The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Buku Ini Karya Albilla Wanda Putri

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by istiyanifarida80, 2023-12-10 09:56:03

CITRAPATA

Buku Ini Karya Albilla Wanda Putri

51 Ana pun baru sadar dengan apa yang di ucapkan oleh abang grab "kalian berempat" "Oiya bang, tadi abang bilang kita berempat? padahal kami kesini hanya bertiga" "Ooo maaf mba, tadi abang liatnya kalian berempat ke gerbang, rupanya bertiga" "Ha siapa bang, ciri cirinya gimana? Pucet apa engga bang" "Iya kak, temennya sakit ya"


52 Talitha, Ana dan Albilla pun hanya terdiam merasa merinding "Ya udah bang, ini uangnya" "Makasih ka, jangan lupa ya ka" "Apaa bang" "Bintang lima hehe" "Siap bang, semangat cari cuan"


53 Setelah abang grab pergi Albilla Talitha dan Ana pun merasa merinding karena dapat info bahwa mereka datang berempat, padahal bertiga "Guys, janji ini ga lari" ucap Albilla "janji jangan" Janji hanyalah sekedar janji, Albilla Talitha dan Ana lari secepat kilat untuk menuju ke kamar asramanya "Sabar huehue, sesak napas nih"


54 "Lebih cepet lagi bentar lagi ngelewatin lorong" Sesampainya di lorong Albilla Talitha dan Ana pun langsung merasa merinding sekali, karena memang hawanya sudah sangat tidak mengenakkan "Guys kayanya kita mending tidur sama guru aja deh, kita naik ke atas tangga, dari pada lewatin lorong ini" "Ngawurrr, ya gak enak lah pieto, kalo kita ngelewatin tangga berarti kita harus puter balik lagi,


55 terus juga belum naik tangganya, pasti cape banget, nanti keburu pagi" "Ottoke, naik lift aja yuk" "Gak ah gaberani, nanti liftnya berhenti di ruang kosong" "Alah nethink mulu heran" "Tetep lanjut aja, ini paling 3 menit udah sampe ko, sampe selese ke lorong" "Ya udah siapin energi lagi buat lari"


56 "Oks" 10 menit berlalu "Ayuh sekarang, kita gas aja, kasian temen temen udah nunggu lama pasti, nanti kena omel" "One, two, gasss" Pada saat itu Albilla Talitha Ana berlari seperti rumble racing, akhirnya pun drama lorong sudah selesai, kami sampai ke kamar asrama, sesampainya kami merasa agak bersalah karena kami terlalu lama berada di luar kamar asrama


57 "Dari mana aja, lama banget ngambil" "Iya, tadi ada sesuatu hal yang agak merinding" "Apaan guys, ceritain dong" "Udah lah, udah lalu juga" Akhirnya kami makan bersama, ada yang main hp, ada juga yang galau. Tiba tiba ada suara pecah dari kamar asrama sebelah, teman teman pun segera keluar untuk mengetahui apa yang terjadi. Dengan kaki sigap menuju kamar tersebut, muka penasaran, takut bercampur aduk pada saat


58 itu. Saat salah satu dari kami membuka pintu ternyata ada yang kesurupan, kami pun panik, karena tidak ada satupun yang bisa menanganinya "Weh weh weh, panggil guru panggil guru" "Mana bisa lah, susah sinyal ini disini" "Salah satu kedepan, cari bantuan" Tiba tiba, si Indah pun memecahkan salah satu vas yang berada di dekatnya, teman teman pun langsung pada lari ke depan dan mencari bantuan. Saat berada di depan, teman teman pun


59 menemukan guru dan meminta pertolongan kalo ada temannya yang sedang kesurupan. "Pak, tolong pak, ada yang kesurupan". "Mana ada kesurupan, paling hanya kelelahan" "Cepat pak, takut berbuat yang tidak-tidak" Pak guru pun langsung sigap ke kamar asrama, dan benar saja kesurupan, tak lama kemudian ia disembuhkan dengan dibacakan ayat kursi, langsung hilang


60 "Weh hebat, bisa nyembuhin orang kesurupan aja si bapak, Alhamdulillah" "Alhamdulillah, kalian jangan lupa berdoa yang banyak ya, minta doa sama Allah" "Siap pak" Waktu sudah menunjukan pukul 04.30 Albilla bergegas untuk mandi terlebih dahulu, rasanya sangat dingin sekali, dan air di jakarta dan Banyumas rasanya sangat berbeda.


61 Selepas selesai mandi tepat pukul 04.40 Albilla mengecek perkap yang ada di koper untuk dibawa ke destinasi, Alhamdulillah lengkap sudah. "Bil, liat powerbank ga ya, warna pink" "Semalem ada di meja, masa sekarang ga ada, cek lagi deh" "Bener bener ga ada, masa ghoib" "Huftt, gara gara kejadian semalem apa apa disangkutin sama ghoib"


62 "Eh ketemu ding, semalem ga sengaja ditaruh di tas hehe, keselip" "Huft" Albilla dan teman teman turun ke lantai bawah untuk makan pagi bersama-sama sebelum menuju ke tempat wisata. Waktu sudah menunjukan pukul 07.00 pagi Albilla dan teman-teman naik bus kami menuju ke pp-iptek. Di pp-iptek Albilla melihat banyak sekali alat peraga ipa.


63 "Besok pas SMA kamu mau gak jadi orang yang pinter bikin robot" "Ya maulah siapa emang yang ga suka nyiptain sesuatu sendiri" "Kalo nyiptain ada dihatimu boleh ga eaaa" "Agak freak ya" Setelah ke pp-iptek kami menuju ke lubang buaya "Ngeri juga ya, hebat banget pahlawan kita, rela berjuang buat Indonesia"


64 Berjalan kaki hari itu membuat banyak keringat mengalir untuk sampai ke dapur umum yang sepi. Tak tampak perempuan-perempuan yang ramai berkumpul seperti yang digambarkan di film pemberontakan G30/S PKI, imaji Albilla berkeliaran ke masa itu "Kalo waktu itu kamu di posisi ini gimana tal" "Takutkah bezir" Setelah itu kami menuju ke planetarium, disana Albilla melihat benda-benda langit disamping itu ada juga penjelasan dari narasumber yang


65 sangat informative dan menghibur terkadang di sambut suara tepuk tangan dari penonton-penonton yang mendengar penjelasan dari narasumber tersebut. "Besok kalu udah gede mau jadi astronot ah, biar bisa liat Saturnus" "Bagus juga idenya, tapi apa nanti kamu ga lupa cara jalan di bumi itu gimana hehehe" "O iya ya haha"


66 Selesai pertunjukan Albilla dan rombongan keluar dari studio dan kami menuju ke bus untuk kembali ke asrama. Sampai di asrama Albilla mengantri untuk mandi. Jam sudah menunjukan pukul 21.00 wib sudah waktunya Albilla menuju ke lantai atas ke kamar untuk tidur karena Albilla lelah sekali. Waktu sudah pagi, semuanya sudah siap untuk menuju ke tempat wisata selanjutnya yaitu monas. Ketika di monas Albilla melihat monas tinggi dan besar tidak sebanding dengan yang ada di media maya, disana ramai pengunjungnya dari


67 warga lokal maupun warga negara asing. Panas terik matahari yang sekali muncul dari balik semburat awan tebal, membuat Albilla memakai topi kecil yang tidak menyatu dengan baju saya karena sudah tidak ada pilihan lain ahahaha. "Panas sekali Jakarta ini, sunscrine udah ga berfungsi lagi ini, mau reply tapi ketinggalan di bus" "Ya udah kita naik ke puncak monas aja yuk guys" "Emang dibolehin, tadi ada himbauan kalo kita ga boleh baik ke puncak, makan waktu lama dan pasti ngantri panjang"


68 Albilla dan teman-teman bersi kekeh untuk menaiki puncak monas, ketika mendapati sepanjang cawan monas dikekrangkeng dengan pagar besi, Talitha tidak paham tanpa menyisakan tempat menyelinap “Gimana cara masuknya ya?” Rupanya tidak Talitha saja yang kebingungan, teman seangkatan juga menanyakan hal yang sama ke Talitha


69 “Tal, gimana caranya orang-orang biar bisa sampai di sana?” Tanya si teman Talitha sambil menunjuk ke arah cawan monas. "Mungkin perlu beli karcis terlebih dahulu” jawab Talitha Meski hanya berusaha menebak-nebak rupanya jawaban Talitha tidak sepenuhnya salah. Akhirnya Albilla dan teman-teman tidak sampai menaiki atas puncak monas karena berburu dengan waktu, rasanya begitu sedih tapi tak apa.


70 Keluar dari monas bukannya naik bis tapi malah muter muter jakarta jalan kaki, yap tidak salah lagi, karena pada saat itu ricuh demo, Albilla dan teman teman pun berjalan kaki kurang lebih 15km dari monas, untuk naik bis "Wagelaseh panas banget, kaki udah ga kuat buat jalan" ucap Albilla "Harusnya bis tetap berada di area monas, jangan jauh jauh lah, 15km ga pingsan apa" Banyak sekali teman seangkatan mengeluh ke bapak dan ibu guru karena cape


71 "Sudah, jalani saja, bentar lagi nyampai" Sampai di bus, Albilla sangat pucat begitupun dengan Talitha. Kaki yang sudah sangat lemas ini langsung tepar ke kursi bis "Lain kali ga lagi lagi ke monas, di monas cuma sebentar aja yang lama jalan kakinya, sebenernya jalan kaki ini setara sama kita naik ke puncak monas, mending naik ke puncak monas oake lift dari pada jalan kaki pulang 15km" saut Talitha "Udah lah, emang himbauan nya kaya gitu, kita bisa apa"


72 Setelah itu aku dan rombongan menuju ke wisata ocean dream samudra, Albilla melihat pertunjukan lumba-lumba yang sedang beratraksi dengan pelatihnya tak hanya itu Albilla juga melihat putri duyung yang berada di aquarium besar. Selepas itu kami melanjutkan perjalanan menuju dufan "Sesuai rencana nanti kita mau naik hysteria ya teman teman" Tapi apalah daya, omongan hanyalah palsu hehee, akhirnya kita naik bianglala


73 "Tal, ini serius kita kebagian duduk sama orang lain? apa mending kita cancel aja cari wahana yang lain, terus juga nanti takut kalo ketinggalan sama temen temen" "Plis udah cape cape ngantri, eman eman bil, gapapa lah" "Yasudah" Albilla dan Talitha pun kebagian duduk dengan orang lain, agak sedikit menikmati karena kebantu dengan pemandangan pantai ancol


74 walaupun panas terik matahari menyengat di kepala. Saat turun dari bianglala Albilla dan Talitha pun kehilangan teman kelas "Bil, temen kelas pada dimana yah, perasaan tadi tak tanya pada di deket tempat karcis" "Ya udah lah, kita cari temen sambil liat wahana yang lain" Waktu sudah mulai sore, Albilla dan Talitha pun belum bertemu dengan satu rombongan, sebenarnya tadi kita sudah sempat melihat peta dufan, cuma kita cuma salah baca aja, yang harusnya ke kanan jadi ke kiri, waduhh, gimana ini


75 "Tal, ini udah mau sore nih, apa sebaiknya kita keluar aja dari dufan, takut udah pada naik bus terus kita ketinggalan" "Tadi udah tak tanyain ke temen temen lewat WhatsApp, katanya masih di area dufan cuma belum ketemu pada dimana bil" "Terus kita mau tetep lanjut mainan atau pulang aja nih"


76 "Yah kalo keluar sekarang eman eman bil, kapan lagi ke Dufan gratis lagi pula kita baru nyoba bianglala doang, belum yang lain" "Yakin nih mau tetep cari wahana, sebenernya tadi pengin masuk ke ice age cuma gila rame banget" "Ya udah sekarang kita ke ice age, siapa tau udah sepi" "Jangan, tadi ice age ada disana, udah jauh dari sini, nanti kita tambah nyasar lagi" "Oke, kita lanjut aja"


77 Yang benar saja sudah mau jam 5 sore, Albilla dan Talitha pun bergegas untuk mencari jalan keluar, cemas, panik dan takut tercampur pada masa itu "Bil, pasrah udah ga sanggup buat jalan lagi" "Sama tal, rasanya pengin stop dari situasi ini" "Gimana ya bil, setengah hari kita di dufan tapi cuma jalan jalan doang" "huftt"


78 Albilla pun mencoba menghubungi teman yang lain, tetapi apalah daya antara sinyal susah dan paketan mulai habis. "Tal, udah tak coba buat ngehubungin teman teman nih, tapi sinyal jelek banget" "Ya udah bil biar tak coba" ucap Talitha "Bil katanya udah pada keluar di Dufan" "Aduhh gimana ya tal, apa coba kita minta bantuan aja sama guru"


79 "Jangan dulu bil, kita cari jalan dulu, siapa tau nanti ketemu toh ini juga masih rame" "Yaudah tal, oiya tal, kenapa kita ga ngikutin orang orang yah" "Ngawur ngapa ngikutin" "Dengan kita ngikutin orang, pasti kita juga bakal bisa keluar dari dufan" "Woi bagus juga idenya, tapi agak memalukan" saut Talitha


80 "Mau gimana lagi, kalo kita tanya pun dufan terlalu luas" "Yaudah sepakat kita ngikutin orang" Akhirnya pun Albilla dan Talitha mengikuti jejak orang orang random, bertemulah kami dengan orang bule "What are u doing" Talitha dan Albilla pun reflek menjawab "Gabisa basa inggris"


81 Sebenernya bisa bisa saja, tetapi penggunaan aksen yang begitu sulit jadi sulit untuk dipahami. Lalu ada salah satu orang lokal yang menghampiri kita "Kenapa dek" "Iya ka, kita mengikuti jejak orang lain" "Kenapa dek, mau jadi detektif kah haha" "Bukan ka, kita tersesat di dufan, jadi kita mengikuti jejak orang lain untuk keluar dair dufan"


82 "Owala kalian tersesat toh, ini kaka juga mau keluar, kalian boleh ikut kaka ya" "Yang bener ka, terimakasih ka" Sesampainya keluar dari dufan, ternyata sudah banyak teman yang menunggu diluar "Dari mana aja bil tal, pasti udah banyak naik wahananya" Dengan sergapnya kita menjawab "IYA"


83 Kemudian Albilla dan rombongan menuju ke Ancol, menikmati suasana pantai marina di sore hari disambi duduk di tepi pantai sambil bercerita dengan teman adalah suatu momen yang tidak pernah di lupakan, "Enak ya, akhirnya bisa liat sunset sama kamu" suara dari teman "Hehee, ngomong ngomong kamu udah pernah liat sunset di pantai?" "Pernah sih, tapi ga sebahagia ini" "Owh"


84 "Kamu tau ga apa yang lebih indah dari sunset" "Apa?" "Kamu" "Apaan sih gombal haha" Setelah selesai kami makan malam dan kami melanjutkan perjalanan untuk pulang pada pukul 23.00. Tiba di pusat oleh-oleh di Bandung dan kita turun untuk membeli oleh oleh yang akan di bawa pulang.


85 "Enaknya beli oleh oleh apa ya Tal?" "Mending borong semua aja bil, biar tau rasanya gimana" "Hm gamau ah, repot bawa nya" Albilla pun melihat keranjang belanja milik Talitha "Buset banyak bener oleh olehnya, mau dibagiin ke komplek yah"


86 "Bukan ini pesenan dari orang tua" "Wah orang tua ga beda jauh dari anak hehe" "Bil, kita liat liat baju yuk, kita cari yang couple kan lucu" "Bolehh hayuu" Albilla dan Talitha pun membeli baju kembarang dengan motif tulisan "friends" ya memang agak jamet tapi katanya untuk kenang kenangan.


87 Dan kami sampai di sumpiuh pada pukul kurang lebih 07.00 wib, sebelum pulang ke tempat masing masing kita sempat berfoto-foto terlebih dahulu, selepas itu kita semua pulang ke rumah masing-masing.


88 Bab 4 Masa SMA Jika ada yg bertanya kenapa Albilla memilih melanjutkan SMA di SMAN 1 SUMPIUH jawabannya pertama karena Albilla tinggal di dekat SMA tersebut, kedua karena SMAN 1 SUMPIUH termasuk sekolah favorit di sini. Pada awal bulan Juli tahun 2020 Albilla mendaftarkan diri untuk menjadi peserta didik baru pada tahun ajaran 2020/2021. Pada saat itu saya menyiapkan dokumen-dokumen untuk persyaratan masuk sekolah SMAN 1 SUMPIUH.


89 Pada saat mengurus dokumen Albilla harus mempotocopy surat surat penting seperti Kartu Keluarga, Akte Kelahiran, KTP Orang Tua, Rapot SMP dari kelas 7 semester 1 sampe kelas 9 semester 2. Albilla juga tidak lupa menyertakan pas poto menggunakan baju Seragam SMP. Setelah semua nya lengkap Albilla mengumpulkan dokumendokumen yang Albilla lengkapi lalu Albilla berikan kepada Panitia Penerimaan Siswa Baru. Pada saat itu keadaan di dunia ini sedang terkena pandemi covid 19, sehingga Albilla harus menjaga jarak, tidak berkerumunan,dan memakai masker.


90 Setelah itu Albilla diberi pengarahan,Pengenalan Guru dan staf tata usaha dan pengenalan ekstrakurikuler tentang SMAN 1 SUMPIUH melalui zoom dikarenakan oleh pandemi yang tidak berkesudahan. Setelah beberapa minggu mengikuti kegiatan pengarahan Albilla tinggal menunggu hasil pembagian kelas. Setelah menunggu beberapa minggu akhirnya kelas mulai di bagi berserta wali kelas nya. Dan pada saat itu Albilla mendapat kan kelas X MIPA 1. Rata rata siswanya berasal dari SMPN 1 SUMPIUH. Di sini di SMA Albilla tidak ada niatan untuk menjadi siswa yang masuk peringkat 3 besar


91 karena Albilla sudah tahu bahwa teman teman sekelasnya sekarang adalah siswa sangat pintar dan ambis. Senang karena sesuai dengan keinginan di awal, Albilla banyak mempunyai teman baru di dalam kelas tersebut. Setelah pembagian kelas Wali kelas kami memilih ketua kelas, Wakil ketua kelas, Sekertaris 1 dan 2, Bendahara 1 dan 2 berserta seksi-seksi kelas. Setelah seminggu pembagian pemilihan struktur kelas kami mulai aktif melakukan pembelajaran melaluin via daring, seperti zoom, Goggle classroom, dan Whatsapp. Saat itu pertama kali Albilla ke sekolah karena mengambil buku paket dan foto identitas.


92 Albilla bertemu banyak teman, terutama Hanum, Sael dan Florest. Kita banyak berbincang-bincang hal hal yang sedikit random padahal baru awal ketemu sudah akrab sekali, oiya Hanum sama Florest ini temen SMP Albilla, ya walaupun Hanum beda kelas tetapi tetangga kelas, kalo Sael anaks SMP 2 yang katanya anak tenar. Sejak saat itu kami berteman. Pada minggu pertama guru yang masuk melalui via daring hanya memperkenalakan diri dan memberikan kami kesempatan memperkenalakan diri juga. Pada minggu kedua guru mulai menjelaskan tentang awal materi pembelajaran


93 yang akan di pelajari,begitu pula pada guru lainnya. Pada saat minggu ketiga guru mulai melakukan tanya jawab kepada siswa siswi jika tidak paham boleh di tanyakan pada guru. Pada Minggu keempatnnya guru mulai memberikan tugas tugas kepada siswa dan siswi. Pada saat itu Albilla mengerjakannya tetapi karena keterbatasan waktu dikarenakan covid ada sebagian tugas yang tidak saya pahami tetapi saya suka mengerjakan tugas dan mengumpulkan tugas tepat waktu.


94 Pada minggu ke kelima mulailah aktif pembelajaran jarak jauh melalui zoom dan pada saat awal masuk banyak anak murid yang aktif zoom sampe sekarang pun kami masih menggunakan cara itu untuk melakukan pelajaran jarak jauh selama masa pandemi covid 19. Harapannya semoga covid ini bisa segera membaik dan kita semua bisa belajar seperti biasanya. Sampe tiba waktu nya ulangan semester 1 pun kami masih melakukan ulangan di rumah saja dan banyak perubahan,kebiasaan,dan penggalaman yang Albilla rasakan ketika belajar di rumah.


95 "Ya ampun, sinyal susah sekali" dibarengi dengan rasa yang takut karena waktu sebentar lagi habis (maklum masih junior) Setelah beberapa hari mengikutin ulangan dirumah Albilla merasa deg-deg an melihat nilai, setelah beberapa bulan belajar dirumah akhirnya kami telah selesai mengikuti ulangan di semester 1 ini. Pandemi covid telah mengubah Albilla, dulu Albilla dikenal dengan anak yang mbandel, pola hidup tidak sehat, suka begadang, tidak mau belajar.


96 Tetapi semenjak ada pandemi hidup jadi sebaliknya dari yang dulu suka mbandel, begadang, gak mau belajar justru sekarang malah membaik, yap hampir seluruh orang menganggap pandemi hal yang merugikan dan menakutkan begitupun kata Albi "Kapan ya kesekolah, kangen ngedance nih" Pada awal bulan januari 2021 kami di beri amanat untuk membersihkan ruang kelas perminggu dibagi menjadi beberapa orang setiap 1 minggunya, tetap menjaga protokol kesehatan dengan cara memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan. Ketua Kelas kami


97 membagi para murid untuk dibagikan jadwal piket untuk setiap minggunya. Pada hari pertama piket teman Albilla melakukan piket kelas dengan memenuhi protokol kesehatan sampe saat ini masih menggunkan aturan tersebut. Saat itu Albilla sudah berangkat ke sekolah tetapi masih pakai sesi sesian, Albilla kebagian sesi pagi. "Omaigatt, udah jam 6 lebih 15 baru bangun" (Suara kaki pun terdengar saat turun dari tangga) "Ini makan dulu, mamah sudah buatkan roti bakar kesukaan kamu"


98 "Ga bisa mah, buru buru ini" kemudian Albilla pun berangkat naik motor di antar bapak, dengan kecepatan 60km bagaimana kerudung yang sudah rapi jadi mlenyot lagi. Saat Albilla sampai di sekolah, ternyata Albilla pun se sesi sama Hanum, Sael, Florest "Haii, kalian sesi pagi juga toh" "Ho'oh sinii duduk"


99 Albilla pun duduk sama Sael, Sael adalah anak yang ramah, baik dan sangat welcome. "Eh nanti kita pulang ke RM Padang deket pegadaian yok" cakap Sael "Skuyyy, gas aja mah" cakap Hanum Kian lama kita bisa dibilang seperti saudara, kemana mana selalu bareng, kalo salah satu gak ikut pasti ga ikut semua, ( ya namanya juga cewe ). Waktu berjalan begitu cepat, hingga tepatnya pada maret 2022 kita pun sudah mulai berbeda


100 pendapat. Kita hampir bisa dibilang air dan minyak ea, memang pada saat itu Albilla merasa tidak nyaman berada di antara mereka, yap dan benar saja Albilla memisahkan diri dari ketiga orang tersebut, Sael, Hanum, Florest "Kok tumben ga sama si circlenya?" Tanya salah satu teman "Circle? maksudnya apa?" Jawabku "Biasanya kemana mana selalu bareng, ko sekarang engga?"


Click to View FlipBook Version