The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Buku Ini Karya Albilla Wanda Putri

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by istiyanifarida80, 2023-12-10 09:56:03

CITRAPATA

Buku Ini Karya Albilla Wanda Putri

301 penting. Benar saja, ternyata kelas mereka akan kedatangan murid baru, saat wali kelas mereka memanggil seseorang dari balik pintu, mata semua murid langsung tertuju pada orang tersebut. Albilla berbeda dengan yang lainnya yang terlihat kagum melihat orang tersebut, ia malahan terkejut saat melihat sosok yang berada di depan nya sekarang. "Selamat pagi anak-anak ku" "Baik bu" jawab mereka serempak. "Kabar kalian semua baik?"


302 "Baik bu" jawab mereka serempak lagi. "Pagi ini ibu akan mengenalkan seseorang yang akan menjadi teman baru kalian di kelas ini" "Widih siapatuh bu?" tanya salah satu murid "Kalian akan sendiri nanti, silahkan masuk mas" "Perkenalkan nama saya Egar, saya dari Semarang dan baru pindah kesini" "Sekarang tinggal dimana?" tanya salah satu teman Albilla


303 "Di komplek permata indah" "Kalo boleh tahu kenapa pindah kesini?" tanya anak yang lainnya "Karena bapak saya yang ditugaskan kesini, jadi saya harus ikut pindah juga" "Sudah ya anak-anak perkenalannya, karena sebentar lagi jam pembelajaran akan dimulai, Egar kamu duduk dulu sebelahnya Albilla dulu ya, soalnya Krisdayanti sekarang sedang ijin tidak berangkat, tidak apa-apa kan Egar duduk sama perempuan dulu"


304 "Iya tidak apa-apa bu" Akhirnya Egar duduk disebelah Albilla. "Bil boleh kan duduk sini?" "Nggak boleh, kamu duduk di lantai aja" "lih Albilla jahat banget, aku nangis nih" "lih jijay banget, yaudah sini kasian banget sih" "Kok kamu bisa masuk ke kelas ku sih"


305 "Ya bisa lah bil, kan pintunya, ya aku bisa masuk "Bukan itu ndul, maksudnya kok kamu bisa pas banget masuk kelas ku, emang bisa minta sendiri ya minta kelas mana?" "Ya nggak lah, aku aja nggak tau masuk kelas mana" "Eh ngomong-ngomong bil, ini jam pelajaran pertama mapel apa sih" "Mapel (mata pelajaran) "Matematika"


306 "Wiih pagi-pagi dah di kasih matematika aja, langsung melek banget mah ini mata, gurunya galak nggak" "Banget, ati-ati ya van kemungkinan nanti pas ada soal kamu yang suruh maju pertama buat ngerjain" "Waduh mati aku" "Kalo mati tinggal aku kuburin kamu di belakang sana tuh" "lih jangan gitu lah bil"


307 Mereka berdua diam, saat guru yang mereka bicarakan masuk ke dalam kelas mereka. Siangnya saat bel sudah berbunyi untuk menunjukkan waktu istirahat, semua anak buru-buru keluar kelas untuk istirahat. Albilla dan Egar juga ikut keluar kelas. "Bil ke kantin yuk" "Nggak dulu gar, aku ada urusan penting" "Idih sok penting banget, sepenting apa sih dibandingkan makan bareng orang ganteng"


308 "Mulai-mulai, udah ah aku mau pergi ini, dah sana ke kantin" "Kamu kok gitu sih, kamu mau ninggalin aku bil, kamu tega ya sama aku yang ganteng ini" "Gada hubungannya ndul, udah ah jangan drama deh" "Yoo ati-ati nabrak angin" "Iya-iya terserah mu lah"


309 Albilla buru-buru pergi ke kelas Elang, saat sudah hampir sampai ke kelas Elang ia malah menabrak laki-laki yang ia cari dari tadi. "Aduh, maaf-maaf aku nggak liat" "Eh bil ngapain ke sini?" "Nyari kamu" "Nyari aku, mau ngapain?" "Mau ngajak ngobrol, yuk ke taman"


310 "Yaudah ayuk" Sesampainya di taman mereka memilih bangku taman yang di pojokan taman agar tidak ada yang menggangu mereka saat mengobrol. "Lang aku minta maaf ya kemaren nggak bisa jenguk pas kamu sakit" "Iya nggak papa kok, aku juga sakit demam biasa" "Aku juga mau minta maaf soal kemaren yang aku marah-marah nggak jelas, soalnya ak-"


311 Belum selesai Albilla melanjutkan perkataannya, Elang sudah membalas perkataannya lebih dulu. "Lagi dapet kan kemarin?, makanya kamu marahmarah nggak jelas" "Eh iya-iya aku lagi dapet" Sebenarnya Albilla ingin jujur jika ia cemburu melihat Elang dan gebetanya di luar sekolah kemarin tapi tidak jadi karena ia malu untuk mengatakannya.


312 "Tau nggak bil kemarin aku sempet takut kalo aku dah bikin salah yang besar banget sama kamu, sampai kamu marah banget sama aku" "Bukan kok, tenang aja" "Aku beneran ngerasa seneng banget ternyata kamu kemarin emang lagi bete gara-gara lagi dapet, bukan karena aku nyakitin kamu" Setelah Elang mengatakan itu, suasananya terasa canggung karena tidak ada yang berbicara lagi.


313 Elang lalu berpikir bahwa sekarang waktu yang tepat untuk dia menyatakan perasaannya kepada Albilla. "Bill-" "Lang-" Mereka berdua terkejut saat mereka samasama ingin memulai obrolan. Akhirnya mereka saling melempar siapa yang akan berbicara terlebih dahulu. "Kamu dulu aja bil apa?"


314 "Nggak papa ini aku dulu?" "Iya nggak papa" "Oke kalo gitu. Jadi waktu itu aku belum selese ngomong ke kamu pas di perpus" "O iyaa, aku juga mau bilang itu ke kamu, emang kamu mau ngomong apa lang?" Sorot mata Elang sangat tajam ke Albilla "Bil, sebenarnya waktu aku pertama kali ketemu kamu aku kagum, eh lama lama jadi sayang"


315 Albilla yang mendengar itu pun langsung merinding sebadan dan deg deg an "Bil, kamu mau gak pacaran sama aku?" Albilla pun terkejut dan langsung berkata "Bukannya kamu udah punya pacar ya lang?" "Pacar bil? Kata siapa?" "Waktu itu aku liat kamu lagi berduaan sama cewe di luar gerbang sekolah"


316 "Ooo itu temen aku bil, dia juga udah punya pacar kok, lagian aku sama dia masih saudaraan" "Ooo mmmm" "Gimana bil?" "Maaf ya lang, aku belum bisa jawab sekarang" "Oke aku tunggu jawaban kamu" Bel sekolah berbunyi tandanya jam pelajaran pun sudah selesai, Albilla di antar pulang Elang sambil menikmati panasnya cuaca dan bercerita


317 ceria. Sesampainya dirumah Elang bertemu dengan ibunya Albilla kebetulan Ayahnya Albilla masih di luar kota untuk mengurusi pekerjaannya. Ibunya Albilla pun senang karena dapat melihat senyuman Elang, karena sudah lama tidak melihat senyuman pepsodent nya. "Eh Elang udah lama enggak ketemu, gimana kabarnya sekarang, sehat kan?" "Alhamdulillah sehat dong tan" "Kemarin Albi cerita kalo kamu katanya sakit demam, sekarang membaik kan?"


318 "Iya tan, ini udah sembuh, o iya tan, ayahnya Albilla kemana tan?" "Ayahnya kan masih di luar kota, kenapa lang?" "Ooo engga tante, pengin salaman aja" "O iya mampir dulu yuk ibu udah buatin bolognese kesukaan kamu" "Mmm boleh bu" Elang pun akhirnya bisa masuk ke dalam rumah Albilla. Waktu masuk kerumah Albilla, Elang


319 sudah terkejut ternyata Albilla ini di anugerahi orang tua yang baik hati, pengertian dan selalu mendukung, disisi itu Elang pun tertawa melihat foto foto kecil Albilla apalagi dengan poni pendeknya. "Bil, ini kamu waktu kecil" "Iya emang kenapa" "Gapapa lucu aja, kok beda ya?" "Tambah cantik kan" "Cantikan dulu"


320 "Ish awas aja nanti" "Elang, ibu kamu gimana udah baikan? Albi waktu itu udah coba menghubungi kamu tapi kamu off terus katanya" ucap ibunya Albilla "Alhamdulillah sudah baikan tan, hehe waktu itu hp saya memang mati tan, jadi saya tidak on di medsos" "Syukurlah, o iya, kamu besok mau lanjut mana lang?"


321 "Mmm, lanjutin bisnis ayah tan, di Sydney" "Ooo bagus dong, nih Albi bilangin, katanya pengin di UGM tapi kadang males belajar" "Masa tan, padahal dia kalo dapet nilai jelek selalu nangis ke saya" "Kalian pacaran?" "Eeeee-, o ya tan, Albi pengin ngambil jurusan/ fakultas apa?"


322 "Katanya si pengin jadi jurnalistik kalo engga diplomat, tapi ayahnya pengin dia di kedokteran" "Ooo bagus dong" "Elang, Albi, kalian pacaran?" "Enggak ko buu, Elang sama Albi cuma temenan aja" "Kirain" "Elang baru aja nembak tan, tapi belum ada jawaban dari Albi, kalo sama tante dibolehin engga?"


323 Ibu Albilla yang mendengar ucapan Elang pun langsung shock "Kalo menurut ibu si terserah Albi, kalo Albi mau ya bole, jadi gimana nak?" "Emmmm iya bu" ucap Albilla sambil tersipu malu "Jadi apa, mau?" "Iyaa" Elang yang mendengar Albilla pun langsung kegirangan dan lupa bahwa ibunya Albilla masih


324 berada didekatnya. Setelah itu ibunya Albilla pun berpesan kepada Albilla terutama Elang. "Tapi jangan berlebihan ya, inget udah kelas 12, sebagai motivasi belajar aja, o iya lang, jaga Albi baik baik ya jangan sampe kenapa kenapa gara gara kamu" "Oh siap tan" Esoknya Elang berangkat bareng dengan Albilla, mereka tiba di sekolah dengan raut wajah senang dan bahagia. Sepanjang perjalanan Elang dan Albilla pun di sorak sorai dengan warga sekolah


325 'couple baru'. Sesampainya di kelas Krisdayanti yang mendengar kabar itupun langsung meminta traktiran makan kepada Albilla dan Elang. Egar yang tidak tahu siapa itu Elang langsung bertanya ke Albilla "Wiii traktiran dong, kan udah jadian sama Elang" ucap Krisdayanti "Minta sendiri ke Elang, aku lagi ga punya uang" "Ha Elang siapa bil? Ko baru denger namanya" ucap Egar


326 "Jadiii Elang itu pacarnya Albi sekarang gar, mending minta traktiran" ucap Krisdayanti "Ternyata temen kecil aku udah punya cowo aja ya" "Ssttt udah deh Kris, Gar aku malu nih"


327 Bab 7 Mundur Bel istirahat berbunyi Albilla dan Krisdayanti pun bergegas menuju ke kantin untuk membeli siomay kesukaannya, tak lupa Egar pun bergegas mengikutinya, Albilla dan Krisdayanti lupa mengajak Egar ke kantin hehe, sesampainya di kantin Egar cemberut dan minta di traktir. Tak lama kemudian datanglah geng 'bebas' yang memalaki anak anak sekolah dan berbuat kerusuhan. Geng 'bebas' terdiri dari 1 laki laki dan 4 perempuan sudah lama mangkel di sekolah, tetapi baru ini saja mereka berbuat hal yang tidak pantas di sekolah, padahal sebelumnya terlihat biasa biasa saja, apa karena


328 mereka sudah menjadi senior? Atau memang mereka sedang kerasukan? Entahlah, Krisdayanti melihat kejadian tersebut membiarkan saja karena ia kira hanya sebuah candaan tetapi lama kelamaan mereka membuat sebuah kerusuhan yang tidak terduga, mereka memukuli salah satu siswa yang tidak mau memberikan uang kepadanya. Krisdayanti yang melihat kejadian tersebut langsung bergegas untuk memberhentikan kerusuhan, o iya kebetulan geng 'bebas' ini sekelas dengan Elang. Krisdayanti kemudian mencangking seragam Reva ( ketua geng bebas ) dan menasehati supaya jangan menjadi sok jagoan di sekolah. Reva yang tidak terima dengan ucapan dan perlakuan Krisdayanti langsung


329 memukul pipi Krisdayanti dan menjambak rambutnya. Egar yang biasanya seperti anak manja, sekarang berubah menjadi seperti petarung. Egar yang tidak terima dengan perlakuan Reva langsung membentak tanpa memukulinya. Suasana menjadi sangat panas dan ramai, Albilla yang ketakutan melihat mulut Krisdayanti yang mengeluarkan darah langsung membawanya ke uks, tetapi saat akan membawa Krisdayanti tangan Albilla di pegang paksa oleh Dandi ( anggota geng bebas ) hingga membekas dan berwarna merah. Tak lama kemudian Elang dan gerombolan temannya pun datang menolong Krisdayanti dan Albilla, Elang tak menyangka kalau teman sekelasnya ini berbuat


330 kerusuhan, biasanya mereka baik baik saja, tetapi kenapa mereka menjadi berubah? Apa yang membuat mereka menjadi pengacau? Elang pun segera menggotong Krisdayanti yang pingsan ke uks. Sesampainya di uks Elang pun bertanya ke Albilla, apa yang membuat teman sekelasnya ( geng bebas ) memukul Krisdayanti hingga pingsan dan mengeluarkan darah "Bill, kok bisa geng bebas memukul Krisdayanti sampe pingsan gitu?"


331 "Iyaa tadi pas aku, Krisdayanti, Egar ke kantin ngeliat geng bebas minta uang secara paksa ke adik kelas dan berbuat kerusuhan, Krisdayanti ga terima langsung menasehati tapi Reva kayanya engga terima, langsung di hantam Krisdayanti sampe pingsan" "Tapi kamu gapapa kan? Tadi aku liat tangan kamu di pegang sama Dandi" ucap Elang sambil melihat dan memegang tangan Albilla "Nih merah gini, bentar aku obatin dulu ya"


332 Tak sengaja Reva pun melihat Elang yang sedang mengobati tangan Albilla, Reva langsung menggenggam tangan dan melihat dengan tatapan mata yang tajam. Bel masuk berbunyi, Albilla menunggu Krisdayanti yang berada di uks dan Elang langsung kembali ke kelas, kebetulan di uks ada tiga orang, Albilla, Krisdayanti dan Adik kelas. Baru 3 jam berada di uks Albilla merasa ada keanehan, ada orang yang masuk ke uks tetapi seperti tidak kesakitan, malahan seperti ghaib astaghfirullah. Tak disangka orang tersebut adalah Reva, Reva yang masuk ke uks dan langsung memegang tangan Albilla langsung membawa Albilla ke kamar mandi secara keras. Tetapi Albilla


333 mencoba untuk mempertahankan dirinya tetapi apalah daya, tangan Albilla yang belum sembuh dari pegangan Dandi langsung dipegang keras oleh Reva, Albilla langsung mengeluarkan sedikit tangisan karena kesakitan dan perlakuan Reva yang keras. Kebetulan adik kelas yang berada di uks melihat kejadian itu tetapi hanya diam karena takut berhadapan dengan Reva. Reva langsung menggeret Albilla ke kamar mandi, sesampainya di kamar mandi Albilla dibentak oleh Reva, Albilla tidak tahu letak kesalahannya berada dimana. "Emang aku salah apa Rev? Sampe sampe kamu keras ke aku"


334 "Kamu ngga nyadar kamu salah dimana? Heh, ngapain sih kamu pacaran sama Elang?" "Emang kenapa, kamu naksir ke Elang?" "Pake nanya, iya kenapa? Sejak awal ketemu sama Elang aku udah naksir sama dia mulai dari cara Elang memperlakukan aku dengan baik beda dari yang lain, tapi semenjak kamu dateng kamu ketemu Elang jadi berubah, eh sekarang punya hubungan" "Sorry Rev, aku enggak tau kalo kamu dulu deket sama Elang, terus sekarang mau kamu apa?"


335 "Sekarang putus sama Elang tanpa bilang di suruh sama aku" "Kalo aku engga mauu giman--" "Ssuut kalo kamu enggak mau, Krisdayanti, Egar terutama kamu, bakal engga aman, awas aja" Bel sekolah berbunyi, itu artinya jam pelajaran sudah selesai. Albilla masih menunggu Krisdayanti yang masih berada di uks. Elang pun datang menghampiri ke uks untuk menjenguk Krisdayanti dan Albilla. Krisdayanti pun sudah sadar,


336 Elang menanyakan keadaan Albilla dan Krisdayanti, Alhamdulillah sudah membaik. Elang yang mengajak pulang bareng Albilla tetapi Albilla menolaknya, ia bisa pulang menggunakan angkot atau grab. Elang pun bingung dengan sikap Albilla semenjak berada di uks, apakah Albilla sedang badmood? Sesampainya di rumah, Albilla dicurigai oleh ibunya. Ibunya melihat tangan Albilla yang memar dan raut wajah Albilla yang sedih bahkan bengkak. Ibunya menanyakan apakah hari ini ada masalah, tetapi Albilla bilang tidak ada apa apa, semua baik


337 baik saja, tetapi ibunya tidak langsung mempercayainya, ibunya langsung bertanya tentang Elang, kenapa Elang tidak mengantarkan kamu pulang? "Kebetulan Elang sedang ada rapat organisasi jadi pulangnya malam bu" jawab Albilla Albilla langsung menuju ke kamarnya dengan banyak pikiran. Ia kepikiran atas ucapan Reva yang berada di kamar mandi, apakah harus mengikuti ucapanya tetapi baru sehari Albilla menjadi pacar Elang masa iya sudah mau putus, tetapi jika tidak Reva akan selalu berbuat kejahatan dan Albilla takut hal itu terjadi, apalagi Krisdayanti sudah menjadi korban. Sehari semalam akhirnya Albilla telah


338 memutuskan untuk tidak ingin bertemu Elang terlebih dahulu tanpa memberi tahunya. Chat, telfon dari Elang pun tidak dibalas Albilla. Elang curiga dengan Albilla, padahal baru sehari menjadi pasangan kok udah berubah aja sifatnya. Esok paginya Elang pun datang ke rumah Albilla, seperti biasa suara klakson motor Elang berbunyi tinnt tinntt, tetapi yang keluar malah ibunya. Elang bertanya kepada ibunya "Albilla mana ya bu? Elang izin mau nganter ke sekolah"


339 "Loh Albi sudah berangkat dari tadi. Ibu kira Albi berangkat sama kamu lang, soalnya tadi juga ada klakson motor" Elang pun hanya terdiam dan pamit pergi ke sekolah "Ya udah bu kalo gitu Elang pamit ke sekolah dulu" Sesampainya di sekolah Elang pun langsung menuju ke kelas Albilla, Elang melihat Albilla yang sedang bercandaan dengan temannya Krisdayanti, Egar dan langsung masuk ke kelas lalu mencoba menanyakan kenapa belakangan ini sikap Albilla aneh dengannya. Albilla mencoba menghiraukan


340 Elang, tetapi sungguh, Elang berada di dekatnya membuat Albilla gagal fokus. Krisdayanti yang juga merasa aneh dengan sikap Albilla pun segera menanyakan masalah apa yang terjadi. Bel masuk berbunyi Elang langsung balik menuju ke kelasnya dan sedikit marah kepada Albilla, karena ucapan Elang tidak sekali didengar baik oleh Albilla. "Bil kamu kenapa? Marahan sama Elang ya?" "Sst ngga ko" Bel istirahat berbunyi Albilla yang memilih untuk berdiam diri di kelas diajak ke kantin oleh


341 Krisdayanti dan Egar, Albilla justru menolak nya. Akhirnya Krisdayanti menyuruh Egar untuk menbelikan siomay. Suasana di kelas sepi, hanya ada Albilla dan Krisdayanti saja. Krisdayanti masih saja menanyakan Albilla, tertumben sekali ia tidak bersemangat sekolah seperti biasanya. Ini adalah waktu yang tepat untuk Albilla menjawab dengan jujur kepada Krisdayanti. "Bil, aku masih penasaran kenapa kamu kok engga semangat ke sekolah? Terus juga tadi Elang di cuekin sama kamu?" "Kris sebenerny----"


342 Reva datang ke kelas Albilla dengan circlenya. Albilla yang melihatnya langsung ketakutan. Tetapi kedatangan Reva ke kelasnya Albilla hanya memberikan surat dispensasi untuk anak paduan suara. Reva yang melihat Albilla dan Krisdayanti dengan mata tajam dan penuh amarah. Krisdayanti yang melotot ke arah Reva merasa tidak terima atas perlakuan yang kemarin. Krisdayanti ingin melanjutkan balas dendamnya tetapi ia takut kalau Albilla juga kenapa kenapa. "Apa kamu liat liat kaya gitu?" Ucap Kris


343 "Biarin lah, mata mataku?" Duarr suara meja yang di hantam oleh Kris Albilla mencoba menenangkan Kris agar tidak terjadi pertengkaran. Egar datang dengan membawa siomay, tetapi siomaynya malah dimakan oleh Dandi. Reva dan circlenya pun pergi meninggalkan kelas. Krisdayanti yang menanyakan kembali apa yang sebenarnya terjadi dengan Albilla dan Elang tetapi Albilla tidak ingin melanjutkan. Bel sekolah berbunyi pelan, Albilla yang cepat cepat merapihkan buku ke dalam tasnya agar


344 segera pulang, supaya tidak bertemu dengan Elang. Sesampainya di gerbang sekolah Egar bertemu dengan Albilla dan menawarkan untuk pulang bersama. Cuaca panas dan angkot pun tak kunjung datang, Albilla menerima tawaran dari Egar. Sesampainya di depan rumah Albilla Elang sudah berada di depan bertanya kepada Albilla. "Loh kalian kok bisa pulang bareng?" "Iya tadi Albilla nunggu angkot tapi angkotnya ga dateng dateng jadinya aku anterin pulang, aku kira Albi pulang sama kamu lang, sorry ya" ucap Egar


345 "Mm ya udah makasih ya gar, aku langsung ke dalem dulu" Albilla pun sama sekali tidak memperhatikan Elang. Elang merasa sangat sedih dan kecewa. Elang tak kunjung pulang, ia malah menunggu di depan rumah Albilla sampai ia bertemu dan berbicara dengannya. Waktu sudah malam tetapi Elang belum saja pulang, tibalah ayah Albilla yang baru saja pulang dari luar kota. Ayahnya terkejut kenapa Elang bisa ada di rumahnya malam hari. Ayahnya langsung menghampiri Elang dan memarahinya.


346 "Ngapain kamu disini? Ini sudah malam" "Iya om, pengin berbicara dengan Albilla" "Apa kamu lupa dengan perkataan saya? Saya sudah mengingatkan kamu untuk jangan bertemu dengan Albilla dan jangan datang ke rumah ini" Suara keributan ayah Albilla membuat Ibu dan Albilla yang sedang makan pun langsung menuju ke luar. Ibunya antara merasa kaget dan senang. Kaget karena Elang menunggu Albilla dari sepulang sekolah hingga larut malam, dan senang karena suaminya pulang dengan selamat. Albilla


347 merasa takut, karena kalo ayahnya tau, Albilla sedang berhubungan dengan Elang pasti akan memarahinya habis habisan. Kemudian ibu Albilla ingin menyelesaikan permasalahannya di dalam rumah. Albilla dan Elang pun serasa disidang karena suasana canggung dan menegangkan. "Om, saya ingin berbicara kepada Albilla" "Mau bicara apa kamu?" "Saya ingin meminta maaf sama Albilla"


348 "Kamu nyakitin apa ke anak saya?" Bentakan dari ayahnya Albilla "Sayyy-" "Yah, lang udah stop, yah engga ada apa apa ko" "Ayah pengin tau kalian berdua, kalian engga pacaran kan, kalau iya sekarang juga salah satu mengatakan putus di depan ayah, sekarang" Suasana makin menegangkan setelah ayah Albilla membentak keduanya. Tidak ada yang


349 mengkaui bahwa Albilla dan Elang menjalin hubungan. Namun kemudian "Lang, kita putus" ucap Albilla Mendengar kabar tersebut Elang pun kaget dan ayah Albilla pun marah. Albilla langsung menuju ke kamarnya dan mengunci pintunya dengan keras. "Mending sekarang kamu pulang saja, sebelum tangan saya menampar pipi kamu" Elang yang sangat kaget mendengar Albilla tidak mendengarkan perkataan ayahnya. Ibunya


350 Albilla pun segera meredamkan amarah ayahnya Albilla dan langsung membujuk Elang agar langsung pulang kerumahnya. Hari ini weekend, jadi Albilla bisa malesmalesan di rumah. Itu yang dipikirkan Albilla, tapi kenyataannya ia diberikan tugas rumah yang menumpuk seperti menyapu, mengepel, cuci piring, dan lain sebagainya. Ibunya akan pergi arisan jadi ibunya tidak sempat untuk berberes rumah jadi semua pekerjaan rumah di kerjakan oleh Albilla. "Nak ayo bangun, jangan mentang-mentang hari ini libur kamu bisa males-malesan ya, itu cucian piring


Click to View FlipBook Version