The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Buku Ini Karya Albilla Wanda Putri

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by istiyanifarida80, 2023-12-10 09:56:03

CITRAPATA

Buku Ini Karya Albilla Wanda Putri

201 "Kamu kenapa bil, kok sedih gitu" Albilla pun langsung memeluk Krisdayanti dengan erat dan menangis "Eh cup cup, kenapa si lo? Di sakitin lo sama Elang?" "Nilai PAS biologi gue ancur Kris" "Sstt dah diem diem, bil ini kan cuma nilai PAS belum tentu di rapot engga jelek ko" "Iya tauu, tapi kan bisa aja turun atau engga stuck"


202 "Bukannya lo mau di jurnalistik ya? Kenapa biologi dipikirin" "Kris, lo tau kan seangkatan kita sekarang udah berubah, nilai makin meningkat" "Udah bil masih ada semester 5 ko, sante aja, hidup jangan di pikirin apalagi mikir nilai, kan gue udah bilang ke elo, kalo sukses itu ga dilihat dari nilai" "Iya kris, tapii nyesek rasanya kalo mapel yang kita suka nilainya anjlok"


203 "Dah gapapa, nanti malem kita nonton film ya, dari kemarin engga kesampaian" "Boleh, nanti lo jemput di rumah gue ya hehe" "Hm biasa jadi ojek langganan pergi, oiya diizinin nggak sama ayahmu?" "Ga tau sih, tapi kebetulan ayahku lagi di Semarang, jadi bebas deh minta izin ke ibu aja" "Ooo ya udah nanti gue berangkat sama Elang gimana ke rumah lo hehe, kan ayah lo ga di rumah"


204 "Heh apasi hush" Malam pun tiba, Krisdayanti dan Elang sudah berada di depan rumah Albilla, klakson mobil pun berbunyi, tiinntt. Albilla langsung menuju ke kedepan rumahnya dan menghampiri Krisdayanti. Sesampainya Albilla di depan rumah ia terkejut ternyata Krisdayanti dan Elang berada di depan rumahnya, ternyata ucapan Krisdayanti tidak main main, Albilla kira ia hanya bercanda membawa Elang kerumahnya ternyata beneran. "Lohh Elang"


205 "Mending kita langsung pergi aja yuk, nanti keburu tiketnya abis" Datang lah ibunya Albilla "Loh Krisdayanti, kamu mau ngajak Albi pergi? Ini cowok yang kemarin nganter Albi pulang kan?" "Iyaa tante, Krisdayanti izin ya sama Albi mau pergi nonton film" ucap Krisdayanti sambil tersenyum "Tapi jangan malem malem loh, banyak begal" "Aman ko tan, kan ada Elang" ucap Krisdayanti


206 "Hehehe, kenalin tante saya Elang" sambil bersalaman dengan ibu Albilla "Kamu anak mana?" "Anak Kroya tan" "Ooo jauh banget main ke sini, tolong jaga Albi sama Kris ya nak" "Oh iya siap tan, Elang pasti jaga kok"


207 Mereka bertiga pun langsung berangkat menonton film 172 days di dakota. Mereka berangkat dengan senang, ceria dan penuh tawa. Tetapi Albilla masih memikirkan nilai biologi nya karena ia kepikiran apa kata ayahnya yang ingin masuk di kedokteran namun nilai biologi nya hancur tetapi di balik kesedihan itu ada Elang yang membuat Albi mampu kembali bersemangat dan ceria. Elang yang menyadari bahwa Albilla sedang memikirkan sesuatu. Elang langsung menanyakan sesuatu ke Albilla "Bil lo kenapa? Dari tadi ngelamun terus"


208 "Gapapa enak aja ngalamun" "Awas nanti kesambet" ucap Krisdayanti "Jujur aja deh sama kita, nanti kita bakal kasih jalan keluarnya kok" ucap Elang "Apa gara gara masalah nilai biologi?" "Emangnya kenapa nilai biologi kamu bil?" "Nilai biologi ku turun, takut nanti kesalip sama seangkatan"


209 "Udah bil, ga usah dipikirin ya lagi pula kalo masuk ptn itu juga jalur hoki ko, yang sekarang dapet nilai bagus besok kita engga tau dapet nilai berapa. Yang penting kamu jangan putus asa dan tetep semangat ya" ucap Elang "Nah kan sama aja yang gue ucapin, lagi pula gue pernah dapet nilai 30 gak gue pikirin, kalo kita pikirin malah kita drop" "Ya udah deh, gue gak bakal mikirin nilai lagi" Beberapa minggu kemudian.....


210 Dari beberapa minggu yang lalu Albilla sangat sibuk cap Krisdayanti mengurusi masalah bazar yang di selenggarakan oleh sekolahnya, karna hal itu dari 3 minggu yang lalu ia belum bertemu dengan Elang karna sangat sibuk. Albilla terpilih untuk mehias stand bazar milik kelas mereka. Akhirnya pada hari minggu ini Albilla harus berangkat pagi untuk menghias stand milik kelasnya. "Duuh males banget, kenapa harus aku sih yang dipilih padahal masih banyak yang lain yang mau ngehias stand. Pake harus dateng minggu pagi lagi,


211 minggu kan weekend. Harusnya pagi ini aku masih di kamar lagi tiduran, bukan malah disekolahan" ucap Albilla sebal. "Di bikin seneng aja kali bil, sekali kali keluar rumah pas hari minggu. Toh kita juga nggak bisa milih sendiri mau jadi bagian apa. Kita kan di pilih sama ketua kelas" ucap Inka "wiih tumben bijak Kris, kesambet apaan kemaren?" "Kesambet mimi peri, ya nggak lah. Emang udah bijak dari dulu, kamu aja yang nggak nyadar huuu"


212 "idiih" "Udah-udah jangan berantem mulu, sini bantuin masang renda-renda" ucap Dinda "yoo!!!" ucap mereka kompak "lih ngapain barengin sih" ucap Albilla "Idih, pede bener lu. Siapa juga yang barengin, kamu kali" ucap Krisdayanti tak kalah sewotnya "ngajak ribut?" ucap Albilla


213 "Wooy cepetan kesini, malah lanjut berantem" ucap Dinda Mereka berdua akhirnya kembali ke stand untuk membantu menghias meja yang akan mereka gunakan untuk bazar besok. Saat Albilla sedang melakukan pekerjaannya, ia baru bahwa stand yang berada di sebelahnya adalah stand milik kelasnya Elang. Albilla yang menyadari itu langsung mencari keberadaan Elang di sana, dan akhirnya ia menemukan Elang yang sedang membantu temannya memasangkan papan nama. Albilla terus memperhatikan Elang sampai


214 tidak mau melepas dari Elang, menurutnya hari ini Elang terlihat sangat tampan. Elang yang menyadari bahwa ia sedang diperhatikan oleh Albilla akhirnya mencoba menyapa perempuan tersebut. "Bill, Albillaaaa" teriak Elang Albilla yang baru menyadari bahwa Elang sudah mengetahui bahwa ia berada di sini, dan mecoba menyapa nya. Membuatnya terkejut. Albilla yang gelagapan langsung memalingkan wajahnya


215 ke arah lain agar Elang tidak melihat wajahnya yang sedang gugup. "Aduuh ngapain dia sadar sih aku di sini" ucap Albilla Albilla yang gugup akhirnya mecoba beranjak dari tempat itu, tapi sebelum ia beranjak ada seseorang yang mencekal tangannya agar ia tidak pergi. Ya orang tersebut adalah Elang. "Bill kok jutek gitu siih pas dipanggil, kamu marah sama aku? Kamu kenapa sih?" ucap Elang


216 "Eh nggak kok, aku tadinya pingin balik nyapa kamu, tapi aku harus pergi soalnya ada urusan mendadak" bohong Albilla "Oh gitu ya aku kira kamu marah, yaudah katanya ada urusan mendadak" "Urusan mendadak?... Ooh iya iya ini mau pergi. Bye lang aku duluan ya" ucap Albilla yang kebingungan. Albilla seketika lupa bahwa ia tadi berbohong kepada Elang bahwa ia punya urusan mendadak. Padahal itu hanya untuk menghindari Elang saja,


217 sebenarnya ia tidak punya urusan apa-apa lagi karena pekerjaannya sudah selesai. Sekarang Albilla malah kebingungan. la bingung harus pergi kemana karena sudah terlanjur mengatakan kepada Elang bahwa ia punya urusan mendadak. Tidak mungkin kan, Albilla tetap di standnya. Karena itu malah telihat aneh. Akhirnya Albilla pergi ke kamar mandi, karna dia sudah tidak tau lagi mau kemana. Albilla yang sudah selesai dari kamar mandi kebingungan saat kembali ke standnya. Albilla bingung karena teman-temannya sudah tidak ada di


218 situ. Akhirnya Albilla mencoba menelfon Krisdayanti untuk mengetahui apa yang terjadi sampai hanya tinggal ia sendiri di situ. "Hallo Kris ini pada kemana sih kok di stand nggak ada orang sama sekali" tanya Albilla "Oalah kamu masih di sekolah toh, ya iyalah udah nggak ada orang wong udah selesai dari tadi. Kamu tadi aku cariin nggak ketemu, aku kira kamu udah pulang duluan. Yaudah aku tinggal deh" Jawab Krisdayanti "Oh yaudah deh, dah Kris"


219 "Yoo ati-ati bil pulangnya, jangan mau kalo nanti ada yang nawarin permen ya" "Yaaa tau, emang aku masih anak kecil apa sampe diingetin kek gitu" "lya-iya deh yang dah gede" Setelah menutup telfonnya dengan Albilla. la bingung bagaimana caranya ia pulang, karena ini hari minggu jarang angkot yang lewat.


220 Saat Albilla sedang kebingungan, karena tidak tau bagaimana caranya ia pulang ke rumah, karena supir pribadinya alias Krisdayanti sudah pulang duluan. Tiba-tiba ada seseorang yang mengejutkannya dari belakang. "Dooor" "Astagfirullah, lang kaget tau" ucap Albilla Ya orang tersebut adalah Elang. Elang yang melihat Albilla sedang sendirian dan terlihat kebingungan akhirnya mengahampirinya. Tapi


221 sebelum menyapanya, Elang ingin menjaili Albilla dengan membuat perempuan tersebut terkejut. "Loh bil kamu kok belum pulang? Temen-temen udah loh dari tadi" "Iya tadi aku pergi trus pas balik bingung kok udah nggak ada orang di stand, trus pake acara supir pribadi ku pulang juga lagi" "Supir pribadi?"


222 "Eh maksudnya Krisdayanti, tadi aku mau nebeng pulang Krisdayanti soalnya kan ini hari minggu biasanya angkot jarang lewat" "Oh jadi kamu sekarang ini lagi kebingungan garagara kamu nggak bisa pulang. Yaudah pulang sama aku aja aku juga baru selesai nih" "Eh nggak usah lang" "Nggak usah-nggak usah bingung nanti kamu nggak bisa pulang, dah aku pulang aja nggak ada penolakan. Sekalian aku jadi penggantinya Krisdayanti"


223 "Penggantinya Krisdayanti?" "Iya jadi supir pribadi mu. Gapapa lah aku sekalian jalan jalan sekalian cari makan" "Yudah ayuk" Mereka berdua pergi ke arah parkiran untuk mengambil motornya Elang yang di parkirkan disana. Sebelum mereka berangkat Elang mengingatkan Albilla untuk memeluknya nanti saat di motor. Karena ia takut Albilla terjatuh jika nanti ia berhenti mendadak seperti sebelumnya saat Albilla di gonceng oleh Elang.


224 "Bill nanti janga lupa pengang aku ya pas naik motor, takutnya kamu nanti hampir jatuh kaya dulu garagara aku ngerem mendadak" "Aah iya-iya" Albilla yang sudah mencoba menghilangkan ingatan hal itu kembali tersipu karena diingatkan lagi oleh Elang. Akhirnya mereka sampai di rumah Albilla dengan selamat.


225 "Bill aku langsung ya, soalnya aku pasti dah di tungguin sama ibuku, dah bil" ucap Elang "Oh yaudah, titip salam ya buat ibumu" "oke" "Ati-ati lang jangan sampe nabrak tiang listrik" "Hahaha nggak bakal lah, udah ya aku pulang dulu" Akhirnya Albilla masuk ke rumahnya.


226 Pikiran Albilla sekarang dipenuhi oleh Elang. Albilla bingung apakah dirinya harus menyatakan perasaannya kepada Elang atau tidak. la juga takut kalau dia menyatakan perasaannya kepada Elang, Elang merasa akan merasa tidak nyaman kepadanya dan tidak akan mau berteman lagi dengannya. Albilla juga takut jika nanti saat dia menyatakan perasaannya kepada Elang, dan ternyata Elang merasakan hal yang sama dengannya lalu mengajaknya berpacaran. Albilla anak tidak mau mempunyai hubungan lebih dari pertemanan dengan lawan jenis saat masa SMA, ia merasa belum siap untuk mempunyai hubungan


227 lebih dari pertemanan. Dan ingin meraih mimpi ayahnya menjadi dokter "Udah ah bodo, kalo dipikirin terus malah cape mending tidur aja" Hari ini adalah hari dimana bazar sekolah diadakan. Semua bazar kali ini diperpanjang selama tiga hari, berbeda dengan e mending akhirnya tahun ini bazar diadakan selama tiga hari. tahun sebelumnya yang hanya dilakukan satu hari saja, tapi karna banyak anak yang protes karena hanya satu hari saja dengannya.


228 "Ini makanannya dah dateng semua, apa masih kurang ?"ucap Dinda "Nggak kan bukan aku yang ngurusin" ucap Albilla "Nggak tanya kamu sorry, dah pergi sana daripada diem aja disini nggak ngapa-ngapain" "Kok ngusir sih" "Udah semua" ucap Loren "Ok makasih"


229 "Yaudah kalo nggak mau diusir, bantuin" lanjut Dinda kepada Albilla "Bantuin makan ya" ucap Albilla "Ya nggak lah, bantuin jaga stand" Akhirnya Albilla membantu Dinda dan Loren menjaga stand. Beberapa lama kemudian, Elang melihat Albilla yang merasa bosan akhirnya mencoba kabur ke arah stand di sebelahnya dan mecari untuk diajak kabur juga.


230 "sst sst, kabur yuh aku bosen disini jaga stand diem doang, nyari makan yuh untung banyak makanan disini" ucap Elang "Loh emang ngga papa? Kamu kan harus jaga stand" "Sebenernya itu bukan tugas ku, tapi aku tadi dipaksa sama Alice buat bantuin jagain stand karna yang lain pada kabur nggak tau kemana" "Lah ini kamu juga kabur, kamu nggak bilang dulu ke Alice kalo kamu mau pergi nanti dia nyariin loh" ucap Albilla


231 "Daah nggak usah malah nanti aku nggak boleh pergi, dah yuh cepetan sebelum Alice sadar aku kabur dari stand" "Yaudah bentar ya, aku ngomong dulu ke temen ku, aku nggak mau kaya kamu, nanti aku malah dicariin" "Hilih" "Al aku pergi dulu ya mau jajan, nanti aku balik kalo dah selesai" ucap Elang kepada temannya "Yoo jangan lama-lama tapi ya" ucap Alice teman Elang


232 "Iya nggak lama koh, tapi lama banget" "Heh, nggak boleh" "lya-iya nggak, Cuma bercanda aja, nanti balik cepet kok tenang aja" "Yaudah yuh bil pergi" Akhirnya mereka berdua keliling lapangan untuk membeli makanan yang mereka suka. "Bil udah kan, nggak ada yang dibeli lagi?"


233 "Udah, kamu udah?" "Udah juga, yaudah kita nyari tempat yang dingin yuh, di lapangan panas soalnya" "Yaudah yuh" Mereka berdua akhirnya mencari tempat sejuk untuk mereka beristirahat, tapi setelah berkeliling sekitar lapangan ternyata tempat sejuk di bawah pohon sekitaran lapangan sudah terisi penuh oleh teman-teman mereka yang juga sedang berteduh.


234 "Waduh gimana nih bil, pinggiran lapangan dah pada penuh, sama sekali nggak ada tempat" "Yudah kita coba ke kantin aja" ucap Albilla Setibanya di kantin mereka berdua terdiam saat melihat sebuah tulisan di depan pintu kantin. "TUTUP SEMENTARA KARENA BAZAR" "Hah apa hubungannya bazar sama kantin tutup sih" ucap Elang


235 "Mungkin karena bazar udah banyak yang jual makanan, jadi kantin tutup biar nggak ada yang beli di kantin" jelas Albilla "Oh gitu toh, tapi ini harusnya ada penjelasan dong di bawahnya biar orang yang baca nggak bingung kaya aku, gimana sih yang nulis" "Trus gimana nih lang, balik ke stand lagi aja apa lang, ngga nemu tempat terus daritadi" "Nggak-nggak aku males di stand, gimana kalo kita ke perpus aja kan ada ac nya tuh sekalian ngadem"


236 "Emang boleh ya na makan di perpus, nanti takutnya dimarahin sama petugasnya" ucap Albilla "Kita sebagai anak muda harus selalu berani dalam mengambil keputusan dan menerima konsekuensinya, ayo lah bil jangan takut, masa cewe takut, lagian penjaga perpus aja bukan setan ngapain takut" "Ah nggak ah, balik aja aku, kalo kamu mau ke perpus sendirian ya sanah" ucap Albilla "Lagi bazar ini, orang pada sibuk lang paling juga perpus sepi nggak ada orang"


237 "Nggak mau ah, sendiri aja sanah" Elang yang geram akhirnya menggandeng paksa Albilla untuk pergi ke perpus. "Dah nyampe perpus, dah na tangannya lepasin sakit ini tanganku kamu remes terus" "Eh iya lupa maaf" "Tuh kan ra sepi perpusnya kamu ngeyel banget sih jadi orang" Akhirnya mereka berdua masuk ke perpus bersama.


238 "Tapi nggak papa kan na? Nggak bakal ada orang kan" "Iya tenang aja bil, nanti kalo kenapa-napa aku yang tanggung jawab" "Kata-kata mu ituloh bil agak ambigu" "Hah ambigu, ambigu kenapa?" "Ah nggak-nggak lupain aja" Setelah mengatakan itu Albilla lalu memakan makananannya yang tadi ia beli bersama Elang


239 Elang terus memperhatiakan Albilla yang sedang makan dengan lahap. Tiba-tiba Elang terlintas tentang masalahnya kemarin malam, tentang kebigungannya yang ingin menyatakan cinta kepada Albilla. Sepertinya sekarang ia mematapkan dirinya untuk menyatakan perasaannya kepada Albilla, tapi sebelum dia bingung apakah sekarang waktu yang tepat untuknya untuk menyatakan perasaannya kepada Albilla "Hmmm bil, boleh mau ngomong sesuatu sama kamu"


240 "Ya elah langsung ngomong aja kali na nggak usah pake ijin segala, emang mau ngomong apaan sih, kok muka mu keliatannya serius banget" "Jadi aku tuh sebe-" Ucapan Elang terpotong karena ada seseorang yan tiba- tiba memanggil namanya dengan keras" "Lang kok kamu disini sih, aku cariin dari tadi tau"ucap Alice "Kenapa Al sampe nyariin aku segala"


241 "Tadi Salsa nanyain kamu ke aku, aku ya nggak tau soalnya daritadi aku sendirian, terus Salsa minta tolong aku buat nyariin kamu" "Elah ngapain Salsa nyariin aku sih, yaudah aku kesana" Albilla yang melihat itu hanya diam saja, karena dia bingung harus melakukan apa selain diam. "Bil maaf ya aku harus pergi dulu soalnya si Salsa udah rewel kaya emak-emak kehilangan anaknya, kapan-kapan lanjut lagi ya"


242 "Oh yaudah ngak papa" "Bye bil" Hari ini Albilla sangat bersemangat ke sekolah karena hari ini Albilla benar-benar ingin mendengarkan ucapan Elang yang kemarin kepotong oleh Alice Jeeeng Jeeeng Ternyata saat sampai di sekolah Albilla diberikan banyak tugas wali kelasnya karena guruguru pada hari ini akan melakukan rapat. Karena hal


243 itu, kelasnya 'jamkos' (tidak ada guru yang mengajar) tetapi tidak seperti masa SD yang muridnya di pulangkan cepat, dan saat waktu SMP yang dibiarkan melakukan apa saja dan tidak diberikan tugas. Albilla yang mengingat masa-masa itu merasa ingin menangis, karena di masa SMA nya ini guru-guru tidak sebaik itu, mereka memberikan setumpuk tugas agar anak muridnya tetap tertib. "Bil cepetan masuk, ini Bu Santi ngasih tugas banyak banget gara-gara hari ini nakal jamkos" ucap Krisdayanti "Hah beneran, jamkos??" ucap Albilla


244 "lya cepetan masuk ini banyak banget tugasnya, jangan diem aja di pintu, mau jadi penjaga pintu apa hah?" "lya-iya ini masuk" "Gilaak banyak banget Kris, kita kerja rodi nih hari ini?" "lya, emang nih nggak tau kenapa Bu Santi ngasih tugas banyak banget, padahal aku tadi dah seneng banget Bu Santi bilang mau jamkos, trus udah kepikiran mau ke kantin bareng Elang seharian, eh


245 tapi di lanjut mau ngasih tugas buat hari ini soalnya biar nggak ada yang keluyuran kemana-mana, jeeng jeeng ternyata tugasnya banyak banget" "Ini mah sampe pulang juga belum selesai, satu 'mapel' (mata pelajaran) aja 50 soal isian, mantep banget emang Bu Santi kalo ngasih soal nggak main-main" Suasana di kelas Albilla sangat ramai, tidak semuanya menggarap tugas yang diberikan oleh guru mapel kelasnya itu. Ada juga yang menyempatkan nge game, ada juga yang nonton film. Tapi Albilla dan Krisdayanti memilih menggarap


246 tugas saja agar cepat selesai, mereka berdua takut jika nantinya ada tugas di yang harus di tumpuk hari ini. Selama mengerjakan tugas Albilla selalu memikirkan Elang, ia sangat menantikan waktu dimana ia akan melanjutkan ucapan yang kemarin di perpustakaan, Albilla penasaran akan ucapannya Teeng Teeng Teeng Bunyi bel terakhir sudah berbunyi. Tandanya tugas- tugas yang diberikan kepada mereka harus cepat-cepat diselesaikan, karena nantinya tugas yang mereka akan di kumpulkan kepada ketua kelas


247 mereka. Murid-murid yang tadinya santai dengan tugas mereka dan melakukan hal lain seperti main game dan nonton fillm, mereka sekarang mulai merasa panik dan akhirnya meminta contekan dari teman- temannya yang dari jam pertama sudah mengerjakan tugasnya. Ada juga yang menghampiri mereka berdua untuk mementa contekan dari mereka. "Eh Kris minta contekan dong, aku belum ngerjain sama sekali nih" ucap Nino


248 "Salah mu juga nggak ngerjain dari tadi malah main game" ucap Krisdayanti "Pliss kris minta jawabannya dong, Krisdayanti cantik deh hari ini kaya bunga di taman sekolah" Albilla yang geram, akhirnya menimpali perkataan Nino. "Idiih gombal, nggak mempan no" "Oh yaudah ke Albilla aja ya, kan Albilla baik banget kaya ibu peri" "Ibu peri-ibu peri, mimi peri kali ah"


249 "Nggak kok kaya ibu peri koh, plis ya bil kasih aku jawabannya ya' "Mau banget apa ma doang?" "Mauu banget banget banget bil, plis ya" "Oke boleh" "yee siip deh bil, bila emang baik banget nggak kaya Krisdayanti"


250 Krisdayanti yang mendengar itu melirik Nino dengan tatapan sinis. Saat Nino ingin mengambil buku milik Albilla, Albilla mencegahnya "Belom selesai ngomong aku No, kalo kamu mau harus bayar kita lima ribu satu orang, jadi semuanya sepuluh ribu giamana deal?" "Looh kok Krisdayanti di bayar juga sih?" "Laah kan kita ngerjain barengan tadi, kalo nggak mau ya udah"


Click to View FlipBook Version