tW Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili
Jilid
7
L-MUNIRTAFSIR ^1l.
ASIDAH O SYAIII' ilI O"[![,[}r[IilA.T
(Yuusuf - An-Nahl)
Juz 13 & 14
ffi f, ffi
A*WA\
d/;/4';-;li
TAFSIR .A.
I,AL-MUNIR.AAIDAH . SYARI AH . MANH,dI g
(YuuJsuuf z- A1n3.N&ahl1) 4 F
Tafsir AI-Munir adalah hasil karya tafsir terbaik yang pernah dimiliki umat lslam di era
modern ini. Buku ini sangat laris di Timur Tengah dan negara-negara Jazirah Arab' Karya ini
hadir sebagai rujukan utama di setiap kajian tafsir di setiap maielis ilmu. Secara bobot dan
kualitas, buku iniielas memenuhi hal tersebut'
Dalam karya fenomenal Prof. Dr. Wahbah Zuhaili ini, Anda akan mendapatkan
pembahasan-pembahasan penting dalam mengkaji Al-Qur'an, meliputi hal-hal berikut.
Metode penyusunan tafsir ini, berdasar pada metode taf sir bil'ma'tsur dan tafsir bir-
ra'yi.
Ada penjelasan kandungan ayat secara terperinci dan menyeluruh.
Dijelaskan sebab turunnya ayat (asba bun nuzul ayat)-
. Di setiap pembahasan ayat, diperincikan penjelasan dari segi qirda'dot,
b alaaghah, dan muf r a d aat lughaw iy y ah.
. Taf sir ini berpedoman pada kitab-kitab induk tafsir dengan berbagai mo nhai-nya.
. Tafsirinimenghapusriwayat-riwayat lsrailiyat.
Sebuah literatur tafsir Al-Qur'an yang harus Anda miliki karena sangat lengkap dan
bagus. Buku inimerupakan iilid ke-7 darir5 iilid yang kamiterbitkan.
G tahir di Dair'Athiyah, Damaskus, pada tahun 1932. Pada tahun
M '1956, betiau berhasil menyetesaikan pendidikan tingginya di Universitas A[-Azhar
ts Fakuktas Syari'ah. Betiau memperoteh getar mag'ister pada tahun 1959 pada bidang
Syariah lstam dari Universitas At-Azhar Kairo dan memperoteh gelar doktor pada
tahun'1959 pada bidang Syari'ah lsLam dari UniversitasAl-Azhar Kairo. Tahun'1963,
beliau mengajar di Universitas Damaskus. Di sana, beliau mendalami itmu fiqih serta
Ushut Fiqih dan mengajarkannya di Fakuttas syari'ah. Betiau juga kerap mengisi
seminar dan acara tetevisi di Damaskus, Emirat Arab, Kuwait, dan Arab Saudi. Ayah
betiau adatah seorang hafizh Qur'an dan mencintai As-sunnah.
IW.EMA tsBN 978-602-2s0-101-5
TNSANT
ililllJl|illllffilllllllill
Daftar Isi
Daftar Isi v
Pengantar Penerb xi
Pengantar Cetakan Terbaru xiii
Kata Penganta xv
Seiumlah Pengetahuan Penting yang Berkaitan dengan Al-Qur'an.................... 1
L
A. Definisi Al-Qur'an, Cara Turunnya, dan Cara Pengumpulannya 2
2
Nama-nama Al-Qur'an 5
5
Cara Turunnya Al-Qur'an.................. 6
6
Al- Qur'an M akkiy dan M a daniy ..,,....,.,....,..,, 9
Faedah Mengetahui Asb aabun N u2uu1......... 10
Yang Pertama dan yang Terakhir Turun dari Al-Qur'an........,........ t2
Pengumpulan Al-Qur'an,,.................,. L7
L9
B. Cara Penulisan Al-Qur'an dan Rasm Utsmani...'..........'... 2L
C. Ahruf Sab'ah dan Qiraa'at Sab'ah..............
D. Al-Qur'an Adalah Kalam Allah dan Dalil-dalil Kemukiizatannya
E. Kearaban Al-Qur'an dan Penerjemahannya ke Bahasa Lain..............
F, Huruf-Huruf yang Terdapat di Awal Sejumlah Surah (Huruuf Muqaththa'ah)
G. Tasybiih, Isti'aarah, Majaaz, dan Kinaayah dalam Al-Qur'an
luz TrGA BETAS 29
3L
SURAH YUUSUF
Nafsu Yang Mengajak Kepada Keburukan.................... 3l
Bagian Kesembilan: Kisah Yusuf dalam Pemerintahan Sebagai Menteri 33
Keuangan
Bagian Sepuluh: Anak-Anak Ya'qub Membeli Gandum dari Yusuf dan 3T
Permintaan Yusuf..........
Bagian Sebelas: Negosiasi Anak Ya'qub Agar Mengizinkan Bunyamin Ikut serta 40
Membeli Bahan Makanan....
Bagian Dua Belas: Wasiat Nabi Ya'qub Kepada Anak-Anaknya Agar Memasuki Mesir
Bagian Tiga Belas: Yusuf Mengenal Bunyamin dan Membuat Skenario Agar
Bagian Empat Belas: Dialog Antara Yusuf dengan Saudara-saudaranya, 55
dan Antara Yusuf dengan Ya'qub Tentang Tuduhan Pencurian..
Bagian Lima Belas: Anak-Anak Ya'qub Baru Mengenal Yusuf dan Mereka Mengaku
Bersalah, Yusuf Pun Memaafkannya................ ...............j....... 66
Bagian Enambelas: Informasi Ya'qub Tentang Bau Yusuf dan Pembuktiannya T3
ZZ
dengan Datangnya Kabar Gembira..... ,......................
Bagian Tujuhbelas: Pertemuan Keluarga Nabi Ya'qub di Mesir......
Bagian Kedelapan Belas: Sebuah Doa Nabi Yusuf a.s. Tentang Nikmat-Nikmat 81
Allah SWT dan Permohonan Husnul Khatimah
Bagian Kesembilan Belas : Penegasan Kenabian Muhammad saw., Informasi Hal-hal
Gaib, Berpaling Merenungi Ayat-ayat, dan Seruan Beliau Kepada Tauhid......... 84
BagianKeduaPuluh:PelajarandariKisah.kisahdalamAl-Qur.an'.
SURAH AR-RAD 101
Al-Qur'an adalah Haq.............. 103
Beberapa Fenomena dan Manifestasi Kuasa Allah SWT di Langit dan Bumi.............. 105
Keingkaran Kaum Musyrikin Terhadap Ba'fs, Meminta Disegerakannya Adzab
danBuktiKonkretKepadaNabiMuhammadsaw.,..
Beberapa Manifestasi IImu Allah swr Yang Meliputi Segala sesuatu lzL
Beberapa Bentuk Manifestasi Uluuhiyyah Allah SWT, Rubuubiyyah-Nya,
Keesaan Allah SWT serta Perumpamaan Posisi Orang Mukmin dan Orang Musyrik
Terhadap Keesaan Tuhan......... LZg
Perumpamaan yang Benar dan yang Batil, Serta Nasib Akhir Orang-Orang yang
Sifat-sifat lltul Atbaab (Orang-orang yang Memiliki Akal) yang Bahagia dan Balasan
Sifat-sifat orangyang celaka dan Sengsara serta Balasannya 158
Rezeki adalah Tanggungan Allah, Ayat-Ayat Berada dalam Otoritas-Nya,
Hidayah adalah dari-Nya Untuk Orang yang Beriman Kepada-Nya"............. 160
Muhammad saw. adalah Pemilik Risalah dan Seorang Rasul, Penjelasan Tentang L66
Keagungan Al-Qur'an dan Kuasa Allah SWT yang Komprehensif'....'
Deskripsi Surga, Sikap Ahli Kitab Terhadap Kenabian Nabi Muhammad saw. dan
Sejumlah Opini-opini Sesat............ L76
Tugas Rasul adalah Menyampaikan Syari'at, Allah SWT Menjadi Saksi Untuknya,
Yang Melakukan Hisab, dan Pemberi Putusan di Antara Para Hamba Serta LB7
Menggagalkan Makar Orang-orang Kafir'.......'
SURAH IBRAAHIIM 194
Tujuan dari Penurunan Al-Qur'an, Celaan Terhadap Orang-Orang Kafi4, dan
Penjelasan bahwa Rasul Datang dengan Bahasa Kaumnya....... 195
202
Kaumnya...Tugas Nabi Musa a.s. dan Nasihat-Nasihatnya Kepada 208
Beberapa Kisah Para Rasul Terdahulu dengan Umat-umat Mereka.......
Ancaman Orang-orang Kafir Terhadap Para Rasul dengan Pengusiran atau Murtad,
dan Wahyu Bahwa Kesudahan yang Baik adalah Milik Para Nabi",.......... 276
Bukti Keesaan Allah S\MI, Wujud dan Kuasa-Nya Untuk Membangkitkan Kembali 223
Dialog di antara Orang-orang yang Celaka Pada Hari Adzab, Perdebatan antara
Setan dengan Para Pengikutnya, dan Keberuntungan Mendapatkan Surga Bagi 225
Orang-orang yang Bahagia.......
Perumpamaan Kalimatyang Baik dari Golongan yang Berbahagia, dan Gambaran
Kalimat yang Buruk dari Golongan yang Celaka 232
Sikap Kufur Nikmat dan Mengada-adakan Tandingan-Tandingan Bagi Allah SWT,
Ancaman Terhadap Orang-Orang Kafir dengan Bersenang-Senang dengan Kesenangan
Dunia, Serta Perintah Kepada Orang-Orang Mukmin Untuk Menegakkan Shalat
Bukti-Bukti Petunjuk atas Wujud Allah SWT dan Tauhid yang Terdapat di Alam
Semesta dan Diri Manusia...... 243
Doa-Doa Nabi Ibrahim a.s............ 248
Bukti PetunjukAdanya Hari Kiamat dan Gambarannya, Atau Penundaan Adzab Hari
Kiamat, Keadaan Orang-orang yang Diadzab serta Bergantinya Langit dan Bumi...'....... 257
IUZ EMPAT BELAS 27t
SURAH Ar-HrIR..... 273
Gambaran Tentang Al-Qur'an disertai dengan Ancaman Bagi Orang-orang Kafir
Beberapa Pernyataan Kaum Musyrikin Menyangkut Diri Nabi Muhammad saw.
Beberapa Bentuk Perwujudan Kuasa Allah SWT Berupa Penciptaan Langit dan Bumi,
Peniupan Angin, Menghidupkan dan Mematikan, Pengetahuan yang Komprehensif dan
286
Awal Mula Penciptaan Manusia, Perintah Kepada Malaikat Untuk Bersujud
Kepada Manusia (Adam), Sikap Iblis yang Menolak Sujud dan Permusuhannya
Balasan Bagi Orang-Orang yang Bertakwa Pada Hari Kiamat..................... 302
Maghfirah dan Adzab. 306
Kisah Tamu Nabi Ibrahim dan Informasi Pembinasaan Kaum Luth.......,..... 309
Kisah Penduduk Aikah, Kaum Nabi Syu'aib a.s. dan Penduduk Al-Hija Bangsa
Sejumlah Karunia Allah SWT Kepada Nabi Muhammad saw..... 328
SURAH AN.NAHI.. 340
Penegasan Tentang Ba'ts danWahyu 342
Bukti-bukti Petunjuk Tentang Wujud dan Keesaan Allah SWT.....,,,..... 346
Bukti-bukti Lain Tentan g U luuhiyy ah dan Keesaan Allah SWT............. 354
Karakteristik Khusus Ketuhanan adalah Menciptakan, Mengetahui Segala yang
Tersembunyi dan Tampak, serta Kekal 36L
Sifat-sifat Orang Sombong, Sikap Orang-orang Musyrik yang Mengingkari Wahyu,
Kenabian, dan Balasan Mereka....... 367
Sifat Orang Yang Bertakw4 Keimanan Mereka Kepada Wahyu, dan Balasan Mereka..... 374
Ancaman Bagi Orang-orang Musyrik atas Sikap Mereka yang Tenggelam dalam 379
3Bz
Orang-orang Kafir Menggunakan Takdir Sebagai Alasan dan Sikap Mereka yang
Mengingkari Ba'ts serta Keserupaan Misi Para Rasu1,..........
Ganjaran Orang-orang Muhajirin, Para Rasul adalah Manusia, Tugas Nabi
Muhammad saw. dalam Menerangkan Al-Qur'an, serta Ancaman Terhadap
Mementahkan Berbagai Ideologi Kaum Musyrikin dan Amal-amal Buruk Mereka.... 402
Kebiasan Umat-umat dalam Mendustakan Para Rasul, Tugas Nabi Muhammad saw.
dalam Menjelaskan Al-Qur'an serta Menjadikannya Sebagai Petunjuk dan Rahmat'....'. 414
Di antara Bukti-bukti Petunjuk Kuasa Ilahi dan Tauhid, serta Sejumlah Manifestasi
" 477
Nikmat-nikmat Tuhan Kepada Manusia
Beberapa Keaiaiban Manusia yang Menunjukkan Kuasa Allah SWT
Dua Perumpamaan Untuk Berhala dan Arca 433
Pengetahuan Allah SWT Tentang Segala yang Gaib, Penciptaan Manusia dan
Beberapa Bukti Petunjuk Tauhid, Macam-macam Nikmat dan Karunia Ilahi 443
Ancaman Kepada Kaum Musyrik, Keadaan Mereka Pada Hari Kiamat, 448
Membangkitkan Saksi atas Mereka dan Kaum Mukmin, Tidak Ada Peringanan Adzab, 456
Dilipatgandakannya Adzab Mereka, dan Berbagai Sesembahan Mereka Mendustakan
Mereka
Ayat Dalam Al-Qur'an yang Paling Komprehensif Tentang Kebaikan dan Keburukan,
Pemenuhan fanji, Hidayah, dan Penyesatan
AyatYang Paling Komprehensif Bagi Kaum Laki-Laki dan Perempuan Untuk
Beberapa Hal yang Berkaitan dengan AI-Qur'an; Membaca Ta'awwudz, 472
Penasakhan dan Al-Qur'an adalah dalam Bahasa Arab...'....."' 4BL
492
Orang-Orang Yang Murtad dari Islam dan Orang-Orang Muhaiirin Setelah Mereka
Mengalami Cobaan dan Fitnah.
Akibat dari Sikap Kufur Nikmat di Dunia
Makanan-makanan yang Halal Lagi Baik dan Makanan-makanan yang Haram Lagi
Nabi lbrahim a.s., Pengikut Millahnya, dan Pengagungan Umat Yahudi Kepada
Asas Dakwah Kepada Agama, Menghukum Haruslah Sepadan dan Sabar dalam 508
Menghadapi Berbagai Musibah
TAfSTRAL-MUNIR JITID 7
PENGANTAR
PENERBTT
Alhamdulillah, puji syukur ke hadirat Tafsir al-Munir ini mengkaji ayat-ayat Al-
Allah 'Azza wa falla, dengan anugerah-Nya Qur'an secara komprehensif,lengkap, dan men-
kita dapat merasakan nikmat iman dan Islam. cakup berbagai aspek yang dibutuhkan oleh
Shalawat serta salam semoga terus tercurah pembaca. Penjelasan dan penetapan hukum-
kepada utusan-Nya untuk seluruh makhluk,
Muhammad saw., sebagai suri tauladan yang hukumnya disimpulkan dari ayat-ayat Al-
baik bagi orang yang mengharap rahmat
Allah dan kedatangan hari Kiamat. Qur'an dengan makna yang lebih luas, dengan
disertai sebab-sebab turunnya ayat, b alaag h a h
Sebagai satu-satunya mukiizat abadi di (retorika), l'raab (sintaksis), serta aspek keba-
antara mukjizat lainnya, tidak mengheran- hasaan. Kitab ini iuga menafsirkan serta men-
ielaskan kandungan setiap surah secara global
kan apabila Al-Qur'an sampai sekarang dengan menggabungkan dua metode, yaitu bil
menjadi sumber kajian bagi para ulama m a' tsur (riw ay at dari hadits N abi d an p erkataan
salafussaleh) dan bil ma'qul (secara akal) yang
untuk mendapatkan sari-sari hikmah sejalan dengan kaidah yang telah diakui.
yang terkandung di dalamnya. Sejak turun Buku yang disusun dari juz 13 dan iuz74
pertama kali, Al-Qur'an sudah mengajak Al-Qur'an ini merupakan jilid ketuiuh dari lima
belas jilid yang kami terbitkan. Semoga dengan
kepada para pembacanya agar senantiasa kehadiran buku ini kita dapat melihat samudra
ilmu Allah yang begitu luas serta mendapat
memfungsikan akal, mengasah otak, dan me- setetes ilmu yang diridhai oleh-Nya. Dengan
demikian, terlimpahlah taufik dan hidayah
merangi kebodohan.
Allah kepad a l<rta. Amiin.
Berangkat dari hal ini maka Prof. Dr.
B illahit taufi q w al hiday ah
Wahbah az-Zuhaili-ulama besar sekaligus Wallaahu a'lamu bis showab.
ilmuwan asal Syiria-dengan penuh keisti-
qamahan di ialan Allah SWT menyusun kitab Penerbit
ini. Alhamdulillah, beliau menghasilkan sebuah
kitab yang memudahkan pembaca untuk
menafsirkan Al-Qur'an sesuai dengan aturan
dan tuntunan syari'at.
p"ng"nt rc"t"r"nr"rt". *rr*, ffi,rr*r, tuSIR&-MUNIRIILID7
PENGANTAR
CrtnrnN TEnrnnu
Tuhanku, aku memuji'Mu sepenuh langit, koreksi dan penyesuaian yang diperlukan
sepenuh bumi, dan sepenuh apa yang Engkau
kehendaki setelahnya. Puiian yang sepadan mengingat daA yang amat banyak di dalamnya.
dengan limpahan karunia-Mu dan setara de'
ngan kucuran kemurahan-Mu. Mahasuci Eng- Berkat karunia Allah Yang Mahaagung
kau! Taksanggup aku memuii-Mu sebagaimana saya yakin kaum Muslimin di seluruh penjuru
mestinya. Engkau terpuji sebagaimana Eng' dunia menerima buku tafsir ini dengan baik.
kau memuii diri-Mu sendiri. Dan aku berdoa Buktinya, saya mendapati buku ini dikoleksi
semoga shalawat dan salam dilimpahkan ke
hadirat Nabi saw, yang meneriemahkan kan- di berbagai negara, baik Arab maupun negara-
dungan makna Al-Qur'an dan risalah Islam ke
dalam realita pralrtis. Beliau menciptakan umat negara lainnya. Bahkan ia pun telah diterje-
dari ketiadaan, mendefinisikan keistimewaan mahkan ke dalam bahasa Turki, dan kini se-
agama dan karakteristik syari'atnY?, mengga-
dang diteriemahkan ke dalam bahasa Malaysia
riskan untuk umat ini cakrawala masa depan (beberapa juz telah dicetak dalam bahasa ini).
Saya juga menerima banyak surat dan tele-
yang iauh hingga hari Kiamat, agar umat mem- pon dari berbagai tempat yang penuh dengan
ungkapan kekaguman serta doa semoga saya
pertahankan eksistensinya dan melindungi mendapat balasan yang paling baik. Jazaa-
dirinya sehingga tidak tersesat, mencaix, atau kallahu kh air ol-j az aa' .
menyimpang dari petunjuk Ilahi yang lurus.
Sebab-sebabnya ielas bagi setiap orang
Selanjutnya... yang membandingkan tafsir ini dengan tafsir-
tafsir yang sudah muncul sebelumnya, baik
Ini adalah cetakan terbaru Tafsir al-Munir,
yang merupakan cetakan kedua yang dilaksa- yang lama (yang lengkap, menengah, maupun
ringkas) ataupun yang baru yang memiliki ber-
nakan oleh Darul-Fikr, Damaskus, dan mengan-
bagai macam metode. Tafsir ini komprehen-
dung banyak ambahan dan revisi, termasuk
sif, lengkap, mencakup semua aspek yang di-
penambahan qiraa'aat mutawatir yang butuhkan oleh pembaca, seperti bahasa, i'raab,
balaaghah, seiarah, weiangan, penetapan hu-
dengannya turun wahyu Ilahi sebagai nikmat kum, dan pendalaman pengetahuan tentang
terbesar bagi seluruh umat manusia dan bagi hukum agama, dengan cara yang berimbang
kaum Muslimin secara khusus. Cetakan ini
terhitung sebagai yang ketujuh seiring berulang dalam membeberkan penjelasan dan tidak
kalinya buku afsir ini dicetak dan dalam setiap menyimpang dari topik utama.
cetakannya kami memberi perhatian kepada
Dalam cetakan ini, saya menegaskan me-
tode saya dalam tafsir: mengompromikan
RAI..MUNIR'ILID 7
antara ma' tsur dan ma' qul; yang m a' tsur adalah Kalimat pertama menerangkan tugas Nabi
riwayat dari hadits Nabi dan perkataan para saw. untuk menjelaskan, menakwilkan, dan
salafush-saleft, sedang yang ma' qul adalah yang
sejalan dengan kaidah-kaidah yang telah di- mengaplikasikan secara nyata dalam lingkung-
akui, yang terpenting di antaranya ada tiga: an madrasah nabawi dan pembentukan pola
kehidupa4 umat Islam. Sementara itu, kalimat
1. Penjelasan nabawi yang shahih dan pere- kedua menj elaskan jangkauan interaksi dengan
Kitabullah, dengan perenungan manusia ten-
nungan secara mendalam tentang makna
kosakata Al-Qur'an, kalimat, konteks aya! tang penjelasan nabawi ini secara benar dan
sebab-sebab turunnya ayat, dan pendapat
para mujtahid, ahli tafsir dan ahli hadits dalam, serta dengan mengemukakan pendapat
kawakan, serta para ulama yang tsiqah.
yang bijak yang muncul dari kedalaman pe-
2. Memerhatikan wadah Al-Qur'an yang me- nguasaan akan ilmu-ilmu keislaman serta
pemahaman berbagai gaya bahasa Arab, dan
nampung ayat-ayat Kitabullah yang muk- mengungkapkan-sebatas ijtihad yang dapat
jizat hingga Kiamat, yakni bahasa Arab,
dalam gaya bahasa tertinggi dan susun- dicapai-maksud Allah Ta'ala.
an yang terindah, yang menjadikan Al-
Qur'an istimewa dengan kemukjizatan Kandungan ayat yang mulia ini menguat-
gaya bahasa, kemukjizatan ilmiah, hukum, kan sabda Nabi saw. yang diriwayatkan oleh
Abu Dawud dan Tirmidzi dari al-Miqdam bin
bahasa, dan lain-lain, di mana tidak ada
kalam lain yang dapat menandingi gaya Ma'dikarib r.a.,
bahasa dan metodenya. Bukti akan hal ini
*k'db-r*ry, :;ri ilii
adalah firman Allah Ta'ala,
"Ketahuilah bahwa aku diberi kitab (Al-
"Katakanlah,'sesungguhny a jika manu-
sia dan jin berkumpul untuk membuat yang Qurhn) ini dan diberi pula yang sepertinya."
serupa dengan Al-Qurhn ini, mereka tidak
Artinya, beliau diberi Al-Qur'an sebagai
akan dapat membuat yang serupa dengannya, wahyu dari Allah Ta'ala dan diberi penjelasan
sekalipun mereka salingmembantu satu sama yang seperti Al-Qur'an sehingga beliau dapat
llin."' (al-Israa' : 88) meluaskan atau menyempitkan cakupan sua-
3. Memilah berbagai pendapat dalam buku- tu ayat menambahkan dan menetapkan hu-
kum yang tidak ada di dalam Al-Qur'an; dan
buku tafsir dengan berpedoman kepada dalam hal kewajiban mengamalkannya dan
maqaashid syari'at yang mulia, yakni ra-
menerimanya, status penjelasan Nabi ini sama
hasia-rahasia dan tujuan-tujuan yang ingin dengan ayatAl-Qur'an. Hal ini dinyatakan oleh
direalisasikan dan dibangun oleh syari'at. al-Khaththabi dalam Ma'aalimus Sunan. De-
ngan kata lain, Sunnah Nabawi berdamping-
Metode yang saya tempuh ini, yaitu me- an dengan Al-Qur'an dan melayaninya. Saya
ngompromikan antara me'tsur d,an ma'qul berdoa semoga Allah Ta'ala menambahkan
yang bena4, diungkapkan oleh firman Allah
kemanfaatan tafsir ini dan menjadikannya
SWT,
dalam timbangan amal-amal saleh. Dan Allah
"Dan Kami turunkan adz-dzikr (Al-eurhn) menerima amal orang-orang yang bertalorva.
kepadamu agar engkqu menerangkan, kepada
Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili
manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka 12 Rabi'ulAwwal L424H
dan agar mereka memikirkan" (an-Nahl: 44)
TAFSIRAL-MUNIR JILID 7
IGTA PTNCANTAR
Segala puji bagi Allah yang menurunkan segala disiplin ilmu, seperti sejarah, sastra,
filsafat, tafsin fiqih, dan ilmu-ilmu keislaman
Al-Qur'an kepada Muhammad, Nabi yang buta
lainnya yang subur.
huruf dan dapat dipercaya. Shalawat dan sa-
lam semoga dilimpahkan ke atas Nabi dan Oleh karena itu, kita mesti mendekatkan
rasul paling mulia, yang diutus Allah Ta'ala
lagi apa yang telah menjauh, mengakrabkan
sebagai rahmat bagi alam semesta. kembali apa yang sudah menjadi asing, dan
Tak satu pun kitab di dunia ini yang men- memperlengkapi individu Muslim dengan
dapat perhatian, seperti perhatian yang di- bekal pengetahuan yang bersih dari unsur-
berikan kepada Al-Qur'anul Karim. Ratusan
buku telah ditulis tentangnya dan ia akan se- unsur asing (misalnya: rsra'il iyat dalamtafsir),
nantiasa menjadi sumber kajian para ulama. yang interaktif dengan kehidupan kontempo-
Dalam kitab ini, saya telah menyaring ber- rer serta harmonis dengan kepuasan diri dan
bagai ilmu pengetahuan dan wawasan yang prinsip-prinsip nalar. Hal ini menuntut kita
bersumber dari mata air Al-Qur'an yang tak
pernah kering, ilmu pengetahuan yang ber- untuk menyaring riwayat yang manqul dalam
kaitan erat dengan kebutuhan-kebutuhan za- buku-buku tafsir kita. Hal itu disebabkan di
man dan tuntutan kecendekiaan. Di sini saya
antara buku-buku tersebut-karena terpenga-
menggunakan diksi yang jelas dan seder- ruh oleh riwayat-riwayat isra' iliyat-ada yang
hana, memakai analisis ilmiah yang kom-
memberi penjelasan yang tak dimaksud
prehensif, memfokuskan pada tuiuan-tujuan
dari penurunan Al-Qur'an yang agung, serta mengenai kemaksuman sebagian Nabi dan
menggunakan metode yang iauh dari peman' berbenturan dengan sebagian teori ilmiah
yang telah diyakini kebenarannya setelah era
jangan yang bertele-tele dan peringkasan
yang hampir-hampir tidak dapat dipahami penielajahan ke ruang angkasa dan meluasnya
apa pun darinya oleh generasi yang telah jauh ruang lingkup penemuan-penemuan sains
modern. Dan perlu diingat bahwa dakwah
dari bahasa Arab yang memiliki keindahan Al-Qur'an terpusat pada ajakan untuk mem-
gaya bahasa dan kedalaman struktur yang
luar biasa. Seolah-olah mereka-walaupun me' fungsikan akal pikiran, mengasah otak, meng-
ngenyam studi yang spesifik di universitas- eksploitasi bakat untuk kebaikan, dan me-
telah menjadi terasing dari referensi-referen- merangi kebodohan dan keterbelakangan.
si orisinal dan kekayaan ilmu leluhur dalam
Tujuan utama saya dalam menyusun kitab
tafsir ini adalah menciptakan ikatan ilmiah yang
erat antara seorang Muslim dengan Kitabullah
Azzawafalla. Al-Qur'an yang mulia merupakan
TATSIRAL.MUNIRIILID 7
konstitusi kehidupan umat manusia secara syahwat, dari penindasan materi yang
umum dan khusus, bagi seluruh manusia dan
mematikan perasaan manusiawi yang
bagi kaum Muslimin secara khusus. Oleh sebab luhur.
itu, saya tidak hanya menerangkan hukum- - Dia-lah Al-Qur'an yang menyeru kepada
hukum fiqih bagi berbagai permasalahan yang syari'at keadilan, kebenaran, dan kasih
sayang bagi seluruh umat manusia; me-
ada dalam makna yang sempit yang dikenal nyeru kepada manhaj yang lurus bagi
kehidupan, pemikiran, persepsi, dan peri-
di kalangan para ahli fiqih. Saya bermaksud
laku; dan mengajak kepada cara pandang
menjelaskan hukum-hukum yang disimpulkan
dari ayat-ayat Al-Qur'an dengan makna yang yang komprehensif mengenai alam se-
Iebih luas, yang lebih dalam daripada sekadar mesta, yang menjelaskan hubungan ma-
nusia dengan Allah Ta'ala dan dengan
pemahaman umum, yang meliputi akidah
dan akhlak manhaj dan perilaku, konstitusi alam dan kehidupan.
umum, dan faedah-faedah yang terpetik dari
Ia adalah seruan yang berlandaskan ilmu
ayat Al-Qur'an baik secara gamblang (eksplisit)
pengetahuan yang benar dan eksperimen,
maupun secara tersirat (implisit), baik da- akal pikiran yang matang yang tidak menjadi
lam struktur sosial bagi setiap komunitas
masyarakat maju dan berkembang maupun lesu meskipun otak dioperasikan secara mak-
dalam kehidupan pribadi bagi setiap manusia simal, dan perenungan alam ini (langit, bumi,
(tentang kesehatannya, pekerj aannya, ilmunya, darat laut, dan angkasa). Ia juga merupakan
seruan kepada kekuatan, prestise, kemulia-
cita-citanya, aspirasinya, deritanya, serta dunia 3n, kepercayaan, dan kebanggaan dengan
syari'at Allah, serta kemandirian, di samping
dan akhiratnya), yang mana hal ini selaras- menarik manfaat dari ilmu pengetahuan umat
dalam kredibilitas dan keyakinan-dengan lain. Sebab ilmu bukan monopoli satu bangsa
tertentu. Ia adalah anugerah bagi umat manu-
firman Allah Ta'ala, sia secara umum; sebagaimana pemerdekaan
manusia dan manifestasi nilai humanismenya
"Wahai orang-orang , yang beriman, yang tinggi merupakan tujuan global Tuhan,
jauh melampaui kepentingan para diktator dan
penuhilah seruan Allah dan Rasul apabila dia tiran yang berusaha merampas kemanusiaan
menyerumu kepada sesuatu yang memberi ke- manusia demi mempertahankan kepentingan
hidupan kepadamu, dan ketahuilah bahwa pribadi mereka dan superioritas mereka atas
sesungguhnya Allah membatasi antara manusia kelompok lain dan dominasi mereka atas
dan hatinya dan sesungguhnya kepada-Nyalah
sesama manusia.
kamu akan dikump ulkan. " (al-Anfa alz 24)
Keyakinan akan orisinalitas seruan (dak-
- Adalah Allah SWT dan Rasulullah saw.
dalam ayat ini yang menyeru setiap wah) Al-Qur'an yang bajik kepada seluruh
manusia ini tidak akan terpengaruh oleh rin-
manusia di alam ini kepada kehidupan
tangan-rintangan yang menghadang di depan-
yang merdeka dan mulia dalam segala nya, atau sikap skeptis yang disebarkan se-
bentuk dan maknanya. putar kapabilitasnya dalam menghadapi
- Adalah Islam yang menyeru kepada gelombang besar kebangkitan peradaban
akidah atau ideologi yang menghidup-
kan hati dan akal, membebaskannya dari
ilusi kebodohan dan mistih dari tekanan
fantasi dan mitos, membebaskan manusia
dari penghambaan kepada selain Allah,
dari ketundukan kepada hawa nafsu dan
materialis; sebab dakwah ini bukan gerakan i'raab yang membantu menjelaskan banyak
ayat. Dan saya memandang tidak terlalu pen-
spiritual semata, bukan pula filsafat ilusif atau ting menyebutkan pendapat-pendapat para
teori belaka. Ia adalah dalowah realistis yang ahli tafsir. Saya hanya akan menyebutkan
rangkap: meliputi seruan untuk membangun pendapat yang paling benar sesuai dengan
alam, membangun dunia dan akhirat sekali- kedekatan kata dengan karakter bahasa Arab
gus, membentuk kolaborasi antara ruhani dan
materi, dan mewuiudkan interaksi manusia dan konteks ayat.
dengan semua sumber kekayaan di alam ini,
yang disediakan Allah Ta'ala untuk manusia Semua yang saya tulis tidak dipengaruhi
semata, agar ia memakai dan memanfaatkan oleh tendensi tertentu, madzhab khusus, atau
untuk menciptakan penemuan baru dan ber- sisa-sisa keyakinan lama. Pemandu saya tidak
inovasi, serta memberi manfaat dan bereksplo-
rasi secara kontinu, sebagaimana firman Allah lain adalah kebenaran yang Al-Qur'anul Karim
memberi petunjuk kepadanya, sesuai dengan
Ta'ala,
karakter bahasa Arab dan istilah-istilah
"Dia-lah Allah, yang menciptakan segala
apa yang ada di bumi untukmu kemudian Dia syari'at, disertai dengan penjelasan akan
menuju ke langit, Ialu Dia menyempurnakan pendapat para ulama dan ahli tafsir secara
menjadi tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui jujur; akurat, dan iauh dari fanatisme.
segala sesuatu." (al-Baqarah: 29)
Akan tetapi, kita sepatutnya tidak meng-
Yang penting dalam penafsiran dan pen- gunakan ayat-ayat Al-Qur'an untuk menguat-
ielasan adalah membantu individu Muslim kan suatu pendapat madzhab atau pandangan
untuk merenungkan Al-Qur'an, yang diperin-
kelompok, atau gegabah dalam menaloryil-
tahkan dalam firman Allah Ta'ala, kan ayat untuk mengukuhkan teori ilmiah
kuno atau modern sebab Al-Qur'anul Karim
"Kitab (At-Qur'an) yang Kami turunkan terlalu tinggi dan mulia tingkatnya daripada
kepadamu penuh berkah agar mereka pendapat-pendapat, madzhab-madzhab, dan
kelompok-kelompok itu. Ia pun bukanlah buku
menghayati ayat-ayatnya dan agar orang'
sains [ilmu pengetahuan alam), seperti ilmu
orang yang berakal sehatmendapat pelaiaran." astronomi, ilmu ruang angkasa, kedokteran,
matematika, dan sejenisnya-meskipun di da-
(Shaad:29) lamnya terdapat isyarat-isyarat kepada suatu
teori tertentu-. Ia adalah kitab hidayahlpe-
Kalau tuiuan saya adalah menyusun se- tunjuk llahi, aturan syari'at agama, cahaya
buah tafsir Al-Qur'anul Karim yang menghu-
bungkan individu Muslim dan non-Muslim yang menunjukkan kepada akidah yang benar;
dengan Kitabullah Ta'ala-penjelasan Tuhan manhaj hidup yang paling baik, dan prinsip-
dan satu-satunya wahyu-Nya sekarang ini, prinsip akhlak dan norma kemanusiaan yang
yang telah terbukti secara qath'i yang tiada tan-
dingannya bahwa ia adalah firman Allah-maka tertinggi. Allah Ta'ala berfirman,
ia akan menjadi tafsir yang menggabungkan
antara ma'tsur dan ma'qul, dengan memakai "sesungguhnya telah datang kepadamu ca-
referensi dari tafsir-tafsir lama maupun baru haya dari Allah, dan Kitab yang menerangkan.
yang terpercaya, juga dari buku-buku seputar
Al-Qur'anul Karim, baik mengenai sejarahnya, Dengan kitab inlah Allah menuniuki orang'
penjelasan sebab-sebab turunnya ayat, atau
orang yang mengikuti keridhaan-Nya ke ialan
keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah
mengeluarkan orang-orang itu dari gelap
gulita kepada cahaya dengan izin-Nya, dan Musa a.s., serta kisah Al-Qur'an di antara
menunjukkan mereka ke jalan yang lurus." (al-
Maa'idah:15-16) kitab-kitab samawi. Kemudian saya beralih ke
pembahasan yang komprehensif ketika kisah
Metode atau kerangka pembahasan kitab tersebut diulangi dengan diksi (usluub) dan
tafsir ini, saya dapat diringkas sebagai berikut: tujuan yang berbeda. Namun, saya tidak akan
1. Membagi ayat-ayat Al-Qur'an ke dalam menyebutkan suatu riwayat yang ma'tsur
dalam menjelaskan kisah tersebut kecuali
satuan-satuan topik dengan judul-judul jika riwayat itu sesuai dengan hukum-hukum
penjelas. agama dan dapatditerima oleh sains dan nalar.
Saya menguatkan ayat-ayat dengan hadits-
2. Menjelaskan kandungan setiap surah hadits shahih yang saya sebutkan sumbern5ra,
kecuali sebagian kecil di antaranya.
secara global.
Patut diperhatikan, mayoritas hadits-
3. Menjelaskan aspek kebahasaan.
hadits tentang fadhilah (keutamaan) surah-
4. Memaparkan sebab-sebab turunnya ayat surah Al-Qur'an adalah hadits palsu, yang
dalam riwayat yang paling shahih dan me- dikarang oleh orang-orang zindiq atau orang-
ngesampingkan riwayat yang lemah, serta orang yang punya kepentingan, atau para
menerangkan kisah-kisah para Nabi dan
peristiwa-peristiwa besar Islam, seperti peminta-minta yang berdiri di pasar-pasar
Perang Badar dan Uhud, dari buku-buku
sirah yang paling dapat dipercaya. dan masjid-masjid, atau orang-orang yang
5. Tafsir dan penjelasan. mengarang hadits palsu dengan maksud se-
6. Hukum-hukum yang dipetik dari ayat- bagai hisbaft l-menurut pengakuan mereka.z
ayat. Menurut perkiraan saya, kerangka pem-
7. Menjelaskan balaaghah (retorika) dan bahasan ini-insya Allah-memberi manfaat
i'raab (sintaksis) banyak ayat agar hal yangbesar. Karangan ini akan mudah dipahami,
itu dapat membantu untuk menjelaskan gampang dicerna, dapat dipercaya, dan men-
makna bagi siapa pun yang mengingin-
kannya, tetapi dalam hal ini saya meng- jadi rujukan setiap peneliti dan pembaca, di
hindari istilah-istilah yang menghambat zaman yang gencar dengan seruan dalnvah
pemahaman tafsir bagi orang yang tidak kepada Islam di masjid-masjid dan lain-lain,
ingin memberi perhatian kepada aspek akan tetapi disertai dengan penyimpangan
(balaaghah dan i'raab) tersebut. dari jalan yang bena4, rancu, atau tidak me-
Sedapat mungkin saya mengutamakan miliki akurasi ilmiah, baik dalam bidang
tafsir maudhuu'f (tematik), yaitu menyebut-
tafsir, hadits, fatwa dan penjelasan hukum-
kan tafsir ayat-ayat Al-Qur'an yang berkenaan hukum syari'at. Dalam situasi demikian, kitab
dengan suatu tema yang sama seperti jihad,
ini senantiasa menjadi referensi yang dapat
hudud, waris, hukum-hukum pernikahan,
dipercaya bagi ulama maupun pelajaq, untuk
riba, kham[ dan saya akan menjelaskan-pada mencegah penyesatan khalayak dan pemberi-
kesempatan pertama-segala sesuatu yang an fatwa tanpa landasan ilmu. Dengan begitu,
berhubungan dengan kisah Al-Qur'an, seperti
kisah para nabi: Adam a.s., Nuh a.s., Ibrahim Yaitu mereka yang membuat hadits-hadits palsu mengenai
a.s., dan lain-lain; kisah Fir'aun dengan Nabi targhiib dan torhiib dengan maksud mendorong manusia
untuk beramal baik dan menjauhi perbuatan buruk (penj.)
Tafsir al - Qurthub i (l / 7 8 -7 9).
*"," "rng"nor ,, rrt ,
benar-benar akan tercapai tujuan Nabi saw an-Nasyr fil Qiraa'aatil Asyr; atau membahas
dari penyampaian Al-Qur'an dalam sabdanya,
sains dan teori-teori ilmu alam seperti Than-
*,rt*-il-l thawi fauhari dalam bukunya al-Jawaahir Fii
Tafsiiril Qur' aanil Kariim.
"sampaikan dariku walauPun hanya satu
Saya berdoa semoga Allah memberi man-
ayat." 3 faat kepada kita dengan apa yang telah diajar-
kan-Nya kepada kita, dan mengajari kita apa
sebab Al-Qur'an adalah satu-satunya yang bermanfaat bagi kita, serta menambah
mukiizat yang abadi di antara mukjizat- ilmu kepada kita. Saya juga berdoa semoga
mukjizat yang lain. Dia menjadikan kitab tafsir ini bermanfaat
bagi setiap Muslim dan Muslimah, dan
Dengan skema pembahasan sePerti mengilhami kita semua kepada kebenaran,
ini dalam menjelaskan maksud dari ayat- serta membimbing kita untuk mengamalkan
ayat Kitabulloh, baik per kosakata maupun Kitabullah dalam segala bidang kehidupan, se-
bagai konstitusi, akidah, manhai, dan perilaku;
susunan kalimat, mudah-mudahan saya telah
juga semoga Dia memberi kita petuniuk ke
merealisasikan tuiuan saya, yaitu menghu- jalan yang lurus, yaitu ialan Allah Yang me-
nguasai seluruh yang ada di langit dan yang
bungkan individu Muslim dengan Al-Qur'an- ada di bumi. Sesungguhnya kepada Allah-lah
nya, dan semoga dengan begitu saya telah
melaksanakan tabligh fpenyampaian) yang kembalinya semua perkara.
wajib atas setiap Muslim kendati sudah ada
Dan hendaknya pemandu kita adalah
ensiklopedia-ensiklopedia atau buku-buku
hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan
tafsir lama yang saya iadikan pegangan, dan Muslim dari Amirul Mukminin, Utsman bin
yang memiliki ciri masing-masing, entah ber- Affan r.a. bahwa Rasulullah saw bersabda,
fokus kepada akidah, kenabian, akhlak we-
jangan, dan penielasan ayat-ayat Allah di *t'o-V'&U€#
alam semesta, seperti yang dilakukan oleh
ar-Razi dalam at-Tafsiir al-Kabiin Abu Hatim "sebaik-baik kalian adalah orang yang
al-Andalusi dalam al-Bahrul Muhiith, al-Alusi
mempelajari AI-Qur'an dan mengaiarkannya." a
dalam Ruuhul Ma'aaniy, dan az-Zamakhsyari
Prof. Dr. Wahbah bin Mushthafa az-Zuhaili
dalam al-Kasysyaaf.
4 Saya tidak berani menyusun tafsir ini kecuali setelah saya
Atau berfokus kepada penjelasan kisah-
kisah Al-Qur'an dan sejarah, seperti tafsir al- menulis dua buah kitab yang komprehensif dalam temanya
Khazin dan al-Baghawi; atau berfokus pada masing-masing-atau dua buah ensiklopedia-, yang per-
penjelasan hukum-hukum fiqih-dalam penger- tama adalah llshuulul Fiqhil lslaamiy dalam dua jilid, dan
yang kedua adalah al-Fiqhul lslaamiy wa Adillatuhu yang
tian sempit-mengenai masalah-masalah berisi pandangan berbagai madzhab dalam sebelas lilid;
furui seperti al-Qurthubi, Ibnu Katsir; al- dan saya telah menjalani masa mengajar di perguruan
fashshash, dan Ibnul Arabi; atau mementing- tinggi selama lebih dari tiga puluh tahun, serta saya telah
kan masalah kebahasaan, seperti az-Zamakh- berkecimpung dalam bidang hadits Nabi dalam bentuk
tahqiiq, takhriij, dan penjelasan artinya bersama pengarang
syari dan Abu Halyan; atau mengutamakan lain untuk bukcu Tuhfatul Fuqahaa'karya as-Samarqandi
qiraa'aat, seperti an-Nasafi, Abu Hayyan, dan dan buku al-Mushthafaa Min Ahaadiitsil Mushthafaa yang
berisi sekitar 1400 hadits; plus buku-buku dan tulisan-
IbnuAnbari, serta Ibnu fazari dalam kitabnya tulisan yang berjumlah lebih dari tiga puluh buah.
3 HR Ahmad, Bukhari, dan Tirmidzi dari Abdullah bin Amr
Ibnul Ash r.a..
*euransolumtat pengctatruan pcnung ,, ,,* 48.,r,, ., hFSIRI-MUNIR IILID 7
SEIUMIAH PENGETAHUAN
PENTINGYANG BERKAITAN
DENGAI{AI-WR AN
A. DEFINISI AL.QUR'A]{, CARATURUNNYA, hukum syari'at Ilahi yang berupa halal-haram,
dan apa yang dapat diiadikan sebagai hujjah
DAN CARA PENGUMPULANNYA dalam menyimpulkan hukum, serta apa yang
membuat orang yang mengingkarinya men-
Al-Qur'an yang agung,-)xang sejalan den- iadi kafir dan apa yang tidak membuat peng-
ingkarnya menjadi kafir. Oleh karena itu, para
gan kebijaksanaan Allah-tidak ada lagi di dunia ulama berkata tentang Al-Qur'an ini.
ini wahyu Ilahi selain dia setelah lenyapnya atau Al-Qur'an adalah firman Allah yang mukji-
bercampurnya kitab-kitab samawi terdahulu zatl, yang diturunkan kepada Nabi Muhammad
dengan ilmu-ilmu lain yang diciptakan manu- saw dalam bahasa Arab, yang tertulis dalam
sia adalah petunjuk hidayah, konstitusi hukum, mushaf, yang bacaannya terhitung sebagai
sumber sistem aturan Tuhan bagi kehidupan, ja- ibadah2, yang diriwayatkan secara mutawatir3,
lan untuk mengetahui halal dan haram, sumber yang dimulai dengan surah al-Faatihah, dan
hilsnah, kebenaran, dan keadilan, sumber etika diakhiri dengan surah an-Naas.
dan akhlak yang mesti diterapkan untuk melu-
ruskan perjalanan manusia dan memperbaiki Berdasarkan definisi ini, terjemahan Al-
perilaku manusia. Allah Ta ala berfirman, Qur'an tidak bisa disebut Al-Qur'an, melain-
"...Tidak ada sesuatu pun Yang Kami kan ia hanya tafsir; sebagaimana qiraa'atyang
Iuputkan di dalam al-Kitab..." (al-An'aam: 38) syaadzdzah (yaitu yang tidak diriwayatkan
Dia juga berfirman, secara mutawatix, melainkan secara aahaad)
tidak dapat disebut Al-Qur'an, seperti qiraa'at
"...Dan Kami fiirunkan kiub (Al'Qur'an)kepa-
damu untuk menjelaskan segala sesuat:.t sebagai L Artinya: manusia dan jin tidak mampu membuat rangkaian
petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi seperti surah terpendek darinYa.
orang yang bercemh diri (Muslim)." (an-Naht 89)
2 Artinya, shalat tidak sah iika tidak membaca sesuatu dari-
Para ulama ushul fiqih telah mendefinisi- nya; dan semata-mata membacanya merupakan ibadah
kannya, bukan karena manusia tidak menge- yang mendatangkan pahala bagi seorang Muslim'
nalnya, melainkan untuk menentukan apa Mutawatir artinya diriwayatkan oleh jumlah yang besar
yang bacaannya terhitung sebagai ibadah, apa dari jumlah yang besa4, yang biasanya tidak mungkin
yang boleh dibaca dalam shalat dan apa yang mereka bersekongkol untuk berdusta.
tidak boleh; juga untuk menjelaskan hukum-
Ibnu Mas'ud tentang faiatul iilaa'a: fa in Dia dinamakan al-Mushafl dari kata ash-
hafa yangberarti mengumpulkan shuhul(lem-
faa' uu-fiihinna-fa innallaaha g hafuurun rahim
(al-Baqarahz 226); juga qiraa'afnya tentang baran-lembaran) di dalamnya, dan shuhuf
nafkah anak: wa 'alal waaritsi-dzir rahimil adalah bentuk jamak dari kata ash-shahiifah,
yaitu selembar kulit atau kertas yang ditulisi
muharrami-mitslu dzaalik (al-Baqarah: 2 3 3), sesuatu. Konon, setelah mengumpulkan Al-
Qur'an, Abu Bakar ash-shiddiq bermusyawa-
serta qiraa'atnya tentang kafarat sumpah rah dengan orang-orang tentang namanya, lalu
orang yang tidak mampu: fa man lam yajid fa
ia menamainya al-Mushaf.
shiy a amu tsalaatsati al4taamin-mutataabi'aat-
(al-Maa'idah: 89). Dia dinamakan an-Nuur [cahaya) karena
dia menyingkap berbagai hakikat dan mene-
NAMA.NAMA AL.QUR'AN
rangkan hal-hal yang samar [soal hukum
Al-Qur'an mempunyai sejumlah nama,
antara lain: Al-Qur'an, al-Kitab, al-Mushaf, an- halal-haram serta tentang hal-hal gaib yang
Nuut dan al-Furqaan.s tidak dapat dipahami nalar) dengan penjelas-
an yang absolut dan keterangan yang jelas.
Ia dinamakan Al-Qur'an karena Dia- Allah Ta'ala berfirman,
lah wahyu yang dibaca. Sementara itu, Abu "Hqi manusia, sesungguhnya telah sampai
'Ubaidah berkata dinamakan Al-Qur'an karena kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu
ia mengumpulkan dan menggabungkan surah-
surah. AIlah Ta'ala berfirman, (Muhammad dengan mukjizatnya) dan telah
Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang
&"AjsT';Wi,Y b en d erang (Al - Qu r' an). " (an-Nisaa' z 17 4)
"Sesungguhnya Kami yang akan mengumpul- Dan dinamakan al-Furqaan karena ia
kannya (di dadamu) dan membacakannya." (al- membedakan antara yang benar dan yang sa-
lah, antara iman dan kekafiran, antara kebaik-
Qiyaamah: 17) an dan kejahatan. Allah Ta'ala berfirman,
Maksud qur'aanahu dalam ayat ini ada- "Mahasuci Allah yang telah menurunkan
lah qiraa'atahu (pembacaannya)-dan sudah Furqaan (AI-Qur'an) kepada hamba-Nya
diketahui bahwa Al-Qur'an diturunkan secara (Muhammad), agar dia menjadi pemberi
bertahap sedikit demi sedikit, dan setelah peringatan kepada seluruh alam. (jin dan
sebagiannya dikumpulkan dengan sebagian
yang lain, ia dinamakan Al-Qur'an. manusio)" (al-Furqaan: 1)
Dia dinamakan al-Kitab, yang berasal GARA TURUNNYA AL.QUR'AN
dari kata al-katb yang berarti pengumpulan
karena dia mengumpulkan fberisi) berbagai Al-Qur'an tidak turun semua sekaligus
macam kisah, ayat, hukum, dan berita dalam seperti turunnya Taurat kepada Musa a.s.
dan Injil kepada Isa a.s. agar pundak para
metode yang khas.
mukallaf tidak berat terbebani dengan hukum-
Iilaa' artinya bersumpah untuk tidak menyetubuhi istri. hukumnya. Ia turun kepada Nabi yang mulia-
Dan kalimat/aa'ar rajulu ilaa imra'atihi artinya: lelaki itu
kembali menggauli istrinya setelah dia pernah bersumpah shallallaahu'alaihi wa sallam-sebagai wahyu
untuk tidak menggaulinya.
Tafsir Gharaa'ibul Qur'aan wa Raghaa'ibul Furqaan l<arya yang dibawa oleh Malaikat fibril a.s. secara
al-Allamah an-Nazhzham (Nazhzhamud Din al-Hasan bin
berangsur-angsu[ yakni secara terpisah-pisah
Muhammad an-Naisaburi) yang dicetak di pinggir lafir sesuai dengan tuntutan kondisi, peristiwa, dan
ath-Thabari (l /25), Tafsir ar-Razi (2 / Lg.
TAFSIRAL.MUNIRJITID 7
keadaan, atau sebagai respons atas kejadian ngenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang
dan momenum atau pertanyaan. hak dan yang batil);'(al'Baqarah: 185)
Yang termasuk ienis pertama, misalnya Dia berfirman pula,
firman Allah Ta'ala, "S e sung g uhny a Kami menurunkanny a p ada
suatu malamyang diberkahi dan sesungguhnya
"Dan janganlah kamu menikahi perem'
puan-perempuan musyrilg sebelum mereka Kami-lah yang memberi peringatan." (ad-
b eri m a n." (al - Baqarahz 221)
Dukhaan:3)
Ayat ini turun berkenaan dengan Martsad
Dia iuga berfirman,
al-Ghanawi yang diutus oleh Nabi saw. ke Mekah
"S esungg uhny a Kami tel ah menurunkanny a
untuk membawa pergi kaum Muslimin yang (Al-Qur'an) pada malam qadar." (al-Qadr: 1)
tertindas dari sana, namun seorang perempuan
musyrik yang bernama Anaq-yang kaya raya Al-Qur'an terus-menerus turun selama 23
dan cantik ielita-ingin kawin dengannya tahun, baik di Mekah, di Madinah, di jalan antara
kedua kota itu, atau di tempat-tempat lain.
kemudian Martsad setuju asalkan Nabi saw.
juga setuju. Tatkala ia bertanya kepada beliau, Turunnya kadang satu surah lengkap,
turunlah ayat ini dan bersamaan dengannya seperti surah al-Faatihah, al-MuddatstsiX, dan
al-An'aam. Kadang yang turun hanya sepuluh
tllrun pula ayag
ayat, seperti kisah ab@ (gosip) dalam surah
"Dan janganlah kamu menikahkan orang- an-Nuuc dan awal surah al-Mu'minuun. Ka-
orang musyrik (dengan perempuan'perempuan dang pula hanya turun lima ayat, dan ini
banyak. Akan tetapi terkadang yang turun
Mukmin) sebelum mereka beriman." (at'
hanya sebagian dari suatu ayat, seperti kalimat,
Baqarah:221)
"Yang tidak mempunyai ttzur" (an-Nisaa':
Yang termasuk jenis kedua, misalnya es)
"Dan mereka bertanya kepadamu (Muham' yang turun setelah firman-NYa,
mad) tentang anakyatim." (al-Baqarah: 220)
"Tidaklah sama antara Mukminyang duduk
"M ereka b ertany a kepadamu tentang haid," (y ang tidak il<ut berperangtJ " (an-Nisaa' : 95).
(al-Baqarahz222) Misalnya lagi firman Allah Ta'ala,
"Dan mereka minta fatwa kePadamu "Dan jika kamu khawatir meniadi miskin
(Muhammad) tentang perempuan." (an' (karena orang kafir tidak datang) maka AIIah
nanti akan memberimu kekayaan kepadamu
Nisaa':127) dari karunia-Nya, iika Dia menghendaki. Se'
sungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha'
"Mereka menanyakan kepadamu tentang bij aksan a." (at-Taubah: 2 8)
(pembagian) harta rampasan perang." (al' Yang turun setelah,
Anfaal:1)
"Hai orang-orang yang beriman, sesungguh-
Turunnya Al-Qur'an dimulai pada bulan
nya orang-orang yang muryrik itu naiis (kotor
Ramadhan di malam kemuliaan (Lailatul hati), maka janganlah mereka mendekati Mas'
jidilharam sesudah tahun ini." (at:faubah: 28)
Qadr). Allah Ta'ala berfirman,
"(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah)
bulan Ramadhan, bulanyang di dalamnya ditu-
runkan (p ermula an) Al- Qur' an seb ag ai p etuni uk
bagi manusia dan penielasan'penielasan me-
7ThFSIRAL-MUNIRIILID rr{lltr. re.il|i il solumtah pongotahuan pon$ngAt-eut an
Diturunkannya Al-Qur'an secara berang- telah menerima Islam, turunlah hukum halal
sur-angsur-sejalan dengan manhaj Tuhan dan haram. Sekiranya yang pertama-tama
yang telah menentukan cara penurunan de- turun adalah 'Jangan minum khomrll niscaya
mikian-mengandung banyak hikmah. Allah mereka akan berkata, 'Kami selamanya tidak
Ta'ala berfirman, akan meninggalkan khamr!' Dan sekiranya
yang pertama turun adalah Jangan berzinali
"Dan Al-Qur'an itu (Kami turunkan) ber-
niscaya mereka berkata, 'Kami tidak akan
angsur-ongsur agar kamu (Muhammad) mem-
bacakannya kepada manusia perlahan-lahan meninggalkan zina!"'6
dan Kami menurunkannya bagian demi bagian." Hikmah yang lain adalah menghubungkan
(al-Israa':106) aktivitas jamaah dengan wahyu Ilahi sebab
keberlanjutan turunnya wahyu kepada Nabi
Di antara hikmah-hikmah tersebut adalah saw. membantu beliau untuk bersabar dan
meneguhkan dan menguatkan hati Nabi saw.
agar beliau menghafal dan menguasainya se- tabah, menanggung derita dan kesulitan serta
bab beliau adalah seorang yang buta huruf, berbagai macam gangguan yang beliau hadapi
tidak dapat membaca dan menulis. Allah Ta'ala
berfirman, dari kaum musyrikin. Ia juga merupakan
"Dan orang-orang kafir berkata, 'Mengapa sarana untuk mengukuhkan akidah di dalam
jiwa orang-orang yang telah memeluk Islam.
Al-Qur'an itu tidak diturunkan sekaligur?' fika wahyu turun untuk memecahkan suatu
problem, berarti terbukti kebenaran dakwah
Demikianlah, agar Kami memperteguh hatimu Nabi saw.; dan kalau Nabi saw. tidak memberi
(Muhammad) dengannya dan kami membaca- jawaban atas suatu masalah lalu datang wah-
yu kepada beliau, kaum Mukminin pasti kian
kannya secara tartil (berangsur-angsur, per- yakin akan kebenaran iman, semakin percaya
lahan dan benar."' fal-Furqaan: 3 2) kepada kemurnian akidah dan keamanan jalan
yang mereka tempuh, serta bertambah pula
Hikmah yang lain adalah menyesuaikan keyakinan mereka terhadap tuiuan dan janji
dengan tuntutan tahapan dalam penetapan yang diberikan Allah kepada mereka: menang
hukum, serta mendidik masyarakat dan me-
mindahkannya secara bertahap dari suatu atas musuh atau kaum musyrikin di dunia,
keadaan ke keadaan yang lebih baik daripada atau masuk surga dan meraih keridhaan
sebelumnya, dan juga melimpahkan rahmat
Ilahi kepada umat manusia. Dahulu, di masa Tuhan serta penyiksaan kaum kafir di neraka
fahiliyyah, mereka hidup dalam kebebasan
mutlak. Kalau Al-Qur'an diturunkan semuanya )ahannam.
secara sekaligus, tentu mereka akan merasa
berat menjalani aturan-aturan hukum baru 6 Dalam al-Kasysyaaf (L/185-186),az-Zamakhsyari menye-
itu sehingga mereka tidak akan melaksana-
kan perintah-perintah dan larangan-larangan butkan sebab-sebab pemilahan dan pemotongan Al-
tersebut. Qur'an meniadi surah-surah, di antaranya: (1) penjelasan
yang bervariasi mengenai sesuatu akan lebih baih lebih
Bukhari meriwayatkan bahwa Aisyah indah, dan lebih menawan daripada kalau dia hanya satu
r.a. berkata, "Yang pertama-tama turun dari penjelasan, (2) merangsangvitalitas dan memotivasi untuk
Al-Qur'an adalah suatu surah dari jenis a/- mempelalari dan menggali ilmu dari Al-Qur'an, berbeda
mufashshal, di dalamnya disebutkan tentang seandainya kitab suci ini turun secara sekaligus, [3) orang
surga dan neraka, hingga tatkala manusia yang menghafal akan merasa bangga dengan satu penggal-
an tersendiri dari Al-Qufan setelah ia menghafalnya,
dan (4) perincian mengenai berbagai adegan peristiwa
merupakan faktor penguat makna, menegaskan maksud
yang dikehendaki dan menarik perhatian.
AL.QUR'AN MAKK'Y DAN MADANIV masyarakat Islam di Madinah, pengaturan
Wahyu Al-Qur'an memiliki dua corakyang urusan politik dan pemerintahan, pemantap-
membuatnya terbagi menjadi dua macam:
makkiy dan madanry; dan dengan begitu su- an kaidah permusyawaratan dan keadilan da-
lam memutuskan hukum, penataan hubungan
rah-surah Al-Qur'an terbagi pula menjadi antara kaum Muslimin dengan penganut agama
lain di dalam maupun luar kota Madinah, baik
surah Makkiyyah dan surah Madaniyyah. padawaktu damai maupun padawaktu perang,
dengan mensyari'atkan jihad karena ada alas-
Makkiy adalah yang turun selama tiga be- an-alasan yang memperkenankannya (seperti
las tahun sebelum hijrah-hiirah Nabi saw dari gangguan, agresi, dan pengusiran), kemudian
Mekah ke Madinah-,baikiaturun di Mekah, di
Tha'if, atau di tempatlainnya, misalnya surah meletakkan aturan-aturan perjanjian guna
Qaaf, Huud, dan Yuusuf. Adapun Madaniy menstabilkan keamanan dan memantapkan
adalah yang turun selama sepuluh tahun se-
telah hiirah, baik ia turun di Madinah, dalam pilar-pilar perdamaian. Hal itu menuntut
perjalanan dan peperangan, ataupun di ayat-ayat Madaniyyah berbentuk panjang dan
tenang, memiliki dimensi-dimensi dan tujuan-
Mekah pada waktu beliau menaklukkannya tuiuan yang abadi dan tidak temporex, yang
('aamul fathi), seperti surah al-Baqarah dan
surah Aali'lmraan. dituntut oleh faktor-faktor kestabilan dan
Kebanyakan syari'at Makkiy berkenaan ketenangan demi membangun negara di atas
fondasi dan pilar yang paling kuat dan kukuh.
dengan perbaikan akidah dan akhlak, kecaman
terhadap kesyirikan dan keberhalaan, pena- FAEDAH MENGETAHUI ASEAABUN NUZUUL
naman akidah tauhid, pembersihan bekas- Mengetahui sebab-sebab turunnya ayat
bekas kebodohan (seperti, pembunuhan, zina, sesuai dengan peristiwa dan momenum
dan penguburan anak perempuan hidup-hi- mengandung banyak faedah dan urgensi
dup), penanaman etika dan akhlak Islam [se-
yang sangat besar dalam menafsirkan Al-
perti keadilan, menepati janji, berbuat baik, Qur'an dan memahaminya secara benar. As-
baabun nuzuul mengandung indikasi-indi-
bekeria sama dalam kebaikan dan ketakwaan kasi yang menjelaskan tujuan hukum, me-
dan tidak bekeria sama dalam dosa dan per- nerangkan sebab pensyari'atan, menyingkap
rahasia-rahasia di baliknya, serta membantu
musuhan, serta melakukan kebajikan dan me- memahami Al-Qur'an secara akurat dan
ninggalkan kemungkaran), pemfungsian akal komprehensif, kendati pun yang menjadi pa-
tokan utama adalah keumuman kata dan bu-
dan pikiran, pemberantasan fantasi taklid kan kekhususan sebab. Di dunia perundang-
undangan zaman sekarang, kita melihat apa
buta, pemerdekaan manusia, dan penarikan yang disebut dengan memorandum penjelas
pelajaran dari kisah-kisah para Nabi dalam undang-undang, yang mana di dalamnya di-
menghadapi kaum mereka. Hal itu menuntut jelaskan sebab-sebab dan tuiuan-tujuan pe-
ayat-ayat Makkiy berbentuk pendek-pendek, nerbitan undang-undang tersebut. Hal itu
penuh dengan intimidasi, teguran, dan an- diperkuat lagi dengan fakta bahwa setiap
caman, membangkitkan rasa takut, dan me- aturan tetap berada dalam level teoritis dan
tidak memuaskan banyak manusia selama ia
ngobarkan makna keagungan Tuhan.
Adapun syari'at Madaniy pada umumnya
berisi tentang penetapan aturan-aturan dan
hukum-hukum terperinci mengenai ibadah,
transaksi sipil, dan hukuman, serta prasyarat
kehidupan baru dalam menegakkan bangunan
tidak sej alan dengan tuntutan-tuntutan realita Adapun riwayat yang disebutkan dari
atau terkait dengan kehidupan praksis. as-Suddi bahwa yang terakhir turun adalah
Semua itu menunjukkan bahwa syari'at firman Allah Ta'ala,
Al-Qur'an tidaklah mengawang di atas level
peristiwa, atau dengan kata lain ia bukan "Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk
kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan ke-
syari'at utopis (idealis) yang tidak mungkin padamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam
itu jadi agama bagimu" (al-Maa'idah: 3)
direalisasikan. Syari'at AI-Qur'an relevan bagi
tidak dapat diterima sebab ayat ini turun-
setiap zaman, interaktif dengan realita. Ia dengan kesepakatan para ulama-pada hari
mendiagnosa obat yang efektif bagi setiap pe- Arafah sewaktu haji Wada'sebelum turunnya
nyakit kronis masyarakat serta abnormalitas
dan penyimpangan individu. surah an-Nashr dan ayat 281 surah al-Baqarah
di atas.
YANG PERTAMA DAN YANG TERAKHIR
TURUN DARI AL.QUR'AN PENGUMPULAN AL.qUR'AN
Yang pertama kali turun dari Al-Qur'anul Urutan ayat-ayat dan surah-surah Al-
Kariim adalah firman Allah Ta'ala dalam surah Qur'anul Kariim (yang turun sesuai dengan
peristiwa dan momenum, kadang turun satu
al-Alaq,
surah lengkap atau kadang beberapa ayat atau
"Bacalah dengan (menyebut) nama T\hanmu sebagian dari satu ayatsaja, sebagaimana telah
Yang menciptakan. Dia telah menciptakan manu- kita ketahui) tidaklah seperti urutan yang kita
sia dari segumpal darah. Bacalalt, dan T[hanmu-
lah Yang Maha Pemurah. Yang mengajar (manu- lihat pada mushaf-mushaf sekarang maupun
sia) dengan pena. Dia mengajar kepada manusia lampau (yang mana urutan ini bersifat tau-
apa yqng tidak diketahuinya." (al-Naq: 1-S)
qiifi, ditetapkan oleh Rasulullah saw. sendiri).
Peristiwa itu terjadi pada hari Senin tang-
gal17 Ramadhan tahun ke-41 dari kelahiran Al-Qur'an mengalami pengumpulan/kompi-
lasi sebanyak tiga kali.
Nabi saw., di Gua Hira' ketika wahyu mulai
turun dengan perantaraan Malaikat fibril a.s. Kompllasl Pertama dl Masa Nabl saw.
Kompilasi pertama terjadi pada masa Nabi
yang tepercaya.
saw. dengan hahlan beliau yang kuat dan man-
Adapun ayat Al-Qur'an yang terakhir tap seperti pahatan di batu di dalam dada beliau,
turun-menurut pendapat terkuat-adalah fir- sebagai bukti kebenaran janji Allah Ta ala,
man Allah Ta'ala, "Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk
(membaca) Al-Qur'an karena hendak cepat-
"Dan talantlah pada hari (ketika) kamu
cepat (menguasai)nya. Sesungguhnya atas
semua dikembalikan kepada Allah. Kemudian tanggungan Kamilah mengumpulkannya (di
dadamu) dan (membuatmu pandai) memba-
masing -masing diri diberi balasan yang sempurna canya. Apabila Kami teloh selesai membaca-
sesuai dengan apayang telah dikerjakannya, dan
mereka tidak dizalimr." (al-Baqarah: 281) kannya maka ikutilah bacaanny a itu. Kemudian,
sesungguhnya atas tanggungan Kamilah pen-
Peristiwa itu terjadi sembilan hari sebe- j el a sanny a." (al-Qiyaamah: 16- 19)
lum wafatnya Nabi saw. setelah beliau usai
menunaikan haji Wada'. Hal itu diriwayatkan
banyak perawi dari Ibnu Abbas r,a..
'rArsrRAL-MUNIR TILID
Nabi saw. membacakan hafalannya ke- Kompllasl Kedua pada Masa Abu Bakar
pada fibril a.s. satu kali setiap bulan Rama-
dhan; dan beliau membacakan hafalannya Al-Qur'an belum dikumpulkan dalam satu
sebanyak dua kali di bulan Ramadhan terakhir mushaf pada masa Rasulullah saw sebab ada
kemungkinan akan turun wahyu baru selama
sebelum wafat. Selanjutnya Rasulullah saw. Nabi saw. masih hidup. Akan tetapi waktu itu
membacakannya kepada para sahabat seperti semua ayat Al-Qur'an ditulis di lembaran ker-
pembacaan-pembacaan yang beliau lakukan tas, tulang hewan, batu, dan pelepah kurma.
Kemudian, banyak penghafal Al-Qur'an yang gu-
di depan fibril, lalu para sahabat menulisnya gur dalam Perang Yamamah yang teriadi pada
seperti yang mereka dengar dari beliau. Para masa pemerintahan Abu Bakar, sebagaimana
penulis wahyu beriumlah dua puluh lima diriwayatkan oleh Bukhari dalam Fadhaa'ilul
orang. Menurut penelitian, mereka sebetulnya Qur'aan dalam juz keenam, sehingga Umar
berjumlah sekitar enam puluh orang; yang mengusulkan agar Al'Qu/an dikompilasikan/
paling terkenal adalah keempat khalifah, dikumpulkan, dan Abu Bakar menyetuiuinya,
Ubay bin Ka'b, Zaid bin Tsabit, Mu'awiyah bin serta beliau memerintahkan Zaid bin Tsabit
untuk melaksanakan tugas ini. Kata Abu Bakar
Abi Sufyan, saudaranya: Yaziid, Mughirah bin kepada Zaid, "Engkau seorang pemuda cerdas
Syu'bah, Zubair bin Awwam, dan Khalid bin yang tidak kami curigai. Dahulu engkau pun
Walid. Al-Qur'an juga dihafal oleh beberapa
orang sahabat di luar kepala karena terdorong menuliskan wahyu untuk Rasulullah saw..
Maka, carilah dan kumpulkan ayat-ayat Al'
cinta mereka kepadanya dan berkat kekuatan
ingatan dan memori mereka yang terkenal Qur'an (yang tersebar di mana-mana itu)." Zaid
sebagai kelebihan mereka. Sampai-sampai kemudian melaksanakan perintah tersebut. Ia
dalam perang memberantas kaum murtad, bercerita "Maka aku pun mulai mencari ayat'
telah gugur tuiuh puluh orang penghafal Al'
Qur'an. Abu'Ubaid, dalam kitab al-Qfraa'aat, ayat Al-Qur'an, kukumpulkan dari pelepah
kurma dan lempengan batu serta hafalan
menyebutkan sebagian dari para penghafal
orang-orang. Dan aku menemukan akhir surah
Al-Qur'an. Di antara kaum muhajirin dia at-Taubah-yakni dalam bentuk tertulis-pada
menyebut antara lain keempat Khulafa'ur Khuzaimah al-Anshari, yang tidak kutemukan
pada selain dia, yaitu ayat
Rasyidin, Thalhah bin'Ubaidillah, Sa'd bin Abi
"sungguh telah datang kepadamu seorang
Waqqash, Abdullah bin Mas'ud, Huudzaifah Rasul dari kaummu sendiri" (at'Taubahz 128)
bin Yaman, Salim bin Ma'qil (maula Abu
Hingga penghabisan surah Baraa'ah.
Huudzaifah), Abu Hurairah, Abdullah bin Sa'ib, Lembaran-lembaran yang terkumpul itu
keempat Abdullah (lbnu Umac Ibnu Abbas, berada di tangan Abu Bakar hingga ia
Ibnu Amr, dan lbnu Zubair), Aisyah, Hafshahh, meninggal dunia, lalu dipegang Umar hingga
ia wafat, selanjutnya dipegang oleh Hafshahh
dan Ummu Salamah. binti Umar."7
Di antara kaum Anshar dia menYebut Dari sini ielas bahwa cara pengumpulan
Al-Qur'an berpedoman pada dua hal: [1) yang
antara lain 'Ubadah ibn Shamit, Mu'adz Abu tertulis dalam lembaran kertas, tulang dan
Halimah, Mujammi'bin fariyah, Fadhalah bin
'Ubaid, dan Maslamah bin Mukhallad. 7 Shahih Bukhari (6/3t4-3LS).
Para penghafal yang paling terkenal di
antaranya: 'Utsman, Ali, Ubaiy bin Ka'b, Abu
Darda', Mu'adz bin fabal, Zaid bin Tsabit, Ibnu
Mas'ud, dan Abu Musa al-Asy'ari.
sejenisnya, dan [2) hafalan para sahabat yang Sebab musabab pengumpulan ini ter-
hafal Al-Qur'an di luar kepala. Pengumpulan ungkap dari riwayat yang disampaikan oleh
pada masa Abu Bakar terbatas pada pe- Imam Bukhari kepada kita dalam Fadhaa'ilul
Qur'aan, dalam juz keenam, dari Anas bin
ngumpulan Al-Qur'an di dalam lembaran-lem-
baran khusus, setelah sebelumnya terpisah- Malik r.a. bahwa Huudzaifah bin Yaman datang
pisah dalam berbagai lembaran. Zaid tidak
menghadap Utsman seraya menceritakan
cukup hanya berpedoman kepada hafalannya bahwa ketika ia sedang mengikuti peperang-
sendiri, ia juga berpedoman kepada hafalan para an bersama orang-orang Syam dan orang-
sahabat yang lain, yang jumlahnya banyak dan orang Irak untuk menaklukkan Armenia dan
memenuhi syarat mutawatit yakni keyakinan
yang diperoleh dari periwayatan jumlah yang Azerbaijan. Ia terkejut dengan perbedaan me-
banyak yang menurut kebiasaan tidak mungkin reka dalam membaca Al-Qur'an. Huudzaifah
mereka bersekongkol untuk berdusta.
berkata kepada Utsman, "Wahai Amirul
KompllaslKetlga pada Masa Utsman, Mukminin, selamatkanlah umat ini sebelum
dengan Menulls Selumlah Mushaf dengan
Khath yang Sama mereka berselisih mengenai Al-Qur'an seperti
perselisihan kaum Yahudi dan Nasrani!" Maka
Peran Utsman bin Affan r.a, terbatas pada Utsman mengirim pesan kepada Hafshahh,
penulisan enam naskah mushaf yang me-
miliki satu harl(cara baca), yang kemudian ia "Kirimkan lembaran-lembaran catatan Al-
sebarkan ke beberapa kota Islam. Tiga buah Qur'an kepada kami karena kami akan me-
di antaranya ia kirimkan ke Kufah, Damaskus,
nyalinnya ke dalam mushaf. Nanti kami kem-
dan Basrah. Yang dua lagi ia kirimkan ke
balikan lembaran-lembaran itu kepadamu."
Mekah dan Bahrain, atau ke Mesir dan fazirah,
Setelah Hafshahh mengirimkannya, Utsman
dan ia menyisakan satu mushaf untuk diri-
memerintahkan Zaid bin Tsabit, Abdullah
nya di Madinah. Ia menginstruksikan agar
bin Zubaic Sa'id bin Ash, dan Abdurrahman
mushaf-mushaf lain yang berbeda, yang ada bin Harits bin Hisyam untuk menyalinnya ke
di Irak dan Syam, dibakar. Mushaf Syam dulu dalam beberapa mushaf. Utsman berpesan
tersimpan di Masjid Raya Damaskus, al-Jaami'
kepada ketiga orang Quraisy dalam kelompok
al-Umawiy, tepatnya di sudut sebelah timur
maqshuurah.s Ibnu Katsir pernah melihat itu, "Kalau kalian berbeda pendapat dengan
mushaf ini (sebagaimana ia tuturkan dalam Zaid bin Tsabit mengenai suatu aya! tulislah
bukunya Fadhaa'ilul Qur'aan di bagian akhir dengan dialek Quraisy karena Al-Qur'an tu-
run dengan dialek mereka." Mereka lantas
tafsirnya), tetapi kemudian iahangus dalam ke-
bakaran besar yang menimpa Masjid Umawiy melaksanakannya. Setelah mereka menyalin
pada tahun 1310 H. Sebelum ia terbakar; para
ulama besar Damaskus kontemporer pun te- isi lembaran-lembaran itu ke dalam seiumlah
lah melihatnya. mushaf, Utsman mengembalikan lembaran
tersebut kepada Hafshahh. Setelah itu, ia me-
ngirimkan sebuah mushaf hasil salinan itu ke
setiap penjuru, dan ia memerintahkan untuk
membakare semua tulisan Al-Qur'an yang
terdapat dalam sahifah atau mushaf selain
mushaf yang ia salin.lo
B Maqshuuraft adalah sebuah ruangan yang dibangun di 9 Dalam naskah al-Ainiy "merobek". Ia berkata, ini adalah
dalam masjid dan dikhususkan untuk tempat shalatnya riwayat kebanyakan ulama.
khalifah serta tamu-tamunya. fPenj.)
10 Shahih Bukhari (6 / 3tS-3L6).
TAFSIRAL-MUNIR JILID 7
Maka iadilah Mushaf Utsmani sebagai pe- 'libril baru saja mendatangiku; ia meme-
doman dalam pencetakan dan penyebarluas-
an mushaf-mushaf yang ada sekarang di du- rintahkan aku meletakkan ayat ini di tempat ini
nia. Setelah sebelumnya (hingga era Utsman) dari surah ini: Sesungguhnya Allah menyuruh
kaum Muslimin membaca Al-Qur'an dengan (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, mem-
berbagai qiraa' at yang berbeda-beda, Utsman beri kepada kaum kerabaf."'(an-Nahft 90)
menyatukan mereka kepada satu mushaf
dan satu cara baca serta menjadikan mushaf Adapun dalil tentang pengurutan surah-
tersebut sebagai imam. Oleh karena itulah, surah adalah bahwa sebagian sahabat yang
mushaf tersebut dinisbahkan kepadanya dan hafal Al-Qur'an di luar kepala, misalnya
ia sendiri diiuluki sebagai Jaami'ul Qur'aan Ibnu Mas'ud, hadir dalam mudaorasah (pe-
[pengumpul Al-Qur'an). nyimakan) Al-Qur'an yang berlangsung antara
Kesimpulan: Pengumpulan Al-Qur'an fibril a.s. dan Nabi saw., dan mereka bersaksi
pada masa Abu Bakar adalah pengumpulan bahwa mudaarasah tersebut sesuai dengan
urutan yang dikenal dalam surah dan ayat
dalam satu naskah yang terpercaya, sedangkan
sekarang ini.
pengumpulan Al-Qur'an pada masa Utsman Ada tiga syarat agar suatu ayat, kata, atau
adalah penyalinan dari sahifah-sahifah yang
dipegang Hafshahh ke dalam enam mushaf qiraa'ah dapat disebut Al-Qur'an, yaitu: (1)
sesuai dengan rasm'utsmani walaupun hanya
dengan satu cara baca. Cara baca ini sesuai secara kira-kira, (2) sesuai dengan kaidah-
kaidah nahwu (gramatika) Arab walaupun
dengan tujuh huruf (tujuh cara baca) yang Al- hanya menurut satu segi, dan (3) diriwayatkan
secara mutawatir oleh seiumlah orang dari
Qur'an turun dengannya. sejumlah orang dari Nabi saw. (inilah yang
Untuk membaca rasm (tulisan) mushaf
dikenal dengan keshahihan sanad).
ada dua cara: sesuai dengan rasm itu secara
hakiki (nyata) dan sesuai dengannya secara B. CARA PENULISAN AL.QUR'AN DAN
taqdiiriy (kira-kira). RASM UISMATY'
Tidak ada perbedaan pendapat di antara Rasm adalah cara menulis kata dengan
para ulama bahwa pengurutan ayat-ayat ber- huruf-huruf ejaannya dengan memperhitung-
sifat tauqifty (berdasarkan petunjuk lang- kan permulaan dan pemberhentian padanya'11
sung dari Nabi saw.), sebagaimana urutan Mushaf adalah mushaf Utsmani [Mushaf
Imam) yang diperintahkan penulisannya oleh
surah-surah iuga tauqifiy -menurut pendapat Utsman r.a. dan disepakati oleh para sahabat
yang kuat. Adapun dalil pengurutan ayat r.a.,r2
adalah ucapan Utsman bin Ash r.a., "Ketika Rasm lltsmani adalah cara penulisan
aku sedang duduk bersama Rasulullah saw., keenam mushaf pada zaman Utsman r'a..
tiba-tiba beliau mengangkat dan meluruskan
pandangan matanya, selanjutnya beliau Rasm inilah yang beredar dan berlaku setelah
bersabda, 11 Yang dimaksud dengan "permulaan dan pemberhentian"
adalah memulai dan mengakhiri bacaan. Selalan dengan
,ui-r1',*- >';Jtrj; ujr ,'r I v:-iJJli,l)"i' ;,',Yri definisi ini, huruf hamzahwashlditulis karena ia dibaca pada
saat permulaan, sedangkan bentuk tanwin dihapus karena ia
rL.ittitt\:iAt y1 tidak dibaca pada saat berhenti di akhir kata. (Penj.)
(t.,,#l t
tz As-Sajastaaniy, al-M ashaahif, hal. 50.
RAL.MUNIRIILTD 7
dimulainya pencetakan Al-Qur'an di al-Bun- Komisi Fatwa di al-Azhar dan ulama-
duqiyyahl3 pada tahun 1530 M, dan cetakan ulama Mesir yang lainls memandang bahwa
berikutnya yang merupakan cetakan Islam lebih baik mengikuti cara penulisan mushaf
yang ma'tsuf demi kehati'hatian agar Al-
tulen di St. Petersburg, Rusia, pada tahun Qur'an tetap seperti aslinya dalam bacaan
maupun penulisannya, dan demi memelihara
\787 M, kemudian di Astanah (lstanbul) pada cara penulisannya dalam era-era Islam yang
tahun 1877 M.
lampau (yang mana tak ada riwayat dari
Ada dua pendapat di kalangan para satu pun imam ahli ijtihad bahwa mereka
ulama tentang cara penulisan Al-Qur'an (atau ingin mengubah ejaan mushaf dari penulisan
imlaa):ra rasmnya terdahulu), serta untuk mengetahui
qiraa'at yang dapat diterima dan yang tidak.
1. Pendapat mayoritas ulama, di antaranya Oleh karena itu, dalam masalah ini tidakdibuka
Imam Malik dan Imam Ahmad bahwa bab istihsaan yang mengakibatkan Al-Qur'an
Al-Qur'an wajib ditulis seperti penulisan
mengalami pengubahan dan penggantian,
rasm Utsmani dalam Mushaf Imam, haram
menulisnya dengan tulisan yang berbeda atau dipermainkan, atau diperlakukan ayat-
dari khath (tulisan) Utsman dalam segala ayatnya sesuka hati dalam hal penulisan. Akan
bentuknya dalam penulisan mushaf, sebab tetapi, tidak ada salahnya, menurut pendapat
mayoritas ulama, menulis Al-Qur'an dengan
rasm ini menuniukkan kepada qiraa'at cara imla'modern dalam proses belajar me-
ngaja4 atau ketika berdalil dengan satu ayat
yang beraneka ragam dalam satu kata. atau lebih dalam sebagian buku karangan
modern, atau dalam buku-buku Departemen
2. Pendapat sebagian ulama, yaitu Abu Bakar Pendidikan, atau pada waktu menayangkan-
nya di layar televisi.
al-Baqillaniy, Izzuddin bin Abdussalam,
C. AHRUFSAB?H DAN Q'RAA'ATSAB'AH
dan lbnu Khaldun bahwa mushaf boleh Umar bin Khathab r.a. meriwayatkan
saja ditulis dengan cara penulisan (rasm
imlaa) yang dikenal khalayak, sebab ti- bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda,
dak ada nash yang menetapkan rasm ter-
tentu, dan apa yang terdapat dalam rasm L'#vt:;* r.i# J;i;i or;:,tt;'01
fmisalnya penambahan atau penghapus-
"Sesungguhny a Al-Qur'an diturunkan dalam
an) bukanlah tauqiif fpetunjuk) yang
tujuh huruf, maka bacalah Al-Qur'an dengan
diwahyukan oleh Allah kepada rasul-Nya.
bacaan yang mudah bagimuls
Seandainya demikian, tentu kami telah
Majalah ar-Risaalah (no. 215 tahun 1937) dan Maialah al-
mengimaninya dan berusaha mengikuti- Muqtathaf(edisi fuli tahun 1933).
nya. Namun, kalau mushaf ditulis dengan
metode imlaa' modern, ini memungkinkan l6 HR Jamaah: Bukhari, Muslim, Malik dalam al-Muwaththa',
untuk dibaca dan dihafal dengan benar.
Tirmidzi, Abu Dawud, dan Nasa'i. Lihat faami'ul Ushuul
13 Ini namanya dalam bahasa Arab, nama Latin-nya adalah (3/31).
Venice. Dalam at-Ta'riif bil A'laamil Waaridah Fil Bidaayah
wan Nihaayah disebutkan:'lArl-Bunduqiyyah fVenizia)adalah
sebuah kota pelabuhan di Italia, terletak di pantai utara laut
Adriatik.... Di zaman dahulu pendudu}nya punya hubungan
dagang yang erat dengan negara-negara Timur Dekat,
khususnya kerajaan Mamalik di Mesir dan Syaml' (Peni.)
l4 Talkhiishul Fawaa'id karya Ibnul Qashsh (hal. 56-52), al-
Itqaan karya as-Suyuthi (2/166), al-Burhaan fii 'Illuumil
Qur'aan karya az-Zarkasyt (l/379,387), dan Muqaddimah
Ibnu Khaldun (hal a19).
TAFSTRAL-MUNrRlrlrD 7
Tujuh huruf artinya tujuh cara baca, yaitu Perbedaan wazan isim-isim dalam bentuk
tujuh bahasa dan dialek di antara bahasa- tunggal, dua, jamak mudzakkan dan
bahasa dan dialek-dialek bangsa Arab. Al- mu' annats, contohnya amaanaatihim dan
Qur'an boleh dibaca dengan masing-masing
amaanatihim.
bahasa itu. Ini tidak berarti bahwa setiap
4. Perbedaan dengan penggantian suatu
kata dari Al-Qur'an dibaca dengan tujuh cara kata dengan kata lain yang kemungkinan
baca, melainkan bahwa ia [Al-Qur'an) tidak besar keduanya adalah sinonim, seperti
keluar dari ketujuh cara tersebut. fadi, kalau kal-'ihnil manfuury atau kash-shuufil man-
tidak dengan dialek Quraisy (yang merupa- fuusy. Kadang pula dengan penggantian
kan bagian terbanyak), ia dibaca dengan dia-
suatu huruf dengan huruf lain, seperti
lek suku lain (sebab dialek suku ini lebih
nunsyizuhaa dan nunsyiruhaa.
fasih). Dialek-dialek itu, yang dahulu masyhur
5. Perbedaan dengan pendahuluan dan
dan pengucapannya enah antara lain dialek pengakhiran, seperti fa-yaqtuluuna wa
Quraisy, Huudzail, Tamim, al-Azd, Rabi'ah,
Hawazin, dan Sa'd bin Bakr. Inilah pendapat yuqtaluuna dibaca fa-yuqtaluuna wa yaq-
tuluuna.
yang paling masyhur dan kuat.
Menurut pendapat lainnya, yang dimak- 6. Perbedaan dengan penambahan dan pe-
sud dengan tujuh huruf adalah cara-cara qi- ngurangan, seperti wa maa khalaqadz-
raa'at (bacaan Al-Qur'an). Sebuah kata da-
lam Al-Qur'an, betapa pun bervariasi cara pe- dzakara wal-untsaa dibaca wadz-dzakara
ngucapannya dan beraneka ragam bacaannya,
perbedaan di dalamnya tidak keluar dari tujuh wal-untsaa.
segi berikut:17 Perbedaan dialek dalam hal fat-hah dan
imaalah, tarqiiq dan tafkhiim, hamz dan
1. Perbedaan dalam i'raab suatu kata atau tashiil, peng-kasroh-an huruf-huruf mu-
dhaara'ah, qalb (pengubahan) sebagian
dalam harakat binaa'nya, tetapi perbeda- huruf, irybaa' miim mudzakka4 dan isy-
maam sebagian harakat, contohnya wa
an itu tidak melenyapkan kata itu dari
hal ataaka hadiitsu Muusaa dan balaa qaa-
bentuknya (tulisannya) dalam mushaf
dan tidak mengubah maknanya, atau me- diriina 'alaa an nusawwiya banaanahu
ngubah maknanya, contohnya /a -tal aqqa a dibaca dengan imaalah: atce, Muuseq dan
aadamu dibaca aadama. balee. Contoh lainnya khabiiran bashiiran
dibaca dengan tarqiiq pada kedua huruf
2. Perbedaan dalam huruf-huruf, mungkin ra'-n]/a; ash-shalaah dan ath-thalaaq di-
baca dengan tafkhiim pada kedua huruf
disertai dengan perubahan makna (se-
perti ya'lamuuna dan ta'lamuuna), atau lam-nya. Misalnya la$ qad aflaha dibaca
hanya perubahan bentuk tanpa disertai dengan menghapus huruf hamzah dan
perubahan makna, seperti ash-shiraath
memindahkan harakatnya dari awal kata
dan as-siraath. kedua ke akhir kata pertama, dan cara ini
dikenal dengan istilah tashiilul hamzah.
17 Tafsir al-Qurthubi (1142-47), Tafsir ath-Thabari (l/23-24), Contoh yang lain liqauminyi'lamuun, nahnu
ni'lamu, wa tisvaddu wujuuhun, dan alam
Ta'wiil Murykilil Qur'aan karya Ibnu Qutaibah (hal. 28-29), i'had dengan meng-kasrah-kan huruf-huruf
Taariikh al-Fiqhil lslaamiy karya as-Saais (hal. 20-21), dan
Mabaahits Fii'Uluumil Qur'aan karya Dr. Shubhi Saleh (hal. mudhaara'ah dalam semua fil-fil ini.
101-116).
Contoh lainhattaahiin dibaca 'attaa'iin oleh
TAISIRAI-MUNIRIILIp 7 r{l{ ( f;;},Ill .r $lumtrh Pong.tahusn PontlngArcut'an
suku Huudzail, yakni dengan mengganti D. AL.QUR'AN ADALAH KALAM ALLAH DAN
huruf ha' menjadi huruf 'ain. Contoh lain
'alaihimuu daa'iratus sau' dengan meng- DALI L.DALI L KEM UKJIZATAN NYA
isybaa'-l<anhuruf mim dalam dhamiir jamak Al-Qur'anul Azhiim-baik suara bacaan
mudzakkan Contoh lain wa ghiidhal-maa'u
dengan meng-isybaa'-kan dhammah huruf yang terdengar maupun tulisan yangtercantum
ghain bersamakasrah. dalam mushaf-adalah kalam Allah Yang Azali,
Mahaagung dan Mahatahu; tak ada sedikit pun
Kesimpulan: Ahruf sab'ah (tujuh hurufl dari Al-Qur'an yang merupakan kalam makh-
adalah tujuh dialekyangtercakup dalam bahasa luk tidak |ibril, tidak Muhammad, tidak pula
suku Mudharls dalam suku-suku Arab, dan ia
yang lain; manusia hanya membacanya dengan
bukan qiraa'at sab' atau qiraa'at 'asyr yang suara mereka.2o Allah Ta'ala berfirman,
mutawatir dan masyhur. Qiraa'at-qiraa'at ini,
yang merebak pada masa Tabi'in lalu semakin "Dan sesungguhnya Al-Qur'an ini benar-
benar diturunkan oleh Tuhan seluruh alam,
terkenal padaabad 4 H setelah munculnyasebuah
yang dibawa turun oleh Ar-Ruh Al-Amin (Jibril),
buku mengenai qiraa'af karya Ibnu Mujahid ke dalam hatimu (Muhammad) agar engkau
(seorang imam ahli qiraa'af), bertumpu pada
termasuk orang yang memberi peringatan,
pangkal yang berbeda dengan yang berkaitan dengan bahasa Arab yang jelas." (asy-
dengan ahruf sab'ah, tetapi qiraa'at-qiraaht ini Syu'araa': 192-195)
bercabang dari satu harfdi antara ahrufsab'ah.
Hal ini diterangkan oleh al-Qurthubi. Dia juga berfirman,
Selanjutnya pembicaraan mengenai ahruf "Katakanlah, 'Ruhul Qudus (Jibril) me-
sab'ah menjadi bernuansa historis. Dahulu, nurunkan Al-Qur'an itu dari Tuhanmu dengan
ahruf sab'ah dimaksudkan sebagai kelapang- benar, untuk meneguhkan (hati) orang-orang
an, ditujukan agar manusia-pada suatu masa yang telah beriman, dan menjadi petunjuk
yang khusus-mudah membacanya karena da- serta kabar gembira bagi orang-orang yang
rurat sebab mereka tidak dapat menghafal berserah diri (kepada Allah)." (an-Nahl: 102)
Al-Qur'an kalau tidak dengan dialek mereka
Dalil bahwa Al-Qur'an merupakan kalam
sendiri, sebab mereka dahulu buta huruf, hanya Allah adalah ketidakmampuan manusia dan
sedikit yang bisa menulis. Kemudian kondisi
jin untuk membuat seperti surah terpendek
darurat tersebut lenyap dan hukum ahruf darinya. Inilah yang dimaksud dengan ke-
mukjizatan Al-Qur'an, yaitu ketidakmampu-
sab'ah tersebut terhapus sehingga Al-Qur'an
an manusia untuk membuat yang sepertinya,
kembali dibaca dengan safi harf. Al-Qur'an dalam segi balaaghah, tasyril dan berita-berita
gaibnya. Allah Ta'ala, untuk memanas-manasi
hanya ditulis dengan satu hay'semenjak zaman bangsa Arab fyang dikenal sebagai pakar ke-
Utsman, yang mana penulisan huruf-huruf di indahan bahasa dan jago balaaghah) dan se-
dalamnya kadang berbeda-beda, dan itu adalah bagai tantangan agar mereka membuat yang
seperti Al-Qur'an [dalam hal susunannya, mak-
harf (dialek) Quraisy yang Al-Qur'an turun na-maknanya, dan keindahannya yang me-
mukau dan tak tertandingi) walaupun hanya
dengannya. Hal ini dijelaskan oleh ath-Thahawi, seperti satu surah darinya, telah berfirman,
Ibnu Abdil Barq, Ibnu Haja4, dan lain-lain.le
20 Fataawaa Ibnu Taimiyah (12/1t7 -161, 17l).
18 Mudhar adalah induk suku-suku tersebut. [Penj.)
L9 Tafsir al-Qurthubi (1/42-43), Fathul Baari (9/24-25), dan
Syarah Muslim karya Nawawi t6/1.00).
r"lrr,"n""nt"onr"nt n,,nao*u.rn ,ril,h, fl&4rli ,, *t'o* *'"'*)"
1
"Dan jika kamu meragukan Al-Qur'an dak mampu membuat yang seperti Al-Qur'an
atau yang seperti sepuluh surah darinya. Allah
yang Kami turunkan kepada hamba Kami Ta'ala berfirman,
(Muhammad), buatlah satu surah semisal
'Apakah pantas mereka mengatakan dia
dengannya dan aiaklah penolong-penolongmu
selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar. (Muhammad) yang telah membuat-buatnya?
Maka jika kamu tidak mampu membuatnya dan
(pasti) tidak akan mampu membuat(nya), maka Katakanlah, 'Buatlah sebuah surah yang semi'
takutlah kamu akan api neraka yang bahan salnya dengan surah (Al-Qur'an) dan aiaklah
bakarnya manusia dan batu, yang disediakan siapa saja dianara kamu orang yang mampu
b ag i orang - orang kafi r." (al-Baqarah: 23 -24)
(membuatnya) selain Allah, iika kamu orang
Berulang kali ayat-ayat Al-Qur'an, dalam
yang benar."' [Yuunus: 38)
berbagai momenum, menantang orang-orang
Ath-Thabari menulis2l Sesungguhnya Allah
Arab yang menentang dakwah Islam dan Ta'ala, dengan kitab yang diturunkan-Nya, me-
tidak beriman kepada Al-Qur'an serta tidak ngumpulkan untuk Nabi kita Muhammad saw.
mengakui kenabian Muhammad saw agar
dan untuk umat beliau makna-makna yang
menandingi Al-Qur'an. Allah Ta'ala berfirman, tidak Dia kumpulkan dalam sebuah kitab yang
diturunkan-Nya kepada seorang pun Nabi se-
"Katakanlah,'sesungguhnya iika manusia belum beliau, tidak pula untuk suatu umat
dan jin berkumpul untuk membuat yang serupo sebelum mereka. Hal itu karena setiap kitab
yang diturunkan oleh Allah Azza wa lalla
dengan Al-Qur'an ini, mereka tidak akan dapat kepada salah seorang Nabi sebelum beliau
membuat yang serupa dengan dia, sekalipun hanya diturunkan-Nya dengan sebagian dari
makna-makna yang kesemuanya dikandung
mereka saling membqntu satu sama lain."' (al' oleh kitab-Nya yang diturunkan-Nya kepada
Nabi kita Muhammad saw., misalnya, Taurat
Israa': BB) hanya berisi wejangan-wejangan dan perin-
cian, Zabur hanya mengandung pemujaan
Kalau mereka tidak mamPu membuat dan pengagungan, serta Injil hanya berisi we-
jangan-wejangan dan peringatan. Tak satu
yang sebanding dengannya, silakan mereka pun dari kitab-kitab itu mengandung mukjizat
membuat sepuluh surah saja yang sepertinya' yang menjadi bukti kebenaran Nabi sang pe-
Allah SWT berfirman,
nerima kitab tersebut.
"B qhkan mereka meng atakan,' Muhammad Kitab yang diturunkan kepada Nabi kita
telah membuat-buat Al-Qur' an itu.' Katakanlah, Muhammad saw. mengandung itu semua,
'(Kalau demikian), datangkanlah sepuluh surah
dan lebih dari itu mengandung banyak sekali
semisal dengannya (AI-Qur'an) yang dibuat-
buat dan ajaklah siapa saia di antara kamu makna-makna yang tidak terdapat dalam
yang sanggup selain Allah, iika kamu orang-
kitab-kitab selainnya. Di antara makna-makna
orang yang benar. Jika mereka tidak memenuhi tersebut yang paling mulia yang melebihkan
tantanganmu, maka (katakanlah),'ketahuilah
kitab kita atas kitab-kitab lain adalah kom-
bahwa Al-Qur'an itu diturunkan dengan ilmu posisi (tata susun)nya yang mengagumkan,
Allqh, dan bahwa tidak ada Tuhan selain Dia, deskripsinya yang luar biasa dan susunannya
maka maukqh kamu berserah diri (masuk 2l Tafsir ath-Thabari (L / 65'66).
I slam) ? "' (Huud: 13 -14)
Selanjutnya Allah SWT menegaskan hal ini
dengan tantangan untuk membuat satu surah
yang menyamai Al-Qur'an setelah mereka ti-
yang menakjubkan yang membuat para orator sisinya sama sekali bukan tergolong kom-
tidak mampu menyusun satu surah yang se- posisi puisi.
pertinya. Para ahli balaaghah tidak sanggup
mendeskripsikan bentuk sebagiannya. Para 2. Diksi yang berbeda dengan seluruh diksi
penyair bingung tentang susunannya. Otak
para cendekiawan tidak dapat membuat yang orang Arab.
sepertinya sehingga mereka tidak dapat ber-
buat lain daripada menyerah dan mengakui 3. Kefasihan yang tak mungkin dilakukan
bahwa ia berasal dari Allah Yang Maha Esa lagi
Mahakuasa. Di samping mengandung makna- oleh makhluk. Perhatikan contohnya da-
lam surah ini:
makna di atas, Al-Qur'an juga berisi hal-hal
lain, seperti targhiib dan tarhiib, perintah "Qaaf. Demi Al-Qur'an yang sangat mulia."
dan larangan, kisah-kisah, perdebatan, per-
fuga dalam firman Allah S\MX,
umpamaan-perumpamaan, serta makna-mak-
na lain yang tidak terkumpul dalam satu pun "Padahal bumi seluruhnya dalam
kitab yang diturunkan ke bumi dari langit.
genggaman-Nya pada hari Kiamat..."
Aspek-aspek kemukjizatan Al-Qur'an
banyak, di antaranya ada yang khusus bagi hingga akhir surah az-Zumar.
bangsa Arab, yang meliputi keindahan tata Begitu pula dalam firman-Nya,
bahasa Al-Qur'an dan kefasihan kata-kata
dan susunannya, baik dalam pemilihan kata "Den janganlah sekali-kali kamu
maupun kalimat dan untaian antarkalimat,
Ada pula aspek kemukjizatan yang meliputi (Muhammad) mengira bahwa Allah lalai
bangsa Arab dan manusia berakal lainnya, dari apa yang diperbuat oleh orang-orang
seperti pemberitaan tentang hal-hal gaib di yang zalim...."
masa depan dan tentang masa lampau sejak hingga akhir surah Ibraahiim.
zaman Nabi Adam a.s. sampai kebangkitan
4. Pemakaian bahasa Arab dengan cara
Nabi Muhammad saw., serta penetapan
yang tidak dapat dilakukan seorang Arab
syari'at/hukum yang solid dan komprehensif sendirian sehingga semua orang Arab
bagi semua aspek kehidupan masyarakat sepakat bahwa pemakaian tersebut tepat
dan individu. Di sini saya akan menyebutkan dalam hal peletakan kata atau huruf di
secara ringkas segi-segi kemukjizatan Al- tempat yang semestinya.
Qur'an, yang berjumlah sepuluh, sebagaimana 5. Pemberitaan tentang hal-hal yang telah
disebutkan oleh al-Qurthubi:22 terjadi sejak permulaan adanya dunia
hingga waktu turunnya Al-Qur'an kepada
t. Komposisi yang indah yang berbeda de- Nabi saw., misalnya, berita tentang kisah-
kisah para Nabi bersama umat mereka,
ngan susunan yang dikenal dalam bahasa peristiwa-peristiwa silam, dan penutur-
Arab dan bahasa lainnya, sebab kompo-
an tentang kejadian-kejadian yang di-
22 Tafsir al-Qurthubi (l/73-75). Lihat pula Dalaa'ilul I'jaaz
tanyakan oleh Ahli Kitab sebagai bentuk
Fii 'llmil Ma'aanii karya Imam Abdul Qahir al-furjani (hal. tantangan mereka kepada Al-Qur'an,
294-295), I'jaazul Qur'aan karya al-Baqillani (hal. 33-47), seperti kisah Ashabul Kahfi, kisah anta-
I'jaazul Qur'aan karya ar-Rafi'i (hal. 238-290), dan Tafsir
al- M anaar (L / 198-2 15). ra Musa a.s. dengan lftidir a.s., dan kisah
Dzulqarnain. Dan ketika Nabi saw.-yang
meskipun buta huruf dan hidup di tengah
umat yang buta huruf dan tidak memiliki
pengetahuan tentang hal-hal itu-mem-
beritahukan kepada mereka apa yang su-
dah mereka ketahui dari isi kitab-kitab Allah kemudian menepati janji-Nya ini.
lampau, mereka akhirnya mendapatkan Contoh yang lain, firman-Nya,
bukti kejujuran beliau.
" Katakanl ah kep ad a o rang - orang y ong
6. Penepatan janii, yang dapat disaksikan
kafir, 'Kamu pasti akan dikalahkan dan
secara nyata, dalam segala hal yang di- digiring ke dalam neraka |ahannam. Dan
janjikan Allah SWT. Hal itu terbagi men- itulah seburuk-buruknya tempat ting g al."'
jadi dua. Pertama, berita-berita-Nya yang (Aali'Imraanz 12)
mutlah misalnya, ianji-Nya bahwa Dia
akan menolong rasul-Nya dan mengusir Misalnya lagi firman Allah Ta'ala,
orang-orang yang mengusir beliau dari
"sesungguhnya Allah akan membukti'
negeri kelahirannya. Kedua, janji yang kan kepada Rasul-Nya, tentang kebenaran
mimpinya dengan sebenarnya (yaitu)
tergantung kepada suatu syarat, misalnya,
firman Allah, bahwa sesungguhnya kamu pasti akan
memasuki Masjidilharam, insya Allah
"D an b arang siapa y ang b ertaw akal ke -
pada Allah niscaya AIIah akan mencukup' dalam keadaan aman." (al-Fath: 27)
kan (keperluan) nya." (ath-Thalaaq: 3)
fuga firman-Nya,
"Dan barangsiapa yang beriman kepa'
da Allah niscaya Dia akan memberi petun' 'Alif Laam Miim, Telah dikalahkan
juk kepada hatinya." (at-Taghaabun: 11)
bangsa Romawi. Di negeri yang terdekat
"Barangsiapa bertakwa kepada Allah dan mereka sesudah dikalahkan itu akan
menang, dalam beberapa tahun lagi." (ar-
niscaya Dia akan membukakan jalan ke- Ruum:1-4)
luar baginya." fath-Thalaaq: 2) Semua ini adalah berita tentang hal-
hal gaib yang hanya diketahui oleh Tuhan
"Jika ada dua puluh orqng yang sabar semesta alam atau oleh makhluk yang
di antaramu, niscaya mereka akan dapat diberitahu oleh Tuhan semesta alam.
Zaman tidak mampu membatalkan satu
mengalahkan dua ratus orang musuh." (al' pun dari semua itu, baik dalam pencipta-
an maupun dalam pemberitaan keadaan
Anfaal:65) umat-umat, ataupun dalam penetapan
syari'at yang ideal bagi semua umat,
Dan ayat-ayat lain yang seienis. ataupun juga dalam penjelasan berbagai
persoalan ilmiah dan historis, seperti
7. Pemberitaan tentang hal-hal gaib di masa
ayat,
depan yang tidak dapat diketahui, kecuali
melalui wahyu dan manusia tidak dapat "Dan Kami telah meniupkan angin
mengetahui berita-berita seperti ini, mi- u ntuk m e n g aw inkan." (al-Hiir 22)
salnya, janii yang diberikan Allah Ta'ala
kepada Nabi-Nya'alaihis-salaam bahwa =
agamanya akan mengungguli agama- "Bahwasanya langit dan bumi itu ke-
agama lain, yaitu janji yang tercantum
duanya dahulu menyatu." fal-Anbiyaa: 30)
dalam firman-Nya,
"Dan segala sesuatu Kami ciptakan
"Dia-Iah yang telah mengutus Rasul' berpasang-pesangan." (adz-Dzaariyaat:
Nya dengan petunjuk (Al-Qur'an) dan 4e)
agama yang benar untuk diunggulkan
atas segala agqma, walaupun orang'orqng
musyrik tidak menyukai." (at-Taubah: 33)
TAFSIR AL-MUNIR IILIDT ,Cl -1----\ Selumlah Pongetahuan Pentlng At-Qul'an
fuga ayat yang menyatakan bahwa bumi aspek tersebut mencakup usluub fdiksi) dan
itu bulat,
makna.
"Dia memasukkan malam atas siang
dan memasukkan siang atos malam." (az- Karakteristik diksi ada empat:
Zumar:5)
Pertama, pola dan susunan yang luar biasa
At-Takwiir artinya menutupi/mem-
indah, serta timbangan yang menakjubkan
bungkus suatu objek yang berbentuk bu-
lat. Begitu pula ayat tentang perbedaan yang berbeda dari seluruh bentuk kalam
mathla'-mathla' (tempat terbitnya) mata-
hari dalam ayat, bangsa Arab, baik puisi, prosa, atau orasi.
"Dan matohari berjalan di tempatper- Ke du a, keindahan kata yang amat memukau,
edarannya. Demikianlah ketetapan (Allah) keluwesan format dan keelokan ekspresi.
Yang Mahaperkasa, Maha Mengetahui. Ketiga, keharmonisan dan kerapian nada
dalam rangkaian huruf-huruf, susunannya,
Dan telah kami tetapkan tempatperedaran formatnya, dan inspirasi-inspirasinya sehing-
ga ia layak untuk menjadi seruan kepada se-
bagi bulon, sehingga mengejar bulan luruh manusia dari berbagai level intelektual
dan pengetahuan; ditambah lagi dengan ke-
dan malam pun tidak dapat mendahului mudahan menghafalnya bagi yang ingin. Allah
siang. Masing-masing beredar pada garis Ta'ala berfirman,
edarnye." (Yaasiin: 38-40)
"Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan
B. Pengetahuan yang dikandung oleh Al- Al-Qur'an untukperingatan, maka adakah orang
yang mengambil pelajaran?" (al-Qamar: 17)
Qur'an, yang merupakan penopang hidup
seluruh manusia, yang mana pengetahu- Keempat, keserasian kata dan makna, ke-
fasihan kata dan kematangan makna, kese-
an ini meliputi ilmu tentang halal dan larasan antara ungkapan dengan maksud, ke-
ringkasan, dan kehematan tanpa kelebihan apa
haram serta hukum-hukum lainnya. Dia pun, dan penanaman banyak makna dengan
mencakup ilmu-ilmu ketuhanan, pokok- ilustrasi-ilustrasi konkret yang hampir-hampir
pokok akidah dan hukum-hukum ibadah, dapat Anda tangkap dengan pancaindra dan
kode etik dan moral, kaidah-kaidah per- Anda dapat berinteraksi dengannya, walaupun
ia diulang-ulang dengan cara yang atraktif dan
undangan politih sipil, dan sosial yang unik.
relevan untuk setiap zaman dan tempat. Adapun karalrteristik makna ada empat
9. Hikmah-hikmah luar biasa yang menu- juga:
rut kebiasaan tidak mungkin-dilihat dari Pertama, kecocokan dengan akal, logika,
banyaknya dan kemuliaannya-ditelurkan ilmu, dan emosi.
oleh seorang manusia. Kedua, kekuatan persuasif, daya tarik
terhadap jiwa, dan realisasi tujuan dengan
10. Keserasian secara lahir dan batin dalam
semua isi Al-Qur'an, tanpa adanya kon- cara yang tegas dan tandas.
tradiksi. Allah Ta'ala berfirman, Ketiga, kredibilitas dan kecocokan dengan
"Kalau kiranya Al-Qur'an itu bukan peristiwa-peristiwa sejarah, realita nyata, dan
kebersihannya-walaupun ia begitu panjang-
dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat dari kontradiksi dan peftentangan, berbeda
pertentangan yang banyak di dalomnya." dengan seluruh ucapan kalam manusia.
(an-Nisaa': B2)
Dari penjelasan aspek-aspek kemuk-
jizatan AI-Qur'an ini terlihat bahwa aspek-
Keempat, kecocokan makna-makna Al- E. KEARABAN AL.QUR'AN DAN
Qur'an dengan penemuan-penemuan ilmiah
dan teori-teori yang sudah terbukti. Karakter- PENERJEMAHANNYA KE BAHASA LAIN
karakter ini terkandung dalam tiga ayat Al-Qur'an seluruhnya berbahasa Arab.2a
mengenai deskripsi Al-Qur'an, yaitu firman Tak satu pun kata di dalamnya yang bukan
bahasa Arab murni atau bahasa Arab yang
Allah Ta'ala, berasal dari kata asing yang diarabkan dan
sesuai dengan aturan-aturan dan standar-
'Alif laam raa, (inilah) suatu kitab yang
standar bahasa Arab. Sebagian orang meng-
ayat-ayatnya disusun dengan rapi kemudian di- anggap Al-Qur'an tidak murni berbahasa Arab
jelaskan secara terperinci, yang diturunkan dari sebab ia mengandung sejumlah kata yang ber-
asal dari bahasa asing [bukan bahasa Arab),
sisi (Allah) Yang Mahabiiaksana Mahateliti." seperti kata sundus dan istabraq. Sebagian
(Huud:1)
orang Arab mengingkari adanya kata-kata
"Sesungguhnya orang-orang yang meng-
ingkari Al-Qur'an ketika Al-Qur'an itu disam- qaswarah, kubbaaran, dan'uiaab. Suatu ketika
paikan kepada mereka, (mereka itu pasti akan seorang yang tua renta menghadap Rasulullah
celaka), dan sesungguhnya AI'Qur'an itu adalah saw.. Beliau berkata kepadanya, "Berdirilah!"
kitab y ang muli a. Yang tidak didatang i keb atil an Lalu beliau melanjutkan, "Duduklah!" Beliau
mengulangi perintah tersebut beberapa kali,
baik dari depan maupun dari belakangnya
maka orang tua tersebut berkata, 'Apakah
(pada masa lalu dan yang akan datang), yang
kamu menghina aku, hai anak qaswarah;
diturunkan dari Rabb Yang Mahabiiaksana,
Maha TerpujL" (FushshilaB 4l'42) padahal aku adalah lelaki kubbaaran? Hal ini
sungguh 'ujaab!" Orang-orang lalu bertanya,
"sekiranya Kami turunkan Al-Qur'an ini 'Apakah kata-kata tersebut ada dalam bahasa
kepada sebuah gunung, pasti kamu akan me'
lihatnya tunduk terpecah belah disebabkan Arab?" Dia menjawab, "Ya."
takut kepada Allah. Dan perumpamaan-per-
Imam Syafi'i rahimahullah adalah orang
umpamaan itu Kami buat untuk manusia pertama yang-dengan lidahnya yang fasih dan
supaya mereka berpikir." fal-Hasyr: 21) argumennya yang kuat-membantah anggapan
Al-Qur'anul Kariim akan senantiasa me- semacam ini. Beliau menjelaskan, tidak ada
nampilkan mukiizat di setiap zaman. Dia, se- satu kata pun dalam Kitabullah yang bukan
bagaimana dikatakan oleh ar-Rafi'i,z3 adalah
kitab setiap zaman. Di setiap masa ada saja bahasa Arab. Beliau bantah argumen-argumen
dalil dari masa tersebut tentang kemuk- mereka yang berpendapat demikian, yang
terpenting di antaranya dua argumen ini:
jizatannya. Dia mengandung mukjizat dalam
sejarahnya (berbeda dengan kitab-kitab lain), Pertama, di dalam Al-Qur'an terdapat se-
mengandung mukjizat dalam efeknya terha- jumlah kata yang tidak dikenal oleh sebagian
dap manusia, serta mengandung mukjizat
dalam fakta-fahtanya. Ini adalah aspek-aspek bangsa Arab.
umum yang tidak bertentangan dengan fitrah
manusia sama sekali. Oleh karena itu, aspek- Kedua, di dalam Al-Qur'an terdapat kata-
aspek tersebut akan selalu ada selama fitrah
kata yang diucapkan oleh bangsa selain Arab.
masih ada. Imam Syafi'i membantah argumen per-
tama bahwa ketidaktahuan sebagian orang
Arab tentang sebagian Al-Qur'an tidak mem-
23 I'jaazulQur'aan(hal. 173, 175). 24 Tafsir ath-Thabari (l/25).
buktikan bahwa sebagian Al-Qur'an berbahasa ngan berbahasa Arab, agar kamu mengerti."
asing, melainkan membuktikan ketidaktahu- (Yuusuft 1-2)
an mereka akan sebagian bahasa mereka sen-
diri. Tak seorang pun yang dapat mengklaim "Dan sesungguhnya Al-Qur'an ini benar-
dirinya menguasai seluruh kata dalam bahasa
Arab sebab bahasa Arab adalah bahasa yang benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam.
paling banyak madzhabnya, paling kaya kosa- Dia dibawa turun oleh Ar-Ruh Al-Amin (Jibril),
katanya, dan tidak ada seorang manusia pun ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu
selain Nabi yang menguasai seluruhnya. menjadi salah seorang di antara orang-orang
Beliau membantah argumen kedua bah- yang memberi peringatan. Dengan bahasa
wa sebagian orang asing telah mempelajari
sebagian kosakata bahasa Arab, lalu kata-kata Arab yang jelas." (asy-Syu'araa': 192-195)
tersebut masuk ke dalam bahasa mereka dan
ada kemungkinan bahasa orang asing tersebut "Dan demikianlah, Kami telah menurunkan
kebetulan agak sama dengan bahasa Arab.
Al-Qur'an itu sebagai peraturan (lang benar)
Mungkin pula sebagian kata bahasa Arab dalam bahasa Arab." (ar-Ra'd: 37)
berasal dari bahasa asing, akan tetapi jumlah "Demikianlah Kami wahyukan kepadamu
yang amat sedikit ini-yang berasal dari bahasa Al-Qur'an dalam bahaso Arab, supaya kamu
non-Arab-telah merasuk ke komunitas bang- memberi peringatan kepada Penduduk ibu kota
sa Arab zaman dulu, lalu mereka mengarab- (Mekah) dan penduduk (negeri-negeri) sekeli-
kannya, menyesuaikannya dengan karakter lingnya." (asy-Syuuraa: 7)
bahasa mereka, dan membuatnya bersumber
"Haa Miim. Demi Kitab (Al-Qur'an) yang
dari bahasa mereka sendiri, sesuai dengan
huruf-huruf mereka dan makhraj-makhraj jelas. Kami menjadikan Al-Qur'an dalam bahasa
serta sifat-sifat huruf-huruf tersebut dalam
bahasa Arab. Contohnya kata-kata yang Arab agar kamu mengerti." (az-Zukhruft 1-3)
murtajal danwazan-wazan yang dibuat untuk "(Yaitu) Al-Qur'an dalam bahasa Arab yang
kata-kata tersebut, walaupun sebenarnya me- tidak ada kebengkokan (di dalamnya) supaya
m e r e ka b e rta kw a." (az-Zumar z 28)
rupakan tiruan-dalam nadanya-dari ba-
Berdasarkan status kearaban Al-Qur'an ini,
hasa-bahasa lain.2s Imam Syafi'i menetapkan sebuah hukum yang
sangat penting. Beliau mengatakan, Karena
Banyak ayat Al-Qur'an yang menyatakan itu, setiap Muslim harus mempelajari bahasa
bahwa AI-Qur'an seluruhnya (secara total
dan detail) berbahasa Arab dan turun dengan Arab sebisa mungkin agar ia dapat bersaksi
bahasaArab bahasa kaumnya Nabi Muhammad bahwa tiada Tuhan selain Allah dan bahwa
saw, misalnya, firman Allah Ta'ala: Muhammad adalah hamba dan pesuruh-Nya,
membaca Kitabullah, dan mengucapkan zikir
'Alif, laam, raa. Ini adalah ayat-ayat yang diwajibkan atas dirinya, seperti takbir,
Kitab (Al-Qur'an) yang jelas. Sesungguhnya tasbih, tasyahud, dan lain-lain.
Kami menurunkannya berupa Al-Qur'an de- Status kearaban Al-Qur'an mengandung
25 Ar-Risaalah karya Imam Syafi'i [hal.41-50, paragraf 133- dua keuntungan besar bagi bangsa Arab, yaitu
170). Lihat pula al-Mustashfaa karya al-Ghazali [1/68), dan Pertama, mempelajari Al-Qur'an dan
Raudhatun Naazhir {f /184). mengucapkannya sesuai dengan kaidah-
kaidahnya akan memfasihkan ucapan, mem-
perbaiki ujaran, dan membantu memahami
bahasa Arab. Tidak ada sesuatu pun yang
ThrsrRAL-MUNTRIItID 7
setara dengan Al-Qur'an dalam hal upaya disebut Al-Qur'an itu sendiri. Terjemahan Al-
Qur'an bukan Al-Qur'an, betapa pun akurat-
untuk memfasihkan perkataan, tatkala orang nya terjemahan tersebut. Terjemahan tidak
boleh dijadikan pegangan dalam menyimpul-
sudah terbiasa dengan berbagai lahiaat kan hukum-hukum syar'i, sebab pemaham-
an maksud dari suatu ayat mungkin saja sa-
'aammiyy ah (bahasa percakapan sehari-hari).
lah dan penerjemahannya ke bahasa lain
Kedua, Al-Qur'an punya kontribusi paling
juga mungkin salah. Dengan adanya dua ke-
besar dalam pemeliharaan bahasa Arab, selama mungkinan ini,26 kita tidak boleh bertumpu
empat belas abad silam, di mana sepanjang kepada terjemahan.
masa itu terdapat saat-saat kelemahan, keter- Shalat tidak sah dengan membaca ter-
belakangan, dan hegemoni kaum imperialis
Eropa atas negara-negara Arab. Bahkan Al- jemahanzT dan membaca terjemahan tidak di-
Qur'an adalah faktor utama yang menyatukan nilai sebagai ibadah sebab Al-Qur'an merupa-
bangsa Arab dan merupakan stimulator kuat kan nama bagi komposisi dan makna. Kompo-
sisi adalah ungkapan-ungkapan Al-Qur'an da-
yang membantu bangkitnya perlawanan lam mushaf, sedang makna adalah apa yang di-
tunjukkan oleh ungkapan-ungkapan tersebut.
bangsa Arab menentang perampas tanah air Dan hukum-hukum syari'at yang dipetik dari
dan penjajah yang dibenci; yang mana hal itu
mengembalikan shahwah islamiyah ke tanah Al-Qur'an tidak diketahui, kecuali dengan
air bangsa Arab dan Islam serta mengikat mengetahui komposisi dan maknanya.
kaum Muslimin dengan ikatan iman dan emosi
yang kuat, terutama pada masa penderitaan
dan peperangan menentang kaum penjajah.
Penerlemahan Al-Qur'an F. HURUF.HURUFYANGTERDAPATDI
Hukumnya haram dan tidak sah, menurut AWAL SEJUMLAH SURAH (HURUUF
pandangan syari'at, penerjemahan nazhm (su'
sunan) Al-Qur'anul Kariim sebab hal itu tidak MUQATHTHA'AH)
mungkin dilakukan karena karakter bahasa
Arab-yang Al-Qur'an turun dengannya berbe- Allah SWT mengawali sebagian surah
da dengan bahasa-bahasa lain. Di dalam baha-
sa Arab terdapat majaaz, isti'aarah, kinaayah, Makkilyah dan surah Madaniyyah di dalam Al-
Qur'an dengan beberapa huruf ejaan atau huruuf
tasybiih, dan bentuk-bentuk artistik lainnya muqaththa'ah [huruf-huruf yang terpotong).
Ada yang simpel yang tersusun dari satu hurul
yang tak mungkin dituangkan dengan kata-ka- yang terdapat dalam tiga surah: Shaad, Qaaf, dan
al-Qalam. Surah yang pertama dibuka dengan
tanya ke dalam wadah bahasa lain. Seandainya huruf shaad, yang kedua diawali dengan huruf
qaaf, sedang yang ketiga dibuka dengan huruf
hal itu dilakukan, niscaya rusaklah maknanya
pincanglah susunannya, terjadi keanehan- nuun.
keanehan dalam pemahaman makna-makna
26 Inilah yang terjadi sekarang. Al-Qur'an telah diterjemahkan
dan hukum-hukum, hilang kesucian Al-Qur'an,
ke dalam sekitar lima puluh bahasa' Semuanya merupa-
Ienyap keagungan dan keindahannya, sirna kan teriemahan yang kurang, atau cacat, dan tidak dapat
dipercaya. Alangkah baiknya seandainya terjemahan-
balaaghah dan kefasihannya yang merupakan
terjemahan itu dihasilkan oleh para ulama Islam yang
faktor kemukj izatannya.
Namun, menurut syari'at, boleh mener- tepercaya.
jemahkan makna-makna Al-Qur'an atau me- 27 Tafsir ar-Raazi (l/209).
nafsirkannya, dengan syarat bahwa ia tidak
Ada pula pembuka sepuluh surah yang Sebagian lagi berkata, pasti ada makna
terdiri dari dua huruf; tujuh surah di antaranya luar biasa dibalik penyebutannya. Tampaknya,
sama persis dan disebut al-hawaamiim sebab
ketujuh surah itu dimulai dengan dua huruf: itu mengisyaratkan kepada argumen atas
haa miim, yaitu surah al-Mu'min, Fushshilat,
asy-Syuuraa, az-Zukhruf, ad-Dukhaan, al- orang-orang Arab, setelah Al-Qur'an menan-
tang mereka untuk membuat yang sepertinya
faatsiyah, dan al-Ahqaaf. Sisa dari sepuluh (dan perlu diingat bahwa Al-Qur'an tersusun
surah tersebutadalah surah Thaahaa, Thaasiin, dari huruf-huruf yang sama dengan huruf-
huruf yang mereka pakai dalam percakapan
dan Yaasiin.
mereka).
Ada juga pembuka tiga belas surah yang
|adi, seolah-olah Al-Qur'an berkata ke-
tersusun dari tiga huruf. Enam di antaranya pada mereka, mengapa kalian tidak mampu
diawali dengan alif laam miim, yaitu surah al-
Baqarah, Aali'lmraan, al-Ankabuut, ar-Ruum, membuat yang sepertinya atau yang seperti
satu surah darinya? Padahal ia adalah kalam
Luqman, dan as-Sajdah. Lima di antaranya
dengan alif laam raa, yaitu surah Yuunus, berbahasa Arab, tersusun dari huruf-huruf
hija'iyah yang diucapkan oleh setiap orang
Huud, Yuusuf, Ibraahim, dan al-Hijr. Dan dua
di antaranya diawali dengan thaa siim miim, Arab, baik yang buta huruf maupun yang ter-
yaitu surah asy-Syu'araa' dan al-Qashash. pelaja4, dan mereka pun pakar-pakar kefasih-
Ada pula dua surah yang dibuka dengan an dan ahli-ahli balaaghah, serta mereka
empat huruf, yaitu surah al-Araaf yang dibuka
dengan alif laam miim shaad dan surah ar-Ra'd bertumpu kepada huruf-huruf ini dalam
yang dibuka dengan alif laam miim raa.
kalam mereka: prosa, puisi, orasi, dan tulisan.
Ada pula satu surah yang dibuka dengan Mereka pun menulis dengan huruf-huruf ini.
Kendati pun demikian, mereka tidak sanggup
lima hurul yaitu surah Maryam yang dibuka menandingi Al-Qur'an yang diturunkan kepa-
dengan kaaf haa yaa 'ain shaad, fadi, total da Muhammad saw.. Terbuktilah bagi mereka
fawaatih fpembuka) Al-Qur'an berjumlah 29
bahwa ia adalah kalam Allah, bukan kalam
buah, terbagi ke dalam tiga belas bentuk, dan
huruf-hurufnya berjumlah empat belas buah, manusia. Oleh karena itu, ia wajib diimani, dan
separuh dari huruf-huruf hija'iyah.28 huruf-huruf hija'iyah pembuka sejumlah surah
menjadi celaan bagi mereka dan pembuktian
Para ahli tafsir berbeda pendapat tentang
ketidakmampuan mereka untuk membuat
maksud dari huruf-huruf pembuka surah.2e
Sekelompok berkata Itu adalah rahasia Allah yang sepertinya.
dalam Al-Qur'an, dan Allah memiliki rahasia
Akan tetapi, tatkala mereka tidak sanggup
dalam setiap kitab, yang merupakan sebagian menandingi Al-Qur'an, mereka tetap enggan
dan menolak untuk beriman kepadanya. De-
dari hal-hal yang hanya diketahui oleh-Nya. ngan sikap masa bodoh, dungu, dangkal, dan
fadi, ia tergolong mutasyaabih yangkita imani lugu, mereka berkata tentang Muhammad
bahwa ia berasal dari Allah, tanpa menakwil- "Tukang sihir", "Penyair", "Orang gila", dan ten-
tang Al-Qur'an "Dongeng orang-orang terda-
kan dan tanpa menyelidiki alasannya. Akan te- hulu". Semua itu merupakan tanda kepailitan,
tapi, ia dipahami oleh Nabi saw.. indikasi kelemahan dan ketiadaan argumen,
bentuk perlawanan dan penolakan, serta tanda
28 Mabaahits Fii'Uluumil Qur'aan karya Dr. Shubhi ash-Saleh, keingkaran orang-orang yang mempertahan-
hal.234-235. kan tradisi-tradisi kuno dan kepercayaan-ke-
percayaan berhala warisan leluhur.
29 Tafsir al- Qurthubi (l / 154-155).
IAFSIRAL-MUNIR JILID 7
Pendapat yang kedua adalah pendapat Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah,
mayoritas ahli tafsir dan para peneliti di ka- kemudian Dia berkata kepadanya 'ladilahi
langan ulama. Itulah pendapat yang logis yang maka jadilah dia." (Aali'Imraan: 59)
mengajak agar telinga dibuka untuk men-
dengarkan Al-Qur'an sehingga orang akan Contoh tasybiih murakkab atau tasybiihut
mengakui bahwa ia adalah kalam Allah Ta'ala. tamtsiil (yaitu yang waihusy- syibhinya diambil
G. TASYBIIH, BTTAARAH, MNAAZ, DAN dari kumpulan, atau-menurut definisi as-
KINAAYAH DALAM AL.QUR'AN Suyuthi dalam al-Itqaan-ia adalah taqtbiih
yang wajhusy- syibhinya diambil dari beberapa
Al-Qur'anul Kariim, yang turun dalam
bahasa orang-orang Arab, tidak keluar dari hal yang sebagiannya digabungkan dengan se-
bagian yang lain) adalah firman Allah Ta'ala,
karakter bahasa Arab dalam pemakaian kata.
Adakalanya secara haqiiqah, yaitu pemakaian "Perumpamaan orang-orang yang diberi
kata dalam makna aslinya; dengan cara tugas membawa Taurat kemudian mereka tidak
majaaz, yaitu pemakaian kata dalam suatu
makna lain yang bukan makna asli kata itu membawanya (tidak mengamalkan) adalah
karena adanya suatu 'alaaqah (hubungan)
antara makna asli dan makna lain tersebuU seperti keledai yang membawa kitab'kitab yang
penggunaan tasybiih [yaitu penyerupaan tebal." (al-lumu'ah: 5)
sesuatu atau beberapa hal dengan hal yang Penyerupaan ini murakkab, terdiri dari
lain dalam satu atau beberapa sifat dengan
beberapa kondisi keledai, yaitu tidak dapat
menggunakan huruf kaaf dan sejenisnya), memperoleh manfaat yang maksimal dari
secara eksplisit atau implisit; pemakaian
isti'aarah, yaitu tasybiih baliigh yang salah kitab-kitab itu di samping menanggung ke-
satu thanfnya dihapus , dan'ilaaqahnya selalu letihan dalam membawanya. Contoh lainnya
adalah firman Allah Ta'ala,
musyaabahah.3o
"sesungguhnya perumpamaan kehidupan
Tasybiih amat banyak dalam Al-Qur'an, duniawi itu adalah seperti air (huian) yang Kami
baik-ditilik dari sisi wajhusy-syibhi (segi ke- turunkan dari langit, Ialu tumbuhlah dengan
serupaan)-yang mufrad maupun yang mu- suburnya-karena air itu-tanam-tanaman bumi,
rakkab. Contoh tasybiih mufrad atau ghairut di antaranya ada yang dimakan manusia dan
tamtsiil, yaitu yang wajhusy-syibhinya tidak binatang ternak. Hingga apabila bumi itu telah
diambil dari kumpulan yang lebih dari satu, sempurna keindahannya, dan memakai (pula)
melainkan diambil dari tunggal, seperti ka- perhiasannya, dan pemilik-pemiliknya mengira
limat Zaid adalah singa, di mana waihusy-syi- bahwa mereka pasti menguasainya, tiba-tiba
bhinya diambil dari tunggal, yaitu bahwa Zaid
datanglah kepadanya adzab Kami di waktu
menyerupai singa (dalam hal keberanian)
malam atau siang, Ialu Kami iadikan (tanam-
adalah firman Allah Ta'ala, tanamannya) laksana tanam-tanaman yang su'
dah disabit, seakan-akan belum pernah tumbuh
"sesungguhnya perumpamaan (pencipta- kemarin." fYuunus: 24)
an) Isa di sisi Allah adalah seperti (penciptaan)
Dalam ayat ini ada sepuluh kalimat, dan
30 Mabaahits Fii'llluumil Qur'aan karya Dr. Shubhi ash-Saleh tarkiib (penyusunan) berlaku pada totalnya,
sehingga jika salah satu saja di antaranya gu-
[hal. 322-333). gur maka tasybiih tersebut akan rusak sebab
yang dikehendaki adalah penyerupaan du-
nia-dalam hal kecepatan sirnanya, kehabisan
kenikmatannya, dan ketepedayaan manusia Artinya, supaya kamu mengeluarkan
manusia dari kebodohan dan kesesatan ke
dengannya-dengan air yang turun dari la-
ngit lalu menumbuhkan beragam rumput/ agama yang lurus, akidah yang bena4, dan ilmu
serta akhlak. Kebodohan dan kesesatan serta
tanaman dan menghiasi permukaan bumi de- permusuhan diserupakan dengan kegelapan
ngan keindahannya, sama seperti pengantin karena ada kesamaannya: manusia tidak bisa
perempuan apabila telah mengenakan busana mendapat petunjuk ke jalan yang terang jika
yang mewah; hingga apabila para pemilik
ia berada dalam kebodohan dan kegelapan.
tanam-tanaman itu hendak memetiknya dan
Agama yang lurus diserupakan dengan cahaya
mereka menyangka bahwa tanaman tersebut karena ada kesamaannya: manusia akan men-
selamat dari hama, tiba-tiba datanglah ben-
cana dari Allah secara mengeiutkan, sehingga dapat petunjuk ke jalan yang terang jika ia
seolah-olah tanaman itu tidak pernah ada berada di dalam keduanya.
kemarin. Sedangkan tentang majaaz, sebagian ula-
Adapun isti'aarah, yang tergolong majaaz ma mengingkari keberadaannya di dalam Al-
lughawiy-yakni dalam satu kata, tidak seperti Qur'an. Mereka antara lain madzhab Zahiri,
maj a az' a qliy -, j uga banyak.31 M isalnya, firman sebagian ulama madzhab Syafi'i [seperti Abu
Allah Ta'ala,
Hamid al-lsfirayini dan lbnu Qashsh), se-
"Dan demi Shubuh apabila fajarnya mulai
m enying si ng." (at-Takwiir: 1 8) bagian ulama madzhab Maliki (seperti Ibnu
KhuwaizmAndad al-Bashri), dan lbnu Taimi-
Kata tanaffasa (keluarnya nafas sedikit
demi sedikit) dipakai-sebagai isti'aarah-un- yah. Alasan mereka, majaaz adalah "saudara
tuk mengungkapkan keluarnya cahaya dari dusta" dan Al-Qur'an tidak mengandung ke-
arah timur pada waktu fajar muncul baru dustaan. Alasan lainnya, pembicara tidak
sedikit. Contoh lainnya adalah firman Allah mempergunakan majaaz, kecuali iika haqiiqah
(makna asli suatu kata) telah menjadi sem-
Ta'ala,
pit baginya sehingga terpaksa dia memakai
"Sesungguhnya orang-orang yang me- isti'aarah, dan hal seperti ini mustahil bagi
makan harta anak yatim secara zalim se-
Allah. fadi, dinding tidak berkehendak dalam
benarnya mereka itu menelan api dalam perut- firman-Nya, "Hendakroboh" (al-K;ahft 77) dan
nya." (an-Nisaa': 10) negeri tidak ditanya dalam firman-Nya, "Dan
tanyalah negeri" fYuusuf: 82).t'
Harta anak-anak yatim diumpamakan
Akan tetapi, orang-orang yang telah me-
dengan api karena ada kesamaan antara ke- resapi keindahan diksi Al-Qur'an berpenda-
duanya: memakan harta tersebut menyakitkan pat bahwa alasan di atas tidak benar. Menurut
sebagaimana api pun menyakitkan. Contoh mereka, seandainya tidak ada majaaz dalam
yang lain adalah firman Allah Ta'ala, Al-Qur'an, niscaya hilanglah separuh dari ke-
indahannya. Contohnya firman Allah Ta'ala,
"(lni adalah) Kitab yang Kami turunkan
"Dan janganlah kamu jadikan tanganmu
kepadamu (Muhammad) supaya kamu menge-
luarkan manusia dari kegelapan kepada cahaya terbelenggu pada lehermu dan janganlah
terang benderang." (Ibraahiim: 1) kamu terlalu mengulurkannya karena itu kamu
menjadi tercela dan menyesal." (al-Israa': 29)
31 Ta'wiilu Musykilil-Qur'aan karya Ibnu Qutaibah (hal. 102-
32 lbid., hal.99.
103).
rt{ur'anserumtetr pcngaaman pontlng ,. ,,* , {?b,r,,r, hFSIRI-MUNIR IITID 7
Konteks menunjukkan bahwa makna sesuatu yang bukan maknanya, baik secara
hakiki/asli tidak dikehendaki dan bahwa ayat haqiiqah maupun majaaz, iuga dipakai dalam
ini melarang berlaku mubazir maupun kikir. Al-Qur'an. Contohnya:
Adapun kinaayah, yaitu kata yang di- "Dan mereka berkata:'Janganlah kamu be-
pakai untuk menyatakan tentang sesuatu rangkat (pergi berperang) dalam panas terik
yang menjadi konsekuensi dari makna kata ini.' Katakanlah: Api neraka fahannam itu lebih
itu, juga banyak diiumpai dalam Al-Qur'an, sang at pan a s (nya)."' (at-Taubah: 8 1)
sebab ia termasuk metode yang paling indah Yang dimaksud di sini bukan lahiriah
dalam menyatakan simbol dan isyarat. Allah kalam, yaitu lebih panasnya api neraka
Ta'ala mengisyaratkan tujuan dari hubung- Iahannam ketimbang panasnya dunia, tetapi
an perkawinan-yaitu untuk mendapat ketu- tujuan sebenarnya adalah menyindir orang-
runan-dengan kata al-harts (ladang) dalam orang ini yang tidak ikut pergi berperang dan
firman-Nya, beralasan dengan cuaca yang terik bahwa
"Istriistrimu adalah (seperti) tanah tempat mereka akan masuk neraka dan merasakan
kamu bercocok tanam, maka datangilah tanah
tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saia panasnya yang tidak terkira. Contoh yang
kamu kehe ndaki." (al-Baqarah= 223) lain adalah firman-Nya yang menceritakan
Allah menyebut hubungan antara suami perkataan Nabi Ibrahim,
istri-yang mengandung percampuran dan pe-
nempelan badan-sebagai pakaian bagi mere- "lbrahim menjawab:'Sebenarnya patung
ka berdua. Dia berfirman:
yang besar itulah yang melakukannya."' (al'
"Mereka adalah pakaian bagimu, dan
kamu pun adalah pakaian bagi mereka." (al' Anbiyaa':53)
Baqarah:187)
Beliau menisbahkan perbuatan tersebut
Dia mengisyaratkan kepada iimak dengan kepada patung terbesar yang diiadikan Tuhan
firman-Nya, sebab mereka mengetahui-iika mereka mem-
'Atau kamu telah menyentuh perempuan." pergunakan akal mereka-ketidakmampuan
(an-Nisaa':43) patung itu untuk melakukan perbuatan ter-
dan firman-Nya, sebut, dan Tuhan tidak mungkin tidak mampu.
"Dihalalkan bagi kamu pada malam hari Suplemen
bulan puasa bercampur dengan istri'istri kamu."
(al-Baqarah: 187) . Al-Qur'an terdiri atas tiga puluh juz.
. Surah-surah Al-Qur'an berjumlah LL4
Dan Dia mengisyaratkan tentang kesucian
jiwa dan kebersihan diri dengan firman-Nya, surah.
"Dan pakaianmu bersihkanlah." (al-Mud' . Ayat-ayatnya berjumlah 6.236 menurut
datstsir:4)
ulama Kufah, atau 6,666 menurut selain
Ta'riidh, yaitu menyebutkan kata dan mereka. Ia terdiri atas hal-hal berikut.
memakainya dalam makna aslinya, seraya
memaksudkannya sebagai sindiran kepada - Perintah: 1.000
- Larangan: 1.000
- fanii: 1.000
- Ancaman: 1.000
- Kisah dan berita: 1.000
- Ibrah dan perumpamaan: 1.000
- Halal dan haram: 500 Ini mengisyaratkan bahwa Al-Qur'an
- Doa: 100 menjadikan penolakan perbuatan buruk
- Naasikh dan mansuukh: 66 dengan perbuatan baik sebagai cara untuk
mengatasi setan dari jenis manusia dan
lsti'adzah: A'uudzu blllaahl mlnasy- menjadikan isti'adzah sebagai cara untuk
syalthaanlrratllm mengatasi setan dari jenis jin.
7. Bermakna Aku berlindung kepada Allah Sebagai aplikasi perintah ini, di dalam
Sunnah Nabi saw terdapat riwayat dari
yang Mahaagung dari kejahatan setan Abu Sa'id al-Khudri bahwa apabila me-
yang terkutuk dan tercela agar dia tidak mulai shalat, Nabi saw. membaca doa
menyesatkanku atau merusak diriku da- iftitah lalu berucap,
Iam urusan agama atau dunia, atau meng-
halangiku melakukan perbuatan yang d,.'l..'lr-Ll,iaro.t",:,,,\.".)AtYr-.J.Jl Au. iJ"li
diperintahkan kepadaku atau mendo- ^it bC.rrr
rongku melakukan perbuatan yang ter- Ai-e.t t
larang bagiku, sesungguhnya hanya Tuhan "Aku berlindung kepada Allah Yang
semesta alam saja yang dapat mengha- Maha Mendengarlagi Maha Mengetahui dari
langi dan mencegahnya. Kata syaithaan godaan setan yang terkutuk, dari dorongan-
[setan) adalah bentuk tunggal dari kata nya, tiupannya, dan semburannya." 31
syayaathiin Setan disebut demikian ka-
rena ia jauh dari kebenaran dan selalu Ibnu Mundzir berkata, "lbnu Mas'ud
durhaka. Ar-rajiim artinya yang dijauh- meriwayatkan bahwa sebelum membaca
kan dari kebaikan, dihinakan, dan yang Al-Qur'an, Nabi saw biasanya berucap
dikenai kutukan dan cacian. A'uudzu bil-Iaahi minasy-syaithaanir-ra-
2. Allah SWT memerintahkan kita ber-rsti- ifim (Aku berlindung kepada Allah dari
'adzah ketika memulai membaca Al- godaan setan yang terkutuk)."
Qur'an. Dia berfirman, Mengenai bacaan ta'awwudz, kalimat
inilah yang dipegang oleh jumhur ulama
'Apabila kamu membaca Al-Qur'an
hendaklah kamu meminta perlindungan sebab kalimat inilah yang terdapat di
kepada Allah dari setan yang terkutuk"
(an-Nahl:98) dalam Kitqbullah.
Yakni: Apabila kamu hendak membaca Al- 3. Hukum membaca isti'adzah, menurut jum-
Qur'an, bacalah isti'adzah.
Dia juga berfirman, hur ulama, adalah mandub (sunnah) dalam
"Tolaklah perbuatan buruk mereka setiap kali membaca Al-Qur'an di luar
dengan yang lebih baik. Kami lebih me-
ngetahui apa yang mereko sifatkan, Dan shalat.
katakanlah: 'Ya Tuhanku aku berlindung
Adapun di dalam shalat, madzhab
kepada Engkau dari bisikan-bisikan setan.
Dan aku berlindung (pula) kepada Engkau, Maliki berpendapat bahwa makruh mem-
ya Tuhanku, dari kedatangan mereka baca ta' awwudz dan basmalah sebelum al-
Faatihah dan surah, kecuali dalam shalat
kepadaku."' (al-Mu'minuun: 96-98) qiyamul-lail (tarawih) di bulan Ramadhan.
Dalilnya adalah hadis Anas "Nabi saw.,
33 HR Ahmad dan Tirmidzi. Lihat Na iIuI Authaar (2 / L96-t97).
selrrt"t p"ng"t hu"np"nttngllQrl"n ,,,,,*,, {[8r,r,,., tusIR[-MuNlR)ItID 7
Abu Bakat dan Umar dulu memulai shalat yang tidak beriman yang memulai perbuat-
dengan bacaan al-hamdu lil-laahi rabbil- an mereka dengan menyebut nama tuhan-
'aalamiin!'34 tuhan atau pemimpin-pemimpin mereka.
Madzhab Hanafi mengatakan Bacaan Sebagian ulama berkata Sesungguhnya
ta'awwudz dilakukan dalam rakaat per- bismillaahir-rahmaanir-rahiim mencakup
tama saia. Sedangkan madzhab Syafi'i dan seluruh isi syari'at sebab kalimat ini me-
Hambali berpendapatbahwa disunnahkan
membaca ta'awwudz secara samar pada nunjukkan kepada zat dan sifat.3s
awal setiap rakaat sebelum membaca al-
Faatihah. 3. Apakah ia merupakan ayat dari surah yang
4. Para ulama berijma bahwa ta'awwudz bersangkutan?
bukan bagian dari Al-Qur'an, juga bukan Para ulama berbeda pendapat apakah
termasuk ayat di dalamnya. basmalah termasuk ayat dari surah al-
Basmalah: Blsmlllaahlrrahmaanlr-ruhllm Faatihah dan surah-surah lain atau bukan.
Di sini ada tiga pendapat. Madzhab Maliki
1. Bermakna Aku memulai dengan menye- dan Hanafi berpendapat bahwa basmalah
bukan ayat dari surah al-Faatihah maupun
but nama Allah, mengingat-Nya, dan me-
nyucikan-Nya sebelum melakukan apa surah-surah lainnya, kecuali surah an-
pun, sambil memohon pertolongan ke-
pada-Nya dalam segala urusanku, sebab Naml di bagian tengahnya. Dalilnya adalah
Dia-lah Tuhan yang disembah dengan
bena[ Yang luas rahmat-Nya, Yang rah- hadits Anas r.a., ia berkata, 'Aku dulu
mat-Nya meliputi segala sesuatu Dia-lah
yang memberi segala kenikmatan, baik menunaikan shalat bersama Rasulullah
yang besar maupun yang kecil Dia-lah yang saw., Abu Bakar, Uma[ serta Utsman,
senantiasa memberikan karunia, rahmat,
dan kemurahan. dan tak pernah kudengar salah satu dari
2. Hikmah Allah Ta'ala memulai surah al- mereka membaca bismil-laahir'rah'
Faatihah dan semua surah dalam Al- maanir-rahiim.'86 Artinya, penduduk Ma-
Qur'an (kecuali surah at-Taubah) dengan dinah dulu tidak membaca basmalah
dalam shalat mereka di Masjid Nabawi.
basmalah untuk mengingatkan bahwa Hanya saja madzhab Hanafi berkata,
yang ada di dalam setiap surah itu adalah 'Orang yang shalat sendirian hendaknya
kebenaran dan janji yang benar bagi umat membaca bismillaahir'rahmaanir-rahiim
manusia-Allah SWT menepati semua janji ketika mulai membaca al-Faatihah, dalam
dan belas kasih yang terkandung di dalam setiap rakaat, dengan suara samar.'fadi, ia
surah itu; juga untuk mengimbau kaum termasuk Al-Qur'an, tetapi bukan bagian
Mukminin agar mereka memulai semua dari surah, melainkan berfungsi sebagai
perbuatan dengan basmalah supaya men- pemisah antara tiap surah. Sementara itu
dapat pertolongan dan bantuan Allah, ser- madzhab Maliki berkata, "Basmalah tidak
boleh dibaca dalam shalatwajib, baikyang
ta supaya berbeda dengan orang-orang
Adapun hadits:
34 Mutafaq alaih.
Ur -), f)' )' *:i$.; k)i,s.u ,s;
"setiap perkara pentingyang tidak dimulai dengan bismil-
laahir-rahmaanir-rahiim adala h terp u tus."
adalah hadits yang lemah. Ia diriwayatkan oleh Abdul
Qadir ar-Rahawi dalam al-Arba'iin dari Abu Hurairah.
Diriwayatkan oleh Muslim dan Ahmad.
TAFSTRAL-MUNrRIrLtD 7
bacaannya keras maupun yang bacaannya dibaca dengan suara samar dalam shalat yang
samaf,, baik dalam surah al-Faatihah mau- bacaannya samar dan dibaca dengan suara
pun surah-surah lainnya; tetapi ia boleh keras dalam shalat yang bacaannya keras; dan
dibaca dalam shalat sunnah." Al-Qurthubi ia pun dibaca dengan suara keras dalam selain
berkata "Yang benar di antara pendapat- surah al-Faatihah."
pendapat ini adalah pendapat Malih sebab
Al-Qur'an tidak dapat ditetapkan dengan Dalil mereka bahwa ia merupakan ayat
hadits aaha ad; caramenetapkan Al-Qur'an dalam surah al-Faatihah adalah hadits yang
hanyalah dengan hadits mutawatir yang
diriwayatkan oleh Daraquthni dari Abu
tidak diperdebatkan oleh para ulama."37
Namun, pernyataan ini kurang tepat sebab Hurairah bahwa Nabi saw. pernah bersabda,
mutawatir-nya setiap ayat bukanlah suatu I' qa ti;;u ,41-Jt 3.) :,lit ,lf; l)l
keharusan.
1t'.
Abdullah bin Mubarak berpendapat bah-
wa basmalah adalah ayat dari setiap surah, f)'4r..,-,u(Jr o7l ,ot'a'ii 6l ,d)'
dengan dalil hadits yang diriwayatkan oleh
\-'J'
Muslim dari Anas, ia berkata, "Pada suatu
qu-l Liosrf)')'*) c,'rtiJl
hari, tatkala Rasulullah saw. sedang berada
bersama kami, beliau tertidur sekejap lalu "Apabila kalian membaca al-hamdu lillaahi
mengangkat kepalanya sembari tersenyum. rabbil-halamiin (yakni surah al-Faatihah), baca-
Kami pun bertanya, "Mengapa Anda tertawa,
wahai Rasulullah?" Beliau bersabda, "Bartt lah bismillaahir-rahmaanir-rahiim. Surah al-
saja diturunkan sebuah surah kepadaku." Lalu
Faatihah adalah ummul-qur'an, ummul-kitab,
beliau membaca,
dan sab ul-matsaani; dan bismillaahir-rahmaanir-
"Bismillaahir-rahmaanir-rahiim (Dengan
menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi rahiim adalah salah satu ayatnya."
Maha Penyayang). Sesungguhnya Kami telah
memberikon kepadamu nikmat yang banyak. Sanad hadits ini shahih.
Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan
berkorbanlah. Sesungguhnya orang -orang yang Dalil madzhab Syafi'i bahwa ia dibaca
membenci kamu Dia-lah yang terputus."(al-
Kautsar:1-3) dengan suara keras adalah hadits yang di-
riwayatkan oleh lbnu Abbas r.a. bahwa Nabi
Adapun madzhab Syafi'i dan Hambali ber- saw. dulu membaca bismil-laahir-rahmaanir-
kata "Basmalah adalah ayat dari al-Faatihah, rahiim dengan suara keras.38 Alasan lainnya,
harus dibaca dalam shalat. Hanya saja madzhab karena basmalah ini dibaca sebagai salah satu
Hambali, seperti madzhab Hanafi, berkata: Ia ayat Al-Qur'an-dengan dalil bahwa ia dibaca
dibaca dengan suara sama[ tidak dengan suara sesudah ta'awwudz-, maka cara membacanya
keras." Sedangkan madzhab Syafi'i berkata, "la adalah dengan suara keras, sama seperti ayat-
ayat al-Faatihah yang lain.
37 Tafsir al-Qurthubi (l/93).
Mengenai apakah basmalah terhitung
sebagai ayat dalam surah-surah lain, perkata-
an Imam Syafi'i tidak menentu; pernah be-
liau berkata bahwa basmalah adalah ayat
dalam setiap surah, tetapi pernah pula beliau
38 Bismil-laah (.1, r*) ditulis tanpa alif sesudah huruf ba
karena kalimat ini sangat sering dipakai, berbeda dengan
firman Allah Ta'ala: igra' bismi rabbika (-ri,;', rr,), yang
mana huruf alif-nya tidak dihapus sebab kaliniat ini jarang
dipakai.
berkata bahwa ia terhitung ayat dalam surah an penjelasan atau penafsiran, saya meng-
al-Faatihah saja. Pendapat yang paling benar
adalah basmalah merupakan ayat dalam se- ikuti kaidah-kaidah imla'yang baru. Saya iuga
tiap surah, sama seperti dalam al-Faatihah, tidak meng-i'raab sebagian kata yang sudah
dengan dalil bahwa para sahabat dahulu diketahui, misalnya dalam surah al-Mursalaat
sepakat menulisnya di awal setiap surah ke- #'iayat 16 dan 17: {;4{' ,d;$r 9y [iy, sa-
cuali surah at-Taubah, dan kita tahu bahwa ya tidak meng-i'raab kalimat nutbi'uhumyang
di dalam mushaf mereka tidak mencantum-
kan tulisan apa pun yang bukan bagian dari merupakan f il mudhaari' morful sebab ia
Al-Qur'an. Namun, meski ada perbedaan pen- adalah kalaam musta'naf (kalimat pembuka),
dapat seperti di atas, umat Islam sepakat bah-
bukan kalimat yangmajzuum seperti nuhlik.
wa basmalah merupakan ayat dalam surah
Harapan, Doa, dan Tuluan
an-Naml, juga sepakat bahwa basmalah boleh
Segala puji bagi Allah. Shalawat dan sa-
ditulis pada permulaan buku-buku ilmu pe-
ngetahuan dan surah-surah. Iika buku itu lam semoga tercurah kepada Rasulullah, ke-
adalah buku kumpulan syai4, asy-Sya'bi dan luarga, para sahabat, serta semua orang yang
az-Zuhri melarang menulis basmalah di awal- mengikuti beliau.
nya, sedangkan Sa'id bin ]ubair dan mayo- YaAllah, jadikanlah semua halyangtelah ku
ritas ulama generasi muta'akhkhiriin mem-
pelajari-baik yang masih ku ingat maupun yang
bolehkannya.3e
sudah kulupa-dan yang ku ajarkan sepanjang
Keutamaan Basmalah hidupku, yang ku tulis atau ku susun menjadi
Ali karramal-laahu wajhahu pernah buku,ao yang merupakan limpahan karunia-Mu,
berkata tentang bacaan bismillaah bahwa ia goresan pena yang kupakai menulis, kilatan ide,
dapat menyembuhkan segala penyakit dan
dapat meningkatkan efek obat. Bacaan ar- buah karya akal, keletihan jiwa siang malam,
rahmaan akan memberi pertolongan kepada cahaya bashirah (mata hati) dan mata kepala,
setiap orang yang beriman kepada-Nya, dan pendengaran telinga, dan kepahaman hati
ini adalah nama yang tidak boleh dipakai sebagai simpanan pahala bagiku di sisi-Mu,
oleh selain Allah. Adapun ar-rahiim memberi yang mana amal itu kulakukan dengan ikhlas
pertolongan bagi setiap orang yang bertobat,
beriman, dan beramal saleh. karena-Mu, dan demi meninggikan kalimat-Mu,
Catatan: Nash Al-Qur'an saya cantumkan menyebarkan agama-Mu, dan memudahkan
sesuai dengan rasm (cara penulisan) mushaf ilmu pengetahuan bagi mereka yang ingin
Utsmani. Contohnya: 6?r) dan (rrl,t) yang belajar sesuai dengan metode modern.
mana di akhirnya ada alif. Misalnya lagi Ya Allah, jauhkanlah aku dari segala sesuatu
yang menodai amalku: riya', sum'ah fmencari
(;ybu dan {$;J. Sedangkan menurut kaidah reputasi), atau ry uhrah (mengej ar popularitas).
imla'modern, dalam dua kata pertama tidak
ditulis alif sedangkan dua kata terakhir ditulis Ya Allah, aku mengharapkan pahala yang
luas dari sisi-Mu, maka terimalah amalku
begini: fi;ry dan rf(>. Adapun dalam bagi-
40 Antara lain 20 buah kajian (untukal-Mausuu'atul-Fiqhiltyah
39 Tafsir al-Qurthubi (L/97).
di Kuwait, untuk Mukssasah Aalul Bait di Yordania, untuk
Mujammo'ul-Fiqhil-lslaamiy di feddah-Mausuu'atul-Fi'
qhi-, dan untuk al-Mousuu'atul-Arabiyyatus-Suuriyyah),
tiga buah ensiklopedi: Ushuulul-Fiqhil-lslaamiy (dua iilid),
al-Fiqhul-lslaamiy wa Adillatuhu (10 iilid), dan tafsir ini
yang difokuskan pada fiqih kehidupan yang luas di dalam
al-Qur'anul Karim. Selain itu beliau juga telah menyusun
beberapa kitab lain.
F-1e--i--9--\_91'ffi Selumlah Pengotahuan PenttngAt{u/an
yang sedikit ini di dalam ganjaran-Mu yang an amalku dengan amal ini, dan berilah aku
keselamatan dengan karunia dan kasih-Mu
banyak, sesungguhnya aku hidup pada pada hari Kiamat, hari ketika seseorang tidak
dapat menolong orang lain dan urusan pada
zaman yang tidak memungkinkan bagiku waktu itu berada di tangan Allah. Kabulkanlah
untuk melakukan jihad, seperti yang dilakukan doaku, wahai Tuhan yang Maha Pemurah. Dan
segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.
salafus saleh-semoga Allah meridhai mereka.
Prof. Dr. Wahbah Musthafa az-Zuhailiy
Ya Allah, balaslah amalku ini dengan pahala
yang berlimpah dan manfaat yang didamba-
kan selama aku masih hidup dan sesudah aku
mati serta hingga hari pembeberan amal di
hadapan-Mu. Ya Allah, beratkanlah timbang-
TATSTRAL-MUNIR IItID 7
SURAH YIJUSUF
MAKKIYYAH, SERATUS SEBELAS AYAT
NAFSU YANG MENGAJAK KEPADA diriku [dari kesalahan dan keburukan). (;.jlr i1]
KEBURUKAN karena sesungguhnya nafsu itu (jenis nafsu).
Surah Yuusuf Ayat 53 4i;utjy selalu menyuruh (banyak memerintah
r'ti,y:-u1y:A\''*'vtrJ:a\b\'i$du: dan condong pada nafsu syahwat). (u !r)
-c4->4?rA)t<u*2.,
huruf Miim mengandung arti 1;,.; sehingga
"Dan aku tidak (menyatakan) diriku bebas
(dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu maksudnya adalah kecuali orang-orang yang
itu selalu mendorong kepada keiahatan, kecuali diberi rahmat dan dijaga oleh Tuhanku. Atau
(nafsu) yang diberi rahmat oleh Tuhanku.
kecuali ketika mendapatkan rahmat dari
Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun, Maha
P eny ay ang!' (Yuusuf: 53 ) Tuhanku. Pendapat lain mengatakan rsfitsna'
dalam ayat tersebut munqathi' (terputus)' Jadi
Qlrca'aat maksudnya akan tetapi rahmat Tuhanku-lah
yang memalingkan dari keburukan.
(il *;) (il ,r*), Nafi' dan Abu Amru
membaca: <i jt.'rt,r>. Menurut pendapat yang raiih [kuat),
Balaa€hah ayat tersebut adalah hikayat dari ucapan istri
Dari sisi balaaghahnya, kalimat ammaa' al-Aziz yang bernama Zulaikha atau Raa'iil.
Sehingga nafsu Nabi Yusuf dan orang-orang
rah dalam ayat di atas termasuk shrghat seperti beliau dikecualikan (mustatsna) dari
mubalaaghah (berlebih-lebihan) menurut nafst Ammarah manusia pada umumnya.
wazan fa'aal. Berlebih-lebihan dalam meng- Akan tetapi ada pendapat lain yang menga-
gambarkan bahwa nafsu memang selalu ingin takan bahwa ayat di atas adalah hikayat dari
terjun ke lembah kemaksiatan dan kerusakan. ucapan Yusuf sehingga artinya menjadi 'Aku
Mufradaat LuShawlyYah tidak menganggap nafsuku suci." Hal ini
4,* L;i uj) dan aku tidak membebaskan menjelaskan bahwa Yusuf tidak ingin sombong
atau takabur. Bahkan ia ingin menampakkan
nikmat Allah kepadanya berupa pertolongan
dan penjagaan.
Persesualan Ayat
Ayat di atas masih termasuk sambungan
dari ucapan Zulaikha dan masih berkaitan
-IArsrR AL-MUNrR JrrrD 7
dengan ayat sebelumnya. Imam Abu Hayyan Dalam pendapat yang marjuuh [dikuat-
berkata, "Secara zahi4, ayat ini masih termasuk kan), ayat tersebut adalah ucapan Yusuf.
Maknanya, "Agar al-Aziz tahu bahwa aku tidak
ucapan Zulaikha yang disebutkan pada mengkhianatinya [melakukan perbuatan yang
tidak layak) bersama istrinya ketika ia tidak di
ayat sebelumnya." Artinya, ayat ini adalah rumah. Tidak pula aku mengkhianati keper-
cayaan yang telah dibebankannya kepadaku.
pengakuan jujur dari Zulaikha agar Yusuftahu
bahwa dirinya tidak mengkhianatinya atau Namun sebagai manusia, aku juga tidak
menuduhnya berbuat dosa padahal ia tidak
melakukannya. Kemudian, Zulaikha meminta membebaskan diriku (dari kesalahan) karena
sesungguhnya nafsu selalu menyuruh kepada
maaf atas apa yang telah terjadi dengan kejahatan kecuali nafsu yang dijaga oleh Allah
SWT dari perbuatan dosa dan mendapat pe-
ucapan, "Dan aku tidak (menyatakan) diriku tunjuk untuk selalu istiqamah. Nafsu seperti
bebas dari kesalahan" karena nafsu condong itu adalah nafsu para nabi dan orang-orang
pada syahwat dan selalu mengajak kepada saleh. Sungguh, Tuhanku Maha Pengampun
keburukan.l Pendapat Ibnu Hayyan dikuatkan jika orang-orang yang berdosa mau meminta
oleh Ibnu Katsir. Ia berkata bahwa pendapat ampunan, bertobat, dan kembali kepada Allah
ini lebih kuat karena runtutan ceritanya dari agar dibersihkan dari dampak-dampak yang
diakibatkan dari dosa dan maksiat.
ucapan istri al-Aziz di hadapan Raja tanpa
Flqlh Kehldupan atau Hukum-hukum
Yusuf. Setelah itu Yusuf didatangkan.2
Ayat di atas menunjukkan bahwa nafsu
Tafslr dan Penlelasan cenderung pada syahwat dan melakukan
Istri al-Aziz berkata, "sekarang jelaskan perbuatan buruk yang memang menjadi ke-
kebenaran itu." Kebenaran agar Yusuf tahu senangan hawa nafsu. Karena itu, dibutuhkan
bahwa aku (Zulaikha) tidak mengkhianatinya kesungguhan pengendalian, penelitian, dan
perlawanan terhadapnya. Dalam sebuah hadits
meski ia masih dalam penjara, atau agarsuami- Rasulullah saw. pernah bersabda, "Bagaimana
pendapat kalian mengenai seorang teman
ku tahu bahwa aku tidak mengkhianatinya
karena aku tidak melakukan perbuatan keji yang jika kalian telah memuliakannya, mem-
bersama Yusuf. Yang ada hanyalah godaan
dan rayuan, namun ia menolak dan lari men- berinya makanan, dan pakaian lantas ia malah
jauhiku. Aku sendiri hanyalah manusia biasa menjerumuskan kalian pada keburukan. Akan
yang punya nafsu dan tak luput dari kesalahan tetapi jika teman itu kalian rendahkan, kalian
dan dosa karena tabiat nafsu selalu mengikuti
syahwat. menanggalkannya, dan membiarkannya kela-
paran maka ia akan menunjukkan kalian pada
Kecuali orang-orang yang diberi rahmat kebenaran." Para sahabat menjawab, "Ye Rasul,
oleh Allah, seperti Yusuf yang dijaga dari nafsu teman seperti itu adalah seburuk-buruknya
yang kotor.
teman di bumi." Beliau melanjutkan, "Demi Zat
Akan tetapi aku tidak putus asa untuk yang menguasai jiwaku, teman itu adalah nafsu
selalu meminta rahmat dan pengampunan kalian sendiri."
dari Allah karena aku tahu bahwa Tuhanku
Ulama Ahlus Sunnah menggunakan ayat,
Maha Pengampun.
4;t C,r: 11) sebagai dalil bahwa taat dan iman
1 Al-Bahrul Muhiith, Vol. 5, hlm. 317.
2 Tafir lbnu Kaair, Vol. 2, hlm.4B2.
TArsrRAr.-MuNrR JITID 7
berasal dari Allah, sedangkan kemampuan baik. Dan sungguh, pahala akhirat itu lebih baik
bagi orang-orang yang beriman dan selalu ber-
nafsu untuk berpaling dari keburukan berasal takw a l' (Yuusuf: 54-57)
dari rahmatAllah SWT.
Qlraa'aat
Ayat di atas iuga menunjukkan bahwa
(irt- .5)' Ibnu Katsir membacanya
betapa besar rahmat dan kebaikan Allah. Dia
Maha Pengampun atas dosa-dosa hamba-Nya. dengan (etr d-r).
Dia menyayangi hamba-Nya yang mau bertobat,
kembali kepada-Nya, dan memperbaiki amal Mufradaat Lu$hawlyyah
ibadahnya. Allah akan mengampuni orang 4€t! A*iy at<u menjadikannya hanya
untukku tanpa ada yang lain. (tii d;F
yang mau memohon ampunan dan mengakui
kesalahan yang telah diperbuatnya. ketika Yusuf didatangkan, raja mengajaknya
BAGIAN KESEMBILAN: KISAH YUSUF bicara sehingga ia menyaksikan sendiri ke-
SEBAGAI MENTER! KEUANGAN
cerdasannya. {1{.;} memiliki deraiat dan
Surah Yuusuf Ayat 54 - 57
kedudukan. {,yl} dapat dipercaya dalam
16'fu W';*1g-+,1#\a$\i63
segala hal.
;{i ;!" -,*\i6 g :;; KY$ r}\,fi\
OJ"iAK|,ifi@ ry WU,$) y\$.;'.,$t ;,t bendaharawan negara, negara
'i q;3, +#'xA^.,r; W fii4 $$ yang dimiksud adala Mesir. 4e; * ilb
*tttA;6'gu;pi'lstd artinya, pandai menjaga dan berpengetahuan,
namun ada pendapat yang mengatakan, Yusuf
,v&t36w\a.if,,E mampu menulis dan berhitung.
"Dan raja berkata, 'Bawalah dia (Yusuf) (qo;y Kami memberi kenikmatan ke-
kepadaku, agar aku memilih dia (sebagai orang pada Yusuf dengan dibebaskan dari penjara.
yang dekat) kepailaku! Ketika dia (raja) telah
bercakap-cakap dengan dia, dia (raja) berkata, {.r;{, C} negeri Mesir. 4iu;.,,-:; Uif.y Yusuf
'sesungguhnya kamu (mulai) hari ini menjadi se'
diberi kebebasan untuk pergi ke mana saja
orang yang berkedudukan tinggi di lingkungan yang ia kehendaki di Mesir. Artinya, ia memiliki
kami dan dipercaya.' Dia (Yusuf) berkata,'ladi- kekuasaan setelah sebelumnya mengalami ke-
susahan dalam penjara. Menurut Imam Suyuti,
kanlah aku bendaharawan negeri (Mesir); karena
Sang Raja melepas kedudukan al-Aziz dan
sesungguhnya aku adalah orang yang pandai memberikannya kepada Yusul dan setelah
menjaga, dan berpengetahuanl Dan demikianlah al-Aziz wafat, Yusuf menyunting istri al-Aziz,
Kami memberi kedudukan kepada Yusuf di negeri
ini (Mesir); untuk tinggal di mana saja yang dia Zulaikha yang ternyata masih perawan. Dari
kehendaki. Kami melimpahkan rahmat kepada pernikahan keduanya, mereka dikaruniai dua
orang anak. Yusuf menegakkan keadilan di
siapa yang Kami kehendaki dan Kami tidak
Mesir.
menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat
4;o ; *r qy di dunia dan di akhirat.
{;Jr ;i e vj} bahkan akan Kami berikan
pahala itu baik di dunia maupun di akhirat.
4); z;it;(;y teuitr baik daripada pahala di
dunia. $3ril ti't<iy meniauhi perbuatan syirik
dan keburukan lainnya.
:IAFSIRAL-MuNIRIIIIDT r{fi -m\ su?ahyuuruf
Persesualan ayat Yusufberkata, "Raja, iadikanlah aku seba-
gai bendahara negara yang menguasai ahram
Atas permohonan Nabi Yusuf, raja pun
-kala itu ahram digunakan untuk menyimpan
memeriksa kembali kasus yang menjebloskan hasil bumi-, agar perekonomian negara tetap
Yusuf ke dalam penjara. Setelah terbukti ia seimbang saat subur dan paceklik. Agar aku
tidak bersalah, raja memanggilnya untuk me- dapat menyelamatkan negara dari kelaparan
nafsirkan mimpi yang dialaminya. Raja pun yang mengancam penduduknya berdasarkan
mimpi yang telah Anda lihat. Aku meminta
kagum mendengar pemaparan Yusuf menge-
nai mimpinya. Iuga, akhlak dan budi pekerti jabatan ini karena aku pandai menjaga dan
berpengetahuan." Ucapan Yusuf ini sebagai
Yusuf. Karena itulah, raja menunjuk Yusuf
untuk menjadi kepercayaannya dan menem- isyarat atas pentingnya perencanaan, peng-
pati posisi yang tinggi. Raja bahkan menye- aturan ekonomi, dan keseimbangan antara
pendapatan dan pengeluaran.
rahkan urusan negara Mesir kepadanya, baik
masalah hukum, politih dan ekonomi. Permintaan Yusuf disetujui oleh raja de-
ngan menunjuknya sebagai menteri keuang-
Tafslr dan Penlelasan an yang berkuasa mengatur ekonomi negara.
Penunjukan ini sudah diperhitungkan dengan
Yang dimaksud raja di sini, menurut pen- matang dan melihat kecerdasan Yusuf yang
dapat yang kuat adalah raja tertinggi Mesir; luar biasa, baik dalam memahami politih dan
bukan al-Aziz. Raja tersebut bernama Rayyan menetapkan peraturan.
bin al-Walid. Dia yang meminta Yusuf dari al-
Aziz untuk menjadi bendahara negara. 4iEJ 4*;y inilah nikmat yang Kami beri-
Maksud ayat ini adalah, sang raja berkata, kan kepada Yusuf dengan mendekatkannya
"Datangkan Yusuf dari peniara untuk aku jadi- kepada raia, mengeluarkannya dari penjara,
kan orang kepercayaanku." Setelah raja melihat dan mengangkat derajatnya dari budak men-
sendiri keilmuan, akhlah dan kecerdasan Yusuf, jadi menteri; Dari pengikut menjadi panu-
tan; Dari terpenjara menjadi bebas merdeka.
ia berkata, "Mulai hari ini dan seterusnya, engkau Nikmat itu Kami berikan, karena ia memiliki
akhlak yang terpuji, sabar dalam menghada-
akan mendapatkan kepercayaan, kemuliaan pi ujian, taat kepada Allah, dan menjaga ke-
dan kedudukan tinggi dalam pemerintahanku hormatan. Ia sabar atas kezaliman saudara-
saudaranya sendiri. Sabar dalam menjalani
serta meniabat sebagai bendahara negara."
hukuman di penjara karena fitnah istri al-
Menurut suatu riwayat, setelah keluar dari Aziz. Sabar menahan diri dari perbuatan keji
penjara, Yusuf mandi, memakai baju baru dan
parfum. Ketika menghadap raja, ia berdoa, "Ya dan mungkar. Karena sifat-sifat inilah, Allah
Allah, aku memohon kepada-Mu dari kebaikan menggantikannya dengan pertolongan dan
sang Raja, dan aku memohon perlindungan
kenikmatan sehingga ia menempati posisi
dengan kemuliaan dan kekuatan-Mu dari
keburukannya." Ketika Yusuf mengucapkan yang tinggi di Mesir. Imam Mujahid berkata,
"Raja Mesir akhirnya memeluk Islam di tan-
salam dalam bahasa Arab, raja pun bertanya,
"Bahasa apa ini?" Yusuf menjawab, "Bahasa gan Yusuf a.s.."
pamanku, Nabi Ismail."
Kisah ini menegaskan bahwa Allah ti-
Nabi lbrahim beserta anak-anak dan cucu-
cucunya termasuk Arab Qahthaniyin, sedang- dak akan menyia-nyiakan hamba-Nya, bah-
kan Allah akan selalu menyayangi dan men-
kan Raja Mesir termasuk Arab yang sering jaganya. Allah menentukan siapa yang dike-
disebut or-Ru'aat (Heksos).
TAFSTRAL-MUNrR JITID 7
hendaki-Nya untuk diberi rahmat-Nya karena 1. Dialog adalah sarana untuk saling me-
rahmat-Nya meliputi segala sesuatu. Allah mahami dan mengenal sesama manusia
akan memberikan kekuasaan, kekayaan, beserta ilmu pengetahuannya. Dialog juga
membuat seorang yang berakal mampu
kesehatan, dan lain sebagainya terhadap
menimbang kualitas keilmuan seseorang.
hamba yang dikehendaki-Nya. Firman Allah,
2. Penggabungan elemen yang sempurna
{r,;ii} maksudnya, dengan kebaikan Kami, dari ilmu, akhlah adab, dan perilaku yang
baik akan membawa seseorang pada ke-
karena pengertian rahmat meliputi nikmat
dudukan tinggi dan kemuliaan.
dan ihsan. Ayat {;r:-;:lt;i'e vi} Kami tidak
3. Boleh hukumnya bagi seseorang untuk
akan menyia-nyiakan pahala orang yang meminta kekuasaan dan menunjukkan
telah berbuat baik dengan memberikannya kesiapannya dalam memimpin jika tu-
kemuliaan, kedudukan, dan kebahagiaan di
dunia, sedangkan di akhirat ia akan kekal di juannya untuk mengenalkan kePada
surga. orang yang belum tahu. Dengan catatan,
orang tersebut benar-benar bisa diper-
Adapun ayat {;7{r ;(;} sesungguhnya
caya, agamanya kuat, dan sangat ber-
pahala di akhirat bagi orang Mukmin yang kompeten dalam bidang yang ia minta.
bertakwa adalah kenikmatan di surga, hal Adapun larangan Rasulullah terhadap
Abdurrahman bin Samrah dalam hadits
itu lebih baik dan lebih banyak dari kebaikan
riwayat Imam Bukhari dan Muslim,
di dunia serta seisinya, baik kemuliaan,
"Janganlah kamu meminta kekuasaan!"
kekayaan, kekuasaan, perhiasan, dan lain Maksudnya, larangan bagi orang yang
sebagainya. tidak yakin atas kemampuan memegang
kekuasaan karena suatu alasan, baik
Allah memberikan informasi bahwa se- karena lemah maupun karena'hal lainnya'
mua yang disimpan'Nya untuk Nabi Yusuf
Adapun larangan memuji diri sendiri
di akhirat lebih baik dan lebih agung dari
dalam firman Allah, "ianganlah kamu
semua yang Allah berikan di dunia. Ayat menganggap dirimu suct." (an-Naim: 32)
ini juga mirip dengan firman Allah ketika Maksudnya, menganggap dirinya suci
padahal ia tahu betul bahwa dirinya tidak
menceritakan Nabi Sulaiman,
suci.
"lnilah anugerah Komi; maka berikanlah
(kepada orang lain) atau tahanlah (untuk Dua hal tersebut tidak relevan jika
kita terapkan bagi Nabi Yusuf atau para
dirimu sendiri) tanpa perhitungan. Dan nabi lainnya. Lagi pula, seorang nabi
sungguh, dia mempunyai kedudukan yang waiib menjaga kemaslahatan umat se-
kuat tenaga. Secara logika, memberikan
dekat pada sisi Kami dan tempat kembali yang manfaat kepada orang lain serta meng-
baik." (Shaad: 39-40) hindarkan bencana termasuk perbuatan
yang baik. Dalam kisah ini, Nabi Yusuf
Siapa saia yang diberikan kebahagiaan tahu betul bahwa tidak ada orang yang
di dunia dan akhirat, berarti ia mendapatkan mampu untuk menegakkan keadilan,
anugerah yang lebih banyak dan pemberian memberikan pencerahan, dan menjaga
yang lebih sempurna karena mereka telah
menjalankan perintah dan menjauhi maksiat.
Flqlh Kehtdupan atau Hukum-hukum
Ayat di atas memberikan beberapa pe-
tunjuk sebagai berikut.