351 masih banyak, baju belum di jemurin, belum nyapu sama ngepel juga, bangun cepetan ibu mau pergi arisan nih" "lya-iya bu" "lya-iya tapi tidur lagi, ayo bangun dah siang koh, jangan sampai ibu siram kamu pake air dingin loh" "Iya ini bangun" "Yaudah ibu per-"
352 "Eh itu kenapa kasur sama meja belajar berantakan, beresin juga itu loh, jangan sampe ibu pulang rumah belum beres" "Iya bu" "Yaudah ibu pergi ya, assalamualikum" "Waalaikumsalam, ati-ati bu" "Iya, kamu juga ati-ati mbok ada maling masuk" "Ya Allah jangan lah bu, semoga aman-aman aja"
353 Akhirnya ia sendirian di rumah karna ibunya pergi arisan dan juga ayahnya yang sedang ada urusan di luar. Albilla awalnya bingung memilih apa yang akan dia kerjakan lebih awal. Akhirnya dia memilih untuk hp an terlebih dahulu agar dia lebih semangat menjalani hari, sebenarnya tidak ada hubungannya antara hp an dengan bersemangat di pagi hari, itu hanya alesan Albilla saja agar dia bisa bermalasmalasan lebih lama sebelum ia kerja rodi. Albilla yang sudah memegang hpnya lalu membuka aplikasi WA sayangnya dia bingung apa
354 yang akan ia lakukan selain membuka status Wa teman-teman nya karena tidak ada yang menge chat dirinya, ya nasib jomblo begitulah. Akhirnya Albilla menge chat Egar untuk menemaninya sebentar. "Gar, dah bangun belom apa masih molor?" "Dah napa sih?" "Nggak papa gabut aja" "Sama aku juga gabut, yaudah ngobrol aja yuk daripada gabut"
355 "Hari ini aku banyak banget kerjaan masa gar, nyuci piring, jemurin, sama lain sebagainya, soalnya ibuku pergi arisan jadi kerjaan rumah semua aku yang urusin padahal biasanya aku cuma setengah doang" "Ya nggak papa itung-itung nambah pahala, aku juga tadi di suruh bantuin bapak ku nyiram sama nyuci mobil" "Gimana kalo nanti sore jalan-jalan, mau nggak?" "Mau, nanti ya sorean pas ibuku dah pulang jadi rumah ada yang nungguin"
356 "Loh kamu sendirian?" "lya nih, ayahku lagi ada urusan di luar dah pergi dari subuh" "Ati-ati loh nanti ada yang nemenin" "Maksudnya?" "Alah kayak nggak tau aja, mba kunti" "Jangan gitu lah gar"
357 "lya-iya ati-ati aja soalnya kamu sendirian, takutnya maling bisa masuk" "Ibuku juga tadi bilang gitu, semoga aja nggak ada maling masuk" "Kalo ada apa-apa telfon ibumu, kalo nggak telfon aku juga nggak papa, aku mah siap kapan aja kalo kamu butuh, langsung meluncur aku ke rumah mu, tenang aja" "Oke-oke, udahan dulu ya aku mau beres-beres, takut nanti ada yang belum selesai pas ibuku balik, habis aku sama ibuku kalo ada yang belum selesai"
358 "Yaudah bye, ketemu nanti sore ya" "Yoo" Setelah mengobrol sebentar dengan Egar, ia langsung mengerjakan rumah yang sudah di tugaskan oleh ibunya tadi. la memilih untuk merapihkan kamarnya terlebih dahulu. Saat Albilla sedang membersihkan kamar ia tiba-tib teringat dengan Elang, ia berpikir untuk mundur dan mencoba melupakan perasaanya kepada Elang meskipun susah tapi ia harus tetap mencobanya. Mungkin dengan nanti ia pergi jalan-
359 jalan dengan Egar ia bisa melupakan masalahnya dengan Egar. Sorenya, ibu Albilla sudah pulang dari Arisan. Albilla meminta izin ibunya untuk pergi jalan-jalan dengan Sgar sore itu, ibunya pun mengizinkan tetapi Albilla tidak boleh pulang terlalu sore apalagi sampe maghrib. Egar sudah menunggunya di depan rumah, Albilla pun buru-buru ganti baju untuk pergi sore itu. "Bu aku pergi dulu ya, Egar dah di depan soalnya"
360 "Iya ati-ati jangan lupa helmnya dipake sama inget jangan pulang kesorean sebelum maghrib harus dah sampe rumah, awas aja kalo kesorean ibu kunci pintu gerbangnya" 'Ya Allah gitu banget bu sama anak sendiri, iya nanti Albia usahin pulang gasik, tapi nggak tau ya kalo nanti hujan atau macet" "Nggak usah ngadi-ngadi deh, kalo hujan kan bisa pake jas hujan trus macet? Hello sini bukan jakarta bil nggak bakalan macet lah, pokoknya harus pulang gasik kalo nggak mau ibu kunci dari dalem"
361 "Lah trus kalo bapak pulang maghrib gimana? Di kunci juga" "lih ya Allah nih anak banyak alesan banget dah sana pergi, itu si Egar dah nungguin kan di depan, sanah kasian dia nunggu lama cuma gara-gara kamu ngomong terus sama ibu" "Iya-iya bu, pamit ya bu assalamualaikum" "Waalaikumsalam" Akhirnya Albilla keluar rumah setelah ribut dulu dengan ibunya.
362 "Maaf dah nunggu lama ya?" "Menurut situ? udah 15 menit nih nuggu di depan pager" maaf deh" "Iya nggak papa, aku juga cuma bercanda kok, aku mah siap nunggu lama demi pricess ku tercintah" "lya-iya deh, yuk"
363 Mereka berdua pergi meninggalkan rumah Albilla. Di jalan menanyakan tempat pertama yang akan mereka tuju kepada Albilla karena ia masih belum paham jalan-jalan di daerah sini. "Mau kemana dulu" "Makan dulu aja yuk, kamu dah makan belum?" "Kebetulan aja belum, mau makan apa nih?" "Dingin-dingin gini enaknya makan bakso nggak sih"
364 "Wah makanan kesukaan mu nggak berubah ya, ternyata kamu masih suka bakso, boleh deh buat anget-anget" "Ya gimana bakso emang enak" Sesampainya di tempat bakso mereka langsung mencari tempat untuk mereka makan, sampai akhirnya mereka terpaksa duduk di dekat kipas angin karna tenyata tempat duduk disitu penuh dan yang kosong hanya dekat kipas angin.
365 "Ini bapaknya gimana ya kok lagi dingin-dingin gini kipas angin nya dinyalain, kamu kedinginan nggsk?" ucap Egar "Iya nggak tau tuh, iya nih dingin banget" "Yaudah aku matiin ya" "iya matiin aja" "Aku yang pesenin ya baksonya, bakso urat sama jeruk anget kan?" "lya, masih inget aja koh"
366 "Aku gitu loh" Setelah mereka memesan dan menunggu pesanan mereka jadi, akhirnya pesanan mereka selesai. "Mau aku ambilin nggak sambelnya?" "Boleh deh, segini cukup?" "Cukup, makasih" "Nih biasanya pake cuka"
367 "Makasih" "Bisa ya kamu masih inget makanan yang aku suka, aku aja lupa makan apa yang kamu suka" "Bisa dong aku gitu loh ingetan ku tuh emang bagus dari dulu, emang kamu pikunan banget orangnya" "Eh nggak ya, ingetan ku juga bagus tau" "Lah katanya tadi lupa aku suka makan apa" "Kan tadi, sekarang dah inget"
368 "Yaudah deh, coba kalo inget aku suka makan apa coba" "Soto, benerkan?" "Iya-iya bener" Egar menjawab sambil tersenyum kecil kepada Albilla. Sebenarnya tebakan Albilla salah, Egar memang suka soto tapi yang paling ia suka nasi goreng. Tapi ia tetap mengiyakan agar Albilla tidak malu saat mengetahui bahwa sebenarnya tebakan yang ia lontarkan salah.
369 Setelah mereka pergi makan mereka melanjutkan perjalan mereka sampai akhirnya mereka lelah dan memilih untuk pulang. "Makasih ya gar dah ngajakin jalan-jalan" "Iya sama-sama, kapan-kapan jalan-jalan lagi yuk" "Siap, aku kalo di ajakin jalan-jalan mah siap aja" "Yaudah aku pulang dulu ya, nitip salam buat orang tuamu sama bilang maaf nggak bisa mampir" "Iya ati-ati ya"
370 Albilla merasa senang karena hari ini dia bisa jalan- jalan dan melupakan semua masalahnya, Albilla sangat berterimakasih kepada Allah karena sudah memberikan nya teman yang sangat baik seperti Egar. Esoknya saat Albilla masuk sekolah dengan raut wajah sedih. Saat Albilla masuk ke kelas semua temannya melihat Albilla dengan tatapan serius termasuk Krisdayanti. Albilla yang tidak tahu apa apa langsung duduk dibangkunya dengan lesu. Guru pun datang dengan menanyakan tugas tetapi Albilla lupa akan tugas tersebut, kebetulan guru mapel tersebut galak, ya benar saja Albilla disuruh keluar untuk tidak mengikuti pelajarannya.
371 Krisdayanti yang sudah menggarap tugasnya pun mengakui bahwa ia juga belum mengerjakan jadi ia diluar bersama Albilla. "Kris, bukannya kamu udah ngerjain ya" "Sut udah ayo kita ke gazebo belakang" Albilla dan Krisdayanti menuju ke gazebo belakang. Krisdayanti ingin bercerita kenapa bisa Albilla putus dengan Elang. Sesampainya di gazebo belakang bertemulah Albilla dengan Elang. Hal ini membuat Albilla makin susah untuk move on darinya. Ketika Albilla menatap wajah Elang, Elang
372 pun menghiraukan dan langsung pergi ke kelas dengan temannya. Albilla yang melihat Elang tidak seperti biasanya merasa sedih. Tetapi ia menyadari bahwa Albilla lah yang membuat Elang marah. "Bil kamu kamu beneran putus sama Elang?" "Iya kriss" "Kok bisa? Padahal kalian baru 1 hari loh" Albilla ingin mengatakan sejujurnya bahwa ia putus bukan keinginan ia sendiri melainkan keinginan Reva, tetapi jika ia berterus terang kepada
373 Krisdayanti akan membuat kerusuhan yang besar pastinya. "Aku mau fokus masa depan dulu kris, bentar lagi kan ujian terakhir" "Masa gitu sih, sejujurnya aku engga yakin sama jawaban kamu, bil udah jujur aja ya" "Kris, tapi kamu jangan langsung marah ya habis denger jawaban aku, kalo kamu udah tau kamu jangan langsung jadi anarkis"
374 "Hah? Emang kenapa bil, cepet cerita ke aku kenapa" "Jadi sebenarnya, aku putus sama Elang bukan keinginan ku sendiri" "Karena ayahmu bil, semalem juga ada ayahmu kan yang minta kalian berdua putus" "Iyaa tapi bukan cuma ayahku aja yang minta. Kris, kamu tau nggak Reva geng bebas?" "Ohhh gara gara si Reva itu kamu putus sama Elang?"
375 "Iya kris. Aku diancam sama dia buat putus sama Elang kalo engga nanti kamu aku sama Egar selalu dalam bahaya" "Kurang ajar nih orang" ucap kris sambil melintingkan lengan bajunya "Udah dong kriss, kan udah bilang jangan jadi anarkis kalo abis denger ini, kamu jangan kasih tau ke Elang ya, bilang aja putus gara gara Albilla pengin fokus ujian" "Bil, kalo Elang tau pasti dia bakal marah ke Reva"
376 Bel istirahat berbunyi seperti biasa Albilla, Krisdayanti dan Egar menuju ke kantin untuk membeli siomay, disamping itu Albilla melihat Elang yang juga membeli siomay. Ia pun tidak mengatakan apa apa dan cuek ke Albilla. Apakah Elang masih marah kepada Albilla? Sudah seminggu ujian berlalu kini Albilla sedang duduk sendirian di taman belakang. Hal tak disangka datang kepada Albilla, Elang datang menghampiri Albilla dan ingin menanyakan kenapa ia bisa memutuskan untuk berhenti menjalin hubungan. Albilla yang awalnya sedih dan banyak
377 pikiran langsung menjadi semangat dan deg deg an. Elang langsung duduk di sebelah Albilla dan menanyakan "Bil, jujur aja kamu putusin aku kenapa?" "Lang, aku pengin fokus ujian dulu" "Ujian kan udah selesai, gimana kalo kita balikan?" Albilla yang mendengar kabar tersebut merasa senang karena ia kira Elang akan marah seumur hidupnya. Tetapi Albilla masih terngiang ngiang ucapan Reva.
378 "Bil, kok kaya ngalamun sih, heii" "Em maaf lang aku ga bisa nerima kamu lagi, lagi pula bentar lagi kamu mau ke Sydney kan, aku gamau kita LDR" "Kan masih bisa video call bil, lagi pula aku engga bertahun tahun disana ko, pasti nanti aku balik" "Lang, sekali lagi maaf ya, gabisa" Albilla langsung meninggalkan Elang dengan terburu buru. Tiba tiba Albilla keseleo dan jatuh. Elang langsung menggendong nya ke uks.
379 Sesampainya di uks Albilla diobati oleh petugasnya dan ditemani oleh Elang. Bel berbunyi dan Elang harus mengikuti pelajaran matematika, tetapi Elang lebih memilih untuk tetap berada di uks menemani Albilla hingga kakinya sembuh. Albilla yang tau betul guru mapel matematika mengerikan langsung menyuruh Elang untuk menuju ke kelasnya, tetapi Elang menolaknya. "Lang, mending kamu pergi ke kelas deh" "Ga bil, aku mau di uks nungguin kamu sembuh" "Aku bisa sendiri lang, ini mapel matematika loh, nanti kamu bisa kena marah sama guru matematika"
380 "Gapapa dah, mending kamu sekarang jujur aja bil, aku masih engga percaya kenapa kamu mutusin aku" "Itu lang aku udah jujur ke kamu tapi kamu masih ngeyel" Elang pun menunggu di uks selama 4 jam hingga bel pulang berbunyi. Albilla yang ketiduran di uks dan Elang pun juga ketiduran menunggunya. Saat Albilla terbangun dari tidurnya ia kaget saat membuka hp nya, yap banyak miss call dari Krisdayanti dan ia langsung membangunkan Elang
381 untuk segera pulang. Akhirnya Albilla digendong ke kelas oleh Elang. Albilla sudah mencoba untuk menolaknya tetapi Elang memaksanya. Sesampainya di kelas, Krisdayanti pun terkejut melihat Albilla di gendong oleh Elang. Krisdayanti menanyakan kenapa Albilla bisa kembali dengan Elang. "Eh lang, kok--" "Sut ini bantuin Albilla, dia abis keseleo tadi" "Owalah pantesan aku call ga diangkat angkat, pasti tidur di uks"
382 "Hehee maaf" "Bil, aku anterin kamu pulang ya?" "Engga lang, aku bisa pulang sama Kris" "Bener kris?" Ucap Elang sambil melihat Krisdayanti "Iya deh nanti aku anterin Albi sampe kamarnya" "Ya udah, tolong jaga Albilla ya nih aku kasih uang saku buat beli bensin" ucap Elang sambil memberikan uang 20 ribu untuk Krisdayanti
383 "Yee, 20 ribu mana cukup tambah 30 ribu kali lah" "Sorry duitku tinggal segitu tadi juga habis iuran kelas, buat nggantiin jendela yang pecah" "O pasti geng bebas buat onar lagi ya" ucap Kris "Tu tau aja" Albilla dan Krisdayanti akhirnya pulang bareng menggunakan mobil kesayangan Krisdayanti. Di dalam perjalanan Krisdayanti menanyakan kenapa ia bisa akrab kembali dengan Elang.
384 "Bil, Elang minta balikan lagi ke kamu?" "Iya nih kris, tapi aku tolak" "Hm pasti masih keinget ucapan Reva ya?" "Tu tau aja, lagian juga dia mau ke Sydney, aku ga mau LDR sama dia" "Aelah, ya udah si terserah kamu, tapi kalo aku jadi kamu, aku bakal ga dengerin apa kata Reva. Lagi pula kan ada Elang, bisa aja dia dimarahin"
385 Seminggu telah berlalu, kini pengumuman siswa eligible. Seluruh siswa kelas 12 dikumpulkan di dalam aula. Saat pengumuman siswa eligible, Albilla terkejut karena ia termasuk ke dalam siswa eligible, otomatis ia bisa masuk di jalur SNBPTN / jalur undangan. Elang mengucapkan selamat kepadanya. Begitupun Krisdayanti dan Egar ia juga termasuk kedalam siswa Eligible. Waktu malam hari Albilla pun berembug dengan kedua orang tuanya untuk memilih jurusan kuliah, Albilla yang menginginkan kuliah di ugm jurusan Jurnalistik dan Undip jurusan Gizi. Tetapi opini tersebut bertentangan dengan ayahnya, ayahnya menyuruh Albilla untuk masuk di
386 kedokteran UGM saja. Hal tersebut ditakuti oleh Albilla karena was was akan ditolak di kedokteran, lagipula nilai rata rata Albilla dibandingkan siswa lain yang ingin masuk di kedokteran termasuk rendah. Albilla hanya mendapatkan rata rata 91,43 dan siswa lain 95 keatas. Ayahnya Albilla tetap menyuruhnya untuk masuk di kedokteran akhirnya Albilla mengikuti perintahnya. Tibalah hari pengumuman SNBP tepatnya di hari rabu dan masuk sekolah. Krisdayanti dan Egar yang sudah membuka laptopnya dengan penuh semangat. Albilla yang takut akan ditolak oleh pilihan pertamanya yakni di UGM. Saat waktu telah
387 tiba kini Krisdayanti dan Egar langsung memasukan nomor dan tanggal lahir dan dinyatakan lolos di pilihan pertama, yap keduanya diterima di UGM, Krisdayanti yang diterima di ilmu komunikasi sedangkan Egar yang diterima di Teknik Mesin. Albilla yang melihatnya langsung bangga dan senang, karena kedua temannya lolos di pilihan pertama. Kini giliran Albilla yang membuka link SNBP dan memasukan nomor dan tanggal lahir. Albilla sangat was was karena ia takut ditolak. Ketika dibuka jengg jengg jenggg berwarna biru, yang artinya Albilla di terima di SNBP. Krisdayanti dan Egar yang melihat langsung berteriak haru. Tetapi Albilla malah sedih, karena ia diterima di pilihan
388 kedua yakni di Undip. Padahal Albilla sangat menginginkan di UGM dan ayahnya sangat mengharapkan ia berkuliah kedokteran. Krisdayanti yang bingung dengan raut wajah Albilla langsung menanyakan kepadanya "Bil ini kamu lolos lohh, warna biruu kenapa sedih gitu" "Aku ga di UGM kris" langsung memeluk Krisdayanti dengan tangisan "Bil udah bersyukur aja, banyak juga yang pengin di Undip"
389 "Tapi nanti ayahku tau kalo engga diterima di UGM pasti bakal kecewa kris" "Sutt dah jangan nangis lagi ya, padahal warna biru, coba lagi utbk tau depan siapa tau keterima di UGM" "Tapi kita nanti bakal pisah nih, kalian berdua di Jogja aku di Semarang?" "Eitts, ya gak dong, kita usahain kalo sabtu minggu ke Semarang deh" ucap Egar. Tiba tiba datanglah Elang ke kelas Albilla sambil mengucapkan selamat dan memberikan
390 bunga mawar. Albilla yang terkejut dengan kehadiran Elang langsung ceria dan bersemangat. Elang pun juga di terima di SNBP ya dia keterima di ITB sangat jenius bukan? Tetapi Elang menolaknya untuk berkuliah. Elang memilih kuliah di luar negeri dan ingin melanjutkan bisnis ayahnya yang berada di Sydney. Albilla yang mendengar kabar tersebut langsung sedih karena ia akan berpisah dengan Elang.
391 Bab 8 Sumbing Gunung memang bahaya, tapi manusia tanpa persiapan sama saja mengundang bahaya Seberes selesai kuliah alih alih pulang, sore hari pada tanggal 2 Desember Albilla dan Sara pergi ke Wonosobo dari Semarang, kenapa ke Wonosobo? karena berencana mendaki ke Gunung Sumbing sekaligus melengkapi triple S, Slamet sudah, Sindoro sudah, dan sekarang tinggal Sumbingnya dong. Dalam perjalanan Albilla dan Sara tidak hanya berdua saja tetapi ditemani oleh seorang pemikat gondrong pendaki profesional namanya
392 Cakrabuana. 3 hari sebelum mendaki Albilla dan Sara dihubungi oleh Cakrabuana "Jadi ga melengkapi triple S" Astaghfirullah Albilla dan Sara lupa menghubingi Cakrabuana kalo pendakiannya jadi, setelah itu Cakrabuana menjawab dengan satu kata "Y" Setelah itu Albilla dan Sara koordinasi dan berjanji untuk ketemuan di Wonosobo. Setelah sampai di Wonosobo Albilla dan Sara menginap semalam dan
393 bertemu Cakrabuana. Di rumah Cakrabuana, Albilla dan Sara bercerita tentang pendakian. "Bro, ceritain pengalaman dong, pas ndaki di gunung Arjuno" ucap Sara untuk Cakrabuana "Wah gilak sih, kacau parah, sebenernya dari awal masih fine fine aja, cuman pas sampe pos 2 agak engga sreg aja sih, mungkin cuma firasat aja kali ya, akhirnya lanjut lah pendakian berangkat cuma ber 5 tiba tiba pas jalan satu persatu ngerasa 6 orang, disitu pikir pikir lagi, ini emang kecapeaan apa nyata" "Terus gimana bang, pendakian tetep lanjut atau stop dulu" ucap Albilla
394 "Nah waktu itu pendakian sempet berhenti dulu engga lama sih cuma semenit aja, pas berhenti kok masih 6 orang ya, mbatin kan, tapi kita setim menghiraukan, tetep lanjut aja" "Akhirnya ikut sampe puncak atau gimana bang" "Pas sampe puncak sih udah ga ada ya, kita alhamdulilah berlima sampe puncak" "Keren bang, dapet sunset apa sunrise" "Sunrise, kita berangkat jam 9 malam, harusnya kita rest dulu, tapi katanya kalo berangkat jam 12 an itu
395 bakal dingin, dan pastinya kita takut dong kalo tim banyak yang kena hipotermia, karena ga mau ambil resiko akhirnya kita memutuskan berangkat jam 9" Tiba tiba Sara mendapat telfon dari orang tua, Sara disuruh untuk tidak mendaki karena orang tuanya punya feeling negatif, tapi Sara tetep bersikekeh untuk mendaki Gunung Sumbing "Sar, mending kalo ortu ga ngerestuin buat ndaki kita cancel aja deh, soalnya feeling orang tua ga pernah boong" "Biasa cak, memang gitu, khawatir sama anaknya"
396 "Emm, iya Sar, apa mending kita cancel aja ya? Takutnya ada hal yang ga enak terjadi" "Yah, kita udah berjanji buat ndaki triple s, kalo bukan sekarang kapan lagi? Mumpung lagi cuti kuliah" Karena Sara tetap bersikekeh ingin mendaki maka pendakian pun jadi dilaksanakan tanggal 3 Desember. Pagi pun tiba, suara ayam yang merdu di sambut matahari yang bernyanyi, Albilla dan Sara diantar sama Cakrabuana pake mobil box untuk menuju ke
397 jalur pendakian, kurang lebih memakan waktu 30 menit. Sesampainya di jalur pendakian tepatnya jalur bowongso Albilla dan Sara bertemu dengan teman se prodi. Alasan kita memilih jalur bowongso karena tempatnya sepi dan mungkin lebih cepat menuju ke puncak. "Weh, akhirnya ngelengkapin triple s aja" ucap Ajrin, teman se prodi Sara dan Albilla "Ya dong, eh ngomong ngomong kamu juga ndaki to, perasaan kemarin diajak ayang buat nemenin wisudanya" ucap Sara
398 "Heehee, lebih pengin naik gunung sar, ya akhirnya udah ga sama lagi" "Bzirr, ko bisa si, apa yang bisa buat kamu lebih milih naik gunung dari pada nemenin ayang wisuda" "Mumpung cuti, dan ingin melengkapi triple s" ucapnya "Keren" Albilla berangkat dengan mobil box menuju ke arah jalur pendakian via bowongso dengan Sara,
399 Cakrabuana, Ajrin (teman seprodi), Miky (teman Ajrin) Kita sampai sampai di jalur via bowongso, dengan semangat senang dan ceria, dan kita berikrar kalau ada yang sakit sebelum sampai ke puncak maka kita harus tetap menunggu atau mungkin harus turun karena situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan, ibaratnya, 1 engga naik puncak, maka yang lain tidak naik puncak, 1 turun, 1 turun semua. Ketika sampai di pos 1 diberi himbauan bahwa tidak boleh mengatakan kata "dingin" dan tidak boleh memakai baju yang sama misal, jika semua pakai
400 baju hitam maka disarankan agar ganti menjadi warna yang berbeda, agar tidak terjadi hal aneh yang menimpanya. Ketika mendengar peraturan tidak boleh mengucapkan kata "dingin" sebenarnya Albilla Sara dan kawan kawan agak shock mendengarnya, karena biasanya sampai di atas puncak hawa dan cuaca dingin pasti langsung reflek bilang "dingin" sebuah peraturan yang sangat susah untuk dilaksanakan, tapi mau bagaimana lagi, sudah menjadi peraturan, dan harus kita taatinya. Kita diberi jamu brotowali, minyak oles sama petugas agar selama perjalanan ketika ada yang sakit, maka minyak itu segera dioleskan ke bagian area tubuh yang sakit.