1 Bab 1 Kelahiranku
2 Kata Pengantar Hai semua, Salam hangat untuk kalian semua yang sedang membaca kata pengantar ini. Saya sangat bersemangat untuk memperkenalkan kalian pada sebuah novel yang sangat istimewa dan menyentuh hati, berjudul "Citrapata". Novel ini adalah karya yang luar biasa dari penulis yang berbakat, Albilla Wanda Putri. Cerita ini adalah perpaduan indah antara petualangan, pendidikan, persahabatan, dan tentu saja, cinta. Melalui halaman-halaman yang akan kalian baca, kalian akan dibawa masuk ke dalam dunia yang penuh dengan emosi dan makna yang mendalam. "Citrapata" menceritakan kisah tentang seorang gadis bernama Albilla, yang menjalani perjalanan hidupnya dengan penuh keberanian dan ketabahan. Dalam novel ini, Albilla
3 Wanda Putri berhasil mengeksplorasi berbagai aspek cinta, baik cinta pertemanan, cinta keluarga, maupun cinta romantis. Kalian akan terpikat oleh hubungan antara Albilla dengan sahabatnya, perjuangannya untuk mencari arti keluarga, dan percintaan yang penuh dengan kejutan. Salah satu hal yang membuat novel ini begitu istimewa adalah bahasa yang digunakan oleh penulis. Bahasa yang digunakan sangat sederhana dan mudah dipahami, sehingga ceritanya dapat dinikmati oleh pembaca dari segala usia. Setiap kata dan kalimatnya mengalir begitu indah, seolah-olah kita sedang terlibat dalam percakapan langsung dengan karakter-karakternya. Saat membaca novel ini, kalian akan merasakan perasaan yang begitu mendalam dan empati yang dalam terhadap para karakter. Penulis dengan cermat menggambarkan emosi dan konflik batin yang dialami oleh setiap karakter, sehingga kalian akan merasa terhubung dengan mereka. Kalian akan ikut merasakan
4 kegembiraan, kesedihan, dan bahagia bersama mereka. Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Albilla Wanda Putri atas usahanya dalam menciptakan cerita yang begitu mengharukan dan menyentuh hati. Novel ini mengajarkan kita tentang pentingnya cinta, persahabatan, dan keberanian dalam menghadapi cobaan hidup. Terakhir, saya ingin merekomendasikan "Citrapata" kepada kalian semua. Jika kalian mencari novel yang penuh emosi, menginspirasi, dan menyentuh hati, maka novel ini adalah pilihan yang sempurna. Bersiaplah untuk terhanyut dalam cerita yang tak terlupakan ini. Selamat membaca, teman-teman! Saya yakin kalian akan menemukan keindahan dan kehangatan dalam "Citrapata". Salam hangat, Albilla Wanda Putri Penulis dan Penikmat Cerita
5 Daftar Isi Kata Pengantar ..................................... 2 Daftar isi ............................................... 5 Bab 1 Kelahiranku ................................ 6 Bab 2 Si Kecil yang Aktif ...................... 13 Bab 3 Tersesat di Dufan ...................... 37 Bab 4 Masa SMA ................................. 88 Bab 5 Awal Pertemuan ........................ 109 Bab 6 Jatuh Hati .................................. 170 Bab 7 Mundur...................................... 327 Bab 8 Sumbing .................................... 391 Bab 9 Akhir yang Bahagia ................... 444 Tentang Penulis................................... 461
6 Bab 1 Kelahiranku Pada 21 Juni 2006, di sebuah rumah gedung bertingkat dua di Desa Sumpiuh, Banyumas, pasangan suami istri sedang berbahagia. Sang istri, Farida Istiyani melahirkan seorang bayi perempuan yang kemudian dinamai Albilla Wanda Putri. Nama Albilla artinya percaya diri. Cenderung memimpin dengan berwibawa dan selalu mencari petualangan. Sangat tertarik dengan kehidupan dan memiliki sifat mandiri.
7 Albilla lahir dengan keturunan Jawa, sebab ayahnya berasal dari Banyumas dan ibunya berasal dari Pati Kelahiran Albilla pernah menggemparkan semua orang, sebab pada tanggal 21 Juni 2006 terjadi kabar angin datangnya tsunami, dan benar saja orang orang selatan berbondong-bondong datang ke utara dengan menggendong anaknya yang masih kecil untuk menginap di kecamatan, tetapi semua itu hanyalah rumor belaka, pantai selatan aman aman saja, hanya karena pantai selatan surut dan sekelompok burung berterbangan
8 ke utara beberapa orang mengisukan datangnya tsunami. "Alhamdulillah aman aman saja" cakap 1 orang dari selatan Albilla adalah anak pertama dari pasangan Setyawan dan Farida. Anak kedua bernama Albarru yang lahir pada tahun 2012. Ayahnya bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) yaitu mejadi guru disekolah di SMPN 4 Kroya, begitu juga dengan ibunya adalah seorang guru yang mengajar di SMK YPE SUMPIUH.
9 Ayahnya adalah sosok yang sabar dan ulet bekerja. Beliau juga amat menyayanginya dan adik laki-lakinya. Meskipun ayah rajin bekerja, namun keluarga kami bukan golongan orang berada. Itu sebabnya ayah selalu bekerja keras agar bisa memberi makan dua anaknya. Begitupun ibunya, ibunya adalah sosok wanita yang pengertian,tangguh dan tegar ketika badai kehidupan menghempas dan menghantam. Ibu secara fisik adalah sosok wanita yang lemah, namun disaat harus menyelamatkan anak-anaknya, dia bisa berubah menjadi wanita pemberani dan
10 tegas. Seorang insan yang mulia dan juga motivator dalam dihidupku. Di usianya yang menginjak 3 tahun, ketika ibu dan ayahnya sedang bekerja, Albilla selalu diantar ke paud. Yang bertempat tidak jauh dari rumahnya, Masa kecilnya, Albilla lalui dengan sangat bahagia. Albilla sudah mulai besar dan bersekolah di PAUD ABA SUMPIUH, dan sekolahan itu tidak jauh dari rumahnya, tetapi tetap saja Albilla selalu diantar oleh ibunya, tetapi saat pulang Albilla di jemput oleh pengasuhnya, yang ditugaskan ibunya untuk menjaga saat pulang dari sekolah sampai kerumah, karena ibunya cuma bisa mengantar Albilla saat
11 pagi saja, karena ibunya bekerja/mengajar di sekolah dan begitu juga dengan ayahnya. Sejak berumur tiga tahun, di siang hari Albilla belajar di PAUD ABA SUMPIUH dan les bahasa inggris pada ibu Kartika di waktu petang. Ia menikmati masa kecilnya dengan bahagia. Pernah suatu ketika pada tahun 2008 ia tiba di rumah dengan menimang sebuah kapal kapalan dari kertas origami. Ini adalah hadiah ulang tahun dari bu Kartika di sekolahannya. Sepulang sekolah, ia mengajak sahabatnya, Egar, untuk melayarkan kapal kecil itu di batang air dekat paud. Sembari menunggu jam les di rumah bu Kartika tiba.
12 Di hari yang lain, waktu luang Albilla diisi dengan petak umpet. Kapal kapalan dan petak umpet adalah mainan yang membuatnya begitu riang di masa kecil. Selebihnya, hari hari Albilla diisi dengan kegiatan menggambar. Orang orang tua di dekat rumahku menyebut dia anak valde activae pueri atau bisa disebut anak yang pada dirinya tumbuh sangat aktif.
13 Bab 2 Si Kecil Yang Aktif Waktu berlalu begitu cepat, Albilla tumbuh menjadi anak yang aktif dan periang. Di sini di PAUD ABA SUMPIUH ia berada. Ia berlarian kesana kemari bersama temannya, Albilla memiliki teman baik yang bernama Egar, Egar adalah sosok teman yang baik rupawan, Egar berasal dari keluarga yang berkecukupan, memiliki kedua orang tua yang lengkap dan sangat perhatian. Pagi yang cerah, matahari bersinar dengan terangnya. Jam sudah menunjukkan pukul 7 pagi.
14 Saatnya gadis kecil Albilla melakukan aktifitasnya. Seperti hari hari sebelumnya, Albilla sudah siap dengan seragam sekolah yang melekat di badannya. Satu minggu ini telah ia lewati di sekolah barunya. Belum lama, ia bertemu dengan sosok Egar yang baru baru ini selalu bersamanya. Mereka begitu akrab walaupun baru beekenalan selama seminggu. Hari harinya di sekolah selalu mereka lakukan bersama, bisa dibilang kedekatan mereka layaknya perangko yang menempel pada surat. Suatu ketika, Bu Rahmah memberikan sebuah games pada anak-anak. Sebuah permainan yang bisa dibilang cukup sukit bagi anak anak paud,
15 games tebak kata. Saat permainan berlangsung, semua anak mengikuti dengan antusiasnya. Namun lain halnya dengan salah satu anak yang bernama moya. Anak satu ini memang berbeda. Di kelasnya dia selalu mencari keributan dengan temantemannya. Saat yang lain antusias mengikuti permainan, ia justru menganggu albila dan salah satu anak di bawah usianya yang bernama qila. Bukk,,,suara benturan qila terdengar begitu keras. Semua seisi kelas tertuju pada suara tersebut. Bu rahmah yang melihatnya begitu terkejut melihat anak didiknya tersungkur di lantai. Tak lama, suara tangis terdengar begitu nyaring dari Qila.
16 Bukannya menolong semua anak justru palah mengerubungi sumber suara tersebut. "Qila kenapaa?" Tanya salah satu anak. " Moya jahatt" ucapnya sambil menangis tersendu sendu. Moya tak kunjung bicara namun moya justru mendorong salah satu teman, yaitu Albilla. Albilla tidak melawan perlakuan yang diberikan moya, justru berdiam di tempat. Egar tak kuasa melihat Albilla yang sedang kesakitan dilawan oleh moya, Egar langsung bertindak menolong Albilla.
17 "heiii, jangan jadi sok jagoan... Sekolah tempat belajar bukan jadi sok jagoan" sontak Egar "Elah kaya lo tau aja" ucap moya Bu Rahma segera memberhentikan perdebatan antara Moya dan Egar. Beberapa selang waktu berganti, Albilla pulang dijemput dengan ayahnya. Albilla menunjukkan rautan wajah yang sedih kepada ayahnya, ayahnya bertanya
18 " Kenapa nak? Kenapa kamu begitu sedih dan takut, ada apa?" "Gapapa pah, Albilla hanya ingin besok tidak masuk sekolah" "Ceritakan ke ayah, ada masalah apa disekolah" "Albilla dicubit sama Moya pak, padahal Albilla tidak mengganggu Moya" "Sudahlah jangan menangis, "jika ada yang menjahilimu maka lawan saja, tidak usah takut" ucap ayah
19 "Siap yahh, Albilla bakal jadi anak yang berani dan tidak takut dengan Moya" Esok paginya Albilla bangun lebih awal dari biasanya, lalu siap siap pergi ke sekolah karena ia tidak mau se group dengan si Moya. "Jam berapa sih ini, waduhh sudah jam 6 lebih, harus cepet cepet mandi biar bisa berangkat gasik" Setelah beberapa lama akhirnya Albilla pun selesai mandi juga, dan ia sekarang sudah siap berangkat sekolah"
20 " Pasti Moya belum berangkat, jadi kayanya aman ga se group sama dia" Albilla sudah senang karena ia kira Moya masih dirumah dan belum berangkat ke sekolah, tetapi ternyata saat Albilla membuka ruang kelas ternyata sudah ada Moya dan beberapa teman lainnya. Albilla terkejut dan ingin kembali ke rumah tetapi sebelum dia masuk ke dalam rumahnya, Moha sudah memanggil namanya dengan keras. "Wee mau kemana, santai aja kali" ucap Moya
21 Albilla pun membalikan badannya, tetapi bu Rahma sudah berada di depan pintu ruangan dan ingin masuk kelas. Tak terasa sekarang waktu sudah menunjukkan pukul 9 pagi, artinya waktu istirahat dimulai, Albilla bermain dengan Egar di depan halaman sekolahnya, tiba tiba datanglah si Moya dengan meminta untuk bermain bersama "Woiii, aku ikut main dong" ucap Moya "Gaboleh kamu itu nakal, kamu bukan temen kita, sanah ga usah deket deket kita lagi" Ucap Egar
22 Moya yang tidak terima atas ucapan Egar merasa kesal atas hal itu, Moya pun segera mengepalkan tangannya erat erat menahan amarah, Albilla pun terkejut melihat raut muka Moya yang memerah terhadap Egar, tak lama kemudian Moya memukul perut Egar sampai Egar jatuh "Bughhh, rasain lo" ucap Moya "Heiii, Moya beraninya jangan di belakang guru dong, kamu tidak dosa nanti masuk neraka" ucap Albilla "Apa itu neraka, itu cuma buat nakut nakutin kita biar kita gaboleh nakal sama orang"
23 "Harusnya kamu masuk pesantren aja Moy, aku ga suka kamu kasar sama orang" "Kamu mau, kaya Egar? tanganku siap memukulmu juga" "Sinihh lawan aja, ga takut sama kamu, kamu emang beraninya dibelakang guru aja" ucap Albilla Moya pun segera memukul Albilla, tetapi bu Rahma datang terkejut melihat perlakuan Moya yang ingin memukul Albilla.
24 "Astaghfirullah Moya...., Kamu itu gaboleh memukul orang yang ga bersalah sama kamu" Ucap bu Rahma "Moya sudah lama nakal kepada teman teman bu, Tetapi beraninya hanya di belakang saja" ucap Albilla Tak lama kemudian, bu Rahma memberikan nasihat kepada Moya agar tidak lagi menjahili teman temanya.
25 "Ibu panggil orang tua kamu, karena kamu sudah sering menjahili teman teman kamu" ucap bu Rahma "Jangan bu guru, Moya janji agar tidak menjahili teman teman lagi, terutama Egar dan Albilla , kalau orang tua Moya tau, Moya nakal sama teman teman nanti Moya dimarahin bu" ucap Moya "Baiklah..... Tapi kamu harus berjanji sama ibu dan teman teman supaya kamu tidak menjahili lagi" ucap bu Rahma
26 "Baik bu, Moya janji akan berbuat baik dan tidak menjahili teman teman lagi" Di pagi yang cerah, pada jam pelajaran, tibatiba ada seorang guru masuk ke kelas. Guru itu bernama Bu Rahma Ia adalah guru pembimbing group B “Assalamualaikum” ucapnya salam. “Walaikumsalam wr.wb” jawab anak-anak group B “Ini ada pengumuman tentang menyambut HARDIKNAS (Hari Pendidikan Nasional) ada
27 berbagai lomba-lomba yang menarik dan hadiahnya juga menarik” katanya singkat. “Waahh seru tuh, emang lombanya apa saja Bu?” tanya Qila “Banyak sekali, ada pildacil, hafalan suratan pendek, pidato bahasa inggris, pidato bahasa jawa, pidato bahasa Indonesia, menari, lomba balap karung, sepeda pelan dan masih banyak lagi. Ini Ibu kasih kertas daftar lombanya, nanti ibu catat siapa saja yang mau ikut.” katanya menjelaskan. “Hadiahnya apa saja Bu?” Tanya Qila
28 “Juara 1 mendapatkan Berangkat latihan Haji, juara kedua Berangkat latihan Umrah, dan Juara 3 Berangkat Gasik” jawabnya singkat. “Haah? kok juara 3 berangkat gasik? nggak salah? Kok gitu Bu?” tanya Qila lagi. “Iya, Bu Mayu aja nggak tahu. Hehehe” jawabnya Bingung. Bu Mayu -nama singkat Rahma Ayu-
29 Setelah memberi pengumuman Bu Mayu pun ke luar kelas. Suasana jadi ramai, semua membicarakan Lomba. “Ini siapa yang mau ikut menari?” seru Bu Mayu dengan suara agak tinggi. Semua terdiam, tidak ada yang mau ikut menari. “Siapa yang mau? masa nggak ada yang mau sih?” tanyanya lagi. “Devi. kamu mau nggak ikut menari?” tanya Bu Mayu pada Devi.
30 “Aku? ngga mau bu, aku hafalan suratan pendek aja” jawab Devi. “Itu. Ivana aja yang ikut menari, kan dia sering aktif pasti bisa tillawah” tambah Devi. “Ih. kok aku sih Dev, kamu juga suka menari kan” kataku. “Ya nggak apa apa lagi.” jawabnya. “Iya Iv. kamu kan suka menari, pasti bisalah” kata Bu Mayu
31 “Nggak juga bu, emang kalau badan aktif pasti bisa menari?” kata Albilla “Iya juga yah, hehehe. please ya mau. please!!” kata Devi memberi harapan. “Hmm. Ya udah deh, aku mau” kataku memberi keputusan. Setelah melakukan pemilihan, semua sudah beres. Tinggal berlatih dengan sungguh-sungguh agar menampilkan yang maksimal. Hari demi hari, waktu demi waktu telah berlalu. Hari yang ditunggutunggu datang. Tepat tanggal 21 November 2011,
32 Albilla mengikuti Lomba Menari di sekolah. Dengan menggunakan baju menari adat Banyumas. Albilla masuk ke Kecamatan Sumpiuh dengan detak jantung yang berdebar-debar. Dag-Dig-Dug begitu kencang, keringat yang ke luar bukan keringat air tapi keringat dingin. Sambil menunggu giliran, Albilla berdoa memohon petunjuk pada Allah Swt supaya diberi kemudahan dalam bebicara. Waktu begitu cepat, kini gilirannya menari di depan teman-teman juga panitia. suara musik berbunyi
33 Albilla mulai menari dengan kaki dan tangan yang bergetar sampai ke dada. Selesai menari, keringat dingin itu mulai berguguran. “Alhamdulillah. Berhasil” gumamku dalam hati. “Gimana rasanya Bil?” tanya Devi “Gugup, gemetar, keringat dingin gitu. Tapi alhamdulillah bisa” katanya. “Aku ke belakang dulu yah. Udah selesai inih tugasku sebagai penari” tambahnya.
34 “Iya udah, hati-hati. semoga menang yah” kata Devi sambil tersenyum. “Iya. Thanks yah.” jawabnya. Albilla kembali ke sekolah, di kelas B sudah ada teman-temannya yang sedang santai-santai karena kebetulan juga tidak ada pembelajaran. Acara demi acara telah dilakukan, hanya satu yang belum terlaksana yaitu pengumuman pemenang lomba. “yah yang kita tunggu-tunggu akhirnya datang juga. Inilah pengumuman pemenang lomba menari.”
35 Albilla berdoa berharap Albilla yang menang. “juara ketiga lomba menari di menangkan oleh… Zulfa Aofha dari sekolah PAUD Aisiyah. Dan juara kedua dijuarai oleh Albilla Wanda Putri dari PAUD ABA SUMPIUH” Dengan hati yang sangat kecewa, karena mendapatkan juara dua, berusaha tetap ikhlas walaupun agak menyakitkan baginya. Selesai pengumuman menari kini giliran pengumuman pemenang lomba senam. Rasa khawatir, takut, sedih, keringat dingin, bahagia campur menjadi satu. Walaupun Albilla tidak ikut lomba tersebut namun setidaknya Albilla juga ikut berdoa agar
36 teman temannya mendapatkan juara 1 lomba senam. Dan yang ditunggu-tunggupun datang, yang mendapat juara 1 adalah PAUD Bhayangkara Pengumuman demi pengumuman telah selesai. Acara HARDIKNAS pun selesai.
37 Bab 3 Tersesat Di Dufan Pada tanggal 30 september 2019 sekolahan mengadakan study tour ke bandung- jakarta. Pada saat di sekolah teman-teman saling menanyakan persiapan untuk study tour nantinya. “bil, kamu udah siap belum, nanti study tournya” tanya Talitha “gasabar nanti pas perjalanan"
38 “gasabar kenapa bil, bukannya having fun nya pas di dufan wkwk?” tanya Talitha " Emm suka aja liat pemandangan, apalagi memandang langit lewat kaca” saut Albilla Albilla berangkat dari rumah pada pukul 16.00 wib, kebetulan perjalanan dilakukan selepas selesai pulang sekolah. sampai disekolah "Kamu bawa apa aja Tal, kok kopernya gede banget?"
39 "Hehehe bawa jajan, kalian kok bawa jajannya ga banyak sihh, nanti ga bisa nyemil di bus lohh" "Ah paling bawa jajan banyak banyak ga kemakan juga, paling nanti beli di transit" "otokke, kalo i sih lapar di bus, kalo kamu bil bawa jajan apa aja?" "Banyak dong, tapi ga sebanyak kamu, kamu kaya orang mau jualan huhuu" "Ish awass nanti kalo jajan mu entek"
40 "Ah paling ga mood makan banyak banyak di bus, lebih suka minum" Saat diperjalanan Albilla sangat senang dan menikmati perjalanan, menikmati pemandangan dan moment bersama teman Pada pukul 18.00 wib rombongan sampai di Transit RM Seribu Rasa Jatilawang dan kami semua turun dari bus untuk menuju ke rumah makan dan rombongan pun menikmati makan malam
41 "Eh bil, kamu mau makan pake apa?" Tanya Talitha "Ngikut kamu aja deh, kamu mau makan pake apa?" "Ottoke malah balik nanyaaa, enaknyo pake telur balado, skuy mau gak" "Perut lagi ga bersahabat nih makan yang pedes pedes, pake ayam aja" "Owala kenapa bil, maag kah? ayo mending ke bis dulu ngambil obat" "Gapapa la, nanti sembuh sendiri juga"
42 "Ya udah, habis makan kita shalat bareng ya" "Siapp bukk" Setelah itu kami duduk duduk santai dan ada yang menuju ke mushola untuk melakukan ibadah shalat maghrib. Berhubungan tempat transit kami berdekatan dengan pizza hut, Albilla dan Talitha pun tergiur, ingin membeli pizza "Tal, lihat tuh" sambil menunjukkan tangan ke tempat pizza hut
43 "Woi naon" "Itu tuh liat tangan ke arah mana" "Ah pengin beli tapi boleh ga ya, nanti waktu ga cukup apalagi 5 menit lagi harus ke bis, gimana kalo kita cancel dulu, siapa tau nanti kita ketemu pizza lagi" "Yasudahlah" Kami melanjutkan naik ke bus masingmasing untuk melanjutkan perjalanan. Kami sangat
44 menikmati perjalanan saat malam hari, karaoke bersama, joget bersama dan lampu dugem kala itu. Tak terasa jam sudah menunjukan pukul 23.50 aku tertidur dan didampingi alunan music yang merdu. "Huek huekk" Seketika Albi terbangun dari tidurnya "ottoke kamu pusing apa? "Ga sanggup rasanya mual sama pusing"
45 Seketika Talitha pun memanggil guru untuk memberitahunya dan menyembuhkannya Pada pukul 02.30 wib Albilla dibangunkan oleh Talitha untuk turun dari bus untuk menuju ke kamar asrama, Albilla menurunkan barangbarangnya dengan kelelahan. "Omaaa, udah sampe aja, duh padahal udah nyaman tidur di bis malah dibangunin" huahhh diimbangi dengan suara mengantuk "Ya udah tidur di bis aja sonooh haha"
46 Kami masuk menuju lobby untuk diberi kunci kamar, tiap kamar berisi kurang lebih 20 orang. Setelah itu kami masuk ke dalam kamar "Tal, ngerasa agak horor ga?” "Horor gimana, kamu aja yang penakut cielah" "Ish tapi pas tadi kita jalan, ngerasa ada yang ngikutin" "Udah bil jangan dipikir, istirahat aja sekarang"
47 Albilla dan teman-teman tidak bisa tidur pada waktu itu, kami hanya bercanda gurau, bercerita dan bernyanyi. Saking ga bisa tidur kamar asrama kami memesan grab food pada jam 03.30, yap tidak menyangka ada yang mau menerima pesanan hehee, karena saking laparnya Albilla dan teman teman ikut pesan warung ayam bakar "Woi guys ini abang grabnya udah sampe di gerbang, siapa yang mau ngambil?" "Mau mau" jawab Talitha
48 "Boleh, totalnya 150" "Woke, ditemenin Albi sama Ana ya" "Ga ah serem ngelewatin lorong yang gelap banget" "Alah cemen banget ya elah" Kemudian Talitha pun menarik tangan Albilla dan Ana untuk segera menjemput abang grab di depan. Ketika sedang berjalan bertiga tiba tiba Ana merasa ada yang mengikutinya, lalu Ana menghadap ke belakang dan tidak ada apa apa
49 "Bulu kuduk pada berdiri engga" "Whyy, biasa aja tuh" ucap Albilla "Emm vibesnya emang agak beda yah kalo malem" "Emang harus disamain sama pagi" dijawab dengan ketawa "Hehehe iya juga ya" Sesampainya di gerbang Albilla, Talitha dan Ana pun menemui abang grab
50 "Kalian berempat kesurupan apa pesen ayan bakar sebanyak ini" tanya abang grab "Bang, ini buat sekomplek" jawab Talitha "Owalah, pantesan" "Kok abang bisa masuk di daerah TMII bang? Emang dibolehin sama satpamnya?" "Sebenarnya tidak dibolehin kak, cuma tadi saya sebagai abang grab dan mendapatkan pesanan untuk mengantar makanan, jadi dibolehin"