Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨
Penelitian tersebut sejalan pertambahan besarnya organ
kandungan, perubahan komposisi
dengan penelitian di wilayah kerja dan metabolisme tubuh ibu dan
janin. Ibu hamil yang mengalami
Puskesmas Suruh Kabupaten kekurangan asupan zat gizi dan
berstatus gizi buruk maka
Semarang yang menunjukkan mempunyai peluang besar untuk
melahirkan bayi dengan BBLR.
bahwa tingkat kecukupan protein
Ibu hamil yang menderita
yang lebih selama kehamilan Kurang Energi Kronis (KEK)
mempunyai risiko kesakitan yang
dibutuhkan oleh plasenta untuk lebih besar pada trimester III
kehamilan dibandingkan dengan
membawa makanan ke janin, serta ibu hamil normal, akibatnya ibu
hamil yang menderita Kurang
untuk pembentukan hormon enzim Energi Kronis(KEK) mempunyai
risiko yang lebih besar untuk
ibu dan janin. Kekurangan zat gizi melahirkan bayi dengan Berat
Badan Lahir Rendah (BBLR)
energi dan protein pada ibu hamil (Irianto, 2014).
dapat mengurangi inti DNA dan Bayi yang dilahirkan dengan
BBLR umumnya kurang mampu
RNA yang dapat mempengaruhi meredam tekanan lingkungan yang
baru, sehingga dapat berakibat pada
profil asam lemak sehingga transfer terhambatnya pertumbuhan dan
perkembangan bayi (Irianto, 2014).
zat gizi ibu ke janin menjadi Menurut Irianto (2014) bayi dengan
berat lahir rendah merupakan salah
terganggu. Ukuran otak juga akan satu dampak dari ibu hamil yang
menderita KEK dan akan
berkurang pada mekanisme ini mempunyai status gizi buruk.
BBLR berkaitan dengan tingginya
karena akibat dari perubahan angka kematian bayi dan balita,
juga berdampak serius terhadap
struktur protein, konsentrasi faktor kualitas generasi mendatang yaitu
akan memperlambat pertumbuhan
pertumbuhan dan produksi dan perkembangan mental anak,
neurotransmiter. Ibu hamil yang
mengalami KEK juga akan
berpengaruh tehadap pertumbuhan
janin seperti: keguguran, abortus,
bayi lahir mati, kematian neonatal,
cacat bawaan, anemia, pada bayi
janin mati dalam kandungan, serta
lahir dengan BBLR.
Selama masa kehamilan
kebutuhan zat gizi yang diperlukan
untuk metabolisme tubuh baik pada
ibu dan janin dalam kandungan
meningkat. Oleh karena itu pada
masa kehamilan asupan zat gizi
yang diperlukan juga meningkat,
untuk pertumbuhan dan
perkembangan janin juga
635
Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨
serta berpengaruh pada penurunan saat usia kehamilan 5-7 minggu.
Atresia ani merupakan kondisi yang
IQ. cukup jarang terjadi. Kondisi ini
hanya terjadi pada 1 dari 5.000
KEK merupakan gambaran kelahiran dan lebih sering terjadi
pada bayi laki-laki. Atresia ani
status gizi ibu di masa lalu, perlu mendapatkan penanganan
segera untuk mencegah komplikasi.
kekurangan gizi kronis pada masa
Adapun penyebab dari
anak-anak baik disertai sakit yang kelainan kongenital menurut
Muslihatun (2010, h. 119-122) dan
berulang, akan menyebabkan Maryanti dkk (2010, h. 126) adalah
faktor usia, faktor kromosom,
bentuk tubuh yang kuntet (stunting) faktor mekanik, faktor infeksi,
faktor obat, faktor hormonal, faktor
atau kurus (wasting) pada saat radiasi, faktor fisik pada rahim,
faktor gizi, riwayat kesehatan ibu,
dewasa. Ibu yang memiliki postur paritas, dan jarak kehamilan.
tubuh seperti ini berisiko Faktor resiko atresia ani ini
ada berbagai macam faktor yaitu
mengalami gangguan pada masa jenis kelamin, biasanya jenis
kelamin yang sering terjadi atresia
kehamilan dan melahirkan bayi ani ini bayi laki-laki, ibu ketika
hamil menggunakan steroid
BBLR. inhalers. Kelainan kongenital pada
bayi biasanya disebabkan oleh
f. Distribusi Responden faktor genetik, faktor lingkungan,
faktor kondisi ibu saat hamil. Ibu
Berdasarkan Kejadian Kelainan dengan kondisi tersebut biasanya
kekurangan asupan nutrisi penting
Kongenital yang berperan dalam menunjang
pembentukan organ tubuh janin
Dari tabel 4.6 distribusi dalam kandungan. Adapun nutrisi
yang penting untuk ibu hamil dan
frekuensi responden berdasarkan janin tersebut meliputi asam folat,
protein, zat besi, kalsium, vitamin
kejadian kelainan kongenital berupa A, yodium, dan omega-3.
atresia ani dapat dilihat bahwa, dari
70 ibu hamil yang mengalami KEK
di dapatkan bayi yang mengalami
kelainan kongenital, sebanyak 1
orang (1,4 %). Maka dari itu, dapat
diartikan bahwa ibu hamil yang
mengalami KEK tidak beresiko
melahirkan bayi yang mengalami
kelainan kongenital. Kelainan
kongenital berupa atresia ani yaitu
kelainan kongenital yang
menyebabkan anus tidak terbentuk
sempurna. Akibatnya, penderita
tidak dapat mengeluarkan tinja
secara normal. Kondisi ini biasanya
terjadi akibat gangguan
perkembangan saluran cerna janin
636
Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨
di dapatkan bayi yang mengalami
KESIMPULAN BBLR, sebanyak 9 orang (12,9 %).
Berdasarkan hasil penelitian dari 70
Kejadian kelainan kongenital dapat
ibu hamil mengenai luaran bayi pada ibu
dengan riwayat kekurangan energi kronis dilihat bahwa, dari 70 ibu hamil yang
(KEK) di wilayah kerja Puskesmas
Sadananya tahun 2020, dapat disimpulkan mengalami KEK di dapatkan bayi yang
bahwa :
1. Berdasarkan hasil penelitian dapat mengalami kelainan kongenital, sebanyak 1
disimpulkan bahwa luaran bayi pada ibu orang (1,4 %).
hamil yang mengalami KEK sebagian
besar tidak beresiko hanya beberapa Adapun saran yang dapat disampaikan
kejadian saja yang memang terdapat
resiko yaitu abortus dan BBLR. oleh penulis berdasarkan hasil penelitian ini
2. Kejadian abortus dapat dilihat bahwa,
dari 70 ibu hamil yang mengalami KEK adalah :
di dapatkan yang mengalami abortus,
sebanyak 5 orang (8,6 %). 1. Bagi Ibu Hamil
3. Sebanyak 70 (100%) bayi lahir hidup
dari ibu yang mengalami KEK. Ibu hamil agar sering datang untuk
4. Sebanyak 70 (100%) bayi dalam kondisi
hidup dari ibu yang mengalami KEK. pemeriksaan kehamilan ke bidan
5. Kejadian asfiksia dapat dilihat bahwa,
dari 70 ibu hamil yang mengalami KEK ataupun ke posyandu agar mendapatkan
di dapatkan bayi yang mengalami
asfiksia, sebanyak 1 orang (1,4 %) informasi tentang bahaya KEK
6. Kejadian BBLR dapat dilihat bahwa,
dari 70 ibu hamil yang mengalami KEK 2. Bagi Puskesmas Sadananya
kesehatan ibu hamil terutama gizi ibu
hamil agar kejadian KEK bisa teratasi Sebaiknya pihak Puskesmas lebih sering
dengan baik.
4. Bagi Peneliti Lain memberikan informasi kepada setiap ibu
Hasil penelitian ini agar bisa
dikembangkan kembali dan digali lagi hamil mengenai pentingnya
lebih dalam tentang bayi dari ibu hamil
yang mengalami KEK. pemeriksaan kehamilan sebagai deteksi
dini ibu hamil dalam rangka mencegah
abortus, bayi lahir mati, kematian
neonatal, asfiksia, BBLR, dan kelainan
kongenital.
3. Bagi Bidan
Bagi Bidan agar lebih bisa memantau
DAFTAR PUSTAKA
Ai & Lia (2013) Asuhan Neonatus Bayi
dan Anak Balita, Edisi ke tiga. :
TIM, DKI Jakarta.
Ai Yeyeh, Rukiyah, Yulianti, Lia. 2010.
Asuhan Neonatus Bayi dan Anak
Balita. Jakarta : Trans Info Medika.
Andrian nur pratama.2013. Analisis faktor
– faktor penyebab kejadian
kematian neonatus di kabupaten
boyolali.FIKes universitas
muhammadiyah.surakarta
637
Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨
Anggarani & Subakti. (2013). Kupas Pengantin Wanita di Kabupaten
Tuntas Sekitar Kehamilan. Jakarta:
PT. Agro Media Pustaka Bantul [Skripsi]. Yogyakarta:
Anggraini, D., Adityawarman, Utomo, B., UGM.
& Suryawan, A. (2014). Risk
Factor of Low Birth Weight Helena, 2013. Gambaran Pengetahuan Gizi
(LBW), a Case Control Study.
Folia Medica Indonesiana, [e- Ibu Hamil Trimester Pertama dan
journal] 50(4). 270–277.
Pola Makan dalam pemenuhan
Anik Maryunani dan Eka puspita Sari
(2013) Asuhan Kegawatdaruratan Gizi. www. repository.usu.ac.id. 22
Maternal dan Neonatal. Jakarta:
Trans Info media. Oktober 2017, 20.50 WIB.
Aprillia dewi arum nur purwandari.2017. Irianto Koes. 2014. Ilmu Kesehatan
Karakteristik ibu hamil, status kek
dan status anemia dengan berat dan Masyarakat. Bandung: Alfabet.
panjang badan lahir bayi di
puskesmas gamping , kabupaten Irianto, Koes.2014.Gizi Seimbang dalam
sleman, yogyakarta. POLTEKES
KemenKes. Yogyakarta Kesehatan Reproduksi (Balanced
Ariyani, Diny E, Endang LA dan Anies I. Nutrition in Reproductive
2012. Validitas Lingkar Lengan
Atas Mendeteksi Kekurangan Health).Bandung:ALFABETA
Energi Kronik pada Wanita
Indonesia. Jurnal Kesehatan Istiany, A dan Rusilanti. 2014. Gizi
Masyarakat Nasional. 7(2):83-90.
Terapan. Bandung: Remaja
Assefa, N., Berhane, Y., & Worku, A.
(2012). Wealth status, mid upper Rosdakarya.
arm circumference (MUAC) and
antenatal care (ANC) are Kemenkes RI. Profil Kesehatan Indonesia
determinants for low birth weight
in Kersa, Ethiopia. PLOS ONE, tahun 2014. Jakarta : Kemenkes RI;
7(6) e39957.
2015.
Awasthy S, Chauhan M, Pandey M, Singh
S, Singh U. Energy and protein Kemenkes. Rencana Strategis Kementerian
intake during pregnancy in relation
to preterm birth: a case control Kesehatan Tahun 2015-2019.
study. MedIND. 2015;52:489-92.
Jakarta: Kementerian Kesehatan
Departemen Gizi dan Kesehatan
Masyarakat. 2012. Gizi dan RI; 2015.
Kesehatan Masyarakat. Jakarta:
Rajawali Pers. Kementrian kesehatan provinsi jawabarat.
Dhara S dan Chatterjee K. 2015. A Study of Profil Kesehatan Dinas Kesehatan
VO2 Max in Relation With Body
Mass Index (BMI) of Physical Kabupaten Ciamis, 2016. Ciamis;
Education Student. Research
Journal of Physical Education 2016
Science. 3 (6) : 2320-9011.
Kristiyanasari, Weni. 2010. Gizi Ibu Hamil.
Djitowiyono S. Dan Kristiyanasari. 2010.
Asuhan Keperawatan Neonatus dan Yogyakarta: Nuha Medika.
Anak. Yogyakarta : Mulia Medika.
Kusmiyati, Yuni, Heni. P. W, Sujiyatini.
Hastuti I. 2012. Alokasi Pengeluaran
Pangan dan Asupan Makan Sebagai 2009. Perawatan Ibu Hamil
Faktor Resiko Kejadian Kurang
Energi Kronis (KEK) Pada Calon (Asuhan Ibu Hamil). Yogyakarta:
Fitramaya.
Kusuma, A. 2012. Faktor Penyebab
Kematian Bayi. Jurnal Biometrika
dan Kependudukan, Volume 1
Nomor 1. Kabupaten Siduarjo.
Maryunani, Anik. (2016). Kehamilan dan
Persalinan Patologis (Risiko Tinggi
dan Komplikasi) Dalam
Kebidanan.Jakarta: CV Trans Info
Media.
Maryuni, Anik & Eka Puspita. 2013.
Asuhan Kegawatdaruratan
Maternal & Neonatal. Jakarta: CV.
Trans Info Media.
Mitayani. (2011). Asuhan keperawatan
maternitas. Jakarta: Salemba
Medika
Muslihatun, WN. 2010. Asuhan Neonatus
Bayi Dan Balita. Fitramaya,
Yogyakarta.
Prawirohardjo, Sarwono. 2010. Buku
Acuan Nasional Pelayanan
638
Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨
Kesehatan Maternal dan Neonatal. [Online Journal] [Diunduh 15
Agustus 2015]. Tersedia dari :
Jakarta : PT Bina Pustaka Sarwono https://www.researchgate.net/file.P
ostFileLoader.html
Prawirohardjo.
Proverawati, A & Sulistyorini, 2010. BBLR
(Berat Badan Lahir Rendah)
Dilengkapi dengan ASUHAN
PADA BBLR dan PIJAT BAYI,
Nuha Medika, Yogyakarta
Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) (2018).
Badan Penelitian dan
Pengembangan Kesehatan
Kementerian RI tahun 2018.
Rukmana SC. Hubungan Asupan Gizi Dan
Status Gizi Ibu Hamil Trimester III
Dengan Berat Badan Lahir Bayi Di
Wilayah Kerja Puskesmas Suruh
Kabupaten Semarang. J Nutr Coll.
2014;3(1):192–9.
Sastrawinata, Sulaiman. Et al. 2005. Ilmu
Kesehatan Reproduksi: Obstetri
Patologi. Edisi 2.Jakarta : EGC.
Simbolon D., Jumiyati, dan Rahamdi, A.,
2018. Pencegahan dan
penanggulangan kurang energi
kronik dan anemia pada ibu hamil.
Sleman: Deepublish
Sudarti, dkk. 2010. Asuhan Kebidanan
Neonatus, Bayi, Dan Anak Balita.
Yogyakarta
Sudarti, dkk. 2013. Asuhan Kebidanan
Neonatus Risiko Tinggi dan
Kegawatan. Yogyakarta
Sukarni, I dan Margareth, Z.H. (2013).
Kehamilan, Persalinan dan Nifas,
Yogyakarta: Nuha Medika
Sukarni, icesmi ; sudarti. (2014). Patologi :
kehamilan, persalinan, nifas,
neonatus resiko tinggi. Yogyakarta
: Nuha Medika
Sulistyoningsih. 2011. Gizi Untuk
Kesehatan Ibu dan Anak.
Yogyakarta: Graha Ilmu.
Supariasa IDM, Bakri B dan Fajar I. 2013.
Penilaian Status Gizi (Edisi Revisi).
Jakarta: EGC.
Triawanti, Mariyatul. Hubungan status gizi
ibu hamil dengan kejadian bayi
lahir mati di kabupaten banjar
periode 2011-2012. Jurnal ilmu
kesehatan. 2012;1:52-9.
Ververs M. 2011. Identification of acute
malnutrition, adverse birth
outcomes and nutritional care for
pregnant, lactating women in
emergencies or protracted crises
639
Prosiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨
GAMBARAN PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG PERSONAL
HYGINE SAAT MENSTRUASI DI PONDOK PESANTREN BIDAYATUL
HIDAYAH TARAJU KABUPATEN TASIKMALAYA
Arifah Septiane Mukti, Tia Rizkiawati
Universitas Galuh
[email protected]/[email protected]
ABSTRAK
Kesehatan reproduksi merupakan keadaan sehat secara fisik, mental dan sosial
secara utuh, pengetahuan dan pemahaman mengenai fungsi dan struktur reproduksi
akan mempengaruhi bagaimana cara merawat dan menjaga alat genetalianya dengan
benar serta mempengaruhi remaja dalam merawat organ reproduksinya. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui Gambaran Pengetahuan Remaja Putri Tentang Personal
Hygine Saat Menstruasi Di Pondok Pesantren Bidayatul Hidayah Taraju Kabupaten
Tasikmalaya. Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Penelitian ini dilakukan di Pondok
Pesantren Bidayatul Hidayah Taraju pada bulan Mei 2021. Populasi dalam penelitian ini
adalah seluruh santri putri di Pondok Pesantren Bidayatul Hidayah Taraju. Teknik
pengambilan sampel menggunakan total sampling sebanyak 47 responden. Analisis data
yang dilakukan adalah analisis univariat. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa
responden yang memiliki pengetahuan yang baik tentang personal hygine saat
menstruasi yaitu sebanyak 29 responden (61,7%). Responden yang memiliki
pengetahuan yang cukup tentang personal hygine saat menstruasi sebanyak 12
responden (25,5%) dan hanya 5 responden (12,8%) yang memiliki pengetahuan yang
kurang tentang personal hygine saat menstruasi. Dan untuk mengatasi tingkat
pengetahuan yang masih kurang sangat perlu pendidikan tentang personal hygine saat
menstruasi. Sehingga dengan adanya pendidikan kesehatan tersebut diharapkan remaja
putri dapat memperoleh pengetahuan tentang personal hygine saat menstruasi yang
baik.
Kata kunci : Pengetahuan, Remaja putri, Personal hygine
ABSTRACT
Reproductive health is a state of complete physical, mental and social health,
knowledge and understanding of reproductive functions and structures will affect how
to properly care for and maintain their genitalia and affect adolescents in caring for
reproductive organs. This study aims to determine the description of the knowledge of
young women about personal hygiene during menstruation at the Bidayatul Hidayah
Islamic Boarding School, Taraju, Tasikmalaya Regency. This type of research is
descriptive. This research was conducted at the Bidayatul Hidayah Islamic Boarding
School Taraju in May 2021. The population in this study were all female students at the
Bidayatul Hidayah Islamic Boarding School Taraju. The sampling technique used a
total sampling of 47 respondents. The data analysis performed was univariate analysis.
The results of this study indicate that respondents who have good knowledge about
personal hygiene during menstruation are 29 respondents (61.7%). Respondents who
have sufficient knowledge about personal hygiene during menstruation are 12
respondents (25.5%) and only 5 respondents (12.8%) have less knowledge about
personal hygiene during menstruation. And to overcome the level of knowledge that is
still lacking, education about personal hygiene during menstruation is urgently needed.
640
Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨
So with this health education, it is hoped that young women can gain knowledge about
personal hygiene during menstruation.
Keywords: Knowledge, Female Teenager, Personal hygiene
PENDAHULUAN perut. Dan dalam waktu yang lama
Kesehatan reproduksi merupakan kemungkinan besar akan menyebabkan
Infeksi Saluran Reproduksi (ISR) dan
keadaan sehat secara fisik, mental dan mempunyai dampak buruk untuk masa
sosial secara utuh, tidak semata-mata bebas depannya seperti : kanker leher Rahim,
dari penyakit atau kecacatan yang berkaitan kehamilan diluar kandungan, penyempitan
dengan system,fungsi, dan proses pada saluran telur, endometriosis.
reproduksi
Pondok pesantren merupakan lembaga
Personal hygine saat menstruasi pendidikan islam yang bersifat tradisional
dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan di Indonesia yang bertujuan untuk
tentang kesehatan reproduksi. Pengetahuan mendalami tentang agama islam. Peran
dan pemahaman mengenai fungsi dan pondok pesantren yaitu sebagai sebuah
struktur reproduksi akan mempengaruhi lembaga yang membahas masalah agama
bagaimana cara merawat dan menjaga alat islam yang berguna bagi masyarakat yang
genetalianya dengan benar serta beragama islam dan sudah semestinya
mempengaruhi remaja dalam merawat membahas seksualitas melalui pendidikan
organ reproduksinya, pengetahuan remaja kesehatan reproduksi kepada remaja di
putri tentang perawatan daerah reproduksi pondok pesantren tersebut. Akan tetapi
akan berakibat pada rendahnya kesadaran pada kenyataannya, bahasan kesehatan
remaja putri tentang pentingnya menjaga reproduksi ini masih sangat jarang di
kebersihan organ reproduksi sampaikan dan sensitif dikalangan pondok
pesantren. Masalah kesehatan reproduksi
Remaja berada pada tahap transisi remaja khususnya mengenai menstruasi
dari masa kanak-kanak ke masa dewasa sangat penting untuk diinformasikan
yang akan mengalami banyak perubahan kepada remaja putri di pondok pesantren.
secara fisiologis, psikologis dan iktelektual
salah satu perubahan fisiologis remaja putri Dari wawancara yang telah dilakukan
adalah terjadinya menstruasi. pada bulan maret 2021 di Pondok Pesantren
Bidayatul Hidayah Taraju Tahun 2021,
Jika remaja putri kurang kepada 12 santri perempuan, mereka
memeperhatikan kebersihan organ genetalia mengatakan sedikit paham tentang personal
saat mentrsuasi maka akan berdampak hygine saat menstruasi tetapi keterbatasan
buruk seperti dalam waktu dekat akan kamar mandi, air yang harus di hemat dan
mudah mengalami demam, gatal-gatal pada
kulit vagina, radang pada permukaan
vagina, keputihan, sakit pada bagian bawah
641
Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨
air yang sedikit kotor menjadi penyebab gambaran keadaan objek, tidak
mereka hanya mengganti pembalut 1-2 kali menggeneralisasi hasilnya. Penelitian ini
dalam sehari dan membuat mereka kurang dilakukan dengan memberikan gambaran
peduli ketika sedang menstruasi. Untuk pengetahuan remaja putri tentang personal
kebersihannya mereka hanya membersihan hygine saat menstruasi.
diri secara umum saja, dari cara remaja
putri menjaga kebersihan ketika menstruasi HASIL DAN PEMBAHASAN
terdapat beberapa dampak dari kurangnya 1. Karakteristik Responden
personal hygine saat mentruasi dari 12
santri tersebut 7 orang mengalami gatal- Karakteristik umum responden
gatal saat menstruasi dan 5 orang merupakan ciri khas yang terdapat pada
mengalami keputihan. Di pondok pesantren diri responden. Karakteristik responden
bidayatul hidayah juga tidak menyediakan dalam penelitian ini terdiri dari umur,
Pos Kesehatan Pesantren (PosKesTren) dan usia menarche yang dijabarkan
sehingga ketika mereka mengalami gatal- sebagai berikut :
gatal dan keputihan mereka hanya a. Umur
membiarkannya saja dan mereka malu
untuk melaporkannya pada pengurus Umur responden bervariasi mulai
pondok wanita. umur 15-18 tahun. Penyajian data
umur responden ditampilkan pada
tabel berikut :
Berdasarkan data di atas peneliti Distribusi responden berdasarkan
tertarik untuk mengetahui tingkat
pengetahuan remaja putri tentang personal Umur Remaja di Pondok Pesantren
hygiene saat menstruasi, mengingat
personal hygiene saat menstruasi sangat Bidayatul Hidayah Taraju Kabupaten
penting di lakukan oleh wanita terlebih
remaja putri dan perlunya pendidikan Tasikmalaya
kesehatan sejak dini untuk mencegah
terjadinya penyakit system reproduksi pada Pengetahu Remaja Putri
wanita. Oleh karena itu peneliti tertarik
melakukan penelitian tentang Pengetahuan an tentang
Remaja Putri Tentang Personal Hygine Saat
Menstruasi Di Pondok Pesantren Bidayatul personal Jumlah (n) Presentase
Hidayah Kabupaten Tasikmalaya.
hygine saat (%)
METODE PENELITIAN
Jenis penelitian ini menggunakan penelitian menstruasi
deskriptif yaitu peneliti hanya memberikan
15 8 17.0
16 15 31.9
17 20 42.6
18 4 8.5
Total 47 100,0
Sumber : Data Primer, 2021
Tabel 4.1 menunjukkan bahwa dari
47 responden, kelompok umur dengan
responden terbanyak berada pada kelompok
umur 17 tahun yaitu sebanyak 20
responden (42,6%), sedangkan kelompok
642
Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨
umur dengan responden yang paling sedikit tujuan penelitian.
a. Distribusi responden berdasarkan
jumlahnya adalah kelompok umur 18 tahun
pengetahuan remaja putri tentang
yaitu sebanyak 4 responden (8,5%). personal hygine saat menstruasi
Variabel pengetahuan tentang
a. Usia Menarche personal hygine saat menstruasi dalam
penelitian ini adalah segala sesuatu yang
Usia menarche responden diketahui oleh responden tentang
pengetahuan remaja putri tentang personal
bervariasi mulai umur 10-15 tahun. hygine saat menstruasi yang dikategorikan
menjadi baik, cukup dan kurang. Adapun
Penyajian data usia menarche distribusi lengkap mengenai pengetahuan
remaja putri tentang pengetahuan remaja
responden ditampilkan pada tabel putri tentang personal hygine saat
menstruasi di Pondok Presantren Bidayatul
berikut : Hidayah Taraju Kabupaten Tasikmalaya.
Tabel 4.2
Distribusi responden berdasarkan Usia
Menarche Remaja di Pondok Pesantren
Bidayatul Hidayah Taraju Kabupaten
Tasikmalaya
Pengetahua Remaja Putri
n tentang
personal
hygine saat Jumlah (n) Presentase
(%)
menstruasi
12 12 25.5 Distribusi responden berdasarkan Pengetahuan
Remaja Putri Tentang Personal hygine saat
13 27 57.4 menstruasi di Pondok Pesantren Bidayatul
Hidayah Taraju Kabupaten Tasikmalaya
14 8 17.0
Total 47 100,0
Sumber : Data Primer, 2021
Tabel 4.2 menunjukkan bahwa dari Pengetahuan Remaja Putri
47 responden, usia menarche dengan tentang Jumlah (n) Presentase (%)
responden terbanyak berada pada usia personal
hygine saat
menstruasi
menarche 13 tahun yaitu sebanyak 27 BAIK 29 61,7
responden (25,5%), sedangkan usia
menarche dengan responden yang paling CUKUP 12 25.5
sedikit jumlahnya adalah usia menarche 12.8
14 tahun yaitu sebanyak 8 responden KURANG 5 100,0
Total 47
Sumber : Data Primer, 2021
(17,0 %). Tabel 4.3 menunjukkan bahwa dari
2. Analisis Univariat 47 responden, sebagian besar remaja putri
di Pondok Pesantren Bidayatul Hidayah
Analisis univariat adalah metode Taraju Kabupaten Tasikmalaya mempunyai
yang bertujuan untuk melihat gambaran pengetahuan yang baik yaitu sebanyak 29
umum dari hasil penelitian tiap-tiap responden (61,7%), responden yang
variabel yang digunakan yakni melihat memiliki pengetahuan cukup yaitu 12
gambaran distribusi frekuensi serta
persentase tunggal yang terkait dengan
643
Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨
(25,5%) dan Responden yang memiliki IntanKumalasari. 2021. Kesehatan
pengetahuan kurang yaitu 5 responden
(12,8%). Reproduksi.Jakarta : Salameba
Medika.
Ismi,2018. Hubungan Personal Hygine
Saat Menstruasi Dengan
Kejadian Pruitus Vulvae Pada
KESIMPULAN DAN SARAN Remaja
Berdasarkan hasil penelitian tentang
Jahja, Y. 2011. Psikologi Perkembangan.
gambaran pengetahuan remaja putri
tentang personal hygiene di Pondok Jakarta : Kencana
Pesantren Bidayatul Hidayah Taraju
Kabupaten Tasikmalaya , maka dapat Kusmiran, E. 20211. Kesehatan
ditarik kesimpulan bahwa Pengetahuan
yang baik tentang personal hygine saat Reproduksi Remaja dan
menstruasi yaitu sebanyak 29 responden
(61,7%). Responden yang memiliki Wanita, Jakarta:Salemba
pengetahuan yang cukup tentang personal
hygine saat menstruasi sebanyak 12 Medika
responden (25,5%) dan hanya 5
responden (12,8%) yang memiliki Lubis, Namora L. 2013. Psikologi Kespro
pengetahuan yang kurang tentang personal
hygine saat menstruasi. Diharapkan hasil Wanita dan Perkembangan
penelitian ini bisa sebagai acuan untuk
meningkatkan fasilitas seperti menyediakan Reproduksinya. Jakarta :
air bersih, menambah kamar mandi.
Kencana
Marmi. 2014. Kesehatan Reproduksi.
Yogyakarta: PustakanPelajar
Notoatmodjo S. 2014. Ilmu Perilaku
Kesehata. Jakarta :Rineka Cipta
Pudiastuti, 2010. Ratna. Pentingnya
Menjaga Organ
Kewanitaan.Jakarta : Indeks
Jakarta
Sarwono SW. 2013. Psikologi Remaja.
Jakarta : Rajawali Pers
Tuti, 2019. Perilaku Vulva Hyggiene Saat
Menstruasi Pada Remaja Putri
Di SMP Negeri 5 Tambun
Selatan
Tetti Solehati Jurnal Keperawatan
Komprehensif Vol 4 no.2, Juli
018;89-91. Gambaran
Pengetahuan, Sikap dan
DAFTAR PUSTAKA Keluhan Tentang Menstruasi
Diantara Remaja Putri
Asrawati, Gambaran Pengetahuan Remaja Yulia. 2020. Analisis Faktor Yang
Putri Tentang Menstruasi di Mempengaruhi Masalah
SMP 3 Negeri Sungguminasa Kesehatan Reproduksi Remaja
Kabupaten Gpwa 2010 Saat Periode Menstruasi
HelmyIlmiawati, Kuntoro Jurnal
Biometrika dan
Kependudukan.Vol5,No.1 Juli
2016;43-51.Pengetahuan
PersonalHygine RemajaPutri
Pada Kasus Keputihan
644
Prosiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨
PENGARUH HYPNOBRESTFEEDING TERHADAP MOTIVASI IBU HAMIL
DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BUNGURSARI
TASIKMALAYA
Sri Wahyuni Sundari1, Melsa Sagita Imaniar2, Tira Nurjanah3, Wida Yuliana 4
1, 2 Prodi D3 Kebidanan, Universitas Muhamamdiyah Tasikmalaya
3, 4 Mahasiswa D3 Kebidanan, Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya
([email protected], 087731428971)
ABSTRAK
Cakupan ASI Eksklusif di Indonesia sebanyak 35,7% angka ini masih jauh dari target
WHO yaitu 50%, salah satu penyebab rendahnya cakupan ASI Eksklusif ini adalah
ketidakmampuan ibu dalam memberikan ASI di awal kelahiran bayi. Motivasi ibu dalam
menyusui sangat menentukan pemberian ASI di awal kelahiran. Salah satu upaya dalam
meningktakan motivasi ibu menyusui ASI Eksklusif adalah dengan hypnobreastfeeding. Tujuan
penelitian ini adalah untuk meningkatkan motivasi ibu dalam memberikan ASI Eksklusif
dengan pemberian hypnobreatfeeding. Metode penelitian menggunakan quasy experiment
dengan postest only control group design. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada kelompok
yang mendapat perlakuan berupa hypnobreastfeeding terbukti memiliki motivasi yang lebih
bagus dibandngkan dengan kelompok control dengan nilai p 0,000. Dengan demikian simpulan
pada penelitian ini adalah hypnobreatsfeeding secara signifikan berpengaruh terhadap motivasi
ibu menyusui.
Kata kunci : ASI Eksklusif, Hypnobreastfeeding, Motivasi
ABSTRACT
Exclusive breast milk coverage in Indonesia of 35.7% is still far from the WHO target
of 50%, one of the causes of this low exclusive breastfeeding coverage is the inability of mothers
to breastfeed early in the baby's birth. The motivation of the mother in breastfeeding determines
the administration of breast milk at the beginning of birth. One of the efforts in boosting the
motivation of exclusive breastfeeding mothers is by hypnobreastfeeding. The purpose of this
study is to increase the motivation of mothers in giving exclusive breast milk by giving
hypnobreatfeeding. The research method uses quasy experiment with postest only control group
design. The results showed that in the group that received treatment in the form of
hypnobreastfeeding proved to have a better motivation compared to the control group with a
value of p 0.000. Thus the conclusion in this study is hypnobreatsfeeding significantly affects the
motivation of breastfeeding mothers.
Keywords : Exclusive Breastfeeding, Hypnobreastfeeding, Motivation
PENDAHULUAN eksklusif semakin tinggi. Dampak dari
rendahnya cakupan IMD akan berlanjut
Secara global cakupan inisiasi kepada rendahnya cakupan ASI eksklusif
menyusui dini (IMD) dan ASI Eksklusif dan meningkatkan kejadian diare, penyakit
masih rendah. Indonesia mempunyai infeksi saluran pernafasan (ISPA) dan juga
cakupan IMD sebesar 58,2% dan ASI gangguan pertumbuhan disertai gizi kurang
eksklusif sebesar 37,3%. Direktorat Bina pada masa balita dan kematian balita.
Gizi Kemenkes RI mengtargetkan 80% dan
50% untuk cakupan IMD dan ASI Laporan dari WHO menyebutkan
eksklusif. Namum pada kenyataannya, bahwa, sekitar dua per tiga kematian bayi
kesenjangan antara cakupan IMD dan ASI usia 0-12 bulan terjadi pada saat bayi masih
645
Prosiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨
usia neonatal (0-28 hari). Tindakan tidak Berdasarkan latar belakang tersebut
peneliti ingin mengetahui pengaruh
melakukan inisiasi menyusu dini (IMD) Hypnobreastfeeding terhadap peningkatan
motivasi ibu hamil untuk memberikan ASI
pada satu jam pertama dan tidak Eksklusif terlebih metode ini belum pernah
dilakukan oleh ibu hamil ataupun ibu
melanjutkan pemberian ASI eksklusif menyusui di Puskesmas Bungursari Kota
Tasikmalaya.
hingga usia 6 bulan menjadi penyebab
Penelitian ini diharapkan dapat
utamanya. mengahsilkan luaran tercapainya angka ibu
menyusui yang berhasil memberikan ASI
Secara umum terdapat berbagai Eksklusif, dapat menghasilkan panduan
audio visual hypnobreastfeeding yang dapat
faktor penyebab kegagalan ASI eksklusif digunakan oleh semua ibu hamil tidak
terbatas pada responden penelitian
seperti rendahnya pengetahuan dan sikap
BAHAN DAN METODE
ibu yang mengakibatkan ketidakmampuan Penelitian ini menggunakan metode
ibu dalam memberikan ASI di awal quasi experiment design, dengan
pendekatan postest only control group
kelahiran. Ibu yang mengalami kesulitan di design. Rancangan ini memungkinkan
peneliti mengukur pengaruh perlakukan
awal menyusui seperti kelelahan, merasa pada kelompk eksperimen dengan cara
membandingkan kelompok tersebut dengan
ASI sedikit, putting susu lecet, gangguan kelompok kontrol. Pada penelitian ini
kelompok perlakukan diberikan intervensi
tidur malam hari, dan stress yang berupa hypnobreastfeedig kepada ibu hamil
trimester III dan kelompok kontrol
berhubungan dengan peran baru, hal dapat diberikan pendidikan kesehatan mengenai
persiapan meyusui.
menjadi sumber stres ibu, sehingga dapat
Populasi dalam penelitian ini
menggangu proses laktasi karena stres adalah seluruh ibu hamil trimester III
primiravida yang terdapat di wilayah kerja
dapat menghambat produksi ASI puskesmas Bungursari Kota Tasikmalaya
Tahu 2020 berjumlah 30 orang, teknik
menjadikan pemberian ASI Eksklusif tidak sampel yang digunakan yaitu total sampling
tercapai
Salah satu upaya yang dapat
dilakukan dalam mencegah strees pada ibu
adalah dengan melakukan
Hypnobreastfeeding semenjak masa
kehamilan, sehingga akan meningkatkan
motivasi ibu untuk memberikan ASI nya
secara eksklusif.
Hypnobreastfeeding yaitu upaya
alami untuk menggunakan energi bawah
sadar sehingga proses menyusui berjalan
dengan aman dan lancar, dengan
memasukkan kata-kata keyakinan positif
saat ibu dalam keadaan relax, sehingga
dapat meningkatkan motivasi ibu untuk
memberikan ASI.
646
Prosiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨
dengan kriteria inklusi dan ekslusi. nilai p > 0,05 sehingga kedua kelompok
Analisis data ayang digunakan dikatakan homogen dan layak untuk
yaitu analisis univariat meliputi dibandingkan.
karakteristik responden dan analisis Pengaruh hypnobreastfeeding
Bivariat yaitu melihat pengaruh terhadap motivasi Ibu menyusui secara asi
hypnobreasfeeding terhadap motivasi ibu eksklusif dapat dilihat pada tabel berikut :
menyusui menggunankan ujiT Tabel 2 perbandingan motivasi
Berpasangan antara kelompok intervensi dan kelompok
kontrol
HASIL Variabel Intervensi Kontrol p*
Distribusi karakteristik dari
subjek penelitian dapat dilihat pada Motifasi 0,000
breastfeeding 66
tabel 1 berikut ini: - Rata-rata 85 73
- Median 75
Tabel.1 Distribusi Frekuensi Dari hasil penelitian diperoleh
Karakteristik subjek dan variabel bahwa terdapat pengaruh hynobreastfeeding
penelitian
Karakteristik Kelompok p* terhadap motivasi menyusui pada ibu hamil
12 trimester III dengan nilai p 0,000
N=15 % N=15 %
Usia menggunakan uji T berpasangan
17-35 14 93,3 13 86,7
36-45 1 6,7 2 13,3
Ibu Bekerja
Ya 7 46,7 5 33,3 PEMBAHASAN
Tidak 8 53,3 10 66,7
Paritas Pada penelitian ini didapatkan hasil
Primipara 6 40,0 6 40,0 0,08 rata-rata motivasi ibu 85% pada kelompok
Multipara 9 60,0 9 60,0
IMD
Ya 9 60,0 12 80,0 intervensi sedangkan pada kelompok
Tidak 6 40,0 3 20,0
Dukungan kontrol 66%, analisis data menunjukkan
suami/Keluarga bahwa terdapat pengaruh
Ya 10 66,7 7 46,7
Tidak 5 33,3 8 53,3 hypnobreatfeeding terhadap motivasi ibu
Ket : 1 = Kelompok Intervensi
2 = Kelompok kontrol untuk menyusui secara asi eksklusif.
n jumlah sampel Motivasi adalah kekuatan psikologis
* menggunakan Chi Square yang mampu menggerakan seseorang ke
Berdasarkan tabel 1 dapat dilihat beberapa jenis tindakan. Motivasi
bahwa karakteristikresponden merupakan kemampuan yang dimiliki
seorang individu untuk melakukan hal yang
mneunjukkan tidak terlihat perbedaan harus dilakukan, kapan dan bagaimana
yang bermakna anatara kelompok untuk dapat mencapai tujuan.
intervensi dan kelompok kontrol dengan
647
Prosiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨
Ketika seorang individu memiliki supaya ibu dapat memberikan ASI
motivasi yang kuat, maka hal ini akan secara eksklusif.
menjadikan individu tersebut tidak mudah
putus asa dan menyerah. Pada ibu yang Peneliti meyakini dengan
memiliki motivasi yang tinggi dalam dilakukan hpnobresatfeeding dapat
memberikan ASI Eksklusif pada bayinya, memberikan pengaruh positif untuk ibu
ibu tersebut akan memiliki keinginan untuk mencapai keberhasilan pemberian ASI
dapat terus menyusui dan memberikan secara eksklusif, karena meningkatnya
bayinya ASI bahkan sejak bayi tersebut motivasi ibu dalam menyusui.
belum lahir. Selain itu, keyakinan diri yang
teguh dapat membantu ibu untuk KESIMPULAN DAN SARAN
merangsang produksi ASI sehingga ASI ibu
dapat mencukupi kebutuhan bayinya. Hasil penelitian hypnobreatsfeeding
Pemberian ASI Eksklusif pada secara signifikan berpengaruh terhadap
bayi penting dilakukan karena ASI
adalah nutrisi sempurna bagi sistem motivasi ibu menyusui,
pencernaan bayi hingga usia 6 bulan.
Perlu dilakukan kegiatan pengabdian
Jika seorang ibu mengetahui
manfaat menyusui, maka mereka akan pada masyarakat melalui hypnobreatfeeding
mengupayakan untuk memberikan ASI
pada bayinya. Proses menyusui tidak pada setiap ibu hamil
terlepas dari keyakinan ibu dalam
menyusui. Hasil penelitian menemukan .
keyakinan serta kepercayaan diri ibu
dalam meyusui akan menentukan DAFTAR PUSTAKA
keberhasilan menyusui salah satunya
dengan teknik hypnolaktasi atau Abdulahi, M., Fretheim, A. and
hypnobreastfeeding. Magnus, J. H. (2018) ‘Effect of
breastfeeding education and
Hypnobreastfeeding yaitu proses support intervention (BFESI)
natural yang aman dalam menyalurkan versus routine care on timely
energi positif dalam diri seorang ibu initiation and exclusive
dengan melakukan afirmasi atau sugesti breastfeeding in Southwest
positif untuk dapat meyakinkan ibu Ethiopia: Study protocol for a
cluster randomized controlled
trial’, BMC Pediatrics. BMC
Pediatrics, 18(1), pp. 1–14. doi:
10.1186/s12887-018-1278-5.
Aprilia, Y. (2014)
‘Hypnobreastfeeding’.
Armini, N. W. (2016)
‘Hypnobreastfeeding Awali
Suksesnya ASI Eksklusif’,
Jurnal Skala Husada, 1, pp. 21–
29. Available at:
http://download.garuda.ristekdik
ti.go.id/article.php?article=8084
648
Prosiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨
47&val=13183&title=HYPNOB Martín-Iglesias, S. et al. (2018)
REASTFEEDING, STARTING ‘Effectiveness of an educational
EXCLUSIVE
BREASTFEEDING TO BE group intervention in primary
SUCCESS.
healthcare for continued
exclusive breast-feeding:
PROLACT study’, BMC
Asih, Y. and Nyimas, A. (2020) Pregnancy and Childbirth. BMC
‘Hypnobreastfeeding to increase
Pregnancy and Childbirth, 18(1),
motivation and breast milk pp. 1–10. doi: 10.1186/s12884-
production: A study’,
018-1679-3.
International Journal of
Meliala, A. (2015) ‘1000 Hari Pertama’,
Innovation, Creativity and pp. 1–14.
Change, 13(2), pp. 122–137.
Fadnes, L. T. et al. (2016) ‘Effects of an Otsuka, K. et al. (2014) ‘Effectiveness
exclusive breastfeeding of a breastfeeding self-efficacy
intervention for six months on intervention: Do hospital
practices make a difference?’,
growth patterns of 4-5 year old
Maternal and Child Health
children in Uganda: The cluster- Journal, 18(1), pp. 296–306.
randomised PROMISE EBF doi: 10.1007/s10995-013-1265-
trial’, BMC Public Health. BMC
Public Health, 16(1), pp. 1–9. 2.
doi: 10.1186/s12889-016-3234-
3. Penelitian, J. et al. (2018) ‘Pengaruh
Hypnobreastfeeding Pada Ibu
Ferial (2013) Biologi Reproduksi. Hamil Trimester Iii Terhadap
Jakarta.
Kecukupan Asi Pada Bayi Di
Puskesmas Kahuripan
Kementerian Kesejahteraan Rakyat Kecamatan Tawang Kota
Tasikmalaya Tahun 2018’, XII,
Republik Indonesia (2013)
‘Kerangka Kebijakan : Gerakan pp. 85–93.
Nasinal Percepatan Perbaikan Satari MH, W. F. (2011) Konsistensi
Penelitian dalam Bidang
Gizi (Gerakan 1000 Hari Kesehatan Bandung. Edited by
Pertama Kehidupan)’. Refiika Aditama.
Kuswandi, L. (2009) Basic Hypnosis Sofiyanti, I., Astuti, F. P. and
and Hypnobirthing Workbook.
Bali: Pro V Clinic. Windayanti, H. (2019)
‘Penerapan Hypnobreastfeeding
Madden, K. et al. (2016) ‘Hypnosis for pada Ibu Menyusui’, Indonesian
pain management during labour Journal of Midwifery (IJM),
2(2), pp. 84–89. doi:
and childbirth ( Review )
10.35473/ijm.v2i2.267.
SUMMARY OF FINDINGS
FOR THE MAIN
Cochrane
COMPARISON’,
Database of Systematic Reviews,
2016(5), p. no pagination. doi:
10.1002/14651858.CD009356.p
ub3.www.cochranelibrary.com.
649