabi Muhammad
saw. masuk dalam cakupan semua sifat yang
saw. yang beriman. {,'!i} orang-orang yang
diinformasikan ini. keras. Bentuk iamak dari 1-ri.r-;. ("6) orang-
{'iil Ug} manshuub sebagai haal dari orang yang saling bersimpati dan saling
dhamir hum(irfi karena makna yang di- berkasih sayang, dalam hati mereka ada rasa
maksudkan adalah melihat dengan organ belas kasih, seperti orang tua dengan anak. Ini
adalah bentuk jamak dari 1,-rry. Makna ayat ini,
mata. {rr$-} Jumlah fi'Iiyyah ini adakalanya mereka keras terhadap musuh-musuh mereka
berkedudukan marfuu' sebagai khabar yang dalam peperangan dan mereka saling berkasih
jatuh setelah khabar yang lain. Atau, ber- sayang berempati di antara sesama mereka,
kedudukan manshuub sebagai haal dari sebagaimana firman-Nya,
dhamir hum yang terdapat pada {iip}. Se- "Bersikap lemah lembut terhadap orang-
(# &lehingga asalnya, q
?1111. orang yang beriman, tetapi bersikap keras
{,i3r I ; e;,, eua} Kata (,5r*} terhadap orang-orang kafir." (al-Maa'idah:
mubtada', sedangkan khabar-nya, adakalanya
s4)
4en {} atau {,'3' ;:;Y.
, #4:t;S' 4ty Ini adalah kalimat yang {itt} kamu melihat mereka. 4r.1; r3,}
(tit}terdiri dari mubtada'(c.l!) d,an khabar
4o.r Ei' C #'y K^t^...!#') adakalanva rukuk dan sujud karena mereka menggunakan
di-hfhaf-kan kepada (d.u,) yang pertama, sebagian besar waktu mereka untuk menunai-
sehingga 46fY adalah khabar dari mubtada' kan shalat. 4**i yt ;;X i*i? -...ka meng-
inginkan pahala dan ridha Allah SWT. (#t:t}
yang dibuahg asalnya 6; i> Atau, kalimat
ini terdiri dari mubtadr;' (#tb dan khabar tanda-tanda mereka. Maksudnya, tanda yang
muncul pada dahi mereka akibat seringnya
46fb, seperti kalimat sebelumnya. Berdasar- bersujud. Atau, cahaya dan sinar putih yang
kin bentuk i'raab ini, mereka memiliki dua menjadi tanda mereka di akhirat karena
gambaran, salah satunya disebutkan dalam ketika di dunia mereka adalah orang-orang
Taurat, sedangkan yang satunya, disebutkan yang bersujud. {,/3r ,{;y uet<as suiud. {cl!}
dalam Injil. Sedangkan berdasarkan bentuk gambaran tersebut.{,ili} sifat mereka yang
i'raab pertama, berarti mereka memiliki dua menakjubkan yang berlaku seperti perumpa-
gambaran yang kedua-duanya sama-sama maan dalam hal keunikannya. (;[u.p tunas atau
ranting yang tumbuh di sekitar batang pohon.
disebutkan dalam Taurat dan Injil.
{6(} lalu tunas atau ranting tersebut menjadi-
Balaathah
kan pohon itu kuat. Dari akar ka ta g.,$t1.(tiia,t}
(,r;j) (,'ti) Di antara kedua kata ini ter-
lalu pohon itu menjadi keras. (.s--[] berdiri
dapat ath-thibaaq.
dengan kuat, kukuh, dan lurus. 4:y' *h ai
4:; * 6;u ;:vas';;i ii-j 6;i 5Sh Dalam
atas pokok batangnya. Bentuk iamak dari as-
kalimat ini terdapa t tasyb iih tam*iiii yang titik
saaq. ($1 i*!? menawan hati penanamnya
persamaannya diambil dari beberapa hal. Di
sini ada hal yang perlu diperhatikan, kata yang karena keelokannya. Berasal dari bentukjamak
{qfrD (orang yang menanam). Para sahabat
meniadi pemisah antara ayat satu dengan ayat diumpamakan seperti itu karena pada awalnya
mereka adalah kaum minoritas dan lemah,
lainnya dalam surah ini mulai dari ayat, {rI=+} lalu lambat laun mereka bertambah banyak
sampai {ry} memiliki nada seirama.
TAFSIRAL-MUNIRJILID 13 .#.re surahat-Fath
dan kuat, sehingga kondisi mereka mengalami Tafslr dan Penjelasan
kemaiuan yang sangat menakjubkan semua $L:ly4ltt tututrammad saw. benar-benar
orang. seorang Rasul dari sisi Allah SWT tanpa ada
Vr*|4;"<tt 1il; di sini ber-ra'alluq dengan keraguan lagi.
kalimat yang dibuang yang keberadaannya 4W ,€., :&t * ,r"ti k rl'ih pr." rr-
diindikasikan oleh kalimat sebelumnya. Yak- habat beliau bercirikan keras dan tegas
ni, mereka diserupakan seperti itu, karena terhadap orang yang mengingkari Allah SWT
Allah SWT hendak menjengkelkan hati dan memusuhi mereka, namun lembut dan
orang-orang kafir. fadi, ini adalah alasan saling mengasihi di antara sesama mereka,
para sahabat diserupakan dengan tanaman sebagaimana firman-Nya,
dalam hal progresitas pertumbuhannya dan "Bersikap lemah lembut terhadap orang-
kekukuhannya. {re1 :+6tt\;5 $;t ,.ir rtr 4 orang yang beriman, tetapi bersikap keras
terhadap orang-orang kafir." (al-Maa'idah:
Allah SWT menjanjikan kepada orang-orang s4)
yang beriman dan beramal saleh, para sahabat. 'Wahai orang yang beriman! Perangilah
orang-orang kafir yang di sekitar kamu, dan
Kata t4) pada (rif! bukan berfungsi me- hendaklah mereka merosakan sikap tegas
darimu, dan ketahuilah bahwa AIIah bersama
nunjukkan arti sebagian, karena para sahabat orang yang bertokwa." (at-Taubah= 123)
semuanya memiliki sifat tersebut. {(.ui t-6} Iuga, seperti yang digambarkan oleh
pahala yang agung; surga. Ampunan dan Rasulullah saw. dalam hadits shahih yang di-
riwayatkan oleh Muslim dan Ahmad dari Abu
pahala, keduanya diperuntukkan bagi seluruh Hurairah,
kaum Mukmin dan Mukminat yang datang
:tr #oi #Vi e:,rE 4.'ept F
setelah para sahabat.
t:^*r ,v il et'i ,ibL ^- 1$*t tiL )L+l
Persesuaian Ayat
&v#\
Setelah menerangkan bahwa Nabi
*Perumpamaan orang-orang Mukmin dalam
Muhammad saw. adalah seorang Rasul yang sikap saling mencintai, mengasihi, dan saling
diutus dengan membawa petunjuk dan agama
berempati di antara mereka seperti satu tubuh.
yang bena4, selanjutnya Allah SWT menerang-
Ketika ada salah satu anggota tubuh yang sakit,
kan keadaan Rasulullah Muhammad saw. dan
umatnya. Allah SWT mempertegas kesaksian, seluruh bagian tubuh yang lain ikut bersimpati
dengan tidak bisa tidur dan demami' (HR Muslim
{{t' ii *ii;} aengan aya! 4i" li i3}. xemu-
dan Imam Ahmad)
dian, Allah SWT menyifati para sahabat-
nya dengan sejumlah sifat yang menakjub- Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan
kan, yaitu bersikap keras terhadap para Bukhari, Muslim, at-Tirmidzi, dan an-Nasa'i
musuh, berbelas kasih kepada kaum Muk-
min, banyak beribadah, senantiasa mencari dari Abu Musa al-Asy'ari, Rasulullah saw.
pahala dan ridha Allah SWX, memiliki tanda bersabda,
yang bercahaya ketika di dunia dan di akhirat.
fuga, menerangkan sifat-sifat mereka yang e#tt qf, b#lrvte. gc.l-1,
tercantum dalam Taurat dan Injil, progresif Atl.-+aoa, J;)-
dari lemah dan minoritas menjadi kuat dan
bertambah, dan mereka dijanjikan ampunan
dan surga dari Allah SWT.
"Orang Mukmin satu dengan orang Mukmin pada siang hari." Ibnu Majah mengisnaadkan
lainnya seperti sebuah bangunan yang antara satu perkataan ini dari Jabir, ia berkata, "Rasulullah
bagian dengan bagian yang lain saling menopang
saw. bersabda,
dan menguatkan." (HR Bukhari, Muslim, at-
Tirmidzi, dan an-Nasa'i) )W\'#s;F ,yU*'n'* oF ,v
Hasan al-Bashri mengatakan, "Sikap ke- "Barangsiapa banyak menunaikan shalat
ras mereka terhadap kaum kafir sampai pada pada malam hari, tampak indah mukanya pada
siang hart' (HR Ibnu Majah)
tingkatan tidak ingin pakaian mereka me-
nempel dengan pakaian orang-orang kafir, Namun yang benar; ini adalah riwayat
apalagi badan mereka. Di sisi lain, sikap mauquuf.
mereka yang saling mengasihi di antara sesama Sebagian ulama mengatakan, 'Amal ke-
mereka jika bertemu dengan orang Mukmin baikan meninggalkan jeiak sinar dalam hati,
lainnya, keduanya akan saling bersalaman dan cahaya di wajah, keluasan dalam rezeki,
berpelukan. Beriabat tangan boleh berdasar-
kan kesepakatan ulama. Adapun memeluk dan dan kasih sayang dalam hati orang-orang."
mencium sesama Mukmin, imam Abu Hanifah
Utsman bin Affan berkata, "Seseorang tidak
memakruhkan keduanya, sekalipun itu adalah
mencium tangan. Sudah menjadi hak orang- memendam sesuatu dalam hatinya, melainkan
orang Mukmin untuk memerhatikan sunnah
yang satu ini, bersikap keras kepada musuh Allah SWT akan menampakkannya melalui
mereka dan berbelas kasih kepada saudara
raut mukanya dan salah ucap lisannya." Mak-
seagama mereka."
sud ayat ini, berbagai iejak ibadah, kesalehan,
4i*i yt ; J5 ;'ri,;. t|,;:, ':$ lriy kamu
dan keikhlasan kepada Allah SWT akan
saksikan mereka senantiasa memperbanyak
tampak pada raut muka orang Mukmin. Oleh
shalat dengan penuh keikhlasan. Oleh
karena itu, Umar bin Khaththab berkata,
karenanya, kamu lihat mereka sering rukuk dan
sujud mencari dan menginginkan pahala dan "Barangsiapa memperbaiki batinnya, Allah
keridhaan, mengharapkan agungnya pahala di
sisi Allah SWT yaitu surga dan keridhaan-Nya SWT akan memperbaiki lahirnyal'
kepada mereka. Keridhaan Allah SWT adalah
jauh lebih agung daripada surga, Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu
"Dan keridaan Allah lebih besar." (at' Sa'id Al-Khudri, Rasulullah saw bersabda,
Taubah:72) fi irfr {t-i+UYL c?t*.c i:l
a-',W-
(,.#' I ; e; d SurF tanda-tanda
i:g v t?.9, ,/A.'fu t? ,if li
yang menjadi ciri khas mereka adalah adanya
sina4 keanggunan, dan ketenangan yang me- "seandainya seseorang dari kalian melakukan
mancar pada air muka mereka, penampilan
yang baik, dan khusyu. As-Suddi mengatakan, amal dalam sebuah b atu yang tertutup raP at tanp a
"shalat menjadikan muka mereka tampak ada pintu dan celah di dalamnya, niscaya amalnya
indah." Ada sebagian ulama salaf mengatakan,
"Barangsiapa banyak mengerjakan shalat akan diketahui oleh orang-orang, aPa Pun amalnya
pada malam hari, mukanya tampak indah
itu." (Hklmam Ahmad)
Imam Ahmad dan Abu Dawud iuga me-
riwayatkan dari Ibnu Abbas, Rasulullah saw.
bersabda,
st:a:)\t5 ,i)tL)r uJ)ti ,ltbt lslt'"oy
;let,yt?? O--bj*:yL?
TAFSIRAL-MuNrRIrrrp 13 ,f;;;}r surehal-Fath
'Sesungguhnya tuntunan yang barlq penam- {ry;r'Ur e:a6"*'*r a.itrtr e,
pilan yang baik, dan sikap moderat (sedang- Allah SWT menjanjikan orang-orang yang
sedang tengah-tengah) adalah bagian dari dua
beriman kepada-Nya dan kepada Rasul-Nya,
puluh lima bagian kenabian." (HR Imam Ahmad serta beramal saleh, Dia mengampuni dosa-
danAbuDawud) dosa mereka, melimpahkan ganjaran dan
pahala mereka, serta memasukkan mereka ke
*1;i.iil Gi us E)' C;fu3 y;jr 9 Ity
:+ i;4{;t, *'4;'rst' 4 utj.,j.u eambaran dalam surga. ianji Allah SWT pasti bena4, juiux,
";upara sahabat telah tercantum dalam Taurat dan dan tertepati. Allah SWT tidak akan menyalahi
janji-Nya.
Iniil. Awalnya, merkea adalah kelompok yang
Ini mencakup para sahabat, setiap orang
lemah dan minoritas, kemudian mereka terus yang menapaki jejak dan mengikuti jalan
bertambah banyak dan kuat. Perumpamaan mereka dari generasi ke generasi. Imam
mereka seperti tanaman yang menumbuhkan Muslim meriwayatkan dalam Shahih-nya dari
tunas dan dahan di sekelilingnya,lalu tanaman Abu Hurairah, ia berkata, "Rasulullah saw.
itu menjadi semakin keras, kuat, dan menopang
pertumbuhan tunas dan dahan-dahannya. bersabda,
Maksudnya, tanaman itu menguatkan tunas i WeiV'"oi ,e*, v,:,$
,4v*>"'t n
dan cabang-cabangnya karena keduanya men-
e*i i^t isiii v cvi> gl -& sal ;ssl
dapatkan asupan makanan dari tanaman
tersebut, yang tadinya kecil dan lembek l;*, rli
berubah meniadi kuat dan keras, serta bisa
tegak di atas batangnya. Tanaman itu membuat "langanlah kalian mencaci para sahabatku.
Sebab, demi Zat Yang jiwaku berada dalam geng-
kagum penanamnya karena kekukuhan dan gaman-Nya, seandainya salah satu dari kalian
menginfakkan ernas sebesar Uhud, ia tetap tidak
keelokan penampilannya, sebagaimana yang
bisa menyamai satu mudd infak mereka dan tidak
diketahui bersama. p ula s ep ar uhny a l' (HR Muslim)
Ini adalah perumpamaan yang dibuat
Allah SWT untuk para sahabat. Awalnya,
mereka sedikit, kemudian bertambah banyak
dan semakian kuat, sama seperti tanaman Flqh Kehldupan atau Hukum-Hukum
yang tunas-tunasnya pada awal bersemi masih Ayat ini menetapkan dua sifa$ kenabian
lemah, kemudian secara perlahan semakin dan kerasulan Muhammad bin Abdullah saw.
Ayat ini menyifati para sahabat beliau dengan
kuat hingga batangnya menjadi keras. delapan sifat.
1,2. Keras dan kasar terhadap musuh yang
Allah SWT menjadikan para sahabat terus
kafic namun sayang berlemah lembut, dan
bertambah dan kuat, supaya mereka bisa berbelas kasih kepada kaum Mukminin.
Mereka adalah singa-singa yang marah
membuat orang-orang kafir j engkel.
dan memasang wajah garang di hadapan
Demikian juga dengan keimanan seorang orang-orang kafir yang memusuhi me-
reka, namun ceria dan penuh senyum di
Muslim, saat pertama memeluk Islam, ia masih
hadapan sesama Mukmin.
lemah, kemudian menguat karena senantiasa
3,4. Mereka bercirikan: banyak amal dan
ia bergaul dengan ahli ilmu dan iman, hingga
shalat, karena shalat adalah sebaik-baik
ia benar-benar kukuh dan meniadi seperti
para ahli ilmu dan iman tersebut. Bahkan,
kemungkinan bisa lebih kuat mengungguli
mereka.
amal, selain mereka menunaikan dengan adalah para wali Allah SWT dan orang-orang
pilihan di antara makhluk-Nya setelah para nabi
ikhlas hanya untuk Allah SWT dalam dan rasul. Di atas telah disebutkan beberapa
amal dan shalat, mereka mengharapkan hadits yang menerangkan masalah ini. Dan,
limpahan dan agungnya pahala; surga barangsiapa membaca ayat-ayat berikut ini,
di sisi Allah SWT yang berisikan karunia dia akan memahami seberapa besar pujian
Allah S\MT, yaitu luasnya rezeki untuk Allah SWT kepada mereka dan kesaksian-Nya
atas kejujuran dan keberuntungan mereka.
mereka dan keridhaan Allah SWT kepada Ayat-ayat tersebut,
mereka. Dengan berbagai amal mereka
yang ikhlas tersebut, mereka mencari dan "Sungguh, Allah telah meridhai orang-
menginginkan surga dan ridha Allah SWT. orang Mukmin ketika mereka berjanii setia
kepadamu (Muhammad) di bawah pohon." (al'
5. Tanda-tanda yang meniadi ciri khas
Fath: 18)
mereka adalah bersinar dan bercahaya
"Di antara orang-orang Mukmin itu ada
baik di dunia maupun di akhirat, pe- orang-orang yang menepati apa yang telah
mereka janjikan kepada Allah.' (al-Ahzaab:
nampilan yang baih khusyu, dan tawadhu 23)
kepada Allah SWT. "(Harta rampasan itu juga) untuk orang'
6. Sifat-sifat mereka dijelaskan dalam Taurat, orang fakir yang berhijrah yang terusir dari
Injil, dan Al-Qur'an. kampung halamannya dan meninggalkan harta
7. Melimpahnya kebaikan, keberkahan, dan bendanya demi mencori karunia dari Allah dan
keridhaan(-Nya) dan (demi) menolong (agama)
pertumbuhan pada diri mereka. Sebab,
Allah dan Rasul-Nya. Mereka itulah orang-
pada awalnya mereka adalah kelompok
yang lemah dan minoritas. Kemudian me- orang yang benan Dan orang-orang (Anshar)
reka berubah meniadi banyak, kukuh, dan
kuat. Perumpamaan mereka dalam hal yang telah menempati kota Madinah dan
ini seperti tanaman yang disekelilingnya telah beriman sebelum (kedatangan) mereka
(Muhajirin), mereka mencintoi orang yang
tumbuh bersemi dahan dan tunas-tunas- berhijrah ke tempat mereka. Dan mereka tidak
nya, lalu menjadi kuat, keras, dan besar. menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap
Allah SWT menitahkan hal itu kepada Nabi apa yang diberikan kepada mereka (Muhaiirin);
Muhammad saw. dan para sahabatnya,
dan mereka mengutamakan (Muhaiirin),
supaya orang-orang kafir dibuat iengkel
atas dirinya sendiri, meskipun mereka iuga
karenanya. memerlukan. Dan siapayang dijaga dirinya dari
kekikiran, maka mereka itulah orang-orang
Allah SWT menjanjikan mereka dan y ang b e runtung i' (al-Hasyr: 8-9)
orang-orang yang seperti mereka dalam Rasulullah saw. dalam sebuah hadits yang
mengikuti langkah mereka dengan baik; diriwayatkan oleh Ahmad, Bukhari, Muslim,
yaitu semua orang-orang Mukmin yang dan at-Tirmidzi dari Ibnu Mas'ud, bersabda,
beramal saleh, menjanjikan mereka e,;v'" uit? ctj q,$t F,
pengampunan dosa dan pahala yang tidak "Sebaik-baik orang adalah yang semasa
terputus; surga.
Terdapat banyak ayat dan hadits yang
menerangkan keutamaan para sahabat dan
larangan menjelek-jelekkan mereka. Para sa-
habat adalah orang-orang yang adil dan lurus
[integritas keagamaan dan moral). Mereka
TAFSTR AL-MUNrR rrrrD 1 3
denganku, kemudian generasi setelah mereka." yang sependapat dengan Imam Malik dalam
(HR Imam Ahmad, Bukhari, Muslim, dan at- hal ini. Namun yangZahir, mereka fgolongan
Tirmidzi) ar-Rawafidh) adalah orang-orang fasik."
Imam Malik menjadikan ayat, 4k ;;-i(t\ Mengenai berbagai perselisihan dan
sebagai landasan pengkafiran golongan pertikaian yang terjadi di antara para sahabat,
ada sebagian ulama yang berkata, "ltu adalah
Rawafidh yang membenci para sahabat. Imam darah yang Allah SWT telah membersihkan
tangan kita darinya, oleh karena itu, janganlah
Malik mengatakan, "Itu karena kelompok
Rawafidh jengkel kepada para sahabat, kita mengotori mulut kita dengannya. Apa
yang terjadi di antara para sahabat adalah
dan barangsiapa yang jengkel kepada para
sahabat, ia kafir berdasarkan ayat ini." Ibnu seperti yang terjadi antara Yusuf a.s. dengan
Katsir mengatakan, 'Ada sekelompok ulama
saudara-saudaranya."
(@,
TAFSIRAL-MUNIR'IIID 13
Sunng AL-HUIURAAT
MADAN]YYAH, DEIAPAN BETAS AYAT
Penamaan Surah 1. Dalam surah sebelumnya terdapat kete-
Surah ini dinamakan ol-hujuraat karena rangan memerangi orang-orang kafir. Dalam
surah ini, terdapat keterangan memerangi
di dalamnya Allah SWT menuturkan ayat yang para pembangkang (separatis internal).
mengandung pengajaran sopan santun kepada
sejumlah orang Arab yang memanggil-manggil 2. Surah sebelumnya ditutup dengan, G1!
{rpl il' ,ir sedangkan surah ini diawali
Rasulullah saw dari balik hujuraat, bilik
atau rumah istri-istri beliau yang suci yang dengan, flVt i-ir u,lfi;). Tuluannya, untuk
berjumlah sembilan dan mereka memiliki
mengingatkan orang-orang yang beriman
bilik sendiri-sendiri. Sebagai pencegahan dari atas kedudukan terhormat mereka di sisi
sikap yang bisa menyakiti Rasulullah saw. dan
menjaga kehormatan rumah istri-istri beliau. Allah SWT ketika mereka digambarkan
Surah ini juga dinamakan al-akhlaaq wal sebagai orang-orang yang keras terhadap
aadaab (akhlak dan adab). Sebab, surah ini
memberikan tuntunan peradaban masyarakat musuh kafir dan saling menyayangi
islami dan mekanisme pengaturannya. Surah
ini iuga menyanjung akhlak mulia dan amal sesama mereka. Hal ini menuntut mereka
perbuatan terpuji. Dalam surah ini, terdapat
panggilan menggunakan sebutan iman se- untuk senantiasa memelihara derajat
ini dengan cara menaati Allah SWT dan
banyak lima kali.
Rasulullah saw..
Pokok-pokok adab tersebut ada lima;
3. Pada masing-masing surah ini (Surah al-
menaati Allah SWT dan Rasul-Nya, mengagung-
kan Rasulullah saw., mengklarifikasi kebenaran Fath dan al-Hujuraat) terdapat pemuliaan
informasi yang datang larangan merendahkan
orang lain, dan larangan mencari keburukan dan penghormatan kepada Rasulullah
orang lain, ghibah serta buruk sangka. saw., terutama pada bagian awal dari
Persesualan Surah lnl dengan Surah kedua surah tersebut. Pemuliaan terhadap
Sebelumnya beliau berkonsekuensi bagi kaum Mukmin
Persesuaian dan relevansi surah ini untuk meridhai sesuatu yang diridhai
dengan surah sebelumnya; surah al-Fath, bisa Rasulullah saw., sebagaimana beliau ridha
terlihat dari tiga aspek seperti berikut.
atas Perjanjian Hudaibiyah dan tidak
melakukan atau mengucapkan sesuatu
yang tidak sopan kepada beliau.
Kandungan Surah
Tema surah ini, seperti surah sebelumnya,
berkenaan dengan hukum-hukum syari'at ka-
TAFSIRAI--MuNIRJILIp 13 -lT" surahat-Huluraat
rena keduanya sama-sama surah Madaniyyah. ketala,rraan. Surah ini mencela orang yang
Yaitu, hukum-hukum yang berhubungan memanggil-manggil beliau dari luar bilik istri
beliau, seperti yang dilakukan Uyainah bin
dengan pengaturan masyarakat Islam yang Hishn dan yang lainnya. Pada bagian akhir,
berlandaskan pada tarbiah yang kuat dan surah ini mencela sikap merasa telah berbuat
moralitas yang kukuh, sehingga surah ini
baik kepada Allah SWT dan Rasul-Nya,
juga dinamakan dengan surah al-Akhloaq
karena menyerukan akhlak yang mulia dan "Mereka merasa berjasa kepadamu dengan
memelihara etika. Etika yang dijelaskan dalam keislaman mereka. Katakanlah, "Janganlah
kamu merasa berjasa kepadaku dengan ke-
surah ini ada dua; yang bersifat khusus dan islamanmu, sebenarnya Allah yang melimpah-
kan nikmat kepadamu dengan menuniukkan
umum. kamu kepada keimanan, jika kamu orang yang
b enar." (al-Huiura at: 17)
Etika yang bersifat khusus adalah
Surah ini kemudian membahas etika
etika yang berkaitan dengan interaksi Nabi
Muhammad saw. dan umatnya. Surah ini sosial kemasyarakatan yang bersifat umum,
diawali dengan penjelasan etika ini. Di dalam- etika-etika yang berkaitan dengan interaksi
manusia antara satu dengan yang lain dengan
nya disebutkan kewajiban untuk menaati
Allah SWT dan Rasul-Nya serta mewanti- mengonfirmasikan perbuatan mulia dan
wanti agar jangan menentang, mencela perbuatan hina, guna menegakkan
pilar-pilar masyarakat yang mulia.
"Wahai orang-orang yqng beriman!
Surah al-Huiuraat memerintahkan orang-
Janganlah kamu mendahului Allah dan Rosul-
Nya, dan bertalaruIah kepada Allah. Sungguh, orang Mukmin supaya memverifikasi ke-
Allah Maha Mendengan Maha Mengetahui."
(al-Huiuraat: 1) benaran suatu kabar dan jangan memercayai
Kemudian, memerintahkan supaya me- desas-desus yang disebarkan orang-orang
rendahkan suara ketika berbicara kepada Nabi fasik
Muhammad saw. sebagai bentuk pengagungan,
pemuliaan, dan menjaga kewibawaan beliau, "Wahai orang-orang yang beriman!
"Wahai orang-orang yqng beriman! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu
Janganlah kamu meninggikan suaramu mele- membawa suatu berita, maka telitilah
bihi suara Nabi, dan janganlah kamu berkata
kepadanya dengan suara keras sebagaimana kebenarannya, agar komu tidak mencelakakan
suatu kaum karena kebodohan (kecerobohan),
kerasnya (suara) sebagian kamu terhadap yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu
yang lain, nanti (pahala) segala amalmu bisa itu." (al-Huiuraat 6)
terhapus sedangkan kamu tidak menyadari."
(al-Huiuraat=2) Surah ini juga menyanjung berbagai
Surah ini kemudian memerintahkan kaum implikasi keimanan, memunculkan kebencian
Mukminin untuk memanggil Rasulullah saw. kepada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan.
dengan panggilan Nabi atau Rasul, bukan
nama dan julukan beliau, sebagai bentuk Surah ini menerangkan cara menyelesai-
penghormatan dan pengagungan kepada beliau. kan perselisihan internal antara dua kelompok
Surah ini menyatakan bahwa memelankan orang Mukmin; mendamaikan keduanya
suara di hadapan beliau termasuk bagian dari dan memerangi kelompok yang tetap mem-
bangkang hingga kembali ke barisan jamaah
dan persatuan,
I
"Dan apabila ada dua golongan orang Rasulullah saw. dengan masuk Islam. Selain
Mukmin berperang, maka damaikanlah antara
itu, surah ini iuga meletakkan prinsip yang
keduanya. Jiko salah satu dari keduanya berbuat
bisa menjadi pengontrol dalam menghormati
zalim terhadap (golongan) yang lain, maka nilai-nilai keagamaan dan moral, bahwa Allah
perangilah (golongan) yang berbuat zalim itu,
SWT senantiasa mengawasi para hamba-Nya,
sehingga golongan itu kembali kepada perintah
mengetahui segala yang gaib di langit dan
Allah. Jika golongan itu telah kembali (kepada
perintah Allah), maka damaikanlah antara bumi, serta melihat semua amal perbuatan
keduanya dengan adil, dan berlakulah adil.
Sungguh, Allah mencintai orang-orang yang makhluk.
berlaku adil." (al-Huiuraat 9)
MENAATI ALLAH SWT DAN RASUL-NYA,
Surah ini juga mengumumkan tegaknya SERTA BERLAKU SOPAT{ KETIKA BERBICARA
KEPADA NABI MUHAMMAD SAW.
ikatan persaudaraan dan kasih sayang di antara
Surah al-Hujuraat Ayat 1-5
orang-orang Mukmin, serta memperingatkan
agar jangan timbul perpecahan di tubuh kaum ifri it j4'e ViA{ gi;r {y$Vit
Mukminin, memicu konflik di antara individu-
individunya, memunculkan kebencian dan U.1 E5\ l;ilVuzfr & At -',;,t EA tfiv
kedengkian karena menghina, merendahkan,
melecehkan, mengumpat, mencela, dan me- \t4lflu'i *s $t etr 6i' #Yl -V+
manggil dengan panggilan yang mengejek, Hv"4G\w5,#-'W-ra{
baik di antara kaum laki-laki maupun kaum A lru'* ;fr)r.?\6* e$ tv$ril's $
perempuan, atau diakibatkan oleh buruk
'*;1 !b$\ ;bii ir'6;t o-fit qJ
sangka kepada seorang Muslim, mencari-cari
kejelekan orang lain, ghibah, dan mengadu Ssu3xiq <$5r0 Lw 3+v
domba. bwS*'Qafu{"&Sdtnpt
Kemudian surah ini mendeklarasikan AYr3i6*'vTW,,'vJ1.&
prinsip persaudaraan di antara sesama ma- 'Wahai orang-orang yang beriman! langanlah
nusia, persamaan di antara berbagai bangsa
dan individu dari berbagai jenis, warna kulit kamu mendahului Allah dan Rasul-Nya, dan
dan ras. Oleh karena itu,tidakadapermusuhan, bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha
Mendengar, Maha Mengetahui. Wahai orang-
kasta, dan rasialisme. Sebab, ukuran nilai
orang yang beriman! langanlah kamu meninggikan
keutamaan seseorang adalah ketalaryaan, amal
suaramu melebihi suara Nabi, dan janganlah
saleh, dan akhlak mulia. kamu berkata kepadanya dengan suara keras
sebagaimana kerasnya (suara) sebagian kamu
Surah ini ditutup dengan pembahasan terhadap yang lain, nanti (pahala) segala amalmu
mengenai orang-orang Arab badui, diklasifi- bisa terhapus sedangkan kamu tidak menyadari.
kasikanlah antara iman dan Islam. Surah ini Sesungguhnya orang-orang yang merendahkan
menuturkan sifat-sifat orang Mukmin dan
suaranya di sisi Rasulullah, mereka itulnh orang-
berbagai syarat menjadi seorang Mukmin yang orang yang telah diuji hatinya oleh Allah untuk
kamil (yaitu beriman kepada Allah SWT dan
Rasul-Nya serta berjihad di jalan Allah SWT
dengan harta dan jiwa). Surah ini mencela
sikap merasa telah berbuat baik kepada
TATSIRAL-MUNIRTILID 13 1-***-*-\ surahal-HuJuraat
bertakwa. Mereka akan memperoleh ampunan mengutarakan pendapat di hadapan Nabi
dan p ahala y ang b esar. Sesungguhny a orang- orang Muhammad saw. dengan orang yang berjalan
yang memanggil engkau (Muhammad) dari luar mendahului seorang raja atau penguasa agung,
kamar(mu) kebanyakan mereka tidak mengerti.
Dan sekiranya mereka bersabar sampai engkau padahal menurut etika, seharusnya ia berjalan
keluar menemui mereka, tentu akan lebih baik
bagi mereka. Dan Allah Maha Pengampun, Maha di belakangnya.
P eny ay ang)' (al-Hujuraat: I -5)
4g.{4 r-s 4iu,f ';euthDi siniterdaPat
Qiraa'aat
tasyb iih mursal muj mal, karena parikel ta sybiih
{olr} Nafi' membacanya (dD. di sini disebutkan (yaitu huruf kafl.
I'raab Mufradaat Lughawlyyah
jJ)ti.'! 1.li; t, gi. '; t|'G i\ janganlah kalian
$a:! lancang mengaiukan suatu urusan, hukum,
;ii ;:l,;,s,").-z;,- Huruf kafpada{}+<$
atau pendapat sebelum Allah SWT dan
berkedudukan manshuub karena menjadi sifat
Rasul-Nya. Atau, janganlah kalian maju men-
dari mashdar yang dibuang 6* ,4 t **>
4A oi} berkedudukan manshuub dengan dahului, diambil dari kata <u--+t ZIG>, pasukan
p?mengasumsikan pembuangan jarr,
i:r;'t1. barisan terdepan. Maksudnya, janganlah
Namun bisa juga berkedudukan jarr dengan kalian mengatakan sesuatu yang tidak sesuai
dengan Al-Qur'an dan Sunnah. Maksud ;a,,.|
tetap memfungsikan jarr yang dibuang ter-
4lr; *,,r! adalah di depan Allah SWT dan
sebut.
Rasul-Nya. {;i,, 'r-';} takutlah kalian kepada
,ist L;.tt O-it ,g:i itt J-.,'+ *ti-i';:fu.3.it "ay\
4i* ;iii?;: J "fl- Allah SWT dan janganlah kalian melanggar
i+$ rata {er,rrh adakala- perintah dan larangan-Nya terkait dengan
nya menjadikhabar bisa juga dijadi- sikap mendahului tersebut atau melanggar
{3!}. Atau,
hukum, dan lain sebagainya. {el i' 3ty ettatr
kan sebagai mubtado', sedangkan khabar-nya
SWT Maha Mendengar perkataan kalian. {,:=t!]
$;rli -ih, lalu [kalimat yang terdiri dari Maha Mengetahui segala perbuatan kalian.
mubtada' dan khabar) ini dijadikan sebagai 4q' :'* a; #Ai v!; i 6t ,.i',A () wahai
khabar {\3r1, }. Atau, bisa juga <"y;iy ini menjadi orang-orang yang beriman, apabila kalian
berbicara kepada Nabi Muhammad saw.,
sifat dari {.ritty yang pertama, sedangkan
adakalanya janganlah meninggikan nada bicara di atas
khabar{it} adalatr 4r; jy.{;iY
suara beliau ketika beliau berkata. I tt* ut\
morfuu' oleh zharaf atau mubta d a' mu' akhkhar, {Jlu janganlah kalian mengeraskan suara
sedangkan khabar-nya {fy aan ini adalah ketika berbincang-bincang dengan beliau
seperti yang biasa teriadi di antara kalian.
yang lebih tepat.
Namun, rendahkanlah dari suara beliau.
4:'# o ig qorr:ir ,St Ji3C. r.iir i1) Kata,
Atau, janganlah kalian memanggil beliau
$ti<ih mubtodo', sedangkan khabar-nya, 'tfi
dengan nama dan iulukan beliau sebagaimana
{ir{- Kalimat yang terdiri dari mubtada' dan sebagian dari kalian memanggil yang lainnya,
panggillah beliau, "Wahai Nabi" atau "Wahai
khab ar iniberkedudukan menj ad i khab ar $31\. Rasulullah" sebagai bentuk pemuliaan kepada
Balaaghah beliau. Di sini, seruan {*t ,-1:t61[] disebutkan
4l;; y' Vi. ; ;G n F\ u.it U.1 uy oi secara berulang agar mereka benar-benar
sini terdapat isti'aarah tamxiiliyyah, yaitu
menyerupakan tingkah orang-orang yang
t
merenungkan, mengoreksi diri, lebih serius dalam menunggu adalah lebih baik bagi
memerhatikan dan mengagungkan beliau.
mereka daripada tergesa-gesa. Sebab, sabar
(Fu:if ti; ,.ri| supaya tidah116 atau karena menunggu mengandung bentuk kesopanan
khawatir dan jangan sampai pahala amal dan pengagungan kepada Rasulullah saw.
yang berkonsekuensi pujian dan pahala.
kalian terhapus. Sebab, meninggikan suara
4A tn;ir';y eUan SWT Maha Pengampun lagi
dan berbicara keras mengandung peremehan
Maha Penyayang, sekiranya di sini Dia hanya
yang kemungkinan bisa membawa kepada ke- menasihati dan menegur orang-orang yang
tidak beretika, tidak tahu sopan santun serta
kufuran jika dibarengi dengan maksud meng- tidak mengagungkan Nabi Muhammad saw..
hina dan tidak memedulikan keberadaan Sebab Turunnya Ayat
beliau. 4:';;X i p!) sedang kalian tidak me- Ayat 7
nyadarinya. Bukhari, at-Tirmidzi, dan yang lainnya me-
riwayatkan dari Ibnu Abi Mulaikah, Abdullah
f,u.,.-*.ir';i jt;t;r,-i- J- $' .i\r1| orang-orang yang
bin Zubair mengabarkan kepadanya, ketika
merendahkan dan menghaluskan nada suara ada sekumpulan orang dari Bani Tamim
merek, a. 4,1!.t ); .,'1F di sisi Rasulullah saw. menghadap Rasulullah saw., Abu Bakar
adalah untuk meniaga kesopanan dan etika, berkata, "Wahai Rasulullah, angkatlah Al-
Qa'qa'bin Ma'bad sebagai pimpinan." Namun
atau khawatir melanggar larangan di atas. Umar berkata, "|angan wahai Rasulullah, tapi
Al-Aqra' bin Habis yang Anda angkat sebagai
{.er" 'itsr u;;t ,it $iY mereka adalah orang- pimpinan." Abu Bakar berkata kepada Umar;
"Kamu hanya ingin menentang usulanku."
orang yang hati mereka diuji Allah SWT. Mak- Umar menjawab, 'Aku tidak menentangnya."
Saat terjadi adu mulut, hingga suara keduanya
sudnya, membersihkan dan menyucikannya, semakin keras, turunlah ayat satu sampai
ayat lima. Artinya, kelima ayat tersebut turun
sebagaimana tukang emas melebur. {.sifu} terkait dengan perdebatan antara Abu Bakar
dan Umar di dekat Rasulullah saw. mengenai
membiasakan dan mempersiapkannya untuk siapa yang akan diangkat sebagai pimpinan
antara al-Qa'qa bin Ma'bad dan al-Aqra bin
bertalmra. {rfr jY bagi mereka ampunan
4*atas dosa-dosa mereka. fL) pahala yang Habis.
agung karena mereka merendahkan suara di Ibnul Mundzir meriwayatkan dari Hasan
sisi Rasulullah saw dan berbagai amal ketaatan al-Bashri, "Pada hari raya kurban, ada beberapa
mereka lainnya. (;6F di sini disebutkan dalam orang memotong hewan kurban sebelum
Rasulullah saw., beliau pun memerintahkan
bentuk nakirah karena keagungan pahala mereka berkurban lagi, lalu Allah SWT me-
tersebut. nurunkan ayat pertama surah al-Hujuraat."
Ibnu Abid Dunya dalam al-Adhaahii me-
{.7f-}, ,(r, ,tb dari luar bilik para istri
riwayatkan,'Ada seseorang memotong hewan
Rasulullah saw.. 1efrjr; adalah jamak dari 1;j.i;, kurban sebelum Shalat Id, lalu turunlah ayat
tersebut."
sepetak tanah yang dibatasi tembok. Ini seperti
kata 1.,u;;, jamak dari 1i;; dan 1.,LlG;, jamak
dari 1iC;. {,r+ i is{fy kebanyakan mereka
tidak mengerti. Sebab, akal menghendaki
sopan santun dan segan di hadapan Nabi
Muhammad saw..
{l1 U .; t;; # ''{tY seandainva
mereka sabar dan menunggu hingga kamu
keluar kepada mereka. 4A ,; iKj| sabar
116 Az-Zajjai mengatakan, asalnya adalah, "li an tahbatha," jadi
huruf lam yang diasumsikan di sini adalah lam shairuurah
(karena pahala amal perbuatan kalian bisa menjadi gugur
dan terhapus karenanya).
TATSIRAI-MUNIRJILID 13 -6-------\ SurahaFHuluraat
Thabrani dalam al-Mu'jamul Awsath me- dalam Shahih Bukhari dan Muslim dari Anas
riwayatkan dari Aisyah, 'Ada seiumlah orang Ibnu Malik."
yang terlalu cepat menentukan tanggal satu,
Ibnu Abbas berkata, "Tatkala turun ayatZ
mereka pun menjalankan puasa sebelum surah al-Hujuraat, Abu Bakar bersumpah tidak
akan berbicara kepada Rasulullah saw. me-
Nabi Muhammad saw., lalu Allah SWT pun lainkan seperti seseorang yang membisikkan
suatu rahasia. Lalu Allah SWT menurunkan
menurunkan ayat 1 surah al-Huiuraat." ayat 3 terkait dengan Abu Bakar."
Ayat 2 Ayat 4
Ibnu |arir meriwayatkan dari Qatadah, Thabrani dan Abu Ya'la meriwayatkan
ia berkata, "Saat mereka berbicara kepada dengan sanad hasan dari Zaid bin Arqam, ia
Rasulullah saw. dengan suara keras dan me- berkata, 'Ada beberapa orang Arab datang ke
ninggikan suara, Allah SWT menurunkan ayat bilik-bilik Nabi Muhammad saw., lalu mereka
2 surah al-Hujuraat." memanggil-manggil, Wahai Muhammad, wahai
Muhammad.'Lalu Allah SWT pun menurunkan
Ada yang meriwayatkan, ayat ini turun
ayat 4 ini."
terkait dengan diri Tsabit bin Qais bin Abdur Razzaq meriwayatkan dari Qatadah,
Syammas, orang yang fungsi pendengaran 'Ada seorang laki-laki mendatangi Rasulullah
telinganya lemah dan keras suaranya. fika saw. dan berkata, 'Wahai Muhammad, puii-
ia berbicara kepada seseoran& ia berbicara
dengan suara keras. Lalu barangkali ia ber- anku indah dan ejekanku buruk.' Beliau
bicara kepada Rasulullah saw. dan beliau
menjawabnya, 'Komu bohong, karena yang
merasa terganggu dengan suaranya, Ialu Allah pujiannya indah dan celaannya buruk adalah
SWT pun menurunkan ayat ini.
Allah SWT.' Lalu turunlah ayat 4 surah al-
Ayat 3
Hujuraat. Ini adalah khabar mursal, namun ada
Ibnu farir meriwayatkan dari Muhammad sej umlah hadits marfuu' yang menguatkannya
bin Tsabit bin Qais bin Syammas, ia berkata,
"Ketika turun ayat 2 surah al-Hujuraat, Tsabit dari hadits al-Barra dan yang lainnya yang
diriwayatkan oleh at-Tirmidzi, namun tanpa
bin Qais duduk di jalan sambil menangis. ada tambahan mengenai turunnya ayat.
Riwayat senada juga diriwayatkan lbnu farir
Lalu Ashim bin Adi bin Ajalan lewat, dan
dari al-Hasan.
bertanya, Apa yang membuatmu menangis?'
Imam Ahmad meriwayatkan dengan
Ia menjawab, Ayat ini fayat 2), aku sangat sanad shahih dari al-Aqra bin Habis, "la (al-
khawatir jika ayat ini turun terkait dengan Aqra) memanggil-manggil Rasulullah saw.
diriku, sementara aku adalah orang yang
dari luar bilik-bilik beliau, namun beliau tidak
bersuara keras dan lantang ketika berbicara.' meniawab, lalu ia berkata,'Wahai Muhammad,
Hal itu pun diadukan kepada Rasulullah saw. sungguh pujianku indah dan celaanku buruk.'
kemudian beliau memanggilnya, lalu berkata Beliau menjawab, Yang pujiannya indah dan
kepadanya, 'Tidakkah kamu rela hidup terpuji, celaannya buruk adaloh Allah SWT"
terbunuh sebagai syahid, dan masuk surga?'
Ia menjawab, Aku rela, dan aku tidak akan Muhammad bin Ishaq dan yang lainnya
meninggikan suaraku di atas suara Rasulullah mengatakan, 'Ayat 4 surah al-Huiuraat turun
tekait dengan orang-orang yang berperangai
saw.' Lalu Allah SWT menurunkan ayat 3 kasar dari Bani Tamim. Saat delegasi mereka
surah al-Hujuraat. Kisah ini juga diriwayatkan
menemui Rasulullah saw., mereka masuk menyampaikan syari'at dan agama Allah
masjid dan memanggil-manggil dari luar bilik- SWT. Ibnu Abbas mengatakan, "Maksud
bilik beliau, 'Wahai Muhammad, keluarlah ayat ini, janganlah kalian mengatakan
yang bertentangan dengan Al-Qur'an
dan temui kami. Sebab, puiian kami indah
dan ejekan kami buruk.' Saat merasa sangat dan Sunnah." Adh-Dhahhak mengatakan,
terganggu karena teriakan mereka, beliau "Maksudnya, janganlah kalian memutus-
menemui mereka. Mereka berkata, 'Wahai
kan perkara syari'at agama tanpa me-
Muhammad, kami mendatangimu untuk
nunggu keputusan Allah SWT dan Rasul-
membuktikan siapa yang lebih unggul.' Ber-
Nya."
kenaan dengan merekalah ayat 4 surah al-
Ayat ini juga mencakup urutan refe-
Hujuraat turun. Di antara mereka ada al-Aqra rensi ijtihad. Imam Ahmad, Abu Dawud,
bin Habis, Uyainah bin Hishn, Zabarqan bin at-Tirmidzi, dan Ibnu Maiah meriwayatkan
dari Mu'adz bin f abal, ketika dirinya diutus
Badr, dan Qais bin Ashim." Rasulullah saw. ke Yaman, beliau berkata
Tafslr dan Penlelasan kepadanya,
Ayat-ayat ini merupakan untaian beberapa .JU tjv ,Jw itt v6,,iv y& e
etika khusus mengenai sikap orang Mukmin * *,aXb '.1r
iut J:tj ,iv s+ {
berinteraksi dengan Nabi Muhammad saw.
yang berasaskan pada penghormatan, pe- i,ali i^,9*1 ,iu eV ';:V ,iu ,'&i
;ii eit fi 3t!tt :iv5 92* 4 ap
muliaan, dan pengagungan.
Nr jt*: ,iiq $ Jlj j*t
t. 6f it:r i'1fit4tr, 4lat ist 6t- i; g'Gi 9:;'i uittiii u-y
{;r wahai orang-orang beriman dengan "Dengan apa kamu memutuskan?
keimanan yang bena4, janganlah kalian Mu'adz menjawab, 'Dengan Kitabullahl Be-
lancang mengatakan atau memutuskan liau bertanya, 'Bagaimana jika knmu tidak
suatu urusan atau tindakan, padahal Allah menemukan dalam Kitabullah?' Ia menjawab,
SWT dan Rasul-Nya belum memberikan
ketetapan dan keputusan kepada kalian 'Dengan Sunnah Rasul-Nyal Beliau bertanya
dalam urusan tersebut, karena barangkali lagt kepadanya,'Bagaimana jikn kamu tidak
kalian mengambil keputusan secara tidak
menemukan dalam Sunnah Rasul-Nya dan
benar. Bertakwalah kepada Allah SWT
tidak puh dalam Kitabullah?' Ia menjawab,
dalam segala urusan kalian, ingatlah selalu Aku aknn berijtihadl Lalu Rasulullah saw.
bahwa Allah SWT senantiasa mengawasi
menepuk-nepuk dadanya seraya berkata,
kalian, sehingga kalian tidak sampai
'Segala puji hanya bagi Allah SWT Yang
berani melangkahi sesuatu yang Allah
SWT dan Rasul-Nya tidak mengizinkan. tel.ah memberi utusan Rasul-Nya taufik dan
Sebab, Allah SWT Maha Mendengar ucap-
petunjuk kepada aPa yang membuat Rasul-
an kalian dan Maha Mengetahui perbuatan
dan niat kalian, tiada apa pun dari kalian Nya ridha."'(HR Imam Ahmad, Abu Dawud,
yang tersembunyi dari-Nya. at-Tirmidzi, dan Ibnu Majah)
Ini adalah larangan tegas terhadap Artinya, Mu'adz meletakkan pen-
pelanggaran Kitabullah dan Sunnah dapat, pemikiran, dan ijtihadnya pada
urutan terakhir setelah Al-Qur'an dan
Rasul-Nya. Adanya penyebutan Rasul ka-
rena beliau adalah orang yang bertugas Sunnah. Seandainya ia mendahulukannya,
TATSIRAL-MuNIRrrLrp 13 ,ff\ surahahHuluraar
itu termasuk mendahului Allah SWT dan ? iut )ty) U 1,;fJU,e ,Flt'bL
Rasul-Nya. Intinya, ini adalah etika umum
yang mencakup perkataan, perbuatan, '";ty ,{+t v,i 6J".iq r[ ,,#"'i itri
dan ijtihad. dli Y it a;a u4U'& lylt
Kemudian, Allah SWT menuturkan ,t-Lilt ck v rtli )tht A,V q*,iti d
etika dalam firman-Nya, tco
2. n44' -. :i; ;<Vi tii n '*t c-it ,i,t ,,F 92)\ti
wahai orang-orang yang beriman kepada
Allah SWT dan Rasul-Nya, apabila kalian 'Seseorang yang mengucapkan kalimat
berbincang-bincang dengan Rasulullah yang diridhai Allah SWT yang ia tidak begitu
saw., janganlah kalian meninggikan suara
memedulikannya, tanpa ia sadari, kalimat
lebih dari suara beliau. Sebab, meninggikan yang ia ucapkan, Allah SWT menetapkan
suara menunjukkan sikap kurang tahu untuknya surga. Dan, seseorang mengucapkan
sopan santun dan tidak menghormati,
sedangkan merendahkannya termasuk kalimat yangdibenci Allah SWT yangiatidak
penghormatan dan pemuliaan. Ini adalah
etika kedua yang diajarkan Allah SWT begitu memedulikannya, tanpa ia sadari,
kepada kaum Mukminin dan merupakan
etika terpuji terhadap semua orang. karenakalimat yangia ucapkan, ia terjatuh ke
dalam neraka sedalam ukuran antara langit
3. 4,4 €4 ;.s 4iu, '; ui $h jika kalian dan bumi." (HR Imam Ahmad, at-Tirmidzi,
berbicara kepada Rasulullah saw., ber- dan an-Nasdi)
katalah dengan tenang dan sopan, jangan
seperti yang biasa kalian lakukan dengan Setelah memperingatkan risiko pe-
sesama kalian, yaitu dengan suara keras. langgaran, selaniutnya Allah SWT me-
|anganlah kalian memanggil, "Wahai motivasi agar merendahkan suara dan
Muhammad, wahai Ahmad," tetapi, "Wahai
Nabi Allah atau wahai Rasulullah," unuk jmemerintahkanya, y #*i ;trk u-',:,';'y\
memuliakan beliau, menghormati tugas
dan risalah yangbeliau sampaikan kepada ;rt r4 eA. i;rG'i:r s.-t u".st ,11;i ^1:r 4A
kalian dengan tenang, tidak gaduh, tanpa 4C orang-orang yang merendahkan
rasa jemu, dan tanpa mengeluh. Ini adalah
suaranya ketika sedang berbicara kepada
etika ketiga.
Rasulullah saw. dan berada di majelis
4:,;; i ir, &ci rt oiy Allah swr beliau, mereka adalah orang-orang
melarang mengeraskan suara di luar yang oleh Allah SWT dimurnikan hati
batas kewaiaran dan meninggikan suara mereka untuk bertalora, dibersihkannya,
kalian, khawatir pahala amal kalian hi- serta dibuatnya layak dan tempat untu
lang, atau khawatir sebagai bagian dari takwa, sebagaimana logam emas yang
meremehkan beliau yang bisa membawa
kepada kekufuran, sedang kalian tidak dibersihkan dengan api, sehingga
menyadarinya. Hal ini sebagaimana yang kotorannya terpisah. Begitu juga dengan
ada dalam hadits shahih yang diriwayatkan orang-orang yang beretika krama di sisi
Malik Ahmad, at-Tirmidzi, Nasa'i, dan Rasulullah saw., Allah SWT membersihkan
yang lainnya dari Bilal bin Harits, hati mereka dari segala bentuk kotoran,
mengampuni dosa-dosa mereka, dan
mendapatkan pahala agung atas etika
merendahkan suara dan berbagai amal
ketaatan mereka. Di antara ayat yang me-
miliki semangat serupa adalah,
I
"agar kamu semua beriman kepada kamu keluar kepada mereka sebagaimana
Allah dan Rasul-Nya, menguatkan (aga- biasanya, tentu itu mengandung kebaikan
ma) - Nya, memb es arkan- Ny a, dan b erta sb ih dan kemaslahatan bagi mereka di dunia
dan akhirat. Sebab, bersabar menunggu
kepada-Nya pagi dan petang." (al-Fath: 9)
hingga Rasulullah saw. keluar merupakan
Imam Ahmad meriwayatkan dari
Mujahid, ia berkata, 'Ada sebuah surat bentuk meniaga etika kepada beliau,
dikirimkan kepada Umar bin Khaththab. menghormati kemuliaan beliau, meng-
agungkan dan memuliakan beliau yang
Isinya,'Wahai Amirul Mukminin, seseorang
menjadi hak beliau. Allah SWT Maha Peng-
yang tidak tergoda oleh maskiat dan tidak
ampunan terhadap dosa-dosa hamba-
melakukannya?' Lalu Umar membalasnya, Nya, Maha Penyayang kepada mereka,
tidak menghukum orang-orang seperti
'Sesungguhnya orang-orang yang tertarik mereka atas ketidaksopanan mereka. Ini
kepada kemaksiatan, namun mereka tidak merupakan bentuk dorongan untuk tobat
melakukannya, aA &$':!1 tni ,li ,iiy dan sadar.
4i+;r'''jY i. Flqh Kehldupan atau Hukum-Hukum
Kemudian, Allah SWT mencela Ayat-ayat di atas menunjukkan beberapa
orang-orang yang memanggil-manggil hal sebagai berikut.
Rasulullah saw. dari luar bilik; bilik atau 1. Kewajiban menaati Allah SWT dan Rasul-
rumah-rumah istri beliau, sebagaimana Nya, serta mendahulukan hukum Al-
yang dilakukan orang-orang Arab badui Qur'an dan Sunnah atas yang lain.
yang berperangai kasar. Lalu Allah SWT 2. Mengajari orang Arab dan yang lainnya
berfirman membimbing mereka ke- tentang akhlak mulia dan kemuliaan etika.
pada yang lebih baik dan utama, 51) Sebab, orangArab memiliki perangai kasar
{:,tr;. i lg orj,ir q,r;, J3!e- ri, o.rng- dan tidak sopan berbicara kepada Nabi
Muhammad saw. dan dalam menjuluki
orang yang memanggil-manggil kamu
Muhammad dari jauh, dari luar bilik orang.
3. Al-Qurthubi dan Ibnul Arabi mengatakan,
(rumah) istri-istrimu, adalah orang-orang
yang berperangai kasar dari Bani Tamim, ayat {,tyi: lt gi. ';;. VG {} merupakan
kebanyakan mereka tidak memahami dalil yang melarang menentang sabda
prinsip, etika, dan hal-hal yang lain, Nabi Muhammad saw. serta keharusan
mereka tidak mengetahui pengagungan mengikuti dan menjadikan beliau sebagai
dan penghormatan yang semestinya ke-
panutan. Barangkali, ayat ini dijadikan
padamu.
landasan argumentasi penolak konsep
Kata {Jjrr} adakalanya yang dimak- qiyas. Namun itu adalah kesalahan dari
mereka. Sebab, sesuatu yang memiliki
sudkan adalah semua, karena orang Arab sandaran dalil, mempraktikkan sesuatu
biasa menyebutkan kebanyakan, namun itu tidak bisa dianggap sebagai bentuk
yang dimaksudkan adalah semua untuk mendahului Allah SWT dan Rasul-Nya.
menghindari kebohongan dan sebagai Dalam Al-Qur'an dan Sunnah terdapat dalil
bentuk kewaspadaan dalam berbicara. yang menunjukkan keharusan mengguna-
Atau, yang dimaksudkan, kebanyakan me-
reka dalam kondisi tidak paham.
:* rtv A r; :'a &e ,i- t;* # ,ry
{r.-j seandainya mereka bersabar hingga
TATSIRAL-MUNTRITLID 13 o€--------\ surahal-Huluraat
kan qiyas dalam hukum-hukum syari'at saw setelah meninggal, sama seperti ke-
yang bersifat cabang. Dengan demikian, hormatan beliau ketika masih hidup. Ke-
luhuran sabda beliau yang diriwayatkan
penggunaan qiyas sama sekali tidak me-
ngandung unsur mendahului Allah SWT setelah meninggal, sama seperti ke-
dan Rasul-Nya.117 luhuran sabda beliau yang didengar lang-
sung dari beliau. Ketika sabda beliau di-
4. Perintah talosa bersifat umum dalam bacakan, setiap orang yang hadir tidak
boleh meninggikan suaranya melampaui
seluruh perintah dan larangan syari'at,
suara bacaan tersebut dan tidak boleh
termasuk di antaranya, larangan men- berpaling darinya, sebagaimana hal itu
wajib dilakukan ketika berada di majelis
dahului Allah SWT dan Rasul-Nya. Allah
beliau saat beliau bersabda. Kelanggengan
SWT senantiasa mengawasi manusia, Dia
kehormatan Nabi Muhammad saw. sepan-
Maha Mendengar segala ucapan dan Maha
jang masa ini telah digariskan oleh Allah
Mengetahui seluruh perbuatan mereka.
SWT,
5. Ketika berbicara kepada Nabi Muhammad
"Dan opabila dibacakan Al-Qur'an,
saw, harus dengan suara rendah dan maka dengarkanlah dan diomlah, ogar
komu mendapat rahmat " (al-A'raaf: 2O4)
tidak mengeraskan melampaui suara
Sabda beliau adalah bagian dari
beliau. Jika tidah keharusan menghormati
dan memuliakan Nabi Muhammad saw. wahyu dan memiliki kehormatan seperti
Al-Qur'an, kecuali beberapa makna yang
belum terpenuhi. Maksud di sini bukanlah dikecualikan yang keterangannya bisa
ditemukan dalam kitab-kitab fiqh."118
larangan mengeraskan suara secara mut-
8. Larangan meninggikan suara seperti
lah sehingga ketika berbicara dengan
di atas adalah suara yang tidak sesuai
beliau, harus berbisik. Akan tetapi, mak-
sudnya adalah larangan mengeraskan dengan semangat pemuliaan kepada
suara dalam bentuk tertentu, yaitu me-
orang-orang besar dan penghormatan ke-
ngeraskan suara yang terkesan tidak pada orang-orang penting. Adapun nada
menghargai kewibawaan kenabian, dan suara tinggi yang dilatarbelakangi oleh
maksud meremehkan dan merendahkan,
tingginya nilai kebesaran, dan keagungan
tidak diragukan lagi, itu menyebabkan
kenabian beliau.
kufur. Adapun meninggikan suara saat
6. Begitu juga, meniadi kewajiban bagi pertempuran, ketika membantah pem-
kaum Mukminin untuk tidak memanggil bangkang, angkuh dan keras kepala,
Nabi Muhammad saw. dengan, "Wahai
Muhammad, wahai Ahmad," akan tetapi, atau ketika meneror musuh dan yang
"Wahai Nabi Allah, wahai Rasulullah," se- semacam itu, tidaklah dilarang karena
untuk kemaslahatan. Dalam hadits di-
bagai bentuk pemuliaan beliau. sebutkan, ketika orang-orang mundur
Tujuan dari dua kewajiban di atas pada Perang Hunain, Nabi Muhammad
adalah mengagungkan dan memuliakan
Rasulullah saw., serta merendahkan suara
ketika beliau hadir dan ketika berbicara
kepada beliau.
7. Al-Qadhi Abu Bakar Ibnul Arabi mengata-
kan, "Kehormatan Nabi Muhammad
177 Tafsir al-Qurthubi, iuz 16, hlm. 302 dan berikutnya, 118 Ahkaamul Qur'aan, juz 4, hlm. 1703.
Ahkaamul Qur'aa4 juz 4, hlm. 1701 dan berikutnya.
saw berkata kepada Abbas bin Abdul berkata, "Wahai Muhammad, keluarlah
Muththalib, "Berteriaklah agar mereka untuk menemui kami, karena pujian kami
kembali." Sebab, Abbas termasuk orang
yang memiliki suara paling lantang. indah dan celaan kami buruk" mereka
Diriwayatkan, saat mereka diserang, adalah orang-orang bodoh yang memiliki
Abbas berteriah (vti3 t;.1 (wahai kaum,
perangai kasar. Mereka berjumlah tujuh
ada serangan datang)." Karena kerasnya
teriakan Abbas, perempuan-perempuan puluh orang, dan orang yang memangil-
manggil beliau adalah al-Aqra bin Habis,
yang hamil mengalami keguguran.
berdasarkan riwayat at-Tirmidzi dari
9. Melanggar larangan yang disebutkan al-Barra bin Azib . Waktu itu Rasulullah
saw. sedang tidur untuk istirahat siang.
dalam ayat di atas dengan meninggikan
Mereka datang sebagai perantara untuk
suara melampaui batas-batas kewaiaran,
bisa mengakibatkan gugurnya amal dan membebaskan tawanan Bani Anbar.
terhapusnya pahala. Ayat, ltA rt iiy Beliau pun hanya membebaskan separuh
{:;tiX { pi, bukan berarti seseorang
menjadi kafir padahal ia tidak tahu. dari para tawanan tersebut, sedangkan
yang lainnya beliau meminta tebusan.
Sebab, sebagaimana orang kafir tidak Seandainya mereka sabar menunggu,
bisa menjadi orang Mukmin kecuali jika beliau akan membebaskan seluruh
dirinya lebih memilih iman daripada kafi4 tawanan tanpa tebusan.
begitu pula seseorang tidak meniadi kafir
Muqatil mengatakan, "Mereka ber-
sedang ia tidak tahu. |adi, kalimat Y illr} jumlah sembilan belas orang termasuk
di antara mereka adalah Qais bin Ashim,
43'ti:J mengisyaratkan bahwa melakukan
perbuatan dosa dapat menyebabkan amal Zabarqan bin Badr, al-Aqra bin Habis,
Suwaid bin Hasyim, IGalid bin Malik,
baik menjadi gugur tanpa disadari oleh
Atha bin Habis, al-Qa'qa bin Ma'bad, Waki'
orang yang bersangkutan. bin Waki', dan 'Uyainah bin Hishn; dan ia
10. Orang-orang yang merendahkan suaranya adalah orang bodoh yang dipatuhi.
ketika berbicara di sisi Rasulullah saw L2. Seandainya mereka sabar menunggu
untuk memuliakan beliau atau ketika hingga Rasulullah saw. keluac itu lebih
mereka berbicara kepada orang lain di baik bagi mereka dalam agama dan dunia
dekat beliau untuk mmuliakan beliau,
mereka adalah orang-orang yang di mereka. Beliau tidak menutup diri dari
hati mereka dikhususkan Allah untuk
orang-orang kecuali pada waktu-waktu
takwa, membersihkan mereka dari setiap tertentu saat sedang sibuk mengurusi
keburukan, serta menanamkan dalam hati berbagai kepentingan pribadi beliau.
mereka ketakwaan dan rasa takutkepada- Maka, mengganggu beliau pada waktu
seperti itu termasuk perbuatan yang tidak
Nya. Dan, bagi mereka pengampunan atas
beretika.
dosa-dosa mereka dan pahala yang agung;
13. Ayat, {iit :P'aVh merupakan dorongan
surga.
untuk bertobat dan kembali kepada Allah
11. Orang-orang Arab badui dari Bani Tamim
SWT.
yang menemui Rasulullah saw., lalu
mereka memasuki masjid Madinah dan
memanggil-manggil Rasulullah saw. dari
luar bilik atau rumah-rumah beliau seraya
TAFSTR AL-MUNrR )rlrD 1 3
BERBAGAI ETIKA UMUM ingin menimpakan sesuatu yang tidak baik).
rt$Kedua, t6., fagar kalian tidak menimpakan
xgilAnugAn vmffix s su ru BffirTA sesuatu yang tidak baik).
Surah al-Hujuraat Ayat &8 Kata {rjqly haol dari faa'il yang terdapat
y,#5-Ygifi:Uvtrer\gt\:6i\qt) pada $H\ yakni, (rry*) fsedang kalian tidak
Q 6itt "A1I:YV-# itY4:55 mengetahui keadaan sebenarnya).
$-:fu-4\tit/,hgtWv
4rut i;14'di $trry rata 4iiy dan katimat
gi'lfit KiyQi a\'",$J ii,ilt a
setelahnya menempati posisi dua maf'uul bihi
+tVtSti o#g #tKi\-4'-'{r* -a-
dari {ri;ri}.
ltt#l,VLe:z, $',lUE 5t#)
4i:t;Jiy Kata, {>rJ} manshuub adakala-
at*ry nya sebagai maf'uuul li ajlihi. Atau, sebagai
"Wahai orang-orang yang beriman! lika mashdar yang berfungsi menguatkan kalimat
seseorang yang fasik datang kepadamu membawa sebelumnya.
suatu berita, maka telitilah kebenarannya, agar
kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena Balaaghah
kebodohan (kecerobohan), yang akhirnya kamu
menyesali perbuatanmu itu. Dan ketahuilah bahwa a-av At&t:fry {ii+ a ^:;, &\cb.yr r#y
di tengah-tengah kamu ada Rasulullah. Kalau dia
(3qbDi antara kedua kalimat ini terdapat aI-
menuruti (kemauan) kamu dahm banyak hal,
muqaabalah.
pasti kamu akan mendapatkan kesusahan. Tetapi
Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan, $;t5.ur;t p 4iy Di sini terdapar al-iltifaat,
dan menjadikan (iman) itu indah dalam hatimu, yakni, beralih dari penggunaan kalimat orang
serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran,
kedua (khithaab) ke bentuk orang ketiga
kefasikan, dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-
(ghaaibah).
orang yang mengikuti jalan yang lurus, sebagai
karunia dan nikmat dari Allah. Dan Allah Maha Mufradaat LuShawlyyah
Mengetahui, Mahabijalcsana." (il-Hajuraat 6-8)
{i,;} orang yang keluar dari batasan
agama atau syari'at. Kata ini diambil dari,
gtst '6i., (buah kurma keluar dari kulitnya).
p'rfiy, keluar dan terkelupas dari sesuatu.
{6} berita.{'r5} lakukanlah verifikasi untuk
mencari kebenarannya, apakah benar atau
bohong. Ada yang membacanya (,!ii1,dari akar
{,;lkata 1.,u1r5. .i} khawatir jangan sampai
kalian menimpakan suatu hal yang tidak
Qiraa'aat diinginkan atas suatu kaum. {#;} sehingga
menjadi. {ilii ',
(t$b Hamzah dan al-Kisa'i membaca kalian *r"y t<et<etiruan yang
d'lil. kalian lakukan terhadap
kaum tersebut. (r::[]
bersedih, menyesal, dan mengharapkan andai
I'nab itu tidak terjadi.
i; t*i "i V% A. iti itt;, ;,t i;rij,, ji t4rr:t i'i t;nub ketahuilah, di tengah-
8iw'x^i,ti^x 4t4'
,'p *"-iin '',:i **,#{ ,Jy tengah kalian ada Rasulullah. fanganlah kalian
mengatakan dengan batil, karena Allah SWT
perkiraan. Pertama, G;:ti +tr1 &arena tidak i { Wakan memberitahu Rasul-Nya.
q ty
{,,(r perkara yang kalian kabarkan tidak sesuai mendengar bahwa Bani Mushthaliq berjalan
dengan kenyataan. 4$jy t<atian akan jatuh ke menuju ke arahnya, ia pun takut dan memutus-
kan untuk kembali pulang. Ia berkata, "Bani
r{}dalam kepayahan, kebinasaan, dan dosa.
Mushthaliq ingin membunuhku dan mereka
{r(ir 5:rl *g'itt Kalimat ini untuk menerangkan
tidak mau membayar zakat!' Mendengar
alasan mereka melakukan hal tersebut, karena
laporan tersebu! Rasulullah saw berencana
besarnya kecintaan mereka kepada keimanan menyerang mereka. Dalam suasana seperti
itu, datanglah delegasi Bani Mushthaliq dan
dan kebencian mereka kepada kekufuran, berkata, "Wahai Rasulullah, kami mendengar
kedatangan utusan anda, kami pun keluar
hal itu mendorong mereka melakukan hal
menyambutnya dan menyerahkan zakat kami."
tersebut ketika mendengar ucapan orang fasik.
Beliau pun mencurigai mereka dan berkata,
{iJ;j} menjadikannya indah. {?ar} menutup-
nutupi nikmat-nikmat Allah SWT dengan "Berhentilah dari perbuatan kalian itu atau
mengingkarinya. {;;ib} keluar dari batasan. sungguh akan kuutus kepada kalion seseorang
(rqllr} melanggar. 4etlii} mereka yang meng- yang bagiku ia seperti diriku sendiri, memerangi
ii}klarifikasi. {05;-r; orang-orang yang kukuh pasukan kalian dan menawan kaum perempuan
di atas agama mereka. Ini adalah kalimat sisipan dan anak-anqk kolian." Kemudian beliau
yang ditujukan kepada Rasulullah saw.. Kata
e\le,U\ diabil dari 1,r!Jry, mencapai kebenaran menepuk bahu Ali bin Abi Thalib. Mereka pun
dan mengikuti jalan yang lurus. berkata, "Kami berlindung kepada Allah SWT
4t;; yt ';r;,:;y kalimat ini menerangkan dari murka-Nya dan murka Rasul-Nya."
sebab aari 4icy' Fll **b sampai &l ;ft\. Ada yang mengatakan, Rasulullah saw.
mengutus Khalid bin Walid kepada mereka.
(iq-l,1l1, a:rArt 'rtr Sebab, dijadikannya mereka
cinta dan mendapat petunjuk adalah karunia Sesampainya di sana, ia mendapati mereka
dan nikmat dari Allah SWT. {il; ilrr} Allah sedang menyerukan shalat dan bertahajud.
SWT Maha Mengetahui keadaan orang-orang Lalu mereka menyerahkan zakat kepadanya,
Mukmin serta perbedaan mereka dalam ke-
kemudian ia kembali pulang.
baikan dan kemuliaan. {i=d} Mahabijaksana
Tidak diperselisihkan lagi, orang yang
dalam pemberian nikmat kepada mereka membawa berita tersebut adalah Walid bin
berupa taufik. Uqbah bin Abi Mu'aith. Ayat ini meskipun
Sebab Turunnya Ayat 6 dilatarbelakangi oleh sebab khusus, namun
Banyak ulama tafsir yang menuturkan ayat ini bersifat umum menerangkan sikap
bahwa ayat ini turun terkait dengan Walid verifikasi terhadap berita yang datang tidak
langsung memercayai perkataan orang fasik.
bin Uqbah. Ibnu farir; Ahmad, Ibnu Abi Hatim, Hasan al-Bashri mengatakan, "Demi Allah,
Thabrani, Ibnu Abid Dunya, dan lbnu Murdawaih
meriwayatkan dengan sanad jayyid dari Ibnu jika ayat ini secara khusus turun terkait
Abbas, 'Ayat ini turun berkaitan dengan Walid
dengan kaum tersebut, ayat ini akan tetap
bin Uqbah bin Abi Mu'aith. Rasulullah saw
hingga hari Kiamat, tiada suatu apa pun yang
mengutusnya kepada Bani Mushthaliq sebagai
menasakhnya."
petugas pengumpul zakat. Saat iu hubungan
Ar-Razi menguatkan hal di atas dengan
antara Walid dengan Bani Mushthaliq saling menyatakan, "Menyematkan sebutan fasik
membenci. Ketika Bani Mushthaliq mendengar terhadap Walid bin Uqbah adalah hal buruk
bahwa Walid menuju tempat mereka, mereka dan terlalu jauh. Sebab dalam kasus tersebut,
pun bergegas "menyambut"nya. Ketika Walid dirinya berasumsi, lalu ternyata keliru. Orang
TAFSIRAL-MUNIRIITID 13 rff""\ Surahat-ttuluraat
yang keliru tanpa ada faktor kesengajaan tidak fitnah di antara individu kaum Mukminin dan
bisa disebut fasik. Apalagi sebutan fasik ada golongan mereka. Ini adalah etika sosial yang
di banyak tempat. Maksud fasik adalah orang bersifat umum untuk meniaga kesatuan umat
yang keluar dari tali iman, berdasarkan firman dan mencerabut akar-akar perselisihan dalam
Allah SWX, tubuh umat.
"Sesungguhnya Allah tidak akan memberi Tafslr dan Penlelasan
petunjuk kepada orang-orang yang fasik" (al-
Munaafiquun:6) ,!4q t# oi tt'5 Y'*"r,,tZrtti €"1; tty ya i.it t*J t;-y
4it,.3 # Y S;
"Maka dia mendurhakai perintah Tuhan- t;;; o.rng-o.r.rg yrng
nya." (al-Kahf: 50)
membenarkan Allah SWT dan Rasul-Nya, apa-
"Dan adapun orang-orang yang fasik (ka-
bila datang kepada kalian seorang pendusta
fir), maka tempat kediaman mereka adalah
neraka. Setiap kali mereka hendak keluar yang tidak melihat konsekuensi kedustaan-
darinya, mereka dikembolikan (lagi) ke dalam- nya dengan membawa berita yang merugikan
nya." (as-Saidah: 20)11e
seseoran& terlebih dahulu telitilah secara
Namun mayoritas ulama tafsir berpan-
saksama kebenarannya, lakukanlah verifi-
dangan, Walid bin Uqbah dulunya adalah
kasilah kasusnya, iangan kalian terburu-buru
orang tepercaya di mata Rasulullah saw., mengambil kesimpulan sampai kalian benar-
lalu ia fasik karena kebohongannya. Yang
benar menyelidiki kasusnya dan memverifikasi
Zahir; Walid disebut fasik, yang dimaksudkan
bukanlah dalam pengertian yang sebenarnya, kabar berita yang ada secara saksama, supaya
itu hanya bertujuan memberikan efek jera kebenaran terlihat jelas. Dikhawatirkan kalian
supaya jangan tergesa-gesa mengambil kesim- akan menimpakan musibah kekpada suatu
pulan dalam suatu urusan tanpa ada verifikasi.
Karena dalam kasus tersebut, Walid termasuk kaum dan menimpakan kemudharatan yang
orang yang melakukan interpretasi dan ijtihad.
fadi, pada hakikatnya ia tidaklah fasik. tidak semestinya menimpa mereka, sedang
Persesualan Ayat kalian tidak mengetahui keadaan yang sebenar-
Setelah Allah SWT memerintahkan dua nya. Sehingga, karena karena hal tersebug
hal kepada kaum Mukminin; menaati Allah
kalian merasa menyesal, bersalah, bersedih
SWT dan Rasulnya, serta merendahkan suara
hati dan mengharapkan andai saja semua itu
ketika berbicara di sisi Rasulullah saw. yang
bertujuan untuk menerangkan keharusan tidak terjadi.
menghormati beliau, Allah SWT melanjutkan- Kata {a-ti} dan {ti.} di sini disebutkan
nya dengan perintah ketiga; keharusan untuk
memverifikasi berita yang datang dan waspada dalam bentuk nakirah. Hal ini menuniukkan
dalam memercayai perkataan seseorang. Hal
pengertian umum mencakup semua orang
ini bertujuan untuk mencegah terjadinya
fasik dan semua bentuk berita. Seakan-akan di
sini dikatakan, "fika ada orang fasik siapa pun
yang datang kepada kalian dengan membawa
berita, teliti dan selidikilah terlebih dahulu
kebenarannya secara saksama, jangan kalian
percayai begitu saia perkataan orang fasik."
Sebab, orang yang tidak memelihara dirinya
dari kefasikan, ia juga tidak memelihara diri-
nya dari kebohongan yang masih satu bentuk
dari kefasikan."l2o
119 Tafsir ar-Razi,iuz28, hlm. 119. 120 Al-Kasysyaaf,juz3, hlm. 149.
TATSTRAL-MUNrR JILID
Ayat ini menunjukkan bahwa berita yang juga terkandung pengaiaran yang baik dalam
dibawa satu orang yang adil (memiliki inte-
gritas keagamaan dan moral) adalah hujjah, berkomunikasi, serta mengandung isyarat
bahwa ada juga pendapat sebagian dari
dan kesaksian orang fasik tidak diterima. mereka yang benar. Oleh karenanya, di sini
Allah SWT kemudian mengingatkan me- Allah SWT mengisyaratkan pendapat sebagian
reka keberadaan Rasulullah saw di tengah-
dari mereka mengenai perlunya bersikap
tengah mereka, supaya mereka mengagungkan
hati-hati, sampai perkara Bani Mushthaliq
dan bertanya kepada beliau, ;! '"ri ,;.l'by
Aidiket'aAhuti&detn:iganielas. &t *'it'ryty
4g ; f W i;ii' )q y, ketahuilah, a ^,15;'Gl
Rasulullah saw. ada bersama kalian, muliakan i4t :yU, 43i ;,;;,:V a-agat<an tetapi Allah SWT
dan hormatilah beliau, serta tunduklah mendekatkan iman kepada sebagian kalian.
kepada perintah beliau. Sebab, beliau lebih Oleh karena itu, di sini digunakan {:5Jt\.
mengetahui berbagai kemaslahatan kalian. Sehingga,sebagian dari kalian tidakterjerumus
fanganlah kalian mengatakan sesuatu yang
dalam sikap gegabah menanggapi berita yang
batil dan janganlah kalian tergesa-gesa
ada dan tidak meneliti kebenarannya terlebih
mengambil vonis terhadap seseorang tanpa
dahulu. Mereka pun terhindar dari tuduhan
ada penyelidikan kebenaran berita yang
orang lain. Sebab, Allah SWT menjadikan ke-
beredar. Seandainya Rasulullah saw. menuruti
berbagai berita yang kalian sampaikan dan imanan sebagai sesuatu yang sangat kalian
berbagai pandangan tidak tepat yang kalian
ajukan kepada beliau, kalian akan teriatuh cintai dengan taufik dan peneguhan-Nya,
dalam kesusahan, dosa, dan celaka. Akan iman dijadikan oleh-Nya indah dalam hati
tetapi, beliau tidak begitu saja menuruti kalian kalian. fuga, Allah SWT menjadikan kekufuran
sebelum semua urusan benar-benar jelas. (ingkar kepada Sang Khaliq dan mendustakan
Beliau tidak gegabah melaksanakan apa yang para rasul), kefasikan (keluar dari aturan dan
sampai kepada beliau sebelum beliau men-
cermati dan meneliti terlebih dahulu secara batasan-batasan agama), dan kedurhakaan
saksama. [membangkang dan tidak taat) sebagai se-
Di sini digunakan bentuk mudhaarii suatu yang sangat dibenci bagi kalian.
4W !) Uut an bentuk maadhi, <&Gi l>.
Orang-orang yang memiliki sifat-sifat
Fungsinya, untuk memberikan pengertian bah-
tersebut, mereka adalah orang-orang yang
wa beliau senantiasa melakukan pengecekan
dan penyelidikan secara saksama terhadap istiqamah di atas jalan kebenaran, tuntutan
berita yang disampaikan kepada beliau. Hal ini
syari'at, dan etika agama, sehingga mereka
fberdasarkan, {,i!r e eb, maksudnya dalam tidak jatuh dalam sikap gegabah dengan me-
banyak pendapat pandangan, dan keinginan nuduh orang lain tanpa menyelidikinya.
yang muncul. Seandainya mereka menginginkan 4A * !''i,:v ,*) ,; J';,y Allah SWT
beliau senantiasa menuruti mereka, mereka
menjadikan kalian mencintai keimanan dan
akan terjatuh ke dalam dosa dan celaka. menjadikan kalian membenci ketiga hal di
Firman-Nya, {/!' , y.r} adalah untuk atas (kekufuran, kefasikan, dan kedurhakaan)
mempertimbangkan posisi kaum Mukminin, sebagai karunia dan nikmat dari sisi-Nya
sekiranya semua pendapat mereka tidak
lantas dinisbahkan kepada kekeliruan. Di sini untuk kalian. Allah SWT Maha Mengetahui
segala perkara yang sedang dan akan terjadi,
lagi Mahabijaksana dalam mengatur perkara
makhluk-Nya, Mahabijaksana dalam firman-
Nya, perbuatan-Nya, aturan hukum-Nya, dan
ketentuan-Nya.
ThFSTRAL-MUNrR IrrrD 13
Flqh Kehidupan atau Hukum-Hukum muamalat. Seperti dikatakan, "Si Fulan
mengirimkan begini kepadamu," atau, "lni
Dari ayat-ayat di atas dapat diambil
adalah hartaku," meskipun orang yang
sejumlah kesimpulan hukum sebagai berikut.
menginformasikan adalah orang kafir.
1. Keharusan memverifikasi berita yang da- Adapun dalam masalah melakukan
tang dan cerita-cerita yang disampaikan akad atas orang lain, Imam Syafi'i dan
sebagai bentuk kewaspadaan, juga meng- yang lainnya mengatakan, "Orang kafir
hindari kesalahan fatal dalam menimpakan tidak bisa menjadi wali dalam nikah." Abu
hal yang tidak diinginkan kepada orang Hanifah dan Malik mengatakan, "Orang
lain. Akibatnya, orang yang gegabah dalam
mengambil kesimpulan dan memercayai kafirbisa meniadiwali dalam nikah, karena
begitu saja, akan merasa sangat menyesal orang kafir bisa menjadi wali perempuan
atas tindakannya yang gegabah tanpa
meneliti dan menyelidikinya Oleh karena dalam masalah hartanya, ia juga bisa
itu, Rasulullah saw. bersabda,
meniadi wali dalam menikahkannya. |adi,
'Sikap hati-hati adalah dari Allah SWT jika ia bisa menjadi wali dalam hartanya,
sedangkan sikap terburu-buru adalah dari secara prioritas ia iuga bisa menjadi wali
nikah. Karena meskipun orang yang ber-
setan." 72r
sangkutan adalah orang fasik dalam
2. Ayat (!rti $s; iD mengandung dalil keberagamaannya, ia tentu memiliki ke-
cemburuan, sehingga itu mendorongnya
diterimanya berita dari satu orang, jika ia untuk tetap melindungi horiim!' Ulama
adil (memiliki integritas keagamaan dan
Hanafiyyah berpendapat, "Kesaksian orang
moral). Karena dalam ayat ini, seorang kafir dzimmi bisa diterima, terkait dengan
Muslim diperintahkan untuk melakukan
kasus yang terjadi antarsesama kafir
verifikasi terhadap berita yang disampai- dzimmi!' Intinya, maksud ayat ini adalah
kan oleh orang fasik. Barangsiapa terbukti
kefasikannya, berita yang disampaikannya kesaksian, menetapkan hah dan menetap-
batal dan gugur berdasarkan ijma. Sebab,
kan hukum-hukum agama selain aqidah.
berita adalah amanah dan kefasikan
adalah indikator yang menggugurkan 3. Sebagian ulama ada yang menjadikan ayat
amanah tersebut. Kefasikan adalah illat ini sebagai landasan dalil bahwa orang
untuk melakukan verifikasi, jika tidak fasik memiliki kompetensi untuk mem-
ada unsur kefasikan, berarti illat tidak
ada. Dalam hal ini, ijma mengecualikan berikan kesaksian. Karena jika tidah
klaim, pengingkaran, dan pengakuan
perintah untuk menyelidiki dalam ayat ini
bahwa ada hak orang lain yang berada tidak ada faedahnya, sebagaimana hal ini
dalam kewajibannya, dan pembuktian
suatu hak yang dimaksudkan atas orang dikatakan oleh al-Alusi. Sedangkan ulama
lain; yakni dalam berbagai masalah Hanafiyyah berpendapat, "Orang fasik
tidak diterima kesaksiannya, meskipun ia
orang yang layak, seandainya ada seorang
hakim memutuskan perkara berdasar-
kan kesaksian orang fasih hakim tersebut
dianggap bermaksiat, namun keputusan-
nya berlaku efektif''l22
12 1 HR al-Baihaqi dalam, "Syu' abul I imaa4" dari Anas bin Malik 722 Ahkaamul Qur'aan, karya al-fashshash, juz 3, hlm. 298.
. Ini adalah hadits dhaif.
4. Ulama Hanafiyyah meniadikan ayat ini faktor darurat. Akan tetapi, perkataan
orang fasik tidak diterima jika ada hak
sebagai landasan dalil diterimanya berita orang lain yang tersangkut dengan per-
satu orang yang tidak diketahui secara jelas
keadaannya. Sebab, ayat ini menunjukkan kataannya.
kefasikan merupakan syarat wajib dilaku-
kannya pengecekan dan verifikasi. Maka, 9. Sebagian ulama menjadikan ayat ini
pemberlakuan hukum ini terbatas pada sebagai landasan dalil bahwa di antara para
apa yang disebutkan dalam nash [yaitu sahabat ada yang tidak adil ftidak memiliki
adanya unsur kefasikan), sehingga di luar integritas moral dan keagamaan). Sebab,
itu tetap pada hukum asal, yaitu diterima. Allah SWT menggunakan sebutan orang
5. Ayat ini juga mengandung pengertian, fasik terhadap Walid bin Uqbah, karena
ayat ini turun terkait dengan dirinya, dan
berita satu orang tidak diwajibkan untuk
diyakini, buktinya ada kewajiban untuk sebab turunnya ayat tidak bisa dikeluarkan
melakukan verifikasi di dalamnya. Sebab,
seandainya informasi satu orang memberi dari lingkaran teks yang bersifat umum,
faedah yakin, tentu sudah tidak perlu sementara berdasarkan kesepakatan,
dilakukan verifikasi di dalamnya.123
Walid bin Uqbah adalah seorang sahabat.
6. Ibnul Arabi mengatakan, "Di antara hal Mayoritas ulama mengatakan, para
yang mengherankan, Imam Syafi'i dan para sahabat semuanya adalah adil.
ulama seperti dirinya memperbolehkan 10. Fasik ada dua macam. Pertama, fasik yang
keimaman orang fasik. Padahal, mereka
tidak bisa dipercaya memegang amanah tidak memiliki landasan interpretasi,
secuil harta, lalu bagaimana diperbolehkan sudah tidak diperselisihkan lagi, orang
fasik seperti ini tidak diterima beritanya.
memegang amanah harta yang paling Kedua, fasik yang memiliki landasan
interpretasi, seperti kelompok fabariyah
berharga; agama! Barangsiapa shalat de-
dan Qadariyah. Mereka disebut mubtadi'
ngan bermakmum orang fasik, ia wajib (orang yang melakukan bid'ah) dengan
bentuk bid'ah yang jelas. Terkait dengan
mengulang secara diam-diam dalam hati- bentuk fasik yang kedua ini, para ulama
berbeda pendapat. Di antara ulama Ushul
nya. Akan tetapi, tidak seyogianya sese-
orang tidak shalat dengan bermakmum seperti imam asy-Syafi'i, adayang menolak
kepada imam yang tidak disenangi."l2a kesaksian dan riwayatnya sekaligus, dan
ada pula yang menerima kesaksian dan
7. Jika ada seorang fasik menjadi pemimpin,
periwayatannya; yaitu jumhur fuqaha
berbagai keputusannya yang sesuai de-
dan ulama hadits. Alasannya, ditolaknya
ngan kebenaran berlaku efektif, sedangkan
kesaksian orang fasik adalah karena
yang bertentangan, ditolak.
adanya kecurigaan bohong, sementara
8. Sudah tidak diperselisihkan lagi, perkataan kefasikan orang fasik yang kedua ini
menyangkut keyakinan yang tidak meng-
orang fasik diterima jika ia sebagai utusan halangi kejujuran pada dirinya. Adapun
atau kurir oranglain untuk menyampaikan menyangkut periwayatan, orang yang
maklumat, atau menyampaikan sesuatu
hal, atau menyampaikan sesuatu atas izin memelihara dirinya dari berdusta atas
pengutusnya. Ini boleh, karena adanya nama selain Rasulullah saw, secara prio-
123 lbid, hlm. 399. ritas ia lebih memelihara dirinya dari
124 Ahkaamul Qur'aan, karya Ibnul Arabi, jtrz 4, hlm. 1703 dan
berdusta atas nama Rasulullah saw..
berikutnya.
:IAFSIRAL-MUNIRIILID 13 ft surahat-Huluraat
11. fika ada orang fasik memutuskan ber- fisih karena kemaksiatan adalah tidak
dasarkan alat bukti yang kuat, seperti
menjalankan amal-amal ketaatan dan
berdasarkan kesaksian dua orang saksi hukum-hukum syari'at, dan ini mencakup
seluruh bentuk kemaksiatan. Hal ini berarti
yang adil, itu tidak termasuk dalam bahwa seorang Mukmin yang melakukan
verifikasi, terhindar dari kebohongan.
kategori melakukan berdasarkan ketidak- L4, Ulama Asya'irah menjadikan ayat, 1-?Y
tahuan. Sebab, maksud melakukan ber- {crjr 5j1 aan (o$jr; a-uV 'Jllt &t'rSt|
dasarkan ketidaktahuan adalah menerima sebagai dalil mengenai penciptaan per-
perkataan seseorang yang perkataannya buatan. Maksudnya, Allah-lah Yang men-
ciptakan perbuatan manusia, dzat mereka,
tidak memberikan dugaan kuat bahwa
sifat-sifat mereka, perkataan mereka, dan
perkataannya benar.
keragaman mereka, tiada sekutu bagi-Nya.
12. Keberadaan Rasulullah saw. di tengah- Hal ini berdasarkan ayat,
tengah para sahabat merupakan elemen "padahal Allah-lah yang menciptakan
kamu dan apa yong kamu perbuat itu."
dasar langkah untuk melakukan verifikasi, (ash-Shaaffaat 96)
sikap hati-hati, dan tidak gegabah, se- Ini merupakan sanggahan terhadap
hingga sikap gegabah dalam mengambil kelompok Qadariyah,l2s Imamiyyah, dan
Muktazilah yang mengatakan, manusialah
mengeluarkan vonis bisa terhindari. Se- yang menciptakan perbuatannya. Dalam
hal ini, mereka menalnvilkan ayat, ;-I!,b
andainya kaum yang disudutkan Walid
45,F q;;t oG1t,l{ita"tr. konteks al-Luthf
benar-benar diperangi, itu adalah keliru,
dan taufik.
dan orang yang ingin menimpakan celaka 15. Orang-orang yang diberi taufik oleh Allah
kepada kaum tersebut karena adanya SWT dengan menjadikan mereka cinta
permusuhan antara mereka dengan kepada keimanan, dan benci kepada ke-
Walid, tentulah orang tersebut akan kufuran; menjadikannya buruk di mata
terjatuh ke dalam dosa, kepayahan, dan mereka, mereka itulah orang-orang yang
celaka. fadi, yang dikehendaki dari ayat, lurus. Allah SWT melakukan hal itu terhadap
mereka sebagai karunia dan nikmat dari
4;'r j; €-4 'ri ri:r;rr] adalah janganlah
125 fabariyah dan Qadariyah adalah dua aliran yang syadz
kalian berbohong, karena Allah SWT dalam aqidah dan keluar dari koridor pendapat jumhur
ulama. Aliran Jabariyah berpendapat, Allah SWT adalah
memberitahu Rasulullah saw. tentang
Yang memaksa hamba melakukan perbuatannya, sedang-
berita yang kalian sampaikan, sehingga
kan hamba berposisi pasif, keinginan dan kehendak
kebohongan kalian pasti terbongkar.
manusia sama sekali tidak memiliki peran dan intervensi
13. Allah SWT menuturkan iman dan meng- hakiki di dalamnya. Sementara itu, kelompok Qadariyah
mengatakan, hamba adalah yang menciptakan perbuatan-
konfrontirkan dengan tiga hal yang. Dia
perbuatan dirinya, dan Allah SWT tidak memiliki
menjadikan mereka benci kepada tiga
otoritas atas hamba dalam perbuatan-perbuatan yang
hal tersebut kekufuran, kefasikan dan dilakukannya. Lihat, Asy-Syaafii Syarh Ushuulul Kaafi i, karya
Syaikh Abdullah al-Muzhaffar; jttz 2, hlm.236. Sedangkan
kemaksiatan. Iman adalah nama untuk htab, Al-Kaafii, adalah karya al-Allaamah Muhammad bin
Ya'qub alKalini ar-Razi.
tiga hal; membenarkan dengan hati, meng-
ikrarkan dengan lisan, dan mempraktik-
kan dengan anggota tubuh. Ketiga elemen
iman ini menjadi bandingan ketiga hal di
atas. Pertama, kufur yang berarti ingka4,
menjadi bandingan membenarkan dengan
hati. Kefasikan menjadi bandingan meng-
ikrarkan dengan lisan. Kemaksiatan men-
jadi bandingan mempraktikkan dengan
TArsrR AL-MUNrR JrrrD 13
sisi-Nya. Karunia adalah berbagai kebaikan ul. q:u i5 ,e-'; ? 4 4U ii ,da
q *ui5,qt; F1bii,a*l
yang berada dalam perbendaharaan Allah d. o.p iS ,*Ll d,ev i5 ,us
SWT. Sedangkan nikmat adalah karunia
yang sampai kepada hamba, yaitu apa yang oA
dibutuhkan hamba. L_qt'"(+Jl
Penyebutan mereka dengan ar- cfrb5 etyz;i Oi;ti cSsl. b t1V
i*n q;it,4t-dt.$;1 ildt
raasyiduuna mengisyaratkan bahwa me- i:h ii
\y,tt,^)qtt (F- ,se':r otvi
reka teguh dalam mengikuti perintah
u \Lv. U At .o+t ry. G\6
Rasulullah saw., senantiasa memegang :*t ?iv eY:; v "?
berbagai petunjuk beliau, dan memahami
6J;";lr
kedudukan beliau di tengah-tengah mereka.
I e.ir, zFj q &;S i:ts$ qy
Maka, mereka berhak mendapatkan ar-
ruqyd (kelurusan), sehingga mereka men- .&g!t b A;;.t5 ,'or*4tj Ai,lit't
jadi orang-orang yang raasyid (lurus). Di
sini juga terkandung sindiran terhadap ,J6'"&t ',fi,r6 ii UV k',*U\
kelompokkedua, di mana mereka jauh dari
apa yang bisa membawa mereka kepada y, S|l-.,i ,Ji:"3 a;:<i e$t ti$r
ar-rusyd. 'r4tt ,,litu5 la * iQ! c,!).!,
L6. Allah SWT Maha Mengetahui segala se- ";*taL,eg,it yirl 3,$t;#it .,yG
suatu, mengetahui siapa yang komitmen
dalam menginginkan kebaikan dan yang 'Ya Allah, hanya bagi-Mu segala puji.
tida[ mengetahui siapa yang menginginkan Ya Allah, tiada yang bisa menggengam apa
Rasulullah saw mengambil langkah yang yang Engkau julurkan (lepaskan), tiada yang
sesuai dengan hikmah dan yang tidak.
bisa menjulurkan apa yang Engkau genggam,
Lebih dari itu, Allah SWT mengetahui
tiada yang bisa menunjuki orang yang Engkau
segala sesuatu dan memberitahu Rasul-Nya sesatkan, dan tiada yang bisa menyesatkan
tentangnya, memerintahkan kepada Rasul- orang yang Engkau tunjuki, tiada yang
Nya apa yang sesuai dengan hikmah. Kaum
Mukminin pun harus mematuhi perintah bisa memberikan apa yang Engkau tahan,
tiada yang bisa menahan apa yang Engkau
beliau dan menjauhi sikap mengajukan berikan, tiada yang bisa mendekatkan apa
yang Engkau jauhkan, dan tiada yang bisa
usulan kepada beliau. menjauhkan apa yang Engkau dekatkan.
L7. Nabi Muhammad saw. senantiasa berdoa Ya Allah, hamparkanlah kepada kami dari
yang isinya sesuai dengan esensi ayat 7. keberkahan, rahmat, karunia, dan rezeki-
Imam Ahmad dan an-Nasa'i meriwayatkan Mu. Ya Allah, sesungguhnya hamba meminta
dari Abu Rifa'ah az-Zuraqi dari ayahnya, kepada-Mu kenikmatan abadi yang tidak
ia berkata, "Pada kejadian Perang Uhud,
ketika orang-orang musyrik berbalik arah,
Rasulullah saw. bersabda,'Berborislah
kalian, aku memanjatkan pujian kepada
Tuhanku.' Kaum Mukminin pun berbaris
di belakang beliau, lalu beliau berdoa,
q :;-,tl'i .+, ,tk "-gt U dt
ThrsrRAr-MuNrRJruD 13
berubah dan tidak hilang. Ya Allah, hamba (golongan) yang berbuat zalim itu, sehingga
memohon kepada-Mu kenikmatan pada
golongan itu kembali kepada perintah Allah. Iika
masa kefakiran, dan kondisi aman pada masa golongan itu telah kembali (kepada perintah Allah),
maka damaikanlah antara keduanya dengan adil,
ketakutan. Ya Allah, sesungguhnya hamba dan berlakulah adil. Sungguh, Allah mencintai
berlindung kepada-Mu dari kejelekan apa
yang Engkau berikan kepada kami dan dari orang-orang yang berlaku adil. Sesungguhnya
orang-orang Mukmin itu bersaudara, karena itu
kejelekan apa yang tidak Engkau berikan. Ya damaikanlah antara kedua saudaramu (yang
Allah, jadikanlah kami cinta kepada keimanan berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar
kamu mendapat rahmat." (al-Hujuraat: 9- l0)
dan jadikanlah keimanan itu indah dalam
I'raab
hati kami, dan jadikanlah kami benci kepada
4,*tru.:;.:t igyrL i,[] Kata {lqr.t} marfuu'
kekufuran, kefasikan dan kemalcsiatan, dan oleh fi'il yang dikira-kirakan keberadaannya,
jadikanlah kami termasuk orang-orang yang
lurus (ar-Raasyiduun). Ya Allah, matikanlah <t*:;;rtt i 9*.rL ,y:if:>
kami dalam keadaan sebagai orang Islam, Tidak boleh membuang f'fl yang jatuh
hidupkanlah kami dalam keadaan sebagai
orang Islam, dan temukanlah kami dengan setelah kata syarat yang berfungsi kecuali jika
kata syarat itu adalah 1..,y. Sebab, ia merupakan
orang-orang saleh dalam keadaan tidak kata syarat yang pokok di antara yang lainnya.
sebagai orang-orang yang hina dan tidak pula Hal ini berdasarkan kaedah, "Sesuatu yang
terkena fitnah. Ya Allah, binasakanlah orang-
orangkafir yang mendustakan para rasul-Mu tidak bisa berlaku untuk cabang, bisa berlaku
dan menghalang-halangi dari jalan-Mu. Dan untuk pokok."
jadikanlah hukuman dan adzab-Mu atas Menurut qiyas, semestinya f il yang di-
mereka. Ya Allah, binasakanlah orang-orang gunakan adalah 6:ji;.r;, sebagaimana bacaan Ibnu
kafir yang mereka telah diberi Al-Ktab, wahai Abi Ailah, atau pti5 sebagaimana bacaan Ubaid
bin Umair dengan mempertimbangkan bentuk
Tuhan sebenarnyd'
kata faa'il yang ada e',146 (dua golongan).
-2-
Sedangkan menurut bacaan Hafsh yang meng-
urerrut ilEHiEt-E$flxAil lslFl.s[,, ;,,, gunakan bentuk jamak 4rr;"r;, maka itu dengan
mempertimbangkan maknanya, bukan bentuk
IilTERI{AU HUKUM PARA PEmBAffi(AilG
kata. Karena kata 6rt*.ti.st1 memiliki makna
Surah al-Hufuraat Ayat 9-10
kaum atau sekumpulan manusia. Setiap 6;;u;
,?$W. WE rJtir -i;-erfl 1r,fip lrV [golongan) adalah jamaah (sekelompok orang).
|
Kata ga6l berarti sekumpulan orang yang
iy:.6- b,* dulP ;H ti'F eiaya; jumlahnya di bawah srfr;
i'fwv,la\w. w6 ;rt e"rg"iil
BalaaShah
Wul;y-ob$tu,ye'titStt(,)-iit
4;j-;.t4r6\('r*'F Di antara kedua kalimat
'6j:4't&ia6:VK,g-*
ini terdapat ath-thibaaq.
"Dan apabila ada dua golongan orang Mukmin
(r.u-jiry {'-,or{;} Di antara kedua kata ini
berperang maka damaikanlah antara keduanya. terdapat jinaasy isytiqaaq (berasal dari akar
Iika salah satu dari keduanya berbuat zalim kata yang sama).
terhadap (golongan) yang lain, maka perangilah
{;'r,y o}.$r d1} ni sini terdap at tasybiih IAFSIRAL-MUNTR JrLrD 13
baliigh, karena titik persamaan antara mu-
{;*u- iir Allah SWT mencintai orang-orang
syabbah dan musyabbah bihi dan partikel
yang berlaku adil; memuji perbuatan mereka
Gitasybiih-nya dibuang. Asalnya, C itt:'i*:r Gy dengan memberikan balasan yang baik.
rt)t e> (orang-orang Mukmin itu seperti ber- $?r-y ar-!5:tt ri1| orang-orang Mukmin ada-
lah saudara seagama, seaqidah, dan seiman
saudara dalam mengasihi dan menyayangi). yang menjadi sebab kehidupan abadi. Sebab,
persaudaraan seagama lebih kuat dan lebih
fuA;i 6 t+bb digunakan bentuk kata
Zahir yang di-idhaafah-,lan kepada orang- kekal dari persaudaraan nasab dan per-
kawanan. Ini menjelaskan alasan di balik
orang yang diperintah, 1$;fi) yang sebenarnya perintah untuk memperbaiki hubungan.
Oleh karena itu, dalam ayat ini keberadaan
di sini bisa saja hanya cukup menggunakan
pertalian persaudaraan diisyaratkan secara
bentuk kata ganti. Hal ini mengandung maksud berulang yang dilanjutkan dengan penyebutan
perintah mendamaikan sebagai implikasinya
penekanan pada perintah yang ada. sebagaimana dalam lanjutan ayat berikutnya,
Mufradaat Lughawlyyah 43,.;:;i ; t*:ub karena itu, damaikanlah di
{lg,t} bentuk totsniyah dari thaa'ifah, antara kedua saudaramu yang sedang ber-
sengketa. Di sini secara khusus disebutkan dua
sekumpulan orang. {'rr=',} penggunaan fi'il oran& karena terjadinya persengketaan adalah
jamak untuk mempertimbangkan makna, afh- minimal antara dua orang. Ada yang T"--
thaa'ifataanl, kaum atau orang banyak. Atau, baca dalam bentuk jamak <&it> dan 1,'5i;ti5.
karena bilangan jamak minimalnya adalah {1i,, 'r"';} bertalnualah kalian kepada eUatr iWf
dua. {ui;1; t+6Y damaikanlah di antara kedua untuk melanggar dan mengabaikan hukum-
kelompok bertikai itu dengan nasihat dan
Nya. 4:';; 6frY supaya kalian dirahmati
seruan kembali kepada hukum Allah SWT
karena ketalowaan kalian.
serta cegahlah dari saling bertikai dengan
Sebab Turunnya Ayat 9
nasihat atau dengan ancaman dan hukuman.
Imam Ahmad, Bukhari, Muslim, Ibnu
{.;.}melanggar, melampaui batas, dan farir; dan yang lainnya meriwayatkan dari
Anas bin Malih 'Ada yang mengatakan kepada
menyimpang. Dari akar kata <,i4D, kezaliman.
Rasulullah saw'Wahai Nabi Allah, seandainya
{;6;} kkeembebnaalri.afnl.lt{iqijrr}ikie*pia,*da,+pe6ri}ntalhakAukllaahn Anda berkenan menjenguk Abdullah bin Ubai.'
Beliau pun berangkat sambil menaiki seekor
SWT, keledai dan kaum Muslimin berjalan kaki.
Tanah yang mereka tempati sangatlah gersang,
normalisasi hubungan dengan menghilangkan
saat keledai Rasulullah saw. kencing, Abdullah
jejak-jekak pertikaian dengan memberikan bin Ubai berkata,'Menjauhlah dariku, bau tidak
sedap keledaimu sangat menggangguku.' Saat
ganti rugi atas berbagai kerusakan yang terjadi Abdullah bin Rawahah membalas ucapannya,
'Sungguh, air kencing keledai beliau jauh lebih
akibat konflik dengan cara yang adil. (giifiy
harum daripada kamui ada seseorang dari
berlakulah adil dalam semua urusan. Dari kaum Abdullah bin Ubai marah mendengar
kata llrijr;, menghilangkan kezaliman. 1t -uir; ejekannya. Kedua kelompok itu pun saling
berarti al-jaa'ir, orang yang berlaku zalim,
melanggar dan menyimpang, seperti ayat
4* {i+Vt<' o;Lat f;iy "6 Aqsathab erarti,' a dal a
(berlaku adil), qasatha berarti mengambil dan
merampas hak orang lain, al-muqsifh berarti,
al-'aadil (orang yang berlaku adil). +l 'J:t !'t\
126 Al-linn: 15.
TArsrR AL-MUNrR JrLrD 13
marah, hingga terjadi saling pukul dengan distrih lalu mereka diajak untuk menyelesaikan
pelapah kurma, tangan, dan sandal. Lalu Allah permasalahan melalui jalur hukum, namun
SWT pun menurunkan ayat 9 terkait dengan
mereka menolak. Lalu turunlah ayat 9 surah al-
kasus mereka."
Hujuraat."
Ada yang mengatakan, Rasulullah saw. Ibnu farir juga meriwayatkan dari Qatadah,
menjenguk Sa'ad bin Ubadah yang sedang ia berkata, "Disebutkan kepada kami, ayat ini
turun sehubungan dengan dua orang laki-laki
sakit. Di tengah perialanan, beliau berpapasan dari Anshar. Terjadi persengketaan di antara
mereka terkait dengan suatu hak Salah seorang
dengan Abdullah bin Ubai, lalu ia mengatakan dari mereka, karena memiliki klan yang ber-
anggotakan banyak oran& mengancam dengan
kepada beliau apa yang ia katakan. Lalu berkata kepada seterunya, "Sungguh, aku akan
mengambilnya secara paksa." Sementara yang
Abdullah bin Rawahah membalasnya dengan satunya mengajaknya untuk meminta putusan
eiekan. Rekan masing-masing pun saling mengenai perselisihan tersebut kepada
memberikan pembelaan, hingga terjadilah Rasulullah saw. namun ia tidak mau. Akhirnya,
kekisruhan di antara mereka. Lalu turunlah suasan pun semakin memanas hingga terjadi
ayat9 surah al-Hujuraat. Lalu Rasulullah saw.
membacakannya kepada mereka, mereka aksi kekerasan di antara kedua belah pihak
pun lantas berdamai. Abdullah bin Rawahah dengan menggunakan tangan dan sendal,
namun tidak sampai terjadi pertumpahan
berasal dari suku Khazraj, sedangkan Abdullah
darah dengan senjata tajam."
bin Ubai dari suku Aus. Kesimpulannya, mungkin saja kasus yang
Ibnu Jarir dan Ibnu Abi Hatim me- menjadi latar belakang sebab turunnya ayat
riwayatkan dari as-Suddi, ia berkata, 'Ada lebih dari satu. Kasus dan kejadian-kejadian
tersebut di atas memiliki sisi kesamaan.
seoranglaki-laki Anshar dikenal dengan Imran.
Persesualan Ayat
Ia memiliki seorang istri bernama Ummu
Setelah Allah SWT memperingatkan kaum
Zaid. Suatu ketika istrinya ingin menguniungi Mukminin supaya waspada terhadap berita
keluarganya, namun suami menghalanginya orang fasih Allah SWT menerangkan dampak
dan mengurungnya dalam sebuah kamar dari berita orang fasik; fitnah dan perseng-
ketaan, bahkan mungkin sampai peperangan.
yang tinggi dan tidak boleh ada seorang pun Allah SWT pun memerintahkan untuk men-
dari keluarga istri yang menjenguknya. Lalu damaikan dua pihak yang saling bersengketa
istrinya mengabarkan sesuatu yang ia alami dengan berbagai sarana; nasihat, pelajaran,
bimbingan, dan tahkim (arbitrase). fika salah
kepada keluarganya. Kaumnya pun datang dan
satu pihakada yang melanggar pihaklain, pihak
menurunkannya dari kamar tersebut untuk
yang melanggar akan diperangi. Kemudian,
dibawa pergi. Melihat hal itu, suaminya lantas
Allah SWT menjelaskan alasan dibalik perintah
meminta bantuan dari kaumnya, mereka pun
datang untuk menggagalkan aksi dari kaum damai tersebut; yaitu adanya ikatan per-
saudaraan di antara kedua belah pihak. Allah
istrinya. Lalu suasana pun semakin rusuh SWT kemudian memerintahkan pihak pe-
dan terjadilah baku hantam di antara kedua nengah dan pihak-pihak yang bersengketa
belah pihak. Lalu turunlah ayat ini terkait
dengan kejadian tersebut. Rasulullah saw pun
mengutus seseorang kepada mereka untuk
mendamaikan kedua belah pihak dan mereka
akhirnya kembali kepada perintah Allah SWT
fkebenaran)."
Ibnu farir meriwayatkan dari al-Hasan,
ia berkata, "Terjadi perselisihan antara dua
untuk bertakwa kepada Allah SWT dan menaati Syam dan penduduk Irak setelah konflik pan-
perintah-Nya. jang di antara keduanya.
Tafslr dan Penfelasan ;,t J; i d' trttui ,g|\t 1; Gt-l1.I oIF
fiyt ii j1 jika silah satu golongan ada yang
4G t+t irru't ;.*)At 9vog! apabila
melanggar dan melampaui batas terhadap
ada dua kelompok dari kaum Muslimin sa- golongan yang lain, serta tidak mau tunduk
ling berseteru, menjadi keharusan bagi kepada hukum Allah SWT dan nasihat, kaum
waliyyul amri (pemerintah, pemimpin) untuk Muslimin harus memerangi golongan ter-
sebut hingga kembali kepada hukum dan
mendamaikan dengan memberi nasihat, perintah Allah SWT berupa tidak melakukan
mengajak kembali kepada hukum Allah SWT, penganiayaan. Memerangi di sini bisa dengan
senjata dan yang lainnya. Pihak penengah
memberikan bimbingan, serta menghilangkan atau mediator mengambil langkah yang bisa
kesalahpahaman dan akar-akar penyebab mewujudkan kemaslahatan; kembali kepada
perselisihan. hukum Allah SWT. |ika yang diinginkan sudah
Di sini digunakan kata in untuk meng- tercapai tanpa menggunakan senjata, jika
isyaratkan, tidak selayaknya terjadi konflik pihak penengah tetap menggunakan pen-
di antara kaum Muslimin, jika pun terjadi, dekatan dengan cara kekerasan, ia dianggap
telah berlebihan. Namun jika senjata atau
itu sangatlah langka. Pesan ayat ini ditujukan
pendekatan dengan kekerasan adalah jalan
kepada wallryul amri dan perintah di dalamnya
satu-satunya, itulah yang harus dilakukan
adalah bersifat wajib. sampai golongan yang zalim mau kembali
Bukhari dan yang lainnya menggunakan
kepada hukum Allah SWT.
hal ini sebagai landasan dalil bahwa perbuatan
maksiat, meskipun besac tidak sampai menge- *1 rtt i'1. t*4b l.tst', cit ;*ri i,s o$y
luarkan pelakunya dari lingkaran iman. Ber- (rt.Jt jika setelah diperangi, golongan itu
beda dengan Mukazilah dan Khawarij yang
mengatakan, pelaku dosa besar menjadi kafir berhenti dari kezalimannya, rela menerima
perintah dan hukum Allah S\MT, kaum Mus-
dan ia masuk neraka.
limin harus bersikap adil di antara kedua
Dalam Shahih Bukhari diriwayatkan dari
Abu Bakrah, ia berkata, "Suatu hari saat Rasu- pihak dalam memberikan putusan, melakukan
lullah saw. menyampaikan khutbah di atas langkah optimal untuk bisa sampai kepada
kebenaran yang sesuai dengan hukum Allah
mimbar sambil membawa Hasan bin Ali, Lalu SWT serta "menahan tangan" golongan yang
zalim itu hingga ia keluar dari kezaliman dan
sesekali melihat ke arah orang-orang dan
menunaikan kewajibannya terhadap golongan
sesekali melihat Hasan, beliau bersabda,
yang lain, hingga di kemudian hari tidak terjadi
#";F't,';fi. , ,i*iti lkr'",Fi u;6:r '""y
lagi konflik di antara keduanya.
',-relrt-Jt b ;;.d+t
Wahai para pihak penengah, berlaku
"Putraku ini akan menjadi seorangpemimpin,
adillah kalian dalam memberikan putusan di
siapa tahu barangkali Allah SWT mendamaikan
di antara duakelompokbesar darikaum Muslimin antara kedua belah pihak. Allah SWT menyukai
,melalui perantaraan putraku ini." (HR Bukhari)
orang-orang yang berlaku adil dan membalas
Benarlah sabda beliau. Melalui Hasan bin
Ali, Allah SWT mendamaikan antara penduduk mereka dengan sebaik-baikbalasan. Ini adalah
perintah untuk berlaku adil dalam segala
urusan.
TATSIRAL-MUNIR JILID 13
Ibnu Abi Hatim dan an-Nasa'i me- damaikanlah di antara dua orang bersaudara
yang berselisih, hendaklah panglima kalian
riwayatkan dari Abdullah bin Amr, ia berkata,
"Rasulullah saw. bersabda, dalam usaha mendamaikan dan dalam seluruh
urusan kalian adalah bertaloara kepada Allah
,ri &n,irol-,J 7s q'nt e.';^:"--tt l:; SWT dan takut kepada-Nya dengan cara ber-
komitmen pada kebenaran dan keadilan, tidak
q'nt qblii u. i+t Ax. zalim, dan tidak memihak kepada salah satu
pihak. Sebab, mereka adalah saudara kalian,
"Orang-orang yang berlaku adil ketika di
dunia, mereka pada hari Kiamat berada di atas Islam memberikan kedudukan setara di antara
mimbar yang terbuat dari lu'lu' (mutiara) di sisi semuanya, sehingga tidak ada yang dilebihkan
Tuhan Yang Maha Pengasih, atas keadilan yang dan tidak ada diskriminasi. Supaya kalian
telah mereka perbuat di dunia." tzz (HR an-Nasa'i dirahmati karena ketalnaraan kalian, yaitu
dan Ibnu Abi Hatim) komitmen terhadap perintah dan menjauhi
Muslim dan an-Nasa'i meriwayatkan dari larangan.
Abdullah bin Amt Rasulullah saw bersabda,
Perlu diperhatikan, konteks perselisihan
b7v&vqr di antara dua orang Allah SWT menyebutkan
kalimat fitr prrjy fdan bertakwalah kalian kepada
e."* e3lq O-it ,.i)t # & ,tj Allah), sementara dalam konteks mendamaikan
rit3, ui &ati dua golongan tidak disebutkan kalimat tersebut.
"Orang-orang yang berlaku adil pada hari Hal ini karena dalam kasus perselisihan di antara
dua orang, ada kekhawatiran perselisihan itu
Kiamat, mereka di sisi Allah SWT berada di bisa meluas. Adapun dalam kasus perselisihan
atas mimbar dari cahaya, di sebelah kanan Arsy. dua golongan, dampak fitnah atau mafsadah
Mereka adalah orang-orang yang berlaku adil yang ada memang sudah bersifat umum, luas
dalam keputusan yang mereka berikan, berlaku
dan mencakup semuanya.
adil menyangkut keluarga mereka dan menyangkut
Dalam ayat ini digunakan kata, {ri1} yang
apa yang dimandatkan kepada mereka." (HR berfungsi sebagai al-hashr (pembatasan)
Muslim dan an-Nasa'i)
bahwa tidak ada persaudaraan kecuali di antara
Kemudian, Allah SWT memerintahkan per- kaum Mukminin dan tidak ada persaudaraan
damaian dalam perselisihan yang paling ringan antara orang Mukmin dan orang kafir. Sebab,
sekalipun, €:,ul'lt tgt {:;i',; t+b ?r1 c}".itr G$ Islam adalah tali yang menyatukan di antara
(ir^j untuk menyempurnakan tuntunan, Allah
para pemeluknya. Selain itu, penggunaan
SWT menuturkan bahwa orang-orang Mukmin
adalah saudara seagama. Mereka disatukan kata, (ri1) di sini juga memberikan pengertian
oleh satu prinsip; iman. Wajib mendamaikan bahwa perintah dan kewajiban mendamaikan
dua orang bersaudara yang bersengketa. di antara dua orang atau golongan adalah
Guna mempertegas perintah mendamaikan di ketika ditemukan unsur ikatan persaudaraan
antara dua orang bersaudara, maka Allah SWT Islam di antara keduanya, bukan perseteruan
memerintahkan untuk bertakwa. Maknanya, di antara orang-orang kafir. fika orang kafir
1 2 7 Isnad hadi ts ini j ayy i d dan kuat, para perawinya memenuhi yang bersangkutan adalah kafir dzimmi
standar dan kriteria ash-Shahih.
atau musta'man, waiib untuk menolong dan
melindunginya serta menghilangkan kezalim-
an dari dirinya, sebagaimana wajib menolong
dan membantu orang Islam secara mutlak
TAFSIRAL-MUNIR JILID 13
ketika pihak yang meniadi lawannya adalah "Posisi orang Mukmin terhadap para kaum
orang kafir harbi.
beriman seperti posisi kepala dari tubuh, ia
Banyak hadits yang mempertegas per-
saudaraan seagama. Dalam Shahih diriwayat- merasa sakit ketika ada orang beriman lain sakit,
sebagaimana tubuh merasa sakit ketika kepala
kan, sakit." (HRImamAhmad)
'^iJ;:"i5 i:,tf i { ,;;ir ;i ,p;t1t FIqh Kehidupan atau Hukum-Hukum
"Orang Islam adalah saudara orang lslam, ia Berdasarkan ayat-ayat di atas, dapat
tidak menzaliminya dan tidak mengacuhkan dan
diambil sejumlah kesimpulan sebagai berikut.
menelantarkannya (tidak menolongnya ketika
L. Wajib bagi para penguasa dan pemimpin
m emb utuhkan p er tolo ngan)."
negara-negara Islam mendamaikan di
*i gF g#t;;ttv #t iF c,frii antara dua kelompok Muslim yang sa-
ling bertikai, dengan mengajak kedua
Allah SWT berkenan menolonghamba selagi belah pihak untuk kembali kepada
ia berkenan menolong saudaranya."
Kitabullah, memberi nasihat, bimbingan,
i*tgj #qi e"tE e |Ept J5
,tr,32L tUo ) dan mempertemukan di antara berbagai
'z-o rir ,gt)t )11o
perspektif dan sudut pandang.
..,5--*l
2. fika salah satu kelompok yang melanggar
&$ ,&\ O/ j.v il ,-fi'u
dan melampaui batas, tidak mau tunduk
)-At
kepada hukum Allah SWT dan Kitab-Nya,
"Perumpamaan orang-orang Mukmin di
melakukan penyerangan dan kerusak-
dalnm sikap salingmencintai, mengasihi, dan saling
an di bumi, kelompok tersebut harus
berempati di antara mereka adalah seperti satu
dilawan menggunakan langkah-langkah
tubuh. Ketika ada sahh satu anggota tubuh yang
pendekatan yang bisa memaksa mereka
sakit, maka seluruh bagian tubuh yang lain ikut
kembali kepada perintah Allah; yakni
berempati dengan tidakbisa tidur dan demam." kembali kepada Kitab-Nya, yaitu dengan
,9*j ,(zi;'.1fu'rk" qt!)tE ufr by menggunakan prosedur yang paling
9,a1 ''i'' ringan fpersuasif), jika belum bisa,
'Orang Mukmin dengan orang Mukmin baru meningkat kepada prosedur yang
lebih keras (represif) begitu seterusnya.
adalah seumPama sebuah bangunan, antara satu Lalu jika mereka telah kembali kepada
bagian dengan bagian yang lain saling menoPang Kitabullah, kedua belah pihak diminta
untuk berlaku obyektif dan adil. Sebab,
dan menguatkan. Rasulullah saw. menyabdakan Allah SWT menyukai orang-orang yang
ini sambil menjalinkan di antara jari-jari beliau." berlaku adil dan benac serta membalas
Imam Ahmad meriwayatkan dari Sahl bin mereka dengan sebaik-baik balasan.
Sa'ad as-Sa'idi, Rasulullah saw. bersabda,
Al-firqah al-baaghiyah (kelompok
qAt b jtyt !n9ui\t ,yt :, A#t'itt, yang melanggar dan melampaui batas)
dalam istilah fuqaha adalah kelompok
A.q "At {U"w,gr4yr Si<t. 6t:t iU yang menentang pemimpin yang sah
[pemberontak, separatis) berdasarkan
uryt
pada suatu interpretasi yang bisa diterima
secara Zahir, namun batil dengan kebatilan
TAFSIRAL-MUNIRIIIIp 13 ./-.\. Surahal-Huluraat
yang mutlak menurutzhann (dugaan kuat) menielaskan bahwa Ammar dibunuh oleh
bukan secara qath'i (pasttdan meyakinkan). al-Fi'ah al-Baaghiyah [kelompok bughat).
fuga seperti orang-orang yang tidak mau
Adapun orang murtad, interpretasinya menyerahkan zakat pada masa khalifah
adalah batil secara pasti, orang murtad tidak Abu Bakar.
masuk kategori al-baaghii [bughat). Begitu 3. Ayat {ajir t 9q'L ig} mengandung dalil
juga, kelompok Khawarij dalam keyakinan
bahwa seorang Mukmin tidak dianggap
yang tidak sampai pada tingkatan me- keluar dari lingkaran keimanan karena
melakukan maksiat atau dosa besar se-
merangi kaum Muslimin. Kelompok perti membunuh, durhaka kepada kedua
Khawarii adalah segolongan para pelaku orang tua, memakan riba, dan memakan
bid'ah yang mengafirkan pelaku maksiat harta anak yatim. Karena dalam ayat ini,
atau dosa besa[ mereka juga menghujat Allah SWT tetap menyebut kedua belah
beberapa imam; mereka tidak termasuk
bughat. Begitu juga orang yang tidak mau pihak atau kelompok sebagai kaum
menunaikan syari'at yang menyangkut Mukminin.
4. Memerangi al-fi'ah abbaaghiyah adalah
hak Allah SWT atau hak hamba, juga tidak
termasuk kategori bughat, karena ia tidak untuk menangkal penyerang dan peng-
ganggu keamanan. Para ulama meng-
memiliki dasar interpretasi. klasifikasikan hukum mengenai bughat.
Suatu kelompok disebut bughat jika Mereka mengatakan, "fika ada dua ke-
lompok saling bertikai dan menyerang
memiliki pertahanan, kekuatan, personil,
atas kezaliman, keduanya didamaikan. fika
dan perlengkapan persenjataan, yang kedua kelompok itu tidak mau melakukan
untuk melawannya, seorang pemimpin rekonsiliasi dan tetap saling berperang
membutuhkan biaya dan menyiapkan
pasukan. |ika mereka hanya melakukan atas kezaliman, keduanya diperangi."
aksinya secara individual dan berjalan
|ika salah satu kelompok melakukan
sendiri-sendiri sehingga mudah untuk pelanggaran terhadap kelompok lain,
menangkap dan mengendalikannya, me- kelompok yang melakukan pelanggaran
harus dilawan hingga mau menerima
reka tidak disebut bughat. rekonsiliasi. Lalu jika kesepakatan rekon-
siliasi di antara kedua belah pihak telah
Mayoritas ulama berpendapat bahwa
tercapai, itu harus dilakukan secara adil dan
bughat tidak dianggap fasik dan tidak
obyektif. fika masih ada permasalahan dan
kafir, berdasarkan ayat, {,:r,Ai n ;tu:.G o$ kesalahpahaman, harus diselesaikan dan
diperjelas berdasarkan hujiah yang terang
lrlrilf.
dan bukti yang kuat serta meyakinkan
Dalam komentarnya mengenai
yang menunjukkan kebenaran.
bugha! Ali bin Abi Thalib berkata, "Sau-
dara-saudara kita menyerang dan men- Dalam ayat di atas juga terkandung
zalimi kita." Namun, mereka keliru dalam pengertian bahwa ideologi kelompok-
kelompok bughat tidak bisa dijadikan
langkah dan tindakan yang mereka
alasan untuk memerangi mereka selama
lakukan, dan melandaskannya pada suatu
mereka tidak melancarkan serangan. Ka-
interpretasi. Mereka seperti kelompok rena dalam ayat ini, Allah SWT berfirman,
Khawarij yang melakukan perlawanan dan
pemberontakan terhadap khalifah Ali bin
Abi Thalib.fuga seperti Mu'awiyah danpara
pendukungnya, mereka termasuk bughat,
berdasarkan sebuah hadits masyhur yang
TAFSTRAT-MUNTR JrLrD 13
lika salah satu golongan melakukan L Perintah memerangi kelompok bughat
tindakan melampoui batas terhadap adalah fardhu kifayah sehingga jika sudah
golongan yang lain, maka perangilah go- ada sebagian orangyangmelaksanakannya,
Iongan yang melancarkan pelanggaran kewaiiban itu gugur. Oleh karena itu, ada
sejumlah sahabat yang tidak ikut dalam
dan kezolimon tersebuL'a2g pelaksanaan perintah dan kewajiban ini,
seperti Sa'ad bin Abi Waqqash, Abdullah
5. Ayat ini iuga mengandung dalil yang jelas bin Amr; Muhammad bin Salamah, dan
yang lainnya. Waktu itu Ali memandang
tentang keharusan memerangi kelompok
langkah mereka tetap benar, dan mereka
yang melampaui batas terhadap imam
mengajukan alasan yang bisa diterima.
atau terhadap salah satu kaum Muslimin,
9. Ayat (ri;lu vI1 Wt -;( if) menunjuk-
yang diketahui secara jelas tindakan
kan bahwa di antara bentuk keadilan
pelampauan batasnya. fuga, terdapat dalil
yang menunjukkan kesalahan pendapat dalam perdamaian adalah mereka tidak
ulama yang melarang memerangi kaum
dituntut pertanggungiawaban atas darah
Mukminin dengan berlandaskan pada dan harta yang rusak akibat konflik di
sebuah hadits yang diriwayatkan Ahmad, antara kedua belah pihak tersebut karena
Bukhari, Muslim, at-Tirmidzi, Nasa'i, Abu
Dawud, dan Ibnu Majah dari lbnu Mas'ud, itu adalah kerusakan berdasarkan suatu
iai by (i"*ir +q penaloadlan. Iuga, jika mereka tetap
"Mengumpat orang lslam adalah fasik, dituntut pertanggung jawaban, itu justru
dan memerangi orang klam adalah kufur." membuat mereka tidak mau berdamai
(HR Bukhari, Muslim, at-Tirmidzi, an- dan akan terus melaniutkan kekerasan.
Nasa'i, Abu Dawud, dan Imam Ahmad) 10. Langkah pendekatan yang dilakukan
Nash ayat secara eksplisit menyanggah terhadap kelompok bughat adalah jika
pendapat di atas. ada suatu kelompok melakukan pem-
6. Ibnul Arabi mengatakan,'Ayat ini menjadi
berontakan terhadap seorang imam yang
dasar dalam memerangi orang Islam
dan kelompok-kelompok bughat yang adil, sementara mereka tidak memiliki
melandaskan tindakannya pada suatu dasar hujjah, imam memerangi mereka
interpretasi. fuga, kepada ayat inilah, para bersama kaum Muslimin seluruhnya atau
sahabat bersandar dan ayat inilah yang
dimaksud Nabi Muhammad saw. dalam bersama sebagian dari mereka yang sudah
sabda beliau, "Ammqr bin Yasir kelak akan
dibunuh oleh kelompok bughat." 12e bisa mencukupi. Sebelum itu, mula-mula
7. Tidak diperselisihkan di antara umat, se- imam mengambil langkah pendekatan
persuasif dengan mengajak untuk patuh
orang imam boleh menunda hukuman
qishash, jika eksekusi qishash itu justru dan bergabung kembali; dan ini adalah
kebenaran yang diserukan oleh Allah
akan bisa mengobarkan fitnah atau
SWT sebelum mengambil langkah represif
mencerai beraikan persatuan umat.
[kekerasan, memerangi). Iika mereka
128 Tafsir al-Qurthubi, juz 16, hlm. 3t7, Ahkaamul Qur'aan,
karya al-fashshash, juz 3, hlm.401. tetap menolak untuk kembali patuh dan
129 Ahkaamul Qur'aan, iuz 4, hlm. 1705. rekonsiliasi, mereka diperangi. Anggota
mereka yang tertangkap tidak boleh
dibunuh, yang lari tidak boleh dikejaa
yang terluka tidak boleh sekalian langsung
TAFsrRAr.-MuNrR IrLrD 13 Diriwayatkan dari Abu Yusul "Kuda
dibunuh, kaum perempuan dan anak-anak dan persenjataan yang ada di tangan
mereka tidak boleh ditawan, dan harta mereka statusnya adalah harta fai dan
benda mereka tidak boleh dirampas. fika
dibagi menjadi lima bagian. Dan jika me-
ada orang adil [yang berada dalam barisan
orang-orang yang patuh kepada pemimpin reka bertobat, mereka tidak dituntut
atau pemerintah) membunuh anggota pertanggungjawaban atas darah dan harta
pemberontak atau sebaliknya, sementara yang mereka rusakkan."
korban yang dibunuhnya itu adalah kerabat Imam Malik, al-Awza'i, dan Imam
Syafi'i mengatakan, "Darah atau harta
warisnya, ia tidak berhak mewarisnya,
yang dirusak oleh kelompok pemberontak,
dan pelaku pembunuhan secara sengaja
sama sekali tidak bisa mewaris korban kemudian mereka bertobat, mereka tidak
yang ia bunuh. Adapun orang-orang yang
memiliki landasan interpretasi, namun dimintai pertanggungjawaban. Sedang-
mereka tidak memiliki wilayah kekuasaan kan yang masih ada wujud barangnya,
dikembalikan." Sedangkan Abu Hanifah
dan pertahanan (syaukah), mereka
berpendapat, "Mereka dimintai pertang-
wajib menanggung jiwa atau harta yang
mereka rusah seperti quththaa'uth thuruq gungjawaban."
fseparatis yang melakukan pembegalan,
dan mereka tidak memiliki suatu wilayah Adapun para anggota mereka yang
kekuasaan) ketika mereka melakukan
tertangkap dan yang terluka, maka tidak
penyerangan.
boleh dibunuh.
7L. Hal-hal yang dirusak dan dihilangkan
Pendapat yang lebih shahih, apa
oleh bughat berupa darah atau harta di
tengah-tengah ketika mereka telah mem- yang dilakukan para sahabat dalam pe-
persatukan dan mempersiapkan diri untuk perangan yang mereka lakukan, mereka
memulai aksi mereka dan ketika mereka
berpisah setelah perang berakhir; secara tidak mengejar yang melarikan diri, tidak
menghabisi sekalian yang terluka, tidak
ijma tidak ada pertanggungiawaban di
membunuh yang tertangkap, dan mereka
dalamnya.
tidak membebankan pertanggungjawaban
t2. Mengenai hukum harta benda kelompok
bughat, anggota mereka yang tertawan atas jiwa dan harta yang binasa. Para
dan yang terluka. Adapun mengenai harta sahabat adalah panutan dalam hal ini.
benda kelompok bughat yang berhasil Abdullah bin Umar berkata, "Rasulullah
diambil dari mereka di tengah-tengah saw bersabda,'Wahai Abdullah, tahukah
peperangan, dalam hal ini para fuqaha
kamu bagaimana hukum Allah SWT
berbeda pendapat. Muhammad Ibnu mengenai kelompok bughat dari umat
ini?' la berkata, Allah SWT dan Rasul-
Hasan mengatakan, "Harta benda mereka Nya lebih tahu.' Lalu Rasulullah saw.
tidak bisa dijadikan sebagai ghanimah, bersabda, Anggotanya yang terluka tidak
boleh dihabisi (dibunuh) sekalian, ang-
namun persenjataan dan kuda-kuda me-
gotanya yang tertangkap tidak boleh
reka yang berhasil diambil digunakan
untuk kepentingan memerangi mereka. dibunuh, anggotanya yang melarikan diri
Setelah perang berakhir, harta benda itu tidak boleh dikejaa dan harta mereka
tidak boleh dibagtbagi.' Riwayat senada
dikembalikan kepada mereka." juga disampaikan Hakim dari Abdulllah
bin Mas'ud, dan riwayat serupa juga ia
riwayatkan dari Ibnu Abbas .
Adapun harta yang masih ada wujud mereka. Ada sebagian ulama ditanya
barangnya, maka dikembalikan. tentang pertumpahan darah yang terjadi
13. Putusan dan aturan-aturan yang diterap-
di antara para sahabat, lalu ia menjawab
kan oleh kelompok bughat. Seandainya
dengan menyitir ayat
ada kelompok bughat berhasil menguasai
"Ituloh umat yang telah lalu. Baginya
suatu daerah, lalu mereka melakukan
apa yang telah mereka usahakan dan b ag imu
tugas pengumpulan zakat, menegakkan apa yang telah kamu usahakan. Dan kamu
tidak akan diminta (pertanggungj awaban)
hukuman hadd, dan memberlakukan ber- tentang apa yang dahulu mereka kerjakan."
bagai hukum dan aturan, mereka tidak (al-Baqarah: 134)
perlu mengeluarkan zakat dan hukuman-
Ada sebagian ulama lainnya juga
hukuman hadd yang telah dijalankan
tidak diulang lagi, hukum dan aturan- ditanya tentang pertumpahan darah yang
aturan yang telah mereka putuskan tidak terjadi di antara para sahabat, ia menjawab,
dibatalkan kecuali hukum yang ber- "ltu adalah darah yang Allah SWT telah
tentangan dengan Al-Qur'an, Sunnah, atau membersihkan tanganku darinya, maka,
ijma, sama seperti hukum-hukum yang aku tidak mau mengotori mulutku dengan-
diputuskan oleh pemerintahan yang sah. nya!' Maksudny4 menghindarkan diri
terjatuh ke dalam kekeliruan dan men-
Adapun putusan-putusan mereka justivikasi sebagian dari mereka dengan
yang menyangkut persengketaan, dalam vonis yang keliru. Ibnu Faurak mengatakan,
hal ini Abu Yusuf mengatakan, "Hakim 'Apa yang terjadi di antara para sahabat
berupa berbagai konflik dan perseteruan,
pemerintahan yang sah tidak boleh me- adalah seperti apa yang terjadi antara
luluskan surat, kesaksian, dan pufusan
Yusuf a.s. dengan saudara-saudaranya."
hakim dari pihak bugha! kecuali iika sesuai
dengan pandangannya, ia mencermatinya 15. Orang-orang Mukmin adalah saudara se-
kembali untuk memperbaruinya." 130
agama, bukan saudara nasab. Al-Qurthubi
14. Tidak boleh menisbahkan kepada para
sahabat kekeliruan yang dipastikan, ka- menuturkan, "Tali ikatan persaudaraan
rena mereka semua berijtihad menyang- seagama lebih kukuh daripada ikatan
kut langkah yang mereka ambil dan yang persaudaraan nasab. Sebab, ikatan per-
mereka inginkan adalah Allah SWT. Mereka saudaraan nasab terputus karena berbeda
bagi kita adalah para imam, dan kita di- agama, sementara persaudaraan seagama
perintahkan untuk menahan diri terhadap
tidak akan terputus karena berbeda
konflik yang terjadi di antara mereka,
nasab,"131
kita diperintahkan untuk tidak menyebut
mereka kecuali dengan kebaikan, karena Dalam Shahih Bukhari dan Muslim
kesakralan status sebagai sahabat dan
karena Nabi Muhammad saw. sendiri telah diriwayatkan dari Abu Hurairah, ia ber-
melarang sikap mencela dan menghujat
mereka, Allah SWT mengampuni mereka kata, "Rasulullah saw. bersabda,
dan memberitahukan bahwa Dia meridhai nitgiii\*qiirt-*t a'i l)Jta-rl?..j
ct*t, iu tvGfttts ii
130 Ahkaamul Qur'aan, karya al-Jashshash, juz 3, hIm.403. 137 Tafsir al-Qurthubi, jlz 16, hlm. 322.
TAFSIRAL-MUNIRIILID 13 m Surahal.Huluraat
"langanlah kalian saling hasud, saling lompok bughat pada Perang |amal dan
iri, saling dengki, saling membenci, mencari- Perang Shiffin, apakah mereka adalah
cari aib dan kejelekan orang lain (tajassus),
melakukan tahAssus,t32 dan janganlah kalian orang-orang musyrik?" Ali meniawab
melakukan an-najsy (seseorang menawar
suatu barang dengan harga tinggi, padahal dengan tegas, "Tidak. Mereka adalah
orang-orang yang lari dari kemusyrikan."
ia tidak ingin membelinya, akan tetapi hanya
Lalu ditanyakan lagi kepadanya, 'Apakah
bertujuan untuk menipu dan mengelabuhi
para pembeli). Iadilah kalian hamba-hamba mereka orang-orang munafik?" Ali men-
Allah SWT yang saling bersaudara." (HR
Bukhari dan Muslim) jawab, "Tidak. Karena orang-orang muna-
fik tidak mengingat Allah SWX, melainkan
Di atas telah disebutkan sejumlah ha-
hanya sedikit." Ditanyakan kepadanya
dits yang menielaskan ikatan persaudaraan lagi, "Lalu bagaimana status mereka
di antara kaum Muslimin. Kaum Muslimin
sebenarnya?" Ali menjawab, "Mereka ada-
adalah bersaudara, seakan-akan Islam lah saudara-saudara kita yang melampaui
adalah bapak mereka dan kepadanyalah batas dan menyerang kia."
mereka beraviliasi, sebagaimana para sau- Dalam ayat ini terkandung dalil me-
ngenai bolehnya menggunakan sebutan
dara senasab beraviliasi kepada bapak
saudara di antara kaum Mukminin dari sisi
mereka. agama. Ayat 46.1 ;6) mengandung dalil yang
menunjukkan barangsiapa mengharap-
iui't3F.bt r;y # rw J,+1 i: +j kan baiknya hubungan di antara dua orang
yang bermusuhan dari kaum Mukminin, ia
.i s.1ten0*4t
harus mendamaikan hubungan di antara
t'
keduanya.133
"Bapakku adalah Islam, tidak ada bapak
Surah al-Hujuraat Ayat 11-13
bagiku selain dirinya, di saat orang-orang
saling membangga-banggakan diri dengan rK'6;*,3 A ?i *AJ fr -;;-$W-
Qais atauTamim." WK,A;*bU,fi$;#LfE
16. Ayat 45;iG;\A.b6?a';'y)fi ril) dan ayat F),rt{'yfihiUffiiir{:.5rugis';if ;-
sebelumnya, sebagaimana yang telah
c6l$$"tjiugifi",,:;)\'^3.3fi\
disebutkan di atas, mengandung dalil
fi. iy"#t a lir? Wz:W\ .ir. ir 6li
bahwa tindakan melampaui batas dan
133 Ahkaamul Qur'aan, karya Al-fashshash, juz 3, hlm.404.
zalim tidak sampai menghilangkan label
iman. Karena Allah SWT menyebut mereka
para saudara yang Mukmin, padahal
mereka adalah pihak yang melakukan
tindakan melampaui batas dan kezaliman.
Al-Harits al-Awar mengatakan,'Ali
bin Abi Thalib-dan ia adalah panutan-
ditanya tentang peperangan terhadap ke-
132 At-Tahassus adalah menguping atau mencuri dengar
pembicaraan kaum. At-Iolassus adalah, mencari-cari aib
dan keielekan orang lain.
##) \#4 Kt:, Ax"<b *S lit";zs, (tia.h al-Bazzi membaca <t;$.
fuv?*;Sa$e'rLk-5*a l'raab
"* KzIL (t ;6uill fr ';-6,16 ttt-i,1'ar (3r-, r), "J) Kata {3;ilr} berkedudukan
@i,v?jxrt'.j*u;3Kx:;,Ev$ sebagai badal dari {,::tr}.
4t;:4 f;) As al nya a d al ah 4y!.^.!-JJi,l a I u hs a I a
ffi#Waif'r+XAt*
satu (,r,i dibuang.
"Wahai orang-orang yang beriman! langanlah
{gq} Asalnya adalah (i.,6.), 1,$ salah
suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain,
satunya dibuang.
(karena) boleh jadi mereka (yang diperolok-
Balaaghah
olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-
olok), dan jangan pula perempuan-perempuan 4q ri i !;iItt oi Ujy oi sini terdapat
(mengolok-olokkan) perempuan lain, (karena) boleh tasybiih tamtsiili, menggambarkan penggunj ing
jadi perempuan (yang diperolok-olokkan) lebih baik seperti pemakan daging orang yang telah me-
dari perempuan (yang mengolok-olok). langanlah
kamu saling menceh satu sama lain, dan janganlah ninggal. Penyerupaan di sini menggunakan
saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. bentuk gambaran yang paling buruk.
Seburuk-buruk panggilan adalah (panggrlan) yang Mufradaat Lughawlyyah
buruk (fasik) setelah beriman. Dan barangsiapa {j.+ 'i} jangan menghina, meremehkan,
tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang
yang zalim. Wahai orang-orang yang beriman! dan mencela. As-sukhrryryah dan as-sikhraa,
Iauhilah banyak dari prasangkn, sesungguhnya maknanya al-izdiraa' wal ihtiqaar (menghina
sebagian prasangka itu dosa, dan janganlah kamu dan meremehkan). Dikatakan, sakhira bihi
mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah atau sakhira minhu. Tindakan as-sukhriyyah
ada di antara kamu yang menggunjing sebagian juga bisa dalam bentuk menirukan perkataan,
yang lain. Apakah ada di antara knmu yang suka perbuatan, atau isyarat. {i;} kaum laki-laki.
memakan dagtng saudaranya yang sudah mati? Al-qaum khusus untuk sekumpulan orang laki-
Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada
laki karena mereka adalah para qawwaam
Allah, sungguh Allah Maha Penerima tobat, Maha
(pemimpin) kaum perempuan. 4€."i ;* ,{rh
Penyayang. Wahai manusia! Sungguh, Kami telah
janganlah sebagian dari kalian mencela
menciptaknn kamu dari seorang laki-laki dan
sebagian yang lain, jika kalian mencela, ka-
seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu lian akan balik dicela. Al-lamz, mencela dan
berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu
menunjukkan aib seseorang dengan per-
saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di
antara kamu di sisi Allah ialnh orang yang paling kataan, isyarat dengan tangan atau mata, atau
yang semacam itu.
bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui,
{y6{l i;v *ty janganlah kalian saling
Mahateliti." (al-Hujuraat: f f -l 3)
memanggil dengan julukan yang tidak me-
Qiraa'aat
nyenangkan. An-nabz khusus digunakan me-
("j) Warsy, as-Susi, dan Hamzah ketika
manggil julukan yang tidak baik, contoh,
waqaf membaca 1;,i.y.
4ywahai orang fasik dan kafir. "r.., i+-ar ;:yr
{$} Nafi'membaca 1(:;.
{,r(jr seburuk-buruk nama dan sebutan, yang
telah disebutkan di atas berupa penghinaan,
pencelaan, dan julukan buruk. Mereka dijuluki adalah menyebut-nyebut saudaramu ketika
ia tidak ada dengan sesuatu yang ia benci,
fasik setelah beriman dan keimanan mereka
meskipun aib yang kamu bicarakan memang
sudh diketahui. Maksudnya, merupakan per-
ada pada dirinya. 4q yi i'yt oi $l;i :11y
buatan tercela menisbahkan kefasikan dan
Kalimat ini menggambarkan harga diri orang
kekufuran kepada orang-orang Mukmin.
lain yang dijelek-ielekkan penggunjing dengan
Diambil dari ucapan , thaara ismuhu fil aafaaqi,
bentuk perumpamaan yang sangat buruk.
[;;]namanya terkenal sampai penjuru langit.
(*i barangsiapa tidak bertobat dari hal yang Hal ini ditambah dengan beberapa bentuk
dilarang tersebut. {irlrlrr i $iy mereka
mubaalaghah fhiperbola) lainnya, seperti
itulah orang-orang yang zalim, meletakkan penggunaan kata tanya yang mengandung
tindakan maksiat ke tempat ketaatan, dan pengertian mengukuhkan, meng-isnaod-
menyebabkan diri berpotensi terkena adzab. kan fi'il kepada kata 1;i; [seseorang) untuk
{(:,} jauhilah, iadilah kalian berada memberikan pengertian umum, mengaitkan
jauh darinya. {rt"t' ; ryY banyak prasangka.
kata <JJl [suka) dengan sesuatu yang sangat
Azh-zhann adalah batas tengah antara yakin dibenci, menggambarkan perbuatan ghibah
dan ragu atau wahm [ilusi), sesuatu yang sama seperti memakan daging manusia, men-
muncul dalam diri disebabkan indikasi kuat jadikan manusia yang dimakan dagingnya itu
atau lemah. Banyak dari prasangka, disebut- sebagai saudara dan telah meniadi mayat,
kan secara global, tanpa menjelaskan lebih dan selanjutnya diikuti dengan kalimat,
(lJJ{fy kalian pasti membencinya. Kalimat
lanjut rinciannya, supaya orang berhati-hati
ini berfungsi untuk mengukuhkan kalimat se-
terhadap setiap bentuk prasangka dan men-
belumnya. Maksudnya, mengguniingkan se-
cermati secara saksama apa pun bentuk
prasangka tersebut. Sebab, ada sebagian seorang ketika masih hidup sama seperti me-
prasangka yang harus diikuti, seperti ijtihad makan dagingnya ketika ia telah mati. Ketika
dalam hukum-hukum praktis dan berbaik
kalian disodori memakan daging manusia,
sangka kepada Allah SWT dan serta sebagian kalian pasti membencinya, oleh karena itu
bencilah terhadap ghibah karena ghibah
prasangka lainnya yang haram seperti ber- seperti memakan daging manusia seperti
prasangka dalam masalah-masalah ke- yang telah digambarkan. {lirr qi:6y takut-
tuhanan dan kenabian atau prasangka yang lah kepada hukuman Allah SWT atas ghibah
berbenturan dengan dalil qath'i [pasti), dengan bertobat darinya. {i+j )f; 'i::t i}
dan berburuk sangka kepada orang-orang Allah SWT Maha menerima tobat orang-
Mukmin. fuga, ada sebagian prasangka yang orang yang bertobat, Maha Penyayang kepada
mubah, seperti prasangka dalam berbagai
mereka dengan menfadikan orang yang ber-
urusan penghidupan.
tobat seperti orang yang tidak berdosa.
(il i"t *- ltlh sebagian dari prasangka
(t?t i;7) dari Adam dan Hawa atau
itu dosa yang berimplikasi hukuman. )umlah
prasangka yang masuk kategori ini jumlahnya dari seorang bapak dan seorang ibu. Setiap
orang sama dalam hal ini, maka, tidak ada
banyak, seperti berburuk sangka kepada
alasan untuk membanggakan diri dengan
orang-orang Mukmin yang reputasinya dikenal
nasab, selama asal-usul mereka semua adalah
baik. Kalimat ini menjelaskan alasan perintah
sama. {6;i} iamak dari 1Jy, sekumpulan
untuk menjauhi berbagai prasangka. flt;i VY
manusia yang memiliki tanah air sendiri
mencari-cari keielekan, aib, dan mengekspos
sesuatu yang ditutup-tutupi. {-.,,., yr} Ghibah atau sekumpulan manusia yang berasal dari
keturunan yang sama, seperti Rabi'ah dan yang dosa-dosanya ditutupi Allah SWT jangan-
Mudhar. Kata ini terdiri dari banyak kabilah lah menghina orang yang dosanya dibuka oleh
Allah S\t\IT. Sebab, barangkali dibukanya dosa-
dan cakupannya lebih luas. {iri;} jamak dari dosa orang tersebut ketika di dunia lebih baik
bagi dirinya daripada ketika di akhirat."
(ili), sekumpulan manusia yang cakupannya
Ada yang mengatakan, 'Ayat ini turun
di bawah sya?. Urutan keturunan di kalangan
terkait dengan Tsabit bin Qais bin Syammas.
orang Arab ada tujuh; 1,Lilt ..uJr ,;)t;\t ,ii# ,-;i
Saat seseorang menghina dengan menyebut-
;.pit,itl-;rt1. Contoh, Khuzaimah aaitatr' syo'b, nyebut ibunya pada masa jahiliyah, Tsabit
Kinanah adalah kabilah, Quraisy adalah al- menyembunyikan diri karena malu. Lalu Allah
'imeereh, Qushaiy adalah al-bathn, Abd Manaf SWT pun menurunkan ayat ini."
adalah al-fakhidz, Hasyim adalah al-foshiilah,
Ada yang mengatakan, 'Ayat ini turun
Al-Abbas adalah al-'asyiirah.
terkait dengan Ikrimah bin Abu fahal ketika ia
{,rq} supaya kalian saling mengenal se- datang ke Madinah sebagai seorang Muslim.
Saat kaum Muslim melihat lkrimah, mereka
bagianyanglain, bukan berlomba membangga- mengata-ngatai dirinya, "Putra Fir'aun umat
ini." Ia pun mengadukan hal tersebut kepada
banggakan leluhur dan kabilah. fanganlah Rasulullah saw.,lalu turunlah ayat ini."
kalian saling membangga-banggakan diri
dengan luhurnya nasab, karena kebanggaan Kesimpulannya, tidak menutup kemung-
kinan kejadian-kejadian yang melatar bela-
adalah dengan ketakwaan. {it#i '-^7r ;*;i i:rr}
kangi sebab turunnya ayat ini lebih dari
yang paling mulia di sisi Allah SWT adalah
satu. Sebab, tidak menutup kemungkinan
yang paling bertaloara di antara kalian. Dengan
takwa, jiwa menjadi sempurna dan tiap orang masing-masing kejadian yang disebutkan di
berbeda tingkatan kemuliaannya. Talnara ada- atas menjadi sebab turunnya ayat ini. Yang
diperhitungkan adalah keumuman redaksi,
lah patuh kepada perintah dan menjauhi bukan kekhususan sebab.
larangan. 44 *;irr it! Allah SWT Maha Me- Ayat 77
ngetahui kalian dan segala sesuatu, Maha 4:d ; ;tt utb lbnu Abbas mengatakan,
Mengetahui segala rahasia dan yang ada di "Saat Shafiyyah Binti Huyaiy bin Akhthab
dalam batin sebagaimana lahirnya. mengadukan kepada Rasulullah saw., "Wahai
Sebab Turunnya Ayat Rasulullah, para perempuan mencela dan
mengatai-ngataiku, 'Perempuan Yahudi,
Ayat 77 anak dari orang tua Yahudi.' Beliau berkata
(t''j ; ii ';-:;..iF Adh-Dhahhak mengata- kepadanya, 'Mengapa tidak kamu balas
kan, hyat ini turun terkait dengan delegasi dengan,'Bapakku adalah Nabi Harun, pamanku
Bani Tamim fyang telah disebutkan pada adalah Nabi Musa, dan suamiku adalah Nabi
sebab turunnya ayat pertama dari surah ini). Muhammad.'Lalu Allah SWT menurunkan ayat
Mereka menghina orang-orang miskin dari
kalangan para sahabat: Amma4 Khabbab, ini."
Ibnu Fuhairah, Bilal, Shuhaib, Salman, Salim
Ada yang mengatakan, ayat ini turun
maula Abu Hudzaifah, dan yang lainnya karena
melihat keadaan mereka yang miskin. Lalu terkait dengan istri-istri Nabi Muhammad
turunlah ayat ini terkait dengan orang-orang saw. yang menghina Ummu Salamah dengan
yang beriman dari delegasi tersebut." mengata-ngatainya pendek.
Mujahid mengatakan, "itu adalah peng-
hinaan dan perendahan orang kaya terhadap
orang miskin." Ibnu Zaid mengatakan, "Orang
TAFSIRAI.-MUNIR JILID
Ayat 77 mengumandangkan adzan. Ada beberapa
{:"$'! i;;i; Yry at-Tirmidzi, Nasa'i, Abu orang yang berkata, Apakah budak hitam itu
Dawud, dan lbnu Majah meriwayatkan dari mengumandangkan adzan di atas Ka'bah?'
Abu fabirah bin Adh-Dhahhah ia berkata,'Ada Lalu sebagian yang lain berkata, 'fika Allah
seorang laki-laki dari kami memiliki dua atau SWT tidak suka terhadap hal itu, atau jika
tiga panggilan, saat ia dipanggil dengan salah Allah SWT menghendaki sesuatu, Dia akan
mengubahnya.' Lalu Allah SWT menurunkan
satu nama panggilannya, kemungkinan ia
tidak suka dipanggil dengan nama panggilan ayat ini. Lalu Nabi Muhammad saw. memanggil
dan mewanti-wanti mereka agar iangan saling
tersebut, lalu turunlah ayat ini."
membanggakan diri dengan nasab, saling
Tirmidzi mengatakan, "lni adalah hadits
mengunggulkan dengan banyaknya harta, dan
hasan!' menghina orang-orang miskin."
Hakim dan yang lainnya meriwayatkan Ibnu Asakir dalam al-Mubhamaat berkata,
dari hadis Abu fabirah iuga, ia berkata, "Pada
masa iahiliyah, orang-orang biasa memiliki 'Aku mendapati keterangan dari tulisan
julukan, lalu Rasulullah saw. memanggil se-
orang laki-laki dengan nama julukannya. Ibnu Basykawal, Abu Bakar bin Abu Dawud
dalam tafsirnya meriwayatkan, ayat ini turun
Ada yang mengatakan kepada beliau, "Wahai terkait dengan Abu Hindun. Saat Rasulullah
saw. memerintahkan Bani Bayadhah supaya
Rasulullah, orang itu tidak suka dipanggil
menikahkanAbu Hindun dengan salah seorang
dengan nama julukannya." Allah SWT pun
perempuan dari mereka, mereka berkata,
menurunkan ayat ini."
Redaksi riwayat Ahmad dari Abu fabirah 'Wahai Rasulullah, apakah kami menikahkan
anak-anak perempuan kami dengan budak-
adalah seperti berikut. 'Ayat ini turun terkait budak kami?' Lalu turunlah ayat ini." Az-Zuhri
dengan kami, Bani Salimah. Saat Rasulullah
mengatakan, 'Ayat ini turun terkait dengan
saw tiba Madinah, setiap orang dari kami rata-
rata memiliki dua atau tiga nama panggilan. Abu Hindun secara khusus."
f ika beliau memanggil seseorang dengan salah
satu nama panggilannya, orang-orang berkata, Persesuaian Ayat
'Wahai Rasulullah, ia marah dan tidak suka SetelahAllah SWT menerangkan dan mem-
dengan nama panggilan itu.'Lalu turunlah ayat bimbing sikap yang harus diperhatikan oleh
ini."
seorang Mukmin terhadap Allah SWT dan Rasul-
Ayat 72 Nya, orangyang menentang dan membangkang
kepada Allah SWT dan Rasul-Nya; orang fasik,
Ibnu Mundzir meriwayatkan dari lbnu Allah SWT menerangkan sikap yang seharusnya
|uraii, ia mengatakan, "Orang-orang mengira diperhatikan seorang Mukmin terhadap sesama
ayat ini turun terkait dengan Salman al-Farisi, Mukmin dan seluruh manusia secara umum
Saat ia makan, lalu tidur dengan pulas, ada
seseorang membicarakan makan dan tidurnya tentang larangan menghina, menjelek-jelekkan,
Salman. Lalu turunlah ayat ini." merendahkan, meremehkan, memanggil de-
Ayat 73 ngan julukan, berburuk sangka, mencari-
Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari lbnu
cari keielekan dan aib orang lain, ghibah dan
Abi Mulaikah, ia berkata, "Pada saat penak- mengadu domba, prinsip persamaan di antara
lukan kota Mekah, Bilal menaiki Ka'bah, lalu semua manusia, serta keyakinan bahwa tolok
ukur yang membedakan antara satu orang
dengan yang lain adalah ketalaraan, kesalehan,
dan kesempurnaan akhlak 'langanlah kamu menghina orang miskin,
karena siapa tahu pada suatu hari nanti kamu
Hal yang menarik di sini adalah siste- justru tertunduk hina, sementara zaman telah
matika pengurutan Ilahi dalam menyebutkan mengangkat miskin t ers ebut."
etika-etika umum pada tema-tema di atas Kalimat 4# r; $r*. ci *i) menjelaskan
dengan sangat sistematis. Pertama, Allah alasan larangan tersebut.
SWT menyebutkan berita yang dibawa oleh
orang-orang fasik dilaniutkan dengan dampak Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan
berupa terjadinya konflik antara kelompok
dan individu. Kemudian, larangan terhadap Hakim dan Abu Nu'aim dalam ol-Hilyah dari
berbagai perilaku tercela yang bisa melahir-
kan perselisihan, dilanjutkan dengan pen- Abu Hurairah, Rasulullah saw. bersabda,
deklarasian kesatuan asal-usul umat manusia. ulits, s.3
* i:* ?,u,tbt 'J&l'e
Itu semua demi memelihara persatuan umat ai\ $t jb'4 t
Islam, meniadikan umat Islam sebagai teladan "Boleh jadi seseorang yang lusuh dan ber-
yang diikuti dalam berinteraksi dengan umat pakaian usang yang mata enggan untuk me-
dan bangsa-bangsa lain tujuan untuk me- mandangnya, namun seandainya ia bersumpah
nyebarluaskan Islam dan meluhurkan kalimat
atas nama Allah, Allah mewujudkan sumpahnya."
Allah di setiap ruang dan waktu.
(HR al-Hakim dan Abu Nu'aim)
Tafslr dan Penlelasan Dan hadits yang diriwayatkan oleh Muslim
dan Ahmad dengan redaksi,
Berikut adalah keterangan tentang akhlak
dan etika Islam yang luhur yang dengannya, *-C :iitt ,?q$\ to t-*:,o1'c 3. i
Allah SWT mendidik hamba-hamba-Nya yang
Mukmin. UPJ.I
r;1
7. Larangan merendahkan, menghlna, dan- "Boleh jadi seseorang yang lusuh yang pintu-
pintu ditutup di hadapannya, nAmun seandainya
mercmehkan orang,laln,
ia bersumpah atas nama Allah, Allah mewujudkan
it r; &vf;. oi t,t ;i;';-t n $; u1t tility sumpahnyai (HR Muslim dan Imam Ahmad)
4o*r; :F- oi ,;,* ;,*.d wahai orang-orang Meskipun biasanya kaum perempuan
yang beriman kepada Allah SWT dan Rasul- tercakup bersama kaum laki-laki dalam pesan-
Nya, janganlah paralelaki menghina para lelaki pesan agama, namun di sini secara khusus
lainnya. Sebab, siapa tahu mereka yang dihina Allah SWT menyebutkan larangan bagi kaum
perempuan. Tujuannya, untuk mengantisipasi
di sisi Allah SWT lebih baik dari penghinanya. munculnya persepsi bahwa larangan itu tidak
mencakup kaum perempuan. Esensi larangan
Atau, mungkin saja orangyangdihina dan lebih
bagi kaum perempuan ini juga dipertegas
mulia kedudukannya di sisi Allah SWT dan
seperti larangan bagi kaum laki-laki; dengan
lebih dicintai-Nya dari penghinanya. Ini pasti cara menggunakan bentuk susunan kalimat
yang sama. Awalnya, Allah SWT menyebutkan
haram, di dalamnya Allah SWT menjelaskan
larangan bagi kaum laki-laki, kemudian meng-
alasan pengharaman atau larangan tersebut,
'athaf-kan bagi kaum perempuan dengan
seperti perkataan sebagian penyaiq,
bentuk jamak. Sebab, kebanyakan perbuatan
f i$'ng ,Yr- €F # 3i uL F;it
.4l .rn))- o.7
.19
TAFSIRAL-MUNIR)ILIp 13 -1**--\ surahal.Huluraat
menghina terjadi di perkumpulan-perkum- "Dan janganlah kamu membunuh dirimu."
(an-Nisaa':29)
pulan kaum perempuan. Dalam hal ini, Allah
Maksudnya, janganlah sebagian dari ka-
SWT berfirman, "fanganlah orang-orang
lian membunuh sebagian yang lain.
perempuan menghina orang-orang perempuan
yang lain, siapa tahu perempuan yang dihina Ahmad dan Muslim meriwayatkan dari
itu lebih baik dari penghinanya." Nu'man bin Basyil, Rasulullah saw bersabda,
Larangan ini tidak terbatas pada kumpulan ;!u,'t tiy f.Fg-,t3 'ov.gst
orang laki-laki dan orang perempuan saja,
k,,
namun mencakup individu. Sebab, alasan ;,<c,t
larangan yang ada bersifat umum, itu berarti ,k;!-et^-1i
faedah keumuman hukum karena keumuman l$ ;!*,t'oLi
alasan yang ada.
"Orang-orang Mukmin seperti kesatuan se-
Imam Muslim dan Ibnu Majah meriwayat-
kan dari Abu Hurairah, ia berkata, "Rasulullah seoran& ketika kepala seseorang sakit, seluruh
saw bersabda,
tubuhnya ikut sakit. lika matanya sakit, terasa
,&t;ti g* JL'H i tyi '"9'i:t i:;
sakit pula seluruh tubuhnyd'(HR Imam Ahmad
&uti?<*JtF",#i
danMuslim)
Allah SWT tidak memandang kepada
Para pengumpat lagi pencela adalah
rupa dan harta kalian, akan tetapi Allah SWT
memandang hati dan amal perbuatan kalian." orang yang tercela dan terlaknat sebagaimana
(HR Muslim dan Ibnu Majah) firman Allah SWI,
Keistimewaan adalah dengan menulus- "Celakalah bagi setiap pengumpat dan
kan nurani, membersihkan hati, dan meng-
ikhlaskan amal perbuatan hanya untuk Allah pencele." (al-Humazah: 1)
SWT semata, bukan dengan penampilan luar
dan kekayaan, tidak pula dengan warna kulit Al-hamz adalah mencela dengan perbuat-
dan bentuk fisik, Serta tidak dengan ras dan
etnis. an, sedangkan al-lamz adalah dengan per-
kataan. Allah SWT mencela orang yang me-
2. LaranSan mencela dan menSolokolok miliki sifat seperti ini,
orang, lain den$an ucapan atau lsyarat, "Suke mencela, yang kian ke mari me-
{-(..il tr* {rb ianganlah kalian mencela, nyebarkan fitnah." (al-Qalam: 1 1)
mendiskreditkan, dan mencela sebagian yang Maksudnya, menghina orang lain dengan
mencela ke sana kemari mengumbar fitnah
lain dengan ucapan, tindakan, atau isyarat. dan adu domba, dan ini adalah bentuk al-lamz
Allah SWT menjadikan mencela orang-orang
Mukmin sebagai mencela diri sendiri, karena dengan perkataan.l3a
mereka adalah satu kesatuan seperti satu jiwa, Perbedaan antara as-sukhriyyah (meng-
ketika seorang Mukmin mencela saudaranya, hina) dan al-lamz, as-sukhriyyah adalah me-
maka ia seperti mencela dirinya sendiri, se- rendahkan seseorang di hadapannya dengan
bagaimana firman-Nya, sesuatu yang memanggil gelak awa. Sedangkan
al-lamz adalah membuka aib seseorang ke-
pada orang lain, baik dengan sesuatu yang
memanggil gelaktawa atauyanglainnya, baik di
134 Lihat al-Furuuq, karya Al-Qarafi; perbedaan antara definisi
ghibah, namimah, al - H a m z, dan al - Lamz, juz 4, hlm. 2O9.
hadapannya atau tidak Berdasarkan hal ini, aI- Faaruuq untuk Umar bin Khaththab, julukan
lamzlebih umum dari as-sukhri14tah, sehingga Dzun Nuurainf untuk Utsman bin Affan, dan
ini merupakan bentuk meng-'athaf-kan sesuatu julukanAbu Turaab untukAli bin Abi Thalib,l3s
yang bersifat umum kepada yang khusus. julukan Saifullaah untuk Khalid bin Walid, dan
Tujuannya, untuk memberikan pengertian ke- julukan Daahiyatul Islaam untuk Amru bin
umuman cakupan. Ash.
3. Memantgll lulukan yangtldak dlsukalnya, {9G!r .rl.; 3r:at --'tt -i+} seburuk-buruk
{y61 ;;c'{tyjanganlah kalian menjuluki sebutan adalah seseorang yang telah masuk
sebagian yang lain dengan julukan yang Islam dan bertobat, lalu dipanggil fasih kafir;
tidak baik yang membuatnya marah, seperti atau pezina, atau hal ini disebut dengan
seorang Muslim memanggil sesama Muslim
lainnya, "Wahai fasik" "Wahai munafik." Atau, kefasikan setelah ia masuk ke dalam lingkaran
memanggil seseorang yang telah masuk Islam
dengan, "Wahai Yahudi," "Wahai Nasrani." iman. Fasik di sini adalah memanggil sese-
Atau, memanggil siapa pun itu dengan, "Hei orang dengan julukan yang menyinggung
anjing," "Hei keledai," "Hei babi." Dalam hal ini,
pelaku dijatuhi hukuman ta'zir. perasaan, sebagaimana yang dilakukan orang-
orang jahiliyah setelah mereka masuk Islam
Para ulama secara tegas menyatakan
diharamkannya menjuluki seseorang dengan dan memahaminya. Maksudnya, mencela
julukan yang dibencinya, baik julukan itu
seseorang dengan sifat kefasikan karena at-
adalah sifatnya, bapaknya, ibunya, atau untuk tanaabuz fsaling menjuluki) dengan berbagai
siapa saia yang bernisbah kepadanya. Di sini,
digunakan kata at-tanaabuz, yang memberi julukan, padahal ia beriman. Ini merupakan
pengertian bahwa perbuatan itu terjadi antara kecaman keras terhadap kondisi tersebut,
dalam bentuk menjadikan perbuatan at-
dua orang. Ini karena masing-masing pihak tanaabuz sebagai kefasikan. Ini menjelaskan
akan segera membalas memanggilnya dengan alasan larangan di atas.
julukan yang tidak baik juga. |adi, perbuatan
an-nabz (menjuluki seseorang dengan tidak (,4rfu i qii;.'i ;ybarangsiapa tidak
baik) menyeret pada perbuatan ot-tanaabuz bertobat dari larangan Allah SWT dari tiga
(saling membalas julukan). Beda dengan al- perbuatan tersebut (as-sukhriyyah, al-lamz,
lamz yang hanya muncul dari satu piha( dan dan at-tanaabuz), ia termasuk orang-orang
pihakyang menjadi korban butuh waktu untuk zalim, bahkan mereka menzalimi diri mereka
sendiri karena bermaksiat setelah taat dan
mencari aib sebagai balasan.
menyebabkan dirinya terkena adzab.
Di sini ada pengecualian, jika sese- Sebab para pemaksiat disebut zalim, ka-
orang terkenal dengan julukan yang tidak rena sikap al-ishraar (terus menerus) atas
sesuatu yang dilarang adalah sikap kufur.
menyinggung perasaannya, boleh ia memang- Sebab, ia menjadikan sesuatu yang dilarang
seperti yang diperintahkan, sehingga ia me-
gilnya dengan julukan tersebut, seperti al- mosisikan sesuatu tidak pada tempatnya.
Amasy dan al-Araj, keduanya adalah para
perawi hadits. Adapun julukan-julukan yang 135 Kisah yang melatar belakangi munculnya iulukan lbu
baik dan terpuji, maka tidak haram dan tidak
makruh, seperti al-Atiiq,iulukan Abu Bakar.,41- at-Turaab untuk Ali bin Abi Thalib adalah karena adanya
debu yang menempel ditubuhnya ketika Rasulullah saw
membangunkannya dari tidur di bawah sebuah pohon
kurma di tanah Bani Mudlii.
TAFSIRAL-MUNIRJILIp 13 #'-------\ surahatHuluraat
4. Laranglan dan penfharaman kamu dan betapa agungnya kehormatanmu.
befiwuksangl<a Namun demi Zat Yang jiwa Muhammad berada
dalam genggaman-Nya, sungguh kehormatan
ii:h' ** i't p' V'#'*i u.i'63 () wahai
seorang Mukmin lebih agung di sisi Allah SWT
orang-orang yang membenarkan Allah SWT
dan Rasul-Nya, iauhilah berbagai prasangka. dari kehormatanmu; kehormatan hartanya dan
Ini mencakup sebagian prasangka sehingga darahnya, serta tidak boleh berprasangka terhadap
ia berprasangka terhadap orang-orang baik dirinya kecuali dengan prasangka yang baik)' (HR
dengan keburukan, ini termasuk prasangka IbnuMajah)
jelek ini terkait dengan orang yang Zahirnya Mengenai ayat ini, Ibnu Abbas mengatakan,
adalah saleh, baih dan amanah.
'Allah SWT melarang seorang Mukmin ber-
Adapun pelaku jeleh jahat, dan fasik yang prasangka kepada sesama Mukmin kecuali
melakukan kemaksiatan secara terang-terangan,
seperti mabuk-mabukan secara terang-terangan prasangka baik."
atau biasa bergaul dengan perempuan-perem-
puan "nakal," boleh berprasangka buruk ter- Di antaranya lagi, ada hadits yang di-
riwayatkan Malik, Bukhari, Muslim, dan
hadapnya untuk menjauhinya dan waspada Abu Dawud dari Abu Hurairah, ia berkata,
terhadap perilakunya tanpa membicarakan
"Rasulullah saw. bersabda,
dirinya. Namun iika mengungkapkan prasangka
buruknya, itu termasuk dosa. )5 ,*r+t +i4 ,p:t tg ,:Pts &t
Allah SWT kemudian menjelaskan alas- li,DirV $ ,trt;tz 'ie ,trt i5 ,b4
an larangan berprasangka buruk atau jahat (*LittsV 6fj drit'f iS di*v ii
kepada orang baik atau orang Mukmin adalah
dosa, Allah pun melarangnya, sebagaimana *lauhilah oleh kalian prasangka, karena
prasangka adahh sedusta-dustanya perkataan.
firman-Nya, langanlah kalian mencari-cari kejelekan orang
"den kemu telah berprasangka dengan lain, janganlah saling bersaing janganlan saling
hasud, janganlah saling membenci, dan janganlah
prasangka yang buruk karena itu kamu saling membehkangi (bermusuhan). Iadilah kalian
hamba-hamba Allah SWT sebagai saudara." (HR
menjadi kauniyang binasa." (at-Fath: 12) Malik, Bukhari, Muslim, dan Abu Dawud)
Banyak hadits yang menerangkan di- Dalam riwayat Muslim dan at-Tirmidzi di-
haramkannya berburuk sangka terhadap orang sebutkan,
Mukmin. Di antaranya adalah hadits yang tfrei,b3r6,15 ,t LLt; i5 ,t21tt: )5
diriwayatkan oleh Ibnu Majah dari Abdullah bin ,.r)co-z bi p.'Jq ,i, ,t3t;y {st tv 6ft
Umar; ia berkata, 'Aku melihat Rasulullah saw eq ry op ir*i
melakukan thawaf di Ka'bah,lalu bersabda,
"Janganlah kalian s aling memutuskan hubung-
ptS q*{i v ,,it"2 qaii *L't v an, j anganlah s aling memb elakangi (b ermusuhan),
tp it,y, janganlah saling membenci, janganlah saling
hasud. Iadilah kalian hamba-hamba Allah SWT
"Betapa baiknya kamu wahai Ka'bah dan
betapa harumnya aromAmu, betapa agungnya sebagai saudara. Tidak halal bagi seorang Muslim
mendiamkan (tidak mau menyapa dan berbicara "Tiga perkara yang melekat pada umatku;
karena marah) saudaranya lebih dari tiga hari."
(HR Muslim dan at-Tirmidzi) thiyarah,t36 hasud dan buruk sangka." Lalu
5. Dlharamkannya at-talassus (mencail+arl ada seorang laki-laki bertanya "Apa yang bka
menghilangkannya wahai Rasulullah?" Beliau
ketelekan dan kekurangan orcng latn)
menjawab, "Ketika knmu merasa iri, mintalah
flt;i Yrh janganlah kalian mencari- ampunan kepada Allah SWT. Iika kamu ber-
prasangka, janganlah kamu ungkapkan. Iika
cari aib dan kekurangan orang-orang Islam, kamu merasa pertanda kesialan (tathayyur),
mengekspos sesuatu yang mereka tutup-tutupi, lanjutkanlah yang ingin kamu lakukan." (HR ath-
dan mengorek berbagai rahasia mereka. Af-
Tajassus adalah mencari-cari sesuatu yang Thabrani)
disembunyikan berupa aib dan kekurangan Abu Dawud juga meriwayatkan dari Abu
mereka. Sedangkan at-Taj a ssu s adalah mencari- Umamah dan beberapa sahabat lainnya dari
cari informasi dan mencuri pembicaraan suatu
kaum sedang mereka tidak ingin kamu men- Rasulullah saw., beliau bersabda,
dengarnya, atau mencuri pembicaran lewat 736 Ath-thiyarah adalah sesuatu tidak baik yang dijadikan
pintu-pintu mereka. pertanda kesialan. Lebih tepatnya jika dikatakan, ot-
tatharyur, suatu prasangka tidak baik yang muncul dalam
Abu Dawud dan yang lainnya meriwayat- hati. Sedangkan ath-thiyarah adalah tindakan yang menjadi
implikasi dari prasangka tersebut, berupa membatalkan
kan dari Abu Barzah al-Aslami, ia berkata,
"Rasulullah saw berkhutbah kepada kami, sesuatu ingin dilakukan atau yang lainnya. Keduanya sama-
sama haram, karena Rasulullah saw. menyukai pertanda
seraya bersabda, baik dan membenci ath-thiyarah. fuga, karena ath-thiyarah
termasuk bentuk berburuk sangka kepada Allah SWT.
,* JLJrr;rr pk-ii,*.4,:iI A-#u
Sedangkan al-fa'i adalah sesuatu yang dijadikan
?\* 8t :; Xg ;d$r v\* tt* n sebagai pertanda baik, kebalikan dari ath-thiyarah dan
* * qfrt'^t';t.j,1':J't at-tathayyur. Al-fa'i al-hasan (sesuatu yang dijadikan
sebagai pertanda baik) adalah seperti perkataan yang
"Wahai orang-orang yang baru beriman se- baih memberi nama dengan nama yang baik Sedangkan
al-fa'i yang haram adalah seperti mengambil aly'a'i
batas di bibir sementara iman belum masuk ke dari mushhaf, dharb ar-raml (mengundi atau meramal
dalam hatinya, janganlah kalian mencari-cari aib nasib dengan menggunakan pasir dengan cara membuat
kaum Muslimin, karena barangsiapa mencari-cari beberapa bentuk garisJ, pengundian, dan adh-dharb bisy
aib kaum Muslimin, Allah SWT akan membalasnya qya'iir (meramal nasib dengan menggunakan gandum),
dengan mengelcspos aibnya sekalipun ia berada di semuanya adalah haram, karena termasuk dalam kategori
dalam rumahnya." (HR Abu Dawud) al-istiqsaam bil azlaam [mengundi nasib menggunakan ol-
azlaam). Sedangkan al-azlaam adalah semacam kayu yang
Thabrani meriwayatkan dari Haritsah bin dibentuk seperti lidi yang pada masa jahiliyah digunakan
Nu'man, ia berkata, "Rasulullah saw bersabda, untuk mengundi atau meramal nasib. Salah satunya diberi
tulisan, "Lakukan,i "Jangan lakukan,'dan "kosong" atau
,";ht ,y-i 'tit5 ?p:t ,,€i\ Lqi L* dikosongkan tanpa diberi tulisan apa pun. Lalu dilakukan
ft*. ,],.frt iX u Li+k" vj :l*j iV, pengundian untuk mengeluarkan salah satu kayu
jg"tl ai-G t;1,:'$J *v itr * iS tersebut. fika yang keluar adalah, "Lakukan," orang yang
urtu dt, sy ;# fu e*Y sy ,'ist bersangkutan melakukan apa yang sebelumnya ingin ia
kerjakan. lika yang keluar adalah, "|angan lakukan," orang
yang bersangkutan membatalkan apa yang sebelumnya
ingin ia kerjakan dan meyakini bahwa itu adalah tidak
baik. Namun lika yang keluar adalah, "Kosong' maka
dilakukan pengundian ulang. Perbuatan seperti ini disebut
al-istiqsaam, usaha mencari bagian yang baik dari yang
buruk fmengundi nasib). Lihat" Al-Furuuq, karya Al-Qarafi;
definisi antara ath-tathayyur dan ath-thiyarah dan apa
yang haram dan yang tidak haram dari keduanya, juga
perbedaan definisi antara ath-thiyarah dan al-fa'i yang
halal dan yang haram, juz 4, h1m.238,240.
TAFSIRAL-MUNIRJILID 13 -1-. suraha!-HuJuraat
&tp,ii; ,t6t ;, ^rJt riy'ry$r "oy lk, 3tu jra u
"Seorang amir jika perprasangka buruk ter- "Ditanyakan kepada Rasulullah saw, "Wahai
Rasulullah, apakah ghibah itu?" Beliau menjawab,
hadap orang-oran& ia justru akan merusak "KAmu membicarakan saudaramu dengan sesuatu
yang tidak disukainya." Ditanyakan lagi kepada
ffierekA." (HR Abu Dawud) beliau, "Bagaimana jika yang kukatakan memang
fakta yang ada pada dirinya?" Beliau menjawab,
Abu Qilabah mengatakan, "Diceritakan
kepada Umar bin Khaththab, Abu Mihjan ats- "lika kau katakan adalah fakta yang ada pada
Tsaqafi mengadakan pesta miras bersama dirinya, berarti kamu telah mengghibahnya
rekan-rekannya di rumahnya. Lalu Umar ber- (menggunjingkannya). Dan jika yang kau katakan
tidak ada pada dirinya, berarti kamu telah
gegas menemuinya, sesampainya di sana, Umar membuat-buat kebohongan atas dirinya." (HR
Abu Dawud, at-Tirmidzi, dan Ibnu Iarir)
tidak mendapati kecuali hanya satu orang
yang bersama Abu Mihjan. Lalu ia berkata Maksudnya, jika yang dibicarakan me-
mang nyata sesuai fakta yang ada pada diri
kepada Umar; "Sebenarnya langkah yang kau orang yang dibicarakan, itu adalah ghibah.
Namun jika tidak itu adalah kebohongan.
ambil ini tidak boleh, karena Allah SWT telah
Abu Dawud juga meriwayatkan dariAisyah,
melarangmu melakukan at-Tajassus (mencari-
ia berkata,'Aku berkata kepada Rasulullah saw.,
cari aib orang lain)J' Umar pun langsung keluar 'Ketahuilah, Shafiyyah itu orangnya begini dan
begini fmaksudnya pendek)J Beliau menjawab,
dan meninggalkannya.
'^?i 4trgui i"^at * iA
6. Dlharamkannya perbuatan fhlbah;
'KAmu benar-benar tehh mengucapkan per-
memblcarakan seseora ng denfan sesuatu kataan yang seandainya dicampurkan dengan air
yan(, tidak disukalnya, laut, niscaya air laut itu akan berubah." (HR Abu
Dawud)
!janga4n.ilra*hSsqeb*argianydtaoriifukaili:aJn,*mxem"<b.icXa-ra{ykar}n
Mu'awiyah bin Qurrah mengatakan,
sebagian yang lain ketika ia tidak ada dengan
"Seandainya ada orang buntung lewat di
pembicaraan yang tidak ia sukai, baik itu
dekatmu, lalu kamu berkomenta4,'la buntung,'
secara eksplisi! menggunakan isyarat, atau
itu adalah ghibahJ'
yang lainnya. Sebab, hal itu menyakiti perasaan
Allah SWT kemudian menyerupakan
orang digunjingkan. Penggunjingan tersebut
mencakup setiap hal yang tidak disukainya, perbuatan ghibah dengan memakan daging
manusia yang telah mati untuk memunculkan
baik menyangkut keberagamaannya atau
keduniawiannya, moralnya atau fisiknya, rasa benci. Penyerupaan tersebut, apakah salah
hartanya, anaknya, istrinya, pembantunya, seorang dari kalian suka memakan daging
saudaranya yang telah mati? Sebagaimana
pakaiannya, dan lain sebagainya. kalian membencinya, hindarkanlah diri kalian
Rasulullah saw. menielaskan pengertian dari menggunjing di belakangnya. Sebab, Allah
SWT menyerupakan ghibah dengan memakan
ghibah dalam hadits yang diriwayatkan Abu
daging manusia yang telah meninggal. Ini
Dawud, at-Tirmidzi, dan Ibnu farir dari Abu
Hurairah, ia berkata,
t$t v ,iut i*: u ,'J"
:J6ti$" si qos
p fri 'oy ,:o*r ib
adalah salah satu bentuk menumbuhkan rasa sedangkan Mu'awiyah adaloh seorang Sha'luk
benci terhadap ghibah. Orang yang normal tentu yang tiada memiliki harta (miskin).'azz
tidak akan mau memakan daging manusia, Diharamkannya ghibah terkait erat de-
terlebih lagi secara syari'at daging manusia ngan tujuan menjaga kehormatan manusia.
adalah haram. Dalam banyak hadits shahih dijelaskan, pada
Dalam ayat ini terdapat beberapa bentuk haji wadal Rasulullah saw. menyampaikan
al-Mubaalaghah (hiperbol4 penekanan lebih).
kkhutbah sebagaimana yang terdapat dalam
Di antaranya, penggunaan kata tanya untuk at- hadits yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim
toqriir fpengukuhan, konfirmasi), menglsnaad-
dari Abu Bakrah,
kan fi'il kepada l<ata ohad fseseorang) untuk
,it? €* #'fs €';i €ru, '"oy
memberikan pengertian umum; bahwa tidak
ada satu orang pun yang suka terhadap hal t-t; f* €*g ctitt, J ctJi, ey"uY?
itu, mengaitkan kata yuhibbu (suka) dengan "Darah kalian, harta kalian, harga diri dan
kehormatan kalian adahh haram (sakral) atas
sesuatu yang sangat dibenci, menggambarkan kalian, seperti kesakralan hari kalian ini di bulan
perbuatan ghibah dengan perbuatan memakan kalian ini dan di negeri kalian inil' (HR Bukhari
dan Muslim)
daging manusia, menjadikan manusia yang
Abu Dawud dan at-Tirmidzi meriwayatkan
dimakan dagingnya itu sebagai saudara dan dari Abu Hurairah, ia berkata, "Rasulullah saw.
telah menjadi mayat dan hal ini semakin me-
bersabda,
munculkan rasa benci.
,u55 tcsl lu ,7v ):;Jt Jb i,at 'l?
Ini merupakan dalil yang menunjukkan
diharamkannya perbuatan ghibah secara *1.1:;ir t\ti ?1 i:i ,itt b uyt
syari'at dan merupakan perbuatan buruk.
Oleh karena itu, sudah menjadi ijma bahwa "setiap Muslim atas Muslim lainnya adalah
ghibah adalah perbuatan yang diharamkan, haram hartanya, kehormatan, dan darahnya.
yang melakukannya harus bertobat kepada
Cukuplah bagi seseorang suatu keburukan dengan
Allah SWT dan meminta maaf kepada orang menghina sesama Muslim." (HR Abu Dawud dan
yang digunjingkan. Dalam hal ini, tidak ada
yang dikecualikan kecuali kemaslahatannya at-Tirmidzi)
yang sangat potensial, seperti masalah al-
jarh wa at-ta'diil wa qn-nashiihah, Contohnya, Abu Dawud juga meriwayatkan dari Abu
adalah seperti perkataan Rasulullah saw.
mengenai seseorang yang berperilaku buruk Burdah Al-Balawi, ia berkata, "Rasulullah saw.
ketika ia meminta izin untuk menemui beliau, bersabda,
sebagaimana yang terdapat dalam hadits yang
,* 4iQyr yqi:,*W,:ji:f -#U
diriwayatkan Bukhari dari Aisyah, "Biarkanlah t*U '"og ,V1jF
ni 'rL"):,At UUir .i
ia masuh seburuk-buruk saudara al-Asyiirah
e,fri* frt& ui ,'i:* fr 'JL" ii_tiF
(marga) adalah ia." luga seperti perkataan
Rasulullah saw. kepada Fatimah binti Qais yang A:o/ v,2,.- )o .. c..
waktu itu ada dua orang yang menginginkan
untuk menikahinya, Mu'awiyah dan Abul , ri' Ar\J,.aA)
fahm, 'Abu Jahm adalah orang yang tidok
pernah meletakkan tongkatnya dari bahunya, 137 Subulus Salaam, juz 3, hlm. 129, penerbit Al-Babai Al-
Halabi.