Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨
kali sehari dengan berat 100 gram 200 gram dengan waktu satu minggu dan
ditambahkan air mineral 50 ml tanpa gula. diberikan satu kali sehari rata-rata
Semangka yang digunakan adalah penurunan tekanan darah sistolik sebesar
semangka yang berwarna merah dan 25,00 mmHg serta pada tekanan darah
berbiji. Pengukuran tekanan darah diastolik sebesar 8,89 mmHg. Pemberian
dilakukan setelah dua jam diberi intervensi jus semangka sebanyak 250 gram selama
yang diberikan satu kali sehari dilakukan tujuh hari terjadi penrunan rata-rata sistolik
selama tujuh hari berturut-turut. Pemberian sebesar 23,75-36,74 mmHg serta pada
jus semangka 100 gram dua kali sehari, tekanan darah diastolik sebesar 20,00
Pemberian jus semangka sebanyak 200 mmHg. Pemberian jus semangka sebanyak
gram diberikan satu kali sehari, sebanyak 350 gram dua kali sehari menurunkan
250 gram satu kali sehari dan sebanyak 350 tekanan darah rata-rata sistolik 24,67
gram diberikan 2 kali sehari. mmHg dan rata-rata tekanan darah diastolik
11,99 mmHg.
Pada kelompok kontrol terdapat
penurunan rata-rata tekanan sistolik darah Hasil penelitian menunjukkan bahwa
mulai dari 2,00-34,38 mmHg. Tekanan tekanan darah pada kelompok intervensi
darah rata-rata diastoliknya mulai dari 1,33- mengalami penurunan tekanan darah yang
10,00 mmHg. Pada kelompok kontrol ada signifikan. Fakta pada artikel menunjukkan
yang diberikan terapi dan tidak diberikan bahwa dengan pemberian jus semangka
terapi. Pemberian terapi diantaranya jus pada penderita hipertesi terjadi penurunan
semangka merah dengan waktu pemberian tekanan darah sistolik dengan rata-rata
lima hari. Pemberian jus semangka kuning, sebesar 18,00-36,74 mmHg serta pada
pemberian jus apel manalagi dan tekanan darah diastolik sebesar 8,89-20,00
pembeerian jus belimbing dengan waktu mmHg. Berdasarkan observasi saat
pemberian selama tujuh hari. melakukan penelitian beberapa artikel
semangka membandingkan antara jus
Sedangkan pada kelompok intervensi semangka dengan jus semangka kuning, jus
dengan pemberian jus semangka diberikan apel manalagi dan jus belimbing. Hal
satu kali sehari dengan berat 100 gram tersebut memperlihatkan bahwa pemberian
ditambahkan air mineral 50 ml tanpa gula. jus semangka memiliki dampak yang lebih
Tekanan darah menurun dengan rata-rata tinggi sebagai antihipertensi dari pada jus
sistolik sebesar 18,00-33,75 mmHg serta lainnya (Sari et.al, 2017). Dapat
pada tekanan darah diastolik sebesar 13,50- disimpulkan bahwa pemberian jus
14,67. Pemberian jus semangka 100 gram semangka yang paling efektif adalah 250
dua kali sehari rata-rata penurunan tekanan gram dan dengan pola hidup yang sehat
darah sistolik sebesar 22,00 mmHg serta secara ketat.
pada tekanan darah diastolik sebesar 20,00
mmHg. Pemberian jus semangka sebanyak Desain penelitian yang digunakan dari
439
Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨
sepuluh artikel tersebut menggunakan bahwa 95% hipertensi pada usia muda
Design Quasy Eksperiment, Pre disebabkan karena kurang makan sayur dan
Eksperiment, Eksperiment dan True buah. Oleh sebab itu, maka penting sekali
Eksperiment. Dengan teknik pengambilan memakan buah-buahan yang bisa
sampel menggunakan accidental sampling, menurunkan hipertensi dan mengurangi
purposive sampling dan Simple Random faktor resiko yaitu jus semangka. Hal ini
sampling. Desain penelitian yang paling sejalan dengan penelitian yang dilakukan
efektif pada artikel tersebut yaitu dengan oleh (Nurjannah, 2020) dengan responden
menggunakan Quasy Eksperiment, dengan berusia mulai dari 18 tahun penurunan
tehnik sampling purposive sampling dengan tekanan darah rata-rata sistolik 24,67
two group pretest posttest. Karena pada mmHg dan diastolik 11,99 mmHg.
penelitian yang dilakukan oleh (Yanti et.al,
2019) dapat menurunkan tekanan darah Kandungan asam amino (L-Citrullin
dengan rata-rata 36,74 mmHg. atau L-Arginin) yang hanya terdapat dalam
buah semangka itu adalah kandungan utama
Peneliti berasumsi bahwa faktor resiko yang menjadikan buah semangka sebagai
penyebab hipertensi juga harus indikasi tanaman herbal untuk menurunkan
dikendalikan karena pengobatan baik secara tekanan darah. Selain itu kandungan yang
farmakologi atau non-farmakologi jika sangat berpengaruh dalam buah semangka
tidak dikontrol faktor resikonya tidak akan untuk menurunkan tekanan darah adalah
memberikan efek yang signifikan. Selain kandungan kalium yang tinggi dalam buah
rutin meminum jus semangka baiknya semangka. Dengan kandungan semangka
menerapkan pola hidup sehat dengan tidak tersebut maka tidak heran jika jus
mengkonsumsi garam berlebih, tidak semangka bisa menurunkan tekanan darah
merokok, berolahraga secara rutin pada semua faktor usia dan faktor penyebab
menurunkn berat badan, dan pola hidup yang berbeda-beda. Hal ini sejalan dengan
sehat lainnya. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh 10 artikel
penelitian yang dilakukan oleh (Yanti et.al, tersebut bahwa dengan pemberian jus
2019) dengan pemberian jus semangka dan semangka dengan benar dan secara teratur
menerapkan pola hidup sehat secara disiplin dapat menurunkan tekanan darah. Pada
menurunkan tekanan darah dengan rata-rata sepuluh artikel tersebut sampel pada
sistolik 36,74 mmHg. penelitian dengan berbagai faktor penyebab
yang bisa dirubah dan tidak bisa dirubah.
Usia muda juga bisa terserang Usia dan jenis kelamin adalah faktor yang
hipertensi dengan kebanyakan faktor resiko tidak dapat dirubah. Fakta penelitian pada
disebabkan oleh genetik. Selian itu, faktor sepuluh artikel didukung dengan responden
resiko usia muda adalah kurangnya makan yang berusia mulai dari 18-<60 tahun.
sayur-sayuran dan buah-buahan. Hal ini Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa
ditunjang juga data dari Riskesdas (2018)
440
Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨
terapi tanaman herbal jus semangka efektif menambah pengetahuan dalam terapi
untuk menurunkan tekanan darah pada non-farmakologi bagi pendeita
semua usia penderita hipertensi dengan hipertensi. Selain itu, masyarakat umum
berbagai faktor penyebab. atau penderita hipertensi yang berada
dikomunitas atau diklinik mengetahui
KESIMPULAN pengaruh pemberian jus semangka pada
Penelitian ini adalah penelitian hipertensi.
b. Bagi Profesi Keperawatan
Literature Review dengan populasi 645 Perawat bisa menjelaskan hipertensi dan
artikel dan sampel sebanyak sepuluh melakukan intervensi saat memberikan
artikel. Berdasarkan hasil beberapa artikel asuhan keperawatan non-farmakologis
bahwa jus seamngka efektif dalam jus semangka pada penderita hipertensi
menurunkan tekanan darah dengan dengan sebagai terapi non-farmakologis.
penuruanan tekanan darah rata-rata sistolik Pemberian jus semangka sebanyak 250
sebesar 18,00-33,75 mmHg serta pada ml harus dibarengi dengan pola hidup
tekanan darah diastolik sebesar 8,89-14,67 dan mengurangi faktro resiko lainnya.
mmHg. Penelitian dilakukan selama tujuh Jus semangka bisa dijadikan dasar dalam
hari dengan pemberian jus semangka 100 pengembangan ilmu pengetahuan dan
gram sampai 250 gram. Penelitian yang teknologi dalam memperdalam terapi
sangat efektif dalam menurunkan tekanan non-farmakologis untuk menurunkan
darah adalah dengan memberikan jus tekanan darah.
semangka 250 gram dalam waktu tujuh hari c. Bagi Peneliti
diberikan satu kali sehari dengan Penelitian ini dapat memperluas
melakukan pola hidup sehat yang telah pandangan secara umum sehingga
dibuktikan dalam artikel dengan penurunan memberikan informasi dan penjelasan
tekanan darah rata-rata 36,74 mmHg. pemberian terapi tanaman herbal jus
semangka sebagai salah satu terapi
SARAN untuk menurunkan tekanan darah yang
baik dan benar kepada masyarakat
a. Bagi FIKES Universitas umum dan kepada penderita hipertensi.
d. Bagi Peneliti Selanjutnya
Muhammadiyah Tasikmalaya Peneliti selanjutnya bisa memberika jus
semangka dengan waktu yang lebih
Pemberian jus semangka pada penderita lama dengan dosis 250 gram dan
mengontrol faktor resikonya untuk
hipertensi dapat menurunkan tekanan mengetahui penurunan tekanan darah
darah jika diberikan dengan cara yang
benar dan teratur, dikarenakan FIKES
sebagai perguruan tinggi dalam
menjalankan catur dharmanya
diharapkan dijadikan referensi hipertensi
dan digunakan oleh mahasiswa untuk
441
Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨
yang lebih efektif didalam melakukan Puskesmas Nanggalo. Jurnal
penelitian primer. Akademika Baiturrahim Jambi,
DAFTAR PUSTAKA 8(1), 40.
Apriza Yanti, C., & Muliati, R. (2019). https://doi.org/10.36565/jab.v8i1.1
Pengaruh Pemberian Jus Semangka
Merah dan Kuning Terhadap 01
Tekanan Darah Lansia Menderita
Hipertensi. Jurnal Endurance, 4(2), Pardede, R., Komala Sari, I., &
411.
https://doi.org/10.22216/jen.v4i2.4 Simandalahi, T. (2019). Pengaruh
213
Pemberian Jus Semangka (Citrullus
Kemenkes RI.(2019). Profil Kesehatan
Lanatus) Terhadap Perubahan
Indonesia Tahun 2018
Tekanan Darah Pada
.http://www.p2ptm.kemkes.go.id/ke
Penderita Hipertensi Di Wilayah
giatan-p2ptm/pusat-/hari-hipertensi
Kerja Pukesmas Hiang Kabupaten
dunia-2019-know-your-number-
Kerinci Tahun 2019. Jurnal
kendalikan-tekanan-darahmu-
Kesehatan Saintika Meditory, 2,
dengan-cerdik
19–27. Retrieved from
Kurniasih,E.,& Lukitaningtyas,D.,(2020).
Lama Terapi Jus Semangka https://jurnal.syedzasaintika.ac.id
Terhadap Tekanan Darah Lansia
Penderita Hipertensi. Jurnal Permata sari, rebbi, restipa, ledia, & yonira
Profesi Kesehatan Masyarakat.
http://jurnal.bhmm.ac.id/index.php/ putri, marsia. (2017). Pengaruh
jpkm/indexCorresponding
Pemberian Jus Semangka Terhadap
Lavintang,R., Erwin.,& Dewi,Y.I.(2018).
Pengaruh Jus Semangka (Citrullus Penurunan Tekanan Darah Pada
Vulgaris Schrad) Terhadap
Tekanan Darah Pada Penderita Lansia Penderita Hipertensi Di
Hipertensi Primer. JOM FKp, Vol.
5 No. 2 (Juli-Desember) 2018. Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk
Munir, Z., & Muhajaroh, M. (2019). Efek Buaya Padang Tahun 2017. Jik-
Pemberian Jus Semangka Terhadap
Penurunan Tekanan Darah. Citra Jurnal Ilmu Kesehatan, 1(1), 79–
Delima : Jurnal Ilmiah STIKES
Citra Delima Bangka Belitung, 86.
3(1), 10–14.
https://doi.org/10.33862/citradelim https://doi.org/10.33757/jik.v1i1.32
a.v3i2.49
Puspita, N. L. M., & Dewi, R. K. (2020).
Nurjannah (2020). Pemberian Jus
Semangka terhadap Penurunan Perbedaan Efektivitas Pemberian
Tekanan Darah Penderita
Hipertensi Usia Dewasa Muda, Jus Semangka Dan Jus Apel
2(3), 135–146.
Manalagi Terhadap Tekanan Darah
Nurleny, N. (2019). Pengaruh Jus
Semangka Terhadap Penurunan Pada Menopause Penderita
Tekanan Darah Pada Penderita
Hipertensi Di Wilayah Kerja Hipertensi. Jurnal Bidan Pintar,
1(1), 29.
https://doi.org/10.30737/jubitar.v1i
1.724
Setyawati, D. (2017). Tekanan Darah Pada
Penderita Hipertensi ( The Effect
Of Giving The Juice Of Water
Melon To The Change Of Blood
Pressure For Hypertensive ). Jurnal
Ilmiah Keperawatan, 3(2), 9.
WHO. (2015). World Health Organizer.
Dikutip dari http://www.who.int/
mediaceatre/factsheets/fs310/en/ind
ex4.html
442
Prosiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨
PENGARUH MINYAK ZAITUN TERHADAP PENYEMBUHAN RUAM
POPOK PADA BAYI PENGGUNA DIAPER
Yesi Nuraisah, Hana Ariyani
Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya
[email protected]
ABSTRAK
Ruam popok atau diaper rash adalah masalah pada kulit bayi yang disebabkan
oleh peradangan pada area yang tertutup popok. Di Indonesia, angka ruam popok pada
laki-laki dan perempuan di bawah usia 3 tahun mencapai sekitar 7-35%. Salah satu
pengobatan alternatif yang bisa dilakukan sebagai upaya dalam menanggulangi ruam
popok adalah minyak zaitun. Penelitian ini bertujuan untuh mengkaji tinjauan literature
terhadap pengaruh minyak zaitun (olive oil) terhadap penyembuhan ruam popok (diaper
rash) pada bayi pengguna diaper. Desain penelitian ini menggunakan Literature Review
melalui pencarian artikel terhadap beberapa database, antara lain Google Scholar,
Pubmed, Indonesian Scientific Journal Database (ISJD), dan Portal Garuda. Populasi
dalam penelitian ini adalah 57 artikel dan diperoleh 10 artikel yang sesuai dengan
kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil Literature Review menunjukan adanya pengaruh
minyak zaitun terhadap penyembuhan ruam popok pada bayi pengguna diaper, dimana
minyak zaitun dapat mengurangi iritasi, kemerahan, kering, atau masalah kulit lainnya.
Diharapkan literature review ini dapat meningkatkan pengetahuan ibu mengenai
pencegahan ruam popok pada bayi menggunakan minyak zaitun.
Kata kunci : Ruam popok, minyak zaitun
ABSTRACT
Diaper rash is a one of the problem on the baby’s skin that arises due to
inflammation in the diaper covered area. In Indonesia, baby boys and girls aged less
than 3 years experience diaper rash around 7-35%. One of the non-pharmacological
therapies that can be used as an effort to treat diaper rash is olive oil. The purpose of
this study was to analyze a literature review of the effect of olive oil on the healing of
diaper rash in diaper users. The method used in this research is Literature Review by
searching for articles using several databases, including Google Scholar, Pubmed,
Indonesian Scientific Journal Database (ISJD), and Portal Garuda. The population in
this study was 57 articles and 10 articles were found that matched the inclusion and
exclusion criteria. The results of the Literature Review show the effect of olive oil on
healing diaper rash in diaper users, where olive oil is able to relieve irritation, redness,
dryness, or other skin disorders. It is hoped that this literature review can increase
mother’s knowledge about preventing diaper rash in infants using olive oil.
Keywords : Diaper rash, olive oil
443
Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨
PENDAHULUAN masuk membuat bayi merasa tidak nyaman,
Ruam popok atau diaper rash adalah kulit lembab dan memudahkan mikroba
untuk berkembang (Apriza, 2017).
masalah pada kulit bayi yang disebabkan
oleh peradangan pada area yang tertutup Menurut Sitompul (2014) manifestasi
popok, yakni pada area genital, sekitaran klinis dari ruam popok yang khas adalah
anus, pinggul, selangkangan, dan perut kulit pada daerah popok tampak merah,
bagian bawah (Pontoh, 2013). bengkak dan terjadi peradangan daerah
bokong, paha, dan alat kelamin. Ruam
Menurut World Health Organization popok dapat menyebabkan iritasi pada bayi
(WHO) tahun 2016, iritasi kulit (ruam dan dapat berubah menjadi kondisi yang
popok) sangat umum terjadi, terhitung 25% lebih genting jika tidak ditangani. Beberapa
dari 1.000.000 kunjungan bayi yang rawat gejala ruam popok lainnya yaitu bayi rewel,
jalan (Sita A, 2016. Dalam Setianingsih & dan mempengaruhi kenyamanan bayi.
Hasanah, 2017). Bayi usia 6-12 bulan
memiliki insiden ruam popok tertinggi Selama ini ruam popok ditangani dan
yaitu sebesar 10-20% (Ramba, 2015). dicegah dengan pengobatan farmakologis,
lebih spesifiknya dengan pemberian salep
Di Indonesia, angka ruam popok seng oksida (zinc oxide) dan salep/ suntikan
pada laki-laki dan perempuan di bawah usia kortikosteroid, serta untuk pengobatan non-
3 tahun mencapai sekitar 7-35%, disertai farmakologis berupa mengganti popok
hampir 24 jam bayi menggunakan popok. sesering mungkin untuk meminimalisir
Berdasarkan hal tersebut, karena intensitas kelembaban dan gesekan kulit (Hapsari &
penggunaan popok pada bayi masih sering, Aini, 2019).
maka usia dapat mempengaruhi kejadian
ruam popok (Pontoh, 2013). Upaya mengobati ruam popok
dengan menggunakan bahan alami dapat
Faktor pencetus ruam popok bersifat dilakukan sebagai pengobatan alternatif
multifaktoral, diantaranya disebabkan oleh untuk mengatasi kulit bayi dengan ruam
kulit yang tertutup diaper dalam jangka popok, diantaranya menggunakan minyak
waktu lama, air kemih dan tinja, gesekan, kelapa, minyak jintan hitam dan aloe vera.
serta disebabkan mikroorganisme seperti Alternatif lain yang bisa digunakan adalah
bakteri dan jamur. Pemakaian sabun juga minyak zaitun.
bisa memperburuk ruam popok (Rochmah,
2011). Di dalam Al-Qur’an, Allah
berulangkali menyebutkan secara khusus
Penggunaan diaper seperti melebihi sebanyak tujuh kali mengenai manfa’at dan
daya tampung, tidak cepat mengganti dan keistimewaan yang luar biasa dari minyak
membersihkan pantat serta kemaluan bayi zaitun, salah satunya dalam firman Allah
setelah buang air kecil atau sebelum surat At-Tin ayat 1-3.
mengganti diaper baru, menggunakan
popok yang ketat hingga minim udara yang
443
Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨
Di dalam minyak zaitun (olive oil) dengan menggunakan keyword ruam popok
terkandung emolien yang berkhasiat untuk (diaper rash) dan minyak zaitun (olive oil).
meminimalisir infeksi kulit, menenangkan Kriteria inklusi dalam penelitian ini adalah :
dan menjaga elastisitas kulit sehingga artikel nasional dan internasional yang
melindungi kulit bayi dari gesekan antara berkaitan dengan ruam popok dan minyak
kulit dengan popok yang lembab akibat zaitun, terbit dalam 10 tahun terakhir
kotoran urine dan feses (Setianingsih & (2011-2021) dan merupakan penelitian
Hasanah, 2017). Di dalam Olive oil juga primer. Adapun kriteria eksklusi adalah
terdapat fenol, tokoferol, sterol, pigmen, artikel tidak full text, dan terdapat duplikasi
squalene dan vitamin E, yang mana artikel. Dalam penelitian ini menggunakan
kegunaannya dapat meregenerasi kulit yang tahapan literature review, yaitu melakukan
rusak atau mati, juga melindungi kulit dari tahapan identifikasi, screening, penilaian
iritasi. kualitas, analisa data, serta menulis hasil
analisa data.
METODE PENELITIAN
Metode penelitian ini yaitu literature HASIL DAN PEMBAHASAN
Berdasarkan hasil analisis 10 artikel,
review atau tinjauan pustaka. Tujuan dari
penelitian ini adalah mengkaji tinjauan didapatkan bahwa minyak zaitun dapat
literature terhadap pengaruh minyak zaitun digunakan sebagai salah satu terapi topikal
(olive oil) terhadap penyembuhan ruam alternatif dalam upaya mengatasi ruam
popok (diaper rash) pada bayi pengguna popok. Terdapat perbedaan yang signifikan
diaper. Penelitian ini mencakup variabel sebelum dan sesudah diberi perlakuan
independent yaitu pemberian minyak zaitun pemberian minyak zaitun (olive oil)
dan variabel dependent yaitu iritasi kulit; terhadap penurunan derajat ruam popok
ruam popok. Populasi dalam penelitian ini dengan rata-rata nilai p-value <0,05. Hal ini
berupa artikel nasional dan internasional menunjukkan bahwa minyak zaitun
yang berkaitan dengan pengaruh pemberian berpengaruh terhadap penyembuhan ruam
minyak zaitun (olive oil) terhadap popok (diaper rash) pada bayi pengguna
penyembuhan ruam popok (diaper rash) diaper (Setianingsih & Hasanah, 2017;
pada bayi pengguna diaper sejumlah 57 Pontoh, 2013; Apriza, 2017; Sebayang &
artikel dan diperoleh 10 artikel yang sesuai Sembiring,, 2020; Hapsari & Aini, 2019;
dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Jelita & Nurulita, 2014; Cahyanto, 2017;
Pengambilan sampel pada penelitian Yuliati, 2020; Watti, Dkk., 2014; Wigati &
dilakukan dengan cara mengakses beberapa Sitorus, 2021).
database, diantaranya Google Scholar,
Pubmed, Indonesian Scientific Journal Menurut penelitian Apriza (2017)
Database (ISJD), dan Portal Garuda, ruam popok pada bayi masih dapat
ditemukan, seperti diruang rawat inap anak
444
Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨
RSUD Bangkinang, dari 7 bayi yang berkelamin laki-laki dengan rata-rata usia
dirawat, 5 diantaranya mengalami ruam 12-17 bulan.
popok. Hal tersebut sejalan dengan
penelitian Setianingsih & Hasanah, (2017), Berdasarkan analisis fakta, peneliti
dimana terdapat peningkatan jumlah bayi beropini bahwa usia mempengaruhi
yang menderita ruam popok di BPS Hj. kejadian ruam popok karena intensitas
Maslikah S.ST Desa Sokobanah Kabupaten penggunaan popok pada bayi atau anak.
Sampang antara tahun 2016-2017. Dari 268 Bayi atau anak usia 0-36 bulan yang
bayi usia 0-12 bulan pada tahun 2016 menggunakan diaper sebagai kebutuhan
didapatkan 8% bayi menderita ruam popok, sehari-hari sangat beresiko mengalami
sedangkan di tahun 2017 dari 197 bayi yang ruam popok. Namun, pada usia 6-24 bulan
berusia 0-12 bulan didapatkan peningkatan paling rentan terhadap ruam popok karena
yaitu 14% bayi yang menderita ruam bayi mulai bergerak aktif seperti berguling,
popok. duduk tanpa bantuan, merangkak, berdiri
bahkan berjalan. Banyak gerakan yang
Pada penelitian (Yuliati, 2020; dilakukan bisa memperburuk diaper rash
Apriza, 2017; Wigati & Sitorus, 2021), karena terjadinya gesekan di antara diaper
dengan kategori responden 0-12 bulan dengan kulit.
diketahui bahwa mayoritas responden
paling banyak mengalami ruam popok Pontoh (2013) mengemukakan
berjenis kelamin laki-laki dengan rentang bahwa minyak zaitun mengandung anti
usia 0-6 bulan. septik yang memanifestasikan kerentanan
pada tipe kulit tertentu, sehingga ruam
Penelitian lain dilakukan oleh popok akan berkurang dan dapat
Hapsari & Aini, (2019) dengan kategori memberikan kenyamanan pada anak dan
responden 0-24 bulan diketahui bahwa daerah perineal pun tetap bersih. Selain itu
sebagian besar responden yang menderita vitamin E pada minyak zaitun bermanfaat
diaper rash berjenis kelamin laki-laki untuk anti oksidan alami dan sebagai
dengan usia 12 bulan (27,3%) dan 24 bulan pelindung dari kerusakan yang disebabkan
(27,3%). Penelitian tersebut sejalan dengan oleh paparan polusi dan sinar matahari.
Watti, Dkk., (2014) dengan kategori Vitamin E juga berkhasiat dalam
responden 3-24 bulan didapatkan rata-rata mempercepat luka untuk sembuh,
usia responden yang mengalami ruam menghambat proses penuaan dini,
popok adalah usia 0-12 bulan (65%). memelihara kulit agar lembab dan
meningkatkan kekenyalan kulit (Hapsari &
Berdasarkan penelitian (Sebayang & Aini, 2019).
Sembiring, 2020; Jelita, Asih, & Nurulita,
2014) dengan kategori responden 0-36 Dalam penelitian Setianingsih &
bulan diketahui bahwa kebanyakan Hasanah (2017) Setelah diberi terapi
responden yang menderita diaper rash minyak zaitun, didapatkan 25 bayi (69,4%)
445
Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨
sembuh dari ruam popok. Berdasarkan hal Dalam penelitian Watti, Dkk., (2014)
tersebut, didapatkan adanya pengaruh mengemukakan bahwa dibandingkan
pemberian minyak zaitun terhadap minyak zaitun, minyak kelapa lebih efektif
penyembuhan ruam popok pada bayi usia dalam mencegah terjadinya dermatitis
0-12 bulan dengan nilai p=0,00 <α=0,05. popok pada bayi dan anak dengan p value
0,004. Berdasarkan penelitian diketahui
Menurut Cahyanto (2017) minyak bahwa setelah diberikan intervensi minyak
zaitun yang diberikan pada kelompok kelapa 27 (90%) dari 30 responden sembuh
eksperimen menyebabkan perubahan dari diaper dermatitis. Berbeda pada 30
derajat ruam, hal ini dikarenakan minyak responden yang diberikan minyak zaitun,
zaitun mempengaruhi kelembabkan dan diperoleh 17 responden (56,7%) tidak
menutrisi kulit, serta mampu membatasi mengalami diaper dermatitis.
kontak langsung bakteri dalam tinja dan
urin dengan kulit. Menurut Brian (2013 dalam Watti,
Dkk., 2014) membandingkan minyak
Menurut asumsi peneliti, apabila kelapa murni dengan minyak zaitun,
secara teratur memberikan minyak zaitun menemukan hasil bahwa minyak kelapa
dan mengoleskan secukupnya pada kulit murni lebih unggul, itu karena kandungan
bayi mampu menangkal dan asam laurat yang tidak terdapat dalam
menyembuhkan iritasi kulit (ruam popok) minyak zaitun. Studi lain yang
pada bayi, sebab zat yang terkandung pada dipublikasikan di Malaysia pada tahun 2013
minyak zaitun (olive oil) dapat menjaga menunjukkan bahwa formula topikal
kulit dari iritasi. minyak kelapa dalam basis gel adalah
pengobatan yang unggul untuk luka dan
Berdasarkan penelitian (Sebayang & infeksi. Namun apabila anak alergi terhadap
Sembiring, 2020; Hapsari & Aini, 2019; minyak kelapa, minyak zaitun dapat
Watti, Dkk., 2014; Jelita & Nurulita, 2014; menjadi alternattif kedua untuk mengatasi
Setianingsih & Hasanah, 2017), minyak ruam popok.
zaitun dapat diberikan rutin setiap pagi dan
sore hari selama 3-7 hari. Sebelum diberi Berdasarkan analisis fakta dan teori,
minyak zaitun, bersihkan dulu area yang peneliti beropini bahwa penyembuhan ruam
tertutup diapers menggunakan air bersih popok pada bayi dapat dilakukan dengan
atau air mengalir. Kemudian gunakan menjaga kelembaban kulit, salah satunya
handuk atau kain halus untuk dengan memberikan minyak zaitun. Selain
mengeringkannya, , oleskan 2-3 tetes mampu mengurangi gesekan antara kulit
minyak zaitun (olive oil) atau sebanyak 2,5 dengan popok minyak zaitun juga mampu
ml pada area kulit yang terkena ruam, mempercepat proses regenerasi kulit,
sebelum diaper dipakai biarkan dulu mengurangi iritasi, kemerahan, kering dan
minyak zaitun yang sudah dioles pada juga masalah kulit lainnya. Apabila
daerah yang terkena ruam selama 20 menit.
446
Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨
dioleskan secara rutin dengan frekuensi 2 Cahyanto, H. N. (2017). Perawatan Perianal
kali sehari pada pagi dan sore hari sebanyak
2,5 ml atau 2-3 tetets, minyak zaitun sangat Dengan Minyak Zaitun Terhadap
berpengaruh terhadap penyembuhan ruam
popok pada bayi pengguna diaper. Derajat Ruam Popok Bayi. Jurnal
KESIMPULAN DAN SARAN Penelitian Kesehatan "SUARA
Berdasarkan hasil Literature Review
FORIKES" (Journal of Health
mengenai pengaruh minyak zaitun (olive
oil) terhadap penyembuhan ruam popok Research" Forikes Voice"), 9(1),
(diaper rash) pada bayi pengguna diaper,
maka ditarik kesimpulan yaitu pemberian 81-85.
minyak zaitun atau olive oil berpengaruh
terhadap penyembuhan ruam popok. Hapsari, W., & Aini, F. N. (2019). Olesan
Minyak zaitun mengandung lemak yang
berfungsi menjaga kelembaban serta Minyak Zaitun Mengurangi Derajat
meminimalisir gesekan yang terjadi antara
kulit dengan popok yang dapat Ruam Popok Pada Anak 0-24
menimbulkan ruam, sehingga dapat
meningkatkan penyembuhan luka pada Bulan. Jurnal Sains
ruam popok.
Kebidanan, 1(1), 25-29.
Disarankan bagi profesi keperawatan,
selain digunakan sebagai intervensi mandiri Jelita, M. V., Asih, S. H. M., & Nurulita, U.
dalam memberikan asuhan keperawatan
pada bayi yang mengalami diaper rash, (2014). Pengaruh Pemberian
juga dapat meningkatkan pengetahuan
orang tua mengenai pemberian minyak Minyak Zaitun (Olive oil) Terhadap
zaitun untuk mengobati dan mencegah
terjadinya diaper rash. Derajat Ruam Popok Pada Anak
DAFTAR PUSTAKA Diare Pengguna Diapers Usia 0-36
Apriza, A. (2017). Pengaruh Pemberian
Bulan Di Rsud Ungaran
Minyak Zaitun (Olive oil) Terhadap
Ruam Popok Pada Bayi Di Rsud Semarang. Karya Ilmiah.
Bangkinang Tahun 2016. Jurnal
Ners, 1(2). Pontoh, A. H. (2013). Pengaruh Pemberian
Minyak Zaitun (Olive oil) Terhadap
Ruam Popok (Diaper rash) Di
Desa Tebaloan-Gresik.
Sebayang, S. M., & Sembiring, E. (2020).
Efektivitas Pemberian Minyak
Zaitun Terhadap Ruam Popok pada
Balita Usia 0-36 Bulan. Indonesian
Trust Health Journal, 3(1), 258-
264
Setianingsih, Y. A., & Hasanah, I. (2017).
Pengaruh Minyak Zaitun (Olive oil)
Terhadap Penyembuhan Ruam
Popok Pada Bayi Usia 0-12 Bulan
di Desa Sukobanah Kabupaten
Sampang Madura. Infokes, 7(02),
22-27.
Watti, A. W. W, Dkk. (2014). Efektifitas
Minyak Kelapa Dan Minyak Zaitun
Terhadap Pencegahan Diaper
Dermatitis Pada Anak Usia 3 – 24
Bulan Di Rsud Tugurejo Semarang.
Wigati, D. N., & Sitorus, E. Y. (2021). The
Effect Of Use Olive oil On Baby's
Diaper. The Shine Cahaya Dunia
Kebidanan, 6(1).
Yuliati, R. W. (2020). Pengaruh Perawatan
Perianal Hygiene Dengan Minyak
Zaitun Terhadap Pencegahan Ruam
Popok Pada Bayi. Indonesian
Journal of Nursing Health Science
ISSN (Print), 5(2), 117-125.
447
Prosiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨
PENGARUH PEMBERIAN KOMPRES HANGAT TERHADAP PENURUNAN
SUHU TUBUH ANAK DENGAN FEBRIS
Yoga Maulana, Hana Ariyani
Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya
[email protected]
ABSTRAK
Demam merupakan permasalahan yang sering terjadi pada anak serta menjadi
penyebab kematian tertinggi karena komplikasi yang terjadi seperti kejang, selain itu
juga bisa mengakibatkan hambatan pada pertumbuhan dan perkembangan anak. Salah
satu pengobatan non farmakologi yang bisa dilakukan ialah kompres hangat. Tujuan
riset ini untuk menganalisis pengaruh pemberian kompres hangat terhadap penurunan
temperatur badan anak dengan febris. Metode penelitian ini menggunakan metode
Literature Review dari artikel dikumpulkan melalui database google scholar dan
academik microsoft menggunakan kata kunci febris, kompres air hangat, anak-anak
termasuk studi penelitian primer, populasi berjumlah 2.362 artikel, sampel berjumlah 13
artikel. Hasil penelitian menunjukkan kalau terdapat pengaruh pemberian kompres
hangat terhadap penurunan temperatur badan anak dengan febris. Kesimpulan
pemberian kompres hangat dapat menurunkan temperatur badan pada anak yang
mengalami febris pada anak. Saran dari peneliti bisa digunakan untuk sebagai referensi
penanganan panas pada anak dengan menggunakan kompres air hangat.
Kata Kunci : Anak. Febris, Kompres Air Hangat
ABSTRACK
Fever was a problem that often occurs in children and was the highest cause of
death due to complications such as seizures, but it can also cause obstacles to the
growth and development of children. One of the non-pharmacological treatments that
can be done was warm compresses. The purpose of this research was to analyze the
effect of giving warm compresses to decrease the body temperature in children with
fever. This research method uses the Literature Review method from articles collected
through the Google Scholar and Microsoft academic databases using the keywords
febris, warm water compresses, children including primary research studies, the
population was 2,362 articles, the sample was 13 articles. The results showed that there
was an effect of giving warm compresses to the decrease in body temperature of
children with fever. The conclusion of giving warm compresses can reduce body
temperature in children who have a fever in children. Suggestions from researchers can
be used as a reference for handling the heat in children by using warm water
compresses.
Keywords : Children, Febris, Warm Water Compress
448
Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨
PENDAHULUAN (termoregulasi) di pusat saraf. Demam pula
Masa anak ialah masa pertumbuhan berfungsi dalam tingkatkan kenaikan
kerentanan eksplisit serta samar dalam
dan masa perkembangan yang dimulai dari menunjang pengobatan atau dalam
umur bayi (0-10 tahun), umur perlindungan terhadap kontaminasi
bermain/oddler (1-1,5 tahun), serta umur (Sodikin, 2012).
pra-sekolah (2,5-5 tahun) (Pangesti, Atmojo,
& Kiki, 2020). Dalam masa perkembangan Efek demam dapat berupa
serta pertumbuhan anak pra-sekolah ialah hilangnya cairan tubuh secara tidak wajar,
anak dengan umur 3-6 tahun merupakan menyebabkan kekurangan cairan dan
anak dengan masa pra-sekolah (Wowor, kejang. Banyak para orangtua yang percaya
Katuuk, & Kallo, 2017). Dalam Peraturan bahwa demam itu berbahaya bagi kesehatan
Menteri Kesehatan RI No. 25 tahun 2014 anaknya karena bisa membuat kejang dan
tentang upaya dalam kesehatan anak membahayakan otak (Dewi, 2016). Dalam
memberi tahu jika masing-masing anak penanganan demam pada anak berbeda bila
berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh, dibanding dengan orang dewasa. karena,
dan berkembang serta pula berhak atas bila dalam merendahkan demam tidak
perlindungan dari kekerasan dan normal serta lagi, hendak menyebabkan
diskriminasi sehingga butuh dibuatnya terhambatnya pertumbuhan serta kemajuan
upaya kesehatan pada anak secara terpadu, anak. Febris pula bisa membahayakan
merata, serta berkesinambungan, upaya kesehatan anak sesungguhrnya bila tidak
kesehatan pada anak dicoba semenjak ditangani dengan cepat serta pas bisa
dalam kandungan sampai anak berusia 18 menimbulkan bermacam ketidaknyamanan
tahun. semacam hipertermia, kejang serta
penyusutan pemahaman (Fadli & Hasan,
Seperti yang ditunjukkan oleh 2018). Pada ayat Al-Qur’an tentang
WHO (World Health Organization) kesembuhan sesuatu penyakit pada surat
menyatakan bahwa kasus demam secara Yunus ayat 57 yaitu :
keseluruhan diperkirakan mencapai 16-33
juta 500-600 ribu kematian pada tiap Artinya : “Wahai manusia! Sangat, sudah
tahunnya. Dan di Indonesia itu sendiri tiba kepadamu pelajaran (Al-Qur’an) dari
angka kejadian demam pada tahun 2019 Tuhanmu, penyembuh untuk penyakit yang
mencapai 51.480 ribu anak yang mengalami terdapat dalam dada serta petunjuk dan
demam. rahmat untuk orang yang beriman.” (Q.S.
Yunus : 57).
Febris adalah suatu kondisi dimana
tingkat panas tubuh meningkat di atas batas
normal karena peningkatan termoregulasi di
pusat saraf. Sebagian besar demam pada
anak disebabkan oleh pengatur suhu
449
Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨
Berdasarkan pada latar belakang pada pasien demam.untuk menurunkan
tersebut, hingga peneliti tertarik unuk tingkat panas pada pasien demam. (Fadli &
menganalisis artikel-artikel tentang Akmal, 2018). Kompres hangat merupakan
pengaruh pemberian kompres hangat sepotong kain yang dibasahi dengan cairan
terhadap penurnan temperatur badan anak hangat yang dimodifikasi (Isneini, Irdawati,
dengan febris umur pra-sekolah. & Agustaria, 2014).
METODE PENELITIAN Bedasarkan penelusuran literatur
Tinjauan pustaka pada penelitian elektronik mengenai pemberian kompres
hangat pada anak dengan demam
ini menggunakan metode literature review dilatarbelakngi beberapa faktor seperti
dengan menganalisa PICOT berdasarkan terkena influenza, kekurangan cairan, dan
pencarian artikel dari google scholar dan ada gangguan pada sistem imunitas.
academic microsoft kriteria inklusi pada Berdasarkan dari 13 artikel penelitian yang
artikel yang diambil merupakan : publikasi dianalisis, hasilnya menunjukkan bahwa
2011-2020, full paper, ISSN, postingan memberikan kompres hangat adalah
berbahasa Indonesia dan bahasa Inggris tindakan yang layak untuk menurunkan
dengan kata kunci ‘anak’, ‘febris’, dan tingkat panas. (Isneini, Irdawati, &
‘kompres air hangat’. Pencarian Agustaria, 2014), (Masruroh, Hartini, &
menghasilkan sebanyak 13 artikel yang Astuti, 2016), (Pangesti, Atmojo, & Kiki,
terdiri dari google scholar sebanyak 12 2020). Hal ini terjadi karena Tingkat panas
artikel dan academic microsoft sebanyak 1 internal dikendalikan oleh komponen input
artikel. yang dimainkan oleh fokus pedoman suhu
di pusat saraf atau Pusat Termoregulasi.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil analisa dari 13 artikel Penelitian ini pula didukung dengan
riset Fadli & Hasan (2018) menampilkan
menunjukan kalau terdapat pengaruh kalau pemberian kompres hangat efisien
pemberian kompres hangat terhadap dalam merendahkan temperatur badan pada
merendahkan temperatur badan anak penderita anak yang hadapi febris.
dengan febris. Febris merupakan reaksi Dipaparkankan oleh Sodikin (2012) kalau
tubuh terhadap suhu tubuh pada pemakaian air hangat bisa melindungi
peningkatan ke kerangka tahan. Upaya penderita dari menggigil sehingga penderita
dalam menjaga pengurangan tingkat panas tidak hadapi peningkatan tingkat panas
internal harus dimungkinkan dengan internal karena gemetar otot. Dari kompres
memberikan kompres hangat (Wowor, air hangat dapat meningkatkan vasodilatasi
Katuuk, & Kallo, 2017). Kompres sehingga mempercepat siklus menghilang
merupakan terapi nonfarmakologi yang dan konduksi dalam tubuh yang dengan
digunakan untuk menurunkan tingkat panas demikian dapat mengurangi tingkat panas
450
Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨
internal. Mengenai kompres air biasa, air tingkat panas berhasil dalam menurunkan
tingkat panas. Hal ini terjadi karena
dingin dalam kemasan tersebut dapat perlakuan intervensi yang berbeda-beda
seperti kompres hangat itu bisa merangsang
membuat pasien menjadi sejuk. Dingin dari termoregulator yang ada di hipotalamus
sehingga merenspons tubuh untuk mengatur
air kemasan menghambat jalan menuju suhu tubuh melalui radiasi dan konduksi.
Saran untuk peneliti selanjutnya bisa
menyegarkan vasodilatasi sehingga dikembangkan lagi berbagai macam kopres
untuk menurunkan suhu tubuh pada anak.
menghambat siklus menghilang dan
konduksi dalam tubuh yang dengan
demikian menghambat menurunkan tingkat
panas internal.
Kesembuhan dalam sesuatu
penyakit telah dipaparkan dalam Al-Quran
Surah Yunus ayat 57 yang maksudnya "Hai DAFTAR PUSTAKA
orang-orang! Sebetulnya sudah tiba Dewi, A. K. (2016). Perbedaan Penurunan
kepadamu sesuatu amalan (Al-Qur'an) dari Suhu Tubuh Antara Pemberian
Kompres Air Hangat Dengan Tepid
Penguasamu, pemecahan buat peradangan Sponge Bath Pada Anak Demam.
yang terdapat sebuah petunjuk di dada serta Jurnal Keperawatan
Muhammadiyah, 2-3.
kebajikan untuk orang-orang yang Fadli, & Hasan, A. (2018). Pengaruh
menerima..” (Q.S. Yunus : 57). Dalam Kompres Hangat Terhadap
Perubahan Suhu Tubuh Pada Pasien
tafsiran Surah Yunus ayat 57 bahwa Jiwa Febris. Jurnal Ilmiah Kesehatan
manusia, mirip dengan tubuh, mengalami Pencerah (JIKP), 78-79.
Hartini, S., & Pertiwi, P. P. (2016).
masalah dan infeksi. Dengan cara ini ia juga Efektifitas Kompres Air Hangat
membutuhkan perawatan serta Terhadap Penurunan Suhu Tubuh
Anak Demam Usia 1-3 Tahun. 2-4.
penyembuhan. Bermacam penyakit yang Isneini, M., Irdawati, & Agustaria. (2014).
biasa terjadi pada jiwa serta raga manusia, Fektifitas Penurunan Suhu Tubuh
Antara Kompres Hangat Dan Water
misalnya egois, bahagia, kikir, hasud serta Tepid Sponge Pada Pasien Anak
riya. Bila penyakit ini melanda jiwa Usia 6 Bulan - 3 Tahun Dengan
Demam. Naskah Publikasi, 6-11.
manusia serta tidak lekas ditangani. Karra, A. K., Annas, M. A., Hafid, M. A.,
Sehingga dapat merangsang kekufuran serta & Rahim, R. (2020). The
Difference Between the
nifaq, sehingga orang dapat tersesat dari Conventional Warm Compress and
arah. Tepid Sponge Technique Warm
Compress in the Body Temperature
Changes of Pediatric Patients with
Typhoid Fever. Jurnal Ners, 2-5.
Keliobas, A. A., Supratman, & D. N.
KESIMPULAN DAN SARAN (2015). Perbandingan Keefektifan
Berdasarkan hasil riset yang sudah
Kopmpres Tepid Sponge Dan
dicoba, cenderung bisa disimpulkan kalau
bermacam berbagai kompres yang Kompres Air Hangat Terhadap
diberikan kepada anak dengan peningkatan
Penurunan Suhu Tubuh Pada Pada
Anak Demam. Naskah Publikasi, 3-
10.
451
Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨
Masruroh, R., Hartini, S., & Astuti, R.
(2016). Efektivitas Pemberian
Kompres Hangat Di Axila dan Di
Femoral Terhadap Penurunan Suhu
Tubuh Pada Anak Demam. Jurnal
Ilmu Keperawatan dan Keidanan
(JIKK), 2-11.
Mawarti, S. (2019). Gambaran Suhu Tubuh
Setelah Di Kompres Air Hangat
Pada Anak Febris. 1-4.
Pangesti, N. A., Atmojo, B. S., & Kiki, A.
(2020). Penerapan Kompres Hangat
Dalam Menurunkan Hipertermia
Pada Anak Yang Mengalami
Kejang Demam Sederhana. Nursing
Science Journal (NSJ), 1-2.
Permatasari, K. I., Hartini, S., & Bayu, M.
A. (2013). Perbedaan Efektivitas
Kompres Air Hangat dan Kompres
Air Biasa Terhadap Penurunan
Suhu Tubuh Pada Anak Dengan
Demam Di RSUD Tugurejo
Semarang, 1-2.
Rahmawati, I., & Purwanto, D. (2020).
Efektifitas Perbedaan Kompres
Hangat dan Dingin Terhadap
Perubahan Suhu Tubuh Pada Anak.
Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan, 2-8.
Sodikin. (2012). Prinsip Perawat Demam
pada Anak. Yogyakarta: Pustaka
Belajar.
Windawati, & Alfiyanti, D. (2020).
Penurunan Hipertermia Pada Pasien
Kejang Demam Menggunakan
Kompres Hangat. Ners Muda, 2-7.
Wowor, M. S., Katuuk, M. E., & Kallo, V.
D. (2017). Efektivitas Kompres Air
Suhu Hangat Dengan Kompres
Plester Terhadap Penurunan Suhu
Tubuh Anak Demam. e-Journel
Keperawatan (eKp), 2-6.
Zahroh, R., & Khasanah, N. (2017).
Efektifitas Pemberian Kompres Air
Hangat Dan Sponge Bath Terhadap
Perubahan Suhu Tubuh Pasien
Anak Gastroenteritis. Jurnal Ners
LENTERA, 2-7.
452
Prosiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨
SELF EFFICACY KEKERASAN SEKSUAL PADA REMAJA PUTRI
DI SMPN 21 KOTA TASIKMALAYA
Lilis Lismayanti1, Nina Pamela Sari2, Lisna Tesnawati3
1Dosen Program Profesi Ners
2Dosen Program D3 Keperawatan
3Mahasiswa S1 Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan
Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya
[email protected]
Abstrak
Self efficacy kekerasan seksual merupakan kemampuan atau penilaian diri
dalam bentuk penolakan terhadap kekerasan seksual pada remaja putri yang dapat
mengakibatkan dampak kesehatan reproduksi remaja. Kemampuan ini sebagai salah
satu upaya yang dimiliki seseorang untuk mengatakan “tidak” sekalipun di ancam
oleh orang-orang tertentu. Penelitian ini untuk mengetahui Self efficacy kekerasan
seksual pada remaja putri di SMPN 21 Kota Tasikmalaya. Penelitian ini dilaksanakan di
SMPN 21 Kota Tasikmalaya dengan jumlah responden 100 orang dan tehnik sampel
yang digunakan adalah kuota sampling. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan
menggunakan General Self efficacy (GSE) Scale. Instrumen yang digunakan adalah
kuisioner dengan 10 pernyataan. Tehnik analisis data yang digunakan adalah univariat
yaitu dengan distribusi frekuensi. Hasil penelitian ini menunjukan sebagian besar (73%)
siswa putri yang berada di SMPN 21 Kota Tasikmalaya mempunyai Self efficacy
kekerasan seksual yang cukup baik, sebagian siswa putri (14%) mempunyai Self
efficacy yang kurang baik, dan sebagian siswa putri (13%) mempunyai Self efficacy
yang baik. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa Self efficacy kekerasan seksual
yang dimiliki siswa putri di SMPN 21 kota Tasikmlaya cukup baik, namun secara
teoritis bahwa sebagian besar Self efficacy merupakan faktor terpenting untuk
pembentukkan perilaku. Oleh karena itu perlu adanya peningkatan Self efficacy pada
remaja putri mengenai kekerasan seksual secara berkesinambungan melalui pendidikan
kesehatan dalam bentuk Social Skill Training yang berhubungan dengan Self efficacy
kekerasan seksual pada remaja putri.
Kata Kunci : Self efficacy Kekerasan Seksual
Abstract :
Self efficacy of sexual violence is the ability or self-assessment in the form of
rejection of sexual violence in young women which result in the impact of adolescent
reproductive health. This ability is one of the efforts someone has to say “no” even if
threatened by certain people. This study was to find out the certification of sexual
violence in young women in state junior high school 21, Tasikmalaya city. This research
was conducted in state junior high school 21in the city of Tasikmalaya with 100
respondents and the sampling technique used was quota sampling. This type of research
is descriptive using the General Self efficacy (GSE) Scale. The instrument used was a
questinnaire with 10 statements. Data analysis techniques used are univariate, namely
with frequency distribution. The results of this study indicate that most of (73%) of
female students in state junior high school 21 in the city of Tasikmalaya have self-
efficacy of sexual violence which is quite good. Some (14%) female students have poor
self efficacy , and some (13%) female students have good self-efficacy. Based on the
result of the study, it is know that the Self efficacy of sexual violence possessed by
453
Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨
female students in state junior high school 21 in Tasikmalaya is quite good, but
theoritically, most epithelialcells are the most important factor for the formation of
behavior. Therefore it is necessary to increases the sel-efficacy of young women
regarding sexual violence on an ongoing basis through health education in the form of
Social Skill Training related to self-efficacy of sexual violence in young women.
Keywords : Self efficacy, Sexual Violence
PENDAHULUAN 92,74. Angka tersebut menempatkan
Pembangunan manusia didefinisikan Indonesia diperingkat ke 6 dari 8 negara
ASEAN, hanya di atas Laos dan Kamboja.
sebagai proses perluasan penduduk HDR 2015 menyajikan angka Indeks
(enlarging people choice), yang mana Ketimpangan Gender (IKG) semakin tinggi,
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sedangkan capaian angka IKG Indonesia
merupakan indikator penting untuk berdasarkan laporan HDR lebih tinggi dari
mengukur keberhasilan dalam upaya IKG dunia dan merupakan yang tertinggi
membangun kualitas hidup manusia diantara negara-negara ASEAN. Hal ini
(penduduk). Indeks Pembangunan Manusia menunjukkan ketimpangan gender di
(IPM) merupakan pendekatan untuk Indonesia masih tinggi. Berdasarkan hasil
mengukur status pembangunan manusia perhitungan yang dilakukan oleh Badan
yang digunakan secara global dengan Pusat Statistik (BPS), angka IPM laki-laki
indikator yang meliputi tiga bidang, yaitu dan IPM perempuan sama-sama mengalami
kesehatan, pendidikan, dan pemenuhan peningkatan dalam kurun waktu 6 tahun
kebutuhan hidup (ekonomi) masyarakat terakhir. Dilihat dari sisi kecepatannya,
(IPM, 2017). capaian pembangunan perempuan memiliki
akselerasi yang lebih tinggi. Sebagai
Laporan Human Development Report akibatnya IPG menunjukan peningkatan.
(HDR) tahun 2015, IPM Indonesia berada Pada tahun 2015, angka IPG tercatat
pada level sedang dengan capaian IPM sebesar 91,03 meningkat 0,69 poin dari
68,38, atau berada di peringkat 110 dari 188 tahun sebelumnya. Angka ini terus menerus
negara dan berada dibawah rata-rata dunia meningkat selama enam tahun terakhir dan
(71,05). Dibandingkan negara-negara sesuai dengan target RPJMN 2015-2019.
tetangga yang tergabung dalam ASEAN,
Indonesia hanya menempati peringkat ke Indeks Pembangunan Manusia (IPM)
lima dari sepuluh negara. Jika capaian IPM di Indonesia terus mengalami kemajuan
Indonesia masih dibawah rata-rata dunia, hingga mencapai 70,81. Angka ini
capaian IPGnya sedikit diatas rata-rata. IPG meningkat sebesar 0,63 poin atau tumbuh
yang dihitung oleh UNDP menunjukkan sebesar 0,90 persen dibandingkan tahun
bahwa secara umum IPG dunia berada di
kisaran 92,36 dan IPG Indonesia sebesar
454
Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨
2016 (IPM, 2017). Pertumbuhan IPM tahun juta jiwa dalam BKKBN
2015 untuk laki-laki Indonesia 73,58 , (nasional.sindonews, 2014). Dampak dari
sedangkan perempuan Indonesia sebesar rendahnya pengetahuan dan pemahaman
66,98 (BPS, 2017). Meningkatnya Indeks mengenai kesehatan reproduksi pada
Pembangunan Manusia di Indonesia remaja, mengakibatkan banyak terjadi
menyebabkan terjadinya kekerasan perkawinan dibawah usia 20 tahun. Dengan
terhadap perempuan lebih tinggi adanya pernikahan di bawah usia 20 tahun,
dibandingkan tahun sebelumnya. Kekerasan mengakibatkan terjadinya kehamilan pada
berbasis gender semakin marak terjadi di usia remaja. Berdasarkan data dari
dunia dan Indonesia. Kekerasan dapat Riskesdas (2018) angka Kehamilan pada
terjadi secara fisik, emosi, ekonomi dan umur kehamilan remaja (15-19 tahun )
seksual. Data dari Catatan Kekerasan sebesar 33,5 persen. Perbandingan
Terhadap Perempuan oleh Komisi Nasional kehamilan pada remaja di pedesaan
Perempuan (2015) menunjukan adanya angkanya lebih tinggi dibanding dengan
jumlah kenaikan kasus kekerasan di diperkotaan yaitu 2,71 persen, sedangkan
Indonesia. Terjadinya peningkatan kasus diperkotaan 1,28 persen. Data dari Komisi
kekerasan pada perempuan sebanyak Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kota
348.446 kasus yang dilaporkan dan Tasikmalaya menunjukan, pada tahun 2016
ditangani selama tahun 2017, yang terdiri lalu tercatat sekitar 20 kasus pernikahan
dari 335.062 kasus bersumber pada data anak. Tingginya jumlah Pernikahan dini di
kasus/perkara yang ditangani oleh Kota Tasikmalaya 99 persen diakibatkan
Pengadilan Agama, serta 13.384 kasus yang hamil diluar nikah (Bimas Islam, 2017).
ditangani oleh 237 lembaga mitra
pengadalayanan, yang tersebar di 34 Hasil dari perbedaan presentase di
Provinsi. Korban akibat kekerasan di ranah pedesaan dan perkotaan relatif kecil namun
personal terjadi yang paling tinggi hingga harus dilakukan upaya mengingat dampak
rendah menimpa istri, kekerasan dalam yang diakibatkannya, yaitu dampak
pacaran, kekerasan terhadap anak kehamilan remaja seperti mempengaruhi
perempuan, relasi personal lain kekerasan aspek kesehatan, fisik psikologis dan sosial.
dari mantan pacar, dari mantan suami dan Dampak psikologis pada kehamilan remaja
terhadap pekerja rumah tangga. meliputi stress, depresi, dan putus sekolah.
Sedangkan secara fisik mengakibatkan
Angka kelahiran remaja di Indonesia perdarahan, keguguran, kecacatan pada
pada usia 15-19 tahun sebanyak 9,5 %, janin, bahkan dapat mengakibatkan
sedangkan jumlah wanita Indonesia usia kematian baik pada janin maupun pada ibu
15-19 tahun pada tahun 2010 mencapai 9,5 hamil (Manuaba, 2010).
juta jiwa. Diperkirakan 2014 mencapai 10
455
Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨
Kehamilan yang terjadi pada remaja Perilaku tersebut lebih banyak dilakukan
tergolong pada perilaku kekerasan berbasis
gender yang kejadiannya bisa dilakukan oleh orang yang terdekat maupun yang
secara mendadak maupun di rencanakan.
Kejadian Kekerasan seksual lebih sering dikenal (Komnas Perempuan, 2018). Pelaku
terjadi ditempat tertutup seperti di rumah
pelaku, dan ditempat lain seperti di sekolah, kekerasan seksual dapat dilakukan oleh
di kosan atau hotel, tempat kerja, dan di
tempat terbuka seperti taman, perkebunan berbagai latar belakang, mulai dari yang
dan hutan (PSI, 2016).
kaya dan miskin, berpendidikan atau tidak
Perilaku kekerasan seksual
merupakan faktor yang sangat berpendidikan, bahkan dapat dilakukan oleh
mempengaruhi terjadinya kehamilan usia
remaja. Dimana masa remaja merupakan keluarga sendiri dan orang yang memiliki
tahap terjadinya pertumbuhan dan
perkembangan yang pesat baik secara fisik, jabatan tertentu seperti guru sehingga tidak
psikologis maupun intelektual (Dewi,
2012). Remaja mempunyai rasa dicurigai melakukan kekerasan seksual.
keingintahuan yang besar, menyukai
petualangan dan mencoba tantangan yang Melihat masa remaja sangat potensial
baru serta cenderung berani menanggung
resiko atas perbuatannya sendiri tanpa dan dapat berkembang ke arah positif dan
memikirkan pertimbangan yang matang.
Erat kaitannya dengan perilaku kekerasan negatif maka intervensi edukatif dalam
seksual, seperti keputusan yang diambil
dalam menghadapi konflik tidak tepat, bentuk pendidikan, bimbingan, maupun
mereka akan jatuh ke dalam perilaku
berisiko dan mungkin harus menanggung pendampingan sangat diperlukan untuk
akibat jangka pendek dan jangka panjang
dalam berbagai masalah kesehatan fisik dan meningkatkan pengetahuan dan
psikososial (Kemenkes RI, Infodatin,
2012). mengarahkan potensi remaja. Upaya yang
Pelaku kekerasan seksual dapat bisa di lakukan dalam mengatasi sifat dan
dilakukan oleh teman kencan atau pacar,
teman sebaya, kenalan, pasangan intim atau perilaku berisiko pada remaja tersebut
orang asing, bahkan keluarga sendiri.
memerlukan ketersediaan pelayanan
kesehatan peduli remaja yang dapat
memenuhi kebutuhan remaja termasuk
pelayanan kesehatan reproduksi. Terkait
dengan hal tersebut dibutuhkan peran dari
berbagai sektor untuk menekan tingginya
angka pernikahan remaja di Kota
Tasikmalaya. Menurut penelitian Aisyaroh
(2010) bahwa keterbatasan akses dan
informasi mengenai seksualitas dan
kesehatan refroduksi bagi remaja di
Indonesia bisa dipahami, karena masyarakat
umumnya masih menganggap seksualitas
sebagai suatu yang tabu dan tidak untuk
dibicarakan secara terbuka. Dengan
dibutuhkannya peran dari berbagai sektor
maka dapat menekan tingginya angka
456
Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨
pernikahan dini sehingga dibutuhkan self kekerasan seksual pada remaja putri di
efficacy terutama pada remaja untuk SMPN 21 Kota Tasikmalaya.
menolak terhadap kekerasan seksual yang
dapat mengakibatkan dampak terhadap METODE PENELITIAN
kesehatan refroduksi remaja. Penelitian ini merupakan penelitian
Berdasarkan study pendahuluan yang deskriftif yang bertujuan untuk mengetahui
dilakukan peneliti dengan adanya program self-efficacy kekerasan seksual pada remaja
promosi kesehatan di Puskesmas putri. Data di peroleh dengan menggunakan
Tamansari, mengemukakan bahwa angka instrument General Self efficacy (GSE)
pernikahan dini di Kelurahan Setiawargi Scale. Populasinya adalah siswa putri
paling tinggi di Kecamatan Tamansari. Data SMPN 21 Kota Tasikmalaya tahun
yang diperoleh dari catatan Kelurahan pelajaran 2018/2019. Sampel penelitian
Setiawargi angka pernikahan dini pada adalah sampel yang diambil dari
tahun 2018 mencapai 26 kasus dalan kurun keseluruhan objek yang diteliti dan
waktu satu tahun, sedangkan awal tahun dianggap mewakili seluruh populasi
2019 sampai bulan april mecapai angka 13 dengan menggunakan tehnik Kuota
kasus pernikahan dini. Sebagian besar dari Sampling dengan mengambil sampel
mereka yang melakukan pernikahan dini penelitian dari seluruh populasi
dikarenakan hamil di luar nikah, sehingga (Notoatmodjo, 2010). Sampel penelitian ini
banyak remaja yang menikah secara agama yaitu siswa putri SMPN 21 Kota
tanpa melakukan pernikahan secara negara. Tasikmalaya sebanyak 100 orang. Metode
Pelaku kekerasan seksual dilakukan oleh pengambilan sampel dilakukan dengan cara
teman sendiri atau orang yang dikenal, :
dapat berawal dari hubungan kencan atau 1. Mengambil 10 siswa putri di 1 kelas
ancaman. Berdasarkan wawancara dengan 6
orang Siswa remaja putri di SMPN 21 Kota secara purposive untuk dijadikan
Tasikmalaya, beberapa diantaranya tidak responden dan sekaligus sebagai
berani mengungkapkan hal-hal yang fasilitator di setiap kelompok.
berkaitan dengan kekerasan seksual atau 2. Mengambil 90 siswa putri secara acak di
mengenai kesehatan refroduksi, bahkan ada 10 kelas dengan mengambil 9 orang
yang tidak mengetahui mengenai kekerasan siswa putri perkelas untuk dijadikan
seksual dan hanya mengetahui sebatas sebagai responden.
hubungan pacaran seperti jalan berdua. 3. Kemudian membentuk 10 kelompok
dengan kuota kelompok sebanyak 10
Berdasarkan hal tersebut diatas, maka orang perkelompok yaitu:
penulis tertarik mengkaji topik pembahasan a. 1 orang siswa putri sebagai
yang berkaitan dengan self efficacy
responden dan fasilitator.
457
Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨
b. 9 orang siswa putri sebagai yang sesuai dengan keadaan pada diri
respoden.
mereka. Setelah angket disebarkan langkah
HASIL DAN PEMBAHASAN
Subjek penelitian yang terdiri dari selanjutnya adalah menghitung rataan dari
100 orang siswa putri diberikan keseluruhan karakteristik remaja putri.
angket/kuisioner dengan keseluruhan ada
10 item pernyataan. Pernyataan 1 sampai 3 Berdasakan hasil penyebaran angket
merupakan pernyataan dimensi magnitude
yang berkaitan dengan tingkat (level) diperoleh Tabel 1 hasil perhitungan sebagai
kesulitan tugas yang dihadapi siswa
menghadapi kekerasan seksual. Pernyataan berikut:
4 sampai dengan 7 mengenai dimensi
generality yang merupakan perasaan Tabel 1.
kemampuan yang ditunjukan siswa pada
konteks tugas yang berbeda-beda dalam Distribusi Karakteristik Usia Remaja
menangani kekerasan seksual. Sisanya yaitu
pernyataan 8 sampai pernyataan10 Putri Di SMPN 21 Kota Tasikmalaya
mencakup dimensi strength yang
merupakan kuatnya keyakinan siswa putri Umur Frekuensi Persentase
berkenaan dengan kemampuan yang (f) (%)
dimilikinya dalam menolak kekerasan
seksual. 12 Tahun 0 0,0
Angket skala Likert yang disusun 13 Tahun 29 29,0
menyajikan SY (sangat yakin), Y (yakin),
KY (kurang yakin), TY (tidak yakin). 14 Tahun 55 55,0
Pilihan N (netral) tidak di gunakan agar
menggiring siswa putri untuk memihak. 15 Tahun 15 15,0
Pada pernyataan SY = 4, Y = 3, KY = 2,
TY = 1. Angket disebarkan di setiap Jumlah 100 100,0
kelompok yang menjadi sampel. Pengisian
angket di pandu oleh peneliti agar siswa Sumber : Hasil Pengelolaan Data, 2019
benar-benar mengerti maksud tiap
pernyataan yang tertera di angket sehingga Terlihat bahwa rataan umur pada
siswa putri memilih dengan tepat salah satu remaja putri yang mengisi angket tersebut
pernyataan dari empat pilihan yang tersedia adalah 13-15 tahun. Berdasarkan tabel
diperoleh keterangan bahwa pada rata-rata
usia siswa putri di SMPN 21 Kota
Tasikmalaya terdapat 55 orang siswa putri
(55,0%) berusia 14 tahun, 29 orang siswa
putri (29,0%) berusia 13 tahun, dan 15
orang siswa putri (15,0%) dan tidak ada
usia responden yang berusia 12 tahun
(0,0%).
Berdasarkan riwayat kekerasan
seksual pada remaja putri di SMPN 21 Kota
Tasikmalaya bahwa beberapa dari siswa
putri pernah mengalami kekerasan seksual
oleh keluarga, teman, pacar, tetangga
bahkan orang yang tidak dikenalnya.
Peristiwa yang pernah terjadi baik
pengalaman sebelumnya atau yang baru
terjadi mengenai kekerasan seksual dengan
hasil dari jawaban setiap siswa, yaitu :
458
Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨
1. Kekerasan psikologis/emosional dalam tidak boleh dilihat dan disentuh
keluarga.
Sebanyak 14 orang siswa putri sembarangan orang (mulut, dada,
pernah mengalami penghinaan,
penolakan dan ancaman oleh kemaluan, dan pantat) oleh taman laki-
keluarganya, 1 orang siswa putri pernah
dipermalukan di depan umum oleh lakinya.
tetangganya, dan 63 siswa putri pernah
diejekan oleh teman sekelasnya, di 5. Keamanan dan perasaan.
isolasi dari teman-teman dan pacarnya.
Sebanyak 97 orang siswa putri
2. Kekerasan psikologis/emosional dalam
keluarga. merasa aman ketika kembali ke rumah
Sebanyak 14 orang siswa putri
pernah mengalami kekerasan fisik oleh dan 3 orang siswa putri lainnya merasa
keluarganya yaitu; ayah, ibu dan kakak
perempuan, dan 42 orang siswa putri tidak aman ketika kembali ke rumah.
pernah saling memukul karena berkelahi
dengan temannya, dan mengalami Adapun ungkapan dari 47 orang siswa
kekerasan fisik oleh pacarnya.
putri merasa senang, bahagia, baik-baik
3. Kekerasan seksual.
Sebanyak 3 orang siswa putri saja, 22 orang siswa putri merasa sedikit
pernah diajak untuk melakukan panik, gelisah, dan 31 orang siswa putri
hubungan seksual oleh pacarnya saat
kelas 7 SMP, 1 orang siswa putri pernah merasa takut pada keluarganya.
diajak melakukan hubungan seksual
oleh teman laki-lakinya saat kelas 8 Interpretasi self efficacy
SMP, dan 1 orang siswa putri pernah di
ajak melakukan hubungan seksual oleh kekerasan seksual selain dalam kriteria
guru ngajinya.
4. Kekerasan seksual dimasa kecil. umur responden dapat juga di sajikan
Sebanyak 1 orang siswa putri dalam kriteria tingkat self effikasi yang
pernah disentuh bagian anggota tubuh
nya (mulut, dada, kemaluan, dan pantat) dimiliki oleh setiap responden dalam
oleh saudara laki-lakinya saat masih SD,
dan 11 orang siswa putri pernah kriteria tinggi, sedang, rendah.
disentuh bagian anggota tubuh yang
Berdasakan hasil penyebaran angket
diperoleh Tabel 2 hasil perhitungan
sebagai berikut:
Tabel 2
Distribusi Frekuensi Kategori Self pada
efficacy Remaja Putri Di SMPN 21 Kota
Tasikmalaya
Kriteria Frekuensi (f) Persentase (%)
Tinggi 13 13,0
Sedang 73 73,0
Rendah 14 14,0
Total 100 100,0
Sumber : Hasil Pengelolaan Data, 2019
Terlihat bahwa sebagian besar
kategori self efficay kekerasan seksual
adalah sedang sebanyak 73 orang (73%)
dikatakan memiliki self efficacy yang
cukup baik, sedangkan kategori tinggi
459
Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨
sebanyak 13 orang (13%) dikatakan kemiskinan, sikap acuh terhadap
memiliki self efficacy yang baik, dan tindakan eksploitasi dan tidak adanya
kategori rendah sebanyak 14 orang (14%) mekanisme kontrol sosial yang stabil.
dikatakan memiliki self efficacy yang 4. Faktor yang lainnya adalah banyaknya
kurang baik. Fakta lapangan yang terjadi remaja putri yang salah bergaul dengan
untuk mengetahui kemampuan self efficacy pilihan kelompok sebaya yang memiliki
kekerasan seksual yang dimiliki oleh permasalahan, kehilangan pacar dan
remaja putri di SPMN 21 Kota faktor media sosial yang mendukung
Tasikmalaya, menyadari pentingnya self serta mempengaruhi terjadinya
efficacy kekerasan seksual yang tinggi kekerasan seksual pada remaja putri di
dapat menghindari pada perilaku yang kelurahan Setiawargi.
menyimpang. Hal ini sejalan dengan
penelitian yang dilakukan oleh Bandura dan Tidak semua responden memiliki
Ragin (2011), menyatakan keyakinan yang kemampuan self efficacy yang kurang baik,
kuat terhadap kemampuan untuk melakukan terdapat 13 orang (13,0%) berada pada
suatu perilaku akan meningkatkan kategori tinggi, artinya responden tersebut
kemungkinan terwujudnya perilaku memiliki self efficacy yang baik dalam
tersebut. Sedangkan pada 14 orang (14,0%) menolak perilaku kekerasan seksual. Self
siswa putri yang memiliki self efficacy efficacy mempengaruhi seberapa banyak
rendah, menurut analisis peniliti disebabkan usaha seseorang saat akan mencoba sesuatu
karena beberapa faktor yang sejalan dengan hal yang baru dan ketekunan seseorang
penelitian yang dilakukan oleh Fuadi dalam mengatasi hambatan yang muncul.
(2011) dan Kurniasari (2016), diantaranya Jadi keyakinan remaja bahwa dia mampu
adalah : untuk menghindari perilaku beresiko yang
1. Faktor remaja itu sendiri karena berpengaruh buruk terhadap kesehatan
adalah self efficacy terhadap perilaku
kehadiran yang tidak dikehendaki oleh kekerasan seksual. Di Indonesia, penelitian
keluarganya, autisme, dan sifat pribadi serupa dilakukan oleh Rahmadian pada
yang lugu yang mudah di iming-imingi tahun 2011 dan didapatkan hasil bahwa self
dengan material. efficacy diri secara positif dan signifikan
2. Faktor orang tua karena dibesarkan mempengaruhi perilaku sehat pada
dalam lingkungan yang penuh mahasiswa. Semakin tinggi self efficacy
penganiayaan, emosi maupun sosial dan maka semakin tinggi perilaku sehat,
latar belakang pendidikan orang tua sebaliknya semakin rendah self efficacy
yang rendah. maka semakin rendah perilaku sehat, jika
3. Faktor lingkungan sosial yang perilaku sehat subjek rendah artinya subjek
menyebabkan kekerasan seksual adalah
460
Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨
melakukan perilaku resiko terhadap Kelurahan Setiawargi adalah faktor dari
kesehatan (Anggai, 2011). pernikahan dini itu sendiri, hal ini
dikarenakan remaja tersebut hamil di luar
Penelitian ini dilakukan di SMPN 21 nikah, sehingga banyak remaja yang
Kota Tasikmalaya Kelurahan Setiawargi, menikah secara agama tanpa melakukan
berhubungan dengan letak geografisnya pernikahan secara negara. Terjadinya
bahwa pelaku kekerasan seksual dilakukan pernikahan dini di Kelurahan Setiawargi
oleh teman, pacar, keluarga dan guru. menyebabkan angka pernikahan dini di
Menurut Kesiswaan di SMPN 21 Kota Kota Tasikmalaya meningkat. Pelaku
Tasikmalaya mengungkapkan 50,0% dari kekerasan seksual dilakukan oleh teman
mereka, beliau sering melihat siswa nya kencan atau pacar. Kejadian tersebut
berpelukan dikelas, di kantin serta di dilakukan berawal dari hubungan kencan
pojokan taman sekolah dan di luar sekolah. atau ancaman, bahkan bisa terjadi dimana
Hal ini sejalan dengan letak geografis di saja dan kapan saja.
Kelurahan Setiawargi yang masih
dikelilingi oleh hutan-hutan yang masih Dampak yang terjadi kekerasan
lebat dan belum terjajah oleh pemukiman seksual ini berakibat adanya kehamilan
penduduk, serta terdapatnya suatu objek pada usia remaja yang akhirnya berdampak
wisata (curug) yang menjadi salah satu pada gangguan fisik maupun psikologis
tempat yang dijadikan pelaku untuk bahkan kematian. Dampak kekerasan
melakukan aksinya. Hal ini dijelaskan juga seksual tersebut sejalan dengan penelitian
bahwa kekerasan seksual lebih sering yang dilakukan oleh Noviana (2015) yang
terjadi di rumah pelaku, tetapi dapat juga di menyebabkan terjadi penyimpangan
tempat lain seperti di sekolah, tempat les, di perilaku, yaitu :
mobil, di kosan atau hotel, di tempat 1. Terganggunya kondisi fisik mengalami
terbuka seperti taman, perkebunan dan
hutan (PSI, 2016). perdarahan, psikologis mengalami
trauma dan sosial memyebabkan
Penyebab terjadinya kekerasan kecenderungan untuk menutup diri.
seksual pada siswa putri di SMPN 21 Kota 2. Dampak yang paling utama dari
Tasikmalaya beberapa diantaranya tidak kekerasan seksual pada remaja putri
melanjukkan pendidikannya ke jenjang adalah kehamilan, yang selanjutnya
SMA, hal ini berhubung dengan kondisi korban mengalami stress, depresi, upaya
keluarga yang tidak memungkinkan untuk menggugurkan kandungannya bahkan
menyekolahkan anak-anaknya ke SMA. ada upaya bunuh diri.
Sehingga banyak orangtua mereka yang 3. Secara sosial, kehamilan pada remaja
menikahkan anaknya pada usia remaja. berdampak terhadap kehilangan masa
Selain dari faktor ekonomi, menurut remaja, putus sekolah dan penelantaran
461
Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨
anak dan berupaya membunuh anak konselor sebaya, atau memasukkan
karena ketidaksiapan untuk mengasuh materi pendidikan seks remaja pada
dan mendidik anak. kurikulum pendidikan.
2. Melalui Dinas Kesehatan dengan adanya
Untuk mencegah terjadinya resiko Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja
yang akan datang diperlukan upaya yang (PKPR) yang meliputi; pemberian
bisa dilakukan dalam langkah selanjutnya informasi dan edukasi kesehatan,
adalah edukasi pendidikan kesehatan kemudian Pelayanan Klinis Medis
mengenai self efficacy kekerasan seksual termasuk pemeriksaan penunjang dan
yang berhubungan dengan sistem refroduksi rujukannya.
khususnya untuk remaja putri. Pendidikan
kesehatan mempunyai pengaruh yang besar Sebagaimana telah di sebutkan,
dan merupakan suatu alat untuk edukasi dengan menggunakan Sosial Skill
meningkatkan Self efficacy kekerasan Training tersebut dapat digunakan untuk
seksual pada remaja putri untuk menolak memberikan manfaat dalam pendidikan
kekerasan seksual yang dapat kesehatan terhadap peningkatan self
mengakibatkan dampak terhadap kesehatan efficacy kekerasan seksual pada remaja
refroduksi remaja dan merubah perilaku sebagai upaya yang perlu dipertimbangkan
remaja putri dalam berperilaku reproduksi dalam menjaga kesehatan refroduksi
sehat. Edukasi Sosial Skill Training remaja.
merupakan model promosi kesehatan untuk
merubah perilaku seseorang untuk Berdasarkan tingkat kriteria yang
mengatakan “tidak” sekalipun diancam oleh perlu ditingkatkan mengenai keyakinan
orang yang memiliki otoritas (Maville & yang dimiliki setiap individu dilihat dari
Heurta, 2008), kemampuan ini yang pernyataan yang diberikan kepada siswa
dimaksud dengan self efficacy , artinya dengan menggunakan General Self efficacy
Model edukasi Sosial Skill Training dapat (GSE) Scale, maka yang perlu di
digunakan untuk meningkatkan Self efficacy tingkatkan adalah self efficacy kekerasan
kekerasan seksual. Selain edukasi Sosial seksual mengenai ketidakyakinan siswa
Skill Training, upaya lain yang dapat dalam kemampuan yang dimiliknya
dilakukan adalah : sehingga tidak yakin dengan pernyataan
1. Melalui Dinas Pendidikan dengan dalam menghadapi kesulitan karena tidak
bisa mengandalkan kemampuannya dalam
merencanakan Program Kesehatan menghadapi seseorang yang mengancam
Remaja melalui wadah Usaha Kesehatan dalam situasi kekerasan seksual. Sehingga
Sekolah (UKS), konseling, Pendidikan perlu meningkatkan kemampuan/
Keterampilan Hidup Sehat (PKHS), kepercayaan diri terhadap self efficacy
pelatihan pendidikan sebaya dan kekerasan seksual pada remaja putri.
462
Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨
Kemenkes RI. 2012. Pusat Data dan
KESIMPULAN Informasi Kementrian Kesehatan
Berdasarkan hasil pengukuran RI. Jakarta Selatan: Kemenkes RI.
diperoleh kesimpulan bahwa self-efficacy Komnas Perempuan. 2018.
siswa pada kekerasan seksual secara Manuaba, IAC., Bagus, dan IB Gde. 2010.
keseluruhan berada tingkat kriteria sedang, Ilmu Kebidanan, Penyakit
sehingga dapat dikatakan bahwa self Kandungandan KB Untuk
efficacy kekerasan seksual pada remaja Pendidikan Bidan. Edisi kedua.
putri di SPMN 21 Kota tasikmalaya adalah Jakarta : EGC.
memiliki self efficacy yang cukup baik. Notoatmodjo, Soekidjo. 2010. Metodologi
Untuk peneli selanjutnya, Peneliti hanya Penelitian Kesehatan. Jakarta :
menganalisis gambaran Self Efficacy Rineka Cipta.
kekerasan seksual pada remaja putri di Ragin, D. F. 2011. Health Psychology An
SMPN 21 Kota Tasikmalaya, sehingga Interdisciplinary Approach To
perlu dilakukan lagi penelitian lanjutan Health. Boston: Pearson.
dengan melakukan Sosial Skill Trainning Aisyaroh, N. 2010. Kesehatan Reproduksi
mengenai Self Efficacy kekerasan seksual Remaja. Jurnal Majalah Ilmiah
bagi remaja putri di SMPN 21 Kota Sultan Agung, diakses pada tanggal
Tasikmalaya bagi siswa putri yang 10 Mei 2019.
memiliki self efficacy kurang baik. Anggai, Arifa Insani., Setia Asyanti. 2015.
DAFTAR PUSTAKA Hubungan Antara Efikasi Diri
Badan Koordinasi Keluarga Berencana Dengan Perilaku Berisiko Terhadap
Nasional Survei Indikator Kinerja
Program KB Nasional Indonesia. Kesehatan Remaja, Jurnal Ilmiah,
2010. Jakarta.
diakses pada tanggal 25 Juni2019.
Bandura, Albert.1995. Self-Efficacy In
Changing Societes. New York: Badan Kependudukan dan Keluarga
Cambridge University Press.
(dalam bahasa Inggris) Berencana Nasional (BKKBN).
Bandura, Albert.1997. Self-Efficacy : The 2014. Survei: Usia 15 – 19 tahun
exercise of control. New York:
W.H. Freeman. (dalam bahasa wanita Indonesia pernah hamil.
Inggris)
dalam
Catatan tahunan Komisi nasional
Perempuan tahun 2005-2015. https://nasional.SindoNews.com,
Departemen Kesehatan RI. 2016. Profil diakses tanggal 13 April 2019.
Kesehatan Indonesia. Jakarta:
Departemen. Badan Pusat Statistik. 2017. Indeks
Indeks Dimensi. Human Development Pembanguanan Manusia (IPM) di
Report (HDR). 2015.
Indonesia, dalam
Kemenkes RI. 2013. Riset Kesehatan Dasar
Tahun 2018. Jakarta: Kemenkes RI. http://www.bps.go.id diakses pada
tanggal 10 April 2019.
Bimas Islam. 2017. Berita Direktorat
Jenderal bimbingan Masyarakat
Islam. dalam
http://bimasislam.kemenag.go.id/po
st/di-tasik-angka-perceraian-dan-
pernikahan-anak-perlu-dapat-
perhatian, diakses 13 April 2019.
Dewi, A., P.(2012, Juni 4). Hubungan
Karakteristik Remaja, PeranTeman
Sebaya, san Paparan Pornografi
dengan Perilaku Seksual Remaja
dik Kelurahan Gunung Selatan
Depok, dalam
http://lontar.ui.ac.id/file?file=digit
al/20197916T30090+Pristiana+De
wi.PDF, diakses pada tanggal 10
April 2019.
463
Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨
Fuadi, M. Anwar. 2011. Dinamika
Psikologi Kekerasan Seksual:
sebuah Studi Fenomenologi. Vol. 8,
No. 2 (Januari, 2011), dalam Jurnal
Psikologi Islam (JPI), diakses
tanggal 10 April 2019.
Noviana, Ivo. 2015. Kekerasan Seksual
Terhadap Anak: Dampak dan
Penanganannya. Jurnal Psikologi
Indonesia Vol. 01, No. 1 (Januari-
April, 2015), diakses tanggal 11
April 2019.
PSI. (2016, Januari 30). Antara News.
Dipetik April 10, 2019 dari
http://www.m.antaranews.com.
Rahmadian, Sarah. 2011. Faktor-Faktor
Psikologis yang Mempengaruhi
PerilakuSehat Mahasiswa Beberapa
Perguruan Tinggi di Tangerang
Selatan. Jakarta.
Wawancara
Siswa putri SMPN 21 Kota Tasikmalaya
Kesiswaan SMPN 21 Kota Tasikmalaya
Kelurahan Setiawargi Kota Tasikmalaya
464
Prosiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨
EFEKTIVITAS SENAM HAMIL TERHADAP NYERI PUNGGUNG IBU
HAMIL TRIMESTER III
Tazkia Annisa Ramadhanti, Tatu Septiani Nurhikmah, Winda Windiyani
Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya
[email protected]/082319003519
ABSTRAK
Nyeri punggung merupakan salah satu ketidaknyamanan yang sering terjadi pada
ibu hamil di trimester III, biasanya akan meningkat intensitas nyerinya seiring
bertambahnya usia kehamilan yang biasanya dirasakan di area lumbosakral, karena
adanya peregangan yang berlebihan dan kelelahan pada tubuh, terutama pada daerah
punggung. Pengurangan nyeri punggung dapat diterapkan secara non farmakologis.
Metode non farmakologis yang relatif mudah diterapkan yaitu dengan senam hamil.
Tujuan dari telaah pustaka ini adalah untuk membuktikan teknik senam hamil efektif
dalam menurunkan nyeri punggung pada ibu hamil trimester III. Metode yang
digunakan adalah telaah pustaka, dengan mengkaji 5 artikel penelitian. Hasil dari telaah
pustaka menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara senam hamil
dengan nyeri punggung pada ibu hamil pada trimester III. Dapat disimpulkan bahwa
senam hamil berpengaruh dalam penurunan nyeri punggung ibu hamil trimester III. Di
harapkan para ibu hamil dapat menerapkan metode senam hamil yang relatif mudah
dilakukan untuk menghilangkan nyeri punggung pada ibu hamil trimester III dan
dianjurkan untuk melakukan minimal 1-3x seminggu atau minimal 4x dalam sebulan.
Kata kunci : Senam hamil, nyeri punggung, ibu hamil,
ABSTRACT
Back pain is one that often occurs in pregnant women in the third trimester, usually
increasing in intensity with increasing gestational age which is usually felt in the
lumbosacral area, due to excessive stretching and fatigue in the body, especially in the
area. Back reduction can be applied non-pharmacologically. The non-pharmacological
method that is relatively easy to apply is pregnancy exercise. The purpose of this
literature review is to prove pregnancy exercise techniques are effective in lowering the
back in third trimester pregnant women. The method used is a literature review, by
reviewing 5 research articles. The results of the literature review show that there is a
significant relationship between pregnancy exercise and back pain in pregnant women
in the third trimester. It is certain that pregnancy exercise has an effect on decreasing
the back of pregnant women in the third trimester. It is hoped that pregnant women can
apply the pregnancy exercise method which is relatively easy to do to eliminate the back
in third trimester pregnant women and it is recommended to do it at least 1-3 times a
week or at least 4 times a month.
Key word: pregnancy exercise, back pain, pregnant women
PENDAHULUAN salah satunya adalah nyeri punggung bagian
Masa kehamilan merupakan masa bawah. Nyeri punggung bawah pada wanita
hamil terjadi pada kehamilan trimester III
dimana ibu akan mengalami perubahan yang berkaitan dengan peningkatan berat
fisik maupun psikis bahkan kadang
memberikan ketidaknyamanan bagi ibu,
465
Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨
badan akibat pembesaran rahim dan back pain (nyeri punggung) pada
peregangan dari otot penunjang, karena kehamilannya. (Juliarti et al., 2018)
hormon relaksan (hormon yang membuat
otot relaksasi dan lemas) yang dihasilkan. Senam hamil adalah terapi latihan
(Sari et al., 2020). gerak untuk mempersiapkan ibu hamil,
secara fisik atau mental, pada persalinan
Nyeri punggung merupakan nyeri cepat, aman dan spontan. Senam hamil juga
yang terjadi pada area lumbosacral. Nyeri merupakan suatu bentuk latihan guna
punggung biasanya akan meningkat memperkuat dan mempertahankan
intensitasnya seiring dengan pertambahan elastisitas otot-otot dinding perut, ligament-
usia kehamilan karena nyeri ini merupakan ligament, serta otot dasar panggul yang
akibat pergeseran pusat gravitasi dan berhubungan dengan proses persalinan.
perubahan postur tubuhnya. Nyeri Senam hamil ini dilakukan dalam jangka
punggung terjadi karena adanya perubahan waktu 1 bulan dengan durasi 1 kali
pada hormon kehamilan yang seminggu sesuai dengan anjuran bila
meningkatkan kadar hormon relaksin, hal kandungan memasuki usia 6 bulan, yaitu
ini mempengaruhi fleksibilitas jaringan sekitar 24 minggu kehamilan, minimal 1
ligamen yang akhirnya meningkatkan kali dalam seminggu. Senam hamil yang
mobilitas sendi di pelvis dan akan dilakukan sesuai dengan ketentuan SOP
berdampak pada ketidakstabilan spinal dan (Standar Operasional Prosedur) senam
pelvis serta menyebabkan rasa tidak hamil. (Juliarti et al., 2018)
nyaman. Faktor predisposisi lainnya yang
menyebabkan nyeri punggung berkaitan Berdasarkan latar belakang diatas
dengan penambahan berat badan, maka penulis tertarik untuk melakukan
perubahan postur yang cepat, nyeri telaah pustaka mengenai “ Efektivitas
punggung terdahulu, dan peregangan yang Senam hamil terhadap Nyeri Punggung
berulang. (Kurniasih, 2020) pada Ibu Hamil Trimester III “.
METODE PENELITIAN
Wanita yang pernah mengalami nyeri
punggung sebelum kehamilan beresiko Studi ini merupakan suatu tinjauan
tinggi mengalami hal yang sama ketika literatur (literature review) yang mencoba
hamil. Nyeri punggung lazim terjadi pada menggali lebih banyak tentang efektivitas
kehamilan dengan insiden yang dilaporkan senam hamil untuk mengurangi nyeri
bervariasi dan kira-kira 50% di Inggris dan punggung pada ibu hamil trimester III.
Skandivia sampai mendekati 70% di Sumber untuk melakukan tinjauan literatur
Australia. Hasil dari penelitian pada ibu ini meliputi studi pencarian sistematis
hamil diberbagai daerah di Indonesia databased terkomputerisasi (GARUDA,
mencapai 60-80% ibu hamil mengalami Google Scholar), meliputi: bentuk jurnal
penelitian berjumlah 5 artikel penelitian
nasional.
466
Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨
Menurut penelitian yang dilakukan 2019) pada 30 orang sampel yang
oleh (Juliarti et al., 2018) di Pekanbaru dilakukan berdasarkan kriteria inklusi yaitu
yang dilakukan kepada 24 orang sampel ibu hamil sehat, tidak menderita atau
dengan menggunakan teknik sampling mempunyai riwayat penyakit komplikasi
jenuh dimana semua anggota populasi dan usia kehamilan trimester III.
dijadikan sampel dan menggunakan desain Menggunakan metode pra eksperimental
penelitian cross sectional dengan alat yang dengan desain one group pretest-posttest
digunakan adalah leaflet senam hamil desain. Instrumen yang digunakan yaitu
sesuai Standar Operational Procedur leaflet senam hamil dan Visual Analog
(SOP) dan di dapatkan hasil dengan Scale (VAS) atau pengukuran tingkat nyeri
melakukan senam hamil selama 1 bulan menggunakan rentang garis sepanjang
dengan diurasi 30 menit setiap 1x kurang lebih 10 cm, di mana pada ujung
pertemuan dan minimal dilakukan 1-3x 1 garis kiri tidak mengindikasikan nyeri,
minggu dapat mengurangi keluhan nyeri sementara ujung satunya lagi
punggung pada ibu hamil trimester III. mengindikasikan rasa atau intensitas nyeri
terparah yang mungkin terjadi. Dengan
Penelitian yang dilakukan oleh hasil senam hamil yang dilakukan secara
(Hamdiah et al., 2020) di Samarinda selama teratur minimal 4x dalam sebulan dapat
1 bulan dengan tindakan senam hamil mengurangi nyeri punggung karena gerakan
sebanyak 4 kali pada 20 orang sampel yang terdapat didalam senam hamil mampu
dengan menggunakan cluster random memperkuat otot abdomen sehingga
sampling dimana jumlah sampel dibagi mencegah tegangan yang berlebihan.
menjadi 10 orang kelompok control dan 10
orang kelompok intervensi dengan kriteria Berdasarkan penelitiana yang
inklusi bersedia menjadi responden, usia dilakukan oleh (Sari et al., 2020) di
kehamilan TM III sehat dan tidak memiliki Puskesmas Jembatan Kecil Kota Bengkulu.
riwayat abortus. Metode yang digunakan pada 20 orang sampel dengan metode yang
adalah quasy eksperimen dengan desain non digunakan yaitu pre eksperimental one
equivalent control group dimana sampel di group pre test and post test dengan desain
bagi menjadi 2 kelompok namun tidak berbentuk one group pre test-post test
dipilih secara acak dengan hasil adanya design yaitu tidak ada kelompok control
penurunan nyeri punggung setelah atau pembanding dengan melakukan test
dilakukan senam hamil dengan alat ukur awal sebelum intervensi dan test akhir
yang digunakan yaitu Numeric Rating Scale setelah dilakukan intervensi menggunakan
(NRS) atau pengukuran tingkat nyeri alat ukur Numeric Rating Scale (NRS) atau
menggunakan skala numeric. pengukuran tingkat nyeri menggunakan
skala numeric. Didapatkan senam hamil
Setelah diberikan perlakuan senam dapat mengurangi nyeri punggung bawah
hamil yang dilakukan di Jambi oleh (Lilis,
467
Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨
pada ibu hamil trimester III dengan durasi Bukti penelitian yang dilakukan oleh
senam hamil minimal 3-4 kali dalam (Kurniasih, 2020) pada 12 orang kelompok
sebulan dan dilakukan 2 kali dalam intervensi dan 12 orang kelompok
seminggu dan harus dilakukan sesuai SOP pembanding dan hasilnya didapatkan
sehingga bisa dirasakan manfaat secara setelah dilakukan senam hamil kelompok
maksimal. pembanding yang tidak melakukan senam
hamil 10 orang diantaranya masih
Di UPTD Puskesmas Cirebon mengalami nyeri punggung dan pada
dilakukan penelitian kepada 28 orang ibu kelompok intervensi yang meakukan senam
hamil trimester III oleh (Kurniasih, 2020) hamil hanya 4 orang yang masih merasakan
dengan teknik pengambilan sampel yang nyeri punggung ringan. Maka dapat
memenuhi kriteria inklusi. Metode yang disimpulkan ada perubahan sebelum dan
digunakan yaitu quasy eksperiment dengan sesudah dilakukan senam hamil atau
desain pretest postest with control group terdapat hubungan antara senam hamil
dimana kelompok dibagi menjadi 2 dengan penurunan nyeri punggung ibu
kelompok secara acak lalu dilihat hamil trimester III.
perbandingan dan perubahan setelah
dilakukan intervensi dengan menggunakan Penelitian lain pada artikel kedua
alat ukur Numeric Rating Scale (NRS) atau yang dilakukan oleh (Hamdiah et al., 2020)
pengukuran tingkat nyeri menggunakan pada 10 orang kelompok intervensi
skala numeric. Didapatkan hasil bahwa didapatkan hasil bahwa sesudah dilakukan
senam hamil mampu mengeluarkan senam hamil tidak ada yang mengalami
endorphin di dalam tubuh, dimana fungsi nyeri punggung dan pada 10 orang
endorphin yaitu sebagai penenang dan kelompok control masih mengalami nyeri
mampu mengurangi nyeri punggung pada punggung. Dapat disimpulkan ada
ibu hamil trimester III. perbedaan nyeri punggung kelompok
intervensi setelah dolakukan senam hamil
HASIL DAN PEMBAHASAN dan tidak ada perbedaan nyeri punggung
Berdasarkan telaah pustaka dengan yang sigifikan pada kelompok control yang
tidak melakukan senam hamil.
mengkaji 5 artikel penelitian didapatkan
hasil bahwa ketidaknyamanan ibu hamil Menurut (Lilis, 2019) yang
trimester III yaitu nyeri punggung dapat di melakukan intervensi kepada 30 orang
minimalisir oleh metode non farmakologis sampel yang sesuai dengan kriteria inklusi
yang relative mudah diterapkan yaitu sebelum dilakukan senam hamil responden
dengan melakukan senam hamil secara yang mengalami nyeri berat 3 orang, nyeri
rutin 1-2x seminggu dan minimal 4x dalam sedang 21 orang dan nyeri ringan 6 orang.
sebulan yang sesuai dengan SOP agar Setelah dilakukan senam hamil terdapat
terasa manfaatnya dengan maksimal. perbedaan tidak ada yang mengalami nyeri
468
Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨
berate, nyeri sedang berkurang menjadi 1 atau dapat disimpulkan senam hamil
orang, nyeri ringan menjadi 19 orang dan mempunyai pengaruh yang signifikan pada
sudah tidak mengalami nyeri sebanyak 10 nyeri punggung pada ibu hamil trimester
orang. Hal ini disimpulkan bahwa senam III.
hamil efektif dalam menurunkan intensitas
nyeri punggung. Perbedaan dan persamaan dari mulai
teknik pengambilan sampel, metode
Penelitian lain oleh (Sari et al., 2020) penelitian, instrumen/alat penelitian dan
pada 20 orang sampel, sebelum dilakukan prosedur yang dilakukan. Pada teknik
senam hamil terdapat 15 orang yang pengambilan sampel didapatkan perbedaan
mengalami nyeri sedang dan 5 orang ada yang menggunakan teknik sampling
mengalami nyeri berat. Sedangkan setelah jenuh dimana semua populasi dijadikan
dilakukan senam hamil 12 orang sampel dan ada yang menggunakan cluster
mengalami nyeri sedang dan 8 orang random sampling dimana sampel dibagi
mengalami nyeri ringan. Oleh sebab itu menjadi 2 kelompok lalu diambil beberapa
dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh sampel secara acak. Pada metode penelitian
senam hamil terhadap penurunan tingkat juga didapatkan perbedaan ada yang
nyeri punggung pada ibu hamil trimester menggunakan quasi eksperimen, cross
III. sectional dan pre eksperimen. Pada
instrumen penelitian yang digunakan oleh
Hasil penelitian menurut (Kurniasih, masing-masing artikel juga berbeda ada
2020) di Cirebon pada 14 orang kelompok yang menggunakan NRS (Numerical
intervensi dan 14 orang kelompok control. Rating Scale) dan ada yang menggunakan
Sebelum dilakukan senam hamil, pada VAS (Visual Analogue Scale). Namun
kelompok intervensi terdapat 7 orang nyeri didapatkan persamaan dari 5 artikel yaitu
sedang dan 7 orang nyeri berat, sedangkan prosedur yang digunakan adalah prosedur
pada kelompok control 1 orang nyeri yang sesuai dengan SOP senam hamil
ringan, 11 orang nyeri sedang, dan 2 orang dimana dilakukan selama 1 bulan dengan
nyeri berat. Setelah dilakukan senam hamil durasi 30 menit setiap pertemuan dan
terjadi perubahan tingkat nyeri yaitu pada minimal dilakukan 1-3x seminggu. Dari ke
kelompok intervensi nyeri ringan menjadi 7 5 artikel di atas dapat disimpulkan
orang dan nyeri sedang menjadi 7 orang. persamaan bahwa senam hamil efektif
Sedangkan pada kelompok control nyeri untuk menurunkan nyeri punggung pada
ringan, 1 orang, nyeri sedang menjadi 7 ibu hamil trimester III.
orang dan nyeri berat menjadi 6 orang.
Dapat disimpulkan adanya penurunan nyeri KESIMPULAN DAN SARAN
pada kelompok intervensi dan adanya Hasil literature review yang telah
penambahan nyeri berat pada kelompok
control yang tidak melakukan senam hamil dilakukan pada 5 jurnal artikel tentang
469
Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨
efektivitas senam hamil terhadap nyeri Hamdiah, Tanuadike, T., & Sulfianti, E.
punggung ibu hamil trimester III di
dapatkan perbedaan antara sebelum dan (2020). Pengaruh Senam Hamil
setelah dilakukan senam hamil terhadap
nyeri punggung ibu hamil trimester III. Ini Terhadap Nyeri Punggung Bawah
menunjukkan bahwa senam hamil yang
dilakukan secara rutin sesuai prosedur SOP Pada Ibu Hamil Trimester III di
senam hamil dimana dilakukan selama 1
bulan dengan durasi 30 menit setiap Klinik Etam Tahun 2019.
pertemuan dan minimal dilakukan 1-3x
seminggu.dapat di jadikan alternative dalam Indonesian Journal of Midwifery (
mengurangi nyeri punggung karena senam
hamil mampu mengeluarkan b-endorphin IJM ), 3(1), 40–45.
didalam tubuh, dimana fungsi b-endorphin
yaitu sebagai penenang dan mampu http://jurnal.unw.ac.id/index.php/ij
mengurangi nyeri punggung pada ibu
hamil. m
Disarankan kepada para ibu hamil Juliarti, W., (, 1, ), & Husanah, E. (2018).
dapat menerapkan senam hamil yang
merupakan metode yang relative mudah Hubungan Senam Hamil Terhadap
dilakukan untuk mengurangi nyeri
punggung pada ibu hamil trimester III Nyeri Punggung Pada Trimester Iii
dengan durasi 30 menit dilakukan 1-3x
seminggu dan minimal 4x dalam sebulan Di Bpm Dince Safrina, Sst
dengan rutin sesuai SOP senam hamil agar
terasa manfaat yang maksimal. Pekanbaru Tahun 2017. Journal
DAFTAR PUSTAKA Midwiferi, 7, 35–39.
Kurniasih, U. (2020). Pengaruh Senam
Hamil Terhadap Nyeri Punggung
pada Ibu Hamil. Jurnal Kesehatan,
10(1), 1259–1265.
https://doi.org/10.38165/jk.v10i1.5
Lilis, D. N. (2019). Pengaruh Senam Hamil
Terhadap Nyeri Punggung Bawah
Pada Ibu Hamil Trimester III The
Effect Of Gymnastics on Lower
Back Pain Among Pregnant
Women Trimester III. Journal
Health & Science : Gorontalo
Journal Health and Science
Community, 3(2), 40–45.
http://ejurnal.ung.ac.id/index.php/g
ojhes/article/view/2714
Sari, R. M., Ramadhaniati, Y., & Indaryani,
D. (2020). Pengaruh Senam Hamil
Terhadap Penurunan Tingkat Nyeri
Punggung Bawah Pada Ibu Hamil
Tm Iii Diwilayah Kerja Puskesmas
Jembatan Kecil. Jurnal Ilmiah
PANNMED (Pharmacist, Analyst,
Nurse, Nutrition, Midwivery,
Environment, Dentist), 15(1), 22–
29.
https://doi.org/10.36911/pannmed.v
15i1.644
470
Prosiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨
EFEKTIFITAS PERAWATAN PAYUDARA TERHADAP BENDUNGAN ASI
Ai Siti Nurjanah, Sri Wahyuni Sundari, Meti Patimah
Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya
([email protected]/081322118221)
ABSTRAK
Bendungan ASI disebabkan oleh pengeluaran air susu yang tidak lancar, karena
terjadi penyempitan duktus lakteferi atau oleh kelenjar-kelenjar tidak dikosongkan
dengan sempurna pada puting payudara sehingga terjadi pembengkakan pada payudara
yang di sebabkan oleh peningkatan aliran vena dan limfe yang bisa mengakibatkan
timbulnya rasa nyeri disertai kenaikan suhu badan. Salah satu metode yang sangat
efektif dalam menanggulangi bendungan ASI adalah dengan melakukan asuhan
perawatan payudara. Tujuan dari telaah pustaka ini yaitu untuk mengetahui efektifitas
perawatan payudara terhadap bendungan ASI. Metode yang di gunakan yaitu studi
literature dengan mengkaji 5 artikel penelitian, dalam keseluruhan artikel didapatkan
hasil bahwa perawatan payudara efektif menanggulangi bendungan ASI. Hasil studi
literature menunjukan bahwa perawatan payudara secara teratur mampu mengurangi
bendungan ASI. Yang melakukan perawatan payudara lebih sedikit mengalami
bendungan ASI daripada yang tidak melakukan perawatan payudara. Simpulan bahwa
perawatan payudara efektif menanggulagi bendungan ASI pada Ibu postpartum.
Kata kunci : Efektifitas, Perawatan, Payudara, Bendungan, ASI
ABSTRACT
Dam breast milk is caused by the production of milk that is not smooth, because
there is a narrowing of the ducts lacteferi or by the glands are not emptied perfectly in
the nipple of the breast so that there is swelling in the breast caused by an increase in
venous and lymph flow that can result in the onset of pain accompanied by an increase
in body temperature. One very effective method in overcoming breast milk dams is to
do breast care care. The purpose of this library review is to find out the effectiveness of
breast care against breast milk dams. The method used is literature study withn
reviewof 5 research articles, in the whole article obtained the results that breast care
effectively overcome breast milk dams. The results of literature studies show that
regular breast care can reduce breast milk dams. Those who do breast care experience
fewer breast milk dams than those who do not do breast care. Concluded that breast care
is effective in the dam of breast milk in postpartum mothers.
Keywords: Breast care against breast milk dams
PENDAHULUAN perkembangan kecerdasan, zat kekebalan (
ASI merupakan makanan yang mencegah tubuh dari berbagai penyakit)
dan menajalani hubungan cinta kasih antara
penting sempurna bagi bayi, dimana ibu dan bayinya. Adapun manfaat menyusui
kandungan gizi sesuai kebutuhan bagi ibu dapat mengurangi perdarahan
pertumbuhan dan perkembangan yang setelah melahirkan, mempercepat
optimal. ASI mengandung zat
471
Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨
pemulihan kecepatan ibu, seperti involusi kurang, juga karena Air susu Ibu (ASI)
Rahim, menunda kehamilan, dan banyak yang diganti dengan susu botol,
mengurangi resiko terkenanya kanker dengan cara jumlah yang tidak memenuhi
payudara. (Novalita oriza, 2019) kebutuhan bayi. Adapun masalah yang
sering terjadi pada ibu postpartum setelah
Adapun Mortalitas dan Mobilitas melahirkan ialah terjadinya penyempitan
pada wanita hamil dan bersalin merupakan duktus lakteferi atau kelenjer-kelenjar tidak
masih masalah besar di Negara dikosongkan dengan sempurna atau karena
berkembang. Pada tahun 2014 (WHO) kelainan pada putting susu ibu. Adapun
menyatakan bahwa wanita hamil lebih masalah masyrakat mengenai kejadian
banyak terdapat di negara-negara bendungan ASI yang disebabkan oleh
berkembang sebanyak 289.000 wanita yang pengeluaran air susu yang tidak lancar,
meninggal disebabkan oleh persalinan karena bayi tidak cukup sering menyusu
(99%) dari seluruh kematian ibu. penyebab pada ibunya, gangguan dapat menjadi lebih
kematian ibu 80% adalah infeksi, parah apabila tidak segera ditangani maka
preeklampsi, dan aborsi yang tidak aman. akan menyebabkan engorgement. Hal ini
Penyebab kematian ibu, yaitu pada saat terjadi karena penyempitan duktus lakteferi
kehamilan sebesar 23,89%, persalinan atau oleh kelenjar-kelenjar tidak
sebesar 26,99% dan nifas sebesar 40.12%. dikosongkan dengan sempurna pada putting
penyebabnya kematian ibu paling banyak susu sehingga terjadinya pembengkakan
adalah pada masa nifas, yaitu karena pada payudara karena peningkatan aliran
perdarahan persalinan. Infeksi dan mastitis. vena dan limfe yang bisa mengakibatkan
13% wanita postpartum mengalami demam timbulnya rasa nyeri diserati kenaikan suhu
akibat bendungan air susu dan berkisar badan ( Yusrah taqiyah’ Sunarti dan Nur
antaranya 37,8C sampai 39C yang biasanya fadilah rais 2019).
berlangsung antara empat sampai enam
belas jam. Umumnya melahirkan payudara Perawatan payudara sangat penting
ibu membesar, terasa panas, keras, dan dilakukan selama hamil sampai masa
tidak nyaman. Pembesaran tersebuat menyusui dilakukan. Hal ini karena
dikarenakan peningkatan suplai darah ke payudara merupakan satu-satunya penghasil
payudara bersamaan dengan terjadinya ASI tang merupakan makanan pokok bagi
produksi air susu. (Yenny Aulya dan Yeki bayi yang baru lahir sehingga harus
supriaten. 2021) dilakukan sedini mungkin selama
kehamilan perlu dilakukan perisapan
Di Indonesia mengalami banyak menyusui yang baik dan benar sehingga
masalah diantaranya masalah gizi yang tidak terjadi bendungan pada ASI, seperti
terjadi pada bayi dan anak. Sehingga terjadi intake nutrisi yang adekuat, pre dan
kerawanan gizi pada bayi yang lebih postnatal perawatan payudara (breastcare).
banyak disebabkan karena faktor makanan
472
Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨
Bimbingan pre dan postnatal breastcare agar terhindar dari infeksi, melunakan serta
memperbaiki putting susu sehingga bayi
merupakan kompenen utama sebagai dasar dapat menyusui dengan baik dan benar,
merangsangnya kelenjar-kelenjar dan
keberhasilan menyusui. Perawatan hormon proklatin dan oksitosin untuk
meningkatkan produksi asi yang lancar
payudara ataupun masa nifas mempunyai memperlancar ASI.perawatan payudara
sangat penting salah satunya untuk menjaga
tujuan memelihara keberhasilan kebersihan payudara, terutama kebersihan
putting susu agar terhindar dari infeksi,
keberhasilan payudara, melenturkan dan melunakan serta memperbaiki putting susu
sehingga bayi dapat menyusui dengan baik
menguatkan putting susu, mengeluarkan dan benar, merangsangnya kelenjar-
kelenjar dan hormon proklatin dan oksitosin
putting susu yang masuk kedalam atau untuk meningkatkan produksi asi yang
lancar
datar, dan mempersiapkan produksi ASI.
Berdasarkan penelitian ( Mastiur
(Mastiur Julianti Butar-butar, 2020) julianti butar-butar,2020) yang berjudul
Pengetahuan dan sikap ibu nifas tentang
METODE PENELITIAN perawatan payudara diwilayah kerja pustu
sitampurung, dilakukan pada 50 responden
Studi ini merupakan suatu tinjauan Teknik pengambilan sampel yang
digunakan adalah kuantitatif dengan cara
literatur (literature review) yang mencoba Perawatan payudara sangatlah penting dari
hamil sampai masa menyusui karena
menggali lebih banyak tentang perawatan payudara merupakan satu-satunya penghasil
ASI yang merupakan makanan pokok bayi
payudara terhadap bendungan ASI Sumber persiapan menyusui yang baik seperti
intake nutrisi yang ade kuat. Bimbingan
untuk melakukan tinjauan literatur ini merupakan komponen utama sebagai dasar
keberhasilan menyusui.
meliputi studi pencarian sistematis baik seperti intake nutrisi yang ade kuat.
Bimbingan merupakan komponen utama
databased terkomputerisasi google sebagai dasar keberhasilan menyusui.
Cendikia, meliputi: bentuk jurnal penelitian Selanjutnya berdasarkan penelitian
( Novalita oriza 2019) yang berjudul Faktor
berjumlah 5 artikel penelitian (4 artikel yang mempengaruhi kandungan ASI
nasional yang sudah berISSN dan sudah
berelektronik, 1 artikel internasional).
Berdasarkan penelitian ( Yenny Aulya dan
Yeki supriaten,2021) yang berjudul
Pengaruh perawatan payudara terhadap
bendungan ASI pada ibu nifas’’yang
dilakukan pada 30 responden ibu
bendungan asi teknik pengambilan sampel
menggunakan kuantitatif dengan alat yang
digunakan indefenden simple test
Perawatan payudara suatu Tindakan yang
sangat penting untuk merawat payudara
terutama untuk memperlancar
ASI.perawatan payudara sangat penting
salah satunya untuk menjaga kebersihan
payudara, terutama kebersihan putting susu
473
Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨
dilakukan pada 49 responden dengan teknik post partum di RSIA KHADIJAH 1
pengambilan sampel yang digunakan MAKASAR” dilakukan pada 16 ibu
adalah kuantitatif. Hasil dari penelitian ini postpartum, teknik pengambilan sampel
terdapat pengaruh setelah dilakukan nya yang digunakan adalah kuantitaif dengan
Perawatan payudara memiliki banyak desain Quasi eksperimen dengan cara
manfaat antara lain: menjaga kebersihan Manfaat dari Gerakan menyusui biasanya
payudara ataupun putting populasi dalam harus Manfaat dari Gerakan menyusui
jumlah besar subjek yang mempunyai biasanya harus dikosongkan dengan jalan
karakteristik tertentu, populasi dalam memompa atau mengurut pada reflek
onelitian ini adalah seluruh ibu nifas. pengeluaran ASI pengeluaran ASI yang
Metode pengumpulan menggunakan data baik dipengaruhi dengan makanan yang
primer yang merupakan data karakterisitik bergizi saat ibu sedang menyusui, istirahat
responder,frekuesni, menyusui, kondisi yang cukup dan minum minimal 8-12 gelas
putting, perlekatan menyusui, perilaku iu, perhari, Adapun daun pucuk katuk sayur
perawatan payudara dan kejadoan asin membuat ASI lebih banyak.
bendungan ASI
HASIL DAN PEMBAHASAN
Selanjutnya adapun penelitian lain Berdasarkan analisi 5 jurnal,
Ria Gustirini (2021) yang berjudul
Perawatan payudara untuk mencegah menyebutkan bahwa perbedaan yang
bendungan ASI pada ibu postpartum. bermakna pada bendungan ASI sebelum
Dilakukan pada 21 reposnder. Teknik dan sesudah dilakukan masase laktasi
pengambilan sampel yang digunakan dengan baik dan benar akan menghasilkan
adalah kuantitatif breastcare dengan cara produksi ASI yang lebih banyak karena
Menjaga kebersihan susu ibu dengan rutin perawatan payudara saat kehamilan
membersihkan putiing dengan baby oil, memiliki beberapa manfaat antara lain :
ataupun air hangat di usapkan ke areola menjaga kebersihan putting susu,
atau putting susu ibu, selalu melenturkan dan menguatkan putting susu
mengkosongkan air susu dengan cara di sehingga memudahkan bayi untuk
pompa atau di kasih ke bayi dengan hisapan menyusui yang lebih kuat, merangsangnya
yang kuat, lalu merawat payudura usai kelenjar-kelenjar air susu sehingga produksi
menyusui diteruskan kebawah samping, ASI banyak dan lancar kelainan-kelainan
lalu melintang telapak tangan mengurut pada payudara juga dapat dilakukan upaya-
kedepan lalu dilepas dari kedua payudara upaya untuk mengatasi mempersiapkan
mental (psikis ibu) untuk menyusui
Terakhir berdasarkan penelitian sehingga ibu tidak takut lagi untuk
(Yusrah taqiyah dan surnarti, nur fadilah menyusui bayi nya karena sejatinya ibu
rais 2019) yang berjudul “Pengaruh masase
payudara terhadap bendungan ASI pada ibu
474
Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨
melahirkan akan dipersiapkan untuk terjadi penurunan bendungan ASI dari
menyusui bayinya sampe 6bulan
81,3% menjadi 18,8% sehingga terdapat
Menurut Depkes RI, 2015 Payudara
merupakan sebagai perlengkapan organ pengaruh masase terhadap bendungan ASI.
reproduksi wanita dan pada masa laktasi
akan mengeluarkan air susu ibu. Perawatan Penelitian ini juga didukung oleh penelitian
payudara postpartum merupakan salah satu
perawatan yang dilakukan dan diperhatikan sebelumnya dimana ibu nifas yang
sebagai persiapan untuk menyusui bayinya
karena payudara merupakan satu-satunya melakukan perawatan payudara selama
penghasil air susu ibu dan makanan pokok
pada bayi yang baru lahir. Perawatan menyusui tidak terjadi bendungan,
payudara sangat penting dilakukan selama
hamil sampai masa menyusui. Hal ini payudara akan terbendung, membesar,
karena payudara merupakan satu- satu
penghasil ASI yang merupakan makanan membengkak, dan sangat nyeri, puting susu
pokok bayi yang baru lahir sehingga harus
dilakukan sedini mungkin selama akan teregang menjadi rata, ASI tidak
kehamilan perlu dilakukan persiapan
menyusui yang baik, seperti intake nutrisi mengalir dengan mudah dan bayi akan sulit
yang adekuat, pre dan postnatal perawatan
payudara (breastcare). Bimbingan pre dan mengenyut untuk menghisap ASI.
postnatal breastcare merupakan komponen
utama sebagai dasar keberhasilan Perawatan payudara selain untuk mencegah
menyusui. Perawatan payudara baik pada
masa kehamilan ataupun masa nifas terjadinya bendungan ASI, juga dapat
mempunyai tujuan memelihara kebersihan
payudara, melenturkan dan menguatkan, meningkatkan produksi ASI dengan
(Mastiur Julianti butar-butar, 2020)
merangsang kelenjar – kelenjar air susu
Hal ini sejalan dengan penilitian
yang dilakukan Taqiyah et.al Penelitian ini melalui teknik pemijatan. (Ria Gustirini,
sejalan dengan penelitian sebelumnya,
dimana sebelum dilakukan Masase 2021)
Payudara dari 16 ibu post partum terdapat
81,3% atau 13 orang ibu postpartum yang Penilitian lain yang dilakukan oleh
dikategorikan mengalami bendungan ASI
dan setelah dilakukan Masase Laktasi ra bengkak. Penelitian Halina (2015)
mengatakan bahwa teknik menyusui yang
tidak benar dapat mengakibatkan puting
susu menjadi lecet dan ASI tidak keluar
secara optimal sehingga mempengaruhi
produksi ASI selanjutnya atau bayi enggan
menyusu. Peneliti berasumsi dengan
mencegah terjadinya puting lecet dapat
mengurangi resiko terjadinya
pembengakakan pada payudara, karena
puting yang tidak lecet membuat ibu dan
bayi maumenyusui dengan nyaman
sehingga tidak menghambat pengeluaran
ASI. posisi kepala bayi yang tidak benar
bisa menyebabkan hisapan bayi yang salah,
karena puting susu dan areola yang tidak
masuk semua kemulut bayi. Hal ini dapat
mengakibatkanterjadinya puting lecet.
475
Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨
Terjadinya puting lecet dapat menjadi perawatan payudara juga sangat penting
resiko terjadinya pembengkakan pada
payudara. Ibu postpartum harus salah satunya menjaga kebersihan
memastikan pelekatan sudah tepat sehingga
resiko terjadi pembengkakan pada payudara payudara, terutama kebersihan putting susu
yaitu putting lecet tidak terjadi. Penelitian
Yuliana (2012) mengatakan bahwa kejadian agar terhindar dari infeksi, melunakkan
bendungan ASI disebabkankarena ibu
mempunyai pengetahuan kurang tentang serta memperbaiki bentuk putting susu
perawatan payudara, sehingga ibu tidak
benar dalam melakukan tindakanperawatan sehinggah bayi dapat menyusu dengan baik,
payudara dan waktu yang digunakan dalam
melakukan perawatan payudara yang salah merangsang kelenjar-kelenjar dan hormone
sehingga menyebabkan ibu mengalami
puting susu tenggelam, bayi susah prolactin dan oksitosin untuk meningkatkan
menyusu, ASI tidak keluar, yang berakhir
pada terjadinya bendungan ASI. (dikutip produksi ASI lancar serta mengetahui
dari Novalita Oriza, 2019)
secara dini kelainan putting susu dan
Penilitian yang dilakukan di kota
RSIA Khadijah I Makassar Hal ini melakukan usaha-usaha untuk
merupakan manfaat dari gerakan menyusui,
biasanya harus dikosongkan dengan jalan mengatasinya (Yusrah Taqiyah , Sunarti ,
memompa atau mengurut. pada perawatan
payudara yang bermanfaat melancarkan Nur Fadilah Rais, 2019)
reflex pengeluaran ASI. Selain itu juga
merupakan cara efektif meningkatkan Penilitian lain yang dilakukan di
volume ASI dan paling penting mencegah
terjadinya bendungan ASI. Selain Puskesmas Sukamerindu terdapat 16
perawatan payudara terdapat pula yang
memengaruhi kelancaran pengeluaran ASI (76,19%) ibu yang mengalami Bendungan
seperti makanan, gizi ibu saat menyusui,
kondisi psikis, faktor istirahat, dan faktor ASI dari 21 ibu nifas. di Puskesmas Ulu
isapan cara meningkatkan kualitas ASI
bukan hanya melakukan Perawatan Talo terdapat 11 (91,66%) ibu yang
Payudara namun juga diperlukan minum 8-
12 gelas perhari. Daun pucuk katuk dan mengalami Bendungan ASI dari 18 ibu
sayur asin membuat ASI lebih, selain itu
nifas Berdasarkan latar belakang di atas
karena masih tingginya angka kejadian
Bendungan ASI. ibu nifas yang mengalami
bendungas ASI sebanyak 77.231 atau
(37,12%) (SDKI 2015). Berdasarkan data
Profil Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu
tahun 2018 Angka Kejadian Bendungan
ASI pada masa nifas sebanyak 8.375
(22,70%) dari 37.018 ibu nifas. Sedangkan
pada tahun 2017. Angka Kejadian
Bendungan ASI pada masa nifas sebanyak
7.375 (20,05%) dari 37.998 ibu nifas
(Dinkes Provinsi Bengkulu, 2017, 2018).
Berdasarkan data yang di dapatkan pada
tahun 2018 di Puskesmas Sukamerindu
Kota Bengkulu terdapat 60 (38,46%) ibu
yang mengalami bendungan ASI dari 156
476
Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨
ibu nifas. ( Dikutip dari Yenny Aulya dan melakukan perawatan payudara
Yeki Supriaten, 2021). untuk meningkatkan kelancaran
pengeluaran ASI dan mengikuti
KESIMPULAN DAN SARAN penyuluhan serta anjuran dari tenaga
kesehatan.
A. Kesimpulan 3. Bagi Ibu
Hasil literature riview yang telah a. Diharapkan ibu merasa senang
dan nyaman setelah
dilakukan pada 5 jurnal artikel tentang mendapatkan pelayanan dari
bidan setelah dilakukan
efektivitas perawatan payudara terhadap perawatan payudara terhadap
bendungan ASI yang baik buat
bendungan ASI di dapatkan perbedaan bayi.
antara sebelum dan setelah dilakukan b. Untuk ibu untuk menjaga
kesehatan dan tetap melakukan
perawatan payudara terhadap bendungan pengontrolan ASI ekslusif.
ASI. Ini menunjukkan bahwa perawatan c. Diharapkan ibu merasa senang
dan nyaman setelah
payudara terhadap bendungan ASI dapat mendapatkan pelayanan dari
bidan setelah dilakukan
di pelajari dirumah dengan perawatan payudara terhadap
bendungan ASI yang baik buat
menggunakan metode modern ataupun bayi.
bertanya kepada tenaga kesehatan dalam d. Untuk ibu untuk menjaga
kesehatan dan tetap melakukan
mengurangi bendungan ASI pada ibu pengontrolan ASI ekslusif.
postpartum bisa menjadi sarana yang
membuat ibu rileks, mendekatkan ibu
dengan bayi dan juga berguna pada
tahap pertama menyusui untuk
menghilangkan bendungan ASI.
B. Saran
1. Bagi Dinas Kesehatan dan tenaga
Kesehatan/Bidan Untuk
mempersiapkan ibu nifas pada saat
menyusui diharapkan bidan desa dan
tenaga kesehatan lainya ikut serta DAFTAR PUSTAKA
meningkatkan kesadaran masyarakat (Oriza, 2019)Gustirini, R. (2021).
mengenai pentingnya perawatan Perawatan Payudara Untuk
Mencegah Bendungan ASI Pada
payudara bagi ibu menyusui dengan Ibu Post Partum. Midwifery Care
cara memberikan motivasi melalui Journal, 2(1), 9–14.
Oriza, N. (2019). Faktor Yang
penyuluhan kepada ibu nifas saat Mempengaruhi Bendungan Asi
hamil sampai masa nifas. Pada Ibu Nifas. Nursing Arts,
13(1), 29–40.
2. Bagi masyarakat/ibu menyusui https://doi.org/10.36741/jna.v13i1.
terutama kepada masyarakat 86
(Gustirini, 2021)Gustirini, R. (2021).
terutama ibu menyusui hendaknya Perawatan Payudara Untuk
477
Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨
Mencegah Bendungan ASI Pada dengan sempurna sehinggah aliran
vena dan limfotik tersumbat hal ini
Ibu Post Partum. Midwifery Care menyebabkan payudara bengkak
dan sangat nyeri , untuk mengatasi
Journal, 2(1), 9–14. hal tersebut dapat dilakukan
dengan cara masase payudara (
Butar-butar, M. J. (2020). Pengetahuan pijat payudara ). Tujuan dari
penelitian ini adalah. 4, 12–16.
Dan Sikap Ibu Nifas Tentang
Perawatan Payudara Di Wilayah
Kerja Pustu Sitampurung
Kecamatan Siborong-Borong
Tahun 2020. 3, 88–91.
Taqiyah, Y., & Rais, N. F. (2018). kelenjar-
kelenjar yang tidak dikosongkan
478
Prosiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨
EFEKTIFITAS PERAWATAN TALI PUSAT TERBUKA TERHADAP LAMA
PELEPASAN PADA BAYI BARU LAHIR
Indah Ade Nurhidayah, Sri Susilawati, Tatu Septiani Nurhikmah
Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya
[email protected]
ABSTRAK
Perawatan tali pusat merupakan tindakan merawat tali pusat bayi setelah tali
pusat dipotong sampai sebelum terlepas. Menurut World Health Organization, teknik
perawatan tali pusat terbuka merupakan metode terbaru dari perawatan tali pusat, cukup
dengan membersihkan tali pusat dengan menggunakan air dan sabun, lalu dikeringkan.
Meskipun demikian, masih banyak bidan yang belum menerapkannya sehingga
masyarakat masih menggunakan metode yang lama, seperti membungkus tali pusat
sampai lepas. Berbagai penelitian memperlihatkan bahwa dengan teknik perawatan tali
pusat terbuka efektif dan murah untuk perawatan tali pusat. Tujuan dari telaah pustaka
ini adalah untuk membuktikan teknik perawatan tali pusat yang efektif dalam
mempercepat proses pelepasan tali pusat pada bayi baru lahir. Metode yang digunakan
adalah telaah pustaka, dengan mengkaji sembilan artikel penelitian. Hasil dari jurnal
utama menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara teknik perawatan tali pusat
terbuka dan tertutup dengan p.value 0,000. Rata-rata waktu pelepasan dengan teknik
perawatan terbuka 98,7 jam sedangkan teknik perawatan tertutup 170,6 jam. Terdapat
perbedaan 71,9 jam sehingga dapat disimpulkan bahwa teknik perawatan tali pusat
terbuka efektif dalam mempercepat proses pelepasan tali pusat pada bayi baru lahir.
Kata kunci : Bayi baru lahir, perawatan tali pusat, teknik perawatan tali pusat terbuka
ABSTRACT
Umbilical cord care is the act of caring for the baby's umbilical cord after the
umbilical cord is cut until it is removed. According to the World Health Organization,
open umbilical cord treatment techniques are the latest method of cord treatment,
simply by cleaning the umbilical cord using water and soap, then dried. Even so, there
are still many midwives who have not implemented it so that people still use the old
methods, such as wrapping the umbilical cord until it comes off. Various studies have
shown that with open umbilical cord care techniques are effective and cheap for
umbilical cord care. The purpose of this literature review is to prove an effective
umbilical cord care technique in accelerating the process of releasing the umbilical
cord in newborns. The method used is literature review, by reviewing nine research
articles. Results from the main journal show that there is a difference between open and
closed umbilical cord care techniques with a p. value of 0.000. the average time of
releasw with open umbilical cord care techniques was 98.7 hours while the closed
treathment technique was 170.6 hours.There is a difference of 71.9 hours so it can be
concluded that the technique of open umbilical cord care is effective in speeding up the
prosess of release of the umbilical cord in newborns.
Keywords : Newborn, umbilical cord care, open umbilical cord care techniques
477
Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨
PENDAHULUAN oksigen dan nutrien) dari plasenta ke janin
Tenaga kesehatan terutama bidan (Prawirohardjo, 2011). Biasanya setelah
bayi dan plasenta lahir dilakukan penjepitan
penting sekali untuk memberikan asuhan tali pusat, dengan tujuan memisahkan
juga pelayanan yang baik bagi masyarakat, sirkulasi ibu dan bayi baru lahir dan
terutama pada bayi baru lahir. Pada periode mencegah perdarahan. Tali pusat
ini merupakan periode yang kritis baik selanjutnya dipotong dengan alat steril, dan
dalam fase pertumbuhan maupun meninggalkan tunggul yang terbuka
perkembangan (Dewi 2010 dalam jurnal (Castellanos et al., 2019). Kemudian
(Trijayanti et al., 2020)). Bayi baru lahir dilakukan perawatan tali pusat pada bayi
mempunyai resiko terpapar infeksi yang baru lahir (JNPK-KR, 2012) pada (Pitriani
tinggi terutama pada tali pusat yang et al., 2017).
merupakan luka basah dan dapat menjadi
pintu masuknya kuman (Putri & Limoy, Perawatan tali pusat adalah tindakan
2019). merawat tali pusat bayi setelah tali pusat
dipotong sampai sebelum lepas. Menurut
Angka kejadian infeksi bayi baru World Health Organization metode
lahir di Indonesia berkisar antara 24% perawatan tali pusat sangat bervasiasi.
hingga 34% dan hal ini merupakan Untuk rekomendasi terbaru adalah cukup
penyebab kematian yang kedua setelah membersihkan tali pusat dengan
asfiksia neonatorum yang berkisar antara menggunakan air dan sabun, lalu
49% hingga 60% (Febrianti, 2020). dikeringkan (Trijayanti et al., 2020).
Tetanus neonatorum menjadi salah Perawatan tali pusat terbuka
satu penyebab infeksi pada bayi baru lahir merupakan metode terbaru dari perawatan
yang ditularkan melalui tali pusat karena tali pusat. Meskipun demikian, masih
pemotongan dengan alat yang tidak steril, banyak bidan yang belum menerapkannya
pemakaian obat, bubuk, dan daun-daunan sehingga masyarakat masih menggunakan
yang digunakan masyarakat dalam merawat metode yang lama, seperti membungkus tali
tali pusat yang tidak baik dan benar, atau pusat sampai lepas. Jika dibandingkan
ketidak sesuaian dengan Standard dengan metode terbaru, metode lama tidak
Operational Procedure (SOP) yang telah begitu efektif dalam mempercepat
ditentukan dalam merawat tali pelepasan tali pusat sehingga resiko bayi
pusat(Febrianti, 2020). terkena infeksi akan jauh lebih tinggi
dibandingkan dengan metode perawatan tali
Tali pusat merupakan dua arteri pusat terbuka. Berdasarkan latar belakang
umbilikal yang mengalirkan darah ‘kotor’ diatas, dirasa penting bagi penulis untuk
(berisi zat metabolik) dari janin ke plasenta melakukan telaah pustaka mengenai
dan sebuah arteri umbilikal yang
mengalirkan darah segar (kaya akan
478
Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨
“Efektifitas Perawatan Tali Pusat Terbuka Artikel kedua berjudul Umbilical
Terhadap Lama Pelepasan pada Bayi Baru Cord Care Effectiveness Closed and Open
Lahir’’. To Release Cord Newborn merupakan
penelitian dari Risa Pitriani, Ika Putri
METODE PENELITIAN Damayanti, Rita Afni dipublikasikan pada
Metode yang dipakai pada artikel ini tahun 2017. 32 bayi baru lahir sebagai
sampel, 16 orang diberikan perawatan tali
adalah literatur riview. Sumber yang pusat terbuka dan 16 orang lainnya
digunakan penulis adalah Google Scholar, diberikan perawatan tali pusat tertutup,
Indonesia Jurnal Kebidanan, Jurnal Imiah diketahui bahwa ratarata pelepasan tali
Kesehatan. Dengan kata kunci : umbilical pusat yang diberikan perawatan terbuka
cord, open umbilical cord care, closed, adalah 6 hari, sedangkan rata-rata pelepasan
realise,umbilical cordcare, newborn, tali pusat bayi yang diberikan perawatan
perawatan tali pusat terbuka, mempercepat tali pusat secara tertutup adalah 10 hari,
pelepasan tali pusat. Pencarian berbatas dengan P Value 0,169 > 0,05.
dalam kurun waktu 5 tahun, dari tahun
2017-2021. Artikel ketiga berjudul Perbedaan
Perawatan Tali Pusat Terbuka Dan Kasa
Artikel pertama berjudul Perbedaan Kering Dengan Lama Pelepasan Tali Pusat
Perawatan Tali Pusat Tertutup Dan Terbuka Pada Bayi Baru Lahir, merupakan
Terhadap Lama Pelepasan Tali Pusat Di penelitian dari Dian Puspita Reni, Fadhilah
Puskesmas Srondol Dan Puskesmas Ngesep Tia Nur, Erindra Budi Cahyanto dan
Kota Semarang, oleh Wiwid Ria Trijayanti, Angesti Nugraheni. Penelitian ini dilakukan
Listyaning Eko Martanti, Sri Wahyuni. di dua tempat yaitu Puskesmas Gajahan
Dipublikasi pada Bulan Januari 2020. yang masih menerapkan perawatan tali
Sempel berjumlah 40, 20 diberi perawatan pusat dengan kasa kering dan RS Amanah
tali pusat tertutup dan 20 diberi perawatan Ibu dan Anak yang telah menerapkan
tali pusat terbuka. Hasil penelitian perawatan tali pusat terbuka. Jumlah
menunjukkan bahwa ada perbedaan antara sampel keseluruhan sebanyak 80 bayi,
keduanya dengan p.value 0,000. Rata-rata dimana tiap kelompok berjumlah 40
waktu pelepasan dengan teknik perawatan responden. Hasil penelitian relevan dengan
terbuka 98,7 jam sedangkan teknik penalitian Azizah tahun 2015 menunjukkan
perawatan tertutup 170,6 jam. Terdapat bahwa rata-rata waktu lepas tali pusat bayi
perbedaan 71,9 jam sehingga dapat yang dibungkus dengan kasa steril adalah
disimpulkan bahwa teknik perawatan tali 7,30 hari, sedangkan rerata waktu lepas tali
pusat terbuka efektif dalam mempercepat pusat bayi yang dirawat dengan perawatan
proses pelepasan tali pusat pada bayi baru terbuka lebih cepat yaitu 5,10 hari.
lahir.
479
Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨
Artikel keempat berjudul dibuka untuk penyembuhan luka tali pusat
bayi baru lahir.
Recommendation for the care of the
Artikel keenam berjudul Perawatan
umbilical cord in the newborn oleh José Tali Pusat Terbuka Sebagai Upaya
Mempercepat Pelepasan Tali Pusat, oleh
Luis Leante Castellanos, Alejandro Pérez Nor Asiyah, Islami dan Lailatul
Mustagfiroh dipublikasikan tahun 2017
Munuzuri, César W. Ruiz Campillo, Ester dengan melakukan penelitian mengenai
perawatan tali pusat tertutup dengan kasa
Sanz López, Isabel Benavente Fernández, steril dan perawatan tali pusat terbuka.
Dalam penelitian ini terdapat 40 responden
María Dolores Sánchez Redondo, Segundo dimana dibagi menjadi 2 kelompok yaitu
kelompok perlakuan dan kelompok kontrol,
Rite Graciag, Manuel Sánchez Luna. masing masing kelompok terdiri atas 20
responden. Hasil dari penelitian ini adalah
Dipublikasikan tahun 2019. Penelitian ini Mayoritas lama pelepasan tali pusat yang
dirawat dengan perawatan tertutup
dilakukan dengan menggunakan metode menggunakan kassa steril adalah 5 – 7 hari
sebanyak 13 bayi (65%). Mayoritas lama
tinjauan sistematis artikel dengan kata pelepasan tali pusat yang dirawat terbuka,
tanpa menggunakan kassa steril adalah 5 –
kunci dan teks bebas di Medline dan ISI 7 hari sebanyak 15 bayi (75%). Didukung
dengan hasil uji statistik mann whitney
Web of Knowlwdge. Didapatkan hasil didapatkan hasil ρvalue 0,022 menunjukkan
bahwa terdapat perbedaan bermakna lama
bahwa perawatan tali pusat kering dengan lepas tali pusat antara perawatan tali pusat
terbuka dengan perawatan tali pusat
penggunaan alkohol 70% terdapat tertutup.
kerterlambatan dalam pelepasan pada tali HASIL DAN PEMBAHASAN
Bayi baru lahir atau neonatus
pusat.
adalah bayi yang baru mengalami proses
Artikel kelima berjudul Efektifitas kelahiran dan harus menyesuaikan diri dari
kehidupan intra uterin ke kehidupan ekstra
Perawatan Tali Pusat Dengan Tehnik uterin (Jamil et al., 2017). Saat persalinan,
bayi keluar bersama dengan plasenta atau
Tertutup Dan Terbuka Terhadap tali pusat.
Penyembuhan Luka Tali Pusat Pada Bayi
Baru Lahir Di Rsia Fauziyah Tulungagung,
oleh Ratna Kholidati, Indah Rohmawati,
dipublikasi pada Bulan Mei 2019. 20 bayi
terdiri dari 10 responden untuk pengobatan
teknik tertutup dan 10 responden untuk
pengobatan teknik dibuka. Pengambilan
sampelnya adalah Consecutive Sampling
dengan analisis datanya menggunakan uji
statistik Mann Withney U Test, dengan
tingkat kemaknaan 5%. Hasil: Dari analisis
uji statistik Uji Mann Witney U
menunjukkan nilai p = 0,280 (> 0,05), nilai
U = 35 (> 19) dan nilai Z = - 1,314, 1,96)
sehingga Ho diterima dan H1 ditolak,
artinya tidak ada perbedaan keefektifan
antara teknik pengobatan tertutup dan
480
Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨
Tali pusat dalam istilah medis bersihkan dengan air DTT dan sabun
disebut umbilical cord. Merupakan saluran kemudian keringkan menggunakan kain
oksigen dan makanan bagi janin saat dalam bersih. Penerapan perawatan tali pusat
kandungan. Ketika janin telah dilahirkan terbuka ini terbukti dapat mempercepat
maka tali pusat harus dipotong dan dijepit pelepasan tali pusat (Asiyah et al., 2017).
atau diikat, agar pembuluh darah tersebut
tidak terjadi perdarahan (Asiyah et al., Sejalan dengan penelitian yang
2017). dilakukan oleh Dian Puspita Reni, Fadhilah
Tia Nur, Erindra Budi Cahyanto, dan
Perawatan tali pusat adalah Angesti Nugraheni pada jurnal “Perbedaan
tindakan merawat tali pusat bayi setelah tali Perawatan Tali Pusat Terbuka Dan Kasa
pusat dipotong sampai sebelum lepas (Reni Kering Dengan Lama Pelepasan Pada Bayi
et al., 2018). Perawatan tali pusat ini Baru Lahir’’ menyebutkan, perawatan tali
bertujuan untuk mencegah infeksi dan pusat terbuka akan membantu pengeringan
mempercepat putusnya tali pusat. tali pusat lebih cepat karena pada tali pusat
Perawatan tali pusat yang tidak benar akan terdapat Jeli Wharton yang banyak
menyebabkan tali pusat menjali lama untuk mengandung air. Jika terkena udara
lepas (Asiyah et al., 2017). Lama pelepasan strukturnya akan berubah fungsi menjadi
tali pusat dipengaruhi oleh beberapa faktor padat dan mengklem tali pusat secara
diantaranya timbulnya infeksi, cara otomatis sehingga darah yang ada pada sisa
perawatan tali pusat, kelembaban tali pusat, tali pusat terhambat bahkan tidak mengalir
dan kondisi sanitas lingkungan di sekitar yang membuat tali pusat akan lebih cepat
neonatus (Reni et al., 2018). mengering dan terlepas dengan sendirinya.
Hasil penelitiannya relevan dengan
Menurut rekomendasi terbaru penelitian azizah (2015) menunjukkan rata-
WHO, cara perawatan tali pusat yaitu rata waktu lepas tali pusat yang dibungkus
cukup membersihkan bagian pangkal tali adalah 7,30 hari sedangkan yang dirawat
pusat, dibersihkan menggunakan air sabun, dengan terbuka lebih cepat yaitu 5,10 hari
lalu keringkan dengan cara dibiarkan atau (Reni et al., 2018).
di lap memakai kain bersih. Untuk
membersihkan tali pusat cukup diangkat, Peneliti lain juga menyebutkan
jangan ditarik. Tali pusat juga tidak boleh pada jurnal “Perbedaan Perawatan Tali
dibalut ataupun ditutup karena itu akan Pusat Tertutup dan Terbuka Terhadap Lama
membuatnya menjadi lembab (Pitriani et Pelepasan Tali Pusat Di Puskesmas Srondol
al., 2017). dan Puskesmas Ngresep Kota Semarang”
Rata-rata lama waktu pelepasan tali pusat
Menurut JNPK-KR Depkes dan dengan metode perawatan tali pusat terbuka
Kemenkes RI perawatan tali pusat caranya adalah 98,7 jam (4 hari 2,7 jam), sedangkan
dengan melipat popok dibawah puntung tali untuk perawatan tali pusat tertutup adalah
pusat. Jika puntung tali pusat kotor
481
Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨
170,6 jam (7 hari 2,6 jam). Lama pelepasan Pusat. Indonesia Jurnal Kebidanan,
tali pusat dengan intervensi metode terbuka 1, 29–36.
lebih cepat dibandingkan dengan metode
tertutup. Dimana waktu tercepat yang Castellanos, J. L. L., Munuzuri, A. P.,
dimiliki perawatan terbuka 90 jam (3 hari Campilloc, C. W. R., López, E. S.,
18 jam), sedangkan perawatan tertutup 164 E, I. B. F., Redondof, M. D. S.,
jam (6 hari 20 jam). Terdapat perbedaan Graciag, S. R., & Luna, M. S.
lama waktu pelepasan tali pusat antara (2019). Recommendations for the
perawatan dengan metode terbuka care of the umbilical cord in the
dibandingkan dengan metode tertutup yaitu newborn. Special Article.
terdapat selisih 71,9 jam (2 hari 23,9 jam).
Diharapkan ibu dapat menambah Febrianti, R. (2020). Asuhan Kebidanan
pengetahuan terbaru mengenai perawatan Pada Bayi Baru Lahir Dengan
tali pusat terbuka sehingga ibu dan keluarga PERAWATAN Tali Pusat Terbuka.
dapat mempraktikkan perawatan tali pusat Jurnal Komunikasi Kesehatan,
pada bayi baru lahir dengan metode terbaru IX(1Febrianti, R. (2020). Jurnal
(Trijayanti et al., 2020). Komunikasi Kesehatan Vol.XI
No.1 Tahun 2020. Jurnal
KESIMPULAN DAN SARAN Komunikasi Kesehatan, IX(1), 56–
Hasil literatur riview ini, 62.), 56–62.
menunjukkan bahwa teknik perawatan tali Jamil, S. N., Sukma, F., & Hamidah.
pusat terbuka efektif terhadap lama
pelepasan tali pusat. Terbukti dari (2017). Asuhan Kebidanan Pada
perbandingan beberapa artikel yang
menyebutkan teknik perawatan tali pusat Neonatus, Bayi, Balita Dan Anak
tertutup memiliki rentan waktu lebih lama
dari pada teknik perawatan tali pusat Pra Sekolah (1st ed.). Fakultas
terbuka. Saran yang dapat diberikan adalah
diharapkan bidan dapat memberi edukasi Kedokteran dan Kesehatan
terhadap masyarakat serta menerapkan
teknik perawatan tali pusat terbuka terhadap Universitas Muhammadiyah
bayi baru lahir.
Jakarta.
Pitriani, R., Damayanti, I. P., & Afni, R.
(2017). Umbilical Cord Care
Effectiveness Closed and Open To
Release Cord Newborn. Jurnal
Doppler Universitas Pahlawan
Tuanku Tambusai, 1, 58–61.
Putri, E., & Limoy, M. (2019). Hubungan
Perawatan Tali Pusat Menggunakan
Kassa Kering Steril Sesuai Standar
Dengan Lama Pelepasan Tali Pusat
Pada Bayi Baru Lahir Di
Puskesmas Siantan Hilir Tahun
2019. Jurnal Kebidanan, 9, 302–
310.
DAFTAR PUSTAKA Reni, D. P., Nur, F. T., Cahyanto, E. B., &
Ugraheni, A. (2018). Perbedaan
Asiyah, N., Islami, & Mustagfirohc, L. Perawatan Tali Pusat Terbuka Dan
Kasa Kering Dengan Lama
(2017). Perawatan Tali Pusat Ppelepasan Tali Pusat Pada Bayi
Terbuka Sebagai Upaya
Mempercepepat Pelepasan Tali
482
Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨
Baru Lahir. PLACENTUM Jurnal Perawatan Tali Pusat Tertutup Dan
Ilmiah Kesehatan Dan Aplikasinya, Terbuka Terhadap Lama Pelepasan
6, 7–12. Tali Pusat Di Puskesmas Srondol
https://doi.org/10.13057/placentum. Dan Puskesmas Nresep Kota
v%vi%i.22772 Semarang. Midwifery Care
Trijayanti, W. R., Martanti, L. E., & Journal, 1, 13–23
Wahyuni, S. (2020). Perbedaan
.
483
Prosiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨
EFEKTIVITAS TEKNIK MASSAGE PUNGGUNG UNTUK MENGURANGI
NYERI PERSALINAN KALA I FASE AKTIF
Devia Yulianingsih Ridwan¹, Tatu septiani N², Sri Susilawati ³
1 Mahasiswi DIII Kebidanan
2,3 Dosen DIII Kebidanan
Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya
([email protected]/0895610143020)
ABSTRAK
Persalinan merupakan kejadian fisiologis yang normal, di mulai sejak uterus
berkontraksi dan berakhir dengan lahirnya plasenta secara lengkap. Nyeri pada
persalinan adalah manifestasi dari adanya kontraksi otot rahim. Nyeri persalinan jika
tidak dapat diatasi akan menyebabkan aktitas uterus yang tidak terkoordinasi sehingga
akan mengakibatkan pesalinan lama bahkan mengancam kehidupan ibu dan janinnya.
Teknik massage punggung salah satu metode untuk mengurangi rasa nyeri persalinan.
Tujuan literature review Untuk mengetahui efektifitas Tehnik Massage Punggung
Untuk Mengurangi Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif. Metode dengan melakukan
literature review pada 5 jurnal 4 jurnal dalam dan 1 jurnal luar yang 3 diantaranya
terindeks sinta 4 dan 5. Pijat punggung dilakukan kepada ibu bersalin baik primipara
maupun multipara yang memasuki pembukaan 4-5 cm selama 20-30 menit perjam.
Setelah dilakukan telaah pustaka, didapatkan hasil bahwa Teknik Massage Punggung
Efektif Untuk Mengurangi Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif
Kata kunci : Massage punggung, nyeri persalinan, kala I
ABSTRACT
Childbirth is a normal physiological event, starting from the moment the uterus
contractions and ends with the complete birth of the placenta. Pain in childbirth is a
manifestation of the contraction of the uterine muscles. Childbirth pain if it can not be
overcome will cause uncoordinated uterine activity that will result in prolonged
childbirth even threatens the life of the mother and her fetus. Back massage technique is
one of the methods to reduce the pain of childbirth. Literature review objectives To find
out the effectiveness of Back Massage Techniques To Reduce Childbirth Pain When I
Active Phase. Method by conducting literature review on 5 journals 4 journals in and 1
outside journals of which 3 are indexed sinta 4 and 5. Back massage is performed to
both primipara and multipara maternity mothers who enter the opening 4-5 cm for 20-
30 minutes per hour. After a literature study, it was obtained that The Back Massage
Technique Is Effective To Reduce Childbirth Pain When I Active Phase
Keywords : Back massage, labor pain, stage I
484
Posiding Kebidanan E-ISSN: 2622-6871
SEMINAR NASIONAL ¨BIDAN TANGGUH BIDAN MAJU¨
PENDAHULUAN Massage/Sentuhan merupakan metode non-
Persalinan merupakan kejadian farmalogik tanpa menggunakan obat-
obatan, lebih aman, sederhana dan tidak
fisiologis. Persalinan normal adalah proses menimbulkan efek merugikan serta
pengeluaran janin yang terjadi pada mengacu kepada asuhan sayang ibu (Judha
kehamilan cukup bulan (37-42 minggu), & Fauziah, 2012).
lahir spontan dengan presentasi belakang
kepala yang berlangsung dalam 18 jam, Sentuhan dan kelembutan massage
tanpa komplikasi baik pada ibu maupun membuat ibu bersalin menjadi lebih rileks.
pada janin (Manuaba, 2013). Suatu penelitian menunjukkna bahwa
wanita yang mendapatkan massage selama
Persalinan di mulai sejak uterus 20 menit setiap jam selama fase persalinan
berkontraksi dan menyebabkan perubahan aktif merasa lebih tenang dan lebih terbebas
pada servik (membuka dan menipis) yang dari nyeri. Hal ini terjadi karena massage
berakhir dengan lahirnya plasenta secara dapat merangsang tubuh melepaskan
lengkap. Kala I berlangsung antara senyawa endorphine yang merupakan
pembukaan 1-10 cm. Proses ini terbagi pereda sakit alami. endorphine ini dapat
menjadi dua fase yaitu fase laten (8 jam) menciptakan perasaan nyaman dan enak
dari pembukaan 1 sampai 3 cm dan fase (Dwi Nur Oktaviani Katili1 & Emah
aktif (7 jam) dari pembukaan 4-10 cm Susilawati, 2017)
(Sulistyawati, 2011).
Nyeri yang dirasakan ibu saat bersalin amat Berdasarkan latar belakang tersebut
subyektif bagi setiap ibu. setiap orang maka tujuan telaah pustaka ini adalah untuk
mempersepsikan rasa nyeri yang berbeda Mengetahui keefektivan Tehnik Massage
tergantung pada ambang nyeri yang Punggung Untuk Mengurangi Nyeri
dimilikinya. Nyeri pada persalinan adalah Persalinan Kala I Fase Aktif.
manifestasi dari adanya kontraksi
(pemendekan) otot rahim (Andarmoyo et METODE PENELITIAN
al., 2013) Metode pengumpulan data dalam
Nyeri persalinan jika tidak dapat study literature ini dengan mencari artikel
diatasi akan menyebabkan aktitas uterus penelitian melalui data base penelitian
yang tidak terkoordinasi sehingga akan kebidanan, keperawatan atau kesehatan dari
mengakibatkan pesalinan lama bahkan sumber-sumber seperti google scholar,
mengancam kehidupan ibu dan janinnya dengan kata kunci: massage punggung,
(Alehagen, S., Wijma, B., Lundberg, U., nyeri persalinan, kala I. Jumlah artikel yang
Wijma, K., 2005) digunakan dalam study literatur sebanyak 5
jurnal yang terdiri dari 4 jurnal dalam dan 1
Untuk mengurangi rasa nyeri pada jurnal internasional, jurnal 1 dan jurnal 3
proses persalinan salah satunya dapat
menggunakan tehnik non-farmakologi.
485