The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Buku Ini Karya Albilla Wanda Putri

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by istiyanifarida80, 2023-12-10 09:56:03

CITRAPATA

Buku Ini Karya Albilla Wanda Putri

101 "Biasa kali, sibuk" Karena pada waktu itu Albilla hanya ingin fokus membenarkan diri sendiri supaya menjadi pribadi yang lebih baik, lagi pula sebulan lagi ada ujian kenaikan kelas semester 2, tidak berharap untuk mendapatkan peringkat 3 besar, tetapi ingin membenarkan nilai dari semester ini. (kataku dalam hati) Saat itu Albilla memang tidak dekat dengan teman sekelas, karena awalnya Albilla hanya berteman dengan Hanum, Sael dan Florest, ya jadi cuma diri sendiri aja


102 Bulan April pun tiba, saatnya ujian kenaikan kelas dimulai, Albilla duduk di depan pengawas persis dan duduk sendirian, sebenarnya duduk bersama kakel tapi kakel itu memiliki ruangan khusus untuk menggarap ulanganya. Ada satu culture shock yang bikin Albilla benar benar merasa kaget, mencontek yap memang sudah ga asing lagi kata mencontek, tapi disini yang paling Albilla kagetkan adalah metode catang ( catat tangan ) Albilla yang menganggap hal itu sepele dan ingin melakukan perbuatan itu tetapi nyali tidak sebesar mereka, lagi pula Albilla juga duduk di depan pengawas.


103 Waktu terus berjalan, tak terasa sudah akhir. April dan dilaksanakan Classmeet. Momen classmeet adalah hal yang Albilla tunggu tunggu karena pasti banyak hal yang menyenangkan "Guys ini ada lomba kasti, perwakilan dari setiap kelas 1 anak" kata ketua kelas "Sael sama Daniel aja dah, mantep sih" "Yoai, daftarken cus"


104 "Sip, ada 1 lomba lagi, lomba bazar, lomba bazar 3 hari, yang mau jaga stand hari pertama siapa?" Hanum dan Florest pun mengangkat tangan "Aku aku" "Hari kedua siapa?, Sinta dan Wendy ya" "Hari ketiga Albilla sama Diyan" saat jaga stand, Alhamdulillah stand X MIPA 1 laris manis


105 "Congrats guyss, untung berapa nih" "Hahahaa, segepok Alhamdulillah" Classmeet pun sudah menempati hari terakhir, Albilla sengaja tidak berangkat sekolah karena situasi dan kondisinya tidak memungkinkan. "Besok penerimaan raport, semoga hasilnya memuaskan ya nak" cakap orang tua Hanya satu kata saja yang terlintas di kepalanya "Aamiin"


106 Saat itu pada hari jumat Albilla datang ke sekolah jam 10 bersama orang tuanya dan menuju ke kelas, sesampainya di depan kelas "Bil bil, gilakk 2 bil 2" ucap temanku "Hah apanya yang dua?" Saking ga percaya ke diri sendiri bahwa dapat rank 3 besar "Peringkat 2, selamat yah" ucap temanku


107 "Hahaha yang bener aja, mana mungkin, lagipula teman dari smp juga banyak yang pintar" "Ga percaya?, Liat aja ke dalem" Karena Albilla tidak percaya maka masuk ke kelas kreeett kreeet suara pintu sedikit terbuka Albilla pun langsung melihat daftar peringkat dan nilai kelas "Ya Allah, apakah ini suatu kebetulan?"


108 Tangis hura karena Albilla pun tidak menyangka kalau dirinya bisa mendapatkan peringkat 3 besar "Selamat ya nak, pertahankan" ucap kedua orang tua Albilla Sejak saat itu Albilla menanamkan prinsip ‘lebih giat dan rajin belajar, minimal mempertahankan’


109 Bab 5 Awal Pertemuan Di semester yang baru ini, Albilla mendapatkan kelas yang hampir setiap akhirnya pulang sangat sore. Guru guru mata pelajaran yang didapatkan sebenarnya tidaklah sembarangan, melainkan kebanyakan guru guru senior dan terkenal sangat mengerikan. Saat ini, Albilla sedang duduk diantara dua sahabat wanita, Clara dan Fifi. Mereka berdua sama sama sibuk sendiri dengan laptopnya. Kalau Clara sibuk mencatat lewat Microsoft Word-nya, Fifi malah


110 membuka situs online shop untuk mencari kosmetik baru. "Belajar kali". Bisik Albilla ke arah Fifi "Ela kaya kamu nyimak aja Bil" Bener juga sih. Albilla juga lagi sibuk sama laptopnya sendiri, bermain game football player. Karena Albilla baru kelar kelad jam setengah 5, Albilla sudah membayangkan betapa macetnya perjalanan pulang ke rumah. Belum lagi ketika ada BBM masuk dari Mella menanyakan apakah bisa mengantar dirinya pulang atau tidak.


111 "Engga bisa Mel. Habis pulang mau nganter adek ke bimbel" kata Albilla lewat bbm. Waktu yang tersisa di kelas ini tinggal satu jam lagi, tapi berasa lama sekali dan sangat tidak produktif. Semester baru ini memang baru dimulai, tapi sudah memberikan kesedihan yang mendalam buat Albilla secara pribadi. Albilla merasa di semester yang baru ini merasa tertekan dengan keadaan entah itu dari segi persaingan, pertemanan dan pendidikan.


112 Bulan Agustus hingga November adalah bulan yang paling banyak membuat air mata turun berjatuhan. Bulan Agustus adalah awal dari kesedihan. Albilla yang biasanya happy, menyenangkan, social butterfly tiba tiba berubah menjadi pendiam dan introvert. Hanya ada satu teman yang dekat dengan Albilla, namanya Krisdayanti. Ya, namanya memang seperti penyanyi tapi berbeda orang. Krisdayanti adalah teman sebangku Albilla yang bar bar, tomboy, dan ditakluki oleh seangkatan, walaupun Krisdayanti memiliki sifat seperti itu tetapi ia memiliki hati yang baik dan peduli terhadap sesama.


113 "Eh bil, ngapain si belajar mulu padahal kan cuma uh lewat form" "Emm, biar engga remidi kris, kalaupun lewat form emang jawabanya ada di google?" "Ya elah sante aja, bisa tanya lewat WhatsApp" "Engga ah" Albilla yang tidak ingin mencontek saat ulangan ternyata hampir semua teman kelas mencontek google. Albilla yang merasa tersaingi oleh google merasa sedih dan kecewa.


114 "Bil, ke kantin yu" ucap Krisdayanti "Boleh deh ayuuu" Saat berada di kantin, Albilla dan Krisdayanti pun melihat ibu ibu kantin yang sedang di mainkan oleh kaka kelas, yakni Galang. Galang tidak membayar uang jajan yang telah diambilnya. Krisdayanti yang melihat sambil melotot dan kedua tangan menggenggam langsung menuju ke Galang. "Hehh, cepet bayar lo"


115 "Heh, dekel emang lo siapa ngatur ngatur segala, mending lo belajar sanah, lo kan cewe patut kah ngomel ke kakel" "Emang lo siapa? Mentang mentang kakel cowo jadi berkuasa di sekolah dan mempermainkan ibu ibu kantin ha?" Ucap Krisdayanti "Gue bukannya mempermainkan ya, cuma gue lagi ga ada duit buat mbayar" "Ya kalo ga ada duit lo ga usah mbayar bego" "Eh lu ngajak berantem disini ayo"


116 "Ayo siapa takut" ucap Krisdayanti yang sudah melintingkan lengan bajunya "Duaarrrr" suara tonjok tonjokan "Ehhh udah udah Kriss" sambil memberhentikan perdebatan "Eh ga ada ampun ya buat lo" "Oo masih kurang ya" Duarrr


117 Galang pun pingsan selepas dipukul bagian perut dan pipinya oleh Krisdayanti, sungguh Krisdayanti sangat kuat sekali. "Mampus lo, cepet bayar atau engga gue injek perut lo" "Iya iya" dengan nada kesakitan Perkelahian pun di kerumuni oleh beberapa siswa, termasuk ada guru yang melihatnya dan langsung dilaporkan ke bk. Krisdayanti, Albilla dan Galang pun di panggil ke Bk.


118 "Kalian ngapain berantem di kantin, malu malu maluin aja" "Galang pak, dia berbuat yang engga baik ke ibu ibu kantin, masa iya ga mau mbayar dan ibu ibu kantin di mainkan" ucap Krisdayanti "Ga pak, Krisdayanti yang salah tafsir, padahal hanya buat bercandaan saja" "Sudah, kalian sama saja, mau saya skorsing selama satu minggu atau membersihkan seluruh wc yang ada di sekolah? Termasuk ruang guru"


119 "Jangan dong pak, jangan di skorsing, Galang saja yang bertanggung jawab, lagipula Galang yang memulai duluan pak, Krisdayanti hanya membantu ibu ibu kantin saja" ucap Albilla "Kalo ingin membantu ya jangan membuat keributan, apalagi saya mendengar 10 piring, 2 meja hancur di kantin, padahal itu punya sekolah, sama saja kalian merusak fasilitas sekolah, apa mau ditambah hukumannya" "Ya sudah pak kami membersihkan wc saja" ucap Krisdayanti


120 Akhirnya Albilla, Galang dan Krisdayanti pun keluar dari ruang bk, dan Albilla baru menyadari bahwa selepas istirahat ada ulangan harian kimia. "Kriss kriss, kita mbersihin toiletnya nanti aja ya, selepas pulang sekolah" "Ah gamau ah, mending sekarang aja, mumpung siang, emang lo mau mbersihin toilet jam setengah 5 itupun baru mulai, bayangin aja kalo selese jam 7 pulang pulang bawa temen ghaib lo" "Aduhh, kalo sekarang ada uh kimia kriss"


121 "Kan bisa susulan, kalo lo mau ke kelas ya udah sana, gue si mau mbersihin toilet aja, males gue ulangan" "Duhh ya udah gue ikut lo aja, dari pada nanti ditemenin temen ghaib wkwkwk" "Ya udahh ayoo" Ketika sedang membersihkan toilet, Albilla dan Krisdayanti mencium aroma bau yang menyengat "Kriss udah ga tahan guee"


122 "Bentar lagi selese, 5 wc lagi sabar ah" Akhirnya mereka pun satsetsatset membersihkan toilet, tak lama kemudian mereka sudah selesai membersihkan toilet dan kembali ke kelas dengan seragam kotor dan bau badan yang menyengat. "Ihhhh bauuu apa ini?" "Ih iya bau apa ya, datengnya pas Albilla sama Krisdayanti dateng lagi" "Mending keluar aja deh"


123 "Heh, lo sadar diri dong, emang lo ga bauu, makanya kalo punya hidung jangan di tempel di muka, tempel tuh di ketiak lo" ucap Krisdayanti "Eh lo mau masuk bk lagi?" "Emang gue ngapain lo, dan elo siapa?" "Udahh udahhh Kriss, biarin aja itu mah, lagian nanti kita suruh mbersihin kamar mandi lagi" ucap Albilla Ketika selepas pulang sekolah Albilla diajak Krisdayanti untuk ikut bermain dengannya ke Heritage Cafe tetapi Albilla menolaknya dengan


124 alasan ingin belajar karena besok ada ulangan harian fisika. "Bil, cafe yuk, mumpung besok free" ucap Krisdayanti "Free apaan, besok ulangan fisika kriss, aku ga ikut yaa sorry" "Ha? Emang ulangannya besok? Bukannya diundur minggu depan?"


125 "Bu guru ralat lagi, barusan tadi siang WhatsApp kelas kalo ulangan jadi besok, emang kamu belum buka chatnya?" "Owalaa, belum, ya udah si, yakin ga ikutt? Lumayan dapet kenalan" "Kenalan siapa? Temen smpmu?" "Iyakk, mereka populer lohh" "Populer bagi orang kroya dan sekitarnya ya kris hehe"


126 "Dih bukan sembarang, ya terkenal gantengnya sih, seangkatan kita juga" "Emang ada?" "Makanya lo ikut aja dari pada penasaran" "Engga ah, mau belajar aja, siapa tau besok engga remidi" "Ya udah gue cabut dulu ya, eh lo dianter apa bawa sendiri?" "Bawa sendiri"


127 Albilla dan Krisdayanti pun berjalan menuju ke parkiran, tiba tiba di penggokan uks Albilla tidak sengaja menabrak seseorang. "Duarrr" "Aduh, maaf maaf" "Iyaa aku juga" "Eh Kris, apa kabar"


128 "Baik, lo gimana lang, lama ga ketemu padahal masih satu sekolah lo introvert ya?" "Sehat, lo gimana?, Ee engga sih banyak rapat jadi ya sibuk minta tanda tangan guru" "Sehat juga, eh kenalin ini Albilla temen sebangku gue" "Ohh, kenalin Elang, temennya penyanyi Krisdayanti" "iyaa, salam kenal juga Albilla"


129 Albilla pun berjabat tangan dengan Elang dengan pupil mata membesar. "Ehm ehm, katanya mau pulang jadi gak" "Eh iya, yuk kris kita pulang" "Lang, jangan lupa ntar malem di heritage Cafe ya" "Siap" Setelah itu Albilla dan Krisdayanti melanjutkan perjalanan pulang dan bertanya sesuatu ke kris


130 "Kris, tadi temen lo?" "Hooh baru tau ya?" "Iyaa, kok lo bisa akrab banget sama cewo si, padahal kan lo cewe" "Temen cowo gue banyak bil, ya ga tau tiba tiba nyambung aja kalo diajak ngobrol" "Ooo, emang lo ga takut?" "Takut kenapa? Aman gue juga pilih mana yang bener, lagipula kalo berteman sama cowo bisa


131 banyak untungnya ko, contohnya bisa berani sama orang yang ngejahatin kita" "Hahaha, besok kalo ada yang jahatin gue lo aja yang ngurusin ya kris" "Ya elah, tinggal tonjok aja udah mampus" "Nanti gue ditonjok balik gimana, bisa kacau nanti" Ketika keesokan harinya Albilla mendapatkan soal ulangan fisika dengan terkejut, karena materi dan rumus yang dipelajarinya tadi malam tidak ada yang keluar sama sekali.


132 "Aduh mampus nih" Albilla yang melihat teman teman sekitar terkejut karena banyak yang mencontek dan membawa kertas contekan rumus fisika. Selepas selesai mengerjakan ulangan fisika Albilla merasa teman temannya licik tetapi Albilla berpikir, semoga saja nilainya lebih bagus dari pada yang mencontek. Hari pun berganti, Albilla mendapat kabar bahwa ulangan fisika dipajang di papan pengumuman dan ia mendapatkan nilai terendah di kelasnya, Albilla merasa sedih sekali karena ia


133 merasa sia sia belajar hingga larut malam tetapi hasilnya tidak seindah yang ia kira. "Bil kamu kenapa?" Ucap Krisdayanti "Kamu udah liat papan pengumuman kan?" "Oo, biasa aja tuh, udah lah ga usah dipikir, lagi pulang baru remed satu kali ini, mungkin kamu kurang belajar?" "Apaan si kris, gue belajar sehabis sekolah sampe jam 1 malem, emang kurang lama ya? Dan materi rumus yang gue pelajari gak keluar sama sekali"


134 "Lah emang lo belajar apa aja? Ko lama banget" "Huhu, gue kalo di fisika selalu aja lemah, makanya 1 bab bisa belajar 5 jam buat memahami & menggarap soal soal" "Udahh gapapa, lain kali coba lagi ga usah nangis" "Gue sebenernya agak marah si sama temen sekelas" "Loh kenapa? Semua termasuk gue?"


135 "Emang kemarin lo bawa kertas contekan?" "Engga, kan gue duduk sebelah lo, lo ga liat? Emang siapa yang contek?" "Bagian belakang, bawa kertas rumus kris :)" "Ya udah lah, buguru tau kok siapa yang jujur siapa yang engga" "Tapi kalo buguru tau kenapa nilai itu harus dipajang di papan pengumuman, lagipula mana adil yang jujur dapat nilai rendah sedangkan yang contekan dapet nilai tinggi"


136 "Bil, biarin aja mereka, waktu yang akan menjawab" "Lu ih bawaanya kaya gitu mulu, emang kalo lo ada di posisi gue ga mau lapor?" "Lah ngapain lapor? Lemah tau, kalo gue biarin aja mereka, lagipula kalo sukses itu ga selalu dapet nilai 100, yang penting mah kita baik ke orang, attitude bagus, bisa bersosialisasi, punya banyak teman, rajin dah itu si yang gue tanamin pada diri gue" "Ya udah, gue mencoba buat nerima ya"


137 "O iya bil, nanti malem mau kumpul ga?" Ucap Krisdayanti "Kumpul dimana?" "Biasa di Heritage Cafe, ada Elang loh" "Males ah, nanti mau maraton film" "Ayo dong sekali kali, nanti habis pulang langsung maraton, lumayan dapet kenalan" "Boleh deh, tapi pulangnya jangan malem malem kris, nanti gue diomelin"


138 "Oke" Pada malam hari tepatnya jam 19.00 Krisdayanti menjemput Albilla menggunakan mobil jeepnya untuk menuju ke Heritage Cafe. Albilla yang biasa dengan Krisdayanti pun kaget ketika Krisdayanti tidak menggunakan hijab, terlihat potongan rambut nya model laki laki. "Wuttt, kris loo" "Ssttt, dah mending sekarang kita cabut aja"


139 Setelah sampai di Heritage Cafe, Krisdayanti pun bertemu dengan teman teman SMPnya termasuk Elang, ya Elang adalah teman Smp Krisdayanti yang katanya orangnya anak motor. Albilla pun kaget yang dikira teman kebanyakan cewe ini ternyata malah kebanyakan cowo, Albilla jadi malu malu dan tidak berbicara, apalagi dengan orang yang belum kenal kecuali Krisdayanti. Ketika bertemu dengan teman teman Krisdayanti, Albilla tersipu malu, tiba tiba Elang mengajak obrol Albilla. "Kamu engga pesen apa apa"? Tanya elang


140 "Engga, masi kenyang" "Ga mau roti bakar"? "Engga usah, masi kenyang" Selepas puas berbincang bincang Albilla meminta Krisdayanti untuk pulang terlebih duluan, karena waktu sudah hampir larut malam. Krisdayanti pun belum ingin pulang karena ada beberapa hal yang ingin diperbincangkan.


141 "Kris ayo ijin pulang, udah larut malem nih nanti dimarahin sama orang tua nih" "Bentar bil, ini masih ada hal yang harus kudu gue bilangin" "Yaaah, sampe kapan kris" "Ga tau, masi banyak juga" Tiba tiba Elang mengajak pulang Albilla "Ya udah pulang bareng gue aja yuk" ucap Elang


142 "Engga ini udah pesen grab car, jadi aku tinggal nunggu aja" "Ah cara gue mah, mending bareng Elang aja, ga ngeluarin biaya haha" ucap Krisdayanti 30 menit berlalu grab car yang di pesan Albilla pun belum datang juga, hal ini mulai dicurigai oleh Krisdayanti. "Bil udah hampir setengah jam nih, kok taksi lo belum dateng" "Paling macet dijalan, atau engga ban bocor"


143 "Mending cancel aja, pulang bareng Elang" Albilla berbicara di dekat kuping Krisdayanti "Nanti kalo ortu gue tau pulang bareng cowo bisa habis nanti" "Udah lah nanti kasih tau aja kalo dia abang grab tapi jaketnya ketinggalan dirumah haha" "Apa woi" ucap elang yang mulai menyadari percakapan Albilla dan Elang


144 "Engga, Albilla katanya mau dianter lo" ucap Krisdayanti "oke ayo" "Engga engga aku nanti naik grab car aja, kalo ga bisa ya sama Krisdayanti" "Beneran mau nungguin gue sampe jam 12 malem?" "Emang lo besok ga sekolah" "Sekolah, emang biasa pulang larut malem"


145 "Ya udah bil, pulang bareng gue yuk" ucap elang sambil membawa kunci motornya dan langsung memegang tangan Albilla "Tapiiiii" Elang dan Albilla akhirnya naik motor berdua di tengah padatnya lalu lintas malam dua remaja kini tengah berboncengan menerjang dinginnya angin malam setelah setengah hari menghabiskan waktu bersama mereka. "Bil kamu kedinginan engga"


146 "Engga, jangan ngebut ya lang kerudung aku terbang terbang" "Siappp" Setelah sampai dirumah orang tua Albilla pun sudah menunggunya didepan, dan benar saja Albilla sampai rumah dengan Elang dan dicurigai kedua orang tuanya. Albilla yang pada saat itu sangat terlihat ketakutan melihat kedua orang tuanya. Raut ayah Albilla pun terlihat marah karena Albilla berjanji akan pulang tidak lebih dari jam 23.00 dan pulang dengan Krisdayanti. Elang pun turun dari motor untuk bersalaman dengan kedua orang tua Albilla


147 "Dari mana aja kamu" ucap ayah Albilla "Dari Heritage Cafe pah" "Krisdayanti mana, kok ga ada?" "Iyaa tadi kris masih ngobrol sama temen smpnya jadi aku pulang sama Elang, o iya pak kenalin ini Elang temennya Krisdayanti" sambil bersalaman


148 "Kamu engga dimarahin orang tua kamu pulang malem malem?" "Engga om, udah biasa" "Udah biasa? Hmm mending sekarang kamu pulang ya takut dicariin" "Oh iya om, Elang pamit pulang dulu. Assalamualaikum" "Waalaikumsalam" "Thanks ya lang, udah mau nganter pulang"


149 "iya sama sama" Setelah itu Albilla pun langsung menuju ke kamarnya untuk mempersiapkan jadwal dan seragam untuk di pakai besok, Albilla mulai memikirkan Elang. Elang adalah laki laki yang pertama kali datang kerumah Albi dan sudah bertemu dengan Ayah dan Ibunya.


150 Di siang yang sangat terik ini, Albilla memilih untuk berada di perpustakaan sekolah. Bukan seperti kebanyakan orang yang memilih untuk membaca buku Albilla malah memilih untuk ngadem dan istirahat disana. Selain karena sejuk, perpustakaan pada hari ini juga sangat sepi. Tidak ada orang sama sekali, terutama penjaga perpus yang entah kemana perginya. "Hummm emang enak banget sih jam kosong ngadem di perpus dari pada di kelas berisik semua malah bikin emosi" ucap Albilla Kreet krettt, suara pintu terbuka.


Click to View FlipBook Version