Bagaan 1: TBADAH FIq!H ISIAM JITID 1
sebab yang dituntut oleh agama adalah me- Mengenai cara tayamum, mereka menga-
ngurangkan debu. |uga, disunnahkan meng-
hadap kiblat dan membaca dua syahadat takanee6 hendaklah orang yang berkenaan
berniat supaya dibolehkan melakukan amal-
setelah tayamum sama seperti ketika wudhu. an/ibadah yang dilakukan dengan tayamum.
Contohnya seperti supaya boleh melakukan
Mencabut cincin sewaktu melakukan te- shalat fardhu karena hadats kecil atau hadats
pukan pertama disunnahkan dan mencabut besarl dan sebagainya. Kemudian hendaklah
cincin pada tepukan yang kedua ketika me-
dia membaca bismillah. Namun, basmalah
ngusap tangan hukumnya wajib.
gugur jika terlupa. Kemudian hendaklah dia
Sunnah mengerjakan shalat dua rakaat menepuk tanah atau debu dengan mem-
sesudah tayamum, hal ini diqiyaskan dengan buka jari jari supaya tanah dapat sampai di
wudhu. Bersiwak sebelumnya juga disun- celah-celahnya. Selain tanah, barang-barang
nahkan, yaitu di antara bacaan bismillah dan yang ada debunya yang suci juga boleh di-
pemindahan tanah ke anggota tayamum, sa- tepuk seperti pakaian, hamparan, tikar; dan
sebagainya. Tepukan itu adalah satu tepukan
ma seperti sewaktu wudhu. Yaitu, bismillah di- saja dan dilakukan setelah cincin dilepas,
supaya tanah dapat sampai ke tempat di balik
baca di antara membasuh dua tangan dengan
cincin.
berkumur.
fika tanah [debu) itu tidak banyak, maka
Ulama madzhab Hambali mengatakan makruh meniupnya supaya tidak kehabisan
bahwa bismillah, tertib, d,an muwaalaat ada- debu sehingga menyebabkan dia perlu mem-
Iah wajib dalam tayamum sama seperti dalam
wudhu. Mereka tidak menganggap hal-hal buattepukan semula. Kemudian hendaklah dia
tersebut sebagai kesunnahan tayamum. Ke- mengusap mukanya dengan bagian dalam jari-
sunnahan dalam tayamum bagi mereka ha- jarinya, dan mengusap kedua tangan dengan
nyalah melewatkannya hingga akhir waktu bagian telapak tangannya. Hal ini berdasarkan
pilihan (al-mukhtaar), jika memang dia meng-
hadits Ammar yang telah lalu, di mana Nabi
harapkan adanya air. Hal ini berdasarkan
Muhammad saw. menerangkan tentang taya-
kepada perkataan Sayyidina Ali r.a. tentang mum, "Satu tepukan untuk muka dan kedua
orang yang junub. "Mencari hingga akhir tapak tangan.'4e7
waktu, jika dia mendapatkan air. fika tidak,
hendaklah dia bertayamum." fuga, dengan Dia boleh mengusap dengan dua tepukan
di mana salah satunya untuk muka dan satu-
alasan bahwa mengakhirkan shalat hingga nya lagi untuk dua tangan hingga ke siku. Ini
setelah makan, sesudah membuang air supaya adalah cara yang baik.
tidak mengganggu khusyuk juga disunnahkan.
Mereka juga mengatakan melewatkan shalat Perkara yang Dimakruhkan dalam Tayamum
untuk memperoleh jamaah adalah disun- Dalam perbincangan mengenai kesunnah-
nahkan. Maka, melewatkan tayamum supaya an tayamum, madzhab Hanafi menjelaskan
mendapatkan air adalah lebih utama. Mereka
juga menganggap menepuk-nepukkan (meng- bahwa makruh meninggalkan salah satu dari
kesunnahan-kesunnahan tersebut, dan mak-
gerak-gerakkan) jari sebagai sunnah (bukan ruh juga mengulangi usapan.
fardhu).ees
ees At-Mughni,jilid I, hlm. 243,254.
ee6
ee7 Kasysyalul Qina',lilid I, hlm. 204 dan halaman seterusnya: al-Mughni,Jilid I. hlm.524.
Riwayat Ahmad dan Abu Dawud dengan sanad yang shahih.
Isr."A.M rrrrD 1 Bagan 1: IBADAH
Menurut pendapat ulama Maliki, makruh tidak ada air. Karena, sesuatu yang boleh
melakukan usapan lebih dari sekali. Demikian dilakukan karena udzur akan batal ketika
juga makruh melakukan banyak cakap selain udzur itu hilang.
dzikrullah. Makruh juga memanjangkan usap-
3. Melihat air atau sanggup menggunakan
an hingga melebihi dua siku yang biasa disebut
ghurrah dan tahjil. air yang mencukupi, meskipun hanya se-
Menurut pendapat ulama Syafi'i, dimak- kali usapan-menurut madzhab Maliki
ruhkan memperbanyak debu, mengulangi dan Hanafi-dan meskipun tidak men-
usapan, memperbarui tayamum, meskipun se- cukupi-menurut madzhab Syafi'i dan
Hambali. Keadaan tersebut hendaklah
sudah mengerjakan shalat dan mengibaskan
debu yang ada pada tangan sesudah tayamum terjadi sebelum melakui<an shalat, bukan
sempurna. sewaktu shalat. Hal ini disepakati oleh
Menurut pendapat ulama Hambali, mak-
semua ulama. Air tersebut juga hendak-
ruh mengulangi usapan, memasukkan tanah lah lebih dari keperluannya, seperti un-
ke dalam mulut dan hidung, menepuk tanah tuk menghilangkan haus, membuat adon-
Iebih dari dua kali, dan meniup tanah yang an tepung, dan membasuh najis. Sebab
digunakan tayamum jika ia memang sedikit, menurut ulama Hanafi dan Maliki, h€-
7. PERKARA YANG MEMBATALKAN menuhi keperluan dan juga air yang tidak
mencukupi menyebabkan kondisi sese-
TAYAMUMeeE orang disamakan dengan kondisi tidak
ada air.
L. Setiap perkara yang membatalkan wudhu
Ulama Hanafi berpendapat, jika se-
dan mandi adalah membatalkan taya- seorang melewati tempat air dalam ke-
adaan mengantuk, maka dia dihukumi
mum, karena tayamum adalah pengganti
kedua-duanya. Perkara yang membatal- sama seperti orang yang terjaga, yaitu
kan hukum asal juga membatalkan peng- tayamumnya menjadi batal.
gantinya. f ika seseorang bertayamum Melihat Air Sewaktu Shalat
untuk junub kemudian dia berhadats, fika seseorang melihat air ketika se-
dang shalat, maka tayamumnya batal
maka dia menjadi orang yang berhadats menurut ulama Hanafi dan Hambali. Tha-
bukan orang yang berjunub. Dia hen- harah itu batal karena telah hilang sebab-
daklah berwudhu dan membuka khuf-nya nya. Ditambah lagi shalat asalnya adalah
harus dengan wudhu. Dan apabila dia
jika memang dia memakai khul Setelah
melihat air, maka artinya dia sanggup me-
itu, hendaklah dia mengusap kedua khuf lakukan shalat dengan yang asal (wudhu).
itu selama dia tidak mendapatkan air. Terdapat juga dalil dari nash seperti dalil
mengenai "pengulangan shalat."
2. Hilangnya udzur yang membolehkan ta-
yamum. Contohnya seperti perginya mu-
suh, sakit yang sudah sembuh, hilang
hawa dingin, ada alat untuk mendapat
. air, dan dibebaskan dari kurungan yang
ee8 Ad-Durrul Mukhtar,lilidl,hlm.234-236; Muraqi al-Falalr, hlm. 21; al-Lubab,lilid l, hlm. 37 dan halaman seterusnya; Fathul Qadir,
Jilid I, hlm. 91 dan halaman seterusnya; al-Bada'ii Jilid I, hlm. 56; asy-Syarhush Shaghin lilid l, hlm. I99; asy-Syarhul Kabir. lilid,l,
hlm. 158; al-Qawanin al-Fiqhiyyah, hlm. 38; Bujirmi al-Khathib,lilid I, hlm. 258-261; Mughnil Muhtaj, Jilid I, hlm. l0l; al-Muhadz-
dzab,lilidl,hlm.36;al-Mughni,lilid I, hlm.268- 272;Kosysyaful Qinajlilid I, hlm.I90;Ghayatul Muntaha, f ilid I, hlm.63 dan halaman
seterusnya.
Baglan 1: IBADAH FIQIH ISIAM JILID 1
Menurut ulama madzhab Maliki taya- wajib mengulanginya. Tetapi jika dia da-
mumnya tidak batal dan menurut ulama
madzhab Syafi'i, jika dia seorang musafir, lam keadaan safa4 di mana perjalanannya
maka tayamumnya tidak batal karena dia
dibenarkan shalat dengan tayamum. Allah tidak untuk tujuan maksiat, maka dia
tidak perlu mengulanginya. Hal ini telah
SWT berfirman,
dijelaskan pada pembahasan terdahulu.
ffi#r;' $5i{;
4. Habisnya Waktu. Menurut ulama Hambali,
".,dan janganlah kamu merusakkan
segala omolmu." (Muhammad: 33) tayamum menjadi batal jika waktunya
Amalannya sebelum melihat air ada- sudah terlewat. Ulama Hambali menam-
bahkan, jika waktu shalat telah terlewat
lah telah sempurna dan menurut kaidah, padahal orang tersebut sedang melaku-
kan shalat, maka tayamumnya batal. Be-
ia akan tetap. fuga, diqiyaskan dengan gitu juga shalatnya, sebab thaharah ini
melihat air setelah selesai shalat, sebab berakhir dengan berakhirnya waktu, jadi
melihat air bukanlah satu hadats. Oleh
shalatnya dianggap batal.
karena itu, ia tidak membatalkan shalat.
5. Murtad. Ulama madzhab Syafi'i berpen-
Langkah ini diambil untuk menjaga ke- dapat, tayamum menjadi batal apabila
orang yang melakukannya itu murtad. Hal
hormatan shalat. ini berbeda dengan wudhu karena wudhu
Menurut ulama Syafi'i, shalat orang itu kuat, sedang penggantinya [tayamum)
adalah lemah. Tetapi dalam kasus ini,
mukim akan batal jika dia melihat air
niat wudhu tersebut juga batal. Oleh
ketika sedang shalat. Karena seperti yang karena itu, niat itu harus diperbaharui.
telah dijelaskan dahulu, bahwa dia wajib
mengulangi shalatnya karena adanya air. Apalagi tayamum dilakukan supaya boleh
melakukan shalat, sedangkan shalat tidak
Ulama Maliki mengecualikan keadaan sah jika ada riddoh (murtad). f adi, murtad
orang yang lupa akan adanya air. Siapa dapat membatalkan tayamum, meskipun
secara gambaran saja seperti riddah yang
yang terlupa bahwa dia mempunyai terjadi pada anak-anak.
ain lalu dia bertayamum dan sudah me- Menurut ulama madzhab Hanafi dan
lakukan takbiratul ihram, kemudian dia lain-lainnya, tayamum tidaklah batal di-
teringat, maka shalatnya batal jika wak- sebabkan murtad. Oleh karena itu, jika dia
kembali memeluk Islam, maka dia boleh
tunya masih lapang. menggunakannya untuk shalat. Karena,
yang dihasilkan oleh tayamum adalah sifat
Mendapatkan Air Setelah shalat suci sedangkan kekufuran tidak mengha-
puskan suci. Hal ini sama seperti dalam
fika seseorang melihat air setelah wudhu. Apalagi, murtad membatalkan
pahala amalan, bukannya menghilangkan
waktu shalat habis, maka para fuqaha
bersepakat bahwa dia tidak perlu lagi hadats.
mengulanginya, demi mengelakkan ke-
6. |arak waktu yang lama antara tayamum
susahan. fika dia melihat air ketika sedang
shalat, maka menurut jumhur selain ula- dan shalat. Menurut ulama Maliki, jarak
ma Syafi'i, dia tidak perlu mengulanginya.
Adapun menurut ulama Syafi'i, jika orang waktu itu dapat membatalkan tayamum,
tersebut dalam keadaan mukim, maka dia
karena mereka mensyaratkan muwaalaat
FIQIH ISTAM JITID 1 kan perbuatan yang menyerupai perbuatan
shalat. Dia hendaklah ruku' dan sujud jika
antara tayamum dengan shalat seperti memang ada tempat yang kering. Dia tidak
yang telah disebutkan. boleh membuat isyarat dengan cara berdiri.
Dia juga tidak boleh membaca bacaan shalat
8. HUKUM ORANG YANC TIDAK MEMPUNYAI dan juga tidak boleh berniat. Dia hendqklah
mengulangi shalat jika sudah mendapatkan
DUA ALAT BERSUCT (AtR DAN DEBU) air ataupun tanah.
Seseorang yang tidak mempunyai dua Adapun orang yang terputus dua tangan
alat untuk bersuci, yaitu air dan tanah se-
perti orang yang terkurung di tempat yang dan dua kakinya, jika ada luka di mukanya,
dua alat bersuci tersebut tidak ditemui, di maka dia boleh shalat tanpa thaharah dan
tempat najis yang tidak mungkin ditemukan tidak perlu bertayamum. Menurut pendapat
tanah untuk menyucikan, seperti seseorang yang paling ashah, orang tersebut tidak perlu
melihat kondisi yang perlu menggunaan mengulangi shalatnya.
air seperti (ada orang atau hewan yang) ke- Orang yang terperangkap (terpenjara),
jika melakukan shalat dengan tayamum hen-
hausan, dia mendapati tanah yang basah daklah mengulangi shalatnya jika dia memang
dan dia tidak mempunyai alat seperti api orang mukim (bukan musafir). Hal ini karena
dalam kasus ini seperti tidak ada darurat, se-
untuk mengeringkannya, atau dia berada di bab air dapat diperoleh di tempat tersendiri.
atas kapal, tetapi tidak dapat mengambil air. Berbeda dengan musafir yang biasanya tidak
menemukan ait; maka dia tidak perlu meng-
Termasuk juga orang yang tidak sanggup ulangi shalatnya. Inilah pendapat madzhab
Syafi'i seperti yang telah dijelaskan dalam
untuk menggunakan air dan juga tidak mam- pembahasan yang lalu, yaitu tentang "meng-
pu bertayamum karena sakit dan sebagainya,
seperti orang luka yang kulitnya tidak boleh ulangi shalat."
disentuh dengan air wudhu.
Madzhab Maliki
Hukum orang yang tidak mempunyai
alat bersuci seperti ini ada dua pendapat. Menurut pendapat yang mu'tamad dalam
Menurut jumhur; dia wajib mengerjakan madzhab ini, seseorang yang tidak mempu-
shalat dan wajib mengulangi shalatnya itu.
Hal ini menurut ulama madzhab Hanafi dan nyai dua alat bersuci [air dan tanah) atau-
Syafi'i. Adapun menurut ulama madzhab
pun hilang kemampuan untuk menggunakan
Hambali, orang tersebut tidak wajib meng- keduanya seperti orang yang dipaksa atau
yang diikat, maka shalatnya gugur baik yang
ulangi shalatnya. Menurut ulama Maliki, dalam berbentuk tunai ataupun qadha. Oleh karena
pendapat yang mu'tamad, shalatnya telah gu- itu, dia tidak perlu shalat tunai dan juga ti-
gur. Adapun secara terperinci, pendapat ini dak perlu qadha'. Kedudukannya sama seperti
adalah sebagai berikut.eee perempuan yang sedang haid. Hal ini karena
air dan tanah adalah syarat wajib bagi pelak-
Madzhab Hanafi
Pendapat yang difatwakan dalam madz-
hab ini adalah pendapat Abu Yusuf dan
Muhammad al-Hasan, yaitu orang yang tidak
mempunyai dua alat bersuci wajib melaku-
Ad-DurrulMukhtanJilidl,hlm.232;Muraqial-Falah,hlm.21.; osy-SyarhushShaghlafilidl,hlm.200danseterusnya;asy-SyarhulKabir,
Jilid I, hlm. 162; al-Majmu', f ilid II, hlm. 351 : al-Muhadzdzab, Jilid I, hlm. 35; Mughnil Muhtaj,ltlid l, hlm. 105 dan seterusnya; Kasysyaful
Qina',lllid I, hlm. 95 dan seterusnya.
Bog|an 1: IBADAH FIQIH ISIAM IITID 1
sanaan shalat, sedangkan dalam kasus ini Madzhab Hambali
syarat itu tidak ada. Dan syarat wajib qadha'
juga bergantung kepada kewajiban melaksana Orang yang tidak mempunyai dua alat
secara tunai, sedang kewajiban melaksanakan
secara tunai itu tidak diperintahkan. bersuci hendaklah melakukan shalat fardhu
saja. Shalat itu wajib dilakukan menurut ke-
Madzhab Syafi'i adaannya. Hal ini berdasarkan kepada sabda
Menurut ulama Syafi'i, orang yang tidak Rasulullah saw.,
mempunyai air dan tanah hendaklah melaku- "Apabilo aku menyuruh kamu melakukan
kan shalat fardhu saja. Menurut pendapat
sesuatu, hendaklah kamu lakukan menurut
dalam madzhab jadid, shalat itu hendaklah
kemampuanmu."
dilakukan menurut keadaan, yaitu dengan niat
dan bacaan saja untuk menghormati waktu. Lemahnya syarat tidak bisa menjadi
Dia tidak boleh melakukan shalat sunnah. alasan untuk meninggalkan apa yang disyarat-
Tetapi, shalat yang dilakukan itu hendaklah kan (al-Masyruth). Keadaan orang seperti ini
sama seperti orang yang tidak sanggup me-
diulang lagi apabila dia sudah mendapatkan
nutup aurat dan tidak mampu menghadap
air atau tanah di tempat yang tidak ada air.
Karena, udzur ini jarang sekali terjadi. Oleh kiblat. Artinya, pendapat mereka sama seperti
pendapat ulama Syafi'i.
karena itu, hukumnya tidak boleh berterusan.
Apalagi, ketidakmampuan melakukan salah Mereka mengatakan bahwa shalat itu ti-
satu syarat shalat fbersuci). bukan berarti dak perlu diulang. Hal ini berdasarkan riwa-
menyebabkan boleh meninggalkan shalat se- yat Aisyah r.a., bahwa dia telah meminjam
perti menutup aurat, menghilangkan najis, kalung Asma, lalu dia menghilangkannya.
menghadap kiblat, berdiri dalam shalat, dan
Rasulullah saw. kemudian mengutus bebe-
membaca. rapa orang untuk mencari kalung itu. Setelah
Orang yang ada najis di badannya dan dia mereka menemui kalung itu, waktu shalat
tidak bisa membasuhnya karena takut sakit pun tiba, tetapi mereka tidak mempunyai air.
Maka, mereka melakukan shalat tanpa wu-
[binasa), dan juga orang yang tertahan sehing- dhu. Setelah itu, mereka memberi tahu Rasu-
lullah saw., dan Allah SWT menurunkan ayat
ga tidak dapat melakukan shalat, sama hu- mengenai tayamum.1000 Rasulullah saw. tidak
kumnya dengan orang yang tidak mempunyai menyuruh mereka mengulangi shalatnya.
air dan tanah. Mereka hanya wajib melakukan Dan wudhu, adalah salah satu syarat shalat.
shalat fardhu saja. Namun, orang yang ber- Oleh karena itu, ia menjadi gugur ketika ada
ketidakmampuan; sama seperti syarat-syarat
junub hanya boleh membaca al-Faatihah saja.
shalat yang lain.
Pendapat yang paling kuat menurut
Seseorang yang shalat dalam keadaan
ulama Syafi'i adalah shalat dilakukan seper- tidak mempunyai dua alat bersuci tidak boleh
menambah lebih dari membaca bacaan atau
ti biasa dan hendaklah diulangi, jika sudah perbuatan yang mengesahkan shalat. Oleh
karena itu. dia hendaklah membaca al-Faati-
mendapatkan air. Karena, memang tidak ada
nash yang jelas yang menerangkan hukum hah saja, bertasbih sekali saja, memendekkan
shalat orang yang seperti ini.
rooo Muttalaq'ataih.
ISLAM I[rD 1
tuma'ninah, ruku', sujud, duduk antara dua darah istihadhah, ialah darah yang keluar ke-
sujud, tasyahud awal dan akhir sebatas yang tika seorang wanita itu dalam keadaan sakit,
menjadi syarat saja. Kemudian hendaklah dia dan ia bukanlah darah haid karena Rasulullah
saw. bersabda, "lttt adaloh 'irq (turun darah)
mengucapkan salam. bukan haid.'40o1
Di samping itu, dia tidak boleh melakukan
Sementara itu, darah nifas adalah darah
shalat sunnah dan tidak boleh menjadi imam yang keluar bersama keluarnya bayi. Setiap
bagi makmum orang yang bersuci dengan air darah yang keluar dari kemaluan perempuan,
ataupun tanah. Karena, orang yang suci tidak
ada hukumnya. Dalam pasal ini, kita bagi
boleh mengikut [berimam) kepada orang
kepada empat pembahasan.
yang berhadats yang mengetahui hadatsnya.
Namun, dia boleh menjadi imam kepada orang 7. DEFINISI HAID DAN MASANYA
yang sama sepertinya.
a. Ilefinlsi Hald
Selain dalam shalat, dia tidak boleh mem-
baca Al-Qur'an jika dia orang yang berjunub, Kata haid menurut bahasa artinya adalah
haid, atau nifas. Shalat menjadi batal jika fbanjir/mengalir). Oleh sebab itu, apabila ter-
dia berhadats atau terkena najis yang tidak jadi banjir pada suatu lembah, maka orang
dimaafkan dalam masa shalat, karena hadats Arab menyebutnya sebagai hoadha al-waadi.
dan najis itu tidak sesuai dengan amalan Menurut istilah syara', haid ialah darah
yang keluar dari ujung rahim perempuan ke-
shalat. tika dia dalam keadaan sehat, bukan semasa
Shalat orang tersebut tidak batal hanya melahirkan bayi atau semasa sakit, dan darah
disebabkan waktu shalat telah lewat. Hal ini
tersebut keluar dalam masa yang tertentu.
berbeda dengan shalat orang yang bertayamum, Kebiasaannya, warna darah haid adalah hi-
tam, sangat panas, terasa sakit, dan berbau
karena dalam keadaan seperti itu tayamum
busuk.
menjadi batal, maka shalatnya juga batal.
Shalat jenazah dihukumi batal jika mayat- Hukum berkenaan haid ini terdapat da-
nya tidak dimandikan dan tidak ditayamum- lam Al-Qur'an, yaitu dalam firman Allah SWT,
kan, karena memang tidak ada air dan tanah.
Kuburan tersebut boleh digali selagi mayat "Dan mereka menanyakan kepadamu (Mu-
belum hancur dengan tujuan untuk dimandi-
kan atau ditayamumkan. Karena, hal itu ada- hammad) tentang haid.,.." (al'Baqarah= 222)
lah mashlahah (kebaikan) sekiranya tidak ada
mafsadah (kerusakan). Tetapi jika khawatir Terdapat sebuah hadits dalam kitab Sha-
mayat itu akan hancur, maka tidak boleh di- hih al-Bukhari dan Muslim yang diriwayatkan
oleh Aisyah r.a., bahwa Rasulullah saw. ber-
gali. sabda tentang haid,
G. HAID, NIFAS, DAN ISTIHADHAH i:\ ot;; ;; k?tt io'' ti
Darah yang keluar dari kemaluan wanita "lni adalah perkara yang telah ditetapkan
ada tiga macam yaitu darah haid, darah isti- oleh Allah SWT kepada qnak-anak Adam yang
perempttan."
hadhah, dan darah nifas.
Darah haid ialah darah yang keluar ketika
seorang wanita dalam keadaan sehat. Adapun
1001 Riwayat al"Bukhari dan Muslim, Nash yang lengkap akan diterangkan nanti,
b. Waktunya FrqLH IsrAM )tLrD 1
Haid mulai keluar ketika perempuan antara 50 hingga 70 hendaklah ditanya, apa-
mulai masuk umur baligh, yaitu ketika lebih bila mereka mengatakan darah yang keluar
kurang sembilan tahun qamariyah1oo2 hingga dari kelaminnya adalah darah haid atau
masa terputusnya haid yang disebut dengan
mereka meraguinya, maka darah itu dihukumi
sin al-ya's [umur putus haid). fika perempuan
mendapati darah [keluar dari kemaluannya) sebagai darah haid. Begitu juga anak pe-
sebelum umur sembilan tahun ataupun se-
telah dari "umur putus haid," maka darah itu rempuan murahiqah (yang berumur antara 7
bukanlah darah haid, tetapi darah penyakit hingga 13 tahun), hendaklah ditanya juga.
atau turun darah. Menurut ulama madzhab Syafi'i, tidak ada
batasan akhir bagi "umur putus haid." Selama
Perempuan yang sudah mengalami haid, dia hidup, maka selama itulah dia mungkin
maka dia menjadi baligh dan mukallaf. Oleh mengalami haid. Tetapi menurut kebiasaan,
umur putus haid ialah pada usia 62 tahun.
sebab itu, dia dituntut menjalankan seluruh
kewajiban syara' seperti shalat, puasa, haji, Ulama madzhab Hambali menetapkan
dan sebagainya. Adapun anak lelaki, ia men- "umur putus haid" adalah usia 52 tahun,
jadi baligh apabila ia bermimpi dan keluar Mereka berpegang pada kata-kata Aisyah,
mani, ataupun jika dia telah mencapai umur
"Apabila perempuan mencapai umur 50
lima belas tahun. tahun, maka dia talah keluar dari batasan
Para ahli fiqih berbeda pendapat menge-
haid.'1004 Aisyah juga mengatakan, "Dia tidak
nai penentuan "umur putus haid," karena tidak mengandung lagi setelah mencapai umur 50
ada nash yang jelas. Mereka hanya berpandu
12[qn."1oos
kepada kajian mengenai keadaan perem-
Apakah Perempuan yang MenElandungl Blsa
puan.1oo3 Mengalaml Hald?
Ulama Hanafi, menurut pendapat yang Dalam masalah ini, para ahli fiqih berbeda
difatwakan atau pendapat yang terpilih [al- pendapat.
mukhtaar), mengatakan bahwa "umur putus
haid" ialah 55 tahun. fika setelah umur itu Ulama madzhab Maliki dan Syaf i-menu-
perempuan masih melihat darah yang kuat, rut pendapat madzhab fadid yang azhhar-1006
hitam, atau merah pekat maka darah itu mengatakan bahwa perempuan yang mengan-
dianggap haid. fadi berdasarkan pendapat dung kadang-kadang bisa didatangi haid, dan
ini, maka pendapat madzhab yang zhahir
menganggap jika darah itu tidak hitam dan adakalanya didatangi darah hingga akhir
tidak merah peka! maka darah itu adalah
masa mengandung. Namun biasanya, orang
darah istihadhah. yang mengandung tidak didatangi haid. Dalil
Menurut ulama Maliki, "umur putus haid"
mereka ialah ayat yang disebut di atas yang
ialah 70 tahun. Perempuan yang berumur bersifat mutlak dan juga hadits-hadits yang
menunjukkan bahwa haid itu merupakan ta-
biat wanita. Apalagi, haid adalah darah yang
biasanya keluar secara tiba-tiba. Oleh karena
1002 S"tu tahun Qamariyah ialah 354 7/5 ,l/6hari.
7003 Muraqial-Fatatr,hlm.23;Hasyiahash-Shawi,Jilidl,hlm.208;TuhfatuthThultab,hlm.33;al-Hadhramiyruh,hlm.27;al-Mughni,lilidl,
hlm. 363; ad-Durntl Mukhtar Jilid I, hlm.279 dan seterusnya.
looa Disebutkan oleh Imam Ahmad.
100s Riwayat Abu Ishaq asy-syalanji.
1006 Bidayatul Muitair'dJilid I, hlm .75; asy-syarhush Shaghir, Jilid Lhtm.?lLi Mughnit Muhtaj,lilid I, Nm. t1S.
Isr."A.M ]rilD 1
itu, orang hamil (mengandung) pun boleh adalah tanda ketiadaan haid, sebagaimana
kedatangan haid sama seperti orang yang hadits ini juga menjadikan suci sebagai tanda
tiadanya haid. Lagipula, masa mengandung
tidak hamil. merupakan masa di mana pada kebiasaannya
Ulama madzhab Hanafi dan Hambali1007 wanita tidak didatangi haid. OIeh karena itu,
mengatakan bahwa perempuan yang mengan- darah yang didapatinya semasa mengandung
bukanlah darah haid. Dalam kasus ini, kedu-
dung tidak akan didatangi haid, meskipun dukannya sama seperti orang yang sudah
"putus" dari haid.
darah itu keluar sebelum keluar sebagian
Berdasarkan pendapat ini, maka sese-
besar bayi yang lahir. Ini menurut madzhab
Hanafi. Dan menurut ulama madzhab Ham- orang yang mengandung apabila keluar darah,
bali, mereka mengatakan bahwa darah yang
keluar pada dua atau tiga hari sebelum maka dia tidak boleh meninggalkan shalat,
bersalin ialah darah nifas. karena ia adalah darah penyakit (fasad) bukan
Dalil mereka adalah sabda Nabi Muham-
darah haid. Demikian juga dia tidak boleh
mad saw, mengenai tawanan [wanita) Awtas, meninggalkan puasa, i'tikaf, thawal dan iba-
dah lainnya. Dia juga tidak boleh melarang
,F .1ti ;r,ti'e e S,; G;,t suaminya menyetubuhinya karena ia tidak
z7:*,.> o,.ei: eo. sedang haid. Wanita yang mengandung dan
melihat darah keluar dari kemaluannya, ma-
"Janganlah disetubuhi wanitn yang mengan-
dung sehingga dia melahirkan anakdan janganlah ka ia disunnahkan mandi apabila darah itu
pulo disetubuhi wanita yang tidak mengandung berhenti. Ini adalah Iangkah untuk menghin-
dar dari perbedaan pendapat, utamanya ula-
sehingga dia telah datang hoid."1008
ma yang mengatakan wajib mandi.
fadi, hadits ini menyatakan bahwa ke- Warna Darah
Sebagaimana disepakati oleh seluruh ahli
luarnya darah haid merupakan tanda bersih-
Fiqih,1010 darah haid yang keluar pada hari-
nya rahim. Hal ini menunjukkan bahwa haid hari biasa setiap bulan, ialah adakalanya hi-
tidak akan dapat bersatu dengan kehamilan. tam, merah, kuning, atau keruh (pertengahan
antara hitam dengan putih). Darah yang ber-
Rasulullah saw. mengomentari Ibnu Umar, ke- warna kuning dan keruh apabila keluarnya
tika dia menceraikan istrinya dalam keadaan setelah masa biasa keluar haid, maka ia tidak
haid, dianggap sebagai haid. Berhentinya haid da-
pat diketahui dengan adanya warna putih,
)vG ti ry6,irrbX
yaitu dengan cara perempuan berkenaan
"Hendaklah dia mencerafkannya aon^
memasukkan kain yang bersih atau kapas ke
keadaan suci atau hamil."looe dalam kemaluannya, untuk melihat apakah
masih ada sisa darah atau tidak.
fadi, hadits ini menjelaskan bahwa hamil
7007 Ad-DurrulMukhtanfilidl,hlm.263;al-Mughni,Jilidl,hlm.361 danseterusnya;KasysyafulQinaililid,l,hlm.232.
1008 Riwayat Imam Ahmad dan Abu Dawud dari Syuraik al-Qadhi.
1009 Riwayat al-Jama'ah, kecuali Imam al-Bukhari dari lbnu Umar (Noilul,4 uthan lilid IV hlm. 221).
1010 Fathut gadir ma'a Hasyiyah al-'tnayah lilid l,hlm. tL2; al-Lubab, Jilid I, hlm .47; asy-Syarhush S/ragtrrr, f ilid I ,hlm.207; Mughnil Muhtai,
tilid I, hlm. LL* Hasyiah al-Bajuri,lilLdl,hlrn,tl? Karysyaful Qinal lilid I hlm.2a6; al-Bada'i',liltd.l, hlm. 39,
i,td4
Baglan 1: IBADAH IsrAM IrrrD 1
Pendapat ulama Hanafi juga mengatakan, rempuan dibagi kapas (yang dimasukkan ke
dalam kemaluannya untuk menguji apakah
bahwa warna darah haid ada enam yaitu
hitam, merah, kuning, keruh, kehijauan, dan masih ada darah atau tidak). fika terdapat
warna seperti tanah. Ini menurut pendapat warna kuning dan keruh, maka itu adalah
yang ashah. Sewaktu haid jika dilihat ada dari darah haid." Lalu Aisyah berkata lagi,
darah dengan warna-warna tersebut, maka "Tunggulah hingga engkau mendapati air
ia adalah darah haid sehingga ia mendapati putih,"rott maksudnya ialah hingga suci dari
warna putih; yang berarti darah haid sudah
berhenti. Ini dapat diuji sendiri oleh perem- haid.
puan yaitu dengan cara memasukkan kapas
Bukti yang mengatakan bahwa warna
ke dalam kemaluannya, dan jika didapati
kuning dan keruh setelah masa haid tidak di-
berwarna putih, maka dia telah suci dari haid. anggap haid ialah kata-kata Ummu Athiyah,
Kehijauan (khudhrah) adalah sejenis war-
"Kami tidak menganggap apa-apa terhadap
na keruh. Darah ini keluar pada wanita yang
makan makanan tertentu sehingga merusak darah berwarna kuning dan keruh setelah suci
warna darahnya. Orang tua yang sudah pu- dari haid."1o12
tus haid juga akan mendapati darah yang
Masa Haid dan Suci
berwarna kehijauan. Darah tidak dianggap sebagai haid, ke-
Ulama madzhab Syafi'i menyusun daftar cuali apabila mempunyai warna-warna yang
warna darah haid menurut kekuatannya. Me- telah disebutkan di atas. Darah haid tersebut
reka mengatakan bahwa warna darah haid hendaklah didahului oleh sekurang-kurang-
ada lima yaitu [yang terkuat) hitam, merah, nya masa suci yang paling minimal [yaitu lima
warna coklat (warna seperti tanah), kuning, belas hari menurut jumhur ahli fiqih). Dan ia
darah keruh. Sifat darah haid ada empat, yang hendaklah mencapai jumlah masa haid yang
terkuat adalah kental dan busuk, kemudian paling minimal. Namun, para ahli fiqih ber-
busuh kemudian kental, kemudian tidak ken- beda pendapat mengenai masa ini.1013 Darah
tal, dan tidak busuk. yang keluar kurang dari masa minimal haid
atau lebih dari masa maksimalnya, dianggap
Dalil yang menunjukkan bahwa warna- darah mustahadhah.
warna ini dianggap sebagai haid jika keluar
pada masa datangnya haid ialah keumuman Ulama Hanafi berpendapat bahwa masa
firman Allah SWT, minimal haid ialah tiga hari tiga malam. fika
darah keluar pada masa kurang dari itu, ma-
"Dqn mereka menanyakan kepadamu ka ia bukanlah darah haid tetapi darah istiha-
dhah.
(Muhammad) tentang haid...." (al-Baqarah:
222) Biasanya darah haid keluar selama lima
hari, dan masa maksimalnya ialah sepuluh
Masalah ini juga terdapat dalam beberapa hari dan sepuluh malam. fika darah keluar
hadits. Di antaranya adalah kata Aisyah, "Pe- lebih dari masa itu, maka ia dianggap sebagai
darah istihadhah.
1011 Riwayat Imam Malik.
1012 Riwayat Abu Dawud, al-Bukhari (al-Bukhari tidak menyebut kata se/epas sucf dan .juga al-Hakim.
1013 Fothil qodia f ilid I, hlm. '1,L1,; ad-Durrut Mukhtar,Jilidl,hlm.262; al-Boda'il Jilid I, hlm .39., asy-Syarhush Shaghir,Jilid I, hlm. 208 dan
sesudahnya; Bidayatul Mujtahid, lilid I, hlm. 48 dan seterusnya; al-Qawanin al-Fiqh[ryah hlm. 39 dan seterusnya; Mughnit Muhtaj,
Jilid I, hlm. L09; Hasyiah al-Bajuri, Jilid.Lh\m.ll4; al-Mugftnr) jilid I, hlm. 308; Kasysyaful Qinal Jilid I, hlm. 233.
FIqLH ISLq.M JITID
Dalil mereka ialah hadits, (al-'adah). Dan untuk menentukan masa biasa
(al-'adah), cukup dengan mengamatinya ke-
dt tika berlaku haid selagi ia tidak melebihi se-
+"4eLl a-bt tengah bulan.
d Perempuan hamil, sesudah dua bulan
setelah mengandung masa haid yang paling
eLl maksimal baginya ialah dua puluh hari. Dan
"Masq minimal haid bagi seorang gadis dan setelah enam bulan atau lebih, masa maksi-
jando ialah tiga hari, dan masa maksimalnyo malnya adalah tiga puluh hari.
adalah sepuluh hari.rola
Adapun yang dimaksud dengan perem-
Darah yang keluar lebih dari masa itu
ialah darah istihadhah. Karena, penetapan puan yang bercampur-campur kondisinya
yang telah dibuat oleh syara' menyebabkan
hitungan selain darinya tidak dapat dianggap ialah wanita yang mendapati haid selama se-
hari atau beberapa hari, dan mengalami suci
sama dengan apa yang telah ditetapkan syara'. satu hari atau beberapa hari, sehingga ia tidak
Ulama madzhab Maliki berpendapat mengalami masa suci secara sempurna. Dalam
kasus seperti ini, maka masa-masa datangnya
bahwa tidak ada batasan minimal haid, apabila
dinisbatkan kepada hukum-hukum ibadah. darah digabungkan dan dihitung sehingga
Haid sekurang-kurangnya ialah satu tetesan.
mencukupi kadar masa yang maksimal, yaitu
Darah itu dianggap sebagai haid dan hen- Iima belas hari. Sedangkan masa-masa suci
yang ada di tengah-tengahnya tidak perlu di-
daklah wanita tersebut mandi jika darah itu hitung. fika didapati darah keluar lebih dari
masa maksimal yaitu lima belas hari, maka
berhenti. Puasanya juga menjadi batal dan dia itu adalah darah istihadhah.
wajib mengqadha' puasa tersebut sebanyak Pada setiap hari di mana tidak ada darah
hari yang ditinggalkan dalam masa haid. keluar, hendaklah dia mandi dengan anggapan
Adapun jika dihubungkan dengan masalah
bahwa masa sucinya telah sempurna. Dan
'iddah dan pembuktian tidak hamil (istibraa), pada setiap hari di mana dia melihat darah,
maka darah haid sekurang-kurangnya ialah maka itu adalah darah haid. Oleh karena itu,
dia harus menjauhkan diri dari hal-hal yang
satu hari atau separuh hari.
dilarang sewaktu haid.
Masa maksimal haid berbeda bagi tiap Ulama Syafi'i dan Hambali berpendapat,
wanita. Umumnya ia dibagi kepada empat bahwa masa haid sekurang-kurangnya ialah
satu hari satu malam, yaitu dua puluh empat
kategori, yaitu perempuan yang baru mulai jam dan darah tersebut keluar terus-mene-
mengalami haid, perempuan yang sudah ter- rus menurut kebiasaan. Yaitu kira-kira jika
diletakkan kapas, maka kapas tersebut akan
biasa haid, perempuan hamil, dan perempuan kotor dengan darah. Kuatnya darah haid yang
yang keadaannya bercampur. Perempuan yang keluar secara berterusan tidaklah menjadi
syarat. Berdasarkan pendapat ini, maka darah
baru mengalami haid masa maksimalnya
adalah lima belas hari. Darah yang lebih dari
masa itu dianggap darah penyakit. Perempuan
yang biasa didatangi haid, masa maksimalnya
ditambah tiga hari lagi melebihi masa biasa
1014 Diriwayatkan dari Abu Umamah oleh ath-Thabrani dan ad-Daruquthni dan dari Watsilah ibnul Asqa'yang ada pada Daruquthni,
juga dari hadits Mu'adz bin labal dalam kitab lbnu Adi, dari hadits Abu Sa'id al-Khudri dalam kitab lbnul fauzi, dari hadits Anas bin
Malik dalam kitab lbnu Adi, dari hadits Aisyah yang ada dalam kitab lbnul fauzi, tetapi semua hadits ini dha'if (Nashbur Rayah, Jilidl,
hlm.1e1).
Bagian 1: IBADAH FIQIH ISI,AM JITID 1
haid tersebut pada zahirnya keluar secara mengkaji keadaan sebagian wanita dalam ma-
terus-menerus, meskipun pada saat-saat ter- sa-masa tertentu) yang telah dilakukan oleh
tentu berhenti. Tetapi, pada kenyataannya da- Imam asy-Syafi'i dan orang lain pada zaman-
rah haid itu kewujudannya memang ada. nya. Tindakan ini dilakukan karena tidak ada
panduan yang pasti mengenai hal ini, baik dari
Ada atau tidaknya darah haid dapat di- prespektif bahasa (al-lughawi) ataupun sya-
ketahui dengan memasukkan kapas atau se- ra'. Oleh karena itu, masalah ini dikembalikan
macamnya ke dalam kelamin perempuan dan kepada kebiasaan [adat), yaitu dengan cara
penelitian. fadi, dalam masalah ini dasar yang
didapati ia berlumuran darah. fika seorang dipegang ialah al-'urf dan adat sama seperti
kasus-kasus penetapan tentang penerimaan,
wanita itu melihat darah kurang dari satu hari pemilikan, dan perpisahan antara dua pihak
satu malam, maka itu adalah darah istihadhah, yang bertransaksi dalam kasus transaksi.
bukan darah haid. Mereka menguatkan dalil mereka dengan
Adapun menurut kebiasaan (al-'adah) kata-kata sahabat Ali r.a., "Masa haid seku-
rang-kurangnya ialah satu hari satu malam.
adalah enam atau tujuh hari. Hal ini berdasar- Adapun yang melebihi dari lima belas hari,
kan hadits Rasulullah saw. kepada Himnah
binti Jahsh semasa beliau ditanya olehnya, adalah istihadhah."
,l L1&.ao. ,1 l,,r"-i,:"A:-' dil.J,l i ,t o,a-l Juga, kata-kata Atha', "Aku dapati ada wa-
fl, e nita yang didatangi haid sehari dan ada yang
- 1l lima belas hari."
a/ Adapun kaidah yang digunakan oleh
madzhab Syafi'i sebagaimana diterangkan
o , r\--.,,;o)i it o t , ,o oleh Imam an-Nawawi dalam ol-Minhaj ada-
lah, "Wanita yang sudah umur haid jika me-
/ ', t , r,", i ,"r. , lihat darah keluar dari kemaluannya, maka
Jn;i ,l-.#: Jv).jk;!W,t:"i;^r)ot o itu adalah darah haid, baik wanita itu sedang
eU: erli ^D U-pJ lbL mengalami haid untuk pertama kalinya atau
o sudah biasa mengalami haid. Namun jika
darah keluar kurang dari sehari semalam
"Engkau berada dalam keadaan haid menurut atau melebihi dari masa haid Iebih lima belas
hari), maka darah itu dianggap sebagai darah
ilmu Allah SWT, selamo enom atau tujuh hari.
istihadhah, bukannya darah haid."
Kemudian hendaklah kau mandi dan shalat
Masa Suci Minimal
selama dua puluh empat hari, serta malamnya fumhur ulama selain ulama Hambali1016
otau dua puluh tiga malom, karena itu sudah berpendapat bahwa masa suci paling mini-
cukup bagimu."lo'ts
Adapun masa haid, paling banyak adalah
lima belas hari-lima belas malam. fika darah
itu keluar melebihi dari lima belas hari, maka
itu ialah darah istihadhah.
Darah haid berbeda dengan darah isti-
hadhah dari segi warna, kekentalan, dan bau-
nya yang busuk. Dalil pendapat ini adalah
berdasarkan penelitian fyaitu dengan meng-
ajukan pertanyaan kepada kaum wanita dan
1015 Sambungan hadits itu ialah, "... hendaknya kamu lakukan seperti itu setiap bulan, sebagaimana kebiasaan wanita didatangi haid.
Mereka hendaklah menentukan masa haid dan masa sucinya." Hadits riwayat Abu Dawud, an-Nasa'i, Ahmad, at-Tirmidzi dan dia
menghukuminya shahih. Al-Bukhari juga menganggapnya sebagai hadits hasan (Nailul Authar, filid I, hlm. 271].
1016 Fathul Qadinlllid.l, hlm. 121; Muraqi al-Falah,hlm.24; asy-Syarhush Shaghir, Jilid I, hlm. 209; Bidayatul Mujtahid,lilid I, hlm.48;
Mughnil Muhtaj, Jilid I, hlm. 109; Hasyiah alBajuri,Jilid I, hlm. 116; al-Muhadzdzab, ]ilid l, hlm.39.
';i l,
t..j
;
FIQLH ISTAM JITID 1
mal-yang memisahkan antara dua haid- ci. Maksud masa suci ialah masa bersihnya
seorang wanita dari darah haid dan nifas. Suci
adalah lima belas hari. Karena, dalam se- itu ada dua tanda, yaitu darah menjadi kering
tiap bulan pasti ada haid dan suci. fika masa dan air putih lembut yang keluar pada akhir
maksimal haid adalah lima belas hari, maka
masa minimal suci pun demikian, yaitu lima haid [a/-quss ah al-baidha).rots
belas hari. Tidak ada batasan masa maksimal Daruh Berhenti Mengalir (annaqa') di
Tengalrtengah M asa Haid
bagi haid, karena ia dapat berterusan selama
Maksud dari an-naqa'adalah apabila se-
setahun ataupun dua tahun. Kadang-kadang seorang wanita datang bulan (haid) kemu-
seorang wanita tidak pernah didatangi haid
dian untuk beberapa lama darah haidnya
sama sekali dan kadang-kadang didatangi se-
terputus, kemudian darah haidnya keluar lagi.
kali saja dalam masa setahun. Permasalahannya adalah, apakah masa an-
Menurut ulama madzhab Hambali,1017 neqe'di antara dua masa itu dianggap masa
masa suci antara dua haid sekurang-kurang-
nya adalah tiga belas hari. Hal ini berdasar- haid atau tidak.
kan riwayat Imam Ahmad dari sahabat Ali
Dalam masalah ini, ada dua pendapat
r.a. bahwa seorang wanita yang telah dicerai
ulama. Pertama, pendapat ulama Hanafi dan
suaminya datang menemui sahabat Ali dan Syafi'i dan kedua pendapat ulama Maliki dan
mengaku bahwa dia didatangi haid dalam
satu bulan sebanyak tiga kali. Lalu, Ali ber- Hambali.l02o
kata kepada Qadhi Syuraih, "Putuskan fatwa Kelompok pertama berpendapat bahwa
berkenaan dengan kasusnya." Maka, Qadhi masa darah berhenti mengalir (an-naqa) di
Syuraih pun berkata, "fika dia dapat men- tengah-tengah masa haid adalah dianggap
datangkan saksi dari kalangan keluarganya haid. fika didapati darah keluar satu hari
yang dapat dipercayai dari segi agama dan kemudian hari berikutnya bersih ftidak ke-
luar)-artinya jika diletakkan kapas ke dalam
amanahnya, maka hendaklah wanita tersebut kemaluan kapasnya tidak berlumuran darah-
dan pada hari berikutnya didapati darah ke-
membawa saksi. Tetapi jika tidak, maka luar lagi, dan begitu seterusnya dalam masa
dia adalah pendusta." Lalu Ali mengatakan haid menurut kebiasaan, maka keseluruhan
masa-masa tersebut dianggap sebagai masa
kata qalun, yaitu bahasa Romawi yang arti-
nya 'bagus.' Kata sahabat Ali ini menunjukkan haid.
persetujuannya terhadap keputusan Qadhi
Syuraih. Inilah qaul shahabi (perkataan sa- Pendapat kedua memakai kaidah talfiq,
habat) yang masyhur dan ternyata tidak ada yaitu dengan mencampurkan masa keluar-
orang yang menentangnya. Adanya tiga haid nya darah dengan masa keluarnya darah dan
dalam satu bulan menjadi bukti bahwa tiga menganggap hari-hari suci (masa tidak keluar
belas hari dapat diyakini sebagai masa suci darah) sebagai masa suci. Oleh karena itu, jika
seorang wanita yang haid mendapati keluar
yang sebenarnya.lols
Menurut kesepakatan seluruh ahli fiqih,
tidak ada batasan maksimal untuk masa su-
1077 Kasysyasul Qina',lllidl, hlm. 234.
1018 Hal ini berdasarkan bahwa masa minimal haid ialah sehari semalam dan haid wanita ini adalah masa yang paling singkat.
lote Bidayotul Mujtohid, lilid.l, hlm. 52; al-Qawanin al-Fiqhiyyah,hlm. 41.
1020 Fothrl Qadir, lilid I, hlm. 112; ad-Durrul Mukhtar dan Hasyiah lbn Abidin, filid I, hlm. 267; at-Lubab, filid I, hlm, 49; Bidayatul
Mujtahid, jllid.l, hlm. 50; osy-Syarhush Shaghir,lilid,l,hlm.2t2; Mughnil Muhtaj, f ilid I, hlm. ll9; Hasyiah al-Bajuri, Jilid I, hlm. 114;
al-Muhadzdzab, Jilid l, hlm. 39; al-Mughni, Jilid I, hlm. 359 dan seterusnya; (asysyaful Qina',Jilid I, hlm. 246 dan seterusnya.
Baglan 1: IBADAH FIqLH ISIAM )ILID 1
darah selama satu atau dua hari kemudian dia rus diikutkan dengan masa yang biasanya dia
suci satu atau dua hari, maka hari-hari ketika datang haid.
darah keluar digabungkan (dan dianggap se-
Adapun masa suci-baik selama Iima be-
bagai masa haid), sedangkan hari-hari lain las hari, kurang ataupun lebih-yang terjadi di
yang tidak keluar darah dianggap masa suci.
Semua ulama sepakat bahwa masa suci-yang dalam rentang masa empat puluh hari semasa
berlangsung lima belas hari atau lebih-yang
terjadi di antara dua masa keluarnya darah, nifas, maka hal itu tidak dianggap sebagai
adalah dianggap masa yang memisahkan di
pemisah menurut pendapat Abu Hanifah. Ini-
antara dua masa keluarnya darah haid. Darah lah pendapat yang difatwakan. Abu Hanifah
yang keluar sebelum atau sesudah masa ber- menganggap bahwa darah yang keluar dua
ujung nifas itu sama dengan darah yang keluar
henti itu dianggap sebagai darah haid, jika secara berterusan.
memang ia mencapai masa minimal haid. 2. Madzhab Syafl'l
Adapun pendapat ulama madzhab secara Menurut pendapat yang mil'tamad, masa
terperinci, adalah sebagai berikut. bersih (masa terputus darah) di antara masa
7. Madzhab Hanafl masa keluarnya darah haid-baik keluarnya
darah haid itu sedikit ataupun banyak-di-
Ulama muta'akhkhirin dalam madzhab
anggap sebagai masa haid. Dengan syarat, ia
ini mengeluarkan fatwa berdasarkan pen- [haidnya) tidak melebihi lima belas hari, dan
tidak kurang dari masa minimal haid, serta
dapat Abu Yusuf. Ini adalah pendapat yang
lebih mudah, yaitu masa suci yang berlaku masa bersih (putus darah) itu merangkumi
di antara dua masa keluarnya darah tidak di- dua masa keluarnya darah haid.
anggap sebagai pemisah, melainkan ia diang-
gap sama seperti masa keluarnya darah yang Hal ini dinamakan pendapat as-sahb (me-
berterusan. Dengan syarat, keluarnya darah narik), karena kita menarik hukum masa haid
kepada masa bersih (putus darah), sehingga
itu merangkumi dua pengujung masa suci kita jadikan semuanya sebagai masa haid.
tersebut. Oleh karena itu, boleh jadi haid ber- Ada pendapat lain yang lemah, yang di-
mula dengan suci dan berakhir dengan suci sebut sebagai pendapat al-laqth, yaitu masa
juga. Kalaulah seseorang yang baru pertama
kali datang haid mendapati darah hanya dalam bersih itu dianggap suci. Sebab jika darah
satu hari, kemudian suci selama empat belas yang keluar itu ialah darah haid, maka se-
hari, kemudian keluar darah lagi selama satu
hari, maka yang dikira haid ialah sepuluh hari waktu bersih (putus darah) juga dihukumi
yang pertama. suci. Disebut al-laqth [memungut), karena kita
memungut waktu-waktu bersih itu dan meng-
Kalau wanita yang sudah biasa haid atau anggapnya sebagai waktu suci.
yang pernah haid mendapati darah yang Menurut pendapat yang mu'tomad, masa
kurang dari masa biasanya, yaitu keluar da-
bersih (an-naqa') yang terjadi di tengah-
rah satu hari kemudian sepuluh hari suci, ke-
mudian keluar darah lagi selama satu hari, tengah masa nifas, dihukumi sebagai masa
maka masa sepuluh hari tidak keluar darah suci. Tetapi, masa nifas yang enam puluh hari
dihukumi sebagai masa haid, jika memang itu tetap dihitung. Artinya, dari segi hitungan ia
masa biasanya dia haid. fika tidak, maka ha- dianggap masa nifas, tetapi dari segi hukum ia
tidak dianggap nifas.
'-- .rl'* Bagan 1: IBADAH
Kesimpulannya adalah, masa bersih (ma- adalah, seorang wanita mendapati satu hari
keluar darah dan satu hari suci hingga delapan
sa terputus darah) yang terjadi di dalam masa belas hari umpamanya. Maka, itu adalah darah
haid dianggap sebagai haid. Tetapi bila ter- istihadhah.
jadinya di dalam masa nifas, ia tidak dihukumi
Pendapat ulama Maliki adalah wanita
sebagai nifas. Namun, masa bersih itu tetap yang kali pertama baru mengalami haid dan
dihitung sebagai hari-hari nifas yang paling wanita yang sudah biasa haid, hendaklah
menggabungkan hari-hari keluar darah itu
Iama, yaitu enam puluh hari. sebanyak setengah bulan, yaitu lima belas
hari. Adapun wanita yang sudah biasa haid,
3. Pendapat Madzhab Mallkl yang dan pada kebiasaannya terjadi kurang dari
setengah bulan, hendaklah dia menggabung-
Mu'tamad dan Pendapat Madzhab kan hari-hari keluarnya darah itu sebanyak
HamMli
masa kebiasaannya dengan menambah tiga
Madzhab ini menganut metode talfiq,
hari pada masa kebiasaannya yang paling
yaitu dengan cara menggabungkan hari-hari lama, yaitu yang disebut hari-hari istizhar.
keluarnya darah dengan hari-hari keluarnya Dan darah yang turun setelah itu, dianggap
darah yang lain. Sedangkan masa suci yang
terjadi di tengah-tengah masa haid, dianggap sebagai darah istihadhah bukan haid.
masa suci yang sebenarnya. Umpamanya 2. DEFINISI NIFAS DAN MASANYA
jika keluar darah dalam satu hari, kemudian
terputus satu hari atau lebih, tetapi masa Deflnlsi Nifas
putus itu tidak sampai setengah bulan [yaitu
masa maksimal haid), maka hari keluarnya Menurut ulama Hanafi dan Syafi'i,1021 nifas
darah tersebut digabung dan dijumlah dengan adalah darah yang keluar setelah bersalin.
hari keluarnya darah yang lain, lalu dianggap Adapun darah yang keluar bersama-sama
sebagai masa haid. Sedangkan masa bersih dengan bayi ketika lahir atau sebelumnya,
yang terjadi di antara hari-hari keluar darah, adalah darah penyakit atau istihadhah. Wa-
maka dihukumi suci. nita yang keluar darah bersama-sama dengan
keluarnya bayi, hendaklah berwudhu-jika
Bagi wanita yang mengalami kejadian memang mampu-dan juga hendaklah me-
lakukan shalat. Ulama Hanafi menambahkan,
seperti ini (muloffaqah), dia wajib mandi
wanita itu hendaknya bertayammum dan
setiap kali darahnya berhenti. Dia juga hen-
daklah melakukan shalat, puasa, dan boleh shalat secara isyarat dan dia tidak perlu
disetubuhi. Hal ini karena dia dalam keada-
an suci yang hakiki. Namun, ulama madzhab melewatkan shalat.
Hambali mengatakan wanita tersebut makruh
Ulama Syafi'i mengecualikan darah yang
disetubuhi pada masa tersebut. keluar sebelum masa kelahiran yang bersam-
ung dengan darah haid sebelumnya. Hal ini
Menurut ulama Hambali, keadaan seperti berdasarkan pendapat yang mengatakan bah-
ini berlangsung secara terus-menerus, hingga
wa orang yang mengandung [hamil) dapat
dia melewati masa gabungan antara masa
keluar darah dan masa bersih yang jumlahnya
sama dengan masa maksimal haid. Contohnya
702r Fathul gadir, Jilid I, hlm. 129; al-Bada'i',lilid I, hlm. 41- 43; ad-Durrul Mukhtar,lilid I, hlm. 275 dan seterusnya; al-Lubab,lilidl,hlm.
352; Muraqi al-Falah,hlm. 23; Mughnil Muhtaj,lilid I, hlm. 119; Hasyiah al-Bajuri,lilid I, hlm. LL3; al-Muhadzdzab, Jilid I, hlm. 45;
ol-Majmu',lilld l, htm. 529 dan seterusnya.
Baglan 1: IBADAH FIQLH ISI-AM 1
mengalami haid. Ini adalah menurut penda- 'ILID
pat mereka yang ashoh. Pendapat ulama
keluar sebelum kelahiran, menurut pendapat
Maliki mengatakan, bahwa darah yang keluar
sebelum kelahiran adalah dihukumi sebagai yang paling rajih dihukumi sebagai darah
darah haid.
haid. Oleh karena itu, ia tidak boleh dianggap
Menurut ulama Hambali,1022 nifas ialah
darah yang keluar sebab lahirnya bayi. Darah sebagai bagian dari enam puluh hari masa
yang keluar dua atau tiga hari sebelum ke-
lahiran bayi yang menyertai tanda kelahiran, nifas.
dan darah yang keluar bersama-sama lahirnya
Masa Nlfas
bayi, juga dianggap sebagai darah nifas, sama Nifas mempunyai masa minimal, masa
seperti darah yang keluar setelah kelahiran.
maksimal dan masa normal.l02s
Mereka menganggap darah yang disebab-
Masa Mlnlmum
kan keluarnya sebagian besar badan bayi,
Menurut pendapat ulama Syafi'i, masa
walaupun anak itu terputus-putus anggotanya nifas sekurang-kurangnya adalah satu detik
satu demi satu, sebagai darah nifas. Begitu atau sekali keluar. Menurut imam yang lain,
juga, meskipun terjadi keguguran yang bentuk tidak ada batasan minimal bagi masa nifas.
rangka manusianya sudah tampak jelas se- Sebab, tidak ada dalil syara' yang menentu-
perti ada jari atau kuku, dan begitu juga darah kannya dengan ielas. Oleh karena itu, hen-
yang keluar di antara dua anak kembar yang daknya dikembalikan kepada keadaan yang
sebenarnya, yaitu kadang-kadang sedikit dan
lahir.1o23 kadang-kadang banyak. Menurut zahirnya, ti-
dak ada perbedaan di antara kedua pendapat
Pendapat yang ashah di kalangan ulama ini. Kedua-duanya mempunyai maksud yang
Syafi'i mengatakan bahwa dalam kasus anak
kembar, darah yang dianggap sebagai darah sama.
nifas adalah darah dari anak yang kedua sa-
ja. Darah yang keluar setelah anak pertama Kadang-kadang seorang perempuan me-
adalah darah haid, sekiranya ia bersambung lahirkan anak tanpa keluar darah. Seperti
dengan haid sebelumnya. Tetapi jika ia tidak diriwayatkan, bahwa ada perempuan telah
ada hubungan dengan darah haid sebelumnya, melahirkan bayi pada zaman Rasulullah
maka itu dihukumi sebagai darah istihadhah.
saw. tanpa mengeluarkan nifas. Wanita yang
fika seorang wanita setelah keguguran-
dalam bentuk nuthfah atau 'alaqah-kemudi- demikian dinamakan dengan Dzatul fufuf.
an keluar darah, maka darah itu bukan nifas. Menurut madzhab Syafi'i, masa nifas ke-
Adapun ulama Maliki mengatakanl02a biasaannya adalah empat puluh hari. Masa
nifas yang paling lama menurut ulama Maliki
bahwa nifas adalah darah yang keluar dari ke- dan Syafi'i ialah enam puluh hari. Dasar me-
maluan wanita sewaktu melahirkan bayi atau- reka ialah penelitian. Menurut ulama Hanafi
dan Hambali, masa nifas yang paling lama
pun setelahnya, walaupun darah itu keluar ialah enam puluh hari. Darah yang datang
di antara lahirnya anak kembar. Darah yang melebihi dari masa itu dihukumi istihadhah.
Ini berdasarkan kata-kata Ummu Salamah,
1022 Kasytyafut Qina', lilid l, hlm. 226.
1023 Anak kembar ialah dua anak yang lahir dalam masa kurang dari enam bulan.
7024 Asy-Syarhush Shaghir,lilid.I, hlm. 216 dan seterusnya; al-Qawanin al-Fiqhiyyah, hlm. 40.
102s Lihat ru;ukan yang telah disebutkan pada tiap-tiap madzhab."
;i**;,,,,, +.gl+*r.r,',.,-*,i#;a;., ,,.r#h,'i-,,r.,..*;*;*,,u$.W,;ir*dlffi !i:1,i,,i.
FIqLH ISLAM IITID 2. Dengan datangnya haid, maka wanita
menjadi baligh dan bertanggung jawab
"Pada zaman Rasulullah saw., perempuan atas kewajiban-kewajiban syara'. Ini ber-
berada dalam nifas selama empat puluh hari
dasarkan sabda Rasulullah saw. yang di-
empat puluh malamr'1026 riwayatkan oleh Imam Ahmad,
3. HUKUM MENCENAI HAID DAN NIFAS "Sesungguhnya Allah SWT tidak me-
nerima shalat seseorang yang sudah haid,
SERTA PERKARA YANG DIHARAMKAN kecu ali d eng an tudung (khumar).'402e
BAGI WANITA YANG SEDANG DALAM
KEADAAN HAID DAN NIFAS fadi, hadits ini menerangkan bahwa ke-
wajiban memakai kerudung (menutupi
Ada lima hukum berkenaan dengan ma- aurat) adalah karena karena haid. Hal ini
menunjukkan bahwa taklif (tanggung ja-
salah haid, yaitu:1027 wab syara') telah diberikan kepadanya.
L. Wajib mandi apabila haid dan nifas telah 3. Dengan selesainya 'iddah haid, maka se-
orang wanita dihukumi bersih rahimnya.
berhenti. Hal ini berdasarkan firman Allah Sebagaimana dimaklumi, (di antara) da-
SWT, sar ditetapkannya 'iddah adalah untuk
"Dan mereko menanyakan kepadamu mengetahui kosongnya rahim dari bayi.
(Muhammad) tentang haid. Katakanlah,
'ltu adalah sesuatu yong kotor.' Karena itu, 4. Menurut pandangan ulama Hanafi dan
jauhilah istri pada waktu haid; dan jangan Hambali, tiga quru'yang disebutkan oleh
kamu dekati mereka sebelum mereka suci. Al-Qur'an maksudnya adalah haid.'lddah
perempuan yang diceraikan dalam ke-
Apabila mereka teloh suci, campurilah
adaan tidak hamil tidak akan tamat,
mereka sesuai dengan (ketentuan) yang kecuali dengan selesainya masa haid
yang ketiga. Masa haid sewaktu talak
diperintahkan Allah kepadamu,..." (al-
terjadi, tidaklah dihitung. Menurut ulama
Baqarah=222) madzhab Maliki dan Syafi'i, quru'artinya
fuga, berdasarkan sabda Rasulullah saw. 'suci.' Oleh karena itu, 'iddah dihitung
kepada Fatimah binti Abu Hubaisy,
berdasarkan masa-masa suci dan 'iddah
'Apabila haid datang, hendaklah kamu berakhir dengan bermulanya haid yang
ketiga. Masa suci seorang wanita ketika
tinggalkan shalat. Apabila ia telah pergi, talak dijatuhkan, dihitung sebagai salah
satu dari tiga kali suci, walaupun masa itu
maka basuhlah darahmu (mandi) dan sha- sangat singkat, sedetik saja misalnya.
latlah."
Begitu juga, riwayat Imam al-Bukhari,
"Tetapi, tinggalkanlah shalot pada
hari-hari yang engkau didatangi haid.
Kemudian (setelah berhenti haid), mandi
dan shalatloh.'1o?8
1026 Riwayat Abu Dawud, at-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad, atau Imam Lima kecuali an-Nasa'i. Ia juga diriwayatkan oleh ad-Daru-
quthni dan al-Hakim. Hadits ini shahih dan pendapat yang mengatakan ia dhaif adalah ditolak, sebagaimana perkataan an-Nawawi
(Nailul Authan Jilid I, hlm. 282J.
7027 Kasy"yaful Qina',lilidl, hlm. 228.
1028 Riwayat al -Jama'ah kecuali Ibnu Majah dari Aisyah r.a. (Nailul Authar, Jilid l, hlm. 568J.
1029 Riwayat Imam Ahmad dan lain-lain.
5. Menurut ulama madzhab Hambali, orang FIQIH ISTAM IILID 1
yang melakukan hubungan badan semasa darah, dan bersetubuh setelah kering darah,
tetapi sebelum mandi.
haid wajib membayar kafarat. Masalah
ini akan dibahas dengan lebih terperinci Menurut ulama Syafi'i, ada delapan per-
kara yang diharamkan, sementara menurut
pada pembahasan perkara-perkara yang ulama Hambali ada lima belas.
diharamkan karena haid.
Perincian tentang larangan-larangan da-
Perkara yang Dlhalamkan karena Haid lam masa haid dan nifas serta dalilnya adalah
dan Nlfas
sebagai berikut.lo3o
Segala hal yang diharamkan bagi orang
yang berjunub juga diharamkan kepada orang 7. Bersucl: Mandl atau Wudhu
yang sedang dalam keadaan haid dan nifas.
Perkara yang diharamkan itu ada tujuh: Menurut ulama Syafi'i dan Hambali, apa-
(a) Seluruh jenis shalat. bila perempuan sedang haid, maka dia haram
(b) Sujud tilawah. melakukan thaharah untuk haid dan nifasnya.
Karena, haid dan nifas adalah mewajibkan
(c) Menyentuh Al-Qur'an. thaharah. Sesuatu yang mewajibkan thaharah
(d) Membaca Al-Qur'an. menghalangi sahnya thaharah. Contohnya,
(e) Masuk masjid. seperti keluar kencing. Artinya dengan berhen-
tinya air kecing, maka thaharah menjadi sah
tD I'tikaf. baginya. Tetapi dia boleh mandi karena junub,
ihram, memasuki Mekah, dan semacamnya,103l
[g) Thawaf. bahkan disunnahkan.
Tetapi, menurut ulama Maliki-berdasar- 2. Shalat
kan pendapat yang mu'tamad-wanita yang
haid atau nifas boleh membaca Al-Qur'an Wanita yang sedang haid dan nifas di-
dengan hati. Kecuali, setelah darah haidnya
berhenti dan dia belum mandi, baik ketika haramkan melakukan shalat. Hal ini ber-
haid atau nifasnya dia junub ataupun tidak,
dasarkan hadits Fatimah binti Abi Hubaisy
Ulama Hanafi mengatakan, ada delapan
perkara yang diharamkan bagi wanita yang yang telah lalu, yaitu, "Apabila engkau dida-
haid dan nifas, Adapun ulama Maliki, menga- tangi haid, hendaklah engkau tinggalkan sha-
takan ada dua belas perkara, yaitu tujuh per- lat." Dan menurut ijma ulama, fardhu shalat
kara yang telah disebutkan di atas dan lima itu gugur dan tidak perlu dilakukan qadha'.
lagi ialah puasa, talak, bersetubuh pada ke-
maluan sebelum kering darah, bersetubuh Hal ini berdasarkan riwayat Aisyah r.a.,
"Semasa kami sedang haid, kami disuruh
pada tempat selain kemaluan sebelum kering
oleh Rasulullah saw. supaya mengqadha' puasa
dan kami tidak disuruh supaya mengqadha'
shalat."1o32
1030 At-Bodo'i',Jilidl,hlm.44; ad-DurrulMukhtarwaRaddulMukhtar,lilidl,hlm. 158-162,268-274;FathulQadir,Jilidt,hlm. 1t4-lt9;
Tabyinul Haqa'iq, Jilid I, hlm. 56 dan halaman seterusnya; Muraqi al-Falah,hlm.24; asy-Syarhush Shaghir,lilid I, hlm. 215 dan hala-
man seterusnya; al-Qawanin al-Fiqhiyyah, hlm. 40; Bidayatul Mujtahid, filid I, hlm. 54 - 57,61; al-Muhdzdzob, Jilid I, hlm. 38-45;
Mughnil Muhtaj,lilid l, hlm. 109, L20; Tuhfatuth Thullab,23 dan halaman seterusnya; Bujairmi al-Khathib, filid 1, hlm. 3L2-323;
Hasyiah al-Bajuri,Jilid I, hlm. 117-119; al-Mughni, filid I, hlm. 306 dan halaman seterusnya, 332-338; Kasysyaful Qina', Jilid I, hlm.
226-233.
1031 Ulr., Hambali menyebut wudhu sebagai perkara kedua. Mereka iuga menyebutkan perbuatan shalat dan kewalibannya adalah
dua perkara.
1032 Riwayat aly'a ma'ah dari Mu'azah [Noitul Authar,lilid I, blnr- 280).
FIQIH ISTAM JILID 1
Ditambah lagi, mengqadha' shalat adalah . o1 o, c \,*o > ItL
perkara yang menyusahkan, karena haid se- Y .ri ;1 itJ' J,,at u
nantiasa berulang dan masanya pun panjang, g l,
tidak seperti puasa. Wanita yang haid haram
mengqadha' shalat. Pendapat yang mu'tamad ."'_?.' )
menurut Madzhab Syafi'i ialah makruh meng- e dju bjo t.o' o,
qada' shalat. fika ia melakukannya, maka sha-
LS)+h;
Iat itu menjadi shalat sunnah mutlak yang
"Apabila kamu didatangi haid, lokukanlah
tidak diberi pahala.
apo yang dilakukan oleh orang yang mengerja-
3. Puasa
kan haji. Tetapi, kamu tidak boleh thawaf di
Wanita yang haid atau nifas haram ber-
puasa, dan dengan adanya haid tersebut maka Ka'bah kecuali setelah kamu bersuci.'4034
menghalangi sahnya puasa. Hal ini berdasar-
kan hadits Aisyah yang telah lalu. Hadits ini Apalagi, thawaf memang memerlukan
menunjukkan bahwa pada zaman Rasulullah thaharah dan ia tidak sah apabila dilakukan
saw. wanita-wanita yang haid dan nifas tidak
berpuasa. Tetapi, mereka tetap wajib meng- oleh wanita yang sedang dalam keadaan haid.
qadha'nya. Oleh karena itu, wanita yang se-
dang haid dan nifas hendaklah mengqadha' 5. MemMca, Memegang, dan Membawa
puasa mereka, tetapi tidak perlu mengqadha'
Mushaf Al-Qur'an
shalat berdasarkan hadits yang sama. Lagipula, Kedudukan wanita haid dan nifas sama
seperti orang yang berjunub, seperti yang te-
puasa dilakukan setahun sekali dan ini tidak
menyusahkan untuk diqadha'. Oleh sebab itu, lah disebutkan. Hal ini berdasarkan firman
ia tidak gugur karena haid dan nifas. Allah SWT,
Terdapat hadits lain dari Abu Sa'id al- "Tidak adoyang menyentuhnya selain ham-
ba-hamba yang disucikan." (al-Waaqi'ah: 79)
Khudri bahwa Nabi Muhammad saw. menga-
takan kepada wanita-wanita, "Bukankah saksi Juga, berdasarkan sabda Rasulullah saw.,
perempuan sama dengan separuh saksi lelaki?"
Mereka menjawab, "Ya." Rasulullah berkata, .o , oI
Fati';tiuW -At,tca.
"ltu karena kekurangan akalnya. Bukankah
apabila dia haid dia tidak shalat dan tidak oT;lr
"srrrororg yang haid dan'orang yang
berpuasaT" Mereka menjawab, "Ya." Rasulullah
berjunub janganlah membaca apa pun dari Al-
berkata, "ltu qdalah karena kurangnya
Qur'an,"toss
agomo.'4033
Ulama Syafi'i membuat pengecualian apa-
4. Thawaf
bila ada kekhawatiran Al-Qur'an akan teng-
Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah saw. gelam, terbakar, terkena najis, atau jatuh ke
kepada Aisyah r.a., tangan orang kafir. Dalam kasus seperti ini,
maka wanita yang sedang haid dan nifas [juga
yang berjunub) wajib membawa Al-Qur'an itu.
Demikian juga, para ulama berpendapat bah-
wa mereka boleh juga membawa Al-Qur'an
1033 Riwayat al-Bukhari (Naitul Authar, Jilid I, hlm. 279 dan halaman seterusnya). Muslim meriwayatkannya dari hadits Ibnu Umar
dengan lafal, "Dia tidak shalat dan tidak iuga berbuka di bulan Ramadan. Hal ini menuniukkan kekurangan agamanya."
1o3a Mrtto\aq olaih dari Aisyah.
103s Diriwayatkan dari hadits lbnu Umar dalam at-Tirmidzi; Ibnu Majah, dan al-Baihaqi, dari hadits fabir dalam ad-Daruquthni. Ini
adalah hadits dhaif (Nosibur Rayah, lilid I, hlm. 195).
l',*, tft: :-
t1',Yli-
Baglan 1: IBADAH FrqlH IsrAM f ruD t
yang mengandungi tafsir yang diyakini lebih masa itu, dia tidak boleh membacanya sama
banyak tafsirnya. Menurut ulama Syafi'i, ber- sekali sehingga dia mandi. Sebab ketika itu,
dasarkan pendapat yang mu'tamad, tidak dia tidak ada udzur lagi.
boleh membawa Al-Qur'an jika dia bertujuan
6. Masuk, Duduk, dan l'tlkat dl dalam
membawanya bersama barang-barang.
Ulama Hanafi mengecualikan kasus me- Masfid Mesklpun dengan Wudhu
nyentuh sarung Al-Qur'an yang terpisah de- Larangan ini berdasarkan sabda Rasu-
ngannya. Makruh juga menyentuh dengan lullah saw.,
lengan baju, karena ia termasuk pakaian. patt'v'")-,.i*-:;ir? t Y
Diberikan rukhshah (keringanan) bagi para =) 3 J' -i
pengkaji kitab syariah baik hadits, fiqih, "Aku tidak menghalalkan bagi orang haid
atau tafsir untuk membuka helaian kertas
atau junub memasuki masjid.'4036
dengan tangan karena darurat. Begitu juga
makruh menyentuh ayat-ayat itu, karena ia Ulama Syafi'i dan Hambali membolehkan
tetap mengandungi ayat-ayat Al-Qur'an. Di- wanita yang sedang haid atau nifas berlalu
sunnahkan untuk tidak membuka helaian di dalam masjid, jika ia yakin tidak akan
Al-Qur'an kecuali dengan wudhu. Mereka
mengotori masjid. Karena, hukum mengotori
membolehkan membuka helaian Al-Qur'an
dengan menggunakan pensil atau pena untuk masjid dengan najis atau kotoran lainnya
dibaca. Demikian juga, mereka membolehkan
anak-anak membawa Al-Qur'an dan meng- adalah haram. luga, karena terdapat riwayat
angkatnya dengan tujuan untuk belajar. Aisyah yang menyatakan bahwa Rasulullah
saw. berkata kepadanya,
Orang yang berjunub, haid, atau nifas
tidak makruh melihat Al-Qur'an, Menulis Al- "Ambilkan aku sajadah (tikar) dari masjid.
Maka aku menjawab, 'Aku sekarang sedang
Qur'an dan nama Allah SWT di atas uang (uang haid.'Lantas Nabi Muhammad saw. bersabda,
perak), di mihrab masjid, di dinding, dan di 'Sesungguhnya haidmu tidak terletak di ta-
atas hamparan adalah makruh. Makruh juga nganmu,"4037
membaca Al-Qur'an di tempat mandi, bilik fuga, berdasarkan riwayat dari Maimu-
air, dan di tempat buang sampah. Namun, nah r.a. yang berkata, "Salah seorang dari
tidak dimakruhkan menulis satu ayat (al- kami membawa sajadah (tikar) ke masjid la-
Kursi misalnya) di atas lembaran kertas. De- lu menghamparkannya, padahal dia sedang
ngan syarat, lembaran itu terpisah dengan
penulis, kecuali jika dia menyentuhnya de- haid.'1038 Di samping itu, ulama Hambali juga
ngan tangannya. membolehkan wanita yang sedang haid un-
Menurut pendapat yang mu'tamad di ka- tuk duduk di dalam masjid dengan berwudhu
langan ulama Maliki, orangyanghaid dan nifas
terlebih dahulu sesudah darah kering.
serta junub atau tidak, tidak diharamkan
membacaAl-Qur'an dalam hati, kecuali setelah
darah berhenti namun dia belum mandi. Pada
1036 Riwavat Abu Dawud.
1037 Riwayat Muslim.
1038 Riwayat an-Nasa'i.
FIqLH ISIAM JILID 1 BaEtran 1: IBADAH
7. Ber*tubuh Meskipun dengan Ulama Hanafi membolehkan ber-istimta'
dengan istri yang sedang haid, atau yang se-
Penghalang macamnya pada bagian tubuh yang berada
Larangan bersetubuh meskipun dengan
di antara pusar dan lutut selain bersetubuh
penghalang sewaktu haid adalah pendapat (berhubungan kelamin). Hal ini berdasarkan
yang disepakati oleh seluruh ulama. Adapun sabda Nabi Muhammad saw.,
istimta' pada bagian tubuh yang berada di
antara pusar dan lutut juga dilarang, menurut aq'tL:? ,F t;;t
jumhur ulama selain ulama Hambali. Larangan
ini berdasarkan firman Allah SWT, "Lakukanlah semua perkara kecuali nikah
(persetubuhan).'no+o
"... Karena itu jauhilah istri pada waktu
haid; dan jangan kamu dekati mereka sebelum Mereka juga menghalalkan seorang suami
m e re ka sltci.... " (al-Baqarah= 222) yang nafsunya kuat (syabaq) untuk bersetu-
buh dengan istrinya yang sedang haid, dengan
fuga, berdasarkan sabda Rasulullah saw.
syarat dia tidak dapat menahan syahwatnya
kepada Abdullah bin Sa'ad ketika dia ber-
dengan cara lain, selain berhubungan kelamin
tanya kepada beliau, "Apakah perkara yang dengan istrinya saja. Dan dia khawatir kalau
buah zakarnya akan pecah jika dia tidak ber-
dihalalkan untukku ketika istriku sedang. setubuh, sedangkan dia tidak mempunyai istri
lain selain istrinya yang sedang haid itu, dan
haid?" Rasulullah menjawab, "Yang dibolehkan dia tidak mampu menyediakan mahar untuk
kawin lagi dengan wanita yang merdeka, dan
untukmu qdalah (apa yang berada) di atas tidak juga mempunyai uang yang cukup untuk
mendapatkan hamba sahaya.
pakaian (izaar1."tots
Menurut pendapat ulama Maliki dan
Selain itu, karena ber-istimta' di bawah
Syafi'i, bersetubuh dan istimta' pada bagian
pusar dapat mendorong seseorang untuk ber- tubuh yang terdapat di antara pusar dan lu-
setubuh, maka ia dihukumi haram. fuga, ka- tut adalah haram. Keharaman itu berterusan
rena terdapat hadits yang diriwayatkan oleh sehingga wanita itu mandi untuk bersuci [se-
telah haidnya berhenti) dengan mengguna-
Imam al-Bukhari dan Muslim dari Nu'man kan air bukan dengan tayamum. Kecuali jika
bin Basyir, "Siapa yang berkeliling di sekitar memang tidak ada air atau dia tidak sanggup
tempat larangan, maka dikhawatirkan dia menggunakan ain maka wanita itu boleh di-
setubuhi setelah bertayamum. Mereka berdalil
akan terjatuh ke dalamnya." dengan firman Allah SVW,
Yang dimaksud dengan izaar adalah pa-
kaian yang menutupi bagian tengah dan bagi-
an bawah tubuh, yaitu bagian tubuh yang
terdapat di antara pusar dan lutut. Adapun
"bermain-main" di selain tempat itu adalah
dibolehkan. Oleh karena itu, boleh mencium,
mendekap, menyentuh, dan lain-lain.
103e Riwayat Abu Dawud dari Hizam bin Hakim dari pamannya Abdullah bin Sa'ad (Nailul4uthar. Jilid l,hlm.277).Hadits yang serupa
luga diriwayatkan oleh Ikrimah dalam Abu Dawud, dari Aisyah dalam al-Bukhari dan Muslim. Nashnya ialah, "Salah seorang dari
kami didatangi haid kemudian Rasulullah saw. ingin menyentuh kulitnya. Baginda menyuruh supaya dia menutup pusarnya den-
gan pakaiannya kemudian menyentuhnya (yakni menyentuh kulit bukan bersetubuh)." (,lVa itul Authar,lilid I, hlm. 777 dan halaman
seterusnya)
1040 Diriwayatkan oleh al-Jama'ah kecuali al-Bukhari. Al-Bukhari meriwayatkan dalam tarikhnya dari Masruq bin Aida' dengan
mengatakan,'Aku bertanya kepada Aisyah r.a., Apakah yang boleh dilakukan oleh lelaki terhadap istrinya yang sedang haid?' Dia
menjawab,'Semua perkara kecuali kemaluan!" [Nailul Authaa Jilid I, hlm.276 dan halaman seterusnyaJ
"...jauhilah istri pada waktu haid; dan ja- Isr-A.M JrLrD 1
ngan kamu dekati mereka sebelum mereka suci. ihram, tetapi dia tidak mau melakukan shalat
Apabila mereka telah suci, campurilah mereka dan waktunya sudah terlewat, maka dia halal
sesuai dengan (ketentuan) yang diperintahkan disetubuhi. Karena, shalat yang terluput itu
menjadi utang dalam tanggungannya. Oleh
Allah kepadamu...." (al-Baqarahz 222) karena itu, dia dihukumi berada dalam ke-
Dalam ayat ini, Allah menetapkan dua adaan suci.
syarat bagi halalnya persetubuhan, yaitu
berhentinya darah haid dan mandi. Syarat fika darah haid berhenti sebelum masa
yang pertama, yaitu berhentinya darah haid biasanya, namuntelah melewati tiga hari, maka
diambil dari firman Allah SWI, suami tidak boleh mendekatinya hingga masa
haid yang biasa sudah terlewat, meskipun wa-
"Sehingga suci [hattaa yathhurna]." (al- nita itu sudah mandi. Hal ini disebabkan masa
Baqarah=222) berhentinya haid menurut mereka dianggap
sebagai masa haid. Lagipula, mengembalikan
Adapun syarat yang kedua, yaitu mandi, hukum kepada kebiasaan adalah perkara yang
diambil dari firman Allah SWT, biasa terjadi. Dan langkah berhati-hati yang
"Apabila telah bersuci ffa idzaa tathahhar- patut diambil dalam keadaan seperti ini ada-
na]. " (al-Ba qarah: 222) Iah menghindari persetubuhan.
fika darah haid terputus selama sepuluh
Dengan demikian, dibolehkannya berse-
hari, yaitu masa maksimal haid menurut me-
tubuh itu bergantung kepada faktor mandi reka, maka ia halal disetubuhi sebelum man-
[bersuci). Ini juga merupakan pendapat madz- di. Hal ini karena masa haid tidak lebih dari
hab Hambali berkenaan haramnya bersetubuh
(jimak). sepuluh hari. Meskipun demikian, bersetubuh
tidaklah dianjurkan sebelum mandi. Karena,
Ulama Hanafi juga mengatakan bahwa terdapat larangan dalam Al-Qur'an berdasar-
apabila darah haid berhenti kurang dari se- kan firman Allah SWT,
puluh hari, maka tidak halal bersetubuh atau
ber-istimta'dengannya hingga dia mandi atau "Maka janganlah mendekati mereka hing-
bertayamum menurut syarat-syaratnya. Mes- ga dia mandi (yaththahharna)." (al-Baqarah:
222)
kipun tayamum itu tidak boleh digunakan
fika dibaca dengan syaddah $taththah-
untuk shalat, menurut pendapat yang ashah,
karena darah kadang-kadang keluar dan ka- harna), bacaan dengan syaddah ini menunjuk-
dang-kadang berhenti. Oleh karena itu, dia kan mubalaghah [berlebihan) dalam bersuci.
haruslah mandi untuk membuktikan bahwa Mubalaghah dalam bersuci hanya dapat di-
darah haid tersebut memang telah berhenti. peroleh dengan mandi, bukan melalui kering-
nya darah.
fika wanita itu tidak mandi padahal ada
waktu shalat yang sempurna namun waktu Sebagai kesimpulan, dapat dikatakan bah-
itu telah lewat, artinya dalam waktu itu se-
wa ulama Hanafi membolehkan melakukan
benarnya dia masih mempunyai waktu untuk
shalat, memakai pakaian, dan bertakbiratul hubungan badan dalam keadaan haid dan ni-
fas sebelum mandi, dalam dua keadaan [yang
akan diterangkan nanti). Pendapat ini ber-
dasarkan firman Allah SWT,
FIqLH ISI..A,M IITID 1
"..jangan kamu dekati mereka (untuk ber- semacamnya tidak dikenakan kafarat, tetapi
setubuh) sebelum mereka suci...." (al-Baqarah: dia wajib beristigfar dan bertobat. Hal ini
berdasarkan kaidah al-Ashlu Bara'ah adz-
222) Dzimmah. Adapun hadits yang menerang-
kan tentang kafarat adalah hadits mudh-
Dengan bacaan takhfif fstath-hurnal [bu- tarib. Alasan bersetubuh diharamkan pada
kan dengan syaddah fyaththah-harna), ayat ini masa haid adalah karena jijik. Oleh karena
menjadikan keadaan suci sebagai batas akhir
bagi hukum haram. Namun, disunnahkan su- itu, ia tidak hubungannya dengan kafarat,
paya tidak menyetubuhinya hingga dia mandi.
Ini berdasarkan bacaan tasydid untuk meng- sebagaimana melakukan hubungan pada du-
ambil sikap menghindar dari perbedaan pen-
bur.
dapat.
Ulama Hambali-dalam salah satu riwa-
Kedua keadaan yang dimaksud di atas yat yang paling rajih dari dua riwayat yang
bersumber dari Imam Ahmad-mengatakan
adalah ketika waktu shalat yang sempurna bahwa orang yang menyetubuhi perempuan
telah berlalu, sedangkan wanita tersebut dalam keadaan haid atau nifas wajib dikena-
sudah berhenti haidnya dan masa haidnya kan kafarat. Begitu juga wanitanya, diwaiibkan
kurang dari sepuluh hari. Ketika waktu shalat membayar kafarat jika dia menaati (menuruti)
lelaki untuk menyetubuhinya dalam keadaan
itu sudah berlalu, dia tidak menunaikan shalat.
Keadaan kedua adalah ketika darah haidnya haid.
berhenti setelah sepuluh hari, yang merupa-
kan masa maksimal haid. Hukum kafarat itu sama seperti kafarat
bersetubuh dalam masa ihram. fika perem-
Kebiasaan yang berlaku bagi kaum wanita puan itu dipaksa, maka dia tidak wajib mem-
adalah berhentinya darah haid setelah enam bayar kafarat. Sebab dalam keadaan itu, dia
atau tujuh hari. Dalam keadaan ini, wanita tidak ada taklif. Kafarat tetap wajib, walaupun
tersebut tidak boleh disetubuhi hingga dia
persetubuhan itu dilakukan oleh orang yang
mandi, dan selagi dia tidak menanggung shalat lupa, orang yang dipaksa, dan orang yang ti-
sebagaimana dalam kondisi yang pertama di dak mengetahui bahwa istrinya sedang haid
atas.
atau tidak mengetahui tentang hukum haram-
Siapa yang darahnya berhenti lebih dari nya, ataupun tidak mengetahui kedua-duanya.
masa maksimal haid, maka halal baginya ber-
setubuh. fika darah itu terhenti kurang dari Tetapi, kafarat tidak diwajibkan dalam ke-
masa haid, maka dia tidak boleh disetubuhi
hingga berlalunya satu waktu shalat yang adaan menyetubuhi wanita setelah berhenti-
penuh. nya darah haid.
Kafarat karena Menyetubuhl Wanlta Hald Banyaknya kafarat adalah satu atau se-
dan Semacamnya paruh dinaC boleh memilih salah satu. fika ia
mengeluarkan salah satunya, maka kafaratnya
Ulama Maliki, Hanafi, dan Syafi'i-dalam sudah sah. Hal ini berdasarkan riwayat dari
madzhab fadid-mengatakan bahwa orang Ibnu Abbas dari Nabi Muhammad saw ten-
yang menyetubuhi istri yang haid atau yang tang orang yang menyetubuhi istrinya dalam
keadaan haid. Yaitu, dia hendaklah bersedekah
sebanyak satu atau setengah dinar.1oa1 Kafarat
10a1 Riwayat Imam Hadits yang Lima, Kata Hafizh Ibnu Hajac kritikan dan persoalan tentang isnad serta matan hadits ini sangat banyak
dibincangkan $,lailulAythar,lilid I, hlm, 278J,
.,
.;,, ,,, . : :, , ", \t:,: ,
Baglan 1: IBADAH .,,/ '\... FrqlH IsrAM f rLtD 1
525
,
menyetubuhi perempuan dalam keadaan beliau telah menceraikan istrinya dalam ke-
adaan haid. Umar memberitahukan hal itu
haid menjadi gugur apabila dia tidak mampu kepada Nabi Muhammad saw.,lalu Rasulullah
membayarnya, sama seperti hukum kafarat
saw. bersabda,
bersetubuh dalam bulan Ramadhan.
W,iV't;i)-t; i1 r*tl or. , g/
Menurut pendapat ulama madzhab Syafi'i,
orang yang menyetubuhi wanita semasa per- "Suruhlah dia supaya merujuknya dulu,
kemudian menceraikannya dalam keadaan su-
mulaan datangnya darah haid disunnahkan ci atau hamil.'aoa2
bersedekah sebanyak satu dinar. Dan bagi
siapa yang bersetubuh ketika haid hampir Halal menceraikan wanita setelah berhen-
berhenti, disunnahkan bersedekah sebanyak ti haid, sebelum dia mandi. Ada keterangan
setengah dinar. Hal ini berdasarkan hadits ri-
wayat dari Ibnu Abbas yang telah lalu, yang yang menyebutkan bahwa apabila wanita
terdapat dalam at-Tirmidzi. Yaitu jika darah
sudah berhenti darah haidnya, maka dia tidak
itu berwarna merah, maka dikenakan satu dihalalkan melakukan kegiatan sebelum ia
dinar dan jika berwarna kuning, dikenakan mandi kecuali puasa, talak, bersuci, dan shalat
setengah dinar. fardhu jika perempuan itu memang tidak
Menyetubuhi perempuan yang sedang mempunyai salah satu dari dua alat suci: air
haid bukan merupakan maksiat yang besar.
Hal ini disebabkan perbuatan ini tidak masuk dan tanah.
dalam definisi maksiat besar.
8. Talak Pengharaman puasa bagi wanita tersebut
adalah disebabkan haid, bukan karena ha-
Haram menceraikan istri dalam keadaan
haid. Cerai atau talak yang dilakukan dalam dats. Buktinya ialah orang yang berjunub
keadaan haid dianggap bid'ah, karena menye- sah melakukan puasa, apalagi haid yang su-
babkan 'iddah perempuan menjadi panjang.
Ia haram karena bertentangan dengan firman dah berhenti. Talak pun demikian, karena
Allah SWT, penyebab keharamannya telah hilang, yaitu
"Wahai Nabi! Apabila kamu menceraikan menambah panjang masa 'iddah. Adapun ber-
istri-istrimu maka hendaklah kamu ceraikan
mereka pada waktu mereka dapat (mengha- suci, karena ia memang diwajibkan. Begitu
dapi) 'iddahnya (yang wajar)...." (ath-Tha- juga dengan shalat fardhu.
laaq: 1) 'lddah belum bermula jika seseorang
Bila wanita haid ditalak, maka masa haid menceraikan istrinya dalam masa haid. Hal ini
yang tersisa tidak dihitung sebagai 'iddah. Hal berdasarkan firman Allah SWT,
itu memberi mudharat terhadap wanita ka- "Dan para istri yang diceraikan (wajib)
menahan diri mereka (menunggu) tiga koli
rena panjangnya masa menunggu. Di samping
qu rtt' .... " (al-BaqarahzZZB)
itu, terdapat riwayat dari Ibnu Umar bahwa
Adapun quru'yang hanya setengah tidak
dianggap sebagai satu quru'.
1042 Riwayat al-lama'ah, kecuali al-Bukhari dari tbnu Umar (Noilu/Authaa Jilid tV, hlm. 221).
--
ISI,AM IILID 1
PERBEDAAN ANTARA HAID DAN TUNUB Ayat larangan seperti ini tidak ada dalam
Kita telah mengetahui bahwa apa yang kasus orang yang berjunub, malah yang ada
ialah ayat yang membolehkan, yaitu firman
diharamkan bagi wanita yang haid dan yang Allah SWT,
semacamnya lebih banyak dari apa yang "... Maka sekorang campurilah mereka dan
carilah apa yang telah ditetapkan Allah bagimu
diharamkan kepada orang yang junub. Tetapi (yaitu anak)...." (al-Baqarah: 187)
ada beberapa perbedaan lain, yaitu:1043
Ayat ini menghalalkan pergaulan lmuba'
Orang yang junub boleh menunaikan
syarah) untuk tujuan lahiriah.
puasa, tetapi orang yang haid dan nifas tidak
boleh. Sebab, haid dan nifas lebih berat dari PERBEDAAN ANTARA HAID DAN NIFAS
hadats. Ini juga merupakan arti (penafsiran) Haid dan nifas berbeda dalam tiga hal,
dari, "Kurangnya agama wanita" berdasarkan yaitu:1oas
sabda Rasul saw., L. Ber-'iddah adalah dihitung dengan masa
,#t:ii't6F;b ;,,tcLr; haid menurut ulama Hanafi dan Hambali.
Sebab, habisnya 'iddah adalah dengan
"Kattm wanita dalam separuh umumya quru', sedangkan nifas bukanlah quru'.
tidak berbuat apa-apa, tidak berpuasa dan
2. Nifas tidak menjadi tanda baligh, karena
tidak sholat.'aoaa
nifas dapat terjadi sebelum baligh. Yaitu,
Orang yang junub wajib mengqadha' apabila wanita mengandung, sebab anak
akan terbentuk dari hasil hubungan an-
shalat dan puasa. Adapun wanita yang haid tara lelaki dan perempuan. Allah SWT
dan seumpamanya tidak wajib mengqadha' berfirman,
shalat, wajib mengqadha' puasa saja. Karena,
haid terjadi berulang-ulang pada setiap bulan. "Dia diciptakan dari air (mani) yang
Oleh karena itu, mengqadha' shalat termasuk
menyukarkan bagi wanita yang biasa datang terpancar, yang keluar dan antara tulang
haid. Tetapi, mengqadha' puasa tidaklah
susah, sebab kewajiban puasa hanya setahun punggung (sulbi) dan tulang dada." (ath'
Thaariq:6-7)
sekali.
Haram mendekati perempuan dalam ke- 3. Masa nifas tidak dihitung dalam masa
adaan haid dan nifas. Tetapi, tidakharam men- ila'.1046 Allah SWT berfirman,
dekati perempuan yang junub. Karena, Allah
SWT berfirman, "Bagi orang yang meng-ila' istrinyo
harus menunggu empat bulan,,.." [al'
Karena itu jauhilah istri pada waktu Baqarah=226)
haid.... " (al-Baqarah:222)
7oa3 Al-Bodo'i',1ilid I, hlm.44.
1044 Riwayat Abdur Rahman bin Abi Hatim dalam Sunan-nya dari lbnu Umar secara marfu'denganlafal,"Perempuan adalah kurang
dari segi akal dan agamanya." Beliau kemudian ditanya, "Apakah yang dimaksud dengan kurang agamanya?" Rasul menjawab,
"setiap mereka menghabiskan separuh umurnya dengan tidak shalat" Al-Baihaqi berkata, "Aku tidak mendapati kata-kata ini
dalam suatu kitab hadits pun." Kata lbnu Mindah, "Ungkapan ini tidak dapat dibuktikan dari Nabi Muhammad saw.." (Kasysyaful
Qina', Jilid, I, hlm. 233)
10as Kasysyaful Qino', lilid l, hlm. 229.
1046 flr'irlrhl"lakibersumpahdenganmenyebutasmaAllahuntuktidakmendekatiistrinyaselamaempatbulanataulebih,atauuntuk
mendekati istrinya dia membuat syarat yang sukar seperti pufiir naik haii, atau memberi makan orang miskin.
Baglan 1: IBADAH FIq!H ISI.AM 1
Ini karena nifas bukanlah kebiasaan yang 'ILID
sering terjadi pada diri wanita, berbeda de- menurut ulama Hanafi dan Hambali, semua-
nya itu adalah darah istihadhah.loas
ngan haid.
Badan orang haid, keringat, dan juga sisa HukunrHukum Mustahadhah
makanannya adalah suci. Masakan, adonan Ada tiga perkara yang perlu dibahas,
tepung, dan sebagainya yang dibuatnya tidak-
lah makruh. Begitu juga cairan yang diletakkan yaitu:
oleh tangannya ke dalam suatu wadah, 7. Apakah petkaru yang dihanmkan bag
tidaklah makruh. Para ulama telah berijma wanita haid,luga diharamkan ba$i
untuk mengatakan boleh makan secara biasa wanita mustahadah,
Istihadhah ialah hadats yang berterusan
bersama-sama dengan istri yang sedang sama seperti kencing, madzi, berak, dan
kentut yang berterusan. Hal ini disetujui
haid. Mereka tidak perlu diasingkan, sebab oleh seluruh ulama fiqih. Atau-menurut
pendapat ulama Hanafi dan Hambali-
lafaz i'tizal dalam ayat yang disebutkan
seperti hidung yang senantiasa berdarah
di atas adalah bermaksud "bersetubuh." ataupun luka yang darahnya tidak ber-
henti. Oleh sebab itu, istihadhah ini tidak-
Aisyah mengatakan, "Aku minum ketika lah menghalangi apa-apa. Tidak seperti
darah haid dan nifas yang menyebabkan
aku sedang haid. Lalu aku memberikannya terhalangnya melakukan shalat, puasa,
kepada Nabi Muhammad saw. dan beliau
meletakkan mulutnya pada tempat mulutku. walaupun shalat sunnah, thawal mem-
Lalu beliau meminumnya. Aku makan daging baca Al-Qur'an, menyentuh Al-Qur'an,
masuk masjid, i'tikaf, dan bersetubuh
yang melekat di tulang ketika aku sedang tanpa paksaan. Darah istihadhah tidak
haid, kemudian aku berikan kepada Nabi
Muhammad saw.. Lalu beliau meletakkan menghalang amalan-amalan itu karena
mulutnya di tempat yang aku gigi1."to+7 alasan dharurah,loae dan juga karena ter-
4. DARAH ISTIHADHAH DAN HUKUMNYA dapat beberapa hadits yang menerangkan
Definisi istihadhah adalah darah yang tentang itu. Di antaranya adalah:
mengalir bukan pada waktu biasa (selain haid
dan nifas) disebabkan sakit di bagian pangkal (a) Hadits yang diriwayatkan oleh
Aisyah di mana beliau mengatakan
[dekat) rahim. Pendarahan itu disebut a/-
bahwa Fatimah binti Abu Hubaisy
'aadzil.
berkata kepada Rasulullah saw., "Aku
fadi, setiap darah yang keluar sebelum
masa haid [yaitu sembilan tahun) atau kurang perempuan yang senantiasa didatangi
dari masa minimal haid,lebih dari masa mak-
simal haid, lebih dari masa maksimal nifas, darah istihadhah, aku tidak suci. Apa-
lebih dari hari-hari kedatangan bulan yang
biasa dan melebihi masa maksimal haid, atau kah aku harus meninggalkan shalat?"
darah yang datang dalam masa mengandung, Rasulullah saw. menjawab, "ltu adalah
'irq [pendarahan). Ia bukan haid. fika
1047 Riwayat al-lama'ah,kectali al-Bukhari dan at-Tirmidzi (Nailut Authar,Jilid l, hlm. 281).
Toas Ad-Durrul Mukhtanlilidl,hlm.262 dan seterusnya; Muraqi al-Falatr, hlm. 25: asy-Syarhush Shaghir,Jilidl,hlm.20T dan seterusnya;
al-Qawanin al-Fiqhiyyah, hlm.41; Mughnil Muhtaj, filid I, hlm. t08; Kasysyaful Qina',lilid'1,h1m.226-236.
Loae Ad-Durrul Mukhur,Iilidl,hlm.2TS; Muraqi ot-Falah,hlm.25; Fathul Qadir,Jilid I, hlm. L2l; asy-Syarhush Shaghir, Jilid I, hlm. 210; al-
Qawanin al.Fiqhiyyahhlm.4L; Mughnil .Muito.l, Jllid l, hlm. 111; al'Mughni,lilid l, hlm. 339i Kasyqyaful Qina',lrlirdl,hlm.235'237.
FIQIH ISIAM JITID 1 BaE an 1: IBADAH
datang haid, hendaklah engkau ting- falasan) sebagai adza (penyakit) berdasarkan
firman-Nya,
galkan shalat. Dan jika kadar masa
kebiasaannya telah berlalu (tamat), .'.;g.e,3r O:$r$*6U'i';5. ..
maka mandilah dan bersalatlah,"1050 "... Katakanlah, 'ltu adalah sesuatu yang
(b) Rasulullah saw. menyuruh Hamnah kotor.' Karena itu jauhilah istri pada woktu
h ai d.... " (al-Baqarah= 222)
binti fahsy supaya berpuasa dan sha-
lat dalam keadaan istihadhah.l0sl Tetapi jika darah istihadhah itu telah ber-
Ic) Diriwayatkan oleh Abu Dawud, da- henti, maka para ulama Hambali mengatakan
ri lkrimah, dari Hamnah binti fahsy bahwa wanita itu boleh disetubuhi tanpa
bahwa ketika dia didatangi darah
perlu mandi terlebih dahulu. Sebab, dia tidak
istihadhah, suaminya menyetubuhi- diwajibkan mandi, sama hukumnya dengan
kencing yang berterusan.
nya. Ikrimah juga berkata Ummu
2. Cara Thaharah Wanlta Mustahadah
Habibah didatangi darah istihadhah
dan suaminya menyetubuhinya. Ham- (Wudhu dan Mandl)
Ulama madzhab Malikilos3 berpendapat,
nah ialah istri Thalhah, sedangkan bahwa wanita yang mustahadah disunnahkan
Ummu Habibah ialah istri Abdur- mengambil wudhu setiap kali hendak shalat,
sebagaimana ia disunnahkan membasuh da-
rahman bin Auf.1os2 rah istihadhahnya setelah darah itu berhenti.
Inilah bukti yang menghalalkan bersetu- Adapun jumhur (ulama Hanafi, Syafi'i,
buh dengan perempuan yang didatangi darah
istihadhah. Pendapat ini juga diakui oleh para dan Hambali)10sa berpendapa! bahwa wanita
fuqaha, termasuk Imam Ahmad dalam salah yang mustahadah diwajibkan mengambil wu-
satu riwayatnya. Dalam satu riwayat Iagi yang dhu setiap kali hendak melakukan shalat se-
bersumber darinya, yang dapat dikatakan
sebagai pendapat yang rajih menurut ulama telah ia membasuh kemaluannya, mengikat
Hambali, ialah tidak boleh menyetubuhi wa-
nita mustahadhah kecuali jika suaminya kha- dan memasukkan kapas ke dalamnya. Kecuali
watir akan melakukan perkara terlarang. Hal
jika penahanan darah itu [mengikat dan me-
ini berdasarkan riwayat al-Khallal dengan
masukkan kapas]J menyakitkan, ataupun dia
sanadnya dari Aisyah, bahwa Aisyah menga-
takan, seorang istri yang mustahadhah tidak sedang berpuasa. Hal ini berdasarkan sabda
boleh disetubuhi oleh suaminya, Lagipula,
istihadhah adalah darah penyakit. Oleh kare- Nabi Muhammad saw. kepada Hamnah ketika
na itu, haram menyetubuhinya sama seperti dia mengadu kepada Rasul tentang banyak-
nya darah yang keluar. Rasul saw. bersabda,
orang yang sedang haid.
;ir &{ ;:V A'; t or,Ji
Allah SWT dalam melarang bersetubuh
dengan orangyang sedang haid memberi'illah
10s0 Riwayat al-Bukhari, an-Nasa'i, dan Abu Dawud [NailulA uthar,lilid I, hlm. 268).
10s1 Riwayat Abu Dawud, Ahmad, at-Tirmidzi dan dia menghukuminya shahih (Naitul Authar,lLlid I, hlm. 271).
1052 Anak per"mpuan Jahsy ada tiga, yaitu Zainab Ummul Mu'minin, Hamnah, dan Ummu Habibah {subulus Salam, filid I, hlm. 103).
70s3 Al-qawanin al-Fiqh[ryah, hlm. 26, 41; Bidayanl Mujtahid,lilid I, hlm. 57 dan seterusnya.
10sa Al-Lubob,Jilid I, hlm. SL; Muraqi al-Falaft, hlm. 25; Mughnil Muhtaj,lilidl, hlm. 111 dan setelahnya; al-MuhadzdzaD, Jilid I, hlm 45
dan setelahnya ; al- Mughni, lilid I,,hlm 340-!42.
^t
FrqlH ISLAM lrLtD I
"Ambillah kapas dan gunakanlah, iq akan Lagipula, thaharah yang dilakukan adalah
menghilangkan darah,'aoss
thaharah karena udzur dan dalam keadaan
fika telah diikat secara rapi fseperti ikat darurat, Oleh karena itu, ia terikat dengan
simpul) namun darah masih tetap keluar, te- waktu seperti halnya tayamum.
tapi tidak sampai mengotori ikatan, maka Wanita mustahadah tidak diwajibkan ke-
cuali mandi sekali saja. Hal ini disepakati oleh
shalatnya tidak batal. Hal ini berdasarkan empat madzhab fiqih dan berdasarkan hadits
yang telah lalu, juga hadits-hadits lain seperti
riwayat Aisyah r.a. bahwa Fatimah binti Abi hadits Hamnah. Menurut ulama Syafi'i, Ham-
bali, Hanafi, dan Maliki, mandi bagi wanita
Hubaisy mengalami istihadhah lalu Nabi mustahadhah disunnahkan setiap kali hendak
shalat. Pendapat ini berdasarkan hadits yang
Muhammad saw. bersabda kepadanya, telah disebutkan dalam pembahasan mandi
sunnah, yaitu bahwa Nabi Muhammad saw.
Pd;3/ ;-*r,o i a-b?Jit:-i;fi:t oa:r
menyuruh Ummu Habibah mandi, lalu dia
*,At *iut'F'oL',;>t F
mandi setiap kali akan shalat.losg
"Jauhilah shalat pada hari-hari haid
kamu, kemudian mandi dan berwudhulah Menurut pendapat ulama Hanafi, wanita
untuk setiap kali shalat. Setelah itu shalatlah, mustahadhah dan wanita lain semacamnya
walaupun darah masih menitik di atas tikar boleh shalat beberapa fardhu dan sunnah
dengan menggunakan satu kali wudhu. Wu-
(al-hashir).'aos6
dhunya batal dengan keluarnya waktu seperti
Dalil yang menunjukkan bahwa wanita
mustahadhah hendaklah mengambil wudhu yang telah dijelaskan dalam perbincangan
setiap kali akan menunaikan shalat fardhu,
adalah sabda Nabi Muhammad saw. tentang tentang wudhunya orang udzur. Menurut ula-
mustahadhah, ma Hambali, wanita itu boleh menggabungkan
dua shalat dengan satu wudhu. Karena, Nabi
.r; c;t{ \,Pjt titGl ;ei i>,at 2t
ir*: r* ,y *'wi, J.A'l W Muhammad saw menyuruh Hamnah binti
fahsy menggabungkan dua shalat dengan
f:: , r-
satu wudhu. Baginda juga menyuruh Sahlah
"Tinggalkanlah shalat pada hari-hari haid.
Kemudian mandi dan berwudhulah setiap kali binti Suhail melakukan seperti itu. Apabila
shalat, lakukanlah puasa dan shalat.'a0s7
waktu sudah keluar [terlewat), maka batallah
thaharah tersebut. Dari perbincangan ini, jelas
bahwa kedua-dua madzhab Hanafi dan Ham-
bali mempunyai pendapat yang sama.
Ulama madzhab Syafi'i mengatakan bah-
wa wanitayang mustahadhah wajib berwudhu
10ss Riwayat Abu Dawud, Ahmad, at-Tirmidzi dan dihukumi shahih.
1056 Riwayat Imam Hadits yang Lima (Ahmad, Abu Dawud, at-Tirmidzi, an-Nasa'I, dan Ibnu Majah) iuga riwayat lbnu Hibban. Imam
Muslim meriwayatkan dalam shahihnya tanpa menyebut, "Berwudhulah setiap kali shalat." (Nashbur Rayah f ilid I, hlm. 199 dan
seterusnya; Nailul Authar,Jilid I, hlm. 275)
1057 Riwayat Abu Dawud, Ibnu Majah, dan at-Tirmidzi. Dia mengatakan bahwa hadits ini adalah hasan (Naitut Authar,lilid l, hlm. 274;
Nashbur Rayahlilid I. hlm. 202 dan seterusnya). Adapun hadits yang berbunyi, "Perempuan yang sedang istihadhah hendaklah ber-
wudhu setiap kali hendak melakukan shalat," yang diriwayatkan oleh Sibt ibnul Jauzi dari Abu Hanifah, dikatakan sebagai hadits
gharib oleh az-Zailai (Nashbur Rayah,lilid I, hlm. 204).
LosB MuttaTaq'alaih.
FIqIH ISTAM JILID 1 Baglan 1: IBADAH
setiap kali hendak melakukan shalat fardhu, hammad saw. bersabda kepadanya,
meskipun karena nadzar. Hal ini seperti hal-
nya tayamum, karena ada hadats. Wanita itu os s$ -r';;3;i fV a*jJt i; ots ti1
juga boleh menggunakan wudhunya itu untuk
shalat jenazah dan beberapa shalat sunnah. 'f;lr itt l!!, ;y-ejr A<;:$ e-t
Menurut pendapat yang ashah, wanita itu
juga diwajibkan memperbaharui ikatannya o1.f f,t,-:o,iY *.i.t. €o:+/'/P.
setiap kali melakukan shalat fardhu. Ini di-
qiyaskan dengan memperbaharui wudhu. Dia "Jika ia darah haid, maka ia dapat diketa-
wajib menyegerakan shalat seketika setelah hui dengan warno hitam, Jika terdapat warna
selesai wudhu, kecuali karena melakukan ke-
maslahatan seperti menutup aurat, adzan, itu, hendaklah kamu tinggalkan shalat. Jika
warna lain, hendaklah engkau mengambil
iqamah, menunggu kedatangan jamaah, ber- wudhu dan shalatlah, karena itu adalah 'irq
ijtihad menentukan arah kiblat, pergi ke mas-
(pendarahan)."toss
jid, dan mencari penghalang. Semua ini telah
dijelaskan dalam pembahasan tentang wudhu b. PerbedaanBerdasarkanPengalaman
orang yang udzur. atau Kebiasaan yang Sudah Berlaku
3. Menetapkan Masa Hatd Wanlta yang Cara ini berdasarkan hadits Aisyah dari
Mustahadhah Fatimah binti Abu Hubaisy, yang diriwayatkan
Karena darah wanita mustahadhah terus oleh Imam al-Bukhari,
mengalir akibat sakit, maka dia perlu penje-
lasan mengenai masa haid bulanan supaya dia "Tetapi tinggalkanlah shalat mengikut ka-
dar hari-hari yang (biasanya) engkau didatangi
dapat melaksanakan hukum-hukum haid, dan haid. Kemudian mandilah dan shalatlah."l060
mengetahui bahwa hari-hari selain itu adalah
c. BerdasarkepadaKebiasaan
istihadhah. Dalam hal ini, terdapat prinsip-
prinsip utama yang dinyatakan oleh Sunnah. Kebanyakan Wanita
Di antaranya adalah: Biasanya haid berlangsung selama enam
atau tujuh hari. Cara ini diikuti jika cara yang
a. Membuat Perbedaan Menurut Sifat pertama dan kedua di atas tidak dapat diikuti.
Dalam hadits Hamnah binti fahsy disebutkan,
Darah
"sesungguhnya itu adalah termasuk rok-
fika darah itu hitam, maka ia adalah da-
dhah1061 (godaan) setan. Oleh karena itu, ang-
rah haid. Jika tidak, maka ia adalah istihadhah.
gaplah masa haidmu adalah selama enam atau
Artinya jika perempuan itu dapat membeda- tujuh hari [Allah SWT Maha Mengetahui yang
kan antara darah haid dan istihadhah, maka sebenarnya). Kemudian mandilah, sehingga
dia hendaklah mengambil keputusan berda- apabila engkau dapati bahwa engkau telah
suci dan engkau yakin bahwa darah berhenti,
sarkan perbedaan itu. Hal ini berdasarkan
maka shalatlah 24 hari atau 23 hari. Maka,
hadits Urwah dari Fatimah binti Abu Hubaisy hendaklah engkau berpuasa, dan itu adalah
bahwa dia sedang istihadhah, lalu Nabi Mu- sah. Hendaklah engkau lakukan yang demiki-
10s9 Riwayat Abu Dawud, an-Nasa'i, Ibnu Hibban, al-Hakim dan dia menghukuminya shahih, ad-Daruquthni, dan al-Baihaqi (Nailul
Authar, lilid I, hlm. 270).
7060 Noilul Authar, Jilid I, hlm.268; Subulus Solam, Jilid l, hlm. 100.
1061 Karena setan mencari jalan untuk merusak urusan agama seseorang, bersuci dan iuga shalatnya, hingga dia lupa bahwa itu adalah
kebiasaannya.
Baglan 1: IBADAH FIqIH ISTAM IILID 1
an itu setiap bulan seperti wanita-wanita lain nya, maka hendaklah dia memerhatikan masa
yang mengalami haid, dan seperti wanita-
wanita yang mengalami suci dalam waktu- kebiasaan yang dia ketahui dalam menentu-
waktu haid dan suci mereka."1062 kan haid dan suci. fadi, darah yang lebih dari
masa itu dianggap darah istihadhah. Oleh ka-
Masa Haid Wanlta Mustahadhah rena itu, jika dia meninggalkan shalat setelah
Madzhab Hanafl 1063 masa haid yang biasa itu berlalu, maka dia
Seorang wanita mustahadhah adakalanya wajib mengqadha' shalatnya. Namun apa-
pertama kali mengalaminya (mubtada'oh) yai- bila kebiasaan masa sucinya berlangsung se-
lama enam bulan atau lebih, maka-untuk
tu darah keluar berterusan seketika setelah
baligh atau (darah) pada waktu nifas yang menentukan berakhirnya masa'iddah-ia
hendaknya merujuk kepada jangka enam
pertama kemudian berterusan. Adakalanya
juga sudah biasa mengalaminya (mu'tadoh), bulan kurang satu jam. Dan untuk menentu-
yaitu wanita yang pernah datang darah dan kan hal yang lain fbukan 'iddah), maka hen-
kemudian suci. Dan adakalanya juga wanita daklah dia merujuk kepada kebiasaannya yang
yang mutahayyirah, yaitu wanita mu'tadah pernah dialami, sebagaimana yang diterang-
yang lupa hitungan kebiasaan datang bulan. kan sebelum ini. Pendapat yang difatwakan
adalah adat ditetapkan dengan berlakunya
1. Mubtadi'ah
kebiasaan itu, meskipun baru sekali saja.
Wanita mubtadi'ah hendaklah menentu-
kan haidnya selama sepuluh hari, sebab haid 3. Muhayyirah
tidak melebihi sepuluh hari. Sucinya ditetap-
kan selama dua puluh hari setiap bulan (se- Bagi wanita muhayyiroh, yaitu yang lupa
puluh hari haid dan dua puluh hari istiha- kebiasaan haidnya [tanggal dan bilangan hari-
dhah). Ini dilakukan berdasarkan hadits yang nya), maka haid dan sucinya tidak ditetap-
kan. Namun, dia hendaklah senantiasa ber-
telah lalu, yaitu hadits, "Wanita mustahadhah
meninggalkan shalat pada hari-hari haidnya." hati-hati berkenaan dengan hukum-hukum
Demikian juga nifasnya dihitung sebanyak syara'.1,06a
empat puluh hari, dan masa sucinya dari ni-
Adapun dalam masalah habis'iddah, maka
fas itu dua puluh hari. Kemudian haidnya baru
menurut pendapat yang ashah hendaklah di-
dihitung setelah itu sebanyak sepuluh hari. hitung hingga enam bulan kurang satu jam,
sebab masa suci di antara dua haid biasanya
Demikianlah seterusnya hingga dia suci se- adalah kurang dari masa hamil,106s oleh sebab
cara betul ataupun mati. itu masa iddah dihitung enam bulan kurang
satu jam. fika dia dicerai, maka'iddahnya ha-
2, Mu'tadah
bis setelah sembilan belas bulan kecuali tiga
Wanita mu'tadah (yang biasa didatangi
haid) yang tidak lupa berapa lama masa haid- jam, karena ada kemungkinan wanita itu di-
ceraikan pada awal masa suci, di mana dia
perlu menunggu tiga kali haid yang jumlah ke-
1062 Riwayat Abu Dawud, at-Tirmizi dan dia menghukuminya debagai sa hih; Nait al-Authar, lilid l, hlm.27 t; Subul al-Salam, f ilid I, hlm.
702.
7063 Tobyi, al-Haqa'iq, f ilid l, hlm. 62: ad-Durr al-Mukhtar,lilidl,hlm.277; Fath al-Qadir,Jilid l, hlm. L22 - I24; al-Lubab,lilid I, hlm. 50;
al-BadaiiJilid l, hlm.41. dan seterusnya.
1064 Y"itu, selalu menghindarkan diri dari melakukan hal-hal yang dilarang ketika haid, seperti membaca Al-Qur'an, menyentuhnya,
masuk masjid dan sebagainya, tidak melakukan hubungan intim dengan suami, mandi setiap hendak melakukan shalat, hendaklah
menunaikan shalat fardhu dan witir saia dan membaca sekadar yang perlu dalam shalat.
FrqlH ISLAM IrLrD I 532 Bagan 1: IBADAH
semuanya ialah satu bulan [sebab setiap haid [a) Wanita itu hendaklah dapat membedakan
ialah sepuluh hari), dan dia juga perlu kepada
tiga kali suci di mana jumlah keseluruhannya darah.
adalah delapan belas bulan kurang tiga jam.
(b) Darah itu berubah dari sifat darah haid
Madzhab Mallkl 1066
Mustahadhah adalah wanita yang darah- kepada sifat darah istihadhah.
nya keluar terus setelah masa haidnya sem- [c) Hendaklah sebelum masa istihadhah ada
purna. Jika dia dapat membedakan darah ter-
sebut dengan cara meneliti bau, warna, rasa masa suci yang paling minimal [15 hari).
sakitnya, atau lainnya-bukan dengan cara
membedakan banyak atau sedikitnya-maka Madzhab Syalf i'nun
itu adalah darah haid.r067 Namun, dengan sya- Darah yang keluat setelah lewat 15 hari
rat darah tersebut didahului oleh masa suci
minimal, yaitu lima belas hari. Sebagaimana dianggap darah mustahadhah. Wanita yang
diketahui bahwa darah haid adalah hitam dan mengalami kasus ini ada tujuh macam:
kental, Adapun darah istihadhah adalah me-
rah dan lembut. Darah yang warnanya sete- L. Al-Mubtadi'ah al-Mumayyizah
ngah kuning dan keruh adalah darah haid, se-
perti yang telah kita jelaskan dahulu mengenai Yang dimaksud dengan al-mubtadi'ah
warna-warna darah. adalah wanita yang pertama kali meng-
Menurut pendapat yang ashah, wanita alami haid. Sedangkan al-mumayyizah
yang dapat membedakan jenis darah tidak bo-
leh menunggu waktu tiga hari melewati masa adalah wanita yang dapat membedakan
kebiasaannya (adat haid) untuk tujuan men- jenis darah, juga dapat membedakan da-
rah yang kuat dan yang lemah, begitu juga
cari kepastian. Ini menurut pendapat yang
darah hitam dan darah merah.ro6e
ashah, melainkan wanita itu hendaklah ber-
Darah yang lemah ialah darah istiha-
pedoman pada kebiasaannya, dhah dan darah yang kuat ialah darah
haid. Dengan syarat, darah yang kuat itu
lika wanita itu tidak dapat membedakan, keluarnya tidak kurang dari masa minimal
maka dia dianggap mustahadhah fdianggap haid (yaitu satu hari satu malam), juga
dalam keadaan suci), meskipun keadaan ini hendaknya tidak melebihi masa maksimal
berlangsung sepanjang hidupnya. Demikian (yaitu 15 hari). Sebab, haid tidak boleh
juga, wanita dianggap mustahadhah jika dia melebihi masa maksimum tersebut. Juga,
dapat membedakan sebelum masa suci yang dengan syarat darah yang lemah itu tidak
paling minimum berakhir. Sebab, perbedaan kurang dari masa minimal suci [yaitu 15
hari) jika memang darah itu keluar terus-
itu tidak dianggap dan tidak berfaedah baginya. menerus. Artinya, darah itu terus keluar
Kesimpulannya adalah, wanita mustaha- selama 15 hariataupun lebih.
dhah tidak dianggap sebagai haid kecuali de- fika darah yang kuat keluarnya kurang
ngan tiga syarat berikut.
dari masa minimal haid, atau lebih dari
masa maksimalnya, ataupun darah yang
lemah kurang dari masa minimal suci
ataupun dia tidak keluar secara terus-
menerus-seperti satu hari keluar darah
1066 Asy-Syarhush Shaghir,f ilid I, hlrn. 213; asy-Syorhut Kabir,lilid l, hlm. 171; ol-Qawanin al-Fiqhiyyah, hlm.41.
1067 Dipertimbangkan untuk beribadah dan masa 'iddoh.
1068 Mughnil Muhtaj,lilid t, hlm. 1 13-118 ; Hasyioh al-Bojuri,f ilid I, hlm. 1 14 dan seterusnya.
1069 Telah diterangkan sebelum ini, yaitu warna darah hitam, merah, kuning, dan keruh.
hitam dan satu hari darah merah-maka FIQIH lSr.AM J[rD I
wanita itu kehilangan syarat tamyiz wanita itu biasa mengalami haid selama
lima hari dari awal bulan dan setelah
(mampu membedakan) dan hukum darah lima hari dia berada dalam keadaan suci,
tersebut dapat diketahui melalui bentuk
yang kedua. kemudian dia mengalami istihadhah (da-
rah keluar terus), dan dia mendapati da-
2. Al-Mubtadi'ah Ghairul Mumayyizah lam masa 10 hari dari awal bulan warna
Yaitu wanita yang pertama kali meng-
darah itu hitam dan sisanya berwarna
alami keluar darah merah, tetapi dia
mendapati darah-darah yang keluar itu merah, maka haidnya ialah selama 10
sifatnya sama. Wanita dalam kategori ini hari, bukannya selama lima hari. Hal ini
sama hukumnya dengan wanita di atas berdasarkan hadits yang lalu, yaitu ha-
yang dapat membedakan darah, tetapi ti- dits, "Darah haid diketahui melalui war-
dak mempunyai salah satu syarat yaitu
nanya yang hitam." Lagipula, kemampuan
tamyiz (kemampuan membedakan). membuat perbedaan (tamyiz) jenis darah
adalah lebih kuat bagi menentukan jenis
Hukum darahnya adalah haidnya di-
kira selama satu hari satu malam dan su- darah daripada berdasarkan kebiasaan
cinya selama dua puluh sembilan hari, jika (adat). Sebab, tamyiz merupakan tanda
pada darah, sedangkan kebiasaan (adat)
memang wanita itu mengetahui waktu
mulainya keluar darah. Tetapi jika dia merupakan tanda tuannya.
tidak mengetahui awal mula keluarnya Kalau kebiasaan (adat) sesuai dengan
perbedaan (tamyiz), umpamanya kebia-
darah, maka dia dianggap sebagai wanita saannya ialah lima hari dari awal bulan,
mutahayyirah yang hukumnya akan di- dan perbedaan (tamyiz) yang terjadi pun
terangkan nanti. demikian, maka hendaklah dia menggu-
3. Al-Mu'tadah al-Mumayyizah nakan kedua-duanya.
Al-Mu'tadah adalah wanita yang per-
fika di antara dua jenis darah itu di-
nah mengalami haid dan suci. Adapun a/- selingi dengan masa suci minimal, um-
Mumayyizah ialah wanita yang mendapati pamanya setelah lima hari haid, dia me-
darah yang keluar ada yang kuat dan ada
yang lemah, seperti yang telah dijelaskan. ngalami keluar darah yang lemah selama
Menurut pendapat yang ashah, kebiasaan dua puluh hari, kemudian keluar darah
(adat) dapat ditetapkan dengan satu ke-
iadian, meskipun hanya sekali. yang kuat selama lima hari, kemudian
Dalam keadaan seperti ini, hendaklah keluar darah lemah lagi, maka kebiasaan
wanita itu menetapkan hukum berdasar- (adat) digunakan untuk menentukan haid
kan perbedaan (tamyiz) darah. Dia tidak yang bisa didasarkan kepada adat. Dan
boleh mendasarkan kepada adat kebia- perbedaan (tamyiz) juga digunakan untuk
saan yang bertentangan dengan keputus- menentukan haid yang bisa ditentukan
an yang didasarkan kepada perbedaan dengan cara tamyiz.
(tamyiz) darah. Ini adalah pendapat yang
4. Wanita yang biasa mengalami haid na-
ashah, namun dengan syarat di antara da-
mun tidak dapat membuat perbedaan
rah yang kuat dan yang lemah itu tidak
[antara darah tersebut), tetapi dia dapat
n masa suci ryinimal.Kalau mengingat kebiasaan (adat) lamanya haid
dan kapan biasanya dia haid. Wanita ini
adalah wanita yang pernah mengalami
FIqLH ISIAM JILID 1 masa suci. |adi, dia wajib mandi setiap kali
hendak mengerjakan shalat fardhu dalam
haid dan suci, tetapi dia mendapati da-
rah-darah yang keluar hanya mempunyai waktunya. Sebab, ada kemungkinan da-
satu sifat saja. Di samping itu, dia dapat rahnya berhenti pada waktu-waktu itu. Ini
jika memang dia tidak mengetahui waktu
mengingat berapa lama biasanya dia haid
dan dia dapat menentukan waktu biasa- berhentinya darah haid.
nya dia haid.
Jika dia mengetahuinya seperti dia
Hukumnya adalah hendaknya wanita mengetahui bahwa masa berhentinya
tersebut mendasarkan kepada kebiasaan
lama waktunya haid dan juga kapan bia- ialah ketika matahari tenggelam, maka dia
sanya dia haid. |ika dia mengalami haid
selama lima hari dalam satu bulan, dan tidak wajib mandi kecuali ketika matahari
bermula pada awal bulan kemudian dia
didatangi darah istihadhah, maka haidnya tenggelam.
ialah lima hari dari awal bulan dan sisa- Dia juga hendaklah berwudhu ketika
nya adalah suci. Hukum ini berdasarkan menunaikan fardhu-fardhu yang lain. Se-
kepada kebiasaan (adat) meskipun kebia- bab, ada kemungkinan masa berhentinya
saan itu tidak berulang. Sebab, adat [ke- darah adalah ketika matahari tenggelam.
biasaan) dapat ditetapkan dengan satu
kejadian saja, jika memang kebiasaan itu Dia juga hendaklah berpuasa pada
tidak saling bertentangan. Namun jika bulan Ramadhan, dan setelah itu dia hen-
ia bertentangan, maka adat (kebiasaan)
tidak bisa ditentukan hanya dengan sekali daklah berpuasa sebulan penuh. Tapi, dia
kejadian saja. tetap menanggung [kewajiban) puasa dua
5. Wanita yang biasa mengalami haid, tetapi hari. Sebab, boleh jadi haidnya bermula
pada hari pertama bulan puasa, dan ke-
dia tidak dapat membuat perbedaan [an- mungkinan juga dia didatangi haid yang
tara darah tersebut) dan dia tidak ingat maksimal (15 hari) sehingga menyebab-
berapa lama dan kapan biasanya dia haid. kan puasanya rusak pada hari yang ke-16.
Sebab, mungkin haidnya datang di perte-
Hukumnya sama seperti hukum orang ngahan hari dan terputus di pertengahan
yang sedang haid, yaitu dia haram ber- hari.
setubuh, haram membacaAl-Qur'an di luar
shalat dan haram menyentuh Al-Qur'an. Ini fadi, dia dianggap suci dalam dua
sebagai langkah berhati-hati, sebab setiap
masa yang dia alami ada kemungkinan puluh delapan hari dalam dua bulan, yaitu
sebagai masa haid, Pada waktu yang sama, 14 hari pada setiap bulan. Oleh karena
dia juga dihukumi sama seperti orang itu, dia masih mempunyai kewajiban
yang suci dalam beberapa hukum. Yaitu, puasa dua hari. Dikarenakan, masa mi-
seperti kewajiban mendirikan shalat far- nimal suci adalah lima belas hari. Maka
dhu dan mendirikan shalat sunnah me- untuk mendapatkan dua hari puasa itu,
nurut pendapat yang ashah, demikian juga hendaklah dia berpuasa pada hari ke 18:
dalam masalah puasa. Ini juga sebagai tiga hari pertama dan tiga hari terakhir.
langkah berhati-hati, sebab setiap waktu 6. Wanita yang sudah biasa mengalami haid
yang dia lalui ada kemungkinan sebagai
dan dia tidak dapat membuat perbedaan,
tetapi dia dapat mengingat berapa lama
biasanya dia haid, namun dia tidak ingat
kapan biasanya dia haid. Seperti seorang
wanita yang mengatakan bahwa haidnya
biasanya adalah lima hari dalam rentang Frq[H IsrAM f[rD 1
sepuluh hari di awal bulan, namun dia Hukum wanita seperti ini adalah masa
tidak mengetahui kapan haidnya itu ber-
dalam satu hari satu malam dianggap
mula. Tetapi, dia tahu secara yakin bah-
wa hari pertama adalah suci. Oleh sebab masa haid [secara yakin). Separuh bulan
itu, hari yang keenam dapat dipastikan yang terakhir adalah suci (secara yakin).
secara yakin sebagai masa haid. Hari yang
pertama dipastikan sebagai masa suci, Adapun hari-hari di antara keduanya
sama seperti hari dua puluh hari yang
akhir (tersisa dalam bulan itu). Adapun adalah ada kemungkinan haid, suci, dan
hari yang kedua hingga akhir hari kelima mungkin juga terputus-putus.
ada kemungkinan sebagai masa haid se-
cara terus-menerus dan mungkin juga suci fadi, bagi seorang wanita yang yakin
secara terus-menerus. Hari ketujuh hing- masa haid dan sucinya, maka hukumnya
sudah jelas. Adapun orang yang berada
. ga akhir hari kesepuluh kemungkinan dalam masa serba mungkin, maka kedu-
dukannya sama seperti wanita yang lupa
adalah masa haid, mungkin juga masa suci (masa haid dan suciJ seperti hukum-hu-
dan kemungkinan juga terputus-putus. kum wanita yang telah dinyatakan se-
belum ini.
Bagi seseorang wanita yang yakin ma-
Kesimpulannya adalah, bagi wanita-wanita
sa haid dan sucinya, maka ada hukumnya yang mengalami tiga keadaan terakhir seperti
yang disinggung di atas, maka dia dinamakan
tersendiri. Adapun bagi wanita berada mutahayyirah, yaitu orang yang lupa tentang
dalam kondisi serba berkemungkinan, kebiasaan haidnya baik dari segi kadar (la-
manya berlangsung) maupun waktunya, atau
maka hukumnya adalah sama seperti wa- dia lupa kadar; tetapi tidak lupa waktunya, atau
nita yang lupa tentang haid dan sucinya, sebaliknya. Hukumnya yang masyhur adalah
seperti wanita dalam kategori kelima di dia wajib berhati-hati (ihtiyat). Oleh karena
atas. itu, dia diharamkan bersetubuh, menyentuh
Seperti yang telah diketahui, wanita Al-Qur'an, dan membaca Al-Qur'an selain ma-
tersebut tidak wajib mandi kecuali keti- sa shalat. Tetapi, dia tetap wajib melakukan
ka ada kemungkinan darah berhenti. Ma- shalat fardhu. Demikian juga shalat sunnah,
sa kemungkinan berhentinya darah ini menurut pendapat yang ashah. Dia hendaklah
dinamakan dengan "masa suci yang dira-
gukan." Sedangkan masa yang tidak mung- mandi pada setiap kali hendak mengerjakan
shalat fardhu. Dia juga hendaklah berpuasa
kin darah berhenti dinamakan dengan Ramadhan, dan kemudian berpuasa sebulan
penuh. Dengan demikian, dia memperoleh
"haid yang diragukan." empat belas hari dalam setiap bulan tersebut.
Kemudian hendaklah dia berpuasa dari hari
7. Wanita yang biasa mengalami haid dan dia ke-18, yaitu hari bagian pertamanya dan tiga
hari lagi bagian akhirnya. Dengan demikian,
tidak dapat membuat perbedaan. Namun,
dia dapat mengingat kapan biasanya dia dia telah memperoleh dua hari tersebut.
Wanita yang bukan al-Mutahayyirah hen-
haid, tetapi tidak dapat mengingat be-
rapa lama biasanya dia haid. Contohnya daklah berusaha membuat perbedaan jenis
adalah apabila ada seorang wanita yang darah, jika dia memang dapat membuat per-
mengatakan bahwa haidnya bermula pada
awal bulan, tetapi dia tidak tahu berapa
hari dia berlangsung,
FrqtH Isr.,A,M rrrrD -/*\-, BaE[an 1: TBADAH
\-5l-36 ,. yang bukan mustahadhah. Kemudian hen-
bedaan itu, baik dia adalah seorang yang
baru mengalami haid (mubtadi'ah) ataupun daklah dia mandi dan melakukan shalat
dia orang yang telah biasa didatangi haid sebagai langkah berhati-hati supaya dia
(mu'tadah). fika dia tidak dapat membuat dapat terbebas dari tanggungan. Tetapi,
perbedaan, tetapi dia dapat mengetahui ke- dia tetap haram disetubuhi dalam masa
biasaan haidnya baik dari segi waktu atau dan 15 hari jika dalam masa ini memang da-
lamanya, maka keputusannya dikembalikan rahnya masih terus keluar. fika darah
kepada kebiasaan itu. fika wanita itu adalah
orang yang baru mengalami haid dan dia tidak berhenti sebelum masa ini hendaklah
dia mandi, yaitu mandi yang kedua. Pada
dapat membuat perbedaan ataupun kehilang- setelah itu, ia boleh bersetubuh.
an syarat membuat perbedaan, maka menu- Dalam masa tiga bulan pertama, hen-
rut pendapat yang azhar haidnya ialah satu daklah ketentuan ini dilakukan seperti
hari satu malam dan sucinya ialah dua puluh itu. Karena, kebiasaan (adat) tidak akan
sembilan hari. ditetapkan tanpa adanya pengulangan se-
banyak tiga kali. Ini menurut zahir madz-
Madzhab Hamball loTo hab atau kebanyakan riwayat dari Imam
Wanita mustahadhah adakalanya mubta- Ahmad.
di'ah, dan adakalanya mu'tadah, dan kedua- Pada bulan yang keempat, hendaknya
duanya adakalanya dapat membedakan (da- dia berpindah kepada pertimbangan ke-
rah haid dengan lainnya) dan adakalanya biasaan (ghalib) haid yang berlaku, yaitu
tidak dapat membedakan. fika dia termasuk enam atau tujuh hari menurut ijtihad dan
mubtadi'ah dan dapat membuat perbedaan,
pendapatnya. Dia hendaklah mengikuti
maka dia harus mendasarkan keputusannya apa yang menjadi dugaan kuatnya, bahwa
kepada perbedaan itu. fika dia baru mengalami masa itu lebih menyamai dengan kebia-
haid, tetapi tidak dapat membuat perbedaan,
saan adat atau kebiasaan wanita-wanita
maka haidnya ditetapkan selama satu hari lain, ataupun lebih menyerupai haid. Jika
satu malam. Setelah itu, dia hendaklah mandi. darahnya melebihi masa maksimal haid
Hari-hari selebihnya dalam bulan tersebut di- (15 hari), maka darah itu (dianggap) darah
anggap sebagai masa suci. Ketetapan demiki- mustahadhah, karena baginda Rasulullah
an adalah untuk tiga bulan yang pertama. saw. bersabda,
Pada bulan keempat, ia berpindah kepada ke- "ltu adalah'irq (pendarahan) bukan
biasaan (ghalib) haid, yaitu enam atau tujuh
hari menurut ijtihadnya. Perincian pendapat haid."
madzhab Hambali adalah seperti berikut. Lagi pula semua jenis darah' tidak
L. Mubtadi'ah yang tidak dapat membuat semestinya dianggap sebagai darah haid.
perbedaan. Dia hendaklah menetapkan 2. Mubtadi'ah yang dapat membuat perbe-
haidnya selama satu hari satu malam,
karena masa itu adalah masa yang me- daan. Contohnya adalah seperti wanita
yang dapat membedakan darah hitam
yakinkan, sedangkan masa yang lebih dari yang pekat atau busuk dari darah merah
itu adalah diragukan, sama seperti wanita yang cair dan tidak busuk. fika ini dapat
1070 Karysyafu I Qinal lilid l,hlm.234-246; at-Mughni,lilid L hlm. 3LO-332 dan seterusnya.
Bagan 1: IBADAH FIQIH ISI,,q.M JILID 1
dilakukan, maka dia hendaklah menetap- empat hari bermula dari awal bulan, dan
kan jenis darah menurut perbedaan ini. dia mendapati darah hitam dalam masa
Darah dianggap sebagai darah haid jika empat hari juga, sedangkan darah pada
darah itu hitam atau pekat atau darah hari-hari setelah itu berwarna merah-
itu berbau busuh ini jika memang darah ataupun kebiasaan (adat) dan perbedaan
itu keluarnya tidak kurang dari masa (tamyiz) itu menghasilkan kesimpulan
minimal haid, (yaitu sehari semalam) yang berlainan. Contohnya adalah apabila
dan tidak melebihi masa maksimalnya, kebiasaannya haid adalah enam hari, te-
[yaitu 15 hari). Kesimpulan ini adalah tapi dia mendapati darah hitam hanya
dalam empat hari saja sedangkan hari-
berdasarkan Hadits riwayat 'Aisyah ten- hari setelahnya, darahnya berwarna me-
tang cerita Fatimah binti Abu Hubaisy rah. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah
yang diriwayatkan oleh an-Nasa'i: saw.,
|ika memang darah haid. Maka ia di- "Tinggalkonlah shalat selama hari-
ketahui dengan warna hitam. Oleh kare-
na itu, janganlah shalat. fika darah itu hari haid komu, kemudian mandi dan
berwarna lain hendaklah dia berwudhu'
danshalat karena itu adalah darah (biasa) shalatlah."
dan pendarahan. Lagipula adat (kebiasaan) adalah lebih
kuat, sebab ia tidak membatalkan kesim-
fika darah itu kurang dari satu hari satu pulan yang ditetapkan atasnya (dilalah-
malam, maka itu adalah darah istihadhah.
nya). Ini berbeda dengan warna. Apabila
fika keluarnya darah itu melebihi lima warna itu melebihi masa maksimal haid,
maka kesimpulan yang ditetapkan ber-
belas hari, umpamanya dalam sepuluh
dasarkan hal itu (dilalah-nya) menjadi
hari darahnya berwarna hitam dan dalam
masa tiga puluh hari darahnya berwarna batal.
merah, maka haidnya ialah semasa darah 5. Mu'tadah yang dapat membuat perbeda-
itu berwarna hitam, adapun selainnya ada- an tetapi lupa kebiasaan masa haidnya.
Kasusnya adalah sama dengan seorang
lah darah istihadhah, sebab ia tidak sama wanita yang baru pertama kali mengalami
haid (al-mubtadi'ah), yaitu dia hendaklah
dengan karakter darah haid. mengikut at-tamyiz as-salih (perbedaan
yang dapat dilakukan) karena darah itu
3. Mu'tadah, yang tidak dapat membuat adalah darah haid. At-tamyiz as-salih
adalah apabila darah itu keluar tidak ku-
perbedaan. Dalam kasus seperti ini wanita rang dari satu hari-satu malam dan tidak
tersebut hendaklah menggantungkan ke- melebihi 15 hari. Hal ini berdasarkan ha-
putusannya kepada kebiasaan (adat) se- dits Fatimah binti Abu Hubaisy, yaitu,
perti yang akan dijelaskan nanti.
4. Mu'tadah yang dapat membuat perbe- "fika darah itu darah haid karena dike-
daan. Misalnya seorang wanita menda- tahui berwarna hitam, maka janganlah
pati setengah dari darahnya berwarna kamu shalat. f ika ia berwarna selain hitam,
maka hendaklah kamu berwudhu karena
hitam, pekat, atau busuk, maka hendak- itu adalah'ir4 (pendarahan)."
lah dia mendahulukan kebiasaan (adat-
nya) daripada perbedaan (tamyiz), baik
perbedaan darah (tamyiz) dan kebiasa-
annya itu menghasilkan kesimpulan yang
sama-seperti kebiasaan haidnya ialah
FIqlH ISI."A,M JILID 1
6. Al-Mutahayyirah: Yaitu wanita yang tidak waktu biasanya dia mengalami haid.
tahu masa haidnya karena dia tidak me- Contohnya adalah apabila ada wanita
ngetahui masa biasanya dia haid, dan dia mengetahui bahwa dia haid biasanya
juga tidak dapat membuat perbedaan jenis
darah. Kasus ini dapat dikelompokkan ke pada tanggal sepuluh tiap bulan, te-
dalam tiga keadaan seperti berikut. tapi dia tidak mengetahui berapa hari
biasanya dia haid. Hukum wanita se-
[a) Wanita yang lupa kapan dan berapa perti ini adalah sama seperti hukum
lama biasanyad dia haid wanita yang dalam kasus pertama di
atas, yaitu hendaknya dia mengem-
Dalam keadaan seperti ini, ditetap- balikan keputusannya kepada ke-
kan bahwa haidnya wanita itu dalam biasaan haid, yaitu enam atau tujuh
setiap bulan adalah enam atau tujuh hari, menurut salah satu dari riwayat
hari menurut ijtihadnya, yang di- yang ashah.
dasarkan kepada sangkaan kita bahwa (c) Wanita yang lupa waktu biasanya
masa itu lebih mendekati kepada ke- haid, tetapi ingat lamanya masa haid.
Artinya dia tahu tentang jumlah hari
biasaannya (adatnya) atau kebiasaan biasanya dia mengalami haid, tetapi
wanita wanita lain, atau berdasarkan dia lupa kapan itu terjadi. Contohnya
adalah apabila ada wanita yang me-
darah yang lebih menyerupai haid. ngetahui jumlah hari haidnya dan dia
Setelah masa itu selesai, hendaklah lupa kapan haidnya itu terjadi, apakah
dia mandi. Darah-darah yang keluar
setelah itu dihukumi sebagai darah haidnya terjadi pada awal bulan, di
pertengahan bulan, ataupun di akhir
istihadhah.Dia juga hendaklah puasa,
shalat, dan thawaf. Ini adalah mengi- bulan.
kut hadits Hamnah bin fahsh,
Hukum wanita yang seperti ini ada-
* )'lu'7 #.,;
lah hendaknya dia menetapkan haid-
\P-c \e'Ul nya pada setiap awal bulan sebab
i,o, ,? ,n? :, e . o.,i
Nabi Muhammad saw menetapkan
, haid Hamnah pada awal bulan, dan
hendaklah ia melakukan shalat pada
"$tl*t*"Hendaklah kamu mengambil hari-hari setelah itu. Lagipula, darah
masa haid selama enam atau tujuh haid adalah darah yang asal (al-ash[),
sedangkan darah istihadhah adalah
hari (Allah SWT saja Yang Maha darah yang baru datang ('aaridhah).
Oleh karena itu, darah haid lebih di-
Mengetahui sebenarnya) kemudian
hendaklah kamu mandi." utamakan.
(b) Wanita yang lupa lamanya masa haid
yang biasa dialami, tetapi dia ingat
" Sfl6,+: "
FIQIH ISI,"A.M JITID 1
BAB KEDUA
SHALAT,,,,
Pembahasan mengenai shalat akan di- Bagian 7: Perkarayang Membatalkan Shalat
uraikan dalam sepuluh bagian. Bagian 8: Shalat-Shalat Sunnah dan Urutan
Keutamaannya
Bagian 7: Konsep Shalat
Bagian 9: Jenis-Jenis Sujud (Sahw+ Tilawah,
Perbincangan dalam pasal ini meliputi Syukur) dan Menqadha' Shalat yang Terle-
wat
definisi shalat, pensyariatan shalat, hikmah
kewajiban shalat, rukun shalat, serta hukum Bagian 70: Jenis-Jenis shalat
orang yang meninggalkan shalat. Bagian ini dibagi ke dalam delapan pem-
Bagian 2: Waktu Shalat bahasan, yaitu:
Dalam pasal ini akan dibahas mengenai . Pertama: Shalatberjamaah dan hukumnya.
kapankan shalat itu dianggap tunai (adaa). Di dalamnya terdapat juga pembahasan
Bagian 3: Adzan dan lqamah tentang shalat masbuq, penggantian imam,
serta meneruskan shalatnya imam.
Bagian 4: SyaratShalat
Dalam pasal ini, akan dibahas mengenai . Kedua: Shalat fumat dan khotbahnya.
. Ketiga: Shalat musafir (iamak dan qashar)
syarat-syarat taklif atau syarat-syarat diwa- . Keempat: Shalat Hari Raya.
jibkannya shalat, serta syarat-syarat sahnya . Kelima: Shalat gerhana matahari dan ger-
shalat orang yang sakit. hana bulan.
Bagian 5: Rukun Shalat . Keenam: Shalat minta hujan.
. Ketujuh: Shalat Khauf.
Perbincangan dalam pasal ini meliputi . Kedelapan: Shalat jenazah, hukum-hukum
masalah wajibnya shalat menurut pendapat tentang jenazah, hukum orang yang mati
syahid dan pembahasan tentang masalah
ulama Hanafi dan shalatnya orang sakit. kubur.
Bagian 6: Perkara-Perkara yang Disunnah- SIFAT SHALAT NAB! MUHAMMAD SAW.
kan dalam Shalat serta Cara fuIengerjakan-
nya, Perkara yang Dimakruhkan dan Dzikir Berikut ini akan dibahas mengenai sifat
Setelah Shalat shalat Nabi Muhammad saw.. Penulis akan
Dalam pasal ini juga akan dibahas masa-
lah penutup aurat orang yang shalat, qunut,
dan witir.
107r Thaharah (bersuci) merupakan wasilah sedangkan shalat ialah tuiuan. Oleh sebab itu, masalah mengenai bab shalat dibahas
setefeh pembahasan tentang bab thqharah [bersuci).
Frq[H Isr"A.M JrLrD 1 hingga keduanya menghampiri dua bahunya
membahas masalah ini terlebih dahulu sebe- dalam keadaan tegak. Kemudian beliau mem-
lum memulai perbincangan tentang shalat.
Penulis akan menyampaikan sifat shalat Ra- baca takbir (;{lltr). Kemudian beliau mem-
sulullah saw. seperti yang telah diriwayatkan
oleh para ahli hadits yang dipercayai. Tujuan- bungkuk turun ke bumi, lalu direnggangkan
dua tangannya dari dua rusuknya. Kemudian
nya adalah supaya mudah diingat dan menjadi
panduan serta teladan bagi kita. beliau mengangkat kepalanya dan melipatkan
kaki kirinya,lalu beliau duduk di atasnya.1073
Imam al-Bukhari, Abu Dawud, dan at-
Tirmizi telah meriwayatkan dari Muhammad Beliau kemudian membuka jari-jari kedua
bin Amr dari Atha'. Atha' berkata, 'Aku men-
dengar Abu Humaid as-Sa'idi berbicara di ha- belah kakinya ketika bersujud. Kemudian be-
dapan sepuluh orang sahabat Rasulullah saw., liau bersujud, lalu membaca takbir ('il hi).
di antaranya adalah Abu Qatadah. Abu Humaid
berkata, Aku lebih tahu darimu tentang shalat Kemudian beliau mengangkat dan melipatkan
Rasulullah saw..' Mereka menjawab,'Mengapa?
Demi Allah, sesungguhnya kau bukanlah orang kaki kirinya lalu duduk di atasnya, sehingga
yang lebih dekat dengan Rasulullah saw. bila
dibanding dengan kami. Kau juga bukanlah setiap tulang kembali ke tempatnya. Kemudian
pada rakaat yang lain beliau juga melakukan
orang yang lebih lama bersahabat dengan
Rasulullah saw. bila dibanding dengan kami.' hal yang serupa.
Abu Humaid menjawab,'Ya, betul,' Kemudian apabila beliau bangun dari
dua rakaat, beliau bertakbir dan mengangkat
Mereka kemudian berkata,'Beritahukan-
lah (kepada kami tentang sifat shalat Rasul).' kedua belah tangannya. Sehingga, keduanya
menghampiri kedua bahunya, sebagaimana
Lalu dia berkata, Apabila Rasulullah saw
ketika beliau bertakbir ketika iftitah shalat.
mendirikan shalat, beliau mengangkat kedua Beliau melakukan hal-hal ini dalam rakaat-
tangannya hingga menghampiri kedua bahu-
nya. Kemudian beliau bertakbir dan semua rakaat berikutnya. Hingga apabila sampai ke-
pada sujud yang diakhiri dengan salam, be-
anggota badan tetap di tempat secara betul,
liau mengarahkan kakinya ke belakang dan
kemudian beliau membaca [bacaan Al-Qur'an) duduk secara tawarukloTa di atas bagian kiri-
bertakbir; mengangkat kedua belah tangannya
hingga keduanya menghampiri kedua bahu- nya.' Mereka berkata,' Betul.' Demikianlah sifat
nya, kemudian beliau ruku' dan meletakkan shalat Rasulullah saw.."
kedua telapak tangannya di atas kedua lutut-
nya. Kemudian beliau meluruskan ruku'nya, Dalam riwayat yang lain, dia berkata,
tidak membungkukkan kepala dan tidak juga
"Pada suatu hari aku berada di dalam majelis
mendongak.1o72 Kemudian beliau mengangkat yang dihadiri oleh para sahabat Rasulullah
saw." Kemudian ada yang berkata, "Coba kamu
kepalanya dengan mengucapk^n ('/.ltui). Xe-
semua menceritakan tentang shalat Rasulullah
mudian beliau mengangkat kedua tangannya
saw.." Abu Humaid berkata [dia menyebut
sebagian dari hadits di atas dan menambahi),
'Apabila Rasulullah saw. ruku', baginda me-
letakkan kedua telapak tangannya di atas
kedua lutut dan merenggangkan jari-jarinya.
Kemudian beliau membungkukkan punggung-
1072 Yaitu, tidak mengangkat kepalanya hingga lebih tinggi dari punggungnya.
1073 Ini dinamakan duduk istirahah.
7074 Tawarruk artinya duduk di atas pangkal paha.
Bag|an 1: IBADAH FrqtH IsrAM lrLrD I
nya dan tidak mendongakkan kepalanya, juga titKemudian membaca bil,kemudian sujud
tidak mencondongkan pipinya ke arah sebe-
hingga sendi-sendinya tetap, lalu bangkit lagi
Iahr,107s untuk yang kedua kalinya dengan disertai tak-
Abu Humaid berkata, 'Apabila baginda bir. fika dia melakukan yang demikian, maka
duduk dalam rakaat yang kedua, beliau duduk sempurnalah shalatnya."
di atas perut kaki kirinya dan menegakkan A. DEFINISI SHALAT, PENSYARIATAN
yang kanan. Dalam rakaat yang keempat juga, SHALAT, HTKMAH KEWAJTBAN SHALAT,
FARDHU.FARDHUNYA, DAN HUKUM
beliau meletakkan paha kiri di atas tanah dan ORANG YANG MENINGGALKAN SHALAT
mengeluarkan keduanya ke arah yang sama." 7. DEFINISI SHALAT
Dalam riwayatyang lain dia menyebutkan, Shalat menurut arti bahasa adalah doa
'Apabila baginda bersujud, beliau meletakkan
kedua tangannya tanpa iftirasy,1076 dan juga atau doa meminta kebaikan. Allah SWT ber-
firman,
tidak merapatkannya ke badan, dan ujung
;rKl6xiL:UWV,
jarinya diarahkan ke kiblat."
"...don berdoalah (wa shalli) untuk mere-
Dalam satu riwayat lain Abu Humaid
ka. Sesungguhnya doamu (shalaataka) itu
mengatakan, "Kemudian baginda mengangkat (menumbuhkan) ketenterqman jiwa bagi me-
kepalanya [dari ruku'), lalu mengucapkan: reka...." (at-Taubah: 103)
t.i;jr ,rJ d.i pl, ;; ;: h, g*) dan beliau Maksud dari kata ash-shalaah di sini
mengangkat kedua [angafi nya." adalah berdoa.
,
Abu Dawud, at-Tirmidzi, dan an-Nasa'i Adapun menurut syara', shalat berarti se-
meriwayatkan sebuah hadits dari Rifa'ah bin mua perkataan dan perbuatan tertentu yang
dimulai dengan takbir dan disudahi dengan
Rafi' r.a., di mana Rasulullah saw. mengajar
salam.
seorang Arab Badui mengenai cara shalat,
2. PENSYARIATAN SHAIAT
ketika beliau melihat badui itu shalat dengan
Kewajiban menjalankan shalat ditetapkan
cepat dan tergesa-gesa. Menurut Nabi Mu- oleh Al-Qur'an, sunnah, dan ijma. Allah SWT
berfirman,
hammad saw, "Sesungguhnya tidak sempur-
"Padahal mereka hanya diperintah me-
na shalat seorang manusia sehingga dia nyembah Allah, dengan ikhlas menaati-Nya
semata-mata karena (menjalankan) ogama,
mengambil air wudhu, melakukan wudhu dan juga agar melaksanakan shalat dan me-
nunaikan zakat; dan yang demikian itulah
dengan bena4 kemudian dia bertakbit me- agama yang lurus (benar)." (al-Bayyinah: 5)
muji Allah ('Azza wa falla), kemudian mem-
baca ayat Al-Qur'an yang ia mampu, kemu-
dian membaca (';tt ki), Ialu ruku' dalam
keadaan sendi-sendinya tetap (lurus), kemu-
dian bangkit (dari ruku'), dan membaca
(i;jr ,:) tL ;ltl:-* 4 i' fri) hingga dla
berdiri tegak [tetapl, dari membaca ( Fi'Ail.
Kemudian sujud hingga keadaan sendi-sendinya
(';ltetap, kemudian memb aca tui) aan meng-
angkat kepalanya hingga duduk dengan tegak.
107s Y"itu tidak menampakkan pipinya dan tidak miring ke kiri atau ke kanan.
7076 ryirasy yang dilarang ialah menempelkan dua lengan di atas tanah ketika sujud dan tidak mengangkatnya.
',8+ffi
FIq!H ISLAM ]ILID 1 Bagflan 1: IBADAH
",.Maka laksanakanlah shalat dan tunat kau mendirikan shalat, mengeluarkan zakat,
kanlah zakat dan berpegangteguhlah kepada kau berpuasa pada bulan Ramadhan, dan
Allah. Dialah Pelindungmu; Dia sebaik-baik pe' hendaklah kau mengerjakan haji di Baitullah
lindung dan sebaik-baik penolong. " (al-Haii: 78) jika kau mampu melakukannya.uloTs
Banyak lagi ayat lain yang menunjukkan Berdasarkan ijma juga, umat Islam di-
kewajiban shalat, seperti ayat yang artinya, wajibkan melaksanakan shalat lima waktu se-
"sesungguhnya shalat itu menjadi kewajiban
yang telah ditetapkan waktunya bagi orang hari semalam.
Mukmin."
3. SEIARAH SHAUT,IENIS KEWNIBAN, DAN
Dalam sunnah juga banyak hadits-hadits
yang mengatakan kewajiban shalat. Di anta- FARDHUFARDHUNYA
ranya adalah hadits riwayat Ibnu Umar dari
Nabi Muhammad saw., Ibadah shalat mulai diwajibkan (difar-
dhukan) pada malam Isral yaitu lima tahun
,l ;jl v ii ;irP *5 .,r" i1-)' C sebelum Hijrah. Ini adalah menurut pendapat
yang masyhur di kalangan ahli sejarah. Pen-
:Al, :A, {i\:, n; ,s;, ;'rYJ 'oii ht dapat ini berdasarkan hadits riwayat sahabat
viti(r-Y/C':r.Yj 4r >:.'i ot-b?-, r'.r.*.ie.S)r Anas r.a.. Dia menyatakan, "Shalat difardhukan
"lslqm ditegakkan di qtos lima perkara, kepada Nabi Muhammadsaw. pada malam Isra'
yaitu bersyahadat bahwa tidak ada tuhan dengan 50 waktu, kemudian dikurangi hingga
menjadi lima waktu. Kemudian Nabi Muham-
melainkan Allah dan bahwa Nabi Muhammad mad saw diseru,'Wahai Muhammad, sesung-
saw. adalah Rasul Allah, mendirikan shalat, guhnya keputusan-Ku tidak berubah; sesung-
mengeluarkan zakat, berpuasa pado bulan guhnya lima waktu ini bagimu sama pahalanya
Romadhan, dan menunaikan haji ke Baitullah dengan lima puluh waktu shalat."'107e
bag i yang mampu meng erjakannya.'l077
Sebagian ulama Hanafi mengatakan bahwa
Ada juga hadits yang maknanya hampir shalat difardhukan pada malam Isra' sebelum
sama yang diriwayatkan oleh Umar ibnul hari Sabtu tanggal 17 Ramadhan satu setengah
Khaththab,
tahun sebelum Hijrah. Namun, al-Hafiz Ibnu
"lslam (keislamanmu) adalah (dengan) Hajar mengatakan shalat difardhukan pada
tanggal 27 Rajab, dan pendapat ini diikuti oleh
kau mengucap syahadat,yaitu bahwa tidak ada umat Islam di berbagai negara.
tuhan yang berhak disembqh melainkan Allah
dan bahwa Muhammad adalah Rasul Allah, Hukum shalat adalah fardhu 'ain bagi se-
tiap mukallaf [orang yang sudah baligh dan
berakal). Tetapi apabila seorang anak-anak
telah mencapai umur tujuh tahun, hendaklah
ia disuruh melakukan shalat. Apabila telah
mencapai umur 10 tahun, hendaklah ia dipu-
kul dengan tangan-bukan dengan kayu-
1077 Muttafaq'alaih.
1078 Muttafaq'alaih.
107e Diriwayatkan oleh lmam Ahmad, an-Nasa'I, dan dishahihkan oleh at-Tirmidzi. Dalam Shahih al-Bukhari dan Muslim disebutkan
bahwa,"Allah mewajibkon kapada umotku poda malam lsra', supaya melakukan shalatlima puluhwaktu. Aku bolak-balikmenghadap
kepada-Nya untuk memohon keringanan, sehingga Dla menjadikan kewajtban shalat ltu limawsktu dalam sehari semalam."
FIQIH ISIAM JILID 1
apabila dia tidak mau mengerjakannya. Hal ini Abu Hanifah berkata, "Shalat witir adalah
berdasarkan sabda Rasulullah saw.,
wajib, karena Rasulullah saw. bersabda,
t
'Sesungguhnya Allah SWT telah menam-
;<q", | ) bqh terhadap kamu satu shalat, yaitu witir."a083
nti,'y ;d.r#L)Jo',o ,.'c
Ini menunjukkan bahwa shalat witir
i.
adalah wajib. Nabi Muhammad saw. juga ber-
gult,'.",, €@orlo.tpt?' {yz ;oJt-#;
sabda,
"suruhlah anakmu shalat semqsct umur
mereka telah mencapai tujuh tahun dan pu- "Witir itu adalah kewajiban bagi setiap
kullah mereka setelah umurnya 70 tahun dan orang Islam.'4084
p i s ahl ah temp a t ti dur m er eka. il7080
4. HIKMAH I<EWAIIIBAN SHAIAT DAN
Shalat yang diwajibkan adalah lima waktu
dalam sehari semalam. Orang Islam tidak FARDHUFARDHUNYA
memperselisihkan kewajiban shalat ini. Tidak
ada shalat lain yang diwajibkan kecuali karena Shalat merupakan rukun Islam yang kedua
setelah mengucapkan dua kalimah syahadah.
nadzar. Hal ini berdasarkan hadits-hadits
Ini berdasarkan hadits fabir yang artinya,
yang telah lalu dan juga berdasarkan hadits
"Yang membedakan antara seseorang [yang
al-A'rabi yang menyebutkan bahwa Rasul saw. beriman) dengan kekufuran adalah mening-
bersabda, galkan 5fi21s1."108s
"Lima kali shalat dalam sehari semalam." Shalat disyariatkan sebagai satu cara
Kemudian al-A'rabi itu bertanya, "Apakah sa- bagi umat manusia untuk mensyukuri nik-
ya mempunyai kewajiban shalat yang lain?"
Rasulullah menjawab, "Tidak, kecuali sha- mat Allah SWT yang tidak terhingga kepada
mereka. Shalat juga mempunyai faedah ke-
lat sunnah (jika engkau senong melakukan- agamaan dan faedah pendidikan, yaitu-se-
nya).'oo" cara umum-untuk meningkatkan kualitas
individu dan masyarakat.
fuga, berdasarkan sabda Rasulullah saw. Faedah Keagamaan
kepada Mu'adz ketika dia diutus oleh Rasul
Di antara faedah keagamaan dari shalat
ke Yaman, "Beritahulah kepada mereka adalah membangun hubungan yang baik an-
tara manusia dengan Tuhannya. Hal ini dise-
bahwa Allah SWT telah memfardhukan ke-
pada mereka shalat lima kali dalam sehari babkan, dengan shalat maka kelezatan muna-
semalam.'1082
1080 Diriwayatkan oleh Abu Dawud, al-Hakim, at-Tirmidzi, dan ad-Daruquthni dari Amru bin Syu'aib, dari bapaknya, dari kakeknya
(Nailul Authar, Jilid I, hlm. 298).
1081 Muttafaq 'alaih. Di akhir hadits disebutkan, "Lelaki itu berkata, 'Demi Tuhan yang mengutus engkau dengan membawa kebenaran,
aku tidak akan menambah dan tidak akan menguranginya.' Lalu Rasulullah menjawab, 'Dia mendapat kebahagiaan iika dia benar."'
(Nailul Authar, f ilid l, hlm. 286).
1082 Mrtt"f"q'alaih dari lbnu Abbas. Pengutusan itu terjadi pada tahun ke-10 sebelum Nabi mengerjakan haii fsubulus Salam, filid II,
hlm. 120).
1083 Diriwayatkan oleh delapan orang sahabat yaitu Kharijah bin Hudzaifah, Amr ibnul Ash, Uqbah bin Amir, Ibnu Abbas, Abu Basrah
al-Ghifari, Amr bin Syu'aib dari bapaknya dari kakeknya, Ibnu Umar, dan Abu Sa'id al-Khudri (Nashbur Rayoh, f ilid I, hlm. 109).
1084 Diriwayat oleh Abu Dawud, an-Nasa'i, Ibnu Malah, Ahmad, Ibnu Hibban, dan al-Hakim dari Abu Ayub (Nashbur Rayah. Jilid I, hlm.
172).
roBS Ri*ry"t Imam Muslim.
FIQIH ISIAM IILID 1 Bagan 1: IBADAH
jat kepada Pencipta akan terasa, pengabdian akan ada kekotoran lagi (pada badannya)."
kepada Allah SWT dapat diekspresikan, be-
gitu juga dengan penyerahan segala urusan Rasulullah berkata, "Maka, demikianlah juga
kepada-Nya. Iuga dengan melakukan shalat,
dengan shalat lima kali, dengannya Allah
maka seseorang akan memperoleh keamanan, akan menghapuskan dosa-dosa orang yang
kedamaian, dan keselamatan dari-Nya. Shalat
menjalankannya,'4086
akan mengantarkan seseorang menuju ke-
suksesan, kemenangan, serta pengampunan Dalam hadits lain yang diriwayatkan
dari segala kesalahan. Allah SWT berfirman,
sahabat Abu Hurairah, Rasulullah saw. ber-
"Sungguh beruntung orang-orang yong
beriman, (yaitu) orqng yang khusyuk dalam sabda,
shal atny a." (al-Mu'minuun: 1-2)
irw a;:At er;At, uil'lr -t)-.")i
Juga, firman Allah SWT,
,,6t ;, p, jn4 tt
"Sungguh, manusia diciptakan bersifat
suka mengeluh. Apabila dia ditimpa kesusah- "Shalat lima waktu dan shalat Jumat ke
an dia berkeluh kesah, dan apabila mendapat
kebaikan (harta) dia jadi kikir, kecuali orang- shalat Jumat berikutnya menjadi kafarat (peng-
hapus) untuk dosa yang berlaku di antoranya,
orang yang melaksanakan shalat." (al-
selama tidak dilakukan dosa beser.'1087
Ma'aarii:19-22)
Dan diriwayatkan juga oleh Abdullah bin
Amr secara marfu' bahwa Rasulullah saw.
bersabda,
Sabda Rasulullah saw., ,,o , ,. .i a iu lll ilJolO r,!
.>-r.?J9 3t
{yJ.:/-qt ,*
J;Ss L €Gi ,+q \;:'1 y sirl .i , o). o/
)l J"ae)19
tii i e\ rtr :.t; €te )i:1'&J;.*,
6*,>ty '^L jji\a
7y.
"F
r:,,yji la;;t- .''
.>rjAt JGi? , "Apabila seorang hamba berdiri untuk
-V
'.oa'o melakukan shalat, maka dosa-dosanya dida-
r:"tbAt ir* 11, ,;" "jilt tangkan dan diletakkan di atas kepalanya
"Bagaimana prnaopot^u jika salah se- ataupun tengkuknya. Setiap kali dia ruku' atau
sujud, maka dosa-dosanya tersebut akan ber-
orang dari kamu mendapati di hadapan rumah-
guguran.'noBB
nya ada sungai; dia mandi di sungai itu lima
kali dalam sehari, apakah ada kotoran lagi Artinya, tidak ada lagi dosa yang melekat
padanya [insya Allah).
pada badannya?" Sahabat menjawab, "Tidak
1086 Diri*ayatkan oleh al-Bukhari, Muslim, at{irmidzi, an-Nasa'i dari hadits Abu Hurairah dan diriw-ayatkan oleh lbnu Malah dari
Ustman (at-Targhib wat-Tahrib, Jilid I, hlm. 23).
1087 Riwayat Muslim, at-Tirmidzi, dan perawi-perawi lain (sumber sama dengan yang sebelumnya).
1088 Riwayat lbnu Hibban di dalam kitab Shahihnya.
Faedah Shalat bagf lndividu FrQIH lsr"A.M IruD 1
Di antara faedah shalat adalah untuk men-
Rasulullah saw. mengalami sesuatu yang me-
dekatkan diri (taqarrub) kepada Allah. Allah nyedihkan, beliau berkata, "Wahai Bilal, te-
nangkanlah kami dengan shalat."10e0
SWT berfirman,
Shalat juga melatih seseorang supaya
"Aku tidak menciptakan jin dan manusia berdisiplin dan mengikuti peraturan baik
peraturan kerja ataupun peraturan dalam
melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku."
kehidupan ini. Karena, shalat harus ditunaikan
(adz-Dzaariyaat 56) dalam waktu-waktu yang telah ditentukan.
Dengan shalat, seseorang dapat mempelajari
Selain itu, shalat juga dapat memperkuat perasaan lemah lembut, ketenangan, dan juga
jiwa, meningkatkan semangat, berbangga de- rendah hati. Dengan mendirikan shalat, hal itu
ngan Allah SWT tidak dengan lainnya, tidak juga membiasakan kepada hal-hal yang ber-
terikat dengan dunia dan fenomenanya, men- faedah. Karena, ia mengarahkan pikiran kita
kepada ayat-ayat Al-Qur'an, kepada keagung-
jauhkan diri dari keinginan dan pengaruh an Allah SWT, dan kepada maksud hakiki dari
shalat.
duniawi, serta menjauhkan diri dari keingin-
Shalat juga dapat mendidik akhlak se-
an nafsu untuk menguasai kehormatan, harta, hingga dapat menumbuhkan sifat-sifat jujun
dan kekuasaan yang ada pada orang lain. Allah amanah, dan menjauhkan diri perbuatan keji
SWT berfirman, dan mungkar. Allah SWT berfirman,
"Dan mohonlah pertolongan (kepada "...dan laksanakanlah shalaL Sesungguh-
nya shalat itu mencegah dari (perbuatan) keji
Allah) dengan sabar dan shalaL Dan (shalat)
itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang dan mungkar...." (al:Ankabuut 45)
yang khusyuk " (al-Baqarah: 45)
Faedah Soslal-Kemasyarakatan darl Shalat
Shalat juga dapat merilekskan diri, me- Dengan shalat, maka aqidah tauhid akan
nenangkan jiwa, dan menjauhkan jiwa sese-
orang dari kelalaian yang dapat membelok- tertanam dalam jiwa sehingga anggota ma-
kan seseorang dari risalah Islam yang agung
syarakat yang rajin melaksanakan shalat, jiwa
dalam kehidupan di dunia ini. Rasulullah saw. mereka akan kuat. Shalat mendorong masya-
bersabda, rakat supaya berpegang teguh kepada aqidah,
Dengan demikan, maka ia dapat memperkuat
i";.*t4tt;4tq'nt q t."PJ1lt,-r.''t-)r.-> rasa sosial, menyuburkan jalinan ikatan di
antara masyarakat, dan menumbuhkan per-
:At€€
satuan masyarakat. Kesatuan pikiran dan
"Dunie kamu yang dicintakan kepadaku masyarakat adalah sangat penting karena
adalah istri dan bau-bauan. Dan kesejukan pan- masyarakat adalah sama seperti satu tubuh.
danganku berada sewaktu aku melaksanakan Sbkiranya ada salah satu anggotanya yang
sakit, maka anggota lain juga turut terganggu
shalaL'aoge sehingga tidak dapat tidur.
Menurut riwayat Imam Ahmad, apabila
108e Riwayat Imam Ahmad, an-Nasa'i, al-Hakim, dan al-Baihaqi dari Anas bin Malik Hadits ini adalah hadits hason.
:,,t+1i;41rt;,. :,
FIqLH ISIAM IILID 1
Faedah Shalat Beriamaah #e t1 ^14 4:! Y ';4-^ir 36
"Siapa saja yang menghadap kiblat kita,
Faedah shalat berjamaah banyak sekali. bershalat sama dengan shalat kita, dan me-
Di antaranya adalah menunjukkan prinsip.ke-
makan sembelihan kita, maka dia adalah orang
samaan di antara manusia, mencerminkan Islam yang mempunyai hakyang sama dengan
orang Islam lainnya. Ia juga berkewajiban sa-
kekuatan barisan yang bersatu dalam satu ma seperti kewajiban orang Islam lainnya.'4$ez
kesatuan; melatih supaya mementingkan 5. HUKUM 6AENE YANG MEMNAGALKAN
keperluan umum atau keperluan bersama,
SHALAT
mengikuti imam dalam perkara-perkara yang
diridhai oleh Allah SWT, dan bersama-sama Umat Is.lam sepakat mengatakan bahwa
menuju ke arah tujuan yang satu dan murni, shalat adalah kewajiban bagi setiap orang
yaitu untuk mendapat keridhaan Allah SWT. Islam yang baligh, berakal, dan dalam ke-
adaan suci. Artinya ketika dia tidak dalam ke-
Shalat berjamaah juga dapat mengeratkan adaan haid atau nifas, sedang gila, atau ketika
pingsan. Shalat adalah ibadah badaniah yang
hubungan di antara orang Islam, membiasa- pelaksanaannya tidak dapat digantikan oleh
kan mereka supaya bantu-membantu dalam
orang lain. Oleh sebab itu, seseorang tidak
melakukan kebajikan dan ketakwaan. Ia juga boleh menggantikan shalat orang lain. Sama
dapat menimbulkan kesadaran kepada orang seperti puasa, seseorang juga tidak boleh
Islam supaya selalu memerhatikan keadaan
dan kondisi orang Islam yang lain, menolong menggantikan puasa orang lain.
orang yang lemah, orang yang sakit, orang
yang terpenjara, orang yang teraniaya, orang Umat Islam juga sepakat bahwa siapa
yang kehilangan keluarga dan anak-anaknya.
yang mengingkari kewajiban shalat, maka dia
Masjid dianggap sebagai pusat kekuatan
menjadi kafir (murtad). Karena, kewajiban
rakyat yang kokoh, kuat, rapi, dan saling shalat telah ditetapkan dengan dalil qath'i
membantu di antara sesama. Dari masjid, dari Al-Qur'an, As-Sunnah, dan ijma, seperti
yang telah dijelaskan di atas. Orang yang me-
lahirlah para pemimpin yang melaksanakan ninggalkan shalat karena malas (takaasul)
syara', meluruskan penyelewengan dan ke- dan tidak mengambil sikap peduli (tahaawun)
salahan-kesalahan, yaitu dengan cara memberi terhadap shalat, maka dia dianggap fasik dan
nasihat yang baik, ucapan yang lembut, dan maksiat. Kecuali, jika orang tersebut baru saja
kritikan yang membangun. Hal ini disebabkan memeluk Islam (dan baru mengenal ajaran-
hubungan antara seseorang mukmin dengan ajaran Islam), ataupun dia hidup di lingkung-
seseorang mukmin yang lain adalah sama, an yang tidak bercampur dengan orang Islam
seperti komponen-komponen bangunan yang
saling menguatkan.loel
Dengan menjalankan shalat, maka seorang
Muslim dapat dibedakan dari orang yang lain.
Shalat merupakan media untuk memupuk
kepercayaan dan menerima amanah. Ia meng-
gerakkan semangat kasih sayang di antara
manusia. Rasulullah saw. bersabda,
1091 Diriwayatkan oleh al-Bukhari, Muslim, at-Tirmidzi, dan an-Nasa'i, dari Abu Musa al-Asy'ari r.a..
10e2 Diriwayatkan oleh al-Bukhari, at-Tirmidzi, Abu Dawud, dan an-Nasa'i, dari Anas r.a. (Jami'ul Ushul lilid I, hlm. 158 dan halaman
IsrAM IruD 1
untuk beberapa waktu. Sehingga, tidak ada shalat dan orang yang tidak mengambil per-
orang yang memberitahunya tentang kewa-
hatian tentang shalat, adalah seperti berikut.
jiban mengerjakan shalat.
Orang yang meninggalkan shalat akan di- ^ Menurut pendapat yang difatwakan dalam
madzhab Hanafi,loea orang yang meninggalkan
hukum di dunia dan juga di akhirat. Hukuman
di akhirat telah disebutkan dalam Al-Qur'an, Iah dipenjara dan dipukul densan kuat hingga
"(Setelah melihat orang yang bersalah dan bertobat, ataupun mati di dalam pen-
itu, mereka berkata) Apa yang menyebabkan
jara. Orang yang meninggalkan puasa pada
kamu masuk ke dalam (neraka) Saqar? Mereka bulan Ramadhan juga dikenakan hukuman
yang sama, tetapi tidak boleh dibunuh ke-
menjawob, 'Dahulu kami tidak termasuk cuali dia mengingkari kewaiibannya, ataupun
orang-orang yang melaksanakan shalat."' (al- menganggap enteng salah satu dari keduanya
Muddatstsir= 42-43)
(shalat dan puasa) seperti sengaja makan
Allah juga berfirman, (menunjukkan bahwa dia tidak puasa) tanpa
udzur. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah
"Maka celakalah orangyang shalat, (yaitu)
orang-orang yang lalai terhadap shalatnya." saw,
(al-Maa'uun: 4-5)
*))l {*i;c -/ . o1 t o v;t i;';*"t
.J! oi
Begitu juga dengan firman Allah SWT, qi; o)i .'i;u 'l l' J;' ;.it ?rr
Srt At :1. !r.dt, ,;r, ,;rt). G.Ul
"Kemudian datanglah seteloh mereka,
a;t-J,J)
pengganti yang mengabaikan shalat dan
mengikuti keinginannya, mako mereka kelak
akan tersesat." (Maryam: 59)
Rasulullah saw. bersabda, "Tidak halal darah seorang t,tustii *ecuali
t#ir J. karen a s ala h s atu d a ri tig a hal : orang yang su d ah
dll ar) menikah yang melakukan zina; membunuh
to coia/ - Jc/.ii i>,2t !'; ,y
orang; dan orang yang meninggalkan agama-
u.. nya sekaligus berpisah dari jamaah.'aoes
o,)r")' ) Kelompok ulama Hanafi menambahkan,
seseorang yang melakukan shalat dihukumi
"Siapa yang meninggalkan shalat dengan sebagai Muslim jika memenuhi empat syarat:
sengaja, maka Allah dan RasubNya berlepas
tanggung jawab untuk melindunginyo.'4oe3 hendaklah dia shalat pada waktunya; ber-
Menurut pandangan ahli fiqih, hukuman sama-sama dengan jamaah; membaca adzan
di dunia bagi orang yang malas melakukan pada waktunya; melakukan sujud tilawah ke-
tika mendengar bacaan ayat sajdah.
10e3 Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dengan sanad dari Makhul. Ini adalah hadits mursal yangbaik (mursal jayyid).
loea Ad-Durrul Mukhtar,Jilid,l. hlm. 326; Muraqi al-Falah, hlm. 60.
10es Muttafaq'alaih dari Ibnu Mas'ud r.a,.
FrqlH lsLq,M JrLrP 1 Baglan 1: IBADAH
Menurut zahir ar-riwayah, orang kafir ti- )'y{oL Ic.-o :-i aljt'^bY 31 W
dak boleh dihukqmi sebagai Muslim jika dia .'\-t')J
o?l.1. r,1, c..t:3 r:l.! so' A),t J2o, ti . o',7 n
berpuasa atau menunaikan haji atau mengelu-
arkan zakat. +-w J<r 4J .r*b ;t+
Imam-imam lain mengal4ftxnroro bahwa ;*;a
orang yang meninggalkan shalat tanpa udzu[
"Allah SWT mewajibkan shalat lima kali
walaupun hanya meninggalkan shalat sekali kepada para hamba-Nya. Siapa yang melaku-
saja, hendaklah dia diminta supaya bertobat kannya dan tidak mengabaikan hak-haknya
dalam masa tiga hari sama seperti orang yang dengan maksud menganggap enteng, maka
murtad.10e7 fika dia enggan bertobat, hendak- Allah SWT menjanjikan dia masuk ke dalam
lah dia dibunuh. Menurut ulama Maliki dan surga. Dan siapa yang tidak melakukannya,
_ Syafi'i, pembunuhannya itu adalah atas dasar
maka Allah SWT tidak berjanji dengannya. Jika
- hukum had, bukan atas dasar hukuman kr'-
. fur [murtadJ. .Artinya, dia tidak dihukumi Dia mau, Dia menghukumnya. Dan jika Dia
kafir; tetapi dihukum seperti hukuman_bUrlud mau, Dia akan mengampuninya.'qoeB
yang lain seperti zina, qadhaf, mencu.l
fuga, hadits yang diriwayatkan oleh Abu
. Setelah Hurairah r.a.,
kuburan orang Islam. Dalil mereka yang me- gt \,rt;" t. ,,""
ngatakln bahwa orang yang meninggalkan ,ir:t1l;r'; '"l.t ii
shalat tidak dihukumkan kafi4, adalah firman Jll
Allah SWT,
i,Fdki r+h rrpSr:-U,t\
"Sesungguhnya Allah tidak akan mengom-
Ju;!r i*,,fu i :b i */t
puni (dosa) karena mempersekutukan-Nya d/ .zt,.YO Y/:'*sO rO
(syirik), dan Dia mengampuni apa (dosa) yang "Sesungguhnya perkara pertama yang di
selain (syirik) itu bagi siapa yang Dia kehen- hisab (ditanya) kepada manusia pada Hari
daki...." (an-Nisaa': 48) Akhir adalah shalat yang wajib. Jika dia me-
nyempurnakannya, maka tidak ditanya lagi.
Di samping firman Allah SWT tersebut, Jika tidok, maka dia ditanya lagi, 'Lihatlah,
terdapat juga beberapa hadits. Di antaranya apakah dia melakukan shalat sunnah.'Jika dia
adalah hadits Ubadah ibnush Shamit, melakukan shalat sunnah, maka disempurna-
;t: ,F:?t ,*2t" o*is :t'* ,F kanlah shalat wajibnya itu dengan sunnahnya.
i:tr ;n\tiur*,-r Begitulah yang dilakukan terhadap semua
amalan fardhu yang lain.'4oee
70e6 Al-qowanin al-Fiqhiyyah,hlm.42; Bidayatut Mujtanr4 Iilid I, hlm. 87; asy-Syarhush Shaghir,lilid,l, hlm. 238; Mughnil Muhtaj,Iilidl,
hlm.327 dan halaman setelahnya; al-Muhadzdzab, Jilid 1. hlm. 5t: Kasysyaful Qina', Jilid I, hlm. 263; al-Mughni, filid II, hlm.442.
1097 Menurut ulama Syafi'i dan jumhu4, meminta bertobat dalam kasus ini adalah sunnah. Adapun meminta supaya orang murtad ber-
tobat adalah wajib. Sebab, murtad dapat menyebabkan orang itu kekal di dalam neraka. Oleh sebab itu, ia waiib diselamatkan. Ini
tidak sama dengan meninggalkan shalat karena malas, karena ia tidak menyebabkan kafir.
10eB Diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Abu Dawud, an-Nasa'i, dan lbnu Majah [Naitut.4 uthar,lilidl, hlm. 294).
10ee Diriwayatkan oleh tmam Hadits yang Lima. Ada iuga hadits-hadits lain dalam dua masalah ini (Nailut Authar ]ilid l, hlm. 295 dan
halaman seterusnya).
FIqLH IST"AM IITID 1
Oleh karena itu, orang yang meninggal- Hadits ini menunjukkan bahwa mening-
kan shalat tidak dianggap kafir. Karena, kufur
galkan shalat membawa kepada kekufuran.
berhubungan dengan masalah i'tikad, sedang Contoh yang serupa juga dapat dilihat da-
i'tikad orang tersebut adalah betul. Tetapi jika
meninggalkannya karena mengingkari kewa- lam hadits Buraidah,
jibannya, maka dia menjadi kafir. Para ulama
mengulas hadits-hadits berikut yang dijadikan "Perjanjian antara kami dengan kamu ada-
hujjah oleh golongan Hambali sebagai dalil Iah shalat, Siapayang meninggalkannya, maka
bagi orang yang dihalalkan darahnya, atau s e sung g uhny a di a menj a di kafir. "uoz
orang yang patut dikenakan hukuman seperti
hukuman kafi4 yaitu dibunuh. Imam asy-Syaukani menganggap pen-
dapat ini sebagai pendapat yang rajih. Dia
!m ini
mengatakan bahwa orang yang meninggalkan
"Seseora
shalat adalah kafir dan halal dibunuh. Se-
dihukum bunuh k@'Hal bagian jenis kufur; ada yang menyebabkan
berdasarkan firman Allah SWT, menghalanginya mendapat keampunan dan
"Apabila telah habis bulan-bulan haram, mendapat syafa'at.
maka perangilah orang-orong musyrik di mana Saya lebih cenderung kepada pendapat
pertama, yaitu pendapat yang mengatakan
saja kamu temui, tangkaplah dan kepunglah bahwa orang yang meninggalkan shalat tidak
mereka, dan awasilah di tempat pengintaion. menjadi kafir, Hal ini disebabkan terdapat
Jika mereka bertobat dan melaksanakan sha- banyak hadits qath'i yang menunjukkan bah-
Iat serta menunaikan zakaC maka berilah ke- wa seorang Muslim tidak akan kekal di dalam
bebasan kepada mereka (jangan diganggu, neraka setelah dia mengucapkan dua kalimat
fa khalluu sabiilahum). Sungguh, Allah Maha syahadat.
Pengampun, Maha Penyayang." (at-Taubah: 5) Rasulullah saw. bersabda,
t,ct A4
J.u At Yl .J1
fadi, siapa yang meninggalkan shalat, ma- .c'..F: ) Ju;rQc). ,
ka dia tidak memenuhi syarat al-takhlwah r.JJL)
(dibiarkan/dibebaskan), sehingga dia tetap .. ,r, , ,r.. ir..r.
dihukum bunuh. Oleh karena itu, orang yang ,\$t, l aJL r.- ,
tidak melakukan shalat tidak boleh dibebas- (,)-e *l.-.,.- Jr 4,r)Jr Jul
\J
kan.
Hal ini juga berdasarkan sabda Rasulullah "Siapa yang mengatakan, 'Tiada tuhan
saw., selain Allah,' dan dia mengufurkan perkara-
perkara yang disembah selain Allah, mqka
harta dan darahnya diharamkan bagi orang
lslam yang lain (untuk menguasainya), dan
,#t!)i 4tfu.tryt; pahalanya terserah kepada Allah.'4103
"Yang membedakan seseorang dengan ke- Rasulullah saw. juga bersabda,
kufuran adalah mening g alkan shalat.'4rol
1700 At-Mughni,Jilid II, hlm. 442 - 447.
1101 Di.i*ayatkan oleh al-fama'ah, kecuali al-Bukhari dan an-Nasa'i (Nailul Authar,lilid I, hlm. 291).
1102 Diriwayatkan oleh Imam Hadits yang Lima, juga lbnu Hibban dan al-Hakim. Ia dishahihkan oleh an-Nasa'i dan al-lraqi. Di samping
itu, ada juga hadits-hadits yang lain lagi (Nailul Authar, Jilid I, hlm. 293 dan seterusnya).
1103 Dit"khril oleh lmam Muslim dari at-Aayi*'i Fa. flami'4{ Ulut, filidl,'hlm
*{" illiii'r '
IsrAM JrLrD 1
* i tfr.: ;jr v i6 Barangsiapa yang anggota tubuhnya ter-
e,),'t,hr v-t: ,6t ,y kena darah karena habis operasi kedokteran,
: atau badannya terhubungkan dengan tempat
f j::q cP-) C )"ryd/ )at'rr'- c. yang ada darahnya, atau bagian tubuhnya ditu-
,4t, z tup karena untuk mengobati bagian yang pa-
JLI tah, maka hendaklah orang tersebut melaku-
I sczz o' c -/ : l'. kan shalat dalam kondisi yang ada. Kemudian
setelah dia sembuh, hendaklah ia mengulangi
e'n| f * e,'t3r vt ;jt v shalatnya (i'aadah).
';i:ii*;'ri'o:; e.'ttr yt 4t iu u ,6r ,y B. WAKTU SHATAT
f'c WAKTU SHALAT MENURIT| SUNNAH
"Akqn keluar dari api neraka, yaitu siapa
Dalam sunnah Nabi telah ditetapkan
saja yang mengatakan tiada tuhan selain Allah
waktu110s shalat dengan terperinci: awal waktu
SWT, dan dalam hatinya ada kebajikan seberat hingga akhir waktu. Sahabat f abir bin Abdullah
meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad saw.
biji gandum. Kemudian keluar dari neraka siapa
yang mengatakan tiada tuhan selain Allah, dan didatangi oleh Malaikat fibril a.s., lalu fibril
dalam hatinya ada kebaikan seberatbiji tepung berkata kepadanya, "Bangun dan shalatlah!"
(lebih kecil dari yang sebelumnya), dan keluar Lalu, beliau shalat Zhuhur ketika matahari
dari api neraka siapa saja yang mengatakan mulai condong ke barat. Kemudian Malaikat
tiada tuhan selain Allah, dan dalam hatinyo
fibril datang juga pada waktu Ashar dan ber-
terd ap a t keb aj ikan s eb erat qgs 1n.'1rca kata kepada beliau, "Bangun dan shalatlah."
Cara membunuh orang yang meninggal- Lalu, beliau bangun dan shalat Ashar, ketika
kan shalat jika dia tidak mau bertobat menurut bayang-bayang sesuatu benda sama panjang
jumhur-selain ulama Hanafi-adalah dengan
cara memancung batang lehernya. dengannya. Kemudian Malaikat fibril datang
Kewajiban menjalankan shalat berlaku Iagi pada waktu Maghrib lalu berkata kepada
sepanjang umur. Kewajiban shalat tidak akan beliau, "Bangun dan shalatlah."
gugur dalam kondisi apa pun, baik dalam ke-
Lalu beliau shalat Maghrib ketika matahari
adaan mukim, safar; ataupun sakit. OIeh sebab terbenam. Kemudian Malaikat f ibril datang lagi
itu, setiap Muslim diwajibkan shalat selagi dia pada waktu Isya dan berkata kepada beliau,
masih hidup dan tidak dalam keadaan pingsan "Bangun dan shalatlah." Lalu beliau shalat Isya
atau hilang kesadaran. ketika cahaya merah (syafaq di langit) hilang.
Islam telah menetapkan kemudahan-ke- Kemudian Malaikat fibril datang lagi ketika
mudahan dalam menjalankan shalat, seperti
dibolehkannya shalat khauf dan shalat bagi fajar dan berkata kepada beliau, "Bangun dan
orang sakit. Shalat dalam keadaan apa pun shalatlah." Lalu Rasul shalat ketika fajar mulai
hendaknya dilakukan sesuai dengan kemam- menyinsing.
puannya, baik dengan cara berdiri, duduh ti-
dur miring, telentang, memberi isyarat dengan Pada keesokan harinya, Malaikat fibril
kepala atau dengan mata, atau hanya sekadar datang Iagi pada waktu Zhuhur dan berkata
melaksanakan rukun-rukunnya dengan hati. kepada Rasul, "Bangun dan shalatlah." Lalu
beliau shalat Zhuhur ketika bayang-bayang
110a Ditrkh.il oleh Imam al-Bukhari dan Anas r.a.. Arti al-Burrahadalah sebiii gandum.
110s Mqksud *rktu di sini ialah masa yang ditekpkan untuk ibadah oleh syara'.
TF i*,rw&f,"!l*,
Bagan 1: IBADAH ISLAM ]rUD 1
suatu benda sama panjang dengannya. Kemu- menyatakan tentang waktu shalat adalah ter-
diri atas hadits-hadits yang shahih. Shalat wa-
dian Malaikat fibril datang pada waktu Ashar jib dilakukan pada masa-masa dari mulai awal
dan berkata, "Bangun dan shalatlah." Lalu
beliau shalat Ashar ketika panjang bayang- waktu [dan kewajiban ini adalah kewajiban
bayang sesuatu menjadi dua kali lipat dari
benda asalnya. Kemudian Malaikat fibril da- yang dilonggarkan waktunya lwujub muwas-
tang pada waktu Maghrib dan pada masa sal) hingga akhir waktu. farak waktu tersebut
kira-kira dapat menampung perbuatan-per-
yang sama sebelumnya, kemudian datang lagi buatan shalat. Dan jika waktu itu hanla tersisa
pada waktu Isya, yaitu ketika separuh malam
untuk melakukan perbuatan-perbuatan shalat,
[atau sepertiga malam). Lalu Rasul shalat
Isya, kemudian Malaikat |ibril datang lagi ke- maka ketika itu waktu menjadi sempit. Bagi
tika cahaya pagi sangat kuning dan berkata, daerah-daerah kutub dan yang semacamnya,
"Bangun dan shalatlah," lalu Baginda shalat
Shubuh. Setelah itu, fibril berkata, "Antara penduduknya hendaklah menentukan waktu
dua waktu inilah waktu shalat."1105 Hadits ini shalat berdasarkan negeri yang paling dekat
menyatakan bahwa setiap shalat mempunyai dengan mereka.
dua waktu, kecuali shalat Maghrib.
Waktu Falar (Shubuh)
Di samping itu, terdapat sebuah hadits
Ia bermula dari naiknya fajar shadiq
lain tentang penentuan waktu shalat Maghrib.
hingga naiknya matahari. Fajar shadiq adalah
Diriwayatkan dari Uqbah bin Amir, bahwa cahaya putih yang tampak terang yang berada
sejajar dengan garis lintang ufuk. Ia berlainan
Nabi Muhammad saw. bersabda, dengan fajar kadzib yang naik bentuknya me-
"Umatku tetap berada dolam kebaikan manjang mengarah ke atas di tengah-tengah
atau tetap berada dalam keadaan fitrah selama langit seperti ekor srigala hitam.lloe Hukum-
mereka tidak melewatkan shalat Maghrib,
hukum syara'banyak bergantung kepada fa-
hing g a bintang saling berkelindan.'1l07
jar shadiq, yaitu dalam menentukan permula-
Hadits ini menunjukkan bahwa menye-
an puasa, permulaan waktu Shubuh, dan ber-
gerakan shalat Maghrib adalah disunnahkan, akhirnya waktu Isya. Sebaliknya, hukum-hukum
dan mengakhirkannya hingga bintang berke- syara'tidak bergantung kepada fajar kadzib.
lindan adalah makruh. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah saw.,
Berdasarkan kepada hadits-hadits di atas, lr-1', ir;llr . lrc. ooi J.,l.Jor*i l tr',11
para ahli fiqih menjelaskan waktu setiap shalat \t- ? p- ;rtat )^i)l
seperti yang akan disebutkan.1108 Seluruh umat
Islam sepakat [ijma) bahwa hadits-hadits yang \J
q lF-, .-
t. t, c/ ,/
,z-9 .t ;Y-aJt a-;
a.g ,-fu5;).rJl
t /a
lt+Jl
1106 Diriwayatkan oleh lmam Ahmad, an-Nasa'i, at{irmidzi, dan lainlain. Al-Bukhari berkata, "Hadits ini adalah hadits yang paling sah
mengenai waktu shalat." {Nailul Authar,Jilid I, hlm. 300)
1107 Diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Dawud, dan al-Hakim di dalam al-Mustadrak (Nailul Authar, f ilid II, hlm. 3).
7708 Fathul Qadir,lilid I, hlm. 151-150; ad-Durrul Mukhtar,lilid I, hlm. 331-343; al-Lubab,lilid l, hlm. 59-62; al-Qawanin al-Fiqhiyyah,
hlm. 43 dan seterusnya; asy-Syarhush Shaghir,Jilid l, hlm. 219-238 i asy-Syarhul Kabrr Jilid l, hlm. 176-181; Mughnil Muhtaj,lilid I,
hlm.l2t-127: al-Muhadzdzab, ]ilid I, hlm. 5L-54; Bujairami al-Khathib, Jilid I, hlm. 345; al-Mughni, filid I, hlm. 370-395; Kasysyaful
Qina', Jilid I, hlm, 289-295.
rr09 Foiu kadzib disamakan dengan ekor srigala hitam, karena/a7ar kadzib adalah berwarna putih yang bercampur dengan hitam.
Sedangkan srigala hitam warnanya hitam dan sebelah dalam ekornya berwarna putih.
,i:il ri , .')ta
*l,.it1a,
nc;ffi'J.
Frq[H ISIAM llt-rD 1
"Fajar itu ada dua, yaitu fajar yqng meng- Tergelincirnya matahari dapat diketahui
haramkan makan dan membolehkon shalat dengan cara melihat bayang-bayang orang
dan satu lagi ialoh fajar yang mengharamkan yang berdiri tegah atau suatu tiang tegak yang
shalat (yakni sholat Shubuh) dan memboleh- ditancapkan di tanah. fika bayangannya kurang
kon makan.'4llo (di sebelah barat), maka ia belum tergelincir
(qabla az-zawal). fika bayangannya terhenti
Hadits Abdullah bin Amru yang terdapat di tengah, tidak lebih dan tidak kurang, maka
dalam Shahih Muslim menyebutkan bahwa
waktu shalat Shubuh bermula dari naiknya itu adalah waktu istiwa'. fika bayang-bayang
fajar dan berlangsung hingga matahari belum makin bertambah [ke timur), maka matahari
naik. sudah tergelincir (ba'da az-zawa[).
Waktu antara naiknya matahari hingga fika bayang-bayang suatu benda mulai
waktu Zhuhur dianggap sebagai waktu yang ti- kelihatan fdi sebelah timur) benda ataupun
dak ada hubungannya dengan kewajiban shalat matahari mulai condong ke arah barat, maka
waktu Zhuhur mulai masuk. Menurut jumhur
Waktu Zhuhur ulama, waktu shalat Zhuhur berakhir apabila
bayang-bayang suatu benda panjangnya sama
Waktu zhuhur bermula dari tergelincirnya dengan panjang bendanya.
matahari hingga bayang-bayang suatu benda
menjadi sama panjang dengannya. Dalil jumhur adalah kisah Malaikat fibril
yang shalat bersama-sama dengan Nabi Mu-
Ini adalah pendapat dua orang sahabat hammad saw. pada hari berikutnya (kedua)
Abu Hanifah dan juga pendapat tiga imam yang ketika bayang-bayang suatu benda mulai sama
panjang dengannya. fadi, tidaklah diragukan
lain. Pendapat ini juga merupakan pendapat lagi bahwa dalil ini lebih kuat. Dalil Abu Hani-
fah juga berdasarkan sabda Nabi Muhammad
yang difatwakan dalam madzhab Hanafi. Me-
saw.,
nurut zhahir riwayat dalam madzhab Abu
Hanifah, akhir waktu Zhuhur adalah apabila 6 *',4"F;YLY 4t.t':;i
bayang-bayang suatu benda menjadi dua kali "Dinginkanlah shalat Zhuhur, karena ke-
lipat panjangnya dari benda asalnya. Tetapi,
adaan panas yang terik itu adalah dari bara
sebenarnya waktu ini adalah waktu Ashar:
api neraka.'4llr
menurut pendapat seluruh ulama. Oleh karena
itu, hendaklah shalat dilakukan sebelum wak- Masa yang sangat panas adalah pada
tu ini untuk berhati-hati, dan sikap seperti ini waktu tersebut, yaitu waktu di mana bayang-
diutamakan dalam masalah ibadah.
bayang sesuatu benda sama panjang dengan-
Tergelincirnya matahari adalah apabila nya. Dalil yang dipegang oleh semua pihak
matahari mulai condong ke barat dari kedu- tentang permulaan waktu Zhuhur adalah ber-
dukannya di tengah-tengah langit. Kedudukan- dasarkan firman Allah SWT,
nya di tengah-tengah langit dinamakan halah
istiwa'. Apabila matahari berpindah dari timur
ke barat, maka berlakulah proses tergelincir
(zawal)ini.
1110 Diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah dan al-Hakim. Mereka berdua mengatakan bahwa hadits ini adalah shahih (subulusSalam, Jilid
I, hlm. 115).
1111 Diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dari Abu Hurairah dengan lafal, "lika keadaan panas sangat kuat, maka tunggulah dingin (un-
tuk melakukan) shalat. Karena, hawa panas yang sangat terik adalah dari api neraka." (Nashhur Rayah, lilid l, hlm. 228)
3ffi