The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Buku Ini Karya Albilla Wanda Putri

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by istiyanifarida80, 2023-12-10 09:56:03

CITRAPATA

Buku Ini Karya Albilla Wanda Putri

251 "Iya-iya deh, nih" Akhirnya Albilla mendapatkan uang dari Nino. Itung- itung buat tambahan jajan. Teeng Teeng Teeng Bunyi bel pulang akhirnya berbunyi, Albilla senag sekali karena ia akan bertemu dengan Elang Albilla pergi kelas Elang untuk mencari lakilaki itu. Tetapi sayangnya saat sampai kelasnya Elang, temannya bilang Elang tidak di kelas, tadi Elang ijin keluar kelas sebentar.


252 "Permisi, mau cari Elang, ada nggak anaknya" "Nggak ada, tadi ijin pergi sebentar" Albilla yang mendengar itu pun kecewa karena tidak menemukan Elang di kelasnya, akhirnya Albilla berkeliling sekolah untuk mencari Elang, dan akhirnya menemukan laki- laki itu di bangku taman. Albilla yang sedang melihat laki-laki tersebut merasa sangat senang, karena dari pagi ia harus sabar untuk tidak bertemu dengan Elang, dan sekarang waktunya Albilla ingin mendengarkan lanjutan ucapannya kemarin.


253 Saat Albilla mendekati Elang, Elang terlihat sedih dan tidak semangat, ia bingung apakah dia harus memberi tahu akan lanjutan ucapannya kemarin, sekarang atau tidak, tapi sepertinya suasana nya tidak mendukung. Albilla akhirnya duduk di sebelah Elang. "Eh lang ngapain di sini sendirian?" "Lagi pingin aja sih" Setelah basa-basi sebentar, mereka saling diam dan tak mengatakan apapun. Akhirnya Albilla mencoba obrolan kembali.


254 "Kamu kenapa sih lang kok keliatan 4L" "Apaan tuh?" "Lesu, Lelah, Letih, Lemah" "Emang iyaa?" "Nggak-nggak itu ma bercanda aja" Sebenarnya dua kata terakhir yang dia katakan itu memang benar adanya meskipun tidak nyambung dengan kata-kata di depannya.


255 "Eh tapi beneran deh, kok kamu keliatan nggak semangat banget sih, kaya punya banyak masalah aja" "Loh kok kamu tau?" "Kamu punya masalah apa lang? Coba cerita ke aku" "Ya gitu deh, hehehe sebenernya masalah biasa aja sih, cuma aku cape aja nanggepin nya" "Kamu enggak ada masalah sama anak motor kan?"


256 "Enggak ko, aman. Bil, kalo kamu pergi terus ketemu rombongan anak motor entah apapun itu kamu kabarin aku aja ya" "Wait, kamu engga punya masalah sama anak motor kan lang" tanya Albilla dengan cemas "Enggak. Aku cuma takut aja kalo kamu kenapa kenapa, makanya kamu kalo ketemu anak motor kabarin aku aja" "Ya enggak mungkin dong gerombolan anak motor kenal aku lagi pula aku anak biasa ko, lang jujur aja


257 ya sama aku kalo kamu punya masalah cerita aja ke aku, aku janji kalo kamu cerita aku ga bakal marah" "Sebenarnya akuu punya masalah sama anak smada bil, terus anak smada itu kenal kamu" "Masalah apa? Kok bisa kenal aku?" "Jadi temen aku waktu itu ribut sama anak smada, terus anak smada nya ngajak balapan, anak smada kenal kamu gara gara keciduk waktu itu kita jalan bareng" "Terus jadi balapan?"


258 "Iya jadi lah mau gimana lagi" "Kalo nanti geng kamu kalah ada jaminannya?" Elang hanya terdiam Albilla pun pulang di antar Elang menggunakan motor kesayangannya. Sembari itu Albilla bertanya tentang masalah yang tadi tapi sama Elang cuma didiemin. Sesampainya dirumah Albilla, Albilla masih cerewet bertanya akan hal balapan, jaminan dari balapan itu apa kata Albilla, Elang bilang tidak ada jaminan apa apa katanya, tetapi menurut Albilla masa iya balapan tidak ada


259 jaminan, biasanya kan ada jaminan tetapi ini tidak. Albilla mulai curiga kepada Elang, tiba tiba datanglah ibunya Albilla dan menanyakan kabar Elang. "Elang, apa kabar?" "Baik tante" "Mampir dulu yuk disini, ibu udah buatin bolognese kesukaan kamu" "Eee engga dulu tan, Elang mau liat ibu dirumah sakit, oiya kok ibu tau kesukaan Elang"


260 "Astaghfirullah, ibu kamu sakit apa lang? Ga parah kan" "Asma tante, ya udah tan, Elang pamit pulang dulu" "Oiya ati ati" "Bil aku pulang dulu ya" Albilla hanya diam tersenyum. Sesampainya di dalam rumah, ibunya Albilla pun bertanya kepada Albilla tumben sekali Elang


261 seperti banyak masalah. Biasanya giginya keluar sampe ibu ga bosen liatnya. "Nak, Elang kok tumben keliatan banyak masalah" "Itu kan bu, ibunya sakit" "Kenapa tadi kamu ga sekalian jenguk ke rumah sakit, kan kasian nak" "Albi aja baru tau kalo ibunya ada dirumah sakit bu, baru aja tadi barusan pas Elang bilang ke ibu, pas disekolah Elang ga cerita apa apa"


262 "Owalah, nanti malem kita jenguk ya, nanti kamu tanya ke Elang di rumah sakit mana, tadi ibu lupa tanya ke Elang" "Ga usah la bu, Albi cape" "Ya Allah, Elang kan temen baik kamu, Elang sering bantu kamu tapi kamu malah cuek ke Elang" "Nanti Albi usahain ya bu" Albilla pun berusaha menghubungi Elang untuk bertanya ibunya berada di rumah sakit mana tetapi apalah daya, Albilla berusaha menelfon


263 berkali kali tetapi hanya memanggil alias off, ya sudah Albilla berterus terang kepada ibunya bahwa Elang sulit untuk dihubungi. "Nak gimana? Di angkat ngga sama Elang?" "Enggak bu, Elang paling sibuk ngurus ibunya dirumah sakit" "Besok saja ya bu, pas disekolah Albi coba tanya" Pagi ini Elang mengajak Albilla untuk berangkat bersama, tetapi Albilla menolak karena ia


264 masih marah dengan Elang karena masalah kemarin. Tiiin Tiiin Klakson Elang, untuk menarik perhatian Albilla yang sedang bengong menunggu grab. "Bil berangkat bareng yuh" "Nggak, aku mau berngakat naik grab aja" "Loh kenapa nggak sama aku aja, lebih hemat duit loh bil"


265 "Sorry nggak dulu mas" "Heh aku bukan tukang ojek" "Udah nggak papa lang aku naik angkot aja, soalnya aku lagi pingin, kamu sendiri aja" Akhirnya setelah beberapa lama mereka mengobrol, grab yang ditunggu Albilla pun datang. "Udah ya lang, aku berangkat dulu grabnya udah dateng" "Yaudah deh"


266 Sebenarnya Elang merasa hari ini Albilla terlihat aneh, tidak seperti biasanya. Hari ini Albilla terlihat marah padanya, seingatnya terakhir ia bertemu Albilla kemaren ia tidak melakukan hal apapun yang dapat membuat perempuan itu marah. Karena tidak bisa berangkat bersama dengan Albilla, Elang mengikuti grab yang di tumpangi Albilla dari belakang. Sesampainya di sekolah Albilla langsung buru-buru masuk ke dalam sekolah agar tidak bertemu dengan Elang di parkiran, karena untuk ke kelasnya ia harus melewati parkiran murid yang


267 berarti di sana ada Elang yang memarkirkan motornya di sana. Elang yang sudah sampai di sekolah kebingungan mencari Albilla karena setahunya angkot yang tadi dinaiki oleh Albilla barusan pergi dari sekolah, dan jarak pagar sekolah ke kelas Albilla lumayan jauh jadi tak mungkin perempuan itu sudah sampai di kelasnya secepat itu, tapi bisa jadi jika Albilla berlari untuk ke kelasnya, tapi untuk apa Albilla buru- buru. "Loh Albilla kok nggak ada ya, kan grabnya barusan pergi harusnya Albilla sekarang baru sampai parkiran"


268 "Kok dia kayak ngindarin aku ya, ah nggak mungkin lah paling dia buru-buru ke kelasnya gara gara ada pr yang belum di kerjain, positif thingking lang jangan mikir aneh-aneh" Teeng Teeng Teeng Bunyi bel istirahat pertama berbunyi. Sekarang saat yang tepat untuk Elang mengajak Albilla mengobrol, ia ingin membicarakan masalahnya dengan Albilla karena dari pagi Albilla terlihat marah padanya, meskipun ia merasa kemaren ia tidak melakukan apapun yang membuat


269 perempuan itu marah tapi tetap ia harus menanyakan kepada Albilla agar pasti. Elang pergi ke kelas Albilla untuk menemui perempuan itu, tapi saat ia sudah sampai di kelas Albilla dan ingin mengajaknya mengobrol malah ia di tolak lalu Albilla menutup pintu kelasnya dengan keras. "Albilla nya ada?" tanya Elang kepada salah satu teman kelas Albilla "Ada bentar aku panggilin, wooy bil dicariin nih" ucap teman Albilla


270 "Yoo bentar" jawab Albilla "Yaudah aku pergi dulu ya, itu nanti si Albilla juga dateng, permisi ya" ucap teman Albilla "Oh silahkan" "Ngapain nyariin aku" "Napa jutek banget sih bil, aku cuma mau ngajak ngobrol kamu di taman" Elang tidak menjelaskan lebih lanjut karena takut Albilla lebih marah lagi kepadanya.


271 "Nggak mau aku lagi males ke taman, kapan-kapan aja" "Tapi bil" Braak Albilla menutup pintunya dengan keras, sampai membuat Elang dan beberapa temannya yang berada di dalam kelas terkejut. "Jelas banget ini mah si Albilla marah banget sama aku pasti aku kemarin nggak sadar nyakitin dia


272 sampe bikin dia marah banget kaya sekarang, yaudah lah aku kasih waktu aja buat Albilla nenangin diri sampai dia mau aku ajak ngobro baik-baik, kalo aku maksa bukannya dia jadi lebih tenang tapi malah buat dia tambah marah" ucap Elang dalam hati "Ya Allah kaget bil, kamu lagi kenapa sih bil dari kemaren kok mukanya di tekuk terus" ucap teman sekelasnya "nggak papa" Teeng Teeng Teeng


273 Bunyi bel istirahat kedua berbunyi, Albilla dan Krisdayanti langsung menuju kantin karena mereka berdua sekarang sangat kelaparan dan butuh memberi makanan kepada cacing-cacing yang berada di perut mereka, karena dari tadi perut mereka berbunyi meminta untuk diisi. "Ya Allah bil, malu banget tadi pas pelajaran bahasa Indonesia trus perut kita bunyi, pake barengan lagi pas bunyi kaya anak kembar aja" "Iya" jawab Albilla dengan tidak bersemangat


274 "Eh kris aku beli minum dulu ya, aku nitip mie ayamnya pake bakso sama pangsit ya jangan lupa" "Oke bil, eh sekalian ya aku nitip teh botol" "Yoo" Mereka berdua berpisah, Krisdayanti membeli mie ayam sedangkan Albilla yang membeli minum. Saat Albilla ingin mengambil teh botol yang hanya satu di kulkas, tiba-tiba ada satu tangan lagi yang juga ingin mengambil teh botol yang Albilla


275 pegang dan ternyata tangan tersebut adalah milik Elang. "Oh kamu mau ngambil teh botolnya ya bil, yaudah itu buat kamu aja aku ambil yang lain aja nggak papa" "Nggak usah buat kamu aja" "Beneran?" Albilla bingung karena teh botol yang berada di kulkas hanya satu dan Krisdayanti tidak suka jika ia membelikannya teh botol yang biasa, Albilla


276 menimbang-nimbang apakah ia harus menerima tawaran Elang untuk mengambil teh botol tersebut tetap dengan gengsinya. "Kok diem aja, beneran boleh buat aku nih?" "Nggak, ini buat aku aja kamu ambil yang lain" Akhirnya Albilla menurunkan gengsinya hanya untuk sebotol teh milik Krisdayanti. Elang yang melihat kelakuan Albilla tersenyum, karena menurutnya Albilla lucu saat sedang marah.


277 Sebelum Albilla membayar minumannya, Elang menyerobot Albilla lalu membayar minumannya dan juga minuman milik Albilla "Eh ngapain nyerobot sih lang" "Mau bayar sekalian bayarin punyamu" "Nggak usah, aku bayar sendiri" "Yaudah terlanjur di bayar sama aku, udah nggak papa bil anggap aja ntraktir kamu"


278 "Idih, yaudah makasih tapi nggak usah minta traktiran balik loh" "lya-iya nggak usah, aku Ikhlas kok" Sesudah itu, Albilla pergi ke arah Krisdayanti yang sudah menunggunya dengan dua mangkok mie ayam. "Kok lama banget sih bil, ngapain aja" "Beli minum lah"


279 "Ya tau, maksudku kenapa lamannya sampe aku nunggu 10 menit disini, nih mie ayamnya aja sampe dingin" "Ngantri, udah ah makan aja cepetan bentar lagi istirahat selesai, jangan sampe bel masuk bunyi pas kita belum selesai makan" "lya-iya bil" Mereka berdua akhirnya makan dengan tenang. Beberapa jam kemudian...


280 Teeng Teeng Teeng Bunyi bel pulang sekolah berbunyi, semua anak-anak bersiap-siap untuk pulang kecuali Albilla yang masih diam saja di bangkunya. Albilla sengaja tidak mau buru-buru untuk pulang karena tidak ingin jika ia nanti bertemu dengan Elang. "Bil kamu kok nggak pulang?" "Pingin nantian aja"


281 "Din aku mau ngomong sebentar sama kamu" Krisdayanti sudah merasa kesal dengan sikap Albilla dari kemarin sore, Albilla terlihat marahmarah dari kemarin dan berbicara sangat sedikit dengannya. Karna hal itu sekarang ia ingin menanyakan kepada Albilla tentang apa yang membuatnya sampe seperti sekarang. "Yoo, tinggal tanya aja" "Kamu kenapa sih bil, kamu kok dari kemarin sore keliatan marah-marah nggak jelas"


282 "Nggak kok, perasaan mu aja, aku mah biasa-biasa aja" "Biasa-biasa aja darimananya, aku bisa liat bik aku nggak buta, cepetan sekrang jujur kenapa kamu marah- marah dari kemarin" "Kris, emang Elang ketua di geng motor?" "Gak tau kenapa si?" "Jujur aja deh Kris, dia nyuruh aku kalo keluar rumah harus hati hati, kalo ketemu anak motor harus


283 kabarin dia, dia cerita masalah nya, katanya si temennya bermasalah sama anak smada, terus ngajak balapan, aku tanyain kalo kalah emang jaminanya apa, Elang cuma diem aja." "Tapi masa gara gara itu kamu marah sih bil, padahal kan Elang cuma ngingetin kalo ketemu anak motor harus hati hati" "Enggak cuma itu, waktu itu aku juga di anter pulang sama Elang, sepanjang perjalanan aku tanyain masalah balapan cuma di diemin terus. Pas sampe rumah aku ketemu ibu aku, katanya si ibunya ada dirumah sakit kena asma, tapi dia engga bilang tuh


284 ke aku. Terus ibu aku mau jenguk tapi lupa tanya ke Elang, akhirnya aku disuruh buat tanyain lewat Whatsapp, telefon tapi sama Elang engga dijawab atau di angkat. Jadi itu tuh yang buat aku sebel sama dia" "Ooo, ibunya si udah dari seminggu yang lalu di rumah sakit, mungkin si Elang ga mau kamu nambah beban kali bil, lagi pula Elang juga banyak pikiran, belum pendidikannya, belum temen motornya dan macem macem deh" "Jadi ini aku yang salah?"


285 "IYA, Ya Allah niih anak masih nggak nyadar aja, udah sanah minta maaf sama Elang, pasti Elang pikir dia udah buat salah yang besar banget sama kamu sampe kamu keliatan marah banget sama dia" "Ok bye kris, aku pergi duluan ya" Sepeninggalan Albilla, Krisdayanti merasa kesal karena ia di tinggal begitu saja dan tidak menerima kata terima kasih dari temannya itu. Memang teman kurang ajar.


286 "Kampret tuh anak, dah di nasehatin malah main kabur sopan santunnya aja trus nggak bilang makasih, nggak ada sop emang tuh anak" Sesampainya di parkiran ia tidak menemukan Elang, ia kebingungan mencari Elang. Akhirnya Albilla memutuskan pergi ke depan gerbang sekolah tetapi sebelum itu hujan turun dengan derasnya, karena hal itu Albilla mencari payungnya di tas, dan setelah Albilla senang menemukannya dan ingin cepat bertemu Elang. Albilla malah melihat Elang sedang berbicara dengan sorang perempuan yang tidak ia kenali. Tetapi setelah beberapa saat Albilla memikirkan siapa perempuan tersebut, Albilla


287 beranggapan bahwa wanita tersebut adalah gebetan Elang karena perempuan tersebut tidak memakai seragam yang sama dengan mereka. "Ya Allah kenapa gini banget hidupku sih ya Allah, tadi dah seneng mau ketemu Elang trus mau minta maaf eh malah liat dia ngobrol sama gebetanya, keliatan asik gitu lagi, tapi nggak papa inget kata Krisdayanti positif thingking dan terus maju" Tanpa Albilla sadari motor yang dikendarai Elang sudah pergi dari sekolahan.


288 Albilla sangat bersemangat sekali hari ini, karena ia akan bertemu dengan Elang. Tetapi di dalam hatinya dia juga merasa bersalah karena dia sudah marah-marah tidak jelas ke Elang kemarin. Memang aneh, tapi itu yang sekarang ia rasakan. Yang terpenting sekarang ia ingin bertemu Elang terlebih dahulu. Albilla tidak langsung masuk ke dalam kelasnya, ia malah pergi ke kelas Elang terlebih dahulu karena ingin bertemu laki-laki itu. Tetapi setelah sampai di depan kelasnya dan menanyakan keberadaan Elang kepada temannya, ternyata dia sedang sakit dan tidak masuk sekolah. Albilla yang


289 mengetahui hal itu berpikiran bahwa nanti pulang sekolah ia harus pergi ke rumah Elang untuk menjenguknya. "Permisi mau cari Elang, ada nggak anaknya?" "Albilla ya?" "Iya" "Elang nya lagi sakit jadi nggak berangkat sekolah" "Ooh gitu, kalo boleh tahu sakit apa ya?" "Katanya si demam"


290 "Oh yaudah makasih ya" "Sama-sama" Akhirnya Albilla kembali kelasnya untuk memulai pembelajaran. Saat waktu pembelajaran ia berpikir apakah dia sempat untuk pergi ke rumah Elang, meskipun teman dekat tapi dia tidak enak jika pergi ke sana sore-sore, ia merasa tidak sopan. Albilla berpikir jika ia tidak bisa datang hari ini mungkin ia bisa


291 menjenguknya besok agak siangan jika laki-laki itu masih sakit. Albilla yang bosan saat waktu istirahat akhirnya pergi jalan-jalan sendiri mengelilingi sekolahannya. Saat dia sedang berkeliling sekolah ia terkejut karna ia telah menabrak seseorang karena ia terlalu sibuk melihat pemandangan di sekitarnya sampai tidak sadar dengan orang yang berada di depannya. "Eh maaf-maaf ya aku nggak liat ada orang di depan tadi" "Iya nggak papa"


292 Setelah Albilla meminta maaf, akhirnya Egar menyadari bahwa yang ia tabrak adalah Egar. Egar adalah teman masa kecil Albilla. "Loh Egar?" "Albilla?" "Eh ya Allah, udah lama banget nggak ketemu dah gede aja sekarang, padahal dulu kaya piyik" "Piyik-piyik emang aku anak ayam apa"


293 "Canda elah, ngomong-ngomong ngapain di sini, mau maling ya" "Loh kok tau" "Astagfirullah Egar cepet-cepet tobat gar" "Ya nggak lah, aku kesini mau liat-liat sekolahan baru ku aja, eh malah ketemu kamu" "Bentar, sekolah baru?, kamu jadi anak baru disini?" "lya, sebenernya masuknya besok tapi aku pingin ngeliat sekolahannya dulu hari ini"


294 "Kamu masuk jurusan IPA atau IPS?" "IPA, kalo kamu?" "IPA juga, semoga sekelasnya biar bareng" "Semoga aja, aku juga ngak tau bakal di tari di kelas yang mana" "Eh jalan-jalan lagi yuk, aku juga lagi keliling sekolah gara-gara bosen"


295 "Oh yaudah ayuk, malah seneng aku ada temennya biar aku nggak nyasar" Akhirnya mereka berdua melanjutkan kegiatan mereka yang sempat terhenti karna percakapan mereka. Sampai akhirnya mereka berhenti di kantin umtuk istirahat, karena mereka sudah lelah karena bekeliling satu sekolahan yang mereka tidak tau berapa luasnya, karena sekolahan Albilla ini memang benar-benar sangat luas.


296 Di kantin mereka mengobrol tentang masamasa kecil mereka. Egar ini teman terdekat Albilla dulu saat ia masih kecil, tetapi sayangnya mereka harus berpisah saat akan masuk SMP. Egar harus ikut pindah sekolah karena Ayahnya yang dipindah tugaskan ke Semarang. "Bener-bener dah lama banget ya nggak ketemu, kalo nggak salah pas PAUD apa ya?" "Iya lebih tepatnya pas ga sengaja kita beli es krim" "Oh iya, gimana kabar kelurga mu, sehat-sehat kan?"


297 "Alhamdullilah sehat, keluargamu sendiri, sehat juga?" "Alhamdulilah sehat juga" "Ya Allah aku inget banget dulu rambutnya keriting banget kaya mie" "Kan dulu, mah beda, jadi tambah cantik kan?" "Hueek, jadi tambah jelek sih iya" "lisshh, nyebelin banget sih"


298 "Nggak-nggak bercanda doang, iya-iya sekarang tambah kok" "Kamu nggak inget dulu kamu main balapan sepeda sama aku trus kamu malah jatuh, terus dengkul mu berdarah, malah nangis-nangis, trus akhirnya di obatin sama ibuku, itu aja pas diobatin masih pake jerit-jerit, padahal anak laki" "Ya kan itu mah pas masih kecil, sekarang mah dah nggak suka nangis lagi" "Iya-iya deh yang dah gede"


299 Teeng Teeng Teeng "Eh bel masuk dah bunyi, aku masuk dulu ya, besok kalo dah masuk kasih tau ya masuk kelas mana biar bisa main bareng lagi, masih nyimpen nomer ku kan?" "yaudah nggak papa aku juga ini mau pulang takut kesorean, masih iya nanti aku wa tenang aja" Akhirnya mereka beruda berpisah.


300 Sampai kelas ia kepikiran tentang ia yang akan menjenguk Elang nanti saat pulang sekolah. Tapi sepertinya ia tidak bisa menjenguknya hari ini karena ia ada kerja kelompok nanti sore, jadi kemungkinan ia akan jenguk Elang besok siang. Albilla berangkat seperti biasanya, paginya saat murid- murid sedang menunggu pelajaran pertama dimulai tiba-tiba ada wali kelas mereka datang. Mereka kebingungan kenapa wali kelas mereka datang hari ini, karena hari ini tidak ada pelajaran yang diajar oleh wali kelas mereka, biasanya kalau tidak untuk mengajar berarti wali kelas mereka ingin memberitahukan sesuatu yang


Click to View FlipBook Version