The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

E-Book ini berisi kumpulan analisis karya sastra berupa puisi, novel, cerpen, dan naskah drama mahasiswa PBSI kelas K. E-Book ini disusun guna memenuhi tugas akhir Mata Kuliah Membaca Sastra yang diampu oleh Prof. Dr. Drs. Suroso, M.Pd.

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by ancasnurul1, 2022-12-27 23:34:22

Analisis Karya Sastra PBSI K (1)

E-Book ini berisi kumpulan analisis karya sastra berupa puisi, novel, cerpen, dan naskah drama mahasiswa PBSI kelas K. E-Book ini disusun guna memenuhi tugas akhir Mata Kuliah Membaca Sastra yang diampu oleh Prof. Dr. Drs. Suroso, M.Pd.

Keywords: Analisis Karya Sastra

ANALISIS KARYA SASTRA
PBSI K

Puisi, Novel, Cerita Pendek, & Naskah Drama

KATA PENGANTAR

Puji syukur bagi Tuhan pencipta yang telah melimpahkan nikmat dan karunian-Nya bagi
kita semua sehingga E-Book Analisis Karya Sastra ini dapat terselesaikan.

E-Book Analisis Karya Sastra ini berisi kumpulan hasil analisis karya sastra berupa puisi,
novel, cerita pendek, dan naskah drama dari mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia,
Angkatan 22, Kelas K.

E-Book ini disusun guna memenuhi tugas akhir Mata Kuliah Membaca Sastra. Oleh karena
itu, penulis mengucapkan terima kasih kepada Prof. Dr. Drs. Suroso, M.Pd. yang turut membantu
dalam menyelesaikan penyusunan laporan ini. E-Book ini memberikan penjelasan tentang karya
sastra, berupa analisis unsur intrinsik, ekstrinsik, dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

Selama proses penyusunan dan hasil yang disajikan dalam bentuk e-book ini, penulis dan
editor menyadari bahwa masih terdapat banyak kesalahan. Tidak ada manusia yang sempurna,
karena itu penulis dan editor senantiasa memohon maaf kepada pembaca apabila masih
menemukan kesalahan dalam penulisan.

Akhir kata, semoga e-book yang kami susun ini dapat menambah wawasan bagi pembaca
secara umum dan penulis secara khusus. Semoga dari laporan ini dapat memberikan manfaat bagi
penulis lain.

Yogyakarta, 28 Desember 2022

Penulis

M. Adib Kurnia
22201241061

1
ANALISIS PUISI

A. Analisis Puisi Sajak Seonggok Jagung
Sajak Seonggok Jagung
Oleh : W.S. Rendra
Seonggok jagung di kamar
Dan seorang pemuda
Yang kurang sekolahan

Memandang jagung itu,
Sang pemuda melihat ladang;

Ia melihat petani;
Ia melihat panen;
Dan suatu hari subuh,
Para wanita dengan gendongan
Pergi ke pasar...

Dan ia juga melihat
Suatu pagi hari
Di dekat sumur

Gadis-gadis bercanda
Sambil menumbuk jagung

Menjadi maisena.

Sedang di dalam dapur
Tungku-tungku menyala.

Di dalam udara murni
Tercium bau kue jagung.

Seonggok jagung di kamar
Dan seorang pemuda.

Ia siap menggarap jagung.

Ia melihat kemungkinan
Otak dan tangan
Siap bekerja

Tetapi ini:
Seonggok jagung di kamar
Dan seorang pemuda tamat SLA
Tak ada uang, tak bisa menjadi mahasiswa.
Hanya ada seonggok jagung di kamarnya.

Ia memandang jagung itu
Dan ia melihat dirinya terlunta-lunta
Ia melihat dirinya ditendang dari diskotik.
Ia melihat sepasang sepatu kenes di balik
Etalase ia melihat saingannya naik sepeda motor.

Ia melihat nomor-nomor lotre.
Ia melihat dirinya sendiri miskin dan gagal.

Seonggok jagung di kamar
Tidak menyangkut pada akal,

Tidak akan menolongnya.

Seonggok jagung di kamar
Tak akan menolong seorang pemuda
Yang pandangan hidupnya berasal dari buku,

Dan tidak dari kehidupan.
Yang tidak terlatih dalam metode,
Dan hanya penuh hafalan kesimpulan.
Yang hanya terlatih sebagai pemakai,
Tetapi kurang latihan bebas berkarnya.
Pendidikan telah memisahkannya dari kehidupan.

Aku bertanya:
Apakah gunanya pendidikan
Bila hanya akan membuat seseorang menjadi
Asing di tengah kenyataan persoalannya?
Apakah gunanya pendidikan
Bila hanya mendorong seseorang
Menjadi layang-layang di ibukota
Kikuk pulang ke daerahnya?
Apakah gunanya seseorang
Belajar filsafat, sastra, teknologi, ilmu kedokteran

Atau apa saja
Bila pada akhirnya
Ketika ia pulang ke daerahnya lalu berkata

Di sini aku merasa asing dan sepiiiiiiiii!

1. Diksi (Pemilian Kata)

Dalam puisi Sajak Seonggok Jagung karya Rendra pemilihan katanya tidak lembut,
apalagi romantis selayaknya puisi protes.

Contohnya penggalan puisi “Aku bertanya:/Apakah gunanya pendidikan/bila hanya
akan membuat seseorang menjadi asing/di tengah kenyataan persoalannya?....”

Diksinya seperti memprotes kegunaan dari pendidikan kalau akhirnya tidak bisa
menyelesaikan persoalan dalam kenyataan hidup.

2. Pencitraan

Pencitraan Penglihatan :

Contohnya Pada kutipan

-Memandang jagung itu,
sang pemuda melihat ladang;
Ia melihat petani;
Ia melihat panen;
dan suatu hari subuh,
para wanita dengan gendongan
pergi ke pasar.

Pencitraan Pendengaran

Contohnya pada kutipan

Aku bertanya:
Apakah gunanya pendidikan
bila hanya akan membuat seseorang menjadi
asing di tengah kenyataan persoalannya?

Pencitraan Penciuman

Contohnya pada kata

Di dalam udara murni
tercium bau kue jagung.

Pencitraan Gerak

gadis-gadis bercanda
sambil menumbuk jagung, menjadi meisena

3. Gaya Bahasa

Menggunakan Majas Metafora

Ia memandang jagung itu
dan ia melihat dirinya terlunta-lunta
Ia melihat dirinya ditendang dari diskotik.
Ia melihat sepasang sepatu kenes di balik
etalase ia melihat saingannya naik sepeda motor

Menggunakan Majas Ironi

Aku bertanya:
Apakah gunanya pendidikan
bila hanya akan membuat seseorang menjadi
asing di tengah kenyataan persoalannya?
Apakah gunanya pendidikan
bila hanya mendorong seseorang
menjadi layang-layang di ibukota
kikuk pulang ke daerahnya?
Apakah gunanya seseorang
belajar filsafat, sastra, teknologi, ilmu kedokteran
atau apa saja
bila pada akhirnya
ketika ia pulang ke daerahnya lalu berkata
Di sini aku merasa asing dan sepi!

4. Tipografi

Tipografi dari karya Rendra tersebut Jelas merupakan sebuah Puisi, dari segi diksi
dan strukturnya lebih condong ke puisi seperti sebagaimana mestinya dan tidak
mengindikasikan sebuah prosa.

5. Persajakan

Persamaan Bunyi Awal

-Ia melihat petani;/Ia melihat panen

-yang pandangan hidupnya berasal dari buku,
dan tidak dari kehidupan.
Yang tidak terlatih dalam metode,
dan hanya penuh hafalan kesimpulan.
Yang hanya terlatih sebagai pemakai,
tetapi kurang latihan bebas berkarnya.
Pendidikan telah memisahkannya dari kehidupan

6. Tema

Membicarakan tentang Pendidikan dan bagaimana sikap seseorang
menerapkannya kedalam kehidupan. Dalam puisi ini pemilihan diksinya sangat jelas
dan tidak bertele-tele. Bagian terbaik bagaimana WS Rendra memakai contoh
perbandingan dua orang dan seonggok jagung.

7. Amanat

Amanat yang dapat ditangkap dari puisi ini, menjadi mahasiswa atau sekolah
sampai jenjang tinggi tentu saja bagus. Namun, itu bukan satu-satunya cara untuk
menuntut ilmu. Enggak bisa sekolah juga masih bisa sukses, masih bisa belajar banyak
hal. Contohnya, si pemuda yang kurang sekolah. Walaupun enggak sekolah sampai
jenjang yang lebih tinggi. Ia tidak berkecil hati, ia masih bisa memperhatikan dan
belajar banyak hal dari lingkungan rumahnya.

B. Analisis Puisi Bunga dan Tembok

Bunga dan Tembok

Oleh: Widji Thukul

Seumpama bunga

Kami adalah bunga yang tak

Kau hendaki tumbuh

Engkau lebih suka membangun

Rumah dan merampas tanah

Seumpama bunga

Kami adalah bunga yang tak

Kau kehendaki adanya

Engkau lebih suka membangun

Jalan raya dan pagar besi

Seumpama bunga

Kami adalah bunga yang

Dirontokkan di bumi kami sendiri

Jika kami bunga

Engkau adalah tembok itu

Tapi di tubuh tembok itu

Telah kami sebar biji-biji

Suatu saat kami akan tumbuh bersama

Dengan keyakinan: engkau harus hancur!

1. Diksi

Dalam puisi Bunga dan Tembok karya widji thukul beberapa kali menggunakan
kata konotatif (mengandung emosional) seperti kutipan puisi :

Suatu saat kami akan tumbuh bersama
Dengan keyakinan: engkau harus hancur!

Selain itu, juga banyak puisi ini banyak menggunakan diksi untuk memprotes
pemerintah seperti contoh :

Seumpama bunga
Kami adalah bunga yang tak
Kau kehendaki adanya
Engkau lebih suka membangun
Jalan raya dan pagar besi

Dalam kutipan tersebut pengarang ingin menyampaikan protes dengan diksi
seolah protes yang menyatakan bahwa pemerintah sudah tidak memperdulikan adanya
rakyat yang diibaratkan sebagai bunga, pemerintah lebih suka membangun daripada
menhendaki aspirasi rakyat. Pemerintah disini egois.

2. Pencitraan

Pencitraan Gerak

Engkau lebih suka membangun
Rumah dan merampas tanah

Jika kami bunga
Engkau adalah tembok itu
Tapi di tubuh tembok itu
Telah kami sebar biji-biji

3. Gaya Bahasa

Menggunakan Majas Simile

Seumpama bunga
Kami adalah bunga yang tak

Kata bunga dalam puisi tersebut menggambarkan rakyat indonesia

Majas Metafora

Kami adalah bunga yang tak
Kau kehendaki adanya

Menggunakan Majas Sinekdoke

Kami adalah bunga yang
Dirontokkan di bumi kami sendiri

Majas Ironi

Kami adalah bunga yang tak
Kau hendaki tumbuh
Engkau lebih suka membangun
Rumah dan merampas tanah

4. Persajakan

Adanya persamaan bunyi awal dan bunyi akhir

Seumpama bunga
Kami adalah bunga yang
Dirontokkan di bumi kami sendiri

5. Tipografi

Tipografi dari karya Widji Thukul tersebut Jelas merupakan sebuah Puisi, dari
segi diksi dan strukturnya lebih condong ke puisi dan tidak mengindikasikan sebuah
prosa. Maka dari hal tersebut Tipografi Puisi Widji Thukul tidak mengalami
penyimpangan.

7. Tema

Tentang perjuangan aktivis terdahulu melawan kejamnya orde baru

8. Isi Cerita Puisi

Puisi bunga dan tembok karya widji thukul menceritakan tentang pemerintah orde
baru yang tidak memperdulikan aspirasi rakyatnya. Mereka lebih mementingkan
pembangunan menyangkut hak rakyat daripada harus mementingkan kepentingan
rakyat. Egoisme sepihak dari pemerintah orde lama menjadikan rakyaat tertindas di
negara sendiri. Seolah rakyat merasa tidak diperlakukan semestinya padahal mereka
dipilih oleh rakyat.

C. Analisis Puisi Aku Karya Chairil Anwar

AKU

Oleh : Chairil Anwar

Kalau sampai waktuku

Ku mau tak seorang kan merayu

Tidak juga kau

Tak perlu sedu sedan itu

Aku ini binatang jalang

Dari kumpulannya terbuang

Biar peluru menembus kulitku

Aku tetap meradang menerjang

Luka dan bisa kubawa berlari

Berlari

Hingga hilang pedih peri

Dan aku akan lebih tidak perduli

Aku mau hidup seribu tahun lagi

1. Tema

Tema pada puisi “Aku” karya Chairil Anwar adalah menggambarkan kegigihan dan
semangat perjuangan untuk membebaskan diri dari belenggu penjajahan, dan semangat
hidup seseorang yang ingin selalu memperjuangkan haknya tanpa merugikan orang lain,
walaupun banyak rintangan yang ia hadapi. Dari judulnya sudah terlihat bahwa puisi ini
menceritakan kisah ‘AKU’ yang mencari tujuan hidup.

2. Pemilihan Kata (Diksi)

Untuk ketepatan pemilihan kata sering kali penyair menggantikan kata yang
dipergunakan berkali-kali yang dirasa belum tepat, diubah kata-katanya. Seperti pada
baris kedua: bait pertama “Ku mau tak seorang ’kan merayu” merupakan pengganti dari
kata “ku tahu”. “Kalau sampai waktuku” dapat berarti “kalau aku mati”, “tak perlu sedu
sedan“dapat berarti “berarti tak ada gunannya kesedihan itu”. “Tidak juga kau” dapat
berarti “tidak juga engkau anaku, istriku, atau kekasihku”.

3. Isi Cerita Puisi

Pada puisi “Aku” karya Chairil Awar  menyeritakan penyair yang menginginkan
kebebasan dari semua ikatan. Di sana penyair tidak mau meniru atau menyatakan
kenyataan alam, tetapi mengungkapkan sikap jiwanya yang ingin berkreasi. Sikap
jiwa“jika sampai waktunya”, ia tidak mau terikat oleh siapa saja, apapun yang terjadi, ia
ingin bebas sebebas-bebasnya sebagai “aku”. Bahkan jika ia terluka, akan di bawa lari
sehingga perih lukanya itu hilang. Ia memandang bahwa dengan luka itu, ia akan lebih
jalang, dan lebih bergairah hidup. Sebab itu ia ingin hidup seribu tahun lagi. Uraian di

atas merupakan yang dikemukakan dalam puisi ini semuanya adalah sikap chairil yang
lahir dari ekspresi jiwa penyair..

4. Majas

Dalam puisi tersebut menggunakan majas hiperbola pada kalimat “Aku tetap
meradang menerjang”. Terdapat juga majas metafora pada kalimat “Aku ini binatang
jalang”.

5. Pencitraan/pengimajian

Di dalam sajak ini terdapat beberapa pengimajian, diantaranya :‘Ku mau tak
seorang ’kan merayu (Imaji Pendengaran), ‘Tak perlu sedu sedan itu’ (Imaji
Pendengaran), ‘Biar peluru menembus kulitku’ (Imaji Rasa), ‘Hingga hilang pedih perih’
(Imaji Rasa).

6. Amanat

Amanat dalam Puisi ‘Aku’ karya Chairil Anwar yang dapat saya simpulkan dan 
dapat kita rumuskan adalah sebagai berikut :

1. Manusia harus terus berjuang, tnpa henti meskipun  rintangan menghadang.

2. Manusia harus mengetahui dan menyadari kelemahan dirinya, tidak hanya
menonjolkan kelebihannya saja.

3. Manusia harus mempunyai semangat untuk berproses dalam belajar agar pikiran dan
semangatnya itu dapat hidup selamanya.

D. Analisis Puisi Kembalikan Indonesia Padaku Karya Taufiq Ismail

Kembalikan Indonesia Padaku

Oleh: Taufik Ismail

Hari depan Indonesia adalah dua ratus juta mulut yang menganga,

Hari depan Indonesia adalah bola-bola lampu 15 wat,

sebagian berwarna putih dan sebagian hitam,

yang menyala bergantian,

Hari depan Indonesia adalah pertandingan pingpong siang malam

dengan bolayang bentuknya seperti telur angsa,

Hari depan Indonesia adalah pulau Jawa yang tenggelam

karena seratus juta penduduknya,

Kembalikan Indonesia padaku

Hari depan Indonesia adalah satu juta orang main pingpong siang malam

dengan bola telur angsa di bawah sinar lampu 15 wat,

Hari depan Indonesia adalah pulau Jawa yang pelan-pelan tenggelam

lantaran berat bebannya kemudian angsa-angsa berenang-renang di atasnya,

Hari depan Indonesia adalah dua ratus juta mulut yang menganga,

dan di dalam mulut itu ada bola-bola lampu 15 wat,

sebagian putih dan sebagian hitam, yang menyala bergantian,

Hari depan Indonesia adalah angsa-angsa putih yang berenang-renang

sambil main pingpong di atas pulau Jawa yang tenggelam

dan membawa seratus juta bola lampu 15 wat ke dasar lautan,

Kembalikan Indonesia padaku

Hari depan Indonesia adalah pertandingan pingpong siang malam

dengan bola yang bentuknya seperti telur angsa,

Hari depan Indonesia adalah pulau Jawa yang tenggelam

karena seratus juta penduduknya,

Hari depan Indonesia adalah bola-bola lampu 15 wat,

sebagian berwarna putih dan sebagian hitam, yang menyala bergantian,

Kembalikan Indonesia padaku

Paris, 1971

1. Tipografi.
Puisi “Kembalikan Indonesia Padaku” memiliki bentuk tipografi yang cukup

menarik, dengan bentuk pengulangan-pengulangan kalimat yang bisa dibilang
kreatif.

2. Diksi
Diksi atau pilihan kata yang terdapat pada puisi karya Taufiq Ismail yang berjudul

Kembalikan Indonesia padaku adalah beliau menggunakan kata tentang banyak hal
yang mengkritisi kehidupan sosial bernegara. Kritik terhadap krisis sosial dan
berbagai peristiwa yang menimpa masyarakat diungkapkan oleh beliau secara lugas,
dan jujur. Puisinya mengekspresikan bentuk keresahan terhadap kondisi politik,

ekonomi, sosial, dan hukum yang terjadi pada sistem kehidupan di negaranya. Beliau
memberikan pencerahan kondisi objektif Indonesia kepada para pembaca, tanpa ada
maksud politik, selayaknya peran puisi dulu sebagai kritik.

3. Gaya Bahasa
Adapun majas yang digunakan dalam puisi Kembalikan Indonesia Padaku adalah
sebagai berikut:

1) Majas Metafora

Hari depan Indonesia dengan bola-bola lampu 15 wat, bola seperti telur angsa.
Metafora yang begitu hidup hampir di setiap baitnya. Gaya membuat imaji
penglihatan baik mata dan mata batin seseornag dapat merasakan apa yang penyair
rasakan. Mengetahui apa yang penyair ketahui.

2) Majas Hiperbola

Hari depan Indonesia adalah Pulau Jawa yang tenggelam karena seratus juta
penduduknya. Dalam puisi tersebut  penyair terlalu melebih-lebihkan untuk
melukiskan hari depan Indonesia.

3) Majas Sinekdoke Pars Pro Toto

Majas sinekdoke pars pro toto yaitu ungkapan yang menggunakan sebagian untuk
menyatakan keseluruhan. Seperti kalimat Kembalikan Indonesia Padaku.

4. Pencitraan

Puisi ini terdapat beberapa citraan gerak, seperti hari depan Indonesia, dua ratus
juta mulut yang menganga, pertandingan pingpong siang malam, sambil main pingpong
di atas pulau Jawa yang tenggelam, dan membawa seratus juta bola lampu 15 wat ke
dasar lautan. Ada juga citraan penglihatan yakni sebagian berwarna putih dan sebagian
hitam, yang menyala bergantian, seoah pembaca dilihatkan kepada warna-warna

5. Amanat

Dalam puisi tersebut Penyair ingin menyampaikan harapan akan perubahan
Indonesia di masa yang akan mendatang. Puisi ini mengamanatkan agar masyarakat
Indonesia dengan semangat nasionalisme melakukan perubahan kearah yang lebih baik
nantinya dan pemerintah lebih peduli lagi terhadap negaranya.

6. Persajkan (Verifikasi)

Dalam judul karya Taufiq Ismail yang berjudul “Kembalikan Indonesia Padaku”
dipergunakan rima asonansi a yang membuat berirama dan melancarkan timbulnya

angan dan suasana pengharapan. Terkadang dalam puisi iini juga dikombinasikan dengan
persajakan lainnya yang membentuk sebuah rima abab contohnya pada penggalan puisi :

Hari depan Indonesia adalah pertandingan pingpong siang malam

dengan bola yang bentuknya seperti telur angsa,

Hari depan Indonesia adalah pulau Jawa yang tenggelam

karena seratus juta penduduknya,

7. Isi Cerita/amanat Puisi

Dalam puisi tersebut menggambarkan menyeritakan seorang penyair yang ingin
mengkritik kebijakan pemerintah. Menurutnya, hari depan Indonesia itu sangat penting,
maka dari itu masyarakat harus terus menyoroti pemerintah. Penyair ingin mengatakan di
dalam membuat kebijakan, sistem, dan aturan jangan sampai membelenggu potensi
manusia yang hidup di Negara Indonesia. Apabila kretivitas masyarakat terutama
pemuda-pemudi Indonesia dibelenggu pada akhirnya tidak dapat menghasilkan genarasi
bangsa yang berkualitas.

8. Tema

Tema puisi “Kembalikan Indonesia Padaku” karya Taufiq Ismail adalah
“Kekecewaan dan harapan akan perubahan Negara yang tengah terpuruk, serta
keberanian yang ada di dalam generasi sebuah bangsa adalah salah satu jalan untuk
menciptakan masa depan sebuah Negara yang lebih baik.dapat dikatakan puisi ini juga
merupakan puisi protes.

E. Analisis Puisi Asmaradana Karya Goenawan Moehammad

Asmaradana
Oleh : Goenawan Mohammad

Ia dengar kepak sayap kelelawar dan guyur sisa hujan dari daun, karena angin pada
kemuning. Ia dengar resah kuda serta langkah pedati ketika langit bersih kembali
menampakkan bimasakti,yang jauh. Tapi di antara mereka berdua, tidak ada yang
berkata-kata.

Lalu ia ucapkan perpisahan itu, kematian itu. Ia melihat peta, nasib,
perjalanan dan sebuah peperangan yang tak semuanya disebutkan.

Lalu ia tahu perempuan itu tak akan menangis. Sebab bila esok pagi pada rumput halaman
ada tapak yang menjauh ke utara, ia tak akan
mencatat yang telah lewat dan yang akan tiba, karena ia tak berani lagi.

Anjasmara, adikku, tinggalah, seperti dulu.
Bulan pun lamban dalam angin, abai dalam waktu.
Lewat remang dan kunang-kunang, kaulupakan wajahku,
kulupakan wajahmu.

1. Diksi
Pemilihan kata puisi asmardana karya goenawan menggunakan kata-kata yang

seolah menggambarkan kesedihan/melas karena memang puisi tersebut menceritakan
kesedihan. Dalam puisi tersebut digunakan juga repetisi dalam sajak terdapat dalam
penggalan:
Lalu ia ucapkan perpisahan itu,

Lalu ia tahu perempuan itu tak akan menangis.

2. Gaya Bahasa

Dalam puisi asmaradana karya goenawan tersebut menggunakan beberapa majas
a) Simile atau Persamaan
Simile atau Persamaan perbandingan yang bersifat eksplisit, yaitu langsung menyatakan
sesuatu sama dengan hal lain. Dalam sajak terdapat dalam:

Bak kembang sari sudah terbagi

b) Pesonifikasi
Personifikasi adalah semacam gaya bahasa kiasan yang menggambarkan benda mati
seolah-olah hidup. Dalam sajak terdapa dalam:

Sedang dengan cermin aku enggan berbagi

3. Pencitraan

Pada Puisi Asmaradana karya goenawan mohammad digunakan beberapa citraan.
seoerti dalam sajak “Penerimaan” citraan yang digunakan misalnya yaitu citraan
penglihatan tedapat dalam”aku masih tetap sendiri, sedangkan dengan cermin aku
enggan berbagi. Cermin dapat dilihat dengan indera mata sehingga menggunakan citraan
penglihatan.

4. Tema

Tema pada puisi Asmaradana karya goenawan mohammad tentang percintaan yang
dibalut dengan kesedihan dengan perpisahan Anjasmara dan pasangannya yang harus
pergi ke medan peperangan.

5. Isi Cerita puisi

Puisi tersebut menceritakan tentang perpisahan antara anjasmara dan pasangannya
dimana karena sebuah suatu peperangan ia harus ditinggal berperang dan tidak tahu
kapan bisa kembali antara hidup atau mati

6. Amanat

Dalam puisi tersebut mensiratkan amanat bahwa kita harus selalu bersedia
berpisah dengan orang yang dikasihi, dan harus rela meninggalkan kepentingan pribadi
demi kepentingan bersama.
F. Analisis Puisi Ibu karya Mustafa Bisri

IBU
Oleh Mustafa Bisri

Ibu
Kaulah gua teduh
Tempatku bertapa bersamamu

Sekian lama
Kaulah kawah
Darimana aku meluncur dengan perkasa
Kaulah bumi
Yang tergelar lembut bagiku
Melepas lelah dan nestapa
Gunung yang menjaga mimpiku
Siang dan malam
Mata air yang tak brenti mengalir
Membasahi dahagaku
Telaga tempatku bermain
Berenang dan menyelam
Kaulah, ibu, laut dan langit
Yang menjaga lurus horisonku
Kaulah, ibu, mentari dan rembulan
Yang mengawal perjalananku
Mencari jejak sorga
Di telapak kakimu
(Tuhan, aku bersaksi ibuku telah melaksanakan amanat-Mu

Menyampaikan kasih sayangMu

Maka kasihilah ibuku

Seperti Kau mengasihi

Kekasih-kekasihMu, Amin)

1. Diksi

Dalam puisi yang berjudul ibu karya mustafa bisri pemilihan katanya lemah lembut,
dan tidak keras. Hal ini sejalan untuk menggambarkan sosok ibu yang penuh perjuangan
dan kasih sayang membesarkan anaknya

2. Gaya Bahasa

Dalam puisi tersebut digunakan beberapa gaya bahasa seperti

Majas Asosiasi

Kaulah gua teduh
tempatku bertapa bersamamu 
sekian lama.

Majas Hiperbola

Kaulah kawah
darimana aku meluncur dengan perkasa

Kaulah bumi
yang tergelar lembut bagiku 

Majas Personifikasi

gunung yang menjaga mimpiku

3. Pencitraan

Pada puisi tersebut terdapat beberapa pencitraan diantaranya:

Pencitraan Gerak

darimana aku meluncur dengan perkasa/ telaga tempatku bermain
berenang dan menyelam

4. Tema

Pada puisi ibu karya mustafa bisri mengusung tema kasih sayang seorang ibu.

5. Isi Cerita Puisi

Dalam puisi tersebut pengarang menyeritakan tentang pengorbanan seorang ibu
yang tanpa henti kepada anaknya, dimana ibu tempat untuk bersama melindungi dan
memberi kasih yang tidak ada tandingannya.

6. Amanat

Puisi Ibu karya mustafa bisri memberikan amanat atau pesan bahwa dari kasih
ibu yang sangat banyak datangnya maka kita harus memberikan balasan paling tidak
untuk selalu patuh terhadap perintahnya selama tidak membawa kepada hal sesat. Ibu
memberi segalanya untuk anaknya dan surga ada di telapak kakinya sudah menjadi
keharusan untuk memberikan bakti kita keadanya baik masih ada maupun tiada lagi

G. Analisis puisi padamu jua karya Amir Hamzah

PADAMU JUA

Oleh Amir Hamzah

Habis kikis

Segala cintaku hilang terbang

Pulang kembali aku padamu

Seperti dahulu

Kaulah kandil kemerlap

Pelita jendela di malam gelap

Melambai pulang perlahan

Sabar, setia, selalu

Satu kasihku

Aku manusia

Rindu rasa

Rindu rupa

Di mana engkau

Rupa tiada

Suara sayup

Hanya kata merangkai hati

Engkau cemburu

Engkau ganas

Mangsa aku dalam cakarmu

Bertukar tangkap dengan lepas

Nanar aku, gila sasar

Sayang berulang padamu jua

Engkau pelik menarik ingin

Serupa darah dibalik tirai

Kasihku sunyi

Menunggu seorang diri

Lalu waktubukan giliranku

Mati haribukan kawanku

1. Tema

Jika dilihat dari isi puisi yang tercantum dalam setiap baitnya menurut saya puisi
tersebut bertemakan cinta, akan tetapi dalam puisi tersebut bukan menggambarkan
perasaan cinta saja, melainkan puisi tersebut juga menggambarkan kasih saying serta
kesetiaan, kesabaran.

 2. Diksi

saya penggunaan diksi yang di gunakan oleh “amir hamzah” dalam puisi diatas,
secara umum menggunakan bahasa yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari hingga
menjdai abadi  seperti dahulu jendela, sabar, setia rindu, tetapopi pemilihan kata dalam
puisi “padamu jua” pada dasarnya juga mempunyai arti yang sedikit suliy\t untuk
dipahami ,

Misalnya pada bait ke enam

Nanar aku gila sasar

Sayang berulang padamu jua

Engkau pelik menusuk ingin

Serupa dara di balik tirai

Karena pada puisi diatas ada beberapa pemilihan kata yang mempunyai makna asing
misalnya kata nanar, gila sasar, padamu jua, pelik, dara dibalik tirai, sehingga diksi yang
dipilih harus menghasilkan pengimajian, sehingga kata-kata menjadi lebih konkret.

 3)   Pencitraan

Menurut saya, dalam bait puisi “padamu jua”, pencitraan yang digunakan  pengarang
berupa citra rabaan dan pengelihatan, karena kata dalam bait puisi diatas merupakan
pilihan kata yang menggambarkan perasaan penyair misalnya : kerinduan terhadap
kekasihnya.

Terdapat pada bait ke tiga

Satu kekasihku

Aku manusia

Punya rasa

Rindu rupa

Berdasarkan pencitraan diatas, citra rabaan dan pengelihatan yang merangsang indera di
pergunakan dalam : aku manusia rindu rasa, rindu rupa.

 4)   Tipografi

Menurut saya pada bait puisi  tersebut terkesan menyedihkan, karena mempunyai
makna tentang penantian dan kesetiaan terhadap kekesihnya yang pergi meninggalkan
(engkau) hanya untuk mencari kekasihh baru, meskipun demikian (si engkau) tetap
berharap bahwa kekasihnya akan kembali kepadanya lagi.

Kasihmu sunyi

Menunggu seorang diri

Lalu waktu – bukan giliranku

Matahari– bukan kawanku

5)   Rima

Jika dilihat dari bait puisi diatas, kata yang digunakan oleh penyair puisi “padamu
jua” (amir hamzah) di dominasi oleh bunyi vocal.

-   pada Judul puisi “padamu jua” saja urutan vokalnya : a,,a,u,u,a

6)      Berdasarkan Amanat

Menurut saya manat yang terkandung dalam puisi “padamu jua” adalah jika ada
seseorang yang mencintai kita dengan setulus hati maka janganlah pernah kita beruysaha
untuk mencari cinta yang lain karena cinta yang baru, kita akan mendapatkan kebahagiaan
yang baru juga, dengan demikian ketika kita mencintai dan dicintai oleh seseorang maka.
Cintailah dia dengan setulus hatumu, sebelum ia meninggalkanmu, penyesalan selalu
datang dari belakang.

H. Analisis Puisi Jembatan Karya Satardji Colozum Bachri
JEMBATAN

Oleh  : Sutardji Calzoum Bachri
    Sedalam-dalam sajak takkan mampu menampung airmata
    bangsa. Kata-kata telah lama terperangkap dalam basa-basi
    dalam ewuh pekewuh dalam isyarat dan kilah tanpa makna.

    Maka aku pun pergi menatap pada wajah berjuta. Wajah orang
    jalanan yang berdiri satu kaki dalam penuh sesak bis kota.

    Wajah orang tergusur. Wajah yang ditilang malang. Wajah legam
    para pemulung yang memungut remah-remah pembangunan.
    Wajah yang hanya mampu  menjadi sekedar penonton etalase
    indah di berbagai palaza. Wajah yang diam-diam menjerit
    mengucap
    tanah air kita satu
    bangsa kita satu
    bahasa kita satu
    bendera kita satu !
    Tapi wahai saudara satu bendera kenapa kini ada sesuatu
    yang terasa jauh diantara kita?  Sementara jalan jalan

    mekar di mana-mana menghubungkan kota-kota, jembatan-jembatan
    tumbuh kokoh merentangi semua sungai dan lembah

    yang ada, tapi siapakah yang akan mampu menjembatani jurang
    di antara kita

    Di lembah-lembah kusam pada pucuk tulang kersang dan otot
    linu mengerang mereka pancangkan koyak-moyak bendera hati

    dipijak ketidakpedulian pada saudara. Gerimis tak ammpu

    mengucapkan kibarnnya.

    Lalu tanpa tangis mereka menyanyi

    padamu negeri  

airmata kami.

1. Diksi

Di dalam puisi ‘Jembatan’ karya Sutardji Calzoum Bachri ragam diksi atau
pemilihan kata menggunakan kata-kata yang mudah dimengerti oleh pembaca yang
disusun seperti sebuah kalimat karena selalu di akhiri dengan titik. Sesuai dengan
penggalan puisi di atas, dapat di lihat bahwa penyair dalam menulis puisinya
menggunakan susunan kalimat seperti pada umumnya. Ia pun menggunakan bahasa yang
lugas seperti bahasa sehari-hari dan cenderung lebih komunikatif sehingga lebih
memudahkan pembaca dalam memahami dan menghayati isi dari puisi tersebut

2. Pencitraan

Dalam puisi di atas terdapat beberapa pencitraan di antaranya yaitu :

Sedalam-dalam sajak takkan mampu menampung airmata
bangsa. (imaji visual)

 Kata-kata telah lama terperangkap dalam basa-basi
dalam teduh pekewuh dalam isyarat dan kisah tanpa makna. (imaji auditif)

tapi siapakah yang akan mampu menjembatani jurang
di antara kita? (imaji taktil)

Gerimis tak mampu
mengucapkan kibarnya. (imaji visual-imaji auditif)

Lalu tanpa tangis mereka menyanyi padamu negeri airmata kami. (imaji visual-imaji
auditif)

3. Tema

Tema di dalam puisi ‘Jembatan’ karya Sutardji Calzoum Bachri yaitu tema sosial,
saya menafsirkan demikian karena puisi ini menceritakan kehidupan sosial masyarakat
yang sangat timpang antara si kaya dan si miskin. Hal tersebut dapat dilihat dari judul
puisinya yakni “Jembatan”.

4. Gaya Bahasa

Di dalam puisi ‘Jembatan’ karya Sutardji Calzoum Bachri menggunakan majas
hiperbola yakni kiasan yang berlebih-lebihan seperti dalam kata-kata ‘Sedalam-dalam
sajak takkan mampu menampung airmata/ bangsa. Kata-kata telah lama terperangkap
dalam basa-basi/ dalam teduh pekewuh dalam isyarat dan kisah tanpa makna./’

Ada juga majas metanomie Majas ini diungkapkan dengan kata-kata ‘Tapi wahai
saudara satu bendera kenapa sementara jalan jalan/ mekar di mana-mana
menghubungkan kota-kota, jembatan-jembatan/ 
dalam teduh pekewuh dalam isyarat dan kisah tanpa makna. (pengulangan kata ‘dalam’)
5. Amanat

Dalam puisi tersebut diceritakan tentang ragamnya permasalahan di jalanan dengan
berbagai warnanya maka kita sebagai seseorang yang satu negara sudah seharusnya untuk
bersatu saling membantu untuk saling menjembatani kemajuan bangsa ini agar tidak
berjalan sendiri-sendiri
I. Analisis Puisi Ketika Engkau Bersembahyang karya Emha Ainun Nadjib

Ketika Engkau Bersembahyang
Oleh: Emha Ainun Najib

Ketika engkau bersembahyang
Oleh takbirmu pintu langit terkuakkan
Partikel udara dan ruang hampa bergetar
Bersama-sama mengucapkan allahu akbar

Bacaan Al-Fatihah dan surah
Membuat kegelapan terbuka matanya

Setiap doa dan pernyataan pasrah
Membentangkan jembatan cahaya

Tegak tubuh alifmu mengakar ke pusat bumi
Ruku lam badanmu memandangi asal-usul diri

Kemudian mim sujudmu menangis
Di dalam cinta Allah hati gerimis

Sujud adalah satu-satunya hakekat hidup
Karena perjalanan hanya untuk tua dan redup

Ilmu dan peradaban takkan sampai
Kepada asal mula setiap jiwa kembali

Maka sembahyang adalah kehidupan ini sendiri
Pergi sejauh-jauhnya agar sampai kembali
Badan di peras jiwa dipompa tak terkira-kira

Kalau diri pecah terbelah, sujud mengutuhkannya

Sembahyang di atas sajadah cahaya
Melangkah perlahan-lahan ke rumah rahasia
Rumah yang tak ada ruang tak ada waktunya

Yang tak bisa dikisahkan kepada siapapun
Oleh-olehmu dari sembahyang adalah sinar wajah

Pancaran yang tak terumuskan oleh ilmu fisika
Hatimu sabar mulia, kaki seteguh batu karang
Dadamu mencakrawala, seluas arasy sembilan puluh sembilan

1. Diksi
Menggunakan pilihan kata yang lembut dan tidak keras karena memang ini puisi

bersifat reliigius bagaimana seorang hamba ketika menghadap tuhannya
2. Gaya Bahasa

Dalam puisi di atas digunakan beberapa Gaya bahasa sebagai berikut :
Majas Personifikasi
Partikel udara dan ruang hampa bergetar/Bersama-sama mengucapkan allahu
akbar/Ruku' lam badanmu memandangi asal-usul diri/Kemudian mim sujudmu
menangis/Bacaan Al-Fatihah dan surah/Membuat kegelapan terbuka matanya.
Majas Metafora

Sujud adalah satu-satunya hakekat hidup/Karena perjalanan hanya untuk tua dan redup

3. Amanat

Berdiri dalam salat mengajarkan manusia untuk tagar dan kokoh dalam menghadapi
cobaan, membela kebajikan dan menegakkan keadilan. Rukuk dalam salat mengajarkan
manusia untuk tidak berlaku sombong, sebab ketika rukuk manusia akan
memandangi/mengingat asal dari penciptaan manusia. Sujud dalam salat harus dilakukan
dengan kekhusyukan.

4. Tema

Tema dari puisi tersebut condong ke teologis atau keagamaan di puisi tersebut
diungkapkan bagaimana keadaan seseorang ketika menghadap tuhannya.

4. Pencitraan

Dalam puisi tersebut digunakan beberapa pencitraan di antaranya yaitu :

Pencitraan Gerak

Ruku’ lam badanmu memandangi asal-usul diri
Kemudian mim sujudmu menangis

Melangkah perlahan-lahan ke rumah rahasia

Pencitraan Penglihatan

Bacaan Al-Fatihah dan surah
Membuat kegelapan terbuka matanya

Pencitraan Lisan

Partikel udara dan ruang hampa bergetar
Bersama-sama mengucapkan allahu akbar

J. Analisis Puisi Pada Suatu Hari Nanti Karya Sapardi Djoko Samono

Pada Suatu Hari Nanti

Oleh: Sapardi Djoko Samono

Pada suatu hari nanti

Jasadku tak akan ada lagi

Tapi dalam bait-bait sajak ini

Kau takkan kurelakan sendiri

Pada suatu hari nanti

Suaraku tak terdengar lagi

Tapi di antara larik-larik sajak ini

Kau akan tetap kusiasati

Pada suatu hari nanti

Impianku pun tak dikenal lagi

Namun di sela-sela huruf sajak ini

Kau takkan letih-letihnya kucari

1. Tipografi

Puisi diatas dibentuk oleh tiga bait,yang mana jumlah baris tiap bait
berbeda-beda.Pada bait pertama, terdiri atas empat baris yangmana tiap baris mempunyai
jumlah kata yang berbeda sehingga menimbulkan tampilan yangtidak rata kana-kiri
melainkan hanya rata kirisaja. Pada bait kedua terdiri atas dua baris yangdisusun sama
seperti bait sebelumnya. Baitketiga terdiri atas dua baris. Bait ketiga,keempat, dan kelima,
masing-masing terdiri atasempat baris yang disusun sama seperti baitsebelumnya.

2. Diksi

Kata-kata yang digunakan pada puisi ini mudah untuk dipahami, contoh pada kata
“Pada suatu hari nanti” pembaca bisa mengerti maksud dari puisi ini bahwa menceritakan
sesuatu yang akan datang. Lalu pada kata “Jasadku tak akan ada lagi”sudah jelas bahwa
suatu saat nanti tokoh ku tidak akan ada lagi di dunia ini. dan kata-kata pada bait
selanjutnya mudah dipahami karena lebih ke makna yang sebenarnya.

3. Majas

Pada puisi ini hanya terdapat majas metafora.Metafora adalah bahasa kiasan seperti
perbandingan, hanya tidak menggunakan kata-kata perbandingan.Metafora yaitu pada bait
:

Tapi dalam bait-bait sajak ini
Kau takkan kurelakan sendiri

Tapi di antara larik-larik sajak ini
Kau akan tetap kusiasati

Namun di sela-sela huruf sajak ini
Kau takkan letih-letihnya kucari

Pada kata-kata tersebut menggunakan majas metafora karena mengumpamakan sesuatu
dengan larik, bait dalam sajak.

5. Pencitraan

Dalam puisi tersebut terdapat beberapa pencitraan di antaranya yaitu :

1. Imaji Penglihatan

Jasadku tak akan ada lagi
Tapi dalam bait-bait sajak ini
Tapi di antara larik-larik sajak ini
Impianku pun tak dikenal lagi
Namun di sela-sela huruf sajak ini
Kau takkan letih-letihnya ku cari   

2. Imaji Pendengaran

Suaraku tak terdengar lagi

3. Imaji Rasa

Kau takkan kurelakan sendiri
Kau akan tetap kusisati

5. Amanat

Amanat dari puisi ini adalah bahwa penyair ingin menyampaikan kesetiaannya kepada
pembaca walaupun ia sudah tidak adi, pembaca tak usah sedih. Karena dia tetap setia dan
tetap bisa menemani pembaca dengan karya-karya nya.

6. Persajakan

Pada puisi ini semua baitnya mempunyai akhiran i yang memberikan kesan
kesetiaan, pengandaian dan rayuan terhadap sesuatu yang akan dihadapi selain itu, Pada
puisi ini ritma terdapat pada bait I, II, dan III yaitu pengulangan klausa “Pada suatu hari
nanti”.

7. Tema

Puisi Pada Suatu Hari Nanti karya Sapardi Djoko Damono mempunyai tema
kesetiaan. Kesetian terhadap Kau yang bisa berarti pembaca, walaupun Aku dalam puisi
ini tidak ada, tetapi dia akan tetap setia ada bagi pembaca.

2

ANALISIS NOVEL

1. Analisis Novel di Kaki Bukit Cibalak Karya Ahnad Tohari

A. Ringkasan Novel Di Kaki Bukit Cibalak Karya Ahmad Tohari

Terdapatlah Sebuah desa bernama Desa Tanggir yang letaknya di sekitar kaki bukit
cibalak. Sebuah desa yang mana banyak penduduk dengan mata pencahariannya sebagai
petani dan peternak. Maka tidak jarang apabila banyak kandang ternak dan sawah-sawah
yang menghiasi desa ini. Suatu ketika merupakan hari pemilihan lurah yang baru,
dikarenakan lurah yang lama mengundurkan diri alasannya karena lurah lama bertanggung
jawab atas terjualnya sapi pejantan milik desa. Terdapat 5 calon lurah yang mencalonkan diri
tetapi yang punya peluang adalah pak Badi dan pak Dirga. Pak Badi yang terkenal dengan
kebijaksanaannya, sedangkan Pak Dirga terkenal dengan sifatnya suka berganti pasangan dan
berjudi. Pada saat perhitungan suara pak Badi dengan budi pekertinya harus mengakui
keunggulan Pak Dirga, entah karena suara yang dibeli atau apapun yang jelas Pak Dirga
menjadi lurah baru Desa Tanggir. Disisi lain Pambudi seorang pegawai koperasi desa harus
kecewa karena pak Badi yang diidolakannya harus kalah, karena besar harapan Pambudi
kepada Pak Badi untuk memajukan koperasi desa melalui sifat bijak Pak Badi.

Suatu hari seorang janda miskin yang memiliki 2 orang anak bernama Mbok Ralem, Ia
meminta bantuaan pinjaman untuk berobat ke yogya kepada badan koperasi desa, Pambudi
sebagai pengelola tidak bisa memutuskan sepihak karena harus konsultasi dengan Pak Dirga
selaku lurah. Setelah konsultasi dilakukan alih-alih membantu justru mengungkit hutang
mbok Ralem yang lama. Pambudi usul agar memakai dana darurat selayaknya pelantikan
lurah dulu, justru pak Dirga menawari Pambudi keuntungan dari proyek korupnya agar mau
beraliansi bersama. Pambudi dengan keteguhan hatinya memutuskan keluar dari pekerjaan
yang dirasa sudah menyimpang. Ia berpindah pekerjaan serabutan sehari-hari tetapi ia merasa
ketenanangan dari itu semua.

Suatu waktu Pambudi memutuskan untuk membantu mbok Ralem berobat ke Yogya
karena ia rasa tabungannya selama ini dirasa cukup ditambah dengan meminta sedikit
bantuan transport ke balai desa. Mbok ralem tentu senang karena mendapat bantuan dari
seorang yang baik hati. Berangkatlah mereka ke Yogya dengan menitip anak Mbok Ralem ke
bibinya. Sesampainya mereka di rumah sakit sesuai rujukan pak mantri Mbok Ralem
didiagnosa kanker, hingga pihak rumah sakit tidak bisa menggratiskan biayanya. Namun,
Pambudi tidak kehilangan akal ia memotret mbok Ralem dan mengajukan donasi ke surat
kabar kalawarta dengan ceritanya berhasil meyakinkan pak Barkah selaku pemiliki kalawarta,
setelah dipublikasikan tidak disangka Mbok Ralem berhasil memperoleh banyak donasi
hingga sembuh, dalam uang donasi terdapat sisa anggaran tetapi Pambudi menyerahkan
semua ke Mbok Ralem untuk biaya hidup sehari-hari dengan anaknya.

Setelah urusan telah berakhir mereka kembali ke desa. Pambudi telah dikenal
masyarakat desa karena keteguhan hatinya, disisi lain ia merasa kasmaran dengan sanis gadis

yang usianya terpaut 10 tahun dengannya. Mereka berdua saling jatuh cinta namun belum
sempat saling mengatakan. Karena terkenalnya berita donasi Mbok Ralem pak dirga
mendapat peringatan dari Pak Camat karena dirasa tak becus mengurus rakyatnya. Pak Dirga
berdalih hal yang terjadi telah diurus sanak famili sehingga pihak desa tidak mengetahuinya.
Pak Dirga mengambinghitamkan Pambudi dalam hal ini, sehingga ia mencoba mengirim
guna-guna berupa media tanah kuburan dan bungkusan kafan tetapi hal tersebut gagal setelah
orang suruhannya tertangkap oleh keluarga pambudi saat ia ingin mengubur guna-guna di
pekarangan rumah keluarga Pambudi.

Suatu hari pambudi dan ayahnya berdiskusi tentang studi lanjut untuk pambudi,
ayahnya siap untuk membiayai sekadarnya saja agar pambudi kuliah di Yogya. Disisi lain
pambudi belum siap berpisah dengan desanya terutama gadis yang dicintai yakni sanis tetapi
keputusan untuk kuliah adalah keputusan yang harus dilakukan karena intimidasi yang terus
dilakukan oleh pak dirga kepada pambudi seperti mempersulit mencari pekerjaan. Singkat
cerita Pambudi kuliah di Yogya sambil bekerja paruh waktu di toko arloji milik Nyonya
Wibawa. selama bekerja di toko tersebut Pambudi menjalin kedekatan dengan anak pemilik
toko bernama Mulyani ditambah ditahun berikutnya mereka merupakan mahasiswa satu
universitas dan juga jurusan yang sama. Saat itu pambudi menganggap hubungan mereka
sebatas teman karena belum bisa melupakan sanis.

Dari banyaknya ketenangan kota Yogya Pambudi mendapat berita kelam dari desa, ia
difitnah menggelapkan uang koperasi merupakan alasan ia meninggalkan desa, karena hal itu
keluarganya dikucilkan di desa. Kabar buruk lainnya adalah gadis yang dicintai Sanis
menikah dengan Pak Dirga. Namun, Ia tidak larut dalam kesedihan daripada pulang atau
menyerah ia memilih fokus pada pendidikannya. Suatu saat Pambudi bisa menyuarakan
keresahannya setelah kembali bekerja sama dengan Pak Barkah menerbitkan berita soal isu
sosial masyarakat yang di tulis di koran kalawarta dan ternyata tulisan pambudi diminati
banyak pembaca. Salah satu pembacanya yakni Bambang anak dari Pak Camat, walau ia
tidak pernah bertemu Pambudi ia sangat mengagumi Pambudi melalui tulisannya apalagi
mendengar sosoknya yang membantu janda miskin berobat sampai sembuh. Ia yakin bahwa
isu pambudi menggelapkan uang koperasi adalah hal yang tidak mungkin. Lalu Bambang
meminta izin kepada ayahnya untuk melakukan investigasi terkait kasus ini, barulah
ditemukan permasalahan pada Desa Tanggir mengarah pada Pak Dirga setelah menemukan
banyak bukti Bambang menyarankan ayahnya untuk memberhentikan pak Dirga. Pak Dirga
diberhentikan dan sanis bercerai dengannya.

Sesaat nama keluarganya bersih di masyarakat pambudi berhasil menjadi sarjana muda
sejalan dengan kabar baik itu justru ayahnya dipanggil yang maha kuasa. Lalu pambudi
mempercepat kepulangannya. Di Desa Tangger banyak masyarakat mengucap belasungkawa
ke Pambudi atas kepergian ayahnya tak terkecuali bambang ia bertemu bambang pertama
kalinya denga sedikit berbincang sambil mengucap terima kasih karena telah membantu
membersihkan namanya. Ia juga bertemu sanis dengan perasaanya telah memudar karena kini
perasaanya telah berpindah ke lain hati yakni mulyani. Beberapa saat kemudian mulyani
mendatangi rumah dari Pambudi selain ingin melihat Pambudi karena kerinduannya ia juga
mengucapkan belasungkawa atas kepergian ayah pambudi, lalu mereka pergi ke sebuah

tempat mulyani meminta kejelasan hubungan mereka. senada dengan itu Pambudi
menyatakan cinta untuk pertama kali. Namun, ia merasa tidak bisa mengimbangi status sosial
dari mulyani. Hal ini membuat mulyani kecewa dan pergi karena baginya cinta bukan hanya
soal materi. Saat itu juga pambudi terpikirkan untuk berbuat tegas soal cinta setelah selama
ini ia hanya bertele-tele ia tidak ingin kembakli mengulang kisah yang sama dengan sanis. Ia
mengejar Mulyani dan meyakinkan kembali untuk saling mencintai tanpa memandang status
sosial.

B. Respon Pembaca Terhadap Tokoh Setelah Membaca Novel

Tema yang diangkat dalam Novel di kaki bukit cibalak mengangkat bidang sosial untuk
peduli terhadap sesama. Walaupun di dalamnya diangkat juga tentang percintaan pambudi
terhadap sanis atau pambudi terhadap mulyani. Tetap yang paling dominan disini adalah
tentang tolong menolong.

Untuk penokohon tokoh Pambudi membuat saya sebagai pembaca sangat kagum
dengan keteguhan hati yang dimiliki olehnya darimulai ia membantu janda disaat seorang
lurah desa yang memiliki sifat buruk tidak memiliki kepedulian. Ia juga memiliki kejujuran
yaitu rela keluar dari pekerjaan yang tidak lagi memiliki lingkungan positif. Selain itu,
Pambudi yang kerap diterpa cobaan tidak pernah putus asa, bahkan ketika ia dituduh
menggelapkan dana desa ia tetap bersabar dan melanjutkan studinya

Tokoh Pak Dirga merupakan tokoh antagonis utama dalam novel ini, dimulai ia
melakukan proyek di desa yang berbau korup, bahkan mencoba mencelakai tokoh utama
disaat ingin menegakkan kebaikan. Sebagai pembaca pasti akan dibuat geram oleh tokoh
antagonis ini.

Mbok Ralem Membuat saya iba dengan pnderitaannya saat situasi ekonomi yang sulit
ia diterpa penyakit ditambah lurah desa yang tidak bijaksana, beruntung ada anak muda baik
hati yang menolongnya.

Tokoh Pak Badi saya melihat beliau adalah tokoh bijaksana yang harusnya menjadi
lurah, walau tidak banyak dibahas tokoh ini, pembaca hanya sekadar tahu sifatnya.

Tokoh Sanis sebagai pembaca saya merasa sedikitnya rasa kasihan karena sanis tidak
bisa menjalin cinta dengan tokoh utama karena dipaksakan menikah dengan lurah bejat.

Tokoh Bapak Pambudi saya melihat ia adalah seorang ayah yang bijaksana dan
mencoba memberi yang terbaik untuk anaknya. Ia juga telah berhasil mendidik Pambudi
hingga memiliki sifat yang hebat.

Tokoh Mulyani Seorang tokoh yang Tulus ia mencintai pambudi karena kebaikan
hatinya tidak memerdulikan status ekonomi yang ada, ia adalah sosok perempuan idaman
semua lelaki.

Tokoh Bambang seorang tokoh yang berjuang dijalur kebenaran dalam mengungkap
fakta-fakta janggal korupnya lurah desa tangger. Pembaca pasti akan salut terhadap tokoh

yang mampu menyingkap tabir kebenaran dari kasus fitnah penggelapan uang koperasi oleh
pambudi padahal ia tidak pernah bertemu langsung dengannya.

Tokoh Pak Camat menurut pandangan saya merupakan seorang tokoh yang memiliki
sifat tegas dimana ia langsung memberhentikan lurah tangger ketika terbukti bersalah.

C. Pesan/Amanat Novel Ahmat Tohari Di Kaki Bukit Cibalak

Dalam novel karya Ahmad Tohari berjudul di Kaki Bukit Cibalak mengajarkan banyak
pembelajaran sosial yang sangat banyak untuk kita pelajari dalam kehidupan sehari-hari
salah satu diantaranya yaitu mengajarkan kita untuk selalu membantu semua orang tanpa
memandang status sosial selayaknya yang dilakukan oleh Pambudi kepada Mbok Ralem di
saat tidak ada yang membantu beliau termasuk lurah desa Tengger tetapi ia dengan inisiatif
gerakan hati rela membantu padahal secara ekonomi Pambudi hanyalah rakyat biasa.

Selain itu, pada novel ini diajarkan untuk memiliki sifat keteguhan hati dan kejujuran
agar kita menjadi pribadi berbudi pekerti luhur seperti sifat pambudi yang keluar dari
koperasi karena lingkungan kerja yang korup. Kita juga tidak boleh menyelewengkan amanah
selayaknya lurah tanggir yang ingin memeperkaya diri lewat proyek korup, sedangkan ketika
ada rakyat yang kesusahan merasa acuh tak acuh. Selanjutnya pesan lain yang tidak kalah
penting adalah kasih sayang orang tua pambudi yang begitu tulus dan keberhasilannya dalam
mendidik anaknya. Tidak luput ketulusan cinta mulyani kepada Pambudi yang tidak
memandang status sosial mengajarkan agar kita mencintai seseorang dengan tulus tanpa
pamrih.

2. Analisis Novel Laut Bercerita Karya Laila. S Chuldori

A. Cerita Tentang Novel Laut Bercerita

Laut bercerita merupakan novel karya Leila S. Chudori yang bercerita tentang tokoh
Biru Laut dan para aktivis 1998 yang dihilangkan secara paksa serta Asmara adik Biru Laut
yang mencari jejak sang kakak dalam ketidakpastian nasib. Di dalam novel ini , sang penulis
tidak hanya mengangkat masalah perjuangan dan penyiksaaan yang dialami para aktivis
namun juga memaparkan persahabatan antar aktivis , hangatnya keluarga , roman antar
aktivis hingga pengkhianatan di dalam kelompok.

B. Respon Pembaca Setelah Membaca Novel

Tema yang diangkat dalam novel Laut Bercerita ialah mengenai perjuangan para aktivis di
era Orde Baru yang menentang pemerintah yang berlaku tidak adil pada rakyatnya . Novel ini
mengisahkan perjuangan para aktivis atas kekerasan dan kekejaman yang mereka terima saat
berusaha menentang pemerintah untuk melawan ketidakadilan rezim yang keji,
ketidakpastian yang dialami keluarga korban dalam mencari anggota keluarga mereka,
sekelompok orang yang gemar menyiksa dan lancar juga tentang cinta yang tak pernah luntur.
Untuk tokoh dan penokohan dalam novel ini adalah sebagai berikut :

● Biru Laut → la sosok yang tidak banyak bicara tetapi kritis terhadap masalah sosial
disekitarnya. Ia juga digambarkan sebagai sosok yang keras kepala terhadap apa yang
ia yakini benar dan pantang menyerah dalam mencari keadilan. Biru Laut menyukai
dunia tulis menulis dan lebih suka berekspresi melalui tulisan.

● Asmara Jati ( Adik Biru Laut ) → la sangat menyukai hal - hal yang berbau sains .
Berbeda dengan kakaknya yang idealis , ia digambarkan sebagai sosok yang
pragmatis. Ia juga merupakan sosok yang cerdas, dewasa, mandiri, teguh, dan taktis.

● Arya Wibisana ( Bapak Laut & Asmara ) → la digambarkan sebagai sosok yang
penyayang, lembut dan sangat pemberani.

● Ibu biru Laut & Asmara → Karakter Ibu digambarkan sebagai sosok yang pekerja
keras lembut dan penyayang.

● Anjani ( kekasih Biru Laut ) → sosok yang percaya diri dan intens Ketika dia
bersiteguh untuk terlibat, dia akan betul - betul terlibat sepenuhnya pada apa pun dan
siapa pun yang dia kasihi dan dia percayai .

● Kinan ( aktivis mahasiswa / teman Biru Laut ) → Digambarkan sebagai seorang yang
memiliki pikiran yang realistis dan jenius dalam menyelesaikan berbagai masalah .

● Daniel dan sunu ( aktivis mahasiswa dan teman Biru Laut ) → Digambarkan sebagai
sosok yang kritis , cerewet , manja dan suka mengeluh.

● Alex ( aktivis mahasiswa / teman Biru Laut ) → baik, sopan, dan sensitif. la
mempunyai suara yang merdu dan berbakat di bidang fotografi .

● Naratama ( aktivis mahasiswa / teman Biru Laut ) → cerdas, suka mengkritik,
mencela, dan mencemooh .

● Bram ( aktivis mahasiswa / teman Biru Laut ) → santun, pemberani, dan punya
semangat yang tinggi.

● Mas Gala / Sang Penyair → pandai berpuisi dan bijaksana
● Gusti ( aktivis mahasiswa / teman Biru Laut ) → pengkhianat

Aswin → peduli terhadap HAM , rasional , dan mempunyai semangat yang tinggi.
● Para Intel → keji dan tak punya perasaan .

Latar tempat dalam novel ini dikisahkan pada beberapa daerah di Jawa Tengah yaitu Solo
dan Yogyakarta ( Seyegan ), Jawa Timur ( Desa Blangguan dan Terminal Bungurasih ),
Jakarta ( Ciputat, Pulau Seribu, Tanah Kusir, Istana Negara ), dan New York. Waktu Novel
Laut Bercerita ini mengambil latar waktu antara tahun 1991-2008. Tahun 1991-1998
menampilkan era Orde Baru yang berisi perjalanan para aktivis dalam menegakkan keadilan
melawan pemerintah pada masa tersebut. Kemudian tahun 1998-2008 menggambarkan kisah
perjuangan keluarga para aktivis dalam menuntut pemerintah untuk mengusut kasus
penghilangan paksa yang menimpa anggota keluarga mereka. Suasana suasana dalam novel
ini yaitu menegangakan, mencekam, memilukan, mengharukan, menakutkan, menyedihkan,
penyangkalan, romantis, dan hangatnya keluarga.

Pada novel ini digunakan alur campuran. Alur dalam novel Laut Bercerita ini
disajikan secara tidak berurutan, namun memiliki hubungan kausalitas. Jika dilihat, dalam
novel ini pada setiap bab menampilkan latar waktu dan tempat yang berbeda sehingga
terkesan terpotong - potong, namun masih memiliki hubungan kausalitas. Sang tokoh utama,

Biru Laut menceritakan kisahnya antara masa kini dan masa lalu, tidak hanya tentang
pergerakan menuntut keadilan menentang sebuah pemerintah kala itu, tetapi juga kisah
persahabatan, hangatnya keluarga dan kisah romansa juga dipaparkan sehingga membuat alur
dalam novel ini terasa lebih menarik.

Sudut Pandang Dalam novel Laut Bercerita ini mengambil dua sudut pandang, yakni
sudut pandang Biru Laut sebagai seorang aktivis yang dibunuh secara keji dan sudut pandang
Asmara Jati, adik Biru Laut yang menuntut keadilan untuk kakaknya. Kedua sudut pandang
tersebut sama - sama menggunakan sudut pandang orang pertama . Hal itu terlihat dari
penggunaan kata "Aku" yang digunakan untuk menggambarkan bagaimana perasaan para
tokoh utamanya. Dari sudut pandang Biru Laut, pembaca diajak untuk merasakan bagaimana
penderitaan dan kekejaman yang dialami para aktivis di era Orde Baru. Sedangkan dari sudut
pandang Asmara Jati, pembaca diajak untuk merasakan bagaimana rasanya menjadi keluarga
yang kehilangan saudara /anak dengan ketidakjelasan nasib yang tidak pernah kembali
hingga saat ini. Amanat yang terkandung dalam Novel Laut Bercerita ini diantaranya yaitu :

1. Jangan pernah takut untuk berjuang melawan ketidakadilan walaupun berkali kali harus

menerima kekerasan dan penyiksaan. 2. Jangan

pernah menyerah dalam memperjuangkan sesuatu yang diperjuangkan 3. Jangan

mudah percaya dengan orang lain walaupun itu teman sendiri karena bisa jadi orang

terdekatlah yang menjadi musuh dalam selimut .

4. Menghadapi kenyataan yang pahit adalah hal yang sulit, walau bagaimanapun juga hal itu
harus dihadapi dan diterima dengan lapang dada karena dibalik kenyataan yang hikmah yang
dapat diambil .

3. Analisis Novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk Karya Hamka

A. Ringkasan Cerita

Novel ini menceritakan tentang kisah cinta yang tidak sampai karena terhalang oleh adat
yang sangat kuat. Zainudin adalah seorang pemuda dari perkawinan campuran Minangkabau
dan Makasar, ayahnya Zainudin yang berdarah Minangkabau mengalami masa pembuangan
ke Makasar dan kawin dengan Ibu Zainudin yang berdarah asli Makasar, mempunyai seorang
kekasih asal Batipun bernama Hayati, namun hubungan mereka harus berakhir karena adat,
karena berdasarkan sebuah rapat, ibu Zainudin tidak dianggap sebagai manusia penuh.
Akhirnya Hayati menikah dengan seorang pemuda bangsawan asli Minangkabau bernama
Azis. Mendengar pernikahan itu Zainudin jatuh sakit, akan tetapi berkat dorongan semangat
dari Muluk sahabatnya yang paling setia, kondisi Zainudin berangsur-angsur membaik dan
pada akhirnya Zainudin menjadi seorang pengarang yang sangat terkenal dan tinggal di
Surabaya. Di Surabaya inilah Zainudin bertemu dengan Hayati yang diantar oleh suaminya
sendiri Azis, untuk dititipkan kepadanya, kemudian Azis mengakhiri hidupnya dengan cara
bunuh diri. Rasa cinta Zainudin pada Hayati sebenarnya masih membara, akan tetapi
mengingat Hayati itu sudah bersuami, cinta yang masih menyala itu berusaha untuk
dipadamkan, kemudian Hayati dibiayai untuk pulang ke Batipun. Tetapi nasib malang
menimpa Hayati, dalam perjalanan pulang ke Batipun itu, kapal Van Der Wijck yang

ditumpanginya tenggelam. Hayati meninggal dunia di rumah sakit di Cirebon. Di saat-saat
akhir hayatnya, Hayati masih sempat mendengar dan melihat bahwa sebenarnya Zainudin
masih sangat mencintainya, namun semua itu sudah terlambat. Tidak berselang lama,
Zainudin menyusul Hayati ke alam baka, dan jenazah Zainudin dimakamkan persis di
samping makan mantan kekasihnya, Hayati.

B. Analisis Novel

Dalam novel karya Hamka ini mengangkat sebuah Tema Kasih Tak Sampai dan Cinta
yang tak direstui karena dari awal sampai akhir cerita novel sangat menonjolkan kisah cinta
Zainuddin dan Hayati yang akhirnya berakhir menyedihkan. Untuk tokoh dan penokohan
novel ini adalah sebagai berikut :                                          :

● Zainuddin (Tokoh Protagonis)

Seorang pemuda yang baik hati, alim, sederhana, memiliki ambisi dan cita-cita yang tinggi,
pemuda yang setia, sering putus asa, hidupnya penuh kesengsaraan oleh cinta, tetapi memiliki
percaya diri yang tinggi, mudah rapuh, orang yang keras kepala.

Bukti: seorang yang terdidik lemah lembut, didikan ahli seni, ahli syair, yang lebih suka
mengalah untuk kepentingan orang lain. (1986 : 27)

● Hayati(Tokoh Protagonis)

Perempuan yang baik, lembut, ramah dan penurut adat. Perempuan yang pendiam, sederhana,
dan memiliki kesetiaan. Perempuan yang menghormati ninik mamaknya, penyayang,
memiliki belas kasihan, orang yang tulus, sabar dan terkesan mudah dipengaruhi.

● Aziz (Tokoh Antagonis)

Seorang laki-laki yang pemboros, suka berfoya-foya, tidak setia, tidak memiliki tujuan hidup,
orang kaya dan berpendidikan, orang yang tidak beriman, tidak bertanggung jawab dan dalam
hidup hanya bersenang-senang senang menganiaya istrinya dan putus asa.

Bukti: ketika akan meninggalakan rumah itu masih sempat juga Aziz menikamkan kata-kata
yang tajam ke sudut hati Hayati..sial. (181:1986) 

● Khadijah

Perempuan yang berpendidikan, berwatak keras, senang mempengaruhi orang lain, orang
kaya, penyayang teman, merupakan orang kota, memiliki keinginan yang kuat. 

Dari novel ini juga dijelaskan beberapa latar diantaranya adalah latar Tempat yaitu :

● Makassar (tempat Zainuddin dilahirkan)
● Dusun Batipuh (tempat Hayati tinggal dan bertemu dengan Zainuddin pertama kali)
● Padang Panjang (Tempat Zainuddin pindah dari Batipuh untuk mendalami ilmu,

tempat Khadijah tinggal, tempat adanya pacuan kuda dan Pasar Malam)

● Jakarta/ Batavia (Tempat Zainuddin dan temannya Muluk pertama kali pindah ke
Jawa)

● Surabaya (Tempat Zainuddin tinggal dan menjadi penulis, tempat pindahan kerja Aziz
dan Hayati)

● Lamongan (di rumah sakit, tempat terakhir kalinya Zainuddin dan Hayati berdialog
sebelum meninggal) 

Latar waktu :

● Siang
● Malam 

4. Analisis Novel Laskar Pelangi Karya A. Hirata

A. Ringkasan Cerita

Laskar Pelangi ini mempunyai latar tempat yang terjadi di desa Gantung, Kabupaten
Gantung, Belitung Timur. Cerita Novel Laskar Pelangi ini diawali kala suatu sekolah
Muhammadiyah yang terdapat di Belitung terancam hendak dibubarkan oleh Depdikbud
Sumatra Selatan bila siswa baru tidak berjumlah hingga 10 anak. Tetapi, pada waktu itu kala
pembukaan upacara sekolah baru terdapat 9 anak yang mendatangi upacara, akan tetapi tepat
pada saat pada disaat Pak Harfan yang merupakan kepala sekolah dari sekolah tersebut
hendak berpidato untuk menutup sekolah, Harun dan ibunya tiba untuk mendaftarkan Harun
di sekolah kecil tersebut yang hendak ditutup.

Dari situlah diawali cerita mengasyikkan serta penuh kenangan mereka. Cerita dimulai
dari penataan tempat duduk para siswa, pertemuan mereka semua dengan Pak Harfan sang
kepala sekolah, perkenalan mereka yang sangat luar biasa di mana A Kiong yang malah cuma
cengar- cengir kala ditanya namanya oleh guru mereka yaitu Bu Mus. Banyak peristiwa serta
kejadian yang mengasyikkan yaitu seperti peristiwa bodoh yang dilakukan oleh Borek,
pemilihan ketua kelas yang di protes dengan keras oleh Kucai, peristiwa ditemukannya bakat
yang luar biasa yang dipunyai oleh si Mahar, pengalaman tentang cinta awal Ikal, hingga
pertaruhan nyawa dari Lintang yang mengayuh sepeda 80 kilometer pulang pergi dari
rumahnya menuju ke sekolah.

Laskar Pelangi sendiri merupakan nama yang diberikan oleh Bu Muslimah kepada
mereka semua akan kesenangan mereka terhadap pelangi serta pernah mengharumkan nama
sekolah dengan bermacam metode yang mereka jalani. Contohnya semacam pembalasan
dendam dari Mahar yang senantiasa dipojokkan oleh kawan-kawannya sebab kesenangannya
pada okultisme yang membuahkan kemenangan manis pada kegiatan karnaval 17 Agustus,
serta kejeniusan luar biasa yang dimiliki Lintang yang menantang dan mengalahkan Drs.
Zulfikar yang merupakan seorang guru dari sekolah kaya PN yang sangat populer serta
berijazah, serta memenangkan lomba cerdas cermat. Mereka, Laskar Pelangi menempuh hari-
hari yang sangat- sangat mengasyikkan, yang penuh dengan tawa dan menangis bersama.
Cerita 10 sahabat ini juga berakhir dengan kematian bapak dari Lintang yang mengharuskan
Einstein cilik itu putus sekolah dengan sangat- sangat mengharukan, serta dilanjutkan dengan

peristiwa 12 tahun setelah itu dimana Ikal yang baru saja berjuang di luar pulau Belitong dia
pun kembali ke kampungnya. 

B. Analisis Novel

Novel laskar pelangi ini menceritakan perjuangan dan semangat para siswa dan juga
memberikan gambaran bahwa keterbatasan bukan halangan untuk tetap semangat bersekolah
dan mengejar cita-cita. Suka, duka, kekonyolan dan haru biru turut menghiasi jalannya cerita
di novel karya andre hirata. Selain itu, novel karya andrea hirata ini menggambarkan
beberapa tokoh dengan segala permasalahan dan cirinya. berikut adalah penjelasan
penokohan dalam Novel laskar pelangi:

-Ikal

Ikal adalah tokoh utama dalam novel laskar pelangi. Hal ini dibuktikan adanya kata ganti aku
untuk penyebutan Ikal. Tokoh ini digambarkan sebagai siswa yang pandai namun belum
sepandai tokoh Lintang.

-Taprani

Tokoh Taprani ini digambarkan sebagai sosok yang selalu tampil rapi dan pintar. Ia sangat
menghormati ibunya.

-Sahara

Sahara adalah murid perempuan pertama yang ada di sekolah SD Muhammadiyah. Tokoh ini
digambarkan sebagai gadis dengan perawakan ramping dan mengenakan jilbab.

-A Kiong

Tokoh ini diceritakan sebagai satu -satunya siswa keturunan Tionghoa di SD
Muhammadiyah. Watak A Kiong ini digambarkan sebagai sosok yang sangat penurut dan
mudah percaya, terutama kepada tokoh Mahar.

-Harun

Harun adalah tokoh yang santun serta murah senyum. Ia baru masuk jenjang sekolah SD saat
usianya menginjak 15 tahun karena keterbelakangan mental.

-Kucai

Kucai adalah ketua kelas yang cerewet namun sangat berbakat menjadi seorang politikus.
Meskipun awalnya ia sangat kesulitan mengatur seisi kelas namun pada akhirnya semua bisa
teratasi.

-Lintang

Tokoh Lintang ini digambarkan sebagai sosok siswa yang sangat jenius. Tidak hanya itu saja,
ia juga sangat gigih memperjuangkan cita-citanya.

-Mahar

Tokoh Mahar ini digambarkan sebagai sosok yang mempunyai bakat dalam bidang kesenian.
Ia pandai melukis, menyanyi, dan menyelesaikan seni rupa lainnya.

- Bu Muslimah

Tokoh yang akrab dipanggil sebagai Bu Mus ini merupakan figur guru yang sangat
berdedikasi mencerdaskan anak bangsa. Beliau sangat sabar dan baik hati kepada murid
muridnya.

-Pak Harfan

Sosok kepala sekolah ini mempunyai nama lengkap K.A Harfan Efendy Noor. Beliau
digambarkan sebagai tokoh yang sangat peduli dan mau memperjuangkan SD
Muhammadiyah agar tetap bertahan.

Selain penokohannya yang sangat banyak memberikan pelajaran hidup dalam alur
cerita di novel Laskar Pelangi menggunakan jenis alur maju. Hal ini dibuktikan dengan
penulisan cerita yang menceritakan kisah awal semenjak ikal dan kawan-kawannya
bersekolah sampai mereka semua beranjak dewasa. Meski begitu, banyak cerita yang masih
menjadi misteri, dan misteri tersebut berada pada novel sekuel Laskar Pelangi lainnya. Untuk
latar tempat yang digunakan dalam novel Laskar Pelangi diantaranya yakni:

Di Sekolah Dasar Muhammadiyah (Hirata, 6 : 2006)

Di bawah Pohon (Hirata, 159 : 2006)

Di dalam Gua (Hirata, 396 : 2006)

Selanjutnya, untuk suasana yang terjadi dalam cerita novel laskar pelangi diantaranya; yakni
menyenangkan, menegangkan, dan juga mengharukan.

Sedangkan, untuk penggunaan sudut pandang dalam novel laskar pelangi adalah sudut
pandang pertama, yakni tokoh aku (Ikal) yang menjadi pelaku utama.

Amanat yang dapat dipetik dari isi cerita novel Laskar Pelangi diantaranya yakni :

Semangat, gigih, jangan mudah menyerah dan putus asa dengan keadaan

Bergembira, optimis, jangan mudah pesimis

Berjuang dengan gigih

Bermimpi dan bercita-citalah yang tinggi

5. Analisis Novel Umang Karya Ferry Irawan am

A. Ringkasan Cerita Novel Umang Karya Irawan am

Umang, sebutan bagi anak yatim piatu yang malang oleh orang Musi, Sumatera Selatan.
Desa Donorejo, Kecamatan Jayaloka, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan tempat awal
perjalanan hidup Firmansyah. Firman tidak akan mengetahui latar belakang keluarganya, jika
laki-laki yang selama ini membesarkannya, Burhan bercerita mengenai asal usulnya ketika
menjelang sakarotul maut. Lelaki yang telah merampas kehidupannya, yang membuat
hidupnya menjadi seorang Umang. Namun Firman tidak bisa membenci dan menyalahkan
ayah angkatnya yang telah membunuh kedua orangtuanya, karena bagaimanapun beliau telah
menyelamatkan dirinya dari kobaran api dan membesarkannya hingga usianya 5 tahun.

Kesedihan yang dialaminya ketika Pak Burhan meninggal membuatnya dicap sebagai
orang gila, karena Firman terus menangis di kuburan ayahnya. Penderitaannya pun
bertambah ketika ia menolong putri Pak Salim yang terjatuh di jalan. Firman dituduh
melakukan hal yang senonoh sehingga dirinya dipukuli sampai babak belur dan diusir dari
kampungnya. Firman akhirnya lari ke sebuah tempat di dekat sungai yang kala itu sedang
banjir. Ia pun hanyut di sungai tersebut. Untunglah keesokan harinya dia masih hidup dan ada
seorang direktur perusahaan minyak yang menolongnya dan mengangkatnya menjadi
anaknya. Sayangnya kebahagiaan firman hanya berlangsung sekitar 7 tahun. Setamat SD, ia
herus kehilangan Bapaknya yang kedua, karena kecelakaan kerja. Setelah itu Firman
kehilangan Ibunya yang dibawa keluarganya ke Medan. Firman kembali menjadi sebatang
kara.

Ia memutuskan untuk merantau ke Jawa. Berbagai kejadian telah ia lalui, hingga ia
menghina makam Sunan Ampel, dan ia harus ditahan security. Ia bermimpi bertemu dengan
Sunan Ampel yang memberitahu bahwa dia keturunan Sunan Kalijaga. Firman diberi
petunjuk untuk berdakwah, menghafalkan Quran dan Hadist. Firman akhirnya bertemu
dengan Abah Anom dan masuk Pondok Pesantren Darul Qurra Wal Hadist. Dari situ banyak
kisah yang dialami nya. Dari mencintai Ning Hesti, menghafalkan Quran dalam satu malam,
dan bertemu teman masa kecilnya Mayang Sari yang sudah pindah keyakinan. Hari berlalu
dan akhirnya Firman mengetahui bahwa Abah Anom adalah Sadewo, anggota perampok
yang telah membunuh kedua orangtua kandungnya.

Firman sempat mengikuti tes beasiswa kuliah di Qatar, namun dia belum berhasil.
Prestasi Firman yang paling popular yaitu grup music Santri Mbalule. Ia mendapat tawaran
pentas di TMII. Namun dia terus merasa gelisah, dan untuk mengatasinya ia mencari tahu
dengan ilmu pengracutan sukma. Ternyata banyak darah dan jeritan sehingga Firman
ketakutan. Awal pementasanberjalan dengan lancar, tetapi Firman tidak sadar membacakan
syair lagu yang bercerita tentang Tragedi Bintaro. Ketika dia membawakan syair tersebut,
terjadi tabrakan kereta api KRD nomor 225 jurusan Rangkas Bitung-Jakarta dan kereta api
nomor 220 jurusan Tanah Abang-Merak. Di lain sisi, Mayang tidak sabar menonton
pertunjukan itu dan ia memutuskan naik kereta tersebut karena ban mobilnya bocor. Mayang
pun ikut menjadi korban Tragedi Bintaro tersebut. Firman kemudian mendoakan sahabatnya
itu. Setelah itu, kabar gembira datang dari Syekh Ibrahim yang memberitahu bahwa Firman
dapat kuliah di Qatar dengan biaya dari beliau. Firman menerimanya dengan senang hati. Tak
disangka kehidupan yang dahulu sengsara berakhir bahagia.

B. Analisis Novel Umang karya Irawan am

Novel berjudul Umang karya Irawan am banyak membicarakan tentang kemanusiaan dan
kekeluargaan. Di sampingnya terdapat unsur agamanya juga yang menghiasi sepanjang
jalannya novel ini. Dimana tokoh utama selalu menderita apalagi adanya deskriminasi ketika
ayah tirinya meninggal dengan dikucilkan dan dituduh hingga ia diusir ke luar desa karena
dianggap tidak waras. Pada novel umang disajikan beberapa tokoh yang semakin membuat
cerita menarik diantaranya yaitu:

-Firmansyah : merupakan tokoh utama dilukiskan sebagai tokoh yang melas karena seklalu
diuji, tetapi di lain sisi ia selalu sabar menghadapi ujian. Firmansyah juga dilukiskan sebagai
seorang yang pandai dalam hal akademik

-Pak Burhan : digambarkan sebagai seorang tokoh yang kurang suka interaksi sosial dan
dahulu seorang perompak, di sisi lain pak Burhan seseorang yang bertanggungjawab

-Pak Salim : seorang yang suka menolong tetapi ia memiliki sifat yang buruk yaitu
terburu-buru dalam memutuskan dan mudah emosi.

-Ayah dan Ibu angkat Firman : seorang yang sabar dan penuh kasih sayang.

-Abah Anom : seorang yang penuh kharismatik meski mempunyai masa lalu yang buruk.

-Ning Hesti : Seorang yang cantik, pandai, dan memiliki pengetahuan agama yang baik

-Mayang : seorang yang perhatian tapi belum punya pendirian kuat

Selain tokoh yang disajikan dengan segala permasalahannya. Novel ini menggunakan alur
cerita campuran dengan flashback masa lalu ketika kedua orang tua Firmansyah terbunuh.

Untuk latar tempat dalam novel ini yang pertama di Desa Donorejo, Kecamatan Jayaloka,
Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan dan kedua di jawa di pesanttren abah Anom.
Untuk latar Suasana Sedih, melas, dan Bahagia menjadi satu.

Dalam Novel ini memuat beberapa amanah yaitu

-tidak pantang menyerah

-selalu yakin setiap kesulitan ada kemudahan

-mengajarkan untuk selalu tolong menolong

-tidak mudah menghakimi seseorang dengan satu pihak saja

3

ANALISIS CERPEN

A. Analisis Cerpen Anjing-Anjing Menyerbu Kuburan Karya Kuntowijoyo

Dalam cerpen dengan judul “anjing anjing meneyerbu kuburan” yang ditulis oleh
kuntowijoyo memiliki tema spiritual. Karena dalam cerpen tersebut menceritakan tentang
seseorang yang ingin kaya tapi mencoba cara yang tidak seharusnya untuk dilakukan yaitu
bertapa 7 hari 7 malam dan dari bertapa tersebut ia mendapat ujian akhir untuk membawa
kuping mayat dengan menggingit kuping mayat yang meninggal pada Malam Selasa Kliwon.
Bukannya berusaha mendapatkan pekerjaan tapi malah mencoba mencari uang dengan cara
yang tidak lazim.

Cerpen ini memang membahas masalah spiritual khususnya keagamaan dan
membicarakan seputar syirik dengan berpangku tangan kepada selain tuhan, selain tokoh ia
yang mencari pesugihan mungkin masih patut dipertanyakan dari pemahaman agama
masyarakat kampung yang juga menyimpang dengan ikut takhayul menjaga Mayat. Namun,
ada kemungkinan ini adalah hal yang wajar karena terkadang di kampung-kampung kecil
sangat sulit bagi mereka untuk menghilangkan kebiasaan-kebiasaan yang menurut sebagian
orang adalah hal yang sirik. Namun bagi mereka itu adalah kebudayaan yang patut untuk
dilestarikan. Kita sebagai orang yang beragama harus bisa membedakan mana kebudayaan
dan mana keagamaan. Agama boleh kita budayakan namun Budaya tidak boleh kita
agamakkan. Maksudnya adalah perintah-perintah di dalam agama sudah sepatutnya kita
budayakan dan kita jadikan kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari agar kita bisa lebih ringan
dalam menjalankannya namun budaya tidak boleh kita agamakan, dalam arti hal-hal yang
berbau budaya Jangan pernah kita Satukan dan menganggap itu adalah kesatuan dari agama.

Dari cerpen ini jelas digambarkan kondisi keagamaan sebuah masyarakat kecil yang
ada disebuah desa yang bisa dibilang sangat minim dalam hal pengetahuan agama. Kendati
tokoh ia salah dalam bertindak tetapi ia juga bertindak nekat sejauh itu, demi menghidupi
keluarganya agar lebih layak kedepannya. Karena selama ini ia bekerja secara biasa justru
hasilnya nihil. Novel ini selain memberikan kritik kepercayaan dalam beragama, juga ada
kritik sosial di dalamnya seperti ketika kita kesusahan alangkah baiknya mintalah bantuan
kepada orang lain terlebih dahulu bukan malah berserah tangan dengan hal yang sifatnya
ghaib. Sebagai makhluk sosial wajar dan sudah selayaknya untuk berproses dan sabar dalam
menanti hal yang baik kedepannya dengan cara berpikir positif.

B. Analisis Cerpen Pembalasan Dendam Karya Nugroho Notosutanto

Cerpen dengan judul pembalasan dendam karya Nugroho Notosusansto menceritakan
tentang dua pemuda kembar yang selalu berjuang bersama-sama melawan tentara belanda.
Mereka bernama Jon dan Con. Ada seorang tokoh bernama nug yang mempercayai bahwa
seorang saudara dalam berperang tidak boleh satu regu yang dimana con disini tidak
mempercayai takhayul tersebut. Dan benar saja hal itu terjadi, Suatu hari Jon dan Con
bersama tentara GRI yang lain sedang mengintai markas musuh. Jon maju lebih dulu

sementara yang lain disuruhnya menunggu dibalik bukit meskipun pada mulanya kembaran
Jon yaitu Con bersikeras ingin ikut bersamanya. Setelah lama menunggu terdengar suara
tembakan dari arah dimana Jon ada disana. Con terlihat panik dan segera menyusul
kembarannya ke dekat markas musuh. Tetapi mereka terlambat karena Jon telah ditusuk oleh
salah satu tentara belanda. Con marah, dia bersama kawannya berhasil membunuh semua
tentara belanda kecuali satu orang yang mengangkat kedua tangannya. Con melampiaskan
kemarahannya kepada tentara tersebut. Ia hampir membunuhnya, tetapi, salah satu kawannya
yaitu Nug berhasil mencegahnya.

Con, Nug, bersama tawanannya berniat kembali ke markas tetapi di tengah jalan
mereka dicegat oleh Jayeng Bledeg pemimpin gerombolan yang sama kejamnya dengan
tentara belanda. Con dan Nug merasa kasihan pada tentara belanda tersebut dan mereka
berhasil membawa kabur ke markas mereka di terugvulbasis. Novel dengan keadaan yang
cukup menegangkan ini sangat memberi pembelajaran sangat banyak bagi para pembacanya.
Selain itu, novel ini sangat menguras emosi dimana Jon terbunuh disisi lain con diakhir cerita
membebaskan seorang Belanda yang sempat diserahkan kepada Jayeng bladeg untuk
dihakimi. Tapi ia akhirnya tersadar bahwa tentara Belanda itu tak tahu apapun. Ada
pembelajaran dalam novel ini bahwa kita harus berpikir jernih dengan tidak mudah emosi.
Selain itu, ada juga kritik yang coba disampaikan oleh pengarang yaitu kita harus senantiasa
waspada dimanapun berada. Jadikan suatu takhayul untuk berhati-hati bukan malah tidak
mempercayai barangkali sebuah takhayul dibuat atas pengalaman orang terdahulu. Kita tidak
akan pernah tahu apa yang terjadi di masa depan, semuanya dapat terjadi di luar nalar dan
harapan kita. Maka dengan itu selalau waspada terhadap keadaan sekitar kita sekalipun kita
memiliki pengalaman yang baik. Namun, bukan berarti tidak percaya dan abai terhadap kisah
orang yang terdahulu. Selanjutnya, kita diajarkan untuk tidak menaruh dendam pada orang
yang telah merugikan pihak kita. Barangkali balas dendam terbaik adalah memaafkannya

C. Analisis Cerpen Orang Orang Seberang Kali Karya Ahmad Tohari

Diceritakkan ada desa yang terpisah dengan desa lain, yaitu perkampungan seberang
kali, dalam cerita disebut Orang orang seberang kali . Sebenarnya kali itu hanya sebuah parit
alam yang dalam, kalau orang ingin menyeberanginya hanya dengan titian batang pinang.
Ada perbedaan yang sangat menonjol dari desa ini. Orang orang seberang kali menganggap
ada jago adalah bagian terpenting dalam hidup mereka. Di sana ada pemimpin yang
disebut butoh, yang bernama Madrakum.

Setiap fajar, muadzin surau selalu dibangunkan oleh ayam jago orang seberang kali.
Setelah disana ayam jantan berkokok, maka didesa kami seruan takbir subuh. Di desa itu
orang orang pulang dari surau, disana orang orang jongkok sambil mengelus elus ayam
jago. Tokoh Kang Samin memberitahuku kalau Madrakum sedang sekarat, tetapi penyakitnya
sangat aneh. Dan ternyata dia sudah lama sekarat. Setiap hari bukannya bertambah baik
malah bertambah buruk keadaannya, badannya melemah, daun telinganya terkulai, bau mayat
yang khas, dan raut mukanya yang sudah lain sama sekali. Tetapi dia tidak mati juga, seakan
dia lah yang sedang menunggunya.

Ternyata memang benar semua yang dikatakan Kang Samin, Madrakum memang
sekarat menunggu mati yang seakan enggan menjemputnya. Lalu aku duduk diatas kursi
dekat kepala Madrakum, lalu aku mulai membacakan Surah Yassin yang sudah ku hafal
diluar kepala, orang orang seberang ternyata bias menciptakan keheningan saat aku
membacakan ayat ayat suci. Setelah selesai, kemudian aku berpamitan untuk pulang
kerumah dan memberitukan keadaan Madrakum kepada tetangga desaku.

Setelah sampai dirumah, aku memberitahu istri dari tokoh utama dulu, dan keluar
untuk memberitahukan keadaan Madrakum kepada tetanggaku, tetapi sebelum keluar
halaman tiba tiba dengan wajah yang sangat senang Kang Samin muncul dan mengucapkan
terima kasih serta memberitahukan bahwa ternyata Madrakum telah mati. Yang tidak aku
mengerti adalah sikap aneh yang dilakukan Mardakum sebelum Sakaratul Maut. Kata Kang
Samin, tidak lama setelah aku pulang, Madrakum berdiri gagah, lalu membuat gerakan
gerakan persisi ayam jago yang sedang menggombal betinanya. Tidak hanya itu, dia
kemudian keluar, berdiri megah, matanya liar, kedua tangannya mengepak. Tetangganya
terpana melihat Madrakum berkokok berkali kali seperti ayam jago miliknya sehingga ayam
ayam jago disebelahnya menyangkulnya bergantian. Tapi semuanya berakhir ketika
Madrakum jatuh melingkar ditanah dan ternyata dia telah mati.

Amanat yang terkandung dalam cerpen yang berjudul  Orang orang Seberang Kali 
adalah bahwa kita jangan suka mengadu hewan khususnya ayam ayam jago, karena
perbuatan tersebut dilarang oleh agama. Perbuatan mengadu ayam jago sama juga menyiksa
ayam ayam tersebut apalagi kalau perbuatan itu disertai judi. Ayam jago juga makhluk hidup
mereka juga punya perasaan. Allah mungkin menegur mereka melalui kematian Madrakum,
yang mati secara tidak wajar, tingkah lakunya persis seperti ayam ketika akan diadu. Dalam
cerpen karya ahmad tohari ini memberikan kritik sosial bahwa judi merupakan tindakan yang
tercela dan menimbulkan persoalan lain. Apabila ingin mendapat uang untuk kesenangan
maka bekerjalah dengan cara yang diridhai agama.

D. Analisis Cerpen “Anak Kebanggan karya A.A. Navis”

            Dalam cerpen ini ada seorang tokoh dimana semua orang memanggilnya Ompi. Ompi
adalah orang kaya, ia punya seorang anak laki-laki bernama Edward. Karena suatu hal, Ompi
mengganti nama anaknya menjadi Ismail. Ompi mengganti nama anaknya lagi menjadi Indra
Budiman, tapi anaknya memilih nama Eddy. Ompi jengkel, tetapi karena sayang kepada anak
satu-satunya itu, Ompi menyetujui nama Eddy tetapi nama belakangnya Indra Budiman.
Ompi menginginkan nama depan untuk anaknya, yaitu dokter. Ompi berangan-angan
anaknya menjadi seorang dokter.

            Indra Budiman pergi ke Jakarta. Semenjak itu, Ompi yakin bahwa anaknya akan
menjadi seorang dokter. Dan benarlah. Setiap semester Indra Budiman mengirim rapor
dengan nilai-nilai yang baik. Ketika Ompi membaca surat anaknya yang memberitahukan
kemajuannya, Ompi berlinang air mata. Ompi akan melakukan dan membayar sebanyak apa
pun agar sang anak menjadi dokter.

            Semenjak itu, Ompi tidak sabar menunggu anaknya menjadi dokter. Semua orang
tahu itu adalah cita-cita Ompi yang hanya akan menjadi mimpi. Indra Budiman selama ini
berbohong kepada Ompi. Ompi tidak percaya dengan omongan orang-orang tentang anaknya.
Ia terus mengirim banyak uang tanpa memikirkan akibatnya hanya untuk menentang
omongan orang tentang anaknya. Ompi terus mengirimi anaknya surat. Orang-orang menjadi
kasihan kepada Ompi. Mereka tidak lagi membicarakan hal buruk tentang Indra Budiman di
depan Ompi.

Ompi berfikir ini adalah saat yang tepat untuk anaknya bertunangan. Tetapi banyak
gadis yang menikah tanpa mempedulikan Indra Budiman. Ompi menjadi benci kepada
orang-orang yang mempunyai anak gadis itu. Ompi berbohong kepada Indra Budiman
dengan mengirimi surat bahwa banyak gadis yang melamar Indra Budiman tetapi ditolak oleh
Ompi. Indra Budiman percaya kepada Ompi dan menyuruh Ompi untuk mengirimkan foto
gadis-gadis itu. Ompi menjadi cemas karena takut kalau ketahuan oleh Indra Budiman.

Kecemasan Ompi mereda karena Indra Budiman tidak mengirim surat, tetapi Ompi juga
gelisah karena suratnya tidak dibalas. Sudah beberapa bulan Ompi menunggu surat balasan
dari Indra budiman tapi tak datang juga. Ompi putus asa. Saat itu juga Pak Pos datang
membawa tumpukan surat Ompi yang dikembalikan. Ompi jatuh sakit. Kini dalam hidupnya,
Ompi hanya menunggu satu hal, yaitu surat dari anaknya, Indra Budiman. Setiap hari Ompi
menengok jendela menunggu Pak Pos mengantar surat dari Indra Budiman, tapi hal itu tidak
pernah terjadi.

Hingga pada suatu hari, Pak Pos datang mengirimkan surat yang berisi bahwa Indra
Budiman sudah meninggal. Ompi tidak sanggup membaca dan mendengar isi surat itu karena
ia tidak mau mati lemas karena bahagia mendapat surat dari anaknya. Didekap dan diciumnya
surat dari Indra Budiman itu

Dalam Novel ini diberikan pembelajaran pada pembacanya yaitu Janganlah menjadi
orang yang sombong, Jangan menjadi orang yang suka berbohong Jadilah orang yang baik
dan suka menolong, Jadilah orang yang bisa membuat bangga orang tua karena mereka
adalah surga kita. Lalu belajaralah untuk jangan menggunakan sesuatu yang baik untuk
melakukan hal-hal yang tidak baik karena sebetulnya itulah awal kerusakan. Pada cerita
pendek ini mencoba mengangkat cerita hubungan anak dan orang tuanya. Pengarang
mencoba memberikan kritik kepada khalayak luas tentang bagaimana hubungan yang baik
antara orang tua dan anaknya bagaimana seharusnya.

E. Analisis Cerpen “Laila” Karya Putu Wijaya

Cerpen LAILA banyak mengisahkan tentang seorang pembantu rumah tangga atau
asisiten rumah tangga yang bekerja pada sebuah keluarga yang disebutkan sebagai keluarga
Tokoh Saya. Dimana dalam keluarga ini mengalami banyak masalah rumah tangga yang tidak
sederhana dikarenakan takut ditinggal pembantunya berhenti bekerja. Laila adalah si
pembantu tersebut yang mengalami KDRT ( Kekerasan Dalam Rumah Tangga) secara fisik
maupun non fisik oleh suaminya dari masalah materi hingga poligami. Ia seorang istri dan
ibu yang patuh kepada suaminya hingga menerima segala perlakuan kasar dari suaminya dan

dipaksa menjadi tulang punggung keluarga. Laila digambarkan sebagai seorang wanita jawa
yang selalu menerima keadaan dimana seorang istri harus berbakti, menurut kepada suami
walaupun tidak dihargai bahkan diperlakukan selayak budak. Keadaan tersebut membuat
keluarga dari majikan Laila yaitu keluarga tokoh Saya dimana tempat dia bekerja menjadi
gemas melihat keadaan si Laila tanpa berani berbuat apa apa. Hingga suatu hari istri dari
tokoh Saya memberikan suatu pelajaran berharga kepada Laila hingga akhirnya Laila dapat
mengambil suatu keputusan untuk hidup dan dirinya sendiri juga anaknya dari belenggu
suaminya.

Dalam cerpen ini dibahas Nilai yang terkandung dalam cerpen Laila berikut nilai-nilai
yang ada dalam cerpen tersebut.

1.Nilai Moral

Dalam cerpen ini nilai moral terkandung dalam dialog tokoh Saya dan Istri Saya:

Saya bingung.

Kenapa bangsat itu malah mengurus misannya, bukan istrinya?

Sebab misan Laila itu perempuan!

Gila! Istrinya juga perempuan!

Tapi perempuan itu lebih muda! Dan Romeo sudah mau menikahi si Neli!

Disini Romeo (Suami Laila) diceritakan berselingkuh dengan saudara misan Laila yang
tinggal satu rumah dengan Laila. Suami sangat tidak memiliki adab dan prilaku yang baik
terhadap istrinya. Pengarang mencoba memberikan kritik tentang krisis moral dari suami
Laila.

2.Nilai Sosial

Nilai sosila terkandung dalam cerpen ini, yaitu pada saat Laila dibelikan motor baru olaeh
majikannya, hal itu membuat iri para pembantu tetangga. Ini bias kita lihat pada kutipan
berikut:

Sejak itu Laila masuk kerja mennunggang motor. Mobilitasnya lebih rapih. Dia selalu dating
tepat waktu. Anaknya bangga sekali duduk di boncenggannya. Meski para pembantu lain
keki, menganggap nasib Laila terlalu bagus, tidak kami pedulikan. Yang penting Laila tetep
setia di posnya.disini ada kenaikan status sosial pada laila, hingga memeperoleh kendaraan
baru, dibandingkan terhadap pembantu lainnya karena hal ini tdak lepas dari kebaikan sosial
dari laila yang dilakukan secara konstan.

4

ANALISIS NASKAH DRAMA

A.) Analisis Naskah Drama “Pada Suatu Hari” Karya Ariefin

● Jalan cerita :

Terkisahlah sepasang suami istri yang mulai menua usianya dan mereka baru saja
menggelar acara ulang tahun pernikahan mereka. Sejak muda mereka selalu bahagia dan
selalu menjadi pasangan yang romantis hingga pada masa tua. Sampai di suatu hari setelah
tergelarnya acara ulang tahun mereka. Si kakek ingin mendengarkan si nenek menyanyi,
karena dahulunya si nenek jago menyanyi, kakek ingin mendengarkan suara si nenek. Tak
lama kemudian datang seorang janda dengan nama Nyonya wenes berkunjung ke rumah
kakek dan nenek tersebut, nyonya Wenas datang berkunjung bermaksud untuk meminta maaf
kepada kakek dan nenek karena tidak bisa hadir diacara yang mereka gelar itu. Nenek
seketika marah dan merasa kesal, karena yang nenek tahu nyonya Wenas tidak diundang oleh
nenek dan kakek untuk hadir ke acara ulang tahun pernikahan mereka. Nyonya Wenas yang
ternyata adalah mantan kekasih kakek menjadi penyebab utama kemarahan nenek kepada
kakek. Nenek yang saat itu sedang merasa kesal, bertambah kesal karena seketika Joni
(pembantu rumah tangga) memberikan minuman susu dingin yang diketahui bahwa minuman
itu adalah kesukaan Nyonya Wenas. Tanpa pikir panjang, nenek saat itu juga meminta
bercerai kepada kakek. Dengan segala cara kakek memohon agar dimaafkan dan agar nenek
menarik kembali perkataannya tapi nenek tetap kuat dengan apa yang telah dilontarkannya.

Nenek dan kakek bertengkar sejadi-jadinya, tiba-tiba datang Nita seorang anak
pertama dari kakek dan nenek berkunjung menemui kedua orang tuanya. Nita hanya terdiam
mendengar dan melihat pertengkaran nenek dan kakek. Dan Novia adik Nita datang dengan
membawa pakaian-pakaiannya. Novia yang ternyata juga sudah meminta cerai kepada
suaminya yaitu Vita karena cemburu berlebih kepada pasien suaminya itu. Karena, tidak mau
rumah tangga anaknya rusak. Nenek mengingatkan Novia untuk tidak mengambil keputusan
secara tiba-tiba, dan memikirkan kembali demi masa depan anak-anaknya. Seolah tidak ada
masalah apapun nenek menasehati Novia agar tidak bercerai dengan kakek. Akhirnya
masalah di antara nenek dan kakek terhapus begitu saja karena anaknya Novia. Dan di akhir
cerita, anak-anak novia di bawa pergi oleh vita ketika anak-anaknya sedang bermain di kolam
bersama Joni.

● Analisis dan Komentar Mengenai Naskah Drama Pada Suatu Hari Karya ariefin
C Noer

Tema : Kekeluargaan

Penokohan :

-Nenek : pencemburu, penyindir, penasehat, dan keras kepala

-Kakek : jujur, penasehat, dan romantis

-Janda, Nyonya Wenas : Penyindir dan penggoda

- Arba yang merupakan Sopir : amanat dan jujur

-Novia : pencemburu, berburuk sangka dan keras kepala

-Nita : penasehat

Adapun tokoh lain yang tidak disebutkan penokohan secara rinci yaitu Meli, Feri, Vita, dan
Icih

Amanat

Drama yang diciptakan Arifin ini sangat mempunyai pesan moral yang tinggi,
menyikapi banyaknya sebuah kata perceraian yang terjadi dewasa ini yang didasari oleh
perasaan cemburu, hal sepele yang tentunya tidak perlu lagi ada dalam kalimat rumah tangga.
Mayoritas pendapat orang mengatakan, bahwa sebuah pernikahan ibarat seperti sebuah
mainan saja oleh sebagian besar orang yang tentunya tidak memiliki keseriusan dalam
menjalani bahtera rumah tangganya.

Pengarang mengharapkan adanya kesadaran dari individu tentang cara untuk
menanggapi sebuah permasalahan dalam rumah tangga, harus dengan pemikiran yang mantap
sebelum memutuskan suatu keputusan, kita dilatih menahan sebuah emosi dalam
menyelesaikan persoalan. Banyak dari sebuah hubungan termasuk dalam rumah tangga yang
mengalami kebuntuan dalam memecahkan masalahnya.

Alur : maju

Latar : Tempat : Rumah kakek dan nenek

Suasana : awalnya santai namun pada konflik terjadi ketegangan

Waktu : Siang hari

Komentar : mengenai Drama ini saya sangat terkesan karean sangat sesuai denga realita
kehidupan sekarang. Dimana pernikahan bukan merupakan suatu yang main-main. Ketika
ingin memutuskan suatu hal alangkah baiknya berpikir lagi. Drama ini sangat bagus untuk
dibaca apalagi bagi orang yang baru berkeluarga.

B.) Analisis Naskah Drama “RT Nol RW Nol” Karya Iwan Simatupang

● Jalan cerita :

Diceritakan pada naskah drama ini tentang sebuah kehidupan yang bernilai
sesungguhnya. Apabila kita sebagai pembaca mampu membaca dan mengambil arti dalam
naskah ini, yaitu kehidupan yang selama ini kita anggap remeh, namun bagi mereka dalam
naskah drama ini tetap menjalaninya. Bukan karena tidak ada pilihan lalu menyerah, tapi
itulah yang harus mereka lakukan selama ini menerima tidaknya semua itu harus tetap
dijalani dengan senantiasa sabar.

Drama ini secara langsung menceritakan kehidupan orang-orang yang tinggal di
kolong jembatan. Hidup terlilit kemiskinan dan kesengsaraan mereka lalui di bawah beton
jembatan. Suara-suara kendaraan berat lalu lalang di atas mereka, seperti guntur yang
menandakan akan turunya hujan. Tidak tahu bahwa maut selalu mengancam mereka kapan
saja, bila mereka berada di kolong jembatan dan suatu waktu jembatan itu rubuh karena tidak
kuat menahan beban kendaraan yang lalu lalang melewati jembatan itu.

Dalam cerita naskah ini juga menceritakan tentang jenuh dan kebosanan para
penghuni akan kehidupan yang selalu susah yang mereka jalani selama ini. Mereka ingin
merasakan sesuatu yang lain. seperti makan enak hidup enak dan lainnya yang selama ini
orang gedongan rasakan. Apapun mereka lakukan untuk mendapatkan dan merasakan semua
itu, meski itu mesti menyewakan harga dirinya pada laki-laki yang mencari pemuas
nafsunya.

● Analisis dan komentar Naskah Drama “RT Nol RW Nol” Karya Iwan
Simatupang

Tema

Tema dari naskah drama Rt nol RW nol ini adalah sosial perjuangan hidup terutamanya di
kota-kota besar.

Cerita/Karakter

 Kakek

Kakek adalah seorang yang bijaksana dan penyabar. Terlihat kakek melerai pertengkaran
Pincag dan Bopeng, dan tergambar jiwa bijaksana di dalamnya

Pincang

Pincang terlihat seperti orang yang penuh emosi, selalu mengambil keputusan tanpa
berpikir panjang lagi, mudah marah.

Ani

Ani adalah seorang wanita yang penuh semangat pantang menyerah, dia berusaha
mencari dan mendapatkan apa yang seharusnya ia miliki, tetapi Ani juga wanita yang keraas
kepala, ia tidak mau mendengarkan saran dari orang yang mengkhawatirkannya.

Latar 

Latar yang terdapat pada drama ini terdapat latar tempat dan latar waktu. Latar tempat
yang terdapat pada drama ini berlatar dibawah jembatan besar yang tempat itu kemudian
mereka namai Rt 0 Rw 0. Penulis naskah ini dengan jelas menuliskan latar yang terdapat
dalam drama ini.

Amanat

Naskah ini mengajak kita sebagai pembaca untuk selalu berusaha dan berjuang dalam
menjalani hidup tanpa ada keputusasaan dalam hidup. Di mana disaat kita sudah mengambil
keputusan, maka jalani lah keputusan yang sudah diambil itu dengan melakukan
sebaik-baiknya tanpa mengenal seberapa besar resiko yang akan kita peroleh. Karena
keputusan yang kita ambil pasti merupakan keputusan yang terbaik dari pilihan-pilihan yang
ada.

Komentar

Dalam naskah drama karya Iwan Simatupang terdapat banyak pengajaran tentang
pembelajaran sosial yang sebenarnya. Kita dipaparkan realitas krisis keadaan dalam naskah
drama ini. Dimana seseorang ingin hidup enak harus sampai mengorbankan harrga dirinya.
secara eksplisit juga naskah drama ini mengandung sedikit kritik kepada pemerintah bahwa di
Indonesia ini nyatanya tidak semuanya sudah sejahterakan.

C. Analisis Naskah Drama “Aduh” Karya Putu Wijaya

● Jalan Cerita :

Pada awal cerita diawali seorang tokoh bernama Rokhayat, yang sengaja datang dari
kampung ke kota untuk menemui para wakil rakyat negeri ini. Sayangnya, ia tidak tahu
dimana tempatnya dan justru malah tersesat di tempat proyek pembangunan yang belum
selesai dan di sana dia bertemu dengan seorang pengamen yang acuh dan malah menyuruh
Rokhayat pulang saja, karena para wakil rakyatnya sibuk dan bahaya jika harus datang ke
sana. Namun Rokhayat tetap gigih hingga akhirnya dia ditinggal pergi sang pengamen. Dan
akhirnya dia beristirahat dan membaca setiap surat yang dititip rakyatnya dari kampung.
Hingga surat terakhir dia terkejut karena ternyata di kampung halamannya tengah terjadi
tindak Korupsi yang dilakukan pimpinan Kabupaten atau Bupatinya, hingga akhirnya dia pun
kembali pulang, karena harus menyelesaikan kasus.

Selanjutnya, ada beberapa pekerja yang tengah mengerjakan proyek pembangunan,
namun pekerjaan mereka terhenti ketika terdengar suara orang mengaduh dari dalam sumur
tua, hingga akhirnya orang tersebut diangkat dan ditolong, namun ketika ditanya orang asing
itu hanya terus saja mengaduh, sehingga menimbulkan berbagai spekulasi di antara para
pekerja, ada yang menuduh orang sakit, ada yang menuduh gila, dan ada pula yang menuduh
maling yang kabur dari tempat kerjanya. Perdebatan di antara mereka terus terjadi, hingga
akhirnya orang asing itu meninggal, dan kematiannya menimbulkan penyesalan yang
mendalam pada diri setiap para pekerja. Ternyata orang asing itu selayaknya Tanah Air
Indonesia yang telah terlupakan.

● Analisis dan Komentar Naskah Drama “Aduh” Karya Putu Wijaya

Penokohan

- Rokhayat : Pengantar cerita, Polos, Jujur, Pemberani

-Pengamen: Acuh, Pemuda Preman

- Orang Asing : Misterius, Hanya bisa mengaduh saja

- Pekerja 1 : percaya hal-hal gaib, kurang serius

- Pekerja 2 : berani tapi ceroboh

- Pekerja 3 : Terlalu lama berpikir, mempunyai jiwa kemanusiaan yang sangat kuat

- Pekerja 4 : Serius dalam bekerja

- Pekerja 5 : Tidak memiliki tanggung jawab

- Pekerja 6 : Tempramen dan tidak amanah

Alur

Alur/Plot yang digunakan dalam naskah ini adalah alur maju

Latar

- Latar Tempat : Sebuah tempat proyek bangunan yang belum selesai dan Desa

- Latar Waktu : Sore hari menjelang malam

- Latar Keadaan : dalam keadaan sibuk bekerja

Komentar

Drama ini menceritakan tentang sebuah perjuangan dalam kebaikan, disisi lain ada hal
yang perlu dikritisi yaitu ketika Rokhayat ingin pergi ke kota sudah seharusnya mengetahui
tempat jadi ketika Rokhayat di kota semacam orang hilang tanpa rencana. Di Drama ini juga
disinggung tentang hal yang sifatnya sosial yaitu untuk mementingkan orang yang butuh
bantuan daripada mementingkan ego masing-masing.

Amanat

Nilai /amanat yang ingin di sampaikan pengarang adalah diharapkan pembaca atau
Apresiator drama mampu meningkatkan sikap dan nilai kebangsaan serta nasionalisme
terhadap bangsa yang tengah sakit.

D. Analisis Naskah Drama “Topeng Kayu” Karya Kuntowijoyo

● Jalan Cerita :

Terkisahlah sebuah taman yang memiliki seorang juru kunci yang senantiasa menjaga
taman tersebut. Jurukunci tersebut selalu memberikan argumen di beberapa media seperti, di
televisi, di surat kabar, dll bahwa tamannya harus dikunjungi. Pertama datang turis yang
berekspektasi mendapat sebuah kesenangan di taman tersebut, tetapi setelah tiba ia tak
mendapatkan apapun. Mereka merasa jenuh, karena tak mendapatkan kesenangan yang
diimpikan. Menurut juri kunci kesenangan itu relatif. Ia berkata jika kau sakit hiburanmu
adalah sembuh, jika kau lapar hiburanmu adalah makan dan sebagainya. Tapi itu bukan


Click to View FlipBook Version