The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

"Dengan kesabaran dan susah payah kami terus bekerja dengan keinginan besar untuk maju ... ya ... maju ..." (Elisabeth Gruyters 35)

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by timbuku100th, 2021-11-03 08:48:14

The Eternal Light (versi pendek)

"Dengan kesabaran dan susah payah kami terus bekerja dengan keinginan besar untuk maju ... ya ... maju ..." (Elisabeth Gruyters 35)

Pembentukan Yayasan Pendidikan Kesehatan Borrome-
us (YPKB)

Di seluruh dunia, pendidikan keperawatan bermula dari
semacam magang praktik di rumah sakit. Seiring dengan
waktu, pendidikan keperawatan semakin ditata dalam suatu
kurikulum yang lebih jelas, namun penyelenggaraan
pendidikannya masih menginduk pada rumah sakit (yang
relatif besar). Dalam perkembangan di seluruh dunia, dimulai
di negeri-negeri maju, satu demi satu pendidikan
keperawatan kemudian “dipisahkan” dari lembaga rumah
sakit, untuk diselenggarakan oleh lembaga pendidikan
sehingga proses pendidikan dan pelatihan lebih tertata,
seiring dengan paradigma profesionalisasi perawat yang
menuntut persiapannya pada jenjang pendidikan tinggi.
Paradigma ini sudah disadari oleh para pemimpin bidang
kesehatan di Indonesia. Sejumlah pendidikan tinggi
keperawatan hingga dasawarasa 2000-an sudah
diselenggarakan oleh perguruan tinggi yang tidak berafiliasi
dengan lembaga pelayanan kesehatan.

Paradigma tersebut kemudian diterapkan secara nasional
dalam Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang
Rumah Sakit. Pasal 7 ayat (4) tertulis, “Rumah Sakit yang
didirikan oleh swasta sebagaimana dimaksud pada ayat (2)
harus berbentuk badan hukum yang kegiatan usahanya
hanya bergerak di bidang perumahsakitan.” Dalam
penjelasan, tertulis “Kegiatan usaha hanya bergerak di bidang
perumahsakitan dimaksudkan untuk melindungi usaha
rumah sakit agar terhindar dari risiko akibat kegiatan usaha
lain yang dimiliki oleh badan hukum pemilik rumah sakit”.

Bangkit Kembali, Turut Menjaga Ibu Pertiwi 391


PPSB membentuk Tim Pengkajian dan Pembentukan Yayasan
Pendidikan Kesehatan Borromeus (YPKB), yang dipimpin
oleh Prof. Dr. B. Arief Sidharta, S.H. sebagai Ketua. Tim
merancang pembentukan YPKB yang memiliki keterkaitan
sangat erat dengan PPSB sebagai Pendiri YPKB, yang mana
secara ex officio Ketua Pembina YPKB adalah Ketua Pengurus
PPSB; Ketua Pengurus YPKB adalah salah satu anggota PPSB;
dan Pengawas YPKB adalah Bendahara Pengurus PPSB.
Pembentukan YPKB di hadapan notaris dilakukan pada hari
Selasa, 16 Agustus 2011.

Gambar. Prof. Wimpy Santosa, Ph.D.

Walaupun YPKB telah dibentuk pada tahun 2011, namun
diperlukan waktu untuk secara resmi mengalihkan
penyelenggaraan STIKes Santo Borromeus dari PPSB ke
YPKB. Hal itu baru terjadi pada tahun 2016 melalui
Keputusan Menristekdikti tahun 2016. Pada tahun itu pula,
STIKes Santo Borromeus memeroleh izin penyelenggaraan
program studi baru, yaitu Program Studi D-3 Farmasi.

392 The Eternal Light


Gambar. Kampus STIKes Santo Borromeus di Kota Baru Parahyangan

Beberapa suster CB dan awam yang berkarya dalam bidang
pendidikan sejak permulaan hingga menjadi STIKes Santo
Borromeus adalah: 1) Sr. Angelberta Opdam (merangkap
Direktur RS Santo Borromeus), 2) Sr. Matutini, 3) Sr. Aloysius,
4) Sr. Joanesa Arif, 5) Ibu Sri Mulyani, 6) Sr. Vera Sudarmi, 7)
dr. T. Widjajanti S., M.M., 8) Ibu Paulina Aning Djuliati, 9) Ibu
Wawa Bianawati, 10) Ibu Susanti Hendikirto, 10) Ibu Sri
Budhi Rahayu, 11) Ibu C.M. Retno Sunartyasih, 12) Sr. Sofia
Gusnia Saragih, dan 13) Ibu Elizabeth Ari Setyarini.

Bangkit Kembali, Turut Menjaga Ibu Pertiwi 393


Gambar. Mahasiswa STIKes Santo Borromeus pada saat capping and pin
day.

Pembangunan Gedung Elizabeth

RS Santo Borromeus terus bergerak maju dan perlu
menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Menjelang
usia 90 tahun telah digagas tentang pembangunan Gedung
Elizabeth (Elizabeth Building, EB). Pembangunan gedung ini
merupakan peremajaan gedung tersebut untuk kedua
kalinya, yang mana peremajaan pertama dilakukan pada
tahun 1972–1974.

Pembangunan gedung diawali dengan pembongkaran
bangunan Paviliun Carolus (lama), rumah bagian dari Biara
Suster yang digunakan untuk Gudang Medis dan Gudang
Umum serta yang dihuni oleh para suster yang sedang belajar

394 The Eternal Light


di Bandung. Gedung lain yang ikut dibongkar adalah Rumah
Dinas Direktur RS Santo Borromeus yang terletak persis
bertolak belakang dengan gedung gudang barang dan bagian
Biara CB Mahasiswi serta persis berdampingan dengan
Paviliun Anna. Dilakukan pula pembongkaran Dapur Pusat
lama dan seluruh bangunan Paviliun Anna. Gedung Elizabeth
(baru) dibangun dari bulan Agustus 2012 sampai dengan
September 2014.

Gambar. Gedung Elizabeth (Elizabeth Building), dipandang dari Jalan
Suryakencana; diresmikan pada tahun 2014.

Bangkit Kembali, Turut Menjaga Ibu Pertiwi 395


Gedung Elizabeth diberkati dan diresmikan bertepatan
dengan hari peringatan Santo Carolus Borromeus tanggal 4
November 2014, diresmikan oleh Wali Kota Bandung M.
Ridwan Kamil, S.T., M.U.D. dan dihadiri oleh Kepala Dinas
Kesehatan Kota Bandung dr. Hj. Ahyani Raksanegara, M.Kes.

Gambar. Patung Santo Carolus Borromeus, pelindung Kongregasi CB,
yang juga merupakan nama RS Santo Borromeus
396 The Eternal Light


RS Santo Yusup dan RS Sekar Kamulyan Semakin Maju

Di samping RS Cahya Kawaluyan di Padalarang yang mulai
beroperasi tahun 2006, “adik-adik” RS Santo Borromeus yang
lain terus berkembang semakin maju.

Kemajuan RS Santo Yusup di Cicadas antara lain tercermin
dalam prestasi dan penghargaan sebagai berikut:
• Juara runner up dalam Patient Safety Project pada PERSI

Award – IHMA Tahun 2010, Tim Patient Safety RS Santo
Yusup mendapatkan ‘Penggunaan Formulir Transfusi
Darah‘ dan Juara I poster sesi.
• Juara I Patient Safety Project ‘Humpty Dumpty’, runner up
dalam Patient Safety Project pada PERSI Award – IHMA
Tahun 2011, Tim Patient Safety Rumah Sakit Santo Yusup
‘Komunikasi Efektif’ dan Juara III poster sesi.
• Juara runner up dalam Customer Service Project pada
PERSI Award – IHMA Tahun 2012.
• RS Santo Yusup meraih penghargaan sebagai “The Best of
Bandung WOW Service Excellence Award 2014” untuk
kategori General Hospital (C Class). Penghargaan dari Mark
Plus Insight dan Majalah Marketers diserahkan oleh
Hermawan Kertajaya (CEO & Founder Mark Plus Inc) pada
tanggal 21 Oktober 2014.
• RS Santo Yusup meraih penghargaan sebagai “The Best of
Bandung WOW Service Excellence Award 2015” untuk
kategori General Hospital (C Class) pada tanggal 22
Oktober 2015.
• RS Santo Yusup lulus Akreditasi Tingkat Paripurna pada
tahun 2015.

Bangkit Kembali, Turut Menjaga Ibu Pertiwi 397


Gambar. RS Santo Yusup dewasa ini.

• Rumah Sakit Santo Yusup meraih penghargaan sebagai
“The Champion of Bandung WOW Service Excellent Award
2016” untuk kategori General Hospital (C Class) tanggal 8
September 2016.

• RS Santo Yusup lulus Akreditasi (SNARS) Tingkat
Paripurna tahun 2018.

Kemajuan RS Santo Yusup tampak pula dalam pelayanan
rawat jalan yang meliputi 28 klinik.

398 The Eternal Light


Gambar. RS Sekar Kamulyan dewasa ini.

RS Sekar Kamulyan di Cigugur terus melanjutkan
perkembangan pada awal abad ke-21 dalam kepemimpinan
Direktur: dr. Th. Widjajanti (2000–2002), dr. Achmad
Supendi (2002–2009), dr. A. Sigit Ladrang, Sp.PD (2009–
2012), dr. Th. Widjajanti (2012–2015), dan drg. Retno Budi
Utami sejak tahun 2015.

RS Sekar Kamulyan terus meningkatkan kapasitas dan
kualitas pelayanannya hingga mencapai kenaikan tipe pada
tahun 2013, dari tipe D menjadi tipe C. Kenaikan tipe ini
ditindaklanjuti dengan pembangunan Gedung Yoshua pada

Bangkit Kembali, Turut Menjaga Ibu Pertiwi 399


tahun 2015, sehingga kapasitas ruang perawatan dapat
menampung 110 tempat tidur (dari sebelumnya 98 tempat
tidur). Pencapaian Akreditasi Penuh tahun 1999 dan 2009,
serta kemudian pencapaian Akreditasi Paripurna pada tahun
2015, merupakan modal utama untuk meningkatkan mutu
pelayanan. Pembangunan fisik untuk kenyamanan pelayanan
disertai pula dengan kemajuan dalam bidang SDM melalui
perekrutan tenaga-tenaga ahli sesuai dengan bidang yang
dibutuhkan.

Di samping Klinik Umum dan Klinik Ibu dan Anak, RS Sekar
Kamulyan melayani sejumlah klinik spesialis, yaitu: Klinik
Penyakit Dalam, Klinik Bedah, Klinik Kebidanan dan
Kandungan, Klinik Anak, Klinik Gigi, Klinik Saraf, serta
Rehabilitasi Medis dan Fisioterapi. Klinik Rehabilitasi Medis
dan Fisioterapi merupakan unggulan RS Sekar Kamulyan
dewasa ini, merupakan klinik rehabilitasi medis yang
pertama di Kabupaten Kuningan. Selain klinik-klinik tersebut,
terdapat pula layanan Unit Gawat Darurat (UGD), Medical
Check Up, Konsultasi Gizi, Katering Diet, dan Klub Persadia
(diabetes).

Rumah Duka Santo Borromeus Tetap Setia Melayani

Rumah Duka Santo Borromeus di Jalan Suryakencana No. 4,
yang dikelola dalam kerja sama dengan Amal Penguburan
Katolik (APK) Santo Yusuf, tetap setia melayani masyarakat.
Pengurus Harian APK Santo Yusuf, Bapak Heribertus
Irdiyanto Hadikusomo, mengungkapkan bahwa sejak awal
hingga dewasa ini pelayanan Rumah Duka Santo Borromeus
berjalan relatif baik. Tim yang berjumlah 13 orang, yang
diatur dalam 3 shift, selalu siap siaga melayani dengan
sepenuh hati.

400 The Eternal Light


Gambar. Rumah Duka Santo Borromeus.

Pada masa pandemi Covid-19 pun RD Santo Borromeus
mengikuti protokol kesehatan yang ditetapkan. Bapak
Irdiyanto mengungkapkan:

“Saat-saat pandemi ini jam-jam pengurusan jenazah
sangat tidak menentu, kadang-kadang berdekatan
waktunya; bisa jam satu subuh, jam dua subuh, tetapi kami
selalu siap melayani. Bahkan, pernah semua armada kami,
tiga unit mobil APK Santo Yusuf dipakai secara bersamaan

Bangkit Kembali, Turut Menjaga Ibu Pertiwi 401


dalam satu hari. Kami tetap siap melayani sampai ke
tempat pemakamannya.”

KSP Kopdit Borromeus

Koperasi Kredit Borromeus semakin mantap. Pada tahun
2001, Koperasi Kredit Borromeus melakukan perubahan
Anggaran Dasar, yang mana namanya diubah menjadi
Koperasi Simpan-Pinjam (KSP) “Kopdit Borromeus”, dan
telah memeroleh pengesahan dari Pemerintah Kota Bandung
Dinas Koperasi pada tahun 2001.

Sejalan dengan ketentuan dan aturan dunia usaha yang
berlaku, pada akhir tahun 2008 didirikan PT. Suryakencana
Nugraha (PT SKN) sebagai “wadah” untuk pelebaran sayap
dan menampung jenis dan kegiatan-kegiatan usaha non
simpan-pinjam. Dewasa ini anggotanya mencapai lebih dari
3.000 orang.

JKN-BPJS Kesehatan

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang
Sistem Jaminan Sosial Nasional, dan Undang-Undang Nomor
24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial,
serta peraturan-peraturan turunannya, pada 1 Januari 2014
Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui Badan
Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dimulai.

RS Santo Borromeus – dan semua pelayanan kesehatan dalam
naungan PPSB – pun berpartisipasi dalam Program JKN-BPJS
Kesehatan, yang merupakan amanat peraturan-perundang-
undangan.

402 The Eternal Light


Gambar. Sebuah Rapat Anggota Tahunan (RAT) KSP “Kopdit
Borromeus”.

Sangat Dipercaya Masyarakat

Menjelang berusia seabad, RS Santo Borromeus masih tetap
sangat dipercaya oleh masyarakat. Banyak pejabat, tokoh,
dan selebritis memercayakan pemeriksaan dan perawatan
kesehatan mereka kepada RS Santo Borromeus. Berikut ini
beberapa di antaranya.

Diberitakan oleh berbagai media massa, (mantan) Presiden
RI Bapak B.J. Habibie tiba-tiba datang ke IGD RS Santo
Borromeus pada Selasa, 21 Oktober 2014, jam 00.50 dini hari.
Setelah di IGD, beliau sempat beristirahat di Gedung Yosef 5.

Bangkit Kembali, Turut Menjaga Ibu Pertiwi 403


Ruangan pun dijaga secara ketat. Namun, pada siang harinya,
sekitar jam 11.20, beliau sudah meninggalkan RS Santo
Borromeus.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengaku salut atas
kinerja RS Santo Borromeus. Diberitakan berbagai media
massa, hal itu disampaikan beliau ketika mengunjungi RS
Santo Borromeus pada Senin siang, 29 Oktober 2014. Pria
yang akrab disapa Kang Aher itu juga menyempatkan
berbincang dengan sejumlah pasien Jamkesmas di bangsal
Kelas III. Didampingi Kepala Dinas Kesehatan Jabar Alma
Luciaty, Kang Aher mengapresiasi kinerja RS Santo
Borromeus atas pelayanan kesehatan yang diberikan kepada
masyarakat. “Saya sangat berterima kasih kepada RS
Borromeus karena telah memberikan pelayanan pasien
Jamkesmas di Kelas III secara gratis,” ucap beliau.
“Pemerintah telah mencanangkan supaya pelayanan
kesehatan diberikan pada masyarakat menengah ke bawah
sebesar 25 persen, namun RS Borromeus telah melewati itu,”
sambung beliau.

Kang Aher mengimbau kepada rumah sakit lain untuk
mengikuti apa yang telah dilakukan oleh RS Santo
Borromeus. Sehingga, nantinya Jabar akan menjadi
percontohan nasional dalam pelayanan kesehatan terhadap
warga yang tidak mampu. Sementara itu, Direktur Utama RS
Santo Borromeus, Dokter Suriyanto, mengatakan bahwa RS
Santo Borromeus telah menyediakan pelayanan kesehatan
bagi masyarakat miskin sebesar 33 persen. Mereka memang
berhak mendapatkan hal tersebut. Menurut Dokter Suriyanto,
membantu sesama merupakan kewajiban seluruh pihak.
“Tindakan yang kami lakukan ini merupakan amanah yang
diturunkan oleh pendiri RS terdahulu,” kata Dokter Suriyanto.

404 The Eternal Light


Gambar. Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Kang Aher), meninjau
RS Santo Borromeus.

Ketika istri dan mertua Wali Kota Bandung, M. Ridwan Kamil
(Kang Emil), mengalami sakit demam berdarah selama
beberapa hari pada April 2016, mereka memercayakan
perawatan pada RS Santo Borromeus, sebagaimana
diberitakan media massa. Kang Emil sendiri menceritakan
bahwa selama beberapa hari setiap sore beliau selalu ke RS
Santo Borromeus untuk menengok istri (Ibu Atalia Praratya
Kamil) dan mertua beliau yang sedang dirawat.

Dua tahun kemudian, Ibu Atalia Praratya Kamil kembali
dirawat di RS Santo Borromeus. Humas Pemerintah Kota
Bandung mewartakan bahwa beliau dirawat sejak Minggu, 26
Agustus 2018, menjalani operasi pada Selasa, 28 Agustus

Bangkit Kembali, Turut Menjaga Ibu Pertiwi 405


2018. Sementara itu, keluarga dan kerabat terdekat terlihat
menemani beliau selama menjalani perawatan di rumah
sakit.

Gambar. Teh Atalia Kamil ketika sedang dirawat di RS Santo Borromeus.

Kepercayaan dari masyarakat tercermin dalam survei
kepuasan pelanggan Semester II Tahun 2019:
• rawat jalan: 98,66%
• rawat inap: 98,82%
• penunjang medis: 98,91%
Ada pun survei kepuasan pelanggan Semester I Tahun 2020,
ketika mulai terjadi pandemi Covid-19, sebagai berikut:
• rawat jalan: 96,96%
406 The Eternal Light


• rawat inap: 98,40%
• penunjang medis: 98,30%.
Pada Semester II Tahun 2020, ketika sedang pandemi Covid-
19 terus menanjak, kepuasan pelanggan masih tinggi; rawat
jalan 99,11% dan rawat inap 97,98%.

Pengelola Klinik Santo Borromeus (PKSB)

Pelayanan kesehatan yang menyediakan pelayanan medis
dasar dan/atau spesialistik semakin berkembang di
Indonesia. Pada tahun 2014 terbit Peraturan Menteri
Kesehatan Nomor 9 Tahun 2014 tentang Klinik, yang
menggantikan peraturan sebelumnya tahun 2011. Dalam
Permenkes tersebut klinik dibedakan dalam dua jenis, yaitu
klinik pratama dan klinik utama. Persyaratan dan perizinan
diatur secara lebih ketat. Sementara itu, keberadaan klinik
terkait erat dengan Program JKN–BPJS Kesehatan yang
digencarkan oleh Pemerintah.

Melihat perkembangan keadaan masyarakat, serta visi, misi,
dan keadaan internal RS Santo Borromeus, pada tahun 2015
PPSB memutuskan membentuk satuan karya (unit
operasional) yang fokus mengelola sejumlah klinik di luar
rumah sakit yang selama ini menginduk pada RS Santo
Borromeus. Satuan karya (unit operasional) tersebut
dinamakan Pengelola Klinik Santo Borromeus (PKSB), yang
untuk pertama kali dipimpin oleh dr. Miriam R. Maengkom,
M.M. sebagai Direktur PKSB.

Bangkit Kembali, Turut Menjaga Ibu Pertiwi 407


Gambar. Klinik Pratama Unpar, dikelola oleh Pengelola Klinik Santo
Borromeus (PKSB).

Tagline “ICARE”

Dalam pertemuan Komunikasi Aktualisasi Spiritualitas CB
(Forum KAS-CB) di Bandung pada 26 Februari 2016, yang
dihadiri pula oleh Uskup Keuskupan Bandung serta
Pemimpin Provinsial Kongregasi CB Indonesia, dibahas
perlunya dikembangkan perwujudan nilai Guiding Principles
Spiritualitas Carolus Borromeus (GPCB) dan penilaian kinerja
yang kemudian dapat diberlakukan di Perkumpulan
Perhimpunan Santo Carolus (PPSC), Perkumpulan
Perhimpunan Santo Borromeus (PPSB), dan Yayasan Panti
Rapih (YPR), sehingga dapat menjadi dasar dalam pembinaan
serta pengembangan karyawan di lingkungan rumah sakit
serta pendidikan kesehatan.

408 The Eternal Light


Gambar. “Love that renews” merupakan intisari nilai-nilai ICARE.

Proses awal penyusunan tagline “ICARE” dilakukan dalam
pertemuan di Yogyakarta yang dihadiri oleh semua
perwakilan aliansi SDM Komunikasi Aktualisasi Spiritualitas
─ Dialog Aktualisasi Spiritualitas (KAS-DIAS) CB pada tanggal
29 Maret 2016. Pertemuan ini merupakan tindak lanjut
pertemuan KAS-CB di Bandung. Dalam pertemuan ini
disepakati perlu adanya kesamaan core competence yang
diharapkan menjadi suatu strategi differentiation (pembeda)
rumah sakit dan pendidikan kesehatan yang berada dalam
jaringan KAS-DIAS CB dengan rumah sakit dan pendidikan
kesehatan lain.

Bangkit Kembali, Turut Menjaga Ibu Pertiwi 409


Selanjutnya, pada 27-28 April 2016 di RS Santo Borromeus
dilakukan pertemuan yang dihadiri oleh para Direktur SDM
dan Direktur Keperawatan RS Santo Borromeus, RS Santo
Carolus, dan RS Panti Rapih, serta para staf SDM. Diskusi yang
dilakukan dalam pertemuan tersebut antara lain:
• melakukan break down 8 unsur Guidance Principles

Carolus Borromeus (GPCB) dihubungkan dengan nilai-
nilai yang dimiliki oleh setiap rumah sakit dan pendidikan
kesehatan dalam jaringan CB Connection;
• menyepakati nilai-nilai inti yang menjadi core competence
di seluruh rumah sakit dan pendidikan kesehatan di
bawah PPSC, PPSB, dan YPR;
• memutuskan tagline “ICARE” yang disepakati bersama
sebagai perwujudan 8 unsur GPCB dalam karya pelayanan
kesehatan dan pendidikan kesehatan.

ICARE merupakan singkatan dari:

Integrity. Ditulis dalam warna biru, melambangkan langit
dan kejujuran yang ingin menggambarkan “sebuah
konsistensi tindakan, nilai, profesionalitas, kejujuran,
tanggung jawab sepenuh hati, metode, langkah-langkah
maupun prinsip sesuai janji”. Pribadi-pribadi yang terlibat
dalam pelayanan kesehatan CB diharapkan “memiliki
karakter yang kuat, jujur, dan konsisten-menyatu antara
pikiran, perkataan, dan perbuatan dalam menghayati nilai-
nilai dan norma-norma yang diyakininya sehingga
memancarkan kewibawaan dan kejujuran”.

Compassion. Ditulis dalam warna merah muda,
melambangkan hati yang ingin menggambarkan “belarasa,
yakni ikut merasakan, kemampuan memahami segala yang

410 The Eternal Light


diderita oleh pasien, dan bertindak seolah-olah sedang
berada di posisi pasien”. Pribadi-pribadi yang terlibat dalam
pelayanan kesehatan CB diharapkan memiliki “sikap empatik,
peduli, sehati seperasaan terhadap penderitaan sesama yang
dinyatakan dengan keinginan dan tindakan nyata untuk
meringankan penderitaan orang lain”.

Assurance. Ditulis dalam warna hijau, melambangkan alam
dan tanggung jawab yang ingin menggambarkan “segala
upaya demi menjamin kualitas untuk menimbulkan
kepercayaan dan ketenangan pasien”. Pribadi-pribadi yang
terlibat dalam pelayanan kesehatan CB diharapkan memiliki
“sikap dan tindakan yang responsif, komunikatif, siap sedia,
penuh keyakinan didukung profesionalitas sehingga mampu
membangun kepercayaan, keyamanan, keamanan dan
kualitas pelayanan”.

Respect. Ditulis dalam warna kuning (gold), melambangkan
pertemanan yang menghadirkan pelayanan yang
“menghormati dan menghargai segala perbedaan yang ada”.
Pribadi-pribadi yang terlibat dalam pelayanan kesehatan CB
diharapkan memiliki “sikap menghormati, menghargai
seseorang dengan baik dan penuh perhatian serta mengakui
kelebihan dan keistimewaan”, “mengakui hak atau kebiasaan
seseorang dan tidak melakukan sesuatu yang mengusik
dirinya”.

Embrace Innovation. Ditulis dalam warna ungu, melambang-
kan “visi dan kualitas yang ingin menyajikan pelayanan yang
diwarnai sikap kreatif yang konstruktif dan inisiatif dalam
mengembangkan ide-ide baru dan mampu menerapkannya
dalam pelayanan”. Pribadi-pribadi yang terlibat dalam
pelayanan kesehatan CB diharapkan memiliki “kemampuan

Bangkit Kembali, Turut Menjaga Ibu Pertiwi 411


yang diwujudkan dalam kinerja yang kreatif, inovatif, serta
menciptakan ide dan gagasan untuk pembaharuan,
perubahan yang konstruktif dalam pelayanan sesuai dengan
kebutuhan dan prinsip-prinsip pelayanan”.
Fun Walk 95 Tahun
Tahun 2016 RS Santo Borromeus berusia 95 tahun. Dokter
Chandra Mulyono, Sp.S. memimpin sebagai Direktur Utama,
dibantu oleh dr. T. Widjajanti S., M.M. (Direktur Medis), Sr.
Dominika Lepan Tukan, CB, M.Kep. (Direktur Keperawatan),
Rosita Ellyana S. Gultom, S.E., Ak. (Direktur Keuangan),
Kornelius Rukmana, S.Sos., M.Si. (Direktur SDM dan Umum),
dan drg. Y.M.S. Sri Sukma Heryani, M.M. (Direktur
Pengembangan).

Gambar. Fun Walk perayaan 95 tahun RS Santo Borromeus, 2016
412 The Eternal Light


Merayakan 95 tahun RS Santo Borromeus, dilakukan kegiatan
fun walk. Diberitakan oleh sejumlah media massa, dr.
Chandra Mulyono, Sp.S. mengucapkan terima kasih kepada
semua pihak dan rekan bisnis RS Santo Borromeus, yang
senantiasa memberikan dukungan penuh dan sama-sama
dalam memajukan RS Santo Borromeus menjadi lebih baik.

Pelayanan Radiologi Sangat Maju

Pelayanan radiologi di RS Santo Borromeus sudah dilakukan
sejak awal RK Ziekenverpleging Sint Borromeus, sejak tahun
1921 (lihat Bab V). Bahkan, pelayanan radiologi waktu itu
telah menggunakan peralatan yang termasuk paling mutakhir
di Indonesia.

Sesudah Pendudukan Tentara Dai Nippon dan Revolusi
Kemerdekaan, pelayanan radiologi dilanjutkan. Pada
dasawarsa 1950-an dokter radiologi mitra yang pertama
adalah Mayjen (TNI) Prof. Soemartono, dr., Sp.Rad. Setelah itu
diteruskan oleh beberapa dokter radiologi mitra yang lain,
yaitu dr. Tan Tjin Hong, Sp.Rad., dr. Suryadi, Sp.Rad., dan dr.
Soekotjo, Sp.Rad. Kepala Bagian Radiologi sejak dasawarsa
1950-an selama sekitar empat dasawarsa adalah Sr. Yayu, Sr.
Gerda CB, Sr. Entin, Sr. Artha Silaen, dan Ibu Mutiara
Nababan, B.Sc.

Pada 1992 dr. Tan Siauw Koan, Sp.Rad (K), M.Sc. merupakan
dokter tetap spesialis radiologi yang pertama di RS Santo
Borromeus dan juga sebagai Kepala Bagian Radiologi
pertama yang berprofesi sebagai dokter spesialis radiologi di
RS Santo Borromeus. Beliau menjabat sebagai Kepala Bagian
Radiologi dari tahun 1992 hingga 2008. Bagian Radiologi
memiliki banyak kemajuan setelah dipimpin langsung oleh

Bangkit Kembali, Turut Menjaga Ibu Pertiwi 413


dr. Tan Siauw Koan, Sp.Rad. (K), M.Sc. Digitalisasi radiologi
juga terjadi pada masa tersebut, yang mana diinstalasi alat-
alat digital.

Pada tahun 2008–2016 Kepala Bagian Radiologi dijabat oleh
dr. Jo Yosua Yoswara, Sp.Rad. Pada Tahun 2016–2018, dr. Tan
Siauw Koan, Sp.Rad. (K), M.Sc. kembali menjabat sebagai
Kepala Bagian Radiologi karena peristiwa duka, yang mana
dr. Jo Yosua Yoswara mengalami sakit berat. Sejak tahun
2018 sampai sekarang Kepala Bagian Radiologi dijabat oleh
dr. Robby Hermawan, Sp.Rad., M.Kes.

Bagian Radiologi RS Santo Borromeus memiliki pelayanan
USG yang baik dan termasuk salah satu yang pertama di
Bandung yang memiliki pelayanan USG, yang mana sudah
dirintis sejak tahun 1985, dengan dokter-dokter yang
mengoperasikan alat USG adalah dr. W.E.M. Teguh Adi
Atmaka, M.Sc., dr. Wijaya Paryana, M.Sc., dan dr. Bobby
Widjaja Putera, M.Sc.

Tahun 2019 Bagian Radiologi berganti nama menjadi Bagian
Radiodiagnostik, Imajing, dan Radiologi Intervensional (RI)
sesuai dengan persyaratan akreditasi rumah sakit.

Peralatan radiologi selalu diupayakan mengikuti perkem-
bangan teknologi yang terbaru seperti MRI 3 Tesla, CT Scan
512 slice, Cone Beam CT Dental, Bone Mineral Densitometry,
USG Jantung 4D, dan USG Multipurpose High End.

Pelayanan radiologi di masa mendatang juga akan lebih
menekankan pada pelayanan subspesialistik seperti
neuroradiology, head and neck imaging, abdominal imaging,
musculoskeletal imaging, thorax & cardiovascular imaging,

414 The Eternal Light


pediatric imaging, interventional radiology, womans imaging,
dan ilmu kedokteran nuklir.

Gambar. MRI 3 Tesla Signa Pioneer di RS Santo Borromeus, merupakan
MRI Signa Pioneer pertama di Indonesia.

Beberapa pelayanan radiologi pada masa mendatang yang
dapat dikembangkan antara lain pencitraan fungsional baik
menggunakan alat-alat yang sudah ada seperti MRI
(functional MRI) maupun dengan pengadaan alat-alat baru
yang menggunakan teknologi kedokteran nuklir seperti
Positron Emission Tomography (PET), PET-CT, dan PET-MRI.

Bangkit Kembali, Turut Menjaga Ibu Pertiwi 415


Pengembangan radioterapi juga merupakan layanan yang
diperlukan oleh masyarakat dan dapat dikembangkan di RS
Santo Borromeus. Teknologi artificial intelligence (AI) juga
pada masa mendatang akan semakin berkembang dan banyak
aspek di bidang radiologi yang mana teknologi AI dapat
diterapkan.

Sistem Informasi Semakin Terintegrasi

Tahun 2000, bersamaan dengan perubahan struktur
organisasi, nama Biro MEPO diubah menjadi Sistem Informasi
(SISFO). Sekitar waktu itu mulai dilakukan pengembangan
aplikasi baru serta perubahan aplikasi dari teknologi DOS ke
Windows. Dalam kurun waktu tersebut Unit SISFO sudah
mengimplementasikan sistem registrasi rawat jalan,
informasi penggajian di Bagian SDM yang dikembangkan
dengan Gupta.

Tahun 2007 Perkumpulan Perhimpunan Santo Borromeus
(PPSB) mencita-citakan bahwa semua sistem informasi
diintegrasikan secara terpadu untuk seluruh unit operasional
di bawah PPSB. Untuk itu PPSB membentuk Tim Management
Information System and Information Technology (MIS IT).
Dilakukan berbagai upaya dan evaluasi. Diputuskan bahwa
MIS IT yang sebelumnya di bawah PPSB menjadi langsung di
bawah RS Santo Borromeus, menjadi Tim IT dengan dr. Th.
Widjajanti Sonowidjojo, M.M. sebagai Ketua Tim.

Maka sejak tahun 2017 Tim IT mulai berproses mencari
vendor yang mempunyai produk aplikasi Sistem Informasi
Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) berbasis Web Base dengan
gap perbedaan paling minim dengan kebutuhan internal.
Dengan melibatkan rumah sakit lain di bawah PPSB, seleksi

416 The Eternal Light


dilakukan untuk memeroleh vendor yang sesuai. Pada tahun
2018, terpilihlah satu vendor terbaik untuk bisa
mengimplementasikan SIMRS ini di RS Santo Borromeus.

Gambar. Semua bagian didukung dengan sistem informasi manajemen
rumah sakit yang semakin terpadu.

Go live SIMRS ini dimulai pada 1 Januari 2019, dimulai dari
registrasi dan billing. Selang beberapa bulan kemudian
dilanjutkan di area pelayanan untuk EMR Rawat Jalan, Rawat
Inap, dan Penunjang, termasuk Computerized Physician Order
Entry (CPOE), yang mana dengan CPOE ini sudah pula
mengintegrasikan antarbagian untuk kebutuhan order
penunjang. SIMRS juga sudah mengintegrasikan sistem third
party seperti Laboratorium Information System (LIS),

Bangkit Kembali, Turut Menjaga Ibu Pertiwi 417


Radiologi Information System (RIS), Borromeus Mobile Apps,
KIOSK pendaftaran mandiri dan konfirmasi kehadiran, dll.

Selain SIMRS yang saat ini sudah diimplementasikan, pada
akhir tahun 2019 dilakukan pula pencarian Human Resources
Information System (HRIS) hingga terpilih satu HRIS yang
mendekati kebutuhan. Pada akhir 2020 HRIS mulai
diimplementasikan. HRIS baru dengan berbasis web ini
diharapkan dapat menggantikan sistem HRIS lama berbasis
dekstop dengan fitur yang jauh lebih lengkap. Sistem HRIS
baru ini dapat mengatasi proses-proses yang sebelumnya
diproses secara manual atau pun belum terintegrasi
antarproses dari sistem lama.

Sejak Januari 2020 implementasi dilakukan pada back office.
Sampai dewasa ini, ketika buku ini sedang ditulis,
implementasi di back office dan human resources masih
sedang berproses.

Dengan pengembangan dan implementasi sistem informasi
rumah sakit secara terpadu tersebut, RS Santo Borromeus
semakin mampu memberikan pelayanan kepada pasien dan
mengelola organisasi secara lebih berkualitas, lebih akurat,
dan lebih cepat serta efesien.

Menjelang Seabad RS Santo Borromeus

RS Santo Borromeus terus berkembang maju. Menjelang
berusia seabad, sejumlah landasan dirumuskan sebagai
berikut:

418 The Eternal Light


Gambar. Wajah RS Santo Borromeus menjelang berusia satu abad.

Visi
Menjadi rumah sakit layanan kelas dunia, terpercaya dan
profesional berlandaskan semangat cintakasih.

Misi
• Mengembangkan layanan yang berfokus pada peningkatan

mutu dan keselamatan pasien.
• Melaksanakan praktik pelayanan berbasis bukti ilmiah

terbaik dan terpercaya.
• Mengembangkan kapabilitas dan kapasitas unggul tenaga

kesehatan melalui pendidikan dan pelatihan yang
berkarakter layanan kelas dunia.
• Menjalin kerjasama sinergetik dengan mitra strategis
dalam pengelolaan dan pengembangan layanan rumah
sakit.
• Mengoptimalkan strategi pertumbuhan usaha yang
berkesinambungan untuk meningkatkan pelayanan

Bangkit Kembali, Turut Menjaga Ibu Pertiwi 419


kesehatan dan nilai tambah bagi semua pemangku
kepentingan.

Nilai-Nilai
• Cintakasih Kristiani
• Kehidupan adalah karunia Allah
• Mengutamakan keselamatan dan kesembuhan pasien
• Kesetiaan, kesiapsediaan, kejujuran, kesederhanaan,

keramah-tamahan dan tanggung jawab
• Mutu pelayanan terbaik

Tujuan
• Memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik
• Meningkatkan mutu kesehatan masyarakat
• Menyelenggarakan pendidikan kesehatan yang bermutu
• Meningkatkan kesejahteraan karyawan

Motto
“Kasih dan Kepedulian Kami untuk Anda.”

Dewasa ini terdapat empat komite di dalam RS Santo
Borromeus:
• Komite Etik,
• Komite Medik,
• Komite Keperawatan, dan
• Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (KPPI).

Sejumlah pencapaian medis telah diraih RS Santo Borromeus,
antara lain:
• Pada 2010 melaksanakan operasi VATS (Video Assisted

Thoracoscopic Surgery) dan CABG (Coronary Artery Bypass

420 The Eternal Light


Grafting Surgery). Sampai saat ini, kondisi kesehatan
pasien baik.
• Sejak 2009 telah melaksanakan Total Knee Operation dan
Arthroscopy Repair, rekonstruksi ACL (anterior cruciate
ligament) dan PCL (posterior cruciate ligament).
• Sejak tahun 2010 telah melakukan radiologi intervensi,
yang sudah dilaksanakan di antaranya adalah: TACE
(Transcatheter Arterial Chemo Embolization), TACI
(Transcatheter Arterial Chemo Infusion), Coiling pada
Aneurisma, DSA (Digital Substraction Angiografi) dan
Brain Flushing, sampai sekarang kondisi kesehatan pasien
baik.
• Penerapan Little Schmidy Fall Score (LSFS) untuk
menurunkan KTD “Angka Kejadian Jatuh pada Pediatrik”
di Ruang Irene RS Santo Borromeus tahun 2011.

Sejumlah penghargaan dan pencapaian pun diperoleh, antara
lain:
• Tahun 2011: Penghargaan dari Markplus Insight sebagai

THE MOST RECOMMENDED HOSPITAL.
• Tahun 2011, Oktober: Penghargaan Rekor MURI untuk

kategori: 1) Penyelenggara acara melukis wajah dengan
peserta terbanyak; 2) Penyelenggara acara bayi merang-
kak dengan peserta terbanyak; 3) Penyelenggara acara ibu
menyusui dengan peserta terbanyak.
• Tahun 2013: Sertifikat Akreditasi Rumah Sakit oleh Komisi
Akreditasi Rumah Sakit lulus tingkat Paripurna.
• Tahun 2016: Penghargaan dari Gubernur Jawa Barat: 1)
Peringkat Ke-1 : Rumah Sakit Sayang Ibu dan Bayi Terbaik
Tingkat Daerah Provinsi Jawa Barat; 2) Sebagai Lembaga
Berpartisipasi Aktif dan Berkontribusi dalam Pengiriman

Bangkit Kembali, Turut Menjaga Ibu Pertiwi 421


Tim Kesehatan Provinsi Jawa Barat Untuk Kegiatan Pasca
Gempa di Pidie Jaya Aceh Tahun 2016.
• Tahun 2016: Sertifikat Akreditasi Rumah Sakit oleh Komisi
Akreditasi Rumah Sakit lulus tingkat Paripurna.
• Tahun 2018: Peringkat Ke-1 Pemenang Penghargaan
Green Hospital Kategori RS BUMN & RS Swasta Tingkat
Nasional.
• Tahun 2018: Peringkat Ke-1 Pemenang Penghargaan
Lomba Vlog Tingkat Provinsi Jawa Barat pada Peringatan
Hari Kesehatan Nasional ke-54.
• Tahun 2020: Akreditasi Internasional dari Komisi
Akreditasi Rumah Sakit (KARS).

Adapun dewasa ini terdapat 30 klinik rawat jalan yang
tersedia. Borromeus Children Medical Center (BCMC) terdiri
dari 9 klinik.

Selain itu, terdapat sejumlah layanan lain:
1. Executive Clinic
2. Medical Gym
3. Klub Persadia (Diabetes)
4. Klub Sadar Stroke
5. Stroke Unit (SU) & Intermediate Care (IC)
6. Intensive Care Unit (ICU)
7. Neonatal Intensive Care Unit (NICU) & Pediatric Intensive

Care Unit (PICU)
8. Pelayanan Kesehatan Masyarakat
9. Unit Pelayanan Hemodialisis
10. Kamar Operasi
11. Medical Check-Up (MCU)
12. One Day Care & One Day Surgery (ODC & ODS)
13. Klinik Kesehatan Keluarga (K3)

422 The Eternal Light


14. Klinik Rawat Jalan
15. Instalasi Gawat Darurat

Gambar. Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Santo Borromeus dewasa ini.

Pada tahun 2020 jenis klinik/pelayanan rawat jalan dan
jumlah dokter/ahli yang melayaninya sebagai berikut:

Klinik/Pelayanan Jumlah
Klinik Umum Gd. Carolus 7
Klinik Antonius 1

Bangkit Kembali, Turut Menjaga Ibu Pertiwi 423


Klinik Gigi Umum 6
Klinik Gigi Endondontik 2
Klinik Gigi Penyakit Mulut 1
Klinik Gigi Ortodontik 1
Klinik Gigi Prostetik 1
Klinik Bedah Umum 3
Klinik Bedah Digestif 6
Klinik Bedah Mulut 4
Klinik Bedah Plastik 2
Klinik Bedah Saraf 2
Klinik Orthopaedi & Traumatologi 7
Klinik Bedah Tumor 3
Klinik Bedah Urologi 4
Klinik Penyakit Dalam 10
Klinik Endokrin 3
Klinik Geriatri 1
Klinik Ginjal 2
Klinik Hematologi 2
Klinik Penyakit Tropik & Infeksi 2
Klinik Rematik 2
Klinik Saluran Cerna 3
Klinik Paru 2
Klinik Jantung 11
Klinik Saraf 10
Klinik THT 5
Klinik Mata 6
Klinik Kulit & Kelamin 6

424 The Eternal Light


Klinik Kebidanan & Kandungan 17
Klinik Jiwa 3
Klinik Psikologi 2
Klinik Gizi 2
Klinik Rehabilitas Medis 3
Klinik Akupunktur Medik 1
Klinik Radiologi Intervensi 1
Pelayanan K3 6

150

Gambar. Dokter Chandra Mulyono, Sp.S. (spesialis saraf, Direktur Utama
RS Santo Borromeus sejak 2015).

Adapun jumlah dokter/ahli yang melayani setiap klinik dalam
Borromeus Children Medical Center (BCMC) sebagai berikut:

Bangkit Kembali, Turut Menjaga Ibu Pertiwi 425


BCMC Jumlah
Gigi Anak 5
Hematologi 2
Bedah Anak 3
Jantung Anak 1
Mata Anak 1
Endokrin Anak 1
THT Anak 3
Saraf Anak 2
Gastroenterologi Anak 1
Tumbuh Kembang Anak 1
Psikologi Anak 1
Spesialis Anak 7

28

Layanan penunjang medis meliputi antara lain:
1. MRI 3 Tesla Signa Pioneer. Alat MRI pada umumnya

beroperasi dengan kekuatan 1,5 Tesla, namun RS Santo
Borromeus menghadirkan alat MRI 3 Tesla Kelas Premium
Signa Pioneer dari GE Healthcare yang pertama di
Indonesia.
2. Catering Diet (Gizi)
3. Klinik Fisiologi: Elektrokardiografi (EKG), Elektroensefalo-
grafi (EEG), Elektromiografi (EMG), Endoskopi Diagnostik
dan Terapeutik (pemeriksaan saluran napas dan saluran
cerna, baik atas maupun bawah), Treadmill, Spirometri,
dan Holter Monitoring.
4. Laboratorium: Hematologi rutin, Kimia klinik, Immunolo-
gi, Seroimunologi, Mikrobiologi, Klinik rutin (urine, faeces
dan cairan tubuh lainnya), Patologi anatomi (sitologi, pap

426 The Eternal Light


smear, histopatologi, dan vriescope), Andrologi (analisis
sperma).
5. Radiologi
6. Farmasi: menyediakan pula layanan pengiriman obat

Gambar. Sebuah acara Hari Anak Nasional di RS Santo Borromeus.

Fasilitas rawat inap meliputi beberapa kategori, yaitu kelas
III, II, I, Utama, VIP, VVIP. Fasilitas rawat inap juga
menyediakan ruang untuk NICU-PICU, ICU dan Stroke Unit-
Intermediate Care.

Bangkit Kembali, Turut Menjaga Ibu Pertiwi 427


RS Santo Borromeus menyediakan pula layanan Pastoral
Sosio-Medis, yang merupakan bagian integral pelayanan
kesehatan yang memberikan dukungan moral spiritual serta
membantu mengoordinasi pemberdayaan pasien, keluarga
pasien dan orang-orang di sekitar pasien dalam menyelesai-
kan masalahnya.
Tersedia pula layanan Home Care.

Gambar. Laboratorium RS Santo Borromeus dewasa ini.

Pandemi Covid-19
Pada bulan Desember tahun 2019 dan awal tahun 2020 mulai
terdengar berita tentang merebaknya suatu penyakit yang
kemudian dinamakan Corona virus disease 2019, disingkat
Covid-19, yang disebabkan oleh virus SARS Cov-2. Setelah
banyak bagian dunia terpapar Covid-19, World Health

428 The Eternal Light


Organization (WHO) pada 11 Maret 2020 menyatakan bahwa
hal itu merupakan pandemi global.

Di Indonesia, dan di berbagai negeri di seluruh dunia,
termasuk di negeri-negeri yang relatif maju, sempat terjadi
kelangkaan (shortage) alat pelindung diri (APD), terutama
pada bulan Maret. Harganya pun melambung tinggi.
Syukurlah, Pemerintahan Presiden Joko Widodo menanggapi
persoalan tersebut dengan serius dan gesit sehingga
kemudian kebutuhan APD mampu dipenuhi.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo pada 31 Maret 2020
memutuskan apa yang dinamakan Pembatasan Sosial
Berskala Besar (PSBB). Pemerintah mengampanyekan apa
yang dinamakan “3M” (memakai masker, menjaga jarak, dan
mencuci tangan dengan sabun). Pada waktu-waktu selanjut-
nya, pengaturan yang bersifat nasional dicabut, untuk
digantikan dengan pengaturan di daerah masing-masing
(provinsi dan kabupaten/kota) sesuai dengan keadaan
setempat. Pada akhir Agustus 2021, di seluruh Indonesia
secara akumulatif telah tercatat lebih dari 4 juta kasus, yang
mana lebih dari 130.000 meninggal, dan masih tercatat
sekitar 227.000 kasus aktif.

RS Santo Borromeus, RS Santo Yusup, dan RS Cahya
Kawaluyan turut berpartisipasi dalam menangani pandemi
Covid-19, dengan menyediakan ruang-ruang isolasi dan
melakukan perawatan bagi mereka yang terpapar Covid-19.
Keadaan pandemi Covid-19 bukanlah sesuatu yang biasa-
biasa saja karena para tenaga kesehatan merupakan
kelompok garis depan yang sangat berisiko terpapar.
Diperlukan dedikasi yang tinggi untuk menjalankan tugas
pelayanan kesehatan pada masa pandemi Covid-19.

Bangkit Kembali, Turut Menjaga Ibu Pertiwi 429


Gambar. Penanganan seorang pasien Covid-19 di RS Santo Borromeus.

Seorang perawat RS Santo Borromeus membagikan
pengalamannya:

“…

Merawat pasien Covid bukanlah hal yang mudah.
Ketakutan dirasakan olehku dan rekan-rekan terhadap
situasi ini. Akankah kami selamat atau tertular dari
pasien? Bagaimana dengan keluarga? Dengan kebijakan
dinas 14 hari kerja kemudian 14 hari karantina, membuat

430 The Eternal Light


sebagian rekan-rekan merasa lebih aman, apalagi dengan
fasilitas asrama dan rumah singgah, membuat sebagian
orang melihat enaknya bertugas di ruangan Covid, ….

Pandangan rekan sesama karyawan Rumah Sakit yang
takut saat melihat kami usai berdinas, ada yang tak mau
berada di dalam lift yang sama, atau keluar dari lift jika
ada kami di dalamnya, bahkan penolakan ibu kos saat tahu
berdinas di Covid, semua hal tersebut dialami oleh rekan-
rekanku yang berdinas di Covid. Dan, yang lebih
menyedihkan, ada rekan yang memang tertular Covid dan
harus menjalani perawatan di Rumah Sakit atau isolasi di
Wisma yang disiapkan Rumah Sakit.”

Ketika pandemi memuncak, perawat itu mengungkapkan:

“…., ruangan ICU selalu penuh, dan kondisi pasien berbeda
360 derajat dibandingkan dengan Covid pada masa awal
dahulu. Teman-teman mengeluh dengan beratnya kondisi
pasien, dengan tuntutan keluarga. Pernah suatu hari
pasien kami ada yang meninggal bukan hanya sehari
melainkan dalam 3 hari berturut-turut pasien meninggal.
Kami menangis …, kami takut …, kami merasa tidak
memberikan pelayanan yang optimal. Pagi itu kami berdoa
bersama, berharap Tuhan akan menjadi pasien-pasien
kami, Tuhan akan melengkapi kekurangan kami …, dan itu
adalah masa ketika Tuhan menjadi tumpuan kami. Pagi itu
setelah berdoa, aku menghubungi ayahku dan
menanyakan adakah doa yang bisa mencegah kematian
bagi pasienku …. Mungkin itu hal yang aneh, tapi itu
merupakan salah satu bentuk ketakutanku. Haruskah
pasien-pasien kami meninggal?? Pagi itu aku berkeliling ke
ruangan, aku berhenti di setiap sudut memanjatkan doa

Bangkit Kembali, Turut Menjaga Ibu Pertiwi 431


semoga aura kegelapan pergi dan Tuhan memberikan
kesembuhan bagi pasien-pasienku …. Kusapa semua
pasien dan berdoa semoga kesembuhan menyapa mereka.
Ritual ini lebih membuatku tenang; walaupun masih ada
pasien-pasien yang meninggal, namun kami sudah
berusaha maksimal dan Tuhan menjadi penerang jalan
pelayanan kami. Korban terus berjatuhan; rekan-rekan
banyak yang juga terjangkit Covid, yang sembuh kemudian
ada lagi yang sakit; ketenagaan untuk pelayanan kocar-
kacir namun kami tetap berdiri di garda terdepan. Bahkan,
salah satu rekan kami harus meninggal karena pandemi
ini. Oh, Tuhan, hanya kepada-Mu kami bersimpuh dan
memohonkan yang terbaik.

Tahun telah berganti. Rumah sakit kami akan berusia 100
tahun tetapi pandemi belum berlalu. Namun, kami tetap
memiliki harapan …, berharap positif akan selalu ada jalan,
perjuangan tidak akan pernah berakhir. Kami selalu siap
di garda terdepan untuk selalu memberikan pelayanan
terbaik bagi masyarakat, dengan selalu berharap Covid
segera berlalu. Semoga vaksin yang diberikan menjadi
salah satu benteng penguat bagi kami; semoga rekan-
rekan seperjuanganku sehat; pasien-pasienku sembuh …;
dan rumah sakitku tercinta akan selalu kokoh menjadi
tempat bernaung orang yang memiliki harapan akan kasih
Tuhan ….”

Puji syukur, sejumlah vaksin telah dikembangkan dan
diproduksi hingga program vaksinasi dapat dilakukan sejak
Desember 2020 di sejumlah negeri maju dan sejak
pertengahan Januari 2021 di Indonesia, yang berlangsung
selama berbulan-bulan. Dengan vaksinasi tersebut
diharapkan akan tercipta apa yang dinamakan kekebalan

432 The Eternal Light


kelompok (herd immunity) apabila sebagian besar penduduk
divaksinasi.

Gambar. RS Santo Borromeus mendukung dan terlibat dalam program
vaksinasi Covid-19 yang dicanangkan oleh Pemerintah sejak awal tahun
2021.

Inovasi Layanan pada Masa Pandemi

Dengan pandemi Covid-19, RS Santo Borromeus tidak
berpangku tangan. Sejumlah inovasi layanan diluncurkan.

1) Borromeus TeleMedicine. Layanan ini menyediakan kemu-
dahan berkonsultasi dengan dokter RS Santo Borromeus, baik
dokter umum maupun dokter spesialis, dengan layanan video
call WhatsApp tanpa perlu meninggalkan rumah.

Bangkit Kembali, Turut Menjaga Ibu Pertiwi 433


Gambar. Sebuah informasi tentang layanan Borromeus Telemediine

2) Borromeus TeleNutrition. Ini merupakan layanan konsulta-
si dengan ahli gizi RS Santo Borromeus melalui video call
WhatsApp.

3) Borromeus TeleEducation. Ini merupakan layanan bagian
Rehabilitasi Medik yang memudahkan pasien memerlukan
layanan fisioterapi anal atau dewasa, terapi okupasi, dan
terapi wicara melalui video call WhatsApp.

4) Borromeus Home Laboratory Service. Ini merupakan
kemudahan layanan bagi pasien yang memerlukan pemerik-
saan darah tanpa perlu meninggalkan rumah.

5) Borromeus Online Pharmacy and Pharmacy Delivery Service.
Layanan ini memudahkan pasien mendapatkan obat asli dan
berkualitas tanpa harus datang ke rumah sakit.

434 The Eternal Light


6) Borromeus Walk Thru Laboratory. Layanan ini disediakan
bagi mereka yang membutuhkan kecepatan dan kepraktisan
pemeriksaan laboratorium.

7) Borromeus Drive Thru Vaccination. Layanan ini
memberikan pelayanan yang aman dan cepat bagi bayi dan
balita yang membutuhkan vaksinasi.

Pada Usia 99 Tahun

Usia 99 tahun RS Santo Borromeus dirayakan di tengah
pandemi Covid-19 dengan tema “Menyongsong Satu Abad
dengan Budaya ICARE”. Dalam Misa Syukur pada 18
September 2020, Pastor Ign. Eddy Putranto, OSC (Sekretaris
Keuskupan Bandung, yang juga Wakil Ketua Pengurus PPSB)
menyampaikan:

“Selama 99 tahun RS Santo Borromeus bukan hanya
bertahan tetapi juga berkembang, mulai dari kecil, lalu
menengah, hingga besar, dan kita berharap agar semakin
besar dalam perjalanan peziarahannya pada tahun-tahun
mendatang. Kita bersyukur atas semua orang, semua
pihak, yang telah mengembangkan RS Santo Borromeus
hingga kini. Bukan hanya orang-orang besar yang kita
syukuri, namun juga orang-orang kecil yang terlibat dalam
pelayanan-pelayanan, entah mereka tukang parkir, tukang
bersih-bersih, tukang listrik, perawat, dokter, direktur,
maupun Pengurus PPSB yang mengarahkan RS Santo
Borromeus hingga terus senantiasa mengembangkan diri.
Marilah kita merayakan dengan rasa syukur dan rasa
terus-menerus berharap bahwa Tuhan senantiasa
menyertai peziarahan kita.”

Bangkit Kembali, Turut Menjaga Ibu Pertiwi 435


Gambar. Pastor Ign. Eddy Putranto, OSC dan Mgr. Antonius Subianto B.,
OSC dalam Misa Syukur 99 Tahun RS Santo Borromeus.

Uskup Keuskupan Bandung, Mgr. Antonius Subianto
Bunjamin, OSC, dalam homili antara lain menyampaikan
pesan:

“Ada banyak peran yang dibutuhkan dalam suatu institusi,
termasuk RS Santo Borromeus. Tetapi mereka tidak
memiliki fungsi dan posisi yang sama. … Ada orang yang
berperan di depan panggung, tetapi juga ada orang yang
berperan di balik layar. … Ada begitu banyak orang di balik
layar yang mengantarkan RS Santo Borromeus sampai
pada usia 99 tahun. …

436 The Eternal Light


Yang penting adalah orang menyadari tugas, tanggung
jawab, dan wewenangnya masing-masing, agar semua
berjalan dengan harmoni sesuai dengan rencana dan cita-
cita. Dalam sejarah Gereja, selalu ada wanita yang
perannya kadang-kadang dipandang sebelah mata. Bahkan
berperan penting dalam sejarah. PPSB pun sudah dua kali
diketuai oleh wanita, yang ‘mengendalikan’ semuanya.
Yang merambah ke mana-mana sampai ke Kalimantan, itu
wanita. Dan, yang membuat 99 tahun rumah sakit ini
masih berdiri …, siapa? Enam wanita. Suster-suster CB.
Jadi, ada banyak peran wanita yang penting, di dalam
Gereja, yang mewujudnyatakan Kerajaan Allah.

Yang penting bukanlah fungsi atau posisinya, bukanlah
soal pria atau wanita, melainkan siapa yang memiliki
kualifikasi pelayanan karena pertama-tama mengalami
hidup terberkati, mengalami diberi rahmat oleh Tuhan;
disentuh, disembuhkan, dan diselamatkan Tuhan hingga
tergerak untuk melayani dengan setia. Pelayanan yang
berhasil, yang dijiwai semangat heroik, dan dilandasi
kasih, adalah ungkapan pengalaman rohani tadi. Maka
komitmen pelayanan yang sejati adalah ungkapan iman
kepada Allah karena Allah begitu baik mengasihi kita
hingga kita pun mau berbagi kasih.”

Rencana Pendirian Rumah Sakit Baru

Rencana perluasan pelayanan PPSB melalui RS Santo
Borromeus di Summarecon Bandung dicanangkan melalui
penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of
understanding) antara Summarecon Bandung dengan PPSB,
pada hari Rabu, 7 Oktober 2020.

Bangkit Kembali, Turut Menjaga Ibu Pertiwi 437


Gambar. Kompleks RS Santo Borromeus dewasa ini

Direktur Utama RS Santo Borromeus, dr. Chandra Mulyono,
Sp.S., menjelaskan bahwa RS Santo Borromeus di Summare-
con Bandung akan dibangun dalam dua tahap dengan desain
green hospital, sesuai dengan penghargaan yang diterima RS
Santo Borromeus pada tahun 2018 sebagai juara pertama
Rumah Sakit Swasta Terbaik Green Hospital Tingkat Nasional.
Sebagai rumah sakit yang sudah terakreditasi internasional
dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit pada tahun 2020, maka
konsep peningkatan mutu dan keselamatan pasien akan
menjadi dasar terpenting dari seluruh pelayanan di RS Santo
Borromeus yang akan segera dibangun.

"Berbekal penghargaan yang diraih pada tahun 2016 sebagai
juara pertama Rumah Sakit Sayang Ibu dan Bayi di Jawa
Barat, Rumah Sakit Santo Borromeus akan menyiapkan salah
satu layanan unggulan, yaitu kesehatan ibu dan anak. Selain
itu, beberapa pusat unggulan pelayanan kedokteran juga
akan disiapkan di rumah sakit yang akan dibangun ini,
semoga dapat memberikan pelayanan yang terbaik untuk

438 The Eternal Light


masyarakat di Bandung timur dan sekitarnya," kata dr.
Chandra Mulyono, Sp.S.

Gambar. Penandatanganan MoU antara RS Santo Borromeus dengan
Summarecon Bandung.

Selain rencana kehadiran di kawasan Bandung timur, PPSB
menyatukan hasrat dengan Kongregasi CB untuk ikut ambil
bagian dalam karya baru di Pulau Borneo. Rencana kehadiran
ini diinisiasi oleh undangan Keuskupan Agung Samarinda
kepada Kongregasi Suster-Suster Cintakasih Santo Carolus
Borromeus (Kongregasi CB) Nomor 121/B.II.3/VII/2020
tertanggal 3 Juli 2020 untuk hadir dan berkarya di wilayah
Keuskupan Agung Samarinda, tepatnya di Kabupaten

Bangkit Kembali, Turut Menjaga Ibu Pertiwi 439


Penajam Paser Utara. PPSB menyadari bahwa kehadiran
Gereja secara nyata dan kontekstual sangat penting serta
dibutuhkan sehingga lebih banyak orang mengalami karya
keselamatan Tuhan. Berkaitan dengan rencana tersebut,
PPSB bersama-sama dengan Kongregasi CB serta Gereja
setempat berproses membuat kajian-kajian sesuai dengan
perkembangan dan kebutuhan di daerah tersebut.

Merefleksikan Santo Carolus Borromeus pada Masa
Pandemi Covid-19

Misa Pesta Nama Santo Carolus Borromeus pada 4 November
2020 di Kapel Hati Kudus Yesus bertema “Meneladan
Solidaritas dan Kerendah-hatian Santo Carolus Borromeus di
Era Pandemi Covid-19”. Pada kesempatan ini kenangan dan
refleksi akan hidup dan karya Santo Carolus Borromeus
dibacakan oleh Sr. Paulina, CB:

“Santo Carolus Borromeus, pelindung Kongregasi CB,
memiliki motto Humilitas (Rendah Hati). Rendah hati dan
pengosongan diri mampu melihat kehidupan dan
keprihatinan pada zamannya dengan kacamata Allah.
Relasinya dengan Yesus Tersalib menjadikan Carolus
Borromeus peka akan penderitaan dan keprihatinan.
Sewaktu ada wabah penyakit pes, ia tidak ragu turun
tangan dengan membantu rakyat dengan tangannya
sendiri. Segala jerih payah akhirnya membawa dirinya
jatuh sakit. Ia meninggal dalam usia 46 tahun.

Belarasa pada yang menderita menjadikan Carolus
Borromeus memberikan diri sehabis-habisnya dalam
pelayanan. ….

440 The Eternal Light


Click to View FlipBook Version