Pengartar tlmu Fiqlh FIQIH ISLAM JILID 1
sendiri. Artinya ialah, sifat-Nya ada pada zat- nyucikan Allah SWT. Tetapi, mereka tidak
Nya dan bukan yang lain dari-Nya. Dengan berkata seperti Muktazilah bahwa baik dan
konsep ini, mereka bermaksud mengagung- buruk dapat ditemukan melalui akal, dan juga
kan Allah SWT dan menyucikan-Nya. Mereka mereka tidak mengatakan bahwa Allah SWT
wajib melakukan perbuatan baik dan yang
mengatakan-sama seperti Syi'ah-bahwa lebih baik, yaitu as-Sa'ah wal Aslah).22
Allah SWT tidak dapat dilihat di akhirat.
Tujuan mereka ialah mengagungkan dan me-
,i_,;-#- .,..
22 Saya menarik apa yang telah saya tulis tentang Madzhab tbadiyah dalam cetakan yang lalu, karena ada beberapa kesalahan
FIQIH ISI.AM IILID
BAB KETIGA
PERINGKAT-PERINGKAT TOKOH
AHLI FIQIH DAN KITAB-KITAB FIQIH
A. PERTNGKAT TOKOH AHL! FrQtH 2. MUITAHID MWLAK YANG TIDAK
Seorang mufti harusnya mengetahui ke- BER;tTt HAD SEN Dt Rt ( M UtfAH t D
dudukan ulama yang pendapatnya dijadikan MUTHLAQ GHAIRU MUSTAQ'LL)
fatwa, baik kedudukannya dalam kemampuan Mujtahid muthlaq ghairu mustaqill ialah
ilmu riwayah maupun dirayah. Mufti juga se- mujtahid yang memiliki syarat-syarat berijti-
harusnya mengetahui tingkatan ulama'terse- had yang dimiliki mujtahid mustaqill, tetapi
dia tidak mencipta kaidah-kaidah sendiri, me-
but di kalangan para fuqaha, agar ia dapat lainkan dia mengikuti cara salah seorang dari
para imam mujtahid. fadi, mereka sebenarnya
membedakan di antara pendapat-pendapat muntasib (mengikut) bukan mustaqill (berdiri
sendiri). Contohnya, adalah murid-murid para
yang bertentangan dan membu at tarj ih dengan imam yang empat seperti Abu Yusuf, Muham-
mengutamakan yang paling kuat. Peringkat mad, dan Zufar dari golongan Hanafi. Ibnul
Qasim, Asyhab, Asad ibnul Furat dari madzhab
para fuqaha ada tujuh, yakni sebagai beri- Maliki. Al-Buwaiti dan al-Muzani dari madzhab
Syafi'i. Dan seperti Abu Bakar al-Atsram dan
kut.23 Abu Bakar al-Marwazi dari madzhab Hambali.
7. MUfiAHID YANG BER'In'HAD SENDIRI Ibnu Abidin menamakan tingkat ini se-
(MUtfAHtD MUSTAQTLL) bagai thabaqah al-mujtahidin dalam madzhab.
Mereka berupaya mengeluarkan hukum-hu-
Mujtahid mustaqill ialah mujtahid yang
mampu membuat kaidah untuk dirinya sen- kum dari dalil-dalil syara' menurut kaidah
diri. Dia membina fiqih di atas kaidah-kaidah yang ditetapkan oleh guru mereka dalam
tersebut. Imam madzhab yang empat terma-
suk mujtahid kategori ini. Ibnu Abidin menama-
kan thabaqah [tingkat) ini sebagai tabaqah al-
M uj ta hi d in dalam syara'.
23 As-Suyuthi, ar-Radd 'ata Man Akhlada ila at-Ardh, hlm. 39 - 42; Hasyiah lbn Abidin, Jilid I, hlm. 71 dan seerusnya; Rimlah Rasm al-
Mufti,hlm L 1- 12; Abu Zahrah, Malik, hlm. 438, 44O-450; Abu Zahrah, Ibn Hambal, hlm.368-372; Ahmad bin Hamdan al-Harrani
al-Hambali, Sfti/a t al-Fatwa wal Mufti, hlm. 16; al-Fawa'id al-Makkiyyah fi Ma Yahtqjuhu Thalobah ary-gafi'Wahhlm.39.
FIQLH ISI."A"M IILID 1
mengeluarkan hukum. Meskipun dalam se- Qaduri dan al-Marghinani, pengarang kitab
bagian hukum, mereka berbeda pendapat al-Hidayah, dari madzhab Hanafi. Seperti al-
dengan guru mereka, tetapi mereka meng- Allamah Khalid dari golongan ulama Maliki.
ikutinya dalam kaidah-kaidah yang utama. Seperti ar-Rafi'i dan an-Nawawi dari golong-
Kedua tingkatan ini telah pupus dan tidak ada an ulama Syafi'i, dan seperti al-Qadhi Alaud-
lagi. din al-Mardawi, Abul Khaththab Mahfuzh
3. MUITAHID MUQAYYAD bin Ahmad al-Kaludzani al-Baghdadi (510 H)
mujtahid dari madzhab Hambali.
Mujtahid Muqayyad disebut juga d6ngan
mujtahid dalam masalah-masalah yang tidak 5. MUI|AHID FATWA
ada nash dari Imam Madzhab atau mujtahid
at-takhrij. Yaitu, seorang mujtahid yang berpegang
kuat dengan madzhab, menerima dan me-
Mereka adalah seperti al-Khashshaf, ath-
Thahawi, al-Karkhi, al-Hilwani, as-Sarakhsi, nyampaikannya kepada orang lain, serta
al-Bazdawi, dan Qadi Khan dari madzhab memberi penjelasan dalam perkara-perkara
yang jelas dan dalam perkara-perkara yang
Hanafi, seperti juga al-Abhari, Ibnu Abi Zaid
al-Qairawani dari madzhab Maliki. Abu Ishaq musykil. Dia membuat perbedaan di antara
asy-Syirazi, al-Marwazi, Muhammad bin Jabin
Abu Nashr, dan Ibnu Khuzaimah dari madzhab pendapat yang paling kuat, yang kuat, yang
Syafi'i, seperti Qadi Abu Ya'la dan Qadi Abu Ali lemah, yangrajih, dan yang mariuh. Tetapi dia
bin Abu Musa dari Madzhab Hambali. Mereka mempunyai kelemahan dalam menguraikan
semua dinamakan oshabul wuiuh, sebab me- dalil dan mengemukakan bandingannya [qi-
reka melahirkan hukum-hukum yang tidak yas). Mereka adalah terdiri atas para penulis
dinashkan oleh imam [madzhab). Perbuatan kitab pada zaman mutakhir seperti pengarang
mereka dinamakan satu waih dalam madzhab kitab alKanz; pengarang ad-Durr al-Mukhtan
atau satu pendapat (ra'yun) dalam madzhab. pengarang al-Wiqayah, pengarang Maima' al-
Anhar darigolongan ulama Hanafi, dan seperti
Pendapat-pendapat ini dinisbatkan kepada ar-Ramli dan Ibnu Hajar dari golongan ulama
para imam ini, bukan kepada imam pencetus Syafi'i.
madzhab. Hal ini banyak terjadi pada madz- 6. TABAQAT MUQALL'DIN
hab asy-Syafi'i dan Hambali. Al-Muqallidun ialah orang yang tidak
4. MUTTAH'D TARTIH mempunyai kemampuan untuk membuat per-
Mujtahid Tarjih yaitu mujtahid yang bedaan antara pendapat yang lemah dan yang
kuat, serta tidak dapat membedakan antara
mampu menguatkan pendapat yang dikeluar- yangrajih dan yang marjuh.
kan oleh imam madzhab dari pendapat- Selain itu, jumhur ulama tidak membeda-
kan antara mujtahid muqayyad dengan muj-
pendapat yang lain. Atau, yang mampu me- tahid, takhrij sedangkan Ibnu Abidin meletak-
kan thabaqat mujtohid takhriidi tempat yang
lakukan tarjih di antara apa yang dikatakan keempat setelah mujtahid muqayyad dengan
memberi contoh ar-Razi al-fashshash [me-
oleh imam, dan apa yang dikatakan oleh mu- ninggal 370 H) dan yang setingkat dengannya.
rid-muridnya ataupun oleh para imam yang
lain. fadi, dia berusaha menguatkan sebagian
riwayat dari yang lain. Misalnya seperti al-
FlqlH ISLAM JrLrD 1
B. PERINGKAT KITA&KITAB FIQIH kan dari para pencetus madzhab yang telah
disebutkan, tetapi bukan dalam kitab-kitab
7. H|RARK| K|TA&I$TAB FtQtH HANAF|24
yang disebutkan di atas melainkan dalam
Para ulama Madzhab Hanafi membagi
kitab-kitab fiqih dalam madzhab mereka dan kitab-kitab tulisan Muhammad al-Hasan yang
juga masalah yang dibicarakan oleh ulama lain seperti al-Kaisaniyyat, al-Haruniyyot, al-
mereka kepada tiga tingkatan. Jurjaniyyat, ar-Riqiyyat dan al-Makharij fi al-
1. Kitab yang Mengandung Masalalr Hiyal dan Ziyadah al-Ziyadat yang diriwayat-
Masalah Asas (Masa'il al-Ushull kan oleh Ibnu Rustum. Ia merupakan tulisan-
Masalah-masalah ini diistilahkan dengan
tulisan yang didiktekan oleh Muhammad
Zhahir ar-Riwayat, yaitu masalah-masalah
dalam fiqih. Masalah-masalah ini masyhur
yang diriwayatkan dari imam pencetus madz-
hab, yaitu Abu Hanifah, Abu Yusul dan Mu- dengan sebutan "yang bukan zahir riwayat
hammad, Termasuk juga Zufar, al-Hasan bin (ghairu zhahir ar-riwayah)" karena tidak di-
Ziyad, dan murid Imam Madzhab yang lain. riwayatkan dari Imam Muhammad melalui ri-
Tetapi pada kebiasaannya, Zhahir ar-Riwayat
memuat tiga pendapat ulama saja, yaitu Imam wayat yang zahir, tsabit, dan sah seperti yang
Abu Hanifah dan dua orang sahabatnva. berlaku dalam kitab-kitab yang pertama tadi.
Kitab Zhahir ar-Riwayat bagi Imam Begitu juga masalah-masalah yang ada
dalam kitab-kitab yang bukan karangan
Muhammad ialah enam buah kitab yang diri- .Muhammad seperti kitab al-Muharrar oleh
wayatkan darinya, oleh para perawi yang di-
percaya dengan cara mutawatir atau masyhur. Hasan bin Ziyad dan Kutub al-Amali yang
Kitab-kitab itu ialah al-Mabsuth,zs az-Ziyadat, diriwayatkan dari Abu Yusuf. (Amali ialalr
al-Jami' ash-Shaghir, al-Jami' al-Kabin as-Siyar
al-Kabir dan as-Sryar ash-Shaghir. Dinama- bentuk jamak dari kata imla', yaitu sesuatu
kan Zhahir ar-Riwayat, sebab ia diriwayatkan yang dikatakan oleh orang yang alim melalui
hafalannya dan ditulis oleh muridnya. Ini
dari Muhammad al-Hassan dengan riwayat adalah kebiasaan yang dilakukan oleh para
yang dapat dipercaya. Keenam kitab ini di-
kumpulkan dalam Mukhtasor al-Kafi oleh ulama salaf).
Abul Fadhl al-Marwazi yang terkenal dengan Begitu juga dengan riwayat tunggal
al-Hakim asy-Syahid, meninggal pada tahun (mufradah), seperti riwayat Ibnu Sama'ah
344 H. Kemudian ia disyarahi oleh as-Sarakhsi
dan Mu'alla bin Manshur serta lain-lain dalam
dalam kitab al-Mabsuth dalam 30 jilid. Ia
masalah-masalah yang tertentu.
merupakan kitab pegangan utama dalam ri-
3. Kitab yang Mengandung Masalah
wayat madzhab.
Realita dan Fatwa (al-Waql'at wal
2. Kitabkitab yang Mengandung Masa'il Fatawa)
atNawadir Yaitu, masalah-masalah yang di-istinbath
[disimpulkan hukumnya) oleh para mujtahidin
Yang dimaksud dengan masa'il an-nawa- belakangan ketika mereka ditanya tentang
masalah-masalah tersebut, dan mereka tidak
dir adalah masalah-masalah yang diriwayat-
mendapati ada riwayat dari ulama-ulama
madzhab yang terdahulu [yaitu sahabat-
sahabat Abu Yusuf dan Muhammad dan mu-
24 Hasyiah tbn Abidin, Jilid l, hlm. 64, Rasm al-Mufii, hlm. 16 dan seterusnya.
2s Masyhur dengan sebutan al-Ashlyaitukitabnya yang paling paniang pembahasannya dan yang paling penting.
:::-:.iS:iiSi:i >=l===:'!t-1i=i1::
'-,:+'€:''
-
Pongantar llmu Flqlh FlqlH ISLAM IILID 1
rid dari sahabat-sahabat tersebut. fumlah masalah-masalah ini dengan cara bercampur
aduk dan tidak membuat perbedaan antara
mereka sangat banyak). satu dengan lainnya seperti yang terdapat
dalam Fatawa Qadhikhan dan al-Khulashah
Di antara sahabat Abu Yusuf dan Mu- dan lain-lain. Sebagian dari mereka ada yang
membuat perbedaan, seperti yang terdapat
hammad ialah Isham bin Yusuf, Ibnu Rustum, dalam kitab al-Muhith karya Ridhauddin as-
Muhammad bin Sama'ah, Abu Sulaiman al- Sarakhsi, di mana dia menyebut, pertama
Jurjani, dan Abu Hafsh al-Bukhari. sekali, masalah-masalah ushul, kemudian
Ulama [sahabat) setelah mereka ialah
masalah-masalah Nawadir dan kemudian aI-
Muhammad bin Salamah, Muhammad bin
Fatawa.
Muqatil, Nashr bin Yahya, dan Abu Nashr al-
Qasim bin Salam. Kadang-kadang mereka ber- Di antara penulis dan perawi fiqih Hanafi
yang baik, sesudah Muhammad dan Abu Yusuf
beda pendapat dengan pendapat asal madzhab ialah Isa bin Aban (meninggal 220 H), Muham-
apabila mereka menemukan dalil yang nyata. mad bin Sama'ah (meninggal tahun 233 H),
Hilal bin Yahya ar-Ra'yi al-Bashri [meninggal
Kitab pertama yang mengumpulkan fat- 245 H), Ahmad bin Umar bin Mahir al-Khash-
wa ialah kitab an-Nawazil karya Abul Laits shaf [meninggal261H), Ahmad bin Muham-
as-Samarqandi. Kemudian diikuti oleh tokoh-
tokoh fiqih lain yang menulis kitab lain seperti mad bin Salamah Abu fa'far ath-Thahawi
Majmu' an-Nawozil wal Waqi'at karya an- [meninggal321 H) .
Nathifi dan al-Waqi'atkarya Shadr asy-Syahid
Ibn Mas'ud.
Para ulama yang terkemudian menyebut
;-'.*.:'.-,
i=:e.*
Isr."A.M IrrrD 1 --
Ifengantar llmu Flqlh
BAB KEEMPAT
ISTILAH-ISTILAH DALAM FIQIH
DAN PARA PENGARANGNYA
Sama seperti bidang ilmu yang lain, ahli- Ada juga beberapa istilah yang dikaitkan
ahli fiqih juga mempunyai istilah-istilah khu- dengan wajib, yaitu ado'(tunai), qada'i adah
sus yang digunakan dalam berbagai persoal- [mengulang), rukun, syarat, as-sabab, mani',
an fiqih.26 Demikian juga terdapat berbagai shahih, /asid [rusak), 'azimah, dan rukhshah
istilah dalam kitab-kitab fiqih berbagai madz-
hab yang masing-masaing menerangkan cara yang merupakan kategori hukum wadh'izg
pengambilan pendapat yang terkuat(rajih) da-
lam madzhab. Istilah-istilah tersebut dikenali menurut ulama usul fiqih.
dengan nama rasm al-mufti, yaitu tanda yang
menunjukkan mufti kepada apa yang difat- 7. FARDHU
wakan. Allamah Ibnu Abidin mempunyai satu
risalah kitab yang dikenal dengan judul rasm Fardhu ialah sesuatu yang dituntut oleh
ol-mufti dan merupakan risalah kedua dari syara' supaya dikerjakan, dan tuntutan itu
risalah-risalahnya yang masyhur. adalah tuntutan yang pasti berdasarkan dalil
qath'i yang tidak ada kesamaran lagi. Con-
A. ISTILAFISTILAH FIQIH YANG UMUM tohnya adalah rukun Islam yang lima yang
Terdapat beberapa istilah fiqih yang tuntutannya berdasarkan Al-Qur'an Al-Karim.
Termasuk juga perkara yang tuntutannya di-
umum, yaitu fardhu, wajib, sunnah, haranr, tetapkan dengan sunnah yangmutawatir atau
malauh tahrim, makruh tanzih, dan mubah. sunnah yang masyhur seperti membaca Al-
Semua ini adalah jenis hukum taklifi,z1 menurut Qur'an dalam shalat. Begitu juga perkara yang
para pakar usul fiqih madzhab Hanafi. ditetapkan dengan ijma seperti pengharaman
jual beli empat jenis makanan, yaitu gandum
sye'ir, gandum qumh, kurma, dan garam, yang
dijual [ditukar) sesama jenis secara tangguh.2e
26 "lstilah" artinya adalah lafaz tertentu yang mempunyai makna tertentu di kalangan segolongan ulama, misalnya lafaz shalat mem-
punyai pengertian tertentu, sedangkan dari segi bahasa ia berarti doa.
27 Hukum coktrf artinya adalah tuntutan yang dikenakan kepada orangmukallaf baik tuntutan itu berbentuk larangan, perintah, atau
pilihan.
28 Hukum wodhf artinya adalah hukum yang meletakkan sebab atau syarat bagi sesuatu untuk membolehkannya atau melarangnya.
la merupakan sebab bagi musabab.
lbnu Hazm, Uara tib al-ljmai hlm. 85.
Hukumnya ialah ketetapan itu harus dilakukan FIqLH ISIAM IILID 1
dan orang yang melakukannya diberi pahala
sedangkan orang yang meninggalkannya akan kad seperti shalat fumat, mandub masyru'
disiksa (dihukum) dan orang yang meng- seperti puasa hari Senin dan Kamis dan man-
ingkarinya adalah kafir. dub za'id seperti mengikut cara Rasulullah
saw. dalam makan, minum, berjalan, tidur;
2 WAI'B
memakai pakaian, dan lain-lain.
Wajib ialah sesuatu yang dituntut oleh Pengarang ad-Durr al-Mukhtar dan Ibnu
syara'untuk dilakukan dan tuntutan itu adalah Abidin memilih pendapat jumhur. Mereka
tuntutan yang pasti berdasarkan dalil zhanni berdua mengatakan tidak ada perbedaan an-
yang ada kesamaran padanya. Contohnya, se-
perti zakat fitrah, shalat Witir; dan shalat Dua tara mandub, mustahab, nafilah, dan tothaw-
Hari Raya, karena perkara-perkara itu ditetap-
kan dengan dalil zhannr, yaitu dengan hadits wuj Meninggalkan perkara-perkara tersebut
ahad dari Nabi Muhammad saw.. Hukumnya adalah tindakan yang tidak utama (khilaf
adalah sama seperti fardhu, cuma orang yang al-aula). Kadang-kadang membiasakan diri
mengingkarinya tidak meniadi kafir.
meninggalkan perkara-perkara tersebut dapat
Fardhu dan wajib mempunyai makna yang menjadi makruh.3o
sama menurut jumhur ulama selain ulama 4. HARAM
Hanafi. Mereka mendefinisikan wajib sebagai
sesuatu yang dituntut oleh syara' supaya me- Haram ialah sesuatu yang dituntut oleh
syara' untuk ditinggalkan dengan tuntutan
lakukan dengan tuntutan yang pasti. yang jelas dan pasti. Menurut ulama Hanafi,
haram ialah sesuatu yang perintah mening-
3. MANDUBATAUSUNNAH galkannya ditetapkan berdasarkan dalil qath'i
yang tidak ada kesamaran. Contohnya adalah
Yaitu, sesuatu yang dituntut dari seorang pengharaman zina dan pengharaman men-
curi. Hukumnya ialah perkara-perkara itu wa-
mukallaf supaya dia melakukannya, tetapi iib djauhi dan pelakunya dihukum (disiksa).
tuntutan itu bukan tuntutan yang pasti, atau Ia juga dinamakan maksiat, dosa (dzanb), keji
dengan kata lain ia adalah sesuatu yang di- (qabih), mazjur'anhu, dan mutawo'id 'alayhi.
berikan pujian kepada orang yang melaku- Orang yang mengingkari keharaman adalah
kannya, tetapi yang meninggalkannya tidak kafir.
dicela. Contohnya adalah mencatat utang. Hu- 5. MAKRUH TAHRIM
kumnya ialah orang yang melakukannya di-
beri pahala dan orang yang meninggalkannya Menurut ulama Hanafi, makruh tahrim
tidak dihukum [disiksa), tetapi Rasulullah saw. ialah sesuatu yang dituntut oleh syara'supaya
mencela orang yang meninggalkannya. ditinggalkan dengan tuntutan yang tidak jelas
dan pasti berdasarkan dalil zhanni, seperti
Menurut para ulama selain golongan melalui hadits ahad. Contohnya ialah hukum
membeli barang yang hendak dibeli oleh
Hanafi, mandub juga dinamakan dengan is- orang lain, seperti bertunangan dengan tu-
tilah sunnah, nafilah, mustahab, tathawwui nangan orang lain dan memakai sutra serta
emas oleh lelaki. Hukumnya ialah orang yang
murghab fih, ihsan, dan husn. Ulama Hanafi
membagikan mandub kepada mandub mu'ak-
Hasyiah lbn Abidin,lilid I, hlm. 115.
Pengantar llmu Fiqih
meninggalkannya diberi pahala dan orang yang meninggalkannya. Kecuali dalam kasus
yang melakukannya dihukum fdisiksa). apabila meninggalkan perkara mubah itu akan
Dalam Madzhab Hanafi, jika disebut ka-
menyebabkan kebinasaan. Dalam keadaan
ta makruh, maka maksudnya adalah makruh seperti itu, maka makan menjadi wajib, dan
tahrim. Maksud makruh tahrim menurut me- meninggalkannya adalah haram untuk men-
reka ialah sesuatu yang dilarang itu lebih jaga nyawa.
dekat kepada keharaman, tetapi orang yang 8. A9SABAB
mengingkarinya tidaklah menjadi kafir.
Menurut jumhur ushuliyyin, as-sabab
6. MAKRUH TANZIH
ialah sesuatu yang pada dirinya ditemukan
Menurut ulama Hanafi, makruh tanzih hukum, namun hukum tersebut tidak dihasil-
kan oleh as-sabob itu. As-sabab adakalanya
ialah sesuatu yang dituntut oleh syara' untuk berupa perkara yang sesuai (munasib) dengan
hukum ada juga yang tidak. Contoh as-sabab
ditinggalkan tapi tuntutannya tidak pasti
dan tidak mengisyaratkan kepada hukum- yang sesuai dengan hukum ialah, mabuk
(iskar) menjadi sabab kepada pengharaman
an. Contohnya adalah memakan daging kuda arak, karena ia membawa kepada hilangnya
perang, karena kuda itu diperlukan untuk
jihad, seperti mengambil wudhu dari air di
bejana sisa minuman kucing atau burung akal. Safar (perjalanan) menjadi sabab boleh-
yang memburu seperti elang dan gagak, se- nya berbuka puasa pada siang hari bulan Ra-
perti meninggalkan sunnah-sun nah mu' akkad. madhan, sehingga kemudahan didapat dan
Hukumnya ialah orang yang meninggalkan- kesukaran dapat terelakkan. Contoh as-sabab
nya diberi pahala dan orang yang melaku- yang tidak sesuai dengan hukum [menurut
anggapan kita) ialah tergelincirnya matahari
kannya dicela, tetapi tidak dihukum.
Menurut ulama selain golongan Hanafi, menjadi sabab wajibnya shalat Zhuhur seperti
makruh hanya mempunyai satu jenis saja, yang dinyatakan dalam firman Allah SWT,
yaitu sesuatu yang dituntut oleh syara' supaya
ditinggalkan dan tuntutan itu bukan tuntut- *;Ar:;]'4ilt$t ;;
an yang pasti. Hukumnya ialah orang yang
meninggalkannya dipuji dan diberi pahala. "Laksanakanlah sholot sejak matahari ter-
Adapun orang yang melakukannva tidak di- g elincir.... " (al-Israa': 7B)
cela dan tidak dihukum.
7. MUBAH Dalam kasus ini akal kita tidak dapat me-
lihat kesesuaian fmunasabah) antara sabab
Mubah ialah sesuatu yang syara' mem- dan hukum.
berikan kebebasan kepada seorang mu- 9. SYARAT DAN RUI<UN
kallaf untuk melakukannya, atau meninggal-
kannya. Contohnya adalah makan dan mi- Syarat ialah sesuatu yang kewujudan se-
num. Hukum asal dari segala sesuatu adalah suatu yang lain bergantung pada kewujudan-
nya dan ia merupakan unsur luar dari hakikat
mubah selama tidak ada larangan atau
pengharaman. Hukumnya ialah tidak ada sesuatu itu. Umpamanya adalah wudhu men-
pahala dan tidak ada hukuman (siksa) bagi jadi syarat bagi shalat, dan ia merupakan
orang yang melakukannya, ataupun orang unsur luar dari amalan shalat. Demikian juga
ll Pengantar ltmu Flqlh FIQIH ISLAM JILID 1
I dengan saksi perkawinan. Kehadiran dua qadha. Sahnya muamalat ialah berlakunya
I
orang saksi dalam akad perkawinan adalah efek syara' ke atas akad muamalat tersebut itu,
menjadi syarat sahnya perkawinan, dan ia yaitu efek yang ditetapkan syara' kepada akad
adalah unsur yang berada di luar perkawinan tersebut seperti halalnya mengambil margin
itu. Menentukan dengan jelas jenis barang keuntungan dalam jual beli dan halalnya ber-
yang dijual serta harga dalam akad jual beli, cumbu-cumbuan dalam perkawinan.
adalah menjadi syarat sahnya jual beli dan ia Para ulama sepakat bahwa ibadah ada-
bukanlah bagian internal dari kontrak. kalanya yang sah dan adakalanya yang tidak
Rukun menurut ulama Hanafi ialah se- sah. Ibadah yang tidak sah ada kalanya batal
suatu yang kewujudan sesuatu yang lain ada- (bathit) atau rusak (fasid). Oleh sebab itu,
lah bergantung pada kewujudannya, dan ia pembagiannya ada dua.
menjadi bagian dari hakikat itu. Ruku' adalah Adapun dalam masalah muamalat per-
rukun dalam shalat, sebab ia adalah bagian data (madaniyyah), golongan ulama selain
madzhab Hanafi, juga tidak membedakan
dari shalat. Demikian juga bacaan al-Faatihah
dalam shalat adalah rukun, sebab ia menjadi antara bathil dan fasid. Namun, ulama Hanafi
sebagian dari hakikat shalat. Iiab dan Qabul membagi akad yang tidak sah menjadi tiga;
dalam kontrak adalah suatu rukun, sebab ia
karena suatu akad yang tidak sah adakalanya
merupakan sebagian unsur yang membentuk bathil dan adakalanya fasid.
kontrak. Menurut jumhur, rukun ialah perkara Akad yang tidak sah ialah akad yang tidak
yang menjadi asas bagi kewujudan sesuatu,
mencukupi rukun-rukun dan syarat-syarat
meskipun ia berada di luar hakikat sesuatu
yang telah ditetapkan oleh syara'.
itu. Yang dimaksud dengan akad bathil me-
70. MANr(PENGHALANC) nurut ulama Hanafi ialah akad yang mengan-
dung kecacatan pada asas akad, baik cacat-
Mani' ialah sesuatu yang kewujudannya nya itu ada pada rukun, padalafaz akad, atau
menyebabkan ketiadaan hukum atau menye- pada dua pihak yang melakukan akad atau
babkan batalnya as-sabab. Contoh yang per- pada barang yang menjadi objek akad. Akad
tama ialah adanya utang dalam bab zakat
seperti ini tidak melahirkan efek syar'i apa
adalah menghalangi kewajiban zakat. Menu- pun. Contohnya adalah penjualan yang di-
lakukan oleh orang gila atau oleh anak-anak
rut ulama Hanafi, contoh yang kedua ialah
hubungan kebapakan (al-abawiyyah) meng- yang belum mumayyiz [belum mencapai umur
halangi pelaksanaan qishash. tujuh tahun).
77. SAH (SHTHHAH), RUSAK (FASAD), DA'Y Yang dimakasud dengan akad /asfd me-
nurut ulama Hanafi ialah akad yang mengan-
BATAL (BUTHLAN) dung kecacatan pada salah satu sifat kontrak.
Seperti cacat pada salah satu syaratnya, bukan
Shihhoh [sah) ialah sesuai dengan perin- pada rukunnya. Akad seperti ini melahirkan
tah syara'. Shahih ialah sesuatu yang sempur- beberapa efek syar'i dalam urusan muama-
na rukun dan syaratnya sama seperti yang lah, jika memang rukun dan unsur-unsur asas-
dituntut oleh syara'. Sahnya ibadah menurut nya terpenuhi. Contohnya adalah penjualan
ahli fiqih ialah berlangsungnya amalan ibadah dengan harga (tsaman) yang tidak diketahui,
dengan cara yang sudah dapat menggugur- atau penjualan yang disertai dengan syarat
kan tuntutan syara', sehingga tidak perlu di-
-7
FrqLH Isr"AM llUD 1 7.2. ADA', ITUNA7), t',ADAH (MENGULANC)
yang fasid, seperti ada syarat peniual dapat DAN QAUIA'
mengambil manfaat dari barang yang dijual,
dalam masa tertentu. Akad perkawinan yang Perkara-perkara ini biasanya dibahas ber-
tanpa saksi. Dalam akad iual beli yang fasid,
sama-sama dengan mas alah a I -w aj i b al - muwa s-
seandainya barang jualan telah diterima
[diserahkan oleh peniual), maka milik yang saj yaitu kewaiiban yang mempunyai waktu
yang luas, di mana kewaiiban itu dapat dilaku-
tetap itu dianggap keji. Dan dalam kasus per-
kawinan yang tidak ada saksi, maka mahar kan dalam rentang waktu yang disediakan, dan
tetap wajib diberikan dan setelah perpisahan, perbuatan lain yang sejenis dengannya, juga
wajib menjalani 'iddah dan apabila terjadi dapat dilakukan dalam rentang waktu itu juga.
persetubuhan dalam perkawinan yang fasid Contohnya ialah waktu-waktu shalat fardhu, di
mana setiap waktu shalat ini seseorang dapat
itu, maka aturan nasab tetap berlaku bagi anak
yang dilahirkan. melakukan shalat yang difardhukan pada
Dari sini, jelas bahwa buthlan ialah me- waktu itu, dan dalam waktu yang sama ia juga
nyalahi ketetapan syara' yang mengakibat- boleh melakukan shalat yang lain.
kan tidak berlakunya efek syar'i kepada akad
muamalah atau kepada ibadah yang dilaku- Ada' (tunai) ialah melaksanakan kewajib-
kan. Dalam muamalah, kasus ini terjadi apa- an dalam waktu yang telah ditetapkan oleh
bila sewaktu melaksanakannya menyalahi per-
aturan syara'yang inti dan asas. syara'.
I'adah (mengulang) ialah melakukan per-
Sedangkan fasad ialah kecacatan pada
kara wajib untuk kedua kalinya dalam waktu-
akad yang menyebabkannya menyalahi per- nya, seperti mengulangi shalat bersama-sama
aturan syara', kesalahan itu terjadi pada salah dengan jamaah.
satu cabang komplementernya saja. Sehingga,
menyebabkan akad tersebut berhak untuk Qadha' ialah melakukan perkara yang
di-faskh.la meletakkan suatu kontrak itu be- wajib setelah habis waktu. Meng-qadha'-kan
rada di tengah-tengah di antara sah dan batal.
Keadaan ini memosisikan akad berada di an- shalat fardhu adalah suatu perkara yang wajib,
tara sah dan buthlan Ia tidak dianggap buthlan berdasarkan hadits shahih riwayat al-Bukhari
karena ia telah memenuhi elemen asas yang dan Muslim dari Anas bahwa Rasulullah saw.
dituntut oleh syara', dan ia juga tidak dianggap
sah dan sempurna karena adanya kecacatan bersabda,
pada sudut cabang yang bukan asasi. Sebab
fasad ada empat, yaitu adanya ketidaktahuan, ;tt titei2li 16 :r e>v :r iY A
gharar (penipuan), paksaan,3l dan syarat yang
dilarang dan dapat merusakkan. ,
ei6/ /Oy! O/
etJi
Q
"Siapa yang tidur dan tidak shalat ataupun
terlupa melakukan shalathendaklah dia shalat
apabila dia mengingatnya. Tidak ada kaforat
baginya kecuali itu."
31 AI-Jahalah fketidaktahuan) ada empat, yaitu ketidaktahuan yang tedadi dalam benda yang diakadkan, dalam harga, tempo, atau
benda yang dijadikan syarat perianiian dalam akad seperti gadaian dan kafalah. Gharar (penipuan) ialah akad yang dibuat atas
perkara yang kabur dan tidak jelas. Ia ada dua j enis. Pertama, ghorar pada benda yang diakadi seperti meniual binatang ternak yang
masih dalam kandungan ibunya. Ikdua,gharar pada bagian sifat akad itu seperti kadar tertentu bagi susu kambing yang masih belum
diperah. /kralr ialah memaksa oranglain melakukan apayangdiatidakrela dan tidak memilihnya Lihat Musthah az-Zarqa,al-Madkhal
al-Fiqhi, hlm. 37 L-37 6.
Oleh sebab itu, berdasarkan pendekatan FrqLH Isr.AM JILID 1
analogis, shalat yang ditinggalkan karena
malas ataupun dengan sengaja (tanpa sebab lah orang yang tidak sempat bertemu
yang dibenarkan) adalah lebih utama untuk
diwaj ibkan meng- qadha' -ny a. imam.
3. Yufta Qat'an adalah istilah yang menun-
B. ISTILAH.ISTILAH KHUSUS DALAM
iukkan kepada sesuatu yang disepakati
MADZHAB
oleh Abu Hanifah dan sahabat-sahabatnya
Ada istilah-istilah yang sering digunakan dalam riwayat-riwayat yang zahir. Apa-
dalam setiap madzhab. Istilah ini digunakan bila mereka berselisih pendapat, maka
dengan tujuan untuk meringkas, supaya tidak yang difatwakan secara mutlak adalah pen-
muncul rasa jemu dengan pengulangan dan dapat Abu Hanifah, khususnya dalam bab
juga untuk mengetahui mana pendapat yang ibadah. Pendapat kedua-dua sahabatnya
atau pendapat salah seorang dari mereka
kuat dan yang mu'tamad. Di antara istilah- tidak boleh ditarjihkan kecuali ada sesua-
istilah khusus dalam madzhab ialah: tu yang pasti, yaitu-seperti kata Ibnu
Istilah-lstilah Madzhab Hanafi
Nujaim-karena lemahnya dalil yang di-
1. Zhahir ar-riwayat: Biasanya istilah ini pegang oleh imam ataupun karena daru-
rat dan menjadi amalan [muamalah) se-
digunakan untuk menunjuk kepada pen- perti mentarjih pendapat kedua sahabat
dapat yang rajih dari tiga imam madzhab
Hanafi, yaitu Abu Hanifah, Abu Yusul dan (Abu Yusuf dan Muhamad) dalam masalah
Muhammad Hasan. muzare'ah dan musaqah (dengan alasan
menjadi amalan), ataupun karena per-
2. Al-Imam maksudnya adalah Abu Hanifah. bedaan masa.
Asy-Syaikhan adalah Abu Hanifah dan Abu Dalam kasus-kasus kehakiman, kesak-
Yusuf.Ath -Th arafa n mal<sudnya adalah Abu sian, dan harta pusaka yang difatwakan
Hanifah dan Muhammad. Ash-Shahiban adalah pendapat Abu Yusul karena dia
adalah Abu Yusuf dan Muhammad. Ats- lebih berpengalaman dalam perkara-per-
Tsani maksudnya adalah Abu Yusuf. Ats- kara ini.
Tsali* maksudnya adalah Muhammad.
Dalam seluruh kasus mengenai dzawil
Kata lahu maksudnya adalah menurut arham pendapat yang difatwakan adalah
Abu Hanifah. Kata lahuma atau'indahuma pendapat Muhammad. Dan dalam 77 ma-
atau madzhabuhuma ialah madzhab dua salah yang difatwakan adalah pendapat
sahabat [Abu Yusuf dan Muhammad). Zufar.32
fika mereka mengatakan ashabuna, maka 4. fika tidak ada riwayat imam dalam suatu
menurut pendapat yang masyhur ialah masalah, maka hendaklah difatwakan
menunjuk kepada imam yang tiga, yaitu mengikuti pendapat Abu Yusuf, kemudian
Abu Hanifah dan dua orang sahabatnya. mengikuti pendapat Muhammad, kemu-
Adapun istilah al-Masyayikh artinya ada- dian mengikuti pendapat Zufar dan al-
Hasan bin Ziyad.
5. Apabila dalam suatu masalah dapat di-
gunakan pendekatan qiyas dan istihsan
32 Lihat Ibnu Abid in, Radd al-Mukhtnrlilidl,hlm. 65-70, f ilid IV hlm. 315: Risa lah at-Mufridalam Majmu' Rasa'il lbn Abidin, Jilid I, hlm.
35-40.
;.=i-:=i&-,.=,+i;3S-==,=++-"-..==*+** =....=i= r .,;'+,.; .:,..'.- ,, .,.".ir+o.* r , +iir. j,
Y
FIQIH ISIAM JILID 1 Pengantar llmu Flqlh
hendaklah menggunakan rstihsan kecuali nya, maka hendaklah diikuti pendapat
dalam beberapa masalah yang masyhur;
yaitu22 masalah.33 yang difatwakan. Sebab, katafatwa adalah
lebih kuat dari kata shahih, ashah asybah,
fika suatu masalah tidak disebutkan
dalam zhahir ar-riwayat, tetapi ia terda- dan lain-lain.
pat dalam riwayatyang lain, maka riwa yat Apabila dalam suatu masalah itu ter-
yang lain itu hendaklah digunakan. dapat dua qaul yang sama-sama dishahih-
kan (qaulan mushahhahan), maka boleh
Jika terdapat perbedaan riwayat dari menetapkan hukuman dan fatwa dengan
imam atau tidak terdapat riwayat dari- salah satunya. Dan salah satunya dirajih-
nya, dan juga tidak ada riwayat dari para
sahabatnya sama sekali, maka dalam kan dengan mempertimbangkan mana
kasus yang pertama, riwayat yang di-
yang lebih sesuai dengan masa atau de-
ikuti adalah riwayat yang mempunyai ngan 'uruf (adat), atau yang lebih mem-
beri manfaat kepada fakir miskin, atau
hujjah yang terkuat; dan dalam kasus mana yang dalilnya lebih nyata dan lebih
kedua hendaklah diikuti pendapat yang zhahir. Karena, tarjih memang dibuat ber-
disepakati oleh para masyayikh (al-ma-
shayikh al-muta'akhkhirun), iika mereka dasarkan kekuatan dalil.
berselisih pendapat hendaklah yang di- Kata bihi yufta (pendapat itu difat-
ikuti adalah pendapat mayoritas. f ika wakan) adalah lebih kuat dari kata al-
fatwa 'alaih, sebab kata yang pertama
tidak terdapat pendapat mereka sama
sekali, maka seseorang mufti hendaklah lebih khusus.
mengkaji masalah berkenaan, meneliti, Lafaz al-oshah (lebih shahih) adalah
dan berijtihad untuk menemukan hukum
agar terlepas tuntutan dan janganlah lebih kuat dari lafaz shahih, dan lafaz al'
dia mengeluarkan fatwa sesuka hatinya. ahwath flebih hati-hati) adalah lebih kuat
Hendaklah dia takut kepada Allah SWT dari lafaz ol-lhtiyath [hati-hati).
yang senantiasa memerhatikannya. Se- 7. Maksud kata mutun fteks) ialah teks
Hanafiah yang diakui, seperti kitab Mukh-
bab, keberanian mengeluarkan fatwa tan- tasar al-Qaduri, al-Bidayah, an-Niqayah,
al-Mukhtar, al-Wiqayah, al-Kanz, dan al-
pa dalil merupakan masalah besar yang
tidak akan dilakukan kecuali oleh orang Multaqo, karena kitab-kitab ini ditulis
yang jahil dan jahat.
dengan tujuan memindahkan (menyata-
6. Apabila terdapat pertentangan di antara kan) zahir ar-riwayat dan pendapat yang
pendapat yang shahih dengan pendapat mu'tamad (al- aqwal al-mu'tam a dah).
yang difatwakan, umpamanya dikatakan
pendapat yang shahih adalah demikian B. Tidak boleh beramal dengan riwayat
yang lemah (dhaif), walaupun untuk diri
sedangkan pendapat yang difatwakan sendiri. Dalam masalah ini, tidak ada
adalah begini, maka yang lebih utama bedanya apakah dia adalah seorang qa-
ialah mengikuti pendapat yang sesuai dhi ataupun mufti. Perbedaan di antara
dengan teks Hanafiah (mutun). fika tidak
terdapat pendapat yang sesuai dengan- keduanya adalah mufti menceritakan
[memberi tahu) tentang hukum syara',
sedangkan qadhi menetapkannya. Abu
33 Rasmat-Mufii,hlm.35,4o.
Pengantar llmu Flqlh FIQLH ISIAM IILID 1
Hanifah menyatakan, "Apabila ternyata Madinah (yang berpendapat),'Apabila air
hadits itu sah, maka itulah madzhabku"' telah sampai ukuran dua kulah (270 liter
Pendapat para imam madzhab lain juga
sama.3a Tetapi dalam keadaan tertentu, atau 15 tanakah) ia tidak terpengaruh
boleh mengeluarkan fatwa dengan pen-
dapat dhaif, untuk memberi kemudahan dengan najis."'
kepada orang banYak. 10. Sebagian ulama Hanafi mengatakan bah-
wa apabila seorang muqallid melaksana-
g. Menurut ulama Hanafi, aturan hukum kan amalan dengan berdasarkan madz-
hab lain atau dengan berdasarkan riwayat
dari berbagai madzhab yang dicampur- yang dhaif atau pendapatyang lemah (qaul
adukkan (talfiq) adalah bathil' Demikian
juga menarik kembali taqlid (kepada satu dha'ifl,maka amalannya itu terlaksana'
madzhab) sesudah melaksanakan satu Dan orang lain tidak boleh membatal-
amalan juga batal. Ini adalah menurut kannya.
pendapat yang terpilih dalam madzhab' LL. Hosyiyyah Ibn Abidin fseorang ulama
Oleh sebab itu, siapa yang shalat Zhuhur
dan sewaktu wudhu dia mengusap kepala Syria yang meninggal dunia pada 1252
dengan bertaqlid dengan madzhab Hanafi, H), yang berjudul Radd al-Mukhtar'ala ad-
maka dia tidak boleh membatalkan sha- Durr ol-Mukhtar dianggap sebagai usaha
latnya mengikuti aturan-aturan yang di- tohqiq (penyunting) dan toriih yangpeng-
tetapkan dalam madzhab Maliki yang me-
wajibkan mengusap seluruh kepala ketika habisan dalam madzhab Hanafi.
wudhu. ISTILA'+'ST'LAH DALAM MADZHAB MALIXI
Sebagian ulama Hanafi menYatakan Sama seperti dalam madzhab yang lain,
taqtid setelah melaksanakan amalan ada- dalam madzhab Maliki iuga terdapat banyak
lah boleh. Contohnya adalah jika sese- pendapat (aqwat). Hal ini untuk meniaga mas-
orang melaksanakan shalat dengan duga- lahat orang banyak dan mempertimbangkan
an kuat bahwa shalat yang dilaksanakan 'uruf yang beragam.
itu sah mengikuti madzhabnya. Kemudian
ternyata shalat yang ia lakukan itu tidak Seorang mufti hendaklah membuat fatwa
sah menurut madzhabnYa, tetaPi sah berdasarkan pendapat yang raiih dalam ma-
menurut madzhab lain, maka dia boleh salah yang dipersoalkan. Selain mufti yang
bertaqlid kepada madzhab yang lain itu' tidak mempunyai syarat-syarat ijtihad, hen-
Shalatnya itu juga dianggap sah' Dalam al- daklah mengikuti pendapat yang disepakati
Fatawa al' Bazzaziyyah disebutkan, "Diri- (muttafaq 'alaih), atau mengikuti pendapat
wayatkan dari Abu Yusuf bahwa dia shalat yang masyhur dalam madzhab atau pendapat
fumat setelah mandi dari sebuah telaga, yang telah ditarjihkan oleh orang terdahulu'
kemudian dia diberi tahu bahwa bangkai Jika dia tidak dapat mengetahui mana penda-
patyang leblh raiihdari dua pendapat, hendak-
seekor tikus telah difumpai di dalam lah dia mengikut (mengambil) pendapat yang
lebih tegas (osyad) karena pendapat itu lebih
telaga itu. Lalu dia mengatakan kita ikut berhati-hati {ahwath), sebagaimana yang di-
pendapat sahabat-sahabat kita dari ahli terangkan oleh Syaikh Ulasy 11299 H). Ada
juga pendapat yang mengatakan bahwa orang
34 Lihat asy-Sya'ra ni, al-Mizon,lilid l, hlm. 45-63; A'lam al-Muwaqqlia Iilid I[ hlm 260 - 27 4'
;
FIQLH ISIAM IILID 1 pendapat dalam madzhab (dalam masa-
lah berkenaan). Menurut pendapat yang
tersebut boleh memilih pendapat yang lebih
ringan dan yang lebih mudah, karena itu lebih mu'tamad, maksud al-Masyhur ialah pen-
sesuai dengan syariat Islam. Sebab, Rasulullah
dapat yang banyak dikatakan oleh ulama.
saw. membawa agama yang lurus lagi mudah
3. lika disebut qila kadza (dikatakan begini)
[sesuai dengan fitrah manusia). Ada juga
atau ukhtultfa fi kadza (diperselisihkan
pendapat yang menetapkan orang tersebut
boleh memilih mana yang dia suka, sebab se- dalam masalah ini) atau fi kadza qaulani
suatu yang tidak mampu dilakukan tidaklah
dituntut dan tidak dipertanggungjawabkan fa ak*ar fdalam masalah ini ada dua
(la taklifl.3s
pendapat atau lebih), semuanya berarti
L. Sebagian ulama madzhab Maliki menyu-
bahwa dalam masalah itu ada perselisihan
sun urutan tarjih di antara riwayat-ri-
pendapat dalam madzhab.
wayat kitab dan riwayat-riwayat tokoh-
4. fika disebut riwayatani artinya dua riwa-
tokoh madzhab mereka mengikut susunan
berikut. yat yang bersumber dari Imam Malik.
Para pengarang kitab dalam Madzhab
Pendapat Imam Maliki dalam al-Mu-
dawwanah adalah lebih utama daripada Maliki mempunyai pegangan bahwa fat-
pendapat Ibnul Qasim dalam al-Mudaw- wa hendaklah dibuat dengan pendapat
wanah tersebut, karena dia adalah imam yang mashyur atau pendapat yang rajih.
besar (al-lmam abA'zham). Pendapat Ib-
nul Qasim dalam al-Mudawwanah adalah Sedangkan pendapat yangsyadz dan pen-
lebih utama dari pendapat ulama lain
yang ada di dalamnya. Sebab, dia lebih dapat al - m a rj u h, y aitu pendapat-pendapat
tahu tentang madzhab Maliki. Pendapat
ulama lain dalam al-Mudawwanoh adalah yang dhaif, tidak boleh dijadikan fatwa.
lebih utama dari pendapat Ibnul Qasim
dalam kitab selain al-Mudawwanah. Ka- Bahkan, tidak boleh beramal dengan pen-
rena, al-Mudawwanah adalah kitab yang
dapat-pendapat tersebut untuk diri sen-
mengumpulkan pendapat-pendapat yang diri, dan perlu mengutamakan pendapat
shahih. Sekiranya dalam al-Mudawawa- yang lain karena pendapat yang lain itu
nah tidak ditemukan satu pendapat dalam
lebih kuat dalam madzhab.36
suatu masalah, maka ia dirujuk kepada
pendapat-pendapat al-Mukharcijin (para 5. Ada perbedaan pendapat mengenai talfiq
atau mencampuradukkan dua madzhab
ulama pentakhrij) yang lain. atau lebih dalam satu ibadah. Ada dua
aliran pendapat mengenai masalah ini.
2. fika disebut kata al-Madzhab, maksudnya Pertama, kelompok yang melarang. Ini
adalah pendapat ulama madzhab Maliki
ialah Madzhab Malik. fika disebut kata ol-
Masyhur, maka maksudnya ialah pendapat yang berada di Mesir (al-Mishriyyun).
yang masyhur dalam Madzhab Malik. Se-
Kedua, kelompok yang membolehkan.
butan ini menunjukkan ada perbedaan Ini adalah pendapat ulama Maliki yang
berada di dunia Islam bagian Barat (a1-
Magharibah). Dan pendapat yang kedua
inilah yang saya rajihkan. Ad-Dasuqi me-
riwayatkan dari para gurunya, bahwa
menurut pendapat yang shahih, talfiq
3s Abu Zahratu Kita b Malik, hlm. 457 dan seterusnya.
36 Ad.Dardir; tlasl ah ad-Dosuqi 'ala Syarh atl&Drr, Jilid 1, hlm. 20.
FIQIH lsr"A.M f rLlD 1
seperti ini adalah boleh. Pendapat ini tangan. Ini semua bukanlah meniadi bukti
dapat memberi kelonggaran.3T kepada kekurangan ilmu, malahan ia menun-
jukkan kesempurnaan akal. Imam asy-Syafi'i
6. Matan al-Allamah Syeikh Khalil (767 H)
tidak mengatakan yakin pada masalah-ma-
dan para pensyarah yang membuat sya-
salah yang memang meragukan. Ia iuga men-
rah kepada matan tersebut dianggap
jadi bukti kepada keikhlasannya dalam men-
mu'tamad dalam madzhab Maliki, dalam cari kebenaran. Dia tidak menghukum secara
pencatatan pendapat madzhab, riwayat, pasti kecuali dia sudah mempunyai alasan-
dan dalam menjelaskan pendapat yang
alasan tarjih. fika dia tidak mempunyai alasan
rajih.38 kuat untuk mentarjih, maka dia membiarkan
ISTILA'+'ST// LAH MADZHAB SYAF'' I persoalan itu apa adanya.3e
Lebih dari sepuluh masalah yang mem- Apabila seorang mufti mendapati dua
punyai dua atau lebih pendapat yang diriwa-
yatkan dari Imam asy-Syafi'i, yaitu, dalam pendapat Imam asy-Syafi'i dalam satu masa-
kasus khiyar ar-ru'yah [hak melihat barang). lah, maka dia boleh memilih pendapat yang
Ada riwayat yang mengatakan bahwa Imam
asy-Syafi'i membenarkannya dan ada pula telah ditariihkan oleh ahli-ahli tarjih pada
riwayat yang mengatakan dia melarangnya
masa lalu.ao fika tidak ditemukan iuga, maka
dengan membatalkan pendapat yang pertama. hendaklah dia pasrah (tawaqqufl seperti yang
Dalam kasus zakat, orang yang berutang yang
kadar utangnya sama dengan apa yang ada dikatakan oleh Imam an-Nawawi. fika suatu
masalah itu mempunyai beberapa waih pada
di tangannya diwajibkan zakat. Kasus suami pendapat ahli-ahli ijtihad madzhab Syafi'i
menipu istrinya, dengan cara menyatakan na- (ashab asy-Syafi'{) atau ada beberapa riwayat
sab yang bukan nasabnya yang sebenarnya, yang berbeda, maka seorang mufti hendaklah
apakah dalam kasus seperti ini istri berhak mengambil pendapat yang telah ditarjihkan
untuk mem-fasakh perkawinan atau perka- oleh ahli-ahli ijtihad yang dulu. Yaitu, pendapat
winan itu batal dengan sendiri; dan masalah- yang telah disahkan oleh mayoritas ulama,
masalah lain yang menyebabkan golongan kemudian oleh orang yang paling tahu, ke-
yang mempunyai kepentingan menggunakan mudian oleh orang yang lebih wora'. f ika tidak
pendapat asy-Syafi'i yang berbeda-beda ini menemukan pentarjihan, hendaklah didahu-
untuk mencela Imam asy-Syafi'i, mencela iiti- lukan pendapat Imam asy-Syafi'i yang diri'
hadnya, dan menganggap bahwa Imam asy-
wayatkan oleh al- Buwaithi, ar- Rabi' al-M uradi,
Syafi'i kurang ilmu.
Sebenarnya, munculnya dua pendapat ini dan al-Muzani.al
adalah akibat adanya qlyas yang bertentang- Syekh Abu Zakaria, Yahya bin Syaraf an-
an atau akibat adanya dalil-dalil yang berten- Nawawi (676H) dianggap sebagai penyunting
dan pen-tahqiq dalam madzhab Syafi'i. Dia
juga dianggap sebagai penjelas pendapat-
pendapat dalam madzhab Syafi'i yang rajih.
37 rbid..
38 Boleh mentariihkan sesuatu hukum jika tidak dapat dipastikan yang mana yang dipilih menurut madzhab Maliki.
39 Abu Zahrah, asy-Syaf |hlm L72-L73.
40 para muitahid mentarjihkan apa yang telah ditarjihkan oleh asy-Syaf i. Kalau ia tidak mentariihkannya, pendapatnya yang terakhir
mentariihkan yang lebih dulu. Kalau tidak diketahui mana pendapat yang terakhi[ dan ini adalah sesuatu yang jarang terjadi,
maka ditarjihkan mengikut yang paling dekat dengan usul kaidah asy-Syafi'i.
Asy-Syaf i,ilm.368 dan seterusnya
--
FIq!H ISI,AM IILID 1 tbngfitar llmu Flqlh
Usaha ini dilakukan dalam kitab Minhaj ath- lebih dari pendapat Imam asy-Syafi'i F
Thalibin wa 'Umdah al-Muftiyyin, yang me-
rahimahullah. Perbedaaan antara aqwal I
rupakan kitab pegangan utama para pengikut
[pendapat-pendapat tersebut) ini kuat. t
madzhab Syafi'i, dan kitab ini adalah lebih Lawan istilah ini adalah Zhahir karena
utama meskipun dibandingkan dengan kitab- kekuatan dalilnya.a3
kitab an-Nawawi yang lain seperti ar-Rau- 2. Al-Masyhur, yakni qaul yang masyhur
dhah. Dalam kitab ol-Minhoj itu, an-Nawawi dari dua atau lebih qaul Imam asy-
berpandukan dengan kitab Mukhtashar al- Syafi'i. Perbedaan di antara kedua atau
Muharrar karya Imam Abul Qasim ar-Rafi'i lebih pendapat-pendapat itu tidak kuat.
[meninggal 632 H). Kemudian Syaikh Zakaria Lawannya ialah gharib karena lemahnya
al-Anshari meringkas al-Minhaj kepada al-
Manhaj. Fatwa hendaklah dikeluarkan me- dalil. Kedua-dua al-azhhar dan al-masyhur
ngikuti apa yang dikatakan oleh Imam an-
Nawawi dalam al-Minhaj, apa yang disebut adalah pendapat-pendapat Imam asy-
dalam Nihayah al-Muhtojkarya ar-Ramli, dan Syafi'i.
Tuhfah al-Muhtaj karya Ibnu Hajar. Setelah itu, 3. Al-Ashah, yakni pendapat yang lebih
mengikuti apa yang disebut oleh Syaikh Za-
shahih dari dua wajh atau lebih yang di-
karia.
usahakan oleh tokoh-tokoh madzhab
Berikut ini akan diterangkan cara an-Na-
wawi dalam meriwayatkan pendap at (aqwa[), dalam memahami perkataan Imam asy-
menjelaskan aujuh yang dikeluarkan oleh Syafi'i, berdasarkan kepada prinsip yang
ashab [tokoh-tokoh madzhab) dan cara me- telah diletakkan olehnya atau diambil dari
lakukan tarjih di antara pendapat-pendapat
ini. Sebagaimana diketahui, an-Nawawi me- kaidah-kaidahnya. Tingkat perbedaan pen-
namakan pendapat-pendapat asy-Syafi'i de- dapat pada perkara yang disebutkan ini
ngan istilah aqwal, menamakan pendapat
para tokoh madzhab dengan istilah ailjuh, dan adalah kuat. Lawannya ialah shahih.
dia menamakan perbedaan pendapat para
rawi madzhab dalam menceritakan madzhab 4. Ash-Shahih yakni pendapat yang shahih
dari dua wajh atau lebih. Tetapi, tingkat
Syafi'i dengan istilah thuruq. Dengan kata lain, perbedaan pendapat antara tokoh-tokoh
ada tiga istilah utama yang antara satu de- madzhab ini tidak kuat. Lawannya adalah
ngan lainnya berbeda, yaitu al-aqwal ialah dhaif karena kelemahan dalilnya. Al-ashah
pendapat asy-Syafi'i. Al-Aujuh ialah pendapat dan shahih merujuk kepada dua waTh atau
yang dikeluarkan ahli-ahli fiqih asy-Syafi'i beberapa wajh dari pendapat tokoh-tokoh
berdasarkan kaidah-kaidah dan prinsip prinsip madzhab.
dalam madzhab Syafi'i, sedangkan ath-thuruq 5. Al-Madzhab, maksudnya adalah perbeda.
ialah perbedaan pendapatpara rawi dalam me- an pendapat tokoh-tokoh madzhab dalam
riwayatkan pendapat madzhab.+2 menceritakan pendapat madzhab. Sehing-
1.. Al-Azhhar (lebih jelas) maksudnya adalah ga, perbedaan itu terjadi di antara dua
qaul yanglebih jelas dari dua qaul ataupun thuruq atau lebih. Umpamanya adalah se-
bagian mereka menceritakan dalam satu
masalah ada dua qaul [pendapat Imam
asy-Syafi'i) atau ada dua wajh [pendapat
tokoh madzhab). Sedangkan yang lain
memastikan hanya satu saja pendapat
42 Ibid.,hlm.36t. Al-Fawa'id al-Makkiyyah, hlm. 35 dan seterusnya.
43 tL i h a mukadimah kitab a l- M i n haj oleh an-Nawawi.
FrqLH Isri,M )IIID 1
irt itu. Kadang-kadang pendapat ini adalah Mesir dan di lraq, maka pendapat yang
t rajih dan kadang-kadang sebaliknya. Dan lebih belakangan dianggap sebagai qaul
apa yang dimaksud dengan al-madzhab jadid dan yang lebih dulu dianggap qaul
ialah pendapat yang menjadi fatwa dalam qadim.
madzhab. fika dalam suatu masalah ada penda-
6. An-Nash, maksudnya adalah nash Imam pat qadim dan ada juga pendapat iadid,
asy-Syafi'i. Lawannya ialah waih dha'if maka pend apatiadid adalah yang terpakai
kecuali dalam beberapa masalah, yaitu
atau mukharraj.aa Namun kadang-kadang
fatwa dikeluarkan tidak berdasarkan nash sebanyak 17 masalah, yang difatwakan
[teks Syafi'i). adalah pendapat qadim.as
Al-Jadid (pendapat baru), yaitu pendapat
9. Qaula al-Jadid (dua pendapat baru). Pen-
yang berlawanan dengan pendapat lama
dapat yang lebih akhir dari dua pendapat
(madzhab qadim). fadi, maksud' al-iadid tersebut hendaklah yang diamalkan, jika
ialah apa yang dikatakan (pendapat) memang diketahui. Jika tidak diketahui
Imam asy-Syafi'i semasa di Mesir melalui yang manayangterakhir, sedangkan Imam
karangan atau fatwanya. Para perawinya asy-Syafi'i mengamalkan salah satunya,
ialah al-Buwaithi, al-Muzani, ar-Rabi' al- maka yang diamalkan Imam asy-Syafi'i
Muradi, Harmalah, Yunus bin Abdul Ala, membatalkan yang lainnya. Atau dengan
Abdullah ibnuz Zubair al-Makki, Muham- kata lain, hendaknya ia mentarjihkan apa
mad bin Abdullah ibnul Hakam, dan lain- yang telah diamalkan Imam asy-Syafi'i.
lain. Tiga orang yang pertama adalah yang Perkataan qila memberi makna waTh
utama, sedangkan yang lain hanya bebe- yang dhaifdan lawannya ialah shahih atart
rapa perkara saja yang diriwayatkan dari al-ashah.
mereka. Maksud dari istilah Syaikhan ialah ar-
B. Al-Qadim fpendapat lama) ialah apa yang Rafi'i dan an-Nawawi.
dikatakan oleh Imam asy-Syafi'i sewaktu 10. Ibnu Haiar mengatakan bahwa tidak bo-
ia berada di Iraq yang disebut dalam ki- leh beramal dengan menggunakan pen-
tabnya, al-Hujjah, atau yang ia fatwakan. dapat dhaif dalam madzhab. Demikian
Ia diriwayatkan oleh sekumpulan perawi, juga tidak boleh mengamalkan talfiq dalam
suatu masalah, seperti bertaqlid dengan
di antaranya adalah Imam Ahmad bin pendapat Imam Malik tentang sucinya
injing (tidak najis), dan bertaqlid dengan
Hambal, az-Za'farani, al-Karabisi, dan Abu pendapat Imam asy-Syafi'i tentang me-
lyapu sebagian kepala sewaktu wudhu,
Tsaur. Pendapat ini ditarik kembali oleh dan kedua-duanya dilakukan dalam satu
Imam asy-Syafi'i. Imam asy-Syafi'i tidak
membenarkan ia difatwakan. Tokoh ma-
dzhab (ashhab) telah membuat fatwa de-
ngan pendapat ini dalam 17 masalah. shalat. Adapun mengikuti cara madzhab
Adapun pendapat-pendapatyang mun- tersebut dengan sempurna dalam satu
cul di antara masa Imam asy-Syafi'i di masalah tertentu, dengan segala konse-
Al-Takhrij ialah asy-Syafi'i memberi iawaban hukum yang berbeda atas perkara yang sama. Oleh sebab itu, tidak ielas mana yang
tepat untuk diambil. Para sahabat asy-Syaf i menyebut hukum itu ada dua gaut (pendapat), yaitu mansus dan mukharraj. Tetapi
mLnurut pendapat yang ashah, mukharraj it;ibukan pendapat asy-Syaf i lagi, karena mungkin dia menarik balik pendapatnya itu.
Ulama Syafi.i memanjangkan masalah ini sehingga sampai 22 masalah. Contohnya wakhr maghrib tidak berakhir dengan berakhirnya
Y
Isr.A,M IrrrD 1
kuensinya, maka dibolehkan. Walaupun mana yang mempunyai dalil yang lebih kuat
setelah perbuatan itu dilakukan, umpama- serta yang lebih dekat dengan mantiq (metode
nya adalah seseorang menunaikan ibadah berpikir) imam dan kaidah madzhabnya. fika
yang dianggap sah oleh sebagian dari tarjih tidak dapat dilakukan, maka dianggap
ulama madzhab empat, tetapi tidak sah madzhab mempunyai dua pendapat dalam
menurut yang lain. Dalam kasus seperti masalah tersebut, ketika dalam kondisi daru-
ini, dia boleh bertaqlid kepada madzhab
rat untuk mengamalkannya. Dan menurut
yang mengatakan sah itu, hingga dia
pendapat yang azhhar,seorang muqallid boleh
tidak perlu mengqadhanya. Boleh juga memilih salah satu dari dua pendapat terse-
but. Sebab, asalnya seseorang mujtahid hanya
berpindah dari satu madzhab ke madzhab mempunyai satu pendapat saja dalam ijtihad-
lain, walaupun taqlidnya setelah selesai nya. fika dia tidak mempunyai satu pendapat
melakukan amalan.a6 dalam masalah berkenaan, maka artinya dia
tidak melakukan ijtihad mengenai masalah.aT
ISTILAI+ISTILAH MADZHAB HAMBALI
Pendapat yang satu yang disebut oleh
Terdapat banyak riwayat dan pendapat pengarang-pengarang kitab ialah pendapat
dalam madzhab Ahmad bin Hambal. Ini terjadi yang telah ditariihkan oleh ahli-ahli tarjih dari
karena Imam Ahmad mendapati ada hadits tokoh-tokoh madzhab seperti Qadhi Alauddin,
Ali bin Sulaiman as-Sa'di al-Mardawi, yaitu
sesudah dia mengeluarkan fatwa berdasarkan seorang mujtahid yang mentashih madzhab
ar-ra'yu (pendapat), atau karena tokoh madz- dalam kitab-kitabnya, yaitu Tashhih al-Furu'
hab (sahabat) mempunyai dua pendapat dan at-Tanqih.ag
dalam suatu masalah, ataupun perbedaan
pendapat itu muncul karena pertimbangan 1. Apabila disebut kata as-Syaikh atau Syaikh
situasi dan kondisi permasalahan yang di-
al-lslam oleh ulama Madzhab Hambali
fatwakan. yang belakangan, maka maksudnya ada-
lah Abul Abbas Ahmad Taqiyuddin bin
Ulama dalam madzhab Hambali berbeda Taimiyyah al-Harrani (66L-728 H). Dia
pendapat tentang cara mentariihkan antara banyak sekali menyebarkan madzhab
pendapat-pendapat dan riwayat-riwayat yang Ahmad melalui risalah-risalahnya, fatwa-
fatwanya, dan pendapat-pendapat pilih-
ada. Perbedaan ini terbagi kepada dua ke-
annya. Muridnya, Ibnul Qayyim pengarang
lompok. kitab /'lam al-Muwaqqi'fn fmenin ggal 7 51
H) juga memberi sumbangan yang besar
Kel omp ok p ertema, memerhatikan pemin-
dahan pendapat (noql al-aqwal), karena itu dalam masalah ini.
adalah dalil kesempurnaan dalam agama.
2. fika para ulama madzhab Hambali yang
Kelompok kedua cenderung untuk me- belakangan sebelum Ibnu Taimiyyah, se-
nyatukan pendapat imam dengan cara.men- perti pengarang al-Furui al-Fa'iq, al-lkh-
tarjih mengikuti kronologi, jika masa mun- tiyarat, dan lain-lain, menyebut kata asy-
Syaikh, maka maksud mereka ialah asy-
culnya kedua pendapat itu memang dapat
diketahui, atau dengan cara membuat perban-
dingan di antara dua qaul itu, dan mengambil
46 Bujairmi al-Khathib,lilid,l,hlm. 51.
47 Abu Zahrah, IDn u Hambal, hlm 189-193, m ukadimah lhrysyafal-Qrnaj lilid I, hlm. 19.
48 Karysyaf at-Qina; Jilid L hlm. 17 , al-Madkhat ila Madhhqb Ahma4,blm. 204.
FIqIH ISI.AM 1
'ILTD
Syaikh al-Allamah Muwaffaq ad-Din Abu fatwa dan menjatuhkan hukuman (al-
Muhammad Abdullah bin Qudamah al- Qadha') di Arab Saudi.
Maqadisi (meninggal 620 H), pengarang 5. |ika disebut al-Qadhi, maka maksudnya
ialah Qadhi Abu Ya'la Muhammad bin
kitab al-Mughni, al-Muqni', al-Kafi, al- al-Husain ibnul Farra' (meninggal 457
' lJ mdoh, dan M ukhtashar al-Hidayah. H). Apabila disebut Abu Bakr, maka mak-
sudnya ialah al-Marwadzi (274 H) murid
3. Apabila disebut asy-Syaikhan, maka mak- Imam Ahmad bin Hambal.
6. Apabila disebut wa 'anhu (darinya) mak-
sudnya ialah Ibnu Qudamah dan Abul
sudnya ialah dari Imam Ahmad (rahi-
Barakat (meninggal 625 H) yang menga-
mahullah). fika disebut nashshan (meng-
rang kitab al-Muhatar fil Fiqh. ikut teks) maknanya ialah kata-kata (teks)
4. fika disebut asy-Syarih, maka maksudnya
ImamAhmad.
adalah Syekh Syamsuddin Abul Faraj Abdul
Dalam kitab ini, al-Fiqh al-lslami wa
Rahman bin Syaikh Abu Umar al-Maqdisi Adillatuhu apabila saya menyebut kata
jumhur, maka maksudnya adalah tiga
{682 H), yaitu keponakan dan murid madzhab yang satu pendapat, tetapi ber-
Ibnu Qudamah. Apabila ulama Hambali
mengatakan qala fi asy-syarh, maka mak- tentangan dengan madzhab yang keempat.
sudnya adalah kitab karangan Syaikh
lumhur tersebut dapat diketahui dengan
Syamsuddin ini. Kitab ini menjadikan kitab cara mengetahui madzhab yang tidak se-
al-Mughni sebagai landasan. Nama kitab pendapat dengan mereka. Apabila saya
tersebut adalah asy-Syarh al-Kabir atau menyebut ittafaqa al-fuqaha (ahli-ahli
fiqih sependapat atau bersetuju), maka
asy-Syafi Syarh al-Muqni' dalam 10 iilid maksudnya ialah para imam madzhab
yang empat tanpa mempertimbangkan
atau 12 juz. Kitab yang menjadi pegangan
pendapat yangsyadz.
dalam madzhab Hambali ialah al-Mughni,
asy-Syarh al-Kabir, Kasysyaf al-Qina', dan
Syarh Muntaha al-lradat (keduanya karya
al-Buhuti). Dua buah kitab a/-Buhuti dan
juga kitab Syarh az-Zad dan Syarh ad-Dqlil
adalah pegangan utama dalam memberi
-',ffi-
--
I
FrqlH Isr"{M IrLrD I Pengflrtar llmu Flqlh
BAB KELIMA
SEBAB.SEBAB PERBEDAAN PENDAPAT
DI KALANGAN FUQAHA
Dari pembahasan di atas, kita perhatikan Sangkaan seperti itu adalah salah. Se-
adanya perbedaan pendapat antara madzhab-
madzhab dalam menetapkan hukum-hukum sungguhnya perbedaan pendapat antara ma-
dzhab dalam Islam adalah rahmat dan mem-
syara'. Perbedaan pendapat itu bukan saja beri kemudahan kepada umat. Ia merupakan
kekayaan perundangan Islam yang membang-
terjadi antara madzhab-madzhab, tetapi ter-
jadi juga dalam satu madzhab yang sama. Orang- gakan. Perbedaan pendapat itu hanya terjadi
orang awam mungkin merasa aneh dengan per- dalam perkara cabang (furu) dan perkara-
bedaan ini, sebab mereka memercayai agama perkara ijtihadiyah, bukan dalam perkara
itu satu, syara'juga satu, kebenaran juga satu,
dasar atau i'tiqad. Dalam sejarah Islam, kita
dan sumber hukum juga satu, yaitu wahyu tidak pernah mendengar adanya perbedaan
Ilahi. fadi, bagaimana mungkin terdapat ban- madzhab fiqih yang menyebabkan berlaku-
yak pendapat dan mengapa madzhab itu ti- nya perselisihan atau pertikaian senjata yang
dak disatukan menjadi satu pendapat saja,
dan pendapat itulah yang boleh dipraktikkan memusnahkan kesatuan umat Islam, atau
oleh umat Islam, dengan pertimbangan juga
bahwa umat Islam adalah umat yang satu? melemahkan pendirian mereka ketika meng-
Ada orang yang menyangka bahwa perbedaan hadapi musuh. Karena, perbedaan itu hanya'
merupakan perbedaan cabang yang tidak
antara madzhab tersebut dapat menyebabkan membahayakan. Sedang perbedaan dalam
munculnya pemahaman bahwa aturan dan aqidah adalah suatu kecacatan dan dapat me-
misahkan antara penganutnya, menghancur-
sumber syara' adalah bertentangan, atau bah- kan perpaduan, dan melemahkan eksistensi.
kan dianggap sebagai perbedaan aqidah sama Oleh sebab itu, kembali beramal dengan fiqih
seperti perbedaan yang berlaku dalam agama Islam dan berpegang kepada undang-undang
Kristen, yaitu antara aliran Orthodoks, Katolih
dan Protestan. Sesungguhnya perbedaan an- dasar yang disatukan dan bersumber dari fiqih
tara madzhab-madzhab dalam Islam tidaklah merupakan jalan bagi menguatkan kesatuan
demikian. Wal' iyyadzu billah! umat Islam dan menghapuskan perbedaan di
antara mereka.
FIQIH ISI.AM JILID 1
Dari pembahasan di atas, maka ielaslah Semua itu tidak menafikan samanya sum-
bagi kita bahwa perbedaan pendapat ahli- ber syara' yang dijadikan dasar. Ia tidak me-
ahli fiqih itu hanya terbatas kepada masalah- nunjukkan adanya pert'entangan dalam syara'
sendiri, karena syara' tidak mempunyai per-
masalah tertentu saja yang diambil dari sum- tentangan dalam dirinya. Perbedaan itu teriadi
ber-sumber syara'. Malah dapat dikatakan, karena kelemahan manusia sendiri. Namun
demikian, salah satu dari pendapat yang ber-
ia hanya berlaku akibat ijtihad saja di mana
beda itu boleh diamalkan, supaya manusia
ahli ijtihad cenderung kepada suatu pendapat
dalam memahami sesuatu hukum yang di- tidak merasa kesulitan. Karena mereka tidak
ambil secara langsung dari dalil-dalil syara'. mempunyai jalan lain setelah wahyu terputus,
Kedudukannya sama seperti perbedaan pen- kecuali mengikuti apa yang dianggap betul
oleh mujtahid, hasil dari pemahamannya atas
dapat yang ada dalam penafsiran teks undang- dalil-dalil zhanni. Dan perkara zhan memang
undang, atau perbedaan pendapat yang ber- mempunyai potensi bagi munculnya perbeda-
laku di antara para pengulas undang-undang. an pemahaman. Rasulullah saw. bersabda,
Perbedaan dalam fiqih Islam disebab- "Apabila seorang hakim beriitihad dan iiti-
kan oleh kedudukan bahasa Arab itu sendiri hadnya itu betul, maka dia memperoleh dua
pahala. Tetapi jiko ijtihadnya salah, maka dia
yang lafaznya adakalanya mengandung lebih
dari satu makna. Ada juga disebabkan oleh memperoleh sotu pahala.'ae
periwayatan sebuah hadits dan cara sam- Adapun dalil-dalil qath'i-baik dari segi
painya hadits itu kepada mujtahid, baik dari
tsubut dan dilah-nya-yang menunjukkan
segi kuat ataupun lemahnya. |uga, disebabkan
oleh sedikit atau banyaknya dalil syara'yang kepada hukum yang ielas dan pasti seperti
digunakan oleh mujtahid. Atau karena adanya perkara qath'i yang ada Al-Qur'an, sunnah
pertimbangan menjaga maslahat, keperluan, mutawatir, dan sunnah masyhurah,so maka
ahli-ahli fiqih tidak boleh berbeda pendapat
dan adat yang senantiasa berkembang sewak- sama sekali pada hu}:um-hukum yang ber-
sumber darinya.
tu menetapkan hukum.
Di antara sebab-sebab utama terjadinya
Penyebab timbulnya perbedaan pendapat
ialah karena adanya tingkat perbedaan pikiran perbedaan pendapat ahli-ahli fiqih dalam
dan akal manusia dalam memahami nash, cara
menyimpulkan hukum dari dalil-dalil syara', menyimpulkan hukum syara' (istinbath) dari
kemampuan mengetahui rahasia-rahasia di dalil-dalil zhanni ialah sebagai berikut.sl
balik aturan syara'dan juga dalam mengetahui
fllat hukum syara'.
49 Muttafaq'alaih dari hadits Amr ibnul Ash dan Abu Hurairah dan penulis kitab hadits yang enam'
50 As-sunnah menurut ulama Hanafi terbagi kepada tiga ienis, yaitu mutawatir, masyhur, dan ahad. Mutawatir artinya hadits yang
diriwayatkan oleh sekumpulan perawi yang mustahil bersepakat melakukan dusta. Hal ini berlaku dalam tiga zaman pertama,
yaitu zaman sahabag tabi'in, dan tabi' at-tabi'in. HadiS tr{osyhur adalah hadits yang pada asalnya diriwayatkan oleh seorang atau
dua oong sahabat, kemudian tersebar luas pada kurun kedua sesudah zaman sahabat. Hadits /had ialah hadits yang diriwayatkan
dari Rasulullah oleh seorang dua, atau lebih sahabat tetapi tidak sampai ke peringkat ma ryhur dan mutawatir dalam ketiga zaman
tersebut.
51 Lihar lbnu Rusyd, Bidayah al-Mujtahid,lilid I, hlm. 5 dan seterusnya; ad-Dahlavi, Huijatullah al-Balighah,lllid l, hlm. 115 dan seter-
usnya; Ibnu Hazm, al-lhkam fi llshut at-Ahkam,Bab3,4,25,dan 26; asy-syatibi,al-Muwafaqat,lilid IV hlm. 271-214; Ibnu Taimiyah,
Raj'ut Malam 'anil A'immah al-A'lam; Syeikh Ali al-Khafifl Asbab lkhtilaf al-Fuqaha'; Syekh Mahmud Syaltut dan Syekh Muhammad
filAli as-Sais, Mug aranah al-Madzahib Fiqh; Syekh Abdul fallllsa, Ma La Yajuzu fihi al-Khilaf, Ibnus Sayyid al-Batliusi, al'lnmf'
r
FrqLH IsrrA,M JrrrD 1 ry$*,?i3'55
7. PERBEDAAN MA'fi4 DAIAM KATA.'$TA ".,den janganlah penulis yudhaarr [di-
susahkan/menyusahkan) dan begitu juga sak-
BAHASA ARAB sr.... " (al-Ba qarah'= 282)
Keadaan ini terjadi ada kalanya karena Dalam ayat ini, lafazyudhaarritu mungkin
diberi makna kemudharatan yang dilakukan
lafaz itu mujmal (tidak detail) atau musytarak oleh keduanya atau yang menimpa keduanya.
Contoh lafaz yang kadang-kadang memberi
(mempunyai makna lebih dari satu) atau makna umum dan kadang-kadang memberi
mempunyai dua maksud, yaitu umum dan makna khusus ialah firman Allah SWT,
khusus atau makna haqiqi dan mojazi, atau "Tidak ada paksaan dalam (menganut)
makna haqiqi dan makna menurut adat ('urfl agama (lslam)...." (al-Baqarah: 256)
ataupun perbedaan itu terjadi karena lafazter-
tentu kadang-kadang disebut secara mutlak Apakah ayat ini menerangkan khabar
(tidak dibataskan) dan kadang-kadang disebut
secara muqayyad. Atau, perbedaan itu terjadi (pemberitahuan) namun bermaksud mela-
disebabkan oleh perbedaan i'rab. rang (an-nahyu) ataukah ia memberi khabar
Contoh satu lafaz yang mempunyai mak- sebenarnya (haqiqi)?
na lebih dari satu adalah lafaz al-quru'yang
mempunyai arti'suci'dan juga mempunyi arti Majaz juga mempunyai beberapa jenis,
'haid.' Contoh lain adalah lafaz yangberbentuk yaitu hadzaf (dihapus), ziddah (ditambah),
perintah, apakah ia bermakna wajib atau sun- taQim (didulukan) ataupun ta'khir (diakhir-
nah saja. Demikian juga dengan lafaz yang
berbentuk larangan, apakah bermakna haram kan).
atau makruh saja.
Contoh lafaz yang bermakna mutlak dan
Ia juga terjadi dalam lafaz murakkab. kadang-kadang mempunyai makna yang mu-
qalryad ialah seperti kata ar-raqabah yang di-
Contohnya adalah firman Allah SWT, setelah sebut secara mutlak dalam kasus kafarat sum-
ayat tentang had qadhof (hukuman kepada pah, dan ia dibatasi dengan ar-raqabah yang
orang yang menuduh orang lain melakukan beriman dalam kasus kafarat pembunuhan
zina) di mana Allah SWT berfirman, yang tidak disengaja.
"...Kepada-Nyalah akan naik (yash'adu) 2. PERBEDAAN PERIWAYATAN
perkataon-perkataan (al-kalim) yang baik (yang Perbedaan riwayat terjadi karena dela-
menegaskan iman dan tauhid, dan yang akan
diberi pahala), dan amal (al-'amal) kebajikan pan sebab, umpamanya adalah sebuah hadits
Dia akan mengangkatnya (sebagai amal yang sampai kepada seseorang, tetapi tidak sampai
makbulyang memberi kemuliaan kepada yang kepada yang lain; Suatu hadits sampai melalui
m elakukannya).... " (F aathir: 10) jalur sanad dhaif yang tidak boleh digunakan
Ulama berbeda pendapat dalam menen- sebagai hujjah, sedangkan ia sampai kepada
orang lain melalui jalur sanad yang shahih; ha-
tukan fa'il d,ari kata kerja yash'adu; apakah dits sampai melalui satu jalur sanad, dan salah
al-kolim atau al-'amal. Ataupun perbedaan
makna ayat terjadi akibat pertimbangan ke-
adaan yang meliputi nash. Contohnya adalah
firman Allah SWT,
ISIAM )ILID 1
seorang perawinya dihukumi dhail sedang- vitas ijtihad dalam masalah asal tersebut dan
apa yang tidak boleh dilakukan. Selain itu tah-
kan orang lain tidak menghukuminya sebagai qiq al-manath, yaitu memastikan wuiudnya
dhaif atau dia berpendapat tidak ada sesuatu 'illah pada masalah yang tidak ada hukumnya
yang menghalangi untuk menerima riwayat
itu. Perkara ini bergantung kepada perbedaan (masalah furu), merupakan salah satu sebab
pendapat dalam masalah ta'dil dan tariih.
utama bagi terjadinya perbedaan pendapat di
Ataupun sebuah hadits sampai kepada antara ahli fiqih.
dua orang (mujtahid) dengan cara yang di-
sepakati. Tetapi, salah seorang dari kedua mui- 6. PENTENTANCA'Y DA'YTARTIH DI ANTARA
tahid itu menetapkan beberapa syarat untuk DALIL.DAL'L
beramal dengannya, sedang yang seorang lagi Ini merupakan bab yang sangat luas dan
tidak meletakkan syarat apa-apa. Contohnya
ialah seperti pembahasan dalam hadits mur- menjadi medan perbedaan pandangan dan ba-
sal [yaitu hadits yang perawi sahabi-nya tidak nyak menimbulkan dialog. Pembahasan dalam
disebut).
masalah ini meliputi perbincangan masalah
3. PERBEDAANSUMBER
ta'wil, ta'lil fmenetapkan f I/a t hukum), al'i am'
Ada beberapa sumber yang diperselisih- wat-taufiq (menggabungkan dan menyatukan
kan oleh ulama; sejauh manakah ia dapat di- pendapat), nasakh [membatalkan) dan tidak
jadikan sumber hukum. Contohnya adalah adanya nasakh. Perbedaan ini teriadi baik di
antara nash-nash atau di antara beberapa qi-
istihsan, mashalih mursalah, qaul shahabi, yas. Perbedaan dalam sunnah terjadi, baik
istishhab adz-dzora'i, al'bara'ah al-ashliyyah dalam perkataan atau dalam perbuatan atau
dalam taqrir (pengakuan). Ia iuga terjadi ka-
atau ibahah, dan sebaliknya. rena perbedaan sifat tindakan Rasul, yaitu
apakah termasuk kategori tindakan politik
4. PERBEDAAN KAIDA'+KAIDAH IISHUL atau kategori memberi fatwa. Perbedaan ini
dapat diatasi dengan beberapa cara, di anta-
Contohnya seperti kaidah 'am yang di' ranya yang paling penting ialah merujuk dan
khususkan (al-'am al-makhshush) tidak men- berpegang kepada tujuan syara' (maqashid
jadi huijah, mafhum tidak dapat meniadi agt-ryari'ah), meskipun dalam menentukan
urutan maqashid ada perbedaan pendapat.
hujjah, penambahan kepada ketetapan nash
Al-Qur'an apakah merupakan nasakh atau ti- Dengan keterangan di atas, maka dapat
dak dan sebagainya.
diketahui bahwa hasil-hasil ijtihad para imam
5. I.IT'HAD DENEAN QIYAS
madzhab, tidak mungkin menepati secara
Ini merupakan sebab perbedaan pendapat keseluruhan dengan syara' Allah SWT yang
yang paling banyak. Qryas itu mempunyai asal, diturunkan kepada Rasulullah saw.. Namun,
syarat dan'illah.'lllah iuga mempunyai syarat-
syarat dan cara-cara untuk menentukannya. tetap dibolehkan atau diwajibkan mengamal-
kan salah satunya. Sebenarnya, kebanyakan
Semua itu merupakan masalah-masalah yang
diperselisihkan. Bisa dikatakan bahwa kese- perbedaan pendapat itu adalah dalam ma-
pakatan jarang terjadi dalam masalah asal
qiyas dan apa yang boleh dilakukan oleh akti- salah ijtihad dan dalam pendapat-pendapat
zhanniyyah yang perlu dihormati dan diberi
penilaian yang sama. Ia tidak boleh dijadikan
F
FIqLH ISI.A.M IITID 1
alasan untuk perpecahan, permusuhan, dan Ini menunjukkan bahwa pendapat a/-as-
fanatisme golongan di kalangan umat Islam hah, dalam persoalan betul dan salah dalam
yang disifatkan oleh Al-Qur'an sebagai umat iitihad pada perkara-perkara cabang fiqih,
yang bersaudara. Mereka iuga diperintahkan ialah aliran al-mukhaththi'ah, yaitu aliran
supaya bersatu dan berpegang dengan tali jumhur al-Muslimintermasuk golongan ulama
Allah SWT. Syafi'i dan Hanafi, di mana mereka mengata-
Setiap mujtahid dari kalangan sahabat kan bahwa yang betul dalam ijtihadnya ialah
tidak mau ijtihadnya dinamakan hukum Allah seorang safa dari para mujtahid dan yang
atau syara'Allah, tetapi mereka mengatakan, lain adalah salah, karena kebenaran hanya-
"lni pendapatku. fika ia betul, maka itu adalah
dari Allah. Tetapi iika ia salah, maka itu adalah lah satu tidak berbilang. Mereka juga menga-
dari diriku dan dari setan. Allah dan Rasul-Nya
terlepas dari kesalahan itu." Di antara pesan takan bahwa dalam satu kasus masalah
Rasulullah saw. kepada pimpinan tentara
ialah, Allah SWT hanya mempunyai satu ketetapan
hukum. Barangsiapa berijtihad dan menepati
ii *-ar"t'.,fi -';c tsti ketetapan hukum Allah itu, maka ijtihadnya
i' i;#i;6i' f itu betul. Dan siapa yang tidak menepati ke-
tetapan hukum Allah itu, maka dia salah. Te-
'c
tapi apabila dilihat dari sudut pengamalan ha-
"Jika kamu mengepung sesuatu kota lalu sil-hasil ijtihad para mujtahid dalam praktik
mereka mau supaya dihukum berdasarkan hu- kehidupan, maka tidak diragukan lagi bahwa
kum Allah SWT, maka janganlah kamu meng- hukum yang ditetapkan oleh setiap ahli ijtihad
hukum dengan hukum Allah SWT. Tetapi, adalah hukum Allah. Sebab untuk mengetahui
hukumlah dengan hukuman kamu, karena manakah pendapat imam mujtahid yang tepat
kamu tidak tahu apakah engkau menepati dengan ketetapan Allah, adalah perkara yang
hukum Allah ataupun tidak".s2 tidak dapat diketahui secara yakin.
Yang masih menjadi permasalahan umat
Islam masa kini ialah persoalan beramal (me-
laksanakan), yaitu persoalan melaksanakan
syariat Islam baik dalam soal aqidah maupun
ibadah, dengan cara yang konsisten dan mem-
praktikkan hukum-hukum Islam dalam ibadah,
muamalah, iinayah, hubungan luar negeri, dan
sebagainya secara menyeluruh.
.'.s{!#i}.,
Riwayat Ahma4 Muslim, at-Tirmidzi, dan Ibnu Maiah dari Sulaiman bin Buraidah, dari ayahnya,
trr rr:tElijj$iii.t+:r:f--l'ffi.,'{,:-:-:i*.:-n'Fji€Lri€=r-i=S'i+:=:.-r=:;.i=:j.s-€*l=:.:::S=:-;!=;t:=j:Si:irj
Isr."A.M f rLrD 1
BAB KEENAM
ATURAN MENGGUNAKAN PENDAPAT
MAD ZIIAB YANG PALING MUDAH
PENDAHULUAN lahatan umum yang ada pada masa sekarang
Proses memilih dan memilah pendapat- ini. Mereka melakukan pemilihan pendapat
pendapat yang ada dalam madzhab-madzhab tersebut dengan berpegang kepada beberapa
fiqih merupakan lampu hijau bagi para ulama prinsip atau dasa[ yaitu:
pada masa sekarang ini, untuk menghidupkan
1. Kebenaran (al-haqq) hanyalah satu, bu-
kembali pemikiran Islam. Ia iuga memberi
lampu hijau bagi orang-orang yang bertugas kannya beragam. Begitu juga halnya de-
menyusun undang-undang yang materinya ngan agama Allah adalah satu dan berasal
diambil dari sumber fiqih Islam. Dengan cara dari sumber yang sama, yaitu Al-Qur'an,
seperti ini, maka produk undang-undang ter- As-Sunnah, dan juga praktik salafus saleh'
Dikarenakan kita tidak mengetahui mana
sebut diharapkan dapat selaras dengan tun- pendapat para mujtahid yang paling be-
tutan perkembangan zaman, dan iuga dapat naq, maka kita dibolehkan mengamalkan
melindungi kemaslahatan manusia pada se- sebagian pendapat tersebut dengan mem-
tiap zaman dan di setiaP tempat. pertimbangkan kemaslahatan yang akan
Ulama-ulama reformis dan juga yang ber- dihasilkan.
jiwa ikhlas-bukannya ulama yang pesimistis
2. Ikhlas menjalankan syariat, menjaga hu-
dan berkecil hati-di kalangan tokoh-tokoh kum-hukum agama supaya Iestari dan
kekal, merupakan aqidah setiap Muslim.
al-Azhar Mesi4, Universitas Zaituniyah Tunis,
3. Menolak kesukaran, mengedepankan ke-
dan lain-lain di berbagai belahan dunia Islam, mudahan dan toleransi merupakan dasar-
menyambut gagasan gerakan menghidupkan dasar bangunan syariat Islam. Perkara-
kembali pemikiran Islam ini. Mereka memilih perkara tersebut merupakan keistimewa-
satu pendapat yang tepat, yang lebih utama
dan juga yang lebih membawa kemaslahat- an utama yang menopang syara' Allah
an dari beragam pendapat fiqih yang ada. untuk selalu kekal dan abadi.
Mereka berharap supaya pendapat fiqih yang 4. Melindungi kemaslahatan manusia dan
dipilih tersebut akan selaras dengan kemas- mempertimbangkan kebutuhan-kebutuh-
FIqLH ISIAM JILID 1 l-
an mereka yang selalu berkembanB, me- "Allah menghendaki kemudahan bagimu,
rupakan sikap yang sesuai dengan ruh dan tidak menghendaki kesukaran bagimu."
[al'Baqarah: 185)
syariat yang-berdasarkan penelitian-
memang dibangun di atas kemaslahatan. Sebagaimana diketahui, bahwa kebanyak-
an orang tidak bermadzhab. Madzhab mereka
Sehingga, kemaslahatan merupakan tiang
syariat; setiap hal yang mengandung mas- adalah madzhab mufti mereka, dan mereka
pun mengharapkan supaya amal mereka se-
lahat maka di situlah keberadaan syariat
dan agama Allah. Demikian juga diakui suai dengan syara'.
bahwa hukum dapat berubah disebabkan
Namun dalam proses memilih dan me-
oleh perubahan zaman. milah pendapat-pendapat madzhab ini, kita
5. Tidak ada aturan syara'yang mewajibkan harus mengetahui terlebih dahulu aturan-
aturan ketika mengambil pendapat madzhab
seseorang mengikuti salah satu hasil ijti-
had para mujtahid, atau mengikuti salah yang paling mudah. Aturan-aturan ini perlu
satu dari pendapat para ulama. Sesuatu
diketahui terlebih dahulu supaya proses pe-
dianggap wajib apabila ia memang di- milihan ini tidak berubah menjadi kekacauan
ataupun berubah menjadi pengamalan pen-
wajibkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Dan dapat yang sesuai dengan nafsu dan keinginan
Allah serta Rasul-Nya hanya mewajibkan saja, tanpa didukung oleh argumentasi atau
mengikuti Al-Qur'an, sunnah Rasul-Nya, faktor-faktor pembenar yang kuat. Dan me-
dan semua dalil yang bersumber dari ke- nurut saya, proses memilih pendapat yang
mudah juga termasuk bentuk dari ijtihad.
duanya dalam mengamalkan ajaran agama
RANCANGAN PEMBAHASAN
Nya.
Dalam membincangkan masalah ini, ada
6. Pendapat yang paling shahih dan yang beberapa pembahasan yang akan dikaji, yaitu:
paling raj ih mengatakan bahwa mengikuti
salah satu madzhab tertentu bukanlah . Pembahasan Pertama: Madzhab atau pen-
suatu kewajiban. Hal ini karena tindakan
yang seperti itu hanyalah sekadar taklid dapat manakah yang boleh diambil?
belaka (mengikuti pendapat orang lain
tanpa mengetahui dalilnya). Apabila hal . Pembahasan Kedua: Apakah mengikuti
yang semacam ini diwajibkan, maka ber-
arti kita telah mewajibkan aturan syara' satu madzhab tertentu merupakan suatu
baru, sebagaimana diterangkan oleh pe- tuntutan?
ngarang Syarh Musallah ats-Tsubut Pembahasan Ketiga: Apakah seorang yang
akan bertanya mengenai hukum (mustaf-
Oleh sebab itu, bertaklid kepada salah trJ diwajibkan mencari mufti yang paling
utama dan kemudian bertanya kepada
satu imam madzhab atau salah satu mujtahid ulama yang dia anggap paling rajih terse-
tidaklah dilarang oleh syara'. Begitu juga hal- but, ataukah dia dibolehkan memilih dan
bertanya kepada mufti yang mana pun?
nya syara' tidak melarang melakukan talfiq Pembahasan Keempat: Apakah pendapat
pakar ushul fiqih dalam masalah mencari
(mencampur beberapa pendapat) di antara
pendapat-pendapat madzhab yang ada, de-
ngan alasan menjalankan prinsip kemudahan
dalam beragama, sebagaimana firman Allah
SWT
Pengantar llmu Flqlh FIqLH ISIAM IILID 1
pendapat yang paling mudah (tatabbu' A. MADZHAB DAN PENDAPATYANG
ar-rukhash) dan iuga masalah talfiq (men'
campur) pendapat madzhab-madzhab fi- DAPAT DIIKUTI
qih Islam?
Khazanah intelektual fiqih peninggalan
. PembahasanKelima:Aturan-aturansyara'
salafus saleh yang membahas berbagai hukum
dalam memilih pendapat madzhab yang
paling mudah. Aturan-aturan ini bersum- dan permasalahan yang dihadapi manusia,
ber dari pendapat-pendapat pakar ushul tidaklah hanya terbatas kepada madzhab fiqih
yang empat saja (Hanafiyyah, Malikiyyah,
fiQih. Syafi'iyyah, dan Hambaliyyah). Di sana masih
ada madzhab-madzhab fiqih lain baik yang
. terkenal maupun yang tidak seperti madzhab
Imam al-Laits bin Sa'd, Imam al-Auza'i, Ibnu
Apabila kita perhatikan pembahasan em- farir ath-Thabari, Dawud azh-Zhahiri, Imam
pat masalah pertama secara cermat, merupa-
ats-Tsauri, madzhab-madzhab Ahli Sunnah,
kan suatu keharusan sebelum melakukan
pembahasan yang terakhir [kelima). Hal ini madzhab Syi'ah Imamiyyah, madzhab Syi'ah
Zaidiyy ah, I b a d h iyya h, Zhahir iyy ah, p e n d a p at-
disebabkan pembahasan kelima sangat ber- pendapat sahabat, tabi'in, dan juga pendapat
gantung kepada kaidah-kaidah yang dibahas
tabi' tabi'in. Dalam ragam pendapat yang
dalam pembahasan-pembahasan sebelumnya,
sebagaimana yang telah dilakukan oleh para terdapat pada berbagai madzhab tersebut,
kita dapat menemukan banyak manfaat bagi
pakar ushul fiqih. lancarnya kebangkitan umat Islam yang kita
harapkan. Madzhab-madzhab tersebut tentu-
Membincangkan masalah ini jelas akan nya lebih utama apabila dibanding dengan
undang-undang non-syar'i baik yang berasal
memberikan manfaat dan faedah yang nyata dari dunia Timur maupun dunia Barat. Agama
bagi kebanyakan umat Islam, yang biasa me-
minta fatwa atas masalah yang mereka hadapi Allah menawarkan kemudahan, bukannya
baik dalam masalah ibadah, muamalah, mau- kesulitan.
pun ahwal syakhshiyyah. Pembahasan ini juga
bermanfaat bagi para pakar undang-undang Selain dari itu, mempertimbangkan ke-
dan juga para hakim yang bertugas membuat maslahatan dan melindungi kebutuhan ma-
undang-undang yang disusun dan digali dari nusia merupakan tuntutan syara'. Oleh sebab
sumber hukum fiqih Islam. Perbincangan ma- itu, tidak ada larangan bagi para pembuat
salah ini juga akan memberikan manfaat ke- undang-undang (dewan legislatif) untuk me-
pada para pengajar dalam usaha mereka un- milih pendapat ataupun madzhab dalam ma-
salah iitihadiyah ini. Adapun qadhi, maka se-
tuk ttrenghilangkan kecenderungan fanatisme
madzhab yang muncul akibat sikap taklid buta, baiknya ia tetap berpegang kepada madzhab
dan tidak mau memerhatikan dalil-dalil yang empat, karena tradisi ('urfl umum yang sudah
dapat merajihkan sebagian pendapat ulama menyebar haruslah diamalkan. Sebagaimana
sehingga perlu diikuti. Dan pada waktu yang
sama, dapat menetapkan bahwa pendapat diketahui, bahwa 'urf dapat digunakan untuk
ulama yang lain adalah lemah sehingga tidak
perlu diikuti. Ketetapan-ketetapan Allah-lah men-takhshrsh nash. Selain itu, apabila dewan
yang benar dan Dialah yang menunjukkan kita legislatif mengambil pendapat termudah dari
ke jalan yang benar. beberapa pendapat madzhab yang masyhuq,
maka yang dimaksudkan adalah madzhab-
FIQIH ISr."AM JrLrD Pengantar llmu Flqlh
madzhab yang dipraktikkan di berbagai dunia Sebagaimana diketahui, Allah SWT telah
Islam, dan pada kenyataannya yang dimaksud
dengan madzhab-madzhab adalah pendapat memerintahkan kita untuk mengikuti pen-
para imam mujtahid.
dapat para sahabat dan tabi'in.ss Allah SWT
Di antara dalil yang mendukung ide di atas berfirman,
adalah sebagian besar umat Islam berpenda-
"Dan orang-orong yang terdahulu lagi yang
pat bahwa teori al-mukhthi'ah adalah teori pertama-tama (masuk Islam) di antara orqng-
orang Muhajirin dan Ansar dan orang-orang
yang paling rajih.Yang dimaksud dengan teori yang mengikuti mereka dengan baik, Allah rida
al-mukhthi'ah adalah teori yang mengatakan kepoda mereka dan mereka pun rida kepada
bahwa kebenaran hanyalah satu. Oleh sebab Allah. Alloh menyediakan bagi mereka surgo-
itu, mujtahid yang benar dalam ijtihadnya juga
hanya satu. Adapun yang lainnya adalah salah. surga yang mengalir di bawahnya sungai-su-
Namun mujtahid yang salah tidaklah berdosa ngai. Mereka kekal di dalamnya selama-lama-
karena kesalahannya itu, sebab dia hanya di- nya. Itulah kemenangan yang agung." (at-
Taubah: 100)
tuntut untuk mengamalkan hasil ijtihadnya
Berkenaan dengan pendapat sahabat,
dan mengamalkan pendapat yang diduga kuat Imam asy-Syafi'i berkata, "Pendapat mereka
benar. Para pakar yang mendukung teori ini adalah lebih baik bagi kita apabila dibanding
mengatakan,'Adalah suatu kebenaran bahwa
agama Allah hanya satu. Yaitu segala aiaran dengan pendapat kita sendiri."s6
yang diturunkan dalam kitab-Nya, yang dibawa Imam al-lzzbin Abdissalam juga berkata,
oleh Rasul-Nya, dan diridhai untuk dilakukan
oleh hamba-hamba-Nya. Nabi Allah juga satu, "Yang terpenting bagi orang yang bertaklidsT
kiblat juga satu." Barangsiapa sesuai dengan adalah mengetahui bahwa madzhab [yang
ajaran ini, maka dialah orang yang benar dan dianutnya) adalah benar-benar ada, dan ia
mendapatkan dua pahala. Adapun orang yang juga harus mempunyai dugaan kuat bahwa
tidak sesuai dengan aiaran sebenarnya, maka madzhab tersebut adalah shahih. Oleh sebab
dia hanya mendapat satu pahala, yaitu pahala
ijtihad. Sedangkan kesalahannya, tidak dibalas itu, apabila dia meyakini keberadaan suatu
dengan balasan apa pun.s3 Inilah pendapat madzhab, maka dia boleh bertaklid kepada
yang benar menurut imam madzhab yang madzhab tersebut, meskipun tokoh madz-
empat.sa hab tersebut bukan termasuk salah satu dari
empat imam madzhab fiqih yang terkenal."
Hal pertama yang harus dilakukan adalah
Imam al-lraqi berkata, "Ulama bersepakat
mencari pendapat-pendapat fiqih yang tepat (ijma) bahwa orang yang masuk Islam boleh
dan bermaslahat, dan yang dapat dipastikan bertaklid kepada ulama siapa pun tanpa ada
batasan. Para sahabat pun bersepakat bahwa
siapa yang mengeluarkan pendapat tersebut. orang yang meminta fatwa dan bertaklid ke-
Adapun pendapat yangsyadz dan bertentang- pada Abu Bakar dan Uma[ boleh meminta
an dengan sumber dan dasar-dasar syariat, fatwa kepada Abu Hurairah, Mu'adz bin fabal,
maka harus ditinggalkan.
s3 A'lam al-Muwaqqi'in, 1ilid2,hlm. 211. orang lain, namun ia tidak mengetahui dalil yang di-
s4 Musallam ats-Tsubut,jilid 2, hlm. 330.
ss
s6 A'hm al-Muwaqqi'in, iilid,4, hlm. 123.
s7 A'hm al-Muwaqqi'in,iilid2,hlm. 186.
Orang yang bertaklid (muqallid) adalah orang yang mengikuti pendapat
gunakan oleh orang yang dianutn)a tersebut.
Pengantar llmu Flqih FIQIH ISr."A.M llLlD 1
ataupun yang lainnya. Dia juga boleh meng- madzhab tertentu-umpamanya madz'
amalkan pendapat para sahabat tersebut hab Abu Hanifah atau madzhab Syafi'i atau
tanpa ada pengingkaran dari kalangan ula- yang lain, maka dia tidak wajib mengikuti
madzhab tersebut secara berterusan, me-
ma. Oleh sebab itu, barangsiapa menganggap Iainkan ia boleh pindah ke madzhab yang
bahwa dua bentuk ijma ini tidak berlaku, maka
dia harus mengemukakan dalil.s8 lain. Alasannya adalah sesuatu akan di-
hukumi wajib jika memang ada perintah
Atas dasar uraian di atas, maka jelaslah wajib dari Allah dan Rasul-Nya. Padahal,
Allah dan juga Rasul-Nya tidak pernah me-
bahwa tidak ada dalil yang mewajibkan untuk wajibkan seseorang untuk bermadzhab
mengikuti madzhab empat imam saja dalam dengan salah satu imam madzhab yang
masalah fiqih. Empat imam dan yang lainnya ada. Yang diwajibkan oleh Allah hanyalah
mempunyai status yang sama. OIeh sebab itu, mengikuti ulama secara umum, tanpa
taklid kepada selain empat madzhab diboleh- ada pengkhususan kepada salah satu dari
kan jika memang madzhab tersebut memang ulama tersebut. Allah SWT berfirman, "...
diketahui dengan pasti siapa tokoh atau peng- maka tanyakanlah kepada orang yang
asasnya, sebagaimana yang telah diterangkan berilmu, jika kamu tidak mengetahui!' (al-
oleh Imam al-lzz bin Abdissalam. Anbiyaa':7)
B. APAKAH ADATUNTUTAN UNTUK Alasan lainnya adalah bahwa orang-
orang yang meminta fatwa pada zaman
MENGIKUTI'SUATU MADZHAB sahabat dan tabi'in tidak ada yang me-
TERTENTU SECARA DISIPLIN DALAM wajibkan dirinya untuk mengikuti ma-
SEMUA PERMASALAH (ILT|ZAM dzhab tertentu saja, melainkan mereka
MADZHAB MU'AYYANN akan menanyakan permasalahan kepada
siapa pun yang ahli, tanpa membatasi diri
Dalam menganggapi masalah ini, para kepada salah satu dari mereka. Ini dapat
disimpulkan bahwa mereka semua ada-
pakar ushul fiqih terbagi kepada tiga kelom- lah bersepakat fberijma) bahwa bertaklid
hanya kepada satu imam saja atau meng-
pok pendapat:
ikuti madzhab tertentu dalam berbagi
L. Sebagian mereka mengatakan bahwa me-
permasalahan, bukanlah suatu kewajiban.
ngikuti salah satu imam madzhab secara
disiplin dalam semua permasalahan ada- Selain itu, pendapat yang mengatakan
lah suatu kewajiban. Hal ini karena orang bahwa mengikuti salah satu madzhab
yang telah memilih satu madzhab telah
berkeyakinan bahwa imam madzhab yang adalah wajib, akan menyebabkan kesulit-
dianutnya itu adalah yang benar; maka dia an dan kesempitan. Padahal, keberadaan
waj ib melaksanakan keyakinannya itu. madzhab yang beragam sebenarnya ada-
lah suatu kenikmatan, anugerah, dan juga
2. Sebagian besar ulama berpendapat bahwa
rahmat bagi umat Islam. Pendapat ini
taklid kepada imam tertentu dalam semua adalah pendapat yang raiih di kalangan
permasalahan dan semua kejadian yang
dialami bukanlah suatu kewajiban. Orang ulama ushul fiqih.
tersebut boleh bertaklid kepada mujtahid
mana pun yang dia kehendaki. Kalau se-
andainya seseorang mengikuti salah satu
sB Musallom ats-Tsubut,jilid 2, hlm. 357 .
--
rIqLH ISI"AM JILID 1 Atas dasar ini semua, maka pada masa
3. Imam al-Amid dan Imam al-Kamal ibnul sekarang ini pada prinsipnya sama sekali tidak
Hammam membuat perincian yang lebih ada larangan untuk memilih sebagian hukum-
detail dalam masalah ini. Bagi mereka, hukum syara'yang ditetapkan oleh para ulama
yang diwajibkan mengikuti aturan ma- madzhab, tanpa membatasi jumlah madzhab
dzhab tertentu adalah ketika seseorang
tertentu ataupun membatasi dengan detail-
melakukan perbuatan dalam suatu per-
kara tertentu. Ketika dia mengamalkan detail madzhab tersebut.
satu madzhab dalam satu perkara ter-
sebut, maka dia tidak boleh bertaklid ke- Selain itu, para ahli fiqih juga menetapkan
pada madzhab yang lain. Namun ketika
dia menghadapi perkara lain dan dia ti- bolehnya mengamalkan pendapat dhaif dalam
dak mengikuti madzhabnya, maka dia
boleh mengikuti madzhab yang lain da- satu madzhab, jika seseorang berada dalam
lam melaksanakan perkara tersebut. Hal kondisi darurat (adh-dharurah) atau dalam
ini disebabkan tidak ada aturan syara' kondisi perlu (al-hajah). Berikut ini adalah
yang mewajibkan mengikuti satu madz- pendapat-pendapat mereka.
hab yang dianut secara disiplin dalam se-
mua perkara. Yang diwajibkan oleh syara' 1. Seorang qadhi boleh mengambil penda-
adalah mengikuti ulama siapa pun tanpa
ada pengkhususan kepada salah seorang pat selain dalam madzhabnya dalam ke-
di antara mereka.se adaan darurat fFatwa Atha'bin Hamzah).
Dapat disimpulkan bahwa pendapat yang 2. Seorang qadhi boleh mangamalkan pen-
paling shahih d,an rajih di kalangan ulama dapat yang tidak masyhur dalam madz-
habnya, jika memang pemerintah mene-
ushul fiqih60 adalah tidak wajibnya konsisten tapkan hal tersebut (ad-Durr al-Mukhtar
dalam mengikuti madzhab tertentu, dan bo-
leh berbeda dengan pendapat imam madzhab, karya al-Hishkafi).
juga boleh mengambil pendapat selain imam
madzhab. Hal ini disebabkan konsisten meng- 3. Seorang qadhi boleh menetapkan hukum
amalkan madzhab tertentu bukanlah suatu
kewajiban sebagaimana yang sudah kami te- berdasarkan pendapat yang sudah di-
tetapkan sebagai pendapat yang salah
rangkan. (fasad), dan dia tidak perlu membatalkan
keputusannya. Karena dalam hal ini, qa-
dhi merupakan mujtahid kecuali jika ke-
putusan itu dalam masalah pengambilan
harta atau putusan didasarkan pada hawa
nafsu dan kepentingan (Jami' al-Fushulain
wa Ta'liliha).
Lihat Fawatih ar-Rahamut Syarh Musallam ats:Tsubutkarya lbnu Abdisysyakur jilid 2,hlm.402; Musallam ats-Tsubut lilid 2, hlm.
355; Syarh al-Mahalli'ala Jam'al-Jawamij jilid 2,hlm.328; al-lhkam fi Ushul al-Ahkam karya al-Amidi, iilid 3, hlm. 174; at-Taqrir
wat-Tahbir iilid 3, hlm. 344; Syarh al-lsnawi, jilid 3, hlm. 266; al-Madkhal ila Madzhab al-lmam Ahmad, hlm. 193; lrsyad al-Fuhul,
hlm. 340; Fatawa asy-Syaikh'Ulaisy, jilid 1, hlm. 60.
Madzhab Syafi'i mengatakan bahwa pendapat yang ashah di kalangan ulama Syafi'iyah yang hidup pada masa belakangan
(muta'akhkhirun) seperti pendapat Syekh lbnu Hajar dan lainnya, adalah boleh melakukan perpindahan dari satu madzhab ke
madzhab yang lain, asalkan pendapat-pendapat madzhab tersebut terpelihara meskipun dengan maksud mencari kemudahan,
dan baik dia berpindah madzhab selamanya atau hanya dalam satu kasus saia. Meskipun perpindahan (intiqat) itu menyebabkan
fatwa, putusan hukuman, atau amalan yang dilakukan itu, berbeda dengan madzhab yang dianu! selagi perpindahan tersebut
tidak menyebabkan timbulnya talfiq (percampuran antara berbagai pendapat madzhab dalam satu masalah yang tidak ada satu
madzhab pun yang membolehkan atau yang berpendapat demikian) (al-Fawa'id al-Makkiyyah fi Ma Yahtajuhu Thalabah asy-
Syafi'iyyah min al-Masa'il wa adh-Dhawabith wal Qawa'id al-Kulliyyah karya Sayyid Alawi bin Ahmad as-Saqqaf, hlm. 51, cetakan
al-Bab al-Halabi).
Pongantar llmu Flglh FIqLH ISIJq,M )ILID 1
4. Boleh mengamalkan dan berfatwa dengan tangan dengan pendapat yang shahih
menggunakan pendapat yang dhaif ketika
dalam kondis darurat (al-Mi'rai'an Fakhr adalah pendapat yang salah (fasid). Dan
juga, boleh memberi fatwa dengan meng-
al-A'immah).
5. Boleh mengamalkan pendapat yang dhaif gunakan pendapat dhaif seperti ini de-
untuk dirinya sendiri, dan juga boleh ngan maksud untuk memberi petunjuk
menggunakan pendapat yang dhaif ketika (al-Fawa'id al-Makkiyyah fi Ma Yahtaiuhu
memberi fatwa iika memang mufti ter- Thalabah asy -Syaf| tyyah, hlm. 5 1).
sebut berada dalam keadaan darurat
C. APAKAH WruIB BERTANYA KEPADA
(perkataan ad-Dasuqi al-Maliki)'
ORANG YANG LEBIH UTAMA DAN
6. Dilarang memilih pendapat dhaif apabila LEBIH RNIH ILMUNYA, ATAU CUKUP
pilihan tersebut didorong oleh keinginan BERTANYA KEPADA UI.AMA SIAPA
SruA YANG MUDAH?
hawa nafsu, kepentingan, atau untuk
Pertanyaan yang masyhur di kalangan pa-
memperoleh kekayaan dunia.61 ra pakar ushul fiqih dalam masalah ini adalah,
'Apakah boleh bertaklid kepada ulama yang
7. Sikap seorang muqallid untuk tidak me- tingkat keutamaannya kurang karena ada ula-
ngamalkan pendapat yang masyhur dan ma yang lebih utama?"
beralih kepada pendapat syadz yang me-
Ada dua pendapat dalam masalah ini.62
ngandung r ukhshah (kemudahan). Namun,
sikap yang tidak didasari keinginan untuk L. Sebagian ulama (yaitu satu riwayat dalam
mencari kemudahan-kemudahan adalah madzhab Imam Ahmad, Ibnu Suraij asy-
dibenarkan oleh ulama yang tidak me-
wajibkan taklid kepada pendapat yang Syafi'i, al-Qaffal asy-Syafi'i, Abu Ishaq
lebih ra7ih. Ini adalah pendapat sebagian
besar pakar ushul fiqih. Dan muqollid bo- al-lsfirayini [yang mendapat julukan aI-
leh bertaklid kepada pendapat muitahid ustadzf, Abul Hasan ath-Thabari [yang
siapa saja yang dia kehendaki. Dan berita mendapat iulukan al-Kiya), pendapat yang
yang menyatakan bahwa ada ijma bagi dipilih oleh Imam al-Ghazali, dan iuga
pelarangan taklid seperti ini, adalah tidak pendapat yang masyhur dalam madzhab
Syi'ah) menyatakan bahwa meminta fat-
benar (Fatnwa Syekh 'Ulaigt, jilid 1, hlm. wa (al-istifta63) kepada ulama yang lebih
utama dalam ilmu, kewara'an, dan peri-
61). Iaku agamanya, adalah wajib. Bagi orang
yang bertanya waiib mengambil pendapat
L Seseorang boleh mengamalkan pendapat yang lebih raTih kemudian mengikutinya,
dan dia cukup berpegang kepada pen-
yang dhaif untuk dirinya sendiri, kecuali
jika pendapat dhaif itu bertentangan de- dapat yang masyhur.
ngan pendapat yang shahih (ash-shahih),
karena biasanya pendapat yang berten-
61 Syekh al-Ustadz Muhammad Mustafa al-Mara ghi, at-tjtihad fil Islom, hlm. 36-39; Ibnu Abidin dalam Hasyiyah Rasm al-Mufti' iilid L,
hlm.69.
62 Lihat at-Taqrir wat:fohbin iilid 3, hlm. 345 dan halaman setelahnya; Fawatih ar-Rahamut, jilid 2, hlm. 403l, Musallam ats-Tsubut,
jilid 2,hlm. 354; asy-syairazi, al-Luma'fi |lshul al-Fiqh, hlm. 68; al-Amidi, al-lhkom, iilid 3, hlm 173; al-Madkhal ila Madzhab al'
fiImam Ahmad, hlm. 194; Fatawa asy-Syaikh'Illaisy,jilid 1, hlm. 61,7t; Hasyiyah lbnu Abidin, jilid 1, hlm' 45; Ibnu Atabi' Risalah
Ushut at-Fiqh, hlm. 32; at-Mustashfa, iilid 2, hlm LZS; lrryad ol-Fuhul, hlm. 239.
At-tstifta'adalah bertanya tentang pendapat seorang mujtahid dalam masalah hukum tertentu dengan maksud untuk diamalkan,
baik orang yang ditanya itu adalah mujtahid itu sendiri ataupun orang yang menukilkan pedapat mujtahid tersebut meskipun
antara orang teisebut dengan mujtahid ada orang rang menFdi perantara (Ahnad d-Husaini , *Uf?,l:.I;!ryr_ff!:tlil lH;r,.1U)
:r,:...-.:+*::::t::::;$..;:=i.. 1=$n'y==-g.1:!$.-:g.:.-,':SBr-==::l.i€,.::*:3.;,
--
FrqlH IsrAM f il"rD I Irengantar llmu Flglh
Imam al-Ghazali dalam al-Mustashfa ulama yang lain, ataupun lebih tinggi.
berkata, "Menurut pendapat saya, adalah
Dengan kata lain, orang tersebut boleh
Iebih utama untuk dikatakan bahwa orang
yang meminta fatwa, wajib mengikuti ula- bertaklid kepada ulama yang tingkatan
ma yang Iebih utama. Barangsiapa berke-
yakinan bahwa Imam asy-Syafi'i adalah ilmunya lebih rendah, meskipun ada ulama
ulama yang Iebih pandai dan biasanya yang tingkatan ilmunya lebih tinggi. Da-
pendapat madzhabnya adalah benar,
maka orang tersebut tidak boleh meng- sarnya adalah keumuman firman Allah
ambil pendapat lain dengan maksud SWI "...maka tanyakanlah kepada orang
mengikuti selera saja (ta sy a hh i)." yang berilmu, jika kamu tidak mengetahui."
Dalil mereka adalah, orang kebanyak- (al-Anbiyaa': 7) dan juga atas dasar ijma
an melihat bahwa pendapat-pendapat sahabat, di mana di antara para sahabat
imam mujtahid laksana dalil-dalil yang ada mujtahid yang utama, ada juga muj-
mengindikasikan pertentangan antara sa- tahid yang lebih rendah tingkatannya, dan
tu dengan lainnya. Oleh sebab itu, orang fuga ada yang awam, Dan tidak ada infor-
masi dari salah satu mereka, yang me-
yang bertanya (mustafti) wajib melakukan
wajibkan orang awam di kalangan mereka
tarjih, dan tarjih yang dapat dilakukan
untuk berijtihad memilih mujtahid-muj-
oleh mereka adalah dengan mempertim-
bangkan keutamaan dan kemampuan ilmu tahid tertentu yang ada di antara mereka.
yang dimiliki oleh para mujtahid. Hal ini
Kalau seandainya memilih mujtahid
karena mujtahid yang lebih berilmu
adalah lebih kuat bagi orang tersebut. siapa pun adalah suatu larangan, maka
Adapun cara untuk mengetahui mana
para sahabat tidak akan mungkin berse-
ulama yang lebih berilmu adalah dengan
cara pengujian dan pengalaman, atau ka- pakat mendiamkan praktik tersebut pada
rena memang mujtahid itu masyhur ke-
ilmuannya, atau melalui kabar dan juga masa mereka. Dalam kitab al-Ihkam,
banyaknya orang yang merujuk kepada
mujtahid tersebut. Imam al-Amidi menerangkan ijma ini,6s
2. Al-Qadhi Abu Bakr ibnul Arabi dan ke- "Sesungguhnya di antara sahabat ada
banyakan ahli fiqih serta ushul fiqih6a mujtahid yang utama dan juga ada muj-
mengatakan bahwa orang yang akan ber- tahid yang lebih rendah tingkatannya.
tanya mengenai hukum dibolehkan me- Khalifah yang empat adalah sahabat yang
milih ulama siapa saia yang dia kehendaki, paling mengetahui cara berijtihad bila di-
baik tingkat keilmuan ulama yang akan banding dengan yang lain. Oleh sebab itu,
ditanya itu sama dengan tingkat keilmuan Rasulullah saw. bersabda,
4y'yiJt ,;, *,;4,
t#' tfut.4-a:.t t,- q,., '
ur^r,ul
9tlu,
Ibnu Abidin dalam Hasyiyah (dikutip dari kitab at-Tahrir dan syarahnya) mengatakan, "Madzhab Hanafi, Maliki, sebagian besar
Hambali dan iuga Syafi'i iuga berpendapat seperti ini." Fatwa terakhir lbnu Hajar juga menyatakan, "Pendapat yang paling shahih
di kalangan madzhab Syafi'i adalah seorangmuqallid boleh memilih ulama siapa saia yang dikehendaki, meskipun ulama tersebut
tingkatannya lebih rendah (al-mafdhul) dan meskipun dia meyakini kerendahan tingkatan ulama yang ditaklidi tersebut. Namun
dalam keadaan demikian, orang tersebut tidak boleh berkeyakinan atau berprasangka kuat, bahwa muitahid tersebut adalah be-
nar; melainkan orang tersebut hendaklah berkeyakinan bahwa pendapat imam yang diikuti itu berkemungkinan untuk benar."
(Hasyiyah lbnu Abidin, iilid 1. hlm.45)
Al-lhkamfi Ushul al-Ahkam, iilid 3, hlm. t73 dan setelahnya
FIqLH ISIAM JILID 1
'Hendaklah kalian memegang teguh menggunakan pendapat pertama (yang tidak
membolehkan) adalah lebih baik."66
sunnahku dan sunnah Khulafaur Rasyidin
Maka ielaslah batrwa pendapatyang kedua
setelahku, gigitlah sunnah-sunnah itu de- adalah pendapat yang lebih rajihberdasarkan
ngan gigi geraham (peganglah dengan ijma sahabat dalam hal bolehnya memilih ber-
bagai pendapat ulama dan bertanya kepada
kuat)! ulama yang dikehendaki.6T
Rasulullah saw. juga bersabda,
*;it w i6iio' ,) : .:i- D. PENDAPAT PAKAR USHUL FIQIH
cJ.r i .1.->.-,4 q
\JJ '91 DALAM MASATAH MEMILIH PENDAPAT
YANG PALING MUDAH (TATABBU'AR.
V; 5'td tt',;lt:.ly*iU RUKHASN DAN DALAM MASALAH
TALFIQ ANTARA MADZHAB
'Orang yang paling ahli dalom masalah
Kita telah menerangkan bahwa seseorang
qadha di antara kalian adalah Ali, dan tidak wajib konsisten mengikuti suatu madz-
orang yang poling ahli dalam masalah fa- hab tertentu. Dengan demikian, maka me-
raidh (ilmu waris) di antara kalian adalah milih pendapat yang paling mudah (tatabbu'
Zaid, dan yang paling mengetahui tentang
masalah halal dan horam di antara kalian ar-rukhash) dan melakukan ta$q di antara
adalah Mu'adz bin Jabal!
madzhab adalah perkara yang dibolehkan.
Di antara sahabat juga ada orang yang
1. TATABBU'AR.RUKHASH
awam sehingga mereka harus mengikuti para
mujtahid di kalangan mereka dan mengamal- Yang dimaksud dengan tatabbu' ar-ru-
kan pendapat mereka. Dengan demikian maka khash atau ikhtiyar al-aisar adalah ketika se-
tidak ada informasi yang bersumber dari para seorang mengambil pendapat yang dirasa
sahabat dan juga ulama salaf yang mewajib- paling ringan dan paling mudah, dari setiap
kan orang awam untuk berijtihad memilih se- madzhab dalam suatu masalah tertentu.
orang mujtahid tertentu, dan mereka juga
Dalam menanggapi masalah ini, para pa-
tidak mengingkari sebagian sahabat yang kar ushul fiqih terbagi kepada delapan pen-
dapat.58 Saya akan menerangkan secara global,
mengikuti atau meminta fatwa kepada mui- kemudian akan saya terangkan pendapat mana
tahid yang tingkatannya tidak tinggi (al-maf- yang paling kuat.
dhul) padahal ada mujtahid yang tingkat ke-
ilmuannya lebih tinggi (al-afdhal). Kalau se- a. Sebagian besar ulama madzhab Syafi'i
andainya hal yang demikian adalah tidak boleh
maka tidak mungkin para sahabat bersepakat mengatakan bahwa setiap orang boleh
mendiamkan hal tersebut. Kalau seandainya memilih pendapat yang dikehendaki, ka-
ijma' sahabat yang seperti ini tidak ada, maka rena ada ijma sahabat yang menetapkan
bolehnya beramal dengan pendapat ulama
yang mafdhul meskipun ada ulama yang
66 Imam ar-Razi iuga mengutarakan pendapat yang sama. 'Yang benar adalah seorang muqallid tidak wajib meminta
67 lbnu Badran al-Hambali dalam kitab at-Madkhal, hlm. 194 mengatakan,
fatwa kepada muitahid yang lebih utama, karena aturan yang seperti ini berarti menutup pintu taklid. Namun kita dapat mem-
batasi bahwa mujtahid yang utama tersebut adalah muitahid di negerinya saia. Dengan pembatasan ini, maka seorang muqallid
harus mencari muitahid yang paling utama di negerinya, karena muitahid yang utama dalam satu negeri adalah masyhur.
68 bsyad al-Fuhut, hlm. 340; Fatawa asy-syaikh 'UIai$/, iilid 1, hlm. 71 dan setelahnya.
--
FIqLH ISITC,M IITID 1 lbngantar llmu Flqlh
afdhal. Pendapat ini dishahihkan oleh asy- L. Ulama madzhab Hambali,6e ulama madz-
Syairazi, al-Khathib al-Baghdadi, Ibnush
Shabbagh, al-Baqilani, dan juga al-Amidi. hab Maliki (menurut pendapat yang pa-
ling shahih di antara mereka),70 dan Imam
b. Madzhab Zahiri dan Hambali mengharus- al-GhazaliTl mengatakan bahwa mencari-
cari pendapat yang mudah dalam madz-
kan seseorang mengambil pendapat yang hab-madzhab fiqih adalah dilarang. Ka-
rena, sikap seperti ini cenderung kepada
paling kuat dan keras. mengikuti hawa nafsu, dan mengikuti
hawa nafsu adalah dilarang oleh syara'.
c. Mengambil pendapat yang ringan. Allah SWT berfirman, "... Kemudian, jika
d. Mencari pendapat yang umum di kalang- kamu berbeda pendapat tentang sesuatu,
maka kembalikanlah kepada Allah (Al-
an para mujtahid, kemudian mengamal- Qur'an) dan Rasul (sunnahnya)...." (an-
Nisaa': 59) Atas dasar ini, maka kita tidak
kan pendapat tersebut. boleh mencari solusi bagi perbedaan-per-
bedaan pendapat tersebut dengan cara
e. Mengambil pendapat ulama yang lebih merujuk kepada hawa nafsu, melainkan
hendaklah mengembalikannya kepada
dulu sebagaimana dikatakan oleh Imam ketetapan syariah.
ar-Rauyani. Ibnu Abdil Barr berkata, "ljma ulama
mengatakan bahwa orang awam tidak
f. Mengambil pendapat ulama yang meng- boleh mencari-cari pendapat yang mudah
(tatabbu' ar-rukhash)." Ulama madzhab
gunakan dasar-dasar periwayatan (ar- Hambali juga mengatakan,T2 "Apabila dua
riwayah) bukan dasar-dasar logika (ar- orang mujtahid dinilai sama tingkatannya
ra'yu) sebagaimana dikatakan oleh imam oleh orang yang hendak menanyakan
suatu masalah (mustaftf), dan jawaban
ar-Rafi'i. yang diberikan oleh kedua mujtahid ter-
sebut berlainan, maka orang tersebut
g. Orang tersebut wajib berijtihad dalam wajib mengambil pendapat yang berat.
Dasarnya adalah hadits riwayat Imam
memilih pendapat-pendapat yang berten- at-Tirmidzi yang bersumber dari Aisyah.
tangan tersebut, sebagaimana yang di- Dia menceritakan bahwa Rasulullah saw.
katakan oleh lbnus Sam'ani dan juga bersabda,
Imam asy-Syathibi dalam al-Muwafaqat. dbi;r,ir v1 i:;i ,;3;.;'Sc
Pendapat ini dekat dengan pendapat al-
Ka'bi.
h. fika permasalah itu berhubungan dengan
hak Allah, maka hendaklah mengambil
pendapat yang mudah. Namun jika per-
masalahan itu berhubungan dengan hak
sesama hamba, maka hendaknya meng-
ambil pendapat yang sulit, sebagaimana
dikatakan oleh Ustadz Abu Manshur al-
Maturidi.
Namun dapat juga dikatakan, bahwa
dalam masalah ini ada tiga pendapat yang
masyhur yang akan kita iadikan objek kajian.
Ketiga pendapat tersebut adalah:
69 Al-Madkhal ila Madzhab allmam Ahmad, hlm. t9S.
70 Fatawa ary-Syaikh'Ulaisy ma'a at-Tabshirah li lbni Farhun al-Maliki, jilid 1, hlm. 58-60; al-Qarafi, al-lhkam fi Tamyiz al-Fatawa 'an
al-Ahkam, hlm.79.
7t Al-Mustashfo,iilid 2, hlm. 125.
72 Al.Madkhal ila Madzhab al-lmam Ahmad, og.cil.
Pengantar llmu Ftqlh IsrAM IrLrD 1
"Orang yang teguh imannya aPabila sikap wara'. Adapun orang yang meren-
dihadapkan kepada dua pilihan, maka dia dahkan agamanya akan melakukan bid'ah.
akan memilih yang paling sukar (asyad'
dahuma)." Dalam riwayatlain "yang paling Adapun perkataan Imam al-Ghazali
adalah,Ta "Ketika menghadapi satu masa-
benar (arsyadahuma)." lah hukum, orang awam (al-'ami'z5) tidak
boleh memilih-milih pendapat yang di-
Imam at-Tirmidzi berkata, "lni adalah rasa enak dari pendapat-pendapat madz-
hadits hasan gharib!' Hadits ini juga diri-
wayatkan oleh Imam an-Nasa'i dan Ibnu hab yang ada, sehingga dia akan berlong-
Majah. gar diri (dalam mengambil pendapat).
Dengan mempertimbangkan dua re- Melainkan, ia harus melakukan tariih se-
daksi dalam riwayat dalam hadits ter- bagaimana seorang mufti melakukan far-
sebut, maka dapat disimpulkan bahwa lih bila menghadapi dua dalil yang berten-
yang benar adalah mengambil pendapat tangan, yaitu dengan mengikuti dugaan
yang sukar (asyadd). Dan yang lebih baik kuatnya ketika melakukan tariih. Orang
bagi mustafti adalah mempertimbangkan awam tersebut juga harus melakukan hal
dua pendapat yang bertentangan terse-
but, dan kembali menanyakan masalah yang serupa."
tersebut kepada ulama yang lain. 2. Imam al-Qarafi al-Maliki, sebagian besar
Ulama madzhab Maliki juga menga- ulama madzhab Syafi'i, pendapat yang
takan,73 "Pendapat yang paling shahih rajih di kalangan ulama Hanafi-di anta-
adalah tidak boleh melakukan tatabbu' ranya adalah lbnul Hummam dan penga-
ar-rukhash dalam berbagai madzhab,
yaitu mengambil pendapat yang dianggap rang M usallam ats-Tsubut-7 6 mengatakan
paling mudah dalam suatu permasalah- bahwa tatabbu' ar-rukhash adalah dibo-
an. Ada juga dikatakan bahwa tatabbu' lehkan, karena memang tidak ada aturan
ar-rukhash tidaklah dilarang. Namun, ada syara' yang melarangnya. Manusia hen-
daklah mencari jalan yang dirasa mudah
juga sebagian ulama madzhab Maliki yang
menegaskan bahwa orang yang melaku- jika memang hal tersebut dibolehkan,
kan tatabbu' ar- rukhash dihukumi sebagai
orang fasik. Adapun yang lebih baik ada- dan hendaknya dia tidak mengambil jalan
lah berhati-hati dengan cara keluar dari yang lain. Semua ini berdasarkan kepada
perbedaan pendapat yang ada, yaitu de-
ngan mengambil pendapat yang paling sunnah Rasulullah saw.-baik sunnah
kuat dan paling sukar. Karena, orang yang /i'li maupun qauli-yang menyatakan bo-
memuliakan agamanya akan mengambil lehnya memilih pendapat yang mudah.
Sesungguhnya Rasulullah saw. apabila di-
hadapkan kepada dua pilihan saja, maka
beliau akan memilih yang paling mudah
selagi tidak menyebabkan dosa.77 Dalam
Shahih al-Bukhari, Aisyah iuga meriwa-
73 Fatuwa asy-Syaikh'Utaisy, op.cit., dar. hlm. 76.
7+ N-Mustashfa,op.cit..
7s Al-Ami dalam istilah ulam ushul fiqih adalah semua orang yang tidak mempunyai kelayakan untuk melakukan iltihad, meskipun
76 dia ahli dalam satu bidang ilmu selain ilmu menyimpulkan hukum dari sumber-sember dalilnya.
Musallam ats:Tsubut, jilid 2, hlm. 356; Irryad alFuhut, hlm. 240; Syarh al-Mahalli 'ala Jam' al-Jawamii jilid 2,hlm.328; Syarh al'
77 li/snawr, filid 3, hlm. 266; Rasm at-Mufti Hasyiyah lbnu Abidin, iilid 1, hlm. 59 dan setelahnya; Al-Fawa'id ol-Makkiyah,hlm.52.
Hadits riwayat Imam al'Bukhari" Malil! dan atrrinnidzi'
--
FrqlH Isr.,A,M f ruD 1
yatkan bahwa Nabi suka terhadap perkara pamanya adalah apabila seseorang ber-
yang ringan bagi umatnya. taklid kepada Imam Malik yang menya-
takan bahwa menyentuh wanita tanpa
Rasul saw. juga bersabda, "Aku diutus syahwat adalah tidak membatalkan wu-
dhu, dan pada waktu yang sama dia ber-
dengan ajaran yang lurus dan toleran."78 taklid kepada Imam asy-Syafi'i yang tidak
mewajibkan menggosok (ad-dalku) ang-
Beliau juga bersabda, " Sesungguhnya aga- gota wudhu, dan juga tidak mewajibkan
mengusap seluruh kepala, maka shalat
ma ini adalah mudah. Maka, janganlah orang tersebut adalah tidak sah menurut
kedua imam tersebul Karena, wudhu yang
seseorang mempersulit urusan agamanya.
dilakukan tidak sah menurut masing-
Kalau dia melakukan hal itu, maka dia
masing imam tersebut.
akan kalah."7e Beliau juga bersabda, "Se-
sungguhnya Allah SWT telah menetapkan Namun apabila kita perhatikan, syarat
beberapa kewajiban, menetapkan sunnah, yang disebut Imam al-Qarafi; 'asalkan fa-
tabbu' ar-rukhash itu tidak menyebabkan
menetapkan batasan-batasan, menghalal- seseorang melakukan perkara yang di-
anggap batal oleh semua imam yang di-
kan perkara yang dulunya diharamkan, taklidi' adalah tidak didukung oleh dalil
mengharamkan perkara yang dulunya di- nash atau ijma, melainkan syarat itu ada-
halalkan, dan juga telah menetapkan atur-
qn-aturqn agama. Dia telah menjadikan lah syarat yang ditetapkan oleh ulama
oturan itu mudah, toleran, dan luas. Dia yang hidup belakangan (muta'akhkhir),
tidak membuat aturan itu sempit."8o
sebagaimana yang ditetapkan oleh al-Ka-
Imam asy-Sya'bi berkata, "Apabila se- mal Ibnul Humam dalam kitab at-Tahrir.
seorang dihadapkan pada dua perkara, Apabila seseorang boleh tidak sependapat
kemudian dia memilih yang paling mudah dengan seorang muitahid dalam semua
di antara dua perkara tersebut, maka pi- pendapatnya-sebagaimana yang sudah
lihan itu adalah yang paling disukai oleh
saya terangkan-maka tentunya lebih
Allah." tepat untuk dikatakan, bahwa dia iuga
boleh tidak sependapat dengan sebagian
Imam al-Qarafi turut berkomentar me- pendapat imam tersebut, sebagaimana
ngenai masalah ini, tatabbu' ar-Rukhash yang dikatakan oleh pengarang Taisir
adalah dibolehkan dengan syarat ia tidak at-Tahrir. Kemudian pengarang tersebut
menyebabkan kepada mengamalkan per- berkata, "Tidak ada dalil dari nash dan
kara yang batil menurut semua madzhab iuga ijma yang menunjukkan bahwa bo-
yang ditaklidi. Dengan kata lain, bertaklid lehnya tatabbu' ar-rukhash tersebut
kepada madzhab selain madzhab yang apabila memang memenuhi beberapa
biasa dianut adalah dibolehkan, selagi
tidak menimbulkan talfiq,sr yang menye-
babkan seseorang melakukan perkara
yang disepakati batalnya oleh imam ma-
dzhab yang biasa dianutnya, dan iuga oleh
imam madzhab yang baru dia ikuti. Um-
7a Hadits riwayat imam Ahmad dalam al-Musnad, al-Khathib al-Baghdadi, Imam ad-Dalimi dalam Musnad a!-Firdaus. Dalam riwayat
lmam al-Khathib disebutkan, "Barangsiapa tidak sesuai dengan sunnohku, maka ia bukon termasuk golonganku!'
79 Hadits riwayat Imam al-Bukhari dan an-Nasa'i.
80 Hadits riwayat Imam ath-Thabrani dalam al-Mu'jam al-Kabir dari Ibnu Abbas r.a..
81 Tatfiq adalah,melakukan satu praktik amalan yangtidakada seorang mujtahid pun yangberpendapat demikian, seperti yang akan
kita terangkan nanti.
syarat, sehingga seorang muqallid wajib FrQtH lsr..AM JILrD 1
mengikuti seorang muitahid tertentu de-
ngan mempertimbangkan syarat-syarat semua permasalahan yang dihadapinya.
tersebut. Bagi orang yang mengaku ada
dalil yang mendukung pendapat ini, hen- Banyak ulama yang mengatakan, "Barang-
daklah mengemukakan dalil tersebut.
siapa bertaklid kepada seorang alim, ma-
Adapun informasi yang mengatakan
bahwa Imam Ibnu Abdil Barr menetapkan ka dia telah melepaskan diri dari Allah,"
bahwa tidak bolehnya orang awam me-
lakukan tatabbu' ar-rukhash adalah ber- "Perbedaan ulama adalah rahmat." Bah-
dasarkan iima, maka keshahihan infor- kan sebagian ulama juga ada yang me-
masi tersebut tidak dapat diterima. Ka- ngatakan, "Kamu telah mempersulit dan
laupun informasi tersebut memang benarl mempersempit perkara yang sebenarnya
maka keputusan adanya ijma tersebut luas dan longgar!" kepada orang yang
konsisten mengamalkan pendapat masy-
tidak dapat diterima. Karena, riwayat
hur dalam setiap tingkah lakunya.
Imam Ahmad mengenai fasiknya orang
yang melakukan tafabbu' ar-rukhash ada 3. Pendapat Imam asy-Syathibi. Imam asy-
dua pendapat. Sehingga, al-Qadhi Abu
Ya'la menerangkan bahwa riwayat yang Syathibi mempunyai pendapat yang sama
menegaskan kefasikan adalah bagi orang dengan pendapat Ibnus Sam'ani,82 yaitu
yang tidak melakukan ta'wil dan tidak seorang muqallid wajib melakukan taryih
muqallid.lbnu Abi Amir al-Haji dalam at-
Taqrir 'ala at-Tahrir berkata, "Sebagian di antara pendapat-pendapat madzhab,
ulama madzhab Hambali mengatakan,
apabila (ntabbu' ar-rukhash) tersebut di- dengan cara mempertimbangkan tingkat
dasari dengan dalil yang kuat atau orang keilmuan dan yang lainnya. Kemudian
yang melakukan adalah orang awam,
maka orang yang melakukannya tidak di- dia memilih pendapat yang lebih kuat.
hukumi fasik." Dalam kitab ar-Roudhah Hal ini karena pendapat-pendapat imam
karya Imam an-Nawawi juga disebutkan
madzhab bagi seorang muqallid bagaikan
bahwa lbnu Abi Hurairah mengatakan
dalil-dalil yang bertentangan di hadapan
(orang tersebut) tidak fasik. seorang mujtahid. Apabila seorang muj-
Kesimpulannya adalah prinsip meng- tahid wajib melakukan tarjih atau meng-
ambil pendapat yang mudah adalah se- hentikan proses tarjih (at-tawaqquf)
suatu yang dianjurkan (mahbub). Agama karena. dalil dari kedua belah pihak
Allah adalah mudah, ia tidak dimaksud-
kan untuk menyulitkan umatnya. Oleh sama kuat, maka seorang muqallid juga
waiib melakukan hal yang serupa. Hal
sebab itu, seorang muqallid hendaklah
ini karena pada kenyataannya, syariah
menggunakan tujuan tatabbu' ar-rukhash
adalah kembali kepada satu pendapat
ini dalam menghadapi beberapa perma- saja. Seorang muqollid tidak dibenarkan
salahan saja, bukan dalam menyikapi
memilih pendapat-pendapat tersebut (se-
8? N-btuwofaqat,iilid 4, hlm. t32-L55. suka hati tanpa didasari proses tarjih).
Kalau dia melakukan hal tersebut, maka
dia mengikuti hawa nafsu dan kepen-
tingannya. Padahal, Allah SWT melarang
seseorang mengikuti hawa nafsunya.
Allah SWT berfirman, "... Kemudion, jika
kamu berbeda pendapat tentang sesuatu,
maka kembalikanlah kepada Allah (Al-
Qur'an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu
ISIAM 1 -
It
'IIID
-.i
beriman kepada Allah dan hari kemudian. prinsip'mencari-cari kemudahan dalam ber-
Yang demikian itu, lebih utama (bagimu) bagai madzhab,' di antaranya adalah terlepas 'III
dan lebih baik akibatnya." (an-Nisaa': 59) dari aturan agama. Karena, seseorang akan
meninggalkan prinsip mengedepankan argu-
Kemudian Imam asy-Syathibi menerang- men, dan berpegang kepada prinsip 'ada-
kan secara panjang lebar akibat buruk yang nya perbedaan pendapat (menunjukkan ke-
ditimbulkan dari prinsip mengambil pendapat bolehan).' Akibat buruk lainnya adalah, tim-
yang mudah. bulnya sikap mempermudah urusan agama
fdalam arti yang negatif), karena tidak ada
Pertama: menyebabkan sesat dalam ber- aturan yang pasti; orang yang belum menge-
tahui madzhab lain akan meninggalkan pen-
fatwa karena mengkhususkan kawan karib
dengan memberinya fatwa berdasarkan ta- dapat yang sudah diketahui, dan beralih
tabbu'ar-rukhash. Ini berarti mengikuti hawa
melakukan sesuatu yang baru diketahui; ru-
nafsu dan kepentingan. saknya undang-undang sryasah syar'iyyahg3
Kedua: menyebabkan munculnya klaim karena standar keadilan akan ditinggalkan
oleh banyak orang kekacauan akan meraja-
bahwa perbedaan pendapat dalam suatu per- lela begitu juga kezaliman, pelanggaran hak-
hak, pengabaian aturan-aturan Allah {hudud),
kara merupakan dalil bagi bolehnya perkara orang yang melakukan kerusakan merajalela.
Selain itu, sikap tersebut juga akan menyebab-
tersebut. Hingga masyarakat menjadikan ada- kan terjadinya talfiq di antara madzhab, yang
akan memunculkan satu pendapat yang akan
nya perbedaan pendapat di kalangan ulama bertolak belakang dengan iima semua ulama
dan akibat-akibat buruk lainnya yang sangat
dalam suatu masalah, sebagai pegangan untuk
menetapkan bahwa sesuatu masalah itu boleh banyak.
(jawaz/mubah).
Keempat: menyebabkan seseorang mele-
Ketiga: menyebabkan seseorang akan
mencari-cari pendapat yang mudah di antara paskan diri dari hukum-hukum syarai bahkan
berbagai madzhab, dengan hanya berpegang mengabaikannya secara keseluruhan. Karena,
kepada prinsip bolehnya berpindah dari satu
madzhab ke madzhab lain secara keseluruhan, dia berpegang kepada prinsip mengambil
dan juga berpegang kepada prinsip kemudah-
pendapat yang paling ringan dari dua penda-
an yang ada dalam syariat Islam. Padahal, pat yang ada, bukannya mengambil pendapat
prinsip kelurusan dan kelonggaran (al-ha- yang paling berat. Padahal, semua tuntutan
nifiyyah as-samhah) dalam syariat tersebut agama (at-takalif ad-diniyyoh) adalah sukar
dibatasi dengan syarat 'apabila memang ke-
dan berat.
mudahan tersebut sesuai dan dibenarkan oleh
dasar-dasar syariat,' sehingga tatabbu' ar-ruk- Kelompok yang membolehkan tatabbu'
hash dan proses memilih pendapat tersebut ar-rukhash dalam beberapa masalah karena
tidak didasari oleh dorongan nafsu yang me- darurat atau karena suatu keperluan, ber-
nyebabkan bertentangan dengan dasar-dasar argumen dengan kaidah syar'iyah, "Kondisi
darurat menyebabkan bolehnya sesuatu yang
syara'.
Kemudian Imam asy-Syathibi menyebut-
kan beberapa akibat buruk menggunakan
As-Siyasah ary-Syar'$ryah adalah cara-cara adil yang dapat mengeluarkan kebenaran dari lingkungan kezaliman, dan yang
dapat menghalangi berbagai macam kezaliman. Apabila as-Siyasah asy-Syar'iyyah ini ditinggalkan, maka hak-hak dan
aturan-aturan akan terabaikan dan orang-orang yang suka melakukan kerusakan akan meraialela. Termasuk as-Siyasah asy-
Syar'iyyah adalah segala aturan yang diteapkan untuf< mengatur manusia, dan menghukul.:..n8 yang melakukan kesallhan.
FIqLH ISI/q'M IILID 1
asalnya dilarang." Imam asy-Syathibi menolak ketahuinya dalil yang menuniukkan shahihnya
pendapat mujtahid yang ditaklidi.sa
argumen mereka ini, karena bagaimanapun
Atas dasar ini semua maka pendapat imam
sikap tatabbu' ar-rukhash ini sama dengan
asy-Syathibi tidak mengenai sasaran, karena
sikap mengambil pendapat dengan dorongan
hawa nafsu dan kondisi darurat serta kon- beliau menekankan kepada pentingnya meng-
disi perlu yang diklaim tersebut tidak sam- amalkan ajaran dengan menggunakan dalil
pai kepada kondisi darurat dan kondisi perlu yang rajih dan menuntut konsisten dengan da-
yang telah ditetapkan oleh syara'. Selain itu, sar-dasar syara'. Dan ini semua adalah sesuatu
Imam asy-Syathibi juga menolak orang yang yang harus dilakukan dalam sikap taklid yang
berargumen dengan kaidah menjaga perbe- terpuji atau dalam mempraktikkan mengam-
daan pendapat (mura' atul-khilafl untuk mem- bil pendapat yang mudah di antara pendapat-
bolehkan mengambil pendapat yang ringan. pendapat madzhab.
Imam asy-Syatibi menegaskan bahwa kaidah
mura'otul khilaf ini tidak dapat menggabung- 2. TALFIQ
kan dua pendapat yang saling bertentangan,
dan juga tidak dapat menyebabkan dua pen- Yang dimaksud dengan talfiq adalah me-
dapat itu dilaksanakan secara bersama-sama. lakukan satu amalan yang tidak ada satu mui-
Menurut pendapat saya, sebab yang men- tahid pun yang berpendapat demikian. Dengan
dorong imam asy-Syathibi melarang melaku- kata lain, apabila seseorang melakukan suatu
kan tatabbu' ar-rukhash dan talfiq adalah si- amalan dengan bertaklid kepada dua madz-
kap beliau yang sangat menjaga sistem hukum hab atau lebih, kemudian mengakibatkan ter-
syari'at supaya tidak dilanggar oleh seseorang
hanya karena berpegang kepada prinsip "me- bentuknya satu bentuk paket amalan yang
tidak ada seorang mujtahid pun-baik imam
mudahkan untuk manusia". Namun apabila madzhab yang biasa ia ikuti maupun imam
kita perhatikan statemen-statemennya maka madzhab yang baru dia ikuti-yang mengakui
kita dapat mengambil kesimpulan bahwa be- kebenaran bentuk paket amalan tersebut.
liau terpengaruh dengan fanatisme madzhab Bahkan, imam-imam tersebut menetapkan
bahwa bentuk amalan campuran itu adalah
dan khawatir berbeda dengan madzhab imam
Malik meskipun beliau menggamalkan prinsip batal. Hal ini dapat terjadi apabila seorang
berpikir bebas. Selain itu beliau juga sangat muqallid menggunakan dua pendapat secara
menganjurkan taklid dan melarang ijtihad. bersamaan dalam melaksanakan satu masalah
tertentu.
Kami sependapat dengan imam asy-Sya-
thibi dalam sikap berhati-hati dalam menjaga Atas dasar uraian di atas, maka dapat di-
simpulkan bahwa yang dinamakan dengan
sistem hukum syariat, namun perlu diper- talfiq adalah menggabungkan praktik taklid
hatikan bahwa medan taklid atau talfiq yang kepada dua imam atau lebih dalam meng-
amalkan suatu perbuatan yang mempunyai
dibenarkan, adalah sebatas perkara-perkara beberapa rukun dan beberapa bagian, yang
antara satu bagian dengan lainnya saling ber-
yang memang tidak bertentangan dengan kaitan, dan setiap bagian tersebut mempunyai
hukum tersendiri secara khusus. Dan dalam
aturan yang telah diturunkan Allah SW'T, atau
dalam masalah yang tidak diketahui secara
pasti mana pendapat yang benar dan tidak di-
84 LihatA'tam al-Muwaqqi'i4 dalam pembahasan bentuk taqlid yang dipuii dan taklid yang dicela, jilid 2, hlm. 168; al-H waini, Tuhfah
ar-Ro yi as-Sadid, hlm. 39.
-
Isr.AM IrLrD 1 orang tersebut telah melakukan praktik talfiq,
di mana praktik wudhu dan shalatnya tidak
menetapkan hukum bagian-bagian tersebut, sah karena kedua imam tersebut tidak ada
para ulama berbeda pendapat. Namun, orang yang mengakui keshahihan praktik wudhu
yang talfiq bertaklid kepada seorang di antara dan shalat seperti itu.
ulama tersebut dalam hukum satu bagian saja,
sedangkan dalam hukum bagian yang lain dia Contoh lainnya adalah apabila ada sese-
bertaklid kepada ulama yang lain. Sehingga, orang yang menyewa suatu tempat selama
bentuk amalan yang dikeriakan itu merupakan sembilan puluh tahun atau lebih, namun dia
gabungan antara dua madzhab atau lebih. belum pernah melihat tempat tersebut. Dalam
masalah bolehnya menyewa dalam waktu
Umpamanya adalah seseorang bertaklid yang panjang, orang tersebut bertaklid kepada
kepada madzhab Syafi'i dalam masalah cukup-
nya mengusap sebagian kepala saja ketika Imam asy-Syafi'i dan Imam Ahmad, sedangkan
wudhu, dan pada waktu yang sama dia juga dalam masalah bolehnya menyewa barang
bertaklid kepada madzhab Hanafi atau Maliki tanpa melihat barang tersebut terlebih dahulu,
dalam hal menyentuh wanita, tanpa ada syah- orang tersebut bertaklid kepada Imam Abu
wat dan tanpa ada niat untuk menimbulkan
syahwat. Kemudian orang tersebut melakukan Hanifah.ss
shalat. Maka, dapat dikatakan bahwa orang
tersebut telah melakukan talfiq. Hal ini karena Masalah-masalah yang dibol ehkan talfiq
adalah sama dengan masalah-masalah yang
tidak ada salah satu pun dari imam-imam dibolehkan taklid, yaitu masalah-masalah ry-
madzhab yang diikuti tersebut mengakui tihadiyyah zhanniyyah [yang berdasarkan du-
sahnya bentuk wudhu yang dilakukan oleh gaan kuat). Adapun taklid dantalfiq dalam ke-
putusan-keputusan aksiomatik dalam masalah
orang tersebut. Imam asy-Syafi'i menganggap hukum agama-yaitu yang disepakati oleh
wudhu tersebut batal karena orang tersebut umat Islam bahwa orang yang menentang
sudah bersentuhan dengan wanita. Sedangkan
keputusan itu dihukumi kafir-adalah tidak
Abu Hanifah juga menganggap wudhu itu ti-
dibenarkan. Oleh sebab itu, amalan talfiqyang
dak mencukupi karena orang tersebut tidak menyebabkan sesuatu yang haram-seperti
mengusap seperempat bagian kepala, sedang-
kan Imam Malik juga tidak mengakui sahnya minuman keras dan zina-dapat berubah
wudhu tersebut, karena orang tersebut tidak
mengusap keseluruhan kepalanya atau tidak menjadi halal adalah tidak dibolehkan.
menggosok anggota wudhu dan sebagainya.
Sesungguhnya masalah tolfiq di antara
Contoh lainnya adalah apabila seseorang pendapat ,madzhab ini dianggap tidak ada
bertaklid kepada Imam Malik yang menyata-
oleh ulama muta'akhkhirin setelah abad ke-
kan bahwa tertawa terbahak-bahak dalam sepuluh Hijriyah, dengan alasan bertaklid
kepada madzhab selain madzhab yang biasa
shalat tidak membatalkan wudhu. Dalam wak- digunakan adalah boleh. Dan masalah ini tidak
pernah dibincangkan sebelum abad ketujuh
tu yang sama, orang tersebut juga bertaklid Hijriyah.
kepada Abu Hanifah dalam hal tidak batalnya Bolehnya mengamalkan talfiq adalah ber-
wudhu seseorang, apabila ia menyentuh za- dasarkan kepada hal-hal yang telah kita bahas
karnya, kemudian orang tersebut shalat. Maka,
8s Syarh al-lsnawi 'a!a Minhaj al-Boidhawi, iilid 3, hlm. 266; Syaikh Muhammad Sa'id Albani, 'Umdah at-Tahqiq fi at-Taqlid wat-Tatfiq,
91.
PengAntar llmu Flqlh FIQTH ISIAM JILID
sebelum ini. Di antaranya adalah mengikuti Sebagian ulama ada yang mensyarakan
harus menjaga perbedaan pendapat yang
satu madzhab secara konsisten dalam semua ada dalam madzhab (mura'atul-khilafl untuk
masalah bukanlah suatu kewajiban. Oleh se- membolehkan talfiq. Namun, pendapat ini
bab itu, orang yang tidak diwaiibkan meng- menyulitkan baik dalam masalah ibadah
ikuti satu madzhab berarti dia boleh melaku-
kan talfiq. Kalau seandainya bemadzhab ada- maupun dalam masalah muamalah. Sikap se-
lah wajib dan talfiq dilarang, maka akan me-
perti ini tidak sejalan dengan prinsip kelong-
nyebabkan ibadah-ibadah yang dilakukan oleh
orang awam menjadi batal. Karena, kebanyak- garan, kemudahan syariat, dan juga kesesuai-
an orang awam tidak mempunyai madzhab, annya dengan kemaslahatan manusia.
kalaupun dia bermadzhab. Maka, madzhab-
nya dalam berbagai masalah adalah madz- Ada juga yang mengklaim adanya ijma
yang menetapkan tidak bolehnya tatfiq (seperti
hab orang yang memberinya fatwa. Selain itu, yang diutarakan oleh lbnu Hajar dan sebagian
dengan dibolehkannya talfiq, maka kita telah ulama Hanafi). Namun, klaim ini memerlukan
membuka pintu kemudahan kepada khalayak dalil, dan pada kenyataannya banyak ulama
yang berbeda pendapat dalam masalah fal-
ramai.
fiq ini. Ini merupakan indikasi bahwa ijma
Bertaklid kepada seorang imam dalam
satu permasalahan tidaklah menghalangi se- tersebut tidaklah wujud.
seorang untuk bertaklid kepada imam lain
dalam permasalahan yang lain. Kita tidak Imam asy-Syufsyawani memberi komen-
boleh mengatakan bahwa seorang muqallid
mengamalkan satu bentuk amalan yang tidak tar dalam masalah melakukan satu amalan
diakui oleh dua imam mujtahid yang dianut-
nya itu, melainkan kita semestinya mengang- dengan menggabungkan dua madzhab atau
gap apa yang dilakukan oleh muqallid itu sama lebih. Dia berkata, "Sesungguhnya para pakar
seperti amalan orang yang meminta fatwa ushul fiqih berbeda pendapat dalam masa-
(mustafii), yang dalam amalan tersebut ter-
dapat pendapat-pendapat berbagai mufti se- lah ini. Pendapat yang benar adalah yang
cara tidak sengaja. Sehingga, prosesnya sama
membolehkannya." Ulama-ulama yang dapat
seperti proses berkumpulnya berbagai bahasa dipercaya juga menginformasikan adanya per-
dalam lisan orang Arab. tentangan pendapat dalam masalah ini, seper-
Seorang muqallid tidaklah mengikuti se- ti yang diutarakan oleh al-Amir al-Fadhil al-
mua imam dalam semua amalannya, melain-
kan ia mengikuti dua imam dalam satu masa- Baijuri. Demikianlah, menurut sebagian besar
lah tertentu, bukan dalam masalah lain yang ulama, klaim ijma yang bersumber dari rang-
dia bertaklid kepada selain dua imam tersebut. kaian ahad tidak wajib diamalkan. Mungkin
Adapun keseluruhan amal tidaklah wajib di-
pertimbangkan baik dalam iitihad maupun yang dimaksud ijma dalam masalah ini ada-
dalam taklid. lah kesepakatan sebagian besar ulama, atau
kesepakatan ulama dalam madzhab tertentu
saja.
Berikut ini akan saya uraikan pendapat-
pendapat ulama madzhab yang membolehkan
talfiq.86
86 Rasm al-Mufii,jilid 1, hlm. 6gi at-Tahrir wa Syarhuh,jilid 1, hlm. 350 dan setelahnya; al-lhkam fi Tomyiz al-Fatawa 'an al-Ahkam lil-
p Qarafi,hlm.250 dan setelahnyal'Umdatut-Tahqiq fit-Taqlid wat-Talfiq lil-Bani, hlm. 106 dan setelahnya; Muktamar pertama Majma'
Buhuts al-lslami, Makalah Syaikh as-Sanhuri, hlm.83 dan setelahnya dan Makalah Syaikh Abdurrahman al-Qalhud, hlm. 95
,!,
*i*
ft.
-7
IsLq,M f rLrD 1 kat menyatakan bahwa talfiq tidak boleh. Na-
mun, banyak ulama yang tidak setuju dengan
1. Pendapat ulama Hanaflyah
keputusan itu dan menyatakan bahwa talfiq
Al-Kamal ibnul Humam dan iuga murid-
nya Ibnu Amir al-Hajj dalam kitab at:Tahrir boleh dengan berdasarkan kepada dalil-dalil
dan juga syarahnya berkata, "Sesungguhnya yang banyak dan shahih.
seorang muqallid boleh bertaklid kepada siapa
2. Pendapat ulama Mallkiyah
saja yang ia kehendaki. Apabila seorang awam
dalam setiap menghadapi permasalahan me- Pendapat yang paling shahih dan yang
di-ra7ih-kan oleh ulama Maliki yang hidup be-
ngambil pendapat mujtahid yang dianggap lakangan (muta'akhkhirun) adalah pendapat
ringan olehnya, maka hal yang demikian itu yang menetapkan bahwa talfiq adalah boleh.
boleh dan saya tidak menemukan dalil yang Ibnu Arafah al-Maliki dalam Hasyiyah'ala asy-
melarangnya baik dalil naqli maupun aqli. Syarh al-Kabir karya ad-Dardir menyatakan
bahwa pendapat yang shahih adalah pendapat
Apabila ada seseorang yang mencari-cari pen- yang menetapkan bahwa talfiq adalah boleh.
dapat yang dirasa ringan dari pendapat para Imam al-Adawi juga memfatwakan bahwa
mujtahid yang memang mempunyai kelayakan talfiq boleh. Syekh ad-Dasuqi iuga me-raiih'
untuk berijtihad, maka saya tidak menemukan kan pendapat yang menyatakan bahwa talfiq
dibolehkan. Al-Amir al-Kabir juga menginfor-
dalil bahwa syara mencela sikap seperti ini. masikan dari guru-gurunya, bahwa pendapat
Bahkan, Rasulullah saw. suka terhadap hal yang shahih adalah pendapat yang membo-
lehkan talfiq, dan ini merupakan kelonggaran.
yang memudahkan umatnya."
Dalam kitab Tanqfh al-Fatawa al-Hamidi- 3. Pendapat ulama Syafi'iYah
yah karya Ibnu Abidin disebutkan bahwa hu- Sebagian ulama Syafi'i melarang berbagai
kum dapat ditetapkan dari gabungan berba- bentuk talfiq, sedangkan sebagian yang lain
gai pendapat. Al-Qadhi ath-Thursusi (wafat
758 H) juga membolehkan yang demikian. hanya melarang kasus-kasus talfiq tertentu
Mufti Romawi Abus Su'ud al-Amadi [wafat yang nanti akan diterangkan. Sedangkan se-
983 H) dalam Fatowa-nyaiuga membolehkan. bagian yang lain lagi, membolehkan tafiq
Ibnu Nuiaim al-Mishri [wafat 970 H) dalam
asalkan dalam permasalahan yang dihadapi
kitab kecilnya, Fi Bai' al-Waqf bi Ghubnin tersebut terkumpul syarat-syarat yang dite-
tapkan oleh madzhab-madzhab yang ditaklidi.
Fakhisyin juga menegaskan bolehnya tuAiq.
Dalam Fatawa al-Bazaziyah juga disebutkan 4. Pendapat ulama Hanabilah
bolehnya talfiq. Amir Bada Syah (w. 972 H)
juga berpendapat bahwa talfiq adalah boleh. Ath-Thursusi menceritakan bahwa para
Pada tahun 1307 H mufti Nablis, Munib Afandi qadhi madzhab Hambali melaksanakan hu-
al-Hasyimi, mengarang kitab kecil mengenai kum-hukum yang merupakan produk talfiq.
masalah taqlid, di mana beliau mendukung Demikianlah pendapat-pendapat ulama
yang membolehkan talfiq. Saya tidak menye-
praktik taqlid secara mutlak. Pakar fiqih yang butkan pendapat ulama-ulama yang berse-
hidup sezaman dengan mufti Nablis, Syekh berangan dengan ulama di atas, baik dalam
Abdumahman al-Bahrawi mengatakan bahwa,
"sesungguhnya pengarah risalah tersebut te-
Iah menerangkan perkara yang haq dengan
cara yang benar."
Kesimpulannya adalah keputusan yang
menyebar dan masyhur di kalangan masyara-
:,.
Isr-A.M IrLrD 1
masalah mengambil madzhab yang paling semua ulama, sebagai konsekuensi dari suatu
mudah atau dalam masalah totabbu' ar- amalan yang dilakukan dengan cara taklid.
rukhash, karena dalam pembahasan ini pen-
dapat ulama-ulama yang berseberangan ter- Syarat ini selain pada masalah ibadah mah-
sebut tidak tepat untuk disebut, dan juga kare- dhah. Adapun dalam masalah ibadah mahdhah,
na pendapat-pendapat tersebut tidak didu- maka boleh melakukan talfiq meskipun me-
nyebabkan seseorang harus membatalkan
kung dengan dalil syara'yang kuat. praktik amalan berdasarkan taklid yang telah
dilakukan, atau membatalkan perkara yang
BENTUK.BENTUK TAIF'Q YANG D'LARANG disepakati oleh semua ulama. Hal itu sebagai
Pendapat yang mengatakan boleh melaku- konsekuensi dari suatu amalan yang dilakukan
kan talfiq bukanlah mutlak semua bentuk tal- dengan cara taklid, selagi praktik talfiq terse-
but tidak menyebabkan seseorang keluar dari
y'q, melainkan ia dibolehkan dalam batasan- bingkai tuntutan-tuntutan syarai atau menye-
batasan tertentu. Oleh sebab itu, ada juga
praktik talfiq yang batal karena eksistensi tal- babkannya meniauh dari hikmah syara'karena
fiq itu. Umpamanya apabila praktik talfiq itu dia melakukan propaganda yang bertentangan
menyebabkan kepada penghalalan perkara- dengan aturan syariah atau mengabaikan tu-
juan-tujuan syara'.
perkara yang diharamkan seperti khamn zina,
dan semacamnya. Selain itu, ada juga praktik Contoh yang pertama, yaitu talfiq yang
talfiq yang dilarang karena adanya perkara menyebabkan seseorang harus membatalkan
yang menyertainya bukan karena eksistensi praktik amalan berdasarkan taklid yang telah
talfiq itu sendiri. Talfiq semacam ini ada tiga dilakukan, adalah seperti yang diuraikan da-
lam al-Fatawa abHindiyah: kalau seandainya
bentuk.87 seorang faqih berkata kepada istrinya, 'Anff
thaliqun al-Battah (Kamu adalah wanita yang
Pertama, mencari-cari pendapat yang ditalak sama sekali)," dan faqih tersebut ber-
mudah (tatabbu' ar-rukhash) dengan sengaja. pendapat bahwa talak yang diucapkannya itu
jatuh tiga. Kemudian dia dan istrinya melak-
Umpamanya adalah mengambil pendapat yang sanakan konsekuensi talak tiga tersebut dan
sang faqih sudah berkeyakinan bahwa istrinya
paling ringan dalam setiap madzhab tidak
dalam keadaan darurat dan tanpa ada udzur. adalah haram baginya. Namun, setelah itu sang
Larangan ini untuk mencegah terjadinya maf- faqih mempunyai pendapat baru yang mene-
tapkan bahwa ucapan talaknya tersebut hanya
sadah (sadd li zarai' al-fasad) yang berupa
menyebabkan jatuhnya talak raj'i, maka dia
pengabaian tuntutan-tuntutan syara'. tidak boleh mengembalikan wanita tersebut
Kedua, praktik talfiq yang bertentangan untuk menjadi istrinya, dengan berdasarkan
dengan keputusan hakim (pemerintah). Hal pendapatnya yang baru tersebut.
Begitu juga apabila sang faqih tersebut
ini karena maksud utama adanya ketetapan
hakim [pemerintah) adalah untuk menghi- pada awalnya menganggap bahwa ucapannya
langkan pertentangan dan perbedaan penda- itu menyebabkan jatuhnya talak raj'i dan dia
pat, dan supaya tidak ada kekacauan.
berkeyakinan bahwa wanita itu masih ber-
Ketiga, talfiq yang menyebabkan sese-
orang harus membatalkan praktik amalan
berdasarkan taklid yang telah dilakukan, atau
membatalkan perkara yang disepakati oleh
87 'Ilmdatut-Tahqiq fit-Taqtid wat-Talfiq, hlm.L21; al-lhkam fi Tamyiz al-Fatawa'an al-Ahkam, hlm. 79; Fatawa Syaikh'Utaisy, jilid l,
hlrn68,71.
:
7
ISIAM IILID 1 Pengantar llmu Flqlh
status istrinya. Namun, kemudian dia mem- 2. Talfiq tersebut dilakukan dalam satu ka-
punyai pendapat baru yang menetapkan bah- sus permasalahan tertentu, bukan dalam
kasus serupa yang berlainan. Umpamanya,
wa ucapannya tersebut menyebabkan iatuh seseorang melakukan shalat Zhuhur de-
talak tiga, maka wanita tersebut tetap tidak ngan mengusap seperempat bagian ke-
pala saja karena bertaklid kepada imam
diharamkan baginya. Hanafi, maka wudhunya itu tidak menjadi
batalapabila kemudian itu dia mempunyai
Apabila kita perhatikan, maka kita temu- keyakinan wajib mengusap seluruh ke-
kan ada dua syarat bagi batalnya talfiq model pala, karena mengikuti pendapat madz-
ini. hab Maliki.BB
1. Praktik amalan yang telah dilakukan ma- Contoh yang kedua yaitu talfiq yang
sih mempunyai efek. Sehingga apabila dia menyebabkan batalnya perkara yang disepa-
melakukan pendapat baru, maka hal itu kati oleh semua ulama, sebagai konsekuensi
dari suatu amalan yang dilakukan dengan cara
akan menimbulkan pencampuradukan taklid. Yakni, apabila ada seseorang bertaklid
amalan GaAiil yang tidak diakui oleh kepada Abu Hanifah dalam masalah akad ni-
imam-imam madzhab yang dianut. Con- kah tanpa wali. Dengan taklidnya ini, maka
tohnya adalah, apabila seseorang ber-
taklid kepada madzhab asy-Syafi'i dalam akad nikah tersebut sah dan mempunyai kon-
masalah mengusap sebagian kepala, dan sekuensi sahnya talak yang dijatuhkan setelah
kemudian dia bertaklid kepada Imam itu. Karena, semua ulama bersepakat bahwa
Malik yang menyatakan bahwa anjing talak akan wujud apabila akad nikahnya sah.
Kalau seandainya orang tersebut telah men-
adalah suci, dan kedua pendapatnya itu jatuhkan talak tiga kepada istrinya, namun
dilakukan dalam satu shalat. Begitu iuga kemudian dia ingin bertaklid kepada imam
kalau seandainya seorang mufti yang tak- asy-Syafi'i dalam hal tidak jatuhnya talak yang
lid kepada madzhab Hanafi menetapkan, diucapkan karena akad nikah yang dilakukan
bahwa talak ba'in yang dijatuhkan oleh adalah tanpa wali, maka hal yang seperti itu
seseorang yang terpaksa kepada istrinya tidak boleh dilakukan. Karena, hal itu akan
adalah sah. Kemudian orang tersebut menyebabkan batalnya perkara yang disepa-
menikah dengan saudara perempuan kati oleh semua ulama (yaitu talak merupa-
istrinya tersebut. Namun, kemudian ada kan konsekuensi dari sahnya akad nikah). Ini
seorang mufti Syafi'i yang memfatwakan adalah keputusan yang logis supaya hubung-
bahwa talak orang yang terpaksa tersebut an suami istri yang selama ini terjalin tidak
tidaklah berpengaruh apa-apa. dianggap sebagai hubungan yang haram, dan
Dengan demikian, maka orang terse- supaya anaknya tidak dianggap sebagai anak
zina. Oleh sebab itu, talfiq tersebut tidak di-
but tidak boleh berjimak dengan istri benarkan. Begitu juga dengan semua hal yang
menyebabkan mempermainkan ajaran agama,
pertamanya, karena dia bertaklid kepada
madzhab Hanafi. Dan dia juga tidak boleh
berjimak dengan istri keduanya, karena
dia bertaklid kepada madzhab Syafi'i.
Oleh sebab itu, suatu amalan yang sudah
dilaksanakan tidak boleh dibatalkan, se-
bagaimana putusan qadhi yang sudah
ditetapkan juga tidak boleh dibatalkan.
88 Rasm at-Mufti fi Hasyiyah lbni Abidin,jilidl, hlm. 69 dan setelahnya.
FIQIH ISIAM,ILID 1
menyakiti manusia, atau membuat kerusakan nya, dan mereka harus adil. Selain itu, harus
dipertimbangkan juga bahwa dalam menikah-
di muka bumi ini. kan anak tersebtrt memang ada kemaslahat-
an bagi sang anak, dan bagi pihak istri yang
Di antara contoh bentuk talfiq yang di' menikahkan adalah walinya yang adil dan di
depan dua saksi yang adil. Apabila ada satu
larang karena bertentangan dengan ijma ada- syarat yang tidak terpenuhi, maka praktik
lah apabila ada seseorang menikah dengan nikah tahlil tersebut tidak sah karena ter-
wanita tanpa maha4 tanpa wali, dan tanpa masuk nikah/asid (rusak).
saksi, karena taklid dan menggabungkan se-
mua madzhab. Namun, semua madzhab itu HIIKUM TALFIICPO DALAM TUNTWAM
tidak mengakui bentuk akad nikah yang se- TUNTIT|AN SYARA'
demikian itu. Hal ini iuga merupakan talfq Cabang-cabang aturan syara' dapat dike-
lompokkan kepada tiga bagianel:
yang dilarang, karena ia bertentangan dengan
ijma dan tidak ada satu imam pun yang mem- L. Aturan-aturan syara' yang dibangun di
bolehkannya.se atas prinsip kemudahan dan kelonggar-
Contoh bentuk talfiq yang dilarang lain- ?r, sehingga pelaksanaannya berbeda-
nya adalah apabila seseorang menjatuhkan
talak tiga kepada istrinya, kemudian sang istri beda disesuaikan dengan kondisi masing-
menikah dengan anak lelaki berumur sembi- masing orang yang dituntut.
lan tahun dengan maksud tahlil (supaya wa-
2. Aturan syara'yang dibangun di atas prin-
nita tersebut halal menikah dengan suaminya
lagi setelah berpisah dengan suami muhal- sip kehati-hatian dan wara.
lil). Sang anak tersebut taklid kepada madz- 3. Aturan syara' yang ditetapkan dengan
hab Syafi'i dalam masalah sahnya akad nikah tujuan utama untuk kemaslahatan dan
yang seperti itu. Kemudian sang anak tersebut
telah melakukan hubungan suami istri dengan kebahagiaan hamba.
wanita tersebut, dan kemudian sang anak Bentuk pertama, merupakan jenis-jenis
bertaklid kepada madzhab Hambali dalam hal ibadah mahdhah. Dalam bentuk pertama ini
menjatuhkan talak dan tidak perlu ada masa
'iddah, lalu seketika itu juga suami pertama dibolehkan mempraktikkan talfiq. Karena,
wanita tersebut menikah lagi dengan wanita tujuan utama ibadah ini adalah melaksana-
kan perintah Allah dan merendahkan diri di
tersebut. hadapan-Nya, dengan tidak perlu mengam-
bil sikap yang menyulitkan. Oleh sebab itu,
Bentuk talfiq semacam ini dilarang, ka- hendaklah ibadah semacam ini tidak diprak-
rena ia akan menyebabkan permasalahan tikkan secara berlebih-lebihan, karena berle-
bih-lebihan dalam hal ini akan menyebabkan
nikah ini dipermainkan. Oleh sebab itu, asy-
Syaikh al-Ujhuri asy-Syafi'i berkata, "Bentuk kerusakan.
nikah seperti ir\i pada zaman kita adalah di- Adapun mengamalkan ibadah yang ber-
larang. Oleh sebab itu, mengamalkan masalah hubungan dengan harta benda, maka wajib
ini adalah tidak sah dan tidak boleh. Madzhab mengambil sikap tegas karena berhati-hati
Syafi'i mensyaratkan orang yang menikahkan
anak kecil lelaki adalah ayahnya atau kakek-
8e Sayrh at-Tanqih lil-Qarafi, hlm.386.
e0 Sesungguhnya tatfiq dalam taklid terhadap madzhab-madzhab adalah memilih hukum-hukum yang ditetapkan oleh beberapa
madzhab fiqhiyyah dengan cara mentaklid madzhab-madzhab tersebut
'umdaut:laheiQiil-Bani,hlm.t27dan:{::t:lahn},a.
rrqlH Isr.n"M IIUD 1
supaya hak-hak fakir miskin tidak terabaikan. sipil (a/-mu'amalat al-muduniyyah), hukuman
OIeh sebab itu, dalam masalah ini tidak tepat hudud dan ta'zir, membayar sepersepuluh
apabila kita mengambil pendapat yang lemah pajak tanaman (a/- usyur), pajak tanah (a/-
atau melakul<an talfiq di antara semua madz-
hab sehingga menghasilkan produk hukum kharafl, membayar seperlima dari barang
yang memihak kepada kemaslahatan orang
yang berkewajiban zal<at. Dan pada waktu yang tambang yang ditemukan, aturan ahwal syakh-
sama, mengabaikan hak fakir miskin. Dengan shtyyah, akad pernikahan, dan konsekuensi-
demikian, dalam masalah ini kita wajib mem-
beri fatwa dengan pendapat yang lebih hati- konsekuensinya seperti aturan perpisahan
hati dan lebih memihak kepada kemaslahatan antara suami dan istri, yang semuanya harus
fakir miskin. dibangun di atas prisip menciptakan kebaha-
giaan di antara suami, istri, dan juga anak.
Bentuk kedua, adalah aturan-aturan sya- Semuanya itu dapat terjadi apabila hukum-
ra'yang berupa larangan. Dalam hal ini, prin- hukum yang ditetapkan dalam masalah ke-
sip berhati-hati dan mengambil sakap wara'
hendaklah dipertimbangkan semampu mung- luarga ini menekankan pentingnya ikatan
kin,ez karena Allah SWT tidaklah melarang
pernikahan, dan mengutamakan terwujudnya
sesuatu melainkan ada kemudharatan di da- kehidupan yang harmonis, sebagaimana telah
lamnya. Oleh sebab itu, dalam perkara-per- digariskan oleh Allah SWX "
kara ini kita tidak boleh mengambil sikap to-
leran atau mempraktikkan talfiq, kecuali da- U-r"5,:,sfri,bt:;9'E61i; SyYi .
f,t/ , t
lam keadaan darurat menurut syara'. Karena,
keadaan darurat dapat menyebabkan boleh- "...Talak (yang dapat dirujuk) itu dua kali.
nya sesuatu yang asalnya dilarang.
(Setelah itu suami dapat) menahan dengan
Atas dasar semua itu, maka kita tidak bo- baik atau melepaskan dengan baik...." (al-
leh melakukantalfiq dalam masalah larangan-
larangan yang berhubungan dengan hak-hak Baqarah:229)
Allah fhak-hak sosial kemasyarakatan) demi
terjaganya sistem dan aturan umum syariah Oleh sebab itu, hukum-hukum fiqih yang
dan terbinanya kemaslahatan dalam masya- selaras dengan prinsip-prinsip di atas dapat
rakat. Begitu juga kita tidak boleh melakukan diamalkan, meskipun menyebabkan adanya
p raktik ta lfi q dalam masalah larangan-la rang- talfiq, asalkan talfiq yang dibolehkan. Namun
an yang berhubungan dengan hak-haksesama, apabila praktik talfiq yang digunakan men-
hamba (hak privat seseorang), demi terlin- jadi pintu bagi orang-orang untuk memper-
dunginya hak-hak manusia dan supaya mereka mainkan permasalahan nikah dan talak, maka
tidak terancam oleh marabahaya. talfiq seperti ini termasuk talfiq yang tercela
dan dilarang. Sikap seperti ini perlu diambil
Bagian ketiga adalah hukum-hukum mua- untuk menegaskan, bahwa hukum asal al-
malat yang meliputi pengaturan masyarakat abdhaq3 adalah haram dan untuk menjaga
hak-hak wanita dan juga kehormatan sistem
nasab.
Dalil bahwa hukum-hukum tersebut dibangun di atas prinsip kehati-hatian adalah hadits Nabi saw.,"Tinggalkan opa yang meragu-
kanmu dan lakukanlah apa yang tidak meragukanmul' itgahadits,"Apabila keharaman dan kehalalon berkumpul, maka keharaman
akan mengalahkan kehalalan."
AI-Abdha' adalah bentuk iamak dari kata budh'un yang mempunyai arti 'alat kelamin perempuan' dan juga 'hubungan suami istri'
(jimak).
ISLAM lrllD 1
Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa itu, dia dibolehkan mengamalkan pendapat
aturan muamalat, pengaturan harta benda, yang berbeda dengan pendapat yang diamal-
kan dalam madzhabnya. Dengan kata lain, dia
hukuman-hukuman yang ditetapkan oleh sya-
boleh bertaklid kepada imam selain imam
ra', hukum qishash, dan sebagainya adalah madzhab yang asalnya dia ikuti. Dan dia bo-
leh menggabungkan syarat-syarat yang ada
aturan-aturan yang ditetapkan dengan tuiu- dalam madzhab-madzhab tersebut, sehingga
an untuk menciptakan kemaslahatan umum dia dapat menggabungkan dua amalan yang
dan kemanfaatan di antara manusia. OIeh se- bertentangan dari dua kasus amalan yang
berbeda, yang antara satu dengan lainnya ti-
bab itu, pendapat-pendapat madzhab yang dak ada hubungannya. Dia juga tidak berhak
wajib diambil adalah pendapat-pendapat menyalahkan amalan gabungan yang dilaku-
kannya itu, hanya dengan alasan dia bertaklid
yang lebih dapat menciptakan kemaslahatan kepada imam yang lain. Karena, suatu amal-
dan kebahagiaan manusia, meskipun harus an yang sudah dikerjakan tidak akan gugur
melalui praktik talfiq. Karena, usaha ini adalah sebagaimana putusan hakim yang sudah di-
untuk mendukung terbinanya kemaslahatan tetapkan."
yang merupakan tujuan aturan-aturan sya-
ra'. Selain itu, perlu diperhatikan iuga bahwa Imam asy-syurnubalali juga mengatakan,
kemaslahatan manusia selalu berubah sesuai "Orang tersebut juga boleh bertaklid setelah
dengan perubahan masa, adat kebiasaan, dan selesai melakukan suatu amalan. Contohnya
perkembangan peradaban dan pembangunan. adalah apabila ada orang yang telah selesai
melakukan shalat, dan dia mempunyai duga-
Standar kemaslahatan yang dibincangkan
an kuat bahwa shalatnya sah berdasarkan
dalam pembahasan ini adalah semua perkara
yang dapat menjamin terjaga dan terpeliha- madzhab yang dianutnya. Namun setelah se-
ranya dasar-dasar universal yang beriumlah
lima, yaitu [1]. Terpeliharanya agama; t21. lesai shalat, dia mengetahui bahwa shalatnya
Terpeliharanya jiwa; [3] Terpeliharanya akal;
[4]. Terpeliharanya nasab; [5]. Terpelihara- tersebut tidak cocok dengan aturan madzhab-
nya harta benda. Melindungi kemaslahatan nya, sehingga tidak sah menurut madzhab ter-
merupakan tujuan yang ingin dicapai oleh sebut. Namun, bentuk shalat yang dilakukan
syara', sebagaimana ditegaskan oleh Al-Qur'an, itu dianggap sah oleh madzhab lain. Maka,
As-Sunnah, dan juga ljma, yaitu melindungi orang tersebut boleh bertaklid kepada imam
al-mashlahah al-mursalah al-maqbulah (ke- madzhab yang lain tersebut, dan shalatnya
pun sudah mencukupi. Dalam kitab al-Baz-
maslahatan yang tidak disebutkan dalam zaziyah disebutkan bahwa ada riwayat yang
bersumber dari Abu Yusuf, bahwa dia melaku-
nash-nash agama, namun ia iuga tidak dinafi- kan shalat fumat setelah mandi dari tempat
kan oleh nash-nash tersebut). mandi umum (hammam). Setelah selesai sha-
lat, dia diberi tahu bahwa pada tempat mandi
Setelah menerangkan beberapa cabang umum tersebut ada bangkai tikus, Maka dia
pun berkata, 'Kita mengikuti pendapat sauda-
dari prinsip-prinsip madzhab, Imam asy- ra-saudara kita di Madinah yang mengatakan
Syurnublali al-Hanafi dalam kitab al-Aqd al' bahwa apabila ada air sebanyak dua kulah
Farid menegaskan bahwa talfiq adalah boleh.
Dia berkata, "Dari uraian yang telah lalu, maka
kita dapat menyimpulkan bahwa seseorang
tidaklah diwajibkan mengikuti satu madz-
hab tertentu secara konsisten. Oleh sebab
--t
FIQIH ISI"AM JILID 1
(qullatain), maka ia tidak terpengaruh dengan dengan ucapan pihak perempuan saia. Se-
adanya najis."'ea mentara itu, dalam masalah talak ditetapkan
fadi, dapat disimpulkan bahwa standar bolehnya melangsungkan hubungan pernikah-
boleh dan tidaknya melakukan talfiq adalah an setelah ada rujuk dari pihak laki-laki yang
apabila talfiq tersebut menyebabkan roboh-
nya pilar-pilar syariah dan rusaknya aturan telah menjatuhkan talak tiga dengan satu kali
syariah serta hikmahnya, maka ia termasuk perkataan. Karena, bentuk ucapan talak yang
ta lfiq yang dilarang. Terlebih lagi kalau sampai demikian dianggap Talak Satu atau Talak Raj'i.
mempraktikkan al-hiyal [mereka-reka bentuk
Ini adalah bentuk talfiq yang tidak dilarang,
amalan supaya terlepas dari tuntutan yang karena terjadinya talfq tersebut (dalam prak-
memberatkan) yang dilarang.es tiknya) tidak disengaja.
Adapun praktik talfiq yang mengakibat- Dengan demikian, maka pendapat yang
kan semakin kokohnya pilar-pilar syariah dan
semakin memantapkan aturan-aturan serta menetapkan bolehnya talfiq, secara umum
hikmahnya, sehingga benar-benar dapat me- adalah pendapat yang dalilnya lebih kuat
wujudkan kebahagiaan manusia di dunia dan
akhirat, seperti memudahkan urusan ibadah apabila dibanding dengan pendapat yang me-
dan memelihara kemaslahatan dalam urusan larang. Apalagi praktik talfiq tersebut dapat
muamalah, maka ia termasuk jenis talfiq yang merealisasikan kemaslahatan individu dan
juga kemaslahatan bersama. Tofiq tersebut
dibolehkan, bahkan dituntut untuk dilaku- sama sekali tidak menyebabkan timbulnya
mafsadah yang biasanya ditimbulkan oleh
kan. praktik talfiq yang dilarang. Kalaulah kita
menetapkan bahwa semua bentuk talfiq ada-
M EM I LIH PENDAPAT.PENDAPAT YANG MUDAH lah dilarang namun kita juga perlu mengingat
DALAM PEM BUATAN UN DAN@UN DANG bahwa pilihan seorang hakim terhadap satu
Secara hukum syar'i, tidak ada larangan pendapat-yang kemudian ia menjadikan
bagi hakim atau pemerintah (waliyul-amrf)
untuk mengambil pendapat-pendapat madz- pendapat itu sebagai undang-undang*dapat
hab yang paling mudah. Sebab, apa yang menyebabkan pendapat tersebut menjadi
dilakukan oleh hakim atau pemerintah ini kuat. Meskipun, dalam dunia fiqih pendapat
bukanlah termasuk bentuk talfiq yang di- itu asalnya adalah pendapat yang dhaif, se-
larang, karena hukum-hukum yang dipilih dari bagaimana ditetapkan oleh ulama. Bahkan,
berbagai madzhab tersebut adalah hukum- mengikuti undang-undang tersebut adalah
hukum bagi perkara-perkara yang berlainan, wajib, selagi ia tidak diyakini secara
yang antara satu dengan yang lainnya tidak ada sebagai bentuk kemaksiatan.
hubungannya, sebagaimana yang telah kami
Usaha memilih hukum-hukum dari ber-
terangkan. fika dalam pelaksanaan hukum- bagai madzhab untuk dijadikan undang-un-
dang telah dimulai sejak awal abad kedua
hukum tersebut terjadi praktik talfiq, maka ia puluh. Yaitu, ketika pemerintahan Utsmaniy-
terjadi bukan karena disengaja. Sehingga tidak yah merasa perlu melonggarkan kebebasan
mengapa, seperti pendapat yang mengata-
kan sahnya akad nikah tanpa wali dan cukup transaksi, syarat-syarat transaksi, dan tempat
transaksi. Karena, interaksi perdagangan dan
industri semakin meningkat, teknik perda-
e4 fiRasm al-Mufti Hasyiyah lbni Abidin, jilid, L, hlm. 70.
es Lihat contoh-contohnya dalam A'lam al-Muwaqgiln, lilid 3, hlm. 255.
FIqLH ISI.A.M IILID 1
gangan dalam dan luar negeri semakin ber- jaza'i [janji untuk membayar kerugian
? kembang munculnya bentuk hak-hak baru finansial sebagai ganti keterlambatan me-
t seperti hak sastra, hak cipta, dan hak penemu- laksanakan kesepakatan) dibolehkan, ka-
i an, perlunya transaksi asuransi (at-ta'min) rena mengikuti pendapat al-Qadhi Syuraih.
1
bagi barang-barang impo4 semakin luasnya 3. Menganggap akad adalah sempurna de-
medan transaksi perindustrian yang dilaku- ngan hanya terpenuhinya kesepakatan da-
kan oleh industri-industri besa[ dan juga lam unsur-unsur yang utama, meskipun
perlunya bentuk akad untuk mendatangkan unsur-unsur yang terperinci tidak disebut.
barang-barang dan perabot-perabot utama Dengan prinsip ini, maka ketidaktahuan
untuk memenuhi keperluan pemerintah, atas barang yang diakadi tidaklah mem-
pabri( laboratorium, dan juga madrasah. bahayakan akad. Akad dengan mengguna-
Atas pertimbangan di atas, maka kekua- kan harga pasaran atau harga yang akan
saan Utsmaniyah mengubah undang-undang stabil pada suatu hari, juga dibolehkan.e6
Mahkamah No. 64 tahun 1332 Hllgl4 M Pada tahun 1336 H Pemerintahan Uts-
dengan undang-undang baru, yang prinsip- maniyyah mengeluarkan aturan-aturan hak
prinsip dasarnya diambil dari madzhab selain keluarga yang dipraktikkan hingga sekarang.
madzhab Hanafi, seperti madzhab Hambali Aturan itu mengambil keputusan-keputusan
tiga madzhab selain madzhab Hanafi dan
dan madzhab Ibnu Syubrumah. Kedua madz- mengambil pendapat-pendapat dhaif yang
hab ini memperlonggar masalah kebebasan ada dalam madzhab Hanafi. Pada tahun 1920,
kemudian tahun 7929, kemudian tahun 1936,
penetapan syarat-syarat akad. Sehingga, ke- Pemerintah Mesir mengeluarkan undang-un-
dang yang diambil dari keputusan-keputusan
dua madzhab ini lebih dekat dengan prinsip madzhab yang berbeda-beda. Hingga seka-
rang, pemerintah Mesir menggunakan dalam
Kekuasaan Kehendak Undang-undang [SuI- undang-undang tersebut aturan-aturan ke-
than al-Iradah al-Qanunf), yang menegaskan
luarga yang ditetapkan oleh Pemerintahan
bahwa transaksi adalah aturan dua belah Utsmani. Penentuan undang-undang itu diha-
diri oleh ulama-ulama besar dan pakar hukum
pihak orang yang bertransaksi. Selain itu, ke-
syar'i dari berbagai madzhab. Dalam membuat
dua madzhab tersebut juga membolehkan keputusan mereka mempertimbangkan pe-
rubahan zaman, perkembangan kehidupan so-
tiga prinsip yang dicantumkan dalam undang- sial, perubahan kemaslahatan dan hajat, dan
undang baru tersebut. Tiga prinsip tersebut perubahan situasi dan sistem.
adalah: Contoh undang-undang yang dibuat de-
ngan cara talfiq adalah undang-undang Wa-
1. Memperluas perkara-perkara yang dapat
diakadi, supaya dapat mencakup semua
bentuk akad yang mentradisi dan bentuk-
bentuk akad yang muncul kemudian.
2. Membolehkan semua bentuk kesepakat-
an dan syarat, selagi tidak bertentangan
dengan ketentuan umum, adab, undang-
undang khusus, undang-undang harta
yang tidak bergerak, undang-undang ah' siatWajibah No. 71 pasalT6-79 dalam undang-
wal syakhshiyyah, dan w.akaf. Dengan de- undang al-ahwal asy-syakhshiyyah Mesir yang
mikian, maka teori rusaknya akad dalam
madzhab Hanafi tidak dipakai, dan syarat dikeluarkan pada tahun L946. Undang-un-
dang ini dibuat untuk menghadapi masalah
FIqLH ISTAM IITID 1
bagian waris anak-anak lelaki si mayit dalam dalam kedua masalah ini, maka jangka wak-
keadaan ayah si mayit masih hidup. Undang- tunya adalah tiga puluh tiga tahun. Aturan ini
terdapat dalam undang-undang Mahkamah
undang Syria tahun 1953 juga mengikuti Syariah Mesir tahun 1880. Begitu juga dengan
undang-undang Mesir tersebut, meskipun ada tidak diterimanya pengakuan pernikahan
perbedaan antara keduanya. Undang-undang
atau talah setelah meninggalnya salah satu
Mesir tidak membedakan antara anak lelaki dari suami atau istri. Kecuali jika pengakuan
dan perempuan mayit. Sementara, undang-
undang Siria hanya menetapkan anak lelaki tersebut didukung dengan surat-surat resmi
saja, adapun anak perempuan mayit dianggap yang dapat menghilangkan keraguan. Aturan
sebagai dzawil arham yang mendapat bagian ini terdapat pada Pasal 31 tahun 1897 dalam
undang-undang Mesir.
warisan. Undang-undang ini diambil dari
E. ATURAN.ATURAN SYARA' DALAM
berbagai pendapat fiqih, seperti pendapat
Ibnu Hazm az-Zahiri, pendapat para tabi'in, MEMILIH PENDAPAT YANG PALING
MUDAH
salah satu riwayat dalam madzhab Hambali,
madzhab Ibadhi, dan tidak membatasi diri Sepanjang pengamatan saya, saya belum
pada satu pendapat fiqih tertentu. menemukan ulama ushul fiqihyang membahas
secara khusus masalah ini. Namun demikian,
Contoh undang-undang yang dibuat de- aturan-aturan syara' dalam masalah memilih
ngan cara talfiq antara madzhab empat dan pendapat yang paling mudah, secara umum
dapat dieksplor dari pembahasan-pembahas-
lainnya, dengan mempertimbangkan kebutuh-
an ulama ushuf fiqih dan juga para fuqaha
an manusia adalah: bolehnya memberi wasiat yang telah menerangkan masalah talfiq, ta-
kepada ahli waris tanpa bergantung kepada tabbu' ar-rukhash, dan taklid.
izin ahli waris yang lain. Keputusan ini ter- Aturan-aturan ladh-dhawabith) tersebut
dapat pada Pasal 37 dalam undang-undang
wasiat Mesir no. 77 tahun 1946. Keputusan adalah:
ini diambil dari pendapat sebagian mufassi-
run, di antaranya adalah Abu Muslim al-Ash- L. Praktik mengambil pendapat yang paling
fihani, dan juga sebagian fuqaha selain madz- mudah harus dibatasi dalam masalah-
masalah ijtihadiyah yang masuk kategori
hab empat, seperti sebagian imam Syi'ah
Zaidiyah, sebagian imam Syi'ah Imamiyyah masalah cabang (furu) yang istinbath-
dan Isma'iliyyah. nya didasarkan kepada dalil-dalil zhanni.
Dengan kata lain, medan garapannya ha-
Contoh lainnya adalah, penetapan diteri- rus dalam masalah-masalah amaliah yang
manya kesaksian harus disertai dengan buk- hukumnya ditetapkan dengan cara zhonni,
ti-bukti yang kuat seperti tulisan, surat resmi,
dll., supaya dapat menghilangkan keraguan seperti produk-produk hukum dalam
karena perubahan zaman dan semakin lemah-
masalah ibadah, muamalah, ahwal syakh-
nya semangat keberagamaan manusia. Begitu
shiyyah, dan kriminal yang sumbernya
juga dengan tidak diterimanya tuduhan/pe- tidak berasal dari nash yang qath'i, ijma,
ngakuan setelah lewat lima belas tahun. Ke-
cuali dalam masalah wakaf dan warisan, jika atau qiyas yang jelas.eT
Qiyas Jali adalah qiyas yang 'illat-nya diielaskan dalam nash, atau tidak dijelaskan oleh nosh tetapi dapat dipastikan bahwa antara
al-Ashl dan al-Far'memang tidak ada perbedaan seperti diqiyaskannya memukul orang tua dengan berkata ftuss dalam hal ke-
haraman keduanya.