401 Kita langsung mendaki dengan langkah kaki yang begitu semangat yang menggebu gebu sampai debu bertebaran kemana mana, ya saking semangatnya kita hehe Cuaca semakin siang, menggendong carrier 15 kilo dibawah terik matahari yang dekat di ubun ubun kepala, Albilla dan Sara pun sudah terlihat lelah ketika sudah berjalan 2 jam lebih "Huhh, Cukup melelahkan ya sar" "Padahal kita masih muda, tapi jiwa jompo"
402 "Hahaha" Albilla menyadari bahwa dia lupa untuk olahraga seminggu sebelum naik ke gunung "Kesalahan sendiri, seminggu sebelum mendaki tidak persiapan olahraga, efeknya kaki pegel dan nafas pun sulit untuk diatur" "Padahal kamu ngingetin kalo harus olahraga sebelum naik ke gunung" "iya maklum manusia, gampang lupanya"
403 "Terus gimana, sekarang masih kuat jalan ga" "Aman kok, kuat" Akhirnya perjalanan kami pun sampai di pos 2. Cukup melelahkan dan menghabiskan satu liter air mineral hanya untuk 3 orang hahaa, siapa lagi kalau bukan Albilla Sara dan Ajrin. Kita hanya beristirahat kurang lebih sekitar 30 menit, diisi dengan canda tawa dan berguyon "Gunung yang tracking nya paling susah gunung apa cak? ucap Ajrin
404 "Selama pengalaman si, gunung salak yang paling susah buat ditangkepin sih" ucap Cakrabuana "Kenapa bro, terlalu nanjak atau track isi akar" "Gila lah pokoknya, selama tracking, padahal musim cerah cerah aja, pacet, cacing ada dimana mana, lebih lebih lagi musim hujan wagelaseh licin, pacet, cacing jadi satu. Kalo masalah tracking dia bentuknya nanjak, dan berakar, jadi memang susah untuk nanjak tapi untungnya kebantu akar yang ada di tanah, tapi harus tetep hati hati, karena memang
405 sangat licin, selain track tanah akar, track yang berbatu pun juga ada, tetapi hanya beberapa saja" "Next, coba salak ga nih, kayanya menantang banget" ucap sara "Hahaha, ampun naik sumbing aja udah kaya jompo, apalagi salak" ucap Albilla "Itukan kamu, nasib engga olahraga haha" "Yee namanya juga lupa" "Next mau nyoba ah, kayanya gunung salak emang harus dicoba buat para pendaki pendaki" ucap Ajrin
406 "Boleh jrin, kita agendakan saja kapan dan kumpul dimana" ucap Cakrabuana Mentari kian mulai turun merangkak langit, tapi bagai kami perjalanan ini tidak bertambah dingin. 8 orang sama saja 8 canda dan tawa apalagi sepanjang perjalanan Ajrin menjadi sosok yang mudah digali, setiap kami bertanya bercerita jawabannya bisa menghibur sekaligus bisa menggalau. Ternyata benar, seseorang yang bisa membuatmu tertawa terbahak-bahak bisa berubah menjadi seseorang yang membuatmu menangis tersedak sedak.
407 Berhubung waktu sudah menunjukan pukul 17.15 akan ada datangnya senja "Mashaallah senja nya bagus banget sar" ucap Albilla "Eh hati hati jangan liat senja mulu, depan ada sarang laba laba noh" ucap Sara "Busett, ini laba labanya gede banget, emang berbisaa"
408 "Aman tenang aja, paling kalo kena udah masuk surga hehe" "Tapi ini ga mau nggigit ko bil, aman, masih laba laba bukan kalajengking" "Berhubung dengan kata senja tidak lepas dari Ajrin, hahaha apa jrin kata kata senja" "Saya hanya serpihan serpihan di semesta yang engkau sebut senja" "Eaa, agak freak tapi bagus lah jrin hahaha"
409 Hari makin kian makin gelap, Dan benar saja di saat di jalur pendakian Sara muntah, entah karena lelah, entah karena sakit, entah mendengar puisi dari Ajrin. melihat kondisi Sara yang sudah tidak memungkinkan membuat kami untuk istirahat sejenak dan merawat Sara sampai dia kembali sembuh. Sembari menunggu Sara pulih, Albilla Cakrabuana dan Ajrin pun bercerita ngalor ngidul "Huhftt, padahal udah pake sarung tangan sama jaket tetep aja dingin"
410 "Jadi suhu lagi 10°C dan ini bener bener diluar prediksi, padahal waktu itu ngecek suhu masih aman, masih seperti biasanya" ucap Cakrabuana "Namanya alam, ga ada yang tau, makanya kita harus persiapkan diri, fisik, mental dll buat mendaki" "Iya jrin, sempet lupa ngelatih fisik Alhamdulillah masih baik baik aja" Tak terasa Albilla pun mengucapkan kata "dingin" tetapi belum ada seorangpun yang ngeh
411 Melihat kondisi Sara yang sudah parah, kami pun memutuskan untuk turun, tetapi apalah daya, Sara tetap saja keras kepala dan ingin sekali melihat pemandangan diatas awan Wonosobo "Udahlah sar, kita turun aja takut nanti tambah parah dan kami lun tidak mau terjadi yang engga engga" "Aman jrin, cuma lemes sama mual aja, kalo mau turun sia sia, kita sudah sampai di setengahnya lebih perjalanan, kalaupun turun ya sama saja kondisinya, jadi tetap putuskan buat lanjut saja"
412 "Janganlah Sar, takut nanti kamu kenapa kenapa, mending kita turun sajalah, kita batalkan dulu triple s nya, lain kali aja kalau ada waktu" "Sesuai kesepakatan sesuai janji, jika salah satu dari kita ada yang sakit dan harus turun, maka kita semua harus turun, Ajrin dan Albi kan pengin melengkapi triple s, gunain waktu ini" "Sar, bisa kapan kapan lagi kita ndakinya, yaelah, sehat itu lebih penting sar dari pada triple s" "Big no"
413 Sara tetap bersikekeh untuk lanjut pendakian dan tetap menolak untuk turun. Yasudahlah dari pada adu mulut di tengah gunung sumbing di malam hari Cakrabuana, Albilla dan Ajrin pun mengikuti perkataan Sara. Malam begitu gelap dan senter di kepala hanya mampu menyinari jalur yang penuh debu setelah beberapa jam kami akhirnya datang ke pos dua. Di pos dua ini ada beberapa pendaki yang menjamu kami. "Assalamualaikum, mana kopinya nih hehe" ucap Ajrin
414 "Waalaikumsalam, kopi khas malangnya kaka" ucap seorang pendaki "Asal mana bang" "Tanggerang bang" Setelah itu Albilla, Sara, Cakrabuana dan Ajrin pun langsung segera membangun tenda, menyiapkan api unggun dan persiapan untuk masak. Ketika sedang membangun tenda, nampaknya kami kehilangan pasak, akhirnya kami mencari kayu sebagai penggantinya.
415 "Jrin, ayo ikut cari kayu" ucap Cakrabuana "Buat ngapain? Malas ah pengin duduk sini aja" "Buat ganti pasak sama buat masak, emang kamu mau ga makan semaleman sama ga bisa tidur?" Ucap Cakrabuana "Sonoh bantu jrin, kamu kan cowo, jadi ya harus bantu lah" "Emang cewe ga bisa bantu cowo?" "Dah cepetan sinih ikut"
416 "Iya deh, tapi nemenin aja ya, gamau ambil" "Huuu, awas aja nanti kalo makan paling banyak" "Ya engga dong, paling dua centong aja kaka" Ajrin dan Cakrabuana pun turun untuk mencari kayu, Sara dan Albilla pun persiapan untuk memasak dan menyiapkan bumbu bumbu. Saat sedang mempersiapkan untuk masak tiba tiba Albilla dan Sara mendengar suara harimau yang tak jauh dari tempat tenda. Saat mendengar suara harimau tersebut Albilla dan Sara bukannya takut tapi
417 merasa curiga. Karena biasanya kalau harimau di gunung itu tempatnya di daerah bawah, dan jarang memungkinkan ketika berada diatas apalagi Sumbing bukanlah gunung yang berada di Sumatera, kalau gunung di Sumatra pasti sudah tidak kaget lagi akan hal itu. "Eh sar, denger suara harimau ga kamu?" "Denger, eh mana ada harimau di sumbing, biasanya di daerah Sumatra. Kalaupun ada harusnya ada dibawah dong"
418 "Nah ituu, apa kita cek aja ya, kalaupun itu harimau kita bisa ganti tempat untuk tidur" "Tapi sumber suara tidak menentu, aneh. Dengernya ga cuma di satu arah, dari barat dan utara timur pun terdengar suara harimau, jadi aneh" "Apakah memungkinkan ya, ada 3 harimau di daerah sini" "Bisa jadi, karena di alam kita ga tau seberapa besar bahayanya" "Ya udah kita cek aja gimana?"
419 "Boleh, tapi kita cari bareng dan gaboleh mencar ya!" Sara dan Albilla mencari sumber harimau tersebut, tetapi anehnya harimau tidak ada dan suara harimau terus berbunyi di tempat yang berbeda. Albilla mulai menyadari apakag ini gara gara ia mengucapkan kata "dingin" saat sedang beristirahat. Tapi Albilla menganggap bahwa itu hanyalah mitos belaka, toh kalaupun memang ada pasti diserbu angin. Albilla dan Sara tambah pusing, karena suara harimau semakin banyak dan seperti mendekat.
420 "Wauu wauuu wauuu" "Bill kita balik aja ke tenda aja ya, lama lama ga betah disini gara gara suara harimau" "Iya Sar yaudah kita balik tenda aja, heran dimana harimaunya ya" pas nyampe ditenda "Astaghfirullah, tadi percaya ga sih itu harimau?" "Engga Sar, kalaupun itu harimau pasti bau badan kita udah kecium dan mungkin kita udah di serbu"
421 "Nah itu masalahnya, apa kita berbuat salah ya selama perjalanan?" "Dah ah ga tau" Datanglah Cakrabuana dan Ajrin dengan membawa sejumlah kayu bakar yang besar besar "Trekk trekkk" suara kayu yang jatuh "Tuh dapet kayu, masak sanah" ucap Ajrin "Yee kaya mandor aja lu nyuruh nyuruh orang lain"
422 "Stttt dah udah, bagi tugas aja, cowo pasang tenda cewe masak sat set sat set" "Emmm cak" "Apaa sar" "Sebenernya tadi kita dengerr....." Kaki sara diinjak Albi agar tidak menceritakan terlebih dahulu kejadian yang barusan terjadi "Denger apa Sar?" "Denger uang terbang" ucap ajrin
423 "Nah iya betul, barusan dapet segepok" "Hahaha agak gak make sense ya" Cakrabuana, Ajrin membangun tenda dan Sara Albilla pun memasak, setelah itu tenda dan makanan pun sudah jadi, ketika Albilla dan Sara numpang berada di tenda milik Cakrabuana dan Ajrin, Sara pun melanjutkan cerita kejadian yang baru saja dialami. "Cak, jrin. Sebenernya tadi kita denger suara aneh"
424 "Suara apa? Suara duit terbang lagi?" "Gakk, ini beneran jrin" "Kenapa Sar? "Jadi pas kalian berdua (Cakrabuana dan Ajrin) cari kayu, Kita denger suara harimau dan konyolnya pas kita cek itu ga ada, malah sumber suara harimau makin banyak" "Ko bisa ya, padahal gunung jawa termasuknya amab kalo harimau, ya kalaupun itu ada pasti ga banyak kan"
425 "Nah itu yang dicurigain" "Apa kalian udah cek kalo ada jejak kakinya? Biasanya kalo emang ada harimau harusnya ada jejak nya" "Sebenernya kita ngecek engga fokus cari jejak kakinya aja sih cak kita fokusnya cuma di badanya aja ( beneran ada apa engga ), tapi selama kita cari cari itu engga ada yang namanya bekas telapak kaki harimau, lagipula ini tanah agak keras dan berdebu" "Kalo menurut ane sih ga ada, soalnya kalau ada suara harimau pasti kita denger ko, tapi kita tadi
426 engga denger satupun suara kecuali suara ajrin minta makan wkwk" "Tadi kamu emang ga jauh banget dari tenda?" "Engga, gak berani lah, lagipula masih banyak kayu kayu yang jatuh di deket tenda" "Waduhhh, terus tadi suara apa ya" "Jangan jangann" "Ssttt gaboleh gitu dah ah jangan dibahas"
427 Albilla pun berinisiatif untuk membicarakan tentang mitos kata dingin yang pernah diucapkan olehnya "Cak, apa gara gara tadi ngucap kata dingin ya" "Siapa? Kamu?" "Iyaaa, tadi pas Sara sakit ga sengaja ngucap kata dingin, dan baju kita pun sama sama warna hitam" "Bisa jadi sih, tapi udah lah ga usah dipikir, yang penting kita engga merusak alam sekitar kita dan berbicara kasar"
428 "Huhh tadi sebenernya agak panik juga sih pas keceblosan ngomong kata dingin" "Ahhh sante ga usah dipikir, ayoo kita habisin makanan ini terus beres beres, tidur, bangun terus lanjut deh ke puncak" ucap ajrin "Nah bener tuh kata Ajrin, bentar lagi kita nyampe puncak!" "Kata kata horor emang 'bentar lagi' padahal mah masih jauh hahaa" ucap Albilla "Dahhh ayo sat set sat set"
429 Akhirnya mereka pun tidur, selepas tidur ketika mentari baru saja terbit kami sudah bersiap siap untuk kembali mendaki, tanpa carrier tanpa beban berat dipundak rencana kami akan melanjutkan perjalanan hingga ke puncak gunung sumbing, Cakrabuana pun memberi tahu kawan kawan untuk membawa air secukupnya takutnya dehidrasi karena sebentar lagi matahari akan meninggi tapi sayangnya anjuran ini tidak mereka laksanakan sebaik baiknya. Baru beberapa meter berjalan kami berhenti karena pemandangan Sindoro didepan sana sungguh memanjakan mata, Albilla jadi teringat dulu, ketika
430 memandang sumbing dari Sindoro sekarang sebaliknya, Albilla bisa memandang Sindoro dari Sumbing benar benar sebuah anugerah. "Sarr, fotoin dong mumpung background Sindoro" "Bener bener mashaallah, kesampean juga bil bisa liat Sindoro dari Sumbing" krekkk suara jepretan camera canon Selepas sejenak foto foto kami pun lanjut berjalan, area safana yang cantik membuat pendakian ini tidak terasa melelahkan tapi tidak untuk waktu yang
431 lama karena hari yang semakin siang sama saja dengan menghabiskan energi kami "Bil, apa yang kamu sukai ketika sudah sampai berada di atas mdpl" ucap Cakrabuana "Sukaa, bisa liat rumah, gedung kecil kecil, dan langit selalu membuat bener bener betah ketika di atas mdpl" "Rumah, gedung aja kecil berarti betapa manusia lebih kecil lagi dibandingin rumah gedung, kita itu ga ada apa apanya sama alam semesta ini jadi apa yang harus disombongkan"
432 "Mashaallah keren tau, tapi masih tetep bersyukur ya" Di titik ini jalur yang tadinya landai sekarang menjadi curam, kami mesti mengeluarkan tenaga yang lebih ekstra. Akhirnya kami pun tiba di Camp Gajahan dengan ketinggian 2600 mdpl dan merasa bersyukur tidak jadi membuat tenda disini, tidak ada tanaman yang tinggi, bayangkan jika ada angin kencang sama sekali tidak terhalang.
433 Dari sini kami kian menantang matahari tenggorokan pun mulai terasa perih sementara air pun mulai hampir habis, setelah lebih dari 4 jam perjalanan maklum kami berjalan lambat contour track mulai berubah dari yang tadi hanya sebatas safana dan debu kini mulai terisi oleh bebatuan "Pengin naik gunung bareng someone" ucap Ajrin "Emang belum pernah naik gunung sama someone gituu?" Ucap Sara "Belum, ya maklum lah beda tujuan sama dia"
434 "Gara gara ga se frekuensi suka mendaki langsung diputusin aduh ajrin emang hahaha, emang pengin mendaki ke gunung mana sama someone ituu" "Ya gatau lah, yang penting orangnya ada aja dulu, kalo masalah gunung mana kan nanti bisa gue ceritain ini gunung apa gunung mana, toh tandanya udah bisa di ajak kompromi" ucap Ajrin "Semoga kesampean ya jrin" "Aamiin"
435 Disini bukannya makin mudah perjalanan kami malah makin sulit, kaki yang pegal, tubuh yang berkeringat, tenggorokan yang kering membuat kami banyak beristirahat sepanjang perjalanan. Akhirnya kami tiba di bibir sumbing, bukan ini bukan bercandaan, tapi memang ini namanya memang bibir puncak sumbing dari sini kita bisa ke kiri atau bisa ke kanan karena gunung sumbing sendiri memiliki beberapa puncak. Dari semua puncak kami memilih untuk ke puncak sejati saja karena beberapa dari kami kelihatan sudah tidak kuat ditambah dehidrasi. Disini kami
436 dipaksa untuk menggunakan tali webbing sayangnya Ajrin bersama pendaki lain mereka memutuskan untuk tetap berada di bibir puncak sumbing saja dan tidak melanjutkan ke puncak sejati kami memaksa mereka dan mereka tidak mau energinya sudah benar benar habis, yasudah sisa dari kami ( Albilla, Sara dan Cakrabuana ) melanjutkan perjalanan ke puncak sejati dan kami berjanji tidak akan lama berada di puncak untuk kembali lagi menjemput Ajrin lalu kembali turun. Setelah perjalanan panjang akhirnya, Albilla, Sara dan Cakrabuana tiba di puncak sejati gunung sumbing.
437 "Wuuuu, finally bisa sampe puncak sumbing" "Alhamdulillah kesampaian juga triple s" "Selamat ya Sar, Bil gila kalian superwomen" "Makasih juga cak udah bantu selama pendakian, coba aja tanpa kamu pasti udah berasa banget panik dan bingungnya haha" "Hahaha sa ae lah, aman aman, kan ada ajrin haha"
438 "Sayangnya Ajrin ga sampe puncak, padahal sedikit lagi sampe puncak, tapi apalah daya, padahal katanya juga ingin melengkapi triple s" "Ya sudahlah jangan dipaksakan, mungkin karena panas, air habis dan tenggorokan yang sakit" Sayang sekali Ajrin tidak bisa melihat puncak gunung sumbing, tapi tak disangka satu orang tersebut ( Ajrin ) terlihat menyusul kami, kami pun bersorak sorai gembira, Ajrin sampai puncak. "Jrinn, selamat dulu dong" sambil tos
439 Setelah perjalanan hampir tujuh jam melewati terjalnya jalur dan panasnya cuaca Albilla Sara Ajrin dan Cakrabuana pun akhirnya tiba di puncak sejati gunung sumbing. "Pesan pesan untuk para pendaki yang naik gunung karena patah hati" ucap cakrabuana "Kalo kamu mendaki gunung gara gara patah hati coba di tengok lagi ke dirimu sendiri, karena belum tentu dengan naik gunung hatimu sembuh, karena kesembuhan sendiri kan dari daya pikir dan batin kita untuk lebih ikhlas seperti itu"
440 "Ehh naik gunung itu hanyalah piranti tambahan dari kedamaian itu sendiri tapi pada dasarnya damai itu dari batin kita" lanjut Ajrin Selepas selebrasi, menyadari air sudah tidak ada kami pun berjalan turun, dan dalam perjalanan turun beberapa dari kami sudah terlihat sangat kelelahan karena tubuh mereka sudah benar benar shut down berhenti sebentar langsung tidur dan itu tidak terjadi pada satu orang tapi pada hampur semua dari kami, karena Cakrabuana tidak bisa tidur, Cakrabuana mengajak Albilla untuk turun duluan ke pos dua, cakrabuana pun menitipkan Sara kepada Ajrin ya yang tentu saja bangun sebentar lalu tidur lagi.
441 Setelah perjalanan turun penuh debu akhirnya Albilla dan Cakrabuana kembali ke pos dua dan betapa terkejutnya kami, ketika berada di pos dua kami mendapati beberapa pendaki yang kemarin turun sudah ada lagi didepan tenda. Kami berbincang ngalor ngidul. Sekitar waktu maghrib ada keanehan yang mulai terjadi di pos dua yang cuma diisi oleh dua tenda kami, digempur oleh angin besar. Sampai sampai 3 orang pendaki yang ingin menaiki ke puncak gunung sumbing pun harus menimbang kembali, saat jam 3 pagi tiga orang pendaki tersebut mendaki dan
442 mengatakan bahwa aman aman saja, tidak ada angin besar diatas sana, hanya ada di pos dua dan tenda milik Cakra dan Sara, gara gara hal itu Albilla, Sara, Ajrin dan Cakrabuana menyadari bahwa mereka menggunakan kata 'dingin' sebagai bercandaan. Ya hal hal tidak masuk akal seperti ini memang terbiasa ada di gunung dan itu percaya tidak percaya tapi ini membuat Albilla berpikir bahwasanya ketika kita masuk ke dalam sebuah gunung itu sama saja ketika kita sedang bertamu ke rumah orang dan setiap rumah memiliki peraturannya masing masing. Kita bisa saja tidak meyakini peraturan tersebut tapi tetap saja kita
443 harus menghormati peraturan tiap rumah yang kita datangi. Pada akhrinya seperti kata kang Galih Donikara 'Gunung dan alam mengundang bahaya tapi ketika kita masuk kedalam hutan kita sedang mengundang bahaya' untuk menghindari bahaya tersebut kita harus mempersiapkan segala sesuatu dari mental, fisik dan juga pengetahuan tentang apa yang boleh dan tidak boleh kita lakukan di tempat kita bertamu.
444 Bab 9 Akhir Yang Bahagia 10 tahun kemudian... Albilla sekarang sudah bahagia dengan hidupnya, ia sekarang sudah menjadi seorang ahli gizi di salah satu perusahaan besar di kotanya. Teman-temannya pun sekarang juga sudah sukses, salah satunya adalah Krisdayanti dan Egar sahabat terdekatnya Krisdayanti yang menjadi jurnalistik di salah satu channel tv ternama dan Egar menjadi bos sebuah perusahan, Albilla masih sering bertemu dengan Krisdayanti dan Egar karena mereka masih sering bertemu jika liburan, walaupun beda kota tetapi hubungannya masih sangat baik.
445 Masalah Elang, ia sudah tidak tau lagi keberadaan laki- laki itu dimana dan bagaimana sekarang keadaannya. Albilla sekarang sudah benar-benar lost contact dengan Elang. Di dalam hati Albilla sebenarnya ia masih menyayangi Elang, tapi tak sedalam dulu karena sekarang ia sudah move on daringa. Albilla hanya rindu saja kepada Elang, karena Elang juga salah satu teman terdekatnya setelah Krisdayanti dan Egar. Sebenarnya ia ingin sekali mengetahui keberadaan dan keadaan Elang sekarang, tapi dia bisa apa, dia tidak bisa apa-apa. Kringgg kringgg Bunyi telepon genggam Albilla berbunyi. Ternyata dari Krisdayanti.
446 "Halloo apa kabar besti" "Baikk sis kenapa nihh" "Oh iya aku mau ngasih tau, maaf ya kalo lewat telepon soalnya kalo ngasih secara langsung engga keburu" "Waduh ada apa nihh" "Bil, kamu Desember besok bisa dateng nggak ke pernikahan aku?" Albilla yang mendengar perkataan Krisdayanti langsung kaget dan shock
447 "Ha serius, emang nikah sama siapa" sambil tertawa ringan "Tau Dandi kan? Yang dulu geng bebas" Albilla yang mendengar Krisdayanti akan menikah dengan Dandi pun tambah shock, karena musuh terbesar waktu sma pun akhirnya bersatu juga "Serius kris? Ga bercanda kan?" "Ya elah, dateng aja ya Desember pasal tanggal nanti aku chat lewat WhatsApp aja" "Okeey kris, aku bakal dateng ko"
448 Bulan Desember telah datang, Albilla mengunjungi Krisdayanti yang sedang menikah di Manhattan Hotel. Sesampainya Albilla disana ia bertemu dengan teman masa SMA nya termasuk si Egar. Yap ketika Albilla bertemu dengan Egar, Albilla terkejut ketika melihat istri Egar. Sekarang ia sudah menikah dengan perempuan yang dulu menjadi musuh waktu sma dan sekarang menjadi mencintai dan menyayanginya, perempuan itu adalah Reva. Albilla juga tidak menyangka bahwa jodohnya adalah musuhnya waktu SMA. Albilla, Egar, Reva pum duduk bercerita mengenai masa lalu. Reva yang kemudian menanyakan Albilla dan Elang, apakah masih menjalin hubungan? Jawabannya tentu tidak, Albilla yang sudah lama lost contact dengan Elang. Membuat Albilla merindukan sosok Elang.
449 Albilla ijin kepada Egar dan Reva untuk pergi ke toilet karena dia sudah tidak kuat menahan air matanya jatuh. "Gar, Rev aku ke toilet dulu ya" "Okee" Setelah selesai dengan urusannya di toilet ia tidak sengaja menabrak seorang laki laki "Maaf ya aku buru buru jadi enggak sengaja nabrak" Saat dia keluar dari toilet ia terkejut dengan seseorang. "Elangg?"
450 "Albilla? Wah udah lama ya enggak ketemu" "Kamu di undang juga di pernikahan Krisdayanti?" "Iya dong kan temen masa kecil, o iya ngomong ngomong kamu sendirian ke sini?" "Iyaa, tapi tadi aku ketemu Egar sama Reva" "O iya kah? Aku juga pengin ketemu sama mereka dong" Akhirnya Albilla dan Elang bisa bertemu kembali setelah sekian lama berpisah dan lost contact.